<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>alkitabiah.org</title>
	<atom:link href="https://alkitabiah.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://alkitabiah.org</link>
	<description>Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Rom 10:17</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Mar 2025 02:08:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://alkitabiah.org/wp-content/uploads/2021/03/cropped-moto-32x32.jpeg</url>
	<title>Gereja Baptis Alkitabiah</title>
	<link>https://alkitabiah.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><copyright>graphe-ministry.org</copyright><itunes:image href="http://www.alkitabiah.org/Rahasia_Kebenaran_Ilahi.gif"/><itunes:keywords>bible,biblical,alkitab,alkitabiah,kebenaran,surga,fundamental,baptis,baptist,agama</itunes:keywords><itunes:summary>mencari, mempelajari dan menyelidiki jalan benar dan pasti masuk surga</itunes:summary><itunes:subtitle>Kebenaran Ilahi</itunes:subtitle><itunes:category text="Science &amp; Medicine"/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"/><itunes:category text="Kids &amp; Family"/><itunes:author>alkitabiah.org</itunes:author><item>
		<title>Tanda-tanda Penipuan</title>
		<link>https://alkitabiah.org/tanda-tanda-penipuan/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/tanda-tanda-penipuan/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2024 08:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[penyesatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2824</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Rick Becker 22 Maret 2023 terjemahan https://fitl.co.za/2023/03/22/signs-of-deception/ Bagaimana seseorang tahu jika mereka tertipu, atau jika mereka berada di gereja yang telah tertipu dan menipu anggotanya? Kita tahu bahwa satu-satunya jawaban adalah Roh Kudus yang&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Rick Becker 22 Maret 2023<br />
terjemahan https://fitl.co.za/2023/03/22/signs-of-deception/</p>
<p>Bagaimana seseorang tahu jika mereka tertipu, atau jika mereka berada di gereja yang telah tertipu dan menipu anggotanya? Kita tahu bahwa satu-satunya jawaban adalah Roh Kudus yang akan menyingkirkan selaput penipuan dari mata mereka. Kemudian, melalui mempelajari kitab suci dan dengan pencerahan firman Tuhan, mereka mampu mengidentifikasi ajaran dan praktik palsu. Dalam banyak kasus, solusi bagi individu yang tertipu adalah keselamatan. Mereka adalah orang-orang yang bertobat palsu yang telah tergoda oleh Injil palsu – mereka perlu dilahirkan kembali untuk memahami kebenaran rohani (1 Korintus 2:14). Inilah tepatnya mengapa begitu banyak peringatan tentang guru-guru palsu dan ajaran-ajaran palsu mereka tidak didengar. Dalam kasus lain, terlepas dari ketidaktahuan mereka akan Alkitab dalam beberapa hal dan kebutuhan akan doktrin yang benar, orang-orang perlu diyakinkan akan dosa mereka – karena mau tidak mau Anda akan menemukan bahwa motif mereka untuk mempercayai apa yang salah, tidak murni. Dalam tulisan ini, saya memberikan tujuh tanda penipuan – cara untuk mengidentifikasi penipuan.</p>
<h3>1. KEPUASAN DIRI SENDIRI</h3>
<blockquote><p>“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (2 Timotius 4:3).</p></blockquote>
<p>Ketika membaca ayat ini, kita cenderung menyalahkan guru-guru palsu, tetapi mereka hanya memenuhi keinginan orang-orang yang ingin memuaskan keinginan mereka sendiri:<br />
“Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.<br />
Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.” (2 Petrus 2:17-18).</p>
<p>Seharusnya tidak menjadi misteri mengapa gereja yang kelihatan penuh dengan tipu daya dan jumlahnya terus bertambah – hawa nafsu duniawi orang-orang diberi makan dari panggung dan mimbar dengan apa yang pada dasarnya adalah Injil NARsis.<br />
Setiap manusia menemukan diri mereka dalam kesulitan yang mengerikan – “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Roma 3:23). Itu berita buruk, seperti juga hukumannya – “Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23). Injil adalah kabar baik – “tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).<br />
Injil palsu menarik karena ia melampirkan janji-janji atau jaminan-jaminan pada Injil yang palsu. Akibatnya, ada gerombolan orang yang bertobat palsu yang “menyerahkan hidup mereka kepada Yesus” karena mereka diberitahu bahwa Dia akan membuat hidup mereka jauh lebih baik. Mereka tidak tertarik kepada Kristus dalam pertobatan untuk diselamatkan dari dosa-dosa mereka. Mereka tertarik kepada Kristus palsu yang akan membuat impian mereka menjadi kenyataan, menyelesaikan masalah duniawi mereka, dan memenuhi keinginan duniawi mereka yang mencakup takdir besar.</p>
<p>Mereka diajarkan bahwa Tuhan ingin mereka makmur di dunia ini, memberi mereka dukungan dalam bisnis, menyebabkan mereka melakukan mukjizat, dan sejumlah ajaran menggelitik telinga lainnya yang memuaskan diri sendiri. Keselamatan dipandang sebagai sarana untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh sifat duniawi. Satu area pemuasan diri yang relatif mudah diidentifikasi adalah keserakahan. Kitab Suci mengidentifikasi keserakahan sebagai salah satu motif utama guru-guru palsu:<br />
&#8220;Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.&#8221; (Titus 1:11).<br />
&#8220;Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.&#8221; (2 Kor 2:17).</p>
<p>Bagaimana Anda mengenali hal ini dalam seorang pemimpin gereja? – melalui ajaran dan gaya hidup mereka. Waspadalah terhadap guru-guru yang menekankan persepuluhan , dan mengajarkan bahwa Tuhan menjamin berkat keuangan jika Anda memberikan persepuluhan. Jika Anda &#8220;memberikan persepuluhan&#8221; karena Anda telah mempercayai kebohongan mereka bahwa Tuhan menjanjikan kemakmuran finansial, maka jangan salahkan keserakahan mereka, keserakahan Anda adalah masalahnya. Itu adalah dosa yang jelas, tetapi di balik kedok kesalehan, terdapat dosa-dosa yang sama berbahayanya seperti kesombongan, kekuasaan/otoritas atas orang lain, dan keinginan akan kekuatan supranatural.</p>
<p>Kepuasan diri pasti mengarah pada suatu bentuk peningkatan diri.<br />
“Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.” (2 Korintus 4:5).<br />
Bertentangan dengan apa yang Paulus tulis, “rasul-rasul” dan “nabi-nabi” yang menyatakan diri dan meninggikan diri sendiri serta guru-guru palsu lainnya menyatakan diri mereka sendiri dan bukan Kristus. Posisi mereka yang tinggi di gereja yang kelihatan digunakan untuk memanipulasi para pengikut mereka dan dalam banyak kasus menyalahgunakan para pengikut mereka dengan berbagai cara. Mereka seharusnya memiliki mandat untuk memerintah dan membimbing gereja, dan kemampuan untuk merilis wahyu-wahyu baru atau memberikan berkat dan urapan. Hasilnya adalah para pengikut mereka menjilat para pemimpin yang “diurapi” ini yang merupakan orang upahan, bukan gembala, tuan bukan hamba, yang sombong saat mereka membisikkan kebohongan ular ke telinga yang gatal. Serigala-serigala berbulu domba ini menuduh para gembala sejati dalam tubuh menyebabkan perpecahan. Ini berfungsi untuk menutupi identitas mereka sendiri dan tuhan mereka – yang adalah diri mereka sendiri. Ambil contoh kisah ini dari Kris Vallotton, nabi palsu Bethel: “Suatu malam ketika saya berbaring di bak mandi, Yesus masuk ke kamar mandi saya dan berkata, “ Kamu adalah pemimpin yang hebat . Kamu akan menjadi nabi bagi raja, perdana menteri, dan gubernur.” (April 2021). Pada Juni 2022, Vallotton memasukkan beberapa tokoh penting lagi ke dalam kisahnya:<br />
“Yesus masuk ke kamar mandi saya di tengah-tengah mandi malam saya dan berkata, “Aku telah memanggilmu untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Kamu akan berbicara di hadapan raja dan ratu. Kamu akan memengaruhi perdana menteri dan presiden. Aku akan membuka pintu bagimu untuk berbicara dengan wali kota, gubernur, duta besar, dan pejabat pemerintah di seluruh dunia.”</p>
<h3>2. TANDA-TANDA &amp; KEAJAIBAN – gagasan bahwa hal-hal tersebut dapat diajarkan, dibeli, dan harus dikejar.</h3>
<blockquote><p>“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Matius 24:24).</p></blockquote>
<p>Tanda-tanda dan keajaiban yang autentik dalam Kitab Suci memiliki tujuan. Meskipun Kitab Suci memuat banyak kisah tentang mukjizat, tanda-tanda, dan keajaiban, hal-hal tersebut tidak bersifat normatif:<br />
• Kitab Suci mencakup kurun waktu sekitar 4000 tahun.<br />
• Beberapa abad berlalu selama kurun waktu ini, tanpa ada mukjizat yang tercatat.<br />
• Jumlah orang yang melakukan mukjizat relatif sedikit.<br />
• Karunia-karunia tanda tidak diberikan kepada semua orang percaya (1 Kor 12).<br />
• Alasan utama mengapa tanda-tanda dan mukjizat terjadi di Perjanjian Baru telah terpenuhi – untuk mengesahkan pesan dan pelayanan para rasul (2 Kor 12:12), dan untuk mengesahkan identitas, pesan, dan pelayanan sang mesias (Yohanes 10:36-39; Kisah Para Rasul 2:22-23).</p>
<p>Penampakan awal tanda-tanda dan keajaiban melalui Kristus, para Rasul-Nya, dan mereka yang Ia delegasikan otoritasnya, tidak dapat dibeli atau diajarkan – tidak seperti apa yang kita saksikan di banyak sekolah pelayanan “supranatural.” Salah satu “ nilai inti ” Bethel adalah bahwa “Roh Kudus memberikan setiap orang percaya kekuatan supranatural untuk menyaksikan dan melepaskan mukjizat, tanda-tanda, dan keajaiban .” Ini adalah kebohongan yang terang-terangan karena karunia-karunia selalu didistribusikan sesuai dengan kehendak Tuhan:<br />
“bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.” (Ibrani 2:3-4).</p>
<p>“Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.” (1 Korintus 12:11).</p>
<p>Bahkan tanda-tanda dan keajaiban yang autentik harus dilihat dalam konteksnya. Ketika Yesus mengutus tujuh puluh dua orang, ia secara khusus mendelegasikan otoritas kepada mereka ( bukan kepada Anda ) untuk menyembuhkan orang sakit. Setelah kembali dari misi mereka, mereka dengan gembira memberi tahu Yesus bahwa &#8221; juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu!&#8221; (Lukas 10:17). Tetapi Yesus membawa fokus mereka kembali ke apa yang benar-benar penting: &#8220;Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.&#8221; (Lukas 10:20).</p>
<p>Setiap gerakan yang mengejar tanda-tanda dan keajaiban atau mengajarkan bahwa orang percaya dapat melakukan mukjizat yang lebih besar daripada Kristus, dan mengajar siswa bagaimana beroperasi dalam hal supernatural telah tertipu.<br />
Banyak dari &#8220;tanda-tanda dan keajaiban&#8221; di gereja yang terlihat hanyalah tipu daya &#8211; mereka sepenuhnya dibuat-buat dan kosong dari unsur supernatural apa pun. Contohnya termasuk trik memanjangkan kaki Todd White, &#8220;awan kemuliaan&#8221; Bethel, bulu, batu permata yang ditempatkan dengan nyaman di auditorium, dll. Yang benar-benar menakutkan adalah bahwa jika orang tertipu oleh efek khusus dan trik kelas dua ini, mereka akan jatuh kail dan pemberat untuk tipu daya Setan. Setan akan menggunakan tanda-tanda dan keajaiban palsu untuk menipu dunia dan mayoritas gereja yang terlihat:<br />
&#8220;Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta.&#8221; (2 Tesalonika 2: 9-11).</p>
<p>Ironisnya, apa yang dibanggakan oleh banyak orang yang mengaku percaya – kemampuan mereka untuk berjalan dalam hal-hal supranatural, bukanlah bukti bahwa mereka diurapi, tetapi bukti pelanggaran hukum mereka:<br />
“<span class="red">Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. </span><span class="red">Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? </span>Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23). ​​</p>
<div id="verse-1954589" class="vw " data-verse="23">
<p class="leading0">Allah melakukan mukjizat sesuai dengan kehendak-Nya. Allah masih menyembuhkan beberapa orang sesuai dengan kehendak-Nya. Mukjizat belum berakhir, tetapi karunia untuk melakukannya telah berakhir.</p>
</div>
<h3>3. SENSASI</h3>
<p>Kita adalah makhluk emosional, yang rentan terhadap berbagai perasaan dan emosi, tetapi perasaan atau sensasi tidak boleh dikejar dan tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah sesuatu berasal dari Tuhan. Agama dan aliran pagan mengalami banyak manifestasi yang sama yang akan Anda temukan dalam pertemuan Charismania atau NAR – kejang-kejang, tawa histeris, trans, ocehan yang tidak jelas, perasaan panas atau melihat cahaya terang, dll. Ketika Anda mengamati gerakan-gerakan yang menipu seperti NAR, Anda menemukan bahwa selalu ada penekanan pada pengalaman dan kemudian perasaan atau sensasi yang mengikutinya. Penipu adalah ahli dalam kehebohan dan kekuatan sugesti. Mereka menciptakan harapan-harapan palsu dan membuat klaim-klaim palsu. Berapa kali Anda mendengar “kehadiran Tuhan ada di tempat ini”, atau “ada urapan di sini untuk menyembuhkan _______ (isi dengan penyakit tertentu), atau “Saya merasakan Tuhan berkata…”?</p>
<p>Bahayanya adalah menganggap bahwa berbagai pengalaman dan sensasi yang ditimbulkannya selalu disebabkan oleh pekerjaan Roh Kudus, dan dengan demikian, kesalahan-kesalahan berikut terjadi:<br />
-&gt; berbagai sensasi atau manifestasi dianggap sebagai bukti bahwa Tuhan sedang bekerja.<br />
-&gt; pesan yang menyertainya (ajaran) dilegitimasi dan dipandang sebagai kebenaran alkitabiah.<br />
-&gt; pembawa pesan dipandang sebagai hamba Tuhan yang sejati.<br />
-&gt; pengalaman itu sendiri perlu diulang-ulang lagi dan lagi – karena pengalaman subjektif ditafsirkan sebagai fenomena spiritual dan bukti bahwa Tuhan bekerja di dalam dan melalui mereka. Ketika perasaan-perasaan itu memudar maka sangat sering kesan yang muncul adalah bahwa Tuhan itu jauh, tidak senang dengan mereka, dan mereka perlu melakukan sesuatu untuk &#8220;mengaktifkan&#8221; atau melepaskan apa yang telah mereka alami sebelumnya.</p>
<p>Satu area di mana sensasi memainkan peran utama dalam arti negatif adalah penyembahan. Elemen penting dari &#8220;kebenaran&#8221; (Yohanes 4:24) telah dibuang sehingga menghasilkan frasa yang berulang-ulang, tidak alkitabiah, dan mementingkan diri sendiri yang disertai dengan perubahan kunci yang menggugah yang dirancang untuk membangkitkan emosi. Tujuan akhir dari penyembahan tersebut bukanlah untuk memuliakan Tuhan tetapi untuk merasakan sesuatu.<br />
Sayangnya mencari sensasi tidak terbatas pada penyembahan. Banyak kebaktian NAR mencakup waktu &#8220;pelayanan&#8221; yang mengejar beberapa jenis pengalaman, baik itu pemberian, &#8220;pelepasan&#8221; dalam bentuk apa pun, atau &#8220;perubahan&#8221; dalam &#8220;suasana.&#8221; Beberapa jenis &#8220;pengudusan&#8221; dicari melalui perjumpaan dengan Tuhan, bukan kebenaran (Yohanes 17:17). Para pencari sensasi meninggalkan pertemuan dengan perasaan puas sementara dalam emosi jiwa mereka, yang sudah merindukan pengalaman atau &#8220;perbaikan&#8221; berikutnya dalam bentuk pembicara atau konferensi terurap berikutnya yang menjanjikan mereka pemberian, aktivasi, atau wahyu baru. Pengejaran akan suatu pengalaman atau kerinduan agar Tuhan “bergerak” (sesuai dengan tekad kita tentang seperti apa bentuknya) inilah yang telah membawa kita kepada keadaan kita saat ini di gereja yang kelihatan – suatu “kebangunan rohani” yang terus-menerus.</p>
<p>Jadi, bagaimana kita menentukan apa yang berasal dari Tuhan? Kita kembali ke dasar yang pasti dan objektif – firman-Nya. Dunia subjektif berupa perasaan dan pengalaman tidak akan pernah bisa menentukan kebenaran atau menjadi barometer utama untuk mengetahui apakah Tuhan sedang bekerja. Pikiran yang sensual atau kedagingan adalah tempat pembuangan tipu daya subjektif, pikiran tidak berjalan dengan iman, tetapi dengan penglihatan, dan perlu merasakan atau melihat sesuatu untuk diyakinkan akan keasliannya.</p>
<h3>4. KATA-KATA YANG MANIS</h3>
<p>Kitab Suci banyak berbicara tentang kata-kata yang keluar dari mulut penipu:<br />
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.” (Roma 16:17-18).</p>
<p>“Karena kami tidak pernah bermulut manis — hal itu kamu ketahui — dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi — Allah adalah saksi” (1 Tesalonika 2:5).<br />
“Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.” (Titus 1:10).<br />
“Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah” (Kolose 2:4).<br />
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.” (1 Timotius 4:1-2).</p>
<p>“Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan.” (1 Timotius 1:5-7).</p>
<p>Singkatnya, penipu memiliki karunia untuk berbicara. Ajaran, pengalaman, wahyu yang tidak masuk akal, dan kesaksian mereka tampak masuk akal bagi orang yang mudah tertipu dan tidak mengerti Alkitab. Meskipun mereka dapat menghipnotis para pengikutnya, guru-guru palsu tidak hanya melebih-lebihkan kejadian, mereka adalah pendusta yang hati nuraninya telah capnya begitu cap sehingga mereka percaya pada kebohongan mereka sendiri.<br />
Beberapa orang mudah dikenali sebagai penipu karena mereka mengagung-agungkan diri mereka sendiri, bukan Tuhan. Pembicaraan yang lancar akan mencakup kisah-kisah yang fantastis. Jika Anda melewatkannya, khotbah Paskah Bill Johnson tahun 2008 di mana ia menceritakan kisah-kisah tentang benda-benda yang hilang secara supranatural jatuh dari udara adalah contoh dari melebih-lebihkan atau kebohongan. Kemudian tentu saja semua kisah tentang mukjizat seperti membangkitkan orang mati (saya belum melihat surat keterangan kematian) melarutkan pelat logam dalam tubuh, penambalan gigi supranatural dengan emas, dll. Heidi Baker mengklaim telah melihat makanan berlipat ganda dan orang mati dibangkitkan ketika ia berdoa. Francis Chan mengklaim telah menyembuhkan setiap orang yang disentuhnya di sebuah desa di Myanmar. Penjelasannya tentang hasil yang luar biasa – “Saya pikir saya memiliki iman, tetapi iman sayaberada di level lain, dan saya pikir ada beberapa hal yang berkontribusi — beberapa di antaranya hanyalah iman kepada firman-Nya, bahwa ketika Yesus berkata, &#8216;Aku di dalam kamu dan kamu di dalam Aku,&#8217; untuk memahaminya secara harfiah,” ungkapnya.” Seringkali, kisah-kisah semacam ini menjadi mayoritas ajaran mereka, kitab suci tidak pernah dieksegesis.</p>
<p>Pembicaraan yang manis bukan hanya mengatakan hal-hal yang ingin didengar orang, itu mengabaikan untuk mengatakan apa yang perlu didengar orang . Ingatlah perkataan Paulus kepada para penatua di Efesus: &#8220;Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.&#8221; (Kisah Para Rasul 20:27). Pesan Paulus dimulai dengan panggilan untuk bertobat: &#8220;aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.&#8221; (Kisah Para Rasul 20:21).<br />
Kita semua perlu bertobat karena seperti yang dijelaskan Paulus kepada gereja di Efesus:<br />
&#8220;Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.&#8221; (Efesus 2:1-3).</p>
<p>Kemudian Paulus menyampaikan kabar baik: &#8220;Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan&#8221; (Efesus 2:4-5).</p>
<p>Tanda pasti adanya penipu atau gereja yang harus dihindari adalah tidak adanya kebenaran yang sulit didengar, tetapi penting. Ini termasuk murka Allah, tipu daya dosa, kutukan kekal di neraka, kematian bagi diri sendiri, disiplin Allah, penderitaan yang akan ditanggung orang percaya, harga mengikuti Kristus, dll. Sebaliknya, para penipu akan terus membicarakan versi mereka yang menyimpang dari “kabar baik” – harga diri Anda, potensi Anda, bagaimana Allah akan membuat impian Anda menjadi kenyataan, memakmurkan Anda, menyembuhkan semua penyakit Anda, dan bagaimana Anda dapat melakukan tanda-tanda dan keajaiban, dll. Paulus tidak pernah memotivasi orang untuk “diselamatkan” karena kehidupan duniawi mereka akan lebih nyaman atau mereka akan mendapatkan sesuatu di dunia ini seperti status, kesehatan, kekayaan, kekuasaan di lingkungan mereka, dll. Sebaliknya, ia mengingatkan mereka bahwa suatu hari mereka harus menghadapi Tuhan: “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” (Kisah Para Rasul 17:30-31).</p>
<h3>5. KITAB SUCI – diabaikan atau diputarbalikkan</h3>
<p>Seperti Setan, guru-guru palsu mengutip kitab suci. Sementara banyak pesan dari para penipu sebagian besar berisi tentang petualangan dan pertemuan mereka dengan Tuhan – ketika kitab suci dikutip, itu tidak sesuai konteks. Para penipu tidak mau repot-repot menjelaskan konteks sebuah ayat, atau menafsirkan satu bab demi satu bab. Mereka buta huruf Alkitab, tidak tahu perbedaan antara teks preskriptif dan deskriptif, hukum dan Injil, dan memutarbalikkan kitab suci hingga hancur (2 Petrus 3:16).</p>
<p>Guru-guru palsu mengabaikan konteks suatu ayat atau bagian dari Kitab Suci. Cara yang benar untuk menafsirkan suatu teks adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip penafsiran Alkitab – hermeneutika. Metode penafsiran secara harfiah, gramatikal, dan historis memungkinkan kita untuk mengetahui apa yang dimaksud penulis, dan dengan demikian makna sebenarnya dari teks tersebut. Ini disebut eksegesis – penafsiran kritis untuk menemukan makna sebenarnya. Ada dua metode penafsiran yang salah:<br />
Eisegesis – alih-alih mengambil makna sebenarnya dari sebuah teks, kita memasukkan makna kita sendiri ke dalam teks.<br />
Narcigesis – (eksegesis &amp; narsisme) kita memasukkan diri kita sendiri ke dalam teks, suatu penerapan yang berpusat pada manusia.<br />
Eksegesis yang tepat akan membantu kita menentukan apakah suatu teks bersifat deskriptif atau preskriptif.<br />
Deskriptif – mendeskripsikan sesuatu yang terjadi, mungkin ada pelajaran berharga namun tidak ada tindakan yang diperlukan dari pihak kita.<br />
Preskriptif – ini adalah teks yang bersifat instruktif dan membutuhkan tindakan atau kepatuhan dari pihak kita.</p>
<p>Mengabaikan atau memutarbalikkan Kitab Suci berarti membuatnya tidak efektif. Kitab Suci mengandung unsur supranatural – sesuatu yang tidak disadari oleh mereka yang mengadu domba firman dengan Roh. Mereka yang mengejar sensasi dan mengabaikan atau memutarbalikkan Kitab Suci tidak akan mendapat manfaat dari pekerjaan firman Tuhan yang dilakukan di dalam kita:<br />
“Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya” (1 Tesalonika 2:13).<br />
“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12).</p>
<h3>6. KEKUASAAN DI DUNIA INI</h3>
<p>Hal ini terjadi dalam dua cara – gereja sebagai kolektif, dan sebagai individu. Secara kolektif, beberapa orang mengajarkan bahwa gereja akan memperoleh kekuasaan di dunia ini. Kerajaan Allah akan terlihat dalam arti bahwa dunia ini secara bertahap akan dipengaruhi oleh gereja sampai pada tingkat menjadi tempat yang lebih baik. Ini adalah konsep yang menarik. Selain itu, frustrasi dan rasa jijik karena hidup di dunia yang berada di bawah kekuasaan si jahat (1 Yohanes 5:19) seharusnya membuat setiap orang percaya mendambakan keadilan, kedamaian, dan pemerintahan yang benar. Kerinduan itu akan terpenuhi, tetapi hanya ketika Kristus datang kembali. Ada penekanan besar dalam lingkaran NAR untuk meniru tanda-tanda dan keajaiban yang dicatat di gereja mula-mula, tetapi keheningan yang memekakkan telinga ketika menyangkut fakta bahwa mereka dihina oleh dunia ini, dianiaya, menderita kerugian materi yang besar, menanggung kesulitan, dan menjadi martir. Mereka yang percaya bahwa gereja akan menciptakan semacam utopia ilahi di bumi sebelum kedatangan Kristus kembali berpendapat bahwa apa pun yang kurang dari dunia Kristen berarti gereja telah gagal dan Kristus kembali kepada mempelai wanita yang kalah. Masalah bagi mereka adalah bahwa kitab suci melukiskan gambaran yang sama sekali berbeda tentang kondisi dunia ini sebelum kedatangan Kristus kembali (2 Tesalonika 2: 8-11; Matius 24: 7-14; 2 Timotius 3: 1-5; 2 Petrus 2: 3-4; Lukas 18: 8). Kedua, perspektif mereka mengabaikan fakta bahwa Tuhan dapat membangun dan memelihara gereja-Nya meskipun ada kemurtadan di dunia ini. &#8211; Tuhan selalu memelihara sisa-sisa. Misi gereja adalah untuk memberitakan Injil, bukan mengubah budaya.</p>
<p>Ya, akan ada perubahan yang baik di dunia ini di mana nilai-nilai Kristen dilembagakan, atau di mana orang percaya memiliki posisi yang berpengaruh, dan kita harus berterima kasih kepada Tuhan ketika ini terjadi. Namun dunia ini tidak mendambakan kebenaran dan tidak akan pernah menempatkan orang percaya sejati di atas tumpuan atau mengakui kebenaran yang ditemukan dalam Injil. Mereka telah dibutakan oleh ilah dunia ini (2 Korintus 4:4). Sebuah pengingat akan perkataan Kristus kepada murid-murid-Nya, apakah kita dikecualikan dari ini? – “<span class="red">Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. </span><span class="red">Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.</span>” (Yohanes 15:18-19). Saya pikir salah satu faktor motivasi di balik keadaan “kebangunan rohani” yang terus-menerus yang kita saksikan adalah untuk mendapatkan suatu bentuk supremasi di dunia ini. Apakah kegembiraan saat ini tentang &#8220;kebangunan rohani&#8221; dimotivasi oleh melihat orang berdosa bertobat atau orang percaya yang lamban dibangunkan kepada Injil yang mulia, atau apakah itu tentang mengubah kerajaan dunia ini? Terkait dengan banyak kebangkitan rohani saat ini adalah gagasan bahwa hal itu akan memperbaiki penyakit moral masyarakat tertentu, membuat suatu bangsa menjadi besar, atau membersihkan lingkungan masyarakat.</p>
<p>Secara individu, gagasan tentang supremasi adalah bahwa sebagai orang percaya Anda telah menemukan kasih karunia tidak hanya dengan Tuhan tetapi dengan dunia. Itu berarti promosi pekerjaan, kemakmuran, dan tentu saja tidak adanya penyakit dan penderitaan. Dengan kata lain, sebagian besar keinginan rata-rata orang yang belum diselamatkan akan menjadi milik Anda. Tetapi inilah yang dijanjikan Yesus:<br />
“Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3: 12-13).</p>
<p>Dan ini: “Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” (Kisah Para Rasul 14: 21-22).</p>
<h3>7. KLAIM KHUSUS</h3>
<blockquote><p>“Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi. ” (Kolose 2:18).</p></blockquote>
<p>Waspadalah terhadap mereka yang mengaku memiliki suatu bentuk pengetahuan yang lebih tinggi, rahasia kerajaan, rumus-rumus spiritual khusus, urapan yang penuh kuasa, atau pertemuan yang menggembirakan dengan Tuhan atau malaikat. Beginilah cara guru-guru palsu beroperasi, seperti Setan, mereka menggunakan kelicikan mereka untuk menjauhkan para pengikut mereka dari Kristus.</p>
<p>“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. Tetapi menurut pendapatku sedikit pun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.” (2 Kor 11:3-6).</p>
<p>Segala sesuatu yang perlu Anda ketahui sebagai orang percaya telah tertulis dalam Kitab Suci:<br />
• “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (2 Tim 3:16-17).</p>
<p>Tidak ada rahasia atau misteri yang masih perlu diungkapkan:<br />
• “Tetapi seperti ada tertulis: &#8220;Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.&#8221; Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.” (1 Kor 2:9-12). Beberapa orang secara keliru percaya bahwa ayat 12 mengacu pada kemuliaan surga yang tidak dapat dipahami, tetapi jelas bahwa Allah “telah menyatakan” hal-hal ini.</p>
<p>“aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga.” (Efesus 1:16-20).</p>
<p>Di bawah perjanjian baru, Allah telah menyediakan bagi setiap orang percaya apa yang mereka butuhkan:<br />
“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” (2 Petrus 1:3).</p>
<p>Para penipu yang telah meninggikan diri mereka sendiri harus membuktikan kepada para pengikutnya bahwa ada sesuatu yang unik tentang pelayanan mereka. Terlepas dari kisah-kisah muluk dan klaim-klaim mereka tentang pertemuan dengan Tuhan atau malaikat, para nabi dan rasul palsu khususnya akan mengklaim memiliki semacam wahyu dari Tuhan. Mereka beroperasi sebagai juru bicara elit Tuhan yang memiliki pengetahuan khusus. Pengetahuan khusus ini bisa dalam bentuk &#8220;kata-kata kenabian&#8221; untuk seorang individu, gereja mereka, atau seluruh tubuh Kristus. Itu bisa berupa suatu bentuk &#8220;unduhan&#8221; yang mereka terima dari Tuhan, atau sekadar ajaran baru yang mereka buat dan jual dengan menjual kursus-kursus dan &#8220;aktivasi&#8221; mereka pada topik tertentu. Itu mungkin tentang bagaimana memperoleh keintiman dengan Tuhan, mengidentifikasi &#8220;kepribadian kenabian&#8221; Anda atau memperoleh wawasan tentang &#8220;IQ spiritual&#8221; Anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/tanda-tanda-penipuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Penampakan “Maria” – Ilahi atau Iblis?</title>
		<link>https://alkitabiah.org/penampakan-maria-ilahi-atau-iblis/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/penampakan-maria-ilahi-atau-iblis/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 05 Apr 2024 05:04:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[soteriology]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[penampakan]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2811</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan otomatis https://thetruthaboutcatholicism.com/new-blog/2015/10/17/the-apparitions-of-mary-divine-or-demonic Pokok penting dari penampakan “Maria” harus dibahas dalam terang kebenaran Alkitab karena pesan yang diberikan dalam penampakan tersebut berasal dari Tuhan, dan dengan demikian untuk pengajaran bagi orang-orang yang beriman, atau dari&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<header>
<div class="meta">terjemahan otomatis https://thetruthaboutcatholicism.com/new-blog/2015/10/17/the-apparitions-of-mary-divine-or-demonic</div>
<div></div>
</header>
<div class="body entry-content">
<div id="item-5622a09ce4b013a54e8bb6b7" class="sqs-layout sqs-grid-12 columns-12" data-layout-label="Post Body" data-type="item" data-updated-on="1445110068191">
<div class="row sqs-row">
<div class="col sqs-col-12 span-12">
<div id="block-d391e7f16e5afe82b2ad" class="sqs-block html-block sqs-block-html" data-block-type="2">
<div class="sqs-block-content">
<div class="sqs-html-content">
<p>Pokok penting dari penampakan “Maria” harus dibahas dalam terang kebenaran Alkitab karena pesan yang diberikan dalam penampakan tersebut berasal dari Tuhan, dan dengan demikian untuk pengajaran bagi orang-orang yang beriman, atau dari Setan, dan dengan demikian menuju kehancuran. orang percaya. Hal ini sangat penting karena banyak anggota Gereja Katolik Roma yang kehidupannya berpusat pada penampakan, dan karena penampakan tersebut menegaskan dan memberikan latar belakang yang didramatisasi terhadap ajaran resmi Gereja Roma itu sendiri.</p>
<p>Kita harus memeriksa masalah ini dengan hati-hati karena kita diperingatkan dalam 1 Yohanes 4:1 “ <em>Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya pada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah roh-roh itu berasal dari Allah, karena banyak nabi palsu yang tersebar ke seluruh dunia</em> .” dan juga dalam 2 Korintus 11:14-15 “ <em>Dan tidak mengherankan; karena Setan sendiri menjelma menjadi malaikat terang. Maka tidaklah besar jika para menterinya juga menjelma menjadi menteri kebenaran; yang kesudahannya akan sesuai dengan perbuatan mereka</em> .” Karena penampakan-penampakan tersebut mengklaim mempunyai pesan keselamatan, maka pesan tersebut harus dilihat dalam sudut pandang pesan Injil yang diberikan dalam Kitab Suci. Rasul Paulus memberikan peringatan keras dalam Galatia 1:8-9 bagi mereka yang memberitakan injil lain, dan memperingatkan orang-orang percaya untuk memeriksa pesan tersebut meskipun pesan itu datang kepada mereka dari “malaikat dari surga.”</p>
<p>Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Pembenaran yang diberikan Injil adalah bersifat obyektif dan berada di luar diri orang percaya, yang karena kasih karunia melalui iman, “ <em>diterima dalam diri Sang Kekasih”.</em> ”(Ef 1:6) Selama-lamanya dianggap sempurna di dalam Kristus berdasarkan kebenaran Kristus dan pengorbanan-Nya yang cukup di kayu salib. Jika, seperti Rasul Paulus dan semua reformis sejati sepanjang sejarah, kita mengukur “kedudukan benar” atau “kutukan kekal” di hadapan Allah Yang Mahakudus dalam terang Injil, maka tidak ada keraguan di sisi mana penampakan “Maria” berada. air terjun.</p>
<p>Pada halaman-halaman berikutnya Anda akan membaca banyak kutipan yang tepat dari penampakan dan lokasi “Maria” di seluruh dunia, yang telah didokumentasikan dalam dua terbitan,  <em>Pretty Contrary</em> : A Biblical Reconsideration of the Apparitions of Mary <em> </em>and <em>Graven Bread:  </em> The Papacy, the Apparitions Maria, dan Penyembahan Roti di Altar <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn1">[1]</a>  oleh Timothy Kauffman. Penampakan-penampakan tersebut menghadirkan Maria dalam berbagai format berbeda. Beberapa di antaranya sangat mirip, namun selalu ada ciri khas yang membedakan setiap pesan yang berbeda. Salah satu karakteristiknya adalah bahwa “Maria” tampak sebagai salah satu penebus. Alasan lainnya adalah bahwa ia ditampilkan sebagai mediator bersama dengan Kristus sendiri, atau sebagai imam besar atas nama orang-orang percaya. Dia juga ditampilkan sebagai Mesias yang dijanjikan dan bahkan terkadang sebagai bagian dari Tritunggal. Saat Anda membaca pesan-pesan penampakan ini, Anda akan merasa ngeri saat mengetahui bahwa “Maria” sering kali mengklaim aspek-aspek unik dari kemuliaan, yang merupakan hak Kristus saja, untuk dirinya sendiri.</p>
<h2><strong>Penampakan Menghadirkan Maria sebagai Penebus Bersama (Co-Redeemer)</strong></h2>
<p>Contohnya terlihat dalam penampakan yang diklaim berikut ini:</p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Lucia Abobora, Fatima, Portugal 1917</strong></p>
<p>“&#8217;Yesus ingin memanfaatkanmu agar aku diakui dan dicintai. Ia ingin menegakkan di dunia devosi Hatiku Yang Tak Bernoda&#8217; ..[Lucia Mengenang,] &#8216;Di hadapan telapak tangan kanan Bunda Maria ada sebuah Hati yang dikelilingi duri yang sepertinya menusuknya seperti paku. Kami memahami bahwa Hati Maria Yang Tak Bernodalah yang murka karena dosa-dosa umat manusia, yang karenanya harus ada silih.&#8217;” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn2">[2]</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Nancy Fouler, Conyers, Georgia, AS, 1987-Sekarang</strong></p>
<p>“Bunda Tercinta kami berkata, &#8216;Kami berdua mengungkapkan wajah penderitaan kami kepadamu. Beritahukan kepada orang lain bahwa kita menderita demi mereka dalam kasih.&#8217;” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn3">3</a>   “Dalam penglihatan itu, Yesus menampakkan diri kepada Nancy di kayu salib dan, kemudian, menyatu dengan gambar Ibu-Nya. Penglihatan ini terulang terus menerus. Penglihatan tersebut tampaknya menunjukkan kesatuan penderitaan mereka.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn4">4</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Tarcisio di Biasi, Oliveto Citra, Italia 1985</strong></p>
<p>“Anakku, ketika kamu mendaraskan rosario, kamu harus berpikir bahwa di dalam setiap misteri terkandung seluruh cinta dan penderitaan Putraku dan diriku sendiri untuk kamu semua.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn5">5</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Maximin Graud dan Melanic Mathieu, LaSelette, Perancis: 1846</strong></p>
<p>“Sudah lama aku menderita untukmu; jika aku tidak ingin anakku meninggalkanmu, aku terpaksa berdoa kepadanya tanpa henti. Anda tidak mempedulikannya. Betapapun kerasnya kamu berbuat, kamu tidak akan pernah bisa membalas rasa sakit yang telah aku tanggung untukmu.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn6">6</a><strong> </strong></p>
<p><strong>Penampakan Yesus kepada Nancy Fouler, Conyers, Georgia, AS. Mulai tahun 1987</strong></p>
<p>“Lihatlah dari mana rahmat mengalir, dari mana dimulainya. Jika tidak ada rahmat dari-Ku, maka tidak akan ada seorang pun di bumi. RahmatKu mengalir melalui IbuKu. Sekarang Aku memberimu rahmat-Ku.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn7">7</a></p>
<h2><strong>Penampakan Menampilkan Maria sebagai Wakil Imam Besar</strong></h2>
<p>Contohnya terlihat dalam penampakan yang diklaim berikut ini:</p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Anak-anak Medjugorje, Bosnia: Mulai tahun 1981</strong></p>
<p>“Saya bersama Anda dan hari demi hari saya mempersembahkan pengorbanan dan doa Anda kepada Tuhan demi keselamatan dunia.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn8">8</a></p>
<p><strong>Lokusi Interior Maria kepada Cyndi Cain, Bella Vista, Arkansas: 1989-Sekarang</strong></p>
<p>“Mohonlah kepada Bapa Surgawi agar mengijinkan Hatiku yang Tak Bernoda untuk Menang. Berdoa. Jadilah korban kecilku, karena begitu banyak jiwa yang diselamatkan oleh pengorbanan penuh kasihmu.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn9">9</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Nancy Fouler, Conyers, Georgia, AS: Mulai tahun 1987</strong></p>
<p>“Anak-anak terkasih, terima kasih telah menanggapi panggilan saya di sini di Conyers. Saya memanggil semua anak saya ke sini. Terima kasih atas doa dan pengorbananmu. Putraku menerima semua doa dan pengorbananmu dan Dia menghentikan perang.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn10">10</a></p>
<p>“Aku tidak dapat menahan tangan Putraku. Tolong bantu saya membantu Anda. Mohon persembahkanlah pengorbanan dan doa harian Anda, sebagai silih atas dosa-dosa dunia.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn11">11</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Lucia Abobora, Faitma, Portugal 1917</strong></p>
<p>“..Perbanyaklah berdoa, dan berkorbanlah untuk orang-orang berdosa, karena banyak jiwa masuk neraka karena tidak ada seorang pun yang dapat berkorban dan mendoakan mereka.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn12">12</a></p>
<h2><strong>Penampakan Menghadirkan Maria sebagai Co-Mesias</strong></h2>
<p>Contohnya terlihat dalam penampakan yang diklaim berikut ini:</p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Anak-anak Medjugorje, Bosnia Mulai Tahun 1981</strong></p>
<p>“Saya mohon doa-doa Anda, agar Anda dapat menyampaikannya kepada saya bagi mereka yang berada di bawah pengaruh Setan, agar mereka dapat diselamatkan.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn13">13</a></p>
<p>“Aku mencintaimu dengan cinta keibuanku dan aku memanggilmu untuk membuka dirimu sepenuhnya kepadaku, sehingga melalui kamu masing-masing aku dapat dimampukan untuk mempertobatkan dan menyelamatkan dunia, di mana terdapat banyak dosa dan banyak hal yang jahat.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn14">14</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Theresa Lopez, Denver, Colorado, AS: Mulai tahun 1981</strong></p>
<p>“Saya datang untuk menyelamatkan dunia melalui Anda, anak-anak terkasih. <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn15">15</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria ke Estela Ruiz, Phoenix, Arizona, AS: Mulai tahun 1988</strong></p>
<p>“Setan telah merenggut banyak jiwa. Ketahuilah bahwa saya di sini di dunia untuk mengalahkannya.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn16">16</a></p>
<p><strong>Penampakan Maria kepada Suster Agnes Sasagawa, Akita, Jepang: 1973-1981</strong></p>
<p>“Aku sendiri yang masih bisa menyelamatkanmu dari bencana yang mendekat. Mereka yang menaruh kepercayaannya kepada-Ku akan diselamatkan.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn17">17</a></p>
<p><strong>Penampakan Yesus kepada Nancy Fowler, Conyers, Georgia, AS: Mulai tahun 1987</strong></p>
<p>“Akulah Yesus, Putra Dewa Lapisan. Aku lahir dari Bundaku yang Kudus, Perawan Maria yang Terberkati, yang akan menghancurkan kepala Setan.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn18">18</a></p>
<h2><strong>Penampakan Menghadirkan Maria sebagai Dewi</strong></h2>
<p><strong>Penampakan Yesus kepada Nancy Fowler, Conyers, Georgia, AS: Mulai tahun 1987</strong></p>
<p>“Lihatlah empat titik di salib. Saya akan menjelaskan. Lihat Tritunggal Mahakudus Allah dalam tiga poin. Lihat di poin lain BundaKu, bagian dari Tritunggal Mahakudus Allah.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn19">19</a></p>
<p>“Satu cabang dipilih dari semua cabang. Cabang ini adalah cabang yang paling murni, paling halus, paling sempurna dari semua cabang. Ibuku melebihi segala makhluk dan Dia diangkat ke Tahta Tuhan.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn20">20</a></p>
<p><strong>Lokusi Interior Maria ke Carlos Lopez, San Francisco, California, AS: Mulai 1991</strong></p>
<p>“Percayalah juga pada ibumu. Akulah Bintang Kejora yang memberitakan hari itu, Terang yang sudah dekat, Terang Tuhan, Terang Kasih, Terang kedamaian, Terang keselamatan kekal. . . Aku akan naik ke surga untuk menduduki takhta-Ku bersama Putraku.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn21">21</a></p>
<p><strong>Lokusi Interior Yesus kepada Cyndi Cain, Bella Vista, Arkansas: Mulai 1989</strong></p>
<p>“Anak-anakku, aku memintamu untuk mendengarkan kata-kata BundaKu, karena itu adalah SabdaKu dan Rahmat serta KebajikanKu yang Tak Terbatas yang disalurkan oleh Bunda, Perawan Abadi. Ya, Yang Abadi, karena sebelum waktu dimulai, Dia telah dikenal oleh Tritunggal.” <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn22">22</a></p>
<h2><strong>Respon Alkitabiah</strong></h2>
<p>Penampakan-penampakan tersebut memberitakan Injil palsu yang selalu sama. Pertimbangkan penampakan paling populer yang disebutkan di atas: Fátima. Pada tahun 1917, penampakan Maria di Fátima, Portugal, menyatakan bahwa anak-anak di sana perlu meningkatkan tingkat pengorbanan mereka, karena, “…banyak jiwa masuk neraka karena tidak ada yang mengorbankan dan mendoakan mereka.”</p>
<p>Hal ini bertentangan langsung dengan ajaran Kitab Suci yang dengan jelas menyatakan bahwa pengorbanan Kristus di kayu salib adalah pengorbanan pertama, terakhir, dan satu-satunya yang berjasa untuk pengampunan dosa (lih. juga Ibrani 10:4):</p>
<p><em> </em>“Sebab pada waktu itu pastilah ia sudah sering menderita sejak dunia dijadikan, tetapi sekarang, pada akhir zaman, ia telah menyatakan diri-Nya untuk menghapuskan dosa dengan mengorbankan dirinya sendiri.” (Ibrani 9:26) “Sekarang di manakah pengampunan bagi mereka ini? yaitu, tidak ada lagi korban penghapus dosa” (Ibrani 10:18).</p>
<p>Jelas sekali, penglihatan Maria di Fátima justru mengalihkan perhatian dari pesan salib dan, tentu saja, melemahkan keefektifannya. Hal yang sama juga terjadi pada penglihatan Maria di Medjugorje, di Denver Colorado, Phoenix Arizona, Conyers Georgia, dan di seluruh dunia.</p>
<p>Penglihatan Medjugorje mempunyai pelanggaran tertentu terhadap Salib Kristus yang tanpa malu-malu dan terang-terangan bertentangan dengan pesan Injil Kristus. Dalam kutipan di bawah ini, perhatikan apa yang diutarakan oleh penglihatan Maria sebagai penyebab kemarahan Tuhan terhadap umat manusia. Pada tanggal 5 April 1985, penglihatan Maria di Medjugorje menyatakan,</p>
<p>“Anak-anakku yang terkasih, malam ini aku berdoa agar kamu secara khusus menghormati Hati Putraku, Yesus. Lakukanlah pemulihan atas luka yang menimpa Hati Putraku. Hati itu tersinggung oleh segala macam dosa.”2 <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn23">[3]</a></p>
<p>Alasan mengapa pernyataan penampakan Maria ini sangat merusak Injil Kristus adalah karena pernyataan tersebut menggambarkan penderitaan Kristus sebagai penyebab terpisahnya kita dari Tuhan padahal sebenarnya penderitaan Kristus adalah penyebab rekonsiliasi kita. Sebagaimana tertulis dalam Yesaya 53:11, Tuhan merenungkan penderitaan Kristus dan merasa puas:</p>
<p>“Ia akan melihat kesusahan jiwanya, dan akan merasa puas: dengan pengetahuannya hamba-Ku yang saleh akan membenarkan banyak orang; karena dialah yang akan menanggung kesalahan mereka.”</p>
<p>Kita diberitahu oleh Paulus dalam Roma 5:1 bahwa alasan “ <em>kita berdamai dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus,</em> ” adalah karena penderitaan Kristus <em>menghilangkan penyebab perpisahan</em> dengan memuaskan murka Bapa terhadap kita. Penderitaan-Nya sepenuhnya menebus kesalahan kita dan memuaskan murka Allah, karena Kristus dalam penderitaan-Nya menanggung kejahatan “banyak orang”. Allah, di dalam Kristus, menghukum kesalahan kita dan dengan demikian menghilangkan pelanggaran yang menyebabkan anak-anak-Nya terpisah dari-Nya. Terlebih lagi, Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan tidak melakukan hal ini dengan segan-segan. Sebaliknya, hal itu menyenangkan Dia:</p>
<p>“ <em>Namun TUHAN berkenan meremukkannya; ia telah mendukakan dia; apabila engkau menjadikan nyawanya sebagai korban penghapus dosa…</em> ” (Yesaya 53:10).</p>
<p>Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa penderitaan Kristus melenyapkan pelanggaran yang memisahkan kita dari Allah. Penampakan Maria justru mengatakan sebaliknya. Sebagaimana ditunjukkan dalam kutipan di atas, penglihatan Maria di Medjugorje mengajarkan bahwa penderitaan Kristus <em>adalah</em>  sebuah pelanggaran: “Lakukanlah silih atas luka yang menimpa Hati Putraku.” Sebuah kesaksian mengenai Injil penampakan Maria yang benar-benar membingungkan dan tidak ada harapan adalah fakta bahwa mereka menyatakan bahwa kita perlu melakukan silih kepada Tuhan atas luka-luka yang diderita Putra-Nya. Yang benar adalah bahwa luka-luka yang ditimpakan pada Kristus adalah alasan kita tidak perlu melakukan pemulihan!</p>
<p>Kedua penglihatan Maria ini menunjukkan penghinaan terhadap kesucian dan tujuan Salib Kristus. Keduanya berbohong tentang identitas mereka (yaitu Maria) dan keduanya berbohong tentang asal usul mereka (yaitu surga). Karena itu kita harus membiarkan otoritas Rasul Paulus mempertimbangkan masalah ini, dan dia memberikan keputusannya: “ <em>Dan tidak mengherankan; karena Setan sendiri menjelma menjadi malaikat terang.</em> ” (2 Korintus 11:14) Penampakan-penampakan dan pesan-pesannya berada di bawah penghakiman Allah atas mereka yang mengajarkan injil palsu.</p>
<p>“ <em>Tetapi meskipun kami atau malaikat dari surga memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti telah kami katakan sebelumnya, sekarang aku katakan lagi, Jika ada orang yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan yang telah kamu terima, terkutuklah dia</em> ” (Galatia 1:8-9).</p>
<p>Jelas sekali bahwa Paus Yohanes Paulus II melihat dirinya sebagai <em>penjaga</em>  mandat penampakan Fátima untuk mengkonsekrasikan Rusia kepada “Hati Maria Yang Tak Bernoda.” yang telah dia lakukan. Pada tanggal 8 Oktober 2000, beliau melakukan konsekrasi dunia dan milenium baru kepada “Maria Yang Mahakudus.”2 <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn24">[4]</a></p>
<p>Dengan cara ini, penglihatan tentang Maria telah meningkatkan penghargaan Yohanes Paulus di mata manusia. Demikian pula para Paus—khususnya Yohanes Paulus II—meminjamkan pengaruh mereka untuk meningkatkan penghargaan terhadap penampakan di mata dunia. Bukankah hubungan mereka saling mendukung dan mendukung? Bukankah mereka bersama-sama mempengaruhi dunia?</p>
<p>Paragraf 67 <em>Katekismus Gereja Katolik Tahun 1994</em>  Para. negara bagian,</p>
<p>“Sepanjang zaman, ada apa yang disebut wahyu &#8216;pribadi&#8217;, beberapa di antaranya telah diakui oleh otoritas Gereja. Namun, hal-hal tersebut bukan milik simpanan iman. Peran mereka bukanlah untuk menyempurnakan atau melengkapi wahyu definitif Kristus, namun untuk membantu hidup lebih penuh berdasarkan wahyu tersebut dalam periode sejarah tertentu. Dipandu oleh magisterium Gereja [Katolik Roma], <em>sensus fidelium</em> tahu bagaimana membedakan dan menerima wahyu-wahyu ini apa pun yang merupakan panggilan otentik Kristus dari orang-orang kudus-Nya kepada Gereja.”</p>
<p>Roma merasionalkan penerimaan terhadap sumber-sumber wahyu di luar Alkitab dengan menyatakan bahwa umat Katolik pada umumnya menyambut baik apa pun “magisterium” yang merupakan kuasa pengajaran Gereja Roma yang menuntun mereka untuk menerimanya. Dia mengkonsolidasikan kekuasaannya atas umat Katolik dengan menyangkal dalam praktiknya bahwa wahyu itu lengkap dan definitif. Penampakan telah menjadi bagian dari tradisi Roma. Hal ini ditunjukkan oleh pendeta Katolik Roma, Michael Scanlon di Gereja Katolik Keluarga Kudus di Ogden, Utah. Pada tanggal 6 Januari 1994, ketika dia menyatakan, “Kami adalah Gereja yang percaya pada Kitab Suci <em>dan</em>  Tradisi.  <em>Ini</em>  adalah tradisi kami.  <em>Ini</em>  adalah bagian dari kepercayaan Gereja kita: tradisi penampakan Bunda Maria <em>dan pesan-pesan tersebut</em> .”2 <a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_edn25">[5]</a>  Scanlon mengakui penampakan Maria sebagai bagian dari simpanan iman.</p>
<p>Analisis yang lebih rinci mengenai pesan-pesan penampakan Maria, asal-usul setan dan interaksinya dengan Paus terdapat dalam buku <em>Pretty Contrary</em>  dan <em>Graven Bread</em> . Pembaca didorong untuk menyelidiki masalah ini lebih jauh. Setelah melakukan hal tersebut, seseorang akan mendapati gereja Katolik Roma bersekutu dengan setan dan pesan-pesannya yang membangun kebenaran seseorang melalui penderitaan diri sendiri, perbaikan, dan doa serta ketaatan kepada seseorang yang mengaku sebagai Penebus, Imam Besar, bahkan Tahta Tuhan yang ditinggikan. .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1 Timothy F. Kauffman, Pretty Contrary, 189 hal. termasuk bibliografi, glosarium, dan indeks; Graven Bread, 204 hal. termasuk lampiran, daftar pustaka, glosarium, indeks. Habis cetak hanya dapat dibeli bekas</p>
<p>2 Walsh, Bunda Maria dari Fatima, hal. 68-9 Tanda kurung ditambahkan untuk kejelasan.</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref3">3</a>  Untuk Memberikan Kesaksian, hal. 99, para. 172 Pesan tanggal 2 Februari 1991</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref4">4</a>  Untuk Memberikan Kesaksian, hal. 68, para. 86 Visi 29 Maret 1991</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref5">5</a>  Bunda Maria Ratu Damai,” Bunda Maria di Italia,” hal. 14, Pesan 7 Mei 1986. Digunakan dengan izin.</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref6">6</a>  Zimdars-Swartz, hal. 30 Pesan 19 September 1846</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref7">7</a>  Untuk Memberikan Kesaksian, hal. 63, para. 73 Pesan 26 Agustus 1990</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref8">8</a>  Caritas of Birmingham, “Messages From Our Lady,” edisi September-Desember 1990, hal. 1. Pesan tanggal 25 November 1990</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref9">9</a>  Panggilan untuk Perdamaian, vol. 4, tidak. 1, “Lokusi 1992 dari Bunga Tersembunyi Hati Tak Bernoda,” hal. 15. Pesan 14 Agustus 1992</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref10">10</a>  Untuk Memberikan Kesaksian, hal. 75, para. 106. Pesan 13 Maret 1991. Rujukannya pada Perang Teluk tahun 1991.</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref11">11</a>  Pesan Penampakan Maria ke Amerika Serikat, 13 Oktober 1992</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref12">12</a>  Walsh, Bunda Maria dari Fatima, hal.51-2, 120</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref13">13</a>  O&#8217;Carrol, hal. 222. Pesan tanggal 25 Februari 1988</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref14">14</a>  Caritas of Birmingham, edisi Juni-Oktober 1992, hal.1-2. Pesan<br />
25 Agustus 1992</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref15">15</a>  Kuntz, hal.61-2. Pesan 10 November 1991</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref16">16</a>  Bunda Maria Ratu Damai, “Pesan dari Bunda Maria dari Amerika,” hal. 9. Pesan tertanggal 13 Januari 1991. Digunakan dengan izin.</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref17">17</a>  Bunda Maria Ratu Damai, “Bunda Maria di Italia,” hal. 14. Pesan 10 Januari 1986. Digunakan dengan izin.</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref18">18</a>  Untuk Memberikan Kesaksian, hal. 58, para. 65. Pesan 17 November 1990</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref19">19</a>  Untuk Memberikan Kesaksian, hal. 38, alinea 22. Pesan 14-15 Agustus 1990</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref20">20</a>  Untuk Memberikan Kesaksian, hal. 38, para. 22. Pesan 11 Juli 1991</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref21">21</a>  Sign of the Times, Volume 6, Nomor 2, April/Mei/Juni 1994</p>
<p>Diterbitkan oleh Signs of the Times, Sterling, Virginia, Maureen Flynn, editor. “Permadani Global Surga.” hal. 49. Pesan tanggal 2 Februari 1994</p>
<p><a href="file:///Users/craig_harris/Dropbox/Ready-to-Post%20Articles/Apparitions%20of%20%20Mary%20Divine%20or%20Demonic.htm?_x_tr_sl=auto&amp;_x_tr_tl=id&amp;_x_tr_hl=id&amp;_x_tr_pto=wapp#_ednref22">22</a>  Panggilan untuk Perdamaian, vol. 4, tidak. 1, “Ungkapan dari Bunga Tersembunyi dari Hati Yang Tak Bernoda,” hal. 4. Pesan tanggal 23 Januari 1992</p>
<p>23 Kata-kata Dari Surga: Pesan Bunda Maria dari Medjugorje, edisi ke-5, (Birmingham, AL: St. James Publishing Company, ©1991) , hal. 162. Pesan tanggal 5 April 1985</p>
<p>24 “Momen puncak Yubileum Para Uskup adalah Misa yang dirayakan oleh Paus dan para Uskup di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu pagi, 8 Oktober. Puluhan ribu umat beriman berkumpul untuk menghadiri liturgi suci, yang diakhiri dengan Tindakan Percayakan kepada Maria Yang Mahakudus.” L&#8217;Osservatore Romano Edisi mingguan dalam bahasa Inggris 11 Oktober 2000.htm</p>
<p>25 Dari video khotbah Michael Scanlon.. (Penekanan pada aslinya)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/penampakan-maria-ilahi-atau-iblis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Sebuah Peringatan Tentang Advent Hari Ketujuh</title>
		<link>https://alkitabiah.org/sebuah-peringatan-tentang-advent-hari-ketujuh/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/sebuah-peringatan-tentang-advent-hari-ketujuh/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 06:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[soteriology]]></category>
		<category><![CDATA[advent]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2804</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan otomatis https://www.wayoflife.org/reports/a_warning_about_seventh_day_adventism.html Laporan berikut ini diambil dari &#8220;Menghindari Jerat Advent Hari Ketujuh.&#8221; Denominasi Masehi Advent Hari Ketujuh didirikan pada tahun 1860 di Amerika. &#8220;Hari ketujuh&#8221; mengacu pada ibadah sabat. &#8220;Advent&#8221; mengacu pada keyakinan mereka&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<address class="" dir="auto" data-placeholder="Your name" data-label="Author">terjemahan otomatis https://www.wayoflife.org/reports/a_warning_about_seventh_day_adventism.html</address>
<p class="empty" dir="auto">Laporan berikut ini diambil dari &#8220;Menghindari Jerat Advent Hari Ketujuh.&#8221;</p>
<p class="empty" dir="auto">Denominasi Masehi Advent Hari Ketujuh didirikan pada tahun 1860 di Amerika. &#8220;Hari ketujuh&#8221; mengacu pada ibadah sabat. &#8220;Advent&#8221; mengacu pada keyakinan mereka bahwa Tuhan membangkitkan mereka untuk mengumumkan kedatangan Tuhan. Mereka memiliki 15 juta anggota di seluruh dunia di 61.000 gereja, dan mereka bekerja di 203 negara.</p>
<h3 class="empty" dir="auto">SEJARAH ADVENTISME HARI KETUJUH</h3>
<p class="empty" dir="auto">Advent Hari Ketujuh berawal dari gerakan Kedatangan Kedua pada tahun 1800-an. William Miller, seorang pengkhotbah Baptis, menyimpulkan pada tahun 1818 bahwa Kristus akan datang kembali ke bumi pada tahun 1843. Ketika hal itu terbukti salah, ia mengubah tanggalnya menjadi 22 Oktober 1844. Keyakinannya sebagian besar didasarkan pada penafsiran Daniel pasal sembilan dan dua belas dengan menggunakan persamaan hari/tahun yang salah (satu hari nubuatan sama dengan satu tahun sejarah). Puluhan ribu orang mengikuti Miller, dan banyak kelompok-kelompok yang berbeda bermunculan dalam suasana religius yang penuh semangat ini, semuanya mencari kedatangan Kristus yang segera.</p>
<p class="empty" dir="auto">Setelah tahun 1844, Miller berhenti menentukan tanggal dan mengakui kesalahannya, tetapi beberapa pengikutnya kemudian membentuk Advent Hari Ketujuh.</p>
<p class="empty" dir="auto">James White, Joseph Bates, dan yang lainnya mulai mempraktikkan pemeliharaan sabat pada tahun 1844 dan mempublikasikan pandangan mereka melalui pamflet-pamflet.</p>
<p class="empty" dir="auto">Mereka juga mengikuti penglihatan Ellen Harmon yang berusia 17 tahun. Dia mengklaim bahwa Tuhan menunjukkan kepadanya bahwa pada bulan Oktober 1844 Yesus memasuki ruang maha kudus di surga untuk memulai &#8220;penghakiman investigasi&#8221;. Ini adalah doktrin dasar Gereja Advent. Ellen mengajarkan bahwa Yesus mulai menyelidiki catatan setiap orang untuk menentukan siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan terhilang. Dia juga mengaku menerima penglihatan tentang &#8220;Pesan Malaikat Ketiga&#8221; dalam Wahyu 14:9-12. Dia mengatakan bahwa tanda dari binatang itu (antikristus) adalah penyembahan pada hari Minggu, dan mereka yang beribadah pada hari Minggu akan dihukum. Dia mengatakan bahwa orang-orang yang menuruti perintah-perintah Allah mengacu kepada mereka yang memelihara hari Sabat di akhir zaman. Dari sinilah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mendapatkan namanya. Mereka mengklaim sebagai gereja di akhir zaman yang memelihara hari sabat dan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus kembali.</p>
<p class="empty" dir="auto">Ellen Harmon menikah dengan James White pada tahun 1846 dan mereka menjadi pemimpin utama Advent Hari Ketujuh. Antara tahun 1844 dan 1915, Ny. White konon menerima 2.000 penglihatan dan mimpi. Mengklaim bahwa dia diperintahkan untuk menulis penglihatannya untuk dilestarikan, dia menghasilkan lebih dari 100.000 halaman naskah tulisan tangan.</p>
<p class="empty" dir="auto">Sementara para pemimpin Advent mengklaim bahwa Alkitab adalah satu-satunya aturan bagi iman dan perilaku mereka, faktanya adalah bahwa tanpa Ellen White tidak akan ada Masehi Advent Hari Ketujuh.</p>
<p class="empty" dir="auto">Oleh karena itu, kita melihat bahwa gerakan Advent tidak alkitabiah sejak awal. Gerakan ini dipimpin oleh seorang wanita, yang dilarang dalam Alkitab (1 Timotius 2:12), dan gerakan ini menetapkan tanggal kedatangan Kristus kembali, yang juga dilarang.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, hanya Bapa-Ku saja.&#8221; (Matius 24:36).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada waktu mana Tuhanmu datang&#8221; (Mat. 24:42).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia, karena pada waktu yang tidak kamu sangka-sangka Anak Manusia datang&#8221; (Mat. 24:44).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu hari dan saat kedatangan Anak Manusia&#8221; (Mat. 25:13).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja. Berjaga-jagalah dan berdoalah, sebab kamu tidak tahu bilamana saatnya tiba&#8221; (Mrk. 13:32-33).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Bukanlah hakmu untuk mengetahui waktu dan masa, yang ditetapkan oleh Bapa dalam kuasa-Nya&#8221; (Kis. 1:7).</p>
<p class="empty" dir="auto">Dengan mengabaikan pengajaran Alkitab yang jelas tentang kedatangan Kristus kembali, orang-orang Advent dibawa ke dalam kesesatan yang semakin besar.</p>
<h3 class="empty" dir="auto">DOKTRIN ADVENT HARI KETUJUH</h3>
<p class="empty" dir="auto">Dalam pelajaran berikut ini kami akan menganalisa beberapa doktrin Masehi Advent Hari Ketujuh yang palsu dan membandingkannya dengan kebenaran Alkitab.</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 1: INJIL KASIH KARUNIA DITAMBAH HUKUM TAURAT</h4>
<p class="empty" dir="auto">Advent Hari Ketujuh mengaku mengajarkan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman, tetapi mereka mendefinisikan ulang hal ini dengan menambahkan perbuatan kepada kasih karunia.</p>
<p class="empty" dir="auto">Menurut doktrin Advent, kasih karunia adalah kekuatan dan pengampunan yang diberikan Tuhan untuk memampukan orang berdosa menaati hukum Tuhan dan dengan demikian membangun karakter yang kudus yang layak untuk masuk surga. Individu yang gagal membangun karakter yang benar melalui kasih karunia Tuhan tidak akan pernah melihat Surga. Iman dan perbuatan dikatakan sebagai dua dayung yang dengannya orang percaya didorong menuju kemuliaan.</p>
<p class="empty" dir="auto">Guru-guru palsu ini digambarkan dengan tepat oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia: &#8220;Dan oleh karena saudara-saudara palsu yang tidak kita sadari telah masuk, yang dengan sembunyi-sembunyi menyelinap ke dalam kita, supaya mereka dapat memperhambakan kita&#8221; (Galatia 2:4).</p>
<p class="empty" dir="auto">Penting bagi kita untuk mendokumentasikan doktrin keselamatan Masehi Advent Hari Ketujuh dengan hati-hati, karena doktrin ini sangat halus. Seringkali, dalam literatur mereka yang dibuat untuk masyarakat umum, umat Masehi Advent Hari Ketujuh memodifikasi apa yang mereka percayai agar terlihat ortodoks. Orang Kristen harus berhati-hati terhadap tipu daya gereja-gereja palsu. Mereka seperti bunglon yang berubah warna sesuai dengan situasi yang berbeda-beda. Di satu sisi mereka mencoba untuk terlihat ortodoks. &#8220;Kami sama seperti Anda,&#8221; protes mereka. Di sisi lain, mereka mempromosikan segala macam ajaran sesat dan berusaha menarik orang-orang yang baru bertobat dari gereja-gereja yang percaya kepada Alkitab. Hal ini seharusnya tidak mengejutkan kita. Perjanjian Baru sering kali merujuk pada penipuan guru-guru palsu. Yesus menyebut guru-guru palsu sebagai serigala berbulu domba (Matius 7:15). Dia memperingatkan bahwa mereka akan berusaha menyesatkan banyak orang (Mat. 24:4-5). Rasul Paulus menyebut mereka &#8220;pekerja-pekerja yang licik&#8221; (2 Korintus 11:13). Dia mengatakan bahwa mereka menggunakan &#8220;kelicikan yang licik&#8221; (Efesus 4:14). Dia mengatakan bahwa mereka &#8220;berbicara dusta dalam kemunafikan&#8221; (1 Tim. 4:2).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pertimbangkanlah dengan saksama pernyataan-pernyataan berikut ini tentang keselamatan dari publikasi-publikasi Advent. Meskipun mengaku percaya pada keselamatan oleh kasih karunia melalui iman saja, mereka mendefinisikan ulang kasih karunia. Hasilnya adalah injil palsu yang mencampuradukkan kasih karunia dan hukum Taurat.</p>
<p class="empty" dir="auto">Dari sebuah Traktat Masehi Advent Hari Ketujuh:</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Kristus mengatakan kepada setiap orang di dunia ini apa yang dikatakan-Nya kepada pemimpin muda yang kaya itu: &#8216;Jikalau engkau mau masuk ke dalam hidup, taatilah segala perintah-Ku&#8217;,&#8221; Matius 19:17. Dengan kata lain, STANDAR UNTUK MASUK KE SURGA ADALAH KARAKTER YANG DIBANGUN MENURUT SEPULUH KETENTUAN, ATAU PERINTAH, HUKUM ALLAH. &#8230;&#8230; PEMBINA UTAMA AKAN BERDIRI BERSAMA ANDA DAN DI DALAM DIRI ANDA, DAN MELIHAT SECARA PRIBADI BAHWA HIDUP ANDA MEMENUHI SYARAT-SYARAT HUKUM ALLAH&#8221; (Charles Everson, Diselamatkan oleh Kasih Karunia, hal. 45-46).</p>
<p class="empty" dir="auto">Dari kursus Korespondensi Masehi Advent Hari Ketujuh:</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Apakah Anda ingin menjadi seorang Kristen? &#8230; Langkah-langkah menuju Kristus hanya sedikit dan sederhana serta mudah dimengerti, dan sekarang kita akan beralih kepada Buku Pedoman Allah untuk mendapatkan informasi. &#8230; Percaya; itulah langkah pertama untuk menjadi seorang Kristen. &#8230; langkah kedua adalah pertobatan &#8230; pertobatan hanyalah menyesali dosa-dosa kita dan membuangnya jauh-jauh&#8230; langkah selanjutnya untuk menjadi seorang Kristen adalah pengakuan&#8230; pertobatan dan pengakuan yang sejati tidak hanya berarti berhenti berbuat dosa, tetapi melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk memperbaiki kesalahan masa lalu&#8230; Langkah selanjutnya adalah baptisan, dan buktinya dapat ditemukan dalam Kisah Para Rasul 2:38-39&#8230; Kelima, ketaatan melalui Kristus di dalam diri kita &#8230; Jadi, kami telah menguraikan dengan jelas langkah-langkah yang perlu kita ambil untuk menjadi seorang Kristen: percaya kepada Tuhan, bertobat dan mengakui dosa-dosa kita, dibaptis, DAN MENAATI SEMUA PERINTAH TUHAN. &#8230; Dia mungkin tersandung dan jatuh, tetapi dia bangkit dan maju lagi, bertekad untuk menang dengan kuasa Allah yang memampukan. Kejatuhan seperti itu tidak diperhitungkan ketika dia bertobat dan meminta pengampunan serta pertolongan ilahi untuk menjalani kehidupan yang benar&#8221; (New Life Voice of Prophecy Guide, #12).</p>
<p class="empty" dir="auto">Adventisme menamakan doktrin ini &#8220;keselamatan oleh kasih karunia&#8221;, tetapi ini bukanlah kasih karunia yang dikhotbahkan oleh para rasul Tuhan.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>1. Menurut Alkitab, keselamatan adalah oleh kasih karunia SAJA melalui iman SAJA, tanpa perbuatan hukum Taurat. Lihat Yohanes 3:16; 6:28-29; Kisah Para Rasul 15:10-11; 16:30-31; Roma 3:19-25; 4:1-8; 11:6; Galatia 3:10-13; Efesus 2:8-10; Titus 3:4-7.</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Kabar Baik tentang Kristus bukanlah bahwa kita diselamatkan melalui kasih karunia yang menghasilkan perbuatan-perbuatan hukum Taurat. Kabar Baiknya adalah bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah semata-mata melalui iman saja TANPA HUKUM TAURAT. Semua orang yang akan diselamatkan harus datang dengan syarat-syarat yang mulia ini, percaya kepada darah yang dicurahkan saja untuk keselamatan penuh.</p>
<p class="empty" dir="auto">Mereka yang berusaha kembali kepada Hukum Taurat Musa untuk menyempurnakan keselamatan mereka melakukan kesalahan yang sama dengan jemaat Galatia pada abad pertama.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah memperdayakan kamu, sehingga kamu tidak taat kepada kebenaran, yang di depan matamu telah dinyatakan dengan nyata, yaitu Yesus Kristus, yang telah disalibkan di tengah-tengah kamu? Hanya ini yang ingin kuketahui tentang kamu: Apakah kamu menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena mendengar dari iman? Apakah kamu begitu bodoh, yang telah dimulai di dalam Roh, tetapi sekarang kamu menjadi sempurna di dalam daging? Apakah kamu telah menderita begitu banyak hal yang sia-sia? Jika demikian, apakah semuanya itu sia-sia? Jadi, Dia yang melayani kamu oleh Roh dan yang mengadakan mujizat-mujizat di antara kamu, apakah Ia melakukannya karena melakukan hukum Taurat atau karena mendengarnya dari iman? Sama seperti Abraham percaya kepada Allah dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Karena itu ketahuilah, bahwa mereka yang percaya, mereka adalah anak-anak Abraham&#8221; (Galatia 3:1-7).</p>
<p class="empty" dir="auto">Mereka yang tetap menempatkan diri mereka di bawah Hukum Musa meskipun ada pengajaran Perjanjian Baru yang jelas berada di luar keselamatan sejati. Para pengajar Masehi Advent Hari Ketujuh yang mempercayai doktrin denominasi mereka sendiri seperti yang dinyatakan dalam publikasi seperti kursus korespondensi Suara Nubuat Kehidupan Baru termasuk dalam kelompok ini; mereka adalah para pengesah Galatia.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Tetapi sekarang, setelah kamu mengenal Allah, atau lebih tepatnya dikenal oleh Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada unsur-unsur yang lemah dan pengemis, di mana kamu</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>2. Keselamatan itu aman. Injil yang benar mengatakan bahwa orang percaya diselamatkan sepenuhnya oleh kasih karunia Allah melalui Kristus dan ia memiliki hidup yang kekal.</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Kita tahu bahwa keselamatan itu aman karena itu adalah pemberian cuma-cuma, yang sepenuhnya tidak pantas diterima oleh orang berdosa (Efesus 2:8-9). Jika penerima melakukan sesuatu atau membayar sesuatu, maka &#8220;pemberian&#8221; itu tidak lagi menjadi pemberian.</p>
<p class="empty" dir="auto">Kita tahu bahwa keselamatan itu pasti karena itu berarti orang percaya dinyatakan benar oleh Allah (Roma 3:21-24). Inilah arti kata &#8220;dibenarkan&#8221;. Perhatikan bagaimana istilah &#8220;dibenarkan&#8221; dan &#8220;kebenaran Allah&#8221; digunakan secara bergantian dalam Roma 3:21-24. Perhatikan juga, bahwa kebenaran ini diperoleh &#8220;karena iman&#8221; dan &#8220;dengan cuma-cuma karena kasih karunia-Nya.&#8221; Apakah masalah orang berdosa? Bukankah masalahnya adalah kurangnya kebenaran? Oleh karena itu, jika Allah menyatakan orang berdosa itu benar, apa lagi yang dia butuhkan? Keselamatan dalam Alkitab adalah sebuah pertukaran. Yesus menanggung ketidakbenaran orang berdosa, dan orang berdosa menerima kebenaran Yesus (2 Korintus 5:21).</p>
<p class="empty" dir="auto">Kita tahu bahwa keselamatan itu aman karena itu adalah milik kita saat ini.</p>
<p class="empty" dir="auto">Dalam ayat-ayat berikut ini, keselamatan tidak digambarkan sebagai sebuah kemungkinan, tetapi sebagai sebuah kepastian, sebagai milik kita saat ini.</p>
<p class="empty" dir="auto">Pembenaran adalah milik kita sekarang (Roma 5:9).</p>
<p class="empty" dir="auto">Damai sejahtera dengan Allah adalah milik kita sekarang (Rm. 5:1).</p>
<p class="empty" dir="auto">Rekonsiliasi adalah kepemilikan saat ini (Roma 5:10).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pendamaian adalah milik kita sekarang (Roma 5:11)</p>
<p class="empty" dir="auto">Hidup kekal adalah milik sekarang (1 Yoh. 5:11-13).</p>
<p class="empty" dir="auto">Menjadi anak Allah adalah kepemilikan sekarang (Ef. 1:6).</p>
<p class="empty" dir="auto">Diterima di dalam Kristus adalah milik kita sekarang (Ef. 1:6).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pengampunan dosa adalah milik kita sekarang (Ef. 1:7).</p>
<p class="empty" dir="auto">Dihidupkan kembali di dalam Kristus adalah kepemilikan saat ini (Ef. 2:1).</p>
<p class="empty" dir="auto">Dijadikan layak untuk masuk surga adalah kepemilikan saat ini (Kolose 1:12).</p>
<p class="empty" dir="auto">Dibebaskan dari kuasa kegelapan adalah kepemilikan saat ini (Kolose 1:13).</p>
<p class="empty" dir="auto">Diterjemahkan ke dalam kerajaan Yesus adalah kepemilikan saat ini (Kolose 1:13).</p>
<p class="empty" dir="auto">Belas kasihan adalah kepemilikan saat ini (1 Petrus 2:10).</p>
<p class="empty" dir="auto">Penyembuhan dari dosa adalah milik kita sekarang (1 Petrus 2:24).</p>
<p class="empty" dir="auto">Seseorang diselamatkan atau terhilang, sepenuhnya diselamatkan atau sepenuhnya terhilang. Tidak ada jalan tengah, tidak ada pertumbuhan ke dalam atau penyempurnaan keselamatan. Apakah Anda mempercayai darah Kristus, dan hanya darah Kristus sajakah yang dapat menyelamatkan Anda? Jika ya, Alkitab mengatakan bahwa Anda memiliki semua berkat rohani yang tercantum di atas, ditambah dengan banyak lagi, dan itu adalah berkat yang aman di dalam Kristus!</p>
<p class="empty" dir="auto">Kita tahu bahwa keselamatan itu aman karena itu adalah posisi yang sama sekali baru di hadapan Allah.</p>
<p class="empty" dir="auto">Keselamatan adalah posisi yang sama sekali baru di dalam Kristus (Roma 5:1-2). Orang berdosa ada di dalam Adam atau dia ada di dalam Kristus. Jika ia berada di dalam Kristus, ia memiliki semua berkat rohani. &#8220;Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam Kristus di dalam sorga&#8221; (Efesus 1:3). Lihat juga Roma 6:11; Efesus 1:6; 1 Yohanes 5:12.</p>
<p class="empty" dir="auto">Orang percaya memiliki kedudukan yang baru di hadapan Allah di dalam Kristus, dan ia juga memiliki jalan hidup di dunia ini. Kedudukan yang baru ini tidak dapat berubah karena sepenuhnya bergantung pada apa yang telah Yesus lakukan bagi kita di kayu salib. Mengacaukan antara kedudukan dan perjalanan berarti memutarbalikkan Injil. Perhatikanlah kitab Efesus. Pasal 1-3 menjelaskan kedudukan baru orang percaya di dalam Kristus; pasal 4-6 menjelaskan perjalanan hidup orang percaya di dunia ini. Efesus 5:8 berkata, &#8220;Sebab dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan: hiduplah sebagai anak-anak terang.&#8221; Orang percaya memiliki posisi baru di dalam Kristus yang tidak akan pernah berubah, dan ia dipanggil untuk hidup sesuai dengan posisi ini di dunia dengan berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan. Kolose 3:1, 3 mengatakan hal yang sama: &#8220;Jadi, jika kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, di sebelah kanan Allah &#8230; Sebab kamu telah mati, tetapi hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.&#8221; Dalam posisi barunya, orang Kristen telah mati bagi dosa dan telah bangkit bersama Kristus. Dalam praktiknya, ia harus hidup sesuai dengan panggilan kekal ini dengan mencari apa yang di atas.</p>
<p class="empty" dir="auto">Kedudukan baru orang percaya dijamin secara kekal pada saat ia dilahirkan kembali. Di sisi lain, perjalanan hidupnya berubah sesuai dengan ketaatannya.</p>
<p class="empty" dir="auto">Sungguh keselamatan yang luar biasa! Semakin baik orang percaya memahami posisinya yang aman di dalam Kristus, semakin besar kerinduannya untuk melayani Allah Juruselamatnya.</p>
<p class="empty" dir="auto">Kita tahu bahwa keselamatan itu aman karena orang percaya dijanjikan akan dibebaskan dari dosa.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Lebih-lebih lagi, karena kita sekarang dibenarkan oleh darah-Nya, kita AKAN DISELAMATKAN dari murka-Nya oleh karena Dia. Sebab jika kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih lagi kita, yang telah diperdamaikan, akan diselamatkan oleh hidup-Nya&#8221; (Rm. 5:9-10).</p>
<p class="empty" dir="auto">Kita tahu bahwa keselamatan itu terjamin karena orang percaya dipelihara oleh kuasa Allah.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena kasih karunia-Nya yang berlimpah-limpah telah memperanakkan kita kembali kepada pengharapan yang hidup oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, untuk memperoleh suatu bagian yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat binasa dan yang tidak akan lenyap, yang ditentukan Allah di sorga untuk kamu, yaitu kamu, yang dipelihara oleh kuasa Allah oleh iman kepada keselamatan yang telah ditentukan untuk dinyatakan pada akhir zaman.&#8221; (1 Petrus 1:3-5).</p>
<p class="empty" dir="auto">Orang percaya dapat yakin bahwa ia akan menikmati warisan yang dibicarakan dalam ayat empat semata-mata karena kuasa Allah.</p>
<p class="empty" dir="auto">Ini tidak berarti bahwa seseorang dapat hidup sesuka hatinya dan tetap masuk surga hanya karena ia mengatakan bahwa ia &#8220;percaya&#8221;. Tuhan Yesus Kristus mengatakan bahwa tidak mungkin diselamatkan tanpa dilahirkan kembali (Yohanes 3:3, 7), dan kelahiran baru adalah pengalaman yang dramatis dan mengubah hidup. &#8220;Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.&#8221; (2 Korintus 5:17). Ketika orang berdosa dilahirkan kembali, ia menerima natur yang baru dari Tuhan. Dia memiliki keinginan yang baru. Natur Allah di dalam dirinya mendorongnya untuk hidup di jalan Allah. Roh Kudus yang berdiam di dalam dirinya memberikan kerinduan akan kekudusan dan kebenaran. Profesor di dalam Kristus yang tidak mengasihi jalan Allah bukanlah orang yang telah diselamatkan yang murtad dari keselamatan; ia adalah orang munafik atau orang yang tertipu yang tidak pernah memiliki keselamatan yang sejati.</p>
<p class="empty" dir="auto">Dari penelitian-penelitian sebelumnya, jelaslah bahwa keselamatan yang sejati dalam Alkitab tidak memiliki ketidakpastian dan campuran legalistik seperti yang terdapat dalam Injil Advent. Injil SDA adalah palsu.</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 2: PEMELIHARAAN HARI SABAT</h4>
<p class="empty" dir="auto">Advent Hari Ketujuh mengatakan bahwa hari sabat diberikan kepada Adam di Taman Eden dan bahwa Allah bermaksud agar semua manusia memeliharanya.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Allah menetapkan hari Sabat di Eden; dan selama fakta bahwa Dia adalah Pencipta kita terus menjadi alasan mengapa kita harus menyembah Dia, selama itu pula hari Sabat akan terus ada sebagai tanda dan peringatan. &#8230; Memegang hari Sabat adalah tanda kesetiaan kepada Allah yang benar&#8221; (Ellen White, The Great Controversy, hal. 386).</p>
<p class="empty" dir="auto">Adventisme mengatakan bahwa Yesus dan para rasul memegang hari Sabat dan bahwa hal itu mengikat semua orang Kristen.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;&#8230; dari sini jelaslah bahwa seluruh Sepuluh Perintah Allah mengikat dalam dispensasi Kristen, dan bahwa Kristus tidak pernah berpikir untuk mengubahnya. Salah satu dari perintah-perintah ini adalah pemeliharaan hari ketujuh sebagai hari Sabat&#8230;&#8221; (Lampu Sorot Alkitab, hal. 37).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Teladan Yesus sangat jelas dan konsisten. Kebiasaan-Nya adalah kebiasaan memelihara hari Sabat. &#8230; Namun meskipun demikian, kita menemukan situasi yang aneh di dunia saat ini. Karena meskipun kita memiliki Kristus yang sama sebagai teladan kita, Alkitab yang sama sebagai pedoman kita, namun kita mendapati ada dua hari Sabat yang dipegang oleh orang-orang Kristen&#8230;&#8221; (George Vandeman, Planet dalam Pemberontakan, hal. 277).</p>
<p class="empty" dir="auto">Mereka mengklaim bahwa orang Kristen memelihara hari Sabat sampai abad keempat ketika Konstantin mengubah hukum dan memaksa gereja-gereja untuk beribadah pada hari Minggu.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Konstantinus adalah kaisar Romawi. Dia adalah seorang penyembah matahari, tetapi dia juga seorang politikus yang tajam. Dia ingin menyenangkan semua orang. Ketika masih menjadi penyembah berhala, dia menetapkan bahwa semua kantor pemerintah harus ditutup pada hari pertama dalam seminggu &#8211; &#8216;hari yang dihormati matahari&#8217;. Gereja, yang sekarang telah didirikan di Roma, dengan cepat melihat keuntungan sementara dari kompromi dengan penyembahan berhala&#8230; sehingga setelah beberapa tahun yang singkat, ketika hari Minggu telah mendapatkan pijakan, gereja Roma dalam Konsili Laodikia mengesampingkan perintah Allah yang jelas dan menetapkan perubahan dari hari ketujuh menjadi hari pertama dalam seminggu&#8221; (Planet in Rebellion, hal. 290).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>APA YANG DIKATAKAN ALKITAB</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">1. Hari sabat, meskipun disebutkan dalam Kejadian 2:2-3, tidak diberikan kepada manusia sampai hari itu diberikan kepada bangsa Israel di padang gurun (Nehemia 9:13-14). Ellen White menambahkan Alkitab ketika ia mengajarkan bahwa Adam dan para bapa leluhur memegang hari sabat.</p>
<p class="empty" dir="auto">2. Hari sabat tidak diberikan kepada umat manusia secara umum, tetapi <strong>kepada Israel saja</strong> sebagai tanda khusus antara dia dengan Allah (Kel. 31:13, 17). Jika sabat telah dipegang oleh umat manusia sejak penciptaan, maka sabat tidak mungkin diberikan sebagai tanda khusus kepada Israel.</p>
<p class="empty" dir="auto">3. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa orang percaya tidak terikat oleh hukum sabat. Lihat Kolose 2:16-17.</p>
<p class="empty" dir="auto">4. Hari sabat adalah suatu jenis keselamatan. &#8220;Karena itu ada perhentian bagi umat Allah. Sebab barangsiapa masuk ke dalam perhentian-Nya, ia juga berhenti dari pekerjaannya sendiri, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya&#8221; (Ibrani 4:9-10). Sebagaimana Allah beristirahat pada hari ketujuh dari pekerjaan penciptaan-Nya, orang percaya saat ini beristirahat dalam karya Kristus yang telah selesai. Untuk masuk ke dalam perhentian Allah, seseorang harus menerima pekerjaan Allah dan berhenti dari pekerjaannya sendiri (Yoh. 6:28-29). Keselamatan harus diterima sebagai anugerah Allah.</p>
<p class="empty" dir="auto">5. Yesus memelihara hari sabat karena Ia dilahirkan di bawah hukum Taurat untuk menggenapi tuntutan hukum Taurat. Lihat Galatia 4:4-5. Tuhan Yesus menjadikan diri-Nya sebagai hamba dan lahir di bawah hukum Musa agar Ia dapat menebus orang-orang berdosa dari kutuk hukum Taurat dan membawa mereka ke dalam kemerdekaan kekal sebagai anak.</p>
<p class="empty" dir="auto">6. Tidak dapat dibuktikan bahwa rasul Paulus dan jemaat mula-mula memegang hari sabat. Memang benar bahwa Paulus bertemu di sinagoge-sinagoge pada hari sabat untuk berkhotbah kepada orang-orang Yahudi yang berkumpul di sana, tetapi ini tidak berarti bahwa ia memegang hari sabat. Menurut Alkitab, alasan Paulus mengunjungi rumah-rumah ibadat pada hari Sabat adalah untuk memberitakan Injil. Keinginan Paulus adalah untuk memberitakan Kristus. Dia terbeban karena bangsanya sendiri, orang-orang Yahudi. Jadi ia pergi ke tempat orang-orang Yahudi untuk memberitakan Kristus kepada mereka. Perhatikan Kisah Para Rasul 13:14-44; 16:13-14; 17:2-4; 18:4.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>7. Ada banyak bukti dalam Alkitab dan di tempat lain bahwa orang-orang Kristen mula-mula bertemu dan beribadah pada hari pertama, bukan pada hari sabat.</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus bangkit dari kematian (Mrk. 16:9).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya (Mrk. 16:9).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus bertemu dengan para murid di tempat yang berbeda (Mrk. 16:9-11; Mat. 28:8-10; Luk. 24:34; Mrk. 16:12-13; Yoh. 20:19-23).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus memberkati para murid (Yoh. 20:19).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus memberikan karunia Roh Kudus kepada murid-murid-Nya (Yoh. 20:22).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus menugaskan murid-murid-Nya untuk mengabarkan Injil (Yoh. 20:21; dengan Mrk. 16:9-15).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus naik ke Surga, duduk di sebelah kanan Bapa, dan diangkat menjadi Kepala atas segala sesuatu (Yoh. 20:17; Ef. 1:20).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama, Injil tentang Kristus yang telah bangkit pertama kali diberitakan (Luk. 24:34).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Yesus menjelaskan Kitab Suci kepada para murid (Luk. 24:27, 45).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pada hari pertama Roh Kudus turun (Kis. 2:1). Pentakosta jatuh pada hari ke-50 setelah hari sabat setelah persembahan korban bakaran (Im. 23:15-16). Dengan demikian, Pentakosta selalu dirayakan pada hari Minggu.</p>
<p class="empty" dir="auto">Orang-orang Kristen berkumpul untuk beribadah pada hari pertama (Kis. 20:6-7; 1 Kor. 16:2).</p>
<p class="empty" dir="auto">Sejak saat itu, sebagian besar orang Kristen berkumpul untuk beribadah pada hari pertama dalam satu minggu. Mereka melakukan hal ini untuk menghormati kebangkitan Juruselamat mereka. Kristus berada di dalam kubur pada hari sabat dan bangkit sebagai yang sulung dari antara orang mati pada hari pertama. Hari sabat menandakan hari terakhir dari ciptaan yang lama (Kej. 2:2). Hari Minggu adalah hari pertama dari ciptaan yang baru.</p>
<p class="empty" dir="auto">8. Hari Minggu bukanlah hari sabat. Orang Kristen yang percaya kepada Alkitab tidak merayakan hari sabat dengan berkumpul pada hari Minggu. Orang percaya Perjanjian Baru telah ditebus dari kewajiban-kewajiban Hukum Musa. Roma 14:1-13 dan Kolose 2:16 dengan jelas menyatakan bahwa orang percaya tidak boleh dihakimi sehubungan dengan hari-hari kudus. Penghormatan jemaat Galatia terhadap hari-hari kudus menyebabkan rasul Paulus khawatir bahwa mereka bahkan tidak diselamatkan! Lihat Galatia 4:10-11, 20.</p>
<p class="empty" dir="auto">9. Gagasan bahwa ibadah pada hari Minggu akan menjadi tanda binatang itu tidak ditemukan dalam Alkitab. Gagasan ini berasal dari Ellen White. Memang benar bahwa Antikristus akan &#8220;berpikir untuk mengubah waktu dan hukum&#8221; (Daniel 7:25), namun tidak ada satu pun di dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hal ini akan melibatkan hari sabat atau hari Minggu. Alkitab tidak mengungkapkan secara pasti hukum apa yang akan diubah oleh Antikristus.</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 3: TIDURNYA JIWA</h4>
<p class="empty" dir="auto">Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengajarkan bahwa orang yang meninggal tidak pergi ke surga atau ke neraka, tetapi jiwanya tidur tanpa sadar di dalam kubur sampai kebangkitan.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Mati bukan berarti pergi ke surga; bukan berarti pergi ke neraka; bukan berarti pergi ke api penyucian. Memang, itu tidak berarti pergi ke mana pun sama sekali. Itu hanya berarti akhir dari kehidupan. &#8230; Kematian adalah berhentinya kehidupan, ketiadaan kehidupan, kebalikan dari kehidupan. &#8230; Manusia tidak hidup; tubuh tidak hidup; jiwa tidak hidup; roh tidak hidup; pikiran tidak hidup. Kecerdasan berakhir, kesadaran berakhir, ingatan berakhir, pengetahuan berakhir, pemikiran berakhir&#8221; (When A Man Dies, hal. 20).</p>
<p class="empty" dir="auto">Advent mengajarkan bahwa tubuh dan jiwa bukanlah entitas yang terpisah yang dapat dipisahkan pada saat kematian.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;&#8230; jiwa manusia tidak pernah digambarkan sebagai bagian yang terpisah dan sadar dari manusia yang ada saat tubuh tertidur dalam kematian&#8230; jiwa manusia datang bersama nafas; ia pergi bersama nafas. &#8230; Ia tidak memiliki fungsi atau kekuatan manifestasi atau tindakan, tidak ada eksistensi, terpisah dari tubuh&#8230;&#8221; (When A Man Dies, hal. 32, 33).</p>
<p class="empty" dir="auto">Mereka mengajarkan bahwa roh adalah nafas.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;&#8230; perhatikan Ayub 27:3: &#8216;Selama ini nafasku ada di dalam aku, dan roh Allah ada di dalam lubang hidungku. Sekali lagi kita menemukan di bagian pinggir bahwa roh juga dapat diterjemahkan sebagai &#8216;nafas&#8217;. Kedua kata ini sering digunakan secara bergantian dalam Alkitab. &#8230; Sekarang dengarkan. &#8216;Dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Tidak ada satu pun ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Allah memberikan jiwa yang hidup kepada manusia. Manusia menjadi jiwa yang hidup sebagai hasil dari penyatuan tubuh dengan nafas kehidupan. &#8230; Jelas bahwa roh yang diterima manusia dari Allah dan yang kembali kepada Allah ketika ia mati, adalah apa yang Allah taruh di dalam lubang hidungnya. &#8230; ketika ia mati, keduanya terpisah. Debu kembali ke tanah. Nafas, atau percikan kehidupan, dari orang kudus atau orang berdosa, kembali kepada Allah yang memberikannya. Jiwa yang hidup, penuh kasih, dan bertindak tidak pergi ke mana-mana. Jiwa itu hanya berhenti menjadi entitas yang sadar sampai pagi hari kebangkitan, ketika tubuh dan nafas kehidupan bersatu kembali. Itulah Kitab Suci yang murni dan sederhana!&#8221; (Planet dalam Pemberontakan, hal. 320-323).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>APA YANG ALKITAB KATAKAN</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">1. Kata &#8220;jiwa&#8221; memiliki arti yang berbeda dalam Alkitab. Kadang-kadang kata ini merujuk kepada manusia secara keseluruhan. Namun, sering kali kata ini merujuk kepada bagian manusia yang sadar dan tidak material yang ada di luar tubuh setelah kematian. Kata-kata dalam Alkitab harus didefinisikan sesuai dengan konteks di mana kata itu ditemukan.</p>
<p class="empty" dir="auto">Contoh Perjanjian Lama tentang jiwa sebagai bagian manusia yang tidak berwujud dan sadar dapat dilihat dalam Kejadian 35:18 dan 1 Raja-raja 17:21-22. Dalam Kejadian 35, kematian Rahel dicatat, dan kita diberitahu bahwa jiwanya pergi ketika dia meninggal. &#8220;&#8230; ketika jiwanya pergi, (karena ia mati)&#8230;&#8221; Dalam 1 Raja-raja 17, seorang anak laki-laki meninggal dan dibangkitkan kembali melalui pelayanan Elia. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa jiwanya telah pergi dan kemudian kembali: &#8220;&#8230; Ya TUHAN, Allahku, aku memohon kepada-Mu, kiranya jiwa anak ini kembali ke dalam dirinya. Dan Tuhan mendengar suara Elia, lalu masuklah kembali jiwa anak itu ke dalam dirinya dan ia hidup kembali.&#8221; Jelaslah bahwa nabi Elia tidak memiliki pemikiran yang sama tentang jiwa dan kematian seperti yang dimiliki oleh kaum Advent.</p>
<p class="empty" dir="auto">Dalam Perjanjian Baru, kata &#8220;jiwa&#8221; juga digunakan untuk menggambarkan bagian rohani manusia yang berbeda dengan tubuhnya. &#8220;&#8230; Aku berdoa kepada Allah, supaya seluruh roh dan jiwa dan tubuhmu terpelihara dengan tak bercacat sampai pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus&#8221; (1 Th. 5:23). Di sini kita diberitahu bahwa manusia memiliki tiga bagian. Paulus tidak mengatakan bahwa manusia ADALAH jiwa; ia mengatakan bahwa manusia MEMILIKI jiwa.</p>
<p class="empty" dir="auto">2. Kata &#8220;roh&#8221; juga memiliki berbagai arti dalam Alkitab. Sama seperti kata &#8220;jiwa&#8221; yang tidak selalu mengacu kepada manusia secara keseluruhan, tetapi sering kali mengacu kepada bagian yang tidak material dari manusia, demikian pula kata &#8220;roh&#8221; tidak selalu berarti nafas. Roh sering kali merujuk kepada bagian manusia yang sadar dan tidak material yang berbeda dengan tubuh dan yang terpisah dari tubuh pada saat kematian.</p>
<p class="empty" dir="auto">Ini adalah makna yang terkandung dalam Kejadian 45:26-27, di mana roh digunakan secara bergantian dengan hati. &#8220;Tetapi hati Yakub menjadi tawar, karena ia tidak percaya kepada mereka. Ketika ia melihat kereta-kereta yang disuruh Yusuf untuk mengangkutnya, maka ROH YAKUB, ayah mereka, menjadi hidup kembali.&#8221; Jelas sekali, ayat ini tidak mengacu pada roh sebagai nafas! Dalam Keluaran 6:9, orang Israel mengalami &#8220;penderitaan roh&#8221;. Apakah nafas mereka yang mengalami penderitaan! Betapa konyolnya. Kata &#8220;roh&#8221; jelas memiliki arti yang berbeda dalam Alkitab dibandingkan dengan nafas. Sekali lagi, dalam Keluaran 35:21, Alkitab menggambarkan mereka yang berkontribusi dalam pembangunan Kemah Suci sebagai orang-orang &#8220;yang hatinya tergerak oleh rohnya, dan setiap orang yang dibuat rohnya rela.&#8221; Ulangan 2:30 adalah contoh lain dari hal ini. Di sini kita melihat Allah mengeraskan hati Raja Sihon. Dalam 1 Raja-raja 21:5, Raja Ahab dikatakan memiliki &#8220;roh yang sedih&#8221;. Tentu saja tidak satu pun dari referensi ini yang dapat ditafsirkan sebagai roh sebagai nafas. Doktrin Masehi Advent Hari Ketujuh yang mengatakan bahwa roh hanya sebatas nafas, bertentangan dengan ajaran Alkitab sendiri.</p>
<p class="empty" dir="auto">3. Perjanjian Baru dengan jelas menggambarkan kematian sebagai keluarnya roh dari tubuh. Ketika kita sampai pada Perjanjian Baru, ketidakpastian yang tersisa dari pelajaran Perjanjian Lama kita lenyap dalam terang wahyu yang penuh. Satu doktrin yang seragam tentang kematian ditemukan di seluruh Perjanjian Baru. Di sini kematian secara jelas dilihat sebagai keluarnya roh dari tubuh. Kematian berarti perpisahan, bukan penghentian. (Inilah bagaimana Adam dan Hawa dapat mati pada hari yang sama ketika mereka memakan buah itu. Mereka mati secara rohani. Mereka &#8220;mati dalam pelanggaran dan dosa&#8221;. Kemudian mereka mati secara fisik dan jiwa mereka terpisah dari tubuh mereka). Ini adalah doktrin ortodoks tentang kematian di sepanjang zaman Perjanjian Baru.</p>
<p class="empty" dir="auto">Alasan Perjanjian Baru untuk percaya bahwa kematian adalah kepergian roh dari tubuh ke alam lain yang sadar akan keberadaan.</p>
<p class="empty" dir="auto">Pertama, tubuhlah yang mati (Yakobus 2:26).</p>
<p class="empty" dir="auto">Kedua, Paulus bersaksi bahwa kematian adalah sebuah perjalanan. Lihat 2 Korintus 5:6-7; Filipi 1:23-24; dan 2 Timotius 4:6.</p>
<p class="empty" dir="auto">Ketiga, janji Yesus kepada penjahat yang disalibkan menunjukkan bahwa kematian adalah sebuah perjalanan. &#8220;Kata Yesus kepadanya: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus&#8221; (Lukas 23:43). Orang-orang Advent mengklaim bahwa ayat ini tidak diterjemahkan dengan benar, bahwa tanda koma seharusnya ada setelah kata &#8220;hari ini.&#8221; &#8220;Aku berkata kepadamu hari ini juga: Engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.&#8221; Tidak ada terjemahan Alkitab yang berbunyi seperti ini. Ini hanyalah sebuah upaya untuk memelintir ayat-ayat tersebut agar sesuai dengan doktrin Advent yang salah, tetapi Tuhan Yesus Kristus berjanji kepada penjahat yang bertobat bahwa dia akan bersama-Nya di firdaus pada hari itu juga.</p>
<p class="empty" dir="auto">Keempat, kisah Lazarus dan orang kaya menunjukkan bahwa kematian adalah sebuah kepergian. Nama-nama yang tepat (Lazarus, Abraham) yang Yesus gunakan dalam kisah ini membuktikan bahwa Dia sedang berbicara tentang sebuah peristiwa sejarah, bukannya memberikan perumpamaan. Perumpamaan-perumpamaan Tuhan tidak mengandung detail seperti itu. Namun, meskipun ini adalah perumpamaan, perumpamaan ini tetap mengajarkan kebenaran secara harfiah. &#8220;&#8230; pengemis itu mati dan dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham, dan orang kaya itu juga mati dan dikuburkan, dan di dalam neraka ia mengangkat matanya dan berada dalam siksaan&#8230;&#8221; (Lukas 16:22-23). Ayat ini mengajarkan bahwa kematian adalah perjalanan jiwa menuju Surga atau Neraka.</p>
<p class="empty" dir="auto">Kelima, orang-orang kudus yang telah meninggal akan kembali bersama Kristus dari Surga pada saat kebangkitan dan pengangkatan orang-orang yang telah diselamatkan. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang kudus yang telah meninggal pergi ke Surga pada saat kematiannya. &#8220;Sebab jika kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah dibangkitkan, maka demikian juga mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dibangkitkan bersama-sama dengan Dia&#8221; (1 Th. 4:14). Menurut Alkitab, orang mati tidak tidur di dalam kubur seperti yang diklaim oleh kaum Advent. Sebaliknya, mereka ada di Surga dan mereka akan kembali dari sana bersama Yesus!</p>
<p class="empty" dir="auto">Keenam, penglihatan surgawi Yohanes menunjukkan orang-orang kudus yang telah meninggal di Surga sebelum kebangkitan dan selama Kesengsaraan Besar di bumi. Lihat Wahyu 6:9-11. Ini adalah kesaksian yang tak terbantahkan bahwa orang-orang kudus yang telah meninggal tidak tidur di dalam kubur, tetapi berada di Surga menantikan kedatangan Kristus kembali ke bumi.</p>
<p class="empty" dir="auto">Ketujuh, penampakan Musa dan Elia di Bukit Transfigurasi membuktikan bahwa orang mati memiliki keberadaan yang sadar di antara kematian dan kebangkitan. Lihat Lukas 9:28-33. Bahwa Petrus dan para rasul lainnya tidak hanya melihat sebuah pemandangan seribu tahun di masa depan, dibuktikan dengan fakta bahwa Musa dan Elia berbicara dengan Tuhan Yesus tentang kematian-Nya yang semakin mendekat. Musa dan Elia, meskipun sudah meninggal, muncul di atas gunung dan berbicara tentang peristiwa yang akan segera terjadi di Yerusalem. Jelaslah bahwa Musa dan Elias tidak tidur di dalam kubur.</p>
<p class="empty" dir="auto">Jelaslah dari survei Perjanjian Baru ini bahwa manusia memiliki roh atau jiwa yang meninggalkan tubuhnya pada saat kematian dan hidup kekal di Surga atau Neraka. Alkitab berbicara tentang kematian KEDUA sebagai tidur dan sebagai perjalanan. Ini adalah tidurnya tubuh dan perjalanan roh.</p>
<p class="empty" dir="auto">Bahkan dalam Perjanjian Lama kita diajarkan bahwa kematian berarti pemisahan dari tubuh oleh roh. Dalam Kejadian 25:8, Abraham &#8220;menghembuskan nafas terakhirnya, lalu ia mati&#8230; dan ia dikumpulkan kepada bangsanya.&#8221; Ini tidak dapat diartikan hanya bahwa ia dikumpulkan ke kuburan, karena umat Abraham tidak dikuburkan di Mamre. Mereka dikuburkan di Haran yang jaraknya cukup jauh (Kejadian 11:31-32). Dalam Kejadian 35:18, dicatat bahwa jiwa Rahel pergi pada saat kematiannya. 1 Raja-raja 17 mengatakan bahwa ketika anak janda itu meninggal, jiwanya telah pergi (ayat 21-22). Allah mengatakan kepada Musa dalam Bilangan 27:13 bahwa ia akan &#8220;dikumpulkan kepada&#8221; umat-Nya. Karena dua alasan, ini tidak dapat diartikan bahwa ia akan tidur di dalam kubur. Pertama, umat Musa tidak dikuburkan di padang gurun di mana ia meninggal. Kedua, Musa muncul berabad-abad kemudian bersama Yesus di Gunung Transfigurasi, dan dia cukup sadar pada saat itu.</p>
<p class="empty" dir="auto">Jadi, di mana pun kita melihat di dalam Kitab Suci, kita melihat bahwa kematian tidak berarti tidur tanpa sadar di dalam kubur. Ayat-ayat yang berbicara tentang kematian sebagai tidur berbicara secara puitis. Beberapa referensi Perjanjian Lama tentang kematian, khususnya dalam kitab Pengkhotbah, berbicara tentang kematian dari sudut pandang dunia ini. Dalam hal ini, memang benar bahwa orang mati tidak memuji Tuhan di dunia ini. Tema kitab Pengkhotbah adalah &#8220;di bawah matahari&#8221;, dan menggambarkan upaya manusia untuk memahami kehidupan selain dari wahyu ilahi.</p>
<p class="empty" dir="auto">4. Doktrin keabadian tidak sepenuhnya terungkap sampai Perjanjian Baru. Lihat 1 Timotius 1:9-10. Dengan kedatangan Kristus, doktrin tentang kehidupan setelah kematian menjadi terang sepenuhnya. Dengan demikian, kita tidak boleh menafsirkan Perjanjian Baru dalam terang Perjanjian Lama, tetapi yang Lama dalam terang yang Baru!</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 4: PEMUSNAHAN ORANG JAHAT</h4>
<p class="empty" dir="auto">Advent Hari Ketujuh mengajarkan bahwa orang yang tidak diselamatkan akan dibakar di dalam lautan api.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Teori siksaan kekal adalah salah satu doktrin palsu yang merupakan anggur kekejian Babel &#8230; &#8230; Pada saat itu tidak akan ada jiwa-jiwa yang terhilang yang akan menghujat Allah ketika mereka menggeliat dalam siksaan yang tak berkesudahan; tidak ada makhluk-makhluk celaka di neraka yang akan menyatukan jeritan-jeritan mereka dengan nyanyian-nyanyian orang-orang yang telah diselamatkan&#8221; (Ellen White, The Great Controversy, hal. 470, 477).</p>
<p class="empty" dir="auto">Mereka mengklaim bahwa siksaan kekal bagi orang jahat tidak dapat didamaikan dengan kasih dan kemurahan Allah.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Betapa menjijikkannya bagi setiap perasaan kasih dan belas kasihan, dan bahkan bagi rasa keadilan kita, adalah doktrin bahwa orang mati yang jahat disiksa dengan api dan belerang di dalam neraka yang menyala-nyala selamanya&#8221; (Ellen White, The Great Controversy, hal. 469).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>APA YANG ALKITAB KATAKAN</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">1. Alkitab mengajarkan bahwa mereka yang tidak diselamatkan akan menanggung siksaan sadar yang kekal. Lihat Matius 25:46; Wahyu 14:10-11; Wahyu 20:10-15. Tiga kali dalam Markus 9, Kristus berbicara tentang neraka sebagai &#8220;api yang tidak pernah padam, di mana ulat-ulatnya tidak mati dan apinya tidak pernah padam&#8230;&#8221; (Mrk. 9:43-48). Ini adalah bahasa penderitaan kekal.</p>
<p class="empty" dir="auto">Orang-orang Advent berpendapat bahwa meskipun api itu kekal, namun hukumannya tidak. Ini adalah penafsiran yang mustahil, karena Kristus mengajarkan bahwa hukuman bagi orang yang tidak diselamatkan akan lebih buruk daripada kehancuran yang kejam atau kehilangan eksistensi. Markus 9:42 memperingatkan bahwa lebih baik orang jahat diikatkan sebuah batu kilangan pada lehernya lalu dibuang ke laut daripada menanggung penghakiman Allah. Pada ayat berikutnya, Yesus mulai menggambarkan kengerian neraka. Dengan kata lain, neraka akan lebih buruk daripada kehancuran yang kejam. Penderitaannya akan berlangsung selama-lamanya. Dalam Matius 26:24, Tuhan berkata bahwa hukuman Yudas akan lebih buruk daripada kehilangan eksistensi. &#8220;&#8230; alangkah baiknya orang itu, sekiranya ia tidak dilahirkan.&#8221;</p>
<p class="empty" dir="auto">Doktrin tentang siksaan kekal mungkin sulit untuk kita pahami, tetapi Tuhan telah menyatakannya dan bagian kita adalah menerimanya dengan iman. Neraka adalah tempat api, dan neraka adalah tempat di mana penderitaannya bersifat kekal. Firman Tuhan ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi setiap pria, wanita, dan anak-anak bahwa hidup bukanlah permainan; keselamatan bukanlah sesuatu yang dapat ditunda bahkan untuk satu jam saja. Tidak ada waktu yang boleh disia-siakan untuk menemukan keamanan di dalam Juruselamat yang darah-Nya &#8220;menyucikan kita dari segala dosa.&#8221; Tidak ada usaha yang boleh disia-siakan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang bagi Kristus. Siksaan neraka sama kekalnya dengan kebahagiaan surga.</p>
<p class="empty" dir="auto">2. Belas kasihan Allah tidak menghapus keadilan-Nya yang kudus. Keadilan Allah telah dipuaskan di dalam penebusan Tuhan Yesus Kristus, tetapi mereka yang menolak keselamatan-Nya yang agung harus menderita karena dosa-dosa mereka sendiri. Allah telah mengutus Anak-Nya untuk mati di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa-dosa mereka. Melalui penebusan ini, keadilan Allah yang kudus dipuaskan (Yesaya 53:11), dan Dia menawarkan pengampunan penuh dan kehidupan kekal bagi setiap orang berdosa yang merespons dengan pertobatan dan iman. Mereka yang menolak penderitaan Juruselamat harus menderita karena dosa-dosa mereka sendiri. Adventisme mengklaim bahwa Allah tidak adil jika membuat para penolak Kristus menderita kekal karena dosa-dosa mereka, tetapi siapakah kita untuk mempertanyakan keadilan Allah?</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 5: ELLEN WHITE SEORANG NABI PEREMPUAN</h4>
<p class="empty" dir="auto">Advent Hari Ketujuh percaya bahwa Ellen White adalah seorang nabiah. Perhatikan beberapa kutipan dari tulisan mereka:</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Orang-orang Advent Hari Ketujuh percaya bahwa Ny. Ellen G. White memiliki karunia nubuat yang benar. Mereka percaya bahwa Allah dengan penuh kasih karunia berbicara kepadanya dalam wahyu-wahyu ilahi, dan bahwa melalui dia, Dia mengirimkan pesan-pesan yang diilhami kepada gereja-Nya &#8230; Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berhutang budi kepadanya sebagai pemimpin rohani dan pembangun serta pembimbing perintis. Dalam sebagian besar kegiatan gereja yang memenangkan jiwa, sejak awal berdirinya, para pemimpin menerima bimbingan dari apa yang mereka yakini sebagai wawasan nubuat dari hamba Allah ini&#8221; (D.A. Delafield, Ellen G. White dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, hlm. 2, 10-11).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Roh Kudus yang mengilhami Musa, Paulus, dan Yohanes, juga mengilhami Saudari White. Inspirasi dari para nabi adalah satu hal&#8221; (Peti Harta Karun Roh Nubuat, hal. 30).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Buku-buku Ellen White telah diibaratkan juga sebagai teleskop yang sangat memperbesar penglihatan akan rencana-rencana Allah seperti yang dinyatakan dalam firman-Nya&#8221; (Ellen G. White dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, hal. 34).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Pesan-pesan ini, kami percaya, harus diikuti dengan setia oleh setiap orang percaya. Di samping Alkitab, dan sehubungan dengan Alkitab, pesan-pesan ini harus dibaca dan dipelajari. Mereka menyoroti catatan-catatan Suci&#8221; (Bimbingan Kenabian, Pelajaran 16, hlm. 60).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Konsistensi menuntut penerimaan tulisan-tulisan Roh Nubuat secara keseluruhan. Kita tidak dapat membenarkan menerima sebagian dan menolak sebagian. Sebagai contoh, menerima salah satu buku Nyonya White yang bersifat renungan sementara mempertanyakan apa yang telah ditulisnya mengenai doktrin, moral, atau standar kesehatan, adalah benar-benar menerima satu bagian dan menolak bagian yang lain&#8221; (Prophecy Guidance, Pelajaran 18, hlm. 70).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>APA YANG DIKATAKAN ALKITAB?</strong></p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>1. Nyonya White mengajarkan doktrin-doktrin yang menyimpang dari Wahyu Perjanjian Baru.</strong> Lihat Yesaya 8:20; Roma 16:17-18. Fakta bahwa sebuah kelompok memegang banyak doktrin yang benar tidak berarti kita harus mengabaikan kesesatannya. Peniruan palsu terhadap Kekristenan selalu ditandai dengan campuran antara kebenaran dan kesalahan. Bidat-bidat Galatia rupanya ortodoks dalam sebagian besar doktrin mereka. Kita tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa mereka sama sekali tidak ortodoks dalam hal Trinitas, Keilahian Kristus, Kebangkitan, dan Inspirasi Alkitab, tetapi fakta bahwa mereka menambahkan sesuatu pada Injil Paulus membuat mereka mendapat kutukan ilahi (Galatia 1:8-9). Bahkan, mereka menjadi lebih berbahaya karena ortodoksi mereka yang kelihatannya ortodoks. Racun tikus setidaknya 95% tidak berbahaya.</p>
<p class="empty" dir="auto">Roma 16:17 memperingatkan kita untuk menandai dan menghindari hal-hal yang menyebabkan perpecahan yang bertentangan dengan doktrin yang telah kita pelajari. Advent Hari Ketujuh bersalah dalam hal ini. Mereka menyebabkan perpecahan yang bertentangan dengan doktrin rasuli tentang kematian, pemeliharaan hari sabat, neraka, pelayanan Kristus pada masa sekarang ini, Hukum Musa, kedudukan wanita di dalam gereja, dan doktrin rasuli tentang akhir zaman, dan lain-lain.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>2. Ellen White bertentangan dengan dirinya sendiri dan merupakan seorang munafik.</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Pertimbangkan dua contoh:</p>
<p class="empty" dir="auto">Dia mengajarkan bahwa wanita harus menjauhkan diri dari memakai perhiasan.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Berpakaian sederhana, menjauhkan diri dari perhiasan dan segala macam perhiasan, adalah sesuai dengan iman kita&#8221; (White, Testimonies, vol. 3, hal. 366).</p>
<p class="empty" dir="auto">Ellen White tidak mengikuti ajarannya sendiri. Dia memakai perhiasan, termasuk bros, pin mahal dengan batu putih, dan rantai. Dalam &#8220;Apakah Ellen White Memakai Perhiasan?&#8221; S. Cleveland dan D. Anderson mendokumentasikan fakta ini (http://www.ellenwhiteexposed.com/contra7.htm).</p>
<p class="empty" dir="auto">Dia mengajarkan bahwa fotografi adalah penyembahan berhala.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Pembuatan dan pertukaran foto-foto ini adalah salah satu jenis penyembahan berhala. Setan sedang melakukan semua yang dia bisa untuk menutupi surga dari pandangan kita. Janganlah kita menolongnya dengan membuat berhala-berhala foto&#8221; (White, Messages to Young People, hal. 316).</p>
<p class="empty" dir="auto">Nyonya White sering duduk untuk berfoto, yang bertentangan dengan ajarannya sendiri.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>3. Wanita tidak boleh mengajar atau merebut otoritas atas pria. Allah memanggil pria, bukan wanita, untuk memimpin gereja (1 Timotius 2:11-12).</strong> Tidak ada rasul-rasul perempuan, dan perempuan tidak memenuhi syarat untuk menjadi penatua-penatua (1 Timotius 3:1-2; Titus 1:5-6). Ellen White hidup dalam pertentangan langsung dengan perintah-perintah ini. Dia adalah tokoh terkemuka dalam perkembangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Dia berbicara di depan banyak orang.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>4. Karunia nubuat yang sejati akan berhenti ketika tujuan-tujuannya untuk zaman ini terpenuhi.</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Kasih tidak pernah gagal, tetapi jikalau ada nubuat, maka ia itu akan lenyap; jikalau ada bahasa roh, maka ia itu akan lenyap; jikalau ada pengetahuan, maka ia itu akan lenyap. Karena kami tahu sebagian dan kami bernubuat sebagian. Tetapi apabila yang sempurna telah tiba, maka yang sebagian itu akan lenyap&#8221; (1 Korintus 13:8-10).</p>
<p class="empty" dir="auto">Konteks 1 Korintus 13 berkaitan dengan karunia-karunia rohani. Seluruh bagian dari pasal 12 sampai 14 membahas tentang hal ini. 1 Korintus 13:8-10 merujuk kepada karunia-karunia pewahyuan berupa nubuat, pengetahuan, dan bahasa roh, yang melaluinya Allah berbicara kepada jemaat mula-mula. Karunia-karunia ini akan berlalu setelah tujuan ilahi mereka selesai, sama seperti banyak elemen lain dari program Allah selama berabad-abad yang telah berlalu.</p>
<p class="empty" dir="auto">Karena Alkitab mengatakan bahwa nubuat titik akan berhenti, kapan hal ini terjadi? Jawabannya ditemukan dalam Efesus 2:20. Ayat ini mengelompokkan para nabi dan para rasul dan mengatakan bahwa mereka telah meletakkan dasar bagi gereja. Mereka mengabarkan Injil, mendirikan gereja-gereja pertama, dan menulis Kitab Suci Perjanjian Baru di bawah ilham ilahi. Tugas mereka telah selesai. Fondasi telah diletakkan dengan kokoh, dan mereka tidak lagi dibutuhkan. Sama seperti tidak ada rasul pada masa kini, dalam pengertian gereja mula-mula, juga tidak ada nabi dalam arti menerima dan menyampaikan wahyu. Dalam pengertian ini, &#8220;nubuat&#8221; telah &#8220;gagal&#8221;.</p>
<p class="empty" dir="auto">Ellen White tidak mungkin memiliki karunia nubuat dalam Perjanjian Baru, karena karunia tersebut telah berhenti dengan meninggalnya para rasul dan nabi serta selesainya Alkitab.</p>
<p class="empty" dir="auto">Iman Kristen telah disampaikan sekali untuk selamanya kepada orang-orang kudus pada zaman para rasul (Yudas 3). Iman ini tidak boleh ditambahkan atau diubah. Sebaliknya, iman itu harus diperjuangkan. Roh Kudus telah memberikan segala sesuatu yang diperlukan untuk menjadikan &#8220;manusia yang sempurna, yang diperlengkapi dengan segala perbuatan baik&#8221; (2 Tim. 3:16-17). Hal ini mengacu pada Kitab Suci yang telah digenapi, dan sebuah meterai telah diletakkan pada bab terakhir dari Kitab Suci, yang memperingatkan semua orang agar tidak mengaku memiliki firman yang baru atau yang baru dari Allah (Why. 22:18-19).</p>
<p class="empty" dir="auto">Apakah Nn. White menambahkan hal-hal yang terdapat dalam Alkitab? Hanya dalam satu penglihatan yang terdapat dalam buku Early Writings (halaman 14-20), ia menambahkan hal-hal berikut ini: Dia mengatakan bahwa rambut Yesus keriting dan sebahu dan sangkakala-Nya berwarna perak. Dia mengatakan bahwa dibutuhkan tujuh hari untuk naik ke surga. Dia menggambarkan batang pohon dari emas transparan, buah yang terlihat seperti emas bercampur dengan perak, rumah-rumah yang terlihat seperti perak yang ditopang oleh pilar-pilar yang dihiasi dengan mutiara, dan rak-rak dari emas, ladang bunga, &#8220;anak-anak kecil&#8221; bersayap, meja-meja dari batu yang diukir dengan angka 144.000, dan sebuah meja dari perak yang panjangnya bermil-mil.</p>
<p class="empty" dir="auto">Dia juga mengatakan bahwa Allah menawarkan pengampunan kepada Setan (The Great Controversy, hal. 495-96), bahwa ular itu bersayap (Karunia-karunia Rohani, jilid 3, hal. 39-40), bahwa wajah Henokh memancarkan cahaya (Karunia-karunia Rohani, jilid 3, hal. 57), dan bahwa para malaikat membawa kartu-kartu emas yang mereka bawa (Tulisan-tulisan Awal, hal. 39).</p>
<p class="empty" dir="auto">Tidak diragukan lagi bahwa penglihatan-penglihatan Ellen White menambah nubuatan Alkitab. Mereka yang menolak untuk menerima Alkitab sebagai Firman Allah yang terakhir untuk zaman ini selalu menerima firman yang lain melalui penglihatan dan nubuatan palsu. Advent Hari Ketujuh adalah produk dari kesalahan besar ini.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>5. Nubuat-nubuat Ellen White tidak terjadi. Lihat Ulangan 18:22.</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Dalam buku Seventh-day Adventism and the Writings of Ellen White, J. Mark Martin mendokumentasikan banyak nubuat palsu yang diterbitkan oleh Nyonya White. Ini termasuk yang berikut ini:</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>Yerusalem Lama Tidak Pernah Dibangun</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Saya juga melihat bahwa Yerusalem Lama tidak akan pernah dibangun kembali, dan bahwa Setan sedang berusaha sekuat tenaga untuk mengarahkan pikiran anak-anak Tuhan ke dalam hal-hal ini sekarang, pada masa pengumpulan&#8221; (Early Writings, hal. 75).</p>
<p class="empty" dir="auto">Faktanya, Yerusalem lama telah dibangun secara ekstensif sejak lahirnya negara modern Israel pada tahun 1948.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>Orang Advent yang Hidup pada Tahun 1856 Akan Melihat Yesus Datang Kembali</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Pada bulan Mei 1865, Ellen White menyatakan dalam sebuah pertemuan di Battle Creek, Michigan, bahwa beberapa orang yang hadir akan &#8220;tetap tinggal di bumi untuk diterjemahkan pada saat kedatangan Yesus&#8221; (Testimonies for the Church, vol. 1, hlm. 131-132).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>Inggris Akan Menyerang Amerika Serikat</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;&#8230; ketika Inggris menyatakan perang, semua bangsa akan memiliki kepentingannya masing-masing, dan akan terjadi perang besar, kekacauan besar. &#8230; bangsa ini [Amerika Serikat] akan &#8230; direndahkan menjadi debu&#8221; (Testimonies for the Church, vol. 1, hlm. 259).</p>
<p class="empty" dir="auto">Kenyataannya, Inggris tidak menyatakan perang dan Amerika Serikat tidak direndahkan menjadi debu.</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 6: PENGHAKIMAN INVESTIGATIF</h4>
<p class="empty" dir="auto">Menurut Ellen White, Yesus masuk ke dalam bilik maha kudus surgawi untuk memulai penghakiman investigasi atas catatan (perbuatan dan pikiran) mereka yang telah mengaku beriman kepada Kristus. Penghakiman ini seharusnya didasarkan pada Sepuluh Perintah Allah, dan karakter setiap orang akan diuji dengan standar hukum ini untuk menentukan takdir kekalnya. Selama penghakiman surgawi ini, Tuhan diduga telah membangkitkan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Ketika penghakiman selesai, Kristus akan kembali ke bumi, membinasakan orang-orang jahat, membangkitkan orang-orang yang telah diselamatkan (yang diduga telah tertidur di dalam kubur), dan menimpakan semua dosa kepada Iblis.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Setiap perbuatan manusia dihisab di hadapan Allah dan dicatat sebagai kesetiaan atau ketidaksetiaan. Di seberang setiap nama dalam kitab-kitab di surga dicatat dengan ketepatan yang mengerikan setiap perkataan yang salah, setiap tindakan yang mementingkan diri sendiri, setiap kewajiban yang tidak dipenuhi, dan setiap dosa yang tersembunyi, dengan segala tipu muslihat. &#8230; Hukum Allah adalah standar yang dengannya karakter dan kehidupan manusia akan diuji dalam penghakiman. &#8230; Setiap nama disebutkan, setiap kasus diselidiki dengan seksama. Nama-nama diterima, nama-nama ditolak. Ketika ada yang memiliki dosa yang tersisa di buku-buku catatan, tidak bertobat dan tidak diampuni, nama mereka akan dihapuskan dari buku kehidupan, dan catatan perbuatan baik mereka akan dihapus dari buku kenangan Allah. &#8230; Semua orang yang telah sungguh-sungguh bertobat dari dosa, dan dengan iman mengakui darah Kristus sebagai korban penebusan mereka, telah menerima pengampunan atas nama mereka di dalam kitab-kitab di surga; karena mereka telah mengambil bagian dalam kebenaran Kristus, dan karakter mereka ditemukan selaras dengan hukum Allah, dosa-dosa mereka akan dihapuskan, dan mereka sendiri akan diperhitungkan sebagai orang yang layak untuk hidup kekal. &#8230; Dosa-dosa yang belum bertobat dan ditinggalkan tidak akan diampuni dan dihapuskan dari kitab-kitab catatan, tetapi akan menjadi saksi yang memberatkan bagi orang berdosa pada hari Tuhan&#8221; (Ellen White, The Great Controversy, hlm. 424-425, 428).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Orang-orang benar yang telah meninggal tidak akan dibangkitkan sampai setelah penghakiman, di mana mereka dianggap layak untuk menerima &#8216;kebangkitan hidup&#8217;. Oleh karena itu, mereka tidak akan hadir secara langsung di pengadilan ketika catatan mereka diperiksa dan kasus mereka diputuskan. &#8230; Setiap orang harus diuji dan ditemukan tanpa noda atau kerutan atau hal semacam itu. &#8230; Ketika pekerjaan penghakiman investigasi ditutup, nasib semua orang akan diputuskan untuk hidup atau mati&#8221; (Ellen White, The Great Controversy, hal. 431-432).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Ketika penghakiman investigasi ditutup, Kristus akan datang, dan pahala-Nya akan diberikan kepada setiap orang sesuai dengan pekerjaannya. &#8230; Kristus akan menimpakan semua dosa-dosa ini kepada Iblis, pencetus dan penghasut dosa. Kambing hitam, yang menanggung dosa-dosa Israel, telah dibuang &#8216;ke negeri yang tidak berpenghuni&#8217; (Im. 16:22); demikian juga Setan, yang menanggung kesalahan atas semua dosa yang telah menyebabkan umat Allah melakukan dosa, akan dikurung selama seribu tahun di bumi, yang kemudian akan menjadi sunyi sepi, tanpa penghuni, dan pada akhirnya ia akan menderita hukuman penuh atas dosa di dalam api yang akan membinasakan semua orang fasik.&#8221; (Ellen White, The Great Controversy, hal. 427).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>APA YANG DIKATAKAN ALKITAB</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">1. Orang percaya tidak akan dihakimi oleh Sepuluh Perintah Allah dan tidak akan kehilangan keselamatannya jika pelayanannya tidak dapat diterima. Orang percaya memiliki hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Ia telah berpindah dari maut ke dalam hidup (Yohanes 5:24). Ia aman di dalam Kristus dan berdiri serta bersukacita dalam pengharapan akan kemuliaan Allah (Roma 5:1-2). Ia tidak takut akan murka Allah di masa yang akan datang, karena ia telah sempurna di dalam Kristus (Roma 5:9). Semua hukuman atas dosanya telah ditimpakan kepada Kristus, dan dia bebas selamanya. Kristus menanggung ketidakbenaran orang percaya ke atas diri-Nya dan memberikan kebe///naran-Nya kepada orang percaya (2 Korintus 5:21).</p>
<p class="empty" dir="auto">2. Penghakiman orang percaya adalah ujian atas pelayanannya kepada Kristus untuk menentukan apakah ia akan diberi pahala atau kehilangan pahala. Lihat 1 Korintus 3:11-15 dan 2 Korintus 5:5, 9-10.</p>
<p class="empty" dir="auto">Pertimbangkanlah beberapa perbedaan penting antara penghakiman yang digambarkan dalam ayat-ayat ini dan Penghakiman Investigasi Masehi Advent Hari Ketujuh: (1) Penghakiman Kristus atas orang-orang percaya tidak menentukan keselamatan mereka. Mereka yang berdiri pada penghakiman 1 Korintus 3 akan ada di sana karena mereka telah diselamatkan, bukan untuk menentukan apakah mereka akan diselamatkan atau tidak. Mereka yang dihakimi dalam 1 Korintus 3 adalah mereka yang telah membangun hidup mereka di atas dasar yang kokoh yaitu Yesus Kristus (1 Korintus 3:11-12). (2) Penghakiman orang percaya tidak akan mengakibatkan penghukuman, siksaan, atau pemisahan dari Allah. Orang percaya yang perbuatannya gagal dalam ujian akan menderita rasa malu dan kehilangan pahala, tetapi tidak kehilangan keselamatan. &#8220;Jika pekerjaan seseorang dibakar, maka ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi dengan cara yang sama seperti oleh api&#8221; (1 Korintus 3:15). Kata-kata ini tidak bisa lebih jelas lagi. (3) Perhatikan juga bahwa orang percaya akan menghadap Tuhan secara pribadi. &#8220;Karena kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus.</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 7: MENYALAHGUNAKAN HUKUM MUSA</h4>
<p class="empty" dir="auto">Kesalahan mendasar dari Advent Hari Ketujuh adalah penyalahgunaan Hukum Musa. Ini adalah ajaran sesat yang sama yang dilakukan oleh banyak orang Yahudi pada zaman Paulus. Ini adalah ajaran sesat yang ia hadapi dalam suratnya kepada jemaat di Galatia.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>Empat Kesalahan Advent tentang Hukum Taurat</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">1. Menurut Advent, hukum dan kasih karunia bukanlah sistem yang berlawanan, tetapi keduanya bekerja sama untuk keselamatan manusia.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Fakta bahwa semua orang yang telah ditebus diselamatkan oleh kasih karunia tidak meniadakan hukum Allah dalam dispensasi yang satu lebih banyak daripada dispensasi yang lain. Hukum Taurat tidak bertentangan dengan kasih karunia, dan kasih karunia tidak bertentangan dengan hukum Taurat&#8221; (Charles Everson, Saved By Grace, hal. 11).</p>
<p class="empty" dir="auto">2. Hukum Musa adalah standar yang digunakan Allah untuk menghakimi orang-orang percaya.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Hukum Allah adalah standar yang dengannya karakter dan kehidupan manusia akan diuji dalam penghakiman. &#8230; Mereka yang dalam penghakiman &#8216;diperhitungkan layak&#8217; akan mendapat bagian dalam kebangkitan orang-orang benar&#8221; (Ellen White, The Great Controversy, hlm. 423-425).</p>
<p class="empty" dir="auto">3. Hukum Musa adalah aturan hidup orang percaya.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Alih-alih bebas untuk mengabaikan dan melanggar hukum karena ia diselamatkan oleh kasih karunia, ia sekarang berkewajiban ganda untuk mematuhinya. &#8230; Maka, sangat jelas bahwa di dalam perjanjian yang baru kita tidak melihat hukum Taurat sebagai sesuatu yang tidak penting, tetapi kita mendapati hukum Taurat menduduki pusat dari perjanjian tersebut&#8221; (Charles Everson, Saved By Grace, hal. 23, 36).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Sepuluh Perintah Allah adalah satu-satunya aturan perilaku yang sempurna di dunia saat ini. Allah memberikan Dekalog kepada manusia sebagai aturan hidup&#8221; (J.L. Shuler, The Great Judgment Day, hlm. 113-114).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>APA YANG DIKATAKAN ALKITAB</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Berikut ini adalah ringkasan dari setiap ayat-ayat utama Perjanjian Baru yang berhubungan dengan hukum Taurat. Pembaca didorong untuk mencari dan mempelajari setiap bagian tersebut. Kami yakin Tuhan akan menguatkan Anda dalam kemuliaan kemerdekaan kekal yang dimiliki oleh orang percaya di dalam Kristus Yesus.</p>
<p class="empty" dir="auto">1. Hukum Musa memiliki satu tujuan utama, yaitu membawa manusia kepada Yesus Kristus. <strong>Manusia diselamatkan dan dibenarkan hanya oleh iman SAJA melalui kasih karunia SAJA, terlepas dari hukum Taurat.</strong> Karena kondisi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, hukum Taurat hanya dapat menghukumnya. Hukum Taurat memang kudus dan baik, tetapi tidak dapat melakukan apa pun bagi manusia yang berdosa kecuali menyingkapkan keadaannya yang jahat dan menuntunnya kepada Kristus. Lihat Roma 3:19-20; 5:20; Roma 7:7-13; 1 Korintus 15:56; 2 Korintus 5:5-13; Galatia 2:16; 3:9-24; 1 Timotius 1:6-11.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Hukum Taurat menuntut kekuatan dari orang yang tidak memilikinya, dan mengutuknya jika ia tidak dapat menunjukkannya. Injil memberikan kekuatan kepada orang yang tidak memilikinya, dan memberkatinya jika ia menunjukkannya. Hukum Taurat menawarkan kehidupan sebagai akhir dari ketaatan, sedangkan Injil memberikan kehidupan sebagai satu-satunya dasar ketaatan yang benar&#8221; (C.H. Mackintosh, Notes on the Pentateuch, hal. 232-233).</p>
<p class="empty" dir="auto">2. Hukum Musa tidak berkuasa atas orang percaya; ia ditempatkan di dalam Kristus sepenuhnya di luar genggaman hukum Taurat. Hukum Taurat tidak lagi dapat membawa penghukuman bagi orang percaya, melainkan Kristus sendiri, karena orang percaya telah disempurnakan di dalam Kristus. Hukum Taurat tidak lagi berkuasa atas orang percaya seperti halnya seorang suami yang sudah meninggal atas istrinya yang masih hidup. Para rasul tidak mengajarkan doktrin Advent bahwa orang percaya harus menyesuaikan hidupnya dengan standar hukum Taurat dengan kuasa Kristus yang telah bangkit, dan jika ia gagal melakukannya, hukum Taurat akan menghukumnya pada hari penghakiman. Lihat Roma 5:1-2, 6-11; 6:3-7; 8:8-10; 10:4; 7:4; Galatia 3:24-29.</p>
<p class="empty" dir="auto">3. Sepuluh Perintah Allah adalah perjanjian maut yang telah ditiadakan di dalam Kristus. Para pengajar Advent memprotes bahwa hukum moral, yang direpresentasikan dalam Sepuluh Perintah Allah, tidak ditiadakan di kayu salib Kristus dan hanya hukum seremonial yang ditiadakan. Tetapi Perjanjian Baru menggambarkan bahkan Sepuluh Perintah Allah sebagai perjanjian kematian! Hukum Taurat secara keseluruhan memiliki satu tujuan utama. Hukum Taurat diberikan oleh Allah kepada manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk menunjukkan kepadanya dosa dan kebutuhannya akan Juruselamat. Lihat 2 Korintus 3:6-13.</p>
<p class="empty" dir="auto">Sang rasul mengatakan bahwa hukum yang tertulis di atas batu telah ditiadakan di dalam Kristus, dan hal ini mengacu pada Sepuluh Perintah Allah. Dua kali sang rasul mengatakan bahwa Dasa Titah telah ditiadakan. Dua kali ia mengatakan kepada kita bahwa Dasa Titah adalah pelayanan yang membawa maut dan penghukuman! Kata-katanya tidak bisa lebih jelas lagi. Bagi pengajar Advent untuk datang dan mengarahkan orang percaya kembali kepada Hukum Musa sebagai aturan hidup adalah kejahatan yang besar.</p>
<p class="empty" dir="auto">5. Hukum Musa bukanlah aturan hidup orang percaya. Orang percaya diperintahkan untuk mengenakan Kristus dan mengikuti Roh Allah. Tujuan orang percaya bukanlah untuk menjadi serupa dengan hukum Taurat, tetapi untuk menjadi serupa dengan gambar Kristus (Roma 8:29). Roh Kudus membentuk dan mengubah kehidupan orang percaya menjadi serupa dengan gambar Tuhan Yesus. Roma 8:11-14; 8:29; 13:13-14; 2 Korintus 3:18; Galatia 5:16-25; Efesus 4:20-24; Kolose 3:9-11.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Jika hukum Taurat memang benar merupakan aturan hidup orang percaya, di manakah kita dapat menemukannya dalam Perjanjian Baru? Rasul yang diilhami jelas tidak berpikir bahwa hukum Taurat adalah aturan ketika ia menulis kata-kata berikut ini: &#8216;Karena di dalam Kristus tidak ada gunanya lagi sunat dan tidak ada gunanya lagi orang yang tidak bersunat, karena ia adalah ciptaan baru. Dan barangsiapa hidup menurut peraturan ini, maka damai sejahtera bagi mereka, dan kasih karunia dan kemurahan bagi Israel, umat Allah&#8221; (Galatia 6:15-16). &#8216;Aturan&#8217; apa? Hukum Taurat? Bukan; tetapi &#8216;ciptaan baru&#8217;. Di manakah kita dapat menemukannya dalam Keluaran 20? Tidak ada sepatah kata pun yang berbicara tentang &#8216;ciptaan baru&#8217;. Sebaliknya, hukum Taurat berbicara kepada manusia sebagaimana adanya &#8211; dalam keadaan alamiah atau ciptaan lama &#8211; dan menguji manusia tentang apa yang sebenarnya dapat ia lakukan. Sekarang, jika hukum Taurat adalah aturan yang harus diikuti oleh orang-orang percaya, mengapa sang rasul mengucapkan berkatnya kepada mereka yang berjalan menurut aturan yang lain? Mengapa ia tidak mengatakan, sebanyak orang yang hidup menurut aturan Sepuluh Perintah Allah? Tidakkah jelas, dari satu ayat ini, bahwa Gereja Allah memiliki sebuah aturan yang lebih tinggi yang harus dijalani?&#8221; (C.H. Mackintosh, Notes on the Pentateuch, hal. 232-233).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Saya, sebagai seorang Kristen, menaati semua hukum yang bersifat moral dalam Dekalog, bukan karena itu ada dalam Hukum Taurat, tetapi karena itu ada dalam Injil. Hanya penyembahan kepada Allah yang diperintahkan sebanyak lima puluh kali dalam Perjanjian Baru; penyembahan berhala dilarang sebanyak dua belas kali; kata-kata kotor sebanyak empat kali; menghormati ayah dan ibu diperintahkan sebanyak enam kali; perzinahan dilarang sebanyak dua belas kali; pencurian sebanyak enam kali; kesaksian palsu sebanyak empat kali; dan ketamakan sebanyak sembilan kali. &#8220;Sepuluh Perintah Allah&#8221;, seperti yang dikatakan Luther, &#8220;tidak berlaku bagi kita orang bukan Yahudi dan orang Kristen, tetapi hanya bagi orang Yahudi&#8221;. Oleh karena itu, Paulus, dalam keempat belas suratnya, <strong>tidak pernah sekalipun menyebut hari Sabat-kecuali</strong> dalam satu ayat di mana ia mengelompokkannya dengan seluruh hukum Taurat, dan <strong>menyatakan bahwa hari Sabat telah dihapuskan sama sekali.</strong> Demikianlah yang dipegang oleh gereja mula-mula&#8221; (William C. Irvine, Heresies Exposed, hal. 165).</p>
<p class="empty" dir="auto">6. Hukum Taurat dan Kasih Karunia adalah dua sistem yang berbeda yang tidak dapat dicampuradukkan dalam keselamatan. Kita telah melihat hal ini di bawah bagian Injil palsu Advent Hari Ketujuh tentang kasih karunia ditambah hukum Taurat. Lihat Kisah Para Rasul 15:8-11; Roma 3:18-25; 4:4-5; 11:6; Efesus 2:8-10.</p>
<p class="empty" dir="auto">7. Mengarahkan orang percaya kembali kepada Hukum Musa sebagai aturan hidup sama saja dengan menempatkan mereka kembali ke dalam perbudakan legalistik, yang membawa kutukan kepada orang yang mengajarkan ajaran sesat ini dan juga orang yang mengikutinya. Para rasul mengutuk dengan bahasa yang paling keras mereka yang mencoba membuat orang-orang percaya kembali kepada Hukum Musa sebagai aturan hidup. Hal ini membantah doktrin Masehi Advent Hari Ketujuh yang mengatakan bahwa hukum Taurat adalah berkat bagi orang yang dibenarkan. Lihat Galatia 1:7-9; 2:4; 3:1-9; 4:9-11, 19-21; 5:1-9.</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>Kristus datang untuk menebus manusia dari perbudakan hukum Taurat</strong>, untuk menghapus penghukuman mereka dengan membayar harga yang dituntut oleh hukum Taurat atas dosa manusia. Mereka yang mencoba membawa orang percaya kembali ke bawah hukum Taurat sedang menipu manusia dan menjauhkan mereka dari karya paripurna Kristus dan kemerdekaan Alkitabiah yang sejati di dalam Dia. Mereka sendiri terkutuk karena injil palsu mereka, dan mereka membawa orang lain menjauh dari kebenaran. Tujuan keselamatan bukanlah untuk membawa orang percaya kepada hukum Taurat, tetapi untuk mempersembahkan kesempurnaan di dalam Kristus!</p>
<h4 class="empty" dir="auto">AJARAN PALSU # 8: VEGETARIANISME</h4>
<p class="empty" dir="auto">Ellen White memperingatkan untuk tidak makan daging dan mempromosikan vegetarianisme.</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Di antara mereka yang menantikan kedatangan Tuhan, makan daging pada akhirnya akan ditiadakan; daging tidak lagi menjadi bagian dari makanan mereka. Kita harus selalu mengingat tujuan ini, dan berusaha untuk bekerja dengan mantap ke arah itu. Saya tidak dapat berpikir bahwa dalam praktik makan daging kita tidak selaras dengan terang yang Tuhan telah berkenan berikan kepada kita. Semua orang yang berhubungan dengan lembaga-lembaga kesehatan kita khususnya harus mendidik diri mereka sendiri untuk hidup dari buah-buahan, biji-bijian, dan sayur-sayuran&#8221; (Ellen White, Counsels on Diet and Foods, hal. 380-81).</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Janganlah seorang pun dari para pendeta kita memberikan contoh yang jahat dalam hal makan daging-dagingan. Biarlah mereka dan keluarga mereka hidup dalam terang reformasi kesehatan. Janganlah para pendeta kita membinatangankan sifat mereka sendiri dan sifat anak-anak mereka&#8221; (Ellen White, Spalding dan Magan, hal. 211).</p>
<p class="empty" dir="auto">Pengajaran ini merupakan bagian dari program kesehatan White, yang ia klaim diberikan kepadanya melalui wahyu ilahi pada tahun 1863.</p>
<p class="empty" dir="auto">Saat ini, Dewan Gizi Masehi Advent Hari Ketujuh merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi daging, ikan, kopi, dan teh.</p>
<p class="empty" dir="auto">Di sini kita hanya akan membahas masalah vegetarian. Sejak Adam hingga Nuh, manusia adalah vegetarian, yang berasal dari perintah Tuhan dalam Kejadian 1:29-30, tetapi setelah air bah, manusia diperintahkan untuk makan daging dan juga sayuran (Kejadian 9:3). Di bawah Hukum Musa, bangsa Israel terus makan daging, dan beberapa hewan ditetapkan sebagai hewan yang halal dan yang haram. Tuhan Yesus Kristus hidup di bawah hukum Taurat sebagai seorang Yahudi dan mengikuti sistem diet Musa. Dia bukan seorang vegetarian. Kita tahu bahwa Dia makan ikan (Lukas 24:42-43) dan Dia makan daging domba, yang diwajibkan pada hari raya Paskah (Keluaran 12:6-8).</p>
<p class="empty" dir="auto"><strong>Hanya ada tiga ajaran tentang pola makan dalam Perjanjian Baru.</strong></p>
<p class="empty" dir="auto">Pertama, Petrus diajar bahwa larangan-larangan dalam Perjanjian Lama tidak lagi berlaku bagi orang percaya Perjanjian Baru (Kisah Para Rasul 10:9-16). Kebenaran dari hal ini ditekankan pada perintah untuk bangkit, membunuh, dan makan yang diulang sebanyak tiga kali. Ayat ini secara langsung membantah klaim-klaim berikut: bahwa pembatasan diet Musa masih berlaku di gereja-gereja Perjanjian Baru, bahwa pembatasan diet Musa adalah untuk tujuan kesehatan (jika itu benar, Tuhan pasti akan terus memberlakukannya), bahwa makan daging itu tidak sehat, bahwa vegetarian adalah program yang lebih unggul, dan bahwa membunuh binatang adalah tindakan yang kejam.</p>
<p class="empty" dir="auto">Kedua, kita diajarkan bahwa dalam Perjanjian Baru, dispensasi pola makan sepenuhnya merupakan masalah kebebasan pribadi (Roma 14:1-6) dan kita tidak boleh menghakimi orang lain dalam hal ini (Roma 14:13).</p>
<p class="empty" dir="auto">Ketiga, ada peringatan tentang mereka yang mengajarkan untuk tidak makan daging (1 Timotius 4:1-6) dan kita diberitahu bahwa <strong>mengharuskan pola makan vegetarian adalah ajaran setan.</strong> Ajaran sesat yang satu ini sudah cukup untuk menandai Ellen White sebagai seorang bidah yang berada di bawah kendali Iblis.</p>
<p class="empty" dir="auto">Melampaui ajaran Alkitab yang jelas dalam hal ini dan membuat program diet yang mengaku memiliki dasar alkitabiah dan atau berasal dari nubuat di luar Alkitab atau mendapat persetujuan ilahi adalah bidah.</p>
<p class="empty" dir="auto">Perjanjian Baru dengan jelas menyatakan bahwa &#8220;semua ciptaan Tuhan itu baik, dan tidak ada yang buruk, jika diterima dengan ucapan syukur: Karena semuanya itu disucikan oleh firman Allah dan doa&#8221; (1 Timotius 4:4-5).</p>
<p class="empty" dir="auto">Jadi, menurut Alkitab, diet dalam dispensasi ini adalah masalah pribadi dan individual. Setiap orang berbeda, dengan metabolisme, selera, budaya, gaya hidup, kesehatan, dan pekerjaannya sendiri; dan pola makan harus ditentukan berdasarkan hal ini dan bukan berdasarkan suatu rencana yang diklaim berasal dari Alkitab.</p>
<p class="empty" dir="auto">Saya tidak mengatakan bahwa semua pola makan sama sehatnya; saya hanya mengatakan bahwa tidak ada satu pola makan yang diwajibkan oleh Alkitab, dan vegetarian tentu saja tidak dijunjung tinggi oleh Alkitab.</p>
<p class="empty" dir="auto">Penulis kitab Ibrani memperingatkan:</p>
<p class="empty" dir="auto">&#8220;Janganlah kamu terbawa oleh ajaran-ajaran yang tidak jelas dan yang tidak masuk akal. Sebab yang baik ialah, bahwa hati diteguhkan oleh kasih karunia, bukan oleh daging, yang tidak berguna bagi mereka yang menguasainya&#8221; (Ibrani 13:9).</p>
<p class="empty" dir="auto">Keselamatan dan kerohanian tidak ditentukan oleh apa yang Anda makan, tetapi oleh apakah Anda telah tunduk pada Injil kasih karunia Kristus atau tidak. Doktrin tentang daging atau diet khusus adalah doktrin yang aneh dan tidak alkitabiah!</p>
<p class="empty" dir="auto">Terlepas dari ajarannya sendiri yang menentang makan daging, yang ia klaim didasarkan pada penglihatan yang ia dapatkan pada tahun 1863, Ellen White tetap makan daging hampir sepanjang hidupnya. Hal ini didokumentasikan secara luas dalam &#8220;Oysters and Herrings&#8221; oleh M. Chugg dan D. Anderson, http://www.ellenwhiteexposed.com/contra6.htm.</p>
<p class="empty" dir="auto">_________________________</p>
<p class="empty" dir="auto">Laporan ini dikutip dari Menghindari Jerat ADVENTISME HARI KETUJUH. Buku ini telah disebut sebagai yang terbaik dalam bidang ini oleh editor The Baptist Challenge. Sekarang buku ini telah diperbaharui dan diperbesar. Buku ini diteliti dengan tekun dari publikasi-publikasi resmi organisasi Advent Hari Ketujuh dan membuktikan dengan meyakinkan bahwa Injil Advent Hari Ketujuh adalah palsu. Buku ini dimulai dengan sebuah bab yang berjudul &#8220;Adventists Wanted Me to Revise This Book,&#8221; yang menggambarkan upaya penipuan oleh Advent Hari Ketujuh agar saya mengubah buku ini. Bagian utama dari buku ini adalah: &#8220;Sejarah Advent Membuktikan Bahwa Itu Sesat&#8221; dan &#8220;Doktrin Advent Membuktikan Bahwa Itu Sesat.&#8221; Buku ini menganalisis doktrin-doktrin Advent seperti pemeliharaan hari Sabat, tidurnya jiwa, pemusnahan orang fasik, Ellen White sebagai seorang nabiah, Penghakiman Investigasi, penyalahgunaan Hukum Musa, dan Vegetarisme. Bab &#8220;Mengapa Beberapa Orang Menganggap Advent Hari Ketujuh sebagai Injili&#8221; menganalisa pandangan Walter Martin (penulis Kingdom of the Cults) yang keliru tentang Adventisme. Buku ini mencakup beberapa bagian dari buku D.M. Canright yang berjudul Seventh-day Adventism Renounced pada tahun 1898. Canright adalah seorang pemimpin awal Adventisme yang meninggalkannya dan menjadi pendeta Baptis.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/sebuah-peringatan-tentang-advent-hari-ketujuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Ringkasan Sejarah Gereja Baptis</title>
		<link>https://alkitabiah.org/ringkasan-sejarah-gereja-baptis/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/ringkasan-sejarah-gereja-baptis/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 06:47:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2801</guid>

