<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233</id><updated>2024-12-18T19:27:23.168-08:00</updated><category term="Cerpen"/><category term="Cerbung"/><category term="Sejarah"/><category term="Cerita-Rakyat"/><category term="Cermin"/><category term="Cerita Anak"/><category term="Ilmu-Pengetahuan"/><category term="Budaya"/><category term="Adat-Tradisi"/><category term="Lain-Lain"/><category term="Kisah-Inspiratif"/><title type='text'>Fiksi</title><subtitle type='html'>Blog fiksi adalah kumpulan cerpen, cerbung, cerita rakyat nusantara, dongeng, sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, tradisi adat Indonesia, wisata dan lain-lain</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Joss Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15040268560730932882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZI11DxTXQ81h6gv-9-3SITQ9sYJJnnnxv85PxDjeZM5BhjaVGSwn7Njfq9KJUF1l7_q7wdwncfWw-YP9kuy5fBUQIUSdC6O9D43Q3IPTn1EYaIMOhDyLsCxY0AtM_A/s220/ajab.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>339</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-724581614051405700</id><published>2023-08-12T00:17:00.000-07:00</published><updated>2023-08-12T00:17:53.126-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita-Rakyat"/><title type='text'>Cerita rakyat Bugis (Legenda I Laurang) dari Sulawesi Selatan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Cerita rakyat legenda I Laurang adalah salah satu dongeng rakyat yang berasal dari Suku Bugis, Sulawesi Selatan (Sulsel). Cerita I laurang ini cukup populer dan kerap dikisahkan oleh masyarakat setempat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;I Laurang adalah seorang pemuda yang terlahir dalam kondisi tidak sempurna. Ia lahir seperti halnya udang, karena itu ia disebut I Laurang. Dalam bahasa Bugis I Laurang, berarti Si Udang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meski kondisinya tidak sempurna, namun I Laurang dikisahkan mampu menikahi anak bungsu Raja yang cantik dan menawan. Pernikahan mereka pun bahagia. Namun sayang hal itu membuat iri saudara si Bungsu anak Raja lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu seperti apa kisah cerita dan legenda I Laurang Si Manusia Udang dari Sulawesi Selatan ini? Berikut kisah legenda I Laurang Si Manusia Udang. &lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan I Laurang&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Alkisah, di sebuah daerah di Sulawesi Selatan, Indonesia, ada sepasang suami-istri yang sudah lama menikah, namun belum juga dikaruniai anak. Mereka sangat menginginkan kehadiran seorang anak agar hidup mereka tidak kesepian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oleh karena itu, setiap malam mereka senantiasa berdoa kepada Tuhan. Namun, hingga berusia paruh baya, mereka belum juga dikaruniai anak. Akhirnya, mereka pun mulai putus asa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu malam, kedua suami-istri itu berdoa kepada Tuhan dengan berkata, &amp;quot;Ya Tuhan, karuniakanlah kepada kami seorang anak, walaupun hanya berupa seekor udang!&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa lama kemudian, sang Istri pun hamil dan melahirkan. Namun, alangkah terkejutnya sang Istri saat melihat bayi yang keluar dari rahimnya adalah seorang bayi laki-laki yang berbentuk dan berkulit udang. Ia dapat hidup di darat maupun dalam air. Oleh karena itu, ia diberi nama I Laurang (Manusia Udang).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Bang! Kenapa anak kita seperti udang?&amp;quot; tanya sang Istri heran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Adik tidak usah heran. Bukankah kita pernah meminta seorang anak walaupun hanya berupa seekor udang? Rupanya Tuhan mengabulkan doa kita,&amp;quot; jawab sang Suami.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Iya, Bang! Adik ingat sekarang. Kita memang pernah berdoa seperti itu?&amp;quot; kata sang Istri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menyadari hal itu, kedua suami-istri itu merawat I Laurang dengan penuh kasih sayang. Mereka memasukkannya ke dalam sebuah tempayan yang berisi air.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa tahun kemudian, I Laurang pun tumbuh menjadi besar. Oleh karena badannya sudah tidak muat lagi, ia pun dikeluarkan dari tempayan. Sejak saat itu, I Laurang tidak lagi hidup dalam air. Ia hidup layaknya manusia lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, ia tidak dapat berjalan karena kakinya terbungkus oleh kulit udang. Walaupun hanya tinggal di dalam rumah, ia banyak tahu tentang keadaan dan peristiwa-peristiwa di sekitarnya yang didengar dari cerita-cerita ibunya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu waktu, ibunya bercerita bahwa raja yang memerintah negeri itu memiliki tujuh orang putri yang semuanya cantik jelita. Rupanya sejak mendengar cerita ibunya itu, ia selalu termenung dan membayangkan kecantikan wajah para putri raja. Ia juga selalu berangan-angan ingin menikah dengan salah seorang di antara mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Alangkah bahagianya aku jika mempunyai istri yang cantik. Tapi, mungkinkah aku dapat menikah dengan putri raja dengan kondisiku seperti ini?&amp;quot; tanya I Laurang dalam hati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Ah, aku tidak boleh putus asa dan menyerah sebelum mencoba,&amp;quot; tambahnya dengan penuh semangat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keesokan harinya, ia pun memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya itu kepada kedua orang tuanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Ayah, Ibu! Sekarang ananda sudah dewasa. Ananda ingin berumah tangga dan mempunyai keturunan,&amp;quot; ungkap I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Memang kamu mau menikah dengan siapa?&amp;quot; tanya ibunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda ingin menikah dengan putri raja, Bu,&amp;quot; jawab I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Ha, dengan putri raja! Sungguh berat permintaanmu, Nak,&amp;quot; kata ayahnya dengan terkejut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Benar, Nak! Mana mungkin raja berkenan menerimamu sebagai menantunya dengan kondisi tubuhmu seperti ini,&amp;quot; tambah ibunya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Tapi, apa salahnya kita mencoba dulu, Bu. Bukankah putri raja itu ada tujuh orang dan cantik semua. Siapa tahu di antara mereka ada yang mau menikah denganku,&amp;quot; kata I Laurang mendesak kedua orang tuanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah berkali-kali didesak, akhirnya kedua orang tua I Laurang pergi menghadap kepada sang Raja yang terkenal arif dan bijaksana itu untuk menyampaikan pinangan I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Ampun Baginda, jika kami yang miskin ini sudah lancang masuk ke istana yang megah ini. Maksud kedatangan kami adalah ingin menyampaikan pinangan anak kami kepada salah seorang putri Baginda,&amp;quot; jelas ayah I Laurang sambil memberi hormat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mendengar penjelasan itu, sang Raja pun tersenyum manggut-manggut sambil mengelus-elus jenggotnya yang sudah mulai memutih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Baiklah, kalau begitu! Aku akan menanyakan hal ini kepada tujuh putriku terlebih dahulu. Siapa di antara mereka yang bersedia menerima pinangan I Laurang,&amp;quot; kata Raja. Setelah itu, Raja memerintahkan kepada Bendaharanya untuk mengumpulkan seluruh putrinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak berapa lama, ketujuh putri raja sudah berkumpul di ruang sidang. Raja kemudian menanyai satu per satu putrinya mulai dari yang sulung hingga kepada yang paling bungsu tentang pinangan I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Wahai, Putri Sulung! Bersediakah engkau menikah dengan I Laurang?&amp;quot; tanya Raja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Maafkan Nanda, Ayah! Nanda tidak mau menikah dengan I Laurang. Masih banyak pangeran dan pemuda tampan yang sepadan dengan Nanda,&amp;quot; kata si Putri Sulung menolak pinangan I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selanjutnya, Raja bertanya kepada putri keduanya. Namun, jawabannya sama dengan jawaban yang diberikan oleh si Putri Sulung. Demikian pula putri-putrinya yang berikutnya, mereka memberikan jawaban penolakan terhadap pinangan I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akan tetapi, ketika pertanyaan itu ditujukan kepada si Bungsu, ia pun menjawab:&amp;quot;Ampun Ayahanda! Jika Ayahanda berkenan, Nanda bersedia menikah dengan I Laurang&amp;quot;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Baiklah, Putriku! Ayahanda akan merestui kalian. Pesta pernikahan kalian akan kita langsungkan tiga hari lagi,&amp;quot; kata Raja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mendengar jawaban si Putri Bungsu dan restu dari Raja, ayah dan ibu I Laurang sangat gembira. Dengan perasaan suka cita, mereka pun mohon pamit kepada Raja untuk segera menyampaikan berita gembira itu kepada I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Benarkah Raja menerima pinanganku, Ibu?&amp;quot; tanya I Laurang seakan-akan tidak percaya mendengar berita itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Benar, Anakku! Putri bungsu Raja yang bersedia menikah denganmu,&amp;quot; jawab ibu I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yakin pinangannya diterima, I Laurang langsung keluar dari kulit kepompong udangnya. Alangkah terkejutnya kedua orang tuanya saat melihat wajah anaknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Waaah, ternyata kamu tampan dan gagah, Anakku!&amp;quot; seru ibunya dengan takjub sambil mengamati seluruh tubuh I Laurang dari ujung kaki hingga ke ujung rambut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Putri Bungsu pasti akan senang sekali mempunyai suami setampan kamu, Nak,&amp;quot; ujar ayah I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah itu, dengan ditemani ibunya, I Laurang pergi mencukur rambutnya yang sangat panjang, karena sejak kecil tidak pernah dipotong. Setiap bertemu warga di jalan, ibu I Laurang selalu ditanya tentang orang yang berjalan bersamanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Siapa lelaki tampan yang berjalan di sampingmu itu?&amp;quot; tanya salah seorang warga kepada ibu I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Dia anakku, I Laurang, yang akan menikah dengan putri raja,&amp;quot; jawab ibu I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semua orang tercengang ketika mengetahui bahwa lelaki tampan itu adalah I Laurang. Selama ini, mereka mengenal I Laurang berwajah buruk seperti udang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat pesta pernikahan berlangsung, seluruh keluarga istana terkejut melihat ketampanan I Laurang, terutama si Putri Bungsu dan keenam kakaknya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata I Laurang seorang pemuda yang tampan. Berbeda dengan berita yang mereka dengar bahwa I Laurang itu buruk rupa seperti udang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Si Putri Bungsu pun hidup berbahagia bersama I Laurang. Sementara keenam kakaknya iri hati dan dengki kepadanya. Mereka berniat merebut suami adiknya dengan cara mencelakai si Bungsu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, niat jelek mereka diketahui oleh I Laurang. Oleh karena itu, I Laurang selalu menemani si Bungsu ke mana pun pergi, agar tidak diganggu oleh keenam kakaknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu hari, I Laurang terpaksa harus meninggalkan istrinya, karena mendapat tugas dari aja untuk pergi berdagang ke daerah lain. Sebelum berangkat, I Laurang berpesan kepada istrinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Dinda! Abang akan pergi berdagang ke negeri seberang. Dinda harus berhati-hati terhadap kakak kakak Dinda. Rupanya mereka iri hati dan ingin mencelakai Dinda. Oleh karena itu, ambil dan bawalah pinang dan telur ini ke manapun Dinda pergi,&amp;quot; ujar I Laurang kepada istrinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Baik, Kanda! Dinda akan selalu mengingat pesan Kanda,&amp;quot; jawab sang Putri Bungsu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah suami si Putri Bungsu berangkat, keenam kakaknya mengajaknya bermain ayunan di tepi laut. Si Bungsu pun menerima ajakan mereka tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Sesampainya di tepi laut, mereka bergiliran diayun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika giliran si Putri Bungsu diayun, mereka beramai-ramai mengayunnya dengan kencang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Kak, hentikan! Kepalaku sudah pening dan perutku mual. Hentikan...!!!&amp;quot; teriak si Putri Bungsu dengan ketakutan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keenam kakaknya tidak menghiraukan teriakannya. Mereka justru mengayunnya lebih kencang sehingga si Putri Bungsu terlempar ke laut dan tenggelam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melihat kejadian itu, keenam kakaknya bersorak gembira dengan perasaan puas. Setelah itu, mereka pun pulang ke istana melapor kepada Raja bahwa si Bungsu meninggal dunia karena dimakan ikan saat mandi di tepi laut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka tersebarlah berita bahwa istri I Laurang meninggal dunia karena dimakan ikan. Sementara itu, berkat pertolongan Tuhan, si Putri Bungsu yang tenggelam di laut masih hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ia pun teringat dengan buah pinang dan telur pemberian suaminya. Buah pinang itu ia tanam di dasar laut, sedangkan telurnya ia pecahkan. Lama-kelamaan pecahan telur menjadi besar dan masuklah ia ke dalamnya untuk berlindung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa bulan kemudian, buah pinang yang ditanamnya itu tumbuh menjadi pohon besar dan tinggi, sehingga melebihi permukaan air laut. Selang beberapa minggu, si Putri Bungsu menjelma menjadi seekor ayam dan kemudian bertengger di atas pohon pinang. Setiap ada perahu yang lewat, ayam itu selalu berkokok dan bertanya tentang keberadaan suaminya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Kuk kuruyuk...!!! Di manakah suamiku I Laurang? Bunga Putih nama perahunya!&amp;quot; Demikian yang terus dilakukan ayam itu setiap ada perahu lewat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu hari, dari jauh tampaklah sebuah perahu yang akan melewati tempat ayam itu bertengger. Ketika kapal itu sudah dekat, ayam itu berkokok dengan sekeras-kerasnya dan menanyakan keberadaan suaminya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Kuk kuruyuk...!!! Di manakah suamiku I Laurang?&amp;quot; Mendengar teriakan ayam itu, tiba-tiba seorang lelaki tampan keluar dari dalam kapal dan berdiri di anjungan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Aku I Laurang,&amp;quot; teriak lelaki tampan itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kapal itu mendekati ayam yang sedang bertengger di atas pohon pinang. Saat kapal itu semakin dekat, ayam itu langsung terbang ke kapal sambil menangis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Bang! Ini aku Putri Bungsu, istrimu,&amp;quot; kata ayam itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;I Laurang pun segera mengelus-ngelus ayam itu sambil mulutnya komat-kamit membaca mantra. Beberapa saat kemudian, atas kuasa Tuhan, ayam itu berubah kembali menjadi si Putri Bungsu. Kedua suami-istri itu berpelukan sambil menangis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah itu, si Putri Bungsu menceritakan semua peristiwa yang dialaminya hingga ia menjelma menjadi seekor ayam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Sudahlah, Dinda! Mari kita kembali ke istana. Tentu ayahanda, ibunda, serta keenam kakakmu sudah lama menunggu mu,&amp;quot; ujar I Laurang kepada istrinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Tapi, Bang! Bagaimana dengan keenam kakakku? Mereka pasti akan mencari cara lain untuk menyingkirkan Dinda, sehingga mereka bisa menikah dengan Abang,&amp;quot; kata si Putri Bungsu dengan perasaan cemas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Dinda tidak usah khawatir. Abang mempunyai cara agar keenam kakak Dinda itu menjadi jera dan tidak akan mengganggu Dinda lagi,&amp;quot; ujar I Laurang menenangkan istrinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Bagaimana caranya, Bang?&amp;quot; tanya si Putri Bungsu penasaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Dinda bersembunyi di dalam peti itu. Kemudian Abang memberi Dinda jarum besar. Jika ada yang memikul peti itu, maka tusuklah pundaknya,&amp;quot; jelas I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Baik, Bang!&amp;quot; jawab si Putri Bungsu sambil mengangguk-angguk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika kapal yang mereka tumpangi merapat di pelabuhan, seluruh keluarga istana datang menyambut kedatangan I Laurang, tidak terkecuali keenam kakak si Putri Bungsu. Mereka senang sekali I Laurang telah kembali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam hati mereka bertanya-tanya siapa di antara mereka yang akan dipilih oleh I Laurang untuk menjadi istrinya. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha mencari perhatian I Laurang. Ternyata I Laurang pun sudah memahami sikap dan gerak-gerik mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Barangsiapa di antara kalian yang mampu memikul peti itu sampai ke istana, maka dialah yang akan menjadi istriku,&amp;quot; ujar I Laurang sambil menunjuk peti yang berisi Putri Bungsu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mendengar pernyataan I Laurang itu, maka berlomba-lombalah mereka ingin mengangkat peti itu. Giliran pertama jatuh pada putri yang sulung. Dengan sekuat tenaga, ia mengangkat peti itu ke atas pundaknya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, baru beberapa langkah berjalan, ia menghempaskan peti itu, karena tidak kuat menahan rasa sakit akibat terkena tusukan jarum di pundaknya. Putri Sulung gagal menjadi istri I Laurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selanjutnya giliran putri kedua yang mengangkat peti itu. Namun, baru beberapa meter berjalan, ia menjatuhkan peti itu, karena tidak mampu menahan rasa sakit di pundaknya. Demikian pula putri ketiga, keempat, kelima dan keenam, gagal memikul peti itu sampai ke istana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Oleh karena tidak seorang pun yang berhasil, maka kalian gagal menjadi istriku,&amp;quot; kata I Laurang dengan perasaan puas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah itu, I Laurang memerintahkan beberapa orang pengawal untuk mengikat peti itu dengan tali, lalu mengangkatnya beramai-ramai ke istana. Sesampainya di istana, I Laurang kemudian menjelaskan apa sebenarnya isi peti itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Pengawal! Buka peti itu!&amp;quot; seru I Laurang kepada salah seorang pengawal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Baik, Tuan!&amp;quot; jawab pengawal itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah peti terbuka, alangkah terkejutnya keenam putri raja tersebut, karena ternyata isi peti itu adalah si Putri Bungsu yang mereka kira sudah meninggal dunia. Oleh karena tidak kuat menahan rasa malu kepada adiknya dan I Laurang, keenam kakaknya itu berlari berhamburan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Putri Sulung berlari ke arah pintu, putri kedua dan ketiga berlari ke dapur, putri keempat dan kelima berlari keluar dari istana, dan putri keenam berlari ke dekat sumur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akhirnya, si Putri Bungsu pun diangkat menjadi Raja untuk menggantikan ayahnya, sedangkan keenam kakaknya menjadi pelayannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Putri Sulung yang berlari ke arah pintu bertugas membuka dan menutup pintu; putri kedua dan ketiga yang berlari ke dapur bertugas memasak; putri keempat dan kelima yang berlari keluar istana bertugas menumbuk padi di lesung; dan putri keenam yang berlari ke dekat sumur bertugas mencuci.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/724581614051405700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-bugis-legenda-i-laurang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/724581614051405700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/724581614051405700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-bugis-legenda-i-laurang.html' title='Cerita rakyat Bugis (Legenda I Laurang) dari Sulawesi Selatan'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-3330895968121955591</id><published>2023-08-08T07:15:00.000-07:00</published><updated>2023-08-08T07:15:37.076-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita-Rakyat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cermin"/><title type='text'>Cerita rakyat Sulawesi Selatan, kisah La Maddukkelleng</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Kisah La Madukelleng adalah cerita rakyat dari Sulawesi Selatan menceritakan tentang seorang pangeran bernama Lamadukelleng yang memiliki keberanian dan kebijaksanaan yang luar biasa.