<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Blog Nusantara |  Indo One™</title><description>Blog Nusantara | Indo One - informasi berbagai Provinsi di Indonesia mulai dari wisata,sejarah,budaya,kesenian,cerita serta aneka ragam berita di daerah nusantara</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Lebbaii Community)</managingEditor><pubDate>Sat, 2 Aug 2025 13:38:04 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://indo-one.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:keywords>Blog,Nusantara,|,Indo,One,Budaya,Wisata,Sejarah,Kesenian,Cerita,Berita,Daerah,Info,Provinsi,di,Indonesia</itunes:keywords><itunes:summary>Blog Nusantara | Indo One - informasi berbagai Provinsi di Indonesia mulai dari wisata,sejarah,budaya,kesenian,cerita serta aneka ragam berita di daerah nusantara</itunes:summary><itunes:subtitle>Blog Nusantara |  Indo One™</itunes:subtitle><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Personal Journals"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>lebaicom@yahoo.co.id</itunes:email></itunes:owner><item><title>Sejarah Kota Palu | Sulwesi Tengah</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-kota-palu-sulwesi-tengah.html</link><category>Kota Palu</category><category>Palu</category><category>Provinsi Sulawesi Tengah</category><category>Sejarah Kota Palu</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 23:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-3790667903334875627</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Palu" border="0" height="134" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/palu1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Kota Palu | Sulwesi Tengah&lt;/b&gt; ~ Palu adalah “Kota Baru” yang letaknya di muara sungai. Dr. Kruyt menguraikan bahwa Palu sebenarnya tempat baru dihuni orang (De Aste Toradja’s van Midden Celebes). Awal mula pembentukan kota Palu berasal dari penduduk Desa Bontolevo di Pegunungan Ulayo. Setelah pergeseran penduduk ke dataran rendah, akhirnya mereka sampai di Boya Pogego sekarang ini&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Palu sekarang ini adalah bermula dari kesatuan empat kampung, yaitu : Besusu, Tanggabanggo (Siranindi) sekarang bernama Kamonji, Panggovia sekarang bernama Lere, Boyantongo sekarang bernama Kelurahan Baru. Mereka membentuk satu Dewan Adat disebut Patanggota. Salah satu tugasnya adalah memilih raja dan para pembantunya yang erat hubungannya dengan kegiatan kerajaan. Kerajaan Palu lama-kelamaan menjadi salah satu kerajaan yang dikenal dan sangat berpengaruh. Itulah sebabnya Belanda mengadakan pendekatan terhadap Kerajaan Palu. Belanda pertama kali berkunjung ke Palu pada masa kepemimpinan Raja Maili (Mangge Risa) untuk mendapatkan perlindungan dari Manado di tahun 1868. Pada tahun 1888, Gubernur Belanda untuk Sulawesi bersama dengan bala tentara dan beberapa kapal tiba di Kerajaan Palu, mereka pun menyerang Kayumalue. Setelah peristiwa perang Kayumalue, Raja Maili terbunuh oleh pihak Belanda dan jenazahnya dibawa ke Palu. Setelah itu ia digantikan oleh Raja Jodjokodi, pada tanggal 1 Mei 1888 Raja Jodjokodi menandatangani perjanjian pendek kepada Pemerintah Hindia Belanda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut daftar susunan raja-raja Palu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pue Nggari (Siralangi) 1796 - 1805&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. I Dato Labungulili 1805 - 1815&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Malasigi Bulupalo 1815 - 1826&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Daelangi 1826 - 1835&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Yololembah 1835 - 1850&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Lamakaraka 1850 - 1868&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Maili (Mangge Risa) 1868 - 1888&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Jodjokodi 1888 - 1906&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Parampasi 1906 - 1921&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Djanggola 1921 - 1949&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Tjatjo Idjazah 1949 – 1960 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Tjatjo Idjazah, tidak ada lagi pemerintahan raja-raja di wilayah Palu. Setelah masa kerajaan telah ditaklukan oleh pemerintah Belanda, dibuatlah satu bentuk perjanjian “Lange Kontruct” (perjanjian panjang) yang akhirnya dirubah menjadi “Karte Vorklaring” (perjanjian pendek). Hingga akhirnya Gubernur Indonesia menetapkan daerah administratif berdasarkan Nomor 21 Tanggal 25 Februari 1940. Kota Palu termasuk dalam Afdeling Donggala yang kemudian dibagi lagi lebih kecil menjadi Arder Afdeling, antara lain Order Palu dengan ibu kotanya Palu, meliputi tiga wilayah pemerintahan Swapraja, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Swapraja Palu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Swapraja Dolo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Swapraja Kulawi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan Kota Palu setelah Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda kemudian Jepang pada tahun 1945 semakin lama semakin meningkat. Dimana hasrat masyarakat untuk lebih maju dari masa penjajahan dengan tekat membangun masing-masing daerahnya. Berkat usaha makin tersusun roda pemerintahannya dari pusat sampai ke daerah-daerah. Maka terbentuklah daerah Swatantra tingkat II Donggala sesuai peraturan pemerintah Nomor 23 Tahun 1952 yang selanjutnya melahirkan Kota Administratif Palu yang berbentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berangsur-angsur susunan ketatanegaraan RI diperbaiki oleh pemerintah pusat disesuaikannya dengan keinginan rakyat di daerah-daerah melalui pemecehan dan penggabungan untuk pengembangan daerah, kemudian dihapuslah pemerintahan Swapraja dengan keluarnya peraturan yang antara lain adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 serta Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 Tentang Terbentuknya Dati I Propinsi Sulteng dengan Ibukota Palu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar hukum pembentukan wilayah Kota Administratif Palu yang dibentuk tanggal 27 September 1978 atas Dasar Asas Dekontrasi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah. Kota Palu sebagai Ibukota Propinsi Dati I Sulawesi Tengah sekaligus ibukota Kabupaten Dati II Donggala dan juga sebagai ibukota pemerintahan wilayah Kota Administratif Palu. Palu merupakan kota kesepuluh yang ditetapkan pemerintah menjadi kota administratif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai latar belakang pertumbuhan Kota Palu dalam perkembangannya tidak dapat dilepaskan dari hasrat keinginan rakyat di daerah ini dalam pencetusan pembentukan Pemerintahan wilayah kota untuk Kota Palu dimulai sejak adanya Keputusan DPRD Tingkat I Sulteng di Poso Tahun 1964. Atas dasar keputusan tersebut maka diambil langkah-langkah positif oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan Pemerintah Dati II Donggala guna mempersiapkan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan kemungkinan Kota Palu sebagai Kota Administratif. Usaha ini diperkuat dengan SK Gubernur KDH Tingkat I Sulteng Nomor 225/Ditpem/1974 dengan membentuk Panitia Peneliti kemungkinan Kota Palu dijadikan Kota Administratif, maka pemerintah pusat telah berkenan menyetujui Kota Palu dijadikan Kota Administratif dengan dua kecamatan yaitu Palu Barat dan Palu Timur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan landasan hukum tersebut maka pemerintah Kotif Palu memulai kegiatan menyelenggarakan pemerintahan di wilayah berdasarkan fungsi sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Meningkatkan dan menyesuaikan penyelenggaraan pemerintah dengan perkembangan kehidupan politik dan budaya perkotaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Membina dan mengarahkan pembangunan sesuai dengan perkembangan sosial ekonomi dan fisik perkotaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Mendukung dan merangsang secara timbal balik pembangunan wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah pada umumnya dan Kabupaten Dati II Donggala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini berarti pemerintah wilayah Kotif Palu menyelenggarakan fungsi-fungsi yang meliputi bidang-bidang :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pembina kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya perkotaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pengarahan pembangunan ekonomi, sosial dan fisik perkotaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tanggal 12 Oktober 1994, Mendagri Yogi S. Memet meresmikannya Kotamadya Palu dan melantik Rully Lamadjido, SH sebagai walikotanya. Kota Palu terletak memanjang dari timur ke barat disebelah utara garis katulistiwa dalam koordinat 0,35 – 1,20 LU dan 120 – 122,90 BT. Luas wilayahnya 395,06 km2 dan terletak di Teluk Palu dengan dikelilingi pegnungan. Kota Palu terletak pada ketinggian 0 – 2500 m dari permukaan laut dengan keadaan topografis datar hingga pegunungan. Sedangkan dataran rendah umumnya tersebut disekitar pantai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut batas-batas wilayah Kota Palu adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Tawaeli dan Kecamatan Banawa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Marawola dan Kabupaten Sigi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Banawa dan Kecamatan Marawola&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Tawaeli dan Kabupaten Parimo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan pembagian wilayah menjadi empat, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kecamatan Palu Barat mencakup 15 Kelurahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Duyu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Ujuna&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Nunu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Boyaoge&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Balaroa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Donggala Kodi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kamonji&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Baru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Lere&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kabonena&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tipo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Buluri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Silae&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Watusampu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Siranindi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Kecamatan Palu Selatan mencakup 12 Kelurahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tatura&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Birobuli&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Petobo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kawatuna&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tanamodindi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Lolu Utara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tawanjuka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Palupi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pengawu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Lolu Selatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Sambale Juraga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tamalanja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kecamatan Palu Timur mencakup 8 Kelurahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Lasoani&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Poboya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Talise&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Besusu Barat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tondo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Besusu Tengah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Besusu Timur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Layana Indah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Kecamatan Palu Utara mencakup 8 Kelurahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Mamboro&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Taipa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kayumalue Ngapa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Kayumalue Pajeko&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Panau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Lambara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Baiya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Pantoloan &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Kendari  |  Sulawesi Tenggara</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-kendari-sulawaesi-tenggara.html</link><category>Kendari</category><category>Sejarah Kendari</category><category>Sulawesi Tenggara</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 22:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-4377078369114925285</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Kendari" border="0" height="161" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/kendari.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Kendari |  Sulawesi Tenggara&lt;/b&gt; ~ Terbentuknya &lt;b&gt;Kota Kendari &lt;/b&gt;diawali dengan terbukanya Teluk Kendari menjadi pelabuhan bagi para pedagang, khususnya pedagang Bajo dan Bugis yang datang berdagang sekaligus bermukim di sekitar Teluk Kendari. Fenomena ini juga didukung oleh kondisi sosial politik dan keamanan di daerah asal kedua suku bangsa tersebut di kerajaan Luwu dan Kerajaan Bone.S&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awal abad ke-19 sampai dengan kunjungan Vosmaer (seorang Belanda) pada tahun 1831, kendari merupakan tempat penimbunan barang (pelabuhan transito). Kegiatan perdagangan kebanyakan dilakukan oleh orang Bajo dan Bugis yang menampung hasil bumi dari pedalaman dan dari sekitar Teluk Tolo (Sulawesi Tengah). Barang-barang tersebut selanjutnya dikirim ke Makassar atau ke kawasan Barat Nusantara sampai ke Singapura.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berita tertulis pertama Kota Kendari diperoleh dari tulisan Vosmaer (1839) yang mengunjungi Teluk Kendari untuk pertama kalinya pada tanggal 9 Mei 1831 dan membuat peta Teluk Kendari. Sejak itu Teluk Kendari dikenal dengan nama Vosmaer’s Baai (Teluk Vosmaer). Vosmaer kemudian mendirikan Lodge (Loji=kantor dagang) di sisi utara Teluk Kendari. Pada tahun 1832 Vosmaer mendirikan rumah untuk Raja Laiwoi bernama Tebau, yang sebelumnya bermukim di Lepo-lepo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengacu pada informasi tersebut, maka Kota Kendari telah ada pada awal abad ke-19, dan secara resmi menjadi ibu kota Kerajaan Laiwoi pada tahun 1832, ditandai dengan pindahnya istana Kerajaan Laiwoi di sekitar Teluk Kendari; dengan demikian, Kota Kendari sebagai ibu kota sudah berusia sekitar 176 tahun, dan jauh sebelum itu telah ada perkembangan sejarah masyarakat di wilayah Kota Kendari sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota kendari dalam berbagai dimensi dapat dikatakan sudah cukup tua. Hal didasarkan pada beberapa sumber baik secara lisan maupun dokumentasi. Jika Kota Kendari dilihat dari fungsinya, maka dapat disebut sebagai kota dagang, kota pelabuhan, dan kota pusat kerajaan. Kota Kendari sebagai kota dagang merupakan fungsi yang tertua baik sumber lisan dari pelayar Bugis dan Bajo maupun dalam Lontara’ Bajo, dan sumber penulis Belanda (Vosmaer,1839) dan penulis Inggris (Heeren, 1972) menyatakan bahwa para pelayar Bugis dan Bajo telah melakukan aktivitas perdagangan di Teluk Kendari pada akhir abad ke-18 ditunjukkan adanya pemukiman kedua etnis tersebut disekitar Teluk Kendari pada awal abad ke-19. Sebagai fungsi kota pelabuhan dapat dikatakan pada awal abad ke-19, menyusul fungsi Kota Kendari sebagai kota pusat Kerajaan Laiwoi pada tahun 1832 ketika dibangunnya istana raja di sekitar Teluk Kendari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu Mokole Konawe Lakidende wafat maka Tebau Sapati RanomeEto sudah mengaggap diri sebagai kerajaan sendiri lepas dari kerajaan konawe, dan sejak itu pula Tebau Sapati RanameEto mengadakan hubungan dengan pihak belanda yang kemudian pada waktu belanda datang di wilayah RanomeEto diadakanlah perjanjian dengan Belanda di tahun 1858 yang ditanda tangani oleh ”Lamanggu raja Laiwoi” dan di pihak belanda ditandatangani oleh A.A. Devries atas nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Dan di tahun 1906 pelabuhan Kendari yang dulunya dikenal dengan nama ”Kampung Bajo” dibuka untuk kapal-kapal Belanda. Dengan demikian mengalirlah pedagang-pedagang Tiong Hoa datang ke Kendari. Perhubungan jalan mulai dibangun sampai kepedalaman. Raja diberi gelar Raja Van Laiwoi dan rakyat mulai di resetle membuat perkampungan dipinggir jalan raya. Kendari berangsur-angsur dibangun jadi kota dan tempat-tempat kedudukan district Hoofd.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Kendari dimasa Pemerintahan kolonial Belanda merupakan ibukota kewedanaan dan ibukota onder Afdeling Laiwoi yang luas wilayahnya pada masa itu kurang lebih 31,420 km2. Sejalan dengan dinamika perkembangan sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan laut antar pulau, maka kendari terus tumbuh menjadi ibukota Kabupaten dan masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan keluarnya Undang-undang nomor 13 tahun 1964 terbentuklah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kendari ditetapkan sebagai ibukota Provinsi yang terdiri dari 2 (dua) wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Kendari dan Kecamatan Mandonga dengan luas wilayah 76,760 km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 1978 Kota Kendari ditetapkan menjadi Kota Administratif yang meliputi 3 (tiga) wilayah Kecamatan dengan luas wilayah 187,990 km2 yang meliputi Kecamatan Kendari, Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Poasia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama terbentuknya Kota Kendari, berturut-turut menjadi Walikota sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1 H. MANSYUR PAMADENG ( Tahun 1978 - 1979)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2 Drs. H.M. ANTERO HAMRA ( Tahun 1980 - 1985)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3 Drs. H. ANAS BUNGGASI ( Tahun 1985 – 1988)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4 H. ADY MANILEP - Pelaksana Tugas (Tahun 1988 – 1991)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5 Drs. A. KAHARUDDIN - Pelaksana Tugas ( Tahun 1991 – 1992)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6 Drs. USMAN SABARA - Pelaksana Tugas (Tahun 1993 – 1995)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7 Drs. H. LM. SALIHIN SABORA (Tahun 1993 – 1995)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8 Kol. (Inf) A. RASYID HAMZAH - Pelaksana Tugas (Tahun 1995)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melalui perjuangan panjang dan tekad warga kota untuk merubah status kota administratif menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II sebagai daerah otonom, maka dengan keluarnya undang-undang No. 6 tahun 1995 tanggal 3 Agustus 1995 Kota Administratif Kendari ditetapkan menjadi Kotamadya Dati II Kendari yang diresmikan oleh Bapak Mentri Dalam Negeri pada tanggal 27 September 1995 dan tanggal ini pula ditetapkan sebagai hari lahirnya Kotamadya Dati II Kendari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan terbentuknya Kotamadya Daerah Tingkat II Kendari, maka sebagai Walikotamadya KDH Tk.II Kendari, berturut-turut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Drs. LASJKAR KOEDOES (20 September 1995 - 27 September 1996)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Drs. H. MASYHUR MASIE ABUNAWAS (27 September 1996 - tahun 2001)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Drs. H. A. KAHARUDDIN, Pj Walikota Kendari (Tahun 2002)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Drs. H. MASYHUR