<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Vavai</title>
	<atom:link href="https://www.vavai.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.vavai.com</link>
	<description>Jurnal Perjalanan Hidup Vavai</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2026 01:43:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Lahan Pertanian Jauh dari Rumah : Simbiosis Mutualisme</title>
		<link>https://www.vavai.com/lahan-pertanian-jauh-dari-rumah-simbiosis-mutualisme/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/lahan-pertanian-jauh-dari-rumah-simbiosis-mutualisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16399</guid>

					<description><![CDATA[Saat Zeze Zahra mulai bertani, rezeki yang didapat adalah lahan pertanian di daerah Karawang, sekitar dua jam dari rumah di Bekasi. Lahan pertanian di Bekasi cukup mahal dan pengairannya banyak yang terganggu sampah, sehingga repot perawatannya. Di Karawang, harga lahan dan sawah masih terjangkau, terutama lahan yang jauh di pedesaan. Karena lokasinya jauh dari rumah,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Saat Zeze Zahra mulai bertani, rezeki yang didapat adalah lahan pertanian di daerah Karawang, sekitar dua jam dari rumah di Bekasi. Lahan pertanian di Bekasi cukup mahal dan pengairannya banyak yang terganggu sampah, sehingga repot perawatannya. Di Karawang, harga lahan dan sawah masih terjangkau, terutama lahan yang jauh di pedesaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena lokasinya jauh dari rumah, butuh orang yang bisa dipercaya oleh Zeze Zahra untuk mengelola sawah maupun ladang. Salah satu orang yang dipercaya adalah bang Agus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bang Agus awalnya menjadi petani penggarap, namun kerap membantu pekerjaan di rumah kabin Zeze Zahra. Akhirnya bang Agus dipercaya mengelola sawah. Awalnya diberikan kepercayaan 2 petak sawah. Setelah dievaluasi, hasilnya bagus, sehingga lahannya ditambah menjadi 4 petak, kemudian 6 petak dan akhirnya 8 petak. 8 petak sawah itu equivalent dengan kisaran 1 hektar sawah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di luar keseharian mengelola sawah, bang Agus kadang membantu pekerjaan di kebun atau pekarangan rumah kabin. Misalnya untuk menanam singkong, pisang, atau jambu kristal. Ini adalah bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan, karena kami saling membutuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadang, saat bermalam di rumah kabin Zeze Zahra, saya mengobrol dengan bang Agus mengenai pengalamannya menjadi jawara. Pengalamannya seru, karena kadang ia cerita juga pengalamannya berhadapan dengan hantu, hehehe. Cerita tersebut menjadi bumbu obrolan kami diwaktu malam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/lahan-pertanian-jauh-dari-rumah-simbiosis-mutualisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melawan Kemajuan Jaman</title>
		<link>https://www.vavai.com/melawan-kemajuan-jaman/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/melawan-kemajuan-jaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 01:43:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16517</guid>

					<description><![CDATA[Saya beberapa kali melihat orang yang berusaha melawan kemajuan dan perkembangan jaman. Sikapnya cenderung menolak atau menganggap remeh hal baru. Mencari sisi lemah atau hal negatif dari hal baru itu. Contohnya seperti ini. Jika kita berlatar belakang IT, kita tahu salah satu teknologi terbaru adalah kemajuan dibidang artificial intelligence. Kecerdasan buatan. Salah satu yang fenomenal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Saya beberapa kali melihat orang yang berusaha melawan kemajuan dan perkembangan jaman. Sikapnya cenderung menolak atau menganggap remeh hal baru. Mencari sisi lemah atau hal negatif dari hal baru itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya seperti ini. Jika kita berlatar belakang IT, kita tahu salah satu teknologi terbaru adalah kemajuan dibidang artificial intelligence. Kecerdasan buatan. Salah satu yang fenomenal adalah ChatGPT dari OpenAI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita bisa bertanya banyak hal pada chatGPT dan mendapat jawaban. Sebagai petani, kita bisa bertanya mengenai saran penanaman, tips mencegah dan membasmi hama hingga berkonsultasi mengenai masalah tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi kita yang berpikiran lurus-lurus saja, respon saat menggunakan chatGPT adalah : “Luar biasa teknologinya. Sudah maju sekali. Punya potensi pengembangan luar biasa”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi bagi kita yang menolak kemajuan jaman, responnya adalah : “ChatGPT nggak bagus-bagus amat. Masih banyak salah. Jauh lah dibandingkan dengan Google. Hati-hati kadang chatGPT salah ngasih jawaban. Kadang sarannya juga bisa menjerumuskan. bla-bla-bla…”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, dibandingkan Google yang lahir lebih dari 20 tahun yang lalu dengan ChatGPT yang masih bayi tentu jelas jauh berbeda. Itupun seharusnya bikin Google ketar-ketir, karena kemampuan ChatGPT luar biasa sekali untuk ukuran teknologi yang masih bayi. Coba saja bandingkan kemampuan Google translate dengan ChatGPT.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesalahan terbesar seseorang dalam menyikapi perubahan dan kemajuan jaman adalah asumsi kita menelan mentah-mentah perkembangan dan kemajuan jaman itu. Sebagai contoh, seolah-olah saya menyandarkan seluruh hal pada chatGPT. Padahal namanya alat itu digunakan untuk membantu pekerjaan. Agar kita bisa tahu apa yang belum kita ketahui. Dalam konteks ChatGPT, ia adalah alat bantu kita sebagaimana halnya Google.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjadi petani sekalipun, kita bisa terus membuka diri pada kemajuan jaman.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/melawan-kemajuan-jaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menanam Melon dengan Sistem Raised-Bed</title>
		<link>https://www.vavai.com/menanam-melon-dengan-sistem-raised-bed/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/menanam-melon-dengan-sistem-raised-bed/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 03:34:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16394</guid>

