<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Banyuwanginesia</title><description>Info Seputar Banyuwangi </description><managingEditor>noreply@blogger.com (nanoprudence)</managingEditor><pubDate>Tue, 24 Sep 2024 19:55:15 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Info Seputar Banyuwangi </itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>PT Industri Gula Glenmore, Telah Diresmikan</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/12/pt-industri-gula-glenmore-telah.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sun, 16 Dec 2012 09:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-2987116850512614620</guid><description>&lt;span class="rt-date-posted"&gt;   &lt;/span&gt;
     
     
      
     
    
    
  &lt;br /&gt;

 &lt;br /&gt;

&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/ground%20breaking.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="left" alt="alt" border="0" src="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/ground%20breaking.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 GLENMORE&amp;nbsp; – Pemasangan tiang pertama (&lt;em&gt;ground breaking&lt;/em&gt;) PT 
Industri Gula Glenmore, diresmikan Rabu (12/12) oleh Deputi Bidang Usaha
 Industri Primer Kementrian BUMN, Muhammad Zamkhani didampingi Direktur 
Utama PTPN III, Megananda Daryono, Direktur Utama PTPN XII, Irwan Basri 
dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, di Perkebunan Kalirejo, 
Glenmore.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 &lt;span style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Ground
 breaking yang juga disaksikan para direktur&amp;nbsp; Perkebunan PT Nusantara 
lain cukup marak, meski para direktur sempat kecewa lantaran Menteri 
BUMN Dahlan Iskan batal hadir dalam pendirian pabrik yang dirancang 
paling termoderen di Indonesia ini. Sebagai obatnya, Deputi Usaha&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 &lt;span style="text-align: justify;"&gt;Industri Primer Muhammad Zamkani 
menyampaikan pesan Dahlan Iskan, salah satunya bahwa proyek ini adalah 
proyek bersama bukan proyek PTPN atau BUMN. “Untuk kewajiban kita 
bersama-sama mengawal proyek ini agar ke depan menghasilkan industri 
dari hulu ke ke hiilir, jangan hanya sebatas tanam tebu,” kata Muhammad 
Zamkani. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
 &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/ground%20breaking%201.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img align="right" alt="alt" border="0" src="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/ground%20breaking%201.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
  &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selain itu, Muhammad Zamkani juga berharap, dengan 
peletakan batu pertama ini akan bisa segera dilanjutkan pembangunan 
secara utuh. “Setelah peletakan batu pertama jangan sampai dibiarkan. 
Namun terus akan dilanjutkan batu kedua, ketiga hingga ke seribu. Kita 
butuhkan dua tahun lagi untuk melihat hasil dari pabrik gula ini. Dengan
 adanya pabrik gula ini tidak hanya PTPN yang diuntungkan tapi juga 
masyarakat sekitar,” ungkap Deputi Industri ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;img align="left" alt="alt" src="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/ground%20breaking%202.jpg" /&gt;
 
  &lt;span style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, Direktur Utama PTPN 
III, Megananda Dariyono mengatakan mengapa tanggal 12-12-12 ditetapkan 
sebagai groundbreaking, karena menyesuaikan dengan PT Perkebunan 
Nusantara XII (Persero) yang menjadi pimpinan pelaksana pembangunan PG 
Glenmore. "Jadi, angka 12 ini merupakan hal&amp;nbsp; yang luar biasa bagi Pabrik
 Gula Glenmore," kata Megananda Daryono.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

 
  &lt;span style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Direktur PTPN XII, Irwan 
Basri menyatakan, pabrik gula yang nilai investasinya mencapai Rp 1,7 
triliun ini dibangun di atas lahan seluas 3.140 hektare dengan luas 
lahan tebu 6.000 hektare. "Kami targetkan giling pertama pada 1 Agustus 
2015, dengan target produksi 8 ribu ton gula per hari &amp;nbsp;sehingga 
diharapkan bisa mendukung upaya swasembada gula nasional,” ujar Basri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

 &lt;div style="text-align: justify;"&gt;
  Sekadar diketahui, saat ini kebutuhan gula nasional mencapai sekitar 
4,7 ribu ton, sedangkan produksi gula nasional masih 2,6 ribu ton. 
Sisanya 2,1 ton masih import. (Humas dan Protokol)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Banyuwangi International Power Cross Championship 2012,Sukses di Gelar</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/12/international-power-cross-championship_2.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sun, 2 Dec 2012 09:01:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-6605120774988508300</guid><description>&lt;span class="rt-date-posted"&gt;  &lt;/span&gt;
     
     
      
     
    
    
  &lt;br /&gt;
&lt;img align="left" alt="alt" src="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/power%20cross.2%20jpg.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
BANYUWANGI – Aksi mendebarkan para crosser dan extreme free styler sukses disuguhkan dalam event &lt;i&gt;Banyuwangi International Powercross Championship &lt;/i&gt;2012, (Minggu, 2/12).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahkan, ribuan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;img align="right" alt="alt" src="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/power%20cross.jpg" /&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;penonton
 yang memadati Stadion Diponegoro sejak pagi, tak surut sedikit pun 
meski sempat diguyur hujan. Dengan aksi yang ditunjukkan ratusan crosser
 local dan asing, seperti Aghi Agassi, Farhan Hendro dan Deni Orlando di
 kelas MX- 125 cc, yang melambung tinggi di udara dan jumping yang 
tingginya di atas ketinggian 10 meter dari sirkuit mampu menghipnotis 
penggila motor cross ini. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu, ada Jerney IRT asal Slovenia dan Lewis Steward asal 
Australia yang tampil all out seperti di Negara asalnya. Dia tampil 
dengan professional, meski bertanding dengan crosser local. Bahkan, 
kedua crosser asing ini tampak antusias mengeluarkan kemampuannya 
menghadapi crosser-crosser tanah air. “Luar biasa tampilan crosser asing
 ini, meski hanya tiga lap mereka tampak berlaga dengan sengit. 
Benar-benar puas menyaksikan power cross kali ini,” kata Yeri Pratomo, 
seorang penggila motor cross.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Para crosser juga beratraksi 
berbelok di tikungan tajam dengan kecepatan tinggi yang membuat jantung 
penonton berdebar. Mereka juga tampak tak peduli dengan lintasan licin 
yang membuat mereka harus jungkir balik dan belepotan lumpur di sirkuit 
yang pertama kali dibuat di Banyuwangi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img align="left" alt="alt" src="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/power%20cross.4%20jpg.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang tak kalah seru juga atraksi crosser- crosser cilik yang turun 
dikelas 80 cc bertanding layaknya crosser dewasa dengan aksi yang 
spektakuler dan memukau. Salah satu adegan yang ditunjukkan Yoga 
Permana, 8 tahun yang gesit melaju dengan kecepatan tinggi layaknya 
crosser professional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam power motor cross kali ini, tidak ada perbedaan antara sirkuit 
yang digunakan crosser professional maupun junior. Padahal, di ajang 
power cross ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, tetapi tidak 
menyurutkan semangat para crosser cilik. Mereka para crosser cilik mampu
 menyelesaikan 15 putaran dengan waktu 15 menit. “Ini membuktikan masa 
depan crosser memiliki generasi yang siap menyusul crosser-crosser 
professional. Dengan kata lain, crosser akan berkembang terus dan tidak 
akan mati,” kata Agung Suripto, Panitia Crosser 2012.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;img align="right" alt="alt" src="http://www.banyuwangikab.go.id/images/2012/power%20cross%203%20jpg.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pertandingan yang melahap waktu hingga senja itu, tak 
membuat penonton surut dari arena pertandingan, meski para crosser sudah
 menunjukkan kehebatannya masing-masing. Mereka tampak masih ingin terus
 menyaksikan aksi-kasi crosser pujaannya. Sebagai penutup atrkasi 
International Power Cross Championship 2012, penonton dihibur aksi&amp;nbsp; 
&amp;nbsp;William Van Den Putte, asal Belgia yang tampil memukau dengan &lt;i&gt;backflips&lt;/i&gt;
 (motor melambung tinggi sambil melepas stir dan bertumpu pada jok 
motor, red). Selanjutnya, ada &amp;nbsp;Gabriel Villada, dari Spanyol dan Alex 
Martins asal Latvia, yang bergantian menampilkan atraksi tsunami, dengan
 tangan dan kaki di atas stir bersamaan dengan badan yang melambung di 
udara. Aksi kedua, tangan di atas stir, sementara badan melayang di atas
 motor dan melaju dengan kecapatan tinggi ala gaya superman. “&lt;i&gt;I’d like to be here&lt;/i&gt; (saya senang berada disini, red),” tukas William usai atraksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekadar diketahui, para &lt;i&gt;crosser&lt;/i&gt; yang berlaga di ajang bergengsi ini sebelumnya telah melakukan &lt;i&gt;Rolling Thunder&lt;/i&gt;
 (konvoi) keliling kota Banyuwangi. Dengan menyusuri rute A Yani depan 
kantor pemkab - Jalan PB. Sudirman – Jl. DI. Panjaitan– Jl. Banterang – 
Jl. RA. Kartini – Jl. Pierre Tendean – Jl. MT. Haryono - Jalan Kolonel 
Sugiono - ke Adi Sucipto dan kembali ke A Yani. Selanjutnya, Sabtu 
(1/12) para crosser ini menjajal sirkuit yang panjang lintasannya 
500-600 meter di barat stadion kebanggan masyarakat Kota Gandrung. 
Mereka juga mentune up kendaraan yang akan dibuat bertanding di laga 
final.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang menyaksikan 
dengan Ny Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, bersama ada pengurus Ikatan 
Motor Indonesia (IMI), Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan seluruh 
pimpinan satuan kerja pemkab Banyuwangi menyatakan puas dengan aksi para
 crosser. “Mudah-mudahan aksi spektakuler para crosser dan extreme free 
styler ini bisa menjadi hiburan yang berkualitas bagi masyarakat 
Banyuwangi yang juga merupakan rangkaian Banyuwangi Festival 2012,”kata 
Bupati Anas. (Banyuwangikab)&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>International Power Cross Championship 2012</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/12/international-power-cross-championship.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Mon, 1 Oct 2012 08:54:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-4202219314520020106</guid><description>International Power Cross Championship

APA?&lt;br /&gt;
Sebuah kejuaraan motor cross yang memiliki standar Internasional dengan menghadirkan crosser-crosser asing yang sengaja diundang untuk ikut bertanding secara sportif bersama crosser Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DETAIL EVENT&lt;br /&gt;
Event : INTERNATIONAL POWER CROSS CHAMPIONSHIP&lt;br /&gt;
Hari/tgl : 1 – 2 Desember 2012&lt;br /&gt;
Lokasi : Stadion Diponegoro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Vb1sgjvU143uezQJjx02N9P41Urffriu_1jm2z7paLqdWLRnFFcenDfR0yubVGUcyxk95E4OLFYloEtHTcLzn4YwZcdO5YaVtVyHhLbbn0zpsMjwkeKph3jiSm4rGvuobKLvfRo3HFQ/s1600/powercross.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Vb1sgjvU143uezQJjx02N9P41Urffriu_1jm2z7paLqdWLRnFFcenDfR0yubVGUcyxk95E4OLFYloEtHTcLzn4YwZcdO5YaVtVyHhLbbn0zpsMjwkeKph3jiSm4rGvuobKLvfRo3HFQ/s320/powercross.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Vb1sgjvU143uezQJjx02N9P41Urffriu_1jm2z7paLqdWLRnFFcenDfR0yubVGUcyxk95E4OLFYloEtHTcLzn4YwZcdO5YaVtVyHhLbbn0zpsMjwkeKph3jiSm4rGvuobKLvfRo3HFQ/s72-c/powercross.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banyuwangi Tour de Ijen</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/09/banyuwangi-tour-de-ijen.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sat, 22 Sep 2012 13:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-4294496436651906145</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ2Yv63zAaL6AZ9Jw-b4EhoCeXWr0WKIAhFe96ahhAHPqQ4XPzccXmLcFUWvBXWnN_oLr0kkeU5qiw-oHU4NEh8QeKDZq1e4p3AnW6xB_5271Xvp7g2mQRewg94K9yjG1P6uW0C6fksV4/s1600/balap+sepeda.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ2Yv63zAaL6AZ9Jw-b4EhoCeXWr0WKIAhFe96ahhAHPqQ4XPzccXmLcFUWvBXWnN_oLr0kkeU5qiw-oHU4NEh8QeKDZq1e4p3AnW6xB_5271Xvp7g2mQRewg94K9yjG1P6uW0C6fksV4/s1600/balap+sepeda.jpg" height="209" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Banyuwangi&lt;/strong&gt; -
 Desember mendatang Pemkab Banyuwangi akan menggelar 'Tour de Ijen'. 
Dana miliaran rupiah dianggarkan untuk mendukung event yang diklaim 
menjadi tur sepeda internasional, medan tanjakan pertama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga
 bergengsi ini menggandeng Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia 
(PB ISSI). Selain itu, event organizer yang berpengalaman menangani 
event tingkat internasional juga dilibatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sejumlah 
ruas jalan yang menjadi rute 'Tour de Ijen' sedang dalam perbaikan. 
