<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ippho Santosa</title>
	<atom:link href="http://ippho.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ippho.com/</link>
	<description>Seminar di belasan negara</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2020 03:57:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://ippho.com/wp-content/uploads/2020/09/icon-Logo-Ippho-Santosa01-150x150.png</url>
	<title>Ippho Santosa</title>
	<link>https://ippho.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Motivator Indonesia Ippho Santosa Berbagi Inspirasi &#8211; Terbaik, Terkenal</title>
		<link>https://ippho.com/motivator-indonesia-ippho-santosa-berbagi-inspirasi-01/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2013 09:05:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ippho Santosa]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Terkenal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=551</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya sebagai motivator senang sekali. Saat itu saya lagi perlu propolis terbaik dan tahu-tahu seorang inspirator memberikan itu kepada saya. Dari luar negeri pula. Alhamdulillah. Kali ini kita akan bicara soal ridha. Dengan segala kerendahan hati, izinkan saya flashback sejenak ke tahun 2013. Awal 2013 membawa hikmat dan nikmat tersendiri bagi saya. Hampir sebulan, alhamdulillah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, saya sebagai <a href="https://ippho.com/motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis">motivator</a> senang sekali. Saat itu saya lagi perlu propolis terbaik dan tahu-tahu seorang inspirator memberikan itu kepada saya. Dari luar negeri pula. Alhamdulillah.</p>
<p>Kali ini kita akan bicara soal ridha. Dengan segala kerendahan hati, izinkan saya flashback sejenak ke tahun 2013. Awal 2013 membawa hikmat dan nikmat tersendiri bagi saya. Hampir sebulan, alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk travelling ke 4 benua. Ditutup dengan seminar motivasi 7 Keajaiban Rezeki di New York dan Washington, Amerika. Nah, selama perjalanan saya sempat berpikir ulang tentang ridha.</p>
<p>Menurut saya, ini penting. Amat penting. Ridha dengan segala keputusan-Nya, percayalah, itu akan mendamaikan hati dan mendekatkan impian. Sebaliknya, kalau kita tidak ridha, itu hanya akan membuat hati kecewa dan impian menjauh. Sungguh. Yah, silakan saja punya impian. Itu sih harus. Tapi, jangan sampai kita mendikte dan mengatur-ngatur Yang Maha Kuasa.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-995" src="https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/03/motivator-indonesia-terbaik-motivator-terbaik-indonesia-motivator-islami-440x312.jpg" alt="motivator-dunia-terbaik-motivator-dunia-terkenal" width="440" height="312" srcset="https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/03/motivator-indonesia-terbaik-motivator-terbaik-indonesia-motivator-islami-440x312.jpg 440w, https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/03/motivator-indonesia-terbaik-motivator-terbaik-indonesia-motivator-islami-768x545.jpg 768w, https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/03/motivator-indonesia-terbaik-motivator-terbaik-indonesia-motivator-islami-1024x727.jpg 1024w, https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/03/motivator-indonesia-terbaik-motivator-terbaik-indonesia-motivator-islami.jpg 1951w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></p>
<p>Sewaktu saya mengurus visa ke Amerika, ternyata prosesnya sedikit ribet. Tahu sendirilah, kedutaan Amerika kan lebih ketat dibanding kedutaan-kedutaan yang lain. Waktu itu saya cuma berdoa dalam hati, &#8220;Ya Allah, teman-teman di Amerika ingin mengundangku. Dan itu pula keinginanku. Tapi ini kalau Engkau ridha. Kalau Engkau tidak ridha, tidak jadi pun, yah nggak apa-apa. Apa saja yang terbaik menurut-Mu ya Allah.”</p>
<p>Dan ketika ditanya macam-macam oleh petugas kedutaan dan imigrasi, saya kembali berdoa &#8220;Ya Allah, tanamkan rasa gentarku dan rasa harapku hanya kepada-Mu. Bukan kepada makhluk atau apapun.&#8221; Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Dalam artian, tiada kendala yang berarti. Bahkan saya dicurahi sederet nice surprise selama berada di sana. Misalnya, usai seminar di New York, saya diajak tokoh muslim, Shamsi Ali, untuk siaran langsung di stasiun televisi dan disimak di berbagai negara. Sedangkan seminar di Washington diliput oleh Voice of America (VOA).</p>
<p>Subhanallah, tidak pernah saya pikirkan, tapi Allah berikan! Mungkin ini buah dari ridha! Selang beberapa bulan, saya kembali ke Amerika bersama istri, tepatnya di Texas dan Los Angeles, diundang oleh ICMI Amerika.</p>
<p>Dan ada satu hal yang perlu diluruskan. Begini. Kalau mau ngeyel dan ngotot, yah dalam action. Di hati mestinya selalu ridha dengan segala keputusan-Nya, entah nantinya tercapai atau tidak. Sewaktu mau bertemu Richard Branson (Virgin) dan Yusuf Qardhawi (ulama), saya juga berdoa begitu. Saya berusaha ridha dengan segala keputusan-Nya, entah nantinya jadi atau tidak. Alhamdulillah, ternyata jadi. Namun seandainya tidak jadi, yah tetap saja alhamdulillah.</p>
<p>Sekali lagi, ridha dengan segala keputusan-Nya, itu akan mendamaikan hati dan mendekatkan impian. Jadi, mulai sekarang, berhentilah mendikte dan mengatur-ngatur Yang Maha Kuasa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Motivator Indonesia Ippho Santosa Berbagi Inspirasi &#8211; Terbaik, Terkenal</title>
		<link>https://ippho.com/motivator-indonesia-ippho-santosa-berbagi-inspirasi-04/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2013 02:11:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=544</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai motivator Indonesia, izinkan saya berbagi inspirasi soal nilai A dan nilai D. Pertama-tama, bacalah ini pelan-pelan: Di sekolah, ketika matematika Anda dapat nilai merah dan olahraga Anda dapat nilai tinggi, kira-kira mata pelajaran mana yang di-les-kan? Yang merah, yang jeblok! Di kampus, ketika akunting Anda dapat nilai D dan pemasaran Anda dapat nilai A,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai <a href="https://ippho.com/motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis">motivator Indonesia</a>, izinkan saya berbagi inspirasi soal nilai A dan nilai D. Pertama-tama, bacalah ini pelan-pelan:</p>
