<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>ASET VIRTUAL AMPERAMUS</title><description>Semua harus memiliki prinsip dan tujuan bila ingin sukses dalam bisnis online. Dengan prinsip yang kuat akan mengatur gerak langkah kita hingga dapat mendatangkan hasil sesuai yang kita inginkan.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Tue, 17 Sep 2024 11:18:00 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">116</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://asetamperamus.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Semua harus memiliki prinsip dan tujuan bila ingin sukses dalam bisnis online. Dengan prinsip yang kuat akan mengatur gerak langkah kita hingga dapat mendatangkan hasil sesuai yang kita inginkan.</itunes:subtitle><itunes:category text="Business"><itunes:category text="Business News"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><title>Wiro Sableng #182 : Delapan Pocong Menari</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/04/wiro-sableng-182-delapan-pocong-menari.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 5 Apr 2016 22:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-7789659569995542147</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/wiro-sableng-episode-182-delapan-pocong.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/40.jpg' alt='Wiro Sableng #182 : Delapan Pocong Menari Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM&lt;br&gt;&lt;br&gt;

MALAM Selasa Kliwon. Di dalam Puri Kesatu di Negeri Atap Langit, Ken Parantili benamkan wajah ke dada Pendekar 212, tangan merangkul pinggang, lalu perempuan muda ini angkat kepalanya.&lt;br&gt;"Kita harus segera masuk ke dalam kamar di sebelah. Suara gamelan mulai terdengar perlahan. Pertanda Penguasa Atap Langit dalam perjalanan ke tempat ini. Aku harus sudah ada di atas tempat tidur ketika Penguasa Atap Langit datang. Apa yang harus kau lakukan nanti akan akan aku beri tahu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Ken Parantili menarik tangan Wiro. Keduanya melangkah menembus dinding. Di luar Kawasan Atap Langit kembali terdengar suara teriakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Penguasa Atap Langit! Ada penyusup masuk ke Kawasan Atap Langit! Kau menghadapi bahaya besar!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Ini adalah teriakan yang kedua kali. Setelah gema teriakan lenyap dan keadaan sunyi sebentar, tiba-tiba menggelegar teriakan balasan. Udara bergetar. Hawa dingin terasa tambah mencucuk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Makhluk yang berteriak! Aku Penguasa Atap Langit &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/wiro-sableng-episode-182-delapan-pocong.htm'&gt;Wiro Sableng #182 : Delapan Pocong Menari Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kolase</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/03/kolase.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 29 Mar 2016 10:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-4734039092468188975</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/kolase.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/7.jpg' alt='Kolase Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Lukisan ini keren. Pelukisnya memang piawai dalam menata artistik sehingga menjadi karya yang hebat. Tempelan berupa kertas, kain dan kayu itu memang ditempatkan tak beraturan, tapi tetap saja mengandung nilai seni yang bagus. Menarik! Dan lukisan inilah yang paling bagus di antara koleksi barang seni Papa Kei. Sebenarnya Kei juga juga sedikit tertarik, hanya saja karena lukisan itu karya Papanya, jadi tak menarik lagi. Ia selalu merasa kesal karena dituntut menjadi penerus Papanya dalam melukis.&lt;br /&gt;
Senyumnya lebih mengembang ketika melihatku daripada lukisan itu.&lt;br /&gt;
Hem, ia benar-benar jatuh cinta padaku, gumamku lirih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terus saja ia berjalan menuju kamarnya bersamaku. Meninggalkan lukisan super hebat itu dapat dihargai puluhan juta kalau pun dijual. Hanya saja Papanya tidak mau menjualnya, kenangan itu sangat berarti baginya. Untuk itu, ia menekan Kei agar mengambil kuliah di jurusan seni lukis. Menyebalkan! Seperti anak kecil saja, Kei harus dipaksa tanpa ada minat untuk masuk ke dunia itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wajah Kei sedikit kesal ketika mulai membuka pintu kamar itu. Tas yang ia bawa itu langsung dilemparkannya ke tempat tidurnya. Lalu, ia merapatkan langkahnya pada meja belajarnya, memperhatikan jajaran komik yang berjejer rapi. Beberapa alat membuat komik seperti maru pen, penggaris, tinta, kertas sudah terlihat di tempat itu, masih berserakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Awalnya sih, ia masih senang &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/kolase.htm'&gt;Kolase Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Facebookmania: Buah dari Impian Besar</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/03/facebookmania-buah-dari-impian-besar.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 24 Mar 2016 14:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-8976091759018919187</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.org/muhama507/facebookmania-buah-dari-impian-besar.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/37.jpg' alt='Facebookmania: Buah dari Impian Besar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh: Agung Praktapa&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Barack Obama meniti ke gedung putih dengan cara yang sangat meyakinkan. Menang mutlak atas rivalnya Mc Cain. Apa kunci suksesnya dari kemenangan besar ini? Banyak pihak yang menilai Obama sangat cerdas dalam melakukan komunikasi dengan para pendukungnya. Dan sekarang sudah mulai terkuak bahwa Obama menggunakan facebook untuk berkomunikasi dengan calon pemilih. Tidak hanya itu memang, berbagai channel dia lakukan, termasuk melalui blog, namun penggunaan facebook dinilai yang paling efektif untuk mencapai sasaran. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demam facebook merupakan fenomena yang menarik untuk dibahas, karena di saat krisis global seperti sekarang ini, di mana penjualan pada turun, laba perusahaan anjlok drastis, daya serap tenaga kerja juga menukik habis, pengguna facebook justru naik melejit luar biasa. Fortune melaporkan bahwa pengguna facebook saat ini terus bertambah sekitar 5 juta orang per minggu. Jumlah pengguna facebook saat ini, Februari 2009, sudah mencapai 175 juta. Angka yang fantastis. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Facebook yang diperkenalkan pada tahun 2004, pada awal Januari tahun ini telah mencapai pengguna 150 juta. Hanya dalam waktu 5 tahun! Bandingkan dengan teknologi lain. Menurut Portio &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.org/muhama507/facebookmania-buah-dari-impian-besar.htm'&gt;Facebookmania: Buah dari Impian Besar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TEROR EKONOMI &amp;#8211; INDIKATOR PALSU IHSG</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/03/teror-ekonomi-indikator-palsu-ihsg.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 14 Mar 2016 13:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-93016363033303599</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/teror-ekonomi-8211-indikator-palsu-ihsg-13-12-2013.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/51.jpg' alt='TEROR EKONOMI &amp;#8211; INDIKATOR PALSU IHSG Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;13 Oktober 2008 &amp;#8211; 05:58  (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Hendri Bun&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;(Rate: 8.00 / 1 votes)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pernahkah Anda menyaksikan film di mana banyak orang terbirit-birit ditodong perampok? Film tersebut ternyata drama komedi. Si penodong adalah seorang ayah yang kepepet karena anaknya sakit, dan senjata yang digunakan adalah pistol kosong tanpa peluru. Komedi itu sedang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia. Terorisnya adalah bursa saham, pistol kosongnya adalah indeks harga, korbannya adalah investor yang tak pernah berpikir soal pistol kosong, penontonnya adalah kita semua yang tegang karena, seperti umumnya penonton yang “baik”, mengidentifikasikan diri sebagai korban.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Teror itu datang ketika indeks-indeks harga saham di berbagai bursa, praktis di seluruh muka bumi ini, berjatuhan. Kolaps masal itu terjadi karena indeks saham-saham unggulan di altar bursa saham dunia, New York Stock Exchange, terjun bebas. Ada banyak penjelasan yang cukup masuk akal mengapa indeks Dow Jones Industrial Average terpuruk, tapi sulit mencari penjelasan yang sama terkait dengan indeks di bursa-bursa lain, kecuali karena alasan panik dan takut &amp;#8212; efek psikolog &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/teror-ekonomi-8211-indikator-palsu-ihsg-13-12-2013.htm'&gt;TEROR EKONOMI &amp;#8211; INDIKATOR PALSU IHSG Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tetap Semangat Demi Kain Kafan</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/03/tetap-semangat-demi-kain-kafan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2016 09:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-6627878675967247085</guid><description>&lt;a href='http://smartprosumer.com/muhama507/tetap-semangat-demi-kain-kafan.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/31.jpg' alt='Tetap Semangat Demi Kain Kafan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Suatu ketika di daerah seberang sana, andi menemui seorang tua dalam perjalanan. Seorang tua tersebut membawa sapu lidi yang masih hijau dan siap pakai.&lt;br /&gt;
Tak melihatnya sangat terharu, kisaran umur 80 lebih beliau masih tetap bersemangat dalam beraktivitas. Lalu, andi bertanya pada seorang tua tersebut “pak, mengapa di bawah terik mentari yang menyangat ini anda masih berkeliling?” kalau tidak seperti ini, lalu dari mana saya penuhi kebutuhan saya dan anak saya. Jawab seorang tua tersebut.&lt;br /&gt;
Lantas sapu lidi ini untuk dijual? Apakah bapak tidak punya profesi lain?&lt;br /&gt;
“nak, ini adalah profesi bapak. Bapak hanya takut dipukul ketika diakhirat nanti jika bapak banyak dosa”&lt;br /&gt;
Apakah profesi bapak sejak dulu seperti ini?&lt;br /&gt;
Tidak nak, lebih sejahtera sekarang.&lt;br /&gt;
Memang apa pekerjaan bapak dulu?&lt;br /&gt;
Dulu bapak bekerja bertaruh nyawa, demi memerdekakan Negara Indonesia nak.&lt;br /&gt;
Dan sekarang bapak tinggal menunggu waktu Tuhan mengambil nyawa bapak.&lt;br /&gt;
Tujuan bapak jualan seperti ini adalah membeli kain kafan nak, tetapi sampai saat ini belum terpenuhi karena tidak mempunyai tabungan dan makan pun jarang nak.&lt;br /&gt;
Andi pun hanya diam dan meneteskan air mata mendengar perkataan seorang tua (Sanari* &gt;88th).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;*) Sanari adalah salah satu pahlawan yang terabaikan, beliau tinggal di&lt;br /&gt;
Dukuh Dermalaya RT 04/01 Desa Se &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://smartprosumer.com/muhama507/tetap-semangat-demi-kain-kafan.htm'&gt;Tetap Semangat Demi Kain Kafan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Fakir</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/03/fakir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 5 Mar 2016 15:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-8552225958951697073</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/fakir.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/6.jpg' alt='Fakir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Matahari sudah tinggi dan sinarnya cukup menyengat. Bagi orang yang tak terbiasa pastilah sudah meringis dan mencari perteduhan. Tapi aku sudah terbiasa. Mungkin kulit gelapku sudah beradaptasi karena setiap hari sejak pagi aku sudah ada di bawah langit di atas aspal. Berputar-putar di sekitar perempatan menyusuri jejeran mobil yang setia menanti lampu merah berganti jadi hijau. Aku tak sendirian. Bukan, bukan maksudku bahwa di dunia ini ada banyak orang yang senasib denganku, tapi sehari-hari aku tak sendirian karena seorang teman selalu bersamaku. Ia berjalan di depan sementara aku mengikuti dari belakang berpegangan pada pundaknya. Ia jadi pemanduku karena aku tidak bisa melihat. Kami menghampiri satu mobil ke mobil yang lainnya. Berharap selembar uang seribu atau duaribuan terjulur keluar dari celah kaca jendela yang terbuka. Berharap ada manusia yang masih memiliki nurani di bumi ini, menyisihkan harta seujung kukunya yang tak berarti banyak buatnya namun cukup berharga bagi kami. Menyambung hidup di tengah kota metropolitan yang kejam ini. Mengumpul recehan demi recehan hanya u &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.net/muhama507/fakir.htm'&gt;Fakir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Antara Menjadi Emas dan Menjadi Arang</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/03/antara-menjadi-emas-dan-menjadi-arang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Mar 2016 06:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-2630650214669206082</guid><description>&lt;a href='http://ayoberbisnis.co.id/muhama507/antara-menjadi-emas-dan-menjadi-arang.