Seperti perbaikan jalan akses ke Ijen yang menelan anggaran sebesar Rp 5
 miliar. Dana diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 
Banyuwangi (APBD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"5 Miliar untuk (perbaikan jalan) ke Ijen," jawab Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada wartawan, Rabu (11/7/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas
 menambahkan, 'Tour de Ijen' akan didaftarkan menjadi kalender 
internasional. Biayanya mencapai 600 Euro. Sehingga event ini akan 
menjadi acara tahunan seperti 'Tour de Singkarak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya 
'Tour de Ijen' terbagi dalam tiga etape. Yang pertama dari kantor Pemkab
 Banyuwangi hingga Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran sejauh 70 
kilometer. Etape kedua dimulai dari Kecamatan Kalibaru hingga Pos 
Paltuding Gunung Ijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Etape ketiga rute berkeliling kota. Tour 
de Ijen ditargetkan diikuti 10 tim luar negeri, 9 tim asal Indonesia dan
 1 tim dari Banyuwangi," tambah Wakil Ketua Ikatan Sport Sepeda 
Indonesia Banyuwangi, Galih Cokro Buwono saat dihubungi 
detiksurabaya.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan, rute untuk tiga etape itu 
sudah disurvei PB ISSI.Sejumlah ruas jalan yang rusak harus dilakukan 
perbaikan. Seperti jalan menuju ke Gunung Ijen yang kondisinya sejak 
lama rusak parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus ada perbaikan total," tandasnya.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ2Yv63zAaL6AZ9Jw-b4EhoCeXWr0WKIAhFe96ahhAHPqQ4XPzccXmLcFUWvBXWnN_oLr0kkeU5qiw-oHU4NEh8QeKDZq1e4p3AnW6xB_5271Xvp7g2mQRewg94K9yjG1P6uW0C6fksV4/s72-c/balap+sepeda.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rowo Bayu</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/09/rowo-bayu.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sat, 22 Sep 2012 06:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-2500035885647166026</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://banyuwanginesia.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Rowo Bayu&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; bertempat di Kecamatan Songgon.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOd4JWO0DA-vIEUSyId6V1IdyiXfTyICVfj0i9o8-pIpn9AbY3OS41nzwC7q5nAnjUUxmUHIoVb4j1Otvd1hj6Sf7WRhv3TYdzkzS7D9Z7asYPQfoZ382X_FM3UIs-TOZPuxan12HZftI/s1600/rw.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOd4JWO0DA-vIEUSyId6V1IdyiXfTyICVfj0i9o8-pIpn9AbY3OS41nzwC7q5nAnjUUxmUHIoVb4j1Otvd1hj6Sf7WRhv3TYdzkzS7D9Z7asYPQfoZ382X_FM3UIs-TOZPuxan12HZftI/s1600/rw.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rowo dalam bahasa Indonesia 
berarti “Rawa” sedangkan Bayu itu sendiri diambil dari nama desa “Bayu”,
 Rowo Bayu (Rawa di desa Bayu) begitulah penduduk sekitar menyebut 
kawasan yang dianggap sakral ini. Disekitar Rowo Bayu terdapat Petilasan Prabu Tawang Alun dan &lt;span id="more-167"&gt;&lt;/span&gt;Sebuah 
bangunan candi nampak kokoh berdiri di atas bukit yang mana menurut juru
 kunci wisata sejarah Rowo Bayu disebut “Candi Puncak Agung Macan Putih”
 yang didirikan untuk menghormati roh para leluhur yang telah berjasa 
dalam mempertahankan tanah Blambangan dalam perang Puputan Bayu tahun 
1771.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaAR2pWEqFuJt5ziid280Cc7Z7DywgD5vvOTHw1tPW_UU12JmcTAgg9tZ5rOCcHE5aSbPmu1-c-14O7FZVLGtBq5xeffqUlN-yy3w1uv7-37hGIeQaa8R9mAl7_pzn32dG1HK8lb2XWJ4/s1600/pura+rowo+bayu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaAR2pWEqFuJt5ziid280Cc7Z7DywgD5vvOTHw1tPW_UU12JmcTAgg9tZ5rOCcHE5aSbPmu1-c-14O7FZVLGtBq5xeffqUlN-yy3w1uv7-37hGIeQaa8R9mAl7_pzn32dG1HK8lb2XWJ4/s1600/pura+rowo+bayu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya jika kita menelusuri jalan 
jalan setapak, maka kita akan menemui bangunan wisata sejarah situs Batu
 Suci Petilasan Prabu Tawang Alun dimana di sekitar bangunan tersebut 
terdapat sumber mata yang diyakini sebagai mata air suci diantaranya 
adalah sumber mata air “Kamulyan”, sumber mata air “Dewi Gangga”, dan 
sumber mata air “Pancoran Suwelas” yang airnya mengalir menuju telaga 
utama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada bukit pertama saat kita masuk area 
Rowo Bayu akan dapat kita temui satu pohon yang amat besar nan eksotis 
yang merupakan gabungan dari pohon Beringin dan pohon Apak dimana 
terdapat sebuah rongga mirip goa di tengah nya. Apabila kita masuk dan 
melihat ke atas, maka gabungan 2 (dua) pohon tersebut menghasilkan 
rongga tinggi mirip sebuah sumur dengan lilitan akarnya yang ibarat 
ornamen-ornamen alam. Telaga nan jernih diantara bukit dan hutan yang 
rimbun penuh pohon besar mengentalkan aroma mistis di kawasan ini. Konon
 menurut mitos yang berkembang di masyarakat sekitar, pada malam-malam 
tertentu telaga Bayu dijadikan tempat untuk mandi para bidadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOd4JWO0DA-vIEUSyId6V1IdyiXfTyICVfj0i9o8-pIpn9AbY3OS41nzwC7q5nAnjUUxmUHIoVb4j1Otvd1hj6Sf7WRhv3TYdzkzS7D9Z7asYPQfoZ382X_FM3UIs-TOZPuxan12HZftI/s72-c/rw.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banyuwangi Cyber Village</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/09/banyuwangi-cyber-village.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Wed, 19 Sep 2012 09:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-9080519961775428614</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo-P0wFbZ0wUA6f007Jjn4i4o_Vpqczeo64zDXaLy-GSuo7m5Zf4QwwGySh3HQLOoLhEx7p9IswJVUojOYmKqh4nau1yC3CmQUZYh1zZEL-mGgTMb02t1ooiLxyA5AcX2R-O19_r9purc/s1600/419412_471540182877234_39097048_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo-P0wFbZ0wUA6f007Jjn4i4o_Vpqczeo64zDXaLy-GSuo7m5Zf4QwwGySh3HQLOoLhEx7p9IswJVUojOYmKqh4nau1yC3CmQUZYh1zZEL-mGgTMb02t1ooiLxyA5AcX2R-O19_r9purc/s320/419412_471540182877234_39097048_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://banyuwanginesia.blogspot.com/" target="_blank"&gt;BANYUWANGI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; – Di tengah-tengah seremonial &amp;nbsp;wisuda yang digelar &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.stikombanyuwangi.ac.id/" target="_blank"&gt;STIKOM PGRI Banyuwangi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, Rabu (19/9), Bupati Banyuwangi "Abdullah Azwar Anas"  meminta pada para wisudawan dan mahasiswa STIKOM untuk &amp;nbsp;mulai mempromosikan Banyuwangi melalui akun di jejaring sosial  masing-masing.Hehehe.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;“Jika satu orang &amp;nbsp;mulai membiasakan diri, sehari menggunggah 3 macam  &amp;nbsp;informasi pariwisata atau program-program pemkab, maka bayangkan jika  yang mengunggah banyak orang. Ini akan menjadi sumbangsih mahasiswa  STIKOM bagi kemajuan Banyuwangi,”tandas Bupati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSJcCx4WLt-rrK7-htpOjx77r0zZYlWEsGCYi2djx8YwipKhghG0K9U7hNonqt2L2xdq2TpaSJ0q0IiXctzO90WdAzR23sGVNeKqrTQmfriYpChE9q0w3JabpGLjc4gSQGncDOhgSKPRo/s1600/boom+pantai.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSJcCx4WLt-rrK7-htpOjx77r0zZYlWEsGCYi2djx8YwipKhghG0K9U7hNonqt2L2xdq2TpaSJ0q0IiXctzO90WdAzR23sGVNeKqrTQmfriYpChE9q0w3JabpGLjc4gSQGncDOhgSKPRo/s320/boom+pantai.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pantai Boom&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpGRqNZUQ01h-LS5nieFpep7BbEpaeA0TIM20KZhPStLety1ZxGQX6ZeP2UHkEgPY1BB6PWuAh_dPIRBAxaRot79MgPDpANR5aANhKi9u0AkVhnWWYhbtnCKTmYHjEQzfnB3e4ZaKWICI/s1600/kawah+ijen.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpGRqNZUQ01h-LS5nieFpep7BbEpaeA0TIM20KZhPStLety1ZxGQX6ZeP2UHkEgPY1BB6PWuAh_dPIRBAxaRot79MgPDpANR5aANhKi9u0AkVhnWWYhbtnCKTmYHjEQzfnB3e4ZaKWICI/s320/kawah+ijen.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kawah Ijen&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDS7QSg9KDaTpPbV2xWY3Yk7BzWCN7fQGtmVEZOwSY1SNV1UAxU0x69NWnBArScsMhuO5V1yZw_I4PG0RVgJN6M_jsrQDsnpLy2rXGcppgpwz6ENYPE3MZnNU_TrYEgV_03gyotUqPKc/s1600/muncar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDS7QSg9KDaTpPbV2xWY3Yk7BzWCN7fQGtmVEZOwSY1SNV1UAxU0x69NWnBArScsMhuO5V1yZw_I4PG0RVgJN6M_jsrQDsnpLy2rXGcppgpwz6ENYPE3MZnNU_TrYEgV_03gyotUqPKc/s1600/muncar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pantai Muncar&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Bupati Banyuwangi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Abdullah Azwar Anas juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; share  tentang seorang kawan dari Surabaya &amp;nbsp;yang beberapa saat lalu berkunjung  ke Banyuwangi.&lt;/span&gt; Rekannya tersebut sempat memotret gambar Pantai  Boom, Pantai Muncar dan Kawah Ijen dengan BB (Black Berry) –nya. Foto  itu kemudian &amp;nbsp;diikutkan lomba foto yang diadakan Kementerian Kebudayaan  dan Pariwisata. Hasilnya, Sungguh di luar dugaan, foto tersebut menggondol gelar sebagai 5 besar  terbaik destinasi wisata, dan sang pemotret berhak mendapatkan hadiah  berlibur ke Raja Ampat, Papua dan beberapa destinasi wisata di  Indonesia.&amp;nbsp; “Selayaknya, sebagai orang Banyuwangi sendiri, kita jufa  harus mampu mempromosikan potensi Alam kita yang kaya ini,” ujar Bupati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Masih beberapa bulan lalu (21/6) Rencana pembangunan Pabrik Gula Terbesar dan Tercangih di tahun 2013, yang di utarakan Mentri BUMN, Kini Bupati Anas menegaskan Merencanakan Proyek Banyuwangi Cyber Village yaitu pemasangan jaringan Wifi di beberapa titik di kawasan banyuwangi, Kerjasama Pemkab dan PT. Telkom. di proyeksikan sebelum tahun 2013 sudah akan terpasang  wi-fi di beberapa tempat di Banyuwangi dengan kapasitas diatas 3  megabytes (MB) bahkan hingga 10 MB. Tandasnya “Jika Sumatera Selatan punya Sumsel Cyber  City dengan 200 titik wi-fi yang terpasang, dan Jakarta punya Jakarta  Cyber City dengan 92 titik wi-fi, maka Banyuwangi akan melaunching  Banyuwangi Cyber Village dengan 500 hingga 1000 titik wi-fi pada Januari  mendatang,” jelas Bupati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Bupati Anas juga menjelaskan Mengapa dinamakan Banyuwangi Cyber Village,  &amp;nbsp;bukannya &amp;nbsp;Banyuwangi Cyber City? Sebab, terang Bupati, akses internet  di kota besar itu sudah biasa. Yang lebih penting dan patut adanya percepatan adalah bagaimana  menghubungkan antar desa antar kecamatan dengan teknologi yang  memudahkan.(Humas &amp;amp; Protokol)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo-P0wFbZ0wUA6f007Jjn4i4o_Vpqczeo64zDXaLy-GSuo7m5Zf4QwwGySh3HQLOoLhEx7p9IswJVUojOYmKqh4nau1yC3CmQUZYh1zZEL-mGgTMb02t1ooiLxyA5AcX2R-O19_r9purc/s72-c/419412_471540182877234_39097048_n.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perjalanan Ke Bali</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/09/perjalanan-ke-bali.html</link><category>info transportasi</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Tue, 18 Sep 2012 02:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-1482485608200337113</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN07MCS9GxohP9YydnGhBAP6wZ_zStbmp9P3nOMvzSJD-aqcE9XL7yBJKszEj5Pk1Sn2Ul6BjgjTd6KWbhejI2_Lw_HNbJ78jD50FGOzLdt0AL-2Vwnp1WCaG9PTvf5Hf_OYqXJe79EtU/s1600/ketapamg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN07MCS9GxohP9YydnGhBAP6wZ_zStbmp9P3nOMvzSJD-aqcE9XL7yBJKszEj5Pk1Sn2Ul6BjgjTd6KWbhejI2_Lw_HNbJ78jD50FGOzLdt0AL-2Vwnp1WCaG9PTvf5Hf_OYqXJe79EtU/s320/ketapamg.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagai pulau wisata paling ternama di Indonesia, Bali sudah pasti  memiliki banyak akses untuk dijangkau. Jalur darat, laut, dan udara bisa  menjadi pilihan setiap wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Dewata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa  yang tidak kenal Bali, pulau yang kaya akan panorama alam, destinasi  wisata, dan kebudayaannya ini sudah terkenal hingga ke mancanegara.  Bahkan banyak turis yang mengatakan belum ke Indonesia bila belum ke  Bali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak pilihan transportasi yang bisa Anda gunakan  untuk mengunjungi Bali, yang paling utama adalah pesawat terbang.  Transportasi ini adalah jenis yang paling diminati banyak wisatawan.  Bandara Ngurah Rai merupakan bandara internasional yang menjadi pintu  masuk udara ke Pulau Bali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah maskapai dalam dan luar  negeri membuka jalur penerbangan ke Bandara Ngurah Rai. Maskapai itu  antara lain AirAsia, Batavia Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air,  Mandala Airlines, Merpati Airlines, Sriwijaya Air, Wings Air, Pacific  Royale Airways, Cathay Pacific Airways, China Airlines, EVA Air, Hong  Kong Express, Jetstar Asia Airways, Jetstar Airways, Korean Air,  Malaysia Airlines, Qatar Airways, Singapore Airlines, Thai Airways  International, Transaero, Valuair, danPacific Blue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang  libur panjang seperti saat ini, biasanya banyak maskapai penerbangan  yang memberikan promo. Untuk mendapatkannya, Anda harus sering-sering  membuka dan meng-update informasi dari situs resmi maskapai penerbangan.  