<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868</id><updated>2024-11-08T22:39:15.126+07:00</updated><category term="Sumatera Utara"/><category term="Wisata Alam"/><category term="Wisata Budaya"/><category term="Wisata Religi"/><category term="Sumatera Barat"/><category term="Riau"/><category term="Wisata Kota"/><category term="Wisata Desa"/><title type='text'>Destinasi Wisata Nusantara</title><subtitle type='html'>Pesona Wisata Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-3323221474409911990</id><published>2017-10-01T10:41:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:58:56.739+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Riau"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Festival Bekudo Bono, Pelalawan - Riau</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Festival Bekudo Bono, Pelalawan&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFekXq5BuxMVpzWvRdq2bD6jan7P68CAJryCdE5fDiwoFqD_m8hXAhX1F9ZFkv57l90aehn-UVkOqyxiFZXq7LW2l7hjyvWP_kNzKryBd1YLVafBacI3N4SPFlVD7LaFsJhuOtgniCfrA/s1600/FESTIVAL+BEKUDO+BONO.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Festival Bekudo Bono, Pelalawan - Riau&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Festival Bekudo Bono, Pelalawan&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFekXq5BuxMVpzWvRdq2bD6jan7P68CAJryCdE5fDiwoFqD_m8hXAhX1F9ZFkv57l90aehn-UVkOqyxiFZXq7LW2l7hjyvWP_kNzKryBd1YLVafBacI3N4SPFlVD7LaFsJhuOtgniCfrA/s1600/FESTIVAL+BEKUDO+BONO.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Festival Bekudo Bono adalah festival berselancar (&#39;&#39;surfing&#39;&#39;) gelombang ombak bono yang ada di muara Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.&quot;Bekudo&quot; di sini berarti berkuda atau menunggangi. Gelombang ombak bono sebenarnya merupakan proses ilmiah sebagai salah satu fenomena alam yang langka terjadi di perbatasan muara sungai dan lautan. Bono yang terdapat di Desa Teluk Meranti menjadi tempat berselancar yang bagus karena memiliki jarak tempuh panjang sekitar 30 kilometer. &quot;Bekudo&quot; di sini berarti berkuda atau menunggangi.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Gelombang bono yang ada di Sungai Kampar biasanya akan terjadi pada saat pasang naik terjadi di laut. Air pasang tersebut kemudian menju Sungai Kampar. Selanjutnya kecepatan dari arus di Sungai Kampar akan berbenturan dengan air pasang naik dari laut sehingga terjadilah gelombang yang dinamakan &quot;gelombong bono&quot; tersebut. Bono hanya akan terjadi apabila air laut pasang, semakin besar air pasang yang terjadi di laut, maka kemungkinan &quot;gelombang bono&quot; yang terjadi akan semakin besar pula. Faktor hujan yang akan meningkatkan debit air sungai juga akan mempengaruhi besarnya gelombang bono yang terbentuk.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Di Provinsi Riau, selain Sungai Kampar, gelombang bono juga terjadi di Sungai Rokan, Kabupaten Rokan Hilir, yang dinamakan Bono Betina. Sementara bono yang terjadi di Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Desa Teluk Meranti merupakan bono yang terbesar yang oleh masyarakat sekitar dinamakan Bono Jantan atau Bono. Gelombang ombak bono dapat mencapai hingga 4-6 meter di saat bulan purnama dengan kecepatan ombak bono bisa mencapai 40-50 km/jam.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Festival Bekudo Bono merupakan objek wisata alam andalan Provinsi Riau yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai salah satu dari tiga acara wisata di Provinsi Riau yang masuk menjadi acara wisata nasional, bersama-sama dengan &lt;a href=&quot;https://destinasiwisatanusantara.blogspot.co.id/2017/08/festival-pacu-jalur-kuantan-singingi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Festival Pacu Jalur&lt;/a&gt; di Kabupaten Kuantan Singingi dan &lt;a href=&quot;https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2017/09/ritual-bakar-tongkang-rokan-hilir-riau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ritual Bakar Tongkang&lt;/a&gt; di kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Dengan mengusung tema &quot;Riau Menyapa Dunia&quot;, peluncuran acara tersebut digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Untuk mencapai kokasi Bono ini (Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan) dari Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, terlebih dahulu harus menuju Pangkalan Kerinci, ibu kota Kabupaten Pelalawan. Perjalanan menuju Pangkalan Kerinci dapat dilakukan melalui jalur darat dengan jarak tempuh sekitar 70 km atau dalam waktu 1,5 jam perjalanan. Kemudian dari Pangkalan Kerinci menuju Teluk Meranti bisa menggunakan mobil travel melalui jalan darat dengan waktu tempuh 3 jam. Jadi total waktu perjalanan darat dari kota Pekanbaru menuju lokasi bono ini sekitar 4,5 jam. 
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Selain itu, perjalanan juga dapat dilakukan menggunakan sarana transportasi air. Dari pelabuhan di Jembatan Pangkalan Kerinci, bisa menggunakan speedboat ke desa Teluk Meranti dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 2 jam.
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/3323221474409911990/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2017/10/festival-bekudo-bono-pelalawan-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3323221474409911990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3323221474409911990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2017/10/festival-bekudo-bono-pelalawan-riau.html' title='Festival Bekudo Bono, Pelalawan - Riau'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFekXq5BuxMVpzWvRdq2bD6jan7P68CAJryCdE5fDiwoFqD_m8hXAhX1F9ZFkv57l90aehn-UVkOqyxiFZXq7LW2l7hjyvWP_kNzKryBd1YLVafBacI3N4SPFlVD7LaFsJhuOtgniCfrA/s72-c/FESTIVAL+BEKUDO+BONO.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-1509611772379782008</id><published>2017-09-09T09:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:57:54.837+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Riau"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Religi"/><title type='text'>Ritual Bakar Tongkang, Rokan Hilir - Riau</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Ritual Bakar Tongkang, Rokan Hilir&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd90-jYfTQLDM1bFRFzBEWoEjqC8934hnrNvwYFCA8x3S7Klbv1fRcdUURAWRIJGhfBz1EH27R7cpzq3HIBKQSJFy2WCi1TZ6Ui0nc4v1f7zxJgPVNRf4mz4HVk2sbSZCLvRR2Kj1hIG4/s1600/RITUAL-BAKAR-TONGKANG.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Ritual Bakar Tongkang, Rokan Hilir - Riau&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Ritual Bakar Tongkang, Rokan Hilir&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd90-jYfTQLDM1bFRFzBEWoEjqC8934hnrNvwYFCA8x3S7Klbv1fRcdUURAWRIJGhfBz1EH27R7cpzq3HIBKQSJFy2WCi1TZ6Ui0nc4v1f7zxJgPVNRf4mz4HVk2sbSZCLvRR2Kj1hIG4/s1600/RITUAL-BAKAR-TONGKANG.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Ritual Bakar Tongkang adalah sebuah ritual tahunan masyarakat Tionghoa di kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Ritual ini telah terkenal di mancanegara dan masuk dalam kalender pariwisata Indonesia. Ritual Bakar Tongkang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai salah satu dari tiga acara wisata di Provinsi Riau yang masuk menjadi acara wisata nasional, bersama-sama dengan &lt;a href=&quot;https://destinasiwisatanusantara.blogspot.co.id/2017/08/festival-pacu-jalur-kuantan-singingi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Festival Pacu Jalur&lt;/a&gt; di Kabupaten Kuantan Singingi dan Festival Bekudo Bono di Kabupaten Pelalawan. Dengan mengusung tema &quot;Riau Menyapa Dunia&quot;, peluncuran acara tersebut digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ritual Bakar Tongkang biasanya diselenggarakan pada hari ke-16 bulan ke-5 kalender Imlek (&quot;Go Ge Cap Lak&quot; dalam dialek bahasa Hokkian Bagansiapiapi), sekitar bulan Juni-Juli, untuk mengenang para leluhur dalam menemukan Bagansiapiapi dan sebagai wujud syukur terhadap Dewa Kie Ong Ya yang menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa setempat telah membantu menuntun perjalanan laut mereka dalam menemukan kota Bagansiapiapi yang menggunakan kapal tongkang. Ritual Bakar Tongkang ini juga sekaligus merupakan perwujudan tekad masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi yang telah menganggap Bagansiapiapi dan Indonesia sebagai tanah air mereka dan tidak akan kembali lagi ke Tiongkok Daratan. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tahunnya ritual ini mampu menarik wisatawan dari negara Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, bahkan hingga Tiongkok Daratan. Kini acara wisata religi dan budaya tahunan ini gencar dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Provinsi Riau sebagai salah satu andalan destinasi wisata Provinsi Riau umumnya, dan Rokan Hilir khususnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencapai kota Bagansiapiapi dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru dibutuhkan perjalanan darat sekitar 6-7 jam dengan jarak tempuh +/- 350 km. Sementara dari ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Medan, dibutuhkan 10-12 jam perjalanan darat melalui Lintas Timur Sumatera. Dari Kota Dumai hanya dibutuhkan waktu tempuh 2-3 jam melalui jalan darat karena jarak Dumai - Bagansiapiapi hanya sekitar 125 km.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kota Bagansiapiapi untuk menyaksikan langsung helat Ritual Bakar Tongkang ini, disarankan untuk memesan hotel dan sarana transportasi minimal 3-6 bulan sebelumnya karena keterbatasan hotel dan sarana angkutan yang ada.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/1509611772379782008/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2017/09/ritual-bakar-tongkang-rokan-hilir-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/1509611772379782008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/1509611772379782008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2017/09/ritual-bakar-tongkang-rokan-hilir-riau.html' title='Ritual Bakar Tongkang, Rokan Hilir - Riau'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd90-jYfTQLDM1bFRFzBEWoEjqC8934hnrNvwYFCA8x3S7Klbv1fRcdUURAWRIJGhfBz1EH27R7cpzq3HIBKQSJFy2WCi1TZ6Ui0nc4v1f7zxJgPVNRf4mz4HVk2sbSZCLvRR2Kj1hIG4/s72-c/RITUAL-BAKAR-TONGKANG.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-6252543600228517025</id><published>2017-08-25T22:25:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:56:40.400+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Riau"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><title type='text'>Festival Pacu Jalur, Kuantan Singingi - Riau</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Festival Pacu Jalur, Kuantan Singingi&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWDvbr0T_o47GPeyjyxtsA-5HH4PP3ljd8Je2cFyBaf3IgZLIZsn1X8rVNT6cDjautxCfn0pPqNn19Df15-PXaBHSh6AptOtpS50QvCTYDIduZGSq-ixW72brWvh72kGHw6sRUJz265Y8/s1600/FESTIVAL-PACU-JALUR-RIAU.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Festival Pacu Jalur, Kuantan Singingi - Riau&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Festival Pacu Jalur, Kuantan Singingi&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWDvbr0T_o47GPeyjyxtsA-5HH4PP3ljd8Je2cFyBaf3IgZLIZsn1X8rVNT6cDjautxCfn0pPqNn19Df15-PXaBHSh6AptOtpS50QvCTYDIduZGSq-ixW72brWvh72kGHw6sRUJz265Y8/s1600/FESTIVAL-PACU-JALUR-RIAU.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Festival Pacu Jalur merupakan suatu festival perlombaan memacu jalur di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Jalur di sini maksudnya adalah perahu dalam bahasa Melayu setempat. Jalur dibuat dari kayu pohon dengan panjang antara 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kira-kira 1,3 meter hingga 1,5 meter. Jenis kayu yang digunakan untuk pembuatan jalur ini adalah berasal dari jenis kayu &quot;kure&quot; dan &quot;banio&quot;. Jenis-jenis kayu ini, selain tahan lama, juga ringan, lurus, dan panjang, sehingga bisa memuat sampai 60 pendayung.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Festival Pacu Jalur ini merupakan sebuah acara budaya tradisional masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, yang biasanya diselenggarakan sekitar tanggal 23 hingga 26 Agustus setiap tahunnya atau lebih kurang satu minggu setelah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Festival Pacu Jalur telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai salah satu dari tiga acara wisata di Provinsi Riau yang masuk dalam kalender wisata nasional, bersama-sama dengan &lt;a href=&quot;https://destinasiwisatanusantara.blogspot.co.id/2017/09/ritual-bakar-tongkang-rokan-hilir-riau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ritual Bakar Tongkang&lt;/a&gt; di kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir dan Festival Bekudo Bono di Kabupaten Pelalawan. Dengan mengusung tema &quot;Riau Menyapa Dunia&quot;, peluncuran acara tersebut digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis, 16 Maret 2017. Saat ini, festival ini telah menjadi salah satu destinasi pariwisata Riau yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Tempat penyelenggaraan Festival Pacu Jalur dipusatkan di Arena Pacu Jalur Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Jarak Teluk Kuantan dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru termasuk dekat, hanya sekitar 160 kilometer yang bisa ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 3,5 jam via Jalan Lintas Pekanbaru-Teluk Kuantan.