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/38.jpg' alt='Antara Menjadi Emas dan Menjadi Arang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Alangkah senangnya jika terlahir sebagai emas yang keberadaannya selalu diidam-idamkan dan dinanti- nanti. Semua orang ingin menyentuhnya, memilikinya dan sangat bangga bila berada di dekatnya karena nilainya yang amat tinggi. Tak heran jika emas dijuluki sebagai logam mulia, karena kedudukannya yang amat tinggi di mata manusia. Banyak sekali manusia berkelahi memperebutkannya dan bahkan tak jarang sampai saling membunuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adapun terlahir sebagai arang, agaknya kalau dapat akan dihindari oleh setiap insan. Sejak lahir jangankan digendong, disentuhpun tidak karena rasa takut akan terkotori olehnya. Mengenai nilainya, jangankan satu gram, satu karung pun masih banyak orang yang dapat memilikinya. Keberadaannya pun terkadang tidak terlalu&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;dirasakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, semahal-mahalnya emas jika ia berada di lingkungan yang salah dia akan rusak. Emas bila terkena merkuri (air raksa) akan kehilangan nilainya. Emas ketika tersebar dan bercampur dengan tanah tidaklah ada nilainya.&lt;/p&gt;
 &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://ayoberbisnis.co.id/muhama507/antara-menjadi-emas-dan-menjadi-arang.htm'&gt;Antara Menjadi Emas dan Menjadi Arang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #42 : Badai Di Parang Tritis</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/03/wiro-sableng-42-badai-di-parang-tritis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Mar 2016 02:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-7408654483615789239</guid><description>&lt;a href='http://biogreen.biz/muhama507/wiro-sableng-episode-42-badai-di-parang.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://biogreen.biz/img/wallpaper/biogreen_040.jpg' alt='Wiro Sableng #42 : Badai Di Parang Tritis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

SIANG ITU laut selatan tampak cerah. Ombak memecah tenang di pantai Parangtritis. Burungburung laut terbang berkelompok-kelompok dan angin bertiup membendung teriknya sinar sang surya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Belasan perahu tampak berjejer di tepi pasir. Para nelayan sibuk memperbaiki dan membenahi jaring masingmasing untuk persiapan turun ke laut malam nanti. Di tepi pantai, dibawah jejeran pohonpohon kelapa anak-anak ramai bermain-main. Baik nelayan-nelayan maupun anak-anak itu semuanya serta merta memalingkan kepala ketika telinga mereka menangkap suara tiupan seruling yang keras dan merdu. Yang meniup seruling ternyata adalah seorang bocah bertelanjang dada. Anak ini meniup suling bambunya sambil duduk di atas punggung seekor kerbau yang melangkah di sepanjang jalan di teluk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Anak si Kantolo itu pandai sekali meniup suling. Mengalahi kepandaian ayahnya...." berkata salah seorang nelayan lalu menyedot rokok kawungnya dalam-dalam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Ketika anak dan kerbau bergerak menjauhi tepi pasir seorang nelayan berseru, "Bocah pintar! Berhenti saja di bawah pohon kelapa sana! Teruskan meniup sulingmu agar kami terhibur!"&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Anak di atas punggung kerbau tertawa lebar. Dia mengacungacungkan suling &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://biogreen.biz/muhama507/wiro-sableng-episode-42-badai-di-parang.htm'&gt;Wiro Sableng #42 : Badai Di Parang Tritis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Membuka Kunci Kekuatan Perbaikan Diri</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/02/membuka-kunci-kekuatan-perbaikan-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 25 Feb 2016 05:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-2392818896948862380</guid><description>&lt;a href='http://ayoberbisnis.co.id/muhama507/membuka-kunci-kekuatan-perbaikan-diri.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/38.jpg' alt='Membuka Kunci Kekuatan Perbaikan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;
&lt;em&gt;“Setiap perubahan, meskipun untuk menuju hal yang lebih baik, selalu diiringi oleh keberatan dan kegelisahan.” Arnold Bennett (1867-1931), pujangga dan novelis asal Inggris&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pengalaman pahit menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan kita, misalnya tidak dihargai, dilecehkan, difitnah, disakiti, gagal, dan lain sebagainya. Namun pengalaman terpahit sekalipun dapat menjadi titik tolak mencapai puncak kejayaan dan kebahagiaan jika kita memiliki kekuatan memperbaiki diri terus menerus. Alangkah besar keuntungan yang dapat kita peroleh jika kita mampu membuka kunci kekuatan tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salah satu manfaat jika kita selalu memperbaiki diri adalah mampu mengantisipasi kejadian buruk menimpa kita. Bukankah lebih menguntungkan seandainya kita terus mencoba mengurangi kebiasaan makan berlebih sebelum obesitas, berhenti merokok sebelum terserang sakit stroke, atau kebiasaan buruk lainnya sebelum sakit, dibenci orang dan bangkrut? Dengan terus memperbaiki diri, keadaan kita sudah siap atau bahkan lebih baik, ketika muncul sinyal segala s &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://ayoberbisnis.co.id/muhama507/membuka-kunci-kekuatan-perbaikan-diri.htm'&gt;Membuka Kunci Kekuatan Perbaikan Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Supaya Pede Berbicara di Depan Umum</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/02/supaya-pede-berbicara-di-depan-umum.