<ul>
<li>Di sekolah, ketika matematika Anda dapat nilai merah dan olahraga Anda dapat nilai tinggi, kira-kira mata pelajaran mana yang di-les-kan? Yang merah, yang jeblok!</li>
<li>Di kampus, ketika akunting Anda dapat nilai D dan pemasaran Anda dapat nilai A, kira-kira mata kuliah mana yang diulang? Yang D, yang jeblok!</li>
</ul>
<p>Bayangkan, kemungkinan besar Anda tidak berminat dan tidak berbakat di mata pelajaran yang nilainya D. Kemungkinan besar Anda tidak akan menekuninya dan kelak tidak akan menjadikannya sebagai sumber nafkah. Lha, sudah tahu begitu, kok malah diulang-ulang? Itu bukan saja membuat kesal, tapi juga menghabiskan uang dan waktu!</p>
<p>Bagaimana dengan mata pelajaran yang nilainya A? Kemungkinan besar, inilah minat dan bakat Anda. Kemungkinan besar, Anda akan menekuninya dan kelak menjadikannya sebagai sumber nafkah. Celakanya, sudah tahu begitu, kok malah tidak diulang? Padahal kalau diulang, itu akan membuat Anda semakin ahli! Iya tho?</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-1036" src="https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/02/seminar-motivasi-mencapai-target-440x440-440x440.jpg" alt="motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal" width="440" height="440" srcset="https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/02/seminar-motivasi-mencapai-target-440x440.jpg 440w, https://ippho.com/wp-content/uploads/2013/02/seminar-motivasi-mencapai-target-440x440-150x150.jpg 150w" sizes="(max-width: 440px) 100vw, 440px" /></p>
<p>Misalnya, ada orang yang sudah tiga kali menjajal bisnis makanan dan gagal terus. Nah, suatu saat, ia mencoba bisnis kargo dan langsung berhasil. Lalu, ia mengembangkan bisnis kargo tersebut dan selalu berhasil. Kemungkinan besar, ini adalah minat dan bakatnya. Kemungkinan besar, ini cocok pula untuk dijadikan sumber nafkahnya.</p>
<p>Pertanyaannya, ke depan sebaiknya dia ‘mengulang’ bisnis makanan dan bisnis kargo? Bisnis yang terbukti ia bernilai D atau bisnis yang teruji ia bernilai A? Orang waras akan menjawab, yah tentu saja, bisnis yang teruji ia bernilai A, yaitu bisnis kargo. Dan menariknya, itu akan membuatnya semakin ahli, semakin kaya, dan semakin bahagia.</p>
<p>Lantas, bagaimana kalau ternyata dia dihadapkan dengan peluang emas di bisnis makanan, sementara di bisnis ini sudah terbukti ia bernilai D? Itu sih gampang, ajak saja atau bermitralah dengan si ahli yang teruji bernilai A di bisnis makanan. Ngapain ia repot-repot belajar untuk mendapatkan nilai A? Ngapain ia memaksakan diri belajar dari nol?</p>
<p>Think!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Motivator Indonesia Ippho Santosa Berbagi Inspirasi &#8211; Terbaik, Terkenal</title>
		<link>https://ippho.com/motivator-indonesia-ippho-santosa-berbagi-inspirasi-02/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2013 13:05:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Ippho Santosa]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Terkenal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=539</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai motivator Indonesia saya sering berbagi ilmu rezeki. &#8220;Mari beri yang terbaik agar kita terkenal di langit, bukan dunia saja,&#8221; itulah ajakan saya kepada mereka yang tengah berikhtiar menjemput rezeki. Sebenarnya, sebuah ikhtiar yang diiringi dengan doa dan sedekah, memiliki kekuatan yang menakjubkan dan mengejutkan. Jarang orang tahu, ternyata sedekah bukan saja mengundang rezeki yang luas, tapi juga mengundang takdir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai <a href="https://ippho.com/motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis">motivator</a> Indonesia saya sering berbagi ilmu rezeki. &#8220;Mari beri yang terbaik agar kita terkenal di langit, bukan dunia saja,&#8221; itulah ajakan saya kepada mereka yang tengah berikhtiar menjemput rezeki.</p>
<p>Sebenarnya, sebuah ikhtiar yang diiringi dengan doa dan sedekah, memiliki kekuatan yang menakjubkan dan mengejutkan. Jarang orang tahu, ternyata sedekah bukan saja mengundang rezeki yang luas, tapi juga mengundang takdir yang baik. Sekali lagi, mengundang takdir yang baik. Nah, untuk lebih jelasnya, simak saja pesan-pesan Nabi Muhammad berikut ini:</p>
<ul>
<li>&#8220;Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan kemarahan Allah dan menolak ketentuan yang buruk.&#8221; (HR. Tirmidzi, hadis no. 664)</li>
<li>&#8220;Tiada yang bisa menolak takdir Allah, kecuali doa.&#8221; (HR. Tirmidzi, Hakim, Ahmad, dan Ibnu Majah)</li>
<li>&#8220;Tiada yang dapat menambah umur seseorang, selain (amal) kebaikan.&#8221; (HR. Ahmad dan Thabrani)</li>
<li>&#8220;Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak pernah mendahului sedekah.&#8221; (HR. Thabrani)</li>
<li>&#8220;Sesungguhnya sedekah dan silaturahim itu dapat menambah umur dan menolak ketentuan buruk yang tidak disukai dan ingin dijauhi.&#8221; (HR. Abu Ya’la Alhambali dalam kitab Almanawi, hadis no. 4104)</li>
<li>&#8220;Sedekah itu dapat mengubah takdir yang mubram.&#8221; (HR. Abu Ya’la Alhambali dalam kitab Ibthalutta’wiilat liakhbarishifaat, hadits no. 408)</li>
</ul>
<p>Sampai-sampai saya menyimpulkan, menolong seseorang yang dilanda kesusahan, sebenarnya menjauhkan kita dari kesusahan. Menolong seseorang yang ditimpa bencana, sebenarnya menjauhkan kita dari bencana. Memudahkan rezeki seseorang, sebenarnya membuat rezeki kita jadi lebih mudah. Tentu, hanya Allah yang mampu memudahkan. Hanya saja, sedekah yang menjadi wasilah atau perantara. Kalaulah kita sampai pelit bersedekah, berarti kita tengah pelit kepada diri kita sendiri.</p>
