<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903</atom:id><lastBuildDate>Sun, 07 Dec 2025 14:20:10 +0000</lastBuildDate><category>Perpustakaan</category><category>Pendidikan</category><category>Jurnal</category><category>Mendeley</category><category>Akreditasi Perpustakaan</category><category>Buku</category><category>Perpustakaan SMA</category><category>AI</category><category>DDC</category><category>Era Digital</category><category>Error</category><category>Greenstone</category><category>Printer</category><category>Puisi</category><category>Windows 11</category><title>Dunia Pustaka</title><description>blog yang membahas tema kepustakawanan, informasi, dan pendidikan.</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-6495742290927177661</guid><pubDate>Fri, 11 Apr 2025 11:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-04-14T13:04:47.855+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">AI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Era Digital</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title> Antara Buku dengan Algoritma</title><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Refleksi Seorang Pustakawan di Era Digital&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;&quot;&lt;i&gt;Di antara rak-rak penuh cerita dan deretan kode yang sunyi, aku berdiri: seorang penjaga literasi yang kini belajar bicara dalam bahasa mesin&lt;/i&gt;.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0lhNlIY1AH6iUz4INtzgsaFrDbkLKcpKvXTsad0cr8MLq9qets9KPoo1wQAfa95DuNurbamY2U-iRaLVqQ-RZ5Ivx6ymytRa-WOuUH1MVlY1AQpu3AbR1EI7M9U2SCvVBfFpJoFFnP_aj_T-DBTMByD4_gZGcThonHTUw7XBrcfB6YEbxF4R23EGsMt8/s1536/5af97a7b-49c5-4900-87c8-db3cc91ec74c.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1536&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0lhNlIY1AH6iUz4INtzgsaFrDbkLKcpKvXTsad0cr8MLq9qets9KPoo1wQAfa95DuNurbamY2U-iRaLVqQ-RZ5Ivx6ymytRa-WOuUH1MVlY1AQpu3AbR1EI7M9U2SCvVBfFpJoFFnP_aj_T-DBTMByD4_gZGcThonHTUw7XBrcfB6YEbxF4R23EGsMt8/w427-h640/5af97a7b-49c5-4900-87c8-db3cc91ec74c.png&quot; width=&quot;427&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Teknologi informasi dan komunikasi seolah-olah menjadikan buku dan algoritma terlihat seperti dua dunia yang berbeda. Jika buku sarat akan makna dan nostalgia, sedangkan algoritma dingin dan matematis. Apakah semua itu benar? Mungkin masing-masing dari kita akan memiliki jawaban yang berbeda, karena pengetahuan dan pemahaman kita tentang keduanya juga berbeda, bahkan sudut padang kita melihat kedua hal tersebut, juga mungkin berbeda. Dalam tulisan ini, lebih kepada sudut pandang saya sebagai seorang pustakawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Sebagai seorang pustakawan yang hampir satu dekade bekerja di Perpustakaan Perguruan Tinggi, yang sudah melewati berbagai macam situasi, dan&amp;nbsp; juga tumbuh-kembang didunia kepustakawanan yang jauh dari kata “mapan”, saya melihat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya dari sudut pandang ancaman saja, namun ada peluang yang harus dimaksimalkan, apalagi ditengah ketidak mapanan tersebut. Oleh karena itu, saya melihat antara buku dan algoritna bukanlah lawan, keduanya tidak saling bertentangan, melainkan mitra. Jika buku adalah jendela pengetahuan, maka algoritma adalah alat bantu baru untuk membuka jendela itu lebih lebar. Keduanya bisa bekerja sama membentuk ekosistem literasi yang lebih inklusif dan efisien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Dari Katalog Fisik ke Sistem Cerdas&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Bagi pengguna perpustakaan dibawah tahun 1990-an (Walaupun saat ini dibeberapa perpustakaan yang jauh dari pusat peradaban masih ditemukan penggunaan katalog kartu), mungkin masih jelas dalam ingatan mereka, bagimana pengguna perpustakaan mencari buku melalui katalog kartu sebelum Online Publik Acces Catalogue digunakan di perpustakaan, membuka laci demi laci kecil, demi menemukan satu judul. Sekarang,&amp;nbsp; hanya melalui beberapa klik, katalog online mampu menampilkan ratusan referensi serupa yang dilengkapi sinopsis, lokasi rak, bahkan saran bacaan berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;Semua itu dimungkinkan karena adanya algoritma pencarian dan sistem informasi perpustakaan yang setiap tahunnya semakin berkembang. Bahkan di balik perkembangan sistem informasi perpustakaan tersebut, ada proses yang melibatkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: left;&quot;&gt;Metadata: Deskripsi data yang memungkinkan mesin memahami isi buku.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Sistem rekomendasi berbasis AI: Algoritma yang menyarankan buku berdasarkan riwayat pembaca lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Pencocokan semantik: Pencarian tidak lagi terbatas pada judul atau pengarang, tapi juga makna kata dan konteks.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Jika dulu kita hanya bisa menemukan apa yang sudah kita ketahui untuk dicari. Kini, sistem bisa mengenalkan kita pada hal-hal baru yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, selama masih dalam topik yang sama, bahkan mungkin dalam topik yang berbedapun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Algoritma yang Membaca Manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Jika manusia membaca buku untuk memahami dunia, algoritma justru ‘membaca’ manusia lewat data. Di era teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang, data menjadi mahal dan berharga, menguasai data berarti menguasai pasar, karena dengan data, robot dan system informasi bisa menjadi pintar. Riwayat pencarian, lama waktu membaca, hingga interaksi di platform digital dianalisis untuk memahami preferensi dan perilaku pengguna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Namun, di sinilah tantangannya. Algoritma bekerja berdasarkan pola dan statistik. Ia tidak tahu bahwa kadang, manusia membaca bukan karena suka, tetapi karena ingin tahu, sedang riset, atau bahkan hanya karena iseng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Sebagai pustakawan, saya merasa penting untuk menjaga agar kurasi informasi tidak sepenuhnya diserahkan pada sistem. Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu dilakukan seperti;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Menghindari filter bubble, di mana pembaca hanya disajikan konten serupa (hal ini penah saya tulis, dan dimuat di koran harian lokal).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Menjaga keragaman informasi, termasuk bacaan minoritas yang jarang dicari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Menjadi pengkritik algoritma, bukan sekadar pengguna pasif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Teknologi boleh membantu, tapi sentuhan manusia tetap dibutuhkan untuk menjaga makna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Peran Pustakawan di Era AI&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Kehadiran dan Perkembangan AI (Artificial intelligence) telah menyita banyak perhatian dari para ilmuan di berbagai belahan dunia. Bagimana tidak, AI dengan sengala kontroversinya telah menebar ancaman nyata bagi banyak profesi. World Economic Forum (WEF) – Future of Jobs Report dalam laporanya telah membahasa bagaimana kehadiran AI akan mempengaruhi berbagaimacam profesi.Bahkan Michael Stephens secara spesifik mengatakan bahwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;“The librarian of the future is not a custodian of books, but a guide through a sea of algorithmic information”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Bahwa akan ada perubahan terhadap peran pustakawan di era AI, dimana pustakawan bukan lagi penjaga buku tetapi pemandu ditengah lautan informasi.&amp;nbsp; Maka Ketika banyak orang bertanya apakah pustakawan akan tergantikan oleh AI, secara tegas saya mengatakan bahwa hadirnya AI justru akan mentrasformasi peran pustakawan. Dimana ketika Dunia sudah dipenuhi informasi, tetapi tidak semua informasi itu benar, bermanfaat, atau sesuai kebutuhan, maka akan sangat dibutuhkan peran pustakawan dalam melakukan;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Kurator informasi: Memilah dari yang penting, bermanfaat, dan valid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Pendidik literasi digital: Mengajari cara memilah informasi di tengah banjir data.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Penjaga etika informasi: Memastikan sumber yang digunakan bertanggung jawab dan tidak bias.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Dan pada akhirnya, peran Pustakawan sebagai penjaga buku, yang selama ini sudah melekat, secara perlahan akan mulai tergerus dan tergantikan menjadi navigator pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Buku Tetap Bernapas di Dunia Digital&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Dengan sengala macam kondisi dan persoalnnya, saya selalu menyakini, bahwa selama manusia masih membaca untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman, buku akan terus hidup. Namun, buku akan mengalami berbagai macam trasformasi sesuai zamannya, entah nantinya dalam bentuk cetak, digital, ataupun audio, bahkan kemungkinan nantinya buku akan lebih interaktif. Dan diantara banyaknya buku, dengan algoritma, pustakawan akan selalu punya tempat. Bukan hanya sebagai penyedia akses, tapi juga sebagai pemandu dalam perjalanan intelektual setiap pembaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2025/04/antara-buku-dengan-algoritma.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0lhNlIY1AH6iUz4INtzgsaFrDbkLKcpKvXTsad0cr8MLq9qets9KPoo1wQAfa95DuNurbamY2U-iRaLVqQ-RZ5Ivx6ymytRa-WOuUH1MVlY1AQpu3AbR1EI7M9U2SCvVBfFpJoFFnP_aj_T-DBTMByD4_gZGcThonHTUw7XBrcfB6YEbxF4R23EGsMt8/s72-w427-h640-c/5af97a7b-49c5-4900-87c8-db3cc91ec74c.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pangkal Pinang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.1316266 106.1169299</georss:point><georss:box>-30.441860436178846 70.9606799 26.178607236178845 141.2731799</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-7407849827290908113</guid><pubDate>Wed, 09 Oct 2024 07:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-10-09T14:30:00.115+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan SMA</category><title>Pentingnya mengajarkan cara memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar bagi siswa</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Di banyak sekolah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Peran guru sebagai sumber belajar masih sangat dominan dalam proses pembelajaran di sekolah, baik di Sekolah Dasar, Pertama maupun Atas. Dominasi tersebut, menjadikan proses pembelajaran di sekolah terasa sangat bergantung dengan sosok seorang guru. Proses pembelajaran seperti ini dirasakan siswa selama bertahun-tahun dimulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Sebelumnya, tulisan ini bukan bermaksud untuk mempersoalkan peran guru. Guru tetap menjadi bagian terpenting dalam proses pembelajaran di sekolah, namun bukan menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa.&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY62RcxyqhlX9ZAhxovGGDoX8GKoZTRmhtrdpf4ecbS74Au636irtlzjSeywmRb3WNQgXXaCkCUPNRTWWZP03c3vXHQABYiUttCiE9Lp9IXuij2NrsgRdmvTBgNk-I11OYCmrmdrB9MpWtEUwqN2_XQCsHxm0TdHetHGovuNK2rhb8lMYHTgcYifxdrm4/s1599/WhatsApp%20Image%202024-10-09%20at%2014.03.11.jpeg&quot; style=&quot;display: block; padding: 1em 0; text-align: center; &quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; data-original-height=&quot;1599&quot; data-original-width=&quot;899&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY62RcxyqhlX9ZAhxovGGDoX8GKoZTRmhtrdpf4ecbS74Au636irtlzjSeywmRb3WNQgXXaCkCUPNRTWWZP03c3vXHQABYiUttCiE9Lp9IXuij2NrsgRdmvTBgNk-I11OYCmrmdrB9MpWtEUwqN2_XQCsHxm0TdHetHGovuNK2rhb8lMYHTgcYifxdrm4/s400/WhatsApp%20Image%202024-10-09%20at%2014.03.11.jpeg&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Sekolah juga menyediakan berbagi macam sumber belajar yang dapat dimanfaatan, baik oleh guru maupun siswa seperti Perpustakaan Sekolah. Bahkan dalam Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 4 Tahun 2024 tentang standar perpustakaan sekolah menyebutkan bahwa perpustakaan sekolah adalah bagian integral dari kegiatan pembelajaraan dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung terwujudnya tujuan pendidikan yang berkedudukan di sekolah. Sebagai bagian integral selayaknya perpustakaan sekolah harus lebih dioptimalkan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran di sekolah, bahkan perpustakaan sekolah bisa menjadi salah satu tempat berlangsungan kegiatan pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, siswa juga harus diajarkan bagaimanan cara memanfaatkan perpustakaan, terutama memanfaatkan layanan dasar yang ada di perpustakaan sekolah.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Mengajarkan bagaimana memanfaatkan perpustakaan penting untuk dilakukan, bahkan dari sejak sekolah dasar. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Laura Bush dalam penutupan konfrensi perpustakaan sekolah di Gedung Putih, Amerika pada tahun 2002. Bush menyampaikan bahwa perpustakaan memungkinkan anak-anak untuk mengajukan pertanyaan tentang dunia dan menemukan jawabannya. Dan hal yang luar biasa adalah begitu seorang anak belajar menggunakan perpustakaan, pintu untuk belajar selalu terbuka.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Namun, dalam realitasnya, pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar belum dimanfaatkan secara optimal, jika tidak ingin dibilang belum dimanfaatkan. Hal tersebut disebabkan, selain masih banyaknya orang yang beranggapan bahwa perpustakaan sekolah adalah bagian yang terpisah dari sistem pendidikan, dan sialnya lagi paradigma ini berkembang cukup masif dilingkungan pendidikan, terutama di Sekolah Dasar, Pertama dan Menengah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Juga disebabkan oleh, tidak diajarkannya cara bagaimana memanfaatakan perpustakaan sekolah kepada siswa, sehingga bisa dipastikan banyak perpustakaan sekolah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kondisi hidup segan mati tak mau. Karena pengembangan perpustakaan bukan menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Maka tidak heran jika banyak perpustakaan sekolah yang keberadaannya hanya sekedar untuk meggugurkan kewajiban, seperti apa koleksinya, bagaimana pemanfaatnya, bukan menjadi persoalan yang serius untuk dipikirkan dan dikembangkan, sekalipun oleh pemangku kebijakan. &lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Pada akhirnya, kondisi tersebut akan mempengaruhi siswa ketika mereka lulus dan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Tanpa keterampilan memanfaatkan perpustakaan, mereka memasuki dunia baru yang bernama perguruan tinggi, dimana pola pembelajaran antara perguruan tinggi dengan sekolah itu berbeda. Jika di perguruan tinggi, pendekatan pembelajaran lebih berorientasi pada mahasiswa, dan mereka yang harus lebih aktif dan mandiri dan mencari sumber belajar, sedangkan peran dosen sebagai sumber belajar tidak begitu dominan. Karena dalam pembelajaran di perguruan tinggi, dosen lebih banyak berperan sebagai fasilitator.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Kondisi yang demikian menuntut mahasiswa untuk aktif menggunakan sumber belajar lainnya seperti perpustakaan. Oleh karena itu, keterampilan dalam memanfaatkan perpustakaan sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di Perguruan Tinggi, terutama keterampilan dasar dalam memanfaatkan layanannya. Namun sayangnya, keterampilan tersebut, belum mereka dapatkan saat di bangku sekolah, sehingga butuh waktu yang tidak sebentar bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan pola pembelajaraan baru di perguruan tinggi.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/10/pentingnya-mengajarkan-cara.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY62RcxyqhlX9ZAhxovGGDoX8GKoZTRmhtrdpf4ecbS74Au636irtlzjSeywmRb3WNQgXXaCkCUPNRTWWZP03c3vXHQABYiUttCiE9Lp9IXuij2NrsgRdmvTBgNk-I11OYCmrmdrB9MpWtEUwqN2_XQCsHxm0TdHetHGovuNK2rhb8lMYHTgcYifxdrm4/s72-c/WhatsApp%20Image%202024-10-09%20at%2014.03.11.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Balun Ijuk, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.0566831 106.0581397</georss:point><georss:box>-30.366916936178846 70.9018897 26.253550736178845 141.2143897</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-8724073013167256249</guid><pubDate>Mon, 23 Sep 2024 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-09-23T15:00:00.116+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Error</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Printer</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Windows 11</category><title>Lakukan ini, Jika Sharing Printer di Windows 11 Error 0 x 00000709</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Di ruang kerja saya, ada 4 orang termasuk saya dan satu printer. Printer tersebut kami gunakan secara bergantian dan untuk memudahkan penggunaannya, printer tersebut disharing. Ada satu komputer yang terhubung ke printer tersebut, dan untuk menghubungkannya digunakan kabel USB printer, komputer yang terhubung ke printer tersebut menggunakan OS Windows 7 Profesional. Kemudian dari komputer tersebutlah, printernya disharing ke komputer lainnya. Sharing seperti ini mensyaratkan antara komputer yang terhubung dengan printer dengan komputer lainnya harus terhubung pada jaringan yang sama atau WIFI yang sama.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Cara ini adalah cara yang umum dilakukan, karena printer yang kami gunakan belum bisa connect langsung ke WIFI, sehingga harus dihubungkan terlebih dahulu ke komputer lain dengan menggunakan kabel USB Printer, kemudian barulah dari komputer tersebut disharing ke komputer lainnya pada jaringan WIFI yang sama.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Untuk beberapa komputer yang masih menggunakan OS Windows 8 ke bawah, dalam proses connecting dengan printer yang disharing tersebut tidak mengalami kendala. Namun Permasalahah ini muncul pada leptop kerja saya yang sebelumnya menggunakan OS Windows 10, dan kemudian diupgrade ke Windows 11. Dimana ketika melakukan proses connecting dengan printer yang disharing tersebut muncul notifikasi seperti di bawah ini;&lt;/p&gt;

&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_i0pw4djfSRC4lTJ_cCmf0qtUtqnWDt9qpDJazQm5pZy1FUaUBW2G9KI6QrbmTU3uqL6JxzL2c-RQK-LZVQBDYFRNJ9F_0MniXrErVmrW4NZtq9oDPxFqsJ6Q27nGOiCLZxSjfLo2R9Ksa-_KGUet-kSXuu4XuC3KZciYu8Bk2r6k_9DcJMRUFkM4Cg/s348/Screenshot%202024-09-13%20133005.png&quot; style=&quot;display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; padding: 1em 0px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Error 0 x 00000709&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;248&quot; data-original-width=&quot;348&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_i0pw4djfSRC4lTJ_cCmf0qtUtqnWDt9qpDJazQm5pZy1FUaUBW2G9KI6QrbmTU3uqL6JxzL2c-RQK-LZVQBDYFRNJ9F_0MniXrErVmrW4NZtq9oDPxFqsJ6Q27nGOiCLZxSjfLo2R9Ksa-_KGUet-kSXuu4XuC3KZciYu8Bk2r6k_9DcJMRUFkM4Cg/w400-h285/Screenshot%202024-09-13%20133005.png&quot; title=&quot;Error 0 x 00000709&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Notifikasi Error 0 x 00000709 Ketika Sharing Printer di Windows 11&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menyelesaikan error tersebut, saya mulai berselancar di internet, mencari apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana solusinya. Dari laman resmi microsoft, saya baru mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, hal tersebut dikarenakan pada Windows 11 ada pembaharuan koneksi RPC (Remote Procedure Call). RPC adalah protokol komunikasi yang memungkinkan suatu program untuk meminta layanan dari program lain pada komputer berbeda dalam suatu jaringan. Pembahruan tersebut Memperkenalkan perubahan pada komponen cetak yang mengubah cara komputer Windows berkomunikasi satu sama lain selama pencetakan atau operasi terkait pencetakan.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Dari laman resmi microsoft tersebut, terdapat beberapa solusi yang ditawarkan. Salah satunya adalah dengan menggunakan RPC melalui &lt;b&gt;Named Pipes &lt;/b&gt;untuk komunikasi klien-server. Adapun caranya adalah sebagi berikut;&lt;/p&gt;

&lt;ol style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Buka terlebih dahulu &quot;&lt;b&gt;Registry Editor&quot;&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian cari &quot;&lt;b&gt;HKEY_LOCAL_MACHINE&quot;&lt;/b&gt;,
  klik tanda &lt;b&gt;&amp;gt;&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;Selanjutnya cari &quot;&lt;b&gt;SOFTWARE&quot;&lt;/b&gt;, kemudian klik tanda &lt;b&gt;&amp;gt;&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah selanjutnya cari &quot;&lt;b&gt;Policies&quot;&lt;/b&gt;,
kemudian klik tanda &lt;b&gt;&amp;gt;&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah selanjutnya cari &quot;&lt;b&gt;Microsoft&quot;&lt;/b&gt;,
kemudian klik tanda &lt;b&gt;&amp;gt;&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah selanjutnya cari &quot;&lt;b&gt;Windows NT&quot;&lt;/b&gt;
kemudian klik tanda &lt;b&gt;&amp;gt;&lt;/b&gt;. Namun jika tidak ditemukan &lt;b&gt;Windows NT&lt;/b&gt;, maka buatlah
dengan cara klik kanan pada &lt;b&gt;Microsoft&lt;/b&gt;, kemudian pilih &lt;b&gt;new&lt;/b&gt; - &lt;b&gt;key&lt;/b&gt;, dan kemudian
tuliskan nama &lt;b&gt;Windows NT&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selanjutnya buat key &lt;b&gt;Printers&lt;/b&gt;,
dengan cara klik kanan pada &lt;b&gt;Windows NT&lt;/b&gt;, kemudian pilih &lt;b&gt;new &lt;/b&gt;- &lt;b&gt;key&lt;/b&gt;, dan tulis
nama &lt;b&gt;Printers&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian Buat key &lt;b&gt;RPC&lt;/b&gt;, dengan cara
klik kanan pada &lt;b&gt;Printers&lt;/b&gt;, kemudian pilih &lt;b&gt;new &lt;/b&gt;– &lt;b&gt;key&lt;/b&gt;, dan tulis nama &lt;b&gt;RPC&lt;/b&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah selanjutnya adalah klik
kanan pada &lt;b&gt;RPC&lt;/b&gt;, kemudian pilih &lt;b&gt;New &lt;/b&gt;– &lt;b&gt;DWORD (32 Bit) Value&lt;/b&gt;, selanjutnya tulis
nama “&lt;b&gt;RpcUseNamedPipeProtocol&lt;/b&gt;” (tanpa tanda petik dua);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian klik pada &lt;b&gt;RpcUseNamedPipeProtocol&lt;/b&gt;,
