<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>bisikan nurani</title>
	<atom:link href="https://adekrawie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://adekrawie.wordpress.com</link>
	<description>Sifat kita bisa tercermin dari bagaimana kita menulis ...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jan 2026 09:36:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1322286</site><cloud domain='adekrawie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s2.wp.com/i/webclip.png</url>
		<title>bisikan nurani</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://adekrawie.wordpress.com/osd.xml" title="bisikan nurani" />
	<atom:link rel='hub' href='https://adekrawie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Umrah Oktober 2025- Tentang Prasangka Baik dan Cara Allah Menolong</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2026/01/15/umrah-oktober-2025/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2026/01/15/umrah-oktober-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 09:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=964</guid>

					<description><![CDATA[Di Umrah Oktober 2025 itu, aku baru benar-benar menyadari satu hal kecil yang ternyata terasa begitu berat: izin Nusuk untuk masuk Rawdah tidak bisa diajukan. Alasannya sederhana—belum genap satu tahun sejak kepergianku yang terakhir, Februari 2025.Namun bagi hati, ini bukan perkara kecil. Di Masjid Nabawi, tidak ada permintaan besar yang kubawa. Niatku hanya satu: menatap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di Umrah Oktober 2025 itu, aku baru benar-benar menyadari satu hal kecil yang ternyata terasa begitu berat: izin Nusuk untuk masuk Rawdah tidak bisa diajukan. Alasannya sederhana—belum genap satu tahun sejak kepergianku yang terakhir, Februari 2025.<br />Namun bagi hati, ini bukan perkara kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Masjid Nabawi, tidak ada permintaan besar yang kubawa. Niatku hanya satu: menatap makam Rasulullah ﷺ dengan penuh rindu, lalu menundukkan diri di Rawdah, memohon dan menyerahkan segala isi hati kepada Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap selesai shalat fardhu, aku selalu melangkah pelan ke arah Rawdah. Aku mencoba fast track yang dibuka tiap 20 menit. Berkali-kali. Berulang kali. Dan setiap kali pula jawabannya sama: belum bisa.<br />Hati mulai lelah, tapi aku menahannya. Aku berkata pada diri sendiri, <em>“Allah tahu niatmu. Jangan berhenti berharap. Tetaplah berprasangka baik kepada-Nya.”</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari demi hari berlalu. Empat hari terasa begitu singkat, namun juga panjang bagi sebuah penantian. Hingga tibalah hari terakhir kami di Madinah. Sebelum zuhur, kami akan meninggalkan kota Rasulullah menuju Mekkah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam bus city tour Madinah, sambil menunggu jamaah lain naik, kulihat seorang bapak berdiri mencari kursi kosong. Tanpa banyak berpikir, kupersilakan beliau duduk di sampingku. Tak ada percakapan berarti saat itu—hanya dua hamba Allah yang duduk berdampingan, masing-masing dengan doa di dalam dada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak lama kemudian, aku memberanikan diri menyampaikan kepada ustaz pendamping bahwa aku belum juga masuk Rawdah. Tanpa banyak kata, beliau menyerahkan sebuah muasasah pukul 10.40—izin resmi dari pemerintah Saudi.<br />Saat itu, dadaku sesak oleh rasa haru. Bahagia, syukur, tak percaya—semuanya bercampur menjadi satu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun keajaiban Allah belum berhenti di situ.<br />Bapak yang tadi duduk di sampingku itulah yang kemudian menuntunku—membimbingku keluar masuk barisan antrean, menjaga langkahku, memastikan aku tidak tertinggal. Hingga akhirnya, dengan izin Allah, kami masuk ke Rawdah bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Empat puluh menit.<br />Empat puluh menit yang terasa seperti anugerah besar.<br />Aku bisa berdoa, menangis dalam diam, dan bahkan menunaikan shalat Zuhur di dalam Rawdah—tempat yang selama ini hanya bisa kupandangi dari kejauhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu aku benar-benar paham:<br />Jika Allah berkehendak menolong, Dia bisa mengirimkan pertolongan dari arah yang paling sederhana—sebuah kursi kosong, seorang bapak yang tak kukenal, dan waktu yang terasa mustahil.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Maka tetaplah berprasangka baik kepada Allah.</strong><br />Karena pertolongan-Nya selalu datang tepat waktu, dengan cara-Nya sendiri, dan jauh lebih indah dari yang kita rencanakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2026/01/15/umrah-oktober-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">964</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sikapi perbedaan untuk produktifitas</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2016/02/12/perbedaan-bisa-naikkan-produktifitas/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2016/02/12/perbedaan-bisa-naikkan-produktifitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2016 03:55:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spontan ...]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=878</guid>