					<description><![CDATA[Pada tahun 1880, sejarawan, penulis, dosen, teolog dan pengkhotbah Baptis terkemuka, JR Graves , menulis dalam kata pengantar dan dedikasinya untuk karya monumentalnya, Old Landmarkism , “Karya kecil ini didedikasikan dan disebarluaskan ke seluruh denominasi&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tahun 1880, sejarawan, penulis, dosen, teolog dan pengkhotbah Baptis terkemuka, JR Graves , menulis dalam kata pengantar dan dedikasinya untuk karya monumentalnya, Old Landmarkism , “Karya kecil ini didedikasikan dan disebarluaskan ke seluruh denominasi yang dilakukan kepada setiap saudara dan saudari Baptis dan terutama saudara-saudara saya dalam pelayanan dan pers di Amerika, yang mencintai prinsip-prinsip yang membuat Bapa Baptis kita selama 18 abad menderita ejekan kejam, garis berdarah, pemenjaraan, dan mati syahid. . .”</p>



<p>Bahkan sejarawan utama Lutheran, Johann Laurenz von Mosheim , menulis, “Sebelum munculnya Luther dan Calvin, di hampir semua negara di Eropa terdapat orang-orang yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip Baptis Belanda modern.” dan “ Abad pertama adalah sejarah Pembaptis. “</p>



<p>Ensiklopedia Edinburgh, sebuah terbitan Presbiterian , menyatakan, “Pasti sudah terpikir oleh para pembaca kami bahwa Baptis adalah sekte Kristen yang sama yang sebelumnya digambarkan sebagai Ana-Baptis. Memang ini tampaknya menjadi prinsip utama mereka sejak zaman Tertullian hingga saat ini.” Tertullian lahir hanya lima puluh tahun setelah kematian Rasul Yohanes.</p>



<p>Para cendekiawan dan penulis terkenal lainnya, beberapa dengan sengaja, beberapa tidak tahu apa-apa, telah mendukung gagasan bahwa gereja Susunan Kristen yang asli adalah gereja Baptis. Orang-orang seperti Heinrich Bullinger (1504-1575), ajudan dan penerus pembaharu Zwingli mengakui bahwa meskipun doktrinnya bertentangan, doktrin Baptis ini bertahan sejak zaman para Rasul .</p>



<p>Bahkan ilmuwan Inggris terkenal, Sir Isaac Newton , menulis, “Orang Baptis modern yang sebelumnya disebut Anabaptis adalah satu-satunya orang yang tidak pernah dilambangkan dengan Kepausan. ” Dengan demikian ia mengakui bahwa awal dari kelompok Kristen yang termasyhur ini dimulai beberapa waktu sebelum sistem Katolik Roma itu sendiri.</p>



<p>Kesaksian atas fakta ini juga dapat diambil dari tulisan-tulisan para pemikir besar seperti Profesor David Masson dari Universitas Edinburgh (1822-1907); William C. King, editor Crossing the Centuries; Robert Barclay sang teolog Quaker (1648-1690); Alexander Campbell, pendiri Gereja Kristus; dan pendidik dan sejarawan Amerika yang dihormati, John Clarke Ridpath, seorang Metodis. Pak Ridpath, profesor selama enam belas tahun dari apa yang sekarang dikenal sebagai Universitas De Pauw berkata, “Saya seharusnya tidak langsung mengakui bahwa ada Gereja Baptis sejak tahun 100 Masehi , meskipun tidak diragukan lagi ada Baptis pada waktu itu, karena semua orang Kristen pada waktu itu adalah Baptis. “</p>



<p>Dr. John T. Christian (Baptis): “Saya tidak memiliki keraguan dalam pikiran saya sendiri bahwa telah ada suksesi historis kaum Baptis dari zaman Kristus hingga saat ini” (History of Baptists, hal.5).</p>



<p>Perhatikan juga bahwa apologis Baptis yang dihormati, J. M Carroll, yang bukunya The Trail of Blood telah dicetak terus-menerus sejak hak ciptanya diterbitkan pada tahun 1931, dan yang jumlahnya sekarang mencapai jutaan, hanya mengatakan bahwa buku itu adalah “Sejarah Gereja-Gereja Baptis sejak Zaman Kristus , Pendirinya, hingga Hari Ini”.</p>



<p>Pada tahun 1912, DB Ray menulis harta karun yang didambakan, Baptist Succession, a Handbook of Baptist History dan dalam kata pengantarnya, Dr. Ray menulis, “Orang-orang Baptis, dengan satu suara menolak hubungan apa pun dengan kemurtadan Romawi, dan mengklaim asal-usul mereka, sebagai sebuah gereja, dari Yesus Kristus dan para rasul ” .</p>



<p>David Benedict, pendeta dari gereja Baptis di Pawtucket, Rhode Island, menulis karya klasiknya “A General History of the Baptist Denominasi” pada tahun 1813. Sepanjang lebih dari 1200 halaman karyanya yang monumental, Mr. Dia sangat tegas menyatakan bahwa gereja aslinya adalah gereja Baptis .</p>



<p>Namun penulis lain, Charles B. Stovall, dalam bukunya, Baptist History and Succession, berkata, “Akan terlihat bahwa kaum Baptis mengklaim permulaan yang tinggi dari gereja Kristen. Mereka dapat melacak suksesi dari mereka yang memercayai doktrin yang sama dan melaksanakan tata cara yang sama secara langsung, hingga Zaman Kerasulan .”</p>



<p>MM Munger, dalam bukunya, “Baptist Churches From Jerusalem to North America”, menulis, “Tujuan dari pekerjaan kecil ini adalah untuk menunjukkan bahwa sejak zaman Kristus, dimulai ketika Dia ada di bumi, gereja Kristus tidak pernah gagal untuk eksis hingga tahun 1926 ini. Kami telah memilih garis sejarah ini sebagai yang paling sederhana dan langsung; Yerusalem, Roma, Inggris (sekarang Wales), hingga koloni Amerika Utara. Kekekalan gereja Baptis adalah fakta yang terbukti. “</p>



<p>Dan, tentu saja, kesaksian dari GH Orchard yang terhormat, seorang Baptis Inggris yang hebat menulis sebelum tahun 1855, “Sejarah Ringkas Baptis sejak zaman Kristus Pendiri mereka hingga abad ke-18. “</p>



<p>Mungkin WA Jarrel mengatakan yang terbaik ketika dia menulis dalam bukunya, Baptist Church Perpetuity or History pada tahun 1894, “Gerakan Baptis dalam sejarah selalu kembali ke Perjanjian Baru … kemudian sekitar tahun 150 M protes Baptis pertama dimunculkan oleh kaum Montanis”.</p>



<p>Alexander Campbell (Pendiri Murid, atau Kristen/Gereja Kristus) : “Kaum Baptis dapat melacak asal-usul mereka hingga zaman Kerasulan dan dapat menghasilkan kesaksian yang tegas tentang keberadaan mereka di setiap abad hingga saat ini” (Debate with walker).</p>



<p>“Oleh karena itu, denominasi Baptis di segala zaman dan di segala abad telah menjadi badan yang terus-menerus menegaskan hak-hak manusia dan kebebasan hati nurani” (Baptism, hal. 409).</p>