Saat ini, semua maskapai penerbangan memiliki rute ke Pulau Dewata di  setiap harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain pesawat terbang, wisatawan bisa pergi ke  Pulau Bali dengan bus atau kereta api yang dilanjutkan dengan bus. Salah  satu bus yang melayani perjalanan dengan rute Jakarta-Denpasar adalah  OBL Safari Dharma Raya. Dengan harga tiket Rp 350.000, Anda akan diantar  menuju Denpasar kurang lebih 24 jam perjalanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Rute kita dari  Jakarta ke Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dulu, baru nanti ke Bali  dengan kapal feri," ungkap salah satu pegawai PO OBL Safari Dharma Raya,  Ahmad saat bincang singkat dengan detikTravel melalui telepon, Kamis  (21/6/2012). "Oh iya, itu sudah termasuk biaya penyeberangan,"  tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B`gi para backpacker, kereta api menjadi pilihan untuk  bisa sampai ke Pulau Bali. Harganya yang murah menjadikan jenis  transportasi ini digemari banyak orang. Dari situs resmi PT KAI saat  dikunjungi detikTravel, Kamis (21/6), ada tiga pilihan kereta api dengan  tujuan Stasiun Pasar Turi, Surabaya, yaitu Argo Bromo Anggrek Pagi,  Sembrani, dan Argo Bromo Anggrek Malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus Argo Bromo Anggrek  Pagi, kereta akan berangkat dari Stasiun Gambir pukul 09.30 WIB dan  dibanderol dengan harga Rp 330.000. Sedangkan Kereta Sembrani berangkat  dari Gambir pukul 19.30 WIB dan dipatok dengan harga Rp 325.000. Untuk  Argo Bromo Anggrek Malam, kereta akan berangkat pukul 21.30 WIB dengan  harga Rp 330.000. Harga tiket tersebut untuk kelas eksekutif. Pada situs  resmi PT KAI juga disebutkan bahwa adanya promo tiket dengan harga Rp  100.000 menggunakan ketiga kereta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, ketika sudah  sampai Stasiun Pasar Turi, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan  menggunakan bus ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Ini dia jalur laut  paling penting menuju Bali. Apapun wahana transportasi darat yang Anda  gunakan, ujung-ujungnya harus menyeberang dengan feri dari Pelabuhan  Ketapang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sini, Anda bisa menyeberangi Selat Bali  menggunakan kapal feri ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Harga tiket mulai  dari Rp 7.500 per orang. Jangan lupa membawa kartu identitas untuk  pemeriksaan di pelabuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, yang mana pilihan transportasi  Anda menuju Pulau Dewata? Ingat-ingat, jaga barang bawaan selama  perjalanan dan selamat berlibur!</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN07MCS9GxohP9YydnGhBAP6wZ_zStbmp9P3nOMvzSJD-aqcE9XL7yBJKszEj5Pk1Sn2Ul6BjgjTd6KWbhejI2_Lw_HNbJ78jD50FGOzLdt0AL-2Vwnp1WCaG9PTvf5Hf_OYqXJe79EtU/s72-c/ketapamg.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kebo - Keboan</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/09/kebo-keboan.html</link><category>Ritual</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sun, 2 Sep 2012 11:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-5181695779993434323</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinHLvTPF4ARscUG-_J_T5pW2F3wviIvdbL9sQYfF48PKKJbWmSvyWl01H8lgt95TTVTPT5ONgB168HHB76iSskbaBC4cAvhMOqwfPsbFFybOAFNMmu9hgPOkHVceI_a70DDwHORAXDUS4/s1600/374347_161376703962161_1937222220_n.jpg+w=640.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinHLvTPF4ARscUG-_J_T5pW2F3wviIvdbL9sQYfF48PKKJbWmSvyWl01H8lgt95TTVTPT5ONgB168HHB76iSskbaBC4cAvhMOqwfPsbFFybOAFNMmu9hgPOkHVceI_a70DDwHORAXDUS4/s320/374347_161376703962161_1937222220_n.jpg+w=640.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;a href="http://banyuwanginesia.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Kebo&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;keboan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class="hps"&gt;dianggap&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;upacara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang paling&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;unik di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;banyuwangi tepatnya di alas malang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;aspek&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kesuburan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ritus&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;berarti&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sastra&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;-&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;subur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pertumbuhan yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sehat dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;makmur&lt;/span&gt;) &lt;span class="hps"&gt;upacara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyucian&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang sebagai simbol&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ungkapan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;rasa syukur&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kepada Tuhan atas&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;damai&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kebahagiaan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan tanaman&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih baik&lt;/span&gt; di &lt;span class="hps"&gt;tahun mendatang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;upacara ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;digunakan untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dilakukan&lt;/span&gt; meminta&lt;span class="hps"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;curah hujan dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;budidaya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="hps"&gt;Pengunjung&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menyambut&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;untuk mengamati&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan berpartisipasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;upacara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menarik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;malam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;A&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di sepanjang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jalan utama&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang dihiasi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan semua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hasil yang berbeda&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;panen&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;seperti pisang&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;jeruk&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;casava&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kacang kedelai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;othercrops&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Mereka semua&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;melambangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kemakmuran&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="hps"&gt;Sebelum&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ritual&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Kebo&lt;/span&gt;&lt;span class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;keboan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mungkin terjadi&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tumpeng&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span&gt;kerucut&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;padi&lt;/span&gt;&lt;span&gt;)&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;telah dibuat&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pagi hari,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tumpeng&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kue&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menawarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;lainnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diletakkan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;di jalan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diberkati oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Kyai&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span&gt;a&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Pengkhotbah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;muslim&lt;/span&gt;&lt;span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;selamatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span&gt;berdoa&lt;/span&gt;&lt;span&gt;) di atas&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tumpeng&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dimakan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dibagikan kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;semua pengunjung&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Kue dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;makanan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;khusus yang dibuat oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;setiap rumah tangga&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ditawarkan dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;disajikan kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengunjung yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menghadiri&lt;/span&gt; acara ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW_-uk4d4tIcR0ff6VHqq8NxIjRF2hPD-hm2BpuLFKwAlAU10O7fsm4TJz3EYI1HyNyZnfyrnIyt512CUoAIDjv-siVoD4vJKCFczuedZK-bsR-Qs6U9-fKno-uWmv-ZX6x0J0D2EeMz0/s1600/Tradisi100110-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW_-uk4d4tIcR0ff6VHqq8NxIjRF2hPD-hm2BpuLFKwAlAU10O7fsm4TJz3EYI1HyNyZnfyrnIyt512CUoAIDjv-siVoD4vJKCFczuedZK-bsR-Qs6U9-fKno-uWmv-ZX6x0J0D2EeMz0/s320/Tradisi100110-2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="hps"&gt;Setelah itu&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;prosesi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tanah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ider&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bumi&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;)&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diselenggarakan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Beberapa pria&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;besar dan kuat&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berwarna&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;hitam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sendiri&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bertingkah aneh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;seperti&lt;/span&gt; kebau liar sedang&amp;nbsp;&lt;span class="hps"&gt;bajak&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sementara&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;seorang gadis cantik&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;simbol&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Dewi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Sri&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Dewi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Padi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memanggul oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pengikutnya&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;muncul&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;kostum tradisional&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Prosesi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;disorot oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tarian&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tradisional dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;musik orkestra&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;gamelan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6iVqBN67VCkKCBo_TTxhsoTHvNeTWaVyGLdMqfZzNPE7F9Ea98Pq_iwLV8VyN_YepbDa0w3KKP5HKIkp6FImwby_oOwzpkXU8iuMulwOOjMhIsOdhr74D2TnKa5PrVUDFN-jmMgmPZ-w/s1600/blog+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left$3A 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6iVqBN67VCkKCBo_TTxhsoTHvNeTWaVyGLdMqfZzNPE7F9Ea98Pq_iwLV8VyN_YepbDa0w3KKP5HKIkp6FImwby_oOwzpkXU8iuMulwOOjMhIsOdhr74D2TnKa5PrVUDFN-jmMgmPZ-w/s320/blog+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="hps"&gt;&lt;a href="http://banyuwanginesia.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Klimaks&lt;/a&gt; dari&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;acara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membajak&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;menanam&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;padi&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;saat&lt;/span&gt; orang2 yang berkostum kepala karbau&lt;span class="hps"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengejar&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;siapa saja yang&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mencoba untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mengambil&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;benih padi&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Benih&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;padi&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;diyakini&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;memiliki kekuatan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;supranatural&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;penyakit tanaman&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tanaman&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang baik dan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;membawa&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;keberuntungan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;bagi mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;yang mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;mendapatkannya&lt;/span&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Upacara&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;berakhir&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pada tengah hari&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;sore hari&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;tarian tradisional&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;wayang&lt;/span&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;pertunjukan&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;wayang kulit&lt;/span&gt; &lt;span class="hps"&gt;dilakukan&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinHLvTPF4ARscUG-_J_T5pW2F3wviIvdbL9sQYfF48PKKJbWmSvyWl01H8lgt95TTVTPT5ONgB168HHB76iSskbaBC4cAvhMOqwfPsbFFybOAFNMmu9hgPOkHVceI_a70DDwHORAXDUS4/s72-c/374347_161376703962161_1937222220_n.jpg+w=640.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nasi Santet Banyuwangi</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/nasi-santet-banyuwangi.html</link><category>kuliner</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Wed, 27 Jun 2012 03:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-1245561037129682089</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Sego Santet &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk-jDztasVU7wgAqi-r-BoWruEHWcoNgF1y1ZP7KBWsAGqYx691TdtmTQyHoHx87fa7-kZOHu8E3ygZM7I1ZPIG_7DSulw0v93eFYzhL2A8UOJEagsuXNJrFvtJLZ_rATTLq-NFo0pgHM/s1600/nasi+santet+banyuwangi.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk-jDztasVU7wgAqi-r-BoWruEHWcoNgF1y1ZP7KBWsAGqYx691TdtmTQyHoHx87fa7-kZOHu8E3ygZM7I1ZPIG_7DSulw0v93eFYzhL2A8UOJEagsuXNJrFvtJLZ_rATTLq-NFo0pgHM/s320/nasi+santet+banyuwangi.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hehehehe... Pasti kalau mendengar nya Anda pasti merasa aneh bukan. tapi bikin penasaran kan juga,,,iya... nggak?&lt;br /&gt;
