<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 07:20:51 +0000</lastBuildDate><category>memories</category><category>The Journey</category><category>puisi</category><category>share aja</category><category>Sambung Rasa</category><category>Bisnis Kita</category><category>Profil SMAN 1</category><title>SMANSA MAGELANG</title><description>Catatan kecil yang ditoreh menjadi kenangan indah dalam sebuah angan yang merindukan untuk diulang. Tulislah walau hanya dalam BLOG ALUMNI SMA NEGERI 1 MAGELANG terbangga dan tercinta. Semoga menjadi inspirasi dan titian berpijak melangkah ke depan.</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (smansa-magelang)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-1778768458557414700</guid><pubDate>Thu, 27 Nov 2008 20:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-28T03:27:19.671+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">share aja</category><title>komunikasi = silaturahmi = harus?</title><description>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;/* Kene kanggo artikel lengkap selanjutnya */&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;menanggapi tulisan dari salah satu kawan di milis yg mempertanyakan mengenai banyaknya anggota milis yg tidak aktif atau silent milister ...&lt;/span&gt; &quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada dasarnya komunikasi adalah proses penyampaian informasi pesan, ide, gagasan dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya (massal). pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata, baik dengan bahasa verbal / non-verbal. (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi&quot;&gt;id.wikipedia.org&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seiring dgn berevolusinya cara komunikasi, media yg digunakan pun beragam sejalan dengan penemuan - penemuan revolusioner yg ada. berkembangnya teknologi memungkinkan kita melakukan proses tukar informasi tanpa terbatas ruang dan waktu (borderless).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komunikasi erat hubungannya dengan kebutuhan dasar manusia. ditemukannya radio, tv satelit, hp, internet adalah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;tech-tools&lt;/span&gt; contoh akhir dari perkembangan industri guna memenuhi kebutuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang pertanyaannya adalah, mungkinkah cara berkomunikasi diseragamkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi saya, komunikasi adalah kebebasan setiap individu, baik dilihat secara kebutuhannya atau pun cara kita melakukannya selama proses (penyampaian informasi) tetap terjaga keberlangsungannya. apalagi nowadays, byk sekali pilihan yg bisa kita manfaatkan untuk melakukan aktivitas ini. pun dengan pilihan untuk tidak berkomunikasi dengan orang lain karena alasan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kemudian kalo tidak ikut friendster jadi tidak gaul? atau malah kegaulan? tidak facebook-an menjadi imbicile? tidak posting milis jadi kampungan? atau punya HP, TV, satelit menjadi keharusan? menurutku, itu anggapan yg salah. sebab itu menyangkut kebutuhan kita sendiri. no gain no pain, idiom ini sama hal nya dengan kalo butuh tahu ya cari tahu, kalo mau derma ya ga usah pamrih, kalo mau sharing ya jangan maksa, kalo mau exist ya broadcast jgn hilang channel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksud dari tulisan saya ini adalah untuk mengingatkan (saling koreksi) bahwa kadang kita sebagai manusia tempat lupa dan salah, sering melakukan blunder dari niat baik kita, sehingga yg harusnya bermanfaat justru malah menjadi kontraproduktif karena pemaksaan2 implisit yg muncul. harus lewat sini, harus lewat situ sudah bukan jamannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, mari kita lakukan dengan kesadaran dan hati yg gembira tanpa perasaan terpaksa - harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cheers.</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/11/komunikasi-silaturahmi-harus.html</link><author>noreply@blogger.com (Ghadafi)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-4847805818737873419</guid><pubDate>Tue, 25 Nov 2008 02:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T09:50:46.593+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis Kita</category><title>BISNIS KITA</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NuFvQab2OIHY7YP9I_x2fJ260swJdhptHYjBlkmxmDKUR36xBSzm3oSLbbQbM122L9kN8MDt50hVFDjO7iMiV23A3teT4Xt-OOpFgm-I-zcDFMjFqeRblDyM89dcZk0i6N6FIrDHN8c/s1600-h/Illustration-_06.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NuFvQab2OIHY7YP9I_x2fJ260swJdhptHYjBlkmxmDKUR36xBSzm3oSLbbQbM122L9kN8MDt50hVFDjO7iMiV23A3teT4Xt-OOpFgm-I-zcDFMjFqeRblDyM89dcZk0i6N6FIrDHN8c/s320/Illustration-_06.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5272422086476185954&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bagi rekan-rekan yang memiliki usaha/bisnis, silahkan upload artikel tentang profil bisnis Anda. Profil tersebut termasuk dalam keterangan apa bisnis Anda, mengapa anda mengembangkan bisnis tersebut/peluang apa yang Anda manfaatkan untuk bisnis Anda tersebut, kapan Anda memulai bisnis tersebut, dan dimana bisnis Anda? Dan terakhir bagaimana cara Anda menjalankan bisnis Anda? Semoga bisa memberikan ide dan inspiratif bagi rekan-rekan yang lain dan berdampak positif pada kerja sama yang saling bersinergi. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa masukkan dalam kategori label: &quot;Bisnis Kita&quot;, kalo memungkinkan bisa disertakan foto-foto yang mendukung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/11/bisnis-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (smansa-magelang)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7NuFvQab2OIHY7YP9I_x2fJ260swJdhptHYjBlkmxmDKUR36xBSzm3oSLbbQbM122L9kN8MDt50hVFDjO7iMiV23A3teT4Xt-OOpFgm-I-zcDFMjFqeRblDyM89dcZk0i6N6FIrDHN8c/s72-c/Illustration-_06.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-8602311092737931200</guid><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 00:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T12:31:53.719+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sambung Rasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">share aja</category><title>TAAT ATURAN</title><description>Melihat tulisan &lt;a href=&quot;http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/10/teratur-tidak-teratur.html&quot;&gt;Teratur Tidak Teratur&lt;/a&gt; , saya jadi ingin urun rembug.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, pertama kali datang ke Bandung(1996), salah satu yang membuat salut adalah ketaatan pengguna kendaraan. Bayangkan, jam 12 malam, jalanan kosong, lampu merah menyala, mobil masih pada nungguin. Beberapa tahun terakhir ini kebiasaan ini sudah mulai tereduksi seiring dengan ledakan penduduk yang membuat Bandung macet tak ubahnya Jakarta di pagi dan sore hari. Ditambah lagi ulah orang Jakarta memenuhi kebutuhan sosialnya untuk belanja dan makan. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan di Magelang, kota kecil yang sepertinya masih mending. Saya punya pengalaman di Manado yang lebih unik lagi. Disana jarang sekali terlihat ada lampu merah. Tapi, ratusan angkot dan kendaraan lain dengan sabar saling memberikan kesempatan untuk berjalan.Tak ada polisi, tak ada lampu merah. Apakah ini pameo, tidak ada larangan, maka tidak ada pelanggaran. Hehehe. Nggaklah, saya masih percaya terhadap aturan kok. Saya melihatnya lebih karena adanya banyak kepentingan dan sedikitnya kesempatan. Di Jakarta misalnya. Dengan jutaan penduduk yang masing2 punya kepentingan di tengah persaingan yang ketat namun dibatasi dengan minimnya kesempatan, maka orang akan lebih mendahulukan kepentingannya bahkan cenderung melanggar aturan. Sekali lagi bandingkan dengan kota yang lebih kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan pada aturan sebenarnya juga tidak lepas dengan kesadaran berdemokrasi. Demokrasi tidak hanya melulu menuntut apa yang menjadi hak pribadi, tapi juga bagaimana menaati aturan yang disepakati dan menghormati kepentingan satu sama lain. Demokrasi sendiri sangat dipengaruhi tingkat ekonomi penduduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Budiono(mantan Menkeu), tingkat aman demokrasi kita, memerlukan pendapatan per kapita $6600 AS. Pendapatan per kapita ini dihitung menurut PPP(Purchasing Power Parity) yang disesuaikan dengan tingkat biaya hidup negara bersangkutan. Tahun 2007 pendapatan riil $800 dan perhitunggan PPP adalah $3000. Sumber lain menyebutkan $4000 an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat penghasilan per kapita $1500-3000, demokrasi dapat bertahan rata-rata 18 tahun. Pada $6000 probabilitas kegagalan jauh lebih kecil yaitu 1:500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kita menumbuhkan ekonomi tujuh persen setahun, maka dengan laju pertumbuhan penduduk 1,2 persen setahun, penghasilan per kapita tumbuh 5,8 persen setahun. Dengan laju ini, kita akan mencapai ambang zona aman demokrasi dalam sembilan(9) tahun(dari 2007). Apabila PDB tumbuh di bawah tujuh persen, waktu untuk mencapai zona aman bagi demokrasi lebih panjang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke masalah aturan. Apakah tidak ada warga yang benar-benar taat. Ada, tidak sedikit malah. Cuma ketaatan ini diukur secara kolektif. Sebagai contoh, masalah kemacetan. Anda mungkin sudah taat dan sabar, cuma mungkin pengguna lain ada yang tidak sabaran sehingga melanggar. Sehingga mau tidak mau, untuk tidak memperparah, kadang polisi memaklumkan kita untuk melanggar marka jalan untuk mempercepat laju. