<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816</atom:id><lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 04:38:00 +0000</lastBuildDate><category>lainnya</category><category>renungan</category><category>berita kantor</category><category>gagasan</category><category>psikologi</category><category>berita kampus</category><category>berita organisasi</category><category>liqo&#39;at</category><title>:: namovanma ::</title><description>belajar untuk selalu memberi</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-6069957500186387220</guid><pubDate>Tue, 10 May 2011 16:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-10T23:33:26.673+07:00</atom:updated><title>Lebih dari sekedar tahu Teori</title><description>[tulisan lepas]. Ada benarnya juga apa yang disampaikan oleh seorang pemateri di suatu pelatihan. Beliau menyampaikan bahwa &lt;blockquote&gt;teori itu tidak bisa digunakan jika kita hanya tahu tanpa paham&lt;/blockquote&gt;. Saya sendiri juga baru &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ngeh &lt;/span&gt;kalau sebenarnya seperti itu. Saya seringkali mendengar bahwa teori itu sulit diterapkan apa adanya ke lapangan praktis. Atau bahkan ada teori yang tidak bisa digunakan atau tidak cocok digunakan di lapangan. Bahwa teori itu berbeda dengan prakteknya. Bahwa teori itu tidak terpakai di lapangan. Saya lama berpikir dan bertanya-tanya, &quot;apa iya sih? teori itu tidak bisa digunakan? apa iya teori itu berbeda dengan kenyataan di lapangan? dan sebagainya...&quot; Saya hanya penasaran, jika demikian lantas apa gunanya kita diminta untuk belajar teori? apa gunanya kita diharuskan memahami dulu teori-teori yang ada?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya baru dapat benang merahnya adalah ketika saya mendengar sang pembicara di pelatihan tersebut mengatakan seperti itu. Padahal dosen saya sering berpesan dan mendidik kami terkait perlunya pemahaman teori. Tapi barangkali belum nyambung dan belum dapat benang merahnya ketika saya mendapati ada yang ngomong begini dan begitu soal teori. Karena pada dasarnya saya sangat menyakini bahwa ilmu itu ada dan harus dimiliki sebelum melakukan amal. Berarti bahwa teori perlu diketahui sebelum praktek. Dalam kenyataannya ya bukan berarti tidak praktek sama sekali sebelum tahu teori atau ilmunya sih. Bisa dua-duanya sambil jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah bahwa teori tidak bisa digunakan jika hanya tahu tanpa paham, kini saya coba resapi. Saya rasa adalah benar demikian. Hal ini saya rasakan ketika saya mendapat pengalaman dan pelajaran ketika magang di sebuah perusahaan besar dan ketika harus kerja kontrak dengan sebuah yayasan untuk melakukan analisa jabatan dan menyelesaikan produk dari analisa jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali ingat apa yang dipesankan dosen kepada kami selaku mahasiswanya. Bahwa kita harus paham inti dari sebuah teori. Nyambung juga dengan pemateri pelatihan tadi, bahwa setiap teori memiliki latar belakang sendiri-sendiri. Yang perlu diketahui hanyalah prinsip utama dari sebuah teori. Karena selebihnya adalah pengembangan dan penyesuaian dengan kondisi organisasi (tailor-made). Ketika kita memahami prinsip dasar sebuah teori, maka kita pun akan bisa memahami bagaimana kita menggunakan, memodifikasi, dan menyesuaikan dengan kebutuhan tanpa mengurangi esensi utamanya. Sehingga produk yang dihasilkan bisa sesuai dengan kebutuhan organisasi, user friendly seperti apapun kondisi organisasi kita tetap dapat menggunakan teori yang sudah kita pahami sebelumnya. Bahkan sangat dimungkinkan dengan dasar yang sama membutuhkan model atau bentuk yang berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun teorinya, bagaimanapun kondisi organisasi kita akan tetap dapat menerapkan teori itu dengan mengembangkan atau memodifikasinya. Intinya adalah pemahaman pada sebuah teori. Bagaimana prinsip dasar, latar belakang, dan penggunaannya. Jika belum paham, maka belajar lagi ^_^.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2011/05/lebih-dari-sekedar-tahu-teori.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-6435469383930918159</guid><pubDate>Wed, 05 Jan 2011 12:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-05T20:43:51.823+07:00</atom:updated><title>Selalu ada ke-SYUKUR-an dalam setiap langkah</title><description>&lt;blockquote&gt;&quot;Selalu ada kesyukuran dalam setiap langkah&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;------------------------------------------------- namovanma&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba saja kalimat itu muncul di benakku. Seperti sewaktu dulu kuliah S1, di saat penat kondisinya tiba-tiba muncul kalimat &lt;a href=&quot;http://arahbalik.blogspot.com/2007/12/make-life-is-good.html&quot;&gt;&quot;Make Life is Good&quot;&lt;/a&gt;. Kalimat ini muncul dalam kondisi yang hampir sama, namun tak serupa. Kondisi sama-sama penat, karena dalam waktu yang beruntun harus mengerjakan banyak proyek (tugas praktek_red). Belum lagi akan dikejar-kejar waktu ujian sidang dan deadline proposal tesis. Namun, alhamdulillah tak se-stress duluuuuu kala. Maklum, pelajaran yang sangat berharga harus kuambil. Kejadian psikosomatis yang hampir saja membuatku sakit kepala berlanjut tak terjadi. Hanya kumat-kumatan, tapi paling tidak alhamdulillah tak sampai masuk rumah sakit (ups, jangan sampai Ya Allah....). Manajemen waktu, mengenali tipikel diri sendiri, dan manajemen stress sudah mulai di sadari dan diperbaiki.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagi-lagi saya berpikir, entah dari kebaikan diri yang mana? entah dari doa saya yang mana? entah dari kebaikan dan doa siapa? begitu kemudahan itu datang saya rasakan. Ketika kondisi perekonomian keluarga sedang minim, empet-empetan (translate: menahan), eh lha kok ada saja rejeki yang datang. Terutama soal makan. Hehe.... harap dimaklumi. Dan beberapa pembolehan penundaan pembayaran yang tak sampai dapat kartu merah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sangat terasa sekali ketika dalam kondisi serba mepet, kerjasama dalam menyelesaikan tugas-tugas praktek kami cukup berjalan dengan baik. Saya memulai, yang lain menyelesaikan. Saya melengkapi, yang lain mengkonfirmasi. Saya berdiskusi, yang lain menambahi. Tepat benar! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di saat ide lagi buntu (maklum tugasnya mikir teruuuus), eh lha kok tiba-tiba &quot;TING!&quot; muncullah ide itu. Tet..tet...tretet..tet..teeeet.... seolah seperti bola salju yang menggelinding. Sekali didorong untuk menggelinding, laju terus berputar. Seolah gaya gesek nol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di saat teman-teman sakit karena drop dan flu berkepanjangan, alhamdulillah saya masih bisa mengelola diri untuk tidak sampai sakit berkepanjangan. Maklum, pernah sakit semingguan juga. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di saat tugas bejibun, alhamdulillah tugas yang diberikan kepada saya pun bisa diselesaikan dan sampai dipresentasikan. Sukses. Alhamdulillah. Padahal sama sekali saya tidak berpikir sejauh itu. I just do it. Apa yang saya bisa dan mampu kerjakan, hajar saja. Insya Allah tak ada ruginya pula. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kawan, yakini saja bahwa rasa syukur kita itu harus dan harus dilebihkan dari rasa mengeluh kita. Barangkali sedikit-sedikit, sebentar-sebentar kita mengeluh. Ini dan itu. Ternyata jika kita menyadari dan refleksi, Subhanallah ternyata keharusan kita untuk bersyukur lebih banyak daripada rasa keluhan yang harus kita lontarkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jalani apa yang dihadapi, karena tak mungkin Allah memberikan peristiwa atau tantangan buat kita TANPA MANFAAT. Pasti semua ada manfaat, tinggal kita mau mengambil atau tidak. Karena hidup itu ada jalan pilihan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nikmati perjalanan hidup dan setiap peristiwa yang ada&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perbanyak berbuat kebaikan, lalu mendoakan setiap diri dan kawan-kawan kita&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bersyukur dan manajemen stress dengan baik&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kata Mario Teguh, perhatikan apa yang terjadi!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, &quot;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.&quot; (Terjemah QS. Ibrahim: 7)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2011/01/selalu-ada-ke-syukur-dalam-setiap.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-4825350678336965273</guid><pubDate>Thu, 11 Nov 2010 01:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-11T10:01:57.943+07:00</atom:updated><title>Rp 50.000 per orang</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqoYpv57yA54ywy5R_It5PEirQtBDGqvyEs4VPEdcHKSOSi71QD375BuDHU-37iBwr7R0fhOFuvt-YxUXYxNQj3vOy38Qf_O6vB9KQHzG221XvX8xD-2RqcVV-Ob_H_K8OPX_l7UFMwx2n/s1600/uang+50ribu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 136px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqoYpv57yA54ywy5R_It5PEirQtBDGqvyEs4VPEdcHKSOSi71QD375BuDHU-37iBwr7R0fhOFuvt-YxUXYxNQj3vOy38Qf_O6vB9KQHzG221XvX8xD-2RqcVV-Ob_H_K8OPX_l7UFMwx2n/s320/uang+50ribu.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5538121874035478546&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Saya sangat bersyukur bisa belajar kembali dan memahami lagi orang-orang yang menjadi bagian dari tim saya saat ini. Pengalaman dan karakteristik personal memang berpengaruh. Perilaku merupakan fungsi dari karakteristik personal dan pengaruh lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bercerita terkait salah seorang di tim saya. Kebetulan beliau ini paling tua usianya diantara kami dan yang sudah berkeluarga diantara kami juga. Berbekal kapasitas dan waktu serta energi yang dimiliki, ternyata ada tugas yang kawan saya ini merasa tidak mampu untuk menyelesaikan. Deadline sudah di depan mata. Eh, tidak di depan mata lagi ding. Sudah berlalu. Hehe... Alias sudah ditagih-tagih belum juga kelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu waktu kawan saya ini mengirim SMS kepada kami, yang intinya (kebetulan SMS-nya sudah saya hapus) adalah meminta bantuan kepada kami untuk membantu menyelesaikan tugasnya. Dan setiap orang akan diberikan uang Rp 50.000. Hehe... kebetulan kami-kami yang menjadi partnernya memiliki sinyal yang sama, yaitu SENYUM dan TIDAK MEMBALAS SMS-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, memang sekarang ini hidup seudah dimatrekan. Semua-mua dikuantifikasikan dengan alasan bisa diukur dan dan divalidasi. Semua-mua ukuran sebuah kesuksesan dilihat dari materi. Seolah tidak ada ruang lagi bagi sebuah keikhlasan, sikap prososial, tanpa pamrih. Kalau begini jadinya, cukup menghina bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, singkat cerita saya pun mendiamkannya. Saya hanya berpikir bahwa kebetulan memang lingkungan kawan saya ini mayoritas adalah dunia materialisme. Kerja harus ada imbalan uang. Seolah tidak ada lemburan yang tanpa uang. Barangkali di benaknya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertegun dan bersyukur sekali bahwa saya mendapati komunitas yang dapat diajak kerjasama dan diminta bantuan tanpa pamrih. Bahkan untuk sebuah kerja besar pun, tanpa dibayar adalah hal yang menjadi biasa Justru dibayar itu hal yang tidak biasa. Yah, karena value-value lah yang menyatukan. Secara tidak sadar sebenarnya sudah mampu menerapkan teori bahwa reward, reinforcement, kesejahteraan, itu tidak semata-mata dinilai dari materi. Dan masih banyak lagi aspek non-materi yang sesungguhnya tidak bisa kita ukur. Hal ini pun, sempat saya lupakan juga. Hingga saya ingat kembali dan agak malu (kira-kira begitu), ketika salah seorang dosen yang sempat saya ajak diskusi via YM berbilang kepada saya. &quot;Ingat reward itu tidak selalu berupa materi&quot;.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/11/rp-50000-per-orang.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqoYpv57yA54ywy5R_It5PEirQtBDGqvyEs4VPEdcHKSOSi71QD375BuDHU-37iBwr7R0fhOFuvt-YxUXYxNQj3vOy38Qf_O6vB9KQHzG221XvX8xD-2RqcVV-Ob_H_K8OPX_l7UFMwx2n/s72-c/uang+50ribu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-3841030293537389258</guid><pubDate>Thu, 11 Nov 2010 00:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-11T08:01:27.312+07:00</atom:updated><title>Rp 26.000</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB8bG3p5-LcqTmpxXDem5SBAg1L4C47Qnq7y-xGUtLL4rjcgmy1JYJlpedEBVZWkBxo-ZxwKukFfB81s_82IEoWFd_FLeAwC9uJlqNPZOPwd0VUXrYsn6l4QtWRD4k3zGMkhBvA2MV29hb/s1600/uang.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 277px; height: 182px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB8bG3p5-LcqTmpxXDem5SBAg1L4C47Qnq7y-xGUtLL4rjcgmy1JYJlpedEBVZWkBxo-ZxwKukFfB81s_82IEoWFd_FLeAwC9uJlqNPZOPwd0VUXrYsn6l4QtWRD4k3zGMkhBvA2MV29hb/s320/uang.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5538090921039940850&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Seperti kebiasaan, ketika tugas lagi menumpuk adaaaaa saja yang jadi cobaan. Salah satunya adalah printer. Singkat cerita sang printerku ini lagi ngambek. Gara-gara dulu pas skripsi, tinta hitam habis trus cardridgenya saya ambil. Tinggallah didalam cardridge warna tok, tanpa ditemani si cardridge hitam. Maklum kondisi lagi kepepet, warna apapun bisalah selama bukan untuk dijilid. Karena memang waktu itu cuman untuk ngumpulin mau sidang aja. Jadi warna agak abu-abu tak jadi soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, habis skripsi lama sekali tak dipake. Ngambeklah akhirnya ketika sudah 1 tahun lebih tidak dipake kembali. Tindakan selanjutnya adalah memeriksakan dia ke servicenya. Ternyata servicenya pindah. Singkat cerita lagi, sewaktu saya mau alamat, eh... lha kok distop sama polisi dengan alasan melanggar garis marka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kondisi waktu itu memungkinkan saya untuk bisa berlari kencang, karena tidak terlalu crowded juga jalanan. Tapi nggak tahu juga sih. Mungkin karena lagi baik hati jadinya saya mau berhenti sewaktu polisi menghentikan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja, pak polisi menerangkan kesalahan dan menuliskan pelanggaran. Dalam kondisi negara yang kacau parau begini, saya mencoba untuk TIDAK &quot;DAMAI&quot; dengan polisi. Ya, tetep minta sidang aja lah. Kebetulan polisinya juga nggak banyak omong. Diterangkan pelanggarannya, langsung dituliskan ke lembar pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah... SIM saya akhirnya ditahan. Waktu itu hari Jumat pengambilannya. Rentang waktunya saya hitung-hitung masih 15 hari kemudian. Nggak tahulah, apa yang membuatnya sampe selama itu. Apa memang SOP-nya selama itu ya? Meski demikian, entah berantah yang ada di benak saya adalah hari Jumat minggu depannya, yang notebennya sebenarnya bukan tanggal yang ditentukan. Ya mungkin lagi rejeki saya, saya juga tidak melihat kembali tanggal yang tertera. Akhirnya hari Jumat yang saya ingat itu, saya datang ke kantor polisi. Kantor itu adalah tempat saya mengambil SIM hasil tilangan juga entah berapa tahun yang lalu. Dan ternyata sekarang sistemnya sudah ganti dan pindah langsung ke pengadilan. Waktu itu saya datangnya sore hari sebelum jam 3. Karena sekalian nanti pulang setelah dari tempat praktek. Ijin sekalian pulang. Dan saya juga diwanti-wanti teman saya, pokoknya jangan sore-sore. Karena, biasa mereka PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampe di lokasi, ternyata sudah tutup beneran. Akhirnya berbincang-bincanglah dengan tukang parkir. Hingga akhirnya, aku tahu bahwa sidangnya masih Jumat minggu depannya lagi. O..o..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah. Akhirnya itu kujadikan pelajaran Jumat berikutnya pas hari-H. Sidang undangannya jam 09.00. Awalnya saya berencana siang hari aja. Pikiran saya, klo siang hari tinggal ambil aja dan nggak perlu ngantri nunggu sidangnya. Tapi entah kenapa alhamdulillah hatiku mengatakan jam 09.00 harus segera berangkat dari kantor. Misal telat, gak sampe siang-siang lah. Singkat cerita lha kok sampe sana sudah berjubel-jubel orang? Ternyata mereka mengantri ngambil surat bermotornya yang kena tilang setelah hakim menggedok keputusannya. Allahu Akbar. Aku telat begini, tak kirain tinggal ambil aja cepet. Hampir sejam saya nunggu dan hampir 50% waktuku untuk menunggu dalam posisi berdiri. Ya sudah, sabare sing akeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mendekati jam 11 namaku dipanggil dan waktu itu juga panitianya menyampaikan sidang ditutup. Jadi bagi yang terlambat datang, suruh mengambil ke kejaksaan (klo tidak salah begitu). Waduh mana lagi itu tempatnya, gak tahu lagi aku. Tapi alhamdulillah, aku termasuk orang akhir-akhir yang masih dapat mengambil di situ. Jadi tidak perlu susah-susah ngambil di tempat lain. Dan ternyata saya kena denda Rp 26.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan seorang adik angkatan yang sedang magang di perusahaan yang sama dengan saya saat ini. Waktu itu, si adik ini kena pelanggaran garis marka juga. Maklum, kuliah dan tinggalnya di luar kota. Selain barangkali tidak ingin ribet, dia mungkin juga ingin beres aja urusannya. Akhirnya DAMAI-lah dengan polisi yang memberi pelanggaran. Dan, Anda tahu kena berapa? Rp 150.000. Haha.. kena deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajarannya: Makanya mari kita tetap BERUSAHA untuk berada di jalur yang benar. Perjuangan masih harus terus dijalankan. Selama kita masih mampu untuk melakukan yang benar, kenapa kita menceburkan diri kita ke lubang hitam?. Alhamdulillah sepertinya Allah hendak memberikan sebuah makna (meaning) juga kepada kawan-kawan saya waktu itu. Hingga ketika ada perbandingan harga seperti ini, lantas ada yang berbilang, &quot;wah, lain kali mending sidang ae...&quot;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/11/rp-26000.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB8bG3p5-LcqTmpxXDem5SBAg1L4C47Qnq7y-xGUtLL4rjcgmy1JYJlpedEBVZWkBxo-ZxwKukFfB81s_82IEoWFd_FLeAwC9uJlqNPZOPwd0VUXrYsn6l4QtWRD4k3zGMkhBvA2MV29hb/s72-c/uang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-8277907668533841615</guid><pubDate>Wed, 16 Jun 2010 04:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-16T12:39:46.453+07:00</atom:updated><title>Organisasi dalam tahu dan tempe goreng</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeriUms2GprwvPRJghAwDLYBKqHxya9bH3SyFnJKjlwrlMsuOKknETxHbU-O9x4Cwp6MQHtsnLZa2iMK6_h2mt2URIReO4Eu_BzegNtUckHO6S9wL9jFKqbfaqpkYy9vKql9CpiS-fEZTW/s1600/goreng+tempe.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 124px; height: 98px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeriUms2GprwvPRJghAwDLYBKqHxya9bH3SyFnJKjlwrlMsuOKknETxHbU-O9x4Cwp6MQHtsnLZa2iMK6_h2mt2URIReO4Eu_BzegNtUckHO6S9wL9jFKqbfaqpkYy9vKql9CpiS-fEZTW/s320/goreng+tempe.