<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Budidaya Tanaman</title><description>Budidaya tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, tanaman obat dan tanaman pangan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Admin)</managingEditor><pubDate>Sun, 6 Oct 2024 21:37:44 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://vitroculture.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Budidaya tanaman sayur, tanaman buah, tanaman hias, tanaman obat dan tanaman pangan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Budidaya Sorgum</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2011/12/budidaya-sorgum.html</link><category>Tanaman Pangan</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Tue, 6 Dec 2011 22:42:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-5865450918590702650</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Budidaya Sorgum&lt;/span&gt;, Pengembangan tanaman serelalia selain padi dan jagung perlu dilakukan untuk&lt;br /&gt;menunjang pengembangan diservikasi pangan sebagai bahan alternatif guna memenuhi&lt;br /&gt;kebutuhan pangan (hidup) dimasa mendatang. Tanaman sorgum mempunyai keunggulan yang&lt;br /&gt;tak kalah dengan tanaman pangan lain seperti : daya adaptasi luas, tahan terhadap kekeringan, dapat diratun, dan sangat cocok dikembangkan di daerah marginal. Seluruh bagian tanaman mempunyai nilai ekonomis. Selain budidaya yang mudah, sorgum juga mempunyai manfaat yang sangat luas antara lain untuk pakan ternak, bahan baku industri makanan dan minuman,bahan baku untuk media jamur merang (mushroom), industri alkohol, bahan baku etanol dansebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanaman sorgum&lt;/span&gt; dapat berproduksi walaupun dibudidayakan dilahan kurang subur,&lt;br /&gt;air yang terbatas dan masukan (input) yang rendah, bahkan di lahan berpasirpun sorgum dapat&lt;br /&gt;dibudidayakan. Namun apabila ditanam pada daerah yang berketinggian diatas 500m dpl&lt;br /&gt;tanaman sorgum akan terhambat pertumbuhanya dan memiliki umur yang panjang.&lt;br /&gt;Tanaman sorgum sebenarnya sudah lama dikenal dan sudah banyak ditanam petani di&lt;br /&gt;Indonesia. Namun tampaknya, tanaman ini kurang berkembang dengan baik. Pengembangan&lt;br /&gt;jenis tanaman pangan ini akan dapat berhasil apabila dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penyiapan Lahan dan Pengelolaan Tanah&lt;br /&gt;Pengolahan tanah paling baik dilakukan 2-4 minggu sebelum tanam.&lt;br /&gt;1. Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, kemudian dicangkul atau&lt;br /&gt;dibajak 2 kali setelah itu digaru dan diratakan.&lt;br /&gt;2. Dibuat saluran drainase disekeliling atau ditengah lahan.Untuk lahan yang hanya&lt;br /&gt;mengandalkan residu air tanah, pengolahan dilakukan secara ringan dengan&lt;br /&gt;mencangkul tipis permukaan tanah untuk mematikan gulma. Pengolahan tanah secara&lt;br /&gt;ringan sangat efektif untuk manghambat penguapan air tanah sampai tanaman panen.&lt;br /&gt;3. Tanah yang sudah diolah sebaiknya diberi pupuk organik, misalnya pupuk kandang&lt;br /&gt;atau kompos.&lt;br /&gt;Pengolahan tanah ini bertujuan antara lain untuk memperbaiki struktur tanah, memperbesar&lt;br /&gt;persediaan air, mempercepat pelapukan, meratakan tanah dan memberantas gulma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemilihan Varietas&lt;br /&gt;Varietas unggul yang dianjurkan untuk ditanam harus memeperhatikan kegunaan dan&lt;br /&gt;lingkungan tumbuhnya. Untuk keperluan konsumsi pangan manusia (pangan) varietas yang&lt;br /&gt;dianjurkan antara lain UPCA SI, Keris, Badik dan Hegari Genjah. Karena varietas ini&lt;br /&gt;mempunyai keunggulan berumur genjah, tinggi batang sedang, berbiji putih dengan rasa&lt;br /&gt;sebagai nasi cukup enak. Varetas Numbu dan Kawali yang dilepas tahun 2001 juga&lt;br /&gt;mempunyai rasa olah sebagai nasi cukup enak, namun umurnya relatif lebih panjang.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pakan ternak dipilih varietas sorgum yang tahan hama penyalit, tahan rebah,&lt;br /&gt;tahan disimpan dan dapat diratun. Pada lingkungan yang ketersediaan airnya terbatas dan&lt;br /&gt;masa tanam yang singkat dipilih varietas-varietas umur genjah seperti Keris, Badik, Lokal&lt;br /&gt;Muneng dan Hegari Genjah. Ditinjau dari segi hasil, varietas umur genjah memang hasilnya&lt;br /&gt;jauh lebih rendah daripada varietas umur sedang atau dalam, tetapi keistimewaannya dapat&lt;br /&gt;segera dipanen, menyelamatkan dari resiko kegagalan hasil akibat kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Penanaman&lt;br /&gt;Sorgum dapat ditanam pada sembarang musim asalkan pada saat tanaman muda tidak&lt;br /&gt;tergenang atau kekeringan. Namun, waktu tanam yang baik adalah pada akhir musim hujan&lt;br /&gt;atau awal musim kemarau. Kebutuhan benih untuk bertanam sorgum berkisar 10 kg/ha&lt;br /&gt;dengan jarak tanam 70 cm x 20 cm cm atau 60 cm x 20 cm tergantung tingkat kesuburan&lt;br /&gt;tanah. Menanam sorgum dapat dilakukan dengan cara ditugal seperti halnya menanam jagung,&lt;br /&gt;bila jaraknya tidak terlalu rapat. Lubang tanam diisi sekitar 3-5 biji benih, kemudian ditutup&lt;br /&gt;dengan tanah ringan. Pada saat tanam, dibuat juga lubang pupuk dengan tugal sejauh 15 cm&lt;br /&gt;dari lubang tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pemupukan&lt;br /&gt;Sebaiknya pemupukan diberikan secara lengkap (NPK) agar produksi yang dihasilkan&lt;br /&gt;cukup tinggi. Dosis pemupukan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada tingkat&lt;br /&gt;kesuburan tanah dan varietas yang ditanam, tetapi secara umum dosis yang dianjurkan adalah&lt;br /&gt;200kg urea, 100kg TSP atau SP36 san 50kg KCL. Pemberian pupuk Urea diberikan dua kali,&lt;br /&gt;yaitu 1/3 bagian diberikan pada waktu tanam sebagai pupuk dasar bersama-sama pemberian&lt;br /&gt;pupuk TSP/SP36 dan KCL. Sisanya (2/3 bagian) diberikan setelah umur satu bulan setelah&lt;br /&gt;tanam. Pemupukan dasar dilakukan saat tanam dengan cara ditugal sejauh 7 cm dari lubang&lt;br /&gt;tanam,sedang KCL dalam lubang di sisi yang lain. Pemupukan kedua juga ditugal sejauh ± 15&lt;br /&gt;cm dari barisan, kemudian ditutup dengan tanah. Lubang tugal baik untuk pupuk dasar&lt;br /&gt;maupun susulan sedalam ± 10 cm.&lt;br /&gt;E. Pemeliharaan&lt;br /&gt;1. Pengairan&lt;br /&gt;Walaupun tanaman tahan terhadap kekeringan, namun pada fase awal pertumbuhan&lt;br /&gt;membutuhkan air yang cukup.&lt;br /&gt;2. Penjarangan Tanaman&lt;br /&gt;Tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam dilakukan penjarangan agar diperoleh&lt;br /&gt;tanaman sorgum yang tumbuh subur dan berproduksi tinggi. Caranya, dengan&lt;br /&gt;mencabut rumpun tanaman yang kurang baik dan hanya disisakan 2 rumpun tanaman&lt;br /&gt;untuk dipelihara hingga panen.&lt;br /&gt;3. Penyiangan&lt;br /&gt;Penyiangan dilakukan dengan mencabut tumbuhan pengganggu (gulma) hingga&lt;br /&gt;perakarannya secara hati-hati, agar tidak mengganggu perakaran tanaman utama.&lt;br /&gt;Gulma yang telah dicabut sebaiknya ditampung atau dikubur disuatu tempat agar&lt;br /&gt;membusuk sehingga kemudian dapat dijadikan kompos.&lt;br /&gt;4. Pembubunan&lt;br /&gt;Pembubunan dilakukan dengan cara menggemburkan tanah disekitar tanaman sorgum,&lt;br /&gt;kemudian menimbunkan tanah tersebut pada pangkal batang tanaman sorgum shingga&lt;br /&gt;sehingga membentuk gundukan-gundukan kecil yang bertujuan untuk mengokohkan&lt;br /&gt;batang tanaman agar tidak mudah rebah dan merangsang terbentuknya akar-akar baru&lt;br /&gt;pada pangkal batang.&lt;br /&gt;5. Hama Penyakit dan Cara Pengendaliannya&lt;br /&gt;1) Colletortichum gramini colum (Ces.) G.W. Wild (Penyakit Bercak Daun)&lt;br /&gt;Penyakit ini menyebabkan bercak pada daun dengan warna kemerah-merahan atau&lt;br /&gt;keungu-unguan dan menyebabkan busuk merah pada batang dimana jaringan bagian&lt;br /&gt;dalam buku berair dan berubah warnanya. Penyakit ini menyebar secara luas. Bercak&lt;br /&gt;daun mengakibatkan daun mengering, karena itu butir menjadi hampa, sementara&lt;br /&gt;busuk merah menyebabkan batang berair dan patah.&lt;br /&gt;2) Helmithosporium turcicum Pass (Penyakit Blight)&lt;br /&gt;Penyakit ini menyerang sorgum secara luas, terutama pada kondisi yang lembab.&lt;br /&gt;Serangan penyakit ini menimbulkan bintik-bintik ungu kemerah-merahan atau&lt;br /&gt;kecoklatan yang akhirnya menyatu. Penyakit blight daun dapat menyerang&lt;br /&gt;pembibitan maupun tanaman dewasa. Kultivar yang resisten belum diketahui.&lt;br /&gt;3) Puccinia purpurea Cooke&lt;br /&gt;Penyakit karat sering terjadi secara luas pada sorgum tetapi pertumbuhan penyakit&lt;br /&gt;tidak berlangsung lagi apabila tanaman sorgum telah mencapai dewasa.&lt;br /&gt;4 ) Atherigona varia Soccata (Rond.) (Lalat Bibit Sorgum).&lt;br /&gt;Hama ini merupakan hama yang utama di daerah tropis. Prinsip pengendaliannya&lt;br /&gt;adalah dengan penanaman pada waktunya (tanam serempak) dan menanam kultivar&lt;br /&gt;yang mempunyai kemampuan memulihkan luka setelah diserang.&lt;br /&gt;5) Prodenia Litura F. (Ulat dawn).;&lt;br /&gt;Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida dengan jenis dan dosis yang&lt;br /&gt;dianjurkan.&lt;br /&gt;F. Panen&lt;br /&gt;Tanaman sorgum sudah dapat dipanen pada umur 3-4 bulan tergantung varietas.&lt;br /&gt;Penentuan saat panen sorgum dapat dilakukan dengan berpedoman pada umur setelah biji&lt;br /&gt;terbentuk atau dengan melihat ciri-ciri visual biji. Pemanenan juga dapat dilakukan setelah&lt;br /&gt;melihat adanya ciri-ciri seperti daun-daun berwarna kuning dan mengering, biji-biji bernas&lt;br /&gt;dan keras serta berkadar tepung maksimal.&lt;br /&gt;G. Budidaya Lanjutan&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan produksi sorgum dapat dilakukan budidaya lanjutan dengan cara&lt;br /&gt;ratun yaitu pemangkasan batang tanaman pada musim panen pertama yang dilanjutkan&lt;br /&gt;dengan pemeliharaan tunas –tunas baru pada periode kedua. Adapun tatacara budidaya&lt;br /&gt;sorgum ratun setelah panen musim pertama adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Setelah panen pertama segera dilakukan pemotongan batang yang tua tepat di atas&lt;br /&gt;tanah.&lt;br /&gt;2. Tanah dan di sekitar sorgum dibersihkan dari rumput liar dan gulma.&lt;br /&gt;3. Dibuatkan larikan kecil sejauh 10-15 cm dari pangkal batang tanaman sorgum&lt;br /&gt;kemudian disebarkan pupuk yang terdiri dari 45 kg Urea + 100 kg TSP +50 kg&lt;br /&gt;KCL per hektar. Satu bulan kemudian diberikan pupuk susulan berupa 90 kg&lt;br /&gt;Urea/ha.&lt;br /&gt;4. Tanaman yang berasal dari tunas-tunas baru (ratun) dipelihara dengan baik seperti&lt;br /&gt;Pada pemeliharaan tanaman periode pertama.&lt;br /&gt;Pada stadium buah tua dilakukan panen musim kedua. Pemotongan harus tepat&lt;br /&gt;dilakukan diatas permukaan tanah agar tunas-tunas baru tumbuh dari bagian batang yang&lt;br /&gt;berada pada dalam tanah.&lt;br /&gt;I. Pasca Panen&lt;br /&gt;1. Pengeringan.&lt;br /&gt;Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran selama ± 60 jam hingga kadar&lt;br /&gt;air biji mencapai 10 - 12 %.&lt;br /&gt;2. Penyimpanan&lt;br /&gt;Bila biji disimpan dalam ruangan khusus penyimpanan (gudang), maka tinggi gudang&lt;br /&gt;harus sama dengan lebarnya supaya kondensasi uap air dalam gudang tidak mudah&lt;br /&gt;timbul. Dinding gudang sebaiknya terbuat dari bahan yang padat sehingga perubahan&lt;br /&gt;suhu yang terjadi pada biji dapat dikurangi. Tidak dianjurkan ruang penyimpanan dari&lt;br /&gt;bahan besi, karma sangat peka terhadap perubahan suhu. Sebelum disimpan biji harus&lt;br /&gt;kering, bersih dan utuh (tidak pecah).&lt;br /&gt;J. Pengolahan&lt;br /&gt;• Bergs Sorgum (bergs sorgum giling)&lt;br /&gt;Bergs Sorgum yang dimaksud adalah biji Sorgum lepas kulit sebagai hasil penyosohan&lt;br /&gt;sehingga diperoleh bergs sorgum giling. Untuk menyosoh biji sorgum digunakan&lt;br /&gt;mesin yang terdiri dari silinder gurinda batu, sehingga bergs yang dihasilkan putih&lt;br /&gt;bersih. Dengan sifat ini ternyata sorgum jenis non waxy dapat digunakan sebagai nasi,&lt;br /&gt;bubur dan bentuk olahan lain. Sedangkan jenis sorgum ketan (waxy Sorgum) yang&lt;br /&gt;rasanya pulen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat minyak (snack) seperti tape,&lt;br /&gt;Temper, rengginang dan wajik.&lt;br /&gt;• Tepung Sorgum.&lt;br /&gt;Tepung sorgum dapat diperoleh dengan menggiling bergs sorgum dalam mesin yang&lt;br /&gt;dilengkapi dengan silinder besi yang tajam dan licin. Campuran 60% tepung kedelai&lt;br /&gt;dengan 30% tepung sorgum dapat menghasilkan roti dan kue yang cukup baik dan&lt;br /&gt;murah harganya.&lt;br /&gt;• Uji ( thin poridge )&lt;br /&gt;Jenis makanan ini terbuat dari tepung sorgum dan banyak dipakai di negara kenya,&lt;br /&gt;Tanzania, Uganda, Sudan dan India dengan nama yang berbeda-beda. Uji dibuat dari&lt;br /&gt;1 bagian tepung sorgum. 3 - 4 bagian air, satu bagian susu cair dan gula secukupnya.&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;Mula-mula tepung dicampur bagian air yang tersedia, tutup wadahnya dan biarkan&lt;br /&gt;selama 24 jam. Air yang tersisa didihkan dan ditambahkan pada tepung yang&lt;br /&gt;terfermentasi tadi, kemudian dimasak selama 10-15 menit sehingga halus dan kental&lt;br /&gt;lalu tambahkan gula selanjutnya dihidangkan.&lt;br /&gt;• I Ugali ( Stift Oorrid)&lt;br /&gt;Jenis makanan ini berasal dari Uganda dan Kenya dengan nama Tuwo dan di India&lt;br /&gt;disebut sangat.&lt;br /&gt;Cara membuat ugali sama dengan membuat uji. hanya disini tepung yang digunakan&lt;br /&gt;jumlahnya lebih banyak dan berasal dari biji yang disangrai. kecambah atau biji yang&lt;br /&gt;dikuliti. Selama ditanak. ugali tidak menyebar atau tidak meleleh bila dimasukkan ke&lt;br /&gt;dalam air dingin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya Jagung</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2011/12/budidaya-jagung.html</link><category>Tanaman Pangan</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Tue, 6 Dec 2011 22:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-1747209194035379995</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanaman jagung&lt;/span&gt; merupakan bahan baku industri pakan dan pangan serta sebagai makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Dalam bentuk biji utuh, jagung dapat diolah misalnya menjadi tepung jagung, beras jagung, dan makanan ringan (pop corn dan jagung marning). Jagung dapat pula diproses menjadi minyak goreng, margarin, dan formula makanan. Pati jagung dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan seperti es krim, kue, dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena cukup beragamnya kegunaan dan hasil olahan produksi tanaman jagung tersebut diatas, dan termasuk sebagai komoditi tanaman pangan yang penting, maka perlu ditingkatkan produksinya secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT PERTUMBUHAN &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANAMAN JAGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEDOMAN TEKNIS &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;A. Syarat Benih Jagung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).&lt;br /&gt;B. Pengolahan Tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.&lt;br /&gt;C. Pemupukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takaran per hektar pupuk kandang 2 ton, urea 300 kg, SP36 150 kg, KCl 75 kg. Pupuk urea diberikan 2 kali, masing-masing 1/2 bagian pada saat tanaman berumur 18 hari dan 35 hari. Sedangkan pupuk kandang, SP36 dan KCl diberikan seluruhnya pada saat tanam.&lt;br /&gt;D. Penanaman Jagung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tanam · Sebaiknya musim penghujan.&lt;br /&gt;1.  Penentuan Pola Tanaman Jagung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Tumpang sari ( intercropping ),melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Tumpang gilir ( Multiple Cropping ),dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping ),pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tanaman Campuran ( Mixed Cropping ), penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.&lt;br /&gt;2. Lubang Tanam dan Cara Tanam Tanaman Jagung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar. Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Penjarangan dan Penyulaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Penyiangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pembumbunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pengairan dan Penyiraman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya Leci Kom</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/07/budidaya-leci-kom.html</link><category>Tanaman hias</category><category>Tanaman Obat</category><category>Tanaman Pangan</category><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Wed, 28 Jul 2010 20:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-8117394685255488659</guid><description>Leci Kom adalah leci dataran rendah yang berasal dari Cina Selatan yang adaktif di dataran rendah dan panas yang menurut cerita dibawa oleh seorang saudagar asal Cina yang merapatkan kapalnya di Samut Songkhram Thailand. Famili Sapindaceae ini dulunya adalah buah kesukaan Yang Kuei Fei - seorang selir dari Kaisar Hsuan Tsung pada zaman dinasti Ming di Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua kebanyakan penduduk di Samut Songkhram bertanam leci kom. Varietas leci unggul ini bersosok pendek dan bertajuk kompak, cocok dengan namanya yang berarti kerdil. Terbukti tanaman disana yang berumur 20 tahun pun rata-rata hanya setinggi 4-5 meter saja. tanaman leci kom baru belajar berbuah pada umur kira-kira 3-4 tahun dengan bibit hasil cangkokan. Di Payangan Bali, dengan umur 10 tahun baru berproduksi hanya beberapa dompol saja meski pada umur 5 tahun sudah mencapai panenan sekitar 25 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leci Kom di Samut Songkhram Thailand Utara tumbuh di kebun-kebun yang hanya berjarak puluhan kilometer dari laut atau tepi pantai dan kurang lebih hanya 50 meter dpl dengan panas mencapai 40 derajat Celsius. Lantaran sudah beradaptasi dengan iklim tropis, leci kom berbeda dengan varietas leci dataran tinggi. Bila leci dataran tinggi membutuhkan udara dingin 10-12 derajat di malam hari selama sekitar 50-100 jam supaya berbunga yang menjadi cikal dari buah, leci kom hanya memerlukan 30-50 jam dengan suhu 15-20 derajat, kata seorang pakar tanaman di Thailand.&lt;br /&gt;Semoga dengan catatan pendek ini, leci kom bisa menjadi pilihan anda untuk ditanam di halaman rumah anda atau di kebun karena leci yang biasa hanya bisa berbuah di dataran tinggi saja. Kini leci kom menjadi pilihan untuk ditanam di dataran rendah dan panas....&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDIDAYA KACANG PANJANG</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/05/budidaya-kacang-panjang.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Tue, 25 May 2010 20:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-1532903817620295125</guid><description>Nama Latin: Vigna unguilata&lt;br /&gt;Nama Inggris: Yard Long Beans&lt;br /&gt;Famili : LEGUMINOCEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt; Super sainan, Sentosa, 777, Green arow, B&amp;W seed&lt;br /&gt;2. Pembenihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&#1048713; Biji yang diperoleh dijemur sampai kering selama 3&lt;br /&gt;hari dengan sinar matahari.&lt;br /&gt;3. Pengolahan Tanah&lt;br /&gt;Penggemburan&lt;br /&gt;&#1048713; Tanah yang akan ditanami sebelumnya dibersihkan&lt;br /&gt;dulu dari gulma. Penggemburan yanah dilakukan&lt;br /&gt;dengan cara membalik dan menghancurkan&lt;br /&gt;bongkahan tanah menjadi butir-butir yang lebih&lt;br /&gt;kecil.&lt;br /&gt;&#1048713; Tanah dicangkul dengan kedalaman 20-30 cm.&lt;br /&gt;&#1048713; Tanah tersebut dibiarkan 3-4 hari.&lt;br /&gt;Pembuatan bedengan&lt;br /&gt;&#1048713; Tanah tersebut dibuat bedengan yang lebarnya 80-&lt;br /&gt;100 cm. Diantara bedengan dibuat saluran&lt;br /&gt;drainase dengan lebar 30 cm. panjang bedengan&lt;br /&gt;disesuaikan dengan lahan.&lt;br /&gt;Pengapuran&lt;br /&gt;&#1048713; Pengapuran hanya dilakukan jika tanah bereaksi&lt;br /&gt;terlalu masam. Derajat kemasaman yang sesuai&lt;br /&gt;untuk kacang panjang sekitar 5.5 - 6.5. Cara&lt;br /&gt;pengapuran yaitu dengan menaburkan kapur&lt;br /&gt;secara merata ke seluruh lahan. Tanah dibiarkan&lt;br /&gt;selama 2-3 minggu hingga siap ditanami.&lt;br /&gt;4. Penanaman&lt;br /&gt;Waktu tanam&lt;br /&gt;&#1048713; Penanaman kacang panjang sebaiknya dilakukan&lt;br /&gt;pada awal dan akhir musim hujan.&lt;br /&gt;Cara penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Benih kacang panjang dapat langsung ditanam di&lt;br /&gt;bedengan tanpa disemaikan terlebih dulu.&lt;br /&gt;&#1048713; Penanaman dilakukan dengan membuat lubang&lt;br /&gt;tanam. Kedalaman lubang tanam sekitar 4-5 cm.&lt;br /&gt;jarak antar lubang tanam sekitar 25-30 cm, dan&lt;br /&gt;antar barisan 60-75 cm.&lt;br /&gt;&#1048713; Pada tiap lubang tanam dimasukkan 2 butir benih,&lt;br /&gt;lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Penyulaman&lt;br /&gt;&#1048713; Kegiatan penyulaman dilakukan seminggu setelah&lt;br /&gt;penanaman.&lt;br /&gt;Penyiraman&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiraman dilakukan pagi dan sore pada saat&lt;br /&gt;musim kemarau.&lt;br /&gt;Penyiangan&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiangan dilakukan 3 dan 6 MST. Bersamaan&lt;br /&gt;dengan penyiangan ini dilakukan pendangiran,&lt;br /&gt;dengan tujuan agar tanah menjadi gembur&lt;br /&gt;kembali.&lt;br /&gt;Pemupukan&lt;br /&gt;&#1048713; Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan&lt;br /&gt;disajikan pada Tabel 10. Pupuk urea tidak diberikan&lt;br /&gt;sekaligus, tetapi dilakukan 2 tahap. Setengan dosis&lt;br /&gt;pada saat tanam dan sisanya diberikan pada saat&lt;br /&gt;tanaman berumur 3 MST. Pupuk TSP dan KCl&lt;br /&gt;diberikan seluruhnya pada saat penanaman.&lt;br /&gt;&#1048713; Pemberian pupuk diberikan pada tanaman dengan&lt;br /&gt;cara membuat lubang, kira-kira 5-7 cm di sisi barisan&lt;br /&gt;benih.&lt;br /&gt;Pemasangan turus&lt;br /&gt;&#1048713; Untuk menghasilkan produksi yang tinggi perlu&lt;br /&gt;diberikan turus untuk merambatkan tanaman.&lt;br /&gt;Sebagai turus dapat digunakan batang kayu atau&lt;br /&gt;belahan bambu yang panjangnya 150-200 cm dan&lt;br /&gt;lebarnya 2-3 cm. pemasangan turus dilakukan&lt;br /&gt;pada setiap tanaman setelah berumur 2 minggu&lt;br /&gt;atau mencapai tinggi kira-kira 25 cm.&lt;br /&gt;Pemangkasan&lt;br /&gt;&#1048713; Pemangkasan pucuk cabanng dilakukan satu kali&lt;br /&gt;sebelum tanaman berbunga, yakni pada umur&lt;br /&gt;sekitar 3-4 MST. Caranya adalah dengan&lt;br /&gt;memotong pucuk sekitar 2-3 ruas.&lt;br /&gt;By: www.vitroculture.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDIDAYA BABY CORN (baby)</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/05/budidaya-baby-corn-baby.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Wed, 12 May 2010 23:42:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-4636314115468960553</guid><description>Nama Latin: Zea Mays&lt;br /&gt;Nama Inggris: Baby Corn&lt;br /&gt;Famili : POACEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt; Bright jean, SD2, Honey Jean, Honey Pearl&lt;br /&gt;2. Pengolahan Lahan&lt;br /&gt;Tanah diolah dengan dibajak/dicangkul. Gulma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dan rumput liar dicabut dan dibuang.&lt;br /&gt;&#1048713; Beri pupuk kandang sebanyk 2 ton/ha ditabur&lt;br /&gt;diatas tanah lalu dicangkul hinggatercampur&lt;br /&gt;merata dengan tanah. Beri tambahan kapur (jika&lt;br /&gt;perlu) hingga pH 6-7.&lt;br /&gt;&#1048713; Setelah tanah diolah buat guludan berukuran 2.6 x&lt;br /&gt;25 m&lt;br /&gt;&#1048713; Buat parit dengan tinggi 20 cm dan lebar 40 cm&lt;br /&gt;3. Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Buat lubang tanam dengan ukuran 65 x 15 cm&lt;br /&gt;&#1048713; Satu lubang tanam cukup diisi satu benih disertai&lt;br /&gt;pemberian furadan 1-2 gr pada setiap lubang.&lt;br /&gt;&#1048713; Lakukan pemupukan dengan pupuk dasar yaitu&lt;br /&gt;urea, SP36 KCl. Pemberian pupuk dilakukan dengan&lt;br /&gt;cara ditugal dengan jarak 5 cm dari setiap lubang.