<p>John C. Ripath (Methodist) : “Saya seharusnya tidak langsung mengakui bahwa ada gereja Baptis sejak tahun 100 Masehi ; meskipun tidak diragukan lagi, ada Baptis karena semua orang Kristen pada waktu itu adalah Baptis . (Clarrel&#8217;s Church Perpetuity, hal. 59) KOMENTAR: Jika semua orang Kristen saat itu adalah Baptis, gereja macam apa yang mereka bentuk? Gereja Baptis, tentu saja.</p>



<p>Untuk membuktikan lebih lanjut bahwa kaum Baptis Jerman berasal dari, atau lebih tepatnya, orang yang sama dengan Kaum Waldensia Kuno, kami memperkenalkan pernyataan yang dibuat oleh sebuah komite yang ditunjuk oleh Raja Belanda untuk menulis sejarah Gereja Reformasi Belanda. Dalam sejarah ini ada satu bab yang dikhususkan untuk kaum Baptis. Sejarah ini diterbitkan di Breda, 1819, oleh Profesor Teologi Dr. Ypeig di Gronigen, dan Pdt. IJ Dermout, Pendeta Raja, mempelajari Pedobaptis. Orang-orang ini memiliki akses ke semua perpustakaan dan arsip Jerman dan Belanda. Setelah mempelajari dengan saksama kaum Baptis, mereka membuat pernyataan ini: “Sekarang kita telah melihat bahwa kaum Baptis yang sebelumnya disebut Anabaptis, dan, di kemudian hari, kaum Mennonit, adalah kaum Waldens yang asli; dan sudah lama, dalam sejarah gereja menerima kehormatan asal itu. Dalam hal ini kaum Baptis dapat dianggap sebagai satu-satunya komunitas Kristiani yang telah berdiri sejak zaman para Rasul, dan sebagai komunitas Kristiani, yang telah melestarikan doktrin-doktrin Injil yang murni sepanjang zaman. ”</p>



<p>Lebih lanjut mereka menyatakan bahwa Reformasi tidak diperlukan, karena kaum Baptis, yang saat itu dikenal sebagai Anabaptis, Waldenses, dan nama-nama lain, memberitakan Injil dalam kesederhanaannya, jauh sebelum Luther; ya, bahkan sejak zaman para Rasul . Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa keberadaan kaum Baptis sepanjang zaman sejak Kristus “menyanggah anggapan keliru umat Katolik bahwa persekutuan mereka adalah yang paling kuno.” Rel. En., hal. 786. Ini bukan bahasa kaum Baptis yang picik, tetapi bahasa kaum Pedobaptis yang terpelajar, dan layak dibalsem untuk mengenang setiap pencinta kebenaran. Baptis memiliki suksesi kembali kepada Kristus!</p>



<p>Terhadap pernyataan di atas oleh ahli sejarah Pedobaptis yang terpelajar tentang asal usul Baptis, Newton Brown, editor dari Religius Encyclopedia mengatakan: “ Kesaksian dari otoritas resmi tertinggi di Gereja Reformasi Belanda ini , tentu saja merupakan contoh langka dari kebebasan terhadap denominasi lain, mengakui semua klaim Mennonit atau Baptis.”</p>



<p>Karena belum lama ini saya membaca dekrit pangeran lain yang meratapi nasib kaum Anabaptis yang, demikian kita baca, dinyatakan sebagai bidat seribu dua ratus tahun yang lalu dan pantas mendapatkan hukuman mati. Dia ingin mereka didengar dan tidak dianggap sebagai terhukum tanpa sidang.<br />(oleh Carolinne White, Ph.D, Universitas Oxford, Kepala Oxford Latin)</p>



<p>refs:<br />https://archive.is/1hVmb<br />http://web.archive.org/web/20140629040947/http://watke.org/resources/Baptist%20History%20&amp;%20Beliefs.pdf<br />http://web.archive.org/web/20040214034913/http://www.empirebaptistministries.org/au/ann.htm<br />https://drbentownsend-public.sharepoint.com/doctrine</p>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/ringkasan-sejarah-gereja-baptis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Inspirasi dan Kanonisasi Alkitab Perjanjian Baru</title>
		<link>https://alkitabiah.org/inspirasi-dan-kanonisasi-alkitab-perjanjian-baru/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/inspirasi-dan-kanonisasi-alkitab-perjanjian-baru/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 01:50:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bibliology]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[kanon]]></category>
		<category><![CDATA[kanonisasi]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2795</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/inspiration_canonization_of_the_new_testament.html Berikut ini adalah kutipan terbaru dari buku Faith vs. the Modern Bible Versions, yang tersedia dari Way of Life Literature: Dalam bagian ini kita akan membahas pemberian dan kanonisasi Perjanjian Baru dari sudut&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/inspiration_canonization_of_the_new_testament.html</p>
<p>Berikut ini adalah kutipan terbaru dari buku Faith vs. the Modern Bible Versions, yang tersedia dari Way of Life Literature:</p>
<p>Dalam bagian ini kita akan membahas pemberian dan kanonisasi Perjanjian Baru dari sudut pandang iman, yang berarti kita mendasarkan pengajaran kita secara langsung pada Alkitab itu sendiri. Inilah, dan hanya inilah, iman yang sejati. &#8220;Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Allah&#8221; (Roma 10:17). Doktrin apa pun yang tidak didasarkan pada Firman Allah bukanlah iman, tetapi merupakan tradisi manusia dan tidak memiliki otoritas ilahi.</p>
<p>Buku-buku kontemporer tentang sejarah Alkitab umumnya mengulang doktrin Katolik bahwa pengembangan kanon Perjanjian Baru dilakukan secara serampangan dan terjadi dalam jangka waktu yang lama dan dilakukan oleh sinode-sinode Katolik.</p>
<p>Gagasan tentang kanon Perjanjian Baru yang lengkap dan jelas yang sudah ada sejak awal, yaitu sejak zaman para rasul, tidak memiliki dasar dalam sejarah. Kanon Perjanjian Baru, seperti halnya kanon Perjanjian Lama, adalah hasil dari sebuah perkembangan, dari sebuah proses yang dirangsang oleh perselisihan-perselisihan dengan orang-orang yang meragukan, baik di dalam maupun di luar Gereja, dan terhambat oleh ketidakjelasan dan keraguan-keraguan alamiah, dan yang tidak mencapai titik akhir hingga definisi dogmatis dari Konsili Trente. &#8230; dalam Sinode Hippo (393), pandangan Doktor yang agung menang, dan kanon yang benar diadopsi (&#8220;Canon of the New Testament&#8221; Ensiklopedia Katolik, Jilid III, 1908).</p>
<p>Lebih lanjut, adalah hal yang umum bagi para ahli Alkitab untuk mengatakan bahwa para penulis Perjanjian Baru tidak tahu bahwa mereka sedang menulis kitab suci. Pertimbangkan contoh berikut ini dari International Standard Bible Encyclopedia yang berpengaruh, yang menyertai sebagian besar paket perangkat lunak Alkitab komputer:</p>
<p>Ketika pekerjaan penulisan dimulai, tidak ada seorang pun yang mengirimkan surat atau menyusun sebuah Injil yang memiliki tujuan yang pasti untuk berkontribusi dalam pembentukan apa yang kita sebut sebagai &#8216;Alkitab&#8217;. &#8230; Mereka tidak berpikir untuk menciptakan sebuah literatur suci yang baru (&#8220;Canon, New Testament,&#8221; International Standard Bible Encyclopedia).</p>
<p>Ini adalah kesesatan yang sangat besar. Kita harus memahami bahwa sebagian besar buku-buku tentang sejarah Alkitab dalam 100 tahun terakhir atau lebih ditulis oleh orang-orang yang telah terinfeksi secara mendalam oleh semangat ekumenisme dan oleh skeptisisme yang telah merasuki kesarjanaan Alkitab.</p>
<p>Jika kita membiarkan Alkitab berbicara sendiri, kita akan mengetahui kebenaran dan dapat menghindari ketidakpercayaan di zaman ini.</p>
<h2>1. Perjanjian Baru ditulis di bawah ilham Ilahi.</h2>
<p>Yesus Kristus menerima firman dari Allah Bapa (Yoh. 17:8) dan Ia berjanji bahwa firman itu tidak akan berlalu (Mat. 24:35). Ia juga berjanji bahwa Roh Kudus akan menuntun para rasul ke dalam seluruh kebenaran, mengingatkan mereka akan segala sesuatu, dan menunjukkan kepada mereka hal-hal yang akan datang (Yoh. 14:25-26; 16:12-13). Dengan demikian, para rasul dan nabi yang menulis Perjanjian Baru tidak perlu bergantung pada alat bantu manusia yang penuh dengan kesalahan. Edward F. Hills dengan bijak mengamati: &#8220;Perjanjian Baru berisi firman yang diturunkan Kristus dari surga untuk keselamatan umat-Nya dan sekarang masih tertulis dalam Kitab Suci. &#8230; Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, Firman-Mu tetap di surga (Mazmur 119:89). Meskipun Kitab Suci ditulis dalam suatu periode sejarah tertentu, Kitab Suci bukanlah hasil dari periode tersebut, tetapi merupakan rencana Allah yang kekal. Ketika Allah merancang Kitab Suci di dalam kekekalan, Dia memiliki seluruh sejarah manusia dalam pandangan-Nya. Oleh karena itu, Kitab Suci selalu relevan. Pesannya tidak akan pernah bisa ketinggalan. Rumput menjadi kering dan bunga menjadi layu, tetapi Firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya (Yesaya 40:8).&#8221;</p>
<p>Paulus tahu bahwa para rasul menulis firman Allah di bawah bimbingan Roh Kudus (1 Korintus 2:9-13).</p>
<p>Paulus menganggap tulisannya berotoritas, yaitu firman Allah (1 Korintus 11:2; 14:37; Galatia 1:11-12; Kolose 1:25-28; 1 Tesalonika). 2:13; 2 Tes. 3:6, 14).</p>
<p>Paulus berharap tulisannya disebarkan dari gereja ke gereja (Gal. 1:2; Kol. 4:16; 1 Tes. 5:27).</p>
<p>Paulus menyatakan bahwa Kitab Suci ditulis oleh para nabi Perjanjian Baru melalui wahyu ilahi di bawah ilham Roh Kudus (Rm. 16:25-26; 1 Kor. 2:6-16; Ef. 3:4-5).</p>
<p>Petrus mengatakan bahwa firman yang diberitakan oleh para rasul adalah firman Allah (1 Petrus 1:25).</p>
<p>Petrus menempatkan perintah-perintah para rasul pada tingkat yang sama dengan perintah para nabi Perjanjian Lama (2 Petrus 3:2).<br />
Seorang Yahudi tidak akan berani membuat klaim seperti itu jika ia tidak yakin bahwa tulisan-tulisan para rasul adalah Kitab Suci, karena ia memandang para nabi Perjanjian Lama sebagai nubuat-nubuat Allah.</p>
<p>Petrus menyebut surat-surat Paulus sebagai &#8220;Kitab Suci&#8221; dan menempatkannya pada tingkat yang sama dengan Perjanjian Lama (2 Petrus 3:15-16).<br />
&#8220;Meskipun beberapa [surat-surat Paulus] telah ada selama mungkin lima belas tahun, namun tinta pada surat-surat yang lain masih belum kering, dan mungkin 2 Timotius belum ditulis ketika Petrus menulis. Tulisan-tulisan Paulus diakui dan dinyatakan oleh otoritas rasuli sebagai Kitab Suci segera setelah muncul&#8221; (Wilbur Pickering).</p>
<p>Kitab Wahyu ditulis sebagai Firman Allah yang bersifat nubuat (Why. 1:3; 21:5; 22:18-19).</p>
<p>Lukas mengklaim pemahaman yang sempurna tentang hal-hal dalam Injil, yang hanya dapat diperoleh melalui wahyu Ilahi (Lukas 1:3). Lukas sedang menyombongkan diri atau ia sedang mengklaim mendapatkan ilham.</p>
<p>Paulus mengutip dari Injil Lukas dan menyebutnya sebagai Kitab Suci, menempatkannya pada tingkat yang sama dengan Ulangan (bandingkan 1 Tim. 5:18; Ul. 25:4; Luk. 10:7).<br />
Wilbur Pickering mengamati: &#8220;Mengambil sudut pandang tradisional dan konservatif, 1 Timotius secara umum dianggap ditulis dalam kurun waktu lima tahun setelah Lukas. Lukas diakui dan dinyatakan oleh otoritas rasuli sebagai Kitab Suci segera setelah ia selesai ditulis&#8221; (The Identity of the New Testament Text, bab 5).</p>
<p>Dalam memperingatkan orang-orang percaya akan guru-guru palsu, Yudas merujuk kepada &#8220;perkataan yang telah diucapkan sebelumnya oleh rasul-rasul Tuhan Yesus Kristus&#8221; (Yudas 17). Ia memegang kata-kata ini sebagai standar ilahi.</p>
<p>Yohanes mengangkat pengajaran para rasul sebagai standar mutlak Kebenaran (1 Yohanes 4:6).</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tidak dapat salah merupakan dasar dari setiap aspek dari masalah versi teks Alkitab. Alkitab tidak dapat diperlakukan hanya sebagai sebuah buku biasa. Alkitab harus selalu diperlakukan sebagai sesuatu yang kudus dan supernatural, sesuatu yang berbeda dengan semua tulisan lainnya.</p>
<p>Ketika berbicara tentang teks dan versi Alkitab, kita harus memperhatikan kata-kata dan detailnya karena Alkitab diilhamkan secara verbal dan lengkap. Kita tidak dapat menerima posisi teks modern yang mengatakan bahwa ribuan kata tidak memiliki arti apa-apa. Tujuan kita setiap saat adalah untuk memiliki kata-kata yang diberikan oleh Roh Allah kepada orang-orang kudus di masa lampau.</p>
<h2>2. Perjanjian Baru telah selesai dan dimeteraikan.</h2>
<p>Kitab Suci Perjanjian Baru telah selesai ditulis pada zaman para Rasul. Paulus dan Yudas menggambarkan wahyu Allah untuk zaman ini sebagai &#8220;iman&#8221; (1Tim. 4:1; Yud. 3). Hal ini dapat disebut sebagai &#8220;iman Perjanjian Baru&#8221;. Ini adalah tubuh kebenaran yang lengkap yang terdiri dari Injil, Kisah Para Rasul, dan Surat-surat.</p>
<p>Yudas mengatakan bahwa iman ini &#8220;telah disampaikan kepada orang-orang kudus.&#8221; Ini jelas berbicara tentang finalitas dan kesempurnaan. &#8220;Orang-orang kudus&#8221; adalah, pertama-tama, para nabi, orang-orang kudus Allah, yang kepada mereka wahyu itu diberikan. Orang-orang kudus, kedua, adalah saudara-saudara kudus di dalam gereja-gereja Perjanjian Baru yang menerima wahyu sebagai firman Allah (1 Th. 2:13).</p>
<p>Kitab Suci Perjanjian Baru dimeteraikan pada pasal terakhir dengan peringatan yang sungguh-sungguh untuk tidak menambah atau mengurangi dari Kitab Suci (Why. 22:18-19).</p>
<p>Karena para rasul tahu bahwa &#8220;seluruh Kitab Suci&#8221; diperlukan untuk menjadikan manusia sempurna, diperlengkapi dengan segala perbuatan baik (2 Tim. 3:16-17), maka sangatlah konyol jika kita berpikir bahwa mereka tidak terlibat dalam melengkapi kanon Kitab Suci untuk gereja-gereja. Mereka adalah pembangun fondasi (&#8220;dan dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi,&#8221; Efesus 2:20). Dalam pekerjaan seperti itu, tidak ada yang lebih penting daripada mengumpulkan Kitab Suci yang baru ditulis.</p>
<p>Hal ini mungkin dilakukan di Efesus di bawah arahan Yohanes, yang menulis lima kitab terakhir Perjanjian Baru dan hidup lebih lama dari rasul-rasul lainnya.</p>
<p>Kita tidak diberitahu hal ini secara persis di dalam Alkitab, karena kita tidak perlu mengetahuinya. Kita cukup diberitahu bahwa hal itu telah terjadi, kita diberitahu segala sesuatu yang Allah ingin kita ketahui (Ul. 29:29); dan kita menerima Firman Allah dengan iman. (&#8220;Sebab tanpa iman kita tidak mungkin berkenan kepada-Nya,&#8221; Ibrani 11:6).</p>
<p>Gereja Katolik Roma mengklaim bahwa mereka memberikan Alkitab kepada kita, tetapi kita tahu bahwa hal ini tidak benar, bukan hanya karena Alkitab telah selesai ditulis pada zaman para rasul jauh sebelum ada Gereja Katolik Roma, tetapi juga karena dua alasan yang tidak dapat disangkal:</p>
<p>Doktrin dan praktik Katolik Roma tidak ditemukan di dalam Alkitab. Gereja-gereja yang digambarkan dalam Perjanjian Baru tidak sama dengan Gereja Katolik. &#8220;Gereja&#8221; tersebut dibentuk selama berabad-abad setelah kematian para rasul, ketika para guru palsu mengotori gereja Perjanjian Baru dan menambahkan tradisi-tradisi buatan mereka. Dalam Perjanjian Baru kita tidak menemukan kepausan, tidak ada imamat menurut gaya Roma, tidak ada sakramen-sakramen yang ditambahkan pada iman untuk keselamatan, tidak ada uskup agung atau kardinal, tidak ada pembaptisan ulang, tidak ada misa, tidak ada pembaptisan bayi, tidak ada pengurapan terakhir, tidak ada Maria sebagai ratu surga, tidak ada Maria sebagai Bunda Allah, tidak ada Maria tak bernoda, tidak ada Maria diangkat ke surga, tidak ada doa-doa kepada orang-orang kudus, tidak ada perbendaharaan rahmat, tidak ada api penyucian, tidak ada relikui suci atau jubah suci atau air suci, tidak ada salib atau lilin atau katedral atau biarawan, tidak ada pendeta yang &#8220;membujang&#8221;, tidak ada hari-hari puasa yang dipaksakan, tidak ada larangan pernikahan atau larangan makan daging, tidak ada tentang gereja Roma yang lebih unggul daripada gereja-gereja lain.</p>
<p>Doktrin dan praktik Katolik Roma tidak hanya tidak ditemukan dalam Alkitab, tetapi juga bertentangan dengan Alkitab, sehingga tidak dapat menjadi sumbernya. Dogma-dogma Katolik seperti kepausan, Mariolatri, Orang Kudus, Imamat, Misa, dan Api Penyucian tidak hanya tidak ditemukan dalam Perjanjian Baru, tetapi juga bertentangan dengan pengajaran dan praktik Perjanjian Baru. Pertimbangkan beberapa contoh:</p>
<p>Kepausan bertentangan dengan 1 Petrus 5:1-4, di antara banyak ayat-ayat lainnya. Mariolatri dan para Orang Suci bertentangan dengan 1 Timotius 2:5. Misa bertentangan dengan 1 Korintus 11:23-26. Api Penyucian bertentangan dengan 2 Kor. 5:1-8 dan Flp. 1:23. Imamat Katolik bertentangan dengan Perjanjian Baru karena hanya Kristus saja yang merupakan imam menurut urutan Melkisedek (Ibrani 7:21-27) dan Kristus tidak menetapkan imamat bagi gereja-gereja Perjanjian Baru selain imamat bagi semua orang percaya (1 Petrus 2:5, 9). Tidak ada satu pun contoh dalam Perjanjian Baru tentang seorang imam yang ditahbiskan dan melakukan jenis pelayanan seperti yang kita lihat dalam Gereja Katolik Roma. Perjanjian Baru memberikan kualifikasi untuk penatua dan diaken, tetapi tidak ada kualifikasi untuk imam (1 Timotius 3).</p>
<h2>3. Perjanjian Baru telah diterima.</h2>
<p>Kita melihat hal ini dalam Yohanes 16:13; 17:8; Kis. 2:41; 8:14; 11:1; 17:11; 1 Tes. 1:6; 2:13. Meskipun catatan sejarah ini tidak ada di luar halaman-halaman Alkitab, kita tahu bahwa penerimaan dan kanonisasi kitab-kitab Perjanjian Baru bukanlah hal yang sembarangan seperti yang digambarkan dalam kebanyakan buku-buku sejarah Alkitab. Roh Kudus yang sama yang memberikan Kitab Suci Perjanjian Baru melalui pengilhaman telah menuntun gereja-gereja dalam menerimanya.</p>
<p>Kita telah melihat bukti-bukti dari Alkitab bahwa kitab-kitab Perjanjian Baru diterima sebagai Firman Allah di dalam gereja-gereja para rasul. Kita memiliki bukti lebih lanjut dari tulisan-tulisan para pemimpin gereja dari 100 tahun pertama setelah para rasul.</p>
<p>Klemens dari Roma. &#8220;Klemens dari Roma, yang surat pertamanya kepada jemaat di Korintus biasanya bertanggal sekitar tahun 96 M, menggunakan Alkitab secara bebas, menarik otoritasnya, dan menggunakan materi Perjanjian Baru di samping materi Perjanjian Lama. Klemens mengutip Mazmur 118:18 dan Ibrani 12:8 secara berdampingan sebagai &#8220;firman yang kudus&#8221; (56:3-4). Ia mengaitkan 1 Korintus dengan &#8216;rasul Paulus yang diberkati&#8217; dan mengatakan bahwa &#8216;dengan ilham yang benar ia telah menulis kepada kamu&#8217; (47:1-3). Ia dengan jelas mengutip dari kitab Ibrani, 1 Korintus dan Roma, dan mungkin juga dari kitab Matius, Kisah Para Rasul, Titus, Yakobus dan 1 Petrus. Di sini uskup [pendeta] Roma, sebelum penutupan abad pertama, menulis surat resmi kepada gereja di Korintus di mana sejumlah kitab Perjanjian Baru diakui dan dinyatakan oleh otoritas uskup sebagai Kitab Suci, termasuk kitab Ibrani&#8221; (Wilbur Pickering, The Identity of the New Testament Text). Meskipun kita tidak tahu dari mana Pickering mendapatkan informasi bahwa Klemens adalah &#8220;uskup Roma&#8221; (karena penyelewengan jabatan uskup belum terjadi) atau berbicara dengan &#8220;otoritas keuskupan&#8221; (karena satu-satunya otoritas yang dimiliki oleh seorang pendeta atau uskup adalah Alkitab itu sendiri), faktanya adalah bahwa Klemens, yang menulis pada akhir abad pertama, tidak lama setelah wafatnya para rasul, mengakui kitab-kitab Perjanjian Baru sebagai Kitab Suci di samping Kitab Suci yang lama.</p>
<p>Polikarpus, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi pada sekitar tahun 115 M, &#8220;merangkai rangkaian kutipan dan kiasan yang jelas dan hampir tak terputus-putus terhadap tulisan-tulisan Perjanjian Baru. &#8230; Mungkin ada lima puluh kutipan yang jelas yang diambil dari Matius, Lukas, Kisah Para Rasul, Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, 1 dan 2 Petrus, dan 1 Yohanes, dan banyak kiasan termasuk Markus, Ibrani, Yakobus, serta 2 dan 3 Yohanes. (Satu-satunya penulis PB yang tidak dimasukkan adalah Yudas!) Sikapnya terhadap tulisan-tulisan Perjanjian Baru terlihat jelas dalam 12:1: &#8216;Aku yakin, bahwa kamu telah terlatih dengan baik dalam Kitab Suci. &#8230; Sekarang, seperti yang dikatakan dalam Kitab Suci ini: &#8220;Janganlah kamu marah dan janganlah kamu berbuat dosa,&#8221; dan &#8220;Janganlah matahari menjadi gelap karena murka.&#8221; Berbahagialah orang yang mengingat hal ini.&#8221; &#8230; Dalam kedua kasus tersebut, ia menyatakan Efesus sebagai &#8216;Kitab Suci&#8217;. Wawasan lebih lanjut tentang sikapnya dapat ditemukan dalam 3:1-2. &#8216;Saudara-saudara, aku menulis hal ini kepadamu tentang kebenaran, bukan atas kehendakku sendiri, tetapi karena kamu yang pertama-tama mengundang aku. Sebab baik aku, maupun seorang pun yang serupa dengan aku, tidak dapat menandingi hikmat Paulus yang diberkati dan yang mulia, yang ketika hidup di tengah-tengah kamu, dengan tekun dan sabar mengajarkan firman kebenaran kepada orang-orang sezamannya, dan yang ketika ia tidak hadir, ia menulis surat kepada kamu. Dengan membaca surat-suratnya dengan teliti, kamu akan dapat menguatkan dirimu sendiri dalam iman yang telah diberikan kepadamu, &#8220;yang adalah ibu dari kita semua&#8230;&#8221; Ini dari seorang uskup yang mungkin adalah uskup yang paling dihormati di Asia Kecil, pada zamannya. Ia menjadi martir pada tahun 156 M&#8221; (Pickering).</p>
<p>Justin Martyr (wafat tahun 165 M) bersaksi bahwa gereja-gereja pada zamannya bertemu pada hari Minggu dan &#8220;membaca memoar para rasul atau tulisan-tulisan para nabi&#8221; (Apology, I, 67). Ia juga berkata: &#8220;Karena para rasul dalam memoar-memoar yang mereka tulis, yang disebut Injil, telah mewariskan apa yang diperintahkan kepada mereka&#8230;&#8221; (Permintaan maaf). &#8220;[Sama seperti Abraham percaya kepada suara Allah] demikian juga kita, setelah percaya kepada suara Allah yang diucapkan oleh para rasul Kristus&#8230;&#8221; (Trypho 119). &#8220;Dan selanjutnya, ada seorang yang bernama Yohanes, salah seorang rasul Kristus, yang bernubuat dengan wahyu yang diberikan kepadanya, bahwa mereka yang percaya kepada Kristus akan tinggal seribu tahun lamanya di Yerusalem.&#8221; (Trypho 81).</p>
<p>Athenagorus pada tahun 177 M mengutip Matius 5:28 dan menyebutnya sebagai Kitab Suci. &#8220;&#8230; kita bahkan tidak boleh menuruti pandangan mata yang penuh nafsu. Karena, kata Kitab Suci, &#8216;barangsiapa memandang perempuan dengan cemar, sudah berzinah di dalam hatinya'&#8221; (Plea).</p>
<p>Teofilus, yang ditahbiskan menjadi gembala jemaat di Antiokhia pada sekitar tahun 170 M, mengutip 1 Tim. 2:1 dan Roma 13:7 sebagai &#8220;Firman Ilahi&#8221; (Risalah kepada Autolycus, iii). Ketika mengutip dari Injil Yohanes, ia mengatakan bahwa Yohanes &#8220;diilhami oleh Roh Kudus&#8221; (Ibid., ii). Ia berkata, &#8220;Pernyataan-pernyataan dari para nabi dan Injil ternyata konsisten, karena semuanya diilhami oleh Roh Allah yang satu&#8221; (Ibid., ii).</p>
<p>Irenaeus meninggal pada tahun 202 M dan sejumlah besar karyanya masih ada. Terjemahannya ke dalam bahasa Inggris mencakup antara 600-700 halaman di Perpustakaan Ante-Nicene. &#8220;Irenaeus menyatakan bahwa para rasul mengajarkan bahwa Allah adalah Penulis dari kedua Perjanjian (Against Heretics IV, 32.2) dan secara jelas menganggap tulisan-tulisan Perjanjian Baru membentuk Kanon kedua. Ia mengutip dari setiap pasal dalam Matius, 1 Korintus, Galatia, Efesus, Kolose dan Filipi, dari semua kecuali satu atau dua pasal dalam Lukas, Yohanes, Roma, 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, dan Titus, dari sebagian besar pasal dalam Markus (termasuk dua belas ayat terakhir), Kisah Para Rasul, 2 Korintus, dan Wahyu, serta dari semua kitab lainnya kecuali Filemon dan 3 Yohanes. Kedua kitab ini sangat pendek sehingga Irenaeus mungkin tidak memiliki kesempatan untuk merujuk kepada keduanya dalam karya-karyanya yang masih ada &#8211; ini tidak berarti bahwa ia tidak mengetahui tentang keduanya atau menolaknya. Jelaslah bahwa dimensi Kanon Perjanjian Baru yang diakui oleh Irenaeus sangat dekat dengan apa yang kita pegang saat ini. Sejak zaman Irenaeus, tidak ada keraguan mengenai sikap Gereja terhadap tulisan-tulisan Perjanjian Baru &#8211; tulisan-tulisan tersebut adalah Kitab Suci&#8221; (Pickering).</p>
<p>Bahkan beberapa kritikus tekstual modern yang naturalistik telah menyimpulkan bahwa Perjanjian Baru dalam kanon 27 kitab yang ada sekarang ini sudah ada dalam bahasa Yunani tidak lebih dari pertengahan abad ke-2, yaitu sekitar 60 tahun setelah para rasul. Lihat David Trobisch, The First Edition of the New Testament, Oxford/New York: Oxford University Press, 2000.</p>
<p>Dari abad kedua kita memiliki bukti bahwa sudah menjadi kebiasaan bagi setiap gereja untuk memiliki salinan tulisan-tulisan para rasul untuk dibaca dan dikhotbahkan. &#8220;Pada hari yang disebut hari Minggu, di suatu tempat berkumpul orang-orang yang tinggal di kota atau di desa, dan di sana dibacakan riwayat hidup para rasul dan tulisan-tulisan para nabi, selama masih ada waktu. Ketika pembaca telah selesai, presiden dalam sebuah ceramah mendorong dan mengundang kita untuk meniru hal-hal yang mulia ini&#8221; (Justin Martyr, Apology). Wilbur Pickering mengamati: &#8220;Baik Yustinus Martir maupun Irenaeus menyatakan bahwa Gereja telah tersebar ke seluruh bumi, pada zaman mereka &#8211; ingatlah bahwa Irenaeus, pada tahun 177, menjadi uskup di Lyons, di Galia (Prancis kuno), dan ia bukanlah uskup yang pertama di wilayah tersebut. Menggabungkan informasi ini dengan pernyataan Yustinus bahwa memoar para rasul dibacakan setiap hari Minggu di jemaat-jemaat, jelaslah bahwa pasti ada ribuan salinan tulisan Perjanjian Baru yang digunakan pada tahun 200 M. Setiap jemaat membutuhkan satu salinan untuk dibaca, dan pasti ada juga salinan-salinan pribadi di antara mereka yang mampu membelinya.&#8221; (The Identity of the New Testament Text).</p>
<p>Tentunya banyak orang percaya akan termotivasi untuk membuat salinan Kitab Suci mereka sendiri, dan tidak diragukan lagi, hal ini juga terjadi pada para pengkhotbah. Saya belum pernah melihat poin penting ini ditekankan dalam sejarah Alkitab yang lain, tetapi hal ini masuk akal. Saya tidak percaya bahwa ini adalah masalah keharusan untuk membeli salinan dari juru tulis profesional. Meskipun memakan waktu, tidaklah sulit untuk membuat salinan Perjanjian Baru. Dalam beberapa tahun pertama kehidupan Kristen saya, yaitu pada masa Sebelum Komputer (saya bertobat pada tahun 1973 pada usia 23 tahun), saya menyalin banyak sekali bagian dari Kitab Suci dalam semangat saya untuk menghafal dan dalam proses studi saya. Seandainya saya hidup di masa sebelumnya ketika Kitab Suci tidak tersedia dalam bentuk cetak, saya tidak ragu bahwa saya akan membuat salinan saya sendiri dari Kejadian hingga Wahyu, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan saya juga akan membuat salinan bagian-bagian untuk dibagikan kepada saudara-saudara lain dan bahkan kepada orang-orang yang tidak percaya. Selama bulan-bulan awal setelah saya diselamatkan, saya dengan susah payah membuat salinan kesaksian saya dengan mengetiknya berulang kali dan menggunakan kertas karbon untuk melipatgandakan usaha saya, karena saya terlalu miskin untuk mencetaknya. Saya membagikannya dalam pekerjaan penginjilan saya. Saya yakin bahwa banyak orang percaya mula-mula memiliki semangat yang sama untuk membuat salinan Firman Tuhan dan pamflet penginjilan. Hal ini wajar saja, karena orang percaya lahir dari Firman (Yak. 1:18; 1 Pet. 1:23), hidup oleh Firman (Mat. 4:4), mengenal kebenaran oleh Firman (Yoh. 8:31-32), pelaku Firman (Yak. 1:22), bertumbuh oleh Firman (1 Petrus 2:2), bekerja oleh iman yang berasal dari Firman (Roma 10:17), disucikan oleh Firman (Efesus 5:26), dan mempertahankan diri oleh Firman (Efesus 6:17).</p>
<p>Pada sekitar tahun 208, Tertulianus menunjuk kepada gereja-gereja yang didirikan oleh para rasul dan mengindikasikan bahwa &#8220;tulisan-tulisan otentik&#8221; masih ada dan menjadi standar mutlak yang digunakan untuk mengukur kebenaran di dalam gereja-gereja yang percaya. Ia mendesak para bidat untuk &#8220;lari ke gereja-gereja rasuli, di mana takhta para rasul masih ada di tempatnya, di mana tulisan-tulisan otentik mereka sendiri masih dibacakan, dengan suara yang jelas dan dengan wajah yang jelas pula. Achaia sangat dekat dengan Anda, (di mana) Anda menemukan CORINTH. Karena kamu tidak jauh dari Makedonia, kamu memiliki FILIPI; (dan di sana juga) kamu memiliki orang-orang Tesalonika. Karena Anda dapat menyeberang ke Asia, Anda akan menemukan EPHESUS. Dan karena kamu dekat dengan Italia, kamu memiliki ROMA, yang darinya bahkan otoritas (para rasul sendiri) datang dari tangan kita sendiri&#8221; (Tertulianus, Prescription against Heretics, 36, dikutip dari Pickering). Pickering mengamati: &#8220;Beberapa orang mengira bahwa Tertulianus mengklaim bahwa tanda tangan Paulus masih dibaca pada zamannya (208), tetapi paling tidak, maksudnya adalah bahwa mereka menggunakan salinan-salinan yang setia. Apakah ada hal lain yang diharapkan? Sebagai contoh, ketika jemaat Kristen di Efesus melihat tanda tangan asli surat Paulus kepada mereka mulai rusak, apakah mereka tidak dengan hati-hati membuat salinan yang sama untuk mereka gunakan? Akankah mereka membiarkan tanda tangan itu musnah tanpa membuat salinannya? (Pasti ada banyak orang yang datang untuk membuat salinan surat mereka atau untuk memverifikasi pembacaan yang benar). Saya percaya bahwa kita harus menyimpulkan bahwa pada tahun 200, Gereja Efesus masih berada dalam posisi untuk membuktikan kata-kata asli dari suratnya (dan juga surat-surat yang lain)&#8230;&#8221;</p>
<p>Pada tahun 367 M, Athanasius, yang dengan berani menentang ajaran sesat Arian yang menyangkal keilahian Yesus Kristus (meskipun ia memiliki ajaran sesatnya sendiri!), menerbitkan daftar kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang menurutnya &#8220;diturunkan dan dipercayai sebagai ilahi.&#8221; Daftar ini berisi semua 27 kitab yang ada dalam Perjanjian Baru kita saat ini.</p>
<p>Semua pengakuan iman Reformasi menjunjung tinggi ke-66 kitab dalam Alkitab sebagai Kitab Suci yang ilahi. Contohnya adalah Pengakuan Iman Reformed 1534, Pengakuan Iman Helvetic 1536, Pengakuan Iman Belgia 1561, dan Pengakuan Iman Westminster 1643, dan Pengakuan Iman Baptis Philadelphia, 1742, untuk menyebutkan beberapa di antaranya. Westminster mengatakan bahwa ke-66 kitab dalam Alkitab &#8220;diilhamkan secara langsung oleh Allah, dan oleh pemeliharaan dan pemeliharaan-Nya yang tunggal, dijaga kemurniannya di segala zaman, oleh karena itu adalah otentik; sehingga dalam semua kontroversi agama, gereja pada akhirnya harus berpegang pada kitab-kitab tersebut.&#8221;</p>
<p><strong>Apakah arti penting dari fakta-fakta sejarah ini?</strong></p>
<p>Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Roh yang sama yang mengilhami Kitab Suci telah menerangi orang-orang percaya untuk mengenali dan menerimanya (Yoh. 16:13; 1 Yoh. 2:20). Dengan demikian, proses kanonisasi bukanlah proses yang sembarangan seperti yang biasa digambarkan dalam buku-buku kontemporer tentang sejarah Alkitab. Allah tidak membiarkan hal yang sangat penting ini terjadi begitu saja. Dia menuntun secara khusus agar gereja-gereja menerima tulisan-tulisan yang terinspirasi dan menolak tulisan-tulisan yang palsu.</p>
<p>Teks Alkitab yang asli tidak hilang di antara orang-orang percaya pada abad-abad mula-mula; tulisan-tulisan para rasul yang otentik masih tersedia pada awal abad ke-3; dan tidak ada kebutuhan untuk melakukan kritik tekstual pada abad-abad mula-mula gereja.</p>
<p>Orang-orang percaya mula-mula adalah orang-orang yang melek huruf. &#8220;&#8230; dunia di mana Kekristenan lahir, jika bukan dunia sastra, adalah dunia yang melek huruf pada tingkat yang luar biasa; di Timur Dekat pada abad pertama zaman kita, menulis adalah pendamping kehidupan yang esensial pada hampir semua tingkatan sampai pada tingkat yang tidak ada bandingannya dalam ingatan yang masih hidup&#8221; (Cambridge History of the Bible, Jilid I, hlm. 48).</p>
<p>Kita dapat berharap bahwa sebagian besar manuskrip dan versi yang masih ada kemungkinan besar akan mewakili teks Alkitab yang murni, karena salinan-salinan otentik telah diperbanyak secara besar-besaran di seluruh gereja-gereja yang percaya kepada Alkitab oleh semangat orang-orang kudus yang setia. Naskah-naskah dan versi-versi yang korup digunakan untuk sementara waktu dan di tempat-tempat tertentu, seperti Mesir, tetapi tidak dapat bertahan karena aktivitas pemeliharaan Roh Kudus dan kewaspadaan orang-orang percaya.</p>
<p>Kita dapat berharap untuk menemukan teks paling murni dari Kitab Suci Perjanjian Baru bukan di Mesir, melainkan di Asia Kecil dan Eropa. &#8220;Saya percaya kita dapat menyimpulkan bahwa secara umum kualitas salinan akan menjadi yang tertinggi di daerah sekitar Tanda Tangan dan secara bertahap akan memburuk seiring dengan bertambahnya jarak. &#8230; Dengan menggabungkan Asia Kecil dan Yunani, wilayah Aegea menyimpan setidaknya delapan belas (dua pertiga dari total) dan mungkin sebanyak dua puluh empat dari dua puluh tujuh kitab Perjanjian Baru; Roma menyimpan setidaknya dua dan mungkin sampai tujuh; Palestina mungkin menyimpan sampai tiga (tetapi pada tahun 70 Masehi [saat Roma menghancurkan Yerusalem] kitab-kitab tersebut akan dikirim untuk disimpan dengan aman, kemungkinan besar ke Antiokhia); Aleksandria (Mesir) tidak memiliki satupun. Wilayah Aegea jelas memiliki awal yang paling baik, dan Aleksandria yang paling buruk &#8211; teks di Mesir mungkin hanya merupakan tangan kedua, paling banter. Sepintas lalu, kita dapat berasumsi bahwa pada periode awal transmisi naskah PB, salinan-salinan yang paling dapat diandalkan adalah yang beredar di wilayah yang memiliki tanda tangan&#8221; (Wilbur Pickering, The Identity of the New Testament, bab 5).</p>
<h2>4. Perjanjian Baru dipelihara dengan hati-hati dan diteruskan kepada generasi-generasi berikutnya (1 Tim. 6:13-14; Mat. 28:19-20; 2 Tim. 2:2).</h2>
<p>Orang-orang percaya di gereja mula-mula diajar untuk memelihara Kitab Suci &#8220;dengan tidak bercacat&#8221; (1 Tim. 6:13) dan meneruskan apa yang telah diajarkan oleh para rasul kepada orang-orang yang setia, yang dapat mengajar orang lain (2 Tim. 2:2).</p>
<p>Mereka diajar untuk meneruskan iman dengan hati-hati kepada generasi-generasi penerus disiplin dan gereja. Kristus memerintahkan hal ini dalam Matius 28:19-20, memerintahkan gereja-gereja untuk mengajar para murid untuk &#8220;melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.&#8221; Hal ini mengharuskan jemaat untuk memiliki &#8220;segala sesuatu&#8221; secara tertulis, yang telah mereka lakukan dalam Injil, Kisah Para Rasul, dan surat-surat.</p>
<p>Tidak ada yang sembarangan atau ceroboh dalam proses ini. Satu-satunya yang akan sembarangan atau ceroboh dalam hal ini adalah guru-guru palsu dan orang-orang Kristen nominal. Satu-satunya yang akan sembarangan atau ceroboh dalam hal ini adalah guru-guru palsu dan orang-orang Kristen nominal, mereka yang tidak membaca alkitab.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/inspirasi-dan-kanonisasi-alkitab-perjanjian-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Standar Musik Gereja</title>
		<link>https://alkitabiah.org/standar-musik-gereja/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/standar-musik-gereja/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 01:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[hymne]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2789</guid>

					<description><![CDATA[David Cloud, Literatur Way of Life, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061 866-295-4143, fbns@wayoflife.org terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/standards_of_church_music.php Standar-standar berikut ini dirangkum dan disingkat dari &#8220;Prinsip-prinsip Alkitab tentang Musik&#8221;, salah satu bab dalam buku &#8220;Serangan Iblis&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>David Cloud, Literatur Way of Life, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061<br />
866-295-4143, fbns@wayoflife.org<br />
terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/standards_of_church_music.php</p>
<p><figure id="attachment_2790" aria-describedby="caption-attachment-2790" style="width: 206px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://alkitabiah.org/wp-content/uploads/2023/03/stacks-image-d269c64-325878.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-2790" src="https://alkitabiah.org/wp-content/uploads/2023/03/stacks-image-d269c64-325878-206x300.jpg" alt="serangan iblis terhadap musik rohani gereja" width="206" height="300" srcset="https://alkitabiah.org/wp-content/uploads/2023/03/stacks-image-d269c64-325878-206x300.jpg 206w, https://alkitabiah.org/wp-content/uploads/2023/03/stacks-image-d269c64-325878.jpg 224w" sizes="(max-width: 206px) 100vw, 206px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2790" class="wp-caption-text">serangan iblis terhadap musik rohani gereja</figcaption></figure></p>
<p>Standar-standar berikut ini dirangkum dan disingkat dari &#8220;Prinsip-prinsip Alkitab tentang Musik&#8221;, salah satu bab dalam buku &#8220;Serangan Iblis terhadap Musik Kudus &#8211; Buku&#8221;. Di sana kita menemukan pengajaran lengkap tentang poin-poin ini, ditambah referensi untuk penjelasan dan pelatihan lebih lanjut. Serangan Iblis terhadap Musik Suci juga merupakan sebuah seri video. Buku dan video-video tersebut tersedia untuk dilihat dan diunduh secara gratis di tautan di atas.</p>
<p>Gereja perlu melatih jemaat dalam hal musik dengan baik sehingga mereka dapat mengujinya dengan standar Alkitab. Mereka harus dapat membedakan hal-hal seperti soft rock, honky-tonk, irama dansa, akord seperti yang digunakan dalam CCM, dan gaya vokal duniawi.</p>
<p>Tidaklah cukup hanya dengan menerbitkan daftar musik yang tidak dapat diterima. Daftar semacam itu sangat membantu, tetapi daftar apa pun akan menjadi usang dalam waktu singkat. Lebih jauh lagi, tidak ada daftar yang lengkap.</p>
<h2>Musik haruslah sehat dalam hal doktrin (Kol. 3:16).</h2>
<p>Kata-kata dari lagu-lagu tersebut harus sehat secara teologis sesuai dengan ajaran Alkitab. Banyak sekali Musik Kristen Kontemporer yang tidak dapat diterima karena musik tersebut mewakili doktrin kharismatik ekumenis atau menyajikan pesan yang samar-samar yang tidak memiliki kejelasan dan kekuatan doktrinal. Umat Tuhan harus menimbang setiap lagu dan pujian dengan standar mutlak Firman Tuhan. Hanya karena sebuah lagu ada di dalam buku nyanyian rohani yang bagus, bukan berarti lagu tersebut baik secara teologis. Hanya karena lagu tersebut memiliki nada yang menyenangkan dan orang-orang menyukainya, bukan berarti lagu tersebut dapat diterima.</p>
<p>Kita menginginkan lebih dari sekadar suara yang teologis, kita menginginkan kedalaman teologis. Kami menginginkan kekayaan kebenaran yang akan membangun secara mendalam dan luas. Inilah sebabnya mengapa kami tidak hanya menginginkan lagu-lagu kebangunan rohani. Lagu-lagu tersebut ditulis untuk forum penginjilan yang beragam, seperti lagu-lagu yang ditulis oleh Ira Sankey untuk KKR D.L. Moody, dan oleh karena itu kurang mendalam. &#8220;Lagu-lagu Sankey sederhana dan langsung, menarik hati dan menuntun pada sebuah keputusan.&#8221; Contohnya adalah &#8220;Ceritakanlah Kisah Lama&#8221;, &#8220;Tidak Akan Ada Lembah yang Gelap&#8221;, &#8220;Buanglah Tali Kehidupan&#8221;, &#8220;Kata-kata Kehidupan yang Indah&#8221;, &#8220;Aku Membutuhkan Engkau Setiap Saat&#8221;, &#8220;Air Mancur yang Menyucikan&#8221;, &#8220;Iman Adalah Kemenangan&#8221;, dan &#8220;Percaya Kepada Yesus&#8221;. Lagu dan Nyanyian Rohani Pedang Penggerak Jiwa Tuhan berada dalam tradisi kebangunan rohani Sankey. Semua nyanyian rohani yang baik dan memiliki tempatnya masing-masing, tetapi ada juga kebutuhan akan nyanyian rohani yang lebih dalam secara rohani dan doktrinal untuk menantang umat dan mendidik mereka dengan lebih baik serta membangun mereka ke tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>&#8220;Musik yang saleh adalah musik yang diperkaya dengan firman dan sarat dengan doktrin yang sehat. Musik yang saleh mengemas doktrin-doktrin Alkitab dalam format yang mudah diingat&#8221; (Chris Starr).</p>
<h2>Musik harus menekankan &#8220;melodi&#8221; (Efesus 5:19).</h2>
<p>Melodi adalah bagian musik yang paling sederhana. Melodi adalah nada dasar. Ini adalah bagian yang dapat dinyanyikan, disenandungkan, dan bersiul.</p>
<p>Melodi yang baik akan memperkuat kata-kata dan membantu umat Allah mengingat kata-kata dan membangun diri mereka dengan kata-kata itu sepanjang hari.</p>
<p>Dengan menekankan melodi, Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menjaga musik tetap sederhana sehingga tidak mengalihkan perhatian dari pesan firman. Harus ada melodi yang baik untuk dinyanyikan dan musik lainnya tidak boleh membebani melodi tersebut. Musik tidak boleh menjadi begitu rumit atau harmonis atau keras sehingga menenggelamkan melodi yang sederhana. Dalam musik sakral, aransemen musik yang sederhana lebih unggul daripada yang terlalu rumit.</p>
<h2>Musik harus bersifat rohani dan tidak berbau duniawi (Rom. 12:2; Ef. 4:17-19; 5:19; Kol. 3:16; Yak. 4:4; 1 Pet. 2:11; 1 Yoh. 2:15-16).</h2>
<p>&#8220;Rohani&#8221; berarti dikhususkan untuk Tuhan, berbeda dengan dunia. Rohani adalah sesuatu yang berada di bawah kendali Roh Allah, seperti yang dijelaskan dalam ayat sebelum Efesus 5:19. &#8220;Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur yang memabukkan, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.&#8221; Roh adalah lawan dari kedagingan, kedagingan. &#8220;Tetapi aku, saudara-saudara, tidak dapat berkata-kata kepada kamu seperti kepada orang-orang rohani, tetapi seperti kepada orang-orang duniawi, yaitu kepada bayi-bayi yang baru lahir di dalam Kristus.&#8221; Rohani adalah lawan dari pekerjaan kegelapan yang tidak berbuah yang disebutkan dalam Efesus 5:11. Rohani adalah lawan dari keduniawian.</p>
<p>Paulus mengatakan bahwa umat Allah harus menyanyikan lagu-lagu yang kudus, yang suci, yang dikhususkan untuk Allah, yang tidak bersifat kedagingan dan kedagingan, yang kualitasnya berbeda dengan nyanyian-nyanyian duniawi, yang murni secara moral, yang memiliki cita rasa sorgawi dan bukan duniawi.</p>
<p>Musik gereja tidak akan terdengar seperti musik pop dunia dan musik yang digunakan dunia untuk menari, minum-minum, dan berpesta. Musik dari Allah yang kudus seharusnya tidak mengandung aspek-aspek dari cara-cara dunia yang sensual.</p>
<p>Beberapa gaya musik yang sengaja kita hindari adalah sinkopasi dansa (misalnya, ketukan latar, antisipasi ketukan), gaya honky-tonk (ragtime, boogie woogie, dan lain-lain, yang populer di Southern Gospel), gaya vokal sensual (misalnya, menyendok, meliuk-liuk, terengah-engah, goreng vokal), gaya yang lembut dan terlalu emosional yang tercipta karena penggunaan akord yang salah (misalnya, irama akord yang tidak terselesaikan). &#8220;Suara lembut&#8221; yang melemahkan kekuatan, kedinamisan, keagungan, keyakinan spiritual, dan militerisme musik sakral.</p>
<p>Kami menghindari penggunaan drum dan gitar elektrik, karena keduanya sangat diidentikkan dengan musik rock dan sangat mudah digunakan dalam musik pop. (Pengecualiannya adalah penggunaan drum pada bagian timpani dalam sebuah orkestra.) (Tentu saja kita harus menyadari bahwa musik rock dapat dimainkan dengan mudah pada piano atau gitar akustik).</p>
<p>Lihat &#8220;Bahasa Gaya Musik&#8221; untuk mendapatkan pendidikan dasar tentang cara menilai gaya musik. Ini adalah salah satu segmen dari The Satanic Attack on Sacred Music, sebuah seri video yang tersedia di www.wayoflife.org.</p>
<h2>Musik harus membangun (1 Korintus 14:26).</h2>
<p>&#8220;Membangun&#8221; berarti membangun iman melalui pendengaran dan pemahaman akan kebenaran Firman Tuhan.</p>
<p>Segala sesuatu yang dilakukan untuk membangun berarti bahwa musik sakral harus menekankan pesan. Pesannya harus jelas sehingga dapat berbicara kepada pikiran dan hati jemaat dan dengan demikian membangun. Tidak boleh ada yang mengurangi hal ini. Alat musik bisa saja terlalu keras dan menenggelamkan pesan. Musiknya juga bisa begitu rumit sehingga menghalangi pesan. Jika harmoni, misalnya, begitu rumit sehingga pesannya tidak jelas, maka itu bukanlah musik sakral yang baik.</p>
<p>Segala sesuatu yang dilakukan untuk membangun berarti tidak ada tempat untuk hiburan dalam musik sakral. Kami ingin dengan sengaja dan tegas menghindari apa pun yang berbicara tentang hiburan. Inilah sebabnya mengapa kita tidak bertepuk tangan untuk musik khusus. Inilah sebabnya mengapa kami tidak menggunakan teknik vokal sensual yang menarik perhatian pada penyanyi (meraup, meluncur, terengah-engah, vokal goreng). Inilah mengapa kami tidak menggunakan kamera video untuk menyorot penyanyi dan musisi dan menyorot mereka di layar video. Hal-hal ini adalah cara pertunjukan dan hiburan, bukan cara penyembahan yang benar. Hal itu mengganggu secara kedagingan.</p>
<p>Segala sesuatu yang dilakukan untuk membangun berarti bahwa setiap lagu harus dipilih karena pesannya. Jika pesannya salah secara teologis (misalnya, &#8220;Nyanyian Perang Republik&#8221;) atau lemah (misalnya, &#8220;Church in the Wildwood&#8221;), maka tidak akan ada pembangunan.</p>
<h2>Musik tidak boleh menghasilkan pengalaman mistik gaya karismatik (&#8220;waspadalah, sadarlah,&#8221; 1 Petrus 1:13; 5:8).</h2>
<p>Musik penyembahan kontemporer dirancang untuk menciptakan pengalaman emosional, pengalaman sensual, dan bukan gaya musik sakral yang membangun melalui pemahaman. Untuk mencapai tujuan ini, para musisi kontemporer menggunakan musik dengan irama dansa yang sensual, irama akord yang tidak terselesaikan, pengulangan, modulasi elektronik, dan elemen-elemen lain sehingga orang-orang akan terbawa secara emosional.</p>
<p>Kami menolak musik gereja yang dirancang untuk menciptakan kondisi yang sangat emosional atau yang menghasilkan efek hipnotis.</p>
<h2>Musik tidak boleh meminjam dan dengan demikian membangun jembatan ke dunia musik Kristen kontemporer (Rom. 16:17-18; 1 Kor. 10:21; 15:33; 2 Kor. 6:14-18; Ef. 5:11; 2 Ti. 3:5; Wah. 18:4).</h2>
<p>Musik Kristen Kontemporer adalah elemen utama dalam membangun gereja satu dunia yang murtad dan mewakili dunia ini dengan segala bahaya doktrinal, spiritual, dan moralnya.</p>
<p>Di masa lalu, umat Allah tidak berada dalam bahaya yang besar untuk dipengaruhi oleh para penulis lagu dan nyanyian pujian. Tetapi Internet telah mengubahnya secara dramatis. Sekarang jika sebuah lagu dinyanyikan di gereja, orang-orang dapat online dan menemukan penulisnya dan berkomunikasi secara dekat dengan dia dan rekan-rekannya serta &#8220;dunianya&#8221;.</p>
<p>Kami menolak musik apa pun yang ditulis oleh musisi kontemporer untuk menghindari membangun jembatan kepada orang-orang ini dan rekan-rekan mereka serta dunia ekumenis berbahaya yang mereka wakili.</p>
<h2>Musik harus bertujuan mengejar kesempurnaan (Flp. 1:10; 1 Kor. 10:31).</h2>
<p>Segala sesuatu tentang musik gereja harus dilakukan dengan sengaja, dengan hikmat alkitabiah dan rohani, selalu bertujuan untuk yang terbaik, yang tertinggi, tidak pernah puas dengan yang biasa-biasa saja, terus berkembang dalam kesempurnaan. Ini bukan untuk kemuliaan manusia, tetapi untuk kemuliaan Tuhan.</p>
<p>Kami akan mengupayakan yang terbaik dalam standar untuk penyanyi dan musisi, dalam pemilihan setiap lagu dan nyanyian pujian, dalam pelaksanaan setiap aspek pelayanan lagu, dan dalam kualitas nyanyian dan permainan.</p>
<h2>Musiknya haruslah tidak diragukan lagi benar dan aman (1 Tesalonika 5:21-22).</h2>
<p>Berpegang teguh pada apa yang baik, bahkan menghindari apa yang tampak jahat adalah standar tertinggi untuk musik. Standar ini bukan hanya sekadar standar minimum, tidak biasa-biasa saja, tidak di luar batas, tidak perlu dipertanyakan lagi.</p>
<p>Inilah salah satu alasan mengapa kami menghindari penggunaan drum dan gitar listrik. Bahkan jika mereka digunakan untuk memainkan jenis suara yang tepat, mereka terlalu diidentikkan dengan musik rock, dan kami ingin menghindari semua identitas tersebut.</p>
<p>Ini adalah standar musik dasar kami. Jika sebuah lagu atau nyanyian rohani dipertanyakan, kami ingin menghindarinya. Jika kami tidak yakin apakah itu benar, sehat, dan baik, kami ingin menghindarinya. Ada banyak sekali musik yang tidak diragukan lagi, yang secara doktrinal benar, rohani, non-duniawi, dan non-karismatik. Menghindari musik yang meragukan tidak akan membahayakan gereja, tetapi menggunakan musik yang meragukan pasti akan membahayakan.</p>
<p>Hal ini membutuhkan pengujian yang konstan terhadap musik gereja.</p>
<p>Ini adalah standar hikmat dan keamanan.</p>
<h2>Musik harus menghindari inkrementalisme (1Kor. 5:6; Kej. 5:9).</h2>
<p>Dalam hal musik gereja, sesuatu yang kecil dapat menjadi besar. Musik yang salah biasanya masuk ke dalam gereja secara bertahap, tidak dalam semalam. Salah satu cara masuknya adalah melalui lagu-lagu spesial, paduan suara, dan pelayanan pemuda. Ketika hal ini terjadi, gereja ditakdirkan untuk terus menjauh dari rohani dan menuju ke arah kontemporer kecuali ada langkah dramatis untuk menghentikan perkembangannya, yang jarang terjadi.</p>
<h2>Musik harus diawasi oleh para pastor(Kis. 20:28; Ibr. 13:17; 1 Pet. 5:2).</h2>
<p>Para pendeta akan mengawasi musik itu sendiri dan/atau mereka akan menunjuk orang yang tepat untuk bertanggung jawab atas musik gereja. Mereka akan menyetujui semua musik khusus.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/standar-musik-gereja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Celakalah dunia dengan segala penyesatannya</title>
		<link>https://alkitabiah.org/celakalah-dunia-dengan-segala-penyesatannya/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/celakalah-dunia-dengan-segala-penyesatannya/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2021 09:57:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bibliology]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[penyesatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2758</guid>

					<description><![CDATA[“Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan itu harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya” Semua orang percaya tahu bahwa penyesatan itu menjerumuskan manusia ke neraka. Tetapi anehnya saat penyesatan begitu masif, orang-orang percaya justru&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>“Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan itu harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya”</h3>
<p>Semua orang percaya tahu bahwa penyesatan itu menjerumuskan manusia ke neraka. Tetapi anehnya saat penyesatan begitu masif, orang-orang percaya justru menutup mata terhadap perbedaan ajaran. Bahkan ada banyak orang Kristen yang sangat anti terhadap kata “doktrin” dan yang lain menganggap doktrin seperti angin lalu saja, beberapa orang menganggap diskusi/debat ajaran teologi sebagai sesuatu yang memecahbela. Saat semua ini terjadi maka perbedaan antara yang sesat dan yang benar itu menjadi tidak jelas. Perbedaan antara penyembah patung berhala dengan yang menyembah Tuhan menjadi kabur. Perbedaan gereja yang meninggikan tradisi dengan gereja yang meninggikan Alkitab menjadi pudar, saat semua ini terjadi maka kesesatan akan menjamur.</p>
<p>Banyak manusia berdosa ditipu oleh perasaan “saleh” mereka. Mereka berpikir kalau ajaran itu tidak sesuai selera saya maka saya tidak perlu terima, kalau ajaran itu tidak sesuai maunya saya maka buat apa mempercayainya, kalau ajaran itu tidak menguntungkan saya secara materi atau kesehatan buat apa saya harus percaya, kalau ajaran itu tidak menyenangkan perasaan saya, saya akan acuhkan saja. Ini merupakan sikap kebanyakan orang Kristen saat ini dan sikap seperti inilah yang justru menjauhkan mereka dari kebenaran. Mereka menutup mata terhadap ayat firman Tuhan di atas “Celakalah dunia dengan segala penyesatannya…” Matius 18:7.</p>
<h3>a. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya.</h3>
<p>Kata celakalah, di sini bermakna dukacita atau kesedihan. Siapa yang berducita atau bersedih? Yang berdukacita di sini adalah dunia. Dunia bersedih, tanpa pengharapan karena penyesatan sudah ada di dalamnya. Dunia di sini adalah semua orang yang tinggal di dalamnya. Baik orang yang sudah dilahirkan kembali maupun orang yang belum mengenal Kristus.</p>
<p>Saat seseorang percaya kepada Kristus, dia sudah ada dalam pengharapan, tetapi mereka yang di masih di luar Kristus, masih tanpa pengharapan. Sekali pun demikian orang percaya tetap merasakan akibat dari kesesatan tersebut. Kesedihan dan dukacita juga dialami oleh orang percaya karena melihat banyak orang ( termasuk ayah, ibu, sanak famili) yang masih dalam penyesatan.</p>
<p>Saat Alkitab menulis “segala penyesatannya”, ini sudah menjelaskan bukan hanya satu jenis penyesatan tetapi ada banyak penyesatan. Kata “segala” di dalam ayat itu memberitahukannya dengan baik. Ada berapa aliran kesesatan di dunia ini, atau ada berapa jenis kesesatan di dunia ini? Saya pun tidak tahu, karena ajaran sesat sudah demikian banyak dan akan tetap berkembang dan bertambah tiap tahunnya.</p>
<p>Dengan banyaknya agama-agama dan ajaran-ajaran di luar Kristus, itu sudah memberitahu kita bahwa betapa luasnya penyesatan di seluruh dunia. Iblis bisa masuk ke dalam sebuah gereja dan menyesatkan gereja tersebut dengan berbagai cara. Nah, salah satu jalan mulus bagi si iblis masuk adalah sikap acuh tak acuh orang Kristen akan perbedaan ajaran/doktrin. Banyak yang tanpa pengertian berkata “yang penting pakai nama Yesus” padahal dia tidak tahu, kalau iblis menyamar ya pakai nama Yesus.</p>
<h3>b. Penyesatan itu harus ada.</h3>
<p>Pernahkah kita berpikir mengata Tuhan berkata “penyesatan itu harus ada”? Apa yang mengharuskan penyesatan itu ada?</p>
<h4>&#8211; Dosa</h4>
<p>Dosa menjadi penyebab utama mengapa Tuhan berkata penyesatan itu harus ada. Penyesatan ada karena dosa sudah masuk ke dalam dunia melalui pelanggaran Adam. Dunia yang sungguh amat baik itu sudah dinodai oleh dosa. Dosa membawa kematian masuk ke dalam dunia. Kematian di sini adalah keterpisahan Tuhan dan manusia. Saat manusia terpisah dari Tuhan, saat itulah manusia itu menjadi sumber dari kesesatan minimal atas dirinya sendiri. Dengan berjalannya waktu, manusia itu menjadi seorang yang berpengaruh dan akhirnya ia memiliki pengikut dan terciptalah sebuah ajaran baru. Ajaran yang diciptakan oleh manusia berdosa akan selalu menolak kebenaran yang akhirnya menciptakan penyesatan.</p>
<h4>&#8211; Iblis</h4>
<p>Adam dan Hawa jatuh karena godaan dari si ular/iblis. Dengan lidahnya yang bercabang, dia mampu membujuk manusia untuk melawan Allah. Dan ini jugalah yang iblis dan malaikat-malaikatnya lakukan sampai saat ini. Mereka membujuk dan menggoda manusia menjauh dari kebenaran dan mengurung manusia dalam kegelapan dosa.</p>
<p>Iblis selalu melakukan pendekatan yang ramah dalam menjalankan aksinya, dia sudah praktekkan hal itu kepada Hawa dan berhasil dan dia juga menggunakan pendekatan yang ramah kepada Tuhan Yesus, sekalipun gagal tetapi iblis tahu untuk menjatuhkan manusia dia harus melakukan pendekatan yang bersahabat.<br />
Dan itu jugalah yang dilakukan oleh para nabi-nabi palsu untuk menyesatkan manusia. Mereka datang dengan wajah yang bersahabat sambil menyembunyikan taringnya.</p>
<p>Mereka yang tidak peduli dengan ajaran yang benar, yang berpandangan semua agama itu sama atau semua yang menyebut Yesus itu sama atau semua gereja itu sama akan lebih mudah disesatkan oleh si iblis karena mereka tidak tahu bahwa pandangan mereka itu membawa kejurang penyesatan.</p>
<p>Penyesat pada umumnya melihat “kesamaan ajaran” lebih dahulu, baru setelah itu mereka akan mengeluarkan ajaran asli mereka, berlahan namun pasti. Dengan berlahan, orang tidak tahu bahwa mereka sedang disesatkan. Banyak orang tidak mau “melihat perbedaan”, melihat perbedaan bagi mereka adalah sumber perpecahan.</p>
<p>Tetapi yang benar adalah dengan melihat perbedaan mereka akan mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Ini sama halnya saat kita hendak mengetahui uang palsu dan uang asli. Hanya dengan melihat perbedaanyalah maka kita akan menemukan yang mana yang asli dan yang mana yang palsu, jika kita tidak melihat perbedaanya, kita tidak akan menemukan mana uang palsu dan mana uang asli, demikianlah juga halnya orang percaya.</p>
<p>Dalam dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini, kebenaran itu seperti “jarum dalam tumpukan jerami”. Dari ribuan jenis penyesatan di dunia ini, hanya ada segelintir gereja yang masih tetap mempertahankan kemurnian ajaran mereka. Sementara yang lain tidak begitu peduli ajaran dalam Alkitab karena bagi mereka yang penting menyebut Yesus, yang penting memakai Alkitab dll. Tetapi ada hal yang mereka tidak ketahui, Alkitab mencatat ada Yesus yang lain, roh yang lain dan roh yang lain ( II Korintus 11:4) dan Tuhan Yesus sudah peringatkan bahwa akan datang orang dengan memakai namanya.</p>
<p>Hanya beberapa generasi dari Adam, seluruh manusia sudah satu hati untuk menentang Tuhan dengan membangun menara Babel. Jika pada zaman itu saja sudah terjadi penyesatan yang besar, apakah zaman ini lebih baik? Tentu saja tidak. Mungkin dulu mereka satu jenis kepercayaan tetapi saat ini sudah banyak jenis kepercayaan/ajaran yang sesat.</p>
<p>Sekalipun penyesatan itu sudah setua peradaban manusia tetapi baru dituliskan dalam perjanjian baru. Ini menjelaskan bahwa penyesatan itu sudah sungguh beragam di zaman ini. Corak penyesatan itu berdiam dalam agama-agama dan ajaran-ajaran nenek moyang.</p>
<h4>c. Celakalah orang yang mengadakannya.</h4>
<p>Kata “celakalah” bukan menunjukkan kemarahan tetapi keputusasaan, kesedihan dan dukacita yang mendalam. Kata celaka diterjemahkan dari kata Yunani “Ouai” yang artinya “seruan kesedihan”.</p>
<p>Orang-orang yang mengadakan penyesatan ini akan mengalami kesedihan yang sangat dalam di neraka kekal, di sana yang ada hanya keputusasaan dan dukacita yang tidak terkatakan. Ini adalah penderitaan jiwa yang akan berlangsung selama-lamanya. Ini merupakan bentuk siksaan lain dari penghukuman yang ada di neraka. Tidak ada gunanya penyesalan ditempat siksaan kekal karena dia acuh tak acuh akan kasih Tuhan saat dia hidup.<br />
Kita tahu di dunia ini ada banyak sekali manusia yang menjadi sumber kesesatan. Kalau dari satu orang saja sudah memiliki banyak pengikutnya apalagi dari banyak pendiri kesesatan, berapa banyak lagi manusia yang mereka sesatkan.</p>
<p>Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 18:8 “…Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Tuhan pun berkata bahwa hanya sedikit orang beriman benar, saat Dia datang kembali.</p>
<h3>Siapa-siapa saja yang mengadakan penyesatan ini?</h3>
<p>1. Mereka yang tidak mengakui Yesus datang dalam daging (1 Yohanes 4:3). Dari sekian banyak ajaran agama, ada banyak sekali yang menolak Tuhan menjadi manusia. Mereka ini adalah kelompok para penyesat yang tidak mengakui Tuhan Yesus telah datang menjadi manusia. Mereka tidak percaya Tuhan yang Maha Kuasa bisa menjadi manusia.<br />
2. Mereka yang masih mengakui bahwa ada firman Tuhan diluar ke 66 kitab dalam Alkitab. Kelompok ini masih percaya semua kitab-kitab lain di luar Alkitab.<br />
3. Mereka yang mengubah Alkitab menjadi cerita-cerita yang hanya bersifat moral saja. Ini dari golongan “kristen liberal”.<br />
4. Mereka yang mengaku bertemu tuhan, bermimpi ketemu tuhan, dibawa tuhan ke neraka, dijemput tuhan ke sorga dll. Mereka-mereka ini adalah para penipu yang menjaadikan gereja menjadi lahan bisnis mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*******************<br />
Gereja Baptis Alkitabiah<br />
Gembala Jemaat: Ranto Vaber Simamora</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/celakalah-dunia-dengan-segala-penyesatannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Tuhan Melarang Dosa</title>
		<link>https://alkitabiah.org/tuhan-melarang-dosa/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/tuhan-melarang-dosa/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2021 08:36:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/index.php/topik-artikel/2755-tuhan-melarang-dosa</guid>

					<description><![CDATA[Sebelum dunia jatuh ke dalam dosa, Tuhan sudah MELARANG manusia untuk tidak melakukan dosa, tetapi anak-anak manusia memunculkan banyak teori ini dan itu, mereka menolak untuk setuju dengan apa yang Tuhan tulis dengan jelas, mereka&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebelum dunia jatuh ke dalam dosa, Tuhan sudah MELARANG manusia untuk tidak melakukan dosa, tetapi anak-anak manusia memunculkan banyak teori ini dan itu, mereka menolak untuk setuju dengan apa yang Tuhan tulis dengan jelas, mereka lebih suka mengutarakan pemikiran mereka. Dalam tulisan ini, kita akan melihat beberapa pemikiran mereka dan akan menjawab kesalahan pemikiran mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Tuhan mentakdirkan / menetapkan dosa.</h2>



<p>Alkitab tidak pernah mencatat Allah menetapkan dosa dan tidak pernah mencatat Allah menetapkan segala sesuatu, termasuk dosa. Pandangan Allah menetapkan segala sesuatu termasuk dosa ada dalam teologi gereja reformed. Allah menetapkan dosa ini sama dengan menjadikan Allah menjadi dalang dari terjadinya dosa atau dalam dunia kejahatan ini disebut sebagai “otak kejahatan”. Dalam pengadilan, orang yang menetapkan kejahatanlah yang dihukum paling berat karena dia yang menetapkan kejahatan tersebut, walaupun bukan dia yang secara langsung melakukan kejahatan tersebut.</p>



<p>Kalau Tuhan yang menetapkan dosa ada, itu artinya Tuhan juga harus disalahkan, karena Dia yang menetapkan dosa itu terjadi. Ini namanya menjadikan Tuhan sebagai dalang dari kejahatan. Allah memang menetapkan banyak hal TETAPI Allah tidak menetapkan SEMUA HAL. Misalnya Allah menetapkan saya lahir dalam keluarga Efendi Simamora. Tetapi bukan Allah yang menetapkan saya mencuri uang Mama saya. Contoh lainnya, Allah menetapkan pemerintahan di dunia ini, tetapi bukan Allah yang menetapkan peraturan pemerintahan yang melarang menyembah Tuhan Yesus (kita dapat lihat ini di negara-negara tertentu).</p>



<p>Tuhan berfirman melalui rasul Yohanes “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa (1 Yohanes 2:1)”. Bagaimana mungkin Tuhan yang menetapkan dosa namun Dia juga yang melarang-Nya. Ini pemikiran yang menyesatkan, karena selain tidak ada dasar alkitabnya juga melawan firman Tuhan yang ditulis dengan jelas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Tuhan menciptakan dosa.</h2>



<p>Beberapa orang berkata Tuhan pencipta dosa, kalau dosa tidak diciptakan, tidak mungkin dosa ada. Pandangan ini mirip dengan pandangan “Tuhan menetapkan dosa”, kalau Tuhan tidak menetapkan dosa maka dosa itu tidak ada. Ini merupakan pemikiran yang salah karena Tuhan berkata “Segala yang Dia ciptakan itu sungguh amat baik (Kejadian 1:31)”. Kalau sungguh amat baik, artinya dosa bukanlah ciptaan Tuhan karena dosa itu bukan sesuatu yang baik.</p>



<p>Dosa ada karena manusia menyalahgunakan kehendaknya. Tuhan yang menciptakan hati manusia tetapi bukan Tuhan yang menciptakan kejahatan dalam hati manusi tersebut. Semua kejahatan yang timbul dari dalam hati manusia, itu adalah karena manusia itu sendiri. Saat Tuhan menciptakan manusia kepadanya dikaruniakan kebebasan berpikir, berhendak dan berperasaan. Dengan kemampuan berpikir, berkehendak dan berperasaan itulah manusia bertindak melakukan segala sesuatu bahkan dapat melawan Allah.</p>



<p>Alkitab mencatat Tuhan melarang Adam berbuat dosa “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya (Kejadian 2:17).” Jika Tuhan yang menciptakan dosa lalu, mengapa Tuhan melarang berbuat dosa? Alkitab tidak pernah menyebut “Tuhan menciptakan dosa”, yang Alkitab tulis adalah Tuhan melarang dosa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Tuhan menyebabkan dosa.</h2>



<p>Orang yang memegang pandangan ini berkata “Tuhan yang menyebabkan dosa tetapi tidak secara langsung”. Jadi, menurut mereka Tuhan yang menyebabkan dosa tetapi melalui manusia. Tuhan yang membuat pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat karena itu Tuhan yang menyebabkan dosa. Kalau pohon itu tidak Tuhan ciptakan maka dosa tidak akan ada.</p>



<p>Kita menjawab, hanya karena Tuhan yang menciptakan pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, tidak berarti Tuhan yang menyebabkan dosa terjadi. Coba pikirkan contoh ini: 1). Hanya karena pemilik perusahaan mobil Honda yang membuat mobil Honda, tidak berarti pemilik mobil Honda yang menyebabkan orang meninggal karena kecelakaan. Orang itu kecelakaan karena dia sendiri atau karena orang lain yang tabrak dia, dia kecelakaan bukan karena pembuat mobil. 2). Hanya karena seorang ibu yang melahirkan anaknya tidak berarti ibu tersebut yang menyebabkan si anak mencuri. Si anak mencuri karena dia sendiri bukan karena ibunya melahirkan dia.</p>



<p>Tuhan Yesus berkata kepada perempuan yang kedapatan berzinah “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi (Yohanes 8:11)”. Kepada orang yang Tuhan sembuhkan dari lumpuhnya 38 tahun, Tuhan berkata “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi (Yohanes 5:14)”. Sangat jelas di sini Tuhan melarang dosa bukan yang menyebabkan dosa. Jika Tuhan yang menyebabkan dosa lalu mengapa Dia melarangnnya? Tidak ada dalam Alkitab yang berkata “Tuhan yang menyebabkan dosa terjadi” yang Alkitab tulis adalah “Tuhan melarang berbuat dosa”.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. Tuhan mengizinkan dosa.</h2>



<p>Pandangan ini banyak diimani oleh orang Kristen. Tetapi ini pandangan yang salah karena Tuhan berkata “Jangan ada padamu Allah lain dihadapan-Ku (Keluaran 20:3)”. Dari satu ayat ini saja kita sudah mengetahui Tuhan tidak mengizinkan berbuat dosa ( dengan menyembah allah lain). Padahal disepanjang Keluaran pasal 20:3-17, semua itu adalah perintah larangan untuk tidak berbuat dosa.</p>



<p>Orang yang mengimani Tuhan mengizinkan dosa harus menjawab pertanyaan ini. Kalau Tuhan mengizinkan pemerkosaan tepat dihadapannya, lalu mengapa dia melarangnya? Bukankah seharusnya dia mengizinkannya karena menurut imannya Tuhan sudah mengizinkan pemerkosaan itu terjadi.</p>



<p>Jika Tuhan mengizinkan dosa, bukankah seharusnya dia merayakannya? Karena dosa itu terjadi atas izin dari Tuhan. Kalau Tuhan yang mengizinkan dosa/kejahatan terjadi, lalu mengapa semua pengadilan di dunia ini menghukum kejahatan? Kalau Tuhan yang mengizinkan seorang anak memukul ibunya, bukankah seharusnya kita tidak perlu memarahinya. Karena Tuhan sudah mengizinkannya, melakukan pemukulan tersebut.</p>



<p>Orang yang memegang pandangan ini berkata “Kalau Tuhan tidak izinkan dosa, lalu mengapa dosa terjadi”? Jawabannya sederhana sekali, karena manusia melanggar perintah Tuhan. Manusia berbuat dosa dengan cara melanggar hukum Tuhan. Bahayanya, jika Tuhan yang mengizinkan dosa maka Tuhan ada andil atas terjadinya dosa tersebut, karena Dia yang mengizinkannya. Tetapi kita tahu, Tuhan tidak mengizinkan dosa terjadi, Dia melarangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5. Tuhan membiarkan dosa.</h2>



<p>Ada juga orang yang berpandangan Tuhan membiarkan dosa terjadi. Mereka berpikir kalau Tuhan tidak biarkan terjadi lalu mengapa terjadi? Ini sudah kita jawab di atas. Mengapa dosa terjadi, karena manusia melanggar perintah Allah. Manusia Tuhan ciptakan dengan kehendak, pikiran dan perasaan karena itu manusia dapat memakai kehendaknya untuk melawan Allah.</p>



<p>Tuhan berkata kepada Jemaat di Korintus “Sadarlah kembali sebaik-baiknnya dan jangan berbuat dosa lagi (1 Korintus 15:34)”.</p>



<p>Dalam ayat ini, Tuhan sudah berkata “JANGAN BERBUAT DOSA LAGI” itu artinya Dia melarang dosa BUKAN membiarkan dosa. Larangan berbuat dosa itu artinya tidak membiarkan dosa terjadi. Orang yang berkata “Tuhan membiarkan dosa”, seolah-olah Tuhan tidak mau tahu, atau Dia berpangku tangan tanda tak peduli. Tetapi Alkitab berkata dengan sangat jelas “Tuhan melarang dosa”.</p>



<p>Alkitab mencatat “Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk (Roma 1:28).” Dalam ayat ini Tuhan tidak membiarkan orang melakukan dosa tetapi menyerahkan mereka kepada pikiran mereka yang terkutuk. Keinginan hati merekalah yang membuat dosa itu terjadi. Tuhan sudah melarangnya tetapi hatinya tetap berkeras mau melakukan dosa tersebut, kerena itu Tuhan menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka.<br />Orang tua yang baik tidak mungkin menetapkan anak-ananya untuk berbuat dosa. Orang tua yang baik juga tidak mungkin menyebabkan anak-anaknya berbuat dosa. Orang tua yang baik tidak mungkin membiarkan anak-anaknya melakukan dosa. Orang tua yang baik juga tidak akan mengizinkan anak-anaknya berbuat dosa. Jika orang tua yang baik saja. tidak melakukan semua itu APALAGI Tuhan yang di sorga.</p>



<p>Tuhan memang membiarkan dosa dalam pengertian tidak langsung di hukum karena hukuman final atas semua dosa adalah di neraka. Tetapi Tuhan tidak membiarkan manusia melakukan dosa dalam pengertian, seolah-olah Dia tidak peduli saat pembunuhan terjadi. Seorang anak tidak boleh berkata “Tuhan membiarkan ayah saya dibunuh”. Karena faktanya Tuhan melarang manusia membunuh.</p>



