<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268</id><updated>2024-10-07T10:30:27.383+07:00</updated><category term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Gyoku&#39;s Blog</title><subtitle type='html'>Situs ini berisi tentang Pengetahuan,Hiburan,Tips dan Trik, Tempat Download dan Lain-lain</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-4144350878051730233</id><published>2015-03-24T20:53:00.003+07:00</published><updated>2015-03-24T20:53:41.274+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Kegilaan Di Sekolah</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
&amp;nbsp;Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
Kegilaan Di Sekolah&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;Namaku Risa atau biasanya dipanggil Icha. Aku memiliki wajah yang sedikit indo didukung dengan badanku yang kata teman-temanku seksi. Aku baru saja lulus SMU. Cerita ini adalah pengalaman sewaktu aku masih duduk di bangku SMA kelas 1. Hari ini pelajaran yang diberikan belum terlalu banyak karena kami masih dalam tahap transisi dari murid SMP menjadi murid SMU. Tak terbayang olehku dapat masuk ke SMU yang masih tergolong favorit di ibu kota ini. Impianku sejak dulu adalh memakai seragam putih abu-abu karena seragam ini memiliki model rok yang lebih membuatku kelihatan seksi.&lt;br /&gt;Diantara teman-teman baruku ada seorang cowok yang amat menarik perhatianku, sebut saja namanya Indra. Membayangkan wajahnya saja bisa membuatku terangsang. Aku sering melakukan masturbasi sambil membayangkan Indra. Walaupun sering bermasturbasi tapi saat itu aku belum pernah bercinta atau ngentot, bahkan petting juag belum. Entah setan apa yang masuk ke dalam otakku hari itu karena aku berencana untuk menyatakan cinta kepada Indra. Maka saat istirahat aku memanggil Indra.&lt;br /&gt;&quot;Dra, gue nggak tahu gimana ngomongnya..&quot;&lt;br /&gt;Aku benar-benar kalut saat itu ingin mundur tapi sudah telat.&lt;br /&gt;&quot;Dra gue sayang sama elo, lo maukan jadi cowok gue?&quot;&lt;br /&gt;Aku merasa amat malu saat itu, rasanya seperti ditelanjangi di kelas (paling tidak sampai sekarang aku masih memakai seragam lengkap. Indra hanya tersenyum, &quot;Nanti aja ya gue jawabnya pas pulang&quot;.&lt;br /&gt;Selama jam pelajaran pikiranku tak menentu, &quot;Gimana kalau Indra enggak mau?&quot; dalam hatiku, &quot;Pasti gue jd bahan celaan!&quot; berbagai pertanyaan terus mengalir di otakku. Untungnya pelajaran belum begitu maksimal. Bel pulang pun berdering, jantungku berdegup cepat. Aku hanya duduk menunggu di bangkuku, aku tidak memiliki keberanian untuk menghampiri Indra dan menanyakan jawabannya. Saat kelas sudah berangsur sepi Indra menghampiriku, &quot;Bentar ya Cha, gue dipanggil bentar&quot; katanya. Aku menunggu sendirian di kelas.&lt;br /&gt;&quot;Jangan-jangan Indra ingin agar sekolah sepi dan mengajakku bercinta?&quot; kepalaku penuh pertanyaan. Hingga aku sama sekali tidak dapat berpikir sehat. Dalam penantianku tiba-tiba ada orang datang. Aku kecewa karena bukan Indra yang datang melainkan Malik dan Ardy dari kelas I-3. Mereka menghampiriku, Malik di depanku dan Ardy disampingku. Perlu diketahui mereka bisa dikatakan sangat jauh dari tampan. Dengan kulit yang hitam dan badan yang kurus kering, aku rasa akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini.&lt;br /&gt;&quot;Lagi nugguin Indra cha?&quot; kata Malik.&lt;br /&gt;&quot;Koq tahu?&quot; kataku.&lt;br /&gt;&quot;Tadi Indra cerita.&quot;&lt;br /&gt;Apa-apaan nih Indra pake cerita segala dalam hatiku.&lt;br /&gt;&quot;Lo suka sama Indra ya cha?&quot; tanya Malik lagi. Aku cuma diam saja.&lt;br /&gt;&quot;Koq diem?&quot; kata Ardy.&lt;br /&gt;&quot;Males aja jawabnya,&quot; kataku.&lt;br /&gt;Perasaan bt mulai menjalar tapi aku harus menahan karena pikirku Ardy dan Malik adalah teman Indra.&lt;br /&gt;&quot;Koq lo bisa suka sama Indra sih cha?&quot; tanya Ardy tapi kali ini sambil merapatkan duduknya kepadaku dan menaruh tangannya di pahaku.&lt;br /&gt;&quot;Indra ganteng dan enggak kurang ajar kayak lo!&quot; sambil menepis tangannya dari pahaku.&lt;br /&gt;&quot;Kurang ajar kaya gimana maksud lo?&quot; tanya Ardy lagi sambil menaruh tangannya lagi di pahaku dan mulai mengelus-elusnya.&lt;br /&gt;&quot;Ya kayak gini!&quot; jawabku sambil menunjuk tangannya tapi tidak menepisnya karena aku mulai terangsang dan berpikir mungkin mereka disuruh Indra.&lt;br /&gt;&quot;Tapi enak kan?&quot; kali ini Malik ikut bicara.&lt;br /&gt;Ardy mulai mengelus-elus pangkal pahaku. Aku pura-pura berontak padahal dalam hati aku ingin dia melanjutkannya.&lt;br /&gt;&quot;Sudah jangan sok berontak,&quot; kata Malik sambil menunjukkan cengiran lebarnya.&lt;br /&gt;Makin lama usapannya membuatku membuka lebar pahaku.&lt;br /&gt;&quot;Tadi bilang kita kurang ajar, eh sekarang malah ngangkang.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Nantangin yah?&quot; kata Malik.&lt;br /&gt;Dia menggeser bangku di depan mejaku dan mulai masuk ke kolong mejaku. Sekarang Ardy berganti mengerjai payudaraku, tangan kirinya mengusap payudara kananku sedangkan mulutnya menciumi dan menghisap payudara kiriku sehingga seragamku basah tepat di daerah payudaranya saja. Malik yang berada di kolong meja menjilat-jilat paha sampai pangkal pahaku dan sesekali lidahnya menyentuh memekku yang masih terbungkus CD tipisku yang berwarna putih. Perbuatan mereka membuatku menggelinjang dan sesaat membuatku melupakan Indra. Ardy melepas kancing kemeja seragamku satu persatu dan kemudian melempar seragam itu entah kemana. Merasa kurang puas ia pun melepas dan melempar braku. Lidahnya menari-nari di putingku membuatnya menjadi semakin membesar.&lt;br /&gt;&quot;Ough Dy sudah dong, gimana nanti kalau ketauan,&quot; kataku&lt;br /&gt;&quot;Tenang aja guru sudah pada pulang,&quot; kata Malik dari dalam rokku.&lt;br /&gt;Sedangkan Ardy terus mengerjai kedua payudaraku memilinnya, meremas, memghisap, bahkan sesekali menggigitnya. Aku benar-benar tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. Aku merasakan ada sesuatu yang basah mengenai memekku, aku rasa Malik menjilatinya. Aku tak dapat melihatnya karena tertutupi oleh rokku.&lt;br /&gt;Perlakuan mereka sungguh membuatku melayang. Aku merasa kemaluanku sudah amat basah dan Malik menarik lepas CDku dan melemparnya juga. Ia menyingkap rokku dan terus menjilati kemaluanku. Tak berapa lama aku merasa badanku menegang. Aku sadar aku akan orgasme. Aku merasa amat malu karena menikmati permainan ini. Aku melenguuh panjang, setengah berteriak. Aku mengalami orgasme di depan 2 orang buruk rupa yang baru aku kenal.&lt;br /&gt;&quot;Ha.. ha.. ha.. ha..&quot; mereka tertawa berbarengan.&lt;br /&gt;&quot;Ternyata lo suka juga yah?&quot; kata Ardy sambil tertawa.&lt;br /&gt;&quot;Jelaslah,&quot; sambung Malik.&lt;br /&gt;&quot;SMP dia kan dulu terkenak pecunnya,&quot; kata-kata mereka membuat telingaku panas.&lt;br /&gt;Kemudian mereka mengangkatku dan menelentangkanku di lantai. Mreka membuka pakaiannya. Oh.. ini pertama kalinya aku melihat kontol secara langsung. Biasanya aku hanya melihat di film porno. Malik membuka lebar pahaku dan menaruh kakiku di atas pundaknya. Pelan-pelan ia memasukkan kontolnya ke liang senggamaku.&lt;br /&gt;&quot;Ough, sakit Lik,&quot; teriakku.&lt;br /&gt;&quot;Tenang Cha, entar juga lo keenakan,&quot; kata Malik.&lt;br /&gt;&quot;Ketagihan malah,&quot; sambung Ardy.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan ia mulai menggenjotku, rasanya perih tapi nikmat. Sementara Ardy meraih tanganku dan menuntunnya ke kontol miliknya. Ia memintaku mengocoknya. Malik memberi kode kepada Ardy, aku tidak mengerti maksudnya. Ardy mendekatkan kontolnya kemulutku dan memintaku mengulumnya. Aku mejilatinya sesaat dan kemudian memasukkannya ke mulutku.&lt;br /&gt;&quot;Isep kontol gue kuat-kuat cha&quot; katanya.&lt;br /&gt;Aku mulai menghisap dan mengocoknya dengan mulutku. Tampaknya ini membuatnya ketagihan. Ia memaju mundurkan pinggangnya lebih cepat. Disaat bersamaan Malik menghujamkan kontolnya lebih dalam.&lt;br /&gt;&quot;Mmmffhh&quot; aku ingin berteriak tapi terhalang oleh kontol Ardy.&lt;br /&gt;Rupanya arti dari kode mereka ini, agar aku tak berteriak. Aku sadar kevirginanku diambil mereka, oleh orang yang baru beberapa hari aku kenal.&lt;br /&gt;&quot;Ternyata masih ada juga anak SMP SB yang masih virgin&quot;&lt;br /&gt;&quot;Memek cewek virgin emang paling enak,&quot; kata Malik.&lt;br /&gt;Dia menggenjotku semakin liar, dan tanpa sadar goyangan pinggulku dan hisapanku terhadap kontol Ardy juga semakin cepat. Tak lama aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Akupun menjadi sangat lemas tapi karena goyangan Malik. Malik semakin liar akupun juga tetap bergoyang dan menghisap dengan liarnya. Tak lama Malik menarik keluar kontolnya dan melenguh panjang disusul derasnya semprotan maninya ke perutku. Ia merasa puas dan menyingkir.&lt;br /&gt;Sudah 45 menit aku menghisap kontol Ardy tapi ia tak kunjung orgasme juga. Ia mencabut kontol dari mulutku, aku pikir ia akan orgasme tapi aku salah. Ia telentang dan memintaku naik diatasnya. Aku disetubuhi dengan gaya woman on top. Aku berpegangan pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan Ardy leluasa meremas susuku. Sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba-tiba Malik mendorongku dan akupun jatuh menindih Ardy. Malik menyingkap rokku yang selama bergaya woman on top telah jatuh dan menutupi bagian bawahku. Ia mulai mengorek-ngorek lubang anusku. Aku ingin berontak tapi aku tidak ingin saat ini selesai begitu saja. Jadi aku biarkan ia mengerjai liang duburku.&lt;br /&gt;Tak lama aku yang sudah membelakanginya segera ditindah. Kontolnya masuk ke dalam anusku dengan ganas dan mulai mengaduk-aduk duburku. Tubuhku betul-betul terasa penuh. Aku menikmati keadaan ini. Sampai akhirnya ia mulai memasukkan penuh kontolnya ke dalam anusku. Aku merasakan perih dan nikmat yang tidak karuan. Jadilah aku berteriak sekeras-kerasnya. Aku yang kesakitan tidak membuat mereka iba tetapi malah semakin bersemangat menggenjotku. Sekitar 15 menit mereka membuatku menjadi daging roti lapis dan akhirnya aku orgasme lagi untuk yang kesekian kalinya. Kali ini aku berteriak amat keras dan kemudian jatuh lemas menindih Ardy. Saat itu penjaga sekolah masuk tanpa aku sadar dan menonton aku yang sedang dikerjai 2 orang biadab ini.&lt;br /&gt;Goyangan mereka semakin buas menandakan mereka akan segera orgasme. Aku yang sudah lemas hanya bisa pasrah saja menerima semua perlakuan ini. Tak lama mereka berdua memelukku dan melenguh panjang mereka menyemprotkan maninya di dalam kedua liangku. Aku dapat merasakan cairan itu mengalir keluar karena memekku tidak cukup menampungnya. Mereka mencabut kedua kontol mereka. Aku yang lemas dan hampir pingsan langsung tersadar begitu mendengar Ardy berkata.&lt;br /&gt;&quot;Nih giliran Pak Maman ngerasain Icha&quot;&lt;br /&gt;Aku melihat penjaga sekolah itu telah telanjang bulat dan kontolnya yang lebih besar dari Ardy dan Malik dengan gagahnya mengangkangiku seakan menginginkan lubang untuk dimasuki. Ia menuntun kontolnya ke mulutku untuk kuhisap. Aku kewalahan karena ukurannya yang sangat besar. Melihat aku kewalahan tampaknya ia berbaik hati mencabutnya. Tetapi sekarang ia malah membuatku menungging. Ia mengorek-ngorek kemaluanku yang sudah basah sehingga makin lama akupun mengangkat pantatku. Aku sungguh takut ia menyodomiku.&lt;br /&gt;Akhirnya aku bisa sedikit lega saat kontolnya menyentuh bibir kemaluanku. Dua jarinya membuka memekku sedangkan kontolnya terus mencoba memasukinya. Entah apa yang aku pikirkan, aku menuntun kontolnya masuk ke memekku. Ia pun mulai menggoyangnya perlahan. Aku secara tak sadar mengikuti irama dari goyangannya. Rokku yag tersinggkap dibuka kancingnya dan dinaikkannya sehingga ia melepas rok abu-abuku melalui kepalaku. Saat ini aku telah telanjang bulat. Tangannya meremas payudaraku dan terus menggerayangi tubuhku. Disaat-saat kenikmatan aku tak sengaja menoleh dan melihat Indra duduk di pojok. Dewi teman sebangkuku mengoralnya yang lebih mengagetkan ia memegang handycam dan itu mengarah ke diriku. Aku kesal tapi terlalu horny untuk berontak. Akhirnya aku hanya menikmati persenggamaan ini sambil direkam oleh orang yang aku sukai.&lt;br /&gt;Pak Maman semakin ganas meremas dadaku gerakannya pun semakin cepat. Tapi entah kenapa dari tadi aku selalu lebih dulu orgasme dibandingkan mereka. Aku berteriak panjang dan disusul Pak Maman yang menjambak rambutku kemudian mencabut kontolnya dan menyuruhku meghisapnya. Ia berteriak tak karuan. Menjambakku, meremas-remas dadaku sampai akhirnya ia menembakkan maninya di mulutku. Terdengar entah Malik, Ardy, atau Indra yang berteriak telan semuanya. Aku pun menelannya. Mereka meninggalkanku yang telanjang di kelas sendirian. Setelah mereka pergi aku menangis sambil mencari-cari seragamku yang mereka lempar dan berserakan di ruang kelas. Aku menemukan braku telah digunting tepat di bagian putingnya dan aku menemukan CDku di depan kelas telah dirobek-robek. Sehingga aku pulang tanpa CD dan bra yang robek bagian putingnya. Di dekat tasku ada sepucuk memo yang bertuliskan.&lt;br /&gt;&#39;Terima Kasih, teman-teman gue BOLEH PAKE BADAN LO, LO LEBIH COCOK JADI PECUN gue DARIPADA JADI CEWEk gue.&#39;&lt;br /&gt;Tertanda Indra.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/4144350878051730233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/4144350878051730233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/4144350878051730233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/4144350878051730233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/kegilaan-di-sekolah.html' title='Kegilaan Di Sekolah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-567410079598576725</id><published>2015-03-23T19:24:00.001+07:00</published><updated>2015-03-23T19:24:19.127+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Gudang Sekolah</title><content type='html'>&lt;h3&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
Gudang Sekolah&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;Aloo nama gw leo,gw kuliah di tahun ke 4 sekarang dan gw punya pacar yang binalnya minta ampun dulu di smp gw namanya anggi,dan kalo bicara yang namanya tidur ama cw gw ngelakuiin pertama kali di bangku smp dulu sama dengan anggi ,dan karena itu juga gw punya pacar yang tetap ampe sekarang gw kuliah,kejadiannya tepat di gudang sekolah gw yang tercinta ini pas gw melakukan ini gw kelas 3 smp dan pacar gw kelas 2 smp .Ni ceritanya tapi kalo jelek jangan protes ya.&lt;br /&gt;Gw sekolah di suatu smp swasta di jakarta,ngomong2x gw termasuk orang yang tenar di sekolah gw (maklum tajir,juga wajah gw juga lumayan dan gw osis di sana).Singkat cerita cewe di sekolah gw banyak yang ngejar dan mau ama gw tapi hanya sedikit cw yang gw ajak tidur ama gw,sekolah gw termasuk sekolah swasta yang favorit di daerah gw sekali kalo engga sekola gw menang sesuatu pasti ada yang mengharumkan nama sekolah gw,di sekolah gw di cap playboy tapi biar di cap gitu masih banyak cw yang mau ama gw dari sekian banyak cw di sekolah gw ada 1 cw di sekolah gw yang pengen banget gw cobaiin namanya anggilina,cantik,imut,kulitnya putih,rambut sebahu warna pirang biru dan sepintas mirip cina dan yang paling gw suka dari dia adalah pantat ama dada gadis tsb tumbuh gd melebihi temen cw ya .&lt;br /&gt;Anggi pangilan tuk cw ini dan dia termasuk cw yang nakal ato bisa dikatakan binal sekali di sekolah,ada2x aja dulu tingkahnya yang buat orang awam ato guru geleng pala pernah dia tari telanjang di kelas,ciumman di kelas,ampe sepongin ama fetting di wc sekola nih cw termasuk primadona sekola gw banyak cowo yang mau ngajak dia jadian cuma tuk “tidur” ama dia tapi di tolak secara halus karena menurut dia,dia engga mau sembarang cowo yang masukin kontolnya ke memek dia.&lt;br /&gt;Pas hari senin pagi seperti biasa gw ama gw berangkat dan engga biasanya gw terlambat ( gw kaga pernah terlambat sekalipun ) dan ternyata banyak siswa yang terlambat dan dari pada di hukum ,gw main di gudang sekolah sambil ngerokok di gudang sekolah ( gw sering ngerokok disitu ) dan digudang sekolah gw liat anggi lagi asyik baca buku,gila ni cw baca bacaan novel cowo dewasa.Dia baca sambil ngusap2x dadanya dan sesekali jarinya di masukkin ke memek,”ahhh….ahhh….ahhh” gitu kira2x desahan ya ni cw lagi coli kali pikiran gw ,langsung aja gw buka pintu gudang sekola itu kontan dia kaget gw cuma terpana ngeliat memek dia yang di hiasi jembut yang lumayan tebal ” ehhh…leo gw ngapain loe…kaget..gw ” kata dia terkejut sambil cepat - cepat ngerapiin celana dalamnya “ahh engga,lagi ngapain loe” kata gw ” iya,coli ya” kata gw nambahin ” ihhh…. engga… lagi baca aja” kata dia seraya nunjukin majalah itu ke gw “gi loe mau engga jadi bokin gw “kata gw “bokin loe”kata dia “iya “kata gw mendekat seraya mengelus memek anggi yang taunya udah basah itu “ehmmm….mauuu”kata anggi merem melek dan mundur serta memakai celana dalamnya lagi “mau engga loe tidur ama gw ” kata gw langsung ” ama loe ” kata dia kaget.”Iya ama gw,abis ama siapa lagi loe kan bokin gw ” kata gw nambahin ” engga ahhh takutt ” kata anggi “takut,takut apaan ” kata gw “takut hamil “kata dia “engga la,kalo hamil ya gw tanggung jawab “kata gw “bener mau tanggung jawab” kata anggi senyum “kapan mau ML ama gw”kata anggi” disini aja entar siang abis anak2x ama guru balik” kata gw seneng kegirangan” entar sore jam 3 aja” kata anggi ” tapi gw boleh minta duit engga,buat bayaran sekola gw nunggak 4 bulan nih ” kata anggi “emang loe belum bayaran sekola gi ” kata gw bingung “belon kan uangnya gw pake buat beli majalah ini ” kata anggi senyum ” iya nih ” kata gw seraya mengeluarkan 4 lembar seratus ribuan ” kembaliannya buat loe aja gii ” kata gw ” gw tunggu loe disini ya nanti ” kata gw ” bye sayang,tunggu gw ya” kata anggi seraya mengecup gw dan kami masuk sekolah di pelajaran ke dua.&lt;br /&gt;Jam 3 sore guru ama murid di sekola gw pulang dan gw minta ijin ama mang diman,pinjem kunci sekola buat urusan sesuatu seraya masukkin 2 lembar seratus ribu ke kantong mang diman,gw liat sepi gw ke gudang sekolah yang letaknya agak sepi dan terbelakang di sekolah gw,ada,anggi lagi nenggak minuman dingin.