<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>YIKWANAK.com</title>
	<atom:link href="http://yikwanak.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>http://yikwanak.com</link>
	<description>Nagalo Yikwage Wa, Wa Wa!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Mar 2020 09:21:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Nagalo Yikwage Wa, Wa Wa!</itunes:subtitle><item>
		<title>Corona is a Virus, a Living Being… therefore</title>
		<link>http://yikwanak.com/blog/2020/corona-is-a-virus-a-living-being-therefore.html/</link>
					<comments>http://yikwanak.com/blog/2020/corona-is-a-virus-a-living-being-therefore.html/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[yikwainak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2020 09:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://yikwanak.com/?p=230</guid>

					<description><![CDATA[Therefore, we Melanesians do not allow you to enter our Melanesian territory, from Raja Ampat (West Papua) to Wallis-Futuna Islands in the easternmost part. Therefore, this is not a disease like HIV/AIDs, but this is a living being, a virus, that listens to, that senses, that spreads across the globe by itself. That is why, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Therefore, we Melanesians do not allow you to enter our Melanesian territory, from Raja Ampat (West Papua) to Wallis-Futuna Islands in the easternmost part. </p>



<p>Therefore, this is not a disease like HIV/AIDs, but this is a living being, a virus, that listens to, that senses, that spreads across the globe by itself.</p>



<p>That is why, in a recent statement by the Melanesian Friends of Nature said, </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;We refuse you! Coronavirus to enter Melanesian territory! And just go back to your place of origin! Just go back to you creator! You are not welcome in the Land of Mela-nesia&#8221;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://yikwanak.com/blog/2020/corona-is-a-virus-a-living-being-therefore.html/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>How to Keep me Joyful?</title>
		<link>http://yikwanak.com/blog/2019/how-to-keep-me-joyful.html/</link>
					<comments>http://yikwanak.com/blog/2019/how-to-keep-me-joyful.html/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[yikwainak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2019 01:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[good quote]]></category>
		<category><![CDATA[preaching]]></category>
		<category><![CDATA[sermon]]></category>
		<category><![CDATA[Sunday]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://yikwanak.com/?p=211</guid>

					<description><![CDATA[I keep an eye on how I respond to anything that comes and goes. I heard a beautiful phrase today Sunday, August 11th, 2019, that I want to share: 1. You can&#8217;t control what people do; 2. You can&#8217;t control how people do; 3. But YOU CAN control how you respond You can say, I [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading">I keep an eye on how I respond to anything that comes and goes. </h3>



<p>I heard a beautiful phrase today Sunday, August 11th, 2019, that I want to share:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>1. You can&#8217;t control  what  people  do;</p><p>2. You can&#8217;t control  how  people do;</p><p>3. But YOU CAN control how you respond </p></blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">You can say, </h3>



<ul class="wp-block-list"><li>I want to be happy!</li><li>I want to be joyful</li><li>I don&#8217;t want to get into judging and trying to fix anybody else, but I can do something to myself to keep me moving&#8230; towards perfections in life.</li></ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://yikwanak.com/blog/2019/how-to-keep-me-joyful.html/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perubahan Iklim dan Pemanasan Global: Yang Percaya Real vs. Yang Tidak Percaya Ini Benar Terjadi</title>
		<link>http://yikwanak.com/blog/2019/perubahan-iklim-dan-pemanasan-global-yang-percaya-real-vs-yang-tidak-percaya-ini-benar-terjadi.html/</link>
					<comments>http://yikwanak.com/blog/2019/perubahan-iklim-dan-pemanasan-global-yang-percaya-real-vs-yang-tidak-percaya-ini-benar-terjadi.html/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[yikwainak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2019 23:36:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Noumenon & Phenomenon]]></category>
		<category><![CDATA[clash of civilization]]></category>
		<category><![CDATA[climate change]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[ozone layer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://yikwanak.com/?p=206</guid>

					<description><![CDATA[Kita Mulai dari contoh Perang Kapitalisme vs Sosialisme Menjelang akhir dari tahun 2008, ketika kapitalisme tersungkur di kaki &#8220;realitas kehidupan&#8221;, saya sudah paham benar apa artinya kapitalisme secara pikiran, perkataan maupun perbuatan. Ada banyak orang menolak, berpikir mereka tidak setuju dan menulis banyak tentang kejelekan dan kebusukan kapitalisme, tetapi mereka sendiri menjalani hidup, berperilaku dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading">Kita Mulai dari contoh Perang Kapitalisme vs Sosialisme</h3>



<p>Menjelang akhir dari tahun 2008, ketika kapitalisme tersungkur di kaki &#8220;realitas kehidupan&#8221;, saya sudah paham benar apa artinya kapitalisme secara pikiran, perkataan maupun perbuatan. Ada banyak orang menolak, berpikir mereka tidak setuju dan menulis banyak tentang kejelekan dan kebusukan kapitalisme, tetapi mereka sendiri menjalani hidup, berperilaku dan berpikiran kapitalis.</p>



<p>Mengapa sebuah &#8220;ideologi&#8221; yang begitu besar dan menakutkan banyak orang, terutama kita di Tanah Papua itu tersungkur begitu saja?</p>



<p>Jawabannya Karl Marx sendiri sudah mengatakannya ratusan-tahun lalu: kapitalisme akan melakukan tindakan bunuh diri, dan ia akan tersungkur. Pandangan ini sudah lama ditentang oleh orang-orang kapitalis, tetapi terbukti di mata-kepala kita.</p>