rubah value data yang sebelumnya 0 menjadi 1.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/09/lakukan-ini-jika-sharing-printer-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_i0pw4djfSRC4lTJ_cCmf0qtUtqnWDt9qpDJazQm5pZy1FUaUBW2G9KI6QrbmTU3uqL6JxzL2c-RQK-LZVQBDYFRNJ9F_0MniXrErVmrW4NZtq9oDPxFqsJ6Q27nGOiCLZxSjfLo2R9Ksa-_KGUet-kSXuu4XuC3KZciYu8Bk2r6k_9DcJMRUFkM4Cg/s72-w400-h285-c/Screenshot%202024-09-13%20133005.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Balun Ijuk, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.0566831 106.0581397</georss:point><georss:box>-30.366916936178846 70.9018897 26.253550736178845 141.2143897</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-7606482194634354090</guid><pubDate>Fri, 20 Sep 2024 08:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-09-20T15:30:00.232+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Ajarkan anak cara memanfaatkan perpustakaan sejak Sekolah dasar</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Ketika awal perkuliah semester ganjil tahun 2024 dimulai, banyak mahasiswa baru yang datang ke perpustakaan untuk menjadi anggota perpustakaan dan memanfaatkan koleksinya. Mungkin banyak diantara mereka adalah yang baru pertama kali memanfaatkan perpustakaan. Pernyataan tersebut mungkin baru sebatas asumsi, namun jika dilihat dari Perilaku pencarian bukunya, sangat terlihat jelas banyak diantara mereka yang prilaku pencariannya seperti orang yang baru pertama kali memanfaatkan perpustakaan. Untuk mengetahui kebenaran dari asumsi tersebut, maka perlu dibukti lebih lanjut melalui penelitian.&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmBS7BHoM8kU1zb5bPHD6Apr5pFWA9dGy9H_UKDzmGbFrsl486kCUX8dp2jpIna3UXsJYUQ9mOkzMGbUJDqxjaoUkOlHPi9sHmhM3-jrlPWVIHjcwg-796wuz0yZ70h46qFyhx6kvNcJPbga6XwiCWo-3M1mMaMV__gx9_TROizwF3hRGJih58skA2Hu0/s1600/WhatsApp%20Image%202024-09-20%20at%2014.48.26.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kegiatan Pendidikan Pemakai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;901&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmBS7BHoM8kU1zb5bPHD6Apr5pFWA9dGy9H_UKDzmGbFrsl486kCUX8dp2jpIna3UXsJYUQ9mOkzMGbUJDqxjaoUkOlHPi9sHmhM3-jrlPWVIHjcwg-796wuz0yZ70h46qFyhx6kvNcJPbga6XwiCWo-3M1mMaMV__gx9_TROizwF3hRGJih58skA2Hu0/w400-h225/WhatsApp%20Image%202024-09-20%20at%2014.48.26.jpeg&quot; title=&quot;Kegiatan Pendidikan Pemakai&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Bagi mereka yang sudah terbiasa memanfaatkan perpustakaan, ketika mencari buku, mereka akan menggunakan alat bantu seperti katalog, baik katalog konvensional atau daring. Mengingat buku di perpustakaan dikelolah secara sistematis dan baku sesuai dengan standar yang berlaku, salah satu standar yang digunakan adalah sistem klasifikasi koleksi yang menggunakan DDC. Sistem ini mengklasifikasi koleksi kedalam 10 klas utama.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Namun jika mereka yang baru pertama kali memanfaatkan perpustakanan, ketika mencari buku di perpustakaan, mereka akan langsung menuju jajaran rak, tanpa melalui proses pencarian di katalog terebih dahulu. Kemudiaan mereka menyusuri lorong demi lorong diantara rak buku di perpustakaan, guna menyisir judul demi judul buku di rak, jika mereka menemukan judul yang dirasa sesuai dengan kebutuhannya, mereka akan berhenti sejenak dan mulai membuka halaman per halaman buku tersebut atau melakukan proses membaca secara scanning guna mengetahui apakah informasi yang ada di buku tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika tidak sesuai maka buku tersebut akan mereka letakkan kembali diantara buku-buku yang ada di rak. Terkadang mereka meletakanya tidak sesuai dengan tempat yang seharusnya dimana buku itu berada. Oleh karena itu, perilaku yang demikian, dapat menyebabkan buku tersebut sulit dicari oleh pengguna lainnya, bahkan dapat menyebabkan buku tersebut hilang, karena terselip diantara jajaran buku-buku yang ada di rak.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Selain iti, Perilaku pencarian yang demikian, sangatlah tidak efektif, berapa banyak waktu yang dibutuhkan hanya untuk mencari satu buku diantara banyaknya buku yang ada di rak. Seandainya perpustakaan memiliki 24000 eksemplar, dan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyisir 1 buku adalah 20 detik, jadi waktu yang dibutuhkan mereka untuk menyisir 24000 eksemplar buku tersebut sebanyak 480.000 detik atau sekita 133 jam. Kebayangkan betapa tidak efektifnya prilaku pencarian demikia.&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoQAivS7Ez6FBzClfpvNvkuGB9aj47i3J6DJX1fQEZ-cfBM7iAnpmHckEam048WRHr7b-rUmG65MU3Lk9rA3sJm6hysr0uvRpcrnWBgCdfRVLExBPjCoGG7sjCHL9tsSAlymqmjAwjkwQ96BeL0piTYpsiIrlFyyBTMkiNV3jH4Ok7vmkJa1bnOF_M1A0/s1600/WhatsApp%20Image%202024-09-20%20at%2014.47.47.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kegiatan Pendidikan Pemakai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;901&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoQAivS7Ez6FBzClfpvNvkuGB9aj47i3J6DJX1fQEZ-cfBM7iAnpmHckEam048WRHr7b-rUmG65MU3Lk9rA3sJm6hysr0uvRpcrnWBgCdfRVLExBPjCoGG7sjCHL9tsSAlymqmjAwjkwQ96BeL0piTYpsiIrlFyyBTMkiNV3jH4Ok7vmkJa1bnOF_M1A0/w400-h225/WhatsApp%20Image%202024-09-20%20at%2014.47.47.jpeg&quot; title=&quot;Kegiatan Pendidikan Pemakai&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Perpustakaan yang menggunakan sistem layanan sirkulasi terbuka, memang sangat bergantung pada keterampilan dan kemandirian penggunanya dalam mencari buku atau koleksi di perpustakaan, dan hampir semua perpustakaan yang ada di Indonesia menggunakan sistem tersebut, tanpa terkecuali perpustakaan perguruan tinggi. Oleh karena itu, mereka perlu diajarkan cara memanfaatkan perpustakaan, dan biasanya, di perpustakaan perguruan tinggi hal tersebut dilakukan dalam bentuk kegiatan pendidikan pemakai. Namun ketika itu baru mereka dapatkan di Perguruan Tinggi, dirasa sudah terlambat, karena mengetahui cara memanfaatkan perpustakaan dari sejak Sekolah Dasar, berarti kita telah membantu mereka membukakan pintu untuk mereka belajar. Sebagai mana yang disampikan oleh Laura Bush bahwa Perpustakaan memungkinkan anak-anak untuk mengajukan pertanyaan tentang dunia dan menemukan jawabannya. Dan hal yang luar biasa adalah begitu seorang anak belajar menggunakan perpustakaan, pintu untuk belajar selalu terbuka.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/09/ajarkan-anak-cara-memanfaatkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmBS7BHoM8kU1zb5bPHD6Apr5pFWA9dGy9H_UKDzmGbFrsl486kCUX8dp2jpIna3UXsJYUQ9mOkzMGbUJDqxjaoUkOlHPi9sHmhM3-jrlPWVIHjcwg-796wuz0yZ70h46qFyhx6kvNcJPbga6XwiCWo-3M1mMaMV__gx9_TROizwF3hRGJih58skA2Hu0/s72-w400-h225-c/WhatsApp%20Image%202024-09-20%20at%2014.48.26.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Balun Ijuk, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.0566831 106.0581397</georss:point><georss:box>-42.874239077320048 35.7456397 38.760872877320047 176.3706397</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-1061848770553702903</guid><pubDate>Sat, 07 Sep 2024 15:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-09-09T11:22:55.819+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendeley</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Keterampilan menggunakan Mendeley perlu dimiliki pustakawan?</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Pada 26 Agustus 2024, saya menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan sosialisasi literasi informasi, anti-plagiarisem dan pemanfaatan google yang diselenggarakan Poltekkes Pangkalpinang. Dalam kegiatan tersebut, saya diminta untuk menyampaikan materi tentang mendeley, mulai dari cara membuat akun mendeley, menginstalnya, dan sampai pada bagaimana cara menggunakan mendeley dalam pembuatan karya ilmiah.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBk09uUVIXc0By_iCHVHd7Vz9ODjlrL4mMndgsvK2sCIx8WzvVJSkBjkHpQjLErfQ4kgL0brlvJyTt0dn-rIgzm-yvqx2Y9sz3P9xD1H2x2V5MEL-EwU7k0AQR7V9renbKYz8loafmq4JYU3iDEDjJsFqCUZXQJBbuGZZJRpGl93HF21lODnQPkCVaEdM/s6240/DSCF3700.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;6240&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBk09uUVIXc0By_iCHVHd7Vz9ODjlrL4mMndgsvK2sCIx8WzvVJSkBjkHpQjLErfQ4kgL0brlvJyTt0dn-rIgzm-yvqx2Y9sz3P9xD1H2x2V5MEL-EwU7k0AQR7V9renbKYz8loafmq4JYU3iDEDjJsFqCUZXQJBbuGZZJRpGl93HF21lODnQPkCVaEdM/w400-h266/DSCF3700.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Keterampilan menggunakan mendeley bukan sesuatu yang baru bagi saya, sekitar tahun 2020 adalah pertama kali saya mengenal dan tetarik menggunakan mendeley. Pada saat itu, perpustakaan UBB mengadakan workshop tentang mendeley dan yang menjadi narasumbernya adalah kang budhi, dosen Ilmu Perpustakaan UIN Raden Fatah, beliau juga Alumni
UIN Sunan Kalijaga,satu almamter dengan saya, dan pada saat itu, selain menjadi panitia kegiatan tersebut, saya juga menjadi peserta.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ23gjivozw26kLQmsmF1AJ_vcFkwRhLGMfxsnLwUOXd53CcRY61aMOlBftW0xydcwnffbOVblx0vFqWawBRSJqKUFA1dRPacIAfBMVVfRq8JNsW5ZNT_p40mnBP9pwcFGu3sKQOJ1rMjdwBwJ2z9klP3TsBQlZ1nzSVKWw7Vj2pOC6pJwVxZ0i9_CjSI/s6240/DSCF3838.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;6240&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ23gjivozw26kLQmsmF1AJ_vcFkwRhLGMfxsnLwUOXd53CcRY61aMOlBftW0xydcwnffbOVblx0vFqWawBRSJqKUFA1dRPacIAfBMVVfRq8JNsW5ZNT_p40mnBP9pwcFGu3sKQOJ1rMjdwBwJ2z9klP3TsBQlZ1nzSVKWw7Vj2pOC6pJwVxZ0i9_CjSI/w266-h400/DSCF3838.JPG&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Benar kata pepatah alah bisa karena biasa, keterampilan saya menggunakan mendeley semakin terasah, seiring dengan semakin seringnya mendeley saya gunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah.Barulah kemudian pada tahun 2022 saya mendaftar menjadi advisor mendeley, dan pada tahun yang sama, saya mulai mengajarkan bagaimana menggunakan mendeley kepada teman-teman mahasiswa di UBB.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti sekarang, keterampilan menggunakan referenec management software seperti mendely bukan hanya menjadi keteramilan yang wajib dimiliki oleh profesi dosen dan peneliti saja, namun jug bagi pustakawan.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEDKlNEqQUqVIjwbTxgQv4OSsb43PWa0MrM4w-fs12annhEnzhnh2Xr0ROYbcC_Ol69I-24vu7wGL58aIIpdQ648CJ8SaAQtVSViMWsLZbr1jwbrtxiXPvjAfBsb1jFfI_stp0sJUttvLiBE6mLf-nslF2MhhFTZn3fiGZGVQwDChAPbvpsLC2WbbRvPk/s6240/DSCF3731.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;4160&quot; data-original-width=&quot;6240&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEDKlNEqQUqVIjwbTxgQv4OSsb43PWa0MrM4w-fs12annhEnzhnh2Xr0ROYbcC_Ol69I-24vu7wGL58aIIpdQ648CJ8SaAQtVSViMWsLZbr1jwbrtxiXPvjAfBsb1jFfI_stp0sJUttvLiBE6mLf-nslF2MhhFTZn3fiGZGVQwDChAPbvpsLC2WbbRvPk/w400-h266/DSCF3731.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/09/keterampilan-menggunakan-mendeley-perlu.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBk09uUVIXc0By_iCHVHd7Vz9ODjlrL4mMndgsvK2sCIx8WzvVJSkBjkHpQjLErfQ4kgL0brlvJyTt0dn-rIgzm-yvqx2Y9sz3P9xD1H2x2V5MEL-EwU7k0AQR7V9renbKYz8loafmq4JYU3iDEDjJsFqCUZXQJBbuGZZJRpGl93HF21lODnQPkCVaEdM/s72-w400-h266-c/DSCF3700.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>R5M6+R95 Komplek Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemprov, Jl. Pulau Bangka, Padang Baru, Kec. Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung 33684, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.1654973 106.1609878</georss:point><georss:box>-30.475731136178844 71.0047378 26.144736536178847 141.3172378</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-5474573118644460677</guid><pubDate>Sun, 01 Sep 2024 05:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-09-01T12:30:00.232+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan SMA</category><title>Perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Pada 20 Agustus 2024, saya bersama teman mengunjungi Perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang. Kunjungan tersebut, bukanlah yang pertama, karena pada tanggal 30 April 2024 kami sudah mengunjungi perpustakaan tersebut, dan dalam kunjungan pertama tersebut, kami berdiskusi dengan Kepala Perpustakaan yang merangkap sebagai, pustakawan dan petugas perpustakaan. Ya seperti itulah kebanyakkan potret perpustakaan sekolah yang ada di Bangka Belitung, dimana guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan, juga merangkap sebagai pustakawan dan petugas perpustakaan atau dengan kata lain mereka adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;single fighter&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam mengelolah perpustakaan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlM6lDKXGrFeUF_c7hFSzgb5IVFn0tyHr7XBVy4HOar0glxhhvVt4zXfzEI2etWRRjKn-wx3SfNH9xtLGEWGaOTp4Hpwa5Ax-tEIds6tCIqfBYulbtDnpl0HOseneaw_xEJzKHRUKKRcTQKQ7aUReQ_s0u08sQNIjJcNF9k1cw-SLHN-Zwc6DbXfjsK98/s1599/WhatsApp%20Image%202024-08-20%20at%2011.09.46.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;899&quot; data-original-width=&quot;1599&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlM6lDKXGrFeUF_c7hFSzgb5IVFn0tyHr7XBVy4HOar0glxhhvVt4zXfzEI2etWRRjKn-wx3SfNH9xtLGEWGaOTp4Hpwa5Ax-tEIds6tCIqfBYulbtDnpl0HOseneaw_xEJzKHRUKKRcTQKQ7aUReQ_s0u08sQNIjJcNF9k1cw-SLHN-Zwc6DbXfjsK98/w400-h225/WhatsApp%20Image%202024-08-20%20at%2011.09.46.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Pada kunjungan pertama tersebut, banyak hal yang telah kami diskusikan, mulai dari masalah pengimplementasian sistem informasi perpustakaan yang pada saat itu, Perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang, masih menggunakan Aplikasi Inlist Lite sampai dengan masalah klasik perpustakaan sekolah seperti koleksi, SDM dan lain-lainnya. Atas dasar masalah tersebut lah, kami diminta untuk datang ke Perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang guna melakukan observasi lapangan secara langsung, dan dari kunjungan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi yang kami sampaikan secara langsung kepada kepala perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kunjungan pertama tersebut, kemudian pada tanggal 20 Agustus 2024 kami melakukan kunjungan kedua, dalam kunjungan kedua tersebut, kami cukup kaget dengan perubahan Perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang. Pertama, perubahan yang cukup mencolok adalah kepala perpustakaan bukan lagi seorang &lt;b&gt;&lt;i&gt;single fighter&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang merangkap pustakawan dan petugas perpustakaan dalam mengelolah perpustakaan. Karena sekarang kepala perpustakaan sudah dibantu oleh seorang pustakawan yang memiliki latarbelakang pendidikan perpustakaan. Menurut cerita kepala perpustakaannya, pustakawan yang sekarang membantu beliau dalam mengelolah perpustakaan SMA 1 Pangkalpinang adalah Pustakawan yang dulunya pernah terlibat dalam mengelolah perpustakaan, namun karena sesuatu dan lain hal pada saat itu memutuskan untuk berhenti dan sekarang bergabung lagi dalam mengelolah perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Selain itu, perubahan selanjutnya, yang juga cukup mencolok adalah, perpustakaan yang sebelumnya menggunakan inlist lite sudah mulai beralih menggunakan SLIMS sebagai sistem informasi perpustakaannya. Menurut pustakawannya, penggunaan SLIMS sebagai sistem informasi perpustakaan di Perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang bukanlah yang pertama. Karena sebelum hari ini dan sebelum menggunakan inlist lite, Perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang sudah menggunakan SLIMS dan sudah banyak data buku yang dientri pada saat itu. Namun karena sesuatu dan lain hal. ketika ditinggalkan oleh pustakawannya yang mengerti SLMIS, pengelolah perpustakaan M Hatta SMA N 1 Pangkalpinang selanjutnya memutuskan untuk beralih menggunakan inlist lite. namun dalam proses peralihan tersebut, tidak disertai dengan proses migrasi data yang sudah dientry pada slims sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Sehingga pada saat mengunakan inlist lite data bukunya dientri ulang dan jumlahnya juga sudah banyak. Namun pada saat ini ketika perpustakaan memutuskan untuk beraloh menggunakan SLIMS, data buku dari database SLIMS yang sebelumnya telah berhasil dientri, Namun tidak dengan data yang ada di inlist lite, karena data yang ada pada databasenya sudah tidak bisa lagi terbuka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Dengan kondisi yang demikian, kemungkinan besar ada koleksi buku yang datanya belum masuk di sistem SLIMS yang baru digunakan ini, sehingga untuk mengetahuinya, pengelolah perpustakaan harus melakukan stoke opname guna mengetahui mana koleksi yang datanya belum ada dalam sistem.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/09/perpustakaan-m-hatta-sma-n-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlM6lDKXGrFeUF_c7hFSzgb5IVFn0tyHr7XBVy4HOar0glxhhvVt4zXfzEI2etWRRjKn-wx3SfNH9xtLGEWGaOTp4Hpwa5Ax-tEIds6tCIqfBYulbtDnpl0HOseneaw_xEJzKHRUKKRcTQKQ7aUReQ_s0u08sQNIjJcNF9k1cw-SLHN-Zwc6DbXfjsK98/s72-w400-h225-c/WhatsApp%20Image%202024-08-20%20at%2011.09.46.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>V4G4+45C, Jl. Usman Ambon Jl. Kejaksaan, Kacang Pedang, Kec. Taman Sari, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung 33124, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.1246788 106.1053866</georss:point><georss:box>-30.434912636178844 70.9491366 26.185555036178847 141.2616366</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-6769630755083556929</guid><pubDate>Fri, 30 Aug 2024 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-30T21:30:00.121+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendeley</category><title>Cara menggunakan Mendeley Reference Manager dalam pembuatan karya ilmiah</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Pada postingan sebelumnya, yang berjudul &quot;&lt;a href=&quot;https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/08/cara-instalasi-mendeley.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;cara instalasi mendeley reference manager, mendeley cite dan web importer&lt;/a&gt;&quot;, telah dibahas secara singkat pengertian mendeley dan bagaimana cara menginstal rangkaian aplikasi mendeley yang terdiri mendeley reference manager, mendeley cite dan web importer.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Selanjutnya, pada postingan ini, saya akan berbagi pegalaman dan pengetahuan terkait bagaimana cara menggunakan mendeley reference manager dekstop agar dapat mempermudah dalam proses pembuatan artikel, karya tulis ilmiah, skripsi dan tesis. Sedangkan untuk penggunaan mendeley cite dan web importer, akan saya jelasakan dalam postingan selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Dalam membuat karya ilmiah, ada beberapa langkah yang harus dilalui. Langkah pertama adalah menentukan topik dan tema. Kemudian, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan bacaan atau referensi. Bahan bacaan atau referensi tersebut bisa berupa artikel ataupun buku, dan bisa dalam formal tercetak maupun elektronik, selama bahan bacaan atau referensi tersebut relevan dengan kebutuhan atau sesuai dengan tema karya ilmiah yang kita buat. Pada langkah inilah terkadang kita sering lupa dimana menyimpan file yang sudah kita download sebelumnya, sehingga tidak jarang file tersebut tercecer dimana-mana. Apalagi file yang telah didownoad tersebut sangat banyak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Dengan menggunakan mendeley, kendala atau permasalahan seperti di atas dapat diminimalisir dengan cara sebagai berikut;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Pertama, buat terlebih dahulu label koleksi khusus dengan nama menyesuaikan tema karya ilmiah yang dibuat. Untuk membuatnya silahkan Klik &quot;&lt;b&gt;New Collection&lt;/b&gt;” kemudian tulis temanya “&lt;b&gt;skripsi&lt;/b&gt;” (dalam contoh ini saya membuat dengan label skripsi), kemudian enter.&lt;/p&gt;

&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5y97X0sIgOiBL9doZluF5SEjMeLDcaFhWxQcQEthxRQV6QRPwvUxLoRHVRYnJAVEgQ_tBkt2xDCU5qW7XLi5IRvEHJ2aJjeznZv57vzNzPh30PgbvkJRen-Qv65fHCtL7hg2QEULPmG02NQf8ouF-urCypviRZl88JyhJ1ad_pDOjm0KJdVZLiZ_aYTQ/s602/Mendeley30.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan mendeley&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;292&quot; data-original-width=&quot;602&quot; height=&quot;194&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5y97X0sIgOiBL9doZluF5SEjMeLDcaFhWxQcQEthxRQV6QRPwvUxLoRHVRYnJAVEgQ_tBkt2xDCU5qW7XLi5IRvEHJ2aJjeznZv57vzNzPh30PgbvkJRen-Qv65fHCtL7hg2QEULPmG02NQf8ouF-urCypviRZl88JyhJ1ad_pDOjm0KJdVZLiZ_aYTQ/w400-h194/Mendeley30.png&quot; title=&quot;Tampilan mendeley&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Selanjutnya, import file atau metadata yang sudah didownload sebelumnya ke library di mendeley referece manager dengan cara klik “&lt;b&gt;+ Add New&lt;/b&gt;” kemudian pilih salah satu cara dari banyak cara yang disediakan mendeley, bisa dengan “&lt;b&gt;Import file (s) from computer&lt;/b&gt;”, “&lt;b&gt;Import Folder from computer&lt;/b&gt;” dan “&lt;b&gt;add reference manually&lt;/b&gt;”. Tunggu proses import selesai, dan jika sudah selesai, selanjutnya klik kiri dan tahan pada data file yang telah selesai diimport sebelumnya, kemudian geser ke label koleksi yang sudah dibikin sebelumhya.&lt;/p&gt;