&lt;br /&gt;“ayo mulai aja ” kata anggi ” ayo aja ” kata gw ” boleh,tapi jangan sangar ya ” kata anggi lalu gw melepas celana panjang dan celana dalam ” anggi kata lo siapa yang paling gd diantara cowok yang pernah loe liat ” kata gw seraya menyorongkan kontol gw ” ehhh…keliatanya sih lu udah putih panjang lagi ” kata anggi malu2x “gii… loe buka donk baju luu …” kata gw dan anggi pun membuka baju serta celana abu2xnya dan jreeng telah berdiri di hadapan gw si anggi cw seksi yang sudah telanjang bulat engga makai apa 2x berdiri di depan gw “wuihhh..bener..kata…orang…badan loe kualitas nomer satu gi” kata gw,gw lalu memeluk anggi dan mencium anggi serta meraba pantat anggi dari belakang dan ciumman gw turun ke leher dan tangan gw pindah ke depan dan gw langsung mengusap - ngusap memek anggi dengan tangan dan memasukkan jari tengah gw di memek anggi “ahh..sakiitt..tauuu..”kata anggi terhentak lalu jari gw berganti bermain di bibir memek anggi dan gw mau anggi melakukan sesuatu dan gw mengghentikan tangan gw di memek anggi dan gw meminta anggi berdiri di depan selangkangan gw dan menyuruh melakukan blow job lalu dia segera melakukannya dan gw mengarahkan anggi ke depan kontol gw dan menyuruh memasukkan kontol gw ke mulut anggi dan mengangkat tangan anggi memegang pantat gw dan gw memaju - mundurkan kontol gw seperti menyetubuhi mulut mungil anggi dan dengan mulutnya anggi mengulum dan kontol gw di sedot sedot,kontol gw di kulum biji zakarnya di maju mundurkan kontol gw di mulut anggi yang mungil itu ,kontol gw kadang kadang di jepit diantara dada anggi yang bulat seksi tsb dan anggi menyedot kepala kontol gw dan sensasi yang di berikan anggi serta dadanya itu enak sekali dan gw tidak hentinya mengerang dan dengan keras kedua tangan gw menjambak rambut anggi kedepan dan ke belakang sampai biji zakar gw menghantam muka anggi dengan keras” eehhmmm… .eenakghhhh…. giii… enakgghhh… teruss. .giii” kata gw ngerasa kaya kesetrum listrik jutaan watt pas mulut imut anggi mengemut dan menyedot keras dan sesudah kontol gw mengkilat karena ludah anggi itu ,anggi berkata “sayy.. .isepp… memek… anggiii… donk” dan gw langsung ke bawah dan langsung mencium memek anggi baunya wangi merangsang itu dan gw langsung menjilat memek anggi seraya mengeluar mesukkan jari tengah gw ke memek anggi dan kadang2x kedalam anus anggi,gw sedot sedot clotoris anggi dan anggi pun tak hentinya mengerang “trerus…. leooo…. sedottt… memekkk… anggiiii” kata anggi,gw makin gila menyedot dan mengeluar masukan jari gw ke memek dan anus anggi “leooo… memekkk… anggiiii…”kata anggi “kenapa.. memek… anggiii” jawab gw seraya menekan nekan jari gw “memek angggiii basahhh” kata anggi ” anggi… mauuu… keluarrrrr….” dan anggi mengejang dan menjambak rambut gw ke memeknya dan dia merasakan orgasme yang pertamanya sesudah itu gw berkata ” gi gw boleh kan masukin kontol gw ke sini ” sambil mengusap - usap kontolnya ke memek anggi ” boleh aja pelan2x ya ” kata anggi seraya merem melek akibat perlakuan jari dan kontol gw di memek anggi lalu gw pelan - pelan masukin kepala kontol itu ke guanya anggi dan tidak bisa masuk meleset lalu gw lumurin tangan gw dengan ludah dan gw mencoba dan setelah setengah kontol itu masuk anggi memekik keras “acchhh… ouww.. sakitt.. dii..pelan.. pelan..donk… luu…. jangan sangar gitu ” setelah kepala batang keras tersebut masuk kemudian gw mencium leher anggi dan sesudah anggi terangsang gw menghentakkan batang kontol gw sehingga masuk seluruhnya ke memek anggi dan anggi menjerit seraya memeluk punggung gw ” achhh…. leooo.. perihhh….” jerit anggi setengah menangis “tenang gii entar juga enak cuma sebentar kok sayy” kata gw seraya mencium dan meremas dadanya supaya dia tenang lalu gw mulai bergerak maju mundur pelan sekali supaya anggi engga merasa sakit ” achhh…ohhh… enakkkghhh…. leooo.. enakk… trusss.. leoooo…”kata anggi merem melek,mulut anggi tak hentinya meracau “enakkk…leooo…terusss” racau anggi “enakkk….apa…”kata gw seraya mempercepat genjotan gw di dalam memek anggi “kontollll… leooo.. enakkk” racauan anggi yang sudah tak beraturan itu dan gw bergerak sedikit cepat dan anggi seraya menaikan kakinya dan terus mengusap - usap pantat gw yang gerakannya semakin cepat dan gw hanya bergerak maju mundur seraya memegang dan mengelus - elus paha putih anggi dan sesekali menampar paha anggi seraya sesekali menyedot dada anggi yang membusung keras dan leher anggi yang wangi tsb dan setelah 15 menit anggi di genjot oleh gw anggi merasakan sesuatu yang mau keluar dari liang memeknya ” achhh… diiii…. gw…. mauuuu….” jerit anggi “mauu…apa…”kata gw “memek anggii… keluarrr…. keluarrr… genjotttt…. yangg…. kerassss… donkkkk… sayyy” kata anggi dan gw segera mengeluar masukan kontol gw dengan cepat dan keras “keluariinn.. aja.. giii.. biar… memek… loe… jepit.. kontoll… leooo “kata gw seraya menaikkan lagi tempo genjotan di memek anggi dan anggi yang sudah tidak tahan itupun menjerit takkala menahan orgasmenya “anggi…. sayangg….. leoooo” dan anggipun merasakan orgasme keduanya dan tubuh anggi pun mengejang dan otomatis menjambak rambut gw kebelakang dan kedua kakinya naik dan menjepit pinggang gw sesudah itu langsung melemas dan jatuh di atas kardus di sampingnya ” dua.. kosong… sayang..” kata gw “say…kita coba dogie style yu” kata gw seraya membalik tubuh anggi ke posisi seperti orang merangkak,lalu dengan cepat gw menusuk anggi dari belakang dan bleesssshhh kontol gw yang panjang dan putih itu masuk lagi ke memek anggi dari belakang lalu gw mulai kerja lagi keluar masuk memek anggi dan anggi hanya merem melek dan mengoyangkan kepalanya kekanan dan kiri dan sesekali juga mengoyang anusnya kekiri dan kekanan sesuatu ketika gw bergerak dengan cepat dan kasar sekali sampai bunyi anus anggi yang bersentuhan dengan perut gw berbunyi nyaring dan badan anggi tesodok - sodok dan terguncang - guncang dan buah dada anggi yang besar itu beranyun - anyun dan desahan anggi bertambah nyaring dan gerakan anus anggi semakin erotis.&lt;br /&gt;Gw terus menyodok memek gw dengan gerakan yang sangat cepat dan setelah 10 menit berdogie style dengan anggi akhirnya gw menyerah dan merasa pertahanan gw akan jebol dan gw mengenjot anggi dengan cepat dan sesuatu ketika gw menancapkan kontolnya di memek gw dan meremas dada anggi dengan keras dan tiba - tiba gw berteriak kepada anggi seraya menancapkan batang kontol ke memek anggi yang sekali jadi sehingga anggi pun memekik dan kepalanya mendongak keatas seraya melepas kontol gw di mulutnya itu”achhhh….”jerit anggi”accchhhh…. giii… gw… mauu…. keluarrrghhhh… terimaaa…. nihhhh…. pejuuuuu… gueee” gw mengerang dan tangannya berganti meremas buah anus anggi dengan kencang dan pada saat itu pula gw mengeluarkan spermanya yang jumlahnya banyak itu di dalam memek anggi ” enakk.. giii… enakkk… memek… loe… enakkk” kata gw seraya sedikit bergerak keluar masuk lagi di memek anggi tuk merasakan sedikit kenikmatan lagi sampai muncratan sperma terakhir kontol gw dan mencabut kontol gw dan menyuruh anggi membersihkan kontol gw dengan lidahnya dan sesudahnya gw yang kecapaian duduk di kotak di samping tubuh anggi yang mengkilat akibat keringat itu lalu gw mau mendekati anggi lagi ,dan meminta sekali lagi tapi yag ini lain,gw dari dulu pengen nyoba yang namanya anal seks dan banget - banget pengen nyobain anus si anggi yang semok dan padat itu lalu dengan sedikit diolesi vaseline punya anggi gw lumuri batang gw yang mengeras lagi dan anus anggi dan gw mulai penetrasi dengan kontol keras gw ke dalam anus anggi ” achhh…. leo… sakiiitttt…. sakiittt….” rintih anggi pas kepala kontol gw memaksa masuk ke anus anggi yang kecil tsb ” gila…giii…pantat… loe… enakghhh..” seraya bergerak maju mundur pelan - pelan 5 menit waktu yang di butuhkan tuk kontol gw masuk seluruhnya “gila …. loe… pantat….. memang…. cocok… disodomi… gii…”kata gw lalu dengan semangat gw gerakin kontol gw keluar masuk anus anggi dengan cepat sambil mengusap buah pantat anggi dan juga kadang kadang seraya tangan kanan gw menjambak rambut anggi ke atas “gila…bener bener anus nomer satu ” kata gw sambil terus mengenjot anus anggi dan teriakan anggi terdengar semakin nyaring dan melengking ketika kontol gw bergerak keluar masuk anusnya dengan cepat,”achhh…. leooo… sakitttt…” erang anggi,gw tau teriakannya itu engga bisa kedengeran oleh siapapun karena gudang itu jauh dari depan sekolah dan sekolah lagian lagi sepi dan itu yang buat gw makin semangat memompa kontol gw di anus anggi .&lt;br /&gt;Baru kali ini gw ngerasaiin yang namanya anal seks dan dengan kenikmatan anus seorang yang seksi padat pula dan kerasa nikmatnya ampe ubun - ubun gw,gw lalu mencengkram pinggul anggi dengan kedua tangan gw dan mengeluarkan - masukkan kontol gw dengan sangat cepat ” ayooo…. giii… ngentootttt… luuuu… ngenttttottt…..” caci gw seraya sesekali menampar anus semok anggi kiri dan kanan sampai kelihatan anusnya kelihatan memerah dan anggi hanya bisa menjerit seirama sodokan kontol gw di dalam liang anusnya yang sedang di tusuk oleh kontol gw ” ahhh.. .le… akiiittt… leoo.. .jangannnn…. cepeeettthhh…. cepettthhhh… donkkkkhhh… achhhh… sakittt..” rintih anggi meminta gw bergerak pelan tapi gw udah terbang ke langit ke tujuh dan tidak perduli akan permintaan anggi yang menjerit itu dan terus mengenjot anus semok ini dengan cepat dan gw ingin lebih kasar lagi mensodomi anus anggi yang semok ini dan menggenjot anus semok ini dan dengan gerakan cepat aku memulai aktivitas dengan anus semok ini lalu tiba - tiba anggi memekik panjang “achhhh…. achhhh…. gilaaaa… looooo…… perihhhhh…. tauuuu… sakiitttt” jeritan melengking dari anggi pas kontol gw tarik hingga tinggal ujungnya dan memasukkannya dengan cepat dan keras sekali jadi ke dalam anus anggi dan keringat dingin pun menetes deras di punggung anggi dan saat itu pula gw menggangkat anggi dan punggung anggi bersentuhan dengan dada gw dan tangan gw meremas - remas buah dada anggi yang bulat seksi tersebut seraya menyedot lehernya,bau harum dari lehernya yang buat gw makin gila menggenjot mundur maju anus anggi dan napas anggi kelihatan memburu dan tangan anggi tak henti - hertinya meremas tangan gw yang sedang meremas dada anggi sendiri dan gw memegang tangan anggi dan menaruh ke belakang punggung gw dan mengangkat paha anggi seperti orang buang air besar dan setengah menundukan anggi ke bawah dan gw mulai lagi bergerak mundur maju menyodok anus anggi dengan cepat dan semakin keras meremas buah dada anggi seraya mencaci dan memaki anggi,anggi hanya meremas anus gw dan bergerak maju mundur seirama kontol gw didalam anusnya yang sempit tersebut dan gw makin gila menyodok anus anggi dengan cepat seperti gw ingin menghancurkan anus seksi anggi “ngenntootttt..luuu… pelacuurrrrhh…. caboo… .jebolhhh… luuuu… jebolllhhh… rasaiinnnchhh… nichhh… makann… nihhhhhh” caci gw seraya meremas dada anggi dengan keras sekali dan kadang kadang menampar buah dada anggi ” ohhhh….. ahhhh…. leooo… anggiiii.. .enggaaa.. .kuaaattt… lagiiiiii… ceeeppeettttaaannn…. donkkkk” rintihan anggi terdengar lagi ” ayooo…. giiii… sebentarrhhhh…. laghiiiiii…..” kata gw seraya menunggingkan dia lagi “ahhh… ohhhh.. .ahhhh…. ahhhh..”desahan anggi yang semakin tidak beraturan ,”giiii…..leooo engga tahann…. mauuu… leooo….. mauuu……. keluarrrghhh…. sayanghhh… diii… dalammm… pantattt… kamuuu” dan “kamuuuu…. jadiiii…. pacarrrrr… akuuu….”kata gw dan gw menancapkan kontol gw di anus anggi sekali jadi sehingga terbenam seluruhnya sampai keliatan buah zakarnya saja di anus mungil seksi padat anggi “angggiiii…… sayanggg…. leooooo” jeritan terakhir anggi dan cratt crattt crattt sperma gw meledak kembali tapi ini meledak di dalam anus anggi dan gw seketika itu pula gw menekan kontol gw di anus anggi ke dalam sampai muncratan sperma terakhir gw kedalam anus anggi ini .&lt;br /&gt;Napas gw dan anggi tersengal - sengal sehabis 20 menit gw menggenjot anus anggi habis habisan dan “achhh…. enakkk” jerit gw ketika kontol gw tercabut dengan sendirinya dari anus anggi ” makasih ya gi gw puas banget ” kata gw seraya mengelus rambut dan mencium pipi dan meremas buah dada anggi,anggi hanya tersenyum dan anggi kusuruh membersihkan kontol gw dari sisa sperma dan anggi pun berlutut di depan kontol gw dan dengan mulut dan lidahnya lagi dia membersihkan penis gw dari lumuran sperma sampai bersih serta memijit batang kontol gw dan tidak disangka dia menyedot kontol gw dan menelan sisa sperma gw yang sedikit keluar dari kontol gw dan rasanya ngilu dan enak banget ” iya…gw..juga nikmatin kok perlakuan loe tadi enak ” kata anggi seraya memakai bajunya kembali dan kami berdua keluar dari gudang dan sebelum keluar gw sempat melihat darah di atas karung buku yang menjadi alas kami “main” dan gw menunjuk tempat alas “main”gw dan anggi tadi “wahh… giii… loe..”kata gw ” iya… gw masih virgin..”kata anggi yang sayu karena kecapaian dan hanya melempar senyum ke gw ” elo nyesel gi berbuat gitu ama gw kalo nyesel,dan kalo terjadi apa apa gw mau kok tanggung jawab”kata gw seraya mengelus rambut anggi yang tiba - tiba memeluk dan menangis “:emang kamu engga main main dengan yang tadi” kata anggi dengan mata berair dan gw memeluk tubuh mungilnya “ehhmm… engga.. la .. gw serius ” kata gw “kananggi hanya cw bispak disini apa kamu engga malu ama temen2x kamu “kata anggi terisak isak “cw bispak kok perawan,mau engga jadi bokin gw “kata gw “engga tau,tapi emang anggi suka ama leo dari dulu dan pas anggi pagi digudang anggi ngebayangin di entot ama leo ” kata anggi “wahhh… beneeerrr… nihhh… jadii..gimana donk” kata gw dan anggi hanya tersenyum dan gw keluar mengambil mobil dan mengantar anggi ke rumahnya “gw tunggu tlp loe say” kata gw seraya mencium bibir anggi dan memasukan kartu nama berisi no tlp gw ke dalam saku bajunya dan sesudah itu gw pulang ke rumah dengan membawa perasaan yang bahagia dan membawa kenangan biru yang romantis di gudang sekolah gw dan menunggu calon pacar gw telpon dan malamnya jadi anggi menelepon gw dan mengatakan perasaannya dan bahwa dia mau jadi bokin gw dan ingin mengulang saat itu lagi,tapi dengan syarat dia mau jadi cewe satu satunya dan sejak itu gw ama anggi jadian dan pernah saat itu gw pacar gw anggi,andi dan pacar yang kami berdua menjebol keperawannya di gudang sekolah yang sama (gw jebol pantat anggi dan gw juga jebol pantat ita..maruk pantat ya ) ita selalu melakukan perbuatan nikmat itu berempat di wc sekolah,di hotel,kontrakan kami,ato dimana saja,pernah gw “tidur” ama anggi ama ita sekaligus dan kalo ama anggi tak terhitung jumlahnya kayanya tuh memek udah memble tapi ajaib lo memek ama anus anggi tetap sempit kaya dulu lain ama ita yang jalannya udah ngegang karena banyak di sodomi ama andi pacarnya dan itu yang ngebuat gw ketagihan dan nyeret dia tuk tidur bareng mulu dan engga mau coba memek ama anus selain punya cw gw,liburan anak - anak pada belajar tapi gw ama anggi malah ngentot abis - abisan pernah suatu hari gw ama anggi dan melakukannya di alam terbuka pas gw berempat kemping di gunung dan gw melakuannya di batu besar disana.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/567410079598576725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/567410079598576725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/567410079598576725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/567410079598576725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/gudang-sekolah.html' title='Gudang Sekolah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-5418656060423129707</id><published>2015-03-23T19:22:00.000+07:00</published><updated>2015-03-23T19:22:09.595+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Gairah Mahasiswi</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Gairah Mahasiswi&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;Memang banyak sekali pengalaman sex ku, tetapi kalau mengenai sex with patner atau suka sama suka.. itu wajar saja. Yang aku ingin sharing disini adalah pengalamanku.. Yang mungkin tidak terbayangkan oleh siapapun juga, dan mungkin dapat menjadi ide bagi para netters sekalian. Tapi sebelumnya aku mohon maaf kalau penyampaian ceritaku tidak sehebat novelist.. Jadi mohon dimaklumin. Dan nama-nama yang kusebut dibawah ini hanyalah nama samaran saja, kecuali aku.&lt;br /&gt;Kembali aku ulangi.. Namaku Dania.. Panggilanku Nia, tinggiku 167/52, kulit putih, bra 36a, rambut hitam panjang (lurus) dengan model pony.. teman-temanku sering mengejek ku dengan panggilan&quot;siboneka jepang&quot;.&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi waktu aku kuliah dulu, saat itu usiaku baru 21 tahun. Dan hari itu aku dan temanku Reni menginap dirumah Melly, kami bertiga sedang melakukan belajar bersama untuk menghadapi ujian semester, rumah kawanku Melly tidaklah terlalu besar.. Terdiri atas ruang tamu, ruang keluarga, kamar Melly, kamar adiknya dilantai 2, satu kamar mandi, dan kamar pembantu dibelakang dekat dapur. Melly hanya tinggal bersama ibunya, adiknya cowok bernama andri yang masih duduk dibangku SMP dan seorang pembantu.. Mbok Inah namanya.&lt;br /&gt;Sore hari itu ketika kami sedang belajar di kamar Melly, tiba-tiba ibunya Melly masuk ke dalam kamar lalu:&lt;br /&gt;&quot;Wah.. Lagi pada belajar yaa..&quot; serunya&lt;br /&gt;&quot;Iya Mah&quot; jawab Melly&lt;br /&gt;&quot;O iya.. Mel.. Ini ada Om Adi..&quot;&lt;br /&gt;Lalu aku melihat seorang pria masuk ke dalam kamar.. Orangnya biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa.. Tidak terlalu tinggi.. Berkulit sawo matang dan usianya kira-kira menjelang 40 tahun, tapi masih tampak segar, dan Om Adi ini langsung menyalami kami semua.. termasuk aku.&lt;br /&gt;&quot;Mel.. Nanti Om Adi akan nginap disini.. Tapi sekarang Mama mau pergi dulu sama Om Adi..&quot; seru ibunya Melly&lt;br /&gt;&quot;Kemana Maa..?&quot;, tanya Melly,&quot;&lt;br /&gt;&quot;Ah.. Hanya ke rumah Tante Nike aja.. Malam juga pulang&quot; sahut ibunya Melly.&lt;br /&gt;&quot;Okee.. Maa.. Hati-hati yaa.. Om Adi.. Jagain Mama yaa&quot; sahut Melly.&lt;br /&gt;Lalu mereka pergi keluar kamar, dan kami meneruskan belajar lagi. Setelah belajar, diskusi dan becanda.. Tanpa disadari waktu sudah pukul 11 malam.. Lalu Melly mengusulkan agar kita tidur dulu. Maka kami bertigapun segera ganti baju.. Aku mengenakan baju daster biasa yang aku bawa dari rumah, dimana dasterku model terusan dan hanya sampai sebatas lutut saja.&lt;br /&gt;Setelah ganti daster akupun pergi ke kamar mandi.. Untuk gosok gigi dan buang air kecil.. Lalu aku melepas bra dan CD ku, sudah kebiasaan aku kalau tidur hanya pake daster saja tanpa CD dan bra, kembali kekamar.. Aku melihat Melly dan Reni sudah berbaring diatas ranjang memakai selimut, dan akupun segera bergabung dengan mereka dan tidur dengan nyenyak.&lt;br /&gt;Pagi harinya aku bangun jam 8 pagi dan aku lihat Melly dan Reni sudah mengenakan pakaian rapih,&lt;br /&gt;&quot;Eh.. Pada mau kemana?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;&quot;Gue mau anterin Reni pulang..&quot;sahut Melly.&lt;br /&gt;&quot;Jangan lama-lama dong.. Gue kan sendirian.. Ibu lu kemana mel?&quot; tanyaku lagi.&lt;br /&gt;&quot;O.. Mama tahu tuh tadi pergi..&quot;&lt;br /&gt;&quot;Terus.. Om lu itu.. Om Adi kemana?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Dia nganterin Andri sekolah&quot;&lt;br /&gt;&quot;Wah gue sendirian dong..&quot; sahutku.&lt;br /&gt;&quot;Sudah.. Tenang aja.. Kan ada si mbok&quot; sahut Melly.&lt;br /&gt;Lalu mereka pergi meninggalkan aku sendiri di kamar, setelah menyisir rambut aku mengambil handuk dan keluar kamar.. Tampak sepi didalam rumah itu, dan akupun menuju ke kamar mandi, ketika aku sedang mandi.. Tiba-tiba terdengar suara.&lt;br /&gt;&quot;Non.. Non nia&quot;&lt;br /&gt;Ah.. Ada apa nih si mbok.. Pikirku, &quot;Kenapa mbok..?&quot; seruku dari dalam kamar mandi.&lt;br /&gt;&quot;Non.. Mbok pergi kepasar dulu yaa..&quot; serunya.&lt;br /&gt;&quot;Iya.. Mbok&quot; sahutku.&lt;br /&gt;Selesai mandi.. Aku menutupi tubuhku yang telanjang itu dengan handuk, tidak terlalu besar handuk itu.. Hanya sebatas leher sampai ke setengah paha, lalu aku keluar kamar mandi.. Dan memang tampak sepi sekali dalam rumah itu, dan akupun yakin.. Tidak ada siapa-apa lagi selain aku didalam rumah itu.&lt;br /&gt;Lalu aku menuju kekamar.. Tanpa menutup pintu.. (suatu kesalahan bagiku, tetapi..) karena jendela aku tutup maka aku pun menyalakan lampu sehingga kamar terang benderang, aku berdiri di depan meja rias sembari menyisir rambutku yang panjang.. Tiba-tiba..&quot;ting&quot;.. Giwangku jatuh ke lantai dan meluncur kebawah ranjang, akupun segera berlutut dilantai dan menjulurkan tanganku kebawah ranjang.. Tapi tidak tersentuh giwangku itu, lalu aku semakin membungkukkan tubuh ku.. Sehingga posisi ku menungging dengan kepala masuk kebawah ranjang.. Aku tidak sadar kalau posisiku itu membelakangi pintu.. Dan yang lebih parah lagi aku tidak sadar kalau diambang pintu ada Om Adi yang sedang memperhatikan.. Jelas saja Om Adi itu dapat melihat bentuk kemaluanku dengan jelas dari belakang.. Karena saat itu handukku pun tersibak ke atas.. Aku tidak tahu berapa lama Om Adi memperhatikan kemaluanku dari belakang karena cukup lama aku mencari-cari giwangku itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba.. Ehmm.. Ehmm.. Terdengar batuk Om Adi.. Aku terkejut setengah mati, dan buru-buru berlutut lagi..&lt;br /&gt;&quot;Oh.. Om Adi..&quot; seruku gugup, tampak Om Adi hanya tersenyum saja..&lt;br /&gt;Akupun segera bangkit berdiri dengan perasaan tidak karuan.. Karena gugupnya.. Tiba-tiba.. Handukku terlepas dan jatuh kelantai.. Kini aku jadi tambah salah tingkah.. Dan didalam kegugupan itu aku hanya berdiri diam saja menghadap Om Adi.. Tampak mata Om Adi berbinar.. Memandangi tubuhku yang telanjang itu dari atas sampai kebawah.&lt;br /&gt;Dalam kepanikan itu.. Aku bukannya mengambil handuk itu, tapi aku malah berjalan menuju kelemari.. Karena aku berniat segera mengambil baju, belum sempat aku membuka lemari.. Tiba-tiba Om Adi sudah dibelakangku.. Segera ia memegang kedua bahuku.. Dan mendorong aku ke lemari.. Sehingga dadaku menempel kelemari.. Lalu dengan ganasnya Om Adi mulai menciumi belakang leherku, terdengar nafasnya yang memburu.. Aku meronta kecil.. Dan&lt;br /&gt;&quot;Jangan.. Jangan Om..&quot; seruku, tetapi tampaknya Om Adi tidak peduli..&lt;br /&gt;Ia terus menciumi leherku dari belakang dan tangannya segera mengelus-elus piinggiran tubuhku, aku mengelinjang kegelian.. Ciuman dan jilatan Om Adi membuat aku berhenti meronta dan membiarkan ciuman Om Adi yang makin lama makin kebawah.. Kepunggungku dan akhirnya sampai kebongkah pantatku.. Nggk.. Aahh.. Aku hanya bisa mendesah saja dengan tubuh merinding ketika Om Adi menyapu bongkah pantatku dengan lidahnya.. Tiba-tiba Om Adi merenggangkan kedua pahaku dan terasa lidahnya segera menjilati bibir vaginaku dari belakang..&lt;br /&gt;Wo www.. Oohh.. Nikmat.. Sekali.. Sehingga tanpa sadar aku menungging-in sedikit pantatku kebelakang sampai kakiku berjinjit.. Aahh.. Nggkk.. Auuhh.. Rintihku dengan mata terpejam.. Dan kedua tanganku hanya bisa menahan tubuhku ke lemari.