<p>Tuhan TIDAK menetapkan, menciptakan, menyebabkan, mengizinkan, dan membiarkan dosa terjadi. Yang benar adalah Tuhan MELARANG dosa terjadi. Tuhan melarang manusia untuk melakukan dosa. Hal ini sudah berlaku sejak manusia belum jatuh ke dalam dosa sampai Alkitab selesai ditulis, Tuhan melarang manusia berbuat dosa.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Gereja Baptis Alkitabiah<br /><br />Gembala Jemaat: Ranto Vaber Simamora<br />081220411850 / 081808620079<br />www.Alkitabiah.org / www.matikemana.com</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/tuhan-melarang-dosa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Jemaat Yang Alkitabiah</title>
		<link>https://alkitabiah.org/jemaat-yang-alkitabiah-2/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/jemaat-yang-alkitabiah-2/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2021 02:03:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2751</guid>

					<description><![CDATA[Jemaat berasal dari bahasa Yunani Ekklesia artinya orang-orang yang dipanggil keluar dari gelap kepada terang Kristus. Jemaat adalah tubuh Kristus (Ef. 1:23), tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim. 3:15). Sebagai sebuah jemaat, orang percaya&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jemaat berasal dari bahasa Yunani Ekklesia artinya orang-orang yang dipanggil keluar dari gelap kepada terang Kristus. Jemaat adalah tubuh Kristus (Ef. 1:23), tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim. 3:15). Sebagai sebuah jemaat, orang percaya diperintahkan agar mengadakan pertemuan-pertemuan jemaat (Ibr. 10:25). Kata “Jemaat” tidak pernah mengacu pada satu orang percaya, kata “Jemaat” selalu mengacu kepada kumpulan orang-orang percaya di suatu tempat. Gereja adalah gedung tempat jemaat berkumpul. Di Indonesia kata “Gereja dan Jemaat” pengunaannya kadang tumpang tindih.</p>
<p>Jemaat yang Alkitabiah mengajarkan:</p>
<p>1. Keselamatan HANYA di dalam Tuhan Yesus Kristus (Yoh.14:6; Yoh.13:13).</p>
<p>Alkitab mencatat semua manusia sudah berdosa. Manusia berdosa akan menanggung hukuman atas dosanya di Neraka selama-lamanya. Untuk dapat selamat manusia harus percaya pada Tuhan Yesus yang adalah Jalan keselamatan. Yesus adalah kebenaran. KebenaranNya diberikan kepada manusia saat mereka bertobat dan percaya kepadaNya, sehingga manusia berdosa menjadi orang benar. Tuhan Yesus adalah kehidupan itu sendiri. Manusia berdosa yang mati dalam dosanya harus datang kepada Kristus untuk memproleh kehidupan. Kehidupan kekal hanya ada di dalam Yesus Kristus, sebab ada tertulis “Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).</p>
<p>Jemaat yang Alkitabiah TIDAK mengajarkan keselamatan melalui :</p>
<p>a. Sunat, Baptisan Air dan Perjamuan Tuhan.</p>
<p>Sunat adalah tanda yang diberikan kepada keturunan Abraham. Sunat tidak pernah dimaksudkan untuk menyelamatkan. Paulus menegur jemaat Galatia saat mereka melakukan sunat sebagai bagian dari keselamatan. “&#8230;Jika kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak berguna bagimu” (Gal. 5:2).</p>
<p>Baptisan memang diperintahkan oleh Tuhan, tapi baptisan bukanlah syarat untuk keselamatan. Yohanes Pembaptis berkata “baptisan adalah tanda pertobatan (Matius. 3:11)”. Baptisan juga melambangkan kematian dan kebangkitan Yesus (Roma 6:4). Baptisan hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah percaya kepada Injil Kristus. Dengan kata lain, seseorang di baptis karena dia sudah selamat. Baptisan bukan untuk orang yang belum diselamatkan.</p>
<p>Perjamuan Tuhan tujuannya bukan untuk menghapus dosa atau untuk menguduskan seseorang. Ajaran yang mengatakan Perjamuan Tuhan itu menghapus dosa merupakan penambahan yang dilakukan terhadap Injil Keselamatan. Perjamuan Tuhan sebenarnya dilakukan sebagai peringatan terhadap kematian Tuhan Yesus (1 Kor. 11:24-26). Orang-orang yang ikut dalam Perjamuan Tuhan hanyalah orang-orang yang sudah diselamatkan.</p>
<p>b. Melakukan perbuatan baik.</p>
<p>Perbuatan baik adalah bukti seseorang sudah diselamatkan. Perbuatan baik tidak ada andil untuk menyelamatkan siapapun, manusia selamat HANYA oleh kematian Kristus di kayu Salib (Titus 3:5). Keselamatan berbicara apa yang Tuhan SUDAH lakukan, bukan apa yang manusia akan lakukan dengan perbuatannya.</p>
<p>c. Percaya pada pribadi lain selain Kristus.</p>
<p>Mengkultuskan seseorang merupakan ciri dari bidat. Ada banyak orang yang mengangkat dirinya sendiri menjadi seperti nabi dan banyak juga para pengikutnya mengangkatnya menjadi satu-satunya “wakil Tuhan” di bumi. Semua yang ia katakan tidak bisa salah. Menyejajarkan perkataan orang ini dengan Tuhan adalah penyesatan. Tuhan berkata “Jangan ada allah lain di hadapan-Ku”, mengkultuskan seseorang sama dengan “membuat” allah lain.</p>
<p>2. Mengajarkan Alkitab adalah satu-satunya Firman Tuhan (1 Kor.13:10;Wah. 22:18-19).</p>
<p>Tuhan sudah menutup (Lockdown) firmanNya dalam Alkitab (66 kitab). Karena itu, semua orang sekarang hanya boleh percaya pada Alkitab sebagai satu-satunya patokan kebenaran. Tuhan tidak berbicara lagi melalui hal-hal lain selain melalui firmanNya. Dahulu Tuhan berbicara melalui berbagai cara: Melalui suara langsung, melalui undian, melalui urim dan tumim, melalui mimpi, melalui nubuatan, melalui para Nabi, melalui para Rasul, melalui Malaikat, melalui karunia-karunia Roh dan melalui diriNya sendiri dalam rupa manusia (Yesus Kristus). Tetapi setelah Alkitab selesai ditulis pada abad pertama tahun 98 Masehi oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos, sejak saat itulah Tuhan menutup (lockdown) firmanNya. Semua orang saat ini HANYA boleh percaya pada Alkitab satu-satuNya firman Tuhan.</p>
<p>Namun demikian, Tuhan dapat memakai SEMUA cara untuk menyadarkan seseorang agar percaya kepada Firman Allah. Seperti, kesalahan saudara-saudara Yusuf, Tuhan bisa pakai untuk tujuan yang mulia. Demikian juga kesalahan dari kitab-kitab agama lain atau mimpi yang tidak benar, sakit penyakit, masalah kehidupan, dapat Tuhan pakai untuk menyadarkan seseorang untuk mencari Kebenaran dan menemukannya di dalam Alkitab. Tuhan dapat memakai 1001 cara untuk membawa seseorang kepada kebenaran dalam Firman-Nya.</p>
<p>Alkitab sampai hari ini tetap terpelihara sempurna, karena Tuhan sanggup menjaga firmanNya dari Iblis dan dari permainan palsu manusia. Wadah ( Batu, Papirus, Kertas, Elektronik) firman Tuhan berubah-ubah dari waktu ke waktu namun firman Tuhan tetap selamanya (Mazmur 119:89).</p>
<p>Jemaat Alkitabiah tidak mengajarkan kesalahan dari:</p>
<p>a. Apokrifa.</p>
<p>Kitab-kitab Apokrifa bukanlah firman Tuhan, kitab-kitab ini merupakan kitab sejarah, selain itu banyak juga kitab Apokrifa yang berasal dari para bidat seperti Injil Yudas, Injil Thomas dll. Kitab-kitab ini tidak boleh dianggap sebagai firman Tuhan karena Tuhan tidak berfirman melalui kitab-kitab Apokrifa.</p>
<p>b. Kitab-kitab agama atau ajaran lain.</p>
<p>Semua kitab-kitab agama lain bukanlah firman Tuhan. Tuhan Yesus tidak mengilhamkan Weda, Tripitaka, Al-quran, Awesta, Deuterokanonika, dll, Tuhan yang menciptakan alam semesta HANYA mengilhamkan ke-66 kitab dalam Alkitab.</p>
<p>c. Sains (Ilmu Pengetahuan).</p>
<p>Sains sekalipun bermanfaat tetapi Sains bukanlah kebenaran. Karena Sains sifatnya tentatif (belum pasti, masih dapat berubah), sesuatu yang belum pasti dan dapat berubah ini tidak dapat dijadikan kebenaran. Karena kebenaran itu sesuatu yang sudah pasti dan final, tidak berubah, maka sains tidak dapat dijadikan patokan kebenaran.</p>
<p>3. Mengajarkan Jemaat Lokal harus Independen (Wahyu 2-3).</p>
<p>Jemaat itu lokal dan Independen. Lokal dalam pengertian orang percaya hanya menjadi anggota tubuh Kristus dalam jemaat lokal setempat. Independen dalam pengertian jemaat mengurus sendiri semua hal dalam jemaat tersebut, tidak boleh ada intervensi dari jemaat lokal yang lain atau pun negara. Sebagai warga negara tiap-tiap orang percaya harus tunduk kepada pemerintah, tetapi dalam hal ajaran, jemaat harus lebih taat kepada Tuhan. Karena itu jemaat tidak boleh diatur oleh pemerintah. Pemerintah urusannya menertibkan warganya, pemerintah yang baik, tidak akan mencampuri iman warganya.</p>
<p>Jemaat/Gereja Kristus satu tubuh Kristus secara rohani tetapi berbeda-beda dalam berjemaat, berbeda dalam penggembalaan, berbeda dalam hal kebijakan-kebijakannya. Karena itulah disebut jemaat lokal yang kelihatan bukan jemaat universal atau am yang kelihatan.</p>
<p>Karena sebuah jemaat lokal dipimpin oleh seorang Gembala maka berlaku prinsip “Gembala mengenal jemaat dan jemaat mengenal gembala”. Gembala yang baik, tahu dan mengenal dombanya tetapi gembala upahan (yang jahat) tidak mengenal domba-dombanya. Semua anggota jemaat harus saling mengenal satu sama lain. Apa gunanya sebuah gereja jika anggota jemaat yang satu dengan yang lain tidak saling mengenal?</p>
<p>Karena itulah jumlah anggota jemaat dalam sebuah gereja lokal juga harus dibatasi agar dapat saling mengenal satu dengan yang lain dan supaya pelayanan penggembalaan efektif.</p>
<p>Tuhan juga menghendaki agar jemaat-Nya kudus dan tak bercacat (Kol. 1:22). Kekudusan jemaat hanya dapat dilakukan jika jemaat lokal menerapkan disiplin jemaat. Pendisiplinan jemaat ini dilakukan sebagai bukti kasih terhadap anggota jemaat yang melanggar aturan jemaat. Kekristenan bukan “legalisme” tetapi juga bukan agama yang “serampangan” (tidak memiliki keteraturan). Selain disiplin, jemaat lokal juga mengajarkan separasi (pemisahan) dari jemaat yang menyimpang dan dari semua ajaran agama lain yang tidak satu ajaran (2 Kor. 6:17). Tujuannya menjaga kebenaran agar tetap murni.</p>
<p>Alkitab mencatat bahwa jemaat mula-mula disatukan oleh ajaran, mereka tidak disatukan oleh nama gereja atau denominasi, nama-nama gereja tiap jemaat berbeda-beda, ada Jemaat Yerusalem, Jemaat Korintus, Jemaat Anthiokhia, Jemaat Efesus, Jemaat Pergamus, Jemaat Tiatira dll. Namun, tiap-tiap jemaat lokal “berdiri sama tinggi duduk sama rendah”. Artinya tidak ada jemaat lokal yang berlaku sebagai pemimpin atas jemaat lokal yang lain.</p>
<p>Jemaat di Korintus berbeda gembalanya dengan gembala jemaat di Galatia. Tidak ada sistem bawahan atau atasan antara gembala yang satu dengan gembala jemaat lokal lainnya. Karena itulah kita tidak menemukan sistem denominasi, sinode atau hierarki gereja dalam jemaat lokal Perjanjian Baru. Sistem jemaat dalam Alkitab adalah system “jemaat lokal”. Hal ini sesuai dengan nama-nama jemaat ditiap-tiap kota dan daerah masing-masing.</p>
<p>Gbl. Ranto V. Simamora</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/jemaat-yang-alkitabiah-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Yesus Sejarah</title>
		<link>https://alkitabiah.org/yesus-sejarah/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/yesus-sejarah/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2021 07:26:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2743</guid>

					<description><![CDATA[Yesus dalam catatan sejarahwan dunia. Sebagian besar sejarawan ini adalah orang-orang yang membenci Kekristenan dan tujuan tulisan mereka adalah mendakwa dan/atau mengejek Kekristenan. Tacitus 64M mencatat hukuman mati Yesus dan penganiayaan Kaisar Nero karena orang&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yesus dalam catatan sejarahwan dunia.</p>
<p>Sebagian besar sejarawan ini adalah orang-orang yang membenci Kekristenan dan tujuan tulisan mereka adalah mendakwa dan/atau mengejek Kekristenan.</p>
<p>Tacitus 64M mencatat hukuman mati Yesus dan penganiayaan Kaisar Nero karena orang Kristen percaya Yesus disalib, mati dan bangkit. Orang Kristen ditangkap, dianiaya, dibakar karena tidak mau menyangkal bahwa Tuhan Yesus bangkit dari mati.</p>
<p>Suetonius sejarahwan Romawi yang sangat teliti memeriksa bukti catatan sejarah Romawi dan mencatat tentang orang Kristen yang percaya Kristus yang dihukum mati pada masa Pilatus sudah bangkit.</p>
<p>Suetonius and Dio Cassius mencatat masa pemerintahan Kaisar Tiberius dan cocok dengan catatan Alkitab.</p>
<p>Surat Pengacara Pliny 112M kepada Kaisar Trajan mencatat orang Kristen yang hidup kudus tidak melakukan kejahatan, tidak berbohong dan bersekutu bersama dalam perjamuan kasih pada hari Minggu dan menyanyikan pujian kepada Yesus sebagai Yang Maha Tinggi.<br />
salah satu kalimat lagunya adalah &#8220;tidak seperti allah sembahan lain, Yesus menjadi manusia dan tinggal di bumi.&#8221;</p>
<p>Surat Kaisar Trajan menjawab surat Pliny untuk menghukum mati orang Kristen tanpa memperhatikan bukti apapun yang diajukan, karena hanya menyembah Tuhan Yesus saja. Hukuman mereka boleh diringankan jika mereka mau menyembah berhala.</p>
<p>Tacitus, Pliny, dan Suetonius ketiganya mengejek agama Kristen sebagai &#8220;tipuan takhayul&#8221; karena percaya Tuhan Yesus mati dan bangkit.<br />
Pliny bahkan menyebutnya sebagai penyakit menular.</p>
<p>Serenius Granianus, prokonsul Asia, mencatat penyaliban, kematian dan kebangkitan Yesus.</p>
<p>Josephus, sejarahwan Yahudi abad 1 mencatat, Yesus, seorang yang bijaksana dan tidak berdosa, kalau dia harus disebut orang. Dia adalah Kristus, pada jaman Pilatus disalibkan dan mati dan bangkit pada hari ketiga.</p>
<p>Thallus, sejarahwan Mediterania Timur pada masa perang Trojan mencatat komentar mengenai kegelapan di Yerusalem saat Yesus disalib. Injil sudah diberitakan sampai Mediterania pada abad 1. Banyak orang kesulitan menjelaskan mukjizat yang dilakukan Yesus.<br />
Julius African menjelaskan kegelapan pada saat penyaliban Yesus adalah ajaib karena tidak mungkin terjadi gerhana Matahari pada bulan baru. Karena ini tidak mungkin secara ilmiah, maka ini pasti menggenapi nubuat nabi Amos.</p>
<p>Talmud Yahudi dicatat oleh penentang Yesus (Judah, Akiba, and Meir) mengatakan Yesus digantung di tiang, bahasa masa itu untuk menjelaskan penyaliban. Penyaliban terjadi pada hari Paskah. Yesus dihukum mati karena dianggap pengajarannya menyesatkan bangsa Israel.</p>
<p>Toledoth Jesu, catatan sejarahwan Yahudi mengejek mukjizat Yesus dan menuduh murid-murid mencuri mayat Yesus setelah penyaliban, lalu mengatakan Dia bangkit.</p>
<p>Celsus mengejek Yesus, tulisan-Nya dan pengikut-Nya dan juga menyebut Toledoth Jesu yang sudah ada pada masanya.</p>
<p>Origen membuat tulisan yang membantah tulisan Celcus dan semua tuduhan atheist lainnya.<br />
Alkitab Perjanjian Baru sudah lengkap pada masa Origen dan dia mengutip sangat banyak ayat Alkitab. Kita bisa menyusun hampir keseluruhan Alkitab Perjanjian Baru hanya dari kutipan Origen di buku-bukunya.</p>
<p>Lucian 125M, membuat tulisan mengejek orang Kristen mudah ditipu untuk memberikan uang demi pekerjaan Tuhan Yesus. Dia mencatat penyaliban Yesus dan bahwa siapa yang percaya kepada Yesus akan mendapat hidup kekal. Dia mencatat orang Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan. Pengikut-Nya menjual harta mereka untuk membantu orang yang kekurangan. Jemaat mula-mula bergantung kepada tulisan-tulisan yang mereka sebarkan sebagai dasar pengajaran. Dia mengatakan orang Kristen mudah dimanfaatkan karena hati mereka yang lembut.</p>
<p>Sejarahwan Romawi dan Yahudi mencatat total sekitar 5 (lima) JUTA orang Kristen dibantai dibunuh tanpa pengadilan karena mereka tidak mau menyangkal bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit dan naik ke sorga dan menolak menyembah berhala.</p>
<p>Mara Bar-Serapion, sejarahwan Syria mencatat pertanyaan kepada Yahudi, &#8220;Apa keuntungan bangsa Yahudi menghukum mati Raja Bijaksana?&#8221; Mengatakan bahwa kehancuran Yerusalem tahun 70 berhubungan langsung dengan penolakan mereka akan Yesus. Dan bangsa Yahudi terusir dari negeri mereka karena menolak Mesias mereka.</p>
<p>Valentinus, abad 1 mencatat Yesus yang disebut Sang Firman, adalah Anak Allah dan mengajarkan tentang Bapa-Nya. Yesus mati di kayu dan bangkit dan kematian-Nya membawa keselamatan kepada siapa yang mau percaya.</p>
<p>Dalam Buku Kisah Pontius Pilatus 150M, Justin menjelaskan kematian Yesus sudah diperiksa dan divalidasi oleh Pilatus. Kutipan ayat Mazmur 22 dicatat bersama validasi Pilatus. Laporan Pilatus juga merujuk Yesaya 53 mengenai prajurig mengundi jubah Yesus.</p>
<p>Phylegon, 80M, budak yang dibebaskan Kaisar Hadrian, menjelaskan kemampuan Yesus dengan sangat tepat menubuatkan masa depan yang kemudian dikonfirmasi dalam sejarah. Menjelaskan Yesus yang menubuatkan kematian Petrus. Menjelaskan penyaliban Yesus di Yerusalem. Menjelaskan gerhana matahari dan gempa pada saat penyaliban dan menjelaskan luka Yesus masih ada setelah kebangkitan.</p>
<p>Rheginos, abad 2, mencatat Yesus adalah sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Tuhan karena Dia Anak Allah. Oleh kematian-Nya sebagai Anak Allah, Dia mengalahkan maut dan bangkit.</p>
<p>Rufinus, sejarahwan Yunani mencatat tiba-tiba Matahari &#8220;berbalik&#8221; dan datang kegelapan pada saat Kristus disalib, pada masa Pilatus.</p>
<p>Phlegon dari Tralles menjelaskan gerhana total terjadi saat bulan penuh dari jam ke-6 sampai jam ke-9</p>
<p>Tertullian mencatat banyak orang yang melihat penyaliban tidak tahu bahwa nubuat nabi Amos dan Yesaya akan terjadi. Mereka mengira itu gerhana.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/yesus-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Kotbah dengan Menyatakan Kesalahan dan Menegor</title>
		<link>https://alkitabiah.org/kotbah-dengan-menyatakan-kesalahan-dan-menegor/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/kotbah-dengan-menyatakan-kesalahan-dan-menegor/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 31 May 2021 15:25:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Khotbah, Jamita]]></category>
		<category><![CDATA[menyatakan kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2697</guid>

					<description><![CDATA[saduran: https://www.wayoflife.org/reports/preach_the_word_with_reproof_and_rebuke.php 2Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 4 (kjv: Kotbahkanlah Firman) Nyatakanlah apa yang salah, ini berasal&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>saduran: https://www.wayoflife.org/reports/preach_the_word_with_reproof_and_rebuke.php</p>
<blockquote><p>2Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 4<br />
(kjv: Kotbahkanlah Firman)</p></blockquote>
<ul>
<li>Nyatakanlah apa yang salah, ini berasal dari kata Yunani elegcho, yang berarti membantah, menegor, menyangkal, mengekspos. Di tempat lain diterjemahkan meyakinkan (Yohanes 8:9), membuktikan (Yohanes 8:46), tegor (Matius 18:15). Artinya, menunjukkan kesalahan manusia dan menunjukkan jalan yang benar sesuai Firman Tuhan.</li>
<li>Ini adalah tugas yang sangat sulit, karena manusia pada umumnya tidak suka dinyatakan kesalahannya. Tanggapan umum manusia terhadap tegoran adalah menjadi tersinggung dan tersandung dan menyerang orang yang menegornya.</li>
</ul>
<p>Kotbah dengan Menegor.</p>
<ul>
<li>Menegor berasal dari kata Yunani epitimao, yang terdiri dari kata epi dan timao (evaluasi), artinya mengajukan tuntutan, mengecam, melarang. Ini juga diterjemahkan &#8220;menegor&#8221; (Markus 10:48).</li>
<li>Nyatakan yang salah dan menegor adalah hal yang hampir sama. Keduanya memperbaiki, memperingatkan, mengecam, mengekspos dosa dan kesalahan. Hal ini diulang karena ini sangat penting.</li>
<li>Menegor menyiratkan adanya tanggung jawab pengkotbah untuk menghakimi berdasarkan Firman Tuhan mengenai kondisi orang yang dia kotbahkan. Teriakan populer masa kini adalah &#8220;jangan menghakimi,&#8221; tetapi kutipan ini dari Matius 7:1 sembarang dicomot di luar konteks untuk mengartikan Allah tidak mau kita menghakimi dosa dan doktrin, ini adalah kesalahan besar. Dalam Matius 7:1-5, Kristus memperingatkan akan kemunafikan; Dia tidak mengaakan orang percaya tidak dapat menghakimi apapun. Bagian lain dalam Perjanjian Baru, orang percaya dituntut untuk menghakimi dosa dan doktrin (misalnya, Yohanes 7:24; 1Korintus 6:2-3; 14:29; 2Korintus 11:3-4; Efesus 4:14; 5:11; Kolose 2:8; 1Yohanes 4:1) Dalam 2Timotius 4:2, pengkotbah diperintahkan untuk menghakimi dan menyatakan apa yang salah dan menegor. Dalam hal ini pengkotbah tidak sedang menghakimi semena-mena menurut pendapat sendiri, tetapi dia menghakimi menurut Firman Tuhan.</li>
<li>Kotbah Alkitabiah menuntut konfrontasi. Pengkotbah harus menghadapi orang dengan klaim Allah yang memiliki hidup mereka. Kotbah Alkitabiah mengandung unsur &#8220;serangan.&#8221;</li>
<li>Kotbah harus menyatakan apa yang salah pada manusia dan menegor kesalahan mereka.</li>
<li>Kotbah harus memanggil orang kepada pertobatan.</li>
<li>Perhatikan Allah memulai perintah dengan aspek negatif kotbah (menyatakan yang salah, menegor). Menurut manusia, pengajaran dan nasihat harusnya di dahulukan sebelum menyatakan yang salah dan menegor, tetapi Allah menempatkan kedua hal negatif ini lebih dahulu. Keduanya diutamakan untuk menekankan pentingnya menyatakan kesalahan dan menegor. Ini perlu di dahulukan dalam kotbah. Hal ini adalah aspek yang tersulit. Kotbah masa kini lembut dan semakin lembut. Sangat sedikit pengkotbah yang menegor dengan tegas. Pengkotbah Baptis Selatan, Ed Stetzer adalah contoh yang umum dan tidak benar, dia mengatakan, &#8220;Saya selalu percaya kamu bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mencari dan memuji aspek positif daripada aspek negatif&#8221; (“5 Positive Trends in Today’s Worship Music,” Christianity Today, Jan. 9, 2019).</li>
<li>Menegor adalah pelayanan yang sangat sulit dan membutuhkan keberanian dari Allah. Takut akan Tuhan harus melampaui takut akan manusia. Kasih akan Allah dan jiwa manusia harus melampaui diri sendiri.</li>
<li>Menegor adalah menjadi serupa Kristus. DIA menegor orang Yahudi yang tidak percaya (Matius 12:34; Lukas 11:29), Farisi (Matius 23:13-35), Petrus (Markus 8:33), murid-murid dalam perjalanan ke Emaus (Lukas 24:25), dan ketujuh jemaat (Wahyu Pasal 2-3).</li>
<li>Menegor adalah tindakan kasih Kristiani. Kristus mengatakan, &#8220;Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!&#8221; (Wahyu 3:19). Alkitab mengatakan orang tua yang tidak mendisiplinkan anak-anak berarti tidak mengasihi mereka (Amsal 13:24), hal ini juga berlaku dengan pengkotbah.</li>
<li>Ketika pengkotbah melakukan tugas ini, seringkali dia dicap tidak mengasihi dan Farisi, tetapi ini adalah fitnah. Hal ini disebabkan ketidak-mengertian kotbah yang Alkitabiah dan pentingnya koreksi. Pengkotbah yang menyatakan kesalahan dan menegor dengan kasih adalah menjadi seperti Kristus dan sama sekali tidak seperti Iblis yang senang dengan orang yang dalam kesalahan.</li>
<li>Menyatakan kesalahan dan menegor berarti pengkotbah tidak menyerah untuk mengkoreksi dosa dan kesalahan. Dia tidak akan membiarkannya ataupun mengabaikannya; dia tidak hanya menegor satu-dua kali untuk melegakan hatinya dan kemudian membiarkan orang hidup semaunya. Dia tidak akan sepertii nabi Eli yang membiarkan anak-anaknya menjadi jahat. Eli hanya menegor saja tetapi tidak melakukan tindakan disiplin yang perlu (1Samuel 2:22-25). Eli membiarkan mereka sebagai imam dan terus menrusak pekerjaan Allah.</li>
<li>Agar efektif, tegoran harus jelas dan terus terang. Tegoran tidak boleh samar-samar. Semua pengkotbah Alkitab berbicara jelas dan terus terang. Mereka mengutuk dosa dengan jelas; mereka menegor kesalahan tanpa ragu. Perhatikan bagaimana Paulus menjelaskan pengajar palsu. Dalam 1 dan 2 Timotius saja, dia menunjuk nama-nama guru palsu dan yang kompromis 10 kali (1Timotius 1:20; 2Timotius 1:15; 2:17; 3:8; 4:10, 14). Perhatikan penjelasan Petrus mengenai guru palsu (2Petrus 2). Perhatikan bagaimana Yakobus menegor keduniawian (Yakobus 4:4). Perhatikan kotbah Henokh dalam Yudas 14-16, dengan keras dia mengulang kata fasik dan nista dalam kalimat yang jelas dan tegas.</li>
<li>Pengkotbah Alkitabiah tidak akan menutup mata terhadap dosa, ketidaksetiaan, suam-suam kuku (misal, yang tidak setia berjemaat atau membantu di gereja, pemuda yang mengasihi keduniawian, mengabaikan Firman Tuhan karena malas mempelajari Alkitab, mengabaikan tugas keluarga).</li>
<li>Tegoran bisa dalam berbagai bentuk tergantung pada karakter dan kondisi orang. Tegoran bisa halus dan bisa tajam (Titus 1:13). Begitu pula dengan pendisiplinan anak. Pendisiplinan harus sesuai dengan karakter dan tindakan anak dan pesan harus sesuai dengan karakter dan tindakan gereja.</li>
<li>Tegoran bertentangan dengan filosofi dunia masa kini yang berfokus pada positif. Ini bertentangan dengan pengajaran relativis, prinsip jangan menghakimi yang mendominasi gereja dan dunia umumnya. Tegoran bertentangan dengan psikologi humanis yang ingin membangun percaya diri. Robert Schuller mengatakan bahwa Kekristenan &#8220;harus berhenti menjadi agama negatif dan harus menjadi positif&#8221; (Self-Esteem: The New Reformation, p. 104). Dia mengatakan, &#8220;Saya tidak pernah berhak mengkotbahkan atau menulis artikel yang menyinggung harga diri pendengar atau pembaca.&#8221; Tegoran bertentangan dengan Injili Baru yang menghindari &#8220;urusan pribadi.&#8221;</li>
<li>Pengkotbah memperlembut pesan agar cocok dengan mood kompromi dan keduniawian yang berkembang masa kini. Seringkali anggota jemaat terpengaruh dengan Injili Baru melalui radio, literatur, dan internet dan menjadi terbiasa dengan kotbah yang lembut. Tanpa disadari mereka beradaptasi dengan filosofi &#8220;jangan negatif.&#8221; Mereka tidak ingin mendengar kotbah yang menentang musik rock, pengaruh jahat televisi dan video games dan sosial media yang tidak sehat. Mereka tidak senang ketika pengkotbah memperingatkan mengenai pemimpin gereja yang salah. Sehingga banyak pengkotbah mundur dan tidak mengajarkan atau memperingatkan hal-hal ini.</li>
<li>Tegoran adalah mencontoh teladan pengkotbah Alkitab: Henokh (Yudas 14); para nabi (Yeremia 23:1-2; Yehezkiel 23:2-4); Yohanes Baptis (Matius 3:7-8); Tuhan Yesus sendiri (Matius 16:23; 23:13-33; Lukas 24:25; Matius 17:17); Paulus (2Timotius 3:6; 1Timotius 5:8, 13), Yakobus (Yakobus 4:4); Petrus (2Petrus 2;1-3); Yudas (Yudas 1:4)</li>
<li>Tegoran mengikuti contoh teladan pengkotbah masa lalu. Martin Luther menyebut Paus sebagai antikristus dan &#8220;segala ketidaksopanan, hujat, kedunguan, kelancangan, kemunafikan dan kebohongan.&#8221; John Knox menunjuk Ratu Mary Skotlandia menerbitkan artikel Terompet pertama melawan Regim Monster Wanita, mengatakan pemerintahan wanita bertentangan dengan Alkitab. Charles Spurgeon menunjuk Baptist Union, &#8220;gaya loyo dan kata-kata yang menjijikkan&#8221; di mimbar. Gilbert Tennent dalam sinode Presbyterian dengan keras memperingatkan banyak pengkotbah yang tidak dilahirbarukan dan menyebut mereka &#8220;orang munafik busuk dan orang asing terhadap keselamatan Allah dan hati nurani mereka sendiri&#8221; (Joseph Tracy, The Great Awakening, 1842). Mereka semua masuk dalam kesulitan besar dalam pelayanan tegoran mereka.</li>
<li>Menyatakan kesalahan dan menegor sangat penting untuk keyakinan rohani. Kotbah lembut mendorong dosa. Pengkotbah yang kompromi dan lembut bertanggung jawab atas menurunnya kekudusan dalam jemaat. Dalam masa Yeremia, pengkotbah lembut telah merusak bangsa karena mereka tidak menegor dosa mereka. Baca Yeremia 23:15, 21-22.</li>
<li>Keberanian dan keteguhan ini sama sekali tidak dikenal dalam banyak denominasi atau kongres Baptis, GBIA dan sangat jarang dalam Baptis Fundamental. Protes sudah lama ditinggalkan oleh Protestan dan banyak fundamentalisme sudah ditinggalkan oleh fundamentalis. Kotbah dalam gereja alkitabiah semakin lembut setiap dekade. Banyak orang menulis kepadaku menjelaskan penurunan dalam kotbah. Sebagai contoh, &#8220;masalah lain adalah saya melihat gereja tidak lagi mengkotbahkan dan mengajarkan mengenai neraka dan hidup bergaul dengan Tuhan. Pada tahun 50an ketika saya anak-anak, suasana penuh dengan kotbah api neraka. Ini mengajarkan saya takut yang benar dan menghormati Allah Yang Kudus tidak hanya mengasihi dan mengampuni, tetapi juga Allah Yang Adil yang akan menghakimi saya. Saya lihat kita semakin menerima filosofi duniawi dalam gereja dari pada yang mau diakui.&#8221; &#8220;Gereja harus berkotbah lebih keras melawan toleransi dalam rumah dalam hal media, pakaian, pergaulan dan bahasa. Berdiri teguh dalam standar Alkitab dan Kebenaran.&#8221;</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/kotbah-dengan-menyatakan-kesalahan-dan-menegor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>PERBEDAAN MUSIK YANG BAIK DAN BURUK</title>
		<link>https://alkitabiah.org/perbedaan-musik-yang-baik-dan-buruk/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/perbedaan-musik-yang-baik-dan-buruk/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 02:33:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=2659</guid>