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5483241967391226738&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bagi Anda yang terbiasa memasak, tentu tidak asing dengan menggoreng tahu dan tempe. Bendanya sama, tapi ketika sudah dimasak beragam rasa dan berbeda warna. Coba saja buktikan dan Anda coba menggoreng tahu dan tempe dengan tempat belinya dan besarnya sama, lalu gorenglah. Lakukan penggorengan ini dengan pembanding. Misalnya Anda dengan teman kos Anda. Lalu, lihat dan rasakan rasanya. Tentu berbeda. Ada apa gerangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu ketika saya pulang mampir ke rumah, karena hendak menghadiri pernikahan kawan dekat saya beberapa jam sebelum keberangkatan saya sempatkan untuk membantu ibu saya memasak. Maklum, hari itu pas hari panen. Meski padinya banyak yang ambruk karena hujan dan angin, tapi kami sempatkan untuk tetap memanen dengan kualitas hasil yang apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat saya mengamati, meski sebelumnya tidak saya sengaja untuk melakukan itu. Hanya tiba-tiba berpikir. Dari situ, kepala saya bergerak dan berpikir. Bagaimana bisa rasanya bisa lebih enak masakan ibu saya? Meski yang menggoreng tetap saya. Hehe... Lantas saya bandingkan dengan hasil gorengan penjual makanan dekat kantor yang biasa saya beli, lalu saya bandingkan juga dengan langganan warung tempat makan siang, dan juga ibu catering depan kos saya. Dan hasilnya adalah cukup berbeda dalam hal rasa dan warna. Soal warna, bisa hampir sama. Tapi soal rasa, tetap saja hasil gorengan tahu dan tempe ibu saya tetap nomor satu dan &quot;ngangeni&quot;. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa?&lt;br /&gt;Lantas saya berpikir dan merenungkan. Meski bagi sebagian orang memikirkan seperti ini tidak terlalu penting. Tapi bagi saya ternyata dalam hal sederhana menyimpan begitu sederhananya sistem-sistem rumit yang bisa digambarkan dengan cara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kesimpulan yang saya dapat dari hasil menggoreng tahu dan tempe adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Ketelitian melihat tebal tipis, besar kecilnya tahu dan tempe&lt;br /&gt;2. Paduan rasa &quot;ramuan&quot; pencelupan tahu dan tempe sebelum digoreng&lt;br /&gt;3. Cara menggoreng&lt;br /&gt;4. Pemahaman besar kecilnya api&lt;br /&gt;5. Kualitas minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal di atas, bisa saya uraikan sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. INPUT: Merupakan sumber daya yang diperlukan. Dalam hal ini adalah sumber daya manusia (penggoreng) dengan segala kemampuan, skill, dan kompetensi yang dimiliki. Lalu api mungkin bisa dari kompor gas atau kompor kayu atau lainnya. Lalu minyak goreng beserta kualitasnya, lalu tahu dan tempe itu sendiri, serta bumbu yang akan digunakan untuk &quot;meramu&quot; rasa tahu dan tempe agar terasa lezat di mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. PROSES. Dalam hal ini terjadi proses mulai dari yang sederhana sampai rumit. Proses pencampuran bumbu, proses penggorengan, hingga proses &quot;pengentasan&quot; tahu dan tempe setelah digoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. OUTPUT. Merupakan keluaran hasil penggorengan, yakni tahu dan tempe yang siap disajikan dan dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kenapa berbeda dalam hal rasa? Karena adanya perbedaan dalam INPUT dan PROSES yang dilakukan sehingga menghasilkan OUTPUT yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Refleksi dalam sebuah Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya terinspirasi bagaimana membawakan sebuah penjelasan dan analogi dengan sebuah contoh dalam kehidupan sehari-hari yang cenderung simple/sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah organisasi, tentu membutuhkan organizing atau pengorganisasian didalamnya agar sistematika tetap terjaga. Sehingga proses yang terjadi sesuai dengan alur yang benar dan standart yang telah ditentukan serta sesuai dengan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan. Semua input dan proses sangat berpengaruh dalam mendapatkan hasil yang baik dan berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya manusia yang berkualitas, sistem yang terstandart, teknologi yang memadai, dan sebagainya semuanya mendukung hasil yang akan diperoleh. Seperti analog menggoreng tahu tempe di atas. Skill yang dimiliki SDM atau dalam hal ini adalah si penggoreng tentu berpengaruh terhadap proses dan hasil. Bagaimana ketika SDM tidak paham adanya korelasi antara besar kecilnya tahu dengan besar kecilnya api serta banyaknya tempe dan tahu dengan banyak sedikitnya minyak goreng. Apa jadinya ketika SDM tidak mengerti kapan waktunya dibali gorengan tahu dan tempenya dan kapan diangkat? Apa jadinya ketika SDM tidak paham apa saja campuran yang tepat dan seberapa banyak bumbu yang harus dicampur untuk mencapatkan rasa yang sedap untuk tahu dan tempe? Dan bagaimana juga jika SDM tidak berinisiatif untuk bertanya ketika dia tidak mengetahui semuanya itu? Coba-coba boleh saja dengan trial and error. Namun, apakah ketika saya kembalikan ke organisasi, Anda mau menerima SDM yang hanya asal coba-coba saja? Kalau organsiasi Anda memiliki visi yang seperti itu boleh-boleh saja dan memiliki anggaran dana besar, oke-oke saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, support yang harus mendukung sistem juga diperlukan. Analog ilustrasi di atas, support seperti minyak. Itupun perlu dilihat apakah minyaknya baru atau sudah berkali-kali pakai? Lalu peralatan, dalam hal organisasi bisa saya terjemahkan dalam aspek teknologi. Apakah kompor gas? atau kompor minya tanah? atau yang lainya? Semuanya itu mendukung cepat lambatnya proses yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam hal PROSES, terjadi semacam organisasi dalam proses menggoreng tempe dan tahu, serta ada tahapan-tahapan yang harus dilalaui dan dipatuhi. Apakah lebih baik menggoreng dalam kondisi minyak masih belum mendidih ataukah menunggu mendidih? Apakah api harus besar, kecil, atau sedang? dalam sebuah organisasi, istilah ini bisa saya tarik dalam sebutan &quot;proses bisnis&quot;. Proses bisnis organisasi menggambarkan tahapan atau prosedur atau alur yang terkait dengan dihasilkannya sebuah produk. Hal ini memudahkan memotret ketepatan alur atau proses yang terjadi dalam sebuah organsiasi apakah sesuai dengan visi misi organisasi atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal OUTPUT, tinggal menunggu hasilnya saja. Jika input dan segala prosedur yang dilakukan sesuai dengan standart dan dilaksanakan, maka dipastika hasilnya akan sesuai dengan seperti apa yang diharapkan. Hal ini tentunya terlepas dari kondisi eksternal yang ada. Karena tadi saya tidak menyebutkan atau mengikutsertakan kaitannya dengan kondisi eksternal. Bisa lain waktu di bahas, atau Anda berpikir sendiri atau dalam diskusi saja di komentar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Jika diamati, auditor atau SPI (Satuan Pengawas Internal) pun biasanya menyelidiki soal prosedur ini. Apakah sesuai standart atau tidak. Apakah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan atau tidak. Begitu juga dengan KPK. Hehe... Makanya untuk menciptakan dan menghasilkan sebuah produk atau kualitas output atau outcome yang baik, sebaiknya Anda perlu memperhatikan INPUT dan PROSES yang ada. Agar tahu dan tempe Anda tidak gosong dan dapat dinikmati dengan paduan rasa dan warna gorengan yang mantaap. Oke selamat menggoreng ya ;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam manfaat!&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/06/organisasi-dalam-tahu-dan-tempe-goreng.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeriUms2GprwvPRJghAwDLYBKqHxya9bH3SyFnJKjlwrlMsuOKknETxHbU-O9x4Cwp6MQHtsnLZa2iMK6_h2mt2URIReO4Eu_BzegNtUckHO6S9wL9jFKqbfaqpkYy9vKql9CpiS-fEZTW/s72-c/goreng+tempe.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-8601451062527870814</guid><pubDate>Sat, 22 May 2010 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-22T11:08:53.927+07:00</atom:updated><title>Hari ini aku bertemu dengannya..</title><description>Sabtu ini, akhirnya aku jadi bertemu dengannya. Yang sebelumnya sudah lama sekali tidak bertemu. Ya... sekitar 3 tahunan sudah saya tak berjumpa. Dia datang ke kos saya yang masih sama sepert yang dulu. Ketika aku bertemu dengannya, hatiku berkata. &quot;Anaknya ganteng.&quot; Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama dan beberapa jam lamanya aku bersamanya. Bermain dan sesekali menggodanya. Hemm... sudah lama juga ya, saya tidak berjumpa. 3 tahun bukanlah waktu yang pendek. Alhamdulilah do&#39;aku bisa terkabur bisa bertemu denganmu kembali, setelah sekian lama. Dan kini kamu keliatan ganteng sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, tidak saya foto wajahnya. Pasti ungkapan yang sama dengan saya. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... panggilanna Ocha. Anak laki-laki ganteng itu. Nama panjangnya yang saya ingat hanya depannya saja. Jilullah kalau tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak laki-laki, yang kini tengah berusia 3,5 tahun. Terakhir kali saya bertemu dengan anak ini ketika usia mash 2 bulan.Hanya neneknya yang merawatnya. Ya, Bu Diah... yang sebelumnya saya menuliskan kerinduanku untuk bertemu dengan beliaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya bertemu dengannya dan Ocha. Sesekali dia nampak ketakutan ketika saya ajak naik tangga, sesekali bersikap seperti &quot;tremor&quot;, namun tak berlebih. Tapi saya melihat anak ini menjadi anak yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala harpan yang ada di neneknya, mudah-mudahan anak ini bisa diberikan kemudahan Allah untuk merealisaskan apa yang neneknya harapkan. Pengalaman pahit dan perjalanan yang luar biasa untuk Bu Diah, mencari sang suami yang pergi entah ke mana dan harus membesarkan seorang diri Ocha adalah sebuah perjuangan yang tak mungkin mampu dlalui setiap orang. Kecuali, orang-orang yang tengah diuji oleh Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan untuk tetap berada dalam aqidah Islam membawanya pada ujian besar yang harus dia jalani. Pengusiran, KDRT, pengisolasian, dan sebagainya dijalani. Wuih... sabar dan kuat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali dia menangis untuk mengugkapkan betapa beratnya perjalanan yang ia lalui hingga saat ini. Hanya kata sabar, doa, dan kekuatan Allah saja yang bisa kusarankan untuk menunjukkan rasa empatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemm... dunia memang penuh cobaan bagi hamba-Nya yang ingin tetap berada di jalan-Nya. Surga tidak diraih dengan ujian yang ringan, meski caranya mudah. Allah tentu tidak menginginkan hambanya yang shalih datang menghadap-Nya dengan keadaan berdosa. Itulah kenapa seringkali dengan berbagai ujian, Allah menguji kemampuan dan kesetiaan seorang hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk ujian bagi seorang muallaf yang berteguh hati untuk mati di jalan kesempurnaan ini, Islam. Banyak pelajaran yang saya ambil dari keteguhan seorang Bu Diah... Dia juga hendak membuktikan keyakinannya, bahwa Allah selalu bersama-Nya. Tak pernah lupa dan tak pernah lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi...&lt;br /&gt;Limpahkan kesejahteraan dan keselamatan baginya dan keluarganya&lt;br /&gt;Kumpulkan mereka dalam kerahmatan IslamMu&lt;br /&gt;Tak ada manusia yang mampu menjalani semua ujian dari-Mu kecuali Engkau telah mengukurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi...&lt;br /&gt;Kami tak pernah ragu akan kekuasaan dan kebesaran-Mu&lt;br /&gt;Kami pula tak pernah ragu bahwa Engkau pasti selalu menolong hambanya yang lemah&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Engkau jadikan anak itu anak yang shalih&lt;br /&gt;Engkau limpahkan kefahaman dan kemudahan ilmu padanya&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Engkau memberikan jalan kepadanya untuk bisa menjadi tentaramu kelak&lt;br /&gt;Islam dan hanya Islam kami selalu berpegang...&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/05/hari-ini-aku-bertemu-dengannya.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-7748291540006412724</guid><pubDate>Mon, 17 May 2010 10:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-17T18:20:42.662+07:00</atom:updated><title>Bu Diah...</title><description>Bu Diah...&lt;br /&gt;Nama itulah pertama kali kukenal. Entahlah saya sudah lupa siapa ya nama lengkapnya? Sosok seorang istri dan ibu yang penuh perjuangan, tabah, dan sabar. Waktu itu saya berkenalan dengannya, ketika saya masih bekerja di sebuah direktorat pelayanan sosial. Waktu itu, beliau mendatangi kantor kami dengan membawa seorang bayi yang masih genap satu bulan usianya. Dengan nada agak tergopoh-gopoh, dia mencoba untuk menerangkan kedatangan ke kantor kami setelah beberapa lembaga sosial sejenis menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, kebetulan saya tengah berada di sana. Maklum sedang bosen di dalam terus. Karena kebetulan kantor kami kecil dan ruanganku pun juga tak kalah sempitnya. Entah kenapa juga, saya terbersit untuk memberikan suatu pertolongan kepadanya. Saya pun lupa sudah, waktu itu kantor sempat memberikan bantuan ataukah tidak untuk proses selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat saya ajak pulang dan sempat saya ajak bercerita. Bu Diah...&lt;br /&gt;Ya itulah namanya, yang nama panjangnya saya tak ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu, dia ceritakan semuanya. Mulai dari suaminya yang minggat karena tempat kerjanya terkena Bom Bali waktu itu, dirinya yang mualaf dan diusir dari rumahnya, anak perempuannya yang menikah dengan lelaki Bali yang tak sangat bertentangan dengan dirinya. Rumit dan kompleks. Saya hanya mendengarkan saja keluh kesah dari sang ibu ini. Sesekali saya mencoba untuk menenangkan dirinya untuk tetap bersabar. Dirinya orang Bali asli, yang awalnya memeluk agama Hindu Bali, kini tengah menjadi mualaf. Dirinya benar-benar memasrahkan pada Allah SWT atas segala kehidupan yang dia jalani dengan tetap berusaha dan menguatkan diri agar kuat. Keluarganya sempat mengusir dirinya karena masuknya Islam. Sang sumi sempat melakukan KDRT kepada dirinya, lantaran seperti orang yang kehilangan kesadaran pasca kehilangan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi anak terakhir, perempuan yang ia harapkan tiba-tiba menikah dengan lelaki Bali yang tak diharapkannya. Bahkan dirinya sebagai ibu kandungnya, tak diperbolehkan untuk melihat dan mendampinginya saat pernikahan berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;Tidak mungkin Allah memberikan ujian melebihi batas kemampuan seorang hamba-Nya.&lt;br /&gt;Kalimat itu yang berulangkali coba saya sampaikan untuk membesarkan hatinya. Saya pun agak bingung, apa yang bisa saya lakukan? Sedang di pangkuan tangannya, ia membawa seorang bayi. Cerita punya cerita, ternyata bayi ini adalah bayi anak dari adik kandungnya. Kekhawatiran sang bayi akan diagamakan Hindu membuatnya mengambil keputusan untuk membawa serta lari si bayi. Kekuatannya yang luar biasa untuk tetap membawanya dalam Islam begitu kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit bantuan yang diberikan waktu itu dan itupun tidak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Diah...&lt;br /&gt;Entahlah, sekarang dirimu berada...&lt;br /&gt;Terkadang saya berpikir bagaiman keadaan Ibu di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari benar atau bohongnya ibu kepada saya. Tapi feeling saya, ibu tidak bohong dengan semua kondisi itu. Saya ingat benar bayi yang ibu bawa. Ibu lihatkan kepada saya, begitu lucunya. Saya agak lupa siapa namanya. Ibu berjanji suatu saat, anak itu akan ibu bawa dan lihatkan kembali kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sekarang sudah pandai berjalan, bahkan berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini, selepas pulang dari kantor. Fleksi saya berdering. Ada nomor asing, tapi tetap saja saya angkat. Mungkin orang kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Assalamu&#39;alaykum...&quot; tanyanya.&lt;br /&gt;&quot;Wa&#39;alaykumsalam.&quot; Jawab saya&lt;br /&gt;Saya pun tak langsung menyapa panjang. Hanya singkat, jawaban salam darinya.&lt;br /&gt;&quot;Mbak Asri.. Ini Bu Diah...&quot; katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja kusambut dengan hangat, menanyakan kabar dan sebagainya. Dia pun menjawab dengan nada yang bersemangat seperti dulu ketika berbicang-bincang kepada saya. Sekalipun dalam kondisi yang kritis, ketabahan tetap terlihat pada dirinya. Bu Diah menceritakan kondisi dan posisinya sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Alhamdulillah, suami saya sudah kembali lagi mbak..&quot; bilangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, bersyukurnya saya beliau mulai ditemukan kembali buah hatinya, suaminya. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, dia sepat menyampaikan keinginannya untuk tetap di agama Islam dan belajar banyak tentang Islam. Setelah panjang berbicang, akhirnya Insya Allah sabtu esok, kami akan bertemu. Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran, ketabahan, dan rejeki yang tak dikira pada hamba-Nya yang sabar. Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk kepada dirinya dan keluarganya jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi, dan bukan jalan yang Engkau murkai. Amiiin.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/05/bu-diah.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-2145854894905814041</guid><pubDate>Wed, 28 Apr 2010 14:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-28T22:11:11.538+07:00</atom:updated><title>Menjadi Seorang CDO adalah Cita-Cita Mulia Kawan!</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjom0f_tKr5_cG-k_g1IUxdAaWwOyyD2MolRUODBzvFH577NnSiSFsWP9t9kKQlyqCsXtnbrAqNFkreD33LDVTXuuPAtX884DWlVS8qGTDcMyMbP6i_ztlW6Tn_KZvwBbSeM-Asy2QHRcmR/s1600/comdev.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 120px; height: 164px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjom0f_tKr5_cG-k_g1IUxdAaWwOyyD2MolRUODBzvFH577NnSiSFsWP9t9kKQlyqCsXtnbrAqNFkreD33LDVTXuuPAtX884DWlVS8qGTDcMyMbP6i_ztlW6Tn_KZvwBbSeM-Asy2QHRcmR/s320/comdev.jpeg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5465205541207060578&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot;&gt;Khoirunnas anfauhum linnas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kira-kira salah satu ayat yang masih saja saya hayati hingga sekarang dari dulu sejak tergugah untuk berbuat banyak kepada orang lain. Sejak mendengarkan ceramahnya Anis Matta sewaktu di Masjid Telkom Divre V Ketintang, Surabaya entah berapa tahun lalu yang saya pun sudah lupa. Setelah mendengar pertanyaan, &quot;pelayat ingin menyebut dan membicarakan kamu seperti apa ketika kamu meninggal nanti?