Mendengar Santet pasti buat anda yang sekarang berusia 30 an pasti akan mengingat tentang tragedi pembunuhan dukun santet yang membuat geger seluruh wilayah banyuwangi dan di benak tiap orang, santet pasti menjadi sesuatu yang menakutkan.  Apalagi santet selama ini kerap menjadi julukan Kabupaten Banyuwangi,  Jawa Timur, setelah tragedi pembunuhan dukun santet 1998 silam. bahkan sampai saat ini kalau mendengar banyuwangi pasti orang ingat santet.hehehe angker juga sebutanya kota kelahiran ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ini beda dengan santet yang betulan,ini hanya sebuah nama untuk makan.&lt;br /&gt;
Sego santet punya rasa gurih, tapi pedas ayamnya membakar di lidah.  Selain karena bumbunya, pedas berasal dari sambal tiga warna. Tiga jenis  sambal itu adalah sambal hitam yang terbuat dari keluwak, sambal tomat  terasi serta sambal dari cabai hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ayam santet menggunakan ayam kampung. Namun  dagingnya tetap empuk di lidah. Hal itu, karena ayam  terlebih dahulu harus dipanaskan di atas api yang nyalanya kecil selama  tiga jam. "Setelah itu ayam digoreng atau dibakar, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat yang penasaran silahkan datang di sentra kuliner di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banyuwangi.berada di gerai 31&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menu ini dibanderol Rp 13 ribu per porsi, harga yang ramah di kantong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
disana juga ada menu yang tak kalah enak yaitu sego pelet/nasi pelet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nb. Nama  makanan memang jadi salah satu daya tarik bagi pembeli. Namun rasa  tetap jadi patokan nomor satu. Bila nama menarik, dan rasanya nikmat,  dijamin pembeli akan terus berdatangan.&amp;nbsp;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk-jDztasVU7wgAqi-r-BoWruEHWcoNgF1y1ZP7KBWsAGqYx691TdtmTQyHoHx87fa7-kZOHu8E3ygZM7I1ZPIG_7DSulw0v93eFYzhL2A8UOJEagsuXNJrFvtJLZ_rATTLq-NFo0pgHM/s72-c/nasi+santet+banyuwangi.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rencana Pabrik Gula Di Banyuwangi</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/rencana-pabrik-gula-di-banyuwangi.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Fri, 22 Jun 2012 03:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-923810009816838529</guid><description>&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Rencana Pabrik Gula Terbesar Dan Tercanggih Di Banyuwangi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIPdug6wvgOzAGZm1ro-aENiS1mAWmAwFJf_kKys7bxvrTyylZ-IHNzIgHGK1ZO5aVrwILLJElmei7DjS0k8KfuoO6ai2zMyukgbpdm1URNydkAzBZq60KEKF6hzNcxMkqO3t5rEsiiTY/s1600/Tebu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIPdug6wvgOzAGZm1ro-aENiS1mAWmAwFJf_kKys7bxvrTyylZ-IHNzIgHGK1ZO5aVrwILLJElmei7DjS0k8KfuoO6ai2zMyukgbpdm1URNydkAzBZq60KEKF6hzNcxMkqO3t5rEsiiTY/s320/Tebu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kedatangan Menteri BUMN Dahlan Iskan, memberikan kabar gembira buat masyarakat banyuwangi, kemarin saat kunjungan kamis (21/6)&amp;nbsp; mengatakan bahwa pabrik gula terbesar dan termodern akan dibangun di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada 2013, Wach... kebanggaan nich buat Kota Gandrung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, pabrik gula tersebut rencananya dibangun di lahan yang  kurang produktif milik PTPN XII di Kecamatan Glenmore dengan nilai  investasi sebesar Rp2 triliun yang diproyeksikan sebagai pabrik gula  terbesar dan modern di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keputusan sudah dibuat dan teknologi sudah menguasai, bahkan  pengalaman juga sudah ada. Tidak perlu ini dan itu lagi karena lahan  yang dipakai toh juga milik  PTPN,” ucap mantan Direktur Utama PLN dan CEO Jawa Pos Group itu.&lt;br /&gt;
Ia menjelaskan, pabrik gula itu rencananya dibangun pada tahun  2013 di Kecamatan Glenmore dengan target produksi berkisar 6.000 ton  hingga 7.000 ton per tahun sehingga dapat memenuhi kekurangan kebutuhan  gula nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kunjungannya kemarin dia juga menyinggung tentang kurangnya pasokan gula nasional, dia mengatakan bahwa kurangnya pasokan gula nasional di karenakan produksi Gula milik PTPN jelek. sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan impor gula. untuk menutupi kekurangan pasokan, dengan kebijakan yang di ambil maka produksi gula nasional tambah anjlok dan bahkan mati. sekarang kebijakn itu mulai tak di lakukan karna dalam penyelidikan di temukan bahwa industri gula nasional berkurang di sebabkan oleh masalah manajemen dari pabrik gula sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu, lanjut Dahlan, salah satu langkah yang akan dilakukan  Kementerian BUMN adalah memperbaiki pabrik gula dengan merombak total  manajemen pabrik gula, misalnya pengangkatan kepala pabrik gula yang  akan dilakukan tanpa persayaratan yang rumit seperti sebelumnya, dan  keputusan pengangkatan yang dibuat direksi selama ini harus diubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya akan meminta direksi untuk mengubah keputusan itu. Siapa pun, anak umur 20 tahun juga bisa menjadi kepala pabrik gula sepanjang dia mampu dan prestasinya bagus,” ucap pendiri Jawa Pos Group itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wuich...Cayo... buat Pak Menteri.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga dengan didirikannya Pabrik Gula ini nantinya bisa menyerap banyak tenaga kerja dan Banyuwangi tambah Maju aja.....Amin</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIPdug6wvgOzAGZm1ro-aENiS1mAWmAwFJf_kKys7bxvrTyylZ-IHNzIgHGK1ZO5aVrwILLJElmei7DjS0k8KfuoO6ai2zMyukgbpdm1URNydkAzBZq60KEKF6hzNcxMkqO3t5rEsiiTY/s72-c/Tebu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Durian Merah Khas Kota Gandrung</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/durian-merah-khas-kota-gandrung.html</link><category>Buah Unik</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Wed, 20 Jun 2012 08:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-4089200463520093345</guid><description>&lt;b style="color: red;"&gt;Durian Merah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWm1hklxmT_A2-F38ORqu1kMHlBbBY9NKPPvD5WDIau0U0oPAeRP13of2rkQWHBi1axL1PAtWrxNIRH0zQXF7_j1cwE-o735tFydx0f7qPSq-zjU0Vbo43R3mdMCLDENy_QdJjdHp1si0/s1600/Durian+merah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWm1hklxmT_A2-F38ORqu1kMHlBbBY9NKPPvD5WDIau0U0oPAeRP13of2rkQWHBi1axL1PAtWrxNIRH0zQXF7_j1cwE-o735tFydx0f7qPSq-zjU0Vbo43R3mdMCLDENy_QdJjdHp1si0/s320/Durian+merah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kalau ngomongin Durian, ehm... siapa sich yang g tau pasti semua pasti pada tahu dengan buah yang berduri tajam dan daging buahnya lembek, rasanya manis, bau nya menyengat hidung, dan mungkin diantara kalian ada yang suka dan&amp;nbsp; mumgkin malah hobi banget makan durian...kayak aq ini,hehehe..., tp yang ini beda dari bisanya, karna durian ini berwarna merah daging buahnya, jadi mirip kayak jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDefXX6TT9us-WKdRiJEpx0NjhEmSAsnDrHrqpyaB9t9AIlBdH91q0Ad3tGT6G0EktyizsAbjN4bZv5I0ZdgECYk0tJkCDOLr32K3QzVDX9TeMRnZ4NKuHDugsuZ9i2KXhduBPHvlDVXA/s1600/duren+abang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Durian Merah" border="0" height="253" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDefXX6TT9us-WKdRiJEpx0NjhEmSAsnDrHrqpyaB9t9AIlBdH91q0Ad3tGT6G0EktyizsAbjN4bZv5I0ZdgECYk0tJkCDOLr32K3QzVDX9TeMRnZ4NKuHDugsuZ9i2KXhduBPHvlDVXA/s320/duren+abang.jpg" title="Banyuwanginesia" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Duren Abang begitulah orang oseng bilang, Durian ini pertama kali tumbuh di desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi, durian merah kini menjadi satu lagi buah khas yang dimilki kab banyuwangi, yang tidak di temui di daerah lain. dan ini boleh di bilang satu-satunya di dunia, wach....tambah banyak nich keistimewaan tanah kelahiran ku.hehehehe ... jangan ngiri ya... buat daerah lain.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWm1hklxmT_A2-F38ORqu1kMHlBbBY9NKPPvD5WDIau0U0oPAeRP13of2rkQWHBi1axL1PAtWrxNIRH0zQXF7_j1cwE-o735tFydx0f7qPSq-zjU0Vbo43R3mdMCLDENy_QdJjdHp1si0/s72-c/Durian+merah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Rowobiru</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/rowobiru.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Tue, 19 Jun 2012 11:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-3265020861031163574</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Danau  Rowobiru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdpDJXaxQgPxdZaAfNHo7_QZUv_-7QrwxMdLVC4cHhuQZAnL_-RNzUO8ZVPN63QFq4XSQT9rz9eaXOARRIE7IzdEmHYhc1_Ooyyb01j3vwg4aAH4qCOMQPQ0w-zYnhzzkUP_TZxEWqeB0/s1600/rowobiru.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdpDJXaxQgPxdZaAfNHo7_QZUv_-7QrwxMdLVC4cHhuQZAnL_-RNzUO8ZVPN63QFq4XSQT9rz9eaXOARRIE7IzdEmHYhc1_Ooyyb01j3vwg4aAH4qCOMQPQ0w-zYnhzzkUP_TZxEWqeB0/s320/rowobiru.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat wisata ini tergolong baru. Rowobiru terletak di Desa Buluagung,  Siliragung, Banyuwangi, &lt;span class="fullpost"&gt;Wisata Rowobiru ini berada di bibir pantai  selatan  sehingga ketika para wisatawan menikmati indahnya danau  Rowobiru mereka  juga dapat menikmati suara gemuruh ombak pantai laut  selatan yang  menakjubkan. dan juga dapat menikmati semilir angin pantai  laut selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;wuich...emang keren tanah kelahiran ku,slalu saja ada tempat menakjubkan&lt;b&gt;,&lt;/b&gt;ehm... g salah kalu di sebut&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sun Rise Of Java&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kembali lagi ke Topik . &lt;/span&gt;Wisata Rowobiru adalah sebuah danau yang cukup luas yang berada  di kawasan perhutani Kab. Banyuwangi, Wisata  Rowobiru Buluagung dapat dicapai melalui jalur darat dari arah   Banyuwangi kota kurang lebeh 60 KM; dari perempatan lampu merah Jajag belok kiri   ke arah kecamatan Siliragung, dari arah Siliragung (Kantor Polisi   Kecamatan Siliragung lurus ke arah selatan menuju desa Buluagung –   Purwosari ke kiri menuju.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdpDJXaxQgPxdZaAfNHo7_QZUv_-7QrwxMdLVC4cHhuQZAnL_-RNzUO8ZVPN63QFq4XSQT9rz9eaXOARRIE7IzdEmHYhc1_Ooyyb01j3vwg4aAH4qCOMQPQ0w-zYnhzzkUP_TZxEWqeB0/s72-c/rowobiru.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pantai Blimbing Sari</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/pantai-blimbing-sari.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Thu, 14 Jun 2012 06:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-6073874562694118843</guid><description>&lt;b style="color: red;"&gt;Keindahan Pantai Blimbing Sari Yang Mirip Kuta Bali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzmzXBo6BwaQcqmfFP5gQxVshyphenhyphenjLQwW7InmJ2KI5QNC-IVCuAAv0tOqTw3xuiq33rexC_W9f83gC2P093HGT6mE3dyXLhDF3MW6gI0_FRrB4UTLSEYv1r-ZwmRXtJWTf5eTGA88kYNSMs/s1600/pantai+blimbingsari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzmzXBo6BwaQcqmfFP5gQxVshyphenhyphenjLQwW7InmJ2KI5QNC-IVCuAAv0tOqTw3xuiq33rexC_W9f83gC2P093HGT6mE3dyXLhDF3MW6gI0_FRrB4UTLSEYv1r-ZwmRXtJWTf5eTGA88kYNSMs/s1600/pantai+blimbingsari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;Blimbingsari merupakan pantai yang indah. yang bisa dikatakan mirip kayak &lt;b&gt;Pantai Kuta Bali&lt;/b&gt;, &lt;/span&gt;Panorama alam di pantai Blimbingsari,  yang terletak di Kecamatan Rogojampi itu, bisa menjadi salah satu pilihan bagi anda yang  menggemari pelesiran wisata laut. Bila ingin melihat matahari terbit  dengan cahaya kuning telurnya, datang saja ke pantai ini. Bukan hanya  matahari terbit, Anda pun bisa menikmati kesibukan puluhan nelayan  pulang berlayar. Mereka menurunkan berkilo-kilo ikan hasil tangkapan  dari perahu. Sebagian ikan itu dijual pada penadah yang juga ikut  memadati pantai. Bila siang sudah menjelang, perahu-perahu nelayan  disandarkan di bibir pantai sebelah selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantai Blimbingsari, adalah salah satu  wisata laut di Banyuwangi yang pengunjungnya tidak pernah sepi. Ratusan  pengunjung bisa disaksikan saat sore tiba. Selain menjadi wisata favorit  para keluarga, anak-anak muda juga memanfaatkan pantai ini untuk  berolahraga, sepakbola dan bola volly. Kalau cuma ingin santai,  pengunjung cukup duduk di kendaraan masing-masing menikmati panorama dan  merasakan semilir angin. Anda pun bisa mengajak serta anak-anak dan  kerabat lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS9TQ9jVKN0iNa3M0dS5huQloH3rbeqPqXx2RA_3W6f4-PGgxAUCL3C1-h3HG2DCKRucpQA6-HQZD-b1-TCcv8yhVdpNB5Q4thqmfJKnPITFdX5F-GMsXnRDzo1yLEoAE8ZryokkHvej4/s1600/cafe+blimbing+sari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS9TQ9jVKN0iNa3M0dS5huQloH3rbeqPqXx2RA_3W6f4-PGgxAUCL3C1-h3HG2DCKRucpQA6-HQZD-b1-TCcv8yhVdpNB5Q4thqmfJKnPITFdX5F-GMsXnRDzo1yLEoAE8ZryokkHvej4/s320/cafe+blimbing+sari.