					<description><![CDATA[Sore ini hujan belum berhenti, semua kendaraan tersendat di jalan raya. Syukurnya Jakarta tidak banjir seperti dulu.  Program Gubernur Jakarta yang sekarang memperlebar kali telah membuahkan hasil walau sejak pertama terdapat pro dan kontra.  Tapi kita bisa mengucap Alhamdullilah.  Karena diawal perbedaan ini terlalu dibesar-besarkan, tapi produktifitasnya bisa di acungin jempol. Seringkali kita sangat sulit menerima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sore ini hujan belum berhenti, semua kendaraan tersendat di jalan raya. Syukurnya Jakarta tidak banjir seperti dulu.  Program Gubernur Jakarta yang sekarang memperlebar kali telah membuahkan hasil walau sejak pertama terdapat pro dan kontra.  Tapi kita bisa mengucap Alhamdullilah.  Karena diawal perbedaan ini terlalu dibesar-besarkan, tapi produktifitasnya bisa di acungin jempol.</p>
<p>Seringkali kita sangat sulit menerima perbedaan.  Perbedaan dianggap akan menjadi rintangan. Perbedaan akan menambah kesenjangan. Perbedaan akan membuat jalan menjadi lebih panjang. .. dan seribu macam alasan perbedaan membuat tidak baik.</p>
<p>Aku mulai mengambil hp dan melihat beberapa pesan masuk dari grup kesayanganku.  Sempat aku balas beberapa. Lalu aku jadi ingat sebuah tulisan tentang survey dibanyak tempat bagaimana menaikkan produktifitas.</p>
<p>Dari beberapa ada 2 cara yang membekas di ingatanku. Yang pertama di komunitas yang para lelaki mendominasi akan bertambah produktifitas 15% jika ada penambahan tenaga kerja wanita. Akan ada semangat baru tumbuh disana.  Yang kedua jika ditambahkan lagi tenaga kerja dengan etnis yang berbeda akan bertambah produktifitas sampai 35%.</p>
<p>Ketika ada etnis baru masuk kesuatu kelompok dan kelompok tersebut menerimanya maka kelompok tersebut mulai berempati, memperhatikan hal-hal kecil dari si komunitas baru, lebih terbuka dan banyak hal-hal yang bisa dipelajari disana.</p>
<p>Ada kondisi sejak kecil sampai belajar di sekolah tinggi, komunitas kita kadang tidak berubah bahkan mungkin jodohpun berasal dari komunitas tersebut juga.  Bahkan tertutup dengan komunitas yang lain.  Hal ini tentunya sangat disayangkan.  Saya bukan mau menuliskan baik buruknya suatu etnis/suku tapi mengupas dari culture aspek. Karena ada suku yang terlihat sangat mengandalkan senioritas.  Karena kondisi demikian kita akan menjadi bersikap superior. Tapi dibalik superior tersebut junior tidak bisa berkembang baik.  Dimana  kita tidak bisa belajar banyak tentunya dengan situasi tersebut.</p>
<p><img data-attachment-id="949" data-permalink="https://adekrawie.wordpress.com/2016/02/12/perbedaan-bisa-naikkan-produktifitas/img_2763/" data-orig-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg" data-orig-size="3264,2448" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;2.4&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;iPhone 4S&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1448362499&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;4.28&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;50&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.05&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;,&quot;latitude&quot;:&quot;-6.20205&quot;,&quot;longitude&quot;:&quot;106.56338611111&quot;}" data-image-title="IMG_2763" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg?w=500" class="alignnone size-full wp-image-949" src="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg" alt="IMG_2763" width="3264" height="2448" srcset="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg 3264w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg?w=150&amp;h=113 150w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg?w=300&amp;h=225 300w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg?w=768&amp;h=576 768w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg?w=1024&amp;h=768 1024w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg?w=1440&amp;h=1080 1440w" sizes="(max-width: 3264px) 100vw, 3264px" /></p>
<p>Waktu aku berusia 35 tahun, disuatu kesempatan berkumpulnya semua kepala produksi dari grup perusahaan dengan berbagai negara. saya masih menangkap cibiran senioritas, &#8216;Junior kamu belum waktunyaaaaaaa&#8230;!&#8217; (pikir- jahatku diotak mereka).   That&#8217;s way .. aku kira inilah yang membuat perusahaan dari negara tersebut perlahan runtuh dan beberapa sudah angkat kaki dari negeri ini.</p>