&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJcw_TXL3FvyQBQjmChPqGJmT508GowBFZmn4B4rRJHwLEhzNesPHuKgfDSvf0dcEr4joOQLUdpQXuZ-WNxSVJS5rE8Td3rlByFNZhg_n0T6jgPnva6I_7ODZN9_U4n4GyA69hReYVkQrTdxpOukav-oQ-GAXCLeDaxmVSIE1ojAXAVwvP-CgkveFwI_sV/s1600/Lamadukelleng.jpg&quot; with=&quot;1280&quot; title=&quot;Cerita rakyat Sulawesi Selatan kisah lamadukelleng&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lamadukelleng dikenal sebagai sosok yang mampu mengatasi berbagai rintangan dan menghadapi tantangan dengan kepandaian dan keberanian&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah selengkapnya tentang cerita rakyat La Madukelleng disimak berikut ini&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Dongeng Rakyat, &quot;La Madukelleng&quot;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Alkisah, di sebuah negeri di daerah Sulawesi Selatan, hidup seorang raja muda yang arif dan bijaksana.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Raja tersebut sangat perhatian terhadap kehidupan rakyatnya. Ia seringkali berjalan-jalan ke pelosok-pelosok desa untuk melihat langsung keadaan rakyatnya dengan menyamar sebagai rakyat biasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu malam, sang Raja berjalan-jalan di sebuah perkampungan yang terletak di sekitar sungai Jeneberang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika berada di perkampungan itu, tanpa sengaja, ia mendengar percakapan dua gadis miskin kakak-beradik yang cantik jelita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kak, siapakah nanti yang ingin engkau jadikan suamimu?” tanya sang Adik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Aku ingin bersuamikan tukang masak Raja,” jawab sang Kakak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kenapa, Kak?” sang Adik kembali bertanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau bersuamikan tukang masak Raja, kita tidak pernah merasa kelaparan lagi seperti ini,” jawab sang Kakak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau kamu, siapakah yang engkau inginkan jadi suamimu?” sang Kakak balik bertanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau aku, ingin menjadi istri Raja,” jawab sang Adik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Wah, tinggi sekali angan-anganmu, Dik!” ucap sang Kakak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Iya, Kak! Aku ingin jadi penguasa negeri ini,” imbuh sang Adik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa saat kemudian, keduanya pun tertawa mendengar jawaban masing-masing. Sementara itu, sang Raja yang mendengar percakapan mereka pun tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Baiklah kalau itu yang kalian inginkan. Aku akan mewujudkan angan-angan kalian,” Kata sang Raja dalam hati seraya berlalu dari tempat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keesokan harinya, Sang Raja mengutus beberapa orang pengawal istana untuk memanggil kedua gadis miskin tersebut untuk menghadap kepadanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hai, Kalian! Ikutlah bersama kami ke istana untuk menghadap Raja!” seru utusan Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maaf, Tuan! Kenapa kami disuruh menghadap Raja? Apa salah kami, Tuan?” tanya sang Kakak kepada utusan Raja dengan wajah pucat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maaf, kami hanya menjalankan tugas,” jawab seorang utusan.Dengan perasaan cemas, kedua gadis itu terpaksa mengikuti para utusan Raja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sepanjang perjalanan, hati keduanya terus diselimuti oleh perasaan cemas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jangan-jangan Raja mengetahui percakapan kami semalam,” pikir mereka. Sesampainya di istana, keduanya pun langsung memberi hormat kepada sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ampun, Baginda! Ada apa gerangan Baginda memanggil kami?” tanya sang Kakak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Aku sempat mendengar percakapan kalian semalam. Benarkah yang kalian katakan itu?” sang Raja balik bertanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar pertanyaan Raja, kedua gadis itu pun semakin ketakutan. Mereka takut berterus terang kepada Raja. Mereka hanya saling melirik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalian tidak usah takut. Jawab saja dengan jujur!” kata sang Raja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena didesak oleh Raja, akhirnya kedua gadis itu bercerita bahwa sang Kakak hendak bersuamikan tukang masak Raja, sedangkan sang Adik ingin bersuamikan Raja. Sang Raja pun mengabulkan keinginan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Baiklah, aku kabulkan keinginan kalian. Aku bersedia menikah denganmu,” kata Sang Raja sambil menunjuk sang Adik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar pernyataan sang Raja, kedua gadis yang semula takut berubah menjadi gembira dan bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Benarkah itu, Baginda?” tanya sang Adik seakan-akan tidak percaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Percayalah! Aku tidak akan berbohong kepada kalian,” jawab sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Terima kasih, Baginda Raja,” ucap kedua gadis itu serentak sambil memberi hormat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seminggu kemudian, pesta perkawinan mereka pun dilangsungkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang Kakak menikah dengan tukang masak Raja, sedangkan sang Adik menikah dengan Raja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, dalam hati sang Kakak terselip perasaan menyesal dan iri hati kepada adiknya yang bersuamikan Raja, sementara ia sendiri hanya bersuamikan tukang masak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setahun kemudian, sang Adik melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Namun, sebelum sang Adik sempat melihat bayinya karena pingsan saat melahirkan, sang Kakak yang membantu persalinannya menukar bayinya dengan seekor kucing dan segera membuang bayi itu ke Sungai Jeneberang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah itu, ia memerintahkan beberapa pengawal untuk menyebarluaskan berita itu ke seluruh penghuni istana dan rakyat negeri bahwa istri Raja melahirkan seekor kucing. Sang Raja yang mendengar berita buruk itu pun menjadi malu dan murka kepada istrinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pengawal! Jika istriku sudah siuman, segera bawa dia ke penjara bawah tanah. Dia benar-benar telah membuatku malu!” seru sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Baik, Baginda!” jawab para pengawal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa saat kemudian, sang Permaisuri pun siuman. Para pengawal istana segera membopong tubuhnya yang masih lemas itu ke penjara bawah tanah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara itu, bayi laki-laki yang dibuang ke Sungai Jeneberang hanyut terbawa arus menuju ke arah hilir.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebetulan di daerah hilir ada seorang kakek sedang memancing ikan. Saat sedang asyik memancing, tiba-tiba sebuah bungkusan melintas di dekatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hei, bungkusan apa itu?” gumam nelayan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rupanya, kakek itu tertarik melihat bungkusan itu. Ia pun segera mengambil sebatang bambu dan menggait bungkusan itu ke tepi sungai. Alangkah terkejutnya ia saat melihat seorang bayi mungil tergolek di dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Wah, bayi siapa ini? Sungguh tega orangtua yang telah membuang bayinya,” gumam kakek itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa berpikir panjang, kakek itu pun segera membawa bayi itu ke rumahnya dan menyerahkannya kepada istrinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alangkah bahagianya mereka, karena telah mendapatkan bayi yang sudah lama mereka idam-idamkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, sudah puluhan tahun mereka menikah, tapi belum dikaruniai seorang anak. Mereka pun merawat dan membesarkan bayi itu dengan penuh perhatian dan kasih sayang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika anak itu berumur belasan tahun, mereka pun membekalinya dengan berbagai pengetahuan, keterampilan berburu, serta ilmu bela diri. Mereka memberinya nama La Madukelleng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu terus berjalan. Lamadukelleng tumbuh menjadi pemuda yang tampan. Sang Kakek dan istrinya merasa bahwa kini saatnya mereka harus menceritakan asal usul La Madukelleng.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada suatu hari, ia pun menceritakan bahwa mereka sebenarnya bukanlah orangtua La Madukelleng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ketahuilah, Nak! Kami ini bukanlah orangtuamu yang telah melahirkanmu. Kami hanya menemukanmu hanyut terbawa arus di Sungai Jeneberang,” kisah si Kakek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jika benar yang kalian katakan itu, lalu siapakah orangtuaku yang sebenarnya? Dan di mana mereka sekarang?” tanya La Madukelleng penasaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maaf, Nak! Kami juga tidak tahu siapa sebenarnya orangtuamu. Tapi, jika kamu ingin mengetahui orang yang telah melahirkanmu, susurilah Sungai Jeneberang hingga ke atas gunung, niscaya kamu akan menemukan mereka,” pesan si Kakek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keesokan harinya, La Madukelleng pun bersiap-siap untuk berangkat hendak mencari orangtuanya. Sebelum berangkat, si Kakek membekalinya dua buah benda pusaka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Anakku, bawalah keris dan permata pusaka ini! Siapa tahu suatu saat kamu akan membutuhkannya,” kata si Kakek sambil menyerahkan kedua pusaka itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Terima kasih atas semua kebaikan kalian. Kalian telah bersusah payah merawat dan membesarkanku. Kelak jika aku telah menemukan orangtuaku, aku pasti akan kembali menemui kalian,” ucap La Madukelleng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai berpamitan, La Madukelleng berangkat menuju ke arah hulu Sungai Jeneberang. Berhari-hari lamanya ia berjalan menyusuri tepian Sungai Jeneberang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada suatu malam, ia berhenti di suatu tempat untuk beristirahat. Setelah menemukan tempat berlindung dari dinginnya angin malam, ia pun merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur lelap karena kelelahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada malam itu, ia bermimpi didatangi orang tua yang mengaku sebagai leluhurnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hai, Cucuku! Jika kamu berjalan naik ke arah gunung itu, kamu akan menemukan sebuah telaga yang terletak di lereng gunung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mandilah di telaga itu dan celupkan keris dan permata pemberian orangtua asuhmu itu ke dalam air telaga. Dengan keris dan permata yang telah dilumuri air telaga itu, kamu dapat mengobati segala jenis penyakit,” pesan orang tua itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keesokan harinya, La Madukelleng pun segera melaksanakan pesan orang tua itu. Ketika sampai di lereng gunung, ia pun menemukan sebuah telaga yang sangat jernih airnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika ia akan mencebur ke dalam telaga itu, tiba-tiba seekor naga besar muncul ke permukaan telaga. Ia pun mundur beberapa langkah dan langsung teringat dengan pusaka pemberian orangtua asuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanpa berpikir panjang, ia segera mencabut kerisnya yang terselip di pinggangnya. Ular naga yang merasakan getaran dahsyat dari keris itu menjadi terpaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat itulah La Madukelleng segera menghujamkan kerisnya berulang-ulang ke tubuh ular naga itu hingga mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai beristirahat sejenak, La Madukelleng pun mandi dan mencelupkan keris dan permatanya ke dalam air telaga. Ia berharap semoga dengan keris dan pusaka itu akan dapat menolong orang-orang yang membutuhkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu, La Madukelleng melanjutkan perjalanan menuju ke arah gunung. Sebelum mencapai gunung itu, ia menemukan sebuah perkampungan yang tanahnya subur, indah dan sejuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, ketika memasuki perkampungan itu, ia melihat segerombolan perampok menyerbu dan merampas harta benda para warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para warga berusaha melakukan perlawanan. Namun karena jumlah perampok itu cukup banyak dan memiliki ilmu bela diri yang baik, para penduduk pun mulai terdesak. Lama-kelamaan korban pun mulai berjatuhan dari pihak warga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;La Madukelleng yang melihat keadaan itu segera berkelebat ke tengah-tengah medan pertempuran untuk membantu para warga.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kemampuan bela diri yang tinggi, ia bergerak ke sana kemari dengan gesitnya, menghantam para perampok dengan pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam waktu sekejap, ia berhasil menghalau para perampok tersebut. Penduduk sangat takjub melihat kesaktian Lamadukelleng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika suasana mulai tenang, La Madukelleng segera menyuruh para warga untuk membawa korban ke tempat yang aman. Setelah itu, ia pun mulai mengobati para warga yang terluka terkena sabetan golok dan pedang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan keris dan permata pusakanya,La Madukellengg berhasil mengobati mereka. Melihat kesaktian La Madukelleng, para pemuka masyarakat kampung itu pun memintanya agar bersedia mengobati warga lainnya yang terkena berbagai macam penyakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Anak Muda! Bolehkah kami meminta bantuan lagi kepadamu?” pinta kepala kampung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apa yang dapat saya bantu, Tuan?” tanya Lamadukelleng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Warga kami banyak yang terkena penyakit, mulai dari kesurupan hingga teluh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangkali kamu bisa menyembuhkan mereka,” jawab kepala kampung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;La Madukelleng pun menerima permintaan kepala kampung itu. Ia tinggal beberapa hari di kampung itu untuk mengobati para warga yang sedang sakit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berkat keris dan permata pusakanya, ia berhasil menyembuhkan para warga dari berbagai macam penyakit yang menimpa mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak saat itu, La Madukelleng pun terkenal sebagai ahli bela diri dan pengobatan hingga ke berbagai penjuru negeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu hari, berita tentang kesaktian La Madukelleng itu pun sampai ke telinga Raja yang tinggal di wilayah pegunungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rupanya Raja itu tidak lain adalah ayah kandung Lamadukelleng. Ia sudah bertahun-tahun menderita penyakit lumpuh lantaran mengetahui istrinya melahirkan seekor kucing.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tidak bisa bangkit lagi dari tempat tidurnya. Berbagai orang pintar telah didatangkan untuk mengobatinya, namun tak seorang pun yang mampu menyembuhkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar kabar tentang kehebatan seorang pemuda yang bernama La Madukelleng, Raja pun memerintahkan beberapa orang pengawalnya untuk mengundang pemuda itu ke istana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesampainya di istana, sang Raja menatap pemuda itu dengan penuh perhatian. Pada saat itu tiba-tiba hati sang Raja bergetar. Dalam hatinya terbersit perasaan tali kasih terhadap pemuda itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian pula sebaliknya, La Madukelleng pun merasakan hal yang sama saat berada di depan Raja. Walau demikian, La Madukelleng berusaha menepis perasaan itu, karena ia harus berkonsentrasi untuk mengobati Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maaf, Tuan! Tolong ambilkan aku segelas air minum!” pinta Lamadukelleng kepada seorang pelayan istana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah air minum tersedia, La Madukelleng pun mencelupkan permata dan ujung kerisnya ke dalam air itu. Kemudian meminta kepada pelayan istana agar segera meminumkan air itu kepada Raja. Sang Raja pun merasakan minuman itu sangat nikmat dan langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ajaibnya, sesaat kemudian sang Raja mampu menggerakkan tubuhnya yang lumpuh dengan pelan-pelan. Tak lama berselang, sang Raja pulih seperti sedia kala. Alangkah suka-citanya hati sang Raja. Ia tidak lupa berterima kasih kepada pemuda itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Terima kasih, Nak! Kamu telah menyembuhkan penyakit yang aku derita selama puluhan tahun. Kalau boleh aku tahu, dari manakah asal usulmu? Dan Siapa kedua orangtuamu?” tanya sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar pertanyaan itu, La Madukelleng hanya terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa, sebab ia sendiri sedang mencari kedua orangtuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ampun, Baginda! Hamba juga tidak tahu dari mana asal usul hamba. Tapi, menurut Kakek dan Nenek yang telah merawat hamba, hamba ditemukan terhanyut di Sungai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jeneberang saat hamba masih bayi. Kakek hanya berpesan supaya hamba menyusuri Sungai Jeneberang hingga ke atas gunung agar dapat menemukan orangtua hamba yang sebenarnya,” kisah La Madukelleng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Aku turut berduka cita atas keadaanmu, Nak! Semoga saja kelak kamu menemukan kedua orangtuamu,” ucap sang Raja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terima kasih, Baginda! Hamba juga berharap demikian,” kata La Madukelleng. Setelah itu, Lamadukelleng pun disuruh tinggal beberapa hari di sebuah pondok di samping istana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pelayan! Tolong layani pemuda itu dengan baik. Berikan kepadanya pakaian yang bagus dan makanan yang lezat!” titah sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat malam menjelang, sang Raja duduk termenung seorang diri di serambi istana. Ia membayangkan kisah puluhan tahun yang lalu, ketika istrinya melahirkan seekor kucing. Dalam lamunannya, tiba-tiba sang Raja merasa ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Benarkah istriku melahirkan seekor kucing? Ah, tidak mungkin manusia dapat melahirkan seekor binatang,” pikirnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang Raja pun teringat kepada kakak istrinya yang membantu persalinan istrinya. Ia pun segera memanggil kakak istrinya dan suaminya untuk segera menghadap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sang Kakak dan suaminya pun terkejut mendengar panggilan Raja. Baru kali ini sang Raja memanggil mereka untuk menghadap. Mereka pun mulai ketakutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Bang! Jangan-jangan Raja telah mengetahui semua kebohongan kita. Perasaan berdosa tiba-tiba menghantui hatiku,” kata sang Kakak kepada suaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Entahlah, Istriku,” kata suaminya dengan cemas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesampainya di depan Raja, sepasang suami-istri itu pun langsung memberi hormat kepada Raja. Sang Raja pun menatap sang Kakak dengan pandangan yang tajam dan penuh wibawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Seingatku, kamulah yang menjaga istriku saat melahirkan. Benarkah begitu?” tanya Raja kepada sang Kakak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Be… benar, Baginda!” jawab sang Kakak dengan gugup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau begitu, aku mau bertanya kepadamu. Benarkah istriku melahirkan seekor kucing? Ayo, jawablah dengan jujur!” bentak sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar bentakan Raja, sang Kakak bersama suaminya pun langsung bersujud di hadapan Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ampuni hamba, Baginda! Hamba dan suami hamba telah bersalah. Kami telah menukar putra Baginda dengan seekor kucing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ampuni kami, Baginda! Tolong jangan hukum kami!” pinta sang Kakak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar jawaban itu, sang Raja bagai disambar petir. Ia benar-benar tidak menyangka jika sang Kakak bersama suaminya telah tega melakukan hal itu. Sang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Raja pun tiba-tiba teringat kepada istrinya di penjara selama berpuluh-puluh tahun. Ia benar-benar merasakan kepedihan yang luar biasa, karena telah menghukum istrinya yang tidak bersalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan wajah merah padam, ia pun memalingkan wajahnya ke arah sang Kakak dan suaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Lalu, kamu apakan putraku waktu itu?” tanya sang Raja lebih lanjut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ampun, Baginda! Hamba menghanyutkannya ke Sungai Jeneberang,” jawab sang Kakak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar jawaban itu, tubuh sang Raja tiba-tiba bergetar. Saat itu pula, ia langsung teringat kepada pemuda yang telah mengobatinya. Maka muncullah dugaan dalam hatinya bahwa pemuda itu adalah putranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tidak salah lagi, pemuda itu adalah putraku. Pantas hatiku selalu bergetar bila menatapnya,” kata sang Raja dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang Raja pun segera memerintahkan pengawal istana untuk membebaskan istrinya dan memanggil La Madukelleng untuk menghadap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika sang Raja bersama istri dan putranya berkumpul, sang Raja pun menceritakan kisahnya di masa lalu kepada istri dan putranya bahwa bayi yang dilahirkan istrinya dibuang ke Sungai Jeneberang oleh kakak iparnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar kisah Raja yang persis sama dengan kisah yang dialaminya, tanpa ragu lagi La Madukelleng langsung memeluk Raja yang merupakan ayah kandungnya sendiri. Sang Ayah pun membalas pelukan putranya dengan pelukan erat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Putraku! Sejak melihatmu, Ayah selalu merasakan getaran batin dan kasih sayang kepadamu. Rupanya itu pertanda bahwa kamu adalah putraku,” kata sang Raja sambil meneteskan air mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Iya, Ayahanda! Ananda juga merasakan demikian,” sahut La Madukelleng.