&quot;. Setelah terlibat dalam aktivitas sosial yang banyak dan belajar mendampingi secara riil ke masyarakat, dan sebagainya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali ketika saya harus mengambil cuti dan bolos kuliah hanya untuk mengikuti sebuah pelatihan tentang Community Development Master Class selama 3 hari. Maklum, selain saya butuh, kualitasnya juga Insya Allah cukup berkualitas. Karena biaya sudah bukan kelas Mahasiswa seperti saya. Tapi alhamdulillah ada rekan dekat yang bisa saya lobi untuk mendapat potongan yang lebih miring, meski miringnya masih saya rasa ya... agak banyak. Tapi tak apalah potongan itu cukup membantu keuangan saya lah. Dan Insya Allah bisa menjadi investasi saya ke depan untuk berbuat sesuatu ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak materi yang dihadirkan di sana. Salah satunya adalah mengenai pengertian CSR (Corporate Social Responsibility). Mungkin kita atau saya sendiri atau kebanyakan peserta yang hadir sama persepsinya bahwa CSR itu lebih dekat dengan karitas atau yang lebih bagusnya comdev atau pengembangan masyarakat (community development). Namun, maknanya ternyata lebih luas dari itu. COmdev sendiri ternyata hanya salah satu bagian dari yang namanya CSR. Selebihnya masih ada 6 lagi yang termasuk didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja sosial yang melakukan pendampingan masyarakat atau biasa disebut dengan istilah CDO (Community Development Officer), Pekerja Pengembangan Masyarakat merupakan tenaga yang biasanya melaksanakan kerja-kerja di lapangan ini. Mendampingi, melatih, menegosiasi, memfasilitasi, mendidik, dan sebagainya. Bagi saya yang masih belajar menjadi seorang CDO di daerah dampingan, makna, skill/ketrampilan dan kemampuan lain yang harus dimiliki seorang CDO adalah ternyata cukup banyak. Dan tidak sesederhana seperti apa yang saya bayangkan di awal. Rasa-rasanya seorang CDO itu harus memiliki semua kemampuan dan ketrampilan lebih dibanding sekedar dari HUmas maupun Marketing. Mulai dari kemampuan menjadi negosiator, mendidik, melatih, fasilitator, komunikasi, memoderasi, sampai melakukan asessment atau social mapping harus dimilikinya. Luas biasa! Lebih dari sekedar Humas dan Marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, memang menarik menjadi seorang CDO. Karena dia adalah ujung tombak dalam membantu untuk mensejahterakan masyarakat melalui pendampingan dan pengembangan masyarakat. Mimpi-mimpi masyarakat berdaya, masyarakat terdidik, masyarakat mandiri dan sebagainya sangat bisa terwujud melalui CDO-CDO ini. Dari CDO-CDO ini, mereka dapat melakukan pengkaderan kepada masyarakat setempat yang nantinya bisa dinamakan seorang LCO (Local COmmunity Officer) atau istilah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, ketika masyarakat tak punya akses air, pendidikan, internet, jaringan ekonomi, dan sebagainya. Lalu hadir seorang CDO yang membantu mereka untuk membuka kran-kran yang menjadi problem mereka. Betapa banyak pahalanya seorang CDO itu, jika saya boleh bilang menyinggung soal pahala. Bercita-citalah untuk menjadi seorang CDO kawan! Semoga Allah memudahkan jalan itu... Amiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/04/menjadi-seorang-cdo-adalah-cita-cita.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjom0f_tKr5_cG-k_g1IUxdAaWwOyyD2MolRUODBzvFH577NnSiSFsWP9t9kKQlyqCsXtnbrAqNFkreD33LDVTXuuPAtX884DWlVS8qGTDcMyMbP6i_ztlW6Tn_KZvwBbSeM-Asy2QHRcmR/s72-c/comdev.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-6407921775937590097</guid><pubDate>Wed, 14 Apr 2010 15:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-14T23:16:35.661+07:00</atom:updated><title>Shared Learning Alumni: Tes Grafis</title><description>&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kamis, 14 April 2010 ambil cuti dulu dari kantor... Maklum ada shared learning dari alumni dari pagi sampai sore. Kali ini ngebahas tentang Tes Grafis. Pematerinya dari Dra. Psi. Viera Adella, M.Psi (Psikolog). Luar biasa ilmunya. Thanks Bu telah mau share dengan kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYaYbnML4P6gidLZ0sLu2AzZG-TgIk2LZh9PBWy-rZsv4wmMER1rS7olbROvZycTdfBDI_mgZDruT9APppgf0A4Ntp3HzRU8izh3WOPubln-vlGs6PqGuIdOUVXSYCb1ByWxvmRJumma4g/s1600/IMG0066A.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 222px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYaYbnML4P6gidLZ0sLu2AzZG-TgIk2LZh9PBWy-rZsv4wmMER1rS7olbROvZycTdfBDI_mgZDruT9APppgf0A4Ntp3HzRU8izh3WOPubln-vlGs6PqGuIdOUVXSYCb1ByWxvmRJumma4g/s400/IMG0066A.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5460023813314557154&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Ini niy... fotonya Bu Della (panggilan) saat beraksi. Tapi sayangnya kualitas gambar fotoku nggak bagus dan lupa coba ambil gambar lagi, saking terseponanya ikut materi beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try   {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSDsRIrOvYG3bHAe36vqdUSSVX4U4tJWV2c9dbFjZ0wjtHKuYY1KBxVbBREYI4BgywBXQKCozQWVC15tpYkgr5ZA0Wi9Mgi9SOyx2ZdhqOYZuW4UtU5jMLLJ2cAcKoRRN5l1OGfPQLkXmQ/s1600/DSCN3123.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 489px; height: 367px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSDsRIrOvYG3bHAe36vqdUSSVX4U4tJWV2c9dbFjZ0wjtHKuYY1KBxVbBREYI4BgywBXQKCozQWVC15tpYkgr5ZA0Wi9Mgi9SOyx2ZdhqOYZuW4UtU5jMLLJ2cAcKoRRN5l1OGfPQLkXmQ/s400/DSCN3123.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5460025708695586914&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau yang ini foto rame-rame semuanya. Peserta, pemateri, alumni, panitia, dan ada juga di situ Bu Dyah Katarina (bu Walikota). Maklum beliau juga alumni Psikologi Unair. Kata beliau pas ngobrol hendak pulang, ikutan acara ini adalah refreshing. Hehe... biasa, istri Walikota harus selalu ada agenda. Sukses bu, begitu juga dengan bu Della ;P.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/04/shared-learning-alumni-tes-grafis.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYaYbnML4P6gidLZ0sLu2AzZG-TgIk2LZh9PBWy-rZsv4wmMER1rS7olbROvZycTdfBDI_mgZDruT9APppgf0A4Ntp3HzRU8izh3WOPubln-vlGs6PqGuIdOUVXSYCb1ByWxvmRJumma4g/s72-c/IMG0066A.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-2598269209267506794</guid><pubDate>Thu, 08 Apr 2010 22:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-09T06:58:46.794+07:00</atom:updated><title>Kuliah Tamu Berujung Entertain: Makan &amp; Gratis Buku</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjno7bfZc063Elvbcvv_60fwGmnAzIoVhdcCb99FZuSJorZB96R0UJXDCIK-95Fj3ahrj1sLzBQKLPp5CEQiILvF3EB-o4MRmFtpuyfN-AW02UBpVSSJ0pBzy3Mr76pmw5j0xptMyC96uvt/s1600/p_pr_1265004605.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 227px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjno7bfZc063Elvbcvv_60fwGmnAzIoVhdcCb99FZuSJorZB96R0UJXDCIK-95Fj3ahrj1sLzBQKLPp5CEQiILvF3EB-o4MRmFtpuyfN-AW02UBpVSSJ0pBzy3Mr76pmw5j0xptMyC96uvt/s320/p_pr_1265004605.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5457920159931114178&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Barangkali baru kali ini selama saya kuliah, mendapatkan rejeki yang benar-benar entertain, menyenangkan buat kami. Karena sebelumnya belum pernah mengalami kondisi ini. Kamis, 8 April 2010 kemarin saya dan kawan-kawan satu profesi dengan peminatan khusus Industri Organisasi mendapatkan undangan dan wajib hadir pada kuliah tamu dari PT. PP (Perumahan Pembangunan) jam 09.30 di kampus. Seperti biasa pula, saya harus ijin untuk bisa hadir karena di luar jadwal kuliah yang biasanya. Sesampai saya di ruangan tempat undangan, nampak banyak mahasiswa. Ternyata ada mahasiswa S1 yang mengambil mata kuliah tertentu diminta untuk turut hadir pula dalam kuliah tamu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Saya datang sebenarnya sudah agak telat sekitar 15 menit. Namun, masih pembukaan waktu itu. Direktur PT.PP pun sudah stand by di ruangan. Saya duduk, kuliah sudah langsung dimulai dan dimoderatori oleh Prof. Fendy. Saya sendiri sampai tidak tahu siapa nama beliau ini, karena akibat keterlambatan datang. Tapi tak apalah, kuliah dimulai saya mencoba untuk mendengarkan dengan seksama meskipun agak ngantuk karena agak sedikit lelah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Beliau mencoba menyampaikan pemaparan singkat tentang PT.PP yang merupakan perusahaan kontraktor. Investasi sekitar 3-4 Trilyun per tahun. Luar biasa! Beberapa hal yang masih tertinggal dalam catatan memori saya adalah berikut ini (barangkali bisa bermanfaat):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;1. Di awal beliau menyampaikan bahwa tipe orang dalam menyerap informasi itu ada 3, yakni literal, aktif, dan kreatif. Literal, mendapat informasi dan diam. Aktif, mendapat informasi, lalu didalami. Kreatif, mendapatkan informasi, lalu didalami, dipakai dan dibuat untuk merubah (action).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;2. Kata beliau, bahwa masa depan itu adalah milik orang yang belajar. Makanya penekanan beliau adalah senang belajar dan membaca. Satu minggu sekali beliau menyempatkan diri untuk membeli sekitar 10-20 buku (atau bahkan lebih ya waktu beliau sampaikan? agak lupa. Tapi segitu ada :D) untuk dibaca dan dipelajari. Menurut beliau 20%-30% waktu untuk belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;3. Di PT.PP yang terpenting dan utama adalah orangnya &quot;baik&quot; daripada orangnya &quot;pinter&quot;. Jadi di sana lebih memilih orang baik untuk prioritas utama daripada orang pinter tapi tidak baik. Karena mereka sudah pernah memiliki pengalaman yang buruk terkait dengan orang pintar tapi tidak baik. Dalam tahapan laboratori PT.PP, input setiap manusia atau karyawan adalah orang yang baik dan berpotensi. Di dalam laboratori SDM, mereka memiliki sebuah sistem jenjang karir dan pengembangan untuk mencetak SDM menjadi pintar, berani dan intrapreuner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;4. Penekanan sikap kerja lainnya adalah jujur dan tahan stress. Pada orientasi kurang lebih 2 minggu, para karyawan baru akan dilakukan orientasi dan pendidikan. Bagi laki-laki semuanya digundul, jadi seperti layaknya pendidikan militer. Sedangkan perempuan, rambutnya dikuncir, bagi yang memakai kerudung bebas. (hehehe... enaknya yang pake kerudung bukan?). Hal ini untuk menguji dan mendidik mentalnya agar tahan stress juga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;5. Pada sistem kaderisasinya, usia 38 tahun sudah harus siap menjadi Direktur. Ada beberapa karyawan PT.PP usia 38 diminta untuk menjadi Direktur-Direktur BUMN. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;6. Menurut beliau, bahwa perusahaan yang memiliki SP (Serikat Pekerja) paling kuat, biasanya perusahaan itu buruk. Karena mereka akan lebih banyak protes dan menuntut haknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;7. Di PT.PP sekarang ini perihal finger print untuk absen tengah ditiadakan. Dulu masih digunakan, tapi sekarang tidak. Lantas bagaimana caranya agar karyawan tetap bisa hadir tepat waktu? Beliau lantas menggunakan cara teladan. Jam masuk adalah 08.00. Beliau datang jam 07.30. Dari jam segitu sudah stand by di kantor, level manajer tentu akan sungkan. Begitu seterusnya sampai kepala bagian, hingga dapat menyebabkan karyawan level staff bisa hadir tepat waktu karena perilaku teladan dari sang Direktur perihal presensi/jam kerja. Karena beliau mempercayai bahwa keberhasilan itu berawal juga dari sebuah kedisiplinan dan tahan stress seperti yang saya tuliskan di atas pada bagian orientasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;8. Anggaran Pengembangan SDM, oleh Direktur justru diminta untuk dibuat setinggi-tingginya. Karena SDM adalah aset. Aset yang harus dibentuk sikap kerjanya dan mentalnya untuk disesuaikan dengan sistem dan value PT.PP. Sehingga memang nanti kedepannya, ketika usia 38 tahun tersebut PT.PP tidak bingung ketika melakukan kaderisasi. Karena memang usia 38 tahun sudah harus siap setelah sebelumnya mengalami pendidikan dan penggodokan di dalam laboratori pengembangan SDM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;9. Selain berkarakter baik, jujur, dan tahan stress, karyawan juga harus ramah. Selain itu, networking dirasa juga sangat penting untuk karyawan PT.PP. Menurut beliau, networking merupakan salah satu softcompetence yang baik. Dari sini, PT. PP memberikan kesempatan bagaimana karyawan bisa juga bekerja di luar (misal menjadi Direktur di BUMN lain) tapi dengan tetap memberikan kontribusi positif tanpa melupakan PT.PP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;10. Ada 3 input SDM dalam sistem PT.PP yang beliau paparkan, yakni dari Fresh Graduate, Overseastudy, Profesional. Yang paling banyak biasanya dari fresh graduate karena bisa dibentuk nantinya. Sedangkan profesional masih sedikit. PT.PP memiliki keinginan untuk bisa memberikan sesuatu kepada SDM yang pernah berada di situ. Mereka tidak menjadi soal ketika ada SDM yang lantas, menjadi kutu loncat (meskipun beliau tidak menyukai karakter SDM seperti ini). Meski demikian bagi PT.PP sudah memberikan sesuatu kepada SDM yang bersangkutan sudah cukup. Mudah-mudahan mereka ingat bahwa PT.PP sudah pernah memberikan sesuatu kepada mereka. Meski tidak pun tidak menjadi soal bagi mereka. Namun, kata beliau hampir tidak ada SDM yang mengundurkan diri kecuali dikeluarkan karena perilakunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;11. Saya tidak begitu tahu berapa besar gaji karyawannya. Beliau sempat menyampaikan ketika pensiun, karyawan level staf bisa mendapatkan uang pensiun hingga puluhan M (ck..ck.. dalam M rek... Itu baru level staf, nggak tahu sudah berapa kalau manajer dan Direkturnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Itulah beberapa hal yang masih teringat di memeri saya. Oleh-oleh pengetahuan berharga yang beliau berikan ini ditambah lagi dengan pentraktiran makan semua anak yang ikut hadir dalam kuliah tamu tersebut di Rumah Makan Kebun Kelapa. Mantaap tenan. Bersama berangkat dengan naik bis. Meski berjubel-jubel, kawan-kawan tetap gembira dengan entertain yang diberikan. Rata-rata yang memberikan entertain seperti ini adalah tuan rumah kepada sang tamu. Namun ini sebaliknya, tamu kepada mahasiswa yang statusnya adalah tuan rumah. Hehehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kami disuguhi paket yang sama, ikan gurami gede (apa kakap kali ya? waduh sampe nggak hafal jenis ikannya. Soalnya gede bener. Buat berempat masih ada sisa ternyata), ayam 3 potong (bukan 3 ayam), minuman (ada jus jeruk, jus alpokat, teh anget, soda gembira, wah beda-bedalah), tahu goreng krekmes, cah kangkung, dan terakhir buah sebagai penutup (wah, ini nih saya nggak dapet. Soalnya pas sholat, buahnya datang. Selesai sholat anak-anak sudah menghabiskannya). Kami pun kembali ke bis setelah selesai, meskipun sempat terlambat naik bisnya dan lari-lari karena mengejar bis yang mulai merambat jalannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Cukup senang dan gembira benar hari itu. Ditambah lagi ada pengumuman, bahwa setelah makan kawan-kawan akan diajak ke Kapas Krampung Plaza untuk belanja. Setiap 1 anak diberikan kesempatan bebas untuk membeli 1 buku. Gratis alias dibayarin lagi sama PT.PP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Lengkap sudah perjalanan dan kuliah tamu kali ini. Benar-benar luar biasa, khususnya bagi kami sebagai mahasiswa. Memang bener-bener learning organization PT.PP ini jika saya lihat. Tapi barangkali juga karena persediaan dana yang cukup melimpah karena lembaga profit, pengembangan dan kebutuhan SDM yang vital menjadikan posisi SDM ini sebagai aset yang luar biasa. Sempat beliau menyampaikan dalam bagian anggaran SDM yang diperbolehkan dibuat setinggi-tingginya adalah, Direktur SDM harus mampu mempresentaskan program yang dibuat dapat berdampak seperti apa dan bagaimana investasi yang bisa didapatkan dari program itu dari SDM yang dimiliki. Sejauh mana kontribusi yang bisa dikembalikan ke organisasi? Dari sini saya menangkap bahwa ROI (return of investment), nilai pengembalian SDM yang telah dilatih harus benar-benar bisa terhitung. Sehingga setelah melewati pendidikan dan pengembangan dengan budget yang luar biasa dan sistem yang handal, mampu menghasilkan SDM yang berkualitan. Harapan nantinya, SDM terkait dapat memberikan sesuatu yang lebih dari budget yang dulu pernah dianggarkan/dikeluarkan untuk mendidiknya di laboratorium departemen SDM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Inilah yang bisa sharekan hasil dair kuliah tamu Kamis, 8 April 2010 lalu. Semoga bermanfaat bagi pembacanya. Minimal buat informasi dan pengetahuan. Barangkali ada yang tertarik cari lowongan di PT.PP atau sangat berminat sekali? Salam Manfaat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/04/kuliah-tamu-berujung-entertain-makan.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjno7bfZc063Elvbcvv_60fwGmnAzIoVhdcCb99FZuSJorZB96R0UJXDCIK-95Fj3ahrj1sLzBQKLPp5CEQiILvF3EB-o4MRmFtpuyfN-AW02UBpVSSJ0pBzy3Mr76pmw5j0xptMyC96uvt/s72-c/p_pr_1265004605.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-4484455716312931124</guid><pubDate>Sun, 04 Apr 2010 17:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-05T01:22:01.423+07:00</atom:updated><title>Laskar Lentera: &quot;Ayahku punya pacar lagi.&quot;</title><description>&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Siang itu lelah benar rasanya. Ngantuk... selepas mengisi pelatihan kepemimpinan 1 di Masjid Muhajirin. Saya melihat jam dinding waktu itu, masih ada sekitar 2 jam untuk istirahat. Ya, paling tidak tidur sejenak. Maklum, siangnya harus ke TKP, tempat nongkrong (baca: daerah binaan di lokalisasi). Akhirnya ijin pulang untuk istirahat itupun tak jadi karena diskusi tentang investasi emas. Hingga akhirnya adzan dhuhur berkumandang. Sudah siap-siap mau pulang, eh... kok ada kawan lagi yang barusan nyampai dan pengen ngajak ngobrol-ngobrol (baca: diskusi) lagi.Luar biasa. Tak masalah lah, aku harus belajar untuk bertahan dengan berbagai aktivitas dan berbagai ketertundaan untuk istirahat atau sekedar tiduran.Bismillah, semoga Allah selalu memberi kekuatan saja bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi-diskusi panjang lebar alias luas. Kami berbincang soal daerah binaan di beberapa tempat dan pelatihan pembekalannya. Sesekali kami menyinggung persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan dan perihal koordinasi para pelaksana di lapangan. Tak apa, diskusi untuk sebuah solusi dan pemahaman suhu tak ada ruginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, jam di HP ku sudah menunjukkan hampir jam 1 siang. Haduh, aku harus bergegas untuk berangkat, kata hatiku. Tapi masih saja saya bergeletakan di lantai, rasa ingin tidur saja. Meski demikian, tetap tidak bisa. Bagaimana tidak? Saya penanggung jawab umum program pendampingan, salah satu crew menanyakan kehadiran saya di lokasi untuk menemani karena tidak ada kawan. Maklumlah. kawanku seorang perempuan. Di daerah lokalisasi begitu harus ada kawan yang menemani.Dulu pengalaman awal, khawatir kalau diajak sama Mami-Mami :D atau ditawari sama Mucikarinya. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya berangkat ke TKP. Seperti biasa saya memarkir di salah satu tempat miliknya pengurus sebuah yayasan penggerak di situ juga. Lumayan, selalu dapat gratisan :D, karena tidak mau dibayar setiap kali selesai memarkir motor kami. Tapi mudah-mudahan Allah melancarkan rezekinya. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di parkiran, tepat banget ketemu sama kawan saya yang barusan SMS. Oke... kita berangkat bareng ke TKP, tempat biasa kami melakukan aktivitas di sana (baca:aktivitas mengajar maksudnya). Sekitar 200 meter kami berjalan, kami pun disambut oleh adik-adik dengan meriah, &quot;Kakaaaaaaaaaak.....&quot; sambil merangkulkan kedua tangannya ke kami berdua. Huhh... dikatakan menyenangkan, ya menyenangkan. Dikatakan menyebalkan ya menyebalkan. Dijalani ajalah karena tanggungjawab pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di TKP ternyata ruangan dalam tidak bisa dipergunakan. Mengapa? Ada apakah gerangan? &quot;Jangan di dalem kak, ada &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;bathang &lt;/span&gt;(baca: bangkai) tikus&quot; kata salah seorang adik. Saya pun mencoba melihat dan membaui ke dalam. Huff, bau juga tapi nggak tahu tikusnya di sebelah mana. Ya sudah, akhirnya terpaksa kami pun melakukan aktivitas di emperan depan ruangan tempat biasa kami mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, ada 2 adik yang datang ke saya. Salah satunya sambil berteriak, &quot;kak Asri...&quot;. &quot;Ya?&quot; kataku. Sang adik itupun melemparkan sebuah buntalan kertas bergaris yang cukup kucel. Kucel banget pokoke... Karena terlempar dan saya hendak mengajari adik-adik untuk memberikan dengan baik, saya pun tidak menerima lemparan kertas itu. Hingga akhirnya adik itu mengambilnya lagi dan memberikannya kepada saya. Ketika saya buka, entah isinya apa. Karena menulis dengan menggunakan pensil yang tidak begitu kentara, HB, dan ejaannya agak kacau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kak, M*** mau pindah kak.