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/6252543600228517025/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2017/08/festival-pacu-jalur-kuantan-singingi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/6252543600228517025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/6252543600228517025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2017/08/festival-pacu-jalur-kuantan-singingi.html' title='Festival Pacu Jalur, Kuantan Singingi - Riau'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWDvbr0T_o47GPeyjyxtsA-5HH4PP3ljd8Je2cFyBaf3IgZLIZsn1X8rVNT6cDjautxCfn0pPqNn19Df15-PXaBHSh6AptOtpS50QvCTYDIduZGSq-ixW72brWvh72kGHw6sRUJz265Y8/s72-c/FESTIVAL-PACU-JALUR-RIAU.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-7261552749709877275</id><published>2016-05-18T15:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:55:29.991+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Riau"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Religi"/><title type='text'>Kompleks Istana Siak Sri Indrapura, Siak - Riau</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Kompleks Istana Siak Sri Indrapura, Siak&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizQXJ5Zq9E1J3o_3cWWzthVlPTxCVrzqDDSlDgWKcGYT4Oc9OdcIQFBwXGI03BDlwAQ7qmOI_gSoqOvJ8Z5N4Pu4xMUefzTDAa6K67ch-zu3CRFvNr7coItmfNhYkNbT-klwMulagmi08/s1600/KOMPLEKS-ISTANA-SIAK.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Kompleks Istana Siak Sri Indrapura, Siak - Riau&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Kompleks Istana Siak Sri Indrapura, Siak&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizQXJ5Zq9E1J3o_3cWWzthVlPTxCVrzqDDSlDgWKcGYT4Oc9OdcIQFBwXGI03BDlwAQ7qmOI_gSoqOvJ8Z5N4Pu4xMUefzTDAa6K67ch-zu3CRFvNr7coItmfNhYkNbT-klwMulagmi08/s1600/KOMPLEKS-ISTANA-SIAK.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Istana Siak Sri Inderapura merupakan salah satu destinasi wisata religi dan budaya yang terletak di kota Siak Sri Indrapura, ibu kota Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Istana Siak merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang selesai dibangun pada tahun 1893.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Karena uniknya arsitektur bangunannya, Istana Siak medapat julukan Istana Matahari Timur.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru, kota Siak bisa dicapai melalui jalur darat dan sungai melintasi Sungai Siak. Untuk jalur darat, jarak kota Siak Sri Indrapura dari Pekanbaru yang kurang lebih 135 km dapat ditempuh sekitar dua jam perjalanan. Sementara jika melalui jalur sungai, waktu yang dibutuhkan juga sekitar dua jam perjalanan dengan menggunakan speed boat.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/7261552749709877275/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2016/05/kompleks-istana-siak-sri-indrapura-siak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7261552749709877275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7261552749709877275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2016/05/kompleks-istana-siak-sri-indrapura-siak.html' title='Kompleks Istana Siak Sri Indrapura, Siak - Riau'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizQXJ5Zq9E1J3o_3cWWzthVlPTxCVrzqDDSlDgWKcGYT4Oc9OdcIQFBwXGI03BDlwAQ7qmOI_gSoqOvJ8Z5N4Pu4xMUefzTDAa6K67ch-zu3CRFvNr7coItmfNhYkNbT-klwMulagmi08/s72-c/KOMPLEKS-ISTANA-SIAK.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-4367294666689348362</id><published>2016-03-15T17:00:00.000+07:00</published><updated>2019-06-24T13:01:23.515+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Riau"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Religi"/><title type='text'>Kompleks Candi Muara Takus, Kampar - Riau</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Kompleks Candi Muara Takus, Kampar&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggdEcw5pA5iGpBUK4Pzx50Xf3NuGB8CvFwJxYES1d0LkMs14R5l69zEY6GD5Zw4Rd0LJCamyIE264JaZMfXiXKn4aMRbgWF6h7Mhhy_4OfxO1KfdeNVP2VfyV1ZwdlapLsb9DZu-GxC-E/s1600/KOMPLEKS-CANDI-MUARA-TAKUS.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Kompleks Candi Muara Takus, Kampar - Riau&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Kompleks Candi Muara Takus, Kampar&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggdEcw5pA5iGpBUK4Pzx50Xf3NuGB8CvFwJxYES1d0LkMs14R5l69zEY6GD5Zw4Rd0LJCamyIE264JaZMfXiXKn4aMRbgWF6h7Mhhy_4OfxO1KfdeNVP2VfyV1ZwdlapLsb9DZu-GxC-E/s1600/KOMPLEKS-CANDI-MUARA-TAKUS.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Kompleks situs Candi Muara Takus adalah sebuah kompleks situs candi Buddha yang terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau. Situs ini berjarak kurang lebih 135 kilometer dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru, dengan jarak tempuh antara 3-4 jam menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Sedangkan dari Desa Muara Takus berjarak sekitar 2,5 km, tidak jauh dari Sungai Kampar Kanan.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Nama-nama candi yang terdapat di dalam kompleks yang dikelilingi tembok berukuran 74x74 meter ini antara lain Candi Sulung (Candi Tua), Candi Bungsu,  Candi (Stupa) Mahligai, serta Candi Palangka. Kompleks Candi Muara Takus ini merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Provinsi Riau. Di luar areal tembok tersebut terdapat juga tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir Sungai Kampar Kanan.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Candi ini dianggap telah ada pada zaman keemasan Sriwijaya, sehingga beberapa sejarawan menganggap wilayah ini merupakan salah satu pusat pemerintahan kerajaan Sriwijaya. 
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Candi Muara Takus sering menjadi destinasi wisata religi terutama bagi kalangan umat Buddha, khususnya dari Provinsi Riau pada momen perayaan Hari Waisak, dengan melakukan dharmayatra (ziarah spiritual Buddhis) serta puja bakti di kompleks candi.
&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Pada tahun 2019, Kompleks Candi Muara Takus menjadi tempat perayaan Hari Waisak Nasional 2563 BE yang diselenggarakan oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) pada 25 Mei 2019. 
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/4367294666689348362/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2016/03/kompleks-candi-muara-takus-kampar-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/4367294666689348362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/4367294666689348362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2016/03/kompleks-candi-muara-takus-kampar-riau.html' title='Kompleks Candi Muara Takus, Kampar - Riau'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggdEcw5pA5iGpBUK4Pzx50Xf3NuGB8CvFwJxYES1d0LkMs14R5l69zEY6GD5Zw4Rd0LJCamyIE264JaZMfXiXKn4aMRbgWF6h7Mhhy_4OfxO1KfdeNVP2VfyV1ZwdlapLsb9DZu-GxC-E/s72-c/KOMPLEKS-CANDI-MUARA-TAKUS.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-3146508423149707828</id><published>2015-05-05T07:00:00.001+07:00</published><updated>2019-02-15T16:52:33.553+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Kota"/><title type='text'>Jam Gadang, Bukittinggi - Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Jam Gadang, Bukittinggi&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOWmo_8ZMEn57mjxwxwugp7o3EA8aTFSPhvtVBn-oUcM6olZMFIhjo4kQBSX9_QP9EM1BqUtDa-zHbI5BLmvIt4I4Fvsj7l1f4wxntdb9y7X0phqD3SEt67HJFdmU7h6fyxRGbQmiKIPc/s1600/JAM-GADANG.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Jam Gadang, Bukittinggi - Sumatera Barat&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jam Gadang, Bukittinggi&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOWmo_8ZMEn57mjxwxwugp7o3EA8aTFSPhvtVBn-oUcM6olZMFIhjo4kQBSX9_QP9EM1BqUtDa-zHbI5BLmvIt4I4Fvsj7l1f4wxntdb9y7X0phqD3SEt67HJFdmU7h6fyxRGbQmiKIPc/s1600/JAM-GADANG.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Gadang dalam bahasa Minang berarti besar, jadi jam gadang berarti jam yang berukuran besar. Jam Gadang merupakan nama menara dengan jam berukuran besar di keempat sisinya yang terletak di pusat kota Bukittinggi, Sumatera Barat. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam Gadang, selain sebagai penunjuk waktu dan penanda pusat kota Bukittinggi, juga telah menjadi destinasi wisata kota Bukittinggi dengan diperluasnya taman di sekitar menara jam ini. Taman tersebut menjadi ruang interaksi sosial masyarakat baik di hari kerja maupun di hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum banyak diselenggarakan di sekitar taman dekat menara jam ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam Gadang memiliki denah dasar seluas 13 x 4 meter dengan ketinggian menara mencapai 26 meter. Bagian dalam menara terdiri dari beberapa tingkat, dengan tingkat teratas merupakan tempat penyimpanan bandul. Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau &quot;controleur&quot; Fort de Kock (sekarang kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Arsitektur menara jam ini adalah Yazid Rajo Mangkuto, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran masa itu. Jam Gadang kemudian dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol kota Bukittinggi. Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk pagoda. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/3146508423149707828/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/05/jam-gadang-bukit-tinggi-sumatera-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3146508423149707828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3146508423149707828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/05/jam-gadang-bukit-tinggi-sumatera-barat.html' title='Jam Gadang, Bukittinggi - Sumatera Barat'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOWmo_8ZMEn57mjxwxwugp7o3EA8aTFSPhvtVBn-oUcM6olZMFIhjo4kQBSX9_QP9EM1BqUtDa-zHbI5BLmvIt4I4Fvsj7l1f4wxntdb9y7X0phqD3SEt67HJFdmU7h6fyxRGbQmiKIPc/s72-c/JAM-GADANG.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-3049628106749388075</id><published>2015-04-16T15:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:52:44.275+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Ngarai Sianok, Bukittinggi - Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Ngarai Sianok, Bukittinggi&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFP_jbXpct7tXhuo9cFNahZa-8A8dvJGSdOCMmvlKCh2stjXYgCFiu0b1RrPOkKCooKxwF8oIa3SC4wkBd0eK7o4_TERMVyDA5a5KZxy4esvsurG1ePrPXOiN8z3x0yCvaELxgDJJ5jjA/s1600/NGARAI-SIANOK.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Ngarai Sianok, Bukittinggi - Sumatera Barat&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Ngarai Sianok, Bukittinggi&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFP_jbXpct7tXhuo9cFNahZa-8A8dvJGSdOCMmvlKCh2stjXYgCFiu0b1RrPOkKCooKxwF8oIa3SC4wkBd0eK7o4_TERMVyDA5a5KZxy4esvsurG1ePrPXOiN8z3x0yCvaELxgDJJ5jjA/s1600/NGARAI-SIANOK.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Ngarai Sianok dengan pemandangan alamnya yang indah merupakan salah satu destinasi wisata alam andalan Provinsi Sumatera Barat. Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah ladang padi yang luas dan sungai yang dikelilingi dinding terjal yang saling berhadapan, tingginya antara 100 - 200 m, lebar sekitar 200 m serta panjang 15 km. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisatawan bisa menikmati keindahan panorama alam Ngarai Sianok terutama saat matahari terbit dan terbenam dengan suasananya yang tenang dengan mengunjungi Taman Panorama yang berada di kota Bukittinggi yang berudara sejuk. Ngarai Sianok sendiri terletak sekitar 1 km arah barat daya Bukittinggi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain keindahan ngarai, pengunjung juga bisa mengunjungi bunker Jepang yang lebih dikenal dengan nama &quot;Lobang Jepang&quot; atau &quot;Goa Jepang&quot;, yang berada di dasar ngarai, yang dibangun pada saat zaman penjajahan Jepang di tanah air.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/3049628106749388075/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/04/ngarai-sianok-bukittinggi-sumatera-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3049628106749388075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3049628106749388075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/04/ngarai-sianok-bukittinggi-sumatera-barat.html' title='Ngarai Sianok, Bukittinggi - Sumatera Barat'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFP_jbXpct7tXhuo9cFNahZa-8A8dvJGSdOCMmvlKCh2stjXYgCFiu0b1RrPOkKCooKxwF8oIa3SC4wkBd0eK7o4_TERMVyDA5a5KZxy4esvsurG1ePrPXOiN8z3x0yCvaELxgDJJ5jjA/s72-c/NGARAI-SIANOK.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-2907931745103621785</id><published>2015-02-12T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:47:31.820+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Danau Singkarak, Solok-Tanah Datar, Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Danau Singkarak, Solok-Tanah Datar&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6_H0o1Jf7AGuhWkm5nXXAnPBpU8BAy1br_xy8fNmdqKBoM58ExgTmo7Jmx37gRrwoCRxCxfZemAo0rWWCO3o1ctMCq8UAOnyvk8mG3rB9bbyoH-GFH48eCBUZPqEqgjAqA7wAzAJxy5c/s1600/DANAU-SINGKARAK.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Danau Singkarak, Solok-Tanah Datar, Sumatera Barat&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Danau Singkarak, Solok-Tanah Datar&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6_H0o1Jf7AGuhWkm5nXXAnPBpU8BAy1br_xy8fNmdqKBoM58ExgTmo7Jmx37gRrwoCRxCxfZemAo0rWWCO3o1ctMCq8UAOnyvk8mG3rB9bbyoH-GFH48eCBUZPqEqgjAqA7wAzAJxy5c/s1600/DANAU-SINGKARAK.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Danau Singkarak merupakan salah satu dari 3 danau yang terletak di Provinsi Sumatera Barat selain Danau Maninjau dan Danau Diatas Danau Dibawah. Danau ini terbentang di dua daerah kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau Singkarak dengan luas 107,8 km2 merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera setelah Danau Toba. Danau ini merupakan bagian hulu Batang Ombilin. Namun sebagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak tempuh Danau Singkarak dari kota Padang melalui rute Padang-Solok-Singkarak sekitar 75 km, dan jika melalui rute Padang-Padang Panjang-Kubu Karambie-Ombilin sekitar 100 km. Sementara jika dimulai dari Bukittinggi melalui rute Bukittinggi-Padang Panjang-Ombilin, Danau Singkarak berada pada jarak sekitar 48 km.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat persinggahan untuk menikmati keindahan destinasi wisata alam Danau Singkarak ini di antaranya Singkarak (nama nagari di Kabupaten Solok) terletak 15 km dari Kota Solok, Ombilin (nama daerah di Kabupaten Tanah Datar) sekitar 30 km dari Kota Solok, Batu Taba (nama daerah di Kabupaten Tanah Datar), berjarak sekitar 20 km dari Kota Padang Panjang, dan Sumpur-Malalo(nama daerah di Kabupaten Tanah datar)  dengan jarak sekitar 30 km dari Kota Padang Panjang.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Singkarak dan berbagai destinasi wisata lainnya di Provinsi Sumatera Barat, maka pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia telah menyelenggarakan kejuaraan balap sepeda &quot;Tour de Singkarak&quot; untuk pertama kalinya pada tahun 2009. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena penyelenggaraany yang dianggap sukses, ajang balap sepeda ini telah menjadi sebagai salah satu kejuaraan balap sepeda resmi Persatuan Balap Sepeda Internasional di kelas 2.2 Asia Tour. Selain Danau Singkarak, beberapa kawasan wisata lain juga menjadi bagian dari jalur lintasan, di antaranya termasuk Lembah Harau, Danau Maninjau, Kelok 44, dan Danau Diatas Danau Dibawah.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/2907931745103621785/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/02/danau-singkarak-solok-tanah-datar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/2907931745103621785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/2907931745103621785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/02/danau-singkarak-solok-tanah-datar.html' title='Danau Singkarak, Solok-Tanah Datar, Sumatera Barat'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6_H0o1Jf7AGuhWkm5nXXAnPBpU8BAy1br_xy8fNmdqKBoM58ExgTmo7Jmx37gRrwoCRxCxfZemAo0rWWCO3o1ctMCq8UAOnyvk8mG3rB9bbyoH-GFH48eCBUZPqEqgjAqA7wAzAJxy5c/s72-c/DANAU-SINGKARAK.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-7354359431735836852</id><published>2015-01-08T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:33:20.642+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Danau Maninjau, Agam - Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Danau Maninjau, Agam&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDnatRUiKzSHHL8j3EB_d2DAGFKMETI894FnxU2plwJIJVTDqYYQJAgjeZe3jeH2oPrbglfS14Z2m9Kj-NM8icdG_vcbfEZxPPL8aadHuJOSszAZtyhV5FfMG9c82wOTLVt4nVJD-Q3KA/s1600/DANAU-MANINJAU.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Danau Maninjau, Agam - Sumatera Barat&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Danau Maninjau, Agam&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDnatRUiKzSHHL8j3EB_d2DAGFKMETI894FnxU2plwJIJVTDqYYQJAgjeZe3jeH2oPrbglfS14Z2m9Kj-NM8icdG_vcbfEZxPPL8aadHuJOSszAZtyhV5FfMG9c82wOTLVt4nVJD-Q3KA/s1600/DANAU-MANINJAU.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Danau Maninjau terletak di wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Danau Maninjau tercatat sebagai danau terluas ke-11 di Indonesia dan terluas ke-2 di Sumatera Barat setelah Danau Singkarak. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Danau Maninjau merupakan danau vulkanik dengan luas sekitar 99,5 km2 dan kedalaman maksimun 495 meter, berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Danau ini berjarak sekitar 140 kilometer sebelah utara kota Padang, sedangkan dari Bukittinggi sekitar 36 kilometer. Sementara dari Lubuk Basung, ibu kota Kabupaten Agam, jaraknya mencapai 27 kilometer. Danau Maninjau merupakan salah destinasi wisata alam yang wajib dikunjungi jika melakukan kunjungan wisata ke Provinsi Sumatera Barat.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari arah kota Bukittinggi, untuk bisa mencapai Danau Maninjau, wisatawan akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan nama Kelok 44 sepanjang kurang lebih 6 km, dimulai dari Bukit Ambun Pagi sampai ke Danau Maninjau. Jarak Kelok 44 (Ambun Pagi) dari Bukittinggi sekitar 30 km. Dinamakan Kelok 44 karena ruas jalan ini penuh liku dan belokan (kelokan)yang meliuk-liuk mengukir dan menyusuri pinggang Bukit Barisan, terbentang dari Am­bun Pagi sampai ke Maninjau. Panorama Danau Maninjau yang indah mempesona sudah bisa dinikmati selama perjalanan menyusuri Kelok 44 ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhitungan kelokan dimulai dari bawah (Danau Maninjau) menuju Bukit Ambun Pagi, sehingga jika perjalanan dimulai dari Bukit Ambun Pagi, maka wisatawan akan melihat penulisan angka terakhir 44 di sudut tikungan pertama. Puncak tertinggi di daerah perbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas akomodasi wisata, antara lain Hotel Maninjau Indah dan Hotel Pasir Panjang Permai. Untuk pilihan akomodasi wisata yang paling mewah, terdapat Resort Maninjau yang memiliki pemandangan panorama Danau Maninjau.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/7354359431735836852/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/01/danau-maninjau-agam-sumatera-barat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7354359431735836852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7354359431735836852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2015/01/danau-maninjau-agam-sumatera-barat.html' title='Danau Maninjau, Agam - Sumatera Barat'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDnatRUiKzSHHL8j3EB_d2DAGFKMETI894FnxU2plwJIJVTDqYYQJAgjeZe3jeH2oPrbglfS14Z2m9Kj-NM8icdG_vcbfEZxPPL8aadHuJOSszAZtyhV5FfMG9c82wOTLVt4nVJD-Q3KA/s72-c/DANAU-MANINJAU.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-2204322117649079756</id><published>2014-12-02T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:30:42.856+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Air Terjun Lembah Anai, Tanah Datar - Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Air Terjun Lembah Anai, Tanah Datar&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2k7W2P6wdG_svUBsWIFT_GArWXWqJSncK1kF1KiFdj_GaKTCSDNyVpQj_GfVnYQSD6CH7b982wPxltmhEe4CKGPUN5b4aiFgmudkyyg74_o3ky4qIXY_St8yd8quRsdQvYLqkRIcxlhU/s1600/AIR-TERJUN-LEMBAH-ANAI.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Air Terjun Lembah Anai, Tanah Datar - Sumatera Barat&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Air Terjun Lembah Anai, Tanah Datar&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2k7W2P6wdG_svUBsWIFT_GArWXWqJSncK1kF1KiFdj_GaKTCSDNyVpQj_GfVnYQSD6CH7b982wPxltmhEe4CKGPUN5b4aiFgmudkyyg74_o3ky4qIXY_St8yd8quRsdQvYLqkRIcxlhU/s1600/AIR-TERJUN-LEMBAH-ANAI.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Air Terjun Lembah Anai terletak di Lembah Anai, yang masuk dalam Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto (X Koto), Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air Terjun Lembah Anai terletak di tepi jalan raya yang menghubungkan kota Padang dan kota Bukittinggi, sehingga bisa dengan mudah diakses dari kota Padang maupun Bukittinggi. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kota Padang, untuk mencapai air terjun ini dapat melalui perjalanan darat selama +/- 2 jam menggunakan angkutan umum atau kereta api wisata, sementara dari kota Bukittinggi dibutuhkan waktu +/- 1 jam.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air Terjun Lembah Anai ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter, yang sumber airnya berasal dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah Patahan Anai. Air terjun ini berada di bagian barat kawasan konservasi Cagar Alam Lembah Anai. Air Terjun Lembah Anai ini merupakan salah satu ikon wisata alam yang wajib dikunjungi jika sedang melakukan perjalanan wisata ke Provinsi Sumatera Barat.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airnya yang sangat jernih mengalir menyusuri perbukitan menuju lereng, lalu mengalir terus melewati Cagar Alam Lembah Anai sebelum akhirnya sampai di tepi tebing. Dari tebing yang curam ini, aliran air kemudian terjun ke dasar lembah dan membentuk telaga tempat air berkumpul. Percikan air terjun yang jatuh di telaga menimbulkan kabut air yang tampak indah berwarna-warni ketika terkena sinar matahari. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum sampai di lokasi air terjun, perjalanan dari kota Padang maupun Bukittinggi akan melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan yang indah. Di sebelah kanan dan kiri jalan, tampak lembah dan bukit yang menghijau ditumbuhi aneka pohon.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/2204322117649079756/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/12/air-terjun-lembah-anai-tanah-datar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/2204322117649079756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/2204322117649079756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/12/air-terjun-lembah-anai-tanah-datar.html' title='Air Terjun Lembah Anai, Tanah Datar - Sumatera Barat'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2k7W2P6wdG_svUBsWIFT_GArWXWqJSncK1kF1KiFdj_GaKTCSDNyVpQj_GfVnYQSD6CH7b982wPxltmhEe4CKGPUN5b4aiFgmudkyyg74_o3ky4qIXY_St8yd8quRsdQvYLqkRIcxlhU/s72-c/AIR-TERJUN-LEMBAH-ANAI.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-7780799723798415521</id><published>2014-11-11T07:00:00.001+07:00</published><updated>2019-02-15T16:28:37.181+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Lembah Harau, Lima Puluh Kota - Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Lembah Harau, Lima Puluh Kota&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpkNIh48fgoVCsp6T9qsWgqZLB9Mr4trUUhbL5jy1zCYatedyt_FEmhhSsmFpLcXgYRdoQv5BGkfPTKJJqwztAnKBqwsSpuTvV56wx9KD76Fcz7BnjeE3QXcjM3bzy9-nnaUtGz-vo-OQ/s1600/LEMBAH-HARAU.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Lembah Harau, Lima Puluh Kota - Sumatera Barat&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Lembah Harau, Lima Puluh Kota&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpkNIh48fgoVCsp6T9qsWgqZLB9Mr4trUUhbL5jy1zCYatedyt_FEmhhSsmFpLcXgYRdoQv5BGkfPTKJJqwztAnKBqwsSpuTvV56wx9KD76Fcz7BnjeE3QXcjM3bzy9-nnaUtGz-vo-OQ/s1600/LEMBAH-HARAU.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Lembah Harau adalah nama sebuah ngarai dekat kota Payakumbuh, di kabupaten Limapuluh Koto, provinsi Sumatera Barat, yang merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan Provinsi Sumatera Barat. Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 200 meter dan rentang mencapai 400 meter.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak tanggal 10 Januari 1993 Lembah Harau dengan wilayah seluas sekitar 270 Hektar, telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Salah satu hewan khas yang hidup di dalamnya adalah &quot;Macaca fascirulatis&quot; atau spesies monyet ekor panjang. Hewan ini termasuk spesies langka hewan endemik Sumatera.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, wisatawan bisa melihat keindahan alam sekitarnya dan pemandangan hijaunya persawahan di antara tebing-tebing yang tegak lurus. Lembah Harau memiliki topografi daratan bergelombang dan berbukit. Wisatawan bisa menjelajah beberapa bukit-bukit indah di sekitar kawasan Lembah Harau. Seperti Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak, dan Bukit Tarantang. Hamparan Lembah Harau dikelilingi tebing-tebing batu berpasir yang cukup terjal. Belum lagi tebing-tebing granit yang menjulang dengan tinggi hingga 300 meter. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kawasan objek wisata alam Lembah Harau lainnya yang bisa dikunjungi di antaranya Air Terjun Aka Barayun, Air Terjun Sarasah Aie Luluih, Air Terjun Sarasah Bunta, Air Terjun Sarasah Murni, dan Air Terjun Sarasah Aie Angek. Keempat wisata alam air terjun ini berada di kawasan Resort Sarasah Bunta.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak Lembah Harau dari pusat kota Payakumbuh sekitar 2 km, berdekatan dengan kantor bupati dan DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, sedangkan jika dari kota Bukittinggi, jaraknya sekitar 47 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Dan dari ibu kota provinsi Sumatera Barat, Padang, Lembah Harau berjarak sekitar 138 km dengan waktu tempuh lebih kurang 3 jam.

&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/7780799723798415521/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/11/lembah-harau-lima-puluh-kota-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7780799723798415521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7780799723798415521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/11/lembah-harau-lima-puluh-kota-sumatera.html' title='Lembah Harau, Lima Puluh Kota - Sumatera Barat'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpkNIh48fgoVCsp6T9qsWgqZLB9Mr4trUUhbL5jy1zCYatedyt_FEmhhSsmFpLcXgYRdoQv5BGkfPTKJJqwztAnKBqwsSpuTvV56wx9KD76Fcz7BnjeE3QXcjM3bzy9-nnaUtGz-vo-OQ/s72-c/LEMBAH-HARAU.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-4799864508949311938</id><published>2014-10-10T07:00:00.001+07:00</published><updated>2019-02-15T16:25:03.603+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><title type='text'>Tradisi Lompat Batu, Nias - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Tradisi Lompat Batu, Nias &quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRbogx9-dwh_lz0tgEwaU4D2S5shyphenhyphenCEm4M_RcOVpKxNfl8sk_eDgpIY64eMCPfwxU9871kfpyd7TBuymYHH2I96J2Yplb5PlM9hJ112NuKrdL2iavThD21m0T_a5-EW8rtCMCA3-8jWw/s1600/TRADISI-LOMPAT-BATU-NIAS.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Tradisi Lompat Batu, Nias - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Tradisi Lompat Batu, Nias &quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRbogx9-dwh_lz0tgEwaU4D2S5shyphenhyphenCEm4M_RcOVpKxNfl8sk_eDgpIY64eMCPfwxU9871kfpyd7TBuymYHH2I96J2Yplb5PlM9hJ112NuKrdL2iavThD21m0T_a5-EW8rtCMCA3-8jWw/s1600/TRADISI-LOMPAT-BATU-NIAS.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Tradisi Lompat Batu yang dalam bahasa Nias disebut &quot;Fahombo, Hombo Batu&quot; adalah olahraga tradisional suku Nias yang telah berlangsung selama berabad-abad. Olahraga tradisional ini dahulu merupakan ritual pendewasaan pemuda suku Nias yang mirip dengan lari gawang dan lompat jauh di atletik. Tradisi Lompat Batu ini masih banyak dilakukan di Pulau Nias dan menjadi obyek dan destinasi wisata tradisional serta budaya unik yang sudah terkenal hingga ke seluruh dunia.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman dulu, pemuda Nias yang berhasil melompati batu setinggi 2 meter ini akan dianggap sebagai pria dewasa yang dapat bergabung sebagai prajurit untuk berperang serta menikah. Karena ritual lompat batu merupakan kewajiban dan dipandang sangat serius dalam adat Nias bagi semua pria suku Nias, maka sejak berumur 10 tahun, anak lelaki di Pulau Nias akan bersiap untuk melakukan giliran &quot;fahombo&quot; mereka.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak lelaki akan melompati batu tersebut untuk mendapat status kedewasaan mereka, dengan mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bahwa mereka telah siap bertempur dan memikul tanggung jawab seorang pria dewasa. Akan tetapi, tidak semua pemuda Nias sanggup melakukannya meskipun sudah berlatih sejak kecil. Masyarakat Nias percaya bahwa selain latihan, ada unsur magis dari roh leluhur dimana seseorang dapat berhasil melompati batu dengan sempurna. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lompat batu di Pulau Nias awalnya merupakan sebuah tradisi yang lahir dari kebiasaan berperang antardesa suku-suku di Pulau Nias zaman dulu karena terprovokasi oleh rasa dendam, perbatasan tanah, atau masalah perbudakan. Masing-masing desa kemudian membentengi wilayahnya dengan batu atau bambu setinggi 2 meter. Oleh karena itu, tradisi lompat batu pun lahir dan dilakukan sebagai sebuah persiapan sebelum berperang.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu yang harus dilompati dalam &quot;Fahombo&quot; berbentuk seperti sebuah monumen piramida dengan permukaan atas datar. Tingginya tidak kurang dari 2 meter, dengan lebar 90 cm, dan panjang 60 cm. Pelompat tidak hanya harus melompati tumpukan batu tersebut, tapi juga harus menguasai teknik untuk mendarat, karena jika mendarat dengan posisi yang salah, bisa menyebabkan cedera otot atau patah tulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di zaman dulu, di atas permukaan batu ditutupi dengan paku dan bambu runcing, yang menunjukkan betapa seriusnya ritual ini di mata suku Nias. Secara taktis dalam peperangan, tradisi &quot;Fahombo&quot; ini juga berarti melatih prajurit muda untuk tangkas dan gesit dalam melompati dinding pertahanan musuh mereka, dengan obor di satu tangan dan pedang di malam hari.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang tradisi lompat batu dilakukan bukan sebagai persiapan perang antarsuku atau antardesa, tetapi sebagai ritual dan simbol budaya orang Nias. Pemuda Nias yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik sehingga dapat menikah. Kadang orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap menjadi pembela desanya jika terjadi konflik.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Nias bisa menikmati atraksi mengagumkan ini di beberapa tempat di Pulau Nias, seperti di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari) atau di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai salah satu wujud nyata dan upaya ikut melestarikan dan memperkenalkan lebih meluas budaya unik nusantara ini, pemerintah Republik Indonesia melalui Bank Indonesia pernah mengeluarkan uang kertas emisi tahun 1992 denominasi Rp.1000 yang menggambarkan Tradisi Lompat Batu &quot;Fahombo&quot; suku Nias.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/4799864508949311938/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/10/tradisi-lompat-batu-nias-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/4799864508949311938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/4799864508949311938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/10/tradisi-lompat-batu-nias-sumatera-utara.html' title='Tradisi Lompat Batu, Nias - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbRbogx9-dwh_lz0tgEwaU4D2S5shyphenhyphenCEm4M_RcOVpKxNfl8sk_eDgpIY64eMCPfwxU9871kfpyd7TBuymYHH2I96J2Yplb5PlM9hJ112NuKrdL2iavThD21m0T_a5-EW8rtCMCA3-8jWw/s72-c/TRADISI-LOMPAT-BATU-NIAS.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-5597311593944191843</id><published>2014-09-09T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:23:12.642+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Pantai Lagundri, Nias - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Pantai Lagundri, Nias&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDk7zbmBXJBUH6ZWiBuD7jr5rMFcnJO9g7-XSMVa2u84-HfHu_pm-8r579CNyRGjOWnqf9tEZBsurljNoZ3B0aHy9nIgTbH96aTRFVEhPO5Z93WCIW6QL1A0hEhWKcGD03062eX5txEQ/s1600/PANTAI-LAGUNDRI.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Pantai Lagundri, Nias - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Pantai Lagundri, Nias&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDk7zbmBXJBUH6ZWiBuD7jr5rMFcnJO9g7-XSMVa2u84-HfHu_pm-8r579CNyRGjOWnqf9tEZBsurljNoZ3B0aHy9nIgTbH96aTRFVEhPO5Z93WCIW6QL1A0hEhWKcGD03062eX5txEQ/s1600/PANTAI-LAGUNDRI.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Sama seperti Pantai Sorake, Pantai Lagundri juga terdapat di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias selatan, bersebelahan dengan Pantai Sorake. Pantai Lagundri merupakan salah satu pantai terbaik di Pulau Nias selain Pantai Sorake. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika di Pantai Sorake ombaknya besar, maka ombak di Pantai Lagundri tidak begitu besar, bahkan  kadang tidak ada, sehingga sangat cocok bagi yang ingin belajar berselancar atau peselancar pemula.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantai Lagundri berpasir putih dan berada di sebuah laguna, bersebelahan dengan Pantai Sorake, sekitar 13 Km di selatan kota Teluk Dalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan. Pantai Lagundri dan Pantai Sorake merupakan 2 pantai yang berada dalam satu garis pantai dengan jarak antara Pantai Lagundri dan Pantai Sorake hanya sekitar 2 km.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/5597311593944191843/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/09/pantai-lagundri-nias-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/5597311593944191843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/5597311593944191843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/09/pantai-lagundri-nias-sumatera-utara.html' title='Pantai Lagundri, Nias - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcDk7zbmBXJBUH6ZWiBuD7jr5rMFcnJO9g7-XSMVa2u84-HfHu_pm-8r579CNyRGjOWnqf9tEZBsurljNoZ3B0aHy9nIgTbH96aTRFVEhPO5Z93WCIW6QL1A0hEhWKcGD03062eX5txEQ/s72-c/PANTAI-LAGUNDRI.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-7337930757821353610</id><published>2014-08-09T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:21:24.675+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Pantai Sorake, Nias - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Pantai Sorake, Nias&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEt6N7h65Mg2qEZmaivfYE4_l69gv09wqhszDYAnsxPEFvBDrYUd75PbHQNUqhlAfyHlT2MfItZDtsHMHPtvyGntjVHBGqTOD_uWIK7WeNlX07XJKfdkuL68Afjn2OOWQqIfOqHxf9elA/s1600/PANTAI-SORAKE.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Pantai Sorake, Nias - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Pantai Sorake, Nias&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEt6N7h65Mg2qEZmaivfYE4_l69gv09wqhszDYAnsxPEFvBDrYUd75PbHQNUqhlAfyHlT2MfItZDtsHMHPtvyGntjVHBGqTOD_uWIK7WeNlX07XJKfdkuL68Afjn2OOWQqIfOqHxf9elA/s1600/PANTAI-SORAKE.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Sorake adalah nama sebuah pantai terletak di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, yang bersebelahan dengan Pantai Lagundri. Pulau Nias sendiri terletak 125 km sebelah barat Pulau Sumatera, berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Pantai Sorake terkenal dengan ombaknya yang besar yang mencapai 15 meter sehingga diklaim sebagai tempat berselancar paling bagus setelah Hawaii. Dengan demikian, Pantai Sorake merupakan destinasi wisata alam yang sangat cocok untuk kegiatan &quot;surfing&quot;/berselancar. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tahun banyak wisatawan terutama wisatawan mancanegara yang mengunjungi pantai ini. Di pantai ini juga sering diadakan kompetisi selancar baik yang bersifat lokal maupun kompetisi yang pesertanya dari berbagai negara yakni &quot;Nias Open&quot;. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejuaran selancar &quot;Nias Open&quot; adalah salah satu kejuaraan yang diselenggarakan di pantai Sorake yang diikuti oleh ratusan peselancar dari berbagai negara dengan pemenangnya didominasi oleh peselancar dari Australia tiap tahun.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencapai Pulau Nias, dibutuhkan sekitar 55 menit penerbangan dari Bandara Kualanamu, Medan. Alternatif lain adalah menggunakan bus selama satu malam dari Medan menuju Sibolga. Selanjutnya menggunakan kapal feri selama satu malam juga.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak menuju ke Pantai Sorake dari Bandara Binaka Gunung Sitoli, Nias, kurang lebih memakan waktu sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum kota.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang Pantai Sorake berjajar penginapan yang siap melayani dan memanjakan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai, dengan tarif yang cukup murah sekelas penginapan melati. Sorake Beach Hotel adalah hotel berbintang 1 yang terdapat di dekat pantai ini.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/7337930757821353610/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/08/pantai-sorake-nias-sumatera-utara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7337930757821353610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7337930757821353610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/08/pantai-sorake-nias-sumatera-utara.html' title='Pantai Sorake, Nias - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEt6N7h65Mg2qEZmaivfYE4_l69gv09wqhszDYAnsxPEFvBDrYUd75PbHQNUqhlAfyHlT2MfItZDtsHMHPtvyGntjVHBGqTOD_uWIK7WeNlX07XJKfdkuL68Afjn2OOWQqIfOqHxf9elA/s72-c/PANTAI-SORAKE.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-5603257953690956854</id><published>2014-07-07T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:19:42.081+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><title type='text'>Pulau Nias - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Pulau Nias - Sumatera Utara&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYv2OOiOetQJG4xlwHTupzWZUuGICw_ckEbpVNSRU8caFSKN_LD0lJ3s2soChn3mIERReeqdl5oEax1aII7AiQ-eS6J2YEaWrwQ5x8-mcZ3r08skRRUPI0gActnWkYCBEibPUOvQt-Fqo/s1600/PULAU-NIAS.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Pulau Nias - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Pulau Nias - Sumatera Utara&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYv2OOiOetQJG4xlwHTupzWZUuGICw_ckEbpVNSRU8caFSKN_LD0lJ3s2soChn3mIERReeqdl5oEax1aII7AiQ-eS6J2YEaWrwQ5x8-mcZ3r08skRRUPI0gActnWkYCBEibPUOvQt-Fqo/s1600/PULAU-NIAS.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Nias dalam bahasa Nias dinamakan Tano Niha adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera, dengan jarak sekitar 125 km dari Pulau Sumatera. Pulau ini dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota utama di Pulau Nias adalah Gunung Sitoli dengan bandar udaranya bernama Bandara Binaka. Untuk mencapai Pulau Nias, dibutuhkan sekitar 55 menit penerbangan dari Bandara Kualanamu, Medan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alternatif lain adalah menggunakan bus selama satu malam dari Medan menuju Sibolga, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan kapal feri selama satu malam juga.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Nias dengan luas 5.318 km2 ini merupakan desinasi wisata penting untuk kegiatan selancar (&quot;surfing&quot;), Lompat Batu (Fahombo), Pantai Langurdi, Pantai Sorake, rumah tradisional, penyelaman (&quot;diving&quot;), dan wisata bahari lainnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika beradi di Pulau Nias, wisatawan akan sering mendengar satu salam dalam bahasa Nias, &quot;Ya&#39;ahowu&quot;, yang secara harfiah berarti &quot;semoga diberkati&quot;. Ada juga yang menyamakan &quot;Ya&#39;ahowu&quot; dengan salam &quot;Aloha&quot; dalam bahasa Hawaii, yang artinya &quot;cinta, belas kasih, perdamaian, cinta kasih, dan kemurahan hati&quot;.

&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/5603257953690956854/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/07/pulau-nias-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/5603257953690956854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/5603257953690956854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/07/pulau-nias-sumatera-utara.html' title='Pulau Nias - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYv2OOiOetQJG4xlwHTupzWZUuGICw_ckEbpVNSRU8caFSKN_LD0lJ3s2soChn3mIERReeqdl5oEax1aII7AiQ-eS6J2YEaWrwQ5x8-mcZ3r08skRRUPI0gActnWkYCBEibPUOvQt-Fqo/s72-c/PULAU-NIAS.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-6313649120576430211</id><published>2014-06-23T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:18:02.080+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Pulau Mursala, Tapanuli Tengah - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Pulau Mursala, Tapanuli Tengah&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0phRgI7a7wN7fSqopbmaY6RHLN4cysiJxFGLp-JsF29B0YQ4AB05MQon9O-zyThO6j7wjPx7WSgNB5dFZuAVWMjisVasM1n33Iyr4eKmKUgGfP6xDiuyu6Ukj4mgavao5UfFND4XweH0/s1600/AIR-TERJUN-PULAU-MURSALA.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Pulau Mursala, Tapanuli Tengah - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Pulau Mursala, Tapanuli Tengah&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0phRgI7a7wN7fSqopbmaY6RHLN4cysiJxFGLp-JsF29B0YQ4AB05MQon9O-zyThO6j7wjPx7WSgNB5dFZuAVWMjisVasM1n33Iyr4eKmKUgGfP6xDiuyu6Ukj4mgavao5UfFND4XweH0/s1600/AIR-TERJUN-PULAU-MURSALA.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Pulau Mursala adalah pulau terbesar di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah dan terletak di sebelah Barat Daya Kota Sibolga dan berjarak 22,5 km dari Pandan, Tapanuli Tengah. Pulau Mursala mempunyai luas sekitar 8.000 Ha dan dapat ditempuh melalui Pandan atau Sibolga menggunakan kapal cepat dalam waktu sekitar 1 jam atau menggunakan kapal biasa selama 3 jam.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Mursala dikenal juga dengan nama Pulau Mansalaar. Pulau Mursala merupakan destinasi wisata alam pulau yang eksotis. Teluk Labuan Hunik di Pulau Mursala merupakan tempat yang sangat cocok untuk kegiatan penyelaman dan &quot;snorkling&quot;. Sementara Pulau Jambe memiliki perairan dangkal dengan terumbu karang dan aneka jenis ikan termasuk ikan hias.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Destinasi wisata alam lain yang menjadi daya tarik utama Pulau Mursala ini di antaranya adalah :
