<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai</title>
	<atom:link href="https://www.vavai.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.vavai.com</link>
	<description>Jurnal Perjalanan Hidup Vavai</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 01:09:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Tips Membuat Campuran Media Tanam</title>
		<link>https://www.vavai.com/tips-membuat-campuran-media-tanam/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/tips-membuat-campuran-media-tanam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16495</guid>

					<description><![CDATA[1. Bahan Media Tanam &#8211; Tanah Subur: Gunakan tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara. Bisa menggunakan tanah humus bambu &#8211; Pupuk Kandang: Bisa menggunakan pupuk dari kotoran hewan (seperti kambing, kelinci, sapi atau ayam) yang sudah matang, untuk meningkatkan kesuburan tanah. &#8211; Sekam Bakar: Sekam padi yang sudah dibakar, berguna untuk memperbaiki struktur...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Bahan Media Tanam</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Tanah Subur: Gunakan tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara. Bisa menggunakan tanah humus bambu</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Pupuk Kandang: Bisa menggunakan pupuk dari kotoran hewan (seperti kambing, kelinci, sapi atau ayam) yang sudah matang, untuk meningkatkan kesuburan tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Sekam Bakar: Sekam padi yang sudah dibakar, berguna untuk memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan meningkatkan drainase.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Kompos: Mengandung banyak nutrisi yang penting untuk pertumbuhan tanaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasir: Jika tanah terlalu padat, Anda bisa menambahkan pasir untuk meningkatkan porositas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Proses Pembuatan Media Tanam</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Campurkan Bahan: Campurkan tanah, pupuk kandang, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1:1.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Pengolahan Tanah: Pastikan media tanam dalam keadaan gembur dan tidak terlalu padat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8211; Pengisian Pot/Bedengan: Isi pot atau bedengan dengan media tanam yang sudah dicampur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan : Bagi yang sering tertukar antara kompos dan pupuk kadang, berikut adalah penjelasannya:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kompos dan pupuk kandang berbeda dalam bahan baku, proses pembentukan, dan kandungan nutrisi. Kompos terbuat dari sisa-sisa tanaman dan limbah organik lainnya, diuraikan oleh mikroorganisme, dan berfungsi memperbaiki kualitas tanah secara umum dengan menyediakan nutrisi jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pupuk kandang, yang berasal dari kotoran hewan, mengandung lebih banyak nitrogen, fosfor, dan kalium, serta memberikan nutrisi yang lebih cepat dan langsung untuk tanaman. Keduanya dapat digunakan bersama untuk manfaat yang lebih optimal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/tips-membuat-campuran-media-tanam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rehat Sejenak</title>
		<link>https://www.vavai.com/rehat-sejenak/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/rehat-sejenak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[self improvement]]></category>
		<category><![CDATA[self reminder]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16492</guid>

					<description><![CDATA[Karena terbiasa berusaha memenuhi tenggat waktu atau target, saya biasanya bekerja tanpa kenal waktu dan tidak sempat berpikir untuk istirahat? Apakah hasilnya bagus? Nggak juga. Malah kelimpungan karena too much to do. Bingung hendak melakukan pekerjaan yang mana dan pekerjaan apa yang hendak diprioritaskan. Bekerja jadi seperti kejar setoran (nyatanya sih iya, hehehe…). Tidak tertata...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Karena terbiasa berusaha memenuhi tenggat waktu atau target, saya biasanya bekerja tanpa kenal waktu dan tidak sempat berpikir untuk istirahat? Apakah hasilnya bagus? Nggak juga. Malah kelimpungan karena too much to do. Bingung hendak melakukan pekerjaan yang mana dan pekerjaan apa yang hendak diprioritaskan. Bekerja jadi seperti kejar setoran (nyatanya sih iya, hehehe…). Tidak tertata dan lama-lama bukan hanya merusak ritme kerja pribadi namun juga berpengaruh pada kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita rehat sejenak, mungkin kita bisa mereview bahwa yang salah bukan target maupun tenggat waktu melainkan cara kerja kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena hidup bersifat dinamis, adakalanya rencana terhalang oleh kondisi dan lingkungan. Schedule standar bisa saja berubah karena ada kepentingan lain. Tidak masalah, yang penting niatnya adalah terus berusaha memperbaiki diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perbaikan cara menjalani hidup bukan kegiatan satu kali. Perbaikan berjalan terus menerus, dalam 1 siklus kehidupan. Cobalah rehat sejenak dan review ulang apakah selama ini ada kegiatan yang bisa diperbaiki kualitasnya dengan cara mengubah pendekatan dalam proses penyelesaiannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan pernah menyerah. Hidup kita milik kita. Susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/rehat-sejenak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pestisida Alami dari Bahan Organik untuk Kangkung</title>
		<link>https://www.vavai.com/pestisida-alami-dari-bahan-organik-untuk-kangkung/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/pestisida-alami-dari-bahan-organik-untuk-kangkung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16489</guid>