&lt;br /&gt;&quot;Aah.. Jangan.. Om.. Aakkhh&quot; desisku ketika Om Adi membuka belahan pantatku dan segera lidahnya menjilat habis lobang pantatku..&lt;br /&gt;Aku benar-benar merasakan nikmat atas permainan lidah Om Adi.. Sehingga tanpa sadar aku mengoyang-goyangkan pinggulku. Om Adi tampak mengetahui betul kalau aku sudah terangsang hebat, dan dia tidak sungkan-sungkan menjilati cairan yang keluar dari liang kemaluanku, akupun semakin lupa diri.. Tidak peduli siapa itu Om Adi, bahkan aku mengulurkan kedua tanganku kebelakang dan membuka belahan pantatku.. dalam hatiku &quot;Jilat.. Jilat omm.. Jilatin seluruhnya&quot;, dan tampaknya Om Adi mengetahui keinginanku.. Iapun segera menyapu lobang pantatku lagi sampai ke vaginaku dengan lidahnya..&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mengigit bibirku dengan mata terpejam menikmati permainan lidah Om Adi, terkadang aku harus berjinjit tinggi agar Om Adi leluasa menjilati vaginaku, emang kedua kakiku mulai terasa pegal dan lemas, tetapi aku tidak mau permainan ini berakhir, beberapa kali aku sempat menjerit kecil ketika lidah Om Adi mencolok-colok liang vaginaku.. Oohh.. Aahhkk.. Mhmm..&lt;br /&gt;Lalu Om Adi bangkit berdiri dan dengan masih menciumi serta menjilati punggungku.. Kedua tangannya segera meremas-remas buah dadaku dari belakang, beberapa kali tubuhku tersentak nikmat ketika kedua puting payudarku dipijit-pijit oleh jari-jari Om Adi.. Oohh.. Nikmat sekali..&lt;br /&gt;Tiba-tiba Om Adi memegang tangan kananku.. Dan dibimbingnya tangan kananku sehingga menyentuh celana Om Adi.. Terasa ada benda keras dibalik celana Om Adi itu.. Aku pun secara refleks segera merema-remas benda itu.. Dan mengurut-urutnya dari atas kebawah.. Lalu Om Adi membalikkan tubuhku, sehingga aku kini berdiri berhadapan dengan dia.. Aku tidak mau melihat wajah Om Adi, jadi sengaja aku menoleh kesamping dengan mata setengah terpejam, dan aku meringis menahan nikmat ketika Om Adi mulai menjilati kedua buah dadaku.. Dan secara bergantian mengisap-isap kedua puting buah dadaku.&lt;br /&gt;Aku sudah benar-benar terangsang hebat.. Apalagi ketika jari telunjuk tangan kanan Om Adi menyodok-nyodok ke dalam liang vaginaku.. Aku semakin merenggangkan kedua pahaku.. Oohh.. Nggkk.. Desahku.. Lalu Om Adi menghentikan permainannya tampak dia membuka celana panjangnya dan melepasnya.. Kemudian celana kolor nyapun dilepas maka tampaklah batang kemaluan Om Adi yang besar, hitam, keras dan panjang itu.. Kemudian Om Adi duduk ditepian ranjang.. Aku tahu maksud Om Adi.. Dan tanpa disuruh akupun segera berlutut diantara kedua kaki Om Adi..&lt;br /&gt;Tampak batang kemaluan Om Adi yang berdiri tegak dan keras sehingga tampak urat-uratnya menonjol. Segera aku mencekal batang kemaluan Om Adi dan dengan ganas aku ciumin batang kemaluan Om Adi itu.. Terdengar Om Adi sedikit mengerang sembari merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.. Akupun segera beraksi.. Kujilati batang kemaluan Om Adi itu dari pangkal sampai kekepala.. Lalu kuisap, kukulum dalam mulut sementara tangan kiriku mengelus-elus biji pelirnya terasa beberapa kali tubuh Om Adi tersentak karena nikmat.. Lalu kujilati biji pelir Om Adi.. Terdengar.. Aaahhkk.. Om Adi mengerang kenikmatan, mendengar itu aku tambah gairah.. Terus ku jilati biji pelir Om Adi itu..&lt;br /&gt;Sementara tangan kananku mengurut-urut batang kemaluannya.. Semakin lama aku semakin lost kontrol.. Dengan kedua tanganku ku angkat kedua paha Om Adi sehingga kedua lutut Om Adi hampir menyentuh dadanya.. Dengan posisi demikian aku leluasa menjilati batang kemaluan Om Adi.. Dari ujung kepala sampai ke sekitar biji pelirnya.. Lalu aku menjilat semakin kebawah.. Kebawah.. Dan akhirnya ujung lidahku menyentuh dubur Om Adi yang berbulu itu.. Segera lidah ku menari-nari diatas dubur Om Adi.. Terasa sekali tubuh Om Adi beberapa kali bergetar.. Aakkh.. Oougghh.. Erangnya.. Mendengar itu aku tambah bernapsu.. Kucolok-colok lobang pantat Om Adi dengan ujung lidahku.. Semakin dalam ku julurkan lidahku ke dalam lobang pantat Om Adi..&lt;br /&gt;Semakin bergetar tubuh Om Adi terasa beberapa kali batang kemaluan Om Adi yang ku kocok berdenyut-denyut rupanya Om Adi sudah tidak tahan.. Lalu ia memegang tanganku dan membimbing ku naik ke atas ranjang.. Aku disuruh menungging diatas ranjang.. Rupanya Om Adi menginginkan dogystyle.. Ah itu yang aku sukai.. Tetapi bagaimana kalau Om Adi menginginkan anal sex.. Ah.. Aku tidak membayangkan batang kemaluan Om Adi yang besar dan panjang itu masuk ke dalam duburku.. Oohh mudah-mudahan jangan.. harapku.&lt;br /&gt;Sebelum mencobloskan batang kemaluannya.. Om Adi sekali lagi memperhatikan bentuk kemaluanku dari belakang, aku pun menanti penuh harap.. Dan akhirnya terasa batang kemaluan Om Adi menempel dibibir vaginaku dan masuk perlahan-lahan ke dalam liang kemaluan ku.. terasa seret.. tapi.. nikmat.&lt;br /&gt;Oohh.. Nggk.. Ahh.. Desisku ketika seluruh batang kemaluan Om Adi amblas.. Lalu ia mulai melakukan gerakan erotisnya.. Ahh.. Nikmat sekali.. Dan aku benar-benar mencapai klimaks dalam posisi demikian.. Rupanya Om Adi belum klimaks juga.. Lalu ia menyuruh aku berbaring miring.. Sementara dia berada dibelakang punggungku.. Aku segera menekuk kedua lututku.. Dan membiarkan Om Adi mencobloskan batang kemaluannya ke dalam vaginaku.. Ooucch.. Aahh.. Nikmat sekali.. Dalam posisi demikian tangan kanan Om Adi leluasa meremas-remas buah dadaku dari belakang.. Hentakan Om Adi makin lama makin keras dan cepat.. Aku tahu kalau Om Adi hampir klimaks.. Tetapi aku enggak mau dia mengeluarkan air maninya dalam vaginaku.. Lalu aku memegang pinggul Om Adi.. Dan otomatis Om Adi menghentikan gerakannya.. Lalu aku mencopot batang kemaluan Om Adi dari vaginaku.. Dan dengan gesit akupun berlutut disamping Om Adi..&lt;br /&gt;Tampak Om Adi tersenyum.. Tapi aku tidak peduli.. Aku segera menjilati batang kemaluan Om Adi yang berlendir itu.. Lalu kuisap-isap batang yang keras dan berurat itu.. Ooh.. Nggkk.. Aakk.. Om Adi mengerang keenakan.. Dan aku semakin mempercepat gerakan kepala ku naik turun, beberapa kali Om Adi mengerang sembari mengeliat, ternyata Om Adi ini kuat juga pikirku.. Lalu aku membasahi telunjuk tangan kiriku dengan ludahku, setelah itu kucucukan telunjuk jari ku itu ke dalam dubur Om Adi.. Tampak tubuh Om Adi sedikit tersentak ketika aku menekan jariku lebih dalam lagi kelobang pantat Om Adi.. Rupanya Om Adi merasakan nikmat luar biasa dengan isapanku pada batang kemaluannya dan sodokan jari ku di anusnya..&lt;br /&gt;Hingga.. Aaahh.. Aaakkhh.. Om Adi mengerang hebat bersamaan dengan menyemburnya air mani Om Adi dalam mulutku.&lt;br /&gt;Crott.. Croot.. Banyak sekali.. Akupun rada gelagapan.. Sehingga sebagian air mani Om Adi aku telan.. Sengaja aku mencabut jariku dari lobang pantat Om Adi secara perlahan-lahan dan hal ini membuat semburan air mani Om Adi tidak dapat ditahan, lalu aku melepas batang kemaluan Om Adi dari dalam mulutku.. Tampak sedikit sisa-sisa air mani Om Adi keluar.. Dan aku segera menyapu dengan lidahku cairan kental itu..&lt;br /&gt;&quot;Hebat.. Hebat.. Sekali kau Dik Nia..&quot; puji Om Adi, aku hanya tersenym saja.&lt;br /&gt;Lalu Om Adi bangkit dan kembali mengenakan celananya..&lt;br /&gt;&quot;Kamu tidak menceritakan kejadian ini sama siapa-apa kan?&quot; tanya Om Adi yang memandangiku yang masih duduk berlutut diatas ranjang, lalu Om Adi menjulurkan tangannya dan menyeka sudut bibirku dari sisa airmaninya, aku hanya tersenyum saja.. Dalam hati.. Gila.. Mana mungkin aku cerita ke siapa-siapa.. Bertemu dengan dia lagi juga aku ogah.. pikirku.&lt;br /&gt;Dan begitulah ceritanya.. Setelah kejadian itu aku tidak mau berkunjung ke rumah kawanku itu.. Walau sampai sekarang aku masih berteman baik dengan Melly, memang beberapa kali Om Adi menelphonku.. Tetapi aku menghindar.. Bagiku itu hanya sebuah pengalaman saja.. Dan akupun tidak mau mengulang pada orang yang sama.. Kecuali pada tunanganku..&lt;br /&gt;Tamat</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/5418656060423129707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/5418656060423129707' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5418656060423129707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5418656060423129707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/gairah-mahasiswi.html' title='Gairah Mahasiswi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-9153710886884920216</id><published>2015-03-22T16:26:00.005+07:00</published><updated>2015-03-22T16:26:52.250+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Diperkosa Teman Sendiri</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Diperkosa Teman Sendiri&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;Novy adalah seorang mahasiswi berusia 22 tahun di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Dia mempunyai tubuh yang sangat sempurna dan terawat. Tingginya 165 cm, dengan berat 55 kg. Rambutnya hitam sebahu dan dia mempunyai payudara yang sangat indah, bulat dan kencang berukuran 34B. Kulitnya putih dan wajahnya pun sangat cantik. Novy termasuk mahasiswi yang berprestasi di kampusnya. Tidak heran banyak sekali teman prianya yang tertarik kepadanya, namun sampai saat ini Novy masih belum punya pacar.&lt;br /&gt;Pada suatu hari Novy terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang.&lt;br /&gt;“Hai, Novy.. mau pulang nih..?”&lt;br /&gt;“Iya..”&lt;br /&gt;“Bareng yuk turunnya..!” ajak Anto.&lt;br /&gt;“Boleh..” tanpa rasa curiga Novy mengiyakan.&lt;br /&gt;Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk Novy dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;“Dukk..,” Novy terbangun ketika kepalanya terantuk meja.&lt;br /&gt;Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam. Ketika Novy mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.&lt;br /&gt;“Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dengan sedikit kesal Novy bicara dengan Shanty.&lt;br /&gt;“Elo mau apa sih Nov..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shanty.&lt;br /&gt;“Apa maksud elo..?” Novy mulai panik.&lt;br /&gt;“Kita mau buat perhitungan sama elo, Nov..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri Novy.&lt;br /&gt;“Elo mau apa sih..!” jerit Novy.&lt;br /&gt;“Gue mau liat elo menderita malam ini, Nov. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan…” kata Shanty.&lt;br /&gt;Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat Novy terikat tidak berdaya seperti itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Shanty berteriak, “Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si Novy sepuas kita.”&lt;br /&gt;Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali Novy. Bulu kuduk Novy merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun Novy tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.&lt;br /&gt;Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga Novy, “Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.&lt;br /&gt;Tidak percaya rasanya Novy mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar, Novy mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai. Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang Novy hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna hitam. Rupanya hari itu Novy memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi. Novy memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai Novy lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup. Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu. Novy gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.&lt;br /&gt;Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan Novy untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar, Novy meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH Novy dengan sendirinya terjatuh ke lantai. Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara Novy yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara Novy berwarna coklat dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda. Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina Novy. Novy memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini Novy telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.&lt;br /&gt;Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong Novy hingga jatuh terduduk.&lt;br /&gt;“Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!” kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada Novy untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;Dengan ketakutan Novy menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian Novy mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai. Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.&lt;br /&gt;Lama kelamaan Novy mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang. Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam Novy kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.&lt;br /&gt;Tubuh Novy kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat Novy kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu. Saat Novy semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki Novy sehingga tubuh Novy menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan Novy, dan mulai mengelus-elus vagina Novy dengan tangannya. Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina Novy, membuat Novy merinding karena rasa geli yang timbul.&lt;br /&gt;Kemudian Angga mulai menjilati vagina Novy dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina Novy membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina Novy. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan Novy juga ikut menikmati sebagian tubuh Novy. Laki-laki yang memegang tangan kanan Novy menjilati dan mengisap puting susu Novy yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan Novy yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara Novy yang satunya. Sambil meremas payudara Novy dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu Novy dengan giginya, sehingga Novy merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir Novy dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut Novy.&lt;br /&gt;Setelah puas menjilati vagina Novy, Angga kembali berlutut di selangkangan Novy dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina Novy. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya, Novy berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya. Melihat Novy yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Novy yang masih perawan. Walaupun vagina Novy sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina Novy yang keluar, namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Novy yang perawan masih sangat sempit. Novy hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.&lt;br /&gt;Sementara itu Angga terus memompa vagina Novy dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Novy yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Novy. Novy hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Novy dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.&lt;br /&gt;Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki Novy ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Novy. Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina Novy kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina Novy, walaupun vagina Novy masih sangat sempit. Kembali vagina Novy diperkosa secara brutal oleh Anto, dan Novy lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan. Namun kali ini Novy tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Novy. Anto mendempetkan kedua buah payudara Novy dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Novy, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Novy. Novy gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Novy. Kemudian Anto menampar payudara Novy yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Novy berwarna kemerahan dan membuat Novy merasa kesakitan.&lt;br /&gt;Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh Novy untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat Novy dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Novy yang sangat sempit. Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Novy mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah Novy ke arah penisnya. Kini Novy dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Novy.&lt;br /&gt;Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus Novy dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Novy. Sesekali Leo menampar pantat Novy dengan keras, sehingga Novy merasakan pantatnya panas. Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus Novy dengan cara menjilatinya. Novy merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian Novy kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.&lt;br /&gt;Kini Leo memperkosa anus Novy perlahan-lahan, karena lubang anus Novy masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Novy. Saat Novy berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut Novy, sehingga kini Novy hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh Novy terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.&lt;br /&gt;Kedua payudara Novy yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Leo menyemburkan spermanya di dalam anus Novy, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut Novy. Novy terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas. Novy hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya. Novy membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut Novy.&lt;br /&gt;Kemudian Reza memaksa Novy untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Novy dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Novy, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Novy dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.&lt;br /&gt;Setelah Leo mencabut penisnya dari anus Novy, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Novy mendekat dan menyuruh Novy untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Novy, dan kemudian memaksa Novy untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina Novy. Setelah itu, Novy dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Novy. Sesekali Irvan menyuruh Novy untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina Novy berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Novy yang sudah basah. Irvan tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Novy diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Novy. Novy kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Iwan yang mengambil giliran untuk memperkosa Novy. Dia menarik Novy dari pangkuan Irvan, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Novy disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Iwan. Kemudian secara kasar Iwan menarik pantat Novy turun, sehingga vagina Novy langsung terhunjam oleh penis Iwan yang sudah berdiri keras. Penis Iwan, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya yang memasuki vagina Novy, masuk semuanya ke dalamvagina Novy, membuat Novy kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Novy merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Iwan memaksa Novy untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Iwan dapat bergerak keluar masuk vagina Novy dengan leluasa.&lt;br /&gt;Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu Novy dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Novy berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Novy yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung Novy beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Novy tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Novy terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Novy dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Novy menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.&lt;br /&gt;Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk Novy dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Novy tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir Novy dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Novy, Iwan terus menggenjot vagina Novy. Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina Novy dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Novy. Kemudian dia menarik tangan kanan Novy dan memaksa Novyuntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina Novy. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina Novy dengan kasar, membuat vagina Novy semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina Novy dan memaksa Novy untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa Novy untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka. Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara Novy menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Novy sudah rata oleh sperma milik Eka.&lt;br /&gt;Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa Novy di vagina, anus maupun mulut Novy. Mereka juga meremas-remas payudara Novy dan mencubit serta menggigit puting susu Novy keras-keras. Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat Novy sudah penuh oleh sperma. Bahkan kedua buah payudara Novy kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung Novy juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.&lt;br /&gt;Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya Novy tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa Novy untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.&lt;br /&gt;“Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!” perintah Shanty.&lt;br /&gt;Shanty memberikan pisau cukur kepada Novy dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi. Novy tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri Novy mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya. Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis. Novy tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.&lt;br /&gt;Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis, Novy mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina Novy terasa panas dan perih saat Novy menyentuhnya. Rupanya dengan bermasturbasi sendiri, Novy lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa Novy sudah sangat terangsang. Novy mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya Novy mengalami orgasme yang luar biasa. Tubuh Novy kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan vagina Novy mengalir keluar dengan derasnya. Novy tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.&lt;br /&gt;Belum pernah sebelumnya Novy mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai. Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya Novy merasa terangsang, Novy menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.&lt;br /&gt;Setelah mengalami orgasme, Novy hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur. Di sekitar vagina Novy terlihat bercak-bercak merah darah perawan Novy dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya. Novy masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun Novy juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya. Novy tidak mampu bergerak lagi.&lt;br /&gt;Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa Novy lagi. Kali ini Novy tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya. Novy seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus Novy yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali. Mereka juga memaksa Novy untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan Novy diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus Novy secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara Novy.&lt;br /&gt;Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman Novy terhadap tubuh Novy. Kali ini Novy tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama. Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya, Novy akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Novy telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.&lt;br /&gt;Ketika Novy terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang. Kedua tangan Novy terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika Novy mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali. Vagina dan kedua puting susu Novy juga ditempeli oleh lakban. Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd : NOVY.&lt;br /&gt;Novy membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering. Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya. Novy berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya. Novy sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya. Namun ketakutan Novy menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh Novy di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut Novy, membuat Novy kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu Novy kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.&lt;br /&gt;“Wah, inikan si Novy, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?” kata salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;Dan orang lainnya menyahut, “Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.”&lt;br /&gt;“Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.”&lt;br /&gt;“Ayo cepet kita perkosa aja… Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!”&lt;br /&gt;Novy hanya dapat menangis dan memohon, “Tolong Pak, lepaskan saya… jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya…”&lt;br /&gt;Namun mereka tidak peduli dengan rintihan Novy dan tetap melancarkan aksinya.&lt;br /&gt;Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu Novy hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ. Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh Novy dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah Novy dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya. Disemprot air dingin seperti itu, Novy terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan Novy, mengangkat tubuh Novy dan mendekapnya dari depan dan belakang. Novy kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki. Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus Novy secara bersamaan. Novy diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.&lt;br /&gt;Sementara itu orang yang berada di depan Novy menciumi bibir Novy dengan paksa, dan orang yang berada di belakang Novy meremas-remas kedua payudara Novy dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Novy. Orang yang memperkosa vagina Novy menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina Novy, sehingga Novy dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;Setelah itu, Novy dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian. Novy juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu. Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ, Novy kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya. Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus Novy, penisnya hanya dapat masuk setengahnya. Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus Novy dengan paksa, membuat Novy meronta-ronta kesakitan.&lt;br /&gt;Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Novy, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh Novy dan memaksa Novy untuk meratakannya dengan tangannya sendiri. Novy tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam. Dan kali ini Novy tidak dapat lagi menahan orgasmenya. Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.&lt;br /&gt;Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut Novy, Novy kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh Novy kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri. Sperma dan cairan vagina Novy yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus Novy. Dari mulut Novy juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh Novy.&lt;br /&gt;Novy hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ. Novykembali diperkosa secara bergantian oleh orang-orang yang lewat, satpam, tukang parkir, temannya, dan bahkan dua orang dosennya ikut memperkosanya. Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh Novy. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh Novy dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok. Bahkan orang terakhir yang memperkosa Novy memasukkan ranting pohon sepanjang 25 cm ke dalam vagina dan anus Novy sampai berdarah-darah dan meninggalkannya di situ.&lt;br /&gt;Novy tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh darah serta sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina Novy terlihat memar dan berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan. Novy sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya Novy kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.&lt;br /&gt;Total Novy telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan Novy yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya, Novy tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video Novy yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang. Novy lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu, Novy tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/9153710886884920216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/9153710886884920216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/9153710886884920216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/9153710886884920216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/diperkosa-teman-sendiri.html' title='Diperkosa Teman Sendiri'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-5634030980583182220</id><published>2015-03-22T16:23:00.002+07:00</published><updated>2015-03-22T16:23:41.822+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Diperkosa Lima Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
Diperkosa Lima Mahasiswa&lt;/h3&gt;
Meskipun usia pernikahanku dengan Mas Eka telah menginjak enam tahun, kami belum juga dikaruniai anak. Padahal hubungan seksku dengan suamiku berjalan seperti yang dilakukan banyak orang.&lt;br /&gt;Sebut saja namaku Agnes (29 tahun). Aku selisih lima tahun dengan Mas Eka. Jujur kuakui, suamiku itu memang orangnya ganteng dengan badan yang atletis. Dalam segi materi pun, dia mencukupiku bahkan berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;Mobil Jaguar saja ia belikan untukku. Setiap hari aku selalu disibukkan oleh acara-acara yang kubuat sendiri. Mulai creambath di salon, spa, maupun mandi sauna. Di hampir semua restoran mewah, aku selalu disambut dengan hangat karena aku memang sering makan di sana dan biasa memberikan tips berlebih.&lt;br /&gt;Di usia pernikahanku ini yang sekarang ini, suamiku masih tetap menyayangi dan terus memanjakanku. Demikian juga denganku. Apapun yang dia minta selalu kuberikan, meskipun pernah suatu saat aku sudah tertidur kecapekan, Mas Eka dengan manja memintaku untuk bercinta. Aku tak segan-segan untuk melayaninya.&lt;br /&gt;Seperti biasa, saat aku melayani kebutuhan biologis suamiku, dia selalu mencumbuiku dengan penuh nafsu dan digoyangnya tubuhku dengan penuh gairah sampai tersentak-sentak. Satu saja kelemahannya, seperti biasa Mas Eka hanya bisa menggoyangku tak sampai sepuluh menit. Dalam waktu selama itu, aku bahkan seringkali masih belum orgasme.&lt;br /&gt;Karena rasa sayangku padanya, aku pun hampir selalu berpura-pura sampai ke puncak bersamanya. Sayang, sebagai wanita biasa lama-kelamaan aku juga menginginkan kepuasan dan klimaks dalam permainan cinta yang intim.&lt;br /&gt;Bahkan kurasakan gairah seksku makin lama bergejolak tak terbendung. Sebagai pelampiasan, aku mencoba memuaskan gairah seksku degan berbagai vibrator yang kubeli di sex shop. Dengan vibrator dan ditemani keping-keping VCD porno, aku berusaha memuaskan nafsu seksku.&lt;br /&gt;Hanya saja, itu semua kulakukan tanpa sepengetahuan suamiku. Aku khawatir bila ia tahu. Tentunya ia akan sangat terpukul bahkan mungkin akan jadi minder.&lt;br /&gt;Namun, di lain pihak, semua usaha yang kulakukan untuk memuaskan sendiri nafsu seksku ternyata membuatku merasa semakin gila. Gairah seksku yang menggebu-gebu justru semakin tidak terpuaskan. Bahkan ketika aku sudah menambah kesibukanku, tetap saja gairah-gairah itu muncul mengganggu.&lt;br /&gt;Di antara kegundahanku itu muncul seorang teman lamaku yang menawarkan usaha membangun rumah di daerah sekitar kampus di Cawang untuk dijadikan tempat kost mahasiswa. Karena kupikir aku mempunyai deposito cukup banyak, maka kuputuskan mengkonsultasikan hal itu kepada Mas Eka.&lt;br /&gt;Karena cintanya padaku, Mas Eka pun mendukung rencanaku itu. Sebenarnya dulu aku pernah kuliah arsitektur meskipun tidak lulus karena keburu menikah dengan Mas Eka. Karena itu, aku beranikan diri memimpin sendiri projek pembangunan rumah kost itu walaupun tentunya tetap dibantu oleh perusahaan kontraktor rekan Mas Eka. Yang jelas, semua desain rumah itu, aku sendiri yang buat sesuai dengan seleraku.&lt;br /&gt;Setelah rumah itu berdiri, beberapa mahasiswa mulai ngekost di tempat itu. Di dalam rumah itu aku sengaja membuat suatu ruang kamar yang cukup besar dan tidak disewakan. Pikirku, mungkin suatu saat bisa kugunakan sebagai tempat bersantai bersama suamiku.&lt;br /&gt;Ruangan itu kulengkapi dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti furniture, televisi, lemari es, dan AC. Selain itu, di dalamnya juga tersedia kamar mandi sendiri beserta dapur. Ruangan itu juga kadang kugunakan pada awal bulan untuk istirahat sekaligus menarik uang kost. Ruangan itu sendiri letaknya dikelilingi oleh kamar-kamar kost yang jumlah seluruhnya 20 kamar. Ini memang baru tahap awal. Nanti aku berencana untuk menambah lagi jumlahnya.&lt;br /&gt;Di rumah kostku yang besar itu, sekarang baru dihuni oleh tiga belas orang mahasiswa berusia 19-22 tahun yang kebanyakan berasal dari seberang. Kebanyakan dari mereka sebenarnya masih saling mengenal ataupun saudara jauh. Biasalah, setelah satu orang merasa cocok, ia lalu mempromosikannya kepada yang lain. Merekalah penghuni awal rumah kostku yang baru kubuka. Sebagian dari mereka membawa komputer, bahkan televisi dan VCD player.&lt;br /&gt;Saat itu sebenarnya bukan awal bulan. Tidak biasanya memang aku datang ke rumah kost di saat seperti itu. Hal itu kusengaja. Aku hanya ingin mengecek keadaan. Sekalian melepas kepenatan sehabis belanja di mal.&lt;br /&gt;Tanpa sengaja, aku melihat dua, tiga, .... lima orang mahasiswa penghuni kostku sedang asyik menonton VCD porno di salah satu kamar yang terbuka pintunya. Aku mengenali mereka semua dengan baik: Edo, Parlin, Franki, Jo, dan Ben. Karena pesawat televisinya menghadap ke pintu, aku juga bisa melihat jenis VCD yang sedang mereka tonton. Gangbang... bukan main... anak-anak muda jaman sekarang memang sudah lebih maju.... Dengan geli, kulihat sebagian dari mereka sambil menonton televisi, juga menggosok-gosok bagian selangkangannya yang menyembul.&lt;br /&gt;Aku tertawa kecil melihat tingkah mereka dan timbul keisenganku untuk mengganggu mereka. Saat itu mereka belum sadar dengan kedatanganku, maka kutimbulkan sedikit kegaduhan dengan menutup keranjang sampah yang terbuat dari seng dengan cukup keras. Ya, sekarang mereka tahu kalau aku datang....&lt;br /&gt;Lalu aku membuka blazerku sehingga sekarang aku mengenakan tank-top warna pink yang menempel ketat di tubuhku dan tertarik sebagian ke atas sehingga memamerkan pusar dan perutku yang rata. Aku yakin, dari jarak sekitar lima meter, mereka pun bisa melihat kedua putingku yang menonjol dari balik tank-top ketatku karena aku memang tidak mengenakan bra. Kebetulan, saat itu aku pun mengenakan rok super mini tanpa stocking, yang dipadu dengan sepatu berhak tinggi merk Gucci. Aku merasa horny sekali... apalagi waktu tahu mereka terganggu keasyikannya menonton dan mencuri-curi pandang kepadaku...&lt;br /&gt;Kugembok pintu gerbang besar untuk masuk ke rumah kostku. Sengaja juga kulakukan itu dengan suara yang cukup keras... untuk memastikan bahwa kelima penghuni kostku mendengarnya. Lalu sambil melenggang seksi, aku berjalan menuju ruangan pribadiku. Kebetulan ruangan itu letak pintunya berhadapan langsung dengan pintu kamar tempat kelima mahasiswa itu sedang nonton vcd bokep.&lt;br /&gt;Aku membuka kunci pintu kamarku. Dalam hati aku merasa geli bercampur dengan horny. Dari pantulan jendela kamarku, aku bisa melihat kalau kelima anak muda itu sekarang tidak sedang menonton VCD lagi, melainkan sedang memperhatikan diriku. Senang sekali rasanya bisa menggoda anak-anak muda itu..... Aku pun masuk, dan sengaja pintu tidak kututup dengan rapat. Masih ada sedikit celah yang terbuka....&lt;br /&gt;Di dalam, aku membuka gorden jendela kamarku yang lebar. Ketika terbuka, aku bisa melihat kelima mahasiswa itu jadi buru-buru berpura-pura tak mengamatiku. Aku jadi semakin geli sendiri.... Dengan santai, kunyalakan AC dan kurebahkan tubuhku sejenak di sofa depan jendela sambil menyalakan televisi.&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, sambil menyiapkan minuman dingin, aku beranjak ke kamar mandi dan mempersiapkan bathtub dengan air hangat.&lt;br /&gt;Nah, sekarang tibalah saatnya.... aku merasa deg-degan juga. Aku bangkit, dan sambil pura-pura berjalan ke sana kemari membereskan barang-barang, aku yakinkan kalau kelima mahasiswa itu masih mencuri-curi pandang mengintipku... Setelah yakin, aku pelan-pelan mulai mencopoti pakaianku... Tank-topku... Rok miniku... dan terakhir, CD-ku yang berenda merk Victoria&#39;s Secret...&lt;br /&gt;Dalam hati aku tertawa sekaligus horny, karena tahu sekarang kelima anak muda itu pasti sedang melotot dan menahan air liurnya.... Aku sendiri merasakan selangkanganku melembab.... Lalu aku melenggang ke dalam kamar mandi. Pintu kamar mandi tetap kubiarkan terbuka lebar....&lt;br /&gt;Kuceburkan tubuhku ke dalam bathtub. Sesekali kubasuh tubuh mulai dari wajah, leher, sampai ke kaki. Kunikmati sesaat kehangatan air sambil kutenangkan pikiranku... Beberapa saat pikiranku melayang... bagaimana seandainya saat ini aku bisa menyalurkan gairahku... dan mencapai puncak kenikmatan....&lt;br /&gt;Setelah selesai, aku lalu menggunakan shower untuk membersihkan tubuhku... Posisiku saat itu menghadap ke arah pancuran dan membelakangi pintu...&lt;br /&gt;Secara tak sengaja, aku dikejutkan oleh sesosok tangan yang memelukku dari belakang. Ia berusaha menciumiku sambil tangannya menggerayangi dan meremasi kedua payudaraku.&lt;br /&gt;Dengan rasa terkejut, kurasakan remasan-remasan tangan itu begitu penuh nafsu. Orang itu terus mencumbuiku dengan ganas. Dengan sekuat tenaga, aku membalikkan tubuhku...&lt;br /&gt;&quot;Ya ampun, Edo....!!&quot; jeritku. &quot;Bagaimana kau bisa masuk ke sini?!&quot;&lt;br /&gt;Edo tak menjawabku. Sebaliknya ia kini berusaha mendekap tubuhku dari depan. Ternyata ia pun sudah dalam keadaan bugil. Senjatanya yang keras kurasakan menggesek-gesek bagian-bagian tubuhku...&lt;br /&gt;&quot;Edo, jangan....!!&quot; Aku berusaha melepaskan diri dari dekapan dan cumbuannya. Apa daya, tenagaku kalah jauh dengannya. Tubuh kekarnya dengan keras dan mantap mencengkeramku sampai aku ngos-ngosan... Sementara itu mulutnya terus bekerja mencumbui seluruh bagian tubuhku yang terjangkaunya....&lt;br /&gt;Meskipun aku sudah berteriak namun Edo tetap saja melakukan aksinya. Aku pun tahu tak ada orang luar yang akan bisa mendengarku... karena pintu gerbang depan yang kokoh sudah kugembok sendiri.... Akhirnya aku gagal mempertahankan kehormatanku... Sambil berdiri, ia melakukan penetrasi ke dalam tubuhku dan menggoyangku habis-habisan.... Aku sempat terhenyak karena tak siap saat menerima penetrasinya. Penisnya ternyata sangat keras dan tubuhku dihunjaminya tanpa ampun.....&lt;br /&gt;Bahkan setelah itu Edo membalikkan tubuhku dan terus menggoyangku selama beberapa saat sampai akhirnya ia ambruk setelah mencapai klimaksnya.&lt;br /&gt;Lalu Edo pun ngeloyor pergi. Dengan tubuh masih basah oleh air sabun dan keringat serta air mani Edo, segera kuraih handuk untuk mengeringkan tubuhku. Dengan pikiran yang masih kalut, kukenakan kimono dan keluar dari kamar mandi...&lt;br /&gt;Namun, begitu keluar kamar mandi, aku sangat terkejut ketika Franki tiba-tiba muncul dan menubrukku. Aku baru sadar kalau teman-teman Edo sudah menunggu di luar.... Didorongnya tubuhku dan disandarkannya ke dinding.&lt;br /&gt;&quot;Franki.... jangan....&quot; Aku hanya sempat mengeluh pendek karena Franki tak peduli dan tak mau pula menyia-nyiakan kesempatan...&lt;br /&gt;Dalam keadaan berdiri, kimonoku disingkapnya lalu kembali aku disetubuhi dalam keadaan berdiri oleh Franki dengan ganas dan penuh nafsu.... Aku yang sudah kecapekan tak bisa berbuat banyak....&lt;br /&gt;Tubuhku sampai terangkat-angkat dan salah satu kakiku diangkat Franki ke atas. Selama disetubuhi Franki, sekilas aku melihat sekeliling. Parlin, Jo dan Ben tampak sedang menonton aksi kami dengan pandangan nanar.... Sementara Edo entah ke mana... Gorden dan pintu kamarku telah tertutup rapat.&lt;br /&gt;Akhirnya, Franki sampai pada puncaknya. Sementara air maninya masih meleleh keluar dari penisnya yang memenuhi vaginaku... kedua tangannya mencengkeram kedua pergelangan tanganku ke tembok... Sementara itu mulutnya dengan ganas menciumi bibirku sampai aku kehabisan napas....