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 24 Feb 2016 17:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-7037850147747964276</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.com/muhama507/supaya-pede-berbicara-di-depan-umum.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/36.jpg' alt='Supaya Pede Berbicara di Depan Umum Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Pada tulisan sebelumnya sudah digaris bawahi bahwa untuk menjadi pede kita harus mampu melihat diri sendiri apa adanya, harus bijak memosisikan diri sendiri maupun orang lain, dan mampu menerjemahkan lingkungan sewajarnya. Kemampuan kita melihat diri sendiri secara manusiawi akan menempatkan diri kita maupun orang lain serta lingkungan ke dalam porsi yang benar. Hal tersebut akan melandasi kita supaya bisa pede dengan wajar, tanpa dibuat-buat. Namun, pede secara umum (in general situation) tidak menjamin akan pede pula saat harus berbicara di depan umum (public speaking). Mengapa demikian? Karena adanya unsur gangguan fisik dan gangguan mental dalam berbicara di depan umum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keadaan tidak pede saat berbicara didepan umum akan mengundang gangguan fisik maupun gangguan mental. Gangguan fisik dapat berupa tiba-tiba merasa gatal, gemetar, jantung berdebar keras, berkeringat yang tidak wajar, tangan dingin, suara parau bahkan tidak keluar, tenggorokan kering, kaki rasanya lemas, perut mulas, dan selalu ingin buang air kecil. Gangguan fisik  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.com/muhama507/supaya-pede-berbicara-di-depan-umum.htm'&gt;Supaya Pede Berbicara di Depan Umum Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemecah Batu</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/02/pemecah-batu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 22 Feb 2016 01:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-568595414365709922</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.org/muhama507/pemecah-batu.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/13.jpg' alt='Pemecah Batu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Ada seorang pemecah batu yang melihat seorang kaya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi orang kaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika ia sedang bepergian dengan keretanya, ia harus memberi jalan kepada 
  seorang pejabat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika ia sedang bersinar terang, sebuah awan hitam menyelimutinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iri dengan selubung awan, tiba-tiba ia berubah menjadi awan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika ia sedang berarak di langit, angin menyapunya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba ia berubah menjadi angin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika ia sedang berhembus, ia tak kuasa menembus gunung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iri dengan kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika ia menjadi gunung, ia melihat ada orang yang memecahnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidak ada yang betul-betul 
  lebih tinggi atau lebih rendah. Ke &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.org/muhama507/pemecah-batu.htm'&gt;Pemecah Batu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Guruku dan Bungaku</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/02/guruku-dan-bungaku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 21 Feb 2016 03:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-114240147089109320</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.com/muhama507/guruku-dan-bungaku.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/19.jpg' alt='Guruku dan Bungaku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Namaku Putri Azizzah. Biasa dipanggil Putri. Akhirnya pengorbanan dan kerja keras ku terbayar sudah, kini aku telah menjadi seorang sarjana pendidikan. Kini aku sudah bisa melihat senyum indah mengembang di wajah tulus kedua orang tua ku. Tapi ini baru awal dari lembaran hidup yang sebenarnya. Mengabdi pada masyarakat sebagai tenaga pendidik di Sekolah Dasar. Ya memang sebenarnya dulu aku tidak bercita-cita menjadi seorang guru, namun orang tua dan takdir yang membuatku ada di pilihan ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kini tiba saatnya aku mengabdi mengemban tugas untuk membina anak-anak nan imut dengan segala tingkah lucunya. Hari ini hari pertama ku benar-benar menjadi seorang guru. Wah rasanya gimana gitu. Aku berusaha ber penampilan rapi. Kan guru harus bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya ya kan?&lt;br /&gt;
Pagi ini aku melangkah dengan hati tak tentu, walaupun dulu pernah PPL mengajar, namun saat ini saat yang benar-benar nyata. Ini hari pertama ku aku menjadi seorang guru. Yang sering dikatakan pahlawan tanpa tanda jasa. Di ambang pintu aku berdoa semoga aku bisa&amp;#8230; aku bisa&amp;#8230; aku bisa mengajar dengan baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ku lihat wajah-wajah penasaran itu, tak kuasa aku. Murid ku hanya 35 anak. Namun wah apa aku bisa selama 2 semester ini menghantarkan mereka menjadi anak-anak yang pintar dan bermoral baik. Padahal aku s &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.com/muhama507/guruku-dan-bungaku.htm'&gt;Guruku dan Bungaku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Melihat Kemajuan dan Kelemahan Dubai</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/02/melihat-kemajuan-dan-kelemahan-dubai.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 15 Feb 2016 19:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-7984882897280450016</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.org/muhama507/melihat-kemajuan-dan-kelemahan-dubai.