<p>Nah, apakah karena ia telah tersungkur, maka ia benar-benar lenyap dari kehdupan manusia? Apakah itu artinya sosialisme menang, dan karena itu sosialisme yang benar? Jangan lupa, sosialisme telah tersungkur kaku tahun 1990, dengan runtuhnya Uni Sovyet sebagai pilar utama penopang sosialisme. Ternyata sosialisme itu tidak ada di Uni Sovyet, yang ada kapitalisme Negara, kapitalisme kaum penguasa, kapitalisme negara.</p>



<p>Ternyata, persoalannya tidak terletak pada sosialisme vs kapitalisme, dan ternyata baik sosialis maupun kapitalis adalah sebuah realitas pola-pikir dan perilaku manusia, yang kedua-duanya mewarnai kehidupan ini.</p>



<p>Akan tetapi tahukah kita, apa dampaknya? Penderitaan panjang yagn dialami banyak bangsa di dunia, termasuk penderitaan bangsa Papua, ialah dampak langsung dari Perang Dingin, akibat konflik pemikiran dan pendekatan antara kaum kapitalis dan sosialis, yang  kita kenal dengan nama &#8220;perang dingin&#8221;.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perang Melawan Terorisme vs Rekayasa (Real atau Rekayasa?)</h3>



<p>Dua dekade belakangan dunia disajikan dengan perang melawan terorisme, atau yaitu Samuel Phillips Huntington sebut sebagai &#8220;Clash of Civilisations&#8221;, yaitu peperangan antara peradaban barat dan peradaban timur secara garis besar. Perang ini sedang berlangsung sampai hari ini, 04 Agustus 2019.</p>



<p>Huntington membagi peradaban ke dalam tujuh buah:  Barat, Latin American, Confucian, Japanese, Islamic, Hindu and Slavic-Orthodox (Huntington 1993:26) </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Huntington argues that the end of ideological confrontation between liberal democracy and communism will see future conflict occurring along the borders between civilizations at a micro level. At a macro level he predicts conflict occurring between states from different civilizations for control of international institutions and for economic and military power (Huntington 1993:29) &lt;<a rel="noreferrer noopener" aria-label="https://www.onthisday.com/world/clashofcivilizations.php (opens in a new tab)" href="https://www.onthisday.com/world/clashofcivilizations.php" target="_blank">https://www.onthisday.com/world/clashofcivilizations.php</a>></p></blockquote>



<p><strong><em>Clash </em></strong>yang terjadi saat ini sedang terjadi dengan nyata. Di Melanesia kita lihat isu keamanan dan terorisme menjadi fokus kegiatan lembaga-lembaga regional seperti Pacific Islands Forum (PIF) dan Melanesian Spearhead Group (MSG). Banyak pemimpin Melanesia sekarang digiring ke supaya mereka tidak percaya dengan diri sendiri, budaya sendiri, identitas sendiri dan takut akan serangan teroris. </p>



<p>Melanesia tidak memiliki peradaban yang harus berkonflik dengan siapapun. Kita berada dalam dunia yang tidak berkonflik dengan siapapun. Kita berada di dalam dunia sendiri, di wilayah hukum sendiri.</p>



<p>Huntington menyatakan &#8220;benturan peradaban&#8221; yang dia maksudkan dipicu oleh muncul-nya peradaban non-barat yang lebih berkuasa atas peradaban barat, dan karena itu barat akan memberikan tanggapan terhadapnya. Akan tetapi itu tidak terjadi, justru yang kita alami hari ini ialah serangan fajar dari peradaban barat terhadap semua peradaban lain yang dianggapnya sebagai saingan atau ancaman terhadap peradaban barat. Mereka menggunakan &#8220;early warning system&#8221;, dengan semboyan, &#8220;untuk menang lebih baik menyerang duluan daripada diserang duluan&#8221;.</p>



<p>Banyak sekali kontroversi seputar pemikiran ini, yang saya pikir juga belum akan tuntas, sama dengan kontroversi dan debat pemikiran kapitalis vs sosialis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Global Warming Real vs. Rekayasa, dan karena itu &#8220;Unreal&#8221;</h3>



<p>Saya bisa katakan pada waktu bersamaan, tetapi bisa juga dikatakan satu dekade sesudah &#8220;clash of civilisations&#8221; menjadi pemberitaan, atau satu dekade sebelum itu, telah muncul argumen dan debat yang sengit di kalangan akademia dan pemikir, tentang jawaban atas pertanyaan ini:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Apakah pemanasan Bumi sebuah realitas atau sebuah pembohongan karena tidak nyata?</li></ul>



<p>Secara khusus di dunia barat sudah terbagi dalam dua kelompok besar, yang setiap saat berkelahi sampai babak-belur. (<em>Maksud saya di sini bukan babak-beluar secara fisik dan secara emosional seperti kebiasaan orang West Papua, yang selalu menyerang gagasan dan konsep dengan sentimen pribadi dan suku atau agama, atau ras</em>)</p>