&lt;br /&gt;4. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Penyiraman&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiraman dilakuakn sesaat setlah ppenanaman&lt;br /&gt;benih untuk membantu perkecmbahan benih.&lt;br /&gt;Selanjutnya dilakukan satu kali perhari selam minggu&lt;br /&gt;pertama. Penyiraman selanjutnya dilakukan&lt;br /&gt;kembali setelah memasuki minggu ke-4 (saat&lt;br /&gt;pembentukan tonggol). Perlu diperhatikan,&lt;br /&gt;penyiraman dilakukan secukupnya agar tidak&lt;br /&gt;membuat tanaman mati membusuk.&lt;br /&gt;Penyiangan&lt;br /&gt;&#1048713; penyiangan dilakukan sesering mungkin dengan&lt;br /&gt;membersihkan atau mencabuti tanaman liar&lt;br /&gt;(gulma).&lt;br /&gt;Pembumbunan&lt;br /&gt;&#1048713; Dilakukan bersamaan dengan penyiangan&lt;br /&gt;pertama dan pada minggu kelima.&lt;br /&gt;Pemberian pupuk lanjutan&lt;br /&gt;&#1048713; Pemupukan yang kedua dan ketigan diberikan&lt;br /&gt;pada umur 3, dan 6 MST. Pupuk ditaburkan pada&lt;br /&gt;larikan berjarak 3 cm untuk tanamn Perkiraan dosis&lt;br /&gt;dan waktu aplikasi&lt;br /&gt;Pembuangaan bunga jantan&lt;br /&gt;&#1048713; Detasseling dilakukan 40 hari setelah tanam (pada&lt;br /&gt;daerah dataran rendah) dan sekitar 55 hari untuk&lt;br /&gt;daerah dataran tinggi. Caranya dengan&lt;br /&gt;mencabut tangkai bunga jantannya.&lt;br /&gt;5. Panen dan Pasca panen&lt;br /&gt;&#1048713; Panen pertama dapat dilakukan pada hari kedua&lt;br /&gt;setelah tongkol muncul. Panen berikutnya&lt;br /&gt;dilakukan setiap hari sekali. Segera disortir sesuai&lt;br /&gt;dengan grade yang sesuai pesanan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDIDAYA TANAMAN CAISIN</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/05/budidaya-tanaman-caisin.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Mon, 3 May 2010 21:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-601317779423747295</guid><description>Nama Latin: Brasica rapa cv. caisin&lt;br /&gt;Nama Inggris: Caisin&lt;br /&gt;Famili : BRASSICACEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt;A Tosakan, Regency&lt;br /&gt;2. Persemaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Bibit (Tergantung dari kondisi cuaca, jika curah&lt;br /&gt;hujan tinggi dan suhu tinggi maka perlu naungan)&lt;br /&gt;&#1048713; Rumah bibit dibuat dari bambu, dengan atap&lt;br /&gt;plastic polietilen, lebar 1,5 meter. Tinggi bagian&lt;br /&gt;depan 1,3 meter dan bagian belakang 1 meter dan&lt;br /&gt;panjang sesuai dengan keperluan. Panjang&lt;br /&gt;bedengan 1-3 meter tergantung kebutuhan bibit&lt;br /&gt;yang akan ditanam. Bedengan pembibitan dibuat&lt;br /&gt;pada lahan berukuran 80-120 cm.&lt;br /&gt;Alat Persemaian&lt;br /&gt;&#1048713; Sama seperti komoditas lain&lt;br /&gt;Penyemaian Benih&lt;br /&gt;&#1048713; Dua minggu sebelum tabur benih, bedengan&lt;br /&gt;pembibitan ditaburi dengan 2 kg pupuk kandang&lt;br /&gt;yang telah ditambahkan dengan 20 gr urea, 10 gr&lt;br /&gt;TSP, 7,5 gr KCl.&lt;br /&gt;&#1048713; Benih ditabur pada permukaan bedengan&lt;br /&gt;pembibitan, selanjutnya benih ditutupi dengan&lt;br /&gt;tanah halus setebal 1-2 cm.&lt;br /&gt;&#1048713; Lakukan perawatan dengan penyiraman&lt;br /&gt;menggunakan sprayer.&lt;br /&gt;&#1048713; Benih yang baik akan tumbuh setelah 3-5 hari.&lt;br /&gt;Transplanting&lt;br /&gt;&#1048713; Isi panel semai dengan media semai sampai penuh&lt;br /&gt;dan basahi dengan air.&lt;br /&gt;&#1048713; Benih yang sudah berdaun 2-3 helai (2-3 minggu&lt;br /&gt;setelah biji disemaikan) tanaman dapat&lt;br /&gt;dipindahkan ke panel semai dengan satu benih&lt;br /&gt;untuk setiap lubang tanam.&lt;br /&gt;&#1048713; Simpan panel semai di dalam rumah bibit sampai&lt;br /&gt;siap tanam (3-4 minggu)&lt;br /&gt;3. Pengolahan lahan&lt;br /&gt;&#1048713; Tanah dicangkul dan dibuat bedeng berukuran 120&lt;br /&gt;cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak&lt;br /&gt;tanah, tinggi bedeng 20-30 cm, jarak antar bedeng&lt;br /&gt;30 cm.&lt;br /&gt;&#1048713; Diatas bedengan taburi dengan pupuk kandang 10&lt;br /&gt;ton/ha dan kapur (bila tanah terlalu masam 0,75-&lt;br /&gt;1,23 ton/ha pada pH 5,9-6) kemudian diaduk&lt;br /&gt;dengan tanah sampai rata.&lt;br /&gt;&#1048713; Taburi pupuk dasar dan campurkan dengan&lt;br /&gt;tanah.&lt;br /&gt;&#1048713; Rapikan kembali bedengan.&lt;br /&gt;4. Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Jarak tanam yang dipakai adalah double row (2&lt;br /&gt;baris tanaman) per bedeng dengan jarak tanam&lt;br /&gt;40×40 cm atau 20×20 cm (caisin putih dan caisin&lt;br /&gt;hijau- 1 bedeng caisin putih 3 baris dan 1 bedeng&lt;br /&gt;caisin hijau 5 baris).&lt;br /&gt;&#1048713; Penanaman dilakukan pada bibit yang berumur 3-4&lt;br /&gt;minggu, atau sudah mempunyai 3-5 helai&lt;br /&gt;daun&lt;br /&gt;&#1048713; Satu lubang tanam diisi satu bibit .&lt;br /&gt;&#1048713; Penggalian lubang tanam dilakukan dengan&lt;br /&gt;tangan atau ajir pada ukuran 4-8 × 6-10 m.&lt;br /&gt;&#1048713; Memindahan secara hati-hati jangan sampai&lt;br /&gt;akar/daunnya rusak.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiraman(disesuaikan dengan kebutuhan tanah)&lt;br /&gt;sejak disemai sampai tumbuh dewasa air selalu&lt;br /&gt;dibutuhkan&lt;br /&gt;&#1048713; Penyulaman tanaman sulaman biasanya diambil&lt;br /&gt;dari bibit tananam yang masih tersisa di bedeng&lt;br /&gt;pembibitan&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiangan, penggemburan dan pengguludan.&lt;br /&gt;Penyiangan dilakukan secara manual 2 minggu&lt;br /&gt;sekali/ sesuai pertumbuhan gulma biasanya&lt;br /&gt;penyiangan, penggemburan dan pengguludan&lt;br /&gt;dilakukan sekaligus untuk menghemat tenaga kerja.&lt;br /&gt;&#1048713; Pemberian pupuk tambahan diberikan pada saat 3&lt;br /&gt;minggu setelah tanam dengan cara penaburan&lt;br /&gt;dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali.&lt;br /&gt;Perkiraan dosis dan waktu&lt;br /&gt;more: www.vitroculture.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDIDAYA CABE</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/05/budidaya-cabe.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Mon, 3 May 2010 01:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-5546767478265111078</guid><description>Nama Latin: Capsicum annuum&lt;br /&gt;Nama Inggris: Chili&lt;br /&gt;Famili : SOLANACEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar :&lt;br /&gt;a Tit Super, Jati laba(Merah besar), Cakra , Pelita (Cabe Rawit), Laris, TM 99 (ketiting Hibrida), dan Prabu, Sultan, Maraton, Gada, Hot Chili, Hot Beauty (merah besar Hibrida)&lt;br /&gt;2. Persemaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&#1048713; Rumah bibit terbuat dari bambu, dengan atap plastik. Lebar 1.2 m, tinggi bagian depan 1.5 m dan bagian belakang 1 m, dan panjang sesuai dengan keperluan.&lt;br /&gt;&#1048713; Di dalam rumah bibit dibuat bangku dari bamboo yang digunakan untuk meletakkan panel bibit&lt;br /&gt;Alat Persemaian&lt;br /&gt;&#1048713; Tray Semai : tray semai terbuat dari bahan plastik&lt;br /&gt;/mika, yang bisa ditutup agar tetap lembab.&lt;br /&gt;&#1048713; Kertas Tissue : kertas tissue yang mudah menyerap&lt;br /&gt;air&lt;br /&gt;&#1048713; Sprayer (Hand Sprayer): volume 1 liter.&lt;br /&gt;&#1048713; Pinset : digunakan untuk transplanting y&lt;br /&gt;&#1048713; Panel bibit: isi 50/98/128 tanaman per panel&lt;br /&gt;&#1048713; Media semai : Campuran pupuk kandang steril dan&lt;br /&gt;arang sekam (1:1)&lt;br /&gt;Penyemaian Benih&lt;br /&gt;&#1048713; Letakkan 3-5 lapis kertas tissu ke dalam tray semai,&lt;br /&gt;kemudian basahi dengan air secukupnya&lt;br /&gt;&#1048713; Benih sebanyak 75-100 ditebar diatas kertas tissue&lt;br /&gt;yang telah dibasahai. Kemudian tray semai di tutup&lt;br /&gt;(klip/setpler) biarkan selama 3-4 hari di tempat yang&lt;br /&gt;tidak terkena cahaya langsung.&lt;br /&gt;&#1048713; Pertahankan agar kertas tissue selalu dalam&lt;br /&gt;keadaan lembab&lt;br /&gt;Transplanting&lt;br /&gt;&#1048713; Isi Panel semai dengan media semai sampai penuh,&lt;br /&gt;dan basahi dengan air&lt;br /&gt;&#1048713; Benih yang sudah berkecambah transplanting&lt;br /&gt;/pindahkan dari tray semai ke panel semai dengan&lt;br /&gt;1 benih untuk setiap lubang tanam&lt;br /&gt;&#1048713; Simpan panel semai di dalam rumah bibit sampai&lt;br /&gt;siap tanam (4-5 minggu)&lt;br /&gt;3. Persiapan Lahan&lt;br /&gt;&#1048713; Tanah dicangkul dan dibuat bedeng berukuran 1,2&lt;br /&gt;m x 30 m. Tinggi bedeng 30 cm. Jarak antar&lt;br /&gt;bedeng 60 cm, digunakan sebagai tempat&lt;br /&gt;pemeliharaan&lt;br /&gt;&#1048713; Di atas bedengan taburi dengan pupuk kandang&lt;br /&gt;20 ton/ha dan kapur(bila tanah terlalu masam)&lt;br /&gt;1000-1200 ton sampai pH 6-6.5, kemudian diaduk&lt;br /&gt;dengan tanah sampai rata&lt;br /&gt;&#1048713; Taburi pupuk dasar Urea, SP36, dan KCL sesuai&lt;br /&gt;dengan dosis&lt;br /&gt;&#1048713; Rapihkan kembali bedengan dan tutup dengan&lt;br /&gt;mulsa plastik Hitam Perak dan kunci mulsa plastik&lt;br /&gt;agar tidak sobek terbawa angin&lt;br /&gt;4. Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Lubangi plastik dengan diameter 10 cm pada jarak tanam.&lt;br /&gt;&#1048713; Jarak tanam yang dipakai adalah double row (dua&lt;br /&gt;baris tanaman) per bedengan dengan jarak 60&lt;br /&gt;antar bedengan dan 50 cm atan tanaman dalam&lt;br /&gt;baisan.&lt;br /&gt;&#1048713; Sebelum penanaman dilakukan penyiraman&lt;br /&gt;bedengan (di leb) sedalam 25-30 cm&lt;br /&gt;&#1048713; Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah&lt;br /&gt;berumur 4-5 minggu, atau sudah mempunyai 3-5&lt;br /&gt;helai daun&lt;br /&gt;&#1048713; Satu lubang tanam diisi satu bibit.&lt;br /&gt;&#1048713; Pemindahan secara hati-hati jangan sampai akar&lt;br /&gt;atau daunnya rusak.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Penyulaman&lt;br /&gt;&#1048713; Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak&lt;br /&gt;sehat pertumbuhannya dengan bibit baru yang&lt;br /&gt;kira-kira umurnya sama. Penyulaman dilakukan&lt;br /&gt;pada satu minggu setelah tanam.&lt;br /&gt;Pengajiran&lt;br /&gt;&#1048713; Dilakukan 7 hari setelah tanam&lt;br /&gt;&#1048713; Ajir terbuat dari bambu 2 x 100 cm, ditancapkan 10&lt;br /&gt;cm dari pohon, ditanmankan dalam tanah sedalam&lt;br /&gt;20-30 cm dengan posisi miring keluar&lt;br /&gt;&#1048713; Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan pada&lt;br /&gt;umur 15 hari setelah tanam dengan rafia&lt;br /&gt;Pewiwilan&lt;br /&gt;&#1048713; Semua tunas air dibawah cabang pertama diwiwl&lt;br /&gt;&#1048713; Bunga I dan II setelah cabang pertama diwiwil,&lt;br /&gt;bunga dan cabang selanjutnya dipelihara&lt;br /&gt;Pengendalian Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&#1048713; Pengendalian HPT dilakukan bila perlu saja, yaitu&lt;br /&gt;bila terlihat gejala adanya serangga atau penyakit.&lt;br /&gt;Untuk tindakan preventif disemprotkan pestisida&lt;br /&gt;setiap minggu setelah tanam dengan insektisida&lt;br /&gt;atau fungisida secara bergantian, dengan dosis&lt;br /&gt;sesuai anjuran.&lt;br /&gt;Penyiangan&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiangan dilakukan secara manual dua minggu&lt;br /&gt;sekali atau sesuai pertumbuhan gulma.&lt;br /&gt;Pemupukan tambahan&lt;br /&gt;&#1048713; Pemberian pupuk tambahan dilakukan pada 2,4,6,8&lt;br /&gt;minggu setelah tanam. Cara pemberian dengan&lt;br /&gt;melingkarkan sekeliling tanaman 5-7 cm dari&lt;br /&gt;tanaman. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi&lt;br /&gt;pemupukan disajikan pada Tabel 7. www.vitroculture.blogspot.com&lt;br /&gt;Penyiraman&lt;br /&gt;&#1048713; Pengairan dilakukan dengan sistem furrow, yaitu&lt;br /&gt;dengan mengairi parit selama 2-8 jam dengan&lt;br /&gt;ketinggian air 25 cm saat tanaman berumur 10 hari&lt;br /&gt;setelah tanam, atau disesuaikan kelembaban&lt;br /&gt;tanahnya.&lt;br /&gt;6. Panen dan Pasca Panen&lt;br /&gt;&#1048713; Panen pertama dapat dilakukan mulai 9 minggu&lt;br /&gt;setelah tanam. Panen berikutnya setiap 5-7 hari&lt;br /&gt;sekali.&lt;br /&gt;&#1048713; Buah yang sudah dipanen segera disortir&lt;br /&gt;(dipisahkan) berdasarkan grade yang dengan&lt;br /&gt;sesuai pesanan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDI DAYA BUNCIS</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/04/budi-daya-buncis.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Tue, 27 Apr 2010 01:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-2345822417328795055</guid><description>Nama Latin: Phaseolus vulgaris.&lt;br /&gt;Nama Inggris: French Beans&lt;br /&gt;Famili : LEGUMINOCEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt;&#1048713; Lebat 1, Gypsy, Early Bush, Green Coat, Purple Coat&lt;br /&gt;2. Penyiapan Benih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&#1048713; Benih yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : mempunyai daya tumbuh minimal 80-85 %, bentuknya utuh, bernas, warna mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam dan tidak tercampur varietas lain serta bersih dari kotoran.&lt;br /&gt;&#1048713; Apabila jumlah benih yang ada melebihi jumlah benih yang dibutuhkan, maka dibutuhkan suatu penyimpanan dengan memberi suhu 18-20ºC, RH 50-60%, kandungan air benih 14%.&lt;br /&gt;3. Persiapan Lahan&lt;br /&gt;Pembukaan Lahan&lt;br /&gt;&#1048713; Lahan dapat dibersihkan secara manual yaitu&lt;br /&gt;dengan cara mencabut gulma dengan tangan,&lt;br /&gt;cangkul ataupun traktor. Dan secara kimia yaitu&lt;br /&gt;dengan menggunakan herbisida. Setelah bersih,&lt;br /&gt;tanah dicangkul 1-2 kali sedalam 20-30 cm.&lt;br /&gt;Pembuatan Bedengan&lt;br /&gt;&#1048713; Bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5 meter,&lt;br /&gt;lebar 1 meter dan tinggi 30 cm,jarak antar&lt;br /&gt;bedengan 40-50 cm. Untuk tanah pekarangan&lt;br /&gt;dibuat guludan dengan panjang 5 meter, lebar 20&lt;br /&gt;cm, tinggi 10-15 cm dan jarak antar guludan 70 cm.&lt;br /&gt;Pengapuran&lt;br /&gt;&#1048713; Tanah di Indonesia umumnya bersifat masam,&lt;br /&gt;sebelum penanaman diperlukan pengapuran&lt;br /&gt;dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman.&lt;br /&gt;4. Penanaman&lt;br /&gt;Penentuan Pola Tanam&lt;br /&gt;&#1048713; Jarak penanaman adalah 20x50 cm atau 20x40 cm.&lt;br /&gt;Penentuan jarak tanam harus diperhatikan karena&lt;br /&gt;berhubungan dengan ketersediaan air, unsur hara,&lt;br /&gt;dan cahaya matahari.&lt;br /&gt;Pembuatan Lubang Tanam&lt;br /&gt;&#1048713; Membuat lubang tanam dengan cara ditugal.&lt;br /&gt;Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah remah dan&lt;br /&gt;gembur. Untuk tanah liat ukuran 2-4 cm.&lt;br /&gt;Cara Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Tiap lubang tanam diisi 2-3 butir benih.&lt;br /&gt;4. Pemeliharaan Tanaman&lt;br /&gt;Penyulaman&lt;br /&gt;&#1048713; Penyulaman dilakukan dibawah 10 HST&lt;br /&gt;Pengguludan&lt;br /&gt;&#1048713; Peninggian guludan dilakukan setelah 20-40 hari&lt;br /&gt;setelah tanam.&lt;br /&gt;Pemangkasan&lt;br /&gt;&#1048713; Pemangkasan dilakukan sebatas pembentukan&lt;br /&gt;sulur setelah tanaman berumur 2 dan 5 minggu.&lt;br /&gt;Pemupukan&lt;br /&gt;&#1048713; Pemupukan dilakukan pada umur 14-21 HST.&lt;br /&gt;Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan&lt;br /&gt;disajikan pada Tabel 6. www.vitroculture.blogspot.com&lt;br /&gt;Pengairan&lt;br /&gt;&#1048713; Biasanya pengairan dilakukan pada musim&lt;br /&gt;kemarau yaitu pada umur 1-15 hari dilakukan 2 kali&lt;br /&gt;sehati pagi dan sore. Bila penanaman dilakukan&lt;br /&gt;pada musim hujan, yang perlu diperhatikan adalah&lt;br /&gt;masalah pembuangan saja.&lt;br /&gt;Pemeliharaan Lain&lt;br /&gt;&#1048713; Ajir perlu diberikan agar pertumbuhan dapat lebih&lt;br /&gt;baik. Panjang ajir 2 m dan lebar 4 cm dipasang&lt;br /&gt;secara berhadapan dan diikat menjadi satu bagian&lt;br /&gt;pada ujungnya. Pemberian ajir pada saat tanaman&lt;br /&gt;berusia 20 hari.&lt;br /&gt;5. Panen dan Pascapanen&lt;br /&gt;Ciri dan Umur Panen&lt;br /&gt;&#1048713; Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berusia&lt;br /&gt;60 hari dan polong memperlihatkan ciri-ciri : warna&lt;br /&gt;polong agak muda dan suram, permukaan kulitnya&lt;br /&gt;agak kasar, Biji dan polong belum menonjol dan&lt;br /&gt;polong akan mengeluarkan bunyi letupan jika&lt;br /&gt;dipatahkan.&lt;br /&gt;Periode Panen&lt;br /&gt;&#1048713; Pemanenan dilakukan secara bertahap yaitu setiap&lt;br /&gt;2-3 hari sekali dan dihentikan pada saat tanaman&lt;br /&gt;berumur 80 hari atau 7 kali panen.&lt;br /&gt;Sortasi&lt;br /&gt;&#1048713; Plong buncis yang cacat akibat serangan hama&lt;br /&gt;dan penyakit, polong tua maupun yang patah&lt;br /&gt;akibat panen yang kurang baik, semuanya harus&lt;br /&gt;dipisahkan.&lt;br /&gt;Penyimpanan&lt;br /&gt;&#1048713; Cara penyimpanan yang biasa dilakukan adalah&lt;br /&gt;dengan sistem refrigasi (pendinginan), dengan suhu&lt;br /&gt;0-4,4 °C dan RH 85-90%. Ruangan penyimpanan&lt;br /&gt;diusahakan agar udara segar dapat beredar dan&lt;br /&gt;selalu berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDI DAYA TANAMAN  BROKOLI</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/04/budi-daya-tanaman-brokoli.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Fri, 9 Apr 2010 19:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-4525922012143657576</guid><description>DAYA BROKOLI&lt;br /&gt;Nama Latin : Brassica olerecea cv. Brocolli&lt;br /&gt;Nama Inggris: Brocolli&lt;br /&gt;Famili : BRASSICACEAE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt;&#1048713; Royal Green, Delicate Green, Green King, Radiant&lt;br /&gt;Green, Tender Green, Green Jewel&lt;br /&gt;2. Penyiapan Benih&lt;br /&gt;&#1048713; Sterilisasi benih, dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau dengan merendam benih dalam air panas 55o C selama 15-30 menit&lt;br /&gt;&#1048713; Penyeleksian benih, dengan merendam biji dengan air, dimana benih yang baik akan tenggelam &lt;br /&gt;&#1048713; Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih cepat berkecambah&lt;br /&gt;3. Persemaian&lt;br /&gt;Tempat persemaian&lt;br /&gt;&#1048713; Penyemaian di bedengan : sebelum bedengan&lt;br /&gt;dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat&lt;br /&gt;bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari&lt;br /&gt;Utara ke Selatan. Bedengan dinaungi dengan&lt;br /&gt;naungan plastik, jerami atau daun-daunan setinggi&lt;br /&gt;1,25-1,50 m di sisi Timur dan 0,8-1,0 m di sisi Barat.&lt;br /&gt;&#1048713; Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu&lt;br /&gt;disebar merata diatas bedengan atau disebar di&lt;br /&gt;dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.&lt;br /&gt;Alat Persemaian&lt;br /&gt;&#1048713; Kertas plastik atau daun pisang : ukuran diameter 4-&lt;br /&gt;5 dan tinggi 5 cm&lt;br /&gt;&#1048713; Sprayer (hand sprayer) : volume 1 liter&lt;br /&gt;&#1048713; Media semai : campuran ayakan pupuk kandang&lt;br /&gt;matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2&lt;br /&gt;atau 1:1&lt;br /&gt;Penyemaian Benih&lt;br /&gt;&#1048713; Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu&lt;br /&gt;disebar merata diatas bedengan atau disebar di&lt;br /&gt;dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.&lt;br /&gt;Transplanting&lt;br /&gt;&#1048713; Sekitar 2 minggu setelah semai, bibit dipindahkan ke&lt;br /&gt;dalam bumbung. Lalu bibit dipindahkan ke&lt;br /&gt;lapangan setelah memiliki 3-4 helai daun atau kirakira&lt;br /&gt;berumur 1 bulan.&lt;br /&gt;4. Persiapan Lahan&lt;br /&gt;&#1048713; Lahan dibersihkan dari tanamn liar dan sisa-sisa&lt;br /&gt;akar, dicangkul sedalam 40-50 cm, lalu dibuat&lt;br /&gt;bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 35 cm dengan&lt;br /&gt;jarak bedengan 40 cm. Pada lahan miring perlu&lt;br /&gt;dibuat parit di antara bedengan tetapi jika lahan&lt;br /&gt;datar, parit ini tidak perlu dibuat.&lt;br /&gt;&#1048713; Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih&lt;br /&gt;rendah dari 5,5 dengan dosis kapur yang sesui&lt;br /&gt;dengan nilai pH tanah tetapi umumnya berkisar&lt;br /&gt;antara 1-2 ton/ha dalam bentuk kalsit atau dolomit.&lt;br /&gt;Kapur dicampurkan merata dengan tanah pada&lt;br /&gt;saat pembuatan bedeng.&lt;br /&gt;&#1048713; Pada saat pembuatan bedengan berlangsung,&lt;br /&gt;campurkan 12,5-17,5 ton/ha pupuk kandang di&lt;br /&gt;tambahkan dengan asumsi populasi tanaman/ha&lt;br /&gt;antara 25.000-35.000.&lt;br /&gt;&#1048713; Selain itu juga diberikan pupuk dasar berupa ZA, urea, SP-36 dan KCl Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada Tabel 5. www.vitroculture.blogspot.com&lt;br /&gt;5. Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Jarak tanam yang dipakai adalah 50x50 cm untuk&lt;br /&gt;kultivar bertajuk lebar dan 45x65 cm untuk kultivar&lt;br /&gt;tegak.&lt;br /&gt;&#1048713; Waktu tanam terbaik adalah di pagi hari antara jam&lt;br /&gt;06.00-09.00 atau sore hari antara jam 15.00-17.00&lt;br /&gt;&#1048713; Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah&lt;br /&gt;berumur sekitar satu bulan, atau sudah mempunyai&lt;br /&gt;3-4 helai daun.&lt;br /&gt;&#1048713; Satu lubang tanam diisi satu bibit.&lt;br /&gt;&#1048713; Pemindahan secara hati-hati jangan sampai akar&lt;br /&gt;atau daunnya rusak.&lt;br /&gt;6. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Penyulaman&lt;br /&gt;&#1048713; Jika ada tanaman yang rusak atau mati,&lt;br /&gt;penyulaman dapat dilakukan sampai sebelum&lt;br /&gt;tanaman berumur kira-kira dua minggu.&lt;br /&gt;Perempalan&lt;br /&gt;&#1048713; Perempalan tunas cabang dilakukan seawal&lt;br /&gt;mungkin supaya ukuran dan kualitas massa bunga&lt;br /&gt;yang terbentuk optimal.&lt;br /&gt;&#1048713; Segera setelah terbentuk massa bunga, daun-daun&lt;br /&gt;tua diikat sedemikian rupa sehingga massa bunga&lt;br /&gt;ternaungi cahaya matahari. Penutupan ini berfungsi&lt;br /&gt;untuk mempertahankan warna bunga supaya tetap&lt;br /&gt;putih.&lt;br /&gt;Pengendalian Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&#1048713; Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan&lt;br /&gt;melakukan bibit yang bebas penyakit, merendam&lt;br /&gt;benih di air panas (50o C) atau di dalam&lt;br /&gt;fungisida/bakterisida selama 15 menit, sanitasi&lt;br /&gt;kebun, rotasi tanaman, menanam kutivar tahan&lt;br /&gt;penyakit, menghindari tanaman dari kerusakan&lt;br /&gt;mekanis atau gigitan serangga, melakukan sterilisasi&lt;br /&gt;media semai atau lahan kebun, pengapuran pada&lt;br /&gt;tanah masam dan mencabut tanaman yang&lt;br /&gt;terserang penyakit.&lt;br /&gt;&#1048713; Untuk mencegah serangan hama dan penyakit,&lt;br /&gt;penyemprotan pestisida telah dilakukan walaupun&lt;br /&gt;belum ada gejala serangan, penyemprotan&lt;br /&gt;dilakukan setiap 2 minggu.&lt;br /&gt;Penyiangan&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiangan yang dilakukan bersamaan dengan&lt;br /&gt;penggemburan dilakukan bersama-sama dengan&lt;br /&gt;pemupukan susulan yaitu 7-10 hari setelah hari&lt;br /&gt;tanam (hst), 20 HST, dan 30-35 HST. Penyiangan dan&lt;br /&gt;penggemburan harus dilaksanakan dengan hatihati&lt;br /&gt;dan jangan terlalu dalam agar tidak merusak&lt;br /&gt;akar kubis bunga yang dangkal.&lt;br /&gt;&#1048713; Pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki&lt;br /&gt;masa pembungaan) penyiangan dihentikan.&lt;br /&gt;Pemupukan tambahan&lt;br /&gt;&#1048713; Pupuk susulan diberikan pada umur 1,3,5 MST di&lt;br /&gt;sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batangnya&lt;br /&gt;lalu ditimbun tanah. Dosis pupuk sesuai dengan&lt;br /&gt;rekomendasi&lt;br /&gt;&#1048713; Bersamaan dengan pupuk susulan III tanaman&lt;br /&gt;dapat juga disemprot dengan pupuk daun yang&lt;br /&gt;mengandung N dan K tinggi.&lt;br /&gt;Penyiraman&lt;br /&gt;&#1048713; Pengairan dilakukan secara rutin di pagi atau sore&lt;br /&gt;hari. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan 1-&lt;br /&gt;2 kali sehari terutama pada saat tanaman berada&lt;br /&gt;pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan&lt;br /&gt;bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya tanaman BAYAM</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/04/budidaya-tanaman-bayam.