<p>Karena, pada hakikatnya manfaat sedekah itu untuk kita. Salah satunya, mengundang takdir yang baik. Saya yakin. Anda yakin?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Umum</title>
		<link>https://ippho.com/umum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2012 09:51:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=504</guid>

					<description><![CDATA[@BoboBoby: Kalau semua kaya dan gak ada yg miskin, dunia jadi gak berwarna, betul? Tul. Cuma pastikan BUKAN anda yg miskin, beres 🙂 @andipanaungi: gmn sih membangun rasa percaya diri biar terlihat cool &#38; berwibawa? Deket2 ma kulkas, ntar cool 🙂 @erwinbimasakti1: bgm agar tetap semangat dan optimis menjalani tantangan hidup yang makin kompleks Kalimat-nya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>@BoboBoby: Kalau semua kaya dan gak ada yg miskin, dunia jadi gak berwarna, betul?<br />
<strong>Tul. Cuma pastikan BUKAN anda yg miskin, beres <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@andipanaungi: gmn sih membangun rasa percaya diri biar terlihat cool &amp; berwibawa?<br />
<strong>Deket2 ma kulkas, ntar cool <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@erwinbimasakti1: bgm agar tetap semangat dan optimis menjalani tantangan hidup yang makin kompleks<br />
<strong>Kalimat-nya kayak pak lurah, rapiii</strong></p>
<p>@KusumaAdnan: liburan sekolah begini, gimana caranya biar gak males?<br />
<strong>Biar rajin, bergaul dgn pengrajin <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@aufafitra: mas, gimana caranya bisa ngomong depan org banyak tanpa gemetaran?<br />
<strong>Latih dlm grup2 kecil dulu, bertahap diperbesar</strong></p>
<p>@asig828: Ngilangin rasa gugup. Kebawa pas tampil<br />
<strong>Gugup? Coba tanya Aziz Gugup, hehe. Coba latih bertahap, di skala kecil dulu</strong></p>
<p>@adefachlevi: Bang, dari 4 leaders khulafa rasyidin, siapa yg paling kanan?<br />
<strong>Semua kanan, semua right, semua sidik <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@Want012: gimana biar bisa kuliah di malaysia?<br />
<strong>Pergi ke Malaysia, jangan ke Zimbabwe <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@adreem68: parameter sukses scr materi apa ya? ortu sy kyknya berorientasi materi<br />
<strong>Materi itu perlu, palagi kalau mau berceramah, hehe</strong></p>
<p>@wahyuchamelo: cara mengatasi orang marah itu gimana? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
<strong>Doain, zikirin. Usahain juga dia berubah posisi. Misal, berdiri, jadi duduk</strong></p>
<p>@oMenprayoga: tingkat kemampuan/kekayaan kita untuk naik haji ?<br />
<strong>intinya, semua org berpotensi utk mampu ke Tanah Suci. Sudah byk buktinya</strong></p>
<p>@AymiamiFerbov: maz, kl menghajikan ortu atau suami yg sudah meninggal gmn?<br />
<strong>Bisa. Baiknya anda berhaji dulu</strong></p>
<p>@ganiegunz: dana saya terbatas, naik hajikan ibu atau diri sendiri dulu mas?<br />
<strong>Ortu itu prioritas. Mestinya tdk perlu dipertanyakan lagi <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@agusrahman: Bang apakah kita juga harus bakti pd ortu tiri?<br />
<strong>Kepada org asing saja, hrs berbuat baik. Apalagi kepada ortu kita?</strong></p>
<p>@smdhika: mas, kalau ayah sy tdk pernah menafkahi sy,dan kirim kbr, apa sy hrs berbakti<br />
<strong>Yup. Kalau beda agama sekalipun, tetap berbakti <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@DayantiIkaSari: Ibu mau saya beli mobil dl. Ayah mau saya beli rumah dl&#8230;<br />
<strong>Coba pakai &#8216;dan&#8217; bukan &#8216;atau&#8217; </strong></p>
<p>@OssaMira: mas kalau penghasilan istri, baiknya share ke suami atau ortu?<br />
<strong>Infokan ke suami. Wong mau ibadah sunnah saja, suami mesti tahu</strong></p>
<p>@ZickoMaurer: mas bagaimana cara jadi motivator yg baik dan benar?<br />
<strong>Gaya nanya-nya kayak guru PPKN </strong></p>
<p>@udjodjo: cara mengetahui orang kanan atau kiri, dari mana mas?<br />
<strong>Lihat saldonya *becanda euy* </strong></p>
<p>@bimhendrix: Mas kalau misalnya teman-teman kita suka saling menghina, tp kelewatan batas<br />
<strong>Nasihati. Kalau gak mempan, jaga jarak</strong></p>
<p>@Mariyanacute: mas kalau punya teman sensi, gampang tersinggung, bgm sikap kita?<br />
<strong>Di-plester ajah, biar gak kesinggung lagi <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@iftikar_se: mas bagaimana menghadapi orang yg melecehkan agama?<br />
<strong>Dakwahi baik2. Akhlak adalah dakwah yg terbaik <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@Awwaliadas: benarkah sukses itu seperti bayangan ? Makin dikejar makin menjauh ?<br />
<strong>Itu omongan orang yg belum sukses</strong></p>
<p>@bimhendrix: Kak mama saya masih bingung ttg “tinggi angan2”?<br />
<strong>Impian blh besar. Mencapainya bertahap. Jika tidak, bs panjang angan2</strong></p>
<p>@at_thx: Bang apakah optimis itu harus realistis?<br />
<strong>Yup. Cuma kalau kebanyakan realistis bisa kejeblos di jurang kiri</strong></p>
<p>@BigBontot: kita bener2 tidak punya uang. Boleh menunda bayar utang?<br />
<strong>Boleh &amp; dialogkan dgn si pemberi piutang, sampai dia ridho</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pribadi</title>
		<link>https://ippho.com/pribadi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 11:04:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=501</guid>

					<description><![CDATA[@TiaraWulansari: mas, saya blm beli buku mas, apa saya pantas nanya2 sama mas ? Yang nanya bisa siapa saja. Jin juga boleh 🙂 @joank68: dulu mas ippho kul dmn?? #penasaran Di kampus, bukan di museum 🙂 @Yudi0107: mas umurnya berapa?? 20-an. Lewat dikitlah. Lewat belasan tahun gitu 🙂 @ELnuur393: mas ini keren, berwibawa, kdg humoris...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>@TiaraWulansari: mas, saya blm beli buku mas, apa saya pantas nanya2 sama mas ?<br />
<strong>Yang nanya bisa siapa saja. Jin juga boleh <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@joank68: dulu mas ippho kul dmn?? #penasaran<br />