<h4 class="wp-block-heading">Yang Percaya Pemanasan Bumi itu Nyata</h4>



<p>Ada ilmuwan, ada politisi, ada teknokrat, ada teokrat, ada pengusaha, ada aktivis, ada masyarakat adat yang benar-benar percaya dan oleh karena itu mereka serius mengkampanyekan ancaman dan realitas dampak dari penipisan lapisan ozone yang melindungi planet Bumi menjadi tempat yang layak-huni bagi kehidupan, yang berakibat pemanasan global, yang berdampak terhadap perubahan iklim dunia.</p>



<p>Contoh kita ambil dari Amerika Serikat ialah Bill Clinto, Al Gore dan Barack Obama dari Partai Demokrat Amerika Serikat. Mereka telah banyak mengambil kebijakan-kebijakan nyata untuk mengundang manusia merubah pola-pikir dan perilaku yang merusak alam, kepada pola-pikir dan kebiasaan yang dapat memelihara alam sekitar.</p>



<p>Albert Arnold Gore Jr yang adalah wakil presiden Amerika Serikat yang ke-45 (dari 1993 &#8211; 2001) secara khusus hari ini setiap saat berkampanye tentang pemanasan Bumi itu real, dan perubahan iklim itu real, dan oleh karena itu harus ada perubahan pola-pikir dan perubahan kebijakan pemerintah di sleuruh dunia untuk menghadapinya.</p>



<p>Ada sejumlah langkah konkrit yang telah diambil, terutama oleh Amerika Serikat dan sekutunya negara-negara industri maju, dengan mengajak negara-negara lain di dunia, sebagai tanggapan manusia terhadap penipisan lapisan ozone, pemanasan Bumi dan perubahan iklim global:</p>



<ol class="wp-block-list"><li> The <strong>United Nations Conference on Environment and Development</strong> (<strong>UNCED</strong>), juga dikenal sebagai <strong>Rio de Janeiro Earth Summit</strong>, the <strong>Rio Summit</strong>, the <strong>Rio Conference</strong>, dan the <strong>Earth Summit</strong> (Portuguese: ECO92), ialah sebuah <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations">United Nations</a><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Diplomatic_conference">conference</a> besar yang diselenggarakan di <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Rio_de_Janeiro">Rio de Janeiro</a> dari 3 &#8211; 14 Juni 1992. </li><li> The <strong>Kyoto Protocol</strong> ialah sebuah <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Treaty">treaty</a> antar-bangsa yang mengembangkan lebih lanjut dari <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Framework_Convention_on_Climate_Change">United Nations Framework Convention on Climate Change</a> (UNFCCC)  1992 .  </li><li> The <strong>Paris Agreement</strong> (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/French_language">French</a>: <em>Accord de Paris</em>)<sup><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Paris_Agreement#cite_note-3">[3]</a></sup> yaitu sebuah perjanjian di dalam <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Framework_Convention_on_Climate_Change">United Nations Framework Convention on Climate Change</a> (UNFCCC), berhubungan dengan <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Climate_change_mitigation">greenhouse-gas-emissions mitigation</a>, <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Climate_change_adaptation">adaptation</a>, and <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Finance">finance</a>, ditanga-tangani pada 2016.  </li></ol>



<p>Belakangan ini kita lihat Sekretaris-Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berkunjung ke kawasn Pasifik Selatan, terutama Republik Kepulauan Vanuatu dan Fiji, dan menyatakan apa yang dialami dan modal yang dimiliki masyarakat di Melanesia perlu mendapatkan perhatian untuk dikembangkan dalma rangka menghadapi ancaman pemanasan Bumi dan  perubahan iklim.</p>



<h3 class="wp-block-heading"> Yang Tidak Percaya Penipisan Lapisan Ozone dan Pemanasan Bumi</h3>



<p>Kita bisa sebut kelompok ini dalam empat variasi</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Variasi pertama</strong>, ialah orang &#8220;kafir alam&#8221;, yaitu mereka yang sama sekali tidak percaya perubahan itu sedang terjadi. Mereka inilah musuh utama yang berkelahi babak-belur dengan pihak yang percaya tentang perubahan iklim benar-benar ada. Banyak penelitian telah dilakukan, banyak artikel telah ditulis, banyak buku telah dipublikasi, dijual dan diseminarkan di berbagai lembaga pendidikan, forum  ilmiah dan debat ilmiah mapun debat politik, yang menunjukkan betapa mereka yang tidak percaya akan pemanasan global sangat sengit menentang pandangan yang percaya terjadi pemanasan global.</li><li><strong>Variasi kedua</strong>, mereka yang memang percaya perubahan itu selalu terjadi, dan pasti terjadi, tetapi penyebabnya bukan apa yang dilakukan peradaban modern, tetapi itu sebuah fakta alamiah, yang pada gilirannya akan teratasi secara alamiah pula, dan oleh karena itu manusia tidak usah menjadi pahlawan Bumi, kita jalani saja kehidupan kita dan alam ini akan menyelesaikan persoalan yang terjadi secara alamiah.</li><li><strong>Variasi ketiga</strong>, mereka yang percaya bahwa perubahan itu memang sedang terjadi, oleh karena itu manusia tidak perlu melakukan apa-apa-pun, karena ini sudah tertulis dalam Kitab Suci, bahwa dunia ini tidak ada yang abadi. Yang harus kita lakukan ialah semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, menggali kebenaran ilahi dan bertekun di dalam Tuhan. Mereka juga berdalih bahwa dunia ini hanyalah tempat sementara, oleh karena itu kita tidak harus sibuk mengurus kepentingan dunia, masalah dunia ini, kita fokus kepada tanah air kekal, surga yang kekal.</li><li><strong>Variasi keempat</strong> ialah mereka yang percaya perubahan iklim itu terjadi, dan mereka juga percaya manusia dan apa yang dilakukan manusia-lah yang menyebabkan malapetaka bencana alam, kehilangan pulau-pulau kecil, kelaparan dan konflik yang terjadi di dunia ini. TETAPI yang mereka tidak percaya ialah kekuatan dan kemampuan manusia untuk merubah arah dan kecenderungan manusia. Mereka tidak percaya bahwa manusia mampu merubah nasib</li></ol>



