<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189</atom:id><lastBuildDate>Fri, 13 Sep 2024 01:51:55 +0000</lastBuildDate><category>BERKAH</category><category>Bicara</category><category>Dilarang</category><category>Dorongan</category><category>Faktor</category><category>Harta</category><category>Jujur</category><category>Kapan</category><category>Konten</category><category>LOGIKA</category><category>Malas</category><category>Misteri</category><category>Mulai</category><category>Nafsu</category><category>Pajak</category><category>Pelestarian Budaya</category><category>Penagih</category><category>Peran Pendidikan</category><category>Radikalisasi</category><category>Terlarang</category><category>Waktunya</category><category>badminton</category><category>bahagia full</category><category>biaya bulanan</category><category>catatan sebulan</category><category>circle</category><category>idul fithri</category><category>kebahagiaan</category><category>membayar</category><category>payment target</category><category>planing day 3</category><category>sebuah</category><category>selamat datang</category><category>tgl 1</category><category>tgl 2</category><title>Catatan Sebulan</title><description>catatan perjalan waktu dalam sebulan sepanjang tahun sebagai antisipasi kesehatan ekonomi rumah tangga</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Blog kontes)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>mwiyono03@gmail.com</copyright><itunes:image href="http://www.myserver.com/podcastlogo.jpg"/><itunes:keywords>keuangan,keluara</itunes:keywords><itunes:summary>koran harian</itunes:summary><itunes:subtitle>http://kompas.com/</itunes:subtitle><itunes:category text="Kids &amp; Family"/><itunes:author>wiyono</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>mwiyono03@gmail.com</itunes:email><itunes:name>wiyono</itunes:name></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-5373456723125169546</guid><pubDate>Thu, 24 Mar 2011 13:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-24T20:29:20.356+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">badminton</category><title>BWF World Ranking</title><description>Hasil yang dicapai tunggal putri Indonesia pada All England Open Superseries Premier 2011 di Birmingham, Inggris pekan lalu, sangat memprihatinkan. Tiga tunggal putri, Adriyanti Firdasari, Aprillia Yuswandari dan Lindaweni Fanetri gagal bersaing di babak kualfikasi sehinga tidak lolos melaju ke babak utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dicapai ini tidak mampu memperbaiki peringkat yang ada, seperti terlihat pada rilis peringkat dunia yang dikelurkan Badminton World Federation (BWF) tanggal 17 Maret 2011.&lt;br /&gt;silahkan lanjutkan &lt;a href="http://www.bulutangkis.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=1&amp;artid=6864"&gt;baca selengkapnya&lt;/a&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/03/bwf-world-ranking.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-2221778994044995099</guid><pubDate>Wed, 02 Mar 2011 03:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-14T18:48:11.353+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelestarian Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peran Pendidikan</category><title>Korelasi Peran Pendidikan terhadap Pelstarian Budaya</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Arus globalisasi yang seiring dengan perkembangan teknologi, mengubah wajah dunia hari ini. Sehingga, bukan hanya jarak yang terasa dekat, tapi juga sekat-sekat antar kebudayaan dan peradaban semakin tipis.&lt;br /&gt;Dari perkembangan tersebut, interaksi antar kebudayaan semakin intensif. Namun persoalannya, terjadi hegemoni terhadap satu kebudayaan terhadap kebudayaan lainnya. Dengan demikian, terjadi pengikisan terhadap budaya tradisional (folk culture). Parahnya, masyarakat kita mengalami Culture Shock dimana terjadi kekacauan budaya dari konfrontasi antar budaya. Menurut Samuel P. Huntington dalam bukunya Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia (2005:103) mengatakan :&lt;br /&gt;Ekspansi Barat mampu menawarkan modernisasi dan westernisasi bagi masyarakat-masyarakat non-barat. Tokoh-tokoh politik dan intelektual dari masyarakat tersebut memberikan reaksi terhadap pengaruh barat satu atau lebih cara : menolak modernisasi dan westernisasi, menerima modernisasi dan westernisasi, menerima yang pertama menolak yang kedua&lt;br /&gt;Modernisasi sebagai anak kandung reinasans di Eropa, bukan hanya menawarkan mekanisasi produksi untuk meningkatkan hasil ekonomi. Akan tetapi membawa paradigma mekanistik dalam memandang manusia. Sehingga mengantarkan manusia pada jurang dehumanisasi, dimana akar spiritual dicerabut pada kemanusiaan.&lt;br /&gt;Sementara disisi lain, berdasar logika oposisi biner modern-tradisional, maju-terkebelakang, barat-timur, rasional-irasional dan dikotomi lainnya, budaya barat memposisikan non barat sebagai terkebelakang dan mesti dimodernisasi. Dari pintu inilah, westernisasi membonceng di modernisasi.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan dehumanisasi yang diakibatkan oleh modernisasi dan westernisasi, Maurice Borrmans dalam sumbangan tulisannya pada buku Dialektika Peradaban (2002:108) berkomentar :&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan penyalahgunaan rasionalisme dan sekularismenya, Barat cenderung melakukan perbaikan kondisi kemanusiaan, kosong dari ajaran spiritual. Manusia dikorban di altar laba.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal ini, kita dapat menarik pendapat sementara bahwa, kebudayaan yang tidak berakar pada konsepsi makro kosmos dan keseimbangan semesta maka akan mengalami dehumanisasi dan mengantarkan manusia pada jurang kehancuran. Dalam buku Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya (2003:137), Alo Liliweri mengatakan :&lt;br /&gt;...setiap kebudayaan harus memiliki nilai-nilai dasar yang merupakan pandangan hidup dan sistem kepercayaan dimana semua pengikutnya berkiblat. Nilai dasar itu membuat para pengikutnya melihat diri mereka ke dalam, dan mengatur bagaimana caranya mereka keluar. Nilai dasar itu merupakan filosofi hidup yang mengantar anggotanya ke mana dia harus pergi...&lt;br /&gt;Melihat kebudayaan Bugis, khususnya Bone, maka kita akan menemukan nilai-nilai luhur yang begitu tinggi. Akan tetapi disisi lain, kita juga akan menemukan beberapa hal yang sudah tidak relevan lagi. Menjadi pertanyaan bagi kita semua hari ini adalah, bagaimana melakukan pemilahan terhadap kebudayaan kita sehingga hal-hal yang tidak relevan, ditinggalkan dan hal-hal yang masih relevan tetap dipertahankan. Pertanyaan ini juga berlaku untuk kebudayaan asing yang juga harus dipilah. Sehingga kebudayaan asing yang relevan, dapat kita serap dan kebudayaan asing yang tidak relevan dapat kita tolak.&lt;br /&gt;Dalam Lontara’na Marioriwawo dari Pattoriolong Hingga Pangaderreng (2003:7), M. Rafiuddin menegaskan :&lt;br /&gt;“...Sangatlah disayangkan bila nilai-nilai budaya kita yang begitu tinggi harus hilang begitu saja, oleh kita sendiri, hanya karena kurangnya kepedulian masyarakat untuk mempelajari dan memahami secara benar sesuai apa yang diwariskan leluhur kita...”&lt;br /&gt;Dapat kita bayangkan bagaimana generasi bugis Bone beberapa puluh tahun kemudian, jika hari ini tidak kita mulai revitalisasi terhadap kebudayaan Bugis Bone. Misalnya, naskah lontara, pappaseng dan sebagainya akan dilupakan. Sehingga generasi penerus kita akan kehilangan identitas dan orang asinglah yang akan meletakkan identitas itu pada generasi kita.&lt;br /&gt;Sekaitan dengan identitas masyarakat dengan sejarah, A.S. Kambie dalam Akar Kenabian Sawerigading (2003:35), mencoba menggunakan pisau analisis Nietszche tentang sejarah&lt;br /&gt;...lewat sejarah artikularian, orang dapat menemukan kesinambungan hidupnya masa kini dengan kehidupan para pendahulunya.....dengan demikian sejarah artikularian ini mempunyai fungsi untuk menciptakan identitas, kemana masa depan harus diarahkan.,&lt;br /&gt;Jika dikaitkan dengan pendidikan, menjadi penting nilai-nilai luhur kebudayaan ditransformasikan kepada generasi muda melalui jalur formal. Menurut Prof Mattulada dalam Latoa (1995:456) :&lt;br /&gt;Manusia menjadi penentu atas hidup kebudayaannya&lt;br /&gt;Berdasar hal demikian, menjadi penting adanya usaha revitalisasi kebudayaan Bugis melalui jalur pendidikan formal selain usaha-usaha lainnya. Jika bukan manusia Bugis sendiri yang menjaga warisannya, maka tidak ada lagi nilai-nilai luhur yang menjadi identitas dan kepribadian. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kerangka Kebangsaan&lt;br /&gt;Jika kita perhadapkan kebudayaan Bugis dengan semangat kebangsaan kita, dapat kita katakan bahwa ke-bhineka-an itu kurang diapresiasi. Malah yang diutamakan adalah semangat ke-tunggal ika-an. Ini tercermin pada penyeragaman pola pikir pada zaman Orde Baru. Sehubungan dengan hal ini, Irwan Abdullah (2006:66) menulis :&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa etnis mayoritas mendapatkan privilese – privelese dalam berbagai bentuk, sementara etnis yang tidak memiliki back up mengalami marginalisasi.&lt;br /&gt;Disinilah letak kekeliruan yang dilakukan rezim Orde Baru dalam rangka membangun kepribadian dan kebudayaan bangsa melalui berbagai jalur, termasuk penataran P4. Sementara pada aspek bahasa, pemberlakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, walau satu sisi telah memudahkan komunikasi antar anak bangsa, ternyata disisi lain justru menjadikan sekitar 500-an bahasa daerah dinusantara termarjinalisasi.&lt;br /&gt;Parahnya, media justru memunculkan bahasa Indonesia yang tidak baku dialek Jakarta sebagai standarisasi bahasa gaul anak muda. Akibatnya, generasi muda kurang mengenal bahasa daerahnya. Konsekwensinya adalah bahasa daerah terancam punah. Sejalan dengan pendapat Andi Amriadi Ali (1999:13) bahwa :&lt;br /&gt;“...mereka sudah lupa, malu dan kurang menghargai bahasa daerah. Padahal nilai-nilai budaya yang bagus dan mampu disumbangkan pada bangsa ini untuk menjadi ramuan bagi kebudayaan Indonesia yang akan datang. Jangan sampai dilupakan sebaga itu harus diwariskan...”