Referensi

Jasa Web Design

Monday, June 23, 2008

JAKARTA, SENIN MALAM Dua tersangka perampok, Aswan (43) dan Trimo (36), ditembak mati polisi karena melawan dengan pistol jenis FN bermerk Pieiro Baretta, dan clurit, di kompleks rumah toko (Ruko) Kebon Jeruk, Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat (Jakbar), Minggu (22/6) siang. Kedua residivis ini diduga merampok Heni Kurniawati (43) di Jalan Kebon Jeruk Baru, Jakbar, Senin (9/6) pukul 1.15

Demikian disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Jakbar, Komisaris Suyudi Ario Seto, Senin (23/6) pukul 14.00. Dalam acara jumpa pers itu, Suyudi menggelar barang bukti berupa pistol, dua butir peluru, clurit, dua telepon selular, sepeda motor Yamaha Vega warna hitam kombinasi perak bernomor polisi B-6947-BSK, dan mobil Kijang yang digunakan polisi mengejar kedua tersangka (lihat foto-red).

Suyudi menjelaskan, Heni yang beralamat di Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara itu, dirampok oleh kedua tersangka yang naik Yamaha Vega. Para pelaku menghampiri korban dengan menodongkan pistol dan clurit. Setelah merampas barang-barang korban senilai total Rp 20 juta, kedua tersangka kabur.

"Ketika korban menggambarkan ciri-ciri kedua pelaku, kami segera menduga, keduanya adalah Aswan dan Trimo yang pada bulan Desember 2004, pernah kami tangkap dalam kasus serupa," ungkap Suyudi.

Sabtu (22/6) pukul 01.00, polisi memergoki keduanya ketika sedang naik Yamaha Vega, di Jalan Arjuna Selatan. Sejumlah polisi yang naik mobil Kijang, berusaha menghentikan keduanya. Melihat hal itu, tersangka Aswan tancap gas. Terjadi kejar mengejar. Mobil yang ditumpangi para polisi sempat tertinggal jauh karena kegesitan Aswan ber-zig-zag di antara mobil lain. Tetapi, di sekitar Ruko Kebon Jeruk, Aswan dan Trimo terjatuh.

Melihat kejadian itu, para polisi berlompatan ke luar mobil mengejar keduanya. Tak diduga, Aswan mengeluarkan pistol dari balik bajunya, dan menembak kaca mobil depan. "Dor! Pyaaaar!" kaca mobil berlubang diterjang peluru. Polisi membalasnya dengan tembakan peringatan dua kali, tapi tak dihiraukan Aswan.

Ia justru mengarahkan kembali pistolnya ke salah seorang polisi yang mengejarnya. Melihat hal itu, polisi lainnya mendahului menembak Aswan. "Dor!" Aswan tersungkur bersimbah darah. Trimo yang melihat kawannya tersungkur, menghunuskan clurit dan berlari menghampiri polisi yang menembak Aswan. Tapi aksinya kalah cepat dengan terjangan peluru pistol salah seorang polisi. Trimo pun rubuh. "Kami segera membawa keduanya ke rumah sakit. Di perjalanan mereka tewas," ucap Suyudi.

Source



0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com