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;buat yang hobi santap kuliner di pantai ini terdapat deretan&lt;/span&gt; warung lesehan dengan khas  masakan ikan bakar. Anda boleh memilih salah satu warung dari warung yang berjejer di pinggir pantai, Cara penyajian di warung ini cukup unik.  Pembeli memilih sendiri ikan mentah yang ada dalam gabus penyimpanan.  Ada kerapu, kakap, jenis udang-udangan, cumi, putihan, barongan,  rajungan dan kepiting. Setiap harinya, ikan-ikan itu didap`t dari  nelayan setempat sehingga terlihat selalu segar. Tapi ikan hanya boleh  dibeli dalam bentuk kiloan. Harganya berkisar antara Rp 25 ribu-Rp 60  ribu per kilonya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai memilih ikan, anda bisa memesan  bumbu untuk ikan. Umumnya warung lesehan menyediakan pilihan bumbu,  seperti pindang koyong, pepesan, rica-rica, dan bumbu merah. Mau pedas  atau tidak sesuaikan dengan selera. Setelah itu, tunggu saja di meja  barang sejenak. Sekitar 30 menit, pelayan akan datang menghadirkan ikan  pesanan anda, lengkap dengan nasi hangat, sayur lalapan, tempat cuci  tangan, dan tentunya piring. Makan ikan bakar dengan tangan, sambil  menikmati pemandangan laut, pasti akan membuat selera makan anda menjadi  lebih lahap.hem.... yami......&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzmzXBo6BwaQcqmfFP5gQxVshyphenhyphenjLQwW7InmJ2KI5QNC-IVCuAAv0tOqTw3xuiq33rexC_W9f83gC2P093HGT6mE3dyXLhDF3MW6gI0_FRrB4UTLSEYv1r-ZwmRXtJWTf5eTGA88kYNSMs/s72-c/pantai+blimbingsari.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pantai Grajagan</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/pantai-grajagan.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Wed, 13 Jun 2012 10:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-6871062259722465088</guid><description>&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pantai Grajagan, Wisata Pantai Selatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-vJEK0D7k_EJLxRzq6lkK1TgRnIHroFKSSTjsF3wU6I5ZnVqeD2Y_BusHY9jF5oY46UqdGUuaWxPDTfdyUO2jAL0Lfvc3WbWwL9Rg4h8GvK0wwgPVjQ_nmplnVbFbV-RH1vVtW8PV8J4/s1600/Grajagan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-vJEK0D7k_EJLxRzq6lkK1TgRnIHroFKSSTjsF3wU6I5ZnVqeD2Y_BusHY9jF5oY46UqdGUuaWxPDTfdyUO2jAL0Lfvc3WbWwL9Rg4h8GvK0wwgPVjQ_nmplnVbFbV-RH1vVtW8PV8J4/s320/Grajagan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantai Grajagan yang letaknya di deretan&amp;nbsp; pantai selatan Banyuwangi, pantai dengan keindahan alamnya yang tiada tara. dikelilingi deretan  gunung-gunung, perkebunan dan lautan yang terbentang luas dari hamparan  Sarnudera Hindia. Gelombang ombaknya tak pernah henti seolah  menghentak- hentakkan kaki seperti langkah yang hampiri dengan diiringi  sernilir angin seolah membelai sukma yang tak pernah perhenti sepanjang  waktu. Dan, panorama pantai di wanawisata ini bagaikan lukisan alam  tanpa bingkai. Pesonanya, mernberikan kepuasan tersendiri bagi siapa  saja yang menginjakkan kaki di areal wanawisata yang posisinya pada  ketinggian 0-20 meter di atas permukaan laut (dpl). Para pengunjung yang  datang pasti akan disambut dengan gemuruhnya ombak khas pantai laut  selatan, suara ini bagaikan alunan yang mendendangkan orkestra alam  sepanjang waktu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jawatimuran.files.wordpress.com/2012/05/pantai-grajagan007.jpg?w=300&amp;amp;h=200" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="alignleft size-medium wp-image-4445" height="200" src="http://jawatimuran.files.wordpress.com/2012/05/pantai-grajagan007.jpg?w=300&amp;amp;h=200" title="Pantai Grajagan007" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gulungan  ombak pantai yang berada di kawasan hutan KPH Banyuwangi Selatan ini,  tepatnya di BKPH Curahjati yang secara administratip terletak di Desa  Grajakan Kecamatan Purwoharjo kabupaten banyuwangi ini kerap mengundang  dan memacu adrenalin para pesurfing untuk menjajal kemampuan atau  sekedar belajar. Memang tidaklah heran, bila Pantai Grajagan ini sering  dijadikan tempat persinggahan para wisatawan lokal-maupun mancanegara  sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju Pantai Plengkung, yang  telah dikenal oleh dunia internasional sebagai temp at paling menantang  untuk berselancar. Sebab, pantai Plengkung merupakan salah satu dari  tiga obyek wisata segi tiga berlian (G-Land) di samping Kawah ljen dan  Pantai Sukamade, yang menjadi obyek wisata andalan bagi Kabupaten paling  timur pulau Jawa yaitu Banyuwangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jawatimuran.files.wordpress.com/2012/05/pantai-grajagan0041.jpg?w=300&amp;amp;h=148" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="alignleft size-medium wp-image-4446" height="148" src="http://jawatimuran.files.wordpress.com/2012/05/pantai-grajagan0041.jpg?w=300&amp;amp;h=148" title="Pantai Grajagan004" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantai  Grajagan yang letak geografisnya berada sekitar 52 km ke arah selatan  Kota Banyuwangi ini inemang sangat mempesona bagi siapa saja yang dating  dan melihatrlya. Posisi paritainya yang sangat strategis ini layak  menjadi pintu gerbang menuju ke Pantai Plengkung. Areal Grajagan yang  terhampar dikawasan seluas 314 hektar, tepatnya di hutan KPH Banyuwangi  Selatan, terletak di desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten  Banyuwangi. Pantainya yang luas dan diselimuti oleh pasir hitam ini,  bisa dikatakan lengkap karena pantainya memiliki gua dan bukit&amp;nbsp;yang  sangat indah. Ketika kita berkunjung di tempat ini, maka mata kita  langsung melihat hamparan pantai berpasir hitam ditambah dengan bukit  yang menjulang tinggi, seakan melengkapi suasana dan keindahan alam yang  tak pernah bosan untuk dinikmati siapa saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa  saja bisa datang kesana untuk melepaskan kepenatan dan kejenuhan karena  beban kerja yang memporsir pikiran, duduk sambil menikmati suasana  pantai dengan deburan ombak laut lepas dari atas shelter dan 3 gua  peninggalan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II serasa terbebas  dari beban yang ada. Disekitar Pantai ini banyak terdapat &amp;nbsp;goa buatan  yang letaknya cukup tinggi, sehingga kita dapat mengawasi seluruh  kawasan yang memiliki keindahan Alamo di antaranya pantai Grajagan,  Plengkung dan pantai lainnya yang letaknya di Taman Nasional Alas Purwo.  Jadi, Pantai Grajagan sangat ideal menjadi tempat transit atau sebagai  pintu gerbang untuk menuju ke pantai Plengkung. Dari Grajagan menuju ke  Plengkung hanya dibutuhkan waktu sekitar dua jam dengan menyusuri  pantai yang menggunakan perahu sewa dan jarak tempuhnya hampir sama  bila kita menggunakan mobil melalui jalan darat.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-vJEK0D7k_EJLxRzq6lkK1TgRnIHroFKSSTjsF3wU6I5ZnVqeD2Y_BusHY9jF5oY46UqdGUuaWxPDTfdyUO2jAL0Lfvc3WbWwL9Rg4h8GvK0wwgPVjQ_nmplnVbFbV-RH1vVtW8PV8J4/s72-c/Grajagan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tari Bedoyo Wulandaru Juara Umum FKT Jatim</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/tari-bedoyo-wulandaru-juara-umum-fkt.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Thu, 7 Jun 2012 03:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-5575282329651083701</guid><description>&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tari Bedoyo Wulandaru Go International&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAEC5ll7QDJD3QA-XTFODC8OJdAky9VSYYZ1D4uu7QpVACyOKMeGsQMTyz1YR_pQPe8FbN2dH57ZQCsjj-0tMfQB1fziA5XKy1pNwfk3Imz34Z1a_52AgFTbWmDFZPPGDfweMPXybSs6w/s1600/tari+bedoyo+wulandaru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAEC5ll7QDJD3QA-XTFODC8OJdAky9VSYYZ1D4uu7QpVACyOKMeGsQMTyz1YR_pQPe8FbN2dH57ZQCsjj-0tMfQB1fziA5XKy1pNwfk3Imz34Z1a_52AgFTbWmDFZPPGDfweMPXybSs6w/s320/tari+bedoyo+wulandaru.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Festival Karya Tari (FKT) tingkat Provinsi Jawa Timur di  Taman Krida, Malang. Kontingen Tari Bedoyo Wulandaru dari Banyuwangi. mampu mengukir prestasi  gemilang, dalam festival tersebut, tari Bedoyo Wulandaru  berhasil menjadi juara umum. Selain itu, tarian tersebut masuk tiga  besar penata tari terbaik, penata busana dan rias terbaik, serta penata  musik terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlIDu6q2cc7If55yD5VcZJcbiGU5mWz6hHSB670EvkuEJGuZGV0i30v3733JHyQAbXYbpDBllSNmJR_C1ljA8mMTv_zTB26GvAcbaKXyml_uEiyCNgrDjj0_d6vIrkvRbP7FtX8fZAJZg/s1600/Penari+bedoyo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlIDu6q2cc7If55yD5VcZJcbiGU5mWz6hHSB670EvkuEJGuZGV0i30v3733JHyQAbXYbpDBllSNmJR_C1ljA8mMTv_zTB26GvAcbaKXyml_uEiyCNgrDjj0_d6vIrkvRbP7FtX8fZAJZg/s320/Penari+bedoyo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, tari Jakripah yang diusung  duta seni Banyuwangi juga menang dalam tiga kategori. Maka, semakin  lengkaplah kemenangan Banyuwangi dalam bidang seni di Jawa Timur. Hasil  manis yang ditorehkan kontingen tari Bumi Blambangan itu otomatis  membuat tari Bedoyo Wulandaru mewakili Provinsi Jatim dalam even  nasional dan internasional. Itu tentu saja angin segar bagi perkembangan  seni di Banyuwangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai wakil Jatim, tim penari Bedoyo  Wulandaru akan mengusung misi ganda, yaitu bukan sekadar mem- bawakan  tari Bedoyo Wulandari di pentas internasional, tapi juga wajib  mempromosikan kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini di mancanegara.  Sebab, dengan tampil di pentas mancanegara, setidaknya penonton akan  tahu bahwa tarian tersebut berasal dari Banyuwangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan tahu nama, setidaknya akan muncul  peluang mereka mengenal lebih jauh daerah di ujung timur Pulau Jawa  ini. Finally, tak kenal maka tak sayang. Bila mereka sudah kenal, maka  publik mancanegara diharapkan melakukan “sesuatu” . Nah, “sesuatu” yang  diharapkan itu bisa berupa kunjungan wisata atau kunjungan budaya  masyarakat internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, diharapkan ada dampak  secara tidak langsung promosi tari di mancanegara itu dengan kunjungan  pariwisata. Selain itu, lebih dari kunjungan wisata, dampaknya bisa juga  semakin berkembang menjadi kunjungan bisnis. Namun, kita tak bisa  berharap banyak prestasi tari kita tersebut menjadi mimpi yang  diharapkan sebelum tari tersebut benar-benar tampil di pentas  international.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, untuk meraih cita-cita  besar tersebut, langkah pertama adalah merealisasikan tari Bedoyo  Wulandaru agar benar-benar tampil di mancanegara. Seperti yang sudah  pernah dilakukan beberapa penari beberapa tahun silam. Semoga Bedoyo  Wulandaru bisa segera go international. (radar)&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAEC5ll7QDJD3QA-XTFODC8OJdAky9VSYYZ1D4uu7QpVACyOKMeGsQMTyz1YR_pQPe8FbN2dH57ZQCsjj-0tMfQB1fziA5XKy1pNwfk3Imz34Z1a_52AgFTbWmDFZPPGDfweMPXybSs6w/s72-c/tari+bedoyo+wulandaru.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bedul Sebagai Percontohan Nasional</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/bedul-sebagai-percontohan-nasional.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sat, 2 Jun 2012 06:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-4290922301320467068</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Mangrove Bedul Ecotourism&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4UCkN-oXNcDjqkkScYakDgtEch1lZ9DBoHJ7IGWRPjXlKsRLDN8OkZsmEjZptS7SJbyqhbAYZErvj52gLyYfWGoOonR35c9nHqeRAEuR_ErjqyvxBduDJ88XI16xZWUc3ahowEPg-NpI/s1600/bedul+banyuwangi.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="banyuwanginesia" border="0" height="209" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4UCkN-oXNcDjqkkScYakDgtEch1lZ9DBoHJ7IGWRPjXlKsRLDN8OkZsmEjZptS7SJbyqhbAYZErvj52gLyYfWGoOonR35c9nHqeRAEuR_ErjqyvxBduDJ88XI16xZWUc3ahowEPg-NpI/s320/bedul+banyuwangi.JPG" title="bedul - banyuwanginesia" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ekowisata Mangrove Bedul di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo,  Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi percontohan tingkat nasional dalam  pengelolaan ekowisata mangrove berbasis masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Melalui acara &lt;/span&gt;&lt;em style="color: black;"&gt;Shared-Learning&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  "Pengembangan Ekowisata dalam Mendukung Konservasi Mangrove" yang  diadakan Kementerian Kehutanan bersama Badan Kerjasama Internasional  Jepang (JICA), delapan pemerintah daerah yang memiliki hutan mangrove  belajar atas keberhasilan Banyuwangi mengelola ekowisata. Acara ini  berlangsung sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2012.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Menurut Kepala  Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Kementerian Kehutanan, Murdoko,  Banyuwangi dijadikan percontohan karena mampu mengelola ekowisata yang  melibatkan semua stake-holder mulai Pemerintah Daerah, Taman Nasional  Alas Purwo, Perhutani dan masyarakat pinggir hutan. "Pengelolaan  ekowisata harus melibatkan semua pihak," kata Murdoko, Rabu, 30 Mei  2012.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Seluruh peserta diajak menjalani seluruh paket yang  tersedia seperti atraksi kano, memantau burung migran, melihat  penangkaran penyu, hingga menginap di home stay milik penduduk. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  Hutan mangrove di Blok Bedul tumbuh di lahan seluas 2.300 hektare,  membentang sepanjang 16 kilometer di pinggir segara anakan kawasan Taman  Nasional Alas Purwo. Ada 27 jenis mangrove yang hidup dan merupakan  terlengkap di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Hutan mangrove ini menjadi habitat  aneka satwa seperti monyet, biawak, burung bangau, elang laut dan  blibis. Bahkan pada bulan-bulan tertentu terdapat sekitar 16 jenis  burung migran dari Australia, di antaranya cekakak suci (Halcyon  chloris/Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops  philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak  (Tringa glareola). &lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Ekowisata dikelola Badan Pengelola  Ekowisata Blok Bedul yang pengurusnya direkrut dari warga sekitar.  