					<description><![CDATA[Alan Ives saduran http://www.biblebelievers.com/Ives1.html Alan Ives adalah hamba Tuhan dan musisi Kristen. Bersama isterinya Ellen, dia menghasilkan beberapa album untuk umat Tuhan. Alan mengerti musik. Dia terlatih dalam jenis musik sekuler maupun musik Kristiani. Sebelum&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Alan Ives<br />
saduran http://www.biblebelievers.com/Ives1.html</p>
<p>Alan Ives adalah hamba Tuhan dan musisi Kristen. Bersama isterinya Ellen, dia menghasilkan beberapa album untuk umat Tuhan. Alan mengerti musik. Dia terlatih dalam jenis musik sekuler maupun musik Kristiani. Sebelum pertobatannya dia bermain dalam band rock and roll. Keluarga Ives menghabiskan waktu mereka mengunjungi gereja, mengkotbahkan Firman Tuhan dan melayani dalam musik. Mereka dari Gereja Baptis Wyldewood di Oshkosh, Winconsin (Pastor Randy King). Tulisan berikut diambil dari rekaman kaset. Anda dapat menghubungi dia di concordandharmony.com</p>
<p>Kita akan coba menetapkan bagaimana membedakan musik yang bagus dan buruk, terutama jika kata-katanya O.K. Bagaimana saya tahu ada sesuatu yang sensual atau tidak, apakah musiknya rohani atau kedagingan? Saya ingat teman yang tidak tahu apapun tentang musik dan berkata kepada saya: &#8220;Saat saya membaca ALkitab, saat saya berdoa, saat saya mendengar kotbah, Roh Kudus mengajar dan menghibur, menegor, melatih dan memperbaiki saya&#8211;apapun yang perlu bagi saya. Saya tahu Roh Kudus bekerja di dalam saya.&#8221; Dan katanya, &#8220;Ketika seseorang menyanyikan lagu, saya harap Roh Kudus juga melakukan hal yang sama melalui lagu itu.&#8221; Saya pernah menyanyikan lagu blues &#8220;No One Ever Cares For Me Like Jesus,&#8221; dan dia bilang, &#8220;Jangan nyanyikan lagu itu di gereja lagi.&#8221; Ini terjadi beberapa tahun lalu.</p>
<p>Teman ini bahkan tidak bisa memainkan lagu &#8220;She&#8217;ll Be Coming &#8216;round the Mountain&#8221; dengan harmonika, tetapi dia mengatakan itu dan saya berjanji tidak akan menyanyikan itu secara blues lagi.</p>
<p>Pemuda ini yang membawa seluruh keluarganya kepada Kristus. Dan sepanjang waktu saya mengenalnya, dia menghabiskan waktu bersama Tuhan dan menempatkan Tuhan diatas segala persahabatannya dengan orang lain.</p>
<p>Ketika kita selesai dengan hal ini dan jika masih belum mengerti, anda selalu dapat bertanya kepada Tuhan. &#8220;Roh Kudus, ajari saya; apakah lagu ini baik atau buruk?&#8221; Ujilah setiap Roh apakah berasal dari Allah? (1 Yohanes 4). Kamu akan bisa belajar membedakan. Beberapa lagu sangat buruk, kamu segera tahu kamu tidak boleh mendengarnya. Beberapa lagu bisa sulit dibedakan. Saya masih mempertanyakan beberapa lagu yang saya dengarkan. Beberapa lagu mempunyai pesan yang baik, tetapi rasanya ada sesuatu yang tidak baik. Kita perlu belajar sensitif mendengar Roh Kudus, dan jika ada yang tidak baik pada suatu lagu, jangan dinyanyikan.</p>
<h3>BERJAGA-JAGA</h3>
<p>Perhatikan 1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.</p>
<p>Ini adalah pesan kepada orang Kristen. Kita harus berjaga-jaga; karena setan selalu mencari mangsa.</p>
<p>Jemaat adalah Bait Allah dan kita harus menjaga kekudusan jemaat yang juga adalah Tubuh Kristus. Roh Kudus ingin kita menjaga jemaat dan juga tubuh kita tetap kudus dan murni. Allah mengatakan, kuduslah kamu sebab Aku kudus.</p>
<p>Dalam hal musik, saya berhati-hati, karena saya pernah &#8216;diterkam.&#8217; Iblis membuat kesaksian saya buruk sehingga orang tidak bisa membedakan saya sudah diselamatkan dengan orang dunia.</p>
<p>Jadi kita harus sadar dan berjaga-jaga; tandai! Mungkin ini bisa melelahkan, tetapi akhirnya adalah kemerdekaan dalam Kristus dan sukacita yang besar. Penting dalam menghadapi masalah, dan musik adalah bidang yang bermasalah.</p>
<h3>MUSIK MARS vs MUSIK DANSA</h3>
<p>Iblis adalah musuh. Dia bertentangan dengan kita, karena dia bertentangan dengan Allah. Ini adalah dasar musik mars. Allah memberi kita musik mars yang bagus, lalu setan mengatakan, &#8220;jika Allah suka mars, maka kita menentangnya,&#8221; dan setan menambahkan tekanan pada beat yang bertentangan dengan musik mars. Musik dansa dan musik mars adalah bertentangan langsung. Ada pengaruh hal-hal lain yang akan kita lihat, tetapi setan adalah bertentangan langsung dengan Allah. Jika Allah mengatakan ke gereja dan dengar kotbah, iblis mengatakan pergi tempat lain dan dengarkan hal lain.</p>
<p>Ada perbedaan mendasar. Beat musik mars ada pada ketukan satu dan tiga. SATU, dua, TIGA, empat, SATU, dua, TIGA, empat. Musik dansa adalah satu, DUA, tiga, EMPAT, satu, DUA, tiga, EMPAT. Kamu bisa mendengar jebakan drum memainkan perbedaan ini.</p>
<p>Musik mars adalah jenis musik tentara. Kita menggambarkan militer jika kita menggunakan musik mars. Jika kita menggunakan irama dansa, kita menggambarkan sesuatu yang bertentangan dengan mars, sesuatu yang sensual. Ini adalah dasar musik.</p>
<p>Kita harus menguji segala sesuatu dan pegang yang baik (1 Tesalonika 5:21). Saat kita mendapatkan musik yang baik, kita harus berpegang pada itu dan kita harus membenci yang buruk.</p>
<p>Kita memiliki roh, jiwa dan tubuh,, dan Allah memberikan musik untuk memberkati roh jiwa dan tubuh kita. Ada tidak bagian musik, karena Allah menciptakan musik untuk memberkati manusia. 1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Kamu seluruhnya dipengaruhi oleh musik.</p>
<p>Bagaimana ini terjadi? Roh berhubungan dengan pikiran kita, terutama pikiran kita terhadap Allah. Jika kamu belum diselamatkan, rohmu mati; dan kamu tidak memikirkan apa yang menyenangkan Allah. Perlu seseorang untuk menginjilimu untuk memikirkan hal rohani. Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, &#8220;&#8230; Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.&#8221; (Yohanes 6:63). Dalam Firman Tuhan ada kehidupan. Begitu kita mendapatkan hidup kekal; kita dilahirkan kembali melalui benih yang tidak dapat rusak. Ini adalah hal rohani.</p>
<h3>MELODI, HARMONI DAN RITME</h3>
<p>Bagaimana dengan musik? Misalkan melodi, salah satu bagian musik. Melodi adalah untuk roh kita. Ini yang menghubungkan kita dengan Allah. Jika saya bersenandung lagu &#8220;Jesus Keep Me Near the Cross,&#8221; walaupun tanpa ritme atau harmoni, Saya sedang memuji Tuhan. Lagu itu adalah doa. Roh saya terbantu dengan senandung lagu. Musik apapun dengan melodi yang baik, walaupun tanpa harmoni atau ritme, dapat menghubungkan kita dengan Allah. Kamu dapat memikirkan Tuhan dengan rohmu. Itulah gunanya melodi.</p>
<p>Lalu jiwa kita, disini ada perasaan, emosi dan kasih. Dalam jiwa kita ada sikap dan perasaan mengenai hal yang kita pikirkan dalam roh. Jika kamu katakan, &#8220;apa itu?&#8221; Lalu misalnya saya jawab &#8220;Ibu,&#8221; maka bersama pikiran ini, akan timbul perasaan jiwa. Jika saya katakan, cokelat atau keju atau yang lain, itu akan menimbulkan perasaan, bahkan seperti mencicipi. Kamu mempunyai suatu perasaan yang berhubungan dengan pikiran. Itulah jiwa. Kemampuanmu untuk suka atau tidak suka sesuatu berasal dari jiwamu. Jiwa yang memberikan kepribadian, apa yang kamu suka dan tidak suka, bagaimana kamu bereaksi terhadap semua itu.</p>
<p>Harmoni adalah untuk jiwa. Banyak nada Injil ditulis dalam kunci mayor; biasanya lagu yang cerah dan bahagia. Sewaktu sekolah kita sering diajarkan bahwa chord mayor adalah bahagia dan chord minor adalah sedih. Jika saya mainkan chord minor pada piano, kamu akan segera merasa berbeban dan sedih. Chord minor menggambarkan kesedihan. Tidak ada yang salah dengan chord minor sendiri, tetapi harus ada keseimbangan. Jika kita membicarakan bagaimana Juruselamat menderita dan bersedih, kita akan gunakan chord minor&#8211;tetapi tidak semuanya begitu. Harus ada keseimbangan.</p>
<p>Jika saya menyanyikan &#8220;There Is A Land That Is Fairer Than Day&#8221; dengan kunci mayor, Sorga terasa gemilang. Tetapi jika saya gunakan kunci minor&#8211;dengan ritme dan melodi yang sama&#8211;tiba-tiba Sorga tidak terasa menyenangkan lagi. Satu-satunya perubahan ini hanya pada harmoni.</p>
<h3>TEXT PAINTING</h3>
<p>Kakek saya mempunyai sepupu yang bermain piano di teater. Dia hanya menonton film bisu dan mencoba mencocokkan musik dengan apa yang terjadi dalam film. Tidak ada kata-kata; semua hanya disampaikan dengan piano. Dia bisa memainkan musik pengejaran, musik penyelamatan, musik yang meningkatkan ketegangan, ketakutan, kemarahan, dst. Semuanya hanya dengan permainan musik, tanpa kata-kata.</p>
<p>Teknik ini disebut text painting. Ini menciptakan gambaran perasaan dengan memanfaatkan melodi, harmoni dan ritme yang sengaja dirancang untuk menimbulkan perasaan tertentu. Jika kamu mengecilkan suara film yang seram, maka film itu menjadi tidak seram lagi. Musiklah yang membangkitkan perasaan.</p>
<p>Mereka memanipulasi perasaan orang menggunakan chord, melodi dan ritme. Dengan semua bagian musik, komposer menciptakan gambaran perasaan.</p>
<p>Hal yang mulia dapat dilakukan dengan mengambil ayat Alkitab dan menggunakan musik yang tepat, menciptakan gambaran perasaan yang benar.</p>
<h3>AGUNGNYA KEKUDUSAN</h3>
<p>Kita pelajari Mazmur sejenak. &#8220;Mazmur 29:1 Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 29:2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!&#8221; Disini kita diajarkan menyembah Tuhan dalam agungnya kekudusan (kjv: beauty of holiness.) Bagian dari penyembahan adalah pujian dan nyanyian. Jadi apa maksudnya disini?</p>
<p>Saya mendengar ayat ini sejak dulu di gereja Methodist, jauh sebelum saya diselamatkan, dan saya berpikir, apa maksudnya ini?</p>
<p>Pertama, Allah kita adalah kudus, dan Dia mengatakan keagungan adalah sesuatu yang kudus. Tidak ada wanita manapun &#8211; secantik apapun wajahnya &#8211; yang agung jika dia tidak kudus. Tidak ada hal apapun yang diciptakan manusia -sebagus apapun juga pekerjaan tangannya- yang agung jika tidak dibuat menjadi kudus. Keagungan dan kekudusan harus bersamaan.</p>
<p>Hal yang sama dengan musik dan memainkan peralatan musik. Setiap alat musik diciptakan untuk dimainkan dengan agung. Allah memberikan bangsa Yahudi musik. Allah memberikan Raja Daud kemampuan membuat alat musik, dan komunitas Yahudi sekarang &#8211; walaupun mereka musuh Injil &#8211; tetap memiliki sedikit kemampuan Raja Daud. Banyak alat musik klasik adalah dari Yahudi. Jika kamu ingin tahu bagaimana biola seharusnya dimainkan, dengarkan bagaimana orang Yahudi memainkannya. Jika kamu ingin mendengar bagaimana bunyi oboe seharusnya, dengarkan bagaimana orang Yahudi memainkannya.</p>
<p>Pemusik klasik selalu berusaha memainkan musik dengan seagung mungkin. Tetapi sangat disayangkan banyak musik yang dituliskan tidaklah kudus; dan sebagus apapun dimainkan, terdengar kurang baik. Jika kamu ingin tahu bagaimana seharusnya bunyi trumpet, dengarkan pemain solo pertama dalam orkestra. Pemain solo ini sangat amat diseleksi dengan teliti, jika mereka salah satu nada dalam rekaman konser, mereka akan dipecat, dan ada puluhan atau ratusan orang berbaris ingin mengisi posisi ini. Mereka tidak berani salah. Bahkan beberapa dipecat karena tidak memainkan dengan cukup baik.</p>
<p>Roh Kudus yang tinggal didalam kita adalah kudus dan agung. Alkitab, Firman Tuhan yang sempurna, adalah gambaran keagungan. Apa yang dilakukan FT pada jiwa, pikiran dan hidup kita adalah luar biasa dahsyat. Ini adalah kudus dan agung.</p>
<p>Pernikahan disebut kudus (holy matrymony). &#8220;&#8230; hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur&#8221; (Ibrani 13:4). Pernikahan adalah hal yang agung dan gambaran kekudusan.<br />
Alkitab menuntut kesetiaan kita. Kesetiaan terhadap pernikahan, terhadap pasangan hidup, seperti Kristus setia terhadap tubuh-Nya, jemaat-Nya, pengantin-Nya. Ini adalah gambaran keagungan dan tuntutan agar jemaat pun setia kepada Kristus sebagai Kepala dan sebagai Sang Suami.</p>
<p>Demikian juga dalam penyembahan Tuhan. Harus ada keagungan dalam pujian dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa, agar pujian kita menyenangkan bagi Tuhan dan sebagai gambaran agungnya kekudusan. Ini mengingatkan kita akan kekudusan Tuhan.</p>
<p>Inilah bagian text painting -menciptakan nada dengan suara dan alat musik untuk menggambarkan agungnya kekudusan Tuhan.</p>
<p>Mazmur 66:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, 66:2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!<br />
Musik kita haruslah dalam sorak sukacita (kjv: joyful noise). Kita harus memasukkan sukacita kedalam musik. Kita harus menggambarkan sukacita. &#8220;Mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya.&#8221; Musik kita harus menghormati dan memuliakan nama-Nya. Kita harus memasukkan kemuliaan Tuhan kedalam musik. &#8220;Muliakanlah Dia dengan puji-pujian!&#8221; Tidak ada disebutkan text painting, tetapi inilah sebenarnya yang dimaksudkan. Ketika kita memuji Tuhan, haruslah dengan keagungan (kjv: make his praise glorious). Ini pertama harus dimulai dari dalam hati; kemudian ketika kita menaikkan pujian dengan suara kita, dan ketika kita memainkan alat musik, semuanya harus dengan usaha maksimal untuk kemuliaan nama-Nya.<br />
Kita menggambarkan keagungan Juruselamat jika kita bernyanyi dan memainkan musik dengan benar.</p>
<p>Hal ini sekaligus memberitahu kita bahwa musik dapat mencemarkan, musik dapat mempermalukan, dan ini seringkali terjadi saat ini.</p>
<h3>RITME BAIK DAN RITME BURUK</h3>
<p>Saya mau menunjukkan beberapa hal mengenai text painting. Bayangkan lagu &#8220;Dasarnya Teguh.&#8221; Dasarnya teguh bagi yang beriman. yang lari pada-Nya selalu ada aman! Jika saya mainkan lagu ini dengan nada &#8220;Jingle Bell,&#8221; dengan banyak nada tinggi maka suasananya menjadi salah, tidak sesuai dengan lagunya, tidak cocok. Sedangkan nada aslinya dimainkan dengan penuh, kaya, keras, kuat. Pujian ini menceritakan kesempurnaan Firman Tuhan yang tak tergoncangkan dan dimainkan dengan agung dan penuh kekuatan.</p>
<p>Kemudian lagu &#8220;Nyamanlah Jiwaku&#8221;: Marilah ya Tuhan datanglah segra. Dengan segenap kuasa-Mu. Nafiri berbunyi&#8230; Lagu ini menceritakan mengenai nafiri dan kedatangan Tuhan, dan lagu dimainkan sebagai pawai yang riuh dengan keyboard. Ini adalah text painting. Semua nada yang dimainkan piano memiliki makna. Waktu, nada, ritme -semua memiliki makna. Kita tidak mau menciptakan riuh pawai saat bunyi lagu &#8220;Meski oleh Iblis aku diserang&#8221; Kita tidak mau menyambut kedatangan Iblis dengan riuh. Tidak! Sambutan riuh adalah untuk Tuhan.</p>
<p>Demikian juga dengan semua lagu lain. Ada lagu mars untuk menyambut Sang Raja. Ada lagu yang menceritakan damai yang mengherankan dengan nada yang damai. Jika kita melihat kata-kata pada pujian -apakah damai, sukacita, keagungan Tuhan- maka ciptakan gambaran hal itu dengan musik.</p>
<p>Apa yang terjadi ketika orang mengambil lagu himne dan menambahkan sesuatu yang lain? Maka gambarannya menjadi rusak.</p>
<p>Musik tradisional menciptakan gambaran yang tenang, hubungan yang rohani dengan Juruselamat. Hubungan orang Kristiani dan Kristus tidak dapat digambarkan menggunakan musik duniawi yang sensual. Zaman sekarang, banyak yang memasukkan musik seksi 60an kedalam lagu himne, dan ini tidak boleh! Ini menciptakan gambaran yang berbeda, gambaran yang duniawi, sensual dan sangat merusak. Jangan berpikir ini hal yang tidak berbahaya.</p>
<p>Misalnya musik boogie, dan blues yang sebenarnya sama dengan boogie hanya lebih lambat. Keduanya mempunyai ritme yang sama, hanya berbeda kecepatan saja. Ritme blues bisa didengar dalam balada. Ratusan lagu ditulis dengan ritme ini. Banyak teks himne dinyanyikan dengan beat boogie, gaya jazzy, ritme dansa. Semua ini merusak himne dengan nada yang duniawi dan sensual.</p>
<p>Ketika kita memberi tekanan pada beat yang salah maka itu menjadi musik dansa dan sensual, kedagingan; dan musik menjadi lebih laku karena kedaginganmu menyukainya! Ritme ini merangsang kedagingan, dan orang yang menciptakan album mengerti hal ini. Mereka tidak ingin lagu yang rohani, mereka ingin menarik orang Kristen dari hubungan rohani dengan Kristus dan mereka ingin albumnya laku.</p>
<h3>EFEK BOLA SALJU</h3>
<p>Cepat atau lambat, orang Kristen harus membuang musik yang salah, atau musik itu akan membawa mereka ke arah yang salah. Kadang kala ada orang Kristen yang mendengar musik yang salah; tetapi setelah mereka diajarkan, jika mereka tetap menyukai musik yang salah maka saya tahu ada sesuatu yang salah.<br />
Kamu tidak dapat menikmati musik duniawi dan tidak menjadi duniawi!</p>
<p>Mereka yang berusaha menjelaskan kekuatan musik rock and roll, gelegar televisi sedang menarikmu dari keduniawian. Karena musik yang menarik secara duniawi menarikmu dari hal rohani kepada hal kedagingan.<br />
Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.<br />
Jika kamu tidak hidup oleh Roh maka kamu menuruti keingingan daging.<br />
Yakobus 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.</p>
<p>Saya tidak akan memusingkan hal ini jika ini tidak membahayakan kita, tetapi ini sangat membahayakan. Sangat membahayakan! Ini bisa terlihat seperti tidak berbahaya ketika musik sensual sedikit disamarkan. Ini akan menyebabkanmu lebih menyukai musik sensual, seperti hal sensual lainnya. Ini menciptakan hasrat sensual.</p>
<p>Seperti hal lain dalam kehidupan. Jika kamu mulai seteguk bir, kamu akan meneguk yang kedua, ketiga, dst. Lalu kamu akan mulai minum wine dst. Seperti kasus narkoba seringkali orang mulai dari mencoba mariyuana, perlahan meningkat hingga narkoba yang lebih keras. Ada peningkatan. &#8220;Duniawi, sensual, jahat.&#8221; Mulai dari yang sedikit dan terus meningkat. Alkitab memperingatkan kita menghindari omongan kosong karena akan &#8220;menambah kefasikan&#8221; (2 Timotius 2:16). Ini terus meningkat, menambah kefasikan. Ini adalah efek bola salju. Kamu membuat bola salju yang kecil dari atas bukit dan selagi itu meluncur maka bola salju menjadi semakin besar semakin besar dan menjadi sangat besar. Efek bola salju ini terjadi pada tubuh yang menyukai ritme yang duniawi, sensual yang merangsang perasaan.</p>
<p>Iblis menggunakan sedikit pergeseran untuk menarik orang menjauh dari Allah dan dari kekudusan. Tidak ada seorangpun pada masa 60an yang menyanyikan lagu memuji Iblis. Bahkan pada masa saya dalam rock and roll sebelum saya diselamatkan, hampir tidak ada lagu mengenai iblis. Saya tidak dapat mengerti bagaimana Rolling Stone menyanyikan tentang iblis. Saya pikir, apa hubungannya dengan hamburger, french fries, wanita, pantai, coca-cola dan selancar? Saya tidak mengerti, sampai saat saya diselamatkan dan membaca Alkitab dan menemukan bahwa Iblis selalu menarik orang untuk menyembahnya.</p>
<p>Ketika kita mengganti ritme, kita akan merubah gaya menyanyikannya. Jika kamu mainkan &#8220;Dalam dosa ku tengglam. Jauh dari daratan&#8221; dengan nada boogie blues, kamu akan merasa menyanyi dengan gaya Elvis Presley. Sangat sulit untuk memainkan ritme duniawi dan bernyanyi dengan rohani.</p>
<p>Dalam ketiga aspek musik, ritme haruslah yang paling tidak penting. Rohani yang harus paling dipentingkan. Musik dansa pada dasarnya adalah untuk gerakan tubuh dan bukan untuk pikiran ataupun rohani.</p>
<h3>SINKOPASI</h3>
<p>Jenis ritme lain adalah sinkopasi. Ini adalah jenis musik Rumba dengan tekanan di luar beat dan berayun. Ketika musik terus berayun dan tekanan di luar beat, ini menghasilkan musik yang sensual. Elvis Presley memanfaatkan ini dalam semua musiknya. Mereka menggunakan Rumba, tetapi memainkan dengan lebih lambat dan lebih pelan. Ini adalah sinkopasi yang sama, eight-to-the- ba, ritme boogie. Ini sangat menarik banyak orang karena ini sensual. Beberapa group memainkan dengan lebih keras dan lebih cepat dan meningkatkan daya sensual musik.</p>
<p>Jika kamu pernah mendengar permainan drum Afrika, kamu akan mengerti bahwa musik rock hanyalah mengejar ritme Afrika.</p>
<p>Di Afrika, mereka bisa memainkan &#8220;poly rhytms.&#8221; Mereka mempunyai berbagai drum dan perkus, alat-alat ritme yang menciptakan banyak ritme berbeda. Mereka dapat menciptakan satu ritme dengan kaki, ritme lain dengan tubuh, ritme lain dengan tangan, ritme lain dengan jari, dengan kepala, dst. dan mereka dapat berdansa dengan enam atau tujuh ritme sekaligus. Sangat mengagumkan; tetapi ini semuanya sensual, untuk tubuh jasmani dan semua ini menghasilkan gerakan tubuh yang tidak sopan. Mereka menggerakkan tubuh untuk menarik perhatian pada bagian tubuh yang tidak sopan.</p>
<p>Hal yang sama terjadi di panggung rock saat ini. Mereka mengejar &#8220;ketinggalan&#8221; dari ritme Afrika. Dan, tentu saja, penyembah Iblis terus menaikkan volume amplifier, dan banyak dari mereka yang tidak mengerti lagi apa yang mereka lakukan. Mereka hanya membuat suara keributan. Beberapa pemain bahkan tidak memainkan chord; dan bahkan tidak ada harmony ataupun melodi lagi, hanya keributan saja. Tidak ada konsumsi kerohanian, tidak ada untuk jiwa; semuanya sensual, untuk tubuh jasmani. Begitu pula dengan musik Rap, tidak ada lagi melodi. Mungkin banyak yang tidak tahu, hal ini sudah dilakukan ribuan tahun di Afrika. Mereka melakukannya berjam-jam. Ada maraton dansa! Mereka bergoyang berjam-jam sampai jatuh atau kerasukan iblis dan kemudian mereka bergoyang lagi.</p>
<p>Banyak anak mudah yang sudah diperhamba sedemikian sehingga ketika kita membicarakan hal rohani dengan mereka, mereka tidak dapat mengerti karena musik yang berdengung di dalam mereka. Mereka begitu diperhamba sehingga tidak dapat memikirkan hal yang rohani.</p>
<p>Grup Rock &#8220;injil&#8221; saat ini tidak semuanya ribut. Ada banyak variasi karena iblis mengerti musik yang cocok untukmu dan dia berusaha menjangkaumu dengan jenis musikmu. Ada musik yang sangat ribut untuk yang menyukainya dan ada yang lebih lembut sesuai dengan seleramu.</p>
<p>Pikirkan ini: Di satu sisi ada Allah, dan di sisi lain ada iblis. Iblis melawan segala hal yang berhubungan dengan Allah dan ingin menarik orang dari Allah dan dari kekudusan. Bagaimana dia melakukannya? Perlahan dan pasti, dimulai dengan sedikit pergeseran.<br />
Seharusnya semua umat Tuhan memuji dan memuliakan Tuhan, menyenangkan hatinya. Di pihak ini tentu saja musik harus kudus dan murni dan rohani.</p>
<p>Iblis hanya perlu menambahkan sedikit unsur ritme duniawi, sedikit sensual dan ini akan sangat menarik bagi banyak orang Kristen. Dari sini bisa bergeser perlahan ke musik yang boogie seperti Southern gospel. Dan banyak orang Kristen tidak mempermasalahkan hal ini. Kemudian bergeser lagi, Contemporary Christian Music, ini jenis musik yang sama dengan nightclug dan ini adalah bisnis yang besar. Semua musik sensual duniawi ini tidak menggambarkan agungnya kekudusan Tuhan!</p>
<h3>MENJANGKAU PEMUDA DENGAN MUSIK MEREKA?</h3>
<p>Kini, banyak musik &#8220;Rock Kristiani.&#8221; Katanya, bisa digunakan untuk menjangkau pemuda jika kita memainkan musik mereka. Saya tidak percaya itu, karena sebelum saya diselamatkan saya mendengarkan penyanyi rock and roll dengan lagu yang kotor dan kini menyebut Tuhan Yesus dalam lagu mereka. Apa tanggapan saya? Saya bilang, mengapa mereka memainkan lagu saya? Itu lagu Kristiani! Saya tidak percaya mereka berbuat baik menyanyikan lagu Kristiani. Dan mereka semua berambut panjang licin. Saya rasa mereka jauh lebih buruk dari kondisi saya. Saya memperhatikan mereka dan saya pikir, saya tidak mau seperti itu.</p>
<p>Saya tidak percaya ide kamu harus terlihat seperti mereka dan memainkan musik mereka untuk menjangkau mereka. Jika kamu ingin membawa seseorang kepada Kristus, kamu harus menunjukkan bahwa Tuhan sangatlah berbeda dengan dunia. Dia kudus, dunia najis. Musik Rock Kristiani tidak memberi gambaran benar tentang Juruselamat.</p>
<p>Jika kamu bergeser satu langkah dari musik yang baik, maka iblis akan menarikmu lagi menjadi dua langkah, lalu tiga langkah, dst. Iblis tidak beristirahat, dia akan terus menarikmu makin jauh.</p>
<p>Saya terus memeriksa musik saya. Saya akan menanyakan, apakah saya sudah bergeser satu langkah? dua langkah? Tuhan tolong, saya tidak mau bergeser.</p>
<p>Beberapa orang bertanya, &#8220;Mengapa kamu membuat beat sebagai faktor penentu?&#8221; Karena itu mengendalikan semuanya, harmoni dan melodi; dan hanya ini yang dapat saya temukan dalam Alkitab, untuk menarik garis batas. Jika ada yang mengatakan beat bukan faktor pembatas, maka tidak ada lagi garis batasnya.</p>
<p>Ada yang bilang &#8220;saya tidak suka volume.&#8221; Alkitab mengatakan, bersoraklah (kjv: loud noise) bagi Tuhan. Kamu tidak dapat menggunakan volume sebagai penentu. Ada yang bilang saya tidak suka kecepatan lagunya. Sama sekali tidak ada indikasi kecepatan lagu dalam Alkitab. Ada yang bilang, saya tidak suka drum. Ada drum dalam marching band. Ada band ceracap dalam Mazmur 150. Ada rebana dalam Alkitab. Kamu tidak dapat menolak alat musik pukul hanya karena itu dapat menghasilkan ritme yang salah. Ritme yang salah dapat dihasilkan pada piano atau gitar juga.<br />
Satu-satunya faktor penentu adalah ritme.</p>
<p>Ada yang bilang, saya tidak suka dengan gaya mereka menggunakannya. Itu adalah ritme yang menyebabkan gaya penggunaan. Ada yang bilang, saya tidak suka chord yang dimainkan. Chord itu dimainkan karena sesuai dengat ritmenya.<br />
Ritme yang menentukan benar atau salah musiknya.</p>
<p>Saya harap kamu mengerti hal ini. Ketika kamu mendengar ritme yang sensual, duniawi dalam suatu lagu, segera hentikan. Itu tidak akan membantu.</p>
<h3>MUSIK ADALAH SUARA YANG BERARTI</h3>
<p>Dalam 1 Korintus 14 Rasul Paulus merujuk musik dan menjelaskan bagaimana komunikasi yang baik dan apakah kita berbahasa lidah.</p>
<blockquote><p>1 Korintus 14:7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi&#8211;bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?<br />
8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?<br />
9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!<br />
10 Ada banyak&#8211;entah berapa banyak&#8211;macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.</p></blockquote>
<p>Ayat 7 mengatakan bahkan alat musik pun menghasilkan bunyi yang berbeda. Semakin besar kesalahan maka semakin sulit kamu mengetahui lagu yang dimainkan. Jika saya mainkan lagu &#8220;Yesus Kasih Padaku&#8221; dan nada-nada mulai hilang, kamu mungkin tidak bisa tahu lagi lagu yang saya mainkan. Tidak menghasilkan suara yang berbeda lagi. Kita perlu nada yang tepat pada waktu yang tepat, jika tidak maka tidak menghasilkan gambaran yang ingin ditampilkan.</p>
<p>Ayat 8 menjelaskan bunyi tertentu yang terang. Jika kamu tidak tahu nada yang tepat, jika kamu tidak menyanyi atau memainkan lagu dengan roh yang tepat, maka orang tidak bisa melihat gambaran yang ingin disampaikan dan mereka tidak menuju arah yang sama denganmu. Mereka tidak akan percaya pada kata-kata yang kamu nyanyikan atau mainkan. Mereka harus mengerti apa yang ingin kamu sampaikan. Jika musik umat Allah tidak menyampaikan pesan yang jelas, tidak ada yang akan mengikuti pesan yang disampaikan lagu itu. Jika kamu menyanyikan pesan memenangkan jiwa dan musikmu mengatakan &#8220;lakukan semaumu,&#8221; maka tidak ada yang akan mengikuti pesan pergi memenangkan jiwa. Kamu tidak bisa memberikan pesan yang campur aduk.</p>
<p>Untuk apa menghabiskan waktu menyanyikan lagu memenangkan jiwa dan tidak ada yang tergerak untuk memenangkan jiwa. Untuk apa menyanyikan lagu penginjilan jika tidak terhitung dalam kekekalan. Jika bukan untuk hal rohani maka tentu untuk hal duniawi, jasmani, uang, popularitas dan ketenaran. Tuhan akan mengatakan pekerjaanmu &#8220;kayu, rumput kering dan jerami!&#8221;</p>
<p>Ayat 9 mengatakan pesan yang disampaikan harus mudah dimengerti. Jika musik menjadi sangat rumit dengan begitu banyak suara maka yang mendengar akan sulit mengerti apa yang ingin saya sampaikan. Jika saya menghilangkan nyanyiannya maka tidak ada yang mengerti apa yang saya ingin sampaikan. Jika saya mainkan piano dan merubah-rubah banyak nada dan pendengar tidak mengerti lagi lagu apa yang saya mainkan, apakah gunanya? Kita harus sangat berhati-hati menyampaikan pesan kita agar mudah dimengerti.</p>
<p>Bukan semua orang pintar dalam musik. Orang Kristen harus yakin, pertama bahwa pesan yang ingin disampaikan benar bisa tersampaikan dan mudah dimengerti bahwa kamu mengagungkan Tuhan Yesus dan menceritakan pengorbanan-Nya di Kalvari tersedia bagi semua orang yang mau percaya dan mau diselamatkan. Pesannya harus jelas.</p>
<p>Ayat 10 mengatakan setiap bunyi harus mempunyai arti. Begitu pula dengan musik. Setiap grup band berusaha menyampaikan suatu pesan. Ada yang mengatakan, &#8220;musik tidak menyampaikan apa-apa, musik hanya ada saja.&#8221; Kata &#8220;berarti&#8221; menandakan sesuatu atau menunjuk kepada suatu tanda. Setiap lagu yang kamu dengar pasti menunjuk kepada sesuatu. Ketika musik dimainkan jelas itu menunjuk sesuatu. Musik menciptakan suatu gambaran. Orang yang memainkan musik dengan cara mereka sedang menyampaikan suatu pesan, &#8220;inilah yang cocok dengan saya.&#8221; Musik akan menggerakkan kita, entah baik atau buruk. Musik akan menunjuk sesuatu. Musik tidak secara hurufiah mengatakan, &#8220;lakukan yang jahat.&#8221; Tetapi ada musik yang mengimplikasi, menunjuk, mendorong ke arah itu. &#8220;Rasakan seperti ini; pikirkan seperti ini.&#8221; Musik membawamu kearah pesannya tanpa mengeluarkan kata-kata. Musik menunjuk, musik mempunyai arti.</p>
<p>Jangan biarkan ada yang mengatakan kepadamu, &#8220;itu kan hanya musik.&#8221; Tidak! Musik mempunyai arti. Mereka mengatakan &#8220;itu hanya musik.&#8221; Itu yang dikatakan semua rocker injil. Pesan mereka sebenarnya adalah &#8220;hidup sesukamu, lakukan apapun yang menyenangkan hatimu!&#8221; Dan jika kamu melihat kehidupan mereka, mereka semua berfoya-foya menghabiskan uangmu. Kamu tidak mau mengikuti gaya hidup mereka. Mereka tidak ada yang rohani. Mereka hanya mengambil uangmu dan mempermainkan identitas kekristenanmu.</p>
<p>Jika saya menyanyikan injil rock, saya akan malu di hadapan profesor kampus yang mengajar saya. Mereka memahami suara dunia. Mereka mengerti suara seharusnya murni dan musik seharusnya mengandung keagungan. Komposer klasik, bahkan mereka yang tidak diselamatkan, mengatakan bahwa musik adalah untuk menyegarkan jiwa dan menggambarkan hidup yang mulia. Musik Kristiani haruslah dimengerti oleh orang yang mendengar. Melodi harus jelas dan harmoni dan ritme haruslah menggambarkan agungnya kekudusan Kristus.</p>
<p>Jika kita menggunakan ritme yang kotor, harmoni yang kotor, melodi yang kotor, kita tidak memberikan gambaran agungnya kekudusan Kristus. Jika kita menggunakan ritme sensual dan harmoni yang digunakan dunia, bukannya menggambarukan kekudusan Anak Domba Allah yang tak berdosa, itu akan merusak dan menajiskan Kristus. Apa yang kita lakukan dengan musik kita sangatlah penting.</p>
<p>Saya akan bacakan satu sajak sebagai penutup. Kristus seperti apakah yang digambarkan musik yang kamu dengar? Bagaimanakah dan apakah yang kamu pikirkan tentang Allah ketika kamu mendengar musik tertentu?</p>
<p>Manusia menggambarkan Yesus dengan berbagai cara, tetapi yang digambarkan dalam Firman Tuhan tak terbandingkan. Juruselamatku, tidak ada artis yang sanggup menggambarkan, tetapi Firman Tuhan agung dan kebenaran Tuhan digambarkan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Disana saya lihat Yesus di salib di Kalvari<br />
Anak Domba Allah dikorbankan bagiku, sekali untuk selamanya.<br />
Bilur-bilur-Nya untuk kesembuhanku,<br />
Dia tertikan karna dosaku,<br />
Darah-Nya yang ditumpahkan untuk membersihkan jiwaku.</p>
<p>Tubuh-Nya menderita pada hari itu<br />
untuk menyingkirkan beratnya kejahatan<br />
dan membuang pelanggaranku<br />
Disana Dia memurnikanku oleh rancangan agung Allah.</p>
<p>Anak Allah tanpa noda, tanpa dosa, tanpa salah<br />
Di bukit Golgota Dia menanggung kutuk dan malu<br />
Disana Dia yang benar dibantai menggantikan saya<br />
Dengan cuma-cuma memberikan kebenaran-Nya yang tak dapat kugapai.</p>
<p>Tidak ada penghapusan dosa yang dapat kutemukan<br />
Tidak ada istirahat bagi roh ataupun damai bagi pikiran,<br />
Tetapi pada kanvas Injil kulihat<br />
Juruselamatku, Penebusku, mati menyelamatkanku.&#8221;</p></blockquote>
<p>Semoga kita terus berjuang agar musik kita murni bagai Firman Tuhan dan menggambarkan Kristus Juruselamat agung yang menumpahkan darah-Nya agar kenajisan dosa kita dapat diampuni.</p>
<p>Saya mengasihi Tuhan. Dia sudah merubah saya sepenuhnya; dan saya ingin musik saya dan musik semua Kristen menyampaikan pesan Kristus yang sungguh murni dan agungnya kekudusan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/perbedaan-musik-yang-baik-dan-buruk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Dua puluh bagian Surat Perjanjian Baru mengenai Penginjilan Pribadi</title>
		<link>https://alkitabiah.org/dua-puluh-bagian-surat-perjanjian-baru-mengenai-penginjilan-pribadi/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/dua-puluh-bagian-surat-perjanjian-baru-mengenai-penginjilan-pribadi/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2020 07:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[penginjilan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=2612</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan penting untuk direnungkan: Dalam tahun ini, apakah saya mempunyai bagian dalam memimpin orang kepada Kristus? Apakah saya berbagi dengan seseorang mengenai agaimana diselamatkan menurut Alkitab? Berapa kali saya bisa membagikan rencana keselamatan Allah dengan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan penting untuk direnungkan: Dalam tahun ini, apakah saya mempunyai bagian dalam memimpin orang kepada Kristus? Apakah saya berbagi dengan seseorang mengenai agaimana diselamatkan menurut Alkitab? Berapa kali saya bisa membagikan rencana keselamatan Allah dengan orang yang membutuhkan kasih karunia dan pengampunan Allah? Apakah saya sering bersaksi tentang Kristus sebagai Juruselamat kepada orang yang belum diselamatkan? Apakah saya sering berdoa untuk kesempatan membagikan Kristus dan Injil-NYA dengan orang lain?<br />
Dalam pembelajaran Injil Lukas kita belajar mengenai Anak Manusa yang datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang (Lukas 19:10). Kita belajar mengenai cinta dan kasih sayang mahabesar dari Juruselamat kepada orang berdosa. Juruselamat Mahakasih adalah pribadi yang kini berdiam di dalam setiap orang percaya yang sudah ditebus darah-NYA sehingga kita dapat dengan sukacita mengatakan, &#8220;Kristus hidup di dalam saya&#8221; (Galatia 2:20). Kristus yang kini hidup di dalam saya adalah juga Kristus yang mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang! Semoga kita mau dipakai Tuhan untuk mencari dan menjangkau yang terhilang di dalam dan melalui kehidupan kita.</p>
<p>Surat-surat Perjanjian Baru banyak mengajarkan kita mengenai penginjilan pribadi dan tanggung jawab kita terhadap orang yang di luar Kristus. Semoga kita menggapai mereka dengan kasih Kristus dan dengan Injil Allah dalam kuasa Roh Kudus yang mulia. Semoga kita berhati-hati dan berdoa merenungkan bagian-bagian Alkitab ini, merindukan Allah akan menyatakan Firman-NYA dalam kehidupan yang kita hidupi dengan sukacita dan iman ketaatan kepada Firman-NYA.<br />
Dalam mempelajari surat-surat Perjanjian Baru, kita akan melihat satu bagian dari setiap surat yang berhubungan dengan penginjilan pribadi (ketiga surat Yohanes akan dilihat sebagai satu bagian).</p>
<h3>1. ROMA 1:14-16</h3>
<blockquote><p>Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.</p></blockquote>
<p>Perhatikan tiga bagian AKU dalam penginjilan pribadi di bagian ini:<br />
1. AKU BERHUTANG. Paulus merasakan kewajiban yang besar. Dia merasakan &#8220;tugas Injil.&#8221; Dia mempunyai hutang yang harus dibayar kepada setiap orang yang belum diselamatkan. Dia &#8220;berhutang&#8221; Injil kepada semua orang. Pada satu masa dalah kehidupannya, Saulus dari Tarsus merasakan kewajiban untuk menghukum semua orang Kristen; tetapi kemudian dia merasakan kewajiban untuk mengkotbahkan Injil kepada semua makhluk (Markus 16:15). Bagaimana mungkin orang yang sudah menerima kabar baik Allah yang Mulia tidak merasa terbeban dan wajib meneruskan berita mulia ini kepada orang lain!<br />
2. AKU INGIN (KJV: AKU SIAP). Paulus ingin, siap dan bersemangat untuk mengkotbahkan kabar baik Allah. Walaupun ini kewajibannya, dia tidak bermalasan, dia melakukannya dengan semangat. Paulus ingin dan dengan gembira dan semangat mengkotbahkan Kristus. Paulus ingin dan berhasrat mengkotbahkan Injil; dia siap dan mempersiapkan diri (pernahkah anda ingin memberikan traktat kepada seseorang dan menyadari bahwa anda tidak membawanya?), dan dia melakukannya dengan semangat dan gembira!<br />
3. AKU YAKIN (KJV: AKU TIDAK MALU). Paulus dengan tegas mengakui Kristus dan menyatakan pesan-NYA dengan lantang. Semoga kita tidak pernah malu atas Juruselamat kita dan apa yang sudah dilakukan-NYA kepada kita. Paulus bahkan siap mati untuk pemberitaan Injil. Semoga kita tidak malu dengan Injil (Roma 1:16) dan semoga kita tidak mempermalukan Injil dengan hidup kita (Filipi 1:27). Beberapa orang mempermalukan Injil Allah dengan cara hidup mereka, menyebabkan Injil dihujat karena kehidupan mereka. Semoga kita tidak pernah mempermalukan Injil! Sebaliknya, semoga kita menghiasi Injil Allah dengan kesaksian hidup yang baik!</p>
<h3>2. 1Korintus 10:33</h3>
<blockquote><p>Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.</p></blockquote>
<p>Bandingkan juga 1Korintus 9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.</p>
<p>Paulus berhasrat untuk &#8220;mendapatkan&#8221; dan &#8220;memenangkan&#8221; orang tersesat kepada Kristus. Paulus bukan orang yang &#8220;asal-bapak-senang&#8221; (lihat Galatia 1:10) tetapi dia ingin menyenangkan semua orang dalam segala hal supaya mereka dapat diselamatkan. Secara alamiah kita hanya mencari untuk menyenangkan diri sendiri. Paulus tidak mencari keuntungan sendiri. Dia perduli akan keuntungan kekal dari sesamanya. Dipenuhi dengan kasih sayang dan perhatian Kristus, Paulus dapat mengarahkan matanya bukan pada diri sendiri dan fokus kepada kebutuhan rohani sesamanya. Dia mau mengorbankan hak pribadinya untuk membantu membawa orang kepada Kristus. Sikapnya adalah: &#8220;Saya begitu sangat ingin kamu diselamatkan sehingga saya siap mengorbankan atau menderita atau menyerahkan hak saya jika itu bisa membantumu diselamatkan mendapat hidup kekal.&#8221; [Perlu dicatat juga: Paulus tidak pernah mau melawan Firman Allah dalam membantu orang kepada Kristus dan dia tidak pernah mengkompromikan kesaksiannya untuk penginjilan. Dia tau ketidaktaatan keapda Allah dan ketidakkudusan hidup pasti adalah penghalang dan tidak mungkin membantu dalam penginjilan].</p>
<h3>3. 2 Korintus 5:20</h3>
<blockquote><p>Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.</p></blockquote>
<p>Kita adalah ciptaan baru dalam Kristus, didamaikan dengan Allah! Kita adalah duta, utusan Kristus. Kita adalah perwakilan pribadi-NYA. Kita harus mewakili-NYA dengan baik! Allah telah memberikan setiap orang percaya pelayanan pendamaian. Allah menyampaikan seruan-NYA melalui kita. Pada masa ini Allah tidak berbicara kepada orang terhilang kecuali melalui utusan-NYA. Melalui utusan-NYA-lah Kristus mendesak orang untuk diselamatkan. &#8220;Dalam nama Kristus&#8221; berarti mewakili Kristus. Tuhan Yesus menggantikan kita (Dia mengambil posisi kita sebagai orang berdosa) ketika Dia mati di kayu salib; sekarang kita sudah diselamatkan kita menggantikan Kristus ketika kita berbicara kepada orang lain. Kristus tidak akan berbicara langsung kepada orang terhilang. &#8220;Kami meminta kepadamu&#8221; berarti &#8220;kami minta, kami mohon, dengan amat sangat, kami mendesak.&#8221; Kristus oleh kematian-NYA di kayu salib telah memungkinkan manusia yang adalah musuh Allah (Roma 5:10), diperdamaikan dengan Allah. Kami sangat mendesak, memohon dengan amat sangat, berilah dirimu didamaikan dengan Allah.</p>
<p>Seringkali kita terlalu pasif dalam penginjilan pribadi. Kita membeberkan fakta nyata Injil kepada orang terhilang dan menyatakan Kristus kepada mereka, tetapi terkadang kita berpikir: &#8220;Saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya dengan menyatakan Kristus yang tersalib, dan kini terserah kepada orang itu bagaimana menanggapinya. Orang ini bisa percaya atau tidak, bisa menanggapi atau tidak.&#8221; Ini semua memang benar, tetapi ada satu hal lagi yang bisa kita lakukan dan harus kita lakukan. Kita harus mendesak mereka untuk datang kepada Kristus dan diselamatkan. Kita tidak dapat membuat keputusan bagi mereka. Kita tidak dapat beriman untuk mereka. Tetapi kita dapat mendesak dan mendorong mereka untuk diselamatkan. &#8220;Teman, kamu sunggu harus berserah kepada Kristus dan saya mendorongmu untuk menerima Firman Allah dan menerima Kristus sebagai Juruselamatmu. Keselamatan begitu sangat penting dan kamu harus diselamatkan. DIA adalah satu-satunya Juruselamat dan saya mohon agar kamu mau diselamatkan.&#8221; Apakah Allah mendesak orang seperti ini? Pertimbangkan Yehezkiel 33:11 (&#8220;Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?&#8221;) dan Roma 10:21 (&#8220;21 Tetapi tentang Israel ia berkata: &#8220;Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.&#8221;)</p>
<p>Pikirkan orang-orang yang kita kasihi dan teman dan tetangga yang tidak diselamatkan. Semoga mereka tidak pernah dapat berkata, &#8220;Tidak ada yang mendorong saya untuk diselamatkan. Orang-orang Kristen yang saya kenal tidak pernah menyatakan pentingnya didamaikan dengan Allah.&#8221;</p>
<h3>4. Galatia 6:10</h3>
<blockquote><p>Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.</p></blockquote>
<p>Ketika Allah memberikan kesempatan, kita harus menggunakan kesempatan itu. Kita harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk menggapai yang terhilang, untuk berbuat baik kepada mereka, melayani mereka, mengasihi mereka, memperlihatkan bahwa kita perduli, memberi tangan pertolongan, tertarik kepada apa yang membuat mereka tertarik dan membangun persahabatan. Ini kemudian akan membawa kepada kesempatan untuk menyatakan Juruselamat kita, membagikan Injil, memberi traktat, dst. Jika orang terhilang mendengar Injil dari kita tetapi kita tidak pernah membantu mereka dalam keperluan mereka, apakah mereka akan tertarik kepada Kristus? Di sisi lain, jika kita sering melakukan kebaikan dan menjadi tetangga terbaik yang bisa kita lakukan tetapi tidak pernah memberitakan Kristus kepada mereka, bagaimana kita menolong mereka? Hal yang satu harus mempersiapkan jalan untuk yang lainnya, tetapi keduanya dibutuhkan. Baiklah kita berbuat baik DAN juga memberitakan Kristus pada setiap kesempatan!</p>
<h3>5. Efesus 6:19-20</h3>
<blockquote><p>juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.</p></blockquote>
<p>Berdoa untuk keberanian untuk memberitakan dan menyatakan Injil (bandingkan Kisah Para Rasul 4:29-31). Satu kunci dalam penginjilan pribadi adalah: Kita harus berbicara kepada Allah mengenai orang sebelum kita berbicara kepada orang mengenai Allah. Kunci penginjilan pribadi ditemukan dalam kehidupan doa pribadi. Pernahkah anda berdoa untuk keberanian dan untuk kesempatan membagikan Injil? Doa permintaan Paulus dijawab dengan hebat bahkan saat dia berada di dalam penjara Romawi, seperti yang kita pelajari dari Filipi pasal 1.</p>
<h3>6. Filipi 2:15-16</h3>
<blockquote><p>supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.</p></blockquote>
<p>Allah menempatkan kita tepat di tengah-tengah kekacauan! Kita berada tepat di tengah-tengah dunia gelap ini! Kita perlu menjaga terang tetap cemerlang (bandingkan Matius 5:16). Orang percaya harus menjaga kesaksian yang terang benderang bagi Juruselamat, dan ketika ini dilakukan maka banyak kesempatan akan timbul untuk menyatakan kesaksian dengan perkataan yang jelas. Ketika seseorang benar-benar hidup untuk Kristus dan bersinar bagi-NYA, maka orang itu akan &#8220;menangkap&#8221; pendengarnya ketika dia berbicara tentang Kristus.</p>
<h3>7. Kolose 4:3-6</h3>
<blockquote><p>Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.</p></blockquote>
<p>Disini Paulus kembali berdoa untuk kesempatan, berdoa untuk pintu yang terbuka, berdoa untuk keberanian berbicara dan berdoa agar dia berbicara yang seharusnya. Kehidupan orang percaya sangatlah penting (ayat 5) dan menyiapkan jalan untuk menyatakan dengan kata-kata. Jika kita ingin orang terhilang untuk mendengar kita bicara, pertama mereka harus melihat kehidupan kita. Kita harus menebus waktu, memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah berikan. Bagian ini mengatakan &#8220;sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang,&#8221; dan ini mengatakan bahwa orang-orang akan bertanya. KEHIDUPAN KITA HARUS MEMANCING PERTANYAAN; BIBIR KITA HARUS SIAP MEMBERIKAN JAWABAN. Kesaksian dengan perkataan sangatlah penting (kata &#8220;harus memberi jawab&#8221; menunjukkan keharusan dan dapat diartikan sebagai kewajiban). Ketika Allah membuka &#8220;pintu kesempatan&#8221; kita harus membuka mulut kita! Kita haurs memberi jawab, pada waktu yang tepat, pada tempat yang tepat, pada orang yang tepat, pada kesempatan yang tepat. Tetapi sekali lagi, jika kehidupan kita tidak menyatakan kesaksian hidup yang mengarahkan pada kasih karunia dan kemuliaan dan kebesaran Allah kita, maka kata-kata kita tidak berarti banyak bagi orang terhilang.</p>
<p>Orang yang bersinar cemerlang bagi Kristus juga harus berkata-kata bagi Kristus. Perkataan kita harus selalu dengan kasih. Kita harus membagikan Injil dengan cara yang ramah dan baik. Garam digunakan untuk bumbu masak, agar masakan menjadi enak. Kita ingin Injil terasa enak. Kita tidak mau dan tidak boleh mengkompromikan pesan Injil (tidak dikatakan dibumbui dengan gula). Kita menyajikan fakta Injil dengan baik sehingga orang menjadi lapar akan Injil (bandingkan Mazmur (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!)</p>
<h3>8. 1 Tesalonika 2:4</h3>
<blockquote><p>Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.</p></blockquote>
<p>Seringkali penginjilan pribadi kita dinodai dengan takut pada manusia. Kita lebih suka menyenangkan orang daripada takut akan Allah. Kita lebih memperhatikan apa yang orang pikirkan, apa yang orang katakan, apa yang orang lakukan. Sungguhkah penting apa yang mereka pikirkan tentang Injil? Apa yang penting adalah saya tahu ini adalah pesan Allah dan ini adalah kabar baik dan ini adalah berita yang mereka butuhkan. Saya tahu ini walau apapun juga tanggapan mereka.</p>
<p>Allah yang menguji hati kita telah mempercayakan Injil Allah Yang Mulia kepada kita. Dia meletakkan pesan Injil di tangan kita dan berkata, &#8220;Setialah menyampaikan dan mewartakan pesan ini.&#8221; Saya harus menanyakan diri sendiri pertanyaan ini: Dapatkah saya dipercayakan dengan Injil ini oleh ALlah? Ketika saya diselamatkan saya berserah kepada pesan Injil (&#8220;Di dalam Dia kamu juga&#8211;karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu&#8211; Efesus 1:13). Sekarang setelah saya sudah diselamatkan, Allah mempercayakan saya pesan Injil ini. Apakah saya setia kepada tugas Allah? Saya dipercayakan dengan kabar gembra yang mulia yang jika orang menerimanya akan merubah nasib kekal mereka. Betapa tugas yang dahsyat.</p>
<h3>9. 2 Tesalonika 3:1-2</h3>
<blockquote><p>Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman.</p></blockquote>
<p>Sekali lagi kita melihat pentingnya doa. Penginjilan pribadi dimulai dengan lutut kita bertelut dalam kamar doa. Berdoa supaya Firman Tuhan MAJU, tak terhalang, dan dimuliakan. Pasti akan ada pertentangan saat orang percaya dengan setia menyatakan dan memberitakan Kristus. Paulus hanya berdoa: &#8220;supaya Firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan dan Allah saja yang akan menangani segala penentang!&#8221; Allah kita cukup memadai untuk segala macam masalah yang mungkin kita hadapi dalam penginjilan pribadi.</p>
<h3>10. 1Timotius 2:1-6</h3>
<blockquote><p>Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.</p></blockquote>
<p>Mengapakah kita harus berdoa untuk semua orang (ayat 1)? Mengapa saya perhatian dalam doa untuk semua orang? Alasannya adalah karena ALLAH PERHATIAN PADA SEMUA ORANG! Dia ingin semua orang diselamatkan (ayat 4)! Bagaimana saya tahu Allah ingin dan berhasrat agar semua orang diselamatkan? Karena Allah sendiri dalam pribadi sebagai pengantara telah mati bagi semua orang (ayat 6). Saya bersama Allah ikut perduli bagi semua orang. &#8220;Karena begitu besar kasih-NYA akan dunia&#8221;, dan saya harus ikut berbagi kasih dan perhatian Allah atas dunia orang yang terhilang ini.</p>
<h1>11. 2Timotius 2:10</h1>
<blockquote><p>Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.</p></blockquote>
<p>Posisi Kalvinis: &#8220;bagaimanapun juga, orang pilihan pasti diselamatkan! Jika Allah mau mereka selamat, dia akan membuat mereka diselamatkan!&#8221; Posisi Paulus: &#8220;Saya akan bekerja keras, berkeringat, berkorban, menderita (ayat 9) jika perlu, dan dianiaya jika harus &#8230; MENGAPA!? supaya orang pilihan MENDAPAT KESELAMATAN!&#8221; Kita hampir mendengar suara Kalvinis menegor Rasul: &#8220;Paulus, teologi kamu salah. Kamu tidak tahukah kalau orang pilihan pasti akan beriman kepada Kristus? Tidak mungkin orang yang dipilih sebelum dunia dijadikan tidak diselamatkan.&#8221; Tidak. Tidak ada kesalahan pada teologi Paulus. Dia tahu bahwa orang pilihan akan diselamatkan dan Allah akan melakukan pekerjaan penyelamatan-NYA. Tetapi, BAGAIMANA PEKERJAAN PENYELAMATAN ALLAH? Bagaimana cara yang Allah gunakan? Allah memilih untuk menggunakan Jemaat-NYA, utusan-NYA, orang-orang yang percaya kepada-NYA. Allah menggunakan doa kita, kotbah kita, kesaksian kita bagi Kristus, dan banyak yang diselamatkan dengan cara-cara ini. Dalam ayat ini terlihat seakan-akan Paulus mengatakan seakan-akan pilihan Allah tergantung kepadanya. Seorang penginjil setia mengatakan, &#8220;berdoalah seakan-akan keselamatan orang terhilang hanya tergantung pada Allah saja, dan kemudian bekerja dan bersaksilah seakan-akan keselamatan mereka hanya tergantung kepadamu saja!&#8221; Allah melakukan pekerjaan-NYA dan Dia memakai kita dalam pekerjaan-NYA!</p>
<h3>12. Titus 2:10</h3>
<blockquote><p>jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.</p></blockquote>
<p>Kita harus menghiasi pengajaran Allah Juruselamat kita dengan kehidupan kita. Penekanan pada surat ini bukan &#8220;memenangkan jiwa&#8221; dan &#8220;memberitakan Injil.&#8221; Penekanan utama pada surat ini adalah orang percaya berjalan bersama Allah. Cara terbaik untuk berhasil dalam penginjilan pribadi adalah memupuk kekudusan pribadi. Ini adalah metode Allah. Dunia sangat dibebani dengan orang-orang yang mengatasnamakan Kristus (pengkotbah TV, dsb) dan berbicara kekudusan tetapi kehidupannya tidak bermoral. Semoga kita tidak menyebabkan Firman Allah dihujat karena kegagalan kita untuk hidup sesuai prinsip Alkitab (ayat 5). Semoga Kebenaran Allah dihias dan dipercantik dengan kehidupan kita (ayat 10).</p>
<h3>13. Filemon 1:10</h3>
<blockquote><p>mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus</p></blockquote>
<p>Onesimus adalah budak pelarian yang kabur ke Roma. Dia berakhir di penjara bersama Paulus. Intinya: Kamu tidak bisa bersama Paulus dan tidak mendengar Injil. Budak ini bertemu Paulus dalam penjara dan hasilnya adalah dia dilahirkan kembali! Jika orang bertemu kita (mereka bekerja bersama kita, sekolah bersama kita, dst.) apakah mereka mendengar Injil dari kita? Apakah orang yang bekerja bersama saya atau sekolah bersama saya tahu bahwa saya orang percaya?</p>
<h3>14. Ibrani 5:12</h3>
<blockquote><p>Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.</p></blockquote>
<p>Kamu seharusnya menjadi pengajar! Setiap orang percaya seharusnya menjadi pengajar (walaupun tidak semua orang percaya mendapat karunia sebagai pengajar), dan harus mengetahui Firman Allah dan harus dapat membuka Firman Allah dan membawa orang terhilang dalam rencana keselamatan. Setiap orang percaya perlu mengetahui ayat-ayat keselamatan dan dimana bisa ditemukan dan bagaimana membagikannya dengan orang terhilang. Setiap orang percaya yang sehat dan bertumbuh harus dapat melakukan ini. KAMU SEHARUSNYA MENJADI PENGAJAR! Keistimewaan orang percaya adalah untuk dapat berbagi dan mengajarkan kabar baik Allah!</p>
<h3>15. Yakobus 2:14,18</h3>
<blockquote><p>14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?<br />
18 Tetapi mungkin ada orang berkata: &#8220;Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan&#8221;, aku akan menjawab dia: &#8220;Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.&#8221;</p></blockquote>
<p>Sangatlah penting untuk membagikan iman. Disini Yakobus menunjukkan pentingnya memperlihatkan imanmu! Kita harus MEMPERLIHATKAN IMAN DENGAN PERBUATAN, dan kemudian kita dapat MEMBAGI IMAN DENGAN PERKATAAN. Keduanya diperlukan.</p>
<h3>16. 1 Petrus 3:15-16</h3>
<blockquote><p>Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.</p></blockquote>
<p>Hubungan kita dengan Tuhan akan menimbulkan pertanyaan dan kita harus siap sedia memberi jawaban! Kuduskanlah Kristus dalam hatimu! Pastikan hidupmu selalu benar dihadapan Tuhan. Pastikan sikapmu benar dihadapan Allah dan manusia (&#8220;dengan rendah hati dan takut&#8221;). &#8220;Siap sedialah pada segala waktu&#8221; berarti kita harus selalu benar di hadapan Allah. Kita tidak boleh di luar persekutuan dengan Juruselamat. Kita tidak boleh mengabaikan kesempatan yang Allah berikan.</p>
<h3>17. 2 Petrus 1:9</h3>
<blockquote><p>Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.</p></blockquote>
<p>Jika kita mau menjadi penginjil pribadi yang efektif, ktia harus memastikan kita tidak pernah kehilangan sukacita dan gemetar saat dosa kita diampuni. Semoga kita tidak pernah lupa apa yang sudah Allah lakukan dan tidak pernah kehilangan sukacita keselamatan kita. Orang-orang harus dapat melihat betapa kita bergairah akan Allah yang menyelamatkan kita! Kita tidak dapat mengharapkan orang terhilang untuk haus akan Kristus jika mereka tidak melihat kita bergairah mengenal Juruselamat.</p>
<h3>18. 1 Yohanes 4:14-15</h3>
<blockquote><p>Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.</p></blockquote>
<p>Jika Allah sungguh diam di dalam kamu, &#8220;tempelkan label pada kalengnya.&#8221; Akui Dia! Bermegah akan Dia! Bermegah akan YANG DIAM DALAM KAMU! Beberapa orang percaya hidup dengan label: &#8220;RAHASIA! saya tidak mau kamu tahu siapa hidup dalam saya!&#8221;</p>
<h3>19. Yudas 1:22-23</h3>
<blockquote><p>Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.</p></blockquote>
<p>Bagian ini membahas belas kasihan kita kepada orang terhilang, seperti belas kasihan Kristus. Saat kita menggapai orang terhilang dengan belas kasihan, kita harus sangat berhati-hati dan memastikan kita mengasihi orang berdosa dan kita membenci dosa. Kita tidak boleh terkontaminasi dan terbakar. Tunjukkan belas kasihan dan tunjukkan perhatian, tetapi tidak boleh kita mengkompromikan kesaksian akan Tuhan ketika kita menggapai orang terhilang. Kita hidup di dalam dunia tetapi bukan dari dunia dan bukan milik dunia. Semoga kita menghindari segala bentuk &#8220;penginjilan duniawi&#8221; yang sangat umum pada saat ini (berusaha memenangkan dunia dengan menjadi sama dengan dunia). Kita harus memenangkan dunia tidak dengan menjadi sama dengan dunia (Roma 12:2), tetapi menjadi serupa dengan Kristus.</p>
<h3>20. Wahyu 22:17</h3>
<blockquote><p>Roh dan pengantin perempuan itu berkata: &#8220;Marilah!&#8221; Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: &#8220;Marilah!&#8221; Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!</p></blockquote>
<p>Ini ayat yang sangat menarik. Roh dan pengantin perempuan (Jemaat) keduanya mengatakan, &#8220;Marilah!&#8221; Orang percaya yang selaras dengan Roh Kudus mengatakan, &#8220;MARILAH TUHAN YESUS!&#8221; Kata &#8220;marilah&#8221; digunakan dalam dua cara dalam ayat ini: 1) orang percaya menyerukan dari hatinya, &#8220;Tuhan, marilah!&#8221; 2) orang percaya yang merindukan kedatangan Kristus juga menyerukan kepada dunia, &#8220;orang berdosa, marilah!&#8221; Selaras dengan Roh Kudus kita serukan, &#8220;Tuhan, marilah!&#8221; dan juga, &#8220;orang berdosa, marilah!&#8221; Ini adalah dua sisi kerinduan orang percaya: 1) Kristus segera datang ke dunia; 2) dunia datang kepada Kriistus. Doa kita adalah, &#8220;DATANGLAH TUHAN YESUS!&#8221; tetapi pada saat yang sama kita menggapai orang terhilang dan memohon dan mendesak mereka, &#8220;DATANGLAH KEPADA TUHAN YESUS!&#8221; Kita ingin DIA datang, dan kita ingin dunia datang kepada-NYA! Semakin kita merindukan kedatangan-NYA, semakin kita merindukan orang-orang datang kepada Kristus.</p>
<p>&#8220;SEMOGA KEINDAHANNYA TINGGAL DIDALAM KITA SAMBIL KITA MENCARI YANG TERHLANG UNTUK DIMENANGKAN; SEMOGA MEREKA MELUPAKAN SALURAN, HANYA MEMANDANG KEPADA DIA SAJA!&#8221;<br />
(disadur dari Laporan Misi 1989 Middletown Bible Church)</p>
<h3>MARANATA</h3>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/dua-puluh-bagian-surat-perjanjian-baru-mengenai-penginjilan-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Bapa Gereja: Pintu kepada Roma</title>
		<link>https://alkitabiah.org/bapa-gereja-pintu-kepada-roma/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/bapa-gereja-pintu-kepada-roma/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2020 13:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=2595</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan https://www.wayoflife.org/database/church_fathers_a_door_to_rome.html Banyak orang telah masuk kedalam Gereja Roma Katolik melalui pintu yang lebar dari &#8220;bapa gereja,&#8221; dan ini adalah peringatan keras harini ketika ketertarikan kepada &#8220;bapa gereja&#8221; menyebar luas dalam gerakan injili. Pelayanan apologetik&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan https://www.wayoflife.org/database/church_fathers_a_door_to_rome.html</p>
<p>Banyak orang telah masuk kedalam Gereja Roma Katolik melalui pintu yang lebar dari &#8220;bapa gereja,&#8221; dan ini adalah peringatan keras harini ketika ketertarikan kepada &#8220;bapa gereja&#8221; menyebar luas dalam gerakan injili.</p>
<p>Pelayanan apologetik Katolik menggunakan &#8220;bapa gereja&#8221; untuk membuktikan bahwa pengajaran Roma mulai sejak abad permulaan. Dalam buku &#8220;Terlahir Fundamentalis, Lahir kembali Katolik,&#8221; David Currie terus menggunakan bapa gereja untuk mendukung posisinya. Dia mengatakan, &#8220;kelompok penulis yang harus dibaca kaum injili &#8230; adalah bapa gereja permulaan&#8221; (hal 4).</p>
<p>Gerakan doa kontemplatif juga dibangun atas fondasi lemah yang sama. Robert Webber, profesor Wheaton College yang adalah salah satu pendukung gerakan kembali kepada bapa gereja, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Bapa (gereja) permulaan dapat membawa kita kembali kepada yang umum dan membantu kita mengesampingkan beragam tradisi &#8230; disinilah kesatuan kita &#8230; injili perlu melampaui berbicara mengenai kesatuan gereja untuk mengalami kesatuan melalui sikap penerimaan segala (macam-macam) gereja dan masuk ke dalam dialog dengan Katolik Ortodoks, dan badan Protestan lainnya&#8221; (Iman Kuno &#8211; Masa Depan, 1999, hal 89).</p>
<h3>Kenyataannya adalah bahwa &#8220;bapa gereja&#8221; sebagian besarnya adalah SESAT!</h3>
<p>Istilah ini merujuk kepada berbagai pemimpin gereja beberapa abad pertama setelah tulisan para Rasul terjaga.</p>
<p>&#8220;Bapa Gereja&#8221; yang benar hanyalah para Rasul dan nabi yang tulisannya diinspirasikan dan dicatat dalam Alkitab. Merekalah yang memberi kita &#8220;iman yang telah disampakan kepada orang-orang kudus&#8221; (Yudas 1:3). Iman yang mereka sampaikan dapat memperlengkapi kita &#8220;sempurna, untuk setiap perbuatan baik&#8221; (2 Timotius 3:16-17). Kita tidak membutuhkan apapun yang lain selain Alkitab saja. Sedangkan pengajaran &#8220;bapa gereja&#8221; sama sekali tidak diinspirasikan Allah sedikitpun.</p>
<p>Istilah &#8220;bapa gereja&#8221; adalah salah kaprah yang berasal dari pengajaran salah Gereja Katolik hirarkis. Mereka <strong>bukanlah</strong> &#8220;bapa&#8221; bagi gereja yang Alkitabiah dan sama sekali <strong>tidak memiliki otoritas</strong> Ilahi (seperti nabi dan rasul). Mereka hanyalah pemimpin gereja dari berbagai tempat yang meninggalkan catatan iman mereka dalam tulisan sejarah. Tetapi Gereja Katolik meninggikan otoritas mereka melampaui batas Alkitab, membuat mereka &#8220;bapa&#8221; atas suatu lingkup wilayah gereja dan atas gereja di seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Bapa gereja&#8221; dibagi kedalam empat kelompok masa: Bapa Apostolik (abad kedua), Bapa Ante-Nicene (abad kedua dan ketiga), Bapa Nicene (abad keempat), dan Bapa Post-Nicene (abad kelima). Nicene merujuk kepada Konsili Nicaea pada tahun 325 yang membahas masalah Arianisme dan meneguhkan doktrin keilahian Kristus. Jadi, Bapa Ante-Nicene disebut demikian karena mereka hidup dalam abad sebelum Konsili Nicaea, dan Post-Nicene karena mereka hidup pada abad sesudahnya.</p>
<p>Semua bapa gereja terkontaminasi dengan kesesatan pengajaran, dan sebagian besar mereka sangat parah tersesat. Bahkan yang disebut Bapa Apostolik pada abad kedua sudah mengajarkan doktrin sesat baptisan, selibat dan kemartiran untuk pengampunan dosa (Howard Vos. Exploring Church History, hal 12). Dan bapa gereja berikut &#8212; Klemen, Origen, Cyril, Jerome, Ambrose, Agustinus, Theodore, dan John Chrysostom &#8212; sejarahwan diatas mengakui: &#8220;Dalam kehidupan dan pengajaran mereka kita temukan bibit hampir segala macam penyesatan yang timbul kemudian. Dalam bentuk halus tampak pengajaran purgatory (api penyucian), transubstantiation, keimamatan, lahir baru oleh baptisan, dan seluruh sistem sakramen&#8221; (Vos, hal 25).</p>
<p>Kenyataannya, salah satu &#8220;bapa&#8221; Post-Nicene adalah Leo, Paus pertama Roma Katolik!</p>
<p>Sesungguhnya, bapa gereja maksudnya adalah <strong>bapa Gereja Roma Katolik</strong>. Mereka adalah orang-orang yang meletakkan dasar kesesatan yang dihasilkan Ortodox Roma dan Yunani.</p>
<p>Alkitab Perjanjian Baru memperingatkan bahwa akan ada penyesatan, berbalik dari iman Kekristenan. Para rasul dan nabii sudah memperingatkan penyesatan ini sudah dimulai sejak masa pelayanan mereka dan memperingatkan penyesatan ini akan terus meningkat seiring mendekatnya kedatangan Kristus.</p>
<p>Paulus seringkali bersaksi tentang hal ini, sepintas memberikan kilasan bagaimana serangan jahat yang sedang merusak pekerjaan Allah. Pertimbangkan pesan terakhir Paulus kepada gembala di Efesus (Kisah Para Rasul 20:29-30). Paulus memperingatkan mereka bahwa pengajar palsu akan datang dari luar dan juga dari dalam mereka sendiri. Pertimbangkan surat keduanya kepada jemaat di Korintus (2 Korintus 11:1-4, 12-15). Pengajar palsu sedang giat di Korintus merusak tiga doktrin utama iman Perjanjian Baru, doktrin tentang Kristus, Keselamatan dan Roh Kudus; dan gereja-gereja ini sedang dalam bahaya dihancurkan oleh penyesatan ini. Pertimbangkan peringatan Paulus kepada Timotius dalam 1 Timotius 4:1-6 dan 2 Timotius 3:1-13 dan 4:3-4.</p>
<p>Petrus mengupas hal ini dalam pasal dua pada surat keduanya. Dia memperingatkan dalam ayat pertama bahwa akan ada &#8220;pengajaran sesat yang membinasakan,&#8221; merujuk kepada kesesatan yang membinasakan jiwa manusia dalam neraka kekal. Jika misalnya seseorang menolak pengajaran Kelahiran dari Perawan, Keilahian, Kemanusiaan, Ketakberdosaan, Kekekalan, Penebusan, atau Kebangkitan Yesus Kristus, dia tidak bisa diselamatkan. Kesesatan semacam ini adalah kesesatan yang membinasakan. Kesalahan pengajaran tentang Kristus menghasilkan &#8220;kristus palsu.&#8221;</p>
<p>Yohanes memberikan peringatan serupa dalam suratnya (1 Yohanes 2:18, 19, 22; 4:1-3; 2 Yohanes 7:11).</p>
<p>Dalam surat kepada tujuh jemaat dalam Kitab Wahyu 2-3, Tuhan Yesus Kristus memperingatkan bahwa banyak gereja rasuli yang sudah lemah dan dalam tekanan berat dari serangan penyesatan (Wahyu 2:6, 14-15, 20-24; 3:2, 15-17).</p>
<p>Jadi iman Perjanjian Baru sudah sedang diserang dari segala arah pada masa para rasul oleh Gnostisme, Yudaisme, Nikolaitanisme, dan kesesatan lainnya.</p>
<p>Dan para rasul dan nabi memperingatkan bahwa penyesatan ini akan terus meningkat.</p>
<p>Paulus mengatakan, &#8220;orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.&#8221; (2 Timotius 3:13). Ini menjelaskan arah masa gereja dalam penyebaan kesesatan!</p>
<p>Jadi tidak mengherankan adanya pengajaran sesat merajalela dalam gereja bahkan dalam permulaan masa gereja.</p>
<p>Selain itu kita hanya mempunyai sangat sedikit catatan abad permulaan dan catatan yang terjaga sudah di&#8221;sensor&#8221; oleh Roma. Gereja Roma Katolik sangat berkuasa selama milenium (seribu tahun) dan penganiayaan oleh inkuisisi Katolik mencapai dan melampaui ujung terjauh benua Eropa. Roma dengan segala kekuasaannya <strong>menghancurkan semua tulisan yang berbeda dengan pandangan mereka.</strong> Pertimbangkan Waldenses. Mereka adalah Kristen yang taat Alkitab yang tinggal di utara Italia dan selatan Perancis dan beberapa tempat lain pada masa kegelapan dan mereka dengan kejam dianiaya oleh Roma selama berabad-abad. Walaupun kita mengetahui sejarah Waldenses dimulai paling tidak pada abad 11, mungkin lebih awal lagi, hampir semua catatan sejarah mereka dihancurkan oleh Roma. Hanya sebagian catatan Waldenses yang terjaga pada masa itu.</p>
<p>Jadi, tidak mengherankan bahwa sebagian besar tulisan-tulisan permulaan abad mengarah kepada pengajaran Roma. Hal ini tidak membuktikan bahwa sebagian besar gereja memegang pengajaran Roma Katolik. Ini hanya membuktikan bahwa tulisan-tulisan itu saja yang diperbolehkan Roma (<strong>tulisan yang lainnya dihancurkan</strong>). Kita tahu pasti bahwa banyak gereja lain yang tidak sepaham dengan pengajaran Roma karena mereka dianiaya oleh Roma dan sedikit disinggung dalam tulisan &#8220;bapa gereja.&#8221;</p>
<p>Melihat beberapa bapa gereja</p>
<h4>IGNATIUS (c. 50-110)</h4>
<p>Ignatius adalah uskup Antiokia pada awal abad kedua. Dia ditangkap sekitar tahun 110 dan dikirim ke Roma untuk diadili dan dihukum mati.</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa gereja harus mempunyai penatua dan uskup kepala; dengan kata lain dia meninggikan uskup atas gereja-gereja lain, padahal Alkitab mengajarkan bahwa istilah uskup dan penatua menunjuk kepada posisi yang sama (Titus 1:5-7).</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa semua gereja adalah bagian dari gereja universal.</p>
<p>Dia mengatakan bahwa gereja tidak mempunyai otoritas untuk membaptis ataupun mengadakan perjamuan Tuhan kalau tidak mempunyai uskup.</p>
<p>Kesalahan seperti ini tidak terlalu besar tetapi ini membuka jalan kepada kesalahan lain dalam abad berikutnya.</p>
<h4>JUSTIN MARTYR (c. 100 – c. 165)</h4>
<p>Ketika Justin merangkus Kekristenan, dia juga masih memegang filosofi pagan (berhala).</p>
<p>Dia menafsirkan Alkitab secara alegoris dan mistis. Contohnya, seribu tahun dalam Wahyu 20 bukan waktu yang literal 1000 tahun, tetapi mengacu kepada sesuatu yang lain.</p>
<p>Adalah tulisan Justin Martyr yang pertama kali mengajarkan Replacement Theology. Dalam dialog dengan Trypho, dia menerapkan istilah Israel kepada gereja (Charles Ryrie, Dispensationalism Today, ed 2007, hal 128).</p>
<p>Justin Martyr yang ikut menggagas ide &#8220;middle state&#8221; kondisi setelah mati yang tidak di sorga ataupun di neraka. Kesesatan ini akhirnya menjadi purgatory (api penyucian) Katolik.</p>
<h4>IRENAEUS (c. 125-202)</h4>
<p>Irenaeus adalah gembala di Lyons, Perancis, yang menulis perdebatan dengan judul Against Heresies sekitar tahun 185.</p>
<p>Dia mendukung otoritas uskup atas banyak gereja.</p>
<p>Dia meninggikan tradisi gereja melampaui Alkitab. Karena inilah dia dianggap sebagai orang Katolik.</p>
<p>Dia juga mengajarkan kesesatan Katolik &#8220;benar-benar hadir,&#8221; mengatakan &#8220;ekaristi menjadi tubuh Kristus.&#8221;</p>
<h4>CLEMENT OF ALEXANDRIA (c. 150 – c. 230)</h4>
<p>Dari tahun 190 hingga 202, Klemen mengepalai sekolah sesat di Aleksandria, Mesir, yang didirikan oleh Pantaenus yang mencampuradukkan filosofi Yunani, Plato dengan Kekristenan.</p>
<p>Klemen juga ikut membangun kesesatan doktrin purgatory dan percaya bahwa sebagian besar manusia akhirnya akan selamat.</p>
<p>Dia menolak keilahian yesus dan penebusan-Nya, mengatakan &#8220;Firman Allah menjadi manusia supaya kamu bisa belajar dari manusia bagaimana manusia menjadi Allah&#8221; (dikutip dari Bernard McGinn, The Presence of God, Vol. 1 &#8211; “The Foundations of Mysticism,” p. 107). Jadi, Yesus hanyalah teladan baik dalam jalan menuju keilahian.</p>
<h4>TERTULLIAN (c. 155 – c. 255)</h4>
<p>Tertullian hidup di Carthage di Afrika Utara (di pantai Laut Mediterranea di Tunisia modrn, antara Libya dan Algeria).</p>
<p>Walaupun dia berjuang melawan Gnostisme, dia sendiri meninggikan otoritas gereja melampaui Alkitab. Dia mengajarkan bahwa otoritas gereja berasal dari suksesi kerasulan.</p>
<p>Dia percaya bahwa roti Perjamuan Tuhan adalah Kristus dan khawatir menjatuhkan remah-remahnya ke tanah.</p>
<p>Dia menerima Montanisme yang percaya bahwa Montanus bernubuat dengan inspirasi Allah.</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa janda yang menikah lagi melakukan perzinahan. Dia meninggikan status keperawanan yang tidak Alkitabiah, dan kesesatan ini diterima kedalam Roma Katolik dalam sistem biarawan/biarawati yang tidak menikah dan bahwa imam tidak boleh menikah. Perjanjian Baru mendorong janda muda untuk menikah lagi (1 Timotius 5:14).</p>
<p>Dia mengajarkan kesesatan baptisan untuk pengampunan dosa.</p>
<p>Dia membagi dosa menjadi tiga kategori dan percaya pengakuan dosa kepada uskup.</p>
<p>Dia mengatakan jiwa manusia terlihat &#8220;lembut, ringan dan warna udara.&#8221; Dia mengatakan jiwa semua manusia ada di dalam Adam dan dipindahkan kepada kita dengan noda dosa asal.</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa ada masa dimana Anak Allah tidak ada dan masa Allah bukan Bapa.</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa Maria adalah Hawa kedua yang oleh ketaatannya memperbaiki ketidaktaatan Hawa pertama. Ini adalah batu loncatan kepada kesesatan Gereja Roma Katolik tentang Maria.</p>
<h4>CYPRIAN (? – 258)</h4>
<p>Cyprian adalah uskup Carthage di Afrika.</p>
<p>Dia sangat berkuasa dan kaya dan dia menulis melawan gereja Novatian karena usaha mereka menjaga kekudusan jemaat. Dia tidak perduli jika anggota jemaat tidak ada bukti lahir baru selama mereka taat melakukan ritual lahiriah.</p>
<p>Cyprian membela kesalahan pengajaran mengenai otoritas uskup atas banyak gereja dan bahwa semua gembala harus tunduk kepada mereka.</p>
<p>Dia mendukung kesesatan baptisan bayi.</p>
<p>Tidak heran jika Cyprian diangkat sebagai &#8220;santa&#8221; gereja Katolik.</p>
<h4>ORIGEN (185-254)</h4>
<p>Walaupun dia mengalami penganiayaan dan siksaan karena Kristus dalam masa Kaisar Roma Decius pada tahun 250, dan walaupun dia membela Kekristenan melawan penyesatan tertentu, dia menolak iman yang disampaikan kepada orang-orang kudus (Yudas 1:3) dan mengajarkan banyak kesesatan nyata. Origen mendirikan sekolah di Kaisarea dimana dia mengajarkan kesesatannya yang besar melalui murid-muridnya dan tulisannya.</p>
<p>Karakter Origen dijelaskan oleh sejarahwan Lutheran sebagai &#8220;campuran pertentangan, bijak dan tidak bijak, cerdas dan bodoh, bijak dan sembrono; musuh dan pendukung tahayul, pembela Kekristenan yang kuat dan penyesat; giat dan ragu-ragu; yang banyak mendukung Alkitab dan banyak merusak.&#8221;</p>
<p>Walaupun kita tidak setuju dengan Mosheim bahwa Alkitab berhutang banyak kepada Origen, tetapi tak diragukan dia banyak merusak.</p>
<p>Kita setuju dengan Joseph Milner yang mengatakan &#8220;tidak ada yang merusak gereja lebih daripada Origen&#8221; (History of the Church of Christ, cited from R.C. Shimeal, The Second Coming of Christ, 1873, p. 15).</p>
<p>Origen &#8220;tidak percaya Alkitab sepenuhnya diinspirasi dan tidak ada kesalahan, dia mengatakan bahwa orang yang diinspirasi menafsirkan dan mengaburkan banyak hal&#8221; (Discussions of Robert Lewis Dabney, I, p. 383).</p>
<p>Dia menolak sejarah literal pada awal kitab Kejadian dan bahwa Setan membawa Yesus ke atas gunung dan menawarkan kerajaan dunia (Will Durant, The Story of Civilization, Vol. III, p. 614). Durant mengutip Origen: &#8220;Siapa yang begitu bodoh percaya bahwa Allah, seperti petani menanam kebun di Eden dan menempatkan pohon kehidupan &#8230; sehingga orang yang memakan buahnya mendapatkan kehidupan?&#8221; Origen menolak penciptaan literal yang dijelaskan Kejadian 1-2 dan kejatuhan literal di Kejadian 3.</p>
<p>Dia menolak doktrin Tritunggal Alkitabiah. Pendapat Origen mengenai Tritunggal menyimpang antara Sabellianisme dan Arianisme. Dia menolak kesatuan hakekat Pribadi dan inkarnasi Allah&#8221; (Dabney, I, p. 384).</p>
<p>Dia percaya bahwa Roh Kudus adalah ciptaan pertama Bapa melalui Anak.</p>
<p>Dia mengajarkan Yesus adalah ciptaan dan bukan Anak Allah yang Kekal. &#8220;Dia memegang penyimpangan kodrat Kristus, yang kemudian menghasilkan kesesatan Arianisme (“Origen,” Encyclopedia of Christian Apologetics). Bahwa Origen percaya bahwa Yesus mempunyai permulaan jelas dari kalimat ini: &#8220;Kedua, bahwa Yesus Kristus sendiri, yang datang, yang lahr dari Bapa sebelum semua ciptaan; dan setelah pelayanannya kepada Bapa dalam menciptakan segala sesuatu, &#8211;karena melalui Dia segala sesuatu diciptakan&#8221; (Origen, quoted by W.A. Jurgens, The Faith of the Early Fathers).</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa manusia dapat menjadi Ilahi seperti keilahian Yesus. &#8220;Kristen melihat bahwa dengan kemanusiaan dan keilahian Yesus terjalin menyatu, begitu pula dalam persekutuan dengan keilahian kodrat manusia dapat menjad ilahi, tidak saja dalam Yesus, tetapi juga dalam semua orang yang percaya dan melakukan kehidupan seperti yang diajarkan Yesus &#8230;&#8221; (Against Celsus, 3:28). Pernyataan ini sangat sesat dalam tiga hal: dia mengajarkan keilahian Yesus tidak unik tetapi sebagai contoh bagi semua orang, bahwa keselamatan didapatkan dengan mengikuti pengajaran Yesus dan bahwa manusia dapat menjadi ilahi seperti Yesus.</p>
<p>Origen mengajarkan baptisan melahirbarukan dan keselamatan dengan pekerjaan. Setelah itu juga diajarkan bahwa jiwa memiliki hakekat dan kehidupan sendiri, setelah meninggalkan dunia ini akan dikaruniai sesuai dengan amalnya. Jiwa ditetapkan untuk mewarisi hidup kekal dan berkat jika amalnya layak mendapatkan, atau diserahkan kedalam api penghukuman kekal akibat kejahatannya&#8221;(Origen, cited by W.A. Jurgens, The Faith of the Early Fathers). &#8220;Jelas dia tidak mengerti konsep pengajaran Paulus mengenai pembenaran oleh iman&#8221; (Louis Berkhof, The History of Christian Doctrines, p. 65). Ini adalah fakta penting, karena ini berarti injil yang diajarkan Origen adalah injil palsu, dan berarti dia berada dalam kutukan (Galatia 1:6-8).</p>
<p>Dia percaya semacam purgatory dan universalisme (semua orang akhirnya selamat), bahkan Setan pun akan selamat. &#8220;Sekarang kita lihat apa yang dimaksudkan dengan ancaman api kekal &#8230; ini sepertinya bahwa semua orang berdosa terbakar dalam apinya sendiri dan bukan dilemparkan kedalam api yang sudah dinyalakan sebelumnya atau yang sudah ada sebelum dia. &#8230; Dan ketika peleburan dan pemecahan jiwa dilakukan dengan api, tak diragukan akan dipadatkan menjadi rangka yang kuat dan pulih kembali&#8221; (Origen, cited by W.A. Jurgens, The Faith of the Early Fathers).</p>
<p>Dia menolak api neraka yang literal.</p>
<p>Dia percaya bahwa jiwa manusia sudah ada dan bahwa bintang dan planet mungkin mempunyai jiwa. &#8220;Mengenai matahari, bagaimanapun, dan bulan dan bintang-bintang, apakah mereka makhluk hidup atau tanpa hidup, tidak ada tradisi yang jelas&#8221; Origen, cited by W.A. Jurgens, The Faith of the Early Fathers).</p>
<p>Dia menolak kebangkitan tubuh, mengatakan bahwa kebangkitan tubuh adalah non-materi dan tidak mempunyai anggota. &#8220;Dia menolak hakekat kebangkitan tubuh yang berwujud, fisik adalah bertentangan dengan pengajaran Alkitab&#8221; (Encyclopedia of Christian Apologetics, “Origen”). Dia dikutuk oleh Konsisi Konstantinopel mengenai hal ini.</p>
<p>Origen menolak kesaksian Paulus dalam Kolose 2:16-23 dan hidup sebagai asketik. Dia bahkan mengebiri diri sendiri dalam semangat bodohnya untuk mencapai kekudusan yang lebih tinggi dengan selibat.</p>
<p>Origen juga salah satu bapa utama dalam metode penafsiran alegoris yang membuat Alkitab menjadi hidung lilin yang dibentuk semaunya oleh pembaca. Dia mengatakan bahwa &#8220;Alkitab tidak terlalu berguna bagi orang yang memahaminya secara literal.&#8221; Dia menganggap maksud literal Alkitab sebagai &#8220;roti&#8221; dan mendorong muridnya untuk melampaui &#8220;anggur&#8221; alegoris yang akan memabukkan dan membawa orang ke alam sorgawi. Komentari Origen mengandung banyak khayalan, penuh dengan &#8220;perbaikan sesat Alkitab&#8221; (Frederick Nolan, Inquiry into the Integrity of the Greek Vulgate, p. 367).</p>
<p>Sedangkan sifat Origen sendiri, dia terbukti tidak jujur dan licik dan penilaiannya berubah-rubah. Sebagai kontroversial, dia sepenuhnya jahat (Discussions of Robert Lewis Dabney, I, p. 383).</p>
<h4>EUSEBIUS OF CAESAREA (270-340)</h4>
<p>Eusebius mengumpulkan tulisan Origen dan mempromosikan kesesatannya</p>
<p>Konstantin Agung, yang menggabungkan gereja dan negara dalam Kerajaan Romawi dan meletakkan dasar berdirinya Gereja Roma Katolik, menggaji Eusebius untuk menghasilkan Alkitab Perjanjian Baru Yunani. Teks dari Vatikanus dan Sinaitikus yang banyak diagungkan oleh kritikus modern, adalah hasil rekayasa Eusebius. Frederick Nolan dan banyak lainnya melihat Eusebius membuat banyak perubahan pada teks Alkitab.</p>
<p>Banyak versi alkitab modern dengan ayat-ayat yang hilang bisa ditelusuri pada masa ini, termasuk Markus 16:9-20 dan Yohanes 8:1-11. Setelah penyelidikan mendalam, Frederick Nolan menyimpulkan bahwa Eusebius &#8220;sengaja menghilangkan ayat tersebut dari versinya&#8221; (Nolan, hal. 240). Banyak manuskrip ini juga mengandung tulisan apokrifa (apocryphal, fictitious, spurious, fiktif, palsu) Gembala Hermas dan Surat Barnabas. Origen menganggap kedua tulisan palsu ini sebagai Alkitab (Goodspeed, The Formation of the New Testament, p. 103).</p>
<h4>JEROME (Sophronius Eusebius Hieronymus) (340-420)</h4>
<p>Jerome dipanggil oleh Damasus, Uskup Roma, untuk membuat Alkitab Latin Standar. Alkitab ini diselesaikan antara tahun 383 dan 405 dan menjadi Alkitab yang digunakan oleh Gereja Roma Katolik. Alkitab ini umumnya disebut Latin Vulgate (artinya umum).</p>
<p>Kritik teks modern Bruce Metzger mengatakan bahwa manuskrip Yunani yang digunakan Jerome &#8220;termasuk dalam jenis Alexandrian&#8221; (Metzger, The Text of the New Testament, p. 76). Ini berarti sejenis dengan versi modern. Kenyon dan Robinson juga menegaskan hal ini (Kenyon, The Text of the Greek Bible, p. 88; Robinson, Ancient Versions of the English Bible, p. 113).</p>
<p>Ini berarti Latin Vulgate yang dibuat Jerome dan digunakan oleh Roma mewakili jenis tulisan yang sama dengan teks kritik Yunani yang digunakan versi modern. Versi ini seringkali membuang &#8220;Allah&#8221; dari 1 Timotius 3:16 dan mengandung banyak cacat lainnya.</p>
<p>Jerome sangat terkontaminasi dengan pengajaran sesat:</p>
<p>Jerome sangat terikat dengan kesesatan asketisme, percaya status perawan lebih rohani daripada orang menikah dan menuntut pemimpin gereja untuk tidak menikah. &#8221; &#8230; tidak ada pribadi single melakukan banyak hal untuk membuat biara populer dalam tingkat sosial yang lebih tinggi&#8221; (James Heron, The Evolution of Latin Christianity, 1919, p. 58). Dia hidup dalam kehidupan terisolasi menentang perintah Alkitab untuk pergi dan memberitakan Injil kepada semua makhluk (Markus 16:15).</p>
<p>Jerome percaya kepada penyembahan relik kudus dan tulang orang Kristen yang sudah meninggal (Heron, pp. 276, 77).</p>
<p>Jerome &#8220;memimpin dan mempengaruhi&#8221; dalam membuka &#8216;pintu air&#8217; untuk doa kepada orang kudus, dia mengajarkan bahwa orang kudus di sorga mendengar doa orang di dunia, menjadi perantara mereka dan mengirim bantuan dari atas (Heron, pp. 287, 88).</p>
<p>Jerome mengajarkan Maria adalah pengganti Hawa seperti Kristus pengganti Adam, dan bahwa melalui ketaatannya Maria menjadi alat membantu menyelamatkan umat manusia (Heron, p. 294). Dia mengajarkan Maria sebagai perawan kekal.</p>
<p>Jerome percaya pada berkat &#8220;air kudus,&#8221; yang menjadi praktek utama dalam Gereja Roma Katolik (Heron, p. 306).</p>
<p>Jerome membenarkan hukuman mati bagi &#8220;penyesat&#8221; (Heron, p. 323).</p>
<p>Karakter dan roh Jerome dijelaskan sebagai &#8220;pemarah dan getir, semangat besar yang tak terkendali, tak toleran dan roh penganiaya dan kepemimpinan yang labil&#8221; (Philip Schaff, History of the Christian Church, III, p. 206).</p>
<p>Jerome sangat membenci orang yang taat mengikuti iman Perjanjian Baru yang lugas dan orang yang menolak pengajaran sesat yang dia dan pengikutnya ajarkan. Tulisannya menentang orang-orang ini penuh dengan kebencian, dengan bahasa yang sangat keji. Vigilantius, Jovinian, dan Helvidius adalah beberapa korban cercaannya. Mereka menolak kesalahan tradisi yang ditambahkan oleh pemimpin Roma Katolik permulaan, termasuk baptisan bayi, tuntutan selibat, penyembahan martir dan relik, dan ketakberdosaan Maria dan keperawanan kekalnya. Jerome menumpuk penganiayaan terhadap mereka, menyebut mereka anjing, maniak, monster, keledai, bodoh tolol, keledai berkaki dua, pelahap, hamba iblis, orang giila, &#8220;perabot tak berguna yang harus dihancurkan dengan tongkat besi rasuli.&#8221; Dia mengatakan Helvedius mempunyai &#8220;mulut busuk, penuh dengan segala kebusukan, melawan relik dan abu para martir.&#8221; Sejarahwan Baptis Thomas Armitage mengamati, &#8220;Pena Jerome menyerang dengan kekejaman kekuasaan tiran dan amarahnya. Bagaimanapun kesalahannya, dia tidak dapat menahan perlawanan&#8221; (A History of the Baptists, I, p. 207).</p>
<p>Sangat jelas Jerome menyerap banyak kesesatan pengajaran dan sikap yang akhirnya membangun dogma dan praktek Gereja Roma Katolik.</p>
<h4>AMBROSE (339-397)</h4>
<p>Ambrose adalah uskup Milan di Itali, dari tahun 3740297. Karena dia terikat pada banyak kesesatan pengajaran awal, tulisannya sangat menarik bagi para Paus dan konsili Katolik. Ambrose sangat dipengaruhi Agustine. Gereja Katolik membuat dia menjadi orang kudus dan soko guru gereja.</p>
<p>Ambrose menggunakan metode penafsiran alegoris-mistis, dipengaruhi oleh Origen dan Philo.</p>
<p>Dia mengajarkan orang Kristen harus berbakti kepada Maria, mendorong kebiaraan dan percaya pada doa kepada orang kudus.</p>
<p>Dia percaya gereja mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.</p>
<p>Dia percaya Perjamuan Tuhan adalah pengorbanan Kristus yang literal.</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa keperawanan lebih kudus daripada pernikahan dan jika memungkinkan dia mendorong wanita muda untuk tidak menikah. Kesesatan ini membuka jalan kepada sistem kebiaraan Katolik.</p>
<p>Dia berdoa untuk orang mati.</p>
<h3>AUGUSTINE (354-430)</h3>
<p>Agustine terkontaminasi dengan banyak kesesatan pengajaran dan ikut membangun dasar Gereja Roma Katolik. Karena itulah Roma sangat menghormati Agustine sebagai salah satu &#8220;soko guru gereja.&#8221;</p>
<p>Dia adalah penganiaya dan salah satu bapa Inkuisisi Roma. Dia menganjurkan penganiayaan terhadap Donatis yang <strong>percaya Alkitab</strong> dan berjuang mempertahankan gereja Alkitabiah dan menuntut anggota gereja menunjukkan <strong>bukti pertobatan dan lahir baru.</strong></p>
<p>Agustine adalah salah satu bapa a-millenialisme, yang meng-alegoris-kan nubuat dan pengajaran Alkitab bahwa Gereja Katolik adalah Israel baru dan kerajaan Allah.</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa baptisan dan Perjamuan Tuhan adalah jalan keselamatan.</p>
<p>Konsili Mela di Numidia tahun 416 yang terdiri dari lima puluh orang dan dipimpin oleh Agustine menyatakan: &#8220;Juga, adalah kesenangan uskup bahwa siapapun yang menolak membaptis bayi mereka yang baru lahir atau mengatakan bahwa baptisan untuk pengampunan dosa sendiri, bukan dosa asal dari Adam dan ditebus oleh bejana pembaharuan, adalah TERKUTUK&#8221; (Wall, The History of Infant Baptism, I, 265). Augustine mengajarkan bahwa bayi harus dibaptis dan baptisan itu menghapus dosa mereka. Dia menyebut orang yang menolak baptisan bayi &#8220;kafir&#8221; dan &#8220;terkutuk.&#8221;</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa Maria tidak melalukan dosa dan mempromosikan penyembahan Maria. Dia percaya bahwa Maria mempunyai peran penting dalam keselamatan (Augustine, Sermon 289, cited in Durant, The Story of Civilization, IV, p. 69).</p>
<p>Dia mempromosikan kesesatan mitos purgatory (api penyucian)</p>
<p>Dia menerima pengajaran selibat bagi imam, mendukung dekrit Paus Siricius tahun 387 yang mengharuskan imam yang menikah atau menolak untuk dipisahkan dari isterinya harus ditindak tegas.</p>
<p>Dia meninggikan otoritas gereja diatas Alkitab, mengatakan, &#8220;Saya tidak boleh percaya Injil <strong>kecuali</strong> saya digerakkan oleh otoritas Gereja Katolik&#8221; (quoted by John Paul II, Augustineum Hyponensem, Apostolic Letter, Aug. 28, 1986, www.cin.org/jp2.ency/augustin.html).</p>
<p>Dia percaya bahwa penafsiran Alkitab sebenarnya dihasilkan dari deklarasi konsili gereja (Augustin, De Vera Religione, xxiv, p. 45).</p>
<p>Dia menafsirkan Kitab Kejadian secara kiasan (Dave Hunt, “Calvin and Augustine: Two Jonahs Who Sink the Ship,” Debating Calvinism: Five Points, Two Views by Dave Hunt and James White, 2004, p. 230).</p>
<p>Dia mengajarkan kesesatan pemilihan berdaulat, dimana Allah telah menetapkan sebagian untuk selamat dan yang lainnya terkutuk dan kasih Allah tidak dapat ditolak bagi orang pilihan. Dari pengakuannya sendiri, John Kalvin pada abad 16 menurunkan teologi TULIP dari &#8220;kedaulatan Allah&#8221; Agustine. Kalvin mengatakan: &#8220;Jika saya ingin menyusun keseluruhan buku dari Agustine, saya dapat dengan mudah menunjukkan kepada pembaca bahwa saya tidak membutuhkan kata-kata selain kata-kata Agustine&#8221; (Calvin, Institutes of the Christian Religion, Book III, chap. 22).</p>
<p>Dia mengajarkan kesesatan suksesi rasuli dari Peter (Dave Hunt, A Woman Rides the Beast, p. 230).</p>
<p>Chrysostom adalah pemimpin di Antiokia, bagian Gereja Katolik Yunani pada masa itu, dan menjadi &#8220;kepala rumah&#8221; Konstantinopel tahun 398.</p>
<p>Dia percaya pada &#8220;kehadiran&#8221; missa, bahwa roti benar-benar berubah menjadi Yesus Kristus.</p>
<p>Dia mengajarkan bahwa tradisi gereja mempunyai otoritas setara Alkitab.</p>
<h4>CYRIL (376-444)</h4>
<p>Cyril adalah &#8220;kepala rumah&#8221; Aleksandria dan mendukung banyak kesalahan yang membangun Gereja Katolik.</p>
<p>Dia mempromosikan penyembahan Maria dan menyebutkan sebagai Theotokos, atau pembawa Allah.</p>
<p>Tahun 412, Cyril memulai penganiayaan terhadap Kristen Donatis.</p>
<p>PERINGATAN KUASA BAPA GEREJA MEMBAWA KE ROMA</p>
<p>Melihat beberapa kesesatan yang mengkhamirkan &#8220;bapa gereja,&#8221; tidak mengherankan bahwa pembelajaran tulisan mereka dapat membawa kepada Roma. Kesana mereka semua mengarah! Dan sebagian besar kita baru melihat &#8220;bapa gereja&#8221; yang sedikit agak baik!</p>
<p>Pada akhir abad 19, JOHN HENRY NEWMAN (1801-90) masuk ke dalam Gereja Roma Katolik melalui pintu bapa gereja. Newman, seorang imam Anglikan dan salah satu pemimpin Gerakan Oxford di Gereja Inggris, adalah salah satu Protestan yang paling terkenal yang masuk Roma. Dia mengatakan bahwa dua faktor perpindahan dia adalah kekagumannya pada bapa gereja dan pembelajaran &#8220;orang kudus Inggris,&#8221; merujuk kepada mistis Katolik seperti Joan Norwich. Dia masuk Roma pada 1845 dan diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Leo XIII pada 1879.</p>
<p>Masa sekarang ini banyak yang mengikuti jejak Newman.</p>
<p>Scott dan Kimberly Hahn, Presbyterian yang bergabung dengan Gereja Roma Katolik juga dipengaruhi oleh bapa gereja. Dalam otobiografi mereka, Rome Sweet Rome, Kimberly ingat bagaimana Scott mempelajari &#8220;bapa gereja&#8221; ketika dia masih pelayan Presbyterian.</p>
<p>&#8220;Scott mendapat banyak wawasan dari bapa gereja, beberapa dia bagikan dalam kotbah. Ini tak terduga bagi kami, karena kami hampir belum pernah membaca mengenai bapa gereja dalam seminari. Kenyataannya, pada tahun belakangan kami mengadu keras kepada teman-teman mengenai penyusupan Roma ketika ditawarkan pengajaran oleh imam Anglikan mengenai bapa gereja. Tapi disini Scott mengutip mereka dalam kotbah1! Suatu malam Scott keluar dari pembelajaran dan mengatakan, &#8216;Kimberly, saya harus jujur. Saya tidak tahu berapa lama lagi kita menjadi Presbyterian. Kita mungkin menjadi keuskupan'&#8221; (Rome Sweet Rome, p. 56).</p>
<p>Kenyataannya, mereka menjadi Katolik Roma dan pengaruh bapa gereja dalam keputusan mereka sangat jelas.</p>
<p>Pada tahun 1985 THOMAS HOWARD kembali menjadi Protestan terkenal yang masuk Roma. Dalam bukunya tahun 1984 Evangelical Is Not Enough Howard mengajak injili untuk mempelajari bapa gereja. Howard adalah profesor di Gordon College selama 15 tahun dan dari keluarga yang sangat injili. Ayahnya, Philip adalah editor Sunday School Times; saudaranya laki-laki David Howard adalah kepala World Evangelical Fellowship; dan saudara perempuannya Elizabeth menikah dengan misionaris terkenal Jim Elliot yang martir dibunuh oleh Auca Indians di Ecuador.</p>
<p>Bapa gereja juga berpengaruh dalam perpindahan PETER KREEFT ke Roma dari denominasi Reform Belanda. Kreeft menjadi apologis Katolik yang berpengaruh, mempelajari bapa gereja selama belajar di Calvin College di Grand Rapids, Michigan. Dia menulis:</p>
<p>&#8220;Petualangan saya setengah sukacita ketika saya menemukan dalam gereja awal ada unsur Katolik sebagai pusat Ekaristi, kehadiran benar, doa kepada orang kudus, penyembahan Maria, persatuan yang nyata dan suksesi rasuli. Lebih lanjut, BAPA GEREJA &#8216;TERCIUM&#8217; LEBIH KATOLIK DARIPADA PROTESTAN, terutama santo Agustine, kegemaran saya dan pahlawan bagi banyak Protestan juga. Terlihat jelas bahwa jika Agustine atau Jerome atau Ignatius Antiokia atau Anthony Gurun, atau Justin Martyr, atau Klemen Aleksandria, atau Athanasius masih hidup sekarang mereka akan menjadi Katolik, bukan Protestan&#8221; (“Hauled Aboard the Ark,” http://www.peterkreeft.com/topics/hauled-aboard.htm).</p>
<p>Kreeft sangat benar. Banyak &#8220;bapa gereja&#8221; memang tercium lebih Katolik daripada Protestan!</p>
<p>Buku Surprise by Truth di edit oleh Patrick Madrid dan The Road to Rome di edit oleh Dwigt Longenecker dan Journeys Home di edit oleh Marcus Grodi mengandung banyak contoh fenomena ini. Salah satu kesaksian SHARON MANN mengatakan,<br />
&#8220;Saya mulai membaca baga gereja dan menyadari bahwa apapun yang mereka percayai, mereka bukan Protestan. Tema Katolik membumbui sejarah gereja. Saya tidak dapat menyangkalnya..&#8221; (Journeys Home, 1997, p. 88).</p>
<p>Ini pun benar, tentu. Tema Katolik memang membumbui bapa gereja. Apa yang harus dia mengerti sebenarnya adalah bahwa pengajaran mereka tidak benar menurut Alkitab dan mereka sama sekali tidak mempunyai otoritas apapun juga. Apapun mereka, mereka sama sekali bukan contoh teladan apalagi panduan. Mann harus membandingkan mereka dengan <strong>Alkitab yang tidak bisa salah dan menolak kesesatan mereka.</strong></p>
<p>Sebaliknya dia membiarkan bapa gereja membawa keingintahuannya mengenai Roma Katolik dan dia berakhir di Missa. Disana dia mendapatkan pengalaman penuh emosi ketika kerumunan orang sujud kepada berhala menyembah hosti yang lewat dalam monstrans. Dia mulai menangis dan lehernya tegang dan dia tidak dapat menelan, dia berkata:</p>
<p>&#8220;Jika Tuhan benar Tuhan lewat, maka saya mau memuji dan menyembah Dia, tetapi jika tidak, saya takut menjadi penyembah berhala. Akhir minggu itu meninggalkan bekas pada hati saya dan saya kehabisan argumentasi untuk tetap sebagai Protestan. Hati saya rindu menjadi Katolik dan memperbaiki persatuan dengan semua Kekristenan&#8221; (Journeys Home, p. 89).</p>
<p>Ketika dia mengatakan Tuhan lewat, dia menunjuk kepada kesesatan pengajaran Katolik bahwa <strong>hosti Missa menjadi tubuh dan darah Yesus sebenarnya</strong> ketika diberkati oleh imam dan kemudian disembah sebagai Yesus sendiri. Setelah Missa hosti diletakkan pada kotak yang disebut tabernakel dan orang Katolik berdoa kepadanya. Hosti itu adalah <strong>yesusnya</strong> Katolik.</p>
<p>Roger Oakland menjelaskan pengalaman dia di Roma pada festival Corpus Christi ketika Paus Benedict XVI menyembah di Major Mary basilica:</p>
<p>&#8220;Akhirnya, setelah hampir tiga jam berdiri dan menunggu, paus dan pengiringnya tiba. Paus membawa ekaristi yesusnya dalam monstrans. Sebelumnya pada missa di Santo Petrus, ekaristi yesusnya ini dibuat dari wafer yang dikuduskan. Kemudian disebut yesusnya ini dipindahkan ke Santo Yohanes untuk upacara berikutnya. Akhirnya, puncaknya, paus memindahkan yesusnya ini ke Major Church of Mary. Paus mengambil monstrans menaiki tangga gereja dan memperlihatkan yesusnya ini kepada orang banyak. Kemudian yesusnya ini diletakkan pada altar yang sementara ditinggikan diatas tangga. Kemudian karninal membuka kaca monstrans dan mengambil wafer atau yesusnya itu dan segera menempatkan yesusnya itu dalam tabernakel. <strong>Pengalaman ini membuat saya sadar betapa ini sungguh menyesatkan</strong>&#8221; (Faith Undone, p. 126).</p>
<p>Bunda Teresa memberi contoh ini. <strong>Dia mengatakan bahwa Kristus dia adalah wafer missa.</strong> Pertimbangkan kutipan ini dari pidatonya dalam acara Worldwide Retreat for Priests, October 1984, in Vatican City:</p>
<p>&#8220;Saya ingat beberapa tahun lalu ketika presiden Yeman meminta kami mengirimkan beberapa suster ke negaranya. Saya katakan ini sulit karena untuk banyak tahun di Yemen tidak boleh missa, dan tidak ada yang diijinkan menjadi imam. Saya jelaskan bahwa saya mau memberikan suster, tetapi masalahnya adalah tanpa imam dan tanpa yesusnya itu bersama mereka, suster kami tidak bisa kemana-mana. Sepertinya presiden Yemen berkonsultasi dan kemudian menjawab kami, &#8220;Ya, kamu boleh mengirimkan imam bersama dengan suster!&#8221; Saya berpikir bahwa HANYA DENGAN ADANYA IMAM DISANA KAMI BISA ADA ALTAR DAN TABERNAKEL KAMI DAN YESUS KAMI. HANYA IMAM YANG DAPAT MELETAKKAN <strong>YESUS KAMI</strong> DISANA&#8221; (Mother Teresa, cited in Be Holy: God’s First Call to Priests Today, edited by Tom Forrest, C.Ss.R., 1987, p. 109).</p>
<p>&#8220;Satu hari dia (seorang gadis yang bekerja di Kalkuta) datang merangkul saya dan mengatakan, &#8216;saya menemukan yesus.&#8217; &#8230; &#8216;Dan apakah yang kamu lakukan ketika kamu menemukan dia?&#8217; saya tanyakan. Dia menjawab bahwa setelah 15 tahun akhirnya dia melakukan pengakuan dosa dan menerima komuni kudus dari tangan seorang imam. Mukanya berubah dan dia tersenyum. Dia menjadi orang yang berbeda karena IMAM ITU <strong>MEMBERIKAN DIA YESUS</strong>&#8220;(Mother Teresa, Be Holy, p. 74).</p>
<p>Sungguh kebutaan rohani untuk berpikir bahwa Tuhan Yesus Kristus dapat disembah dengan benar dalam bentuk sekeping roti!</p>
<p>Seorang yang baru menjadi katolk, Francis Beckwith, bekas presiden Evangelical Theological Society. Pada Mei 2007 dia mengundurkan diri dari organisasi ini. Perjalanannya ke Roma tercetus dari membaca tentang bapa gereja. Dia mengatakan, &#8220;Pada Januari, atas saran seorang teman, saya mulai membaca tentang bapa gereja dan beberapa bacaan mengenai pembenaran oleh pengarang Katolik. Saya diyakinkan bahwa bapa gereja adalah lebih katolik daripada Protestan&#8230;&#8221; (“Evangelical Theological Society President Converts,” The Berean Call, May 7, 2007).</p>
<p>Sekali lagi, dia benar bahwa bapa gereja sangat seperti katolik, tetapi ini tidak membuktikan apapun. <strong>Kebenaran tidak ditemukan dalam bapa gereja, tetapi hanya dalam Alkitab saja.</strong></p>
<p>Ini adalah peringatan keras kepada orang yang ingin mendengar kebenaran. Kita tidak perlu belajar bapa gereja. Kita perlu memastikan bahwa kita sudah dilahirbarukan dan mempunyai Roh Kudus dalam hati sebagai guru (1 Yohanes 2:27), kemudian kita perlu mempelajari Alkitab dengan rajin dan berjalan dekat dengan Kristus dan berdiri teguh dalam kebenaran agar tidak tersesat oleh tipu muslihat iblis dan diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran kesesatan yang bertiup pada masa kita.</p>
<p>Pada 13 September 2020, Mark Galli, bekas gembala Presbyterian dan tujuh tahun kepala editor Christianity Today, diterima dalam Gereja Roma Katolik. Dalam wawancara dengan Tod Worner, editor publikasi Roma Katolik Evangelization and Culture, jurnal Word on Fire Institute, Galli menjelaskan beberapa alasan perpindahannya. Antara lain berhubungan dengan membaca tulisan Francis Assisi, Henry John Newman, Robert Barton, John Paul II, Santa Teresa Aviila, dsb. melakukan doa kontemplatif katolik dan mempelajari bapa gereja. Juga berhubungan dengan teolog liberal seperti Karl Barth. Galli mengatakan, &#8220;Diantara banyak titik balik kunci, salah satu terjadi ketika saya menyunting majalah Christian History mengenai Francis Assisi. Tentu saja kehidupan penyangkalan diri dan gairah dengan yesus sungguh mengesankan saya. Pada saat yang sama, malamnya saya membaca surat John Paul II The Splendor of Truth. &#8230; Saya mencoba-coba dalam mistis kristen untuk beberapa waktu, kemudian ortodoks timur, lalu teologi kasih radikal yang dinyatakan penulis Lutheran tertentu dan teolog Karl Barth. &#8230; Tentu saja tradisi mistis katolik yang paling mengesankan, khususnya terlihat di Santa Teresa Avila dan Santo Yohanes Salib, dan yang lainnya. &#8230; Banyak hal menjadi semakin jelas, saya mendengarkan buku audio Robert Barron mengenai katolik, dua kali. &#8230; Saya terisak. Saya sedang mengendarai ketika mendengarkan, tetapi saya harus minggir ukarena saya tidak bisa melihat lurus. Itulah titik saya berpindah dalam hati dan saya tahu saya harus mempersiapkan perpindahan&#8221; (“Why Mark Galli Decided to Become Catholic,” Word on Fire Institute, Sept. 10, 2020).</p>
<p>Galli mencoba-coba dengan kesesatan adalah peringatan keras bagi yang mendengar.</p>
<blockquote><p>1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.</p>
<p>Efesus 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/bapa-gereja-pintu-kepada-roma/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Menguduskan Diri untuk Penginjilan</title>
		<link>https://alkitabiah.org/menguduskan-diri-untuk-penginjilan/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/menguduskan-diri-untuk-penginjilan/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2020 02:57:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=2584</guid>