					<description><![CDATA[Zeze Zahra selama ini tidak menggunakan pestisida apa-apa untuk mengatasi hama pada tanaman kangkung, karena hamanya kebetulan tidak ada, hehehe&#8230; Mungkin karena ditanam diudara terbuka, disamping sawah dan kolam ikan dan di dekat rumpun tanaman sereh jadinya cukup aman. Namun, pernah juga menanam kangkung di polibag dan kena serangan hama kutu daun. Berikut adalah beberapa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Zeze Zahra selama ini tidak menggunakan pestisida apa-apa untuk mengatasi hama pada tanaman kangkung, karena hamanya kebetulan tidak ada, hehehe&#8230; Mungkin karena ditanam diudara terbuka, disamping sawah dan kolam ikan dan di dekat rumpun tanaman sereh jadinya cukup aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pernah juga menanam kangkung di polibag dan kena serangan hama kutu daun. Berikut adalah beberapa saran pestisida alami yang bisa dicoba dan tidak berbahaya jika kangkungnya akan dikonsumsi, asalkan dicuci bersih:</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Air bawang putih: Blender beberapa siung bawang putih dengan air, kemudian saring dan semprotkan larutan ini pada tanaman. Bawang putih efektif untuk mengusir berbagai jenis serangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Minyak neem: Campurkan beberapa tetes minyak neem dengan air dan sedikit sabun cair (sabun cuci piring). Minyak neem efektif untuk melawan hama seperti kutu daun dan ulat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Air cabe dan bawang merah: Blender beberapa cabe rawit dan bawang merah dengan air, kemudian saring dan semprotkan pada tanaman. Ini juga efektif untuk mengusir serangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pastikan untuk melakukan uji coba pada beberapa daun sebelum menyemprotkan ke seluruh tanaman, karena beberapa tanaman mungkin sensitif terhadap bahan tertentu. Aplikasi insektisida organik biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan daun terbakar setelah disemprot.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/pestisida-alami-dari-bahan-organik-untuk-kangkung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Investasi : Pengalaman Membuat Nest Egg</title>
		<link>https://www.vavai.com/tips-investasi-pengalaman-membuat-nest-egg/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/tips-investasi-pengalaman-membuat-nest-egg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16483</guid>

					<description><![CDATA[Nest egg adalah pada sejumlah uang atau aset yang diinvestasikan dan bisa menghasilkan penghasilan tambahan. Istilah ini berasal dari praktik pertanian pada akhir abad ke-17, di mana peternak ayam menempatkan telur asli atau palsu di sarang ayam untuk mendorong mereka bertelur lebih banyak. Contoh nest egg misalnya menyisihkan gajian dan menyimpannya di deposito sehingga memberikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Nest egg adalah pada sejumlah uang atau aset yang diinvestasikan dan bisa menghasilkan penghasilan tambahan. Istilah ini berasal dari praktik pertanian pada akhir abad ke-17, di mana peternak ayam menempatkan telur asli atau palsu di sarang ayam untuk mendorong mereka bertelur lebih banyak. Contoh nest egg misalnya menyisihkan gajian dan menyimpannya di deposito sehingga memberikan tambahan penghasilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu saya bekerja di perusahaan, tentunya waktu yang tersedia untuk mencari tambahan penghasilan sangat terbatas. Karena latar belakang saya di IT, saya mulai melakukan investasi di Sukuk (obligasi syariah). Keuntungannya saya putar kembali untuk investasi di saham. Ini adalah langkah kecil yang bisa dilakukan siapa saja, terutama ketika kita punya keterbatasan waktu dan sumber daya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, saya juga mencoba membangun &#8220;nest egg&#8221; dalam bentuk yang lebih tradisional, yaitu beternak. Saya memelihara bebek, tapi bukan saya yang langsung mengelolanya. Saya serahkan pada petani di kampung. Jadi, selain dapat telur bebeknya, saya juga merasa puas karena bisa membantu petani lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tabungan mulai terkumpul, saya berpikir untuk membeli lahan. Tentu saja, tidak langsung luas. Saya mulai dari beberapa meter saja. Lahan ini kemudian saya tanami sayuran dan palawija. Sedikit demi sedikit kemudian mulai mencicil membeli sawah. Sawah ini dikelola oleh orang yang bisa dipercaya, dengan kunjungan rutin secara periodik untuk silaturahmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk semua ini, saya harus menekan pengeluaran. Mengurangi makan fast food, tidak jajan, tidak mengeluarkan uang untuk hal yang tidak perlu. Dari menyisihkan beberapa ratus ribu rupiah secara periodik, lama-lama bisa terkumpul modal awal untuk menjalankan rencana-rencana usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang perlu diperhatikan, uang yang digunakan jangan uang rumah tangga sehari-hari. Saya hanya menggunakan uang &#8220;dingin&#8221;—pendapatan dari blog, honor mengajar, atau menulis artikel yang sifatnya insidentil. Dengan begitu, stabilitas keuangan keluarga tetap terjaga. Ini cara yang saya pilih untuk membangun sesuatu secara bertahap tanpa harus merusak keseimbangan keuangan di rumah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/tips-investasi-pengalaman-membuat-nest-egg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Menanam Melon di Polibag dengan Media Serbuk Kelapa</title>
		<link>https://www.vavai.com/tips-menanam-melon-di-polibag-dengan-media-serbuk-kelapa/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/tips-menanam-melon-di-polibag-dengan-media-serbuk-kelapa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16477</guid>