&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmwxC9L_y8RWGYWyizfxbleAbxD_lFjQy55BI175bFUkUnf9qrwOEvqFi0bPbnK1uS4H5nUxvtLUbEkVWt5YlKjsR7jSOWL9U_a_xuY9qbaUq_52OeuT5ygHiaPQrNefJkGGmcfYy411xjDvslwRPzGvQ3cTEZNQC_ePHcFH_f5GKjOuPJBoPWcDlo8Ak/s602/mendeley31.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;307&quot; data-original-width=&quot;602&quot; height=&quot;204&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmwxC9L_y8RWGYWyizfxbleAbxD_lFjQy55BI175bFUkUnf9qrwOEvqFi0bPbnK1uS4H5nUxvtLUbEkVWt5YlKjsR7jSOWL9U_a_xuY9qbaUq_52OeuT5ygHiaPQrNefJkGGmcfYy411xjDvslwRPzGvQ3cTEZNQC_ePHcFH_f5GKjOuPJBoPWcDlo8Ak/w400-h204/mendeley31.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Langkah selanjutnya, setelah mengumpulkan bahan bacaan atau referensi adalah mempelajari bahan bacaan atau referensi tersebut. Untuk mempelajarinya, dapat dilakukan dengan cara membacanya. Di mendeley reference manager untuk membaca bahan bacaan atau referensi yang telah dikumpulkan tersebut dapat dilakukan dengan cara klik pada data referensi yang ada di panel utama, kemudian akan muncul panel informasi yang memuat detail informasi referensi di sebelah kanan, selanjutnya klik “&lt;b&gt;read&lt;/b&gt;&quot;.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Guna memudahkan dalam mempelajari bahan bacaan atau referensi tersebut, mendeley menyediakan fitur-fitur yang dapat membantu, seperti fitur &quot;&lt;b&gt;highlight&lt;/b&gt;&quot;, fitur ini dapat digunakan untuk menghighlight istilah, kalimat atau paragraf dalam bahan bacaan tersebut. Untuk menghighlight, dapat dilakukan dengan cara blok di salah satu kalimat, paragraf yang ingin dihighlight, yang ada pada bahan bacaan atau referensi, kemudian klik &quot;&lt;b&gt;highlight&lt;/b&gt;&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large;&quot;&gt;Dan fitur &quot;&lt;b&gt;sticky note&lt;/b&gt;&quot; yang bisa digunakan untuk memberikan catatan atau penjelasan pada istilah, paragraf atau kalimat yang ada pada bahan bacaan tersebut. Untuk memberi catatan pada kalimat atau paragraf dalam bahan bacaan atau referensi tersebut, dapat dilakukan dengan cara klik kanan pada salah satu kalimat atau paragraf yang akan diberi catatan, kemudian klik &quot;&lt;b&gt;sticky note&lt;/b&gt;&quot;. Selain itu, mendeley juga menyedikan fitur &quot;&lt;b&gt;notebook&lt;/b&gt;&quot;yang dapat digunakan untuk menuliskan hasil resume dari bahan bacaan atau referensi tersebut. Fitur ini terletak pada panel detail informasi.&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxo_sUHW4hHtuv1gKEXu0v5uOk6tpRVcjsYRpzqRX55q0rO_CuOEDmDCsCecnxHEA6-cGUGNOv48ruHAZ897D8HBdlXv5AqYxCXAvDTx2bjslWWRCwEomgXOUgt8KipHMCKSII0TMP08jRmTOrRwoQ6oRnu-rfgsgooJihqzUuQAdT-kp4dOecUCGLuLM/s602/mendeley32.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;306&quot; data-original-width=&quot;602&quot; height=&quot;204&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxo_sUHW4hHtuv1gKEXu0v5uOk6tpRVcjsYRpzqRX55q0rO_CuOEDmDCsCecnxHEA6-cGUGNOv48ruHAZ897D8HBdlXv5AqYxCXAvDTx2bjslWWRCwEomgXOUgt8KipHMCKSII0TMP08jRmTOrRwoQ6oRnu-rfgsgooJihqzUuQAdT-kp4dOecUCGLuLM/w400-h204/mendeley32.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/08/cara-menggunakan-mendeley-reference.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5y97X0sIgOiBL9doZluF5SEjMeLDcaFhWxQcQEthxRQV6QRPwvUxLoRHVRYnJAVEgQ_tBkt2xDCU5qW7XLi5IRvEHJ2aJjeznZv57vzNzPh30PgbvkJRen-Qv65fHCtL7hg2QEULPmG02NQf8ouF-urCypviRZl88JyhJ1ad_pDOjm0KJdVZLiZ_aYTQ/s72-w400-h194-c/Mendeley30.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pangkal Pinang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.1316266 106.1169299</georss:point><georss:box>-30.441860436178846 70.9606799 26.178607236178845 141.2731799</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-4258977301225293892</guid><pubDate>Wed, 14 Aug 2024 15:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-16T08:19:51.475+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jurnal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendeley</category><title>Cara instalasi mendeley reference manager, mendeley cite dan web importer</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Sekarang membuat karya tulis ilmiah, skripsi, tesis dan artikel menjadi lebih mudah dengan hadirnya &lt;i&gt;reference management software&lt;/i&gt;. Salah satu reference management software yang free dan banyak digunakan adalah mendeley. Mendeley adalah rangkaian aplikasi manajemen referensi gratis yang dapat membantu peneliti, dosen, mahasiswa menyimpan dan mengelola referensi, menyederhanakan alur kerja kutipan mereka, serta menemukan dan mengakses penelitian baru dengan mudah. Rangkaian manajemen referensi Mendeley terdiri dari tiga aplikasi terintegrasi, yaitu Mendeley Reference Manager, Add-in Mendeley Cite dan Mendeley Web Importer. Jadi ketika ingin menggunakan mendeley, terlebih dahulu harus menginstal ketiga aplikasi tersebut. Namun sebelum menginstalnya, disarankan untuk membuat akun mendeley terlebih dahulu, jika dalam pembuatan akun ada kendala silahkan baca &lt;a href=&quot;https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/11/cara-membuat-akun-mendeley-dan-elsevier.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;. Kemudian barulah lakukan proses instalasi ketiga aplikasi tersebut dengan cara seperti berikut ini;&lt;/p&gt;
 &lt;div id=&quot;toc&quot;&gt;&lt;b class=&quot;toc&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;1. Cara menginstall Madeley Reference Manager&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mendeley Reference Manager&lt;/b&gt; membantu menyimpan, mengatur, mencatat, berbagi, dan mengutip dengan mulus. Sebelum menginstall, silahkan mengunduh aplikasinya terlebih dahulu di &lt;a href=&quot;https://www.mendeley.com/&quot;&gt;https://www.mendeley.com/&lt;/a&gt;, maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCcbJwEvpsu8SWugwREmYg77KIrR9uz08K13WyHCtjWN5utddATeBZN8nDBKLoX3YsUsuRGTnf-DI-UgFqNFzM1gZ5H_u8EOprxoFh8g58MHZC-RjXKYvaxn8p_bQfjlb5ez3aL2zmsByBCkFafkfbD7H7h1A4F7Aeue9luG2sZ754cj_447I_3n6kr60/s602/140820141.png&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan web mendeley&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCcbJwEvpsu8SWugwREmYg77KIrR9uz08K13WyHCtjWN5utddATeBZN8nDBKLoX3YsUsuRGTnf-DI-UgFqNFzM1gZ5H_u8EOprxoFh8g58MHZC-RjXKYvaxn8p_bQfjlb5ez3aL2zmsByBCkFafkfbD7H7h1A4F7Aeue9luG2sZ754cj_447I_3n6kr60/w400-h193/140820141.png&quot; title=&quot;Tampilan web mendeley&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tampilan web mendeley&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya silahkan klik Download, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgazaxssmB-OiMtZPqVsud6xZt3P0fuylT29xLGju2UcaguQXJc-0UQl_sEmEWwCq5PbZJkOyAhdObyQTcIJOIaNJAYUuQrq-iv9UAUVmFHHXcmlKUmqH-BXeGG0mSXDRjIOMdKL5fg9naZD4QEUprUgcVnlEMca7X3t_HFFHNktyqrbHqJeqOnYAqLl6o/s602/140820242.png&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan web download mendeley&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgazaxssmB-OiMtZPqVsud6xZt3P0fuylT29xLGju2UcaguQXJc-0UQl_sEmEWwCq5PbZJkOyAhdObyQTcIJOIaNJAYUuQrq-iv9UAUVmFHHXcmlKUmqH-BXeGG0mSXDRjIOMdKL5fg9naZD4QEUprUgcVnlEMca7X3t_HFFHNktyqrbHqJeqOnYAqLl6o/w400-h193/140820242.png&quot; title=&quot;Tampilan web download mendeley&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tampilan web download mendeley&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Dan lanjutkan dengan klik &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;download now for windows&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot; (jika OS yang digunakan windows) dan tunggu proses download sampai selesai. Jika Proses download sudah selesai, selanjutnya lakukan proses instalasi dengan cara klik dua kali pada file exe yang sudah didownload, jika muncul &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;choose installation options&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot;, maka silahkan pilih &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;only for me&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot;.  Selanjutnya tunggu proses instalasi selesai. Jika proses instalasi mendeley reference manager for desktop nya sudah selesai selanjutnya lakukan instalasi &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Add-in Mendeley Cite&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot;dengan cara berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;2.	Cara menginstall add-in mendeley cite&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Add-in Mendeley Cite&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; membantu Anda membuat kutipan dan daftar pustaka, serta mengubah gaya kutipan hanya dalam beberapa klik. Untuk menginstal add-in mendeley cite terdapat tiga cara. Dari ketiga cara tersebut, bisa memilih salah satunya. Pertama, bisa melalui add-ins Microsoft® Word (bagi yang menggunakan microsoft word), Jika di word 365, add-ins nya ada menu &quot;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Home&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&quot;, seperti gambar dibawah ini,&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvWKlt8RZyMFgOPfGxOo9jMhJKswX-g6SD51rfxlAwKFyo7H9vaIIFwj33laMSDop9DB_ATAEkWX9QagtKrMEphOuL4lmT1mpolQcJOqJs9ZfpIe9VOfPIyZ6QZH6NLewNSYLeJfFSW7iaVeObCFl0-NoIAOASggOJaugkxSqRGcecRQpPn2DQhHF0zAs/s602/140820243.png&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan add-ins word&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;51&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvWKlt8RZyMFgOPfGxOo9jMhJKswX-g6SD51rfxlAwKFyo7H9vaIIFwj33laMSDop9DB_ATAEkWX9QagtKrMEphOuL4lmT1mpolQcJOqJs9ZfpIe9VOfPIyZ6QZH6NLewNSYLeJfFSW7iaVeObCFl0-NoIAOASggOJaugkxSqRGcecRQpPn2DQhHF0zAs/w400-h51/140820243.png&quot; title=&quot;Tampilan add-ins word&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tampilan add-in word&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Kedua, bisa melalui aplikasi mendeley reference manager yang sudah diinstal sebelumnya, dengan cara klik menu &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;tool&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot; - “&lt;i&gt;&lt;b&gt;install mendeley cite for microsoft word&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” dan akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_3aHRXlqkttyqDZl-MFpaZE03HKrM5fULhYanHZNWK76wYhCjWrcPHwu14gF5EdVBPf6TmQFVbHThaXxIPz4FleDPC5bC6eSwyPIKsTVtmPNXbf42N_Z09Ie_RHIHj1MhKuBE9N3X-82SGcAtLFfK-hhmI9EoiWjPWE65YpAwSxIae7VmRk09jb2SkOM/s602/140820244.png&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan web mendeley cite&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;178&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_3aHRXlqkttyqDZl-MFpaZE03HKrM5fULhYanHZNWK76wYhCjWrcPHwu14gF5EdVBPf6TmQFVbHThaXxIPz4FleDPC5bC6eSwyPIKsTVtmPNXbf42N_Z09Ie_RHIHj1MhKuBE9N3X-82SGcAtLFfK-hhmI9EoiWjPWE65YpAwSxIae7VmRk09jb2SkOM/w400-h178/140820244.png&quot; title=&quot;Tampilan web mendeley cite&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tampilan web mendeley cite&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya klik &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;get it now&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot;, jika nanti muncul tampilan seperti gambar dibawa ini, silahkan masukan akun microsoft yang digunakan pada word anda. (jika belum ada akun microsoft silahkan dibuat terlebih dahulu)&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQfsoXMtRrqTgUgmaHpkpURh3QviZWsn1M_dhVFZ8qulVekyqcU_Si58HNbHF6-wJi_QQrwUCCnrMUxU2M27qFSYH7kyj-URkgxsyhik0qaLWkNQyTFKKMM49qxddfTpiMVDiL3Lt0PliyXjx3_6QPkUUM9IIS9wTyX33j32FZOhlN01Wz1iHMbpwUrn8/s602/140820245.png&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan sign in microsoft di mendeley cite&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQfsoXMtRrqTgUgmaHpkpURh3QviZWsn1M_dhVFZ8qulVekyqcU_Si58HNbHF6-wJi_QQrwUCCnrMUxU2M27qFSYH7kyj-URkgxsyhik0qaLWkNQyTFKKMM49qxddfTpiMVDiL3Lt0PliyXjx3_6QPkUUM9IIS9wTyX33j32FZOhlN01Wz1iHMbpwUrn8/w400-h193/140820245.png&quot; title=&quot;Tampilan sign in microsoft di mendeley cite&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tampilan sign in microsoft di mendeley cite&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Ketiga, dengan cara klik link berikut ini &lt;a href=&quot;https://www.mendeley.com/reference-management/mendeley-cite&quot;&gt;https://www.mendeley.com/reference-management/mendeley-cite&lt;/a&gt;, selanjutnya akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini, dan silahkan klik &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;get mendeley cite&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0s6OAjL1rmYqd4oRRsgpObMpYhQVGD64MXCV_ZnCtT8lSPqw65rsz0rJ8PaUkYbyBKZsCndw9x_T0fQ_9ydhYL6lxFj1_TDaQO5xjRgINdZ7_6gmfvjpjVodjPqJk7txmWG11Q7gdB3e_CczyyD-8jiaIDkToI-e7pq-EvkmmPOpVGYtIggliLMmGNoQ/s602/140820246.png&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan get mendeley cite&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;179&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0s6OAjL1rmYqd4oRRsgpObMpYhQVGD64MXCV_ZnCtT8lSPqw65rsz0rJ8PaUkYbyBKZsCndw9x_T0fQ_9ydhYL6lxFj1_TDaQO5xjRgINdZ7_6gmfvjpjVodjPqJk7txmWG11Q7gdB3e_CczyyD-8jiaIDkToI-e7pq-EvkmmPOpVGYtIggliLMmGNoQ/w400-h179/140820246.png&quot; title=&quot;Tampilan get mendeley cite&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tampilan get mendeley cite&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;Seteleh mendeley cite berhasil diinstall, selanjutnya lakukan instalasi &lt;i&gt;&lt;b&gt;web importer&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, adapun caranya seperti berikut iini.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;3. Cara install Web Importer&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: large; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Web Importer &lt;/b&gt;memudahkan dalam menambah referensi, termasuk penelitian teks lengkap, ke library mendeley dari mana saja di internet, untuk menginstalnya, silahkan buka web browser, bisa chrome, mozilla, edge atau yang lainnya, kemudian silahkan buka ekstensi pada web browser, Jika menggunakan mozilla, silahkan klik garis tiga pada pojok kanan atas web browser mozilla, dan pilih &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;add-ons &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;and themes&lt;/b&gt;&quot; – &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;extensions&quot;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;kemudian masukan kata &quot;&lt;b&gt;&lt;i&gt;mendeley web importer&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&quot;pada box search nya.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeqFjP-RfWyiPJYr1MOwW1xlYfux6RzpefIjqAdr_IEfkTVHPjwvztsqNHIYz4qWu2fd0pK22HKUpa-t-dxA43Y2QQQSeuV4JRtr8nnOiev5uz-Wdp6BjD8xEVe0jgwg3ks7jP7lTrKBE0ziV9arl-7lRk542at0EP0etMJ8g5HHgv2hobTqEqVzumckg/s602/140820247.png&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan extenions mozilla&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;198&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeqFjP-RfWyiPJYr1MOwW1xlYfux6RzpefIjqAdr_IEfkTVHPjwvztsqNHIYz4qWu2fd0pK22HKUpa-t-dxA43Y2QQQSeuV4JRtr8nnOiev5uz-Wdp6BjD8xEVe0jgwg3ks7jP7lTrKBE0ziV9arl-7lRk542at0EP0etMJ8g5HHgv2hobTqEqVzumckg/w400-h198/140820247.png&quot; title=&quot;Tampilan extenions mozilla&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Tampilan extenion mozilla&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/08/cara-instalasi-mendeley.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCcbJwEvpsu8SWugwREmYg77KIrR9uz08K13WyHCtjWN5utddATeBZN8nDBKLoX3YsUsuRGTnf-DI-UgFqNFzM1gZ5H_u8EOprxoFh8g58MHZC-RjXKYvaxn8p_bQfjlb5ez3aL2zmsByBCkFafkfbD7H7h1A4F7Aeue9luG2sZ754cj_447I_3n6kr60/s72-w400-h193-c/140820141.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-5654855711366489398</guid><pubDate>Sun, 28 Jul 2024 13:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T23:13:15.323+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akreditasi Perpustakaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara menghitung rasio anggota terhadap judul koleksi perpustakaan</title><description>&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Rasio antara jumlah anggota perpustakaan terhadap keseluruhan judul koleksi yang dimiliki &lt;br /&gt; a. 1 : Lebih dari 15 Judul &lt;br /&gt;b. 1 : 13 - 15 Judul &lt;br /&gt;c. 1 : 10 – 12 Judul &lt;br /&gt;d. 1 : 7 – 9 Judul &lt;br /&gt;e. 1 : Kurang dari 7 Judul&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTR9gSKWD4Uq00arhoQBAsLGoGE_yiRQmO7Kx_pnrOSeGPwVZRKNhs2WyMZGuDLsItAoDUVLyPiSM7iUWrtzCo_M7qKK2pDKcIqV9puUO8_I8zuI9ez7Z9oNjWGAHmqFtps7-OEsfslwmkeGsCxzUwOZpyppAeLE15e6KIEldiLx3pGoz1aiBsBneDH50/s640/SS06082024.WEBP.webp&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Instrumen komponen Indeks Pembangunan Literasi&quot; border=&quot;1&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTR9gSKWD4Uq00arhoQBAsLGoGE_yiRQmO7Kx_pnrOSeGPwVZRKNhs2WyMZGuDLsItAoDUVLyPiSM7iUWrtzCo_M7qKK2pDKcIqV9puUO8_I8zuI9ez7Z9oNjWGAHmqFtps7-OEsfslwmkeGsCxzUwOZpyppAeLE15e6KIEldiLx3pGoz1aiBsBneDH50/w400-h225/SS06082024.WEBP&quot; title=&quot;Instrumen komponen Indeks Pembangunan Literasi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Instrumen komponen Indeks Pembangunan Literasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah postingan sebelumnya membahas tentang &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Cara menghitung persentase jumlah koleksi yang digunakan oleh pemustaka terhadap keseluruhan koleksi perpustakaan rerata per bulan dalam 1 (satu) tahun terakhir&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt;. Pada postingan ini akan dijelaskan cara menghitung rasio antara jumlah anggota perpustakaan terhadap keseluruhan judul koleksi. Rasio dalam ilmu matematika juga disebut perbandingan dan tanda yang digunakan untuk melambangkan perbandingan adalah tanda titik dua (:) atau tanda per (/).&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Koleksi perpustakaan dalam konteks butiran pertanyaan di atas, sama dengan apa yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya yaitu tidak hanya terbatas pada buku/monograf, dan koleksi dengan format tercetak saja, tetapi koleksi lainnya seperti majalah, CD, DVD dan format eketronik juga. Selain itu, dalam butiran pertanyaan ini, jumlah koleksi yang ditanyakan adalah jumlah judulnya, bukan eksemplarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya yang perlu diketahui adalah bahwa diperpustakaan sekolah, baik SD, SMP dan SMA, yang menjadi pengguna perpustakaan adalah peserta didik (siswa/i), guru dan tenaga kependidikan. Sedangkan untuk jumlah anggota dalam konteks butir pertanyaan ini, kita batasi hanya pada anggota perpustakaan yang sudah terdaftar menjadi anggota perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Seperti biasa, untuk lebih memudahkan dalam memahami butir pertanyaan ini, saya akan mencontohkannya dalam bentuk contoh kasus.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh kasus !!&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jumlah anggota perpustakaan SMP X berdasarkan data anggota tahun 2023 adalah 200 orang. (data tersebut dapat dilihat pada sistem informasi yang digunakan oleh perpustakaan, jika perpustakaan tersebut sudah terotomasi, namun jika perpustakaan belum terotomasi atau masih manual bisa dilihat pada catatan buku keanggotaan). Selanjutnya, jumlah koleksi perpustakaan SMP X berdasarkan data koleksi tahun 2023 adalah 1225 Judul. Jadi untuk mengetahui rasio antara jumlah anggota perpustakaan terhadap keseluruhan judul koleksi dapat menggunakan persamaan dibawah;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Rasio = X : Y  &lt;br /&gt;Keterangan: &lt;br /&gt;X = Jumlah Anggota Perpustakaa &lt;br /&gt;Y = Jumlah Keseluruhan Judul Koleksi&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jika X = 200 dan Y = 1225, maka selanjutnya kita masukan dalam bentuk persamaan seperti di atas.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Rasio = 200 : 1225&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya persamaan tersebut disederhanakan, jika dalam matematika biasanya kita mencari faktor pesekutuan terbesarnya, kemudian membagi keduanya sisi tersebut dengan faktor persekutuan terbesarnya. Namun dalam persamaan ini disesuikan dengan pilihan jawabannya. Sehingga untuk menyederhanakannya persamaan tersebut, cukup membagi kedua sisi tersebut dengan nilai pembilangnya, dalam persamaan tersebut nilai pembilangnya adalah 200 (Nilai yang berada di sebelah kiri).&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Rasio = (200/200) : (1225/200)&lt;br /&gt;Rasio = 1: 6,1&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jadi Rasio antara jumlah anggota perpustakaan terhadap keseluruhan judul koleksi yang dimiliki di Perpustakaan SMP X adalah &lt;b&gt;e. 1 : Kurang dari 7 Judul&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/07/rasio-anggota-perpustakaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTR9gSKWD4Uq00arhoQBAsLGoGE_yiRQmO7Kx_pnrOSeGPwVZRKNhs2WyMZGuDLsItAoDUVLyPiSM7iUWrtzCo_M7qKK2pDKcIqV9puUO8_I8zuI9ez7Z9oNjWGAHmqFtps7-OEsfslwmkeGsCxzUwOZpyppAeLE15e6KIEldiLx3pGoz1aiBsBneDH50/s72-w400-h225-c/SS06082024.WEBP" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.2884782 106.0640179</georss:point><georss:box>-30.598712036178846 70.9077679 26.021755636178845 141.2202679</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-3596722639753176560</guid><pubDate>Sat, 27 Jul 2024 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:26:46.103+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Internet Ibarat Dua Sisi Mata Pisau</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggkgXVSeICHRqhA7uCqyzhZhDgsihZD5ZBKa6FhDl18-oXDLRSX1BaFhkD9y49NxFgKVIYbS0PPV9wlyU20LQknQm48gYXzKX7RhA1jkTqttjf72NJx4-CrvgnkSazrWhAFYlAfdSIetES8jf31c5XOXiq9giw83xPeEWMafu1eLcgjrERqMe8lljJb1w/s640/Istilah-Penting-Dalam-Jaringan-Internet.webp&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ilustrasi jaringan internet&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggkgXVSeICHRqhA7uCqyzhZhDgsihZD5ZBKa6FhDl18-oXDLRSX1BaFhkD9y49NxFgKVIYbS0PPV9wlyU20LQknQm48gYXzKX7RhA1jkTqttjf72NJx4-CrvgnkSazrWhAFYlAfdSIetES8jf31c5XOXiq9giw83xPeEWMafu1eLcgjrERqMe8lljJb1w/w400-h225/Istilah-Penting-Dalam-Jaringan-Internet.webp&quot; title=&quot;Ilustrasi jaringan internet&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align:justify&quot;&gt;Internet adalah salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya sangat cepat. Saat pertama kali dirilis pada tahun 1960-an, internet hanya digunakan dikalangan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ARPANET. Kemudian barulah pada tahun 1990-an internet mulai dikomersialkan untuk pengguna umum, dan selanjutnya pada tahun 1994 internet masuk ke Indonesia, yang ditandai dengan hadirnya Internet Service Provider pertama di Indonesia yaitu PT Indo Internet.