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat Serat Kalatidha nya Ki Ronggo Warsito, &lt;br /&gt;Menemui zaman edan.&lt;br /&gt;Ikut edan tidak sampai hati.&lt;br /&gt;Kalu tidak ikut edan tidak kebagian.&lt;br /&gt;Akhirnya menderita kelaparan.&lt;br /&gt;Namun sudah kehendak Allah.&lt;br /&gt;Sebahagianya orang edan, ternyata masih lebih bahagia orang yang senantiasa ingat dan waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dua kalimat terakhir sengaja saya kecilkan, biar agak gak kelihatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, adalah Anda bisa membandingkan suasana kerja di bisnis pelayanan publik ,bandingkan antara misalnya Customer Services ASTRO(darn, udah tutup, gak bisa nonton Simpson lagi..) dengan kelurahan untuk membuat KTP. Tergantung duitnya, tergantung lingkungannya. Hehehe, jelas perbedaan amat menyolok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, orang bisa begitu tertib ketika antri di Blitz, tetapi di lain waktu bisa ganas ketika antri BLT atau zakat. Lihat kejadian terakhir di Pasuruan, Ramadhan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas untuk bisa sama dengan Adelaide masih butuh waktu puaaaaaaaaanjaaaaaaaaang. Mungkin malah tidak tercapai kalau pembandingnya Jakarta, yang digosipkan apabila Global Warming tidak bisa dicegah dan makin parah, 10 tahun lagi akan tenggelam.&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/10/taat-aturan.html</link><author>noreply@blogger.com (Oki.Nandoko.Rakhim)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-3367893056607262786</guid><pubDate>Mon, 20 Oct 2008 17:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-21T10:50:52.088+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>Pak Pur</title><description>Saya mengingat Pak Pur. Ini adalah guru mata pelajaran PMP. Kini pelajaran itu sudah berganti nama. Saya tidak pernah lagi mendengar kabar  guru saya satu ini. Yang saya kenang adalah dia guru yang masuk kategori lucu. Sepertinya dia lebih suka menyanyi daripada mengajar. Di perpisahan akhir sekolah, saya ingat, dia menyanyi di panggung dengan suara yang—meminjam istilah teman-teman Sinema Indonesia—masuk kategori KBA (Kalau Berhenti Alhamdulillah..).Saya sama sekali lupa dengan apa-apa yang diajarkannya karena ia seperti nyaris tidak mengajar di kelas. Mungkin ini karena pelajaran yang dia ampu adalah pelajaran paling membosankan yang pernah dibuat oleh manusia. Barangkali Pak Pur juga merasakan itu dan melampiaskan dengan cara mengajar yang di luar kebiasaan itu.  Atau barangkali pula Pak Pur sadar bahwa “moral” tidak bisa ditransfer  dari guru ke murid sehingga ia perlu mengajarkannya dengan cara-cara guru silat misterius. Ingat sinto gendeng?atau dewa mabuk? &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;Pancasila saat saya SMA juga menjadi sesuatu yang sungguh membosankan. Dari SD, kita diajari dan diminta menghafal itu-itu terus. Dan tak boleh dibantah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya mengingat Pak Pur, justru pada hari-hari ini ketika sebagian orang mulai berusaha memaksakan standard moral yang mereka miliki kepada semua orang….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/10/pak-pur.html</link><author>noreply@blogger.com (Heru Prasetia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-2413395057160954578</guid><pubDate>Fri, 17 Oct 2008 00:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-21T10:55:08.719+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>Lebaran, Hari Raya, Mohon Maaf</title><description>Lebaran, Hari raya, mohon Maaf&lt;br /&gt;Hari-hari seperti ini adalah hari yang cukup menyenangkan bagi saya ketika sekolah di SMA dulu. Hari-hari pasca liburan lebaran. Saya masuk sekolah dengan riang karena hari-hari itu kami akan saling menyapa, berjabat tangan, maaf-mafan, dan berbagi senyum. Hari pertama masuk sekolah setalah libur lebaran adalah hari maaf-maafan sesama teman. Yang menyenangkan adalah saya bisa menyapa nyaris semua siswa, termasuk yang tidak saya kenal. Saya juga berani menyapa dan menyalami cewek-cewek cantik yang sebelumnya menatapnya saja saya harus mencuri-curi. Biasanya mereka akan tersenyum manis sambil menjabat tangan saya. Saya (barangkali) juga sedang tersenyum manis saat itu hehehe….&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru juga saya salami. Termasuk yang angker-angker dan jarang senyum. Hari itu dipastikan senyumnya tersungging, tapi tidak manis tentu saja. Tak apalah, yang penting ada senyum setahun sekali. Itu sudah cukup untuk menunjukkan masih ada sisi manusiawi di di diri mereka hehehe…&lt;br /&gt;Hampir semua siswa berlebaran. Semuanya. Nyaris tidak membedakan agama dan etnis. Dan inilah yang membuat saya tidak enak hati. Banyak teman-teman saya yang beragama lain,menyalami saya memberi ucapan selamat idul fitri pada saya—juga dengan senyum manis. Padahal pada kesempatan yang lain, ketika mereka merayakan hari raya mereka, natal misalnya, saya tidak pernah menjabat tangan mereka dan mengucapkan selamat, apalgi dengan senyum manis. Saat itu, saya masih mengikuti fatwa MUI yang ternyata belakangan saya tahu sering mengeluarkan fatwa yang lebih banyak salahnya daripada benarnya. Jadi dengan berkacamata kuda, saya patuhi saja fatwa bahwa sekadar mengucapkan natal adalah dosa. Serem kan? Nah, sepanjang saya sekolah SMA itu saya hampir tak pernah memberi ucapan selamat hari raya pada teman-teman beragama lain. menyedihkan. &lt;br /&gt;Saya mengingat hari-hari pasca libur lebaran itu. Dan saya malu atas sikap kerdil saya dulu…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/10/lebaran-hari-raya-mohon-maaf.html</link><author>noreply@blogger.com (Heru Prasetia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-7773074448588942717</guid><pubDate>Thu, 02 Oct 2008 14:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-21T10:56:46.537+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">share aja</category><title>Teratur.. tidak teratur...</title><description>&lt;div style=&quot;font-family:tahoma, new york, times, serif;font-size:8pt&quot;&gt;&lt;DIV&gt;Ramadhan yang&amp;nbsp;baru lewat dan lebaran tahun ini merupakan yang pertama yang saya lakukan di Adelaide, kota tempat saya tinggal untuk 2 tahun kedepan. Hampir gak ada bedanya dengan hari-hari biasa... makanya saya mengambil cuti di minggu lebaran walaupun ada pisuhan&amp;nbsp;(&lt;A href=&quot;http://wiki.cahandong.org/Pisuhan&quot;&gt;http://wiki.cahandong.org/Pisuhan&lt;/A&gt;) dari bos dan tetep harus &quot;working from home&quot; memantau email setiap hari.&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Satu hal yang&amp;nbsp;perlu disyukuri, saya hampir&amp;nbsp;selalu bisa berbuka puasa di rumah (dibandingkan di Jakarta yang rasanya mustahil&amp;nbsp;untuk berbuka puasa di rumah... sudah&amp;nbsp;pulang&amp;nbsp;&quot;teng go&quot; jam 5 sore, tetep gak keburu, walaupun jarak kantor di kuningan dan rumah di tebet hanya 7 km). &lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Lalu lintas yang lancar dan teratur membuat&amp;nbsp;waktu tempuh dari klien ke rumah hanya 20 menit untuk jarak 15 km di tengah &quot;peak hour&quot;, inipun masih dengan catatan kecepatan maksimun yang diperbolehkan rata-rata 60 km/jam di daerah &quot;suburb&quot;, kalau sudah memasuki city (pusat kota) akan turun jadi 50 km/jam.&amp;nbsp;Saya membayangkan kalau saya mengendarai mobil di Jakarta&amp;nbsp;dengan kecepatan&amp;nbsp;60 km/jam di jalanan yang&amp;nbsp;lancar.. nyaring klakson akan sering mampir ke telinga saya, memerintahkan supaya&amp;nbsp;berkendara lebih cepat.&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV&gt;Bicara masalah lalu lintas, ketaatan dan keteraturan&amp;nbsp;masyarakat di&amp;nbsp;kota saya sekarang&amp;nbsp;terhadap aturan (tidak&amp;nbsp;hanya) lalu lintas&amp;nbsp;sangat tinggi. Kalau ada rambu-rambu stop ya stop, kalo ada&amp;nbsp;rambu-rambu untuk mendahulukan pejalan kaki ya pejalan kaki didahulukan, apalagi kalo lampu lalu lintas berwarna merah.. waktu kuning aja mereka&amp;nbsp;akan bersiap untuk berhenti. Ingatan saya kembali pada saat saya&amp;nbsp;mengendarai mobil di&amp;nbsp;Medan untuk pertama kalinya. Saat itu lampu&amp;nbsp;lalu lintas sudah menunjukkan merah, saya pun berhenti tepat di belakang&amp;nbsp;marka&amp;nbsp;zebra cross... tak dinyana..&amp;nbsp;nyaring&amp;nbsp;klakson&amp;nbsp;(dari lebih dari 5 kendaraan) menyambar telinga saya. Saya melirik kaca spion untuk melihat apa yang terjadi, ternyata mereka meminta (lebih tepatnya menyuruh) saya&amp;nbsp;untuk&amp;nbsp;menjalankan kendaraan...&amp;nbsp;salah satu dari mereka bahkan berteriak... &quot;woi, jalanan kosong tunggu apa kau&quot;... lho...  sepertinya lampu lalu lintas bukan lagi&amp;nbsp;merah,&amp;nbsp;ijo dan&amp;nbsp;kuning tapi ijo, ijo dan ijo&amp;nbsp;buat mereka (pak Dafi yang sekarang tinggal di sana mungkin sudah mahfum.. hehehe..)