<p>Di Amerika Serikat kita bisa pantau dari orang-orang seperti George Walker Bush, Sr, dan George Walkter Bush, Jr.  dan Donal Trump, tiga  orang Presiden dari Parta Republik Amerika Serkiat. Di Inggris kita lihat dari <strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://en.wikipedia.org/wiki/Boris_Johnson" target="_blank">Alexander Boris de Pfeffel Johnson</a></strong>, yang pada saat saya tulis artikel ini ialah Perdana Menteri Inggris Raya.</p>



<p>Banyak protes dan penolakan muncul dari manusia di dunia terhadap realitas bahwa Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat dan Boris Johnson menjadi Perdana Menteri Inggris Raya.</p>



<p>Kita akan ulas ciri utama, fenomena dan dinamika yang terjadi dalam wacana maupun perilaku dalam artikel berikut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://yikwanak.com/blog/2019/perubahan-iklim-dan-pemanasan-global-yang-percaya-real-vs-yang-tidak-percaya-ini-benar-terjadi.html/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akan Terjadi, Semua Rumah Sakit Menjadi Rumah Sehat: Mengapa? (3)</title>
		<link>http://yikwanak.com/blog/2019/akan-terjadi-semua-rumah-sakit-menjadi-rumah-sehat-mengapa-3.html/</link>
					<comments>http://yikwanak.com/blog/2019/akan-terjadi-semua-rumah-sakit-menjadi-rumah-sehat-mengapa-3.html/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[yikwainak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2019 09:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Noumenon & Phenomenon]]></category>
		<category><![CDATA[Grandmaster Mantak Chia]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[rohani]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[UHTS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://yikwanak.com/?p=204</guid>

					<description><![CDATA[Catatan Pembuka Dua catatan sebelumnya sudah saya sampaikan alasannya. Ini alasan ketiga dan yang terakhir. Ini sebuah bisikan jagatraya yang kita sebut entah itu sebagai apa saja, tetapi saya sebut sebagai sebuah suara nurani, yang selalu berbicara berpuluh tahun, bisa terjadi ratusan atau ribuan tahun sebelum terjadi, yang biasanya saya alami beberapa kali. Sekarang saya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading"><strong>Catatan Pembuka</strong></h3>



<p>Dua catatan sebelumnya sudah saya sampaikan alasannya. Ini alasan ketiga dan yang terakhir.</p>



<p>Ini sebuah bisikan jagatraya yang kita sebut entah itu sebagai apa saja, tetapi saya sebut sebagai sebuah suara nurani, yang selalu berbicara berpuluh tahun, bisa terjadi ratusan atau ribuan tahun sebelum terjadi, yang biasanya saya alami beberapa kali. Sekarang saya sudah berumur setelah abad lebih dua tahun, dan itu sudah cukup waktu untuk mengenal suara-suara itu.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Suara ini mengatakan</strong></h4>



<p>Akan datang waktunya, di mana semua rumah sakit yang besar maupun kecil, baik apotik maupun polik-klinik akan berubah menjadi rumah sehat, di mana yang tinggal beroperasi dan yang tinggal di dalamnya ialah orang-orang yang hidup sehat dan mengenal cara hidup sehat.</p>



<p>Pertanyaan saya : &#8220;Mengapa bisa terjadi begitu?&#8221;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ada tiga penyebab di sini</strong>:</h3>



<ol class="wp-block-list"><li><strong> jawaban pertama sudah disampaikan dalam catatan sebelumnya.&nbsp;<a rel="noreferrer noopener" href="http://yikwanak.com/blog/2019/07/21/akan-datang-waktunya-semua-rumah-sakit-menjadi-rumah-sehat-mengapa-1/" target="_blank">Click di sini</a></strong>: yaitu bahwa manusia sadar bahwa rumah sakit, obat, kedokteran dan keperawatan telah menjadi &#8220;bisnis belaka&#8221; untuk mencari duit semata, sehingga fokus kesembuhan pasien tidak menjadi perhatian. Maka manusia secara kolektiv menolak kehadiran mereka.</li><li>jawaban kedua juga sudah sampaikan dalam catatan sebelumnya, <a rel="noreferrer noopener" aria-label="Click di sini (opens in a new tab)" href="http://yikwanak.com/blog/2019/07/akan-datang-waktunya-semua-rumah-sakit-menjadi-rumah-sehat-mengapa-2.html/" target="_blank">Click di sini</a>, yaitu bahwa manusia semakin lama semakin mendapatkan akses kepada semua kebutuhan dasar yang dibutuhkan untuk menyembuhkan sakit-penyakit, sehingga sakit sedikit, mereka sudah punya akses</li></ol>