					<description><![CDATA[Zeze Zahra menanam beberapa benih melon di ujung kotak lahan (raised bed) yang ditanami semangka. Benihnya menggunakan benih melon Inthanon dan ditanam dari biji langsung. Pupuknya juga menggunakan pupuk biasa tanpa A/B mix. Pupuk biasa yang dimaksud berupa pupuk dasaran dan pembenah tanah dari pupuk organik cair buatan sendiri ditambah dengan urea dimasa pertumbuhan. Ada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Zeze Zahra menanam beberapa benih melon di ujung kotak lahan (raised bed) yang ditanami semangka. Benihnya menggunakan benih melon Inthanon dan ditanam dari biji langsung. Pupuknya juga menggunakan pupuk biasa tanpa A/B mix. Pupuk biasa yang dimaksud berupa pupuk dasaran dan pembenah tanah dari pupuk organik cair buatan sendiri ditambah dengan urea dimasa pertumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa tanaman yang masih puret (keriting) namun tidak banyak. Tanaman yang lulus sampai besar dan sudah mulai berbuah menunjukkan ciri tanaman sehat. Misalnya dari bentuk buah yang kelihatan lonjong dan mulai membesar.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="590" height="332" data-id="16396" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/12.jpg" alt="" class="wp-image-16396" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/12.jpg 590w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/12-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 590px) 100vw, 590px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="590" height="332" data-id="16395" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/13.jpg" alt="" class="wp-image-16395" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/13.jpg 590w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/13-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 590px) 100vw, 590px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari pengalaman ini, Zeze Zahra berencana melakukan rolling jenis tanaman di kotak lahan ini dan melon merupakan salah satu diantara tanaman tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/menanam-melon-dengan-sistem-raised-bed/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanah kebun sering becek, padat, atau sulit dirawat?</title>
		<link>https://www.vavai.com/tanah-kebun-sering-becek-padat-atau-sulit-dirawat/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/tanah-kebun-sering-becek-padat-atau-sulit-dirawat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[raised bed]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Tips, Tricks & Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16507</guid>

					<description><![CDATA[Raised bed bisa menjadi solusi praktis untuk membuat kebun rumah lebih rapi dan tanaman tumbuh lebih sehat. Dengan posisi media tanam yang lebih tinggi dari permukaan tanah, raised bed membantu: Raised bed juga cocok digunakan untuk menanam berbagai sayuran, herbal, dan tanaman pangan di lahan terbatas. Yuk, kenali lebih jauh tentang raised bed dan rasakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Raised bed bisa menjadi solusi praktis untuk membuat kebun rumah lebih rapi dan tanaman tumbuh lebih sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan posisi media tanam yang lebih tinggi dari permukaan tanah, raised bed membantu:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengalirkan air dengan lebih baik</li>