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align:justify&quot;&gt;Sekarang, internet telah berkembang menjadi &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;new media&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot; yang lebih komunikatif dan interaktif. Menurut Green yang dimaksud dengan internet dalam konteks new media adalah jaringan infrastruktur teknologi yang saling berhubungan untuk mendukung Word Wide Web; 2) situs-situs resmi yang berhubungan dalam web; 3) arsitektur dan software baik yang bersumber terbuka maupun yang tertutup, seperti firefox, wikipedia, internet explorer, google; 4) computer dan bahasa sehari-hari yang membuat internet dapat diakses oleh orang dari berbagai budaya dan literasi; 5) Email, chat, instan messaging; 6)  blog dan situs jejaring sosial; 7) games, komunitas dan lingkungan dunia; 8) berbagai cara komunikasi yang dimediasi secara digital yang telah meluas dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align:justify&quot;&gt;Di Indonesia, pengguna internet meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Menurut APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia), pada tahun 2015 pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta dari total populasi penduduk Indonesia 252,4 juta jiwa, jumlah tersebut meningkat pada tahun 2016 menjadi 132,7 juta dari total populasi penduduk Indonesia 256 juta jiwa.  Sekarang pengguna internet telah merambah semua lapisan masyarakat, baik bawah maupun atas, muda maupun tua, kaya maupun miskin, dan bukan hal yang tabu lagi ketika kita melihat anak usia sekolah dasar fasih menggunakan internet dan masyarakat yang jauh dari perkotaan bisa dengan mudah mengakses internet, hal tersebut berkat salah satu program pemerintah yang mengupayakan pemerataan pengguna internet di seluruh Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align:justify&quot;&gt;Namun Disisi lain, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, harus disikapi secara cerdas dan bijaksana, karena teknologi informasi dan komunikasi seperti internet tersebut ibarat dua sisi mata pisau, yang jika digunakan untuk kebaikan akan berbuah kebaikan, dan jika digunakan untuk kejahatan akan berbuah keburukan. Oleh karena itu, dampak apa yang akan dirasakan dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet sangat ditentukan oleh siapa yang menggunakannya dan untuk apa digunakan. Hari ini kita telah banyak diperlihatkan berbagai macam persoalan terkait dengan pemanfaatan internet baik yang memberikan dampak positif maupun negatif. Berbagai Macam persoalan tersebut bisa kita jadikan pembelajaran dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, sehingga diharapkan nantinya pemerintah dan lembaga yang bertanggungjawab dapat membuat kebijakan yang bijaksana terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet ini.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2016/11/internet-ibarat-mata-pisau.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggkgXVSeICHRqhA7uCqyzhZhDgsihZD5ZBKa6FhDl18-oXDLRSX1BaFhkD9y49NxFgKVIYbS0PPV9wlyU20LQknQm48gYXzKX7RhA1jkTqttjf72NJx4-CrvgnkSazrWhAFYlAfdSIetES8jf31c5XOXiq9giw83xPeEWMafu1eLcgjrERqMe8lljJb1w/s72-w400-h225-c/Istilah-Penting-Dalam-Jaringan-Internet.webp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-761007803699139683</guid><pubDate>Sat, 27 Jul 2024 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:08:20.086+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akreditasi Perpustakaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara menghitung rasio tenaga perpustakaan terhadap anggota perpustakaan</title><description>&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Rasio antara jumlah tenaga perpustakaan dengan anggota perpustakaan &lt;br /&gt; a. 1: kurang dari 140 &lt;br /&gt;b. 1: 140- 167&lt;br /&gt;c. 1: 168- 196&lt;br /&gt;d. 1: 197 – 225&lt;br /&gt;e. 1: lebih dari 225&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah postingan sebelumnya membahas tentang bagaimana &quot;&lt;i&gt;cara menghitung rasio antara jumlah anggota perpustakaan terhadap keseluruhan judul koleksi yang dimiliki&lt;/i&gt;&quot;. Maka pada postingan ini, akan dibahas tentang bagaimana cara menghitung rasio anatar jumlah tenaga perpustakaan dengan anggota perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Keuntugan mengetahui rasio antara jumlah tenaga perpustakaan dengan anggota perpustakaan bukan hanya untuk keperluan akreditasi perpustakaan saja. Lebih dari itu, dengan rasio tersebut bisa memudahkan pimpinan dalam membuat kebijakan yang tepat untuk menentukan berapa banyak tenaga perpustakaan yang dibutuhkan, agar pelayanan perpustakaan lebih efektif dan berkualitas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Karena rasio tersebut memberikan pengetahuan tentang perbandingan banyaknya anggota perpustakaan terhadap 1 (satu) orang tenaga perpustakaan.  Jika banyaknya anggota perpustakaan terhadap 1 (satu) orang tenaga perpustakaan sudah melebih standar yang ditetapkan Perpustakaan Nasional RI, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap kualitas layanan perpustakaan karena beban kerja 1 (satu) orang tenaga perpustakaan sudah overload.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Pada butir pertanyan ini, untuk jumlah anggota perpustakaanya adalah anggota aktif perpustakaan, sedangkan untuk tenaga perpustakaan adalah selain kepala perpustakaan dan untuk memudahkan memahaminnya, maka akan dijelaskan dalam bentuk contoh kasus.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzRumj22MI-gzqfs_ExnuX6Ey-egptDBjNFBI2fPuyk-qakib8GxRvBVOHwedOcGL0dSL_XLjqV1UZErZZs-KUWgc-qtQIZIP97QG3Li8VYrXkUlcgi9U17H_CrkwXjh-C2qaKlKWiOgp7KzYshiILZlOSdfY6AOsbkh5KFn7_Gu412yIEk5gq82uu5Nc/s640/IMG_20210707_153118.webp&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tumpukan buku yang sedang di stock take&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzRumj22MI-gzqfs_ExnuX6Ey-egptDBjNFBI2fPuyk-qakib8GxRvBVOHwedOcGL0dSL_XLjqV1UZErZZs-KUWgc-qtQIZIP97QG3Li8VYrXkUlcgi9U17H_CrkwXjh-C2qaKlKWiOgp7KzYshiILZlOSdfY6AOsbkh5KFn7_Gu412yIEk5gq82uu5Nc/w400-h225/IMG_20210707_153118.webp&quot; title=&quot;Tumpukan buku yang sedang di stock take&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Contoh kasus&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan data  tahun 2023, Perpustakaan SMP X memiliki 1 orang pustakawan dan 1 orang tenaga teknis perpustakaan, dan 1 orang kepala perpustakaan. Sedangkan jumlah anggota aktif perpustakaan adalah 200 orang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah jumlah tenaga perpustakaan dan jumlah anggota aktif diketahui, selanjutnya gunakan persamaan dibawah ini untuk menghitung rasionnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio = X : Y &lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;X = Tenaga Perpustakaan&lt;br /&gt; Y = Anggota Aktif Perpustakaan &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;kemudian masukan nilai X = 2 dan Y= 200, Maka rasionya adalah &lt;br /&gt;Rasio = 2/200 = 1/100 &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jika dilihat dari pilihan jawabannya, maka Perpustakaan SMP X rasionya berada pada jawabannya &lt;br /&gt;a) &lt;b&gt;1 : kurang dari 140.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/07/rasio-tenaga-perpustakaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzRumj22MI-gzqfs_ExnuX6Ey-egptDBjNFBI2fPuyk-qakib8GxRvBVOHwedOcGL0dSL_XLjqV1UZErZZs-KUWgc-qtQIZIP97QG3Li8VYrXkUlcgi9U17H_CrkwXjh-C2qaKlKWiOgp7KzYshiILZlOSdfY6AOsbkh5KFn7_Gu412yIEk5gq82uu5Nc/s72-w400-h225-c/IMG_20210707_153118.webp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-2437051786596421265</guid><pubDate>Fri, 26 Jul 2024 23:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:26:59.178+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Pentingnya Membangun Jejaring Kerjasama Perpustakaan</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Ketika berbicara tentang jejaring perpustakaan, mungkin kita akan berfikir tentang &quot;Kerjasama Perpustakaan&quot;. Menurut Shepherd penggunaan istilah kerjasama bersifat kurang formal, tidak memiliki tujuan bersama, kekurangan struktur dan perencanaan formal, keputusan ada ditanggan masing-masing peserta, sehingga sering adanya keputusan bersama yang dilakukan secara bersama, komunikasi hanya dilakukan bila diperlukan tanpa ada resiko. Oleh karena itu, istilah ini sudah mulai ditinggalkan, yang kini sudah mengarah pada konsorsium perpustakaan. Namun perpustakan sudah harus menyadari kelemahan yang dimilikinya, sehingga melalui kerjasama, perpustakaan dapat menutupi kekurang tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Ada beberapa alasanan mendasar, mengapa perpustakaan perlu melakukan kerjasama. Pertama, Perpustakaan harus mulai menyadari bahwa adanya peningkatan luar biasa terhadap ilmu pengetahuan yang mempengaruhi perkembangan dunia perbukuan. Kedua, Kegiatan Pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi mendorong terhadap tingginya akan kebutuhan informasi, sehingga perpustakaan harus mampu memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Ketiga Perkembangam teknologi informasi dan komunikasi yang luar biasa. Keempat, berkembangnya kesempatan dan peluang bagi kerjasama internasional. Kelima kerjasama memungkinkan penghematan fasilitas, biaya dan waktu. Keenam tuntutan masyarakat untuk memperoleh layanan yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Adapun contoh kerjasama yang bisa dilakukan oleh perpustakaan adalah sebagai berikut; (1) Kerjasama pengadaan; (2) Kerjasama penyimpaan buku yang kurang digunakan; (3) Pemusatan pengadaan dan penyimpanan; (4) kerjasama pengolahan data bibliografi; (5) kerjasama penyediaan fasilitas; (6) kerjasama pinjam antar perpustakaan; (7) kerjasama antar pustakawan; (8) kerjasama penyusunan katalog induk; (9) kerjasama pemberian jasa informasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaEDVtzHW1FW1fPTCxkx0nTXb-m4KdS4y_PMxm65XFfCyYCBgEr7bblS3-XyG7UC_7rPMWupcyRyukzHn3DE9B5Rlzam6gXoZaODfLIvb0ggkn65bmKJc5d1FbomovLzfAvyH495JH5NAr2YhiV-Vaj7uN3YZw6bWy18WGnCy7CpAGWeiGZMuzzjq-euc/s640/asas%20(1).webp&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Live Workshop di Twitter&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaEDVtzHW1FW1fPTCxkx0nTXb-m4KdS4y_PMxm65XFfCyYCBgEr7bblS3-XyG7UC_7rPMWupcyRyukzHn3DE9B5Rlzam6gXoZaODfLIvb0ggkn65bmKJc5d1FbomovLzfAvyH495JH5NAr2YhiV-Vaj7uN3YZw6bWy18WGnCy7CpAGWeiGZMuzzjq-euc/w400-h225/asas%20(1).webp&quot; title=&quot;Live Workshop di Twitter&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar live twitter&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, maka kerjasama perpustakaan mengalami peningkatan, seperti kerjasama pengadaan koleksi bersama cakupannya menggunakan bantuan teknologi informasi, sehingga bisa diakses jarak jauh (Perpustakaan Digital). Di Indonesia, kebanyakan kerjasama perpustakaan hanya terbatas pada kerjasama pemanfaatan fasilitas, pinjam antar perpustakaan. Sedangkan kerjasama dalam hal akses layanan perpustakaan digital masih banyak terdapat kendala. Oleh karena itu, untuk mengembangkan perpustakaan, pihak yang terkait sudah harus menyadari arti penting dari sebuah kerjasama antar perpustakaan. (Tulisan ini berdasarkan kit seminar dan live tweet (IPD3UIN))&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2013/12/jejaring-kerjasama-perpustakaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaEDVtzHW1FW1fPTCxkx0nTXb-m4KdS4y_PMxm65XFfCyYCBgEr7bblS3-XyG7UC_7rPMWupcyRyukzHn3DE9B5Rlzam6gXoZaODfLIvb0ggkn65bmKJc5d1FbomovLzfAvyH495JH5NAr2YhiV-Vaj7uN3YZw6bWy18WGnCy7CpAGWeiGZMuzzjq-euc/s72-w400-h225-c/asas%20(1).webp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-5108388955513924174</guid><pubDate>Fri, 19 Jul 2024 01:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:10:34.016+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akreditasi Perpustakaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara menghitung persentase koleksi yang digunakan terhadap keseluruhan koleksi perpustakaan</title><description>&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Persentase jumlah koleksi (tercetak dan elektronik) yang digunakan oleh pemustaka terhadap keseluruhan koleksi perpustakaan rerata per bulan dalam 1 (satu) tahun terakhir.&lt;/p&gt; a. Lebih dari 14 % &lt;br /&gt;b. 10 - 14 % &lt;br /&gt; c. 5 - 9 %&lt;br /&gt;d. 1 - 4 % &lt;br /&gt;e. Kurang dari 1 %&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Pertanyaan di atas, merupakan salah satu butir pertanyaan yang ada pada instrumen akreditasi perpustakaan sekolah, baik SD, SMP Maupun SMA. Khususnya pada komponen 8 tentang Tingkat kegemaran masyarakat. Dari pertanyan di atas yang dimaskud dengan “&lt;b&gt;koleksi&lt;/b&gt;” tidak hanya terbatas pada buku saja, namun juga jurnal, majalah, koran, CD, DVD dan lainnya yang ada di perpustaan. Selin itu, untuk koleksi buku tidak hanya terbatas pada format tercetak, namun juga format elektronik.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya, dari pertanyaan di atas, juga perlu dijelaskan tentang istilah “&lt;b&gt;digunakan&lt;/b&gt;” atau “&lt;b&gt;dimanfaatkan&lt;/b&gt;”, dalam konteks layanan perpustakaan, istilah “&lt;b&gt;digunakan&lt;/b&gt;” atau “&lt;b&gt;dimanfaatkan&lt;/b&gt;” bukan hanya mengacu pada koleksi tersebut dipinjam untuk dibawah pulang, namun juga ketika koleksi tersebut dipinjam untuk dibaca ditempat atau di ruang baca yang ada di Perpustakaan Tersebut. Hal tersebut juga merupakan kegiatan penggunaan atau pemanfaatan koleksi perpustakaan.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Istilah “&lt;b&gt;dipinjam&lt;/b&gt;” sering disalah pahami oleh pustakawan dan petugas perpustakaan. Terutama ketika menjelaskan tentang layanan referensi yang ada di perpustakaan. Kebanyakkan dari mereka, ketika menjawab pertanyaan pemustaka tentang “&lt;b&gt;apakah koleksi referensi bisa dipinjam?&lt;/b&gt;”, dengan cepat pustakawan dan petugas perpustakaan menjawab tidak boleh.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Hal tersebut adalah kekeliruan dalam memahami istilah “&lt;b&gt;dipinjam&lt;/b&gt;”. Jika dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah dipinjam berasal dari kata dasar “&lt;b&gt;pinjam&lt;/b&gt;” yang artinya memakai barang orang lain untuk waktu tertentu. Jadi ketika kita mengatakan bahwa koleksi referensi tidak bisa dipinjam, itu kurang tepat atau keliru, yang tepat adalah koleksi referensi boleh dipinjam namun tidak untuk dibawah pulang atau dipinjam hanya untuk dibaca di ruang baca yang ada di Perpustakaan. Kekeliruan memahami istilah “&lt;b&gt;dipinjam&lt;/b&gt;” tersebut mempengaruhi paradigma pustakawan dan petugas pustakawan dalam memahami butir pertanyaan di atas, yang hanya membatasi pada koleksi yang ada pada layanan sirkulasi saja. Padahal semua koleksi yang ada di perpustakaan ketika dimanfaatkan atau digunakan dengan cara dipinjam dalam jangka waktu yang lama atau hanya untuk dibaca di ruang baca yang ada di perpustakaan, juga dihitung.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBzOp8uAXrBUTcgclEtsGM8Iu-_l-pb8_l_90wVMMW9tXbGwL-RvkSmkVVfzurx6faPvTSPTbU1f0Jm_8bWm1T1C2_ADytrzrgUEhjvu8cMIz-gg-L8mmMtGcup1Mpl3noLT2v7XrsIN80Eme-zZtIOCLmuljYDFs_xjj4MonaFeCYebsdKksaO_UD6UY/s602/KBBI.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;304&quot; data-original-width=&quot;602&quot; height=&quot;203&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBzOp8uAXrBUTcgclEtsGM8Iu-_l-pb8_l_90wVMMW9tXbGwL-RvkSmkVVfzurx6faPvTSPTbU1f0Jm_8bWm1T1C2_ADytrzrgUEhjvu8cMIz-gg-L8mmMtGcup1Mpl3noLT2v7XrsIN80Eme-zZtIOCLmuljYDFs_xjj4MonaFeCYebsdKksaO_UD6UY/w400-h203/KBBI.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jadi ketika kita ingin menghitung persentasen koleksi yang digunakan oleh pemustaka terhadap keseluruhan keseluruhan koleksi perpustakaan rerata per bulan dalam satu tahun terakhir, bukan hanya koleksi yang dipinjam dalam jangka waktu yang lama untuk dibawah pulang, tetapi juga koleksi yang dipinjam untuk dibaca ditempat seperti yang ada di layanan referensi dan lainnya, juga perlu dihitung. Namun terkadang yang menjadi permaslahannya adalah perpustakaan sangat jarang atau bisa dikatakan tidak pernah mau mencatat koleksi yang digunakan dengan cara dipinjam untuk dibaca di ruang baca yang ada di perpustakaan. Oleh karena itu, mulai dari sekarang perpustakaan perlu mempertimbangkan untuk mencatat koleksi yang telah digunakan atau dimanfaatkan oleh pemustaka dengan cara dipinjam untuk dibaca di tempat.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Contoh kasus&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Pada tahun 2023 Perpustakaan X memiliki jumlah koleksi sebanyak 32042 (Termasuk Monograf, Jurnal, CD dan DVD). Pada tahun yang sama koleksi di perpustakaan X digunakan oleh pemustaka sebanyak 87282 (Termasuk yang dipinjam unutk dibaca ditempat dan yang dipinjam untuk dibawah pulang). Untuk mengetahui Persentase jumlah koleksi (tercetak dan elektronik) yang digunakan oleh pemustaka terhadap keseluruhan koleksi perpustakaan rerata per bulan dalam 1 (satu) tahun terakhir adalah dengan cara seperti berikut;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Pertama mencari nilai rerata per bulan penggunaan koleksi pada tahun 2023. Untuk mencari rerata perbulan yaitu dengan rumus&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaZWLRq_2RYYBPoL94pongQ1sZtW-4F8g8z9F3TE1OmgBvCrYmQTmFzAYzNFQwdSLNpuuMHRYvUVLbxOGnMxDN9dqa0s1afTXSN8fLyxkT3MeTaNsEALO-6McPOnHx1sP_LKnJmTqfqkCYwUZ77tOuC2EKlrhsCaKStLl2jEBq4yjYKnNCkxhfiKLrDxc/s2257/Rumus19.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;188&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;54&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaZWLRq_2RYYBPoL94pongQ1sZtW-4F8g8z9F3TE1OmgBvCrYmQTmFzAYzNFQwdSLNpuuMHRYvUVLbxOGnMxDN9dqa0s1afTXSN8fLyxkT3MeTaNsEALO-6McPOnHx1sP_LKnJmTqfqkCYwUZ77tOuC2EKlrhsCaKStLl2jEBq4yjYKnNCkxhfiKLrDxc/w640-h54/Rumus19.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEf1oYdXsr9TTqmpUpJLua1v7tLpZe0iJvKjozI3dd1DRcXeOvff4v006qes3C2REqi-siVeeaj0BgyWqn6j6iJFef8grXYerpDDA6md67DTHuiHQd7rilvwS33zyioHTrSWWQdk0JVX-yzAA7yW9iEn7sbW9aDkRSpxnZInf3omXkpp7x2CwyNeFroB4/s2257/rumus192.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;186&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;52&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEf1oYdXsr9TTqmpUpJLua1v7tLpZe0iJvKjozI3dd1DRcXeOvff4v006qes3C2REqi-siVeeaj0BgyWqn6j6iJFef8grXYerpDDA6md67DTHuiHQd7rilvwS33zyioHTrSWWQdk0JVX-yzAA7yW9iEn7sbW9aDkRSpxnZInf3omXkpp7x2CwyNeFroB4/w640-h52/rumus192.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Seteleh nilai rerata per bulan pada tahun 2023 didapatkan, selanjutnya kita cari nilai persentasenya dalam satu tahun&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5r8LkzfVjzVHZcwRmPXyLNPj_ReLkuod1pQJSZkqzNh-gp-yjnIWTHoWFa5_UR4b2U6G8W9tL36aWoPNOyup5f3cKEQW2k2QQbr5l3lDXKiHqmCcLwFazBQNEETNBbZ0SvLD2k0MY21XH2n9q_gGBVDXj20BoKSLA-8UrZqYSPtzgH5DtWg248xYB7BQ/s2257/rumus193.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;199&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;56&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5r8LkzfVjzVHZcwRmPXyLNPj_ReLkuod1pQJSZkqzNh-gp-yjnIWTHoWFa5_UR4b2U6G8W9tL36aWoPNOyup5f3cKEQW2k2QQbr5l3lDXKiHqmCcLwFazBQNEETNBbZ0SvLD2k0MY21XH2n9q_gGBVDXj20BoKSLA-8UrZqYSPtzgH5DtWg248xYB7BQ/w640-h56/rumus193.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaIT5S62SDgdh5UKH7YkrqTzV7iXRPjuE8dpMk5blmnbySCS2Zw5BaUE2rEFWJmbnrgqpQFIe1eIH3ERVDRMKeK1XQieAb2UpprkTJWWMdpbhWVSqkgtB7OPT8CeEyfyEdH_zqoS9vz5aA2xte67braEBASXKB5SHthlFmGfGXZ7Hkn3mjQh_oR3_Xf4o/s2257/rumus194.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;188&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;54&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaIT5S62SDgdh5UKH7YkrqTzV7iXRPjuE8dpMk5blmnbySCS2Zw5BaUE2rEFWJmbnrgqpQFIe1eIH3ERVDRMKeK1XQieAb2UpprkTJWWMdpbhWVSqkgtB7OPT8CeEyfyEdH_zqoS9vz5aA2xte67braEBASXKB5SHthlFmGfGXZ7Hkn3mjQh_oR3_Xf4o/w640-h54/rumus194.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/07/persentase-koleksi-perpustakaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBzOp8uAXrBUTcgclEtsGM8Iu-_l-pb8_l_90wVMMW9tXbGwL-RvkSmkVVfzurx6faPvTSPTbU1f0Jm_8bWm1T1C2_ADytrzrgUEhjvu8cMIz-gg-L8mmMtGcup1Mpl3noLT2v7XrsIN80Eme-zZtIOCLmuljYDFs_xjj4MonaFeCYebsdKksaO_UD6UY/s72-w400-h203-c/KBBI.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.2884782 106.0640179</georss:point><georss:box>-30.598712036178846 70.9077679 26.021755636178845 141.2202679</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-8002744944105186682</guid><pubDate>Mon, 15 Jul 2024 01:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:27:59.390+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akreditasi Perpustakaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara menghitung persentase pemerataan akses layanan bagi pemustaka</title><description>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgieuVlpp0PKtJWSeftessZ7zext5G5cmkk9hpb9zdQFk3H55bYBGyvlnyVsmXtgxW_b1lfbcbx-feU3bC2FUnN6J5y_aYHIoe3Si_x4T_xKj9H8NdW0xf5m0Neh8EXyKYIv5gvFBvAyqfovuLomM64TI-Xj_uBXsRYyOojLF1qJz0Wnn1rO3jUrYbvF4Y/s899/WhatsApp%20Image%202024-07-11%20at%2011.00.01.jpeg&quot; style=&quot;font-family: Tahoma; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Persentase jumlah koleksi (tercetak dan elektronik) yang digunakan oleh pemustaka terhadap keseluruhan koleksi perpustakaan rerata per bulan dalam 1 (satu) tahun terakhir&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;652&quot; data-original-width=&quot;899&quot; height=&quot;290&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgieuVlpp0PKtJWSeftessZ7zext5G5cmkk9hpb9zdQFk3H55bYBGyvlnyVsmXtgxW_b1lfbcbx-feU3bC2FUnN6J5y_aYHIoe3Si_x4T_xKj9H8NdW0xf5m0Neh8EXyKYIv5gvFBvAyqfovuLomM64TI-Xj_uBXsRYyOojLF1qJz0Wnn1rO3jUrYbvF4Y/w400-h290/WhatsApp%20Image%202024-07-11%20at%2011.00.01.jpeg&quot; title=&quot;Persentase jumlah koleksi (tercetak dan elektronik) yang digunakan oleh pemustaka terhadap keseluruhan koleksi perpustakaan rerata per bulan dalam 1 (satu) tahun terakhir&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Selamat Pagi&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini saya akan membahas salah satu butir pertanyaan yang ada dalam instrumen akreditasi perpustakaan sekolah, baik sekolah dasar, menengah pertama dan atas. Butir pertanyaan tersebut adalah terkait dengan pemerataan akses layanan perpustakaan untuk pemustaka di semua jejang dan kelas. Adapun pilihan jawaban dalam butir pertanyaan ini adalah dalam bentuk presentase yaitu (a) lebih dari 79 %; (b) 70-79%; (c) 60-69 %; (d) 50-59%; dan (e) kurang dari 50 %.