<p>Ketika ada seorang anak yang dilahirkan dari pasangan berbeda suku, bahwa sejak dia lahir dia sudah memiliki dan bisa belajar di 2 culture yang berbeda.  Seharusnya si anak akan lebih kaya kreatifitas dibandingkan anak yang dilahirkan oleh pasangan sesuku.</p>
<p>Dari contoh diatas tentunya bisa kita bisa menakar cara menaikkan produktifitas dengan cara lain, tentunya semakin banyak tahu kita terhadap suatu perbedaan (baca: kebudayaan) akan semakin mudah kita melalui rintangan yang ada.</p>
<p>Semoga kita bisa lebih arif dalam menyingkapi perbedaan dan bisa menggunakan untuk menaikkan produktifitas.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2016/02/12/perbedaan-bisa-naikkan-produktifitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">878</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/02/img_2763.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2763</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mp3</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2016/01/05/mp3/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2016/01/05/mp3/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2016 14:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=847</guid>

					<description><![CDATA[Saya termasuk orang yang sangat gembira ketika teknologi pemutar musik di tape mobil bisa menggunakan format mp3. Apalagi bukan bentuk kepingan disc lagi tetapi sudah menggunakan port usb. Bayangkan jaman kaset dulu yang hanya mampu merekam 12 lagu kini sudah tergantikan dengan sistem yg lebih lapang, sehingga perjalanan Pd Gede &#8211; Jatake yang melewati 3 propinsi tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya termasuk orang yang sangat gembira ketika teknologi pemutar musik di tape mobil bisa menggunakan format mp3.</p>
<p>Apalagi bukan bentuk kepingan disc lagi tetapi sudah menggunakan port usb.</p>
<p>Bayangkan jaman kaset dulu yang hanya mampu merekam 12 lagu kini sudah tergantikan dengan sistem yg lebih lapang, sehingga perjalanan Pd Gede &#8211; Jatake yang melewati 3 propinsi tidak terjadi pengulangan lagu.</p>
<p>Sehingga hobbyku melakukan gerakan aneh mengikuti lagu, terealese dengan sempurna  b:)*</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2016/01/05/mp3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">847</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>blink&#8230;blink</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2015/09/02/blink-blink/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2015/09/02/blink-blink/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2015 07:30:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=836</guid>

					<description><![CDATA[I know the story, but I don&#8217;t know the truth -carlos fuentes-]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>I know the story, but I don&#8217;t know the truth</p>
<p>-carlos fuentes-</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2015/09/02/blink-blink/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">836</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembang Jambu Air di Pangkallalang</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2015/04/09/pangkallalang-nama-kampungku/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2015/04/09/pangkallalang-nama-kampungku/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2015 04:23:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berkisah ...]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=825</guid>

					<description><![CDATA[Saat itu penghujung Juli 1991, sudah mendekati akhir libur sekolah. Pagi hari dengan udara yang sejuk.  Pepohonan menghijau.  Begitu pula dengan pohon Jambu Air depan rumahku.  Mulai merontokkan buluh putih pada bakal buah.  Mewarnai bak karpet alami di sekeliling pohon, sayang untuk dibersihkan.  Putih .. Kondisi ini susungguhnya tidak tahan lama karena sore nanti bulu putih tersebut segera berubah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat itu penghujung Juli 1991, sudah mendekati akhir libur sekolah. Pagi hari dengan udara yang sejuk.  Pepohonan menghijau.  Begitu pula dengan pohon Jambu Air depan rumahku.  Mulai merontokkan buluh putih pada bakal buah.  Mewarnai bak karpet alami di sekeliling pohon, sayang untuk dibersihkan.  Putih ..</p>
<p>Kondisi ini susungguhnya tidak tahan lama karena sore nanti bulu putih tersebut segera berubah menjadi coklat terkena sinar matahari.</p>
<p>Aku sendiri masih terpaku menatap indahnya permadani.  Belum kumulai pekerjaan ku untuk menyapu daun-daun yang ikut berjatuhan, sayang untuk dihancurkan.  Sapu lidi masih kupegang erat di tangan kananku.</p>
<p>Kumbang kayu masih berpindah dari satu bunga ke bunga lain menambah andil jatuhnya sang bulu.  Kampungku bernama Pangkalalang. Kampung ku penuh di tumbuhi pohon jambu air di pekarangan rumah-rumah kami.</p>