<li>Menjaga tanah tetap gembur</li>



<li>Mendukung pertumbuhan akar</li>



<li>Memudahkan perawatan kebun</li>
</ul>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="472" height="590" data-id="16510" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/22.jpg" alt="Penjelasan pengertian raised bed sebagai media tanam bedengan yang dibuat lebih tinggi" class="wp-image-16510" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/22.jpg 472w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/22-240x300.jpg 240w" sizes="(max-width: 472px) 100vw, 472px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="472" height="590" data-id="16509" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/23.jpg" alt="Empat poin keunggulan raised bed untuk drainase air gembur tanah dan akar tanaman" class="wp-image-16509" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/23.jpg 472w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/23-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="472" height="590" data-id="16508" src="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/24.jpg" alt="Banner penutup ajakan membaca tips pertanian dan berkebun praktis lainnya" class="wp-image-16508" srcset="https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/24.jpg 472w, https://www.vavai.com/wp-content/uploads/2026/08/24-240x300.jpg 240w" sizes="auto, (max-width: 472px) 100vw, 472px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Raised bed juga cocok digunakan untuk menanam berbagai sayuran, herbal, dan tanaman pangan di lahan terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yuk, kenali lebih jauh tentang raised bed dan rasakan berbagai manfaatnya untuk kebun rumahmu!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau punya raised bed di rumah, tanaman apa yang ingin kamu tanam lebih dulu? Bagikan ide dan pengalamanmu di kolom diskusi di bawah, ya!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/tanah-kebun-sering-becek-padat-atau-sulit-dirawat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Pertanian : Menyisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha</title>
		<link>https://www.vavai.com/tips-pertanian-menyisihkan-keuntungan-untuk-pengembangan-usaha/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/tips-pertanian-menyisihkan-keuntungan-untuk-pengembangan-usaha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16388</guid>

					<description><![CDATA[Jika kita melakukan usaha, ada kalanya kita terjebak untuk langsung menggunakan hasil dari usaha, bukannya untuk pengembangan usaha. Misalnya, jika Zeze Zahra mendapat keuntungan Rp30.000 dari satu kotak lahan berukuran 3 × 1 m yang ditanami kangkung, bisa saja Zeze Zahra menggunakan hasil keuntungan itu untuk makan bakso. Apakah tidak boleh? Ya boleh saja, karena...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jika kita melakukan usaha, ada kalanya kita terjebak untuk langsung menggunakan hasil dari usaha, bukannya untuk pengembangan usaha. Misalnya, jika Zeze Zahra mendapat keuntungan Rp30.000 dari satu kotak lahan berukuran 3 × 1 m yang ditanami kangkung, bisa saja Zeze Zahra menggunakan hasil keuntungan itu untuk makan bakso.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah tidak boleh? Ya boleh saja, karena toh itu uang kita. Namun dari sisi kebijaksanaan dan pertimbangan masa depan, lebih baik uang hasil keuntungan tersebut digunakan untuk pengembangan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya begini, untuk membuat satu kotak lahan raised-bed berukuran 3&#215;1 m menggunakan bata ringan akan membutuhkan biaya Rp200.000. Kita menggunakan penghasilan dari gaji yang di sisihkan sebagai biaya awal tersebut. Jika kita mendapat keuntungan sebesar Rp30.000 setiap kali panen dan hasil keuntungan tidak digunakan, maka kita akan butuh 7 kali panen untuk bisa membuat kotak lahan kedua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika satu kali panen membutuhkan waktu tiga minggu, maka butuh waktu 7 × 3 minggu = 21 minggu untuk bisa membuat kotak lahan kedua. Itu artinya sekitar lima bulan satu minggu untuk memiliki modal pembuatan kotak lahan kedua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun ini istimewanya. Setelah punya kotak lahan kedua, kita punya waktu lebih singkat. Dengan asumsi keuntungan menjadi Rp60.000 setiap kali panen, maka kita hanya butuh waktu sekitar empat kali panen saja untuk bisa membuat kotak lahan ketiga. Empat kali panen dikalikan tiga minggu waktu panen artinya 12 minggu atau = 3 bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah punya 3 kotak lahan, kita hanya butuh 3x panen untuk membangun kotak lahan keempat. Setelah punya 4 kotak lahan, kita hanya butuh 2x panen untuk membangun kotak lahan kelima. Begitu seterusnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita terus menduplikasinya, kita bisa mengembangkan usaha dengan modal awal yang ada sambil terus belajar memahami dan memaksimalkan usaha yang dijalani. Kita bisa mengganti kotak lahan untuk menanam kangkung dengan jenis tanaman lain, seperti cabai, bawang, kubis, sawi hingga padi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prinsip dasarnya adalah jangan langsung memakan keuntungan melainkan menggunakannya untuk pengembangan usaha. Pada titik tertentu, nanti kita bisa memakan keuntungan tanpa harus mempengaruhi modal usaha, karena kita sudah bisa hidup dari keuntungan hasil usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan :</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Contoh diatas adalah perhitungan sederhana tanpa memperhitungkan mekanisme penjualan atau kemungkinan tanaman kena hama dan penyakit, karena konteksnya adalah prinsip pengembangan usaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Contoh perhitungan pembuatan kotak lahan raised-bed gardening bisa dibaca disini : <a href="https://www.facebook.com/excellentinsight/posts/pfbid0ARRh4WxiFWgW7upt1QWYAETRrKeva9GV2UqZSQfEJVTgeX2kytjc5AgyyZroJQS7l?__cft__[0]=AZaUQLjFbWikhyXwmvi9W3psdjxIokwL7PQd_w7dhzjRFnvnM6S2fJA9LJuHrrBBAS44xdxx0OjaBxE9ejChbvMXbH9tg4F_N5x_iAPF3M9q3hIQSNLLjeDaOAqbr6hZT2VGWd97vsIaVzAl-HVG6ogJDC4xav6KyYdGfYvKdKdds6vkKA8za0ox2JqSka4qWCY&amp;__tn__=-UK-R">https://web.facebook.com/share/p/1DR4uEfVUJ/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/tips-pertanian-menyisihkan-keuntungan-untuk-pengembangan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Pertanian : Menerima Keadaan, Mencari Kelebihan dan Menyiasati Kesulitan</title>
		<link>https://www.vavai.com/tips-pertanian-menerima-keadaan-mencari-kelebihan-dan-menyiasati-kesulitan/</link>
					<comments>https://www.vavai.com/tips-pertanian-menerima-keadaan-mencari-kelebihan-dan-menyiasati-kesulitan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Masim Vavai Sugianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family & Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[sharing]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Excellent Farm]]></category>
		<category><![CDATA[Gardening]]></category>
		<category><![CDATA[homestead]]></category>
		<category><![CDATA[integrated farming]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Vavai]]></category>
		<category><![CDATA[Zeze Zahra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.vavai.com/?p=16385</guid>