&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Batasan kecepatan rata-rata 60 km/jam pada awalnya membuat saya yang &quot;speed&amp;nbsp;lover&quot; sangata tersiksa, mengingat ring road&amp;nbsp;selatan Jogja&amp;nbsp;dulu saat kuliah jadi kawan akrab tiap minggu dini hari setelah&amp;nbsp;clubbing (dugem kalo&amp;nbsp;kata om yudha... ) untuk memacu honda grand civic&amp;nbsp;(punya bokap&amp;nbsp;yang udah di-oprek) di sekitaran 150 km/jam... ataupun jalan asia afrika di senayan dulu saat belum kawin untuk memacu honda genio (masih punya bokap) di sekitaran kecepatan yang sama....&amp;nbsp;Tapi syukurlah sekarang saya sudah terbiasa mengendarai&amp;nbsp;tunggangan saya, honda new civic 2008 yang masih nyicil, di kecepatan 60 km/jam at the maximum walaupun kadang-kadang&amp;nbsp;digeber sampe 80 km/jam sambil&amp;nbsp;memperhatikan apakah ada speed camera atau gak :) Salah satu teman dari Indonesia pernah tertangkap speed camera karena mengemudikan mobilnya pada kecepatan melebihi yang ditentukan... surat tilang pun mampir ke kotak suratnya...  100 dolar pun harus disetor.. lumayan... kalo di Indonesia bisa buat bayar oknum pak polisi 15 kali dengan asumsi 50rban sekali &quot;nyogok&quot;... jadinya&amp;nbsp;gak kebayang kalo di&amp;nbsp;Jakarta dipasang speed camera, berapa banyak yang kena&amp;nbsp;tilang...&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Saya pernah kena tilang satu kali.. karena&amp;nbsp;lupa&amp;nbsp;memperlihatkan bukti&amp;nbsp;bayar parkir di dashboard mobil supaya terlihat dari luar.&amp;nbsp;Bukti pelanggarannya hanya ditempelkan di wiper depan mobil&amp;nbsp;merinci pelanggaran yang saya buat, denda pelanggaran, batas waktu&amp;nbsp;pembayaran&amp;nbsp;serta cara pembayarannya.. dan apabila kita menolak&amp;nbsp;untuk membayar kita punya hak untuk membela diri di pengadilan. Saya memutuskan untuk membayar denda (karena emang jelas salah saya) dengan menggunakan kartu kredit melalui internet. Saya&amp;nbsp;sekali lagi membayangkan kalo hal ini diterapkan di Indonesia... bisa-bisa ada sebagian pihak atau institusi yang kehilangan pendapatan sampingan :) hehehe..&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Waduh maap nih... dari pembicaraan awal buka puasa bisa di rumah malah merembet ke masalah keteraturan lalu lintas di kota tempat tinggal saya sekarang..&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Tapi yang aneh dari saya adalah, setiap ada rekan atau teman&amp;nbsp;yang bertanya apakah saya akan memutuskan untuk menjadi permanen resident di Australia atau tidak... saya selalu menjawab &quot;gak&quot; (at least sampai saat ini)... saya&amp;nbsp;masih lebih memilih untuk tinggal di Indonesia dengan segala ketidakteraturannya... mungkin karena alam bawah sadar saya mengatakan saya masih orang Indonesia yang seperti kebanyakan orang Indonesia lainnya suka dan akrab dengan ketidakteraturan.. hahaha...&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Wah kalo&amp;nbsp;banyak orang&amp;nbsp;Indonesia masih seperti saya begini bisa repot... dari Presiden, anggota DPR, pejabat, sampe level pengemis pun pada gak teratur... &quot;tanya kenapa???&quot;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;Selamat Lebaran, mohon maaf lahir dan batin...&lt;/DIV&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/10/teratur-tidak-teratur.html</link><author>noreply@blogger.com (smansa-magelang)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-40668805556618771</guid><pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-21T10:57:36.863+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>Kupinjam bajumu untuk seterusnya :D</title><description>&quot;Ono undangan ultah seko R, kowe diundang ra ?&quot; Seorang sahabat A tanya. Weleh ... seneng campur kuwica ne. Sejatine aku kenal banget ma si R secara dia ma keluarganya ni dulu pas masih kecil imut sering latihan renang ro aku, malah tiap berangkat en pulang renang aku nebeng mobil nyokapnya. Tapi kok ga ada undangan mampir. Kuciwa berat ni ...&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Wis ... melu ae, cah-cah do melu ko&quot; sahabat A meyakinkanku buat ikutan. Rasa ingin tapi isin bercampur, ingin ikut tp takut isin ketauan kl tamu tak diundang sampe keliatan si empunya acara. Akhirnya &quot;Yo mengko waelah, mikir2 sik&quot; jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang sekolah seperti biasa, nongkrong dulu d bawah rindangnya pohon pinggir jalan dpn mesjid walikota. Sahabat A tanya sekali lagi, &quot;Piye sidane, melu ra ?&quot; Masih ragu menjurus ke ga mau benernya ikutan, akhirnya pake alasan &quot; Wah, aku ra nduwe klambi je&quot;. A dengan spontan jawab &quot; wis nganggo nggon ku ae, gampang&quot;.  Akhirnya, secara yang lain yang ga diundang jg mo pada dateng, &quot;Yo wis, mengko tak nenggonmu&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorepun tiba, di rumah A dah ada beberapa temen ngumpul dengan baju yang modis, rapi, bahkan wangi (jarang-jarang nih). Diriku secara cuma pake sendal en kaos, akhirnya milih baju ndiri yang cocok. Pilih deh baju putih en gambar biru. Pake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas mo berangkat, yang lain pada pake sepatu. Dasar ga modal, sekali lagi A nyodorin sepatu basket putih. Halah, meski kegedean en ga matching yo biarin wis, daripada sendal.&lt;br /&gt;Berangkat !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pestanya ....... (skip, ga usah dcritain, ngisin-isini wis pokoke :P).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dulu k rumah A. Copot sepatu ... tp ga copot baju. &quot;Klambine tak nggo sik yo, mengko tak kumbah ndisik&quot;. Si A jawab &quot;Wis santai wae&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan seminggu, sebulan,baju tu masih lom kubalikin. Ada juga malah kupake lagi pas acara ultah yang lain, hehehehe. Secara si A ga peduli, yo wis pikirku. Sampe acara lulusan, baju ga kepikiran mo balikin. Ampe  lusuh sering dicuci,  lom juga mo balikin.  Bahkan pas kos, meski sering wira-wiri kosan A en aku d bdg, ga kepikiran tu mo balikin, ada juga pinjem baju lagi, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampe skrg  ... masih  kutinggal dua lembar baju si A di lemari kamar rumah Mgl.&lt;br /&gt;Hehehe, buat sahabatku A, jangan tuntut aku d hari kiamat soal baju2 ini ya, kan katamu ...&lt;br /&gt;&quot; Wis santai wae&quot;. Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/kupinjam-bajumu-untuk-seterusnya-d.html</link><author>noreply@blogger.com (omyudha)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-1834460010704339673</guid><pubDate>Fri, 19 Sep 2008 09:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-20T08:48:15.656+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Para Pencela</title><description>Lihatlah mereka&lt;br /&gt;Duduk melamun disana&lt;br /&gt;Jumlahnya tak terkira&lt;br /&gt;Tanpa bisa berbuat apa-apa&lt;br /&gt;Hanya nada sumbang&lt;br /&gt;Bahkan tak terdengar di telinga&lt;br /&gt;Hanya anjing kurap melolong menyambutnya&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tetapi itulah kehidupan&lt;br /&gt;Para pencela dibutuhkan&lt;br /&gt;Agar sang creator melaju terus berkarya&lt;br /&gt;Meninggalkannya membusuk merana&lt;br /&gt;Karena itulah yang mereka bisa&lt;br /&gt;Hanya mencela dan terus binasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang para pencela&lt;br /&gt;Hadirmu kami butuhkan&lt;br /&gt;Untuk lonjakan kematangan jiwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;img height=&quot;25&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; width=&quot;90&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/para-pencela-lihatlah-mereka-duduk.html</link><author>noreply@blogger.com (smansa-magelang)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s72-c/mp.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-4997256924781398590</guid><pubDate>Thu, 18 Sep 2008 04:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:50:09.759+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Menjadi Manusia</title><description>Terbelenggu sepi&lt;br /&gt;Dalam ruang hampa hati&lt;br /&gt;Teriakkan Aku&lt;br /&gt;Teriak sampai semua tertidur&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kepenatan&lt;br /&gt;Lelah memaksa karamkan letih&lt;br /&gt;Terpikat&lt;br /&gt;Terlena&lt;br /&gt;Terhampar&lt;br /&gt;Gempita Dunia&lt;br /&gt;Maknai raga kosongkan jiwa&lt;br /&gt;Akhirnya berkata&lt;br /&gt;Aku adalah Raja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku menjadi manusia?&lt;br /&gt;Nurani tergadaikan kuasa&lt;br /&gt;Bagaimana aku menjadi manusia?&lt;br /&gt;Hasrat utamakan rasa&lt;br /&gt;Bagaimana aku menjadi manusia?&lt;br /&gt;Milikku dahulukan bahagia&lt;br /&gt;Hak-hakku..!&lt;br /&gt;Ya!! Hak-hakku..!!&lt;br /&gt;Hak-hakku yang utama!!!&lt;br /&gt;Hak Asasi Manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku punya hak kalau aku bukan manusia!!?&lt;br /&gt;Bagaimana aku menjadi manusia?&lt;br /&gt;Hak Asasi utamakan damai&lt;br /&gt;ah...&lt;br /&gt;Susahnya jadi manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;img height=&quot;25&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; width=&quot;80&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/menjadi-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s72-c/mp.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-2673289804746422562</guid><pubDate>Thu, 18 Sep 2008 04:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:46:02.151+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">puisi</category><title>Se Apakah?