Menurut Muhammad Riadi, Ketua Badan Pengelola, warga dilibatkan langsung  dalam pengelolaan ekowisata. "Warga yang menjadi pemandu wisata,  menyewakan perahu, membuat home stay, serta membuka warung makanan,"  ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Keberhasilan pengelolaan ekowisata Bedul menyedot  wisatawan asing maupun nusantara. Tahun 2009 wisatawan yang datang  sebanyak 11 ribu orang, pada 2011 jumlahnya meningkat hingga 62 ribu  orang.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Kepala Desa Sumberasri, Suyatno, bercerita sebelum ada  ekowisata tersebut banyak warga desanya membabat hutan dan mencuri satwa  di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. "Ada sekitar 300 hingga 400  hektare lahan hutan yang kayunya dijarah penduduk," ucap Suyatno.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  Berangkat dari kegelisahan itu, Suyatno kemudian memiliki gagasan untuk  menjadikan hutan mangrove di daerahnya sebagai tempat wisata. Ide ini  disambut oleh pengelola Taman Nasional Alas Purwo, Perhutani dan  Pemerintah Banyuwangi.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Perencanaan bersama warga desanya mulai  dibuat pada 2008 dan setahun kemudian obyek wisata itu mulai dibuka.  "Persisnya pada Juli 2009 ekowisata Bedul dibuka untuk umum."&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  Hasilnya ternyata luar biasa. Pembukaan ekowisata itu mampu mengurangi  secara drastis angka pembalakan dan pencurian satwa. Masyarakat pun  tersadarkan bahwa hutan mangrove memiliki banyak manfaat, selain bagi  lingkungan juga pariwisata.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Dosen Fakultas Kehutanan  Universitas Gadjah Mada, Siti Nurul Rofiqo Irwan, mengatakan pengelolaan  ekowisata berbasis masyarakat dapat menjadi solusi untuk pelestarian  hutan mangrove di berbagai daerah di Indonesia yang luasnya semakin  menyempit.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt; &lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Sejak tahun 1999 hingga 2005, kata Nurul, luas hutan  mangrove berkurang 5,58 juta hektare. "Sekarang hanya tersisa 3 juta  hektare," tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKexucj8DpoSRtRtaQI84Ik3a_ovwBobHmpY91QLRNqCfzPss6fN2GRjNhnvhHv2D_BrkfgLoobkkL7mPtKkfofxQvRQZ4e_w4L9yMlOa_BGydNBkdeEYsJruQSzZSxh9AxnQ3URogts0/s1600/bedul+magrove.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="banyuwanginesia" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKexucj8DpoSRtRtaQI84Ik3a_ovwBobHmpY91QLRNqCfzPss6fN2GRjNhnvhHv2D_BrkfgLoobkkL7mPtKkfofxQvRQZ4e_w4L9yMlOa_BGydNBkdeEYsJruQSzZSxh9AxnQ3URogts0/s1600/bedul+magrove.jpg" title="magrove bedul - banyuwanginesia" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menurut Kepala Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I Denpasar,  Sasmitohadi, hutan mangrove tak sekedar memiliki fungsi ekologis. Saat  mangrove rusak, menurut dia, bisa dipastikan akan terjadi penurunan  ekonomi secara drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Jika mangrove hilang, pendapatan  masyarakat menurun. Jika mangrove kembali digalakkan tangkapan nelayan  menjadi tinggi," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sasmitohadi mencontohkan, pendapatan  kelompok masyarakat Bedul yang berada di hutan mangrove Alas Purwo dari  sektor ekowisata berkisar Rp70 juta per bulan. Pada musim-musim  tertentu, penghasilan kelompok masyarakat ini bahkan dapat mencapai  Rp100 juta per bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas ekowisata di kawasan mangrove Alas  Purwo yang dikelola masyarakat, kata Sasmitohadi, adalah wisata di  hutan mangrove, atraksi berperahu, pemancingan di hutan mangrove, dan  pendidikan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan,&amp;nbsp;pihaknya sangat mengapresiasi upaya pelestarian mangrove&amp;nbsp;yang digelar JICA bersama&amp;nbsp;pemerintah.&amp;nbsp;“Ke depan, kami berharap&amp;nbsp;semua pihak khususnya pemkab dilibatkan secara &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;konkret&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;sehingga bisa bersama-sama&amp;nbsp;mengembangkan ekowisata,”&amp;nbsp;paparnya. (Radar Banyuwangi)&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4UCkN-oXNcDjqkkScYakDgtEch1lZ9DBoHJ7IGWRPjXlKsRLDN8OkZsmEjZptS7SJbyqhbAYZErvj52gLyYfWGoOonR35c9nHqeRAEuR_ErjqyvxBduDJ88XI16xZWUc3ahowEPg-NpI/s72-c/bedul+banyuwangi.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Misteri Hiu Raksasa Pantai Sukomade</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/misteri-hiu-raksasa-pantai-sukomade.html</link><category>sejarah</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Thu, 31 May 2012 08:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-8671554918414766171</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Misteri Hiu Raksasa Pantai Sukomade / Mah kliwon&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5V9bkMy6d_WrNZY9AyLjqeY6W7tQc9nRCGISfePmHtCbZi9wXVc1UAMq5VYjXZA779jzvGJYyGEmH-P4p-CIq0OLMZ7ovX219jbZ6KWUN8-ymDfh56eeqttRJt6dhti71rLZHkSwMESM/s1600/hiu+misteri+sukomade.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5V9bkMy6d_WrNZY9AyLjqeY6W7tQc9nRCGISfePmHtCbZi9wXVc1UAMq5VYjXZA779jzvGJYyGEmH-P4p-CIq0OLMZ7ovX219jbZ6KWUN8-ymDfh56eeqttRJt6dhti71rLZHkSwMESM/s320/hiu+misteri+sukomade.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span&gt;Di kalangan nelayan Rajegwesi-Sukomade,  Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, selain Nyi Roro Kidul,  mereka kerap melihat sesosok ikan hiu raksasa. Hiu tersebut berukurun  sebesar dua kali rumah tipe rumah sederhana (RS).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nelayan setempat memanggil hiu raksasa  tersebut dengan nama Mbah Kliwon. Dinamakan Mbah Kliwon, lantaran hiu  raksasa tersebut kerap menampakkan diri Jumat Kliwon, penanggalan Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekujur tubuh Mbah Kliwon ini dipenuhi dengan corak yang menyerupai  huruf-huruf arab yang tersusun rapi seolah terangkai sebuah kalimat.  Namun tak pernah ada yang bisa membacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mbah Kliwon kadang di sekitaran lokasi kami memancing ikan, sekitar  Tanjungan" jelas nelayan yang mengaku bernama Priyono, kepada  detiksurabaya.com di tepian Pantai Rajegwesi, Rabu (26/5/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjumpa dengan Mbah Kliwon, bagi nelayan bukan hal yang menakutkan.  Justru hal yang diharapkan. Karena kemunculan hiu raksasa tersebut  pertanda jika populasi ikan sedang melimpah. Selanjutnya akan berdampak  baik pada hasil tangkapan nelayan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghormati Mbah Kliwon, sebelum melaut di hari Jumat Kliwon,  penanggalan Jawa, nelayan menggelar selamatan kecil dengan beberapa  hidangan makanan. Tradisi tersebut dikemas dengan memanjatkan doa  keselamatan pada Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbah Kliwon bukan hanya sesosok Hiu sebagai simbol rejeki nelayan. Hiu  yang menurut warga, lebar mulutnya dua kali daun pintu tersebut  terkadang 'membantu' saat nelayan mengalami kondisi genting di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tidak semua nelayan yang dibantunya. Hanya orang tertentu saja," jelas Ninik,&lt;br /&gt;
juragan ikan di Pantai Rajegwesi, kepada detiksurabaya.com.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ninik mencontohkan kisah yang dialami oleh Nelayan Rajegwesi yang  bernama Samuji. Samuji yang saat itu sedang melaut nyaris kehilangan  nyawanya setelah perahunya pecah dihantam ombak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tubuh Samuji tidak ditemukan lagi oleh nelayan lainnya yang melakukan&lt;br /&gt;
pencarian selama beberapa jam. Namun keesokan paginya, mereka mendapati  Samuji sudah berada di Pantai rajegwesi dalam kondisi selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal lokasi tenggelamnya Samuji sangat berjauhan dengan bibir pantai. Warga&lt;br /&gt;
akhirnya terkejut dengan pengakuan Samuji jika dirinya dibawa ke tepian oleh sesosok hiu raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pak Samuji bilangnya dibawa ketepi pantai oleh ikan Hiu Raksasa,(Mbah Kliwon)"&lt;br /&gt;
ujar Ninik menirukan pengakuan Samuji, yang saat ini menetap di Pulau Sulawesi&lt;br /&gt;
mengikuti transmigrasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5V9bkMy6d_WrNZY9AyLjqeY6W7tQc9nRCGISfePmHtCbZi9wXVc1UAMq5VYjXZA779jzvGJYyGEmH-P4p-CIq0OLMZ7ovX219jbZ6KWUN8-ymDfh56eeqttRJt6dhti71rLZHkSwMESM/s72-c/hiu+misteri+sukomade.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Telaga  Umbul Pule</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/telaga-umbul-pule.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Mon, 28 May 2012 09:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-7953786670019765512</guid><description>&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Telaga Umbul Pule&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjreLrkAUAACPKuRp1IUwUFCSMcm5px3IUHELpOHvD9uk5O4P8snP9VES929LCvJUT4GxFYa5lIz3vb0vDoNH_dOw_RdgdtO2eBIPOLXa8YLlekyDi-sdPsridoK-c_iYDN5v42Idw-whY/s1600/Telaga+Umbul+Pule.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjreLrkAUAACPKuRp1IUwUFCSMcm5px3IUHELpOHvD9uk5O4P8snP9VES929LCvJUT4GxFYa5lIz3vb0vDoNH_dOw_RdgdtO2eBIPOLXa8YLlekyDi-sdPsridoK-c_iYDN5v42Idw-whY/s320/Telaga+Umbul+Pule.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umbul Pule   adalah sebuah telaga yang terletak di kecamatan glenmore yang sangat jernih yang airnya tak pernah surut walaupun musim kemarau panjang datang,sehingga  air yang dikeluarkan oleh  mata air Umbul oleh penduduk sekitar  digunakan untuk mengembangkan  usaha di sektor pertanian dan perikanan.  Di samping itu, sumber mata  air dari sini juga digunakan pihak PDAM  untuk memenuhi kebutuhan air di daerah sekitar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjreLrkAUAACPKuRp1IUwUFCSMcm5px3IUHELpOHvD9uk5O4P8snP9VES929LCvJUT4GxFYa5lIz3vb0vDoNH_dOw_RdgdtO2eBIPOLXa8YLlekyDi-sdPsridoK-c_iYDN5v42Idw-whY/s72-c/Telaga+Umbul+Pule.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Air Terjun Kembar Wonorejo / Tirto Temanten</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/air-terjun-kembar-wonorejo-tirto.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Mon, 28 May 2012 08:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-2120108324803061173</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Air Terjun Kembar Wonorejo / Tirto Temanten&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs9v0MpIuSQFVsLeTJOoOSuVZE9qvWg3_PJWOob1MzQ0CiHIQVM0VkuiErIX-NFmDFQaL16SyaQdgFY6i500JnMABjbbde3PBWs0OKUYs7oWJE6HONIq0yzYYM28IaJT56aN7ccjTI8-k/s1600/terjun+kembar+kalibaru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs9v0MpIuSQFVsLeTJOoOSuVZE9qvWg3_PJWOob1MzQ0CiHIQVM0VkuiErIX-NFmDFQaL16SyaQdgFY6i500JnMABjbbde3PBWs0OKUYs7oWJE6HONIq0yzYYM28IaJT56aN7ccjTI8-k/s320/terjun+kembar+kalibaru.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air terjun ini terletak di dusun Wonorejo desa Kalibaru Wetan kecamatan Kalibaru, Air Terjun ini terdiri dari 2 terjunan air di kanan dan kiri.. yahh inilah makanya disebut temanten, aliaran airnya dari lereng Gunung Raung, pemandangan alam di sekitarnya amat  menakjubkan seperti Tanaman kopi dan Coklat menyelimuti sekitar lokasi sehingga menambah keindahan panoramanya.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs9v0MpIuSQFVsLeTJOoOSuVZE9qvWg3_PJWOob1MzQ0CiHIQVM0VkuiErIX-NFmDFQaL16SyaQdgFY6i500JnMABjbbde3PBWs0OKUYs7oWJE6HONIq0yzYYM28IaJT56aN7ccjTI8-k/s72-c/terjun+kembar+kalibaru.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Misteri Pendakian Gunung Raung</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/misteri-gunung-raung-keangkeran-gunung.html</link><category>sejarah</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sat, 26 May 2012 02:56:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-8614700049827351510</guid><description>&lt;div align="left" style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;MISTERI GUNUNG RAUNG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Zn85_co-BZlWWaLMLM-kthOPMbvQ2pEyaLvSbym3RMPJHCY_RwSUezoyhOWDkri9_gbnqxzQfXsvmsUShO1MHKIkFh6nqWIpkiTQqosepKc87U21__yPG3Kqh6twofsVFlNy5h1AOXA/s1600/puncak+gunung+raung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Zn85_co-BZlWWaLMLM-kthOPMbvQ2pEyaLvSbym3RMPJHCY_RwSUezoyhOWDkri9_gbnqxzQfXsvmsUShO1MHKIkFh6nqWIpkiTQqosepKc87U21__yPG3Kqh6twofsVFlNy5h1AOXA/s320/puncak+gunung+raung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Keangkeran Gunung Raung sudah terlihat dari nama-nama pos pendakian  yang ada, mulai dari Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok  Angin. Semua itu mempunyai sejarah tersendiri hingga dinamakan  demikian.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Pondok Sumur misalnya, &lt;span id="more-143"&gt;&lt;/span&gt;katanya  terdapat sebuah sumur yang biasa digunakan seorang pertapa sakti asal  Gresik. Sumur dan pertapa itu dipercaya masih ada, hanya saja tak kasat  mata. Di Pondok Sumur ini, saat berkemah,juga terdengar suara derap kaki  kuda yang seakan melintas di belakang tenda.&lt;br /&gt;