					<description><![CDATA[Banyak dari kita yang menginginkan keadaan ideal, namun tidak menyadari bahwa jarang sekali keadaan ideal itu langsung ada. Bahwa keadaan ideal itu perlu dibentuk dan diupayakan. Sama saja dengan kehidupan, kadang kita melihat kehidupan orang lain kelihatan enak padahal nyatanya belum tentu. Dalam dunia pertanian, kadang kita mengeluh bahwa kondisi lahan tidak sesuai dengan keinginan....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Banyak dari kita yang menginginkan keadaan ideal, namun tidak menyadari bahwa jarang sekali keadaan ideal itu langsung ada. Bahwa keadaan ideal itu perlu dibentuk dan diupayakan. Sama saja dengan kehidupan, kadang kita melihat kehidupan orang lain kelihatan enak padahal nyatanya belum tentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam dunia pertanian, kadang kita mengeluh bahwa kondisi lahan tidak sesuai dengan keinginan. Kita melihat lahan orang lain subur, banyak air dan kelihatan bagus sedangkan lahan yang dimiliki kelihatan tandus, kering, sulit air dan bentuknya tidak beraturan. Lahan orang lain datar sedangkan lahan yang dimiliki miring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang punya lahan di dataran rendah berandai-andai jika punya lahan di dataran tinggi tentu bisa menanam manggis, durian, dan berbagai tanaman dataran tinggi lainnya. Yang sudah punya lahan di dataran tinggi malah mengeluh dan berpikir seandainya punya lahan di dataran rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keadaan itu adalah keniscayaan. Jika kita memiliki lahan yang tidak ideal, kita yang harus mencari cara menjadikannya ideal. Jika yang dimiliki adalah dataran rendah, punya banyak air dan rentan banjir maka kita bisa mengupayakan pertanian berbasis air banyak, misalnya membuat kolam ikan dan parit-parit air. Kita bisa memilih tanaman yang tahan air, seperti kelapa, padi, talas dan lain-lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Demikian sebaliknya jika kita punya lahan dataran tinggi yang konturnya miring atau curam, kita bisa menanam tanaman keras agar bisa menyesuaikan dengan keadaan. Prinsip dasarnya adalah jangan menyesali kondisi yang ada melainkan menerima keadaan kemudian memahami kelebihan dan kekurangan yang ada, baru setelah itu berusaha menyiasati dan mengatasi kesulitannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak kondisi tak ideal dalam dunia pertanian. Lahan, kekurangan biaya, kekurangan pengetahuan, tidak adanya tenaga kerja, tidak punya lahan dan tidak punya waktu. Hanya kita yang tahu kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dan sewajarnya kita yang berusaha mengatasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hidup kita milik kita, susah maupun senang, kita juga yang menjalaninya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.vavai.com/tips-pertanian-menerima-keadaan-mencari-kelebihan-dan-menyiasati-kesulitan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