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istri Raja hanya mampu membisu memandangi suami dan anaknya yang sedang berpelukan dengan penuh rasa haru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa saat kemudian, sang Raja pun segera merangkul istrinya. Mereka pun saling berpelukan menumpahkan kerinduan masing-masing. Suasana haru itu berlangsung cukup lama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Maafkan aku, Dinda! Kanda telah mencampakkan kalian sehingga harus mengalami penderitaan hingga puluhan tahun,” ucap Sang Raja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudahlah, Kanda! Yang penting kita semua sudah berkumpul kembali. Kita akan memulai hidup baru yang lebih baik,” kata sang Istri menghibur suaminya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai melepaskan kerinduan, Sang Raja pun segera berpaling ke arah kakak iparnya dan suaminya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalianlah yang telah menyebabkan kami menderita seperti ini. Kalian harus mendapat hukuman yang setimpal. Pengawal! Bawa mereka ke penjara bawah tanah!” titah sang Raja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seminggu kemudian, La Madukelleng pun dinobatkan menjadi Raja menggantikan ayahnya yang sudah tua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;La Madukelleng memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana. Semua titahnya senantiasa ditaati oleh rakyatnya. Negerinya pun aman, makmur, dan sejahtera.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/3330895968121955591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-sulawesi-selatan-kisah-la.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/3330895968121955591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/3330895968121955591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-sulawesi-selatan-kisah-la.html' title='Cerita rakyat Sulawesi Selatan, kisah La Maddukkelleng'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJcw_TXL3FvyQBQjmChPqGJmT508GowBFZmn4B4rRJHwLEhzNesPHuKgfDSvf0dcEr4joOQLUdpQXuZ-WNxSVJS5rE8Td3rlByFNZhg_n0T6jgPnva6I_7ODZN9_U4n4GyA69hReYVkQrTdxpOukav-oQ-GAXCLeDaxmVSIE1ojAXAVwvP-CgkveFwI_sV/s72-c/Lamadukelleng.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-8204166450408911463</id><published>2023-08-03T08:34:00.001-07:00</published><updated>2023-08-03T08:34:57.328-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita-Rakyat"/><title type='text'>Cerita rakyat dari Kabupaten Enrekang: Bodo, Hiu, dan Kancil</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Cerita rakyat dari Kabupaten Enrekang adalah cerita rakyat singkat mengisahkan tentang persahabatan, tiga sahabat yang berusaha menyelamatkan desa dari kekeringan.&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Cerita rakyat dari enrekang&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50MKO61-zMdft2QtW1t7a3n20nuIWYe932ci5DsR4h5JdZv3u-2dWZUb3WEeGtwLdiTYgQYkY6nZ0Ixl8YT-ZGMsT2CokXTq9-jsn_ZfVy2pB4mebO5wLD-nZi1H_6J240h8p-5FDlf5rli6B9PIdyFbMDERgIFzxasy79nk8vfypcZ-sl3_UqGaRMSuk/s1600/Cerita-rakyat.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;Cerita rakyat dari enrekang&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan untuk lebih jelasnya cerita rakyat tentang persahabatan berikut adalah cerita rakyat dari Kabupaten Enrekang yang dikenal dengan cerita &quot;Bodo, Hiu, dan Kancil&quot;:&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Cerita Rakyat Pendek: Bodo, Hiu, dan Kancil&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Pada zaman dahulu,&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; di wilayah Kabupaten Enrekang, hiduplah tiga sahabat karib: Bodo, Hiu, dan Kancil. Mereka hidup bersama dengan rukun dan penuh kegembiraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, datanglah musim kemarau yang panjang dan menyebabkan kekeringan di desa mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungai-sungai mengering, dan sumber air semakin langka. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi penduduk desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bodo, Hiu, dan Kancil merasa prihatin melihat kondisi desa mereka. Mereka pun bersepakat untuk mencari sumber air baru yang bisa mengalirkan air ke desa mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk berpisah mencari air di tiga arah yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bodo pergi ke arah gunung, berharap bisa menemukan mata air yang tersembunyi di antara pepohonan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hiu memilih untuk menjelajahi sungai dan laut, mencari air yang mungkin berasal dari sumber air laut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kancil mencari air di hutan-hutan dan tempat-tempat tersembunyi lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah berhari-hari mencari, akhirnya mereka berhasil menemukan sumber air baru masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bodo menemukan mata air di puncak gunung yang mengalir deras. Hiu menemukan gua bawah yang mengandung air tawar. Sedangkan Kancil menemukan air tersembunyi di dalam hutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka pun kembali ke desa dengan gembira membawa kabar bahwa mereka telah menemukan sumber air baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penduduk desa pun merasa senang dan berterima kasih pada Bodo, Hiu, dan Kancil karena telah berjuang keras untuk menyelamatkan desa dari kekeringan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak saat itu, sumber air-sumber air itu dikenal sebagai &quot;Air Bodo&quot;, &quot;Air Hiu&quot;, dan &quot;Air Kancil&quot; yang menjadi simbol persahabatan dan gotong royong di Kabupaten Enrekang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita tentang ketiga sahabat ini pun menjadi cerita rakyat yang terus dikenang dan diwariskan dari generasi ke generasi.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Pesan Moral&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Cerita pendek Enrekang ini menceritakan nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama dalam mengatasi tantangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikianlah cerita rakyat singkat atau cerita dongeng pendek dari Kabupaten Enrekang, baca juga cerita rakyat Enrekang Duri dihalaman lainnya&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/8204166450408911463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-dari-kabupaten-enrekang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8204166450408911463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8204166450408911463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-dari-kabupaten-enrekang.html' title='Cerita rakyat dari Kabupaten Enrekang: Bodo, Hiu, dan Kancil'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50MKO61-zMdft2QtW1t7a3n20nuIWYe932ci5DsR4h5JdZv3u-2dWZUb3WEeGtwLdiTYgQYkY6nZ0Ixl8YT-ZGMsT2CokXTq9-jsn_ZfVy2pB4mebO5wLD-nZi1H_6J240h8p-5FDlf5rli6B9PIdyFbMDERgIFzxasy79nk8vfypcZ-sl3_UqGaRMSuk/s72-c/Cerita-rakyat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-6984361481781992459</id><published>2023-08-03T07:06:00.001-07:00</published><updated>2023-08-03T08:39:01.057-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita-Rakyat"/><title type='text'>Cerita rakyat dari Tanah Toraja: Pong Banggai di Langit Toraja</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Cerita rakyat dari Tanah Toraja, Pong Banggai di langit Toraja adalah cerita rakyat pendek bercerita tentang sepasang suami istri saling mencintai namun belum memiliki anak.&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;cerita rakyat dari tanah toraja&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqnP42oWeECaDicnXmR-yq7K8AJpytJ18USsgclmq4mHuNcndpDP0KL8CLO1yU0WpFzHjkm7tj50Gi65MNECelJsiV4Y-XPlo5YLOMMmveFjcCAlgpPRjygI_TjFewV1whJSdOXEQTK3y1n_yW13a0iWPhcYGruif2Z4fziNfSI0ZNWrpmkoDZXNIZwuQM/s1600/cerita-rakyat-toraja.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;cerita rakyat dari tanah toraja&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu waktu mereka menerima pesan dari burung hantu, mengabarkan akan dikaruniai seorang anak, tetapi anak tersebut harus dikorbankan saat berusia sepuluh tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk lebih jelasnya&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dongeng rakyat dari Tanah Toraja, disimak cerita rakyat Toraja singkat dibawah ini&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Cerita Rakyat Pendek: Pong Banggai di Langit Toraja&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dahulu kala, di sebuah desa di Tanah Toraja, hiduplah sepasang suami istri yang sangat mencintai satu sama lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka bernama Pong dan Banggai. Mereka hidup dengan bahagia dan penuh kasih sayang, namun sayangnya, mereka belum dikaruniai seorang anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, Pong pergi ke hutan untuk berburu, dan di sana dia bertemu dengan seekor burung hantu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Burung hantu tersebut memiliki pesan dari para dewa, bahwa Pong dan Banggai akan dikaruniai seorang anak, namun anak tersebut harus dikorbankan ke langit saat berusia sepuluh tahun untuk menghormati para dewa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pong kembali ke rumah dengan bahagia dan memberitahu Banggai tentang pesan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka merasa senang dan bersyukur akan anugerah tersebut, namun di sisi lain, mereka merasa sedih karena harus merelakan anak mereka kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak lama kemudian, Banggai melahirkan seorang putra yang mereka beri nama Tondok. Mereka hidup bahagia bersama anak mereka selama sepuluh tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tondok tumbuh menjadi anak yang cerdas dan penuh kasih, namun pada hari ulang tahunnya yang ke-10, Pong dan Banggai harus memenuhi janji mereka kepada para dewa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan berat hati, mereka membawa Tondok ke puncak gunung tertinggi di Tanah Toraja. Di sana, mereka menyampaikan perpisahan terakhir dan melepaskan Tondok ke langit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat Tondok berubah menjadi bintang yang indah, Pong dan Banggai merasa sedih namun juga bangga karena anak mereka akan selalu bersinar di langit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak saat itu, setiap malam, orang-orang di Tanah Toraja bisa melihat bintang cerah yang disebut &quot;Pong Banggai&quot; yang mewakili kasih sayang abadi dari pasangan suami istri tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan dari cerita ini, orang-orang di Tanah Toraja mengajarkan nilai-nilai cinta, pengorbanan, dan keteguhan hati kepada generasi berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Pesan Moral&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Cerita rakyat toraja dan pesan moralnya adalah Dongeng rakyat ini  mengajarkan tentang cinta, pengorbanan, dan keteguhan hati dalam menghadapi takdir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikianlah cerita rakyat &quot;Pong Banggai di Langit Toraja&quot; yang menjadi bagian penting dari budaya dan warisan lisan di Tanah Toraja.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/6984361481781992459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-dari-tanah-toraja-pong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/6984361481781992459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/6984361481781992459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/08/cerita-rakyat-dari-tanah-toraja-pong.html' title='Cerita rakyat dari Tanah Toraja: Pong Banggai di Langit Toraja'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqnP42oWeECaDicnXmR-yq7K8AJpytJ18USsgclmq4mHuNcndpDP0KL8CLO1yU0WpFzHjkm7tj50Gi65MNECelJsiV4Y-XPlo5YLOMMmveFjcCAlgpPRjygI_TjFewV1whJSdOXEQTK3y1n_yW13a0iWPhcYGruif2Z4fziNfSI0ZNWrpmkoDZXNIZwuQM/s72-c/cerita-rakyat-toraja.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-1771239625765640742</id><published>2023-07-30T08:10:00.000-07:00</published><updated>2023-07-30T08:10:31.223-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita-Rakyat"/><title type='text'>Cerita Dongeng: Anak Pemberani Dan Naga Perak</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Cerita anak pemberani dan Naga perak adalah dongeng anak sebelum tidur menceritakan seorang anak yatim piatu yang pemberani tinggal di sebuah Desa.&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;cerita dongeng&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Q2qNFS8NLvggUBK15P0aHcSPyNS1JrqrjvtZ-9XYMXiltSkyajqmiLcYAnALxTX7anDvZyJhnGJK3Zzw_BcvDd_-2DkG6DONDLH0tejyz5WeMEv6NitPb2LNB2tdTySYM7k1rHMOPH8ABAStuibMO0c1C7EXVJbpJysRbajqthfgCcAoxIMcPeldtgfF/s600/naga-perak.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;cerita dongeng&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berikut kisah cerita dongeng untuk anak-anak dalam sebuah dongeng rakyat yang berjudul &quot;Si Pemberani dan Naga Perak&quot;:&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Dongeng Rakyat: Anak Pemberani Dan Naga Perak&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu zaman di sebuah desa kecil yang tersembunyi di tengah hutan, hiduplah seorang anak yatim piatu bernama Aria.&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Meski hidup dalam keterbatasan, Aria memiliki semangat yang besar dan selalu membantu warga desa dengan tulus. Desa itu terkenal dengan cerita tentang Naga Perak, makhluk mistis yang dikatakan memiliki harta karun besar.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu hari, ketika Aria sedang mencari kayu bakar di hutan, dia mendengar cerita tentang Naga Perak dari para penduduk desa. Katanya, Naga Perak tinggal di dalam gua besar yang dipenuhi harta karun. Namun, tidak ada seorang pun di desa yang berani mencari harta karun itu karena Naga Perak dianggap sangat berbahaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi, hati Aria yang pemberani tidak bisa ditaklukkan oleh ketakutan. Dia berpikir bahwa jika dia bisa menemukan harta karun itu, dia akan dapat membantu warga desa dan menjadikan desa mereka lebih sejahtera. Dengan tekad yang bulat, Aria memutuskan untuk mencari Naga Perak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah perjalanan yang melelahkan, Aria sampai di mulut gua besar. Dengan hati berdebar-debar, dia berani masuk ke dalamnya. Di dalam gelapnya gua, dia melihat sinar perak yang menyilaukan. Itu adalah mata Naga Perak yang besar dan menakutkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Naga Perak, aku tidak datang untuk menyakitimu,&quot; kata Aria dengan berani. &quot;Aku datang mencari harta karunmu, tapi aku tidak berniat merampasnya darimu.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Naga Perak yang sebenarnya sangat kesepian terkejut dengan sikap Aria yang berbeda. Tidak ada yang pernah berbicara kepadanya dengan kebaikan seperti ini sebelumnya. &quot;Kenapa kau datang mencari harta karunku?&quot; tanya Naga Perak dengan suara yang menggema.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Aku ingin membantu desaku dan warga desa yang lain. Jika aku bisa mendapatkan harta karunmu, aku akan memastikan desaku menjadi tempat yang lebih baik,&quot; jawab Aria dengan tulus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mendengar kata-kata Aria, hati Naga Perak melembut. Dia menyadari bahwa ada seseorang yang melihat dia sebagai lebih dari sekadar monster yang menakutkan. &quot;Kamu adalah orang pertama yang berani datang padaku dengan niat baik,&quot; ucap Naga Perak. &quot;Karena itulah, aku akan memberikanmu harta karunku.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Naga Perak menunjukkan berbagai harta karun yang indah kepada Aria. Meskipun dia bisa dengan mudah mengambilnya dan menjadi kaya, Aria hanya memilih beberapa barang yang dia butuhkan untuk membantu desanya. Dia menolak mengambil lebih banyak dari yang diperlukan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika Aria kembali ke desanya, dia dibuat kagum oleh warga desa yang melihat harta karun yang dia bawa. Tapi Aria tidak hanya membawa harta karun itu untuk dirinya sendiri. Dia menggunakan kekayaan itu dengan bijaksana untuk membangun sekolah, jembatan, dan sumur di desanya. Desa pun menjadi lebih maju dan sejahtera.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aria juga berbagi cerita tentang Naga Perak dengan warga desa, menjelaskan bahwa terkadang kita tidak boleh menghakimi seseorang hanya berdasarkan penampilannya saja. Naga Perak sebenarnya bukanlah makhluk jahat, tetapi makhluk yang kesepian dan ingin diterima.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejak itu, hubungan antara desa dan Naga Perak menjadi lebih baik. Aria bahkan sering berkunjung ke gua untuk bertemu Naga Perak, dan keduanya menjadi sahabat yang tak terpisahkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan begitulah, Aria menjadi pahlawan di desanya karena keberanian dan kebaikannya. Cerita tentang Si Pemberani dan Naga Perak pun terus hidup di generasi berikutnya sebagai dongeng rakyat yang mengajarkan tentang pentingnya memiliki hati yang baik dan tekad yang kuat dalam menghadapi rintangan hidup.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/1771239625765640742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerita-dongeng-anak-pemberani-dan-naga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/1771239625765640742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/1771239625765640742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerita-dongeng-anak-pemberani-dan-naga.html' title='Cerita Dongeng: Anak Pemberani Dan Naga Perak'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Q2qNFS8NLvggUBK15P0aHcSPyNS1JrqrjvtZ-9XYMXiltSkyajqmiLcYAnALxTX7anDvZyJhnGJK3Zzw_BcvDd_-2DkG6DONDLH0tejyz5WeMEv6NitPb2LNB2tdTySYM7k1rHMOPH8ABAStuibMO0c1C7EXVJbpJysRbajqthfgCcAoxIMcPeldtgfF/s72-c/naga-perak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-7124000782178578893</id><published>2023-07-24T22:33:00.000-07:00</published><updated>2023-07-24T22:33:16.463-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Cerpen sedih tentang kehilangan sahabat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Cerpen sedih kehilangan sahabat adalah cerita pendek yang sedih tentang persahabatan, menceritakan tentang. &lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Cerpen sedih kehilangan sahabat&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzKfLvKQkIRbMrAyrBovqghTE3j2LV2k39hLtN9lJb8s5lg2F7Csi1jwoXfbHHhrclLOn-F2q4aPyijd1HwMUH1pDRiXifqA9FZLzw1NMJpkt8IzSCaZ-q-arbbyRoUkcpZAuETumFz0Kv1ryJmxZp3JmD8-hAKRaB8wj5xKtEXzU2uTHgSEj85kJAWNNv/s1600/sahabat.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;Cerpen sedih kehilangan sahabat&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut kisah certa dalam cerpen persahabatan atau cerpen sahabat yang hilang dalam tema cerpen&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; sedih tentang persahabatan dibawah ini&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Judul Cerpen: Seuntai Kenangan Tentang Hilangnya Sahabat&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Suatu sore di tepi pantai, terdapat tiga sahabat setia: Aulia, Reza, dan Maya. Mereka telah bersahabat sejak kecil, melewati banyak kebahagiaan dan kesedihan bersama-sama. Saat ini, mereka telah tumbuh dew∆sa dan menghadapi ujian terberat dalam persahabatan mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hari itu, Reza memberikan kabar yang mengejutkan. Ia harus segera pindah ke kota lain karena ayahnya mendapatkan pekerjaan baru. Tangis haru pun mengisi suasana. Mereka merasa seperti kehilangan sebagian dari diri mereka sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Mungkin ini adalah takdir,&quot; ujar Reza dengan berat hati. &quot;Kita harus terus maju, meskipun jarak memisahkan kita, kenangan dan persahabatan kita tetap tak tergantikan.