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air Terjun Mursala yang merupakan air terjun di Indonesia yang terjunan airnya langsung jatuh ke laut. Ketinggian air terjun ini dari permukaan laut sekitar 35 m. Airnya mengalir pada batuan granit berwarna kemerah-merahan di tebing pulau dan langsung jatuh tercurah dalam volume yang besar ke permukaan Samudera Hindia dengan bunyi bergemuruh. Volume air terjun akan lebih besar lagi pada saat musim hujan. Air terjun di Pulau Mursala berada pada bagian pulau yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu Garuda atau batu yang menjorok berbentuk burung pada ketinggian sekitar 70 m di atas permukaan laut di pantai curam Pulau Silabu Na Menek.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bonsai Pinang Merah alam diatas bebatuab curam sekitar Pulau Silabu Na Menek.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gugusan komposisi batu curam di sekitar Pulau Silabu-labu Na Godang.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laguna dengan hamparan pantai pasir putih yang menyatu antara Pulau Silabu-labu Na Godang dengan Pulau Kalimantung Na Menek.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hamparan pantai pasir putih di Pulau Puti (Pulau Putih) dengan perairan dangkal dan keanekaragaman biota bawah laut yang mengagumkan, yang kesemuanya ini sangat berdekatan dengan Pulau Mursala.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film &quot;King Kong&quot; pernah mengambil lokasi syuting filmnya di Pulau Mursala ini tahun 1933.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/6313649120576430211/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/06/pulau-mursala-tapanuli-tengah-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/6313649120576430211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/6313649120576430211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/06/pulau-mursala-tapanuli-tengah-sumatera.html' title='Pulau Mursala, Tapanuli Tengah - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0phRgI7a7wN7fSqopbmaY6RHLN4cysiJxFGLp-JsF29B0YQ4AB05MQon9O-zyThO6j7wjPx7WSgNB5dFZuAVWMjisVasM1n33Iyr4eKmKUgGfP6xDiuyu6Ukj4mgavao5UfFND4XweH0/s72-c/AIR-TERJUN-PULAU-MURSALA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-7251696205318694896</id><published>2014-06-06T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:16:11.878+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Pantai Pandan, Sibolga - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Pantai Pandan, Sibolga&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb8OX05M6p5yKK9AuNx5ZVyuxoFomjfiBixCH9z90HElUpwGKXRvwZHS_NSyoc95ny9my7CGD54m4hW2EJuFHHWi_0zuVR3AvT1c-VVgr5COPbghxeNNnGUjs-f0en4djenRDEwESyd1Q/s1600/PANTAI-PANDAN-SIBOLGA.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Pantai Pandan, Sibolga - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Pantai Pandan, Sibolga&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb8OX05M6p5yKK9AuNx5ZVyuxoFomjfiBixCH9z90HElUpwGKXRvwZHS_NSyoc95ny9my7CGD54m4hW2EJuFHHWi_0zuVR3AvT1c-VVgr5COPbghxeNNnGUjs-f0en4djenRDEwESyd1Q/s1600/PANTAI-PANDAN-SIBOLGA.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Pantai Pandan adalah salah satu desinasi wisata alam pantai yang paling populer di Sibolga. Pantai Pandan terletak di pesisir Sibolga, selalu ramai di kunjungi baik hari biasa maupun hari libur. Pantai Pandan dikelola oleh pemerintah setempat. Untuk menjangkau Pantai pandan dapat ditempuh menggunakan kenderaan roda empat atau roda dua. Perjalanan via darat ini sungguh merupakan perjalanan yang menarik karena selama di perjalanan, wisatawan akan disuguhi panorama alam perbukitan yang mempesona.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berada di pantai ini, sejauh mata memandang yang akan terlihat hanyalah samudera luas yang membentang di hadapan. Di sebelah kanannya terdapat sebuah bukit yang cukup tinggi yang merupakan daratan wilayah Sibolga. Di Pantai Pandan ini air lautnya berwarna hijau kebiru-biruan dan cukup jernih. Wisatawan bisa bebas berenang sejauh beberapa meter dari bibir pantai dengan aman karena airnya tenang, bahkan tanpa ombak.  Pasir di Pantai Pandan berwarna putih dan sangat lembut. Di sekitar pantai juga sangat bersih, sehingga sekalipin Anda berkeliling pantai Anda tidak akan menemukan sampah-sampah yang berserakan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sepanjang pinggiran pantai terdapat beberapa pohon-pohon yang tumbuh rindang. Diantara pepohonan itu terdapat beberapa gazebo dan tikar yang bisa Anda manfaatkan sebagai tempai beristirahat setelah Anda lelah menikmati pantai. Saat senja Anda bisa menikmati panorama matahari tenggelam di pantai ini. Warnanya yang orange kemerahan membuat pemandangan di sekitar pantai bak lukisan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Pantai Pandan banyak pedagang makanan yang menjajakan dagangannya dengan berkeliling atau warung-warung yang ada di sekitar pantai. Bagi wisatawan yang ingin menginap di pantai ini juga bisa, karena pihak mengelola juga sudah mebangun penginapan berkelas internasional bernama Hotel Bumi Asih Pandan Beach Resort, yang merupakan satu-satunya hotel berbintang 4 yang ada di kota Sibolga.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/7251696205318694896/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/06/pantai-pandan-sibolga-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7251696205318694896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7251696205318694896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/06/pantai-pandan-sibolga-sumatera-utara.html' title='Pantai Pandan, Sibolga - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb8OX05M6p5yKK9AuNx5ZVyuxoFomjfiBixCH9z90HElUpwGKXRvwZHS_NSyoc95ny9my7CGD54m4hW2EJuFHHWi_0zuVR3AvT1c-VVgr5COPbghxeNNnGUjs-f0en4djenRDEwESyd1Q/s72-c/PANTAI-PANDAN-SIBOLGA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-5787808887941349335</id><published>2014-05-17T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:14:45.386+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Pulau Poncan Gadang, Sibolga - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Pulau Poncan Gadang, Sibolga&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN8dDuJ-oinuwKfMKvI-e5ecXiJK4Bpbi03_ZiCYDigKZ74c74OoGiTtWNZ5pwhsZK8FjJpl8UkYhp50PM8ApcOZAViu_qY5_Dpb5Dl0K7Vi0SQ20LxNF3IpeSN-lvRY1cDdLkEDSrWTA/s1600/PULAU-PONCAN-GADANG.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Pulau Poncan Gadang, Sibolga - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Pulau Poncan Gadang, Sibolga - Sumatera Utara&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN8dDuJ-oinuwKfMKvI-e5ecXiJK4Bpbi03_ZiCYDigKZ74c74OoGiTtWNZ5pwhsZK8FjJpl8UkYhp50PM8ApcOZAViu_qY5_Dpb5Dl0K7Vi0SQ20LxNF3IpeSN-lvRY1cDdLkEDSrWTA/s1600/PULAU-PONCAN-GADANG.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Pulau Poncan Gadang terletak sekitar kurang lebih 3 mil dari pantai Sibolga.  Pulau Poncan Gadang dapat ditempuh dengan menggunakan kapal boat dengan lama perjalanan lebih kurang 1 jam dari Pelabuhan Samudera Sibolga.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Poncan Gadang merupakan salah satu destinasi wisata alam pantai yang cukup terkenal di Kota Sibolga terutama bagi penyelam karena tersedia tempat penyelaman untuk melihat keanekaragaman hayati bawah laut bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keindahan alam di Pulau Poncan Gadang, tidak hanya airnya yang bersih dan pantainya putih, tetapi juga terumbu karang dan ikan hias yang berwarna-warni menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke pulau ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Poncan Gadang pernah menjadi tempat persembunyian tentara Jepang pada zaman Perang Dunia II dan juga memiliki goa yang cukup panjang, namun tidak pernah dimasuki penduduk.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hotel berbintang 2 yang terdapat di Pulau Poncan Gadang adalah Hotel Sibolga Morina Poncan.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/5787808887941349335/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/05/pulau-poncan-gadang-sibolga-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/5787808887941349335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/5787808887941349335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/05/pulau-poncan-gadang-sibolga-sumatera.html' title='Pulau Poncan Gadang, Sibolga - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN8dDuJ-oinuwKfMKvI-e5ecXiJK4Bpbi03_ZiCYDigKZ74c74OoGiTtWNZ5pwhsZK8FjJpl8UkYhp50PM8ApcOZAViu_qY5_Dpb5Dl0K7Vi0SQ20LxNF3IpeSN-lvRY1cDdLkEDSrWTA/s72-c/PULAU-PONCAN-GADANG.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-3545059560152047891</id><published>2014-05-05T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:13:19.409+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Kota"/><title type='text'>Kota Sibolga - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Kota Sibolga - Sumatera Utara&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLCjl57ckVpWCMi-J__9io6c6Iabc-g_rlY-vNFSUglFIdk9ffoW-F0V0JRVKS6HmAy6TPslKSnWTvUosH5nfd2PQ7WPtLbYDYAVIz2BNNd5gAxVyrw1yUyBGBvQakJxlYKnSArxkn9BM/s1600/KOTA-SIBOLGA.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Kota Sibolga - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Kota Sibolga - Sumatera Utara&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLCjl57ckVpWCMi-J__9io6c6Iabc-g_rlY-vNFSUglFIdk9ffoW-F0V0JRVKS6HmAy6TPslKSnWTvUosH5nfd2PQ7WPtLbYDYAVIz2BNNd5gAxVyrw1yUyBGBvQakJxlYKnSArxkn9BM/s1600/KOTA-SIBOLGA.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Kota Sibolga adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Utara yang berada di wilayah Tapanuli Tengah. Kota ini terletak di pantai barat pulau Sumatera, membujur sepanjang pantai dari utara ke selatan dan berada pada kawasan teluk yang bernama Teluk Tapian Nauli. Kota ini hanya memiliki luas sekitar 10,77 km2 dan berpenduduk sekitar 84.481 jiwa.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Sibolga berjarak sekitar 350 km dari kota Medan, yang bisa dicapai melalui jalur darat dengan berkendaraan selama satu malam (sekitar 8-10 jam). Sementara jika melalui jalur udara, lamanya penerbangan dari Medan menuju Sibolga kurang lebih sekitar 1 jam.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandara di Sibolga bernama Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing (d/h Bandara Pinangsori) yang merupakan bandar udara dosmetik yang terletak di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 2.250 x 30 m. Jarak bandara ini dari kota Sibolga sekitar 40 km. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Sibolga cukup terkenal dengan destinasi wisata alam baharinya, terutama Pantai Pandan dan Pulau Poncan Gadang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Foto : Wikipedia &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/3545059560152047891/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/05/kota-sibolga-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3545059560152047891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/3545059560152047891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/05/kota-sibolga-sumatera-utara.html' title='Kota Sibolga - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLCjl57ckVpWCMi-J__9io6c6Iabc-g_rlY-vNFSUglFIdk9ffoW-F0V0JRVKS6HmAy6TPslKSnWTvUosH5nfd2PQ7WPtLbYDYAVIz2BNNd5gAxVyrw1yUyBGBvQakJxlYKnSArxkn9BM/s72-c/KOTA-SIBOLGA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-9212667494216898482</id><published>2014-04-22T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:11:25.475+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><title type='text'>Rumah Tjong A Fie, Medan - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Rumah Tjong A Fie, Medan&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_cfuBkkRLW34bmauDsmzE0J0pgLQ5hG46b6h76So9flhY3nQFAoQS_h4VVHxtyTRDs-VVmPNHakcC9DhsbXcD-hAmWtvxiY6u5oXZ97tqzuM5-EJZjMj7pYV3bQ5wHgmy95b0Wirf10E/s1600/RUMAH-TJONG-A-FIE-MEDAN.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Rumah Tjong A Fie, Medan - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Rumah Tjong A Fie, Medan&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_cfuBkkRLW34bmauDsmzE0J0pgLQ5hG46b6h76So9flhY3nQFAoQS_h4VVHxtyTRDs-VVmPNHakcC9DhsbXcD-hAmWtvxiY6u5oXZ97tqzuM5-EJZjMj7pYV3bQ5wHgmy95b0Wirf10E/s1600/RUMAH-TJONG-A-FIE-MEDAN.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Tjong A Fie (Hanzi/Aksara Tionghoa: 張阿輝; Pinyin : Zhang A Hui) (Guangdong, 1860-Medan, 1921) adalah seorang pengusaha, bankir dan kapitan yang lahir di Provinsi Guangdong (Kanton), Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera.