&lt;div align="left"&gt;Selanjutnya Pondok Demit, disinilah tempat aktivitas  jual-beli para lelembut atau dikenal dengan Parset (Pasar Setan).  Sehingga, padaMore… hari-hari tertentu akan terdengar keramaian pasar  yang sering diiringi dengan alunan musik. Lokasi pasar setan terletak  disebelah timur jalur, sebuah lembah dangkal yang hanya dipenuhi ilalang  setinggi perut dan pohon perdu.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Pondok Mayit adalah pos yang sejarahnya paling menyeramkan, karena  dulu pernah ditemukan sesosok mayat yang menggantung di sebuah pohon.  Mayat itu adalah seorang bangsawan Belanda yang dibunuh oleh para  pejuang saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak jauh dari Pondok Mayit, adalah Pondok Angin yang juga merupakan  pondok terakhir atau base camp pendaki. Tempat ini menyajikan  pemandangan yang memukau karena letaknya yang berada di puncak bukit,  sehingga kita dapat menyaksikan pemandangan alam pegunungan yang ada  disekitarnya. Gemerlapnya kota Bondowoso dan Situbondo serta sambaran  kilat jika kota itu mendung, menjadi fenomena alam yang sangat luar  biasa. Namun, angin bertiup sangat kencang dan seperti maraung-raung di  pendengaran. Karenanya gunung ini dinamakan Raung, suara anginnya yang  meraung di telinga terkadang dapat menghempaskan kita didasar jurang  yang terjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelah barat yang merupakan perbukitan terjal itu adalah lokasi  kerajaan Macan Putih, singgasananya Pangeran Tawangulun. Di sini, juga  sering terengar derap kaki suara kuda dari kereta kencana. Konon, pondok  Angin ini merupakan pintu gerbang masuk kerajaan gaib itu.&lt;br /&gt;
Konon, di perbukitan yang mengelilingi kaldera itulah kerajaan Macan  Putih berdiri. Sebuah kerajaan yang berdiri saat gunung ini meletus  tahun 1638. Pusatnya terletak di puncak Gunung Raung. Kerajaan tersebut  dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Beliau adalah salah-satu anak raja  Kerajaan Majapahit yang hilang saat bertapa di gunung. Keberadaan  kerajaan itu sedikit banyak masih memiliki hubungan yang erat dengan  penduduk setempat. Misalnya bila terjadi upacara pernikahan di kerajaan,  maka hewan-hewan di perkampungan banyak yang mati. Hewan-hewan itu  dijadikan upeti bagi penguasa kerajaan.&lt;br /&gt;
&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Konon, menurut masyarakat setempat, seluruh isi dan penghuni kerajaan  Macan Putih lenyap masuk ke alam gaib atau dikenal dengan istilah mukso.  Dan hanya pada saat tertentu, tepatnya setiap malam jum’at kliwon,  kerajaan itu kembali ke alam nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pangeran Tawangulun dipercaya merupakan salah satu suami dari Nyai  Roro Kidul. Setiap malam jum’at itulah penguasa laut selatan mengunjungi  suaminya. Biasanya, akan terdengar suara derap kaki kuda ditempat yang  sakral. Suara tersebut berasal dari kereta kencana Sang Ratu yang sedang  mengunjungi sang suami Pangeran Tawangulun. Bila mendengar suara  tersebut lebih baik pura-pura tidak mendengar. Jika dipertegas, suara  akan bertambah keras dan mungkin akan menampak wujudnya. Bila demikian,  kemungkinan kita akan terbawa masuk ke alam gaib dan kemudian dijadikan  abdi dalem kerajaan Macan Putih.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Zn85_co-BZlWWaLMLM-kthOPMbvQ2pEyaLvSbym3RMPJHCY_RwSUezoyhOWDkri9_gbnqxzQfXsvmsUShO1MHKIkFh6nqWIpkiTQqosepKc87U21__yPG3Kqh6twofsVFlNy5h1AOXA/s72-c/puncak+gunung+raung.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/tambang-emas-gunung-tumpang-pitu.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sat, 26 May 2012 02:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-8909119008104642090</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Gunung Emas Di Ujung Pulau Jawa&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyAmYnKtNlbztPMS_aoQzlI5XaoWHysM5cce5sr2YnC0gs6GOA8h2ULteVoIZkqzRyHkR8-4uaGc0wbUEDMW6u2coyVJJrJ3iyUT6B0MUGH5ZUWUQ44YSJoX7sww-111YPi-Zqqzo1LyY/s1600/25092009090+%281%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyAmYnKtNlbztPMS_aoQzlI5XaoWHysM5cce5sr2YnC0gs6GOA8h2ULteVoIZkqzRyHkR8-4uaGc0wbUEDMW6u2coyVJJrJ3iyUT6B0MUGH5ZUWUQ44YSJoX7sww-111YPi-Zqqzo1LyY/s320/25092009090+%281%29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
PT Indo Multi Niaga (IMN), yang merupakan perusahaan penanaman modal  dalam negeri yang sejak 2007 sampai saat ini masih melakukan kegiatan  eksplorasi tambang emas Gunung Tumpang Pitu di Desa Sumberagung,  Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jatim, akan terus mengeksplorasi  tempat tersebut sampai 2015.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu didasarkan pada, SK Bupati Banyuwangi No 188/05/KP/429.012/2007,  dimana IMN mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) tahap eksplorasi  seluas 11,6 ribu ha di Banyuwangi bagian selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut manajer Hubungan dan Pengembangan Masyarakat Indo Multi Niaga  (IMN), Pramono Triwahyudi, pihaknya menargetkan mulai memasuki tahapan  produksi atau eksploitasi di lokasi tambang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Tumpang Pitu dengan luasan 1.700 ha, konsesi IMN juga mencakup  areal Katak, Candrian, Gunung Manis, Salakan, Gumuk Genderuwo, dan Rajeg  Besi. Geolog IMN, Hendy Prayitno menambahkan, sejauh ini, IMN sudah  mengambil 10.000 sampel yang masing-masing berberat 1,3 kg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dieksplorasi pertama kali pada 20 September 2007 sampai 29  Februari 2012, lokasi Gunung Tumpang Pitu sudah dibor 367 kali oleh IMN  dengan kedalaman total 116.495 meter. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil eksplorasi sementara, lanjutnya, tambang Tumpang Pitu  baru menghasilkan emas sebesar 0,2 gram per ton. Target IMN adalah 0,4  gr emas per ton dan 0,4 persen tembaga per ton sebelum memutuskan masuk  ke tahapan produksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber. http://satunegeri.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyAmYnKtNlbztPMS_aoQzlI5XaoWHysM5cce5sr2YnC0gs6GOA8h2ULteVoIZkqzRyHkR8-4uaGc0wbUEDMW6u2coyVJJrJ3iyUT6B0MUGH5ZUWUQ44YSJoX7sww-111YPi-Zqqzo1LyY/s72-c/25092009090+%281%29.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pulau Merah</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/pulau-merah.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sat, 26 May 2012 02:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-7320993804808718228</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Pulau Merah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKVywxJSrcq0kwBBAMC8vqWXMgtWvh2kDRFrwafqBPWDqKeAGcMFgkMvqCPFRfFcL5TDGp6enRNb0ivqmoxog4tb7n71Y8a05xgT69RevXD9HH8yHcdiqX2EMSD9jVO8r8YZx78UQZtL4/s1600/25092009091+%281%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKVywxJSrcq0kwBBAMC8vqWXMgtWvh2kDRFrwafqBPWDqKeAGcMFgkMvqCPFRfFcL5TDGp6enRNb0ivqmoxog4tb7n71Y8a05xgT69RevXD9HH8yHcdiqX2EMSD9jVO8r8YZx78UQZtL4/s320/25092009091+%281%29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pulau merah (Red Island) merupakan wisata pantai yang terletak di  ujung selatan Banyuwangi, pantai ini sangat alami dan merupakan salah satu  lokasi wisata di kawasan pantai selatan yang masih alami. Pantai Pulau  Merah juga memiliki ombak yang bagus untuk surfing. Ketika laut surut,  para pengunjung dapat mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki sambil  menikmati keunikan berupa gunung kecil yang berada di tengah pantai  yang tanahnya berwarna merah karena itu dinamakan Pantai Pulau Merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic-D-z2eHHQlVL5zP3dibpEzEYHYwlCZOd7mb7fqOulNQLyNuHwm9Irb7UCzEs_Yb3d3apaObz89r__ycld3C7CqDCxUSwUQw6NS9IpBwX4ZNWz_lgjdGsbUSPWsz10f9gXvDMroPaWo4/s1600/25092009088+%281%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic-D-z2eHHQlVL5zP3dibpEzEYHYwlCZOd7mb7fqOulNQLyNuHwm9Irb7UCzEs_Yb3d3apaObz89r__ycld3C7CqDCxUSwUQw6NS9IpBwX4ZNWz_lgjdGsbUSPWsz10f9gXvDMroPaWo4/s320/25092009088+%281%29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Merah adalah sebuah pulau berbentuk bukit kecil dekat pantai  dengan pantai berpasir putih sepanjang kurang lebih 3 km. Pantai Pulau  Merah terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Banyuwangi ke arah  selatan. Perjalanan yang membutuhkan waktu dua setengah jam.Sebagian  kawasan pantai Pulau Merah berada di kaki Gunung Tumpang Pitu yang  menjulang ratusan meter dan juga merupakan kawasan hutan lindung.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKVywxJSrcq0kwBBAMC8vqWXMgtWvh2kDRFrwafqBPWDqKeAGcMFgkMvqCPFRfFcL5TDGp6enRNb0ivqmoxog4tb7n71Y8a05xgT69RevXD9HH8yHcdiqX2EMSD9jVO8r8YZx78UQZtL4/s72-c/25092009091+%281%29.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Tari Gandrung Banyuwangi</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/mengenal-tari-gandrung-banyuwangi.html</link><category>sejarah</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sat, 26 May 2012 01:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-6780450652799978993</guid><description>&lt;h1 class="post-title entry-title"&gt;Tari Gandrung Banyuwangi&amp;nbsp;&lt;/h1&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwbZvIN8ge77LT4Y94dbtrQRQt32aNypgy6C-lL1LdUmjsIpf-5DXd0nAxd3EocK7ncfdxqk0OkzCoBPLGjRE_IYc_mnK9rIbRvCH4iPk95mIIrxH2nV2DA4Axd0xQ4jOr4IB8rOOVM4c/s1600/Gandrung+Banyuwangi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwbZvIN8ge77LT4Y94dbtrQRQt32aNypgy6C-lL1LdUmjsIpf-5DXd0nAxd3EocK7ncfdxqk0OkzCoBPLGjRE_IYc_mnK9rIbRvCH4iPk95mIIrxH2nV2DA4Axd0xQ4jOr4IB8rOOVM4c/s320/Gandrung+Banyuwangi.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="post-header"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;Gandrung Banyuwangi berasal dari kata "gandrung", yang berarti  'tergila-gila' atau 'cinta habis-habisan' dalam bahasa jawa. Kesenian  ini masih satu genre dengan seperti ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di  Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas dan  joged bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari  profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan  musik(gamelan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini  populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa,  dan telah menjadi ciri khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika  Banyuwangi selalu diidentikkan dengan gandrung. Kenyataannya,  Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung dan patung penari gandrung  dapat dijumpai di berbagai sudut wilayah Banyuwangi.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=299385834721329555&amp;amp;postID=6780450652799978993" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan,  pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak  resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya. Menurut  kebiasaan, pertunjukan lengkapnya dimulai sejak sekitar pukul 21.00 dan  berakhir hingga menjelang subuh (sekitar pukul 04.00).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para  lelaki yang didandani seperti perempuan dan, menurut laporan Scholte  (1927), instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung lanang ini  adalah kendang. Pada saat itu, biola telah digunakan. Namun demikian,  gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun  1890an, yang diduga karena ajaran Islam melarang segala bentuk  transvestisme atau berdandan seperti perempuan. Namun, tari gandrung  laki-laki baru benar-benar lenyap pada tahun 1914, setelah kematian  penari terakhirnya, yakni Marsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gandrung wanita pertama yang dikenal dalam sejarah adalah gandrung Semi,  seorang anak kecil yang waktu itu masih berusia sepuluh tahun pada  tahun 1895. Menurut cerita yang dipercaya, waktu itu Semi menderita  penyakit yang cukup parah. Segala cara sudah dilakukan hingga ke dukun,  namun Semi tak juga kunjung sembuh. Sehingga ibu Semi (Mak Midhah)  bernazar seperti “Kadhung sira waras, sun dhadekaken Seblang, kadhung  sing yo sing” (Bila kamu sembuh, saya jadikan kamu Seblang, kalau tidak  ya tidak jadi). Ternyata, akhirnya Semi sembuh dan dijadikan seblang  sekaligus memulai babak baru dengan ditarikannya gandrung oleh wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tradisi gandrung yang dilakukan Semi ini kemudian diikuti oleh adik-adik  perempuannya dengan menggunakan nama depan Gandrung sebagai nama  panggungnya. Kesenian ini kemudian terus berkembang di seantero  Banyuwangi dan menjadi ikon khas setempat. Pada mulanya gandrung hanya  boleh ditarikan oleh para keturunan penari gandrung sebelumnya, namun  sejak tahun 1970-an mulai banyak gadis-gadis muda yang bukan keturunan  gandrung yang mempelajari tarian ini dan menjadikannya sebagai sumber  mata pencaharian di samping mempertahankan eksistensinya yang makin  terdesak sejak akhir abad ke-20.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tata busana penari Gandrung Banyuwangi khas, dan berbeda dengan tarian  bagian Jawa lain. Ada pengaruh Bali (Kerajaan Blambangan) yang tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bagian Tubuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Busana untuk tubuh terdiri dari baju yang terbuat dari beludru berwarna  hitam, dihias dengan ornamen kuning emas, serta manik-manik yang  mengkilat dan berbentuk leher botol yang melilit leher hingga dada,  sedang bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan terbuka. Di bagian  leher tersebut dipasang ilat-ilatan yang menutup tengah dada dan sebagai  penghias bagian atas. Pada bagian lengan dihias masing-masing dengan  satu buah kelat bahu dan bagian pinggang dihias dengan ikat pinggang dan  sembong serta diberi hiasan kain berwarna-warni sebagai pemanisnya.  Selendang selalu dikenakan di bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bagian Kepala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala dipasangi hiasan serupa mahkota yang disebut omprok yang terbuat  dari kulit kerbau yang disamak dan diberi ornamen berwarna emas dan  merah serta diberi ornamen tokoh Antasena, putra Bima] yang berkepala  manusia raksasa namun berbadan ular serta menutupi seluruh rambut penari  gandrung. Pada masa lampau ornamen Antasena ini tidak melekat pada  mahkota melainkan setengah terlepas seperti sayap burung. Sejak setelah  tahun 1960-an, ornamen ekor Antasena ini kemudian dilekatkan pada omprok  hingga menjadi yang sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya pada mahkota tersebut diberi ornamen berwarna perak yang  berfungsi membuat wajah sang penari seolah bulat telur, serta ada  tambahan ornamen bunga yang disebut cundhuk mentul di atasnya. Sering  kali, bagian omprok ini dipasang hio yang pada gilirannya memberi kesan  magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bagian Bawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penari gandrung menggunakan kain batik dengan corak bermacam-macam.  