<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>SC Community's Blog</title><description>Tutorial Membuat dan Mendesain Blog</description><managingEditor>noreply@blogger.com (eNeS)</managingEditor><pubDate>Mon, 12 Sep 2022 03:43:05 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">258</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://ruangsc.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Tutorial Membuat dan Mendesain Blog</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Iran-kah Bangsa Yang Dijanjikan Tuhan Dalam Surat Muhammad?</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2015/02/iran-kah-bangsa-yang-dijanjikan-tuhan.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Wed, 11 Feb 2015 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-5408264835364205337</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-qruuex_IU_o/UlhcYp09kmI/AAAAAAAARTk/L2TrIjgisRc/s512/Iran3D.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Membicarakan Iran memang selalu menarik, apakah itu menyangkut perseteruannya dengan Amerika dan Israel (yang oleh sebagian kalangan disebut "omdo"), perkembangan IPTEK-nya yang hampir menyamai negara-negara maju, seperti: Amerika, Jepang dan Eropa, atau menyangkut &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Baca Dialog Seputar Syiah"&gt;Syiah&lt;/a&gt;-nya yang selalu dituding sebagai agama sesat dan bukan bagian dari Islam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan Iran seperti membicarakan wanita seksi di hadapan seorang alim (jaim?): pura-pura tidak mendengar padahal sebenarnya menyimak, pura-pura benci padahal sebenarnya menikmati. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Iran memang menarik dan "seksi". Tapi yang menarik perhatian kali ini bukanlah masalah &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Baca Dialog Seputar Syiah"&gt;Syiah&lt;/a&gt;-nya, yang sudah dikupas beberapa waktu lalu, atau masalah lain seputar Iran. Yang menarik perhatian kali ini adalah berkaitan dengan surat Muhammad ayat 38: &lt;div class="arabic"&gt;هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ&lt;span style="color: blue;"&gt; وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); &lt;span style="color: blue;"&gt;dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu&lt;/span&gt;." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=47&amp;amp;aid=38&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Muhammad : 38"&gt;(QS, 47:38)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Dalam ayat tersebut Allah mengancam bangsa Arab, jika mereka berpaling dari kebenaran (ajaran Allah) maka Allah akan menghancurkan mereka dan kemudian menggantikannya dengan bangsa lain yang lebih baik, yang tidak memiliki sikap dan perilaku seperti bangsa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa apakah mereka? Dalam sebuah hadits dari Imam Baihaqi, yang dinukil &lt;a href="http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=2&amp;amp;SuratKe=47#38" target="_blank"&gt;Tafsir Al Maragi&lt;/a&gt;, menyebutkan bahwa bangsa Persia (Iran) lah yang nanti akan menggantikan bangsa Arab: &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic" style="line-height: 26px;"&gt;تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم هذه الآية إلى أخرها، فقالوا : يا رسول الله من هؤلاء الذين إن تولينا استبدلوا بنا ثم لا يكونون أمثالنا &lt;span style="color: red;"&gt;فضرب رسول الله علة منكب سلمان&lt;/span&gt; ثم قال : &lt;b style="color: red;"&gt;هذا قومه&lt;/b&gt; والذي نفسي بيده &lt;span style="color: blue;"&gt;لو أن هذا الدين تعلق بالثريا لتناوله رجال من فارس  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Rasulullah saw. membaca &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=47&amp;amp;aid=38&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 47:38"&gt;ayat ini&lt;/a&gt; sampai akhir, maka para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu yang jika kami berpaling, mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?". &lt;span style="color: red;"&gt;Maka Rasulullah menepuk bahu Salman&lt;/span&gt;, kemudian berkata, "&lt;b style="color: red;"&gt;Inilah orangnya berserta kaumnya&lt;/b&gt;. Demi Allah, yang diriku berada dalam kekuasan-Nya, &lt;span style="color: blue;"&gt;seandainya agama itu tergantung di bintang Surayya, dia akan dicapai oleh arang-orang dari Persia&lt;/span&gt;."  (lihat &lt;a href="http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=2&amp;amp;SuratKe=47#38" target="_blank" title="Tafsir Surat Muhammad"&gt;Tafsir Al Maragi&lt;/a&gt; hal. 79 juz 26, jilid IX)&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt; Percayakah dengan hadits tersebut karena sumbernya berasal dari Abu Huraerah?&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Dan kenapa bangsa Persia, bangsanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salman_al-Farisi" target="_blank"&gt;Salman Al-Farisi&lt;/a&gt;, yang dipilih bukannya bangsa Yahudi atau bangsa Armenia, misalnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, anggap saja hadits itu tidak ada dan kita lebih melihatnya pada isi surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=47&amp;amp;aid=38&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 47:38"&gt;Muhammad ayat 38&lt;/a&gt; di atas, dimana dinyatakan bahwa jika bangsa Arab berpaling niscaya Allah akan menggantikannya dengan bangsa lain yang tidak seperti bangsa Arab. Pertanyaannya, bangsa apakah yang akan menggantikan bangsa Arab itu?  Di kawasan Timur Tengah, yang bisa menggatikan bangsa Arab hanya dua, yaitu: bangsa Kurdi dan bangsa Persia, karena tidak mungkin digantikan oleh bangsa Yahudi atau oleh bangsa Armenia yang Kristen. Tapi mengenai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Kurdi" target="_blank"&gt;bangsa Kurdi&lt;/a&gt;, rasanya sulit untuk bisa menggantikan bangsa Arab karena sifat masyarakatnya yang cenderung tradisional dan nomaden. Satu-satunya yang paling mungkin adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Persia" target="_blank"&gt;bangsa Persia&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang adalah bangsa Persia yang mana karena bangsa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Persia" target="_blank"&gt;Persia&lt;/a&gt; tersebar di antara negara Iran, Irak, Suriah, Afganistan, dan Pakistan? Untuk menjawabnya, perhatikan kriteria bangsa yang dijanjikan Allah dalam surat Al-Mâ´idah ayat 54 berikut: &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ &lt;span style="color: red;"&gt;فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ&lt;/span&gt; ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, &lt;span style="color: red;"&gt;maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum&lt;/span&gt; yang &lt;span style="color: blue;"&gt;Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya&lt;/span&gt;, yang &lt;span style="color: blue;"&gt;bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin&lt;/span&gt;, yang &lt;span style="color: blue;"&gt;bersikap keras terhadap orang-orang kafir&lt;/span&gt;, yang &lt;span style="color: blue;"&gt;berjihad di jalan Allah&lt;/span&gt;, dan yang &lt;span style="color: blue;"&gt;tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela&lt;/span&gt;. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas, lagi Maha Mengetahui." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;amp;aid=54&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Mâ´idah : 54"&gt;(QS, 5:54)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari ayat tersebut, ada lima kriteria bangsa yang dijanjikan Allah, yang akan menggantikan bangsa Arab: &lt;br /&gt;1. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, &lt;br /&gt;2. Bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, &lt;br /&gt;3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir, &lt;br /&gt;4. Berjihad di jalan Allah, &lt;br /&gt;5. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lima kriteria di atas, mungkin terasa berlebihan jika menyebutkan bahwa bangsa (negara) Iran merupakan bangsa (negara muslim) terbaik yang ada saat ini dan sangat layak dipilih Allah untuk menggantikan bangsa Arab. Terlepas dari setuju atau tidak dengan keyakinan mayoritas bangsa Iran sebagai penganut &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Baca Dialog Seputar Syiah"&gt;Syiah&lt;/a&gt;, namun harus diakui bahwa bangsa/negara Iran memiliki (memenuhi) kriteria-kriteria yang disebutkan dalam surat Al-Mâ´idah ayat 54 di atas jika dibandingkan dengan bangsa/negara Irak, Suriah, Afganistan, dan Pakistan. &lt;br /&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;1. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ &lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left:15px"&gt;Agak susah untuk mengukur apakah Allah mencintai bangsa Iran atau tidak karena hal ini merupakan masalah &lt;i&gt;ghaib&lt;/i&gt;. Tapi indikasinya bisa dilihat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di Iran. Misalnya: (1) Ketika terjadi Perang Iran-Irak (1980-1988), Iran mampu meraih kemenangan dari serangan Irak yang didukung penuh oleh &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2013/08/27/1517522/CIA.Bantu.Irak.Gunakan.Senjata.Kimia.terhadap.Iran" target="_blank"&gt;Amerika&lt;/a&gt;, Eropa, Arab, dan Rusia. (2) Ketika Amerika mengirimkan enam pesawat Hercules C130 dalam &lt;a href="http://www.suara-islam.com/read/index/2606" target="_blank"&gt;Operasi Eagle Claw&lt;/a&gt;, operasi itu gagal hanya karena badai pasir yang melanda kawasan gurun Tabas. (3) Ketika Iran di embargo, Iran mampu bertahan selama lebih dari 30 tahun, dan &lt;a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/09/tahan-banting-dengan-tradisi-keilmuan-dan-bazari/" target="_blank"&gt;malah bisa bangkit dari keterpurukan&lt;/a&gt;. Ketiga peristiwa tersebut menunjukkan seolah-olah adanya "pertolongan Allah" kepada bangsa Iran. Wallahu a'lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menyangkut kecintaan bangsa Iran kepada Allah bisa dilihat dari beberapa contoh berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://abuthalib.wordpress.com/2009/08/16/wilayah-al-faqih-dalam-konstitusi-iran/" target="_blank"&gt;Sistem Pemerintahan&lt;/a&gt;-nya yang berdasarkan pada kaidah Al-Qur’an dan keadilan Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/2007/04/28/perempuan-iran-observasi-antara-konstitusi-dan-hdi/" target="_blank"&gt;Hak-hak perempuan&lt;/a&gt; dalam konstitusi disesuaikan dengan kaidah Al-Qur’an dan keadilan Allah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/09/tahan-banting-dengan-tradisi-keilmuan-dan-bazari/" target="_blank"&gt;Tradisi keagamaan dan keilmuan&lt;/a&gt; berkembang pesat di masyarakat, dimulai dari anak-anak hingga orangtua. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Selalu membela Islam ketika kesucian Islam dilecehkan. Salah satu contoh yang paling nyata adalah pembelaan mereka terhadap bangsa Palestina dan &lt;a href="http://www.islamtimes.org/vdca6ynuw49nuo1.h8k4.html" target="_blank"&gt;Fatwa Mati Salman Rushdie&lt;/a&gt; yang dikeluarkan  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ruhollah_Khomeini" target="_blank"&gt;Ayatollah Khomeini&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;br /&gt;Untuk memperoleh gambaran mengenai bangsa Iran berkaitan dengan kriteria pertama ini, mungkin sabda Nabi Saww kepada 'Ali Kw berikut bisa lebih mewakili: &lt;div class="arabic" style="line-height: 26px;"&gt;مَنْ أحَبَّكَ فقَدْأحَبَّنِي وحبِيْبُك حبِيْبُ اللهِ وعدوُّك عَدُوِّيّْ وعَدُوِّيْ عدوُّ اللهِ. الويلُ لِمَنْ أبغضَكَ مِن بعدي &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Barangsiapa mencintaimu berarti ia mencintaiku dan barangsiapa membencimu berarti ia membenciku. Kekasihmu adalah kekasih Allah, musuhmu adalah musuhku dan musuhku adalah musuh Allah. Celakalah orang-orang yang memusuhimu sepeninggalku" &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.balaghah.net/nahj-htm/id/id/makalah/8-89%20(1).htm" target="_blank"&gt;(HR. Ahmad bin Hanbal dari Ibnu Abbas ra)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;atau hadits berikut: &lt;div class="arabic" style="line-height: 26px;"&gt; حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ أَحَبَّ اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ حُسَيْنًا حُسَيْنٌ سِبْطٌ مِنْ الْأَسْبَاطِ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Husain bagian dariku, dan aku bagian dari Husain, Allah akan mencintai orang yang mencintai Husain, Husain termasuk dari &lt;i&gt;sibt&lt;/i&gt; (keturunan yang akan menurunkan banyak ummat) dari beberapa ummat."  (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3708&amp;x=19&amp;y=14" target="_blank"&gt;3708&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;Dan kita tahu bahwa mayoritas penduduk Iran penganut madzhad Ja'fari (Syiah Itsna Asyariyyah) yang notabene merupakan pecinta &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt;.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat catatan kaki"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;2. Bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ &lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left:15px"&gt;Tidak aneh jika muslim Sunni membantu muslim Sunni yang lain. Tapi jika Iran yang melakukannya jadi lebih memiliki nilai tersendiri karena mayoritas penduduk Iran penganut Syiah. Contohnya seperti ketika Iran menjadi negara yang paling getol membela dan memberikan dukungan moril maupun materil kepada penduduk Palestina, padahal mayoritas penduduk Palestina penganut Sunni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemah-lembutan bangsa Iran terhadap orang-orang mukmin ini pun mereka tunjukkan ketika membantu penduduk Irak yang diinvasi Amerika, padahal bangsa Irak pernah menyerang mereka selama 8 tahun (1980-1988) dengan dukungan Amerika, Eropa, Arab, dan Rusia. Atau ketika Iran, dengan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Baca Dialog Seputar Syiah"&gt;Syiah&lt;/a&gt;-nya, tidak berusaha membalas perlakuan sekelompok muslim Sunni yang sering menghujat, memfitnah, mengkafirkan, bahkan &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/11/101129_wikileaks_saudi.shtml" target="_blank" title="Bocoran Wikileaks"&gt;berusaha untuk menghancurkan Iran&lt;/a&gt;. Begitupun ketika menjamurnya situs-situs celaan dan fitnahan terhadap Iran (Syiah), mereka tidak berusaha membalasnya dengan membuat situs-situs serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbanding terbalik dengan negara-negara Arab, yang malah menjadi pendukung aksi-aksi kekerasan yang dilakukan terhadap sesama muslim sendiri, seperti: memberi &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/08/17/mrnzky-saudi-dan-tiga-negara-teluk-dukung-pembantaian-di-mesir" target="_blank"&gt;dukungan terhadap aksi militer Mesir&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.beritasatu.com/dunia/135497-arab-saudi-minta-negaranegara-arab-dukung-agresi-militer-as-ke-suriah.html" target="_blank"&gt;dukungan terhadap kelompok oposisi (para pemberontak) Syuriah&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.dw.de/arab-saudi-kontradiksi-sahabat-barat-dan-pendukung-teroris/a-16593629" target="_blank" title="Bocoran Wikileaks"&gt;dukungan terhadap teroris&lt;/a&gt; di berbagai belahan dunia. &lt;/div&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ &lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left:15px"&gt;Sudah menjadi rahasia umum jika Iran merupakan musuh utama dari musuh-musuh Islam, yaitu Amerika dan Zionis Israel, sejak revolusinya pada pertengahan tahun 1977. Karena permusuhannya itulah, kemudian Iran harus rela diembargo selama puluhan tahun, mendapat tekanan dari dunia internasional (khususnya Barat, Amerika, dan Israel), dan bahkan mendapat &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2013/06/28/2018401/Eks.Jenderal.AS.Bocorkan.Informasi.Serangan.Siber.terhadap.Iran" target="_blank"&gt;serangan dunia maya&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://international.okezone.com/read/2012/02/10/412/573554/as-akui-israel-bunuh-ahli-nuklir-iran" target="_blank"&gt;serangan dunia nyata&lt;/a&gt;.  &lt;br /&gt;Sementara negara-negara Arab malah menjalin hubungan mesra dengan &lt;a href="http://www.state.gov/r/pa/ei/bgn/3584.htm" target="_blank"&gt;Amerika&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/06/15/lmu7nb-wikileaks-bongkar-hubungan-dekat-arab-saudiisrael" target="_blank" title="Bocoran Wikileaks"&gt;Zionis Israel&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, bahwa Iran menjalin hubungan dengan Rusia dan China, yang merupakan negara komunis. Tapi kedua negara tersebut bukan musuh Islam, karena tidak pernah menyerang negara-negara Islam, baik secara fisik (invasi militer) maupun secara mental (propaganda negatif). &lt;/div&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;4. Berjihad di jalan Allah &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ &lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left:15px"&gt;Dalam masalah jihad, bangsa Iran bisa dikatakan paling depan. Jihad disini dalam pengertian bersungguh-sungguh didalam memperjuangkan nilai-nilai Islam agar memiliki manfaat bagi kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa contoh jihad yang dilakukan bangsa Iran: &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Memasukkan kaidah Al-Qur’an kedalam &lt;a href="http://abuthalib.wordpress.com/2009/08/16/wilayah-al-faqih-dalam-konstitusi-iran/" target="_blank"&gt;Konstitusi Iran&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Melakukan kajian-kajian ilmiah demi &lt;a href="http://indonesian.irib.ir/tokoh/-/asset_publisher/tCI5/content/fereshteh-dini-dan-nasrin-tiga-wanita-ilmuwan-nanoteknologi-iran" target="_blank"&gt;kemajuan Ilmu Pengetahuan&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/06/kuasai-teknologi-pembangkit-canggih-saat-kepepet/" target="_blank"&gt;Menguasai teknologi pembangkit listrik canggih&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membuat alat transportasi darat &lt;a href="http://teknologi.inilah.com/read/detail/84097/ini-dia-mobil-produksi-iran" target="_blank"&gt;(mobil)&lt;/a&gt; dan udara &lt;a href="http://web.inilah.com/read/detail/1891825/iran-bakal-produksi-sendiri-pesawat-penumpang" target="_blank"&gt;(pesawat terbang)&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membuat &lt;a href="http://inet.detik.com/read/2010/07/05/123125/1393024/511/surena-2-robot-humanoid-terbaru-buatan-iran" target="_blank"&gt;robot modern&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/10/11/13/146555-dalam-tekanan-embargo-teknologi-luar-angkasa-iran-melesat" target="_blank"&gt;pesawat luar angkasa&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://indonesian.irib.ir/equilibrium/-/asset_publisher/yB7o/content/id/5302790" target="_blank"&gt;Memproduksi sendiri alutsista&lt;/a&gt; (Alat Utama Sistem Senjata). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br /&gt;Berbeda dengan negara-negara Arab yang selalu mengandalkan &lt;a href="http://www.dw.de/as-akan-suplai-senjata-milyaran-dollar-ke-timur-tengah/a-2936998" target="_blank"&gt;pasokan dari Amerika&lt;/a&gt;, Eropa, dan Israel, baik dalam persenjataan militer maupun produk-produk teknologi lainnya. &lt;/div&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;5. Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ &lt;/div&gt;&lt;div style="padding-left:15px"&gt;Siapa takut? Barangkali kalimat itulah yang dilontarkan bangsa Iran ketika menghadapi serangan mental maupun fisik yang dilancarkan Amerika dan Zionis Israel. Mungkin kalimat itu pula yang dilontarkan bangsa Iran ketika menghadapi berbagai hinaan dan fitnah yang terus disebarkan oleh kelompok takfiri. Siapa takut? Karena bangsa Iran sudah membuktikan diri selama puluhan tahun, pasca revolusinya tahun 1979, sebagai bangsa yang tidak pernah takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela, memfitnah, bahkan merongrong kedaulatannya sebagai sebuah bangsa yang merdeka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt; Barangkali karena alasan inilah (adanya hadits-hadits yang mengatakan bahwa Bangsa Persia akan menggantikan Bangsa Arab) kenapa &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/11/101129_wikileaks_saudi.shtml" target="_blank"&gt;Arab Saudi rela bersekutu dengan musuh-musuh Islam untuk menyerang Iran&lt;/a&gt;. Selain itu, ternyata &lt;a href="http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&amp;id=14159&amp;type=102#.UrfCMtLuJrU" target="_blank"&gt;Arab Saudi dan Israel Memang Saudara Kandung dari Orang Tua Yang Sama&lt;/a&gt; maka sudah sepantasnya Bangsa Arab ini digantikan oleh bangsa yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayakah anda? Memang sulit untuk mempercayainya, terlebih jika kita masih memandang Iran sebagai bangsa yang "sesat" karena &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Baca Dialog Seputar Syiah"&gt;Syiah&lt;/a&gt;-nya. Tapi adakah negara dengan mayoritas penduduk muslim yang lebih baik dari Iran? Semoga saja Indonesia bisa menjadi kandidat kuat untuk menggantikan bangsa Arab sesuai surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=47&amp;amp;aid=38&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 47:38"&gt;Muhammad ayat 38&lt;/a&gt; di atas dan mampu memenuhi kriteria yang disebutkan dalam surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;amp;aid=54&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 5:54"&gt;Al-Mâ´idah ayat 54&lt;/a&gt; tadi. Mungkinkah? Hanya bangsa ini yang dapat menjawabnya. Semoga saja... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.... &lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Sangat Perlu Untuk Dibaca: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/nubuat-nabi-terakhir-ternyata-belum.html" target="_blank"&gt;Nubuat Nabi Terakhir Ternyata Belum Berakhir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/melacak-hak-kepemimpinan-ali-dalam.html" target="_blank"&gt;Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank"&gt;Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian I)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank"&gt;Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian II)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank"&gt;Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian III)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank"&gt;Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian IV)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank"&gt;Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian V)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Sunan Tirmizi No. 3184; Musnad Ahmad No. 9038; Shahih Muslim No. 4618, 4619; dan Shahih Bukhari No. 4518. &lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;Beberapa ulama tidak mempercayai hadits-hadits yang berasal dari Abu Huraerah karena disamping banyak mengeluarkan hadits, juga banyak hadits-hadits yang berasal darinya tidak masuk akal. Selengkapnya bisa dibaca &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;disini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;[3]&lt;/a&gt;Nabi Saww mendo'akan orang-orang yang mencintai 'Ali. Lihat &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/melacak-hak-kepemimpinan-ali-dalam.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-qruuex_IU_o/UlhcYp09kmI/AAAAAAAARTk/L2TrIjgisRc/s72-c/Iran3D.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">22</thr:total></item><item><title>O. Hashem: Semangat Hidup, Rasionalitas, dan Buku</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2014/01/o-hashem-semangat-hidup-rasionalitas.html</link><category>Sekedar Coretan</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Fri, 24 Jan 2014 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6776006558026022274</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-WBg4KvUkhpo/Un3E7pg5szI/AAAAAAAARyc/9caiQyb2up4/s376/o-hashem.png" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width:45%;" /&gt;&lt;i&gt;"A hero is born among a hundred, a wise man is found among a thousand, but an accomplished one might not be found even among a hundred thousand men."&lt;/i&gt; (Seorang pahlawan lahir di antara ratusan orang, seorang bijak ditemukan di antara ribuan orang,  tetapi seorang yang sempurna malah mungkin tidak bisa dijumpai di tengah-tengah ratusan ribu manusia) [Plato, 428-348 SM] &lt;br/&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Pepatah mengatakan, kita baru akan merasakan kehilangan sesuatu setelah kepergiannya. Begitulah gambaran umum tentang Omar Hashem Assegaf, nama lengkap dr. O. Hashem, seorang dokter umum yang lebih dikenal sebagai penulis buku-buku keislaman. Setelah menderita sakit cukup lama, ia wafat pada Sabtu 24 Januari 2009 di Rumah Sakit MMC Jakarta. Masyarakat Islam Indonesia baru menyadari, mereka tidak hanya kehilangan seorang ulama yang tidak jaga gengsi, sahabat yang tidak pernah sedih, dan seorang kawan yang selalu menghibur, tentu juga suami yang romantis dan ayah yang tidak pernah marah. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam beberapa kasus, kita sering temukan tokoh-tokoh yang secara publik dikenal luas sebagai seorang yang relijius, humanis dan demokratis. Namun ketika di rumahnya sendiri ia adalah monster yang menakutkan bagi orang-orang di sekitarnya karena perilaku buruknya. Tapi fenonema tersebut tidak berlaku pada sosok Omar Hashem, yang akrab dipanggil Ami (paman, Arab). Apa yang ia tampilkan di luar adalah cermin nyata dari kesehariannya di rumah.  &lt;div class="subjdl"&gt;Keluarga &lt;/div&gt;Apabila kata 'sempurna' itu terlalu mewah dilekatkan kepadanya, maka cukuplah seluruh keluarganya bersaksi bahwa ia selalu sederhana, berbuat baik kepada siapa pun dan tidak pernah marah. Mereka masih ingat wejangannya untuk selalu bisa menyukuri apa yang ada. Kata Ami, "Menikmati sesuatu tidak harus dengan yang mahal." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami memang tampil apa adanya. Sebagai seorang suami, beliau adalah orang yang setia dan cukup romantis. Seringkali beliau berkata kepada Dijah, panggilan sayang untuk istrinya Khadijah al-Kubra, "Jangan tinggalkan aku. Aku tidak kuat hidup tanpamu." Dalam beberapa kesempatan, ia seing mengungkapkan kekagumannya kepada istrinya. Ia berkata bahwa amal jariyah yang akan ia tunjukkan ke hadapan Allah adalah kecintaannya yang sangat kepada istrinya. Secara tidak langsung Ami memberitahu, laki-laki yang tidak menghormati istrinya adalah seorang pengecut. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebagai orang dari belahan timur Nusantara, Ami familiar dengan hidangan ikan laut. Begitu pun, beliau akan memakan apa saja yang terhidang di meja meskipun mungkin tidak terlalu disukainya. Hingga akhir hayatnya, Ami selalu memuji dan memakan setiap masakan istrinya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami memang dikenal tidak cerewet dalam hal makanan. Tepatnya, tidak merasa punya pantangan. Padahal kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan. Ia hanya menghindari makanan-makanan manis karena menderita diabetes. Ia baru berhenti mencecap makanan-makanan kegemarannya bila lambungnya sudah sakit. Dalam kondisi sakit, lima suapan sudah terbilang lahap. Ami tidak suka bubur. Tapi demi menghormati yang menghidangkannya, maka bubur itu ia kunyah juga. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Seandainya sudah mulai bosan dengan menu yang ada, ia akan mengutarakannya dengan guyon yang tidak akan menyinggung perasaan yang mendengarnya. Misalnya "Kita ini kan golongan macan ya, masak makan ayam terus?" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kesusahan hidup yang menyelimutinya dilawan dengan senantiasa bersalawat dan mengingat Rasulullah. Ami sering mengutip ungkapan Thomas Carlyle, "Kalau singkatnya waktu yang ada, sederhananya alat yg dipakai, dan besarnya hasil yang dicapai adalah ukuran kebesaran seorang anak manusia, maka di muka bumi ini tidak ada orang yang sebesar Nabi Muhammad." Kemudian beliau menambahkan, "Inilah Muhammad Rasulullah yang menambal sendiri pakaiannya yang robek, memperbaiki sandalnya yang koyak, dan membantu istrinya dengan sepenuh hati. Tapi kewibawaannya lebih besar dari kaisar mana pun." Waktu yang singkat merujuk pada 23 tahun masa kenabian, alat sederhana itu kuda dan onta, dan hasilnya adalah umat dan peradaban Islam.  &lt;div class="subjdl"&gt;Aktivitas &lt;/div&gt;Ami juga dikenal tidak suka diam. Tidak suka melamun. Muhammad Hashem, kakak kandung Ami, bercerita bahwa suatu hari Ami menjelaskan mengapa ia tidak pernah mau diam. Katanya, "Manusia itu adalah makhluk mulia. Keberadaannya harus bermanfaat bagi lingkungan dan rahmat bagi semesta. Sehingga nilai seorang manusia terletak pada aktivitasnya, bergerak. Jadi, ‘Aku bergerak karena itu aku ada!" Nampaknya Ami sangat terpengaruh oleh pemikiran Muhammad Iqbal, cendekiawan Muslim dari Lahore dan salah seorang pendiri Pakistan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tiap pagi Ami, pernah jadi kepala sekolah SMP Muhammadiyah di Manado saat usia 17 tahun, suka minum kopi sambil membaca koran atau buku. Setelahnya ia mengerjakan apa pun yang bisa dikerjakan. Setidaknya, bila tidak membaca buku, ia mengetik. "Abah hanya diam saat tidur." Tutur Husein, anaknya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karena itulah secara alamiah, tugas pembantu di rumahnya sedikit berkurang karena Ami selalu mencuci piringnya sendiri. Meskipun keluarganya sudah melarangnya berkali-kali tidak perlu karena sudah ada pembantu. "Agak norak," kata Husein sambil tersenyum. Maksudnya, gara-gara majikannya doyan bekerja, pembantu rumah tangga sampai tidak bisa bekerja. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sikap kuriositasnya sangat getol. Bila ada sesuatu yang ingin diketahuinya akan dicarinya hingga dapat. Contohnya, beliau bisa memindahkan seisi rumah saat mencari buku catur. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tentang hobinya, siapa sangka bahwa dokter penulis ini jago main catur, bridge, dan domino (gaple). Lawan tandingnya sekualitas grandmaster. Untuk domino, ia mampu mengetahui isi kartu di tangan lawannya. Dan hitungannya selalu tepat. Begitu juga dengan bridge yang suka dimainkannya bersama ibu. Sayangnya Ami tidak suka hingar bingar turnamen. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bagaimana dengan pembantunya di rumah? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami pernah punya pekerja rumah tangga yang beragama Kristen. Wanti-wantinya: "Jangan sekali-sekali coba Islamkan dia." Bukannya agresif menerangkan ajaran Islam hingga berbusa-busa, Ami malah rutin mengantarkannya ke gereja. Seisi rumah memanggilnya ‘Mbak’, dilarang keras memanggilnya dengan sebutan yang menghina dan merendahkan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kebanyakan orang memandang rendah pekerja rumah tangganya (baca: pembantu), lengkap dengan perlakuan khususnya: hanya boleh berkeliaran di dapur, waktu makan dan menunya berbeda dengan majikan, tidak boleh berkumpul dengan majikan dan lain-lain. Pekerja rumah tangga tak ubahnya setengah manusia. Di beberapa ‘tradisi’ keluarga kaya, memanggil pembantu juga tanpa mulut, tapi cukup dengan lonceng. Tidak ada bedanya dengan memanggil anjing. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi Ami memperlakukannya sungguh berbeda. Pembantunya makan satu meja dengan keluarga Ami dengan menu yang sama. Mbak itu dikursuskan dan disekolahkan. Ami ingin ia maju. Karena itulah Mbak itu hanya bekerja selama dua tahun karena ingin sekolah kesusteran di Padang. Tidak selesai sampai di sana, Ami pun rutin mengirimi ia buku-buku kebutuhan sekolahnya. Dari semua hal ini, Ami menasehati keluarganya, "Kita boleh saja tidak mampu secara ekonomi tapi kita mesti urusi semampu kita."  &lt;div class="subjdl"&gt;Orang Kecil &lt;/div&gt;Kehangatannya terhadap sesama tidak hanya dirasakan oleh keluarganya. Semua orang mengakui bahwa Ami sangat peduli kepada masyarakat, terutama orang kecil. Padahal kehidupan beliau pun cukup memprihatinkan. Sangat tidak sebanding dengan titel dokternya yang biasanya sudah hidup mapan sejahtera. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami sempat tinggal di Depok 1 tahun, di Condet 2 tahun, di Sukabumi 1 tahun (niat awalnya mau bertani cabe), di Pondok Gede 4 tahun dan terakhir di Jatibening sejak 4 tahun lalu. Sebelum mendiami rumah permanennya di Jatibening, beliau selalu mengontrak rumah. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami banyak mengail kebijakan hidup dari orang-orang kecil di sekitarnya. Misalnya dengan tukang sampah di kompleks perumahannya. "Dia orang hebat, masih mau mengurusi kotoran dan sisa makanan kita. Kita yang konon lebih dari segala-galanya darinya belum tentu mau melakukan hal itu." Kata Ami suatu hari. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karena kepeduliannya itulah kadang orang rumah jadi kerepotan. "Salah satu barang yang sering hilang dari rumah adalah tang. Setelah dicari-cari, ternyata sudah Abah berikan kepada tukang sampah. Kadang-kadang kita sampai punya cadangan 3 buah tang, untuk jaga-jaga siapa tahu Abah memberikannya lagi kepada orang lain," tutur Husein Hashem, salah seorang anaknya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pernah suatu saat tukang sampah itu tidak kelihatan selama beberapa hari. Setelah dijenguk, ternyata ia sedang sakit. Setelah didiagnosa, Ami segera memberi obat gratis kepada tukang sampah itu. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di pihak lain, Ami tidak suka mendatangi pejabat atau orang-orang kaya, meskipun masih ada kaitan keluarga dengannya. "Jangan sampai kita disangka datang untuk meminta-minta." Katanya. Namun hubungan personal tetap dijaga harmonis. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kedekatan dengan orang-orang miskin sudah dilakoninya sejak kecil. Setidaknya sejak menjadi mahasiswa kedokteran, ia sudah berkomitmen, "Saya tidak akan menolak ditempatkan di mana pun, karena saya sudah mengambil keputusan untuk mengabdi kepada rakyat," kata ayah empat anak ini. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pernah suatu kali ada pasien yang membayar biaya berobat rumah sakit. Oleh petugas rumah sakit, uang recehannya yang tidak seberapa itu tidak dikembalikan. Melihat hal itu, ia segera menyuruh uang itu dikembalikan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ada seorang pasien miskin datang mengaku sakit karena disantet. Setelah diperiksa diketahui bahwa itu hanya penyakit maag dan demam. Karena tidak punya uang, pasien itu bermaksud membayarnya dengan seekor ayam. Ami menolak. Bahkan pasien itu diberinya obat-obatan dan uang. "Penderita maag biasanya tidak bisa makan karena tidak punya uang. Saya tidak tega untuk mengambil uang mereka," katanya. Ia sangat prihatin dengan biaya kesehatan yang mahal. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada suatu hari pegawai rumah sakitnya dipukul seorang tentara koramil. Dia segera datangi koramil itu dan menuntut pelakunya. Meskipun diteror hingga ancaman bunuh, ia tetap membela karyawannya. Akhirnya orang koramil itu dimutasi. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami bersikap keras terhadap pelaku kezaliman. Tapi ia tidak pernah marah kepada pemabuk. Baginya, pemabuk adalah orang baik yang akalnya pendek yang ingin cepat mendapat solusi. Sehingga pemabuk tidak dijauhinya, melainkan didekati dengan persuatif. Banyak pemabuk yang sadar karenanya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Abdullah al-Jufri berkomentar, kehidupan Ami memang dekat dengan kaum tertindas. Sebagaimana sabda Imam Ali as, "Manusia tidak bisa lepas dari dua hal, yaitu dizalimi atau zalim terhadap suami/istri, anak dan pegawai/masyarakat." Dan beliau memilih bergabung dengan orang-orang yang tertindas. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pulang praktik dari Lampung, ia kembali ke Jakarta dengan uang yang hanya cukup untuk tiket. Meski demikian, uang pensiunannya yang hanya Rp 620 ribu selalu disisihkan 10 kg beras tiap Senin untuk tukang sampah yang mempunyai anak banyak. Padahal ia sering kesulitan untuk membeli obat dan biaya rumah sakit untuk dirinya sendiri.  &lt;div class="subjdl"&gt;Tamu &lt;/div&gt;"Efek bicara ngobrol dengan dr. O. Hashem: Pengetahuan bertambah dan semangat meningkat." (Hassan Daliel al-Idrus) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebuah kajian psikologi mengatakan, kepribadian seseorang bisa dilihat dari bagaimana caranya menerima tamu. Dan semua kalangan tahu betapa Ami sangat menghormati orang, apalagi yang bertamu ke rumahnya. Tidak pernah sedikitpun ada rasa kesal atau perasaan terganggu. Bahkan beliau akan mengondisikan tamunya senyaman mungkin. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami dikenal sangat memegang etika dan tidak suka bergunjing, selama tidak menyangkut prinsip. Kebiasaannya menerima banyak tamu juga menandakan pertemuannya dengan banyak tipe orang. Sikap orang-orang yang berbeda itu selalu dikondisikannya agar tidak menjadi persoalan. Katanya, "Kita ini tuan rumah. Menghargai tamu adalah kewajiban utama di atas segala-galanya. Mungkin saja kita tidak menyukainya, tapi carilah kesukaannya supaya kita pun turut senang." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Haidar Yahya, seorang produser musik, yang mengenal Ami sejak 40 tahun lalu, juga punya kesan mendalam tentang sikap ini. Selama ini ia menyaksikan bahwa Ami suka menerima tamu dari berbagai golongan, agama, dan etnik tanpa pilih-pilih. Ami selalu membesarkan hati orang yang datang kepadanya. Semua diperlakukan sama. Beliau hanya tidak suka terhadap orang yang sombong. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Siapa pun orang yang datang ke rumahnya dengan perasaan sempit akan pulang dengan besar hati. Sebodoh apapun ucapan orang akan ditanggapi dulu dengan positif, baru kemudian diluruskan dan dicarikan solusinya. Haidar belum pernah melihat Ami mengusir tamu yang datang, baik secara halus, apalagi secara kasar. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Musa Kazhim, salah seorang penulis buku laris Ahmadinejad, bercerita bahwa Ami sangat menghargai anak-anak muda. Katanya, "Bukan sekali dua kali Almarhum menuturkan kekagumannya pada anak-anak muda yang beraktivitas di bidang keilmuan dan kebudayaan. Kekaguman yang sebenarnya bersumber dari keinginan Almarhum untuk memotivasi mereka." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Nampaknya Ami Omar dikaruniakan Allah sesuatu yang khas. Penderitaan Ami akan berkurang bila ia bertemu banyak orang. Bicara adalah obat utamanya, baru kemudian obat medis. Semakin ia bertemu banyak orang, semakin semangat dan senanglah ia. Hal ini cukup membingungkan. Di mana-mana orang sakit butuh istirahat yang cukup tapi Ami Omar justru semakin fit saat bertemu orang. Tentu tinggal bagaimana kearifan tamunya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami Omar memang selalu menghormati tamu, namun itu tidak berarti dirinya menjadi hak tamu tersebut sepenuhnya. Tanpa kepekaan sosial yang cukup, tanpa sadar tamu-tamunya menzalimi Ami Omar karena membuatnya tidak punya waktu istirahat yang cukup. Yang tamunya hanya lihat, Ami selalu ceria dan punya rasa humor yang besar, bahkan dalam kondisi sakit berat. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Keluarganya pernah komplain agar beliau membatasi diri dalam menerima tamu. Namun himbauan itu tidak digubris. Tetap saja wajah cerianya muncul ketika ada orang yang datang bertamu. Demi berkhidmat kepada orang lain, beliau merelakan waktu istirahatnya berkurang. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kata Ami, "Biarkanlah. Tamu ini adalah kewajiban saya untuk menghormatinya. Tidak ada yang bisa intervensi." Tidak heran, Emha Ainun Nadjib bekata, "O Hashem itu begawan keilmuan dan kemanusiaan." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah tamu pulang, tugas berat menanti istrinya karena Ami akhirnya menjadi susah tidur sampai pagi karena penyakitnya sering kambuh. Tiap jam ia harus disemprot obat asma untuk mengurangi sakit dada.  &lt;div class="subjdl"&gt;Dakwah &lt;/div&gt;Pengetahuannya tentang agama diperolehnya dari membaca buku secara otodididak. "Saya tidak ada pendidikan khusus untuk agama," ujar pria kelahiran Gorontalo, 28 Januari 1935 ini. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketertarikannya dengan dunia dakwah dimulai ketika Ami kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Di sana beliau tinggal di asrama bersama beberapa orang Kristiani. Suatu hari partner main caturnya yang non-Muslim berkata bahwa sebutan Tuhan Bapa itu ada juga di Islam. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sejak itulah ia intens belajar agama. Lalu belajar bahasa Arab kepada Ahmad al-Idrus dari Lampung, membeli kamus, meminjam buku tata bahasa Arab, kemudian menulis buku yang bersumber dari bahasa Arab. Enam bulan kemudian Ami sudah bisa membaca buku-buku berbahasa Arab. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bersama-sama dengan lima temannya: Hadi A. Hadi, Hasan Assegaf, Muhammad Suherman (Muhammadiyah), Saad Nabhan (Al-Irsyad), dan Husain al-Habsyi, Ami mendirikan YAPI (Yayasan Penyiaran Islam) pada tahun1961. Tahun 60-an ia berceramah sebulan sekali di ITB dan Unpad. Tahun 1965 ia mulai berdakwah tentang Islam ke orang-orang Tionghoa. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada tahun 1960-an, ketika Muhammad Natsir keluar dari penjara, Ami diundang secara rutin untuk ceramah di Dewan Dakwah. Sosok Natsir dikenalnya dengan baik. Bahkan waktu itu Natsir mengirim surat untuk O, Hashem beserta buku Prof. Dr. Verkuyl yang berjudul "Intepretasi Iman Kristen kepada Orang Islam". Buku itu dijawab oleh Ami dengan buku lagi "Jawaban Lengkap kepada Pendeta Prof. Dr. J. Verkuyl" (1967). Kemudian Natsir mengirimkan lagi surat terima kasihnya. Prof. DR. HM. Rasyidi pernah mengatakan dalam sebuah seminar, "Di depan saya ada anak muda yang menjadi guru saya," seraya menunjuk kepada Ami. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah lulus Fakultas Kedokteran di Universitas Padjajaran (di Unair sampai sarjana kedokteran), ia ditempatkan di Lampung sebagai dokter puskesmas. Di sana ia masih sering diminta ceramah. Meski ia berencana untuk tidak aktif berceramah, tapi panggilan hatinya melihat minimnya dakwah di sana membuatnya terpanggil. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Baginya, problem dakwah itu kemiskinan. Dulu, kata dokter dari keluarga petani ini, banyak ulama turun ke masyarakat miskin sehingga jarang muncul agama sempalan, karena orang-orang miskin juga mendapat penerangan Islam. "Sekarang ini yang bisa memanggil ulama itu orang kaya, yang bisa bayar. Orang miskin tidak bisa, karena tidak mampu bayar. Ulama sekarang banyak pertimbangan bila diminta berceramah di daerah kumuh, sebaliknya spontan menyanggupi bila yang mengundangnya pengajian orang-orang kaya." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Demi orang-orang miskin, Ami rela mengabdi tanpa dibayar. Bukan saja pengetahuan agama dan kesehatan yang ia berikan, bahkan obat dan uang pun ia berikan kepada kaum lemah itu.  &lt;div class="subjdl"&gt;Rasional &lt;/div&gt;"Kita tidak perlu meminjam mata orang lain untuk melihat berbagai problem dunia. Kita punya mata sendiri untuk lihat segala persoalan." (kata-kata Iqbal yang sering dikutip O. Hashem) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Berpikir ilmiah sudah menjadi tradisi keluarga bermarga Assegaf ini turun temurun. Berulangkali Ami mengatakan dalam berbagai kesempatan betapa rasionalisme itu sangat vital dalam kehidupan ini. Sesuatu yang kita yakini harus masuk akal dan rasional. Suatu kali beliau berkata, "Gunakanlah otak kita meskipun hanya untuk sekali seumur hidup. Karena rasionalitaslah yang membuat manusia itu dicipta." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sikap rasional inilah yang menjadi watak utama beliau dalam menyikapi segala sesuatu. Muhsin Labib, doktor filsafat Islam jebolan UIN Jakarta menuturkan. Pada suatu kesempatan, ia ingin menguji seberapa pintar Ami Omar. Ia bertanya tentang mimpi buruk secara saintifik. Karena selama ini Labib hanya mendapat jawaban-jawaban horor karena selalu dikaitkan dengan dosa, akhirat, dan semacamnya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jawaban Ami sungguh menarik. Katanya, syaraf manusia mampu menyimpan milyaran gambar yang tersimpan rapi dalam folder-folder di otak. Gambar-gambar tersebut akan keluar apabila diperlukan, baik disadari maupun tidak. Allah Swt, melalui mekanisme yang sudah ada di dalam tubuh manusia sering memberikan peringatan dini kepada hamba-Nya dalam situasi yang terjepit. Syaraf itulah yang bekerja saat tidak sadar. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Misalnya saja dalam kondisi tidur. Manusia saat tidur seringkali tidak dalam kondisi fisik sehat atau posisi tidur yang benar. Akibatnya, darah tidak mengalir dengan lancar dan asupan ke otak macet. Kondisi ini bisa menyebabkan orang meninggal mendadak. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Nah, dalam upaya menyelamatkannya dalam bahaya kematian, syaraf mengirimkan gambar-gambar yang bisa memberikan rangsangan kesadaran, yang biasanya menakutkan. Dengan hal itulah dia terbangun dan mengubah posisi tidurnya agar darahnya mengalir kembali dengan lancar dan dia selamat dari kematian. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kota Agung, sebuah kecamatan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, turut merasakan efek rasionalitasnya. Saat beliau masih dinas di RSUD setempat, beredar isu tentang harimau jadi-jadian yang sudah membunuh banyak orang. Konon harimau siluman tersebut berasal dari Gunung Kawi, di Jawa Timur. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yang membuat Ami kesal, berita tersebut tidak disikapi secara proporsional. Malah isu tersebut menjadi bahan obrolan pejabat pemerintah setempat. Pemburu-pemburu yang didatangkan dari Jakarta juga tidak berhasil menangkapnya. Info ini semakin menambah kemistikan harimau tersebut. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dengan nada protes Ami bercerita, "Mengapa masalah ini menjadi pergunjingan di lembaga pemerintahan? Ketika mereka tidak mampu menjawab masalahnya, mereka larikan ke wilayah mistik yang tidak ada kaitannya sama sekali. Bila harimau itu benar dari Gunung Kawi, kenapa tidak turun di Surabaya saja yang lebih dekat? Apalagi penduduk Kota Agung lebih sedikit dari Surabaya." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bersama dua orang keluarga dekatnya, Ami menempuh perjalanan laut selama delapan jam menuju tempat harimau tersebut diduga berkeliaran. Tujuannya jelas, membunuh harimau pemangsa manusia itu dan sekaligus menegaskan bahwa semua isu itu tidak benar. Saat itu belum ada jalan yang bagus untuk kendaraan darat. Banyak pihak yang melarangnya tapi tidak digubrisnya. Katanya, "Hanya macan yang berani melawan macan!" Setelah menunggu beberapa hari dengan umpan terpasang, harimau itu berhasil ditangkap dan dibunuh. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami juga dikenal tidak suka mendengar kisah berbau klenik. Hassan Daliel al-Idrus bercerita, pada suatu hari ia dan Ami bertemu dengan seorang mubalig muda kondang yang suka mengajak zikir berjamaah di bandara. Setelah basa basi sejenak, mubalig itu bercerita: ia baru saja mendapat infomasi bahwa dari satelit tertangkap sinar dari arah bumi. Setelah diteropong dengan seksama ternyata berasal dari Indonesia. Dilihat lebih dekat lagi tanah Jawa. Semakin didekati lagi ternyata Depok, dan sinar itu terpusat dari majlis taklimnya. Setelah berpisah, Ami berkata kepada Hassan, "Kenapa anda kenalkan saya dengan orang seperti itu? Saya serasa mau mati mendengar ocehannya!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dengan melihat caranya berkhidmat kepada masyarakat, sebenarnya Ami juga percaya dengan efek spiritualitas yang mengaktual di alam material. Namun nampaknya Ami ingin menegaskan bahwa pengalaman-pengalaman subjektif semacam itu tidak perlu diumbar, apalagi kepada seorang rasionalis semacamnya. Karena orang yang diam atau biasa-biasa saja bisa jadi punya pengalaman mistik yang jauh lebih dahsyat.  &lt;div class="subjdl"&gt;Objektif &lt;/div&gt;Omar Hashem selalu berusaha menilai orang seadil mungkin. Anwar Aris, penulis buku ‘Israel is not Real’ (Rajut, 2009) mengungkapkan kesan personalnya. Katanya, kepeduliannya pada ilmu pengetahuan ditunjukkan pada apresiasi objektifnya atas setiap tokoh. Ami Omar suka memuji tokoh yang memang layak dipuji. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam sebuah percakapan, Ami pernah berkata, "Indonesia punya banyak guru bangsa. Seperti Agus Salim, Tan Malaka, Soekarno, DN Aidit. Mereka, dengan berbagai latar belakang ideologinya, mempunyai sumbangsih tak ternilai untuk kemerdekaan bangsa ini. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Sayangnya, karena setting politik imperialis membuat bangsa ini terhambat kedewasaannya. Bahkan sering kali bangsa ini mengorbankan anak-anaknya sendiri. Sebut saja Aidit. Orangnya itu cerdas. Penguasaannya terhadap literatur barat tidak diragukan. Harus diakui, pada awal-awal kemerdekaan, Aidit turut mencerdaskan bangsa ini. Bahkan Bung Karno tidak berani banyak ngomong jika ada di depan Aidit. Tentu saya tidak menyinggung ideologi komunismenya yang jelas-jelas saya kritik dalam buku saya, ‘Marxisme dan Agama’." katanya.  &lt;div class="subjdl"&gt;Buku &lt;/div&gt;"Setiap orang yang membaca karya beliau bisa disebut sebagai murid beliau. Tidak terkecuali saya. Beberapa kali berbincang dengannya seperti berbicara dengan komputer dengan memori besar. Beliau hampir bisa menyebutkan setiap kisah dan sejarah dengan lengkap. Meski demikan, tema obrolannya tidak selalu tentang agama. Terakhir ke rumahnya, beliau menceritakan tentang sejarah kopi dan jenis-jenisnya. Jenius!" (Ali Reza al-Jufri, mahasiswa UIN Jakarta). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;O Hashem adalah dokter kemanusiaan. Tapi aktivitasnya yang paling terkenal adalah penulisan buku. Karya-karyanya yang mencerahkan beredar luas di masyarakat sejak tahun 60-an. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Prof. DR. Abdul Hadi WM, budayawan, mengenang, "Saya sangat berduka atas wafat Ustadz Omar Hashem. Saya sangat menyukai percikan pemikirannya, walaupun disampaikan secara populer. Saya sering membaca buku-bukunya sejak akhir 1960an. Ketika itu saya masih kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Kampus masih fobia untuk mengajarkan pemikiran, kearifan dan hikmah yang berasal dari sumber Islam atau dari khazanah intelektual Islam. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Saya juga berbahagia karena pada tahun 1971 bertemu dengan adik almarhum Fuad Hashem yang berpulang ke rahmatulllah terlebih dulu. Kami bersahabat sampai tahun 1973 dengan Fuad Hashem karena sama-sama menjadi redaktur mingguan Mahasiswa Indonesia di Bandung." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Triksi alias Damar Triadi, aktivis Voice of Palestina ini punya kisah sendiri tentang buku ‘Saqifah’. Katanya, meski ia sudah lama memakai fikih Ja’fary, buku Saqifah jelas-jelas paling mengubah wawasannya. Dengan metode yang unik, buku tersebut menjungkirbalikkan pemahamannya yang dulu masih lugu. Semua tokoh diperlakukan apa adanya. Ami Omar memakai analisa studi kritis tanpa mengunggulkan satu tokoh dengan yang lain. Terbukti cara ini menarik minat banyak kalangan dalam melihat sejarah umat Islam. Triksi sendiri mengaku menjadi pengikut Ahlulbait karena melihat sosok Imam Ali, bukan melihat kelakuan sahabat. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Boleh dikata, buku Saqifah adalah garis pembatas dua golongan pembaca, yang objektif dan subjektif. Pembaca moderat akan berpihak rasionalitas. Artinya, data-data masyhur sejarah bisa mentah apabila tidak ketemu logika historis. Bagi mereka, sistem masyarakat yang dibangun Nabi masih mungkin terinlfiltrasi musuh-musuh Islam yang berkedok sebagai pembela Islam. Sedangkan pembaca konservatif tidak akan melihat kompleksitas sejarah umat Islam karena memakai ukuran teologis. Hanya karena hidup semasa dengan Nabi maka mustahil ada ‘sahabat’ yang salah. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Eja Assegaf, seorang desainer buku dan masih keponakan Ami, bercerita: Pernah suatu saat Ami Omar dituduh Syi’ah karena tulisan-tulisannya yang sangat keras. Saat itu, beberapa ulama membuat seminar di Istiqlal yang mendiskreditkan Syi’ah pada tahun 1997. Tidak lama kemudian Ami segera menyusun Syi’ah Ditolak, Syi’ah Dicari, sebagai reaksi akibat kezaliman, penghakiman, fitnah, disinformasi dan miskonsepsi atas ketidakhadiran sumber Syi’ah di seminar tersebut. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kepada pengecam buku tersebut, Ami menantang, "Silakan Anda ke rumah saya, nanti Anda akan ketemu buku-buku Sunni yg banyak, buku kedokteran dan buku-buku berbahasa Inggris. Justru riwayat-riwayat yang ada di dalam buku saya didominasi riwayat-riwayat Ahlusunah." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kata Hassan Daliel (yang bertemu pertama kali dengan Ami pada akhir 1997 setelah 25 tahun mengabdi di Lampung), Ami selalu menulis buku karena reaksi atas fitnah yang ditujukan kepada umat Islam. Buku Saqifah ditulis karena fitnah tentang keluarga Nabi, Keesaan Tuhan adalah reaksi atas Kristenisasi yang marak di Lampung, Marxisme dan Agama dibuat setelah PKI gencar mendeskritikan Tuhan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Meski bukunya terhitung laris, Ami tidak terlalu peduli. Bila orang lain suka mengabadikan karya-karyanya dengan tujuan ekonomis, Ami justru tidak pusing dengan kondisi penjualan bukunya, apakah berbuah royalti dan hadiah. Ia selalu berharap buku-bukunya bisa diakses oleh umat seluas mungkin. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami selalu menjaga nilai-nilai perkawanan dan persahabatan. Tapi tidak setiap orang bisa mendudukkan setiap masalah dengan porsi yang benar. setelah Saqifah keluar, ia banyak menerima cercaan dan ancaman dari berbagai kalangan. Termasuk dari kalangan dekatnya sendiri. Banyak dari mereka yang menjauh. Inilah yang membuatnya sampai menangis. Menurutnya, bila memang tidak suka dengan bukunya, jawablah dengan buku pula supaya tercipta sebuah dialog. Jangan sampai persahabatan hancur.  &lt;div class="subjdl"&gt;Agama Lain &lt;/div&gt;"Buktikan saja keyakinan anda. Bila benar maka saya dan keluarga saya akan ikuti agama anda." (O. Hashem) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami Omar akrab dengan kehidupan majemuk, sesuatu yang jarang dirasakan oleh kebanyakan orangnya. Pergaulannya dengan lingkungan Kristen dan agama lain bukan sekadar kenal, melainkan akrab dan bersahabat. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Suatu saat Husein anaknya satu kamar dengan orang Kristen. Seisi rumah ribut mengkhwatirkannya. Ami malah tenang-tenang saja. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika Kristenisasi sedang marak-maraknya di Lampung, beliau mendatangi masyarakat. Ami memberitahu bahwa agama Islam memang tidak memberikan kekayaan instan. Nabi Muhammad saja miskin. Kita hanya punya modal cinta kepada Rasulullah. Itu saja yang kita punya. Apa artinya diri kita bila rasa cinta hanya berbuah Indomie? Biasanya, setelah mendengar omongan Ami yang tanpa menggurui, mereka kembali ke pangkuan Islam. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pembawaannya yang ramah membuat lawan bicaranya yang beragama non-Islam tidak sungkan untuk berdialog tentang agamanya. Sampai-sampai ada seorang pendeta bergelar doktor yang mempunyai jamaah yang banyak masuk islam gara-gara baca buku tahun 60-an. Sebelumnya pendeta itu mempunyai banyak pertanyaan tentang ketuhanan yang tidak memuaskannya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Abdullah al-Jufri, pejabat dari Bank Syariah DKI menuturkan, "Saya merasakan kehilangan dengan orang yang begitu jenius dalam hal sejarah Islam dan Kristolog. Meskipun pendidikan formalnya dokter umum, Almarhum hafal banyak ayat di dalam Injil." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Abdullah mengenal Ami pertama kali ketika Ami bertugas sebagai Kepala UGD RSUD Lampung. Hobinya ngobrol sampai pagi. Yang lebih mengasyikkan Almarhum pandai melucu. Hingga saat ini. Waktu Abdullah menunaikan ibadah haji bersamanya dan Muhsin Labib, Ami menjelaskan tiap tempat yang dikunjungi dengan gamblang. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Tidak rugi belajar menghargai orang lain." Omongan ini selalu diulang-ulang kepada Hassan. Tidak heran, Ami akrab dengan berbagai kalangan. "Saya ini anak Betawi yang pergaulannya sempit. Tapi Ami membuat saya belajar banyak tentang pluralisme." katanya mengenang. Usia Hassan dan Ami terpaut 28 tahun. Tapi Ami memperlakukan dirinya layaknya teman sebaya. "Saya kagum dengan keilmuan dan seni bercandanya." katanya. Sampai sekarang Hassan mengaku tidak menemukan orang seperti Ami. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Peter, seorang Kristen tetangga di Jatibening, memanggil Ami "Pak Haji" dan selalu mencium tangan Ami dengan sukarela. Hal ini tidak akan terjadi bila Peter tidak merasakan sentuhan nilai-nilai dan kemanusiaan sampai melintas sekat-sekat agama dari O Hashem.  &lt;div class="subjdl"&gt;Nasionalisme &lt;/div&gt;Ami Omar bukan sekadar penulis buku-buku keislaman. Beliau punya semangat nasionalisme yang tinggi yang selalu ditunjukkan dalam berbagai kesempatan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saat di Lampung, Ami sangat kesal dengan beberapa rekan dokternya yang memanipulasi dana sarana rumah sakit daerah ke anggaran pemerintah melalui Departemen Kesehatan. Ia melakukan teguran dan protes keras sehingga nyaris menamatkan karirnya. Baginya, manipulasi anggaran sama saja dengan mencuri harta rakyat Indonesia. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pernah ada rombongan dari Majma Ahlulbait Dunia silaturahmi ke Indonesia. Hampir semua ustad Ahlulbait di Jakarta datang. Ami membawa keponakannya, Hasan, yang jago teknologi informasi bahkan pernah diwawancara oleh media televisi di Amerika Serikat. Alih-alih dialog, para tamu itu menceramahi pentingnya dakwah dan segala macamnya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ami berkomentar sinis, "Mereka tidak tahu Indonesia sama sekali. Baru datang langsung ingin menceramahi kita, seolah-olah kita ini bodoh. Seharusnya mereka tahu etika, tampung saja masukan dari bangsa Indonesia tentang peran apa yang diharapkan oleh lembaga Ahlulbait internasional. Bila begini terus, mereka merasa jumawa dan tidak akan pernah mau mengerti orang lain. Saya bawa Hasan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa orang Indonesia sudah go international tanpa bantuan mereka sedikitpun." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam kondisi apa pun, Ami selalu berusaha berobat di puskesmas. Bila tidak bisa ditangani, barulah ia pindah ke rumah sakit pemerintah lainnya. Katanya, "Kalau orang-orang seperti kita tidak mau menghargai puskesmas, lalu siapa lagi?" Ami sering berkata bahwa kemajuan bangsa terletak kepada kecintaan terhadap produk dalam negeri, betapa pun sederhananya.  &lt;div class="subjdl"&gt;Gelisah &lt;/div&gt;Menjelang wafat, Ami mengaku gelisah karena dua hal: Adanya orang kaya yang seenaknya saja memanfaatkan ketidakberdayaan orang miskin. Ini merujuk kasus Syeh Puji yang memperistri seorang anak kecil miskin dengan imbalan uang. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karena itulah, dengan kondisi leher ditopang oleh tangan istrinya, ia berusaha menulis tentang ‘pernikahan dini’ Rasulullah dan Aisyah yang menjadi dalih Syeh Puji. Menurut penelitian Ami, Aisyah bukan berumur 9 tahun sebagaimana yang diyakini banyak kalangan, melainkan sudah dewasa. Demikian kuat rasa keadilan dan pembelaannya terhadap perempuan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kegelisahan kedua berkenaan dengan sepak terjang kaum Wahabi, yang suka mengafirkan umat Islam lain yang berbeda paham dengannya. Ami sering berkata, "Nabi Muhammad itu begitu agung, Kitab suci Islam begitu indah. Tapi mengapa umatnya kok galak dan puritan begitu?" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari pengalaman-pengalaman hidup seperti itu, Ami Omar terbilang orang yang berani. Tapi ia sesungguhnya anti kekerasan dan klaim merasa benar sendiri. Katanya, "Aksi kekerasan dan merasa benar sendiri hanya akan membawa kerusakan dan kemunduran bagi umat Islam, tidak akan menambah apa pun bagi pelakunya."  &lt;div class="subjdl"&gt;Penutup &lt;/div&gt;Beberapa hari sebelum Ami masuk RS MMC, beliau menelpon Abdullah tentang penyakitnya. Bukannya mengeluh, semuanya diceritakan dengan penuh humor tentang rokok, dokter, dan yang berhubungan dengan kesehatan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sejak dulu beliau memang tidak suka bicara tentang penyakitnya. Apalagi mendramatisir penderitaannya. Kalau ditanya sakit apa, ia segera merespon balik dengan jenaka, "Antum butuh penyakit apa dari tubuh ana?" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di rumah sakit, Almarhum bilang masih punya hutang ingin ziarah ke Karbala, tempat terbantainya Husain bin Ali, cucu Nabi. Beliau juga mengutarakan keinginannya ke Gaza (ketika itu Gaza diserbu oleh Zionis, membunuh 1300 orang), menolong mereka yang tertindas. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bagi Ami, peristiwa Asyura selalu membuat pipinya yang sudah keriput menjadi basah oleh air mata. Asyura menggambarkan betapa kejamnya manusia terhadap manusia lain. Apalagi sebenarnya Husain tidak berbuat apa-apa, ia hanya tidak ingin berbaiat. Andaikata ia membaiat seorang pemimpin zalim (Yazid bin Muawiyah), berarti ia menyalahi risalah kakeknya, Rasulullah, dan mengakui kezaliman. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sabtu, 24 Januari 2009, pukul 09:40 WIB, Omar Hashem Assegaf wafat dalam usia 74 tahun akibat komplikasi penyakit kanker, paru-paru, asma, dan diabetes yang dideritanya sejak lama. Jenazahnya dimakamkan sore harinya di Tanah Kusir. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Omar Hashem tidak meninggalkan harta berlimpah. Namun semangat hidupnya yang tak kunjung padam, sikap rendah hati dan rasionalnya dalam menapaki tangga-tangga kehidupan, kecintaannya kepada ilmu pengetahuan sebagaimana yang dibuktikan dalam buku-bukunya akan selalu bersemayam dalam setiap dada pencinta Rasulullah dan Ahlulbaitnya. Sungguh, bangsa Indonesia dan khususnya umat Islam telah kehilangan guru dan cendekiawan serba bisa. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Selamat jalan guruku, ayahku, sahabatku… [andito] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita. Amin...&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="notes"&gt;Catatan: &lt;/div&gt;Tulisan ini dicopas dari blog &lt;a href="http://anditoaja.wordpress.com/2009/03/06/obituari-dr-o-hashem-semangat-hidup-rasionalitas-dan-buku/" target="_blank"&gt;andito aja&lt;/a&gt;, untuk mengenang 5 tahun wafatnya O. Hashem, "seorang begawan keilmuan dan kemanusiaan".  &lt;div class="caki"&gt;Karya-karya dr. O. Hashem yang sudah terbit: &lt;br/&gt; 1. Rohani, Jasmani dan Kesehatan (1957) &lt;br/&gt; 2. Keesaan Tuhan (1962) &lt;br/&gt; 3. Marxisme dan Agama (1963) &lt;br/&gt; 4. Jawaban lengkap kepada Prof. Dr. Verkuyl (1967) &lt;br/&gt; 5. Menaklukkan Dunia Islam (1968) &lt;br/&gt; 6. Saqifah: Awal Perselisihan Umat (YAPI Lampung, 1983) &lt;br/&gt; 7. Muhammad dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru &lt;br/&gt; 8. Wanita dalam Islam dan Kristen &lt;br/&gt; 9. Sembahyang dalam Islam dan Kristen &lt;br/&gt;10. Nahjul Balaghah &lt;br/&gt;11. Syi’ah ditolak, Syi’ah Dicari (Al-Huda, 2000) &lt;br/&gt;12. Darah dan Air Mata (Al-Huda, 2002) &lt;br/&gt;13. Berhaji Mengikuti Jalur Para Nabi (Mizan, 2004) &lt;br/&gt;14. Muhammad Sang Nabi (Ufuk, 2005) &lt;br/&gt;15. Benarkah A’isyah Menikah dengan Rasulullah saw di Usia Dini? (Mizan, 2009)&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-WBg4KvUkhpo/Un3E7pg5szI/AAAAAAAARyc/9caiQyb2up4/s72-c/o-hashem.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total></item><item><title>Memasukkan Bismillah Pada Halaman Entri Blogspot</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2014/01/memasukkan-bismillah-pada-halaman-entri.html</link><category>Blog Tutorials</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sat, 4 Jan 2014 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-1381591483214851404</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-bfoYChS2RcE/UncrdjUFJhI/AAAAAAAARuc/TITwUeY63BA/s150/Bismillah-jpg.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Mungkin bagi sobat yang tidak suka neko-neko, tutorial ini tidak berguna, tapi bagi yang suka ngutak-ngatik blog dan ingin blognya terlihat antik, cantik, menarik, ciamik, tutorial ini layak untuk dicoba, apalagi jika blog tersebut blog Islami yang sangat dominan dengan artikel bermuatan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bagaimana cara memasukkan &lt;i&gt;lafadz bismillah&lt;/i&gt; ke dalam setiap halaman entri blogspot? Caranya gampang saja, sobat tinggal milih salah satu dari dua cara: menggunakan teks, seperti pada &lt;a href="http://anastalove.blogspot.com/" target="_blank" title="Lihat contoh"&gt;blog ini&lt;/a&gt;, atau menggunakan &lt;i&gt;image&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;1. Bismillah Dengan Text&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Editing Template, tambahkan CSS berikut &lt;u&gt;di atas&lt;/u&gt; kode &lt;b&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/b&gt;: &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;/*=== Bismillah ===*/&lt;br /&gt;.bismillah {&lt;br /&gt;font-size: &lt;span style="color: red;"&gt;30&lt;/span&gt;px;&lt;br /&gt;font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic';&lt;br /&gt;font-weight: normal;&lt;br /&gt;margin: &lt;span style="color: red;"&gt;15&lt;/span&gt;px 0;&lt;br /&gt;text-align:center;&lt;br /&gt;direction: rtl;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;Ukuran berwarna &lt;span style="color: red;"&gt;merah&lt;/span&gt; bisa diatur kembali jika diperlukan &lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kemudian carilah kode HTML seperti ini: &lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div class='entry'&amp;gt; &lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika sudah ketemu, ganti dengan kode HTML ini: &lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div class='entry'&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;lt;div class='bismillah'&amp;gt;   &lt;br /&gt;   بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ&lt;br /&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah itu simpan dan ucapkan &lt;i&gt;Alhamdulillah...&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;2. Bismillah Dengan Image&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Editing Template, tambahkan CSS berikut &lt;u&gt;di atas&lt;/u&gt; kode &lt;b&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/b&gt;: &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;/*=== Bismillah ===*/&lt;br /&gt;.bismillah {&lt;br /&gt;text-align:center;&lt;br /&gt;border: none;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kemudian carilah kode HTML seperti ini: &lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div class='entry'&amp;gt; &lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika sudah ketemu, ganti dengan kode HTML ini: &lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div class='entry'&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;lt;div class='bismillah'&amp;gt; &lt;br /&gt;&amp;lt;img src='http://3.bp.blogspot.com/-sc5fcKdO2uY/UncrOhPPzeI/AAAAAAAARuU/NJLLy4bgPTk/&lt;span style="color: red;"&gt;s300&lt;/span&gt;/Bismilah-png.png' /&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;data:post.body/&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah itu simpan dan ucapkan &lt;i&gt;Alhamdulillah...&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Nah, selesai deh. Gampang kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, segitu aja sob. Semoga bermanfaat .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-bfoYChS2RcE/UncrdjUFJhI/AAAAAAAARuc/TITwUeY63BA/s72-c/Bismillah-jpg.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Kenapa Amerika Tidak (Belum) Menyerang Iran?</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/kenapa-amerika-tidak-belum-menyerang.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Wed, 25 Dec 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-3689757930618192836</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-GzY5j4tHhPk/UmGMoQ7SqJI/AAAAAAAARes/d0RSqosnMwM/s220/USmewek.jpg" style="float: left; margin: 0 10px 5px 0; width: 40%;"&gt;Jika memperhatikan perseteruan antara Amerika dan Iran, yang dari hari ke hari selalu tegang ibarat anjing (Amerika) dan kucing (Iran), maka wajar jika kemudian publik bertanya, "Kenapa Amerika tidak menyerang Iran?", &lt;a href="http://kabarislam.wordpress.com/2013/07/23/kenapa-iran-tidak-pernah-menyerang-israel/" target="_blank" title="Analisa Kabar Islam"&gt;atau sebaliknya&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan itu sebenar-nya gampang saja karena sudah terlihat dari gambar sebelah. Gambar berbicara. Begitu kata orang yang bergerak di dunia perupa, khususnya pelukis dan forografer. Dari gambar tersebut kita bisa menebak kejiwaan dan tingkah laku tentara Amerika. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gambar di atas terlihat jelas bahwa alasan kenapa Amerika tidak menyerang Iran disebabkan oleh banyaknya tentara Amerika yang menyukai sesama jenis dan cengeng. Hal ini sangat bertentangan dengan film-film produksi Holywood yang selalu mengesankan kegagahan, ketangguhan, dan kecerdikan, seperti dalam film Rambo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra-citra "jagoan" dalam film-film Holywood sengaja mereka ciptakan agar negara-negara lain takut kepada Amerika. Padahal jika Amerika dilawan, mereka akan sangat ketakutan seperti maling ayam ketangkap Hansip. Buktinya ketika dulu "ditantang" oleh Presiden Soekarno, Amerika diam saja. Begitupun ketika PM Mahathir Mohamad "melawan" Amerika, negara adidaya (tidak berdaya) itu tidak melawan sedikit pun. Apalagi jika harus berhadapan dengan Iran yang rakyatnya memiliki rasa nasionalisme tinggi, berani mati, dan ditambah dengan persenjataan mutakhir, tentunya Amerika akan sangat ketakutan sekali. Belum lagi cewek-cewek Iran, yang terkenal cantik-cantik, akan mampu membuat lemes tentara-tentara Amerika yang mata ke ranjang. Sekali ngerling saja bisa langsung klepek-klepek...  &lt;img style="display: block; text-align: center; margin: 10px auto 10px; width:90%; border:0;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KfboVWFb_Ww/UlyQiYbKjKI/AAAAAAAARXA/yFG5wVdUDQU/s600/cewek-iran2.jpg"/&gt; &lt;span style="color:blue"&gt;Analisa tadi bukanlah analisa serius karena tidak didukung oleh data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt; Tapi analisa berikut adalah analisa beneran dari Adam Lowther, salah seorang anggota analis pertahanan pada Universitas Angkatan Udara Amerika Serikat. Menurutnya, ada &lt;b style="color:blue"&gt;tujuh alasan&lt;/b&gt; mengapa Amerika tidak menyerang Iran:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt; Diduga Iran sudah memiliki alutsista (alat utama sistem senjata) seperti yang dimiliki militer Amerika sekarang. &lt;br /&gt; &lt;img src="http://www.islamtimes.org/images/docs/000129/n00129033-b.jpg" style="border: 0; float: left; margin: 0 7px 0 0; width: 45%;"&gt; Iran berbeda dengan negara-negara yang sudah pernah diinvasi Amerika, seperti: Grenada, Panama, Somalia, Haiti, Bosnia, Serbia, Afghanistan, dan Irak. Kemampuan militer Iran jauh lebih kompeten dan kuat. Terbukti pada saat perang Iran-Irak (1980-1988), Iran bisa menang, padahal Irak didukung penuh Amerika, Eropa, Rusia, dan Arab. Angkatan Laut Iran juga sangat terampil dalam pertempuran littoral dan kemungkinan akan menutup Selat Hormuz. Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup maka akan mengakibatkan kerugian bagi pelayaran komersial sehingga menyebabkan harga minyak dunia meroket, dan akhirnya menimbulkan krisis ekonomi berkepanjangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; Angkatan Darat Iran dan Korps Garda Revolusi Iran adalah para pejuang tangguh yang tidak akan meletakkan senjata begitu saja pada ancaman pasukan darat Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt; Kementerian Intelijen Iran termasuk yang paling kompeten dan kuat di dunia. Ini terbukti dari keberhasilan intelijen Iran dalam memburu elemen-elemen anti-Iran selama tiga puluh tahun terakhir dan selalu cemerlang.  &lt;img style="display: block; text-align: center; margin: 10px auto 10px; width:90%; border:0;" src="http://www.islamtimes.org/images/docs/000198/n00198068-b.jpg"/&gt; &lt;b&gt;4.&lt;/b&gt; Kemungkinan pasukan Hizbullah (Gerakan Perlawanan Libanon) akan membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt; Kemampuan Cyber Iran yang berkembang pesat dan mengesankan, kemungkinan akan menargetkan data-data penting di sektor publik dan swasta, akibatnya bisa mendatangkan malapetaka, mematikan sistem, dan menghancurkan data. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.&lt;/b&gt; Militer Amerika sudah loyo akibat perang selama satu dekade di berbagai negara. Dan perang di Afghanistan serta Irak sangat berpengaruh pada kondisi tentara Amerika dan peralatan tempur yang mereka gunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.&lt;/b&gt; Sebuah serangan terbatas terhadap Iran akan meningkat menjadi perang yang lebih luas, sehingga sulit bagi militer Amerika untuk beristirahat. &lt;img style="display: block; text-align: center; margin: 10px auto 10px; width:90%; border:0;" src="http://3.bp.blogspot.com/-n7JQTEdMaqk/UlrLPUMCPdI/AAAAAAAARVM/egLOI1gdDQQ/s372/USmodars.jpg"/&gt; &lt;br /&gt;Jadi jelas, "ternyata Amerika memang keder, ngeper, &lt;i&gt;epes me'er, euweuh kawani jiga banci." Ceuk si Kabayan bari seuri.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada akhirnya, perang hanya akan menyisakan kesedihan...&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt; &lt;img style="display: block; text-align: center; margin: 10px auto 10px; width:95%; border:0;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BCFUcku11Rg/UlyQhGDirPI/AAAAAAAARW4/s-FzTN1-CS0/s402/Stop-The-War.png"/&gt; Sumber: &lt;a href="http://www.islamtimes.org/vdcaeon6e49nuw1.h8k4.html" target="_blank" title="Selenkapnya baca disini"&gt;Islam Times&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-GzY5j4tHhPk/UmGMoQ7SqJI/AAAAAAAARes/d0RSqosnMwM/s72-c/USmewek.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Nubuat Nabi Terakhir Ternyata Belum Berakhir</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/nubuat-nabi-terakhir-ternyata-belum.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sat, 14 Dec 2013 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-1449814578795462408</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-Jmqvat1YhJo/TtgfPbwZOlI/AAAAAAAABAk/5GUqRdyOK2o/s300/nabi-muhammad-saw.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width:30%;" /&gt;Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajak berdebat saudaraku umat Kristiani karena pasti tidak akan mencapai titik temu. Bagi kita, &lt;i&gt;"Lakum diinukum walyadiin"&lt;/i&gt; (Untukmu agamamu, untukku agamaku [QS. 109:6]). Tulisan ini pun tidak dimaksudkan untuk mengubah keyakinan orang yang sudah mengakar puluhan tahun. Tulisan ini murni sebuah hasil telaah terhadap kitab suci, hadits, dan pendapat dari berbagai madzhab pemikiran. Adapun nanti mau diterima atau tidak, itu masalah lain. Saya hanya menyampaikan sebuah paradigma (menurut saya) dari hasil telaah itu. Selanjutnya, terserah anda :) &lt;br/&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;Nubuat Nabi Terakhir &lt;/div&gt;Dalam Bibel banyak ditemukan nubuat (berita kenabian) Nabi Muhammad Saww. Namun yang paling gamblang adalah nubuat dalam Kitab Ulangan 18:18-19, berikut:   &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  "seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka &lt;span style="color: blue;"&gt;dari antara saudara mereka, seperti engkau&lt;/span&gt; ini; Aku akan &lt;span style="color: blue;"&gt;menaruh firmanKu dalam mulutnya&lt;/span&gt;, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu, &lt;span style="color: blue;"&gt;yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu&lt;/span&gt;, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban." (Ulangan 18:18-19)&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Ayat lain"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;   Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Nabi yang akan dibangkitkan Tuhan memiliki empat kriteria:  &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Berasal dari antara saudara bangsa Israel, &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi itu seperti Musa,  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ucapan dari mulutnya merupakan firman Tuhan,  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Yang diucapkan Nabi itu "demi nama Tuhan". &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;br/&gt;Nabi yang memenuhi keempat kriteria tersebut hanyalah Nabi Muhammad Saww. Hal ini bisa dilihat pada penjelasan berikut: &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Muhammad berasal dari saudara bangsa Israel, karena merupakan keturunan Ismail As. Sedangkan bangsa Israel berasal dari keturunan Yakub As (nama lain Yakub adalah Israel). Dan Yakub As merupakan anak dari Ishak As, adik Ismail As. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Muhammad memiliki banyak kesamaan dengan Musa dibandingkan Nabi-nabi lain setelah Musa (akan dijelaskan nanti). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ucapan yang keluar dari mulut Muhammad merupakan firman (wahyu) Tuhan, sebagaimana firman Tuhan: &lt;i&gt;"Dan dia tidak berbicara menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)."&lt;/i&gt; &lt;a href="http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_surah.asp?pageno=1&amp;SuratKe=53#3" target="_blank" title="QS. 53:3-4"&gt;(Al-Najm ayat 3 dan 4)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Muhammad selalu mengawali setiap ucapannya dengan &lt;i&gt;"bismillah"&lt;/i&gt; (demi nama Tuhan). Kata &lt;i&gt;"bi"&lt;/i&gt; dalam Bahasa Arab bisa berarti "demi". Contohnya: orang yang bersumpah "demi Tuhan", dalam Bahasa Arab diucapkan &lt;i&gt;"billah"&lt;/i&gt;. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;div class="subjdl"&gt;Kesamaan Antara Musa dan Muhammad &lt;/div&gt;Dibandingkan antara Nabi Musa dengan Nabi-nabi lain setelahnya, Nabi Muhammad-lah yang memiliki banyak kesamaan dengan Nabi Musa. Hal ini bisa dilihat dari kesamaan-kesamaan antara keduanya berikut ini: &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Musa mempunyai ayah dan ibu. Muhammad mempunyai ayah dan ibu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa lahir secara normal dan alamiah (melalui hubungan fisik antara ayah dan ibu). Muhammad lahir secara normal dan alamiah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa menikah. Muhammad menikah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa mempunyai anak. Muhammad mempunyai anak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa diyakini sebagai Nabi (bukan sebagai Tuhan atau anak Tuhan) oleh pengikutnya. Muhammad diyakini sebagai Nabi oleh pengikutnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa diikuti oleh banyak pengikut (lebih dari 12). Muhammad diikuti oleh banyak pengikut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa eksodus (hijrah) dari Mesir menuju Kana'an. Muhammad hijrah dari Mekkah menuju Madinah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa berperang melawan orang-orang yang menentangnya. Muhammad berperang melawan orang-orang yang menentangnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa bertemu Tuhan di Gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan. Muhammad bertemu Tuhan di Syidratulmuntaha untuk menerima perintah Shalat 5 waktu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa membawa hukum baru (hukum Taurat). Muhammad membawa hukum baru (hukum Al-Qur'an), bukan menggenapi hukum Taurat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa diberi Tuhan kota suci Yerusalem. Muhammad diberi Tuhan kota suci Makkah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa menjadi pemimpin dan hakim bagi pengikutnya (Bilangan 15:32-36). Muhammad menjadi pemimpin dan hakim bagi pengikutnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dalam menyampaikan risalahNya, Musa didampingi Harun, saudaranya. Muhammad didampingi Ali, sepupunya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa menunjuk Yosua bin Nun, mantan budak yang masih muda, sebagai jenderal (Ulangan 34:9). Muhammad menunjuk Usamah bin Zaid, mantan budak yang berusia sekitar 18 tahun, sebagai jenderal. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa meninggal dalam kematian yang wajar. Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Musa dikuburkan di dunia. Muhammad dikuburkan di dunia.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br/&gt;Dengan 16 kesamaan itu maka sepantasnya Muhammad-lah yang disebut Kristus itu, Muhammad-lah yang disebut Mesias itu, Nabi yang dinanti-nantikan untuk membawa keselamatan kepada umat manusia. Muhammad-lah sang Juru Selamat itu karena hanya beliau yang memenuhi keempat kriteria sebagai Nabi yang dijanjikan Tuhan.  &lt;div class="subjdl"&gt;Nubuat Belum Berakhir &lt;/div&gt;  Jika kita telaah lebih jauh, ternyata nubuat ini tidak berhenti sampai wafatnya kedua Nabi tersebut. Seharusnya ada kesamaan yang ke-17 antara Nabi Musa As dan Nabi Muhammad Saww. Setelah Nabi Musa As wafat, tampuk kepemimpinan (Imamah) dan kenabian diteruskan oleh saudaranya, Nabi Harun As. Maka seharusnya setelah Nabi Muhammad Saww wafat, tampuk kepemimpinan diteruskan oleh sepupunya, Ali bin Abi Thalib, karena kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa, namun bukan sebagai Nabi karena setelah beliau tidak ada lagi Nabi.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya hadits yang menyatakan bahwa kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa, dan hadits-hadits yang menyatakan bahwa Ali adalah wali atas setiap mu'min sepeninggal Nabi Saww,&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat catatan kaki"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; seolah beliau ingin menegaskan kepada para shahabat dan umat Islam pada waktu itu (juga sekarang) bahwa yang harus menjadi pengganti beliau adalah Ali, seperti halnya pengganti Musa As adalah Harun As, namun kedudukan Ali bukanlah sebagai Nabi melainkan sebagai Imam atau wali atas setiap mu'minin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tidak berhenti sampai di situ, kepemimpinan Ilahiah (Imamah) ini masih terus berlanjut. Sepeninggal Musa As, kepemimpinan dilanjutkan oleh keluarga Harun As, sebagaimana firman Tuhan berikut: &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;"Panggillah Harun abangmu beserta anak-anaknya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar, dan &lt;span style="color: blue;"&gt;khususkanlah mereka&lt;/span&gt; supaya dapat melayani Aku sebagai imam." (Keluaran 28:2)  "&lt;span style="color: blue;"&gt;TAHBISKANLAH Harun, abangmu itu, serta putra-putranya,&lt;/span&gt; yaitu Nadab, Abihu, Eleazar, dan Itamar, sebagai imam untuk melayani Aku." (Keluaran 28:5)  "Kau ikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkan destar itu kepada kepala mereka, maka &lt;span style="color: blue;"&gt;merekalah yang akan memegang jabatan Imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya&lt;/span&gt;. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya." (Keluaran 29:9) &lt;/div&gt; Begitupun seharusnya kepemimpinan selepas Nabi Saww dilanjutkan oleh Ali dan keturunannya. Hal ini bisa dipahami dari firman Allah berikut: &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Sesungguhnya wali (imam) kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat sedangkan mereka dalam keadaan ruku'." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;amp;aid=55&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:55"&gt;(Al-Maidah ayat 55)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Penggunaan kalimat jamak (orang-orang) dan kata &lt;i&gt;"hum"&lt;/i&gt; (mereka) dalam ayat tersebut bisa (harus) dimaknai sebagai Ali dan keturunannya karena kalimat &lt;i&gt;"alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun"&lt;/i&gt; merujuk kepada Ali bin Abi Thalib.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki4" name="4" title="Lihat Asbabunnuzul"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidaklah mengherankan jika kemudian Nabi Saww mengkhususkan keluarga Ali&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki5" name="5" title="Lihat catatan kaki"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; seperti Nabi Musa As mengkhususkan keluarga Harun As,&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki6" name="6" title="Lihat catatan kaki"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; dan Allah hendak menghilangkan dosa serta mensucikan mereka&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki7" name="7" title="Lihat catatan kaki"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; karena mereka dipersiapkan untuk menjadi Imam bagi umat Islam sepeninggal Nabi Saww, seperti halnya Allah mentahbiskan (mensucikan) keluarga Harun As untuk menjadi Imam bagi bangsa Israel.   &lt;div class="subjdl"&gt;12 Imam Keturunan Ibrahim &lt;/div&gt;  Al-Qur'an menyebutkan bahwa Allah Swt akan menjadikan Nabi Ibrahim As beserta keturunannya untuk menjadi Imam bagi seluruh umat manusia: &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu sebagai imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata (memohon): "Dan dari keturunanku (juga)". Allah berfirman: "Janji-Ku ini tidak mengenai orang-orang zalim (dari keturunanmu)"." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;aid=124&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 2:124"&gt;(Al-Baqarah ayat 124)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagaimana diketahui bahwa Nabi Ibrahim As memiliki dua orang putra, yaitu: Ismail As dan Ishak As. Dari kedua putra Nabi Ibrahim As inilah Allah akan menjadikan Imam-imam bagi seluruh umat manusia, namun tentu saja janji Allah ini tidak berlaku bagi keturunan Ibrahim As yang berbuat zalim, sesat, fasik, dan mengingkari petunjuk Allah (kafir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Suci Al-Qur'an, Allah telah menjadikan 12 Imam dari bangsa Israel (keturunan Ishak As): &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ... &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat dari antara mereka &lt;b&gt;dua belas orang pemimpin&lt;/b&gt;..." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;amp;aid=12&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:12"&gt;(Al-Maidah ayat 12)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; sedangkan dalam Taurat, Allah menjanjikan akan menjadikan 12 Imam dari keturunan Ismail As: &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;"Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan &lt;b&gt;dua belas raja&lt;/b&gt;, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20) &lt;/div&gt; Bahkan dalam hadits pun disebutkan: &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;Dari Jabir bin Samurah, dia berkata: Nabi Saww bersabda: "Perkara (kepemimpinan) ini akan senantiasa kuat hingga &lt;b&gt;dua belas khalifah&lt;/b&gt;." Jabir berkata: Kemudian &lt;span style="color: blue;"&gt;beliau menyebutkan kata-kata yang tidak aku fahami&lt;/span&gt;, maka aku pun bertanya pada ayahku: "Apa yang dikatakan beliau?" Dia menjawab: "Mereka semua dari bangsa Quraisy." (HR. Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=3396&amp;x=24&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3396&lt;/a&gt;)&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki8" name="8" title="Lihat catatan kaki"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt; Jika Imam-imam bangsa Israel sepeninggal Musa As berasal dari keluarga Harun As, maka sudah sepantasnya Imam-imam dari keturunan Ismail As juga berasal dari keluarga Ali, karena: &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ali merupakan sepupu Nabi Saww sehingga sudah bisa dipastikan berasal dari keturunan Ismail. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ali adalah suami dari Fatimah, anak Nabi Saww, sehingga keturunan mereka berdua merupakan cucu-cucu Nabi Saww.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ali merupakan "pintu" ilmu Nabi Saww&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki9" name="9" title="Hasil penelitian Rusia. Lihat catatan kaki"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; sehingga pengetahuannya tentang &lt;i&gt;dienul&lt;/i&gt; Islam tidak diragukan lagi. Dan tentunya, pengetahuannya itu diteruskan kepada anak-cucunya secara turun temurun. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Keluarga Ali (Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain) merupakan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt; yang dihilangkan dosanya dan disucikan sesuci-sucinya.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki10" name="10" title="Lihat catatan kaki"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Bahkan secara eksplisit, seperti yang diceritakan Saddad Abu 'Amar, Nabi Saww pun pernah menyatakan bahwa hak Imamah adalah untuk &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt;, yakni ketika beliau mendudukkan Hasan dan Husain di atas pangkuannya lalu melipatkan pakaiannya pada Hasan dan Husain kemudian beliau membacakan ayat &lt;i&gt;tathhir&lt;/i&gt;: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya." (Al­-Ahzab ayat 33) dan berkata: "Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku dan &lt;span style="color: blue;"&gt;ahlul baitku-lah yang paling berhak&lt;/span&gt;." (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=16374&amp;x=17&amp;y=13" target="_blank" title="Cek disini"&gt;16374&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;    Namun sayang sejarah telah bergulir. Ketidakfahaman para shahabat pada kata-kata Nabi Saww ketika menjelaskan 12 Imam;&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki11" name="11" title="Lihat catatan kaki"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Pidato Nabi Saww di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teks_Pidato_Ghadir_Khum" target="_blank" title="Teks Pidato Ghadir Khum"&gt;Ghadir Khum&lt;/a&gt;, menyangkut pengangkatan Ali sebagai wali mu'minin,&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki12" name="12" title="Lihat catatan kaki"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; yang sudah terlupakan oleh para shahabat; dan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;perubahan sikap para shahabat&lt;/a&gt; selepas Nabi Saww wafat, telah memunculkan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Peristiwa Saqifah&lt;/a&gt; sehingga arah sejarah berubah dan berakibat munculnya pertikaian umat Islam dalam masalah Imamah hingga sekarang.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki13" name="13" title="Lihat catatan kaki"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;12 Imam Menurut Sunni Dan Syiah &lt;/div&gt;  Menyangkut masalah Imamah, Sunni dan Syiah sepakat bahwa sepeninggal Nabi Saww akan ada 12 Imam sebagai pengganti beliau. Hanya saja, Sunni beranggapan bahwa 12 Imam tersebut hanya berasal dari bangsa Quraisy, sedangkan Syiah berpendapat bahwa 12 Imam tersebut harus berasal dari keturunan Ismail melalui keturunan Ali bin Abi Thalib. Hal ini bukan karena Ali sebagai suami Fatimah, sehingga anak-anaknya bernasab kepada Nabi Saww, tetapi karena kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan masalah Imamah inilah sebenarnya yang paling mencolok antara Sunni dan Syiah dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan lain yang menyangkut masalah &lt;i&gt;furu'iyah&lt;/i&gt; (cabang). Dan di masa lalu, perbedaan ini telah melahirkan konflik yang berkepanjangan dan berdarah-darah hanya untuk menentukan siapa yang paling berhak berkuasa (diangkat sebagai khalifah) atas umat Islam. &lt;br /&gt;  &lt;div class="subjdl"&gt;12 Imam Menurut Sunni &lt;/div&gt;Masalah 12 Imam dalam pandangan Sunni masih mengambang hingga sekarang. Hal ini disebabkan tidak adanya kejelasan kriteria menyangkut siapa saja yang pantas dimasukkan sebagai Imam. Masing-masing &lt;a href="http://khilafahdanimamah.blogspot.com/2013/03/12-imam-dalam-hadits-hadits-ahlu-sunnah.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Ulama Sunni berbeda pendapat mengenai masalah ini&lt;/a&gt;. Bahkan ada beberapa Ulama Sunni yang mempertanyakan keberadaan 12 Imam ini. Berikut beberapa pendapat Ulama Sunni yang mempertanyakan 12 Imam, yang saya copas dari &lt;a href="http://haekalsiregar.wordpress.com/2007/05/23/12-imam-versi-Sunni/" target="_blank" title="Lebih jelasnya baca disini"&gt;Blog Haekal Siregar&lt;/a&gt;:  &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Qadi 'Iyad al-Yahsubi: &lt;/div&gt;  Adalah keliru untuk membatasinya hanya sampai angka dua belas. Nabi (saw) tidak mengatakan bahwa jumlahnya hanya dua belas dan bahwa tidak ada tambahan lagi. Maka mungkin saja jumlahnya lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;[Al-Nawawi, Sharh Sahih Muslim, 12:201-202; Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari, 16:339]  &lt;div class="notes" style="margin-top: 10px;"&gt;Ibn Hajar al-'Asqalani: &lt;/div&gt;  Tidak seorang pun mengerti tentang hadis dari Sahih Bukhari ini. &lt;br /&gt;Adalah tidak benar untuk mengatakan bahwa Imam-imam itu akan hadir sekaligus pada satu saat bersamaan (mungkin merujuk pada pendapat yang memasukkan nama Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abu Sofyan, serta Husain bin Ali dan Yazid bin Mu'awiyah, yang sama-sama berada dalam satu masa. - pen.). &lt;br /&gt;[Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari 16:338-341]  &lt;div class="notes" style="margin-top: 10px;"&gt;Al-Bayhaqi: &lt;/div&gt;  Angka (dua belas) ini dihitung hingga periode Walid bin Abdul Malik. Sesudah ini, muncul kerusakan dan kekacauan. Lalu datang masa dinasti Abbasiyah. Laporan ini telah meningkatkan jumlah Imam-imam. Jika kita abaikan karakteristik mereka yang datang sesudah masa kacau-balau itu, maka angka tadi menjadi jauh lebih banyak.  &lt;br /&gt;[Ibn Kathir, Ta'rikh, 6:249; Al-Suyuti, Tarikh al-Khulafa Halaman 11]  &lt;div class="notes" style="margin-top: 10px;"&gt;Ibn Kathir: &lt;/div&gt;  Barang siapa mengikuti Bayhaqi dan setuju dengan pernyataannya bahwa kata ‘Jama’ah’ berarti Khalifah-khalifah yang datang secara tidak berurutan hingga masa Walid bin Yazid bin Abdul Malik yang jahat dan sesat itu, maka berarti ia (orang itu) setuju dengan hadis yang kami kritik dan mengecualikan tokoh-tokoh tadi. &lt;br /&gt;Dan jika kita menerima Kekhalifahan Ibnu Zubair sebelum Abdul Malik, jumlahnya menjadi enam belas. Padahal jumlah seluruhnya seharusnya ada dua belas sebelum Umar bin Abdul Aziz. Dalam perhitungan ini, Yazid bin Muawiyah termasuk di dalamnya sementara Umar bin Abdul Aziz tidak dimasukkan. Meski demikian, sudah menjadi pendapat umum bahwa para ulama menerima Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang Khalifah yang jujur dan adil. &lt;br /&gt;[Ibn Kathir, Ta'rikh, 6:249-250] &lt;/blockquote&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;12 Imam Menurut Syiah &lt;/div&gt;  Berbeda dengan Sunni, Syiah lebih jelas dalam menentukan masalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imamah" target="_blank"&gt;Imamah&lt;/a&gt; ini karena, menurut mereka, Imam sebagai pengganti Nabi Saww harus berasal dari keturunan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt; yang disucikan. Sekalipun pada akhirnya hanya Syiah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imamiah" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Itsna 'Asy'ariyah&lt;/a&gt; yang secara konsisten menempatkan 12 Imam dari keturunan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt;, sementara &lt;a href="http://www.al-shia.org/html/id/shia/moarrefi/3.htm" target="_blank" title="Aliran-aliran Syi’ah"&gt;aliran Syiah&lt;/a&gt; lain, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ismailiyah" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Ismailiyah&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zaidiyah" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Zaidiyah&lt;/a&gt;, tidak begitu jelas (sayang saya tidak menemukan referensi dari aliran Syiah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekhalifahan_Fatimiyah" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Fathimiyah&lt;/a&gt; menyangkut Imamah), seperti terlihat dalam daftar nama-nama Imam berikut: &lt;br /&gt;&lt;div class="subsubjdl"&gt;Pandangan Itsna 'Asy'ariyah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imamah#Pandangan_Dua_Belas_Imam" target="_blank" title="Baca disini"&gt;(Madzhab Ja'fari)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1. Ali bin Abi Thalib &lt;br /&gt;2. Hasan bin Ali (Hasan al-Mujtaba) &lt;br /&gt;3. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) &lt;br /&gt;4. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) &lt;br /&gt;5. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Baqir) &lt;br /&gt;6. Ja'far bin Muhammad (Ja'far ash-Shadiq) &lt;br /&gt;7. Musa bin Jafar (Musa al-Kadzim) &lt;br /&gt;8. Ali bin Musa (Ali ar-Ridha) &lt;br /&gt;9. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Jawad atau Muhammad at-Taqi) &lt;br /&gt;10. Ali bin Muhamad (Ali al-Hadi) &lt;br /&gt;11. Hasan bin Ali (Hasan al-Asykari) &lt;br /&gt;12. Muhammad bin Hasan (Muhammad al-Mahdi) &lt;br /&gt;  &lt;div class="subsubjdl"&gt;Pandangan Ismailiyah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imamah#Pandangan_Ismailiyah" target="_blank" title="Baca disini"&gt;(Madzhab Ismaili)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1. Ali bin Abi Thalib &lt;br /&gt;2. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) &lt;br /&gt;3. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) &lt;br /&gt;4. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Baqir) &lt;br /&gt;5. Ja'far bin Muhammad (Ja'far ash-Shadiq) &lt;br /&gt;6. Ismail bin Ja'far &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-top: 10px;"&gt;Dalam kepercayaan Ismailiyah,&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki14" name="14" title="Firqah ini yang ditentang Ibnu Taimiyah"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Hasan bin Ali tidak termasuk Imam. Yang termasuk Imam sebenarnya pengganti Nabi Saww hanya lima Imam di atas. Dan Imam ke-6 bukan Musa bin Jafar (Musa al-Kadzim) melainkan Ismail bin Ja'far, saudaranya. Dari keturunan Ismail bin Ja'far inilah garis Imamah Ismailiyah diteruskan sampai ke Shah Karim Al-Husayni, Imam ke 49, dan terus berlanjut dari &lt;a href="http://www.amaana.org/history/history1.htm" target="_blank" title="Baca disini"&gt;keturunan Aga Khan&lt;/a&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;Pandangan Zaidiyah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imamah#Pandangan_Zaidiyah" target="_blank" title="Baca disini"&gt;(Madzhab Zaidi)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1. Ali bin Abi Thalib &lt;br /&gt;2. Hasan bin Ali (Hasan al-Mujtaba) &lt;br /&gt;3. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) &lt;br /&gt;4. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) &lt;br /&gt;5. Zaid bin Ali, saudara tiri Muhammad al-Baqir &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-top: 10px;"&gt;Zaidiyah beranggapan bahwa empat Imam pertama adalah Imam yang sebenarnya pengganti Nabi Saww, tetapi Imam ke-5 bukanlah Muhammad al-Baqir, melainkan Zaid bin Ali. Dan untuk selanjutnya Imamah dipindahkan dari Zaid bin Ali kepada pengikutnya yang diangkat sebagai Imam. Dengan demikian setelah  Zaid bin Ali Imamah tidak harus berasal dari keturunan Ali bin Abi Thalib. &lt;/div&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;Mencari Kesesuaian Pendapat &lt;/div&gt;Dari pendapat Sunni dan Syiah di atas, yang mendekati kesesuaian dengan nubuat Nabi Muhammad Saww (Ulangan 18:18-19), pentahbisan keluarga Harun As (Keluaran 28:2-5 dan 29:9), dan janji Allah kepada keturunan Ismail (Kejadian 17:20), hanyalah pendapat Syiah Itsna 'Asy'ariyah, karena dalam pandangan mereka, pengganti Nabi Saww harus berasal dari &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt; yang disucikan dan terus berlanjut dari keturunan Husain bin Ali hingga Imam ke 12, Muhammad bin Hasan (Muhammad al-Mahdi).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika "dipaksa" dikait-kaitkan, sebenarnya ada "benang merah" antara sabda Nabi Saww menyangkut keturunan Husain ini: &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;"Husain bagian dariku dan aku bagian dari Husain. Allah akan mencintai orang yang mencintai Husain. Dan &lt;span style="color: blue;"&gt;Husain termasuk &lt;i&gt;sibt&lt;/i&gt; (keturunan yang akan menurunkan banyak umat)&lt;/span&gt; dari beberapa umat." (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3708&amp;x=19&amp;y=8" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3708&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;dengan firman Allah berikut: &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;"Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, &lt;span style="color: blue;"&gt;Kubuat beranak cucu dan sangat banyak&lt;/span&gt;; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20) &lt;/div&gt;Sekalipun argumen ini lemah, tapi paling tidak dapat menunjukkan bahwa keturunan Ismail As melalui Abdul Muththalib, kakek Nabi Saww dan Ali, akan dijadikan sebagai bangsa yang besar dan memperanakkan dua belas raja (Imam), sebagaimana Allah menjadikan bangsa yang besar dan menjadikan 12 Imam dari keturunan Ishak As melalui Yakub As. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara eksplisit, perihal 12 Imam hingga Imam Mahdi (Imam ke-12) berasal dari &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Ahlul Bait&lt;/a&gt; (dari keturunan Fatimah) dijelaskan Nabi Saww berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;"Al-Mahdi berasal dari keluarga terdekatku, dari keturunan Fatimah." (HR. Abu Daud No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=abudaud&amp;keyNo=3735&amp;x=25&amp;y=6" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3735&lt;/a&gt;; Ibnu Majah No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ibnumajah&amp;keyNo=4076&amp;x=22&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4076&lt;/a&gt;)&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki15" name="15" title="Lihat catatan kaki"&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt; Bahkan nama Imam Mahdi ini pun sama dengan nama Nabi Saww, yaitu: Muhammad. Dan dia akan berkuasa sebelum hari kiamat tiba.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki16" name="16" title="Lihat catatan kaki"&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kepercayaan Syiah Itsna 'Asy'ariyah, Imam Mahdi ini berasal dari keturunan Hasan bin Ali (Hasan al-Asykari), yang bernama Muhammad bin Hasan, yang tengah mengalami "ke&lt;i&gt;ghaib&lt;/i&gt;an". &lt;i&gt;Ghaib&lt;/i&gt;nya Imam terakhir dari keturunan Ismail, Muhammad bin Hasan, ini berkesuaian dengan &lt;i&gt;ghaib&lt;/i&gt;nya Nabi terakhir dari keturunan bangsa Israel, Nabi Isa As.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki17" name="17" title="Lihat catatan kaki"&gt;[17]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Dan konon, kelak keduanya akan dibangkitkan bersama-sama untuk menyelamatkan umat manusia dari kesesatan.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki18" name="18" title="Lihat catatan kaki"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;Akhirnya Kembali Pada Keyakinan &lt;/div&gt;Sepintas kelihatannya Allah Swt telah melakukan nepotisme dalam masalah Imamah ini. Bermula dari keturunan Ibrahim As (Ismail As dan Ishak As), kemudian berlanjut hingga Imam ke-12 dari kedua keturunan Ibrahim As tersebut. Namun apakah salah jika Allah Swt berkendak demikian? Apakah salah jika Allah menjanjikan Imamah hanya kepada keturunan Ibrahim As yang shaleh dan disucikan (ditahbiskan) oleh-Nya &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;aid=124&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 2:124"&gt;(Al-Baqarah ayat 124)&lt;/a&gt;? Apakah salah jika Allah Swt memilih keluarga Harun As sebagai penerus Musa As dan memilih keluarga Ali As sebagai penerus Muhammad Saww? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sulit untuk bisa menerima pandangan ini lebih-lebih jika masih terjebak pada pengkotakan antara Sunni-Syiah, padahal Islam seharusnya hanyalah Islam, seperti ketika Nabi Saww memperkenalkan agama ini. Sunni-Syiah hanyalah "akibat" dari pergolakan politik di masa lalu dimana masing-masing kelompok mengklim sebagai yang paling berhak atas kekuasaan untuk mengatur umat Islam. Tidak hanya antara Sunni dengan Syiah, antara Sunni dengan Sunni pun saling bertikai hanya untuk menjadi penguasa. Ini terlihat dari munculnya dinasti-dinasti baru selepas dinasti Umayah. Anehnya, pertikaian perebutan kekuasaan ini terus berlanjut hingga sekarang, seperti yang terjadi di Suriah dan Irak. Sunni-Syiah dibenturkan oleh orang-orang haus darah, haus kekuasaan, yang tanpa sadar telah menguntungkan musuh-musuh sejati Islam: Zionis dan Imprialis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam seharusnya hanyalah Islam.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki19" name="19" title="Lihat catatan kaki"&gt;[19]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Bukan Sunni, bukan pula Syiah. Namun jika berkaitan dengan masalah agama dan keimanan, manusia seolah "dipaksa" untuk meyakini sesuatu, bahkan terhadap hal yang tidak nalar sekalipun. Akibatnya kita terjebak pada dogma yang mengikat, pada ketiadaan pilihan, padahal Islam adalah agama progresif dan Tuhan YME tidak mungkin mengajarkan agamaNya tanpa mampu dimengerti oleh hamba-hambaNya sendiri. Islam adalah agama rasional, sebagaimana janji Allah pun rasional. Hanya akal dan nurani jernih yang mampu memahami ajaran dan maksud Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;div class="notes"&gt;Perlu dibaca: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://wildwestwahabi.wordpress.com/2009/02/18/syiah-dan-sunni-konflik-yang-direkayasa/" target="_blank"&gt;Syiah Dan Sunni, Konflik Yang Direkayasa&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank"&gt;Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/hati-hati-lima-doktrin-syiah-iran-ini.html" target="_blank"&gt;Hati-hati, Lima Doktrin Syiah Iran Ini Sangat Berbahaya!&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;Dalam ayat lain: "Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan." (Ulangan 18:15) &lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; Bukhari No. 3430, 4064; Muslim No. 4418, 4419, 4420, 4421; Tirmidzi No. 3658, 3663, 3664; Ibnu Majah No. 112, 118; Ahmad No. 1384, 1408, 1423, 1427, 1450, 1465, 1498, 1514, 1522, 2903, 10842, 14111, 25834, 26195. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Lihat &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/melacak-hak-kepemimpinan-ali-dalam.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#4" name="caki4" title="Kembali"&gt;[4]&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_AsbabunNuzul.asp?pageno=3&amp;SuratKe=5#55" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Asbabunnuzul&lt;/a&gt; (sebab-sebab turunnya) surat Al-Maidah ayat 55, sebagai berikut: &lt;br /&gt;Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadits dalam kitab Al-Awsath melalui sanad yang di dalamnya banyak terdapat rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal) dari Ammar bin Yasir yang menceritakan, "Pada suatu hari datang seorang pengemis kepada Ali bin Abu Thalib, sedangkan &lt;span style="color: blue;"&gt;waktu itu Ali sedang ruku' dalam shalat sunah. Kemudian ia melepaskan cincinnya dan memberikannya kepada pengemis itu. Lalu turunlah ayat&lt;/span&gt;: &lt;i&gt;'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun'&lt;/i&gt; (Al-Maidah ayat 55)". Dan hadits ini mempunyai syahid (saksi) dari hadits lain yang memperkuatnya. Abdurrazaq telah berkata, "Abdul Wahhab bin Mujahid menceritakan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: &lt;i&gt;'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun'&lt;/i&gt; (Al-Maidah ayat 55), bahwasanya &lt;span style="color: blue;"&gt;ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abu Thalib&lt;/span&gt;". Ibnu Murdawaih meriwayatkannya dari jalur lain, dari Ibnu Abbas dengan makna yang sama. Dan telah diketengahkan pula hadits yang serupa dari Ali secara langsung. Ibnu Jarir mengetengahkan dari Mujahid, dan juga Ibnu Abu Hatim dari Salamah bin Kuhail hadits yang serupa; kesemuanya itu adalah saksi-saksi yang satu sama lainnya saling memperkuat. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#5" name="caki5" title="Kembali"&gt;[5]&lt;/a&gt;  Dari Ummu Salamah: Nabi Saww menyelimuti Hasan, Husain, Ali, dan Fatimah dengan kain (kisa), kemudian beliau berdo'a: "Ya Allah, &lt;span style="color: blue;"&gt;mereka adalah ahlul baitku dan orang-orang istimewaku &lt;i&gt;(khashshati)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, maka hilangkanlah dosa dari diri mereka dan sucikanlah mereka dengan sesuci-sucinya." (HR. Tirmidzi &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3806&amp;x=18&amp;y=9" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3806&lt;/a&gt; dan Ahmad &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=25383&amp;x=20&amp;y=10" target="_blank" title="Cek disini"&gt;25383&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#6" name="caki6" title="Kembali"&gt;[6]&lt;/a&gt;  "Panggillah Harun abangmu beserta anak-anaknya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar, dan &lt;span style="color: blue;"&gt;khususkanlah mereka supaya dapat melayani Aku sebagai imam&lt;/span&gt;." (Keluaran 28:2) &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#7" name="caki7" title="Kembali"&gt;[7]&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; Muslim No. 4450; Tirmidzi No. 3129, 3130, 3719, 3806; Ahmad No. 2903, 13231, 13529, 16374, 25300, 25339, 25383.  Atau baca artikel &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#8" name="caki8" title="Kembali"&gt;[8]&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; juga Muslim No. 3395, 3397; Abu Daud No. 3732; Ahmad No. 19922, 19963, 20022, 20046, 20112. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#9" name="caki9" title="Kembali"&gt;[9]&lt;/a&gt;  Menarik untuk dikaji &lt;a href="http://nottoogood.wordpress.com/2012/07/15/ali-bin-abi-thalib-sebagai-pintu-ilmu-nabi-fakta-dan-data/" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Ali bin Abi Thalib sebagai Pintu Ilmu Nabi: Fakta dan Data"&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Baca juga kisah-kisah tentang keluasan Pengetahuan Ali berikut: &lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://hasanalsaggaf.wordpress.com/2008/05/20/tanpa-ali-umar-binasa/" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Aku Kota Ilmu, Ali Pintunya&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://rizkykhusnah.wordpress.com/kisah-para-sahabat/kisah-sahabat-rasul-yang-mempunyai-kecerdasan-matematis-logis-luar-biasa/" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Kisah Sahabat Yang Memiliki Kecerdasan Matematis&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://halimahalaydrus.blogspot.com/2012/01/kecerdasan-sayyidina-ali-ra.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Kecerdasan Sayyidina Ali RA&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://irul-arief.mywapblog.com/kisah-sayyidina-ali-bin-abi-thalib-r-a-d.xhtml" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Ali Bin Abi Thalib Dan Sepuluh Orang Penguji&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://moeflich.wordpress.com/2012/06/05/kisah-lengkap-pemuda-ashabul-kahfi/" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Keagungan Allah, Kehebatan Ali, Kecerdasan Tamlikha&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#10" name="caki10" title="Kembali"&gt;[10]&lt;/a&gt;  Lihat &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#11" name="caki11" title="Kembali"&gt;[11]&lt;/a&gt;Dalam hadits Muslim No. 3396, Jabir bin Samurah mengatakan: "Kemudian beliau menyebutkan kata-kata yang tidak aku fahami". Mungkin pada saat itu Nabi Saww menyebutkan nama-nama 12 Imam namun nama-nama itu sebagian belum dikenalnya sehingga akhirnya Jabir berkesimpulan bahwa 12 Imam itu semuanya dari bangsa Quraisy. &lt;i&gt;Wallahu a'lam...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#12" name="caki12" title="Kembali"&gt;[12]&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; Musnad Ahmad No. 17749, 18519, dan masih banyak hadits lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/melacak-hak-kepemimpinan-ali-dalam.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#13" name="caki13" title="Kembali"&gt;[13]&lt;/a&gt;  Buku menarik untuk dikaji: "Saqifah, Awal Perselisihan Umat" karya &lt;a href="http://anditoaja.wordpress.com/2009/03/06/obituari-dr-o-hashem-semangat-hidup-rasionalitas-dan-buku/" target="_blank" title="Baca Obituari O. Hashem disini"&gt;O. Hashem&lt;/a&gt; bisa di-download &lt;a href="http://lenteramadinah.files.wordpress.com/2011/03/saqifah-awal-perselisihan-umat.doc" target="_blank" title="Donlot disini"&gt;disini&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#14" name="caki14" title="Kembali"&gt;[14]&lt;/a&gt;   Imam Muhammad Abu Zuhrah dalam kitabnya tentang Ibnu Taimiyyah telah membahas sebagian firqah Syiah seperti Zaidiyah dan 12 Imam (Itsna 'Asy'ariyah) tanpa menyebut sedikit pun tentang sikap negatif Ibnu Taimiyyah. &lt;span style="color: blue;"&gt;Tetapi ketika menyebutkan Ismailiyah, dia berkata: "Inilah firqah yang ditentang oleh Ibnu Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah memeranginya dengan pena, lidah dan pedang."&lt;/span&gt; (Ibnu Tayyimah, karangan &lt;a href="http://abatasya.net/2009/02/18/syiah-dan-sunni-konflik-yang-direkayasa-bagian-iii/#46" target="_blank"&gt;Muhammad Abu Zuhreh&lt;/a&gt;, hlm. 170) &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#15" name="caki15" title="Kembali"&gt;[15]&lt;/a&gt;  Dalam hadits lain disebutkan: "Al-Mahdi dari keturunan kami, Ahlul Bait, yang Allah memperbaikinya dalam satu malam." (HR. Ibnu Majah No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ibnumajah&amp;keyNo=4075&amp;x=18&amp;y=14" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4075&lt;/a&gt;; Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=610&amp;x=23&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;610&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#16" name="caki16" title="Kembali"&gt;[16]&lt;/a&gt;    &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; Ahmad No. 3390; dan Tirmidzi No. 2157, 2156. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#17" name="caki17" title="Kembali"&gt;[17]&lt;/a&gt;   (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan &lt;span style="color: blue;"&gt;mengangkat kamu kepada-Ku&lt;/span&gt; serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=3&amp;aid=55&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 3:55"&gt;(Al Imran ayat 55)&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#18" name="caki18" title="Kembali"&gt;[18]&lt;/a&gt;     Menarik untuk dibaca: &lt;a href="http://kaahil.wordpress.com/2012/10/01/kisah-imam-mahdi-yang-benar-siapa-nama-nasab-al-imam-al-mahdi-sejarah-imam-mahdi-ciri-fisik-imam-mahdi-waktu-asal-kemunculankedatangan-imam-mahdi/" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Mengenal Al-Imam Al-Mahdi"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#19" name="caki19" title="Kembali"&gt;[19]&lt;/a&gt;   "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam" &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=3&amp;aid=19&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 3:19"&gt;(Al-Imran : 19)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-Jmqvat1YhJo/TtgfPbwZOlI/AAAAAAAABAk/5GUqRdyOK2o/s72-c/nabi-muhammad-saw.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total><enclosure length="1787392" type="application/msword" url="http://lenteramadinah.files.wordpress.com/2011/03/saqifah-awal-perselisihan-umat.doc"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajak berdebat saudaraku umat Kristiani karena pasti tidak akan mencapai titik temu. Bagi kita, "Lakum diinukum walyadiin" (Untukmu agamamu, untukku agamaku [QS. 109:6]). Tulisan ini pun tidak dimaksudkan untuk mengubah keyakinan orang yang sudah mengakar puluhan tahun. Tulisan ini murni sebuah hasil telaah terhadap kitab suci, hadits, dan pendapat dari berbagai madzhab pemikiran. Adapun nanti mau diterima atau tidak, itu masalah lain. Saya hanya menyampaikan sebuah paradigma (menurut saya) dari hasil telaah itu. Selanjutnya, terserah anda :) Nubuat Nabi Terakhir Dalam Bibel banyak ditemukan nubuat (berita kenabian) Nabi Muhammad Saww. Namun yang paling gamblang adalah nubuat dalam Kitab Ulangan 18:18-19, berikut: "seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu, yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban." (Ulangan 18:18-19)[1] Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Nabi yang akan dibangkitkan Tuhan memiliki empat kriteria: Berasal dari antara saudara bangsa Israel, Nabi itu seperti Musa, Ucapan dari mulutnya merupakan firman Tuhan, Yang diucapkan Nabi itu "demi nama Tuhan". Nabi yang memenuhi keempat kriteria tersebut hanyalah Nabi Muhammad Saww. Hal ini bisa dilihat pada penjelasan berikut: Muhammad berasal dari saudara bangsa Israel, karena merupakan keturunan Ismail As. Sedangkan bangsa Israel berasal dari keturunan Yakub As (nama lain Yakub adalah Israel). Dan Yakub As merupakan anak dari Ishak As, adik Ismail As. Muhammad memiliki banyak kesamaan dengan Musa dibandingkan Nabi-nabi lain setelah Musa (akan dijelaskan nanti). Ucapan yang keluar dari mulut Muhammad merupakan firman (wahyu) Tuhan, sebagaimana firman Tuhan: "Dan dia tidak berbicara menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (Al-Najm ayat 3 dan 4) Muhammad selalu mengawali setiap ucapannya dengan "bismillah" (demi nama Tuhan). Kata "bi" dalam Bahasa Arab bisa berarti "demi". Contohnya: orang yang bersumpah "demi Tuhan", dalam Bahasa Arab diucapkan "billah". Kesamaan Antara Musa dan Muhammad Dibandingkan antara Nabi Musa dengan Nabi-nabi lain setelahnya, Nabi Muhammad-lah yang memiliki banyak kesamaan dengan Nabi Musa. Hal ini bisa dilihat dari kesamaan-kesamaan antara keduanya berikut ini: Musa mempunyai ayah dan ibu. Muhammad mempunyai ayah dan ibu. Musa lahir secara normal dan alamiah (melalui hubungan fisik antara ayah dan ibu). Muhammad lahir secara normal dan alamiah. Musa menikah. Muhammad menikah. Musa mempunyai anak. Muhammad mempunyai anak. Musa diyakini sebagai Nabi (bukan sebagai Tuhan atau anak Tuhan) oleh pengikutnya. Muhammad diyakini sebagai Nabi oleh pengikutnya. Musa diikuti oleh banyak pengikut (lebih dari 12). Muhammad diikuti oleh banyak pengikut. Musa eksodus (hijrah) dari Mesir menuju Kana'an. Muhammad hijrah dari Mekkah menuju Madinah. Musa berperang melawan orang-orang yang menentangnya. Muhammad berperang melawan orang-orang yang menentangnya. Musa bertemu Tuhan di Gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan. Muhammad bertemu Tuhan di Syidratulmuntaha untuk menerima perintah Shalat 5 waktu. Musa membawa hukum baru (hukum Taurat). Muhammad membawa hukum baru (hukum Al-Qur'an), bukan menggenapi hukum Taurat. Musa diberi Tuhan kota suci Yerusalem. Muhammad diberi Tuhan kota suci Makkah. Musa menjadi pemimpin dan hakim bagi pengikutnya (Bilangan 15:32-36). Muhammad menjadi pemimpin dan hakim bagi pengikutnya. Dalam menyampaikan risalahNya, Musa didampingi Harun, saudaranya. Muhammad didampingi Ali, sepupunya. Musa menunjuk Yosua bin Nun, mantan budak yang masih muda, sebagai jenderal (Ulangan 34:9). Muhammad menunjuk Usamah bin Zaid, mantan budak yang berusia sekitar 18 tahun, sebagai jenderal. Musa meninggal dalam kematian yang wajar. Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar. Musa dikuburkan di dunia. Muhammad dikuburkan di dunia. Dengan 16 kesamaan itu maka sepantasnya Muhammad-lah yang disebut Kristus itu, Muhammad-lah yang disebut Mesias itu, Nabi yang dinanti-nantikan untuk membawa keselamatan kepada umat manusia. Muhammad-lah sang Juru Selamat itu karena hanya beliau yang memenuhi keempat kriteria sebagai Nabi yang dijanjikan Tuhan. Nubuat Belum Berakhir Jika kita telaah lebih jauh, ternyata nubuat ini tidak berhenti sampai wafatnya kedua Nabi tersebut. Seharusnya ada kesamaan yang ke-17 antara Nabi Musa As dan Nabi Muhammad Saww. Setelah Nabi Musa As wafat, tampuk kepemimpinan (Imamah) dan kenabian diteruskan oleh saudaranya, Nabi Harun As. Maka seharusnya setelah Nabi Muhammad Saww wafat, tampuk kepemimpinan diteruskan oleh sepupunya, Ali bin Abi Thalib, karena kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa, namun bukan sebagai Nabi karena setelah beliau tidak ada lagi Nabi.[2] Banyaknya hadits yang menyatakan bahwa kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa, dan hadits-hadits yang menyatakan bahwa Ali adalah wali atas setiap mu'min sepeninggal Nabi Saww,[3] seolah beliau ingin menegaskan kepada para shahabat dan umat Islam pada waktu itu (juga sekarang) bahwa yang harus menjadi pengganti beliau adalah Ali, seperti halnya pengganti Musa As adalah Harun As, namun kedudukan Ali bukanlah sebagai Nabi melainkan sebagai Imam atau wali atas setiap mu'minin. Bahkan tidak berhenti sampai di situ, kepemimpinan Ilahiah (Imamah) ini masih terus berlanjut. Sepeninggal Musa As, kepemimpinan dilanjutkan oleh keluarga Harun As, sebagaimana firman Tuhan berikut: "Panggillah Harun abangmu beserta anak-anaknya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar, dan khususkanlah mereka supaya dapat melayani Aku sebagai imam." (Keluaran 28:2) "TAHBISKANLAH Harun, abangmu itu, serta putra-putranya, yaitu Nadab, Abihu, Eleazar, dan Itamar, sebagai imam untuk melayani Aku." (Keluaran 28:5) "Kau ikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkan destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan Imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya." (Keluaran 29:9) Begitupun seharusnya kepemimpinan selepas Nabi Saww dilanjutkan oleh Ali dan keturunannya. Hal ini bisa dipahami dari firman Allah berikut: إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ "Sesungguhnya wali (imam) kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat sedangkan mereka dalam keadaan ruku'." (Al-Maidah ayat 55)Penggunaan kalimat jamak (orang-orang) dan kata "hum" (mereka) dalam ayat tersebut bisa (harus) dimaknai sebagai Ali dan keturunannya karena kalimat "alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun" merujuk kepada Ali bin Abi Thalib.[4] Maka tidaklah mengherankan jika kemudian Nabi Saww mengkhususkan keluarga Ali[5] seperti Nabi Musa As mengkhususkan keluarga Harun As,[6] dan Allah hendak menghilangkan dosa serta mensucikan mereka[7] karena mereka dipersiapkan untuk menjadi Imam bagi umat Islam sepeninggal Nabi Saww, seperti halnya Allah mentahbiskan (mensucikan) keluarga Harun As untuk menjadi Imam bagi bangsa Israel. 12 Imam Keturunan Ibrahim Al-Qur'an menyebutkan bahwa Allah Swt akan menjadikan Nabi Ibrahim As beserta keturunannya untuk menjadi Imam bagi seluruh umat manusia: وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu sebagai imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata (memohon): "Dan dari keturunanku (juga)". Allah berfirman: "Janji-Ku ini tidak mengenai orang-orang zalim (dari keturunanmu)"." (Al-Baqarah ayat 124)Sebagaimana diketahui bahwa Nabi Ibrahim As memiliki dua orang putra, yaitu: Ismail As dan Ishak As. Dari kedua putra Nabi Ibrahim As inilah Allah akan menjadikan Imam-imam bagi seluruh umat manusia, namun tentu saja janji Allah ini tidak berlaku bagi keturunan Ibrahim As yang berbuat zalim, sesat, fasik, dan mengingkari petunjuk Allah (kafir). Dalam Kitab Suci Al-Qur'an, Allah telah menjadikan 12 Imam dari bangsa Israel (keturunan Ishak As): وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ... "Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat dari antara mereka dua belas orang pemimpin..." (Al-Maidah ayat 12) sedangkan dalam Taurat, Allah menjanjikan akan menjadikan 12 Imam dari keturunan Ismail As: "Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20) Bahkan dalam hadits pun disebutkan: Dari Jabir bin Samurah, dia berkata: Nabi Saww bersabda: "Perkara (kepemimpinan) ini akan senantiasa kuat hingga dua belas khalifah." Jabir berkata: Kemudian beliau menyebutkan kata-kata yang tidak aku fahami, maka aku pun bertanya pada ayahku: "Apa yang dikatakan beliau?" Dia menjawab: "Mereka semua dari bangsa Quraisy." (HR. Muslim No. 3396)[8] Jika Imam-imam bangsa Israel sepeninggal Musa As berasal dari keluarga Harun As, maka sudah sepantasnya Imam-imam dari keturunan Ismail As juga berasal dari keluarga Ali, karena: Kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Ali merupakan sepupu Nabi Saww sehingga sudah bisa dipastikan berasal dari keturunan Ismail. Ali adalah suami dari Fatimah, anak Nabi Saww, sehingga keturunan mereka berdua merupakan cucu-cucu Nabi Saww. Ali merupakan "pintu" ilmu Nabi Saww[9] sehingga pengetahuannya tentang dienul Islam tidak diragukan lagi. Dan tentunya, pengetahuannya itu diteruskan kepada anak-cucunya secara turun temurun. Keluarga Ali (Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain) merupakan Ahlul Bait yang dihilangkan dosanya dan disucikan sesuci-sucinya.[10] Bahkan secara eksplisit, seperti yang diceritakan Saddad Abu 'Amar, Nabi Saww pun pernah menyatakan bahwa hak Imamah adalah untuk Ahlul Bait, yakni ketika beliau mendudukkan Hasan dan Husain di atas pangkuannya lalu melipatkan pakaiannya pada Hasan dan Husain kemudian beliau membacakan ayat tathhir: "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya." (Al­-Ahzab ayat 33) dan berkata: "Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku dan ahlul baitku-lah yang paling berhak." (HR. Ahmad No. 16374) Namun sayang sejarah telah bergulir. Ketidakfahaman para shahabat pada kata-kata Nabi Saww ketika menjelaskan 12 Imam;[11] Pidato Nabi Saww di Ghadir Khum, menyangkut pengangkatan Ali sebagai wali mu'minin,[12] yang sudah terlupakan oleh para shahabat; dan perubahan sikap para shahabat selepas Nabi Saww wafat, telah memunculkan Peristiwa Saqifah sehingga arah sejarah berubah dan berakibat munculnya pertikaian umat Islam dalam masalah Imamah hingga sekarang.