<h3 class="wp-block-heading">Alasan Ketiga, karena saya sudah tidak sakit lagi, sama sekali, atau saya sudah tahu menjaga hidup saya tetap sehat sepanjang umur</h3>



<p>Alasan ketiga ini merupakan wajah dari manusia yang sudah beradab, dan manusia yang sudah tercerahkan kembali. Dalam sejarah manusia, kita kenal era pencerahan,  <em>aufklärung </em>/ <em>renaissance</em>/ <em>enlightenment</em>, yaitu era pemberontakan rasionalitas terhadap spiritualitas yang terjadi 250 tahun yang lalu di Eropa dan menyebar ke seluruh dunia. Manusia merasa tercerahkan setelah melihat diri dan dunia ini secara rasional, bertitik-tolak dari pemikiran logis dan empiris.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Sekedar Tentang Proyek Modernisasi</h4>



<p>Sejarah pencerahan ini sudah disejelaskan panjang-lebar dalam &#8220;<em><strong><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="http://papua.one/demsuk" target="_blank">Demokrasi Kesukuan: Melacak Silsilah Demokrasi Manusia!</a></strong></em><a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="http://papua.one/demsuk" target="_blank">&#8220;</a>, yang akan diterbitkan oleh penulisnya. Kita baca catatan di sana-sini menunjukkan ketika Auklarung terjadi, maka manusia beralih dari pemikiran yang sangat &#8220;spiritual&#8221; kepada pemikiran yang sangat &#8220;rasional&#8221;. Rasio menjadi titik-tolak pemikiran manusia.</p>



<p>Dampak daripada aufklarung ialah <em>proyek modernisasi</em> dengan segala macam embel-embel yang ditopang oleh nama &#8220;sains&#8221;, yaitu ilmu-pengetahuan, rasionalisasi, dan empiritisme. <em>Empiritisme </em>artinya dapat dilihat atau dapat dibuktikan, dapat diukur, yang artinya dapat dirumuskan secara rasional. Berlawanan dengan pandangan sebelumnya, yaitu absolutisme Tuhan dan paham-paham agamawi, hukum alam dan hukum spiritual yang mengawali kehidupan sebelum era pencerahan.</p>



<p>Demokrasi, yang di dalamnya terkandung penegakkan hak asasi manusia, kesamaan hak dan kewajiban di hapadan hukum, kepemimpinan oleh suara mayoritas dan keberpihakan kepada kaum minoritas, pluralisme dan multi-kulturalisme, semuanya bergulir.</p>



<p>Buntutnya manusia menjadi sangat rasional, dan tidak berperasaan. Akibatnya manusia menjadi sangat mekanik, tidak bernurani, tidak berperasaan, bahkan tidak bermoral dan tidak bersusila. Yang penting rasional dan empiris, maka dianggap layak dipromosikan dan dilindungi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Sekarang kita berada di era pascamodern</h4>



<p>Era &#8220;pascamodern&#8221; atau &#8220;postmodern&#8221; sebenarnya adalah sebuah nama dari ekspresi budaya dan seni. Akan tetapi saya lebih suka menyebutnya karena pemikiran yang akan muncul terhadap &#8220;rasa sakit&#8221;, &#8220;penyakit&#8221; dan &#8220;rumah sakit&#8221; di era selepas era modern ialah pemikiran-pemikiran yang holistik.</p>



<p>Pemikiran holistik tentang kehidupan, artinya pemikiran dari segala aspek dan semua segi. Ada pemikiran-pemikiran sains seperti era modern, tetapi ada juga pemikiran-pemikiran spiritual seperti era sebelum aufklarung tadi. Kedua-duanya bertemu pada satu titik, yang tidak sama persis saling menyinggung atau saling menutupi, tetapi sama-sama saling melengkapi dan saling mewarnai.</p>



<p>Di era pascamodern manusia akan menyadari unsur rohani dan unsur rasional dari sebuah kesakitan. Oleh karena itu, mereka tidak akan hanya berdoa dan melakukan upacara-upacara adat dan rohani bersama para dukun dan tua-tua adat, tetapi mereka juga akan meramu jamu-jamu atau herbs, dan mereka sendiri bahkan bisa meracik obat untuk menyembuhkan banyak sekali sakit-penyakit.</p>



<p>Itu baru satu. Lebih luarbiasa lagi, manusia pascamodern, yang saya sebut sebagai manusia <strong><span style="text-decoration: underline;">dunia lima</span></strong> ini adalah manusia-manusia yang mengetahui benar mengapa seseorang sakit, apa saja yang menyebabkan seseorang sakit, dan dengan demikian mereka tahu persis bagaimana caranya supaya sakit-penyakit tidak datang sama sekali.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Holistic Approach to life and health</h3>



<p>Dalam pelajaran yang saya ikuti bersama Grandmaster Mantak Chia di Chiang Mai, Thailand, dan pelajaran yang saya belajar dari Master Christobel Zamor, kedua-duanya mengajarkan kepada saya banyak hal. Silakan rujuk ke</p>



<ol class="wp-block-list"><li>www.mantakchia.com dan www.universal-tao-indonesia, http://uhts.melanesia.us</li><li>www.breathofbliss.com</li></ol>



<p>Saya banyak bercerita di www.kisah.us dan sejumlah halaman facebook.com seperti @uhts-Indonesia dan @uhts-melanesia.</p>