<p>Disetiap pohon jambu air berbuah mulai dari kembang sampai buah sayang untuk dilewatkan.  Sesungguhnya mengamati hal ini sayang untuk dilewatkan&#8230; Apa yang nanti dilihat dan dirasakan anak anak kami, apakah mereka masih melihat bulu kembang jambu air ini, pohon jambu air ini dan aktivitas kumbang jambu air ini.</p>
<p>Sopir taxi yang saya tumpangi bercerita mengejutkan bahwa anaknya tidak tahu bahwa ayam punya bulu.  Gambaran tentang ayam ini seperti yang dilihat di resto cepat saji tersebut, sudah bentuk potongan, saya menggelengkan kepala, bayangkan indahnya mahluk ciptaan Tuhan yang disebut ayam ini tapi berbeda penggambarannya oleh anak kecil di negara tetangga kita,.. tragis bukan.</p>
<p>Bahkan salah satu anak pimpinan kantor pernah saya tunjukan pohon durian dan dijawab olehnya, &#8216;Masa itu, baru tau saya ..&#8217;</p>
<p>Saya menggumam, jangan sampai Anak-anak kami tidak tahu bagaimana bentuk awalnya sebuah jambu air..</p>
<p>Terima kasih kami punya kesempatan untuk meyaksikan kebesaran Mu yang tak tak terhitung jumlahnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2015/04/09/pangkallalang-nama-kampungku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">825</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>March 3, 2014&#8230;</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2014/03/03/march-3-2014/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2014/03/03/march-3-2014/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2014 10:08:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spontan ...]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=806</guid>

					<description><![CDATA[ink manufacture, Jatake&#8230;..]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ink manufacture, Jatake&#8230;..</p>
<p><img data-attachment-id="843" data-permalink="https://adekrawie.wordpress.com/2014/03/03/march-3-2014/image/" data-orig-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg" data-orig-size="1600,1200" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="image" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg?w=500" class="alignnone size-full wp-image-843" src="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg" alt="image" width="1600" height="1200" srcset="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg 1600w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg?w=150&amp;h=113 150w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg?w=300&amp;h=225 300w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg?w=768&amp;h=576 768w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg?w=1024&amp;h=768 1024w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg?w=1440&amp;h=1080 1440w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2014/03/03/march-3-2014/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">806</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/03/image.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terimakasih Tuhan atas rezki-Mu hari ini.</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2012/07/19/terimakasih-tuhan-atas-rezki-mu-hari-ini/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2012/07/19/terimakasih-tuhan-atas-rezki-mu-hari-ini/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2012 17:26:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spontan ...]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=792</guid>

					<description><![CDATA[Waktu menunjukkan 00.11 WIB, larut sekali bagi mata ini. Dalam ruang terbesar di pabrik ini, operator-operator dengan setia menjalankan mesin. Hingar-bingar suara mesin cetak rupanya sudah membuat irama tersendiri yang terbiasa didengar. Kawan&#8230;, Kutegaskan kembali ini pertama kali aku kerja sampai pagi. Perihalnya ada mesin rusak yang harus diperbaiki dan si teknisi dari machine maker [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu menunjukkan 00.11 WIB, larut sekali bagi mata ini. Dalam ruang terbesar di pabrik ini, operator-operator dengan setia menjalankan mesin.<br />
Hingar-bingar suara mesin cetak rupanya sudah membuat irama tersendiri yang terbiasa didengar.</p>
<p>Kawan&#8230;, Kutegaskan kembali ini pertama kali aku kerja sampai pagi.  Perihalnya ada mesin rusak yang harus diperbaiki dan si teknisi dari <em>machine maker</em> sedang dijemput sekarang.  Besok rencananya mesin ini harus menghadapi trial produk yang akan di tunggu oleh costumer yang tak lain adalah induk dari perusahaan packaging kertas ini.</p>
<p>Hhemmm&#8230;.  Nasi kotak dari Resto terkenal di daerah inipun juga sudah ada dimeja kami.  Malu rasanya belum melakukan apa-apa malah sudah dikasih besek. Dan disini kerja sampai larut malampun tidak akan membuat kita hilang akal sehat dan tentunya terbalut suasana santai.  </p>
<p>Berbeda dengan situasi sebelumnya ditempat lama&#8230;., sekian banyak teman-teman buruh masih mendapatkan perlakuan tidak baik di negerinya sendiri. Tercatat sampai Agustus 2011 lalu, sebanyak 107 juta pekerja yang 50% nya berpendidikan SD. Terbayang kondisi kerja mereka.  </p>