					<description><![CDATA[2Tim 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. Menguduskan Diri&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>2Tim 2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.</p></blockquote>
<h2>Menguduskan Diri</h2>
<p>Umat Tuhan yang mau dipakai Tuhan untuk pekerjaan-Nya yang mulia, untuk memenangkan jiwa, Tuhan ingin kita menguduskan diri agar dipandang layak untuk dipakai Tuhan.</p>
<p>Kita tahu kehebatan Daud dan bagaimana Tuhan mengasihi Daud sedemikian hingga Mesias pun disebut Anak Daud.<br />
Tetapi saat Daud ingin melakukan pekerjaan Tuhan, membangun bait bagi Nama-Nya, Tuhan anggap dia tidak layak karena dosa-dosanya.</p>
<p>Saat umat Tuhan hendak melakukan pekerjaan besar bagi Tuhan, mereka harus menguduskan dan mengkhususkan dirinya agar Tuhan pun memandangnya layak untuk dipakai.</p>
<p>Saat Yakub ingin ke Betel menghadap Tuhan, dia memerintahkan semua yang mengikutinya untuk menguduskan diri dengan meninggalkan segala berhala emas mereka di Sikhem. Sehingga ada kedahsyatan (KJV: terror) yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka. (Kejadian 35)</p>
<p>Saat Tuhan memanggil Musa dari semak-semak duri yang terbakar, Tuhan memerintahkan Musa untuk menanggalkan kasutnya sebelum menghadap Allah Yang Maha Kudus. (Keluaran 3)</p>
<p>Saat Tuhan memanggil bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan perintahkan untuk menguduskan diri dengan memotong korban Paskah sebelum bangsa Israel disahkan sebagai bangsa pilihan-Nya. (Keluaran 12)</p>
<p>Saat Tuhan memanggil Yosua memasuki tanah Kanaan, Yosua memerintahkan bangsa Israel untuk menguduskan diri sebelum Allah melakukan perbuatan ajaib di antara bangsa Israel. (Yosua 3)</p>
<p>Imam Besar harus memotong korban bagi dosa seluruh bangsa Israel dan juga bagi dosa mereka sendiri sebelum mereka boleh memasuki ruang Maha Kudus menghadap Allah. (Ibrani 9)</p>
<p>Saat Nadab dan Abihu gagal menguduskan diri mereka, malahan menajiskan Kemah Suci dengan membawa persembahan berhala, Allah menghanguskan mereka. (Imamat 10)</p>
<p>Saat Zerubabel ingin membangun kembali Bait Allah, mereka menguduskan diri dengan korban-korban persembahan dan mengkhususkan diri, memisahkan diri dan bahkan menolak bantuan dari orang tidak percaya. (Ezra 3-4)</p>
<p>Saat Uza menyentuh tabut Allah Yang Maha Kudus, Allah membunuh dia. (2 Samuel 6)</p>
<h2>Tuhan-lah Yang Bekerja</h2>
<p>Saat Daud menghitung bangsa Israel, Allah membunuh tujuh puluh ribu bangsa Israel (2 Samuel 24, 1 Tawarikh 21)<br />
Daud lupa bahwa bukan kemampuan dia yang membuat bangsa Israel besar.<br />
Tetapi hanya karena pekerjaan Tuhan lah maka dia memberkati bangsa Israel.</p>
<p>Jangan kita lupa bahwa bukan kemampuan kita, bukan teknik atau metode penginjilan yang hebat, atau orang-orang kita yang pintar yang sanggup memenangkan jiwa.</p>
<p>Hanya Roh Kudus Allah saja yang memenangkan jiwa dan melahir-barukan orang menjadi anak Allah.</p>
<p>Sebelum melakukan pekerjaan Tuhan, kita menguduskan diri, membuang segala berhala dari hati dan pikiran kita, segala niat dan maksud pribadi dan mengarahkan pandangan ke depan, &#8220;dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.&#8221; (Filipi 3)</p>
<p>Setelah kita melakukan tugas penginjilan kita, ingatlah selalu kita hanyalah hamba yang ditugaskan untuk itu.</p>
<blockquote><p>Lukas 17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.&#8221;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/menguduskan-diri-untuk-penginjilan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Jemaat Perjanjian Baru adalah Jemaat Lahir Baru, Setia dan Bertumbuh</title>
		<link>https://alkitabiah.org/jemaat-perjanjian-baru-adalah-jemaat-lahir-baru-setia-dan-bertumbuh/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/jemaat-perjanjian-baru-adalah-jemaat-lahir-baru-setia-dan-bertumbuh/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 08:09:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=2566</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan dari: https://www.wayoflife.org/reports/a_new_testament_church_is_a_regenerate_church.php David Cloud, Way of Life Literature, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061 866-295-4143, fbns@wayoflife.org Berikut adalah rangkuman dari 21 langkah menuju Jemaat yang semakin kuat di abad 21, tersedia dalam ebook&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan dari:<br />
https://www.wayoflife.org/reports/a_new_testament_church_is_a_regenerate_church.php</p>
<p>David Cloud, Way of Life Literature, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061<br />
866-295-4143, fbns@wayoflife.org</p>
<p>Berikut adalah rangkuman dari 21 langkah menuju Jemaat yang semakin kuat di abad 21, tersedia dalam ebook dari www.wayoflife.org</p>
<h3>21 Langkah Jemaat yang semakin kuat.</h3>
<p>Sangat tidak mungkin mengetahui apakah kita mempunyai Jemaat Perjanjian Baru hari ini, atau untuk membangun Jemaat Perjanjian Baru hari ini, jika kita tidak membandingkan dengan, dan mencontoh dari, Alkitab. Pola ini tidak ditemukan dalam &#8216;bapa gereja,&#8217; jemaat Wandenses, Lollard, Anabaptis, Luteran, Anglikan, Reform Presbiterian, Kalvinis Jenewa, Baptis umum Inggris, atau Baptis khusus, Bretren, Pentakosta, Karismatik, Fundamentalis, Injili, Reform Kalvinis Baru, denominasi Baptis, atau aliran Baptis Independen. Semua ini harus diukur dengan satu-satunya aturan yang tidak bisa salah dari iman Perjanjian Baru.</p>
<blockquote><p>Kisah Para Rasul 2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.&#8221; 2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: &#8220;Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?&#8221; 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: &#8220;Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.&#8221; 2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: &#8220;Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.&#8221; 2:41 Orang-orang yang menerima (KJV: gladly received, menerima dengan sukacita) perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.</p></blockquote>
<p>Ini adalah Jemaat pertama, dan walaupun ada beberapa karakteristik yang bersifat sementara yang bukan menjadi pola untuk masa depan (seperti, kerasulan, tanda kerasulan, komunal, dsb.,) tetapi karakeristik berikut harus menjadi pola setiap Jemaat Perjanjian Baru:</p>
<h4>Keselamatan (Kisah Para Rasul 42:41)</h4>
<p>&#8211; Tanda Jemaat Perjanjian Baru yang paling terutama adalah anggota jemaat yang lahir baru.</p>
<p>&#8211; Anggota jemaat lahir baru harus ada kotbah Injil (Kristus disalib dan bangkit, Kisah Para Rasul 2:22-36; &#8220;banyak perkataan lain&#8221; Kisah Para Rasul 2:40). Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1:16). Keselamatan mengharuskan orang memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1Timotius 2:4). Dan perlu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran Alkitab (Roma 6:17). Kristus mengajarkan bahwa Injil harus diberitakan kepada setiap makhluk, dan barangsiapa yang percaya akan diselamatkan (Markus 16:15-16). Injil dirangkum dalam 1 Korintus 15:3-4.</p>
<p>&#8211; Anggota jemaat lahir baru harus diyakinkan (Kisah Para Rasul 2:37). Ini adalah pekerjaan ajaib Roh Kudus, menarik, menerangi, meyakinkan. Tanpa ini, tidak ada keselamatan.</p>
<p>&#8211; Anggota jemaat lahir baru harus ada pertobatan (Kisah Para Rasul 2:38). Pertobatan diperintahkan oleh Kristus sendiri (jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa, Lukas 13:3, 5) dan oleh Paulus (sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat, Kisah Para Rasul 17:30). Paulus mengkotbahkan supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 20:21). Pertobatan adalah berbalik kepada Allah dalam ketundukan. Pertobatan adalah perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan hidup. Pertobatan bukanlah pekerjaan yang menyelamatkan; pertobatan adalah perubahan pikiran, bukan perubahan hidup. Tetapi pertobatan menghasilkan perubahan hidup. Paulus mengkotbahkan bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu (Kisah Para Rasul 26:20.)</p>
<p>&#8211; Anggota jemaat lahir baru harus ada sukacita iman yang percaya segenap hati (Kisah Para Rasul 2:41, KJV: gladly received). Iman mereka tidak dimanipulasi atau ditekan. Ketika sida-sida dari Etiopia menanyakan Filipus apakah dia boleh dibaptis, Filipus menjawab, &#8220;Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.&#8221; (Kisah Para Rasul 8:37.)</p>
<p>&#8211; Anggota jemaat lahir baru harus ada perubahan hidup (Kisah Para Rasul 2:42). Keselamatan sejati adalah kelahiran kembali. Orang lahir baru menjadi ciptaan baru didalam Kristus (2 Korintus 5:17). Orang lahir baru dipindahkan dari kuasa kegelapan kepada Kerajaan Terang Anak Allah. (Kolose 1:13).</p>
<p>&#8211; Keselamatan ajaib adalah yang <strong>paling terutama dari semua yang terutama</strong> bagi Jemaat Perjanjian Baru yang sehat. Kita harus semakin teliti mengenai hal ini.</p>
<h4>Baptisan (Kisah Para Rasul 2:41)</h4>
<p>&#8211; Baptisan Jemaat Perjanjian Baru adalah baptisan orang yang percaya saja dan dengan dimasukkan kedalam air. Ini menggambarkan kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus, yang adalah injil, dan identifikasi dengan Kristus (Roma 6:4-5). Ini diperintahkan oleh Kristus (Matius 28:19). Ini adalah salah satu doktrin dan praktek yang terutama.</p>
<p>&#8211; Keselamatan dan baptisan adalah syarat mutlak menjadi anggota jemaat. Kisah Para Rasul 2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.</p>
<h4>Disiplin Jemaat (Kisah Para Rasul 2:42)</h4>
<p>&#8211; Mereka bertekun. Ini adalah tekanan yang penting dari ketaatan, semangat dan kesetiaan mereka.</p>
<p>&#8211; Sebutan paling umum untuk orang percaya Perjanjian Baru adalah &#8220;murid&#8221; (methetes dalam bahasa Yunani). Kata &#8220;orang percaya&#8221; muncul hanya dua kali (Kisah Para Rasul 5:14; 1 Timotius 4:12); &#8220;kristen&#8221; muncul tiga kali (Kisah Para Rasul 11:16; 26:28; 1 Petrus 4:16); &#8220;orang kudus&#8221; muncul 62 kali; &#8220;saudara&#8221; muncul sekitar 135 kali; tetapi kata &#8220;murid&#8221; (mengacu kepada murid Kristus) muncul sekitar 268 kali. Yesus mendefinisikan murid sejati sebagai berikut: Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku (Yohanes 8:31).</p>
<h4>Pengajaran Para Rasul (Kisah Para Rasul 2:42)</h4>
<p>&#8211; Anggota jemaat mula-mula mengasihi pengajaran / doktrin. Mereka senang Pembelajaran Alkitab. Tidak perlu ada yang menyuruh mereka menghadiri Pembelajaran Alkitab. Pada waktu saya diselamatkan pada usia 23 tahun, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya senang membaca dan mempelajari Alkitab dan sangat menginginkan Pembelajaran Alkitab yang baik, dan oleh kasih karunia Allah, ini tidak pernah berkurang dalam 47 tahun.</p>
<p>&#8211; Hal ini adalah bukti pemuridan sejati. Yohanes 8:47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah. Yohanes 8:31-32 Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. Yohanes 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.</p>
<p>&#8211; Anggota jemaat lahir baru mengasihi pengajaran / doktrin yang benar. Mereka bertekun dalam pengajaran / doktrin para Rasul, bukan pengajaran / doktrin yang salah. Jemaat yang tekun dalam pengajaran Rasuli mempunyai pemikiran yang menguji. Lihat 1 Tesalonika 5:21-22. Jemaat Perjanjian Baru mempraktekkan pelayanan pembuktian, evaluasi, analisa dan menghakimi. Ini bukan bersikap kritik. Tujuannya adalah positif yaitu untuk menghindari kesalahan dan &#8220;peganglah apa yang baik.&#8221;</p>
<p>&#8211; Jemaat yang bertekun dalam pengajaran adalah Jemaat Pembelajar Alkitab yang serius. Kami bertujuan membuat setiap anggota jemaat menjadi murid Alkitab yang serius. Kolose 1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Ibrani 5:12 &#8230; kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. Kami percaya bahwa pendidikan dengan tingkat Sekolah Tinggi Teologi adalah yang diperlukan untuk kehidupan Kristen yang berbuah yang sesuai kehendak Allah.</p>
<p>&#8211; Jemaat yang bertekun dalam pengajaran membutuhkan kotbah/pengajaran yang tepat yang memberikan makanan keras kepada domba dan membangun mereka dalam iman dan mengajarkan mereka bagaimana mempelajari dan mengerti Alkitab bagi mereka sendiri.</p>
<h4>Persekutuan (Kisah Para Rasul 2:42)</h4>
<p>&#8211; Anggota jemaat mula-mula mengasihi saudara seiman. Ini adalah keluarga mereka, kumpulan mereka. Dan mereka mengasihi saudara yang giat.</p>
<p>&#8211; Persekutuan sejati adalah rohani. Tidak sekadar makan dan bermain bersama. Orang dunia melakukan itu. Karakter rohani suatu Jemaat akan terlihat dalam hal apa yang suka dibicarakan anggota jemaat. Hal apa yang dibicarakan orang muda? Orang dewasa? Wanita?</p>
<h4>Memecahkan roti (Kisah Para Rasul 2:42)</h4>
<p>&#8211; Anggota jemaat mula-mula mengasihi Perjamuan Tuhan. Bandingkan Kisah Para Rasul 20:7.</p>
<p>&#8211; Hal ini adalah praktek yang sangat penting. Ini adalah waktu mengenang Kristus, mempelajari Kristus dan mengharapkan kedatangan Kristus kembali.</p>
<p>&#8211; Hal ini adalah praktek yang sangat serius. Ini adalah waktu menguji diri sendiri (1 Korintus 11:27-32) dan salah satu alat pendisiplinan Jemaat. (dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. 1 Korintus 5:11).</p>
<h4>Doa (Kisah Para Rasul 2:42)</h4>
<p>&#8211; Anggota jemaat mula-mula mengasihi doa-doa (jamak). Ini adalah Jemaat yang berdoa.</p>
<p>&#8211; Doa disinggung setidaknya 415 kal dalam Alkitab; 129 kali dalam Perjanjian Baru; 35 kali dalam Kisah Para Rasul; 25 kal dalam surat Paulus. Ini adalah tekanan penting dari pengajaran Kristus.</p>
<p>&#8211; Murid sejati adalah seorang Kristen pendoa. Hidupnya adalah hidup pendoa. Dia senang berdoa. Dia mempunyai tempat berdoa setiap hari. Dia mempunyai &#8216;musim&#8217; berdoa. Dia mendoakan yang lain. Dia berdoa tanpa henti. Dia selalu bersekutu dengan Allah sepanjangg hari. Dia berdoa dengan isteri dan keluarga. Dia senang berdoa bersama. Dia senang berdoa dengan saudara seiman. Dia mempunyai teman berdoa.</p>
<p>&#8211; Ini bertentangan dengan kebanyakan gereja saat ini. Bagaimana mungkin suatu Jemaat mengaku sebagai Jemaat Perjanjian Baru jika anggotanya tidak bertekun dalam doa?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah Para Rasul 2:41-42 adalah percontohan / teladan dari Jemaat Perjanjian Baru. Dan ini adalah tolak ukur suatu Jemaat Perjanjian Baru.</p>
<p>Jemaat pada Kisah Para Rasul 2:41-42 bukanlah Jemaat tanpa dosa atau masalah. Bandingkan Kisah Para Rasul 5 dan 6. Tetapi ini adalah kumpulan murid Kristus sejati yang giat untuk hal mengenai Kristus.</p>
<p>Kita perlu berhenti mengikuti tradisi, bahkan tradisi Gereja Baptis. Tradisi telah melemahkan Jemaat, tidak menguatkan Jemaat.</p>
<p>Saya berpikir tentang Gereja Baptis Selatan tempat saya bertumbuh di Florida. Semua anak-anak memberi pengakuan iman, tetapi tidak ada kehati-hatian, tidak ada hikmat, tidak ada melihat bukti (lahir baru), dan pengakuannya tidak pernah dipertanyakan kembali, walaupun terbukti kosongnya pengakuan mereka. Teman baik saya dulu sudah meninggal pada usia 62, hidup dalam penolakan Kristus, kehidupan yang cabul, masuk mendalami berhala spiritualitas asli Amerika yang jahat, tetapi ibunya jemaat Baptis Selatan berpikir sekarang dia di sorga karena pengakuan iman yang kosong pada masa mudanya. Ini hal lumrah yang sangat banyak terjadi.</p>
<p>Saya berpikir tentang Gereja Baptis Highland Park di Chattanooga, Tennessee, pada masa jayanya. Prinsip pengaturannya sepertinya &#8220;dapatkan sebanyak mungkin secepat mungkin.&#8221; Ketika Lee Roberson menjadi pastor pada thaun 1942, mempunyai 100 anggota jemaat, 400 kehadiran hari minggu, 10 kehadiran dalam pelayanan tengah minggu, jadi 60% anggota jemaat tidak diketahui keberadaannya dan hanya 1% yang cukup Kristen untuk menghadiri pelayanan tengah minggu. (Statistik diambil dari James Wigton, Lee Roberson: Always about His Father&#8217;s Business, 2010, halaman 22.) Ini hal yang lumrah baik di gereja-gereja Baptis Selatan maupun Baptis Fundamental. Dan pola ini tidak pernah berubah di Highland Park bahkan setelah jumlahnya semakin banyak. Ketika Dr. Roberson pensiun pada tahun 1982, anggota jemaat Highland Park adalah 63000, tetapi kehadiran Rabu malam adalah 3000. Ini adalah ukuran terbaik dari anggota yang aktif dan membuat 60000 anggota tidak masuk hitungan! Jumlah anggota jemaat ini membuat Highland Park tercatat sebagai gereja terbesar di dunia, tetapi karena sebagian besar &#8216;anggota&#8217; itu tidak aktif, apakah artinya?</p>
<p>Kekristenan pada Kisah Para Rasul 2:41-42 bukanlah orang-orang lahir baru yang negatif atau bosan. Orang muda kami menikmati kehidupan Kristiani mereka. Mereka senang berdoa. Mereka senang Pembelajaran Alkitab. Tidak ada tekanan dari mereka untuk hiburan. Mereka senang dengan separasi dari dunia karena mereka ingin kehendak Allah dan mereka tidak mau ditelan Iblis. Mereka telah berbalik dari narkoba, meninggalkan pacar yang cantik tetapi duniawi, meninggalkan keduniawian sosial media, meninggalkan pakaian tidak sopan, meninggalkan pendidikan sekular yang menghalangi kehidupan rohani mereka. Mereka senang bermain dan menyanyikan lagu himne rohani. Mereka senang dalam pelayanan Kristiani.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/jemaat-perjanjian-baru-adalah-jemaat-lahir-baru-setia-dan-bertumbuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Kekudusan Jemaat</title>
		<link>https://alkitabiah.org/kekudusan-jemaat/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/kekudusan-jemaat/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 10 May 2020 06:28:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1773</guid>

					<description><![CDATA[Tuhan menghendaki agar jemaat Kristus kudus (Ef. 5:27), sebab Dia kudus (I Pet.1:16). Kekudusan jemaat Kristus adalah faktor utama yang Tuhan dambakan dari tubuhNya. Kudus artinya terpisah dari dosa/kecemaran. Kekudusan jemaat dapat dilakukan dengan menerapkan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan menghendaki agar jemaat Kristus kudus (Ef. 5:27), sebab Dia kudus (I Pet.1:16). Kekudusan jemaat Kristus adalah faktor utama yang Tuhan dambakan dari tubuhNya. Kudus artinya terpisah dari dosa/kecemaran. Kekudusan jemaat dapat dilakukan dengan menerapkan “Separasi (Pemisahan)” dan “Disiplin” jemaat :</span></span></p>
<ol type="I">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Separasi (Pemisahan) Jemaat</b></span></span></li>
</ol>
<ol type="A">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Secara Jemaat</b></span></span></li>
</ol>
<ol>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Terhadap keyakinan atau ajaran agama lain.</b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Jemaat lokal harus memisahkan diri dari persekutuan dengan ajaran agama apapun (II Kor. 6:15-16). </span></span></li>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Terhadap jemaat lokal lain yang berbeda ajaran. </b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tubuh Kristus bersatu dalam kebenaran bukan dalam kesesatan (Yoh.17:22). Jemaat lokal tidak bersekutu dengan jemaat yang berbeda ajaran.</span></span></li>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Terhadap pemerintah. </b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Jemaat sebagai warga negara yang baik, taat pemerintah (tertib dan bayar pajak) Rom.13:1. Tetapi dalam hal kepercayaan, negara tidak boleh mencampuri iman jemaat.</span></span></li>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Terhadap bantuan. </b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Jemaat lokal membiayai sendiri kebutuhan pelayanan jemaat. Jemaat lokal tidak menerima bantuan dari pemerintah, agama lain atau dari jemaat lokal lain yang berbeda ajaran (3 Yoh.1:7; Ams 21:27). Ini bukan soal “menolak kebaikan hati orang lain”, tetapi ini mengenai ajaran yang harus diterapkan jemaat. Jemaat lokal hanya menerima bantuan dari jemaat lokal lain yang satu ajaran (Roma 15:26).</span></span></li>
</ol>
<ol start="2" type="A">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Secara Pribadi</b></span></span></li>
</ol>
<ol>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Terhadap pertemanan yang buruk. </b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Orang percaya sebagai ciptaan baru harus menjauhkan diri dari pergaulan yang jahat (I Kor. 15:33). Dia harus menyadari bahwa imannya yang benar itu dapat terkikis oleh pergaulan yang buruk.</span></span></li>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Terhadap kecemaran pribadi.</b></i></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Orang percaya masih bisa jatuh dalam dosa karena itulah Tuhan perintahkan agar mengejar kekudusan (Ibr.12:14). Orang yang telah dilahirkan kembali tidak mungkin memiliki candu.</span></span></p>
<ol start="2" type="I">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Disiplin jemaat (Ibrani 12:10)</b></span></span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Kekudusan jemaat lokal dapat dipertahankan, jika jemaat menerapkan disiplin terhadap anggota yang melanggar aturan. Jemaat lokal memiliki aturan untuk ditaati, sebagaimana sebuah keluarga atau negara memiliki aturan untuk dilakukan bersama, demikian juga halnya dengan jemaat Kristus. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Jemaat lokal yang kudus menerapkan disiplin bagi jemaat yang melanggar aturan jemaat (I Kor.5:5,8). Bahkan Tuhan mendisiplin orang yang Dia akui sebagai anak (Ibr.12:6-8), orang yang tidak didisiplin Tuhan, adalah anak gampangan. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Angota jemaat yang tidak menerima pendisiplinan dari jemaat biasanya adalah orang percaya yang tidak mau dididik dengan benar. Sikap seperti ini mencemari kekudusan jemaat, karena itulah orang seperti ini harus dikeluarkan dari keanggotaan jemaat.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Agar kekudusan tubuh Kristus dapat dijaga dengan baik, sebaiknya jumlah keanggotaan dalam jemaat lokal dibatasi, agar gembala dapat mengenal dan memperhatikan semua anggota jemaat. Prinsip penggembalaan harus diterapkan “Gembala mengenal jemaat dan jemaat mengenal gembala”.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Ada beberapa ajaran-ajaran yang merusak kekudusan jemaat lokal secara progresif, beberapa diantaranya: </span></span></p>
<ol type="I">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Baptisan Bayi</b></span></span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Salah satu ajaran yang merusak kekudusan jemaat yang paling tua adalah baptisan bayi. Ajaran ini percaya bahwa baptisan dapat menyelamatkan. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Ajaran baptisan bayi menyebabkan:</b></i></span></span></p>
<ul>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Penganiayaan terhadap orang percaya.</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Sejarah mencatat, jutaan orang percaya mati dibunuh karena tidak percaya akan ajaran baptisan bayi. Anehnya, orang Kristen sekarang menganggap enteng perihal kesesatan baptisan bayi ini.</span></span></li>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Menghasilkan orang Kristen tanpa pertobatan.</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Orang-orang seperti ini merasa sudah diselamatkan sejak bayi. Tetapi, kalau mereka jujur dapatkah bayi bertobat? Apakah bayi bisa percaya? Tahukah bayi mengapa dia dibaptis? Jawaban atas ketiga pertanyaan itu adalah, TIDAK! Lalu, atas dasar apa mereka tetap berpegang pada hal itu? </span></span></li>
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Membuat orang masuk neraka.</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Baptisan dipercaya dapat menyelamatkan karena itulah bayi dibaptis agar mereka selamat jika mereka mati sebelum dewasa. Tetapi ini tidak benar, karena baptisan tidak nyelamatkan siapapun, baptisan adalah tanda pertobatan (Mat.3:11) bukan syarat seseorang diselamatkan.</span></span></li>
<li></li>
</ul>
<ol start="2" type="I">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Doa orang bertobat</b></span></span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Doa singkat (Quick Prayerism) “orang bertobat” yang diajarkan oleh banyak pengkhotbah, ditulis dalam buku-buku penginjilan adalah ajaran yang merusak jemaat, karena selain tidak ada praktek seperti itu dalam Alkitab, hal ini juga sedang memberi harapan palsu pada orang yang hanya sekedar ikut-ikutan saja. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Praktek (Quick Prayerism) doa singkat orang bertobat ini dipelopori oleh mereka yang berpandangan “bertobat dan percaya Tuhan Yesus itu mudah”. Bertobat cukup dimulut saja tanpa perlu pembuktian terhadap jemaat. </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Cukup ikuti doa yang diucapkan oleh pembimbingnya, maka Anda sudah selamat.</b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Praktek doa singkat yang sifatnya hafalan dan ikut-ikutan ini merusak kekudusan jemaat lokal.</span></span></p>
<ol start="3" type="I">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Easy believism </b></span></span></li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Ajaran ini (Easy belivism) dapat kita sebut sebagai Iman gampangan. Mereka mengajarkan percaya itu mudah. Kerena beriman itu mudah maka, saat seseorang berkata dia percaya Tuhan Yesus, orang itu sudah boleh dianggap orang percaya dan boleh dibaptis dan masuk menjadi anggota jemaat lokal, tanpa harus dibuktikan dahulu imannya. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Pengakuan percaya </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>yang belum</b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> dibuktikan lewat tindakan iman seperti itu menghasilkan: anggota jemaat yang masih candu “sesuatu”, datang berjemaat jika lagi dalam suasana hati senang, tidak rela berkorban (kikir), tidak tunduk, intinya orang yang belum lahir kembali menjadi anggota jemaat. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Pengakuan percaya seseorang haruslah </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>dibuktikan oleh tindakan iman</b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> yang dapat dilihat oleh jemaat, setelah itu dia boleh diterima menjadi anggota jemaat. Jemaat-jemaat lokal Perjanjian baru membuktikan iman mereka saat percaya Yesus, melalui tekanan dan penganiayaan dari kaum Yudaisme dan kaum pagan Romawi.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Inilah ketiga ragi (ajaran yang merusak) yang mengkhamiri kekudusan Jemaat lokal. Penyusupan ragi ini semakin halus saat makin lihainya si Iblis dalam hal menyusup masuk untuk merusak kekudusan jemaat. Dari ketiga ragi di atas, tujuannya hanya satu yaitu memasukkan orang yang belum lahir kembali (belum kudus) ke dalam jemaat. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Beberapa gembala jemaat berkata, hanya 70% jemaatnya yang akan masuk sorga, yang lain menyebut 60% dan gembala lain menyebut 80% dari jemaatnya yang sudah lahir kembali sementara yang belum lahir kembali 20%. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Apakah para gembala ini tahu pokok permasalahan mereka? Siapa yang mengizinkan seseorang menjadi anggota jemaat? Tentu saja mereka. Lalu mengapa mengijinkan yang 20% itu menjadi jemaat, padahal mereka tahu mereka belum kudus (belum lahir kembali). </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Di sinilah akar permasalahannya. Jemaat lokal sekarang tidak peduli dengan kekudusan jemaat, mereka hanya sibuk dengan jumlah jemaat, padahal yang paling Tuhan inginkan adalah kekudusan jemaat-Nya. Cara untuk memutuskan ragi itu adalah dengan menjauhkan ajaran baptisan bayi, doa singkat yang ikut-ikutan dan kepercayaan gampangan, dari jemaat lokal. </span></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: x-large;"><i><b>Jemaat Kristus Alkitabiah</b></i></span></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: small;"><i>Ditulis oleh:</i></span></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: small;"><i>Ranto Vaber Simamora</i></span></span></p>
<p align="center">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/kekudusan-jemaat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Menuntut kesetiaan penuh kepada gembala adalah tanda Kultus.</title>
		<link>https://alkitabiah.org/menuntut-kesetiaan-penuh-kepada-gembala-adalah-tanda-kultus/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/menuntut-kesetiaan-penuh-kepada-gembala-adalah-tanda-kultus/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 08 May 2020 12:41:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kultus]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1770</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan: https://www.wayoflife.org/database/unquestioningloyalty.html Pemimpin jemaat yang menuntut kesetiaan penuh tanpa boleh mempertanyakan apapun adalah penyimpangan dari kebenaran alkitabiah dan merupakan tanda kultus/sekte. Alkitab memberikan otoritas kepada Gembala dan penatua (Ibrani 13:7, 17), tetapi otoritas ini bukan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan: https://www.wayoflife.org/database/unquestioningloyalty.html</p>
<p>Pemimpin jemaat yang menuntut kesetiaan penuh tanpa boleh mempertanyakan apapun adalah penyimpangan dari kebenaran alkitabiah dan merupakan tanda kultus/sekte. Alkitab memberikan otoritas kepada Gembala dan penatua (Ibrani 13:7, 17), tetapi otoritas ini bukan tak terbatas ataupun tidak boleh dipertanyakan. Mereka yang menuntut ketaatan buta adalah pemimpin kultus. Pertimbangkan penjelasan otoritas yang diajarkan James dan Ellen White pada masa awal kultus Adven Hari Ketujuh:</p>
<p>&#8220;PENATUA DAN NYONYA WHITE MENJALANKAN DAN MENGATUR SEGALA SESUATU DENGAN TANGAN BESI. Tidak ada nominasi jabatan atau resolusi atau urusan apapun yang boleh ditindaklanjuti sebelum diajukan kepada Penatua White untuk persetujuannya. Hingga bertahun-tahun kita tidak pernah melihat pertentangan dalam hal apapun karena tidak seorangpun yang berani melakukannya. Sehingga, semua pemungutan suara resmi hanyalah lelucon. Keinginan Penatua White menentukan semuanya. Jika ada yang berani menentang apapun, betapapun rendah hatinya, Penatua White atau isterinya segera membungkamnya. BERTAHUN-TAHUN PELATIHAN ITU DIAJARKAN ORANG UNTUK MEMBIARKAN PENATUA BERPIKIR UNTUK MEREKA; SEHINGGA MEREKA SEPENUHNYA TUNDUK SEPERTI ORANG KATOLIK&#8221; (D.M. Canright, Seventh-day Adventism Renounced, 1898).</p>
<p>Penjelasan ini diberikan oleh seorang yang menjadi anggota setia Adven Hari Ketujuh selama 28 tahun dan menjadi salah satu pemimpin utama. D.M. Canright mengenal James dan Ellen White dengan baik. Dia meninggalkan Gereja Adven Hari Ketujuh pada tahun 1884 dan menjadi Gembala Baptis di Michigan hingga kematiannya tahun 1919.</p>
<p>KENYATAAN YANG MENAKUTKAN DARI PENJELASAN PENYELEWENGAN OTORITAS ITU YANG DILAKUKAN JAMES DAN ELLEN WHITE DALAM KULTUS ADVEN JUGA DENGAN TEPAT MENJELASKAN OTORITAS YANG DITERAPKAN OLEH BEBERAPA GEMBALA BAPTIS FUNDAMENTAL.</p>
<p>Jika saya menerbitkan penjelasan Canright mengenai penyelewengan otoritas tanpa menyebut nama James dan Ellen White dan tanpa menjelaskan siapa yang disebut dan kapan ditulis, beberapa jemaat dalam Gereja Baptis Independen akan menjawab dan menuntut saya telah memfitnah gembala mereka!</p>
<p>KARAKTERISTIK ROHANI OTORITAS GEMBALA<br />
Ada dua masalah yang saya lihat mengenai otoritas gembala di Gereja Baptis Fundamental saat ini: Satu, ada pemberontakan melawan otoritas gembala pada beberapa anggota jemaat; dan kedua, ada penyelewengan otoritas pada beberapa gembala.</p>
<p>Gembala mempunyai otoritas yang diberikan Allah. Firman Tuhan mengatakan, &#8220;Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.&#8221; (Ibrani 13:17). Tidak semua anggota jemaat mempunyai otoritas yang sama dalam jemaat. Gembala mempunyai otoritas mengatur, dan jemaat lain tunduk kepada otoritas ini. Sayangnya ada banyak pemberontakan melawan otoritas gembala. Banyak orang meninggalkan gereja Baptis fundamental yang BAIK karena mereka tidak mengerti atau tidak mau tunduk kepada otoritas gembala alkitabiah. Mereka berpikir bahwa mereka mempunyai hak yang sama dengan gembala dalam membuat keputusan dalam jemaat, tetapi ini tidak benar. Kita membahas ini dalam artikel &#8220;TUJUH KUNCI ANGGOTA JEMAAT YANG BERBUAH&#8221; (lihat bagian Jemaat dalam database Kesesatan Akhir Zaman di situs http://www.wayoflife.org/fbns/sevenkeys.htm ).</p>
<p>Pada saat yang sama, otoritas yang diterapkan oleh gembala atau penatua adalah berbeda dengan pemimpin dunia sekuler, dan ada gembala yang menyelewengkan otoritas mereka. Hal ini adalah fokus artikel ini. Perhatikan karakteristik alkitabiah dari otoritas gembala yang tepat.</p>
<p>Pertama, Otoritas gembala adalah otoritas dalam pelayanan &#8212; otoritas gembala (Markus 10:42-45; Kisah Para Rasul 20:28; 2 Korintus 1:24, 13:10; Titus 1:7; 1 Petrus 5:2). Otoritas gembala hanyalah untuk kepentingan membangun dan melindungi jemaat dan pekerjaan Allah. Bukan untuk kesenangan ataupun maksud rancangan sendiri.</p>
<p>Markus 10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: &#8220;Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;</p>
<p>2 Korintus 1:24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.</p>
<p>2 Korintus 13:10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.</p>
<p>Titus 1:7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah</p>
<p>1 Petrus 5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.</p>
<p>Kedua, otoritas gembala adalah kepatuhan dan rendah hati &#8212; otoritas pelayan (Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 3:9, 4:1, 12:7; Titus 1:7; 1 Petrus 4:10, 5:3-5).</p>
<p>Kisah Para Rasul 20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.</p>
<p>1 Korintus 3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.</p>
<p>1 Korintus 4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.</p>
<p>1 Korintus 12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.</p>
<p>1 Petrus 4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.</p>
<p>1 Petrus 5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. 4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. 5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: &#8220;Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.&#8221;</p>
<p>Gembala mengatur dibawah petunjuk Yesus Kristus, bukan berdasarkan keinginan atau pikiran sendiri. Jemaat adalah milik Allah; anggota-anggotanya adalah umat Allah; pekerjaannya adalah pekerjaan Allah. Gembala hanyalah pelayan dan pengurus.</p>
<p>Bertentangan dengan pelayanan yang sombong dan keras kepala, Diotrefes (3 Yohanes 1:9-10) yang menguasai domba dan memadamkan roh pelayanan orang yang tidak dia setujui walaupun pelayanannya alkitabiah.</p>
<p>Beberapa karakteristik Diotrefes sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, dia menuntut kesetiaan tanpa mempertanyakannya dan tidak mengajarkan orang bahwa otoritasnya terbatas dan tidak mendorong orang untuk menguji dirinya berdasarkan Firman Allah. Dia menekankan beberapa bagian yang mengacu kepada otoritas gembala (seperti Ibrani 13:17), tetapi mengabaikan bagian lain yang membatasi otoritasnya (seperti Markus 10:42-45; 2 Korintus 1:24; dan 1 Petrus 5:2). Beginilah cara semua pengajar palsu menyalahgunakan Alkitab. Mereka membangun doktrin dari sebagian ayat yang tampak seperti mendukung pandangan mereka dan mengabaikan atau merendahkan ayat-ayat yang bertentangan dengan pandangan mereka.<br />
Kedua, dia ingin orang untuk bergantung kepadanya dalam arah kehidupan dan pelayanan daripada bergantung langsung kepada Tuhan. Dia membuat orang merasa bahwa mereka tidak bisa membuat keputusan penting dan mengetahui kehendak Allah tanpa dia. Bertentangan dengan Kisah Para Rasul 13:3-4, dimana Roh Kudus lah yang membimbing jemaat Antiokia dan memanggil Paulus dan Barnabas untuk pekerjaan misi mereka.<br />
Ketiga, dia meninggikan diri diatas jemaat.<br />
Keempat, dia mengejek orang lain, membuat mereka terlihat kecil di mata jemaat, sehingga meninggikan wibawa dirinya dan otoritasnya sendiri dan merendahkan orang lain.<br />
Kelima, Dia menggunakan pola Perjanjian Lama (PL) dalam pemerintahan jemaat untuk mendukung tuntutannya akan kesetiaan tanpa mempertanyakan. Dia membandingkan dirinya dengan Musa, Yoshua dan Daud, dan gagal melihat bahwa pola pemerintahan Jemaat Perjanjian Baru sangatlah berbeda sama sekali dari Israel PL. Bangsa Israel adalah kerajaan, teokrasi. Jemaat Perjanjian Baru adalah tubuh dan kawanan dombaa Kristus. Pemimpin jemaat bukanlah tuan atau penguasa atau jendral atau presiden, tetapi gembala yang rendah hati. Tuhan Yesus Kristus menuntut hal ini (lihat Markus 10:42-45).</p>
<p>Ketiga, otoritas gembala adalah otoritas yang ramah dan mengasihi &#8212; otoritas seorang ayah (1 Tesalonika 2:7-11).<br />
Gembala haruslah saleh, mengasihi, lemah lembut, rela berkorban untuk kesejahteraan (rohani) jemaat. Pengaturannya tidak menguasai, bukan melayani diri sendiri.</p>
<p>1 Tesalonika 2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. 10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,</p>
<p>Salah satu tanda kultus adalah bagaimana seorang diperlakukan ketika mereka menolak untuk mengikuti tanpa mempertanyakan atau ketika mereka keluar. Ketika D.M. Canright meninggalkan Adven setelah 28 tahun, dia diperlakukan seperti orang tolol dan jahat. Semua persahabatan dan ketulusan ditarik oleh pemimpin Adven. Mereka bahkan berbohong tentang dia hingga bertahun-tahun kemudian. Ini adalah tanda kultus. Orang-orang diperlakukan dengan baik dan kasih jika mereka mentaati pengajaran dan &#8220;otoritas&#8221; pemimpin kultus; jika mereka mempertanyakan pemimpin atau jika mereka meninggalkan jemaat, mereka diperlakukan tanpa belas kasihan.</p>
<p>Hal inilah persisnya yang kita temukan dalam beberapa Gereja Baptis Independen yang sedang berkembang atau yang besar. Selama orang tunduk tanpa mempertanyakan gembala, mereka diperlakukan dengan baik. Segere jika mereka mempertanyakan kepemimpinan dan keluar, kebaikan dihapus dan mereka diperlakukan tidak baik.</p>
<p>Keempat, otoritas gemala adalah otoritas yang memerdekakan &#8212; otoritas yang membangun, tidak menekan (2 Korintus 10:8; Efesus 4:11-12).</p>
<p>2 Korintus 10:8 Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu.</p>
<p>Efesus 4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus</p>
<p>Tujuan seorang gembala yang saleh adalah membangun jemaat Allah dalam iman agar mereka kuat berdiri teguh dibawah Kristus sebagai Kepala. Gembala seharusnya ingin melihat karunia dan panggilan rohani jemaat dibangun maksimal, dan melakukan segala daya upaya untuk mendorong mereka memenuhi panggilan rohani mereka.</p>
<p>BATASAN OTORITAS GEMBALA</p>
<p>Seorang gembala hanya mempunyai otoritas yang diberikan kepadanya oleh ALlah. Seorang Kristen tidak pernah diperintahkan untuk tunduk secara buta kepada pemimpin jemaat, tetapi tunduk kepada orang yang sungguh-sungguh dipanggil Allah memimpin menurut Firman Allah. Seperti kata rasul Paulus, &#8220;Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.&#8221; (1 Korintus 11:1). Paulus bisa menuntut orang untuk mengikuti dia hanya karena dia mengikuti Kristus dan dengan setia memberitakan pesan yang diberikan Kristus. Diluar itu, bahkan Paulus pun tidak mempunyai otoritas. Dia memperingatkan jemaat Galatia bahwa bahkan jika dia memberitakan suatu injil yang lain, mereka harus menolak dia (Galatia 1:8). Bahkan jika berkenaan mengenai rekan kerjanya, otoritas Paulus bukanlah otoritas mutlak yang tidak boleh dipertanyakan. Ketika Paulus &#8220;berulang-ulang mendesak&#8221; Apolos untuk melayani di Korintus, Apolos menolak (1 Korintus 16:12).</p>
<p>Otoritas gembala dibatasi dalam hal berikut:</p>
<p>1. Otoritas gembala dibatasi oleh Alkitab. Ibrani 13:7 mengajarkan orang Kristen untuk tunduk kepada orang yang memberitakan Firman Allah kepada mereka. Gembala tidak mempunyai otoritas dari dirinya sendiri; otoritasnya adalah Firman Allah. Jika gembala atau pengajar menyimpang dari Alkitab, maka pendengar tidak mempunyai kewajiban untuk mengikutinya; dia sudah melampaui otoritasnya. Jemaat Berea dipuji karena mereka teliti memeriksa pengajaran Paulus dan tidak mengikuti manusia secara buta (Kisah Para Rasul 17:11). Jemaat Allah diperintahkan untuk &#8220;menguji segala sesuatu&#8221; (1 Tesalonika 5:21). Setiap kotbah harus diuji oleh pendengarnya (1 Korintus 14:29). Seorang gembala tidak mempunyai otoritas untuk menjadi tuan atas setiap detil kehidupan orang. Mereka adalah umat Tuhan, bukan milik gembala. Gembala adalah pembantu yang sementara mengurus kawanan domba Tuhan. Jemaat mempunyai Roh Kudus dan Dia lah guru utama mereka.</p>
<p>1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.</p>
<p>2. Otoritas gembala berdasarkan panggilan Allah (Kisah Para Rasul 20:28). Para penatua jemaat di Efesus ditetapkan oleh Roh Kudus. Ini adalah dasar otoritas rohani. Umat Kristen hanya tunduk kepada orang yang terlihat jelas bahwa mereka dipanggil Allah. Persyaratan gembala sangat jelas dinyatakan dalam 1 Timotius 3 dan Titus 1. Banyak orang yang tidak layak melaksanakan otoritas gembala karena status perkawinan mereka bukan teladan yang baik (gembala harus menjadi teladan kehendak Allah bagi kawanan domba &#8212; 1 Petrus 5:3), atau isteri yang tidak memenuhi syarat Alkitab, atau karena anak-anak mereka kasar, atau karena mereka tidak memberikan kesaksian baik dalam lingkungan, atau karena alasan lain yang dijelaskan dalam Alkitab.</p>
<p>Perbedaan gembala dan tuan</p>
<p>1 Petrus 5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. 2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.</p>
<p>Gembala mempunyai otoritas yang nyata dalam jemaat, tetapi jenis otoritas yang berbeda dengan otoritas duniawi. Perhatikan perbedaan berikut:</p>
<p>Gembala alkitabiah mengasihi kawanan domba dan memimpin dengan kasih, tetapi tuan biasanya merendahkan / menghina; mereka tidak mendorong; mereka hanya menuntut (1 Tesalonika 2:7-8).</p>
<p>Gembala alkitabiah memimpin dengan contoh, tetapi tuan hanya memberi tuntutan dengan sedikit atau tanpa kesadaran atau perhatian bahwa mereka harus menjadi teladan dari tuntutan mereka (1 Petrus 5:3).</p>
<p>Gembala alkitabiah memahami bahwa ini kawanan domba mereka, tetapi tuan merasa bahwa mereka pemilik umat sehingga bisa mengatur mereka sekehendak hati (1 Petrus 5:2,3 &#8220;kawanan domba Allah&#8221;, &#8220;yang dipercayakan kepadamu&#8221;).</p>
<p>Gembala alkitabiah lebih mementingkan kesejahteraan orang kudus daripada kepentingan mereka sendiri, tetapi tuan memerintah untuk keuntungan pribadi dan tidak ragu memanfaatkan umat (1 Petrus 5:2)</p>
<p>Gembala alkitabiah rendah hati dan tidak menganggap dirinya lebih besar daripada kawanan domba, tetapi tuan meninggikan diri mereka diatas umat (1 Petrus 5:2 KJV:&#8221;yang ada diantaramu&#8221;; 1 Petrus 5:5).</p>
<p>Gembala alkitabiah ingin membangun jemaat dan membebaskan mereka melakukan kehendak Allah (Efesus 4:11-12; 2 Korintus 10:8), tetapi tuan ingin mengatur orang dan menahan/menekan mereka. Kata Yunani kathairesin diterjemahkan KJV menghancurkan di 2 Korintus 10:8 juga diterjemahkan merubuhkan (2 Korintus 10:4).</p>
<p>Saudara-saudara, kita harus menundukkan diri kepada gembala yang dipanggil Allah yang memimpin jemaat sesuai dengan firman Allah. Kita harus mengikuti mereka dan mendorong mereka dan menganggap benar sampai terbukti salah. Tidak melakukan ini adalah pemberontakan dan kesalahan.</p>
<p>Kita juga harus bisa menyadari orang yang menerapkan otoritas yang tidak alkitabiah yang kultus, apapun label denominasi yang mereka pakai. Mentalitas Diotrefes pada akhirnya membawa kepada struktur Gereja Roma Katolik, dengan hirarki Uskup Agung, Kardinal dan Paus. Kita tidak membutuhkan lebih banyak paus!</p>
<p>Markus 10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: &#8220;Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/menuntut-kesetiaan-penuh-kepada-gembala-adalah-tanda-kultus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Jemaat yang Alkitabiah</title>
		<link>https://alkitabiah.org/jemaat-yang-alkitabiah/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/jemaat-yang-alkitabiah/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2020 10:31:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1768</guid>

					<description><![CDATA[Jemaat berasal dari bahasa Yunani Ekklesia artinya orang-orang yang dipanggil keluar, “dari gelap kepada terang”. Jemaat adalah tubuh Kristus (Ef. 1:23), tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim. 3:15). Sebagai sebuah jemaat, orang-orang percaya, Tuhan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Jemaat berasal dari bahasa Yunani </span><span style="font-size: medium;"><i>Ekklesia </i></span><span style="font-size: medium;">artinya orang-orang yang dipanggil keluar, “dari gelap kepada terang”. Jemaat adalah tubuh Kristus (Ef. </span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">1:23</span></span></span><span style="font-size: medium;">), tiang penopang dan dasar kebenaran (I </span><span style="color: #000000;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Tim</span></span></span><span style="font-size: medium;">. 3:15). Sebagai sebuah jemaat, orang-orang percaya, Tuhan perintahkan agar mengadakan pertemuan-pertemuan jemaat (Ibr. 10:25). Kata “Jemaat” tidak pernah mengacu pada pribadi orang percaya, kata “Jemaat” selalu mengacu kepada kumpulan orang-orang percaya. Gereja adalah gedung tempat jemaat berkumpul.<br />
</span><span style="font-size: medium;"><i><b>Jemaat yang Alkitabiah mengajarkan:</b></i></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family: Bodoni MT Black, serif;"><span style="font-size: medium;">Mengajarkan keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus. Yoh.14:6; Yoh.13:13.</span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Alkitab mencatat semua manusia sudah berdosa. Manusia berdosa akan menanggung hukuman atas dosanya di Neraka selama-lamanya. Untuk dapat selamat manusia harus percaya pada </span><span style="font-size: medium;"><i><b>Tuhan Yesus yang adalah Jalan keselamatan</b></i></span><span style="font-size: medium;">. </span><span style="font-size: medium;"><i><b>Yesus adalah kebenaran</b></i></span><span style="font-size: medium;">. KebenaranNya diberikan kepada manusia berdosa saat seseorang bertobat dan percaya kepadaNya, sehingga manusia berdosa menjadi orang benar. </span><span style="font-size: medium;"><i><b>Tuhan Yesus adalah kehidupan itu sendiri.</b></i></span><span style="font-size: medium;"> Manusia berdosa yang mati dalam dosanya harus datang kepada Kristus untuk memproleh kehidupan. Kehidupan kekal hanya ada di dalam kristus.</span></p>
<p class="western"><span style="font-size: medium;"><i><b>Jemaat Alkitabiah TIDAK mengajarkan keselamatan melalui :</b></i></span></p>
<ol type="a">
<li><span style="font-size: medium;"><b>Ritual-ritual seperti Sunat, Baptisan Air dan Perjamuan Tuhan.</b></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;"><i><b>Sunat </b></i></span><span style="font-size: medium;">adalah tanda yang diberikan kepada keturunan Abraham. Sunat tidak pernah dimaksudkan untuk menyelamatkan. Paulus menegur jemaat Galatia saat mereka melakukan sunat sebagai bagian dari keselamatan. “&#8230;Jika kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak berguna bagimu” (Gal. 5:2). </span><span style="font-size: medium;"><b>Baptisan</b></span><span style="font-size: medium;"> memang diperintahkan oleh Tuhan, tapi baptisan bukanlah syarat untuk keselamatan. Baptisan diperlukan untuk orang-orang yang ingin menjadi murid atau anggota jemaat. Baptisan melambangkan kematian dan kebangkitan Yesus (Roma 6:4). Pembaptisan dilakukan kepada orang yang telah percaya dan memberi dirinya dibaptis. </span><span style="font-size: medium;"><b>Perjamuan Tuhan</b></span><span style="font-size: medium;"> tujuannya bukan untuk kesembuhan fisik atau untuk menguduskan seseorang. Ajaran yang mengatakan Perjamuan Tuhan itu menguduskan merupakan penambahan yang dilakukan terhadap Injil Keselamatan. Perjamuan yang sebenarnya dilakukan sebagai peringatan terhadap kematian Tuhan Yesus (1 Kor. 11:24-26).</span></p>
<ol start="2" type="a">
<li><span style="font-size: medium;"><b>Melakukan perbuatan baik.</b></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Iman kepada Kristus adalah syarat seseorang diselamatkan. Perbuatan baik adalah bukti seseorang sudah diselamatkan. Perbuatan baik tidak ada andil untuk menyelamatkan siapapun, manusia selamat oleh kematian Kristus di kayu Salib.</span></p>
<ol start="3" type="a">
<li><span style="font-size: medium;"><b>Percaya pada pribadi lain. </b></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Mengkultuskan seseorang merupakan ciri dari bidat. Ada banyak orang yang mengangkat dirinya sendiri atau diangkat oleh pengikutnya menjadi seseorang yang lebih tinggi (nabi dan rasul) atau menjadi satu-satunya “wakil Tuhan” di bumi. </span></p>
<ol start="2">
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Bodoni MT Black, serif;"><span style="font-size: medium;">Mengajarkan bahwa Alkitab adalah satu-satunya Firman Tuhan. 1Kor.13:10; Wah. 22:18-19.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Tuhan sudah menutup (Lockdown) firmanNya dalam Alkitab (66 kitab). Karena itu, semua orang sekarang hanya boleh percaya pada Alkitab sebagai satu-satunya patokan kebenaran. Tuhan tidak berbicara lagi melalui hal-hal lain selain melalui firmanNya. Memang dulu Tuhan berbicara melalui berbagai cara: Melalui suara langsung, melalui Undian, melalui urim dan tumim, melalui mimpi, melalui nubuatan, melalui para Nabi, melalui para Rasul, melalui Malaikat, melalui karunia-karunia roh dan melalui diriNya sendiri dalam rupa manusia (Yesus Kristus). Tetapi setelah Alkitab selesai ditulis pada abad pertama tahun 98 Masehi oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos, sejak saat itulah Tuhan menutup (lockdown) firmanNya. Semua orang saat ini HANYA boleh percaya pada Alkitab satu-satuNya firman Tuhan.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Mengapa Alkitab disebut sebagai firman Tuhan? Mengapa bukan firman manusia? Bukankah manusia yang menulis Alkitab? Alkitab disebut firman Tuhan karena semua yang tertulis di dalamnya adalah kata-kata Tuhan atau pikiran Tuhan. Tuhan mengilhamkan firmanNya kepada para penulis, para penulis hanya menulis apa yang Tuhan ilhamkan. Di dalamnya terdapat perkataan Iblis, perkataan Kedelainya Bileam, perkataan Malaikat dan perkataan manusia, semua ini Tuhan Ilhamkan tertulis dalam firmanNya.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Alkitab sampai hari ini tetap terpelihara sempurna, karena Tuhan sanggup menjaga firmanNya dari Iblis dan dari permainan palsu manusia. Wadah firman Tuhan berubah-ubah dari waktu ke waktu namun firman Tuhan tetap murni. Sebagaimana informasi dapat disebarkan dari satu wadah ke wadah yang lain ( Batu, Papirus, Kertas, Elektronik) tanpa mengubah informasinya, demikian juga dengan Alkitab (Alkitab buku, Alkitab eletronik). </span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Jemaat Kristus Alkitabiah </span><span style="font-size: medium;"><i><b>tidak </b></i></span><span style="font-size: medium;">mengajarkan “firman” tambahan, dari: </span></p>
<ol type="a">
<li><span style="font-size: medium;"><b>Apokrifa.</b></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Ada banyak sekali kitab-kitab tersembunyi yang disebut sebagai apokrifa. Kitab-kitab ini bukanlah firman Tuhan, beberapa kitab sejarah seperti kitab Makabe namun banyak juga kitab yang berasal dari bidat seperti Injil Yudas, Injil Thomas dll. </span></p>
<p class="western" align="justify">
<ol start="2" type="a">
<li><span style="font-size: medium;"><b>Kitab-kitab agama atau ajaran lain.</b></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Jemaat yang Alkitabiah HANYA percaya pada Alkitab satu-satunya firman Tuhan. Semua kitab-kitab lain bukanlah firman Tuhan. Tuhan Yesus tidak mengilhamkan Weda, Tripitaka, Al-quran, Deuterokanonika. Tuhan semesta alam </span><span style="font-size: medium;"><b>HANYA</b></span><span style="font-size: medium;"> mengilhamkan Alkitab.</span></p>
<ol start="3">
<li><span style="font-family: Bodoni MT Black, serif;"><span style="font-size: medium;">Mengajarkan bahwa Jemaat Lokal harus Independen (Wah. 2-3)</span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Jemaat sifatnya lokal dan Independen. Lokal dalam dalam pengertian orang percaya hanya menjadi anggota tubuh Kristus dalam jemaat lokal setempat. Dia bukan tubuh Kristus di jemaat lokal yang lain. Independen dalam pengertian jemaat mengurus sendiri semua hal dalam jemaat tersebut, tidak boleh ada intervensi jemaat lokal yang lain. </span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Karena sebuah jemaat lokal dipimpin oleh seorang Gembala. Semua anggota jemaat harus saling mengenal satu sama lain. Karena itulah jumlah anggota jemaat juga harus dibatasi agar dapat saling mengenal satu dengan yang lain dan supaya pelayanan penggembalaan efektif. Prinsip penggembalaan adalah “Gembala mengenal jemaat dan jemaat mengenal gembala”. </span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Tuhan menghendaki agar jemaatNya kudus dan tak bercacat (Kol. 1:22). Kekudusan jemaat hanya dapat dilakukan jika jemaat lokal menerapkan disiplin jemaat. Pendisiplinan jemaat ini dilakukan sebagai bukti kasih terhadap anggota jemaat yang melanggar aturan jemaat, tujuannya agar dia bertobat dan tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu disiplin jemaat juga bertujuan untuk mendidik anggota jemaat yang lain agar tetap sehati sepikir dalam menjaga kekudusan jemaat. </span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Jemaat lokal Alkitabiah mengajarkan separasi (pemisahan) dari jemaat lokal lain yang tidak satu ajaran (2 Kor. 6:17). Tujuannya menjaga kebenaran dari pencemaran ajaran jemaat lokal yang sudah menyimpang.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-size: medium;">Alkitab mencatat bahwa jemaat-jemaat lokal disatukan oleh kesatuan ajaran, mereka tidak disatukan oleh nama gereja atau denominasi. Tiap-tiap jemaat Lokal berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Tidak ada jemaat lokal yang berlaku sebagai pemimpin atas jemaat lokal yang lain. Karena itulah sistem denominasi, sinode atau hierarki tidak ada dalam jemaat lokal Perjanjian Baru.</span></p>
<p align="justify">
<p class="western" style="text-align: left;" align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: x-large;"><i><b>Jemaat Kristus Alkitabiah</b></i></span></span></p>
<p class="western" style="text-align: left;" align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: small;"><i>Ditulis oleh:</i></span></span></p>
<p class="western" style="text-align: left;" align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: small;"><i>Ranto Vaber Simamora</i></span></span><b></b></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/jemaat-yang-alkitabiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Membongkar Kesalahan: Apakah Bermanfaat?</title>
		<link>https://alkitabiah.org/membongkar-kesalahan-apakah-bermanfaat/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/membongkar-kesalahan-apakah-bermanfaat/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2020 14:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[menyatakan kesalahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1766</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan http://logosresourcepages.org/Articles/exposing_error.htm Dr. Harry Ironside (14 Oktober 1876 &#8211; 15 Januari 1951) Dr. Henry Allen Ironside adalah guru Alkitab yang saleh, gembala dan penulis. Dia melayani sebagai gembala di Moddy Memorial Church di Chicago dari&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan<br />
http://logosresourcepages.org/Articles/exposing_error.htm<br />
Dr. Harry Ironside (14 Oktober 1876 &#8211; 15 Januari 1951)</p>
<p>Dr. Henry Allen Ironside adalah guru Alkitab yang saleh, gembala dan penulis. Dia melayani sebagai gembala di Moddy Memorial Church di Chicago dari 1930-1948.</p>
<p>Keberatan sering dikemukakan orang mengenai pengungkapan kesalahan sebagai hal yang negatif dan tidak mendidik. Akhir-akhir ini ada banyak macam teriakan melawan pengajaran negatif dalam segala hal. Tetapi saudara-saudara yang memegang pendapat ini lupa bahwa Perjanjian Baru, baik pengajaran Tuhan kita sendiri dan juga tulisan-tulisan para rasul, sebagian besar adalah hal seperti ini, yaitu menunjukkan asal mula Setan dan penyebaran kesalahan yang meresahkan yang disebut dalam surat Petrus kedua dengan jelas sebagai &#8220;pengajaran sesat yang membinasakan.&#8221;</p>
<p>Tuhan kita menubuatkan, &#8220;Banyak nabi-nabi palsu akan tampil dan menyesatkan banyak orang.&#8221; Dalam masa kita ini, berapa banyak nabi palsu sudah tampil; dan oh, betapa banyak yang tertipu! Paulus sudah memperkirakan, &#8220;Kisah Para Rasul 20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.&#8221;<br />
Pengamatan saya sendiri bahwa &#8220;serigala-serigala ganas&#8221; ini, baik sendiri maupun dalam kelompok, tidak akan menyayangkan bahkan kawanan domba kesayangan. Para gembala pembantu dalam masa yang berbahaya ini perlu memperhatikan dengan baik peringatan rasul: &#8220;Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.&#8221; (1 Timotius 4:16.) Sangatlah penting dalam masa ini seperti juga pada masa Paulus, semakin penting untuk membongkar berbagai macam pengajaran salah yang pada segala sisi semakin banyak.</p>
<p>Kita dipanggil &#8220;mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus,&#8221; sambil memegang teguh kebenaran dalam kasih. Iman yang dimaksud adalah seluruh kebenaran yang dinyatakan dan untuk mempertahankan segala kebenaran Allah mengharuskan adanya pengajaran negatif. Ini bukanlah kebebasan kita untuk memilih. Yudas mengatakan dia lebih memilih tema lain yang menyenangkan &#8211; &#8220;Yudas 1:3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. 4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.&#8221; Demikian juga Paulus memperingatkan kita untuk &#8220;(Efesus 5:11) Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.&#8221;</p>
<p>Ini bukan berarti perlakuan kasar kepada orang-orang yang terperangkap dalam kesalahan &#8211; bahkan sebaliknya. Jika ada yang menganggap pengungkapan kesalahan memaksakan pemikiran tidak baik kepada orang lain yang tidak sependapat, jawaban kita adalah ini: adalah tugas kewajiban setiap hamba Kristus yang setia untuk memperingatkan setiap pengajaran yang akan membuat DIA kurang berharga atau mengganti pemikiran akan pekerjaan penebusan-Nya yang sudah selesai dan kecukupan pelayanan-Nya saat ini sebagai Imam Besar dan Pembela kita.</p>
<p>Setiap sistem pengajaran dapat dihakimi dari apa yang diajarkan mengenai dasar kebenaran iman. &#8220;Apa pendapatmu tentang Mesias?&#8221; pertanyaan ini masih tetap alat uji dari setiap syahadat iman. Mesias Alkitab tentu saja tidak sama dengan pengajran &#8216;mesias-mesias&#8217; palsu lainnya. Setiap kultus menciptakan karikatur ejekan yang mengerikan tentang Tuhan kita yang terkasih.</p>
<p>Marilah kita yang sudah ditebus oleh darah-Nya yang mahal menjadi &#8220;laskar Kristus sejati.&#8221; Karena pertempuran melawan kuasa jahat semakin memanas, kita memerlukan keberanian dari Allah.</p>
<p>Akan selalu ada godaan untuk berkompromi. &#8220;Marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.&#8221; Adalah selalu benar untuk berdiri teguh atas kebenaran yang Allah ungkapkan mengenai Anak-Nya yang terkasih dan pekerjaan-Nya. &#8220;Bapa segala dusta&#8221; memberikan setengah kebenaran dan mengkhususkan diri dengan kesesatan yang paling halus mengenai Tuhan Yesus, satu-satunya Juruselamat yang cukup.</p>
<p>Kesalahan sama seperti ragi yang kita baca, &#8220;sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan.&#8221; Kebenaran yang dicampur dengan kesalahan adalah sama dengan kesalahan, hanya saja kesalahan ini kurang tampak menyolok, sehingga malah semakin berbahaya. Allah membenci campuran seperti itu! Kesalahan apapun, atau campuran kebenaran dan kesalahan, menuntut adanya pengungkapan, pembongkaran dan penolakan yang tegas. Membiarkan kesalahan adalah menjadi tidak setiap kepada Allah dan Firman-Nya dan pengkhianatan kepada jiwa-jiwa yang terancam yang bagi mereka Kristus telah mati.</p>
<p>Membongkar kesalahan adalah pekerjaan yang paling dibenci. Tetapi dari setiap sudut pandang yang benar, ini adalah pekerjaan yang bermanfaat. Kepada Juruselamat kita berarti bahwa Dia menerima dari kita, orang-orang yang sudah ditebus dengan darah-Nya, kesetiaan kita yang seharusnya Dia temukan. Kepada diri kita sendiri, jika kita pertimbangkan &#8220;penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir,&#8221; ini memastikan upah yang kekal ribuan kali lipat. Dan kepada jiwa-jiwa yang &#8220;terperangkap dalam jerat,&#8221; betapa banyaknya mereka, Allah yang tahu, bagi mereka bisa berarti terang dan hidup yang berlimpah dan kekal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/membongkar-kesalahan-apakah-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>67 Tes Prinsip Pengambilan Keputusan Alkitabiah</title>
		<link>https://alkitabiah.org/67-tes-prinsip-pengambilan-keputusan-alkitabiah/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/67-tes-prinsip-pengambilan-keputusan-alkitabiah/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2020 10:20:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1764</guid>

					<description><![CDATA[Petunjuk Firman Allah 67 Tes untuk digunakan orang percaya untuk membuat keputusan Petunjuk Prinsip Alkitabiah Pengantar Apakah saya harus atau tidak? Hidup penuh dengan keputusan: Haruskah saya melakukan suatu hal? Haruskah saya pergi suatu tempat?&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Petunjuk Firman Allah<br />
67 Tes untuk digunakan orang percaya untuk membuat keputusan</p>
<p>Petunjuk Prinsip Alkitabiah</p>
<p>Pengantar</p>
<p>Apakah saya harus atau tidak? Hidup penuh dengan keputusan: Haruskah saya melakukan suatu hal? Haruskah saya pergi suatu tempat? Haruskah saya ikut mengambil bagian dalam kegiatan tertentu?</p>
<p>Orang percaya didalam Kristus mempunyai standar kebenaran obyektif yang luar biasa yang dapat membimbing perilaku kita dan mengatur hidup kita dalam jalan yang menyenangkan bagi Juruselamat kita. Tangisan hati Pemazmur adalah: &#8220;Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku.&#8221; (Mazmur 119:133). Kehidupan, tindakan, keputusan kita semua harus diatur dan dikendalikan oleh Firman Allah.</p>
<p>Dalam banyak, banyak hal Firman Allah tidak spesifik. Tetapi ALkitab memberikan kita prinsip yang terang dan petunjuk yang jelas yang jika dimengerti dengan bak dan diterapkan akan menjawab setiap masalah spesifik. Masalahnya adalah kita seringkali gagal menerapkan prinsip dan mengikuti petunjuk yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.</p>
<p>Dalam pelajaran ini kita membuat 67 TES yang bisa kita gunakan untuk menentukan arah tindakan yang harus kita lakukan. Ini bukanlah daftar lengkap. Tes lainnya bisa saja ditambahkan. Sebagian besar petunjuk diambil dari surat Perjanjian Baru. Banyak tes lain bisa ditemukan dalam kitab Injil, Amsal dan lainnya.</p>
<p>Tes ini bisa berguna dalam konseling pastoral. Ketika seseorang didalam jemaat ingin mengetahui beberapa praktek yang meragukan apakah dibolehkan, dia bisa diberikan petunjuk ini sebagai tugas rumah. Atau pastor (atau guru atau orangtua) dapat duduk bersama membahas pertanyaan ini dengannya. Pembelajaran ini tersedia dalam format booklet bahasa Inggris dari Middletown Bible Church.</p>
<p>Tidak satupun tes ini yang berguna kecuali kalau kita benar-benar menerapkannya. Dengan keinginan untuk menyenangkan Kristus dalam segala yang kita lakukan, mari kita uji perbuatan dan tindakan kita dengan petunjuk Perjanjian Baru berikut:</p>
<p>(Catatan: Tes diberikan dalam urutan kitab Perjanjian Baru agar ayat-ayat bisa lebih mudah dicari)</p>
<p>1. Tes Alkitab (Yesaya 8:20; 1 Tesalonika 5:21)<br />
Apakah Alkitab melarangnya? Apakah saya diperintahkan untuk tidak melakukannya?</p>
<p>2. Tes Pelayanan (Lukas 16:9-12)<br />
Apakah melakukannya menyebabkan pemborosan atau penggunaan uang, harta dan waktu yang Allah percayakan secara buruk?</p>
<p>3. Tes Separasi (Roma 1:1)<br />
Apakah tindakan atau aktifitas ini konsisten dengan kehidupan kudus Injil Allah?</p>
<p>4. Tes Anggota Tubuh (Roma 6:13)<br />
Dengan melakukan ini apakah anggota tubuh saya digunakan sebagai alat kebenaran bagi Allah atau digunakan secara tidak menghormati Allah yang memiliki saya dan Yang saya layani?</p>
<p>5. Tes Kebencian (Roma 12:9; Yudas 1:23)<br />
Apakah dengan melakukan ini akan mengaburkan fakta bahwa saya membenci dosa dan jijik kepada kejahatan dan harus menghindarinya (1 Petrus 3:11) bagaimanapun caranya?</p>
<p>6. Tes Kasih (Roma 14:15)<br />
Apakah dengan melakukan ini saya berjalan dengan kasih? Apakah saya mencari yang tertinggi dan terbaik dari Allah bagi orang yang terlibat?</p>
<p>7. Tes Hati Nurani (Roma 14:22-23)<br />
Dapatkah saya lakukan dengan hati nurani yang baik dan terang? (Orang percaya tidak boleh melakukan apa yang dilarang hati nuraninya. Hati nurani orang percaya mungkin perlu koreksi dan dibawa semakin lebih selaras dengan Firman Allah, tetapi tidak pernah baik untuk melawan hat nurani seseorang dan memberontak melakukan apa yang hati saya salahkan) Jika ragu, Jangan lakukan!</p>
<p>8. Tes &#8220;Saya sedang menyenangkan siapa?&#8221; (Roma 15:1-2)<br />
Saya melakukan ini untuk menyenangkan diri sendiri atau orang lain?</p>
<p>9. Tes Api (1 Kor 3:11-15)<br />
Apakah saya sedang membangun suatu hal yang kekal atau hanya menambah kayu, rumput kering dan jerami yang akan terbakar habis dalam tahta pengadilan Kristus?</p>
<p>10. Tes manfaat (1Kor 6:12; 10:23)<br />
Apakah melakukannya memberikan keuntungan, manfaat, faedah?<br />
(Ini lebih baik daripada bertanay &#8220;Apakah ini diperbolehkan?&#8221;)</p>
<p>11. Tes perbudakan (1Kor 6:12)<br />
Apakah melakukan ini memperbudak diri saya kepada sesuatu? Apakah ini membuat saya menjadi budak? Apakah ini akan mengikat saya sehingga saya tidak bebas melayani Juruselamat saya?</p>
<p>12. Tes &#8220;Bait Allah&#8221; (1Kor 6:19-20)<br />
Apakah ini akan merugikan tubuh saya? Apakah Allah akan dihormati dengannya? Apakah ini akan menguatkan atau melemahkan tubuh dan otak? Jika saya kelelahan fisik melakukannya, apakah ini untuk kebaikan dan tujuan Kristus (2Kor 12:15)?</p>
<p>13. Tes gangguan (1Kor 7:35)<br />
Apakah melakukan ini akan mengganggu pelayanan saya kepada Tuhan? Apakah ini akan menghalangi saya menyenangkan hati Tuhan (1Kor 7:32)?</p>
<p>14. Tes batu sandungan (1Kor 8:13; 10:32; Rom 14:21)<br />
Apakah melakukan ini bisa menyebabkan orang lain tersandung? Apakah ini akan menghalangi orang percaya untuk bertumbuh? Akankah ini menghalangi orang belum percaya untuk mengenal Kristus sebagai Juruselamat?</p>
<p>15. Tes misionaris (1Kor 9:19-22; 10:33; cf 2 Tim 2:10)<br />
Apakah tindakan saya bisa menarik orang untuk lebih mengenal Kristus sebagai Juruselamat? Akankah ini menghalangi orang dari Kristus dan Injil-Nya? Akankah ini membantu orang untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat?</p>
<p>16. Tes berhala (1Kor 10:7, 14; 1Yoh 5:21)<br />
Apakah saya sedang membiarkan sesuatu atau seseorang menjadi lebih penting dari Allah?</p>
<p>17. Tes pertumbuhan rohani (1Kor 10:23; 14:26)<br />
Apakah hal ini mendidik dan membangun orang percaya? Apakah tindakan saya mendorong orang percaya untuk tumbuh didalam Tuhan?</p>
<p>18. Tes egois (1Kor 10:24; 13:5)<br />
Apakah saya melakukan ini untuk menyenangkan dan melayani diri sendiri atau orang lain? Apakah saya hidup untuk saya atau untuk Tuhan (Rom 14:7; 2Kor 5:15)?</p>
<p>19. Tes kemuliaan Allah (1Kor 10:31)<br />
Apakah melakukan ini memuliakan Allah? Apakah dengan melakukan ini saya menunjukkan siapa Allah sebenarnya?</p>
<p>20. Tes &#8220;ikuti saya&#8221; (1Kor 11:1; Fil 4:9)<br />
Apakah saya mau orang lain mengikuti saya dalam hal ini? Apakah saya mau orang percaya lain meniru saya? Apakah hal ini bisa saya sarankan kepada mereka?</p>
<p>21. Tes pergaulan (1Kor 15:33; cf 2Kor 6:14; 1Pet 4:4)<br />
Dengan melakukan ini apakah saya menjadi kompromi dengan pergaulan buruk (persahabatan buruk) yang akan memberi pengaruh busuk dan kotor pada karakter dan moral saya?</p>
<p>22. Tes &#8220;Pekerjaan Tuhan&#8221; (1Kor 15:58; cf 2Kor 9:8)<br />
Apakah melakukan ini menjauhkan saya dari pekerjaan Tuhan? Apakah ini menghalangi saya melayani Tuhan dengan semangat?</p>
<p>23. Tes sementara/kekal 2Kor 4:18; Kol 3:1-2)<br />
Apakah saya mendasarkan keputusan atas hal yang sementara atau kekal? Apakah saya melihat pandangan dekat atau jauh? Apakah saya menilai berdasarkan waktu atau kekekalan? Apakah saya melihatnya seperti apa yang dilihat Allah?</p>
<p>24. Tes tahta pengadilan Kristus (2Kor 5:10; Rom 14:10-12)<br />
Apakah hal ini akan membuat saya malu di tahta penghakiman Kristus?</p>
<p>25. Tes motivasi (2Kor 5:14)<br />
Apakah saya dimotivasi oleh kasih akan Kristus atau oleh keinginan daging?</p>
<p>26. Tes ciptaan baru (2Kor 5:17)<br />
Apakah hal ini bagian dari kehidupan lama saya (apakah ini termasuk bagian &#8220;yang lama&#8221; yang harus berlalu) atau bagian dari hidup baru didalam Kristus?</p>
<p>27. Tes kedutaan (2Kor 5:20)<br />
Apakah melakukan ini saya mewakili Juruselamat dengan jelas tanpa salah?</p>
<p>28. Tes kekudusan (2Kor 7:1; 2Tim 2:21)<br />
Apakah melakukan ini menyebabkan saya mengkompromi kekudusan pribadi? Akankah ini menghalangi saya menjadi kudus dan disediakan untuk pekerjaan Tuhan yang mulia?</p>
<p>29. Tes mental (2Kor 10:5; cf 11:3)<br />
Apakah melakukan ini membantu saya membawa setiap pikiran kepada ketaatan Kristus atau membawa saya kepada pikiran yang meninggikan diri sendiri melawan pengenalan Allah?</p>
<p>30. Tes &#8220;menyenangkan siapa?&#8221; (Gal 1:10)<br />
Apakah saya melakukan ini untuk menyenangkan Allah atau manusia?</p>
<p>31. Tes &#8220;menuai apa yang ditabur&#8221; (Gal 6:7)<br />
Apakah saya siap menuai akibat perbuatan saya?</p>
<p>32. Tes Roh Kudus (Ef 4:30; cf 1Tes 5:19)<br />
Apakah hal ini akan mendukakan (menyakiti, menyedihkan) Roh Kudus Allah? Apakah melakukan ini akan menghalangi atau memadamkan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup saya?</p>
<p>33. Tes orang kudus (Ef 5:3) &#8212; tes anak Allah (Ef 5:1) &#8212; tes ciptaan baru (2Kor 5:17), warga surgawi<br />
Apakah saya melakukan hal yang pantas dan sesuai dengan siapa saya didalam Kristus Yesus? Apakah hal ini yang akan dilakukan oleh anak Allah? Apakah hal ini akan dilakukan orang kudus? Apakah ini akan dilakukan oleh ciptaan baru didalam Kristus? dst.</p>
<p>34. Tes persetujuan ilahi (Ef 5:10; 2Kor 5:9)<br />
Apakah ini menyenangkan bagi Tuhan? Apakah melakukan ini saya akan mendapat senyuman persetujuan Allah mengatakan &#8220;Kerja bagus!&#8221;? (cf Mat 25:21,23)</p>
<p>35. Tes waktu (Ef 5:16)<br />
Apakah ini penggunaan waktu yang terbaik? Apakah ini cara terbaik menebus kesempatan yang Allah berikan pada saya?</p>
<p>36. Tes kepatuhan (Ef 5:21)<br />
Dalam melakukan ini apakah saya patuh kepada otoritas yang Allah tempatkan diatas saya?</p>
<p>37. Tes perlengkapan senjata Allah (Ef 6:10-18)<br />
Apakah melakukan ini membuat saya rentan terhadap serangan musuh?</p>
<p>38. Tes keunggulan (Fil 1:10)<br />
Mungkin saja bisa dan boleh melakukan hal ini, dan bahkan mungkin baik dilakukan, tetapi apakah ini yang TERBAIK?</p>
<p>39. Tes kebesaran (Fil 1:20)<br />
Apakah Kristus dibesarkan dengan melakukan ini?</p>
<p>40. Tes Injil (Fil 1:27)<br />
Apakah tindakan saya menghalangi atau mengaburkan atau membingungkan pesan Injil yang ingin saya sampaikan?</p>
<p>41. Tes sampah (Fil 3:7-8)<br />
Apakah saya siap mengorbankan atau membuang hal-hal yang penting bagi saya untuk Kristus?</p>
<p>42. Tes kesenangan (Fil 4:4)<br />
Apakah ini untuk kesenangan saya didalam Kristus atau untuk sesuatu yang lain? Jika saya tidak melakukan ini apakah saya kehilangan kesenangan? Apakah saya mencari kesenangan, kebahagiaan dan kepuasan dari sumber yang salah?</p>
<p>43. Tes kepuasan (Fil 4:11; 1Tim 6:6,8)<br />
Jika saya tidak melakukan atau memiliki ini, apakah saya masih tetap dipuaskan?</p>
<p>44. Tes pikiran murni (Fil 4:8)<br />
Apakah ini menambah pikiran yang benar, mulia, adil, suci atau akankah ini mengotori pikiran?</p>
<p>45. Tes keunggulan (Kol 1:18)<br />
Apakah melakukan ini menempatkan Tuhan Yesus dalam tempat pertama dalam hidup saya?</p>
<p>46. Tes Nama Kristus (Kol 3:17)<br />
Apakah saya bisa melakukan ini dalam nama Tuhan Yesus dengan rasa syukur? Apakah Dia mau Nama-Nya dikaitkan dengan perbuatan saya?</p>
<p>47. Tes hamba Kristus (Kol 3:23-24)<br />
Apakah saya bisa melakukan ini segenap hati (dengan segenap jiwa) seperti untuk Tuhan?</p>
<p>48. Tes kesaksian (Kol 4:5)<br />
Apakah saya memberikan kesaksian baik kepada orang-orang diluar Kristus?</p>
<p>49. Tes doa (1Tes 5:17; Luk 18:1)<br />
Apakah ini menghalangi kehidupan doa atau membuat doa menjadi sulit bagi saya?</p>
<p>50. Tes syukur (1Tes 5:18; Ef 5:20)<br />
Apakah saya bisa melakukan ini dengan rasa syukur? Dapatkah saya bersyukur kepada Allah dengan hati nurani yang murni?</p>
<p>51. Tes penampilan (1Tes 5:22)<br />
Apakah ini termasuk dalam jenis kejahatan? Apakah tindakan saya disalahmengerti atau terlihat negatif?</p>
<p>52. Tes kesopanan (1Tim 2:9-10; 1Pet 3:3-4)<br />
Apakah melakukan ini menarik perhatian orang kepada saya atau kepada Kristus didalam saya? Apakah saya menonjolkan diri sendiri atau Juruselamat saya?</p>
<p>53. Tes gugatan (1Tim 3:1)<br />
Apakah melakukan ini memberikan orang kesempatan menuduh atau menyalahkan saya untuk perbuatan yang tidak sesuai dengan pengakuan iman didalam Kristus? (Lihat teladan Daniel 6:4)</p>
<p>54. Tes teladan (1Tim 4:12)<br />
Apakah melakukan ini bisa menjadi teladan baik bagi orang percaya?</p>
<p>55. Tes jeratan (2Tim 2:4)<br />
Apakah ini membuat saya terjerat &#8220;dengan soal-soal penghidupan&#8221; yang mengabaikan tugas utama menyenangkan Kristus?</p>
<p>56. Tes hawa-nafsu (2Tim 3:4)<br />
Apakah saya melakukan ini karena saya lebih menyukai kesenangan daripada mengasihi Allah? Apakah saya menyenangkan diri dengan hal lain daripada menuruti Allah? (Maz 37:4)</p>
<p>57. Tes kedatangan Tuhan (2Tim 4:8; 1Yoh 2:28)<br />
Apakah saya mau Tuhan datang ketika saya melakukan hal ini? Apakah saya mau Tuhan menemukan saya di tempat ini, melakukan kegiatan ini ketika Dia datang kembali?</p>
<p>58. Tes menghiasi (Ti 2:10)<br />
Apakah tindakan saya memuliakan (KJV: menghiasi) pengajaran Allah Juruselamat saya? Apakah melakukan ini memperindah kebenaran dan prinsip Firman Allah dalam hidup saya?</p>
<p>59. Tes &#8220;meninggalkan kefasikan&#8221; (Ti 2:12; cf 1Pet 2:11)<br />
Dalam memutuskan ini apakah saya meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi dengan tegas jelas dan nyata?</p>
<p>60. Tes rintangan (Ibr 12:1-2)<br />
Apakah melakukan ini merintangi saya dalam perlombaan? Apakah ini akan membebani saya dalam berlari?</p>
<p>61. Tes kehinaan Kristus (Ibr 13:13; cf 11:26)<br />
Dalam keputusan ini apakah yang lebih penting bagi saya (yang lebih saya pentingkan,) penerimaan dunia atau kehinaan Kristus?</p>
<p>62. Tes pencobaan (Yak 1:13-16)<br />
Apakah ini membuat saya lebih mudah atau lebih sulit melawan pencobaan?</p>
<p>63. Tes dekat kepada Allah (Yak 4:8; cf Ibr 10:38)<br />
Apakah ini membuat saya lebih dekat atau lebih jauh dari Kristus?</p>
<p>64. Tes pertumbuhan (1Pet 2:2; 2Pet 3:18; cf Ibr 6:1-3)<br />
Apakah ini menghalangi atau menahan pertumbuhan saya didalam Kristus? Atau berkontribusi kepada pertumbuhan saya didalam Kristus?</p>
<p>65. Tes persekutuan (1Yoh 1:3-4)<br />
Apakah melakukan ini merampas sukacita dalam persekutuan dengan Kristus?</p>
<p>66. Tes duniawi (1Yoh 2:15-17; Yak 4:4)<br />
Apakah saya melakukan hal ini terpisah dari Allah (tidak mengikutsertakan Dia)?</p>
<p>67. Tes kasih mula-mula (Wah 2:4)<br />
Apakah melakukan ini membuat sangat jelas bahwa Yesus Kristus adalah kasih utama saya?</p>
<p>The Middletown Bible Church<br />
349 East Street<br />
Middletown, CT 06457<br />
(860) 346-0907</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/67-tes-prinsip-pengambilan-keputusan-alkitabiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Benarkah Tuhan berbicara HANYA melalui Alkitab?</title>
		<link>https://alkitabiah.org/benarkah-tuhan-berbicara-hanya-melalui-alkitab/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/benarkah-tuhan-berbicara-hanya-melalui-alkitab/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2020 07:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bibliology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1754</guid>