&lt;br /&gt;Dari aspek bahasa saja, kita telah mendapat sinyal untuk segera bereaksi terhadap fenomena ini. Bagaimana jika kita tinjau aspek lain dari kebudayaan. Maka hal ini, menjadi niscaya bagi kita saat ini untuk merevitalisasi kebudayaan kita dengan berdasar konsepsi kesejarahan dan konteks kekinian agar generasi muda Bone tidak kehilangan identitas dan mampu duduk sejajar dalam kerangka kebangsaan. Serta, menjadi warga dunia yang siap dengan perkembangan zaman tapi memiliki semangat sebagai Bugis Bone dalam kerangka multikulturalisme dan demokrasi.&lt;br /&gt;Namun persoalan besar bagi kita semua adalah bagaimana membangun keseimbangan antara indentitas kedaerahan dan kebugisan sehingga tidak menciptakan arogansi kedaerahan atau kesukuan yang justru dapat menjadi pemicu konflik. Tapi disisi lain, bukan atas dasar nasionalisme yang kaku sehingga Budaya Bugis khususnya Bone justru terlupakan. Padahal kebudayaan Indonesia tersusun dari ratusan suku dan budaya termasuk Bugis khususnya Bone.&lt;br /&gt;Untuk merealisasikan gagasan tersebut, tentu harus mengembangkan metode yang tepat dan melibatkan segenap pihak yang terkait dan bergerak secara sinergis. Dengan adanya keterbukaan di era reformasi ini, membuka peluang bagi kita semua untuk mengangkat kembali “harta karun” manusia Bugis yang terpendam dalam naskah klasik yang terlalu disakralkan sehingga tak terbaca, untuk muncul kepermukaan agar dapat ditransformasikan pada generasi selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekelumit tentang Sejarah dan Budaya&lt;br /&gt;Membahas tentang sejarah dan kebudayaan mestilah secara terpisah kemudian dipadukan. Sebab pembauran secara serampangan akan menyebabkan kita sulit untuk memahami sejarah dan budaya itu sendiri&lt;br /&gt;Sejarah dalam persepsi Muththari terbagi tiga. Yaitu sejarah tradisional yang membahas tentang artefak dan bukti bukti kesejarahan. Kedua, sejarah ilmiah yaitu membahas tentang hubungan aksiden kesejarahan dimasa lalu dengan kondisi kekinian. Ketiga yaitu Filsafat sejarah, yaitu membahas tentang hal-hal yang mempengaruhi gerak sejarah itu sendiri.&lt;br /&gt;Terkadang ada diantara kita (tapi tidak semua) yang terjebak pada sejarah tradisional. Padahal, artefak maupun aksiden dimasa lalu adalah hal yang sudah berlalu. Semestinya, menjadi bahan analisis kita dalam melihat wajah zaman hari ini dan bahan analisis dalam memprediksikan kondisi masa depan.&lt;br /&gt;Jika kita menarik sejarah untuk konteks lokal, biasanya sejarah lokal kita terdiri dari beberapa versi. Kalaupun ada kesamaan data sejarah, tapi peluang untuk berbeda interpretasi juga terbuka luas.&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat juga muncul karena sejarah lokal sebelum fase kolonial tidak mencatat tahun. Sehingga untuk menghitung mundur, diratakan 25 (Prof A. Zainal) atau 30 (Ian Caldwell) jumlah generasi sebelumnya.&lt;br /&gt;Seperti sejarah terbentuknya Kerajaan Bone, terjadi perbedaan persepsi tentang siapa raja bone pertama. Atau misalnya masa transisi dari Arumpone ke-13 La Maddaremmeng ke Arumpone 15 (17?) La Tenritatta Arung Palakka.&lt;br /&gt;Sedangkan data sejarah yang sama tapi interpretasi berbeda ; misalnya posisi La Tenritatta Daeng Serang Petta MalampeE Gemme’na Arung Palakka, diinterpretasi sebagai pahlawan dan dilain sisi diinterpretasi sebagai pengkhianat .&lt;br /&gt;Hal yang menarik adalah epos I La Galigo. Dalam Manusia Bugis, Pelras menulis (2006:54) :&lt;br /&gt;Kebanyakan ilmuwan barat dewasa ini memandang seluruh siklus Lagaligo sebagai mitos belaka. Mereka menafikan kemungkinan untuk memanfaatkan teks itu sebagai sumber informasi yang layak.......oleh karena itu saya berpendapat bahwa tidak adanya sumber-sumber lain yang dapat diandalkan seyogyanya justru membuat Lagaligo tidak (dapat) diabaikan. Walaupun pemanfaatan teks itu memerlukan kecermatan yang tinggi.&lt;br /&gt;Perdebatan Pelras dengan ilmuwan barat lainnya adalah kemungkinan diterimanya naskah Lagaligo sebagai data kesejarahan, meski Pelras tetap menggaris bahwa adanya kecermatan. Dari hal diatas, dapat dipahami adanya perbedaan yang disebabkan oleh kerangka metodologis (Prof. A. Zainal dengan Ian Caldwell. Atau Pelras dengan Ilmuwan barat lain). Ada juga perbedaan tafsir politis&lt;br /&gt;Versi yang berbeda, mengindikasikan adanya dominasi untuk merekonstruksi sejarah. Interpretasi yang berbeda, mengindikasikan perbedaan perspektif dan usaha untuk hegemoni. Dari sini, mengungkap sejarah berarti membuat forum perdebatan. Jika tidak dikelola dengan baik, justru akan dapat menciptakan potensi konflik dilevel grass root. Kita bisa bayangkan, bagaimana sekiranya masyarakat fanatik buta terhadap satu versi atau penafsiran sementara masyarakat lain justru berbeda. Maka, bukannya kita menjaga aset sejarah dan menjadikannya bahan analisis dan spirit, malah kita justru merusak stabilitas masyarakat. Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi.&lt;br /&gt;Aksiden sejarah 300-an tahun yang lalu, dapat menciptakan konflik hari ini. Apalagi sejarah 50-60 an tahun yang lalu yang masih segar diingatan orang tua kita . Karena ada luka lama yang justru akan parah jika mengangkat dipermukaan secara gegabah. Menokohkan pelaku sejarah secara berlebihan dapat saja memunculkan fanatisme buta sehingga tercipta arogansi sejarah. Melecehkan pelaku sejarah, dapat saja memunculkan ketersinggungan Sampai di tahap ini, semua pihak yang berkaitan mestinya arif dalam melihat sejarah. Sehingga tidak ada lagi yang arogan dan tidak ada lagi yang tersinggung. Dengan demikian ketokohan pelaku sejarah menjadi spirit bagi generasi hari ini untuk membangun zamannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebudayaan lahir dari pengetahuan logika (benar-salah), etika (baik-buruk) dan estetika (indah-jelek) suatu kelompok manusia yang kemudian dibiasakan dari generasi ke generasi. Tiap suku, kaum atau komunitas, membangun kebudayaannya masing-masing selama beberapa generasi. Lebih lanjut, Prof Dr. Irwan Abdullah dalam bukunya Konstruksi dan Reproduksi kebudayaan (2006:51) menegaskan :&lt;br /&gt;Kebudayaan bagi suatu masyarakat bukan sekedar sebagai frame of reference yang menjadi pedoman tingkah laku dalam berbagai praktik sosial, tetapi lebih sebagai “barang” atau materi yang berguna dalam proses identifikasi diri dan kelompok. Sebagai kerangka acuan kebudayaan telah merupakan serangkaian nilai yang disepakati dan yang mengatur bagaimana sesuatu yang bersifat ideal diwujudkan.&lt;br /&gt;Kebudayaan ini berkembang sebagai hasil interaksi manusia dengan sesama manusia, dengan alam sekitar dan dengan penciptanya (perkecualian untuk budaya materialisme barat yang tidak berurusan dengan Tuhan)&lt;br /&gt;Budaya Bugis berakar dari konsep ketuhanannya, yaitu Dewata SeuwaE yang kemudian diturunkan pada konsepsi kosmologi semesta yang terdiri dari tiga alam botinglangi, ale kawa, buri’ liu. Dari sini kemudian masuk pada falsafah sulapa eppa . Kemudian masuk pada nilai-nilai, norma atau sering disebut pangadereng). Lebih lanjut lagi, maka kita akan sampai pada kesenian dan kebudayaan material.&lt;br /&gt;Setelah Islamisasi pada abad 17, terjadi akulturasi antara budaya lokal dengan ajaran Islam. Islam terdiri dari berbagai ragam penafsiran penganutnya, sehingga penafsiran terhadap Islam ini mempengaruhi pendapat seseorang terhadap akulturasi ini. Sehingga muncul penyikapan yang berbeda, mulai yang paling ekstrim, misalnya Operasi Toba yang dilancarkan DI/TII yang berpengaruh terhadap eksistensi Bissu, atau paling kooperatif terhadap tatanan klasik, yaitu mengakui kepercayaan pra Islam. Hal ini adalah hal yang sangat sensitif, dan mesti semua pihak arif dalam bersikap.&lt;br /&gt;??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manusia Bugis, selain memiliki tradisi lisan juga memiliki tradisi tulis.Adanya aksara lontara menjadi bukti bahwa manusia Bugis memiliki kebesaran. Karena tidak semua suku atau kebudayaan memiliki aksara tersendiri. Karya tulis manusia Bugis dahulu bukan hanya berkaitan dengan silsilah, tapi juga kronologi, astronomi/ramalan, naskah pertanian dan sebagainya. Bahkan, kita memiliki epos terbesar didunia sebagai warisan kita.&lt;br /&gt;Sangat disayangkan jika anak-anak kita lebih mengenal tokoh kartun seperti Naruto, Batman dan sebagainya ketimbang mengenal kisah Meong Palo KarellaE. Bahkan banyak anak-anak kita yang kurang mengenal keluarga dan sahabat Nabinya dan lebih mengenal penyanyi dangdut atau artis Sinetron dan peserta Indonesia Mencari Bakat.&lt;br /&gt;Sementara budaya bugis tengah terkikis oleh budaya asing, minat untuk melestarikan budaya generasi muda sangat kurang. Budaya Bugis diambang kehancuran, jika semua pihak tidak segera bersama-sama bekerja sesuai porsi masing-masing untuk menjaga aset budaya.&lt;br /&gt;Banyak nilai-nilai kebudayaan Bugis yang relevan untuk ditransformasikan untuk generasi muda. Sebagai contoh, konsepsi siri’ na pesse atau konsepsi kepemimpinan sangat relevan untuk kembali dihidupkan. Konsep dalam berinteraksi (sipakatau, sipalebbi, sipakainge) yang melahirkan konsep (mappasitinaja) juga masih relevan. Pertanyaan terbesar kita hari ini adalah bagimana mentransformasikan nilai-nilai kebudayaan sehingga lahir generasi manusia bugis Bone yang tanggap terhadap perkembangan zaman tapi tidak kehilangan identitas dan nilai kebugisannya ?.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pentingnya Pembangunan Sektor Pendidikan&lt;br /&gt;Pendidikan untuk memanusiakan manusia secara filosofis dan mencerdaskan kehidupan bangsa secara normatif. Sebagai sebuah proses, tentu tidak dilihat hasilnya dalam waktu singkat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi sebuah bangsa. Berhasil tidaknya proses pendidikan akan mempengaruhi martabat bangsa dimata bangsa lainnya.&lt;br /&gt;Sebelum reformasi, pendidikan kita adalah proses penyeragaman cara berpikir. Misalnya dalam pendidikan bahasa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke memulai dengan ini budi. Padahal ada banyak tokoh lain yang bisa diangkat. Misalnya Ini Ucok, Ini Baco, Ini Ujang, Ini Denias dan sebagainya.