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maya mengangguk, tapi air matanya tak tertahan. &quot;Aku tahu kita akan tetap berteman, tapi rasanya tak sama jika kau jauh dariku.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bulan demi bulan berlalu, Aulia dan Maya menjalani hari-hari tanpa kehadiran Reza. Mereka berusaha menjaga hubungan dengan panggilan video dan pesan singkat, tetapi semakin banyaknya kesibukan membuat mereka jarang berbicara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu hari, Aulia mendapat berita buruk. Ia mengetahui bahwa Reza mengalami kecelakaan tragis dan telah pergi selamanya. Ia hancur dan tak percaya dengan kenyataan tersebut. Ia merasa menyesal karena jarang berkomunikasi dengan Reza akhir-akhir ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maya datang menemui Aulia. Mereka merangkul erat sambil menangis bersama. Keduanya merasa kehilangan yang sangat besar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Aku merindukan dia, Maya,&quot; ucap Aulia dengan suara serak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Aku juga merindukannya, Aulia. Dan aku menyesal tidak pernah mengatakan seberapa berarti dia dalam hidupku,&quot; kata Maya sambil mengusap air mata.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kini, Aulia dan Maya lebih sering bertemu. Mereka berdua merenungkan kenangan indah mereka bersama Reza. Mereka menyadari betapa berharganya persahabatan dan betapa pentingnya mengungkapkan perasaan kepada orang-orang terdekat sebelum terlambat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun kepergian Reza menyisakan kesedihan, kenangan manis tentang persahabatan mereka terus hidup. Seuntai kenangan tentang sahabat yang penuh canda tawa dan dukacita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Reza tetap ada dalam hati Aulia dan Maya, dan persahabatan mereka menjadi lebih berharga setelah menyadari betapa rapuhnya kehidupan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cerpen ini mengajarkan kita tentang pentingnya menghargai dan merawat persahabatan. Jangan pernah menunda untuk mengungkapkan perasaan cinta dan rasa sayang kepada orang-orang terdekat kita, karena hidup adalah hal yang tak terduga, dan kesempatan mungkin tidak akan datang lagi.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/7124000782178578893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-sedih-tentang-kehilangan-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/7124000782178578893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/7124000782178578893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-sedih-tentang-kehilangan-sahabat.html' title='Cerpen sedih tentang kehilangan sahabat'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzKfLvKQkIRbMrAyrBovqghTE3j2LV2k39hLtN9lJb8s5lg2F7Csi1jwoXfbHHhrclLOn-F2q4aPyijd1HwMUH1pDRiXifqA9FZLzw1NMJpkt8IzSCaZ-q-arbbyRoUkcpZAuETumFz0Kv1ryJmxZp3JmD8-hAKRaB8wj5xKtEXzU2uTHgSEj85kJAWNNv/s72-c/sahabat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-1899244409477361795</id><published>2023-07-19T22:53:00.000-07:00</published><updated>2023-07-19T22:53:12.389-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Cerpen (sedih) Sepotong kenangan keluarga</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Sepotong kenangan adalah Cerpen sedih bikin nangis tentang keluarga, mengenai keluarga kecil, bercerita tentang ibu yang sakit sakitan dan ayah kehilangan pekerjaan.&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Cerpen sedih bikin nangis&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2hhnHwYGgUGqcJA51TmKAdQe2h0t9SU3eoOourJrE8XIc1SVCXzLgmJ4Gs-x_eOT5EFYG9yoyXd6GReszrEDOuvZnZ2tcIeLEx6gcE2l8V5Nf_ZtUtH3Ftp3EUrxX3cAtyjja3Yp_lQxNu-rfFzshdrq6gsS9JDNMjIx0M9TQlKKynw31ke_MmENzzjfO/s1600/Keluarga-kecil.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;Cerpen sedih bikin nangis&quot;&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikisah dalam cerpen sedih tentang kehidupan keluarga,&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  anak bercita-cita jadi dokter tak bisa menolong ibu yang sakit sakitan hingga berpulang meninggalkan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk lebih jelasnya kisah cerita dalam cerpen tentang keluarga sederhana, disimak saja cerpen keluarga sedih, dalam cerita pendek sepotong kenangan keluarga, berikut ini.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Judul Cerpen: Sepotong Kenangan Keluarga&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pagi itu, mentari terbit dengan hangatnya. Di dalam rumah kecil di pinggiran kota, terdapat sebuah keluarga kecil yang bahagia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki bernama Bima. Mereka hidup dengan penuh cinta dan kebahagiaan, meskipun hidup mereka sederhana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bima adalah sosok anak yang ceria dan penuh semangat. Ia memiliki impian untuk menjadi seorang dokter, agar bisa menyembuhkan orang-orang yang sakit, termasuk ibunya yang selalu mengidap penyakit paru-paru sejak lahir. Meskipun demikian, semangat Bima tak pernah surut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, suatu hari, nasib buruk menimpa keluarga kecil itu. Ayah Bima mendapatkan kabar bahwa ia telah kehilangan pekerjaannya. Mereka tidak memiliki tabungan yang cukup untuk menghadapi masa sulit ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bima merasa sedih melihat keadaan orang tuanya, tapi ia berusaha tetap kuat dan mendukung mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hari-hari berlalu dan kondisi semakin memburuk. Ibu Bima harus sering dirawat di rumah sakit karena kondisinya yang semakin kritis. Ayah Bima mencoba mencari pekerjaan baru, tapi sulitnya mencari pekerjaan di tengah situasi perekonomian yang sulit membuatnya frustasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bima berusaha melakukan apa yang ia bisa untuk membantu. Ia membantu ibunya dengan membersihkan rumah dan mengurus adik-adiknya yang masih balita. Namun, beban hidup yang semakin berat membuat Bima mulai merasa tertekan dan kehilangan semangatnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu malam, ketika Bima sedang duduk sendirian di kamarnya, ia mendengar suara isak tangis dari kamar sebelah. Ia mendapati ibunya yang lemah terbaring di tempat tidur, dan ayahnya yang berusaha tegar di sampingnya. Bima menghampiri mereka dan bertanya dengan hati-hati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Dik, ibu takkan lama lagi bersama kita,&amp;quot; kata ibu Bima dengan lemah. &amp;quot;Kamu harus menjadi pahlawan keluarga kita sekarang. Tetaplah belajar dan jadilah dokter hebat yang kau impikan.&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bima terisak mendengar kata-kata ibunya. Ia mencium kening ibunya dan berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan impian itu. Ia tahu bahwa meskipun ibunya takkan lagi berada di sisinya, cinta dan dukungan dari keluarganya takkan pernah pudar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah beberapa minggu, ibu Bima berpulang meninggalkan mereka. Kesedihan yang mendalam menyelimuti keluarga kecil itu. Namun, Bima terus menguatkan diri dan berusaha memenuhi janjinya. Ia belajar dengan gigih dan meraih prestasi gemilang di sekolah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tahun demi tahun berlalu, dan Bima akhirnya berhasil mewujudkan impian menjadi seorang dokter seperti yang diinginkan ibunya. Namun, kebahagiaan Bima terasa hampa tanpa kehadiran orang-orang yang dicintainya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayahnya yang selalu mendukungnya dengan penuh kehangatan, juga telah berpulang setelah berjuang dengan sakit yang tak tertahankan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kini, Bima menjadi seorang dokter yang berdedikasi tinggi, menyembuhkan orang-orang dengan penuh kasih. Ia mengenang dan merindukan keluarganya setiap hari, tetapi ia tahu bahwa mereka akan selalu hadir dalam hati dan setiap langkah hidupnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cerita keluarga kecil ini mengingatkan kita akan kekuatan cinta dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan hidup. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun terkadang harus merasakan kehilangan dan kesedihan, cinta keluarga adalah anugerah yang tak ternilai harganya dan akan selalu membimbing kita melangkah dalam setiap fase kehidupan&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/1899244409477361795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-sedih-sepotong-kenangan-keluarga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/1899244409477361795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/1899244409477361795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-sedih-sepotong-kenangan-keluarga.html' title='Cerpen (sedih) Sepotong kenangan keluarga'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2hhnHwYGgUGqcJA51TmKAdQe2h0t9SU3eoOourJrE8XIc1SVCXzLgmJ4Gs-x_eOT5EFYG9yoyXd6GReszrEDOuvZnZ2tcIeLEx6gcE2l8V5Nf_ZtUtH3Ftp3EUrxX3cAtyjja3Yp_lQxNu-rfFzshdrq6gsS9JDNMjIx0M9TQlKKynw31ke_MmENzzjfO/s72-c/Keluarga-kecil.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-541666720040508955</id><published>2023-07-19T06:55:00.001-07:00</published><updated>2023-07-19T06:55:54.063-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Cerpen (puing-puing keluarga) Tentang keluarga yang hancur</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Cerpen puing-puing keluarga adalah cerpen tentang keluarga yang hancur atau tidak harmonis karena keegoisan seorang Ayah sehingga anak broken home. &lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Cerpen tentang keluarga&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHK_DxZgsRlXzq8djAKVEOJg7FJGzgfY_d1ff01HfuRCbjFQwEAYUzx1M2eJOsj092ajxalhKhe1B9CHLRuBuAAIpBpia9x8xRHIvM81wf-DHIQ1eBu7yIo7F6JI6IsQ8_1PlVzpv1Fl7XDXmsn9kwDXBRCc77bgqNIj0ftl2ALRt3zTLE4M1bFX-OWBUG/s1600/Keluarga.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;Cerpen tentang keluarga&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi cerpen tentang keluarga yang tidak harmonis ini juga berisi pesan bijak kehidupan, bahwa dengan&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  kesabaran, pengertian, dan cinta. Permasalahan, keluarga yang hancur bisa menjadi sebuah cerita tentang keteguhan dan kekuatan keluarga yang sejati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut cerpen tentang keluarga yang hancur dengan judul Puing-puing keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Judul cerpen: Puing-Puing Keluarga&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pada suatu waktu di kota kecil yang sunyi, terdapat sebuah keluarga kecil yang tampak bahagia dari luar. Mereka adalah keluarga Robinson yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak, Mark dan Lisa. Namun, di balik senyuman mereka, terdapat puing-puing keluarga yang hancur yang tersembunyi dengan rapi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika malam tiba, suasana di rumah Robinson berubah drastis. Terdengar cekcok dan teriakan yang menghiasi udara. Ayah, bernama Richard, adalah seorang pria yang keras kepala dan temperamental. Ibu, Sarah, mencoba tetap sabar menghadapi kemarahan Richard, tetapi rasa lelah telah menyelimuti hatinya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anak-anak, Mark dan Lisa, sering bersembunyi di kamar mereka, mencoba melindungi diri dari gelombang perasaan negatif yang terus menghantam keluarga mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketegangan semakin memburuk setiap hari. Richard yang kehilangan pekerjaannya beberapa bulan lalu merasa terancam dengan ketidakstabilan ekonomi keluarga, dan hal ini membuatnya semakin cemas dan mudah marah. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sarah mencoba mencari pekerjaan tambahan untuk membantu menyambung hidup, tetapi tekanan dari pekerjaan barunya membuatnya pulang dengan hati yang terbebani.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara itu, Mark dan Lisa terombang-ambing dalam lingkaran kecemasan dan ketidakstabilan yang tak mereka mengerti. Mereka merasa terisolasi dan sendirian, tanpa tempat untuk meluapkan perasaan mereka. Akibatnya, mereka mencari pelarian di luar rumah, bergaul dengan teman sebaya yang salah, dan terjebak dalam masalah remaja yang berbahaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketidakharmonisan di antara anggota keluarga semakin melebar. Percakapan hampir tidak ada lagi, dan hari-hari terasa seperti menjalani rutinitas tanpa makna. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Richard dan Sarah jarang berbicara, kecuali untuk bertengkar. Mark dan Lisa kembali ke rumah hanya untuk tidur, menemukan kenyamanan dalam mimpi mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu malam, puncak dari puing-puing keluarga yang hancur itu terjadi. Pertengkaran hebat pecah di tengah malam gelap. Sarah tak tahan lagi dengan situasi yang semakin memburuk, dan Richard mencapai titik puncak keputusasaan dan kemarahan. Dalam amarahnya, Richard mengeluarkan kata-kata yang menusuk hati Sarah, merobek rasa cinta yang telah tersisa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keesokan harinya, ketika matahari mulai muncul dari ufuk timur, Sarah mengambil keputusan sulit namun bijaksana. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dia menyadari bahwa kehancuran keluarganya telah mencapai titik tak kembali lagi. Dia mencari bantuan dari seorang terapis keluarga untuk membantu mereka menghadapi masalah mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Proses penyembuhan tidaklah mudah. Terapis membantu anggota keluarga menyadari peran masing-masing dalam kehancuran keluarga mereka. Mereka belajar untuk saling mendengarkan dan berbicara dengan jujur tentang perasaan mereka. Dalam proses itu, mereka menemukan keteguhan dan keberanian untuk memperbaiki diri dan keluarga mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak ada jaminan bahwa semuanya akan kembali seperti sedia kala, tetapi mereka menyadari bahwa menghadapi masalah bersama adalah satu-satunya cara untuk melampaui puing-puing keluarga yang hancur. Lambat laun, mereka mulai membangun kembali fondasi keluarga mereka dengan lebih kuat dan lebih stabil, berusaha untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan mencari jalan menuju kebahagiaan yang sejati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kisah keluarga Robinson adalah pengingat bagi kita semua bahwa tidak ada keluarga yang sempurna, dan setiap keluarga pasti menghadapi tantangan. Tetapi dengan kesabaran, pengertian, dan cinta, puing-puing keluarga yang hancur bisa diubah menjadi sebuah cerita tentang keteguhan, harapan, dan kekuatan keluarga yang sejati.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/541666720040508955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-puing-puing-keluarga-tentang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/541666720040508955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/541666720040508955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-puing-puing-keluarga-tentang.html' title='Cerpen (puing-puing keluarga) Tentang keluarga yang hancur'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHK_DxZgsRlXzq8djAKVEOJg7FJGzgfY_d1ff01HfuRCbjFQwEAYUzx1M2eJOsj092ajxalhKhe1B9CHLRuBuAAIpBpia9x8xRHIvM81wf-DHIQ1eBu7yIo7F6JI6IsQ8_1PlVzpv1Fl7XDXmsn9kwDXBRCc77bgqNIj0ftl2ALRt3zTLE4M1bFX-OWBUG/s72-c/Keluarga.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-6424214373389576513</id><published>2023-07-18T22:40:00.000-07:00</published><updated>2023-07-18T22:40:00.363-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Cerpen tema kemanusiaan: Tangan-tangan yang menyentuh hati</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Tangan-tangan yang menyentuh hati adalah cerita bertema kemanusiaan dalam bentuk cerpen tema sosial kemanusiaan, menceritakan seorang pemuda sukarelawan di sebuah panti asuhan anak yatim piatu.&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Cerpen tema kemanusiaan&quot; height=&quot;720&quot;  src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmKll6NnuYT93xLyEsWPOgCJqQM_aK4lC5ErDhU4wJxc9mOWs9Bz1HK2xm9JpkrZDVuz02HAp267y8NvGVJyYcmCQB6TkN_8-4OduMuaOUisLUW3zJnqjT7iF0yGfBs_aLz_A9nq5c21-C80Nm4igj0RrYms4ADjJIMnWBG-BdzNt9MeGzb4ggcszhJnqD/s1600/menyentuh.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;Cerpen tema kemanusiaan &quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerpen dengan tema kemanusiaan ini mengandung pesan sosial yang mengajarkan bahwa satu tindakan kecil dari kebaikan &lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan kasih sayang dapat memiliki dampak besar dalam hidup orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut cerpen tema kemanusiaan yang berisi pesan sosial kemanusiaan, dengan judul cerpen Tangan tangan menyentuh hati&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Cerpen Kemanusiaan: Tangan-Tangan yang Menyentuh Hati&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Suatu pagi yang cerah, di sebuah kota kecil yang damai, tinggallah seorang pemuda bernama Rama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rama adalah seorang sukarelawan di sebuah pusat panti asuhan yang menampung anak-anak yatim piatu dan kurang mampu. Kehidupan Rama sehari-hari adalah tentang memberikan kasih sayang dan kebahagiaan kepada anak-anak yang tidak memiliki orangtua.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiap harinya, Rama bangun lebih pagi dari matahari. Dia mempersiapkan sarapan untuk anak-anak, membantu mereka berpakaian, dan menjaga mereka saat bermain. Rama selalu tersenyum dan memberikan kebahagiaan kepada mereka. Dia adalah sosok kakak, sahabat, dan orang tua bagi anak-anak di panti asuhan itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu hari, seorang anak perempuan bernama Maya datang ke panti asuhan tersebut. Maya terlihat cemas dan lemah. Rama langsung mendekatinya dengan penuh kasih sayang. Dia menyadari bahwa Maya sangat membutuhkan perhatian dan dukungan ekstra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maya adalah korban bencana alam yang mengerikan. Rumahnya hancur akibat gempa bumi yang mengguncang kota tempat tinggalnya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Orang tuanya meninggal dalam bencana itu, dan dia sendiri mengalami luka-luka. Kehilangan orang tua dan melalui pengalaman traumatis itu membuatnya merasa terpuruk dan kehilangan harapan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rama dengan sabar mendengarkan cerita Maya. Dia merangkulnya dan berbicara dengan lembut, mengatakan bahwa dia tidak sendirian lagi. Rama berjanji akan selalu ada di samping Maya dan membantunya melewati masa sulit itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama berbulan-bulan, Rama dan Maya menjadi dekat. Rama membantu Maya mengatasi rasa takut dan mengembalikan senyum di wajahnya. Dia mengajarinya bagaimana menjadi kuat, percaya pada diri sendiri, dan melihat masa depan yang lebih baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya Maya, Rama juga memberikan perhatian dan kasih sayang kepada semua anak-anak di panti asuhan. Dia mendengarkan mimpi-mimpi mereka dan memberi mereka harapan untuk masa depan yang lebih cerah. Rama mengajarkan mereka pentingnya pendidikan, kebaikan, dan saling membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya di dalam panti asuhan, Rama juga aktif membantu komunitas sekitar. Dia mengorganisir kegiatan amal dan mengumpulkan sumbangan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rama adalah contoh nyata tentang bagaimana satu orang dengan tangan yang penuh kasih sayang dapat membawa perubahan positif bagi banyak orang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cerita tentang Rama menyebar dengan cepat di kota kecil itu. Semakin banyak orang yang terinspirasi oleh kebaikan dan dedikasinya. Akhirnya, panti asuhan tempat Rama bekerja mendapat lebih banyak dukungan dan bantuan dari masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu malam, di acara penghargaan kemanusiaan kota, Rama diundang sebagai tamu kehormatan. Ketika namanya dipanggil, dia mendapatkan tepuk tangan meriah dari hadirin. Pada saat itu, Maya berdiri di panggung dan memberikan pidato singkat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Dia adalah sosok yang mengubah hidup saya dan teman-teman di panti asuhan. Dia telah menunjukkan kepada kami arti sejati dari kasih sayang dan kebaikan. Kami berhutang padanya untuk membantu kami pulih dari masa-masa sulit. Terima kasih, Rama, karena telah menjadi tangan yang menyentuh hati kami.&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa satu tindakan kecil dari kebaikan dan kasih sayang dapat memiliki dampak besar dalam hidup orang lain. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiap orang memiliki kekuatan untuk membantu sesama dan menjadi tangan yang menyentuh hati mereka, mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/6424214373389576513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-tema-kemanusiaan-tangan-tangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/6424214373389576513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/6424214373389576513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-tema-kemanusiaan-tangan-tangan.html' title='Cerpen tema kemanusiaan: Tangan-tangan yang menyentuh hati'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmKll6NnuYT93xLyEsWPOgCJqQM_aK4lC5ErDhU4wJxc9mOWs9Bz1HK2xm9JpkrZDVuz02HAp267y8NvGVJyYcmCQB6TkN_8-4OduMuaOUisLUW3zJnqjT7iF0yGfBs_aLz_A9nq5c21-C80Nm4igj0RrYms4ADjJIMnWBG-BdzNt9MeGzb4ggcszhJnqD/s72-c/menyentuh.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-4859281285037029095</id><published>2023-07-16T22:32:00.000-07:00</published><updated>2023-07-16T22:32:16.148-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah-Inspiratif"/><title type='text'>Cerpen tema sosial, Di bawah jembatan kehidupan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Fiksi - Cerpen tema sosial, dibawa jembatan kehidupan adalah cerita sosial tentang seorang anak pengemis dan kakek yang baik bertemu di suatu waktu.&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Cerpen tema sosial&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsBZUSq6DfUsZopqZyrfcvgpP3VVbJIL7vTOBLl9Cf1U5aLZsKp62lmVz9NA5s7giJFZ-YLStmCIuWu0qyGKiuS1eepF-HVE_Yi_f-uwDJY0y8pYy3UK69dJmN7VWLO_VsZdf5ainPku-Dv9StuUvjWsVfxwgr6oh6dQ4AW0mSvhO84xPT9pxja_ePb5X1/s1600/kehidupan.jpg&quot; width=&quot;1280&quot; title=&quot;Cerpen tema sosial &quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikisahkan dalam cerpen tentang kehidupan sosial ini walaupun kehidupan sulit tapi karena usaha dan dukungan, semua orang dapat menemukan jalan menuju kehidupan yang lebih baik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selengkapnya mengenai cerpen bertema sosial, simak saja berikut ini,&lt;span&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; cerpen berjudul di bawah jembatan kehidupan&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Cerpen Sosial: Di Bawah Jembatan Kehidupan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Hari ini, aku melangkah dengan hati berat di bawah jembatan tua yang menyambungkan dua dunia yang berbeda. Di satu sisi, kota megah dengan gemerlap lampu dan kehidupan bergelimang kemewahan. Di sisi lain, ada perkampungan kumuh, tempat kaum miskin berusaha bertahan hidup dengan segala keterbatasan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dibawah jembatan ini, ada seorang anak kecil bernama Rama. Dia berusia sepuluh tahun, tetapi tanggung jawab hidup telah membuatnya tumbuh dengan cepat. Orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis, meninggalkan Rama tanpa siapa pun untuk bergantung.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rama terpaksa mencari nafkah dengan menjadi seorang pengemis. Setiap hari, dia duduk di bawah jembatan ini dengan pakaian kumal dan cangkir kosong di tangannya. Orang-orang yang lewat hanya menoleh sebentar, sebelum melanjutkan perjalanan mereka tanpa memberikan perhatian lebih pada anak malang itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu hari, seorang pria tua berjalan mendekati Rama. Pria tua itu, bernama Pak Agus, merasa iba melihat kondisi Rama. Dia dulu juga tumbuh di lingkungan yang sulit, jadi dia tahu betapa sulitnya hidup di bawah bayang-bayang kemiskinan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Panggil aku kakek Agus, Nak,&amp;quot; ucapnya dengan senyum hangat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rama menatap pria tua itu dengan tatapan ragu. Dia telah terlalu sering disakiti oleh orang-orang, sehingga dia merasa sulit untuk mempercayai siapa pun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kakek Agus berbicara dengan lembut, &amp;quot;Aku tahu kehidupanmu sulit, Nak. Tetapi, apakah kau mau mencoba mengubah nasibmu?&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rama menatapnya dengan rasa penasaran. Dia ingin percaya pada perkataan kakek Agus, tetapi dia takut akan kekecewaan lebih lanjut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kakek Agus tersenyum penuh kebijaksanaan. &amp;quot;Aku memiliki ide, Nak. Bagaimana jika aku membantumu mendapatkan pendidikan? Dengan itu, kelak kau bisa memiliki pekerjaan yang lebih baik dan hidup layak seperti orang lain.&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walaupun ragu, Rama akhirnya setuju untuk menerima bantuan kakek Agus. Mulai saat itu, hidup Rama berubah. Dia mulai belajar di sekolah setiap pagi dan menjadi pengemis di sore hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, perjalanan Rama tak semudah itu. Teman-teman seumurannya mengejeknya karena harus pergi sekolah, sedangkan mereka bisa bermain-main. Orang-orang di lingkungannya meragukan keputusannya untuk berubah. Tapi Rama bertahan tegar, berkat dukungan dan semangat dari kakek Agus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya pendidikan, kakek Agus juga mengajarkan Rama tentang pentingnya membantu sesama. Kakek Agus dan Rama mulai mengumpulkan sumbangan dari orang-orang yang lewat di bawah jembatan itu. Mereka menggunakan sumbangan itu untuk membeli buku dan alat tulis bagi anak-anak miskin di lingkungan mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perlahan, pandangan orang-orang terhadap Rama berubah. Mereka melihat betapa berharganya pendidikan dan betapa mulianya perjuangan Rama untuk meraih masa depan yang lebih baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cerita tentang Rama dan kakek Agus menyebar luas di media sosial. Banyak orang yang terinspirasi oleh kisah mereka dan bergabung dalam membantu mereka mengatasi kesulitan. Donasi berdatangan, dan proyek bantuan sosial mulai berjalan di lingkungan tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kini, di bawah jembatan itu bukan lagi tempat keputusasaan, melainkan simbol harapan dan persaudaraan. Rama dan kakek Agus telah membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari diri sendiri dan kebaikan akan menular ke orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka telah menunjukkan kepada dunia bahwa, walaupun sosial berat, dengan kesungguhan dan dukungan, semua orang dapat menemukan jalan menuju kehidupan yang lebih baik.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/4859281285037029095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-tema-sosial-di-bawah-jembatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/4859281285037029095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/4859281285037029095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/07/cerpen-tema-sosial-di-bawah-jembatan.html' title='Cerpen tema sosial, Di bawah jembatan kehidupan'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsBZUSq6DfUsZopqZyrfcvgpP3VVbJIL7vTOBLl9Cf1U5aLZsKp62lmVz9NA5s7giJFZ-YLStmCIuWu0qyGKiuS1eepF-HVE_Yi_f-uwDJY0y8pYy3UK69dJmN7VWLO_VsZdf5ainPku-Dv9StuUvjWsVfxwgr6oh6dQ4AW0mSvhO84xPT9pxja_ePb5X1/s72-c/kehidupan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-5876224026581427590</id><published>2023-03-27T07:20:00.000-07:00</published><updated>2023-03-27T07:20:00.640-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Cerber: Jejak yang Hilang part 07</title><content type='html'>&lt;p&gt;Cerber jejak yang hilang, setelah sekian lama tak update dan terhenti di episode 06&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah untuk cerita bersambung jejak yang hilang episode 07 berikut ini kisah ceritanya &lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Cerber Jejak yang hilang part 07&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiXcSderu8uvV-A2UnicpvuPvWDy4q4yYKsvtRbKwRWuR8W-lzX9dAIdp89eSzlMPA_LQoO1zW5XIs7HNwLUdLl2gKDNXqTDHq0hPsX0cGLAUOvBli3x2UPItip4JTIoJ-RxCYggym6fs5-BHdEKzwn_ou39nMZ9N0_KGlQs4vQ1VvWdoGYRQDmgpBfTw=s1280&quot; title=&quot;Cerbet Jejak yang hilang part 07&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2&gt;Jejak yang Hilang Part 07&lt;span&gt;
Athor: Mayurha Shundharhi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tirta Kencana, pemuda itu telah berubah drastis, saat ini dia telah berwujud ayu lembut dan gemulai persis seperti seorang wanita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rani, yang dalam sepengetahuan Tirta adalah pemilik Restoran megah itu, juga tidak dapat mengenali Tirta, yang dia tahu gadis di hadapannya itu adalah Syafa Kencana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Syafa pak Anggoro ingin bertemu lagi denganmu, aku harap kamu bisa lebih baik untuk kali ini&amp;quot; Rani berucap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Ya Mbak, saya akan usahakan untuk tidak membuat kekacauan lagi&amp;quot; jawab Tirta dengan nada kemayu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Hari Rabu, Pak Anggoro ingin bertemu dengan mu, persiapkan diri kamu, dan yang paling penting kendalikan dirimu jangan membuat dia marah, kamu Paham!&amp;quot; Ucap Rani garang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Iya Mbak saya paham&amp;quot; Tirta menunduk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Waktu yang di rencanakan sudah tiba, pagi itu di hari Rabu yang cerah~~~~~&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Tirta~~! Suara Mama terdengar keras dan nyaring memenuhi seluruh penjuru rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Ya Ma&amp;quot; jawab Tirta lembut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;quot;Sayang kamu yakin akan lakukan hal ini?&amp;quot; Tanya Mama.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Hanya dengan cara seperti ini kita bisa tau di mana rumah kediaman pria itu Ma&amp;quot; jawab Tirta mantab.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Baiklah, pergilah dan berhati-hatilah sayang, tuntaskan masalah ini dengan baik&amp;quot; titah Mama.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Baik Ma, Tirta mohon pamit, mohon doa dari Mama&amp;quot; jawab dan pamit Tirta sambil mencium punggung tangan wanita anggun itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Pergilah sayang, Mama akan selalu menjaga dan melindungi kalian selalu&amp;quot; ucap wanita itu teduh.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Akhirnya Tirta pun berangkat, Mama mengiringi kepergian nya dan juga mengantarkan kepergiannya dengan lambaian tangan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;{25 Tahun yang lalu, juga di hari Rabu, aku berjumpa dengan seseorang yang bernama Anggoro Wijaksono, dan hari ini di hari yang sama putraku juga akan menemui orang dengan nama yang sama, semoga saja dia adalah orang yang berbeda} tetes bening bergulir jatuh membasahi pipi Anisa Kencana.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;***********&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam perjalanan menuju Restoran pikiran Tirta tidak tenang, dia gelisah, ada amarah yang sangat sulit dia kendalikan, dalam kekacauan hatinya dia melihat dari jarak yang tidak terlalu jauh dari dirinya, sebuah kursi roda meluncur dengan cepat, sementara di depan kursi roda itu ada mobil yang melaju kencang.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;AWas!&amp;quot; Tirta melompat dan menghadang kursi roda itu dengan cepat, telak kursi roda itu menabrak dirinya, tapi Tirta bersyukur orang ini bisa selamat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Kamu tidak apa-apa?&amp;quot; Tanya Tirta/Syafa pada gadis di kursi roda itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Ha~ya~ se~la~mat&amp;quot; nampak sangat kesulitan gadis itu bicara.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Ya sudah aku bantu kamu ya&amp;quot; ucap Tirta seraya mendorong kursi roda itu lalu berhenti di depan satu Ruko megah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot; Aku rasa di sini sudah cukup aman, jadi aku antar sampai di sini saja ya?&amp;quot; Ucap Tirta, sambil melangkah pergi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Di luar sepengetahuan Tirta, rupanya ada seseorang yang terus mengawasi gerak-geriknya sedari tadi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;{ Gadis yang sangat baik} orang itu bergumam.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;**********&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Selamat pagi Pak&amp;quot; sapa Syafa.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Pagi, segar dan semakin cantik saja kamu Syafa&amp;quot; jawab pria itu sambil mengusap pipi Syafa/Tirta.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Biasa saja kok Pak, tidak tambah cantik juga&amp;quot; jawab Tirta kemayu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Lihatlah pipimu Semakin merah merona&amp;quot; ucap pria itu kembali mengusap pipi Syafa.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Oh ini, mungkin kerena cedera cuaca panas Pak&amp;quot; jawab Tirta.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Ya sudah ayo duduk&amp;quot; ucap pria itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Tirta hanya menurut saja.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Setelah semua menu makanan tersaji pria itu memerintahkan Syafa untuk makan.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Makan yang banyak tidak perlu sungkan&amp;quot; ucapnya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Syafa menikmati makanannya dengan tenang namun siaga.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Syafa, Boleh Om tau siapa nama Ibumu?&amp;quot; Tanya pria yang tidak lain adalah pak Anggoro.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Untuk apa bapak tanyakan tentang Mama?&amp;quot; Syafa balik bertanya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Aku ingin melihat dan juga ingin bertemu dengan Ibumu&amp;quot; jawab Pak Anggoro.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Untuk apa ingin bertemu dengan Mama?&amp;quot; Kembali Syafa bertanya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Lho memangnya gak boleh ya kalau Om ingin ketemu sama Mamamu?&amp;quot; Tanya pria itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Untuk saat ini tidak boleh, saya harus izin dulu sama Mama&amp;quot; jawab Syafa cepat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Ok Om tunggu jawaban nya ya?&amp;quot; Jawab pria itu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;**********&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Apa pria itu ingin bertemu dengan Mama?&amp;quot; Tanya Mama saat Tirta menceritakan pertemuannya dengan Pak Anggoro.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Ya Ma&amp;quot; jawab Tirta antusias.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Mau ngapain ketemu sama Mama?&amp;quot; Teriak Mama.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Ga Taulah Ma&amp;quot; jawab Tirta singkat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;quot;Mama belum mau ketemu sama dia, tapi terus selidiki dia, mau apa dia kepada Syafa!&amp;quot; Ucap Mama.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bersambung~~~~&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/5876224026581427590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/03/cerber-jejak-yang-hilang-part-07.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5876224026581427590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5876224026581427590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2023/03/cerber-jejak-yang-hilang-part-07.html' title='Cerber: Jejak yang Hilang part 07'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiXcSderu8uvV-A2UnicpvuPvWDy4q4yYKsvtRbKwRWuR8W-lzX9dAIdp89eSzlMPA_LQoO1zW5XIs7HNwLUdLl2gKDNXqTDHq0hPsX0cGLAUOvBli3x2UPItip4JTIoJ-RxCYggym6fs5-BHdEKzwn_ou39nMZ9N0_KGlQs4vQ1VvWdoGYRQDmgpBfTw=s72-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-7991459743236875599</id><published>2022-05-01T08:35:00.003-07:00</published><updated>2022-05-01T08:37:58.859-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 50</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 49&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQH98SYHvPSBtFoPr8whWykxwZFOjKlBXv2WbaaSeaKQIEyzbKonX-93RhLZMzutBSpNR9fFbC5BkSjsR6ADaVDvXtDIy5Cjj0T3kaa5NWvl3tXzMz-M2YTzOwIGObG0iI8fz63uY3jkqIhFdccq_hZ8VJpgrp6V-lCZNKKYp4vvIfyd0EgRAPbLRJDg/s1280/tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 49&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Arkhan sudah bersiap untuk pergi,semua barang sudah masuk ke dalam taksi online,sengaja ke Bandara naik taksi online karena ayah tak bisa mengantarnya ada janji dengan pasien.&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arkhan pamit satu persatu pada keluarganya,bersalaman dan memeluk ayahnya, lalu bersalaman dan mencium tangan bunda dan memeluk erat erat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jaga diri baik baik ya le,ingat ibadah jangan lupa,&quot; pesan bunda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya bund,maafkan Arkhan ya bund,jaga kesehatan bunda,&quot; kata Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah Arkhan berpamitan pada semua lalu naik mobil dan meninggalkan rumah.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-49.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 49&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 49&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Aisha bimbang, antara menemani mbak Eno bertemu Bramantyo atau mengantar Arkhan di bandara,tapi sesuai pesan Arkhan kemarin Aisha harus menemani mbak Eno karena ada ustadzah Zulfa juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah berdandan rapi Aisha berjalan menuju rumah mbak Eno, tampak sudah hadir pak rt Adi dan ustadzah Zulfa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bramantyo ditelepon tidak bisa tapi pak rt Adi sudah WA dan disanggupi untuk datang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bandara Arkhan masih menunggu jam penerbangan,Arkhan duduk sambil memainkan hp nya, tampak asyik memainkan hpnya hingga tak tahu ada orang yang tiba tiba menariknya keluar bandara, begitu cepatnya gerombolan orang itu hingga Arkhan tak berdaya untuk mengelak, Arkhan ditarik sampai ke parkiran dan dimasukkan ke dalam mobil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah Arkhan meninggalkan ruang tunggu bandara datang laki laki muda berbadan tinggi,dengan celana jean biru tua dan kemeja putih, memakai kaca mata hitam, laki laki itu memungut hp Arkhan yang jatuh saat ditarik tiga orang tadi.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-48.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 48&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 48&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Laki laki muda berwajah mirip Verrel itu menimang nimang hp Arkhan sambil tersenyum,lalu berjalan ke parkiran menuju mobil mewah yang terparkir disana,seorang sopir membukakan pintu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Silahkan tuan muda,&quot; kata sopir itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan laki laki muda itu masuk dan duduk dibelakang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita ke mana tuan muda ?&quot; tanya sang sopir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kerumah yang dikota saja,&quot; jawab laki laki itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lalu orang itu bagaimana tuan muda ?&quot; tanya sang sopir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Biar diurus Deo, di villa luar kota,&quot; jawab laki laki itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/7991459743236875599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-50.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/7991459743236875599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/7991459743236875599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-50.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 50'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQH98SYHvPSBtFoPr8whWykxwZFOjKlBXv2WbaaSeaKQIEyzbKonX-93RhLZMzutBSpNR9fFbC5BkSjsR6ADaVDvXtDIy5Cjj0T3kaa5NWvl3tXzMz-M2YTzOwIGObG0iI8fz63uY3jkqIhFdccq_hZ8VJpgrp6V-lCZNKKYp4vvIfyd0EgRAPbLRJDg/s72-c/tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-1656048298404367377</id><published>2022-05-01T08:28:00.005-07:00</published><updated>2022-05-01T08:37:22.386-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 49</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 49&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQH98SYHvPSBtFoPr8whWykxwZFOjKlBXv2WbaaSeaKQIEyzbKonX-93RhLZMzutBSpNR9fFbC5BkSjsR6ADaVDvXtDIy5Cjj0T3kaa5NWvl3tXzMz-M2YTzOwIGObG0iI8fz63uY3jkqIhFdccq_hZ8VJpgrp6V-lCZNKKYp4vvIfyd0EgRAPbLRJDg/s1280/tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 49&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Bramantyo geram setelah mendapat laporan dari anak buahnya,digebraknya meja sambil mengumpat panjang,rasanya ingin segera membalas sakit hatinya pada Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laporan anak buahnya&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; yang menceritakan tentang berkumpulnya Arkhan,Aisha,pak rt Adi dan seorang wanita di rumah mbak Eno yang membahas tentang perjodohan membuat Bramantyo kalah satu langkah, rasa takut kehilangan Retno membuat Bramantyo ingin merebut Retno jadi istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bramantyo berdiri didepan 5 anak buahnya yang sedang duduk didalam ruangan yang pengab itu,&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-48.