MASIE ABUNAWAS, M.Si, (2002 – 2007) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Ir. H. ASRUN, M. Eng. Sc. ( 2007-2012)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak, Kota Kendari mulai dikenal sejak itu pula dimulai pembangunan secara bertahap sesuai dengan kondisi waktu itu hal ini tentunya tidak luput dari perkembangan penduduk dan dinamika pembangunan yang dibuktikan dengan adanya pemekaran wilayah mulai dari luas 31,420 Km2 sampai luas 295,89 Km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara Administratif Kota Kendari berbatasan dengan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Soropia dan Kecamatan Sampara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Moramo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sampara, Kecamatan Ranomeeto dan Kecamatan Konda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 yang telah direvisi dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah, Maka istilah Dati II dan Kotamadya berubah menjadi Kabupaten/Kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Kendari hingga saat ini telah mempunyai 10 (sepuluh) Wilayah Kecamatan dan 64 Kelurahan, Jumlah penduduk Kota Kendari Tahun 2006 berjumlah kurang lebih 244.586 jiwa terdiri 119.529 jiwa laki-laki dan 125.057 jiwa perempuan dengan tingkat pertumbuhan Ekonomi tahun 2006 mencapai 7,64%. Kota Kendari didiami oleh 4 kelompok suku besar yaitu Tolaki, Muna, Buton, Bugis-Makassar, namun yang unik bahwa semua etnis yang ada diwilayah Indonesia dapat dijumpai di Kota Kendari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heterogenitas masyarakat yang sangat membanggakan adalah masyarakatnya selalu ingin hidup berdampingan dengan damai menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dengan baik; hal ini merupakan modal dasar untuk melakukan pembangunan demi kemajuan dan perkembangan kota dimasa sekarang dan yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengantisipasi kemajuan perkembangan pembangunan, Pemerintah Kota bersama masyarakat membangun Visi Kota Kendari kedepan yaitu: ”MEWUJUDKAN KOTA KENDARI TAHUN 2020 SEBAGAI KOTA DALAM TAMAN YANG BERTAKWA, MAJU, DEMOKRATIS, MANDIRI DAN SEJAHTERA”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”KOTA YANG MAJU”, artinya Kota ini harus dapat berkembang sejajar dengan kota-kota lain dalam konteks paradigma yang berlaku, kondisi sosial, ekonomi dan budayanya yang maju, tetapi lingkungan fisik juga terpelihara dengan baik,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”DEMOKRATIS” berarti kota yang dapat menerima perbedaan, mengembangkan keterbukaan, mendorong partisipasi masyarakat serta memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk megembangkan potensi dirinya, serta pemerintahan yang dapat mengakomodir segala permasalahan dan persoalan yang ada dalam wilayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”MANDIRI” berarti kota ini tidak berdiri sendiri dan kerjasama atau kemitraan baik interen maupun eksteren. Diantara komponen warga kota dapat mengembangkan kemitraan, begitu juga kemitraan dengan kota-kota lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”SEJAHTERA”, bahwa kota ini harus dapat memberikan kesejahteraan bagi warganya baik secara lahir maupun batin. Untuk mendukung visi kota, maka visi yang akan diemban adalah ”(1) misi lingkungan (2) misi sosial kemasyrakatan (3) misi pelayanan (4) misi perekonomian (5) misi profesionalisme aparat dan (6) misi kepemerintahan yang baik (Good Governance)”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian misi tersebut diimplementasikan kedalam 3 (tiga) strategi pendekatan yang meliputi; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Peningkatan kualitas SDM, yang meliputi aspek head, heart, dan hand.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Catur Bina, yang meliputi bina spiritual, bina sosial ekonomi, bina fisik/lingkungan, dan bina kamtibmas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Peningkatan Daya Saing Kota, meliputi aspek ethics and law enforcement, employment, environment, equity and engegement. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Nama Kota Makasar</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-nama-kota-makasar.html</link><category>Makasar</category><category>Sejarah Kota Makasar</category><category>Sulawesi Selatan</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 22:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-4461528742494792396</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Makasar" border="0" height="150" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/makasar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Nama Kota Makasar &lt;/b&gt;~ Kota Makassar pada 2007 ini konon sudah berusia 400 tahun. Untuk menelusuri kembali sejarah kota berjuluk “Kota Daeng” dan “Kota Angingmammiri” itu, Pemerintah Kota Makassar pada Sabtu, 30 Juni 2007 yang lalu, di Hotel Sahid Makassar, mengadakan Seminar Nasional 400 Tahun Makassar.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seminar dengan tema ”Menemukenali dan Merangkai Sejarah dan Budaya Makassar” itu menghadirkan 400 tokoh dan menampilkan beberapa pembicara.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makassar adalah nama tempat bandar niaga kerajaan kembar Gowa dan Tallo. Kerajaan kembar itulah yang kemudian menyandang nama Kerajaan Makassar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama Makassar sudah disebut dalam naskah kuno Jawa, Negara Kertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca, pada 1364. Naskah itu juga menyebut nama Luwu, Bantaeng, dan Selayar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Nama tempat yang yang disebut Makassar (dalam naskah itu, red) belum dapat diidentifikasi hingga sekarang,” kata sejarawan dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Edward L Poelinggomang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam tradisi pelaut dan pedagang yang berniaga ke Maluku, kawasan yang pulau-pulaunya berada di utara Pulau Sumbawa disebut dengan nama Makassar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tradisi penyebutan pulau-pulau tersebut dari para pelaut dan pedagang, kemudian diserap oleh pelaut dan pedagang Portugis setelah merebut dan menduduki Malaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam catatan Tome Pores, diungkapkan bahwa pedagang-pedagang Melayu menginformasikan adanya jalur paling singkat dalam pelayaran ke Maluku, yaitu melalui Makassar (Cortesao, 1944).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi itu mendorong pelaut dan pedagang Portugis menelusuri jalur pelayaran tersebut, sehingga dalam peta pelayaran pengembara Portugis, Pulau Kalimantan diberi nama ”Pulau Makassar yang Besar” (Gramdos ilha de Macazar), sedangkan Pulau Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya disebut ”Pulau-pulau Makassar (Ilhas dos Macazar).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, kota-kota pelabuhan yang berada di pesisir barat Sulawesi yang menjadi tempat singgah dalam pelayaran ke Maluku, juga diberikan predikat Makassar, antara lain Siang Makassar, Bacukiki Makassar, Suppa Makassar, Sidenreng Makassar, Napo Makassar, dan Tallo Makassar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Edward L Poelinggoman mengatakan, bandar niaga Makassar terbentuk dari dua bandar niaga dari kerajaan kembar Gowa-Tallo, yaitu bandar Tallo dari Kerajaan Tallo yang terletak di pesisir muara Sungai Bira (Sungai Tallo), serta bandar Sombaopu dari Kerajaan Gowa yang terletak di pesisir muara sungai Jeneberang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua kerajaan tetangga itu kemudian berhasil membentuk persekutuan pada 1528, setelah melalui pemufakatan penyelesaian konflik (perang). Kesepakatan itu berpengaruh bagi rakyatnya dan semua yang mengenal dua kerajaan kembar itu, sehingga muncul ungkapan ”satu rakyat, dua raja” (se’reji ata narua karaeng).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persekutuan yang dibangun itu bersifat menyatukan dua kerajaan dalam kehidupan kenegaraan, tetapi tetap mengakui kedudukan kekuasaan masing-masing sebagai kerajaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerajaan Gowa ditempatkan sebagai pemegang kendali kekuasaan kerajaan kembar itu (sombaya), sedangkan Raja Tallo sebagai pejabat mangkubumi (tuma’bicara butta).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membangun Tembok dan Benteng Pertahanan Perang yang berakhir dengan pembentukan persekutuan kerajaan kembar Gowa-Tallo, berbasis pada keinginan Kerajaan Gowa untuk mengubah orientasi kehidupan kerajaannya dari agraria ke dunia maritim pada periode pemerintahan Raja Gowa IX, Tumapa’risi’ Kallonna Daeng Matanre Karaeng Manguntungi (1510-1546).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebijakan itu dilaksanakan mengingat semakin banyak arus migran pedagang Melayu ke kawasan ini setelah Malaka diduduki oleh Portugis pada 1511.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Setelah melakukan persekutuan dua kerajaan itu, yang secara kesejarahan diperintah oleh raja dari keturunan yang sama, Kerajaan Kembar itu melaksanakan perluasan kekuasaan dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan pesisir dan memaksa mereka untuk melakukan perdagangan dengan bandar niaga Tallo dan Sombaopu,” tutur sejarawan dari Unhas, Edward L Poelinggomang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja Gowa ke-10, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565), yang menjadi pelanjut Raja Gowa ke-9, memandang kebijakan itu kurang memberikan peluang bagi kemajuan bandar niaga kerajaan kembar Gowa-Tallo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia kemudian merancang penaklukan kerajaan-kerajaan pesisir dan kerajaan-kerajaan yang memiliki potensi ekonomi dengan kebijakan baru, yaitu memaksa kerajaan-kerajaan taklukan untuk tunduk dan patuh kepada Raja Gowa X, serta mengangkut orang dan barang dari negeri taklukan, khususnya yang bergiat dalam dunia perdagangan maritim ke bandar Kerajaan Gowa-Tallo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat kebijakan itu, bandar-bandar niaga yang berada di pesisir jazirah selatan menjadi sirna, dan hanya ada dua bandar niaga, yakni bandar niaga Tallo dan bandar niaga Sombaopu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua bandar niaga itu secara fisik seolah-olah sudah menyatu dan membentang dari muara Sungai Bira (Sungai Tallo) hingga muara Sungai Jeneberang yang dipenuhi oleh para pedagang dari berbagai bandar niaga yang sebelumnya disebut Makassar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah yang kemudian mendasari para pedagang menyebut bandar niaga Tallo dan Sombaopu dengan sebutan Bandar Makassar, dan tidak menyebut Tallo Makassar atau Sombaopu Makassar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerajaan kembar Gowa-Tallo juga kemudian disebut dengan nama Kerajaan Makassar, di mana Raja Gowa diangkat menjadi Raja, sedangkan Raja Tallo menjadi Mangkubumi atau Kepala Pemerintahan Kerajaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bandar Makassar kemudian berkembang dan menjadi pusat kegiatan bagi para pelaut dan pedagang, termasuk pelaut dan pedagang dari Portugis pada 1532, Belanda (VOC) pada 1603, Inggris pada 1613, Spanyol pada 1615, Denmark pada 1618, dan China pada 1618.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Berkumpulnya para pedagang di bandar Makassar, berhasil meningkatkan kegiatan perdagangan di kota pelabuhan itu,” urai Edward.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk melindungi kegiatan perdagangan di kota pelabuhan itu, pemerintah Kerajaan Makassar membangun sejumlah benteng pertahanan sepanjang pesisir dari yang paling utara Benteng Tallo hingga yang paling selatan Benteng Barombong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain benteng, sepanjang wilayah pesisir kota juga dibangun tembok yang di depannya berjejer perahu dan kapal dagang dari berbagai kerajaan di Asia Tenggara, China, dan dari Eropa, sedangkan di balik tembok juga berlangsung kegiatan perdagangan, baik di pasar tradisional, maupun di rumah-rumah dagang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://makassarkota.go.id&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Kota Ambon</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-kota-ambon.html</link><category>Ambon</category><category>Provinsi Maluku</category><category>Sejarah Ambon</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 22:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-4242112039071721229</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Ambon" border="0" height="150" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/ambon.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Kota Ambon&lt;/b&gt; ~ Berdasarkan fakta sejarah dan hasil kajian yang dilakukan para ahli dan Universitas Pattimura, cikal bakal lahirnya Kota Ambon dimulai dari Benteng Nieuw Victoria, yang terletak di depan Lapangan Merdeka, bekas Markas Yonif Linud 733/Masariku kini markas Detasemen Kavaleri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu, ditandai dengan dibangunnya Benteng Portugis di Pantai Honipopu (sekarang kawasan Belakang Kota) pada tahun 1775, yang kemudian disebut Benteng Kota Laha atau Ferangi, yang diikuti kehadiran kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami sekitar benteng lantaran dijadikan sebagai pekerja benterng tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, setelah Belanda berhasil menguasai Kepulauan Maluku dan Ambon khususnya dari kekuasaan Portugis, benteng tersebut lantas menjadi pusat pemerintahan beberapa Gubernur Jenderal Belanda sekaligus mengontrol jalur perdagangan melalui badan perdagangannya VOC, dan benteng itu diubah namanya menjadi Nieuw Victoria yang dikenal sampai saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelompok-kelompok masyarakat ini kemudian dikenal dengan nama Soa Ema, Soa Kilang, Soa Silale, Hative, Urimessing dan Mardika disusul Kampung Cina (kawasan A.Y. Patty) dan lain-lain, di mana kelompok masyarakat inilah yang menjadi cikal bakal pembentukan Kota Ambon tahun 1775.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 7 September 1921 masyarakat Kota Ambon diberi hak yang sama dengan pemerintah kolonial sebagai manifestasi hasil perjuangan rakyat Indonesia asal Maluku dibawah pimpinan Alexander Yacob Patty, untuk menentukan jalannya pemerintahan kota melalui wakil-wakil dalam Gemeenstraad (dewan kota) berdasarkan keputusan Gubernur General No.7 (Staadblad 1921 nomor.524) tertanggal 7 September 1921. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Kota Ambon. (dari berbagai sumber)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah dan budaya di Kedaton Ternate</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-dan-budaya-di-kedaton-ternate.html</link><category>maluku Utara</category><category>Provinsi maluku Utara</category><category>Sejarah dan Budaya Ternate</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 22:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-5033119479664494032</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="ternate" border="0" height="150" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/ternate.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah dan budaya di Kedaton Ternate &lt;/b&gt;~ Dengan berbekal semangat, beberapa anak muda mulai melangkah mantap ke arah utara Kota Ternate. Di pusat Kota Ternate sebelah utara menghadap Pulau “Panjang” Halmahera berdiri kokoh bangunan bersejarah Kedaton Ternate berlatar Gunung Gamalama; sebuah situs sejarah yang telah menjadi saksi atas banyaknya peristiwa penting yang terjadi di sebuah pulau paling diminati dunia sejak permulaan abad ke-15. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berangkat dari keprihatinan akan banyaknya situs bersejarah di Kota Ternate yang tidak mendapat perhatian cukup dari berbagai kalangan utamanya generasi muda, semangat ingin menjejaki sejarah dan budaya dengan melihat lebih dalam ke kedaton mulai dilakukan. Diawali dengan workshop kecil-kecilan di penghujung Oktober, komunitas Greenmap Ternate akhirnya terbentuk. Kawasan kedaton adalah pilihan lokasi pemetaan pertama, tempatan yang memiliki sejarah mengglobal di masa lalu. Kawasan ini tidak hanya memuat bangunan kedaton, tapi termasuk di dalamnya pula terdapat beberapa situs penting, antara lain masjid kesultanan, Ngara Lamo (tempat pertemuan dewan adat), Benteng Naka, Sunyie Lamo (alun-alun), Air Sentosa (air keramat). Tidak hanya yang tangible (teraga); nilai-nilai yang dianut, ritual-ritual penting, serta hukum-hukum adat juga menjadi target pemetaan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam wawasan masyarakat Maluku Utara, Kedaton Ternate merupakan ekspresi dari kekayaan alam dan budaya Maluku Kie Raha berupa kearifan lokal, tradisi, pola hidup, dan adat istiadat. Keragaman, keunikan, dan keindahan itu tidak saja menjadi aset budaya masyarakat Maluku Utara namun juga masyarakat Indonesia yang sudah seharusnya dilestarikan untuk kemudian menciptakan pusaka masa depan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upaya pengenalan kembali kawasan Kedaton Ternate dengan pendekatan participatory mapping (pemetaan partisipatoris) dapat diangap sebagai wujud kepedulian atas penurunan minat generasi muda dalam mempelajari sejarah Maluku Kie Raha. Menjejaki sejarah dan budaya Ternate melalui peta hijau tidak ditujukan untuk sekedar mengenali nama benda atau bangunan, tapi juga untuk menyadarkan bahwa di sekitar kita banyak bertaburan norma dan ajaran yang bernilai tinggi dan positif. Itulah kearifan yang masih bisa digunakan dalam menjalani kehidupan di masa mendatang; norma, ajaran, dan kearifan yang telah membentuk identitas masyarakat Maluku Utara. “Kesadaran sejarah”… mungkin itu yang kita perlukan saat ini. (gm_Ternate/08)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Sorong</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-sorong.html</link><category>Provinsi Irian Jaya barat</category><category>Sejarah Sorong</category><category>Sorong</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 22:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-4185772110007578219</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Sorong" border="0" height="150" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/sorong.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Sorong&lt;/b&gt; ~ &lt;b&gt;Provinsi Papua Barat &lt;/b&gt;awalnya bernama &lt;b&gt;Irian Jaya Barat&lt;/b&gt;, berdiri atas dasar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat, Provinsi Irian Jaya Tengah, Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong. Berdirinya Provinsi Papua Barat juga mendapat dukungan dari Surat Keputusan DPRD Provinsi Papua Nomor 10 Tahun 1999 tentang pemekaran Provinsi Papua menjadi tiga provinsi.