</title><description>Sejauh ku melangkah&lt;br /&gt;Setinggi ku mencapai&lt;br /&gt;Sekuat ku mengangkat&lt;br /&gt;Sedalam ku menggali&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sedahsyat ku berangan&lt;br /&gt;Semuluk ku bercita&lt;br /&gt;Sekaya ku berharta&lt;br /&gt;Selantang ku teriak&lt;br /&gt;Semerdu ku senandung&lt;br /&gt;Sehati ku berbagi&lt;br /&gt;Semesra ku bercinta&lt;br /&gt;Segala ku memohon&lt;br /&gt;Semua berhenti jika waktu terhenti&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; height=&quot;25&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/se-apakah.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s72-c/mp.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-1233405111806552345</guid><pubDate>Wed, 17 Sep 2008 03:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:29:22.316+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">The Journey</category><title>Cari dan hormati leluhurmu...mereka adalah lentera hatimu</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sejarah penciptaan manusia dari berbagai unsur alam menjadikannya terlalu kompleks untuk hanya dimengerti dengan akal yang sangat terbatas. Kandungan materi dan esensi yang demikian kaya akan teknologi maha canggih yang dimilikiNya. Manusia hanya mampu melacak, bukan mencipta. Itupun oleh ijin kesadaran CAHAYA yang akan memberi terang garis-garis kehidupan yang tercipta. Surga dan Neraka adalah sesuatu yang diyakini oleh jiwa-jiwa yang yakin akan kebesaranNya. Itulah HIKMAH dari sebuah makna. Lalu siapakah yang menjadi diri kita?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini sebaiknya bukan pertanyaan yang dijawab dengan jawaban. Tetapi kesadaran CAHAYA akan menjadi penuntun jiwa-jiwa suci untuk memperoleh pengertian. Keluhuran budi pekerti para pendahulu akan menjadi cerminan kekayaan esensi diri. Doakanlah mereka yang telah bekerja membentuk dan memeliharanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata &quot;PUTUS&quot; untuk sebuah jalinan kekerabatan yang luhur budi. Seorang ningrat atau habib sekalipun bukanlah mudah begitu saja menerima anugerah pilihan Yang Maha Kuasa. Hal inilah yang tidak disadari para pencela karena mereka tak mendapatkannya. Namun keagungan budi dan kesadaran CAHAYA dari yang &quot;bukan pilihan&quot; adalah pilihan dariNya untuk membentuk &quot;pilihan&quot; yang diharapkanNya menjadi &quot;terpilih&quot; di dunia dengan Rahmat dan PetunjukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkaplah sudah gelar ningrat dan habib yang &quot;hakiki&quot; menjadi tujuan pemuliaan kesejahteraan dunia. Pemimpin bukan dididik. Pemimpin adalah penunjukan. Dan leluhur adalah cerminan jiwa yang akan mendampingi diri pada lentera hati karena doa-doanya terdahulu kepada keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pantaskah kita lupa untuk bangga dan mendoakan mereka kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; height=&quot;25&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/cari-dan-hormati-leluhurmumereka-adalah.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s72-c/mp.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-1004198705165339846</guid><pubDate>Mon, 15 Sep 2008 04:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-15T11:40:14.238+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sambung Rasa</category><title>Pendidikan Indonesia. Sudah benar belum?</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiORNOkfPH7EA79oAAQ7EWSOuekNjwSrBejPcQqc5xBHVu_RGMkadcil3wbuuNDTRncl8oyE76ALN5cPSVBUltijoGBND1a7WUkHaarhiYkrN7hJclnZ8Cc70e12DS3C7t2awehRb8kag4/s1600-h/STUDY.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5246103278009368738&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiORNOkfPH7EA79oAAQ7EWSOuekNjwSrBejPcQqc5xBHVu_RGMkadcil3wbuuNDTRncl8oyE76ALN5cPSVBUltijoGBND1a7WUkHaarhiYkrN7hJclnZ8Cc70e12DS3C7t2awehRb8kag4/s200/STUDY.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Hi all, banyak perdebatan menarik mengenai &lt;strong&gt;sistem pendidikan di Indonesia&lt;/strong&gt;. Menurut Anda apakah sistem pendidikan di Indonesia sudah benar? Bagaimana Anda menjelaskannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;(FORUM INI TERBUKA UNTUK UMUM)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/pendidikan-indonesia-sudah-benar-belum.html</link><author>noreply@blogger.com (smansa-magelang)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiORNOkfPH7EA79oAAQ7EWSOuekNjwSrBejPcQqc5xBHVu_RGMkadcil3wbuuNDTRncl8oyE76ALN5cPSVBUltijoGBND1a7WUkHaarhiYkrN7hJclnZ8Cc70e12DS3C7t2awehRb8kag4/s72-c/STUDY.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-4345821064744498030</guid><pubDate>Sun, 14 Sep 2008 02:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:30:54.009+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>SEBUAH CERITA DI SUDUT RUANG…</title><description>&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_asE7iV-Kbls/SMx0BNFB8TI/AAAAAAAAALg/oAB2c7BEQjA/s1600-h/p+rahman.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5245695230019236146&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/_asE7iV-Kbls/SMx0BNFB8TI/AAAAAAAAALg/oAB2c7BEQjA/s200/p+rahman.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Siang itu cuaca terik di luar sana. Sementara di dalam balairung padepokan Perguruan Lembah Gladiol yang sejuk, suasana hening serius mendengarkan penjelasan sang maha guru yang sedang memberikan wejangan tentang asal-usul bangsa mereka. Wajahnya teduh seperti Ki Hajar Dewantoro. Langkah kakinya mantap kalo berjalan. Badannya tinggi tetapi tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tidak seorang pun berani berbicara sepatah katapun ketika sang maha guru sedang memberi wejangan. Kalau ada yang berbicara, hukumannya adalah menjelaskan apa yang disampaikannya. Semua mirid menutup mulutnya, tangan merapat, dan mata membelalak. Jangankan berbicara, berbisikpun sang maha guru pasti akan mendengarnya. Sang maha guru memiliki ajian sakti ”Taling Tarung” yang mampu mendengar semut kentut sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat, dengan lantangnya sang maha guru menunjukkan tangannya ke arah bangku di sudut ruangan, dengan suaranya yang menggelegar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Haiiii, Kamu yang duduk di pojok maju ke depan dan terangkan apa yang baru saja aku ceritakan!!!”, kata sang maha guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa gerangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, bunyi seperti angin kejepit yang meninggalkan bau busuk itulah yang membuat sang maha guru murka! Wajah murid-murid perguruan Lembah Gladiol menjadi merah menahan MUNTAH. Tidak lain dan tidak bukan adalah perbuatan ksatria ”gas beracun”!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, dengan sambil membawa kitab yang selalu digenggamnya, sang maha guru memanggil kembali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ayooo, tunggu apalagi, kamu maju sekarang!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terdengar sahutan sekalipun dari ksatria gas beracun. Akhirnya sang maha guru, perlahan menghampiri asal suara kentut tadi dan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”KOSONG”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lho?, kemana orang ini?” tanya sang maha guru.&lt;br /&gt;Tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;”Kenapa kalian semua diam?” tanya sang maha guru lagi.&lt;br /&gt;Tetap tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang maha guru kemudian memakai kacamatanya, dan ternyata....&lt;br /&gt;Tidak ada seorangpun di balairung tempat ia cerita tentang sejarah bangsa ini yang baru saja diajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para murid padepokan tertawa-tawa di luar balairung sambil melihat tingkah sang maha guru kebingungan mencari murid-muridnya. Dasar murid-murid bengal!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;----------------------------------&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini untuk mengingatkan, betapa nakalnya kita waktu itu, mempermainkan guru yang notabene kekurangan dari sisi fisiknya. Namun semua tetap akan menjadi catatan kenangan yang tidak mungkin akan terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Pak Rahman, jasamu tidak akan pernah kami lupakan. Pengorbanan dan kesabaran menghadapi kami yang selalu melecehkanmu, maafkan kami murid-muridmu yang tidak tahu berbalas budi. Salam dari kami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; height=&quot;25&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/sebuah-cerita-di-sudut-ruang.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_asE7iV-Kbls/SMx0BNFB8TI/AAAAAAAAALg/oAB2c7BEQjA/s72-c/p+rahman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-4648506581820121248</guid><pubDate>Sat, 13 Sep 2008 01:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-13T10:50:59.761+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>forgiven but not forgotten</title><description>Forgiven but not Forgotten…&lt;br /&gt;Terjadi pada hari terakhir di sekolah. hari perpisahan. Anak-anak berkumpul membentuk kelompok-kelompok kecil, saling bersalaman, bertukar kata, dan macam-maca. Ada juga yang berfoto bersama. Di tengah keriuhan itu, sekonyong-konyong saya mendengar suara gadis memanggil saya. Tentu saya langusng menoleh. Jarang-jarang ada gadis memanggil nama saya. Ah, ternyata ada tiga cewek manis sedang saling bergantian memotret. Mereka memotret sambil tertawa-tawa manis. Manis sekali. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu, tiga cewek ini adalah cewek yang cukup populer. Terutama di kalangan siswa laki-laki kesepian macam saya ini. Suara yang memanggil itu saya dengar sebagai ajakan untuk berfoto bersama. Maka dengan gagah berani saya melangkah mendekat sambil merapikan rambut dan mematut-matutkan diri. Saya siap diajak foto bersama. Saya sudah menimbang-nimbang apakah  fotonya nanti akan saya simpan atau saya pasang di pigura. Begitu sampai dekat mereka, salah satu di antara cewek itu menyodorkan kamera pada saya dan berkata sesuatu yang kira-kira maksudnya begini ”tolong foto kami ya…”. Sialan. Ingin rasanya saya banting kamera itu (sumpah, saya betul-betul ingin membantingnya). Untung tidak ada cowok bengil yang melihat insiden itu sehingga saya masih bisa menahan urat malu yang mulai menjalar dari rambut saya yang paling atas hingga ke yang paling bawah. Kemudian dengan acuh salah satu cewek yang menyodorkan kamera itu berlari menuju kawan-kawannya dan mulai pasang gaya. Sungguh, saat itu mereka terlihat sangat jelek. Sekali lagi, sangat jelek. Dengan dongkol saya potret saja mereka sekenanya, sambil berdoa agar fotonya tidak jadi atau rusak atau terbakar.&lt;br /&gt;Saya kenang insiden itu sebagai tanda perpisahan yang pahit dari teman-teman SMA saya.Kadang saya tertawa getir menginggat itu. Konon, menertawakan diri sendiri itu sehat secara spiritual. Kini, saya sudah lupa wajah cewek-cewek itu, termasuk nama-namanya, tapi saya tidak pernah lupa peristiwa itu. Tentu saya sudah maafkan mereka (emang mereka salah apa ya? hehehe) dan berdoa agar foto itu terus mereka simpan. Setidaknya, ada campur tangan saya di foto itu. Sesuatu yang barangkali juga tidak mereka lupakan…&lt;br /&gt;(wis,  ra sah do ngguya ngguyu….)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/mbuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Heru Prasetia)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-4054179723958757576</guid><pubDate>Fri, 12 Sep 2008 16:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-13T10:51:30.962+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>Sekedar Comment</title><description>celana dalam ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fffiuuhh ... tulisan dah mulai byk, berikut menarik semua topiknya ... liatlah tulisan heru contohnya, ternyata baru nyadar kalo byk yg ga kepikir amaku waktu itu (ga sejauh kamu her pikiranku, mungkin krn kamu lebih dewasa dari ku kali yak? :D ),&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;dulu aku menyikapi apa yg diajarkan pak priyo saat itu hanya karena sebatas motif  &quot;perlawanannya&quot; ... yg kuamini waktu itu adalah ketidakpuasan dengan keadaan yg ada dan berontaklah ... ya mungkin karena aku waktu itu merasa byk yg tidak sesuai dgn apa yg kuyakini dan pikirkan ... contohnya : menjawab soal ulangan harus sesuai persis dengan yg diajarkan oleh guru dan ga boleh ada tipe-ex di kertas jawaban (masih dongkol aku sama guru kimia yg pake kacamata itu!! gara2 dia kimiaku cuma dapat 6.5) .... atau ...... guru matematika yg sok sok an itu (... sang begawan ya ar?) ..... atau ..... orang payaman harus lebih ngerti agama daripada kawan2 yg lain ..... dan juga tidak ketinggalan : dogma ketua rohis harus jaga wibawa dan ga boleh pacaran ... (alibi) wakakka ... dan tentunya kawan2 masih ingat apa yg kulakukan saat itu kan? berontak!! ... jaman idul qurban : org2 asik ngurusin daging kurban di halaman sma, sementara awak asik pacaran ke air terjun mana itu lupa namanya ... hahahahah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by all that ... ternyata byk kenangan yg sudah kelewat untuk diingat ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua kenangan memang selalu ada pelajaran yg dapat kita ambil, dan memang pada akhirnya (atau mungkin blm yg akhir?) kebahagian lah yg selalu dicari .. tentunya dengan cara dan parameter pencapaian yg berbeda2 pula (HSE, QHSE atau SHE whateverlah..)  dan seperti kata mas yuda : gua happy kok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setidaknya copy paste dulu commentku dari milis  .... semoga nanti bisa ikut posting benerannya, biar kukumpulkan dulu ingatan2 yg tersisa ....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/sekedar-comment.html</link><author>noreply@blogger.com (Ghadafi)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-7647372303713841307</guid><pubDate>Fri, 12 Sep 2008 02:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:33:41.213+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">The Journey</category><title>Tidak Usah Meminta Kalau Tidak Bisa Memberi</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sebuah hukum alam yang sangat logis namun banyak manusia yang tidak mau mengindahkannya. Semua didasarkan kepada ke-AKU-an diri yang hakikinya hanya boleh dimilikNya. Betapa tidak, keinginan untuk &quot;dianggap&quot; menjadi fitrah yang tidak mungkin tidak terbantahkan oleh setiap makhluk cerdas dan bernafas bernama manusia. Namun bagaimanakah agar semua keinginan dan kebutuhan yang &quot;satu&quot; itu terpenuhi?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran dan usaha untuk menciptakan keberagaman didalam bersosialisasi untuk dianggap &quot;penting&quot; sebagai sesuatu yang mempunyai &quot;hal penting&quot; untuk didengar, dilihat dan dirasa oleh sesama tentu terdapat cara yang telah diajarkan oleh alam dalam mendidik berkehidupan sesama ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kesadaran akan alam raya dan cita rasa cosmis untuk dapat menyatu dan bercengkrama dengan penguasa alam semesta sangatlah mudah bagi mereka yang sadar akan sebuah CAHAYA yang tak terhalang ruang dan waktu dalam dimensi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan sesuatu yang menjadikan alam bertasbih mesra dengan sang Pencipta akan menuahkan hasil mulia bagi sang penjaga dan kalifah bumi yang ditunjuk olehNya untuk mengendalikannya. Penunjukan ini disebabkan kemauan dan kemampuan yang dimilik sang kalifah yang berjanji dan dijanji akan memberikan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mintalah kepadaKu, niscaya pasti akan Kukabulkan doa&#39;mu!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruslah menyadarkan diri bahwa pemberian yang sangat layak dariNya pasti dikarenakan oleh pemberian kebahagian terhadap sesama walaupun hanya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak butuh diberi, Dia Maha Kaya akan apapun terhadap apa yang dapat dibayangkan maupun diluar jangkauan penglihatan mata batin dan mata optik ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau ingin dihormati, berbuatlah hormat.&lt;br /&gt;Jikalau ingin dicintai, berbuatlah cinta.&lt;br /&gt;Jikalau ingin disayangi, berbuatlah sayang.&lt;br /&gt;Jikalau ingin kekayaan, berbagilah.&lt;br /&gt;Jika ingin meminta, memberilah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal itulah yang saya rasakan dalam proses mencapai taraf pengertian HIKMAH SEJATI.&lt;br /&gt;Namun, belum sepenuhnya jiwa ini tenang dalam masa pencarian. Terus mencari sampai menemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berbagi jika Anda pernah merasakannya.. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; height=&quot;25&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/tidak-usah-meminta-kalau-tidak-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s72-c/mp.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-3061643364200475618</guid><pubDate>Fri, 12 Sep 2008 01:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-13T11:33:17.238+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>Alhamdulillah</title><description>Saat semua teman sudah bangga dengan pencapaian materi, aku disini masih begini-begini aj. Tapi ... apa aku senang ??? Jelas dong !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga sahabat-sahabatku kuliah, Gus, Uwie, Vera, Biem, en Wisnu, berturut-turut datang ke rumah dalam sebulan ini. Masing-masing datang dengan kabar sangat baik dan sukses. G en V penghasilan sebulan hampir 100jt, mobil Serena HS en Jazz jadi penghuni garasi, rumah mewah di perumahan elit Jakarta, en sebuah kapal untuk jalan-jalan. U lumayan, hasil gawe jd kutu loncat d operator dah jadi mobil en rumah mewah d Depok. B juga sama, setelah jd kutu loncat d operator dapet mobil en rumah mewah di bandung. W lebih dari lumayan si, yah pokoknya materi dunia dia dah punya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sedikit kuberfikir, andai aja aku dulu masih bertahan kerja di operator, tentu gajiku sudah Rp dua dijit, dah dapet harta banyak. Kalo diitung ga akan kalah dari sahabat-sahabatku itu.&lt;br /&gt;Tapi setelah lanjut berfikir, ga ada yang perlu kusesalil. Aku udah milih jalan untuk cuma jadi dosen di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari gawe di operator dengan suasana Jakarta, dengan pola P6 (pergi pagi pulang petang plus pening) hampir tiap hari. Mana di Jakarta banyak godaan. Untuk masa muda enak si punya banyak temen eksekutif yang hobinya enak-enakan. Berbekal komunitas, mau dugem tinggal nelfon bos Koko, mau cewek di majalah Popular, tinggal telfon bos Firman, heuheuheu. Itu godaan yang amat sangat sulit kuhadapi di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, seorang sahabat datang dengan keluarga yang sakinah, memberikan sebuah pemikiran untuk berubah. Ya aku harus berubah, ga bisa terus hidup hura-hura. Kudu mulai melihat masa depan, apa mau kaya gini terus ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget dulu jaman waktu SMA, banyak sahabat yang alim. Main cuma renang hampir tiap minggu. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ga neko-neko tapi bahagia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jaman kuliah, meski uang kiriman seret, bisa sering puasa sunnah. Lha sekarang udah dikasi keberhasilan malah jadi lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mulai lagi untuk mendekatkan diri ke Allah. Mulai sholat ga bolong-bolong. Tapi cuma kuat ... yah tiga bulanan, itupun dibantu pas Ramadhan. Lagian, ga ada lagi sahabat alim disekitarku. Ga ada sahabat yang bisa ngajakin aku tiap kali sholat, bahkan puasa. Yang ada malah perhatian besar dari temen-temen komunitas dugem. Akhirnya balik lagi ke dunia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama, akhirnya ada kabar dari temen kalo d Bandung ada gawean. Almamater nrima dosen baru. Bener males si, udah gaji kecil, apalagi dulu paling males kalo urusan ma dosen. Mulanya pesimis banget si, secara IP cm kecil, apalagi banyak temen dengan IP cumlaude yang pada daftar. Tapi Alhamdulillah, pas ada temen yang ngajakin, en dia mau daftar k Bandung. Dengan terpaksa karena diajak daftar, aku nitip temen buat print surat lamaran dan sekalian kasi ke Bandung (Duuh, kasian banget tu temenku, udah kusuruh-suruh, eh malah dia ga ketrima). Ikut nebeng bo&#39;il temen buat tes-tes k Bandung, en akhirnya malah cm aku yang sukses ketrima. Ga tau deh ko bisa, mungkin udah jalan dari Allah untuk aku bisa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, demi keluar dari lingkungan komunitas, aku lari ke Bandung. Dan hasilnya Alhamdulillah, yang dulu paling ga bisa nolak ajakan teman untuk dugem, sekarang jadi punya alasan buat ga dugem. Ga ada lagi yang godain untuk temuin artis en model-model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski cuma dosen dengan gaji yang ... yah minim si.  Aku bahagia  kok.  Kerjaan  ga terlalu berat, hidup d Bandung yang lumayan enak, bisa nikmatin hidup, bisa bangun siang, bisa mroyek, dll.&lt;br /&gt;Kebahagiaan ga selalu harus banyak uang en materi. Merasa cukup, dapat menikmati dan mensyukuri hidup, kadang bisa bikin lebih bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah deh. It&#39;s my happy life now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/semangat-buat-terus-belajar.html</link><author>noreply@blogger.com (omyudha)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-5407913619047737324</guid><pubDate>Thu, 11 Sep 2008 23:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-13T10:54:44.503+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>Catatan Kecil Tentang Guru Sejarah SMA Saya</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya memang sempat melupakan namanya, tapi tidak peristiwa-peristiwa disekeliling namanya. Dia adalah guru pelajaran sejarah ketika saya duduk di bangku SMA. Orangnya kecil tapi suaranya sangat lantang dan keras. Cukup keras untuk memenuhi ruangan kelas dan sukup lantang untuk membuat merah telinga orang. Inilah yang saya akan coba ceritakan pada Anda. Saya selalu antusias setiap kali ada jam pelajaran Sejarah.  Karena guru sejarah ini punya sesuatu yang lain, sesuatu yang membuat hari-hari membosankan di bangku sekolah menjadi terasa segar kembali. Setiap mengajar ia selalu menyelipkan—ah, bukan menyelipkan, karena itulah sebagian besar yang ia sampaikan—hal-hal di luar mata pelajaran sejarah sebagaimana termaktub di buku-buku teks yang menyebalkan itu. Pak Priyo, demikian ia dikenal, lebih banyak bercerita tentang konteks peristiwa penulisan sejarah itu atau lebih tepatnya ia memberi “kritik” atas sejarah yang ditulis buku-buku teks itu.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu tentu saya belum banyak baca tentang kritik sejarah, tapi saya sudah mulai merasakan ada yang tidak beres dengan sejarah yang ada di buku pelajaran sejarah sejak SD. Guru sejarah saya ini, dengan caranya sendiri, ternyata telah mengajarkan pada saya bahwa memang ada masalah pada historiografi negeri ini. Dengan cara itu, tentu saja ia banyak meyinggung hal-hal sangat sensitif secara politis pada masa itu. Ia banyak melontarkan gugatan pada ideologi nasionalisme yang sempit, militerisme, Orde Baru, dan panyelewengan konstitusi. Waktu itu, ia tidak menggunakan istilah-istilah itu, tapi ia menyodorkan fakta yang menunjukkan hal itu. Termasuk pula dengan pertanyaan-pertanyaan menggelitik. Salah satunya adalah yang —seperti yang ia ceritakan pada saya pada satu kesempatan— membuatnya terdepak dari barisan guru SMA Taruna Nusantara— sebuah sekolah proyek Orde Baru untuk mencetak “kader-kader” unggul bangsa yang —tentu saja— berwatak militeristik, yakni ketika ia, dengan merujuk epos Ramayana, melontarkan pertanyaan pada murid-muridnya: siapakah yang lebih anda pilih, Kumbakarna, adik Raja Rahwana yang tidak setuju pada tindakan Rahwana tapi tetap membelanya karena satu tanah air dan satu tumpah darah ataukah Wibisana yang tidak setuju tindakan Rahwana kemudian menyeberang ke pihak lawan untuk menggulingkannya? Guru saya ini memberikan penalaran kenapa Wibisana yang mestinya dipilih. Singkatnya, ia memilih kemanusiaan ketimbang nasionalisme. Kisah ini tentu terasa relevan ketika belakangan ini banyak gugatan pada para jendral, anggota BIN, dan lain-lain yang terlibat kasus pelanggaran HAM, sementara di sisi lain segelintir orang menyorongkan ide nasionalisme untuk membela mereka sembari menuduh para penggugat adalah antek-antek asing (ingat kasus penculikan aktivis, Timor Leste,  Munir,dll kan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali  saya dan beberapa orang kawan menyambangi rumah pak Priyo di salah satu sudut kota Magelang. Kami ngobrol banyak hal. Ia mengajarkan hal lain lagi pada saya: kesadaran dokumentatif. Ia menunjukkan koleksi kliping berita yang sangat banyak dari berbagai majalah dan koran. Barangkali dari sumber-sumber itulah yang merangkum berbagai hal untuk ia sampaikan di kelas. Ia membangun cara belajar yang mengajak muridnya punya nalar kritis. Saya tidak tahu apakah ia pernah membaca Pedagogy of the Oppressed-nya Paulo Freire atau tidak, yang pasti ia tidak melihat kami sebagai gelas kosong yang harus dituangi pengetahuan hingga penuh. Baginya, sejarah yang tertulis di buku teks itu bukan hal yang harus dihapal tapi dinalar, termasuk dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris dalam setiap kesempatan mengajar, hal-hal berbau kritisisme itu ia munculkan. Itulah yang, bagi saya, menyegarkan udara pengap kala itu. Tak ayal, apa yang dilakukannya  memancing reaksi. Saat saya duduk di bangku SMA, tahun 1993-1996, Orde Baru sedang berada pada puncak kekuasaannya sekaligus menampakkan sifatnya yang paling represif. Negara Orde Baru sudah terbangun begitu kokoh dan sangat menggurita, ia masuk ke sekujur sendi kehidupan warga, bahkan hingga ke ranjang (ingat kan program KB yang menggebu itu?). Jika anda pernah membaca novel 1984-nya George Orwell, kondisi sosial-politik Orde Baru persis menampilkan apa yang ditulis Orwell itu: Big Brother dengan mata raksasanya mengawasi setiap detil gerak-gerik warganya. Kelas-kelas sekolah, mata pelajaran, buku pejaran, dan guru, tentu saja, tidak luput dari mata pengawasan itu. Pengawasan itu pasti akan lebih ketat pada pelajaran sejarah, sesuatu yang—saya ketahui belakangan hari—sangat serius digarap oleh Orde Baru untuk glorifikasi sekaligus legitimasi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pengawasan itu bekerja dengan sangat canggih. Tetangga mengawasi tetangga, murid mengawasi murid, guru mengawasi murid, guru mengawasi guru, murid mengawasi guru. Saat itu saya belum mengenal tentang surveilance yang dikatakan Michel Foucault itu, tapi saya merasakan apa itu surveillance. Tiba-tiba saja kepala sekolah masuk ke ruang kelas ketika pelajaran sejarah berlangsung. Dari mana kepala sekolah tahu tentang suara-suara keras guru sejarah saya itu? saya tidak tahu. Saya ingat, ketika kepala sekolah duduk di deret bangku belakang guru sejarah saya tak banyak melontarakan suara kerasnya. Sependek yang saya ingat, waktu itu memang sedang membahas sejarah dunia, jadi tak banyak ia bicara tentang politik di negeri ini. Barangkali kepala sekolah saya merasa berhasil menekan guru saya itu. Entahlah. Yang pasti, peristiwa-peristiwa berikutnya menunjukkan kuatnya teknologi pengawasan itu: pada akhirnya guru sejarah saya itu dibangkucadangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen tak terlupakan yang menandai pergantiannya adalah ketika kepala sekolah kami mengumumkan hal itu saat waktu upacara bendera hari senin. Saya ingat betul ketika hampir dari kami semua—tentu tidak semua, sebagian kawan saya ada juga yang tidak menyukainya—berteriak “huuuuuuu…..” persis ketika kepala sekolah memberi pengumuman. Itulah barangkali yang disebut resistensi. Sebagai murid kami menunjukkan ketidaksetujuan kami pada kebijakan itu. Tentu saja kami tak berani melawan lebih jauh. Ingat, kami kan masih SMA… Kejadian serupa juga terjadi ketika guru pengganti masuk ke kelas kami. Saya dengar, di kelas lain ia juga mendapat perlakuan serupa. Kasihan juga sebenarnya guru pengganti itu, sebab barangkali