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 48&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 48&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Pokoknya kalian harus mengawasi Arkhan, setiap gerak geriknya harus kalian laporkan kepada saya,&quot; kata Bramantyo penuh emosi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak buahnya hanya mengangguk dan tak bersuara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ingat jangan sampai lolos, apalagi kecolongan Arkhan dan Retno menikah dulu, kalau itu sampai terjadi kalian terima akibatnya,&quot; Bramantyo semakin keras suaranya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan lagi lagi anak buahnya hanya mengangguk angguk saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jawaaaaabb...!jangan hanya diam,&quot; Bramantyo makin emosi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Siaaapp juragan muda ! &quot; serentak kelimanya berdiri dan menjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sudah,sekarang kalian segera memantau Arkhan,&quot; perintah Bramantyo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Siap bos,laksanakan,&quot; jawab mereka berdiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi kelima orang itu masih berdiri ditempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#39;Kenapa tidak segera cabut ?&quot; teriak Bramantyo&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-47.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 47&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 47&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Bensin mobil habis juragan muda,&quot; jawab si gondrong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami juga butuh uang rokok juragan,&quot; sahut si ceking.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ahkk kalian ongkos terus ,&quot; kata Bramantyo mengambil uang dari kantong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Terima kasih ,kami tugas dulu,&quot; kata kelima orang itu sambil pergi meninggalkan Bramantyo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikamar mbak Eno sedang mematut diri, hari ini rencana mau bertemu Bramantyo sesuai anjuran pak rt Adi yang akan menelepon Bramantyo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno memantapkan hatinya, sesuai anjuran ustadzah bahwa nilai pernikahan adalah ibadah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno membetulkan bros di jilbabnya, sambil membetulkan jilbab warna pink yang selaras dengan warna bajunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau tak mudah untuk melupakan segala rasa sakit hatinya, tapi tak bisa mengelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-50.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 50&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 50&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/1656048298404367377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-49.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/1656048298404367377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/1656048298404367377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-49.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 49'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQH98SYHvPSBtFoPr8whWykxwZFOjKlBXv2WbaaSeaKQIEyzbKonX-93RhLZMzutBSpNR9fFbC5BkSjsR6ADaVDvXtDIy5Cjj0T3kaa5NWvl3tXzMz-M2YTzOwIGObG0iI8fz63uY3jkqIhFdccq_hZ8VJpgrp6V-lCZNKKYp4vvIfyd0EgRAPbLRJDg/s72-c/tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-5453599662898833143</id><published>2022-05-01T08:05:00.006-07:00</published><updated>2022-05-01T08:29:50.529-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 48</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 48&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 48&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Aisha meletakkan hp dan tangannya kembali mengelus elus Rexa kucing oren yang tidur disampingnya,pikiran Aisha penuh tanda tanya tentang kata kata Arkhan yang akan pergi jauh,&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;tiba tiba ada rasa takut kehilangan di hatinya,tapi segera di tepisnya mengingat hubungan yang terjalin selama ini,hubungan tanpa komitmen yang membuat Aisha merasa dalam keraguan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aisha segera menghubungi ustadzah Zulfa,dan ternyata bisa untuk hadir besok,lega juga Aisha satu tugas sudah terlaksana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arkhan sudah menyiapkan bekal semua,baju satu koper,buku buku dan laptop,semua sudah di packing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan seperti janji kemarin akhirnya hari ini Arkhan menuju rumah mbak Eno,disana sudah menunggu Aisha,pak rt Adi dan ustadzah Zulfa.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-47.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 47&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 47&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Pertemuan diawali oleh pak rt Adi,lalu ustadzah Zulfa memberi banyak sekali pengertian pada mbak Eno,dan membuat mbak Eno jadi semakin yakin untuk menjadi istri dari Bramantyo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai perantara pak rt Adi yang akan menelepon Bramantyo untuk meminang mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah semua sepakat pertemuan siang itu selesai dengan mendapat tugas kecuali Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah pertemuan di rumah mbak Eno itu Arkhan singgah di rumah Aisha .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sha, saya sekalian pamit ya,mungkin saya akan pergi lama,ada beasiswa ke kairo dari yayasan.&quot; kata Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot; Mendadak banget mas ?&quot; tanya Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya sha,saya juga kaget,tapi karena ortu mengijinkan ya saya berangkat,&quot; jawab Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Semoga semua lancar ya mas,&quot; kata Aisha&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-46.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 46&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 46&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Aamiin &quot; jawab Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore ini Arkhan berpamitan sama Raymond dan Haris,mereka bertemu di Warmindo dekat kampus,Arkhan menceritakan semuanya dan pamit pada sobat karibnya itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Renatha sedang istirahat pemotretan dan sambil menunggu sesi berikutnya diambilnya hp dan ada notif WA dari Arkhan, setengah malas dibukanya WA itu&lt;br&gt;Re, saya pamit ya, mungkin pergi agak lama, karena harus ikut beasiswa ke Kairo, Maaf kalau ada salah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Renatha kaget membaca WA itu,belum terkuak misteri hubungan Arkhan dan mbak Eno bagi Renatha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-49.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 49&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 49&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/5453599662898833143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-48.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5453599662898833143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5453599662898833143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-48.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 48'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-8312140593519911650</id><published>2022-05-01T08:00:00.008-07:00</published><updated>2022-05-01T08:07:14.418-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 47</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 47&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 47&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Mbak Retno memanggil mbak yang lagi sibuk di dalam rumah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mbak,tolong bikin kan jus 2 lagi ya &quot; kata mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Baik bu,&quot; jawab mbak dari dalam rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Wid,&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; ngapain kamu senyum senyum ?&quot; tanya mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya senang,bentar lagi kamu married,&quot;kata Widha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ahk kamu suka gitu lho,&quot; kata mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-46.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 46&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 46&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Doa terbaik untuk kamu Ret,&quot; kata Widha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dua sahabat karib itu kembali berpelukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diruang tamu rumah dr Prasadja tampak kumpul keluarga,bunda duduk disamping ayah Prasadja,Arkhan dan Aida duduk di kursi berhadapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gini lho yah,kemarin Arkhan ijin mau ikut beasiswa ke Kairo,apa ayah ngijinin ?&quot; tanya bunda membuka pembicaraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau ayah,selama itu baik dan bermanfaat sih setuju saja,&quot; jawab ayah Prasadja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah kalau ayah setuju,bunda gimana,?&quot; tanya Arkhan senang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau ayah setuju,bunda ikut saja,cuma karena ini jauh kamu harus bisa jaga diri baik baik,&quot; jawab bunda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya bunda,pesan bunda akan selalu Arkhan ingat,&quot; kata Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau Aida sebenarnya gak setuju,kalau mas Arkhan pergi,nanti Aida siapa yang ngajari belajar,&quot; sela Aida&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Eitt..sudah smp harus belajar mandiri,&quot; jawab Arkhan sambil tersenyum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua tertawa melihat Aida cemberut,dan Arkhan merasa senang sudah dapat ijin dari ayah bundanya.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-45.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 45&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 45&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Aisha sedang bermain dengan Rexa kucing kesayangannya,hari ini bisa sedikit santai karena kedai ayah sudah libur,hanya belajar saja untuk ngikuti tes masuk kuliah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hp Aisha berdering dan Aisha menjawab telepon itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hallo sha,assalamualaikum,&quot; sapa Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Walaikumsalam mas,ada apa ya ?&quot; jawab Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gini sha,saya rencana pergi jauh,kalau bisa kamu segera hubungi ustadzah Zulfa dan kita antar ke rumah mbak Eno,&quot; kata Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mas Arkhan mau pergi jauh ?&quot; tanya Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya sha,setidaknya kalau mbak Eno sudah ketemu ustadzah Zulfa akan segera ada solusi,dan saya sudah selesai tugas menolong mbak Eno,&quot; kata Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya mas,habis ini saya hubungi ustadzah Zulfa,&quot; kata Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya udah sha,terima kasih &quot; kata Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-48.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 48&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 48&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/8312140593519911650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-47.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8312140593519911650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8312140593519911650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-47.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 47'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-5965029605079352344</id><published>2022-05-01T07:54:00.007-07:00</published><updated>2022-05-01T08:02:03.620-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 46</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 46&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 46&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno meletakan hp nya dimeja, dan diambilnya jus yang tersisa didalam gelas, mereguk dan merasa lega.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Assalamualaikum Retno,&quot; sebuah salam mengejutkan mbak&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu dengan agak ragu mbak Eno menjawab salam itu, memanggil Retno pasti orang dari masa lalunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Walaikumsalam &quot; jawab mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Retno apa kabarmu ?&quot; sapa tamu itu sambil memeluk mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-45.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 45&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 45&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Widha....&quot;seru mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Retno...aku kangen kamu,&quot; jawab Widha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada tangis haru di mata mbak Eno, dan Widha pun duduk disamping mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Katanya kamu sakit, tadi aku ke rumah sakit katanya kamu sudah pulang,&quot; kata Widha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya baru tadi pulang , kamu tahu dari mana aku sakit ?&quot; kata mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot; Niken,kemarin WA aku,dikasih tahu muridnya yang rumahnya sekitar sini,&quot; jawab Widha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh gitu,makasih lho sudah jauh jauh dari Semarang ke Solo,&quot; kata mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gak papa,kangen ngobrol sama kamu,sejak pademi kita jarang ngobrol,&quot; jawab Widha sambil mengeluarkan oleh oleh dari tas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lho malah repot repot bawa oleh oleh,&quot; kata mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini kesukaan mu, wingko babad sama lumpia,&quot; kata Widha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kamu teman yang pengertian,&quot; kata mbak Eno terharu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merekapun ngobrol melepas rindu,Retno dan Widha teman satu angkatan ketika kuliah dulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh ya wid,aku butuh masukan dari mu nih,&quot; kata mbak Eno lirih.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-44.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 44&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 44&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Lalu mbak Eno menceritakan semua masalahnya dengan Bramantyo,termasuk saran dari Arkhan untuk menerima Bramantyo jadi suaminya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Widha mencermati apa yang di ceritakan mbak Eno,lalu Widha berkomentar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau pendapatku ya diterima saja,karena kamu tahu kan Bramantyo itu sebenarnya baik, cuma dia ingin mendapatkan yang dia inginkan,&quot; kata Widha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tapi aku masih trauma wid,&quot; jawab mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Itu bisa berangsur membaik, asak kamu menerima Bramantyo sepenuh hati, ingat Ret, lebih dicintai daripada mencintai,&quot; kata Widha sambil tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno mengangguk dan ikut tersenyum,sudah sedikit lega hatinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh ya wid,mau minum apa ? &quot; tanya mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Terserah tuan rumah saja,&quot; kata Widha sambil tersenyum senang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-47.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 47&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 47&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/5965029605079352344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-46.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5965029605079352344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5965029605079352344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-46.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 46'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-8424124775480546733</id><published>2022-05-01T07:46:00.012-07:00</published><updated>2022-05-01T07:56:11.747-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 45</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 45&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 45&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno masih memegang buku diari bersampul bunga mawar merah, dibukanya halaman yang ada penyekatnya, lalu disobeknya beberapa lembar yang ada tulisan tentang Arkhan, kertas&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; itu disobek sobek kecil dan dimasukkan dalam plastik hitam, nanti akan dibakarnya kertas itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang saat ini harus memupus segala perasaan pada Arkhan,semua percuma dan hanya akan menyiksa perasaannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah pernyataan Arkhan ketika bezuk ke rs dulu,yang menyarankan mbak Eno untuk menerima Bramantyo menjadi suaminya, mbak Eno jadi tahu bahwa Arkhan tak pernah punya perasaan padanya,dan rasa cinta dan kagumnya hanya bertepuk sebelah tangan,dan itu tak ada manfaatnya untuk masa depannya.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-44.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 44&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 44&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Mbak datang membawa segelas jus,menaruh diatas meja dan kembali masuk, tapi mbak Eno memanggilnya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot; mbak tolong ambilkan hp saya ya,&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot; baik bu,&quot; jawab mbak sambil jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama dirawat di rumah sakit mbak Eno tak pernah membuka hp,berarti selama itu juga mbak Eno tak tahu kabar apa apa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak datang dan menyerahkan hp pada mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno mencari nomor kontak Bramantyo,tapi setelah menemukan nomor Bramantyo,mbak Eno ragu untuk meneleponnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenang tentang Bramantyo membawa mbak Eno pada masa awal ketika jadi guru honorer di Blora, sehari setelah menempati rumah yang diberikan pihak&lt;br&gt;sekolah mbak Eno yang belum begitu faham lingkungan agak bingung ketika mau berangkat mengajar, dan ketika itu datang lelaki yang menyapanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot; Selamat pagi bu guru,sepertinya lagi bingung ?&quot; kata laki laki yang sedang nongkrong diatas motornya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya mas,mau berangkat mengajar tapi bingung mau naik apa,&quot; jawab mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Memang di sini tak ada angkutan umum bu guru, gimana kalau saya antar,&quot; tawar laki laki itu sopan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gak usah mas,nanti merepotkan,&quot; jawab mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Daripada ibu terlambat,ini kan awal ibu mengajar lho,nanti kalau terlambat ibu di nilai gak disiplin,&quot; rayu laki laki itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno bingung, karena merasa orang baru disini takut salah orang, apa lagi orang tak dikenal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat keraguan di mata mbak Eno,laki laki itu turun dari motor dan mendekati mbak Eno,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh ya kenalkan,saya Bramantyo,anak juragan beras di sini,jangan ragu semua orang kenal keluarga saya,&quot; Bramantyo mengenalkan diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno menerima uluran tangan Bramantyo dan menyebut namanya .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh namanya Retno,cantik seperti orangnya,&quot; jawab Bramantyo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno hanya tersenyum, tapi setidaknya setelah perkenalan,antara mereka jadi lebih tidak kaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gimana,jadi diantar gak ?&quot; tawar Bramantyo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno tak punya pilihan, akhirnya diantar ke sekolah membonceng Bramantyo.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-43.