<strong>Di kampus, bukan di museum <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@Yudi0107: mas umurnya berapa??<br />
<strong>20-an. Lewat dikitlah. Lewat belasan tahun gitu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@ELnuur393: mas ini keren, berwibawa, kdg humoris juga, limited edition! seneng ikut TL nya<br />
<strong>Kebanyakan puji2 itu bisa melemahkan org <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@ahmadchudori: hebat bener ni, cara jawabnya super frontal, cara fikirnya gimana ya?<br />
<strong>Sdh bawaan dari orok <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@avan_saputro: Kenapa mas kalau ngomong, tangannya masuk saku ya? @Metro_TV<br />
<strong>Gpp, saku sendiri. Bukan saku orang <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@Princess_Nina01: kok jarang upload foto keluarga + rumah2 + mobil2nya<br />
<strong>Kuatir. Apa yg kita gembar-gemborkan, biasanya ujian dtg dari situ</strong></p>
<p>@derryrifki: kok gak punya jenggot mas ? pahala<br />
<strong>Jenggot-nya tumbuh di bagian yg lain. Gak bs disebut <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@opangsky: Mas kan skrg lg trend pengusaha terjun ke politik. Kalau mas gmn?<br />
<strong>Sy tetap bisnis ajah. Bisanya cuma itu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@mtfn_: bersyukur yg hebat menurut mas ippho?<br />
<strong>Ketika tengah sulit, pailit &amp; sakit, tapi tetap bersyukur. Keren!</strong></p>
<p>@Rani_Jf: Mas sehari tidurnya brp jam?<br />
<strong>6-7 jam. Tidur awal, bangun awal, action awal <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@yasiens: mas ippho beneran tidur 6-7 jam? kok bisa sukses, apa karena berkah &amp; ridho Allah?<br />
<strong>Ya ampun, semua pasti krn ridha-Nya</strong></p>
<p>@Ara_Agnia: dulu sebelum sesukses skrg, tidurnya jg awal? 6-7 jam jg?<br />
<strong>Waktu kuliah sy bergadang. Stlh tamat, sy barukan polanya. Lbh awal</strong></p>
<p>@RockyAzwar: Mas apa pesan atau kata2 orang tua yg selalu diingat?<br />
<strong>Kalau nyebrang, tengok kiri-kanan dulu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@smdhika: mas rahasia sukses mas apa<br />
<strong>Ga ada yg rahasia. Sdh sy tuliskan di buku. Itu hadiah sy utk Indonesia <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@iunian: prinsip dlm hidup mas apa? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
<strong>Berusaha agar DIA, keluarga &amp; sesama ridha kpd saya, aamiin</strong></p>
<p>@SaleNowPisang: Definisi kata &#8220;ulet&#8221; menurut mas apa?<br />
<strong>Ulet itu lama2 bisa jadi kupu2 <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> cakep</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jodoh</title>
		<link>https://ippho.com/jodoh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 11:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=499</guid>

					<description><![CDATA[@iswahyudi_juozz: mas bagaimana cara mengatasi rasa cemas menjelang akad nikah? Ingat2 wajah pasangan, bukan wajah ayahnya 🙂 @danaldedy1: Saya Sudah Siap Nikah..Tp dia malah alasan trs Masukin ke toples, jadiin asinan. Ganti saja, stok cewek msh banyak kok 🙂 @ismy_fik: Mas kalau pacar blm ingin menikah, pdhl saya sudah, baiknya bagaimana? Yakinkan. Gak mau juga,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>@iswahyudi_juozz: mas bagaimana cara mengatasi rasa cemas menjelang akad nikah?<br />
<strong>Ingat2 wajah pasangan, bukan wajah ayahnya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@danaldedy1: Saya Sudah Siap Nikah..Tp dia malah alasan trs<br />
<strong>Masukin ke toples, jadiin asinan. Ganti saja, stok cewek msh banyak kok <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@ismy_fik: Mas kalau pacar blm ingin menikah, pdhl saya sudah, baiknya bagaimana?<br />
<strong>Yakinkan. Gak mau juga, geseeer <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@IhsanSandLaunun: kalau si calon nunda2 pernikahan, harus bgm mas?<br />
<strong>Yakinkan. Gak mau juga, kardusin dia, kirim ke madagaskar <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@diemedia: Mas saya &amp; pasangan sudah siap nikah, tapi sbgn keluarga blm ridho. Gimana?<br />
<strong>Suruh keluarganya baca buku sy <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@sari_reviyanti: saya punya pacar lebih muda, tapi org tuanya tidak setuju, gmn mas?<br />
<strong>Gpp, kan dia yg mau. Bukan ortu-nya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@tyanoel: mas ada laki2 ngajak nikah, tp kerjanya belom jelas, kan nanti susah. Gmn?<br />
<strong>Yang penting, muka-nya jelas, amal-nya jelas!</strong></p>
<p>@devinakicun: Mas minta saran buat memilih jodoh, ngikutin kata hati gimana?<br />
<strong>Lihat 3A: Akhlak-Amal-Action nya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@black_hallim: Mas dmn bisa cepet dapat jodoh yang baik &amp; sholehah?<br />
<strong>Di Biro Jodoh Terbesar, Allah!</strong></p>
<p>@opiwi: buat perempuan, menunggu jodoh atau mencari jodoh?<br />
<strong>Menjemput jodoh! Jemput dgn amal, pantaskan diri &amp; berhenti bilang &#8216;tapi&#8217;</strong></p>
<p>@tonieamboen: kalau nikah ma janda gmn? apa pendapat bang ippho?<br />
<strong>Silakan. Khadijah itu janda, tp tiada bandingnya smp skrg <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@zahraelok: mas kita boleh me-request seseorang utk jadi jodoh kita?<br />
<strong>Boleh. Cuma namanya request, kadang diterima, kadang ditolak <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@vinafasyah: Supaya request jodoh diterima, bisa didorong sama sedekah mas?<br />
<strong>Bisa. Tp kalau sedekahnya Rp10rb, dapatnya cuma boneka india</strong></p>
<p>@enymomot: kl nikah tp beda keyakinan. Ada comment bang?<br />
<strong>Baiknya satu iman, beda jenis kelamin. Jangan dibalik ya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@RatihSann: sy dan calon ingin nikah tp kakak perempuan dia blm nikah&#8230;bgm?<br />