&lt;br /&gt;Pelajaran bahasa dan sastra pun itu-itu saja. Seolah-olah tidak ada sastra dari kebudayaan lain. Padahal, Indonesia ini dibentuk 500-an suku yang memiliki tradisi sastra tersendiri.&lt;br /&gt;Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan selalu menggunakan peristilahan yang berbahasa sangsekerta. Padahal, bahasa sangsekerta murninya dari India, bukan bahasa asli Indonesia. Kalaupun ada bahasa yang berasal dari salah satu suku di Indonesia, kita tidak akan menemukan kata siri na pesse’, pela gandong dan kearifan lainnya. Seolah-olah nilai dasar kebangsaan kita dibentuk dari kearifan satu suku saja.&lt;br /&gt;Dalam pelajaran sejarah, petikan tentang sejarah Sulawesi hanya sekilas mengulas perang Makassar yang menokohkan peran protagonis kepada Sultan Hasanuddin dan peran antagonis kepada Arung Palakka. Sementara, kita harus menghapal raja-raja Singasari, Majapahit, Demak, Mataram dan sebagainya. Bahkan, pelajaran sejarah hanya mengulas pergerakan kemerdekaan di Jawa seolah-olah tidak ada orang luar Jawa yang berperang disana. Dan parahnya, sejarah pasca kemerdekaan adalah sejarah pemberontakan rakyat Aceh (DI-TII Daud Berueh), Sunda (DI-TII Kartosuwiryo), Banjar (DI-TII Ibnu Hajar), Sulawesi Selatan (DI-TII Kahar Muzakkar, Kapten Andi Azis), Sulawesi Utara (PRRI-Permesta), Ambon (RMS). Hanya PKI saja di Jakarta. Coba kita bandingkan peristiwa 10 November di Surabaya yang menjadi peringatan hari Pahlawan. Atau Serangan Oemoem 1 Maret di Jogja. R. A. Kartini, seorang bangsawan jepara, hanya mengirim surat kepada Belanda, malah dianggap pahlawan nasional dan hari lahirnya dijadikan hari perempuan Indonesia. Ini sungguh tidak sebanding dengan keringat dan darah Cut Nya Dien atau Laksamana Malahayati yang sekedar dianggap pahlawan biasa&lt;br /&gt;Belum lagi klaim bahwa Nusantara pernah bersatu dibawah Sriwijaya dan Majapahit. Padahal sepanjang pengetahuan penulis, ini adalah klaim sepihak yang kebenaran sejarahnya belum dikonfirmasi pada daerah yang konon ditaklukkan Gajah Mada. Hal ini menjadi sebuah tanda akan superioritas satu suku terhadap suku lain.&lt;br /&gt;Dalam kerangka kebangsaan kita, semua suku harus duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Semua bahasa dan kearifan lokal harus dihargai, demi membangun generasi bangsa yang menghargai perbedaan dan tidak kehilangan jati diri. Bukan menonjolkan sumpah-sumpahan yang tidak lebih berakar dari hasrat invasi (imperialisme tradisional) belaka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;??&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita bersyukur, tumbangnya rezim Orde Baru 1998 membawa berkah di sektor pendidikan. Materi dan metode pengajaran untuk anak didik lebih cerdas. Bahkan, dengan adanya Kurikulum Muatan Lokal, peluang anak bangsa yang jauh dari pusat kekuasaan, dapat mengelola sendiri bahan pengajarannya. Sehingga menjadi peluang untuk proses transformasi nilai-nilai kebudayaan dan kesejarahan khususnya Bone.&lt;br /&gt;Revitalisasi kebudayaan dan kesejarahan tentu kita tidak bebankan hanya pada sektor pendidikan formal dengan penjenjangannya (Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi) semata. Tapi juga pendidikan Informal dan Non Formal.&lt;br /&gt;Disinilah pentingnya agar semua pihak dapat bekerja sama dan bersinergi untuk merevitalisasi kebudayaan dan kesejarahan. Di lain sisi pihak pengambil kebijakan sehubungan dengan pendidikan dapat mentransformasikan nilai-nilai tersebut melalui pendidikan formal.&lt;br /&gt;Pendidikan Sejarah dan Kebudayaan nantinya harus menyelaraskan materinya dengan perkembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik kepada peserta didik dengan tetap memperhatikan aturan-aturan yang ada&lt;br /&gt;Pengembangan materi Pendidikan Sejarah dan Kebudayaan tetap mesti mengacu pada prinsip pengembangan silabus, seperti yang dipaparkan Bambang Suhendro dkk dalam bukunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, seperti Ilmiah, Relevan, Sistematis, Konsisten, Memadai, Aktual dan Kontekstual, Fleksibel dan Menyeluruh.&lt;br /&gt;Agar lebih efektif, selayaknya pendidikan diarahkan pada perkembangan kecerdasan spiritual. Sehingga nilai-nilai kebudayaan tidak sekedar menjadi pengetahuan kognitif bagi peserta didik. Jalaluddin Rahmat (2007:33-34) menulis:&lt;br /&gt;Pendidikan harus meletakkan anak didik pada proses dialektik sejarah yang panjang. Ia harus dapat mengantarkan anak melalui berbagai tingkat kesadaran. Tidak boleh ada satu tahap kesadaran yang dinafikan. Salah satu diantara tahap kesadaran – yang selama ini justru dikesampingkan dalam sistem pendidikan kita – adalah kesadaran mistik, kesadaran akan sesuatu yang bersifat ruhaniah&lt;br /&gt;Untuk menyelaraskan antara sisi kesejarahan dan kebudayaan Bugis Bone dengan pembangunan generasi muda Bone sektor pendidikan pada aspek intelektual yang berkaitan dengan spiritual, adalah hal yang tidak mudah. Perlu kerja keras berbagai pihak yang ada untuk bekerjasama dan mulai berbuat untuk masa depan Kabupaten Bone.&lt;br /&gt;Dengan demikian, upaya ini tidak hanya sekedar romantisme semu akan besarnya sejarah dan budaya yang tak lama lagi hilang ditelan arus budaya konsumerisme. Akan tetapi transformasi nilai dan penerapannya menjadi proses pembentukan manusia Bugis Bone yang siap menghadapi era global tanpa harus kehilangan identitas .&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tawaran Metode&lt;br /&gt;Agar revitalisasi kebudayaan dan kesejarahan dapat bersinergi dengan sektor pendidikan maka perlu dibuat metode. Adapun tawaran kami sebagai berikut&lt;br /&gt;a. Pembentukan Tim&lt;br /&gt;Tim dibentuk dari berbagai pihak antara lain, pihak pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda Olahraga Seni dan Budaya, Sekolah dan Komite Sekolah yang terkait. Kemudian pihak tokoh adat dan tokoh masyarakat Bone, serta pihak Lembaga Kebudayaan dan LSM. Pembentukan tim ini kemudian ditindak lanjuti dengan pembagian job description, penetapan skedul dan sebagainya&lt;br /&gt;b. Riset&lt;br /&gt;Dari skedul dan pembagian job description yang ditetapkan sebelumnya, tim melakukan pengumpulan data dan menganalisis data. Pada tahap ini, dilakukan penelitian akurasi (validitas) data dan efek-efek yang mungkin ditimbulkan. Diusahakan agar ada transformasi nilai dari data tersebut sesuai dengan kepentingan pendidikan.&lt;br /&gt;c. Penyusunan Bahan&lt;br /&gt;Setelah melewati proses seleksi bahan ajar (berdasar muatannya kepada tingkat pendidikan peserta didik) maka disusun silabus dan buku sebagai acuan berikut tujuan instruksional dari tiap materi pengajaran. Dan yang tak kalah penting adalah penyesuaian materi dan metode dengan standar pendidikan yang berlaku.&lt;br /&gt;d. Sosialisasi dan Penerapan&lt;br /&gt;Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bone bekerja sama dengan pihak Sekolah menetapkan Mata Pelajaran “Sejarah dan Kebudayaan Bugis Bone” dari tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi dan melakukan pelatihan kepada guru dan dosen. Pelatihan ini dimaksudkan agar tenaga pengajar lebih mampu menguasai materi dan mentransformasikan pada peserta didiknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penutup&lt;br /&gt;Adalah penting bagi semua pihak untuk bersama-sama menyelamatkan kebudayaan kita serta menjadikan warisan sejarah sebagai spirit ditengah pertarungan di era global saat ini. Selain penyelamatan aset sejarah dan budaya, perlu juga diadakan transformasi dan sosialisasi nilai melalui berbagai jalur pendidikan dalam rangka pembentukan generasi muda yang siap menghadapi era global tanpa mesti kehilangan identitas sebagai manusia bugis Bone&lt;br /&gt;Pendidikan, sebagai hal yang sangat penting dalam proses pembentukan jati diri selayaknya memainkan peran aktif dalam proses ini. Pada jalur pendidikan formal, menggagas pelajaran pendidikan sejarah dan budaya Bugis Bone sebagai kurikulum muatan lokal adalah hal yang layak untuk dipertimbangkan. Pada jalur pendidikan informal, semestinya tiap keluarga menjaga anggotanya dari tayangan yang tidak mendidik (tayangan sampah) seperti infotainment, sinetron dan sebagainya. Dan menggencarkan pesan-pesan moral pada generasi muda. Pada jalur non formal, hendaknya ada media yang senantiasa mengangkat sejarah dan budaya Bugis Bone kepermukaan, sehingga tidak tenggelam oleh pergeseran zaman.&lt;br /&gt;Kita tidak dapat berharap kepada suku bangsa lain untuk menjaga warisan leluhur kita yang begitu tinggi. Karena hanya pewaris saja yang dapat menjaga dan melestarikan warisannya. Kita tidak dapat menunda lebih lama. Karena aset-aset sejarah semakin hari semakin rusak dan tokoh budaya mesti diregenerasi sesuai hukum alam. Kita tidak dapat tinggal diam melihat generasi muda yang kehilangan identitas dan jati diri. Kita harus berbuat seefektif dan seefisien mungkin dalam waktu singkat. Sebelum kerusakan yang lebih parah melanda aset sejarah dan budaya serta generasi muda kita.&lt;br /&gt;Semoga ikhtiar kita dari berbagai pihak, dari Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, Tenaga Pengajar, Tokoh Adat dan Masyarakat, LSM, Pers, Mahasiswa, Lembaga Kebudayaan, dan sebagainya, dapat bersinergi untuk masa depan masyarakat Bone yang lebih baik dan diberkahi oleh Allah SWT. Wallahu A’lam Bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Daftar Bacaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abdullah, Irwan. Prof. Dr “Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan” – Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 2006&lt;br /&gt;Ali, Andi Amriadi “Sekitar Nilai-Nilai Demokrasi Pada Empat Etnis di Sulsel “– (FIK-LSM) Sulawesi Selatan dan Yappika, Makassar, 1999&lt;br /&gt;Andaya, Leonard “Warisan Arung Palakka : Sejarah Sulawesi Selatan Abad ke 17” – Penerbit Ininnawa. Makassar, 2004&lt;br /&gt;Hutington, Samuel “Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia” – Qalam. Yogyakarta, 2005&lt;br /&gt;Kambie, A.S “Akar Kenabian Sawerigading : Tapak Tilas Jejak Ketuhanan Yang Esa Dalam Kitab I Lagaligo (Sebuah Kajian Hermeneutik)” – Parasufia, Makassar. 