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 44&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 43&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Sejak saat itu Bramantyo rajin antar jemput, tapi mbak Eno merasa tak enak hati,lalu mbak Eno membeli sepeda kayuh untuk aktifitasnya di desa itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau begitu hubungan Mbak Eno dan Bramantyo tetap baik, kadang Bramantyo mengajak mbak Eno melihat lihat kebun dan peternakan milik ayahnya, atau bermain ke sungai menikmati pemandangan desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga suatu hari Bramantyo menyatakan perasaannya pada mbak Eno,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau boleh aku ingin kau jadi istriku,&quot; kata Bramantyo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jangan bercanda lho ,&quot;jawab mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Aku serius no,kalau saat ini suruh melamarmu aku siap,&quot; kata Bramantyo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot; jujur,saat ini aku masih trauma,&quot; jawab mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat itu Bramantyo tampak marah dan begitu kecewa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun Bramantyo masih sabar menemani mbak Eno,walau kadang tak dianggap oleh mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan karena selalu diabaikan akhirnya membuat Bramantyo merasa dendam dan merencanakan sesuatu agar mbak Eno mau jadi istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kejadian siang jahanam itu terjadi yang membuat mbak Eno jadi trauma&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak terasa air mata mbak menetes mengingat peristiwa itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya Bramantyo itu baik, tapi keadaan yang membuat Bramantyo menjadi brutal seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hp mbak Eno berdering tanda ada WA masuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku masih cinta, aku masih menunggumu dan siapapun yang menghalangi akan aku singkirkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata WA dari Bramantyo,mau membalas mbak Eno tak jadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebegitu cintanya Bramantyo pada mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: Cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-46.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 46&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 46&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/8424124775480546733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-45.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8424124775480546733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8424124775480546733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-45.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 45'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-8880996916474477363</id><published>2022-05-01T07:38:00.003-07:00</published><updated>2022-05-01T07:49:13.020-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 44</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 44&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 44&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Bunda serasa tak percaya mendengar kabar dari Arkhan, antara bangga dan tak iklhas jauh dari Arkhan membuat bunda merasa bimbang, dan itu terlihat raut wajah bunda yang tiba&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; tiba meredup sedih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bunda,kenapa diam ? Kalau bunda gak beri ijin ya Arkhan gak ambil beasiswa ini,&quot; kata Arkhan sambil memegang tangan bunda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bunda tak sanggup menjawab, hanya tiba tiba matanya sembab dan kemudian basah dengan air mata,Arkhan merupakan anak kesayangan dan kebanggan bunda, apapun permintaan dan keperluan bunda, Arkhan selalu siap untuk memenuhinya, namun bila tiba tiba Arkhan harus jauh di negara lain, mungkinkan bunda sanggup tanpa Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-43.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 43&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 43&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Bunda jangan menangis,bunda gak perlu jawab sekarang, bunda bisa berdoa dulu mohon petunjuk Allah, pantas tidaknya Arkhan menjalani beasiswa ini,&quot; bujuk Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bunda mengangguk dan tersenyum walau air mata masih membasahi pipinya,Arkhan memeluk bunda dengan penuh kasih sayang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siang ini mbak Eno akhirnya bisa pulang ke rumah,keluar dari mobil taksi online mbak Eno disambut mbak yang jaga rumahnya, dituntun masuk rumah dan dibawa tas tasnya, mbak Eno tampak senang bisa pulang ke rumah, setidaknya bisa menghirup udara segar dari tanaman di taman samping rumahnya, mbak Eno tidak masuk kerumah, tapi duduk diteras sambil menghela nafas tanda hari ini begitu bahagia karena dokter sudah menyatakan sehat dan normal kembali.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-42.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 42&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 42&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Mbak Eno mengambil koran yang menumpuk di meja,selama di rs tak ada yang membaca korannya,datang dan hanya ditumpuk di meja saja, dan mbak Eno terkejut ketika tangannya menyentuh buku harian bergambar mawar merah, jadi sejak kejadian itu buku diari masih tetap disitu, semoga tidak ada yang membacanya,batin mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ibu mau minum apa,biar saya buatkan,&quot; tawar mbak dengan lembut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ada jus mbak ?&quot; tanya mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ada jus jambu sama alpukat bu,&quot; jawab mbak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya udah jus alpukat saja,jangan manis manis ya mbak,&quot; jawab mbak Eno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mbak mengangguk dan masuk ke dalam rumah,mbak Eno tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-45.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 45&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 45&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/8880996916474477363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-44.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8880996916474477363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8880996916474477363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-44.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 44'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-8852191658201063002</id><published>2022-04-29T09:13:00.004-07:00</published><updated>2022-05-01T07:41:51.005-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 43</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 43&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 43&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Renatha menghadapi tingkah Haris geli geli gemes,tapi semua ditahannya , yang terpenting bisa tahu tentang apa yang terjadi antara Arkhan dam mbak Eno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kamu teman kuliah&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; Arkhan ya,lama bertemannya,&quot; tanya Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya sudah lama,awalnya Arkhan berteman sama Raymond lalu karena aku satu kost sama Raymond lama lama ya akrab sama Arkhan,&quot; jawab Haris jujur&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh kamu kost,dari mana kamu ?&quot; tanya Renatha&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-42.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 42&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 42&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Saya dari desa di Blora,bapakku sawahnya banyak,sapi 5 juga punya kambing,&quot; terang Haris .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh gitu ya,kapan kapan pingin main ke Blora,kangen udara pedesaan,&quot; kata Renatha sambil tersenyum .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya boleh,di sana sangat romantis,kita bisa pacaran disana eehh maksudku main disana,&quot; jawab Haris sambil ketawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau kesana ajak Arkhan,biar bisa bawa pacarnya juga,&quot; pancing Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pacar yang mana,Arkhan bilang gak punya pacar,&quot; jawab Haris serius&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Aisha bukan pacarnya ya,?&quot; tanya Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bukan,Arkhan gak bikin komitmen sama Aisha,karena Arkhan bilang jalani hubungan kalau jodoh pasti bersatu,&quot; jawab Haris&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-41.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 41&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 41&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh mungkin Arkhan suka sama mbak Eno ?&quot; tanya Renatha lagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau itu kurang tahu,karena kemarin Arkhan sempat berkelahi dengan orang yang naksir mbak Eno,sampai Arkhan diculik di Blora asal orang itu,untung Arkhan hubungi saya,jadi bisa saya tolong &quot; cerita Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh jadi Arkhan gak pernah cerita sama kamu soal hubungan Arkhan sama mbak Eno,?&quot; tanya Renatha sedikit emosi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Arkhan ya cuma cerita kalau diculik gara gara mbak Eno lebih milih Arkhan daripada laki laki itu,&quot; kata Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tampak hati Renatha bergemuruh tanda cemburu,dan matanya sembab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ehhh sudah magrib tuh,kita buka puasa dulu yuk,&quot; kata Haris sambil minum teh hangat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Renatha hanya mengangguk tanpa menyentuh hidangan yang ada di meja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sehabis berbuka di yayasan akhirnya Arkhan pulang,yang pertama ditemuinya adalah bunda,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bund,Arkhan punya kabar nih,ada tawaran untuk beasiswa ke Kairo dari yayasan,apakah bunda ijinin ?&quot; tanya Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bunda terkejut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/05/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-44.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 44&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 44&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/8852191658201063002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-43.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8852191658201063002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8852191658201063002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-43.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 43'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-2083330566663313460</id><published>2022-04-29T08:51:00.018-07:00</published><updated>2022-04-29T09:15:04.265-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 42</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 42&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 42&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Sore yang cerah,secerah hati Haris yang bagai taman bunga ketika musim semi tiba,bermekaran semerbak harumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mematut didepan cermin tak ada yang pantas baju yang dipakainya, &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;karena sore ini ingin tampil sempurna dan tampan,badannya tinggi tapi kerempeng dan kulitnya yang sawo matang jadi tambah matang karena ketika cuti kuliah kemarin bantu kerja di sawah dan kebun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Haris tampak ingin tampil sempurna didepan gadis pujaan nya,Renatha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bercelana chinos cream dan kemeja kotak pendek akhirnya Haris mantap berangkat menemui Renatha di Resto yang telah di sharelok Renatha,cukup jauh juga lokasinya,untung Raymond meminjamkan motornya.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-41.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 41&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 41&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Jam 5 sore Haris sampai di resto,lumayan masih ada waktu untuk ngobrol sambil menunggu berbuka,Haris berjalan menuju meja yang di pesan Renatha,tampak gadis berambut sebahu yang duduk membelakanginya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Permisi,benar ini meja yang dipesan Renatha,?&quot; tanya Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gadis itu berbalik dan mengangguk pada Haris,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Eee..lhadalah la koq mbak e cantik yang bawa mobil di gang itu,?&quot; tanya Haris terkejut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lho kamu ya,bener kamu temannya Arkhan ?&quot; Renatha balik bertanya tak percaya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya betul mbak cantik,bentar ya kok beda,&quot; kata Haris sambil membuka hp dan melihat foto profil di WA Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;La koq beda ya,cantik yang di foto,he he &quot; kata Haris ketawa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;kenapa kamu kecewa,itu foto pas aku jadi model,ya jelas beda,lagian ini juga lagi pemulihan dari alergi skincare kemarin,&quot; jawab Renatha.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-40.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 40&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 40&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Bukan kecewa mbak cantik,cuma kaget aja,tenang Haris tetap ingin ada di samping mu,&quot; jawab Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Udah ahk...ini mau lanjut gak ?kalau gak pulang saja,&quot; keluar galaknya Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya lanjut to mbak cantik,kapan lagi bisa makan berdua dengan bidadari seperti mbak Renatha yang cantik bak Nathasa Wilona he he,&quot; Haris mulai merayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Renatha...gak usah pakai mbak,norak,&quot; kata Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Haris cuma tersenyum dan menatap Renatha dengan penuh kagum,cantik walau sedikit galak,Haris tersenyum lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Renatha jadi salah tingkah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: Cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-43.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 43&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 43&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/2083330566663313460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-42.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/2083330566663313460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/2083330566663313460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-42.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 42'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-5020444528111250704</id><published>2022-04-29T08:15:00.002-07:00</published><updated>2022-04-29T09:01:22.128-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 41</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 41&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 41&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Bramantyo tampak murka didepan kedua anak buahnya yang babak belur karena dihajar Arkhan, rasanya tak percaya bila Arkhan bisa melawan 2 orang dan melumpuhkannya. karena dulu&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; pas melawan Bramantyo kelihatan kalau Arkhan sangat lemah, sehingga bisa diperdaya dan dibawa ke Blora.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tampak mata Bramantyo menyimpan dendam pada Arkhan,rencana untuk menyingkirkan Arkhan dari kehidupan Eno semakin pasti,dan rencana itu sudah tersusun rapi dalam pikiran Bramantyo.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-40.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 40&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 40&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Tunggu saja Arkhan,saatnya pasti datang dan kau akan menyesal,&quot; batin Bramantyo sambil tersenyum licik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arkhan melangkah masuk lift menuju gedung 4 tempat kantor yayasan sosial,seperti yang telah di rencana Arkhan akan menemui Lutfi. Entah karena apa tiba tiba Lutfi ingin bertemu dengannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lift sudah berhenti dan Arkhan keluar dan berjalan menuju ruangan yayasan .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah menyapa satpam dan resepsionis Arkhan langsung menuju ke ruangan Lutfi,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Assalamualaikum, Lutfi &quot; sapa Arkhan&lt;p&gt;&quot;Walaikumsalam,oh Arkhan silahkan duduk dulu,&quot; jawab Lutfi sebagai penanggung Yayasan sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arkhan duduk di kursi tamu,lalu Lutfi datang membawa sebuah amplop besar.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-39.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 39&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 39&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Ceritanya gini,yayasan dapat undangan sekaligus beasisiwa kuliah gratis ke kairo mesir,dan setelah semua pengurus berunding yang pantas untuk mewakili adalah kamu,gimana,?&quot;terang Lutfi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kok saya,apa yang lain gak ada,? Kata Arkhan balas bertanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pertimbangannya selain Arkhan masih muda,juga harapan kami kelak Arkhan bisa menggantikan kami dalam melanjutkan yayasan ini,dan lagi lumayan kan bisa belajar di Mesir,&quot; jawab Lutfi sambil tersenyum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Baiklah saya terima,cuma saya perlu ijin dulu pada keluarga,kalau keluarga setuju ya saya berangkat tapi kalau tidak ya maaf tidak bisa berangkat,&quot; terang Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya itu lebih baik,ijin dulu jawabannya kami tunggu,&quot; kata Lutfi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arkhan tersenyum dan bahagia,sebuah kejutan bisa kuliah gratis di Mesir,Allah begitu baik sedang Arkhan merasa masih banyak kekurangan dalam beribadah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: Cerita bersambung &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-42.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 42&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 42&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/5020444528111250704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-41.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5020444528111250704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5020444528111250704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-41.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 41'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-2154483610612910476</id><published>2022-04-23T09:30:00.001-07:00</published><updated>2022-04-23T09:30:00.164-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Adat-Tradisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita-Rakyat"/><title type='text'>Ringkasan dongeng Meongmpalo Karellae | Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Beberapa waktu yang lalu legenda cerita rakyat bugis sangiangseri dan meong palo Karellae telah di publikasikan dalam bentuk cerita rakyat panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan dikesempatan ini Ringkasan cerita dongeng dari Sulawesi Selatan mengenai Meongmpalo Karellae yang dikisahkan dalam bentuk cerita rakyat pendek&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah untuk lebih jelasnya &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2018/08/cerita-rakyat-sumatra-barat-dongeng.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;cerita rakyat&quot;&gt;cerita rakyat&lt;/a&gt; singkat dari sulawesi selatan disimak saja berikut ini yang berisi penjelasan, ringkasan cerita serta nilai moral atau pesan moral kehidupan dalam cerita rakyat yang berasal dari sulawesi selatan dibawah ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;h2&gt;Penjelasan tentang Kisah Meong Palo Karellae | Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Meongmpalo adalah sebutan untuk kucing belang tiga atau berwarna tiga, dan Meongmpalo Karellae adalah kucing belang tiga berjenis kelamin jantan pada masyarakat Bugis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kucing belang tiga umumnya berjenis kelamin betina, jantan sangat jarang atau bahkan langka. Jikapun ada biasanya memiliki cacat dan tidak bertahan lama karena adanya kelainan pada kromosom.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelangkaan kucing belang tiga berjenis kelamin jantan, akhirnya dikaitkan dengan mitos di berbagai budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi masyarakat bugis, Meongmpalo Karellae adalah pengawal setia &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/02/legenda-asal-mula-padi-versi-cerita.