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Thu, 8 Apr 2010 19:21:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-7024974694890185471</guid><description>BAYAM&lt;br /&gt;Nama Latin: Amaranthus sp.&lt;br /&gt;Nama Inggris: Amaranth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Famili : AMARANTHACEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt;&#1048713; Varietas bayam yang banyak ditanam dan mempunyai nilai komersial yang tinggi antara lain Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga varietas lokal yang tidak kalah bagus kualitasnya antara lain Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, dan Sukamandi.&lt;br /&gt;2. Syarat tumbuh&lt;br /&gt;&#1048713; Bayam termasuk sayuran dataran tinggi. Tetapi&lt;br /&gt;dapat hidup di dataran rendah. Bayam&lt;br /&gt;menghendaki tanah yang subur dan gembur.&lt;br /&gt;Derajat kemasaman (pH) yang diinginkan berkisar 6-&lt;br /&gt;7. Tanah yang pHnya lebih tinggi atau lebih rendah&lt;br /&gt;tanaman bayam tidak dapat tumbuh dengan baik.&lt;br /&gt;3. Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, dan&lt;br /&gt;pembuatan bedengan. Pengolahan tanah untuk&lt;br /&gt;semua jenis bayam hampir sama. Namun untuk&lt;br /&gt;bayam tahunan agak berbeda karena memiliki&lt;br /&gt;akar lebih panjang dari bayam cabut sehingga&lt;br /&gt;pencangkulan lubang lebih dalam.&lt;br /&gt;&#1048713; Pemberian pupuk dasar dilaklukan bersamaan&lt;br /&gt;dengan pengolahan tanah. Bedengan penanaman&lt;br /&gt;dibuat dengan ukuran 1 m x 5 m. Sebaiknya&lt;br /&gt;bedengan dibut agak tinggi untuk mencegah&lt;br /&gt;kelurnya benih bayam pada saat disiram. Diantara&lt;br /&gt;bedengan dibuat parit untuk memudahkan&lt;br /&gt;penyiraman. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi&lt;br /&gt;pemupukan disajikan pada Tabel 4. www.vitroculture.blogspot.com &lt;br /&gt;&#1048713; Sebelum benih ditabur perlu dicampurkan dengan&lt;br /&gt;abu dengan perbandingan 1 bagian benih : 10&lt;br /&gt;bagian abuuntuk penaburan benih merata &amp; tidak&lt;br /&gt;bertumpuk-tumpuk. Benih bayam dapat ditaburkan&lt;br /&gt;pada garitan yang dibuat menurut baris sepanjang&lt;br /&gt;bedengan dengan jarak antar baris sekitar 20 cm.&lt;br /&gt;Untuk keperluan benih 1Ha sekitarr 5-10 Kg benih.&lt;br /&gt;&#1048713; Benih yang ditabur segera ditutup tanah tipis secara&lt;br /&gt;merata kemudian disiram dengan menggunakan&lt;br /&gt;gembor penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore&lt;br /&gt;kecuali turun hujan.&lt;br /&gt;4. Pemeliharaan&lt;br /&gt;&#1048713; Aspek penting adalah penyiangan, pengemburan,&lt;br /&gt;pemberian pupuk susulan dan pengendalian&lt;br /&gt;hama/penyakit.&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 MST&lt;br /&gt;selanjutnya dua minggu sekali.&lt;br /&gt;5. Penyakit yang sering menyerang adalah&lt;br /&gt;Downy mildew&lt;br /&gt;&#1048713; Ditandai dengan daun bagian atas menguning,&lt;br /&gt;daun bagian bawah berwarna hijau keunguan&lt;br /&gt;pada akhirnya berwarna cokelat. Sering timbul bila&lt;br /&gt;ditanam pada musim hujan dan dingin.&lt;br /&gt;Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik&lt;br /&gt;daun yang diserang. Pemberantasan dengan&lt;br /&gt;Dithane M-45 dosis 1,5-2 g/L&lt;br /&gt;Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber )&lt;br /&gt;&#1048713; Ditandai dengan daun menyempit, mengecil,&lt;br /&gt;menggulung dan berkerut. Permukaan daun&lt;br /&gt;berwarna kuning biasanya menyerang daun muda.&lt;br /&gt;Agar tidak meluas tanaman yang terinveksi harus&lt;br /&gt;segera dimusnahkan karena belum ada obatnya.&lt;br /&gt;Pencegahan dilakukan dengan penyiangan gulma,&lt;br /&gt;penyemprotan lalat pembawa virus dengan Ambus&lt;br /&gt;2 EC atau Lannate 2 EC 2 g/L&lt;br /&gt;Penyakit noda daun (leaf spot)&lt;br /&gt;&#1048713; Ditandai dengan noda cokelat pada setengah&lt;br /&gt;bagian daun, meluas sehingga menghancurkan&lt;br /&gt;daun. Agar tidak meluas harus tanaman&lt;br /&gt;dihancurkan. Disemprotkan dengan Dithane M-45&lt;br /&gt;dosis 1,5-2 g/L untuk tanaman yang belum diserang.&lt;br /&gt;&#1048713; Gangguan ini dapat disebabkan oleh kekurangan&lt;br /&gt;unsur Mn. Upaya penanggulangan diberi Multitonik&lt;br /&gt;(pupuk yang mengandung Mn) dosisnya&lt;br /&gt;disesuaikan dengan kebutuhan. Pencegahan&lt;br /&gt;dengan pemberian kapur pada saat pengolahan&lt;br /&gt;tanah terutama pada tanah yang kekurangan Mn.&lt;br /&gt;6 Pemanenan.&lt;br /&gt;&#1048713; Bayam cabut : penjarangan dilakukan 20 HST&lt;br /&gt;kemudian hari ke-25, 30 dan seterusnya hingga&lt;br /&gt;semua selesai panen.&lt;br /&gt;&#1048713; Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20&lt;br /&gt;sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm&lt;br /&gt;panen dilakukan sekitar 3 MST caranya pucukpucuk&lt;br /&gt;daun atau pada ujung-ujung cabang telah&lt;br /&gt;dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktuwaktu&lt;br /&gt;bila di perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDIDAYA BAWANG PUTIH</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/04/budidaya-bawang-putih.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Tue, 6 Apr 2010 21:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-5305217437801636314</guid><description>Nama Latin: Allium sativum L.&lt;br /&gt;Nama Inggris: Garlic&lt;br /&gt;Famili : LILIACEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt;&#1048713; Tawangmangu Baru, TW.&lt;br /&gt;2. Pembibitan&lt;br /&gt;&#1048713; Keberhasilan usaha tani bawang putih sangat ditunjang oleh faktor bibit karena produksinya tergantung dari mutu bibit yang digunakan. Umbi yang digunakan sebagai bibit harus bermutu tinggi, berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat, serta bebas dari hama dan patogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUDIDAYA BAWANG PUTIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Benih&lt;br /&gt;&#1048713; Mutu bibit/benih bawang putih yang baik harus&lt;br /&gt;memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Bebas hama dan penyakit&lt;br /&gt;b) Pangkal batang berisi penuh dan keras&lt;br /&gt;c) Siung bernas&lt;br /&gt;d) Besar siung untuk bibit 1,5 sampai 3 gram.&lt;br /&gt;Penyiapan Benih&lt;br /&gt;&#1048713; Benih bawang putih berasal dari pembiakan&lt;br /&gt;generatif dengan umbinya. Kultur jaringan juga&lt;br /&gt;merupakan metode untuk mengisolasi bagian&lt;br /&gt;tanaman seperti jaringan serta menumbuhkannya&lt;br /&gt;dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian&lt;br /&gt;tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi&lt;br /&gt;tanaman lengkap. Dengan kultur jaringan dapat&lt;br /&gt;diperoleh perbanyakan mikro/produksi tanaman&lt;br /&gt;baru dalam jumlah besar dalam waktu relatif&lt;br /&gt;singkat. Umbi bawang putih dapat diperoleh di kios&lt;br /&gt;penjual bibit atau produsen bibit. Selain itu, umbi&lt;br /&gt;bibit juga dapat diperoleh dari hasil panen&lt;br /&gt;sebelumnya yang telah dipersiapkan untuk umbi&lt;br /&gt;bibit.&lt;br /&gt;&#1048713; Penyimpanan bibit pada umumnya dilakukan oleh&lt;br /&gt;petani di para-para dan digantung dengan cara&lt;br /&gt;pengasapan. Cara ini praktis tetapi seringkali&lt;br /&gt;merusak umbi bibit dan memiliki penampilan yang&lt;br /&gt;kurang menarik dan memberikan warna yang&lt;br /&gt;kecoklat-coklatan. Cara penyimpanan umbi bibit&lt;br /&gt;lain terdiri dari penyimpanan alami, penyimpanan di&lt;br /&gt;ruangan berventilasi dan penyimpanan pada suhu&lt;br /&gt;dingin.&lt;br /&gt;3. Pengolahan Lahan&lt;br /&gt;Persiapan&lt;br /&gt;&#1048713; Penanaman bawang putih biasanya dilakukan di&lt;br /&gt;daerah persawahan yaitu setelah panen padi.&lt;br /&gt;Pengolahan lahan bertujuan menyiapkan kondisi&lt;br /&gt;tanah sesuai dengan yang diinginkannya. Secara&lt;br /&gt;garis besar pengolahan tanah meliputi kegiatan&lt;br /&gt;penggemburan (dicangkul/dibajak), pembuatan&lt;br /&gt;bedengan dengan saluran air, pengapuran (untuk&lt;br /&gt;tanah asam) dan pemberian pupuk dasar. Tanah&lt;br /&gt;yang asam dinetralkan sebulan sebelum tanam. Bila&lt;br /&gt;pH kurang dari 6, dosis kapurnya sekitar 1-2 ton/ha.&lt;br /&gt;&#1048713; Jumlah bibit yang diperlukan dipengaruhi oleh&lt;br /&gt;berbagai faktor, antara lain:&lt;br /&gt;a) pola tanam&lt;br /&gt;b) jarak tanam&lt;br /&gt;c) permukaan lahan&lt;br /&gt;d) ukuran umbi bibit&lt;br /&gt;&#1048713; Kebututuhan umbi bibit untuk bawang putih&lt;br /&gt;apabila jarak tanam 20 x 20 cm jumlah kebutuhan&lt;br /&gt;bibit antara 200.000-250.000 siung/200 kg siung, jarak&lt;br /&gt;tanam 20 x 15 cm jumlah kebutuhan bibit antara&lt;br /&gt;240.000-300.000 siung/sekitar 240 kg siung, dan untuk&lt;br /&gt;jarak tanam 20 x 10 cm jumlah kebutuhan bibitnya&lt;br /&gt;adalah antara 400.000-500.000 siung/sekitar 400 kg&lt;br /&gt;siung. Jumlah bibit akan menentukan volume&lt;br /&gt;produksi.&lt;br /&gt;Pembukaan Lahan&lt;br /&gt;&#1048713; Lahan yang akan ditanami apabila bekas panen&lt;br /&gt;pada sawah masih ada maka perlu dibersihkan.&lt;br /&gt;Apabila lahan yang hendak ditanami bukan bekas&lt;br /&gt;sawah, tanah harus dibajak/dicangkul hingga&lt;br /&gt;benar-benar gembur. Setelah itu lahan dibiarkan&lt;br /&gt;selama kurang lebih 1 minggu sampai bongkahan&lt;br /&gt;tanah tersebut menjadi kering, selanjutnya&lt;br /&gt;bongkahan tanah tersebut dihancurkan dan&lt;br /&gt;diratakan lalu dibiarkan lagi, beberapa hari&lt;br /&gt;kemudian dilakukan lagi pembajakan untuk yang&lt;br /&gt;kedua kalinya. Dengan cara seperti ini bongkahan&lt;br /&gt;tanah akan hancur lebih halus lagi.&lt;br /&gt;Pembentukan Bedengan&lt;br /&gt;&#1048713; Pembuatan bedengan mula-mula dilakukan&lt;br /&gt;dengan menggali tanah untuk saluran selebar dan&lt;br /&gt;sedalam ± 40 cm. Tanah galian tersebut diletakkan&lt;br /&gt;di samping kiri dan kanan saluran, selanjutnya&lt;br /&gt;dibuat menjadi bedengan-bedengan. Lebar&lt;br /&gt;bedengan biasanya 80 cm dengan panjang 300&lt;br /&gt;cm dan tinggi 40 cm. Tinggi bedengan dibuat&lt;br /&gt;berdasarkan keadaan tanah lokasi. Kalau tanahnya&lt;br /&gt;agak berat, bedengan perlu sedikit ditinggikan.&lt;br /&gt;Apabila tanahnya berpasir, bedengan tidak perlu&lt;br /&gt;terlalu tinggi.&lt;br /&gt;Pengapuran&lt;br /&gt;&#1048713; Keasaman tanah yang ideal untuk budidaya&lt;br /&gt;bawang putih berkisar antara pH 6-6,8. Jika&lt;br /&gt;keasaman tanah masih normal, pH nya berkisar 5,5-&lt;br /&gt;7,5, belum merupakan masalah. Yang menjadi&lt;br /&gt;masalah adalah apabila keasaman tinggi, pH nya&lt;br /&gt;rendah. Untuk menurunkan tingkat keasaman&lt;br /&gt;tanah, menaikkan pH, perlu dilakukan pengapuran.&lt;br /&gt;&#1048713; Waktu pemberian kapur yang baik adalah pada&lt;br /&gt;saat akhir musim kemarau menjelang musim hujan.&lt;br /&gt;Pemberian kapur ke dalam tanah dilakukan 2-4&lt;br /&gt;minggu sebelum tanaman ditanam. Selain itu, faktor&lt;br /&gt;cuaca juga perlu diperhatikan pada saat&lt;br /&gt;pemberian kapur.&lt;br /&gt;&#1048713; Lahan yang akan dikapur harus dibersihkan dari&lt;br /&gt;rumput pengganggu (gulma). Setelah bersih, tanah&lt;br /&gt;dicangkul secara keseluruhan. Apabila lahan cukup&lt;br /&gt;luas, sebaiknya dibagi menjadi beberapa petak&lt;br /&gt;untuk mempermudah pemberian kapur dan agar&lt;br /&gt;kapur yang diberikan merata ke seluruh lahan.&lt;br /&gt;Pemberian kapur dilakukan dengan cara ditabur,&lt;br /&gt;seperti memupuk padi. Setelah ditaburi kapur&lt;br /&gt;secara merata, tanah dicangkul lagi agar kapur&lt;br /&gt;bercampur dengan tanah dan cepat bereaksi.&lt;br /&gt;Selanjutnya, tanah dibiarkan selama 2-3 minggu,&lt;br /&gt;lalu diolah lagi untuk ditanami. Pengapuran&lt;br /&gt;dilakukan secara bertahap agar kondisi lahan tidak&lt;br /&gt;rusak. Adapun kebutuhan Dolomit untuk&lt;br /&gt;menetralkan tanah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) pH tanah 4,0 = 10,24 ton/ha.&lt;br /&gt;b) pH tanah 4,5 = 7,87 ton/ha.&lt;br /&gt;c) pH tanah 5,0 = 5,49 ton/ha.&lt;br /&gt;d) pH tanah 5,5 = 3,12 ton/ha.&lt;br /&gt;e) pH tanah 6,0 = 0,75 ton/ha. By www.vitroculture.blogspot.com&lt;br /&gt;Pemasangan Pupuk Dasar (Preplant)&lt;br /&gt;&#1048713; Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk&lt;br /&gt;kandang, Urea, TSP dan ZK. Pupuk kandang di&lt;br /&gt;berikan sebanyak 20 ton /ha. Pemberian pupuk&lt;br /&gt;dasar tidak perlu terlalu dalam, cukup disebarkan di&lt;br /&gt;atas bedengan kemudian dicampur dengan tanah&lt;br /&gt;atau dibenamkan ke dalam larikan yang dibuat&lt;br /&gt;disamping barisan tanaman.&lt;br /&gt;Pemberian Jerami Sebagai Mulsa&lt;br /&gt;&#1048713; Untuk mempertahankan kondisi tanah setelah&lt;br /&gt;penanaman, bedengan ditutup dengan jerami&lt;br /&gt;secara merata. Penutupan dengan jerami jangan&lt;br /&gt;terlalu tebal karena dapat mempersulit bibit yang&lt;br /&gt;baru tumbuh untuk menembusnya. Selain untuk&lt;br /&gt;mempertahankan kondisi tanah, mempertahankan&lt;br /&gt;suhu dan kelembaban permukaan, penutupan&lt;br /&gt;dengan jerami juga dimaksudkan untuk&lt;br /&gt;memperbaiki struktur tanah, apabila jerami telah&lt;br /&gt;membusuk.&lt;br /&gt;4. Teknik Penanaman&lt;br /&gt;Penentuan Pola Tanam&lt;br /&gt;&#1048713; Penanaman bawang putih dapat dilakukan satu&lt;br /&gt;atau dua kali setahun dengan mengadakan&lt;br /&gt;penyesuaian varietas. Pola tanam bawang putih&lt;br /&gt;dalam setahun dapat dirotasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Bawang putih - sayuran - bawang putih&lt;br /&gt;b) Bawang putih - sayuran tumpang sari palawija -&lt;br /&gt;bawang putih&lt;br /&gt;c) Bawang putih - tumpang sari palawija atau&lt;br /&gt;sayuran.&lt;br /&gt;&#1048713; Penggunaan jarak tanam yang sesuai dapat&lt;br /&gt;meningkatkan hasil umbi per hektar. Jarak tanam&lt;br /&gt;yang terlalu rapat akan menghasilkan umbi yang&lt;br /&gt;relatif kecil walaupun hasil per satuan luas&lt;br /&gt;meningkat. Jarak tanam yang digunakan dapat&lt;br /&gt;bervariasi menurut kebutuhan yang paling&lt;br /&gt;menguntungkan, tetapi yang biasa digunakan&lt;br /&gt;adalah (15 x 10) cm.&lt;br /&gt;Pembuatan Lubang Tanam&lt;br /&gt;&#1048713; Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan&lt;br /&gt;tugal atau alat lain. Kedalaman lubang untuk&lt;br /&gt;penanaman bawang putih adalah 3-4 cm (setinggi&lt;br /&gt;ukuran siung bibit). Setelah lubang tanam terbentuk,&lt;br /&gt;umbi bibit siap ditanam.&lt;br /&gt;Cara Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Sehari sebelum ditanam, bibit bawang putih yang&lt;br /&gt;masih berupa umbi dipipil/dipecah satu per satu&lt;br /&gt;sehingga menjadi beberapa siung. Agar lebih&lt;br /&gt;mudah memecahkan umbi dan menghindari&lt;br /&gt;terkelupasnya kulit siung, sebaiknya umbi dijemur&lt;br /&gt;selama beberapa jam. Bibit siung tersebut&lt;br /&gt;selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam di&lt;br /&gt;atas bedengan. Lubang tanam jangan dibuat&lt;br /&gt;terlalu dalam supaya bibit tidak terbenam&lt;br /&gt;seluruhnya.&lt;br /&gt;&#1048713; Jika bibit terlalu dalam ditanam atau terbenam&lt;br /&gt;seluruhnya ke dalam tanah, tunas barunya akan&lt;br /&gt;sukar tumbuh dan dapat terjadi pembusukan bibit.&lt;br /&gt;Sebaliknya, lubang tanam juga jangan dibuat&lt;br /&gt;terlalu dangkal karena nantinya tanaman akan&lt;br /&gt;mudah rebah. Setiap lubang ditanam satu bibit dan&lt;br /&gt;diusahakan agar 2/3 bagian yang terbenam ke&lt;br /&gt;dalam tanah dengan posisi tegak lurus. Posisi siung&lt;br /&gt;jangan sampai terbalik, sebab walau masih dapat&lt;br /&gt;rumbuh, tetapi pertumbuhannya tidak sempurna.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan Tanaman&lt;br /&gt;Penjarangan dan Penyulaman&lt;br /&gt;&#1048713; Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak&lt;br /&gt;tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau&lt;br /&gt;faktor bibit. Oleh karena itu, tidak mengherankan&lt;br /&gt;jika dalam suatu lahan ada tanaman yang tidak&lt;br /&gt;tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh lalu mati,&lt;br /&gt;dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna.&lt;br /&gt;Jika keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang&lt;br /&gt;dikehendaki tidak tercapai. Oleh sebab itu, untuk&lt;br /&gt;mendapatkan pertumbuhan yang seragam,&lt;br /&gt;seminggu setelah tanam dilakukan penyulaman&lt;br /&gt;terhadap bibit yang tidak tumbuh atau&lt;br /&gt;pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya&lt;br /&gt;untuk penyualaman dipersiapkan bibit yang&lt;br /&gt;ditanam di sekitar tanaman pokok atau disiapkan di&lt;br /&gt;tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini&lt;br /&gt;dilakukan bersamaan dengan penanaman&lt;br /&gt;tanaman pokok.&lt;br /&gt;Penyiangan&lt;br /&gt;&#1048713; Pada penanaman bawang putih, penyiangan dan&lt;br /&gt;penggemburan dapat dilakukan dua kali atau&lt;br /&gt;lebih. Hal ini sangat tergantung pada kondisi&lt;br /&gt;lingkungan selama satu musim tanam. Penyiangan&lt;br /&gt;dan penggemburan yang pertama dilakukan pada&lt;br /&gt;saat tanaman berumur 3-2 minggu setelah tanam.&lt;br /&gt;Adapun penyiangan berikutnya dilaksanakan pada&lt;br /&gt;umur 4-5 minggu setelah tanam. Apabila gulma&lt;br /&gt;masih leluasa tumbuh, perlu disiang lagi. Pada saat&lt;br /&gt;umbi mulai terbentuk, penyiangan dan&lt;br /&gt;penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati&lt;br /&gt;agar tidak merusak akar dan umbi baru.&lt;br /&gt;Pembubunan&lt;br /&gt;&#1048713; Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan&lt;br /&gt;pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan&lt;br /&gt;pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika&lt;br /&gt;diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah&lt;br /&gt;dari selokan/ parit di sekeliling bedengan, agar&lt;br /&gt;bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi&lt;br /&gt;lebih dalam sehingga drainase menjadi normal&lt;br /&gt;kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki&lt;br /&gt;struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan&lt;br /&gt;tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri&lt;br /&gt;kuat dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih&lt;br /&gt;besar-besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya BUDIDAYA BAWANG MERAH</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/04/budidaya-budidaya-bawang-merah.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Mon, 5 Apr 2010 21:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-8724125040375222482</guid><description>Nama Latin: Allium ascalonicum L.&lt;br /&gt;Nama Inggris: Shallot&lt;br /&gt;Famili : AMARYLIDACEAE/LILIACEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar:&lt;br /&gt;&#1048713; Sumenep, Lokal Brebes, Ampenan, Tanduyong, Ilocos.&lt;br /&gt;2. Pemilihan bibit&lt;br /&gt;&#1048713; Bibit bawang merah dipilih yang sehat : warna mengkilat, kompak/tidak keropos, kulit tidak luka dan telah disimpan 2-3 bulan setelah panen.&lt;br /&gt;3. Persiapan lahan&lt;br /&gt;&#1048713; Lahan dibuat bedengan dengan lebar 0.9 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara bedengan dibuat parit dengan lebar 0,6&lt;br /&gt;m dan kedalaman 0,5 m (sistem surjan), Bila pada&lt;br /&gt;lahan kering kedalaman parit dibuat lebih dangkal.&lt;br /&gt;Tanah diatas bedengan dicangkul atau dibajak&lt;br /&gt;sedalam 20 cm sampai gembur.&lt;br /&gt;&#1048713; Jarak tanam bawang merah pada musim kemarau&lt;br /&gt;15x15 cm atau 15x20 cm, sedang pada musim&lt;br /&gt;hujan 15x20 cm atau 20x20 cm .&lt;br /&gt;&#1048713; Jika pH tanah kurang dari 5,6, dilakukan&lt;br /&gt;pengapuran dengan menggunakan Kaptan atau&lt;br /&gt;Dolomit minimal 2 minggu sebelum tanam dengan&lt;br /&gt;dosis 1-1,5 ton/ha.&lt;br /&gt;&#1048713; Pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/ha atau&lt;br /&gt;kompos matang sebanyak 5-10 ton/ha disebar&lt;br /&gt;dan diaduk rata dalan lapisan olah 1 minggu&lt;br /&gt;sebelum tanam.&lt;br /&gt;4. Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Jika umur simpan bibit yang akan ditanam kurang&lt;br /&gt;dari 2 bulan, dilakukan “pemogesan” (pemotongan&lt;br /&gt;ujung umbi) kurang lebih 0,5 cm untuk&lt;br /&gt;memecahkan masa dormansi dan mempercepat&lt;br /&gt;pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;&#1048713; Kemudian umbi bibit ditanam dengan cara&lt;br /&gt;membenamkan seluruh bagian umbi.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Penyiraman&lt;br /&gt;&#1048713; Dilakukan sesuai dengan umur tanaman : umur 0-10&lt;br /&gt;hari, 2x /hari (pagi dan sore hari), umur 11-35 hari,&lt;br /&gt;1x/hari (pagi hari), umur 36-50 hari, 1x/hari (pagi&lt;br /&gt;atau sore hari).&lt;br /&gt;Pemupukan&lt;br /&gt;&#1048713; Pemupukan dasar dilakukan pada saat tanam&lt;br /&gt;(Preplant), sedangkan pemupukan susulan&lt;br /&gt;dilakukan pada umur 14 hari dan umur 35 hari&lt;br /&gt;setelah tanam.&lt;br /&gt;&#1048713; Jenis yang diberikan aadalah Urea, ZA, SP-36,&lt;br /&gt;pupuk diaduk rata dan diberikan di sepanjang&lt;br /&gt;garitan tanaman. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi&lt;br /&gt;pemupukan disajikan pada Tabel 2. www.vitroculture.blogspot.com&lt;br /&gt;Penyiangan&lt;br /&gt;&#1048713; Dilakukan minimal dua kali/musim, yaitu menjelang&lt;br /&gt;dilakukannya pemupukan susulan.&lt;br /&gt;Pengendalian Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&#1048713; Pengendalian HPT dilakukan bila perlu saja, yaitu&lt;br /&gt;bila terlihat gejala adanya serangga atau penyakit.&lt;br /&gt;Untuk mengendalikannya disemprotkan insektisida,&lt;br /&gt;fungisida sesuai dosis yang dianjurkan atau&lt;br /&gt;mencabut tanaman dan membakarnya .&lt;br /&gt;6. Panen dan Pasca Panen&lt;br /&gt;&#1048713; Untuk bawang konsumsi, waktu panen ditandai&lt;br /&gt;dengan 60-70% daun telah rebah, sedangkan untuk&lt;br /&gt;bibit kerebahan daun lebih dari 90%. Panen&lt;br /&gt;dilakukan waktu udara cerah.&lt;br /&gt;&#1048713; Pada waktu panen, bawang merah diikat dalam&lt;br /&gt;ikatan-ikatan kecil (1-1,5 kg/ikat), kemudian dijemur&lt;br /&gt;selama 5-7 hari. Setelah kering “askip” (penjemuran&lt;br /&gt;5-7 hari ), 3-4 ikatan bawamg merah diikat menjadi&lt;br /&gt;satu , kemudian bawang dijemur dengan posisi&lt;br /&gt;penjemuran bagian umbi diatas selama 3-4 hari.&lt;br /&gt;Pada penjemuran tahap kedua dilakukan&lt;br /&gt;pembersihan umbi bawang dari tanah dan kotoran&lt;br /&gt;Bila sudah cukup kering (kadar air kurang lebih 85%),&lt;br /&gt;umbi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;bawang merah&lt;/span&gt; siap dipasarkan atau disimpan&lt;br /&gt;di gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>BUDIDAYA BAWANG DAUN</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/04/budidaya-bawang-daun.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Sat, 3 Apr 2010 21:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-3030351614837431645</guid><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bawang daun&lt;/span&gt; Nama Latin: Allium fistulosum L.&lt;br /&gt;Nama Inggris: Welsh onion&lt;br /&gt;Famili : LILIACEAE&lt;br /&gt;1. Cultivar&lt;br /&gt; Rp (Lokal Cipanas), Fragrant, Miranda, Freda, Lorie, Linda&lt;br /&gt;2. Pembibitan dengan Persemaian&lt;br /&gt; Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30 cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2 kg/m.&lt;br /&gt; Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100- 150 cm di sisi Timur dan 60-80 cm di sisi Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&#1048713; Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.&lt;br /&gt;&#1048713; Tutup dengan daun pisang/karung goni basah.&lt;br /&gt;&#1048713; Setelah berkecambah penutup dibuka.&lt;br /&gt;&#1048713; Penyiraman setiap hari.&lt;br /&gt;&#1048713; Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 - 1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 bulan).&lt;br /&gt;&#1048713; Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15 cm&lt;br /&gt;siap dipindah tanamkan.&lt;br /&gt;Pembibitan dari Anakan&lt;br /&gt;&#1048713; Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5&lt;br /&gt;bulan dan sehat.&lt;br /&gt;&#1048713; Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan&lt;br /&gt;tanah yang menempel dan akar/daun tua.&lt;br /&gt;&#1048713; Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa&lt;br /&gt;rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.