<p>Bagiku malam ini tidak ada kata lain yang bisa aku ucapkan selain Terimakasih Tuhan atas rezki-Mu terhadapku hari ini.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2012/07/19/terimakasih-tuhan-atas-rezki-mu-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">792</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keep calm boy, if this is your way than you can pass it easily (alasan resignku)</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2011/11/18/keep-calm-boy-if-this-is-your-way-than-you-can-pass-it-easily-5-alasan-resign-dari-pabrik-plastik-negeri-matahari/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2011/11/18/keep-calm-boy-if-this-is-your-way-than-you-can-pass-it-easily-5-alasan-resign-dari-pabrik-plastik-negeri-matahari/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 13:02:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah Pabrik Plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/2012/11/12/keep-calm-boy-if-this-is-your-way-than-you-can-pass-it-easily-5-alasan-resign-dari-pabrik-plastik-negeri-matahari/</guid>

					<description><![CDATA[Nulis tentang pabrik plastik packaging… Ya sudah lebih dari 10 tahun aku kerja disana, tempat itu adalah rumah yang baik, wah dengan teknologi canggihnya, dan aku dalam zona yang aman waktu itu. Adapun riak-riak kecil selalu bisa di kontrol !  Teman HRD bicara kepadaku, semakin sering dihantam gelombang-masalah kita semakin matang, tapi aku berpendapat lain, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Nulis tentang pabrik plastik packaging…</p>
<p>Ya sudah lebih dari 10 tahun aku kerja disana, tempat itu adalah rumah yang baik, wah dengan teknologi canggihnya, dan aku dalam zona yang aman waktu itu.  Adapun riak-riak kecil selalu bisa di kontrol !  Teman HRD bicara kepadaku, semakin sering dihantam gelombang-masalah kita semakin matang, tapi aku berpendapat lain,  asal tidak terlanjur matang dan busuk dipohon, lalu tidak bisa ditawar orang lagi. Makanya tak baik bagiku untuk terus disana. Akh makin bodoh saja kupikir diri ini. <i>(alasan 1)</i></p>
<p>Tidak lama seorang teman mengirim email cerita tentang kebiasaan aneh suatu suku di afrika yang ingin menyingkirkan sebuah pohon.  Mereka naik ke pucuk pohon lalu meneriakinya sepanjang hari, dan mereka percaya sesuatu yang bernyawa akan mati bisa diperlakukan seperti itu. Tak lama kemudian memang pohon mengering dan lama-kelamaan mati.  Merinding aku membaca cerita ini karena berkaitan dengan Factory Manager-ku yang sering melakukan hal serupa, lama-lama kita stress dan mati keativitas pikirku <i>(alasan 2)</i></p>
<p>Disatu sore dari rangkaian cuti kerjaku, aku mengantar Moza pergi les bahasa inggris, aku menunggu bersama beberapa orang tua lain.  Sekarang aku sudah menjadi orang tua dengan anak berumur 8 tahun. Bukan anak muda lagi, punya tanggung jawab lebih yang dituntut oleh anak dan istriku.  Dan pikirku tak kalah penting aku harus bisa berkembang, bisa sekolah lagi supaya anakku bisa tumbuh lebih baik.  Walau istri bekerja tapi aku tetap kepala keluarga.  Suatu saat istriku harus berhenti bekerja dan aku harus bisa menjadi single fighter menghidupi keluarga kecil ini. <i>(alasan 3)</i></p>
<p>Sewaktu pulang kerja  tak lama dari niatan baru itu. Aku mendapat message, rupanya mobilku menyalip kendaraan yang ditumpanginya, “woi pulang sore ni ye..”. begitu pesan pertamanya.  Aku tersentak !.  Selama ini aku baru tersadarkan, jam kerja pabrik kami panjang sekali, sulit di tuliskan.  Kami menjadi orang yang paling royal terhadap perusahaan ini, sebisa mungkin harus kembali kerja jika adalah masalah.  Meskipun hari itu cuti kita yang sudah disepakati.  Pasti semua orang rumah sudah komplen berat untuk masalah ini tapi tetap perusahaan adalah nomor satu.  <i>(alasan 4)</i></p>
<p>Lalu besoknya teman tadi mengirim message kembali, ada posisi kosong cocok buat ku, dan aku langsung follow-up. Lalu ingat pesan pendek orang kampong kami dulu di Belitong, jangan terlalu lama pergi dari rumah (ngan-nyau).  Dalam konteks ini di dalam adat melayu menjadi sebuah pengingat untuk tidak terlalu lama menetap disuatu tempat, karena akan membuatmu merasa keenakan, kurang sensitive dan malas berpikir.  Akhirnya dalam doa aku berserah dan minta petunjuk untuk menentukan langkah lebih lanjut, dan mohon diperjelas langkah itu. Tuhan aku ingin melihat matahari sore masih bersinar tatkala aku pulang kerja. <i>Keep calm boy, if this is your way than you can pass it easily….. (alasan 5)</i></p>