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Sangiang Serri (Dewi Padi)&quot;&gt;Sangiang Serri (Dewi Padi)&lt;/a&gt;, yang kisahnya terdapat dalam kitab Sureq Lagaligo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dahulu, pembacaan kisah Meongmpalo Karellae dilakukan pada upacara Maddoja Bine, yaitu upacara penyemaian bibit padi. Dipercaya bahwa, jika si pencerita kisah ini merasakan kegembiraan saat membacanya, maka menjadi pertanda bakal baiknya hasil panen, pun sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembacaan cerita Meongmpalo Karellae sudah jarang dijumpai saat ini. Kalaupun ada biasanya hanya seremonial saja, dan tidak lagi menjadi bagian budaya yang hidup di masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Ringkasan cerita Meongmpalo Karallae sebagai berikut:&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Ketika Meongmpalo Karellae tinggal di daerah Tempe dan bermukim di Wage (sekarang Kabupaten Wajo) kehidupannya senantiasa bahagia, senang, tenteram, tanpa pernah mengalami penderitaan hidup dan siksaan batin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemilik rumah yang ditempatinya sangat penyabar, berbudi luhur, dan bijaksana. Akan tetapi penguasa langit menimpakannya nasib buruk sehingga Meongmpalo dibawa ke Soppeng, kemudian ke Bulu, dan akhirnya menetap di Lamuru. Di tempat itu dia mulai merasakan penderitaan dan kepedihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu waktu, tuannya yaitu pemilik rumah yang ditempatinya, pulang dari pasar membawa ikan ceppek-ceppek dan diambilnya seekor yang cukup besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuannya marah dan memukulnya dengan gagang parang. Meompalo karellae menjerit merasakan kepalanya serasa mau pecah dan penglihatannya berkunang-kunang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saking sakitnya dia berlari terbirit-birit menuju ke arah Enrekang, dan sampailah di Maiwa. Di tempat itu ia pun mendapatkan perlakuan yang sama seperti di Lamuru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sebuah rumah, dia makan kerak nasi dan tulang ikan, sang tuan pemilik rumah melemparinya dengan sakkaleng (sepotong papan yang biasa dijadikan alas untuk membersihkan ikan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meongmpalo lari menghindar hingga naik ke atas rangkiang (lumbung padi) tempat bersemayamnya Sangiang Serri (Dewi Padi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengar keributan, Sangiang Serri terbangun dan menjadi sangat murka atas perbuatan penghuni rumah kepada Meongmpalo dan memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sangiang Serri dan Meongmpalo meninggalkan tempat tersebut dan mencari tempat yang baik, namun tidak menemukan satu pun tempat yang menurutnya nyaman untuk ditinggali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirnya Sangiang Serri memutuskan untuk kembali ke langit dengan diantarkan oleh halilintar dan disertai kilat. Sesampainya di benua langit, mengadulah Sangiang Serri kepada ayahandanya perihal perilaku masyarakat di bumi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendengarkan pengakuan putrinya, Batara Guru menasihatinya dan memintanya untuk kembali ke dunia. Dengan berat hati, Sangiang Serri kembali ke dunia di tengah malam buta, diantarkan halilintar dan guntur, dan sampailah dia di tanah Barru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di daerah Barru, Pabbicara (juru bicara) bersama orang Barru berkumpul bersama menyambutnya secara adat dan melakukan peghormatan yang seharusnya kepada Sangiang Serri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sambutan dan pelayanan yang baik yang dilakukan oleh Pabbicara (juru bicara) dan rakyat Barru, diterima dengan senang hati oleh Sangiang Serri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, Sangiang Serri menyatakan niatnya untuk tinggal di daerah Barru dengan syarat bahwa Pabbicara dan masyarakat Barru mau menerima dan mengamalkan amanah dari Batara Guru, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Janganlah bertengkar pada saat menjelang malam atau pagi, begitu pula pada saat tujuh malam, utamanya malam Jumat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nyalakanlah pelita pada saat menjelang malam, dan nyalakan api di dapur pada waktu malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usahakan periuk dan tempat air minum senantiasa terisi pada waktu malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usahakan pula tempat beras senantiasa berisi, dan jangan sampai kosong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika mengambil nasi jangan sampai terhambur, jangan pula berbicara pada waktu makan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan melakukan perbuatan curang dan mengambil barang-barang yang bukan milikmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan makan secara diam-diam di dapur, jangan pula makan makanan yang tidak halal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bilamana akan menabur benih:&lt;br&gt;Duduklah tafakkur menghadap pelita seraya menantikan petunjuk dari lubuk hatimu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Batasi pembicaraanmu, tingkah lakumu, keinginan, dan nafsumu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Batasi pula matamu dari sesuatu yang jelek atau buruk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bilamana padi sudah tua atau masak:&lt;br&gt;Panenlah seikat demi seikat agar tidak terhambur, dan simpanlah di lumbung, dan usahakan jangan ditempatkan bersama buah-buahan yang dapat busuk karena bisa merusak padi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikianlah masyarakat Barru bersedia mengamalkan amanah tersebut, dan atas janji mereka maka Sangiang Serri bersama rombongan tinggal menetap di Barru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber ringkasan Meongmplao Karallae di atas diperoleh dari salah satu kumpulan tulisan hasil penelitian Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar yaitu, Bosara Nomor 19 Tahun VIII/2001, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Makassar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: Arsip Warisan Budaya TakBenda BPNB Sulsel&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/2154483610612910476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/ringkasan-dongeng-meongmpalo-karellae.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/2154483610612910476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/2154483610612910476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/ringkasan-dongeng-meongmpalo-karellae.html' title='Ringkasan dongeng Meongmpalo Karellae | Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-5403711977238485942</id><published>2022-04-23T06:58:00.005-07:00</published><updated>2022-04-29T08:17:50.726-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'> Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 40</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 40&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 40&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Raymond duduk dibangku, dan menaruh dua bungkusan kantong plastik diatas meja,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Apa itu bang Ray ?&quot; tanya Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini yang satu apel dan jeruk buat ayah dan adikmu&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;,dan yang ini kue Bika ambon kesukaan mu,nanti buat berbuka puasa,&quot; jawab Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah dapat rejeki,terima kasih ya bang,&quot; kata Aisha.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-39.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 39&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 39&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot; iya sama sama, &quot; jawab Raymond sambil tersenyum , kemarin Raymond sempat korek Arkhan tentang pribadi Aisha, dengan modal itu Raymond punya jurus untuk mendekati Aisha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sha,nanti malam ada waktu gak,?&quot; tanya Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Minggu minggu ini saya belajar bang,&quot; jawab Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lho bukannya sudah lulus ?&quot; tanya Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya,ini belajar untuk ujian masuk kuliah ,&quot; jawab Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh gitu,rencana mau kuliah dimana ?&quot; tanya Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau bisa di UNS solo, tapi pilihan kedua saya daftar di semarang,&quot; jawab Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Baguslah, moga diterima ya,&quot; kata Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Aamiin ,mksh bang,&quot; jawab Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hp Raymond berdering, ternyata panggilan dari Haris,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hallo bro,ada apa ?&quot; tanya Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kamu dimana,tiba tiba ngilang dari kos,&quot;kata Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lagi di kedai ayah Aisha,ada apa sih,?&quot; tanya Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh gak papa,cuma nanti malam mau pinjam motormu boleh ?&quot; Haris memohon&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh bisa,pakai saja,ris,&quot; jawab Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ok bro thanks,&quot; kata Haris&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-38.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 38&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 38&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Dan Haris menutup telepon, sedang Raymond masih pegang hp mencari cari sesuatu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bang maaf ya, Aisha gak bisa nemani abang ngobrol, karena kebetulan hari ini dapat pesanan makanan buat buka puasa di masjid,&quot; kata Aisha .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh gak papa sha,abang pamit saja,mau ke kampus dulu,&quot; jawab Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lho malah pergi,Aisha gak ngusir lho bang,&quot; kata Aisha sambil tersenyum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Memang abang ada perlu dikampus, ini tadi sekedar mampir,&quot; kata Raymond.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan Raymond berdiri pamit dan beranjak pergi meninggalkan kedai ayah Aisha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di rumah utama Bramantyo tampak gaduh, tampak Bramantyo marah marah didepan dua anak buahnya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot; Kurang ajar dia nantangin aku,tahu gitu dulu aku mampusin sekalian, pokoknya aku tak rela siapapun mendekati Retno,&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-41.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 41&quot;&gt;Cerita bersambung Jangan panggil aku tuan muda episode 41&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/5403711977238485942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-40.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5403711977238485942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/5403711977238485942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-40.html' title=' Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 40'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-8890024784926460263</id><published>2022-04-23T06:48:00.006-07:00</published><updated>2022-04-23T07:04:28.409-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 39</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 39&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 39&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Arkhan masih berdebat dengan dua orang suruhan Bramantyo,mereka mengancam dan mengintimidasi Arkhan, dengan kata kata ancaman menyuruh Arkhan untuk tidak menemui mbak Eno lagi&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;, seperti apa yang di suruh juragan muda mereka,Bramantyo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau kamu masih menemui Eno,urusanmu dengan aku,&quot; kata si gondrong sok jagoan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalian gak punya hak untuk melarang saya,kalau menemui mbak Eno saya sekedar membantu agar bisa lepas dari masalah yang dihadapinya,&quot; kata Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-38.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 38&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 38&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Jangan banyak alasan kamu,apapun itu kamu harus menjauhi Eno,&quot; kata si gondrong sambil mencengkram baju Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Saya gak mau,titik,&quot;kata Arkhan keras&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh perlu diberi pelajaran ya kamu,&quot; kata si gondrong sambil memukul Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merasa kaget Arkhan reflek balas memukul dengan keras membuat si gondrong terpental jatuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat itu teman gondrong maju dan menyerang Arkhan, perkelahian seru terjadi, dan Arkhan berusaha membela diri, setidaknya sejak kecil terbiasa ikut taekwondo membuat Arkhan bisa punya jurus untuk mematahkan lawan, karena temannya tersungkur penuh darah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;si gondrong marah dan menyerang membabi buta, tapi Arkhan tidak menyerah,selalu siap dengan tehnik yang pernah dipelajari Arkhan membalas serangan si gondrong dan akhirnya jatuh dengan banyak luka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dua lawannya kalah Arkhan mendekat,dan berpesan pada kedua preman kampung itu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kamu berdua tolong bilang sama juragan muda mu,suruh temui aku,Arkhan&quot; kata Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Baik bos,&quot; jawab si gondrong&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-37.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 37&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 37&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Segera ya,suruh selesaikan masalahnya dengan saya,&quot; kata Arkhan.Lalu berjalan meninggalkan mereka berdua menuju gedung tempat bertemunya pengurus yayasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di kedai ayah Aisha tampak sepi,karena memang belum buka,Aisha sedang menyiapkan sayuran untuk dimasak,namun tiba tiba ada suara salam,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Assalamualaikum Aisha,&quot; sapa Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oh bang Ray,walaikumsalam silahkan duduk,&quot; jawab Aisha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Lagi sibuk ya,ganggu gak ?&quot; tanya Raymond&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gak papa,santai saja bang,&quot; jawab Aisha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Raymond duduk di bangku kedai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-40.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 40&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 40&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/8890024784926460263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-39.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8890024784926460263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/8890024784926460263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-39.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 39'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8647005165287910233.post-3164780466237747318</id><published>2022-04-23T06:39:00.003-07:00</published><updated>2022-04-23T07:07:06.091-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerbung"/><title type='text'>Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 38</title><content type='html'>&lt;h2&gt;JANGAN PANGGIL AKU TUAN MUDA&lt;/h2&gt;&lt;noscript&gt;&lt;img alt=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 38&quot; height=&quot;720&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s1280/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 38&quot; width=&quot;1280&quot;/&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;p&gt;Haris membaringkan tubuhnya sambil menarik sarungnya,mumpung libur kuliah hanya dikamar,masih teleponan dengan Renatha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Maksud kamu apa,ada rasa segala,?&quot; tanya&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; Renatha agak keras&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bukan begitu lho,aku cuma pingin ngobrol sama kamu,aku padamu ehhh aduh,&quot; jawab Haris tampak gugup&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Udah hp aku matiin saja,gak jelas gini,&quot; kata Renatha&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-37.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 37&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 37&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Jangaaan...tunggu dulu,aku masih pingin cerita sama kamu,&quot; seru Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Renatha diam,lucu juga teman Arkhan ini,tampaknya polos banget dia, okelah bisa aku deketin dia pikir Renatha tersenyum tipis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hallo....koq diem saja to,aku masih disini lho,&quot; kata Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya iya mau apa lagi ?&quot; kata Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ya mau kamu he he he...aduh aku koq salah terus ya,&quot; kata Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gimana kalau kita ketemu, bisa ngobrol santai,&quot; tawar Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hah ketemu...? Ketemu sama aku ?,wow banget ya he he,&quot; kata Haris sambil ketawa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mau gak,kalau gak ya udah,telepon aku tutup ya,&quot; kata Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Eeeehhhh tunggu,iyaaa siap aku,&quot; kata Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oke,nanti aku sharelok ya,udah aku mau balik tidur, lagi males ni,&quot; kata Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Iya iya...jangan lupa mimpi kan aku ya,&quot; kata Haris&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Apa....?&quot; seru Renatha&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gak becanda,&quot; Haris merayu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan telepon ditutup oleh Renatha dan Haris bengong.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-36.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda part 36&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda part 36&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&quot;Apa aku salah ya...?&quot; batin Haris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arkhan mengendarai mobilnya keluar dari rumah,Hari ini ada janji ketemu dengan teman teman yayasan untuk membahas santunan anak yatim, diujung gang ada mobil yang mengikutinya, awalnya Arkhan tidak merasa kalau diikuti, tapi ketika sampai di dekat yayasan Arkhan baru menyadari,lalu Arkhan menepikan mobilnya untuk memastikan mobil itu mengikuti dia atau tidak,dan mobil itu berhenti dibelakang mobil Arkhan dan keluar dua orang laki laki berbadan kekar, mereka mendekati Arkhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Peringatan buat kamu ya,jangan mendekati Eno,&quot; kata lelaki berambut gondrong&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Maksudnya apa ya,?&quot; tanya Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kamu dulu bisa lolos dari bos Bram,tapi kamu masih berulah,&quot; kata laki laki bertopi rajut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Aku gak dekati mbak Eno,&#39; kata Arkhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersambung ke: &lt;a href=&quot;https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-39.html&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Jangan panggil aku tuan muda episode 39&quot;&gt;Jangan panggil aku tuan muda episode 39&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://fiksi.puisibijak.com/feeds/3164780466237747318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-38.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/3164780466237747318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8647005165287910233/posts/default/3164780466237747318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://fiksi.puisibijak.com/2022/04/jangan-panggil-aku-tuan-muda-part-38.html' title='Cerita bersambung: Jangan panggil aku tuan muda part 38'/><author><name>Anderline</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11735367779372576091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRiODXVZTycvoA4XdLqy7WkJavD4gbWKNzuIcfN3O8cKFmqIYn71lRPXEOkOH5xIilt98Fd1w2TsbtRLnwTbCqODhVjSLIFORHz5MT_WHH4SlpYgcp9hxnKMuOG0je4g/s82/ijoel.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjznsJPoM0BqgM1nAUPYUq98WhOTgnAEohk8MMuP-wJ9M8cH8FMLES5dtzKgRyF4NB8p-ehc7lSMQW1JlUmkzVo9DZZmm3v48YeTQG8J6Ja9sJ1VZgXAl6-TbTnaxyLolrt_uwtRDEoHMEbFIqPT4uF_4AU6OoVau56dbjPK4XCEuYvZ8pky_XVW5eQJw/s72-c/cerita-bersambung-jangan-panggil-aku-tuan-muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>