&lt;br /&gt;&#1048713; Buang sebagian daun.&lt;br /&gt;&#1048713; Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama&lt;br /&gt;5-7 hari.&lt;br /&gt;3. Pengolahan Lahan&lt;br /&gt;&#1048713; Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum&lt;br /&gt;tanam.&lt;br /&gt;&#1048713; Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat&lt;br /&gt;(lahan kering):&lt;br /&gt;a) Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.&lt;br /&gt;b) Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur.&lt;br /&gt;c) Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran&lt;br /&gt;air.&lt;br /&gt;d) Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm&lt;br /&gt;dengan lebar antar bedengan 25-30 cm.&lt;br /&gt;e) Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha&lt;br /&gt;pupuk kandang dan ratakan permukaan&lt;br /&gt;bedengan.&lt;br /&gt;&#1048713; Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH &lt; 6.5&lt;br /&gt;dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata&lt;br /&gt;dengan tanah pada kedalaman 30 cm.&lt;br /&gt;&#1048713; Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan&lt;br /&gt;disajikan pada Tabel 1.&lt;br /&gt;4. Penanaman&lt;br /&gt;&#1048713; Biasanya ditanaman dengan pola tanam tumpang&lt;br /&gt;sari.&lt;br /&gt;&#1048713; Bibit ditanam di antara tanaman utama yang&lt;br /&gt;berumur lebih panjang dari bawang daun.&lt;br /&gt;&#1048713; Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup,&lt;br /&gt;bawang daun harus sudah dipanen.&lt;br /&gt;&#1048713; Sistem tumpang sari yang sekarang banyak&lt;br /&gt;ditanam adalah dengan tanaman cabe, wortel&lt;br /&gt;dan sayuran daun lain.&lt;br /&gt;&#1048713; Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober)&lt;br /&gt;atau awal kemarau (Maret).&lt;br /&gt;&#1048713; Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm&lt;br /&gt;sedalam 10 cm.&lt;br /&gt;&#1048713; Sebelum penanaman, bibit dari persemaian&lt;br /&gt;dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun&lt;br /&gt;dipotong.&lt;br /&gt;&#1048713; Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga&lt;br /&gt;dibuang.&lt;br /&gt;&#1048713; Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah&lt;br /&gt;(30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.&lt;br /&gt;&#1048713; Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di&lt;br /&gt;sekitar pangkal bibit pelan-pelan.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan&lt;br /&gt;&#1048713; Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam.&lt;br /&gt;Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan&lt;br /&gt;6 minggu dengan cangkul/kored.&lt;br /&gt;&#1048713; Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu&lt;br /&gt;sebelum panen&lt;br /&gt;&#1048713; Potong tangkai bunga dan daun tua untuk&lt;br /&gt;merangsang pertumbuhan anakan.&lt;br /&gt;&#1048713; Siram 2 kali sehari&lt;br /&gt;&#1048713; Tidak boleh becek/terlalu basah.&lt;br /&gt;&#1048713; Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu /jika&lt;br /&gt;sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama&lt;br /&gt;dan penyakit.&lt;br /&gt;Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&#1048713; Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.)&lt;br /&gt;Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan&lt;br /&gt;tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia&lt;br /&gt;dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade&lt;br /&gt;50 EC atau dengan perangkap ngengat.&lt;br /&gt;&#1048713; Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian&lt;br /&gt;mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari,&lt;br /&gt;menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman&lt;br /&gt;dengan tanaman bukan Liliaceae. Pengendalian&lt;br /&gt;kimia: umpan beracun yang dipasang di malam&lt;br /&gt;hari berupa campuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125,&lt;br /&gt;10 kg dedak dan 0,5 gram gula merah dan&lt;br /&gt;dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa&lt;br /&gt;Dursban 20 EC atau Hostahion 40 EC.&lt;br /&gt;&#1048713; Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.)&lt;br /&gt;Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae;&lt;br /&gt;menanam secara serempak; memasang&lt;br /&gt;perangkap serangga berupa kertas/dengan&lt;br /&gt;insektisida Mesurol 50 WP.&lt;br /&gt;&#1048713; Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.)&lt;br /&gt;Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah,&lt;br /&gt;pergiliran tanaman dengan tanaman bukan&lt;br /&gt;Liliaceae dan menggunakan bibit sehat. Fungisida&lt;br /&gt;yang digunakan adalah Antracol 70 WP, Dithane M-&lt;br /&gt;45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.&lt;br /&gt;&#1048713; Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor&lt;br /&gt;(Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan&lt;br /&gt;benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman&lt;br /&gt;bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45,&lt;br /&gt;Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.&lt;br /&gt;&#1048713; Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.)&lt;br /&gt;Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna&lt;br /&gt;kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk.&lt;br /&gt;Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea,&lt;br /&gt;penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan&lt;br /&gt;kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida&lt;br /&gt;Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.&lt;br /&gt;&#1048713; Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.)&lt;br /&gt;Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun&lt;br /&gt;mengecil dan tanaman mati mendadak.&lt;br /&gt;Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat,&lt;br /&gt;perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan&lt;br /&gt;tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman&lt;br /&gt;yang sakit dan fungisida Antracol 70 WP dan&lt;br /&gt;Daconil 75 WP.&lt;br /&gt;6. Panen&lt;br /&gt;&#1048713; Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam.&lt;br /&gt;&#1048713; Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa&lt;br /&gt;daun menguning.&lt;br /&gt;&#1048713; Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di&lt;br /&gt;sore hari/pagi hari.&lt;br /&gt;&#1048713; Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya Tanaman Jamur Merang</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-jamur-merang.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Wed, 31 Mar 2010 20:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-8749740484909551702</guid><description>I. Syarat tumbuh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanaman Jamur Merang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.1. Iklim&lt;br /&gt;a) Lokasi penanaman jamur harus terlindung dari angin yang kencang, (angin laut yang terlalu kencang akan menghasilkan jamur yang rusak).&lt;br /&gt;b) Jamur merang sangat dipengaruhi oleh banyaknya curah hujan. Bila curah hujan tinggi atau intensitas cahaya matahari terlalu tinggi, maka produksi jamur akan rendah, namun apabila cuaca berawan (kelembaban dan suhu udara tinggi) produksi jamur merang akan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Dalam budidaya jamur dibutuhkan cahaya matahari secara tidak langsung. Karena itu bila lokasi terlalu panas sirkulasi udara di sekitarnya harus baik.&lt;br /&gt;d) Jamur merang merupakan jamur tropika dan sub tropika yang membutuhkan suhu udara yang cukup tinggi untuk pertumbuhannya. Suhu udara minimum udara yang dibutuhkan antara 20-28 derajat C, bila suhu udara turun hingga di bawah 20 derajat C maka jamur merang tidak akan berproduksi, walupun tumbuh hanya sampai stadia kancing, jamur akan mati atau busuk.&lt;br /&gt;e) Kelembaban udara merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pertumbuhan jamur. Umumnya kelembaban udara yang dibutuhkan sekitar 80-90%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Media Tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Lokasi dekat sumber air dan tanah memiliki sirkulasi air baik.&lt;br /&gt;b) Tanah subur banyak mengandung organik.&lt;br /&gt;c) Tanah tidak terlalu padat, (yang baik adalah lempung berpasir)&lt;br /&gt;d) Untuk produksi jamur yang tidak besar tanah di kebun dapat digunakan, sedangkan untuk produksi skala besar, daerah pesawahan adalah lokasi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. Ketinggian Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman jamur merang dapat tumbuh baik pada daratan rendah sampai sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Pembibitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.1. Persyaratan Bibit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Bibit yang baik adalah bibit yang miseliumnya tumbuh merata keseluruh media tumbuh. Hindari bibit dengan miselium terlalu padat, atau terlalu tipis dan jarang.&lt;br /&gt;b) Pertumbuhan miselium bibit tidak boleh menunjukan pertumbuhan yang bersifat sektoritas (pengelompokkan pertumbuhan miselium dalam media tumbuh)&lt;br /&gt;c) Jangan gunakan bibit yang menampakkan tidak adanya pertumbuhan miselium pada beberapa bagian media tumbuh. Ini menujukkan bahwa bibit telah terkena kontaminasi.&lt;br /&gt;d) Gunakan bibit jamur siap tanam yang baik kualitasnya tidak terlalu muda (tidak ada spora berwarna merah jambu) atau terlalu tua (umumnya bibit lebih dari 2 bulan)&lt;br /&gt;e) Gunakan bibit siap tanam berumur lebih dari 2 minggu hingga 5 minggu setelah inokulasi.&lt;br /&gt;f) Apabila kita membeli bibit, belilah bibit yang diketahui tanggal inokulasinya. Bibit berumur lebih dari 4 minggu setelah inokulasi (tanam) adalah bibit yang kadaluarsa.&lt;br /&gt;g) Bibit siap tanam jamur merang tidak boleh disimpan dalam refrigator (lemari es) atau inkubator bertemperatur rendah.&lt;br /&gt;h) Satu botol/kantong plastik bibit telah dibuka, maka seluruh bibit harus digunakan (untuk menghindari kontaminasi).&lt;br /&gt;i) Jangan gunakan bibit sisa (yang disimpan kembali), karena akan menggangu pertumbuhan jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.2. Penyiapan Bibit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Peralatan dan bahan yang diperlukan:&lt;br /&gt;1. Kompor digunakan untuk sterilisasi.&lt;br /&gt;2. Autoklaf: menyerupai alat perebus beras/penanak nasi dengan diberi tambahan alat manometer (alat pengukur besar tekanan uap) digunakan untuk tempat bahan yang disterilkan. Dalam hal ini bisa dipakai “dandang soblog” yaitu alat perebus /penanak nasi dari almunium.&lt;br /&gt;3. pH meter untuk mengontrol keasaman bahan yang disterilkan (media bibit).&lt;br /&gt;4. pH meter dan termometer untuk mengontrol suhu.&lt;br /&gt;5. Bahan bahan yang diperlukan :&lt;br /&gt;(a) Untuk pembuatan biakan murni&lt;br /&gt;- Tabung reaksi, berupa tabung gelas dengan penutup dari kapas&lt;br /&gt;- Media agar (berasal dari rumput laut atau dibeli di toko)&lt;br /&gt;- Sari buncis, taoge, katul dan gula&lt;br /&gt;- Almari es untuk penyimpanan&lt;br /&gt;(b) Untuk pembuatan bahan starter I/II (bahan awal atau bahan dasar), dibutuhkan:&lt;br /&gt;- Gandum (sorgum sp) atau cantel (sorgum vulgare) banyak digunakan karena murah.&lt;br /&gt;- CaCO3 (kapur mati)&lt;br /&gt;- Gips dan katul&lt;br /&gt;(c) Untuk pembuatan bahan spawning (bahan tanam), dipergunakan bahan seperti bahan starter, lebih murah bila medianya diganti dari merang atau dari jerami (bisa ditambah serbuk gergaji). Sebagai tempatnya, berupa botol bisa diganti dengan kantong plastik yang tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kamar enting atau laborat kecil&lt;br /&gt;Arti mengenting pada botani tumbuhan tingkat tinggi ialah menyambung/okulasi, tetapi pada ilmu mikrobiologi meng-enting diartikan menumbuhkan suatu jasad (renik) ke dalam suatu media tertentu.&lt;br /&gt;Sedangkan kontaminasi diartikan tumbuhnya suatu jasad (renik) pada suatu media tanpa kita kehendaki. Misalnya tumbuh Coprinus (jamur padi liar) atau penicilium pada media merang/cantel. Untuk mencegah kontaminasi, diperlukan suatu ruangan untuk menumbuhkan jasad, yang bebas dari jasad lain disebut kamar enting.&lt;br /&gt;Kamar enting ini hendaknya khusus, bersih dan bebas dari jasad yang merugikan. Sehingga tiap kali kita akan meng-enting ruangan disemprot larutan formaldehyde 2-5%. Sedangkan manusianya yang meng-enting dan masuk ruangan, disemprot formalin dengan kadar lebih rendah, ataupun mandi dengan sabun pencuci hama (karbol).&lt;br /&gt;Kamar enting dilengkapi dengan kamar tambahan untuk penyimpanan bibit, almari es dll, pada kamar tersebut dilengkapi peralatan laborat misalnya: rak bibit dan botol, meja dan kursi untuk tempat meng-enting dengan peralatannya, (misalnya pinset, pisau kecil, lap, bahan desinfektans dll).&lt;br /&gt;Untuk tempat yang lebih sederhana, tempat meng-enting dibuat dari tempat yang lebih kecil, misalnya almari khusus (bak) asal tangan peng-enting dan botol serta medianya bisa masuk ke dalam ruangan kecil sehingga ruangan tersebut dapat dibersihkan dari semua jasad renik. Ruangan/almari khusus ditutup dari kelambu kain dan mendapat sinar/cahaya yang terang. Atau setiap kamar dijadikan kamar enting, asal bebas dari jasad yang tidak dihendaki, (bentuknya sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata). Maka diperlukan obat pemberantas hama/penyakit, misalnya disinfektans (sublimat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pembuatan bibit&lt;br /&gt;1. Secara sederhana&lt;br /&gt;Jamur berkembang tidak hanya melalui spora, dari bagian lainpun bisa (tangkai/batang atau bagian tubuh lainnya). Ambilah jamur yang belum mekar dan iris halus-halus. Irisan itu dicampur abu sekam dengan perbandingan: jamur 3 bagian, abu sekam 6 bagian dan sekam 2 bagian. Campuran ditaruh di bak dan disirami sampai basah kemudian ditutup dengan daun pisang. Sesudah itu disimpan ditempat dingin dan bersih. Berhasil/tidak sistem ini tergantung bersihnya tempat serta ruangan yang digunakan sebagai tempat pembibitan.&lt;br /&gt;2. Pembiakan secara mikrobiologis&lt;br /&gt;(a) Pembuatan biakan murni (biang)&lt;br /&gt;Untuk pembuatan biang diperlukan ketelitian, kebersihan dan bersifat ilmiah. Yang harus diperhatikan ialah: kebersihan pisaunya, jamur yang akan diiris bersih dari bakteri, meng-enting harus di kamar enting yang sudah disemprot desinfektan terlebih dahulu. Body jamur yang telah diiris di kamar entingkan ke dalam media ‘agar’ yang telah diberi adonan sari buncis dan taoge. Sari buncis dan taoge ini, dimaksudkan sebagai media yang mempunyai zat tumbuh untuk pengembangbiakan bakteri/mikro-organisme. Sebagai penentuan jumlah taoge, buncis (atau kalau diganti katul+gula) dan agarnya, bukanlah perbandingan beratnya, namun yang penting asal keasaman larutan tidak di bawah 7 (pH=7-7,2). Spora yang telah tumbuh dalam media (ditabung reaksi) tersebut, disebut biakan murni. Biakan murni dapat bertahan bertahun-tahun bila disimpan dalam almari es.&lt;br /&gt;(b) Pembuatan bahan starter I atau starter II.&lt;br /&gt;Untuk memperbanyak bibit dari biakan murni, dibuatlah bahan starter I/II, diperlukan bahan: cantel/gandum/jagung ditambah CaCO3 gips dan katul. Untuk pembuatan bahan starter I/II, pada hakekatnya sama dengan pembuatan bahan spawning (bahan tanam) hanya pada pembuatan bahan starter pengambilan bahan-bahannya diperhalus dan diperkecil.&lt;br /&gt;(c) Pembuatan bahan spawning&lt;br /&gt;Untuk membuat bahan spawning (starter) yang siap di enting maka diperlukan 2 kali sterilisasi bahannya.&lt;br /&gt;Sterilisasi I: memanaskan bahan media yaitu cantell selama ½ jam dengan tekanan puncak 1,1 atm. Selama 5 menit. Merebusnya di tempat autoklaf, bila digunakan media gandum, tekanan puncak 1,1 atm selama 7 menit&lt;br /&gt;Setelah bahan tersebut di tus (dituntaskan airnya) baru ditambah campuran: CaCO3 6% gips 2% dan katul 3%. Bila campuran bahan dan media telah dimasukan ke botol, bisa dilakukan sterilisasi yang ke II. Sterilisasi yang ke II ini berlangsung 2 1/2 jam, dan bila tekanan bisa meyakinkan 1,1 atm, lamanya cukup 1 jam saja.&lt;br /&gt;Botol yang disterilisaikan ke II ini, dimasukan ke dalam kamar enting dan bisa di entingkan dengan biakan murni, pada suhu 22-25 derajat C. bahan spawning bisa digunakan sebagai bahan penanaman setelah 2-3 minggu. Lama bibit dalam botol bisa bertahan 3 sampai 6 bulan, apabila makin lama setelah itu pertumbuhan akan kurang memuaskan.&lt;br /&gt;3. Pembuatan bibit secara praktis&lt;br /&gt;Dalam pembuatan bahan starter/bahan spawning sama seperti di atas, hanya bahan medianya ialah merang atau jerami. Sebagai campurannya, diambilkan dari bahan: CaCO3 dan katul, yang disebarkan secara merata ke media merang yang telah disterilisasi (II). Jumlah bahan juga tidak mementingkan perbandingan beratnya. Tetapi kadar keasamannya, berkisar pH 7-7,2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit jamur merang siap tanam dapat diperoleh diantaranya:&lt;br /&gt;a) Aderis Saragih: Perpustakaan Agronomi IPB . Jln raya Pajajaran Bogor&lt;br /&gt;b) P. Suhardiman: SFMA Ag-B1, Tromol Pos 5 Parung Kuda, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.3 Media Tumbuh Bibit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit jamur adalah bakal jamur, baik bibit induk atau bibit siap tanam. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah media tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya limbah pertanian, baik secara manunggal atau kombinasi sari dua atau lebih macam bahan dapat digunakan sebagai media tumbuh bbit jamur atau jamur itu sendiri misalnya:&lt;br /&gt;1. Potongan jerami, tulang daun tembakau&lt;br /&gt;2. Serbuk gergaji&lt;br /&gt;3. Daun eceng gondok&lt;br /&gt;3. Biji-bijian sareal&lt;br /&gt;5. Daun teh yang telah dipakai&lt;br /&gt;6. Limbah kapas kulit atau pulp kapas&lt;br /&gt;7. Daun lamtoro&lt;br /&gt;8. Dedak&lt;br /&gt;9. Daun pisang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.4. Pemeliharaan Bibit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Fasilitas dan peralatan sterilisasi harus dalam kondisi steril mungkin untuk mengindari atau mengurangi kontaminasi fungi atau bakteri.&lt;br /&gt;b) Bibit jamur dapat disimpan dalam refrigator agar terhambat pertumbuhannya untuk sementara. Namun sebelum digunakan atau langsung ditanam bibit harus diinkubasikan (disimpan) dalam temperatur ruangan yang mengembalikan sifat aktif pertumbuhannya&lt;br /&gt;c) Penyimpanan atau inkubasi bibit setelah inokulasi dalam temperatur ruangan tidak boleh lebih dari 5 minggu.&lt;br /&gt;d) Bibit siap tanam untuk jamur merang tidak boleh disimpan dalam refrigator atau inkubator bertemperatur rendah.&lt;br /&gt;e) Penggunaan bibit yang kadaluarsa (umur bibit lebih dari 5 minggu setelah inokulasi.) tidak akan menghasilkan produksi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.5. Kuntitas Bibit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya bibit yang diperlukan untuk budidaya jamur merang adalah 2 botol bibit dalam substrat (botol 500 cc) atau 2 kantong plastik untuk menanami 1 m2 media jerami dengan 5 lapisan (cara tradisional) dengan cara ini dapat diperoleh 2-3 jamur merang (stadia telur dan satu stadia perpanjangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. Pengolahan Media Tanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.1 Cara Tradisional (di luar kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Persiapan&lt;br /&gt;Media yang umumnya digunakan untuk membudidayakan atau menanam Jamur Merang adalah jerami. Akan tetapi jamur ini dapat pula tumbuh pada limbah kapas, sorgum, gandum, jagung, tembakau limbah sayuran, ampas tebu, sabut kelapa, daun pisang, eceng gondok, ampas sagu, serbuk gergaji dsb. Untuk budidaya Jamur Merang di luar kumbung, jerami masih merupakan media utama yang lebih banyak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pembukaan lahan&lt;br /&gt;Tanah yang akan digunakan untuk menanam jamur harus dibajak dan digenangi selama 2 hari untuk mematikan cacing tanah dan serangga penggangu yang hidup dalam tanah. Kemudian air dikeringkan. Setelah tanah cukup kering, dibuat barisan dasar tanggul-tanggul (tanah yang ditinggikan). Setiap dasar tanggul harus mempunyai lebar 45 atau 90 cm, panjang 2-3 m, dan tinggi 15 cm. Bagian tengah tangggul agak lebih tinggi untuk memudahkan drainasi pertanggul. Permukaan tanggul harus rata tidak bergelombang. Jarak satu tanggul ke tanggul lain 45 cm. Selain untuk memudahkan pemeliharaan, kontrol dan panen, tempat antar tanggul juga berfungsi sebagai parit bila dialiri air. Sehingga memudahkan pengairan bedengan jika diperlukan. Arah dasar tanggul harus diatur hingga mengarah ke barat-timur, sehingga cahaya matahari yang diterima oleh bedengan seragam dan dapat mempertahankan yang sama pada sisi-sisi sepanjang bedengan tempat tubuh buah jamur akan tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Perendaman dan pemupukan jerami untuk pengomposan&lt;br /&gt;Bila menggunakan jerami, ikat jerami seberat ± 1.828 g menjadi satu ikatan. Tanpa melepas ikatan, ikatan yang kering ini direndam dalam air, setelah lapisan pertama tersusun, siram ikatan tersebut dengan air atau dengan larutan ± 46 dedak dengan 4 galon residu desteril. Campuran ini cukup untuk ±183 kg jerami kering (1 galon ±4,5 liter). Setelah lapisan pertama selesai disirami larutan campuran, susun lapisan ikatan jerami tersebut harus dipres atau ditekan sekuat-kuatnya sewaktu disusun. Kemudian diselubungi dengan lembaran plastik untuk menjaga agar kelembaban tetap tinggi. Pengomposan dilakukan selam 3-4 hari bergantung pada cuaca. Temperatur dalam lap jerami akan naik beberapa jam setelah penimbunan, dalam 24 jam pengomposan mungkin akan mencapai temperatur setinggi 48-50 derajat C. tiga hari setelah jerami melunak dan warnanya menjadi kecoklatan, temperatur akan mencapai 46 derajat C. pada suhu tersebut organisme penggagu biasanya telah mati terutama spora coprinus yang berasal dari udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Pembuatan bedengan jerami pada dasar tanggul&lt;br /&gt;Kira-kira 2.742 gram jerami yang telah difermentasikan diikat. Sebelumnya peras jerami tersebut kemudian atur untuk menjadi satu ikatan dengan panjang ± 45 cm dan diameter ± 10cm. Kedua ujung ikatan harus diratakan (dipotong dengan pisau dasar atau gunting besar), kemudian ikat pada 2/3 bagian dari ujung jerami. Setelah jerami terikat erat kemudian atur dalam dua baris pada dasar tanggul. Tanggul yang merupakan tanah yang ditinggikan dapat dibuat yang disemua atau diberi alas bambu, atau kayu atau batu. Tujuan membasahi dasar tanggul ialah agar tanah atau dasar tanggul tidak menyerap air dari ikatan fermentasi jerami. Untuk satu lapisan dibutuhkan 40 sampai 50 ikatan jerami yang terikat erat. Ikatan harus kuat benar sehingga waktu disusun akan membentuk ruang antara dua ikatan untuk aerasi yang dapat mencegah terjadinya kelebihan air. Dalam satu bedengan dapat disusun 5 lapisan. Bila jerami telah terikat kuat dalam bundel, maka udara tidak dapat masuk ke dalam ikatan atau bundel sehingga proses pelapukan dapat diperlambat dengan demikian suplai hara dapat diperpanjang untuk periode yang lebih panjang. Budidaya jamur dengan cara ini akan memperpanjang masa panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.2. Cara Modern (dalam kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Persiapan&lt;br /&gt;Bahan yang digunakan sebagi media tumbuh untuk menanam jamur denagn cara modern/semi modern dapat bermacam-macam. Bahan yang biasa digunakan dan memberikan hasil produksi tinggi adalaah limbah kapas dan jerami padi. Limbah kapas merupakan zat pembakar untuk membakar, sedangkan jerami merupakan bahan untuk pelapukan. Jerami yang digunakan merupakan jerami segar seperti halnya yang digunakan dalam budidaya jamur di luar kumbung. Jerami dapat dipotong-potong atau tidak, sedangkan limbah kapas yang digunakan merupakan limbah kapas dari pabrik pemintalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Fermentasi media tumbuh&lt;br /&gt;Media tumbuh yang digunakan merupakan campuran limbah kapas dan jerami dengan perbandingan 2:1 atau 1:1 dan 3-4% kapur pertanian. Bahan ini dicampur merata, dan direndam dalam air selama 2-3 jam atau 24 jam, kemudian diperas dan ditumpukan pada ruangan dengan dasar lantai/semen membentuk timbunan dengan ukuran 1,5x1,5x1,5 m3. Kemudian timbunan ini ditutup dengan selubung plastik dan dibiarkan untuk fermentasi selama 2-4 hari.