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/37.jpg' alt='Melihat Kemajuan dan Kelemahan Dubai Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa waktu yang lalu kami berkunjung ke Dubai, setelah sebelumnya mengunjungi Kairo dan Istambul. Setibanya di bandara jam 2 pagi, kami langsung terpukau pada kemewahan bandara di Dubai, karena fasilitasnya sama seperti pusat perbelanjaan mewah. Dari informasi yang saya peroleh, rata-rata setiap tahun tak kurang dari 6 juta turis asing berkunjung ke salah satu di antara 7 negara bagian Uni Emirat Arab itu. Padahal luas Dubai hanya berkisar 4.114 km2 dengan populasi penduduk tak lebih dari 1,5 juta jiwa. Itu pun mayoritas penduduk terdiri dari urban asal 100 negara di penjuru dunia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama mengunjungi negeri tersebut, kami melihat begitu banyak bangunan megah dan hotel super mewah, misalnya hotel Burj Al-Arab yang bertarif USD 4.000 per hari. Kami juga mendengar bahwa pemerintah negara bagian Dubai juga sedang merencanakan pembangunan hotel super megah, mewah dan canggih, misalnya Burj Dubai setinggi 810 m2, pusat perbelanjaan terbesar di dunia yaitu Asia, Asia, dan sebuah kawasan revolusioner yang diberi nama Dubailand Complex.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kami hanya dapat membayangkan betapa kaya negeri tersebut, karena dalam waktu dekat pemer &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.org/muhama507/melihat-kemajuan-dan-kelemahan-dubai.htm'&gt;Melihat Kemajuan dan Kelemahan Dubai Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #185 : Jabang Bayi Dalam Guci</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2016/02/wiro-sableng-185-jabang-bayi-dalam-guci.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 11 Feb 2016 04:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-4370280927998900366</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.com/muhama507/wiro-sableng-episode-185-jabang-bayi.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/37.jpg' alt='Wiro Sableng #185 : Jabang Bayi Dalam Guci Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Episode : BIDADARI DUA MUSIM&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Tiba-tiba satu bayangan putih berkelebat. Tahu-tahu seorang kakek berselempang kain putih, berkumis dan berjanggut seputih kapas telah berdiri di hadapan Ken Parantili. Di tangan kanan orang tua Ini memegang sebuah guci tembus pandang berisi air bening.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Dengan izin Para Dewa, dengan lindungan kasih sayang Yang Maha Kuasa, aku mohon masukkan jabang bayi itu ke dalam guci ini." Berkata si orang tua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Resi, aku...." Ken Parantili tidak bisa meneruskan ucapan. Perlahan-lahan tangan kanan yang memegang jabang bayi diangkat, didekatkan ke atas guci tembus pandang. Ketika genggaman dilepas. Jabang bayi merah langsung masuk ke dalam guci.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

&lt;br&gt;&lt;br&gt;

1MALAM sunyi dan dingin di bantaran Kali Gondang tak Jauh dari desa Kebonarum. Hampir bersamaan waktunya ketika Raja Mataram dan rombongan meninggalkan tempat rahasia di Sumur Api dalam perjalanan menuju Kotaraja. Hujan turun rintik-rintik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Bulan biru masih menggantung indah di langit Mataram, memancarkan cahaya sejuk. Di satu tikungan kali yang aliran airnya bergelombang deras terlihat sebuah bangunan candi kecil, menghitam di bawah bayang-bayang sebuah pohon besar yang tumbuh miring.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pohon telah tumbuh lebih dari seratus tahun, hampir sama dengan usia candi. Konon pohon itu ditanam ketika candi mulai &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.com/muhama507/wiro-sableng-episode-185-jabang-bayi.htm'&gt;Wiro Sableng #185 : Jabang Bayi Dalam Guci Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perpisahan Akhir</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/09/perpisahan-akhir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Sep 2015 15:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-2020525646661100205</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/perpisahan-akhir.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/17.jpg' alt='Perpisahan Akhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Jam beker berbunyi tepat jam 06:00 pagi .&lt;br /&gt;
Saatnya untuk lian bersiap-siap untuk kesekolah , di sekolah lian anak yang bersahabat , memang sih gak pinter pinter amat . Dia kelas 2 SMP di salah satu sekolah negeri di cilegon . Yudi sahabat lian yang dari kecil biasa kemana mana sama lian ,mereka sudah bersahabat sangat lama . Saat lian sedang duduk dikelas sambil menulis nulis sesuatu di bukunya entah itu apa hanya lian dan tuhan yang tau.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“lian lagi nulis apaan sih kamu coba saya liat&amp;#8221; kata yudi tiba tiba datang lalu duduk di samping lian dengan wajah yang amat gembira ya memang seperti biasa juga begitu&lt;br /&gt;
“hmmp bukan apapa ko ini ngga penting, biasa aja ko yud hehe” kata lian sambil menaro bukunya ke dalam tas , tiba tiba saja wajah yudi yang tadinya ceria mendadak berubah menjadi gelisah, lian pun bingung, masa iya yudi marah hanya karna gara gara tidak di kasih liat buku itu , gak mungkin banget kan&lt;br /&gt;
“kamu kenapa yud ? “tanya lian, yudi hanya diam sambil menatap mata lian “Lian kamu sayang ngga sih sama saya&amp;#8221; tanya yudi, lian pun tertawa terbahak bahak “yaelah yud, sayang bangetlah saya sama kamu, kita tuh temenan bukan kemaren , huh kalo saya ga sayang sama kamu udah saya buang jauh jauh hahaha becanda ko yudii. Ya intinya kamu temen terbaik saya yud , ga ada yg  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/perpisahan-akhir.htm'&gt;Perpisahan Akhir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Belajar Bersyukur</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/08/belajar-bersyukur.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Aug 2015 21:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-1968844133700718088</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhama507/belajar-bersyukur.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/18.jpg' alt='Belajar Bersyukur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Cerita pagi tadi yang saya bawakan pada talkshow AW Success Wisdom &amp;amp; Motivation di jaringan Radio Sonora adalah Mangkuk Berlubang. Cerita ini merupakan simbolisasi dari sifat manusia yang kepuasannya tak ada habisnya. Berapa pun banyaknya isi yang mau kita tuangkan ke dalamnya, tidak akan mampu membuat mangkuk itu penuh.