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah dipromulgasikan pada tanggal 1 Oktober 1999 oleh Presiden B.J. Habibie, rencana pemekaran Provinsi Papua menjadi tiga provinsi ditolak warga Papua di Jayapura dengan mengadakan demonstrasi akbar pada tanggal 14 Oktober 1999. Sejak saat itu pemekaran provinsi ditangguhkan, sementara pemekaran kabupaten tetap dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2002, atas permintaan masyarakat Irian Jaya Barat yang diwakili Tim 315, pemekaran Irian Jaya Barat kembali diaktifkan berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2003 yang dikeluarkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 27 Januari 2003. Sejak saat itu, Provinsi Irian Jaya Barat perlahan membentuk dirinya menjadi sebuah provinsi yang definitif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanannya, Provinsi Irian Jaya Barat mendapat tekanan keras dari induknya Provinsi Papua hingga ke Mahkamah Konstitusi melalui uji materiil. Mahkamah Konstitusi akhirnya membatalkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 yang menjadi payung hukum Provinsi Irian Jaya Barat. Namun Provinsi Irian Jaya Barat tetap diakui keberadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Provinsi Irian Jaya Barat terus membenahi diri dengan terus melengkapi sistem pemerintahannya, walaupun di sisi lain dasar hukum pembentukan provinsi ini telah dibatalkan. Setelah memiliki wilayah yang jelas, penduduk, aparatur pemerintahan, anggaran, anggota DPRD, akhirnya Provinsi Irian Jaya Barat menjadi penuh ketika memiliki gubernur dan wakil gurbernur definitif Abraham Octavianus Atururi (Brigjen Marinir Purn.) dan Drs. Rahimin Katjong, M.Ed yang dilantik pada tanggal 26 Juli 2006. Sejak saat itu, pertentangan selama lebih dari 6 tahun sejak Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 dikumandangkan dan pertentangan sengit selama 3 tahun sejak Inpres Nomor 1 Tahun 2003 dikeluarkan berakhir dan Provinsi Irian Jaya Barat mulai membangun dirinya secara sah. Dan sejak tanggal 6 Februari 2007 Provinsi Irian Jaya Barat berubah nama menjadi Provinsi Papua Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awal terbentuk, Provinsi Papua Barat terdiri dari tiga kabupaten induk, lima kabupaten pemekaran dan satu kotamadya, yakni :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kabupaten Fakfak dengan luas 14.320 Km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Kabupaten Kaimana dengan luas 18.500 Km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kabupaten Teluk Wondama dengan luas 4.996 Km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Kabupaten Teluk Bintuni dengan luas 18.658 Km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Kabupaten Manokwari dengan luas 14.448,5 Km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Kabupaten Sorong Selatan dengan luas 29.811 Km2.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Kabupaten Sorong dengan luas 18.170 Km2. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Kabupaten Raja Ampat dengan luas 6.084,5 Km2. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Kotamadya Sorong dengan luas 1.105 Km2&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Timika</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-timika.html</link><category>Papu Tengah</category><category>Provinsi Timika</category><category>Sejarah Timika</category><category>Timika</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 22:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-7591823064457495284</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Timika" border="0" height="154" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/timika.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Timika&lt;/b&gt; ~ nah Kali ini kita bahas sedikit tentang prvinsi Papua Tengah, Mimika merupakan sebuah kecamatan dari wilayah administrasi Kabupaten Fakfak, berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1996, Kecamatan Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Administratif, kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, Mimika menjadi Kabupaten Otonom.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 20.039 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua dengan topografi dataran tinggi dan rendah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabupaten Mimika sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Paniani dan Puncak Jaya, sebelah Selatan Laut Arafuru, sebelah Timur Kabupaten Merauke dan sebelah Barat Kabupaten Fakfak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mimika didiami oleh 7 suku asli, dua suku besar yaitu Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan Kamoro di wilayah pantai. Selain kedua suku tersebut masih ada lima suku kekerabatan yaitu, Dani/Lani, Damal, Mee, Nduga dan Moni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabupaten Mimika saat ini memiliki 12 Kecamatan yaitu Kecamatan Mimika Timur, Mimika Timur Tengah, Mimika Timur Jauh, Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Mimika Baru, Kuala Kencana, Tembagapura, Agimuga, Jila dan Jita&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Papua</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/07/sejarah-papua.html</link><category>Papua</category><category>Provinsi Papua</category><category>Sejarah Papua</category><pubDate>Thu, 1 Jul 2010 21:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-8113665300917839497</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Papua" border="0" height="161" src="http://i950.photobucket.com/albums/ad349/indoone/sejarahpapua.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Papua&lt;/b&gt; ~ Nama PAPUA berasal dari pelaut Portugis ketika pertama kali mereka melihat pulau ini pada tahun 1511 yang kemudian mereka menamakan Ilhas dos Papuas yang berarti kurang lebih 'pulau dihuni orang berambut halus'. Para pelaut Belanda kemudian menyebut Papua dengan New Guinea karena kulit orang Papua mengingatkan mereka dengan orang Guinea di Afrika. Nama Irian  sendiri berasal dari bahasa Biak (salah satu pulau di utara Papua) yang berarti 'daratan panas yang muncul dari laut'. Di bawah pemerintahan Belanda, Papua dikenal dengan sebutan Dutch New Guinea dan ketika wilayah ini beralih ke Indonesia namanya diubah menjadi Irian Barat, kemudian Irian Jaya, dan sekarang Papua.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuasaan Belanda atas Papua (New Guinea) diperoleh melalui Kesultanan Tidore yang ketika itu berada di bawah kontrol Belanda. Belanda memberikan kewenangan kepada Tidore pada tahun 1660 atas wilayah New Guinea. Dengan demikian New Guinea secara tidak langsung juga berada di bawah kontrol Belanda. Walaupun berada d bawah kekuasaan Belanda namun New Guinea secara ekonomi tidak terlalu menarik perhatian Belanda kecuali perusahaan Amerika dan Jepang yang tertarik untuk mulai melaukan eksplorasi mencari cadangan minyak di daerah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada perang dunia II, New Guinea diduduki tentara Jepang namun seiring dengan kekalahan Jepang dan perakhirnya perang dunia, Belanda kembali masuk ke wilayah ini. Belanda mulai menarik diri dari Indonesia karena berbagai tekanan internasional menyusul penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia. Namun Belanda masih tetap mempertahankan Papua. Indonesia menuntuk Belanda untuk mengembalikan Papua kepada Indonesia sesuai dengan perjanjian bahwa seluruh bekas wilayah kekuasaan Belanda (Dutch East Indie) dikembalikan kepada Republik Indonesia. Pada tahun 1962 Indonesia mengirimkan pasukan militer ke Papua namun kurang berhasil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belanda mengusulkan agar dilakukan referendum bagi masyarakat Papua namun Indonesia manawarkan musyarawah diantara tokoh masyarakat Papua. Pada tahun 1969 pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa musyawarah yang dilakukan di tiga tempat yaitu Merauke, Jayawijaya, dan Paniai menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan Papua bergabung dengan negara Kesatuan Republik Indonesia. Papua kemudian menjadi propinsi ke-26.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Yogyakarta</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/sejarah-yogyakarta.html</link><category>Provinsi Yogyakarta</category><category>Sejarah Yogyakarta</category><category>Yogyakarta</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 23:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-1404730867126445562</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Yogyakarta" border="0" height="149" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/Yogyakarta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Yogyakarta&lt;/b&gt; ~ Daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta telah dihuni orang sejak dahulu kala bahkan jauh berabad-abad sebelumnya. Mereka tertarik oleh karena kesuburan tanahnya yang disebabkan letusan gunung berapi. Menurut catatan sejarah, abad ke-9 didominasi oleh kerajaan Hindu dan Budha.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerajaan itulah yang mendirikan candi-candi yang menakjubkan seperti Prambanan, Ratu Boko, Kalasan, Sambisari, dan Borobudur. Menurut catatan sejarah, sebelum tahun 1755 Surakarta adalah Ibukota Kerajaan Mataram. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awal abad ke-18, Kerajaan Islam Mataram saat itu dipimpin oleh Paku Buwono II. Sesudah beliau meninggal dunia, terjadi konflik antara putranya dengan saudara laki-lakinya yang terpengaruh oleh Belanda – pada masa itu Belanda berusaha menduduki daerah-daerah yang menjadi basis kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesudah perjanjian Giyanti (Palihan Nagari) pada tahun 1775, Mataram dibagi menjadi dua kerajaan, Kasultanan Surakarta Hadiningrat di bawah kekuasaaan Sunan Pakubuowono III dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Sesudah perjanjian Giyanti, pangeran Mangkubumi – saudara laki-laki Susunuhan Pakubuwono II – dinobatkan menjadi raja Ngayogyakarta Hadiningrat dengan nama Sultan Hamengku Buwono I.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliaulah yang mengawali garis keturunan para Sultan yang sampai saat ini masih tinggal tinggal di Kraton dan berperan penting dalam budaya masyarakat Jawa. Kerajaan kedua disebut dengan Yogyakarta, sekarang lebih dikenal dengan Yogya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1813, di bawah kekuasaan Inggris, untuk ketiga kalinya perpecahan terjadi di kerajaan Mataram. Pangeran Noto Kusumo, anak laki-laki Hamengku Buwono I, dinobatkan menjadi Pangeran Paku Alam I dan tinggal terpisah dari Kasultanan Yogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat Republik Indonesia didirikan tanggal 17 Agustus 1945, sesudah proklamasi kemerdekaan, Ngayogyakarta Hadiningrat (Kasultanan) dan Pakualaman (Kadipaten) bergabung menjadi satu propinsi dan menjadi bagian dari Republik Indonesia dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai gubernur dan Sri Paku Alam VIII sebagai wakil gubernur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu dikenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta dan berstatus propinsi pada tahun 1950 sebagai penghargaan karena berperan penting dalam berperang demi kemerdekaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Makalah kebudayaan Suku Sunda</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/makalah-kebudayaan-suku-sunda.html</link><category>Jawa Barat</category><category>Makalah Suku Sunda</category><category>Propinsi Jawa Barat</category><category>Suku Sunda</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 23:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-3838252904319117861</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Jawa Barat" border="0" height="133" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/SudaJawaBarat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Makalah kebudayaan Suku Sunda &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENDAHULUAN &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LATAR BELAKANG MASALAH &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dapat kita pungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada satu masyarakat pun yang tidak memiliki kebudayaan. Begitu pula&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebaliknya tidak akan ada kebudayaan tanpa adanya masyarakat. Ini berarti begitu besar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kaitan antara kebudayaan dengan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat realita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural maka akan terlihat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pula adanya berbagai suku bangsa di Indonesia. Tiap suku bangsa inilah yang kemudian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mempunyai ciri kahas kebudayaan yang berbeda- beda. Suku Sunda merupakan salah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;satu suku bangsa yang ada di Jawa. Sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia, suku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda memiliki kharakteristik yang membedakannya dengan suku lain. Keunikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kharakteristik suku Sunda ini tercermin dari kebudayaan yang mereka miliki baik dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;segi agama, mata pencaharian, kesenian dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Sunda dengan sekelumit kebudayaannya merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari dalam bidang kajian mata kuliah Pluralitas dan Integritas Nasional yang pada akhirnya akan menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi kita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;RUMUSAN MASALAH &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memudahkan dalam pembahasan masalah maka penulis membatasi pada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti apakah kebudayaan suku Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana sistem interaksi dalam masyarakat Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana stratifikasi masyarakat Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUJUAN MAKALAH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui kebudayaan suku Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memahami salah satu bentuk masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menelaah sistem interaksi dalam kehidupan keseharian suku Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui akan stratifikasi suku Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat realita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural maka akan terlihat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pula adanya berbagai suku bangsa di Indonesia. Tiap suku bangsa inilah yang kemudian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mempunyai ciri kahas kebudayaan yang berbeda- beda. Suku Sunda merupakan salah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;satu suku bangsa yang ada di Jawa. Sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia, suku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda memiliki kharakteristik yang membedakannya dengan suku lain. Keunikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kharakteristik suku Sunda ini tercermin dari kebudayaan yang mereka miliki baik dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;segi agama, mata pencaharian, kesenian dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Sunda dengan sekelumit kebudayaannya merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari dalam bidang kajian mata kuliah Pluralitas dan Integritas Nasional yang pada akhirnya akan menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;RUMUSAN MASALAH&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memudahkan dalam pembahasan masalah maka penulis membatasi pada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti apakah kebudayaan suku Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana sistem interaksi dalam masyarakat Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana stratifikasi masyarakat Sunda ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TUJUAN MAKALAH&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui kebudayaan suku Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memahami salah satu bentuk masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menelaah sistem interaksi dalam kehidupan keseharian suku Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui akan stratifikasi suku Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB II &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PEMBAHASAN &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;wilayah administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawa Tengah. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia. Kerana letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku lainnya adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Jawa yang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat, Suku Betawi banyak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mendiami daerah bagian barat yang bersempadan dengan Jakarta. Suku Minang dan Suku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat, seperti Bandung, Cimahi, Bogor,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bekasi, dan Depok. Sementara itu Orang Tionghoa banyak dijumpai hampir di seluruh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;daerah Jawa Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEBUDAYAAN SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Kebudayaan-&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kebudayaan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SISTEM KEPERCAYAAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir semua orang Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;beragama Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi juga ada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha.Selatan. Praktek-praktek sinkretisme dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mistik masih dilakukan. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda ditujukan untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memelihara keseimbangan alam semesta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keseimbangan magis dipertahankan dengan upacara-upacara adat, sedangkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keseimbangan sosial dipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong royong).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon pantun Lutung Kasarung,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tunggal) yang menitiskan sebagian kecil diriNya ke dalam dunia untuk memelihara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kehidupan manusia (titisan Allah ini disebut Dewata). Ini mungkin bisa menjadi jembatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk mengkomunikasikan Kabar Baik kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MATA PENCAHARIAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Sunda umumnya hidup bercocok tanam. Kebanyakan tidak suka merantau atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hidup berpisah dengan orang-orang sekerabatnya. Kebutuhan orang Sunda terutama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adalah hal meningkatkan taraf hidup. Menurut data dari Bappenas (kliping Desember&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1993) di Jawa Barat terdapat 75% desa miskin. Secara umum kemiskinan di Jawa Barat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;disebabkan oleh kelangkaan sumber daya manusia. Maka yang dibutuhkan adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengembangan sumber daya manusia yang berupa pendidikan, pembinaan, dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KESENIAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KIRAB HELARAN &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kirap helaran atau yang disebut sisingaan adalah suatu jenis kesenian tradisional atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seni pertunjukan rakyat yang dilakukan dengan arak-arakan dalam bentuk helaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertunjukannya biasa ditampilkan pada acara khitanan atau acara-acara khusus seperti ;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyambut tamu, hiburan peresmian, kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan kegiatan hari-&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hari besar lainnya. Seperti yang diikuti ratusan orang dari perwakilan seluruh kelurahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di Cimahi, yang berupa arak-arakan yang pernah digelar pada saat Hari Jadi ke-6 Kota&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cimahi. Kirap ini yang bertolak dari Alun-alun Kota Cimahi menuju kawasan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perkantoran Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah itu, diikuti oleh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelompok-kelompok masyarakat yang menyajikan seni budaya Sunda, seperti sisingaan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gotong gagak, kendang rampak, calung, engrang, reog, barongsai, dan klub motor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KARYA SASTRA &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah ini disajikan daftar karya sastra dalam bahasa Jawa yang berasal dari daerah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kebudayaan Sunda. Daftar ini tidak lengkap, apabila para pembaca mengenal karya sastra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lainnya dalam bahasa Jawa namun berasal dari daerah Sunda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Babad Cerbon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cariosan Prabu Siliwangi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Carita Ratu Galuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Carita Purwaka Caruban Nagari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Carita Waruga Guru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab Waruga Jagat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Layang Syekh Gawaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pustaka Raja Purwa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sajarah Banten&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suluk Wuyung Aya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahosan Tumpawarang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wawacan Angling Darma&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wawacan Syekh Baginda Mardan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab Pramayoga/jipta Sara &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENCAK SIALAT CIKALONG &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maempo Cikalong". Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daerah Cianjur sudah sejak dahulu terkenal sebagai daerah pengembangan kebudayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda seperti; musik kecapi suling Cianjuran, klompen cianjuran, pakaian moda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cianjuran yang sampai kini dipergunakan dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SENI TARI &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TARI JAIPONGAN &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go'ong, Saron, Kacapi, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Degung bisa diibaratkan 'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TARI MERAK&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TARI TOPENG &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SENI MUSIK DAN SUARA&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari.Dibawah ini salah salah satu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;musik/lagu daerah Sunda :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bubuy Bulan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Es Lilin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manuk Dadali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokecang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warung Pojok&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WAYANG GOLEK&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jepang boleh terkenal dengan 'Boneka Jepangnya', maka tanah Sunda terkenal dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pementasan sandiwara boneka yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 - 21.00 hingga pukul 04.00&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;nama-nama dari tanah India.Dalam Wayang Golek, ada 'tokoh' yang sangat dinantikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala dan Cepot.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ALAT MUSIK&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung. Berbeda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KETUK TILU &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SENI BANGRENG&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seni Bangreng adalah pengembangan dari seni "Terbang" dan "Ronggeng". Seni terbang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;itu sendiri merupakan kesenian yang menggunakan "Terbang", yaitu semacam rebana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tetapi besarnya tiga kali dari alat rebana. Dimainkan oleh lima pemain dan dua orang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;penabu gendang besar dan kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;RENGKONG &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rengkong adalah salah satu kesenian tradisional yang diwariskan oleh leluhur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;masyarakat Sunda. Muncul sekitar tahun 1964 di daerah Kabupaten Cianjur dan orang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang pertama kali memunculkan dan mempopulerkannya adalah H. Sopjan. Bentuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kesenian ini sudah diambil dari tata cara masyarakat sunda dahulu ketika menanam padi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sampai dengan menuainya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KUDA RENGGONG&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran yang terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KECAPI SULING &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kacapi Suling adalah salah satu jenis kesenian Sunda yang memadukan suara alunan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parahiangan Jawa Barat dan seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SISTEM KEKERABATAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat parental, garis keturunan ditarik dari pihak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ayah dan ibu bersama. Dalam keluarga Sunda, ayah yang bertindak sebagai kepala&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda.Dalam suku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda dikenal adanya pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hubungan kekerabatan. Dicontohkannya, pertama, saudara yang berhubungan langsung,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ke bawah, dan vertikal. Yaitu anak, incu (cucu), buyut (piut), bao, canggahwareng atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur atau gantungsiwur. Kedua, saudara yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman, bibi, atau uwak, anak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;saudara kakek atau nenek, anak saudara piut. Ketiga, saudara yang berhubungan tidak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak kakak, keponakan anak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;adik, dan seterusnya. Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosa kata sajarah dan sarsilah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(salsilah, silsilah) yang maknanya kurang lebih sama dengan kosa kata sejarah dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna sajarah adalah susun galur/garis keturunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAHASA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahasa yang digunakan oleh suku ini adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda adalah bahasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang diciptakan dan digunakan sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda, dan sebagai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;alat pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. Selain itu bahasa Sunda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;merupakan bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitas Suku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda yang merupakan salah satu Suku dari beberapa Suku yang ada di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah pendidikan dan teknologi di dalam masyarakat suku Sunda sudah bisa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dibilang berkembang baik.Ini terlihat dari peran dari pemerintah Jawa Barat. Pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawa Barat memiliki tugas dalam memberikan pelayanan pembangunan pendidikan bagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;warganya, sebagai hak warga yang harus dipenuhi dalam pelayanan pemerintahan. Visi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Jawa Barat, yakni "Dengan Iman dan Takwa Jawa Barat sebagai Provinsi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010" merupakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kehendak, harapan, komitmen yang menjadi arah kolektif pemerintah bersama seluruh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;warga Jawa Barat dalam mencapai tujuan pembangunannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat vital dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;fundamental untuk mendukung upaya-upaya pembangunan Jawa Barat di bidang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan pendidikan merupakan dasar bagi pembangunan lainnya, mengingat secara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah membangun potensi manusia yang kelak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;akan menjadi pelaku pembangunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam setiap upaya pembangunan, maka penting untuk senantiasa mempertimbangkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;karakteristik dan potensi setempat. Dalam konteks ini, masyarakat Jawa Barat yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mayoritas suku Sunda memiliki potensi, budaya dan karakteristik tersendiri. Secara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sosiologis-antropologis, falsafah kehidupan masyarakat Jawa Barat yang telah diakui&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memiliki makna mendalam adalah cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Dalam kaitan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ini, filosofi tersebut harus dijadikan pedoman dalam mengimplementasikan setiap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;rencana pembangunan, termasuk di bidang pendidikan. Cageur mengandung makna sehat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jasmani dan rohani. Bageur berperilaku baik, sopan santun, ramah, bertata krama. Bener&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaitu jujur, amanah, penyayang dan takwa. Pinter, memiliki ilmu pengetahuan. Singer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;artinya kreatif dan inovatif.Sebagai sebuah upaya mewujudkan pembangunan pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berfalsafahkan cageur, bageur, bener, pinter, tur singer tersebut, ditempuh pendekatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;social cultural heritage approach. Melalui pendekatan ini diharapkan akan lahir peran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aktif masyarakat dalam menyukseskan program pembangunan pendidikan yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;digulirkan pemerintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ADAT ISTIADAT &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UPACARA ADAT PERKAWINAN SUKU SUNDA&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adat Sunda merupakan salah satu pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pernikahannya. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. Adapun rangkaian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;acaranya dapat dilihat berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nendeun Omong, yaitu pembicaraan orang tua atau utusan pihak pria yang berminat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mempersunting seorang gadis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lamaran. Dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. Disertai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. Bawa lamareun atau sirih pinang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;komplit, uang, seperangkat pakaian wanita sebagai pameungkeut (pengikat). Cincin tidak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mutlak harus dibawa. Jika dibawa, bisanya berupa cincing meneng, melambangkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kemantapan dan keabadian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tunangan. Dilakukan ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu penyerahan ikat pinggang warna&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pelangi atau polos kepada si gadis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seserahan (3 - 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin pria membawa uang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ngeuyeuk seureuh (opsional, Jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, maka seserahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dipimpin pengeuyeuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan doa restu kepada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;disediakan berupa parawanten, pangradinan dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diiringi lagu kidung oleh pangeuyeuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disawer beras, agar hidup sejahtera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat agar memupuk kasih sayang dan giat bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. Melambangkan rumah tangga yang akan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dibina masih bersih dan belum ternoda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria). Bermakna agar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keduanya saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh. Diikuti kedua orang tua dan para tamu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan dapat dibagikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kepada saudara dan handai taulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;disayang keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upacara Prosesi Pernikahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjemputan calon pengantin pria, oleh utusan dari pihak wanita&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ngabageakeun, ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;melati kepada calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orang tua calon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akad nikah, petugas KUA, para saksi, pengantin pria sudah berada di tempat nikah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar, lalu didudukkan di sebelah kiri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang masih murni. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;surat nikah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungkeman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saweran, kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Kedua pengantin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meuleum harupat, pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Harupat disiram&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nincak endog, pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas kakinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buka pintu. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MASALAH SOSIAL DALAM MASYARAKAT SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan suku bangsa di Indonesia yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berusia tua. Bahkan, dibandingkan dengan kebudayaan Jawa sekalipun, kebudayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda sebenarnya termasuk kebudayaan yang berusia relatif lebih tua, setidaknya dalam hal pengenalan terhadap budaya tulis. "Kegemilangan" kebudayaan Sunda di masa lalu,khususnya semasa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda, dalam perkembangannya kemudian seringkali dijadikan acuan dalam memetakan apa yang dinamakan kebudayaanSunda. Dalam perkembangannya kebudayaan Sunda kini seperti sedang kehilangan ruhnya kemampuan beradaptasi, kemampuan mobilitas, kemampuan tumbuh dan berkembang, serta kemampuan regenerasi. Kemampuan beradaptasi kebudayaan Sunda, terutama dalam merespons berbagai tantangan yang muncul, baik dari dalam maupun dari luar, dapat dikatakan memperlihatkan tampilan yang kurang begitu menggembirakan. Bahkan, kebudayaan Sunda seperti tidak memiliki daya hidup manakala berhadapan dengan tantangan dari luar. Akibatnya, tidaklah mengherankan bila semakin lama semakin banyak unsur kebudayaan Sunda yang tergilas oleh kebudayaan asing. Sebagai contoh paling jelas, bahasa Sunda yang merupakan bahasa komunitas orang Sunda tampak semakin jarang digunakan oleh pemiliknya sendiri, khususnya para generasi muda Sunda. Lebih memprihatinkan lagi, menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari terkadang diidentikkan dengan "keterbelakangan", untuk tidak mengatakan primitif. Akibatnya, timbul rasa gengsi pada orang Sunda untuk menggunakan bahasa Sunda dalam pergaulannya sehari-hari. Bahkan, rasa "gengsi" ini terkadang ditemukan pula pada mereka yang sebenarnya merupakan pakar di bidang bahasa Sunda, termasuk untuk sekadar mengakui bahwa dirinya adalah pakar atau berlatar belakang keahlian dibidang bahasa Sunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adanya kondisi yang menunjukkan lemahnya daya hidup dan mutu hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kebudayaan Sunda disebabkan karena ketidakjelasan strategi dalam mengembangkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kebudayaan Sunda serta lemahnya tradisi, baca, tulis , dan lisan (baca, berbeda pendapat)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di kalangan komunitas Sunda. Ketidakjelasan strategi kebudayaan yang benar dan tahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;uji dalam mengembangkan kebudayaan Sunda tampak dari tidak adanya "pegangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bersama" yang lahir dari suatu proses yang mengedepankan prinsip-prinsip keadilan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tentang upaya melestarikan dan mengembangkan secara lebih berkualitas kebudayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda. Apalagi jika kita menengok sekarang ini kebudayaan Sunda dihadapkan pada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengaruh budaya luar. Jika kita tidak pandai- pandai dalam memanajemen masuknya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;budaya luar maka kebudayaan Sunda ini lama kelamaan akan luntur bersama waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai unsur kebudayaan Sunda yang sebenarnya sangat potensial untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dikembangkan, bahkan untuk dijadikan model kebudayaan nasional dan kebudayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dunia tampak tidak mendapat sentuhan yang memadai. Ambillah contoh, berbagai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;makanan tradisional yang dimiliki orang Sunda, mulai dari bajigur, bandrek, surabi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;colenak, wajit, borondong, kolontong, ranginang, opak, hingga ubi cilembu, apakah ada strategi besar dari pemerintah untuk mengemasnya dengan lebih bertanggung jawab agar bisa diterima komunitas yang lebih luas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lemahnya budaya baca, tulis, dan lisan ditengarai juga menjadi penyebab lemahnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;daya hidup dan mutu hidup kebudayaan Sunda. Lemahnya budaya baca telah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyebabkan lemahnya budaya tulis. Lemahnya budaya tulis pada komunitas Sunda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;secara tidak langsung merupakan representasi pula dari lemahnya budaya tulis dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;bangsa Indonesia. Fakta paling menonjol dari semua ini adalah minimnya karya-karya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tulis tentang kebudayaan Sunda ataupun karya tulis yang ditulis oleh orang Sunda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SISTEM INTERAKSI DALAM SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jalinan hubungan antara individu- individu dalam masyarakat suku Sunda dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kehidupan sehari- hari berjalan relatif positif. Apalagi masyarakat Sunda mempunyai sifat someah hade ka semah. Ini terbukti banyak pendatang tamu tidak pernah surut berada ke Tatar Sunda ini, termasuk yang enggan kembali ke tanah airnya. Lebih jauh lagi, banyaksekali sektor kegiatan strategis yang didominasi kaum pendatang. Ini juga sebuah faktayang menunjukkan bahwa orang Sunda mempunyai sifat ramah dan baik hati kepadakaum pendatang dan tamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diakui pula oleh etnik lainnya di negeri ini bahwa sebagian besar masyarakat Sunda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memang telah menjalin hubungan yang harmonis dan bermakna dengan kaum pendatang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dan mukimin. Hal ini ditandai oleh hubungan mendalam penuh empati dan persahabatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidaklah mengherankan bahwa persahabatan, saling pengertian, dan bahkan persaudaraan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari antara warga Sunda dan kaum pendatang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan urang Sunda dengan kaum pendatang dari berbagai etnik dalam konteks apa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pun-keseharian, pendidikan, bisnis, politik, dan sebagainya-dilakukan melalui&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;komunikasi yang efektif. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kesalahpahaman dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;konflik antarbudaya antara masyarakat Sunda dan kaum pendatang kerap terjadi dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kehidupan sehari-hari. Yang menjadi penyebab utamanya adalah komunikasi dari posis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;posisi yang terpolarisasikan, yakni ketidakmampuan untuk memercayai atau secara serius &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menganggap pandangan sendiri salah dan pendapat orang lain benar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkenalan pribadi, pembicaraan dari hati ke hati, gaya dan ragam bahasa (termasuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;logat bicara), cara bicara (paralinguistik), bahasa tubuh, ekspresi wajah, cara menyapa,cara duduk, dan aktivitas-aktivitas lain yang dilakukan akan turut memengaruhi berhasiltidaknya komunikasi antarbudaya dengan orang Sunda. Pada akhirnya, di balik kearifan,sifat ramah, dan baik hati orang Sunda, sebenarnya masih sangat kental sehingga halini menjadi penunjang di dalamterjalinnya system interaksi yang berjalan harmonis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;STRATIFIKASI SUKU SUNDA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Jawa Barat, yaitu masyarakat Sunda, mempunyai ikatan keluarga yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sangat erat. Nilai individu sangat tergantung pada penilaian masyarakat. Dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;demikian, dalam pengambilan keputusan, seperti terhadap perkawinan, pekerjaan, dll.,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seseorang tidak dapat lepas dari keputusan yang ditentukan oleh kaum keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam masyarakat yang lebih luas, misalnya dalam suatu desa, kehidupan masyarakatnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sangat banyak dikontrol oleh pamong desa. Pak Lurah dalam suatu desa merupakan “top&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;leader” yang mengelola pemerintahan setempat, berikut perkara-perkara adat dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keagamaan. Selain pamong desa ini, masih ada golongan lain yang dapat dikatakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sebagai kelompok elite, yaitu tokoh-tokoh agama. Mereka ini turut selalu di dalam proses pengambilan keputusan-keputusan bagi kepentingan kehidupan dan perkembangan desa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang bersangkutan. Paul Hiebert dan Eugene Nida, menggambarkan struktur masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang demikian sebagai masyarakat suku atau agraris.1&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;masyarakat umum &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan status di antara kelompok elite dengan masyarakat umum dapat terjadi berdasarkan status kedudukan, pendidikan, ekonomi, prestige sosial dan kuasa. Robert Wessing, yang telah meneliti masyarakat Jawa Barat mengatakan bahwa ada kelompok “in group” dan “out group” dalam struktur masyarakat. Kaum memandang sesamanya sebagai “in group” sedang di luar status mereka dipandang sebagai “out group. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;W.M.F. Hofsteede, dalam disertasinya Decision–making Process in Four West Java&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Villages (1971) juga menyimpulkan bahwa ada stratifikasi masyarakat ke dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelompok elite dan massa. Elite setempat terdiri dari lurah, pegawai-pegawai daerah dan pusat, guru, tokoh-tokoh politik, agama dan petani-petani kaya. Selanjutnya, petanimenengah, buruh tani, serta pedagang kecil termasuk pada kelompok massa. Informal leaders, yaitu mereka yang tidak mempunyai jabatan resmi di desanya sangat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;berpengaruh di desa tersebut, dan diakui sebagai pemimpin kelompok khusus atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;seluruh desa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan seseorang dengan orang lain dalam lingkungan kerabat atau keluarga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dalam masyarakat Sunda menempati kedudukan yang sangat penting. Hal itu bukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;hanya tercermin dari adanya istilah atau sebutan bagi setiap tingkat hubungan itu yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;langsung dan vertikal (bao, buyut, aki, bapa, anak, incu) maupun yang tidak langsung dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;horisontal (dulur, dulur misan, besan), melainkan juga berdampak kepada masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ketertiban dan kerukunan sosial. Bapa/indung, aki/nini, buyut, bao menempati kedudukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lebih tinggi dalam struktur hubungan kekerabatan (pancakaki) daripada anak, incu, alo,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;suan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula lanceuk (kakak) lebih tinggi dari adi (adik), ua lebih tinggi dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;paman/bibi. Soalnya, hubungan kekerabatan seseorang dengan orang lain akan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menentukan kedudukan seseorang dalam struktur kekerabatan keluarga besarnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menentukan bentuk hormat menghormati, harga menghargai, kerjasama, dan saling&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menolong di antara sesamanya, serta menentukan kemungkinan terjadi-tidaknya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pernikahan di antara anggota-anggotanya guna membentuk keluarga inti baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pancakaki dapat pula digunakan sebagai media pendekatan oleh seseorang untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengatasi kesulitan yang sedang dihadapinya. Dalam hubungan ini yang lebih tinggi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;derajat pancakaki-nya hendaknya dihormati oleh yang lebih rendah, melebihi dari yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sama dan lebih rendah derajat pancakaki-nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENUTUP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KESIMPULAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suku Sunda merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Jawa. Suku Sunda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memiliki kharakteristik yang unik yang membedakannya dengan masyarakat suku lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekharakteristikannya itu tercermin dari kebudayaan yang dimilikinya baik dari segi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;agama, bahasa, kesenian, adat istiadat, mata pencaharian, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebudayaan yang dimiliki suku Sunda ini menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;oleh bangsa Indonesia yang perlu tetap dijaga kelestariannya. Dengan membuat makalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;suku Sunda ini diharapkan dapat lebih mengetahui lebih jauh mengenai kebudayaan suku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunda tersebut dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan yang pada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kelanjutannya dapat bermanfaat dalam dunia kependidikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Jakarta | Sejarah Kebudayaan Jakarta</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/jakarta-sejarah-kebudayaan-jakarta.html</link><category>Budaya Jakarta</category><category>Jakarta</category><category>Sejarah Budaya Jakarta</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 22:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-3089071903001695585</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Jakarta" border="0" height="200" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/jakarta.gif" width="191" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Kebudayaan Jakarta &lt;/b&gt;~ Jakarta memang punya daya pesona luar biasa. Betapa tidak..? Kedudukannya sebagai ibukota Negara Indonesia telah memacu perkernbangannya menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat perindustrian, dan pusat kebudayaan. Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan juga dari manca negara. Unsur. seni budaya yang beranekaragam yang dibawa serta oleh para pendatang itu menjadikan wajah Jakarta semakin memukau, bagaikan. sebuah etalase yang memampangkan keindahan Jakarta ratna manikam yang gemerlapan. lbarat pintu gerbang yang megah menjulang Jakarta telah menyerap ribuan pengunjung dari luar dan kemudian bermukim sebagai penghuni tetap. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari empat abad lamanya arus pendatang dari luar itu terus mengalir ke Jakarta tanpa henti-hentinya. Bahkan sampai detik inipun kian hari tampak semakin deras, sehingga menambah kepadatan kota. Pada awal pertumbuhannya Jakarta dihuni oleh orang-orang Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Melayu, dan dari beberapa daerah lainnya, di samping orang-orang Cina, Belanda, Arab, dan lain-lain, dengan sebab dan tujuan masing- masing. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budayanya sendiri Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar penduduk, adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis Kreol, pengaruh orang-orang Portugis yang lebih dari satu abad malang melintang berniaga sambil menyebarkan kekuasaanya di Nusantara. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Jakarta dan sekitarnya berangsur-angsur terjadi pembauran antar suku bangsa, bahkan antar bangsa, dan lambat laun keturunannya masing- masing kehilangan ciri-ciri budaya asainya. Akhirnya sernua unsur itu luluh lebur menjadi sebuah kelompok etnis baru yang kemudian Betawi etnis baru yang kemudian dikenal dengan sebutan masyarakat Betawi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. Namun bila dikaji pada permukaan wajahnya sering tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian Betawi itu sering menunjukkan persarnaan dengan kesenian daerah atau kesenian bangsa lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang ditengah kehidupan seni budayanya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya, tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaannya itu. Demikian pulalah sikap terhadap keseniannya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan ciriciri ke Betawiannya, terutama pada seni pertunjukkannya.. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman di lingkungan istana dengan penuh pengabdian terhadap seni, kesenian Betawi justru tumbuh dan berkernbang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaannya. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalarn pesta-pesta rakyat adalah ondel-ondel. Nampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yangsenantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyarnan barnbu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalarnnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki di cat dengan warna merah, sedang yang perempuan dicat dengan warna putih Bentuk pertunjukan ini banyak persamaannya dengan yang terdapat di beberapa daerah lain. Di Pasundan dikenal dengan sebutan Badawang, di Jawa Tengah disebut Barongan Buncis, di Bali barong landung. Menurut perkiraan jenis pertunjukan itu sudah ada sejak sebelum tersebarnya agama Islam di Pulau Jawa. Semula ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan. Dewasa ini ondel-ondel biasanya digunakan untuk to menambah semarak pesta- pesta rakyat atau untuk penyambutan tamu terhormat, misainya pada peresmian gedung yang baru selesai dibangun. Betapapun derasnya arus modernisasi, ondel-ondel ternyata masih tetap bertahan dan menjadi penghias wajah kota metropolitan Jakarta. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia musik Betawi terdapat perbauran yang harmonis antara unsur priburni dengan unsur Cina, dalam bentuk orkes gambang kromong yang tampak pada alat-alat musiknya. Sebagian alat seperti gambang,kromong, kemor, kecrek, gendang, kempul dan gong adalah unsur pribumi, sedangkan sebagian lagi berupa alat musik gesek Cina yakni kongahyan, tehyan, dan skong. Dalam lagu-lagu yang biasa dibawakan orkes tersebut, rupanya bukan saja terjadi pengadaptasian, bahkan pula pengadopsian lagu-lagu Cina yang disebut pobin, seperti pobin mano Kongjilok, Bankinhwa, Posilitan, Caicusiu dan sebagainya. Biasanya disajikan secara instrumental. Terbentulknya orkes gambang kromong tidak dapat dilepaskan dari Nie Hu-kong, seorang pemimpin golongan Cina &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pertengahan abad ke- delapan belas di Jakarta, yang dikenal sebagai penggemar musilk. Atas prakarsanyalah terjadi penggabungan alat-alat musik yang biasa terdapat dalarn gamelan pelog slendro dengan yang dari Tiongkok. Terutama orang- orang peranakan Cina, seperti halnya Nie Hu-kong, lebih dapat menikmati tarian dan nyanyian para ciokek, yaitu para penyanyi ciokeks merangkap penari pribumi yang biasa diberi nama bunga-bunga harurn di Tiongkok, seperti Bwee Hoa, Han Siauw, Hoa, Han Siauw dan lain-lain. Pada masa-masa lalu orkes garnbang kromong hanya dimiliki oleh babah- babah peranakan yang tinggal di sekitar Tangerang dan Bekasi, selain di Jakarta sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini orkes gambang kromong biasa digunakan untuk mengiringi tari pertunjukan kreasi baru, pertunjukan kreasi baru, seperti tari Sembah Nyai, Sirih Kuning dan sebagainya, disamping sebagai pengiring tari pergaulan yang disebut tari cokek. Sebagai pembukaan pada tari cokek ialah wawayangan. Penari cokek berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irarna garnbang kromong. Rentangan tangannya setinggi bahu meningkah gerakan kaki. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu mereka Setelah itu mereka untuk menari bersarna,dengan mengalungkan selendang pertama-tama kepada tarnu yang dianggap paling terhormat. Bila yang diserahi selendang itu bersedia ikut menari maka mulailah mereka ngibing, menari berpasang-pasangan. Tiap pasang berhadapan pada jarak yang dekat tetapi tidak saling bersentuhan. Ada kalanya pula pasangan-pasangan itu saling membelakangi. Kalau tempatnya cukup leluasa biasa pula ada gerakan memutar dalam lingkaran yang cukup luas. Pakaian penari cokek biasanya terdiri atas baju kurung dan celana panjang dari bahan semacam sutera berwarna. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang berwarna merah menyala, hijau, ungu, kuning dan sebagainya, polos dan menyolok. Di ujung sebelah bawah celana biasa diberi hiasan dengan kain berwarna yang serasi. Selembar selendang panjang terikat pada pinggang dengan kedua ujungnya terurai ke bawah Rambutnya tersisir rapih licin ke belakang. Ada pula yang dikepang kemudian disanggulkan yang bentuknya tidak begitu besar, dihias dengan tusuk ronde bergoyang-goyang. Orkes gambang kromong biasa pula mengiringi teater lenong. Teater rakyat Betawi ini dalam beberapa segi tata pentasnya mengikuti pola opera Barat, dilengkapi dekor dan properti lainnya, sebagai pengaruh komedi stambul, komedi ala Barat berbahasa Melayu, yang berkernbang pada awal abad ke- duapuluh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini dikenal dua macam lenong. Bila yang dibawakan adalah cerita- cerita kerajaan atau cerita bangsawan, disebut lenong denes, sedang bila ceritanya diangkat dari kehidupanrakyat atau jagoan disebut lenong preman. Lenong denes dapat dianggap sebagai pekembangan dari beberapa bentuk teater rakyat Betawi yang dewasa ini telah punah, yaitu wayang sumedar, senggol, dan wayang dermuluk. Sedang lenong preman adalah perkembangan dari wayang sironda. Bahasa yang dipergunakan dalam lenong denes adalah bahasa Melayu Tinggi, yaitu variasi bahasa Melayu ihalusi yang struktur dan perbendaharaan katanya bersifat Malayu Klasik. Bahasa yang dipergunakan dalam lenong preman adalah dialek Betawi sehari- hari, sehingga sangat kornunikatif dan akrab dengan penontonnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengaruh Eropa yang kuat pada salah satu bentuk musik rakyat Betawi, tampak jelas pada orkes tanjidor, yang biasa menggunakan klarinet, trombon, piston, trompet dan sebagainya. Alat-alat musik tiup yang sudah berumur lebih dari satu abad masih banyak digunakan oleh grup-grup tanjidor. Mungkin bekas alat-alat musik militer pada masa jayanya penguasa kolonial [tempo doeloe] Dengan alat-alat setua itu tanjidor biasa digunakan untuk mengiringi helaran atau arak-arakan pengantin Membawakan lagu-lagu barat berirama imarsi dan [Wals] yang susah sulit dilacak asal-usulnya, karena telah disesuaikan dengan selera dan kemampuan ingatan panjaknya dari generasi kegenerasi. Orkes tanjidor mulai timbul pada abad ke 18. VaIckenier, salah seorang Gubernur Jenderal Belanda pada jaman itu tercatat memiliki sebuah rombongan yang terdiri dari 15 orang pemain alat musik tiup, digabungkan dengan pemain gamelan, pesuling Cina dan penabuh tambur Turki, untuk memeriahkan berbagai pesta. Karena biasa dimainkan oleh budak-budak, orkes demikian itu dahulu disebut Slaven-orkes. Dewasa ini tanjidor sering ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu dan untuk memeriahkan arak-arakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musik Betawi lainnya yang banyak memperoleh pengaruh Barat adalah kroncong tugu yang konon berasal dari Eropa Selatan. Sejak abad ke 18 musik ini berkembang di kalangan Masyarakat Tugu, yaitu sekelompok masyarakat keturunan golongan apa yang disebut Mardijkers, bekas anggota tentara Portugis yang dibebaskan dari tawanan Belanda. Setelah beralih dari Katolik menjadi Protestan, mereka ditempatkan di Kampung Tugu, dewasa ini termasuk wilayah Kecamatan Koja, Jakarta Utara, dengan jemaat dan gereja tersendiri yang dibangun pertama kali pada tahun 1661. Pada masa-masa yang lalu keroncong ini dibawakan sambil berbiduk-biduk di sungai di bawah sinar bulan, disamping untuk pertunjukan, bahkan untuk mengiringi lagu-lagu gerejani. Alat-alat musik keroncong tugu masih tetap seperti tiga abad yang lalu, terdiri dari keroncong, biola, ukulele, banyo, gitar, rebana, kernpul, dan selo. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal kosturn ada satu hal yang unik, yaitu tiap mengadakan pertunjukan dirnana saja dan kapan saja, para pernainnya selalu mengenakan syal yang dililitkan pada leher masing-masing. Sedangkan para pemusik wanita mengenakan kain kebaya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musik Betawi yang berasal dari Timur Tengah adalah orkes gambus. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, misalnya untuk memeriahkan pesta perkawinan, orkes gambus digunakan untuk mengiringi tari zafin, yakni tari pergaulan yang lazimnya hanya dilakukan oleh kaum pria saja. Tetapi sekarang ini sudah mulai ada yang mengembangkannya menjadi tari pertunjukan dengan mengikutsertakan penari wanita. Di samping orkes gambus, musik Betawi yang menunjukkan adanya pengaruh Timur Tengah dan bernafaskan agama Islam adalah berbagai jenis orkes rebana. Berdasarkan alatnya, sumber sair yang dibawakannya dan latar belakang sosial pendukungnya rebana Betawi terdiri dari bermacam-macam jenis dan nama, seperti rebana ketimpring, rebana ngarak, rebana dor dan rebana biang. Sebutan rebana ketimpring mungkin karena adanya tiga pasang kerincingan yakni semacam kecrek yang dipasang pada badannya yang terbuat dari kayu. Kalau rebana Ketimpring digunakan untuk memeriahkan arak-arakan, misainya mengarak pengantin pria menuju rurnah mempelainya biasanya disebut rebana ngarak, disamping ada yang menggunakan rebana khusus untuk itu, yang ukurannya lebih kecil. Syairsyair yang dinyanyikan selarna arak-arakan antara lain diarnbil dari kitab Diba atau Diwan Hadroh. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rebana ketimpring yang digunakan untuk mengiringi perayaan - perayaan keluarga seperti kelahiran, khitanan, perkawinan dan sebagainya, disebut rebana maulid. Telah menjadi kebiasaan di kalangan orang Betawi yang taat kepada agarnanya untuk membacakan syair yang menuturkan riwayat Nabi Besar Muhammad SAW. sebagai acara utamanya yang sering kali diiringi rebana maulid. Syair-syair pujian yang biasa disebut Barjanji, karena diambil dari kitab Syaraful Anam karya Syeikh Barzanji. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rebana dor biasa digunakan mengiringi lagu lagu atau yalil seperti Shikah, Resdu, Yaman Huzas dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rebana kasidah (qosidah) seperti keadaannya dewasa ini merupakan perkernbangan lebih lanjut dari rebana dor. Lirik lirik lagu yang dinyanyikannya tidak terbatas pada lirik-lirik berbahasa Arab, melainkan banyak pula yang berbahasa Indonesia. Berlainan dengan jenis jenis rebana lainnya, pada rebana qasidah dewasa ini sudah lazim kaum wanita berperan aktif, baik sebagai penabuh maupun sebagai pembawa vokal. Dengan dernikian rebana kasidah lebih menarik dan sangat populer. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orkes rebana biang di samping untuk membawakan lagu berirama cepat tanpa tarian yang disebut lagu-lagu zikir, biasa pula digunakan untuk mengiringi tari belenggo. sebagaimana umumnya tarian rakyat, tari belenggo tidak memiliki pola tetap. Gerak tarinya tergantung dari perbendaharaan gerak-gerak silat yang dimiliki penari bersangkutan. Biasanya tari belenggo dilakukan oleh anggota grup rebana biang sendiri secara bergantian. Kalau pada masa-masa lalu tari belenggo hanya merupakan tari kelangenan, dewasa ini sudah berkembang menjadi tari pertunjukan dengan berpola tetap. Di samping itu orkes rebana biang biasa digunakan sebagai pengiring topeng belantek yaitu salah satu teater rakyat Betawi yang hidup di daerah pinggiran Jakarta bagian Selatan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orkes samrah berasal dari Melayu sebagaimana tampak dari lagu-lagu yang dibawakan seperti lagu Burung Putih, Pulo Angsa Dua, Sirih Kuning, dan Cik Minah dengan corak Melayu, disamping lagu lagu khas Betawi, seperti Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang-lenggang Kangkung dan sebagainya. Tarian yang biasa di iringi orkes ini disebut Tari Samrah. Gerak tariannya menunjukkan persarnaan dengan umumnya tari Melayu yang mengutamakan langkah langkah dan lenggang lenggok berirama, ditarnbah dengan gerak-gerak pencak silat, seperti pukulan, tendangan, dan tangkisan yang diperhalus. Biasanya penari samrah turun berpasang-pasangan. Mereka menari diffingi nyanyian biduan yang melagukan pantun-pantun bertherna percintaan dengan ungkapan kata-kata merendahkan diri seperti orang buruk rupa hina papa tidak punya apa-apa &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tari Betawi yang sepenuhnya merupakan aneka gerak pencak silat disebut tari silat. Tari ini ada yang diiringi tabuhan khusus yang disebut gendang pencak. Iringan lainnya yang juga bisa digunakan ialah garnbang kromong, gamelan topeng dan lain-lain. Di kalangan masyarakat Betawi terdapat berbagai aliran silat seperti aliran Kwitang, aliran Tanah Abang, aliran Kemayoran dan sebagainya. Gaya-gaya tari silat yang terkenal antara lain gaya seray, gaya pecut, gaya rompas dan gaya bandul. Tari silat Betawi menunjukkan aliran atau gaya yang diikuti penarinya masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada gamelan ajeng, di samping ada pengaruh Sunda juga tampak adanya unsur Bali seperti pada salah satu lagu yang biasa diiringinya yang disebut lagu Carabelan atau Cara Bali. Pada awainya garnelan ini bersifat mandiri sebagai musik upacara saja. Dalarn perkembangan kemudian biasa digunakan untuk mengiringi tarian yang disebut Belenggo Ajeng atau Tar! Topeng Gong. Orkes ini juga berfungsi sebagai pengiring wayang kulit atau wayang wong yaitu salah satu unsur kesenian Jawa yang diadaptasi oleh masyarakat Betawi terutama di pinggiran Jakarta. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musik Betawi lainnya yang banyak menyerap pengaruh Sunda adalah gamelan topeng. Disebut dernikian karena gamelan tersebut digunakan untuk mengiringi pagelaran teater rakyat yang kini dikenal dengan sebutan topeng Betaw Popularitas topeng Betawi bagi masyarakat pendukungnya adalah kemampuannya untuk menyampaikan kritik social yang tidak terasa mengpenggeli hati. Salah satu contohnya adalah lakon pendek Bapak jantuk, tampil pada bagian akhir pertunjukan yang sarat dengan nasehat- nasehat bagi ketenteraman berumah tangga. Di antara tarian-tarian yang biasa disajikan topeng Betawi adalah Tari Lipetgandes, sebuah tari yang dijalin dengan nyanyian, lawakan dan kadang-kadang dengan sindiran-sindiran tajam menggigit tetapi lucu. Tari- tari lainnya cukup banyak memiliki ragam gerak yang ekspresif dan dinamis, seperti Tari Topeng Kedok, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Enjot-enjotan dan Gegot. Tari-tarian tersebut bukan saja digemari oleh para pendukung aslinya, tetapi juga telah banyak mendapat tempat di hati masyarakat yang lebih luas, termasuk kelompok etnis lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa penata tari kreatif telah berhasil menggubah beberapa tari kreasi baru dengan mengacu pada ragam gerak berbagai tari tradisi Betawi, terutama rumpun Tari Topeng. Tari kreasi baru itu antara lain adalah Tari Ngarojeng, Tari Ronggeng Belantek, Gado-gado Jakarta. Karya tari ini ternyata mampu memukau penonton, bahkan juga sampai pada Forum Internasional yaitu dalam Festival Tari Antar Bangsa.. Berbagai seni pertunjukan tradisional Betawi telah berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan masyarakat pendukungnya serta merupakan daya pesona tersendiri pada wajah kota Jakarta Untuk dapat menilkmati dan menilainya tiada cara lain yang lebih tepat kecuali menyaksikannya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah  Provinsi Lampung</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/sejarah-provinsi-lampung.html</link><category>Bandar Lampung</category><category>Lampung</category><category>Provinsi</category><category>Sejarah Lampung</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 13:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-6625626427452512000</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Lampung" border="0" height="146" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/lampung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah  Provinsi Lampung&lt;/b&gt; ~ Dengan didahului oleh suatu Keputusan Bersama dari seluruh Bupati / Kepala daerah dan Residen Lampung pada tahun 1962 tercetuslah “PETITIE” penuntutan agar Keresidenan Lampung diubah statusnya menjadi DASWATI I LAMPUNG dan terpisah dan Daswati I Seumatera Selatan. Maka dengan landasan itu pula atas dorongan hasjrat rakyat Lampung yang bergelora untuk memperoleh Status Daswati I bagi Daerah Lampung, maka oleh 9 Partai Politik yang ada pada waktu itu, diambil inisiatif membentuk sebuah Panitia untuk menyalurkan hasrat dan keinginan rakyat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena pada waktu itu Negara kita masih dalam keadaan Darurat Perang (S.O.B.), maka pembentukan Panitia itu menempuh jalan yang berliku-liku, sehingga sudah dapat dibayangkan bahwa untuk menembus segenap rintangan-rintangan yang bakal timbul, maka Panitia ini harus merupakan panitia dari seluruh rakyat daerah Lampung. Oleh sebab itu segenap rakyat yang terorganisir haruslah terwakili dalam Panitia ini, sedangkan 9 Partai Politik tersebut menjadi Badan Eksekutif daripada Panitia yang akan mewakili Panitia dalam usaha dan perjuangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perundingan-perundingan dilakukan secara rahasia dan tertutup dan dalam perundingan pertama bulan Februari 1963, menghasilkan hal-hal yang berkenaan dengan bentuk, susunan dan program Panitia dalam garis besarnya. Sesudah diperhitungkan masak-masak dipersiapkan rumusan-rumusan dan teks-teks pernyataan dan lain sebagainya, maka segenap organisasi massa / rakyat dan seluruh Cabang-cabang Partai Politik se-daerah Lampung oleh Panitia diundang dalam rapat tanggal 5 Maret 1963 untuk meresmikan berdirinya Panitia dan mengesyahkan Program Perjuangan Penuntutan Berdirinya daswati I Lampung, bertempat di Gedung B.P.R Tanjungkarang, tetapi rapat ini tidak dapat diteruskan Karena tidak dapat perkenaan dari Penguasa Perang pada waktu itu. Sementara sebagian Panitia Eksekutif mempertanggungjawabkan hal tersebut kepada Penguasa Perang, maka seluruh wakil-wakil Partai Politik / Organisasi berkumpul di Kantor Panitia meneruskan rapat, dimana baik susunan ataupun program perjuangan Panitia mendapat mendapat restu dan dukungan Sepenuhnya, maka baru pada tanggal 7 Maret 1963 Panitia ini dapat diresmikan berdirinya. Untuk mensukseskan perjuangan Panitia guna malaksanakan program perlu dibentuk Perwakilan-perwakilan Panitia di Palembang dan di Jakarta yang oleh Panitia diserahkan kepada Sdr. Achmad Ibrahim sebagai Pimpinannya dengan tugas sebagai Penghubung Panitia dengan Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Selatan dan pemerintah Pusat di Jakarta, untuk memperjuangkan WADAH Daswati I Lampung. Selain dari pada berbagai-bagai pihak masyarakat Lampung, juga Pemuda-pemuda Pelajar dan Mahasiswa tidak ketinggalan telah memberikan bantuan yang tidak sedikit, sehingga sangat berpengaruh akan terlaksananya tuntutan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah melalui bermacam-macam proses dalam memperjuangkan WADAH Daswati I Lampung, baik oleh Pejabat-pejabat Pemerintah Keresidenan Lampung maupun perjuangan panitia dengan dibantu oleh segenap potensi masyarakat Lampung, maka sebagai realisasi dari tuntutan tersebut pada tanggal 7 Januari 1964 diadakan Rapat Dinas oleh Gubernur / Kepala Daerah Sumatera Selatan yang dihadiri oleh Catur Tunggal, Para Bupati / Kepala Daerah: Walikota / Kepala Daerah, Anggaota-anggota DPRGR / BPH Tingkat I dan Ketua-ketua Front Nasional se-Keresidenan Lampung, dalam rapat mana Gubernur / Keapala Daerah Sumatera Selatan menyatakan berhubung akan dibentuknya Daswati I Lampung, maka dalam rapat tersebut dibicarakan mengenal persiapan-persiapan pembentukan Daswati I Lampung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 14 Desember 1963 Nomor : BK/2103/5-472, A. 17/1313-3. oleh Pemerintah Daerah Sumatera Selatan dengan Surat keputusannya tanggal 8 Januari 1964 Nomor : L.5/1964, oleh Pemerintah Pusat pada prinsipnya telah menyetujui pembentuka Daerah Swatantra Tingkat I Lampung dalam waktu sesingkat-singkatnya, maka dibentuk Team Asistensi, yang terdiri dari :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketua                              : Anwar glr Datuk Madjo Basa Man Kuning, Pegawai Tinggi Ketataprajan Tingkat I Departemen Dalam Negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wakil Ketua                      : Hi. Zainal Abidin Pagar Alam, Residen Lampung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekretaris                        : R. Junada S.H. Pembantu Utama Sekretaris Daerah Bendaharawan Tingkat I Sumatera Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembantu-pembantu        : 1.  Hi. Mursyid Alamsyah Carapeboka, Bupati dpb Kantor Residen Lampung, Pembantu Sekretaris.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. R. Achmad, Sekretaris Kersidenan Lampung, Pembantu Bendaharawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tugas-tugas Team Asistensi yaitu membantu Gubernur / Kepala Daerah Sumatera Selatan dalam usahanya mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemindahan hak, tugas kewajiban dan wewenang dalam urusan Pemerintah dari Pemerintah Sumatera Selatan kepada Pemerintah Daerah Lampung yang akan dibentuk itu antara lain mengenai:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Saoal-soal kepegawaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Soal-soal harta benda (bergerak atau tidak bergerak, passiva dan activa).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Urusan-urusan dari instansi Tingkat I Sumatera Delatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Dan lain-lain persiapan Organisasi Pemerintah Daerah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Team Asistensi tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan telah melaporkan hasilnya kepada Gubernur / Kepala Daerah Sumatera Selatan untuk bahan persiapan pembentukan Daswati I Lampung Tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 3 Tahun 1964, maka terbentuklah Daerah Swatantra Tingkat I Lampung dengan mengubah Undang-undang Nomor : 25 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tigkat I Sumatera Selatan, maka Dati I Sumatera Selatan diubah menjadi Dati I Sumatera Selatan dengan memisahkan wilayah yang meliputi Daerah-daerah Tingkat II Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan dan Kotapraja Tanjungkarang / Telukbetung, dan memebentuk Dati I Lampung yang meliputi daerah-daerah tersebut diatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Behubung dengan itu menurut pasal 6 Perpu No. 3 Tahun 1964 tersebut, ketentuan-ketentuan berdasarkan Peraturan-peraturan Negara dan Daerah yang berlaku bagi Dati I Lampung ; sampai saat ketentuan-ketentuan itu ditambah, diganti atau dicabut, demikian pula dalam pasal 13 ditetapkan untuj menyiapkan perlengkapan pertama Organisasi Pemerintah Daerah Tingkat I Lampung dalam jangka waktu 3 tahun disediakan biaya yang diperlukan dalam Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 16 Maret 1964 oleh Bapak Hi. Zainal Abidin Pagar Alam Residen Lampung telah mengadakan rapat pembentukan Panitia Penyelenggara Peresmian Daswati I Lampung yang dihadiri oleh Catur Tunggal Keresidenan Lampung, Para Bupati / Walikota Kepala Daerah ; Kepala-kepala Jawatan / Instansi dan Panitia Besar Perjuangan Penuntutan Daswati I Lampung, yaitu untuk merealisir pembentukan Daswati I Lampung berdasar Perpu No. 3 Tahun 1964, sebagai hasil pembicaraan-pembicaraan beliau di Jakarta dengan Departemen dalam Negeri, Gubernur / Kepala Daerah Sumatera Selatan dan Pejabat Gubernur Lampung Bapak Kusno Dhanupojo, yang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 1964.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 18 Maret 1964 Pak Kusno Dhanupojo Pj. Gubernur Lampung yang telah di lantik oleh Menteri Dalam Negeri tiba di Lampung bersama-sama Bapak Eny Karim yang mewakili Menteri Dalam Negeri beserta rombongan dan rombongan Catur Tunggal dari Sumatera Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 18 Maret 1964 jam 20.00 WIB terjadilah detik-detik bersejarah, upacara serah terima Pemerintah Daerah dari Gubernur / Kepala Daerah, Ketua DPRGR Sumatera Selatan kepada Pj. Gubernur / Kepala Daerah / dipersaksikan oleh Bapak Eny Karim sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 19 Maret 1964 diadakan rapat Dinas Daswati I Lampung yang pertama dengan semua Kepala-kepala daerah Tingkat II Lampung Utara, Lampugn Tengah, Lampung Selatan dan Walikota / Kepala Daerah Kotapraja Tanjungkarang / Telukbetung, kemudian diadakan rapat dinas dalam rangka pembentukan Dinas-dinas serta Jawatan Neveau Dati I Lampung dengan Kepala-kepala Dinas serta Kepala-kepala Jawatan Dati I Sumatera Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan surat keputusan Gubernur / Kepala Daerah Lampung tanggal 26 Maret 1964 Nomor : 1/G/B-III/1964, ditetapkan susunan Organisasi dan Tata kerja Sekretariat Pemerintah Daerah, Daerah Tingkat I Lampung, Tata Kerja dan tugas masing-masing Biro dan Bagian-bagian, dengan pejabat Kepala tiap-tiap Biro yang pertama kali ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur / Keplaa Daerah Lampung tanggal 27 Maret 1964 Nomor : 21?UP/1964.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan Surat Keputusan Gubernur / Kepala Daerah Lampung tanggal 21 April 1964 Nomor : 3/G/B-III/1964, dibentuk pula Dinas-dinas Tingkat I Daerah Lampung, yang terdiri dari 13 Dinas, masing-masing :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Dinas Pertanian Rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Dinas Kehewanan dan Peternakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Dinas Kehutanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Dinas Karet Rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Dinas Perikanan Darat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Dinas Perikanan Laut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Dinas Pekerjaan Umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Dinas Lalu Lintas Jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Dinas Perindustrian Rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Dinas Kesehatan Rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Dinas Sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Dinas Pendidikan Darar dan Kebudayaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Dinas Kesejahteraan Buruh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dengan surat keputusan Gubernur / Kepala Daerah Lampung tanggal 29 Juni 1964 Nomor : 63/UP/1964, ditetapkan pengangkatan Pejabat-pejabat Kepala Dinas Tingkat I Lampung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berhubung telah selesainya tugas-tugas Team Asistensi dalam penyempurnaan penyusunan-penyusunan Organisasi Pemerintah Daerah Swatantra Tingkat I Lampung dan kelengkapan-kelengkapannya termasuk aparat Daerah yang terdiri dari Dinas-dinas Otonom Tingkat I dan lain-lain, maka pada tanggal 1 Mei 1964 Team Asistensi yang diketuai oleh Pak Hi. Zainal Abidin Pagar Alam Residen Lampung, dibubarkan sedang Badan Legeslatif dan lain-lain, terus dilengkapi dan disempurnakan dengan berjalan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Palembang  |  Arti Nama Palembang</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/sejarah-palembang-arti-nama-palembang.html</link><category>Arti Nama Palembang</category><category>Palembang</category><category>Sejarah Palembang</category><category>Sumatera Selatan</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 13:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-5755549090567612846</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Palembang" border="0" height="125" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/palembang.