&quot; kata salah seorang adik&lt;br /&gt;&quot;Pindah?&quot; kataku&lt;br /&gt;Lalu saya pun memanggil M*** untuk saya ajak dialog.&lt;br /&gt;&quot;Kamu mau kemana?&quot; kataku&lt;br /&gt;Dengan wajah tertunduk dan mulut agak ke depan (nampak wajah yang kesal), dengan jari tangan memegangi kaki, M*** bilang, &quot;aku mau pulang kak... pulang ke desa besok.&quot;&lt;br /&gt;&quot;ke desa? di mana itu?&quot; kataku sambil merayu&lt;br /&gt;&quot;di sana...&quot;sambil menunjukkan ke arah Selatan.&lt;br /&gt;&quot; di mana itu? jauh?&quot;&lt;br /&gt;&quot;di Surabaya kak... &quot; jawabnya&lt;br /&gt;Saya punya perasaan yang berbeda waktu itu. Pulang ke desa? Tapi kok masih di Surabaya? Ada perasaan yang tidak nyaman waktu itu. Saya merasakan ada sesuatu yang terjadi pada anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Trus kamu kapan pulangnya?&quot; tanyaku kembali&lt;br /&gt;&quot;besok.&quot; jawabnya, lagi-lagi menunduk pandangannya&lt;br /&gt;Entah kenapa aku merasakan sesuatu hal dan agak berbeda lagi...&lt;br /&gt;&#39;Trus kapan kamu kembali ke sini?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Besok&quot; Jawabnya&lt;br /&gt;&quot;Kamu pulang ke desa, besok. Ya? trus kamu pulang balik ke sini lagi kapan?&quot;&lt;br /&gt;&quot;besok kak...&quot; jawabnya&lt;br /&gt;Beberapa kali saya tanya kapan kamu balik kesini, pasti jawabnya besok. Padahal besok adalah hari dia berangkat untuk pergi.&lt;br /&gt;&quot;Rumahku katanya dikontrak orang kak. Jadi aku besok pulang ke desa tiga hari.&quot; lanjutnya&lt;br /&gt;&quot;sama siapa kamu pulang?&quot;&lt;br /&gt;&quot;sama ibu.&quot; jawabnya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba ada salah seorang adik nylethuk. &quot;Kak, M*** mau pergi.Dia nggak kembali lagi ke sini kak itu...&quot;&lt;br /&gt;Deg! Agak berbeda saya merasa. &quot;Iya bener, kamu nggak kembali?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku pergi tiga hari kak. Rumahku dikontrak orang.Aku besok pulang ke desa.&quot; Katanya lagi&lt;br /&gt;Wah, nggak tahu lagi lah... setiap kali tak tanya mesti jawabnya tidak berbeda. Surat kucelan yang sempat diberikan ke saya akhirnya saya buka dan saya baca. Masih kurang begitu jelas bacanya. Tapi disitu ada sebuah kalimat sederhana pulang 3 hari, dan akan datang karena janji les 3 hari. Entahlah saya tambah agak kurang baik feelingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kakak boleh berkunjung ke rumahmu?&quot;tanyaku. Langsung saja saya putuskan untuk menemui keluarganya untuk menanyakannya waktu itu.&lt;br /&gt;Dan anak itu pun mengangguk tanda boleh.&lt;br /&gt;&quot;kakak, kerumahmu sekarang ya. Rumahmu yang mana? ibu ada? bisa dianterin ke rumah?&quot;&lt;br /&gt;anak itu tersenyum dan menggeleng. &quot;Rumahku dibongkar kak... ibu bersih-bersih di rumah&quot;. Apalagi ini yang terjadi? Akhirnya saya pun tetap merayu M*** dengan gaya saya  mengajak dialog. Awalnya dia putuskan boleh. Namun, ketika ada salah seorang pengajar hendak meminta ijin pulang, M*** saya minta untuk menemani dan mengantar kawan pengajar saya untuk berkunjung. Tapi M*** tidak bersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Rumahmu yang mana?&quot; tanyaku&lt;br /&gt;&quot;di sana... jauh kak... nomor tujuh belas.&quot;jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena M*** tidak bersedia. Oke, saya putuskan kawan pengajar yang hendak pulang saya minta untuk silaturahim ke rumahnya. Seingat saya anak ini rumahnya juga dipakai wisma. &quot;Anti minta tolong sebelum pulang mampir kerumahnya dek M*** ya?&quot;&lt;br /&gt;&quot;aku sendiri mbak?&quot; jawab kawan pengajarku&lt;br /&gt;&quot;Iya... opsinya pilih salah satu. Anti pulang dan mampir atau aku yang ke sana anti tetap di sini dulu? Katanya rumahnya lagi dibongkar, jadi kesimpulanku sepertinya tidak aktivitas (baca: aktivitas wisma) yang terjadi. Ibunya katane lagi bersih-bersih rumah. Nomernya tujuh belas rumahnya.&quot; kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saya menulis tulisan ini saya belum bertanya reportnya apa terkat silaturahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, seperti biasa pula kami pergi ke Masjid bersama-sama untuk melakuakn sholat berjamaah antar adik-adik sendiri. Kami pengajar mengawasi dan membenarkan apabila ada yang keliaru. Termasuk harus mengendalikan mereka sebelum sholat. Luar biasa... Ya Rabb... Begitulah dunia anak-anak. Jarang pergi ke Masjid yang tempatnya luas dan enak, mereka berteriak-teriak, lari kesana kemari, bekerjaran. Wis, nggak karuan. Terpaksa jurus peran emosiku keluar. Biar mereka juga mengetahui, kalau kakak-kakaknya marah jika mereka tidak menuruti apa yang dikatakan kakak-kakaknya. Akhirnya cara ini pun sedikit berhasil. Paling tidak bisa mengembalikan mereka dan menyiapkan kembali untuk sholat ashar bersama. Hingga akhirnya selesai dan berdoa dan pulang kerumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan kawan pengajar perempuan masih ada di situ. Dan kami pun sempat share terkait dengan dek M***. Dan ternyata dari hasil informasi kawan saya ini, akan pindah menetap. Dan hari ini adalah hari perpisahannya dengan teman-temannya di sini. M*** memberikan sebuah boneka. Satu untuk semua katanya. Dan M*** sempat mengatakan, &quot;iya kak, ayahku punya pacar lagi...&quot; Cletukan adik-adik yang lain yang lugu juga didengarnya. &quot;Iya kak, M*** itu mau pindah ke rumah kaya kak...&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, saya belum tahu apa yang terjadi sebenarnya. Salah seorang kawan pengajar yang ijin duluan pun belum saya tanyai. Bagaimana hasil silaturahimnya. &quot;Mbak, kok kayak gitu ya?&quot; tanya kawan pengajar perempuan yang masih bersamaku. Saya pun hanya tersenyum dan menyampaikan, &quot;kalau anti tahu, diantara adik-adik itu ada juga dulu yang pernah nangis ketika di tengah-tengah kita. Dan akhirnya saya tanya, anaknya tidak mau menjawab karena masih menangis. Teman-temannya yang menjawab. &#39;dia nangis kak, besok ayahnya pulang&#39;.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Pulang? kok malah nangis ayahnya pulang?&quot; tanyaku. Karena saya masih berpikiran bahwa mereka adalah dari orang tua yang rumah tangga biasa.&lt;br /&gt;&quot;Ayahnya itu pulang habis keluar dari penjara kak. Besok ayahnya keluar dari penjara, besok pulang. Dia sedih kak...&quot; Allahu Rabbi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Lha trus mbak, apa mereka tahu mbak, aktivitas orangtuanya yang wisma itu?&quot; tanya kawanku&lt;br /&gt;&quot;Ya Allah... nggak usah dikasih tahulah. Mereka itu kan tinggalnya di rumah. Rumahnya dipakai wisma. Di sana ada karaoke, ada jogetan, ada bir, ada wanita, ada laki-laki, ada kamar-kamar. Mereka tak perlu dikasih tahupun, mereka kan bisa melihat sendiri?&quot; kataku&lt;br /&gt;&quot;Aduuh mbak... kok ngeri ya. Sehari-harinya mereka harus berhadapan dengan dunia nyata yang seperti itu. Hiiiii....&quot; tandasnya.&lt;br /&gt;&quot;Belum lagi ada adik kita itu sempat cerita ke aku. Ayahnya menelantarkan dia sama ibunya. Selingkuhlah... wis nggak ngerti lagi lah.&quot; tambahku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pembicaraan kami berakhir di masjid. Kami pun pulang dengan berjalan kaki menuju tempat parkiran. Di jalan, kami pun masih disambut adik-adik dengan lugu dan senyumnya yang tulus. Bahkan rengekan seperti biasa, masih mereka lakukan. &quot;Kak.. mbonceng ya.. aku ikut ya kak..&quot;&lt;br /&gt;Tapi kataku, &quot;nggak bisa sayang. kakak mau pulang. kamu di sini dan nggak bisa ikutan kakak. oke pamit ya, kamu pulang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huff.. harus tetap bertahan. Itu kata hatiku. Apalagi saya adalah PJ program ini. Harus bertahan dan menambatkan keyakinan. Meski masyarakat belum berubah, tapi mudah-mudahan Allah selalu memberi kekuatan dan ide-ide untuk menciptakan sebuah solusi dan jalan keluar. Saya menyakini itu. Meski terkadang naik turun dan maju mundur untuk tetap bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah adik-adik kami yang di sana kader-kadermu yang hebat. Yang mengerti agamamu dan menjadi bagian pejuang jihad dijalan-Mu. Meski sekarang ini kadang membuat kami kesal, tapi kuatkan kami untuk selalu sabar mendidik mereka. Kami menyakini bahwa minimal salah satu diantara mereka akan menjadi pejuang dijalan-Mu. Dan jadikan apa-apa yang kami sampaikan dan ajarkan kepada adik-adik kami bisa selalu teirngat di mereka. Kuatkan kami dan saudara-saudara kami dalam kondisi apapun Ya Allah, agar kami tetap bertahan. Semoga setelahku, akan ada generasi penerus di sana. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/04/laskar-lentera-ayahku-punya-pacar-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-7474886247160382753</guid><pubDate>Sat, 03 Apr 2010 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-03T23:52:50.298+07:00</atom:updated><title>Organisasi Kapal Karet dan Kapal Kayu</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhazkmWpEC-gmBvlvtTBKsf4qdXXxQr-y6iO5EeE0x1FC53u240c_xagMBIp_of-g0GjhvF2cDjyhDffebejRaOFwYyuQp8y8e4C1mCa0Dp15EjumreXdYHNIODqTN12XTmAxZKR1YXr1Ox/s1600/kapal+kayu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 90px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhazkmWpEC-gmBvlvtTBKsf4qdXXxQr-y6iO5EeE0x1FC53u240c_xagMBIp_of-g0GjhvF2cDjyhDffebejRaOFwYyuQp8y8e4C1mCa0Dp15EjumreXdYHNIODqTN12XTmAxZKR1YXr1Ox/s320/kapal+kayu.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5455955140090920562&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQV_eoO4EVR71vIO5NHNOxIhWGzsg0puh4RhALpbJ3cBomWICzc4Xki-zi6TbeWLqSPeUwoUOWZffRqUpSX7U1Ar5cw0_U7mbv_2XuuE-JQaZeHLldoqYfhHtIOJ8efIYk2Z1rqzIAbmkR/s1600/kapal+karet.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 122px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQV_eoO4EVR71vIO5NHNOxIhWGzsg0puh4RhALpbJ3cBomWICzc4Xki-zi6TbeWLqSPeUwoUOWZffRqUpSX7U1Ar5cw0_U7mbv_2XuuE-JQaZeHLldoqYfhHtIOJ8efIYk2Z1rqzIAbmkR/s320/kapal+karet.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5455954990918680706&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya ingin menuliskan saja apa yang pernah saya dapat dan saya berikan. Minggu lalu, ketika saya coba belajar jadi pemateri, teori ini saya sampaikan pula. Karena kebetulan ada singgungan dengan materi yang diminta. terlalu luas sebenarnya materi yang diberikan dan high level materi yang diminta. Dan itupun hanya cukup waktu kurang dari 2 jam alokasi yg diberikan, karena ya.. gitu deh.... acara molor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya berikan adalah gambar ini. Kapal Karet dan Kapal Kayu. Inipun saya dapat dari Pak Dosen, Prof. Fendy Suhariadi yang kini beliau menjabat Direktur SDM dan Keuangannya Universitas Airlangga. Semoga bisa bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apa yang anda amati dari kedua gambar tersebut?&quot; Pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh Pak Dosen.&lt;br /&gt;Kami pun menjawab, sungainya, orangnya, bahannya,dan sebagainya.&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;br /&gt;Mari kita lihat satu persatu.&lt;br /&gt;1. SUNGAI&lt;br /&gt;. Bisa dibilang sungai ini sebagai ARUS. Pada gambar KAPAL KARET, ARUS yang ada cenderung beriak, dinamis, santer (boso jowone), deras. Sedangkan KAPAL KAYU, sebaliknya. arusnya cenderung tenang, damai. Hal ini bisa diibaratkan dalam sebuah organsiasi adalah sebagai kondisi eksternal organisasi. Apakah beriak ataukah tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. BAHAN&lt;br /&gt;Sifat karet adalah lentur, cenderung fleksibel, tidak mudah patah. Sedangkan kayu adalah kaku, tidak fleksibel, mudah patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ORANG/PENUMPANG&lt;br /&gt;Orang2nya di perahu karet cenderung mudah berubah posisi, bisa ketengah bisa ke pinggir, bisa ke kanan, bisa ke kiri. Sebaliknya Perahu Kayu, orang2nya cenderung lurus,rapi, tetap pada posisinya selama perlombaan berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PEMIMPIN/KETUA KELOMPOK&lt;br /&gt;Di perahu kayu cenderung di depan. Posisi leader lebih tinggi daripada anak buahnya. Tidak bisa bergerak maju mundur, bolak balik ke depan ke belakang. Sebaliknya di perahu karet, cenderung bisa berganti posisi, bisa di depan, belakang atau tengah. Dan cenderung tidak nampak, mana leadernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. GERAKAN&lt;br /&gt;Pada perahu kayu, cenderung sama, seragam semua, Ketika pemimpin minta &quot;1 dayung&quot; maka semua akan bergerak sama. &quot;2&quot;, maka semua akan mendayung 2, dst. Sebaliknya, perahu karet, tidak demikian. Masing2 anak buah memiliki kreativitasnya masing2 dan saling memahami kondisi untuk sebuah tujuan goal bersama yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dari sedikit uraian di atas, dapat diuraikan lagi begini.&lt;br /&gt;Saya awali dulu dengan pertanyaan yg sama yg pernah ditanyakan Pak DOsen kepada kami, &quot;Kamu ingat pemerintahan Soeharto dulu? Trilogi Pembangunan yg pertama apa isinya?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu sebenarnya sy ingin mnjawab, tapi ragu2. Hehehe... dan beliau pun menjawabnya sendiri ketika tidak ada yg benar menjawabnya. (Maklum wis lali...).Jawabnya adalah &quot;Stabilitas KEamanan&quot;. Bagaimana Suharto coba mengendalikan yg namanya stabilitas keamanan. Ketika kondisi eksternal aman, sungai tenang, maka para anak buah akan dapat digerakkan dengan arah seragam, satu komando dan satu perintah. Waktu itu sempat Indonesia menjadi &quot;Macan Asia&quot; bukan?. Apa yg terjadi ketika ada anak buahnya yang tidak taat perintah? Maka ilustrasi pada kapal kayu adalah, dia akan terjatuh dan ditinggal. Sedankan pada kapal karet, ketika ada yg jatuh, maka dia akan ditarik dan ditolong untuk bisa diangkat ke atas kapal kembali. Karena masing-masng dianggap berkontribusi dlm kemajuan organisasi utk mensukseskan goal yg dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini nampak pada kesatuan arah (top down), kesatuan gerak, kesatuan perintah/komando, termasuk kesatuan seragam (hehehe...). Sebaliknya yg kapal karet nampak pada kreativitas, mereka hanya diberikan garis umum saja terkait dengan goal yg akan dicapai. Bahkan mereka cenderung berbuat lebih hanya utk mencapai sebuah goal bersama yg dituju itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi pemimpin pada kapal kayu cenderung di depan, ia lebih tinggi duduknya, Dengan harapan dia bisa memantau setiap pekerjaan yg dilakukan anak buahnya. Yg ada hanyalah &quot;kerja-kerja-kerja-dan kerja&quot;. Ketika ada yg &quot;membangkang&quot; maka dia akan terjatuh/dijatuhkan dan ditinggal. Sebaliknya kapal karet tidak demikian. Pemimpin dia bisa didepan, tengah atau belakang. Lebih fleksibel. Seperti ajarannya Ki Hajar Dewantoro katanya (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan karet dan kayu berbeda. Cb saja anda bayangkan, bagaimana ketika perahu kayu ditaruh di sungai yg beriak tadi? yg cenderung dinamis? Maka, yg terjadinya adalah kapal bisa pecah, patah. Sebaliknya jika kapal karet ditaruh di sungai yg diam, bisa saja berjalan, tapi lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memberikan kita pengertian kepada para setiap pemimpin (setiap diri adalah pemimpin), terkait dgn keadaan organisasi kita. Kenapa ada yg kemudian &quot;dikeluarkan?&quot; mungkin dirinya merasa lebih bs memberikan solusi, kenapa kok tdk diperhatikan?, dsb bisa jadi organsiasi anda adalah kapal karet. jika kondisi eksternal lagi tenang, baguslah itu, Tp ketika kondisi lagi dinamis, waaah... bisa2 jadi pecah kapal anda. buyar, wis nggak jadi pemenang lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang atau sering banyak yg kemudian protes dan kurang memahami ini. Pada beberapa instansi atau perusahaan, adalah masih wajar ketika (maaf) direkturnya orang2 Cina, terus para manajernya orang Cina juga yg sealiran. Direkturnya orang berpartai Merah/Kuning/Hijau, maka para manajernya akan demikian juga. Dan ini ternyata secara praktis realitas adalah wajar adanya demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pastinya, yang perlu dipahami adalah bagaimana diri kita mampu melihat struktur apa yang akan atau sedang kita masuki. Lantas dengan cara yang seharusnya seperti bagaimana yang harus dan bisa kita lakukan untuk tetap bertahan, apabila dan ketika kita memiliki sebuah misi yang harus ditunaikan? Seringkali ini tidak dipahami oleh kebanyakan orang. Baik follower maupun leadernya sendiri. Selain itu, sebagai leader dalam sebuah organisasi pun juga harus memahami dan mengerti arus sedang berpihak dan bergerak ke arah mana. Dan dalam kondisi seperti inilah seorang leader dituntut untuk mampu mengambil keputusan, organisasinya akan digerakkan oleh kapal yang mana. Dan sebagai follower yang baik, kita juga harus mengerti kondisi arus. Minimal, jika kita tidak memahami kondisi arus eksternal, maka taat dan trust kepada leader harus ditanamkan, sekalipun leader kita adalah seorang pengambil kebijakan yang buruk. Itu menurut saya. Mengapa demikian? Karena kita juga merasa tidak paham dan tidak tahu. Sama-sama tidak paham, jangan memberontak. Barulah jika Anda sebagai anak buah dan paham organisasi, dengan kemampuan people skill yang baik, sampaikan gagasan segar Anda kepada leader Anda. Apabila leadernya nggak tertarik juga sama gagasan Anda, seperti prinsipnya markting berusahalah lagi. Jika tidak bisa dan bahkan ditolak? Ya sudah, Anda adalah pemegang keputusan. Pilihannya hanya ada 2. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Take it or Leave it.&lt;/span&gt; Tetap ambil pekerjaan atau amanah yang sekarang atau tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat. Salam Manfaat!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/04/organisasi-kapal-karet-dan-kapal-kayu.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhazkmWpEC-gmBvlvtTBKsf4qdXXxQr-y6iO5EeE0x1FC53u240c_xagMBIp_of-g0GjhvF2cDjyhDffebejRaOFwYyuQp8y8e4C1mCa0Dp15EjumreXdYHNIODqTN12XTmAxZKR1YXr1Ox/s72-c/kapal+kayu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-1038589223799492975</guid><pubDate>Sat, 03 Apr 2010 16:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-03T23:42:39.572+07:00</atom:updated><title>Sampaikan Istiqomah untukku dan untukmu</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkZuikjnSVvrUioAxLHsxjvHpXEY9q1IY8MWqoVmV8KJsFA_pNFJyWot6_KPh2wbhrsfDYPSnfBCPDqze2NP38J90WPkUYB2pd_rLDjODKoTK5vNcJbMeMq69kOoD_PI4_VBmqdCNxtI0S/s1600/knsisten.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 104px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkZuikjnSVvrUioAxLHsxjvHpXEY9q1IY8MWqoVmV8KJsFA_pNFJyWot6_KPh2wbhrsfDYPSnfBCPDqze2NP38J90WPkUYB2pd_rLDjODKoTK5vNcJbMeMq69kOoD_PI4_VBmqdCNxtI0S/s320/knsisten.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5455952391394346402&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pernah menulis tulisan ttg refleksi bersama ttg kefuturan seorang akhwat di FB saya juga. Waktu itu yg sy tag adalah khusus perempuan, krn temanya ttg seorang akhwat. Tp saya pikir2 lagi, sepertinya bagus juga utk kemudian sy cuplikkan lagi penggalan ceritanya di sini utk kita ambil hikmah bersama. Mengingat kondisi saat ini lagi sakit. Mudah-mudahn bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita ada fulanah yg dulunya aktivis dakwah. Setelah lulus S1, semuanya berpisah dan berpencar utk mencari maisyah sendiri2. SIngkat cerita lagi, angkatan itu mengadakan sebuah reuni akbar. Dan ternyata dilihatlah sama kawan2 seangkatan beliau yg juga dulu pernah jd aktivis juga. Apa yg terjadi, si fulanah ini ternyata sudah 360 derajat berubah. Dia kini sudah tdk mengenakan kerudung alias buka jilbab dan lebih suka pake rok mini. Karena memang dia bekerja menjadi seorang pramugari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang akhwat cb untuk memberanikan diri bertanya kepadanya yg sebelumnya sempat jd pembicaraan kawan2nya yg masih pk kerudung itu. Apa coba jawab fulanah? &quot;Apakah dalam setiap doa, kalian mendoakanku utk tetap istiqomah?