Begitupun dengan kepuasan kita. Pernahkah kita merasa puas yang benar-benar puas atas segala apa yang kita peroleh? Dulu saat kita berjuang meraihnya, kita merasakan bahwa itu akan menjadi pencapaian tertinggi yang mungkin sulit kita capai lagi. Karena itu kita sangat termotivasi untuk meraihnya. Siang dijadikan malam, malam dijadikan siang. Kita bekerja keras, membanting tulang. Namun begitu kita berhasil meraihnya, ada kekosongan baru yang kita temukan. Kita merasa hal yang jauh lebih baik masih mampu kita raih. Kita pun memasang target baru yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ambisi meraih hasil yang lebih baik dan lebih baik lagi adalah hal yang wajar dalam hidup. Tidak ada yang salah. Malahan sebaiknya didorong untuk meraih hasil optimal. Sebab kita sendiri tidak akan pernah tahu sejauh mana prestasi terbaik yang mampu kita raih sepanjang hidup kita. Salah satu caranya adalah selalu mencoba kesem &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhama507/belajar-bersyukur.htm'&gt;Belajar Bersyukur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HCS, MSD</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/08/hcs-msd.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 12 Aug 2015 16:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-4380775295186046791</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhama507/hcs-msd.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/8.jpg' alt='HCS, MSD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;
Hidup cuma sekali, mesti sukses dong! Begitu salah seorang kawan menegaskan prinsip hidup dan perjuangannya. Dan saya terkesan. Pernyataannya mempesona. Saya bahkan terbius dengan kata-kata pendek itu. Ini suatu perumusan yang jenius. Sebuah cara mengetuk pintu otak yang ciamik, rancak bana, anggun sekaligus berwibawa. Ketukannya masuk ke belahan kiri, meluncur ke belahan kanan otak, lalu menukik menuju hati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagaimana tidak? Ia mulai dengan menunjukkan kesadarannya. Ia sadar bahwa hidup cuma sekali. Ya, hidup cuma sekali. Walau kita berkali-kali mandi, berkali-kali makan dan minum, berkali-kali tidur dan bangun, berkali-kali jatuh cinta atau patah hati, berkali-kali ganti baju-kaos-sepatu-sandal-telepon-motor-mobil-rumah, berkali-kali ujian, berkali-kali baca buku, berkali-kali menulis karangan, berkali-kali jalan-jalan kemana-mana, berkali-kali kena tipu atau justru menipu, berkali-kali dipukul atau memukul, berkali-kali sehat atau sakit, berkali-kali tertawa atau menangis, dan berkali-kali dalam bermacam-macam hal, tapi hidup cuma SATU kali saja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buat saya, pesona ”HCS,MSD”—singkatan dari Hidup Cuma Sekali, Mesti Sukses Dong tadi—bukan hanya karena soal SEKALI itu. Soal yang lebih penting adalah bahwa yang sekali itu adalah HIDUP. Kata pertama itu tak tergantikan. Coba ganti dengan ”mati”, sehingga menjadi Mati cuma sekali, mesti suk &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhama507/hcs-msd.htm'&gt;HCS, MSD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Arti Sahabat</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/07/arti-sahabat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 11 Jul 2015 22:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-3074375032502691115</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/arti-sahabat.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/13.jpg' alt='Arti Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Disebuah hutan belantara yang begitu luas tumbuhlah sebuah pohon yang begitu rindang, daunnya begitu lebat, buah banyak ranum berwarna kuning keemasan..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu hari seekor burung Jalak sedang terbang dan hinggap di dahan pohon tersebut, ia berkicau memuji keindahan pohon tersebut “&amp;#8230; wahai pohon begitu sempurna Tuhan menciptakanmu, kamu dianugrahi daun yang begitu lebat, batang yang kuat, buah yang berwarna-warni, bolehkah aku tinggal bersamamu untuk menikmati betapa segarnya buahmu&amp;#8230;” Pohon itu menjawab “&amp;#8230; wahai burung jalak tinggallah kau sesukamu, kau tinggal pilih buah mana yang kau suka&amp;#8230;” Burung Jalakpun tinggal di pohon itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak lama kemudian datanglah burung Kenari dengan lantang dan dengan merdunya iapun memuji pohon itu “&amp;#8230; Wahai pohon yang penuh dengan rahmat Tuhan, bolehkah aku tinggal bersamamu untuk sama-sama menikmati indahnya anugrah yang kuasa, begitu sempurna Tuhan memberikan karunia-Nya padamu&amp;#8230;” Pohon itu merasa tersanjung dengan pujian burung kenari, iapun mempersilahkan tinggal didahannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selang beberapa hari datanglah burung Pelatuk, tanpa basa-basi ia langsung mematuk dahan &amp;#038; ranting pohon itu, pohon itu menjerit kesakitan “hai.. pelatuk pergi kau dari tempatku, kau telah membuatku sakit&amp;#8230; pergi kau ..” Burung pelatuk itu menjawab “.. wahai pohon, di dalam tubuhmu ada ula &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/arti-sahabat.htm'&gt;Arti Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nilai Kehidupan</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/06/nilai-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 29 Jun 2015 06:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-1574906351839901570</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/nilai-kehidupan.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/16.jpg' alt='Nilai Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan bersungut-sungut &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/nilai-kehidupan.htm'&gt;Nilai Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ganti Kacamata, Gessss!</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/06/ganti-kacamata-gessss.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 12 Jun 2015 18:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-4831349051709812690</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/ganti-kacamata-gessss.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/22.jpg' alt='Ganti Kacamata, Gessss! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Gesa tampak berkeluh lagi di balik tas di depan wajahnya. Hari ini pembagian nilai ujian.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Udah, bersyukur..!&amp;#8221; seru teman baik Gesa, Rere.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Gue aja yang wajib remedial biasa aja..&amp;#8221; lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;
Gesa masih membeku dengan tas yang erat di kepit di lengannya. Wajahnya tak tampak karena tertutup tas.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Dira, teman sekelas mereka berjalan melewati mereka. Dira berjalan santai dengan wajah yang sedikit naik ke atas. Dia berjalan terus tanpa memperdulikan dua teman sekelasnya yang duduk di bawah pohon taman sekolah.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Dasar, perempuan sombong&amp;#8221; celetuk Rere.&lt;br /&gt;
Gesa mulai sedikit menggeser rengkuhan tas di dadanya. Seketika dia melihat Dira, ia kembali menunduk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rere mulai gelisah karena sikap plegma-sanguinnya, membuat dia tidak terlalu memikirkan masalahnya. Tetapi tidak dengan Gesa. Dengan sedikit memaksa Rere kembali merusuh kediaman Gesa.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Ges, gue heran ya, kenapa lu terlalu memikirkan nilai yang kalau menurut gue itu ya, aman. Coba deh lu lihat gue..&amp;#8221;&lt;br /&gt;