2003&lt;br /&gt;Liliweri, Alo Dr.M.S “Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya” – Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 2002&lt;br /&gt;Mattulada, Prof. Dr “Latoa : Satu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis” – Hasanuddin University Press. Makassar. 1995&lt;br /&gt;Muththari, Murtadha “Manusia dan Sejarah” – Penerbit Mizan. Jakarta. 1997&lt;br /&gt;Nur, M. Rafiuddin “Lontara na Mario ri Wawo : Soppeng dari Pattoriolong hingga Pangadereng” – Rumah Ide. Makassar. 2003&lt;br /&gt;Pelras, Christian “Manusia Bugis” – NALAR bekerjasama dengan Forum Jakarta-Paris. Jakarta. 2006&lt;br /&gt;Rahmat, Jalaluddin “SQ For Kids : Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Sejak Dini” – Mizan. Bandung. 2007&lt;br /&gt;Suhendro, Bambang dkk “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” – PT. Binatama Raya. Jakarta. 2007&lt;br /&gt;Zainal Abidin Andi, Prof. Mr. Dr “Wajo Abad XV-XVI : Suatu Penggalian Sejarah Terpendam Sulawesi Selatan Dari Lontara” – Alumni. Bandung. 1985&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;* Disampaikan dalam kegiatan Seminar Pendidikan dengan Tema : Relasi Pendidikan dan budaya Lokal untuk menciptakan generasi yang handal dalam menghadapi hantaman arus globalisasi, yang diadakan&lt;br /&gt;pada tanggal 8 Agustus 2010 di Aula Pesantren Biru&lt;br /&gt;Jalan Biru Watampone&lt;br /&gt;** Pemerhati Budaya Bugis&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;berkunjung juga ah ke &lt;a href="http://miscah.blogspot.com/2009/04/tutorial-membuat-text-area.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;miscah blog tutorial&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/03/korelasi-peran-pendidikan-terhadap.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-5087347190006069872</guid><pubDate>Tue, 01 Mar 2011 23:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-14T18:50:21.183+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BERKAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">LOGIKA</category><title>LOGIKA BERKAH</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Setelah membayar barang yang saya beli, nenek penjual itu menerima uang sejumlah beberapa ribu rupiah. Dia langsung menjunjung uang tersebut dan menepuk uang tersebut pada dagangannya. Heran menyaksikan pemandangan itu, saya pun bertanya, “Mengapa nenek lakukan itu”?. Nenek itu berkata, “Barakka’na na” (=yang penting berkahnya nak).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebingungan itu bergelayut dipikiranku hingga beberapa tahun. Ketika berteman dengan seorang yang gemar berjudi, dia selalu bercerita tentang bagaimana dia menghabiskan uangnya dimeja judi. Ia pernah menang, juga pernah kalah. Ia berbicara jumlah uang jutaan dalam perjudiannya, tapi ia meminta sepatuku. Kemenangannya dimeja judi tak membuat dia bisa membeli barang yang ia bisa pakai berlama-lama. Orang bilang, uang hasil judi itu adalah uang panas, tidak berberkah. Akhirnya saya mencoba benturkan dengan pahaman sang nenek penjual dipasar tradisional, untuk memahami apa itu berkah.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ranah Politik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir tidak ditemukan hal signifikan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meski pemilihan pemimpin telah menempuh jalur yang disepakati sebagai “Kebenaran” yaitu “Demokrasi”. Infra struktur semakin rusak, bencana alam datang terus menyapa orang-orang yang selalu melupakan Tuhannya. Tingkat angka kemiskinan sungguh ironis dibandingkan dengan kekayaan alam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata “sang pemimpin” telah berhasil menduduki kursinya. Ia dapatkan kekuasaannya dengan cara yang tidak benar. Ia bagi-bagi uang untuk membeli suara. Ia menggunakan intrik yang licik layaknya machiavelli. Sehingga ketika ia duduk, kepemimpinannya sungguh tidak berberkah. Sekiranya uang, dapat disamakan uang panas. Namun kekuasaan selalu diidentikkan dengan kursi. Jadinya kursi panas. Namun kursi panas disini tidak ada hubungannya dengan kuisnya para penghayal di tipi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kubuka buku sejarah, tentang raja-raja adil. Mereka sungguh feodal dan jauh dari konsepsi demokrasi cangkokan barat yang kita yakini kebenarannya hari ini. Namun, dalam sekali tanam, padi bisa dipanen 3 kali, tanpa pupuk. Pisang dapat berbuah hingga dua kali. Itu karena pemimpinnya adil. Ya, pemimpin yang adil, sehingga tanah tidak segan-segan mengeluarkan hartanya bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang raja, berkuasa bukanlah karena intrik. Ia tidak membeli suara. Ia juga tidak bagi-bagi gula dan sarung. Ia dipilih karena kemampuannya. Ia pun tidak menyodorkan diri dan memasang spanduk memohon untuk dipilih oleh dewan adat.. ia berkuasa dengan memenuhi kerajaannya dengan berkah bagi rakyat, tanah dan tumbuhan serta hewannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihat sekarang….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh sulit mendapatkan pekerjaan yang layak tanpa menyogok. Konon kabarnya, untuk jadi PNS harus siapkan sekitar Rp.60 juta. Apabila lolos menjadi PNS, kira-kira bagaimana cara mengembalikan modalnya sementara gajinya Cuma 1-2 juta sebulan?.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita ingin menjadi bupati, konon kabarnya harus siapkan paling tidak 10 milyar. Bahasa halusnya cost politik. Bahasa jujurnya, uang ampaw buat serangan fajar didepan TPS. Ditambah lagi sewa preman buat takut-takuti masyarakat yang tidak mau pilih dia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang ingin menjadi anggota DPRD, konon kabarnya telah menyiapkan hingga kisaran 1 milyar. Logikanya sama diatas. Dengan gaji anggota DPRD selama 5tahun kali 12 bulan, sama sekali tidak cukup untuk tutupi cost politik. Jadi bagaimana caranya mengembalikan cost politik? Trus jika masih ingin terpilih, dari mana lagi mendapatkan untuk cost politik periode berikutnya ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saya sangat berharap,itu semua hanya kabar burung belaka...sambil selalu mencoba berprasangka baik kepada sesama manusia. Seandainya demikian halnya, sungguh sangat berkurang keberkahan hidup dizaman ini. Uang panas merajalela sebagaimana Kursi Panas. Hati orang sungguh mudah panas. Orang sungguh mudah membakar gedung. Dari panas, menciptakan panas…..Di lain sisi, bumi semakin panas karena pemanasan global. Bumi semakin menunjukkan tanda-tanda kepikunannya. Tentu antara manusia yang bergelimang dengan uang dan kursi panas ini berhubungan langsung dengan semakin pikunnya bumi. Sehingga bumi yang renta ini begitu mudah marah…bumi makin gampang panas…sepanas kursi panas dan uang panas manusia yang makin kepanasan karena pemanasan global. Semoga saja kita tidak panas membaca tulisan yang dimaksudkan BUKAN untuk memanas-manasi orang agar kepanasan&lt;/div&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/03/logika-berkah.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-2430364055085798423</guid><pubDate>Mon, 07 Feb 2011 03:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-09T07:57:22.051+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jujur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pajak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penagih</category><title>Penagih Pajak Yang Jujur</title><description>&lt;table cellpadding="10" cellspacing="20"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="justify" valign="top" width="float"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jengkal langkahnya manusia dituntut untuk memenuhi kewajiban kepada Allah, yakni wajib melaksanakan perintah dan wajib menjauhi larangannya, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita ini dalam rangka untuk meluruskan dan memuluskan jalan kehidupan menuju kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua patut prihatin atas tumpang tindih nya musibah yang menimpa bangsa ini, banjir, gunung meletus, kejahatan yang makin meningkat, pendidikan yang merosot diperparah lagi dengan maraknya tindakan korupsi yang belum tuntas ujung pangkalnya. Namun kita semua harus terus menerus berdo’a semoga bumi yang kita diami ini menjadi tempat yang aman dan nyaman. Padahal setiap manusia harus taat atas perjanjian primordial yang telah diteguhkannya&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam Surat Al Baqarah: 27 &lt;p&gt;Artinya: “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang Diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.”&lt;/p&gt;Ayat tersebut menjelaskan tentang sikap membangkang terhadapa ajaran yang sebelumnya sudah yakini dan sudah disepakati dalam perjanjian promordialnya. Mereka adalah orang yang berkhianat kepada Allah dan berbuat kerusakan di muka bumi ini. Allah menggolongkan mereka ke dalam kelompok orang orang yang merugi di hadapan Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan ayat di atas, kita memahami bahwa perbuatan korupsi jelas termasuk kategori perbuatan yang mengakibatkan kerusakan bagi kehidupan manusia. Korupsi juga menodai ketentraman dan kenyamanan yang sudah lama dicita citakan oleh masyarakat. Korupsi lebih dekat dengan tekhnik mencuri yang dilakukan secara profetik dan terdidik, apapun bentuknya korupsi adalah bagian dari kejahatan yang perlu dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw adalah teladan dalam semua sisi, tindakakannya, ucapannya serta cara kepemimpinannya. termasuk keberhasilannya menanamkan akidah kepada bawahannya, pada suatu hari Rasulullah saw menugaskan aparatur pemerintahannya yaitu Abdullah bin Rawahah untuk menetapkan jumlah jizyah atau pajak ke orang yahudi, ketika itu orang orang yahudi menyodorkan beberapa uang suap, supaya jumlah pajak yang dibayarkan menjadi lebih rendah dari sebelumnya. &lt;p&gt;Menyikapi hal itu, Abdullah ibn Rawahah mengatakan:&lt;/p&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Wahai sekalian orang yahudi, demi Allah, sesungguhnya kalian termasuk makhluk Allah yang paling tidak aku sukai, sementara perbuatan tersebut membuat aku berbuat dzalim kepada kalian sementara uang suap yang kalian sodorkan kepadaku itu adalah haram. Oleh karena itu kami tidak akan menerimanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh perbuatan yang indah yang mengedepankan nilai-nilai agama ketimbang nilai material, karena ibn rawahah menolak ajakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama memerintahkan agar hidup dengan cara terhormat, memiliki prilaku bersih, jujur serta mengutuk keras dan menjauhi segala bentuk penyimpangan. Korupsi ataupun suap menyuap adalah tindakan yang merugikan banyak pihak dan rakyat dan karenanya termasuk dosa besar. Dalam sebuah riwayat dari tsauban disebutkan&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="justify" valign="top" width="float"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah melaknat orang yang menyuap dan orang yang di suap serta orang yang menjadi perantara (makelarnya). (HR. Ahmad) Islam sebenarnya justru memberikan jurus ampuh menghindarkan ummatnya dari tindak pidana korupsi. Di antaranya adalah melarang setiap ummatnya bersifat rakus, bermegah megahan, dan selalu bertaqwa dimanapun kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, ada satu kiat yang harus di tanamkan sejak dini di hati anak anak kita yaitu sebuah kisah yang disebutkan di dalam al Qur'an tentang sosok hamba Allah yang bernama Luqmanul Hakim, diceritakan bahwa ketika, Luqmamn memberi wasiat kepada putranya agar senantiasa merasa bahwa keberadaannya dilihat dan diawasi oleh Allah, benda sekecil apapun tidak ada yang terlepas dari pandangan Allah, meski terbersit didalam hati sekalipun, boleh jadi manusia tidak mengerti apa yang ada di dalam dirinya akan tetapi Allah memahami terlebih dulu ketimbang dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : (Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Qs. Luqman : 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai detik ini, tidak alat canggih yang mampu mendeteksi prilaku moral manusia dalam kaitannya dengan korupsi. Korupsi pada saat ini seolah hantu, yang dapat terlihat tetapi tidak bisa ditangkap, Berangkat dari situlah Al Ghazali mengajak kepada kita agar setiap denyut kehidupan senantiasa merasakan kehadiran Allah di dalam hatinya, penerapan cara ini merupakan cara yang paling efektif untuk menagkis segala bentuk kemaksiatan dan penyelewengan, termasuk korupsi dan semacamnya. Dengan menerapkan terapi bahwa Allah maha tahu, seseorang tidak perlu merasa risih dan terganggu dengan formula hukum apapun yang berlaku. Karena hati seseorang yang diliputi perasaan di awasi oleh Allah akan lebih memetingkan keselamatan diakhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama’ah Jum;at rahimakumullah&lt;br /&gt;Sekalipun hukuman potong tangan tidak berlaku dikalangan kita, karena ada pertimbangan lain dari para ulama’ tentunya, tetapi hukuman harus tetap ditegakkan terlepas siapapun pelakunya. Hukum juga harus berlaku sampai ke semua level mayarakat, termasuk para pejabat sekalipun. Karena kerusakan ummat terdahulu adalah disebabkana adanya tebang pilih dalam menegakkan hukuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;Luqman berkata: “ sesungguhnya orang sebelum kalian bianasa hanya disebabkan tidak menghukum pencuri dikalangan orang terhormat, namun jika yang melakukan pencurian orang lemah, maka mereka akan menegakkan hukuman kepadanya. Demi Allah, andai saja Fathimah binti Muhammad mencuri, pasti aku sendiri akan memotong tangannya. (HR. Bukhariy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, marilah kita yang hadir di sini untuk tetap mengukuhkan hati serta mengawal tegaknya hukum di negara ini, paling tidak kita bisa adil terhadap diri kita sendiri. Amin amin amin&lt;br /&gt;Semoga berkah ... silahkan komentar di bawah Oleh :&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/02/penagih-pajak-yang-jujur.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-4469172647817994157</guid><pubDate>Sun, 06 Feb 2011 23:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-07T06:26:00.242+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Faktor</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Malas</category><title>Faktor Malas</title><description> &lt;BODY readability="0"&gt;Setiap manusia diperkaya dengan keinginan, kemauan dan rasa malas itulah yang disebut dengan sifat. Sifat-sifat tersebut sudah terberikan dari lahir (given), sifat-sifat tersebut dapat dijadikan sebagai modal dasar bagi manusia untuk memperbaiki aktifitas dan kreatifitasnya baik di hadapan allah amaupun dihadapan makhluknya. &lt;P&gt;Dengan sifat keinginan manusia dapat meraih sesuatu yang dicita-citakan, dengan sifat malas manusia bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, semua itu tergantung bagaiman me-manage apa yang disebut dengan sifat itu.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Dalam bahasa tasawuf, untuk lebih mudahnya ada dua hal yang perlu di pertarungkan yaitu keinginan untuk berbuat baik yang disebut dengan nurani, sedangkan keinginan untuk menentang perintah atau disebut dengan nafsu. Apabila dalam mempertarungkannya manusia lebih memenangkan atau condong kepada nuraninya maka segala tindakannya akan mengarah kepada perintah allah dan pahala tetapi sebaliknya apabilah aktifitasnya didominasi oleh kemenangan nafsu maka, tindakan orang tersebut akan lebih mengarah kepada perbuatan yang jahat dan cenderung menentang perintah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sifat malas semata-mata tidak disebabkan oleh betapa beratnya energi yang dikeluarkan untuk melakukan sebuah ibadah, tetapi lebih dikarenakan dominasi nafsu yang menghalanginya. Jika kita melihat seseorang yang jatuh dilakukan demi mendapatkannya akan terasa ringan semua, meski yang sebenarnya pekerjaan itu terbilang dalam kategori perbuatan yang berat. Begitu juga sebaliknya, perbuatan yang ringan seperti sholat, zakat, puasa dll adalah perbuatan yang ringan tetapi akan merasa berat dilakukan jika dalam diri ini di dominasi oleh kokohnya bangunan nafsu. Maka dari itu benar hadits Nabi, Bahwa pada saat ini kita telah berpindah dari jihad yang kecil menuju jihad yang besar yakni jihad melawan hawa nafsu dikatakn oleh Nabi saw,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;????? ?? ???? ??????? ??? ???? ??????&lt;BR&gt;Engkau telah kembali dari jihad yang kecil ke jihad yang besar,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sabda Nabi saw di atas memberikan warning kepada kita bahwa, yang paling seulit dalam hidup ini adalah memerangi hawa nafsu. Lih. Nashaihuddiniyah h.59, dan perjuangan ini membutuhkan waktu yang panjang, berbeda dengan peperangan yang melawan tentara musuh.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;So, jadilah orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu, karena hawa nafsu akan membuat kita sengsara sepanjang masa, di dunia dan di akhirat kelak&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;Oleh : &lt;P&gt;&lt;IMG border=0 src="/87fb3ed6af2f5a71a1afba58300b9cb0.png"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedproxy.google.com/~r/CeramahSingkat/~3/G-QXRJlz20s/faktor-malas.html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;View the original article here&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/02/faktor-malas.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-2819595808053153749</guid><pubDate>Sun, 06 Feb 2011 19:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-07T02:22:00.247+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">circle</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Misteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sebuah</category><title>Crop circle sebuah Misteri</title><description> &lt;BODY readability="0"&gt;&lt;IMG id=BLOGGER_PHOTO_ID_5565804886855983762 border=0 alt="" src="/1454177620X310.jpg"&gt;Sabtu Kliwon malam Minggu Legi misteri crop circle terjadi pertama kali di bumi pertiwi ini, Crop circle atau yang lebih dikenal dengan sebutan lingkaran ladang gandum adalah sebuah pola yang muncul dalam semalam pada ladang gandum dengan ciri merunduknya batangan gandum tersebut. Pada awalnya, crop circle hanya berbentuk lingkaran-lingkaran sederhana, namun memasuki tahun 1980an, crop circle berkembang hingga memiliki pola yang rumit dan tidak hanya berbentuk lingkaran.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Istilah Crop circle pertamakali diperkenalkan oleh Colin Andrew, salah satu peneliti crop circle ternama di dunia. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui, namun crop circle ternyata tidak hanya muncul di ladang gandum, melainkan juga di ladang jagung, keledai, kebun bunga, sawah seperti yang terjadi di Sleman Jogja. Di Indonesia kejadian aneh ini terjadi pertama kali pada Hari Jum’at malam Sabtu Jum’at Wage malam Sabtu kliwon.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Crop circle-pun go to international, pada tahun 1980-an ketika media melaporkan crop circle muncul di Wiltshire dan Hampshire (Inggris). Secara bersamaan muncul pula di Australia dan Amerika Serikat. Hingga saat ini paling tidak ada 12.000 Crop circle yang telah ditemukan di seluruh dunia, seperti Inggris, Rusia, Amerika Serikat, Kanada dan bahkan Jepang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Menurut para saksi mata, Sebelum Crop circle muncul, selalu ada tanda-tanda aneh yang mendahului :&lt;BR&gt;seperti. Adanya lingkaran-lingkaran cahaya aneh, terjadinya badai dan beberapa benda elektrik mati sengan sendirinya. Karena itu hingga saat ini, teori sains yang paling populer mengenai dugaan penyebab kemunculan crop circle adalah akibat medan elektromagnetik yang berasal dari petir. Namun para ilmuwan belum bisa memecahkan misteri mengapa petir dapat menciptakan pola-pola yang indah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pada tahun 1991, dua pria dari Southampton, Inggris bernama Dave Chorley dan Doug Bower mengaku telah membuat Crop circle sejak tahun 1976. Mereka membuat crop circle tersebut hanya dengan menggunakan sebuah papan, patok dan tali. Menurut mereka, hanya dengan menggunakan alat sederhana itu, mereka dapat membuat sebuah lingkaran dengan diameter 12 meter hanya dalam tempo 15 menit.