&lt;br /&gt;Untuk yang hanya menggunakan kompos jerami sebagai media tumbuh. Dalam hal ini jerami yang direndam diberi 1% kapur pertanian dan 1% urea dan difermentasi selama 6 hari. Setiap hari timbunan jerami harus dibalik. Sebelum diletakan dalam rak-rak bedengan, kompos jerami ini ditambah 10% dedak, 1% superfosfat dan 1% kapur pertanian. Kompos jerami ini dapat digunakan dengan diberi lapisan lebah kapas atau eceng gondok kering yang telah direndam dan di fermentasi pada waktu membuat lapisan media tumbuh dalam rak-rak bedengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pembentukan kumbung&lt;br /&gt;Kumbung dapat dapat dibuat dengan rangka besi dan dinding plastik, rangka bambu dengan dinding nipah/gibig dan atap plastik, atau bangunan batu yang permanen. Ukuran yang ideal adalah lebar 4 m, panjang 6 m dan tinggi 2,5 m. kumbung yang digunakan terdiri dari dua baris rak bedengan dari kawat atau bambu dengan rangka besi atau kayu. Satu baris terdiri dari 3-5 tingkat rak bedengan. Kumbungan ini harus dilengkapi dengan jendela dan atau electrik blower untuk sirkulasi udara, juga lampu (50 foot candle) yang dapat dipindah-pindah atau dicabut bila sedang dilakukan pasteurisasi, dan dipasang pada waktu pembentukan tubuh buah. Lampu TL day light 60 watt sebanyak 2 buah dan 2 heater bisa untuk menjaga temperatur ruangan +28 derajat C.&lt;br /&gt;Lantai kumbung harus disemen untuk menjaga kebersihan, dan seluruh kumbung harus dapat tertutup rapat untuk pemanasan uap dan sterilisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Pembangkit uap&lt;br /&gt;Pembangkit uap dapat dilakukan dengan menggunakan 2 buah tangki (200 L) yang disambung dengan pipa bambu dan paralon ke dalam kumbung. Tangki berisi air diletakan dengan cara dibaringkan di atas tungku di luar kumbung, kemudian disambung dengan pipa bambu (yang melekat pada tangki) dan pipa paralon yang tebal ke dalam kumbung. Di dalam kumbung, pipa ini berlubang lubang untuk mengeluarkan uap air panas yang berasal dari air dalam tangki yang dididihkan. Ukuran pipa paralon adalah 2-3 cm. Pipa paralon diletakan di atas dasar kumbung ditengah-tengah ruangan, dan setiap meternya diberi lubang 8 buah untuk mengeluarkan uap panas. Isi air tangki (kapasitas 200 L) yang dihubungkan dengan pipa bambu cukup untuk memberi uap panas dalam kumbung yang berukuran 4x6x2,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Pengisian media dan pasteurisasi&lt;br /&gt;Setelah fermentasi media selam 2-4 hari, bahan kompos kemudian dimasukan ke dalam rak-rak bedengan setinggi 15-20 cm. Kemudian uap panas dimasukan ke dalam kumbung melalui pipa untuk mencapai temperatur 70 derajat C selama 2-4 jam. Setelah pasteurisasi, biarkan udara segar masuk dan temperatur turun hingga mencapai 30-50 derajat C. biasanya penurunan temperatur memakan waktu ±24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. Teknik Penanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.1. Cara Tradisional (di luar kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Penentuan pola tanam&lt;br /&gt;Bibit jamur diletakan pada jarak ±7,5 cm dari sisi bedengan. Jarak bibit satu dengan yang lainnya adalah 10-15 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Cara penanaman&lt;br /&gt;Jumlah bibit yang diperlukan untuk satu bedengan kira-kira 6 botol (±500-750 gram) bibit. Sebelum penanaman bibit, basahi lapisan jerami dengan menggunakan sprayer (semprotan tangan). Setelah peletakan bibit selubungi bedengan dengan plastik untuk mencegah sinar matahari langsung dan penguapan. Selubung plastik sekali-kali dibuka untuk mengatur sirkulasi, udara dan cahaya, karena jamur merang membutuhkan udara dan sedikit cahaya untuk pembentukan tubuh buah. Selama pembentukan tubuh buah, selubung plastik dibuka kecuali kalau hujan. Air hujan akan merusak miselia dan tubuh buah jamur. Begitu hujan berhenti selubung plastik harus dibuka untuk mencegah akumulasi panas atau kelembaban dalam bedengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.2. Cara Modern (dalam kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah temperatur turun menjadi 30-35 derajat C, 8-12 jam kemudian bedengan dalam rak-rak siap untuk ditanami bibit. Bibit yang diperlukan 1-6% dari berat basah media, tergantung pada starin bibit. Bibit yang digunakan sudah dipisahkan, tidak berupa gumpalan lagi. Bibit tersebut disebarkan diseluruh permukaan kompos. Untuk rak bedengan dengan panjang 3 meter dan lebar 1 meter dibutuhkan 4-6 botol bibit berkapasitas 500 cc. Setelah peletakan bibit, tutup jendela dan pintu selam 3 hari. Usahakan agar temperatur dalam ruangan dipertahankan untuk memberi kesempatan miselium tumbuh dan berpenetrasi keseluruh kompos media tumbuh.besarnya temperatur ini sebenarnya sangat tergantung pada starin jamur yang digunakan. Namun umumnya jamur yang ada di Indonesia tumbuh baik pada temperatur 30-35 derajat C. selubung plastik dapat juga digunakan untuk menaikan temperatur.&lt;br /&gt;Delapan hari setelah peletakan bibit, introduksikan atau masukan cahaya untuk mempercepat pembentukan primodia dari jamur. Begitu primodia terbentuk, sirkulasi udara segar perlu dimulai untuk mempercepat perkembangan tubuh buah jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4. Pemeliharaan Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4.1 Cara Tradisional (di luar kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pemupukan&lt;br /&gt;Untuk setiap bedeng, dua hingga tiga sendok urea yang dilarutkan dalam air dapat disemprotkan ke primodia jamur.&lt;br /&gt;Kompos atau bibit terkontaminasi harus di musnahkan (dibakar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pengairan dan penyiraman&lt;br /&gt;Tidak dianjurkan penyemprotan insektisida kecuali pada permulaan periode pembuatan bedeng terutama bila pembuatan bedeng yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;Azodrin dan Malathion dapat digunakan, tetapi tidak disemprotkan langsung pada periode pengembangan buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pemeliharaan lain&lt;br /&gt;1. Selubung plastik digunakan untuk menitupi bedengan hingga 5-6 hari pertama setelah peletakan bibit. Selain untuk mencegah masuknya sinar matahari langsung juga untuk membuat temperatur dalam dedengan sekitar 30-50 derajat C juga kelembaban dipertahankan sehingga penyiraman pada bedengan tidak diperlukan hingga 10 hari telah peletakan bibit.&lt;br /&gt;2. Parit disekitar disekitar bedengan dapat diisi air untuk menjaga kelembaban tinggi (&gt;80%) juga untuk mencegah merayapnya serangga ke tanggul bedengan.&lt;br /&gt;3. Selama pembentukan tubuh buah, penyiraman air agar dengan sprayer tidak boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4.2. Cara Modern (dalam kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pengairan dan penyiraman&lt;br /&gt;1. Semprotkan air dengan sprayer pada permukaan rak bedengan.&lt;br /&gt;2. Campurkan urea pada air yang disemprotkan (2-3 sendok makan urea ke dalam 20 liter air) hali ini dilakukan bila bedengan kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pemeliharaan lain&lt;br /&gt;1. Usahakan suhu bisa mencapai 30-35 derajat C, sedangkan kelembaban berkisar 80-90%&lt;br /&gt;2. Membuang jamur-jamur liar, terutama jenis coprinus. Bila tumbuh bibit penyakit, kompos yang terkena harus dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5. Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5.1. Hama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Tikus&lt;br /&gt;Pengendalian: dengan memberi umpan yang di bubuhi racun (phiosphit) atau kleratfam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Serangga/kutu dan kecoa&lt;br /&gt;Pengendalian: ruangan shed di semprot dengan formalin 0,1-0,2%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.5.2. Penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Corpinus&lt;br /&gt;Jamur padi liar, tumbuhnya berkelompok dan biasanya lebih cepat tumbuh dari pada jamur merangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Penicilium&lt;br /&gt;Jamur penisilin, warnanya hijau menempel pada jerami dan bisa mengalahkan mycelium jamur merang. Penyebab: tidak dijalankannya pasteurisasi; jalannya pasteurisasi kurang sempurna; kontaminasi baik dari alat -alat, rak-rak shed, bibit yang kurang bersih. Pengendalian: (1) preventif: shed sebelum dimasuki kompos terlebih dahulu disemprot dengan kadar 2-3% atau shed kosong, terlebih dahulu dipasteurisasi sampai temperatur 60-70 derajat C; menjaga kebersihan alat-alat fisik manusia, bibit dll; usahakan pasturisasi berjalan sempurna. (2) curatif: kompos yang terken serangan (penicilium) di pisahkan dan dibuang; untuk coprinus selalu di usahakan dicabut dan dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6. Panen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6.1. Cara Tradisional (di luar kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Ciri umum panen&lt;br /&gt;1. 8-10 hari setelah peletakan bibit, primodia atau tubuh buah jamur berwarna putih mulai nampak&lt;br /&gt;2. Buka selubung plastik beberapa menit untuk pertukaran udara, jangan sirami lagi.&lt;br /&gt;3. Dua sampai tiga hari setelah primodia terbentuk , jamur siap panen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Cara panen&lt;br /&gt;Panen Jamur Merang hendaknya dilakukan pada stadia kancing, sebelum stadia perpanjangan. Jamur harus dipetik dua kali perhari (tiap pagi hari) selama tiga hari. Sering tubuh buah jamur yang terbentuk tidak dalam stadia yang seragam. Oleh karena itu pemetikan jamur harus hati-hati jangan sampai merusak jamur yang masih dalam stadia kepala jamur, atau kancing kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Periode panen&lt;br /&gt;Masa panen pertama (selama 3 (tiga) hari) akan diikuti masa panen kedua setelah periode istirahat selama 5-7 hari. Hal ini berlangsung terus selama satu hingga dua bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Perkiraan produksi&lt;br /&gt;Dengan cara budidaya jamur yang dikemukakan di atas dengan ukuran bedeng yang sama diperoleh ± 13,5 kg jamur stadia kancing (button)/45.700 kg jerami kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6.2. Cara Modern (dalam kumbung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen jamur hendaknya dilakukan pada stadia kancing, sebelum stadia perpanjangan. Jamur harus dipetik 2 kali perhari selama 3 hari. Sering tubuh buah jamur yang terbentuk tidak dalam stadia yang seragam. Oleh karena itu pemetikan jamur harus hati-hati jangan sampai merusak jamur yang masih dalam stadia kepala jamur atau kancing kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Periode panen&lt;br /&gt;Masa panen pertama (selama tiga hari) diikuti masa panen kedua setelah periode istirahat selama 5-7 hari. Dalam dua kali periode panen dengan jarak 2 minggu, 25-40% produksi jamur yang diharapkan sudah dapat di panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Prakiraan produksi&lt;br /&gt;1. Luas lahan 80 m2, jumlah kompos 25 kg/m2, hasil 120 kg, lama penanamn 14 hari&lt;br /&gt;2. Luas lahan 25 m2, jumlah kompos 30 kg/m2, hasil 40kg, lama penanaman 14 hari&lt;br /&gt;3. luas lahan 80m2, jumlah kompos 30 kg/m2, hasil 400 kg, lama penanaman 14 hari&lt;br /&gt;Bila pasterisasi berjalan sempurna, maka per m2 bisa mencapai 2,5 kg per m2 luas tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7. Pascapanen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7.1. Penyimpanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamur Merang alangkah baiknya, apabila pada pagi hari selesai terpetik, langsung terjual atau terkonsumsi. Namun apabila masih tertunda 1 hari satu malam, bisa direndam dalam bak yang berisi air bersih, semakin lama perendamannya, kualitas jamur segarnya menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pembungkusan&lt;br /&gt;Beberapa cara memperpanjang daya tahan jamur merang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. bungkus dalam cheese cloth (kain batis) kemudian simpan dalam refrigator pada temperatur 15 derajat C.&lt;br /&gt;2. dikemas dalam styrofoam chest dengan meletakan es pada dasar kotak styrofoam&lt;br /&gt;3. dikemas dalam wadah datar yang dialasi daun pisang.&lt;br /&gt;Stadia kancing dari Jamur Merang untuk dapat bertahan dalam keadaan segar selam 4 hari, temperatur paling tidak harus 15 derajat C dengan kelembaban udara yang tinggi, pada temperatur 5 derajat C akan terjadi”chilling injuri” sedang pada temperatur 20 derajat C jamur cepat membusuk.&lt;br /&gt;Temperatur 15 derajat C dengan kelembaban yang tinggi diperoleh dengan cara pengemasan Jamur Merang dalam styrofoam cooler yang diberi es pada dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pengalengan&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, pengalengan jamur terdiri dari 3 cara yaitu:&lt;br /&gt;1. Perebusan/ pemanasan jamur segar, baik yang utuh atau yang telah dirajang.&lt;br /&gt;2. Memasukan jamur dalam kaleng ditambah obat pengawet, misalnya garam dan asam nitrat atau vitamin C&lt;br /&gt;3. Sterilisasi jamur yang telah dikalengkan dengan suhu 90 derajat C selama 2 jam.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengalengan jamur:&lt;br /&gt;1. Sebelum direbus, jamur harus bersih benar, agar tidak tercemar oleh microorganisme.&lt;br /&gt;2. Untuk jamur yang hampir mekar, sebaiknya dirajang terlebih dahulu, demikian pula dengan jamur yang agak rusak.&lt;br /&gt;3. Sterilisasi yang kedua, yaitu setelah jamur dikalengkan. Bisa diulang kembali direbus, pada alat perebus yang khusus misalnya autoklaf. Pada alat perebus ini, tekanan atmosfer dapat diusahakan mencapai 1,1 atm, sebelum disterilkan kaleng ditutup rapat.&lt;br /&gt;4. Perlu diadakan pemeriksaan setelah 1-2 minggu. Kaleng yang cembung atau bocor berati tidak dapat bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Penyimpanan dengan cara pengasapan&lt;br /&gt;Hasil jamur yang dipetik, dicuci dan direbus/dikukus dengan maksud kadar air dalam jamur berkurang dan proses pembusukan terhenti karena terhentinya keaktifan bakteri pembusuk untuk mengurangi kadar air lebih lanjut, setelah di tus (dituntaskan airnya) jamur tersebut diletakan dalam anyaman bambu/rigen/tampah dan dijemur. Bila cuaca sudah memungkinkan (terutama senja-malam, pagi hari) bisa dilakukan pengasapan&lt;br /&gt;Metode pengasapan, bisa dipakai seperti pengasapan tembakau yaitu dengan membuat para–para di atas dapur. Bagi produksi yang cukup besar pengawetan dengan cara pengasapan sebaiknya dicoba dengan menggunakan rigen yang diletakkan pada bambu gelondongan yang bisa digerakan memungkinkan pengasapan berjalan sempurna dan merata. Para-para semuanya bisa terbuat dari bambu. Bahan bakarnya digunakan kayu, jerami ataupun rumput-rumputan.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu diperhatiakan supaya hasil pengasapan baik, antara lain:&lt;br /&gt;1. Perebusan cukup 15-30 menit dalam air mendidih dan tambahkan bumbu-bumbu penyedap, misal garam, asam citrat.&lt;br /&gt;2. Peralatan yang digunakan jaga kebersihannya.&lt;br /&gt;3. Pengeringan pada sinar matahari harus cepat jangan sampai terlambat, agar warna tidak berubah jadi kehitaman.&lt;br /&gt;4. Pengasapan dilakukan, bila cuaca tidak memungkinkan berlangsungnya proses pengeringan (terutama waktu senja-malam, pagi hari), sehingga jamur akan terhindar dari bakteri pembusuk.&lt;br /&gt;5. Jamur yang sudah mengalami pembusukan (warna menghitam, busuk) harus segera dibuang untuk menghindari penularannya.&lt;br /&gt;6. Hasil jamur setelah pengasapan dimasukan dalam kantong plastik atau stoples yang bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.7.2. Penanganan Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pengeringan&lt;br /&gt;1. Sebelum dikeringkan jamur merang stadia kancing dibelah secara memanjang&lt;br /&gt;2. Keringkan di bawah sinar matahari&lt;br /&gt;3. Dilakukan dengan udara panas atau pengeringan dalam oven pada suhu 40 derajat C.&lt;br /&gt;4. Periode waktu yang dibutuhkan 8 jam, jamur merang akan kehilangan 10% dari berat basah&lt;br /&gt;5. Setelah kering bisa dibuat keripik atau rempeyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pickling (asinan)&lt;br /&gt;Caranya: cuci dan blanching Jamur Merang selama 5 menit dalam air mendidih, segera tempatkan jamur tersebut dalam air dingin untuk mendinginkan. Pindahkan ke dalam stoples atau botol yang bermulut lebar, kemudian tambahkan larutan garam (22%garam), sedikit cuka, vitamin C atau asam citrat pada Jamur Merang untuk membuat warna segar dari jamur. Tutup wadah yang digunakan (tidak terlalu kuat) dan pasteurisasi selama satu jam. Dinginkan, kuatkan tutup botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pasta Jamur&lt;br /&gt;Caranya: keringkan jamur kemudian rendam dalam 40-50% larutan garam selama 10-15 menit, angkat Jamur Merang kemudian blender hingga berupa pasta. Letakkan di atas kain batis untuk mentiriskan cairan yang berlebihan. Cairan yang keluar masih dapat dimanfaatkan sebagai saus jamur. Setelah tiris, masukan pasta ke dalam botol bermulut lebar, kukus selama 1 jam, jamur siap dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya Tanaman Cabe</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-cabe.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Tue, 30 Mar 2010 20:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-7640783989978583691</guid><description>Cabai (Capsicum Annum var longum) merupakan salah satu komoditas hortikultura &lt;br /&gt;yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia, Karena buahnya selain dijadikan &lt;br /&gt;sayuran atau bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani, &lt;br /&gt;sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport, membuka kesempatan kerja &lt;br /&gt;serta sebagai sumber vitamin C. Luas tanaman dan produksi cabe di Irian Jaya pada &lt;br /&gt;tahun 1998 adalah 4.104 ha dengan produksi 8.565 ton/ ha. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SYARAT TUMBUH &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Tanah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Tanah berstruktur remah/ gembur dan kaya akan bahan organik. &lt;br /&gt;-  Derajat keasaman (PH) tanah antara 5,5 - 7,0 &lt;br /&gt;-  Tanah tidak becek/ ada genangan air  &lt;br /&gt;-  Lahan pertanaman terbuka atau tidak ada naungan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.   Iklim &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Curah hujan 1500-2500 mm pertahun dengan distribusi merata.  &lt;br /&gt;-  Suhu udara 16° - 32 ° C &lt;br /&gt;-  Saat pembungaan sampai dengan saat pemasakan buah, keadaan sinar &lt;br /&gt;matahari cukup (10 - 12 jam). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TEKNIK BUDIDAYA &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.    Persemaian &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Kebutuhan benih setiap hektar pertanaman adalah 150  - 300 gram dengan daya &lt;br /&gt;tumbuh lebih dari 90 %.  &lt;br /&gt;-  Siapkan media semai dari tanah, pasir dan pupuk kandang dengan &lt;br /&gt;perbandingan 1:1 yang dibuat bedengan setinggi ± 20 cm, lebar ± 1 m dan &lt;br /&gt;panjang 3-5 m serta diberi naungan dari jerami atau alang-alang/ daun kelapa.  &lt;br /&gt;-  Sebar benih secara merata atau  ditebar dalam garikan dengan jarak antar &lt;br /&gt;garitan 5 cm dan ditutup tanah tipis-tipis lalu disiram. Pertahankan kelembaban &lt;br /&gt;tanah tetap baik agar biji cepat tumbuh &lt;br /&gt;-  Setelah bibit berumur 10 hari, maka dilakukan pengkokeran untuk memudahkan &lt;br /&gt;penanaman dan mencegah kematian pada waktu tanaman dipindahkan. Sebagai &lt;br /&gt;koker dapat digunakan daun pisang , daun kelapa atau kantong plastik. Bibit &lt;br /&gt;yang telah dikoker ditempatkan dibawah naungan persemaian. &lt;br /&gt;-  Sekitar lima hari sebelum bibit dipindahkan naungan pada persemaian d ibuka &lt;br /&gt;atau dikurangi supaya bibit terbiasa kena sinar matahari.  &lt;br /&gt;2.  Pengolahan Tanah &lt;br /&gt;-  Satu minggu sebelum tanam lahan sudah siap, meliputi mencangkul/ bajak dan &lt;br /&gt;pembuatan bedengan. &lt;br /&gt;-  Ukuran bedengan tinggi ± 30 cm, lebar 1 -1,5 m dan panjang sesuai kebutuhan  &lt;br /&gt;petakan dengan j arak antar bedengan + 30 cm.  &lt;br /&gt;-  Berikan pupuk kandang dengan dosis 20-30 ton/ ha.  &lt;br /&gt;-  Bila dipergunakan mulsa dari plastik dapat dipasang setelah dilakukan &lt;br /&gt;pemupukan pupuk kandang den bile dipergunakan mulsa dari limbah tanaman &lt;br /&gt;seperti dang-slang den sisa-sisa tanaman dapat diberikan setelah penanaman &lt;br /&gt;bibit. &lt;br /&gt;3. Penanaman &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Bibit dapat dipindahkan pada umur 28-35 hari setelah semai dengan daun 5  - 7 &lt;br /&gt;helai.  &lt;br /&gt;-  Pilih bibit yang tinggi den besarnya seragam. Tanam bibit dengan posisi tegak &lt;br /&gt;dan tekan sedikit tanah disekeliling batang tanaman. &lt;br /&gt;-  Siram tanaman secukupnya setelah tanam den penyiraman berikutnya dilakukan &lt;br /&gt;2 hari sekali bila tidak ada hujan. &lt;br /&gt;4. Pemupukan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Diberikan dengan dosis den aplikasi sebagai berikut: &lt;br /&gt;-  Pupuk kandang 20 ton / ha. &lt;br /&gt;-  Aplikasi seminggu sebelum tanam. &lt;br /&gt;-  Urea 150 kg/ ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap &lt;br /&gt;aplikasi. &lt;br /&gt;-  ZA 400 kg/ ha. Umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap &lt;br /&gt;aplikasi. &lt;br /&gt;-  TSP - 36 : 150 kg/ ha, aplikasi seminggu sebelum tanam. &lt;br /&gt;-  KCL :100 kg/  ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap &lt;br /&gt;aplikasi. &lt;br /&gt;-  Untuk lebih meningkatkan hasil dapat diberikan pupuk pelengkap cair Tress &lt;br /&gt;dengan dosis 500 1/ ha, pada umur 20 hari setelah tanam. Umur 30 hari setelah &lt;br /&gt;tanam 500 liter /ha. Umur 40 hari setelah tanam 500 liter /ha dan 50 hari setelah &lt;br /&gt;tanam 500 liter /ha.  &lt;br /&gt;5. Pemeliharaan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Lakukan penyulaman bile ads tanaman yang mati pads pagi/ sore hari.  &lt;br /&gt;-  Pemasangan ajir dapat dilakukan pada saat penanaman atau setelah tanaman &lt;br /&gt;setinggi 30 s/d 50 cm dan langsung diikat, panjang ajir + 1,5 m. &lt;br /&gt;-  Siangi pertanaman sebelum dilakukan pemupukan bila terdapat gulma.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Pengendalian Hama dan Penyakit &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Hama dan penyakit yang wereng menyerang tanaman cabe adalah hama kutu, &lt;br /&gt;daun persik, ulat, grayak, hama trips, penyakit busuk buah, bercak daun dan &lt;br /&gt;busuk batang.  &lt;br /&gt;-  Untuk Hama Kutu Daun Persik dapat dipakai Curacron , Tohuthion. &lt;br /&gt;-  Hama ulat Grayak digunakan Methrin, Dimilin dan Atabron &lt;br /&gt;-  Hama Trips digunakan Nogos, Nuracran, Malathion. &lt;br /&gt;-  Penyakit Bercak Daun, Busuk Batang dan  Busuk Buah digunakan Antracol, &lt;br /&gt;Dithane, M-45, Cupapit, Dipolatan AF. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Panen &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-  Panenlah cabe, bila cabe warna buahnya lebih dari 60 % (Warna buah masih &lt;br /&gt;belang hitam). &lt;br /&gt;-  Pemanenan dapat dilakukan setiap 3-5 hari sekali secara terus menerus sampai &lt;br /&gt;tanaman tidak menghasilkan. &lt;br /&gt;-  Sewaktu panen sertakan tangkai buahnya, lakukan secara selektif dan hati  - hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya KEDONDONG</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-kedondong.html</link><category>Tanaman hias</category><category>Tanaman Obat</category><category>Tanaman Pangan</category><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Sun, 28 Mar 2010 23:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-6745827858055602864</guid><description>1. SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt;Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris&lt;br /&gt;disebut ambarella, otaheite apple, atau great hog plum. Sedang di Asia Tenggara&lt;br /&gt;disebut : kedondong (Indonesia &amp; Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), mokah&lt;br /&gt;(Kamboja), kook kvaan (Laos), makak farang (Thailand), dan co'c (Vietnam).