Gesa mulai bergerak. Matanya memerah karena cukup lama terpejam. Rere sedikit menyunggingkan ujung bibirnya. Dia langsung memeluk Gesa.&lt;br /&gt;
&amp;#8 &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/ganti-kacamata-gessss.htm'&gt;Ganti Kacamata, Gessss! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sebelum Menulis, So What?</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/06/sebelum-menulis-so-what.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 4 Jun 2015 00:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-3938568915012895381</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/sebelum-menulis-so-what.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/24.jpg' alt='Sebelum Menulis, So What? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;
Saya mulai tertarik dengan dunia kepenulisan sejak mengikuti workshop kepenulisan bagi para pekerja rumah tangga di Hongkong yang di adakan oleh komunitas Café  De Kosta. Kemudian saya banyak mengikuti milis-milis kepenulisan, di antaranya milis penulis best-seller. Apa saja  yang saya posting di sana? Selain puisi dan cerpen, saya juga mengirim opini atau artikel-artikel, bahkan sekedar tanggapan dengan topik yang menarik untuk dibahas. Dari mana saya mendapatkan bahan-bahan itu? Apakah dari membaca buku, majalah, Koran, dan situs internet? &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Membaca adalah semacam bekal untuk mengisi pikiran kita. Membaca sangat membantu saya. Akan tetapi jika saya berusaha memasukkan gagasan-gagasan dari buku, opini di majalah, koran ataupun dari situs internet ke dalam pikiran saya, kemudian meneruskan kepada orang lain, pasti akan ada yang kurang bebas dalam tulisan saya. Rekan-rekan yang membaca tulisan saya mungkin tidak begitu tahu ketidakberesannya, tapi bagaimanapun juga mereka tidak mungkin akan tertarik untuk membacanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sini ada sesuatu yang telah  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/sebelum-menulis-so-what.htm'&gt;Sebelum Menulis, So What? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Untung Ada Orang Gila</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/05/untung-ada-orang-gila.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 1 May 2015 18:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-6030044869995042602</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/untung-ada-orang-gila.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/22.jpg' alt='Untung Ada Orang Gila Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;George Bernard Shaw (26 July 1856 – 2 November 1950), pengarang drama terkenal dari Irlandia yang menerima sekaligus Hadiah Nobel Bidang Sastra (1925) dan Piala Oscar (1938), mengatakan: “Orang &amp;#8216;waras&amp;#8217; menyesuaikan diri dengan dunia; sementara orang &amp;#8216;tak waras&amp;#8217; terus gigih berusaha menyesuaikan dunia dengan dirinya. Karena itu, segala kemajuan tergantung pada orang yang &amp;#8216;tak waras&amp;#8217;.” &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Senang sekali saya membaca kata-kata hebat itu dalam buku Robin Sharma, The Greatness Guide, jilid kedua. Saya jadi ingat tokoh-tokoh besar yang di jamannya ditertawakan atau bahkan dikucilkan orang karena gagasan atau cita-cita mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya ingat para astronom seperti Nicolaus Copernicus, seorang pastur dan ilmuwan generalis serba bisa yang merevolusi paham lama mengenai pergerakan benda-benda angkasa yang secara harfiah disimpulkan dari kitab suci. Melalui bukunya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Peredaran Bola-bola Angkasa) ia menyajikan dasar-dasar astronomi modern, di tengah cercaan dan tentangan kaum kolot agama. Saya ingat Galileo Galilei yang membela Copernicus bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi, tetapi sebaliknya, dan untuk itu, dia jadi tawanan rumah seumur hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya ingat filsuf naturalis besar Charles Darwin yang menulis buku yang menggegerkan dunia berjudul On the Origin of Species, yang sampai kini pun masih ada pihak yang alergi terhadap pa &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/untung-ada-orang-gila.htm'&gt;Untung Ada Orang Gila Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kopi Pending</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/04/kopi-pending.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 17 Apr 2015 06:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-6690459024496243190</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/kopi-pending.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/13.jpg' alt='Kopi Pending Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Naples, Italia. Tempat paling pas untuk ngopi sepulang kerja. Ditambah pemandangan kota yang perlahan menelan senja tepat di depan mata. Keindahan yang tak dapat diucapkan dengan kata-kata.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah pulang dari kantorku, aku terbiasa mampir ke kedai kopi kecil di pinggir pantai ditemani 2 gelas coklat panas dan, terkadang, seekor camar manja yang meronta menginginkanku berbagi biskuit lezat seharga 7 Euro (bayangkan dalam Rupiah, mahalnya bukan main!). Yang dapat kulihat bukan hanya panorama Laut Tiberia berbatas cakrawala ungu tua, tapi juga panorama kedamaian yang hanya bisa dideskripsikan oleh mata jiwa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sore ini lebih dingin daripada biasanya. Musim dingin sebentar lagi tiba dan kedai kopi akan sangat padat beberapa bulan ke depan. Ketika aku masuk ke kedai kopi yang sama dengan kedai kopi yang sudah aku kunjungi seminggu terakhir ini, aku hanya melihat dua kursi kosong: satu berada di meja kayu panjang yang memang biasa ada di kedai-kedai kopi dan yang satu sudah ditempati seseorang yang, ehm, secara harfiah membutuhkan jatah 2 kursi orang normal (baca: gemuk). Tentu aku memilih kursi di meja kayu panjang. Aku tidak ingin menyakiti hati wanita gemuk tadi karena harus memintanya berbagi jatah kursi dan tidak ingin menyakiti badanku karena harus memaksa duduk di sana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seperti biasa, aku memesan dua cangkir coklat panas. Saat kulilitkan ke leherku dengan selembar halsduk biru tua pemberian istri &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/kopi-pending.htm'&gt;Kopi Pending Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perlunya Perencanaan Hidup</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/04/perlunya-perencanaan-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 14 Apr 2015 01:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-2129125447795401385</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/perlunya-perencanaan-hidup.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/27.jpg' alt='Perlunya Perencanaan Hidup Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;“Every minute you spend in planning saves 10 minutes in execution; this gives you a 1,000 percent return on energy! – Setiap menit yang Anda habiskan untuk perencanaan menghemat 10 menit dalam pelaksanaan; dan energi Anda kembali 1.000 persen.” 