					<description><![CDATA[Mengapa semua orang saat ini hanya boleh percaya pada Alkitab (66 kitab) dan bukan pada kitab lain atau pada kesaksian si “A” naik ke Sorga, si “B” jalan-jalan ke Neraka atau si “C” yang katanya&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Mengapa semua orang saat ini hanya boleh percaya pada Alkitab (66 kitab) dan bukan pada kitab lain atau pada kesaksian si “A” naik ke Sorga, si “B” jalan-jalan ke Neraka atau si “C” yang katanya bertemu malaikat. </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Karena sekarang Tuhan HANYA berbicara kepada manusia melalui Alkitab.</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Sebelum Alkitab lengkap/sempurna, Tuhan berbicara kepada manusia dengan berbagai cara (Ibrani 1:1). Kita akan melihat cara-cara yang Tuhan pakai dalam berkomunikasi kepada manusia sebelum Alkitab selesai ditulis.</span></span></p>
<ol>
<li>
<p align="left"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>secara langsung</b></u></i></span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam Kejadian 2-3 Tuhan berbicara kepada Adam dan Hawa secara langsung. Dalam rupa manusia, Tuhan berjalan bersama Adam sebelum mereka jatuh dalam dosa. Sekarang ini Tuhan tidak berbicara secara langsung kepada manusia karena manusia sudah jatuh dalam dosa.</span></span></p>
<ol start="2">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>melalui (via) suara</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Setelah kejatuhan Adam, Tuhan berbicara kepada manusia melalui suara. Tuhan berbicara kepada Kain (Kej. 4:6), dan Nuh (Kej. 6:13) melalui suara. Tetapi saat ini Tuhan tidak berbicara lagi melalui suara secara langsung kepada manusia, karena sekarang ini Tuhan hanya bicara melalui Alkitab.</span></span></p>
<ol start="3">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>melalui undian</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Sekarang Tuhan tidak berbicara melalui undian kepada manusia, tetapi dulu Tuhan menyatakan kehendakNya melalui undian. Yunus ditetapkan sebagai penyebab laut bergelora melalui sistem undi (Yunus 1:7). Matias juga dipilih menggantikan posisi Yudas Iskariot melalui sistem undi (Kis. 1:26).</span></span></p>
<ol start="4">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>dalam rupa manusia (Theophany)</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan bertemu Abraham dalam rupa manusia (Kej. 18:1-3). Yakub juga bertemu Tuhan dalam rupa manusia (Kej. 32:28-30). Namun sekarang Tuhan tidak bertamu dan makan di rumah kita seperti yang Ia lakukan dulu di kemah Abraham. Karena sejak Alkitab selesai ditulis Tuhan HANYA berbicara kepada kita melalui firmanNya (Alkitab).</span></span></p>
<ol start="5">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>melalui urim dan tumim</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Urim dan Tumim (Kel. 28:30) merupakan dua buah batu yang terletak di kantong penutup dada imam besar. Tuhan menyatakan kehendakNya melalui kedua batu ini (I Sam. 14:41). Tentu saja kedua batu ini sudah tidak ada lagi sekarang karena itu Tuhan tidak bicara lagi melalui Urim dan Tumim.</span></span></p>
<ol start="6">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>melalui mimpi</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan menyatakan kehendakNya melalui mimpi kepada Yusuf, Firaun, Nebukadnezar, Maria dll. Semua yang mimpi dalam Alkitab itu saksinya adalah Tuhan. Kalau sekarang ada orang bermimpi ketemu Tuhan, coba tanya dia siapa saksinya, karena semua orang yang ditemui Tuhan dalam mimpi itu saksinya adalah Tuhan. Dan dalam Alkitab tidak ada seorangpun yang melihat wajah Tuhan atau melihat cahaya saat Tuhan berbicara padanya melalui mimpi. Pada umumnya semua manusia bermimpi, mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan (Pengkotbah 5:3). Dahulu Tuhan pakai mimpi untuk berbicara kepada umatNya namun sekarang Tuhan HANYA berbicara melalui Alkitab.</span></span></p>
<ol start="7">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>lewat nubuatan</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Melalui para NabiNya Tuhan menubuatkan banyak hal dalam Alkitab. Banyak dari nubuat-nubuat ini sudah digenapi dan lainnya masih menunggu penggenapannya. Saat ini nubuat dalam Alkitab tidak boleh ditambah lagi. Kitab wahyu 22:18 memberi peringatan agar tidak menambah dan mengurangi nubuat-nubuat dalam Alkitab. Karena itu Tuhan tidak berbicara lagi lewat nubuat karena nubuat dalam Akitab sudah ditutup. </span></span></p>
<ol start="8">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>melalui perantaraan para Nabi</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Nabi adalah penyampai pesan Tuhan kepada umat. Melalui nabi-nabi, Tuhan menyatakan kehendakNya dan menyingkapkan hal-hal yang akan datang (Nubuat). Karena kehendak Tuhan (II Timotius 3:16) dan semua nubuat sudah dicatat dalam Alkitab, maka peran nabi sudah tidak diperlukan lagi. Jadi, kalau ada yang mengangkat nabi baru atau yang mengaku diri sebagai nabi setelah Alkitab selesai ditulis maka ia adalah nabi palsu. </span></span></p>
<ol start="9">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>dengan mengutus malaikat</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan mengutus malaikat untuk menyampaikan pesan dan untuk melindungi umatNya. Semua yang bertemu Malaikat dalam Alkitab, kita percaya itu benar karena dicatat dalam Alkitab. Tetapi saat Alkitab selesai ditulis Tuhan tidak pakai lagi malaikat untuk menyampaikan pesanNya, karena semua pesan Tuhan sudah ada dalam Alkitab. Jangan percaya jika ada malaikat yang menyampaikan Injil, karena Injil sudah dicatat dalam Alkitab (Galatia 1:8). Peran Malaikat sekarang adalah pelindung (Mat. 18:10; Ibr.13:2) orang percaya. </span></span></p>
<ol start="10">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>melalui para rasul</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Para rasul menjadi ukuran kebenaran saat Alkitab Perjanjian Baru masih dalam proses penulisan. Melalui mereka Tuhan menyatakan firmanNya. Semua pengajaran yang tertulis dalam Alkitab diketahui oleh para rasul, namun sekarang para rasul sudah tidak ada karena itu, Tuhan tidak lagi bicara melalui rasul. </span></span></p>
<ol start="11">
<li>
<p align="left"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>melalui karunia-karunia roh</b></u></i></span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Karunia-karunia roh adalah suatu kemampuan adikodrati yang Tuhan berikan kepada seseorang tanpa melalui proses belajar (I Korintus 12:1-11). Tuhan memberikan karunia-karunia roh untuk membangun jemaat saat Alkitab masih dalam proses penulisan, tapi saat Alkitab selesai ditulis karunia-karunia roh ini akan berhenti (I Korintus 13:10). Karunia-karunia roh ini ada masa pemakaiannya. Bapa Abraham, Ayub, Salomo tidak memiliki karunia-karunia roh, Yohanes Pembaptis juga tidak memiliki karunia tersebut, bahkan kita di zaman ini tidak lagi memiliki karunia-karunia roh karena karunia-karunia ini hanya diberikan pada jemaat mula-mula saat Alkitab masih dalam proses penulisan. Saat ini Alkitab sudah selesai ditulis karena itu Tuhan hanya bicara melalui Alkitab dalam membangun jemaatNya. </span></span></p>
<ol start="12">
<li><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>secara langsung (Yesus Kristus)</b></u></i></span></span></li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan Yesus berbicara secara langsung kepada manusia dalam rupa manusia. Setiap orang pada zaman itu dapat melihat dan menyentuhnya. Tetapi sekarang Tuhan Yesus sudah di Sorga (Kis. 1:9-11). Saat ini Tuhan tidak berbicara lagi kepada semua orang dalam rupa manusia. Dia tidak menampakkan diri melalui tanda di langit (awan), di dinding rumah atau di tempat-tempat tertentu karena Tuhan di zaman ini hanya bicara melalui Alkitab.</span></span></p>
<ol start="13">
<li>
<p class="western" align="left"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Tuhan berbicara kepada manusia<br />
</b></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><u><b>HANYA melalui Alkitab saja</b></u></i></span></span></p>
</li>
</ol>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Setelah kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos pada tahun 98 Masehi, sejak saat itulah Tuhan HANYA berbicara kepada manusia melalui Alkitab. Kalau dulu Tuhan berbicara kepada manusia melalui banyak cara, sekarang Tuhan HANYA bicara melalui Alkitab (Wahyu 22:18-19). Sesungguhnya tidak ada seorangpun yang mampu membatasi cara Tuhan berbicara, </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Tuhanlah yang membatasi manusia</b></i></span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> agar percaya HANYA pada firmanNya saja. </span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan membatasi manusia agar ia terhindar dari permainan nabi-nabi palsu, rasul-rasul palsu, pengajar-pengajar palsu dan kitab-kitab palsu, terlebih terhadap tipu muslihat Iblis yang memakai banyak cara untuk menipu banyak orang.</span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Allah Roh Kudus diutus untuk menuntun orang percaya pada seluruh kebenaran (Yoh.16:13). Seluruh kebenaran HANYA ada dalam Alkitab. Ia menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman, semua ini melalui firmanNya (Yoh.16:8). </span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><i><b>Ada tertulis “&#8230;Perkataan-perkataan yang kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63)</b></i></span></span></p>
<p class="western" align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: large;"><b>JEMAAT KRISTUS ALKITABIAH</b></span></span></p>
<p class="western" align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: small;"><i>Ditulis oleh</i></span></span></p>
<p class="western" align="center"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: small;"><i>Ranto Vaber Simamora</i></span></span><b></b></p>
<p>Download<br />
[sdm_download id=&#8221;1758&#8243; fancy=&#8221;0&#8243; color=&#8221;green&#8221; button_text=&#8221;versi cetak&#8221;]<br />
[sdm_download id=&#8221;1757&#8243; fancy=&#8221;0&#8243; color=&#8221;green&#8221; button_text=&#8221;versi layar&#8221;]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/benarkah-tuhan-berbicara-hanya-melalui-alkitab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun</title>
		<link>https://alkitabiah.org/jangan-membuat-bagimu-patung-yang-menyerupai-apapun/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/jangan-membuat-bagimu-patung-yang-menyerupai-apapun/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2020 14:15:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berhala]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1750</guid>

					<description><![CDATA[Dalam Alkitab semua suku bangsa menyembah “Tuhan” mereka melalui patung, bangsa Kanaan adalah salah satu dari banyak bangsa yang melakukan praktek penyembahan kepada “Tuhan” dalam wujud patung. Tidak hanya di zaman Alkitab, praktek penyembahan melalui&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img decoding="async" class=" alignnone" style="max-width: 100%;" src="https://4.bp.blogspot.com/_QIjZXwAi4ag/TM1dghxcmXI/AAAAAAAABW0/KTP7dVF4HvM/s1600/Biggest-Jesus-Christ-Statue.jpg" /></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam Alkitab semua suku bangsa menyembah “Tuhan” mereka melalui patung, bangsa Kanaan adalah salah satu dari banyak bangsa yang melakukan praktek penyembahan kepada “Tuhan” dalam wujud patung. Tidak hanya di zaman Alkitab, praktek penyembahan melalui patung juga berjamur di zaman ini. Apa kata Alkitab tentang hal ini. Bolehkah menyembah Tuhan melalui wujud patung? Siapa sebenarnya penyembah berhala itu? Apakah patung selalu berhubungan dengan objek penyembahan? dan bagaimana sikap orang percaya terhadap patung?</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab dengan tepat karena berhubungan langsung dengan iman orang percaya. </span></span></p>
<ol>
<li>
<h2 align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Bolehkah menyembah Tuhan melalui ‘wujud’ patung?</span></span></h2>
</li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Patung pertama kali disebutkan dalam Keluaran 20:4. Tepatnya saat </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan memberikan 10 hukum kepada Musa di gunung Sinai. Tuhan berkata “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun&#8230;” Ini adalah perintah dalam bentuk larangan yang menjadi hukum bagi bangsa Israel. Dalam perintah ini terkandung sebuah kebenaran yang Tuhan ingin agar dilakukan orang Israel. </span></span></p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan ingin agar bangsa Israel mengenal Dia tanpa sarana atau wujud patung seperti yang terdapat pada tuhan bangsa-bangsa lain.</span></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan tidak ingin “diduakan”, artinya Tuhan hanya mau diriNya yang disembah.</span></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Tuhan memberitahu bangsa Israel bahwa bangsa-bangsa yang tuhannya dalam wujud patung itu bukanlah Tuhan yang benar.</span></span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Patung menyembunyikan kemuliaan Tuhan. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 42:8 ‘&#8230;Aku tidak memberikan kemuliaanku kepada yang lain atau kemasyuranku kepada patung”</span></span></p>
</li>
</ul>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Dijelaskan lebih rinci dalam Ulangan 4:16 “&#8230;Jangan kamu berlaku </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan”. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Bangsa-bangsa lain menyembah allah mereka dalam wujud binatang dan manusia. Anak lembu emas yang ditempa oleh Harun merupakan salah satu wujud tuhan bangsa Mesir (Kel. 32:24). Dewi Artemis merupakan berhala dalam wujud perempuan yang patungnya berdiri di kota Efesus (Kis. 19:24). </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Ada banyak ayat lain yang melarang membuat patung seperti Imamat </span></span><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">26:1; Ulangan 4:23, 5:8 dll, ayat-ayat ini sudah menjawab bahwa Tuhan melarang membuat patung dalam bentuk apapun. </span></span></p>
<ol start="2">
<li>
<h2 align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Siapa sebenarnya penyembah berhala itu?</span></span></h2>
</li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Alkitab menjelaskan berhala adalah patung yang disembah. Siapapun yang menyembah patung itu adalah penyembah berhala. Namun tidak setiap penyembah berhala adalah penyembah patung karena ada jenis berhala yang lain yang dijelaskan dalam Alkitab. Kolose 3:5 berkata “keserakahan itu penyembahan berhala”, jadi selain menyembah patung, keserakahan juga masuk dalam kategori penyembahan berhala. Namun, ini adalah jenis penyembahan berhala yang lain.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Lalu, siapa penyembah berhala itu? Penyembah berhala adalah orang yang sujud menyembah dihadapan patung. Setiap suku, bangsa, dan agama yang menganggap tuhannya dapat diwakili oleh patung itulah para penyembah berhala.</span></span></p>
<ol start="3">
<li>
<h2 align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Apakah patung selalu berhubungan dengan objek penyembahan?</span></span></h2>
</li>
</ol>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Patung tidak selalu menjadi objek penyembahan, karena Tuhan juga perintahkan untuk membuat patung ular tembaga kepada Musa ( Bilangan 21:9). Patung ular tembaga ini bukan untuk disembah tetapi sebagai simbol bagi barang siapa yang melihat patung ular itu maka dia akan sembuh dari gigitan ular.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Di zaman ini ada banyak patung yang digunakan sebagai ornamen seni. Ada juga patung yang dibuat untuk mengenang seseorang, seperti patung pahlawan, patung seorang tokoh yang berpengaruh pada zamannya dan banyak jenis patung yang lain yang fungsinya bukan sebagai objek sesembahan. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Sejak dulu patung dibuat sebagai objek penyembahan, namun di zaman ini patung juga dapat dibuat untuk tujuan lain. Hal ini dapat kita lihat di berbagai tempat seperti di mall, taman bermain, pusat kota, tempat-tempat bersejarah bahkan dipekuburan. Patung-patung itu dibuat bukan untuk tujuan objek penyembahan tapi hanya sebagai karya seni. </span></span></p>
<ol start="4">
<li>
<h2 align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Bagaimana sikap orang percaya terhadap patung?</span></span></h2>
</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Paulus dalam perjalanan misinya ke Athena, bersedih hati melihat kota itu penuh dengan patung-patung berhala (Kis.17:16). Sikap Paulus ini harusnya menjadi sikap orang percaya terhadap patung sesembahan umat agama lain. Pengunaan patung sebagai sesembahan tidak pernah digunakan disepanjang Alkitab. Sebaliknya semua suku bangsa yang tidak mengenal Tuhan menyembah patung. Di zaman Alkitab agama belum terorganisir dan belum memiliki nama, tetapi Tuhan menyebut mereka semua para penyembah berhala.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Bagi orang percaya, patung yang tujuannya untuk menyembah Tuhan itu di larang. Segala jenis patung yang tujuannya untuk hal-hal rohani itu tidak boleh dibuat, Tuhan melarang hal itu sejak awal seperti yang kita lihat dalam banyak ayat tentang “jangan membuat patung.” Hal-hal ini tidak dihiraukan oleh beberapa gereja tertentu karena mereka merasa lebih tahu dari Tuhan. Tetapi mungkin mereka pada dasarnya adalah penyembah patung.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Membuat patung Yesus, merupakan penyembahan berhala, hal ini sama dengan semua suku bangsa yang menyembah “Tuhan” mereka melalui patung. Mereka biasanya berdalih bahwa mereka tidak menyembah patung itu tapi hanya menghormatinya sebagai sarana bertemu dengan “Tuhan”. Tapi, alasan ini tidak dibenarkan oleh Alkitab. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Orang percaya tidak menentang patung untuk tujuan seni seperti patung di taman, patung harimau di dalam rumah, patung burung garuda atau patung kepahlawanan. Patung-patung ini bukanlah objek sesembahan, orang percaya menerimanya bahkan menikmati karya seni tersebut. Hal ini tidak ada hubungannya dengan kerohanian karena itulah patung-patung tersebut masih dapat dimaklumi oleh orang percaya sebagai suatu karya seni yang tujuannya untuk “menghias” sebuah tempat.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Orang percaya tidak anti terhadap patung sesembahan milik agama lain. Seperti yang dilakukan oleh para nabi dan para rasul mereka tidak melakukan pengerusakan terhadap patung sesembahan agama lain yang berbeda keyakinan dengan mereka. Sikap seperti inilah yang dilakukan oleh orang percaya saat ini. Tetapi juga tidak berselfi ria dengan patung-patung tersebut. </span></span></p>
<h2 align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Kesimpulan</b></span></span></h2>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Alkitab melarang membuat patung dalam bentuk apapun yang tujuannya sebagai sarana menyembah “Tuhan”. Di dalam Alkitab semua suku bangsa yang tidak menyembah Tuhan dikategorikan sebagai penyembah berhala karena mereka membuat patung “Tuhan” mereka. Semua agama di dunia yang menggunakan sarana patung dalam praktek keimanan mereka dapat dikategorikan sebagai penyembah berhala.</span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;"> Namun demikian patung yang tidak berhubungan dengan hal rohani seperti patung kebangsaan atau patung seni untuk menghias sebuah tempat atau taman semua ini masih dalam hal-hal yang diperbolehkan. </span></span></p>
<p align="justify"><span style="font-family: Bookman Old Style, serif;"><span style="font-size: medium;">Ranto Vaber Simamora</span></span></p>
<p align="justify">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/jangan-membuat-bagimu-patung-yang-menyerupai-apapun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Maukah Engkau Diselamatkan?</title>
		<link>https://alkitabiah.org/maukah-engkau-diselamatkan/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/maukah-engkau-diselamatkan/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2020 11:56:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Traktat]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1719</guid>

					<description><![CDATA[Semua manusia pada umumnya mendambakan keselamatan jiwanya setelah ia mati. Karena setiap orang tahu, dia adalah manusia berdosa yang akan dihukum karena dosa-dosanya. Itulah sebabnya manusia berusaha berbuat banyak kebaikan, memeluk agama tertentu, dengan harapan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Semua manusia pada umumnya mendambakan keselamatan jiwanya setelah ia mati. Karena setiap orang tahu, dia adalah manusia berdosa yang akan dihukum karena dosa-dosanya. Itulah sebabnya manusia berusaha berbuat banyak kebaikan, memeluk agama tertentu, dengan harapan melalui hal-hal itu dia beroleh keselamatan saat ia meninggal. Tapi, apakah benar amalnya dapat menyelamatkannya?</p>
<p>Manusia berdosa karena ia salah menggunakan kehendak bebasnya. Melakukan kejahatan dalam hati maupun dalam perbuatannya sehari-hari. Menentang Allah dengan melakukan kelaliman. Memilih melakukan hal-hal yang Tuhan larang untuk dilakukan. Seperti ada tertulis “Semua orang sudah berbuat dosa.”</p>
<p>Akibatnya dosa memisahkan manusia dengan Tuhan, dosa membawa kematian, dosa menyebabkan segala penderitaan, dosa mendatangkan berbagai kesedihan dan dosa membuat dunia makin sekarat menuju kehancuran. Dosa menyebar layaknya wabah yang mematikan pada semua ciptaan.<span id="more-1719"></span></p>
<h3>Tuhan Maha Kudus (Yesaya 43:15)</h3>
<p>Manusia berdosa tidak dapat tinggal bersama Tuhan, sebab Tuhan itu kudus. Kekudusan-Nya membuat Ia tidak bisa bersatu dengan manusia yang berdosa. Sifat-Nya Yang Maha Kudus membuatNya harus berpisah dengan manusia yang berdosa, karena dosa adalah kekejian di mata Tuhan. Tuhan jijik kepada dosa manusia.</p>
<h3>Tuhan Maha Adil (Amsal 21:12)</h3>
<p>Keadilan Tuhan membuat Dia harus menghukum manusia yang berdosa. Hukuman dosa adalah maut. Dosa tidak dapat selesai tanpa penghukuman. Dosa harus dihukum, hukumannya adalah kematian dan Neraka. Neraka adalah tempat penghukuman kekal, karena manusia berdosa menentang Allah yang Maha kudus maka hukumannya adalah Neraka. Semua pengadilan di dunia ini menghukum setiap pelaku kejahatan. Tidak ada hukum yang membebaskan orang yang bersalah. Hukum bersifat adil. Mungkin ada hakim yang membengkokkan hukum tapi hukum itu sendiri tidak mengenal pengampunan. Siapa yang melakukan kejahatan akan menerima penghukuman. Neraka adalah tempat penghukuman bagi Iblis dan manusia yang berdosa kepada Tuhan. Semua yang berdosa akan merasakan murka Allah dalam kekelaman Neraka selama-lamanya.</p>
<p>Fakta mengenai neraka ini disembunyikan dan di manipulasi oleh Iblis agar manusia tidak mengetahui hukuman Tuhan terhadap manusia berdosa.</p>
<ul>
<li>Iblis membuat ajaran yang menyatakan neraka itu bukanlah sebuah tempat yang nyata, neraka itu tidak ada.</li>
<li>Di Neraka penyiksaannya seperti penyiksaan yang ada di dunia, dengan sedikit penambahan. Pencuri tangannya dipotong, tangannya tumbuh lagi, dipotong lagi, tumbuh lagi begitu seterusnya.</li>
<li>Iblis juga “menghembuskan” ide bahwa neraka itu hanya sebuah keadaan saja “Jika engkau menderita itulah neraka-mu.”</li>
<li>Iblis melalui nabi palsunya juga berkata “Di neraka yang menghukum manusia adalah Iblis”. (Iblisnya tidak dihukum, melainkan dia yang menghukum).</li>
<li>Neraka itu hanya tempat yang sementara. Neraka tidak kekal. Manusia yang dihukum hanya sementara saja, setelah dihukum akan diangkat ke Sorga.</li>
</ul>
<p>Iblis yang pengetahuannya melampaui semua manusia, menipu manusia dengan memunculkan ajaran-ajaran palsu mengenai Neraka. Benarlah firman yang mengatakan, Iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta (Yohanes 8:44).<br />
Fakta-fakta tentang Neraka dapat kita lihat dalam terang firman Tuhan:</p>
<p><strong>1. Neraka adalah Lautan Api (Wahyu 20:15)</strong><br />
Luasnya api neraka melampaui luasnya samudera yang terluas. Kobaran api yang membakar hutan atau yang membakar satu blok perumahan yang pernah dilihat oleh mata manusia tidak dapat dibandingkan dengan luasnya api neraka. Manusia merasakan panasnya api dan terik Matahari yang menyengat tubuh, namun itu semua belum seberapa dibanding dengan panasnya api neraka.</p>
<p><strong>2. Neraka adalah Api Murka Allah (Yehezkiel 22:31)</strong><br />
Murka Allah dapat kita ketahui dalam Alkitab. Murka-Nya terlihat saat kota Sodom dan Gomora ditunggangbalikkan dan menghujaninya dengan api dan belerang. Murka-Nya juga kita lihat saat para malaikat mencurahkan murka Allah ke atas bumi dalam kitab Wahyu. Murka Allah melampaui semua kemarahan yang ditimbulkan manusia, bahkan kengerian yang ditimbulkan oleh Iblis tidak dapat dibandingkan dengan murka Allah.</p>
<p><strong>3. Neraka adalah Api yang Kekal (Matius 25:41)</strong><br />
Semua api di dunia ini tidak peduli seberapa besarnya pasti akan padam, tetapi tidak dengan api yang satu ini. Api ini akan berkobar selama-lamanya dalam kekekalan. Karena kekekalan itu tidak berakhir maka api yang kekal itu juga tidak akan pernah padam. Sekiranya semua jam dan semua penjumlahan dapat disusun, semua itu masih satu titik dalam kekekalan.</p>
<p><strong>4. Neraka adalah tempat penghukuman yang Adil. (Mazmur 11:7)</strong><br />
Iblis harus dihukum demikian juga dengan setiap orang berdosa. Keadilan menuntut kejahatan (dosa) harus dihukum. Betapa tidak adilnya Tuhan jika Ia tidak menghukum Iblis dan semua orang yang berdosa.</p>
<h3>Tuhan Maha Kasih (I Yohanes 4:8)</h3>
<p>Karena kasihNya kepada manusia yang berdosa, Tuhan Yesus menjadi manusia untuk dihukum, menggantikan manusia. Manusia yang seharusnya menerima penghukuman karena dosa-dosanya, tidak lagi mengalami penghukuman, karena Tuhan Yesus telah menanggung penghukuman itu di atas kayu Salib. Itulah cara Tuhan menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).</p>
<p>Mengapa Alkitab berkata “Takut akan Tuhan menjauhi kejahatan”. Karena Tuhan menghukum orang yang berbuat jahat. Celaka sekali jika ada orang yang menganggap hukuman Neraka itu sebagai sebuah lelucon, beberapa orang berkata “Itu hanya untuk nakut-nakutin anak kecil”. Kalau seseorang tidak takut siksaan Api Neraka, orang itu tidak mungkin akan bertobat.</p>
<p>Waktu kedatangan Tuhan sudah dekat. Karena itu, maukah engkau diselamatkan dari hukuman Neraka? Perhatikanlah, dunia sudah bergelora sedang menuju pada kehancuran. Melihatlah dan bertobatlah! Sebab ada tertulis “Penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku pada orang yang tidak berbelas kasihan&#8230;” Manusia yang tidak berbelas kasihan yang berdosa menentang Allah akan Tuhan lemparkan ke Lautan Api (Neraka).</p>
<p>Karena itulah Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”<br />
Keselamatan itu sudah diberikan kepada semua orang, karena itu, maukah engkau selamat?<br />
“Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Roma 10:9)</p>
<p>&nbsp;</p>
<h5>Jemaat Kristus Alkitabiah</h5>
<p>Ditulis oleh:<br />
Ranto Vaber Simamora</p>
<p>www.Alkitabiah.org</p>
<p>Download versi PDF:<br />
[sdm_download id=&#8221;1728&#8243; fancy=&#8221;0&#8243; new_window=&#8221;1&#8243; color=&#8221;green&#8221; button_text=&#8221;versi cetak&#8221;]<br />
[sdm_download id=&#8221;1727&#8243; fancy=&#8221;0&#8243; new_window=&#8221;1&#8243; color=&#8221;green&#8221; button_text=&#8221;versi layar mobile&#8221;]</p>
<p><iframe title="Maukah Engkau Diselamatkan? (versi cetak)" src="https://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/key/1dD8sGVcmTA1KO" width="427" height="356" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" style="border:1px solid #CCC; border-width:1px; margin-bottom:5px; max-width: 100%;" allowfullscreen> </iframe> </p>
<div style="margin-bottom:5px"> <strong> <a href="https://www.slideshare.net/alkitabiah/maukah-engkau-diselamatkan-versi-cetak" title="Maukah Engkau Diselamatkan? (versi cetak)" target="_blank">Maukah Engkau Diselamatkan? (versi cetak)</a> </strong> from <strong><a href="https://www.slideshare.net/alkitabiah" target="_blank">alkitabiah</a></strong> </div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/maukah-engkau-diselamatkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Mistis didalam Gereja: 10 Hal Penting Diperhatikan.</title>
		<link>https://alkitabiah.org/mistis-didalam-gereja-10-hal-penting-diperhatikan/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/mistis-didalam-gereja-10-hal-penting-diperhatikan/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 02 Feb 2020 01:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[mistis]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1713</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan http://www.lynnlusbypratt.com/wp-content/uploads/2019/10/Mysticism-in-the-Church_10-Things_EXPANDED.pdf Mistis menyusup kedalam Gereja: 10 Hal Penting Diperhatikan. Lynn Lusby Pratt dan Lena Wood. Pengantar. Mungkin anda tidak menyadari bahwa mistis, agama berhala dari Timur, dan praktek okultis sedang menyusup kedalam Gereja. Jika&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan<br />
http://www.lynnlusbypratt.com/wp-content/uploads/2019/10/Mysticism-in-the-Church_10-Things_EXPANDED.pdf</p>
<p>Mistis menyusup kedalam Gereja: 10 Hal Penting Diperhatikan.<br />
Lynn Lusby Pratt dan Lena Wood.</p>
<h3>Pengantar.</h3>
<p>Mungkin anda tidak menyadari bahwa mistis, agama berhala dari Timur, dan praktek okultis sedang menyusup kedalam Gereja. Jika anda ingin tetap dekat kepada Tuhan dan Firman-Nya, anda akan mulai merasakan adanya pergeseran (sedikit perubahan yang seringkali tidak disadari) yang meresahkan didalam pengajaran Kristen. Maka anda mungkin akan mengamati perkembangan terprediksi yang kami amati dalam dekade ini. Mari kita amati perkembangan 10 hal ini.</p>
<h3>1. Perasaan Kasar.</h3>
<p>Dalam bacaan Kristiani atau dari kotbah, anda mendapatkan perasaan kasar tentang suatu frasa atau suatu pengajaran, tetapi anda tidak bisa menunjuk langsung kepada permasalahannya. (Ketika disinggung perasaan kasar dalam diskusi, beberapa kepala di ujung ruangan mulai mengangguk-angguk.) Suatu frasa atau ide terdengar tidak tepat dalam buku yang kelihatan bagus. Misalnya: &#8220;hal-Kristus yang tidak mempunyai nama&#8221; (dalam buku John Ortberg, The Life You’ve Always Wanted); &#8220;Jiwa kita adalah pusat kudus dimana semuanya adalah satu&#8221; (buku Henri Nouwen, Bread for the Journey); &#8220;tidak ada yang salah &#8230; dengan erotisme dalam penyembahan&#8221; (Tony Campolo, Adventures in Missing the Point). Hal-hal seperti ini terdengar sangat aneh, tetapi anda tidak cukup memahami mistis / agama berhala dari Timur / okultisme untuk bisa melihat hubungan langsungnya. Jadi anda akan meneruskan saja, berpikir, Pastinya bukan ITU maksud dia! Lagipula, semua orang berpikir ini bagus, jadi mungkin OK saja. Jika tidak, tentu tidak akan ada di toko buku Kristen atau di gereja, ya kan?.</p>
<h3>2. Kosakata yang sama dengan kamus yang berbeda.</h3>
<p>Anda mulai merasakan dari konteks apa yang anda baca / dengar, bahwa pengertian baru sedang diaplikasikan kepada istilah Kristiani yang sudah jelas. Misalnya: Kristus seharusnya berarti &#8220;Yesus Kristus.&#8221; Tetapi sekarang bisa berarti Yesus yang berhasil mencapai status ascended-master (berarti anda juga bisa.) Atau bisa juga berarti &#8220;kesadaran kristus&#8221; (yaitu kesadaran akan kekristusan dirimu), atau bisa juga berarti kedatangan kristus kosmik, maitreya. Misal: Allah seharusnya berarti &#8220;Pencipta alam semesta yang Maha Kuasa,&#8221; tetapi kini bisa berarti suatu kuasa alam yang besar atau bundelan &#8220;cinta.&#8221; Misal: Pendamaian seharusnya berarti bahwa Yesus Kristus adalah korban pengganti bagi dosa kita, tetapi kini bisa berarti Yesus adalah contoh pengorbanan (tapi bukan korban sebenarnya); kematian-Nya adalah tindakan kasih yang menghangatkan hati kita.</p>
<p>Dan bicara tentang definisi, jangan salah mengartikan konsep mistis dengan hal misteri pada umumnya. Mistis berpusat pada gagasan bahwa akal dan pikiran mengganggu &#8220;komunikasi dengan Allah&#8221; (yang sering disebut &#8220;menyatu dengan maha kuasa&#8221;; yaitu saya menyadari bahwa saya yang maha kuasa). Mistis Kristiani (walaupun sebenarnya tidak mungkin bisa ada mistis Kristiani, karena Kristiani bertentangan langsung dengan dunia mistis) berusaha keluar dari perasaan wajar seperti berdoa dan mempelajari Firman Tuhan; mistis ingin melampaui batas kosmik (dengan masuk &#8220;gerbang kesadaran&#8221; atau trance melalui meditasi mantra) untuk mendapat pengalaman yang (katanya) luar biasa.</p>
<p>Sekarang, amati kembali dan sadari bahwa dengan kalimat-kalimat tersebut, penulis tidak mempunyai maksud yang sama dengan yang anda pikirkan: &#8220;Dalam kondisi mistis ini, kita memuja Kristus yang penebusan-Nya membawa kita lebih dekat kepada Allah.&#8221;</p>
<h3>3. Pengajaran Doktrin Fundamental yang sesat.</h3>
<p>Anda bisa menemukan kesesatan dalam buku-buku ataupun kotbah-kotbah. Rob Bell mengatakan: Jika &#8220;Yesus mempunyai ayah biologis duniawi yang bernama Larry dan arkeologis &#8230; membuktikan tanpa keraguan bahwa kelahiran dari perawan adalah proses mitologi oleh penulis Injil,&#8221; Bell mengatakan, kita tidak akan kehilangan bagian penting iman kita (Velvel Elvis, halaman 26). Dan anda berpikir, pemuda gereja menggunakan buku ini. Apakah dia berpikir tidak masalah penulis Alkitab berbohong dan bahwa Yesus bukan Allah?</p>
<p>Majalah Kristiani merekomendasikan buku Brian McLaren. Lalu anda dapatkan bukunya dan membaca: &#8220;Saya tidak percaya memuridkan harus sama dengan membuat orang menjadi Kristen. Mungkin bisa dianjurkan &#8230; menolong orang menjadi pengikut Yesus dan tetap dalam agama mereka, Buddha, Hindu atau Yahudi&#8221; (buku A Generous Orthodoxy, halaman 260.) Dan anda berpikir, benarkah? Apa yang diajarkan Alkitab? Seseorang memberikan anda kutipan Kristen Alan Jones, kemudian anda terkejut membaca bukunya: &#8220;Gereja yang ngotot bahwa kematian Yesus adalah untuk keselamatan seluruh dunia harus diakhiri &#8230; [karena] adanya Allah pendendam dibaliknya&#8221; (Reimagining Christianity, alaman 68.) Anda akan bertanya-tanya, apa yang dilakukan Jones dengan &#8230; seluruh Perjanjian Baru? Seseorang dengan bangga memperlihatkan anda Pembelajaran Alkitab Renovare. Tetapi dalam catatan kitab Yesaya, anda melihat bahwa Foster, Willard, Peterson dan Brueggeman menolak perikop nubuatan mesianik didalam kitab Yesaya, mengatakannya sebagai &#8220;imajinasi puitis.&#8221; Mereka juga mengatakan kita tidak tahu siapa yang menulis kitab Yesaya. Anda akan berpikir, hmm. Yesus, para penulis Injil, dan Paulus mengetahui siapa yang menulis kitab Yesaya. Sue Monk Kidd menulis beberapa buku. Anda berdiri di toko buku Kristiani dan membaca: &#8220;Otoritas utama kehidupan saya bukan Alkitab. &#8230; Bukan dari sumber diluar saya sendiri. Otoritas utama saya adalah suara ilahi dalam jiwa saya&#8221; (Dance of the Dissident Daughter). Anda berpikir, sebenarnya apakah sumber &#8220;suara ilahi&#8221; itu?</p>
<p>Anda semakin terganggu dengan semakin banyak hal seperti ini. Tetapi orang lain tidak ada yang perduli. Dalam pikiran anda, anda mungkin sedang berada didalam film ditengah serangan orang luar angkasa.</p>
<h3>4. Catatan Akhir.</h3>
<p>Anda teliti lebih lanjut dan memeriksa buku-buku yang dibaca orang. Beberapa nama sepertinya terus muncul dalam kotbah atau dalam catatan akhir buku. Diantaranya mereka yang mempromosikan mistis dan praktek/pengajaran yang berhubungan (walaupun beberapa orang dengan tulus tidak menyadari apa yang mereka promosikan) adalah pola dalam sumber yang dikutip. Beberapa nama kunci adalah: Thomas Merton, Teresa dari Avila, John of the Cross, Richard Foster, Henri Nouwen, Richard Rohr. Penelitian online keluarga spiritual nama-nama ini terus muncul. Jika anda menemukan pengajaran Hindu/Buddha/New Age/okultis &#8230; ini bukan kebetulan.</p>
<h3>5. Pemimpin Gereja yang meremehkan.</h3>
<p>Akhirnya, anda tidak tahan lagi. Ini salah! Anda menyampaikan keprihatinan anda kepada pelayan gereja. Walaupun anda mempunyai bukti, anda terkejut bahwa pemimpin gereja meremehkan: &#8220;oya, kita tidak bisa selalu sependapat dalam segala hal.&#8221; (seakan-akan anda kesal dengan warna cat di ruang serbaguna, dan bukan mengenai inti pengajaran.) Atau dia bisa berkata: &#8220;Saya belum mendengar tentang ini. Anda pasti salah&#8221; atau &#8220;Anda sedang mengkritisi sarjana hebat!&#8221; Pemimpin gereja anda sepertinya tidak ingin menyelidiki lebih lanjut, dan anda meninggalkan pertemuan dengan terheran-heran.</p>
<p>Mohon maaf, pelayan dan pengajar, mari kita pertimbangkan perlunya rendah hati dan mau belajar ketika kita salah atau tidak tahu. Saya masih ingat merasa dipermalukan satu dekade lalu ketika saya pertama kali mengetahui bahwa pergeseran mistis ini sedang terjadi. Saya telah mempelajari segala hal aneh sejak saya berumur 17 tahun. Tidak semua orang mempunyai latar belakang ini, tetapi saya seharusnya melihat tipuan baru ini karena setidaknya saya tahu istilah-istilahnya. Betapa memalukan! Tetapi ego bukanlah hal penting disini. Ketika kita mempelajari hal rohani yang penting, kita tidak bisa bertindak seakan-akan semuanya OK dan terus saja mengirim teman-teman kepada bimbingan rohani yang tidak dapat dipercaya.</p>
<h3>6. Teknik Kebugaran Timur</h3>
<p>Tidak mendapatkan kepuasan dari pengalaman #5, anda agak depresi tetapi lebih waspada dari sebelumnya. Kini anda mengetahui, dari penelitian anda, bahwa bahkan beberapa praktek yang diterima komunitas sekuler ternyata adalah religius, walaupun dianggap netral.</p>
<p>Argumennya adalah bahwa yoga (yang berarti &#8220;menyatu dengan ilahi&#8221;) sudah membuang kehinduannya; tidak religius, hanya latihan. Tetapi sekarang yoga sudah diterima umum, banyak iklan yang lebih terbuka mengakui adanya implikasi spiritual. Bahkan kundalini yoga (dirancang untuk membangunkan &#8220;kuasa ular&#8221;) kini diiklankan di pusat medis. Penulis Katolik Philip St. Romain dengan mengejutkan menyamakan kuasa ular kundalini ini dengan kuasa Roh Kudus! Reiki (bahasa Jepang yang berarti &#8220;kuasa roh&#8221;) juga digunakan dalam pusat medis dan rumah sakit dan bisa dipraktekkan tanpa sepengetahuan pasien. (Saya pribadi mengetahui beberapa kasus.) Mindfulness (aspek pelepasan Buddhis) dan visualisasi okultisme menjadi bagian konseling &#8211; bahkan diajarkan di kampus Kristiani, tetapi tanpa diberikan peringatan oleh profesional.</p>
<p>Anda membayangkan, cukup buruk untuk tetangga saya yang tidak religius tanpa menyadarinya terlibat dalam praktek religius; tetapi sekarang didalam gereja ada yang disebut yoga kristiani, reiki kristiani, zen kristiani. &#8230; Anda mendapatkan banyak momen &#8220;yikes!&#8221; sambil membaca apa yang terjadi di Perjanjian Lama ketika Israel mencampurkan praktek terlarang dengan apa yang Tuhan perintahkan.</p>
<h3>7. Doa Kontemplatif.</h3>
<p>Dalam menyelidiki segala hal ini, anda terus mendapatkan pembicaraan tentang doa kontemplatif (disebut juga doa pemusatan, centering prayer, dsb); ini terlihat seperti kunci untuk membawa mistis kedalam gereja. Bukan merenung dan bukan juga doa, ini adalah meditasi mantra &#8211; mengulan-ulangi suatu frase selama 10-20 menit sampai mencapai &#8220;gerbang kesadaran&#8221; atau trance. Hal ini dijelaskan oleh pakar promotor Kristen sebagai tanpa kata (tanpa makna), tidak untuk pemula (jadi, eksklusif; tetapi semua orang harus mencobanya, kata mereka), tanpa mediasi (?), dan bahkan berbahaya (anda bisa salah sambung.) Ada pemikiran bahwa jika semua orang religius mengesampingkan pengajaran agama mereka dan hanya meditasi saja, dunia akan mempunyai satu spiritualitas yang membahagiakan untuk semua. Hmm, terdengar cocok, mungkin ini sebabnya toko-toko buku Kristiani yang banyak tentang doa kontemplatif sepertinya tidak tertarik dengan Alkitab.</p>
<h3>8 Interspiritualitas, Dialog antar agama.</h3>
<p>Ketika anda (orang Amerika) pertama mendengar dialog antar agama, anda berpikir mereka membahas tentang Baptis berteman dengan Presbyterian. Kemudian anda memutuskan, bukan, ini pasti mengenai orang Kristiani dan Hindu dan atheis harus bekerja sama dengan damai atau dalam menolong korban bencana. Tetapi &#8230; um, kita sudah melakukan itu. Lalu anda melihat agenda dasar sebenarnya adalah memadukan semua agama dunia &#8211; setiap orang membangun spiritualitas dengan memilih &#8220;pesanan spiritualitas,&#8221; seperti dalam antrian makan. Anda membaca tentang Chrislam, Buddhis Katolik, Kristiani yang juga mengikuti Swami, dst. Bahkan ada upacara pemanggilan iblis didalam gereja. Juga diadopsi dari pagan berhala/okultisme dan masuk kedalam Kekristenan adalah labirin, memanggil arwah, channeling, lingkaran magis dan penyembahan dewi. Gagasannya adalah kita harus berpegang pada persamaan yang kita miliki dan membuang semua yang memecahbelah (seperti juga gagasan pada #7 &#8211; jika kita semua melakukan meditasi mantra dan mengesampingkan doktrin yang membosankan.) Tetapi diskusi &#8220;persamaan&#8221; adalah salah kaprah. Kasih Kristiani dan kasih buddhis sama sekali berbeda. Misalnya: damai dalam beberapa agama berarti &#8220;lakukan apa yang kami katakan atau kami bunuh kamu.&#8221; Membuang perbedaan dasar pada Kristiani berarti membuang Alkitab. Dan tentu saja Yesus. Yeah, Dia adalah masalahnya. OK. Baiklah, setidaknya banyak hal semakin jelas bagi anda sekarang. Kemudian &#8230;</p>
<h3>9. Kehilangan sesuatu?</h3>
<p>Anda banyak belajar dan semakin perduli, tetapi pada waktu yang sama anda kehilangan spiritualitas yang lebih eksotis. Teman-teman anda pergi ke &#8220;awan ketidaktahuan&#8221; dan membawa &#8220;barang kudus&#8221; hingga &#8220;Yesus&#8221; berbicara kepada mereka. Mereka kelihatannya mendapatkan pengalaman spiritual yang asik. Dan anda tahu mereka melihat kebawah anda &#8220;yang kasihan tidak tercerahkan.&#8221; Anda mungkin mulai mempertanyakan iman anda. Teman-teman mengatakan mereka melihat cahaya atau makhluk roh, visualisasi Yesus atau rasul Paulus menyampaikan pesan pribadi yang diminta, merasakan penyatuan ekstasi dengan seluruh umat manusia dan alam semesta. Pengalaman memabukkan pastinya membuat orang merasa spesial/superior. Tapi tunggu! Anda sudah melihat teman-teman yang membiarkan pengalaman ini diutamakan diatas otoritas Firman Tuhan yang benar dan Yesus yang benar, mereka telah merendahkan dasar kebenaran. Dengan gemetar, anda teringat puisi klasik &#8220;Laba-laba dan lalat,&#8221; dimana laba-laba mempermainkan lalat: &#8220;Jalan ke ruang tamu saya adalah tangga melingkar / dan saya mempunyai banyak hal menarik bagimu diatas sana.&#8221; Dalam Ulangan 12:30 Tuhan secara khusus memperingatkan bangsa Israel untuk tidak tertarik kepada agama lain. Anda mengingatkan diri sendiri bahwa perasaan bukanlah alat ukur kebenaran yang tepat.</p>
<h3>10. Penerimaan Lugu.</h3>
<p>Anda kini berada di persimpangan. Anda bisa menutup mata dan mengikuti otoritas manusia yang sedang kehilangan pegangannya pada Alkitab. Atau anda bisa tetap berjaga-jaga. Barangkali anda belum merasa perlu mempertanyakan materi belajar Kristiani hingga saat ini. Tetapi bagaimana kesesatan menyusup dengan perlahan (2 Petrus 2:1)? Bagaimana gereja terpapar doktrin setan (1 Timotius 4:1-3)? Bagaimana pengajaran palsu dengan cerdik bisa menipu bahkan orang-orang yang sudah lama dalam Kekristenan (Matius 24:24)? Mengingat kembali #1 anda sudah belajar bahwa anda harus mempertanyakan pengajaran yang memberi anda perasaan kasar: Siapakah &#8220;hal-Kristus yang tidak mempunyai nama&#8221; &#8211; akankah Allah merujuk kepada Anak-Nya dengan cara ini? Apakah akibat dari &#8220;erotisme dalam penyembahan&#8221;?</p>
<p>Ironisnya, banyak orang diluar gereja yang lebih memahami hal ini daripada kita. Laporan-laporan berita sekuler (seperti USA Today) beberapa tahun lalu secara mengejutkan menunjuk teologi dan praktek Kristiani yang kita adopsi. Beberapa penganut Buddhis yang berwawasan juga memahaminya. Sebuah ulasan Buddhis tentang buku Rob Bell, Velvet Elvis, mengatakan bahwa buku tersebut seharusnya &#8220;mendirikan bulu kuduk Kristiani yang berpikiran dan berwawasan luas.&#8221; Dan seorang blogger Buddhis mengatakan kepada muridnya bagaimana membuat seorang Kristiani menjadi Buddhis: &#8220;Jika informasi ini [misalnya, pengajaran Thomas Merton] bisa diajarkan dalam Seminari (Sekolah Tinggi Teologi) ini akan mulai berdampak kepada para pengkotbah dalam jangka waktu 10 atau 20 tahun kemudian. Ini yang sedang saya kerjakan. Jika para pengkotbah menyimpan Buddhis didalam hati mereka, maka kamu tidak perlu menjedukkan kepala ke tembok berhadapan dengan umat bodoh.&#8221;</p>
<p>Mungkin tuduhan bodoh bisa dibenarkan. Penerbit Alkitab The Message dihadapkan kepada beberapa bagian dengan penerjemahan yang salah. Perwakilan penerbit menjawab masalahnya dengan: &#8220;Emangnya ada orang yang tahu maksud isi Alkitab sebenarnya?&#8221; Astaga! Alkitab ditulis agar kita bisa mengenal Allah, mengenal kebenaran-Nya, dan mengetahui bagaimana Dia ingin kita hidup. Kita hanya perlu menjadi seperti orang Berea, yang &#8220;menyelidiki Alkitab&#8221; (Kisah Para Rasul 17:11) untuk memastikan apakah pengajarannya benar. Dan sangat baik untuk mengenakan seluruh perlengkapan persenjataan Allah untuk &#8220;tetap berdiri&#8221; melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap (Efesus 6:10-18.)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/mistis-didalam-gereja-10-hal-penting-diperhatikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Membedah Tentang Lectio Divina</title>
		<link>https://alkitabiah.org/membedah-tentang-lectio-divina/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/membedah-tentang-lectio-divina/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2020 14:21:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[lectio-divina]]></category>
		<category><![CDATA[meditasi]]></category>
		<category><![CDATA[mistis]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1707</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan: Lectio Divina: What it is, What it is Not, and Why It is a Dangerous Practice Lectio Divina (LD) &#8211; Belakangan cukup banyak pembicaraan tentang hal ini, dan banyak buku tentang ini baik yang&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="ZYQ7ee8WA7"><p><a href="https://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=8368">Lectio Divina: What it is, What it is Not, and Why It is a Dangerous Practice</a></p></blockquote>
<p><iframe title="&#8220;Lectio Divina: What it is, What it is Not, and Why It is a Dangerous Practice&#8221; &#8212; Lighthouse Trails Inc" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  src="https://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=8368&#038;embed=true#?secret=ZYQ7ee8WA7" data-secret="ZYQ7ee8WA7" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Lectio Divina (LD) &#8211; Belakangan cukup banyak pembicaraan tentang hal ini, dan banyak buku tentang ini baik yang sudah terbit ataupun yang sedang ditulis; semakin banyak tokoh penginjil Protestan yang menulis tentang ini, mendukungnya dan mengajarkannya. Beberapa orang menganggap lectio divina hanya sekadar membaca beberapa bagian Alkitab dengan perlahan (atau berdoa dengan Alkitab) kemudian merenungkan atau memikirkannya. Ini hanya sebagian dari lectio divina. Tetapi jika anda bertanya kepada yang mistis atau kontemplatif tentang apa yang terkandung didalamnya (siapa yang lebih mengerti daripada mereka?) mereka akan menjelaskan bahwa LD selalu termasuk membaca sebagian Alkitab ataupun bacaan lain apapun dengan perlahan, kemudian semakin perlahan hingga anda mendapatkan potongan kata atau frasa kecil dari bagian yang sedang anda renungkan berulang-ulang. Pada akhirnya anda mendapatkan kata atau frasa seperti mantra yang diambil dari bagian Alkitab, yang menurut para kontemplatif, jika diulang selama beberapa menit akan membantu anda menghilangkan gangguan pikiran, kemudian katanya lagi, anda bisa mendengarkan suara Tuhan dan merasakan kehadiranNya.</p>
<p>Pelopor mistis kontemplatif, Thomas Keating menjelaskan bahwa LD bukanlah pembelajaran Alkitab tradisional, bukan membaca Alkitab untuk bisa mengerti dan membangun diri, dan bukan berdoa dengan Alkitab (walaupun berdoa dengan Alkitab dapat juga menjadi LD jika satu kata atau frase diambil dari Alkitab untuk memfokuskan pada &#8220;kehadiran Tuhan.&#8221;) Keating menambahkan bahwa LD adalah perkenalan kepada praktek yang lebih intensif, yaitu doa kontemplatif dan doa pemusatan.</p>
<p>Banyak orang berpikir LD hanyalah membaca Alkitab perlahan dan tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi dengan memusatkan pikiran pada suatu kata dan frasa dan mengulang-ulanginya untuk mencapai &#8220;diam / tenang&#8221; inilah bahayanya. Memang benar kalau hanya membaca Alkitab dengan perlahan dan dengan pemikiran itu tidak ada salahnya, bahkan sangat baik sekali. Tetapi <strong>dengan pemikiran</strong>, itu kuncinya. Dalam meditasi gaya timur (termasuk juga doa kontemplatif) pikiran adalah <span style="text-decoration: underline;">musuh</span>. Tokoh mistis timur Anthony De Mello menjelaskan masalah ini dengan pemikiran dalam bukunya Sadhana: Jalan kepada Allah:</p>
<blockquote><p>Untuk mendiamkan pikiran adalah pekerjaan sulit. Betapa sulitnya menjaga pikiran dari berpikir, berpikir, berpikir, terus berpikir, selamanya menghasilkan pemikiran dalam aliran yang tidak terhentikan. Master Hindu di India mengatakan: satu duri dibuang dengan duri lainnya. Dengan ini mereka mengatakan anda akan menjadi bijak dengan menggunakan satu pikiran untuk membuang semua pikiran yang memenuhi pikiran anda. Satu pikiran, satu gambaran, satu frasa atau kata yang ditanamkan dalam pikiran anda. (hal.28)</p></blockquote>
<p>Direktur spiritual Jan Johnson dalam bukunya, Ketika Jiwa Mendengarkan: Mendapatkan Ketenangan dan Arahan dalam Doa Kontemplatf, dia juga percaya bahwa pikiran adalah <span style="text-decoration: underline;">penghalang</span> yang harus didiamkan:</p>
<blockquote><p>Doa kontemplatif, dalam bentuk paling dasarnya adalah doa yang didalamnya anda mendiamkan pikiran dan emosi dan berfokus pada Allah sendiri. Ini menempatkan anda dalam kondisi untuk menyadari kehadiran Allah dan membuatmu bisa mendengar suara Allah, memperbaiki dan membimbing dan mengarahkan anda. (hal 16.)</p></blockquote>
<p>Ray Yungen menjelaskan apa yang dicari dari &#8220;diam / tenang&#8221; dalam mistis kontemplatif:</p>
<blockquote><p>Ketika Richard Foster berbicara tentang diam, dia tidak mengatakan diam eksternal. Dalam bukunya Doa: Mendapatkan Rumah Sejati bagi Hati, Foster merekomendasikan praktek doa nafas (hal 122) &#8212; memilih satu kata atau frasa pendek dan mengulang-ulanginya bersama dengan nafas. Ini adalah mistis kontemplatif klasik. &#8230; Foster mengutip orang mistis yang menyarankan, &#8220;Anda harus mengikat pikiran dengan satu pikiran&#8221; &#8230; Saya pernah menceritakan metode doa nafas Foster kepada penyembah New Age yang bertobat. Dia mengatakan dengan heran, &#8220;Itulah yang saya lakukan ketika saya terperosok dalam ashtanga yoga!&#8221; (Buku A Time of Departing &#8211; ATOD, hal 75.)</p></blockquote>
<p>Dengan LD, mengulang-ulangi kata atau frasa pada akhirnya menyebabkan kata atau frasa itu kehilangan makna, kemudian suara pengulangan tanpa makna ini mulai membawa orang kedalam kondisi pikiran kosong. Yungen mengatakan: &#8220;Memaku pikiran pada satu pikiran adalah tidak wajar dan bertentangan dengan refleksi dan doa. Logika sederhana kita mengatakan bahwa mengulang-ulangi suatu kata tidak mempunyai nilai rasional. Misalnya jika seseorang meneleponmu dan kemudian hanya mengulang-ulangi namamu atau suatu kata terus-menerus, apakah menurut anda ini sesuatu yang membangun? Tentu saja tidak; anda pasti akan segera menutup telepon. Mengapa Tuhan akan berpikir lain? Dan jika kurang merasakan kehadiran Tuhan, apakah kehadiran seperti cahaya dalam meditasi dan memasukkan rasa keilahian yang palsu? (ATOD, hal 76.)</p>
<p>Yungen menasihati orang percaya bahwa &#8220;tujuan berdoa bukanlah untuk mengikat pikiran dengan kata atau frasa kosong tak berarti yang mendorong kondisi trans mistis, tetapi seharusnya menggunakan pikiran untuk memuliakan dalam kasih karunia Allah. Inilah nasihat rasul Paulus kepada jemaat: 2 Tim 2:15 Usahakanlah (KJV: belajarlah) supaya engkau layak di hadapan Allah. 2 Tes 1:11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu. Berdoa adalah berbicara kepada Allah dengan segenap hati dan segenap pikiran. (ATOD, hal 75.)</p>
<p>Untuk menjaga orang-orang yang anda kasihi agar menjauhi penipuan spiritual dan kontemplatif spiritual, adalah sangat penting anda mengerti bahwa LD berperan penting menggiring orang kepada praktek meditasi pagan sepenuhnya. Dan kami tegaskan bahwa &#8220;kehadiran&#8221; yang dicapai dalam kondisi trans yang &#8220;diam/tenang&#8221; dengan mengulang-ulangi mantra terus-menerus (atau dengan fokus pada pernafasan atau obyek) ini BUKAN kehadiran Allah! Allah mengajarkan dalam Alkitab untuk tidak mempraktekkan &#8220;formula atau proses khusus, seperti LD <a href="https://web.archive.org/web/20141113015615/http://www.crossroadshikers.org:80/LectioDevina.htm">Thomas Keating</a>, untuk menciptakan pengalaman mistis (Ulangan 18:9-11); demikian kami rasa cukup peringatan tentang LD.</p>
<p>Informasi lebih lanjut:</p>
<ul>
<li><a href="http://sheepyweepy.wordpress.com/2008/05/28/lectio-divina-leading-sheep-to-a-new-level-of-consciousness/">Lectio Divina: Leading Sheep to a New Level of Consciousness</a> by Wolf Tracks</li>
<li><a href="http://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=351">When a Young Girl Meets a Mystic</a></li>
<li><a href="http://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=953">Benedict XVI: Encourages Contemplative Practice Lectio Divina</a></li>
<li><a href="http://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=6996">Promoted</a> by Mike Bickle</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/membedah-tentang-lectio-divina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Posisi dan Doktrin Parachurch</title>
		<link>https://alkitabiah.org/posisi-dan-doktrin-parachurch/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/posisi-dan-doktrin-parachurch/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 14:04:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[parachurch]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1688</guid>

					<description><![CDATA[Saat ini banyak terjadi kesimpang-siuran dalam doktrin parachurch. Sebagian besar gereja sama sekali mengabaikan posisi dan doktrin parachurch karena biasanya parachurch dikelola oleh yayasan dan terpisah dari jemaat. Bahkan sebagian besar jemaat sama sekali tidak&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini banyak terjadi kesimpang-siuran dalam doktrin parachurch. Sebagian besar gereja sama sekali mengabaikan posisi dan doktrin parachurch karena biasanya parachurch dikelola oleh yayasan dan terpisah dari jemaat. Bahkan sebagian besar jemaat sama sekali tidak tahu-menahu mengenai parachurch yang dikelola oleh gereja.</p>
<p>Alkitab sangat sedikit sekali membahas mengenai parachurch. Karena itu agar bisa memahami bagaimana menerapkan doktrin terhadap parachurch, pertama-tama kita harus mengetahui dengan sangat jelas dimana posisi parachurch dalam gereja.</p>
<p><img decoding="async" style="max-width: 100%;" title="where is parachurch?" src="https://denny.files.wordpress.com/2019/12/parachurch-position.png" alt="dimana posisi parachurch?" /></p>
<p>Perhatikan gambar ini. Menurut anda, dimana letak posisi parachurch sebenarnya? Mungkinkah posisinya diluar gambar ini? Jika diluar gambar, maka organisasi ini sama sekali tidak berhubungan dengan gereja dan penamaan parachurch menjadi salah kaprah.</p>
<p>Pastinya, posisi parachurch tidak boleh di A. Mengapa? Karena Jemaat yang adalah Tubuh Kristus langsung bertanggung jawab kepada Kristus sebagai Kepala yang berarti Jemaat hanya tunduk kepada Alkitab satu-satunya Firman Tuhan saja. (Efesus 5, Kolose 1 dan 2). Jadi tidak boleh ada sesuatu apapun yang menghalangi antara Jemaat dan Firman Tuhan. Tidak boleh ada kepausan, sinode, majelis, apalagi parachurch yang mengatur Jemaat.</p>
<p>Juga, parachurch tidak bisa di posisi B. Mengapa? Jawabannya sama dengan diatas. Karena Kristus hanya mendirikan satu organisasi saja, yaitu Jemaat yang adalah TubuhNya. Tidak pernah Kristus berurusan dengan organisasi apapun selain Jemaat yang Dia dirikan.</p>
<p>Sekali lagi, kalau posisi diluar jemaat itu organisasi atau yayasan apapun bebas berdiri diluar jemaat dan tidak perlu diatur oleh jemaat dan namanya sudah pasti bukan parachurch karena memang tidak ada hubungannya dengan jemaat.</p>
<p>Tinggal satu-satunya posisi yang memungkinkan bagi parachurch hanya di C saja. Jadi parachurch <strong>harus</strong> ada dibawah Jemaat! Apa artinya? Artinya parachurch harus tunduk kepada aturan Jemaat. Karena Jemaat harus tunduk kepada Alkitab satu-satunya Firman Tuhan. Dengan demikian maka parachurch pun <strong>harus</strong> tunduk kepada doktrin Alkitab juga.</p>
<p>Kalau parachurch tidak bisa diatur dan tidak mau tunduk kepada Jemaat dan kepada Alkitab, maka coret dan keluarkan dari struktur Jemaat sehingga bukan parachurch lagi. Maka organisasi atau yayasan itu bebas beroperasi dan tidak perlu tunduk kepada aturan Jemaat dan Alkitab.</p>
<p>Bagaimana posisi parachurch ditempat anda berjemaat?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/posisi-dan-doktrin-parachurch/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Tujuh Prinsip Pelatihan Anak-anak Saleh</title>
		<link>https://alkitabiah.org/tujuh-prinsip-pelatihan-anak-anak-saleh/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/tujuh-prinsip-pelatihan-anak-anak-saleh/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2019 05:26:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1676</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/seven_principles_in_training_godly_chrildren.html Artikel oleh Pastor David Sorenson ini berdasarkan bukunya Melatih Anakmu Menjadi Baik. Gereja-gereja harus membeli banyak buku yang bagus ini. Buku ini bisa dipesan dari Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/seven_principles_in_training_godly_chrildren.html<br />
Artikel oleh Pastor David Sorenson ini berdasarkan bukunya Melatih Anakmu Menjadi Baik. Gereja-gereja harus membeli banyak buku yang bagus ini. Buku ini bisa dipesan dari Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarministries.com, dhs.northstar@charter.net.</p>
<h2>I. Pentingnya Firman Allah</h2>
<p>Jika ada suatu kebenaran dasar yang umum dalam melatih anak menjadi saleh, itu adalah pentingnya membangun dasar Firman Allah dalam kehidupan mereka. Ini sangat benar untuk semua orang lahir baru dan juga termasuk anak-anak dari jemaat Allah. Saya takutkan bahwa orangtua Kristen bergantung kepada media Kristen, guru sekolah minggu, program pemuda gereja, dan sekolah Kristen untuk melatih anak mereka menjadi saleh. Semua ini sangat baik dan bisa sangat membantu; tetapi, dasar utama kehidupan saleh sering hilang dari kehidupan anak-anak dan pemuda dari jemaat Allah. Dasarnya adalah penyerapan Firman Allah setiap hari.</p>
<p><span id="more-1676"></span></p>
<p>Seorang pemuda dari keluarga Kristen bisa saja sekolah di sekolah Kristen atau home-schooling dengan kurikulum yang baik, setia mengikuti sekolah minggu dan program gereja, ikut kamp gereja, dan tetap kedagingan, memberontak dan duniawi. Atau lebih seringnya, mereka hanya suam-suam kuku dan mengikuti arus saja, tetapi tidak ada pertobatan yang rohani didalam hati mereka. Sebabnya hanya satu dan sangat sederhana. Mereka tidak mendalami Firman Tuhan setiap hari.</p>
<p>Hanya sedikit perbedaan antara pemuda atau orang yang sudah dewasa. Tanpa konsumsi Firman Allah setiap hari, setiap orang percaya bisa menjadi semakin kedagingan dan semakin duniawi. Allah mengatakan kepada Yosua ribuan tahun lalu,<br />
Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung</p>
<p>Dasar pemikiran dan janji ini tidak pernah batal. Jika seorang pemuda, atau siapapun juga, memenuhi pikirannya dengan Firman Allah hingga meresap kedalam hatinya, ini akan merubah perilakunya.</p>
<p>Itulah sebabnya dahulu pemazmur menulis, &#8220;Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.&#8221; (Mazmur 119:11). Pemikirannya disini bukan hanya sekadar menghapal ayat Alkitab saja, tetapi memenuhi pikirannya dengan Firman Allah sampai meresap kedalam hati. Ketika hal ini terjadi, orang tidak ingin berdosa terhadap Allah. Keinginannya sudah berubah.</p>
<p>Sebagai seorang pastor, saya mengamati anak-anak dari keluarga Kristen di sekolah Kristen atau home-schooling. Orang tua mereka memastikan mereka menghadiri setiap pelayanan dan pekerjaan pemuda dalam gereja. Tetapi anak-anak ini tetap saja memberontak, kedagingan dan duniawi. Mengapa? Karena mereka tidak meresapi Firman Allah dengan baik. Sesederhana itu.</p>
<p>Berikut adalah lima tips praktis untuk orang tua Kristen untuk mengarahkan anak-anaknya dalam pembacaan Alkitab yang bermakna.</p>
<p>1. Mulai dari kecil. Ketika anak-anak kami kecil, kami mengajarkan untuk membaca Alkitab saat mereka mulai belajar membaca. Waktu yang singkat, tetapi mereka terlambat masuk TK.</p>
<p>2. Rencana baca. Alkitab adalah buku yang luas, bahkan untuk orang dewasa. Ketika anak-anak kami kecil, kami ajarkan membaca surat 1 Yohanes karena kalimat dan kosa kata yang sederhana (KJV dalam bahasa Inggris). Kami ajarkan membaca hanya satu atau dua ayat sehari. Ketika masuk SD, pembacaan harian mulai berkembang menjadi satu pasal sehari dan ketika mereka SMP, kami ajarkan membaca empat pasal sehari. Ini adalah jumlah minimal untuk selesai membaca Alkitab dalam setahun. Secara garis besar kami merencanakan pembacaan untuk mereka.</p>
<p>3. Berikan insentif. Ketika anak-anak masih kecil, kami siapkan bagan di tempelan kulkas dan ketika mereka membaca Alkitab setiap hari, mereka menerima satu bintang pada bagan setiap hari. Jika mereka setia membaca dan mengisi bagan selama beberapa minggu atau sebulan, kami rencanakan penghargaan khusus untuk mereka.</p>
<p>4. Terapkan kebijakan. Kami memastikan anak-anak membaca Alkitab setiap hari sesuai yang ditugaskan. Pertanyaan yang sering terdengar di meja sarapan adalah &#8220;Sudahkah kamu membaca Alkitab pagi ini?&#8221; Walaupun mereka bertumbuh melampaui bagan dan bintang di kulkas, kami terus menanyakan mereka sepanjang masa remaja.</p>
<p>5. Lakukan karena ini benar. Sambil bertumbuh melampaui tahap mereka membutuhkan sedikit insentif, kami beralih pada filosofi membaca Alkitab hanya karena ini benar. Sementara kami membangun prinsip kebenaran, akan mudah membaca Alkitab setiap hari dengan prinsip kebenaran. Benar, sangat benar untuk didalam Firman Allah setiap hari.</p>
<h2>II. Prinsip Kebenaran.</h2>
<p>Prinsip dasar kedua dalam kehidupan Kristen dan juga untuk melatih pemuda Kristen, adalah dalam kebenaran. Alkitab penuh dengan konsep dan referensi kebenaran. Ada sekitar 1300 referensi tentang kebenaran dalam Alkitab dalam berbagai bentuk dan maksud. Bisa dirata-ratakan satu referensi per pasal. Tuhan merujuk kepada Yesus Kristus Yang Adil dalam 1 Yoh 2:1. Dalam Maz 11:7 &#8220;Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.&#8221; (adil/keadilan dalam KJV: righteous, righteousness = kebenaran).</p>
<p>Sangat banyak yang bisa dinyatakan disini, tetapi jika orang ingin menjadi seperti Kristus, dia harus membangun prinsip dan praktek kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Sederhananya adalah melakukan apa yang benar sebagai prinsip, sebagai praktek dan sebagai keyakinan hidup. Membangun prinsip kebenaran mempunyai dampak yang mendalam. Apapun tindakan, perkataan dan sikap kita dapat dijabarkan dalam pertanyaan sederhana, &#8220;Apakah ini benar?&#8221; Jika hal ini tidak benar maka segera diputuskan. Saya tidak akan melakukannya. Jika ini benar, saya akan melakukannya. Sederhana, kan?</p>
<p>Sebagai contoh, perhatikan teguran klasik di Efesus 6:1, &#8220;Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.&#8221; (KJV: karena ini yang benar). Pedoman ini agar anak-anak mentaati orang tua. Tetapi disini ada alasan yang mendasar &#8212; karena ini yang benar. Pendisiplinan pribadi adalah melakukan apa yang benar adalah intisari karakter Kristiani. Pemuda yang dilatih melakukan yang benar terlepas dari apapun, akan membuat ketaatan pada otoritas menjadi mudah. Ini sejajar dengan berjalan dalam Roh. Inilah intisari menjadi semakin seperti Kristus.</p>
<p>Perhatikan empat cara menanamkan konsep kebenaran kedalam segala hal dalam karakter anak-anak kita.</p>
<p>1. Ajarkan kebenaran sebagai pedoman. Selama anak-anak bertumbuh besar, kami sering dan secara rutin mengajarkan mereka &#8220;Kita selalu melakukan apa yang benar.&#8221; Apakah mereka (atau kita) selalu melakukan yang benar? Tidak. Tetapi mereka semakin cenderung dipengaruhi oleh pendirian ini. Dalam renungan harian di meja makan, kami seringkali membuka rujukan tentang kebenaran dalam Alkitab dan menjadikan sebagai topik renungan hari itu. Anak-anak secara alami cenderung melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan bukan apa yang seharusnya dilakukan. Ketika ada penolakan &#8220;Saya tidak mau&#8221; atau &#8220;tapi saya mau &#8230;&#8221; muncul, itu menjadi waktu untuk mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan (yaitu, melakukan yang benar) daripada melakukan yang kita inginkan. Filosofi dunia, kedagingan dan tipudaya adalah melakukan apa yang kita inginkan. Menjadi seperti Kristus adalah melakukan apa yang benar atau melakukan yang seharusnya. Ajarkan anak-anak untuk melakukan apa yang seharusnya dan bukan apa yang mereka inginkan.</p>
<p>2. Menerapkan prinsip kebenaran. Tidak ada batasan penerapan prinsip kebenaran. Ketaatan pada orang tua adalah sangat penting &#8212; karena ini yang benar. Merokok tidak benar. Musik rock tidak benar. Berkata jujur adalah benar. Membaca Alkitab setiap hari adalah benar. Kelakukan buruk adalah tidak benar. Mencuri tidak benar. Hampir semua anak-anak mengerti prinsip dasar benar dan salah. Menghubungkan standar perilaku dasar dengan kesederhanaan melakukan apa yang benar sangat mempermudah anak-anak mengerti apa yang diharapkan. Lebih dari itu, seluruh masalah tingkah laku dan sikap secara langsung berhubungan dengan pedoman dasar Alkitab melakukan apa yang benar.</p>
<p>3. Mengajarkan dengan contoh. Peribahasa as much is caught as is taught. Sangat jelas yang yang tertangkap (terlihat dilakukan) lebih mempengaruhi daripada apa yang diajarkan. Perkataan kita berbicara, perbuatan kita berbicara; tetapi perbuatan kita berbicara lebih keras daripada perkataan kita. Sunnguh, apa yang kita lakukan berbicara lebih keras daripada perkataan kita. Ketidakkonsistensi orang tua akan menghasilkan pemberontakan lebih daripada hal lain. Sebaliknya, konsistensi teladan akan lebih mempertegas apa yang kita katakan lebih dari apapun. Jika kita mengajarkan anak-anak bahwa tidak baik menonton acara TV yang kasar tetapi kita lakukan sendiri, kita menciptakan kekusutan kebingungan dari apa yang sudah kita coba ajarkan. Jika kita mengajarkan anak-anak bahwa setia kepada hal ilahi adalah benar tetapi kita tidak ke gereja saat acara camping atau golf, kita telah mengacaukan pengajaran kita sendiri. Teladan yang konsisten dengan kehidupan yang benar adalah alat yang sangat kuat dalam melatih anak-anak melakukan hal yang sama.</p>
<p>4. Ajarkan kebenaran sejak dini dan terus menerus. Sejak anak-anak cukup besar untuk mengerti perkataan, mulai tanamkan prinsip kebenaran. Terus tanamkan sepanjang hidup mereka. Walaupun kita sebagai orang tua ataupun anak-anak tidak pernah bisa terus benar dalam dunia ini, tetapi ajarkan sebagai prinsip dan praktek adalah benar. Beberapa puluh tahun lalu, Dr. Bob Jones Sr menuliskan,<br />
&#8220;Lakukan yang benar sampai bintang jatuh, Lakukan yang benar sampai panggilan terakhir, Lakukan yang benar walaupun berdiri sendiri. Lakukan yang benar waktu kamu sendiri. Lakukan yang benar walaupun tidak pernah diketahui. Lakukan yang benar karena kamu mengasihi Tuhan, Lakukan yang benar, Lakukan yang benar!&#8221;<br />
Filosofi ini sangat kuat dan alkitabiah. Sangat penting dalam membangun pemuda Kristen yang saleh.</p>
<h2>III. Prinsip Disiplin</h2>
<p>Hudson Taylor pernah berkata, &#8220;orang yang tidak disiplin tidak akan pernah berarti apapun dalam pekerjaan Allah.&#8221; Kenyataannya, orang yang tidak disiplin tidak akan pernah berarti banyak dalam bidang kehidupan apapun. Ada kebutuhan besar untuk pendisiplinan diri. Pendisiplinan diri adalah memaksa saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Ini sangat berhubungan erat dengan prinsip kebenaran. Hal yang satu mengikuti yang lainnya. Kebenaran adalah melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Pendisiplinan diri adalah memaksa saya sendir melakukan apa yang seharusnya. Kenyataannya, definisi sederhana dari karakter Kristiani adalah pendisiplinan diri untuk melakukan apa yang benar.</p>
<p>Masalah setiap anak adalah kelahirannya dengan sifat alami berdosa. Sifat berdosa bekerja berdasarkan nafsu kedagingan. Kedagingan adalah merujuk kepada sifat alami lama yang berdosa dan modus operasi dasarnya adalah nafsu. Dalam berbagai bentuk dasarnya adalah keinginan atau kemauan. Anak-anak lahir dengan sifat alami berdosa yang ditandai dengan kepentingan sendiri, kemauan sendiri dan kepuasan sendiri. Hasilnya adalah semua anak-anak alaminya egois, malas dan mementingkan diri sendiri. Sifat lama hidup untuk kesenangan diri sendiri.</p>
<p>Dalam 1Kor 9:25, Alkitab mengatakan, &#8220;Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal.&#8221; Sebagian dari buah Roh adalah penguasaan diri (Gal 5:23). Dalam bahasa Inggris, temperance (penguasaan diri) pada dasarnya berarti pendisiplinan diri. Dalam ruang lingkup yang lebih luas dalam pembangunan karakter, adalah mendorong diri sendiri melakukan apa yang seharusnya daripada apa yang kita ingin lakukan. Jika seorang anak akan membangun karakter Kristiani yang kuat, hidupnya harus dibangun dalam melakukan apa yang seharusnya daripada melakukan apa yang diinginkan.</p>
<p>Ada sejumlah kebajikan rohani yang sangat berhubungan dengan hidup yang disiplin. Kita perhatikan beberapa hal.</p>
<p><strong>Kerajinan</strong>. Kata kerajinan ditemukan didalam PL dan PB. Maknanya adalah cermat melakukan apa yang seharusnya. Kenyataannya, maknay sebenarnya adalah segera melaksanakannya. Kata lawannya adalah penundaan. Ini berhubungan dengan ketepatan (waktu.) Semua ini kembali kepada konsep dasar memaksa diri sendiri untuk melakukan yang seharusnya, yaitu disiplin diri.</p>
<p><strong>Kesetiaan</strong>. Apakah itu setia dalam pelayanan gereja, setia dalam pembacaan Alkitab setiap hari, setia berdoa, ataupun setia dalam pelayanan Kristiani, pendisiplinan diri adalah tepat dibawah permukaannya. Mungkin saya tidak &#8220;merasa&#8221; ingin bangun pagi untuk membaca Alkitab, tetapi pendisiplinan diri mendorong saya melakukannya. Mungkin saya tidak &#8220;ingin&#8221; menghadiri pertemuan gereja, tetapi pendisiplinan diri memaksa saya melakukan yang seharusnya. Mungkin saya tergoda untuk melalaikan tugas pelayanan Kristiani, tetapi pendisiplinan diri memacu saya untuk setia dalam pelayanan. Kristen yang dangkal melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Kristen yang dewasa melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.</p>
<p><strong>Pendidikan</strong>. Disiplin adalah juga faktor utama dalam proses pendidikan. Si Johnny kecil mungkin tidak merasa ingin melakukan pekerjaan rumah. tetapi jika dia diajarkan pendisiplinan diri dalam kehidupan, dia akan melakukannya juga. Lebih menyenangkan melihat keluar jendela dan memandangi kejadian diluar daripada memperhatikan (pelajaran.) Lebih menyenangkan menggoda dan membuat gaya muka daripada konsentrasi pada pelajaran yang berlangsung. Seorang anak yang diajarkan pendisiplinan diri tidak akan kesulitan untuk memperhatikan apa yang seharusnya dilakukan daripada apa yang dia ingin atau yang dia senang lakukan.</p>
<p><strong>Organisasi</strong>. Pendisiplinan diri adalah kunci organisasi. Pada dasarnya terorganisir adalah memikirkan kedepan. Alasan orang tidak terorganisir adalah bahwa mereka memikirkan saat ini dan tidak memikirkan apa yang akan datang sampai hal itu terjadi. Lebih mudah menikmati keadaan daripada melatih pikiran dalam berpikir. Ini menyebabkan banyak orang tidak terorganisir selamanya.</p>
<p>Semua ini kembali kepada prinsip dasar pendisiplinan diri. Tetapi pendisiplinan diri berakar pada prinsip yang lebih mendasar dari kebenaran yaitu melakukan apa yang seharusnya. Kehidupan orang lahir baru diciptakan dalam kebenaran dan kekudusan yang benar. Sehingga hidup terdisiplin melakukan apa yang benar adalah selaras dengan kehidupan lahir baru. Orang tua, anda melakukan kebaikan besar dengan menanaman pendisiplinan diri dalam hidup mereka. Ini sangatlah positif.</p>
<h2>IV. Prinsip ketaatan.</h2>
<p>Salah satu perintah paling mendasar dalam Alkitab untuk anak-anak ada di Efesus 6:1. &#8220;Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.&#8221; Tidak banyak hal yang lebih dasar daripada ini. Tetapi apakah anak-anak mentaati orang tua sangat tergantung kepada orang tua. Anak yang tidak taat mencerminkan orang tua yang tidak melatih anak untuk taat. Satu aturan yang paling jelas dalam rumah kami adalah &#8220;Kami selalu taat.&#8221; Jika anjing saya tidak terkendali, tidak taat, tidak disiplin, siapa yang salah, anjingnya atau saya? Melatih anjing membutuhkan waktu dan kesabaran. Terlebih lagi melatih anak. Kami secara positif menuntut anak-anak untuk taat. Jika mereka tidak taat, mereka segera dan pasti menghadapi akibatnya. Selalu. Setiap kali.</p>
<p>Ada beberapa prinsip yang perlu diingat dalam menerapkan aturan.</p>
<p>Pertama, aturan harus segera diterapkan.</p>
<p>Sebagai pastor, saya sudah mengunjungi ribuan rumah. Saya sudah sering melihat beberapa skenario seperti ini. Detilnya bisa bervariasi, tetapi dasar peristiwanya selalu mirip. Ibu mengatakan kepada Junior, &#8220;Waktunya tidur.&#8221; (atau perintah orang tua semacam ini) Junior mengabaikan ibunya dan terus menonton TV. Si ibu meneruskan pembicaraan dengan saya. Setelah beberapa waktu, ibu mengatakan lagi, &#8220;Junior saya sudah katakan untuk pergi tidur.&#8221; Dan dia menjawab, &#8220;Tapi saya belum mau tidur.&#8221; Si ibu membiarkan. Kemudian beberapa waktu berlalu si ibu menjadi panas mengenai ini. Dia menaikkan suaranya dan mengatakan, &#8220;SAYA BILANG SEGERA TIDUR.&#8221; Junior menjawab, &#8220;Tapi ma, SAYA MAU nonton acara saya ini.&#8221; Si ibu mentolerir perlawanan ini untuk beberapa waktu. Kemudian dia katakan, &#8220;INI TERAKHIR KALI SAYA KATAKAN, SEGERA TIDUR!&#8221; Junior pun menjadi jengkel karena diteriaki dan membalas teriak, &#8220;SAYA TIDAK MAU!&#8221; Akhirnya si ibu teriak, &#8220;SAYA PERINGATKAN, SEGERA TIDUR SEKARANG, ATAU SAYA PUKUL KAMU!&#8221;</p>
<p>Masalahnya bukan pada Junior. Dia sudah mengetahui dari pengalaman bahwa si ibu bisa diabaikan. Si ibut terlalu malas untuk bangun dan menangani situasi. Si ibu bahkan berkontribusi dalam kenakalan Junior.</p>
<p>Kedua, aturan dasar rumah harus diterapkan dengan konsisten.</p>
<p>Jika salah melakukan sesuatu pada hari Senin, sebaiknya diterapkan juga pada hari berikutnya dengan cara yang sama. Konsistensi adalah permata berharga dalam mahkota kepemimpinan orang tua. Sebaliknya, ketidakkonsistensi adalah faktor utama penyebab pemberontakan remaja dikemudian hari.</p>
<p>Terakhir, aturan keluarga harus diterapkan dengan adil dan bijaksana.</p>
<p>Orang tua membutuhkan hikmat Salomo. Kita perlu adil dan jujur dalam menghadapi anak-anak. Walaupun bagian ini terlihat keras dan otoriter, seringkali anak-anak lupa, atau sebagai anak-anak mereka melakukan kesalahan.</p>
<p>Ada beberapa prinsip luas dalam membangun ketaatan. Salah satunya adalah peneguhan positif. Barangkali peneguhan positif terbesar adalah masalah kasih. Kita perlu memberitahu anak-anak kita mengasihi mereka. Kemudian, peneguhan positif adalah selalu mengajarkan aturan atau kebijakan terlebih dahuulu. Bantuan lainnya adalah menggunakan insentif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Terakhir, sangat penting bahwa kita menyediakan peneguhan positif dengan contoh teladan hidup kita.</p>
<p>Sisi lain koin dalam membangun ketaatan adalah peneguhan negatif. Prinsip sederhana dalam menghukum anak adalah hukuman harus selalu melampaui kesenangan atau kenikmatan dalam melakukan kesalahan. Mungkin, bentuk paling dasar dari penghukuman, terutama pada anak-anak kecil adalah dipukul (pantatnya). Banyak hal bisa dibahas, tetapi kita pertimbangkan beberapa dasar terlebih dahulu.</p>
<p>1. Tentukan terlebih dahulu dasar penghukuman anak-anak. Di rumah kami, sudah dijelaskan terlebih dahulu jika anak-anak melanggar aturan dalam tiga hal ini, mereka otomatis dipukul. Tiga hal ini adalah tidak mau taat, berbohong dan tidak menghormati orang tua.</p>
<p>2. Tentukan standar bagaimana hukuman dilakukan. Sangat banyak ragam penerapan digunakan sepanjang abad dari tongkat hingga ikat pinggang. Kami sering menggunakan tongkat pengaduk cat.</p>
<p>3. Tentukan tempat standar hukuman dilakukan. Kami tidak pernah memukul anak kami didepan umum untuk banyak alasan. Tetapi, di rumah kami memilih ruangan netral, yaitu kamar mandi. Didalamnya menunggu tongkat pengaduk cat.</p>
<p>4. Tentukan aturan menghukum. Tergantung umur anak dan pelanggaran yang dilakukan, kami mempunyai pedoman berapa kali pukulan yang akan mereka terima. Hal terpenting adalah pukulan yang efektif sehingga cukup sakit melebihi keuntungan dari ketidaktaatan.</p>
<p>5. Selalu mengendalikan diri. Tidak pernah memukul dalam kendali amarah. Kami selalu berusaha keras tetap tenang, terkendali dan menguasai diri.</p>
<p>6. Pukul segera setelah pelanggaran. Walaupun kami menghindari memukul didepan umum, kami berusaha menangani masalah sesegera mungkin.</p>
<p>7. Jangan menolak anakmu. Kasihi mereka. Setelah penghukuman, kami selalu memeluk anak-anak dan memberitahu kami mengasihi mereka. Ini juga adalah waktu mengingatkan kembali mengapa mereka dihukum. Tetapi kami selalu mengakhiri waktu sedih ini dengan pelukan dan ciuman.</p>
<h2>V. Prinsip Separasi</h2>
<p>Kita menyinggung titik kontroversial bagi banyak orang, yaitu separasi dari dunia. Saya pelajari dahulu bahwa praktik separasi alkitabiah adalah sangat praktis. Tetapi kebenaran ini tidak terpusat jelas sampai saya menjadi ayah dan membesarkan anak-anak. Alkitab sangat jelas. Kita baca di 2 Kor 6:17, &#8220;Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.&#8221; Allah berfirman &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini&#8221; di Roma 12:2. Kemudiang Dia memerintahkan, &#8220;1Yoh 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.&#8221;</p>
<p>Separasi dari dunia dan hal-hal duniawi bukanlah legalisme seperti yang sering dituduhkan. Ini adalah ketaatan kepada Allah dan seperti yang sudah disinggung, sangatlah praktis. Semakin jauh kita menjaga anak-anak dari pengaruh dunia, semakin baik untuk mereka.</p>
<p>Kenyataannya, iblis sudah menggambarkan titik sasaran di punggung anak-anak dan dia akan melakukan segala daya upayanya untuk mencobai dan menjerat mereka. Iblis mempunyai dua sekutu: (1) sifat lama dan (2) dunia. Semakin jauh kita menjaga anak-anak dari daya pikat dunia, semakin kecil kesempatan iblis menggapai mereka. Allah menuntut, &#8220;Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!&#8221; (Ul 5:29)</p>
<p>Ketaatan kepada perintah Alkitab untuk separasi dari dunia adalah sangat praktis. Ini akan membantu anak-anak dari godaan rangsangan kesenangan, hiburan dan daya pikat dunia.</p>
<p>Pikirkan seorang anak. Dengan penampilan lugu kelihatan murni dan baik. Tetapi, biarkan bakteri dan filosofi dunia mulai bekerja dalam anak itu dan tidak akan lama kerohanian anak itu akan menjadi suram, wanita muda pemberontak. Kita semua sudah melihat yang seperti ini. Semasa TK dan SD, mereka begitu manis, lugu dan baik. Tetapi, ketika mereka dewasa, mereka menjadi pemberontak, suram dan bahkan tidak bisa diperbaiki lagi. Penampilan dan keluguan menjadi keras dan menentang. Pakaian dan gaya rambut mereka menjadi seragam model pemberontakan terkini. Terlebih, mereka sedang melakukan apa yang mereka senangi. Apa yang terjadi? Iblis, bersama dengan sekutunya dalam dunia dan kedagingan dalam sifat lama menyambar seorang anak muda. Dan anak-anak dalam rumah tangga Kristiani jelas tidak kebal.</p>
<p>Ada banyak godaan dunia ini. Mari kita lihat beberapa cara iblis menjerat anak-anak keluarga Kristiani.</p>
<p>1. Mungkin lebih dari segala hal lain, iblis menggunakan kekuatan musik untuk menjerat anak muda. Kita tidak cukup ruang untuk menguraikan panjang lebar mengenai bahaya musik. Tetapi cukuplah mengatakan bahwa musik duniawi adalah alat utama iblis dalam menggenggam anak muda, dan tentunya termasuk juga anak-anak keluarga Kristiani. Semasa pertumbuhan anak-anak, mereka tidak diijinkan mendengarkan musik rock atau bentuk musik duniawi lainnya. Kita tidak membiarkan mereka memiliki radio, stereo atau alat pemutar lainnya dalam kamar. Teknologi berubah dalam beberapa tahun, tetapi prinsipnya sama. Kami mempunyai anak angkat di rumah dan dia tidak diijinkan memutar musik apapun di iPod. Banyak pemuda Kristiani yang sudah terjerumus kedalam dunia oleh musik duniawi lebih daripada apapun. Musik sangat kuat. Salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan orang tua adalah mengatur musik yang didengar anak-anak. Anda tidak akan menyesali keputusan ini.</p>
<p>2. Alat kuat lain yang digunakan iblis adalah televisi dan penyebaran video (apapun media atau formatnya). Televisi dan Hollywood adalah intisari sistem duniawi. Sangatlah berhati-hati apa yang anda ijinkan ditonton oleh anak. Nilai kemewahan dan hiburan duniawi sangat cepat menjerumuskan anak menjauhi Firman Allah dan hal-hal ilahi. Iblis tahu itu dan dia bekerja keras untuk menarik pandangan anak muda pada layar.</p>
<p>3. Internet adalah fenomena modern yang belum ada ketika anak-anak kami bertumbuh, tetapi kini ada di hampir setiap rumah di Amerika. Internet bisa sangat berguna dalam pendidikan dan bahkan bahan rohani tetapi bisa juga sangat jahat dan keji. Orang bisa mencari bahan rohani yang bisa sangat membantu dari Internet. Tetapi bisa juga mendapatkan pornografi dan kotoran yang paling jahat disini. Generasi mendatang sudah mahir memanfaatkan teknologi mutakhir dan situs-situs. Kami memiliki anak angkat di rumah. Kami menetapkan beberapa aturan dalam penggunaan internet. Pertama, dia hanya boleh online menggunakan laptop keluarga di ruangan terbuka sehingga semua orang bisa melihat apa yang dia lakukan. Kedua, kami menuntutnya memberikan semua password sehingga jika dibutuhkan kami bisa mengawasi apa yang dia lakukan onlne. Ketiga, dia diperintahkan tidak boleh mengunjungi ruangan obrolan (chat room) mengenai apapun dan tidak boleh mempunyai halaman MySpace. Dari waktu ke waktu kami menambahkan daftar situs yang dilarang. Kadang kala saya memeriksa riwayat browser untuk melihat situs yang sudah dikunjungi. Sistem kami bukan anti-jebol, tetapi kami yakin bisa mengendalikan situasi. Beberapa orang tua menggunakan penyaring dan ini bisa sangat membantu, terutama anak laki-laki yang menggunakan internet. Pornografi hanya berjarak satu klik dan sebagian besar anak tahu bagaimana menemukannya.</p>
<p>Anda tidak akan pernah menyesal telah mengekang penggunaan internet oleh anak-anak. Separasi dari dunia adalah alkitabiah dan sangat praktis dalam menjaga anak dari jerat iblis. Ini bukanlah legalisme! Ini adalah ketaatan kepada Allah. Anda tidak akan pernah menyesal telah menjaga jarak aman antara anak-anak dan hal duniawi.</p>
<h2>VI. Praktik Orang Tua</h2>
<p>Selama bertahun-tahun, saya menjadi yakin bahwa masalah-masalah kehidupan pada dasarnya adalah rohani. Segala hal penting dalam kehidupan, seperti keluarga, pernihakan, anak-anak dan dasar kebahagiaan adalah hal rohani. Oleh karena itu, prinsip kerohanian utama harus dibangun oleh orangtua jika ingin anak-anaknya baik.</p>
<p>Mari kita pertimbangkan beberapa dasar praktik kerohanian dari orang tua Kristiani yang penting dalam melatih anak-anak. Sangat jelas kita tidak bisa melatih orang dalam hal yang tidak kita mengerti sendiri. Jika kita ingin melatih anak-anak menjadi anak yang rohani, saleh, praktik ini pertama harus dibangun dalam orang tua.</p>
<p>1. Praktik kesalehan. Peribahasa Inggris, as much is caught as is taught. Perbuatan akan mengajar lebih banyak daripada perkataan. Apakah anak-anak melihat orangtua yang saleh? Rasul Paulus mengatakan, &#8220;Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah (KJV:godliness, kesalehan) itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.&#8221; (1Tim 4:8). Kita hidup dalam jaman dimana atlet ditinggikan dari sekolah melalui profesi olahraga. Ada bagian yang cukup besar dalam koran khusus untuk berita olahraga. Hal yang sama juga dalam berita-berita. Olahraga dan atletik sudah hampir seperti agama dalam budaya modern. Allah mengatakan latihan badani seperti ini terbatas gunanya, tetapi kesalehan itu berguna dalam segala hal. Kesalehan berguna bukan hanya dalam hidup ini saja, tetapi juga memberi upah yang kekal. Saya ingin sampaikan bahwa kita sebagai orang tua harus memberikan contoh teladan kesalehan dan kemudian melatih hal yang sama kepada anak-anak. Selama bertahun-tahun, saya mendengar orang tua Kristiani berdalih, &#8220;Tetapi Junior adalah anak yang baik.&#8221; Ironisnya, sebagian besar orang tua akan mengatakan hal yang sama, bahkan yang anak-anaknya tumbuh menjadi kriminal. Pertanyaannya adalah, &#8220;Apakah mereka saleh?&#8221; Sepertinya kita telah membesarkan anak-anak muda yang baik, bukan yang saleh. Kesalehan tidak hanya akan menghindarkan dari masalah dosa dan dunia, ini akan membangun kualitas yang Allah inginkan pada umatNya. Tetapi pelatihan kesalehan dimulai dari ibu dan ayah. Kita harus memimpin dengan contoh teladan dan praktik.</p>
<p>2. Praktik kesetiaan. Salah satu praktik paling sederhana dalam kehidupan Kristiani adalah kesetiaan dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian diwujudkan dalam kesetiaan dalam hal-hal ilahi. Dengan kata lain, selalu ada di gereja setiap kali pintu gereja terbuka. Yesus mengatakan, &#8220;Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan&#8221; (Wahyu 2:10). Rasul menulis, &#8220;Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat&#8221; Ibrani 10:25. Kebijakan di rumah kami, di rumah orang tua kami, dan di rumah kakek nenek kami sederhana. Kapanpun pintu gereja dibuka, kami disana. Yesus mengatakan, &#8220;Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya&#8221; Mat 6:33.</p>
<p>Ketidakkonsistensi pada orang tua Kristiani, terutama mengenai kesetiaan hal-hal ilahi, adalah faktor utama dalam pemuda Kristiani memberontak atau terhanyut kepada dunia. Saya telah melihat pola ini selama empat puluh tahun. Orang tua Kristiani yang tidak konsisten dalam kesetiaan jauh lebih banyak anak yang dropout daripada anak yang melihat orang tua yang tidak pernah tidak hadir. Saya melihat bapak-bapak Kristiani yang baik dan dasarnya hidup untuk Tuhan tetapi tiba-tiba mengesampingkan kesetiaan ketika musim berburu atau memancing. Mereka biasanya menuai hasil yang pahit ketika anak-anak mereka dikeluarkan dari sekolah. Saya melihat bapak-bapak yang tidak setia dalam pelayanan ketika berlibur. Anak-anak &#8216;mencatat&#8217;. Menyedihkan, seringkali mereka menuai hasil pahit karena ketidakkonsistensi dan ketidaksetiaan. Bentuk lainnya masalah ini adalah membiarkan anak-anak tidak ke gereja untuk mengerjakan tugas sekolah. Selama bertahun-tahun saya mengenal banyak orang tua yang membiarkan anak-anak di rumah pada hari Rabu atau Minggu untuk mengerjakan tugas sekolah. &#8220;Mereka mempunyai terlalu banyak tugas sekolah.&#8221; Prioritas tidak bertentangan. Pekerjaan sekolah adalah penting, tetapi hal-hal ilahi jauh lebih penting. Orang tua Kristiani, anda tidak akan pernah menyesali menjadi konsisten dalam hal kesetiaan. Tetapi, yang berkompromi akan hal ini nantinya akan bertanya-tanya apa yang salah sehingga anak-anak mereka terjerumus kedalam dunia.</p>
<p>3. Praktik devosi. Ulangan 6:7 mengatakan, &#8220;haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.&#8221; Perintah jelas disini adalah kita sebagai orang tua harus mengajarkan hal-hal tentang Allah. Salah satu cara paling efektif adalah mengadakan waktu setiap hari duduk bersama dan mengajari anak-anak. Inilah yang saya sebut sebagai devosi keluarga. Setiap keluarga mempunyai jadwal yang berbeda, kami merasa melakukan ini di meja sarapan bekerja dengan baik.</p>
<p>Mari kita perhatikan beberapa petunjuk mengadakan devosi keluarga yang sederhana dan berkelanjutan.</p>
<p>Mempunyai tujuan. Selama beberapa tahun devosi keluarga kami berpusat pada dua bidang. Satu adalah menjelaskan mengenai keselamatan kepada anak-anak. Mereka perlu mengerti kebutuhan ini, apa yang sudah Kristus lakukan untuk kita diatas salib, dan bagaimana diselamatkan. Ketika anak-anak masih muda dan belum diselamatkan, kami sering memusatkan devosi keluarga pada topik penting ini. Masalah lain yang kami pusatkan adalah karakter yang saleh. Karena kebenaran praktis adalah inti dari karakter Kristiani, sepanjang masa pertumbuhan mereka kami terus menerus membahas prinsip kebenaran, pratiknya dan ayat-ayat yang menjelaskannya.</p>
<p>Mempunyai rencana. Salah satu jalan keberhasilan waktu devosi keluarga adalah mempunyai rencana operasi yang sederhana yang tidak membutuhkan banyak persiapan. Satu cara yang kami lakukan bertahun-tahun terutama dalam mengajarkan kesalehan dan kebenaran adalah dengan merenungkan satu pasal dari Amsal setiap hari menurut tanggal. Contohnya jika harini tanggal 29 maka kita membahas Amsal 29. Dari sini saya akan mencari satu dua ayat yang menonjol dan membahasnya dengan ringkas. Setelah kita selesaikan Amsal, kita bisa lanjutkan dengan Mazmur dan membahas ayat yang berhubungan dalam tiga pasal. Contohnya jika harini tanggal 15 maka saya akan membacakan Mazmur 45-47 untuk direnungkan. (Ada 150 Mazmur dan mendapatkan ayat yang baik dari tiga pasal cukup sederhana dan bisa dijalankan.) Tentu saja kita bisa membahas yang lain dengan masalah khusus. Mempunyai Alkitab dengan ayat-ayat yang sudah ditandai dengan baik akan mempermudah menerapkan devosi keluarga. Penandaan Alkitab bisa saat pembelajaran pribadi. Kami kemudian mempunyai waktu berdoa dimana setiap anggota keluarga bergantian berdoa.</p>
<p>Jaga kesederhanaan. Salah satu halangan besar devosi keluarga adalah kebanyakan orang tidak mempunyai cara jangka panjang untuk mempertahankan rencana devosi hari demi hari, tahun demi tahun. Rencana diatas adalah sederhana dan sangat alkitabiah. Ini tidak ada batasannya. Kebanyakan orang tua sangat sibuk dan tidak mempunyai waktu mempersiapkan devosi keluarga yang dalam. Buku rencana devosi keluarga perlu biaya dan biasanya habis dalam satu dua bulan. Bagaimanapun caramu melakukannya, siapkan rencana sederhana mengajarkan anak-anak hal-hal ilahi. Allah telah memberikan tanggung jawab kepada orang tua pada umumnya dan kepada ayah pada khususnya.</p>
<p>4. Praktik Kasih. Sepanjang materi ini menekankan tentang kebenaran, separasi dari dunia, kesetiaan dan konsistensi. Tetapi keluarga haruslah menjadi akuarium kasih. Kita perlu memberitau anak-anak kita mengasihi mereka dan memperlihatkan pada mereka kasih secara fisik dan dengan memberikan hadiah kepada mereka. Pastinya, kasih menutup banyak kesalahan. Kasihi anak-anakmu!</p>
<h2>VII. Melatih anak-anak berjalan didalam Roh</h2>
<p>Anak-anak dilahirkan dengan dosa alami. Dalam Alkitab, disebut &#8220;kedagingan&#8221; dan ini merusak. Sifat lama kita adalah tempat semua dosa, kerusakan dan kejahatan. Semua anak pastinya mempunyai sifat dosa alami. Ketika mereka dilahirkan kembali, Allah menciptakan didalam mereka sifat baru, yang disebut juga manusia baru dan dalam beberapa kasus disebut &#8220;roh.&#8221; Roh ini tentunya dilahirkan dari Roh Kudus. Setiap tindakan kita adalah antara berjalan dalam kedagingan atau dalam roh.</p>
<p>Ketika anak-anak muda Kristiani berjalan dalam kedagingan, secara prinsip mereka sama dengan orang duniawi yang belum diselamatkan. Dan ketika mereka hidup dalam kedagingan inilah dosa tampil, bisa kemarahan ketika mereka muda, atau pemberontakan ketika mereka tumbuh remaja, hingga dosa besar ketika mereka dewasa.</p>
<p>Solusi atas dosa dan pemberontakan dalam kehidupan anak-anak adalah dengan melatih mereka berjalan dalam roh. Rasul Paulus menulis, &#8220;Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.&#8221; Galatia 5:16. Ketika kita melatih anak-anak untuk hidup dalam sifat roh baru dan bukan sifat kedagingan lama, maka akan terbentuk suatu pertahanan kuat melawan iblis, nafsu kedagingan dan godaan dunia.</p>
<p>Berikut tujuh tips hidup dalam roh.</p>
<p>1. Pastikan anak-anak mempunyai sifat roh baru. Anak-anak tidak bisa berjalan dalam roh jika dia tidak memilikinya. Jadi pastikan bahwa mereka sungguh-sungguh sudah dilahirkan kembali.</p>
<p>2. Menguatkan sifat baru dengan banyak mempelajari Firman Allah. Jika anak-anak mempelajari Firman Tuhan setiap hari, mereka lebih mungkin untuk berjalan dalam roh dan tidak dalam nafsu kedagingan.</p>
<p>3. Membangun dasar kebenaran dalam kehidupan anak-anak. Sifat yang baru diciptakan dalam kebenaran dan kekudusan (Ef 4:24). Selama kita menanamkan prinsip dan kebiasaan melakukan apa yang benar dalam praktik kehidupan, ini akan selaras dan paralel dengan berjalan dalam roh. Yang satu akan menguatkan yang lainnya.</p>
<p>4. Menuntut kehidupan yang disiplin. Dasar karakter Kristiani adalah pendisiplinan diri untuk melakukan yang benar. Sifat baru bekerja pada prinsip melakukan apa yang seharusnya sedangkan sifat lama pada dasarnya melakukan apa yang saya inginkan. Kebiasakan hidup yang melakukan apa yang seharusnya akan menjadi mudah berjalan dalam roh. Orang yang terbiasa hidup melakukan apa yang saya inginkan akan berjuang dengan sifat baru. Pendisiplinan diri melakukan apa yang seharusnya (yaitu yang benar) adalah tanah yang subur untuk berjalan dalam roh.</p>
<p>5. Melatih anak-anak menanggalkan sifat lama dan memakai sifat baru setiap hari. Rasul Paulus menulis dalam surat Efesus &#8220;4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.&#8221; Hal ini diumpamakan melepaskan pakaian kotor dan menggantinya dengan pakaian bersih. Kita harus menghadapi sifat lama kita setiap hari. Setiap hari, kita harus membuat keputusan dengan sadar untuk melepaskan sifat lama dan memakai yang baru. Kita harus melatih anak-anak melakukan yang sama.</p>
<p>6. Kebenaran seharusnya menyalibkan sifat lama kita. Kita harus melatih anak-anak untuk berhenti dan berdoa setiap hari dan meminta Roh Kudus untuk membantu mereka menyalibkan sifat lama. Kita harus melakukannya dan begitu pula anak-anak.</p>
<p>7. Menjauhkan rayuan duaniwi sejauh mungkin dari anak-anak. Prinsip separasi akan menjadi bantuan yang sangat besar bagi anak-anak dalam berjalan dalam roh dan tidak dalam kedagingan. Hal-hal duniawi akan terus menerus menarik bagi sifat lama. Tetapi sifat baru bekerja pada bagian lain. Sejauh mungkin kita menjaga hal-hal duniawi dari anak-anak, akan semakin memampukan anak-anak mengalahkan sifat lama dan berjalan dalam sifat baru.</p>
<p>Demikianlah orang tua Kritiani, usahakanlah membangun ketujuh prinsip ini dalam melatih anak-anak. Anda tidak akan menyesal melakukannya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/tujuh-prinsip-pelatihan-anak-anak-saleh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Keanggotaan Jemaat Lahir Baru</title>
		<link>https://alkitabiah.org/keanggotaan-jemaat-lahir-baru/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/keanggotaan-jemaat-lahir-baru/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2019 23:06:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1653</guid>