&lt;br /&gt;
&lt;br/&gt;
Tjong A Fie dekat dengan golongan kaum terpandang di Medan, di antaranya Sultan Deli, Makmun Al Rasyid serta pejabat-pejabat kolonial Hindia Belanda.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1911, Tjong A Fie diangkat sebagai &quot;Kapitan Tionghoa&quot; (&quot;Majoor der Chineezen&quot;) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan, menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian. Sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie sangat dihormati dan disegani, karena ia menguasai bidang ekonomi dan politik. Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan perusahaan kereta api.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Tanah Deli, Tjong A Fie menjalin hubungan baik dengan Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Muda sehingga membuka jalan baginya untuk menjalankan usaha.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tjong A Fie dikenal sangat berjasa dalam membangun kota Medan yang pada saat itu dinamakan Deli Tua, terutama kawasan pemukiman etnis Tionghoa (Kampung Tionghoa). Beberapa jasa lainnya dalam usaha mengembangkan kota Medan adalah menyumbangkan menara lonceng untuk Gedung Balai Kota Medan (lama), pembangunan Istana Maimun, Gereja Uskup Agung Sugiopranoto, Vihara Buddha di Pulo Brayan, kuil Hindu untuk warga keturunan India, Batavia Bank, Deli Bank, Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin serta mendirikan rumah sakit Tionghoa pertama di Medan bernama &quot;Tjie On Jie Jan&quot;. Ia dikenal pula sebagai pelopor industri perkebunan dan transportasi kereta api pertama di Sumatera Utara, yakni Kereta Api Deli (DSM), yang menghubungkan kota Medan dengan pelabuhan Belawan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan kediaman Tjong A Fie didirikan pada tahun 1900, terletak di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan, tidak jauh dari Restoran Tip Top. Saat ini, bangunan rumah tersebut dijadikan sebagai &quot;Tjong A Fie Memorial Institute&quot; dan dikenal juga dengan nama &quot;Tjong A Fie Mansion&quot;, sekaligus berfungsi sebagai Museum Tjong A Fie. Rumah Tjong A Fie termasuk bangunan cagar budaya karena berada dalam kawasan Kesawan yang telah ditegaskan Pemerintah Kota Medan sebagai kawasan cagar budaya melalui Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 06 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bersejarah Arsitektur Kepurbakalaan. Rumah ini dibuka untuk umum pada tanggal 18 Juni 2009 untuk memperingati ulang tahun Tjong A Fie yang ke-150.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah ini merupakan bangunan yang didesain dengan perpaduan gaya arstitektur Tionghoa, Eropa, Melayu dan &quot;art-deco&quot; dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah di kota Medan. Di rumah ini, pengunjung bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie lewat foto-foto, lukisan serta perabotan rumah yang digunakan keluarganya serta mempelajari kebudayaan Melayu-Tionghoa.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/9212667494216898482/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/04/rumah-tjong-fie-medan-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/9212667494216898482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/9212667494216898482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/04/rumah-tjong-fie-medan-sumatera-utara.html' title='Rumah Tjong A Fie, Medan - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_cfuBkkRLW34bmauDsmzE0J0pgLQ5hG46b6h76So9flhY3nQFAoQS_h4VVHxtyTRDs-VVmPNHakcC9DhsbXcD-hAmWtvxiY6u5oXZ97tqzuM5-EJZjMj7pYV3bQ5wHgmy95b0Wirf10E/s72-c/RUMAH-TJONG-A-FIE-MEDAN.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-1697469329886401416</id><published>2014-04-03T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:09:40.937+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><title type='text'>Istana Maimun, Medan - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Istana Maimun, Medan&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhylqofUGLy-c53kxeAusDPqmTvetS5sBzEe-8h4bpLUvucSOp7g6jGs_nsWbzdbBjmnpNSiSTIu3PA4W2VSDi5ZpyvUX62xgwsuk1hdx8n1O_a21i7FFsCh0ZTXWIHWsB0FKBN7eioT0Y/s1600/ISTANA-MAIMUN-MEDAN.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Istana Maimun, Medan - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Istana Maimun, Medan&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhylqofUGLy-c53kxeAusDPqmTvetS5sBzEe-8h4bpLUvucSOp7g6jGs_nsWbzdbBjmnpNSiSTIu3PA4W2VSDi5ZpyvUX62xgwsuk1hdx8n1O_a21i7FFsCh0ZTXWIHWsB0FKBN7eioT0Y/s1600/ISTANA-MAIMUN-MEDAN.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Istana Maimun atau Istana Maimoon, terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Istana Maimun merupakan salah satu ikon kebanggan kota Medan yang menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah, khususnya Melayu Deli karena merupakan warisan budaya dan sejarah dari Kesultanan Melayu Deli. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istana Maimun dibangun oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada tahun 1888 dengan desain oleh arsitek Belanda, Van Erp. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istana Maimun menjadi destinasi wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, yang memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu dengan gaya dan nuansa Islam, Spanyol, India dan Italia.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di halaman Istana Maimun, terdapat satu ruangan yang menyimpan pecahan meriam buntung yang konon merupakan peninggalan dari kisah Putri Hijau yang melengenda.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/1697469329886401416/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/04/istana-maimun-medan-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/1697469329886401416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/1697469329886401416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/04/istana-maimun-medan-sumatera-utara.html' title='Istana Maimun, Medan - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhylqofUGLy-c53kxeAusDPqmTvetS5sBzEe-8h4bpLUvucSOp7g6jGs_nsWbzdbBjmnpNSiSTIu3PA4W2VSDi5ZpyvUX62xgwsuk1hdx8n1O_a21i7FFsCh0ZTXWIHWsB0FKBN7eioT0Y/s72-c/ISTANA-MAIMUN-MEDAN.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-8094417160657458834</id><published>2014-03-22T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:07:48.102+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Religi"/><title type='text'>Masjid Raya Al Mashun, Medan - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Masjid Raya Al Mashun, Medan&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8e86-YBi_dfEdcWqDYkdUUCVqHNxkeEaDk0w62XNLoezOOYf99np9mbmBpuooRwnAWhrsmTaL2qskjwKPCq9V1f_MFyFg9AszkeS_aGtwZxlvEljL8cm9AcUikIB97jGQP2zs3434HSs/s1600/MASJID-RAYA-AL-MASHUN-MEDAN.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Masjid Raya Al Mashun, Medan - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Masjid Raya Al Mashun, Medan&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8e86-YBi_dfEdcWqDYkdUUCVqHNxkeEaDk0w62XNLoezOOYf99np9mbmBpuooRwnAWhrsmTaL2qskjwKPCq9V1f_MFyFg9AszkeS_aGtwZxlvEljL8cm9AcUikIB97jGQP2zs3434HSs/s1600/MASJID-RAYA-AL-MASHUN-MEDAN.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Masjid Raya Al Mashun yang populer dikenal dengan nama Masjid Raya Medan terletak di di antara persimpangan Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Masjid Raya, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Jarak masjid ini sekitar 200 meter dari Istana Maimun. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masjid Raya Medan selain sebagai tempat beribadah bagi umat Islam, juga merupakan salah satu destinasi wisata religi yang penuh dengan nuansa Islami. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awal pembangunannya, masjid ini menyatu dengan kompleks Istana Maimun. Gaya arsitekturnya khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Masjid ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara dan barat.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sultan Makmum Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al Mashun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H). Keseluruhan pekerjaan pembangunan masjid selesai pada tanggal 10 September 1909 (25 Syakban 1329 H) sekaligus digunakan, ditandai dengan pelaksanaan sholat Jumat pertama di masjid ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dana pembangunan masjid ini menghabiskan 1 juta Gulden. Sultan memang sengaja membangun masjid kerajaan ini dengan megah, karena menurut prinsipnya, hal tersebut lebih utama daripada kemegahan istananya sendiri, Istana Maimun. Pendanaan pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh Sultan, namun konon Tjong A Fie, tokoh etnis Tionghoa kota Medan yang hidup sezaman dengan Sultan Makmun Al Rasyid turut berkontribusi dalam pendanaan pembangunan masjid ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya Masjid Raya Al Mashun dirancang oleh arsitek Belanda bernama T.H. van Erp yang juga merancang Istana Maimun, namun kemudian prosesnya dikerjakan oleh J.A Tingdeman. Van Erp ketika itu dipanggil ke Pulau Jawa oleh pemerintah Hindia Belanda untuk bergabung dalam proses restorasi Candi Borobudur di Jawa Tengah. Sebagian bahan bangunan diimpor antara lain : marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, kaca patri dari Cina dan lampu gantung langsung dari Perancis.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JA Tingdeman, sang arsitek merancang masjid ini dengan denah simetris segi delapan dalam corak bangunan campuran Maroko, Eropa, Melayu dan Timur Tengah.
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/8094417160657458834/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/03/masjid-raya-al-mashun-medan-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/8094417160657458834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/8094417160657458834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/03/masjid-raya-al-mashun-medan-sumatera.html' title='Masjid Raya Al Mashun, Medan - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8e86-YBi_dfEdcWqDYkdUUCVqHNxkeEaDk0w62XNLoezOOYf99np9mbmBpuooRwnAWhrsmTaL2qskjwKPCq9V1f_MFyFg9AszkeS_aGtwZxlvEljL8cm9AcUikIB97jGQP2zs3434HSs/s72-c/MASJID-RAYA-AL-MASHUN-MEDAN.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-4052014263402895800</id><published>2014-03-03T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:06:21.215+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Kota"/><title type='text'>Kota Medan - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Gedung Balai Kota Medan - Sumatera Utara&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixqpvaUUrd-e9Ac8hqwWi8kOY5iR7Sq9-g55vrSU7L9wZPIzgmR4OoY8USVasOH3Zr0BmL6c992swqSsN8OxfRLBj3GH6WdwBcnhELggfNvE2_HizsRMadkBtoNizb02pOuBVECWD0cpg/s1600/GEDUNG-BALAI-KOTA-MEDAN.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Kota Medan - Sumatera Utara&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Gedung Balai Kota Medan - Sumatera Utara&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixqpvaUUrd-e9Ac8hqwWi8kOY5iR7Sq9-g55vrSU7L9wZPIzgmR4OoY8USVasOH3Zr0BmL6c992swqSsN8OxfRLBj3GH6WdwBcnhELggfNvE2_HizsRMadkBtoNizb02pOuBVECWD0cpg/s1600/GEDUNG-BALAI-KOTA-MEDAN.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara. Kota Medan merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera dan terbesar ke-4 seluruh Indonesia setelah kota Jakarta, Surabaya dan Bandung.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Medan merupakan pusat bisnis, jasa, dan pendidikan terbesar di Sumatera dan salah satu pintu gerbang utama wilayah Indonesia bagian barat .