&lt;br /&gt;Ketika ia melepasku, aku pun ambruk ke lantai karena kecapekan.... Jo lalu menghampiriku dan memberiku segelas minuman dingin... Aku tidak tahu apa yang dimasukkan Jo ke dalam minuman itu. Yang jelas rasanya agak aneh... dan tak lama kemudian menimbulkan efek yang aneh juga pada tubuhku....&lt;br /&gt;Jo menolongku berdiri lalu melepaskan kimonoku yang acak-acakan. Kemudian ia membopong tubuhku ke tempat tidur. Di sana kembali aku menjadi bulan-bulanan mereka. Jo menciumi dan mencumbuku penuh nafsu. Tanpa kusadari, tubuhku mulai merespon permainan mereka... Ketika Jo mulai tidak sabar menggoyangku, aku pun mulai menggeliat mengimbangi goyangan Jo yang dahsyat itu. Aku juga mulai merintih-rintih nikmat.&lt;br /&gt;&quot;Jooo.... aaah.... oooohhh.... Jooo...&quot;&lt;br /&gt;Melihat reaksiku yang berbeda terhadap rekan-rekannya yang terdahulu, tentu saja membuat Jo semakin semangat. Kelihatan sekali ia ingin memberikan yang terbaik untukku... Aku pun sama sekali tak memberikan perlawanan terhadap Jo. Aku bahkan memperlakukan Jo sama seperti ketika aku sedang bercinta dengan suamiku...&lt;br /&gt;Melihat itu, Ben jadi tak tahan dan mulai menyerbu juga... Ia memaksaku untuk mengulum penisnya... Mulanya aku ragu-ragu... Aku belum pernah melakukan hal seperti itu.... Tapi sepertinya aku mulai mendapatkan kekuatan entah dari mana... Tanpa pikir panjang, kukulum penis Ben yang sudah sangat mengeras....&lt;br /&gt;Lama-lama aku merasakan kenikmatan. Gairah-gairahku yang selama ini terpendam, akhirnya seperti lunas terbayar. Bahkan ketika Jo sudah mencapai klimaks dan gantian Ben yang menggoyangku, aku sudah tidak menolak lagi....&lt;br /&gt;Sekarang Ben yang menindih dan berpacu denganku seperti sepasang kekasih sehingga kami berdua mencapai puncak bersama....&lt;br /&gt;Terakhir, masih ada Parlin yang harus kulayani.... Ia pun rupanya sudah tak sabar menunggu gilirannya yang terakhir.... Bagaikan banteng ketaton, ia menindih dan menggoyangku... Kali ini aku mencapai orgasme beberapa kali.... Rupanya Parlin yang paling berpengalaman di antara keempat rekannya... Ia pandai mengatur tempo... dan ia pun tampak senang melihatku beberapa kali mencapai orgasme lebih dulu.... Setelah lima belas menit lebih, ia pun menyiramkan spermanya ke tubuhku... Pada saat yang bersamaan, aku pun mencapai orgasme untuk yang ketiga kalinya bersamanya...&lt;br /&gt;Sambil penisnya tetap tertanam di tubuhku, kami berpelukan erat seolah tak mau saling melepas. Bibir kami pun saling memagut dan berciuman seperti sepasang kekasih yang sudah lama tak saling berjumpa....&lt;br /&gt;Akhirnya.... kami berenam pun saling bergeletakan di berbagai tempat di kamarku selama beberapa saat. Ada perasaan takut dan dosa yang kami rasakan... bercampur dengan rasa nikmat yang tiada tara....&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, jika aku datang ke sana, mereka seringkali berusaha secara tiba-tiba mengeroyokku dan menyetubuhiku bersama-sama. Kadang aku bisa menghindar, kadang aku pun membiarkan mereka melakukannya, terutama jika suasana di tempat kost sedang sepi....&lt;br /&gt;Aku tidak tahu apa aku harus menyesal atau bahkan merasa bahagia karena sekarang aku bisa merasakan kepuasan seks yang luar biasa.... walaupun itu dengan cara dikeroyok oleh lima pemuda di tempat kostku. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/5634030980583182220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/5634030980583182220' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5634030980583182220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5634030980583182220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/diperkosa-lima-mahasiswa.html' title='Diperkosa Lima Mahasiswa'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-8952152169996866241</id><published>2015-03-15T14:20:00.004+07:00</published><updated>2015-03-15T14:20:58.205+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Darah Perawan Calon Sekretaris</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Darah Perawan Calon Sekretaris&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;Aku sudah berkeluarga, tapi aku punya WIL yang juga sangat kucintai. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. Karena itu aku akan memanggilnya dalam cerita ini sebagai istriku. Dari obrolan selama ini ia mengatakan bahwa ia ingin melihatku &#39;bercinta&#39; dengan wanita lain. Akhirnya tibalah pengalaman kami ini.&lt;br /&gt;Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan &#39;istriku&#39; kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Seperti telah direncanakan, kubelokkan mobil ke arah pom bensin di Sentul. setelah tadi tak sempat aku mengisinya. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok karena seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.&lt;br /&gt;Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari seperti ini walaupun menggunakan topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi kalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja. Aku sempat khawatir kalau ia tidak berada di deretanku dan aku masih hanyut dalam berbagai terkaan tentangnya, aku tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menawarkan produknya. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, &quot;Buka dong kacanya..&quot; Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.&lt;br /&gt;Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Aku malah balik bertanya, &quot;Kamu ngapain kerja di sini?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Ya, boleh aja&quot;, jawab istriku.&lt;br /&gt;&quot;Gimana mau?&quot; tanyaku kepada gadis itu.&lt;br /&gt;&quot;Mau.. mau Mas&quot;, katanya.&lt;br /&gt;Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin sampai penuh. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin &#39;berkenalan&#39; dengannya. Ia sangat setuju dan antusias.&lt;br /&gt;Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa saat kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi. Ia cepat sekali akrab dengan istriku karena ternyata berasal dari daerah yang sama yaitu **** (edited), Jawa Barat. Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Ia sudah berani menerima tawaran kami untuk ikut menginap bersama. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang.&lt;br /&gt;Setelah cerita kesana-kemari akhirnya obrolan kami menjurus ke masalah seks. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu. Singkat cerita dia masih perawan, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu puas. Keingintahuannya terhadap masalah seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak dingin dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Kami ceritakan bahwa dalam masalah seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali ini kami ingin membuat photo ketika &#39;bercinta&#39;.&lt;br /&gt;&quot;Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya&quot;, ajak istriku.&lt;br /&gt;&quot;Nih kamu pakai kimono satunya&quot;, kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian aku menghampiri istriku langsung memeluknya dari atas. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Istriku mengerang menikmatinya. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika aku menolehnya.&lt;br /&gt;Setelah aku mengajarinya bagaimana menggunakan kamera yang kuberikan itu, kemudian kuteruskan mencumbu istriku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Akhirnya istriku mencapai klimaksnya setelah liang senggamanya kumainkan dengan lidah, dengan jari, dan terakhir dengan batang istimewaku. Sedangkan aku belum apa-apa.&lt;br /&gt;&quot;Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya&quot;, kata istriku.&lt;br /&gt;&quot;Ah Mbak ini ada-ada aja&quot;, kata Rini malu-malu.&lt;br /&gt;Sebagai laki-laki, aku sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa dia tidak menolak. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku.&lt;br /&gt;Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Kemudian aku memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang.&lt;br /&gt;Tidak terlalu susah aku membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Kulitnya putih, bersih dengan postur badan yang cukup indah. Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan.&lt;br /&gt;Ia tidak menolak ketika aku membuka BH-nya, demikian juga ketika aku melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Seluruh titik di bagian atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, kini kedua bukti itu kuremas perlahan. Ia mendesah, &quot;Eeehhh..&quot;&lt;br /&gt;Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin jelas terdengar. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali.&lt;br /&gt;Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. &quot;Ya nggak usah dibuka&quot; ujarku, &quot;Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku&quot;, bujukku. Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Agak lama dengan permainan itu, akhirnya mungkin karena ia juga penasaran, maka ia tidak menolak ketika kulepaskan CD-nya.&lt;br /&gt;Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Tak lama kemudian cairan kenikmatannya pun sudah meleleh menyatakan kehadirannya. Burungku pun lebih lancar menjelajah. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya.&lt;br /&gt;Ketika kucoba untuk memasukkan burungku ke dalam lembah sorganya, tampak bibir-bibir kenikmatannya ikut terdorong bersama kepala burungku. Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, aku cukup sabar untuk melakukan permainan sampai lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami. Gelinjang, desahan, dan ekspresi wajahnya yang sedang menahan kenikmatan membuatku semakin bersemangat dan lebih percaya diri untuk tidak segera ejakulasi. Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.&lt;br /&gt;Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah.&lt;br /&gt;Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Dan.., &quot;Blesss....&quot; seluruh burungku masuk ke dalam surga dunia yang indah. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan sampai liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru.&lt;br /&gt;Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Selang berapa lama kedua tangannya lekat mencengkram punggungku, kakinya ikut menjepit kedua kakiku. Kemudian muncul erangan panjang diikuti denyut-denyut dari lembah sorganya. &quot;Eeehhh...&quot; desahnya. Aku pun sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan seluruh kenikmatan, segera kucabut burungku kemudian kumuntahkan di luar dengan menekan ke selangkangannya. &quot;Eeehhh...&quot; erangku juga. Kami berdua menarik nafas panjang.&lt;br /&gt;Setelah agak lama kemudian aku duduk, kuraih kaos dalamku kemudian aku mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Ia pun segera duduk, sejenak dari raut wajahnya tampak keraguan terhadap situasi yang telah dialaminya. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi.&lt;br /&gt;Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out. Betul-betul suatu akhir pekan yang susah dilupakan. Akhirnya ia kutitipkan bekerja di perusahaan temanku.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/8952152169996866241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/8952152169996866241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/8952152169996866241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/8952152169996866241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/darah-perawan-calon-sekretaris.html' title='Darah Perawan Calon Sekretaris'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-5243042802157621791</id><published>2015-03-15T14:19:00.002+07:00</published><updated>2015-03-15T14:19:42.940+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Cewek Mandi Sambil Masturbasi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Cewek Mandi Sambil Masturbasi&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;Hari ini aku libur, jadi bangunnya agak siang dari biasanya, apa lagi semalam aku tidur hampir dini hari karena asyik membuka mail box dan membalas email-email yang masuk. Ada seorang pembaca yang gentleman mengirimkan email padaku, isinya biasa-biasa saja dan sopan. Awalnya seperti email-email lain yang kubalas, selalu kucantumkan persyaratan yang kuinginkan bila mereka ingin melanjutkan berkenalan dan mengobrol denganku.Pembaca yang satu ini lain daripada yang lain karena tanpa banyak komentar, pada email berikutnya langsung dia memberikan persyaratan yang kuminta. Aku pun berbagi foto dan berkirim email dengannya. Terus terang simpatik sekali dia, hanya saja aku belum memiliki foto dan data lengkapnya. Tapi aneh! Aku kok tiba-tiba jadi penasaran dengannya, semoga orangnya sesuai dengan keinginanku. Pada emailnya yang terakhir dia menanyakan cara mengobati ikan yang perutnya buncit. Ha.. ha.. ha.., kan tidak semua dokter hewan bisa mengobati ikan. Kembali ke ceritaku, pagi ini ternyata kondisi rumahku kosong, kedua orang tua dan adikku entah pergi kemana. Hal ini biasa terjadi, mereka tidak mau mengganggu tidurku dan pergi mengunci rumah dari luar. Kami di rumah memang masing-masing memiliki kunci rumah sendiri-sendiri. Setelah membaca koran pagi sambil minum secangkir kopi, aku teruskan membaca koran di toilet kamar mandiku. Aku bermaksud buang hajat (Maaf! Aku berusaha menyampaikan apa yang kualami dengan apa adanya) sambil membaca koran. Pintu kamarku sengaja kubiarkan terbuka begitu saja, toh tidak ada orang lain di rumahku.&lt;br /&gt;Kulepas kembali singlet yang baru kukenakan tadi sebelum keluar dari kamar, kulempar begitu saja, demikian pula dengan celana pendek longgar yang agak lebar di bagian bawahnya yang kupakai saat tidur. Kini aku sudah telanjang bulat tanpa sehelai pun benang yang menutupi tubuhku. Sejak kecil aku memang tidak suka dan tidak pernah menggunakan BH sehingga sampai saat ini di usiaku yang ke 28 aku tetap tidak memiliki satu pun BH untuk menutupi buah dadaku yang sintal dan ranum ini.&lt;br /&gt;Aku terbiasa tidur bertelanjang dada dan seringkali bugil sambil memakai selimut tipis saja. Kalau semalam aku tidur hanya mengenakan celana pendek yang bentuknya seperti yang kuceritakan tadi, selain bentuknya yang mini, bahannya terbuat dari kain sutera tipis tembus pandang dengan karet elastis yang melingkar di pinggangku, sehingga bayangan bulu kemaluanku jelas dapat terlihat dari luar, karena di dalamnya aku sudah tanpa menggunakan apa-apa lagi untuk menutupi auratku, toh semua model CD-ku juga sexy dan mini sekali sehingga tidak ada fungsinya saat kupakai tidur, jadi sekalian saja tidak kupakai.&lt;br /&gt;Selesai hajatku, kuletakkan koran yang kubaca tadi dan aku pun mandi. Kondisi kamar mandi dalam kamarku pun kubiarkan tetap terbuka sejak tadi hingga jika dari arah ruang tamu ada orang melongok kamarku yang pintunya terbuka pasti dapat melihat tubuh montokku di kamar mandi yang sedang mandi saat ini, namun aku tidak khawatir karena rumahku saat ini sedang kosong dan pintu depan dalam keadaan terkunci hingga aku tidak perlu khawatir ada orang yang tiba-tiba nyelonong masuk.&lt;br /&gt;Kubasahi seluruh tubuhku di bawah shower kamar mandiku, rambutku pun kubasahi karena aku memang ingin keramas. Selesai keramas, kusabuni tubuhku dengan sabun cair, kugosok rata seluruh bagian tubuhku yang ramping dan sexy ini (Bukan GR lho! Karena memang demikianlah diriku). Tinggiku yang 170 centimeter termasuk cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita, buah dadaku tidak terlalu besar, ukurannya normal sedang-sedang saja, bentuknya padat, puting susuku dan sekitarnya masih tampak ranum berwarna sedikit merah muda kecoklatan.&lt;br /&gt;Pantatku sintal dan berisi, bagian depannya di bawah pusarku ditumbuhi bulu-bulu kemaluan yang halus, tumbuhnya rata rapi dan tidak terlalu panjang karena menempel di bawah pusarku menyeruak ke atas. Bulu-bulu kemaluanku hanya tumbuh di bagian atas kemaluanku, di sekitar vaginaku tetap bersih dan mulus. Kuusap dan kugosok dengan sabun cair tadi dengan rata, kujongkokkan sedikit tubuhku dan kuangkat sebelah kakiku bergantian dan kukangkangkan di atas bibir bathtub agar memudahkan tanganku menggosok dan membersihkan lipatan selangkanganku.&lt;br /&gt;Tanganku yang satu lagi menggosok tubuhku bagian lain, kuelus-elus buah dadaku dengan lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak, rasanya aku ingin berlama-lama menyabuni tubuhku, mataku yang lentik pun mulai sayu merem melek merasakan nikmatnya usapan tanganku sendiri hingga tanpa kusadari jariku kumasukkan ke dalam bibirku. Kuhisap telunjukku dan kukulum dengan mulutku yang mungil dan berbibir tipis, ada rasa sabun di lidahku hingga segera kuturunkan lagi jari-jariku ke bagian buah dadaku.&lt;br /&gt;Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan, tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya, terlebih saat tanganku yang satu lagi tetap mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku, aku pun merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.&lt;br /&gt;Aku sudah horny sekali, liang vaginaku sudah dibanjiri oleh lendir yang keluar dari dalam rahimku. Dapat kurasakan ada cairan lain di bibir vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri hingga aku pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu. Badanku meliuk bagaikan penari erotis yang biasa kulihat di BF, kedua kakiku pun tak kuasa lagi menopang tubuhku. Aku langsung terduduk di bagian atas bathtub, kukangkangkan pahaku dengan meletakkan kedua telapak kakiku di samping kiri dan kanan bibir bathtub.&lt;br /&gt;Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku, sekujur tubuhku masih dipenuhi oleh sabun cair yang kini sudah mulai berbaur dengan keringat dinginku yang mulai mengalir keluar, udara AC yang masuk dari kamar tidurku seakan tidak mampu menembus ke kamar mandiku.&lt;br /&gt;Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Awalnya memang sedikit agak sulit masuk namun karena aku memang sudah benar-benar horny sehingga liang vaginaku juga sudah benar-benar basah oleh lendir yang licin hingga berikutnya jari-jariku dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku. Kini jari tangan kiriku sudah tidak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.&lt;br /&gt;Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding vaginaku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh benjolan sebesar ibu jari yang ada dan tumbuh di dalam liang vaginaku dan menghadap keluar. Kuangkat sedikit benjolan tadi dari bawah dengan jariku dan kugesekkan bagian bawahnya, punggung dan kepalaku jadi tersandar di dinding kamar mandi, seakan hendak pingsan rasanya.&lt;br /&gt;Aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam vaginaku pun makin kupercepat pula. Untuk menyongsong orgasmeku yang segera tiba, pantatku bergetar hebat, kurasakan kedutan bibir vaginaku yang tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam liang senggamaku.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding vaginaku. Aku serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah cairan cintaku yang mengalir deras. Setelah diam sejenak meresapi apa yang baru saja terjadi, aku meneruskan mandi. Kubilas tubuhku dengan air melalui shower, di selangkanganku masih terasa cairan cintaku merembes keluar dari dalam liang vaginaku, mengalir turun melewati kedua belah pahaku.&lt;br /&gt;Selesai mandi, kukeringkan badanku dengan handuk dan kukenakan kimono tipis bermotif kembang-kembang. Bentuk kimonoku ini cukup pendek ukurannya. Ujung bawahnya kurang lebih hanya sejengkal saja dari pangkal pahaku, kalau aku membungkuk pasti belahan pantatku akan tersembul keluar, demikian pula bila aku duduk saat mengenakan kimono ini pasti onggokan daging di pangkal pahaku juga akan mudah terlihat, karena memang kimono yang kukenakan ini bukan untuk digunakan di luar, fungsinya hanya bisa digunakan di kamar setelah selesai mandi agar tidak kedinginan saja. Aku keluar menuju lemari es mengambil air dingin. Aku merasakan haus sekali setelah melakukan aktifitas tadi. Selesai minum tiba-tiba ada orang yang menekan bel. Kulongok keluar ternyata ada satpam yang mengantar tagihan iuran RT. “Sebentar ya Pak”, seruku.&lt;br /&gt;Kuambil uang di dompetku dan aku keluar menuju pintu pagar. Sambil kusodorkan uang, kuterima bukti pembayaran yang kuterima dari satpam tadi. Waktunya hanya sebentar saja namun cukup membuat satpam tadi terbengong-bengong heran menatap penampilanku. Rupanya tanpa kusadari, aku tadi keluar mengenakan kimono mini tadi. Bahan kainnya tipis sehingga saat kupakai menempel dengan ketat di kulitku yang memang belum kering betul saat kuhanduki tadi, apa lagi bagian depannya hanya ditutupkan begitu saja dan diikat dengan ikat pinggang tali yang terbuat dari bahan kain yang sama, dan ikatanku tadi juga asal-asalan saja sehingga bagian dadaku terbelah agak lebar, sehingga dari samping tepian buah dadaku yang putih mulus dapat terlihat dengan jelas secara hampir keseluruhan, hanya puting susuku saja yang tertutup.&lt;br /&gt;Bagian bawahku rupanya juga tidak tertutup dengan rapi, selain ukurannya sudah pendek ke atas (mini), belahannya juga tidah rapat, kecuali di bagian yang terjepit oleh ikat pinggang kain tadi, sehingga rupanya saat aku berjalan melangkah keluar tadi belahan kimonoku bagian bawah tersingkap bergantian di kedua sisinya mengikuti irama langkahku. Berarti bagian ujung pangkal pahaku yang ditumbuhi bulu-bulu kemaluanku dapat terlihat dengan jelas oleh satpam tadi, pantas saja matanya melotot dan dia sempat terbengong-bengong saat melihatku keluar tadi. Persetan deh, pikirku, sudah telanjur mau apa lagi, ya mungkin itu rejeki satpam itu tadi&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/5243042802157621791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/5243042802157621791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5243042802157621791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5243042802157621791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/cewek-mandi-sambil-masturbasi.html' title='Cewek Mandi Sambil Masturbasi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-3138152872906698952</id><published>2015-03-12T20:48:00.003+07:00</published><updated>2015-03-12T20:48:50.826+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Bispak SMP</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