&quot;. Yg bertanya dan kawan2nya pun terdiam, saat fulanah bertanya itu. Lalu fulanah pun melanjutkan perkataannya, &quot;... padahal setiap dlm sholat, aku mengingati kalian dan mendoakan agar kalian bisa tetap istiqomah.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi saat sekarang ini, ada sodara kita yg sdh tdk sesuai dgn seperti yg dulu pernah kita kenal dulu, futur, insilakh, perilaku sudah tdk mencerminkan backgroundnyalah, tdk produktif lagi atau apalah yg jelek2. Bisa jadi krn sebenarnya kita turut berkontribusi didalamnya. Minimal, karena KITA LUPA MENDOAKAN MEREKA utk TETAP BISA ISTIQOMAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas sangat menjadikan saya banyak2 dan dalam2 utk refleksi dan muhasabah, betapa kita harus saling mendoakan. Harus kita pahami dan belajar BEYOND OF, apa dibalik itu semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Cerita lain lagi, beberapa minggu lalu kawan kantor saya kecelakaan. SIngkat cerita alhamdulillah tidak terlalu parah, hanya janggutnya saja yg dijahit 2-3 kali jahitan, orang yg menabrak pun bersedia utk bertanggungjawab. Setelah dijahit janggutnya,kami pun mengantarnya pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah kami bercerita dan bertanya2 soal kronologisnya, hingga dia pun berbilang. &quot;Aku tadi sebelum jatuh, sempat lho melintas dipikiranku &#39;gimana ya klo aku ditabrak&#39;?&quot;. Dan tak lama kemudian musibah itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tandanya apa? Bahwa sekalipun hanya lintasan pikiran, kita pun hrs tetap berpikir positif dan berpikir yg baik. Klo guyonannya orang awam, siapa tahu pas melintas malaikat datang dan langsung mengamini, kita tidak tahu. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan niatan. betapa hanya niat saja, Allah sudah menuliskan amal kebaikan padanya. Bagaimana juga orang yg berbuat baik lalu menularkan kebaikan ke orang lain, maka seperti MLM dia pun kebanjiran pahala kebaikan atas orang yg melakukannya. Begitu sebaliknya, betapa kita rugi serugi2nya ketika kita susah payah utk amal kebaikan, utk ikhlas, utk sabar, tp suatu ketika kita terjebak dalam dalam pengumpatan, pengolok2an, dan penghinaan terhadap orang lain yang itu statusnya adalah sodara kita yg belum pantas disebut KAFIR. Begitu juga orang2 yg sudah menjadi alumni. Jangan sekedar menyalahkan dan mengolok2 saja, krn bisa jadi diantara mereka adalah jawaban dr do&#39;a yg tak sadar atau perilaku yg tak disadari dari Anda. So, kita semua berkontribusi (pinjem katanya akh Rosi. hehehe..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;So, mari kita renungi bersama hikmah yg ada. Bagi orang yg mau mengambilnya. Salam manfaat!&lt;br /&gt;Mari mulai dari sekarang saya, anda, dkk utk saling mendoakan dan dihadirkan wajah2 sodaranya. Klo dia bertopeng maka sebutlah namanya, smg Allah segera membalikkan hati, krn Allah yg Maha membolak2balikkan hati. allahu a&#39;lam bishowab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/04/sampaikan-istiqomah-untukku-dan-untukmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkZuikjnSVvrUioAxLHsxjvHpXEY9q1IY8MWqoVmV8KJsFA_pNFJyWot6_KPh2wbhrsfDYPSnfBCPDqze2NP38J90WPkUYB2pd_rLDjODKoTK5vNcJbMeMq69kOoD_PI4_VBmqdCNxtI0S/s72-c/knsisten.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-7131108115053642476</guid><pubDate>Sat, 03 Apr 2010 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-03T23:34:13.706+07:00</atom:updated><title>Hati adalah cerminan kondisi</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEgC1xS9a2aG2LEDevToc-TzTJR63V1-kS_KQpgjjhVoEq10zBSNYBryCPhQ7HXFjrJBLogmoR5_6r-m-3t_punMgvPxwKw3RDdaIvbPbHBuR7_tMhQKncHMNgAs1Vg-MCz9G9yU485uuF/s1600/hati.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 141px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEgC1xS9a2aG2LEDevToc-TzTJR63V1-kS_KQpgjjhVoEq10zBSNYBryCPhQ7HXFjrJBLogmoR5_6r-m-3t_punMgvPxwKw3RDdaIvbPbHBuR7_tMhQKncHMNgAs1Vg-MCz9G9yU485uuF/s320/hati.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5455950365355032802&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Hati ada cerminan kondisi. barangkali itu adalah kalimat yang tercetus untuk bisa saya gantikan dalam judul ini. Saya hanya berefleksi dari apa yang saya alami sendiri. Mungkin kita sering sekali merasa dihantui oleh rasa kecemasan, kekhawatiran, dan ketidaktenangan. Kebetulan saya pernah merasakan bagaimana posisi puncak keamanan hati dan kegundahan hati. Sehingga saya pun bisa merasakan perbedaannya. Bersyukurlah saya berulang kali saya ucapkan ketika saya pernah dihadapkan persoalan-persoalan hidup yang menuntut untuk senantiasa sabar, tenang, dan mengendalikan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pengalaman saya terima. Hingga akhirnya saya membuat kesimpulan sederhana, bahwa ternyata kondisi hati itu bisa dijadikan alat untuk &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;early warning &lt;/span&gt;buat diri kita atas kondisi eksternal yang hendak kita hadapi. Yang saya maksudkan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;early warning &lt;/span&gt;di sini adalah peringatan dini terhadap sesuatu yang akan kita hadapi. Itulah kenapa feeling seorang ibu yang merasakan kerisauan atau kecemasan terhadap anaknya, misalnya saja begitu. Ternyata benar adanya terjadi sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya hati saya akan risau apabila menghadapi sesuatu yang tidak siap adanya, kurang menguasai, kurang percaya diri, terjadi sesuatu yang tidak aman, dan sebagainya. Kejadian terakhir yang saya alami adalah laptop saya. Laptop saya kebetulan powernya tidak bisa dinyalakan kembali karena terlalu masuk ke dalam (bahasa Jawanya: mendelep). Gara-gara dipencet menggunakan sesuatu benda, karena waktu itu dipencet-pencet pake jari juga susah. akhirnya pernah saya pencet menggunakan ujung kunci hingga akhirnya masuk ke dalam. Akibatnya dalam beberapa bulan laptop tidak pernah saya shutdown kecuali kebutuhan mendesak, yakni untuk menghindari kerusakan dan hang. Sama sekali tidak bisa digerakkan lagi laptopnya. Namun, laptop saya standby/hibernasi saja. Katanya siy nggak apa-apa. Alhamdulillah ya tidak terjadi apa-apa. Hanya saja ketika suatu malam, laptop hendak digunakan eh ternyata kok hang. Sama sekali tidak mau bergerak. Saya pencet dengan ctrl+alt+del pun tidak mau keluar task managernya. Huuuhh.... ya sud, akhirnya saya restart dengan mencabut kabel power dan batrenya. akhirnya mati. Kondisi kematian itu, menyebabkan power laptopku tak bisa dihdupkan lagi. karena sudah terlalu masuk ke dalam tombol powernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku bersyukur karena kondisi tidak sedang mendesak untuk menyelesaikan tugas kampus. Entah kenapa juga, hati saya tak begitu risau. Nyantai saja, pikirku. Bahkan di dalam kondisi mepetnya waktu untuk ke THR (Hi-Tech Mall), tempat biasa kita tepe-tepe untuk cari barang elektronik di Surabaya. Katanya service centernya tutup jam 4 sore.Mepetnya waktu dan hujannya hari, akhirnya tidak memaksaku untuk pulang ke kos dan istirahat. Pikirku aku harus segera membawanya ke &quot;dokter&#39; agar segera diperiksa. Dalam hatikupun tak ada rasa risau sedikitpun. Bahkan ketika saya berjalan sendiri dari parkiran menuju lokasi service center, hatiku bertanya-tanya &quot;kok hatikua tak ada rasa risau ya kurasakan? berarti Insya Allah akan baik-baik saja laptopku ini. Insya Allah biaya tak akan mahal dan masih terjangkau dengan duitku sendiri. Insya Allah.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kaki tetap melaju menuju lokasi. Huhuhu.. seperti biasa, ngantri deh.... Menunggu sambil SMS-an.Sampai lupa saya SMS-an sama siapa ya waktu itu? Mbuhlah, lupa. Nggak penting :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antrian sampe&#39;lah kepada giliran saya. Saya pun ditanyai tentang keluhan-keluhan laptopku. Sang customer service sempat mengatakan, &quot;ini perlu dibongkar mbak. itung-itungannya resiko terburuk bisa habis sampai 2,5 juta. Tapi itu resiko terburuk klo sampai kena motherboardnya.&quot;&lt;br /&gt;Dieng!. 2,5 juta? waooww... duit yang tidak sedikit. Tapi dalam percakapan itu aku masih menyakini bahwa Insya Allah tidak terjadi apa-apa pada laptopku. Duit 2,5 juta belum lagi ganti batreku yang ngedrop harus ganti masih sekitar 1,2 juta. Fiuhhh,,, dikapitalisasi sekali benda-benda elektronik ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prosesnya pun saya tetap berdoa, mudah-mudahan apa yang saya pikirkan sesuai dengan apa yang terjadi. Kondisi aman dan harga terjangkau. Tidak terjadi apa-apa di motherboardnya. Karena kalau saya telisik kembali, lagi-lagi tidak ada rasa risau, cemas, atau khawatir pada hati saya. Itu masih menguatkan saya bahwa Insya Allah pasti tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata benar kawan! Saya bawa ke service hari Rabu, Sabtu ditelpon disampaikan kalau yang rusah hanya tombol powernya. Dan jika batrenya harus ganti total sekitar 1,2 juta. Waooww... subhanallah.Alhamdulillah. Kondisi tepat seperti apa yang saya kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi cerita-cerita yang lain. Kondisinya hati dan prediksi kondisi eksternal yang terjadi tidak jauh berbeda.Makanya saya pun semakin belajar tentang &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;early warning &lt;/span&gt;dari segumpal darah yang bernama &#39;hati&#39;. Tidaklah Tuhan itu menciptakan sesuatunya tanpa makna dan arti. Dan sesungguhnya, kita sebagai manusi harus selalu menciptakan energi positif atas segala yang Tuhan ciptakan untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/04/hati-adalah-cerminan-kondisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEgC1xS9a2aG2LEDevToc-TzTJR63V1-kS_KQpgjjhVoEq10zBSNYBryCPhQ7HXFjrJBLogmoR5_6r-m-3t_punMgvPxwKw3RDdaIvbPbHBuR7_tMhQKncHMNgAs1Vg-MCz9G9yU485uuF/s72-c/hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-1512461097779512352</guid><pubDate>Mon, 29 Mar 2010 17:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-03T23:37:22.326+07:00</atom:updated><title>Hari yang berbeda kulihat...</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpJn8D_tcYUrEjAE2RUPtCJGFdPkCeQn2620UDWDb6pQ-WqA-ZkQhY0UaD6xVZL_xmrExEBCeyZyxOMQpiHYQT2L__94j1CsZwpmnM7qgsYB3ZjO3s0NirHBkPGFL76Ja9-euQmmBIr0Vv/s1600/gang.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 92px; height: 138px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpJn8D_tcYUrEjAE2RUPtCJGFdPkCeQn2620UDWDb6pQ-WqA-ZkQhY0UaD6xVZL_xmrExEBCeyZyxOMQpiHYQT2L__94j1CsZwpmnM7qgsYB3ZjO3s0NirHBkPGFL76Ja9-euQmmBIr0Vv/s320/gang.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5455951181005127266&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Entah kenapa hari itu aku merasakan hal yang berbeda saat aku berkunjung ke Taman Baca. Ya, seperti biasa, ahad hari itu akupun datang ke lokasi. Benar-benar hari yang melelahkan bagiku. Tapi aku mencoba untuk tetap bertahan dengan semuanya. Sabtu, sehari sebelumnya sebenarnya aku harus ke Malang karena ada pertemuan dengan kawan-kawan yang berencana mengadakan workshop. Sudah janjian dan diputuskan pada pertemuan sebelumnya. Tapi hatiku mengatakan lebih tidak datang. Karena memang kondisi sedang kurang sehat, gusiku kembali bengkak. Entahlah karena akunya yang drop, kondisi kesehatan menurun, kecape&#39;an atau memang karena sedang tumbuh gigi baru? Yang pastinya yang kurasakan lumayan sakit. Tapi masih bisa kutahan sakitnya dibanding sebelumnya yang pernah bengkak. Ampyuuun dah sakitnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kuusahakan pagi-pagi datang ke WTC. Karena kebetulan hari itu kantor kami sedang mengadakan Miladnya yang ke-23. Aku tahu bahwa tengah siang, aku akan ijin. Mengantarkan seorang peserta mengikuti pelatihan traficking di lokasi yang sama tempat kami melakukan dampingan. Entahlah juga, hari itu agak emosi rasanya, tapi tetap bertahan untuk bersabar. Karena pikiran rasionalku mengatakan, kondisi ini masih bisa ditolerir dan tidak ada alasan untuk selalu emosi. Masih ada jalan untuk solusinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Alhamdulillah Allah masih memberikan jalan keluarnya. Ada beberapa agenda yang bertabrakan di hari itu. Ada lagi yang &quot;katanya&quot; kewajiban. Tapi entahlah, aku sudah ada prioritas tersendiri yang itu kujadikan dasar sebagai pengambilan keputusan setiap kali ada event. Selain itu, janjia yang terlebih dahulu dibuat dan itupun statusnya dengan masyarakat yang tidak sepenuhnya tahu apa aktivitas kita di luar sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Siangnya, kita ke lokasi tempat biasa kita mengajar adik-adik. Selepas sholat kami berbincang sebentar terkait dengan kronologi hari ini. Ya sudahlah. Paling tidak aku mengucapkan terima kasih banyak ke kawan-kawan yang telah mensupport untuk bisa hadir dalam pelatihan ini tadi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Entah kenapa, aku mengamati gang-gang yang kulewati tidak seperti biasanya. Para perempuan berpakaian minim itu banyak yang keluar rumah dan duduk-duduk di teras wisma. Entah sekedar merokok, mengobrol, melihat-lihat saja, atau duduk-duduk saja. Tak seperti biasanya aku melihat. Tapi sudahlah, dalam pikiranku. Aku dan kawanku terus berjalan menuju lokasi. Ada yang berbeda juga, para pendamping yang hadir hari ini pun juga lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Ya, barangkali setelah ikut pelatihan traficking mereka sekalian diajak untuk mampir ke lokasi biasa kami mengajar adik-adik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Aku dan seorang teman perempuan duduk di teras luar. Karena di dalam sudah berjubel-jubel adik-adik dan kakak pengajar laki-laki. Suara karaoke dan musik juga berdentum keras. Keras sekali kurasa. Hingga rasanya kepalaku pusing jadinya. Singkat cerita, sore pun tiba. Yang kurasa juga waktu cepat berlalu. Seperti biasa, kami akan menuju ke masjid untuk melakukan sholat ashar bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Lagi-lagi, aku merasakan hal yang berbeda. Kami berjalan menuju masjid, lagi-lagi aku memandangi para perempuan itu banyak yang keluar. Di gang-gang kecil, aku dan kawan-kawanku menyusuri jalan kecil. Dan aku pun melihat banyak gerombolan orang yang berlalu lalalng. Ada juga yang seperti orang yang bersembunyi di pojok gang. Hatiku merasa agak takut. &quot;Apakah terjadi permusuhan di sini ya? perkelahian antar gang?&quot; kata hatiku. Entahlah, aku berlalu terus ke masjid bersama adik-adik kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kusaksikan dan kulihat, o.. o.. kenapa hanya segelintir anak yang ikut sholat ke masjid? Just 5 children. Hanya 5 anak saja yang ikut. Sudahlah, nggak masalah. Aku merasa semakin cape rasanya ketika harus mencoba mengatur barisan dan menenangkan adik-adik agar mereka berlatih sholat. Hingga kepalaku kurasakan berputar. Tapi alhamdulillah masih bisa kutahan. &quot;Oh tidak Ya Allah, semoga aku tidak pingsan di sini.&quot; do&#39;aku dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Masih terus aku berucap dan sedikit meninggikan nadaku untuk mengatur mereka. Aku melihat yang lainnya sepertinya sudah payah mengatur adik-adik. Tapi aku mengingati satu kata &quot;sabar&quot;. Itu saja. Masih aku berusaha menenangkan mereka. Meski, ya begitulah anak-anak ^_^. Satunya diam, yang lainnya mengganggu, akhirnya lari dan kejar-kejaran. Satu ditangkap, yang lainnya menggoda lagi, akhirnya memberontak dan berlari mengejar lagi. Cape&#39; deh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Akhirnya, alhamdulillah singkat cerita pun mereka bisa dikendalikan dan sholat ashar berhasil dilakukan dengan imam dari adik-adik sendiri. Entah kenapa, kepalaku merasa tambah berputar. Alhamdulillah masih ada kue yang bisa kumakan. Masih tetap bertahan dan berdo&#39;a semoga aku tidak pingsan di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Sepenggal kisah dan ungkapan yang berbeda untuk hari itu. Alhamdulillah, akhirnya bisa pulang dan beristirahat di kos kembali. Cape&#39;. Tapi semoga Allah menambahkan pahala atas kecape&#39;an itu dan mengurangkan dosa atas keletihan dan kepayahan serta sakit yang kami rasakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya&quot; (Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/03/hari-yang-berbeda-kulihat.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpJn8D_tcYUrEjAE2RUPtCJGFdPkCeQn2620UDWDb6pQ-WqA-ZkQhY0UaD6xVZL_xmrExEBCeyZyxOMQpiHYQT2L__94j1CsZwpmnM7qgsYB3ZjO3s0NirHBkPGFL76Ja9-euQmmBIr0Vv/s72-c/gang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-1650146935942106808</guid><pubDate>Mon, 15 Feb 2010 12:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-15T20:34:25.098+07:00</atom:updated><title>&quot;Mbak, aku suka sama mbak!&quot; (dieng...!)</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggm8jHZ_orYV9yTQ6IfgLhslKmvKOPP11tNmAotG-znms2E504Y_gQoPP7tSJ1a4cjQu5gYt2KnDSNn-rkqh1QLqCnT4S9GNX7AKLs83gJhf5Q7rh7rgibGNmtYtnoykkB0i0SnaJPg4I-/s1600-h/senyum.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 135px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggm8jHZ_orYV9yTQ6IfgLhslKmvKOPP11tNmAotG-znms2E504Y_gQoPP7tSJ1a4cjQu5gYt2KnDSNn-rkqh1QLqCnT4S9GNX7AKLs83gJhf5Q7rh7rgibGNmtYtnoykkB0i0SnaJPg4I-/s320/senyum.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5438462685716883714&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dua hari Sabtu-Ahad lalu, kawan-kawan organisasi mengadakan musyawarah besar untuk evaluasi dan merencanakan kembali program kerja untuk tahun ke-2. Banyak hal yang membuatku gregetan sebenarnya. Tapi kadang diriku coba untuk menaik dan menurunkan emosi. Dalam bahasa yang lain, mengendalikan begitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, musyawarah level mahasiswa yang dituntut untuk kritis ini ternyata tak nampak lagi kekritisannya dalam mengevaluasi program. Justru kondisi inilah yang kemudian menjadikan organisasi itu tambah kritis karena tidak ada kekritisan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa, yang pastinya kuniatkan diriku semuanya karena Allah. Mencoba untuk membantu memperbaiki semuanya yang bisa dilakukan. Meski ya... kadang di forum membuat agak rame nggak masalah lah! Soalnya forum yang cenderung introvert juga membuat hidup nggak asik. Terlalu ramai forum juga tambah membuat perut mual. Alhamdulillah acara berjalan lancar, dan dapat mengakhiri acara sesuai dengan yang diinginkan. Ditambah nasihat dan doa, acara dapat diselesaikan sekitar jam 17.30 WIB. Hampir semua peserta tertunduk. Mudah-mudahan dapat dirasa dan dicerna apa yang telah kami semua bicarakan, musyawarahkan, debatkan, dan pertanyakan di forum. Mudah-mudahan pula membawa manfaat dan semangat yang selalu menyala dan tak pernah padam untuk berkorban demi tercapainya goals bersama.&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa pun selesai dan acara ditutup. Kami pun bersalaman dan saling memandang lalu melempar senyum. Sewaktu di luar pintu, seperti biasa pula, saya pun coba melihat-lihat wajah kawan-kawan peserta, siapa yang belum saya salami untuk berpamitan. Tak lama kemudian ada 2 orang peserta yang menghampiri saya. Kebetulan juga 2 wajah itu belum saya salami. Sambil bersalaman, seorang peserta berucap, &quot;Wah, mbak bagus. Saya suka sama mbak!