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Butir pertanyaan tersebut, merupakan bagian dari komponen indeks pembangunan literasi masyarakat, dan guna mengetahui persentase pemerataan akses layanan perpustakaan untuk pemustaka disemua jenjang dan kelas. Maka saya akan mencoba menjelaskannya melalui contoh kasus seperti di bawah ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh Kasus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengunjung perpustakaan SMP X tahun 2023, berdasarkan data jumlah pengunjung perpustakaan SMP X tahun 2023 adalah sebanyak 899 pengunjung. Dari data tersebut, perlu diolah terlebih dahulu, guna mencari berapa jumlah pengunjung “uniknya” yang datang ke perpustakaan SMP X atau yang pernah datang. yang dimaksud dengan jumlah pengunjung “unik” adalah pengunjung yang hanya dihitung satu walaupun dia berkunjung beberapa kali keperpustakaan SMP X dalam tahun 2023 tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt; Contoh &lt;br /&gt;Andi siswa kelas 2, selama tahun 2023 berkunjung ke perpustakaan sebanyak 20 kali, sebagai pengunjung unik andi dihitung 1 pengunjung.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah data tersebut diolah, maka didapat jumlah pengunjung uniknya yaitu 400 pengunjung. Adapun rincian data jumlah pengunjung berdasarkan kelasnya pada tahun 2023 adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Kelas 1 sebanyak 140 orang dari total siswa 201 orang.&lt;br /&gt;Kelas 2 sebanyak 120 orang dari total siswa 190 orang&lt;br /&gt;Kelas 3 sebanyak 140 orang dari total siswa 189 orang&lt;br /&gt;Selanjutnya kita cari presentase pengguna unik bedasarkan kelas nya, dengan menggunakan rumus di bawah ini. &lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOHUB6Vo-KWPfYBbyFbIsee5llYeVWraLXDurUWDWi3Z7bvY4MX-VUA9hUSMT05fabIZfVq3ZIBRjm6J1WIxm1iQMy1FNST_uHoAelsuwy0V-mnlRgDDrOSNfgd18VsXYpe73fZ8G0urXavNFnFiCY20H59AUXjsmUs3prFIu4aL6YxBKPHxSeMwCczSY/s640/Picture5.png&quot; style=&quot;display: block; padding: 1em 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;42&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;42&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOHUB6Vo-KWPfYBbyFbIsee5llYeVWraLXDurUWDWi3Z7bvY4MX-VUA9hUSMT05fabIZfVq3ZIBRjm6J1WIxm1iQMy1FNST_uHoAelsuwy0V-mnlRgDDrOSNfgd18VsXYpe73fZ8G0urXavNFnFiCY20H59AUXjsmUs3prFIu4aL6YxBKPHxSeMwCczSY/w640-h42/Picture5.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKrcxUIkdj8Je9O4ch0LDRUbpnvJWflYuSCDvjdrRmNKZrAWq0g2p82dq6G1ImEK36CeetIlB-E7MOYjecafnRmjycAKOij7GdSIrS2vgBQ3A5JM8QjBFtxIoA8APd2QdmIhX1fK9M_Mr0ldd7jXVY5ZBfhGGvoZXVFquhrhyphenhyphenwAWAKBQevYBosfOGwMT0/s387/Persentase%20Kelas.png&quot; style=&quot;display: block; padding: 1em 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;53&quot; data-original-width=&quot;387&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKrcxUIkdj8Je9O4ch0LDRUbpnvJWflYuSCDvjdrRmNKZrAWq0g2p82dq6G1ImEK36CeetIlB-E7MOYjecafnRmjycAKOij7GdSIrS2vgBQ3A5JM8QjBFtxIoA8APd2QdmIhX1fK9M_Mr0ldd7jXVY5ZBfhGGvoZXVFquhrhyphenhyphenwAWAKBQevYBosfOGwMT0/s400/Persentase%20Kelas.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAVHDhun0YseNsFjoVmywuMWmXYawHUM9Zaxe8VRzMqPVWn4ZvcabFfWYWWpq7UeM9XJyto470GHa_9XlZJH0ZUozpDWq7BjDLpRfp0wpqjpwBNb_cXvw3-Qsjo4RmnJvTgjz9SMSz3wPrDlxs-I_5seTK0jjIP51E7r4jhmX4QmQIPTGOT2guRy2talc/s347/hasil%20kelas.png&quot; style=&quot;display: block; padding: 1em 0; text-align: left; &quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;320&quot; data-original-height=&quot;34&quot; data-original-width=&quot;347&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAVHDhun0YseNsFjoVmywuMWmXYawHUM9Zaxe8VRzMqPVWn4ZvcabFfWYWWpq7UeM9XJyto470GHa_9XlZJH0ZUozpDWq7BjDLpRfp0wpqjpwBNb_cXvw3-Qsjo4RmnJvTgjz9SMSz3wPrDlxs-I_5seTK0jjIP51E7r4jhmX4QmQIPTGOT2guRy2talc/s320/hasil%20kelas.png&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah semua nilai persentase pengunjung unik dari kelas 1 sampai kelas 3 didapatkan, selanjutnya cari nilai reratanya, maka didapatlah persentase pemereataan akses layanan perpustakaan kepada pemustaka berdasarkan jenjang dan kelasnya. Atau untuk lebih mudahkan bisa menggunakan excel seperti di bawah ini.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX75kQ7z64lq739A1gzVNF4yLwDVdoe3y_N3nLQ5nmKgrWNrmKu-kk8pS2A08XVEiLB7KSMvz2l0fc-REOe4HSJct0sVtZGzbPSdvKCxi6cPDHF7k5PAxRYIgLqVNcBcbu1DPHFsi8BpFf60tMQhUVsPEk1oCmXplicAdvwkuwoEx_IfV2N6Z2P68t5_Q/s573/Picture4.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gambar Tabel persentase pengunjung unik berdasarkan kelas&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;163&quot; data-original-width=&quot;573&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX75kQ7z64lq739A1gzVNF4yLwDVdoe3y_N3nLQ5nmKgrWNrmKu-kk8pS2A08XVEiLB7KSMvz2l0fc-REOe4HSJct0sVtZGzbPSdvKCxi6cPDHF7k5PAxRYIgLqVNcBcbu1DPHFsi8BpFf60tMQhUVsPEk1oCmXplicAdvwkuwoEx_IfV2N6Z2P68t5_Q/s16000/Picture4.png&quot; title=&quot;Gambar Tabel persentase pengunjung unik berdasarkan kelas&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan data tabel di atas, maka pemerataan akses layanan perpustakaan untuk pemustaka di semua jenjang dan kelas berada pada nilai persentase &lt;b&gt;(c) 60-69%&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Sekian, pembahasa sederhana ini, semoga dapat dimengerti dan banyak membantu teman-teman pustakawan dan petugas perpustakaan sekolah dalam menyiapan instrumen akreditasi perpustakaan sekolah.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/07/persentase-layanan-perpustakaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgieuVlpp0PKtJWSeftessZ7zext5G5cmkk9hpb9zdQFk3H55bYBGyvlnyVsmXtgxW_b1lfbcbx-feU3bC2FUnN6J5y_aYHIoe3Si_x4T_xKj9H8NdW0xf5m0Neh8EXyKYIv5gvFBvAyqfovuLomM64TI-Xj_uBXsRYyOojLF1qJz0Wnn1rO3jUrYbvF4Y/s72-w400-h290-c/WhatsApp%20Image%202024-07-11%20at%2011.00.01.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Balun Ijuk, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.0566831 106.0581397</georss:point><georss:box>-53.60933614217371 35.7456397 49.495969942173708 176.3706397</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-3135654738799981948</guid><pubDate>Thu, 11 Jul 2024 08:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T12:27:47.623+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akreditasi Perpustakaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara menghitung jumlah persentase kunjungan pemustaka dari keseluruhan anggota rerata per hari</title><description>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuD0vY4I3DDSeRXRsJlat1PTu0M1nqxJ9pb3N_hPD5CogJH3sb4goha3rQ-OZgIRdIEciKOvMo35WpqlpyvPTa_owO_9J4lc_kJsEzNsUNr_YUEtnu3LO75XFOGJk_1c7WsXfu9mMPFk50mXkyoLUv0rQ7_Rk9XlGM9KKgtX2ZC89-bZwX5UwASCv9uOs/s1599/WhatsApp%20Image%202024-07-11%20at%2011.00.00.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Komponen 8 Instrumen Akreditasi Perpustakaan Sekolah&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;899&quot; data-original-width=&quot;1599&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuD0vY4I3DDSeRXRsJlat1PTu0M1nqxJ9pb3N_hPD5CogJH3sb4goha3rQ-OZgIRdIEciKOvMo35WpqlpyvPTa_owO_9J4lc_kJsEzNsUNr_YUEtnu3LO75XFOGJk_1c7WsXfu9mMPFk50mXkyoLUv0rQ7_Rk9XlGM9KKgtX2ZC89-bZwX5UwASCv9uOs/w400-h225/WhatsApp%20Image%202024-07-11%20at%2011.00.00.png&quot; title=&quot;Komponen 8 Instrumen Akreditasi Perpustakaan Sekolah&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Komponen 8 Instrumen Akreditasi Perpustakaan Sekolah&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;b&gt;Selamat Siang,&lt;/b&gt; &lt;br&gt;Lama saya tidak melakukan update blog ini, kali ini saya ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman pustakawan atau petugas perpustakaan, terkait dengan cara menghitung &lt;i&gt;&lt;b&gt;persentase jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan dari seluruh anggota rerata per hari dalam satu tahun terakhir.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Mengapa persentase jumlah pemustaka yang berkunjung tersebut perlu di ketahui, salah satu alasannya adalah karena persentase jumlah tersebut ditanyakan dalam instrumen akreditasi perpustakaan sekolah, tepatnya pada komponen 8.1 terkait dengan aktivitas kegemaran membaca. Selain itu, instrumen akreditasi tersebut, juga sering dijadikan sebagai instrumen lomba perpustakaan tingkat sekolah dasar dan menegah pertama. &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Hal tersebut di atas, berdasarkan pengalaman saya ketika menjadi juri lomba perpustakaan tingkat sekolah dasar tahun 2023. Banyak dari perpustakaan sekolah dasar peserta lomba yang mengalami kebigungan ketika mengisi instrumen pada butir pertanyaan tersebut, sehingga terkadang antara apa yang ditanyakan dalam instrumen dengan jawaban yang diberikan tidak sesuai, bahkan tidak jarang pertugas perpustakaan atau pustakawan mengalami kebigungan ketika ditanyakan dari mana angka tersebut didapatkan?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Oleh karena itu, untuk memudahkan memahami darimana nilai persentase jumlah pemustaka tersebut didapatkan, maka saya akan menjelaskan step by step langkah per langkah dari mana nilai tersebut didapatkan, sehingga teman-teman pustakawan dan petugas perpustakaan dapat memahaminya dan menjelaskannya ketika ditanya oleh asesesor. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, yang harus dilakukan oleh petugas perpustakaan dan pustakawan dalam menghitung persentase jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan dari seluruh anggota rerata per hari dalam satu tahun terakhir adalah mengetahui jumlah pengunjung perpustakaan disetiap bulannya dalam satu tahun terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, setelah mengetahui jumlah pengunjung perpustakaan di setiap bulannya, selanjutnya perlu mengetahui rerata jumlah pengunjung perhari disetiap bulannya. Untuk mengetahui rerata jumlah pengunjung perhari disetiap bulannnya bisa menggunakan rumus sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0FHf8OeD7FreYKwkjwqgZLCbs1mL9GiFCErUaQiiIIbRyzo0Ohk6ErjakOlWzLOjCxCAGdoArWZ0UiOj967asvqp6gHnMvt7M6NqDLyocMYdojSmEmy_1EstMQ-q5agHB-jVl2_x-N0NVCeFnwz7PGKdoW007Xiu6MEoxw8P7xqyei_qXP2S2fjOZsyg/s2257/rumus%201.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;161&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;43&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0FHf8OeD7FreYKwkjwqgZLCbs1mL9GiFCErUaQiiIIbRyzo0Ohk6ErjakOlWzLOjCxCAGdoArWZ0UiOj967asvqp6gHnMvt7M6NqDLyocMYdojSmEmy_1EstMQ-q5agHB-jVl2_x-N0NVCeFnwz7PGKdoW007Xiu6MEoxw8P7xqyei_qXP2S2fjOZsyg/w601-h43/rumus%201.png&quot; width=&quot;601&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh&lt;/b&gt; &lt;br&gt; Pada bulan Januari, jumlah pengunjung perpustakaan SD X sebanyak 200 orang, dan jumlah hari efektif perpustakaan buka pada bulan januari tersebut yaitu 26, maka jika dimasukan kedalam rumus seperti berikut.&lt;/p&gt; &lt;div style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxOeWtWIlDammWg0rzrOO2NQHWeznMlDojhiQZG2hIZKPGy0r4Vm2VOCeI4yWdOpWOIP3qQiYwKUia8Ea7UMFiGTia3IQbhVL4QtH_1iehMk22D-pJ1e545uoGPv1nVgRCMbf33nL0bunDX8JylE7gJfnTcnhtB35ZpnmyZ_9pbO5pIUMo975N8sGpgyM/s2257/rumus2.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;188&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;56&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxOeWtWIlDammWg0rzrOO2NQHWeznMlDojhiQZG2hIZKPGy0r4Vm2VOCeI4yWdOpWOIP3qQiYwKUia8Ea7UMFiGTia3IQbhVL4QtH_1iehMk22D-pJ1e545uoGPv1nVgRCMbf33nL0bunDX8JylE7gJfnTcnhtB35ZpnmyZ_9pbO5pIUMo975N8sGpgyM/w666-h56/rumus2.png&quot; width=&quot;666&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jadi rerata jumlah pengunjung perhari pada bulan januari adalah 7,69 orang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, kita akan mencari persentase rerata jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan per hari disetiap bulannya. Untuk mengetahui persentase rerata jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan per harinya disetiap bulannya bisa menggunakan rumus dibawah ini.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTuu-BgYI3JSe1T00pYIkwrwvwfLSlv0Lv9PhyJQP2qf0cW8DckMAr0ruyq9gK42rL_-j9ehcF5q3Rj3y65QsvM8OLO7-UIwYCtCeu1Gp_ivPKXvRPr3U5oR7Syx1-F8fH54x37X6AvaVM7JPQhPiQ2YxqlGjEMnra9F_CctjnYOu-fZYx0NnF0bV1lRU/s2257/rumus3.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;161&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;50&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTuu-BgYI3JSe1T00pYIkwrwvwfLSlv0Lv9PhyJQP2qf0cW8DckMAr0ruyq9gK42rL_-j9ehcF5q3Rj3y65QsvM8OLO7-UIwYCtCeu1Gp_ivPKXvRPr3U5oR7Syx1-F8fH54x37X6AvaVM7JPQhPiQ2YxqlGjEMnra9F_CctjnYOu-fZYx0NnF0bV1lRU/w582-h50/rumus3.png&quot; width=&quot;582&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Untuk perpustakaan Sekolah yang menjadi penggunanya adalah siswa, guru dan tenaga kependidikan. Jadi, jika SD x memiliki jumlah siswa 300, guru 15, dan tenaga kependidikan 5, maka jumlah pengguna potensial perpustakaan SD X adalah 320 orang (atau bisa dengan menggunakan data jumlah pengguna yang terdaftar menjadi anggota perpustakaan). Jika dimasukan dalam rumus maka sebagai berikut.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnDSaarpnvezFo39HgnRDwcAcGdJe6bdhCnMnlZNQUGFy1p4jKJJmTRJ38c_xUDMNde1FoL_M42S6OBlGrnHvCRgmo7M-DdAAP17wMmPoiszSolw8n_Mz9EAkcsywLDgaaiFlQgU8jIQd1a5FHswUQOJsJtzf7cUtRt5Y0LViOjTkUqdhTQqRfj6YxcmM/s2257/rumus4.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;173&quot; data-original-width=&quot;2257&quot; height=&quot;45&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnDSaarpnvezFo39HgnRDwcAcGdJe6bdhCnMnlZNQUGFy1p4jKJJmTRJ38c_xUDMNde1FoL_M42S6OBlGrnHvCRgmo7M-DdAAP17wMmPoiszSolw8n_Mz9EAkcsywLDgaaiFlQgU8jIQd1a5FHswUQOJsJtzf7cUtRt5Y0LViOjTkUqdhTQqRfj6YxcmM/w497-h45/rumus4.png&quot; width=&quot;497&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jadi persentase rerata jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan per hari pada bulan januari adalah 2,40 %. untuk menghitung persentase rerata jumlah pemustaka pada bulan Februari, Maret dan selanjutnya,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, setelah nilai persentase rerata jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan per hari pada bulan Januari sampai dengan Desember sudah di ketahui, selanjutnya kita akan mencari nilai persentase rerata jumlah pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan dari keseluruhan anggota rerata per hari dalam satu tahunnya, untuk mengetahui nilai tersebut, maka nilai persentase dari bulan januari sampai dengan Desember dijumlahkan kemudian di bagi 12 (dalam satu tahun ada 12 bulan). &lt;br /&gt;Atau untuk lebih memudahkan bisa menggunakan excel seperti contoh dibawah ini.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWVgLLsexYDDMfsuNMRrSmxgAdWtFzKTBgpi83zRUuBUY_Ees8nM8TidA20lgQOTLQ_T5R-GI0n72xdjQnWnOSpXZZDMUMehMDDfiVQ8rawHqwzm0K3VFdTZJuxB-l1obxcJ4QFwj4ZueZAGjX-oUv5w5aCTX7WQx2uIoI6gjMJ-W-3Ahm8tx6Lh-OoIg/s598/tabel1.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;344&quot; data-original-width=&quot;598&quot; height=&quot;294&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWVgLLsexYDDMfsuNMRrSmxgAdWtFzKTBgpi83zRUuBUY_Ees8nM8TidA20lgQOTLQ_T5R-GI0n72xdjQnWnOSpXZZDMUMehMDDfiVQ8rawHqwzm0K3VFdTZJuxB-l1obxcJ4QFwj4ZueZAGjX-oUv5w5aCTX7WQx2uIoI6gjMJ-W-3Ahm8tx6Lh-OoIg/w564-h294/tabel1.png&quot; width=&quot;564&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2024/07/persentase-kunjungan-pemustaka.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuD0vY4I3DDSeRXRsJlat1PTu0M1nqxJ9pb3N_hPD5CogJH3sb4goha3rQ-OZgIRdIEciKOvMo35WpqlpyvPTa_owO_9J4lc_kJsEzNsUNr_YUEtnu3LO75XFOGJk_1c7WsXfu9mMPFk50mXkyoLUv0rQ7_Rk9XlGM9KKgtX2ZC89-bZwX5UwASCv9uOs/s72-w400-h225-c/WhatsApp%20Image%202024-07-11%20at%2011.00.00.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Balun Ijuk, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.0566831 106.0581397</georss:point><georss:box>-17.10276932125949 88.4800147 12.989403121259489 123.6362647</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-7994137807385327810</guid><pubDate>Thu, 28 Dec 2023 03:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:28:29.203+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Masih relevankah membuat skripsi sebagai syarat kelulusan?</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIiA0wHfkueuSuHbapJz6mxlK9rOojcRTJ0LFr9eLkS5Su3TJ9RUhm_EeywPb8OJYlrHbj7XSnRC52NvOBul4O0WLXzytJ9hrQ2_aoM2Ne1YcXEi-jpNBWCDl-MjX0QRTSg1XsSXN-rjcmhq1gU9GJTQ7JmsUW5Rvm8Z2H8R7nGdnrXXRQolIO57i9wAQ/s1440/IMG_20180503_102808.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIiA0wHfkueuSuHbapJz6mxlK9rOojcRTJ0LFr9eLkS5Su3TJ9RUhm_EeywPb8OJYlrHbj7XSnRC52NvOBul4O0WLXzytJ9hrQ2_aoM2Ne1YcXEi-jpNBWCDl-MjX0QRTSg1XsSXN-rjcmhq1gU9GJTQ7JmsUW5Rvm8Z2H8R7nGdnrXXRQolIO57i9wAQ/w400-h300/IMG_20180503_102808.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
 &lt;div id=&quot;toc&quot;&gt;&lt;b class=&quot;toc&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah meluncurkan program merdeka belajar episode ke-26 yang disertai dengan diberlakukannya Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Salah satu pasal dalam peraturan tersebut mengatur tentang ketercapaian kompetensi lulusan melalui pemberian tugas akhir bisa membuat skripsi, prototipe, dan proyek, atau dengan kata lain membuat skripsi bukan lagi pilihan satu-satu nya untuk syarat kelulusan dan mendapatkan gelar akademik pada jejang strata satu. Dengan diberlakukannya peraturan tersebut, mendapat banyak respon yang beranekaragam dari masyarakat, ada yang pro dan kontra. Namun tulisan ini bukan pada posisi keduanya, karena menurut hemat penulis apa pun yang menjadi syarat kelulusan, jika itu yang terbaik dan relevan dengan kondisi kampus dimana mahasiswa tersebut berada, mengapa tidak, karena yang akan mendapatkan manfaatnya adalah mahasiswa itu sendiri, namun sebaliknya, jika kondisi kampus belum relevan dan mendukung untuk itu, pilihan skripsi sebagai syarat kelulusan untuk mendapat gelar akademik dirasa masih sangat relevan, sembari menunggu kesiapan kampus untuk mempersiapkan berbagaimacam pendukung yang dibutuhkan ketika kebijakan tersebut mulai diberlakukan di lingkungan kampus. Namun pada dasarnya pembuatan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan untuk medapatkan gelar akademik memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa, dalam prosesnya, banyak hal yang dapat diambil pelajarannya.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Belajar bertanggungjawab&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Bagi ku, dalam proses menyelesaikan skripsi, bukan hanya perkara untuk lulus, kemudian mendapatkan gelar akademik. Lebih dari itu, karena dalam proses awal pengajuan judul saja sudah diminta pertanggungjawaban atas judul yang diajukan tersebut. banyak pertanyaan yang harus dijawab, mulai dari A sampai dengan Z, bahkan terkadang dari banyaknya pertanyaan tersebut, tidak satupun yang bisa dijawab dengan rasa percaya diri, sehingga menunjukan betapa kurangnya pemahamanku terkait tema atau judul yang diajukan tersebut. &quot;kalau seperti ini&quot;, gumamku dalam hati “bagaimana nanti saat seminar proposal dan sidang skripsi, mungkin lebih dari ini kebodohan ku akan terlihat”. Mempersiapkan dan berusahan memahami tema atau judul dari sebuah penelitian sebelum diajukan adalah sebuah keharusan, sebagai bentuk pertanggungjawaban kita terhadap apa yang akan kita lakukan selanjutya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Setelah pertemuan tersebut, dalam perjalanan pulang, otakku dipenuhi banyak pertanyaan, salah satunya adalah “mengapa proses awal dalam pengajuan judul saja sudah diminta pertanggungjawaban seperti ini?”. “Mungkin saja beliau ingin mengetahui seberapa memahaminya aku dengan judul yang diajukan tersebut, dengan demikian, mungkin nanti beliau mudah menentukan treatmen yang tepat ketika bimbingan”, begitu gumamku dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Oleh karena itu, bagi teman-teman yang akan mengajukan judul skripsi, sebaiknya pahami masalah-masalah terkait dengan tema atau judul yang akan diajukan tersebut yaitu dengan cara melakukan observasi terlebih dahulu. Observasi bisa dilakukan dengan cara, mengamati langsung objek penelitian, melakukan wawancara tidak terstruktur, atau mempelajari dokumen atau penelitian terdahulu terkait objek penelitian. Dengan demikian, kita akan lebih percaya diri ketika menjawab semua pertanyaan dosen pembimbing saat mengajukan judul.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Melatih kesabaran dan ketekunan&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Setelah proses pengajuan judul yang penuh perjuangan, tahapan selanjutnya dipikir akan lebih mudah, namun ternyata apa yang dipikirkan tersebut tidak seperti kenyataannya. Merangkai kata menjadi kalimat guna mewakili ide di kepala dan kemudian mengetikkannya dalam lembar kerja word bukanlah pekerjaan mudah. tidak jarang apa yang sudah diketik harus dihapus, kemudia diketik lagi dan dihapus lagi. Proses seperti ini bisa berlangsung cukup lama, sehingga banyak waktu yang terbuang hanya untuk mengetik dan menghapus apa yang sudah diketik tersebut. hal tersebut bisa terjadi karena pembendaharaan kata yang minim, serta terkait dengan pembiasaan membaca dan menulis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Belum selesai dengan rangkai-merangkai kata. mencari dan menentukan teori apa yang akan digunakan sebagai pisau analisis dalam penelitian juga menjadi masalah. Serta mencari dan mendapatkan artikel yang relevan dengan teori tersebut, juga menjadi permasalahan yang cukup memusingkan kepala. Sehingga tidak jarang, pada tahapan ini, banyak mahasiswa menyerah untuk melanjutkan apa yang sudah dimulainya dan berakhir pada drop out (DO). Sehingga sabar dan ketekunan adalah kunci dalam menghadap perkara seperti ini, serta lingkungan yang medukung dalam  penyelesaian masalah tersebut sangat dibutuhkan, seperti teman yang bisa dijadikan diskusi, tersedianya perpustakaan yang nyaman dan memiliki koleksi yang relevan dengan kebutuhan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Selain masalah di atas, masalah selanjutnya yang tidak kalah memusingkan adalah bagaimana mengutip sebuah artikel. Kebanyakan dari mahasiswa ketika mensitasi artikel adalah mengutip teori dari teori yang dikutip artikel tersebut atau dengan kata lain mengutip dari sumber sekunder, sehingga ketika kita menulis kutipannya dalam karya tulis yang kita buat adalah &quot;menurut pulan dalam pulan&quot;. Mengutip teori dari teori yang dikutip oleh penulis artikel tersebut, tidaklah salah, namun dirasa kurang tepat. Karena jika kita ingin mengutip artikel, maka yang kita kutip adalah pikiran pokok dari artikel tersebut, sedangkan jika kita ingin mengutip teori yang ada dalam artikel tersebut, sebaiknya kita mencari sumber primernya dengan cara merujuk daftar pustaka dalam artikel tersebut. Selain sabar dan ketekunan, lingkungan yang mendukung, mempelajari tentang teknik penulisan juga merupakan salah satau solusi.