Bispak SMP&lt;/h3&gt;
Salam Blogger&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bispak SMP&lt;br /&gt;
Kisah ini terjadi saat aq masih duduk di kelas SMP. Di kelasku ada cewek namanya Susi, anak ini memang terkenal genit. Padahal sebenarnya orangnya biasa2 aja gak terlalu istimewa tapi karena sifatnya yang ramah dan gampangan itu yang membuat dia banyak dikerubutin teman2 cowok termasuk aq. Diantara sekian banyak cowok ada satu yang paling getol dekat2 ma Susi, namanya Rudi. Setiap kali aq melihat Rudi mendekati Susi maka tangannya gk jauh2 dari meraba pantat atau toked Susi.&lt;br /&gt;
Pernah suatu ketika saat pelajaran Kesenian, Susi yang duduk sendirian karena teman satu mejanya tidak datang pindah tempat duduk ke tempat Rudi yang memang duduk sendirian dibarisan paling belakang sudut, bersebelahan dengan mejaku.&lt;br /&gt;
Mulanya aq gk terlalu pedulian, paling juga si Rudi ngucek2 payudaranya si Susi. Tapi saat aq ngelirik, aq kaget setengah mati. tongkol si Rudi udah keluar dari celananya dan sedang dikocok2 ma Susi! Rudi menyeringai bangga melihat ke arahku. Sementara Susi hanya tersenyum2 genit aja melihat aq yang terpelongo.&lt;br /&gt;
Sambil menikmati kocokan Susi tangan kiri Rudi asik meremas2 payudara kanan Susi, untuk menutupi pandangan guru dari depan Rudi sengaja menaruh buku bacaan kesenian di depan Susi dengan cara di dirikan jadi seolah2 mereka berdua sedang membaca buku itu.&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian kulihat peju Rudi menyembur keluar, Susi kemudian mengelap tangannya yg belepotan peju Rudi ke celana Rudi. Meilhat itu aq juga jadi kepingin. Aq segera memberi kode sama Rudi untuk gantian, kamipun berganti posisi.&lt;br /&gt;
“Si, aq juga donk..” pintaku setelah duduk di sampingnya,&lt;br /&gt;
“Paan?” tanyanya pura2 gk tau. “Kocokin tongkol aq” ujarku, Susi mencibir kearahku, “Gak mau” tolaknya. bangs*tnya ni pikirku, gk tau orang dah konak juga. Sementara di meja sebelahku, si Rudi cekikikan melihatku, teman semejaku juga ngintip2 sambil tersenyum2 mupeng. Pasti mintak bagian juga tuh.&lt;br /&gt;
Karena udah gk tahan menahan birahi, sambil melihat kedepan pelan2 aq menurunkan resleting celanaku, tapi susah juga ngeluarin si tongkol yang udah jegang dari tadi dalam posisi duduk gini. Ku longgarkan sedikit ikat pinggangku dan ku lepaskan kait kancing celanaku baru kurogoh tongkolku mengeluarkannya, begitu tongkolku keluar dari celana langsung keraih tangan kanan Susi, ku arahkan ke batang tongkolku.&lt;br /&gt;
“kocokla cepat..” bisikku, tangan Susi yang lembut dan halus kemudian memegang batang tongkolku dan mulai mengocok2nya membuat aq tertunduk keenakan.&lt;br /&gt;
“enak ya..?” bisik Susi, “anjeng, enak kali” balasku berbisik. Berkali2 aq mengeluarkan nafas keras saat kulit tangan Susi yang lembut menggesek2 kepala tongkolku.&lt;br /&gt;
Sesekali aq melirik ke arah Rudi dan temanku yg tertawa2 kecil melihat aq lagi dikocokin ma Susi, teman semejaku berkali2 memberi kode mintak giliran yang dibalas dengan Susi leletan lidahnya. Asli mupeng dia, terlebih lagi saat aq dengan sengaja meremas2 payudara Susi sambil melirik mengejek ke temanku itu.&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian pejuku akhirnya muncrat keluar disertai rasa nikmat tiada tara, sebisa mungkin aq menahan untuk tidak mengerang. Kututupi wajahku dengan kedua tanganku menahankan rasa nikmat di tongkolku.&lt;br /&gt;
Susi mengangkat tangannya menunjukkan jari2 tangannya yang belepotan pejuku, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik. Kemudian seperti tadi dia mengelapkan tangannya ke celanaku.&lt;br /&gt;
Karena merasa masih ada bau2 pejunya, Susi permisi ke wc. Gk lama teman sebangkuku ikut permisi keluar. Aq kembali pindah ke mejaku sementara Rudi duduk di bangku sebelahku.&lt;br /&gt;
Tapi ko lama kali ya..?? “jangan2 mereka maen di wc” terka Rudi. Aq manggut2 mengiyakan. Ampe pergantian jam pelajaran (kira2 15 menit lebih) baru mereka kembali, ku lihat teman aq itu tersenyum bahagia. Sementara Susi kembali ke bangkunya, bukan di tempat Rudi lagi.&lt;br /&gt;
Langsung kucecar teman ku dengan pertanyaan2, ngapain aja kalian? Temanku cerita begitu dikamar mandi, dia langsung meluk Susi. Sambil berciuman temanku meremas2 payudara Susi lalu dia meminta Susi untuk menghisap tongkolnya, Susi ok-ok aja menghisap tongkol temanku itu, lagi pula biasanya kamar mandi pas jam pelajaran masih berlangsung memang tergolong sepi kuadrat.&lt;br /&gt;
Eh pas lagi asik2an begitu tiba2 masuk cowok dari kelas sebelah, udah bisa ketebak cowok itupun mintak bagian. Terpaksa Susi ngelayani dua tongkol sekaligus. Sepikan bukan berarti gk ada yang datang, beberapa menit kemudian datang dua orang cowok, anak kelas 2. melihat Susi yang lagi jongkok sambil ngisapin tongkol kami, mereka pun dengan sabar ngantri mintak disepong juga.&lt;br /&gt;
Setelah semua ngecrot baru Susi dan teman aq itu kembali ke kelas. Aq jadi geleng2 mendengar cerita teman aq itu, jontor deh tuh bibir nyepong 4 batang sekaligus...&lt;br /&gt;
Lain waktu ada lagi cerita saat aq, Rudi dan Susi tergabung dalam satu tugas kelompok yg diberikan oleh guru bahasa inggris kami. Selain kami bertiga ada empat orang lagi, dua perempuan dua laki2. Jadi totalnya kami bertujuh. Kami memutuskan mengerjakan tugas kelompok tersebut pada hari minggu di rumah Susi.&lt;br /&gt;
Jadi begitulah pada hari minggu yang dijanjikan kami berkumpul di rumah Susi, kami mengerjakan tugas itu di ruang tamunya. Mulanya sih biasa2 aja, selain karena ada cewek lain juga karena orang tua Susi masih berada di rumah.&lt;br /&gt;
Suasana mulai berubah saat orang tua Susi keluar untuk menghadiri suatu pesta pernikahan, tangan Rudi mulai gatal meraba2 tubuh Susi membuat Susi sibuk menepis tangan jahil Rudi. Jadinya malah gk mengerjakan tugas kelompok lagi tapi mule cerita2 jorok yang membangkitkan gairah.&lt;br /&gt;
“Sil udah pernah liat tongkol gk?” tanya Rudi ma Silvia salah satu teman cewek dalam kelompok kami. Nih anak emang gk ada otaknya. Silvia yang mendengar pertanyaan Rudi jadi merah padam mukanya, mulutnya langsung melancarkan cacian sama Rudi membuat kami tertawa2.&lt;br /&gt;
“gitu aja marah, Sil, Susi aja tenang2 aja klo liat tongkol, ya kan Si” Amir ikut2 nimbrung sambil ngelirik genit sama Susi, Susi hanya mencibir menanggapi godaan Amir.&lt;br /&gt;
“ngomong2 tongkol kelen, macam yg besar aja tongkol kelen” Wita kali ini yang angkat bicara, nih anak mang rada berani dibandingin Silvia.&lt;br /&gt;
“eh, mo liat ko tongkol aq...?” tanyak Rudi semangat sambil berdiri memamerkan celananya yang menggembung di bagian selangkangan. Tingkahnya membuat para cewek2 itu terpekik2 sambil cekikikan, Susi yang tepat berada di samping Rudi tiba2 meninju selangkangan Rudi membuat dia terpekik kesakitan yang disambut gelak tawa kami semua.&lt;br /&gt;
Gk sadar udah hampir tiga jam juga kami di rumah Susi, akhirnya kami memutuskan melanjutkan lagi pengerjaan tugas kelompok itu Senin besok. Wita dan Silvia pulang dengan diantar Amir dan Joko sementara aq dan Rudi tetap tinggal. Aq sudah menebak apa yang ada dalam pikiran Rudi, begitu mereka berempat meninggalkan rumah Susi, Rudi langsung melancarkan serangan2nnya.&lt;br /&gt;
Entah siapa yang bernafsu duluan keduanya udah bergumul saling peluk dan cium mengabaikan aq yang terbengong2 melihat aktivitas mereka berdua. Dengan ganas tangan Rudi meremas2 payudara Susi sementara tangan Susi meraba2 selangkangan Rudi. Gk mau ketinggalan aq langsung duduk disamping kiri Susi dan ikut2an meremas2 payudara kirinya. Susi melepaskan ciumannya dari Rudi gantian menciumi bibirku yang kubalas dengan penuh nafsu. Aq menggeliat nikmat saat jari2 Susi meremas selangkanganku sementara disamping kanan Susi Rudi memelorotkan celananya sekaligus celana dalamnya hingga tongkolnya yang tegang terlihat menjulang.&lt;br /&gt;
Rudi segera meraih tangan Susi dan mengarahkannya ke tongkolnya, Susi melepaskan ciumannya dariku dan melihat ke arah tongkol Rudi kemudian mulai mengocok2nya membuat tubuh Rudi jadi kejang2. Aq ikut2an melepasi celanaku hingga tongkolku dengan leluasa tegak dengan gagah.&lt;br /&gt;
Aq berdiri disamping Susi sambil meraih kepala Susi dan menariknya ke arah tongkolku, mengerti kemauanku Susi langsung membuka mulutnya lebar2 membiarkan batang tongkolku masuk ke dalam mulutnya, begitu tongkolku masuk langsung dia menghisapnya membuat aq mendesis keenakan.&lt;br /&gt;
“tongkol! Kau pulak yang duluan di sepong!” maki Rudi, “salah sendiri lah” jawabku penuh kemenangan. Kugerakkan pinggulku seolah2 sedang mengent*ti mulut Susi sambil mendesah2 keras memanas2i Rudi sementara Susi makin aktip menghisap2 tongkolku.&lt;br /&gt;
Panas melihat aq yang disepong Susi, tangan Rudi kelayapan menaikkan rok terusan Susi ke atas hingga pahanya yang mulus terbuka sampai terlihat pangkal paha Susi yang terbalut celana dalam warna pink.&lt;br /&gt;
Rudi menggesek2kan telunjuknya ke selangkangan Susi membuat Susi mengeluarkan suara2 mengeram sambil terus menghisap2 tongkolku. Celana dalamnya terlihat basah oleh rembesan cairan vaginanya.&lt;br /&gt;
“Si buka sempak kau, si Martin mau liat pepek kau” kata Rudi sambil tangannya berusaha memelorotkan celana dalam Susi, Susi agak menaikkan pantatnya agar celana dalamnya dengan mudah dapat dipeloroti Rudi ke bawah.&lt;br /&gt;
Mataku tak lepas memandang pepek Susi yang ditumbuhi bulu2 halus, begitu pepek Susi terbuka jari2 Rudi langsung bermain di celah pepek Susi membuat Susi mendengus2 merasakan kenikmatan. Tubuhnya menggeliat2 merasakan gesekan2 jari Rudi di celah pepeknya.&lt;br /&gt;
Tanpa sadar aq makin dalam menyodokkan tongkolku di dalam mulut Susi, berkali2 Susi mengeluarkan suara tersedak dan berusaha melepaskan tongkolku dari dalam mulutnya tapi karena aq telah dikuasai nafsu birahi malah makin kasar menggoyang2kan pinggulku mengent*ti mulut Susi sambil tanganku memegang kepala Susi menghindari dia melepaskan tongkolku. Susi udah gk lagi menghisap tongkolku hanya membiarkan saja tongkolku memenuhi rongga mulutnya bergerak leluasa.&lt;br /&gt;
“ayo tin terus” ujar Rudi sambil memberi semangat sambil tangannya juga dengan cepat menggesek2 pepek Susi membuat Susi makin keras mengerang2.&lt;br /&gt;
“aq mo keluaaarrrr...” jeritku, dengan susah payah Susi menjauhkan kepalanya dari tongkolku, tepat saat dia berhasil mengeluarkan tongkolku dari dalam mulutnya, maniku muncrat keluar dengan perasaan nikmat tiada tara.&lt;br /&gt;
Susi memiawik kecil saat maniku menyembur ke wajahnya, aq dengan sengaja mengarahkan ujung tongkolku ke wajahnya hingga maniku muncrat di wajah Susi. Maniku yang kental dan berwarna putih itu menempel disekitar wajah Susi.&lt;br /&gt;
“martin jahat, maninya ditembakkan ke muka Susi” rungut Susi manja, dengan perasaan lelah aq duduk disamping Susi melihat dengan takjub maniku meleleh di sekitar wajah Susi sebagian menetes ke baju kaosnya.&lt;br /&gt;
“memang ni, gk usah kasih lagi Si” Rudi ngompor2in, pasti udah mupeng dia. “dah buka aja Si bajunya, udah kenak mani si martin gitu” ujar Rudi, “alah pengen aja bilang” cibir Susi tapi dia mau juga membuka bajunya.&lt;br /&gt;
Kini udah benar2 bugil , tongkolku yang semula layu mulai bangkit kembali melihat tubuh telanjang Susi, “kelen juga la buka baju masak aq aja” ujar Susi, tanpa diminta dua kali Rudi segera menanggalkan pakaiannya diikuti oleh aq.&lt;br /&gt;
Kini kami bertiga udah bugi, aq dan Rudi segera mencaplok masing2 payudara Susi yang cukup besar itu membuat Susi tertawa geli menerima rangsangan dari kami. Ini pertama kalinya aq menghisap pentil perempuan.&lt;br /&gt;
Rudi kemudian merebahkan tubuh Susi di sofa dengan kepalanya berbantalkan pahaku hingga wajahnya tepat di depan tongkolku yang mulai tegak lagi. Aq terbengong2 melihat Rudi mengambil posisi di tengah2 pangkal paha Susi, tongkolnya yang tegang tepat berada di celah pepek Susi.&lt;br /&gt;
“ko mo ngent*ti dia??” tanyaku terheran2, “memang kenapa?” tanya Rudi, sementara Susi memandangku dengan ekspresi heran, “nanti dia gk perawan lagi” ujarku lugu. Mereka berdua tertawa geli mendengar ucapanku.&lt;br /&gt;
“Martin tenang aja, nantik abis Rudi, Martin boleh ngent*ti Susi” ujar Susi sambil menggesek2kan pipinya di batang tongkolku. Sementara Rudi kembali melanjutkan maksudnya mengent*ti Susi.&lt;br /&gt;
Terdengar pekik Susi saat batang tongkol Rudi menerobos masuk kedalam pepeknya, entah karena udah dari tadi nahan nafsunya, Rudi dengan cepat menjurus kasar menyodok2kan batang tongkolnya di dalam pepek Susi membuat Susi makin memiawik2 menahankan serangan2 Rudi.&lt;br /&gt;
“enak kali pepek kauuu siii....”ceracau Rudi meningkahi pekikan Susi, sementara aq hanya bisa diam aja menonton mereka berdua ngent*t dengan liarnya. tongkolku sekarang udah benar2 ngaceng lagi.&lt;br /&gt;
Tubuh Susi terguncang2 seiring hunjaman tongkol Rudi di dalam pepeknya, teteknya yang bulat ikut bergoyang2 membuatku jadi gemas meremas2nya.&lt;br /&gt;
“Ahhh.....uunnnngghhhh.... pelaaaaaannnn... pelaaaaannnn diiiiiiiiii....”pekik Susi, tapi Rudi nggak merubah tempo genjotannya malah makin cepat menggoyang2kan tubuhnya. Tubuh mereka berdua mulai dibanjiri oleh keringat.&lt;br /&gt;
“ungh...ungh...”dengus Rudi, yang dibalas dengan pekikkan terputus2 Susi. Entah berapa lama tiba2 Rudi mencabut tongkolnya dari dalam pepek Susi dan mengocok2kan batang tongkolnya di depan perut Susi. Gk berapa lama tongkolnya memuntahkan mani yang cukup banyak. Maninya muncrat diperut bahkan sampai ke payudara Susi.&lt;br /&gt;
“aduh enak kali..” desis Rudi, sementara Susi memejamkan matanya dengan dadanya yang turun naik seolah2 baru saja berlari jauh. Tubuhnya yang mungil terlihat mengkilat oleh keringatnya.&lt;br /&gt;
Begitu Rudi bangkit dari tubuh Susi, aq segera menggantikan posisinya. Dengan tidak sabar menusukkan batang tongkolku ke celah pepek Susi tanpa memperdulikan mani Rudi di tubuh Susi.&lt;br /&gt;
Tapi berkali2 kutusukkan ko gk masuk2 ya??? Ini memang pertama kalinya aq mengent*t dengan perempuan. Sadar ketidak tahuanku, sambil memegang batang tongkolku dia mengarahkan arah tusukanku, “dibawah sini” bisiknya masih dengan nafas yang tersengal2.&lt;br /&gt;
Lobang pepknya mengalirkan cairan lendir yang membuat permukaan pepeknya terasa licin. Aq terpejam nikmat merasakan pertama kali tongkolku masuk ke lobang pepek perempuan, aq berusaha mengocokkan batang tongkolku di pepeknya tapi berkali2 tongkolku keluar lagi dari pepek Susi. Melihat itu Rudi jadi tertawa2, “jangan panjang2 ko nareknya bodoh” ujar Rudi.&lt;br /&gt;
“baru pertama ya tin?” Susi ikut2an bersuara membuat jadi panas. Setelah agak lama akhirnya terbiasa juga aq menyodok2kan tongkolku di dalam pepek Susi. Beda dengan Rudi dengan ku Susi hanya mengeluarkan suara mendesah2 kecil aja.&lt;br /&gt;
Walau tadi baru mengeluarkan tapi karena ini sensasi pertama ku mengent*ti cewek, gk lama kurasakan maniku akan muncrat. Aq makin mempercepat goyanganku, berkali2 tongkolku keluar dari pepek Susi tapi dengan cepat ku masukkan lagi dan ku kocok lagi.&lt;br /&gt;
“Tin klo mo nembak jangan di dalam” ujar Rudi mengingatkan, tubuh Susi sendiri terlihat makin kaku. Akhirnya dengan perasaan nikmat tiada tara tongkolku untuk kedua kalinya mengeluarkan spermanya. Kalo ini di dalam pepek Susi, tubuh ku mengejang2 kaku mendapatkan orgasme kedua ku. Susi langsung terpekik kaget menyadari aq menembak di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;
“wei tongkol, jangan ko tembak didalamnya!” maki Rudi, tapi aq yang lagi dilanda kenikmatan gk peduli sama sekali. Aq makin menekankn dalam2 batang tongkolku di dalam pepek Susi sementara tubuh Susi yang terhimpit tubuhku ikut mengejang. Kepalanya menggeleng2 kiri dan kanan, kurasakan daging otot pepek Susi mencengkram erat batang tongkolku.&lt;br /&gt;
Ku rasa pepek Susi makin penuh dan sempit, oleh maniku, lendirnya juga karena kontraksi otot pepeknya.&lt;br /&gt;
Lima menit kemudian kami uda berpakaian kembali, sementara Susi ke kamar mandi. Baru kemudian kami berpamitan pulang. Selama sebulan aq cemas2 Susi akan hamil, apalagi tiap hari Rudi menakut2iku kalo Susi hamil dan mintak pertanggung jawabanku. Tapi ternyata apa yg ku khawatirkan tidak benar2 terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
Salam Blogger</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/3138152872906698952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/3138152872906698952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/3138152872906698952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/3138152872906698952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/bispak-smp.html' title='Bispak SMP'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-5161219237239370289</id><published>2015-03-12T20:45:00.001+07:00</published><updated>2015-03-12T20:58:00.737+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Cewek Di Movie Theather</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
Cewek Di Movie Theather&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Blogger&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek Di Movie Theather&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini gue mau cerita pengalaman gue dengan seorang cewek yang memang pekerjaannya adalah untuk memuaskan nafsu birahi cowok-cowok yang membutuhkan. Berawal pada suatu hari (gue udah lupa hari dan tanggalnya), saat itu gue udah mulai kerja di suatu perusahaan yang lumayan besar. Yang gue inget hari itu gue enggak masuk kantor berhubung sedang libur. Untuk mengisi kekosongan hari itu gue jalan- jalan ke Blok-M Plaza sendiri aja karena gue lagi engga punya cewek (baru putus), iseng aja gue keliling sendiri mulai dari lantai bawah sampai ke lantai atas dan akhirnya gue stand by di bioskop twenty one. Sambil asik ngeliat poster-poster film yang dipasang, mata gue jelalatan kekiri dan kekanan kali-kali aja ada cewek yang mau nemenin gue nonton film. Tapi kayaknya hari itu hari sial gue, karena gue liat engga ada satu cewekpun yang sendirian, semua cewek yang dateng kesitu semua bawa pasangan.&lt;br /&gt;
Setengah putus asa gue beli aja tiket nonton dalem hati gue bilang &quot;ya udah lah &quot;. Saat pintu theater di buka gue langsung aja masuk dan nunggu filmnya diputer. Waktu film ampir maen tiba-tiba ada yang negor gue &quot;Permisi Mas..!&quot;, waktu gue liat ternyata yang ngomong adalah seorang cewek. Dia ternyata duduk disebelah gue, trus gue bales aja &quot;Silahkan ehm sendiri aja ?&quot;, gue tanya gitu karena gue engga liat siapa-siapa lagi selain dia. &quot;Iya nih lagi iseng abis boring sih kalo dirumah .!&quot;, tuh cewek jawab sambil ngeliat ke gue. Dalem hati gue pikir &quot;Nah ini dia, tadi dicari diluar engga ada ehh..engga taunya malah dapet di dalem&quot;. Gue terusin aja nanyanya &quot;Kenapa koq dirumah bisa boring sih ?&quot;. &quot;Ya..bosen aja kalo hari libur gini, engga ada kegiatan tuh !&quot;, di bilang sambil mulai makan popcorn yang dia bawa. &quot;Eh Mas mau ?&quot;, dia nawarin popcorn ke gue.&quot;Wah makasih deh nanti aja yah!!&quot;, jawab gue.&lt;br /&gt;