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Karakteristik yang ditemukan pada crop circle yang asli adalah, batang pepohonan yang tidak patah, kemudian lubang pada batang pohon tersebut terbentuk lubang lubang yang renik dan kecil yang diduga karena suhu panas, polanya rumit, adanya perubahan komposisi kimiawi dan lain sebagainya&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Yang pasti, ini adalah sebuah tantangan sains untuk membongkar misteri yang sangat ajaib ini. Begitulah Allah menunjukkan ayat ayat kauniyah-nya. Membuktikan bahwa manusia sehebat apapun pasti mempunyai kelemahan dan tidak bisa memecahkan masalah masalah rumit sebagai kekuasaan Allah.&lt;BR&gt;Oleh : &lt;P&gt;&lt;IMG border=0 src="/87fb3ed6af2f5a71a1afba58300b9cb0.png"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedproxy.google.com/~r/CeramahSingkat/~3/1WW6bie2qws/crop-circle-sebuah-misteri.html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;View the original article here&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/02/crop-circle-sebuah-misteri.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-1898310697719590057</guid><pubDate>Sun, 06 Feb 2011 14:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-06T21:57:00.427+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dilarang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konten</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mulai</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Terlarang</category><title>Konten Terlarang Mulai Dilarang</title><description>&lt;IMG id=BLOGGER_PHOTO_ID_5564170036869914050 border=0 alt="" src="file:///C:/Program%20Files/ABS/Auto%20Blog%20Samurai/data/Catatan%20Sebulan/ceramah%20singkat/" width=87 height=80&gt;Maraknya tindak kriminal yang disebabkan lahir dari konten dewasa, mengilhami penulis menjabarkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh konten tersebut. Secara sederhana konten dewasa dapat diartikan sebagai konten web yang isinya berkaitan dengan tulisan, gambar maupun konten video yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang belum dewasa (bc:anak). Karena apabila anak anak yang mengkonsumsi konten tersebut tingkat kedewasaannya akan mengalami percepatan diluar kebiasaan yang alami.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Konten dewasa hampir 28-30ribu situs yang diproduksi oleh para pengguna internet, berbagai faktor yang melatarbelakanginya, ada yang disebabkan iseng, ingin mengabadikan masa indahnya, komersial, dan berbagai motif lain yang mendasarinya, yang pasti konten dewasa lebih banyak berisi rayuan dan mengumbar keinginan bejat, meski ada beberapa yang memberikan info penting bagi orang dewasa. &lt;br /&gt;&lt;P&gt;Nah, konten haram di internet itu bak jamur cendawan. Beragam pula modelnya ,mau cari yang model apa, tentang apa, bagaimana dan siapa, bisa didapat. Yang berbayar banyak, yang gratis tak kalah pula. Mau dari yang berupa gambar diam (image), gambar bergerak (video), cerita (tulisan) dan sebagainya. Dari yang berasal dari luar negri, hingga produk dalam negri pun ada itu bahaya nya maka&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Karena akses internet yang mudah didapat, konten tersebut akhirnya membabi buta menyerang generasi mendatang yang masih belia, usaha penutupan konten tersebut juga telah dilakukan pada hari ini, meskipun tidak cukup, karena berkaitan dengan keyword dan hal hal yang berhubungan erat dengan dunia online. Penulis sendiri pesimis untuk bisa menutup secara rapat hadirnya konten tersebut, tetapi langkah untuk menutup konten dewasa adalah langkah yang benar benar positif.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ditinjau dari agama, tentunya dengan asumsi bahwa konten negatif itu berakibat negatif, berdasarkan konsep bahwa kita harus menutup jalan menuju kejelekan (syaddu dzira’i), maka kami berkesimpulan tindakan penutupan akses ke konten tersebut bernilai positif.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Namun demikian kita jangan merasa aman, karena tidak terbitnya konten tersebut berdasar keyword, bisa saja suatu saat akan muncul keyword baru yang diakui sebagai dunia publik bahwa kata tersebut bernilai negatif, mau baca tentang khutbah silahkan klik di sini&lt;/P&gt;Oleh : &lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;IMG border=0 src="/87fb3ed6af2f5a71a1afba58300b9cb0.png"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;A href="http://feedproxy.google.com/~r/CeramahSingkat/~3/wQK5xzC6CLc/konten-terlarang-mulai-dilarang.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;View the original article here&lt;/A&gt;&lt;/P&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/02/konten-terlarang-mulai-dilarang.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-3878282639428951266</guid><pubDate>Sun, 06 Feb 2011 06:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-06T14:16:49.065+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dorongan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nafsu</category><title>Dorongan Nafsu</title><description>Pada prinsipnya manusia dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci, berdasarkan hadits Nabi “setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fithra…” namun kefitrahan dalam perjalanan hidupnya mendapat hambatan dan serangan dari nafsu. Keinginan nafsu begitu kuat sehingga menghancurkan kefitrahan manusia tersebut, Nafsu menyerang tak kenla siapa yang diserang. Siapapun namanya dan apapun jabatannya semua harus bertarung dengan keinginan buruk. Kerja sama antara setan dan nafsu secara kooperatii menghasilkan akhlak yang buruk, munculnya akhlah buruk ditandai dengan ringan mengucapkan kotor, senang menggunjing, bangga dengan keadaan yang dia punya, sombong dan sederet perbuatan buruk lainnya. &lt;p&gt;Nafsu dan setan mereasap untuk mengotori fitharah manusia, sehingga sampai pada perkembangan terakhirnya ia berubah menjadi seorang yang benar benar hina dan nista. Setan juga mampu membuat jebakan jebakan yang mampu menjerumuskan manusia ke dalam jurang kehinaan di hadapan Allah Ta’ala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saking pinternya setan dan nafsu, tidak sedikit seseorang yang ceramah dengan sindir sana-sini, smash kanan dan kiri, tekuk atas bawah, menyudutkan orang lain dengan kecanggihan bahasa yang dia punya, setelah tujuannya telah tersampaikan, rasa puas dan senang-pun datang, jedah sebentar kemudian rasa senang dan gembira belum dinikmati sampai habis, dendam dan amarah pun muncul kembali, dan berkembang terus menerus. Subhanallah sungguh setan itu mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk menghancurkan orang-orang yang kualitas imannya rendah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak saat itu, aku pun menggaris bawahi bahwa untuk menjadi orang yang bersih dari nafsu itu susah, terbukti banyak para ulama’ yang menyampaikan fatwahnya bukan malah membuat tenang di dalam hati akan tetapi justru malah menimbulkan fitnah-fitnah baru. Banyak orang orang yang berpakaian ulama’ tetapi justru keimanannya rendah seperti imannya seorang budak. Maka dari itu tata niat utama dengan ikhlas dan jangan sekali-kali lupa akan tujuan utamanya. Menolong orang dengan tujuan agar orang tersebut bebannya merasa ringan sembari menunggu janji Allah bahwa Allah akan menolong hambanya jika hamba tersebut mau menolong orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdagang juga dengan ikhlas, yakni ingin melayani kebutuhan orang lain bukan menipunya para ulama’ pun harus tahu apa tujuan yang ia katakan. Jika berdagang semata mata untuk memenangkan kompetisi maka orang tersebut sama saja mengorbankan keikhlasan dalam bekerja, jika ulama ber-fatwa fatwa dengan menghantam kanan-kirinya maka sama hal-nya ia memperturutkan hawa nafsunya, yang semestinya fatwa itu li ishlahil ummat tetapi justu lnbi’atsul fitnah. Naudzu min dzaalik&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Oleh : &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/87fb3ed6af2f5a71a1afba58300b9cb0.png" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedproxy.google.com/%7Er/CeramahSingkat/%7E3/5LIjNDs6l18/dorongan-nafsu.html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;View the original article here&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/02/dorongan-nafsu.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-4800460529108477384</guid><pubDate>Sun, 06 Feb 2011 06:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-06T13:28:18.114+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Radikalisasi</category><title>The Radikalisasi</title><description> &lt;BODY readability="0"&gt;Radikal adalah menginginkan sesuatu dengan bersungguh sungguh, karena itu radikal tidak hanya dipakai dalam term Agama, radikal juga berlaku untuk sebutan ekonomi, politik, sosial dan term term lain. Hanya saja dentuman gaung radikal yang kita dengar ketika dikorelasikan dengan persoalan persoalan tersebut tidak seheboh dengan term radikal ketika dialamatkan kepada agama. Jadi karena keinginan yang menggebu nggebu untuk mendapatkan sesuatu itulah menjadikan gerakan radikal itu selalu dicirikan dengan adanya unsur pemaksaan di dalamnya&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Radikalisme islam dalam konteks jihad sering disalah artikan sebabagai bentuk perang, memerangi ummat ummat yang tidak sepaham agar dengan lega atau terpaksa mengikuti faham yang kita anut. Cara ini menjadikan dunia yang kita huni ini terlibat dalam beberapa konflik yang mengatas-namakan agama atau faham faham terntentu. &lt;P&gt;Kata jihad itu sendiri sebenarnya tidak mempunyai makna perang secara fisik, tetapi kata jihad berarti bersungguh sungguh, setiap sesuatu yang dilakukan secara bersungguh sungguh adalah jihad, bersungguh sungguh dalam ibadah untuk mencapai derajat tertinggi dihadapan Allah adalah jihad, berbeda dengan makna qital, qital biasanya diasosiasikan dengan makna kontak senjata.