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menumbuhkan rasa percaya diri&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Setelah menyelesaikan proposal dan sempro, untuk memulai tahapan selanjutnya butuh waktu yang tidak sebentar, guna mempersipakan segala sesuatu yang dibutuhkan dan berdamai dengan diri sendiri. Karena setelah menyelesaikan proposal dan sempro, tahapan selanjutnya adalah menyebarkan kuesionar guna mengambil data di lapangan. Pada tahapan inilah perlu berdamai dengan diri sendiri, karena kita akan bertemu dan menghadapi banyak orang dengan berbagaimacam karakter. Berdamai dengan diri sendiri menjadikan diri lebih percaya diri ketika harus menyebarkan kuesioner.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Belajar berfikir empiris untuk hasil yang realistis&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Proses panjang pembuatan skripsi atau karya tulis mengajarkan banyak hal, bukan hanya tentang bagaimana bertangung jawab atas apa yang kita kerjakan, bagaimana melatih kesabaran dan ketekunan, bagaimana berdamai dengan diri sendiri namun juga belajar tentang bagaimana berfikir empiris untuk hasil yang realistis. Karena benar kata orang bahwa proses tidak mengkhianati hasil.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/12/skripsi-syarat-kelulusan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIiA0wHfkueuSuHbapJz6mxlK9rOojcRTJ0LFr9eLkS5Su3TJ9RUhm_EeywPb8OJYlrHbj7XSnRC52NvOBul4O0WLXzytJ9hrQ2_aoM2Ne1YcXEi-jpNBWCDl-MjX0QRTSg1XsSXN-rjcmhq1gU9GJTQ7JmsUW5Rvm8Z2H8R7nGdnrXXRQolIO57i9wAQ/s72-w400-h300-c/IMG_20180503_102808.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-2552059923067583398</guid><pubDate>Wed, 22 Nov 2023 12:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:29:01.448+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jurnal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara mencari dan mendapatkan informasi ilmiah yang relevan di Internet</title><description> &lt;div id=&quot;toc&quot;&gt;&lt;b class=&quot;toc&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt; Mencari dan mendapatkan infomasi ilmiah yang relevan dengan kebutuhan (tema/ judul penelitian) di internet, bukanlah pekerjaan yang mudah. Tidak cukup hanya dengan mengetikkan kata kunci di box search google, yahoo atau bing. Namun dibutuhkan strategi/cara agar hasil yang didapatkan relevan dengan kebutuhan (tema/judul penelitian). Adapun strategi/cara-nya adalah sebagai berikut;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Perlunya memahami tema atau judul penelitian&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Judul penelitian yang telah ditentukan tidak hadir begitu saja, tetapi melalui proses observasi terlebih dahulu untuk menginventaris masalah-masalah di lapangan, observasi bisa dilakukan dengan melalui pengamatan langsung, wawancara, atau telaah terhadap dokumen atau penelitian terdahulu. Kemudian dari masalah-masalah tersebut ditentukan prioritas masalah, barulah kemudian ditentukan judul penelitiannya. Selanjutnya untuk lebih memudahkan dalam memahami penelitian yang akan dilakukan tersebut, sebaiknya tentukan dahulu variabel penelitiannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Contoh, ada penelitian dengan judul &quot;&lt;i style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pengaruh Bullying terhadap kesehatan mental siswa di sekolah x&quot;. &lt;/i&gt;adapun&amp;nbsp;variabel penelitian dari judul tersebut adalah;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;1. Variabel independen/bebas yaitu bullying &lt;br /&gt; 2. Variabel dependen/terikat yaitu kesehatan mental siswa.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menentukan kata Kunci&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah mengetahui variabel penelitian dari tema atau judul penelitian tersebut, selanjutnya adalah menentukan kata kunci yang akan digunakan dalam proses pencarian informasi ilmiah yang relevan dengan kebutuhan. Kata kunci yang digunakan bisa diambil dari variabel penelitian dan dalam menentukan kata kunci bisa menggunakan operator bollean (and, or dan not). Dari contoh judul di atas kata kunci yang bisa kita gunakan adalah; &lt;br /&gt;1. bullying/Perundungan &lt;br /&gt;2. kesehatan mental siswa; &lt;br /&gt;3. bullying/perundungan and kesehatan mental siswa;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menentukan database&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Menentukan database yang akan digunakan dalam mencari dan mendapatkan informasi ilmiah yang relevan dengan kebutuhan. Untuk mendapatkan informasi ilmiah/artikel bereputasi nasional bisa menggunakan google scholar, Garba Rujukan Digital (Garuda), DOAJ, Semantik Scholar. Sedangkan untuk mendapatkan informasi ilmiah/artikel yang bereputasi internasional bisa menggunakan Science Direct, DOAJ, Semantik Scholar, Scopus. Catatan untuk mendapatkan informasi ilmiah / artikel bereputasi internasional kata kunci yang digunakan harus dalam bahas inggris.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhRwwM_hv17Ho-HBviQM72t63TiKoaC1RZIr0bDtCk4IcC8GIBJqAZIUXHDTuy-70r_Gl7B-OUCkeq9Btbm75k804olAq_d_AZQImCmj3zLNIoMVhkx51Ad85aKxvvxtZYS-sCo7ABV6hVQQpADVLnY7bBEWGOcXhwQihwuQegYFAg3OBVwa-uGGImVj9Y&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hasil penggunaan kata kunci perundungan and kesehatan metal siswa di google scholar&quot; data-original-height=&quot;627&quot; data-original-width=&quot;1350&quot; height=&quot;186&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhRwwM_hv17Ho-HBviQM72t63TiKoaC1RZIr0bDtCk4IcC8GIBJqAZIUXHDTuy-70r_Gl7B-OUCkeq9Btbm75k804olAq_d_AZQImCmj3zLNIoMVhkx51Ad85aKxvvxtZYS-sCo7ABV6hVQQpADVLnY7bBEWGOcXhwQihwuQegYFAg3OBVwa-uGGImVj9Y=w400-h186&quot; title=&quot;Hasil penggunaan kata kunci perundungan and kesehatan metal siswa di google scholar&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tangkapan layar hasil pencarian di google scholar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/11/informasi-ilmiah-internet.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhRwwM_hv17Ho-HBviQM72t63TiKoaC1RZIr0bDtCk4IcC8GIBJqAZIUXHDTuy-70r_Gl7B-OUCkeq9Btbm75k804olAq_d_AZQImCmj3zLNIoMVhkx51Ad85aKxvvxtZYS-sCo7ABV6hVQQpADVLnY7bBEWGOcXhwQihwuQegYFAg3OBVwa-uGGImVj9Y=s72-w400-h186-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.2884782 106.0640179</georss:point><georss:box>-30.598712036178846 70.9077679 26.021755636178845 141.2202679</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-902012132056431556</guid><pubDate>Wed, 08 Nov 2023 14:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T09:38:13.267+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendeley</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara membuat akun mendeley dan elsevier</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Pernah mengalami kendala ketika membuat akun mendeley? Kebanyakkan pengguna yang baru menggunakan mendeley, mengalami hal tersebut. Namun, memiliki akun mendeley merupakan syarat wajib ketika ingin menggunakannya. Sebenarnya untuk membuat akun mendeley tidaklah sulit, mendeley merupakan salah satu produk elsevier, jadi kita bisa menggunakan akun elsevier (jika kita memilikinya) untuk menggunakan mendeley. Namun jika kita belum memilikinya (akun elsevier atau mendeley), kita bisa membuatnya dengan cara mengikuti langkah-langkah dibawah ini;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Buka salah satu browser (Mozilla, Chrome and Edge)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Masukan alamat domain &lt;a href=&quot;https://account.elsevier.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://account.elsevier.com&lt;/a&gt;, tampilannya akan seperti gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEitpP8CxHaYWZhe-vjywdaQTiuanHH6jzCnMb-trcxmeGuYO-Vr9yBhr2ErY7BUm7Pg3cHuGJF0t17MZ26LSr6rPnW1vc6dekvrUE_yzDBOCDFu8Yd7ARV_8isHwnMfcXiqiteFnclOO_OXtKOae9TAlJoH_q8u7HSLI2cJYngi5Hz4oOvp6cXWyffzXBc&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Screenshot tampilan create accout elsevier&quot; data-original-height=&quot;481&quot; data-original-width=&quot;940&quot; height=&quot;312&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEitpP8CxHaYWZhe-vjywdaQTiuanHH6jzCnMb-trcxmeGuYO-Vr9yBhr2ErY7BUm7Pg3cHuGJF0t17MZ26LSr6rPnW1vc6dekvrUE_yzDBOCDFu8Yd7ARV_8isHwnMfcXiqiteFnclOO_OXtKOae9TAlJoH_q8u7HSLI2cJYngi5Hz4oOvp6cXWyffzXBc=w610-h312&quot; title=&quot;Screenshot tampilan create accout elsevier&quot; width=&quot;610&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Selanjutnya isi Kolom “&lt;b&gt;&lt;i&gt;First Name&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;” dengan nama depan kalian atau nama panggil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Isi Kolom ”&lt;i&gt;&lt;b&gt;Last Name&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” dengan nama belakang atau marga kalian (Jika ada)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Isi Kolom “&lt;i&gt;&lt;b&gt;E-mail&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” dengan alamat email yang kalian miliki bisa gmail, yahoo dan lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Isi Kolom “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Password&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” (Password yang digunakan harus mengandung Huruf besar, Huruf Kecil, Angka, dan Karakter)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Kemudian centang kolom “&lt;i&gt;&lt;b&gt;I,m not a robot&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Juga Kolom “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Registered user agreement&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Selanjutnay Klik &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Create Account&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya silahkan lakukan verifikasi akun elsevier yang sudah dibuat tersebut. Jika sudah diverifikasi, akun elsevier tersebut siap digunakan sebagai akun mendeley. Untuk lebih jelasnya terkait dengan langkah-langkah&amp;nbsp; di atas silahkan lihat vidio di bawah ini.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; font-size: large; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.blogger.com/video.g?token=AD6v5dyiZKiiJ829TBlnR-0jhDvRY0v6TrsA-bbMZBqcPAvTvijLqLAg406Ec0mlNq8xQ8YIwVvxCr59hidsSuzk9A&#39; class=&#39;b-hbp-video b-uploaded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah selesai melakukan proses verifikasi, selanjutnya klik alamat domain berikut ini &lt;a href=&quot;https://mendeley.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://mendeley.com&lt;/a&gt;, atau ketikan alamat tersebut di “&lt;i&gt;&lt;b&gt;box url&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” pada browser yang anda gunakan, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9AgVCr4a5Mjb3xejMW_J1Z3h96qZPoixsQw2aZi7HfZGsAUSTGdFVGsqk-eKUrMbXRWFvqcM4komKH8tL4ypPCgtPa9gP7qpE5P8VQj4ZhbGHYxN1Bg0ofC_RuJ5VlWBt6AUcRORH7cZHkmzcvrwlyAxy3r30CEwLvyN8076K2dVhBHaLleOyttgwYiU/s940/image.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan website medeley&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;479&quot; data-original-width=&quot;940&quot; height=&quot;326&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9AgVCr4a5Mjb3xejMW_J1Z3h96qZPoixsQw2aZi7HfZGsAUSTGdFVGsqk-eKUrMbXRWFvqcM4komKH8tL4ypPCgtPa9gP7qpE5P8VQj4ZhbGHYxN1Bg0ofC_RuJ5VlWBt6AUcRORH7cZHkmzcvrwlyAxy3r30CEwLvyN8076K2dVhBHaLleOyttgwYiU/w640-h326/image.png&quot; title=&quot;Tampilan website medeley&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tampilan Website Mendeley&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jika sudah muncul tampilan seperti gambar di atas, selanjutnya klik menu “&lt;i&gt;&lt;b&gt;sign in&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;”, maka muncul tampilan seperti gambar di bawah ini;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSB5VshHCDS3pB9tHImuJvBXFAqeOkCuhDYYBuHp6xhJp5eoCiE0ymugnHbg1Zu4HNerOidScOYFkp9QhRQ-A3ELAZZdeV4wR_3nTg4hsUGUdtHwF4r6GxUnh6RzpSf2DW4nUj_M8UCSj82aJa1cZeRBCSJGFWCho1GzyE4mcoJz5pb6En-eeZnf9beiU/s602/Picture1men.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan ketik klik Sign in&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;303&quot; data-original-width=&quot;602&quot; height=&quot;322&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSB5VshHCDS3pB9tHImuJvBXFAqeOkCuhDYYBuHp6xhJp5eoCiE0ymugnHbg1Zu4HNerOidScOYFkp9QhRQ-A3ELAZZdeV4wR_3nTg4hsUGUdtHwF4r6GxUnh6RzpSf2DW4nUj_M8UCSj82aJa1cZeRBCSJGFWCho1GzyE4mcoJz5pb6En-eeZnf9beiU/w640-h322/Picture1men.png&quot; title=&quot;Tampilan ketik klik Sign in&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya masukkan alamat email&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang digunakan saat membuat akun elsevier, kemudian klik “&lt;b&gt;&lt;i&gt;continue&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”, maka muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQjIDXPVYv1bCeyW1NtAccjemr_i70LmUgpBE6O_DWntfrfAQekUPtQ8-HOo_FGm4JZ9VRKiiYfFjNHkGHgDPGFNiiYp_ZY5gy6eyWgRGpBWh4GVhNKRItsZuWZJo87-6IDrghclMfQ99bLrApIFRyRNHECIFee3IU6erNc_-JK1fsdnK_KnCJ1C2kR5U/s602/Picture2men.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;301&quot; data-original-width=&quot;602&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQjIDXPVYv1bCeyW1NtAccjemr_i70LmUgpBE6O_DWntfrfAQekUPtQ8-HOo_FGm4JZ9VRKiiYfFjNHkGHgDPGFNiiYp_ZY5gy6eyWgRGpBWh4GVhNKRItsZuWZJo87-6IDrghclMfQ99bLrApIFRyRNHECIFee3IU6erNc_-JK1fsdnK_KnCJ1C2kR5U/w640-h320/Picture2men.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya, masukan password, kemudian klik “&lt;i&gt;&lt;b&gt;sign in&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;”, jika password yang dimasukan benar, maka muncul tampilan seperti gambar di bawah ini;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDRYK8-RvM9VS7C4TiORFx8xdG-4heKHBtoV7umKKoiuyn9MHmDO2_g3rS7o9KGd_fVfHRe_MMf__DFiob6YpvmOzcperlz41rMTr_wO8nAVPn-iWKAIpV-aQqXu4Oly38M6PiRPY2pu9BPDLC_9mhWqKgE_UyvEAIuO-EHvWbVW7nS1433TvAk8TSqSM/s1354/Screenshot%202023-11-10%20100516.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan Pertama Akun Mendeley Anda Saat Berhasil Sign In&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;651&quot; data-original-width=&quot;1354&quot; height=&quot;309&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDRYK8-RvM9VS7C4TiORFx8xdG-4heKHBtoV7umKKoiuyn9MHmDO2_g3rS7o9KGd_fVfHRe_MMf__DFiob6YpvmOzcperlz41rMTr_wO8nAVPn-iWKAIpV-aQqXu4Oly38M6PiRPY2pu9BPDLC_9mhWqKgE_UyvEAIuO-EHvWbVW7nS1433TvAk8TSqSM/w640-h309/Screenshot%202023-11-10%20100516.png&quot; title=&quot;Tampilan Pertama Akun Mendeley Anda Saat Berhasil Sign In&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tampilan Akun Mendeley, Saat Berhasil Sign In&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Gambar di atas adalah tampilan akun mendeley anda saat berhasil &lt;i&gt;sign in&lt;/i&gt;, sampai disini akun mendeleynya sudah bisa digunakan.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/11/cara-membuat-akun-mendeley-dan-elsevier.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEitpP8CxHaYWZhe-vjywdaQTiuanHH6jzCnMb-trcxmeGuYO-Vr9yBhr2ErY7BUm7Pg3cHuGJF0t17MZ26LSr6rPnW1vc6dekvrUE_yzDBOCDFu8Yd7ARV_8isHwnMfcXiqiteFnclOO_OXtKOae9TAlJoH_q8u7HSLI2cJYngi5Hz4oOvp6cXWyffzXBc=s72-w610-h312-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-1132626739297976637</guid><pubDate>Sat, 04 Nov 2023 04:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:29:57.727+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DDC</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Nomor Klasifikasi Baru untuk Subjek Perubahan Iklim</title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sekarang, buku dengan subjek “&lt;b&gt;perubahan iklim&lt;/b&gt;” telah banyak memenuhi rak Perpustakaan. Dari hasil penelusuran di OPAC Perpustakaan Nasional dengan menggunakan kata kunci “&lt;i&gt;&lt;b&gt;perubahan iklim&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” ditemukan 3736 judul buku. Sebagian besar buku tersebut diklasifikasi kedalam nomor klasifikasi 551.6 dan 363.73874. Jika yang belum tahu, perbedaan tersebut didasarkan pada pembahasan buku tersebut, apakah pembahasannya secara interdisiplineri atau komprehensif, maksudnya untuk koleksi tentang subjek &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;perubahan iklim&quot;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang dibahas secara komprehensif dalam disiplin ilmu pengetahuan alam maka nomor klasifikasi yang digunakan adalah 551.6, sedangkan jika koleksi tersebut dibahas secara interdisiplineri maka nomor klasifikasi yang digunakan adalah 363.73874 tentang pemanasan global. Sekarang, penggunaan nomor klasifikasi 363.73874 untuk subjek &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;perubahan iklim&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot; tersebut telah diusulkan oleh Alex Kerios untuk dirubah pada pertemuan tahunan DDC EPC 114.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEixhO9vOgu-SzgKoGq9-mw7CgZgNCqJUHmqAb4AIIYpwa5kBsuWYG9_KIKNBE0_izvFcgmXCfQiFDkL6SfOn94d-MsIMcRhoc4Yt2GJJu3pi8cwsZgdDVd-er10koRNvTkNVvVM8yG9QIKhoxk92nqnYsp3_apjZC9JSYQ-9OduYDg9zEvSPeTEVAGkVw4&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan OPAC Perpustakaan Nasional&quot; data-original-height=&quot;639&quot; data-original-width=&quot;1172&quot; height=&quot;347&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEixhO9vOgu-SzgKoGq9-mw7CgZgNCqJUHmqAb4AIIYpwa5kBsuWYG9_KIKNBE0_izvFcgmXCfQiFDkL6SfOn94d-MsIMcRhoc4Yt2GJJu3pi8cwsZgdDVd-er10koRNvTkNVvVM8yG9QIKhoxk92nqnYsp3_apjZC9JSYQ-9OduYDg9zEvSPeTEVAGkVw4=w640-h347&quot; title=&quot;Tampilan OPAC Perpustakaan Nasional&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Pada tanggal 12-14 Juli 2023 telah berlangsung pertemuan tahunan komite kebijakan editorial DDC 144 atau DDC Editorial Polily Committee (EPC) 144. DDC EPC adalah komite gabungan internasional OCLC dan ALA yang beranggotakan sepuluh orang. DDC EPC merupakan badan penasihat yang mewakili pengguna DDC untuk membuat rekomendasi kepada OCLC sehubungan dengan kebijakan editorial DDC. Jadi ketika ingin mengusulkan perubahan terkait dengan DDC, bisa mengajukan usulan tersebut melalui DDC EPC dengan cara mengirimkan proposal usulan perubahan. Dalam pertemuan DDC EPC tahun 2023, salah satu usulan perubahan yang dibahas dan disetujui adalah terkait dengan &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;perubahan iklim&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Dalam usulannya, Alex Kerios menjelaskan pengertian perubahan iklim dengan mengutip Wikipedia. Adapun yang dimaksud perubahan iklim dalam Wikipedia adalah modifikasi iklim bumi secara berkala yang diakibatkan oleh perubahan atmosfer serta interaksi antara atmosfer dan berbagai faktor geologi, kimia, biologi, dan geografis dalam sistem bumi (Ensiklopedia Britannica), sehingga menurut Alex Kerios perubahan iklim merupakan subjek yang dibahas secara interdisiplineri (tidak hanya dari satu disiplin ilmu).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sedangkan yang dimaksud pemanasan global (yang nomor klasifikasinya digunakan juga untuk subjek perubahan iklim) merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global. Pemanasan global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim global (Budianto, 2000).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Oleh karena itu, pemanasan global merupakan salah satu alasan terjadinye perubahan iklim, sehingga subjek &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;perubahan iklim&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;lebih luas jika dibandingkan dengan &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;pemanasan global&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Oleh karenanya penggunaan nomor klasifikasi 363.73874 tentang pemanasan global untuk subjek “&lt;i&gt;&lt;b&gt;perubahan iklim&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” dirasa kurang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sekarang, setelah usulan tersebut disetujui, penggunaan nomor klasifikasi yang dirasa sesuai dengan subjek &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;perubahan iklim&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;yang dibahas secara  interdisiplineri adalah nomor klasifikasi 363.7 dan jika subjek tersebut dibahas secara komprehensif dengan disiplin ilmu pengetahuan alam maka nomor klasifikasi yang digunakan adalah 551.6.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/11/nomor-klasifikasi-baru-untuk-subjek.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEixhO9vOgu-SzgKoGq9-mw7CgZgNCqJUHmqAb4AIIYpwa5kBsuWYG9_KIKNBE0_izvFcgmXCfQiFDkL6SfOn94d-MsIMcRhoc4Yt2GJJu3pi8cwsZgdDVd-er10koRNvTkNVvVM8yG9QIKhoxk92nqnYsp3_apjZC9JSYQ-9OduYDg9zEvSPeTEVAGkVw4=s72-w640-h347-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pangkal Pinang, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.1316266 106.1169299</georss:point><georss:box>-30.441860436178846 70.9606799 26.178607236178845 141.2731799</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-3644279000782975313</guid><pubDate>Sat, 28 Oct 2023 14:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-07T16:05:00.319+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Greenstone</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Karakteristik software perpustakaan digital greenstone</title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Greenstone merupakan salah satu software perpustakaan digital yang digunakan untuk membangun dan mendistribusikan koleksi elektronik. Greenstone diproduksi melalui Proyek Perpustakaan Digital Selandia Baru di Universitas Waikato, selanjutnya dikembangkan dan didistribusikan bekerja sama dengan UNESCO dan LSM Human Info.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Greenstone adalah software &lt;i&gt;&lt;b&gt;open-source&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang dikeluarkan di bawah ketentuan GNU (&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.gnu.org/home.en.html&quot;&gt;General Public License&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Tujuan dari software Greenstone adalah untuk memberdayakan pengguna, khususnya di universitas, perpustakaan, dan lembaga layanan publik lainnya, untuk membangun perpustakaan digital di tempat mereka masing-masing. Konsep perpustakaan digital secara radikal telah mereformasi bagaimana informasi disebarluaskan dan diperoleh dari universitas, perpustakaan dan lembaga layanan publik lainnya. Diharapkan nantinya software greenstone dapat mendorong penyebaran perpustakaan digital yang efektif untuk berbagi informasi dan menempatkannya dalam domain publik.&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinFkkVT7p1XVOX1dUpaMmOs9_Q3iGX5MUV-ZDsDbO0LIkpX4Lm9kDJ-U0eEpfnUATxdnm6sTpfJX6ICZeYic7Ey0Dit-ohOGgfeZI2gwJ9vQVaZTK2k5f1-Nf5d3bjFNPg2hwwxYKR74tuNI89YLWnIOg0WN74wM_LRiApZGVWWwXwrjNsQJyaYc2aOOw/s1219/image.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan Software Greenstone&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;641&quot; data-original-width=&quot;1219&quot; height=&quot;336&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinFkkVT7p1XVOX1dUpaMmOs9_Q3iGX5MUV-ZDsDbO0LIkpX4Lm9kDJ-U0eEpfnUATxdnm6sTpfJX6ICZeYic7Ey0Dit-ohOGgfeZI2gwJ9vQVaZTK2k5f1-Nf5d3bjFNPg2hwwxYKR74tuNI89YLWnIOg0WN74wM_LRiApZGVWWwXwrjNsQJyaYc2aOOw/w640-h336/image.png&quot; title=&quot;Tampilan Software Greenstone&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;br /&gt;&lt;h2 style=&quot;clear: both; text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagaimana karakteristik software perpustakaan greenstone?&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Menurut George Pirounakis dan Mara Nikolaidou, dari model objeknya, entitas dasar dari greenstone adalah dokumen, yang dimuat dalam format XML (Xtensible Markup Language). XML sendiri dikembangkan oleh W3C (World Wide Web Consortium), yang merupakan subset dari SGML, namun, XML lebih mudah dari SGML karena punya peraturan yang jelas, konsisten dan tidak begitu banyak fitur dan pilihan yang justru bisa membuat kita bigung.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sedangkan dari karakteristik dukungan koleksi dan hubungannya, koleksi di Greenstone mendefinisikan serangkaian karakteristik yang menggambarkan fungsinya. Karakteristik tersebut adalah: kemampuan pengindeksan, pencarian dan penelusuran, format file, plugin konversi, dan titik masuk untuk impor konten digital. Ada juga beberapa ciri penyajian koleksinya. Representasi struktur hierarki dalam dokumen teks didukung untuk bab, bagian, dan paragraf. Definisi bagian tertentu dalam dokumen teks diimplementasikan melalui tag XML khusus. XLinks dalam suatu dokumen dapat