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Palembang | Arti Nama Palembang&lt;/b&gt; ~  Nama Palembang banyak mempunyai arti. Pengertian yang mendekati kenyataan adalah apa yang diterjemahkan oleh R.J.Wilkinson dalam kamusnya ‘A Malay English Dictionary’ (Singapore, 1903): lembang adalah tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air. Menurut Kamus Dewan (karya Dr. T.Iskandar, Dewan Bahasa dan Pustaka, 1986), lembang berarti lembah, tanah lekuk, tanah yang rendah. Untuk arti lain dari lembang adalah tidak tersusun rapi, terserak-serak. Sedangkan menurut bahasa Melayu, lembang berarti air yang merembes atau rembesan air. Arti Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut I.J. van Sevenhoven (Lukisan tentang Ibukota Palembang, Bhratara, Jakarta, 1971, hlm. 12), Palembang berarti tempat tanah yang dihanyutkan ke tepi, sedangkan Stuerler menerjemahkan Palembang sebagai tanah yang terdampar. Pengertian Palembang tersebut kesemuanya menunjukkan tanah yang berair. lni tidak jauh dari kenyataan yang ada, bahkan pada saat sekarang, yang dibuktikan oleh data statistik tahun 1990, bahwa masih terdapat 52,24% tanah yang tergenang di kota Palembang. Sebagai catatan tambahan, di Kotamadya sekarang ini masih tercatat sebanyak 117 buah anak-anak sungai yang mengalir di tengah kota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Daerah pesisir timur laut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat menentukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapan Nama Palembang ‘Lahir’?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapan nama Palembang “lahir” tepatnya belum dapat diperkirakan. Apakah nama ini lahir sejak Sriwijaya runtuh atau sebaliknya nama Palembang lahir lebih dahulu sebelum nama Sriwijaya “lahir”. Dari sumber Cina, yaitu kronik Chu-fan-chi, karya Chau Ju-kua tahun 1225, disebutkan nama Pa-lin-fong (Palembang), adalah salah satu bawahan San-fo-tsi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wang Ta-yuan dalam catatan perjalanannya Tao-i chih-lio (1349-1350), membedakan antara San-fo-tsi dengan Ku-kang (Kiu-Kiang), yaitu dua buah nama dan tempat yang berbeda. Menurut Ma-huan dalam Ying-yai-Sheng-lan ditulis tahun 1416, menyatakan bahwa Ku-kang adalah negeri yang dahulunya disebut San-fo-tsi (San-bo-tsai).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kronik-kronik Cina, sebagian mengatakan bahwa pengertian San-fo-tsi dapat berarti Palembang dan juga Jambi. J.L.Moens mempertegas bahwa yang disebut kerajaan San-fo-tsi bukan hanya satu kerajaan saja, dia menyarankan bahwa ahli sejarah harus membedakan “San-fo-tsi Palembang” dan “San-fo-tsi Melayu”. Sayangnya J.L. Moens tidak tuntas menyelesaikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak penulis sejarah berpendapat kekeliruan penulisan Cina karena San-fo-tsi (Suarnabhumi atau Pulau Emas) dengan hanya menyebutkan nama pulaunya saja, tidak mendetil dengan nama-nama kerajaan di bagian pulau tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama Palembang pada zaman klasik, selain dalam catatan kronik Cina, juga tertulis dalam Nagarakertagama karangan Prapanca pada tahun 1365. Di dalam Pupuh XIII disebutkan negara-negara bawahan Majapahit di daerah Melayu adalah; Jambi, Palembang, Dharmasraya, Toba dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah zaman Islam nama Palembang menjadi populer dengan dimuatnya di dalam Babad Tanah Jawi (1680) dan Sejarah Melayu (1612). Sejarah Melayu aslinya ditulis sekitar tahun 1511, ditulis kembali dari pelbagai versi, antaranya oleh Abdullah ibn Abdulkadir Munsyi yang menulis kembali teks tahun 1612. Teks yang menceritakan Palembang dari Sejarah Melayu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ada sebuah negeri di tanah Andalas, Perlembang namanya, Demang Lebar Daun nama rajanya, asalnya daripada anak-cucu Raja Sulan; Muara Tatang nama sungainya. Adapun negeri Perlembang itu, Palembang yang ada sekarang inilah. Maka Muara Tatang itu ada sebuah sungai, Melayu namanya; di dalam sungai itu ada sebuah bukit Seguntang Mahameru namanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Provinsi Riau</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/sejarah-provinsi-riau.html</link><category>Pekan Baru</category><category>Provinsi Riau</category><category>Riau</category><category>Sejarah Provinsi Riua</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 12:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-3042467148411935667</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Riau" border="0" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/Riua.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Provinsi Riau&lt;/b&gt; ~ Nah kali ini &lt;b&gt;Blog Nusatara | Indo One&lt;/b&gt; mengulas tentang sedikit sejarah Provinsi Riua, yang saya dapat dari artikel sahabat &lt;b&gt;blogger Pekan Baru&lt;/b&gt;, Provinsi Riau terbentuk tahun 1957 dengan Tanjung pinang sebagai ibukota sementara. Dikemudian hari ibukota Riau dipindah ke Pekanbaru. Tokoh yang menduduki jabatan gubernur Riau pertama adalah S.M. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah di Riau  terkait erat dengan &lt;b&gt;Kerajaan Sriwijaya&lt;/b&gt;. Sejumlah ahli sejarah berpendapat bahwa kerajaan ini berpusat di Palembang karena disana ditemukan prasasti peninggalan Sriwijaya. Beberapa ahli sejarah lain mengatakan bahwa puat Kerajaan Sriwijaya adalah di Muaratakus (Riau). Masa kajayaan Kerajaan Sriwijaya adalah antara abad ke 11 sampai abad ke 12. ketika itu kekuasaan Kerajaan Sriwijaya meliputi eluruh wilayah Indonesia bagian barat dan seluruh Semenanjung Melayu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasca keruntuhan Kerajaan Sriwijaya, di Riau muncul beberapa kerajaan. Salah satu kerajaan besar adalah Kerajaan Malaka yang didirikan oleh Prameswara pada awal abad ke 14. Kerajaan Malaka mencapai puncak kejayaannya pada era pemerintahan Sultan Muhammad Iskandar Syah pada awal abad ke 15. Kejayaan Malaka ini tidak lepas dari peran panglima angkatan lautnya, yaitu, Laksamana Hang Tuah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuasaan Kerajaan Malaka berakhir tanggal 10 Agustus 1511. ketika itu, Ketika itu, Malaka ditaklukan oleh Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Sultan Mahmud Syah I yang berhasil menyelamatkan diri dari gempuran Portugis kemudian membangun kerajaan baru di Bintan. Kerajaan Melayu ini mewarisi kekuasaan Kerajaan Malaka yang meliputi Kelantan, Perak, Trenggano, Pahang, Johor, Singapura, Bintan, Lingga, Inderagiri, Kampar, Siak, dan Rokan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah merasa kuat, Sultan Mahmud Syah I merencanakan untuk melancarkan serangan  balasan terhadap Portugis di Malaka. Dia kemudian melancarkan serangan berturut-turut tahun 1515, 1516, 1519, 1523, dan 1524. namun semua serangan tersebut tidak berhail menggoyahkan pertahanan Portugis. Bahkan kemudian Portugis melancarkan serangan balasan tahun 1526 dan berhasil menguasai Bintan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sultan Mahmud Syah I meninggal dunia tahun 1528 di Pekantua. Posisinya digantikan oleh putranya, yaitu, Sultan Alauddin Riayat Syah II. Dia melanjutkan kebijakan ayahnya dalam menyikapi penjajah. Pada masa kekuasaannya terjadi banyak peperangan melawan Portugis. Berbagai peperangan tersebut menelan korban jiwa yang tidak sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Kerajaan Melayu juga terlibat dalam beberapa kali pertempuran melawan Kerajaan Aceh. Hubungan anrata Melayu dan Aceh semakin memanas ketika Melayu menjalin kerjasama dengan Belanda untuk menghancurkan Portugis di Malaka. Permusuhan antara kedua kerajaan tersebut berlangsung sampai Aceh mulai surut sepeninggal Sultan Iskandar Muda yang meninggal dunia tahun 1636.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, kekuatan Kerajaan Melayu terpusat untuk menghancurkan Portugis di Malaka. Pada bulan Juni 1640, Kerajaan Melayu yang bekerjasama dengan Belanda melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka. Portugis kalah pada bulan Januari 1641.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan baik Kerajaan Melayu dengan Belanda berlangsung sampai tahun 1784. Tanggal 30 Oktober 1784, Kerajaan Melayu diserang Belanda dan ditaklukkan. Kerajaan Melayu kemudian mengakui kekuasaan Belanda, mulailah era kolonialisme di Keranaan Melayu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai mana daerah lain di Indonesia, di Riau terjadi berbagai perlawanan bersenjata terhadap kolonialisme. Perlawanan besar dilakukan rakyat di daerah Rokan di bawah pimpinan Tuanku Tambusai (1820-1839). Sebelum berjuang melawan Belanda di Rokan, Tuanku Tambusai berjuang dalam perang Padri, bersama-sama gurunya, yaitu, Tuanku Imam Bonjol. Namun tuanku Tambusai tidak berhasil menghancurkan kekuatan Belanda. Dia kemudian menyingkir ke Malaka dan menetap di daerah Seremban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain tuanku Tambusai, masih banyak tokoh lain yang mengobarkan perlawanan rakyat terhadap kolonoalisme Belanda. Namun semua perlawanan tersebut dapat dipatahkan Belanda. Beberapa tokoh yang memimpin perlawanan rakyat adalah Panglima Besar Sulung yang memimpin perlawanan rakyat Retih tahun 1857, Datuk Tabano di Muara Mahat (1898), dan Sultan Zainal Abidin di Rokan (1901-1904). Setelah berbagai perlawanan tersebut dapat diredam, Belanda semakin menancapkan kekuatannya di Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal abad ke 20 merupakan era munculnya semangat nasionalisme. Tahun 1916 berdiri Serikat Dagang Islam di Pekanbaru, didirikan oleh Haji Muhammad Amin. Tahun 1930 berdiri Serikat Islam di Rokan Kanan, didirikan oleh H.M. Arif. Setelah itu muncul beberapa organisasi lain seperti Muhammadiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1942, Jepang masuk dan menguasai daerah Riau. Di era penjajahan Jepang ini, rakyat semakin sengsara karena seluruh kegiatan rakyat ditujukan untuk mendukung peperangan yang sedang dilancarkan Jepang di seluruh Asia Pasifik. Hasil pertanian rakyat dirampas dan penduduk laki-laki banyak yang dijadikan romusha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar tentang proklamasi kemerdekaan sampai ke Riau tanggal 22 Agustus 1945, namun  teks lengkapnya baru sampai ke Pekanbaru seminggu kemudian. Meskipun sudah mengatehui dengan pasti perihal kemerdekaan, namun rakyat Riau tidak berani langsung menyambutnya. Hal ini karena tentara Jepang masih lengkap dengan senjatanya dan belum adanya pelopor yang meneriakan kemerdekaan.  Baru pada tanggal 15 September 1945, para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda PTT berinisiatif untuk menyuarakan kemerdekaan, sejak hari tiu, pekik kemerdekaan terdengan diseluruh pelosok Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di awal kemerdekaan, Riau tidak langsung menjadi provinsi, melainkan menjadi bagian dari provinsi Sumatera. Pada saat Sumatera dibagi menjadi tiga provinsi, yaitu, Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan, Riau menjadi bagian dari Sumatera Tengah. Baru pada tahun 1957, status Riau meningkat menjadi Provinsi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Kota Jambi  | Tanah Pilih Pusako Betuah</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/kota-jambi-tanah-pilih-pusako-betuah.html</link><category>Jambi</category><category>Kota Jambi</category><category>Sejarah Kota jambi</category><category>Tanah Pilih Pusako Betuah</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 02:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-7518419217123405852</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Kota Jambi" border="0" height="156" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/kotajambi1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Kota Jambi  | Tanah Pilih Pusako Betuah&lt;/b&gt; ~ Kota Jambi adalah ibu kota Provinsi Jambi dan merupakan salah satu dari sepuluh daerah Kabupaten/Kota yang ada dalam Provinsi Jambi. Secara historis, Pemkot Jambi dibentuk dengan ketetapan Gubernur Sumatera No 103/1946 sebagai daerah otonom kota besar di Sumatera. Lalu diperkuat lagi dengan Undang - Undang Nomor 9 Tahun 1956 dan dinyatakan sebagai daerah otonom kota besar dalam lingkungan Provinsi Sumatera Tengah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan pembentukan Provinsi Jambi pada 6 Januari 1948, sejak itu pula Kota Jambi resmi menjadi ibu kota Provinsi. Dengan demikian Kota Jambi sebagai daerah tingkat II pernah menjadi bagian dari tiga Provinsi yakni Provinsi Sumatera, Provinsi Sumatera Tengah, dan Provinsi Jambi sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memperhatikan jarak antara Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemkot Jambi pada 17 Mei 1946, relatif singkat. Hal itu jelas menunjukan bahwa pembentukan Pemerintah Otonom Kota Besar Jambi saat itu sangat dipengaruhi jiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski menurut catatan sejarah pendirian Kota Jambi bersamaan dengan berdirinya Provinsi Jambi (6 Januari 1948), hari jadinya ditetapkan dua tahun lebih dulu. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 16 Tahun 1985 yang di sahkan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jambi dengan Surat Keputusan Nomor 156 Tahun 1986.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari jadi Pemkot Jambi adalah 17 Mei 1946, dengan alasan pembentukan Pemkot Jambi (sebelumnya disebut Kotamadya sebelum kemudian menjadi kota), adalah 17 Mei 1946 dengan ketetapan Gubernur Sumatera Nomor 103 tahun 1946, yang diperkuat dengan Undang - Undang Nomor 9 Tahun 1956. Kota Jambi resmi menjadi ibu kota Provinsi Jambi pada 6 Januari 1957 berdasarkan UU Nomor 61 Tahun 1958.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketentuan mengenai lambang dan motto Kota Jambi diatur melalui Perda Nomor 15 Tahun 2002 tentang Lambang Daerah Kota Jambi, yang ditetapkan di Jambi pada 21 Mei 2002 dan di tandatangani oleh Wali Kota Jambi H Arifien Manap dan Ketua DPRD KOta Jambi H Zulkifli Somad. Lambang Kota Jambi itu secara filosofis melambangkan identitas sejarah dan kebesaran Kerajaan Melayu Jambi dulu. Di lambang tersimpul pula secara simbolik kondisi geografis daerah dan sosiokultural masyarakat Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lambang Kota Jambi berbentuk perisai dengan bagian yang meruncing di bawah dikelilingi tiga garis dengan warna bagian luar putih, tengah berwarna hijau, dan bagian luar berwarna putih. Garis hijau yang mengelilingi lambang pada bagian atas lebih lebar dan di dalamnya tercantum tulisan "Kota Jambi" yang melambangkan nama daerah dan diapit oleh dua bintang bersudut lima berwarna putih. Itu melambangkan kondisi kehidupan sosial masyarakat Jambi yang terdiri atas berbagai suku dan agama, memiliki keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warna dasar lambang berwarna biru langit. Isi dan arti lambang senapan/lelo, gong, dan angsa. Disebutkan, setelah Orang Kayo Hitam menikah dengan putri Temenggung Merah Mato yang bernama Putri Mayang Mangurai, oleh Temenggung Merah Mato anak dan menantunya itu diberi sepasang angsa serta perau kajang lako.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian dia disuruh mengaliri aliran sungai Batanghari untuk mencari tempat guna mendirikan kerajaan baru. Kepada anak dan menantunya tersebut, dipesankan bahwa tempat yang akan dipilih ialah dimana sepasang angsa naik ke tebing dan mupur di tempat itu selama dua hari dua malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa hari mengaliri Sungai Batanghari, kedua angsa naik ke darat di sebelah hilir (kampung jam), kampung tenadang. Dan sesuai dengan amanat mertuanya, Orang Kayo Hitam dan istrinya, Putri Mayang Mangurai, beserta pengikutnya membangun kerajaan baru yang kemudian disebut tanah pilih. Tanah Pilih dijadikan pusat pemerintahan kerajaan (Kota Jambi sekarang).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dulu kan ado semacam kepercayaan sebelum memulai sesuatu. Rajo zaman itu mempercayakan kepada duo ekor angso untuk menentukan pusat kota kerajaan. Duo angso itu dilepas di sungai. Kalau angso itu naik, berarti itulah awal kota. Sampai sejauh mano dio bejalan, itulah luas daerahnyo," tutur Sulaiman Abdullah, seorang tokoh masyarakat Jambi yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu Orang Kayo Hitam menebas untuk menerangi tempat pilihan dua angsa itu, ditemukan sebuah gong dan senapan/lelo yang diberi nama "Sitimang" dan "Sidjimat". Kemudian kedua benda tersebut menjadi barang pusaka Kerajaan Jambi yang disimpan di Museum Negeri Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tanah Pilih itu adalah tanah yang dipilih oleh raja zaman dulu untuk dijadikan istana dan pusat kerajaan. Sedangkan pusako Batuah maksudnya adalah saat membangun, ditemukan barang - barang pusaka seperti gong dan keris," katanya mencoba mengingat kembali kisah - kisah lama itu. Keris yang ditemukan itu diberi nama "Keris Siginjai" dan merupakan lambang kebesaran serta kepahlawanan raja dan Sultan Jambi dahulu. Siapapun yang memiliki keris itu, dialah yang diakui sebagai penguasa atau berkuasa untuk memerintah Kerajaan Jambi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah Pilih Pesako Betuah secara filosofi mengandung pengertian bahwa Kota Jambi sebagai pusat pemerintahan kota sekaligus sebagai pusat sosial, ekonomi, kebudayaan, mencerminkan jiwa masyarakatnya sebagai duta kesatuan baik individu, keluarga, dan kelompok maupun secara institusional yang lebih luas ; berpegang teguh dan terikat pada nilai - nilai adat istiadat dan hukum adat serta peraturan perundang - undangan yang berlaku.( Finarman Wapu ).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SUMBER : JAMBI INDEPENDENT, SENIN 18 MEI 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Sejarah Provinsi Bengkulu</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/sejarah-provinsi-bengkulu.html</link><category>Bengkulu</category><category>Provisi Bengkulu</category><category>Sejarah Provinsi Bengkulu</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 01:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-4644019290368764244</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Provinsi Bengkulu" border="0" height="150" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/Bengkulu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Sejarah Provinsi Bengkulu&lt;/b&gt; ~ Sebagai warga Indonesia kita harus tahu tentang &lt;b&gt;Sejarah Provinsi yang ada di Indonesia,&lt;/b&gt; kali kita bahas tentang Provinsi Bengkulu. Provinsi Bengkulu dibentuk tanggal 12 September 1967. Meskipun pembentukan provinsi ini tidak dari awal kemerdekaan, bukan berarti daerah ini tidak berperan dalam perjuangan kemerdekaan. Bung Karno sendiri pernah dibuang oleh Belanda ke daerah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Bengkulu sebenarnya sudah cukup panjang. Sejak era Majapahit, Bengkulu yang ketika itu bernama Sungai Serut sudah eksis dan menjalin hubungan dengan Kerajaan yang berpusat di Jawa Timur tersebut. Kerajaan Majapahit sering mengirimkan Biku, dimana sebagian dari biku-biku tersebut akhirnya dinobatkan menjadi pemimpin salah atu suku di sana, yaitu suku bangsa Rejang. Pengaruh Majapahit berlangsung sampai Islam datang dan dianut oleh sebagian besar rakyat Bengkulu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu Portugis merebut Malaka tahun 1511, para pedagang Islam mengalihkan jalur perdagangannya yang sebelumnya menggunakan Selat Malaka dialihkan melalui pantai barat Sumatera dan Selat Sunda. Karena peralihan itu, Pelabuhan Banten dan Sunda Kelapa bertambah ramai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk daerah Bengkulu sendiri, peralihan tersebut membawa berkah, pelabuhan-pelabuhan nelayan di sepanjang pantai Bengkulu, seperti Muko-muko, Selebar, Seluma, Manna, Bintuhan, dan Krui menjadi berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu Banten dipimpin oleh Sultan Maulana Hasanuddin, tahun 1552-1570, Bengkulu berada di bawah pengaruh Banten. Pengaruh tersebut juga diikuti oleh penyebaran agama Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di daerah Bengkulu ini kekuatan Kesultanan Banten kemudian berhadap-hadapan dengan Kesultanan Aceh. Aceh yang juga melaksanakan kebijakan yang ekspansif, telah berhasil memperluas kekuasaannya di wilayah Bengkulu, yaitu di daerah sebelah utara Teluk Ketahun, sementara sebelah selatannya sudah termasuk wilayah kekuasaan Kesultanan Banten.