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kesalahan dalam pemaknaan ini menyebabkan action yang salah dan cenderung meresahkan masyarakat. Padahal, makna qital diperkenal kan oleh al Qur'an setelah periode makkah, yaitu periode madinah seperti di dalam surat Al hajj “Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, ( Al Hajj:39)”,&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sedangkan jihad diperkenalkan pada periode makkah. Dapat ditarik kesimpulan pada saat di Makkah tidak ada kontak senjata, yang terjadi kontak senjata adalah di madinah. Peristiwa ini berdasarkan al qur’an yang artinya adalah sebagai berikut, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa”.( at-Taubah:44). Karena itu sabar menjalankan perintah dengan sungguh sungguh juga bagian dari jihad&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Peradaban teks menuntut kita untuk mengkaji teks secara menyeluruh, mulai dari lahirnya teks sampai fungsi teks itu sendiri, karena tidak ada teks yang turun didalam konteks yang hampa dengan problem sosial. Di sini, kita harus memahami ungkapan kembali kepada Al Qur’an dan Hadits adalah makna yang mempunyai rentetan panjang mengenai teks itu sendiri dengan berbagai problematikanya, seperti mengerti tentang sebab-sebab munculnya teks, idiomnya, penggunaan bahasa lazimnya, gramatikalnya dan segala tetek bengeknya. Jangan berbicara teks dan berdasarkan teks jika tidak memahami secara detail alur dan jeluntrungannya.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kalau masih dangkal pemahaman teks, kemudian menyimpulkan dalil maka, sudah dapat dipastikan akan terjerumus ke dalam lembah nista yang disebut dengan pentakfiran, pem-bid’ahan, sehingga seolah olah semua yang dilakukan oleh orang orang ini tidak ada yang benar dan semuanya terlibat dosa bid’ah.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Kembali kepada persoalan radikalisasi, radikalisasi sebenarnya sudah ada sejak dahulu, sejak terbunuhnya Umar Bin Khattab oleh Ibn Muljam, Siapa ibn Muljam itu sendiri tidak diketahui asal usulnya, mungkin inilah yang disebut dengan teroris. Kemudian dari Khawarij turun menjadi Madzhab Hanbali, Ibn taimiyah, Wahabi dan entah sampai saat ini masih terasa dalam lingkungan sekita kita. Itupun menurut penilai kami. Mungkin anda mempunyai penilaian lain silahkan komentar di bawah ini.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Sebelumnya silahkan dilihat tabel berikut:&lt;/P&gt;&lt;P&gt;&lt;IMG id=BLOGGER_PHOTO_ID_5568780818472873762 border=0 alt="" src="/din2Bdaulah.jpg"&gt;&lt;/P&gt;Oleh : &lt;P&gt;&lt;IMG border=0 src="/87fb3ed6af2f5a71a1afba58300b9cb0.png"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedproxy.google.com/~r/CeramahSingkat/~3/I-nZMBFL8vo/radikalisasi.html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;View the original article here&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/02/radikalisasi.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-654925383868656923</guid><pubDate>Tue, 11 Jan 2011 12:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-06T14:15:18.335+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bicara</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Harta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kapan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Waktunya</category><title>Kapan Waktunya Bicara Harta</title><description> &lt;BODY readability="0"&gt;&lt;IMG id=BLOGGER_PHOTO_ID_5565689166315571554 border=0 alt="" src="/AlAzhar.gif"&gt;Dimanapun kita berada tetap saja yang namanya duit adalah bahasan nomor wahid, apapun profesi yang digelutinya, intinya uang itu penting untuk segala, mayoritas disekeliling kita mengukur keberhasilan kita itu dengan uang. &lt;P&gt;Tetapi perlu di ingat bahwa setiap datangnya uang akan membawa dua hal penting, pertama membawa penyakit dan sifat pelit. Kedua sifat tersebut secara filosofis selalu menempel pada harta benda termasuk uang. Oleh sebab itu langkah untuk menghalanginya adalah menafkahkan sebagian harta untuk mensucikan keberadaan harta itu sendiri. Dan langkah kedua memaksakan diri untuk terbiasa mengeluarkan sebagian harta ini kepada orang lain.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Langkah tersebut tidak lain adalah simetris dengan tuntutan zakat sesuai dengan fungsi dan tujuannya, fungsi zakat menurut agama adalah untuk mensucikan harta dari segala penyakit seperti iri hati, kikir, dengki dan lain sebagaianya dan juga secara lahiriah bertujuan untuk memberikan sumbangsih keberadaan kita yang notabene-nya orang ber-harta untuk menunjukkan kepeduliaannya terhadap masyarakat sekitar.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Meskipun penting kita harus membatasi diri untuk tidak membicarakannya di sembarang tempat. Lihat saja Allah menyimpan makanan itu dalam keadaan tertutup di dalam perut, bahkan kantong kulit yang membautinya pun harus di tutup. Orang yang tidak menutup perutnya baik secara lahiriyah maupun secara filosofis akan di anggap oleh orang yang terhina.&lt;/P&gt;&lt;P&gt;Salah dan benarnya tulisan ini mohon dikoreksi, tulisan ini sengaja untuk dikonsumsi sendiri, tetapi akan sangat berterimakasih jika ada pembaca yang mau berkomentar untuk sekedar memberikan masukan.&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;Oleh : &lt;P&gt;&lt;IMG border=0 src="/87fb3ed6af2f5a71a1afba58300b9cb0.png"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedproxy.google.com/~r/CeramahSingkat/~3/Pjww4BogHKM/kapan-waktunya-bicara-harta.html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;View the original article here&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2011/01/kapan-waktunya-bicara-harta.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-1504125177187075039</guid><pubDate>Sun, 01 Nov 2009 15:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-01T22:58:34.504+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">payment target</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">planing day 3</category><title>Resolving payment targets</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;planing on day 3 every month, planning is already spending money detailed in the early months of 1 must be completed to be realized, because if not feared could swell and the debt continue to grow every month.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Get seiaplah to the nearest bank to pay all their household needs, just try to anticipate before the target date of 4 all the household's financial operations have been completed all the payments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;There's a good idea to take the initiative to save the rest of the money paid out of the ordinary savings scheduled each month. Because this will accelerate the growth of your bank balance. If all been paid off it will feel relieved and further plans to tighten the agenda of the monthly operational costs by providing a little more unexpected.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keep spending money this month in a separate envelope or to the bank to prevent unwanted things such as buying goods or buying something that does not fit with the agenda of the purchases made each month. If the financial condition of a month's extra safe then seek to increase savings balance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Date 3 is a tiring day but fun. Tiring because walking around for a payment, please because the weight is in their heads held after the payment is complete. Remember that without a good agenda will be getting something less good also. Good luck if you forget to do on 2 please read more&lt;/div&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2009/11/resolving-payment-targets.html</link><thr:total>0</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-5867130408247139044</guid><pubDate>Wed, 23 Sep 2009 04:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-23T11:25:36.943+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">idul fithri</category><title>Selamat Hari Raya Idul Fithri</title><description>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Idul Fithri Adalah hari baik terutama untuk sanak famili dan keluarga, karena moment itu hanya ditemui satu tahun sekali. Sebagai &lt;a href="http://catatansebulan.blogspot.com/search/label/catatan%20sebulan"&gt;blog catatan sebulan&lt;/a&gt; yang memaparkan tentang keuangan keluarga, maka perlu untuk di ingat bahwa jangan-lah jadikan lebaran sebagai momen untuk menghambur-hamburkan uang karena hari besok tentu kita masih tetap membutuhkannya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;"&gt;Akhir kata kami atas nama Admin Blog ini mengucapkan &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); text-align: center;"&gt;&lt;blink&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITHRI&lt;/span&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga kita kembali kepada kesucian seperti pada kita semua terlahir dari kandungan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Minggu legi, 20 September 2009, Hilal telihat di daerah Sukabumi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2009/09/selamat-hari-raya-idul-fithri.html</link><thr:total>8</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-6204577795806267887</guid><pubDate>Sun, 09 Aug 2009 16:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-09T23:44:22.186+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">biaya bulanan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">membayar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tgl 2</category><title>Membayarkan beban biaya bulanan</title><description>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;“mengerti beban sama pentingnya dengan meningkatkan kesejahteraan”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLyUyveUMS-GaZcyvkU_24n2djkne3T8UkuyeITmNvICyrYTGYZy8GQTgENdNk44ZDkW9OjbqvlnpJBAWt2HhUEijXYnTS-CBlh1sgB5Ub_O6QwS_jFkQ3ErnaQAetDZGr0t9-dw7f_k0/s1600-h/iuangs.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 114px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLyUyveUMS-GaZcyvkU_24n2djkne3T8UkuyeITmNvICyrYTGYZy8GQTgENdNk44ZDkW9OjbqvlnpJBAWt2HhUEijXYnTS-CBlh1sgB5Ub_O6QwS_jFkQ3ErnaQAetDZGr0t9-dw7f_k0/s320/iuangs.