<strong>Lanjut-lah. Kalau kakaknya baru nikah umur 78, kan repot <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@tanntun: mas gimana cara mengatasi mantan pacar suami kita yang masih suka ganggu?<br />
<strong>Syukuri. Berarti suami anda msh ganteng <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@SedekahWays: lagi deket sama someone tp mantannya ngejar lagi, menurut mas?<br />
<strong>Hati2 kalau mantan presiden yg ngejar <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@rehar00: mas gmn hukumnya suka ama org lain, tp dia dah tunangan?<br />
<strong>Sah. Itu msh lampu kuning, blm merah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@andhikaprayoga: mas nikah sambil kuliah itu keren gak? Gimana tipsnya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
<strong>Gak ngerti saya. Blm pernah praktek soalnya</strong></p>
<p>@chisNoor: baiknya nikah dulu atau lanjut sekolah lagi?<br />
<strong>Nikah-lah. Tiap hari bs belajar &#8216;biologi&#8217; sama istri, hehe</strong></p>
<p>@mizz_ata: knp abang nyaranin nikah dulu? Alasannya apa?<br />
<strong>Kalau mau belajar sm saya: &#8216;dengar taati&#8217; .. Kalau hrs dijelasin semua, lamaaaa</strong></p>
<p>@radnan_wirawan: bang, istri gak mau ikut suami,gimana?<br />
<strong>Istri tetangga ya? Ya iyalah nggak mau ikut <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@Pipi_fitriani: wajarkah kalau wanita itu matre ?<br />
<strong>Gak. Apalagi kalau matre Rp 6000 yg ditempel2 itu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@RirieSat: berbakti kpd ortu seperti biasa, tapi lebih mendahulukan suami.. betul?<br />
<strong>Tul. Suami sendiri tentunya, bukan suami org <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@faresi: 5 september ortu anniversary yg ke-26, ada saran kado apa yg cocok?<br />
<strong>Buku #7KeajaibanRezeki &amp; #PercepatanRezeki <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> insyaAllah pas</strong></p>
<p>@lisachachaa: bang aku pengen cepat dpt keturunan, minta tips<br />
<strong>Coba ambil anak asuh. Itu namanya memantaskan diri jadi ortu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@zuulzuul: mas klo banyak duit, tapi cewe ga ada yg mau, gimana dong <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f641.png" alt="🙁" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
<strong>Masih punya cermin kan? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@AyuFamous: ortu ngejodohin sy, baiknya? kebetulan ia kaya n ganteng<br />
<strong>Kaya, ganteng, tdk boros, suka nabung, pancasilais, trs apa lg? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@harryyadi3: aq pengen merid tp ga punya pacar. Pengen Pdkt, tp dekat cewe aja grogi mas. Saran?<br />
<strong>Produk langka nih, minat?</strong></p>
<p>@Andrian8785: mas sy ingin nikah, tp takut akan masa depan, apa langkah sy?<br />
<strong>Dikasih yg enak2 kok takut? Yg sudah aja pengen nambah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sedekah</title>
		<link>https://ippho.com/sedekah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 10:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=497</guid>

					<description><![CDATA[@okaaprilia: saya mau nyaingin orang di kampung saya yg super sedekahnya, dosa nggak? Gak. &#8216;Saingi&#8217; juga amalan dia yg lain @r_midanto: membeli sesuatu apakah itu termasuk sedekah ?? kan membantu penjual ?? Gak-lah. Itu memang transaksi. Jual-beli @yurizalOEBIT: kasih sesuatu ke orang kaya, termasuk sedekah gag? Yup, tp tergantung niat kita juga&#8230; @djie77: saya suka...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>@okaaprilia: saya mau nyaingin orang di kampung saya yg super sedekahnya, dosa nggak?<br />
<strong>Gak. &#8216;Saingi&#8217; juga amalan dia yg lain</strong></p>
<p>@r_midanto: membeli sesuatu apakah itu termasuk sedekah ?? kan membantu penjual ??<br />
<strong>Gak-lah. Itu memang transaksi. Jual-beli</strong></p>
<p>@yurizalOEBIT: kasih sesuatu ke orang kaya, termasuk sedekah gag?<br />
<strong>Yup, tp tergantung niat kita juga&#8230;</strong></p>
<p>@djie77: saya suka sedekah pada karyawan sy, apa masalah ? Atau mesti sama org yg bnr&#8221; butuh?<br />
<strong>Kalau rutin, bs potensi masalah</strong></p>
<p>@semarisa: sedekah bisa bikin hati tenang mas?<br />
<strong>Bisa. Palagi &#8216;sedekah&#8217; sama istri pas malam jumat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@asig828: Ada yg hutang sama sy, dah ditagih tp gak dibayar juga. Kalau diikhlasin termasuk sedekah mas?<br />
<strong>Yup, seolah2 sedekah setiap hari</strong></p>
<p>@nadhariyat: sy ditipu 400jt..akhirnya ikhlas.. sedekah?<br />
<strong>BUKAN! Itu buah dr kelalaian kt. Blh juga introspeksi: mgkn ada hak org lain</strong></p>
<p>@syauqinaarahman: Mas kalau sedekah kurang disetujui suami?<br />
<strong>Nurut saja. Sambil dialog pelan2 &amp; sodorin buku sy <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@vinnapplewhite: kalau aq cepet2 umroh, harus sedekah brp besar?<br />
<strong>Apapun dream-nya, beli dgn sedekah 20% dari target. Dan ikhtiar tentunya </strong></p>
<p>@TarehAkbar: Mas berapa % jumlah yg harus kita sedekahin dari total laba bersih yg afdol?<br />
<strong>Kalau sy, 30%. Yang lain, sy sarankan 20% dulu</strong></p>
<p>@heru_heri: Mas, bgm ya caranya spy dpt pekerjaan yg gajinya 3 jt per bulan<br />
<strong>Sedekah 20% dari target &amp; memantaskan diri tentunya</strong></p>
<p>@MarthyFathimah: kalau punya utang, mending cicil hutang atau sedekah?<br />
<strong>80% cicil utang. 20% sedekah. Kalau ada sisa, beli buku #7KR <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@ThinaManalu: Mas kalau sedekah itu 20-30% dr total penghasilan atau dr total penghasilan dikurang hutang/tagihan?<br />
<strong>Dari penghasilan, tok</strong></p>
<p>@waroengbintang: saya sedekah 20% dari gaji, koq tdk dapat apa2? Gimana?<br />
<strong>Mana mungkin! Itu sdg bekerja. Bersabar &amp; berbaik-sangka-lah</strong></p>
<p>@briankamajaya: kl sdh sedekah, tp kehidupan tdk kunjung berubah, gimana tuh?<br />
<strong>Sedekah BUKAN segalanya. Mesti tahu ilmu, action dll</strong></p>