digunakan untuk menghubungkannya dengan dokumen atau sumber daya.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sedangkan jika dilihat dari karakteristik penyimpanan metadata dan konten digital, dokumen dan sumber daya pada greenstone disimpan pada filesystem. Metadata ditetpkan pengguna dan disimpan dalam dokumen menggunakan format XML internal. Menurut Shahkar Tramboo greenstone dirancang untuk koleksi multi-gigabyte, yang dimaksud dengan multi-gigabyte adalah koleksi dapat berisi jutaan dokumen, membuat sistem greenstone cocok untuk menyimpan koleksi sampai beberapa gigabyte.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Dari karakteristik search dan browsenya, greenstone menawarkan pengindeksan dokumen teks dan bidang metadata tertentu. Selain itu, greenstone juga didukung dengan kemampuan pencarian untuk bagian tertentu dalam dokumen seperti Judul, bab, paragraf atau seluruh dokumen. Pencarian stemming dan peka huruf besar-kecil juga tersedia. Managing Gigabytes (MG) [17] aplikasi sumber terbuka digunakan untuk mendukung pengindeksan dan pencarian. Katalog penelusuran dapat ditentukan untuk bidang tertentu menggunakan struktur hierarki. Menurut Shahka pencaraian pada greenstone bisa dilakukan lebih spesifik dengan menggunakan &lt;i&gt;boolean logic&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Dari manajemen objeknya, koleksi baru dan dokumen yang ada didalmnya dibuat menggunakan Greenstone Librarian Interface. Greenstone Librarian Interface adalah sebuah tool grafis yang digunakan untuk membuat koleksi baru, membuang, melakukan export data ke CD ROMs dan lain-lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Dari antarmukanya, pengguna web default menyediakan penjelajahan dan pencarian koleksi, navigasi ke objek hierarki (seperti buku) menggunakan daftar isi. Penyajian dokumen atau hasil pencarian mungkin berbeda tergantung pada XSLT yang ditentukan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Pengguna di Greenstone termasuk dalam salah satu dari dua grup pengguna yang telah ditentukan sebelumnya: administrator atau pembuat koleksi. Kelompok pengguna pertama mempunyai hak untuk membuat dan menghapus pengguna, sedangkan kelompok pengguna kedua membangun dan memperbarui koleksi. Pengguna akhir memiliki akses ke semua koleksi dan dokumen.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Greenstone dibangun untuk menjadi multibahasa, dan, dengan dukungan dari UNESCO dan komunitas Greenstone, bagian dari Greenstone telah diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Greenstone didukung dengan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Open Archives Initiative Protocol for Metadata Harvesting&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (&lt;a href=&quot;https://www.openarchives.org/pmh/&quot;&gt;OAI-PMH&lt;/a&gt;), Z3950, SRW. Selain itu greenstone juga dapat  bekerja dengan sistem perpustakaan digital lainnya seperti Dspace, fedora, dan lain-lainnya. Dan Greenstone juga memungkinkan untuk membuat extensions and web services.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Dari &lt;i&gt;&lt;b&gt;Level of customization-nya&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, greenstone memberikan penyesuaian untuk presentasi koleksi berdasarkan XSLT dan agen yang mengontrol tindakan spesifik perpustakaan digital. Arsitektur Greenstone menyediakan (i) back end yang berisi koleksi dan dokumen serta layanan untuk mengelolanya dan (ii) front end berbasis web yang bertanggung jawab atas presentasi koleksi, dokumen, dan lingkungan pencariannya.&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Berdasarkan penjelasan tentang karakteristik software perpustakaan digital greenstone di atas, menurut George Pirounakis dan Mara Nikolaidou penggunaan software greenstone sangat cocok untuk organisasi yang hanya ingin menerbitkan buku secara elektronik dalam sistem perpustakaan digitalnya dengan cara yang mudah digunakan dan dapat disesuaikan. karena greenstone mudah untuk merepresentasikan buku secara hierarki, menggunakan daftar isi, sedangkan teks lengkap dari bab dapat dicari.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/10/karakteristik-software-perpustakaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinFkkVT7p1XVOX1dUpaMmOs9_Q3iGX5MUV-ZDsDbO0LIkpX4Lm9kDJ-U0eEpfnUATxdnm6sTpfJX6ICZeYic7Ey0Dit-ohOGgfeZI2gwJ9vQVaZTK2k5f1-Nf5d3bjFNPg2hwwxYKR74tuNI89YLWnIOg0WN74wM_LRiApZGVWWwXwrjNsQJyaYc2aOOw/s72-w640-h336-c/image.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-5873846872401900902</guid><pubDate>Thu, 26 Oct 2023 14:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:32:01.632+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jurnal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mendeley</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Cara membuat kutipan di area catatan kaki (footnote) dengan mendeley cite</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami kebigungan, ketika tidak bisa membuat kutipan di area catatan kaki (footnote) dengan menggunakan mendeley cite. Hal tersebut, dikarena, ketika pertama kali Mendeley Cite v1.28.0 dirilis pada tanggal 6 Mei 2021 untuk menggantikan  plugin mendeley di word,  mendeley cite masih banyak kekuranganya jika dibandingkan dengan plugin mendeley di word, salah satunya adalah mendeley cite belum mendukung untuk membuat kutipan di area catatan kaki. sehingga penggunaan plugin mendeley untuk word belum bisa tergantikan dengan mendeley cite, terutama dalam membuat kutipan di area catatan kaki.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Barulah kemudian ketika mendeley cite v1.62.0 rilis pada tanggal 26 September 2023 lalu, sudah mendukung untuk membuat kutipan di area catatan kaki, namun pada versi tersebut masih sering terjadi eror  ECITE40001, kemudian disempurnakan pada pada versi 1.62.1, dan sekarang di versi mendeley cite v1.63.0, sudah mulai mendukung untuk pembuatan kutipan di area catatan kaki dan terkait dengan eror yang sering terjadi sudah tidak ada lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Dalam tulisan ini, saya akan menjelaskan bagaimana membuat catatan kaki dengan menggunakan mendeley cite versi 1.63.0. Dalam membuat kutipan di area catatan kaki, ada beberapa style yang bisa digunakan&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Turabian 8th edition (full note, no ibid)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Turabian 8th edition (full note)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Turabian 9th edition (full note)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Chicago Manual of Style 17th edition (full note)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Chicago Manual of Style 17th edition (full note, with Ibid.)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Modern Language Association 6th edition (note)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagaimana membuat catatan kaki dengan menggunakan mendeley cite?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;untuk memulai membuat kutipan di area catatan kaki, terlebih dahulu kita pastikan, bahwa kita sudah menginstall mendeley cite di word, jika belum silakan install terlebih dahulu dan jika sudah, maka silahkan klik menu “&lt;i&gt;&lt;b&gt;references&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” pada word, kemudian pilih menu &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;mendeley cite&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dan pilih menu &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;citation settings&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhGPJe2Yv1uB0qJNBaGaqKVW40Y7fr9Etj64r-gIYL3ldKH15zxfpWGJP5CLHw1pCFweA02duVrdPYtPpT2zkCKk0UrKL6X37oCm3I9DXqLsg4C9AjYJOPU44xcVRRNsqSn2invsCO4OSGvaAzFzAlzZDcFi3VCDXoCS_mwJI_8AklpY_meVBjQF-vUubc&quot; style=&quot;background-color: white; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan mendeley cite&quot; data-original-height=&quot;529&quot; data-original-width=&quot;940&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhGPJe2Yv1uB0qJNBaGaqKVW40Y7fr9Etj64r-gIYL3ldKH15zxfpWGJP5CLHw1pCFweA02duVrdPYtPpT2zkCKk0UrKL6X37oCm3I9DXqLsg4C9AjYJOPU44xcVRRNsqSn2invsCO4OSGvaAzFzAlzZDcFi3VCDXoCS_mwJI_8AklpY_meVBjQF-vUubc=w400-h225&quot; title=&quot;Tampilan mendeley cite&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian tentukan terlebih dahulu &lt;i&gt;citation style&lt;/i&gt; yang akan digunakan, dengan cara klik “&lt;i&gt;&lt;b&gt;change citation style&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;”, kemudian kita pilih salah satu dari beberapa style di atas yang biasa digunakan untuk membuat kutipan di arean catatan kaki. Jika kita kita tidak menemukankan style yang diinginkan tersebut, sebaiknya scroll mouse ke bawah, kemudian klik menu &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;serach for another style&quot;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, selanjutnya ketikan nama style yang ingin digunakan, kemudian pilih dan klik menu &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;update citation style&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgfpy2oH9edZMK-fzwZac1miRuKUORsSaY5_diQBTbJhGzhxXBYCNRCjn0ujoI9kqRbKrl00hiplCuuxoJYQmBFPIilxt4MenynSmqGUUIEMTHcBPHLH9sxIjpucE59D7OE6u7_7hfqK0UGc53dzrkkkijnchZY66Y71rF1mqAo9M5sLfOag4fgeomyYOA&quot; style=&quot;background-color: white; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan menu update citation style&quot; data-original-height=&quot;508&quot; data-original-width=&quot;349&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgfpy2oH9edZMK-fzwZac1miRuKUORsSaY5_diQBTbJhGzhxXBYCNRCjn0ujoI9kqRbKrl00hiplCuuxoJYQmBFPIilxt4MenynSmqGUUIEMTHcBPHLH9sxIjpucE59D7OE6u7_7hfqK0UGc53dzrkkkijnchZY66Y71rF1mqAo9M5sLfOag4fgeomyYOA=w275-h400&quot; title=&quot;Tampilan menu update citation style&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kita menentukan citation style, selanjutnya klik menu “&lt;i&gt;&lt;b&gt;References&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” pada mendeley cite, kemudian barulah, kita bisa menggunakan mendeley cite untuk membuat kutipan di area catatan kaki.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiMcDK_rY2TYd5GLYr9fuMOdXVlv4hP6inGd33MxqiDIy48inrbvQqvKSFDiKRSugYqCFzCnI3o_7xIaiKL8UUe3tL__k6vfvywrZhNtzK9q3XUZPbBprlbdg0Ls7XI0BWWO8kjC8ghx2wnEWavIh5epi8ULDSjV0whgaGNzaiKiHzF_T5oSpjZzEyniUM&quot; style=&quot;background-color: white; margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tampilan reference pada mendeley cite&quot; data-original-height=&quot;511&quot; data-original-width=&quot;332&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiMcDK_rY2TYd5GLYr9fuMOdXVlv4hP6inGd33MxqiDIy48inrbvQqvKSFDiKRSugYqCFzCnI3o_7xIaiKL8UUe3tL__k6vfvywrZhNtzK9q3XUZPbBprlbdg0Ls7XI0BWWO8kjC8ghx2wnEWavIh5epi8ULDSjV0whgaGNzaiKiHzF_T5oSpjZzEyniUM=w260-h400&quot; title=&quot;Tampilan reference pada mendeley cite&quot; width=&quot;260&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Jika dibandingkan dengan penggunaan plugin mendeley di word, penggunaan medeley cite lebih mudah dan praktis.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/10/cara-membuat-kutipan-di-area-catatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhGPJe2Yv1uB0qJNBaGaqKVW40Y7fr9Etj64r-gIYL3ldKH15zxfpWGJP5CLHw1pCFweA02duVrdPYtPpT2zkCKk0UrKL6X37oCm3I9DXqLsg4C9AjYJOPU44xcVRRNsqSn2invsCO4OSGvaAzFzAlzZDcFi3VCDXoCS_mwJI_8AklpY_meVBjQF-vUubc=s72-w400-h225-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.2884782 106.0640179</georss:point><georss:box>-31.230194900412055 70.9077679 26.653238500412055 141.2202679</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-1877771929431162434</guid><pubDate>Wed, 25 Oct 2023 13:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:16:27.356+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Karakteristik dasar dari software perpustakaan digital</title><description>&lt;div id=&quot;toc&quot;&gt;&lt;b class=&quot;toc&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Didalam membangun sistem perpustakaan digital, salah satu sumber daya yang dibutuhkan adalah software perpustakaan digital. Sekarang, banyak software perpustakaan digital &lt;i&gt;&lt;b&gt;open source&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang bisa dipilih. Namun Untuk menentukan satu pilihan dari banyaknya pilihan bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan agar software yang dipilih mampu mengakomodir kebutuhan dan tujuan dari lembaga atau perpustakaan yang menyelenggarakan perpustakaan digital. Salah satu nya adalah terkait dengan karakteristik dan fitur dasar dari software tersebut. Menurut George Pyrounakis dan Mara Nikolaidou dalam artikel yang berjudul &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;Comparing open source digital library software&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot; dalam buku &lt;i&gt;&lt;b&gt;&quot;In Handbook of research on digital libraries: Design, development, and impact&quot;,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;  ada 10 karakteristik dasar software perpustakaan digital yang perlu menjadi bahan pertimbangan, ketika menentukan pilihannya terkait software perpustakaan digital mana yang akan digunakan, seperti;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;1. Model Objek&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Model objek adalah struktur internal dari objek digital (entitas yang mengintegrasikan metadata dengan konten digital) dalam sistem perpustakaan digital.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;2. Dukungan koleksi dan hubungan&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Dukungan koleksi dan hubungan adalah yang terkait dengan metadata deskripsi koleksi, definisi dari sub-koleksi dan template yang menggambarkan format objek digital atau presentasi koleksi. Definisi hubungan antara objek dari jenis yang sama atau berbeda.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;3. Penyimpanan metadata dan konten digital &lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Karakteristik yang terkait dengan penyimpanan metadata dan konten digital adalah terkait dengan kemampuan penyimpanan sistem, serta isu-isu yang terkait dengan pelestarian. Hal tersebut penting bagi sistem perpustakaan digital guna memastikan standar selama pengguna menetapkan kumpulan metadata dan berbagai format konten digital&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;4. &lt;i&gt;Searcing&lt;/i&gt;dan&lt;i&gt;browsing&lt;/i&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Karakteristik yang berhubungan dengan searching dan browsing adalah Mekanisme yang digunakan untuk pengindeksan dan pencarian metadata. Hal tersebut penting bagi sistem perpustakaan digital untuk mendukung pengindeksan tidak hanya terbatas untuk kumpulan metadata, tetapi juga untuk bidang metadata yang dipilih.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;5. Manajemen objek&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Metode dan antarmuka pengguna yang disediakan dari sistem perpustakaan digital untuk memanipulasi atau menyisipkan, memperbarui, dan menghapus metadata dan konten digital.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;6. User Interface&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Menyediakan antarmuka bagi pengguna agar end-user atau pengguna akhir sistem perpustakaan digital dapat mengakses koleksi dan objek digital yang ada pada sistem perpustakaan digital tersebut.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;7. &lt;i&gt;Acces control&lt;/i&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Dukungan untuk pengguna dan grup, metode autentikasi dan otorisasi. Tingkat pembatasan untuk akses dan pembaruan, koleksi, objek digital, dan konten yang ada pada sistem perpustakaan digital.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;8. Dukungan bahasa&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa bahasa harus didukung di antarmuka pengguna, di bidang metadata dan di konten digital. Pengkodean karakter sangat penting agar sistem perpustakaan digital sepenuhnya mendukung banyak bahasa. ketika memilih software perpustakaan digital yang akan digunakan untuk membangun sistem perpustakaan digital, kita juga harus memperhatikan bahasa yang mendukung di dalam user interface, didalam bidang metadata, dan konten digital. dalam hal ini character endcoding sangat penting untuk melengkapi beberapa bahasa dalam sistem perpustakaan digital&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;9. &lt;i&gt;Interoperabilitas&lt;/i&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Standar yang didukung sistem perpustakaan digital untuk memastikan interoperabilitas dengan sistem lain. Ekspor objek digital dalam format standar terbuka juga penting. Menurut Putu Laxman Pendit interoperabilitas adalah apabila sistem-sistem dengan perangkat keras dan lunak, struktur data, interface yang berbeda, dapat bertegur sapa dan tukar menukar informasi. sehingga setiap sistem dapat memanfaatkan hasil pertukaran tanpa kesulitan&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;10. Tingkat kustomisasi&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Kustomisasi sistem perpustakaan digital di tingkat koleksi, Format objek digital dan layanan yang disediakan. Kualitas dan metode yang disediakan oleh &lt;i&gt;Application Programming Interfaces&lt;/i&gt;(API) dari sistem Perpustakaan digital.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/10/karakteristik-dasar-dari-software.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.2884782 106.0640179</georss:point><georss:box>-30.598712036178846 70.9077679 26.021755636178845 141.2202679</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-4899205953252719223</guid><pubDate>Tue, 17 Oct 2023 14:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-23T08:18:27.282+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Sumber Daya Manusia Pariwisata untuk Belitung</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLA2CnW2qjoiY5v0wwSD34HPzdKaVxFqOt-lWX7QikDY-WXr9nQEXKTxbFjL9D__uSi9ngGvh7fE1GrI-KNO8BgAWq6BzTwHpXxA4SubFeFHBbmqNp2bAWQiX4Zt24_N_ojnSgv5r881vnQp2-70WqbMxHX8Cbx_FhVpV-BzsAN5-TGXE0NNFwe0RX3jE/s640/IMG_20170430_155505.webp&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rumah keong Gantung, Belitung Timur&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLA2CnW2qjoiY5v0wwSD34HPzdKaVxFqOt-lWX7QikDY-WXr9nQEXKTxbFjL9D__uSi9ngGvh7fE1GrI-KNO8BgAWq6BzTwHpXxA4SubFeFHBbmqNp2bAWQiX4Zt24_N_ojnSgv5r881vnQp2-70WqbMxHX8Cbx_FhVpV-BzsAN5-TGXE0NNFwe0RX3jE/w400-h225/IMG_20170430_155505.webp&quot; title=&quot;Rumah keong Gantung, Belitung Timur&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Pariwisata merupakan hal baru bagi masyarakat Pulau Belitung. Selama ratusan tahun, sebelum keindahan alam Pulau Belitung dikenal luas melalui film laskar pelangi, masyarakat Pulau Belitung sangat akrab dengan kehidupan tambang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Timah Pertama kali di temukan di Bangka pada pertengahan abad ke 17. Menurut Sutedjo Sujitno dalam buku Sejarah Penambangan Timah di Indonesia menjelaskan bahwa timah yang ada di Bangka telah ditambang pada pertengahan abad ke-17, hal tersebut dibuktikan dengan adanya catatan tentang VOC yang telah melakukan hubungan dagang dengan Palembang sejak 1649, salah satu yang menjadi komuditasnya adalah timah. Namun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa timah pertama kali ditemukan di Bangka pada tahun 1709 saat ditemukannya logam putih yang berserakan ditanah bekas hutan yang terbakar di daerah Merawang. Setelah kurun waktu yang cukup lama timah di temukan di Bangka. Barulah pada tahun 1770-1780 seorang Asisten Residen Belitung menyakini bahwa di Belitung terdapat kandung timah yang kemudian pada tahun 1822 dilakukan penelitian dan berhasil menemukan bukti bahwa di Belitung mengandung timah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Dalam sejarahnya, pertimahan di Kepulauan Bangka Belitung selalu mengalami pasang surut, baik dari sisi harga jual maupun produksinya. Seperti beberapa tahun terakhir ini harga timah dunia sempat anjlok dan produksinya menurun. Cadangan timah yang setiap tahunnya semakin menipis, diyakini merupakan salah satu penyebab menurunnya produksi timah. Mengigat timah merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Kondisi tersebut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sehingga mustahil jika harus tetap bertahan dengan mengandalkan timah untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. Oleh karenanya, perlu solusi dengan menawarkan sumber ekonomi baru pasca timah.