&amp;#8211;Brian Tracy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masa lalu adalah masa yang bukan milik kita lagi. Masa sekarang adalah anugrah, maka manfaatkanlah sebaik mungkin. Sedangkan masa depan belum tentu milik kita dan penuh ketidakpastian. Itulah mengapa diperlukan perencanaan hidup agar kita mudah melakukan tindakan tertentu jika dibutuhkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ilustrasi berikut ini semoga dapat menggambarkan alangkah penting membuat perencanaan hidup. Ini kisah tentang seorang nenek tua yang berumur sekitar 70 tahun. Ia hidup seorang diri. Setiap pagi selalu ada seorang pengantar koran yang terus berteriak-teriak di depan rumahnya sampai wanita itu muncul dan mengambil koran langganannya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Teriakan keras loper koran sudah lama dikeluhkan oleh para warga sekitar. Sampai suatu pagi seorang profesor yang berada di samping rumah itu memprotes si loper koran, karena ia benar-benar terganggu. Dengan tergopoh-gopoh wanita tua itu keluar rumah, mengambil koran dari tangan loper koran itu sambil tersenyum kepada sang profesor. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Maafkan saya. Sebenarnya say &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/perlunya-perencanaan-hidup.htm'&gt;Perlunya Perencanaan Hidup Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #180 : Sesajen Atap Langit</title><link>http://asetamperamus.blogspot.com/2015/03/wiro-sableng-180-sesajen-atap-langit.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 22 Mar 2015 12:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1914236521951256186.post-1814727061353600030</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/wiro-sableng-episode-180-sesajen-atap.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/7.jpg' alt='Wiro Sableng #180 : Sesajen Atap Langit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Episode : MALAM JAHANAM DI MATARAM&lt;br&gt;&lt;br&gt;

TIGA MAHLUK BERBENTUK KELELAWAR RAKSASA MENGUIK KERAS. MEREKA MENUKIK KE BAWAH DAN LENYAP DI BALIK KABUT YANG MULAI MUNCUL MENUTUPI KAWASAN PUNCAK GUNUNG SEMERU, SESAAT KEMUDIAN TERDENGAR SUARA PENGUASA ATAP LANGIT."SINUHUN MERAH PENGHISAP ARWAH, TERAKHIR KALI KAU DATANG KAU MEMBAWA SESAJEN ATAP LANGIT BERUPA DELAPAN JANTUNG BAYI LELAKI. KATAKAN PADAKU, KALI INI SESAJEN ATAP LANGIT APA YANG KAU BAWA UNTUK DELAPAN ANAK KUCING JANTAN MERAH SAKTI PELIHARAAN DIRGA PURANA!" "PENGUASA ATAP LANGIT, SESAJEN YANG KUBAWA KALI INI ADALAH SUMSUM DELAPAN BAYI LELAKI YANG TELAH DICAIRKAN MENJADI SUSU."&lt;br&gt;&lt;br&gt;

&lt;br&gt;&lt;br&gt;

SATUDI RUANG Segi Tiga Mayat yang terletak di dalam tanah di bawah Candi Plaosan Lor, Empu Semirang Biru mendadak saja dilanda kekawatiran. Di atas atap suara ngeongan delapan anak kucing merah semakin keras. Ruangan segi tiga bergetar keras. Delapan Sukma Merah bukan anak kucing biasa!&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Orang tua pembuat Keris Kanjeng Sepuh Pelangi ini menatap ke atas atap.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

"Bagaimana kalau dua Sinuhun memiliki ilmu penangkal baru, lalu sanggup menembus masuk ke dalam Ruang Segi Tiga Nyawa. Delapan anak kucing merah pasti akan menyerbu lebih dulu. Dewa Agung, lindungi kami semua yang ada di ruangan ini. Selamatkan Keris Kanjeng Sepuh Pelangi dari tangan mahluk-mahluk jahat."&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Baru saj &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/muhaa3655/wiro-sableng-episode-180-sesajen-atap.htm'&gt;Wiro Sableng #180 : Sesajen Atap Langit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>