<p>@m_yusufn: Saya sedekah 20 % dr uang insentif aja dpt kejutan jalan2 ke korea, apalagi kalau 50 % yah? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><br />
<strong>Mungkin ke neptunus <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@Raiz_23: Mas sedekah itu baiknya dicicil atau langsung 20% dr target?<br />
<strong>Kalau nyicil, dapatnya juga nyicil. Kelamaaaan <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@Carnation92: bang, saya blm kerja, uang jajan masih dikasih ortu, kalau disedekahkan 20%?<br />
<strong>Dijajanin aja blh, palagi disedekahin. Gmn sih</strong></p>
<p>@ReeKeju14: mas, mau sedekah tapi uang yg mau disedekahin itu dari kredit bank buat usaha, gimana?<br />
<strong>Boleh, 10%</strong></p>
<p>@maizaryanto: Mas, kl sedekah sebaiknya langsung atau melalui lembaga (ZIS)?<br />
<strong>Bebas. Kalau zakat mesti via lembaga</strong></p>
<p>@mizi_azhari: mas kl saya zakat langsung buat tetangga?<br />
<strong>Sdh triliunan kali dibahas. Zakat via amil. Biasain deh, lihat TL sblm tanya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
<p>@meillyimel: menurut mas jika kita bersedekah kpd pengemis yg masih kuat bekerja?<br />
<strong>Kalau rutin &amp; byk, saran sy, via lembaga</strong></p>
<p>@RobiatunHasanah: Mas THR karyawan, boleh dr zakat maal?<br />
<strong>Ada2 saja. Gak boleh-lah. Zakat itu TERTENTU penerimanya. Cari tahu deh</strong></p>
<p>@rikaciip: mas, uang THR boleh disedekahin ?<br />
<strong>Direndam di baskom aja boleh, apalagi disedekahin? <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peluang Usaha Ippho</title>
		<link>https://ippho.com/peluang-usaha-ippho/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2012 10:40:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FAQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=489</guid>

					<description><![CDATA[Peluang Usaha Ippho Santosa: &#8211; modal kecil &#8211; margin besar &#8211; balik modal cepat &#8211; repeat order tinggi &#8211; ongkir sangat murah &#8211; standar internasional &#8211; ratusan mitra terbukti sukses &#8211; dibimbing Ippho Santosa &#8211; direkomendasi artis dan ustadz &#8211; bisa dijalankan dari rumah Minat? WA 0812-9539-9965 Semua mitra insya Allah dibimbing sampai menghasilkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Peluang Usaha Ippho Santosa:<br />
&#8211; modal kecil<br />
&#8211; margin besar<br />
&#8211; balik modal cepat<br />
&#8211; repeat order tinggi<br />
&#8211; ongkir sangat murah<br />
&#8211; standar internasional<br />
&#8211; ratusan mitra terbukti sukses<br />
&#8211; dibimbing Ippho Santosa<br />
&#8211; direkomendasi artis dan ustadz<br />
&#8211; bisa dijalankan dari rumah</p>
<p>Minat? WA <a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=6281295399965&amp;text=Halo,%20saya%20tertarik%20dengan%20peluang%20usaha%20ini.">0812-9539-9965</a></p>
<p>Semua mitra insya Allah dibimbing sampai menghasilkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Motivator Indonesia Ippho Santosa Berbagi Inspirasi &#8211; Terbaik, Terkenal</title>
		<link>https://ippho.com/motivator-indonesia-ippho-santosa-berbagi-inspirasi-03/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 12:37:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Indonesia Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Indonesia Terkenal]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Terkenal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=373</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai motivator&#160;asli Indonesia, izinkan saya berbagi sedikit pengalaman. Ramadhan tahun&#160;2011 membawa nikmat tersendiri bagi saya. Betapa tidak? Pertama, saya diundang beberapa kali oleh stasiun televisi terkait 7 Keajaiban Rezeki yang bertepatan&#160;menjadi buku terlaris dan seminar terbesar di Indonesia sepanjang 2010-2011. Kedua, 7 Keajaiban&#160; Rezeki diseminarkan di Hongkong dan di Jepang, dengan dukungan penuh dari berbagai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai <a href="https://ippho.com/motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis">motivator</a>&nbsp;asli Indonesia, izinkan saya berbagi sedikit pengalaman. Ramadhan tahun&nbsp;2011 membawa nikmat tersendiri bagi saya. Betapa tidak? Pertama, saya diundang beberapa kali oleh stasiun televisi terkait 7 Keajaiban Rezeki yang bertepatan&nbsp;menjadi buku terlaris dan seminar terbesar di Indonesia sepanjang 2010-2011. Kedua, 7 Keajaiban&nbsp; Rezeki diseminarkan di Hongkong dan di Jepang, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.<span id="more-373"></span></p>
<p>Dan tentu saja, selama di Jepang saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan di sejumlah kota. Katakanlah di Tokyo, Chiba, Ibaraki, Tsukuba, Hamamatsu, Yokohama, dan Shizuoka (Gunung Fuji). Sejak 2011 sampai 2016, alhamdulillah, saya telah 4 kali berseminar di Jepang. Nah, selama berada di sana setidaknya ada tiga hikmah pembelajaran yang saya petik. Dan tiga hikmah inilah yang akan saya share kepada Anda. Boleh?</p>
<p>Pertama, keramahan. Jamak diketahui, Tokyo terkenal sebagai&nbsp;kota dengan penduduk paling padat sedunia. Lihat saja pusat keramaian di Shibuya, yang kebetulan menjadi lokasi shooting film Hachiko, Too Fast Too Furious (Tokyo Drift), dan Resident Evil terbaru. Di sana, ribuan orang menyeberang jalan setiap menitnya. Benar-benar ribuan. Semuanya bergegas. Namun demikian, mereka tetap menjaga keramahan. Contoh kecil saja, di kereta-kereta mereka masih memberikan prioritas duduk kepada lansia.</p>
<p>Selain itu, mereka juga menghargai pejalan kaki, orang asing, kebersihan, antrian, dan anti-klakson. Walau cenderung individualis khas perkotaan, namun mereka tidak pernah melupakan senyuman dan bungkukan badan ketika berinteraksi. Beberapa kali saya masuk toko dan tidak membeli apapun. Tahu apa yang terjadi? Ternyata si pelayan toko tetap mengantar saya sampai di pintu, membungkukkan badan, dan mengucapkan “Terima kasih banyak,” sambil tersenyum lebar. Ramah kan? Itu tidak jadi membeli lho. Bayangkan, kalau jadi membeli.</p>