&quot;Ooo..iya..nama gue Jimmy, nama elo siapa kalo boleh tau ?&quot;, tanya gue. &quot;Nama gue Reny, elo sendiri juga Jim &quot;, tuh cewek nanya lagi ke gue. &quot;Iya abis sama kaya elo, gue juga lagi engga ada acara makanya gue nonton aja &quot;, sahut gue. Akhirnya kita berdua jadi ngobrol panjang lebar sambirl nunggu film maen. Pas film udah maen gue keluarin cocacola kaleng yang gue beli di luar dan berniat utuk membukanya. Entah kenapa tiba-tiba tuh cocacola kaleng muncrat isinya pas gue buka dan airnya menyembur keluar mengenai badan Reny.&lt;br /&gt;
Dengan reflek gue keluarin saputangan gue dan langsung ngebersihin air cocacola yang ada dibadan Reny sambil bilang &quot;Waduh sorry berat nih sumpah gue engga sengaja !!&quot;. Waktu ngebersihin gue engga sengaja nyenggol teteknya tuh cewek wah ternyata walaupun engga gede-gede amat tapi padet banget. &quot;Engga apa-apa koq Jim kan elu engga sengaja ini !&quot;, bales Reny. Berhubung si reny diem aja waktu kesenggol teteknya ya udah gue lama-lamain aja ngbersihin di bagian itu sambil sesekali nyoba ngeremes. &quot;Wah..koq betah ya &quot;, sahut Reny. Sambil belaga bego gue tanya &quot;Betah kenapa ?&quot;. &quot;Itu tangan koq malah maenin tetek gue &quot;, kata Reny sambil nahan senyum. &quot;Abis tetek elo ngegemesin sih, sekel banget Ren ?&quot;, sahut gue lagi. &quot;Iya dong kalo punya properti tuh kan harus dirawat biar bagus &quot;, kata Reny lagi.&lt;br /&gt;
Ditengah filem maen gue iseng nanya gini &quot;Ren dari pada disini mending kita cari tempat aja yuk buat ngobrol ?&quot;. Trus si Reny bilang &quot;Ya udah nunggu apa lagi Jim ! Eh elo bawa mobil ?&quot;. &quot;Beres &quot;, sambil gue gandeng tangan Reny untuk keluar dari gedung bioskop. Sampe dimobil gue tanya ke dia &quot;So kita mau kemana nih ? Ren ?&quot;. &quot;Ya terserah elo aja kan elo yang ngajak !&quot;, jawab Reny. Akhirnya gue ajak aja ke hotel yang terdekat yaitu ke hotel Melawai. Singkatnya setelah semua urusan check in selesai dan kita berdua udah sampe kamar, gue tanya lagi sama dia..&quot;Ehm kita mau ngobrol atau mau ngapain nih ?&quot;. &quot;Ngapain juga kita disini cuma ngobrol doang Jim kan gue juga tau maunya elo apa .!&quot;, Reny bilang gitu sambil ngelepas baju kaos dia dan rok mininya. Wah bodinya lumayan oke juga nih walaupun wajahnya engga begitu cantik sih. Dia pake bra sama cd warna item transparan jadi pentil teteknya dan jembutnya yang engga begitu lebat kelihatan ngebayang.&lt;br /&gt;
&quot;Buka dong baju elo Jim trus elo tunggu di tempat tidur, gue mau ke toilet dulu nih &quot;, sambil ngomong gitu dia masuk ketoilet Dalem hati gue ngomong &quot;Sialan nih cewek gue disuruh-suruh nih bikin gue malu aja !&quot;. Tapi gue buka aja baju, celana jeans dan cd gue yang pasti kontol gue udah ngaceng nunjuk keatas. Timbul pikiran iseng gue &quot;Si Reny ngapain yah di toilet ah..gue susul aja &quot;, langsung aja gue susul dia ke toilet. Pas pintu gue buka ternyata dia lagi nyebokin memek dia pake shower sambil duduk dipinggiran bak mandi. &quot;Heei ngapain elo masuk Jim bukannya nunggu di kasur .?&quot;, dia ngomong gitu sambil sedikit kaget. &quot;Abis elo lama banget sih elo liat dong kontol gue udah ngaceng berat nih .&quot;, sambil gue acungin kontol gue ke muka dia. &quot;Hihihihi udah horny yah aduh kasian sini gue jilatin deh .!&quot;, sambil dia ngelus-ngelus kontol gue.&lt;br /&gt;
&quot;Elo ngapain sih lama bener ?&quot;, gue tanya gitu sambil nikmatin elusan tangan dia di kontol gue. &quot;Terus terang Jim gue juga udah horny waktu di bioskop tadi .sampe memek gue basah jadi gue cuci dulu abis tengsin sih .!!!&quot;, setelah ngomong gitu dia mulai jilat dan ngelamotin kontol gue. &quot;Uhhh .shhhhh enak Ren .!&quot;, gue ngerasa kontol gue anget banget waktu di lamot ama Reny yang sesekali ngegigit gemes kontol gue. Sekitar lima menit Reny ngelamot kontol gue sampe basah banget ama air liurnya, gantian gue yang beraksi. Gue maenin teteknya, pentilnya yang kecil dan berwarna coklat tua gue pelinitr- pelintir trus yang satu lagi gue remes dengan gemes gue liat si Reny merem sambil ngerasain remesan tangan gue.&lt;br /&gt;
Setelah beberapa lama gue suruh aja si Reny nungging di dalem bak mandi karena gue mau maen pake dog style. Berhubung nih cewek kayaknya sih perek jadi gue engga mau jilatin memek dia. Waktu dia nungging busyeet..pantat dia bohai banget trus gue elus-elus tuh pantat yang bohai..mulai dari arah pinggang sampe kebagian memeknya yang kalo nungging gitu jadi keliatan jelas semua isi didalemnya, gue mulai ngelus- ngelus jembutnya yang jarang trus kebagian itilnya gue gesek-gesek sambil sesekali gue masukin jari tengah gue ke lobang memeknya yang udah mulai basah. &quot;Ahhhh .uhhhh ..shhhhh .waw Jim .enak Jim ah ..!!&quot;, Reny mulai medesah genit keenakan.&lt;br /&gt;
Setelah gue rasa udah cukup basah akhirnya gue arahin kontol gue ke lobang memeknya dan perlahan gue dorong maju &quot;Slebbbb .!&quot;, kontol gue masuk semua kedalem memek Reny karena memang udah basah jadi engga begitu susah. &quot;Aaawww .asshhh .shit .ouhhh .Jimmy ahhhh!!&quot;, Reny menjadi histeris setelah gue gerakin pinggul gue maju mundur perlahan. Rasanya memang nikmat banget apalagi buat gue yang udah kira-kira dua minggu belon tersalurkan nafsu birahi gue. &quot;Shhh oohhhh ..ahhh !!&quot;, gue mendesah sambil maju mundurin pinggul gue dan tangan gue maenin pentil teteknya Reny yang juga udah mulai keras. &quot;Ahh uuuhhh .shit Jim gue mau nyampe nih .ahhhhh .duhhhhh .waaaaa www..!!&quot;, sambil ngomong gitu si Reny menekan keras pantatnya ke belakang agar batang kontol gue masuk lebih dalem lagi kedalam memeknya.&lt;br /&gt;
Gue ngerasa ada cairan hangat yang membasahi batang kontol gue, ternyata si Reny udah orgasme ini ditandai dengan kepalanya mendongak ke atas dan diserati desahannya, &quot;Auuhhh .shhh .Jim .Oufff .shhhhh .!!!&quot;. Langsung gue cabut kontol gue dari memeknya dan gue gendong dia menuju ke tempat tidur yang nyaman. Gue rebahin tubuh si Reny diatas tempat tidur dan gue jilatin teteknya yang mantaf punya dengan rakus. Tiba-tiba gue punya ide dan gue langsung bangun dari tempat tidur menuju ke mini bar yang ada disamping tv. Gue buka kulkas dan gue ambil juice jeruk. &quot;Elo koq brenti sih Jim..??&quot;, tanya Reny sambil masih celentang di tempat tidur. Gue jawab, &quot;Ada deh mau tau aja !&quot;.&lt;br /&gt;
Gue balik lagi ketempat tidur dan gue tuangin juice jeruk tersebut ke teteknya, walaupun sampe tumpah ke kasur gue engga peduli. Abis itu gue mulai jilatin teteknya si Reny dengan rakusnya sambil menikmati juice jeruk yang gue tuang tadi. &quot;Ohhhh Jim..geli geli Jim Ahhh .&quot;, Reny mulai blingsatan engga karuan sambil jambak rambut gue. Gue terus jilat dan ngelamot teteknya Reny sampe juice jeruk tersebut abis. Dan setelah itu gue buka pahanya lebar-lebar untuk gue sodok dengan kontol gue lagi. &quot;Blessspp..ahhh ..shhh &quot;, gue mulai bergerak naik turun &quot;Slebbb blesss .slebbb blesss &quot;, terdengar bunyi dari memek si Reny yang udah mulai basah lagi. Reny yang udah mulai horny mulai menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti irama gue. Ternyata si Reny emang ahli karena gue ngerasain nikmat yang engga ada duanya, &quot;Wahhh .Ren ahhhh elo hebat Ren shhhhh memek elo bisa nyedot ohhhh ..shhhh&quot;, ucap gue keenakan. Gue ngerasa kalo kali ini gue mau nyampe, &quot;Ahh Ren..gue mau keluar nih &quot;. Reny mendorong tubuh gue sambil bilang, &quot;Gue diatas deh..Jim!!&quot;.&lt;br /&gt;
Gue cabut kontol gue dan gue rebahan menggantikan si Reny yang udah bangun dan langsung nangkring diatas perut gue. Reny mengarahkan kontol gue ke arah lobang memeknya dan menekan kebawah, &quot;Bleeep ahhhh .&quot;. Reny kini yang aktif dia bergerak keatas dan kebawah sambil menjambak rambutnya sendiri. Tangan gue yang bebas lansung bermain-main dengan teteknya Reny yang udah engga karuan warnanya abis gue cupangin tadi. &quot;Ahhh duhhh Jim..gila enak bener shhh ouhhhh&quot;, Reny sedikit menjerit. Setelah sekitar 15 menit gue ngerasa udah engga tahan lagi untuk orgasme &quot;Ouuuhhfff Ren..gue udah engga tahan nih shhh .&quot;, gue cengkram pinggang Reny untuk melampiaskan perasaan nikmat. &quot;Jim kita keluar bareng ahhhh .shhhh ..ouhhhhh..Jimmmmm ..cret creet crooot croot..!!!&quot;. Akhirnya kita berdua orgasme bersaaman, nikmat sekali yang gue rasakan saat itu. Setelah menikmati orgasme masing-masing kita tertidur sambil berpelukan.&lt;br /&gt;
Kita terbangun malam hari dan langsung berpakaian setelah itu langsung cabut. Ternyata hari libur gue engga sesial yang gue kira, malah gue dapet duren yang udah mateng hahahaha..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
Salam Blogger</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/5161219237239370289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/5161219237239370289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5161219237239370289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/5161219237239370289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/cerita-dewasa-5.html' title='Cewek Di Movie Theather'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-2630159438245425784</id><published>2015-03-11T19:46:00.000+07:00</published><updated>2015-03-12T20:50:00.867+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Anak Buahku Cantik Cantik</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Anak Buahku Cantik Cantik&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Salam Blogger&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak Buahku Cantik Cantik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah seorang tenaga marketing yang bekerja di sebuah perusahaan distributor parfum di Bogor. Sebenarnya aku juga merupakan perintis dari perusahaan itu, sebut saja CV. WIN. Namun karena andilku di perusahaan itu hanyalah Sumber Daya Manusia, dan bukannya ada hubungan dengan finansial, maka pendapatankupun tidak sama dengan teman-temanku yang lain yang juga ikut menjadi perintis. Ada lima orang termasuk aku yang pertama kali bergabung menjadi satu hingga terbentuklah CV. WIN. Adalah Pak Hendra, orang yang paling berperan di perusahaan itu, karena beliaulah yang menjadi pemegang modal dari segala sesuatunya. Beliau seorang Sarjana Ekonomi. Karena keakraban kami, maka kamipun memanggil beliau dengan sebutan Babe, sebutan khas orang Betawi. Karena lingkungan kami merupakan transisi antara Sunda dengan Betawi.&lt;br /&gt;
Empat orang yang lain bertugas untuk mengembangkan SDM, baik SDM masing-masing maupun dalam hal rekrutmen dan pengembangannya. Maka kami berempatpun bersaing untuk merekrut anak buah yang sebanyak-banyaknya, dan mengembangkan hingga menjadi sebuah tim yang integral dan solid. Dalam empat bulan saja, yang semula hanya berjumlah empat orang sudah menjadi lebih dari lima puluh orang. Dan timku menjadi tim yang paling solid dengan jumlah yang terbanyak.&lt;br /&gt;
Semua itu tak lepas dari kerja kerasku untuk mengembangkan mereka, mendidik mereka dan memotivasi mereka. Mereka memang tim yang kuat dan bermotivasi tinggi. Mereka semua sangat respek terhadapku. Itu semua karena aku hampir dikatakan sempurna dalam hal pembinaan dan approachmen. Aku selalu menghadapi mereka dengan sabar, meski sifat mereka tak sama. Aku menerapkan pendekatan yang berbeda-beda dari yang satu dengan yang lainnya. Aku selalu memuji mereka yang berprestasi, dan membangun semangat bagi mereka yang sedang down. Aku selalu sempatkan waktu sekitar dua sampai lima menit kepada masing masing individu untuk berbicara mengenai keluhan-keluhan mereka, kendala-kendala di lapangan, dan rencana-rencana mereka ke depan, sehingga mereka merasa benar-benar menjadi bagian yang penting dalam tim. Paling tidak aku menyapa mereka sekilas dengan mengucapkan selamat pagi penuh semangat, memuji penampilan mereka, atau hanya sekedar mengatakan, &quot;Dasi kamu bagus&quot;&lt;br /&gt;
Aku juga sangat antusias dengan mereka, karena sebagian besarnya adalah cewek. Dan bukan rahasia lagi jika cewek sunda terkenal dengan postur tubuh yang tak terkalahkan. Mereka rata rata berbadan segar dengan buah dada yang sekal dan menantang. Kulit mereka juga sangat bersih. Itu adalah keuntungan tersendiri bagiku karena pasti suatu saat nanti mereka (bahkan semuanya) bisa aku kencani satu persatu.&lt;br /&gt;
Dengan pendekatan setahap demi setahap salah satu diantara mereka, Febi, akan bisa aku nikmati tubuhnya. Kisah ini berawal ketika suatu hari aku tidak terjun ke lapangan karena badanku terasa tidak enak. Tapi karena aku harus memotivasi mereka, paginya aku sempatkan untuk ke kantor. Dan begitu mereka berangkat ke lapangan aku pulang ke kost untuk istirahat.&lt;br /&gt;
Namun paginya dikantor, Febi sempat curiga dengan kesehatanku dan bertanya, &quot;Mas kenapa, sedang sakit ya?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya, Feb. Aku lagi nggak enak badan. Kayaknya aku nggak berangkat hari ini&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya udah, entar habis meeting Mas pulang aja. Mas sudah makan?&quot; tanya Febi penuh perhatian. Dia memang orangnya sangat perhatian.&lt;br /&gt;
&quot;Udah sih, tapi cuman dikit. Nggak selera&quot;&lt;br /&gt;
Dengan penuh kelembutan Febi meraba dahiku. Tangannya lembut dan wangi. Kalau aku diraba agak lama mungkin aku langsung sembuh, pikirku.&lt;br /&gt;
Pukul sembilan pagi semua karyawan sudah menyebar ke lapangan. Sementara aku masuk dan beristirahat di ruang rapat. Babe masuk dan bertanya, &quot;Kenapa Yan, sakit?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya, Be,&quot; jawabku singkat.&lt;br /&gt;
&quot;Ya udah, tiduran aja situ,&quot; kata Babe ramah.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak ah, Be. Aku mau pulang aja. Ntar sore balik lagi&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Terserah deh&quot;&lt;br /&gt;
Aku bergegas pulang ke kost. Kostku memang hanya berjarak tiga ratus meter dari kantor. Semua biaya kostku ditanggung oleh Babe. Ruangnya nyaman, besar dan bersih. Penjaganya yang bernama Pak Min itu juga ramah. Menurut Pak Min sebenarnya kamar itu khusus untuk tamu dan tidak disewakan, tapi entah mengapa aku diperkenankan menyewa kamar itu. Di kamar itu terdapat lukisan panorama yang sangan besar dan indah. Asli pula dan bukan reproduksi. Kata Pak Min posisi kamar itu boleh diubah sesuka penghuninya. Asal jangan kaget jika ada sensasi baru setelah itu. Apalagi dengan lukisan itu. Tapi aku menganggap itu hanya gurauan Pak Min dan aku tidak menanggapinya dengan serius.&lt;br /&gt;
Sebenarnya di kost itu tidak boleh membawa teman lawan jenis ke kamar, tapi sepertinya Pak Min, si penjaga itu tahu apa yang dibutuhkan penghuni kost, jadi peraturan itu diabaikan. Sehingga kamar sebelahku sering dipakai pesta seks oleh penghuninya. Aku pernah ikut sekali.&lt;br /&gt;
Sesampainya di depan kamar kost aku kaget karena Febi ternyata sudah berada di depan kamar kostku sedang membaca majalah kesukaannya.&lt;br /&gt;
&quot;Lho Feb, kok kamu disini. Lagi ngapain?&quot; tanyaku singkat.&lt;br /&gt;
&quot;Lagi nungguin Mas Iyan. Kenapa, nggak boleh?&quot; tanya Febi manja.&lt;br /&gt;
&quot;Ya boleh sih, tapi kok tadi nggak ngomong dulu&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mau ngasih kejutan, biar Mas Iyan sembuh&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ah, bisa aja kamu,&quot; sahutku sambil mencubit dagunya yang mungil itu.&lt;br /&gt;
Setelah membuka pintu kamar aku mempersilakan Febi masuk. Dengan tanpa canggung Febi masuk ke kamarku dan melihat sekeliling, &quot;Kok posisi kamarnya nggak diubah sih Mas. Emang nggak bosen gini-gini aja. Ubah dong biar ada perubahan. Biar selalu baru, jadi Mas nggak sakit-sakitan&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Biarin, sakit kan karena penyakit. Bukan karena kamar. Eh ngomong-ngomong, sorry lho kamarku berantakan&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ah cowok mah, biasa,&quot; sahut Febi dengan sedikit logat sunda.&lt;br /&gt;
Setelah itu tangan mungil Febi memunguti benda-benda yang berantakan itu dan menatanya dengan rapi di tempatnya masing masing. Sementara aku pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.&lt;br /&gt;
Begitu masuk kamar, kamarku sudah kembali bersih dan rapi oleh tangan Febi. Aku lihat Febi sedang sibuk memencet-mencet tombol remote untuk mencari acara tv. Hari itu Febi mengenakan baju tipis putih dengan celana hitam panjang. Sangat terlihat profesional dia dengan pakaian itu. Juga seksi. Sambil tiduran Febi terlihat sangat menggoda. Payudaranya sangat terlihat mulus dengan bra yang tidak seukuran. Terlihat sekali bra itu tak sanggup memuat isi dari dada Febi.&lt;br /&gt;
Aku menelan ludah. Tiba tiba suhu badanku naik. Aku tahu ini bukan karena aku sakit, tapi lebih karena libidoku pasti sedang on. Si kecil juga ikut-ikutan bangun. Sialan. Aku menggerutu karena ketika si kecil bangun dengan posisi yang salah. Menghadap ke bawah. Sehingga bulu-bulunya yang semula sempat menempel jadi tertarik dan menimbulkan rasa sakit. Aku merogohnya dan menempatkannya dengan benar. Tentu ini tak sepengetahuan Febi. Malu aku.&lt;br /&gt;
&quot;Mas punya CD lagu yang bagus, nggak?&quot; tanya Febi mengagetkanku.&lt;br /&gt;
&quot;Cari aja disitu, pilih sendiri. Ada lagu, ada film. Eh, aku kemarin sewa film bagus tapi belum sempat nonton. Tuh, yang bungkusnya dari rental&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Film apa sih ini?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Action, tapi katanya sih, ada making love-nya&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Hii. Coba ah, penasaran&quot;&lt;br /&gt;
Sementara Febi memasukkan keping VCD, aku memperhatikan pinggangnya yang sedikit terbuka ketika dia sedikit menungging. Putih, mulus. Aku jadi teringat Dewi pemeran VCD Itenas yang heboh itu. Sementara aku duduk mengambil posisi bersandar di tembok dekat tempat duduk Febi sebelumnya. Aku berharap setelah selesai memasukkan keping VCD, Febi kembali ke tempat duduk semula, jadi aku berada disampingnya persis. Dan benar, kini Febi berada disampingku dengan posisi bersila, sementara kakiku aku selonjorkan. Kini kaki kiri Febi yang dilipat menumpang di kakiku.&lt;br /&gt;
Filmpun dimulai. Aku juga bersiap untuk memulai film panas siaran langsung tanpa penonton dan kamera. Aku mulai merangkul Febi. Mengelus rambutnya yang hitam itu, sambil sesekali membahas cerita film itu. Padahal sebenarnya aku tidak begitu memperhatikan alur cerita film itu. Aku hanya menjawab ya dan tidak atau tersenyum menanggapi Febi yang terlihat serius. Lalu badan Febi mulai bersandar di badanku. Akupun dengan mudah menciumi rambutnya, telinganya juga tengkuknya. Sementara tanganku yang sedari tadi bermain di daerah atas, kini mulai merosot. Menyentuh dada Febi, meremasnya hingga Febipun tak lagi memperhatikan film itu dan menikmati sentuhanku. Kini kami menjadi pemeran utama sebuah film panas. Apalagi ketika alur film itu tiba pada kisah make love, sesekali kami melihatnya sebagai pemanas.&lt;br /&gt;
Wajah Febi yang semula menghadap tivi kini mulai tengadah menghadapku. Bibir kamipun beradu. Febi terlihat sangat antusias. Napasnya sangat wangi menggairahkan. Aku yakin Febi mempersiapkan hal ini dengan makan permen wangi sebelumnya. Dia menjilati mukaku dengan buas. Sementara tanganku sibuk bergerilya mencoba melepas pakaian Febi. Tanganku yang berada di dalam baju Febi berhasil membuka pengait bra-nya. Gumpalan daging sekal itu kini longgar tanpa pembungkus. Sementara bibirnya sibuk menjilatiku, tangannya mulai menuju pakaianku. Akupun dilucutinya. Sekarang aku tak berbaju lagi. Bibir Febipun mulai bergerilya turun. Menjilati dadaku dan mengulum susuku. Badanku makin panas. Libidoku makin naik. Leher, perut, telinga, dan dadaku menjadi sasaran bibir Febi. Aku menikmatinya sambil terus memainkan payudaranya yang semakin menghangat.&lt;br /&gt;
Semakin lama Febi semakin mengganas, dilepaskannya celanaku luar dan dalam. Bibirnya yang kini sudah tak berlipstik itu terus menjamah semua sektor tubuhku. Lidahnya menjilat-jilat bulu kemaluanku. Juga buah zakarku. Aku sesekali menggelinjang menahan jilatannya. Apalagi ketika kemaluanku masuk kedalam mulutnya. Ah, hangat rasanya.&lt;br /&gt;
Febi berubah posisi. Yang semula berada tepat di depanku, kini beralih disampingku, sambil tetap menghisap kemaluanku. Perubahan posisinya bukan tanpa alasan. Ternyata Febi mengulum penisku dengan posisi dari samping sehingga lidahnya mengenai permukaan penisku bagian atas. Posisi ini sungguh sangat nikmat. Baru kali ini merasakan hisapan dan jilatan yang sangat hebat. Luar biasa.&lt;br /&gt;