[13] 12 Imam Menurut Sunni Dan Syiah Menyangkut masalah Imamah, Sunni dan Syiah sepakat bahwa sepeninggal Nabi Saww akan ada 12 Imam sebagai pengganti beliau. Hanya saja, Sunni beranggapan bahwa 12 Imam tersebut hanya berasal dari bangsa Quraisy, sedangkan Syiah berpendapat bahwa 12 Imam tersebut harus berasal dari keturunan Ismail melalui keturunan Ali bin Abi Thalib. Hal ini bukan karena Ali sebagai suami Fatimah, sehingga anak-anaknya bernasab kepada Nabi Saww, tetapi karena kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Perbedaan masalah Imamah inilah sebenarnya yang paling mencolok antara Sunni dan Syiah dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan lain yang menyangkut masalah furu'iyah (cabang). Dan di masa lalu, perbedaan ini telah melahirkan konflik yang berkepanjangan dan berdarah-darah hanya untuk menentukan siapa yang paling berhak berkuasa (diangkat sebagai khalifah) atas umat Islam. 12 Imam Menurut Sunni Masalah 12 Imam dalam pandangan Sunni masih mengambang hingga sekarang. Hal ini disebabkan tidak adanya kejelasan kriteria menyangkut siapa saja yang pantas dimasukkan sebagai Imam. Masing-masing Ulama Sunni berbeda pendapat mengenai masalah ini. Bahkan ada beberapa Ulama Sunni yang mempertanyakan keberadaan 12 Imam ini. Berikut beberapa pendapat Ulama Sunni yang mempertanyakan 12 Imam, yang saya copas dari Blog Haekal Siregar: Qadi 'Iyad al-Yahsubi: Adalah keliru untuk membatasinya hanya sampai angka dua belas. Nabi (saw) tidak mengatakan bahwa jumlahnya hanya dua belas dan bahwa tidak ada tambahan lagi. Maka mungkin saja jumlahnya lebih banyak lagi. [Al-Nawawi, Sharh Sahih Muslim, 12:201-202; Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari, 16:339] Ibn Hajar al-'Asqalani: Tidak seorang pun mengerti tentang hadis dari Sahih Bukhari ini. Adalah tidak benar untuk mengatakan bahwa Imam-imam itu akan hadir sekaligus pada satu saat bersamaan (mungkin merujuk pada pendapat yang memasukkan nama Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abu Sofyan, serta Husain bin Ali dan Yazid bin Mu'awiyah, yang sama-sama berada dalam satu masa. - pen.). [Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari 16:338-341] Al-Bayhaqi: Angka (dua belas) ini dihitung hingga periode Walid bin Abdul Malik. Sesudah ini, muncul kerusakan dan kekacauan. Lalu datang masa dinasti Abbasiyah. Laporan ini telah meningkatkan jumlah Imam-imam. Jika kita abaikan karakteristik mereka yang datang sesudah masa kacau-balau itu, maka angka tadi menjadi jauh lebih banyak. [Ibn Kathir, Ta'rikh, 6:249; Al-Suyuti, Tarikh al-Khulafa Halaman 11] Ibn Kathir: Barang siapa mengikuti Bayhaqi dan setuju dengan pernyataannya bahwa kata ‘Jama’ah’ berarti Khalifah-khalifah yang datang secara tidak berurutan hingga masa Walid bin Yazid bin Abdul Malik yang jahat dan sesat itu, maka berarti ia (orang itu) setuju dengan hadis yang kami kritik dan mengecualikan tokoh-tokoh tadi. Dan jika kita menerima Kekhalifahan Ibnu Zubair sebelum Abdul Malik, jumlahnya menjadi enam belas. Padahal jumlah seluruhnya seharusnya ada dua belas sebelum Umar bin Abdul Aziz. Dalam perhitungan ini, Yazid bin Muawiyah termasuk di dalamnya sementara Umar bin Abdul Aziz tidak dimasukkan. Meski demikian, sudah menjadi pendapat umum bahwa para ulama menerima Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang Khalifah yang jujur dan adil. [Ibn Kathir, Ta'rikh, 6:249-250] 12 Imam Menurut Syiah Berbeda dengan Sunni, Syiah lebih jelas dalam menentukan masalah Imamah ini karena, menurut mereka, Imam sebagai pengganti Nabi Saww harus berasal dari keturunan Ahlul Bait yang disucikan. Sekalipun pada akhirnya hanya Syiah Itsna 'Asy'ariyah yang secara konsisten menempatkan 12 Imam dari keturunan Ahlul Bait, sementara aliran Syiah lain, seperti Ismailiyah dan Zaidiyah, tidak begitu jelas (sayang saya tidak menemukan referensi dari aliran Syiah Fathimiyah menyangkut Imamah), seperti terlihat dalam daftar nama-nama Imam berikut: Pandangan Itsna 'Asy'ariyah (Madzhab Ja'fari)1. Ali bin Abi Thalib 2. Hasan bin Ali (Hasan al-Mujtaba) 3. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) 4. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) 5. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Baqir) 6. Ja'far bin Muhammad (Ja'far ash-Shadiq) 7. Musa bin Jafar (Musa al-Kadzim) 8. Ali bin Musa (Ali ar-Ridha) 9. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Jawad atau Muhammad at-Taqi) 10. Ali bin Muhamad (Ali al-Hadi) 11. Hasan bin Ali (Hasan al-Asykari) 12. Muhammad bin Hasan (Muhammad al-Mahdi) Pandangan Ismailiyah (Madzhab Ismaili)1. Ali bin Abi Thalib 2. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) 3. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) 4. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Baqir) 5. Ja'far bin Muhammad (Ja'far ash-Shadiq) 6. Ismail bin Ja'far Dalam kepercayaan Ismailiyah,[14] Hasan bin Ali tidak termasuk Imam. Yang termasuk Imam sebenarnya pengganti Nabi Saww hanya lima Imam di atas. Dan Imam ke-6 bukan Musa bin Jafar (Musa al-Kadzim) melainkan Ismail bin Ja'far, saudaranya. Dari keturunan Ismail bin Ja'far inilah garis Imamah Ismailiyah diteruskan sampai ke Shah Karim Al-Husayni, Imam ke 49, dan terus berlanjut dari keturunan Aga Khan. Pandangan Zaidiyah (Madzhab Zaidi)1. Ali bin Abi Thalib 2. Hasan bin Ali (Hasan al-Mujtaba) 3. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) 4. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) 5. Zaid bin Ali, saudara tiri Muhammad al-Baqir Zaidiyah beranggapan bahwa empat Imam pertama adalah Imam yang sebenarnya pengganti Nabi Saww, tetapi Imam ke-5 bukanlah Muhammad al-Baqir, melainkan Zaid bin Ali. Dan untuk selanjutnya Imamah dipindahkan dari Zaid bin Ali kepada pengikutnya yang diangkat sebagai Imam. Dengan demikian setelah Zaid bin Ali Imamah tidak harus berasal dari keturunan Ali bin Abi Thalib. Mencari Kesesuaian Pendapat Dari pendapat Sunni dan Syiah di atas, yang mendekati kesesuaian dengan nubuat Nabi Muhammad Saww (Ulangan 18:18-19), pentahbisan keluarga Harun As (Keluaran 28:2-5 dan 29:9), dan janji Allah kepada keturunan Ismail (Kejadian 17:20), hanyalah pendapat Syiah Itsna 'Asy'ariyah, karena dalam pandangan mereka, pengganti Nabi Saww harus berasal dari Ahlul Bait yang disucikan dan terus berlanjut dari keturunan Husain bin Ali hingga Imam ke 12, Muhammad bin Hasan (Muhammad al-Mahdi). Jika "dipaksa" dikait-kaitkan, sebenarnya ada "benang merah" antara sabda Nabi Saww menyangkut keturunan Husain ini: "Husain bagian dariku dan aku bagian dari Husain. Allah akan mencintai orang yang mencintai Husain. Dan Husain termasuk sibt (keturunan yang akan menurunkan banyak umat) dari beberapa umat." (HR. Tirmidzi No. 3708) dengan firman Allah berikut: "Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20) Sekalipun argumen ini lemah, tapi paling tidak dapat menunjukkan bahwa keturunan Ismail As melalui Abdul Muththalib, kakek Nabi Saww dan Ali, akan dijadikan sebagai bangsa yang besar dan memperanakkan dua belas raja (Imam), sebagaimana Allah menjadikan bangsa yang besar dan menjadikan 12 Imam dari keturunan Ishak As melalui Yakub As. Secara eksplisit, perihal 12 Imam hingga Imam Mahdi (Imam ke-12) berasal dari Ahlul Bait (dari keturunan Fatimah) dijelaskan Nabi Saww berikut: "Al-Mahdi berasal dari keluarga terdekatku, dari keturunan Fatimah." (HR. Abu Daud No. 3735; Ibnu Majah No. 4076)[15] Bahkan nama Imam Mahdi ini pun sama dengan nama Nabi Saww, yaitu: Muhammad. Dan dia akan berkuasa sebelum hari kiamat tiba.[16] Dan dalam kepercayaan Syiah Itsna 'Asy'ariyah, Imam Mahdi ini berasal dari keturunan Hasan bin Ali (Hasan al-Asykari), yang bernama Muhammad bin Hasan, yang tengah mengalami "keghaiban". Ghaibnya Imam terakhir dari keturunan Ismail, Muhammad bin Hasan, ini berkesuaian dengan ghaibnya Nabi terakhir dari keturunan bangsa Israel, Nabi Isa As.[17] Dan konon, kelak keduanya akan dibangkitkan bersama-sama untuk menyelamatkan umat manusia dari kesesatan.[18] Akhirnya Kembali Pada Keyakinan Sepintas kelihatannya Allah Swt telah melakukan nepotisme dalam masalah Imamah ini. Bermula dari keturunan Ibrahim As (Ismail As dan Ishak As), kemudian berlanjut hingga Imam ke-12 dari kedua keturunan Ibrahim As tersebut. Namun apakah salah jika Allah Swt berkendak demikian? Apakah salah jika Allah menjanjikan Imamah hanya kepada keturunan Ibrahim As yang shaleh dan disucikan (ditahbiskan) oleh-Nya (Al-Baqarah ayat 124)? Apakah salah jika Allah Swt memilih keluarga Harun As sebagai penerus Musa As dan memilih keluarga Ali As sebagai penerus Muhammad Saww? Memang sulit untuk bisa menerima pandangan ini lebih-lebih jika masih terjebak pada pengkotakan antara Sunni-Syiah, padahal Islam seharusnya hanyalah Islam, seperti ketika Nabi Saww memperkenalkan agama ini. Sunni-Syiah hanyalah "akibat" dari pergolakan politik di masa lalu dimana masing-masing kelompok mengklim sebagai yang paling berhak atas kekuasaan untuk mengatur umat Islam. Tidak hanya antara Sunni dengan Syiah, antara Sunni dengan Sunni pun saling bertikai hanya untuk menjadi penguasa. Ini terlihat dari munculnya dinasti-dinasti baru selepas dinasti Umayah. Anehnya, pertikaian perebutan kekuasaan ini terus berlanjut hingga sekarang, seperti yang terjadi di Suriah dan Irak. Sunni-Syiah dibenturkan oleh orang-orang haus darah, haus kekuasaan, yang tanpa sadar telah menguntungkan musuh-musuh sejati Islam: Zionis dan Imprialis. Islam seharusnya hanyalah Islam.[19] Bukan Sunni, bukan pula Syiah. Namun jika berkaitan dengan masalah agama dan keimanan, manusia seolah "dipaksa" untuk meyakini sesuatu, bahkan terhadap hal yang tidak nalar sekalipun. Akibatnya kita terjebak pada dogma yang mengikat, pada ketiadaan pilihan, padahal Islam adalah agama progresif dan Tuhan YME tidak mungkin mengajarkan agamaNya tanpa mampu dimengerti oleh hamba-hambaNya sendiri. Islam adalah agama rasional, sebagaimana janji Allah pun rasional. Hanya akal dan nurani jernih yang mampu memahami ajaran dan maksud Allah Swt. Wallahu a'lam ..... Perlu dibaca: Syiah Dan Sunni, Konflik Yang Direkayasa Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah Hati-hati, Lima Doktrin Syiah Iran Ini Sangat Berbahaya! [1]Dalam ayat lain: "Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan." (Ulangan 18:15) [2]Lihat Bukhari No. 3430, 4064; Muslim No. 4418, 4419, 4420, 4421; Tirmidzi No. 3658, 3663, 3664; Ibnu Majah No. 112, 118; Ahmad No. 1384, 1408, 1423, 1427, 1450, 1465, 1498, 1514, 1522, 2903, 10842, 14111, 25834, 26195. [3] Lihat "Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni"[4] Asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surat Al-Maidah ayat 55, sebagai berikut: Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadits dalam kitab Al-Awsath melalui sanad yang di dalamnya banyak terdapat rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal) dari Ammar bin Yasir yang menceritakan, "Pada suatu hari datang seorang pengemis kepada Ali bin Abu Thalib, sedangkan waktu itu Ali sedang ruku' dalam shalat sunah. Kemudian ia melepaskan cincinnya dan memberikannya kepada pengemis itu. Lalu turunlah ayat: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55)". Dan hadits ini mempunyai syahid (saksi) dari hadits lain yang memperkuatnya. Abdurrazaq telah berkata, "Abdul Wahhab bin Mujahid menceritakan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55), bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abu Thalib". Ibnu Murdawaih meriwayatkannya dari jalur lain, dari Ibnu Abbas dengan makna yang sama. Dan telah diketengahkan pula hadits yang serupa dari Ali secara langsung. Ibnu Jarir mengetengahkan dari Mujahid, dan juga Ibnu Abu Hatim dari Salamah bin Kuhail hadits yang serupa; kesemuanya itu adalah saksi-saksi yang satu sama lainnya saling memperkuat. [5] Dari Ummu Salamah: Nabi Saww menyelimuti Hasan, Husain, Ali, dan Fatimah dengan kain (kisa), kemudian beliau berdo'a: "Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku dan orang-orang istimewaku (khashshati), maka hilangkanlah dosa dari diri mereka dan sucikanlah mereka dengan sesuci-sucinya." (HR. Tirmidzi 3806 dan Ahmad 25383) [6] "Panggillah Harun abangmu beserta anak-anaknya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar, dan khususkanlah mereka supaya dapat melayani Aku sebagai imam." (Keluaran 28:2) [7] Lihat Muslim No. 4450; Tirmidzi No. 3129, 3130, 3719, 3806; Ahmad No. 2903, 13231, 13529, 16374, 25300, 25339, 25383. Atau baca artikel "Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?"[8] Lihat juga Muslim No. 3395, 3397; Abu Daud No. 3732; Ahmad No. 19922, 19963, 20022, 20046, 20112. [9] Menarik untuk dikaji "Ali bin Abi Thalib sebagai Pintu Ilmu Nabi: Fakta dan Data". Baca juga kisah-kisah tentang keluasan Pengetahuan Ali berikut: 1. Aku Kota Ilmu, Ali Pintunya 2. Kisah Sahabat Yang Memiliki Kecerdasan Matematis 3. Kecerdasan Sayyidina Ali RA 4. Ali Bin Abi Thalib Dan Sepuluh Orang Penguji 5. Keagungan Allah, Kehebatan Ali, Kecerdasan Tamlikha[10] Lihat "Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?"[11]Dalam hadits Muslim No. 3396, Jabir bin Samurah mengatakan: "Kemudian beliau menyebutkan kata-kata yang tidak aku fahami". Mungkin pada saat itu Nabi Saww menyebutkan nama-nama 12 Imam namun nama-nama itu sebagian belum dikenalnya sehingga akhirnya Jabir berkesimpulan bahwa 12 Imam itu semuanya dari bangsa Quraisy. Wallahu a'lam...[12] Lihat Musnad Ahmad No. 17749, 18519, dan masih banyak hadits lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca "Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni"[13] Buku menarik untuk dikaji: "Saqifah, Awal Perselisihan Umat" karya O. Hashem bisa di-download disini. [14] Imam Muhammad Abu Zuhrah dalam kitabnya tentang Ibnu Taimiyyah telah membahas sebagian firqah Syiah seperti Zaidiyah dan 12 Imam (Itsna 'Asy'ariyah) tanpa menyebut sedikit pun tentang sikap negatif Ibnu Taimiyyah. Tetapi ketika menyebutkan Ismailiyah, dia berkata: "Inilah firqah yang ditentang oleh Ibnu Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah memeranginya dengan pena, lidah dan pedang." (Ibnu Tayyimah, karangan Muhammad Abu Zuhreh, hlm. 170) [15] Dalam hadits lain disebutkan: "Al-Mahdi dari keturunan kami, Ahlul Bait, yang Allah memperbaikinya dalam satu malam." (HR. Ibnu Majah No. 4075; Ahmad No. 610) [16] Lihat Ahmad No. 3390; dan Tirmidzi No. 2157, 2156. [17] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (Al Imran ayat 55). [18] Menarik untuk dibaca: "Mengenal Al-Imam Al-Mahdi"[19] "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam" (Al-Imran : 19)</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (eNeS)</itunes:author><itunes:summary>Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajak berdebat saudaraku umat Kristiani karena pasti tidak akan mencapai titik temu. Bagi kita, "Lakum diinukum walyadiin" (Untukmu agamamu, untukku agamaku [QS. 109:6]). Tulisan ini pun tidak dimaksudkan untuk mengubah keyakinan orang yang sudah mengakar puluhan tahun. Tulisan ini murni sebuah hasil telaah terhadap kitab suci, hadits, dan pendapat dari berbagai madzhab pemikiran. Adapun nanti mau diterima atau tidak, itu masalah lain. Saya hanya menyampaikan sebuah paradigma (menurut saya) dari hasil telaah itu. Selanjutnya, terserah anda :) Nubuat Nabi Terakhir Dalam Bibel banyak ditemukan nubuat (berita kenabian) Nabi Muhammad Saww. Namun yang paling gamblang adalah nubuat dalam Kitab Ulangan 18:18-19, berikut: "seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu, yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban." (Ulangan 18:18-19)[1] Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Nabi yang akan dibangkitkan Tuhan memiliki empat kriteria: Berasal dari antara saudara bangsa Israel, Nabi itu seperti Musa, Ucapan dari mulutnya merupakan firman Tuhan, Yang diucapkan Nabi itu "demi nama Tuhan". Nabi yang memenuhi keempat kriteria tersebut hanyalah Nabi Muhammad Saww. Hal ini bisa dilihat pada penjelasan berikut: Muhammad berasal dari saudara bangsa Israel, karena merupakan keturunan Ismail As. Sedangkan bangsa Israel berasal dari keturunan Yakub As (nama lain Yakub adalah Israel). Dan Yakub As merupakan anak dari Ishak As, adik Ismail As. Muhammad memiliki banyak kesamaan dengan Musa dibandingkan Nabi-nabi lain setelah Musa (akan dijelaskan nanti). Ucapan yang keluar dari mulut Muhammad merupakan firman (wahyu) Tuhan, sebagaimana firman Tuhan: "Dan dia tidak berbicara menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (Al-Najm ayat 3 dan 4) Muhammad selalu mengawali setiap ucapannya dengan "bismillah" (demi nama Tuhan). Kata "bi" dalam Bahasa Arab bisa berarti "demi". Contohnya: orang yang bersumpah "demi Tuhan", dalam Bahasa Arab diucapkan "billah". Kesamaan Antara Musa dan Muhammad Dibandingkan antara Nabi Musa dengan Nabi-nabi lain setelahnya, Nabi Muhammad-lah yang memiliki banyak kesamaan dengan Nabi Musa. Hal ini bisa dilihat dari kesamaan-kesamaan antara keduanya berikut ini: Musa mempunyai ayah dan ibu. Muhammad mempunyai ayah dan ibu. Musa lahir secara normal dan alamiah (melalui hubungan fisik antara ayah dan ibu). Muhammad lahir secara normal dan alamiah. Musa menikah. Muhammad menikah. Musa mempunyai anak. Muhammad mempunyai anak. Musa diyakini sebagai Nabi (bukan sebagai Tuhan atau anak Tuhan) oleh pengikutnya. Muhammad diyakini sebagai Nabi oleh pengikutnya. Musa diikuti oleh banyak pengikut (lebih dari 12). Muhammad diikuti oleh banyak pengikut. Musa eksodus (hijrah) dari Mesir menuju Kana'an. Muhammad hijrah dari Mekkah menuju Madinah. Musa berperang melawan orang-orang yang menentangnya. Muhammad berperang melawan orang-orang yang menentangnya. Musa bertemu Tuhan di Gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan. Muhammad bertemu Tuhan di Syidratulmuntaha untuk menerima perintah Shalat 5 waktu. Musa membawa hukum baru (hukum Taurat). Muhammad membawa hukum baru (hukum Al-Qur'an), bukan menggenapi hukum Taurat. Musa diberi Tuhan kota suci Yerusalem. Muhammad diberi Tuhan kota suci Makkah. Musa menjadi pemimpin dan hakim bagi pengikutnya (Bilangan 15:32-36). Muhammad menjadi pemimpin dan hakim bagi pengikutnya. Dalam menyampaikan risalahNya, Musa didampingi Harun, saudaranya. Muhammad didampingi Ali, sepupunya. Musa menunjuk Yosua bin Nun, mantan budak yang masih muda, sebagai jenderal (Ulangan 34:9). Muhammad menunjuk Usamah bin Zaid, mantan budak yang berusia sekitar 18 tahun, sebagai jenderal. Musa meninggal dalam kematian yang wajar. Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar. Musa dikuburkan di dunia. Muhammad dikuburkan di dunia. Dengan 16 kesamaan itu maka sepantasnya Muhammad-lah yang disebut Kristus itu, Muhammad-lah yang disebut Mesias itu, Nabi yang dinanti-nantikan untuk membawa keselamatan kepada umat manusia. Muhammad-lah sang Juru Selamat itu karena hanya beliau yang memenuhi keempat kriteria sebagai Nabi yang dijanjikan Tuhan. Nubuat Belum Berakhir Jika kita telaah lebih jauh, ternyata nubuat ini tidak berhenti sampai wafatnya kedua Nabi tersebut. Seharusnya ada kesamaan yang ke-17 antara Nabi Musa As dan Nabi Muhammad Saww. Setelah Nabi Musa As wafat, tampuk kepemimpinan (Imamah) dan kenabian diteruskan oleh saudaranya, Nabi Harun As. Maka seharusnya setelah Nabi Muhammad Saww wafat, tampuk kepemimpinan diteruskan oleh sepupunya, Ali bin Abi Thalib, karena kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa, namun bukan sebagai Nabi karena setelah beliau tidak ada lagi Nabi.[2] Banyaknya hadits yang menyatakan bahwa kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa, dan hadits-hadits yang menyatakan bahwa Ali adalah wali atas setiap mu'min sepeninggal Nabi Saww,[3] seolah beliau ingin menegaskan kepada para shahabat dan umat Islam pada waktu itu (juga sekarang) bahwa yang harus menjadi pengganti beliau adalah Ali, seperti halnya pengganti Musa As adalah Harun As, namun kedudukan Ali bukanlah sebagai Nabi melainkan sebagai Imam atau wali atas setiap mu'minin. Bahkan tidak berhenti sampai di situ, kepemimpinan Ilahiah (Imamah) ini masih terus berlanjut. Sepeninggal Musa As, kepemimpinan dilanjutkan oleh keluarga Harun As, sebagaimana firman Tuhan berikut: "Panggillah Harun abangmu beserta anak-anaknya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar, dan khususkanlah mereka supaya dapat melayani Aku sebagai imam." (Keluaran 28:2) "TAHBISKANLAH Harun, abangmu itu, serta putra-putranya, yaitu Nadab, Abihu, Eleazar, dan Itamar, sebagai imam untuk melayani Aku." (Keluaran 28:5) "Kau ikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkan destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan Imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentahbiskan Harun dan anak-anaknya." (Keluaran 29:9) Begitupun seharusnya kepemimpinan selepas Nabi Saww dilanjutkan oleh Ali dan keturunannya. Hal ini bisa dipahami dari firman Allah berikut: إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ "Sesungguhnya wali (imam) kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat sedangkan mereka dalam keadaan ruku'." (Al-Maidah ayat 55)Penggunaan kalimat jamak (orang-orang) dan kata "hum" (mereka) dalam ayat tersebut bisa (harus) dimaknai sebagai Ali dan keturunannya karena kalimat "alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun" merujuk kepada Ali bin Abi Thalib.[4] Maka tidaklah mengherankan jika kemudian Nabi Saww mengkhususkan keluarga Ali[5] seperti Nabi Musa As mengkhususkan keluarga Harun As,[6] dan Allah hendak menghilangkan dosa serta mensucikan mereka[7] karena mereka dipersiapkan untuk menjadi Imam bagi umat Islam sepeninggal Nabi Saww, seperti halnya Allah mentahbiskan (mensucikan) keluarga Harun As untuk menjadi Imam bagi bangsa Israel. 12 Imam Keturunan Ibrahim Al-Qur'an menyebutkan bahwa Allah Swt akan menjadikan Nabi Ibrahim As beserta keturunannya untuk menjadi Imam bagi seluruh umat manusia: وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu sebagai imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata (memohon): "Dan dari keturunanku (juga)". Allah berfirman: "Janji-Ku ini tidak mengenai orang-orang zalim (dari keturunanmu)"." (Al-Baqarah ayat 124)Sebagaimana diketahui bahwa Nabi Ibrahim As memiliki dua orang putra, yaitu: Ismail As dan Ishak As. Dari kedua putra Nabi Ibrahim As inilah Allah akan menjadikan Imam-imam bagi seluruh umat manusia, namun tentu saja janji Allah ini tidak berlaku bagi keturunan Ibrahim As yang berbuat zalim, sesat, fasik, dan mengingkari petunjuk Allah (kafir). Dalam Kitab Suci Al-Qur'an, Allah telah menjadikan 12 Imam dari bangsa Israel (keturunan Ishak As): وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ... "Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat dari antara mereka dua belas orang pemimpin..." (Al-Maidah ayat 12) sedangkan dalam Taurat, Allah menjanjikan akan menjadikan 12 Imam dari keturunan Ismail As: "Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20) Bahkan dalam hadits pun disebutkan: Dari Jabir bin Samurah, dia berkata: Nabi Saww bersabda: "Perkara (kepemimpinan) ini akan senantiasa kuat hingga dua belas khalifah." Jabir berkata: Kemudian beliau menyebutkan kata-kata yang tidak aku fahami, maka aku pun bertanya pada ayahku: "Apa yang dikatakan beliau?" Dia menjawab: "Mereka semua dari bangsa Quraisy." (HR. Muslim No. 3396)[8] Jika Imam-imam bangsa Israel sepeninggal Musa As berasal dari keluarga Harun As, maka sudah sepantasnya Imam-imam dari keturunan Ismail As juga berasal dari keluarga Ali, karena: Kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Ali merupakan sepupu Nabi Saww sehingga sudah bisa dipastikan berasal dari keturunan Ismail. Ali adalah suami dari Fatimah, anak Nabi Saww, sehingga keturunan mereka berdua merupakan cucu-cucu Nabi Saww. Ali merupakan "pintu" ilmu Nabi Saww[9] sehingga pengetahuannya tentang dienul Islam tidak diragukan lagi. Dan tentunya, pengetahuannya itu diteruskan kepada anak-cucunya secara turun temurun. Keluarga Ali (Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain) merupakan Ahlul Bait yang dihilangkan dosanya dan disucikan sesuci-sucinya.[10] Bahkan secara eksplisit, seperti yang diceritakan Saddad Abu 'Amar, Nabi Saww pun pernah menyatakan bahwa hak Imamah adalah untuk Ahlul Bait, yakni ketika beliau mendudukkan Hasan dan Husain di atas pangkuannya lalu melipatkan pakaiannya pada Hasan dan Husain kemudian beliau membacakan ayat tathhir: "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya." (Al­-Ahzab ayat 33) dan berkata: "Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku dan ahlul baitku-lah yang paling berhak." (HR. Ahmad No. 16374) Namun sayang sejarah telah bergulir. Ketidakfahaman para shahabat pada kata-kata Nabi Saww ketika menjelaskan 12 Imam;[11] Pidato Nabi Saww di Ghadir Khum, menyangkut pengangkatan Ali sebagai wali mu'minin,[12] yang sudah terlupakan oleh para shahabat; dan perubahan sikap para shahabat selepas Nabi Saww wafat, telah memunculkan Peristiwa Saqifah sehingga arah sejarah berubah dan berakibat munculnya pertikaian umat Islam dalam masalah Imamah hingga sekarang.[13] 12 Imam Menurut Sunni Dan Syiah Menyangkut masalah Imamah, Sunni dan Syiah sepakat bahwa sepeninggal Nabi Saww akan ada 12 Imam sebagai pengganti beliau. Hanya saja, Sunni beranggapan bahwa 12 Imam tersebut hanya berasal dari bangsa Quraisy, sedangkan Syiah berpendapat bahwa 12 Imam tersebut harus berasal dari keturunan Ismail melalui keturunan Ali bin Abi Thalib. Hal ini bukan karena Ali sebagai suami Fatimah, sehingga anak-anaknya bernasab kepada Nabi Saww, tetapi karena kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa. Perbedaan masalah Imamah inilah sebenarnya yang paling mencolok antara Sunni dan Syiah dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan lain yang menyangkut masalah furu'iyah (cabang). Dan di masa lalu, perbedaan ini telah melahirkan konflik yang berkepanjangan dan berdarah-darah hanya untuk menentukan siapa yang paling berhak berkuasa (diangkat sebagai khalifah) atas umat Islam. 12 Imam Menurut Sunni Masalah 12 Imam dalam pandangan Sunni masih mengambang hingga sekarang. Hal ini disebabkan tidak adanya kejelasan kriteria menyangkut siapa saja yang pantas dimasukkan sebagai Imam. Masing-masing Ulama Sunni berbeda pendapat mengenai masalah ini. Bahkan ada beberapa Ulama Sunni yang mempertanyakan keberadaan 12 Imam ini. Berikut beberapa pendapat Ulama Sunni yang mempertanyakan 12 Imam, yang saya copas dari Blog Haekal Siregar: Qadi 'Iyad al-Yahsubi: Adalah keliru untuk membatasinya hanya sampai angka dua belas. Nabi (saw) tidak mengatakan bahwa jumlahnya hanya dua belas dan bahwa tidak ada tambahan lagi. Maka mungkin saja jumlahnya lebih banyak lagi. [Al-Nawawi, Sharh Sahih Muslim, 12:201-202; Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari, 16:339] Ibn Hajar al-'Asqalani: Tidak seorang pun mengerti tentang hadis dari Sahih Bukhari ini. Adalah tidak benar untuk mengatakan bahwa Imam-imam itu akan hadir sekaligus pada satu saat bersamaan (mungkin merujuk pada pendapat yang memasukkan nama Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abu Sofyan, serta Husain bin Ali dan Yazid bin Mu'awiyah, yang sama-sama berada dalam satu masa. - pen.). [Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari 16:338-341] Al-Bayhaqi: Angka (dua belas) ini dihitung hingga periode Walid bin Abdul Malik. Sesudah ini, muncul kerusakan dan kekacauan. Lalu datang masa dinasti Abbasiyah. Laporan ini telah meningkatkan jumlah Imam-imam. Jika kita abaikan karakteristik mereka yang datang sesudah masa kacau-balau itu, maka angka tadi menjadi jauh lebih banyak. [Ibn Kathir, Ta'rikh, 6:249; Al-Suyuti, Tarikh al-Khulafa Halaman 11] Ibn Kathir: Barang siapa mengikuti Bayhaqi dan setuju dengan pernyataannya bahwa kata ‘Jama’ah’ berarti Khalifah-khalifah yang datang secara tidak berurutan hingga masa Walid bin Yazid bin Abdul Malik yang jahat dan sesat itu, maka berarti ia (orang itu) setuju dengan hadis yang kami kritik dan mengecualikan tokoh-tokoh tadi. Dan jika kita menerima Kekhalifahan Ibnu Zubair sebelum Abdul Malik, jumlahnya menjadi enam belas. Padahal jumlah seluruhnya seharusnya ada dua belas sebelum Umar bin Abdul Aziz. Dalam perhitungan ini, Yazid bin Muawiyah termasuk di dalamnya sementara Umar bin Abdul Aziz tidak dimasukkan. Meski demikian, sudah menjadi pendapat umum bahwa para ulama menerima Umar bin Abdul Aziz sebagai seorang Khalifah yang jujur dan adil. [Ibn Kathir, Ta'rikh, 6:249-250] 12 Imam Menurut Syiah Berbeda dengan Sunni, Syiah lebih jelas dalam menentukan masalah Imamah ini karena, menurut mereka, Imam sebagai pengganti Nabi Saww harus berasal dari keturunan Ahlul Bait yang disucikan. Sekalipun pada akhirnya hanya Syiah Itsna 'Asy'ariyah yang secara konsisten menempatkan 12 Imam dari keturunan Ahlul Bait, sementara aliran Syiah lain, seperti Ismailiyah dan Zaidiyah, tidak begitu jelas (sayang saya tidak menemukan referensi dari aliran Syiah Fathimiyah menyangkut Imamah), seperti terlihat dalam daftar nama-nama Imam berikut: Pandangan Itsna 'Asy'ariyah (Madzhab Ja'fari)1. Ali bin Abi Thalib 2. Hasan bin Ali (Hasan al-Mujtaba) 3. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) 4. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) 5. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Baqir) 6. Ja'far bin Muhammad (Ja'far ash-Shadiq) 7. Musa bin Jafar (Musa al-Kadzim) 8. Ali bin Musa (Ali ar-Ridha) 9. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Jawad atau Muhammad at-Taqi) 10. Ali bin Muhamad (Ali al-Hadi) 11. Hasan bin Ali (Hasan al-Asykari) 12. Muhammad bin Hasan (Muhammad al-Mahdi) Pandangan Ismailiyah (Madzhab Ismaili)1. Ali bin Abi Thalib 2. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) 3. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) 4. Muhammad bin Ali (Muhammad al-Baqir) 5. Ja'far bin Muhammad (Ja'far ash-Shadiq) 6. Ismail bin Ja'far Dalam kepercayaan Ismailiyah,[14] Hasan bin Ali tidak termasuk Imam. Yang termasuk Imam sebenarnya pengganti Nabi Saww hanya lima Imam di atas. Dan Imam ke-6 bukan Musa bin Jafar (Musa al-Kadzim) melainkan Ismail bin Ja'far, saudaranya. Dari keturunan Ismail bin Ja'far inilah garis Imamah Ismailiyah diteruskan sampai ke Shah Karim Al-Husayni, Imam ke 49, dan terus berlanjut dari keturunan Aga Khan. Pandangan Zaidiyah (Madzhab Zaidi)1. Ali bin Abi Thalib 2. Hasan bin Ali (Hasan al-Mujtaba) 3. Husain bin Ali (Husain asy-Syahid) 4. Ali bin Husain (Ali Zainal Abidin) 5. Zaid bin Ali, saudara tiri Muhammad al-Baqir Zaidiyah beranggapan bahwa empat Imam pertama adalah Imam yang sebenarnya pengganti Nabi Saww, tetapi Imam ke-5 bukanlah Muhammad al-Baqir, melainkan Zaid bin Ali. Dan untuk selanjutnya Imamah dipindahkan dari Zaid bin Ali kepada pengikutnya yang diangkat sebagai Imam. Dengan demikian setelah Zaid bin Ali Imamah tidak harus berasal dari keturunan Ali bin Abi Thalib. Mencari Kesesuaian Pendapat Dari pendapat Sunni dan Syiah di atas, yang mendekati kesesuaian dengan nubuat Nabi Muhammad Saww (Ulangan 18:18-19), pentahbisan keluarga Harun As (Keluaran 28:2-5 dan 29:9), dan janji Allah kepada keturunan Ismail (Kejadian 17:20), hanyalah pendapat Syiah Itsna 'Asy'ariyah, karena dalam pandangan mereka, pengganti Nabi Saww harus berasal dari Ahlul Bait yang disucikan dan terus berlanjut dari keturunan Husain bin Ali hingga Imam ke 12, Muhammad bin Hasan (Muhammad al-Mahdi). Jika "dipaksa" dikait-kaitkan, sebenarnya ada "benang merah" antara sabda Nabi Saww menyangkut keturunan Husain ini: "Husain bagian dariku dan aku bagian dari Husain. Allah akan mencintai orang yang mencintai Husain. Dan Husain termasuk sibt (keturunan yang akan menurunkan banyak umat) dari beberapa umat." (HR. Tirmidzi No. 3708) dengan firman Allah berikut: "Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar." (Kejadian 17:20) Sekalipun argumen ini lemah, tapi paling tidak dapat menunjukkan bahwa keturunan Ismail As melalui Abdul Muththalib, kakek Nabi Saww dan Ali, akan dijadikan sebagai bangsa yang besar dan memperanakkan dua belas raja (Imam), sebagaimana Allah menjadikan bangsa yang besar dan menjadikan 12 Imam dari keturunan Ishak As melalui Yakub As. Secara eksplisit, perihal 12 Imam hingga Imam Mahdi (Imam ke-12) berasal dari Ahlul Bait (dari keturunan Fatimah) dijelaskan Nabi Saww berikut: "Al-Mahdi berasal dari keluarga terdekatku, dari keturunan Fatimah." (HR. Abu Daud No. 3735; Ibnu Majah No. 4076)[15] Bahkan nama Imam Mahdi ini pun sama dengan nama Nabi Saww, yaitu: Muhammad. Dan dia akan berkuasa sebelum hari kiamat tiba.[16] Dan dalam kepercayaan Syiah Itsna 'Asy'ariyah, Imam Mahdi ini berasal dari keturunan Hasan bin Ali (Hasan al-Asykari), yang bernama Muhammad bin Hasan, yang tengah mengalami "keghaiban". Ghaibnya Imam terakhir dari keturunan Ismail, Muhammad bin Hasan, ini berkesuaian dengan ghaibnya Nabi terakhir dari keturunan bangsa Israel, Nabi Isa As.[17] Dan konon, kelak keduanya akan dibangkitkan bersama-sama untuk menyelamatkan umat manusia dari kesesatan.[18] Akhirnya Kembali Pada Keyakinan Sepintas kelihatannya Allah Swt telah melakukan nepotisme dalam masalah Imamah ini. Bermula dari keturunan Ibrahim As (Ismail As dan Ishak As), kemudian berlanjut hingga Imam ke-12 dari kedua keturunan Ibrahim As tersebut. Namun apakah salah jika Allah Swt berkendak demikian? Apakah salah jika Allah menjanjikan Imamah hanya kepada keturunan Ibrahim As yang shaleh dan disucikan (ditahbiskan) oleh-Nya (Al-Baqarah ayat 124)? Apakah salah jika Allah Swt memilih keluarga Harun As sebagai penerus Musa As dan memilih keluarga Ali As sebagai penerus Muhammad Saww? Memang sulit untuk bisa menerima pandangan ini lebih-lebih jika masih terjebak pada pengkotakan antara Sunni-Syiah, padahal Islam seharusnya hanyalah Islam, seperti ketika Nabi Saww memperkenalkan agama ini. Sunni-Syiah hanyalah "akibat" dari pergolakan politik di masa lalu dimana masing-masing kelompok mengklim sebagai yang paling berhak atas kekuasaan untuk mengatur umat Islam. Tidak hanya antara Sunni dengan Syiah, antara Sunni dengan Sunni pun saling bertikai hanya untuk menjadi penguasa. Ini terlihat dari munculnya dinasti-dinasti baru selepas dinasti Umayah. Anehnya, pertikaian perebutan kekuasaan ini terus berlanjut hingga sekarang, seperti yang terjadi di Suriah dan Irak. Sunni-Syiah dibenturkan oleh orang-orang haus darah, haus kekuasaan, yang tanpa sadar telah menguntungkan musuh-musuh sejati Islam: Zionis dan Imprialis. Islam seharusnya hanyalah Islam.[19] Bukan Sunni, bukan pula Syiah. Namun jika berkaitan dengan masalah agama dan keimanan, manusia seolah "dipaksa" untuk meyakini sesuatu, bahkan terhadap hal yang tidak nalar sekalipun. Akibatnya kita terjebak pada dogma yang mengikat, pada ketiadaan pilihan, padahal Islam adalah agama progresif dan Tuhan YME tidak mungkin mengajarkan agamaNya tanpa mampu dimengerti oleh hamba-hambaNya sendiri. Islam adalah agama rasional, sebagaimana janji Allah pun rasional. Hanya akal dan nurani jernih yang mampu memahami ajaran dan maksud Allah Swt. Wallahu a'lam ..... Perlu dibaca: Syiah Dan Sunni, Konflik Yang Direkayasa Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah Hati-hati, Lima Doktrin Syiah Iran Ini Sangat Berbahaya! [1]Dalam ayat lain: "Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan." (Ulangan 18:15) [2]Lihat Bukhari No. 3430, 4064; Muslim No. 4418, 4419, 4420, 4421; Tirmidzi No. 3658, 3663, 3664; Ibnu Majah No. 112, 118; Ahmad No. 1384, 1408, 1423, 1427, 1450, 1465, 1498, 1514, 1522, 2903, 10842, 14111, 25834, 26195. [3] Lihat "Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni"[4] Asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya) surat Al-Maidah ayat 55, sebagai berikut: Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadits dalam kitab Al-Awsath melalui sanad yang di dalamnya banyak terdapat rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal) dari Ammar bin Yasir yang menceritakan, "Pada suatu hari datang seorang pengemis kepada Ali bin Abu Thalib, sedangkan waktu itu Ali sedang ruku' dalam shalat sunah. Kemudian ia melepaskan cincinnya dan memberikannya kepada pengemis itu. Lalu turunlah ayat: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55)". Dan hadits ini mempunyai syahid (saksi) dari hadits lain yang memperkuatnya. Abdurrazaq telah berkata, "Abdul Wahhab bin Mujahid menceritakan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55), bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abu Thalib". Ibnu Murdawaih meriwayatkannya dari jalur lain, dari Ibnu Abbas dengan makna yang sama. Dan telah diketengahkan pula hadits yang serupa dari Ali secara langsung. Ibnu Jarir mengetengahkan dari Mujahid, dan juga Ibnu Abu Hatim dari Salamah bin Kuhail hadits yang serupa; kesemuanya itu adalah saksi-saksi yang satu sama lainnya saling memperkuat. [5] Dari Ummu Salamah: Nabi Saww menyelimuti Hasan, Husain, Ali, dan Fatimah dengan kain (kisa), kemudian beliau berdo'a: "Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku dan orang-orang istimewaku (khashshati), maka hilangkanlah dosa dari diri mereka dan sucikanlah mereka dengan sesuci-sucinya." (HR. Tirmidzi 3806 dan Ahmad 25383) [6] "Panggillah Harun abangmu beserta anak-anaknya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar, dan khususkanlah mereka supaya dapat melayani Aku sebagai imam." (Keluaran 28:2) [7] Lihat Muslim No. 4450; Tirmidzi No. 3129, 3130, 3719, 3806; Ahmad No. 2903, 13231, 13529, 16374, 25300, 25339, 25383. Atau baca artikel "Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?"[8] Lihat juga Muslim No. 3395, 3397; Abu Daud No. 3732; Ahmad No. 19922, 19963, 20022, 20046, 20112. [9] Menarik untuk dikaji "Ali bin Abi Thalib sebagai Pintu Ilmu Nabi: Fakta dan Data". Baca juga kisah-kisah tentang keluasan Pengetahuan Ali berikut: 1. Aku Kota Ilmu, Ali Pintunya 2. Kisah Sahabat Yang Memiliki Kecerdasan Matematis 3. Kecerdasan Sayyidina Ali RA 4. Ali Bin Abi Thalib Dan Sepuluh Orang Penguji 5. Keagungan Allah, Kehebatan Ali, Kecerdasan Tamlikha[10] Lihat "Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?"[11]Dalam hadits Muslim No. 3396, Jabir bin Samurah mengatakan: "Kemudian beliau menyebutkan kata-kata yang tidak aku fahami". Mungkin pada saat itu Nabi Saww menyebutkan nama-nama 12 Imam namun nama-nama itu sebagian belum dikenalnya sehingga akhirnya Jabir berkesimpulan bahwa 12 Imam itu semuanya dari bangsa Quraisy. Wallahu a'lam...[12] Lihat Musnad Ahmad No. 17749, 18519, dan masih banyak hadits lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca "Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni"[13] Buku menarik untuk dikaji: "Saqifah, Awal Perselisihan Umat" karya O. Hashem bisa di-download disini. [14] Imam Muhammad Abu Zuhrah dalam kitabnya tentang Ibnu Taimiyyah telah membahas sebagian firqah Syiah seperti Zaidiyah dan 12 Imam (Itsna 'Asy'ariyah) tanpa menyebut sedikit pun tentang sikap negatif Ibnu Taimiyyah. Tetapi ketika menyebutkan Ismailiyah, dia berkata: "Inilah firqah yang ditentang oleh Ibnu Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah memeranginya dengan pena, lidah dan pedang." (Ibnu Tayyimah, karangan Muhammad Abu Zuhreh, hlm. 170) [15] Dalam hadits lain disebutkan: "Al-Mahdi dari keturunan kami, Ahlul Bait, yang Allah memperbaikinya dalam satu malam." (HR. Ibnu Majah No. 4075; Ahmad No. 610) [16] Lihat Ahmad No. 3390; dan Tirmidzi No. 2157, 2156. [17] (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". (Al Imran ayat 55). [18] Menarik untuk dibaca: "Mengenal Al-Imam Al-Mahdi"[19] "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam" (Al-Imran : 19)</itunes:summary><itunes:keywords>Agama</itunes:keywords></item><item><title>Melacak Hak Kepemimpinan Ali Dalam Kitab Hadits Sunni</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/melacak-hak-kepemimpinan-ali-dalam.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Mon, 9 Dec 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6524708703890523961</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-WiCl4OoNXv4/UpHztm0m4WI/AAAAAAAAR1A/Ja5MDaEFweA/s200/Ali-Imam.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width:30%;" /&gt;Kekhalifahan Ali memang tidak segempita 'Umar yang melakukan banyak ekspansi ke berbagai wilayah, juga tidak sefenomenal Utsman  yang melakukan finishing pembukuan Al-Qur'an yang sudah dimulai sejak jaman Abu Bakar. Namun perannya sebagai penjaga perdamaian umat Islam dan sumber bertanya menyangkut &lt;i&gt;dienul Islam&lt;/i&gt; ketika itu tidak bisa dipandang remeh. &lt;br/&gt;Dengan segala kearifannya, Ali lebih memilih berkompromi daripada berseteru dan menuntut haknya, karena menurutnya, jika hal itu ia lakukan maka yang akan menjadi tumbal adalah kaum muslimin sendiri. &lt;br/&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Pada tulisan ini saya tidak ingin mengungkit-ngungkit sejarah yang sudah berlalu -&lt;i&gt;let bygones be bygones&lt;/i&gt;, yang lalu biarlah berlalu- namun hanya ingin mengungkapkan riwayat-riwayat yang termuat dalam kitab-kitab hadits kita, Sunni, yang selama ini kurang (jarang) diketahui, akibatnya kita mudah terjebak pada prasangka, fitnah, bahkan pengkafiran terhadap orang-orang yang menganggap hak imamah/wilayah adalah milik Ali. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sekarang, bukan saatnya lagi kita saling menyalahkan apalagi mengkafirkan satu sama lain. Di tengah mudahnya melacak hadits-hadits dari kitab-kitab hadits kita sendiri, ditambah mudahnya melacak sejarah dari berbagai versi, seharusnya kita bisa lebih arif dan tidak mudah terjebak oleh hasutan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/karena-membenci-syiah-ahlul-bait-pun.html" target="_blank"&gt;orang-orang berpikiran dangkal&lt;/a&gt; yang ingin mengacak-ngacak persatuan dan persaudaraan umat muslim di dunia. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Berikut ini akan saya paparkan riwayat-riwayat yang berkaitan dengan hak kepemimpinan Ali sepeninggal Nabi Saww. Namun mengingat redaksinya yang panjang, saya hanya akan menuliskan intinya saja. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat langsung dari sumbernya dengan cara mengklik nomor-nomor haditsnya.  &lt;div class="subjdl"&gt;Sebelum Peristiwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teks_Pidato_Ghadir_Khum" target="_blank" title="Teks Pidato Ghadir Khum"&gt;Ghadir Khum&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Sulaiman Adl Dluba'i dari Yazid Ar Risyk dari Mutharrif bin Abdullah dari Imran bin Hushain dia berkata; Rasulullah Saww mengutus sebuah ekspedisi perang dan mengangkat Ali bin Abu Thalib sebagai pemimpin mereka..... maka Rasulullah Saww menghadapkan mukanya dan tampak dari raut wajahnya beliau sangat marah, baliau bersabda: "Apa yang kalian inginkan dari Ali?" Apa yang kalian inginkan dari Ali? Apa yang kalian inginkan dari Ali? &lt;span style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya Ali adalah bagian dariku dan aku bagian darinya, dia adalah walinya setiap orang yang beriman sepeninggalku.&lt;/span&gt;" Abu Isa berkata: "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya melainkan dari hadits Ja'far bin Sulaiman." (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3645&amp;x=23&amp;y=16" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3645&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah bercerita kepadaku Ajlah Al Kindi dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Buraidah, berkata: Rasulullah Saww mengirim dua utusan ke Yaman, salah satunya dipimpin Ali bin Abi Thalib dan yang lain dipimpin Khalid bin Al-Walid, beliau bersabda: "Bila kalian bertemu maka yang menjadi pemimpin adalah Ali dan bila kalian berpisah maka masing-masing dari kalian memimpin pasukannya."..... lalu aku melihat muka marah diwajah Rasulullah Saww kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, inilah aku meminta perlindungan kepadamu, sebab engkau sendiri yang mengutusku bersama seorang lelaki dan baginda memerintahkanku untuk menaatinya, dan aku hanya melakukan tugasku karena diutus." Rasulullah Saww bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Jangan membeci Ali karena ia adalah bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku. Ia bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku."&lt;/span&gt; (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=21934&amp;x=24&amp;y=15" target="_blank" title="Cek disini"&gt;21934&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Sa'id bin 'Ubaidah dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya bahwa ia melewati suatu majlis, mereka membicarakan 'Ali lalu ia berhenti dihadapan mereka, ia berkata: dulu dalam diriku ada sesuatu ganjalan terhadap Ali, dan Khalid bin Al-Walid juga seperti itu lalu, Rasulullah Saww mengutusku dalam tentara ekspedisi pasukan dipimpin Ali..... ternyata wajah Rasulullah Saww berubah lalu bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya."&lt;/span&gt; (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=21950&amp;x=27&amp;y=15" target="_blank" title="Cek disini"&gt;21950&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad, telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah, telah menceritakan kepada kami Abu Balj, telah menceritakan kepada kami Amru bin Maimun, berkata: "Aku duduk di samping Ibnu Abbas, ketika itu datang sembilan orang kepadanya..... kemudian Ibnu Abbas merekatkan bajunya sambil berkata: Cukup! Cukup! Mereka telah mencela seorang lelaki (Ali) yang memiliki sepuluh keutamaan. Mereka telah mencela seorang lelaki yang Nabi Saww berkata padanya: 'Aku akan berikan bendera (Perang Khaibar) kepada seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.'..... Lalu Nabi Saww berkata: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Tidakkah engkau ridlo berada di sisiku seperti kedudukannya Harun di sisi Musa? Hanya saja engkau bukan seorang Nabi? Tidak sepatutnya aku pergi (wafat) kecuali engkau sebagai penggantiku di Madinah."&lt;/span&gt; Nabi Saww juga berkata kepadanya: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Engkau adalah waliku atas setiap mu'min sepeninggalku."&lt;/span&gt; Nabi juga berkata: "Tutuplah semua pintu masjid (bagi orang junub) kecuali pintunya Ali". Berkata Ibnu Abbas: Lalu Ali masuk masjid dalam keadaan junub dan itu adalah jalannya tidak ada jalan untuknya kecuali jalan tersebut. Nabi juga bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Barang siapa yang aku adalah walinya maka Ali juga menjadi walinya."&lt;/span&gt;..... (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=2903&amp;x=24&amp;y=14" target="_blank" title="Cek disini"&gt;2903&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Sa'id bin 'Ubaidah dari Ibnu Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah Saww bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya."&lt;/span&gt; (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=21979&amp;x=21&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;21979&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan pada kami Muhammad bin Bassyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Salamah bin Kuhail dia berkata; saya mendengar Ath Thufail bercerita dari Abu Sarihah atau Zaid bin Arqam -Syu'bah ragu- dari Nabi Saww bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Sekiranya aku menjadikan seorang wali, maka Ali adalah walinya."&lt;/span&gt; Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."..... (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3646&amp;x=21&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3646&lt;/a&gt;)  &lt;div class="subjdl"&gt;Peristiwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teks_Pidato_Ghadir_Khum" target="_blank" title="Teks Pidato Ghadir Khum"&gt;Ghadir Khum&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Husain berkata, telah mengabarkan kepadaku Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid bin Jud'an dari Adi bin Tsabit dari Barra` bin 'Azib ia menuturkan, "Kami bersama Rasulullah Saww berangkat haji di waktu beliau melakukan haji. Lalu beliau singgah di tengah perjalanan, beliau lalu memerintahkan shalat berjama'ah. Kemudian beliau memegang tangan Ali ra dan bersabda: "Bukankah aku lebih utama bagi kaum mukmin dari pada jiwa-jiwa mereka?" Para sahabat menjawab; "Benar." Beliau melanjutkan kembali: "Bukankah aku lebih utama bagi seorang mukmin dari pada dirinya? Mereka menjawab; "Benar". Beliau bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Maka ini (Ali) merupakan wali bagi orang yang menjadikan aku sebagai walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang mencintainya. Ya Allah, musuhilah orang yang memusuhinya."&lt;/span&gt; (HR. Ibnu Majah No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ibnumajah&amp;keyNo=113&amp;x=18&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;113&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dari Adi bin Tsabit dari Al Baraa` bin Azib ia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah Saww dalam suatu perjalanan. Kemudian kami singgah di Ghadir Khum dan tak lama kemudian adzan shalat pun dikumandangkan. Sebagai tempat beliau, dibersihkanlah semak-semak yang berada di bawah dua batang pohon, baru kemudian beliau shalat Zhuhur. Setelah itu, beliau langsung memegang tangan Ali ra seraya bertanya: "Bukankah kalian telah mengetahui bahwa diriku lebih berhak terhadap kaum mukminin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab, "Benar." Beliau bertanya lagi, "Bukankah kalian telah mengetahui bahwa saya lebih berhak terhadap setiap mukmin atas dirinya sendiri?" para sahabat menjawab, "Benar." Kemudian beliau memegang erat tangan Ali dan bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Barang siapa yang menjadikan aku sebagai walinya, maka Ali juga merupakan wali baginya. Ya Allah, tolonglah orang-orang yang menolongnya, dan musuhilah orang yang memusuhinya."&lt;/span&gt; Setelah itu, &lt;span style="color:red;"&gt;Umar bin Khaththab ra&lt;/span&gt; berkata, &lt;span style="color:red;"&gt;"Selamat bagimu wahai Ali, kamu telah menjadi wali bagi setiap mu'min dan mu'minah."&lt;/span&gt;..... (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=17749&amp;x=18&amp;y=6" target="_blank" title="Cek disini"&gt;17749&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Al Mughirah dari Abu Ubaid dari Maimun Abu Abdullah ia berkata, Zaid bin Arqam berkata sementara saya mendengarnya; Kami pernah singgah di suatu lembah yang bernama Wadi Khum bersama Rasulullah Saww, kemudian beliau memerintahkan untuk shalat, maka beliau pun shalat pada pertengahan hari saat terik matahari begitu menyengat. Setelah itu, beliau berkhutbah kepada kami, sementara beliau dinaungi dari panasnya terik matahari dengan kain yang diletakkan di atas pohon Samurah. Kemudian beliau bersabda: "Bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama terhadap setiap mukmin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali adalah walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya?"&lt;/span&gt; (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=18519&amp;x=21&amp;y=13" target="_blank" title="Cek disini"&gt;18519&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik yakni Ibnu Abu Sulaiman, dari Athiyah Al 'Aufi ia berkata; Saya bertanya kepada Zaid bin Arqam, saya berkata, "Sesungguhnya, mertuaku telah menceritakan kepadaku suatu hadits dari Anda, terkait dengan Ali ra pada hari Ghadir Khum..... Ia berkata, "Ya. Waktu itu, kami berada di Juhfah, kemudian Rasulullah Saww menemui kami pada waktu zhuhur. Beliau memegang lengan Ali ra seraya bersabda: "Wahai sekalian manusia, bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama bagi kaum muslimin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali juga menjadi walinya."&lt;/span&gt; Saya bertanya kepada Zaid, "Apakah beliau mengatakan; &lt;span style="color:blue;"&gt;'Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya.'&lt;/span&gt;?" Zaid menjawab; "Yang saya beritakan kepada kalian hanyalah sebagaimana apa yang saya dengar." (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=18476&amp;x=21&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;18476&lt;/a&gt;)  &lt;div class="subjdl"&gt;Kesaksian Para Shahabat Atas Peristiwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teks_Pidato_Ghadir_Khum" target="_blank" title="Teks Pidato Ghadir Khum"&gt;Ghadir Khum&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim Al Audi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Sa'id bin Wahab dan Zaid bin Yutsai' keduanya berkata: Ali meminta orang-orang untuk bersaksi pada saat di Rahabah: "Siapa yang pernah mendengar Rasulullah Saww pada hari Ghadir Khum bersabda untuk berdiri?" maka dari arah Sa'id berdiri enam orang, dari arah Zaid enam orang. Mereka bersaksi bahwa mereka mendengar Rasulullah Saww bersabda kepada Ali ra pada hari Ghadir Khum: "Bukankah Allah lebih dekat kepada orang-orang mukmin." Mereka menjawab: "Ya." beliau bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Ya Allah, siapa yang telah menjadikanku walinya maka Ali-lah walinya. Ya Allah lindungilah orang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya."&lt;/span&gt; Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari 'Amru Dzi Murrin sebagaimana hadits Abu Ishaq yaitu dari Sa'id dan Zaid, dan tambahan redaksi di dalamnya: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Tolonglah orang yang menolongnya, hinakan orang yang menghinakannya."&lt;/span&gt; Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali telah memberitakan kepada kami Syarik dari Al A'masy dari Habib bin Abu Tsabit dari Abu Thufail dari Zaid bin Arqam dari Nabi Saww seperti hadits di atas. (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=906&amp;x=23&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;906&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhamamd dan Abu Nu'aim Al Ma'na keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami Fithr dari Abu Ath Thufail ia berkata: Ali ra mengumpulkan orang-orang di tanah lapang kemudian berkata kepada mereka, "Saya menyumpah dengan nama Allah, atas setiap Muslim yang telah mendengar Rasulullah Saww bersabda pada hari Ghadir Khum, terhadap apa yang telah didengarnya." Ketika ia berdiri, maka berdirilah tiga puluh orang dari mereka. Abu Nu'aim berkata; Kemudian berdirilah banyak orang dan memberikan kesaksian, yakni saat Rasulullah Saww memegang tangannya dan bersabda kepada manusia, "Bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama bagi kaum muslimin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali adalah walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya?"&lt;/span&gt; Sepertinya di dalam hatinya ada sesuatu yang mengganjal, maka saya pun menemui Zaid bin Arqam dan berkata kepadanya, "Saya mendengar Ali ra berkata begini dan begitu." Ia menjawab: "Kami tidaklah mengingkarinya, sungguh, saya telah mendengar Rasulullah Saww mengatakan hal itu kepadanya." (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=18497&amp;x=21&amp;y=9" target="_blank" title="Cek disini"&gt;18497&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mengenai permintaan kesaksian Ali ini bisa juga dilihat pada &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=ahmad" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Musnad Ahmad&lt;/a&gt; No. 606, 633, 915, 918, 1242, 22028, 22062, 22461.   &lt;div class="subjdl"&gt;Pengakuan Para Shahabat &lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Musa bin Muslim dari Ibnu Sabith -yaitu Abdurrahman- dari Sa'd bin Abu Waqqash ia menuturkan; Mu'awiyah tiba dari sebagian pelaksanaan ibadah hajinya, lalu masuklah Sa'ad menemuinya, mereka sedang memperbincangkan Ali dan mencelanya. Maka marahlah Sa'ad seraya berkata: "Kamu katakan ini kepada seorang lelaki yang aku sendiri mendengar Rasulullah Saww bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Barangsiapa menjadikan aku sebagai walinya, maka Ali (juga) walinya."&lt;/span&gt; Dan aku mendengarnya bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Kedudukanmu di sisiku sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya saja tidak ada Nabi setelahku."&lt;/span&gt; Dan aku mendengarnya bersabda: "Sungguh aku akan memberikan bendera pada hari ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya." (HR. Ibnu Majah No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ibnumajah&amp;keyNo=118&amp;x=26&amp;y=8" target="_blank" title="Cek disini"&gt;118&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Telah bercerita kepada kami Yahya bin Adam telah bercerita kepada kami Hanasy bin Al-Harits bin Laqith An Nakha'i Al-Asyja'i dari Riyah bin Al-Harits berkata: Serombongan orang telah mendatangi Ali di Rahbah, mereka mengucapkan; "Assalaamu 'alaika Ya maulana..." 'Ali berkata: "Bagaimana aku menjadi pemimpin kalian sementara kalian adalah kaum Arab?" Mereka berkata; "Kami mendengar Rasulullah Saww bersabda saat perang Ghadir Khum: &lt;span style="color:blue;"&gt;'Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka orang ini (Ali) adalah pemimpinnya'&lt;/span&gt;."..... (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=22461&amp;x=22&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;22461&lt;/a&gt;)  &lt;div class="subjdl"&gt;Bahkan Fatimah Pun Pemimpin &lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Dan telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Numair dari Zakaria; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya. Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku; Telah menceritakan kepada kami Zakaria dari Firas dari 'Amir dari Masruq dari 'Aisyah dia berkata: "Suatu ketika para istri Rasulullah Saww sedang berkumpul tanpa ada seorang pun dari mereka yang tidak hadir saat itu. Tak lama kemudian, datanglah Fatimah dengan berjalan kaki yang mana cara jalannya persis dengan cara jalannya Rasulullah Saww. Ketika melihatnya, maka beliau pun menyambutnya dengan mengucapkan: "Selamat datang hai puteriku yang tercinta!" Setelah itu beliau mempersilahkannya untuk duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiri beliau. Lalu beliau membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia menangis tersedu-sedu..... Setelah Rasulullah Saww meninggal dunia, saya hampiri Fatimah seraya bertanya kepadanya: "Hai Fatimah, saya hanya ingin menanyakan kepadamu tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau menjelaskannya kepada saya." Fatimah menjawab: "Dulu Rasulullah Saww membisikkan sesuatu kepada saya, beliau memberitahukan bahwa Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al Qur'an satu kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus kepadanya (Jibril) sebanyak dua kali: 'Sungguh aku (Rasulullah) tahu bahwa ajalku telah dekat. Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling pertama menyusulku dari kalangan ahlul baitku. Sebaik-baik pendahulumu adalah aku'." Fatimah berkata: "Mendengar bisikan itu, maka saya pun menangis. Kemudian ketika beliau berbisik lagi kepada saya: &lt;span style="color:blue;"&gt;'Tidakkah engkau ridlo dijadikan pemimpin perempuan orang-orang mukmin atau sebaik-baiknya wanita umat ini?'&lt;/span&gt; Lalu saya pun tertawa karena hal itu." (HR. Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=4488&amp;x=21&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4488&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;Lihat juga Sunan Ibnu Majah No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ibnumajah&amp;keyNo=1610&amp;x=-548&amp;y=-426" target="_blank" title="Cek disini"&gt;1610&lt;/a&gt; dan Musnad Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=25209&amp;x=-548&amp;y=-426" target="_blank" title="Cek disini"&gt;25209&lt;/a&gt;.  &lt;div class="subjdl"&gt;Mereka Tidak Berbohong &lt;/div&gt;Melihat hadits-hadits di atas, rasanya sulit untuk membantah bahwa Ali lah yang seharusnya menggantikan kepemimpinan Nabi Saww selepas beliau wafat. Bahkan menjelang kematian beliau, Ali tidak diikutkan dalam pasukan Usamah bin Zaid padahal biasanya Ali tidak pernah absen dalam setiap pasukan. Dan ketika Ali memaksa diikutsertakan dalam pasukan tersebut, Nabi Saww mengatakan:  &lt;i&gt;"Tidakkah engkau ridlo berada di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa? Hanya saja engkau bukan seorang Nabi? Tidak sepatutnya aku pergi (wafat) kecuali engkau sebagai penggantiku di Madinah..... Engkau adalah waliku atas setiap mu'min sepeninggalku."&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bahkan secara eksplisit Al-Qur'an pun mengungkapkan hak kepemimpinan Ali ini. Hal ini dapat dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 55 berikut: &lt;div class="arabic"&gt;إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Sesungguhnya wali (imam) kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat sedangkan mereka dalam keadaan ruku'." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;amp;aid=55&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:55"&gt;(Al-Maidah ayat 55)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menurut &lt;a href="http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_AsbabunNuzul.asp?pageno=3&amp;amp;SuratKe=5#55" target="_blank" title="Cek disini"&gt;&lt;i&gt;Asbabunnujul&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; ayat ini diturunkan berkaitan dengan peristiwa dimana Ali memberikan sidekah pada saat beliau sedang ruku' dalam shalatnya. Karena itu ayat ini bisa dimaknai bahwa wali (imam) umat Islam adalah Allah, Nabi Muhammad Saww, dan Ali As. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Maka tidaklah berlebihan jika suadara kita, Syiah, mengklim bahwa hak kepemimpinan selepas Nabi Saww wafat adalah milik Ali, karena memang demikianlah adanya menurut riwayat hadits-hadits kita sendiri. Namun karena sejarah telah bergulir dan waktu tidak bisa dikembalikan ke belakang, maka sudah selayaknya kita tetap menghormati keputusan para shahabat pada waktu itu yang memilih Abu Bakar pada peristiwa &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Saqifah bani Sa'idah&lt;/a&gt; sebagai khalifah pengganti Nabi Saww.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat catatan kaki"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Terlepas apakah ijtihad para shahabat (khususnya 'Umar) itu benar atau tidak, semuanya kita serahkan pada Allah Swt, satu-satunya Dzat Yang Paling Berhak Menilainya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kita bisa berdebat dan mencari-cari alasan pembenaran terhadap keyakinan kita dengan melakukan takwil-takwil dan penafsiran-penafsiran berbeda terhadap hadits-hadits tersebut, tapi tengoklah ke dasar nurani dan akal kita, berpikirlah dengan jernih agar bisa mendapat kearifan. Telusurilah janji Allah kepada Ibrahim As, nubuat yang disampaikan kepada Musa As, hingga pentahbisan (pensucian) keluarga Harun As. Disana ada rencana Allah yang berkesinambungan untuk dua keturunan Ibrahim As: Imail As dan Ishak As. Bahkan kota suci pun telah dipersiapkan Allah bagi keduanya, yang satu Yerusalem dan satunya lagi Makkah.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki4" name="4" title="Lihat catatan kaki"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ini bukan masalah menang atau kalah, karena memang tidak ada yang menang dan kalah di sini. Ini masalah kejujuran dan keadilan dalam menilai persoalan. Bukan saatnya lagi kita berselisih hanya untuk menentukan siapa yang harus jadi pemimpin (khalifah), karena sudah jelas pemimpin kita sekarang adalah SBY, paling tidak hingga Juli-Oktober 2014 mendatang. Masalah itu sudah menjadi sejarah yang tidak bisa diubah. Sekarang kita tengah menyongsong masa depan yang rumit dan penuh cobaan. Alangkah indahnya jika Sunni-Syiah bersatu padu, bahu membahu saling membantu dalam menyongsong masa datang demi Islam yang gemilang. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Wallahu a'lam.....&lt;img class="emoticon" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" height="18" width="25" /&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;div class="notes"&gt;Layak Baca: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank"&gt;Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah&lt;/a&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/hati-hati-lima-doktrin-syiah-iran-ini.html" target="_blank"&gt;Hati-hati, Lima Doktrin Syiah Iran Ini Sangat Berbahaya!&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank"&gt;Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;Lihat Musnad Ahmad No. 2903. &lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadits dalam kitab Al-Awsath melalui sanad yang di dalamnya banyak terdapat rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal) dari Ammar bin Yasir yang menceritakan, "Pada suatu hari datang seorang pengemis kepada Ali bin Abu Thalib, sedangkan &lt;span style="color: blue;"&gt;waktu itu Ali sedang ruku' dalam shalat sunah. Kemudian ia melepaskan cincinnya dan memberikannya kepada pengemis itu. Lalu turunlah ayat&lt;/span&gt;: &lt;i&gt;'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun'&lt;/i&gt; (Al-Maidah ayat 55)". Dan hadits ini mempunyai syahid (saksi) dari hadits lain yang memperkuatnya. Abdurrazaq telah berkata, "Abdul Wahhab bin Mujahid menceritakan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: &lt;i&gt;'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun'&lt;/i&gt; (Al-Maidah ayat 55), bahwasanya &lt;span style="color: blue;"&gt;ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abu Thalib&lt;/span&gt;". Ibnu Murdawaih meriwayatkannya dari jalur lain, dari Ibnu Abbas dengan makna yang sama. Dan telah diketengahkan pula hadits yang serupa dari Ali secara langsung. Ibnu Jarir mengetengahkan dari Mujahid, dan juga Ibnu Abu Hatim dari Salamah bin Kuhail hadits yang serupa; kesemuanya itu adalah saksi-saksi yang satu sama lainnya saling memperkuat. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;[3]&lt;/a&gt;Buku menarik: "Saqifah, Awal Perselisihan Umat" karya &lt;a href="http://anditoaja.wordpress.com/2009/03/06/obituari-dr-o-hashem-semangat-hidup-rasionalitas-dan-buku/" target="_blank" title="Baca Obituari O. Hashem disini"&gt;O. Hashem&lt;/a&gt; yang layak untuk dibaca bisa di-download &lt;a href="http://lenteramadinah.files.wordpress.com/2011/03/saqifah-awal-perselisihan-umat.doc" target="_blank" title="Donlot disini"&gt;disini&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#4" name="caki4" title="Kembali"&gt;[4]&lt;/a&gt;  Mengenai "rencana Allah" ini, Insya Allah akan dibahas lebih rinci pada postingan berikutnya. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-WiCl4OoNXv4/UpHztm0m4WI/AAAAAAAAR1A/Ja5MDaEFweA/s72-c/Ali-Imam.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total><enclosure length="1787392" type="application/msword" url="http://lenteramadinah.files.wordpress.com/2011/03/saqifah-awal-perselisihan-umat.doc"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Kekhalifahan Ali memang tidak segempita 'Umar yang melakukan banyak ekspansi ke berbagai wilayah, juga tidak sefenomenal Utsman yang melakukan finishing pembukuan Al-Qur'an yang sudah dimulai sejak jaman Abu Bakar. Namun perannya sebagai penjaga perdamaian umat Islam dan sumber bertanya menyangkut dienul Islam ketika itu tidak bisa dipandang remeh. Dengan segala kearifannya, Ali lebih memilih berkompromi daripada berseteru dan menuntut haknya, karena menurutnya, jika hal itu ia lakukan maka yang akan menjadi tumbal adalah kaum muslimin sendiri. Pada tulisan ini saya tidak ingin mengungkit-ngungkit sejarah yang sudah berlalu -let bygones be bygones, yang lalu biarlah berlalu- namun hanya ingin mengungkapkan riwayat-riwayat yang termuat dalam kitab-kitab hadits kita, Sunni, yang selama ini kurang (jarang) diketahui, akibatnya kita mudah terjebak pada prasangka, fitnah, bahkan pengkafiran terhadap orang-orang yang menganggap hak imamah/wilayah adalah milik Ali. Sekarang, bukan saatnya lagi kita saling menyalahkan apalagi mengkafirkan satu sama lain. Di tengah mudahnya melacak hadits-hadits dari kitab-kitab hadits kita sendiri, ditambah mudahnya melacak sejarah dari berbagai versi, seharusnya kita bisa lebih arif dan tidak mudah terjebak oleh hasutan orang-orang berpikiran dangkal yang ingin mengacak-ngacak persatuan dan persaudaraan umat muslim di dunia. Berikut ini akan saya paparkan riwayat-riwayat yang berkaitan dengan hak kepemimpinan Ali sepeninggal Nabi Saww. Namun mengingat redaksinya yang panjang, saya hanya akan menuliskan intinya saja. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat langsung dari sumbernya dengan cara mengklik nomor-nomor haditsnya. Sebelum Peristiwa Ghadir KhumTelah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Sulaiman Adl Dluba'i dari Yazid Ar Risyk dari Mutharrif bin Abdullah dari Imran bin Hushain dia berkata; Rasulullah Saww mengutus sebuah ekspedisi perang dan mengangkat Ali bin Abu Thalib sebagai pemimpin mereka..... maka Rasulullah Saww menghadapkan mukanya dan tampak dari raut wajahnya beliau sangat marah, baliau bersabda: "Apa yang kalian inginkan dari Ali?" Apa yang kalian inginkan dari Ali? Apa yang kalian inginkan dari Ali? Sesungguhnya Ali adalah bagian dariku dan aku bagian darinya, dia adalah walinya setiap orang yang beriman sepeninggalku." Abu Isa berkata: "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya melainkan dari hadits Ja'far bin Sulaiman." (HR. Tirmidzi No. 3645) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah bercerita kepadaku Ajlah Al Kindi dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Buraidah, berkata: Rasulullah Saww mengirim dua utusan ke Yaman, salah satunya dipimpin Ali bin Abi Thalib dan yang lain dipimpin Khalid bin Al-Walid, beliau bersabda: "Bila kalian bertemu maka yang menjadi pemimpin adalah Ali dan bila kalian berpisah maka masing-masing dari kalian memimpin pasukannya."..... lalu aku melihat muka marah diwajah Rasulullah Saww kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, inilah aku meminta perlindungan kepadamu, sebab engkau sendiri yang mengutusku bersama seorang lelaki dan baginda memerintahkanku untuk menaatinya, dan aku hanya melakukan tugasku karena diutus." Rasulullah Saww bersabda: "Jangan membeci Ali karena ia adalah bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku. Ia bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku." (HR. Ahmad No. 21934) Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Sa'id bin 'Ubaidah dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya bahwa ia melewati suatu majlis, mereka membicarakan 'Ali lalu ia berhenti dihadapan mereka, ia berkata: dulu dalam diriku ada sesuatu ganjalan terhadap Ali, dan Khalid bin Al-Walid juga seperti itu lalu, Rasulullah Saww mengutusku dalam tentara ekspedisi pasukan dipimpin Ali..... ternyata wajah Rasulullah Saww berubah lalu bersabda: "Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya." (HR. Ahmad No. 21950) Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad, telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah, telah menceritakan kepada kami Abu Balj, telah menceritakan kepada kami Amru bin Maimun, berkata: "Aku duduk di samping Ibnu Abbas, ketika itu datang sembilan orang kepadanya..... kemudian Ibnu Abbas merekatkan bajunya sambil berkata: Cukup! Cukup! Mereka telah mencela seorang lelaki (Ali) yang memiliki sepuluh keutamaan. Mereka telah mencela seorang lelaki yang Nabi Saww berkata padanya: 'Aku akan berikan bendera (Perang Khaibar) kepada seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.'..... Lalu Nabi Saww berkata: "Tidakkah engkau ridlo berada di sisiku seperti kedudukannya Harun di sisi Musa? Hanya saja engkau bukan seorang Nabi? Tidak sepatutnya aku pergi (wafat) kecuali engkau sebagai penggantiku di Madinah." Nabi Saww juga berkata kepadanya: "Engkau adalah waliku atas setiap mu'min sepeninggalku." Nabi juga berkata: "Tutuplah semua pintu masjid (bagi orang junub) kecuali pintunya Ali". Berkata Ibnu Abbas: Lalu Ali masuk masjid dalam keadaan junub dan itu adalah jalannya tidak ada jalan untuknya kecuali jalan tersebut. Nabi juga bersabda: "Barang siapa yang aku adalah walinya maka Ali juga menjadi walinya."..... (HR. Ahmad No. 2903) Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Sa'id bin 'Ubaidah dari Ibnu Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah Saww bersabda: "Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya." (HR. Ahmad No. 21979) Telah menceritakan pada kami Muhammad bin Bassyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Salamah bin Kuhail dia berkata; saya mendengar Ath Thufail bercerita dari Abu Sarihah atau Zaid bin Arqam -Syu'bah ragu- dari Nabi Saww bersabda: "Sekiranya aku menjadikan seorang wali, maka Ali adalah walinya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."..... (HR. Tirmidzi No. 3646) Peristiwa Ghadir KhumTelah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Husain berkata, telah mengabarkan kepadaku Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid bin Jud'an dari Adi bin Tsabit dari Barra` bin 'Azib ia menuturkan, "Kami bersama Rasulullah Saww berangkat haji di waktu beliau melakukan haji. Lalu beliau singgah di tengah perjalanan, beliau lalu memerintahkan shalat berjama'ah. Kemudian beliau memegang tangan Ali ra dan bersabda: "Bukankah aku lebih utama bagi kaum mukmin dari pada jiwa-jiwa mereka?" Para sahabat menjawab; "Benar." Beliau melanjutkan kembali: "Bukankah aku lebih utama bagi seorang mukmin dari pada dirinya? Mereka menjawab; "Benar". Beliau bersabda: "Maka ini (Ali) merupakan wali bagi orang yang menjadikan aku sebagai walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang mencintainya. Ya Allah, musuhilah orang yang memusuhinya." (HR. Ibnu Majah No. 113) Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dari Adi bin Tsabit dari Al Baraa` bin Azib ia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah Saww dalam suatu perjalanan. Kemudian kami singgah di Ghadir Khum dan tak lama kemudian adzan shalat pun dikumandangkan. Sebagai tempat beliau, dibersihkanlah semak-semak yang berada di bawah dua batang pohon, baru kemudian beliau shalat Zhuhur. Setelah itu, beliau langsung memegang tangan Ali ra seraya bertanya: "Bukankah kalian telah mengetahui bahwa diriku lebih berhak terhadap kaum mukminin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab, "Benar." Beliau bertanya lagi, "Bukankah kalian telah mengetahui bahwa saya lebih berhak terhadap setiap mukmin atas dirinya sendiri?" para sahabat menjawab, "Benar." Kemudian beliau memegang erat tangan Ali dan bersabda: "Barang siapa yang menjadikan aku sebagai walinya, maka Ali juga merupakan wali baginya. Ya Allah, tolonglah orang-orang yang menolongnya, dan musuhilah orang yang memusuhinya." Setelah itu, Umar bin Khaththab ra berkata, "Selamat bagimu wahai Ali, kamu telah menjadi wali bagi setiap mu'min dan mu'minah."..... (HR. Ahmad No. 17749) Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Al Mughirah dari Abu Ubaid dari Maimun Abu Abdullah ia berkata, Zaid bin Arqam berkata sementara saya mendengarnya; Kami pernah singgah di suatu lembah yang bernama Wadi Khum bersama Rasulullah Saww, kemudian beliau memerintahkan untuk shalat, maka beliau pun shalat pada pertengahan hari saat terik matahari begitu menyengat. Setelah itu, beliau berkhutbah kepada kami, sementara beliau dinaungi dari panasnya terik matahari dengan kain yang diletakkan di atas pohon Samurah. Kemudian beliau bersabda: "Bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama terhadap setiap mukmin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: "Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali adalah walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya?" (HR. Ahmad No. 18519) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik yakni Ibnu Abu Sulaiman, dari Athiyah Al 'Aufi ia berkata; Saya bertanya kepada Zaid bin Arqam, saya berkata, "Sesungguhnya, mertuaku telah menceritakan kepadaku suatu hadits dari Anda, terkait dengan Ali ra pada hari Ghadir Khum..... Ia berkata, "Ya. Waktu itu, kami berada di Juhfah, kemudian Rasulullah Saww menemui kami pada waktu zhuhur. Beliau memegang lengan Ali ra seraya bersabda: "Wahai sekalian manusia, bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama bagi kaum muslimin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: "Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali juga menjadi walinya." Saya bertanya kepada Zaid, "Apakah beliau mengatakan; 'Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya.'?" Zaid menjawab; "Yang saya beritakan kepada kalian hanyalah sebagaimana apa yang saya dengar." (HR. Ahmad No. 18476) Kesaksian Para Shahabat Atas Peristiwa Ghadir KhumTelah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim Al Audi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Sa'id bin Wahab dan Zaid bin Yutsai' keduanya berkata: Ali meminta orang-orang untuk bersaksi pada saat di Rahabah: "Siapa yang pernah mendengar Rasulullah Saww pada hari Ghadir Khum bersabda untuk berdiri?" maka dari arah Sa'id berdiri enam orang, dari arah Zaid enam orang. Mereka bersaksi bahwa mereka mendengar Rasulullah Saww bersabda kepada Ali ra pada hari Ghadir Khum: "Bukankah Allah lebih dekat kepada orang-orang mukmin." Mereka menjawab: "Ya." beliau bersabda: "Ya Allah, siapa yang telah menjadikanku walinya maka Ali-lah walinya. Ya Allah lindungilah orang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya." Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari 'Amru Dzi Murrin sebagaimana hadits Abu Ishaq yaitu dari Sa'id dan Zaid, dan tambahan redaksi di dalamnya: "Tolonglah orang yang menolongnya, hinakan orang yang menghinakannya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali telah memberitakan kepada kami Syarik dari Al A'masy dari Habib bin Abu Tsabit dari Abu Thufail dari Zaid bin Arqam dari Nabi Saww seperti hadits di atas. (HR. Ahmad No. 906) Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhamamd dan Abu Nu'aim Al Ma'na keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami Fithr dari Abu Ath Thufail ia berkata: Ali ra mengumpulkan orang-orang di tanah lapang kemudian berkata kepada mereka, "Saya menyumpah dengan nama Allah, atas setiap Muslim yang telah mendengar Rasulullah Saww bersabda pada hari Ghadir Khum, terhadap apa yang telah didengarnya." Ketika ia berdiri, maka berdirilah tiga puluh orang dari mereka. Abu Nu'aim berkata; Kemudian berdirilah banyak orang dan memberikan kesaksian, yakni saat Rasulullah Saww memegang tangannya dan bersabda kepada manusia, "Bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama bagi kaum muslimin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: "Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali adalah walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya?" Sepertinya di dalam hatinya ada sesuatu yang mengganjal, maka saya pun menemui Zaid bin Arqam dan berkata kepadanya, "Saya mendengar Ali ra berkata begini dan begitu." Ia menjawab: "Kami tidaklah mengingkarinya, sungguh, saya telah mendengar Rasulullah Saww mengatakan hal itu kepadanya." (HR. Ahmad No. 18497) Mengenai permintaan kesaksian Ali ini bisa juga dilihat pada Musnad Ahmad No. 606, 633, 915, 918, 1242, 22028, 22062, 22461. Pengakuan Para Shahabat Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Musa bin Muslim dari Ibnu Sabith -yaitu Abdurrahman- dari Sa'd bin Abu Waqqash ia menuturkan; Mu'awiyah tiba dari sebagian pelaksanaan ibadah hajinya, lalu masuklah Sa'ad menemuinya, mereka sedang memperbincangkan Ali dan mencelanya. Maka marahlah Sa'ad seraya berkata: "Kamu katakan ini kepada seorang lelaki yang aku sendiri mendengar Rasulullah Saww bersabda: "Barangsiapa menjadikan aku sebagai walinya, maka Ali (juga) walinya." Dan aku mendengarnya bersabda: "Kedudukanmu di sisiku sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya saja tidak ada Nabi setelahku." Dan aku mendengarnya bersabda: "Sungguh aku akan memberikan bendera pada hari ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya." (HR. Ibnu Majah No. 118) Telah bercerita kepada kami Yahya bin Adam telah bercerita kepada kami Hanasy bin Al-Harits bin Laqith An Nakha'i Al-Asyja'i dari Riyah bin Al-Harits berkata: Serombongan orang telah mendatangi Ali di Rahbah, mereka mengucapkan; "Assalaamu 'alaika Ya maulana..." 'Ali berkata: "Bagaimana aku menjadi pemimpin kalian sementara kalian adalah kaum Arab?" Mereka berkata; "Kami mendengar Rasulullah Saww bersabda saat perang Ghadir Khum: 'Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka orang ini (Ali) adalah pemimpinnya'."..... (HR. Ahmad No. 22461) Bahkan Fatimah Pun Pemimpin Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Dan telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Numair dari Zakaria; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya. Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku; Telah menceritakan kepada kami Zakaria dari Firas dari 'Amir dari Masruq dari 'Aisyah dia berkata: "Suatu ketika para istri Rasulullah Saww sedang berkumpul tanpa ada seorang pun dari mereka yang tidak hadir saat itu. Tak lama kemudian, datanglah Fatimah dengan berjalan kaki yang mana cara jalannya persis dengan cara jalannya Rasulullah Saww. Ketika melihatnya, maka beliau pun menyambutnya dengan mengucapkan: "Selamat datang hai puteriku yang tercinta!" Setelah itu beliau mempersilahkannya untuk duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiri beliau. Lalu beliau membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia menangis tersedu-sedu..... Setelah Rasulullah Saww meninggal dunia, saya hampiri Fatimah seraya bertanya kepadanya: "Hai Fatimah, saya hanya ingin menanyakan kepadamu tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau menjelaskannya kepada saya." Fatimah menjawab: "Dulu Rasulullah Saww membisikkan sesuatu kepada saya, beliau memberitahukan bahwa Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al Qur'an satu kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus kepadanya (Jibril) sebanyak dua kali: 'Sungguh aku (Rasulullah) tahu bahwa ajalku telah dekat. Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling pertama menyusulku dari kalangan ahlul baitku. Sebaik-baik pendahulumu adalah aku'." Fatimah berkata: "Mendengar bisikan itu, maka saya pun menangis. Kemudian ketika beliau berbisik lagi kepada saya: 'Tidakkah engkau ridlo dijadikan pemimpin perempuan orang-orang mukmin atau sebaik-baiknya wanita umat ini?' Lalu saya pun tertawa karena hal itu." (HR. Muslim No. 4488) Lihat juga Sunan Ibnu Majah No. 1610 dan Musnad Ahmad No. 25209. Mereka Tidak Berbohong Melihat hadits-hadits di atas, rasanya sulit untuk membantah bahwa Ali lah yang seharusnya menggantikan kepemimpinan Nabi Saww selepas beliau wafat. Bahkan menjelang kematian beliau, Ali tidak diikutkan dalam pasukan Usamah bin Zaid padahal biasanya Ali tidak pernah absen dalam setiap pasukan. Dan ketika Ali memaksa diikutsertakan dalam pasukan tersebut, Nabi Saww mengatakan: "Tidakkah engkau ridlo berada di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa? Hanya saja engkau bukan seorang Nabi? Tidak sepatutnya aku pergi (wafat) kecuali engkau sebagai penggantiku di Madinah..... Engkau adalah waliku atas setiap mu'min sepeninggalku."[1] Bahkan secara eksplisit Al-Qur'an pun mengungkapkan hak kepemimpinan Ali ini. Hal ini dapat dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 55 berikut: إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ "Sesungguhnya wali (imam) kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat sedangkan mereka dalam keadaan ruku'." (Al-Maidah ayat 55)Menurut Asbabunnujul[2] ayat ini diturunkan berkaitan dengan peristiwa dimana Ali memberikan sidekah pada saat beliau sedang ruku' dalam shalatnya. Karena itu ayat ini bisa dimaknai bahwa wali (imam) umat Islam adalah Allah, Nabi Muhammad Saww, dan Ali As. Maka tidaklah berlebihan jika suadara kita, Syiah, mengklim bahwa hak kepemimpinan selepas Nabi Saww wafat adalah milik Ali, karena memang demikianlah adanya menurut riwayat hadits-hadits kita sendiri. Namun karena sejarah telah bergulir dan waktu tidak bisa dikembalikan ke belakang, maka sudah selayaknya kita tetap menghormati keputusan para shahabat pada waktu itu yang memilih Abu Bakar pada peristiwa Saqifah bani Sa'idah sebagai khalifah pengganti Nabi Saww.[3] Terlepas apakah ijtihad para shahabat (khususnya 'Umar) itu benar atau tidak, semuanya kita serahkan pada Allah Swt, satu-satunya Dzat Yang Paling Berhak Menilainya. Kita bisa berdebat dan mencari-cari alasan pembenaran terhadap keyakinan kita dengan melakukan takwil-takwil dan penafsiran-penafsiran berbeda terhadap hadits-hadits tersebut, tapi tengoklah ke dasar nurani dan akal kita, berpikirlah dengan jernih agar bisa mendapat kearifan. Telusurilah janji Allah kepada Ibrahim As, nubuat yang disampaikan kepada Musa As, hingga pentahbisan (pensucian) keluarga Harun As. Disana ada rencana Allah yang berkesinambungan untuk dua keturunan Ibrahim As: Imail As dan Ishak As. Bahkan kota suci pun telah dipersiapkan Allah bagi keduanya, yang satu Yerusalem dan satunya lagi Makkah.[4] Ini bukan masalah menang atau kalah, karena memang tidak ada yang menang dan kalah di sini. Ini masalah kejujuran dan keadilan dalam menilai persoalan. Bukan saatnya lagi kita berselisih hanya untuk menentukan siapa yang harus jadi pemimpin (khalifah), karena sudah jelas pemimpin kita sekarang adalah SBY, paling tidak hingga Juli-Oktober 2014 mendatang. Masalah itu sudah menjadi sejarah yang tidak bisa diubah. Sekarang kita tengah menyongsong masa depan yang rumit dan penuh cobaan. Alangkah indahnya jika Sunni-Syiah bersatu padu, bahu membahu saling membantu dalam menyongsong masa datang demi Islam yang gemilang. Wallahu a'lam..... Layak Baca: Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah Hati-hati, Lima Doktrin Syiah Iran Ini Sangat Berbahaya! Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah? [1]Lihat Musnad Ahmad No. 2903. [2] Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadits dalam kitab Al-Awsath melalui sanad yang di dalamnya banyak terdapat rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal) dari Ammar bin Yasir yang menceritakan, "Pada suatu hari datang seorang pengemis kepada Ali bin Abu Thalib, sedangkan waktu itu Ali sedang ruku' dalam shalat sunah. Kemudian ia melepaskan cincinnya dan memberikannya kepada pengemis itu. Lalu turunlah ayat: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55)". Dan hadits ini mempunyai syahid (saksi) dari hadits lain yang memperkuatnya. Abdurrazaq telah berkata, "Abdul Wahhab bin Mujahid menceritakan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55), bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abu Thalib". Ibnu Murdawaih meriwayatkannya dari jalur lain, dari Ibnu Abbas dengan makna yang sama. Dan telah diketengahkan pula hadits yang serupa dari Ali secara langsung. Ibnu Jarir mengetengahkan dari Mujahid, dan juga Ibnu Abu Hatim dari Salamah bin Kuhail hadits yang serupa; kesemuanya itu adalah saksi-saksi yang satu sama lainnya saling memperkuat. [3]Buku menarik: "Saqifah, Awal Perselisihan Umat" karya O. Hashem yang layak untuk dibaca bisa di-download disini. [4] Mengenai "rencana Allah" ini, Insya Allah akan dibahas lebih rinci pada postingan berikutnya.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (eNeS)</itunes:author><itunes:summary>Kekhalifahan Ali memang tidak segempita 'Umar yang melakukan banyak ekspansi ke berbagai wilayah, juga tidak sefenomenal Utsman yang melakukan finishing pembukuan Al-Qur'an yang sudah dimulai sejak jaman Abu Bakar. Namun perannya sebagai penjaga perdamaian umat Islam dan sumber bertanya menyangkut dienul Islam ketika itu tidak bisa dipandang remeh. Dengan segala kearifannya, Ali lebih memilih berkompromi daripada berseteru dan menuntut haknya, karena menurutnya, jika hal itu ia lakukan maka yang akan menjadi tumbal adalah kaum muslimin sendiri. Pada tulisan ini saya tidak ingin mengungkit-ngungkit sejarah yang sudah berlalu -let bygones be bygones, yang lalu biarlah berlalu- namun hanya ingin mengungkapkan riwayat-riwayat yang termuat dalam kitab-kitab hadits kita, Sunni, yang selama ini kurang (jarang) diketahui, akibatnya kita mudah terjebak pada prasangka, fitnah, bahkan pengkafiran terhadap orang-orang yang menganggap hak imamah/wilayah adalah milik Ali. Sekarang, bukan saatnya lagi kita saling menyalahkan apalagi mengkafirkan satu sama lain. Di tengah mudahnya melacak hadits-hadits dari kitab-kitab hadits kita sendiri, ditambah mudahnya melacak sejarah dari berbagai versi, seharusnya kita bisa lebih arif dan tidak mudah terjebak oleh hasutan orang-orang berpikiran dangkal yang ingin mengacak-ngacak persatuan dan persaudaraan umat muslim di dunia. Berikut ini akan saya paparkan riwayat-riwayat yang berkaitan dengan hak kepemimpinan Ali sepeninggal Nabi Saww. Namun mengingat redaksinya yang panjang, saya hanya akan menuliskan intinya saja. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat langsung dari sumbernya dengan cara mengklik nomor-nomor haditsnya. Sebelum Peristiwa Ghadir KhumTelah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Sulaiman Adl Dluba'i dari Yazid Ar Risyk dari Mutharrif bin Abdullah dari Imran bin Hushain dia berkata; Rasulullah Saww mengutus sebuah ekspedisi perang dan mengangkat Ali bin Abu Thalib sebagai pemimpin mereka..... maka Rasulullah Saww menghadapkan mukanya dan tampak dari raut wajahnya beliau sangat marah, baliau bersabda: "Apa yang kalian inginkan dari Ali?" Apa yang kalian inginkan dari Ali? Apa yang kalian inginkan dari Ali? Sesungguhnya Ali adalah bagian dariku dan aku bagian darinya, dia adalah walinya setiap orang yang beriman sepeninggalku." Abu Isa berkata: "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya melainkan dari hadits Ja'far bin Sulaiman." (HR. Tirmidzi No. 3645) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah bercerita kepadaku Ajlah Al Kindi dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Buraidah, berkata: Rasulullah Saww mengirim dua utusan ke Yaman, salah satunya dipimpin Ali bin Abi Thalib dan yang lain dipimpin Khalid bin Al-Walid, beliau bersabda: "Bila kalian bertemu maka yang menjadi pemimpin adalah Ali dan bila kalian berpisah maka masing-masing dari kalian memimpin pasukannya."..... lalu aku melihat muka marah diwajah Rasulullah Saww kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, inilah aku meminta perlindungan kepadamu, sebab engkau sendiri yang mengutusku bersama seorang lelaki dan baginda memerintahkanku untuk menaatinya, dan aku hanya melakukan tugasku karena diutus." Rasulullah Saww bersabda: "Jangan membeci Ali karena ia adalah bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku. Ia bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku." (HR. Ahmad No. 21934) Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Sa'id bin 'Ubaidah dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya bahwa ia melewati suatu majlis, mereka membicarakan 'Ali lalu ia berhenti dihadapan mereka, ia berkata: dulu dalam diriku ada sesuatu ganjalan terhadap Ali, dan Khalid bin Al-Walid juga seperti itu lalu, Rasulullah Saww mengutusku dalam tentara ekspedisi pasukan dipimpin Ali..... ternyata wajah Rasulullah Saww berubah lalu bersabda: "Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya." (HR. Ahmad No. 21950) Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad, telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah, telah menceritakan kepada kami Abu Balj, telah menceritakan kepada kami Amru bin Maimun, berkata: "Aku duduk di samping Ibnu Abbas, ketika itu datang sembilan orang kepadanya..... kemudian Ibnu Abbas merekatkan bajunya sambil berkata: Cukup! Cukup! Mereka telah mencela seorang lelaki (Ali) yang memiliki sepuluh keutamaan. Mereka telah mencela seorang lelaki yang Nabi Saww berkata padanya: 'Aku akan berikan bendera (Perang Khaibar) kepada seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.'..... Lalu Nabi Saww berkata: "Tidakkah engkau ridlo berada di sisiku seperti kedudukannya Harun di sisi Musa? Hanya saja engkau bukan seorang Nabi? Tidak sepatutnya aku pergi (wafat) kecuali engkau sebagai penggantiku di Madinah." Nabi Saww juga berkata kepadanya: "Engkau adalah waliku atas setiap mu'min sepeninggalku." Nabi juga berkata: "Tutuplah semua pintu masjid (bagi orang junub) kecuali pintunya Ali". Berkata Ibnu Abbas: Lalu Ali masuk masjid dalam keadaan junub dan itu adalah jalannya tidak ada jalan untuknya kecuali jalan tersebut. Nabi juga bersabda: "Barang siapa yang aku adalah walinya maka Ali juga menjadi walinya."..... (HR. Ahmad No. 2903) Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Sa'id bin 'Ubaidah dari Ibnu Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah Saww bersabda: "Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya." (HR. Ahmad No. 21979) Telah menceritakan pada kami Muhammad bin Bassyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Salamah bin Kuhail dia berkata; saya mendengar Ath Thufail bercerita dari Abu Sarihah atau Zaid bin Arqam -Syu'bah ragu- dari Nabi Saww bersabda: "Sekiranya aku menjadikan seorang wali, maka Ali adalah walinya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib."..... (HR. Tirmidzi No. 3646) Peristiwa Ghadir KhumTelah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Husain berkata, telah mengabarkan kepadaku Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid bin Jud'an dari Adi bin Tsabit dari Barra` bin 'Azib ia menuturkan, "Kami bersama Rasulullah Saww berangkat haji di waktu beliau melakukan haji. Lalu beliau singgah di tengah perjalanan, beliau lalu memerintahkan shalat berjama'ah. Kemudian beliau memegang tangan Ali ra dan bersabda: "Bukankah aku lebih utama bagi kaum mukmin dari pada jiwa-jiwa mereka?" Para sahabat menjawab; "Benar." Beliau melanjutkan kembali: "Bukankah aku lebih utama bagi seorang mukmin dari pada dirinya? Mereka menjawab; "Benar". Beliau bersabda: "Maka ini (Ali) merupakan wali bagi orang yang menjadikan aku sebagai walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang mencintainya. Ya Allah, musuhilah orang yang memusuhinya." (HR. Ibnu Majah No. 113) Telah menceritakan kepada kami Affan Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dari Adi bin Tsabit dari Al Baraa` bin Azib ia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah Saww dalam suatu perjalanan. Kemudian kami singgah di Ghadir Khum dan tak lama kemudian adzan shalat pun dikumandangkan. Sebagai tempat beliau, dibersihkanlah semak-semak yang berada di bawah dua batang pohon, baru kemudian beliau shalat Zhuhur. Setelah itu, beliau langsung memegang tangan Ali ra seraya bertanya: "Bukankah kalian telah mengetahui bahwa diriku lebih berhak terhadap kaum mukminin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab, "Benar." Beliau bertanya lagi, "Bukankah kalian telah mengetahui bahwa saya lebih berhak terhadap setiap mukmin atas dirinya sendiri?" para sahabat menjawab, "Benar." Kemudian beliau memegang erat tangan Ali dan bersabda: "Barang siapa yang menjadikan aku sebagai walinya, maka Ali juga merupakan wali baginya. Ya Allah, tolonglah orang-orang yang menolongnya, dan musuhilah orang yang memusuhinya." Setelah itu, Umar bin Khaththab ra berkata, "Selamat bagimu wahai Ali, kamu telah menjadi wali bagi setiap mu'min dan mu'minah."..... (HR. Ahmad No. 17749) Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Al Mughirah dari Abu Ubaid dari Maimun Abu Abdullah ia berkata, Zaid bin Arqam berkata sementara saya mendengarnya; Kami pernah singgah di suatu lembah yang bernama Wadi Khum bersama Rasulullah Saww, kemudian beliau memerintahkan untuk shalat, maka beliau pun shalat pada pertengahan hari saat terik matahari begitu menyengat. Setelah itu, beliau berkhutbah kepada kami, sementara beliau dinaungi dari panasnya terik matahari dengan kain yang diletakkan di atas pohon Samurah. Kemudian beliau bersabda: "Bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama terhadap setiap mukmin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: "Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali adalah walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya?" (HR. Ahmad No. 18519) Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik yakni Ibnu Abu Sulaiman, dari Athiyah Al 'Aufi ia berkata; Saya bertanya kepada Zaid bin Arqam, saya berkata, "Sesungguhnya, mertuaku telah menceritakan kepadaku suatu hadits dari Anda, terkait dengan Ali ra pada hari Ghadir Khum..... Ia berkata, "Ya. Waktu itu, kami berada di Juhfah, kemudian Rasulullah Saww menemui kami pada waktu zhuhur. Beliau memegang lengan Ali ra seraya bersabda: "Wahai sekalian manusia, bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama bagi kaum muslimin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: "Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali juga menjadi walinya." Saya bertanya kepada Zaid, "Apakah beliau mengatakan; 'Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya.'?" Zaid menjawab; "Yang saya beritakan kepada kalian hanyalah sebagaimana apa yang saya dengar." (HR. Ahmad No. 18476) Kesaksian Para Shahabat Atas Peristiwa Ghadir KhumTelah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim Al Audi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Sa'id bin Wahab dan Zaid bin Yutsai' keduanya berkata: Ali meminta orang-orang untuk bersaksi pada saat di Rahabah: "Siapa yang pernah mendengar Rasulullah Saww pada hari Ghadir Khum bersabda untuk berdiri?" maka dari arah Sa'id berdiri enam orang, dari arah Zaid enam orang. Mereka bersaksi bahwa mereka mendengar Rasulullah Saww bersabda kepada Ali ra pada hari Ghadir Khum: "Bukankah Allah lebih dekat kepada orang-orang mukmin." Mereka menjawab: "Ya." beliau bersabda: "Ya Allah, siapa yang telah menjadikanku walinya maka Ali-lah walinya. Ya Allah lindungilah orang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya." Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari 'Amru Dzi Murrin sebagaimana hadits Abu Ishaq yaitu dari Sa'id dan Zaid, dan tambahan redaksi di dalamnya: "Tolonglah orang yang menolongnya, hinakan orang yang menghinakannya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali telah memberitakan kepada kami Syarik dari Al A'masy dari Habib bin Abu Tsabit dari Abu Thufail dari Zaid bin Arqam dari Nabi Saww seperti hadits di atas. (HR. Ahmad No. 906) Telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhamamd dan Abu Nu'aim Al Ma'na keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami Fithr dari Abu Ath Thufail ia berkata: Ali ra mengumpulkan orang-orang di tanah lapang kemudian berkata kepada mereka, "Saya menyumpah dengan nama Allah, atas setiap Muslim yang telah mendengar Rasulullah Saww bersabda pada hari Ghadir Khum, terhadap apa yang telah didengarnya." Ketika ia berdiri, maka berdirilah tiga puluh orang dari mereka. Abu Nu'aim berkata; Kemudian berdirilah banyak orang dan memberikan kesaksian, yakni saat Rasulullah Saww memegang tangannya dan bersabda kepada manusia, "Bukankah kalian telah mengetahui, bahwa saya adalah lebih utama bagi kaum muslimin atas diri mereka sendiri?" para sahabat menjawab: "Benar." Beliau bersabda: "Maka siapa saja yang aku menjadi walinya, maka Ali adalah walinya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya?" Sepertinya di dalam hatinya ada sesuatu yang mengganjal, maka saya pun menemui Zaid bin Arqam dan berkata kepadanya, "Saya mendengar Ali ra berkata begini dan begitu." Ia menjawab: "Kami tidaklah mengingkarinya, sungguh, saya telah mendengar Rasulullah Saww mengatakan hal itu kepadanya." (HR. Ahmad No. 18497) Mengenai permintaan kesaksian Ali ini bisa juga dilihat pada Musnad Ahmad No. 606, 633, 915, 918, 1242, 22028, 22062, 22461. Pengakuan Para Shahabat Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Musa bin Muslim dari Ibnu Sabith -yaitu Abdurrahman- dari Sa'd bin Abu Waqqash ia menuturkan; Mu'awiyah tiba dari sebagian pelaksanaan ibadah hajinya, lalu masuklah Sa'ad menemuinya, mereka sedang memperbincangkan Ali dan mencelanya. Maka marahlah Sa'ad seraya berkata: "Kamu katakan ini kepada seorang lelaki yang aku sendiri mendengar Rasulullah Saww bersabda: "Barangsiapa menjadikan aku sebagai walinya, maka Ali (juga) walinya." Dan aku mendengarnya bersabda: "Kedudukanmu di sisiku sebagaimana kedudukan Harun di sisi Musa. Hanya saja tidak ada Nabi setelahku." Dan aku mendengarnya bersabda: "Sungguh aku akan memberikan bendera pada hari ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya." (HR. Ibnu Majah No. 118) Telah bercerita kepada kami Yahya bin Adam telah bercerita kepada kami Hanasy bin Al-Harits bin Laqith An Nakha'i Al-Asyja'i dari Riyah bin Al-Harits berkata: Serombongan orang telah mendatangi Ali di Rahbah, mereka mengucapkan; "Assalaamu 'alaika Ya maulana..." 'Ali berkata: "Bagaimana aku menjadi pemimpin kalian sementara kalian adalah kaum Arab?" Mereka berkata; "Kami mendengar Rasulullah Saww bersabda saat perang Ghadir Khum: 'Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka orang ini (Ali) adalah pemimpinnya'."..... (HR. Ahmad No. 22461) Bahkan Fatimah Pun Pemimpin Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Dan telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Numair dari Zakaria; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya. Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku; Telah menceritakan kepada kami Zakaria dari Firas dari 'Amir dari Masruq dari 'Aisyah dia berkata: "Suatu ketika para istri Rasulullah Saww sedang berkumpul tanpa ada seorang pun dari mereka yang tidak hadir saat itu. Tak lama kemudian, datanglah Fatimah dengan berjalan kaki yang mana cara jalannya persis dengan cara jalannya Rasulullah Saww. Ketika melihatnya, maka beliau pun menyambutnya dengan mengucapkan: "Selamat datang hai puteriku yang tercinta!" Setelah itu beliau mempersilahkannya untuk duduk di sebelah kanan atau di sebelah kiri beliau. Lalu beliau membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia menangis tersedu-sedu..... Setelah Rasulullah Saww meninggal dunia, saya hampiri Fatimah seraya bertanya kepadanya: "Hai Fatimah, saya hanya ingin menanyakan kepadamu tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau menjelaskannya kepada saya." Fatimah menjawab: "Dulu Rasulullah Saww membisikkan sesuatu kepada saya, beliau memberitahukan bahwa Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al Qur'an satu kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus kepadanya (Jibril) sebanyak dua kali: 'Sungguh aku (Rasulullah) tahu bahwa ajalku telah dekat. Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling pertama menyusulku dari kalangan ahlul baitku. Sebaik-baik pendahulumu adalah aku'." Fatimah berkata: "Mendengar bisikan itu, maka saya pun menangis. Kemudian ketika beliau berbisik lagi kepada saya: 'Tidakkah engkau ridlo dijadikan pemimpin perempuan orang-orang mukmin atau sebaik-baiknya wanita umat ini?' Lalu saya pun tertawa karena hal itu." (HR. Muslim No. 4488) Lihat juga Sunan Ibnu Majah No. 1610 dan Musnad Ahmad No. 25209. Mereka Tidak Berbohong Melihat hadits-hadits di atas, rasanya sulit untuk membantah bahwa Ali lah yang seharusnya menggantikan kepemimpinan Nabi Saww selepas beliau wafat. Bahkan menjelang kematian beliau, Ali tidak diikutkan dalam pasukan Usamah bin Zaid padahal biasanya Ali tidak pernah absen dalam setiap pasukan. Dan ketika Ali memaksa diikutsertakan dalam pasukan tersebut, Nabi Saww mengatakan: "Tidakkah engkau ridlo berada di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa? Hanya saja engkau bukan seorang Nabi? Tidak sepatutnya aku pergi (wafat) kecuali engkau sebagai penggantiku di Madinah..... Engkau adalah waliku atas setiap mu'min sepeninggalku."[1] Bahkan secara eksplisit Al-Qur'an pun mengungkapkan hak kepemimpinan Ali ini. Hal ini dapat dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 55 berikut: إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ "Sesungguhnya wali (imam) kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat sedangkan mereka dalam keadaan ruku'." (Al-Maidah ayat 55)Menurut Asbabunnujul[2] ayat ini diturunkan berkaitan dengan peristiwa dimana Ali memberikan sidekah pada saat beliau sedang ruku' dalam shalatnya. Karena itu ayat ini bisa dimaknai bahwa wali (imam) umat Islam adalah Allah, Nabi Muhammad Saww, dan Ali As. Maka tidaklah berlebihan jika suadara kita, Syiah, mengklim bahwa hak kepemimpinan selepas Nabi Saww wafat adalah milik Ali, karena memang demikianlah adanya menurut riwayat hadits-hadits kita sendiri. Namun karena sejarah telah bergulir dan waktu tidak bisa dikembalikan ke belakang, maka sudah selayaknya kita tetap menghormati keputusan para shahabat pada waktu itu yang memilih Abu Bakar pada peristiwa Saqifah bani Sa'idah sebagai khalifah pengganti Nabi Saww.[3] Terlepas apakah ijtihad para shahabat (khususnya 'Umar) itu benar atau tidak, semuanya kita serahkan pada Allah Swt, satu-satunya Dzat Yang Paling Berhak Menilainya. Kita bisa berdebat dan mencari-cari alasan pembenaran terhadap keyakinan kita dengan melakukan takwil-takwil dan penafsiran-penafsiran berbeda terhadap hadits-hadits tersebut, tapi tengoklah ke dasar nurani dan akal kita, berpikirlah dengan jernih agar bisa mendapat kearifan. Telusurilah janji Allah kepada Ibrahim As, nubuat yang disampaikan kepada Musa As, hingga pentahbisan (pensucian) keluarga Harun As. Disana ada rencana Allah yang berkesinambungan untuk dua keturunan Ibrahim As: Imail As dan Ishak As. Bahkan kota suci pun telah dipersiapkan Allah bagi keduanya, yang satu Yerusalem dan satunya lagi Makkah.[4] Ini bukan masalah menang atau kalah, karena memang tidak ada yang menang dan kalah di sini. Ini masalah kejujuran dan keadilan dalam menilai persoalan. Bukan saatnya lagi kita berselisih hanya untuk menentukan siapa yang harus jadi pemimpin (khalifah), karena sudah jelas pemimpin kita sekarang adalah SBY, paling tidak hingga Juli-Oktober 2014 mendatang. Masalah itu sudah menjadi sejarah yang tidak bisa diubah. Sekarang kita tengah menyongsong masa depan yang rumit dan penuh cobaan. Alangkah indahnya jika Sunni-Syiah bersatu padu, bahu membahu saling membantu dalam menyongsong masa datang demi Islam yang gemilang. Wallahu a'lam..... Layak Baca: Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah Hati-hati, Lima Doktrin Syiah Iran Ini Sangat Berbahaya! Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah? [1]Lihat Musnad Ahmad No. 2903. [2] Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadits dalam kitab Al-Awsath melalui sanad yang di dalamnya banyak terdapat rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal) dari Ammar bin Yasir yang menceritakan, "Pada suatu hari datang seorang pengemis kepada Ali bin Abu Thalib, sedangkan waktu itu Ali sedang ruku' dalam shalat sunah. Kemudian ia melepaskan cincinnya dan memberikannya kepada pengemis itu. Lalu turunlah ayat: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55)". Dan hadits ini mempunyai syahid (saksi) dari hadits lain yang memperkuatnya. Abdurrazaq telah berkata, "Abdul Wahhab bin Mujahid menceritakan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: 'Innama waliyukumullahu wa rasuluhu walladziina aamanu alladziina yuqiimunash shalata wa yu'tuunaz zakata wa hum raaki'uun' (Al-Maidah ayat 55), bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Ali bin Abu Thalib". Ibnu Murdawaih meriwayatkannya dari jalur lain, dari Ibnu Abbas dengan makna yang sama. Dan telah diketengahkan pula hadits yang serupa dari Ali secara langsung. Ibnu Jarir mengetengahkan dari Mujahid, dan juga Ibnu Abu Hatim dari Salamah bin Kuhail hadits yang serupa; kesemuanya itu adalah saksi-saksi yang satu sama lainnya saling memperkuat. [3]Buku menarik: "Saqifah, Awal Perselisihan Umat" karya O. Hashem yang layak untuk dibaca bisa di-download disini. [4] Mengenai "rencana Allah" ini, Insya Allah akan dibahas lebih rinci pada postingan berikutnya.</itunes:summary><itunes:keywords>Agama</itunes:keywords></item><item><title>Siapakah Ahlul Bait Nabi Yang Disucikan Allah?</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Wed, 4 Dec 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-7157742033328489585</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-avDOk8XSl28/UoN2H6MeLNI/AAAAAAAARy0/2XNHByHo9K4/s375/ahlul_bayt_nabi.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Beberapa minggu lalu saya menemukan tulisan (buletin) dengan judul &lt;span style="color: red;"&gt;"Tikaman Syi’ah Kepada Ahlul Bait"&lt;/span&gt;. Lagi-lagi Syiah menjadi "terdakwa" yang divonis secara &lt;i&gt;in abtentia&lt;/i&gt; dengan tuduhan bahwa Syiah telah "menikam" Ahlul Bait Nabi Saww yang lain karena hanya mengakui empat orang Ahlul Bait (Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain) yang disucikan Allah Swt. &lt;br /&gt;Sepintas tulisan tersebut benar dan argumentatif, tapi jika membaca hadits yang digunakan dari sumbernya (Muslim 4425), ternyata hadits tersebut telah dipenggal untuk tujuan menipu umat, padahal jika dilanjutkan maknanya akan lain. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya tidak akan "menggugat" tulisan tersebut. Biarlah sobat blogger sendiri yang menilai dan menyimpulkannya. Tulisan ini pun tidak bermaksud melakukan pembelaan terhadap Syiah apalagi dakwah Syiah (Kan aneh, saya yang Sunni malah mengajak (dakwah) untuk menjadi Syiah). Tulisan ini hanya ingin memaparkan riwayat-riwayat dari kitab-kitab hadits kita sendiri menyangkut Ahlul Bait.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunni-Syiah sepakat bahwa umat Islam wajib memuliakan dan mencintai Ahlul Bait Nabi Saww (kecuali &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/karena-membenci-syiah-ahlul-bait-pun.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;agama yang dianut ustadz ini&lt;/a&gt;), karena Ahlul Bait merupakan salah satu wasiat beliau di Ghadir Khum, setelah Kitabullah. Bahkan Nabi Saww sampai mengucapkan pesan tiga kali berulang-ulang supaya umat Islam memperlakukan Ahlul Bait dengan berpedoman pada hukum Allah. Yang jadi pertanyaan, siapakah Ahlul Bait yang diwasiatkan (dititipkan) Nabi Saww kepada umat Islam? Dan siapakah dari Ahlul Bait itu yang disucikan Allah?  &lt;div class="subjdl"&gt;Ahlul Bait adalah Keluarga Nabi &lt;/div&gt;Banyak pendapat yang mengatakan bahwa yang termasuk kedalam Ahlul Bait adalah semua keluarga Nabi Saww, baik anak, cucu, istri, maupun saudara-saudara Nabi Saww yang memiliki pertalian darah dengan beliau (bahkan ada yang memasukkan mertua dan menantu Nabi sebagai Ahlul Bait). Hal ini didasarkan pada hadits Muslim No. 4425, yang bersumber dari pernyataan Zaid bin Arqam (yang seringkali dipotong sampai kalimat "Zaid menjawab, Ya"),&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; berikut:    &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;Dari Isma'il bin Ibrahim, dari Abu Hayyan, dari Yazid bin Hayyan, dari Zaid bin Arqam: Suatu ketika Rasulullah berdiri dan berpidato di suatu oase yang disebut Khum, yang terletak antara Mekkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, kemudian menyampaikan nasehat dan peringatan: "..... Sesungguhnya aku akan meninggalkan dua hal yang berat kepada kalian, yaitu: &lt;u&gt;Pertama, Kitabullah,&lt;/u&gt; yang berisi petunjuk dan cahaya. Oleh karena itu laksanakan isi Kitabullah dan pegang teguhlah..... &lt;u&gt;Kedua, Ahlul baitku.&lt;/u&gt; &lt;i&gt;Udzakkirukumullaha fi ahli baitii. Udzakkirukumullaha fi ahli baitii. Udzakkirukumullaha fi ahli baitii&lt;/i&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;(Aku peringatkan kalian -atas nama- Allah dalam hal ahlul baitku. [diulang 3X])&lt;/span&gt;." Hushain (bin Sabrah) bertanya kepada Zaid: &lt;span style="color: red;"&gt;"Siapakah ahlul baitnya, wahai Zaid? Bukankah istri-istri beliau termasuk ahlul baitnya?"&lt;/span&gt; Zaid menjawab: &lt;span style="color: blue;"&gt;"Istri-istri beliau termasuk ahlul baitnya, tetapi ahlul bait yang dimaksud (dalam wasiat Nabi Saww tersebut) adalah mereka yang diharamkan memakan sedekah sepeninggal beliau."&lt;/span&gt; Hushain bertanya: "Siapakah mereka?" Zaid menjawab: &lt;span style="color: blue;"&gt;"Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga Abbas."&lt;/span&gt; Hushain bertanya lagi: "Apakah mereka diharamkan menerima sedekah?" Zaid menjawab, "Ya." .....&lt;br /&gt;Dari Hassan, yaitu Ibnu Ibrahim, dari Sa'id, yaitu Ibnu Masruq, dari Yazid bin Hayyan dari Zaid bin Arqam: Rasulullah Saww bersabda: "Ketahuilah sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara yang sangat besar, salah satunya adalah &lt;u&gt;Kitabullah&lt;/u&gt; (dan satunya lagi adalah Ahlul Bait. -pen.). Barang siapa yang mengikuti petunjuknya maka dia akan mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang meninggalkannya maka dia akan tersesat." Juga di dalamnya disebutkan perkataan: Lalu kami bertanya: &lt;span style="color: red;"&gt;"Siapakah ahlu baitnya, bukankah istri-istri beliau termasuk ahlul baitnya?"&lt;/span&gt; Dia (Zaid) menjawab: &lt;span style="color: blue;"&gt;"&lt;b&gt;Bukan, demi Allah!&lt;/b&gt; Sesungguhnya seorang istri bisa saja dia setiap saat bersama suaminya. Tapi kemudian bisa saja ditalaknya hingga akhirnya dia kembali kepada bapaknya dan kaumnya. Yang dimaksud dengan ahlu bait adalah saudara sedarah dan keturunan beliau &lt;i&gt;(ashluhu wa ashabatuhu)&lt;/i&gt; yang diharamkan menerima sedekah sepeninggal beliau."&lt;/span&gt;(HR. Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=4425&amp;x=30&amp;y=8" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4425&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;Yang menarik dari hadits Muslim di atas (sayangnya tidak ditemukan hadits-hadits lain yang senada untuk mendukung hadits ini) adalah jawaban terhadap pernyataan, "bukankah istri-istri beliau termasuk ahlul baitnya?" &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Dari sanad Isma'il bin Ibrahim menyatakan bahwa: Istri-istri Nabi Saww termasuk ahlul bait tetapi bukan  yang dimaksudkan dalam wasiat beliau. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari sanad Hassan bin Ibrahim menyatakan bahwa: Istri-istri Nabi Saww tidak termasuk ahlul bait karena bisa menjadi janda dan dikembalikan kepada orangtuanya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;br /&gt;Namun jawaban menurut kedua jalur (sanad) itu sama jika menyangkut Ahlul Bait yang diwasiatkan Nabi Saww supaya dijaga dan diperlakukan dengan berpedoman pada hukum Allah (Al-Qur'an dan Sabda Nabi Saww). Mereka adalah keturunan dan saudara yang bertalian darah dengan beliau &lt;i&gt;(ashluhu wa ashabatuhu)&lt;/i&gt;, seperti: keluarga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib" target="_blank"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt; (sepupu dan menantu Nabi), keluarga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja'far_bin_Abi_Thalib" target="_blank"&gt;Aqil bin Abi Thalib&lt;/a&gt; (sepupu Nabi dan adik Ali), keluarga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ja'far_bin_Abi_Thalib" target="_blank"&gt;Ja'far bin Abi Thalib&lt;/a&gt; (sepupu Nabi dan kakak Ali), dan keluarga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbas_bin_Abdul-Muththalib" target="_blank"&gt;Abbas bin Abdul-Muththalib&lt;/a&gt; (paman Nabi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan istri-istri Nabi Saww, apakah termasuk Ahlul Bait atau bukan, karena dari kedua jalur itu jawabannya berbeda-beda? Untuk menjawab pertanyaan ini, biarlah sobat blogger memilih sendiri jawabannya yang dianggap logis dan lugas.   &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;Ahlul Bait Yang Disucikan Allah &lt;/div&gt;Salah satu yang sering menjadi pertentangan antara Sunni dan Syiah adalah menyangkut siapa Ahlul Bait Nabi yang disucikan Allah? Sebagian Sunni (tidak semuanya) berpendapat bahwa semua Ahlul Bait (termasuk istri-istri, keturunan dan saudara sedarah Nabi Saww) akan disucikan Allah Swt, sedangkan Syiah (dan sebagian Sunni yang lain) berpendapat, hanya: Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain saja yang akan disucikan, sedang Ahlul Bait lainnya tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua pendapat tersebut, manakah yang memiliki dasar hukum (dalil agama) yang lebih kuat? Kiranya hadits-hadits berikut dapat memberikan jawaban yang gamblang menyangkut pertanyaan tersebut:  &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;Dari 'Umar bin Abu Salamah, anak didik (tiri) Nabi Saww, berkata: "Saat ayat ini turun kepada Nabi Saww: &lt;i&gt;'Innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakum tathhiiran'&lt;/i&gt; (Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya. [Al­-Ahzab ayat 33]) Rasulullah Saww sedang berada di rumah Ummu Salamah. Maka beliau memanggil Fatimah, Hasan dan Husain lalu menyelimuti mereka dengan kain (kisa) sedangkan Ali berada di belakang beliau, lalu beliau pun menyelimutinya dengan kain. Kemudian beliau berdo'a: &lt;span style="color: blue;"&gt;'Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku, maka hilangkanlah dosa dari diri mereka dan sucikanlah mereka dengan sesuci-sucinya.'&lt;/span&gt; Ummu Salamah bertanya, 'Apakah saya termasuk bersama mereka &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(ana ma'ahum)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, wahai Nabi Allah?' Beliau menjawab: '&lt;span style="color: red;"&gt;Engkau berada dalam kedudukanmu &lt;i&gt;(anti 'ala makaniki)&lt;/i&gt; dan engkau berada dalam kebaikan &lt;i&gt;(anti 'ala khair)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;'." (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3129&amp;x=25&amp;y=8" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3129&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3719&amp;x=24&amp;y=9" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3719&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: -7px;"&gt;Dari Atha' bin Abi Rabaah: Ummu Salamah menceritakan bahwa ketika Nabi Saww berada di rumahnya, Fatimah datang dengan membawa bejana yang berisi sup dan beliau pun menemuinya, lalu berkata padanya: "Panggillah suamimu dan kedua anakmu." Lalu datanglah Ali beserta Hasan dan Husain, mereka pun masuk dan duduk kemudian memakan sup tersebut, sementara beliau berada di tempat tidur di toko miliknya, di bawahnya terdapat kain (kisa) yang berasal dari Khaibar. Beliau berkata: "Ketika aku sedang shalat di kamar Allah menurunkan ayat ini: &lt;i&gt;'Innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakum tathhiiran'&lt;/i&gt; (Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya. [Al­-Ahzab ayat 33])" Ia (Ummu Salamah) berkata: "Kemudian beliau mengambil kain (kisa) dan menutupi mereka dengannya, lalu beliau mengeluarkan tangannya dan mengangkatnya ke arah langit dan berdo'a: '&lt;span style="color: blue;"&gt;Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku dan orang-orang special/istimewa-ku &lt;i&gt;(khashshati)&lt;/i&gt;, maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka dengan sesuci-sucinya'.&lt;/span&gt;" Lalu aku melongokkan kepalaku kedalam rumah dan bertanya: "Apakah saya bersama kalian &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(ana ma'akum)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;Sesungguhnya dirimu menuju pada kebaikan. Sesungguhnya dirimu menuju pada kebaikan &lt;i&gt;(innaki ila khair)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;" (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=25300&amp;x=19&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;25300&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: -7px;"&gt;Dari Ummu Salamah: Nabi Saww menyelimuti Hasan, Husain, Ali, dan Fatimah dengan kain (kisa), kemudian beliau berdo'a: "&lt;span style="color: blue;"&gt;Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku, dan orang-orang special/istimewa-ku &lt;i&gt;(khashshati)&lt;/i&gt;, maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka dengan sesuci-sucinya.&lt;/span&gt;" Maka Ummu Salamah bertanya: "Apakah saya termasuk bersama mereka &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(ana ma'ahum)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "&lt;span style="color: red;"&gt;Sesungguhnya dirimu menuju pada kebaikan.&lt;/span&gt;" (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3806&amp;x=24&amp;y=9" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3806&lt;/a&gt; dan Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=25383&amp;x=26&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;25383&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: -7px;"&gt;Syahr bin Hausab berkata: Aku mendengar Ummu Salamah, istri Nabi Saww, melaknat penduduk Irak ketika datang berita kematian Husain bin Ali. Ummu Salamah berkata: "Mereka telah membunuhnya semoga Allah membinasakan mereka. Mereka telah menipu dan menghinakannya, semoga Allah melaknat mereka, karena aku melihat Rasulullah Saww didatangi Fatimah pada suatu pagi dengan membawa makanan dari gandum yang ia bawa dalam panci miliknya, lalu menghidangkannya di hadapan beliau. Kemudian beliau bertanya kepadanya, 'Dimanakah anak pamanmu (Ali)?'. Fatimah menjawab, 'Ia ada di rumah'. Beliau berkata, 'Pergi dan panggillah ia dan bawa kedua putranya'. Maka Fatimah datang sambil menuntun kedua putranya dan Ali berjalan di belakang mereka. Lalu masuklah mereka ke ruang Rasulullah Saww dan beliau pun mendudukkan keduanya (Hasan dan Husain) di pangkuan beliau. Sedangkan Ali duduk disamping kanan beliau dan Fatimah di samping kiri beliau.' Ummu Salamah berkata: 'Kemudian beliau menarik kain (kisa) buatan Khaibar di bawahku, yang menjadi hamparan tempat tidur kami di Madinah, lalu Nabi Saww menutupkan kain tersebut kepada mereka semua. Beliau memegang kedua ujung kain tersebut dengan tangan kirinya dan menengadahkan tangan kanannya kepada Tuhan 'Azza waalla sambil berdo'a: &lt;span style="color: blue;"&gt;'Ya Allah, mereka adalah keluargaku &lt;i&gt;(ahlii)&lt;/i&gt; maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya.'&lt;/span&gt; Aku bertanya: 'Wahai Rasulullah, bukankah aku juga keluargamu &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(alastu min ahlika)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;?'. Beliau menjawab: '&lt;span style="color: red;"&gt;Benar. Masuklah ke dalam kain&lt;/span&gt;'." Ia (Ummu Salamah) berkata: "Maka akupun masuk ke balik kain tersebut setelah  beliau selesai berdo'a untuk anak pamannya, Ali, kedua cucunya dan putrinya, Fatimah." (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=25339&amp;x=22&amp;y=14" target="_blank" title="Cek disini"&gt;25339&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;Dari hadits-hadits Kisa di atas, yang berkaitan dengan turunnya ayat &lt;i&gt;tathhir&lt;/i&gt; (penggalan surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=33&amp;amp;aid=33&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 33:33"&gt;Al­-Ahzab ayat 33&lt;/a&gt;), terlihat bahwa Ahlul Bait yang akan dihilangkan dosa-dosanya dan disucikan sesuci-sucinya oleh Allah hanya Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari hadits-hadits di atas adalah hadits Ahmad No. 25339. Jika membaca sepintas sepertinya jawaban Nabi Saww atas pertanyaan Ummu Salamah dalam hadits tersebut berbeda dengan jawaban beliau pada hadits Tirmidzi No. 3129, 3719, 3806, dan Ahmad No. 25300, 25383 di atas, namun jika dicermati, justru semakin menguatkan argumen bahwa Ahlul Bait yang "diistimewakan" (sebut saja demikian, karena akan dihilangkan dosanya dan disucikan sesuci-sucinya oleh Allah) hanya mencakup: Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. Coba perhatikan pertanyaan Ummu Salamah dan jawaban Nabi Saww berikut:  &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Apakah saya bersama mereka &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(ana ma'ahum)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;? [Tirmidzi No. 3806, 3129, 3719]; Apakah saya bersama kalian &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(ana ma'akum)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;? [Ahmad No. 25300]; Apakah saya bagian dari mereka &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(ana minhum)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;? [Ahmad No. 25383] &lt;br /&gt;   Untuk ketiga pertanyaan tersebut jawaban Nabi Saww hampir sama, yaitu: "Sesungguhnya engkau menuju pada kebaikan &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(innaki ila khair)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; [dalam redaksi lain, berada dalam kebaikan &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;(innaki 'ala khair)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;]." Dengan jawaban tersebut seolah Nabi Saww ingin menegaskan bahwa Ummu Salamah, begitupun dengan istri-istrinya yang lain, tidak termasuk kedalam Ahlul Bait yang dihilangkan dosa-dosanya dan disucikan sesuci-sucinya oleh Allah melainkan tetap berada pada kedudukannya sebagai istri beliau &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;(anti 'ala makaniki)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang penuh dengan kebaikan &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;(anti 'ala khair)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; [Tirmidzi No. 3129, 3719].  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Bukankah aku juga keluargamu &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;(alastu min ahlika)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;? [Ahmad No. 25339] &lt;br /&gt;  Untuk pertanyaan itu Nabi Saww menjawab: &lt;span style="color: red;"&gt;"Benar"&lt;/span&gt;, karena sebagai istri, Ummu Salamah termasuk keluarga &lt;i&gt;(ahl)&lt;/i&gt; Nabi Saww, namun demikian Ummu Salamah (dan istri-istri beliau yang lain) tidak termasuk Ahlul Bait yang disucikan, karena sekalipun Ummu Salamah ikut masuk kedalam kain (kisa) tetapi masuknya setelah Nabi Saww selesai berdo'a untuk Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt; Selain hadits-hadits Kisa di atas, terdapat hadits-hadits lain yang dapat dijadikan argumen atau dalil pendukung untuk lebih menguatkan Ahlul Bait "istimewa" &lt;i&gt;(khashshat)&lt;/i&gt; ini, antara lain:   &lt;br /&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;Dari 'Aisyah: "Pada suatu pagi Rasulullah Saww keluar dari rumahnya dengan mengenakan kain bulu hitam yang berhias. Tak lama kemudian datang Hasan bin Ali, lalu Rasulullah Saww menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian datang Husain dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Setelah itu datanglah Fatimah dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Akhirnya datanglah Ali dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Lalu beliau membaca ayat Al-Qur'an yang berbunyi: &lt;i&gt;'Innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakum tathhiiran'&lt;/i&gt; (&lt;span style="color: blue;"&gt;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya&lt;/span&gt;. [Al­-Ahzab ayat 33])" (HR. Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=4450&amp;x=26&amp;y=10" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4450&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: -7px;"&gt;Dari Saddad Abu 'Amar: Saya menemui Watsilah bin Al-Asqa'... dia berkata: "Maukah saya beritahukan apa yang telah saya lihat dari Rasulullah Saww?" Saya menjawab, "Ya." Dia berkata: "Saya mendatangi Fatimah, saya bertanya tentang Ali. Dan Fatimah menjawab, 'Dia sedang menuju Rasulullah Saww.' Maka aku pun duduk menunggunya hingga datang Rasulullah Saww bersama Ali, Hasan, dan Husain, yang saling bergandengan tangan satu sama lain hingga masuk (rumah). Lalu Ali mendekati Fatimah sedangkan beliau mendudukkan Hasan dan Husain di atas pangkuannya, kemudian melipatkan pakaiannya, yang disebut kain (kisa), pada mereka lalu membacakan ayat: &lt;i&gt;'Innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakum tathhiiran'&lt;/i&gt; (&lt;span style="color: blue;"&gt;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya&lt;/span&gt;. [Al­-Ahzab ayat 33]) dan berkata: &lt;span style="color: red;"&gt;'Ya Allah, mereka adalah ahlul baitku dan &lt;b&gt;ahlul baitku-lah yang paling berhak&lt;/b&gt;'&lt;/span&gt;." (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=16374&amp;x=28&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;16374&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: -7px;"&gt;Dari Anas bin Malik: "Rasulullah Saww melewati depan pintu rumah Fatimah selama enam bulan saat hendak melaksanakan shalat Fajar (Shubuh). Beliau berkata: "Shalat wahai ahlul bait! &lt;i&gt;Innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakum tathhiiran&lt;/i&gt; (&lt;span style="color: blue;"&gt;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya&lt;/span&gt;. [Al­-Ahzab ayat 33])." (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3130&amp;x=17&amp;y=5" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3130&lt;/a&gt; dan Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=13231&amp;x=28&amp;y=13" target="_blank" title="Cek disini"&gt;13231&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=13529&amp;x=25&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;13529&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;&lt;div class="arti" style="margin-top: -7px;"&gt;Dari Amru bin Maimum: Ibnu Abbas merekatkan bajunya sambil berkata: "Cukup! Cukup! Mereka telah mencela seorang lelaki (Ali) yang memiliki sepuluh keutamaan. Mereka telah mencela seorang lelaki yang Nabi Saww berkata padanya: 'Aku akan berikan bendera (Perang Khaibar) kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya&lt;/span&gt;"... Ibnu Abbas melanjutkan: "Nabi juga mengambil bajunya dan memberikannya kepada Ali, Fatimah, Hasan dan Husain, lalu berkata: &lt;i&gt;'Innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakum tathhiiran'&lt;/i&gt; (&lt;span style="color: blue;"&gt;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya&lt;/span&gt;. [Al­-Ahzab ayat 33])."... (HR. Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=2903&amp;x=18&amp;y=8" target="_blank" title="Baca hadits lengkapnya"&gt;2903&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;Jika keluarga Nabi Saww, seperti: Ummu Salamah, 'Aisyah (istri-istri Nabi), Ibnu Abbas (sepupu Nabi), dan 'Umar bin Abu Salamah (anak tiri Nabi), mengakui bahwa Ahlul Bait yang akan dihilangkan dosa-dosanya dan disucikan sesuci-sucinya oleh Allah Swt hanya mencakup: Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain, maka &lt;span style="color: blue;"&gt;masih adakah pendapat lain yang lebih baik dari pernyataan (pengakuan) keluarga Nabi sendiri?&lt;/span&gt; Selain itu, dari semua kitab hadits yang ada, &lt;b&gt;tidak ada satu pun riwayat&lt;/b&gt; yang menyebutkan bahwa Nabi Saww pernah mendo'akan dan membacakan surat Al­-Ahzab ayat 33 untuk keluarga beliau yang lain, selain kepada Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. Bahkan ketika turun ayat: &lt;i&gt;"faqul ta'aalau nad'u abnaa-ana wa abnaa-akum wa nisaa-ana wa nisaa-akum..."&lt;/i&gt; (Katakanlah, mari kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian... &lt;a href="http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_AsbabunNuzul.asp?pageno=4&amp;SuratKe=3#61" target="_blank" title="Lihat Asbabunnuzul QS. 3:61"&gt;[Al-Imran ayat 61]&lt;/a&gt;), berkaitan dengan ajakan &lt;i&gt;mubahalah&lt;/i&gt; kepada kaum Nasrani Najran, Nabi Saww hanya memanggil Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;Allah Menentukan Sesuai KehendakNya &lt;/div&gt;Sepintas, penentuan Ahlul Bait yang akan dihilangkan dosa-dosanya dan disucikan sesuci-sucinya oleh Allah terkesan pilih kasih dan tidak adil karena lebih mengutamakan keluarga Ali daripada keluarga Nabi lainnya, namun begitulah kehendak Allah.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat catatan kaki"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Allah berkuasa untuk memuliakan orang yang Ia kehendaki dan menghinakan orang yang Ia kehendaki &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=3&amp;amp;aid=26&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 3:26"&gt;(Al-Imran ayat 26)&lt;/a&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kedudukan Ali di sisi Nabi Saww seperti kedudukan Harun di sisi Musa&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki4" name="4" title="Lihat catatan kaki"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; telah menjadikan keluarga Ali sebagai Ahlul Bait "special", baik bagi Nabi Saww sendiri maupun bagi Allah Swt, karena keluarga Harun As pun diperlakuan secara khusus oleh Allah Swt dan Nabi Musa As.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki5" name="5" title="Lihat catatan kaki"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lainnya, barangkali, ketika ayat &lt;i&gt;tathhir&lt;/i&gt; diturunkan, hanya Fatimah lah putri Nabi Saww yang masih hidup dan hanya Fatimah pula putri beliau yang memiliki keturunan.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki6" name="6" title="Lihat catatan kaki"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat hadits-hadits di atas, sungguh mengherankan jika masih ada orang yang beranggapan bahwa Syiah telah melakukan "tikaman" kepada Ahlul Bait. Apanya yang ditikam? Dan siapa Ahlul Bait yang ditikam? Justru pendapat Syiah mengenai Ahlul Bait memiliki dalil yang sangat kuat.&lt;br /&gt;Hanya muslim yang jujur, yang mampu menilai masalah Ahlul Bait ini dengan adil: Tanpa prasangka, tanpa kebencian, murni karena kecintaan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allahuma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;div class="notes"&gt;Perlu dibaca: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank"&gt;Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah&lt;/a&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/karena-membenci-syiah-ahlul-bait-pun.html" target="_blank"&gt;Karena Membenci Syiah, Ahlul Bait Pun Terkena Fitnah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/kemiripan-antara-perang-shiffin-dengan.html" target="_blank"&gt;Kemiripan Antara Perang Shiffin dengan Perang Suriah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Dalam tulisan "Tikaman Syi’ah Kepada Ahlul Bait", hadits Muslim ini sengaja dipotong sampai kalimat "Zaid menjawab, Ya" agar argumen mereka dapat dibenarkan. Bahkan mereka mengabaikan perkataan Zaid bin Arqam yang mengatakan bahwa para istri Nabi Saww tidak termasuk kedalam Ahlul Bait yang menjadi pesan beliau.   &lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;Dari ‘Amir bin Sa’ad bin Abi Waqash dari ayahnya yang berkata: Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah Sa’ad, lalu berkata: "Apa yang menghalangimu untuk mencaci Abu Turab (Ali)?!". Sa’ad berkata: "Selama aku masih mengingat tiga hal yang dikatakan oleh Rasulullah Saww aku tidak akan mencacinya..... &lt;span style="color:blue;"&gt;Dan ketika turun ayat &lt;i&gt;'faqul ta'aalau nad'u abnaa-ana wa abnaa-akum...'&lt;/i&gt; (Katakanlah, Mari kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian... [Al-Imran ayat 61])', Rasulullah Saww memanggil Ali, Fatimah, Hasan dan Husain dan berkata: "Ya Allah merekalah keluargaku"&lt;/span&gt;." (HR. Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=4420&amp;x=25&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4420&lt;/a&gt; dan Tirmizi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3658&amp;x=19&amp;y=10" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3658&lt;/a&gt;)  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Menarik untuk membaca tulisan seorang blogger, &lt;a href="http://sunnisyiah.blogspot.com/2007/12/pelat-kapal-nabi-nuh-as.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Pelat Kapal Nabi Nuh As"&lt;/a&gt;, dimana ditemukan tulisan yang menyebutkan nama Muhammad, Ali, Fatima, Shabbar (Hasan) dan Shabbir (Husain) pada pelat kayu yang diduga bekas kapal Nabi Nuh As. Jika berita ini benar, &lt;i&gt;Subhanallah...&lt;/i&gt; Tuhan Sang Maha Perancang. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#4" name="caki4" title="Kembali"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; Bukhari No. 3430, 4064; Muslim No. 4418, 4419, 4420, 4421; Tirmidzi No. 3658, 3663, 3664; Ibnu Majah No. 112, 118; Ahmad No. 1384, 1408, 1423, 1427, 1450, 1465, 1498, 1514, 1522, 2903, 10842, 14111, 25834, 26195. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#5" name="caki5" title="Kembali"&gt;[5]&lt;/a&gt;"Panggillah Harun abangmu beserta anak-anaknya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar, dan  &lt;span style="color:blue;"&gt;khususkanlah mereka supaya dapat melayani Aku sebagai imam&lt;/span&gt;." (Keluaran 28:2) &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#6" name="caki6" title="Kembali"&gt;[6]&lt;/a&gt;Lihat &lt;a href="http://hasanalsaggaf.wordpress.com/?p=670&amp;preview=true" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Fatimah"&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://hasanalsaggaf.wordpress.com/?p=659&amp;preview=true" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Putra Putri Nabi"&lt;/a&gt;.  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-avDOk8XSl28/UoN2H6MeLNI/AAAAAAAARy0/2XNHByHo9K4/s72-c/ahlul_bayt_nabi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total></item><item><title>Cara Membuat Footnote Pada Blogspot</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/cara-membuat-footnote-pada-blogspot.html</link><category>Blog Tutorials</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sun, 1 Dec 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6294832041565936481</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-lDdtBrPts38/UnOz50u6P2I/AAAAAAAARt4/VuqoUYBa2Io/s150/Kaki.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;&lt;i&gt;Footnote&lt;/i&gt; (catatan kaki) pada tulisan-tulisan ilmiah atau tulisan lainnya yang banyak menyadur dari berbagai literatur sangatlah penting untuk lebih menguatkan pernyataan dalam tulisan tersebut. Memang bisa saja menggunakan &lt;i&gt;runningnote&lt;/i&gt; untuk kebutuhan tersebut, namun &lt;i&gt;runningnote&lt;/i&gt; memiliki kelemahan jika ingin mencantumkan catatan yang panjang atau komentar dari penulis sendiri, karena itulah &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt; bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi kelemahan yang terdapat pada  &lt;i&gt;runningnote&lt;/i&gt; tersebut. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana cara membuat &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt; pada blogspot? Mungkin itu yang jadi pertanyaan sobat blogger.  &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt; pada blogspot mungkin sudah banyak yang menulisnya, namun seringkali &lt;i&gt;link&lt;/i&gt; yang mengarah ke &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt; tersebut tidak jalan, kalaupun ada yang jalan tetapi tidak bisa kembali lagi ke bagian tulisan yang diberi tanda &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt;. Nah, cara yang saya jelaskan berikut ini untuk mengatasi permasalahan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh bisa dilihat pada kalimat yang diberi &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt; berikut (coba klik &lt;i&gt;link&lt;/i&gt;-nya, baik dari tulisan ke &lt;i&gt;footnote&lt;/i&gt; maupun sebaliknya): &lt;br /&gt; &lt;blockquote id="note1"&gt;Jika kita lupa mengerjakan suatu shalat sehingga terlewat waktunya maka hendaklah melaksanakannya ketika ingat karena shalat tidak bisa digantikan dan tidak bisa ditebus dengan denda.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saww pernah menjama’ antara shalat Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya’ di Madinah, bukan karena ketakutan ataupun hujan. Hal ini beliau lakukan agar tidak memberatkan umat Islam.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;Untuk membuat catatan kaki &lt;i&gt;(footnote)&lt;/i&gt;, caranya: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Editing Template, tambahkan CSS berikut &lt;u&gt;di atas&lt;/u&gt; kode &lt;b&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/b&gt;: &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;/*=== Catatan Kaki ===*/&lt;br /&gt;.caki {&lt;br /&gt;border-top: &lt;span style="color: red;"&gt;3&lt;/span&gt;px double #&lt;span style="color: red;"&gt;444&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;font-size: &lt;span style="color: red;"&gt;95&lt;/span&gt;%;&lt;br /&gt;margin-top: &lt;span style="color: red;"&gt;10&lt;/span&gt;px; &lt;br /&gt;padding-top: &lt;span style="color: red;"&gt;7&lt;/span&gt;px; &lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;.caki ul li, .caki ol li  {&lt;br /&gt;font-size: &lt;span style="color: red;"&gt;95&lt;/span&gt;%;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;Ukuran berwarna &lt;span style="color: red;"&gt;merah&lt;/span&gt; bisa diatur kembali jika diperlukan &lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah disimpan, mulailah dengan Entri baru. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pilihlah mode HTML, lalu lakukan penulisan seperti ini, pada setiap kalimat yang ingin dibuatkan catatan kaki-nya: &lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;sup&amp;gt;&amp;lt;a href="&lt;span style="color: red;"&gt;#caki1&lt;/span&gt;" name="&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;"&amp;gt;&lt;span style="color: red;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/sup&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nomor&lt;/span&gt; catatan kaki (&lt;span style="color: red;"&gt;caki&lt;/span&gt;) disesuaikan dengan kebutuhan &lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah selesai penulisan artikel, buatlah penjelasan untuk catatan kaki tersebut seperti ini: &lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div class="caki"&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;a href="&lt;span style="color: red;"&gt;#1&lt;/span&gt;" name="&lt;span style="color: red;"&gt;caki1&lt;/span&gt;"&amp;gt;&lt;span style="color: red;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&amp;lt;/a&amp;gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Isi catatan kaki ke-1&lt;/span&gt; &amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;a href="&lt;span style="color: red;"&gt;#2&lt;/span&gt;" name="&lt;span style="color: red;"&gt;caki2&lt;/span&gt;"&amp;gt;&lt;span style="color: red;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&amp;lt;/a&amp;gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Isi catatan kaki ke-2&lt;/span&gt; &amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;dan seterusnya.&lt;br /&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah itu simpan dan ucapkan &lt;i&gt;Alhamdulillah...&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Nah, selesai deh. Gampang kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, segitu aja sob. Semoga bermanfaat .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Untuk lebih jelasnya silahkan baca &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-shubuh-kesiangan-apa-salahnya.html" target="_blank"&gt;"Shalat Shubuh Kesiangan, Apa Salahnya?"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Untuk lebih jelasnya silahkan baca &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jama-bagi-muqim-apa-salahnya.html" target="_blank"&gt;"Shalat Jama' Bagi Muqim, Apa Salahnya?"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-lDdtBrPts38/UnOz50u6P2I/AAAAAAAARt4/VuqoUYBa2Io/s72-c/Kaki.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total></item><item><title>Hati-hati, Lima Doktrin Syiah Iran Ini Sangat Berbahaya!</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/hati-hati-lima-doktrin-syiah-iran-ini.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Tue, 26 Nov 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-5336543192520578766</guid><description>&lt;div style="text-align:justify; font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-tzbdlgS6Ezg/UmDOgm9UkmI/AAAAAAAAReI/_TjoPKvcek8/s150/redroseblood.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width:28%;" /&gt;Sewaktu masih kecil (SMP) di tahun 80-an, saya tidak begitu perduli dengan masalah Syiah, apakah termasuk aliran sesat atau bukan, kafir atau tidak, karena &lt;i&gt;asatidz&lt;/i&gt; (para ustadz) dan Kyai di tempat saya menimba ilmu tidak pernah membahasnya sekalipun. Bahkan ketika saya dan teman-teman santri lain diberi tiga buah &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;buku bantuan dari Arab Saudi&lt;/a&gt;, yang isinya menjelek-jelekan Syiah (konon buku-buku tersebut diberikan juga kepada para santri di pondok pesantren lain), &lt;i&gt;asatidz&lt;/i&gt; dan Kyai itu pun tidak membahasnya sama sekali. Mungkin karena Kyai saya lulusan Gontor dan Al-Azhar Mesir sehingga beliau tidak pernah mempermasalahkan Syiah. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah dewasa, timbul pertanyaan, benarkah Syiah itu sesat dan bukan bagian dari Islam? Mengapa Arab Saudi begitu getol menentang Syiah hingga berani mengeluarkan uang ratusan juta (bahkan mungkin milyaran) hanya untuk membuat, mencetak dan membagi-bagikan buku yang isinya menistakan Syiah? Mengapa Arab Saudi mau &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/06/15/lmu7nb-wikileaks-bongkar-hubungan-dekat-arab-saudiisrael" target="_blank" title="Bocoran Wikileaks"&gt;bersekutu dengan Israel&lt;/a&gt; dan Amerika, serta &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/11/101129_wikileaks_saudi.shtml" target="_blank" title="Bocoran Wikileaks"&gt;meminta bantuan Amerika untuk menyerang Iran&lt;/a&gt;? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan "penelitian", ternyata memang benar bahwa Syiah Iran memiliki doktrin-doktrin yang sangat berbahaya. Doktrin-doktrin itu antara lain sebagai berikut:   &lt;div class="subjdl"&gt;1. Wilayah Al-Faqih &lt;/div&gt;&lt;i&gt;Wilayah Al-Faqih&lt;/i&gt; adalah konsep kepemimpinan ahli agama (ulama/faqih) dalam sistem pemerintahan Iran, dimana pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan bukanlah terletak pada presiden, melainkan pada wali faqih yang sekaligus seorang Rahbar. Presiden hanyalah sebagai kepala negara dan pemerintahan yang melaksakanan tugas-tugas kenegaraan sementara pengawasannya dilakukan oleh &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt; (mungkin mirip MPR dulu).&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Pengawasan ini dilakukan untuk melihat dan menilai sampai sejauh mana pelaksanakan konstitusi telah dijalankan dan sejauhmana ideologi Islam telah diterapkan secara benar oleh pemerintah/presiden. Jika menyimpang dari nilai-nilai Islam, Rahbar bisa membatalkan kebijakan atau konstitusi yang telah dibuat.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa masuk kedalam jajaran &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt; ini tidaklah sembarangan karena, sebagaimana presiden, para faqih ini pun dipilih langsung oleh rakyat dalam sebuah pemilu demokratis. Karena itulah, selain harus faqih (menguasi berbagai macam ilmu agama), shaleh, amanah, menguasai persoalan kenegaraan, juga mendapat dukungan rakyat.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt; ini tentu saja sangat berbahaya, terutama bagi negara-negara Arab yang menerapkan sistem monarki (kerajaan), karena jika doktrin ini kemudian diyakini umat Islam sebagai sistem pemerintahan Islam alternatif, bisa dipastikan akan mengancam status quo kekuasaan yang selama ini dipegang oleh para penguasa, baik penguasa pada sistem pemerintahan monarki, presidensial maupun parlementer, yang selama ini tidak dikontrol dan dibatasi wewenangnya oleh konstitusi Islami.  &lt;div class="subjdl"&gt;2. Marja'iyyah &lt;/div&gt;Dalam doktrin Syiah, seseorang yang tidak memahami masalah-masalah keagamaan diharuskan untuk mengikuti salah seorang &lt;i&gt;marja' taqlid&lt;/i&gt; (faqih yang layak diikuti). Putusan atau fatwa &lt;i&gt;marja' taqlid&lt;/i&gt; ini kemudian mengikat &lt;i&gt;muqallid&lt;/i&gt; (pengikut)-nya. Konsep ini dikenal dengan istilah &lt;i&gt;marja'iyyah&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Marja'iyyah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt; sangat berkaitan erat karena keduanya berisi para faqih yang mumpuni. Perbedaannya hanya terletak pada kewenangan dan fatwa yang dikeluarkan. Jika dalam &lt;i&gt;marja'iyyah&lt;/i&gt; kewenangan hanya menyangkut persoalan fikih dan peribadatan, sedangkan dalam &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt; menyangkut seluruh dimensi ajaran Islam, baik yang bersifat individual maupun sosial-kemasyarakatan. Dan dalam hal putusan, fatwa &lt;i&gt;marja'iyyah&lt;/i&gt; hanya mengikat para &lt;i&gt;muqallid&lt;/i&gt;-nya saja, sedangkan fatwa &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt; mengikat seluruh masyarakat Iran.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya untuk masuk ke jajaran &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt;, menjadi seorang &lt;i&gt;marja' taqlid&lt;/i&gt; pun tidaklah sembarangan. Seseorang dapat menjadi seorang &lt;i&gt;marja' taqlid&lt;/i&gt; selain harus menguasi berbagai ilmu agama (faqih), shaleh, amanah, dan mencapai gelar keilmuan setingkat mullah atau ayatullah, juga ditunjuk/ditentukan oleh &lt;i&gt;wilayah al-faqih&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin &lt;i&gt;marja'iyyah&lt;/i&gt; ini pun berbahaya dan bisa mengancam keberadaan para ustadz dan da'i biasa, yang penguasaan ilmu agamanya pun biasa-biasa saja, karena jika konsep &lt;i&gt;marja'iyyah&lt;/i&gt; ini diterapkan, bisa-bisa para ustadz dan da'i ini akan kehilangan &lt;i&gt;mustami'&lt;/i&gt; (pendengar)-nya, bahkan bisa berakibat pada hilangnya sumber mata pencaharian mereka.  &lt;div class="subjdl"&gt;3. Kebebasan Berijtihad &lt;/div&gt;Doktrin Syiah lain yang tidak kalah berbahaya adalah kebebasan berijtihad. Kebebasan berijtihad di kalangan masyarakat Iran telah mampu melahirkan mujtahid-mujtahid kenamaan, baik dalam bidang ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum dan teknologi. Dan tidak itu saja, kebebasan berijtihad inipun telah menjadikan bangsa Iran sebagai bangsa mandiri yang tidak tergantung pada bangsa-bangsa lain. Ini terlihat dari kemampuan bangsa Iran dalam bertahan dari embargo selama 30 tahun lebih. Selain itu, doktrin inipun telah menjadikan bangsa Iran sebagai bangsa yang berkembang sangat pesat dalam penguasaan teknologi canggih, seperti:  &lt;a href="http://indonesian.irib.ir/tokoh/-/asset_publisher/tCI5/content/fereshteh-dini-dan-nasrin-tiga-wanita-ilmuwan-nanoteknologi-iran" target="_blank"&gt;nanoteknologi&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://inet.detik.com/read/2010/07/05/123125/1393024/511/surena-2-robot-humanoid-terbaru-buatan-iran" target="_blank"&gt;robotik&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/06/kuasai-teknologi-pembangkit-canggih-saat-kepepet/" target="_blank"&gt;pembangkit listrik&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://teknologi.inilah.com/read/detail/84097/ini-dia-mobil-produksi-iran" target="_blank"&gt;mobil&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://web.inilah.com/read/detail/1891825/iran-bakal-produksi-sendiri-pesawat-penumpang" target="_blank"&gt;pesawat terbang&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/10/11/13/146555-dalam-tekanan-embargo-teknologi-luar-angkasa-iran-melesat" target="_blank"&gt;pesawat luar angkasa&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://indonesian.irib.ir/equilibrium/-/asset_publisher/yB7o/content/id/5302790" target="_blank"&gt;peralatan militer&lt;/a&gt;, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja bagi negara-negara kapitalis doktrin ini akan merugikan mereka karena mereka akan kehilangan konsumen untuk produk-produknya. Karena itu, berbagai macam cara mereka tempuh agar doktrin kebebasan berijtihad ini tidak menyebar ke negara-negara Islam.  &lt;div class="subjdl"&gt;4. Laa Syarqiyah Walaa Gharbiyah &lt;/div&gt;&lt;img style="border: 0; float: right; margin: 0 0 0 10px; width: 28%;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lpVdOalK2RI/UmKq8pelZ2I/AAAAAAAARfk/dtTBU363BP0/s150/Imam%2520Khomeini.jpg" border="0"/&gt;Bagi mereka yang pernah mengalami tahun 80-an mungkin tidak asing lagi dengan poster-poster Imam Khomeini yang dijual PKL di pinggir-pinggir jalan. Pada poster-poster itu terpampang slogan-slogan indoktrinasi, seperti: &lt;i&gt;Laa syarqiyah walaa gharbiyah illa Islam&lt;/i&gt;, Tidak Sunni maupun Syi’ah tetapi Islam, Tidak Timur dan tidak Barat tetapi Islam, &lt;i&gt;Neither North nor West but Islam&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin Imam Khomeini ini masih melekat pada bangsa Iran hingga sekarang, akibatnya bangsa Iran menjadi pembenci Amerika (Barat) dan Israel (Timur) yang selalu mengobok-obok dunia Islam. Selain itu, doktrin ini pun telah menjadikan bangsa Iran anti sektarian dan menghargai perbedaan SARA. Hal ini terlihat dari kerukunan antar-etnis dan antar-agama di Iran dimana antara bangsa Fars (Persia), Arab, dan Kurdi dapat hidup rukun, begitupun antara Sunni, Syiah, Kristen, Yahudi, dan Zoroaster dapat hidup berdampingan.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat catatan kaki"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Dan karena doktrin ini pula bangsa Iran tidak pernah surut dalam membantu rakyat Palestina sekalipun mayoritas penduduk Palestina penganut Sunni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali, doktrin ini sangat berbahaya bagi kepentingan Amerika, Eropa, dan Israel dalam menguasai negara-negara Islam, khususnya kawasan Timur Tengah, yang memiliki cadangan minyak dan gas bumi terbesar di dunia dan merupakan sasaran empuk penjualan produk-produk mereka. Karena itulah mereka membuat fitnah-fitnah terhadap Iran (Syiah) supaya doktrin Imam Khomeini ini tidak menjangkiti muslim sedunia.  &lt;div class="subjdl"&gt;5. Keberpihakkan Pada Mustad'afin &lt;/div&gt;Selain slogan indoktrinasi tadi, doktrin lain yang dikumandangkan Imam Khomeini adalah keberpihakkan pada &lt;i&gt;mustad'afin&lt;/i&gt; (orang-orang tertindas). Hal ini terlihat dari seruan beliau untuk melawan segala bentuk penindasan,  &lt;blockquote id="note1"&gt;"Wahai orang-orang tertindas, bangkitlah melawan para penindas, dan rampaslah hak-hak kalian dari mereka..." &lt;/blockquote&gt;Akibat dari seruan ini, bangsa Iran menjadi bangsa yang revolusioner, anti imprialis, dan anti penindasan. Karena itulah mereka selalu mendukung pembebasan Palestina dari tangan penjajah Israel. Dan karena itu pula mereka mendukung dan membantu bangsa Irak ketika diinvasi Amerika meskipun Irak pernah memerangi mereka selama 8 tahun (1980-1988). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberpihakkan pada &lt;i&gt;mustad'afin&lt;/i&gt; ini pun mereka tunjukkan dalam konstitusi Iran menyangkut hak-hak perempuan (yang selama ini perempuan selalu dijadikan warga kelas dua dan diabaikan hak-haknya di banyak negara, termasuk di &lt;a href="http://indonesian.irib.ir/en/sosialita/-/asset_publisher/QqB7/content/krisis-multidimensi-perempuan-inggris-1" target="_blank"&gt;Amerika dan Eropa&lt;/a&gt;). Sebagai gambaran kita bisa lihat pada UUD Republik Islam Iran pasal 20 dan 21:&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki4" name="4" title="Lihat catatan kaki"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;div style="margin-top:7px; font-weight:bold;"&gt;Pasal 20 [Kesetaraan di Hadapan Hukum]&lt;/div&gt;Semua warga negara, baik laik-laki maupun perempuan, secara setara menerima perlindungan hukum dan memiliki semua hak kemanusiaan, politik, ekonomi, sosial, dan budaya, yang sesuai dengan kriteria Islam. &lt;div style="margin-top:7px; font-weight:bold;"&gt;Pasal 21 [Hak-Hak Perempuan]&lt;/div&gt;Pemerintah harus menjamin hak perempuan, yang sesuai dengan kriteria Islam, dan mewujudkan tujuan-tujuan di bawah ini: &lt;ol&gt;&lt;li&gt; menciptakan lingkungan kondusif untuk perkembangan kepribadian perempuan dan pengembalian hak-hak mereka, baik material maupun intelektual; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; perlindungan terhadap para ibu, terutama pada masa kehamilan dan pengasuhan anak, dan perlindungan terhadap anak-anak yatim; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; membentuk pengadilan yang berkompeten untuk melindungi keluarga; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; menyediakan asuransi khusus untuk janda, perempuan tua, dan perempuan tanpa pelindung; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; memberikan hak pengasuhan kepada ibu angkat untuk melindungi kepentingan anak ketika tidak ada pelindung legal. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa dilihat pada UU Perlindungan Pekerja Perempuan Iran tahun 1992 pasal 76 dan 78 berikut:&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki5" name="5" title="Lihat catatan kaki"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Pekerja perempuan berhak atas cuti hamil dan melahirkan, serta berhak mendapatkan fasilitas pengasuhan anak selama jam kerja. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hak cuti hamil dan melahirkan adalah 90 hari, dan bila pekerja perempuan melahirkan tidak secara normal, hak cuti ditambah 14 hari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tempat kerja yang memiliki pekerja perempuan, harus memberikan setengah jam dalam setiap tiga jam, kepada perempuan untuk menyusui anaknya, sampai si anak berusia dua tahun dan setengah jam cuti itu harus dihitung sebagai jam kerja. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tempat kerja harus menyediakan tempat pengasuhan/penitipan anak sesuai dengan kelompok umur anak-anak tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah melalui masa cuti hamil/melahirkan, pekerja perempuan berhak kembali pada posisi/jabatannya semula dan mutasi kepegawaian tidak boleh dilakukan terhadap si perempuan dalam periode cuti tersebut. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br /&gt;Perhatikanlah, begitu berbahayanya doktrin Imam Khomeini ini karena bisa melahirkan muslimin anti imprialis, anti penjajahan, anti rezim diktator, anti koruptor, dan anti bentuk-bentuk penindasan lainnya, termasuk penindasan terhadap kaum perempuan. Jika ini dibiarkan dan terus mewabah di dunia Islam, bisa dipastikan rezim-rezim penguasa akan bertumbangan karena adanya penentangan dari umat Islam yang terjangkiti doktrin ini.  &lt;img style="display: block; text-align: center; margin: 10px auto 10px; width:95%; border:0;" src="http://3.bp.blogspot.com//-7_akGXgerOE/UmcwO3-dnZI/AAAAAAAARnY/wu-ZP3hJgFw/s420/kunoichi-iran-3.jpg"/&gt; Jika diperhatikan, kelima doktrin Syiah Iran di atas mirip dengan &lt;i&gt;kunoichi-kunoichi&lt;/i&gt; (ninja perempuan) Iran. Sepintas terlihat cantik dan menawan namun sebenarnya sangat berbahaya dan mematikan! Karena itu, untuk menahan tersebarnya doktrin-doktrin ini di kalangan umat Islam maka harus ada upaya serius dan berkesinambungan dalam melawannya. Jika terus dibiarkan dan kemudian menjangkiti umat Islam sedunia maka dipastikan akan mengancam sistem pemerintahan monarki, presidensial maupun parlementer; mengancam mata pencaharian para ustadz dan da'i yang memiliki pengetahuan ala kadarnya (bukan faqih); mengancam rezim imprialis, kapitalis, liberalis, komunis, sosialis, otoriter, korup, serta rezim-rezim penindas lainnya; dan tentu saja mengancam kepentingan Amerika, Eropa, dan Israel di negera-negara Islam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada cara lain untuk menghentikan tersebarnya doktrin-doktrin Syiah Iran ini selain dengan jalan: &lt;b span style="color:red"&gt;FITNAH, LAKNAT, DAN SEBARKAN PERMUSUHAN TERHADAP SYIAH DAN IRAN !!!&lt;/b&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki6" name="6" title="Lihat catatan kaki"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam... &lt;img class="emoticon" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" height="18" width="25" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes" style="padding:0 5px;"&gt;Renungan: &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;قال سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ  &lt;/div&gt;&lt;div style="padding:0 5px;"&gt;Bersabda Rasulullah saww, &lt;span style="color:blue"&gt;"Mencela seorang muslim adalah fasik dan membunuhnya adalah kufur"&lt;/span&gt; (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Ensiklopedi Hadits"&gt;HR.&lt;/a&gt; Bukhari No. 46; Muslim No. 97; Tirmidzi No. 1906, 2558; Nasa'i No. 4036, 4037; Ibnu Majah No. 68; Ahmad No. 3465, 3708) &lt;/div&gt; &lt;div class="notes" style="margin-top:15px;"&gt;Mengenal lebih jauh mengenai Syiah: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian I"&gt;Syiah = NU + Imamah, Tradisi Syiah di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Bagian II"&gt;Taqiyah, Abdullah bin Saba, Saqifah, Khilafah, 'Umar, Abu Bakar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Bagian III"&gt;Utsman, Mu'awiyah, 'Aisyah, Thulaqa, Fitnatulkubro, Ahlul Bait&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;Nikah Mut'ah, Abu Hurairah, Hadits-hadits Janggal, Shalat Jama'&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;12 Imam, Talfiq, Al-Qur'an Syiah, Kitab Al-Kafi, Strategi Zionis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank"&gt;Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Lihat &lt;a href="http://abuthalib.wordpress.com/2009/08/16/wilayah-al-faqih-dalam-konstitusi-iran/" target="_blank" &gt;Wilayah Al-Faqih Dalam Konstitusi Iran&lt;/a&gt; oleh: Candiki Repantu. &lt;div style="margin-top:5px;"&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Lihat &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/2013/11/01/sistem-demokrasi-ala-iran-demokrasi-tangan-tuhan/" target="_blank"&gt;Sistem Demokrasi ala Iran: Demokrasi 'Tangan Tuhan'&lt;/a&gt; oleh: Dina Y. Sulaeman. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top:5px;"&gt;&lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Mengenai kerukunan SARA di Iran dapat anda baca dalam buku "Journey to Iran" karangan Dina Y. Sulaeman, seorang perempuan Muhammadiyah yang bersuamikan seorang lelaki NU, pakar HI (Hubungan Internasional) yang tengah menyelesaikan program doktoral (S3) HI di Unpad, dan pernah tinggal di Iran selama 8 tahun sebagai jurnalis IRIB. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top:5px;"&gt;&lt;a href="#4" name="caki4" title="Kembali"&gt;[4]&lt;/a&gt;  Lihat &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/2007/04/28/perempuan-iran-observasi-antara-konstitusi-dan-hdi/" target="_blank"&gt;Perempuan Iran: Observasi Antara Konstitusi dan HDI&lt;/a&gt; oleh: Dina Y. Sulaeman. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top:5px;"&gt;&lt;a href="#5" name="caki5" title="Kembali"&gt;[5]&lt;/a&gt;  Ibid. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top:5px;"&gt;&lt;a href="#6" name="caki6" title="Kembali"&gt;[6]&lt;/a&gt;  Menarik untuk dibaca &lt;a href="http://wildwestwahabi.wordpress.com/2009/02/18/syiah-dan-sunni-konflik-yang-direkayasa/" target="_blank"&gt;"Syiah Dan Sunni, Konflik Yang Direkayasa"&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-tzbdlgS6Ezg/UmDOgm9UkmI/AAAAAAAAReI/_TjoPKvcek8/s72-c/redroseblood.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">46</thr:total></item><item><title>Karena Membenci Syiah, Ahlul Bait Pun Terkena Fitnah</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/karena-membenci-syiah-ahlul-bait-pun.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Thu, 21 Nov 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-4908658903462264215</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-avDOk8XSl28/UoN2H6MeLNI/AAAAAAAARy0/2XNHByHo9K4/s375/ahlul_bayt_nabi.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width:30%;" /&gt;Mungkin sobat akan &lt;i&gt;istigfar&lt;/i&gt; berulang-ulang jika membaca tulisan seorang ustadz dalam sebuah blog dengan judul: "&lt;span style="color:red;"&gt;Ahlul-Bait Termasuk yang Terusir dari Haudl&lt;/span&gt;" (silahkan &lt;i&gt;searching&lt;/i&gt; sendiri, saya tidak tega mencantumkan &lt;i&gt;link&lt;/i&gt;-nya). Entah terbuat dari apa hati ustadz itu sehingga tega menghina keluarga Nabi Saww seperti itu? Apa lantaran kebenciannya terhadap Syiah sudah mencapai ubun-ubun sehingga Ahlul Bait pun layak untuk difitnah sebagai orang-orang yang akan diusir dari telaga Al-Haudl? &lt;i&gt;Na'udzubillah&lt;/i&gt; dari pikiran picik seperti itu. Dan semoga saja Allah memberikan petunjuk kepadanya. Amin... &lt;br/&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Sebagai Sunni yang mencintai Ahlul Bait tentu saja saya merasa perlu untuk membantah fitnah keji itu. Dan bantahan ini pernah saya tulis pada catatan kaki dalam tulisan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;"Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah"&lt;/a&gt;. Namun karena dibahas tidak begitu detail maka perlu dibuat tulisan tersendiri untuk membantah fitnah keji tersebut.  &lt;div class="subjdl"&gt;Ahlul Bait Terusir dari Al-Haudl? &lt;/div&gt;Argumen sang ustadz, yang dijadikan dasar kesimpulannya bahwa Ahlul-Bait termasuk yang terusir dari Al-Haudl, adalah hadits Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=6097&amp;x=22&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;6097&lt;/a&gt; berikut:  &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "Akulah yang pertama-tama mendatangi telaga &lt;i&gt;(Al-Haudl)&lt;/i&gt;. Barangsiapa yang menuju kepadaku akan minum, dan barangsiapa yang meminumnya maka tidak akan haus selama-lamanya. Sungguh akan ada beberapa kaum yang mendatangiku dan aku mengenalnya dan mereka juga mengenaliku, kemudian antara aku dan mereka dihalangi." Kata Abu Haazim, Nu'maan bin Abi 'Ayyaasy mendengarku, maka ia berkomentar, 'Beginikah kamu mendengar dari Sahl?'. 'Iya', jawabku. Lalu ia berujar, 'Aku bersaksi atas Abu Sa'id Al-Khudriy, sungguh aku mendengarnya dan ia menambahkan redaksi', "Lalu aku (Nabi Saww) berkata: 'Mereka adalah golonganku &lt;i&gt;(&lt;span style="color:blue;"&gt;innahum minni&lt;/span&gt;)&lt;/i&gt;'. Namun dijawab, 'Sungguh engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!' Maka aku berkata: 'Menjauh, menjauh, bagi orang yang mengubah (agama) sepeninggalku." &lt;/div&gt; Kalimat "&lt;span style="color:blue;"&gt;innahum minni&lt;/span&gt;" dalam hadits tersebut dia artikan dengan: "mereka adalah bagian dariku". Dan yang termasuk "&lt;span style="color:blue;"&gt;minni&lt;/span&gt;" (bagian dariku), menurut si ustadz, adalah: Ali, Fatimah, dan Husain, dengan merujuk pada hadits-hadits yang sengaja dia penggal seenaknya, sebagai berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Dan beliau (Nabi Saww) mengatakan kepada 'Ali: "Engkau bagian dariku &lt;i&gt;(anta minni)&lt;/i&gt;..." (HR. Bukhari No. 3920) &lt;/div&gt; &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Beliau (Nabi Saww) bersabda: "Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku &lt;i&gt;(Fatimah minni)&lt;/i&gt;..." (HR. Bukhari No. 2879) &lt;/div&gt; &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Rasulullah Saww bersabda: "Husain bagian dariku &lt;i&gt;(Husain minni)&lt;/i&gt;..." (HR. Tirmidzi No. 3708) &lt;/div&gt; Sungguh betapa piciknya ustadz ini (padahal ia kelihatannya cukup punya nama dan kompeten). Hanya dengan mengandalkan hadits-hadits yang dia penggal seenaknya, dia berani memfitnah Ahlul Bait yang disucikan Allah dan mengkerdilkan kedudukan Ali, yang oleh Nabi Saww disebut "seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya",&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; tetapi mengagungkan Mu'awiyah yang telah membunuh Hasan, cucu Nabi Saww. Bahkan dia berusaha mengelabui pembaca dengan argumen-argumennya sehingga pembaca awam bisa tergiring dan akhirnya meyakini bahwa Ahlul Bait-lah yang nanti akan terusir dari Al-Haudl. &lt;i&gt;Na'udzubillahi min dzalik...&lt;/i&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;Ahlul Bait Dicintai dan Disucikan Allah &lt;/div&gt;Sebelum membuat bantahan saya akan melanjutkan hadits-hadits yang dia potong begitu saja, sebagai berikut:  &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Dan beliau (Nabi Saww) mengatakan kepada 'Ali: "Engkau bagian dariku &lt;i&gt;(anta minni)&lt;/i&gt;, dan aku bagian darimu." (HR. Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=3920&amp;x=18&amp;y=8" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3920&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt; &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Beliau (Nabi Saww) bersabda: "Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku &lt;i&gt;(Fatimah minni)&lt;/i&gt;, dan aku khawatir dia terfitnah dalam agamanya." (HR. Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=2879&amp;x=19&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;2879&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt; &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Rasulullah Saww bersabda: "Husain bagian dariku &lt;i&gt;(Husain minni)&lt;/i&gt; dan aku merupakan bagian dari Husain. &lt;span style="color:blue;"&gt;Allah akan mencintai orang yang mencintai Husain&lt;/span&gt;. Dan Husain termasuk &lt;i&gt;sibt&lt;/i&gt; (keturunan yang akan menurunkan banyak umat) dari beberapa umat." (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3708&amp;x=19&amp;y=14" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3708&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt; Dari ketiga hadits tersebut, orang yang tidak lulus SD pun pasti akan heran dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin Ahlul Bait akan terusir dari Al-Haudl sedangkan orang yang hanya mencintainya saja sudah dicintai Allah, apalagi Ahlul Bait-nya? Belum lagi jika melihat hadits-hadits berikut:  &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Dari Ummu Salamah: Nabi Saww menyelimuti Hasan, Husain, Ali, dan Fatimah dengan kain (kisa), kemudian beliau berdo'a: "&lt;span style="color:blue;"&gt;Ya Allah, mereka adalah Ahlul Baitku, dan orang-orang special/istimewa-ku &lt;i&gt;(khashshati)&lt;/i&gt;, maka hilangkanlah dosa mereka dan sucikanlah mereka dengan sesuci-sucinya.&lt;/span&gt;" Maka Ummu Salamah bertanya: "Apakah saya termasuk bersama mereka &lt;i&gt;(ana ma'ahum)&lt;/i&gt;, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya dirimu menuju pada &lt;i&gt;(ila)&lt;/i&gt; kebaikan." (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3806&amp;x=22&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3806&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;  (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Tirmidzi No. 3129, 3719; Ahmad No. 25300, 25383, dan 25339) &lt;/div&gt;   &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Dari Aisyah: "Pada suatu pagi Rasulullah Saww keluar dari rumahnya dengan mengenakan kain bulu hitam yang berhias. Tak lama kemudian datang Hasan bin Ali, lalu Rasulullah Saww menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian datang Husain dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Setelah itu datanglah Fatimah dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Akhirnya datanglah Ali dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Lalu beliau membaca ayat Al-Qur'an yang berbunyi: &lt;i&gt;'Innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wa yuthahhirakum tathhiiran'&lt;/i&gt;  (&lt;span style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya&lt;/span&gt; &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=33&amp;aid=33&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 33:33"&gt;[Al­-Ahzab ayat 33]&lt;/a&gt;)." (HR. Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=4450&amp;x=25&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4450&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;   &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Dari Anas bin Malik: "Rasulullah Saww melewati depan pintu rumah Fatimah selama enam bulan saat hendak melaksanakan shalat Fajar (Shubuh). Beliau berkata: "Shalat wahai Ahlul Bait, &lt;span style="color:blue;"&gt;sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya."&lt;/span&gt; &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=33&amp;aid=33&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 33:33"&gt;(Al­-Ahzab ayat 33)&lt;/a&gt; (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3130&amp;x=36&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3130&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;  (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Musnad Ahmad No. 13231 dan  13529 &lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;) &lt;/div&gt;   Adalah tidak masuk akal jika orang-orang yang hendak dihilangkan dosa-dosanya dan disucikan sesuci-sucinya oleh Allah malah terusir dari sorga Al-Haudl. Apakah sorga itu diperuntukkan bagi orang-orang murtad, durhaka, dan fasik, sementara orang-orang suci dan shaleh akan menjadi penghuni neraka? Jika demikian, sungguh beruntung mereka yang menjadi perampok, pembunuh, pemabuk, pemerkosa, pelacur, penjudi, koruptor, dll., karena mereka akan menjadi penghuni Al-Haudl. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya kira ustadz penulis blog itu bukannya tidak tahu dengan hadits-hadits yang saya sebutkan di atas, tapi karena kebencian terhadap Syiah-lah yang membuatnya kehilangan akal sehat sehingga berani memfitnah Ahlul Bait dan berusaha meyakinkan pembaca bahwa Ahlul Bait akan terusir dari Al-Haudl, dengan harapan pembaca akan berkesimpulan: jika Ahlul Bait saja akan terusir dari Al-Haudl, apalagi para pengikutnya (Syiah). &lt;i&gt;Na'udzubillah tsumma na'udzubillah...&lt;/i&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;Siapakah Yang Terusir Dari Al-Haudl? &lt;/div&gt;  Bagi orang-orang yang berpikiran waras pasti bisa mengetahui siapa yang akan terusir dari Al-Haudl itu dengan hanya membaca hadits-hadits berikut:  &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "Beberapa orang sahabat mendatangi telaga &lt;i&gt;(haudl)&lt;/i&gt;, lalu mereka dijauhkan/diusir dari Al-Haudl tersebut, maka aku berkata: 'Ya Tuhanku, &lt;span style="color:blue;"&gt;mereka adalah para sahabatku &lt;i&gt;(ashabi)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;'. Allah menjawab: 'Sungguh engkau tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang mereka lakukan sepeninggalmu, &lt;span style="color:blue;"&gt;mereka berbalik ke belakang dengan melakukan murtad, bid'ah dan dosa besar.&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=6098&amp;x=21&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;6098&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;  (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 6527; Ahmad No. 3966, 13480, 22247, 23754) &lt;/div&gt; &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "Sepeninggalku nanti akan kalian jumpai &lt;span style="color:blue;"&gt;sikap-sikap &lt;i&gt;utsrah&lt;/i&gt; (individualis dan egois),&lt;/span&gt; maka dari itu bersabarlah kalian hingga berjumpa denganku di (sorga) Al-Haudl." (HR. Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=3508&amp;x=19&amp;y=6" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3508&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;   (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 3509, 3510, 6533, 2203; Muslim No. 3432; Tirmidzi No. 2115; Nasa'i No. 5288; Ahmad No. 11642, 12245, 12288, 12419, 18305, 18307) &lt;/div&gt; &lt;div class="arti" style="margin-top: -10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "Akulah yang pertama-tama mendatangi telaga &lt;i&gt;(Al-Haudl)&lt;/i&gt;. Barangsiapa yang menuju kepadaku akan minum, dan barangsiapa yang meminumnya maka tidak akan haus selama-lamanya. Sungguh akan ada beberapa kaum yang mendatangiku dan aku mengenalnya dan mereka juga mengenaliku, kemudian antara aku dan mereka dihalangi." Kata Abu Haazim, Nu'maan bin Abi 'Ayyaasy mendengarku, maka ia berkomentar, 'Beginikah kamu mendengar dari Sahl?'. 'Iya', jawabku. Lalu ia berujar, 'Aku bersaksi atas Abu Sa'id Al-Khudriy, sungguh aku mendengarnya dan ia menambahkan redaksi', "Lalu aku (Nabi Saww) berkata: &lt;span style="color:blue;"&gt;'Mereka adalah golonganku &lt;i&gt;(innahum minni)&lt;/i&gt;'&lt;/span&gt;. Namun dijawab, 'Sungguh engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!' Maka aku berkata: '&lt;span style="color:blue;"&gt;Menjauh, menjauh, bagi orang yang mengubah (agama) sepeninggalku.&lt;/span&gt;" (HR. Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=6097&amp;x=28&amp;y=13" target="_blank" title="Cek disini"&gt;6097&lt;/a&gt;) &lt;br/&gt;  (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 6528; Muslim No. 4243; Ahmad No. 21756, 21803) &lt;/div&gt; Dari hadits-hadits di atas, jelas terlihat bahwa &lt;span style="color:blue;"&gt;yang dijauhkan/terusir dari Al-Haudl itu adalah para shahabat &lt;i&gt;(ashab)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; yang selepas Nabi Saww wafat berubah menjadi murtad, melakukan bid'ah, berbuat fasik (dosa besar), bersikap &lt;i&gt;utsrah&lt;/i&gt; (individualis dan egois), bahkan mengubah ajaran agama Islam. Hal ini dipertegas lagi dalam hadits Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=3100&amp;x=20&amp;y=10" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3100&lt;/a&gt; berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari kiamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Lalu Beliau membaca firman Allah (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya [QS. Al-Anbiya’ ayat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=21&amp;aid=104&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 21:104"&gt;104&lt;/a&gt;]). Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari kiamat adalah Nabi Ibrahim As dan &lt;span style="color:blue;"&gt;ada segolongan orang dari sahabat-sahabatku &lt;i&gt;(ashabi)&lt;/i&gt; yang akan diculik dari arah kiri&lt;/span&gt; lalu aku katakan: itu sahabat-sahabatku, itu sahabat-sahabatku &lt;span style="color:blue;"&gt;(&lt;i&gt;Ashabi, ashabi&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;. Maka Allah Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya mereka menjadi murtad sepeninggalmu&lt;/span&gt;. Aku katakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih (Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku... hingga firman-Nya: Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana [QS Al-Maidah ayat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;aid=117&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:117"&gt;117&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;aid=118&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:118"&gt;118&lt;/a&gt;])." &lt;br/&gt;(&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 3191, 4259, 4371, 6045; Muslim No. 5104; Tirmidzi No. 3091; Ahmad No. 1992, 2168) &lt;/div&gt; Jadi jelas sekali, yang dimaksud dengan &lt;span style="color:blue;"&gt;"innahum minni"&lt;/span&gt; (mereka adalah golonganku) dalam hadits Bukhari No. 6097 di atas &lt;span style="color:blue;"&gt;bukanlah Ahlul Bait melainkan para shahabat &lt;i&gt;(ashab)&lt;/i&gt; Nabi Saww&lt;/span&gt; yang kembali  murtad, fasik, dan &lt;i&gt;utsrah&lt;/i&gt; selepas beliau wafat. Lalu bagaimana sikap kita terhadap para shahabat tersebut? Cukuplah bagi kita untuk mengikuti petunjuk Nabi Saww ketika membacakan surat Al-Maidah ayat 117-118, sebagaimana termuat dalam hadits Bukhari No. 3100 di atas:  &lt;div class="arabic"&gt;وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ. إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.&lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;aid=117&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:117"&gt;[117]&lt;/a&gt; Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;aid=118&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:118"&gt;[118]&lt;/a&gt;" (Al-Maidah ayat 117-118) &lt;/div&gt; Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" height="18" width="25" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;Layak Baca: &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="notes"&gt;Meluruskan Kesalahfahaman Terhadap Syiah: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian I"&gt;Syiah = NU + Imamah, Tradisi Syiah di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Bagian II"&gt;Taqiyah, Abdullah bin Saba, Saqifah, Khilafah, 'Umar, Abu Bakar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Bagian III"&gt;Utsman, Mu'awiyah, 'Aisyah, Thulaqa, Fitnatulkubro, Ahlul Bait&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;Nikah Mut'ah, Abu Hurairah, Hadits-hadits Janggal, Shalat Jama'&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;12 Imam, Talfiq, Al-Qur'an Syiah, Kitab Al-Kafi, Strategi Zionis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html" target="_blank"&gt;Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Sepuluh keutamaan Ali yang tidak dimiliki shahabat lain (lihat Musnad Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=2903&amp;x=23&amp;y=12" target="_blank" title="Cek disini"&gt;2903&lt;/a&gt;):  (1) Seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya;  (2) Pemegang panji Perang Khaibar;  (3) Penyampai surat At-Taubah;  (4) Pembela Nabi Saww di dunia dan akhirat;  (5) Orang yang pertama masuk Islam setelah Khadijah;  (6) Salah seorang yang dihilangkan dosanya dan disucikan sesuci-sucinya, selain Fatimah, Hasan dan Husain;  (7) Orang yang mengorbankan nyawanya dengan memakai baju Nabi Saww dan tidur di tempat beliau ketika musyrikin Quraisy melempari tempat itu;  (8) Kedudukannya dengan Nabi Saww seperti kedudukan Harun dengan Musa;  (9) Wali atas setiap mu'min sepeninggal Nabi Saww. Sabda Nabi Saww: "Barang siapa yang aku adalah walinya maka Ali juga menjadi walinya";  (10) Nabi Saww menutup semua pintu Mesjid bagi orang junub, kecuali pintu Ali, sehingga Ali bisa memasuki Mesjid meskipun dalam keadaan junub. &lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;Dari Ummu Salamah: Rasulullah Saww bersabda, "Orang munafik tidak akan pernah mencintai Ali, sedangkan orang mu'min tidak akan pernah membencinya." (HR. Tirmidzi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3651&amp;x=26&amp;y=10" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3651&lt;/a&gt; dan Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=25299&amp;x=27&amp;y=8" target="_blank" title="Cek disini"&gt;25299&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Muslim No. 113;  Tirmidzi No. 3669; Nasa'i 4932, 4936; Ahmad No. 693, 1010. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Hadits yang berkaitan dengan Ahlul Bait yang akan disucikan Allah sesuai surat Al-Ahzab ayat 33 terdapat juga dalam Musnad Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=2903&amp;x=17&amp;y=13" target="_blank" title="Cek disini"&gt;2903&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=16374&amp;x=24&amp;y=11" target="_blank" title="Cek disini"&gt;16374&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-avDOk8XSl28/UoN2H6MeLNI/AAAAAAAARy0/2XNHByHo9K4/s72-c/ahlul_bayt_nabi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Su'udhan, Pembela Syiah Belum Tentu Syiah</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/jangan-suudhan-pembela-syiah-belum.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sat, 16 Nov 2013 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-1021704192824320017</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-tzbdlgS6Ezg/UmDOgm9UkmI/AAAAAAAAReI/_TjoPKvcek8/s150/redroseblood.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width:28%;" /&gt;Kadang saya suka heran kenapa begitu banyak orang yang apriori, bahkan sinis, jika mendengar, melihat, atau membaca hal-hal yang "berbau" Syiah. Yang lebih mengherankan jika orang yang apriori (sebut saja Syiahphobia) ini adalah mereka yang sebelumnya saya anggap "waras" karena memiliki kemampuan untuk melakukan kajian, analisa, dan penyimpulan. Apa Syiah ini termasuk sejenis wabah penyakit menular yang sangat berbahaya sehingga harus dihindari? Atau mungkin termasuk isme (paham) yang sangat menakutkan, bahkan lebih menakutkan dari bahaya laten komunisme? &lt;br/&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Parahnya, sikap apriori ini telah menumbuhkan prasangka buruk &lt;i&gt;(su'udhan)&lt;/i&gt; terhadap orang-orang yang membela Syiah. Orang-orang yang membela Syiah, pasti dituding Syiah. Bahkan jika ada orang yang mengungkapkan kebenaran sejarah yang selama ini ditutupi, mengkritik shahabat Nabi Saww, mengkritik hadits-hadits dalam kitab-kitab hadits Sunni, mengungkapkan kemajuan ipoleksosbudhankam Iran, pasti orang tersebut pun dituding sebagai Syiah atau agen-agen Syiah, padahal belum tentu juga, mungkin saja mereka hanya &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank"&gt;Syiah Persib&lt;/a&gt;. Karena seperti saya, sekalipun sejak tahun 1990-an hingga sekarang sering membaca literatur-literatur Syiah, tapi tetap saja shalat Shubuh saya tidak memakai &lt;i&gt;qunut&lt;/i&gt;, seperti shalatnya Wahabi. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mengenai perilaku buruk para shahabat, jika kita menganggapnya sebagai ketidakbenaran, hoax, itu sama saja dengan menganggap para ulama penulis sejarah seperti Thabari, Ibnu Katsir, Ibnu Hisyam, Ibnu Hajar, dll. sebagai para penipu. Padahal jika mau membaca kitab hadits, Nabi Saww pun sudah meramalkan akan terjadinya perubahan sikap dan perilaku para shahabat selepas beliau wafat. Dalam hadits-hadits tersebut diceritakan bahwa para shahabat Nabi Saww akan kembali kepada kekafiran (murtad), berbuat fasik, mengubah ajaran agama (membuat bid'ah), bersikap  &lt;i&gt;utsrah&lt;/i&gt; (individualis dan egois), sepeninggal beliau.  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Coba perhatikan dan renungkan hadits Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=3100&amp;x=21&amp;y=9" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3100&lt;/a&gt; berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari kiamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Lalu beliau membaca firman Allah (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya [QS. Al-Anbiya’ ayat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=21&amp;aid=104&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 21:104"&gt;104&lt;/a&gt;]). Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari kiamat adalah Nabi Ibrahim As dan &lt;span style="color:blue;"&gt;ada segolongan orang dari sahabat-sahabatku &lt;i&gt;(ashabi)&lt;/i&gt; yang akan diculik dari arah kiri&lt;/span&gt; lalu aku katakan: itu sahabat-sahabatku, itu sahabat-sahabatku (&lt;i&gt;Ashabi, ashabi&lt;/i&gt;). Maka Allah Ta’ala berfirman: &lt;span style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya mereka menjadi murtad sepeninggalmu.&lt;/span&gt; Aku katakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih (Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku... hingga firman-Nya: Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana [QS Al-Maidah ayat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;aid=117&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:117"&gt;117&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;aid=118&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 5:118"&gt;118&lt;/a&gt;])." &lt;br/&gt;(&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 3191, 4259, 4371, 6045; Muslim No. 5104; Tirmidzi No. 3091; Ahmad No. 1992, 2168) &lt;/div&gt;Atau hadits Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=6097&amp;x=27&amp;y=7" target="_blank" title="Cek disini"&gt;6097&lt;/a&gt; berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "Akulah yang pertama-tama mendatangi telaga &lt;i&gt;(Al-Haudl)&lt;/i&gt;. Barangsiapa yang menuju kepadaku akan minum, dan barangsiapa yang meminumnya maka tidak akan haus selama-lamanya. Sungguh akan ada beberapa kaum yang mendatangiku dan &lt;span style="color:blue;"&gt;aku mengenalnya dan mereka juga mengenaliku, kemudian antara aku dan mereka dihalangi&lt;/span&gt;." Kata Abu Haazim, Nu'maan bin Abi 'Ayyaasy mendengarku, maka ia berkomentar, 'Beginikah kamu mendengar dari Sahl?'. 'Iya', jawabku. Lalu ia berujar, 'Aku bersaksi atas Abu Sa'id Al-Khudriy, sungguh aku mendengarnya dan ia menambahkan redaksi', "Lalu aku (Nabi Saww) berkata: 'Mereka adalah golonganku &lt;i&gt;(innahum minni)&lt;/i&gt;'&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Namun dijawab, 'Sungguh engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!' Maka aku berkata: '&lt;span style="color:blue;"&gt;Menjauh, menjauh, bagi orang yang mengubah (agama) sepeninggalku.&lt;/span&gt;" &lt;br/&gt;  (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 6528; Muslim No. 4243; Ahmad No. 21756, 21803) &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;  Dalam redaksi lain (Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=6098&amp;x=-548&amp;y=-426" target="_blank" title="Cek disini"&gt;6098&lt;/a&gt;) diceritakan: &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;   Nabi Saww bersabda: "Beberapa orang sahabat mendatangi telaga &lt;i&gt;(haudl)&lt;/i&gt;, lalu &lt;span style="color:blue;"&gt;mereka dijauhkan/diusir dari Al-Haudl tersebut&lt;/span&gt;, maka aku berkata: 'Ya Tuhanku, mereka adalah para sahabatku &lt;i&gt;(ashabi)&lt;/i&gt;'. Allah menjawab: 'Sungguh engkau tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang mereka lakukan sepeninggalmu, &lt;span style="color:blue;"&gt;mereka berbalik ke belakang dengan melakukan murtad, bid'ah dan dosa besar.&lt;/span&gt;" &lt;br/&gt;  (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 6527; Ahmad No. 3966, 13480, 22247, 23754) &lt;/div&gt;Atau hadits Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=3508&amp;x=25&amp;y=8" target="_blank" title="Cek disini"&gt;3508&lt;/a&gt; berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Nabi Saww bersabda: "&lt;span style="color:blue;"&gt;Sepeninggalku nanti akan kalian jumpai sikap-sikap &lt;i&gt;utsrah&lt;/i&gt; (individualis dan egois),&lt;/span&gt; maka dari itu bersabarlah kalian hingga berjumpa denganku di (sorga) Al-Haudl." &lt;br/&gt;   (&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 3509, 3510, 6533, 2203; Muslim No. 3432; Tirmidzi No. 2115; Nasa'i No. 5288; Ahmad No. 11642, 12245, 12288, 12419, 18305, 18307) &lt;/div&gt;Jadi, sejarah mengenai perilaku buruk para shahabat ini bukanlah omong kosong. Seharusnya kita berterima kasih kepada para penulis sejarah yang telah berani mengungkapkannya karena melalui karya mereka ucapan Nabi Saww menjadi terbukti, dan bisa membuat kita lebih selektif dalam memilih tokoh pujaan. Adalah aneh jika kita begitu mengagumi dan menyanjung Mu'awiyah&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Hadits Mu'aiyah menghina Ali"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; yang telah meracun cucu Nabi Saww, Hasan, tapi menafikan kemulian Khalifah 'Ali &lt;i&gt;karamallahu wajhah&lt;/i&gt;, yang memiliki 10 keutamaan.