<p>Lalu aku niatkan harus pergi dari tempat kerja lama, dan thanks god, aku menemukan jawaban dari doa diterima bekerja di tempat baru.  Selama proses peneriman karyawan baru itu aku memasang sinyal di update status bbmku, sebagian teman menangkap sinyal itu dan beberapa mengirimkan jempol keatas yang membuatku lebih bersemangat dan sekaligus menutup episode kisah pabrik plastic menjadi episode baru nantinya di kisah pabrik kertas.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2011/11/18/keep-calm-boy-if-this-is-your-way-than-you-can-pass-it-easily-5-alasan-resign-dari-pabrik-plastik-negeri-matahari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">797</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batu Belayar</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/batu-belayar/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/batu-belayar/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 08:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spontan ...]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=778</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><div data-shortcode="caption" id="attachment_779" style="width: 510px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-779" data-attachment-id="779" data-permalink="https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/batu-belayar/a_dsc0339_fhdr/" data-orig-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg" data-orig-size="1024,680" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="batu belayar" data-image-description="&lt;p&gt;Lokasi Perairan sekitar Pantai Tanjung Kelayang-Belitung, kelompok batu granit dengan pasir putih berada ditengah laut&lt;/p&gt;
" data-image-caption="&lt;p&gt;Batu Belayar&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg?w=500" src="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg" alt="" title="batu belayar" width="500" height="332" class="size-full wp-image-779" srcset="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg?w=500&amp;h=332 500w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg?w=1000&amp;h=664 1000w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg?w=150&amp;h=100 150w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg?w=300&amp;h=199 300w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg?w=768&amp;h=510 768w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a><p id="caption-attachment-779" class="wp-caption-text">Batu Belayar</p></div></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/batu-belayar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">778</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/09/a_dsc0339_fhdr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batu belayar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Lengkuas-Belitung</title>
		<link>https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/769/</link>
					<comments>https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/769/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adek]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 07:24:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spontan ...]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://adekrawie.wordpress.com/?p=769</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><div data-shortcode="caption" id="attachment_772" style="width: 510px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg"><img aria-describedby="caption-attachment-772" loading="lazy" data-attachment-id="772" data-permalink="https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/769/a_dsc0441_fhdr/" data-orig-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg" data-orig-size="680,1024" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Mercusuar of Lengkuas Island" data-image-description="&lt;p&gt;9 Septermber 2011, jam 11.00 WIB&lt;/p&gt;
" data-image-caption="&lt;p&gt;Mercusuar of Lengkuas Island&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg?w=500" src="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg" alt="" title="Mercusuar of Lengkuas Island" width="500" height="752" class="size-full wp-image-772" srcset="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg?w=500&amp;h=753 500w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg?w=100&amp;h=150 100w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg?w=199&amp;h=300 199w, https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg 680w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></a><p id="caption-attachment-772" class="wp-caption-text">Mercusuar of Lengkuas Island</p></div></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://adekrawie.wordpress.com/2011/09/14/769/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">769</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/1974b6ec711b981e1f8d39b6f8082088d87bd790524324ced23d7dd16c0e915f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adekrawie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://adekrawie.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/a_dsc0441_fhdr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mercusuar of Lengkuas Island</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