<p>Ini baru dua pendekatan. ada juga pendekatan Melanesia yang saya sebut dengan nama &#8220;Melanesia Well-Being Approach&#8221;, yang pertama-tama didasari dengan tatanan rohani berbasis &#8220;tumbuna&#8221; atau &#8220;nenek-moyang&#8221; dan penghuni, disusul tatanan soaial berbasiskan marga dan suku, dan kemudian tatanan ekonomi dan politik, ekspresi budaya dan seni, serta makanan dan minuman serta lingkungan hidup yang secara holistik membentuk manusia Melanesia dan budayanya.</p>



<p>Pendekatan keseharan orang Melanesia berbasiskan spiritual dan sosial, dasar bangunan rohani dan sosial menjadi fondasi untuk mengembangkan pola pikir, pola tutur dan pola-laku terhadap diri sendiri, terhadap sesama dan terhadap dunianya.</p>



<p>Dengan pendekatan-pendekatan ini, maka manusia kembali kepada jatidirinya sendiri. Ia menyambut karya ilmu pengetahuan dengan membuat dan menyediakan obat-obatan atau jamu-jamuan sendiri, tetapi lebih dari itu, manusia telah tahu bagaimana caranya supaya tidak sakit.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Inner Smile dari UHTS</h4>



<p>Salah satu latihan paling dasar ialah &#8220;Inner Smile&#8221; sebagaimana diajarkan dalam Universal Healing Tao System ajaran Grandmaster Mantak Chia. Caranya sederhana,</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Duduk dengan tenang,</li><li>Tutup mata secara perlahan-lahan</li><li>Tarik keluar-masuk napas lewat hidung</li><li>Senyum dan senyum dan senyum</li><li>Pertama senyum kepada buah pinggang di sebelah kiri dan kanan</li><li>Kedua senyum kepada hati di sebelah kanan dada (di akar buah dada)</li><li>Ketiga senyum kepada paru-paru</li><li>Keempat, senyum kepada jantung</li><li>Kelima senyum kepada perut, dan usus</li><li>Keenam senyum kepada organ seks</li></ol>



<p>Saat berpindah dari satu senyum ke senyum berikutnya, lakukanlah dengan sangat perlahan dan sambil senyum &#8220;setiap waktu&#8221;. </p>



<p>Secara sederhana kalua Anda bersenyum kepada orang lain, atau kalau orang lain senyum kepada anda, tanpa mengetahui tujuan dan maksud senyum, kita selalu &#8220;senyum balik&#8221; kepada mereka.</p>



<p>Secara sederhana kita tahu bahwa senyum artinya tanda bahagia, tanda sehat, tanda manis, tanya kebaikan.</p>



<p>Secara sederhana kita senyum kepada organ tubuh kita sendiri dan escara otomatis, anda akan kaget menyaksikan sendiri, organ anda sendiri akan senyum balik kepada anda. Saling membalas senyum tentu saja menandakan organ anda dan anda dalam kondisi sehat-serasi. Dengan keserasian saling senyum inilah, akan tercipta kesehatan, kehidupan tanpa sakit.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Adat Orang Koteka Suku Lani: &#8220;Yabu Ekwe&#8221;</h4>



<p>Banyak orang pendatang, pertama-tama misionaris menjadi sangat kecewa baik di Papua New Guinea maupun di West Papua karena pada saat orang Melanesia sakit, kita tidak pernah berpikir pertama-tama untuk bawa ke rumah sakit. Kita selalu katakan, &#8220;yabu eruwok&#8221;, artinya &#8220;kita kerja&#8221;.</p>



<p>Yang dimaksud dengan &#8220;yabu eruwok&#8221;, dalam konteks agama modern ialah &#8220;pengakuan dosa&#8221;. Akan tetapi &#8220;yabu eruwok&#8221; tidak sempit seperti ajaran agama. &#8220;Yabu eruwok&#8221; mengandung makna lebih luas dan lebih holistik. Yang dibereskan dalam &#8220;yabu&#8221; di sini bukan sekedar dosa, tetapi berbagai hal.</p>



<p>Berbagai hal yang ada dalam &#8220;pikiran&#8221; si dia yang sakit dibereskan. Pemberesan &#8220;pikiran&#8221; dilakukan dengan cara &#8220;pemetaan ulang&#8221; pemikiran-pemikiran apa saja yang dipikirkan menjelang waktu sakit. Dengan memetakan pemikiran-pemikiran ini saja, maka 50% lebih dari penyakit sudah sembuh. Hanya dampak bawaan dari penyakit dimaksud yang perlu diobat dengan vitamin dan suplemen atau jamu.</p>



<p>&#8220;Yabu ekwe&#8221; tidak hanya melibatkan Tuhan, tetapi melibatkan sesama manusia, melibatkan roh moyang dan roh Bumi, melibatkan roh orang hidup dan roh orang mati, melibatkan sanak-keluarga yang ada di sekitar sini dan yang tidak ada di tempat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Modernisasi dan Pendekatan Holistik untuk Hidup Sehat</h3>