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat 10 keutamaan Ali"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  Namun demikian, kita harus tetap &lt;i&gt;respect&lt;/i&gt; terhadap para shahabat karena bagaimana pun mereka telah sangat berjasa dalam penyebaran Islam.   &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;   Dan terhadap kitab-kitab hadits, kita harus kritis karena kitab-kitab ini hanya karya manusia biasa. Jangan hanya karena judulnya menggunakan awalan "shahih", seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, maka dianggap semua isinya shahih. Apalagi jika kitab-kitab tersebut disakralkan sedemikian rupa sehingga jika ada orang yang mengkritiknya dihujat mati-matian, seperti yang terjadi terhadap &lt;a href="http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/arsip/prof-dr-muhibbin-hadis-palsu-dan-lemah-dalam-sahih-bukhari.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;Prof. Dr. Muhibbin, MAg.&lt;/a&gt;, Guru Besar dan Pembantu Rektor I IAIN Walisongo, Semarang. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;   Coba perhatikan hadits Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=1405&amp;x=24&amp;y=7" target="_blank" title="Cek disini"&gt;1405&lt;/a&gt; berikut, pasti kita tidak akan percaya jika Nabi Saww yang mulia bertindak sekejam ini: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;   Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas (bin Malik) bahwa ada sekelompok orang dari ‘Urainah yang sakit terkena udara dingin kota Madinah. Maka Rasulullah Saww mengobati mereka dengan memberi bagian dari zakat unta, yang mereka meminum susu-susunya dan air kencingnya. Namun kemudian orang-orang itu membunuh pengembala unta tersebut dan mencuri unta-untanya sejumlah antara tiga hingga sepuluh. Maka Rasulullah Saww mengutus seseorang. Akhirnya mereka dibawa ke hadapan beliau, lalu kemudian &lt;span style="color:blue;"&gt;beliau memotong tangan dan kaki mereka serta mencongkel mata-mata mereka dengan besi panas lalu menjemur mereka di bawah panas dan ditindih dengan bebatuan.&lt;/span&gt; Hadits ini dikuatkan juga oleh Abu Qalabah dan Humaid dari Tsabit dari Anas.  &lt;br/&gt;(Lihat juga Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=12572&amp;x=22&amp;y=16" target="_blank" title="Cek disini"&gt;12572&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;Perhatikan juga hadits tentang penciptaan yang tidak masuk akal dalam Shahih Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=4997&amp;x=27&amp;y=10" target="_blank" title="Cek disini"&gt;4997&lt;/a&gt; berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Rasulullah Saww memegang tanganku kemudian berkata: "Allah 'Azza wa jalla telah menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan padanya gunung-gunung hari Ahad, menciptakan pohon-pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang tidak disenangi pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, dan menyebarkan binatang padanya hari Kamis, dan menciptakan Adam 'alaihisalam setelah Ashar pada hari Jum'at, yang merupakan penciptaan paling akhir, yaitu pada akhir waktu dari waktu-waktu Jum'at antara Ashar hingga malam."  &lt;br/&gt;(Lihat juga Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=7991&amp;x=19&amp;y=10" target="_blank" title="Cek disini"&gt;7991&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;Atau hadits yang mirip Bibel, Kitab Kejadian Pasal 1 ayat 2, dalam Shahih Bukhari No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=bukhari&amp;keyNo=6869&amp;x=26&amp;y=15" target="_blank" title="Cek disini"&gt;6869&lt;/a&gt; berikut: &lt;div class="arti" style="margin-top: 10px;"&gt;  Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Rasulullah Saww bersabda: "Tangan kanan Allah selalu penuh dan sama sekali tidak pernah kurang karena berderma (infak). Dia selalu dermawan baik malam maupun siang. Tidakkah kalian mengetahui apa yang diinfakan-NYa semenjak Dia menciptakan langit dan bumi, dan itu semua tidak mengurangi apa yang berada di &lt;span style="color:blue;"&gt;tangan kanan-Nya&lt;/span&gt;? Dan &lt;span style="color:blue;"&gt;Arasy-Nya berada di atas air,&lt;/span&gt; dan di &lt;span style="color:blue;"&gt;tangan-Nya yang lain&lt;/span&gt; urusan menjulurkan atau menahan, karenanya Dia meninggikan atau merendahkan."  &lt;br/&gt;(&lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek di Kitab Hadits Online"&gt;Lihat juga&lt;/a&gt; Bukhari No. 4316, 6862; Muslim No. 1659; Tirmidzi No. 2971; Ahmad No. 7793, 10096) &lt;/div&gt;Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang perlu kita pertanyakan, seperti hadits-hadits Abu Huraerah berikut:&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki4" name="4" title="Lihat catatan kaki"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Abu Huraerah ikut Perang Khaibar bersama Nabi Saww (Bukhari No. 6213, 6116, 3882, 3908, 3911, 3918, 2615; Muslim No. 166; Abu Daud No. 2336; Nasa'i No. 3767; Malik No. 869), padahal Perang Khaibar terjadi pada bulan Muharam tahun ke-7 H sedangkan Abu Huraerah masuk Islam setelah terjadi Perang Khaibar (Safar 7H). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Abu Huraerah menarik kembali ucapan tentang sabda Nabi Saww: &lt;i&gt;"Barangsiapa yang pagi-pagi masih dalam keadaan junub, maka tidak syah puasanya."&lt;/i&gt; setelah Aisyah dan Ummu Salamah berkata, &lt;i&gt;"Nabi Saww pernah bangun pagi hari dalam keadaan junub bukan karena bermimpi, lalu beliau berpuasa."&lt;/i&gt; (Ahmad No. 25412; Muslim No. 1864; Bukhari No. 1791; Malik No. 566). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Allah menciptakan Adam menurut semua ciri fisikNya dengan tinggi 60 hasta (Bukhari No. 5759, 3079; Muslim No. 5075; Ahmad No. 7941). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Allah melipat bumi dan langit dengan tangan kananNya (Bukhari No. 4438, 6037, 6038, 6834; Muslim No. 4994; Ibnu Majah No. 188; Ahmad No. 8508; Darimi No. 2679). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Allah turun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam terakhir (Bukhari No. 1077, 5846, 6940; Muslim No. 1261, 1262, 1263, 1264, 1265; Abu Daud No. 4108; Tirmidzi No. 3420; Ibnu Majah No. 1356; Ahmad No. 7196, 7275, 7303, 7460, 9067, 9922, 10140, 10209,  10338, 10959; Malik No. 447; Darimi No. 1442, 1443, 1444). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Musa mandi telanjang bulat sampai terlihat buah pelirnya yang besar, kemudian berlari mengejar batu yang membawa kabur bajunya dengan disaksikan Bani Israel (Bukhari No. 269, Muslim No. 513, 4372; Tirmidzi No. 3145; Ahmad No. 8729). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Musa menampar mata Malaikat Maut dan mencungkil (dalam riwayat lain, hingga terlepas) bola matanya (Bukhari No. 1253, 3155; Muslim No. 4374, 4375; Ahmad No. 7825, 8262, 10484). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Ayub mandi telanjang kemudian kejatuhan belalang emas (Bukhari No. 270, 3140, 6939; Nasa’i No. 406). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Ibrahim berbohong dalam tiga hal (Bukhari No. 3108, 4694; Muslim No. 4371; Abu Daud No. 1891; Tirmidzi No. 3090; Ahmad No. 8873). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Adam berdebat dengan Nabi Musa (Bukhari No. 3157, 4369, 6124, 6961; Muslim No. 4793, 4794, 4795, 4796; Abu Daud No. 4079; Tirmidzi No. 2060; Ibnu Majah No. 77; Ahmad No. 7082, 7272, 7315, 7811, 8811; Malik No. 1394). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Serigala dan Sapi berbicara kepada penggembala (Bukhari No. 3390, 3212, 2156; Muslim No. 4401; Tirmidzi No. 3628; Ahmad No. 8605). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak ada &lt;i&gt;‘adwa&lt;/i&gt; (penyakit menular), &lt;i&gt;shafar&lt;/i&gt; (penyakit kuning/cacingan) dan &lt;i&gt;hammah&lt;/i&gt; (Bukhari No. 5278, 5316, 5328; Muslim No. 4116, 4118; Abu Daud No. 3412, 3413; Ahmad No. 7301, 8800). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br/&gt;Mengkritisi hadits bukanlah untuk menolak semua hadits melainkan supaya kita lebih terbuka dan bijak dalam menilai hadits, sehingga tidak menjadikan kitab-kitab hadits tersebut sebagai "sesuatu" yang pasti benar, pasti shahih, apalagi dianggap bisa me-&lt;i&gt;nasakh&lt;/i&gt; (membatalkan) Al-Qur'an.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" height="18" width="25" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;Layak Baca: &lt;/div&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Meluruskan Kesalahfahaman Terhadap Syiah: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian I"&gt;Syiah = NU + Imamah, Tradisi Syiah di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Bagian II"&gt;Taqiyah, Abdullah bin Saba, Saqifah, Khilafah, 'Umar, Abu Bakar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Bagian III"&gt;Utsman, Mu'awiyah, 'Aisyah, Thulaqa, Fitnatulkubro, Ahlul Bait&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;Nikah Mut'ah, Abu Hurairah, Hadits-hadits Janggal, Shalat Jama'&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;12 Imam, Talfiq, Al-Qur'an Syiah, Kitab Al-Kafi, Strategi Zionis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Pembenci Syiah menganggap yang terusir dari telaga Al-Haudl itu adalah Ahlul Bait, dengan alasan bahwa dalam hadits Bukhari No. 6097 disebutkan &lt;i&gt;innahum &lt;span style="color:blue;"&gt;minni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, yang diartikan "mereka adalah &lt;span style="color:blue;"&gt;bagian dariku&lt;/span&gt;", sementara yang termasuk  &lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;minni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (bagian dariku)  adalah: Ali, &lt;i&gt;anta minni&lt;/i&gt; (Bukhari No. 3920), Fatimah &lt;i&gt;minni&lt;/i&gt; (Bukhari No. 2879), dan Husain &lt;i&gt;minni&lt;/i&gt; (Tirmidzi No. 3708).&lt;br /&gt;Begitu teganya mereka menghina Alhul Bait yang disucikan Allah (Al­-Ahzab ayat 33) tetapi dengan bangganya mengagungkan Mu'awiyah yang telah meracun cucu Nabi Saww, Hasan bin 'Ali. Apakah mereka tidak membandingkan hadits Bukhari No. 6097 tersebut dengan hadits lain yang menyebutkan bahwa para shahabat &lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;i&gt;(ashabi)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;-lah yang diusir atau dijauhkan dari telaga Al-Haudl (Bukhari No. 6098, 6527; Ahmad No. 3966, 13480, 22247, 23754). Apakah mereka tidak membaca hadits kisa (Tirmidzi No. 3806, 3129, 3719; Ahmad No. 25300, 25383, 25339) atau hadits yang menyebutkan bahwa Ali, Fatimah, Hasan dan Husain akan disucikan Allah (Muslim No. 4450; Tirmidzi No. 3130; Ahmad No. 2903, 13231, 13529, 16374)? &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Na'udubillah...&lt;/i&gt; semoga saja mereka mendapat petunjuk Allah Swt. Amin... &lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Hadits-hadits Mu'aiyah menghina Ali: &lt;br /&gt;Ali bin Muhammad menceritakan kepada kami yang berkata Abu Muawiyah menceritakan kepada kami yang berkata Musa bin Muslim menceritakan kepada kami dari Ibnu Sabith dan dia adalah Abdurrahman dari Sa’ad bin Abi Waqash yang berkata: "Ketika Muawiyah malaksanakan ibadah haji maka Sa'ad datang menemuinya. Mereka kemudian membicarakan Ali lalu &lt;span style="color:blue;"&gt;Mu'awiyah mencelanya&lt;/span&gt;". Mendengar hal ini maka Sa’ad menjadi marah dan berkata: "Kamu berkata seperti ini pada seseorang dimana aku telah mendengar Rasulullah Saww bersabda: 'Barangsiapa yang aku adalah mawlanya maka Ali adalah mawlanya'. Dan aku juga mendengar Rasulullah Saww berkata kepada Ali: 'Kamu di sisiku sama seperti kedudukan Harun di sisi Musa hanya saja tidak ada Nabi setelahku'. Dan aku juga mendengar Rasulullah Saww berkata kepada Ali: 'Sungguh akan aku berikan panji hari ini pada orang yang mencintai Allah dan RasulNya'." (HR. Ibnu Majah No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ibnumajah&amp;keyNo=118&amp;x=24&amp;y=10" target="_blank"&gt;118&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;Dari ‘Amir bin Sa’ad bin Abi Waqash dari ayahnya yang berkata: &lt;span style="color:blue;"&gt;Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah Sa’ad, lalu berkata: "Apa yang menghalangimu untuk mencaci Abu Turab (Ali)?!"&lt;/span&gt;. Sa’ad berkata: "Selama aku masih mengingat tiga hal yang dikatakan oleh Rasulullah Saww aku tidak akan mencacinya. Jika saja aku memiliki salah satu saja dari ketiganya maka itu lebih aku sukai dari segala macam kebaikan. Rasulullah Saww telah menunjuknya sebagai pengganti beliau dalam salah satu perang, kemudian Ali berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah Saww, engkau telah meninggalkanku bersama perempuan dan anak-anak?" Maka Rasulullah Saww berkata kepadanya: "Tidakkah kamu ridha bahwa kedudukanmu di sisiku sama seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada Nabi setelahku?" Aku mendengar Rasulullah Saww berkata di Khaibar: "Sungguh aku akan memberikan panji ini pada orang yang mencintai Allah dan RasulNya serta dicintai Allah dan RasulNya". Maka kami semua berharap untuk mendapatkannya. Lalu Beliau berkata: "Panggilkan Ali untukku". Lalu Ali datang dengan matanya yang sakit, kemudian Beliau meludahi kedua matanya dan memberikan panji kepadanya. Dan ketika turun ayat 'Maka katakanlah, Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=3&amp;aid=61&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS. 3:61"&gt;(Ali Imran : 61)&lt;/a&gt;', Rasulullah Saww memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husain dan berkata: "Ya Allah merekalah keluargaku"." (HR. Muslim No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=muslim&amp;keyNo=4420&amp;x=25&amp;y=11" target="_blank"&gt;4420&lt;/a&gt; dan Tirmizi No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=tirmidzi&amp;keyNo=3658&amp;x=18&amp;y=13" target="_blank"&gt;3658&lt;/a&gt;)  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;[3]&lt;/a&gt;  Sepuluh keutamaan Ali yang tidak dimiliki shahabat lain (lihat Musnad Ahmad No. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/cari_hadist.php?imam=ahmad&amp;keyNo=2903&amp;x=27&amp;y=14" target="_blank"&gt;2903&lt;/a&gt;): (1) Seorang lelaki yang tidak akan Allah hinakan selamanya;  (2) Pemegang panji Perang Khaibar;  (3) Penyampai surat At-Taubah;  (4) Pembela Nabi Saww di dunia dan akhirat;  (5) Orang yang pertama masuk Islam setelah Khadijah;  (6) Salah seorang yang dihilangkan dosanya dan disucikan sesuci-sucinya, selain Fathimah, Hasan dan Husain;  (7) Orang yang mengorbankan nyawanya dengan memakai baju Nabi Saww dan tidur di tempat beliau ketika musyrikin Quraisy melempari tempat itu;  (8) Kedudukannya dengan Nabi Saww seperti kedudukan Harun dengan Musa;  (9) Wali atas setiap mu'min sepeninggal Nabi Saww. Sabda Nabi Saww: "Barang siapa yang aku adalah walinya maka Ali juga menjadi walinya";  (10) Nabi Saww menutup semua pintu Mesjid bagi orang junub, kecuali pintu Ali, sehingga Ali bisa memasuki Mesjid meskipun dalam keadaan junub. &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="#4" name="caki4" title="Kembali"&gt;[4]&lt;/a&gt;  Dari berbagai sumber online menyangkut kredibilitas Abu Huraerah: &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Umar bin Khaththab menganggap Abu Haraerah sebagai musuh Allah: &lt;i&gt;"Wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah?"&lt;/i&gt; (Lihat:  At-Tabaqot Al-Kubra Jilid 4 hlm. 335, Siyar A’lam An-Nubala’ Jilid 2 hlm. 612). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Umar bin Khaththab mengancam Abu Hurairah jika ia meriwayatkan hadits (Lihat: Tadzkirat Al-Huffadz Jilid 1 hlm. 7, Akhbar Al-Madinah Al-Munawwarah karya Ibnu Syaibah Jilid 3 hlm. 800, Jaami’ Bayan Al-‘Ilm karya Ibnu Abdul Bar Jilid 2 hlm. 121). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ali bin Abi Thalib marah ketika Abu Hurairah meriwayatkan hadits-hadits dengan mengucapkan, &lt;i&gt;"Kekasihku (Rasulullah saw) telah berbicara kepadaku..."&lt;/i&gt;. Kemudian Ali berkata, &lt;i&gt;"Sejak kapan beliau menjadi kekasihmu?"&lt;/i&gt; (Al-Matholib al-Aliyah Jilid 9 hlm. 205). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; ‘Aisyah marah pada penyelewengan hadits oleh Abu Huraerah, &lt;i&gt;"Apakah gerangan hadits-hadits yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?"&lt;/i&gt; (Lihat: Siyar A’lam An-Nubala’ Jilid 2 hal. 604/612/613, At-Tabaqot al-Kubra Jilid 4 hal. 335). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ibn Qutaibah menceritakan di dalam bukunya Ta’wil Fil Mukhtalaf Al-Hadits, hlm. 27, bahwa Nizam berkata: &lt;i&gt;"Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib dan Aisyah menolak riwayat Abu Hurairah."&lt;/i&gt; (Lihat juga Ibn Kathir, Tarikh, XIII, hlm. 105). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Abu Hanifah yang menyatakan, &lt;i&gt;"Semua sahabat adil kecuali Abu Hurairah, Anas bin Malik..."&lt;/i&gt; (Syarh Nahjul Balaghah, Jilid 4 hlm.  69). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jahidh dari kitabnya, At-Tauhid, menyatakan, &lt;i&gt;"Abu Hurairah adalah pribadi yang tidak dapat dipercaya dalam masalah periwayatan dari Rasulullah, sebagaimana Ali tidak mempercayainya, bahkan mencelanya. Hal serupa juga yang dilakukan oleh ‘Umar dan Aisyah terhadap Abu Hurairah."&lt;/i&gt; (Syarh Nahjul Balaghah, Jilid 20 hlm.  31). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ibrahim An-Nakha’i menyatakan, &lt;i&gt;"Golongan kita (ashabuna) mereka meninggalkan hadits yang datang dari Abu Hurairah."&lt;/i&gt; Ia juga menyatakan, &lt;i&gt;"Mereka tiada mengambil riwayat dari Abu Hurairah kecuali dalam hal-hal yang berkaitan dengan sorga dan neraka saja"&lt;/i&gt;. (Lihat: Siyar A’lam An-Nubala’ Jilid 2 hlm. 609, Tarikh Ibn Asakir Jilid 19 hlm. 122). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fakhru Ar-Razi, ketika menanggapi hadits Abu Huraerah yang mengatakan bahwa Nabi Ibrahim berbohong (Bukhari No. 3108, 4694; Muslim No. 4371; Abu Daud No. 1891; Tirmidzi No. 3090; Ahmad No. 8873), mengatakan, &lt;i&gt;"Tiada layak dihukumi pribadi yang berbohong atas nama para Nabi kecuali dengan sebutan Zindiq"&lt;/i&gt;. Dalam kesempatan lain ia menyatakan, &lt;i&gt;"Menyatakan bohong atas perawi hadis tadi (Abu Hurairah) lebih tidak berbeban ketimbang menyandarkannya (kebohongan) pada Khalil Ar-Rahman (Ibrahim as)".&lt;/i&gt; (At-Tafsir Al-Kabir Jilid 22 hlm. 186 dan Jilid 26 hlm. 148). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-tzbdlgS6Ezg/UmDOgm9UkmI/AAAAAAAAReI/_TjoPKvcek8/s72-c/redroseblood.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bingung Judul. Judulnya Bingung</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/bingung-judul-judulnya-bingung.html</link><category>Sekedar Coretan</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Thu, 14 Nov 2013 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-7215085488792858394</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-93fV49iv4S8/UluqDIA9ndI/AAAAAAAARVw/W0Rz466y5ig/s370/tandatanya.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Biasanya saya tidak memiliki banyak kesulitan dalam membuat judul untuk sebuah tulisan tapi kali ini bener-bener bingung, tidak tahu harus memberi judul apa, soalnya tulisan berikut berisi kebingungan-kebingungan.  Anda pasti bingung, apalagi saya, bingung tujuh keliling dengan hal-hal yang membingungkan ini. Rasanya aneh tapi memang kenyataannya seperti itu. Mau dibilang "khas Indonesia", saya juga orang Indonesia dan saya (mungkin juga anda) tidak seperti itu. Jadi, hal ini benar-benar "ajaib" dan hanya bisa terjadi di Indonesia (di negara lain ada gak ya?). &lt;br/&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Kebingungan saya bermula ketika saya dituduh menyesatkan siswa dengan pernyataan-pernyataan menyangkut masalah: 1) &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-shubuh-kesiangan-apa-salahnya.html" target="_blank" title="Bantahan pertama"&gt;Shalat Shubuh siang hari&lt;/a&gt;, 2) &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jama-bagi-muqim-apa-salahnya.html" target="_blank" title="Bantahan kedua"&gt;Orang &lt;i&gt;muqim&lt;/i&gt; boleh menjama' shalat&lt;/a&gt;, 3) &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jumat-tidak-wajib-bagi-musafir.html" target="_blank" title="Bantahan ketiga"&gt;Musafir tidak wajib Shalat Jum'at&lt;/a&gt;, 4) &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-dhuha-sunnah-nabi-atau-sunnah.html" target="_blank" title="Bantahan keempat"&gt;Shalat Dhuha bukan sunnah Nabi&lt;/a&gt;, dan 5) Tulisan di FB saya tanggal 9 Oktober 2013, yang nanti akan saya jelaskan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lantaran tuduhan ini cukup mengganggu akhirnya saya membuat tulisan-tulisan (seperti yang sudah diposting sebelumnya) untuk mengklarifikasi pernyataan-pernyataan tersebut. Namun sayangnya, tulisan yang sudah susah payah dibuat dan dibagikan &lt;i&gt;copy&lt;/i&gt;-annya kepada rekan-rekan kerja, hanya sebagian saja yang membacanya secara serius, sisanya hanya membolak-balik tulisan tersebut tanpa sekalipun membacanya secara detail. Akibatnya, argumentasi yang didukung hadits-hadits dari 9 Kitab Hadits dan pendapat para ulama itu pun menjadi sia-sia, mentah dan terkalahkan oleh tradisi menaun dari keyakinan &lt;i&gt;euceuk ti euceuk&lt;/i&gt; (kata orang dari orang). Padahal jika saja mereka mau sedikit &lt;i&gt;open mind&lt;/i&gt; dan tidak apriori, banyak pengetahuan yang bisa diambil, bahkan mungkin diyakini kebenarannya karena apa yang saya ungkapkan bukanlah pendapat baru melainkan pernyataan hadits dan pendapat para ulama masyhur. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Sebenarnya, jika saja mereka mau sedikit menggali pengetahuan untuk membuktikan sesat tidaknya pernyataan saya, tinggal &lt;i&gt;Googling&lt;/i&gt; saja, pasti akan ditemukan puluhan tulisan mengenai permasalahan-permasalahan yang saya ungkapkan. Sayangnya, internet hanya dimanfaatkan untuk ajang narsis-narsisan di FB, G+, twitter, atau sosmed lainnya. Akibatnya seperti munculnya tuduhan sesat ini. Juga seperti waktu perjalanan pulang dari Bali, saya menjadi bahan cibiran hanya karena tidak ikut shalat Jum'at dengan semua rombongan pria lain. Bahkan ada seorang rekan wanita yang &lt;i&gt;ngomel&lt;/i&gt; dan sedikit memaksa saya supaya shalat Jum'at. &lt;br/&gt;Jika saja kita tahu, betapa mudahnya ajaran Islam ini. Bahkan ketika dalam &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; (bepergian), kita tidak perlu shalat empat raka'at untuk shalat Dhuhur, 'Ashar, dan 'Isya, karena &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jumat-tidak-wajib-bagi-musafir.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;ketentuan shalat &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; hanya dua raka'at&lt;/a&gt;. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kebingungan lainnya adalah berkaitan dengan &lt;a href="https://www.facebook.com/nandang.solehudin/posts/10200830986558321" target="_blank" title="Silahkan dilihat"&gt;Post FB saya&lt;/a&gt; tanggal 9 Oktober 2013 yang dianggap menyesatkan (lihat gambar berikut).  &lt;img style="display: block; text-align: center; margin: 5px auto 5px; width:96%;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FXMXntyWFIA/Une1hx0JROI/AAAAAAAARxg/N21WE4FEyJY/s482/PostFB.png"/&gt; Apakah mereka tidak bisa membedakan antara pernyataan menggunakan tanda kutip dan tidak? Apakah mereka tidak melihat &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2013/10/08/2338024/Paus.Fransiskus.Saya.Percaya.Tuhan.tetapi.Bukan.Tuhan.Katolik" target="_blank" title="Berita ini sangat menarik"&gt;link berita Kompas&lt;/a&gt; di bawahnya?. Benar-benar membingungkan. Saking membingungkannya sampai-sampai temen-temen saya ngakak (tidak sambil guling-guling) mendengar cerita ini, padahal ada di antara temen-temen itu hanya sekedar lulusan SMA. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bisa anda bayangkan, betapa bingungnya saya mendapat kenyataan seperti ini sampai-sampai untuk membuat judul saja bingungnya gak ketulungan. Bukan lantaran saya disingkirkan, tapi tersentil sabda Nabi Saww:  &lt;div class="arabic"&gt;إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ &lt;/div&gt; Akhirnya saya hanya bisa berharap, semoga orang yang memfitnah saya dan yang ikut terhasut dengan fitnah-fitnah itu mau memanfaatkan Teknologi Informatika untuk menggali pengetahuan. Dan mudah-mudahan mereka bisa menemukan dalil-dalil kuat untuk menyanggah pernyataan-pernyataan saya, bukan argumen dari pendapat sendiri. Amin... &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ok, segitu aja sob. Semoga hal seperti ini tidak terjadi di dunia kerja anda. Amien... &lt;img class="emoticon" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" height="18" width="25" /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="notes"&gt;Bantahan Fitnah:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-shubuh-kesiangan-apa-salahnya.html" target="_blank" title="Bantahan pertama"&gt;Shalat Shubuh Kesiangan, Apa Salahnya?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jama-bagi-muqim-apa-salahnya.html" target="_blank" title="Bantahan kedua"&gt;Shalat Jama' Bagi Muqim, Apa Salahnya?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jumat-tidak-wajib-bagi-musafir.html" target="_blank" title="Bantahan ketiga"&gt;Shalat Jum'at Tidak Wajib Bagi Musafir, Benarkah?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-dhuha-sunnah-nabi-atau-sunnah.html" target="_blank" title="Bantahan keempat"&gt;Shalat Dhuha, Sunnah Nabi Atau Sunnah Shahabat?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-93fV49iv4S8/UluqDIA9ndI/AAAAAAAARVw/W0Rz466y5ig/s72-c/tandatanya.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Shalat Dhuha, Sunnah Nabi Atau Sunnah Shahabat?</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-dhuha-sunnah-nabi-atau-sunnah.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Mon, 11 Nov 2013 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-5484993438398128640</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s150/Shalat.jpg" style="border: 1px; float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Bagi kebanyakan muslim mungkin akan kaget jika menemukan kenyataan bahwa dalam 9 Kitab Hadits tidak ditemukan riwayat yang menjelaskan Nabi Saww melakukan shalat Dhuha. Kekagetan ini bisa dimengerti karena shalat Dhuha sudah menjadi kebiasaan umum dan sering dilakukan. &lt;br /&gt;Apakah temuan ini omong kosong? Jika masih penasaran, silahkan cek di &lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Kitab Hadits Online&lt;/a&gt;. Anda tinggal mengetikkan kata "dhuha" atau "dluha" pada salah satu Kitab Hadits tertentu lalu klik &lt;b&gt;GO&lt;/b&gt; untuk mencarinya (penulisannya berbeda, ada yang ditulis "dhuha" ada juga ditulis "dluha"). Atau silahkan cek nomor-nomor hadits yang nanti akan saya disebutkan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memudahkan penelusuran menyangkut masalah shalat Dhuha ini, saya membaginya kadalam dua kelompok hadits: (1) Hadits-hadits yang menyatakan bahwa Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, dan (2) Hadits-hadits yang menyatakan bahwa Nabi Saww menganjurkan shalat Dhuha kepada sebagian shahabat. &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;A. Nabi Saww Tidak Pernah Shalat Dhuha &lt;/div&gt;&lt;div class="subsubjdl"&gt;1. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=bukhari" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Shahih Bukhari&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 1060):  &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, begitu pun Aisyah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 1106): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, adapun Aisyah melakukannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ibnu Umar (Hadits No. 1104): &lt;br /&gt;Nabi Saww, Abu Bakar, Umar tidak pernah shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ibnu Umar (Hadits No. 1117): &lt;br /&gt;Dirinya (Ibnu Umar) pernah dua kali melakukan shalat Dhuha pada Fathul Makkah dan saat mengunjungi Quba. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik (Hadits No. 630, 1108): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha kecuali saat berkunjung ke rumah seorang shahabat Anshar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Jabir bin Abdullah (Hadits No. 424, 2219): &lt;br /&gt;Mis’ar menduga Nabi Saww shalat dua rakaat saat waktu dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abdurahman  bin Abu Laila (Hadits No. 1105, 3954): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali kata Ummu Hani' Nabi melakukannya sebanyak 8 rakaat pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ummu Hani' (Hadits No. 344, 5692): &lt;br /&gt;Nabi Saww melakukan shalat sebanyak 8 rakaat di waktu dhuha pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;div class="subsubjdl"&gt;2. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=muslim" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Shahih Muslim&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 1172, 1173): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali ketika tiba dari bepergian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 1174): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, adapun Aisyah melakukannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abdurahman bin Abu Laila (Hadits No. 1177): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali kata Ummu Hani' Nabi melakukannya pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abdullah bin Haris (Hadits No. 1178): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali kata Ummu Hani' Nabi melakukannya sebanyak 8 rakaat pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ummu Hani' (Hadits No. 1179): &lt;br /&gt;Nabi Saww melakukan shalat sebanyak 8 rakaat di waktu dhuha pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;div class="subsubjdl"&gt;3. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=abudaud" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Abu Daud&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 1100): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali ketika tiba dari bepergian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 1101): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, adapun Aisyah melakukannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik  (Hadits No. 561):  &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha kecuali saat berkunjung ke rumah seorang shahabat Anshar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abdurahman bin Abu Laila (Hadits No. 1099): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali kata Ummu Hani' Nabi melakukannya sebanyak 8 rakaat pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ummu Hani' (Hadits No. 1098): &lt;br /&gt;Nabi Saww melakukan shalat sebanyak 8 rakaat di waktu dhuha pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;4. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=tirmidzi" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Tirmidzi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abdurahman bin Abu Laila (Hadits No. 436): &lt;br /&gt;Kecuali kata Ummu Hani' Nabi Saww melakukan shalat Dhuha sebanyak 8 rakaat pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;5. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=nasai" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Nasa'i&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 2155, 2156): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali ketika tiba dari bepergian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abdul Malik bin Sulaeman (Hadits No. 412): &lt;br /&gt;  Hanya kata Ummu Hani' Nabi Saww melakukan shalat Dhuha pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;6. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=ibnumajah" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Ibnu Majah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abdullah bin Haris (Hadits No. 1369): &lt;br /&gt;  Hanya kata Ummu Hani' Nabi Saww melakukan shalat Dhuha sebanyak 8 rakaat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Kuraib mantan pelayan Ibnu Abbas (Hadits No. 1313): &lt;br /&gt;  Hanya kata Ummu Hani' Nabi Saww melakukan shalat Dhuha sebanyak 8 rakaat pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Salamah Ibnu Akhwa (Hadits No. 1420): &lt;br /&gt;  Salamah pernah melakukan shalat Dhuha di dekat tiang Mushhaf Utsmani. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abu 'Abdurrahman (Hadits No. 2080): &lt;br /&gt;   Syu'bah melihat Abu Dzar sedang melaksanakan shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;7. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=ahmad" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Musnad Ahmad&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 23412): &lt;br /&gt;  Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, baik sedang bepergian (safar) maupun muqim. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 23420): &lt;br /&gt;  Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha sama sekali, adapun Aisyah melakukannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ibnu Umar (Hadits No. 4528): &lt;br /&gt;  Nabi Saww, Abu Bakar, Umar tidak pernah shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik (Hadits No. 11903, 12161): &lt;br /&gt;  Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik (Hadits No. 11880, 12444): &lt;br /&gt;  Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha kecuali saat berkunjung ke rumah seorang shahabat Anshar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abdullah bin Haris (Hadits No. 25666): &lt;br /&gt;   Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali kata Ummu Hani' Nabi melakukannya sebanyak 8 rakaat pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ummu Hani' (Hadits No. 25652, 25653, 25654, 25663): &lt;br /&gt;  Nabi Saww melakukan shalat sebanyak 8 rakaat di waktu dhuha pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;8. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=malik" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Muwatha Malik&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 324): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha sama sekali tetapi dirinya (Aisyah) menganjurkannya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;9. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=darimi" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Darimi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah (Hadits No. 1419): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, baik sedang bepergian (safar) maupun muqim. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah (Hadits No. 1420): &lt;br /&gt;Nabi Saww dan para sahabat tidak pernah shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ibnu Abu Laila (Hadits No. 1416): &lt;br /&gt;Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha, kecuali kata Ummu Hani' Nabi melakukan shalat Dhuha sebanyak 8 rakaat pada saat Fathul Makkah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dari Sembilan Kitab Hadits di atas terlihat bahwa &lt;span style="color:blue"&gt;kebanyakan hadits menunjukkan bahwa Nabi Saww &lt;i&gt;(Shalallahu ‘alaihi wa alihi wassalam)&lt;/i&gt; dan sebagian besar para shahabat, termasuk &lt;i&gt;Khalifah Ar-Rashidin&lt;/i&gt;, tidak pernah melakukan shalat Dhuha.&lt;/span&gt; Hanya beberapa shahabat saja yang melakukan shalat Dhuha, seperti: Abu Dzar, Ibnu Umar pernah melakukan 2 kali ketika &lt;i&gt;Fathul Makkah&lt;/i&gt; (penaklukan kota Mekkah) dan mengunjungi Quba, Salamah Ibnu Akhwa pernah melakukannya sekali di dekat tiang Mushhaf Utsmani, dan Aisyah. Namun mengenai Aisyah ada kontradiksi antara hadits yang menyatakan beliau tidak pernah shalat Dhuha (Bukhari No. 1060) dengan hadits yang menyatakan beliau shalat Dhuha sekalipun Nabi Saww tidak pernah melakukannya (Bukhari No. 1106). Mana yang benar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada beberapa hadits yang menyebutkan bahwa Nabi Saww pernah melaksanakan shalat Dhuha, yaitu:  (1) ketika &lt;i&gt;Fathul Makkah&lt;/i&gt; sebanyak 8 rakaat (menurut Ummu Hani');  (2) ketika mengunjungi rumah shahabat Anshar sebanyak 2 rakaat (menurut Anas bin Malik); dan  (3) jika pulang dari bepergian (menurut Aisyah).  Namun hal ini tidak berarti bahwa Nabi Saww melaksanakan shalat Dhuha, bisa saja beliau hanya melaksanakan shalat sunat sepulang &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; yang kebetulan waktunya di waktu dhuha. Bahkan dari banyak hadits yang ada menunjukkan bahwa Nabi Saww tidak pernah shalat Dhuha sama sekali. &lt;br /&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;B. Nabi Menganjurkan Shalat Dhuha &lt;/div&gt;&lt;div class="subsubjdl"&gt;1. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=bukhari" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Shahih Bukhari&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 1107, 1845): &lt;br /&gt;Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;2. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=muslim" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Shahih Muslim&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 1182, 1183): &lt;br /&gt;  Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Dzar (Hadits No. 1181): &lt;br /&gt;  Nabi Saww menganjurkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;3. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=abudaud" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Abu Daud&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Umamah (Hadits No. 471): &lt;br /&gt;Nabi Saww menganjurkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 1220): &lt;br /&gt;Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha 2 rakaat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Dzar (Hadits No. 1093, 1094, 1221, 4564): &lt;br /&gt;Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha 2 rakaat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ayah Sahal bin Mu'az (Hadits No. 1095): &lt;br /&gt;  Nabi Saww menganjurkan kepada Anas untuk shalat Dhuha 2 rakaat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Buraidah (Hadits No. 4563): &lt;br /&gt;  Nabi Saww menganjurkan untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;4. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=tirmidzi" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Tirmidzi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 691): &lt;br /&gt;Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 438): &lt;br /&gt;Nabi Saww menganjurkan kepadanya untuk shalat Dhuha. Menurut Abu Musa, hadits ini termasuk &lt;a href="http://nurahmad007.wordpress.com/2012/09/10/sikap-ulama-terhadap-hadits-gharib/" target="_blank" title="Selengkapnya disini"&gt;hadits gharib&lt;/a&gt;. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik (Hadits No. 435): &lt;br /&gt;Nabi Saww menganjurkan kepadanya untuk shalat Dhuha. Menurut Abu Musa, hadits ini termasuk hadits gharib. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;5. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=nasai" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Nasa'i&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 1659, 2329, 2362): &lt;br /&gt;Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;6. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=ibnumajah" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Ibnu Majah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 1372): &lt;br /&gt;  Nabi Saww menganjurkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik (Hadits No. 1370): &lt;br /&gt;Nabi Saww menganjurkan kepadanya untuk shalat Dhuha 12 rakaat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;7. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=ahmad" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Musnad Ahmad&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 7279, 20541): &lt;br /&gt;Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 7347, 7400, 9536, 9537, 7278, 10392): &lt;br /&gt;Nabi Saww menasehatinya untuk melaksanakan shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ibnu Abbas (Hadits No. 2766, 2767, 2768): &lt;br /&gt;Nabi Saww memerintahkan shalat Dhuha kepada dirinya tapi tidak kepada shahabat lain. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="subsubjdl"&gt;8. &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kitab_open.php?imam=darimi" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Sunan Darimi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari Abu Huraerah (Hadits No. 1418, 1681): &lt;br /&gt;Nabi Saww mewasiatkan kepadanya untuk shalat Dhuha. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Melihat hadits-hadits di atas, &lt;span style="color:blue"&gt;agak aneh jika Nabi Saww menganjurkan shalat Dhuha sementara beliau sendiri tidak melakukannya&lt;/span&gt;. Dan jika melihat pada hadits-hadits yang menganjurkan shalat Dhuha kebanyakan berasal dari Abu Huraerah (ada 21 hadits dari 32 hadits) maka menjadi pertanyaan tersendiri, apakah hadits-hadits tersebut bisa dipercaya atau tidak, karena beberapa ulama tidak mempercayai Abu Huraerah&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat pendapat Ulama"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; disebabkan banyak hadits yang berasal darinya tidak masuk akal dan bertentangan dengan Al-Qur’an, Ilmu Pengetahuan, maupun hadits-hadits lain.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat hadits-hadits aneh"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Abu Huraerah juga meriwayatkan hadits dengan jumlah yang tidak masuk akal. Ada 5374 hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huraerah padahal beliau hanya hidup bersama nabi selama 1,9 tahun (Safar 7H/Juni 628M s.d. Dzulkaidah 8H/Maret 630M). Hal ini berarti bahwa beliau menerima hadits sekitar 8-9 hadits per-hari (5374 : (1,9 x 360) = 8,53)! Sungguh suatu angka yang mustahil bagi orang yang tidak selalu bersama Nabi Saww.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat catatan kaki"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun Nabi Saww pernah menganjurkan shalat Dhuha kepada shahabat lain, seperti: Abu Dzar, Abu Umamah, Abu Buraidah, Anas bin Malik, dan Ibnu Abbas (bahkan menurut Ibnu Abbas, Nabi Saww hanya memerintahkan kepada dirinya tetapi tidak kepada shahabat lain), namun hal itu tidak berarti bahwa Nabi Saww melaksanakan shalat Dhuha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang, jika Nabi Saww tidak melaksanakan shalat Dhuha, apakah shalat Dhuha boleh dilakukan? Jawabnya, &lt;span style="color:blue"&gt;jika ingin mengikuti &lt;i&gt;sunnah&lt;/i&gt; (kebiasaan) shahabat, itu terserah masing-masing, toh tidak ada salahnya&lt;/span&gt;. Bukankah shalat tarawih berjama’ah juga mengikuti &lt;i&gt;sunnah&lt;/i&gt; shahabat ‘Umar bin Khaththab karena pada jaman Nabi Saww dan Abu Bakar tidak berjama’ah? Namun yang pasti, menurut kebanyakan hadits menyebutkan bahwa Nabi Saww tidak melakukan shalat Dhuha.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki4" name="4" title="Lihat catatan kaki"&gt;*)&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;  Dari berbagai sumber online: &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Umar bin Khaththab menganggap Abu Haraerah sebagai musuh Allah: &lt;i&gt;"Wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah?"&lt;/i&gt; (Lihat:  At-Tabaqot Al-Kubra Jilid 4 hlm. 335, Siyar A’lam An-Nubala’ Jilid 2 hlm. 612). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Umar bin Khaththab mengancam Abu Hurairah jika ia meriwayatkan hadits (Lihat: Tadzkirat Al-Huffadz Jilid 1 hlm. 7, Akhbar Al-Madinah Al-Munawwarah karya Ibnu Syaibah Jilid 3 hlm. 800, Jaami’ Bayan Al-‘Ilm karya Ibnu Abdul Bar Jilid 2 hlm. 121). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ali bin Abi Thalib marah ketika Abu Hurairah meriwayatkan hadits-hadits dengan mengucapkan, &lt;i&gt;"Kekasihku (Rasulullah saw) telah berbicara kepadaku..."&lt;/i&gt;. Kemudian Ali berkata, &lt;i&gt;"Sejak kapan beliau menjadi kekasihmu?"&lt;/i&gt; (Al-Matholib al-Aliyah Jilid 9 hlm. 205). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; ‘Aisyah marah pada penyelewengan hadits oleh Abu Huraerah, &lt;i&gt;"Apakah gerangan hadits-hadits yang telah engkau sampaikan atas nama Nabi ini? Bukankah apa yang telah engkau dengar juga sebagaimana yang telah kami dengar? Dan bukankah yang telah engkau lihat juga telah kami lihat?"&lt;/i&gt; (Lihat: Siyar A’lam An-Nubala’ Jilid 2 hal. 604/612/613, At-Tabaqot al-Kubra Jilid 4 hal. 335). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ibn Qutaibah menceritakan di dalam bukunya Ta’wil Fil Mukhtalaf Al-Hadits, hlm. 27, bahwa Nizam berkata: &lt;i&gt;"Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib dan Aisyah menolak riwayat Abu Hurairah."&lt;/i&gt; (Lihat juga Ibn Kathir, Tarikh, XIII, hlm. 105). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Abu Hanifah yang menyatakan, &lt;i&gt;"Semua sahabat adil kecuali Abu Hurairah, Anas bin Malik..."&lt;/i&gt; (Syarh Nahjul Balaghah, Jilid 4 hlm.  69). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jahidh dari kitabnya, At-Tauhid, menyatakan, &lt;i&gt;"Abu Hurairah adalah pribadi yang tidak dapat dipercaya dalam masalah periwayatan dari Rasulullah, sebagaimana Ali tidak mempercayainya, bahkan mencelanya. Hal serupa juga yang dilakukan oleh ‘Umar dan Aisyah terhadap Abu Hurairah."&lt;/i&gt; (Syarh Nahjul Balaghah, Jilid 20 hlm.  31). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ibrahim An-Nakha’i menyatakan, &lt;i&gt;"Golongan kita (ashabuna) mereka meninggalkan hadits yang datang dari Abu Hurairah."&lt;/i&gt; Ia juga menyatakan, &lt;i&gt;"Mereka tiada mengambil riwayat dari Abu Hurairah kecuali dalam hal-hal yang berkaitan dengan sorga dan neraka saja"&lt;/i&gt;. (Lihat: Siyar A’lam An-Nubala’ Jilid 2 hlm. 609, Tarikh Ibn Asakir Jilid 19 hlm. 122). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fakhru Ar-Razi, ketika menanggapi hadits Abu Huraerah yang mengatakan bahwa Nabi Ibrahim berbohong (Bukhari No. 3108, 4694; Muslim No. 4371; Abu Daud No. 1891; Tirmidzi No. 3090; Ahmad No. 8873), mengatakan, &lt;i&gt;"Tiada layak dihukumi pribadi yang berbohong atas nama para Nabi kecuali dengan sebutan Zindiq"&lt;/i&gt;. Dalam kesempatan lain ia menyatakan, &lt;i&gt;"Menyatakan bohong atas perawi hadis tadi (Abu Hurairah) lebih tidak berbeban ketimbang menyandarkannya (kebohongan) pada Khalil Ar-Rahman (Ibrahim as)".&lt;/i&gt; (At-Tafsir Al-Kabir Jilid 22 hlm. 186 dan Jilid 26 hlm. 148). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br /&gt; &lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;Cek di &lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Kitab Hadits Online&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Ensiklopedi Kitab 9 Imam Hadits&lt;/a&gt; terkait hadits-hadits "aneh" Abu Huraerah:&lt;br /&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Abu Huraerah ikut Perang Khaibar bersama Nabi Saww (Bukhari No. 6213, 6116, 3882, 3908, 3911, 3918, 2615; Muslim No. 166; Abu Daud No. 2336; Nasa'i No. 3767; Malik No. 869), padahal Perang Khaibar terjadi pada bulan Muharam tahun ke-7 H sedangkan Abu Huraerah masuk Islam setelah terjadi Perang Khaibar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Abu Huraerah menarik kembali ucapan tentang sabda Nabi Saww: &lt;i&gt;"Barangsiapa yang pagi-pagi masih dalam keadaan junub, maka tidak syah puasanya."&lt;/i&gt; setelah Aisyah dan Ummu Salamah berkata, &lt;i&gt;"Nabi Saww pernah bangun pagi hari dalam keadaan junub bukan karena bermimpi, lalu beliau berpuasa."&lt;/i&gt; (Ahmad No. 25412; Muslim No. 1864; Bukhari No. 1791; Malik No. 566). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Allah menciptakan bumi pada hari Sabtu, gunung pada hari Minggu, pohon pada hari Senin, dst. (Muslim No. 4997; Ahmad No. 7991). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; 'Arasy Allah berada di atas air (Bukhari No. 4316, 6862, 6869; Muslim No. 1659; Tirmidzi No. 2971; Ahmad No. 7793, 10096). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Allah menciptakan Adam menurut semua ciri fisikNya dengan tinggi 60 hasta (Bukhari No. 5759, 3079; Muslim No. 5075; Ahmad No. 7941). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Allah melipat bumi dan langit dengan tangan kananNya (Bukhari No. 4438, 6037, 6038, 6834; Muslim No. 4994; Ibnu Majah No. 188; Ahmad No. 8508; Darimi No. 2679). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Allah turun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam terakhir (Bukhari No. 1077, 5846, 6940; Muslim No. 1261, 1262, 1263, 1264, 1265; Abu Daud No. 4108; Tirmidzi No. 3420; Ibnu Majah No. 1356; Ahmad No. 7196, 7275, 7303, 7460, 9067, 9922, 10140, 10209,  10338, 10959; Malik No. 447; Darimi No. 1442, 1443, 1444). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Musa mandi telanjang bulat sampai terlihat buah pelirnya yang besar, kemudian berlari mengejar batu yang membawa kabur bajunya dengan disaksikan Bani Israel (Bukhari No. 269, Muslim No. 513, 4372; Tirmidzi No. 3145; Ahmad No. 8729). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Musa menampar mata Malaikat Maut dan mencungkil (dalam riwayat lain, hingga terlepas) bola matanya (Bukhari No. 1253, 3155; Muslim No. 4374, 4375; Ahmad No. 7825, 8262, 10484). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Ayub mandi telanjang kemudian kejatuhan belalang emas (Bukhari No. 270, 3140, 6939; Nasa’i No. 406). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Ibrahim berbohong dalam tiga hal (Bukhari No. 3108, 4694; Muslim No. 4371; Abu Daud No. 1891; Tirmidzi No. 3090; Ahmad No. 8873). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nabi Adam berdebat dengan Nabi Musa (Bukhari No. 3157, 4369, 6124, 6961; Muslim No. 4793, 4794, 4795, 4796; Abu Daud No. 4079; Tirmidzi No. 2060; Ibnu Majah No. 77; Ahmad No. 7082, 7272, 7315, 7811, 8811; Malik No. 1394). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Serigala dan Sapi berbicara kepada penggembala (Bukhari No. 3390, 3212, 2156; Muslim No. 4401; Tirmidzi No. 3628; Ahmad No. 8605). &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak ada &lt;i&gt;‘adwa&lt;/i&gt; (penyakit menular), &lt;i&gt;shafar&lt;/i&gt; (penyakit kuning/cacingan) dan &lt;i&gt;hammah&lt;/i&gt; (Bukhari No. 5278, 5316, 5328; Muslim No. 4116, 4118; Abu Daud No. 3412, 3413; Ahmad No. 7301, 8800). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br /&gt; &lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;[3]&lt;/a&gt;Bandingkan dengan hadits yang diriwayatkan &lt;i&gt;Khalifah Ar-Rasyidin&lt;/i&gt;: Abu Bakar, yang bergaul dengan Nabi selama 20 tahun, hanya meriwayatkan 142 hadits, 'Umar meriwayatkan 537 hadits; Utsman meriwayatkan 146 hadits, 'Ali, yang sejak kecil selalu bersama Nabi, menyampaikan 586 hadits, dan Siti 'Aisyah meriwayatkan 2210 hadits. &lt;br /&gt;Tentang masalah ini pernah dibahas &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank"&gt;disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="#4" name="caki4" title="Kembali"&gt;*)&lt;/a&gt;Tulisan ini adalah &lt;b&gt;jawaban keempat&lt;/b&gt; terhadap fitnah yang menuduh saya "sesat" karena menganggap shalat Dhuha bukan &lt;i&gt;sunnah&lt;/i&gt; (kebiasaan) Nabi Saww melainkan sunnah shahabat. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s72-c/Shalat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Shalat Jum'at Tidak Wajib Bagi Musafir, Benarkah?</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jumat-tidak-wajib-bagi-musafir.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Fri, 8 Nov 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6627035428866586536</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s150/Shalat.jpg" style="border: 1px; float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Permasalahan yang seringkali timbul pada umat Islam adalah menyangkut wajib tidaknya seorang &lt;i&gt;musafir&lt;/i&gt; (orang yang dalam perjalanan) melakukan shalat Jum'at. Bagi sebagian orang yang malas mencari tahu (padahal untuk zaman sekarang tinggal &lt;i&gt;Googling&lt;/i&gt; saja) mungkin akan mengikuti apa yang dilakukan kebanyakan orang, tanpa ingin mengetahui dalil-dalil yang menguatkan (atau malah melemahkan) yang dilakukan kebanyakan orang tersebut. Akibatnya, ketika ada orang lain yang melakukannya secara berbeda (padahal sesuai sunnah Nabi Saww) malah dianggap aneh, salah, bahkan dituduh menyimpang, padahal boleh jadi "yang berbeda" itu memiliki dalil yang lebih kuat dan bisa dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban untuk melaksanakan shalat jum’at sudah diketahui banyak orang karena termuat dalam surat Al-Jumu’ah [62] ayat 9 berikut: &lt;div class="arabic"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=62&amp;amp;aid=9&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Jumu´ah ayat 9"&gt;(QS, 62:9)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Namun yang belum diketahui banyak orang adalah menyangkut apakah seorang &lt;i&gt;musafir&lt;/i&gt;  wajib melaksanakan shalat Jum’at atau tidak? Apakah boleh menjama’ (menggabungkan) shalat Jum’at dan ‘Ashar, dengan meng&lt;i&gt;qiyas&lt;/i&gt;kan (menyamakan) pada jama' shalat Dhuhur dan 'Ashar, atau tidak? Dan bagaimana pendapat para ulama mengenai masalah ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah shalat Jum’at bagi musafir, &lt;i&gt;jumhur&lt;/i&gt; (mayoritas) ulama berpendapat bahwa &lt;span style="color:blue;"&gt;musafir tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat Jum'at&lt;/span&gt;. Hal ini disebabkan tidak adanya dalil/hadits shahih dari Rasulullah Saww yang menyebutkan bahwa beliau melaksanakan shalat Jum'at saat dalam perjalanan &lt;i&gt;(safar)&lt;/i&gt;, bahkan terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa ketika Haji Wada' beliau Saww tidak melaksanakan shalat Jum'at tetapi menggantinya dengan shalat Dhuhur yang dijama' dengan 'Ashar. Demikian pula &lt;i&gt;Khulafa Ar-Rasyidin&lt;/i&gt; dan para sahabat lainnya tidak melaksanakan shalat Jum'at apabila &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; tetapi menggantinya dengan shalat Dhuhur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil yang dapat menguatkan pendapat bahwa shalat Jum’at tidak wajib bagi &lt;i&gt;musafir&lt;/i&gt; dapat dilihat dari pernyataan beberapa ulama dan hadits-hadits berikut:  &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Ibnul Mundzir: &lt;i&gt;"Keterangan yang dapat dijadikan dalil gugurnya kewajiban shalat Jum'at bagi musafir yaitu bahwa Nabi Saww dalam beberapa kali perjalanan-perjalanan beliau -sudah tentu- pernah ada yang bertetapan dengan hari Jum'at. Tetapi tidak ada keterangan yang sampai pada kami bahwa beliau melaksanakan shalat Jum'at sementara beliau dalam perjalanan. Bahkan keterangan yang pasti menunjukkan bahwa beliau melaksnakan shalat Dhuhur di Padang Arafah pada saat hari Jum'at. Tindakan ini menunjukkan bahwa &lt;span style="color:blue;"&gt;tidak ada (kewajiban) shalat Jum'at bagi seorang musafir&lt;/span&gt;."&lt;/i&gt; (Ibnul Munzdir [4/20]).&lt;br /&gt;Bahkan Ibnul Mundzir menyebutkan bahwa hal ini (tidak wajibnya shalat Jum’at bagi &lt;i&gt;musafir&lt;/i&gt;) adalah &lt;i&gt;Ijma'&lt;/i&gt; (kesepakatan) ulama yang berdasarkan hadits shahih sehingga &lt;span style="color:red;"&gt;tidak diperbolehkan menyelisihi (menentang)-nya&lt;/span&gt;. (Lihat Al-Mughni, Ibnu Qudamah 3/216).  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Imam Ahmad: &lt;i&gt;"Orang-orang badui (pedalaman) &lt;span style="color:blue;"&gt;tidak berkewajiban menunaikan shalat Jum'at karena mereka biasa berpindah-pindah tempat (nomaden)&lt;/span&gt;. Kewajiban itu gugur dengan kebiasaan mereka tersebut. Dengan demikian orang-orang yang menetap di suatu tempat dan tidak berpindah-pindah maka mereka termasuk penduduk negeri (muqim)."&lt;/i&gt; (Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah: XXIV/169; dinukil dari kitab Shalah al-Mukmin, -Ensiklopedi shalat menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah, DR. Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, hal. 331)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ibnu Taimiyah: &lt;i&gt;"Sesungguhnya Rasulullah Saww telah bepergian dalam banyak safar, telah berumrah tiga kali selain umrah ketika hajinya dan menunaikan haji wada' bersama ribuan orang, serta telah berperang lebih dari dua puluh peperangan, namun tidak ada seorangpun yang menukil keterangan bahwa beliau melakukan shalat Jum'at, dan tidak pula shalat 'Ied dalam perjalanannya. Bahkan riwayat menyebutkan bahwa &lt;span style="color:blue;"&gt;beliau menjama' dua shalat Dhuhur dan 'Ashar di seluruh perjalanan beliau&lt;/span&gt;. Begitu juga saat hari Jum'at, beliau shalat dua raka'at, sama seperti hari-hari lainnya."&lt;/i&gt; (Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah XXIV/178-179)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Hassan Al-Bashri diriwayatkan bahwa Anas bin Malik menetap di Naisabur selama satu tahun atau dua tahun, dia selalu shalat dua raka'at lalu salam dan dia tidak melaksanakan shalat Jum'at  (Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Syaibah [1/442], Ibnul Munzdir [4/20] dengan sanad yang shahih)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hadits dari Ibnu Umar: &lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;i&gt;"Tidak ada (kewajiban) shalat Jum'at bagi musafir."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah [1/442], Ibnul Munzdir [4/19] dan Al-Baihaqi dalam Al-Kubra [3/184] dengan sanad yang shahih)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hadits &lt;i&gt;marfu'&lt;/i&gt; dari Ibnu Umar, Rasulullah Saww bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;i&gt;"Musafir tidak wajib melaksanakan Jum'at."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; (HR. Thabrani dengan isnad yang dhaif sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnul Hajar dalam Bulughul Maram, No. 438) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan madzhab Zahiri, seperti Az-Zuhri dan An-Nakha'i, berpendapat bahwa &lt;span style="color:blue;"&gt;musafir wajib melaksanakan shalat Jum'at&lt;/span&gt;. Menurut mereka, tidak ada satu pun dalil shahih yang mengkhususkan shalat Jum'at hanya untuk &lt;i&gt;muqim&lt;/i&gt; atau untuk &lt;i&gt;musafir&lt;/i&gt; karena ayat dan hadits-hadits yang mewajibkan shalat Jum'at bersifat umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua pendapat tersebut, manakah yang akan dipilih? Jawabnya, terserah anda, apakah mau memilih pendapat &lt;i&gt;jumhur&lt;/i&gt; (mayoritas) ulama atau pendapat madzhab Zahiri? Namun &lt;span style="color:blue;"&gt;nalar mengatakan, rasanya janggal jika dalam &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; (perjalanan) menjama’ shalat Jum’at dan shalat ‘Ashar&lt;/span&gt; karena semua hadits mengenai shalat jama’ hanya menyebutkan  jama’ shalat Dhuhur dan ‘Ashar atau shalat Maghrib dan ‘Isya, tidak ada satu pun hadits mengenai jama’ shalat Jum’at dan ‘Ashar. Bahkan menurut &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/1859/slash/0/menjama-shalat-ashar-dengan-shalat-jumat-shalat-jumat-di-laut/" target="_blank" title="Sumbernya disini"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;/a&gt;, &lt;span style="color:red;"&gt;tidak dibolehkan menjama' shalat Jum'at dan 'Ashar&lt;/span&gt; dengan alasan meng&lt;i&gt;qiyas&lt;/i&gt;kan (menyamakan) pada jama' Dhuhur dan 'Ashar. Hal ini disebabkan: &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Tidak ada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qiyas" target="_blank" title="Baca disini"&gt;&lt;i&gt;qiyas&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; (penyamaan) dalam masalah ibadah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Shalat Jum’at merupakan shalat tersendiri, yang memiliki lebih dari 20 ketentuan hukum yang berbeda dengan shalat Dhuhur. Perbedaan seperti ini menyebabkannya tidak bisa di&lt;i&gt;qiyas&lt;/i&gt;kan dengan shalat lainnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;i&gt;Qiyas&lt;/i&gt; seperti ini bertentangan dengan &lt;i&gt;dhahir&lt;/i&gt; (keberadaan) sunnah. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;br /&gt;Begitu pula menurut &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/1336/slash/0/seputar-hukum-shalat-jama-dan-qashar/" target="_blank" title="Sumbernya disini"&gt;Abdullah Shaleh Al-Hadrami&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;"&lt;span style="color:red;"&gt;Tidak diperbolehkan menjama' (menggabung) antara shalat Jum'at dan shalat 'Ashar dengan alasan apapun&lt;/span&gt; baik musafir, orang sakit, turun hujan atau ada keperluan dll. walaupun dia adalah orang yang diperbolehkan menjama' antara Dhuhur dan Ashar."&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan &lt;span style="color:blue;"&gt;dalam keadaan &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; (bepergian) diharuskan (di&lt;i&gt;sunnah&lt;/i&gt;kan) untuk meng-&lt;i&gt;qashar&lt;/i&gt; (memperpendek) shalat&lt;/span&gt;, sebagaimana dinyatakan dalam hadits-hadits berikut (Cek di &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Ensiklopedi Kitab 9 Imam Hadits&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Kitab Hadits Online&lt;/a&gt;):&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari 'Aisyah: &lt;i&gt;"Allah telah mewajibkan shalat, dan awalnya hanya dua raka'at-dua raka'at, baik saat mukim maupun safar. Kemudian &lt;span style="color:blue;"&gt;ditetapkan ketentuan (dua raka'at) tersebut untuk shalat safar&lt;/span&gt; dan ditambah lagi untuk shalat di saat mukim."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari No. 337, 1028, 3642; Muslim No. 1105, 1106, 1107, Abu Daud No. 1013; Nasa'i No. 449, 451, 452; Ahmad No. 24776; Malik No. 304; Darimi No. 1470) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari 'Umar bin Khaththab: &lt;i&gt;"&lt;span style="color:blue;"&gt;Shalat safar itu dua raka'at&lt;/span&gt;, shalat Jum'at dua raka'at dan shalat Ied dua raka'at."&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Majah No. 1053; Nasa'i No. 1548; Ahmad No. 248) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Ibnu Abbas: &lt;i&gt;"Kami tinggal bersama Nabi Saww dalam sebuah safar selama sembilan belas hari, dan selama itu pula kami melakukan qashar shalat."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari No. 3961) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik: &lt;i&gt;"Kami bermukim bersama Nabi Saww selama sepuluh hari, dan dalam sekian hari itu kami melakukan qashar shalat."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari No. 3959, Darimi No. 1471)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Jabir bin Abdullah: &lt;i&gt;"Rasulullah Saww tinggal di Tabuk selama dua puluh hari dengan meng-qashar shalat."&lt;/i&gt; (HR. Ahmad No. 13625) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Anas bin Malik: &lt;i&gt;"Aku shalat Dhuhur bersama Nabi Saww di kota Madinah empat raka'at dan di Dzul Hulaifah (luar kota Madinah) dua raka'at."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari No. 1027, 1445, 1447, 1599, 1600, 2731; Muslim No. 1115, Abu Daud No. 1016, Tirmidzi No. 501, Nasa'i No. 465; Ahmad No. 11636, 11640, 11655; Darimi No. 1468, 1469) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br /&gt;Ajaran Islam itu mudah tapi karena ketidaktahuan dan keengganan untuk mencari tahu telah menjadikan agama ini sulit bin ribet. Parahnya, jika orang yang tidak tahu ini merasa sok tahu sehingga orang yang menjalankan &lt;i&gt;sunnah&lt;/i&gt; (kebiasaan) Nabi Saww malah dianggapnya salah (bahkan difitnah) sementara yang mengikuti kebiasaan umum tapi tanpa dasar pengetahuan dianggap benar.