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Medan juga menjadi pintu gerbang bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara yang akan menuju destinasi wisata yang berada di Provinsi Sumatera Utara, seperti Berastagi, Dataran Tinggi Karo, Danau Toba, Pulau Samosir, Parapat, Sibolangit, Sibolga, Nias, dan lainnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Medan adalah kota yang multietnis, dengan suku Jawa, Batak dan Tionghoa sebagai tiga suku dengan populasi yang cukup besar di kota Medan. Keanekaragaman etnis di Medan terlihat dari jumlah masjid, gereja dan vihara dan kelenteng Tionghoa yang banyak tersebar di seluruh kota. Daerah di sekitar Jl. Zainul Arifin dikenal sebagai Kampung Keling, yang merupakan daerah pemukiman orang keturunan India dari suku Tamil.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Destinasi wisata yang bisa dikunjungi di kota Medan di antaranya destinasi wisata budaya dan sejarah meliputi bangunan-bangunan tua dengan arsitektur khas zaman kolonial Belanda seperti Gedung Balai Kota Lama di Jl.Balai Kota, Kantor Pos Medan di Jl.Medan Merdeka Square, Menara Air Tirtanadi (yang merupakan ikon dan landmark kota Medan) di persimpangan Jl. Sisingamangaraja dan Jl. Pandu, Titi Gantung - sebuah jembatan di atas rel kereta api, dekat Stasiun Kereta Api Medan, dan juga Gedung London Sumatera di Jl. Ahmad Yani. Selain itu, masih ada beberapa bangunan bersejarah, antara lain Istana Maimun di Jl.Brigjen Katamso, Masjid Raya Medan di Jl. Sisingamangaraja, dan juga rumah peninggalan Tjong A Fie (Tjong A Fie Mansion) di Jl. Ahmad Yani, Kesawan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung Lonsum merupakan salah satu gedung tertua di Medan. Di dalam gedung ini terdapat lift antik dan langka yang dioperasikan sejak tahun 1908 dan dijalankan secara manual, yang diklaim sebagai hanya satu-satunya di Indonesia. Lift tersebut berbentuk bujur sangkar, berarsitektur kuno dengan sentuhan &quot;art deco&quot;.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah Kesawan kini telah menjelma menjadi sebuah pusat jajanan makan dan wisata kuliner &quot;Kesawan Square&quot; yang ramai pada malam harinya. Destinasi wisata lainnya adalah &quot;Merdeka Walk&quot;, pusat jajanan yang dibuka 24 jam yang terletak di Lapangan Merdeka Medan dan tepat berada di seberang Balai Kota Medan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bika Ambon dan Bolu Gulung Meranti merupakan oleh-oleh khas yang paling banyak dicari oleh wisatawan jika berkunjung ke kota Medan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sun Plaza merupakan pusat perbelanjaan terbesar di kota Medan, dengan target pengunjung kalangan menengah ke atas, di kawasan komersial strategis kota Medan, Jl. Zainul Arifin.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Pemerintah Kota Medan merencanakan Medan sebagai Kota Pusat Perbelanjaan dan Makanan. Diharapkan dengan adanya program ini bisa menambah arus kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke kota ini. 


&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/4052014263402895800/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/03/kota-medan-sumatera-utara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/4052014263402895800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/4052014263402895800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/03/kota-medan-sumatera-utara.html' title='Kota Medan - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixqpvaUUrd-e9Ac8hqwWi8kOY5iR7Sq9-g55vrSU7L9wZPIzgmR4OoY8USVasOH3Zr0BmL6c992swqSsN8OxfRLBj3GH6WdwBcnhELggfNvE2_HizsRMadkBtoNizb02pOuBVECWD0cpg/s72-c/GEDUNG-BALAI-KOTA-MEDAN.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-7990659989676562934</id><published>2014-02-20T07:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:03:52.997+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Air Terjun Dua Warna, Sibolangit - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Air Terjun Dua Warna, Sibolangit&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwI0-9MkeapEI-9siMDSww3I3uJ8RO9a2AF_LawIBMUK15TkY8QYYpfYM13rteTaT2e0UpHZCeeMjiFjnrrtdDN5fsNmS0xAw5j1VCWFGK4RQ8X9dt7R6TBSDU4PBFuFV8mTtMYyVfMvg/s1600/AIR-TERJUN-DUA-WARNA.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Air Terjun Dua Warna, Sibolangit&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Air Terjun Dua Warna, Sibolangit&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwI0-9MkeapEI-9siMDSww3I3uJ8RO9a2AF_LawIBMUK15TkY8QYYpfYM13rteTaT2e0UpHZCeeMjiFjnrrtdDN5fsNmS0xAw5j1VCWFGK4RQ8X9dt7R6TBSDU4PBFuFV8mTtMYyVfMvg/s1600/AIR-TERJUN-DUA-WARNA.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Air Terjun Dua Warna yang dikenal juga dengan nama Telaga Biru Sibolangit terdapat di desa Durin Sirugun, Sibolangit, di hulu Sungai Sinembah 1, kaki Gunung Sibayak. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air Terjun Dua Warna memiliki ketinggian terjunan air sekitar 100 m, terdiri dari dua warna, yakni putih keabuan dan biru muda. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air terjun ini berada di ketinggian 1475 m di atas permukaan laut. Air yang jatuh dari ketinggian sekitar 100 meter awalanya berwarna putih, bersumber dari aliran sungai atas yang mengandung belerang yang terbentuk dari hasil letusan Gunung Sibayak zaman dulu, namun setelah jatuh akan tertampung ke sebuah telaga kecil yang bersatu dengan resapan air hutan sehingga berubah menjadi biru muda dan berair dingin. Meskipun tidak mengeluarkan bau belerang, wisatawan dilarang meminum air dari Air Terjun Dua Warna ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencapai destinasi wisata alam Air Terjun Dua Warna ini, hanya bisa ditempuh dengan perjalanan kaki atau &quot;hiking&quot; menjelajahi hutan selama lebih kurang 2-3 jam dari Pintu Utama Bumi Perkemahan Sibolangit. Jadi tidak bisa diakses dengan menggunakan kendaraan bermotor, sehingga untuk mencapai destinasi wisata alam ini sangat membutuhkan stamina dan fisik yang kuat karena perjalanannya yang cukup melelahkan. Wisatawan yang ingin berkunjung ke sana tidak perlu kuatir, karena biasanya ada pemandu wisata yang disebut &quot;ranger&quot; yang bisa memandu pengunjung untuk sampai di tujuan sehingga tidak perlu takut tersesat.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/7990659989676562934/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/02/air-terjun-dua-warna-sibolangit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7990659989676562934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/7990659989676562934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/02/air-terjun-dua-warna-sibolangit.html' title='Air Terjun Dua Warna, Sibolangit - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwI0-9MkeapEI-9siMDSww3I3uJ8RO9a2AF_LawIBMUK15TkY8QYYpfYM13rteTaT2e0UpHZCeeMjiFjnrrtdDN5fsNmS0xAw5j1VCWFGK4RQ8X9dt7R6TBSDU4PBFuFV8mTtMYyVfMvg/s72-c/AIR-TERJUN-DUA-WARNA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8431979958551541868.post-250886281524300109</id><published>2014-02-02T06:00:00.000+07:00</published><updated>2019-02-15T16:01:56.696+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumatera Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Alam"/><title type='text'>Taman Simalem Resort, Sidikalang - Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Taman Simalem Resort, Sidikalang&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;fixed&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwebVeZZpUxlY49ITiH1fL3eOsmT8_eaX3Jw71cz2I9VY5MoBvCRy9LMLazeCHsBySmGDZCyrk7DhoKM79BMgLOMrVYZBKLCUYSwejeFZvocxRphM4avNKDezZZY6auh2JvVuAu-gXS78/s1600/TAMAN-SIMALEM-RESORT.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot; title=&quot;Taman Simalem Resort, Sidikalang&quot; width=&quot;385&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Taman Simalem Resort, Sidikalang&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwebVeZZpUxlY49ITiH1fL3eOsmT8_eaX3Jw71cz2I9VY5MoBvCRy9LMLazeCHsBySmGDZCyrk7DhoKM79BMgLOMrVYZBKLCUYSwejeFZvocxRphM4avNKDezZZY6auh2JvVuAu-gXS78/s1600/TAMAN-SIMALEM-RESORT.jpg&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;
Taman Simalem Resort terletak di perbukitan barat laut Danau Toba, dalam kawasan Bukit Merek, Sidikalang. Wisatawan berkunjung untuk menikmati udara pegunungan yang segar dan sejuk sepanjang tahun, pemandangan murni alami dan mempesona dari Danau Toba. Resor ini dapat dicapai dalam 2,5 jam perjalanan dari Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara, dengan kendaraan bermotor (bus, kendaraan pribadi) dan 45 menit dari Berastagi serta 1,5 jam dari Hillpark, Sibolangit.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persisnya Taman Simalem Resort terletak di Jalan Raya Merek - Sidikalang Km 9, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Simalem&quot; adalah kata dalam bahasa Batak Karo yang berarti sejuk, menyenangkan (adem, asri) dan perasaan gembira, yang bisa dialami oleh pengunjung begitu mereka memasuki resor ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan area seluas lebih dari 200 Ha, Taman Simalem Resort merupakan destinasi wisata alam yang menyenangkan dan menawarkan berbagai aktivitas bagi pengunjung. Taman resor ini merupakan rumah bagi pertanian Loquat terbesar di Indonesia dan juga perkebunan buah markisa terbesar di Sumatera Utara. Sebuah lapangan golf &quot;9-Hole Par 34&quot; yang sangat menantang dibangun di tengah-tengah perkebunan kopi dan teh. Resor ini menawarkan berbagai akomodasi dari perkemahan pondok penginapan dengan panorama danau dan pondok penginapan di dalam hutan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Simalem Resort terus dalam proses pengembangan dan fasilitas yang sudah beroperasi terbatas di antaranya adalah : dalam operasi adalah Tempat Pembibitan Bunga (Flower Nursery), Zona Petualangan (Adventure Zone), Tempat Sisi Sungai (Riverside Place), Taman Burung (Bird Park), Pusat Kerajinan Tangan (Handicraft Centre), Pondok Air Terjun (Waterfall Lodge), Kafe Pangambatan, Vihara Buddha, Labirin, Helipad, Perkebunan Agrowisata Karo (Karo Agrotourism Farm), Lapangan Golf 9-Hole Gorat Ni Padang (9-Hole Gorat Ni Padang Golf Course), Alun-alun Permata Danau Toba (Pearl Of Lake Toba Plaza), Perkebunan Buah dan Sayuran, Amphiteater, Bumi Perkemahan, Asrama, Lintasan Trek Hutan, Berkuda, Bukit Satu Pohon (One Tree Hill).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan Taman Simalem Resort akan diakhiri dengan pengembangan &quot;One Tree Hill Villa Resort&quot; eksklusif untuk anggota dan jalur kereta kabel menuju tepi Danau Toba.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Simalem Resort dibangun di atas padang rumput yang belum dimanfaatkan, bernama Gorat Ni Padang, di mana hewan ternak sering merumput di masa lalu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
130 hektar hutan yang mengelilingi situs diakuisisi dengan tujuan untuk melindungi hutan cagar alam nasional yang terletak berdekatan Taman Simalem Resort.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinamakan &quot;One Tree Hill Villa Resort&quot; karena hanya ada satu pohon pinus yang tumbuh di lokasi tersebut. Pohon pinus tersebut akan dilestarikan dan bangunan-bangunan akan dirancang di sekitarnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Simalem Resort dikembangkan oleh PT Merek Indah Lestari, perusahaan asosiasi dari Hotel Sibayak Internasional Berastagi, resor bintang 4 pertama di Sumatera Utara,  bermitra dengan Nexus Investment Pte Ltd, sebuah perusahaan investasi Singapura.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Foto : Tamansimalem.com
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/feeds/250886281524300109/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/02/taman-simalem-resort-sidikalang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/250886281524300109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8431979958551541868/posts/default/250886281524300109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://destinasiwisatanusantara.blogspot.com/2014/02/taman-simalem-resort-sidikalang.html' title='Taman Simalem Resort, Sidikalang - Sumatera Utara'/><author><name>Pierre Wee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14155530369733931832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz0YqGoOy_F5YcHs86Cil_R336TKGNMwlTh_H5_45IytJDm1d7ln_0ZshgCdm-Na4-KSVuPkDJnTAwYjkc4kHOmeRhDzYCGt12G5yG7Xw55JWG4GVw7KYHfKRTNLUbRA/s113/Bunga-Teratai.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwebVeZZpUxlY49ITiH1fL3eOsmT8_eaX3Jw71cz2I9VY5MoBvCRy9LMLazeCHsBySmGDZCyrk7DhoKM79BMgLOMrVYZBKLCUYSwejeFZvocxRphM4avNKDezZZY6auh2JvVuAu-gXS78/s72-c/TAMAN-SIMALEM-RESORT.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>