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368000872770477314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Pada tanggal 2&lt;/span&gt;  seperti saat ini, kocek masih banyak, kesehatan perekonomian rumah tangga dalam posisi TOP, perjalanan ke kantor pun terasa ringan, mungkin betul ada ungkapan: “dengan uang di saku menyanyipun merdu”, tidak hanya menyayi tetapi semua perkataan terasa lembut dan tidak ada perkatan yang “tida” semua “ya” dan “beres”. Pada saat itulah ada baiknya kita terus berhemat dan merencanakan sesuai dengan alur pengeluaran seperti yang telah direncanakan di tanggal 1 agar tidak kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering melihat adanya kesamaan temen sekantor yang maunya berfoya-foya atau sekedar bersikap royal dengan alasan ‘sekali-kali’ itu sih boleh-boleh aja asal tidak keterusan dan tetap pada rel yang sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan di awal bulan pada saat honor tersebut diserah terimakan. Pada tanggal 2 sekarang ini, ada hal yang patut kita rencanakan dalam rangka menyelamatkan perekonomian rumah tangga untuk bisa terus survive, di bulan depan di antaranya adalah mempercepat pembayaran yang menjadi beban bulanan. Seperti listrik, kontrakan, saving tabungan, asuransi atau hal-hal lain yang tidak bisa di tunda. Kalau toh memang ada masalah tidak sampai mengganggu konsentrasi kerja dan konsentrasi ibu rumah tangga dalam mengurus keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu lah kiranya di antara kita untuk saling mengingatkan sekali lagi, bayarlah semua beban bulanan rumah tangga sebelum jatuh temponya, agar tagihan tidak membengkak, seperti kartu kredit dan alat pembayaran yang sejenis, biasanya menggunakan mesin otomatis yang tidakbisa ditawar lagi sesuai dengan kesepakan pada saat pembuatan MoU di awal permintaan. Kita tidak bisa menghentikan mesin, jika jatuh tempo belum terbayar akan dikenakan biaya lain (charge). Kita bisa membayangkan betapa rugi besar, karena uang akan terbuang dengan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai, uang habis tagihan belum terbayar. Apa jadinya pasti leasing datang dan tagihan menumpuk pusing..pusing… yang semestinya kehidupan ini mengalami progress (makin lama makin baik) malah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang kami tulis ini tidak lain adalah untuk mengingatkan kepada kita betapa manfaatnya mengatur secara tertib keungan di dalam rumah tangga. Ada  banyak fakta kekacauan dalam rumah tangga diantaranya disebabkan oleh kurang adanya kesadaran untuk mengatur keuangan ini. Kami berharap kita semua menjadi pribadi yang luhur dan mampu mengatur jalan hidup kita tanpa harus membebani ke orang lain, baik ke orang tua, sanak famili maupun teman sejawat.&lt;br /&gt;Sampai ketemu di posting berikutnya…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2009/08/membayarkan-beban-biaya-bulanan.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLyUyveUMS-GaZcyvkU_24n2djkne3T8UkuyeITmNvICyrYTGYZy8GQTgENdNk44ZDkW9OjbqvlnpJBAWt2HhUEijXYnTS-CBlh1sgB5Ub_O6QwS_jFkQ3ErnaQAetDZGr0t9-dw7f_k0/s72-c/iuangs.jpeg" width="72"/><thr:total>7</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-8381297987387752574</guid><pubDate>Fri, 31 Jul 2009 01:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-31T08:48:56.545+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bahagia full</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kebahagiaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tgl 1</category><title>Kebahagiaan Yang full</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxtVTHIc_0u_i9NDUAbai3qNAhVTAeqgZDeawkGLjwvy0I47AH9_XQxLlP1Lnq1Vgm2QAiF3MtiUn4SfDgQu8dLbnFzWa6pWGBmu4fs5ejesZ6jTbIzyY8NsYVnVZyHn0bZDGwQVl3PdI/s1600-h/PB210026.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxtVTHIc_0u_i9NDUAbai3qNAhVTAeqgZDeawkGLjwvy0I47AH9_XQxLlP1Lnq1Vgm2QAiF3MtiUn4SfDgQu8dLbnFzWa6pWGBmu4fs5ejesZ6jTbIzyY8NsYVnVZyHn0bZDGwQVl3PdI/s320/PB210026.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364435119610934210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pada tanggal 1 &lt;/span&gt;setiap bulannya perasaan senang, bahagia, bercampur dengan rasa gembira yang memuncak meliputi semua pegawai kanto manapun yang mempunyai honor bulanan, karena amplop berisi tersebut baru saja diserah terimakan atau bagi yang pembayarannya memakai rekening, uang honornya baru saja ditransferkan. Rekening yang asalnya kosong melompong kini padat berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, antisipasi harus jalan terus, kerena untuk menunggu tanggal muda yang akan datang masih ada kehidupan 30 hari lagi dan semua orang tidak mengetahui apa yang terjadi untuk 30 hari ke depan. Seusah, senang, sedih dan gembira terus menggelayuti hati manusia dalam seluruh perjalanan hidupnya. Hanya tuhan yang tahu atas semua takdir yang menimpa hambanya. Namun kita tetap bersyukur karena kita masih bisa merasakan betapa senangnya menerima honor, di beberapa lapisan masyarakat pedalaman dan pelosok mereka tidak mengenal lagi tanggal tua dan tanggal muda baginya semuanya sama saja, yang penting dia masih bisa bertahan dalam menyongsong terbitnya mentari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 semua kemungkinan kebutuhan di list dalam sebulan, sekali-kli menyisikan sedikit untuk bekal masa depan anak-anak yang saat ini mungkin belum sampai berfikir ke arah sana. Sebagai orang yang bijak maka bagilah honor tersebut menjadi beberapa bagian tertentu; diantaranya yang harus terpenuhi adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   pajak atau zakat sebagai manifestasi kepedulian kita kepada sesama&lt;br /&gt;2.   membayar sewa rumah atau maintenance (bagi sudah punya)&lt;br /&gt;3.   membayar listrik dan peralatan elektronik lainnya&lt;br /&gt;4.   biaya dapur biar tetap ngebul&lt;br /&gt;5.   biaya pendidikan&lt;br /&gt;6.   membayar kartu kredit (bagi yang punya)&lt;br /&gt;7.   berilah jatah untuk kesehatan&lt;br /&gt;8.   untuk sekedar hiburan bersama keluarga&lt;br /&gt;9.   jangan lupa sedikit buat tabungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua kebutuhan yang telah tertulis di atas adalah kebutuhan primer di era modern ini, ada hal lain yangbisa tertunda seperti membeli pakaian baru, membeli peralatan lain, pulsa, atau aksesoris lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah wah ternyata kebahagiaan yang harusnya full, dengan menghadapkan berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan menjadi sedikit demi sedikit terkikis ya. Yang pasti kebutuhan di atas adalah realistis dan tidak bisa dielakkan begitu saja. Belum lagi jika mempertimbangkan gizi yang harus dicapai. Wah pusing lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perencanaan yang matang maka kehidupan ini akan terlunta-lunta dan tidak bisa menikmati indahnya tanggal 1 disetiap bulannya. Kalau tanggal satu saja tidak bisa dinikmati kebahagiaannya dengan full, maka sudah pasti bahwa pada tanggal 30 maka neraka dunia lah tempatnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2009/07/kebahagiaan-yang-full.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxtVTHIc_0u_i9NDUAbai3qNAhVTAeqgZDeawkGLjwvy0I47AH9_XQxLlP1Lnq1Vgm2QAiF3MtiUn4SfDgQu8dLbnFzWa6pWGBmu4fs5ejesZ6jTbIzyY8NsYVnVZyHn0bZDGwQVl3PdI/s72-c/PB210026.JPG" width="72"/><thr:total>11</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5535428706341065189.post-9208901330907244565</guid><pubDate>Thu, 30 Jul 2009 15:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-30T22:35:05.725+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">catatan sebulan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">selamat datang</category><title>Catatan Sebulan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjohWQZMDArwAUnG5mqv0y0FJ-b4e2vV_ok6oS44PRt80YgVORlhhkcOlTXLNgQSxl2FnP18wlrFuQvAI2NGTsuhg2zf7hBDXi6RumdZjaWJPs04HXOjhn7RSiIpzDdb1kAZplmG4Zs-W0/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 50px; height: 100px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjohWQZMDArwAUnG5mqv0y0FJ-b4e2vV_ok6oS44PRt80YgVORlhhkcOlTXLNgQSxl2FnP18wlrFuQvAI2NGTsuhg2zf7hBDXi6RumdZjaWJPs04HXOjhn7RSiIpzDdb1kAZplmG4Zs-W0/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364276629744746530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam blog kami yang jelek ini kami akan menyajikan berbagai macam cara dan hal hal yang harus dijalankan sebagai tindak antisipasi mengolah perekonomian dari hasil honor bulanan. Tentunya kita semua sudah merasakan bagaimana susahnya mengolah keuangan dalam rumahtangga. Dengan sangat tergesa-gesa dan penuh makna kami beri nama &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;DALAM PELUKAN HARI&lt;/span&gt; mengenai catatan sebulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari dan bulan pun berganti. Pada saat awal bulan uang datang dan melimpah tetapi apa yang terjadi jika kemudian uang tersebut tidak sampai di penghujung bulan yang akan datang, karena disamping untuk bayar listrik, belanja dapur, ongkos sekolah, biaya pelesiran, asuransi pengobatan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kemudian yang kita keluarkan itu ternyata lebih besar pasak dari pada tiang tentu akan sangat menyakitkan dan akan meronta disetiap penghujung bulan. Dalam blog ini akan memberikan kiat kiat selama 30 hari tersebut apa yang harus di lakukan dan bagaimana cara mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisaran honor tidak menjadi ukuran yang menjadi ukuran adalah seberapa banyak uang yang kita butuhkan. Tanpa pengaturan yang hemat dan cermat mustahil seseorang bisa hidup bahagia gemah ripah loh jinawe, di dalam ungkapan arab&lt;br /&gt;AT-TADBIRU NISFU MA’ISYAH mengatur adalah bagian dari kehidupan. Apabila semua tindakan kita tida diatur dengan hal hal yang baik maka mustahil manusia bisa menjalankan tugasnya sebagai khalifah dengan baik dan teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://catatansebulan.blogspot.com/2009/07/catatan-sebulan.html</link><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjohWQZMDArwAUnG5mqv0y0FJ-b4e2vV_ok6oS44PRt80YgVORlhhkcOlTXLNgQSxl2FnP18wlrFuQvAI2NGTsuhg2zf7hBDXi6RumdZjaWJPs04HXOjhn7RSiIpzDdb1kAZplmG4Zs-W0/s72-c/2.JPG" width="72"/><thr:total>2</thr:total><author>mwiyono03@gmail.com (wiyono)</author></item></channel></rss>