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizgBp4XHA9Uf9yOxp2iOcGIiDBdzM2Z2vkTy93LO5mRjg6mv78FnYQzFSUaxVCzZ0TL7Mlw9HYhqhw7b9jR0t0fJYdLFWmG04I2dRc2nAr7tQHUlhdO96vj-7JzxP8AjdDWLORjqCrZMzstBcSoLA1L4Rr45EhDcQ6ifzuB5MJ3EormAlOC7VWKlUYAh4/s640/IMG_20170430_155742.webp&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pemandangan di rumah keong&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizgBp4XHA9Uf9yOxp2iOcGIiDBdzM2Z2vkTy93LO5mRjg6mv78FnYQzFSUaxVCzZ0TL7Mlw9HYhqhw7b9jR0t0fJYdLFWmG04I2dRc2nAr7tQHUlhdO96vj-7JzxP8AjdDWLORjqCrZMzstBcSoLA1L4Rr45EhDcQ6ifzuB5MJ3EormAlOC7VWKlUYAh4/w400-h225/IMG_20170430_155742.webp&quot; title=&quot;Pemandangan di rumah keong&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Keindahan alam Kepulauan Bangka Belitung yang dikenal melalui film laskar pelangi, telah menjadi daya tarik untuk mendatangkan banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Momen tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menjadikan Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Dengan doa dan usaha, pada tanggal 15 Maret 2016, melalui persetujuan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, maka ditetapkanlah Tanjung Kelayang yang terletak di Kecamatan Sijuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dengan kegiatan utama pariwisata. Pada tanggal tersebut akan menjadi hari bersejarah yang menentukan bagaimana pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya Belitung kedepannya. Apakah hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung, atau justru sebaliknya. Dampak apa yang akan dirasakan oleh masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Belitung nantinya, sangat dipengaruhi salah satunya oleh Sumber Daya manusianya, apakah mereka memiliki kompetensi dan wawasan yang dibutuhkan dalam mendukung pariwisata Kepulauan Bangka Belitung atau tidak. Jika SDM nya tidak memiliki kompetensi dan wawasan tentang pariwisata maka masyarakat belitung nantinya hanya akan menjadi penonton di rumahnya sendiri. Oleh karenanya, untuk mewujudkan harapan tersebut, bukan hal yang mudah, tidak cukup hanya dengan mempersiapkan sarana prasarana tanpa didukung Sumber Daya Manusia/masyarakat yang ahli, terampil, inovatif dan kreatif, sehingga pembangunan fisik dan non fisik (sarana prasarana dan sumber daya manusia) harus sama-sama menjadi prioritas dan harus dibangun secara beriringan tanpa memprioritaskan salah satunya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: Tahoma; font-size: medium; text-align: justify;&quot;&gt;Transisi yang terjadi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata, akan menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi kita semua. Masyarakat yang awalnya terbiasa dengan suasana kehidupan tambang akan mengalami kegamangan/ketidak tahuan ketika harus memasuki kehidupan baru yang bernama pariwisata. Wawasan dan pengetahuan tentang pariwisata sangat dibutuhkan agar mereka mengetahui apa yang harus mereka lakukan untuk membangun pariwisata? Bagaimana mereka melakukanya?. Dengan kondisi yang demikian peran aktif pemerintah dalam mempersiapkan SDM pariwisata sangat di butuhkan guna mempercepat proses transisi, karena jika hal tersebut tidak dilakukan maka proses transisi akan berlangsung lama dan untuk bisa move on dari dunia pertambangan juga akan berlangsung lama, jika hal tersebut berlangsung cukup lama, maka sedikit-banyaknya, langsung-tidaknya hal tersebut akan mempengaruhi dan memberikan dampak bagi wajah pariwisata Pulau Belitung nantinya.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/10/sumber-daya-manusia-pariwisata-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLA2CnW2qjoiY5v0wwSD34HPzdKaVxFqOt-lWX7QikDY-WXr9nQEXKTxbFjL9D__uSi9ngGvh7fE1GrI-KNO8BgAWq6BzTwHpXxA4SubFeFHBbmqNp2bAWQiX4Zt24_N_ojnSgv5r881vnQp2-70WqbMxHX8Cbx_FhVpV-BzsAN5-TGXE0NNFwe0RX3jE/s72-w400-h225-c/IMG_20170430_155505.webp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pulau Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.8708938 107.9531836</georss:point><georss:box>-8.5014241830668489 72.7969336 2.7596365830668477 143.1094336</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-4656715295720185613</guid><pubDate>Mon, 09 Oct 2023 07:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:18:31.318+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Perpustakaan</category><title>Memahami Konsep Perpustakaan Digital</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMDRYaTwYzgX4qDFfKzRVMj3DPO04n8uP7fjrF-9tzmd08WJFC76K5yKRTV4pfWRV-fr41GincvyPibe1QKSh9Bd6ABg8T_IH15TdPvm0rbK5QTBSm3Wf3rwOEl11ji99J5VFmTlzpebn3_L52jPkktTzaODOD6JpyliFbo_7hBwumTvqpNwK1TrDy0s0/s5000/group-indian-people-with-book-icon-overlay.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gambar hanya ilustrasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2784&quot; data-original-width=&quot;5000&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMDRYaTwYzgX4qDFfKzRVMj3DPO04n8uP7fjrF-9tzmd08WJFC76K5yKRTV4pfWRV-fr41GincvyPibe1QKSh9Bd6ABg8T_IH15TdPvm0rbK5QTBSm3Wf3rwOEl11ji99J5VFmTlzpebn3_L52jPkktTzaODOD6JpyliFbo_7hBwumTvqpNwK1TrDy0s0/w400-h223/group-indian-people-with-book-icon-overlay.jpg&quot; title=&quot;Gambar hanya ilustrasi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Teknologi informasi dan komunikasi yang merambah dunia perpustakaan, telah memberikan dampak dan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan perpustakaan. Koleksi perpustakaan, yang sebelumnya hanya terbatas pada koleksi tercetak, sekarang tersedia&amp;nbsp; dalam format Non-Tercetak (Elektronik). Perubahan tersebut, telah memunculkan paradigma baru tentang konsep perpustakaan digital.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Konsep perpustakaan digital sebenarnya sudah ada sejak lama, namun sekarang konsep tersebut menjadi populer dilingkungan perpustakaan. Hal tersebut, tidak terlepas dari sebuah pemikiran tentang konsep perpustakaan elektronik yang ditulis oleh Kenneth Dowlin dalam bukunya yang berjudul &quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;the electronic library&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&quot; pada tahun 1984. Di dalam bukunya, Kenneth Dowlin memberikan gambaran tentang ciri-ciri perpustakaan elektronik sebagai berikut: (1) Menggunakan komputer untuk mengolah sumberdaya perpustakaan; (2) Menggunakan saluran elektronik untuk menghubungkan penyedia informasi dengan pengguna informasi; (3) Memanfaatkan transaksi elektronik yang dapat dilakukan dengan bantuan staff jika diminta oleh pengguna; (4) Memakai sarana elektronik untuk menyimpan, mengelola, dan menyampaikan informasi kepada pengguna.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sedangkan menurut Putu Laxman Pendit konsep perpustakaan digital sudah ada sejak tahun 1990an. Pada tahun tersebut perkembangan perpustakaan digital menjadi penentu ciri awal dari perpustakaan digital yang berkembang saat sekarang. Di Indonesia sendiri konsep perpustakaan digital mulai diterapkan sejak tahun 1996. Hal ini ditandai dengan adanya jaringan kerjasama InCUVL (Indonesia Cristian University Virtual Library) yang terbentuk pada tahun 1996. Jaringan kerjasama InCUVL sendiri menggunakan software new SPEKTRA yang secara resmi berjejaring sejak tahun 1999 [2]. Perkembangan perpustakaan digital di Indonesia tidak berhenti sampai disitu, banyak upaya yang telah dilakukan didalam mengembangkan perpustakaan digital di Indonesia, diantaranya adalah mengembangkan perpustakaan digital melalui jaringan perpustakaan digital nasional pada bulan juni 2001, pembentukan jaringan perpustakaan nasional ini berawal dari peluncuran situs Ganesha Digital Library (perpustakaan digital milik ITB) pada bulan oktober 2000.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sekarang upaya untuk merealisasikan konsep perpustakaan digital di Perpustakaan Perguruan Tinggi masih terkendala dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun perpustakaan digital. Biaya tersebut tidak hanya terbatas pada pengembangan perangkat keras, tetapi juga  pengembangan dan pemilihan software yang akan digunakan dalam membangun perpustakaan digital. Besaran biaya yang digunakan didalam membangun perpustakaan digital tersebut mengakibatkan perkembangan perpustakaan digital di Indonesia menjadi tidak merata.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Namun disisi lain, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, banyak solusi yang ditawarkan untuk mengurangi besarnya biaya yang digunakan dalam membangun perpustakaan digital. Salah satunya adalah dengan menggunakan perangkat lunak berbasis open source. Hal ini dirasakan sesuai dengan konsep yang dikemukakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia yaitu &quot;Indonesia Go Open Source (IGOS). Saat ini, perangkat lunak berbasis open source untuk membangun perpustakaan digital berkembang pesat dengan menawarkan fitur-fitur yang lebih bervariasi. Adapun beberapa aplikasi open source yang bisa digunakan dalam membangun perpustakaan digital adalah GDL, Dspace, Eprint, Greenstone.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Pengertian Perpustakaan Digital&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Menurut &lt;b&gt;&lt;i&gt;Digital Library Federation&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang dimaksud dengan perpustakaan digital adalah organisasi yang menyediakan sumber daya, termasuk staf khusus, untuk memilih, menyusun, menawarkan akses intelektual ke sumber daya tersebut, menafsirkan, mendistribusikan, menjaga integritas dari sumber daya tersebut, dan memastikan keberlangsungan koleksi karya digital dari waktu ke waktu sehingga siap dan tersedia secara ekonomis untuk digunakan oleh komunitas atau sekumpulan komunitas tertentu.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;&quot;…organization that provide the resources, inculding the specialized staff, to select, strukture, offer intellectual acces to, interpret, distribue, preserve the integrity of, and ensure the persistence over time of collections of digital woks so that they are readily and economically available for use by a defined community or set of communities…&quot;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Sedangkan menurut Dian Wulandari konsep perpustakaan digital adalah sebagai perpustakaan elektronik yang informasinya didapat, disimpan dan diperoleh kembali melalui format digital. dan menurut Ismail Fahmi perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak, koleksi elektronik, staff pengolah, pengguna, organisasi, mekanisme kerja serta layanan, dengan memanfaatkan berbagai jenis teknologi informasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Menurut Tedd and Large perpustakaan digital pada dasarnya memiliki tiga karakteristik yaitu (1) menggunakan teknologi yang mampu mengintegrasikan kemampuan menciptakan, mencari dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dalam sebuah jaringan yang tersebar luas; (2) memiliki koleksi yang meliputi data dan metadata yang saling mengaitkan berbagai data, baik dilingkungan internal maupun eksternal; (3) merupakan kegiatan mengoleksi dan mengatur sumber daya digital yang dikembangkan bersama-sama komunitas pemakai jasa untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka [6]. Untuk itu perpustakaan digital merupakan integrasi berbagai institusi yang memilih, mengoleksi, mengolah, merawat dan menyediakan, informasi secara meluas keberbagai komunitas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Dari beberapa definisi dan penjelasan tentang konsep perpustakaan digital di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan digital merupakan organisasi yang menyediakan sumber daya berupa perangkat keras, perangkat lunak, koleksi elektronik, staf khusus, dan lainnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan perpustakaan digital, untuk memilih, menyusun, menawarkan akses intelektual ke sumber daya tersebut, menafsirkan, mendistribusikan, menjaga integritas dari sumber daya tersebut, dan memastikan keberlangsungan koleksi karya digital dari waktu ke waktu sehingga siap dan tersedia secara ekonomis untuk digunakan oleh komunitas atau sekumpulan komunitas tertentu.&lt;/p&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/10/memahami-konsep-perpustakaan-digital.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMDRYaTwYzgX4qDFfKzRVMj3DPO04n8uP7fjrF-9tzmd08WJFC76K5yKRTV4pfWRV-fr41GincvyPibe1QKSh9Bd6ABg8T_IH15TdPvm0rbK5QTBSm3Wf3rwOEl11ji99J5VFmTlzpebn3_L52jPkktTzaODOD6JpyliFbo_7hBwumTvqpNwK1TrDy0s0/s72-w400-h223-c/group-indian-people-with-book-icon-overlay.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055061319420083903.post-5543031544093621084</guid><pubDate>Fri, 29 Sep 2023 14:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-08-12T10:39:27.935+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><title>Ancaman Krisis Lahan Produktif di Bangka Belitung Semakin Nyata</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja1HcSwx2F3yFm6gKZPZi0ybrVbUlTJtlftyoEqJL5YtaTRXV3gVz9w6QGXWl0hVTS8HgNfhXaOzc2OaySd0uKitpoZXS24BZMq0D4JvIyktaTsTm2tpeSCohsCLfnCW0R7oDaqudH0g3Zq7IhbXwZyt0dtucyiKeRuCpSQPZoEXVctnWcxozOxZQrByI/s4160/IMG_20170101_153050.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pantai Parai Bangka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;3120&quot; data-original-width=&quot;4160&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja1HcSwx2F3yFm6gKZPZi0ybrVbUlTJtlftyoEqJL5YtaTRXV3gVz9w6QGXWl0hVTS8HgNfhXaOzc2OaySd0uKitpoZXS24BZMq0D4JvIyktaTsTm2tpeSCohsCLfnCW0R7oDaqudH0g3Zq7IhbXwZyt0dtucyiKeRuCpSQPZoEXVctnWcxozOxZQrByI/w640-h480/IMG_20170101_153050.jpg&quot; title=&quot;Pantai Parai Bangka&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;“&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak-cucu kita&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;”. Istilah tersebut sering membanjiri media sosial setiap tahunnya, tepatnya di setiap tanggal 22 April yang diperingati sebagai hari bumi. Hal itu merupakan upaya untuk mengkampanyekan rasa kepedulian kita terhadap bumi. Walaupun terkadang secara sadar atau tidak, perilaku kita masih jauh dari rasa peduli. Hal yang mungkin sering kita lakukan adalah membuang sampah tidak pada tempatnya dan merusak alam dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti mengeruk bumi untuk mengambil mineral yang terkandung didalamnya, kemudian meninggalkannya tanpa upaya untuk memulihkannya kembali. Jika hal tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama dan secara terus-menerus, maka akan menyebabkan terjadinya bencana, sehingga apa yang kita nikmati hari ini, kemungkinan besar tidak akan dinikmati oleh anak cucu kita kelak. Sedangkan jika kita meresapi makna dari istilah di atas, maka sekecil apa pun hal yang kita lakukan, jika itu akan menyebabkan bumi ini rusak, maka harusnya kita bertanggung jawab untuk memulihkannya dan mengembalikannya kepada anak cucu kita dalam keadaan sebagaimana kita meminjamnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Entah mengapa, kondisi yang demikian umum terjadi di daerah yang kaya akan sumber daya alam. Kondisi yang disebabkan oleh kegagalan kita didalam mengendalikan keserakahan atas sumber daya alam, sehingga menyebabkan lingkungan rusak. tanpa terkecuali di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki luas wilayah sebesar 81.725,06 km2, dari luas wilayah tersebut sebesar 16.424,14 km2 merupakan luas daratan, dan 65.301 km2 merupakan luas lautan. Hampir semua wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baik di darat maupun laut memiliki cadangan timah, sehingga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disebut &lt;i&gt;&lt;b&gt;world’s tin belt&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Kegiatan penambangan timah di Pulau Bangka dan Belitung sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Menurut Sujitno;, (2007) di Pulau Bangka, penambangan timah sudah dimulai sejak pertengahan abad ke 17, sedangkan di Pulau Belitung sejak abad ke 19. Dalam sejarahnya, kegiatan penambangan timah yang dilakukan di Pulau Bangka maupun Belitung telah banyak memberikan dampak bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun masyarakatnya, baik dampak positif maupun negatif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Bahkan permasalahan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memposisikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada posisi yang dilematis atau seperti memakan buah simalakama, jika dimakan salah dan tidak dimakan pun salah. Dalam laporan penelitian yang dilakukan oleh Rahman dkk pada tahun 2010 tentang timah Babel diantara globalisasi dan glokalisasi menyimpulkan bahwa Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disatu sisi berkepentingan untuk mendapatkan pemasukan keuangan daerah guna mempercepat proses pembangunan, sedangkan disisi lain pemerintah dihadapkan pada persoalan kerusakan lingkungan dan perubahan bentang alam yang terakumulasi akibat kegiatan penambangan timah yang telah dilakukan sejak lama tanpa memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) pada tahun 2020 mencatat sekitar 1.053.253,19 hektar lahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berubah fungsi menjadi lahan kritis atau sekitar 64,12% dari luas daratan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan menurut Jessix Amundian sebagai Direktur Eksekutif Daerah WALHI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan aktivitas tambang timah telah menyebabkan lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baik di darat dan laut menjadi rusak. Menurutnya dalam kurun waktu 10 tahun sejak berita ini dimuat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah kehilangan lahan produktif seluas 320.760 hektar[1]. Menurut Ginting dalam Henri et al., (2018) kondisi yang demikian akan menyebabkan terjadinya degradasi lahan dan penyempitan lahan produktif masyarakat. Bahkan kondisi tersebut terjadi merata dihampir semua wilayah darat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sehingga tidak menutup kemungkinan suatu saat Provinsi yang kaya akan sumber daya alam timah ini akan mengalami krisis lahan produktif, jika tidak ada upaya apapun untuk menyelesaikan permasalahan ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Untuk menyelesaikan permasalahan kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidaklah mudah. Apalagi jika hanya mengandalkan upaya penertiban tambang timah illegal, karena upaya tersebut sudah sering dilakukan dan tidak jarang berujung konflik antara pemerintah dengan masyarakat penambang. Seperti konflik pada tahun 2019 silam yang terjadi di Pulau Belitung, menyebabkan petugas Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terluka dan tujuh kendaraan operasional dirusak oleh masa. Konflik seperti ini, bukan pertama kali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Konflik yang lebih besar terjadi pada 2006 silam, dan menyebabkan Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kerusakan parah. Oleh karena itu, Menurut Swastiwi et al., (2017) dalam buku lintas sejarah perdagangan timah di Bangka Belitung abad 19-20 menyatakan bahwa latar belakang sejarah timah yang telah mengakar sejak masa lalu membuat daerah ini sulit berkembang dengan ditopang oleh ekonomi lain, sekalipun itu lada.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: Tahoma; font-size: medium;&quot;&gt;Disisi lain, dampak yang sama juga timbul akibat kegiatan penambangan timah yang dilakukan secara legal. Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), dalam pers rilisnya pada tahun 2018, menyatakan bahwa sebayak 1,1 juta hektar lahan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikuasai 1.343 Izin Usaha Pertambangan. Dengan kondisi yang demikian, Siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?, upaya apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan penambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSZ1V-JptJuv2Sgm43JMqBQLXU3osPB9v1UOasUCPzIt8yjllq5Mjh3xC1hq-NXqk7_yWXj86rhj1GMPUMqTMVs6rAH4bZVm9gcTHHGXzYl-veQGvOgRPbBI1PGJZielczNMVpgeg5jpuVwo59WLZpLlWD8UHUhGjIB9Gm9rtC3yyXM5QTD3CUbvs1_I/s4624/IMG_20201128_123311.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pantai Tanjung Pesona, Bangka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;2080&quot; data-original-width=&quot;4624&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSZ1V-JptJuv2Sgm43JMqBQLXU3osPB9v1UOasUCPzIt8yjllq5Mjh3xC1hq-NXqk7_yWXj86rhj1GMPUMqTMVs6rAH4bZVm9gcTHHGXzYl-veQGvOgRPbBI1PGJZielczNMVpgeg5jpuVwo59WLZpLlWD8UHUhGjIB9Gm9rtC3yyXM5QTD3CUbvs1_I/w640-h288/IMG_20201128_123311.jpg&quot; title=&quot;Pantai Tanjung Pesona, Bangka&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>https://4rjakusuma.blogspot.com/2023/09/ancaman-krisis-lahan-produktif-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Arja Kusuma)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja1HcSwx2F3yFm6gKZPZi0ybrVbUlTJtlftyoEqJL5YtaTRXV3gVz9w6QGXWl0hVTS8HgNfhXaOzc2OaySd0uKitpoZXS24BZMq0D4JvIyktaTsTm2tpeSCohsCLfnCW0R7oDaqudH0g3Zq7IhbXwZyt0dtucyiKeRuCpSQPZoEXVctnWcxozOxZQrByI/s72-w640-h480-c/IMG_20170101_153050.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-2.2884782 106.0640179</georss:point><georss:box>-30.598712036178846 70.9077679 26.021755636178845 141.2202679</georss:box></item></channel></rss>