<p>Sayangnya sejak modernisasi masuk, sejak agama modern tiba, pendekatan untuk penyembuhan dan kesehatan seperti ni dianggap sebagai penyembahan berhala sehingga banyak orang Melanesia sudah tidak mempraktekkannya lagi. Padahal sebenarnya yang mereka maksudkan adalah </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;biarlah kalian sakit, karena ada orang-orang bisa berbisnis bagus dan dapat uang banyak dari obat yang mereka produksi, dokter yang mereka hasilkan dan rumah sakit yang mereka dirikan. Kalau kalian praktek ini terus, tidak ada orang ke rumah sakit, tidak ada orang butuh dokter dan perawat, tidak ada orang sakit, maka kami rugi dan rugi. Karena itu tinggalkan adat, tinggalkan cara lama, mari datang ke sains, obat, dokter, perawat, bayar uang, beli obat, bayar dokter, bayar rumah sakit. sembuh atau tidak itu urusan nanti, sekarang bayar dulu bayar&#8230; bayar&#8230; bayar&#8230;</p></blockquote>



<p>Saya sudah sebutkan dalam tulisan sebelumnya bahwa agen-agen modernisasi juga akan gencar menjalankan kampanye-kampanye dan bahkan menciptakan banyak virus penyakit sehingga orang akan tetap terus sakit-sakitan, orang tetap akan butuh dokter, suster, rumah sakit dan obat-obatan buatan mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Akhirnya Manusia akan katakan, &#8220;Enough is enough!&#8221;</h3>



<p>Tetapi akhir daripada permainan ini, manusia akan semakin tercerahkan. Dulu tercerahkan secara sains. Lalu manusia akan tercerahkan kembali secara rohani. Setelah itu dengan ketercerahan jasmani-rohani, dengan kombinasi roh-jiwa dan tubuh-rasio, dengan kombinasi mental dan spiritual yang seimbang, dengan kombinasi kerohanian yang rasional, maka manusia akan hdup cukup, dan hidup sehat tanpa obat, tanpa dokter, tanpa suster, tanpa rumah sakit.</p>



<p>Manusia yang tercerahkan kembali secara rohani dan jasmani akan tahu sakit-penyakit dan penyebabnya, dan akan tahu bagaimana selalu terhindar dari sakit-penyakit. Mereka bukannya minum suplemen dan sebagainya, tetapi mereka akan menjalani hidup sehat, hidup sederhana, hidup rasional, hidup spiritual, hidup secara holistik, sehingga mereka hidup sehat.</p>



<p>Inilah warna kehidupan manusia-manusia <em><strong>Dunia Lima</strong></em>, yaitu dunia di mana ada keseimbangan yang selaras antara pengetahuan dan praktek rohani dan sains, di mana dunia roh dan dunia nyata menjadi satu kesatuan yang tidak harus diukur dan tidak harus empiris tetapi pasti dan diterima ada dan nyata. Inilah dunia di mana kita tidak mengenal waktu dan tempat (time and space) lagi. Di mana time and space mengalami merger, dan di mana rohani dan jasmani menjadi seimbang. Di sinilah waktu di mana manusia mampu melihat ke dimensi-dimensi selain fisik ini, dan mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi dalam kehdiupan ini.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>[<strong>Berakhir</strong>..] Tulisan berikutnya kita akan lanjut ke Manusia-manusia Dunia Satu, Dunia Dua, Dunia Tiga, Dunia Empat dan Dunia Lima.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://yikwanak.com/blog/2019/akan-terjadi-semua-rumah-sakit-menjadi-rumah-sehat-mengapa-3.html/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>For me, the Most Disturbing Issue for Melanesians is We Think in an “Asian Way”</title>
		<link>http://yikwanak.com/blog/2019/for-me-the-most-disturbing-issue-for-melanesians-is-we-think-in-an-asian-way.html/</link>
					<comments>http://yikwanak.com/blog/2019/for-me-the-most-disturbing-issue-for-melanesians-is-we-think-in-an-asian-way.html/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[yikwainak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2019 03:51:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Noumenon & Phenomenon]]></category>
		<category><![CDATA[America]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Melanesia]]></category>
		<category><![CDATA[Oceania]]></category>
		<category><![CDATA[Politics]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://yikwanak.com/?p=198</guid>

					<description><![CDATA[Intro&#8230; Or worse, &#8220;We think we are Asians&#8221;, or even worse than that, &#8220;We think we are less than those Asians&#8221;. What a nightmare as a human race. I am honestly disturbed by many Melanesian politicians turning to Asia and talking more about development, security and peace across Melanesia, these are problems that bother most [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h3 class="wp-block-heading">Intro&#8230;</h3>



<p>Or worse, &#8220;We think we are Asians&#8221;, or  even worse than that, &#8220;We think we are less than those Asians&#8221;.  What a nightmare as a human race.</p>



<p>I am honestly disturbed by many Melanesian politicians turning to Asia and talking more about development, security and peace across Melanesia, these are problems that bother most to those Asians, not Melanesians. Our issue is not terrorism and security. Our issue is not economic development. </p>



<p>Our issue is our &#8220;self-identification&#8221; as Melanesian people, and based on that our own &#8220;self-confidence&#8221; in presenting ourselves to the regional and global arena. We are looking at others and thinking about others wrongly because we have a misconception on our own self-image .</p>



<h3 class="wp-block-heading">&#8220;The  Asian Way&#8221;, that is the Way We Melanesians Are Thinking About Ourselves</h3>



<p>By the phrase &#8220;Asian Way&#8221;, I mean</p>



<ul class="wp-block-list"><li> non-western way, </li><li>against the western way, </li><li>withdrawing or getting away from the western influence way. </li></ul>