Sementara itu tanganku terus mengelus tubuh Febi. Payudaranya yang kenyal selalu menjadi favorit tanganku. Juga pantatnya yang bulat mulus. Sungguh menggairahkan. Tapi ketika jemariku kutuntun untuk menuju liang vaginanya, Febi menolak. Akupun menurut saja. Aku tidak mau memaksakan kehendakku.&lt;br /&gt;
Sekitar sepuluh menitan Febi bermain dengan posisi itu. Selanjutnya penisku dikeluarkannya dari mulut. Lidahnya yang terus mengganas itu menjalar keseluruh permukaan badanku bagian depan. Naik, naik, dan terus naik. Kini bibir kami kembali beradu.&lt;br /&gt;
Kini posisi Febi tepat mendudukiku. Lalu perlahan-lahan Febi membimbing penisku untuk masuk kedalam liang vaginanya. Dan, bless.. hangat, nikmat.&lt;br /&gt;
Febi meringis menahan rasa. Entah apa yang ia rasakan. Setelah berkonsentrasi dengan penisku, kini Febi mulai memompa dengan posisi naik turun. Aku masih pada posisi duduk. Febi yang duduk dihadapanku terus naik turun hingga payudaranya terayun-ayun. Akupun tertarik dengan payudara itu. Kupegang, kuremas, kutekan lalu aku menundukkan kepalaku hingga bibirku mengenai payudara Febi. Dalam kesulitan karena posisinya yang terayun-ayun aku mengisap payudara Febi.&lt;br /&gt;
Febipun meraung-raung tak karuan.&lt;br /&gt;
&quot;Ya Mas, terus Mas. Hisap terus, Mas&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Augh, augh.. Mas aku mau keluar, augh, augh.. Ahh!!&lt;br /&gt;
Febi mengejang. Mukanya memerah. Lalu kami membalikkan tubuh kami. Untuk sementara kami juga melepaskan perabot kami yang tertancap. Akupun mulai bekerja. Kubimbing Febi untuk berjongkok. Akupun menyetubuhinya lagi dengan posisi dari belakang.&lt;br /&gt;
Bless.. Kemaluanku masuk lagi ke liang vaginanya. Dengan posisi doggystyle aku memompa pantat Febi berkali-kali hingga aku merasakan ada dorongan yang sangat kuat, hingga frekuensi doronganku semakin cepat. Aku meracau tak karuan. Febi tahu itu. Sebelum spermaku muncrat, dilepaskanlah pantatnya. Sekejap Febi sudah berbalik posisi. Tangannya langsung menangkap kemaluanku. Dibantu mulutnya, dikocoklah penisku sejadi-jadinya dan..&lt;br /&gt;
&quot;Augh..&quot;&lt;br /&gt;
Sperma hangat muncrat ke mulut Febi. Tanpa ragu dikulumlah penisku. Rasanya tidak karuan. Spermakupun habis ditelan Febi. Lalu kami berduapun roboh tak berdaya. Aku mencium Febi penuh kasih dan dengan senyum kepuasan. Wajahnya yang penuh keringat tetap manis dengan senyuman itu.&lt;br /&gt;
Sementara layar TV ku sudah menunjukkan display VCD. Entah duluan VCD atau aku selesainya.&lt;br /&gt;
Tamat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Blogger&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/2630159438245425784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/2630159438245425784' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/2630159438245425784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/2630159438245425784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/cerita-dewasa-4.html' title='Anak Buahku Cantik Cantik'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-4641247548730059115</id><published>2015-03-10T20:05:00.003+07:00</published><updated>2015-03-12T20:54:17.504+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>Akibat Dari Internet</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
Akibat Dari Internet&lt;/h3&gt;
Salam Blogger&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Akibat Dari Internet&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Ini adalah kisah nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;diri dahulu, aku adalah seorang wanita berusia 27 tahun,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;namaku...katakan lisa, tempat tinggalku di semarang, dan sudah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;memanjakanku. Tapi kesetiaanku ini berakhir sampai tanggal 19&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Juni 1999 (hari Sabtu). Hal ini dimulai dengan perkenalanku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu. Secara rinci&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;acara chatting di web idola.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;idola, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ke forum, ada yang mengirimi aku private message, ternyata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mempunyai anak, namanya...katakan andy, berasal dari jakarta,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;semarang, hingga andy sering melakukan tugas meninjau kantor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;cabangnya, termasuk di semarang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Setelah kami berkenalan lewat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;jakarta)...mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;pernah bertemu muka, sampai pada tgl 16 juni 1999 andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dan bertemu muka. Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;pagi (karena kantor andy libur, hingga andy mempunyai waktu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;untuk bertemu).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;hotel graha santika (tempat andy menginap) jam 9 pagi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;(perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai andy,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;apakah ada tamu bernama andy dari jakarta, setelah di check,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya. Akhirnya aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;telepon ke kamarnya, dan andy mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi. Aku dapat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;akhirnya andy menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;(ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;kemudian andy membuka pintu. Ternyata andy mempunyai wajah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;kita ber basa basi diruang tamu kamarnya, andy bilang permisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;komputernya (dia membawa komputer kecil...notebook..?), dia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;andy meninggalkanku untuk mandi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Setelah aku sendirian, aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ke andy, dan andy menjawab mungkin web tsb lagi down, dan andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menyarankan untuk mencoba saja web yang lain, caranya lihat di&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;andy), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ini yang pertama aku membuka cerita seru, ternyata isinya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;adalah cerita cerita sex dengan bahasa indonesia, lalu aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;cerita sex tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;vaginaku mulai basah. Sampai akhirnya andy selesai mandi, dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;keluar menemuiku. Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tetapi karena andy sudah terlanjur melihat aku membaca cerita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dengan malu malu menjawab belum. Andy bertanya lagi, bagaimana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai andy tertawa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal...akhirnya aku juga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ikut tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tentu dengan topik internet, ternyata andy sangat menguasai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya. Bahkan andy menjelaskan bahwa di internet kita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dapat membuka web...dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menampilkan gambar gambar....sex, aku agak penasaran dengan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;penjelasannya yang terakhir, dan rupanya andy mengetahui&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb, rupanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;komputer andy mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah andy membuka&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana..., tapi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tetapi kemudian andy mengganti web tsb dengan web lain yang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;isinya juga tentang orang berhubungan sex, tetapi yang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;juga sama dengan blue film (kata andy)..sejujurnya aku belum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menciumi vagina cewek....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ternyata andy sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa, aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sangat basah, andy lalu mulai membuka pakaianku, entah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku, hingga aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;merasa sangat terangsang sekali, lalu andy mulai membuka BH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;pernah menciumi vaginaku), aku merasa ada sesuatu yang akan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ternyata andy sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;bulat, ternyata andy mempunyai penis yang besar sekali,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mungkin sekitar 18 - 20 cm, dengan bulu yang lebat, lalu andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;vaginaku.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;melihat di web porno tadi, ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dibawah menciumi vagina. Walaupun aku belum pernah melakukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sadar, aku masuk kan penis andy kedalam mulutku, terasa sangat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;susah karena penis andy besar sekali, tetapi aku berusaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mulai mengeras. Sampai suatu saat andy melepaskan penisnya dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;vaginaku dan andy mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;rasakan dengan suamiku, ketika andy mulai mengocok penisnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;(mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;andy mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja), andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;meledak..(inikah orgasme..?), setelah sekian waktu andy belum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;juga mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya lagi dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;berlangsung lama, karena andy akan mengeluarkan sperma, andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;sekali ketika andy memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;jijik, tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga andy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mendesis desis...entah keenakan atau kesakitan.., sampai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;akhirnya penisnya mengecil...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;terlentang sambil beristirahat, ternyata andy langsung mulai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;lagi...ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, andy juga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;mencuci penisnya. Ini adalah pertama kali aku berselingkuh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
mengetahui rahasiaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
Salam Blogger </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/4641247548730059115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/4641247548730059115' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/4641247548730059115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/4641247548730059115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/cerita-dewasa-2.html' title='Akibat Dari Internet'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-654635245174749268.post-4664822441766465507</id><published>2015-03-10T20:03:00.000+07:00</published><updated>2015-03-12T20:54:58.837+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Dewasa"/><title type='text'>ABG Nakal</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
Cerita Dewasa&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
ABG Nakal&lt;/h3&gt;
Salam Blogger &lt;br /&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi &lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
ABG Nakal&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh. Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu&lt;br /&gt;kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.&lt;br /&gt;Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas.Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.&lt;br /&gt;Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangatvital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung.&lt;br /&gt;Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku,&lt;br /&gt;aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria&lt;br /&gt;pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku&lt;br /&gt;dengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata itu&lt;br /&gt;seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali&lt;br /&gt;bibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan&lt;br /&gt;hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama&lt;br /&gt;kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum&lt;br /&gt;tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku,&lt;br /&gt;entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes&lt;br /&gt;untuk membantah kata-katanya.&lt;br /&gt;Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung&lt;br /&gt;memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan.&lt;br /&gt;Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciuman&lt;br /&gt;mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya&lt;br /&gt;Ria yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, aku&lt;br /&gt;tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena baru&lt;br /&gt;kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan&lt;br /&gt;memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan&lt;br /&gt;tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada&lt;br /&gt;tersebut… uih sepertinya empuk benar, biasanya aku&lt;br /&gt;paling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar&lt;br /&gt;terjadi di depan mataku saat ini.&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya mendesah, “Aaahhh… aaahhh… uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.&lt;br /&gt;Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi…” ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaanbugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari dan mengatakan, “Jangan dicium memeknya akh.. geliii…” Ria&lt;br /&gt;mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iiihhh… ge.. li..” ujar Ria. Tahu-tahu Ria mendorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak…?” ujar Ria sambil mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.&lt;br /&gt;Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. “Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya…” ujarku polos. “Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujar Ria dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di&lt;br /&gt;permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. “Begini aja&lt;br /&gt;ya…?” ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan&lt;br /&gt;begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria&lt;br /&gt;tanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku&lt;br /&gt;hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan&lt;br /&gt;secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria,&lt;br /&gt;lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya&lt;br /&gt;kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria&lt;br /&gt;terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kaget&lt;br /&gt;dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena&lt;br /&gt;keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya&lt;br /&gt;hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnya&lt;br /&gt;sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan&lt;br /&gt;lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak&lt;br /&gt;SMU perjakaku hilang.&lt;br /&gt;Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun&lt;br /&gt;menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin&lt;br /&gt;dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan&lt;br /&gt;terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi&lt;br /&gt;sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku&lt;br /&gt;naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ria,&lt;br /&gt;dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok..&lt;br /&gt;cplok… cplok…” Ria mendesah kenikmatan karena&lt;br /&gt;kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama kami berada&lt;br /&gt;di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di&lt;br /&gt;atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau&lt;br /&gt;mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat&lt;br /&gt;membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek,&lt;br /&gt;pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya&lt;br /&gt;kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri&lt;br /&gt;kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan&lt;br /&gt;sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku&lt;br /&gt;dalam hati. Tapi sayang tidak perawan.&lt;br /&gt;Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan&lt;br /&gt;aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah&lt;br /&gt;selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang&lt;br /&gt;batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria&lt;br /&gt;dan “Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat&lt;br /&gt;“45″ tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggung&lt;br /&gt;biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan ganasnya dan&lt;br /&gt;cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang&lt;br /&gt;kemaluan Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan&lt;br /&gt;tersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banjir&lt;br /&gt;dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah&lt;br /&gt;itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria&lt;br /&gt;berkata,&lt;br /&gt;“Loe.. udah keluar ya…?” ujarnya.&lt;br /&gt;“Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan&lt;br /&gt;nada ketus.&lt;br /&gt;Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku&lt;br /&gt;baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka&lt;br /&gt;aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku&lt;br /&gt;ingin segera mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang&lt;br /&gt;kemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnya&lt;br /&gt;Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam&lt;br /&gt;vaginanya aku pikir dia akan hamil,kan berabe. Aku baru&lt;br /&gt;sekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malah&lt;br /&gt;disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Ria&lt;br /&gt;tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk&lt;br /&gt;berbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib, dan&lt;br /&gt;semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaan&lt;br /&gt;burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang&lt;br /&gt;perbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya mau&lt;br /&gt;menyerahkannya untuk istriku seorang. &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Wilujeung Malam Selamat Wengi&lt;br /&gt;
Salam Blogger&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/feeds/4664822441766465507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/654635245174749268/4664822441766465507' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/4664822441766465507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/654635245174749268/posts/default/4664822441766465507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritaxxxsains.blogspot.com/2015/03/cerita-dewasa-1.html' title='ABG Nakal'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15504959643783548704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>