&lt;br /&gt;Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini telah tersebar&lt;br /&gt;ke seluruh daerah tropik.&lt;br /&gt;2. JENIS TANAMAN&lt;br /&gt;Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Anacardiaceae.&lt;br /&gt;Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani&lt;br /&gt;diantaranya adalah kedondong karimunjawa, kedondong bangkok, dan kedondong&lt;br /&gt;kendeng. Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran&lt;br /&gt;raksasa/super. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun. Bentuk&lt;br /&gt;buahnya lonjong dengan berat 0,7-1 kg/buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MANFAAT TANAMAN&lt;br /&gt;Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar,&lt;br /&gt;tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai, jeli, dan sari buah. Buah yang&lt;br /&gt;direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. Buah mentahnya&lt;br /&gt;banyak digunakan dalam rujak dan sayur, serta untuk dibuat acar (sambal&lt;br /&gt;kedondong). Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan. Buah dan daunnya juga&lt;br /&gt;dijadikan pakan ternak. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang,&lt;br /&gt;tidak dapat digunakan kayu pertukangan, tetapi kadang-kadang dibuat perahu.&lt;br /&gt;Dikenal di berbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah, daun, dan kulit&lt;br /&gt;batangnya, dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok, kulit&lt;br /&gt;perih, dan luka bakar. Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung&lt;br /&gt;60-85 gram air, 0,5-0,8 gram protein, 0,3-1,8 gram lemak, 8-10,5 gram sukrosa, 0,85-&lt;br /&gt;3,60 gram serat. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi; buah yang&lt;br /&gt;belum matang mengandung pektin sekitar 10%.&lt;br /&gt;4. SENTRA PENANAMAN&lt;br /&gt;Tanaman kedondong banyak ditanam di negara-negara Asia Tenggara. Salah satu&lt;br /&gt;negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu&lt;br /&gt;jenis kedondong unggul yaitu jenis Spondias purpurea L. Di Indonesia daerah&lt;br /&gt;penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara, Jawa&lt;br /&gt;Tengah).&lt;br /&gt;5. SYARAT TUMBUH&lt;br /&gt;5.1. Iklim&lt;br /&gt;1) Pohon kedondong cabang-cabangnya rapuh dan mudah patah sehingga keadaan&lt;br /&gt;angin yang terlalu kencang dapat merusak pohon ini.&lt;br /&gt;2) Curah hujan yang diinginkan antara 1.000-1.500 mm/tahun. Pada saat musim&lt;br /&gt;kemarau daun kedondong rontok seluruhnya dan pada musim penghujan akan&lt;br /&gt;tumbuh kembali dengan cepat.&lt;br /&gt;3) Pohon kedondong memerlukan banyak cahaya; pohon yang ternaungi&lt;br /&gt;menghasilkan buah sedikit/tidak dapat berbuah sama sekali.&lt;br /&gt;4) Suhu yang hangat sekitar 30 derajat C sangat cocok untuk tanaman kedondong.&lt;br /&gt;5) Kelembaban udara sekitar 14%.&lt;br /&gt;6. PEDOMAN BUDIDAYA&lt;br /&gt;6.1. Pembibitan&lt;br /&gt;1) Persyaratan Benih&lt;br /&gt;Benih yang akan ditanam harus memenuhi syarat-syarat pertumbuhan, yaitu:&lt;br /&gt;a) Benih berasal dari tanaman induk yang sehat.&lt;br /&gt;b) Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah&lt;br /&gt;sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;c) Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang&lt;br /&gt;sehat dan dewasa.&lt;br /&gt;d) Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat&lt;br /&gt;tahan terhadap keadaan lingkungan.&lt;br /&gt;2) Penyiapan Benih&lt;br /&gt;Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan&lt;br /&gt;vegetatif. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji. Biji dapat terjadi dari&lt;br /&gt;penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang. Oleh karena itu benih yang&lt;br /&gt;berasal dari biji, setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda.&lt;br /&gt;Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk&lt;br /&gt;memperbanyak tanaman kedondong. Pembiakan vegetatif dapat dilakukan&lt;br /&gt;dengan cara cangkok, stek batang/dengan okulasi sambungan. Benih biasanya&lt;br /&gt;tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan&lt;br /&gt;pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif.&lt;br /&gt;3) Teknik Penyemaian Benih&lt;br /&gt;Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus. Tempat&lt;br /&gt;pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan&lt;br /&gt;jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan. Penyemaian dilakukan&lt;br /&gt;dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan,&lt;br /&gt;setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. Pemindahannya&lt;br /&gt;dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak. Benih disemai pada&lt;br /&gt;waktu 2-3 minggu sebelum tanam.&lt;br /&gt;4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian&lt;br /&gt;Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari. Penyiraman menggunakan&lt;br /&gt;gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah&lt;br /&gt;pesemaian. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu&lt;br /&gt;dijarangi. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka&lt;br /&gt;penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah.&lt;br /&gt;5) Pemindahan Bibit&lt;br /&gt;Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun&lt;br /&gt;antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan. Waktu pemindahan bibit&lt;br /&gt;dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk. Setelah bibit&lt;br /&gt;dipindahkan dapat dilakukan penyiraman.&lt;br /&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt;7.1. Hama&lt;br /&gt;1) Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf.)&lt;br /&gt;Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna&lt;br /&gt;berwarna putih, kepala dan perut berwarna merah-cerah. Panjang ulat sekitar 60&lt;br /&gt;mm, dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai&lt;br /&gt;bergerombol pada daun. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap&lt;br /&gt;sekitar 75 mm. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara&lt;br /&gt;berderet pada tepi daun atau cabang. Pengendalian: secara alami populasinya&lt;br /&gt;dan penyemprotan insektisida.&lt;br /&gt;2) Kumbang (Podontia affinis Grond.)&lt;br /&gt;Ciri: kumbang berukuran besar, dengan kaki berwarna kuning. Sayapnya dengan&lt;br /&gt;8 bintik gelap, panjang 10-12 mm. Pupa berada dalam tanah. Dewasanya bila&lt;br /&gt;terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah. Telur berukuran 1,6 mm yang&lt;br /&gt;diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. Betina&lt;br /&gt;hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir.&lt;br /&gt;Perkembangannya 38-42 hari. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus&lt;br /&gt;podontiae. Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan&lt;br /&gt;insektisida.&lt;br /&gt;7.2. Penyakit&lt;br /&gt;Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya.&lt;br /&gt;Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora), Fusarium,&lt;br /&gt;Diplodia, Gloeosporium, Phoma, dll yang disebabkan oleh cendawan, bakteri atau&lt;br /&gt;virus. Penyakit biasanya menyerang bagian daun, buah, dan batang. Pengendalian:&lt;br /&gt;menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur&lt;br /&gt;belerang.&lt;br /&gt;7.3. Gulma&lt;br /&gt;Alang-alang, rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman&lt;br /&gt;sering mengganggu pertumbuhan. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu&lt;br /&gt;penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida. So far www.vitroculture.blogspot.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya Kayu putih</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-kayu-putih.html</link><category>Tanaman hias</category><category>Tanaman Obat</category><category>Tanaman Pangan</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Sat, 27 Mar 2010 23:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-3512164086429321769</guid><description>Pengelolaan hutan selama kurang lebih tiga dekade telah menimbulkan dampak luasnya hutan yang terdegradasi. Oleh karena itu, tekanan pada hutan alam harus dikurangi, dan untuk itu Departemen Kehutanan telah menetapkan orientasi kebijakan pembangunan kehutanan ke depan merupakan era rehabilitasi dan konservasi. &lt;br /&gt;Sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang tersebut, Departemen Kehutanan telah menetapkan 5 (lima) kebijakan prioritas yang meliputi pemberantasan penebangan liar, penanggulangan kebakaran hutan, restrukturisasi sektor kehutanan, rehabilitasi lahan dan konservasi sumberdaya hutan dan penguatan desentralisasi kehutanan dengan payung "§ocial Forestry". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan sebagal unit penyedia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di bawah Departemen Kehutanan berfungsi antara lain menyediakan informasi teknologi untuk mendukung pembangunan hutan yang berkelanjutan. &lt;br /&gt;Buku petunjuk praktis ini merupakan salah satu media untuk alih IPTEK kepada pengguna termasuk para penyuluh dan masyarakat, khususnya terkait dengan penyelenggaraan "Social Forestry" &lt;br /&gt;Kehadiran buku saku ini diharapkan berdampak positif dan bermanfaat bagi pengembangan jenis-jenis tanaman hutan. &lt;br /&gt; 2. Kayu putih (Melaleuca cajuputi sub sp. cajuputi) tersebar secara alami di kepulauan Maluku dan Australia bagian utara. Jenis ini telah berkembang luas di Indonesia, terutama di pulau Jawa dan Maluku dengan memanfaatkan daunnya untuk disuling secara tradisional oleh masyarakat maupun secara komersial menjadi minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi. Jenis tanaman ini mempunyai daur biologis yang panjang, cepat tumbuh, dapat tumbuh baik pada tanah yang berdrainase baik maupun jelek dengan kadar garam tinggi maupun asam dan toleran ditempat terbuka serta tahan terhadap kebakaran. &lt;br /&gt; 3. Penelitian P3BPTH pada Kebun Benih semai uji keturunan jenis Kayu putih di Gunungkidul diperoleh estimasi peningkatan genetik untuk rendemen minyak sebesar 21% terhadap rata-rata populasi pada kebun benih, akan tetapi bila dibandingkan dengan rendemen yang dihasilkan dari pabrik, peningkatan rendemen minyak lebih dari 100%. &lt;br /&gt; 4. Terhadap kadar 1,8 cyneole, peningkatan yang dihasilkan sebesar 10%. Sedangkan untuk sifat pertumbuhan tanaman diperoleh peningkatan sebesar 15 - 20%. Dengan peningkatan rendemen minyak sebesar 100%, maka diharapkan produksi minyak kayu putih dapat ditingkatkan menjadi lebih dari 2 kali dengan luasan tanaman yang sama (Susanto, M. 2001). &lt;br /&gt; 5. Pembuatan bibit dapat dilakukan secara generatif (biji) dan vegetatif. &lt;br /&gt;6. PEMBUATAN BIBIT 2.1. Secara Generatif &lt;br /&gt;Tahapan yang harus diperhatikan dalam pembuatan bibit secara generatif adalah pengumpulan benih dan kegiatan di persemaian. &lt;br /&gt;2.1.1. Pengumpulan Benih &lt;br /&gt;Beberapa hal yang pertu diperhatikan untuk mendapatkan benih kayu putih yang baik adalah : &lt;br /&gt; 1. Pohon induk terseleksi yang dipilih harus memiliki fenotip dan genotipe unggul seperti : sehat, pertajukan rindang, berbuah lebat serta mempunyai kandungan rendemen minyak dan kandungan sineol yang tinggi. &lt;br /&gt; 2. Pohon induk dipilih dari sumber benih yang baik, yaitu dari Kebun Benih, atau dari Areal Produksi Benih (APB) ataupun dari pohon yang terseleksi (pohon plus). &lt;br /&gt; 3. Pengumpulan buah sebaiknya pada musim panen raya. Biasanya musim berbunga mulai bulan Maret dan masa berbuah lebat pada bulan September. &lt;br /&gt; 4. Pohon induk yang berbuah lebat dipanjat untuk memilih buah yang telah masak, yaitu yang berwama kecoklatan. &lt;br /&gt; 5. Memetik buah yang masak dari tangkai buah dan tidak perlu memotong dahan, agar pohon induk tidak terganggu proses reproduksinya. &lt;br /&gt; 6. Pemisahan benih (ekstraksi benih) dari buah yang masak sangat mudah, cukup dijemur di bawah sinar matahari dan benih akan lepas dengan sendirinya. &lt;br /&gt; 7. ukuran benih kayu putih sangat halus, sehingga pada waktu pengumpulan benih agar menghindari dari tiupan angin. Setiap gram benih kayu putih yang baik rata-rata dapat menghasilkan 2.700 bibit (Doran et al, 1998, dalam Susanto, 2001). &lt;br /&gt; 8. Penyimpanan benih di lakukan pada kondisi kering dengan kelembaban 5 - 8% dalam refrigerator (lemari es) pada suhu 3-5oC. Dengan kondisi demikian benih dapat bertahan sampai beberapa tahun. &lt;br /&gt;2.1.2. Persemaian Persyaratan areal persemaian antara lain mudah dijangkau, sumber air (ketersediaan air) cukup, topografi relatif datar, tenaga kerja relatif mudah diperoleh, terhindar dari penggembalaan dan terdapat saluran (drainase) pembuangan air yang baik. &lt;br /&gt;Persiapan media tabur : &lt;br /&gt; o Menyiapkan bak tabur dengan lubang drainase dibawahnya. Bak tabur tidak perlu terlalu luas karena ukuran benih sangat halus, cukup dengan bak plastik ukurati 25 x 35 x 10 cm beberapa buah. &lt;br /&gt; o Media tabur cukup menggunakan pasir steril dengan cara dijemur dibawah sinar matahari, atau digoreng kering (sangrai), atau disemprot dengan fungisida (Benlate). &lt;br /&gt; o Media tabur tidak padat, dan harus mempunyai porositas yang baik (pasir) sehingga tidak merusak perakaran pada saat disapih. &lt;br /&gt; o Pada tahap ini media tidak perlu subur atau dipupuk, karena sifatnya sementara dan kecambah masih memiliki nutrisi bawaan dari lembaganya (cotyledon) &lt;br /&gt; Penaburan &lt;br /&gt; 13. Benih sebelum ditabur sebaiknya dicampur pasir halus yang steril, agar benih tidak menggumpal (menggerombol) mengingat ukuran benih sangat halus. &lt;br /&gt; 14. Benih ditabur merata di atas bak tabur, kemudian ditutup dengan sedikit lapisan pasir halus agar benih tidak mudah terbang &lt;br /&gt; 15. Untuk menjaga kelembaban dan tiupan angin, sebaiknya bak tabur ditutup plastik transparan (sungkup) &lt;br /&gt; 16. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan sprayer halus pada pagi dan sore hari agar media tabur selalu basah (lembab). Setelah pekerjaan penyiraman selesai, plastik ditutup kembali, karena benih akan berkecambah apabila cahaya, oksigen dan air cukup tersedia. &lt;br /&gt; 17. Setelah ± 5 hari dibedeng tabur benih mulai berkecambah, dan + 2 minggu siap untuk dipindah ke bedeng sapih. &lt;br /&gt; 18. Menyiapkan bedeng sapih dengan ukuran 5m x 1m agar memudahkan dalam perawatan. &lt;br /&gt; 19. Media sapih yang digunakan sebaiknya mempunyai kandungan nutrisi yang lebih lengkap, yaitu dengan menggunakan media tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 7:2:1. &lt;br /&gt; 20. Media dimasukkan kedalam kantong plastik (polybag). Ukuran polybag yang digunakan tidak perlu terlalu besar, karena batang dan tajuk semai kayu putih ukurannya relatif ramping, sehingga cukup menggunakan ukuran 9cm x 12cm. &lt;br /&gt; 21. Apabila menggunakan potrays, maka media yang digunakan adalah yang dapat kompak dengan akar serabut tanaman, sehingga pada saat dilepas dari potrays media tidak hancur. Disarankan menggunakan bahan organik tanaman dicampur dengan kompos. &lt;br /&gt; 22. Kantong plastik (polybag) sebaiknya disusun teratur di bedeng sapih yang telah disiapkan, untuk memudahkan perawatan dan menghitung jumlah bibit. &lt;br /&gt; 23. Pemasangan naungan cabaya (paranet 75%) selama 3 bulan agar intensitas cabaya tidak terlalu tinggi terutama pada saat siang hari dan lebih baik lagi naungan dapat dibuka pada pagi hari agar cahaya pagi (ultra violet) dapat mengenai bibit dan media sehingga pertumbuhan bibit lebih sehat. &lt;br /&gt; 24. Pemasangan sungkup plastik transparan di bedeng sapih agar kelembaban dapat terjaga. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan pemberian sungkup plastik transparan dapat menekan kematian bibit. Pekerjaan ini sebaiknya sudah siap sebelum dilakukan pekerjaan penaburan. &lt;br /&gt;Penyapihan &lt;br /&gt; 25. Karakteristik semai kayu putih sangat khas dibandingkan jenis tanaman hutan lainnya sehingga memerlukan perlakuan khusus. &lt;br /&gt; 26. Setelah bibit berada selama 2 minggu di bedeng tabur, atau tumbuh daun 2 helai atau lebih dan tinggi lebih dari 1cm, maka bibit segera dipindahkan ke bedeng sapih. Penyapihan sebaiknya menggunakan alat pinset, karena kondisi semai sangat kecil dan peka terhadap gesekan. &lt;br /&gt; 27. Apabila jarak antara bak tabur berjauhan dengan areal penyapihan, maka bibit dari bedeng tabur diambil dan dipindahkan ke kotak plastik yang berisi air bersih, agar bibit tidak cacat dan tidak kekeringan. &lt;br /&gt; 28. Dibuat lubang tanam pada media sapih di polybag sedalam panjang akarnya (3-5cm) agar perakaran tidak melipat/patah. Bibit ditanam perlahan kemudian ditutup dengan media serta dipadatkan dengan ditekan perlahan. Diusahakan agar perakaran jangan sampai melipat. &lt;br /&gt; 29. Setelah disapih, dilakukan penyiraman halus (kabut) dengan menggunakan pompa sprayer (nozel halus), mengingat tinggi bibit rata-rata 1 cm, dan mudah roboh. &lt;br /&gt; 30. Lebih baik dipasang sungkup plastik agar kelembaban lingkungan bibit dapat terjaga dan bibit terlindungi dari gangguan hama pengganggu (burung, belalang, katak, tikus dan sebagainya). Sungkup dapat dibuka setelah semai berumur 8 minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan &lt;br /&gt;Penyiraman sampai umur 2 bulan dengan sprayer halus, dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada fase in kecambah kayu putih pertumbuhannya lambat, bahkan tampak seperti berhenti (dorman) berkisar antara 7-8 minggu. Tinggi semai rata-rata masih 1-2cm, sehingga penyiraman perlu dilakukan dengan hati-hati karena sistem perakaran dan batang masih sangat rentan dan mudah patah. &lt;br /&gt;Penggunakan alat sprayer halus akan berdampak baik terhadap bibit karena dapat mengurangi pengaruh kinetik semprotan air terhadap semai yang baru berkecambah. &lt;br /&gt;Setelah tinggi bibit lebih dari 15 cm, penyiraman dapat menggunakan sprayer yang agak besar atau gembor, karena kondisi perakaran cukup kuat. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari secara rutin pada pagi dan sore. &lt;br /&gt;Penyiangan (weeding), yaitu pekeraan pembersihan dari tanaman pengganggu yang ada pada polybag (biasanya dari jenis rumput) dilakukan setiap hari. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati karena akan mengganggu akar kayu putih. Apabila gulmanya lebih besar dari kayu putih, lebih baik batang gulma dipotong/ digunting. &lt;br /&gt;Pendangiran, berupa pekerjaan penggemburan permukaan media agar aerasi menjadi baik dan perakaran menjadi sempurna. Dilakukan bersamaan dengan pekerjaan pembersihan gulma. &lt;br /&gt;Untuk memacu pertumbuhan bibit dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk NPK (I5:15:15), yang dilarutkan dan disemprotkan setiap 2 minggu sekali. Atau pemberian pupuk butiran NPK sebanyak 2-3 butir per polybag setiap 2 minggu sekali. &lt;br /&gt;Hama yang umumnya menyerang dan mengganggu di persemaian adalah ulat dan belalang. Serangan hama pengganggu dapat dicegah dengan cara penyemprotan insektisida. Binatang pengganggu yang umumnya dijumpai adalah burung yang mencari makanan di persemaian. Pencegahan dilakukan dengan memberi naungan berupa sharlon/paranet, atau menggunakan sungkup plastik. &lt;br /&gt;Pemotongan cabang/bakal cabang dan akar yang keluar menembus polybag pada bibit tua yang belum dipindah ke lapangan, dimaksudkan agar percabangan tidak terlalu banyak dan akar bibit tidak rusak pada saat dipindahkan kelapangan. More info www.vitroculture.blogspot.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>budidaya tanaman Sidaguri</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-sidaguri.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Sat, 27 Mar 2010 01:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-9193546497101787776</guid><description>Sinonim :&lt;br /&gt;S. alnifolia Lour., S. phillippica DC., S. retusa L., S. semicrenata Link., S. spinosa L.&lt;br /&gt;Familia :&lt;br /&gt;Malvaceae&lt;br /&gt;Uraian :&lt;br /&gt;Sidaguri tumbuh liar di tepi jalan, halaman berrumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia dari dataran rendah sampai 1.450 m dpl. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat. Daun tunggal, letak berseling, bentuknya bulat telur atau lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pertulangan menyirip, bagian bawah berambut pendek warnanya abu-abu, panjang 1,5-4 cm, lebar 1--1,5 cm. Bunga tunggal berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buah dengan 8--10 kendaga, diameter 6--7 mm. Akar dan kulit sidaguri kuat, dipakai untuk pembuatan tali. Perbanyakan dengan biji atau setek batang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;NAMA DAERAH Sumatera: guri, sidaguri, saliguri. Jawa: sadagori, sidaguri, otok-otok, taghuri, sidagori. Nusa Tenggara: kahindu, dikira. Maluku: hutu gamo, bitumu, digo, sosapu. NAMA ASING Huang hua mu (C), walis-walisan (Ph), sida hemp, yellow barleria (I). NAMA SIMPLISIA Sidae rhombifoliae Herba (herba sidaguri), Sidae rhombifoliae radix (akar sidaguri).&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Herba sidaguri rasanya manis, pedas, sifatnya sejuk, masuk meridian jantung, hati, paru-paru, usus besar, dan usus kecil. Sidaguri berkhasiat antiradang, penghilang nyeri (analgesik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, dan pelembut kulit. Akar rasanya manis, tawar, sifatnya sejuk. Merangsang enzim pencernaan, mempercepat pematangan bisul, antiradang, dan abortivum. &lt;br /&gt;Pemanfaatan :&lt;br /&gt;BAGIAN YANG DIGUNAKAN&lt;br /&gt;Seluruh tumbuhan di atas tanah (herba) dan akar dapat digunakan sebagai obat. Bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDIKASI&lt;br /&gt;Herba digunakan untuk mengatasi:&lt;br /&gt;Influenza, demam, radang amandel (tonsilitis), difteri,&lt;br /&gt;TBC kelenjar (scrofuloderma),&lt;br /&gt;radang usus (enteritis), disentri, &lt;br /&gt;sakit kuning (jaundice),&lt;br /&gt;malaria,&lt;br /&gt;batu saluran kencing, &lt;br /&gt;sakit lambung,&lt;br /&gt;wasir berdarah, muntah darah, &lt;br /&gt;terlambat haid, dan&lt;br /&gt;cacingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar digunakan untuk mengatasi:&lt;br /&gt;influenza, sesak napas (asma bronkhiale), &lt;br /&gt;disentri,&lt;br /&gt;sakit kuning, &lt;br /&gt;rematik gout, &lt;br /&gt;sakit gigi, sariawan,&lt;br /&gt;digigit serangga berbisa, &lt;br /&gt;kurang nafsu makan,&lt;br /&gt;susah buang air besar (sembelit), &lt;br /&gt;terlambat haid, dan&lt;br /&gt;bisul yang tak kunjung sembuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga digunakan untuk obat luar pada: &lt;br /&gt;gigitan serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PEMAKAIAN&lt;br /&gt;Rebus herba kering (15--30 g) atau herba segar (30--60 g), lalu minum airnya. Jika menggunakan akar, dosisnya 10-15 g, atau menggunakan takaran besar sebanyak 30--60 g, rebus, Ialu minum airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemakaian luar, tempelkan herba segar atau akar yang telah digiling halus ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, koreng, TBC kelenjar, gigitan ular. Selain itu, bisa juga direbus, gunakan airnya untuk mencuci ekzema pada kantung buah zakar atau untuk mandi pada cacar air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH PEMAKAIAN&lt;br /&gt;Rematik&lt;br /&gt;Rebus herba sidaguri kering (30 g) dengan tiga getas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan,minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.&lt;br /&gt;Cuci akar sidaguri kering (30 g), lalu iris tipistipis. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisul kronis&lt;br /&gt;Untuk obat yang diminum, iris tipis batang dan akar sidaguri kering (60 g). Tambahkan gula merah (30 g) dan air matang secukupnya sampai simplisia terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk obat luar, cuci lima jari akar sidaguri, lalu tumbuk halus. Tambahkan air garam secukupnya sambil diremas. Gunakan ramuan ini untuk menurap bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekzema&lt;br /&gt;Cuci herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air masak sampai terendam seturuhnya dan tim. Setelah dingin, minum airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit gatal, kurap pada kepala&lt;br /&gt;Cuci daun sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk halus. Tambahkan minyak kelapa, lalu aduk sampai merata. Oleskan pada kulit yang gatal atau kurap. Ulang sehari tiga kali, sampai sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TBC kelenjar&lt;br /&gt;Untuk obat yang diminum, cud herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan daging (60 g), lalu tim. Setelah dingin, minum airnya dan dagingnya dimakan. Untuk obat luar, giling daun segar sampai halus, lalu tempelkan pada kelenjar limfe yang membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlambat haid&lt;br /&gt;Cuci akar sidaguri (30 g), lalu cincang halus. Tambahkan daging (30 g), lalu rebus. Setelah dingin, minum airnya dan makan dagingnya. Lakukan selama beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacing keremi&lt;br /&gt;Cuci daun sidaguri segar (setengah genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan tiga perempat cangkir air matang dan sedikit garam, lalu peras dengan kain. Minum air saringannya sekaligus. Lakukan dua kali sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesak napas (asma)&lt;br /&gt;Potong tipis akar sidaguri (60 g), tambahkan gula pasir (30 g), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut mulas&lt;br /&gt;Kunyah akar sidaguri dan jahe secukupnya, lalu telan airnya. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit gigi&lt;br /&gt;Kunyah akar sidaguri secukupnya dengan gigi yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka berdarah&lt;br /&gt;Cuci akar sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan pada luka yang berdarah, lalu balut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;Daun mengandung alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, dan minyak asiri. Banyak mengandung zat phlegmatik yang digunakan sebagai peluruh dahak (ekspektoran) dan pelumas (lubricant). Batang mengandung kalsium oksalat dan tanin. Akar mengandung alkaloid, steroid, dan efedrine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya tanaman Pecut Kuda</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-pecut-kuda.html</link><category>Tanaman hias</category><category>Tanaman Obat</category><category>Tanaman Pangan</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Fri, 26 Mar 2010 01:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-7505913811138090024</guid><description>Sinonim :&lt;br /&gt;= S. marginata, Vahl = S. pilosiuscula H. B. K. = S. Villosa Turcz. = S.urticifolia Dalz. et Gibs. = Verbena indica, Linn. = V.jamaicensis, Linn.&lt;br /&gt;Familia :&lt;br /&gt;Verbenaceae&lt;br /&gt;Uraian :&lt;br /&gt;Terna tahunan, tumbuh tegak, tinggi ± 50 cm, tumbuh liar di sisi jalan daerah pinggir kota, tanah kosong yang tidak terawat. Daun letak berhadapan, bentuk bulat telur, tepi bergerigi, tidak berambut. Bunga duduk tanpa tangkai pada bulir-buhr yang berbentuk seperti pecut, panjang ± 4-20 cm. Bunga mekar tidak berbarengan, kecil-kecil warna ungu, putih. Stachytarpheta indica Vahl, lebih tinggi dapat mencapai 1 - 2 m, dipelihara sebagai tanaman pagar hidup, mempunyai khasiat obat yang sama.&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;Pecut kuda, Jarongan, Jarong lalaki, ngadi rengga, ; remek getih, jarong, biron, sekar laru, laler mengeng,; rumjarum, ki meurit beureum.; Yu long bian (China).; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Infeksi dan Batu saluran kencing, Reumatik, Sakit tenggorokan; Pembersih darah, haid tidak teratur, Keputihan, Hepatitis A; &lt;br /&gt;Pemanfaatan :&lt;br /&gt;BAGIAN YANG DIPAKAI: &lt;br /&gt;Seluruh herba, potong-potong dan keringkan di bawah matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN: &lt;br /&gt;1. Infeksi dan batu saluran kencing.  &lt;br /&gt;2. Rheumatik, sakit  tenggorokan (Pharyngitis).&lt;br /&gt;3. Pembersih darah, datang haid tidak teratur, keputihan.  &lt;br /&gt;4. Hepatitis A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMAKAIAN: &lt;br /&gt;15 - 30 gr herba kering, atau 30 - 60 gr herba segar, rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMAKAIAN LUAR: &lt;br /&gt;Herba segar dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit, untuk penyakit bisul, radang kulit bernanah, luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PEMAKAIAN:&lt;br /&gt;1. Pharyngitis: &lt;br /&gt;    a. Herba segar dilumatkan, ditambah gula, minum,    &lt;br /&gt;    b. Herba segar ditambah gula, dikunyah.&lt;br /&gt;2. Keputihan: Rebusan akar pecut kuda.&lt;br /&gt;3. Hepatitis A: &lt;br /&gt;    5 10 batang tangkai bunga (berikut bunganya), direbus kemudian &lt;br /&gt;    ditambah gula batu, minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERHATIAN : &lt;br /&gt;Wanita hamil dilarang minum rebusan daun ini, sebabkan keguguran.&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, dingin, anti radang, peluruh air seni. KANDUNGAN KIMIA: Glikosida, alkaloid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya tanaman Anggrek</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-anggrek.html</link><category>Tanaman hias</category><category>Tanaman Obat</category><category>Tanaman Pangan</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Wed, 24 Mar 2010 22:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-319310556840880569</guid><description>Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah.&lt;br /&gt;Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai&lt;br /&gt;dibudidayakan secara luas di Indonesia.&lt;br /&gt;JENIS TANAMAN&lt;br /&gt;Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain:&lt;br /&gt;Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang, Vanda hookeriana, berwarna&lt;br /&gt;ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera, anggrek larat/Dendrobium phalaenopis,&lt;br /&gt;anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis, anggrek Apple Blossom, anggrek&lt;br /&gt;Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun&lt;br /&gt;glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu:&lt;br /&gt;1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain&lt;br /&gt;tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk&lt;br /&gt;menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari&lt;br /&gt;makanan adalah akar udara.&lt;br /&gt;2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman&lt;br /&gt;lain yang tidak merusak yang ditumpangi, hanya akar lekatnya juga berfungsi&lt;br /&gt;seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.&lt;br /&gt;3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.&lt;br /&gt;MANFAAT TANAMAN&lt;br /&gt;Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek&lt;br /&gt;mempunyai keindahan, baunya yang khas. Selain itu anggrek bermanfaat sebagai&lt;br /&gt;campuran ramuan obat-obatan, bahan minyak wangi/minyak rambut.&lt;br /&gt;SENTRA PENANAMAN&lt;br /&gt;Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris, sedangkan di Asia adalah&lt;br /&gt;Muangthai. Di Indonesia, anggrek banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah,&lt;br /&gt;Sumatra ataupun di Irian Jaya.&lt;br /&gt;SYARAT PERTUMBUHAN&lt;br /&gt;Iklim&lt;br /&gt;1) Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman&lt;br /&gt;anggrek.&lt;br /&gt;2) Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. Kebutuhan cahaya&lt;br /&gt;berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek.&lt;br /&gt;3) Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12,7 derajat C. Jika suhu&lt;br /&gt;udara malam berada di bawah 12,7 derajat C, maka daerah tersebut tidak&lt;br /&gt;dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng).&lt;br /&gt;4) Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus, akan tetapi&lt;br /&gt;menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %.&lt;br /&gt;Media Tanam&lt;br /&gt;Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek, yaitu:&lt;br /&gt;1) Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Serat Pakis yang telah digodok.&lt;br /&gt;2. Kulit kayu yang dibuang getahnya.&lt;br /&gt;3. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu.&lt;br /&gt;4. Ijuk.&lt;br /&gt;5. Potongan batang pohon enau.&lt;br /&gt;6. Arang kayu .&lt;br /&gt;7. Pecahan genting/batu bata.&lt;br /&gt;8. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya.&lt;br /&gt;Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari&lt;br /&gt;makanan, perlu diberi makanan tambahan seperti kompos, pupuk kandang/daundaunan.&lt;br /&gt;2) Media untuk anggrek Terrestria&lt;br /&gt;Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos, sekam,&lt;br /&gt;pupuk kandang, darah binatang, serat pakis dan lainnya.&lt;br /&gt;3) Media untuk anggrek semi Terrestria&lt;br /&gt;Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar,&lt;br /&gt;ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. Dipakai media pecahan genting,&lt;br /&gt;serabut kayu, serat pakis dan lainnya. Derajat keasaman air tanah yang dipakai&lt;br /&gt;adalah 5,2.&lt;br /&gt;Ketinggian Tempat&lt;br /&gt;Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3&lt;br /&gt;macam yaitu:&lt;br /&gt;1) Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl)&lt;br /&gt;Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari, 21&lt;br /&gt;derajat C pada malam hari, dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. Contoh&lt;br /&gt;jenis anggrek ini adalah:&lt;br /&gt;1. Dendrobium phalaenopsis&lt;br /&gt;2. Onchidium Papillo&lt;br /&gt;3. Phaphilopedillum Bellatum&lt;br /&gt;2) Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl)&lt;br /&gt;Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C,&lt;br /&gt;pada malam hari, dengan ketinggian 150-1500 m dpl.&lt;br /&gt;3) Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl)&lt;br /&gt;Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia, tumbuh baik pada suhu udara 15-21&lt;br /&gt;derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C pada malam hari, dengan ketinggian ≥&lt;br /&gt;1500 m dpl. Contoh: anggrek jenis Cymbidium.&lt;br /&gt;PEDOMAN BUDIDAYA&lt;br /&gt;Pembibitan&lt;br /&gt;1) Persyaratan Bibit&lt;br /&gt;Bibit anggrek yang baik, sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri, yaitu: bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat dan indah&lt;br /&gt;2) Penyebaran Biji&lt;br /&gt;Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan. Adapun penyebaran biji anggrek&lt;br /&gt;sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih.&lt;br /&gt;b) Mensterilkan biji&lt;br /&gt;Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan&lt;br /&gt;dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter, dimasukkan ke dalam botol. Biji&lt;br /&gt;dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. (biji anggrek yang semula kuning&lt;br /&gt;kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). Kemudian air dibuang dan&lt;br /&gt;diganti dengan aquades, digojog berulang kali (2–3 kali).&lt;br /&gt;c) Penyebaran biji anggrek&lt;br /&gt;Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji&lt;br /&gt;anggrek. Sebelum botol dibuka, leher botol dipanaskan di atas lampu spritus&lt;br /&gt;untuk menghilangkan kuman. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol&lt;br /&gt;digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu&lt;br /&gt;spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. Botol yang telah&lt;br /&gt;terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas&lt;br /&gt;makanan yang telah disediakan. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di&lt;br /&gt;atas spritus kemudian ditutup kembali.&lt;br /&gt;3) Teknik Penyemaian Benih&lt;br /&gt;a) Memeriksaan dengan mikroskop, baik atau tidaknya biji anggrek, yang kosong&lt;br /&gt;berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain.&lt;br /&gt;b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar&lt;br /&gt;dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat.&lt;br /&gt;c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras, ujung diikat tali untuk&lt;br /&gt;memudahkan dicopot kembali, atau kain sisa yang dipotong potong. Kerapatan&lt;br /&gt;tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi&lt;br /&gt;atau terkontaminasi.&lt;br /&gt;d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan&lt;br /&gt;kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas&lt;br /&gt;dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas).&lt;br /&gt;e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek&lt;br /&gt;biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu:&lt;br /&gt;1. Ca(NO3)2H2O : 1,00 gram&lt;br /&gt;2. KH2PO4 : 0,25 gram&lt;br /&gt;3. MgSO47H2O : 0,25 gram&lt;br /&gt;4. (NH4)2SO4 : 0,25 gram&lt;br /&gt;5. Saccharose : 20 gram&lt;br /&gt;6. FeSO4 4H2O : 0,25 gram&lt;br /&gt;7. MnSO4 : 0,0075 gram&lt;br /&gt;8. Agar-agar : 15–17,5 gram&lt;br /&gt;9. Aquadest : 1000 cc&lt;br /&gt;Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5,2, dipergunakan pH meter/kertas pH&lt;br /&gt;tekstil/Indikator Paper.&lt;br /&gt;Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C&lt;br /&gt;selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat&lt;br /&gt;bersih, dengan posisi miring, sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol&lt;br /&gt;(dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk&lt;br /&gt;mengetahui sterilisasi yang sempurna.&lt;br /&gt;4) Pemindahan Bibit&lt;br /&gt;Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar, tumbuh akar.&lt;br /&gt;Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang&lt;br /&gt;berdiameter 7 cm, 12 cm atau 16 cm yang berlubang.&lt;br /&gt;Siapkan pecahan genting, dan akar pakis warna coklat, di potong dengan panjang&lt;br /&gt;5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. Sebelum dipakai&lt;br /&gt;terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. Akar pakis setelah dicuci,&lt;br /&gt;direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa:&lt;br /&gt;a) Urea atau ZA : 0,50 mg&lt;br /&gt;b) DS, TS atau ES : 0,25 mg&lt;br /&gt;c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0,25 mg&lt;br /&gt;d) Air : 1000 cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Budidaya tanaman BROCCOLI</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-broccoli.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Tue, 23 Mar 2010 20:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-5094562855013561086</guid><description>Kata Broccoli sendiri berasal dari bahasa Italia broco yang berarti "tunas". Bentuk tanaman ini secara selintas mirip kubis bunga. Hanya saja kepala bunganya tersusun dari kuntum-kuntum bunga dan tangkainya berdaging tebal. Tergantung varietasn,ya, warna kepala bunga ada empat macam, yaitu hijau, ungu, putih, dan hijau muda. Pada ketiak daun timbul juga kepala bunga yang lebih kecil dan akan keluar bila kepala bunga utama telah dipangkas atau dipanen. Kepala bunga utama dan samping serta tangkai berdaging tebal merupakan bagian-bagian yang biasa digunakan atau dimakan. Sayuran ini banyak mengandung vitamin A, vitamin C, dan beberapa mineral seperti thiamin, niasin, kalsium, dan zat besi dalam jumlah yang cukup memadai&lt;a href="http://situsdepnaker.blogspot.com/"&gt;.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manfaat&lt;br /&gt;sayuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Tumbuh&lt;br /&gt;Lahan yang cocok untuk kehidupan broccoli adalah daerah yang terletak pada ketinggian sekitar 1.000-2.000 m dpl. Sedangkan tekstur tanah yang dikehendaki adalah tanah liat berpasir dan banyak mengandung bahan organik. Curah hujan harus berkisar antara 1.000-1.500 cm per tahun dan harus merata sepanjang tahun. Pada umumnya broccoli menyukai iklim yang dingin atau sejuk. Namun, ada beberapa varietas yang tahan pada iklim panas meskipun kuntum bunganya membuka lebih awal dibandingkan varietas yang ditanam di daerah beriklim sejuk. Oleh karena itu, kepala bunga varietas iklim panas cepat menjadi tidak kompak atau terpisah-pisah.&lt;br /&gt;Pedoman Budidaya&lt;br /&gt;Benih broccoli harus disemaikan dulu sebelum ditanam di lahan yang tetap. Lahan persemaian dibentuk bedengan dengan lebar sekitar 1 m dan panjang 3 m. Selanjutnya bedengan diberi campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:2. Di dalam bedengan itu dibuatkan baris-baris alur dengan jarak antaralur 5 cm dan kedalamannya sekitar 1,5-2 cm. Benih yang akan disemai direndam dulu dalam air yang bersuhu 50°C selama 15 menit, kemudian diangin-anginkan. Sebelum ditanam, benih diberi fungisida Orthocide. Dua hari setelah disemai, tanaman akan mulai tampak di atas permukaan tanah. Setelah berumur sekitar 5 sampai 10 hari, bibit dapat dipindahkan ke dalam bumbungan berupa daun kelapa. Media dalam bumbungan terdiri dari campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1. Sebelum dibumbung harus dilakukan pemilihan bibit yang baik dan sehat. Selain itu, harus dilakukan pula pencegahan penyakit dengan cara bibit yang terpilih dicelupkan ke dalam larutan Agrimycin 1,2 g/1 air serta dipupuk dengan pupuk majemuk NPK 1 atau 2 hari sebelum dibumbung. Sehari setelah dibumbung, bibit disiram dengan pupuk NPK cair 40 g/I air selama seminggu. Selain itu, diberikan pula pupuk daun sebanyak 1 g/1 air, CaCl2, MgS04, dan KN03 dengan konsentrasi 0,5 g/l air dengan selang waktu seminggu sekali. Untuk melindungi tanaman, diberikan pula Dithane 1,5 g/l air dan Basudin 1 cc/l air seminggu sekali. Bibit berada di bumbungan sekitar tiga minggu, kemudian baru bisa dipindahkan ke lahan penanaman tetap. Penanaman Bibit broccoli ditanam dengan jarak tanam 70 x 50 cm pada lubang tanam berdiameter 25 cm dan sedalam kurang lebih 10 cm. Sebelum penanaman, tanah harus diolah dulu. Dan, untuk mencukupi kebutuhan bahan organik, sebaiknya pengolahan tanah dibarengi dengan pemberian pupuk kandang/kompos sebanyak kurang lebih 10 ton/ha. Selanjutnya dibuat bedengan-bedengan dengan lebar sekitar satu meter dan tinggi sekitar 30-50 cm.&lt;br /&gt;Pemeliharaan&lt;br /&gt;Penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari &lt;a href="http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-gadung.html"&gt;pagi dan sore&lt;/a&gt; dan sore hari, terutama saat tanaman mulai tumbuh. Setelah tanaman tumbuh dan berdaun, penyiraman dapat dilakukan sekali sehari. Namun, apabila tanah kelihatan sangat kering dan keras, penyiraman dapat dilakukan lebih sering. Sebaliknya bila curah hujan sudah mencukupi, kita tidak perlu lagi melakukan penyiraman. Pemupukan pada broccoli dilakukan tiga kali. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman mulai tumbuh atau sekitar umur 5 hari setelah tanam, yaitu dengan pemberian pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 1 g setiap tanaman. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 3 cm dari tanaman. Pemupukan kedua dilakukan 10 hari setelah tanam, yaitu dengan penambahan pupuk Urea dan atau NPK sebanyak 3 - 5 g. Pupuk diberikan mengelilingi tanaman dengan jarak 5 cm dari tanaman. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur 3-4 minggu. Pemberiannya mengelilingi tanaman dengan jarak 7-8 cm. Setiap selesai memupuk, sebaiknya tanah di sekitar tanaman segera disiram.&lt;br /&gt;Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;Hama dan penyakit yang menyerang broccoli sama seperti hama dan penyakit yang menyerang keluarga (famili) &lt;a href="http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-pule-pandak.html"&gt;kubis&lt;/a&gt; lainnya. Sehingga pengendalian dan pencegahannya pun sama.&lt;br /&gt;Panen dan Pasca Panen&lt;br /&gt;Broccoli dapat dipanen saat kuntum bunga belum membuka dan kepala bunga masih kompak atau sekitar 47-65 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Apabila panen terlambat, maka warna kuntum bunga akan menjadi kuning dan kepala bunga menjadi longgar sehingga mutu dan harganya akan merosot. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari setelah embun menguap atau sore hari sebelum embun jatuh dengan cara dipotong pada tangkai kepala bunga. Untuk tanaman yang diberi lindungan atau naungan plastik, panen dapat dilakukan tanpa perlu memperhatikan jatuhnya embun&lt;a href="http://kerjaholic.blogspot.com/"&gt;.&lt;/a&gt;</description></item><item><title>Budidaya tanaman  BAWANG PUTIH</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-bawang-putih.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Mon, 22 Mar 2010 20:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-5125594861701939034</guid><description>Varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di dataran rendah adalah sebagai berikut. a. Lumbu putih Daerah yang pertama mengembangkannya adalah Yogyakarta. Umbinya berwama putih. umbi memiliki berat sekitar 7 g dengan diameter 3-3,5 cm, jumlah siung per umbi 15-20 buah. Daun berukuran sempit, lebamya kurang dari 1 cm. Posisi daun tegak. Produksi rata-ratanya 4-7 ton/ha. b. Jati barang Banyak dikembangkan di daerah Brebes, Jawa Tengah. Umbinya tak putih benar melainkan kekuningan tetapi kulit luamya tetap putih. Penampilan umbi agak kecil, diameter sekitar 3,5 cm. Sebuah umbi memiliki berat sekitar 10-13 g. Ada 15-20 siung yang tersusun secara tak teratur pada umbi. Rata-rata produksinya antara 3-3,5 ton/ha. c. Bagor Varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Kulit umbinya yang putih buram berdiameter 3-3,5 cm. Umbinya berwama kuning. Bentuk umbi tak terlalu bulat melainkan agak lonjong. Berat sebuah umbi hanya 8-10 g dengan jumlah siung 14-21 per umbi. Dari satu hektar lahan dapat dihasilkan 5-7 ton bawang putih. d. Sanur Bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali. Umbinya berukuran besar, berdiameter 3,5-4 cm. Sebuah umbi memiliki berat 10-13 g. Selubung kulit berwarna putih, umbinya sendiri berwarna kuning. Susunan siung pada umbi tidak teratur dengan jumlah siung per umbi 15-20 buah. Hasil umbi yang dapat dipanen sekitar 4-6 ton/ha. Varietas bawang putih yang terkenal seperti lumbu hijau dan lumbu kuning kurang mampu beradaptasi dengan dataran rendah. Lumbu hijau cocok untuk dataran tinggi, sedangkan lumbu kuning masih toleran dengan dataran medium.&lt;br /&gt;Manfaat&lt;br /&gt;Sebagai bumbu dan obat.&lt;br /&gt;Syarat Tumbuh&lt;br /&gt;Kendala budi daya bawang putih dataran rendah ialah bila tak terpenuhinya cuaca yang sejuk dan kering saat pembentukan umbi. Untuk mengakalinya, bawang putih ditanam pada bulan Mei, Juni, atau Juli. Menanam pada musim hujan tak dianjurkan karena tanah jadi terlalu basah dan temperatumya tak baik untuk pertumbuhan umbi. Tanah yang disukai bawang putih pH-nya 6,5-7,5. Oleh karena itu, untuk tanah yang asam harus diberi kapur dahulu hingga mendekati netral.