Namun corak batik yang paling banyak dipakai serta menjadi ciri khusus  adalah batik dengan corak gajah oling, corak tumbuh-tumbuhan dengan  belalai gajah pada dasar kain putih yang menjadi ciri khas Banyuwangi.  Sebelum tahun 1930-an, penari gandrung tidak memakai kaus kaki, namun  semenjak dekade tersebut penari gandrung selalu memakai kaus kaki putih  dalam setiap pertunjukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Lain-lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa lampau, penari gandrung biasanya membawa dua buah kipas untuk  pertunjukannya. Namun kini penari gandrung hanya membawa satu buah kipas  dan hanya untuk bagian-bagian tertentu dalam pertunjukannya, khususnya  dalam bagian seblang subuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Musik Pengiring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musik pengiring untuk gandrung Banyuwangi terdiri dari satu buah kempul  atau gong, satu buah kluncing (triangle), satu atau dua buah biola, dua  buah kendhang, dan sepasang kethuk. Di samping itu, pertunjukan tidak  lengkap jika tidak diiringi panjak atau kadang-kadang disebut pengudang  (pemberi semangat) yang bertugas memberi semangat dan memberi efek kocak  dalam setiap pertunjukan gandrung. Peran panjak dapat diambil oleh  pemain kluncing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu kadang-kadang diselingi dengan saron Bali, angklung, atau rebana sebagai bentuk kreasi dan diiringi electone.&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqiVlokBvmzy8H1d626FJWhSqUz9dO6Uwxtz3qHPZXd_yWrkY8yw-vs-foeshH6pMHtnZZFJTD7vYKHiNuHC6P7aq2BvSAnJUfF7mDzp9H2GvpNpm0nrI23TVJiCeg_0CLGPhUF3bPeOU/s1600/tari+gandrung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqiVlokBvmzy8H1d626FJWhSqUz9dO6Uwxtz3qHPZXd_yWrkY8yw-vs-foeshH6pMHtnZZFJTD7vYKHiNuHC6P7aq2BvSAnJUfF7mDzp9H2GvpNpm0nrI23TVJiCeg_0CLGPhUF3bPeOU/s320/tari+gandrung.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Tahapan-Tahapan Pertunjukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertunjukan Gandrung yang asli terbagi atas tiga bagian:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* jejer&lt;br /&gt;
* maju atau ngibing&lt;br /&gt;
* seblang subuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Jejer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jejer ini merupakan pembuka seluruh pertunjukan gandrung. Pada bagian  ini, penari menyanyikan beberapa lagu dan menari secara solo, tanpa  tamu. Para tamu yang umumnya laki-laki hanya menyaksikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Maju&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sehabis jejer selesai, maka sang penari mulai memberikan  selendang-selendang untuk diberikan kepada tamu. Tamu-tamu pentinglah  yang terlebih dahulu mend`pat kesempatan menari bersama-sama. Biasanya  para tamu terdiri dari empat orang, membentuk bujur sangkar dengan  penari berada di tengah-tengah. Sang gandrung akan mendatangi para tamu  yang menari dengannya satu persatu dengan gerakan-gerakan yang menggoda,  dan itulah esensi dari tari gandrung, yakni tergila-gila atau hawa  nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai, si penari akan mendatang rombongan penonton, dan  meminta salah satu penonton untuk memilihkan lagu yang akan dibawakan.  Acara ini diselang-seling antara maju dan repèn (nyanyian yang tidak  ditarikan), dan berlangsung sepanjang malam hingga menjelang subuh.  Kadang-kadang pertunjukan ini menghadapi kekacauan, yang disebabkan oleh  para penonton yang menunggu giliran atau mabuk, sehingga perkelahian  tak terelakkan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;Seblang subuh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Bagian ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian pertunjukan gandrung  Banyuwangi. Setelah selesai melakukan maju dan beristirahat sejenak,  dimulailah bagian seblang subuh. Dimulai dengan gerakan penari yang  perlahan dan penuh penghayatan, kadang sambil membawa kipas yang  dikibas-kibaskan menurut irama atau tanpa membawa kipas sama sekali  sambil menyanyikan lagu-lagu bertema sedih seperti misalnya seblang  lokento. Suasana mistis terasa pada saat bagian seblang subuh ini,  karena masih terhubung erat dengan ritual seblang, suatu ritual  penyembuhan atau penyucian dan masih dilakukan (meski sulit dijumpai)  oleh penari-penari wanita usia lanjut. Pada masa sekarang ini, bagian  seblang subuh kerap dihilangkan meskipun sebenarnya bagian ini menjadi  penutup satu pertunjukan pentas gandrung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;Perkembangan terakhir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kesenian gandrung Banyuwangi masih tegar dalam menghadapi gempuran arus  globalisasi, yang dipopulerkan melalui media elektronik dan media cetak.  Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun bahkan mulai mewajibkan setiap  siswanya dari SD hingga SMA untuk mengikuti ekstrakurikuler kesenian  Banyuwangi. Salah satu di antaranya diwajibkan mempelajari tari Jejer  yang merupakan sempalan dari pertunjukan gandrung Banyuwangi. Itu  merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah setempat terhadap seni  budaya lokal yang sebenarnya sudah mulai terdesak oleh pentas-pentas  populer lain seperti dangdut dan campursari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;sumber: http://ykaditya.blogspot.com/  &lt;/div&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwbZvIN8ge77LT4Y94dbtrQRQt32aNypgy6C-lL1LdUmjsIpf-5DXd0nAxd3EocK7ncfdxqk0OkzCoBPLGjRE_IYc_mnK9rIbRvCH4iPk95mIIrxH2nV2DA4Axd0xQ4jOr4IB8rOOVM4c/s72-c/Gandrung+Banyuwangi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Muncar Sebagai Kawasan Minapolitan</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/06/muncar-banyuwangisebagai-kawasan.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Fri, 25 May 2012 09:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-9081305926113564760</guid><description>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpbqJYCzXbkS5FFEbrIDBxktyHT06H3Xi7TOwC-ZTwKSi8zscJAre3u_ULR2fRQudq5N6GA9u8SqjtUjmBgzdi08SJpF3WnOtANu6Uhro-Rm9vNUjMo2UYeeLNE_bvqA_UxDRx9mnkHQM/s1600/pelabuhan+muncar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpbqJYCzXbkS5FFEbrIDBxktyHT06H3Xi7TOwC-ZTwKSi8zscJAre3u_ULR2fRQudq5N6GA9u8SqjtUjmBgzdi08SJpF3WnOtANu6Uhro-Rm9vNUjMo2UYeeLNE_bvqA_UxDRx9mnkHQM/s1600/pelabuhan+muncar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.&lt;/b&gt; Muncar penghasil ikan terbesar di Jatim dan &lt;b&gt;produksi ikan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;tahun 2010 sebesar 27.748 ton.&lt;/b&gt; sehingga pemerintah pusat menetapkan sebagai wilayah minapolitan,  Dalam rangka menjadi kawasan minapolitan di Muncar dewasa ini tengah  dilakukan pembangunan tanggul pemecah ombak sepanjang 410 meter yang  menelan biaya sebesar Rp 12,95 miliar yang bersumber dari APBD Jatim,  dan reklamasi sisi barat pelabuhan tahap I yang berbiaya sebesar Rp 10  miliar. Sebelumnya pada tahun 2009 telah dilakukan rehabilitasi TPI  Pelabuhan Muncar dengan anggaran sebesar Rp 1,31 miliar yang bersumber  dari APBN dan APBD, pembangunan TPI Sampangan Muncar dengan anggaran  sebesar Rp 382.472.000 yang bersumber dari APBN dan APBD, dan  pembangunan talud TPI Utara Kalimoro Muncar dengan anggaran Rp 1,70  miliar yang bersumber dari APBN dan APBD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Hasil tangkapan ikan di Muncar" height="240" src="http://setkab.go.id/media/images/2011/05/31/h/a/hasil_tangkapan_ikan_di_muncar.jpg" style="float: left; margin: 5px;" title="Hasil tangkapan ikan di Muncar" width="320" /&gt;Di  Muncar terdapat tempat pelelangan ikan (TPI) yang menangani distribusi  hasil tangkapan ikan para nelayan. &amp;nbsp;Fasilitas lainnya yang tersedia di  Muncar adalah Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) atau Stasiun  Pengisian Bahan Bakar Minyak Untuk Nelayan (SPBN). Dengan adanya SPDN  nelayan lebih mudah untuk memperoleh BBM.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil  tangkap ikan di Muncar didukung sekitar 90-an unit pabrik pengolahan  dan pengalengan ikan yang berdiri sejak tahun 70-an. Hasilnya tidak  hanya dijual di Banyuwangi dan kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga  diekspor ke manca negara, baik dalam bentuk ikan mentah maupun ikan  olahan, termasuk ikan dalam kaleng dengan merek-merek terkenal yang  biasanya dijumpai di supermarket. &lt;b&gt;Produksi ikan olahan diekspor  ke Eropa, Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Australia,  Singapura, dan Kanada sebanyak 1.562.249,72 kg per bulan dengan nilai  uang sebesar Rp 19.528.121.500.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;------------ teasere: “Sektor perikanan di Muncar menyerap tenaga kerja 36.191 orang.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Pabrik pengolahan ikan" height="240" src="http://setkab.go.id/media/images/2011/05/31/p/a/pabrik_pengolahan_ikan.jpg" style="float: right; margin: 5px;" title="Pabrik pengolahan ikan" width="320" /&gt;Jumlah nelayan di Muncar &lt;b&gt;sebanyak 12.865 orang&lt;/b&gt; dan jumlah kapal &lt;b&gt;sebanyak 4.454 unit&lt;/b&gt;. Penghasilan nelayan rata-rata Rp 700.000/bulan/orang. Tenaga kerja yang terserap di sektor perikanan sebanyak &lt;b&gt;36.191 orang&lt;/b&gt;. Mereka bekerja antara sebagai buruh nelayan dan buruh pabrik pengolahan ikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang  nelayan bernama Abdul Jalil mengungkapkan, penghasilannnya saat ini  sebesar Rp 700.000 per bulan, sedangkan tahun 2010 penghasilannya  sebesar Rp 550.000. “Saat ini penghasilan nelayan di Muncar lebih baik  daripada tahun lalu karena hasil tangkapan&amp;nbsp; lebih banyak,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Pembangunan tanggul pemecah ombak" height="240" src="http://setkab.go.id/media/images/2011/05/31/p/e/pembangunan_tanggul_pemecah_ombak.jpg" style="float: left; margin: 5px;" title="Pembangunan tanggul pemecah ombak" width="320" /&gt;Salah  satu pabrik pengolahan ikan yang cukup banyak menyerap tenaga kerja  adalah PT Maya Muncar yakni sebanyak 644 orang. Sebagian besar tenaga  kerjanya adalah isteri nelayan, salah satu di antaranya adalah Sutira  yang sudah 15 tahun bekerja di pabrik itu. Ia mendapat upah Rp 30.000  per hari yang dibayarkan seminggu sekali. Kerja kerasnya membuahkan  hasil yang cukup menggembirakan, di mana ia dapat memenuhi kebutuhan  rumah tangganya dan membiayai sekolah kedua anaknya yang masing-masing  duduk di bangku kelas 1 SMP dan III SMA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Saya  berharap hasil tangkapan ikan di Muncar semakin banyak dan bisa dijual  ke pabrik ini. Mudah-mudahan pembangunan yang dilakukan pemerintah&amp;nbsp;  untuk menjadikan Muncar sebagai kota ikan berdampak positif bagi  kesejahteraan masyarakat,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="Stasiun pengisian bahan bakar minyak untuk nelayan" height="150" src="http://setkab.go.id/media/images/2011/05/31/s/t/stasiun_pengisian_bahan_bakar_minyak_untuk_nelayan.jpg" style="float: right; margin: 5px;" title="Stasiun pengisian bahan bakar minyak untuk nelayan" width="200" /&gt;Harapan  senada diungkapkan dua orang rekannya, Suhartoyo dan Mohammad Rofik.  Menurut mereka, pemerintah telah bekerja keras meningkatkan  kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, salah satunya melalui  program menjadikan Muncar sebagai minapolitan. Suhartoyo sudah 22 tahun  bekerja di PT Maya Muncar dan memperoleh upah 32.950 per hari yang  dibayarkan seminggu sekali. Sedangkan Rofik sudah 21 tahun menjadi  karyawan pabrik itu dengan upah Rp 34.500 per hari yang dibayarkan  seminggu sekali. Besar kecilnya upah yang diterima tergantung tingkat  pendidikan, masa kerja, dan jabatannya. &lt;b&gt;(Arif Rahman Hakim &amp;amp; Mikasari MJ)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber. sekertariat kabinet republik indonesia &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpbqJYCzXbkS5FFEbrIDBxktyHT06H3Xi7TOwC-ZTwKSi8zscJAre3u_ULR2fRQudq5N6GA9u8SqjtUjmBgzdi08SJpF3WnOtANu6Uhro-Rm9vNUjMo2UYeeLNE_bvqA_UxDRx9mnkHQM/s72-c/pelabuhan+muncar.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teluk Ijo / Hijau</title><link>http://banyuwanginesia.blogspot.com/2012/05/teluk-ijo-hijau.html</link><category>tempat wisata</category><author>noreply@blogger.com (nanoprudence)</author><pubDate>Sun, 20 May 2012 04:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-299385834721329555.post-6163610881162617278</guid><description>&lt;b style="color: red;"&gt;Teluk Ijo/Hijau &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu3pNupxxhSpV_Wl_bI14HgwhGzsmBzUiIB-1aMtBbJ75IZ5CkAh6fZQUvQ8FvTVc-PdaY_QOVn9q4ENQtEr-5n4FIBqXVpx8MdDCsroqMaGN7n7mihCHDtq8gOLIF9iHePSCarfiMqfk/s1600/Teluk+ijo_banyuwanginesia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu3pNupxxhSpV_Wl_bI14HgwhGzsmBzUiIB-1aMtBbJ75IZ5CkAh6fZQUvQ8FvTVc-PdaY_QOVn9q4ENQtEr-5n4FIBqXVpx8MdDCsroqMaGN7n7mihCHDtq8gOLIF9iHePSCarfiMqfk/s320/Teluk+ijo_banyuwanginesia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teluk Hijau atau teluk Ijo berada di kecamatan Pesanggaran. Jarak Teluk  Hijau dan Rajekwesi adalah kira-kira 2 km. Pemandangan yang indah dan  alami dapat dilihat disepanjang mata memandang. Udara segar dari pantai  yang dipadu dengan udara dari hutan hujan tropis Taman Nasional Meru  Betiri sangat mengesankan. Pemandangan dari atas bukit di samping teluk  sungguh mengagumkan.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu3pNupxxhSpV_Wl_bI14HgwhGzsmBzUiIB-1aMtBbJ75IZ5CkAh6fZQUvQ8FvTVc-PdaY_QOVn9q4ENQtEr-5n4FIBqXVpx8MdDCsroqMaGN7n7mihCHDtq8gOLIF9iHePSCarfiMqfk/s72-c/Teluk+ijo_banyuwanginesia.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>