ia atak mengerti duduk soalnya. Tapi teriakan “huuu..” itu sesungguhnya tidak ditujukan pada dirinya, itu ditujukan pada pergantian itu. Sejak itu, pak Priyo tak mengajar kami lagi. pelajaran sejarah berlangsung seperti lazimnya, sebagaimana ia berlangsung selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, 10 tahun sudah Orde Baru dikatakan telah tumbang. Keadaan—terutama ekonomi—memang tidak lebih baik. Namun ketika menngingat situasi sosial-politik yang sedemikian pengap hingga orang nyaris tak bisa bicara hal yang diinginkannya, maka gagasan yang mengatakan bahwa sepuluh tahun lalu kondisi negeri kita lebih baik, bagi saya,  akan terdengar sangat bodoh…&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/catatan-kecil-tentang-guru-sejarah-sma.html</link><author>noreply@blogger.com (Heru Prasetia)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-5320454002606958237</guid><pubDate>Thu, 11 Sep 2008 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:35:58.782+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">The Journey</category><title>CINTA</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span&gt;Sejuta rasa yang tertumpah untuk menyatakan perasaan yang tak terduga dalam kesadaran imaji tertutup rapat ketakutan penolakan harapan yang tidak sesuai kenyataan. Sungguh berat rasa apakah ini yang membuat segalanya berjalan dengan sangat cepat. Detak jantung, urat-urat nadi yang menegang, nafas yang tersengal oleh desakan-desakan keinginan dan kebutuhan untuk mengenalnya lebih dekat. Apakah ia itu aku?&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hakiki kebenaran cinta terlalu kompleks menembus dimensi ruang waktu ketika bertautan dengan Dzat Maha Suci dan pemberi cinta sejati. Namun kekuatiran manusia lemah sudah disadariNya dan akhirnya akan dimaklumiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercintalah dengan sesamamu yang dapat kamu nikmati dibawah jalanKu! Ingatlah, dibawah jalanKu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakberdayaan manusia terhadap bisikan goda yang terlalu manis terdengar, tercium dan terlihat oleh rasa yang diagung-agungkan atas nama cinta menyimpangkan &quot;jalan&quot; yang sudah digariskan olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat dua, tiga, tarikan nafas menyengal meremehkan kaidah-kaidah suci yang seharusnya tanpa noda. Tetapi itulah keindahannya yang tak tergantikan kecuali oleh kesadaran cipta, rasa, karsa yang mampu melihat HIKMAH dengan mengagungkan NamaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada sesama, orang tua, pemimpin-pemimpin yang adil untuk mereka, anak-anak kecil yang berteriak gembira, istri-istri wangi aroma surga, adalah tuntunan agar dapat mencapai kepuasan dan meraih keagungan cintaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah dengan takut,&lt;br /&gt;Takutlah dengan berani,&lt;br /&gt;Beranilah dengan cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta dan Hargailah petunjuk terhadap jalan yang digariskan agar tidak tersesat dalam kesesatan cita rasa semu yang dicipta oleh mata indah angkara yang sebenarnya diciptakan juga dengan cinta. Hanya keserakahan dan nafsu yang akan mengalahkan cinta menjadi mati dan kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah merasakan kebenaran cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; height=&quot;25&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s72-c/mp.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-6374476198114011161</guid><pubDate>Wed, 10 Sep 2008 02:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:36:47.440+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">The Journey</category><title>CERITA DIBALIK UMPTN</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Blog ini dibuat dengan harapan dapat menjadi sarana menjalin ikatan keluarga dan inspirasi bagi siapapun para alumni SMAN 1 Magelang yang kita banggakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Buat kakak-kakak kelas kami semua mohon dukungannya, &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Buat rekan-rekan seangkatan mohon lebih semangat dalam usaha membangun jaringan keluarga yang kita mulai dari angkatan 96 ini, &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Buat adik-adik siapapun boleh bergabung dengan kita agar ikatan alumni ini semakin kuat yang pastinya akan sangat bermanfaat. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Sekilas dibalik cerita tentang suatu istilah yang masih dianggap ”keramat” bagi para pencari ilmu yang gigih untuk mewujudkan cita dan karsanya.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan dan rasa keberhasilan, tatkala pecah dinding keinginan menembus tekad yang kuat untuk ”diakui” sebagai manusia yang ”penting” dan ”dipentingkan”.&lt;br /&gt;Dan sebaliknya, keterpurukan dalam hina merasa dunia telah selesai sesaat, tatkala tombak berpena itu ”patah” berhamburan isinya gagal menembus cita dan mengotori jiwa yang hampir rusak oleh permainan otak yang dikendalikan oleh ke-aku-an dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata keramat itu bernama UMPTN&lt;br /&gt;(Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti yang saya rasakan, tatkala atribut ”Gagal” melekat erat di pundak karena tidak bisa masuk UMPTN. Waktu itu pilihan saya adalah ITB. Bagai pecundang yang berjalan gontai, berusaha meraih mencicipi sedikit manisnya ”keberhasilan” yang selalu melekat dari SD sampai masuk SMA. Saya mencoba peruntungan melalui STAN, D3 Ekonomi UGM dan D3 Elektro UGM. Dan lengkaplah sudah atribut ”Dungu” terlampir dalam pakaian yang saya kenakan setiap hari. Karena semuanya gagal lolos!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya jalan untuk kembali mengangkat citra diri agar ”kelihatan” dipentingkan oleh orang yang memandang saya, adalah masuk ke Perguruan Tinggi Swasta bergengsi dan ternama dengan biaya yang pasti akan mencekik leher orang tua saya. Dan dinilai dari kategori harta dunia, orang tua saya tidak kaya. Walaupun dari kategori yang lain beliau berdua dikategorikan sangat kaya. (untuk kategori yang kedua ini akan saya posting di lain waktu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, tumpukan brosur yang basah oleh hujan sampai kering kembali, dan lusuh terinjak-injak kaki-kaki para pencari sekolah, saya pungut dan bersihkan. Samar-samar saya baca, A... MI.. KOM...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhanku!!! Apalagi ini, sangat asing terdengar di telinga!! dimana perguruan tinggi swasta lainnya berstatus disamakan, diakui, sejeleknya terdaftar, lha ini...!!!?? TERDENGAR saja baru kali ini saya mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah takdir dan jalan hidup manusia adalah MISTERI. Lentera hati dalam nurani yang paling dalam menuntun saya untuk MENERIMA, apa yang saya pungut dijalan menjadi jalan hidup yang mesti ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di amikom saya diajarkan untuk menjadi ”MANUSIA” yang sebenarnya. Sistem pendidikan yang berbasis pada kekuatan potensi diri untuk dapat ”menerima” KELEBIHAN yang Tuhan berikan, menjadi mesin penggerak kemampuan cipta, rasa dan karsa saya dengan mudah mencerna segala ilmu yang saya pelajari. Titik kunci disini adalah FOKUS dan ISTIQOMAH (tetap pada jalan kebaikan). Maka berbagai istilah seperti disiplin, toleransi, tekun, rajin, cerdas, dan sebagainya menjadi kata-kata berikut yang mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua setengah tahun saya menyelesaikan D3 saya dan masuk 10 besar terbaik untuk jurusan Teknik Informatika. Prinsip saya: Lebih baik menjadi ”SOMEBODY” dikolam yang kecil daripada menjadi NOBODY dikolam yang besar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Dan BENAR! Disinilah saya mendapatkan segala yang saya impikan! Hobi bermusik dan darah seni yang mengalir, pemenuhan materi, keinginan untuk menjadi orang ”penting” dan ”dipentingkan”, terjawab sudah doa saya dan kedua orang tua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Amikom, saya belajar tentang hidup dan kehidupan, orang kere yang bisa naik pesawat terbang GRATIS (pada waktu itu), menginap di hotel-hotel mewah, berkenalan dengan orang-orang yang dianggap ”penting” oleh khalayak, mengerjakan proyek-proyek yang dianggap ”penting” oleh pemerintah RI, membagi ilmu kepada mahasiswa-mahasiswa saya, mengatur derap langkah 40 orang pekerja untuk menyamakan visi korporasi perusahaan yang dipercayakan kepada saya, diberikan kesempatan untuk menorehkan nama pada 2 buku saya yang telah beredar. Dan diberi kesempatan untuk memenuhi halaman pertama Google Search Engine tatkala nama lengkap saya diketikkan.. (lah.. yang terakhir ini agak narsis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sekarang bekerja sebagai General Manager untuk PT. Mataram Surya Visi (MSV Pictures), unit bisnis STMIK AMIKOM Yogyakarta, dengan memimpin 3 divisi, Production House &amp;amp; Multimedia, Cartoon Movie &amp;amp; Animation, dan News Production untuk RBTV. Pekerjaan sampingan saya sebagai Dosen Multimedia dan Mendadak Penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang karir, saya mengakui keterbatasan otak kiri saya, maka saya memilih opsi ke-tiga dari tiga opsi menurut definisi keinginan menjadi sukses Bob Sadino, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kamu ingin sukses kamu harus:&lt;br /&gt;Menjadi Yang Pertama, atau kalau tidak bisa,&lt;br /&gt;Menjadi Yang Terbaik, atau kalau tidak bisa lagi,&lt;br /&gt;Jadilah yang BERBEDA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini untuk mengingatkan betapa pentingnya sebuah arti ”PERCAYA DIRI” dan mengikuti lentera hati untuk mulai melangkah. Bagi para sahabat yang pernah mengalami sulitnya menembus UMPTN, dan telah menemukan lentera hatinya, yakinlah, UMPTN bukan segalanya. (tidak bermaksud mengecilkan makna). Tetapi jika UMPTN yang menjadi jalannya, bersyukurlah karena tidak semua orang diberi kesempatan. Semua adalah jalan yang mesti mau nggak mau harus ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi BERHASIL yang saya pahami (belum tentu menurut Anda), Saya sekarang merasa telah BERHASIL dan ingin lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cerita ini bermanfaat dan memberi inspirasi...