&lt;br /&gt;Pedoman Budidaya&lt;br /&gt;Bibit: Bibit bawang putih yang baik penting untuk mendapatkan pertumbuhan lapang dan hasil yang tinggi. Sebaiknya bibit bawang putih memenuhi kriteria-kritcria berikut. a.Bagian pangkal batang padat (berisi penuh dan keras). b.Siung berpenampilan licin dan tegar, tidak kisut. c.Tunas terlihat segar bila siung dipatahkan. d.Berat siung sekitar 1,5-3 g, bentuk normal. e.Bebas hama-penyakit. Bila bibit yang digunakan beratnya 3 g/siung maka kebutuhan per hektarnya adalah 1.600 kg. Sedang untuk ukuran siung yang kecil (sekitar 1 g) menghabiskan 670 kg/ha. Meskipun yang ditanam sebagai bibit adalah siung, tetapi kalau membeli bibit sebaiknya dalam bentuk umbi. Hal itu disebabkan bawang putih dalam bentuk umbi lebih tahan lama daripada bentuk siung. Umbi boleh dipecah menjadi siung paling tidak 1-2 hari sebelum tanam. Penanaman: Sawah yang sudah ditanami padi adalah lahan yang cocok untuk bawang putih dataran rendah. Petani memang sering menyeling penanaman sawahnya. Bila sawah ingin ditanami palawija juga maka pola tanam yang dianjurkan adalah sebagai berikut :padi-bawang putih-jagung-padi-bawang putih. Sebelum penanaman, lahan diolah terlebih dahulu. Tanah yang asam dinetralkan sebulan sebelum tanam. Bila pH kurang dari 6, dosis kapumya sekitar 1-2 ton/ha. Seandainya bekas panen pada sawah masih ada maka perlu dibersihkan. Lantas buat bedengan-bedengan yang lebarnya 80-120 cm dan tingginya 40 cm. Panjang bedengan bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan antara 10-20 cm. Nantinya ini akan berguna sebagai saluran air dan tempat lalu lalang saat melakukan pemeliharaan atau panen. Apabila lahan yang hendak ditanami bukan bekas sawah, tanah harus dibajak atau dicangkul hingga benar-benar gembur. Bila tak gembur, bisa berakibat fatal pada produksi. Seperti diketahui bawang putih adalah tanaman yang dipanen umbinya. Prinsip budi daya yang diterapkan adalah mengupayakan semaksimal mungkin pertumbuhan umbi tersebut. Tanpa tanah yang gembur umbi akan sulit berkembang. Setelah tanah gembur, dilanjutkan dengan pembuatan bedengan dan saluran air serta pengapuran bila tanah bereaksi asam. Jarak tanarn benih disesuaikan dengan ukuran siung benih yang dipakai. Siung besar membutuhkan jarak tanam renggang sekitar 15 x 10 cm. Untuk pembibitan digunakan jarak tanam 10 x 10 cm. Posisi siung saat ditanam tegak. Kedalamannya 5-7 cm dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;Pemeliharaan&lt;br /&gt;Pemeliharaan: Mulsa perlu diberikan setelah bibit ditanam. Mulsa yang murah adalah alang-alang atau jerami padi. Tutupi bedengan secara merata setebal 3 cm. Gulma secara tak langsung sudah terhalang pertumbuhannya dengan adanya mulsa. Akan tetapi, gulma yang tumbuh di saluran air atau di sela-sela mulsa tetap perlu dicabut. Apabila arcal pertanaman bawang putih cukup luas maka gulma dapat diberantas dengan herbisida TOK 50 WP. Saluran air yang dibuat perlu dialiri agar tanaman tumbuh baik. Bila musim hujan penyiraman hanya dilakukan saat lahan tampak kekurangan air. Saat musim kemarau pcrlu pengairan sendiri yang intensif. Caranya dapat dengan melakukan penyiraman ke bedengan pertanaman ataupun dengan penggenangan saluran-saluran air. Pemupukan: Lahan seluas satu hektar membutuhkan pupuk kandang sebanyak 10-20 ton. Pemberiannya cukup dengan cara mencampurkan secara merata pada bedengan. Pemberian pupuk kandang umumnya pada saat pengolahan tanah atau sebelum tanam. Tambahan pupuk kimia seperti Urea, TSP, dan ZK juga perlu. Dosisnya adalah Urea 200 kg, TSP 130 kg, dan ZK 200 kg per hektar. Pemberian dilakukan secara bertahap, yakni saat tanaman berumur 15, 30, dan 40 hari.&lt;br /&gt;Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;Jenis hama yang sering mengganggu tanaman bawang putih antara lain Thrips tabaci atau hama bodas. Gejala serangan terlihat pada daun berupa bercak mengilap dan luka bekas gigitan yang berbentuk bintik-bintik berwama putih. Perkembangan dan penyebaran hama ini cepat sekali. Cara mengatasinya dengan insektisida fosfororganik, seperti Bayrusil 250 EC yang mengandung bahan aktif kuinalfos, Mesurol 50 WP yang mengandung bahan aktif merkaptodimetur, ataupun Azodrin 15 WSC dan Nuvacron 20 SCW yang mengandung bahan aktif monokotofos. Konsentrasi insektisida yang dipakai 2 ml/l air. Semprotkan setiap 7 hari sekali saat tanaman baru tumbuh hingga berumur 10 minggu sebagai pencegahan. Tanaman bawang putih yang diserang tungau menunjukkan gejala sebagai berikut. Dari kejauhan daun terlihat berwarna abu-abu karena cairan daunnya dihisap tungau. Bila musim kemarau lebih banyak lagi tungau yang menyerang. Karena tak begitu berbahaya, hama ini kurang ditakuti. Untuk pengendaliannya, digunakan akarisida, seperti Meotrin 50 EC yang mengandung bahan aktif fenpropatrin atau Roxion 40 EC yang mengandung bahan aktif dimetoat. Konsentrasinya 2 ml/l air. Penyemprotan dimulai sejak tanaman berumur 9 minggu hingga 2 minggu sebelum panen dengan selang waktu seminggu sekali. Penyakit mati ujung daun disebabkan oleh cendawan Phytophtora porri. Mula-mula ujung daun berbercak kuning. Setelah itu cendawan turun ke bawah dan ujung daun mengering berwama pulih. Akhimya daun mati seperti dipilin. Bila cuaca lembap, kerusakan akan lebih parah. Tindakan penanggulangannya adalah dengan memberikan fungisida Benlate dengan konsentrasi 0,5 g/l air. Bisa juga dengan menyemprotkan Dithane M-45 dengan konsentrasi 1-2 g/l. Sejak tanam hingga umur 60 hari fungisida disemprotkan dengan interval 7 hari. Penyakit downy mildew atau embun tepung disebabkan oleh mikroorganisme Perenospora destructor. Gejala serangannya dimulai dengan munculnya bintik abu-abu atau hijau pucat. Warna bintik berubah menjadi ungu kemudian kuning. Daun mengering, menjalar hingga ke pangkal. Akhirnya daun seperti tertutup tepung hitam yang merupakan cendawan itu sendiri. Untuk penanggulangannya semprotkan Dithane M-45 dengan konsentrasi 2 g/l. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali. Saat cuaca berkabut atau hujan jarak semprot bisa dirapatkan menjadi 2 kali seminggu. Waktu semprot mulai dari tanaman berumur 15 hari hingga 2 minggu sebelum panen.&lt;br /&gt;Panen dan Pasca Panen&lt;br /&gt;Bila ditanam sekitar Mei-Juli maka bulan Agustus-Oktober sudah dapat dipanen. Panen dilakukan saat tanaman berumur 90--120 hari dari saat tanam. Ciri-ciri bawang putih siap panen terlihat pada daunnya yang menguning atau kering serta tangkai batang yang mengeras. &lt;a href="http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-baby-corn.html"&gt;Bila&lt;/a&gt; ciri-ciri ini terlihat sudah 50 % dari total tanaman maka panen dapat dilakukan. Panen dilakukan dengan cara mencabut semua bagian tanaman. Di sentral produksi bawang putih panen biasa dilakukan &lt;a href="http://kerjaholic.blogspot.com/"&gt;Dengan&lt;/a&gt; serombongan tenaga kerja yang terkoordinir. Maksudnya agar panen tak memakan waktu terlalu lama dan hasil per petak atau per hektarnya segera diketahui. Kebanyakan petani mengumpulkan bawang putih dalam bentuk ikatan-ikatan. Satu ikat biasanya terdiri dari 30 tangkai. Akar dan daun dibuang dengan menyisakan pangkal daunnya. Selanjutnya tindakan pasca panen dilakukan agar pangkal daun menjadi kering. Untuk ini dilakukan penjemuran selama 15 hari. Sinar matahari terik tidak boleh langsung mengenai umbi bawang putih. Oleh karena itu, lebih baik dijemur di teritisan rumah atau &lt;a href="http://situsdepnaker.blogspot.com/"&gt;Tempat&lt;/a&gt; terlindung. Pada malam hari umbi diletakkan di tempat terlindung. Setelah kering umbi diletakkan di para-para bambu atau gudang yang baik. Sebaiknya gudang difumigasi dahulu agar bebas hama. Pestisida Photoxin 55 % bisa disemprotkan sebagai &lt;a href="http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-bawang-daun.html"&gt;Fumigan.&lt;/a&gt;</description></item><item><title>Budidaya tanaman BABY CORN</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-baby-corn.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Mon, 22 Mar 2010 00:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-800443186270198148</guid><description>Baby corn atau biasa disebut jagung semi atau jagung putri sebenarnya merupakan tongkol jagung yang dipanen waktu muda (belum berbiji). Mulanya sayuran ini hanya sebagai hasil sampingan panen jagung sehingga jumlahnya relatif sedikit dan sukar didapatkan di pasaran.&lt;br /&gt;Manfaat&lt;br /&gt;Padahal sayuran ini sudah lama dikenal di Indonesia dan umumnya dipakai dalam masakan sehari-hari atau perhelatan (pesta), antara lain dalam masakan cap cay, sop, oseng-oseng, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Syarat Tumbuh&lt;br /&gt;Baby corn dapat tumbuh pada daerah berketinggian 0-1.300 m dpl dan dapat hidup baik di daerah yang beriklim panas atau dingin dengan temperatur sekitar 23 - 27° C dan pH sekitar 5,5 - 7,0. Tanah yang disukai baby corn adalah tanah yang gembur, kaya akan humus, dan tingkat kemiringan yang tidak lebih dari 8%. Namun demikian, baby corn masih dapat berproduksi tinggi pada tanah yang tidak terlalu subur asalkan mendapatkan pemeliharaan yang teliti. Seperti juga jagung, baby corn dapat ditanam secara tumpang sari atau secara rotasi dengan padi.&lt;br /&gt;Pedoman Budidaya&lt;br /&gt;PENANAMAN Baby corn tidak perlu disemaikan, melainkan langsung ditanam pada lahan yang telah diolah. Bersamaan saat pengolahan lahan, pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak sekitar 2 ton/ha dilakukan. Kemudian buatlah lubang tanam berjarak 75 x 15 cm beserta saluran air (drainase). Setelah pengolahan lahan selesai, benih segera dimasukkan ke dalam lubang tanam disertai pemberian Furadan atau Indofuran sebanyak 1- 2 g, dan sedikit jerami padi yang tidak berjamur. Setelah itu, lubang tanam ditutupi dengan tanah. Sebelum ditanam, benih perlu dicampur dengan Ridomil berdosis S g/7,5 ml air untuk setiap 1 kg benih. Bersamaan dengan penanaman benih, lakukanlah pemupukan dasar, yaitu dengan Urea 100 kg/ha, TSP 228 kg/ha, KCl 72 kg/ha, dan ZA 50 kg/ha. Pupuk diberikan dengan cara ditugal pada jarak sekitar 5 cm dari tiap lubang tanam. PEMELIHARAAN Penyiangan dilakukan sesering mungkin agar baby corn jangan sampai terganggu gulma. Pada hari ke-20, dilakukan pembumbunan yang dibarengi dengan pemberian Urea sebanyak 100 kg/ha. Pemberian Urea diulangi kembali saat tanaman berumur 40 hari setelah tanam, yaitu sebanyak 100 kg/ha. Untuk menjamin kesempurnaan struktur daun dan pertumbuhan tongkol yang optimal, serta untuk mencegah serangan penyakit bulai pada baby corn, kita dapat memberikan garam inggris. Cara pemberian garam inggris adalah mencampurkan garam itu dengan air, perbandingannya 4:1. Campuran itu disemprotkan pada tanaman selang seminggu sekali selama 4 minggu berturut-turut (minggu I, II, III, IV). Pemberian/penyiraman air cukup dilakukan sekali sehari apabila tidak turun hujan. Jika kondisi lahan sangat kering, penyiraman dapat ditambah agar tanaman tidak kekeringan, terutama pada saat pertumbuhan dan pembungaan. Pemeliharaan yang lain adalah pembuangan bunga jantan (detasseling) yang dilakukan setelah bunga jantan keluar, tetapi belum sempat mekar (sekitar 5-6 minggu setelah tanam). Caranya adalah batang digoyang perlahan-lahan agar pelepah daun agak melebar. Selanjutnya tangkai bunga jantan dicabut dengan tangan.&lt;br /&gt;Pemeliharaan&lt;br /&gt;Pemeliharaan yang penting adalah membuang tunas liar/tunas air yang sering tumbuh pada cabang atau batang bawah. Gulma/alang-alang yang tumbuh di kebun apel harus segera dibersihkan. Demikian pula bila ada lumut (Lichenes) yang tumbuh pada batang harus dibersihkan. Daun-daun yang menutup buah harus dirompes karena buah yang tidak terkena sinar matahari warnanya tidak akan merata (hijau merah atau hijau kuning).&lt;br /&gt;Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;Hama dan penyakit baby corn adalah hama dan penyakit tanaman jagung yang masih muda (saat pertumbuhan dan pembungaan), antara lain sebagai berikut. Hama Lalat bibit Serangan lalat bibit (Antherigona exiqua Stein) ditandai dengan matinya tanaman yang baru mulai tumbuh. Pencegahan dan pemberantasannya dapat dilakukan dengan penyemprotan Folidol, Basudin, Diazinon, Agrocide. Dosis penyemprotan umumnya 1,5-2,0 cc/1 air. Penyemprotan dilakukan setiap 2-3 hari sekali, dimulai 5 hari setelah tanam. Ulat tongkol Serangan ulat tongkol (Heliothis armigera HSN) ditandai dengan rusaknya tongkol, terutama apabila panen terlambat. Pemberantasannya sama seperti pemberantasan lalat bibit. Penggerek batang Serangan penggerek batang (Sesamia inferens) ditandai dengan adanya lubang-lubang pada batang karena hama ini masuk dan mengisap cairan batang, terutama saat tanaman telah berbunga. Tindakan pencegahan dilakukan dengan penyemprotan obat-obafan, seperti pada lalat bibit saat tanaman baby corn akan berbunga. Ulat daun Serangan ulat daun (Prodenia litura F) ditandai dengan rusaknya daun karena hama ini memakan daun baby corn, terutama pada waktu tanaman mulai berumur satu bulan. Pemberantasannya sama seperti pemberantasan lalat bibit. Ulat tanah Serangan ulat tanah (Agrotis sp) dimulai sejak tanaman baby corn mulai tumbuh. Ulat ini memakan tanaman sampai habis. Pencegahannya dilakukan dengan cara tanah difumigasi sebelum penanaman dimulai. Sedangkan pemberantasannya dilakukan dengan cara ulat yang biasanya terdapat di dalam tanah dicari dan dibunuh. PENYAKIT Bulai (Corn downy mildew) Gejala serangan ditandai dengan adanya garis kuning lebar pada daun yang merupakan benang cendawan. Pada pagi hari, akan timbul tepung putih menutupi daerah yang berwarna kuning itu, terutama bagian bawah. Bila penyakit terbawa dari benih, tanda serangan akan timbul sejak daun masih muda. Penularan penyakit ini dapat melalui benih dan spora yang terbawa angin. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Sclerospora maydis atau disebut pula Peronossclerospora maydis. Sebaiknya penyakit ini dicegah dengan cara menanam varietas yang tahan terhadap penyakit ini. Benih dicampur dengan Ridomil sebelum ditanam secara serentak. Helminthosporium Gajala serangan ditandai dengan adanya bercak kuning yang dikelilingi warna cokelat pada daun, pelepah, dan tongkol. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Helminthosporium turcicum atau Helminthosporium maydis. Pengendaliannya dilakukan dengan cara rotasi tanaman, sedangkan pemberantasannya dilakukan dengan penyemprotan fungisida. Karat Gajala serangan ditandai dengan adanya noda kecil berwarna merah karat di atas permukaan daun bagian atas. Pada bercak itu terdapat tepung berwarna cokelat dan terasa kasar seperti karat bila diraba. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Puccinia polyspora. Pengendaliannya dilakukan dengan penanaman varietas yang tahan terhadap penyakit ini, sedangkan pemberantasannya dilakukan dengan penyemprotan fungisida.&lt;br /&gt;Panen dan Pasca Panen&lt;br /&gt;PEMANENAN Panen dilakukan dua hari setelah rambut tongkol keluar (silking) pada pagi atau sore hari. Setelah tongkol keluar, harus dilakukan pengontrolan agar panen tidak terlambat. Sebab keterlambatan sehari saja bisa mengurangi kualitas baby corn. Hal ini disebabkan semakin hari tongkol akan semakin mengeras dan membesar sehingga tidak memenuhi mutu yang disukai konsumen. Sebaliknya panen tongkol yang lebih awal akan diperoleh baby corn yang masih terlalu lunak. Sehingga ujung tongkol lebih mudah patah kualitasnya menurun. Ditinjau dari segi standar mutu baby corn, memang belum ada ketentuan baku tentang standar mutu. Setiap konsumen memiliki standar mutu sendiri misalnya : Taiwan menetapkan panjang baby corn sekitar 10 cm dan diameter sekitar 1,2 cm; Philipina menetapkan panjangnya sekitar 4-11 cm dan diameternya sekitar 0,8-1,18 cm; Dieng Jaya menetapkan mutu grade A 7,5 cm, grade B 7,5 - 8,5 cm, dan grade C 8,5 - 9,5 cm; dan NAI menetapkan panjangnya 4,5 -11 cm dan diameternya ' 1,5-1,8 cm.</description></item><item><title>Budidaya tanaman BAWANG DAUN</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-bawang-daun.html</link><category>Tanaman Sayur</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Sun, 21 Mar 2010 00:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-9084580462977877635</guid><description>Jenis bawang daun yang baik diusahakan adalah sebagai berikut: Bawang prei (Allium porum L) Di luar negeri jenis ini dikenal sebagai leek. Jenis ini tidak berumbi dan daunnya lebih lebar dari jenis bawang merah atau putih. Pelepahnya panjang dan liat, bagian dalam daun pipih, Kucai (Allium schoercoprasum) Kucai adalah jenis bawang daun yang cukup terkenal sebagai bahan sayuran. Daunnya kecil-kecil, panjang, pipih, dan berwama hijau tua. Daun berlubang kecil. Berbeda dengan bawang prei yang tak berumbi, kucai berumbi meskipun kecil-kecil sekali. Bawang semprong atau bawang bakung (Allium fistulos,sum) Daunnya berbentuk bulat panjang. Berlubang seperti pipa. Kadangkadang berumbi juga, tetapi kecil. Varietas bawang semprong yang banyak ditemukan di pasar antara lain sinyonya rarahan yang dapat menghasilkan bawang daun 10,8 ton/ha di dataran rendah dan silih besar yang rata-rata produksinya di dataran rendah 11,0 ton/ha.&lt;br /&gt;Manfaat&lt;br /&gt;Aroma dan rasanya yang khas membuat sayuran ini banyak digunakan sebagai campuran masakan.&lt;br /&gt;Syarat Tumbuh&lt;br /&gt;Bawang daun bisa tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Dataran rendah yang terlalu dekat pantai bukanlah lokasi yang tepat karena pertumbuhan bawang daun menginginkan ketinggian sekitar 250-1.500 m dpl. Di daerah dataran rendah produksi anakan bawang daun juga tak seberapa banyak. Curah hujan yang tepat sekitar 1.500-2.000 mm/tahun. Daerah tersebut sebaiknya juga memiliki suhu udara harian 18-25°C. Tanah dengan pH netral (6,5-7,5) cocok untuk budi daya bawang daun. Bila tanah bersifat asam lakukan pengapuran pada saat pengolahan tanah. Jenis tanah yang cocok ialah andosol (bekas lahan gunung berapi) dan tanah lempung yang mengandung pasir.&lt;br /&gt;Pedoman Budidaya&lt;br /&gt;Benih / bibit Bawang daun bisa diperbanyak lewat biji maupun tunas anakan. Umumnya petani Indonesia menggunakan setek tunas. Caranya dengan memisahkan anakan dari induknya. Pilihlah induk yang sehat dan bagus pertumbuhannya. Tetapi untuk jenis bawang daun impor bibit yang digunakan adalah dari biji yang dibeli di toko pertanian. Umumnya jenis bawang daun introduksi ini tergolong hibrida yang memang tak baik diperbanyak dengan tunas anakan atau dari biji hasil penanaman sendiri. Kelemahan bibit asal biji ialah panen bisa lebih lama l bulan daripada dengan bibit asal tunas anakan. Kebutuhan setek untuk 1 ha areal penanaman bawang daun ialah 200.000 setek. Benih asal biji kebutuhannya sebanyak 1,5-2 kg/ha. Bibit asal setek anakan bisa langsung ditanam ke lahan. Akan tetapi, terlebih dahulu kurangi perakaran dan potong sebagian daun untuk mengurangi penguapan. Apabila menggunakan biji, lakukan persemaian untuk mendapatkan bibit. Caranya, cangkul tanah persemaian sampai gembur. Tambahkan pupuk kandang sepertiga bagian lapisan olah. Kemudian taburkan benih secara merata, tak perlu dalam cukup 0,5-1 cm dari permukaan tanah. Tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Seminggu kemudian bibit tumbuh. Biarkan hmgga memiliki 2 atau 3 helai daun, baru dipindah ke lahan, Penanaman Bawang daun memerlukan daerah perakaran yang gembur. Jadi, sebaiknya tanah dicangkul dahulu sedalam 30-10 cm. Tambahkan pupuk kandang. Buat bedengan selebar 1,5-2 m. Panjangnya sesuai kondisi lahan. Antar bedengan dibuat parit sedalam 25-30 cm dengan lebar sekitar 30 cm. Gunakan jarak tanam 20 x 25 cm atau 20 x 30 cm. Bibit asal biji yang sudah disiapkan maupun tunas anakan bisa ditanam dengan cara dipendam. Buat lubang kecil, masukkan bibit ke dalamnya dalam posisi tegak lurus. Tutupi dengan tanah. Tekan sedikit tanah di sekeliling batang agar sedikit padat. Selesai ditanam basahi tanah dengan penyiraman. Saat musim hujan cocok melakukan penanaman bawang daun karena sayur ini toleran terhadap curah hujan tinggi. Awal musim penghujan atau awal musim kemarau juga tak jadi masalah. Yang penting di musim kemarau ada air untuk menyiram,&lt;br /&gt;Pemeliharaan&lt;br /&gt;Gulma yang tumbuh di areal pertanaman harus disiangi. Sambil melakukan penyiangan lakukan pendangiran. Tanah digemburkan karena mungkin terjadi pemadatan akibat penyiraman air dan proses pengeringan oleh sinar matahari. Bila terlihat tanah kekurangan air maka perlu dilakukan penyiraman. Lakukan penyiraman hingga tanah di sekitar pertanaman cukup basah dan merata. Selain langkah pemeliharaan di atas kita perlu pula menimbun bagian bawah batang. Naikkan tanah di sekitar batang agar pangkalnya tertutup. Penimbunan memberikan wama putih pada batang bagian bawah sehingga memberikan penampilan yang menarik dan kualitas yang prima. Pemupukan: Dosis pupuk kandang yang ditambahkan saat melakukan pengolahan tanah ialah 10-15 ton/ha. Selain itu, tambahkan pupuk yang mengandung unsur nitrogen tinggi, seperti Urea, dengan dosis 200 kg/ha. Urea diberikan pertama kali saat tanaman berumur 21 hari sebanyak setengah dosis. Sisanya yang 100 kg diberikan lagi saat tanaman berumur 42 hari. Pupuk diberikan di dalam,larikan 5 cm di kiri dan kanan batang.&lt;br /&gt;Hama dan Penyakit&lt;br /&gt;Hama yang sering diternukan di areal penanaman bawang daun antara lain ulat tanah (Agrotis ipsilon). Hama ini bisa membuat tanaman rebah. Pangkal batang yang diserang akan memperlihatkan bekas gigitannya. Bisa juga batang sampai terpotong hingga putus. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida Dursban 20 EC dengan dosis 2-3 ml/i air. Daun-daun yang berlubang sering disebabkan oleh ulat penggerek daun (Spodoptera eaygua). Saat tanaman masih kecil imagonya meletakkan telur di daun, dan ulatnya yang menetas memakan daun terutama dari bagian pinggir dan bawah. Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida Azodrin 2-3 cc/1 air atau Diazinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/1 air. Adapun penyakit yang merusak tanaman bawang daun ialah busuk batang lunak. Penyebabnya ialah cendawan Erwinia carotovora. Cirinya batang yang terserang busuk, basah, dan mengeluarkan bau tak enak. Penyakit yang berbahaya ini belum ditemukan cara pengendaliannya yang tuntas. Pergiliran tanaman diharapkan dapat memutus daur hidup penyakit. Begitu pula pemeliharaan lahan sayuran agar tidak kotor atau terlalu lembap.&lt;br /&gt;Panen dan Pasca Panen&lt;br /&gt;Sekitar umur 2 bulan, bawang daun sudah layak dikonsumsi. Bila menggunakan bibit asal biji maka waktu dihitung sejak tanaman mulai dipindahkan ke lahan. Satu hektar lahan mampu menghasilkan sekitar 100 kwintal sayur segar. Bawang daun biasanya dicabut semua bagiannya, termasuk akar. Bila anakan hendak ditanam lagi sisakan sebagian di lahan. Buang sebagian akar dan bagian daun yang layu atau busuk. Gabungkan rumpun yang daunnya besar dengan yang besar. Rumpun yang berdaun kecil digabungkan dengan yang kecil. Bila hendak diikat dalam suatu ikatan besar, beri alas terlebih dahulu di bagian luar. Alas inilah yang diikat bukan daun bawangnya langsung. Bawang daun tak dapat disimpan berlama-lama. Oleh karena itu, harus sesegera mungkin dibawa ke pasar agar mutunya masih baik ketika dijajakan ke hadapan konsumen.</description></item><item><title>Budidaya tanaman Pule Pandak</title><link>http://vitroculture.blogspot.com/2010/03/budidaya-tanaman-pule-pandak.html</link><category>Tanaman hias</category><category>Tanaman Obat</category><category>Tanaman Pangan</category><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><pubDate>Sat, 20 Mar 2010 00:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2950677205951109379.post-2083332181824588405</guid><description>Pule pandak kadang ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman hias, namun lebih sering tumbuh liar di ladang, hutan jati, atau tempat lainnya sampai ketinggian 1.000 m dpl. Perdu tegak, tahunan, tinggi mencapai 1 m, bergetah, batang silindris, percabangan warna cokelat abu-abu, mengeluarkan cairan jernih bila dipatahkan. Daun tunggal, bertangkai pendek, duduk berkarang atau berhadapan bersilang, bentuk taji atau bulat telur memanjang, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 3 - 20 ern, lebar 2 - 9 cm, permukaan atas hijau, permukaan bawah warnanya lebih muda. Perbungaan majemuk, bentuk payung yang keluar dari ujung tangkai, mahkota bunga warnanya merah. Buahnya buah batu, bulat telur, masih muda hijau bila masak warnanya hitam, berbiji satu. Akar panjang dan besar. Akar keringnya disebut Rauwolfia Serpentina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;Pulai pandak (Jawa). akar tikus (Sumatera).; Yin tu luo fu mu (China). serpent wood, serpentine (Inggris).; Chandrika chhota chand, sarpaganh (India, Pakistan).; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit kepala, vertigo, diare,; Sakit tenggorokan, sakit pinggang, sakit perut pada disentri, ; Muntah, Malaria, influenza, radang kandung empedu, bisul,; Hepatitis akut, susah tidur (insomnia), gangguan jiwa (mania), ; Kurang napsu makan, hiperfungsi kelenjar gondok (hipertiroid),; kudis (skabies), biduran (urtikaria), gigitan ular/kalajengking,; Luka terpukul atau terbentur (memar), hernia.; &lt;br /&gt;Pemanfaatan :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Akar bersifat pahit, dingin, dan sedikit beracun. Batang dan daun bersifat pahit, manis, dan sejuk. KANDUNGAN KIMIA : Akar mengandung 3 grup alkaloid, yang jenis dan jumlahnya tergantung dari daerah asal tumbuhnya. Grup I termasuk alkaline kuat (quarterary ammonium compound): serpentine, serpentinine, sarpagine, dan samatine. Penyerapannya jelek bila digunakan peroral (minum). Grup II (tertiary amine derivate): yohimbine, ajmaline, ajmalicine, tetraphylline, dan tetraphyllicine. Grup III termasuk alkaline lemah (secondary amities): reserpine, rescinnamine, deserpidine, raunesine, dan canescine. Reserpine berkhasiat hipotensif, ajmaline, serpentine, dan rescinnamine berkhasiat sedatif, yohimbine merangsang pembentukan testosteron yang dapat membangkitkan gairah seks.</description></item></channel></rss>