<p>Kedua, kejujuran. Bukan cuma paling padat, Tokyo juga kota dengan biaya hidup paling mahal sedunia. Sekadar contoh, untuk menggunakan jasa taksi dari airport Narita ke pusat kota Tokyo, Anda harus merogoh uang hampir Rp 3 juta rupiah! Parkir di pusat kota Tokyo? Hm, jangan ditanya! Per jam bisa habis ratusan ribu rupiah! Saking mahalnya properti di sana, KPR-nya bisa 40 tahun! Kendati dibebani biaya hidup begitu tinggi, anehnya di sana hampir-hampir tidak ada pencurian, penjambretan, dan perampokan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-1565 size-full" src="https://ippho.com/wp-content/uploads/2019/02/ippho-motivator-indonesia-ippho-santosa-motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal.jpeg" alt="" width="100%" srcset="https://ippho.com/wp-content/uploads/2019/02/ippho-motivator-indonesia-ippho-santosa-motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal.jpeg 1080w, https://ippho.com/wp-content/uploads/2019/02/ippho-motivator-indonesia-ippho-santosa-motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-440x294.jpeg 440w, https://ippho.com/wp-content/uploads/2019/02/ippho-motivator-indonesia-ippho-santosa-motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-768x513.jpeg 768w, https://ippho.com/wp-content/uploads/2019/02/ippho-motivator-indonesia-ippho-santosa-motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-1024x684.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Bahkan kalau barang Anda tertinggal di suatu tempat, tidak perlu panik. Kembalilah ke tempat tersebut dan ambillah barang Anda. Kemungkinan besar, barang Anda tetap utuh. Lihatlah, betapa jujurnya mereka. Padahal banyak di antara mereka yang tidak beragama. Di KTP mereka saja tidak tercantum agama, karena pemerintah menganggap agama tidak terlalu penting dalam kehidupan bernegara. Kuil terkenal di Meiji-Jingu, Harajuku, hanya menjadi simbol spiritual dan tidak diikat oleh aturan agama tertentu.</p>
<p>Ketiga, harga diri. Jepang adalah negara ulet, jauh dari budaya malas-malasan. Tambahan lagi, mereka punya harga diri, jauh dari budaya meminta-minta. Perlu dicatat, tidak semua orang makmur di sana. Itu sudah fitrah semua negara. Iya kan? Akan tetapi, jangankan meminta-minta, menerima tips saja dianggap memalukan bagi mereka. Baik satpam, janitor, pelayan, atau siapa saja, tidak terbiasa menerima tips.</p>
<p>Dalam konteks lain, kerap diberitakan, di sana pejabat-pejabat yang ketahuan korupsi atau sejenisnya, pasti mundur bahkan bunuh diri. Saking malunya! Di Indonesia? Boro-boro mundur. Disuruh mundur saja, masih bersikeras. Boro-boro bunuh diri. Salah-salah, orang lain yang dibunuhnya. Ketahuilah, rezeki berpihak pada mereka yang menjaga harga diri. Seperti yang disinggung di buku-buku saya, inilah mental kaya.</p>
<p>Kembali soal berpuasa di Jepang. Walau saya berpuasa 2 sampai 3 jam lebih lama dibanding di Indonesia, walau saya sama sekali tidak merasakan suasana bulan puasa, walau saya susah sekali mencari tempat sholat dan makanan yang halal, namun semua kendala itu saya anggap ringan. Beneran, ringan. Apalagi setelah saya memetik tiga hikmah di atas. Puasa hendaknya luar biasa. Karena menjadikan kita insan yang lebih jujur dan lebih menjaga harga diri.</p>
<p>Itulah yang semestinya. Se-mes-ti-nya. Bukankah puasa itu ibadah rahasia dan tidak bisa riya-riyaan? Bukankah puasa itu melatih pengendalian diri bahkan terhadap sesuatu yang halal? Bukankah di bulan puasa digalakkan untuk mengeluarkan sedekah, zakat harta, dan zakat fitrah? Memberi, bukan berharap diberi. Dan ini terkait pula dengan mental sukses. Benar-benar terbaik!</p>
<p>Terakhir, ingatlah. Indonesia merdeka ketika bulan puasa. Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa ketika bulan puasa. Nabi Muhammad memenangkan perang Badar ketika bulan puasa. Bahkan Nabi Muhammad menaklukkan Mekkah ketika bulan puasa. Luar biasa kan? Lha, sudah tahu begitu, apa pantas kita mengisi bulan puasa hanya dengan malas-malasan dan tidur-tiduran? Sungguh, tidak pantas.</p>
<p>Tolong dicatat, dalam bulan puasa, kalau diam saja adalah ibadah, apalagi berkata-kata yang baik? Kalau tidur saja ibadah, apalagi bekerja dan bekinerja? Sekali lagi, puasa hendaknya luar biasa! Right? Sekian dari saya, Ippho Santosa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wong-kan Pelanggan</title>
		<link>https://ippho.com/wong-kan-pelanggan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 09:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ippho.com/?p=354</guid>

					<description><![CDATA[Pemasaran itu apa sih? Meski tiap buku mengusung definisi yang berlainan, nyatanya mahaguru pemasaran Prof. Philip Kotler –ketika menggelar seminar di Jakarta– memadatkan makna pemasaran menjadi tiga kata ringkas, yaitu satisfying needs profitably. Dalam bahasa kami, pemasaran adalah proses pemerolehan laba bagi perusahaan (profit) dengan cara memuaskan (satisfying) keinginan, kebutuhan dan harapan konsumen (needs).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Sebagai <a href="https://ippho.com/motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis">motivator Indonesia</a>, kadang saya diminta sharing soal pemasaran.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pemasaran itu apa sih? Meski tiap buku mengusung definisi yang berlainan, nyatanya mahaguru pemasaran Prof. Philip Kotler –ketika menggelar seminar di Jakarta– memadatkan makna pemasaran menjadi tiga kata ringkas, yaitu <em>satisfying needs profitably</em>. Dalam bahasa kami, pemasaran adalah proses pemerolehan laba bagi perusahaan <em>(profit)</em> dengan cara memuaskan <em>(satisfying)</em> keinginan, kebutuhan dan harapan konsumen <em>(needs)</em>. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Di sisi lain, mantan direktur pemasaran Coca Cola Sergio Zyman bersikeras, “Hei<em>, </em>pemasaran adalah masalah penjualan. Tidak lebih, tidak kurang!” Bukankah pepatah Barat pernah menyindir pemasar<em>, “Nothing happens until he sells</em>!” Semua hampa tanpa penjualan. Tak dapat disangkal lagi, menjual adalah tugas utama pemasar. Lha, itu ‘kan kata Sergio Zyman. Anda boleh untuk tidak setuju.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sedikit teoritis, akademisi pemasaran Jerome McCarthy beberapa puluh tahun yang silam pernah memproklamirkan 4 P <em>marketing</em><em> mix</em>, yakni <em>product, price, place</em> dan <em>promotion</em>. Untuk <em>property</em>, produk dapat berwujud bangunan rumah, lingkungan di sekitarnya ataupun fasilitas penunjang. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Harga <em>(price)</em> berkaitan dengan nilai jual dan cara bayar. Tempat <em>(place)</em> berkutat dengan masalah lokasi hunian dan letak rumah dalam hunian berkenaan. Sedangkan promosi bermain dengan kegiatan komunikasi layaknya iklan, pameran dan presentasi. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jika kita telaah lebih lanjut, di antara 4 elemen <em>marketing</em><em> mix</em> tersebut, P manakah yang paling menentukan keputusan pembelian? Sebagai pengajar, kami akan menjawab, produk! Namun hasil riset kami beserta tim di lapangan justru membuktikan, untuk kasus <em>property,</em> unsur lokasi dan unsur hargalah yang paling menentukan (Walaupun sebenarnya keempat P ini saling kait dan hampir tidak mungkin untuk diceraikan). </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dengan kata lain, alasan utama seseorang membeli rumah ditentukan oleh lokasi dan harganya. Manakala kualitas rumah itu sendiri hanya pantas menjadi alasan ketiga. Lantas, bagaimana sih peranan promosi dalam memengaruhi keputusan pembelian? Sampai saat sini kita boleh berasumsi, promosi adalah komponen <em>marketing mix</em> yang paling tidak krusial.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Yah<em>, </em>bersandar pada beberapa fakta di atas, seharusnya pemasaran menjadi tugas yang sangat gampang. Toh<em>,</em> amanat yang dibebankan di pundak pemasar hanyalah meracik 4 P sedemikian rupa, agar bisa menggaet pelanggan sekaligus mencetak penjualan. Bahkan Sergio Zyman kembali menegaskan, pemasaran tidak lebih dari sekedar kegiatan jual-menjual. Hanya itu! </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Anda tidak harus memiliki <em>remote control </em>ajaib layaknya Adam Sandler dalam film <em>Click </em>hanya untuk melakoninya. Lantaran, anak SD sekalipun bisa melakukan pekerjaan jual-menjual. Tetapi kok kenyataannya pemasaran menjelma menjadi fungsi yang super sulit, ya? Apalagi kalau kita ngomong soal target penjualan. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Nah<em>, </em>inilah jawabannya! Pemasar –baik staf, supervisor atau manajer sekalipun– lazimnya tidak memiliki wewenang penuh atas 4 komponen <em>marketing</em><em> mix</em>. Katakanlah, faktor letak perumahan <em>(place)</em>. Siapa sih yang paling berhak bersuara dalam pemilihan lokasi perumahan yang akan dibangun? Setahu kami bukan pemasar, melainkan didominasi oleh manajemen puncak. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Untuk faktor harga <em>(price)</em>, siapakah yang paling berwenang untuk meletakkan harga? Setahu kami, bukan pemasar, melainkan dirumuskan bersama antara manajemen puncak, divisi keuangan dan beberapa divisi terkait lainnya. Terus, untuk faktor pembangunan rumah <em>(product)</em>, kebijakan siapakah yang paling dituruti? Setahu kami, bukan kebijakan pemasar, melainkan digerakkan oleh manajemen puncak, divisi teknik dan divisi-divisi tertentu. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Satu-satunya komponen yang dapat dikendalikan penuh oleh pemasar hanyalah komponen promosi tok! Ironisnya, seperti yang kita telah maklum, promosi adalah elemen <em>marketing</em><em> mix</em> yang paling tidak memengaruhi keputusan pembelian. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kalau begitu, apakah seluruh divisi harus diserahterimakan secara mutlak kepada pemasar, demi pemberdayaan 4 P yang paripurna? Hei<em>, </em>tunggu dulu! Itupun bukan satu pendekatan yang bijak. Ingatlah pesan pendiri Hewlett-Packard yang berbunyi, “Pemasaran itu terlalu penting untuk dilimpahkan sepenuhnya kepada divisi pemasaran.” </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Adalah mustahil membiarkan pemasar mengambilalih peran manajemen puncak dalam pemilihan lokasi hunian (baca: <em>place</em>). Adalah mustahil untuk meminta pemasar bekerja di belakang meja untuk membenahi masalah keuangan (baca: <em>price</em>). Adalah mustahil untuk menyuruh pemasar bekerja di lapangan untuk mengurusi fisik bangunan (baca: <em>product</em>). <em>Ndak</em> masuk akal ‘kan? </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Solusi idealnya, setiap individu di segala lapisan di perusahaan -dari <em>office boy </em>sampai direktur- sejatinya sanggup mengikuti kerangka pemikiran pemasaran. Artinya? Mereka mampu berpikir dan berempati akan kepentingan pelanggan. Yah, pelanggan juga manusia (seperti judul lagu saja). </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kontras dengan Sergio Zyman, kami lebih sependapat dengan pendiri Frontier yang juga <em>Knowledge-Based Speaker </em>terbaik di Indonesia, Handi Irawan. Menurutnya, pemasar yang sesungguhnya tidak semata-mata memikirkan omset penjualan, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan pelanggan. Inilah yang dilakukan Indosat Mobile. Setidaknya ini yang kami rasakan sebagai pengguna. Pelanggan dimanusiawikan, di-<em>wong-</em>kan. Mudah menelepon ke mana saja, kapan saja.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ahli pemasaran Fred Webster bahkan menganggap, pemasar itu adalah advokatnya pelanggan. Pendek kata, manusiawikanlah pelanggan! <em>Wong-</em>kanlah pelanggan! Nah, seyogianya perkara ini diingatkan oleh pucuk pimpinan di setiap perusahaan, bukan cuma di perusahaan jasa. Itu baru ideal!</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