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Diengg...!Hyaaa... tambah fans lagi. Hehhee..&quot; Saya diam sebentar dengan tetap melebarkan senyum dan berpikir, &quot;Memangnya apa ya yang telah saya lakukan tadi? Kok ada peserta yang bilang gitu ke saya? Wah... alhamdulillah fans saya bertambah lagi. Ini yang bilang, belum lagi yang nggak bilang langsung. Hahaha...&quot; Saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener banget, seolah-olah saya pun terlupa apa tadi yang saya lakukan ya? Kok bisa sampe mendatangkan tambahan fans lagi? Dan secara spontan saya pun mengucapkan &quot;He... Terima Kasih.&quot; Akhirnya saya pun meminta nomor HP nya. Entah kenapa juga saya terinat Hasan Al Banna yang selalu hafal dan begitu manaruh perhatian pada setiap orang yang beliau temui. Saya meminta nomor HP pun juga karena teringat itu. Ya, maklumlah memori sedang tidak beres. Jadi perlu dicatat dan ditulis. Hingga akhirnya kami pun berpisah untuk melaksanakan sholat Magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah dan berulang kali saya bersyukur. Setiap kali pikiran saya mencoba untuk berpikir positif, lali saya kuatkan pikiran itu dan saya yakinkan ternyata itu terjadi dan ada efek samping lain yang seringkali saya pun justru tidak menduga. Kadang kita meminta sesuatu, tapi tak diberi. Ketika kita melakukan sesuatu dan hanya meminta sesuatu saja, ternyata Allah memberikan sesuatu ++ yang lain, alias efek samping yang seringkali kita tidak menduganya. Dan perlu diketahui, sebenarnya efek samping itu kalau saya rasa justru dia menambah daftar ujian juga lho...! Jadi tetaplah waspada. Jangan mudah tergoda oleh rayuan efek samping. Meski di satu sisi perlu disyukuri, di sisi lain harus tetap waspada. Dan memang begitulah uniknya manusia yang beriman. Dia bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya, dan dia bersabar ketika mendapatkan ujian atau musibah yang menimpanya.&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/02/mbak-aku-suka-sama-mbak-dieng.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggm8jHZ_orYV9yTQ6IfgLhslKmvKOPP11tNmAotG-znms2E504Y_gQoPP7tSJ1a4cjQu5gYt2KnDSNn-rkqh1QLqCnT4S9GNX7AKLs83gJhf5Q7rh7rgibGNmtYtnoykkB0i0SnaJPg4I-/s72-c/senyum.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-1316055851672464636</guid><pubDate>Sat, 13 Feb 2010 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-13T21:53:19.911+07:00</atom:updated><title>Pikiran = Do&#39;a?</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggJkXm_cazDOcCECPRkVq-ZTC072q-aaFGqE9XtC8jdgYVKZa74a0yIsAm9jvvzbbFH4MkVjp6E1EVwjz1PamTZHQkX_uqeeOXUnCoXgtb9jXbn9nA2CdsaGFhYEq7zkeQqoNLKCJPQjCy/s1600-h/++thinking.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 87px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggJkXm_cazDOcCECPRkVq-ZTC072q-aaFGqE9XtC8jdgYVKZa74a0yIsAm9jvvzbbFH4MkVjp6E1EVwjz1PamTZHQkX_uqeeOXUnCoXgtb9jXbn9nA2CdsaGFhYEq7zkeQqoNLKCJPQjCy/s320/++thinking.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5437740597338464882&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Rabu minggu lalu (11/2), sore hari, jam menunjukkan hampir jam setengah lima sudah... Rasanya bosan di kantor. Akhirnya waktu lebih banyak saya gunakan untuk membaca Majalah HC (Human Capital). Pikir saya daripada mengerjakan tugas kantor, yang tambah mbulet dan sesak kepala? Lebih baik belajar dan baca aja. Kebetulan Sabtu pekan ini saya diminta untuk mengisi materi yang... wuih luar biasa, kisi-kisi materinya terlalu luas buat saya untuk ukuran yang jam terbangnya belum tinggi. Tapi tak apalah kesempatan itu saya ambil untuk self-improvement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira jam setengah lima kurang lima belas menit, salah seorang karyawan nampak tergesa-gesa. Helm telah dipakaikan di kepala dengan wajah tertutup separo oleh slayer. Sambil berucap pamit dan ijin keluar kantor terlebih dahulu, dia pun memberitakan kalau pulang awalnya hendak ke Rumah Sakit. Melihat keadaan salah seorang karyawan perempuan kami yang mengalami kecelakaan. &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Hah? Sopo mbak? Aku melu..melu...&quot; kataku. Karena kebetulan yang kecelakaan adalah kawan dekat untuk berbagi di kantor juga. Niat ingin berangkat bersama, namun tak bisa. Masih harus merapikan meja dan menyelesaikan sedikit pekerjaan yang tak bisa ditunda. Akhirnya selesai sudah merapikan, dan tiba-tiba datang salah seorang Manajer yang hendak membesuk. Akhirnya kami berangkat bersama (naik sepeda motor sendiri-sendiri lho...!) ke Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, alhamdulillah kondisi kawan kami tidak mengalami keparahan. Hanya janggutnya yang dijahit sekita 2-3 jahitan. Alhamdulillah lagi yang menabrak bersedia untuk bertanggung jawab. Menanggung pengobatan penumpangnya termasuk sepeda motor gemuknya (baca: MIO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dirasa tidak cukup sehat, saya dan salah seorang karyawan perempuan mengantarnya pulang. Saya naik motor dan mereka pun naik mobil panggilan (baca: Taxi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah kawan kami, dan selepas sholat Magrib kami pun di suguhi makan sate ayam (nyam..nyam.. enak tenan). Dan kami pun bercerita-cerita. Dalam cerita kawan kami yang kecelakaan dia sempat mengatakan, &lt;blockquote&gt;&quot;Padahal lho ya, sebelumnya mau aku nang dalan sempat mikir, &#39;yen aku ketabrak piye yo?&#39;&quot;. Dan ternyata kok... eh bener terjadi. Meski tidak ditabrak, hanya diserempet, akhirnya jatuh juga alias kecelakaan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hemm... saya jadi ingat bahwa Allah itu sesuai prasangka hambaNya. Begitu juga dengan guyonan, &quot;awas klo ada malaikat, terkabul lho..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali benar bahwa Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya dan bahwa kita harus senantiasa berpikir positif. Karena tidak tahu apa yang kemudian terjadi setelah kita berpikir itu. Kalau kata Mario Teguh, &quot;lalu... perhatikan paa yang terjadi.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang bisa saya bilang kadang atau sering liar untuk berpikir, jika dia tidak memiliki kendali untuk mengarahkan pikirannya dengan baik. Orang merasa tidak mampu, orang merasa tidak bisa sebenarnya bukan Tuhan salah menciptakan kondisi. Tapi sebenarnya pikiran manusia itu sendirilah yang menjadikan dia &quot;tidak bisa&quot; melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita phobia sesuatu, ketakutan atau kecemasan berlebihan atau perasaan rendah diri, mayoritas diberikan terapi kognitif. Karena memang sebenarnya ada yang keliru dalam pola pikirnya saat ini. Manusia berpikir tidak bisa, lalu beneran dia tidak bisa. Dia merasa tidak mampu, maka beneran dia tidak mampu. Karena pikiran lebih mengendalikan dirinya daripada pikiran ia kendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir sama dengan peristiwa kawan saya di atas. Nasihat dan pelajaran besar yang diambil oleh kami yang waktu itu mengantar adalah, selalulah berpikir positif dan berdoa yang baik-baik, sekalipun hanya sekedar lintasan batin atau pikiran. Bila itu terjadi, maka segeralah sadari dan alihkan kepada hal positif lainnya.&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2010/02/pikiran-doa.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggJkXm_cazDOcCECPRkVq-ZTC072q-aaFGqE9XtC8jdgYVKZa74a0yIsAm9jvvzbbFH4MkVjp6E1EVwjz1PamTZHQkX_uqeeOXUnCoXgtb9jXbn9nA2CdsaGFhYEq7zkeQqoNLKCJPQjCy/s72-c/++thinking.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-6001365070072438745</guid><pubDate>Sat, 07 Nov 2009 08:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-07T15:15:38.714+07:00</atom:updated><title>SALAH BERDOA</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhIzylq5ubvQtDU_zlLbsRLb_E5-V5m0lcjxk832hQnpKr0XoEoR1YOdi4ayF5Yomp3F-WTvo38stS1UBehvilh-wC9EoOnnmW6pOxr1WBF9yCLt_GKgLPwD8D8XvZB4faSBAqYhcI3wvG/s1600-h/berdoa.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 113px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhIzylq5ubvQtDU_zlLbsRLb_E5-V5m0lcjxk832hQnpKr0XoEoR1YOdi4ayF5Yomp3F-WTvo38stS1UBehvilh-wC9EoOnnmW6pOxr1WBF9yCLt_GKgLPwD8D8XvZB4faSBAqYhcI3wvG/s320/berdoa.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5401272397731559394&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Arvan Pradiansyah*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria bermimpi masuk ke sebuah toko baru di pasar, dan terkejut menemukan Tuhan di dalam toko.&lt;br /&gt;&quot;Engkau menjual apa di sini?&quot; ia bertanya&lt;br /&gt;&quot;Apa saja yang menjadi keinginan hatimu,&quot; jawab Tuhan.&lt;br /&gt;Hampir tak percaya pada apa yang didengarnya, pria itu memutuskan untuk meminta hal-hal terbaik yang diinginkan seorang manusia.&lt;br /&gt;&quot;Aku minta uang yang banyak, jabatan yang tinggi, istri yang cantik, kawan-kawan yang setia dan kesehatan yang prima,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal itu, Tuhan pun tersenyum, &quot;Kukira, engkau salah menafsirkan Aku,&quot; kata-Nya.&lt;br /&gt;&quot;Kami tidak menjual buah di sini. Yang kami jual adalah benih.” &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, tahukan Anda mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa kita? Karena, kita SALAH BERDOA. Ada 3 hal yang membuat doa kita salah. Pertama, karena ketika berdoa kita meminta buah, bukannya benih. Buah adalah akibat, sementara benih adalah sebab. Berdoa yang benar adalah meminta sebab, bukannya akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering meminta kesuksesan, jabatan, kekayaan dan ketenaran. Padahal, Tuhan tak akan mengabulkan permintaan seperti ini karena bertentangan dengan hukum alam. Bagaimana mungkin Anda akan sukses jika Anda tidak menguasai prinsip-prinsip kesuksesan? Bagaimana mungkin Anda akan mempunyai uang yang banyak bila Anda tidak meningkatkan kemampuan Anda untuk mencari uang? Bagaimana mungkin Anda akan mendapatkan banyak pelanggan kalau Anda tidak menghubungi lebih banyak orang dan meningkatkan kemampuan persuasi Anda? Bagaimana Anda bisa dihargai dan dihormati orang lain kalau Anda tidak meningkatkan kemampuan komunikasi Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang harus kita minta kepada Tuhan adalah &quot;kemampuan kita menghasilkan&quot;. Adapun &quot;hasilnya&quot; haruslah kita usahakan sendiri. Karena bukankah dunia malah akan menjadi kacau balau kalau Tuhan mengabulkan doa orang-orang yang sekedar meminta &quot;hasil&quot; ini?. Bukankah pengabulan doa yang meminta hasil seperti ini hanya akan menjerumuskan manusia menjadi orang malas, manja dan bodoh? Padahal nantinya akan banyak manusia yang tidak pernah meningkatkan kemampuannya, tetapi hanya hidup dengan mengandalkan doa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih buruk lagi adalah karena cara seperti ini tidak akan ada lagi perbedaan antara orang yang punya kemampuan dan yang tidak. Kalau doa semacam ini dikabulkan, bukankah dunia justru akan berjalan dengan tidak adil? Bila tidak ada lagi beda antara orang yang kompeten dan yang tidak, bukankah yang terjadi hanyalah kehancuran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, bukankah sering ketika berdoa kita meminta sesuatu yang juga diminta oleh orang lain padahal yang kita minta itu hanyal ada dalam jumlah yang terbatas? Bayangkan saja, kalau ada 3 kandidat beserta para pengikutnya berdoa untuk jabatan presiden, padahal jabatan presiden itu hanya satu dan ketiga orang tersebut berdoa dengan sangat khusyuk. Doa siapakah yang akan dikabulkan Tuhan? Kalau hanya ada satu orang yang doanya terkabul, hal apakah yang dapat membuat Tuhan mengabulkan doa orang ini dan bukan orang yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua mengapa doa kita tidak terkabul adalah karena doa tersebut tidak punya tujuan lain selain untuk kepentingan kita sendiri. Anda ingin sukses, tetapi kalau sudah sukses, apa rencana Anda? Anda ingin kaya, tetapi kalau sudah kaya, lantas mau apa? Ini yang masih tidak jelas. Dan karena ketidakjelasan ini, doa kita bertentangan dengan asas manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pengabulan doa kita oleh Tuhan selalu berkaitan dengan asas manfaat. Bukankah Tuhan menjalankan alam semesta ini berdasarkan asas manfaat? Bukankah tidak ada segala sesuatu_sekecil apapun_yang diciptakan Tuhan yang tidak memiliki manfaat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, segala sesuatu  yang tidak memberikan manfaat senantiasa bertentangan dengan hukum-hukum Tuhan. Nah, ketika kita berdoa meminta kekayaan dan kesuksesan tanpa renca yang jelas, berarti kita telah gagal menyakinkan Tuhan mengenai manfaat dari apa yang sednag kita minta. Ini tentu saja akan membuat doa kita tidak terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, prinsip ini sangatlah penting bagi terkabulnya doa kita. Karena itu, bila sudah menguasai rumus ini, ketika berdoa kepada Tuhan kita harus senantiasa menyertakan rencana kita yang jelas mengenai bagaimana kita akan memanfaatkan segala yang kita peroleh bukan untuk kepentingan kita sendiri, melainkan untuk kepentingan banyak orang&lt;br /&gt;Agar doa kita berhasil, kita harus mampu menyakinkan Tuhan bahwa kita mencari kekayaan karena kita mempunyai rencana untuk orang banyak. Kita ingin menyekolahkan orang lain, membangun sekolah, rumah yatim piatu, dan melakukan berbagai hal bagi kemaslahatan orang banyak. Sayangnya, dalam berdoa sering motif kita hanya untuk kepentingan diri sendiri. Bahkan, untuk diri sendiri pun kita masih tidak mengetahui apa yang akan kita lakukan bila doa kita terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ketiga mengapa doa kita tidak terkabul adalah karena kita kerap salah meminta kepada Tuhan. Kita meminta diberikan &quot;ketenangan&quot;, padahal kita sedang manghadapi sesuatu yang &quot;bisa kita ubah&quot;. Sebaliknya kita meminta diberikan &quot;keberanian&quot;, padahal yang sedang kita hadapi itu adalah sesuatu yang &quot;tak bisa kita ubah&quot;. Doa semacam ini terbalik, karena itu tidak aneh kalau Tuhan tidak mengabulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ketika menghadapi sesuatu yang &quot;bisa kita ubah&quot;, bukankah yang seharusnya kita minta adalah &quot;keberanian&quot;? Dan bukankah ketika menghadapi sesuatu yang &quot;biasa kita ubah&quot;, kita justru perlu meminta &quot;ketenangan?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, doa adalah alay yang paling mujarab yang telah terbukti keandalannya dari masa ke masa. Doa yang benar senantiasa mengandung kekuatan yang luar biasa karena dengan berdoa kita sedang meminjam kekuatan Yang Maha Kuasa. Bahkan, dengan berdoa kita sebenarnya seda ng berusaha mempengaruhi keputusan Tuhan. Bukankah Tuhan sendiri sudah menjanjikan, &quot;Mintalah kepada-Ku nanti akan Aku kabulkan.&quot;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;*) Penulis best seller The 7 Laws of Happiness&lt;br /&gt;Tulisan diambil dari Majalah SWA edisi 19/XXV/3-13 SEPTEMBER 2009. Dapetnya pas matkul kuantitatif. Thx to Prof Chol. &lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2009/11/salah-berdoa_07.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhIzylq5ubvQtDU_zlLbsRLb_E5-V5m0lcjxk832hQnpKr0XoEoR1YOdi4ayF5Yomp3F-WTvo38stS1UBehvilh-wC9EoOnnmW6pOxr1WBF9yCLt_GKgLPwD8D8XvZB4faSBAqYhcI3wvG/s72-c/berdoa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-8399557400544352171</guid><pubDate>Sat, 17 Oct 2009 15:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-18T16:06:54.465+07:00</atom:updated><title>Personal market di FB (tanggapan, refleksi, dan pesanku)</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxL8oa6f62BfLcNAoxtUjwcFlUECKQ4YGF5AyU3reI8jSWSpQSBZM6cHyrkJeuu3D8nKam38RtlkVW0Wr9nvNbKlE6qoCV5_R8U-m3KLBv70UvHzj1hcOdPxK9osTbH0N0PeE5RJX08Z4x/s1600-h/fb.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 93px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxL8oa6f62BfLcNAoxtUjwcFlUECKQ4YGF5AyU3reI8jSWSpQSBZM6cHyrkJeuu3D8nKam38RtlkVW0Wr9nvNbKlE6qoCV5_R8U-m3KLBv70UvHzj1hcOdPxK9osTbH0N0PeE5RJX08Z4x/s320/fb.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5393598897766111650&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Saya menjadi kembali merenung dan berevaluasi diri. Ketika saya mendapat sebuah email dari milist tentang hati-hati menggunakan FB. Saya juga mensharekan tulisan itu di FB saya. Awal, saya tak ingin buat FB. Dulu pun seperti FS (Friendster) tak pernah mau buat. Pernah dibuatkan sama adik angkatan (itupun agak dipaksa), akhirnya saya hapus.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sejak ada pemilihan caleg lalu, saya pun akhirnya mencoba create FB dan FS, karena ada keperluan politik di situ. Mau nggak mau agak terpaksa dikit lah buat. Meski dengan account yang lain, yang hanya sedikit orang yang tahu klo account itu punya saya. Akhirnya pasca pesta itu berakhir, saya pun berinisiatif membuat, dengan harapan bisa menyambung silaturahim dgn kawan-kawan lain, karena ada planning go out from Surabaya. Sampelah sekarang FB saya masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang menolak adanya FB dari kawan2 moslem. Dengan alasan Yahudi mine, tidak terlalu bermanfaat, dsb. Bahkan Ponpes Tebu Ireng pun mengeluarkan &quot;fatwa&quot; haram kepada para santrinya untuk menggunakan FB. Pasalnya, santri2nya menggunakan FB untuk pacaran dengan lawan jenis via dunia maya ini. Lain lagi ceritanya, dengan Barack Obama. Yang melarang warga AS untuk memanfaatkan FB. Meski orang no.1 Negeri Paman Sam ini yg memproduksi, namun dia melarang dengan alasan banyak perusahaan mendeteksi dan menelusuri histori seorang calon pelamar dari FB. Apakah pernah kena narkoba atau tidak. Seperti apa kepribadian si calon pelamar, dsb. Lain pula ceritanya dengan &quot;negeri seragam coklat&quot; alias PNS. Adanya pelarangan juga para karyawannya mengakses FB di saat mereka bekerja. Karena alasan tidak produktif/menurunkan tingkat produktivitas bekerja. Begitu juga dengan area kampus-kampus. Banyak kampus yang memblock situs ini di saat jam kuliah berlangsung. Biasanya sampe sore, sekitar jam 16 atau 17. DI atas itu bisa diakses. &lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUI (Majelis Ulama Indonesia), terakhir kali yang saya baca, belum/tidak mengeluarkan fatwa haram menggunakan FB. Dengan alasan, masih digantungkan pada pemanfaataanya pada masing-masing orang. Jika untuk kebaikan, dakwah tentu masih batas yang diperbolehkan. Sebaliknya jika untuk keburukan, pacaran, selingkuh, dll tentu akan jadi haram hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak orang yang mengetahui, khususnya para aktivis dakwah. Bahwa FB ini siapa yang punya dan siapa yang memproduksi. Tp entah kenapa masih banyak juga yang menggunakan. Bahkan levelnya ustad pun banyak juga yang membuat (meski bukan beliau sendiri yang membuatnya seh..). Termasuk saya sendiri yang juga masih make :) . Entah dan entah, seolah tak alasan, kecuali just for interest, refreshing. Atau bahkan bisa jadikan sarana diskusi, share informasi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang psikologi, ketika saya melihat comment-comment yang nangkring di dinding halaman (wall) kawan-kawan atau status yang mereka tulis atau keterangan-keterangan lain mengenai dirinya secara persoal, bisa mencerminkan. Siapa dan bagaimana si facebooker ini. Bagaimana kawan-kawannya. Bagaimana ia mengomentari yg lain. bahasanya, kalimatnya, bahkan kepribadiannya bagaimana sekian persen bisa dilihat dari sini. Melankolis, sanguinis, phlegmatis, atau kholeris. Atau kepribadian yang lain pun bisa sedikit banyak dilihat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah Obama melarang warganya memanfaatkan FB utk memammpang dirinya. Yah, meski sebenarnya tak masalah lah.. Biar perusahaan tahu si calon karyawan memang perlu diterima atau ditolak saja. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu lalu, saat kuliah kuantitatif. Dosen saya juga berkomentar, bahwa FB bisa dijadikan ajang untuk cybersex, ajang untuk selingkuh. Bagaimana tidak? orang yang satu baru diajak ngobrol, tidak tahu kan, jka dia juga lagi &quot;mengobral&quot; cintanya dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, renungan buat diri saya juga, ketika membaca tulisannya MH Anggana tentang &quot;Fenomena di Balik Facebook&quot;. Saya lagi-lagi tertegun dan berpikir ulang lagi. Memang semuanya adalah sarana/tools tinggal kita saja menggunakan/memanfaatkannya bagaimana. Setelah saya amat-amati, memang benar. Mayoritas, kawan-kawan facebooker menuliskan statusnya di dinding tentang apa yang dia pikirkan, apa yang dia kerjakan, dan apa yang dia inginkan. Dan juga, seperti apa keadaannya. Bahkan rasa-rasa mengeluh, merindu, mencinta, sebel, emosi lainya, bahkan hal yang tabu dan seharusnya bersifat pribadi pun ditulisnya. Bahkan lagi, gambar atau foto-foto mereka dipajang dengan vulgarnya. Dan mohon maaf pula, khususnya bagi para aktivis da&#39;wah. Khususon akhwat. &quot;Kenapa kalian masih saja suka memampang foto kalian secara terbuka di sana?&quot; Apakah tidak cukup berita-berita, kasus akhwat sebuah DPD yang diambil orang, lalu disalahgunakan. Di copy dan diedit dengan Photoshop, lalu ditaruh di gambar wanita lain yang sedang beraksi PORNO?. Saya pun tak habis pikir tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada seorang kawan ikhwan, berbalik tanya dengan saya. Lalu, kalo gambar ikhwan bagaimana? Saya jawab juga. Bagi saya, seharusnya sama saja. Klo disamarkan atau dimodifikasi samar, bolehlah... Tapi memang lebih rawan perempuan, jika yang dipajang adalah gambar mereka. Bagi beberapa akhwat kawan dekat saya, biasanya saya tegur, jika saya tahu karakteristiknya mau ditegur. Jika mmg karakternya susah dikasih tahu, ya biasanya masih saya diamkan. Cukup dengan &quot;ocehan&quot; saya lewat FB di dinding/wall saya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tema barangkali tulisan saya ini, Hanya sebagai refleksi saya untuk semua. Khususnya diri saya sendiri. Buat apa dan untuk apa, memang diri kita yang bisa menjawabnya. Haram atau halal, atau makruh, saya rasa tergantung penggunaannya juga. So, memang semua dikembalikan pada diri sendiri. Cuman, pesen saya. jangan sering-sering menggambarkan diri di FB tentang hal-hal yang sifatnya pribadi atau bahkan yang jorok, buruk, atau hal yang perlu dijauhi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kawan saya seorang maniak facebooker, bahwa kadang tulisan yang sifatnya serius jarang mendatangkan comment. Justru yang nyleneh gitu-gitu, malah banyak yg comment. Secara teoritis, memang benar. Sesuatu yang berbeda, tentu akan terlihat lebih menonjol juga. Lebih mendapat perhatian. Hanya saja, etika, norma, dan perkiraan value itu pun perlu ditimbang-timbang. Kecuali valuenya memag suka yg vulgar-vulgar dan pegen menceritakan about his/her self. About his/her activity, etc. Agar pengen diketahui orang lain. Tp tetaplah hati-hati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n Then... hati-hati dengan FB. Kiamat tak jauh lagi (bahkan sekarang sudah sering kita melihat fenomena kiamat itu did depan mata kita). Manfaatkan sarana dengan baik. Termasuk saya sendiri :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://www.facebook.com/note.php?created&amp;amp;&amp;amp;suggest&amp;amp;note_id=180564290188)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2009/10/personal-market-di-fb-tanggapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxL8oa6f62BfLcNAoxtUjwcFlUECKQ4YGF5AyU3reI8jSWSpQSBZM6cHyrkJeuu3D8nKam38RtlkVW0Wr9nvNbKlE6qoCV5_R8U-m3KLBv70UvHzj1hcOdPxK9osTbH0N0PeE5RJX08Z4x/s72-c/fb.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-4063661246155663018</guid><pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T12:31:04.388+07:00</atom:updated><title>Ternyata Identitas itu Perlu</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin41mNdCFKv6SYt0G8dYrxyicl1tT9O1uwtq-T3UafQE1JGFe5zBIUX3eFLbItAVKXi9VB203Dr98j8mKq1oG75-psqNGlg7xU3lqkX3qfIPre8M20EHswiNl9ThCojM17DlqKMa_IqFXy/s1600-h/4-seragam-pria+andi.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 138px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin41mNdCFKv6SYt0G8dYrxyicl1tT9O1uwtq-T3UafQE1JGFe5zBIUX3eFLbItAVKXi9VB203Dr98j8mKq1oG75-psqNGlg7xU3lqkX3qfIPre8M20EHswiNl9ThCojM17DlqKMa_IqFXy/s320/4-seragam-pria+andi.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5374137529502835314&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Marhaban Yaa Ramadhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan tlah tiba. Dah lama juga saya tidak kembali bercerita melalui blog ini karena banyaknya aktivitas dan bingungnya menuliskan pemikiran atau cerita yang saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, lembaga kami &lt;a href=&quot;http://www.ydsf.or.id/&quot;&gt;YDSF&lt;/a&gt; setiap tahunnya ada 2 event besar yang menyita waktu banyak. Salah satunya ya ini, Ramadhan nan berkah. Kami biasanya membuka gerai-gerai di mall-mall untuk meningkatkan penghimpunan dan donasi. Serta berkontribusi untuk dakwah melalui lembaga kami di mall-mall, dengan memanfaatkan moment-momen tertentu. &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, di saat kami juga lelah dan ribet sak karepe dewe, adalah sebuah keluhan dari seorang relawan. Keluhan terkait dengan identitas, yakni seragam. Biasanya kami ada seragam yang bisa dijadikan sebagai identitas. Namun, karena ada kendala teknis, seragam di awal-awal Ramadhan belum bisa kami berikan. Akhirnya, ada yang belum mengenakan seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ternyata mengundang pertanyaan dan akhirnya didatangi oleh petugas mall. Minta surat dan sebagainya. Yah... barangkali tidak percaya kalau memang orang-orang itu adalah relawan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dari situ, saya teringat kembali bahwa identitas itu memang perlu. Sekalipun seragam. Meski pernah saya berdiskusi kecil dengan salah satu dosen saya, bahwa tidak perlulah atribut-atribut itu. Meski pelayanan sekalipun. Karena yang terpenting adalah konsistensi dari pelayanan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, barangkali itu benar. Karena kita memang berbeda paradigma. Meski demikian, saya lagi-lagi berpikir bahwa identitas itu masih cukup perlu. Misalnya saja, sekarang fenomenanya pemerintah sedang mencari-cari yang namanya terorisme. Identitas-identitas yang mencirikan seorang terorisme seperti yang pemerintah sampaikan pun dijadikan patokan penangkapan (yah, semoga tidak hanya sekedar asal tangkap dari tebakan-tebakan aja). KTP bisa 2 dengan nama dan TTL yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, meski kecil adanya identitas itu cukup perlu ya. Hatta sidik jari sekalipun. Oke, saya hanya ingin sekedar memenuhi blog saya sejenak. Bercerita dan menulis saja...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2009/08/ternyata-identitas-itu-perlu.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin41mNdCFKv6SYt0G8dYrxyicl1tT9O1uwtq-T3UafQE1JGFe5zBIUX3eFLbItAVKXi9VB203Dr98j8mKq1oG75-psqNGlg7xU3lqkX3qfIPre8M20EHswiNl9ThCojM17DlqKMa_IqFXy/s72-c/4-seragam-pria+andi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-5437689480863577619</guid><pubDate>Sat, 23 May 2009 06:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-23T15:05:16.290+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lainnya</category><title>Bapak-Ibu Guru pilih kelompok siswa yang mana?</title><description>Saya teringat akan sebuah cerita dari salah seorang dosen tamu di kampus. Pengalaman dan pengetahuannya tak perlu diragukan lagi bagi saya. Beliau pernah bercerita sewaktu memberikan ceramah di depan sejumlah peserta yang semuanya adalah para guru. Guru dari sekolah umum dan Islam. Pak Dosen itu kemudian bertanya kepada para guru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bapak Ibu sekaliyan. Saya mau bertanya kepada Anda semuanya. Menurut Bapak-Ibu guru, Anda lebih memilih mana apabila ada dua kelompok murid. Kelompok pertama, anaknya pintar-pintar. Kalau diberi tugas, pasti mereka selesaikan sesuai dengan penugasan yang diberikan. Pokoknya manut-manut semua.&quot; cerita Bapak Dosen itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil diam sejenak, Bapak Dosen kembali melanjutkan ceritanya. &quot;Sedangkan kelompok kedua...&quot; katanya. &quot;Mereka justru sebaliknya. Sudah bodho-bodho (bodoh_red), diberikan tugas jarang dikerjakan, dikasih tahu susah, dan lain-lain.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kira-kira Anda semua sebagai guru milih yang keompok mana?&quot; tanya Bapak Dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Bapak Dosen bertanya di depan forum, Bapak Dosen pun terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira kalau Anda menjadi guru pilih kelompok yang mana?&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Bapak Dosen terkejut?Karena hampir seluruhnya para guru menjawab memilih kelompok pertama. Bapak Dosen pun lantas berkata, &quot;Anda-Anda itu tidak pantas jadi guru!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Gleg!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kenapa?&quot; lanjutnya, &quot; Karena guru adalah seorang pendidik. Pendidik itu mendidik siswa dari yang tidak bisa menjadi bisa. Dari tidak bisa berhitung menjadi bisa berhitung. Dari bodoh menjadi pandai. dan seterusnya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, sekilas saja flasback cerita masa lalu. Sewaktu masih menjadi mahasiswa dulu. Diakui atau tidak memang sebagian besar dari guru tugasnya adalah mengajar. Mengajar, menyampaikan mata pelajaran apa yang menjadi tugasnya. Jarang ditemukan guru yang mampu memberikan dan memasukkan nilai-nilai moral ataupun mendidik siswa menjadi lebih terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal lagi, ketika banyak siswa yang masih terjadi tawuran, bullying, bolos sekolah, dan sebagainya. Bahkan kekerasan yang menurut paradigma lama bisa menjadi &quot;senjata&quot; untuk mendisiplinkan siswa pun masih banyak guru yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya berdiskusi dengan salah seorang pimpinan sebuah lembaga konsultan keuangan, beliau juga konsen di pendidikan. Kata beliau, di Indonesia ini yang bobrok dan perlu diperbaiki adalah moral gurunya dulu. Karena dari gurulah akan lahir murid-murid didikannya. Kalau guru tidak mendidiknya dengan baik, maka seperti itulah produknya. Begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, bagaimana dengan Anda yang menjadi guru atau bercita-cita menjadi guru? Semoga Anda termasuk guru-guru yang memilih jawaban kelompok kedua.&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2009/05/bapak-ibu-guru-pilih-kelompok-siswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-110713118916607605</guid><pubDate>Mon, 11 May 2009 04:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-11T14:56:24.970+07:00</atom:updated><title>Dan kepada siapa lagi kita mencinta?</title><description>Sakit itu kembali hadir di saat waktu yang tersedia menuntut untuk bersegera&lt;br /&gt;Bersegera dalam banyak hal &lt;br /&gt;Bersegera dalam menyelesaikan tugas dan amanah&lt;br /&gt;Tak baik juga rasanya meninggalkan negeri orang tanpa meninggalkan suatu bekas yang tertanam &lt;br /&gt;Tak baik pula ketika harus menentang orang-orang terkasih yang telah membesarkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah...&lt;br /&gt;Barangkali Tuhan tengah menguji kembali sang diri&lt;br /&gt;Agar penawaran untuk membeli keburukan itu terjadi&lt;br /&gt;Ya, barangkali Tuhan hendak membeli keburukan itu dengan sebuah sinar kebajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hati terasa menyendiri dan kalut&lt;br /&gt;Saat kondisi dirasa paradoks&lt;br /&gt;Dan di saat pemaksaan diri hendak dilakukan&lt;br /&gt;Dilakukan dan dilakukan&lt;br /&gt;Yang hanya untuk mengejar tuntutan sang waktu&lt;br /&gt;Di saat itu pulalah seorang kawan menghibur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, bukan seorang kawan ding&lt;br /&gt;Seorang kawan, seorang kawan, seorang kawan lagi, dan...&lt;br /&gt;Seseorang yang tengah menjadikan sang diri menjadi besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya cerita gembira sebenarnya&lt;br /&gt;Tetapi cerita-cerita hasil cobaan dari Sang Khalik&lt;br /&gt;Rasa kecintaan dari Sang Khalik kepada hambaNya yang fakir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Ada juga yang berwujud rasa syukur&lt;br /&gt;Rasa syukur dari sebuah pengharapan yang cuuuukup panjaaang&lt;br /&gt;Alhamdulillah ada sebuah kapal yang menghampirinya untuk segera berlayar &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari, cukup panas juga udaranya&lt;br /&gt;Tapi entah mengapa, sang hati tidak tenang dan sang matapun tidak lelap&lt;br /&gt;Tak lelap untuk sekedar merebahkan diri&lt;br /&gt;Ketika si sakit itu datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ternyata...&lt;br /&gt;Orang-orang terkasih itu hendak mengampiri sang diri ke sini&lt;br /&gt;Terharu, kesal, dan..&lt;br /&gt;Sudahlah! Biarlah! Begitu kata sang hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun bergulir, akhirnya orang-orang terkasih itu pun datang&lt;br /&gt;Lama-lama berbincang dan akhirnya...&lt;br /&gt;Hening pun tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itu pulalah seorang terkasih itu pun bercerita&lt;br /&gt;Cerita tentang apa yang sedang menimpa&lt;br /&gt;Tak tahan dan sakit rasanya tubuh ini untuk mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan di tengah gelapnya malam&lt;br /&gt;Dia pun mengungkapkan apa yang dia rasakan&lt;br /&gt;Dan apa yang sedang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hufff...&lt;br /&gt;Lama sang hati diri tak terhibur&lt;br /&gt;Tak terhibur oleh cerita dan kisah heroik&lt;br /&gt;Perlawanan melawan kekurangan&lt;br /&gt;Pertahanan melawan sebuah hinaan&lt;br /&gt;Dan kesabaran melawan sebuah kesombongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sanggup pula ketika sang mata hendak melelehkan air asinnya keluar&lt;br /&gt;Karena sang terkasih nampak merah pula matanya&lt;br /&gt;Nampak sekali hendak mengungkapkan kepedihan dan kesedihannya&lt;br /&gt;Ah,.. masak sang diri ikut-ikutan juga!&lt;br /&gt;Tahanlah kau sang mata!&lt;br /&gt;Tahan air asinmu untuk keluar!&lt;br /&gt;Keuarkan saja besok-besok ketika kau sedang berkhalwat denganNya saja!&lt;br /&gt;Biar tidak banyak orang yang tahu&lt;br /&gt;Bahwa kau sedang bermunajat, mendekat, dan berharap&lt;br /&gt;Berharap agar sang hati senantiasan disabarkan&lt;br /&gt;Dan sang dada senantiasan dilapangkan&lt;br /&gt;Selapang dan seluas air laut yang tak pernah habis&lt;br /&gt;Ketika si metafora menceritakan ilmu Tuhannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar tidak tahu ketika kau dan kawan-kawanmu&lt;br /&gt;Tangan, kaki, mata, dan yang lainnya&lt;br /&gt;Sedang asyik berduaan denganNya&lt;br /&gt;Seperti ketika si metafora kembali bercerita&lt;br /&gt;Ketika tangan kirimu tak tahu ketika tangan kananmu bersedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalikan semua kepadaNya&lt;br /&gt;Karena seburuk-buruk kondisi adalah ketika yang ada hanyalah Dia semata&lt;br /&gt;Kepada siapa lagi kita mencinta?&lt;br /&gt;Kalau bukan pada Tuhanmu?&lt;br /&gt;Tuhan yang tak pernah lelah untuk memberikan apa yang dipinta sang diri&lt;br /&gt;Yang tak pernah lupa dan Maha Teliti atas segala apa yang diperbuatnya&lt;br /&gt;Biarkan dan biarkan saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepediahan dan kesedihan itu pasti selalulah akan hadir&lt;br /&gt;Sebagaimana kegembiraan dan kebahagiaan itu pun juga demikian&lt;br /&gt;Senyum dan lapangkan sang hati&lt;br /&gt;Agar senantiasa tegar, tegar, dan tegar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit bukanlah penghalang&lt;br /&gt;Sedih bukanlah barrier tinggi&lt;br /&gt;Yang akan menjauhkan sang diri pada Sang Pencipta Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kepada siapa lagi kita mencinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-size:85%;&quot; &gt;** Di saat kontemplasi itu harus kembali dilakukan&lt;br /&gt;Dan mutiara inspirasi harus didapatkan kembali&lt;br /&gt;Maka kembalilah kepada jalanmu yang benar...&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Maaf, intermezo aja tulisan ini dibuat. Hanya ingin mengisi kekosongan blog yang lama telah ditinggalkan. Dan maaf juga membuat judul di atas (yang biasanya tak biasa dibuat :) ) Karena baru kena tema cinta. Cinta saudara-saudaraku, orang tua, dan Tuhanku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2009/05/dan-kepada-siapa-lagi-kita-mencinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-3787251985232222753</guid><pubDate>Sat, 21 Mar 2009 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-21T23:14:29.348+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lainnya</category><title>Ingatkan Saja!</title><description>&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5315674859177573666&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 111px; CURSOR: hand; HEIGHT: 110px&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYxjjX2ormX1UheEF_Fmh75MizdlQrkHo4Jw832aZu5jwFp0zsmErBnsQbZZPJTzPUaBEwXFZ-BgFwqtThifti1TrmCI80aSE9vEL1miWe9_Z65g23o52nsdKSDQV-7ngrykq1saW86v-O/s320/warning.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Minggu lalu, seperti biasa kami berkumpul untuk saling memberikan nasihat. Ya, tidak seperti biasanya memang, baik tempat maupun jumlah anggotanya. Biasanya ada 5, tapi saat itu yang bisa hadi hanya bertiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nampak lelah wajah kawanku satu ini. Meski demikian, wajahnya melempar senyum kepada kami berdua ketika datang. Kami, saya dan satu kawan saya yang hadir lebih dahulu pun menyambutnya dengan senyum. Eh, ternyata setelah ada DS katanya. Seragamnya pun masih belum diganti. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Acarapun dimulai, taujih pun dipresentasikan. Awalnya berencana menggunakan slide power pint, tapi karena formatnya pake 2007, akhirnya nggak jadi deh. Maklum laptop yang dibawa masih 2003.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kalimat per kalimat pun mengalir, meski agak-agak lupa dan ingat. Acara berjalan lancar. Hingga tak ada lagi rasanya yang disampaikan. Diskusi pun dimulai dan dibuka. &lt;/div&gt; &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kawan 1: Bercerita tentang &lt;em&gt;case &lt;/em&gt;yang terjadi pada dirinya dan pemimpinnya di sebuah organisasi. Pada intinya, adanya konflik karena ketidakpercayaan seorang jundi kepada sang qiyadah. Sabab Musababnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena karakteritik sang pemimpin yang lebih suka bekerja individu daripada tim. Seorang sang jundi merasa kemampuan dirinya tidak diakui.