					<description><![CDATA[Menanam melon di polibag merupakan salah satu cara yang praktis dan efisien, terutama bagi kita yang memiliki lahan terbatas. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti untuk menanam melon dengan media serbuk kelapa (cocopeat): 1. Persiapan Media Serbuk Kelapa Sebelum digunakan, rendam serbuk kelapa dalam air untuk menghilangkan zat tanin yang terkandung di dalamnya. Proses...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menanam melon di polibag merupakan salah satu cara yang praktis dan efisien, terutama bagi kita yang memiliki lahan terbatas. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti untuk menanam melon dengan media serbuk kelapa (cocopeat):</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>1. Persiapan Media Serbuk Kelapa</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum digunakan, rendam serbuk kelapa dalam air untuk menghilangkan zat tanin yang terkandung di dalamnya. Proses perendaman ini penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada tanaman melon kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>2. Penggunaan Polibag</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Gunakan polibag dengan ukuran 40 cm sebagai wadah tanam. Ukuran ini cukup besar untuk mendukung pertumbuhan akar dan tanaman melon hingga masa panen.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>3. Pemupukan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pupuk yang digunakan adalah pupuk A/B mix khusus untuk melon. Pupuk ini sudah diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi melon selama masa pertumbuhan hingga berbuah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>4. Pemangkasan Tunas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat tanaman melon tumbuh, pangkas atau potes semua tunas air pada ruas 1 hingga 8. Pemangkasan ini bertujuan untuk mengarahkan energi tanaman ke pertumbuhan utama dan pembentukan buah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>5. Pembungaan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Biarkan pembungaan terjadi pada tunas yang tumbuh di ruas 9 ke atas. Pada posisi ini, tanaman melon sudah cukup kuat dan siap untuk menghasilkan buah yang berkualitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kita bisa mendapatkan hasil panen melon yang optimal meski menanam di polibag dengan media serbuk kelapa. Pastikan juga untuk selalu memantau kelembapan media tanam dan memberikan perawatan rutin agar tanaman melon kita tumbuh sehat dan subur. Selamat menanam!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/tips-menanam-melon-di-polibag-dengan-media-serbuk-kelapa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Menanam Singkong</title>
		<link>https://www.vavai.com/tips-menanam-singkong/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/tips-menanam-singkong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16474</guid>

					<description><![CDATA[Seorang petani tua pernah memberi saran pada Zeze Zahra, &#8220;Jika menanam singkong, jangan dibiarkan bercabang banyak. Cukup pelihara satu tunas agar singkongnya bisa tumbuh besar&#8221;. Zeze Zahra nggak percaya&#8230; Karena harusnya percaya hanya pada Allah Jadi Zeze Zahra tanya ke AI (Artifical Intelligence) dan berikut adalah jawabannya: &#8220;Ya, saran tersebut benar. Jika menanam singkong, membiarkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seorang petani tua pernah memberi saran pada Zeze Zahra, &#8220;Jika menanam singkong, jangan dibiarkan bercabang banyak. Cukup pelihara satu tunas agar singkongnya bisa tumbuh besar&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zeze Zahra nggak percaya&#8230;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena harusnya percaya hanya pada Allah <img decoding="async" height="16" width="16" alt="&#x1f601;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/t4f/1/16/1f601.png"><img decoding="async" height="16" width="16" alt="&#x1f606;" src="https://static.xx.fbcdn.net/images/emoji.php/v9/td4/1/16/1f606.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi Zeze Zahra tanya ke AI (Artifical Intelligence) dan berikut adalah jawabannya:</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ya, saran tersebut benar. Jika menanam singkong, membiarkan terlalu banyak cabang atau tunas pada tanaman dapat menyebabkan energi tanaman terbagi, sehingga umbi singkong yang terbentuk bisa lebih kecil dan kurang optimal.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Dengan memangkas cabang dan hanya memelihara satu tunas utama, tanaman akan lebih fokus pada pertumbuhan umbi, sehingga singkong yang dihasilkan bisa lebih besar dan berkualitas. Teknik ini membantu mengarahkan sumber daya tanaman untuk pertumbuhan yang lebih baik pada bagian umbi daripada cabang atau tunas tambahan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi bisa dicoba ya tipsnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/tips-menanam-singkong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