&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;Bagi rekan-rekan yang memiliki pengalaman tentang UMPTN mari berbagi cerita&lt;br /&gt;Selamat mencari lentera hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;Aryanto Yuniawan&lt;br /&gt;Alumni SMAN 1 Magelang Angkatan 96&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; height=&quot;25&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/cerita-dibalik-umptn.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s72-c/mp.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-5535434836840095899</guid><pubDate>Tue, 09 Sep 2008 01:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-18T11:37:14.799+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memories</category><title>LEGENDA SI KAPUR TERBANG</title><description>&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_asE7iV-Kbls/SMXUKDiXJOI/AAAAAAAAALE/xWlraBaowC4/s1600-h/dafi2.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_asE7iV-Kbls/SMXTN1HydOI/AAAAAAAAAK8/sG948rnOIsk/s1600-h/urip.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5243829575694316770&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 182px&quot; height=&quot;182&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/_asE7iV-Kbls/SMXTN1HydOI/AAAAAAAAAK8/sG948rnOIsk/s200/urip.jpg&quot; width=&quot;129&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size:180%;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;iruk-pikuk suasana pertempuran di lembah Gladiol menyisakan ketegangan puncak urat nadi yang menegang tatkala sang Begawan mulai melancarkan serangan pamungkas kepada ksatria ”Gas Beracun” yang masih terkekeh melihat musuhnya terengah-engah menahan pukulan yang tak berwujud namun menusuk hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Teriakan jurus-jurus 2xy + 2y = 0 menjatuhkan nyali Ksatria Gas Beracun dan bala kurawa untuk tidak berkoar dan melipat tangan. Mulut terkunci, mata pedih, pikiran kosong, otak menegang, kaki gemetar, peluh membanjir, dan sampai akhirnya teriakan dan bunyi keras itu terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Klotaaak!!!”&lt;br /&gt;”Wadaaaauw!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebilah ”Kapur Terbang” jurus pamungkas sang Begawan mengenai sasaran jidat Ksatria Gas Beracun. Sambil memelintir kumis tipis yang nyaris tidak tumbuh dan mengatur posisi ikat kepala yang hampir lepas, wajah mirip Jaksa Urip Tri Gunawan itu meringis puas dan tertawa terkekeh-kekeh melihat musuhnya terkapar dengan benjol merah di jidat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Begawan yang tegas dan keras, pasti akan melahirkan pendekar-pendekar seperti Sang Jagal dari Jombang dan Rio Alex Bulo kalau sikap itu diteruskan. Hal ini tentunya harus diperhatikan bagi siapa saja yang memiliki profesi yang dikatakan sebagai ”Begawan” atau ”Maha Guru” sekalipun, bahwa kekerasan dan keterpaksaan membuat momok bagi ilmu-ilmu yang akan diturunkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebenarnya, terdapat jiwa mulia disamping sikap dan perilaku kerasnya. Jiwa mulia untuk mengabdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagamana pun, terima kasih sang Begawan, kami telah belajar banyak darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hayo, Siapa yang tahu Sang begawan itu?&lt;br /&gt;Juga siapa ya ksatria gas beracun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://mendadak-penulis.blogspot.com&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgruDOe2Uqe3cp10bEBjyQKcP8qES0SVTJCc0jItCaDxtLtrCTSbh1Zw3gT0_ScIy_1dAfEtN9c3DTThhZOCmyQDlVXqDWZS5C3Vq32WIj5Jl9hRBhEXmIiZF3og6tPcdLd7ZnVFVcJlaCf/s200/mp.jpg&quot; height=&quot;25&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/09/legenda-si-kapur-terbang.html</link><author>noreply@blogger.com (Aryanto Yuniawan)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_asE7iV-Kbls/SMXTN1HydOI/AAAAAAAAAK8/sG948rnOIsk/s72-c/urip.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5369105334689461034.post-1890462853418501646</guid><pubDate>Sat, 30 Aug 2008 03:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-13T10:47:09.950+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil SMAN 1</category><title>Sejarah SMAN 1 Magelang</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSJDwKfHLqeloeUoeONQhT8AwscJFKCYlP5ZK2Ilp4lj4KgZvnMbCCGWan26aZWILsKor9RgKdEP18ZBPXTcaN0EHB6jHIlczS3-hRPDU2yEF9sdKIzxcmy9lI_Dj2qrZRMpdDSaAx2dQ/s1600-h/smansa.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5243494843085654162&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSJDwKfHLqeloeUoeONQhT8AwscJFKCYlP5ZK2Ilp4lj4KgZvnMbCCGWan26aZWILsKor9RgKdEP18ZBPXTcaN0EHB6jHIlczS3-hRPDU2yEF9sdKIzxcmy9lI_Dj2qrZRMpdDSaAx2dQ/s400/smansa.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;SMA NEGERI 1 MAGELANG Menurut buku kenang-kenangan Dasa Warsa SMA Negeri 1 Magelang tahun 1960 yang diriwayatkan oleh Bapak B. Soemarto mantan guru SMA Negeri 1 Magelang adalah sebagai berikut : Setelah kemerdekaan, maka Pendidikan berkembang dengan pesatnya. Sekolah-sekolah didirikan dimana-mana, maka S.R, SMP, SMA dan bahkan Universitas muncul dengan serentak . Kota Magelang pun tidak ketinggalan . Pada tahun 1947 diadakan SMA Persiapan dibawah pimpinan Bapak Soedarsono ( mantan Kepala Jawatan Kebudayaan Pusat ) bertempat di gedung Christelyke M.U.L.O.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengajar-pengajar dipinjam dari kantor-kantor , kebetulan Magelang memiliki banyak kaum intelektual, karena pada waktu itu Kementrian Kemakmuran dan Kementrian Keuangan dengan segala bagiannya berkedudukan di Magelang. Untuk menarik pemuda-pemuda, pada bulan Juli 1949 oleh Pemerintah Federal didirikan SMP dan SMA bertempat di gedung SMP 1 sekarang, Ir. Soeroto sebagai direktur . Pada bulan September 1949 didirikan SMA Darurat dengan menempati gedung SMA Al-Iman di Jalan Bayeman di bawah pimpinan Bapak Siregar Pada bulan Januari 1950 kedua SMA disatukan , SMA bagian B menempati bekas Ambache School dan bagian C di RST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1952 bagian C ditutup, sehingga di wilayah Karesidenan Kedu hanya mempunyai SMA bagian B saja. Pada bulan Agustus 1955 SMA bagian C dibuka kembali dilengkapi bagian A yang menempati gedung SMP sore hari. Barulah pada tahun 1959 dengan resmi SMA Negeri Magelang mempunyai gedung sendiri, bagian A, B, dan C bersama-sama masuk pagi dengan jumlah 23 kelas , 835 siswa yang dipimpin Bapak R. Tedjana dan diasuh oleh 36 Bapak dan Ibu Guru yang bertempat di Jalan Cepaka sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA Negeri 1 Magelang disamping menghasilkan siswa-siswinya yang kemudian mendapat kepercayaan Drs. Hadi Sutomo masyarakat maupun Pemerintah untuk diserahi jabatan tertentu, juga berhasil pula membina guru-gurunya yang dipercaya Pemerintah menjadi Kepala SMA dan juga berperan dalam mendirikan SMA-SMA yang lain di Karesidenan Kedu Tahun 1980 SMA Negeri 1 Magelang mendapat tugas mengelola berdirinya SMA Negeri UGB Grabag Kabupaten Magelang dan salah satu guru SMA 1 menjadi Kepala Sekolah tsb.Tahun 1983 mendapat tugas mengelola berdirinya SMA Negeri UGB Kota Mungkid dan salah satu gurunya menjadi Kepala Sekolah tersebut Tahun 1985 mendapat tugas mengelola berdirinya SMA Negeri UGB di Kota Magelang yang menempati bekas gedung SPG Negeri Magelang di Jalan Medang No.17 Magelang yang selanjutnya disebut SMA Negeri 3 Kota Magelang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SMA NEGERI 1 MAGELANG &lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Jl. CEPAKA NO 1 MAGELANG, &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;KEMIRIREJO, MAGELANG SELATAN,&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;MAGELANG 56122,&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;JAWA TENGAH - INDONESIA&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Telp/Fax : (0293) 362531&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Referensi:&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.sman1-mgl.sch.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=14&amp;amp;Itemid=28&quot;&gt;Website SMAN 1 Magelang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://smansa-magelang.blogspot.com/2008/08/sejarah-sman-1-magelang_29.html</link><author>noreply@blogger.com (smansa-magelang)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSJDwKfHLqeloeUoeONQhT8AwscJFKCYlP5ZK2Ilp4lj4KgZvnMbCCGWan26aZWILsKor9RgKdEP18ZBPXTcaN0EHB6jHIlczS3-hRPDU2yEF9sdKIzxcmy9lI_Dj2qrZRMpdDSaAx2dQ/s72-c/smansa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>