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena kedua pihak tidak menghendaki terjadinya pertempuran diantara sesama negara Islam, mereka kemudian menjalin perdamaian dan persahabatan. Sultan Aceh kemudian menjodohkan seorang putri Indrapura dengan Sultan Banten.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1685, Inggris mulai memasuki Bengkulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka kemudian menjalin hubungan dagang dan membangun gudang lada yang dinamakan Fort York. Tahun 1714, Inggris mulai membangun kekuatan di Kota Bengkulu, yaitu, membangun Benteng Fort Marlborough. Pendirian benteng tersebut mendapat rintangan dari Raja Selebar Pangeran Nata Dirja. Inggris kemudian berniat mengenyahkan Raja Selebar. Mereka membuat suatu jamuan makan dan mengundang Raja Selebar. Di tengah jamuan tersebut, mereka membunuh Raja Selebar, Pangeran Nata Dirja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat pembunuhan tersebut, hubungan antara Inggris dan Bengkulu yang tadinya relatif baik menjadi buruk. Akhirnya tahun 1719, putra Pangeran Nata Dirja beserta pasukan dan penduduk daerah tersebut melakukan serangan terhadap Inggris dan berhasil menduduki Fort Marlborough. Perlawanan terhadap Inggris ternyata berlangsung pula di bagian lain Bengkulu, seperti perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Mansyur dan Sultan Sulaiman di daerah Muko-muko dan Bantal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena perlawanan rakyat yang semakin sengit ini, akhirnya Inggri meninggalkan Bengkulu tahun 1719. Namun kepergian Inggris dari tanah Bengkulu tidak selamanya. Tahun 1742, mereka datang dan kembali menjalin hubungan dagang dengan pengusaha Bengkulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan pada traktat London 1824, Inggris akhirnya menyerahkan Bengkulu kepada pemerintah Hindia-Belanda. Tahun 1838, Belanda mulai menjalankan administrasi pemerintahan di Bengkulu. Belanda kemudian mengatur dan menguasai seluruh penghasilan dan penjualan hasil bumi Bengkulu, terutama lada. Akibatnya, produksi berbagai hasil bumi semakin menurun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Belanda memberlakukan kerja paksa untuk mengerjakan berbagai pembangunan jalan, pelabuhan, serta untuk menanam kopi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuasaan Belanda berakhir tanggal 8 Februari 1942, ketika tentara Jepang tiba di Bengkulu. Mulai hari itu, Bengkulu berada di bawah kekuasaan Jepang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di era penjajahan Jepang ini, rakyat semakin menderita. Rakyat ditindas dan diperas. Berbagai hasil bumi semuanya dirampas untuk kepentingan Jepang. Selain itu banyak rakyat yang menjadi romusha ke Pulau Enggano. Di Pulai ini, Jepang berencana membangun pertahanan yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjajahan Jepang ini berakhir dengan dibacakannya teks proklamasi kemerdekaan di Jakarta tanggal 17 Agustus 1945. Namun berita proklamasi kemerdekaan tersebut baru sampai ke Bengkulu tanggal 3 September 1945. Bendera Merah Putih mulai berkibar secara resmi di Bengkulu tanggal 11 Oktober 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan rakyat pasca kemerdekaan tidak berlangsung lancar. Hal ini karena adanya niat Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Belanda memasuki dan menduduki Bengkulu dalam aksi militernya yang kedua, awal tahun 1949. Pendudukan ini berlangsung hingga akhir tahun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu, Bengkulu mulai disibukkan dengan urusan-urusan dan masalah yang muncul dari dalam negeri sendiri. Rongrongan dari luar negeri sudah berakhir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Pantai Padang Salah Satu Lokasi Menarik</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/pantai-padang-salah-satu-lokasi-menarik.html</link><category>Lokasi Menarik Di Padang</category><category>Padang</category><category>Pantai Padang</category><category>Sumatera Barat</category><category>Wisata Padang</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 00:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-2927278474896520064</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Pantai Padang" border="0" height="150" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/pantaipadang.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Pantai Padang Salah Satu Lokasi Menarik&lt;/b&gt; ~ kepingin tahu &lt;b&gt;Kota&amp;nbsp; Padang&lt;/b&gt; ternyata di situ ada tempat menarik yang saya dapat di rtikel teman keren Kota Padang, Padang berada di &lt;b&gt;Provinsi Sumatera Barat.&lt;/b&gt; Nggak tahu kenapa, Kota ini sekarang masih termasuk Kota favorit kedua saya setelah Kota Bukittinggi, terutama yang masih di daerah Sumatera Barat lho. Berhubung pembicaraannya lagi fokus tentang Kota padang, saya akan coba menggambarkan keadaan secara umumnya saja tentang Kota Padang.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya, saya yakin bahwa kamu sudah tidak asing lagi dengan Kota Padang. Tapi bagi yang kamu yang belum tahu nih.., Kota Padang itu sebuah Kota yang memiliki iklim yang cukup panas. Keunikan dari Kota Padang menurut saya adalah terletak di kebudayaannya, serta pemandangan yang nggak bikin bosan. Meskipun lokasi mayoritasnya (di Kota Padang ini) adalah pantai, tapi buat kamu yang paling suka dengan suasan alami atau suka banget sama pantai, Kota ini bisa menjadi salah satu target kamu juga lho.. (promosi nih..)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang sih, kehidupan di Kota ini jauh berbeda jika di bandingkan dengan kota-kota besar lainnya. Tapi, terkadang ada juga orang-orang yang justru karena hal itu malah berkunjung ke Kota ini. Kenapa kok gitu? Ya mungkin alasan utamanya adalah untuk mendapatkan suasana yang tenang dan berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena mayoritas berada di sepanjang pantai, salah satu lokasi yang menarik di Kota ini adalah Pantai Padang. Pantai Padang merupakan salah satu pantai yang cukup ramai di kunjungi oleh orang sini juga, alasannya adalah karena Pantai Padang merupakan pantai yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Sekedar jalan-jalan santai atau nongkrong bareng keluarga/teman-teman, kalau kamu mampir ke Kota Padang jangan lupa untuk singgah di Pantai Padang. Suasana sore menjelang malam adalah suasana paling pas buat mengucapkan, “See you tomorrow” pada senja yang perlahan menghilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Efek gradasi dari sunset di pantai ini bisa mengundang imajinasi kamu, atau minimal menyegarkan fikiran buat kamu yang lagi boring. Tapi kalau kamu mau sekalian mencoba aktivitas lain, seperti memancing misalnya, disini kamu tidak akan kesulitan untuk menemukan lokasi untuk memancing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap daerah dimanapun itu pastinya memiliki keindahan dan keunikan yang berbeda-beda. Tapi kalau kamu mau tahu keunikan dan keindahan lainnya di Padang atau daerah lainnya di Sumatra Barat? Kalau kamu ada kesempatan, atau sedang ingin liburan, Kota Padang bisa juga jadi alternatif kamu lho ;-)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Cerita Asal Usul Danau Toba</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/cerita-asal-usul-danau-toba.html</link><category>Asal Usul Danau Toba</category><category>Cerita Rakyat</category><category>Danau Toba</category><category>Medan</category><category>Sejarah Medan</category><category>Sumatera Utara</category><pubDate>Wed, 30 Jun 2010 00:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-3541508396310130013</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Danau Toba" border="0" height="149" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/danautoba.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Cerita Asal Usul Danau Toba&lt;/b&gt; ~ Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka. Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! ” kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Puteri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. “Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!” kata Petani kepada istrinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Syukurlah, kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Puteri kepada suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan!”, umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama &lt;b&gt;Danau Toba&lt;/b&gt;. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;SUMBER : ICT WATCH BY= KING ALIBABA&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Mengintip Rumah Adat Gayo yang Terlupakan</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/mengintip-rumah-adat-gayo-yang.html</link><category>Aceh</category><category>Nanggroe Aceh Darussalam</category><category>Rumah Adat Aceh</category><category>Rumah Adat Gayo</category><pubDate>Tue, 29 Jun 2010 22:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-8940407023879794151</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://indo-one.blogspot.com/" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Rumah Adat Gayo" border="0" height="133" src="http://i865.photobucket.com/albums/ab220/dogancengkir/Gayo.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Mengintip Rumah Adat Gayo yang Terlupakan&lt;/b&gt; – Aceh banyak meninggalkan tentang sejarah kebudayaan salah satunya &lt;b&gt;Rumah adat Tujuh Ruang&lt;/b&gt; atau yang disebutkan dalam bahasa &lt;b&gt;Aceh Umah Edet Pitu&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Ruang&lt;/b&gt;. Namun sekarng sudah sangat terlupakan, ada sebuah artikel dari Oleh  Zulkarnain  tentang Peninggalan Sejarah orang gayo.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
UMAH Edet Pitu Ruang (&lt;i&gt;Rumah Adat Tujuh Ruang&lt;/i&gt;) Peninggalan Reje Belantara di Kampung Toweren, Kecamatan Laut Tawar Aceh Tengah tidak terurus dan telah lapuk, padahal, rumah itu adalah bukti sejarah orang Gayo, tetapi tidak ada yang peduli dengan dengan peninggalan sejarah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah tua bukti sejarah orang Gayo tersebut letaknya di sebuah kampung pinggiran Danau Lut Tawar  siapa saja boleh melihatnya, tetapi rumah tesebut warnanya mulai pudar bahkan nyaris hilang dimakan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umah Edet Pitu Ruang (Rumah Adat Tujuh Ruang) tersebut seakan akan tidak ada yang perduli, padahal rumah itu adalah bukti sejarah yang masih ada di Dataran Tinggi Gayo yang benar-benar asli peninggalan tidak seperti rumah adat di Linge dan Mess Pitu Ruang di Kampung Kemili Takengon yang hanya copyan dari bentuk aslinya.&lt;br /&gt;
Rumah Pitu Ruang tersebut milik Reje Baluntara yang nama aslinya Jalaluddin sudah berdiri sejak pra kemerdekaan. Tetapi tidak ada perhatian dari pemda setempat yang serius untuk merawatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa bagian lantai rumah adat tersebut sudah mulai lapuk. Begitu juga dengan 27 tiang penyangga dari kayu pilihan dan diukir dengan pahatan kerawang Gayo sudah mulai bergeser dan tidak lagi tegak lurus. Beberapa batu gunung dipakai sebagai alas tiang utama agar posisi rumah tetap stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa sumber yang di temui Harian Aceh mengatakan, Rumah adat Umah Pitu Ruang Toweren memang dibuat dari kayu pilihan. Diameter tiang penyangganya pun seukuran dekapan dewasa. Tidak diketahui tahun berapa rumah itu dibangun, tetapi menurut cerita bangunannya sudah berdiri sebelum kolonial Belanda masuk ke Dataran Tinggi Gayo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luas Umah Edet Pitu Ruang itu, panjangnya 9 meter dengan lebar 12 meter. Berbentuk rumah panggung dengan lima anak tangga, menghadap utara. Sementara di dalamnya terdapat empat buah kamar. Selain empat kamar, ada dua lepo atau ruang bebas di arah timur dan barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua sambungan memakai ciri khas tersendiri menggunakan pasak kayu. Hampir semua bagian sisi dipakai ukiran kerawang yang dipahat, dengan berbagai motif, seperti puter tali dan sebagainya. Di tengah ukiran kerawang terdapat ukiran berbentuk ayam dan ikan yang melambangkan kemuliaan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara ukiran naga merupakan lambang kekuatan, kekuasaan dan kharisma. Peninggalan Raja Baluntara, bukan hanya bangunan tua yang bertengger usang di Kampung Toweren Uken, tetapi aset bersejarah lain masih tersimpan rapi oleh pihak keluarga seperti Bawar. Bawar adalah sebuah tanda kerajaan yang diberikan oleh Sultan Aceh kepada Raja Baluntara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Bawar yang masih disimpan oleh keluarga keturunan raja itu, ada piring, pedang, cerka dan sejumlah barang peninggalan yang sangat bersejarah. Di belakang rumah adat tersebut dahulunya ada rumah dapur di bagian Selatan yang ukurannya sama dengan ruang utama yang berukuran 9 x 12. Ruangan dimaksud telah hancur. Selain itu, juga ada mersah, kolam dan roda, alat penumbuk padi dengan kekuatan air yang semuanya juga sudah musnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reje Baluntara merupakan seorang raja yang juga mengusai kawasan hutan sehingga disebut sebagai Reje Baluntara (raja belantara- red). Menurut cerita yang berkembang foto Reje Baluntara, ditemukan oleh salah seorang keluarga Reje Baluntara yang bekerja di Jakarta, almarhum Reje Amat Banta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah kesempatan ke Belanda, Reje Amat Banta menemukan foto Reje Baluntara yang dibuat oleh Belanda, kemudian dibawa pulang ke Takengon, kemudian dibuat lukisannya sesuai foto aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekeliling rumah pitu ruang tersebut pada tahun 1990 dubuat pagar kawat oleh Suaka Sejarah dan Peninggalan Purbakala Banda Aceh tahun, kini rumah itu tidak lagi di tempati oleh keluarga reje baluntara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa Mengunakan Paku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah adat Pitu Ruang Gayo tersebut tidak mengunakan paku, tetapi dipasak dengan kayu  dan  bermacam-macam ukiran di setiap kayu. Ukiran tersebut bentuk nya berbeda-beda, ada yang berbentuk hewan dan ada yang berbetuk seni kerawang Gayo yang di pahat khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tidak mengunakan paku tapi kekuatan rumah adat pitu ruang tersebut sangatlah kuat apalagi bahan kayu yang sangat bermutu pada zaman duhulu, tetapi bagaimana pun kuatnya tanpa adanya perawatan bangunan tersebut akan roboh dengan sendirinya di makan zaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tempat Wisata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah sejarah orang Gayo tersebut sangatlah bagus di jadikan tempat, dengan tidak terurus saja banyak yang datang untuk melihat lihat, apalagi kalau sudah di rawat pasti banyak lagi wisatawan lokal atau mancanegara yang datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letak rumah pitu ruang tersebut tidak jauh dengan tempat wisata Loyang Koro yang banyak di datanggi oleh wisatawan. Dengan di rawatnya rumah pitu ruang tersebut dan di jadikan tempat wisata pasti akan menjadikan penamahan PAD bagi daerah setempat&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item><item><title>Spanyol Vs Portugal (Portugis) | Prediksi Pertandingan</title><link>http://indo-one.blogspot.com/2010/06/spanyol-vs-portugal-portugis-prediksi.html</link><category>Berita Bola-Sepak Bola-Piala Dunia 2010</category><pubDate>Mon, 28 Jun 2010 14:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2897954853436300248.post-518627202403413340</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Spanyol Vs Portugal (Portugis) | Prediksi Pertandingan &lt;/b&gt;~ In the Spanish Prediction Portugal will take place exciting, the ball star cristiano ronaldo must be able to show sklill him. However Spain will appear with the player was full of the star. In 3 last fights ronaldo did not show his intensity and only 1 goal that could in sarangkan. So in the Spanish prediction vs Portugal would in controlled by Spain and Portugal only could play remained.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The PLAYER the Portugese STAR &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Cristiano Ronaldo (Real Madrid, Spain) still need not introduce the player who has been famous in this corner of the world. Skill playing him above in general and had the surplus in drible and the kick foot right.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Ricardo Carvalho (Chelsea, England) this Player offered soliditas on the heart of the defence of the team that was defended by him, in this case Chelsea and timnas Portugal. As far as this is concerned, the Carvalho appearance did not disappoint and appropriate to become the mainstay in the position of the bar axis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Raul Meireles (Porto, Portugal) Do debut him in 2006, Meireles currently becomes the Portugese mainstay in the middle line. He had the character as the half-back attacked, but also could adapt well as holding mildfielder. His surplus was in the bait accuracy and the hard kick from outside the box of the penalty. For the length of the friendship fight melawqan Cameroon, Meireles playing extraordinary in the middle line. He printed two goals. Not wrong if Carlos Queiroz placed him as the starter. Meireles also needed this fight, to feel the atmosphere of the more difficult competition. Publicly Portugal then no longer hoped fully to Cristiano Ronaldo, that failed mereplikasi his performance for the length of the qualification.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Tiago: Tiago entered back to starting line up when facing North Korea. He proved himself is more useful, by printing two goals. His bait was accurate. He often went up in the future. If in the first-rate condition, the presence&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The PLAYER the Spanish STAR &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Gerard Pique (Barcelona) he became the mainstay in skuad Barcelona. Had a supply of postures that the heron, the speed, and had sense that was very good in playing made him as one of the players remain best in the world at this time.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Xavi Hernandez (Barcelona) this Barcelona Star became the noose was most important in skuad Del Bosque. By just one or two touch, he could give the role that was very important for his colleagues. * Fernando Torres (Liverpool) he did not only have the deadly capacity for the line behind the opponent, but also very smart investigated hadangan each player behind lawan.Berbeda with David Villa that only berstatus as striker pure, El Nino could also give the opposition to the player behind the opponent and gave the space Villa that was enough to be able to make the goal. In the first fight, Fernando Torres became some emergency change, but he failed to rescue Spain from the defeat. Currently, Torres will perform a duet with David Villa, like when in Euro 2008. Both of them were the best duet in the world.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;David Villa: he printed the sensational goal to the Honduran goal, and often sent bait to the box of the penalty. His capacity mengoyak the opposing goal made him be called by some striker best before the earth at this time. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The defence of the Chilli was ascertained by the hard work prevented him roaming about and shot from &lt;b&gt;Indo one&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>lebaicom@yahoo.co.id (Lebbaii Community)</author></item></channel></rss>