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;*)&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="arabic" style="margin:5px 0;"&gt;إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ &lt;/div&gt;"Sebaik-baik perkara agama &lt;i&gt;(dien)&lt;/i&gt; kalian adalah yang paling mudah urusannya. Sungguh, sebaik-baik perkara agama kalian adalah yang paling mudah urusannya." (&lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;HR. Ahmad&lt;/a&gt; No. 15371) &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/1336/slash/0/seputar-hukum-shalat-jama-dan-qashar/" target="_blank"&gt;Seputar Hukum Shalat Jama Dan Qashar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/1859/slash/0/menjama-shalat-ashar-dengan-shalat-jumat-shalat-jumat-di-laut/" target="_blank"&gt;Menjama' Shalat 'Ashar Dengan Shalat Jum’at&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.voa-islam.com/islamia/ibadah/2010/06/03/6711/wajibkah-shalat-jum'at-bagi-musafir/" target="_blank"&gt;Wajibkah Shalat Jum'at Bagi Musafir?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/ibadah/2012/08/17/20279/pemudiktidak-wajib-shalat-jum'at/" target="_blank"&gt;Pemudik Tidak Wajib Shalat Jum'at&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://puji-share.blogspot.com/2013/04/sejarah-dan-dasar-hukum-sholat-jumat.html" target="_blank"&gt;Sejarah dan Dasar Hukum Sholat Jum'at&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;*)&lt;/a&gt;Tulisan ini adalah &lt;b&gt;jawaban ketiga&lt;/b&gt; terhadap fitnah yang menuduh saya "sesat" karena mengatakan bahwa "Shalat Jum'at tidak wajib bagi &lt;i&gt;musafir&lt;/i&gt;". Dan ketika dalam perjalanan pulang dari Bali, hanya saya yang menjama' shalat Dhuhur dan 'Ashar sementara yang lain... (?). Bahkan saat itu saya kena omelan seseorang dan cibiran seseorang lainnya hanya gara-gara "beda dari yang lain". &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s72-c/Shalat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Shalat Jama' Bagi Muqim, Apa Salahnya?</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-jama-bagi-muqim-apa-salahnya.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Tue, 5 Nov 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-7793061371891277082</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s150/Shalat.jpg" style="border: 1px; float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Perkembangan peradaban manusia yang kian pesat ditambah mobilitas manusia yang tinggi (khususnya di kota-kota besar) dewasa ini telah melahirkan berbagai persoalan yang komplek. Namun sekalipun demikian, Islam selalu memiliki jawaban terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. Salah satu permasalahan yang muncul adalah sedikitnya waktu yang dimiliki untuk melaksanakan shalat lima waktu, baik karena kesibukan, terhalang macet, banjir, kebakaran, bencana alam, atau karena hal-hal lain, padahal shalat merupakan ibadah yang tidak bisa digantikan dengan denda atau digantikan pada waktu lain, seperti halnya puasa di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana Islam mengatasi permasalahan ini? Dari berbagai kitab hadits yang ada dikatakan bahwa Nabi Saww &lt;i&gt;(Shalallahu ‘alaihi wa alihi wassalam)&lt;/i&gt; pernah melakukan shalat jama' antara shalat Dhuhur dan Ashar, shalat Maghrib dan Isya' di Madinah (bukan dalam bepergian) tanpa disebabkan alasan takut ataupun hujan. Hal ini beliau contohkan supaya tidak membebani umat Islam ketika menemui kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan shalat seperti biasa, sekalipun &lt;i&gt;muqim&lt;/i&gt; atau tidak sedang dalam bepergian. &lt;br /&gt; &lt;div class="subjdl"&gt;Dalil-dalil Shalat Jama’ Bagi Pemukim &lt;i&gt;(Muqim)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Beberapa pendapat mengaitkan kemudahan &lt;i&gt;(rukhshah)&lt;/i&gt; dalam melakukan shalat jama’ dengan merujuk pada surat Al-Isra' ayat 78 berikut: &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=17&amp;amp;aid=78&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Isra' ayat 78"&gt;(QS, 17:78)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ayat ini kemudian dipahami bahwa shalat bisa dilakukan pada saat matahari tergelincir (menjama' Dhuhur dan Asar), gelap malam (menjama' Maghrib dan 'Isa), dan Shubuh.  Dan di samping ayat ini, terdapat beberapa hadits Nabi Saww yang mendukung bisa dilakukannya shalat jama' bagi &lt;i&gt;muqim&lt;/i&gt;, seperti hadits-hadits berikut (Cek di &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Ensiklopedi Kitab 9 Imam Hadits&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Kitab Hadits Online&lt;/a&gt;):  &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;1. Shahih Muslim&lt;/div&gt;Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib dan Abu Said Al-Asyajj, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Waki', keduanya dari Al-‘Amasy dari Habib bin Abu Tsabit dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata: &lt;i&gt;"Rasulullah Saww pernah menjama' antara shalat Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya' di Madinah, bukan karena ketakutan bukan pula karena hujan."&lt;/i&gt;  Aku tanyakan kepada Ibnu Abbas, &lt;i&gt;"Mengapa beliau lakukan hal itu?"&lt;/i&gt; Dia menjawab, &lt;i&gt;"Beliau ingin supaya tidak memberatkan umatnya."&lt;/i&gt; (Hadits No. 1151) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Rabi' Az-Zahrani telah menceritakan kepada kami Hammad dari Zubair bin Khirrit dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata, &lt;i&gt;"Suatu hari Ibnu Abbas berpidato di hadapan kami setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam dan bintang-bintang mulai bermunculan, maka orang-orang pun berseru, "Shalat, Shalat!". Tidak lama kemudian seorang laki-laki Bani Tamim, seorang yang tidak loyo dan juga tidak pernah malas, datang, "Shalat, Shalat!" Ibnu Abbas berkata, "Apakah kalian mengajariku Sunnah? Aku telah menyaksikan Rasulullah Saww menjamak antara Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya'"." Abdullah bin Syaqiq berkata, "Maka dalam hatiku ada sesuatu yang mengganjal, sehingga aku menemui Abu Hurairah dan kutanyakan masalah ini padanya, ternyata Ia pun membenarkan ucapan Ibnu Abbas."&lt;/i&gt; (Hadits No. 1154) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang senada dengan kedua hadits di atas terdapat juga pada hadits No. 1146, 1147, 1148, 1152, 1153, dan 1155.  &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;2. Sunan Abu Daud&lt;/div&gt;Al-Qanabi telah menceritakan kepada kami dari Malik dari Abu Az-Zubair Al-Makki dari dari Sa'id bin Jubair dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, &lt;i&gt;"Rasulullah Saww mengerjakan shalat Dhuhur dan Ashar secara jama', dan shalat Maghrib dan Isya' secara jama' tidak dalam kondisi ketakutan atau dalam perjalanan."&lt;/i&gt; (Hadits No. 1024) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami dari Abu Mu'awiyah dari Al-‘Amasy dari Habib bin Abu Tsabit dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata: &lt;i&gt;"Rasulullah Saww pernah menjama' shalat Dhuhur dan Ashar, antara shalat Maghrib dan Isya' di Madinah, tidak dalam kondisi ketakutan tidak pula hujan."&lt;/i&gt;  Maka dia tanyakan hal itu kepada Ibnu Abbas, &lt;i&gt;"Apa maksud beliau melakukan hal itu?"&lt;/i&gt; Ibnu Abbas menjawab, &lt;i&gt;"Supaya tidak memberatkan umatnya."&lt;/i&gt; (Hadits No. 1025)  &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;3. Sunan Tirmidzi &lt;/div&gt;Hamad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al-‘Amasy dari Habib bin Abu Tsabit dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata: &lt;i&gt;"Di Madinah Rasulullah Saww pernah menjama’ antara shalat Dhuhur dan Ashar, serta antara Maghrib dan Isya’, bukan karena takut atau hujan."&lt;/i&gt; Said berkata, &lt;i&gt;"Ditanyakan kepada Ibnu Abbas, 'apa yang beliau kehendaki dari hal itu?'"&lt;/i&gt; Ia menjawab, &lt;i&gt;"Beliau tidak ingin mempersulit umatnya."&lt;/i&gt; Ia berkata, "Dalam bab ini juga terdapat hadits dari Abu Huraerah." Abu Isa berkata, "Hadits Ibnu Abbas ini diriwayatkan dari beberapa jalur, yaitu dari Jabir bin Zaid, Sa’id bin Jubair, dan Abdullah bin Syaqiq  Al-Uqaili." (Hadits No. 172)  &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;4. Sunan Nasa'i &lt;/div&gt;Qutaibah telah menceritakan kepada kami dari Malik dari Abu Zubair dari Ibnu Abbas, dia berkata, &lt;i&gt;"Pernah Rasulullah Saww menjama’ shalat Dhuhur dan Ashar, serta menjama’ shalat Maghrib dan Isya’ bukan karena takut (peperangan) dan bukan karena alasan perjalanan."&lt;/i&gt; (Hadits No. 597) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdul Aziz bin Abu Rizmah Ghazwan, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Fadhl bin Musa dari Al-‘Amasy dari Habib bin Abu Tsabit dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saww pernah shalat di Madinah dengan menjama’ Dhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya’ bukan karena takut (peperangan) dan bukan karena hujan. Ibnu Abbas ditanya, &lt;i&gt;"Kenapa demikian?"&lt;/i&gt; maka dia menjawab, &lt;i&gt;"Agar tidak memberatkan umatnya."&lt;/i&gt; (Hadits No. 598)  &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;5. Sunan Ibnu Majah &lt;/div&gt;Muhriz bin Salamah Al-Adani berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdul Hazim dari Ibrahim bin Isma’il dari Abdul Karim dari Mujahid dan Sa’id bin Jubair dan Atho bin Abu Rabah dan Thawus, mereka mengabarkan kepadanya dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah Saww menjama’ shalat Maghrib dan Isya’, bukan karena sakit, atau diburu musuh atau karena takut sesuatu. (Hadits No. 1059)  &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;6. Musnad Ahmad&lt;/div&gt;Yunus telah menceritakan kepada kami, Hammad yakni Ibnu Zaid menceritakan kepada kami dari Az-Zubair yakni Ibnu Khirrit dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata, &lt;i&gt;"Pada suatu hari Ibnu Abbas menyampaikan ceramahnya kepada kami selepas shalat Ashar hingga terbenamnya matahari dan terbitnya bintang-bintang, sehingga orang-orang pun mulai berseru, "Shalat, Shalat!"." (Abdullah) berkata, "Maka Ibnu Abbas pun marah, Ia berkata, "Apakah kalian mengajariku Sunnah? Aku telah menyaksikan Rasulullah Saww menjama’ shalat Dhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’"." Abdullah berkata, "Aku merasa ada ganjalan pada diriku karena hal tersebut, lalu aku menemui Abu Hurairah kemudian menanyakan tentang itu, dan ternyata ia pun menyepakatinya."&lt;/i&gt; (Hadits No. 2156) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya telah menceritakan kepada kami dari Daud bin Qais, ia berkata Shalih pelayan At-Tau’amah menceritakan kepadaku dari Ibnu Abbas, ia berkata, &lt;i&gt;"Rasulullah Saww pernah menjama’ antara shalat Dhuhur dan Ashar, antara shalat Maghrib dan Isya’ tanpa disebabkan turunnya hujan atau bepergian."&lt;/i&gt; Mereka bertanya, &lt;i&gt;"Wahai Abu Abbas, apa yang dikehendakinya (Nabi Saww)?"&lt;/i&gt; Ia menjawab, &lt;i&gt;"Untuk memberikan kemudahan bagi umatnya."&lt;/i&gt; (Hadits No. 3065) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufyan telah menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zubair dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata, &lt;i&gt;"Aku melakukan shalat bersama Nabi Saww delapan rakaat sekaligus dan tujuh rakaat sekaligus."&lt;/i&gt; Aku bertanya kepada Ibnu Abbas, &lt;i&gt;"Mengapa beliau mengerjakan seperti itu?"&lt;/i&gt; Ia menjawab, &lt;i&gt;"Beliau ingin tidak memberatkan umatnya."&lt;/i&gt; (Hadits No. 3095) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang senada dengan ketiga hadits di atas terdapat juga pada hadits No. 1852, 2426, 3152, dan 3223.  &lt;br /&gt;&lt;div class="subjdl"&gt;7. Shahih Bukhari&lt;/div&gt;Abu An-Nu’man berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad, yaitu Ibnu Zaid, dari Amru bin Dinar dari Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Saww melaksanakan shalat di Madinah sebanyak tujuh dan delapan, yaitu shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’. Ayub berkata, &lt;i&gt;"Barangkali pada malam itu hujan."&lt;/i&gt; Ibnu Abbas berkata, &lt;i&gt;"Bisa jadi."&lt;/i&gt; (Hadits No. 510) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, Amru bin Dinar berkata, &lt;i&gt;"Aku pernah mendengar Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas berkata, "Nabi Saww pernah melaksanakan shalat tujuh rakaat dengan jama’ dan delapan rakaat dengan jama’"."&lt;/i&gt; (Hadits No. 529) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;Kedua hadits Bukhari di atas agak berbeda dengan hadits-hadits dari kitab-kitab hadits lain dan agak sedikit janggal: Pertama, susunan redaksinya yang tidak pas seperti menyebutkan "tujuh dan delapan" padahal seharusnya "delapan dan tujuh" (Dhuhur + Ashar = 8, Maghrib + Isya’ = 7). Kedua,  perkataan Ayub yang mengakatan "malam" padahal Dhuhur dan Ashar tidak termasuk malam. Dan ketiga, perkataan Ibnu Abbas yang mengakatan, "Bisa jadi" seolah-olah Ibnu Abbas tidak yakin dengan hal itu padahal pada kitab-kitab hadits lain menunjukkan sebaliknya. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat pada hadits-hadits di atas ternyata Islam memberikan kemudahan &lt;i&gt;(rukhshah)&lt;/i&gt; dalam menjalankan ibadah shalat (begitu juga ibadah-ibadah lain) kepada mereka yang memiliki kesibukan atau halangan-halangan lain, seperti: hajatan (kenduri), sakit, seminar, lokakarya, &lt;i&gt;camping&lt;/i&gt; (persami), lintas alam, kepanitiaan, perlombaan, terkena bencana, terhalang macet, dll., meskipun tidak sedang dalam keadaan &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt; (bepergian). Ini menunjukkan bahwa Islam selalu memiliki solusi tepat untuk mengatasi berbagai situasi dan perkembangan zaman, dan juga sangat sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 286: &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا&lt;/span&gt; لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.&lt;/span&gt; Ia akan mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia juga akan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya..." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;amp;aid=286&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah ayat 286"&gt;(QS, 2:286)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Imam Nawawi mengatakan,&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;i&gt;"Sebagian imam (ulama) berpendapat bahwa seorang yang mukim boleh menjama' shalatnya apabila diperlukan asalkan tidak dijadikan sebagai suatu kebiasaan."&lt;/i&gt;  Bahkan Gusdur (alm.) pernah melontarkan gagasan bahwa tukang becak, tukang ojek, dan para sopir lainnya supaya melakukan shalat jama’ karena kesibukan dan jarak yang mereka tempuh secara bolak-balik sudah bisa dikatakan sebagai &lt;i&gt;safar&lt;/i&gt;. Hal ini tidak lain agar mereka tidak meninggalkan shalat dengan alasan sibuk, tidak cukup waktu, capek, atau alasan-alasan lainnya karena Islam telah memberikan jalan keluar bagi kondisi-kondisi seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin timbul pertanyaan, kenapa hadits-hadits mengenai &lt;i&gt;rukhshah&lt;/i&gt; (keringanan) shalat jama’ hanya berasal dari Ibnu Abbas? Pertanyaan seperti ini pun seharusnya ditanyakan pula pada masalah zakat fitrah karena hadits-hadits mengenai zakat fitrah kebanyakan diambil (bersumber) dari Ibnu ‘Umar.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki2" name="2" title="Lihat catatan kaki"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang pasti, jika kondisi memang tidak memungkinkan untuk shalat seperti biasa, apa salahnya mengambil &lt;i&gt;rukhshah&lt;/i&gt; shalat jama' ini, toh Nabi Saww pun pernah mencontohkannya.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki3" name="3" title="Lihat catatan kaki"&gt;*)&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya Allah menyukai jika &lt;i&gt;rukhshah&lt;/i&gt; (keringanan) yang diberikan-Nya dilaksanakan, seperti Dia membenci kemaksiatan kepada-Nya terjadi." (HR. Ahmad No. 5600, 5606) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ada suatu kaum membenci terhadap apa-apa yang telah aku beri &lt;i&gt;rukhshah&lt;/i&gt; (keringanan), maka demi Allah, sesungguhnya aku lebih mengetahui tentang Allah 'Azza wajalla daripada mereka, dan aku adalah orang yang paling takut kepada-Nya daripada mereka" (HR. Ahmad No. 23050) &lt;/blockquote&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://almanhaj.or.id/content/1336/slash/0/seputar-hukum-shalat-jama-dan-qashar/" target="_blank" title="Sumbernya disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; Syarh Muslim, Imam Nawawi 5/219 dan Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil Aziz hlm. 141. &lt;br /&gt;&lt;a href="#2" name="caki2" title="Kembali"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Lihat&lt;/a&gt; Bukhari No. 1407, 1408, 1411, 1415, 1416; Muslim No. 1635, 1636, 1637, 1638, 1639;  Abu Daud No.  1373, 1374; Tirmidzi No. 611, 612, 613; Nasa'i No. 2453, 2454, 2455; 2456, 2457, 2458, 2468; Ibnu Majah No. 1815, 1816; Ahmad No. 4256, 4929, 5051, 5087, 5937; Darimi No. 1603. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="#3" name="caki3" title="Kembali"&gt;*)&lt;/a&gt;Tulisan ini adalah &lt;b&gt;jawaban kedua&lt;/b&gt; terhadap fitnah yang menuduh saya "sesat" karena mengatakan bahwa "dalam keadaan tertentu bisa menjama' shalat sekalipun tidak sedang bepergian &lt;i&gt;(safar)&lt;/i&gt;". Padahal pernyataan saya ini bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang sering terjadi di Sekolah maupun tempat lain, seperti:&lt;br /&gt;1. Pada saat kegiatan persami (Perkemahan Sabtu-Minggu), kepanitiaan, latihan-latihan, pementasan, sakit, dll., sering kali siswa, guru, karyawan, artis, buruh, dll. yang tidak sempat melakukan shalat Ashar karena kesibukan dalam mempersiapkan diri dan mengurusi ini dan itu.&lt;br /&gt;2. Begitu pula pada saat malam mereka tidak sempat (lupa) melakukan shalat Isya’ karena terlalu lelah atau terlalu mengantuk karena kegiatan sampai larut malam, kadang sampai dini hari (jam 2 lebih). &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s72-c/Shalat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Shalat Shubuh Kesiangan, Apa Salahnya?</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/11/shalat-shubuh-kesiangan-apa-salahnya.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sat, 2 Nov 2013 19:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-3060462407031166796</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s150/Shalat.jpg" style="border: 1px; float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Bagi sebagian umat Islam, jika lupa mengerjakan shalat atau bangun kesiangan pada saat Shubuh mungkin akan memilih tidak shalat sama sekali karena hal itu dianggap sudah melewati batas waktu shalat. Pilihan itu diambil tidak lain karena ketidaktahuan akan pengetahuan agama dan lebih suka mempertahankan tradisi &lt;i&gt;"euceuk ti euceuk"&lt;/i&gt; (kata orang dari orang) daripada mencari solusinya. Padahal jika mau membaca berbagai macam literatur, sudah banyak ulama atau ahli fiqih yang membuat tulisan mengenai hal ini. Apalagi dengan kemudahan akses internet dewasa ini semakin memudahkan untuk mencari berbagai macam informasi yang diperlukan. Tinggal &lt;i&gt;Googling&lt;/i&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shalat adalah ibadah yang tidak bisa ditinggalkan dan diganti dengan denda seperti puasa, yang bisa digantikan di lain hari atau dengan &lt;i&gt;fidyah&lt;/i&gt;. Shalat adalah ibadah khusus untuk mengingat Allah, sebagaimana firman-Nya: &lt;div class="arabic"&gt;إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=20&amp;amp;aid=24&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Thaahaa ayat 14"&gt;(QS, 20:14)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Lantas bagaimana jika kita lupa mengerjakan shalat, bagaimana solusinya? Untuk menjawab pertanyaan ini kita bisa melihat &lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;hadits Bukhari&lt;/a&gt; berikut:  &lt;blockquote id="note1"&gt;Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’man dan Musa bin Ismail, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Hamman dari Qatadah dari Anas bin Malik bahwa Nabi Saww pernah bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Barangsiapa lupa mengerjakan suatu shalat maka hendaklah ia melaksanakannya ketika ingat, karena tidak ada tebusannya kecuali itu."&lt;/span&gt; Allah berfirman, '..... dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.'" [QS, Thaahaa ayat 14]. (Bukhari No. 562)&lt;br /&gt;[Terdapat juga pada Muslim No. 1102; Abu Daud No. 374; Nasa’i No. 609; Ibnu Majah No. 687, 688; Ahmad No. 13061, 13345] &lt;/blockquote&gt;   &lt;br /&gt;Bahkan Nabi Saww pun pernah mengalami lupa mengerjakan shalat 'Ashar sehingga beliau mengerjakannya pada waktu shalat Maghrib, sebagaimana disebutkan dalam hadits Bukhari berikut: &lt;blockquote id="note1"&gt;Telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Fadlalah berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Salamah dari Jabir bin Abdullah bahwa Umar bin Khaththab datang dari perang Khandaq setelah matahari terbenam hingga ia mengumpat orang-orang kafir Quraisy lalu ia berkata, "Ya Rasulullah, aku belum melaksanakan shalat 'Ashar hingga matahari hampir terbenam". Maka Nabi Saww pun bersabda: "Demi Allah! Aku juga belum melaksanakannya." Kemudian kami berdiri menuju aliran air (sungai), beliau berwudlu dan kami pun ikut berwudlu, kemudian &lt;span style="color:blue;"&gt;beliau melaksanakan shalat 'Ashar setelah matahari terbenam, dan setelah itu dilanjutkan dengan shalat Maghrib.&lt;/span&gt; (Bukhari No. 561)&lt;br /&gt;[Terdapat juga pada Bukhari No. 605, 893, 3803] &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jika bangun kesiangan, bolehkah mengerjakan shalat Shubuh siang hari beberapa saat setelah bangun tidur? Untuk menjawab hal ini, hadits-hadits berikut dapat dijadikan sandaran atau &lt;i&gt;hujjah&lt;/i&gt; (Cek di &lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Kitab Hadits Online&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Ensiklopedi Kitab 9 Imam Hadits&lt;/a&gt;):  &lt;div class="subjdl"&gt;1. Shahih Bukhari&lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami 'Auf berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Raja' dari Imran berkata: Kami pernah dalam suatu perjalanan bersama Nabi Saww, kami berjalan di waktu malam hingga ketika sampai di akhir malam kami tidur, dan tidak ada tidur yang paling enak (nyenyak) bagi musafir melebihi yang kami alami. Hingga tidak ada yang membangunkan kami kecuali panas sinar matahari. Dan orang yang pertama kali bangun adalah si fulan, lalu si fulan, lalu seseorang yang Abu 'Auf mengenalnya namun akhirnya lupa. Dan 'Umar bin Al-Khaththab adalah orang keempat saat bangun, Sedangkan Nabi Saww bila tidur tidak ada yang membangunkannya hingga beliau bangun sendiri, karena kami tidak tahu apa yang terjadi pada beliau dalam tidurnya. Ketika 'Umar bangun dan melihat apa yang terjadi di tengah banyak orang (yang kesiangan) -dan 'Umar adalah seorang yang tegar penuh kesabaran- maka ia bertakbir dengan mengeraskan suaranya dan terus saja bertakbir dengan keras hingga Nabi Saww terbangun akibat kerasnya suara takbir 'Umar. Tatkala beliau bangun, orang-orang mengadukan peristiwa yang mereka alami. Maka beliau bersabda: "Tidak masalah, atau tidak apa-apa dan lanjutkanlah perjalanan." &lt;span style="color:blue;"&gt;Maka beliau meneruskan perjalanan dan setelah beberapa jarak yang tidak jauh beliau berhenti lalu meminta segayung air untuk wudlu, beliau lalu berwudlu kemudian menyeru untuk shalat. Maka beliau shalat bersama orang banyak.&lt;/span&gt; Setelah beliau selesai melaksanakan shalatnya, didapatinya ada seorang yang memisahkan diri tidak ikut shalat bersama orang banyak. Maka Nabi Saww bertanya: "Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk shalat bersama orang banyak?" Orang itu menjawab, "Aku lagi junub, sementara air tidak ada." Beliau lantas menjelaskan: "Kamu cukup menggunakan debu." (Hadits No. 331) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menceritakan kepada kami Imran bin Maesarah berkata,  telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudlail berkata, telah menceritakan kepada kami Husain dari Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya berkata: Kami pernah berjalan bersama Nabi Saww pada suatu malam. Sebagian orang mengatakan, "Ya Rasulullah, sekiranya tuan mau beristirahat sebentar bersama kami." Beliau menjawab, "Aku khawatir kalian tertidur sehingga melewatkan waktu shalat." Bilal berkata, "Aku akan membangunkan kalian." Mereka semua akhirnya tidur, sementara Bilal bersandar pada hewan tunggangannya, tapi rasa kantuk mengalahkannya dan akhirnya ia pun tertidur. Ketika Nabi Saww terbangun ternyata matahari sudah terbit, maka beliau bersabda, "Hai Bilal, mana bukti ucapanmu?" Bilal menjawab, "Aku belum pernah merasa ngantuk seperti ini sebelumnya." Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla memegang ruh-ruh kalian sesuai kehendak-Nya dan mengembalikannya kepada kalian sekehendak-Nya pula. Hai Bilal, berdiri dan azanlah kepada orang-orang untuk shalat." &lt;span style="color:blue;"&gt;Kemudian beliau berwudhu ketika matahari meninggi sedikit dan tampak sinar putihnya. Beliau pun berdiri untuk melaksanakan shalat.&lt;/span&gt; (Hadits No. 560)  &lt;div class="subjdl"&gt;2. Sunan Abu Daud &lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami Abu Al Mughirah telah menceritakan kepada kami Abdullah Al ‘Ala’ telah menceritakan kepadaku Abu Ziyadah ‘Ubaidullah bin Ziyadah Al Kindi dari Bilal bahwa dia telah menceritakan kepadanya, bahwa dirinya pernah datang kepada Rasulullah Saww untuk menyerukan adzan Shubuh, lalu Aisyah menyibukkan Bilal dengan suatu perkara yang ia tanyakan, hingga waktu pagi datang dengan cerah.  Katanya,  "Lalu Bilal berdiri mengumandangkan adzan untuk shalat, dan adzan dikumandangkan dengan sempurna, namun Rasulullah Saww tidak kunjung keluar, setelah beliau keluar mengerjakan shalat dengan orang-orang, disampaikanlah kepada beliau bahwa dia (Bilal) disibukkan dengan suatu urusan yang ditanyakan Aisyah sampai tiba waktu pagi yang cerah, sehingga dia membuat beliau terlambat keluar." Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku tengah mengerjakan shalat sunnah fajar dua raka’at." Bilal berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda berada di pagi yang sangat cerah?" Beliau bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Sekiranya aku kesiangan dan lebih siang daripada sekarang ini, pasti aku akan tetap mengerjakan dua raka’at tersebut, dan aku akan memperbaiki dan memperbagus kedua raka’at itu."&lt;/span&gt; (Hadits No. 1066)  &lt;div class="subjdl"&gt;3. Musnad Ahmad &lt;/div&gt;Telah menceritakan kepada kami Utsman. Abdullah berkata, dan aku telah mendengarnya dari Utsman berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata: Istri Shafwan bin Mu’aththal datang menemui Nabi Saww, dan kami pada waktu itu sedang bersama beliau. Dia berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya suamiku Shafwan bin Mu’aththal memukulku jika aku shalat dan menjadikan aku batal jika aku puasa, sedangkan dia tidak melaksanakan shalat subuh kecuali jika matahari telah terbit." Abu Sa’id berkata, "Dan Shafwan waktu itu ada di sisi Rasulullah," Abu Sa’id berkata, "Maka beliau pun bertanya kepadanya tentang apa yang telah diadukan istrinya. Maka Shafwan menjawab, "Wahai Rasulullah, adapun perkataannya ‘memukulku jika aku shalat’, karena dia membaca dua surat, padahal aku sudah melarangnya." Abu Sa’id berkata, Beliau bersabda: "Sekiranya satu surat pun telah cukup bagi manusia". Adapun perkatannya ‘dia membuatku batal’ karena ia berpuasa sedang aku adalah seorang yang masih muda dan merasa tidak sabar." Maka saat itu pula Rasulullah Saww bersabda: "Jangan sampai seorang wanita berpuasa kecuali atas izin suaminya." Shafwan berkata lagi, "Adapun perkataannya bahwa aku tidak shalat shubuh kecuali setelah terbitnya matahari, karena kami adalah keluarga yang terkenal selalu bangun kesiangan." Maka beliau bersabda: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Apabila kamu sudah bangun maka segeralah melaksanakan shalat."&lt;/span&gt; (Hadits No. 11335) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengacu pada hadits-hadits di atas, jelas sekali bahwa jika kesiangan atau terlambat bangun pada pagi hari maka dapat melaksanakan shalat Shubuh beberapa saat setelah bangun. Dan dalam melaksanakan shalat Shubuh itu pun tidak perlu tergesa-gesa karena Nabi Saww pun tetap memperbagus shalatnya sekalipun kesiangan (Lihat Abu Daud No. 1066 di atas). Bahkan jika melihat hadits Bukhari No. 331, Nabi Saww tidak langsung melaksanakan shalat Shubuh ketika beliau terbangun dari tidurnya tetapi malah melanjutkan perjalanan, baru beberapa saat kemudian beliau dan para shahabat melaksanakan shalat Shubuh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukanlah agama yang rumit melainkan agama yang simpel dan selalu memiliki solusi terhadap berbagai macam persoalan. Banyak kemudahan &lt;i&gt;(rukhshah)&lt;/i&gt; dalam ajaran Islam. Namun sayangnya, kebanyakan umat Islam lebih memilih &lt;i&gt;dhani&lt;/i&gt; (persangkaan) terhadap suatu masalah tanpa didukung oleh pengetahuan dan dalil-dalil agama yang menguatkan. Kalau pun memiliki, pengetahuan tersebut hanya sebatas &lt;i&gt;"euceuk ti euceuk"&lt;/i&gt; (kata orang dari orang) bukan mengetahuinya secara pasti, baik dari kitab-kitab hadits, literatur keagamaan, maupun dari pendapat para ulama. Akibatnya, ajaran Islam menjadi rumit, ribet dan menjelimet. Bahkan yang lebih parah, muncul tuduhan terhadap orang-orang yang menjalankan agama sesuai syariat dianggap sesat sementara yang mengandalkan &lt;i&gt;dhani&lt;/i&gt; dianggap Islam sejati.&lt;sup&gt;&lt;a href="#caki1" name="1" title="Lihat catatan kaki"&gt;*)&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya Allah menyukai jika &lt;i&gt;rukhshah&lt;/i&gt; (keringanan) yang diberikan-Nya dilaksanakan, seperti Dia membenci kemaksiatan kepada-Nya terjadi." (HR. Ahmad No. 5600, 5606) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ada suatu kaum membenci terhadap apa-apa yang telah aku beri &lt;i&gt;rukhshah&lt;/i&gt; (keringanan), maka demi Allah, sesungguhnya aku lebih mengetahui tentang Allah 'Azza wajalla daripada mereka, dan aku adalah orang yang paling takut kepada-Nya daripada mereka" (HR. Ahmad No. 23050) &lt;/blockquote&gt; &lt;div class="caki"&gt;&lt;a href="#1" name="caki1" title="Kembali"&gt;*)&lt;/a&gt;Tulisan ini adalah &lt;b&gt;jawaban pertama&lt;/b&gt; terhadap fitnah yang dituduhkan seolah-olah saya penganut aliran sesat yang harus dihindari bahkan disingkirkan (dan akhirnya berhasil disingkirkan) karena menganjurkan siswa melaksanakan shalat Shubuh jika bangun kesiangan. Padahal pernyataan saya seputar masalah ini bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang sering terjadi di Sekolah maupun tempat lain, seperti:&lt;br /&gt;1. Pada saat kegiatan persami (Perkemahan Sabtu-Minggu), kepanitiaan, latihan-latihan, pementasan, dll., sering kali siswa, guru, karyawan, artis, buruh, dll. bangun kesiangan akibat kegiatan malam yang sampai larut dan melelahkan;&lt;br /&gt;2. Banyak siswa, karyawan, buruh, dll. yang lebih memilih tidak shalat Shubuh karena bangun kesiangan dan takut terlambat datang ke Sekolah, Kantor, atau Pabrik;&lt;br /&gt;3. Untuk membiasakan siswa melaksanakan shalat, bisa saja siswa yang bangun kesiangan dan tidak sempat shalat Shubuh di rumahnya disuruh untuk melaksanakan shalat Shubuh di Sekolah dengan mengacu pada hadits Bukhari No. 331 di atas;&lt;br /&gt;4. Saat sakit, akibat minum obat yang mengandung obat tidur sehingga ketiduran dan melewati batas waktu shalat (solusinya mengacu pada Bukhari No. 561, 605, 893, 3803), dll. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-NS_bM__QZZI/UUHKHbmOZrI/AAAAAAAAEkU/H7yKu6_57QY/s72-c/Shalat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Bidadari-bidadari Itu Perempuan Shalihah</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/bidadari-bidadari-itu-perempuan-shalihah.html</link><category>Agama</category><category>Sosial Budaya</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Thu, 31 Oct 2013 00:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-8443656160885492029</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-7e47JnFbaxI/Ul1X-lZ7RYI/AAAAAAAARXw/TWyNSIcGYHs/s512/cewek-iran1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Makhluk bernama "perempuan" memang selalu menarik untuk dipandang, dipegang, digoyang (Hus! Ketiga hal ini hanya berlaku buat muhrim. Yang bukan muhrim, dibayang(in) aja, hehehe...), bahkan diperbincangkan. Apakah itu menyangkut kecantikannya, kegemulaiannya, kecerdasannya, keshalehannya, atau kemauannya yang (kadang) sukar dimengerti kaum lelaki.  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kali ini saya tidak akan menulis tentang hal-hal yang menyangkut perempuan karena sudah ada tulisan menarik mengenai hal ini yang ditulis oleh Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat). Berikut adalah tulisannya: &lt;br/&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;div style="text-align:center; margin-top:10px"&gt;&lt;b&gt;BIDADARI ITU PEREMPUAN SHALIHAH&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;Oleh: &lt;br/&gt;Jalaluddin Rakhmat &lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;“Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan?” tanya seorang murid kepada Imam Ja’far. Fakih besar abad kedua hijrah itu tersenyum. “Tidakkah anda membaca ayat Al-Qur’an – Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=56&amp;aid=36&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Wâqi´ah : 36"&gt;Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=56&amp;aid=37&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Wâqi´ah : 37"&gt;penuh cinta dan berusia sebaya&lt;/a&gt; (QS 56:36-37). Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang shalih. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin.” &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Secara tidak langsung, Imam Ja’far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni surga justru perempuan. Hadis yang ‘mendiskreditkan’ perempuan ternyata sudah masyhur sejak abad kedua hijrah. Tetapi sejak itu juga sudah ada ahli agama yang menolaknya. Dari Imam Ja’far inilah berkembang mazhab Ja’fari, yang menetapkan bahwa akikah harus sama baik buat laki-laki maupun perempuan. Pada mazhab-mazhab yang lain, untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba, untuk anak perempuan seekor saja. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mengingat sejarahnya, mazhab Ja’fari lebih tua, karena itu lebih dekat dengan masa Nabi daripada mazhab lainnya. Boleh jadi, hadis-hadis yang memojokkan perempuan itu baru muncul kemudian: sebagai produk budaya yang sangat maskulin? Karena banyak ayat turun membela perempuan, pada zaman Nabi para sahabat memperlakukan istri mereka dengan sangat sopan. Mereka takut, kata Abdullah, wahyu turun mengecam mereka. Barulah setelah Nabi meninggal, mereka mulai bebas berbicara dengan istri mereka (Bukhari). Umar, ayah Abdullah, menceritakan bagaimana perempuan sangat bebas berbicara kepada suaminya pada zaman Nabi. Ketika Umar membentak karena istrinya membantahnya dengan perkataan yang keras istrinya berkata: Kenapa kamu terkejut karena aku membantahmu? Istri-istri Nabi pun sering membantah Nabi dan sebagian malah membiarkan Nabi marah sejak siang sampai malam. Ucapan itu mengejutkan Umar: Celakalah orang yang berbuat seperti itu. Ia segera menemui Hafsah, salah seorang istri Nabi: Betulkah sebagian di antara kalian membuat Nabi marah sampai malam hari? Betul, jawab Hafsah (Bukhari). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Menurut riwayat lain, sejak itu Umar diam setiap kali istrinya memarahinya. Aku membiarkannya, kata Umar, karena istriku memasak, mencuci, mengurus anak-anak, padahal semua itu bukan kewajiban dia. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Anehnya, sekarang, di dunia Islam, pekerjaan itu dianggap kewajiban istri. Ketika umat Islam memasuki masyarakat industri, berlipat gandalah pekerjaan mereka. Berlipat juga beban dan derita mereka. Untuk menghibur mereka para mubalig (juga mubalighat) bercerita tentang pahala buat wanita shalih yang mengabdi (atau menderita) untuk suaminya: Sekiranya manusia boleh sujud kepada manusia lain, aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya &lt;a href="http://id.lidwa.com/app/" target="_blank" title="Musnad Ahmad Hadits No. 12153"&gt;(hadis 1)&lt;/a&gt;. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bila seorang perempuan menyakiti suaminya, Allah tidak akan menerima salatnya dan semua kebaikan amalnya sampai dia membuat suaminya senang (hadis 2). Siapa yang sabar menanggung penderitaan karena perbuatan suaminya yang jelek, ia diberi pahala seperti pahala Asiyah binti Mazahim (hadis 3). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setelah hadis-hadis ini, para khatib pun menambahkan cerita-cerita drama-tis. Konon, Fathimah mendengar Rasul menyebut seorang perempuan yang pertama kali masuk surga. Ia ingin tahu apa yang membuatnya semulia itu. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ternyata, ia sangat menaati suaminya begitu rupa, sehingga ia sediakan cambuk setiap kali ia berkhidmat kepada suaminya. Ia tawarkan tubuhnya untuk dicambuk kapan saja suaminya mengira service-nya kurang baik. Cerita ini memang dibuat-buat saja. Tidak jelas asal-usulnya. Tetapi hadis-hadis itu memang termaktub dalam kitab-kitab hadis. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hadis 1: diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud. Tetapi Bukhari (yang lebih tinggi kedudukannya dari Abu Dawud) dan Ahmad meriwayatkan hadis sebagai berikut: Ketika Aisyah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya, ia berkata: “Nabi melayani keperluan istrinya menyapu rumah, menjahit baju, memperbaiki sandal, dan memerah susu.” Anehnya, hadis ini jarang disebut oleh para mubalig. Karena bertentangan dengan ‘kepentingan laki-laki’? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hadis-hadis lainnya ternyata dipotong pada bagian yang merugikan laki-laki. Setelah hadis 2, Nabi berkata,”Begitu pula laki-laki menanggung dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat zalim kepada istrinya.” Dan sebelum hadis 3, Nabi berkata, “Barang siapa yang bersabar (menanggung penderitaan) karena perbuatan istrinya yang buruk, Allah akan Memberikan untuk setiap kesabaran yang dilakukannya pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ayyub.” Tetapi, begitulah, kelengkapan hadis ini jarang keluar dari khotbah Mubalig (yang umumnya laki-laki). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Maka sepeninggal Nabi, perempuan disuruh berkhidmat kepada laki-laki, sedangkan laki-laki tidak diajari berkhidmat kepada perempuan. Fikih yang semuanya dirumuskan laki-laki menempatkan perempuan pada posisi kedua. Beberapa gerakan Islam yang dipimpin laki-laki menampilkan ajaran Islam yang ‘memanjakan’ laki-laki. Ketika sebagian perempuan muslimat menghujat fikih yang mapan, banyak laki-laki saleh itu berang. Mereka dituduh agen feminisme Barat, budak kaum kuffar. Mereka dianggap merusak sunnah Nabi. Nabi saw berkata, “Samakanlah ketika kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan.” Ketika ada sahabat yang mengeluh karena semua anaknya perempuan, Nabi berkata, “Jika ada yang mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi pengahalang baginya dari api neraka (Muslim). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pendeknya, dahulukan perempuan, kata Nabi dahulu. Pokoknya utamakan laki-laki, teriak kita sekarang.[]. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Copas dari: &lt;a href="http://qitori.wordpress.com/2013/04/05/bidadari-itu-perempuan-shalihah/" target="_blank"&gt;Somewhere Over The Rainbow&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Buat istri tercinta:&lt;br/&gt;  Selamat Ulang Tahun. Semoga Allah selalu memberkatimu. Amin... &lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-7e47JnFbaxI/Ul1X-lZ7RYI/AAAAAAAARXw/TWyNSIcGYHs/s72-c/cewek-iran1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Cara Memasukkan Ayat Al-Qur'an Kedalam Posting Blog</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/cara-memasukkan-ayat-al-quran-kedalam.html</link><category>Blog Tutorials</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sat, 26 Oct 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6059768954267666423</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-C_V85bmi0m0/UlVd4UW1opI/AAAAAAAARSs/BAMV5q4KnbQ/s377/quran.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Masih ingat dengan tulisan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2010/03/cara-memasukkan-ayat-al-quran-kedalam.html" target="_blank"&gt;Cara Memasukkan Ayat Al-Qur'an Kedalam Artikel&lt;/a&gt;? Itu tulisan jadul mengenai cara menambakhan ayat-ayat Al-Qur'an yang berupa gambar atau &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; kedalam artikel blog. Pada saat itu, memang cara itulah yang saya tahu dan paling mungkin dilakukan mengingat perkembangan dunia informatika belum semaju dan secanggih ini. Namun kini, ternyata ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk memasukkan ayat-ayat Al-Qur'an kedalam artikel tersebut. Cara ini, tidak lagi menggunakan &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; tetapi lansung berupa teks ayat-ayat Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, cara ini pun memudahkan kita untuk mengatur dan mewarnai huruf, menandai kalimat-kalimat tertentu dengan warna yang berbeda, juga bisa melakukan pemenggalan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an sesuai dengan kebutuhan. Berbeda dengan ketika menggunakan &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; kita tidak bisa melakukan hal itu semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh bisa dilihat pada penggalan surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=49&amp;amp;aid=11&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="(QS, 49:11)"&gt;Al-Hujurât ayat 11&lt;/a&gt; berikut, dengan menandai kalimat yang ingin diberikan tekanan: &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا &lt;span style="color: red;"&gt;لَا يَسْخَرْ&lt;/span&gt; قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ  &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, &lt;span style="color: red;"&gt;janganlah menghina&lt;/span&gt; suatu kelompok terhadap kelompok lain, karena boleh jadi kelompok yang dihina itu lebih baik dari mereka yang menghina..." &lt;/div&gt; Untuk memasukkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berupa teks ini kita bisa memanfaatkan ayat-ayat Al-Qur'an dari Al-Qur'an Online  atau dari sumber lain yang kita temukan. Caranya: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Masuklah ke Editing Template blog, kemudian tambahkan CSS berikut &lt;u&gt;di atas&lt;/u&gt; kode &lt;b&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/b&gt;: &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;/*=== Huruf Arab ===*/&lt;br /&gt;.arabic {&lt;br /&gt;font-size: &lt;span style="color: red;"&gt;26&lt;/span&gt;px; font-weight: normal;&lt;br /&gt;font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'traditional arabic';&lt;br /&gt;margin-top: &lt;span style="color: red;"&gt;10&lt;/span&gt;px; margin-bottom: &lt;span style="color: red;"&gt;10&lt;/span&gt;px; &lt;br /&gt;padding-left: &lt;span style="color: red;"&gt;20&lt;/span&gt;px; padding-right: &lt;span style="color: red;"&gt;20&lt;/span&gt;px;&lt;br /&gt;direction: rtl; line-height: &lt;span style="color: red;"&gt;34&lt;/span&gt;px;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;.translate {&lt;br /&gt;margin-top: &lt;span style="color: red;"&gt;0&lt;/span&gt;px; margin-bottom: &lt;span style="color: red;"&gt;20&lt;/span&gt;px; &lt;br /&gt;padding-left: &lt;span style="color: red;"&gt;20&lt;/span&gt;px; padding-right: &lt;span style="color: red;"&gt;20&lt;/span&gt;px;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;Ukuran berwarna &lt;span style="color: red;"&gt;merah&lt;/span&gt; bisa diatur kembali jika diperlukan &lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah disimpan, mulailah dengan Entri baru. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pilihlah mode HTML, lalu lakukan penulisan seperti ini: &lt;div&gt;&lt;pre id="code1" ondblclick="containerSelect(this)" title="Klikganda untuk menyeleksi"&gt;&amp;lt;div class="arabic"&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ayat Al-Qur'an tempelkan di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;div class="translate"&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Terjemahan tempelkan di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pilih ayat-ayat dari &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/" target="_blank"&gt;quran.ittelkom.ac.id&lt;/a&gt;, atau dari sumber lain, lalu kopi &lt;i&gt;(copy)&lt;/i&gt; dan tempelkan &lt;i&gt;(paste)&lt;/i&gt; di antara kode div (&lt;span style="color: blue;"&gt;warna biru&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;Untuk lebih memudahkan pencarian ayat, bisa langsung munuliskan URL pada &lt;i&gt;address bar&lt;/i&gt; seperti ini: &lt;blockquote id="note1"&gt;Surat Al-Baqarah ayat 255 (QS, 2:255), ditulis:&lt;br /&gt;http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=&lt;span style="color: red;"&gt;2&lt;/span&gt;&amp;amp;aid=&lt;span style="color: red;"&gt;255&lt;/span&gt;&amp;amp;pid=arabicid &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Hujarat ayat 11 (QS, 49:11), ditulis:&lt;br /&gt;http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=&lt;span style="color: red;"&gt;49&lt;/span&gt;&amp;amp;aid=&lt;span style="color: red;"&gt;11&lt;/span&gt;&amp;amp;pid=arabicid &lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lakukan pratinjau &lt;i&gt;(preview)&lt;/i&gt; kalau-kalau ada karakter huruf yang "ngaco" (tanda waqaf jadi seperti kotak). Jika ada, hapus karakter tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika ingin menandai kalimat pada ayat Al-Qur'an dengan warna berbeda, masuklah ke mode Compose lalu blok dan beri warna. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setelah itu simpan dan ucapkan &lt;i&gt;Alhamdulillah...&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Nah, selesai deh. Gampang kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, segitu aja sob. Semoga bermanfaat .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-C_V85bmi0m0/UlVd4UW1opI/AAAAAAAARSs/BAMV5q4KnbQ/s72-c/quran.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Holocaust: Mitos Yang Semakin Keropos</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/holocaust-mitos-yang-semakin-keropos.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Tue, 22 Oct 2013 16:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-8342771460929549780</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Holocaust_denial" target="_blank" title="Holocaust denial"&gt;&lt;img src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f2/Bundesarchiv_Bild_183-N0827-318%2C_KZ_Auschwitz%2C_Ankunft_ungarischer_Juden.jpg/225px-Bundesarchiv_Bild_183-N0827-318%2C_KZ_Auschwitz%2C_Ankunft_ungarischer_Juden.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;&lt;/a&gt;Pada akhir tahun 2005, Mahmoud Ahmadinejad menggambarkan peristiwa holocaust sebagai sebuah "mitos pembantaian orang Yahudi". Pernyataannya ini kemudian mendapatkan reaksi keras dari dunia barat yang menjadi pendukung Yahudi Israel, karena dalam keyakinan barat, peristiwa holocaust pernah benar-benar terjadi pada Perang Dunia II, dimana Nazi membantai 6 juta orang Yahudi di kamp-kamp konsentrasi. Karena itulah penyangkalan terhadap holocaust dianggap sebagai pelanggaran hukum di sepuluh negara Eropa, seperti: Perancis, Polandia, Swiss, Belgia, Romania, Austria, dan Jerman. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah holocaust pernah terjadi? Bagi kebanyakan umat Islam, seperti yang menjadi keyakinan Ahmadinejad dan Mahmoud Abbas, holocaust tidak lebih dari sebuah dongeng yang dipaksakan Amerika dan Eropa untuk menjustifikasi pendudukan Yahudi di tanah Palestina. Tapi sebenarnya bukan hanya umat Islam yang tidak mempercayai holocaust, banyak juga kalangan ilmuan barat yang meragukan, bahkan tidak mempercayai, holocaust. Berikut saya kutip &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penyangkalan_Holocaust" target="_blank"&gt;wikipedia&lt;/a&gt; menyangkut penyangkalan terhadap holocaust, atau yang lebih dikenal dengan istilah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Holocaust_denial" target="_blank"&gt;holocaust denial&lt;/a&gt;:  &lt;blockquote id="note1"&gt;Sebenarnya dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa yang menyangkal adanya Holocaust, di antaranya: Pengarang Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dll. tetapi hampir semuanya dinyatakan bersalah dan dijebloskan kedalam penjara termasuk Pada 15 Feb 2007, Ernst Zundel seorang Holocaust denier dihukum 5 tahun penjara. Seorang pengacaranya, Herbert Schaller, menghujah bahwa semua bukti tentang adanya Holocaust hanya berdasarkan pengakuan korban-korbannya saja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel ini juga pernah ditahan pada tahun 1985, dan 1988 dalam kasus yang sama. &lt;/blockquote&gt; &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-SZaAitiFtIQ/Ul1_B4meocI/AAAAAAAARZE/dBzIXosyxH0/s414/holocoust-dan-gaza.jpg" style="border: 0px; display: block; margin: 13px auto; text-align: center; width: 90%;" /&gt; Holocaust memang pernah terjadi, tetapi bukan pembantaian Nazi terhadap 6 juta orang Yahudi melainkan pembakaran hidup-hidup  yang dilakukan Raja Dzu Nuwas (Yahudi) terhadap orang-orang Kristen Yaman pada abad ke-6, seperti ditulis Dina Y. Sulaeman dalam salah satu artikel blognya, &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/2007/04/28/holocaust-mitos-atau-fakta/" target="_blank"&gt;Holocaust: Mitos atau Fakta?&lt;/a&gt;:  &lt;blockquote id="note1"&gt;Holocaust bermakna pembunuhan massal dengan cara membakar hidup-hidup para korban, dan sebagian ahli bahasa menyatakan bahwa asal kata ini bermula dari kejadian pada abad ke-6 di Yaman. Pada abad ke-5, Dinasti Himyarite menaklukkan kerajaan Saba di Yaman. Pada abad ke-6, seorang raja Dinasti Himyarite, yaitu Raja Dzu Nuwas, mengubah agama kerajaan (yang semula Kristen) menjadi agama Yahudi. Dalam rangka ini, dilakukan pembantaian massal terhadap orang-orang Kristen yang masih berkeras memeluk agama mereka. Diceritakan bahwa pada peristiwa itu, Raja Dzu Nuwas duduk di singgasanannya dengan dikelilingi para Rabi Yahudi. Di hadapan mereka ada kayu-kayu bakar yang telah disusun dan api pun disulut sehingga terbentuklah api unggun yang sangat besar. Tak jauh dari tempat itu, orang-orang Kristen, termasuk anak-anak dan perempuan, tua dan muda, dikumpulkan dengan tangan terikat. Suara jeritan menyayat membubung ke udara. Lalu, Raja Dzu Nuwas mengeluarkan perintah dengan suara keras dan... kaum Kristen Yaman itu pun terbakar hidup-hidup. &lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;Holocaust memang pernah terjadi, tetapi bukan pembantaian Nazi terhadap 6 juta orang Yahudi melainkan &lt;a href="http://rationalwiki.org/wiki/American_Indian_Holocaust" target="_blank"&gt;pembantaian yang dilakukan para pendatang Eropa terhadap 100 juta penduduk asli Amerika&lt;/a&gt;.  &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-WIL7reyEUYM/Ul1_BNJrioI/AAAAAAAARY8/PKHwblYxnbA/s420/genosida-indian.jpg" style="border: 0px; display: block; margin: 13px auto 5px; text-align: center; width: 90%;" /&gt; &lt;div style="padding: 0px 21px;"&gt;Genosida terbesar dalam sejarah manusia tidak terjadi di (kamp konsentrasi) Nazi Jerman, tapi di tanah Amerika. 100 juta penduduk asli Amerika dibantai dan kehilangan tanah air mereka. &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;Holocaust Yaudi tidak lebih dari sebuah mitos yang dipaksakan lobi-lobi Yahudi kepada penguasa Amerika dan Eropa supaya mendapat sokongan dana dan dukungan penuh teradap upaya-upaya mereka dalam mendirikan negara Israel di tanah Palestina. Seperti diungkapkan sebuah artikel yang dimuat di &lt;a href="http://www.biblebelievers.org.au/holohoax.htm" target="_blank" title="Sumbernya disini"&gt;www.biblebelievers.org.au&lt;/a&gt; berjudul "Is the Holocaust a Hoax?",  berikut: &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div style="font-weight: bold; margin: 10px 0px 20px; text-align: center;"&gt;Apakah Holocaust Sebuah Hoax? &lt;/div&gt;Dalam waktu lima menit, siapapun yang cerdas, yang berpikiran terbuka dapat yakin bahwa penggunaan gas dalam holocaust pada Perang Dunia II adalah tipuan yang menguntungkan . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred A. Leuchter adalah spesialis terkemuka Amerika pada desain dan fabrikasi peralatan eksekusi, termasuk kamar gas pembunuh. Pada tahun 1988, Leuchter menguji sampel dari dinding kamar gas Auschwitz, Birkenau dan Lublin. Residu sianida akan jelas terlihat pada semua dinding ini jika penggunaan gas memang pernah terjadi. Mengherankan, Leuchter tidak menemukan jejak sianida yang signifikan dalam setiap kamar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1991, pemerintah Polandia mengulangi tes ini untuk membantah temuan Leuchter, tetapi mereka juga tidak menemukan bukti apapun menyangkut penggunaan gas yang pernah terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur bangunan dari "kamar gas" juga sangat salah. Kamar-kamar ini memiliki pintu biasa dan jendela yang tidak tertutup rapat! Ada kesenjangan yang besar antara lantai dan pintu. Jika Jerman berusaha membunuh siapa pun dengan gas beracun di kamar ini, mereka pasti akan mati sendiri, karena gas akan bocor dan mencemari seluruh wilayah. Juga, tidak ada peralatan yang dapat menguras campuran udara-gas dalam bangunan ini. Tidak ada upaya yang dilakukan untuk menyalurkan atau mendistribusikan gas di seluruh ruangan. Tidak ada ketentuan untuk mencegah terjadinya kondensasi gas di dinding, lantai atau langit-langit. Tidak ditemukan tumpukan knalpot (penguras campuran udara-gas) pernah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Meskipun enam juta orang Yahudi diduga meninggal dalam kamar gas, tapi tidak ada satu tubuh pun pernah diotopsi dan ditemukan telah meninggal karena keracunan gas.&lt;/span&gt; Kita telah menunjukkan tumpukan mayat dari Perang Dunia II, tetapi sebagian besar orang-orang ini meninggal karena tifus atau kelaparan atau pemboman Sekutu, dan banyak dari mereka yang terbunuh adalah orang Jerman, bukan orang Yahudi. Kira-kira setara dengan sepuluh lapangan sepak bola harus penuh dengan tumpukan mayat yang digas untuk dijadikan sebagai bukti, namun tidak satu tubuh pun yang pernah ditemukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jerman mendokumentasikan semuanya dengan rinci dan teliti dari awal sampai akhir, tapi tidak ada dokumen rencana pra-perang atau perang yang secara detail menyebutkan tentang adanya kamar gas untuk alasan genosida (pembantaian). Semua dokumen yang pernah disajikan disusun setelah perang . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bahkan jika kita membuang semua bukti dan catatan pada setiap kamar gas, itu akan membutuhkan waktu selama 68 tahun untuk menyelesaikan penyerangan dengan gas beracun terhadap enam juta orang Yahudi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan The Diary of Anne Frank juga merupakan tipuan (hoax). Bagian dari buku harian itu ditulis dengan pena titik bola. Padahal pena seperti ini belum digunakan pada saat Anne Frank hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri, kamp konsentrasi memang ada. Tapi tragisnya, banyak yang meninggal karena tifus atau kelaparan, seperti yang sering terjadi dalam situasi seperti itu. Ada, bagaimanapun, tapi tidak ada bukti bahwa penggunaan gas terjadi karena alasan genosida. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel terus menerima triliunan dolar dari seluruh dunia sebagai balasan atas penggunaan gas holocaust. Negara kita (Amerika) telah menyumbangkan lebih banyak uang ke Israel daripada negara lain dalam sejarah dunia, lebih dari $US 35 miliar per-tahun, termasuk semua bantuan. Kalau bukan karena hadiah murah hati kita yang melebihi batas-batas rasional ke Israel, setiap keluarga di Amerika akan mampu membeli merek baru Mercedes Benz. Tentunya rakyat Amerika akan marah jika mereka menyadari bahwa uang hasil jerih payah mereka sedang dihambur-hamburkan di masa sulit ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semua uang yang dipertaruhkan bagi Israel ini, mudah untuk memahami mengapa tipuan holocaust ini begitu dirahasiakan. Istilah Yahudi untuk holocaust adalah "Shoah". Di kalangan Zionis, ini dikenal sebagai "Shoah Bisnis". Jika tidak ada yang lain, penutupan &lt;i&gt;(coverup)&lt;/i&gt; holocaust ini menunjukkan pengaruh Zionis yang tak tertahankan dan mengontrol negara kita. Dan ini merupakan satu-satunya pertahanan mereka terhadap fakta-fakta yang berteriak "antisemitisme", "skinhead" atau "Nazi", sedangkan mayoritas dari mereka yang mempertanyakan holocaust adalah warga biasa... meskipun anda tidak akan pernah tahu bahwa hal itu dari media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dengan cara apapun yang bisa anda lakukan, tolong bantu untuk menghancurkan mitos yang menguntungkan Israel ini.&lt;/span&gt; Sudah saatnya kita berhenti mengorbankan kesejahteraan Amerika demi Israel dan menghabiskan dolar yang kita peroleh secara susah payah untuk Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada alasan kuat untuk percaya bahwa yang disebut holocaust tidak pernah ada. Halaman 223, dalam The Diary of Anne Frank, (Pan Horizons edisi, Pan Books Ltd, London, 1989), menunjukkan bahwa ukuran kamp Auschwitz, yang paling terkenal dari semua kamp kerja Jerman, &lt;span style="color: red;"&gt;adalah sangat kecil&lt;/span&gt;, dengan hanya 11.000 orang (bahkan banyak dari mereka, mungkin bukan orang Yahudi) yang dievakuasi Jerman pada saat serangan Rusia pada tahun 1945. Tentu saja, jika dibandingkan dengan film Spielberg, Schindler List (yang menurut Emilie Schindler, janda Oskar, film itu penuh dengan kebohongan) dan propaganda Yahudi lainnya, bahwa jutaan orang Yahudi secara sistematis dibasmi. 11.000 orang merupakan jumlah yang sangat kecil. &lt;span style="color: blue;"&gt;Aritmatika sederhana memberitahu kita bahwa Jerman harus memiliki ratusan kamp, atau mereka harus memusnahkan 137 orang per-jam, agar enam juta orang Yahudi dapat dimusnahkan di kamp-kamp kecil seperti Auschwitz, suatu prestasi yang bisa menjadikan manusia hilang ingatan (gila).&lt;/span&gt; Menurut Douglas Reed, dalam Behind the Scene dan The Controversy of Zion, hanya 850.000 tentara dan rakyat lainnya yang tewas oleh seluruh mesin perang gabungan Jerman dan Jepang selama Perang Dunia II (lihat hal. 397-400 dari buku Douglas Reed,   Controversy of Zion). &lt;span style="color: red;"&gt;Orang-orang yang percaya pada propaganda Yahudi bahwa enam juta orang Yahudi telah dibasmi oleh Hitler harus ingat pada kecilnya bangunan Auschwitz dan beberapa kamp kerja Jerman lainnya selama Perang Dunia II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 13 Juli 1994, sebuah film dokumenter tentang kehidupan Charles A. Lindbergh, yang disiarkan pada saluran penyiaran umum (PBS-KENW-TV), mengatakan bahwa ketika Lindbergh mengunjungi salah satu kamp di Jerman setelah Perang Dunia II, ia diberitahu bahwa 25.000 orang telah meninggal dalam 1-1/2 tahun. Sekali lagi, aritmatika sederhana memberitahu kita bahwa 25.000 kali setengah lusin kamp tidak sama dengan 6.000.000. Pada kenyataannya, bahkan tidak sama dengan 600.000! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah fakta menarik bahwa &lt;span style="color: red;"&gt;jumlah Yahudi yang dianiaya dibuat meningkat secara sengaja&lt;/span&gt;. Menurut Hal Greenwald, direktur program untuk Yayasan Hillel di Duke University, sekelompok mahasiswa Yahudi, telah mempromosikan gagasan bahwa sembilan juta orang Yahudi telah dibunuh dalam ruang gas Hitler (New York Times, 9 November 1991, AP). &lt;span style="color: red;"&gt;Sekarang menjadi 9 juta dan terus tumbuh...&lt;/span&gt; seperti utang/pajak kita... angka-angka terus berdatangan dari udara tipis... (The Bible Caused Economic and Financial Slavery in the New World Order oleh Lee Cheney). &lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;Dengan semakin banyaknya penyangkalan terhadap holocaust &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Holocaust_denial" target="_blank"&gt;(holocaust denial)&lt;/a&gt;, baik di kalangan ilmuan, blogger, netter maupun masyarakat biasa, maka mitos mengenainya akan semakin keropos. Dan pada akhirnya nanti, tidak dipercayai sama sekali! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam... &lt;/i&gt; &lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-SZaAitiFtIQ/Ul1_B4meocI/AAAAAAAARZE/dBzIXosyxH0/s72-c/holocoust-dan-gaza.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kemiripan Antara Perang Shiffin Dengan Perang Suriah</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/kemiripan-antara-perang-shiffin-dengan.html</link><category>Politik</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sat, 19 Oct 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-8899855810863638580</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-0YZ-gMdTk8M/UKy_nUtpgTI/AAAAAAAAAYU/7o5TQ_h1YnI/s320/stop+war.gif" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Melihat peperangan yang terjadi antara tentara Bashar Al-Assad dengan kelompok pemberontak Suriah, saya jadi teringat pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Shiffin" target="_blank"&gt;Perang Shiffin&lt;/a&gt;, dalam sejarah Islam, dimana pasukan Khalifah 'Ali as berperang melawan pasukan pemberontak pendukung Mu'awiyah.&lt;br /&gt;Kedua peristiwa ini banyak memiliki kemiripan: Pertama, terjadi di Suriah (dulu bernama Syam). Kedua, peperangan antara pemerintahan yang syah dengan kaum pemberontak. Ketiga, kaum pemberontak menggunakan cara-cara licik dalam meraih kemenangan. Keempat, perang antara muslim dengan muslim. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelicikan kaum pemberontak pada Perang Shiffin terlihat dari kasus Amru bin Ash. Pertama, ketika 'Ali berhasil menjatuhkan pedang Amru bin Ash dan hendak membunuhnya, Amru nekad membuka celananya hingga telanjang. Melihat hal itu, 'Ali memalingkan wajahnya lalu meninggalkan Amru bin Ash, sehingga selamatlah ia dari kematian. Kedua, ketika pasukan pemberontak hampir kalah dalam pertempuran, Amru bin Ash menusuk Al-Qur'an dengan tombak lalu mengacungkannya ke atas untuk meminta gencatan senjata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kelicikan kaum pemberontak saat ini? Mungkin gambar berikut bisa dijadikan gambaran:  &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-2Tjw85wY6OA/Ul1-woVbI5I/AAAAAAAARYk/up2B_F7MT84/s420/jihad-jahil2.jpg" style="border: 0; display: block; margin: 10px auto 10px; text-align: center; width: 95%;" /&gt; &lt;div style="padding: 0 10px;"&gt;Presiden Obama menyebut Pemberontak Suriah dengan "Pejuang Kebebasan" dan &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130614_suriahas.shtml" target="_blank" title="BBC: Amerika beri bantuan militer"&gt;memasok senjata untuk mereka&lt;/a&gt;. Mereka menyebut diri mereka sebagai Mujahidin Al-Qaeda… &lt;br /&gt;Dan mereka memenggal kepala seorang Pendeta Katholik&lt;br /&gt;RIP Father Francois Murad (1964-2013) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dari gambar tersebut terlihat jelas bahwa kaum pemberontak lebih suka menggadaikan kehormatan mereka ("membuka celana") dengan jalan &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130622_suriah_bantuan.shtml" target="_blank" title="BBC: Pemberontak Suriah dapat bantuan sekutu"&gt;bersekutu dengan musuh-musuh Islam dan kaum munafikun&lt;/a&gt;. Bahkan, demi kemenangan dan kekuasaan, mereka berani "menusuk Al-Qur'an dengan tombak". Ayat-ayat Al-Qur'an mereka jadikan alat untuk memperoleh banyak dukungan dari muslimin sedunia padahal tujuannya tidak lain hanya untuk mengambil alih pemerintahan yang syah dengan mengorbankan nyawa saudara sesama muslim sendiri (seperti  pada saat &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Kebengisan Mu'awiyah"&gt;Mu'awiyah&lt;/a&gt; merebut Kekhalifahan 'Ali). Jika tujuan mereka benar-benar ingin berjihad, kenapa tidak berperang melawan Zionis Israel?  &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-foNadd_oXVU/Ul1-3V1Mh4I/AAAAAAAARY0/mbDbh34ltxc/s420/jihad-jahil3.jpg" style="border: 0; display: block; margin: 10px auto 10px; text-align: center; width: 95%;" /&gt; &lt;div style="padding: 0 10px;"&gt;Ingat, mereka menyerukan jihad melawan Suriah, tapi tidak (menyerukan jihad) melawan Israel. Kenapa? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan &lt;a href="https://www.facebook.com/notes/george-galloway-mp/a-statement-on-the-situation-in-syria-by-george-galloway/195231300540947" target="_blank" title="Baca statemennya soal Suriah"&gt;George Galloway&lt;/a&gt; berikut seharusnya menjadi bahan renungan bagi mereka yang ingin berperang di Suriah:  &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-1J01dqiTRHY/Ul1-3CAUS4I/AAAAAAAARYw/RZs_kgiyZdc/s420/jihad-jahil4.jpg" style="border: 0; display: block; margin: 10px auto 10px; text-align: center; width: 95%;" /&gt; &lt;div style="padding: 0 10px;"&gt;Mengapa Anda berjihad pada satu-satunya negara Arab (Suriah) yang tidak memiliki perjanjian damai dengan Israel? &lt;br /&gt;Mengapa Anda berjihad dengan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak membuka kedutaan besar Israel?  &lt;br /&gt;Mengapa Anda berjihad dengan negara yang mendukung perlawanan Palestina dengan uang dan senjata melawan Israel serta memberikan kamp penampungan kepada rakyat Palestina?  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya, kenapa ulama-ulama itu tidak memberikan fatwa jihad untuk melawan Zionis Israel? Dan kenapa para pemberontak itu tidak berjihad di Israel? &lt;br /&gt;Lantas, masih pantaskah mereka menyebut dirinya mujahidin sementara yang mereka bunuh adalah sesama muslim sendiri?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengaku berjihad di jalan Allah, padahal Al-Qur'an sendiri tidak menyebut jihad sama dengan berperang. Jihad adalah keseriusan atau kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah, baik menyangkut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibadah_mahdhah" target="_blank"&gt;ibadah &lt;i&gt;mahdhah&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; (ibadah ritual) maupun ibadah &lt;i&gt;ghair mahdhah&lt;/i&gt; (ibadah sosial). Sementara berperang dalam Al-Qur'an disebut dengan &lt;i&gt;qital&lt;/i&gt;:  &lt;div class="arabic"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;وَقَاتِلُوا&lt;/span&gt; فِي سَبِيلِ اللَّهِ &lt;span style="color: blue;"&gt;الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ&lt;/span&gt; وَ&lt;span style="color: blue;"&gt;لَا تَعْتَدُوا&lt;/span&gt; إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"&lt;span style="color: red;"&gt;Dan perangilah&lt;/span&gt; di jalan Allah &lt;span style="color: blue;"&gt;orang-orang yang memerangi kamu&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color: blue;"&gt;janganlah kamu melampaui batas&lt;/span&gt;, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;amp;aid=190&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah : 190"&gt;(QS, 2:190)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Dalam Islam, berperang hanya boleh dilakukan: &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;orang-orang yang memerangi&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak dengan cara yang &lt;span style="color: blue;"&gt;melampaui batas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika musuh berhenti memerangi, tidak boleh diperangi &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;amp;aid=193&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah : 193"&gt;(QS, 2:193)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Perang Suriah, siapa yang memerangi, Bashar Al-Assad atau kaum pemberontak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin dari sebuah negara berdaulat, sudah menjadi kewajiban Presiden Bashar Al-Assad untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan jalan memerangi kaum pemberontak yang memeranginya. Dan ini dibenarkan syariat. Sama halnya jika presiden kita memerintahkan untuk memerangi separatis GAM, OPM, RMS, atau separatis lainnya. Bahkan, yang seharusnya dikatakan mujahidin itu justru tentara/orang-orang Bashar Al-Assad karena mereka mempertahankan kedaulatan negara &lt;i&gt;(hubbul wathan minal iman)&lt;/i&gt;, bukan orang-orang yang merong-rong kedaulatan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah kesalahan besar jika kemudian kita ikut terprovokasi seolah-olah ini adalah perang antara "si baik" (Sunni/pemberontak) dan "si jahat" (Syiah/pemerintah) lalu memihak pada salah satu kelompok yang salah, apalagi jika dibarengi dengan memberikan bantuan keuangan maupun nyawa. Kenapa bantuan keuangan dan nyawa itu tidak kita sumbangkan ke Palestina, padahal mereka lebih membutuhkan itu daripada gerombolan pemberontak Suriah?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita lebih cerdas dalam bertanya. Jika ini adalah perang antara Sunni (pemberontak) dengan Syiah (pemerintah), kenapa tentara Bashar Al-Assad tidak ikut bergabung dengan pemberontak karena sebagian besar dari tentara-tentara itu adalah penganut Sunni? Dan kenapa &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/03/22/mk2df5-ulama-suriah-proassad-terbunuh-dalam-serangan-bom" target="_blank"&gt;pemberontak membunuh Syekh Buti&lt;/a&gt;, padahal beliau adalah &lt;a href="http://www.islamtimes.org/vdcc0xqip2bqp08.5fa2.html" target="_blank"&gt;ulama Sunni yang disegani&lt;/a&gt;? Apa karena Syekh Buti mendukung pemerintahan Bashar Al-Assad sehingga beliau layak dibunuh?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan Suriah, tidak lebih dari urusan politik dimana para pemberontak ingin mengambil-alih kekuasaan dari pemerintahan yang syah. Persis seperti ketika Mu'awiyah mengambil-alih kekuasaan Khalifah 'Ali as dengan jalan mengobarkan Perang Shiffin. Haruskah sejarah kembali terulang dan mengorbankan ribuan nyawa sesama muslim sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mikir saeutik atuh euy! Nu kitu patut mah lain mujahidin tapi mujahilin!", ceuk si Cepot bari jamotrot.&lt;/i&gt; &lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt; &lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-BCFUcku11Rg/UlyQhGDirPI/AAAAAAAARW4/s-FzTN1-CS0/s402/Stop-The-War.png" style="border: 0; display: block; margin: 10px auto 10px; text-align: center; width: 95%;" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b style="text-shadow: 2px 2px 2px #adadad;"&gt;Wajid Dibaca:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/2013/09/16/kilas-balik-genderang-perang-di-syria-2011/" target="_blank"&gt;Kilas Balik: Genderang Perang di Syria (2011)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://catatanmap.wordpress.com/2013/09/19/mencari-motif-utama-serangan-militer-barat-ke-syria/" target="_blank"&gt;Mencari Motif Utama Serangan Militer Barat ke Syria&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank"&gt;Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Strategi Zionis)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-0YZ-gMdTk8M/UKy_nUtpgTI/AAAAAAAAAYU/7o5TQ_h1YnI/s72-c/stop+war.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total></item><item><title>Tujuh Tigapuluh (07:30) Adalah Waktu...</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/tujuh-tigapuluh-0730-adalah-waktu.html</link><category>Bewara</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Thu, 17 Oct 2013 07:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-5748231134832739976</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-NGl4oQPLXP8/UFninhBs6OI/AAAAAAAAI0s/IKcJ9g-X1t4/s150/730.png" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width:120px; border:0"&gt;Mungkin banyak sobat yang tidak memperhatikan jam yang tertera pada tanggal dan waktu artikel-artikel &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/"&gt;SC Community&lt;/a&gt; dipublikasikan. Sangat wajar karena hal itu bukanlah sesuatu yang penting. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi jika sobat sedikit teliti, mungkin ada yang bertanya kenapa banyak artikel &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/"&gt;SC Community&lt;/a&gt; yang dipublikasikan tepat pada jam 07:03  dan 07:30? Jawabnya, semua itu tidak terlepas dari waktu, waktu dimana saya ingin ketika artikel-artikel tersebut terpublikasi, saya tidak berada di depan komputer melainkan tengah berada di "dunia lain" yang tidak ada kaitannya dengan komputer sama sekali. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Terus terang, saya bukanlah orang yang ahli dengan teknologi informatika (komputer). Bahkan pekerjaan sayapun tidak ada kaitannya dengan dunia komputer, yang notabene merupakan benda mati. Pekerjaan saya sangat menuntut kesabaran, keuletan, dan ketangguhan (bahkan waktu) karena berhadapan dengan manusia yang memiliki latar belakang dan karakter berbeda. Tentu saja ini lebih sulit dari memahami CSS dan HTML. Karena itulah saya memutuskan untuk tidak terlalu fokus pada tulisan-tulisan yang bersifat tutorial, baik Tutorial Blog, CSS maupun HTML. Kenapa? Karena selain bukan ahlinya, juga sangat menuntut banyak waktu dan kesabaran ketika melakukan pengetikan, seperti: &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Menuliskan CSS atau HTML yang kadang lumayang panjang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Melakukan &lt;i&gt;decoding&lt;/i&gt; terhadap kode-kode HTML yang lumayan ribet. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengentri CSS atau HTML kedalam postingan dalam mode HTML. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membuat atau mengedit gambar-gambar yang berhubungan dengan topik bahasan tutorial. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dan lain-lain. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br/&gt;Jadi, mulai sekarang dan seterusnya mungkin tulisan-tulisan saya akan lebih banyak mengupas hal-hal tidak berhubungan dengan tutorial. Itupun kalau saya memiliki ide untuk menulis. Jika tidak? Sepertinya blog ini akan lebih tidak beraturan lagi waktu penerbitannya. Ya, maklum saja ngeblog cuma iseng dalam rangka menghilangkan kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Entah kalau suatu saat nanti berubah haluan dari iseng menjadi &lt;i&gt;ngesi&lt;/i&gt; pundi-pundi, hehehe... &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ok, segitu aja sob. Semoga bisa maklum. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bravo Blogger!!! Keep blogging, keep smiling... &lt;img class="emoticon" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" height="18" width="25" /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-NGl4oQPLXP8/UFninhBs6OI/AAAAAAAAI0s/IKcJ9g-X1t4/s72-c/730.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Kurban: Antara Ketakwaan dan Rasa Kemanusiaan</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/kurban-antara-ketakwaan-dan-rasa.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sun, 13 Oct 2013 19:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6330677875381104540</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-nMT9bTMhYpU/Ulak_6dPSsI/AAAAAAAARTI/4W-IBRNXp8M/s350/qurban.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 5px 0px; width: 30%;" /&gt;Ibadah Kurban adalah ibadah yang sudah &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=22&amp;amp;aid=34&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Hajj : 34"&gt;sejak lama ada&lt;/a&gt; dan merupakan simbol pengorbanan tertinggi manusia terhadap Tuhannya. Hal ini terlihat dari kisah yang mendasarinya dimana pada saat itu Nabi Ibrahim as diperintahkan untuk mengorbankan anaknya sendiri, Nabi Ismail as, untuk dipersembahkan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perbedaan pendapat antara Islam dan Kristen mengenai siapa yang dikurbankan (mengenai hal ini silahkan baca artikel &lt;a href="http://answeringkristen.wordpress.com/ismail-atau-ishak-yang-dikurbankan-versi-islam-dan-kristen/" target="_blank" title="Analisa kritis terhadap Bibel"&gt;"Ismail atau Ishak yang dikurbankan: Versi Islam dan Kristen"&lt;/a&gt;), namun sebagai muslim kita harus meyakini bahwa Nabi Ismail as lah yang dikurbankan itu, bukan Nabi Ishak as. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kurban_(Islam)" target="_blank"&gt;Kurban&lt;/a&gt;, yang secara harfiah berarti hewan sembelihan, bukanlah semata-mata bentuk ritual mempersembahkan "sesuatu" kepada Tuhan melalui jalan penyembelihan hewan, tetapi lebih dari itu memiliki makna yang luas bagi tujuan-tujuan kemanusiaan. Simbolisasi &lt;a href="http://sastraculun.blogspot.com/2009/11/pengorbanan-ismail.html" target="_blank" title="Pengorbanan Ismail"&gt;pengorbanan Nabi Ismail as&lt;/a&gt; yang akan dijadikan "korban sesembahan" oleh ayahnya, Nabi Ibrahim as &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=37&amp;amp;aid=102&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="As-Sâffât : 102"&gt;(QS, 37:102)&lt;/a&gt;, menunjukkan bahwa dalam penghambaan kepada Tuhan diperlukan sebuah pengorbanan besar, serius dan tidak kepalang tanggung, bahkan kalau perlu mengorbankan orang-orang yang paling disayangi dan nyawa sendiri. Berat memang. Tapi itulah konsekuensi logis dari sebuah penghambaan kepada Tuhan: diperlukan totalitas tak terbatas. &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ &lt;span style="color: red;"&gt;كَافَّةً&lt;/span&gt; وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam &lt;span style="color: red;"&gt;secara keseluruhan (totalitas)&lt;/span&gt;, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu merupakan musuh yang nyata bagimu." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;amp;aid=208&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah : 37"&gt;(QS, 2:208)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Pengorbanan besar, serius dan tidak kepalang tanggung tersebut &lt;span style="color: blue;"&gt;bukanlah pengorbanan sia-sia yang bisa merugikan orang banyak&lt;/span&gt;, tapi pengorbanan yang dilandasi ketakwaan sehingga memberi manfaat bagi kemanusiaan. Karena dalam Islam, semua penghambaan (ibadah) tidak saja menyangkut pada hubungan vertikal manusia dengan Tuhan (aspek ritual), tetapi terkait pula pada hubungan horizontal manusia dengan manusia (aspek sosial). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Seperti dalam shalat misalnya, ritual yang dilakukan menjadi kurang (tidak) bernilai jika tidak dibarengi dengan zakat &lt;i&gt;(laa shalata liman laa zakata)&lt;/i&gt;. Bahkan dalam shalat hubungan vertikal dan horizontal tersebut sangat jelas terlihat dari gerakan shalat itu sendiri, yang diawali dengan &lt;i&gt;takbiratul ihram&lt;/i&gt; (pengagungan Tuhan) dan diakhiri dengan pengucapan &lt;i&gt;salam&lt;/i&gt; (pemberian keselamatan kepada sekeliling). Begitupun dengan ibadah puasa. Puasa menjadi kurang bermakna jika tidak menumbuhkan rasa solidaritas dan kasih sayang terhadap sesama yang mengalami kesusahan, karena selama sebulan penuh kita dididik untuk merasakan penderitaan mereka. Karena itulah, sebagai salah satu perwujudan rasa solidaritas dan kasih sayang itu, maka pada akhir puasa kita diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ibahadah kurban pun demikian. Secara syariat, ibadah kurban harus dilakukan dengan cara menyembelih binatang ternak &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=22&amp;amp;aid=34&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Hajj : 34"&gt;(QS, 22:34)&lt;/a&gt;. Kemudian daging sesembelihan (kurban) ini dimakan sebagian oleh keluarga yang berkurban, dibagikan kepada fakir miskin yang membutuhkan, dan sisanya diberikan kepada yang meminta-minta  &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=22&amp;amp;aid=36&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Hajj : 36"&gt;(QS, 22:36)&lt;/a&gt;. Dengan demikian ibadah kurban tidak saja melulu ritual pengorbanan manusia kepada Tuhan, tetapi juga mencakup aspek sosial yang berhubungan dengan pemberian manfaat bagi kemanusiaan. Karena itu ibadah kurban menjadi tidak bermakna jika hanya sekedar pemotongan hewan tanpa dibarengi dengan kemauan untuk berbagi dengan sesama yang memiliki nasib kurang beruntung &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=22&amp;amp;aid=28&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Hajj : 28"&gt;(sengsara, miskin dan fakir)&lt;/a&gt;. Ibadah kurban hanya akan memiliki nilai jika memenuhi aspek ritual dan aspek sosial, seperti pada ibadah-ibadah lain di dalam ajaran Islam.   &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ  &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Sekali-kali tidaklah dapat mencapai (keridhaan) Allah daging-daging unta dan darahnya itu, akan tetapi yang dapat mencapainya hanyalah ketakwaan kamu sekalian." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=22&amp;amp;aid=37&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Hajj : 37"&gt;(QS, 22:37)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Ketakwaan menjadi titik sentral dari sebuah pengorbanan (dan menjadi tujuan dari semua ibadah) kepada Tuhan karena: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; mengindikasikan keimanan, ketaatan dan semangat berbagi dengan sesama &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;amp;aid=3&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah : 3"&gt;(QS, 2:3)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; menciptakan rasa toleran dan takut melakukan kesalahan karena kelak akan dipertanggunjawabkan di akhirat&lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;amp;aid=4&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah : 4"&gt; (QS, 2:4)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; melahirkan sikap adil ketika menegakkan kebenaran dan menilai suatu persoalan &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;amp;aid=8&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Mâ´idah : 8"&gt;(QS, 5:8)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; menumbuhkan semangat kebersamaan tanpa memandang SARA demi terciptanya dunia yang lebih baik &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=49&amp;amp;aid=13&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Hujurât :13"&gt;(QS, 49:13)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Jika nilai-nilai dari ketakwaan tersebut terwujud maka akan berimbas pada kemanusiaan secara keseluruhan. Dan pada akhirnya nanti, tujuan dari diutusNya para Rasul ke muka bumi ini, sebagai pembawa risalah kasih (rahmat) dan damai (salam), dapat tercapai. &lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=21&amp;amp;aid=107&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Anbiyâ´ : 107"&gt;(QS, 21:107)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wallahu a'lam.... &lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; text-align: center; margin: 10px auto 10px; width:98%; border:0;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2LZu0ZYFXLs/Ulnjtc4ugZI/AAAAAAAARUU/OxCwdAIPw6A/s447/qurban_.jpg" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-nMT9bTMhYpU/Ulak_6dPSsI/AAAAAAAARTI/4W-IBRNXp8M/s72-c/qurban.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mudahnya Membuat CSS3 Dengan CSS3 Effect Generator</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/mudahnya-membuat-css3-dengan-css3.html</link><category>CSS dan Javascript</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Fri, 11 Oct 2013 07:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6913184221959239</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-75G0OiJHRZM/UlOY_kHuvlI/AAAAAAAARSQ/Tbmkk40sc1I/s500/css3-markup.jpg" style="border: 0; float: left; margin: 0 10px 5px 0; width: 30%;"&gt;Masih pusing dengan masalah CSS3? Sama. Maklum saya juga bukan orang yang bergerak di dunia Informatika, sehingga kadang masih mumet juga dengan "bahasa" CSS dan HTML ini. Apalagi makin hari perkembangan kedua "bahasa" ini makin pesat saja sejalan dengan perkembangan IPTEK zaman kiwari. Jadi makin puyeng deh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan khawatir, was-was, or cemas. Apalagi jadi bermalas-malas untuk mengupas tuntas perkara yang sudah jelas dan banyak dibahas di dunia atas (maya). Soalnya perkembangan IPTEK inipun telah didukung oleh banyak fasilitas tak terbatas dengan biaya bebas. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu caranya? Gampang saja kok. Kamu tinggal mengontak 911 terus minta dianterin ke Puskesmas kalau kamu kena muntaber, kolera, disentri, atau DBD (Demam Berdarah Dengue). Tapi kalau cuma urusan CSS &lt;i&gt;(Cascading Style Sheets)&lt;/i&gt;, kamu tinggal mengunjungi rumahnya di Jl. &lt;a href="http://css3-effect-generator.hol.es/" target=_blank" title="Klik aja bro!"&gt;CSS3 Effect Generator&lt;/a&gt; negara bagian Dunia Maya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau sudah nyampe di sana, kamu tinggal isi aja kotak-kotak yang ada di sebelah kiri, atau bisa juga dengan menggeser-geser &lt;i&gt;Slider Handle&lt;/i&gt;-nya. Di sana juga banyak pilihan menu CSS yang bisa kamu manfaatin, seperti: &lt;ul&gt;&lt;li&gt; CSS3 Radius and Box Shadow &lt;/li&gt;&lt;li&gt; CSS3 Text Shadow &lt;/li&gt;&lt;li&gt; CSS3 Transforms &lt;/li&gt;&lt;li&gt; CSS3 Columns &lt;/li&gt;&lt;li&gt; CSS3 Gradient Background &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Border and Outline &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Background+, dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Content and Text &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Nah, kamu tinggal klik saja salah satu menu yang kamu inginkan. Dan kalau sudah OK, kamu tinggal kopi-in saja hasilnya, yang terletak di sebelah tengah, di bawah panji-panji Merah Putih, eh maksudnya di bawah &lt;b&gt;Style to use in html/css file&lt;/b&gt;. Lalu, tempelin saja di &lt;i&gt;template&lt;/i&gt; kamu. Beres deh.&lt;br /&gt;Gampang kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, segitu aja sob. Semoga bermanfaat .....&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-75G0OiJHRZM/UlOY_kHuvlI/AAAAAAAARSQ/Tbmkk40sc1I/s72-c/css3-markup.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Mungkinkah Tuhan Salah Ngitung? Sebuah Jawaban Untuk Si Peragu</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/mungkinkah-tuhan-salah-ngitung-sebuah.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Tue, 8 Oct 2013 18:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-6046333404598944718</guid><description>&lt;div style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/553769_3417311687010_1464758691_n.jpg" target="_blank" title="Klik untuk memperbesar"&gt;&lt;img src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f2/Bundesarchiv_Bild_183-N0827-318%2C_KZ_Auschwitz%2C_Ankunft_ungarischer_Juden.jpg/225px-Bundesarchiv_Bild_183-N0827-318%2C_KZ_Auschwitz%2C_Ankunft_ungarischer_Juden.jpg" style="border: 0; float: left; margin: 0 10px 5px 0; width: 30%;"&gt;&lt;/a&gt;Dua hari yang lalu saya me-like postingan Ibu &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/" target="_blank"&gt;Dina Y. Sulaeman&lt;/a&gt; di FB-nya. &lt;a href="https://www.facebook.com/dina.sulaeman/posts/10152234538663835" target="_blank"&gt;Postingannya&lt;/a&gt; cukup menarik perhatian karena menyertakan sebuah gambar kaos bertuliskan &lt;b&gt;TRIAS CORRUPTICA&lt;/b&gt;: Legislathieves, Executhieves, Judicathieves &lt;i&gt;(Lihat gambar sebelah)&lt;/i&gt;. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Semula saya tidak begitu tertarik dengan komentar teman FB-nya Ibu Dina yang menyertakan sebuah gambar lain. Karena saya pikir itu adalah gambar biasa, atau gambar sindirin untuk para koruptor, sehingga tidak diperhatikan secara seksama. Saya hanya memberikan komentar asal pada postingan Ibu Dina dengan bentuk puisi: &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;Tuhan tak ada di kantor, pabrik, sekolah, jalanan dan tempat maksiat&lt;br/&gt;Dia hanya ada di rumah-rumah ibadah dan di tempat-tempat munajat&lt;br/&gt;Jika ini kau yakini, tunggulah kehancuran yang maha dahsyat&lt;br/&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br/&gt;Namun setelah ada yang me-like puisi saya, iseng-iseng saya perhatikan gambar dari teman FB-nya Ibu Dina, dan kemudian saya zoom supaya lebih jelas. Ternyata gambar tersebut cukup membuat saya kaget karena terlihat seperti melecehkan Al-Qur'an &lt;i&gt;(Lihat gambar di bawah)&lt;/i&gt;.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ef0ecgms1AE/UlJjlJEOLnI/AAAAAAAARR0/c9aRBU0ThqU/s1600/Waris.jpg" target="_blank" title="Klik untuk memperbesar"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-ef0ecgms1AE/UlJjlJEOLnI/AAAAAAAARR0/c9aRBU0ThqU/s1600/Waris.jpg" style="display: block; text-align: center; margin: 0px auto 0px; border: 0; width:95%"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;Mungkin si penulis tidak bermaksud untuk menghina firman Allah dalam surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=4&amp;aid=11&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 4:11"&gt;An-Nisaa ayat 11-12&lt;/a&gt; tersebut, yang seolah-olah menunjukkan bahwa Allah tidak bisa berhitung. Mungkin dia hanya ingin menegaskan bahwa salah satu penyebab korupsi adalah karena adanya pemikiran untuk bisa mewariskan sebanyak-banyaknya kepada orang-orang yang ditinggal mati, karena dalam komentarnya ia menuliskan: &lt;span style="color:blue"&gt;"pangkal masalah yang merasuk ke alam bawah sadar karena dibaca berulangkali..."&lt;/span &gt; Mungkin juga dia ingin menyindir bahwa pangkal masalah dari tindak korupsi adalah akibat seringnya membaca surat An-Nisaa tersebut. Entahlah, hanya Allah yang tahu apa yang tersirat dalam hatinya (&lt;i&gt;Husnudzon&lt;/i&gt; saja).  &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Karena merasa khawatir akan terjadi kesalahfahaman terhadap surat An-Nisaa tersebut, akhirnya saya inbox Ibu Dina untuk meminta persetujuan me-&lt;a href="https://www.facebook.com/dina.sulaeman/posts/10152234538663835" target="_blank"&gt;link postingannya&lt;/a&gt; di tulisan ini. Dan dari penuturannya, Ibu Dina pun tidak kenal secara pribadi dengan orang itu (Biasa lah di FB, gak fren juga bisa jadi fren). Bahkan konon, pernah juga orang tersebut menulis sebuah notes yang meragukan orisinalitas Al-Qur'an (sayang notes-nya sudah dihapus). &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pada tulisan ini saya tidak akan mengurusi keyakinan orang lain. Biarlah hal itu menjadi tanggung jawab masing-masing di akhirat kelak (kalau masih percaya akhirat). Yang saya ingin tekankan disini adalah bahwa gambar tersebut &lt;span style="color:red"&gt;sangat membahayakan&lt;/span&gt; jika difahami secara salah. Bagi muslim awam, gambar tersebut bisa menimbulkan kesalahfahaman seolah-olah telah terjadi kekeliruan dalam perhitungan Al-Qur'an. Sementara bagi para pembenci Islam, gambar tersebut dapat dijadikan alat untuk menghina dan menjelek-jelekkan Islam. Dan imbasnya bisa lebih fatal bagi kehidupan berbangsa dan bernegara karena kita akan kembali terjebak pada masalah klise: SARA. Karena itulah perlu saya luruskan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jika melihat sepintas pada surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=4&amp;aid=12&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 4:12"&gt;An-Nisaa ayat 11-12&lt;/a&gt; tersebut kemudian menjumlahkannya secara Ilmu Matematika biasa, jelas &lt;span style="color:red"&gt;hasilnya akan salah,&lt;/span&gt; seperti ini: &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Perhitungan Matematika:&lt;/div&gt;Ayah = 1/6 x 24 = 4 (24 adalah KPK dari 3, 6, dan 8)&lt;br/&gt;Ibu = 1/6 x 24 = 4&lt;br/&gt;Istri = 1/8 x 24 = 3&lt;br/&gt;Anak Perempuan = 2/3 x 24 = 16&lt;br/&gt;Sehingga jika dijumlahkan hasilnya:&lt;br/&gt;4/24 + 4/24 + 3/24 + 16/24 = 27/24 = 1,125 &gt; 1 &lt;/blockquote&gt;&lt;br/&gt;Padahal jika menggunakan perhitungan Ilmu Faraidh (Ilmu Waris), Anak Perempuan termasuk kelompok yang mendapatkan &lt;a href="http://kitab-fiqih.blogspot.com/2011/05/pembagian-ashabah.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;&lt;i&gt;'Ashabah bil Ghair&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; (yang menerima sisa dari harta waris), sehingga bagian Anak Perempuan tidak menjadi 16 melainkan 13 (sisanya), sebagai hasil dari KPK dikurangi bagian Ayah, Ibu, dan Istri (24 - (4+4+3) = 13). Maka cara menghitungnya: &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Perhitungan Ilmu Faraidh:&lt;/div&gt;Ayah = 1/6 x 24 = 4 (24 adalah KPK dari 3, 6, dan 8)&lt;br/&gt;Ibu = 1/6 x 24 = 4&lt;br/&gt;Istri = 1/8 x 24 = 3&lt;br/&gt;Anak Perempuan = 2/3 = &lt;i&gt;'Ashabah bil Ghair&lt;/i&gt; = 24 - (4+4+3) = 13&lt;br/&gt;Sehingga jika dijumlahkan hasilnya:&lt;br/&gt;4/24 + 4/24 + 3/24 + 13/24 = 24/24 = 1 &lt;/blockquote&gt;&lt;br/&gt;Jika menggunakan perhitungan Matematika, bagaimana jika si Suami hanya meningggalkan Ibu, Istri, dan Anak saja, karena Ayahnya sudah meninggal duluan, soalnya nanti akan terjadi kelebihan harta waris? Nah, kelebihannya ini mau dikemanakan? &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Perhitungan Matematika:&lt;/div&gt;Ibu = 1/6 x 24 = 4&lt;br/&gt;  Istri = 1/8 x 24 = 3&lt;br/&gt;Anak Perempuan = 2/3 x 24 = 16&lt;br/&gt;Sehingga jika dijumlahkan hasilnya:&lt;br/&gt;4/24 + 3/24 + 16/24 = 23/24 &lt; 1   (ada sisa 1/24 buat siapa?) &lt;/blockquote&gt;&lt;br/&gt;Tapi jika menggunakan Ilmu Faraidh, tidak akan terjadi kelebihan, karena si Anak tetap mendapatkan &lt;i&gt;'Ashabah&lt;/i&gt;-nya, seperti ini: &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Perhitungan Ilmu Faraidh:&lt;/div&gt;Ibu = 1/6 x 24 = 4&lt;br/&gt;Istri = 1/8 x 24 = 3&lt;br/&gt;Anak Perempuan = 2/3 = &lt;i&gt;'Ashabah bil Ghair&lt;/i&gt; = 24 - (4+3) = 17&lt;br/&gt;Sehingga jika dijumlahkan hasilnya:&lt;br/&gt;4/24 + 3/24 + 17/24 = 24/24 = 1 &lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Catatan:&lt;/div&gt;Seingat saya perhitungannya seperti itu, maklum sudah &lt;i&gt;long long time ago&lt;/i&gt; gak nyantri. Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung kepada ulama ahli Fiqih. &lt;/blockquote&gt;&lt;br/&gt;Memahami Islam tidak bisa sekedar mengandalkan Al-Qur'an saja karena ada penjelasan-penjelasan lain melalui hadits atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ijmak" target="_blank" title="Baca disini"&gt;ijma' ulama&lt;/a&gt;. Seperti berwudhu, misalnya. Jika hanya mengandalkan Al-Qur'an, maka berwudhu cukup dengan: membasuh muka, membasuh tangan sampai dengan siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki sampai dengan kedua mata kaki &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=5&amp;aid=6&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Mâ´idah : 6"&gt;(QS, 5:6)&lt;/a&gt;. Bahkan untuk melakukan gerakan shalat tidak ada tata-caranya di dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an hanya menyebutkan supaya berdiri, menghadap kiblat (Masjidil Haram), ruku', dan sujud. Itupun dengan ayat-ayat yang saling terpisah. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jadi untuk memahami Al-Qur'an jangan hanya sekedar membaca artinya tapi harus dibarengi dengan tafsir-tafsir yang menyertainya serta &lt;i&gt;asbabun nujul&lt;/i&gt; (sebab-sebab turunnya) Al-Qur'an, sehingga nantinya tidak menyesatkan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ingatlah firman Allah dalam surat Al-Isrâ´ ayat 36: &lt;br/&gt;&lt;div class="arabic"&gt;وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا&lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu (pengetahuan) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=17&amp;aid=36&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Isrâ´ : 36"&gt;(QS, 17:36)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Ceuk urang Sunda mah, &lt;i&gt;"Mun teu nyaho, ngajedog!"&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Wallahu a'lam... &lt;img class="emoticon" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" height="18" width="25" /&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;i style="font-size:97%"&gt;Kanggo Bu Dina: Haturnuhun kana izin link-na.&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;b style="text-shadow:2px 2px 2px #adadad;"&gt;Layak Baca:&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Meluruskan Kesalahfahaman Terhadap Syiah:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian I"&gt;Syiah = NU + Imamah, Tradisi Syiah di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Bagian II"&gt;Taqiyah, Abdullah bin Saba, Saqifah, Khilafah, 'Umar, Abu Bakar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Bagian III"&gt;Utsman, Mu'awiyah, 'Aisyah, Thulaqa, Fitnatulkubro, Ahlul Bait&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;Nikah Mut'ah, Abu Hurairah, Hadits-hadits Janggal, Shalat Jama'&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;12 Imam, Talfiq, Al-Qur'an Syiah, Kitab Al-Kafi, Strategi Zionis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://3.bp.blogspot.com/-ef0ecgms1AE/UlJjlJEOLnI/AAAAAAAARR0/c9aRBU0ThqU/s72-c/Waris.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Syiah Sesat? Ini Kata Ustadz Kampung (Bagian V)</title><link>http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_6.html</link><category>Agama</category><author>noreply@blogger.com (eNeS)</author><pubDate>Sun, 6 Oct 2013 07:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3473845556637345019.post-5973615388433208863</guid><description>&lt;div style="font-family: arial;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-iO_VGBP-clQ/UiiPUf7Gn5I/AAAAAAAARL8/WLYe9MMMVhM/s320/1umat.jpg" style="border: 0; float: left; margin: 0 10px 5px 0; width: 27%;"&gt;Tak kenal maka tak sayang. Barangkali pepatah itu sangat cocok diterapkan pada kita ketika dihadapkan dengan Syiah. Akibat ketidakkenalan (ketidaktahuan) kita terhadap Syiah telah menumbuhkan prasangka buruk yang beurujung kebencian. Kita menuding ini dan itu pada mereka, padahal kita tidak tahu apakah tudingan-tudingan tersebut benar atau tidak. Bahkan dengan mudahnya kita mengkafirkan mereka tanpa ada bukti yang kuat bahwa mereka benar-benar kafir. Seakan kita lupa pada sabda Nabi yang melarang kita mengkafirkan orang lain karena tuduhan kafir itu bisa berbalik kepada kita sendiri jika tuduhan tersebut tidak benar. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak kenal maka tak sayang. Namun sayangnya kita sering sudah merasa kenal padahal baru melihat punggungnya. Kita sudah merasa kenal padahal belum melihat mata, alis, hidung, mulut, dada, perut dan kakinya. Kita sudah merasa kenal padahal sama sekali belum pernah berkenalan dengannya. Lebih parah lagi, kita sudah merasa kenal padahal hanya tahu dari orang-orang yang membencinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dialog-dialog ini, juga &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank"&gt;dialog-dialog sebelumnya&lt;/a&gt;, mudah-mudahan bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk lebih mengenal saudara-saudara kita, penganut  Syiah. Siapa tahu nantinya bisa membuat kita saling menyayangi karena sudah sama-sama mengenali satu sama lain. Amiin... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Ada lagi nih, ustadz. Bagaimana tanggapan ustadz mengenai 12 Imam, apakah di Sunni juga ada keharusan meyakini 12 Imam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Ada. Bahkan hampir semua kita-kitab hadits memuat masalah 12 Imam ini, baik Shahih Buhkari-Muslim, Sunan Turmudzi, Sunan Abu Dawud, Musnad Ahmad, dll. Hanya saja kalangan Sunni berbeda pendapat ketika menyebutkan &lt;a href="http://khilafahdanimamah.blogspot.com/2013/03/12-imam-dalam-hadits-hadits-ahlu-sunnah.html" target="_blank"&gt;siapa saja yang termasuk kedalam 12 Imam&lt;/a&gt; ini. Bahkan ada beberapa ulama yang memasukkan nama Muawiyah dan Yazid kedalamnya. Padahal kita tahu bagaimana &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/Syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Baca Bagian III"&gt; sepak terjang bapak dan anak ini&lt;/a&gt;. Dan hal ini pun &lt;a href="http://haekalsiregar.wordpress.com/2007/05/23/12-imam-versi-Sunni/" target="_blank"&gt;dipertanyakan oleh ulama lain&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Berbeda dengan Syiah. Di kalangan Syiah, masalah 12 Imam ini sangat jelas karena semuanya berasal dari keturunan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;ahlul bait&lt;/a&gt;, yang dimulai dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dua_Belas_Imam" target="_blank"&gt;'Ali, Hasan, Husain, hingga Imam Mahdi&lt;/a&gt;. Meskipun ada sedikit &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imamah#Pandangan_Dua_Belas_Imam" target="_blank"&gt;perbedaan dalam penyebutan nama-nama Imam&lt;/a&gt; antara aliran Itsna Asy'ariyah, Zaidiyah dan Ismailiyah, namun semuanya masih berasal dari keturunan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/12/siapakah-ahlul-bait-nabi-yang-disucikan.html" target="_blank" title="Baca disini"&gt;ahlul bait&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Ooo... begitu toh? Menurut ustadz sendiri siapa saja yang termasuk kedalam 12 Imam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Wah... bingung juga harus menjawabnya bagaimana karena para ulama Sunni sendiri masih berselisih faham hingga sekarang, akibatnya permasalahan ini menguap begitu saja tanpa kejelasan. Tapi kalaupun harus memilih, saya lebih cenderung memilih pendapat ulama yang tidak mencantumkan Mu'awiyah dan Yazid, mengingat &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/Syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Baca Bagian III"&gt;perbuatannya terhadap cucu-cucu Nabi&lt;/a&gt;. Namun sayangnya, yang tidak mencantumkan Mu'awiyah dan Yazid itupun tidak jelas mengenai nama-nama Imamnya, kecuali nama-nama &lt;i&gt;Khulafah Ar-Rasyidin&lt;/i&gt;. Jadi untuk masalah ini, saya sendiri masih bingung, belum menemukan jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Lho, kok begitu ustadz? Bukankah ada hadits yang mengatakan bahwa kita harus mengenal Imam zamannya supaya mati kita tidak dalam keadaan jahiliyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Hadits mengenai hal itu banyak dan dianggap shahih oleh semua &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab" target="_blank"&gt;madzhab&lt;/a&gt;. Hanya saja penafsiran terhadap hadits-hadits itu masih berbeda-beda. Jadi buat saya, terserah masing-masing pribadi saja, mau mengikuti pendapat ulama yang mana. Toh, kalaupun mengikuti pendapat ulama Syiah juga kan gak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Ooo... begitu. Jadi bingung juga nih. Tapi ustadz, bukankah tidak boleh mencampurkan pendapat beberapa madzhab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Setahu saya, boleh-boleh saja. Yang tidak boleh itu mencampurkan madzhab atau &lt;i&gt;talfiq&lt;/i&gt; dalam masalah fiqih. Itupun hanya untuk satu masalah fiqih yang sama. Kalau masalahnya berbeda, boleh-boleh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Masih bingung nih. Maksud masalah fiqih yang sama itu bagaimana, ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Misalnya dalam masalah batal wudhu. Ketika bersentuhan dengan perempuan, kamu menggunakan madzhab Hanafi tapi ketika berdarah kamu menggunakan madzhab Syafi'i, agar wudhu kamu tidak batal. Nah, menurut ulama ahli fiqih, &lt;i&gt;talfiq&lt;/i&gt; seperti inilah yang tidak dibolehkan karena hanya memilih pendapat yang enak dan ringan saja. Soalnya menurut madzhab Hanafi, mengeluarkan darah itu bisa membatalkan wudhu, sedangkan bersentuhan dengan perempuan tidak. Sebaliknya, menurut madzhab Syafi'i, bersentuhan dengan perempuan bisa membatalkan wudhu, sedangkan mengeluarkan darah tidak membatalkan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Ooo... begitu. Kembali ke masalah Syiah lagi. Bagaimana tanggapan ustadz terhadap buku "Mengapa Saya Keluar Dari Syiah"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Ooo... buku yang itu, yang isinya menjelek-jelekan Syiah bukan? Belum membaca pun saya sudah langsung tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Lho, kok gitu ustadz? Bagaimana bisa langsung tidak percaya, kan ustadz belum membacanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Ya... karena pengalaman saja. Dulu sewaktu masih SMP, semua santri diberi tiga buah buku bacaan, bantuan dari Arab Saudi. Konon buku-buku itu pun dibagikan juga kepada santri-santri di pesantren-pesantren lain. Semua buku itu isinya menjelek-jelekan Syiah. Salah satu yang saya ingat adalah buku karangan Muhammad Abdul Sattar. Dalam buku itu ada ayat-ayat Al-Qur'an yang dipelintir, salah satunya ayat 159 dari surat Al-An’aam yang diterjemahkan begini: &lt;i style="color:blue"&gt;"Dan orang-orang yang mencerai-beraikan agama mereka adalah orang-orang sesat dan tergelincir (Syiah), kamu tidaklah sama dengan mereka itu".&lt;/i&gt; &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=6&amp;aid=159&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-An´âm : 159"&gt;(QS, 6:159)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   Ini kan mengada-ngada. Masa kalimat &lt;i style="color:red"&gt;"wakaanu syiyaa-an"&lt;/i&gt; diartikan dengan &lt;i style="color:blue"&gt;"adalah orang-orang sesat dan tergelincir (Syiah)"&lt;/i&gt; padahal arti sebenarnya &lt;i style="color:blue"&gt;"dan mereka menjadi beberapa golongan"&lt;/i&gt;. Apa karena kata &lt;i style="color:red"&gt;"syiyaa-an"&lt;/i&gt; mirip dengan kata "Syiah" sehingga mereka mau membodohi umat?&lt;br /&gt;   Begitupun kalimat &lt;i style="color:red"&gt;"lasta minhum fi syayii"&lt;/i&gt;, diartikan menjadi &lt;i style="color:blue"&gt;"kamu tidaklah sama dengan mereka itu"&lt;/i&gt;, padahal seharusnya diartikan &lt;i style="color:blue"&gt;"tidaklah ada tanggung jawabmu terhadap mereka sedikitpun"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;  Benar-benar fitnah keji. Padahal tanpa ngerti Bahasa Arab pun, kita akan tahu bahwa terjemahan tersebut ngawur, soalnya Al-Qur'an kan diturunkan pada saat Nabi masih hidup sedangkan &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/Syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Baca Bagian II"&gt;Syiah ada setelah Nabi wafat&lt;/a&gt;. Jadi mana mungkin ayat tersebut menunjuk kepada Syiah?&lt;br /&gt;Firman Allah saja sudah berani diputarbalikkan, apalagi yang lainnya. Dari situlah saya tidak percaya lagi dengan buku-buku fitnah seperti itu. Tapi kalau kamu penasaran, baca saja &lt;a href="http://id.islamic-sources.org/?wpfb_dl=74" target="_blank" title="Bedah Buku Mengapa Saya Keluar Dari Syiah"&gt;tanggapan terhadap buku tersebut&lt;/a&gt; dari seorang dosen IAIN Medan. Disitu dibongkar habis kebohongan-kebohongan buku tersebut, termasuk kebohongan penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Ooo... begitu toh? &lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt; nanti saya cari. &lt;br /&gt;Saya masih penasaran dengan Al-Qur’an Syiah, ustadz. Katanya Al-Qur'an-nya berbeda dengan Al-Qur'an kita. Apa benar begitu, ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Nah... kalau yang ini bener. Al-Qur'an-nya memang beda. Al-Qur’an Syiah dicetak di Iran, Al-Qur’an kita dicetak di Indonesia. Selain itu, kata orang yang pernah membeli Al-Qur’an di Iran, Al-Qur’an Syiah itu lebih bagus, baik dari segi kualitas kertas maupun ornamen-ornamen yang membingkainya. Sedangkan Al-Qur’an kita kan banyak yang dicetak dengan kertas buram dan sampulnya hanya karton murahan. Beda sekali kan? Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Ah, ustadz mah suka bercanda. Maksud saya isinya ustadz... Apa betul isi Al-Qur’an Syiah berbeda dengan isi Al-Qur’an kita karena dari informasi yang saya dengar, isinya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Yang ngomong begitu pasti tidak pernah membaca Al-Qur’an. Atau kalaupun membacanya tapi kafir terhadap isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Maksud ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Ya... kalau ada yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu beda, itu sama saja dengan menganggap bahwa Allah itu penipu dan ingkar janji. Jika menganggap Allah seperti itu berarti ia telah kafir. &lt;i&gt;Na'udzubillahi min dzalik.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Aduh... makin bingung nih ustadz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Coba kamu baca surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=15&amp;aid=9&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 15:9"&gt;Al-Hijr ayat 9&lt;/a&gt;. Disitu kan Allah berfirman: &lt;i style="color:blue"&gt;"Sesungguhnya kami yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an) maka kami pulalah yang akan menjaganya".&lt;/i&gt; Itu janji Allah. Maka pasti Allah pun tidak akan tinggal diam dan membiarkan terjadinya perbedaan isi Al-Qur’an, sekalipun hanya satu huruf. Bisa dibayangkan jika Al-Qur’an Syiah itu berbeda dengan Al-Qur’an Sunni, pastilah seluruh umat Islam di dunia akan memprotes hal itu. Bahkan negara-negara Islam pun pasti tidak akan tinggal diam. Jadi jelas berita ini hanya omong kosong dan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Tapi katanya Syiah itu memiliki mushaf Fatimah yang ayatnya lebih banyak dari ayat Al-Qur’an pada umumnya, bagaimana menurut ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Baru katanya kan? Lucunya, yang ngomong tentang mushaf Fatimah itupun baru katanya dari orang lain, dan orang lain itupun baru katanya dari orang lain yang lain. Terus saja begitu, tapi tak ada satu orang pun yang bisa menunjukkan bukti bahwa mushaf Fatimah itu benar-benar ada dan digunakan oleh orang-orang Syiah sebagai Al-Qur’an mereka. Malah dari informasi yang saya dengar, mushaf Fatimah itu hanya kumpulan hadits, bukan Qur’an. Tapi apa pun itu, saya hanya percaya pada janji Allah dalam surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=15&amp;aid=9&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 15:9"&gt;Al-Hijr ayat 9&lt;/a&gt; tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Satu lagi ustadz. Bagaimana tanggapan ustadz mengenai buku Al-Kafi, yang konon di dalamnya terdapat pernyataan yang mengkafirkan Abu Bakar dan 'Umar, dan menghina Siti 'Aisyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Astagfirullah... kenapa sih orang-orang ini begitu membenci Syiah? Baru satu dua buku yang "nyeleneh" saja hebohnya minta ampun, padahal ada ratusan bahkan ribuah buku karya para ulama dan intelektual Syiah yang lebih bermanfaat yang bisa kita gali. Kenapa tidak mengkaji konsep raushan fikr-nya Ali Syariati, filsafat perenialnya Hosen Nasr, filsafat ilmunya Baqir Shadr, filsafat dan sosiologinya Murthada Muthahari, &lt;a href="http://abuthalib.wordpress.com/2009/08/16/wilayah-al-faqih-dalam-konstitusi-iran/" target="_blank" title="Artikel Candiki Repantu"&gt;Wilayah Al-Faqih&lt;/a&gt;-nya Iran, &lt;a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/06/kuasai-teknologi-pembangkit-canggih-saat-kepepet/" target="_blank" title="Catatan Dahlan Iskan I"&gt;kemandirin IPTEK-nya Iran&lt;/a&gt;, atau  &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/2007/04/28/perempuan-iran-observasi-antara-konstitusi-dan-hdi/" target="_blank" title="Hasil observasi Dina Y. Sulaeman"&gt;Konstitusi Iran menyangkut masalah perempuan&lt;/a&gt;, dll.? Itu kan lebih bermanfaat daripada sekedar mencari-cari kesalahan Syiah dari buku-buku jadul yang ditulis ratusan tahun lalu? Sikap-sikap seperti inilah yang membuat bangsa kita susah untuk maju, kalah jauh dari Iran yang mayoritas penduduknya Syiah.&lt;br /&gt;Kalau mengenai &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/Syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Baca Bagian IV"&gt;pendapat-pendapat "nyeleneh" atau hadits-hadits "aneh"&lt;/a&gt; di Sunni pun banyak. Tapi, apa orang-orang Syiah menghina dan mengkafirkan kita karena adanya pendapat-pendapat dan hadits-hadits aneh itu? Saya kira mereka tidak pernah ambil pusing. Kita saja yang selalu sibuk mengurusi mereka seolah-olah kita-lah yang pasti masuk syurga.&lt;br /&gt;Nilai ijazah saja dapet nyontek, kerja pun dapet nyogok, sudah merasa paling benar. Kapan majunya bangsa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Ah, ustadz mah suka nyindir, hehehe... Saya cuma pingin tahu saja tanggapan ustadz, karena biasanya ustadz suka memiliki pandangan yang berbeda dan lebih terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Terus terang saya belum tahu isi kitab Al-Kafi karya Al-Kulaini itu makanya tidak tahu juga apakah benar ada pernyataan seperti itu atau tidak. Tapi kalaupun benar, saya akan balik bertanya, bagaimana pendapat kamu tentang orang yang mengingkari firman Allah dan melanggar perintah Nabi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Tentunya orang tersebut sudah kafir, ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Nah, kalau begitu, apa salahnya jika memang ada pernyataan Al-Kulaini yang mengkafirkan Abu Bakar dan 'Umar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Maksud ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Jika mengacu pada pidato &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teks_Pidato_Ghadir_Khum" target="_blank" title="Teks Pidato Ghadir Khum"&gt;Ghadir Khum&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_AsbabunNuzul.asp?pageno=3&amp;SuratKe=5#55" target="_blank" title="Cek disini"&gt;Al-Maidah ayat 55&lt;/a&gt;, dan perintah Nabi kepada pasukan Usamah supaya tidak kembali ke Madidah sebelum perang usai, seperti yang sudah &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/Syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Baca Bagian II"&gt;saya ceritakan kemarin&lt;/a&gt;, jelas Abu Bakar, 'Umar, Utsman dan shahabat lainnya telah melanggar perintah Allah dan RasulNya. Karena itulah, barangkali, Al-Kulaini mengkafirkan Abu Bakar dan 'Umar. Jika melihat dari sudut pandang ini, pernyataan atau pendapat Al-Kulaini itu tidak bisa dikatakan salah. Kita saja yang menganggapnya salah karena melihatnya dari sudut pandang berbeda.&lt;br /&gt;Dan mengenai Siti 'Aisyah, kita tahu bagaimana &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/Syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Baca Bagian III"&gt;peran beliau dalam Perang Jamal&lt;/a&gt;. Jadi wajar saja jika Al-Kulaini tidak menyukai beliau. Selain itu Al-Kulaini kan ahli hadits, mungkin saja beliau menemukan hadits-hadits yang menghina 'Aisyah. Dalam Shahih Bukhari-Muslim juga ada hadits seperti itu, yang menyebutkan bahwa Rasulullah menunjuk rumah 'Aisyah, kemudian beliau mengatakan, &lt;i style="color:blue"&gt;"Di situlah fitnah! (diulang 3 kali) dimana tanduk syetan akan muncul"&lt;/i&gt;. Nah, apakah hadits seperti ini bukan suatu penghinaan? Jika kita memandangnya dari posisi Siti 'Aisyah sebagai istri Nabi dan &lt;i&gt;ummul mu'minun&lt;/i&gt;, jelas hadits ini merupakan penghinaan. Tapi jika dilihat dari sisi kenabian, justru hadits ini menunjukkan  mukjizat kenabian, dimana beliau mampu menerawang kejadian di masa depan dan sudah mengetahui akan terjadinya &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/Syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Baca Bagian III"&gt;&lt;i&gt;fitnatulkubro&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; yang ditimbukan oleh ulah Siti 'Aisyah.&lt;br /&gt;Jadi, untuk menyikapi hal-hal seperti ini, kita harus melihatnya dari berbagai aspek sehingga bisa bersikap bijak dalam menanggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Iya, ustadz... Yang jadi masalah, mungkin karena dijadikan rujukan oleh orang-orang Syiah sehingga dikhawatirkan mereka pun jadi ikut-ikutan mengkafirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Apa semua orang Syiah akan sebodoh itu dan mau menerima begitu saja semua pendapat Al-Kulaini, yang hidup ratusan tahun lalu? Saya kira tidak. Kita juga tidak ikut-ikutan menghina dan mengkafirkan Ibnu Sina dan Al-Farabi seperti Al-Ghazali mengkafirkan mereka, padahal karya-karya Al-Ghazali kita baca dan dijadikan rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Terakhir, ustadz. Bagaimana tanggapan ustadz terhadap tuduhan yang mengatakan bahwa Ahmadinejad turunan Yahudi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Wah, bagus itu. Berarti masih &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2010/07/kesalahan-dalam-memahami-kelebihan.html" target="_blank" title="Baca Kesalahan Memahami Kelebihan Yahudi"&gt;keturunan Nabi Yakub&lt;/a&gt;. Pantas saja beliau &lt;i&gt;juhud&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;shaleh&lt;/i&gt;.  Nabi Musa, Nabi Daud dan Nabi Isa juga keturunan Yahudi kok.  Bahkan hasil penelitian genetik baru-baru ini, &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/13/09/05/msnmoh-kisah-dr-oz-dan-asal-mula-yahudi" target="_blank" title="Baca Kisah dr. OZ"&gt;ternyata dr. OZ juga masih keturunan Yahudi.&lt;/a&gt; Terus, apanya yang salah kalau Ahmadinejad turunan Yahudi? Saya juga masih keturunan penganut animisme kok, karena kalau dilihat dari silsilah keluarga masih ada darah Pajajaran. Tapi gak jadi masalah kan? Konyol saja kalau orang masih ngeributin masalah beginian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Mungkin selain keturunan Yahudi tapi juga dulunya beragama Yahudi, ustadz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Itu sih ngarang... Tapi kalaupun benar, apa salahnya kalau beliau mu’alaf? Kita saja bangga dengan Cat Stevens, Leopold Weiss, Roger Garaudy, dan mu’alaf-mu’alaf lainnya yang berprestasi.&lt;br /&gt;Heran saya, para pembenci Syiah ini paranoidnya minta ampun, sampai-sampai masalah yang beginian saja dibikin heboh.&lt;br /&gt;Sudahlah kita tidak perlu mencari-cari kejelekan orang lain, apalagi sampai mengkafirkan segala. Ingat sabda Nabi: &lt;i style="color:blue"&gt;"seseorang yang menuduh orang lain kafir maka kekafiran itu akan kembali kepada dirinya jika ternyata tuduhannya itu tidak benar".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak PR yang harus kita kerjakan. Perbaiki saja diri sendiri dan keluarga. Jangan ngurusin keyakinan orang lain. Apa kita yakin bahwa kita sudah benar dan dijamin masuk syurga? Ingat saja firman Allah dalam surat &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=49&amp;aid=11&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="QS, 49:11"&gt;Al-Hujarat ayat 11&lt;/a&gt;: &lt;i style="color:blue"&gt;"Janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain karena boleh jadi yang dihina itu lebih baik daripada yang menghina"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Musuh kita sebenarnya bukanlah Syiah, Kristen, Budha, Hindu, Konghuchu, atau Yahudi. &lt;b&gt;Musuh kita itu Zionis&lt;/b&gt;, titik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Mungkin fitnah-fitnah ini juga ulahnya Zionis dan sekutunya, ustadz, untuk memecah-belah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Ya... siapa lagi kalau bukan ulah mereka? Kita tahu bagaimana sikap keras Iran dan Suriah terhadap Zionisme Israel. Tentu saja hal ini membuat mereka tidak nyenyak tidur. Karena itulah mereka membuat fitnah-fitnah terhadap Syiah agar umat Islam Sunni, yang merupakan mayoritas di dunia, terprovokasi dan akhirnya menyerang Syiah yang terkonsentrasi di Iran, Irak dan Suriah. Jika ini terwujud maka mereka tidak perlu repot-repot untuk menyerang Iran dan Suriah, cukup menjadi penonton saja karena umat Islam sendiri yang nantinya akan saling bunuh satu sama lain. Dan jika kedua negara ini hancur maka akan amanlah negara Zionis Israel. Selain itu mereka pun akhirnya dapat mengatur perekonomian dunia seenaknya karena Selat Hormuz, sebagai jalur distribusi migas dunia yang selama ini di bawah kendali Iran, akhirnya bisa mereka kuasai. Begitupun dengan Suriah, yang merupakan &lt;a href="http://catatanmap.wordpress.com/2013/09/19/mencari-motif-utama-serangan-militer-barat-ke-syria/" target="_blank" title="Analisa Catatanmap"&gt;titik simpul Jalur Sutra&lt;/a&gt;, bisa mereka kendalikan.&lt;br /&gt;Gak jauh beda dengan ketika mereka mengobok-obok Afghanistan. Tahunya disana ada &lt;a href="http://www.nytimes.com/2010/06/14/world/asia/14minerals.html?pagewanted=all&amp;_r=1&amp;" target="_blank"&gt;tambang bernilai USD 1 triliun&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Yang paling enak? Siapa lagi kalau bukan &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/06/15/lmu7nb-wikileaks-bongkar-hubungan-dekat-arab-saudiisrael" target="_blank" title="Bocoran Wikileaks"&gt;sekutu-sekutu mereka&lt;/a&gt; yang ada di kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;Hebat kan strateginya? Kita saja yang terlalu bodoh untuk membaca peta masalah sehingga tidak bisa melihat agenda tersembunyi di balik fitnah-fitnah tersebut.&lt;br /&gt;Na'udzubillah... Semoga saja hal itu tidak terjadi dan umat Islam sadar sehingga tidak turut serta dalam permainan mereka. Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Amin... Tapi ustadz, katannya justru Iran yang menjadi sekutunya Amerika dan Zionis Israel, terbukti bahwa mereka hanya sesumbar saja mau saling menyerang tapi tidak terbukti sampai sekarang. Bagaimana menurut ustadz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Ya, begitulah kalau orang sudah terkena penyakit &lt;i&gt;summun bukmun umyun&lt;/i&gt; &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;aid=18&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah : 18"&gt;(QS, 2:18)&lt;/a&gt; pasti susah untuk bisa melihat dan menganalisa. Apalagi jika kebencian sudah mendarah daging, pasti susah untuk bisa menerima kenyataan bahwa Iran-lah musuh terbesar Amerika dan Zionis Israel sejak revolusinya tahun 1977 hingga sekarang. Kalau Iran adalah sekutu mereka, kenapa &lt;a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/05/09/tahan-banting-dengan-tradisi-keilmuan-dan-bazari/" target="_blank" title="Catatan Dahlan Iskan III"&gt;Iran diembargo puluhan tahun&lt;/a&gt;? Kenapa Amerika dan Israel tidak membuka kantor kedutaannya di Iran? Kenapa &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2013/06/28/2018401/Eks.Jenderal.AS.Bocorkan.Informasi.Serangan.Siber.terhadap.Iran" target="_blank"&gt;Iran selalu menjadi sasaran serangan cyber Amerika dan Israel&lt;/a&gt;? Kenapa &lt;a href="http://international.okezone.com/read/2012/02/10/412/573554/as-akui-israel-bunuh-ahli-nuklir-iran" target="_blank"&gt;ahli-ahli nuklir Iran dibunuhi Mossad&lt;/a&gt;? Kenapa Iran selalu dituding tengah mengembangkan senjata nuklir, sementara Korea Utara yang jelas-jelas sudah menguji-coba senjata nuklir dibiarkan?&lt;br /&gt;Jadi, sudahlah. Biarkan saja orang-orang yang &lt;i&gt;summun bukmun umyun&lt;/i&gt; itu, toh dikasih penjelasan secanggih apapun mereka tidak akan pernah bisa mengerti. Maklum &lt;i&gt;"fii quluubihim maradhun fazaadahumullahu maradhaa"&lt;/i&gt; &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=2&amp;aid=10&amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Baqarah : 10"&gt;(QS, 2:10)&lt;/a&gt;. Biarkan saja...&lt;br /&gt;Tapi kalau kamu penasaran dan ingin tahu &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com/2012/11/21/mengapa-iran-tak-serang-israel/" target="_blank" title="Analisa Dina Y. Sulaeman"&gt;kenapa Iran tidak menyerang Israel&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://kabarislam.wordpress.com/2013/07/23/kenapa-iran-tidak-pernah-menyerang-israel/" target="_blank" title="Analisa Kabar Islam"&gt;sebaliknya&lt;/a&gt;, kamu bisa membaca analisa &lt;a href="http://dinasulaeman.wordpress.com" target="_blank"&gt;Dina Y. Sulaeman&lt;/a&gt;, seorang pakar Hubungan Internasional yang pernah tinggal lama di Iran. Cari saja di internet, pasti ketemu. Untuk masalah Hubungan Internasional seperti ini saya kurang faham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saya :&lt;/b&gt; Aduh... Terima kasih, ustadz, atas pencerahannya. Sangat bermanfaat sekali. Mudah-mudahan saja umat Islam sadar dan tidak lagi saling hujat atau mengkafirkan satu sama lain, tetapi terus menjaga tali &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2009/08/menyoal-ukhuwah-islamiyah-dalam-ajaran.html" target="_blank" title="Menyoal Ukhuwah Islamiyah"&gt;&lt;i&gt;ukhuwah&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;. Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ustadz :&lt;/b&gt; Amin Ya Allah Ya Rabbal 'Alamiin... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Wallahu a'lam...&lt;img class="emoticon" height="18" src="http://3.bp.blogspot.com/-naOJhmfUBdE/UClv9Kmf7gI/AAAAAAAAF1A/EGUShQ0k100/pisman.gif" width="25" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div class="arabic"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ &lt;span style="color: red;"&gt;فَتَبَيَّنُوا&lt;/span&gt; أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ  &lt;/div&gt;&lt;div class="arti"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, &lt;b style="color: red;"&gt;maka periksalah dengan teliti&lt;/b&gt; agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." &lt;a href="http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=49&amp;amp;aid=6&amp;amp;pid=arabicid" target="_blank" title="Al-Hujurât : 6"&gt;(QS, 49,6)&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt; &lt;blockquote id="note1"&gt;&lt;div class="notes"&gt;Bahasan Dialog Seputar Syiah:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian I"&gt;Syiah = NU + Imamah, Tradisi Syiah di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_19.html" target="_blank" title="Bagian II"&gt;Taqiyah, Abdullah bin Saba, Saqifah, Khilafah, 'Umar, Abu Bakar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/09/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung_26.html" target="_blank" title="Bagian III"&gt;Utsman, Mu'awiyah, 'Aisyah, Thulaqa, Fitnatulkubro, Ahlul Bait&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://ruangsc.blogspot.com/2013/10/syiah-sesat-ini-kata-ustadz-kampung.html" target="_blank" title="Bagian IV"&gt;Nikah Mut'ah, Abu Hurairah, Hadits-hadits Janggal, Shalat Jama'&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; 12 Imam, Talfiq, Al-Qur'an Syiah, Kitab Al-Kafi, Strategi Zionis &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://1.bp.blogspot.com/-iO_VGBP-clQ/UiiPUf7Gn5I/AAAAAAAARL8/WLYe9MMMVhM/s72-c/1umat.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item></channel></rss>