<p>If you choose white than you are getting away from black, if you want light then you need to get rid of darkness. Dualism it is called. Therefore, we Melanesians are not ONLY turning away from the western influence, but at the same time and on the other side of the action, <strong>we are automatically giving our face to Asia</strong>.</p>



<p>We are not mistakenly thinking that the way forward to get away from the western influence is to choose Asia. </p>



<p>The most famous argument, that I have heard so many times, from the mouths of many politicians across Melanesia, is that Asia is our closest neighbour. They further argue that Asia is our biggest market for doing business, compared to both Australia and New Zealand, or even compared to all Oceania, Asia is still very big.</p>



<p>Another argument is that Asia is our closest neighbour, therefore it is better to listen to them and follow their examples, and invite them to come and dk o business here in Melanesia.</p>



<p>Another classic argument is that we Melanesians do not know, and therefore cannot do the work that those Asians can do, therefore, we are better off cooperating with them, integrating into them to develop our peoples and countries.</p>



<h3 class="wp-block-heading">In fact Really, We are not Really thinking about or saying anything against the west</h3>



<p>What we are doing is really listening to Asia more than before. Dealing with Asia more than before. And engaging with Asia more than before. Nothing and nobody is leaving the west, at all.</p>



<p>Yes, dualism is here. Because many Melanesian leaders think as Asians, forgetting our own self-image, the western community who have been colonising Melanesia for centuries are now confused and asking, </p>



<ul class="wp-block-list"><li>&#8220;Why Melanesians are turning to Asians?&#8221; </li></ul>



<p>Or rather rudely, </p>



<ul class="wp-block-list"><li>&#8220;Why Asians taking over our colonial peoples and territories?</li></ul>



<p>Australia and New Zealand are being told with clearer and harder words, just like speaking to younger brother in Melanesian family, </p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">&#8220;<strong><em>You have to take care of them properly! Do not let them taken away by Asia, particularly China!</em></strong>&#8220;</p>



<p>When Melanesian leaders are asked, these questions or another question, &#8220;Don&#8217;t you know Asia is dangerous for you? Don&#8217;t you remember we have been good allies?&#8221; then Melanesian leaders say, </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Yes, we are still friends, we are still allies. Nobody will limit or stop us in our relations. But that does not mean I should always be listening to you. By the way, I am not your slave anymore, right? Well. You told me that colonialism already ended. That is why you gave me my flag, composed my national anthem, called the name of my country, and allowed me to run my own business.&#8221;</p></blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">The most disturbing issue for me</h3>



<p>It is not about whether or not we are thinking like Asians.</p>



<p>Neither is it because we are intentionally leaving Western influences</p>



<p>But precisely because two main things:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>First of all, because we are thinking that we can do a lot more and a lot better with the Asians, who come to Melanesia to make a living, not to give us anything at all;</li><li>Second of all, we do not know and we do not recognise that we are practically leaving the west and aligning to the East. (Remember, we are in the South).</li></ol>



<p>In addition, we are not only misled by a wrong ambition to become the same as Asia and ignorance of the impact of doing that, we are worse, already trapped into the agenda and issues that bother Asia most, not us Melanesians in the South Pacific.</p>



<p>Issues like economic development and security are both the problem created, home-grown and exported in and from Asia. Melanesians are in different planet altogether. But we are told we have their problems. And worse, we think we do inherit their problems.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Final Note</h3>



<p>That is why  all Prime Ministers and Foreign Ministers in Melanesia and the South Pacific are busy with issues like</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Economic development for the peoples and the country, and</li><li>Promoting security across the South Pacific, security from terrorism, money laundering and separatism.</li></ol>



<p>We are consuming foods that are cooked with non-Melanesian spices and taste, and we think this is our food, cooked in our own kitchen.</p>



<p>We think by spending time on security and separatism issue we will develop Melanesia, and make Melanesia a safer place. We think bringing in more Asian influence will save Melanesia, totally denying the fact that Asians have so many and many problems to deal with inside their own countries and territories rather that us in Melanesia.</p>



<p>We think that by developing our countries economically, then we will be better off like those British and Australians, or even better than our own colonial powers. </p>



<p>We think that Melanesian way is wrong! Asian way is heavenly! We think that western way is colonial way, and Asian way is liberating way. </p>



<p>We just do not have a clue what we are doing! This is primarily because we do not have  clue about our own self-image in this global politics. </p>



<p>Who are we? Asians? Afrians? Americans? Australians? Oceanians? Melanesians?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://yikwanak.com/blog/2019/for-me-the-most-disturbing-issue-for-melanesians-is-we-think-in-an-asian-way.html/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>This is why I am here!</title>
		<link>http://yikwanak.com/blog/2019/this-is-why-i-am-here.html/</link>
					<comments>http://yikwanak.com/blog/2019/this-is-why-i-am-here.html/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[yikwainak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2019 23:27:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Salam]]></category>
		<category><![CDATA[Quotations]]></category>
		<category><![CDATA[Yikwanak Kole]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://yikwanak.com/?p=193</guid>

					<description><![CDATA[My Purpose of life is precisely &#8220;to be here&#8221;, not more, no less]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>

My Purpose of life is precisely &#8220;to be here&#8221;, not more, no less

</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://yikwanak.com/blog/2019/this-is-why-i-am-here.html/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>