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kawan 2: Bercerita perihal &lt;em&gt;case &lt;/em&gt;seorang jundi juga yang hampir saja mangkir dari &quot;barisan&quot;. Karena minimnya SDM yang ada serta karakteristik pemimpin yang tidak jauh beda dengan cerita di kawan 1 di atas. Selain itu, rapat-rapat yang hanya membahas persoalan dan target. Tidak ada selainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Baik, entah kenapa juga mereka begitu bingung merasanya. Saya pun hanya tersenyum dan mengendalikan diri untuk tidak terburu-buru menjawab. Alhamdulillah pengalaman kehidupan berinteraksi dalam sebuah kelompok/jamaah/tim sudah banyak didapat. Entah kenapa juga seolah mereka ruwet untuk mencari jalan keluarnya. Ya, barangkali mereka kurang banyak persoalan hidup yang didapat. (Maaf ya, barangkali saja begitu)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karakteristik pemimpin memang berbeda-beda, terutama gayanya dalam memimpin pasukannya. Ada yang demokratis, otoriter, maupun egaliter. Ada yang memiliki karakter komunikatif, mudah diajak kerja tim, keras kepala, ngalahan, nrimoan, pendiam, atau nggak terlalu peduli pun pasti ada. Karena memang mereka adalah manusia biasa yang senantiasa bisa salah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebagai seorang bawahan atau jundi tentulah banyak belajar memahami dan mengidentifikasi karakter pemimpinnya. Kapan mereka harus bersikap begini dan begitu. Tidak dibenarkan juga ketika pimpinanya salah, lalu dibiarkan. Tidak dibenarkan juga ketika pimpinannya diam, keras kepala, otoriter, lalu sebagai bawahan atau anggota cenderung &lt;em&gt;mbendol mburi &lt;/em&gt;alias sukanya membicarakan di belakang. Tidak selalu salah juga sikap otoriter pemimpin itu 100% salah dan tidak dibenarkan. Anggota harus paham itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gaya masing-masing pemimpin memang beda. Yang terbaik adalah mereka mampu menggunakan style itu di saat kondisi yang tepat. Tidak dibenarkan seorang pemimpin menggunakan style demokratis terus dalam semua kondisi. Begitu juga otoriter. Ada kalanya perlu otoriter, ada kalanya demokratis, dan ada kalanya egaliter. Dan sekali lagi sebagai bawahan harus paham itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kembali cerita di atas, semuanya itu saya hanya mencoba untuk berpikir sederhana. &quot;Ingatkan Saja!&quot; Ketika roda untuk saling mengingatkan maka Insya Allah gerak dakwah akan senantiasa terus berjalan dengan sehat. Tentu gaya dan caranya pun berbeda. Gaya guyonan persahabatan biasanya lebih baik digunakan. Karena dirasa lebih mendekatkan dan mengakrabkan bahasanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mangkirnya seseorang dari sebuah barisan, bisa jadi karena alasan kecewa, bosan, stress tinggi, males, atau karena kondisi stagnan. Yah, sarannya sederhana juga, adakan saja &quot;Gathering&quot;. Sesekali senang-senang sesama tim. Karena tim punya hak juga untuk menyenangkan anggota seperti halnya hak tubuh untuk refreshing.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;=========== just intermezo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size:+0;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2009/03/ingatkan-saja.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYxjjX2ormX1UheEF_Fmh75MizdlQrkHo4Jw832aZu5jwFp0zsmErBnsQbZZPJTzPUaBEwXFZ-BgFwqtThifti1TrmCI80aSE9vEL1miWe9_Z65g23o52nsdKSDQV-7ngrykq1saW86v-O/s72-c/warning.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-97405612541207674</guid><pubDate>Wed, 18 Mar 2009 02:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-18T17:04:22.126+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">gagasan</category><title>Cul de Sacs dalam Penyikapan PSK (?) (Bag. 1)</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmabSg8syBzduKwK6sUe6L1w_e_-RBn4-eNkgu-DbbzEEFyqO-HklZpcVRviBqGNgleCZUP2H1hRwjzLxojvnVD4v4BQ4EdE-mZ36caEmaVQkKWwpKkmPIP50bojGH2UX5GsoFqKV_4AQD/s1600-h/psk2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 119px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmabSg8syBzduKwK6sUe6L1w_e_-RBn4-eNkgu-DbbzEEFyqO-HklZpcVRviBqGNgleCZUP2H1hRwjzLxojvnVD4v4BQ4EdE-mZ36caEmaVQkKWwpKkmPIP50bojGH2UX5GsoFqKV_4AQD/s320/psk2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5314463104400135362&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Cul de sacs&lt;/span&gt; atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;fallacy of thinking&lt;/span&gt;. Itu adalah istilah dari Kang Jalal di bukunya RekSos-nya (Rekayasa Sosial). Di situ membahas bagaimana kita sering salah dalam berpikir dan mencari solusi atas suatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, seperti biasa. Saya dan kawan-kawan Lentera Harapan (LSO KAMMI Surabaya) turun gunung ke Putat Jaya alias Gang Dolly untuk mengisi materi ke adik-adik. Kami ke sana memang ada keinginan untuk silaturahim ke tokohnya memang. Sekaliyan mengajak diskusi dan menyampaikan kondisi keterbatasan SDM di kawan-kawan Lentera Harapan. Sehingga perlu dicarikan solusi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah diskusi, sebut saja Pak KT. Beliau adalah mantan mucikari yang sekarang justru 360 derajat berbalik arah melakukan aktivitas sosial dan bergabung di sebuah LSM untuk turut membantu dalam pemotongan mata rantai adanya PSK. Dunia remang-remang yang dia jalani bertahun-tahun tengah ia tinggalkan. Namun demikian, beliaunya ini memiliki semangat untuk memutus mata rantai dengan memberikan pendidikan kepada para anak di area lokalisasi. Bervariasi yang beliau didik. Mulai anak-anak hingga remaja. Beliaunya berkomentar senang pula ketika kami bisa bergabung di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik. Sebagian dari kami nampak cerianya dengan memberikan cerita dan tugas kepada adik-adik. Sebagian lain, termasuk saya berdiskusi dengan Pak KT ini. Beliaupun kemudian menyatakan sebuah pernyataan. &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;M&lt;/span&gt;enurut saya ya..., mending pemerintah itu melegalkan prostitusi saja!&quot;&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Gleg!&quot; Saya pun kaget sebenarnya. Mendengar hal itu. &quot;Gak salah to?&quot; Batin saya.&lt;br /&gt;&quot;Maksudnya pak?&quot; tanya saya&lt;br /&gt;&quot;Iya, mending lokalisasi ini dilegalkan saja. Tapi pemerintah perlu membuat aturan tegas dan sanksi yang berat. Misalnya tidak boleh adanya perdagangan, tidak boleh ada paksaan, daerah lokalisasi tidak boleh bercampur dengan rumah penduduk, tidak boleh ada orang baru yang mencari-cari dan masuk ke lokalisasi. Sehingga yang ada sekarang adalah memang orang-orang yang sukarela ingin jadi PSK dan tidak boleh ada orang baru lagi. Biar pelan-pelan hilang sendiri. Jadi jika ada pelanggaran atau ada unsur perdagangan maka pemerintah harus menerapkan hukuman yang berat mbak. Apalah, pancung atau mati atau apa gitu.&quot; katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dari diskusi itu akhirnya muncul dikusi lain yang muncul. Pro kontra dari adanya pendapat ini pun muncul. Bahkan dari pernyataan Pak KT ini tadi menyatakan bahwa salah satu caleg dari sebuah partai Islam yang saat ini populer pun turut mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya jaman Belanda barangkali, yang memunculkan adanya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Red District. &lt;/span&gt;Area ini adalah area khusus bagi mereka yang terkategori penikmat &quot;neraka&quot; atau surganya iblis. Mulai dari narkoba, pezina, dan sebagainya. Konon katanya hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemerintahan Belanda pada kaum &quot;papa&quot; cahaya ini. Jangan coba-coba untuk melakukan tindakan maksiat ini di luar are &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Red District&lt;/span&gt;. Apalagi mengembangkan daerah baru. Hukumannya bisa berat bos...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pemerintah, tentunya tidak akan begitu saja mudahnya sepakat dengan adanya perilaku-pelaku kontra moral ini. Namun, diakui memang adanya dilematis terkait dengan PSK ini. Kabar dipindahkannya ke Keputih atau ke daerah terpencil di Sumenep, Madura pun menuai protes dari banyak kalangan. Peraturan-peraturan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;sweeping &lt;/span&gt;para perempuan yang keluar malam hari di atas jam 23.00 WIB pun ditindak. Tidak menutup kemungkinan jika perempuan baik-baik kena &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;sweeping &lt;/span&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini masalah sosial ataukah individu?&lt;br /&gt;Menurut saya adanya PSK ini adalah tidak sekedar masalah individu. Akan tetapi masalah sosial. Pembinaan kerohanian dan pekerjaan terhadap para PSK barangkali perlu, namun jika dicermati ternyata pembinaan ini belum banyak menyentuh akar persoalan yang terjadi. Karena adanya pembinaan lebih mengarah pada pemberian solusi pada tataran individu. BUKAN SOSIAL!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kang Jalal di bukunya Rekayasa Sosial, kesalahan dalam penanganan masalah sosial atau individu ini merupakan kesalahan kita dalam berpikir atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;fallacy of thinking &lt;/span&gt;atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;cul de sacs &lt;/span&gt;itu tadi. Masalah sosial ditangani dengan masalah individu. Sebaliknya masalah individu penanganannya seperti halnya masalah sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang saya peroleh dari Pak KT ini pun paling tidak memberikan gambaran buat saya. Bahwa memang mayoritas adalah korban perdagangan atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;trafficking&lt;/span&gt;. Tentunya kecil prosentasenya mereka-mereka yang memang dengan sukarela menjajakan dirinya pada lelaki hidung belang. Di satu sisi banyak para PSK ini yang ingin keluar dari dunia gelap. Terutama mereka yang menjadi korban dan masuk jurang dengan jebakan. Namun, apalah dikata. Dunia PSK seperti halnya lingkaran setan yang sulit untuk keluar. Ketika mereka hendak keluar, mereka tentunya dibebani sekian ratus atau juta rupiah dengan alasan mengganti biaya mereka selama menjadi PSK kepada mucikarinya. Jika mereka kabur, berharaplah untuk selamat. Karena mereka akan dikejar dan dicari oleh &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;body guard &lt;/span&gt;yang siap untuk membawa kembali paksa mereka atau bahkan membunuh mereka. Itu informasi yang saya dapat juga dari seorang mantan preman yang dulu pernah berkecimpung di dunia gelap juga. (Alhamdulillah sekarang sudah tobat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pula, alasan ekonomi sehingga pemaksaan penjualan anak oleh orang tuanya pun terjadi. Kurang besarnya penghasilan yang mereka dapat jika bekerja halal pun menjadi alasan mangkirnya mereka ketika diberikan pembekalan atau pelatihan-pelatihan oleh pemerintah atau LSM terkait. Pembekalan ruhani kepada mereka pun juga urusan hidayah dari Sang Maha Kuasa. Meski demikian kita pun wajib turut mensukseskan hal ini kepada mereka, jika mereka sudah bisa keluar dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;what next? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;--- bersambung---&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2009/03/cul-de-sacs-dalam-penyikapan-psk-bag-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmabSg8syBzduKwK6sUe6L1w_e_-RBn4-eNkgu-DbbzEEFyqO-HklZpcVRviBqGNgleCZUP2H1hRwjzLxojvnVD4v4BQ4EdE-mZ36caEmaVQkKWwpKkmPIP50bojGH2UX5GsoFqKV_4AQD/s72-c/psk2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-303577450519608816.post-3545747586027279830</guid><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 18:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T02:41:34.977+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Mnemonic</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpaPV_XK6pAIz2pf8QI1PRbOnbr9-ZYOoqcCJC47lcBQjAIIUMLSaodmVmKETnot8pYXCl99MnACFx9EFY_xL5a8vA6V7u3cZn3enQ_dPfFMG5XQD11iEr2mQwxWBhR6HBEp_V_O_ziRZi/s1600-h/kognitif.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 137px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpaPV_XK6pAIz2pf8QI1PRbOnbr9-ZYOoqcCJC47lcBQjAIIUMLSaodmVmKETnot8pYXCl99MnACFx9EFY_xL5a8vA6V7u3cZn3enQ_dPfFMG5XQD11iEr2mQwxWBhR6HBEp_V_O_ziRZi/s320/kognitif.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5278609758365180882&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mnemonic&lt;/span&gt;. Pernahkah Anda mendengar atau mendapati kata ini? Atau begini saja, pernahkah Anda mengikuti suatu pelatihan dan mendapat tugas untuk menghafal sekian banyak daftar kata? Misalnya saja begini, saya akan memberi Anda daftar kata sebanyak 15 kata untuk Anda hafal.&lt;br /&gt;1. Sawah      6. Masjid      11. Mangga&lt;br /&gt;2. Ontel        7. Api            12. Kasur&lt;br /&gt;3. Kakek      8. Ular          13. Uang&lt;br /&gt;4. Sandal      9. Kayu        14. Mobil&lt;br /&gt;5. Nasi         10. Air           15. Susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira Anda mampu mengahafal berapa lama untuk bisa mengingat semua kata secara urut? Berani terima tantangan? Saya yakin tidak sampai 1 menit mampu untuk menghafal kata-kata tersebut secara urut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang terbiasa menghafal kata-kata mungkin lebih mudah mendapatkan tantangan ini. Akan tetapi bagi Anda yang merasa kesulitan? Akankah menyerah?&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bermaksud untuk mengerjai Anda dengan permainan di atas. Mengfahal sesuatu dalam keseharian kita, tentu perlu sebuah metode atau strategi sendiri untuk memudahkan kita mengingat banyak kata. Kenapa begitu? Karena dengan tahunya strategi, maka energi yang akan dikeluarkan pun lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Bagaimana kalau misalnya kata-kata tersebut saya buat cerita seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;Sa&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;ya &lt;/span&gt;pergi ke &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;sawah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt; dengan menaiki sepeda &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;ontel. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;Eh, di perjalanan saya bertemu dengan seorang &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;kakek &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;berjalan beralaskan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;sandal &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;dan nampak membawa sebungkus &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;nasi. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;Dia ternyata mau ke &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;masjid. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;Dekat masjid ada &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;api &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;berkobaran dan dia juga melihat seekor &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;ular. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;Ia mengambil &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;kayu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;untuk menyingkirkannya dan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;air &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;untuk membantu memadamkan api. Deket masjid ada pohon &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;mangga. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;Kasur...kasur..&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;&quot; suara seseorang menawarkan dagangannya. Sang kakek mau membeli tapi tidak punya &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;uang&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;. Sejenak ia menunggu di serambi ada &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;mobil &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;yang lewat berjualan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;susu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;kedelai. Ia pun ingin, tapi tak ada sesuatu untuk membeli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Lebih mudah bukan? Atau bisa juga anda membagi-bagikannya ke dalam kategorial tersendiri, misalnya yang tergolong makhluk hidup, makanan/minuman, dan lain sebagainya. Metode tersebut dipergunakan untuk mempermudah otak kita mengingat sesuatu yang perlu dihafal. Apa jadinya jika murid-murid kita diminta untuk menghafal sekian banyak pelajaran? Pasti mereka tak kalah pusingnya. Metode yang saya pergunakan di atas bisa dikatakan sebagai &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mnemonic, &lt;/span&gt;yakni upaya menciptakan asosiasi atas apa yang baru diingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan berpanjang lebar untuk membahas ini. Uraian di atas hanya sekedar untuk prolog saja. Karena yang terpenting adalah mengambil pelajaran dari apa yang telah kita lakukan bersama di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kira-kira, menurut Anda apa yang bisa kita petik pelajarannya dari game di atas?&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Pelajaran yang bisa kita ambil antara lain sbb:&lt;br /&gt;1. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Strategi. &lt;/span&gt;Berbagai persoalan dan tantangan yang kita hadapi di keseharian perlu adanya sebuah strategi atau metode untuk menyelesaikannya. Seperti yang saya katakan di atas, agar lebih menghemat energi yang dimiliki serta mempermudah pengerjaan sesuatu.&lt;br /&gt;2. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Orang yang membuat = paham. &lt;/span&gt;Orang yang menciptakan sebuah laptop misalnya, tentu dia mengetahui dan sangat paham akan kekurangan dan kelebihan atas apa yang ia buat. Dari game di atas, karena saya yang membuat kata-kata tersebut tentu saya bisa lebih mudah duluan daripada Anda untuk menghafalnya.&lt;br /&gt;3. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Perlunya membuat visualisasi dalam alam pikiran. &lt;/span&gt;Bahwa apa yang kita inginkan, perlunya untuk diimpikan dan digambarkan secara abstrak dalam alam pikiran sebelum dituangkan dalam bentuk konkret. Hal ini penting untuk membuat rancangan desain sebelum tertuang dalam kertas/langkah nyata.&lt;br /&gt;4. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Merangkai=Seni&lt;/span&gt;. Kata-kata di atas saya coba untuk rangkaikan menjadi sebuah cerita. Dan ini menjadi sebuah seni tersendiri. Apabila kita tarik dalam kehidupan sehari-hari, bahwa setiap kejadian yang menimpa kita, jangan dianggap bahwa satu persatu, antara satu dengan yang lainnya terlepas sendiri-sendiri dan tidak ada kaitannya. Setiap potongan mozaik persoalan/ujian yang kita terima harus disadari bahwa itu adalah seni yang seharusnya dirasakan dan disadari atas ujian yang diberikan Allah sebagai bentuk kasih sayangNya. Dan setiap rekayasa yang akan kita buat pun tidak terlepas dari adanya rangkaian kata kunci-kata kunci yang kita temukan. Ide besar dapat terwujud dengan komprehensif, tentunya juga dari potongan-potongan ide yang kita temukan.&lt;br /&gt;5. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Menyenangkan. &lt;/span&gt;Dengan adanya hal baru yang bisa kita temukan/strategi yang kita dapati, buatlah menyenangkan untuk diri kita dan sekitarnya. Bahwa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;life is beautiful&lt;/span&gt;. Sehingga kita harus belajar juga untuk bersikap senang atas segala yang kita terima.&lt;br /&gt;6. Ada yang lainnya? Silahkan berkomentar ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahua&#39;alam bisshowab. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;baca selengkapnya...&lt;/div&gt;</description><link>http://arahbalik.blogspot.com/2008/12/mnemonic.html</link><author>noreply@blogger.com (Informasi singkat tentang saya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpaPV_XK6pAIz2pf8QI1PRbOnbr9-ZYOoqcCJC47lcBQjAIIUMLSaodmVmKETnot8pYXCl99MnACFx9EFY_xL5a8vA6V7u3cZn3enQ_dPfFMG5XQD11iEr2mQwxWBhR6HBEp_V_O_ziRZi/s72-c/kognitif.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>