					<description><![CDATA[Disadur dari https://www.wayoflife.org/reports/a_regenerate_church_membership.php Ini adalah ringkasan dari buku Discipling Church: The Church That Will Stand until Christ Comes: https://www.wayoflife.org/free_ebooks/the_discipling_church.php Keanggotaan jemaat lahir baru adalah prinsip Baptis kuno yang didasarkan atas pengajaran Alkitab yang jelas, dan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Disadur dari https://www.wayoflife.org/reports/a_regenerate_church_membership.php</p>
<p>Ini adalah ringkasan dari buku Discipling Church: The Church That Will Stand until Christ Comes: https://www.wayoflife.org/free_ebooks/the_discipling_church.php</p>
<p>Keanggotaan jemaat lahir baru adalah prinsip Baptis kuno yang didasarkan atas pengajaran Alkitab yang jelas, dan dipraktekkan dalam sebagian besar gereja Baptis di Amerika sampai awal abad 20.</p>
<p>Pengakuan iman Somerset 1656 mengatakan,<br />
<span id="more-1653"></span></p>
<blockquote><p>&#8220;Dalam penerimaan anggota kedalam jemaat Kristus, adalah tugas gereja dan pelayan gereja yang bersangkutan, dalam ketaatan kepada Allah, bahwa mereka berhati-hati dalam menerima hanya orang yang menunjukkan bukti lahir baru, dan kuasa pekerjaan iman.&#8221;</p></blockquote>
<p>Ringkasan Disiplin Jemaat Charleston 1774 mengatakan,</p>
<blockquote><p>&#8220;Bait Tuhan tidak boleh dibangun dengan materi yang mati, tetapi yang hidup, 1 Petrus 2:5. Tidak ada yang berhak menjadi anggota jemaat kecuali orang yang akan dimiliki Kristus sebagai pengikut yang tulus, Matius 7:22,23. &#8230; Tidak ada materi yang cocok dalam gereja penginjilan, tanpa mengalami perubahan hidup total, Matius 18:3. &#8230; Secara alami orang sudah mati dalam pelanggaran dan dosa, dan Kristus tidak menempatkan materi mati didalam bangunan rohani. Sangat jelas bahwa jemaat Efesus tidak terdiri dari materi mati, Efesus 2:1. &#8230; Anggota jemaat Kolose bukan hanya terdiri dari orang kudus saja, tetapi saudara yang setia didalam Kristus, Kolose 1:2, atau orang yang benar-benar percaya didalamNya. Hanya orang seperti ini saja yang <strong>berhak</strong> dalam ordinansi (baptisan dan perjamuan Tuhan) KPR 8:37. Tanpa iman tidak ada yang memahami Tubuh Kristus dalam perjamuan Tuhan, dan akibatnya mereka makan dan minum dengan tidak pantas, 1 Kor 11:29. .. Hidup dan percakapan mereka harus berpadanan dengan Injil Kristus, Filipi 1:27; yaitu kudus, adil dan jujur, Mazmur 15:1,2; jika dalam praktek bertentangan dengan pengakuan mereka maka mereka <strong>tidak boleh</strong> diterima sebagai anggota jemaat. &#8230; Orang yang ingin bergabung harus dihadapkan kepada jemaat yang berhak memilih; pertama mereka harus mempunyai kualifikasi yang jelas; kemudian calon anggota harus diperiksa dihadapan jemaat; dan jika tidak memuaskan, maka harus ditunda hingga ada pengakuan yang memuaskan 1Tim 6:12.&#8221;</p></blockquote>
<p>Tahun 1859, Edward Hiscox menulis,</p>
<blockquote><p>&#8220;Anggota jemaat harus orang lahir baru yang membawa gambaran Kristus dan pengharapan dalam Roh Kristus, didalamnya berkuasa kedamaian Allah, dan orang yang berjalan dan bekerja dalam kesatuan Roh, dan ikatan damai&#8221; (Manual Standar Gereja Baptis)</p></blockquote>
<p>Tahun 1867, Buku Manual Gereja untuk Gereja Baptis yang berpengaruh dari J.M. Pendleton menekankan keanggotaan jemaat lahir baru:</p>
<blockquote><p>&#8220;Jangan pernah melupakan satu-satunya materi yang pantas untuk membangun jemaat Kristus, mengenai kualifikasi rohani, adalah orang yang lahir baru, bertobat dan percaya. Untuk menggunakan materi lain adalah <strong>merusak</strong> prinsip dasar organisasi gereja. Ini adalah <strong>menghancurkan</strong> kerajaan Kristus; bagaimana mungkin ada kerajaan tanpa subyek yang dibutuhkan oleh Kristus? &#8230; Harus sangat hati-hati dalam penerimaan anggota jemaat. &#8230; Hal ini <strong>sangat berbahaya</strong>, terutama dalam masa kebangkitan agama. Pastor harus memastikan bahwa orang yang dibaptis sungguh orang yang merasa bersalah, busuk, pendosa yang tak berdaya, pantas dihukum oleh hukum kudus Allah; dalam kondisi tersesat kemudian mereka berserah kepada Kristus untuk keselamatan&#8221; (Pendleton, Manual Gereja, 1867).</p></blockquote>
<p>Tahun 1874, William Williams menulis,</p>
<blockquote><p>Anggota jemaat rasuli semuanya adalah orang yang bertobat, atau seharusnya bertobat. Dalam berbagai surat mereka ditujukan kepada &#8216;orang kudus,&#8217; &#8216;saudara yang setia,&#8217; &#8216;anak-anak Allah,&#8217; dikuduskan dalam Kristus Yesus. Banyak nasihat untuk kehidupan saleh dan pergaulan kudus dengan anggapan mereka &#8216;ciptaan baru didalam Kristus Yesus&#8217; &#8230; Keanggotaan jemaat yang bertobat, yang hanya terdiri dari orang yang sungguh secara pribadi bertobat dan percaya, ini adalah hal yang paling <strong>terpenting</strong> sebagai ciri karakter jemaat sebagai organisasi kerasulan&#8221; Williams, Aturan Gereja Kerasulan, 1874.)</p></blockquote>
<p>Dalam Konferensi Baptis Dunia 1905, J.D. Freeman mengatakan,</p>
<blockquote><p>Prinsip keanggotaan jemaat lahir baru <strong>lebih penting dari hal apapun</strong>, menandakan perbedaan khas kita dalam dunia ini. &#8230; baik logika maupun pengalaman mengajarkan pentingnya menjaga gereja dari penyusupan orang yang belum lahir baru. (Baptis dan Keanggotaan Jemaat Lahir Baru, Review dan Expositor, Musim semi 1963)</p></blockquote>
<p>Kita sudah lihat dalam bab &#8220;Hilangnya Pendisiplinan Jemaat,&#8221; prinsip keanggotaan jemaat lahir baru dalam Perjanjian Baru dihancurkan pada masa lalu dengan praktek baptisan bayi dan injil sakramen (iman ditambah dengan sakramen dan perbuatan baik). Dalam abad awal masa gereja, gereja dipenuhi orang tidak lahir baru yang dimasukkan dengan baptisan bayi. Praktek ini menjadi bagian pokok dalam gereja Roma Katolik dan sebagian besar protestan membawa kesesatan ini saat mereka keluar dari Roma.</p>
<p>Contohnya, Gereja Inggris membaptis bayi dengan doa berikut oleh pembaptis:<br />
Kami sungguh bersyukur, Bapa yang maha kasih, bahwa Engkau berkenan melahirbarukan bayi ini dengan Roh Kudusmu, untuk menerimanya menjadi anakMu dengan adopsi dan menggabungkannya kedalam gereja kudusMu.</p>
<p>Selama orang yang dibaptis menghadiri gereja dan tidak melakukan hal memalukan, dia dianggap orang Kristen.</p>
<p>Ketika orang yang dibaptis meninggal, selama dia tidak dikucilkan atau bunuh diri, pelayan akan mengatakan dalam pemakaman:<br />
Sejauh menyenangkan Allah Yang Mahakuasa, oleh kasihNya yang besar, mengambil jiwa saudara terkasih kepadaNya, maka kami serahkan tubuhnya kedalam tanah; dari tanah kembali kepada tanah, abu kepada abu, debu kepada debu; dalam pengharapan yang pasti akan kebangkitan kepada hidup yang kekal, melalui Yesus Kristus.</p>
<p>Praktek ini telah <strong>menghancurkan</strong> kuasa gereja karena ini memenuhi gereja dengan orang yang belum lahir baru, dari sekolah minggu hingga mimbar.</p>
<p>Keanggotaan jemaat lahir baru sedang <strong>dihancurkan</strong> dalam gereja Baptis harini, bukan dengan baptisan bayi atau injil sakramen, tetapi dengan penginjilan dangkal, terburu-buru dan <strong>kecerobohan dalam menerima jemaat</strong>. Hal ini biasa dilakukan secara pragmatis untuk cepat membangun gereja yang besar tanpa memperhitungkan kesehatan rohani.</p>
<p>Harini, jemaat belum lahir baru tidak percaya kepada baptisan dan konfirmasi bayi; tetapi percaya kepada &#8220;doa orang berdosa.&#8221;</p>
<p>Seperti kita lihat dalam bab &#8220;Disiplin Gereja dimulai dengan berhati-hati akan keselamatan,&#8221; Konvensi Baptis Selatan (SBC) telah disebut &#8220;denominasi tidak lahir baru&#8221; karena jemaat SBC hanya 30% anggota jemaat yang menghadiri kebaktian minggu pagi dan hanya 12% ikut serta dalam aspek kehidupan gereja lainnya.</p>
<p>Hal yang sama terjadi dalam sangat banyak Gereja Baptis Independen dalam 50 tahun terakhir.</p>
<p>Jika kita mengasihi Firman Allah, kita akan mengharapkan pemuridan jemaat, bukan jemaat campuran. Kita akan sangat berhati-hati dalam menerima jemaat, karena ini adalah yang paling pokok dalam membangun gereja yang rohani.</p>
<p>Dalam buku pemuridan jemaat, James Crumpton membagi pendisiplinan menjadi disiplin yang membangun, disiplin yang memperbaiki dan disiplin yang menghukum, dan dia mengatakan bahwa disiplin yang membangun dimulai dengan kehati-hatian dalam penerimaan jemaat.</p>
<p>Hal yang sangat penting dalam disiplin yang membangun gereja adalah kehati-hatian dalam penerimaan anggota kedalam gereja. Iblis bisa menyembunyikan tanduknya, berjalan di lorong gereja biasa, ingin bergabung dan diterima tanpa satupun yang menolak. &#8230; Untuk membawa calon anggota dalam jemaat lokal Tuhan Yesus Kristus, berhadapan muka dengan calon anggota adalah untuk kebaikannya sendiri, untuk kebaikan jemaat dan untuk kemuliaan Juruselamat. Banyak gereja menerima anggota, tidak pernah memberitahukan mereka adanya kesepakatan. Sangat banyak harini, keanggotaan jemaat sudah <strong>rusak</strong> menjadi upacara sepele yang sama sekali tidak berarti dalam hidup mereka. Ratusan dan ribuan orang bergabung dengan gereja tetapi tidak pernah mendukung gereja dengan kesaksian, waktu, uang, bakat, kehadiran, pengaruh, kerja keras ataupun doa. Jadi kegunaan disiplin yang membangun adalah merubah kondisi <strong>menyedihkan</strong> ini sehingga menjadi anggota jemaat sungguh mempunyai makna yang sangat penting&#8221; (James Crumpton, Disiplin Jemaat Perjanjian Baru) https://www.wayoflife.org/free_ebooks/new_testament_church_discipline.php</p>
<p>Lihat juga: Charles Spurgeon dan Keanggotaan Jemaat Lahir Baru</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="uIcz5dzyP6"><p><a href="https://alkitabiah.org/index.php/topik-artikel/1614-charles-spurgeon-dan-keanggotaan-jemaat-lahir-baru">Charles Spurgeon dan Keanggotaan Jemaat Lahir Baru</a></p></blockquote>
<p><iframe loading="lazy" title="&#8220;Charles Spurgeon dan Keanggotaan Jemaat Lahir Baru&#8221; &#8212; Artikel Eksegesis Doktrin Kotbah Alkitabiah.org" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  src="https://alkitabiah.org/index.php/topik-artikel/1614-charles-spurgeon-dan-keanggotaan-jemaat-lahir-baru/embed#?secret=uIcz5dzyP6" data-secret="uIcz5dzyP6" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<h3>Standar dalam penerimaan anggota Gereja.</h3>
<p>Kisah Para Rasul pasal 2 memberikan teladan alkitabiah dalam penerimaan jemaat.</p>
<blockquote><p>KPR 2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.</p></blockquote>
<p>Kami tidak percaya bahwa pola alkitabiah ini boleh diabaikan atau dilemahkan. Orang dengan kesaksian keselamatan yang tidak jelas dan tidak setia mengikuti pola jemaat Yerusalem ini tidak memenuhi syarat menjadi anggota jemaat.</p>
<p>Beberapa hal berikut kami perhatikan dalam penerimaan jemaat:</p>
<h4>1. Kesaksian keselamatan yang jelas dan perubahan hidup yang mendukung, baik yang bergabung dengan pengakuan dan baptisan ataupun dari gereja lain.</h4>
<p>Orang yang bergabung dalam jemaat Yerusalem pada hari Pentakosta menerima Injil dengan gembira. Tidak ada manipulasi atau paksaan. Keselamatan mereka jelas dan dibuktikan dengan pengakuan publik mereka akan Yesus sebagai Kristus dihadapan penolakan bangsa Yahudi dan fakta bahwa mereka bertekun berkaitan dengan hal Kristus.</p>
<p>Dalam menjaga keanggotaan jemaat lahir baru, kami mengikuti Alkitab dan kami mengikuti jejak gereja sungguh percaya Alkitab sepanjang zaman. Perhatikan Waldensian kuno:<br />
Kami percaya bahwa perintah baptisan air adalah tanda eksternal yang kelihatan, yang menggambarkan pekerjaan kebijaksanaan Allah didalam kita &#8212; yaitu pembaharuan pikiran kita dan penyangkalan hati kita melalui iman kepada Yesus Kristus. Dan oleh baptisan kami menerima kedalam jemaat kudus Allah, orang yang sudah mengaku dan MENYATAKAN IMAN DAN PERUBAHAN HIDUP&#8221; Pengakuan Iman Waldensian Ketiga, 1544).</p>
<p>Kami mencari bukti perubahan hidup. Kami mencari pertobatan yang merubah hidup, seperti yang kita diskusikan dalam bab &#8220;Gereja Pemuridan dimulai dengan kehati-hatian mengenai keselamatan.&#8221;</p>
<p>Kami <strong>tidak</strong> mencari kesempurnaan tanpa dosa atau ketaatan 100% atau hal seperti itu. Kami hanya mencari bukti keselamatan, percaya bahwa keselamatan adalah keajaiban yang merubah hidup.</p>
<p>Kami ingin melihat realitas ayat ini dalam hidup orang yang kami baptis dan terima sebagai anggota jemaat:</p>
<blockquote><p>2Kor 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.</p>
<p>2Tim 2:19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: &#8220;Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya&#8221; dan &#8220;Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.&#8221;</p>
<p>1 Yoh 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.</p></blockquote>
<p>Kami hanya mencari keselamatan yang kami lihat dalam setiap kasus di Perjanjian Baru, baik perempuan yang di sumur, Zakheus, Kornelius, sida-sida Etiopia, kepala penjara Filipi, atau Lidia.</p>
<p>Kami akan sangat gembira dan siap menerima sebagai jemaat siapapun yang dijelaskan dalam Perjanjian Baru sebagai orang yang diselamatkan. Jika kami melihat keselamatan ini segera kami lanjutkan untuk membaptis orangnya.</p>
<p>Kami tidak mau menerima pengakuan kosong, karena Alkitab memperingatkannya dengan jelas:</p>
<blockquote><p>Titus 1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.</p></blockquote>
<p>Kami tidak menerima orang yang masih hidup dalam dosa besar seperti percabulan, perzinahan, homoseksual, kemabukan, penyalahgunaan obat, pencurian, pemerasan dan penyembah berhala.</p>
<p>Akan sangat membingungkan membawa orang yang masih dalam dosa ini yang seharusnya mendapat pendisiplinan.</p>
<blockquote><p>1Kor 5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.</p></blockquote>
<p>Beberapa tahun lalu, ada seorang yang ingin bergabung menjadi jemaat, tetapi dia mempunyai toko minuman keras dan menolak untuk berjanji mencari jalan untuk menutup toko ini. Kami tidak membaptisnya dan kemudian dia menunjukkan bahwa dia tidak diselamatkan dengan berhenti menghadiri kebaktian dan tidak tertarik dengan hal mengenai Kristus.</p>
<h4>2. Baptisan Alkitabiah (KPR 2:41)</h4>
<p>Baptisan Alkitabiah adalah dengan masuk kedalam air sebagai pengakuan keselamatan oleh iman dalam Yesus Kristus.</p>
<p>Jika seorang dibaptis sebelum diselamatkan, ini bukan baptisan alkitabiah.</p>
<p>Jika seorang &#8216;dibaptis&#8217; dengan dipercik atau disiram, ini bukan baptisan alkitabiah, karena tidak menggambarkan kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus (Rom 6:3-4).</p>
<p>Jika seorang dibaptis oleh gereja dengan injil lain atau gereja yang berhubungan dengan gereja yang tidak alkitabiah, maka ini bukan baptisan alkitabiah. Sebagai contoh, kami tidak menerima baptisan dari gereja Pentakosta atau Karismatik atau gereja lain yang tidak percaya syarat keselamatan hanya dengan bertobat dan percaya saja.</p>
<h4>3. Kesetiaan (bertekun, KPR 2:42)</h4>
<p>Kami tidak menerima orang sebagai jemaat sampai dia menunjukkan kesetiaan dalam bertekun kebaktian dan dalam program gereja.</p>
<p>Ada seorang yang ingin bergabung dari gereja lain, gereja yang lebih lemah, karena dia ingin anak-anaknya melayani Tuhan dan dia melihat buah yang baik dalam remaja kami. Tetapi dia tidak mau menghadiri semua pelayanan 4 hari dalam misi konferensi. Acara ini diadakan tepat festival Hindu terbesar dan setiap tahun dia mendapatkan keuntungan besar dengan penjualan berbagai barang dalam festival ini. Dia meminta saran seorang pengkotbah yang mengenal gereja kami dan pengkotbah itu mengatakan, &#8220;jika kamu tidak mau setia bertekun, kamu harus tetap di gereja yang lebih lemah.&#8221; Dia menetapkan untuk mentaati Firman Tuhan (Ibr 10:25); kami menerima dia sebagai jemaat; dan sejak itu dia tetap setia bertekun dan bertumbuh banyak, bersama dengan seluruh keluarganya.</p>
<p>Charles Spurgeon mengatakn, &#8220;Oh mendapatkan gereja yang bekerja! Gereja Jerman, ketika teman kami Tuan Oncken masih hidup, selalu melaksanakan aturan menanyakan setiap jemaat, &#8220;Apa yang akan kamu lakukan untuk Kristus?&#8221; dan mereka mencatatnya dalam buku. Satu hal yang dituntut setiap anggota jemaat adalah tetap melakukan sesuatu untuk Juruselamat. Jika dia berhenti melakukan sesuatu maka itu masalah disiplin gereja, karena dia hanya mengaku dan tidak boleh dibiarkan tetap didalam gereja seperti dengung dalam sarang lebah yang bekerja. Dia harus bekerja atau pergi.&#8221; (“Meaningful Membership at Spurgeon’s Metropolitan Tabernacle,” The Spurgeon Center, Feb. 8, 2018).</p>
<h4>4. Kesepakatan dalam doktrin dan praktek (1Kor 1:10)</h4>
<p>Kami menuntut setiap orang membaca kesepakatan kami, termasuk membaca setiap ayat referensi dan menyepakatinya 100%.</p>
<p>Kesepakatan kami sangat luas. Lihat bab &#8220;Contoh kesepakatan gereja.&#8221;<br />
Kami mempunyai orang-orang yang telah lama setia hadir tetapi tidak bergabung, karena mereka tidak menyepakati semua yang kami pegang dalam kesepakatan gereja. Biasanya berhubungan dengan separasi.</p>
<p>Pengunjung bukan anggota dipersilakan ikut mendapatkan manfaat dari pelayanan gereja kami, selama mereka tidak menyebabkan masalah, dan kami lakukan yang terbaik untuk melayani mereka seperti melayani anggota jemaat, tetapi mereka tidak bisa ikut dalam perjamuan Tuhan, dalam program gereja atau dalam pelayanan lainnya.</p>
<p>Kami berencana menuntut anggota jemaat untuk membaca kembali kesepakatan sekali setahun secara pribadi dan keluarga, untuk membahas kesepakatan dan menuliskan pertanyaan, dan kami akan mengadakan pertemuan untuk menjawab pertanyaan. Gereja akan gunakan ini untuk membuat penyesuaian dalam kesepakatan. Tidak seperti Alkitab, kesepakatan jemaat bisa salah dan perlu penyesuaian.</p>
<h4>5. Tunduk pada otoritas (Ibr 13:17)</h4>
<p>Allah menuntut ketundukan pada otoritas, begitu pula gereja.</p>
<p>Kami tidak mau menerima pemberontak didalam keluarga jemaat, baik tua ataupun muda. Jika kami mendeteksi kekerasan terhadap otoritas, kami akan menunda penerimaan sebagai anggota.</p>
<p>Kami ingin membantu pemberontak jika memungkinkan, tetapi kami ingin membantu mereka sebelum menjadi anggota jemaat. Kami tidak percaya jika pemberontak adalah kandidat yang baik untuk jemaat Perjanjian Baru. Kami tidak melhat orang seperti ini dalam KPR 2:41-42.</p>
<p>Hati-hati dan sabar.</p>
<p>Kami berhati-hati dan sabar dalam hal baptisan dan keanggotaan jemaat.<br />
Sebelum seorang dibaptis dan bergabung sebagai jemaat, dia harus dikenal baik, artinya kami tidak membaptis orang asing. Kami ingin mengetahui kesaksian dan kehidupannya.</p>
<p>Ketika kami percaya seorang kandidat sudah diselamatkan, kami mengundangnya dalam kelas baptisan singkat yang berhubungan dengan keselamatan dan makna baptisan.</p>
<p>Setelah itu, kandidat tampil dihadapan para petua gereja dan isteri untuk memberikan kesaksian dan menjawab pertanyaan yang mungkin timbul. Ingat, ini adalah orang yang sudah kami kenal.</p>
<p>Jika kami tidak mendapatkan kesepakatan 100% dari para petua, kami tidak membaptis atau menerima sebagai anggota jemaat. Kami minta dengan hormat untuk menunggu baptisan berikutnya agar segalanya bisa menjadi lebih jelas. Sangat membahayakan baik bagi orang itu maupun bagi gereja untuk membaptis orang yang belum diselamatkan.</p>
<p>Contohnya, belum lama kami menanyai empat orang dan hanya membaptis tiga. Sebelumnya kami menanyai 15 dan membaptis 13.</p>
<p>Praktek ini sesuai dengan gereja Baptis kuno, seperti disaksikan oleh David Benedict yang melakukan perjalanan 7000 mil menunggang kuda pada awal abad 19 untuk menulis sejarah gereja pada masanya.</p>
<p>Catatan sejarah Benedict sering menyinggung kehati-hatian dalam menerima anggota jemaat. Mereka mempunyai kebiasaan yang disebut &#8220;mendengar pengalaman&#8221; sebelum baptisan. Sebagai contoh dalam kebangkitan rohani pada tahun 1807 di Argyle, Nova Scotia:</p>
<blockquote><p>Dua puluh emang orang MENCERITAKAN PENGALAMAN, mereka belum dibaptis, dan beberapa lainnya terlihat berharap. Pekerjaan masih berjalan disini, dan menyebar cepat dibagian lain provinsi&#8221; (Benedict, A General History of the Baptist Denomination, vol. I, chapter 8, 1813).</p></blockquote>
<p>Dalam Baptists on the American Frontier, 1820s, John Taylor menjelaskan proses yang sama.</p>
<blockquote><p>Pada pertemuan gereja bulan Mei di Clear Creek adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidup saya, ketika kami duduk mendengarkan pengalaman, saya ingat tepat lima puluh hari yang lalu saya menceritakan pengalaman saya dan diterima kedalam jemaat (p. 217)</p></blockquote>
<p>Perhatikan bagaimana gereja kuno ini menerima jemaat. Mereka menuntut kesaksian keselamatan yang jelas dari calon baptis. Mereka menuntut calon baptis &#8220;menceritakan pengalaman&#8221; dihadapan jemaat. Sangat jelas bahwa mereka mencari lebih dari pengakuan saja. Mereka tahu membedakan penampilan yang meyakinkan dengan keselamatan yang jelas. Mereka tahu bahwa seorang bisa sangat tertarik kepada Kristus dan menyadari dosanya tetapi belum diselamatkan. Kami melihat banyak contoh seperti ini dalam Injil, dan kmi melihat hal seperti ini ratusan kali dalam pelayanan kami.</p>
<p>Setelah tampil dihadapan pemimpin jemaat dan akan diterima untuk dibaptis dan menjadi anggota jemaat, orang ini direkomendasikan oleh pemimpin. Kemudian kandidat menceritakan pengalaman dihadapan semua jemaat, kemudian dibaptis dan diterima sebagai jemaat. Kami melakukan baptisan pada hari yang sama dengan perjamuan Tuhan sehingga anggota jemaat baru bisa segera mengikuti perjamuan Tuhan setelah dibaptis.</p>
<p>Sebagian besar gereja Baptis tidak seperti ini dan bahkan tidak setuju dengan cara ini, tetapi saya melihat kehati-hatian kami menerima jemaat telah membuat jemaat kami sangat lebih kuat secara rohani.</p>
<p>Sembilan puluh lima persen jemaat kami setia, termasuk setia pula dalam persekutuan doa. Sebagian besar pemuda yang sudah jemaat giat mencari kehendak Allah untuk hidup mereka dan melakukan separasi dari dunia sepenuh hati.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/keanggotaan-jemaat-lahir-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Menolak Jumboisme (ukuran jumlah / kuantitas)</title>
		<link>https://alkitabiah.org/menolak-jumboisme-ukuran-jumlah-kuantitas/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/menolak-jumboisme-ukuran-jumlah-kuantitas/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 15:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[jumboisme]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1633</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan dari https://www.wayoflife.org/reports/renouncing_jumboism.php (red. baca juga: https://yesustuhan.wordpress.com/tag/jumboisme/ ) Jika pastor ingin mengejar gereja alkitabiah yang semakin kuat, mereka harus berhenti mengukur dengan jumlah, baik sekolah minggu ataupun anggota jemaat atau pertemuan khusus atau persembahan atau&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan dari https://www.wayoflife.org/reports/renouncing_jumboism.php<br />
(red. baca juga: <a href="https://yesustuhan.wordpress.com/tag/jumboisme/">https://yesustuhan.wordpress.com/tag/jumboisme/</a> )</p>
<p>Jika pastor ingin mengejar gereja alkitabiah yang semakin kuat, mereka harus berhenti mengukur dengan jumlah, baik sekolah minggu ataupun anggota jemaat atau pertemuan khusus atau persembahan atau misionaris yang didukung. Ukuran semacam ini tidak ada didalam Alkitab. Ini adalah rekayasa manusia, dan buahnya terlihat mengerikan. Bahkan sebenarnya jumlah tidaklah berarti dalam hubungan dengan kondisi rohani suatu gereja dan berfokus pada jumlah hanya membuat sombong atau mematahkan semangat.<br />
<span id="more-1633"></span><br />
Filosofi jumlah masa kini diciptakan oleh orang-orang seperti J. Frank Norris. Chester Tulga menyebutnya sebagai &#8220;jumboisme.&#8221; Selalu menekankan pada jumlah, selalu melaporkan jumlah, selalu membanggakan jumlah. Angka-angka dilaporkan dalam koran Norris. Pada September 1921 dilaporkan bahwa ada 5263 kehadiran pada Sekolah Minggu. Pada Sept 13, 1919, dilaporkan 12000 peserta dalam tiga pelayanan First Baptist of Ft. Worth. Jumlah meningkat ketika Norris menggembalakan Temple Baptist di Detroit dan First Baptist di Ft. Worth bersamaan. Dia menggunakan setiap kesempatan untuk membanggakan jumlah yang besar. Pada kuliah praktek kitab Roma 1946, Norris melaporkan 11 tahun penggembalaan bersama dalam jumlah: 18200 penambahan; $1900000 persembahan; $2 juta properti; 15 juta koran Fundamentalis didistribusikan; 845 ribu mil perjalanan. Dia membanggakan bahwa kedua gereja sebagai &#8220;dua sekolah minggu terbesar di dunia dari rata-rata kehadiran. Gabungan kedua jemaat pada 1946 dilaporkan 25000 orang. Norris menyombongkan diri sebagai pastor gereja terbesar di dunia.</p>
<p>Filosofi &#8220;jumboisme&#8221; juga diikuti oleh sangat banyak Baptis Fundamental setelah Norris. Sepertinya dirangkumkan sebagai &#8220;dapatkan sebanyak mungkin secepat mungkin.&#8221; Hal ini dipromosikan dalam terbitan Sword of the Lord pada masa John R. Rice. Saya melihat ini dipraktekkan di Gereja Baptis Highlan Park di Chattanooga, Tennessee, ketika saya seorang murid di Tennessee Temple pada tahun 1970an. Ketika Lee Roberson menjadi pastor pada tahun 1942, anggotanya sebanyak 1000 orang, kehadiran sekolah minggu 400 orang dan pelayanan tengah minggu sekitar 10, jadi 60% anggota tidak hadir, tidak aktif dan hanya 10% yang cukup Kristen untuk menghadiri pelayanan tengah minggu (James Wigton, Lee Roberson: Always about His Father&#8217;s Business, 2010, halaman 22). Pola seperti ini sangat biasa baik dalam Southern Baptists ataupun Fundamental Baptis dan pola ini tidak pernah berubah di Highlan Park bahkan dengan jumlah yang melonjak. Ketika Dr. Roberson pensiun tahun 1982, anggota Highland Park dilaporkan lebih dari 60 ribu, tetapi kehadiran tengah minggu sekitar 3000. Ini adalah patokan anggota aktif yang paling tepat (kami mengabaikan fakta bahwa 3000 orang ini termasuk juga murid-murid yang bukan anggota jemaat), dan ini ada 5700 anggota yang tidak masuk hitungan. Jumlah jemaat yang sangat besar membuat Highland Park disebut sebagai gereja terbesar di dunia selama beberapa tahun, tetapi sebagian besar adalah anggota tidak aktif, apakah artinya? Dan gereja ini sudah tidak ada lagi. Bahkan tidak mampu bertahan satu generasi setelah penggembalaan Dr. Roberson.</p>
<p>Dengan patokan jumlah, &#8220;pertumbuhan&#8221; gereja Laodikia lebih unggul daripada &#8220;kekuatan kecil&#8221; gereja Filadelfia (Wahyu 3:8, 17), tetapi kita tahu bahwa tidak demikian menurut pandangan Kristus.</p>
<p>Pastor pada jemaat mula-mula tidak pernah diperkenalkan sebagai &#8220;besar,&#8221; dan gereja tidak pernah disebut &#8220;besar,&#8221; &#8220;terbesar,&#8221; &#8220;pertumbuhan paling cepat,&#8221; atau &#8220;paling menarik.&#8221; Ini bukan bahasa Perjanjian Baru; tetapi ini adalah bahasa duniawi.</p>
<p>Ingin menjadi yang terbesar dan terhebat bukanlah kerendahan hati dimana setiap orang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri (Fil 2:3). Ini bukanlah merendahkan diri seorang terhadap yang lain (1Pet 5:5).</p>
<p>Gereja dengan 50 orang yang berjuang menjadi adonan yang murni bagi Kristus (1Kor 5:6-8) dan rumah rohani yang benar dibangun dengan batu hidup (1Pet 2:5) adalah jauh lebih menyenangkan bagi Allah, mempunyai potensi rohani yang lebih benar, daripada gereja dengan ratusan campuran orang.</p>
<p>1Kor 5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? 7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.</p>
<p>Daripada &#8220;berapa orang ikut sekolah minggu?&#8221; atau &#8220;berapa kehadiran minggu pagi?&#8221; atau &#8220;berapa kehadiran pada hari khusus?&#8221; atau &#8220;berapa anak dalam camp tahun ini?&#8221; pertanyaan yang lebih alkitabiah seperti ini:</p>
<ul>
<li>apakah kamu melihat perubahan hidup orang berdosa?</li>
<li>berapa persentase orang yang mengaku Kristen dan sudah dibaptis dan bertumbuh didalam Kristus dan melayani Dia?</li>
<li>berapa persentase anggota yang murid Kristus sejati dan setia?</li>
<li>berapa persentase murid Alkitab sejati?</li>
<li>berapa persentase yang antusias dan setia menghadiri pertemuan doa?</li>
<li>adakah pertemuan doa yang benar?</li>
<li>berapa persentase rumah yang kudus dan terpisah dari dunia?</li>
<li>berapa persentase rumah yang mendidik anak untuk Kristus?</li>
<li>berapa persentase suami sebagai pemimpin rohani di rumah?</li>
<li>berapa persentase isteri yang mengurus rumah tangga?</li>
<li>berapa persentase pemuda yang membara untuk Tuhan, tunduk kepada Kristus dan terpisah dari dunia sepenuh hati dan menguji teman, musik dan sosmed dengan Firman Allah dan diubah oleh pembaharuan pikiran dengan menjadi murid Alkitab yang serius dan membedakan mana kehendak Allah menurut arahan Roma 12?</li>
<li>berapa persentase anggota yang aktif, setiap hari ingin membagikan Injil dan memenangkan jiwa kepada Kristus?</li>
<li>apakah gereja memegang batasan terhadap musik duniawi?</li>
<li>apakah gereja melatih jemaat untuk pelayanan?</li>
<li>apakah gereja semakin kuat secara rohani daripada 10 tahun lalu?</li>
<li>berapa gereja baru yang sudah dibangun?</li>
</ul>
<p>Jika ini pertanyaan yang ditanyakan pengkotbah, mereka akan mempunyai tujuan lain, rencana lain, program lain, penekanan lain dari pada kebanyakan gereja saat ini. Juga mereka akan meletakkan dasar untuk menghindari keruntuhan besar yang kita saksikan di setiap sudut.</p>
<p>Jika melihat jumlah, pikiran Allah bukanlah pikiran kita. Ketika Gideon mempunyai 32 ribu pasukan yang mengesankan, Allah mengatakan, Terlalu banyak. Ketika 22 ribu pulang, Allah masih mengatakan, Terlalu banyak. Untuk pekerjaanNya, Dia memotong pasukan Gideon menjadi 300. Allah tidak mau manusia mendapatkan kemuliaan untuk pekerjaan yang Dia lakukan (Hakim 7:2). Ketika Daud menghitung bangsanya untuk melihat kehebatannya, Allah jauh dari senang (2Sam 24:1-17).</p>
<p>Suatu hari Allah mengatakan kepada jemaat Korintus, &#8220;Jemaatmu terlalu banyak. Kamu harus mengeluarkan satu karena dia tidak mau bertobat dari dosanya. Maka kamu akan mempunyai tubuh yang murni dan kamu akan mempunyai kuasa Ku.&#8221; Lihat 1 Kor 5. Untk mengurangi jumlah dengan disiplin Alkitabiah adalah jalan kepada berkat rohani. Ini adalah cara berpikir dan bekerja Allah.</p>
<p>Tidak ada orang &#8220;hebat&#8221;, yang ada hanya orang setia atau tidak setia. Hal yang sama juga untuk gereja. Yesus mengajarkan ketika kita melakukan segala perintah Allah, kita seharusnya mengatakan, &#8220;<span class="red">Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.&#8221; (Luk 17:10).</span></p>
<p>Pengkotbah yang serius mengikuti Alkitab dalam masa ini dan memimpin gereja yang berjuang menjadi adonan yang murni (1Kor 5:7-8) dan rumah rohani (1Pet 2:5), mungkin akan kehilangan orang, paling tidak dalam jangka pendek. Hampir dipastikan, karena fondasi belum diletakkan dengan benar. Tetapi mempunyai gereja yang benar-benar Alkitabiah yang menyenangkan Tuhan adalah harga yang pantas. Setiap gembala akan bertanggung jawab kepada Sang Gembala Agung. Tidak akan ada canda dan kesombongan pada waktu itu, dan penghakiman terhadap pastor bukanlah berkelompok sehingga bisa mendapat dukungan dari teman pengkotbah lain. <span class="vn">Rom 14:12 </span>Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.</p>
<p>Saya harus katakan bahwa kami tidak mempunyai tujuan untuk membuat gereja kecil. Tetapi tujuannya adalah membuat gereja murni. Dan gereja yang murni mempunyai kekuatan dengan Allah. Gereja akan bertumbuh karena Allah adalah Allah dari buah, tetapi bertumbuh dengan baik dalam kehendak Allah dan cara Allah dan waktu Allah, bukan dengan cara manusia dan pragmatisme..</p>
<p>Sangat menyedihkan manusia merusak rencana Allah dengan pikiran duniawi mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/menolak-jumboisme-ukuran-jumlah-kuantitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Anggota Jemaat Bayi</title>
		<link>https://alkitabiah.org/anggota-jemaat-bayi/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/anggota-jemaat-bayi/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 03:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1622</guid>

					<description><![CDATA[disadur dari: https://www.wayoflife.org/reports/baby_church_members.php Berikut artikel yang akan segera diterbitkan sebagai komentari kitab Ibrani, judul terbaru dalam seri komentari Way of Life. Ibrani 5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>disadur dari:<br />
https://www.wayoflife.org/reports/baby_church_members.php</p>
<p>Berikut artikel yang akan segera diterbitkan sebagai komentari kitab Ibrani, judul terbaru dalam seri komentari Way of Life.</p>
<blockquote><p>Ibrani 5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.</p></blockquote>
<p>Bagian ini tidak hanya sebagai tuduhan atas individu Kristen yang tidak tumbuh dewasa, menjadi murid Firman Allah yang terlatih dan teliti, ini adalah tuduhan atas jemaat yang tidak menghasilkan orang Kristen demikian dan menerima ketidakdewasaan sebagai status quo. Ada ribuan &#8220;Gereja Alkitabiah&#8221; yang tidak mengajarkan anggotanya menjadi murid Alkitab yang terlatih, tidak mengharapkan mereka menjadi terlatih, dan tidak menegor mereka karena tidak terlatih. Dalam gereja ini, kotbah dan pengajarannya lemah dan tidak menghasilkan murid Alkitab yang terlatih. Orang-orang bisa duduk bertahun-tahun mendengarkan kotbah tanpa belajar bagaimana mempelajari Alkitab sendiri dan tanpa menimbulkan keinginan rasa lapar untuk melakukannya. Penulis kitab Ibrani tidak mengharapkan kondisi ini sebagai status quo. Dia dengan keras menegor mereka yang tidak dewasa. Dia memperingatkan mereka jika mereka tidak terlatih dalam Firman Kebenaran, mereka adalah bayi, walau berapa lama pun mereka didalam Tuhan. Ini adalah contoh yang harus ditiru setiap pengkotbah. Orang-orang harus dibangunkan menyadari kondisi rohani mereka dan tidak boleh dibiarkan tetap sebagai bayi.</p>
<p>Pertimbangkan beberapa pelajaran dari ayat penting ini:<br />
<span id="more-1622"></span><br />
1. Lamban dalam hal mendengarkan disebabkan karena tidak bertumbuh secara rohani (Ibrani 5:11). Pengajaran rohani hanya dapat dimengerti dengan baik oleh manusia rohani. Manusia duniawi atau yang belum ditebus sama sekali tidak dapat memahaminya. (1Kor 2:13-14). Orang percaya duniawi hanya dapat sedikit memahaminya (1Kor 3:1-2).</p>
<p>2. Setiap orang percaya seharusnya menjadi pengajar (Ibrani 5:12).</p>
<p>Ini adalah kehendah Allah. Ini tentunya tidak berarti setiap orang percaya harus menjadi pengkotbah atau pemimpin gereja; ini berarti setiap orang percaya harus terlibat dalam suatu bidang pengajaran. Setiap orang percaya harus mengetahui Firman Tuhan cukup baik untuk memenuhi panggilan ini. Ketika kita mendengarkan kotbah dan pengajaran, kita harus mengerti bahwa kita belum cukup mengerti apa yang kita dengar sampai kita bisa mengajarkan orang lain, setidaknya pada tingkat yang dasar.</p>
<p>Setiap orang percaya harus mempunyai pelayanan menasihati dan menegor (Ibrani 3:13). Ini termasuk mendorong dan menantang sesama saudara, mengangkat yang tersandung dan memperingatkan yang salah. Lihat juga Rom 15:14; Kol 3:16; 1 Tes 5:11.</p>
<p>Setiap orang percaya harus mempunyai pelayanan membagikan injil dengan orang lain (Mar 16:15). Orang percaya harus bekerja untuk bisa menangani Firman Tuhan dengan baik sehingga dia dapat secara efektif membantu orang mengerti injil. Orang-orang mempunyai pertanyaan dan argumen yang perlu dijawab.</p>
<p>Setiap orang percaya harus mempunyai pelayanan mempertahankan iman dengan tulus (Yudas 1:3). Perhatikan bahwa perintah Yudas untuk dengan tulus mempertahankan iman ini tidak ditujukan kepada pengkotbah saja tetapi kepada umat Tuhan secara umum. Setiap orang percaya harus mengenal Alkitab cukup baik untuk mempertahankan doktrin-doktrin utamanya, seperti keselamatan hanya oleh anugerah, keilahian Yesus, kepribadian Roh Kudus, kebangkitan badan, penghakiman kekal, dsb.</p>
<p>Walaupun perempuan dilarang untuk mengajari laki-laki (1Ti 2:12), mereka mempunyai pelayanan penting dalam mengajar perempuan (Tit 2:3-4) dan mengajar anak-anak (bandingkan 2Ti 1:5 dan 3:15)</p>
<p>3. Jika kamu tidak bertumbuh secara rohani, kamu mengalami kemunduran (Ibrani 5:12). Kehidupan Kristen adalah seperti perahu di sungai. Selama orang percaya mengayuh melawan arus maka dia membuat kemajuan, tetapi begitu dia berhenti mengayuh, dia mulai bergerak mundur mengikuti arus. Tekanan dan godaan kehidupan Kristen selalu mendorong kita mundur kecuali kita menghadapinya dengan tepat dalam kasih Allah dan bergerak maju.</p>
<p>4. Alkitab adalah Firman Allah sendiri (Ibrani 5:12). Kata &#8220;penyataan&#8221; berasal dari kata Yunani <a href="http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=3051">logion</a>, yang berarti firman (kamus Strong). Ini juga digunakan dalam Alkitab Perjanjian Lama (Kisah 7:38; Rom 3:2).</p>
<p>5. Setiap orang percaya harus bertumbuh dan menjadi dewasa (Ibrani 5:13-14). Orang yang baru percaya adalah bayi dan harus diberi susu Firman Allah, tetapi dia tidak boleh puas tetap menjadi bayi.</p>
<p>6. Karakter utama bayi Kristen adalah ketidakmampuan menggunakan Firman Allah dengan terampil (Ibrani 5:13) dan kurangnya ketajaman/ketelitian rohani (Ibrani 5:14). Tidak perduli bagaimana setia dan giatnya dia dalam pelayanan Kristus, jika orang percaya tidak dapat menangani Firman Tuhan dengan terampil dan tidak mampu membedakan yang benar dari yang salah, dia adalah bayi.</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya tidak perduli bagaimana kami giat didalam gereja. Bisa jadi kamu punya jabatan dalam gereja. Bisa jadi kamu ikut dalam setiap komite dalam gereja. &#8230; Saya tidak perduli siapa kamu, atau apa kamu, jika kamu tidak mempelajari Firman Tuhan, dan jika kamu tidak tahu menanganinya, kamu adalah bayi. Sangat tragis mempunyai jabatan dalam gereja ketika kamu hanya seorang bayi. Kamu harus bertumbuh. Sangat tragis ada orang yang sudah menjadi anggota gereja dan sudah diselamatkan bertahun-tahun dan mereka masih berkeliling mengatakan &#8216;Gu gu, ga ga.&#8217; Mereka tidak mempunyai kontribusi apapun selain ucapan bayi&#8221;<br />
(J. Vernon McGee).</p></blockquote>
<p>7. Kedewasaan dalam Kristus membutuhkan hal-hal berikut:</p>
<p>Kedewasaan rohani perlu menjadi terampil dalam Alkitab (Ibrani 5:13). Pertimbangkan beberapa kunci pembelajaran Alkitab yang efektif:<br />
&#8211; Perlu ada pembacaan (Ul 17:19; Wah 1:3). Alkitab pertama-tama adalah sebuah buku untuk dibaca. Ini harus dibaca secara sistematis, dengan rencana baca. Membaca hingga selesai setidaknya sekali setahun memudahkan pemahaman Alkitab yang menyeluruh.<br />
&#8211; Perlu ada pembelajaran (2Ti 2:15). Pembelajaran Alkitab perlu mempelajari prinsip penafsiran Alkitab. Ini membutuhkan penggunaan alat pembelajaran yang baik, terutama konkordansi yang baik, kamus Alkitab dan Treasury of Scripture Knowledge dan pilihan komentari yang baik. Hal-hal ini dijelaskan dalam seri kursus pembelajaran lanjut Alkitab &#8220;How to Study the Bible,&#8221; tersedia dari Literatur Way of Life.<br />
&#8211; Perlu <a href="https://yesustuhan.wordpress.com/tag/meditasi/">meditasi</a> / merenungkan (Maz 1:2; Yos 1:8). (Lihat Memory Verse Journal, www.wayoflife.org )<br />
&#8211; Perlu memposisikan pembelajaran Firman Tuhan sebagai prioritas utama dalam kehidupan (carilah DAHULU, Mat 6:33). Untuk menjadi terampil dalam Firman Tuhan mutlak menuntut siswa menyediakan waktu serius untuk tujuan ini dan menjadikannya sebagai prioritas tertinggi. Tidak ada jalan pintas.<br />
&#8211; Perlu adanya konsistensi dan kegigihan (&#8220;Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran,&#8221; Yoh 8:31; &#8220;Bertekunlah dalam semuanya itu,&#8221; 1Tim 4:16). Pembelajaran Alkitab yang efektif menuntut saya menyediakan waktu dalam jadwal saya setiap hari dimana saya bertemu Tuhan dan menerapkan diri saya kepada FirmanNya. Sangat penting menjaga jadwal ilahi dan tidak lalai kecuali sangat amat mendesak.<br />
&#8220;Baca Alkitab saat kamu merasa ingin membacanya, dan saat kamu merasa tidak ingin membacanya, baca sampai anda ingin membacanya.&#8221;<br />
&#8211; Perlu ketekunan dan kerja keras (Ams 2:1-5). &#8220;Sebagian besar kebenaran tidak terletak pada permukaan. Itu harus dibawa kedalam terang dengan kesabaran kerja keras.&#8221; Frank Thompson.<br />
&#8211; Perlu doa (Maz 119:18; Ams 2:3; Ef 1:17-18). &#8220;Doa akan mengerjakan lebih dari sekedar pendidikan perguruan tinggi untuk menjadikan Alkitab buku yang terbuka dan mulia&#8221; R.A. Torrey.<br />
&#8211; Perlu ketaatan (Maz 119:133; Luk 11:28; Yoh 7:17; Ibr 5:14; Yak 1:22-27; 1 Pet 2:1-2). Untuk membuat kemajuan yang baik dalam pengetahuan Firman Tuhan, saya perlu menerapkan pelajarannya dalam kehidupan sehari-hari.<br />
&#8211; Perlu guru yang baik dan bantuan gereja yang baik (1Tim 3:15; Ef 4:11-12; Ibr 13:7; Wah 2:3). Setiap gereja harus menjadi institusi Alkitab untuk menghasilkan murid Alkitab yang terampil. Tujuannya haruslah agar setiap anggota menjadi murid yang terampil seperti yang dijelaskan dalam Ibrani 5:14. Gereja harus menuntut hal ini. Kotbah dan pengajaran haruslah sekaliber untuk menghasilkan ini. Jika anggota jemaat dapat duduk dalam pelayanan kotbah bertahun-tahun dan tidak ditantanga untuk menjadi murid Alkitab yang serius dan tidak diajarkan bagaimana menjadi murid Alkitab yang serius dan tidak ditegor dengan keras jika mereka tidak menjadi murid Alkitab yang serius, itu bukanlah Jemaat Perjanjian Baru.</p>
<p>Kedewasaan rohani perlu membedakan yang baik dan yang jahat (Ibrani 5:14).<br />
&#8211; Keterampilan dalam Firman Tuhan harus menghasilkan ketajaman rohani. Pembelajaran Alkitab bukanlah sekedar latihan intelektual. Tujuannya agar kehidupan murid sehari-hari akan diubah dengan pembaharuan budi (Rom 12:2).<br />
Dalam 1 Korintus 2, kita diajarkan bahwa Alkitab mengandung hal-hal yang dalam dari Allah dalam pengajaran Roh; ini mengandung pikiran Kristus (1Kor 2:10-13, 16). Jadi dengan menjadi terampil dalam menggunakan Alkitab, murid sedang mengenakan pikiran Kristus. Dengan mengisi pikirannya dengan Firman Tuhan, dia sedang membuang semua imajinasi yang bertentangan dengan Firman Tuhan (2Kor 10:4-5). Ini adalah proses melatih indera rohani.<br />
&#8211; Indera rohani harus dilatih seperti juga otot fisik. Beginilah bayi bertumbuh. Bahkan yang baru lahir pun terus bergerak dan berlatih.<br />
&#8211; Otot rohani dilatih dengan membedakan yang baik dan yang jahat. Orang percaya harus mempelajari Firman Tuhan dan kemudian digunakan untuk menilai segala sesuatu. Dia mempertimbangkan segala sesuatu dalam kehidupannya dan semua yang dihadapinya untuk menilai apakah benar atau salah, baik atau jahat, kehendak Tuhan atau bukan, dan dia menolak semua yang tidak sesuai standar ilahi. Dalam hal ini dia membangun ketajaman indera rohani. Bandingkan Maz 119:129.<br />
&#8211; Bertentangan dengan filosofi umum, sangat banyak penghakiman dalam kehidupan Kristen. Bandingkan Yoh 7:24; 1Kor 5:3; 14:29. Orang percaya harus menilai (KJV:menghakimi) segala sesuatu (1Kor 2:15; 1Tes 5:21), yaitu: kehidupan sehari-hari, pengajaran doktrin, filosofi, keputusan, persahabatan, hiburan, pakaian, semuanya. Orang percaya mempunyai standar mutlak untuk mengakimi menggunakan Alkitab (2Ti 3:16-17). Ketiadasalahan Firman Tuhan &#8220;bermanfaat untuk mendidik orang dalam kebenaran.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/anggota-jemaat-bayi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Berhenti Menghakimi !</title>
		<link>https://alkitabiah.org/berhenti-menghakimi/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/berhenti-menghakimi/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2019 01:51:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1616</guid>

					<description><![CDATA[disadur dari https://www.wayoflife.org/reports/stop_that_judging.php Ada kebingungan besar tentang &#8220;menghakimi&#8221; harini, tidak hanya dalam Kekristenan pada umumnya tetapi bahkan dalam beberapa lingkaran yang paling &#8220;fundamentalis&#8221;. Sesaat setelah seorang pemimpin terkemuka dikritik, segera timbul seruan dari ribuan bibir,&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>disadur dari</p>
<p>https://www.wayoflife.org/reports/stop_that_judging.php</p>
<p>Ada kebingungan besar tentang &#8220;menghakimi&#8221; harini, tidak hanya dalam Kekristenan pada umumnya tetapi bahkan dalam beberapa lingkaran yang paling &#8220;fundamentalis&#8221;. Sesaat setelah seorang pemimpin terkemuka dikritik, segera timbul seruan dari ribuan bibir, &#8220;Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi! Kamu pikir kamu siapa? Kamu pasti iri. Kamu pasti seorang yang picik. Kamu pasti seorang blogger kurang kerjaan.&#8221;</p>
<p>Hal ini disebabkan oleh ketidakmautahuan mengenai Alkitab, kekurangan hikmat rohani, ketidaktaatan kepada Firman Tuhan dan roh pengikut-manusia.</p>
<p>Alkitab mengutuk empat jenis penghakiman.<br />
<span id="more-1616"></span><br />
<strong>Pertama</strong>, Alkitab melarang penghakiman yang munafik.</p>
<blockquote><p>Matius 7:1 &#8220;Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.&#8221;</p></blockquote>
<p>Matius 7:1 seringkali dibawa keluar dari konteks dan disalahgunakan untuk mengajarkan untuk tidak menghakimi sama sekali.</p>
<p>Tetapi Yesus menjelaskan persis apa yang Dia maksudkan. Dia tidak mengutuk semua jenis penghakiman. Dia mengutuk penghakiman yang munafik. Menghakimi sesuatu pada orang lain yang saya sendiri perbolehkan dalam hidup saya adalah munafik, yang adalah dosa besar.</p>
<p>Bahwa Kristus tidak melarang semua jenis penghakiman sangatlah jelas dalam kotbah ini, dimana Dia mengajarkan pendengarnya untuk menghakimi nabi dengan teliti menyelidiki apakah mereka benar atau salah. &#8216;Matius 7:15 &#8220;Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.&#8217; Sangat tidak mungkin untuk waspada terhadap nabi palsu tanpa menghakimi pengajaran dan praktek dari Firman Tuhan. Bagaimana mungkin saya bisa tau siapa nabi palsu jika saya tidak mengukur pengkotbah dan pengajar dengan Alkitab?</p>
<p><strong>Kedua</strong>, Alkitab melarang penghakiman berdasarkan pendapat pribadi atau sesuatu yang selain dari pengajaran Alkitab yang jelas.</p>
<blockquote><p>Roma 14:4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.</p></blockquote>
<p>Ini adalah ayat lain yang sering disalahgunakan. Pada umumnya dikatakan ayat ini melarang mengungkapkan dosa dan kesalahan.</p>
<p>Roma 14 juga digunakan untuk mendukung pengajaran bahwa Alkitab dapat dipecah-pecah menjadi yang penting dan yang tidak penting.</p>
<p>Tetapi Roma 14 sama sekali tidak berhubungan dengan ide populer bahwa di Alkitab ada yang tidak penting atau sekunder.</p>
<p>Kita tidak dibiarkan ragu mengenai jenis penghakiman yang dilarang Paulus. Dia memberikan dua contoh jelas: makan daging (Rom 14:2-3) dan hari raya (Rom 14:5-6). Alkitab diam dalam hal-hal ini. Tidak ada perintah ilahi dalam iman Perjanjian Baru mengenai hal-hal ini.</p>
<p>Jadi pokok dalam Roma 14 adalah bagaimana kita menghadapi hal-hal yang TIDAK JELAS DIAJARKAN DALAM ALKITAB. Jika Tuhan tidak mengatakan dengan tegas, maka saya diberikan kebebasan.</p>
<p>Pada sisi lain, dalam hal-hal yang Tuhan ajarkan dengan tegas, satu-satunya kebebasan adalah untuk taat.</p>
<p>Banyak orang menggunakan Roma 14:4 untuk membela banyak ketidaktaatan yang jelas, seperti musik duniawi, rambut panjang pria, pakaian tidak pantas, pengkotbah wanita, dsb. Karena Alkitab sangat jelas dalam hal-hal ini, adalah penyalahgunaan Roma 14:4 jika digunakan sebagai pembelaan.</p>
<p>Roma 14 tidak memberikan larangan penghakiman yang menyeluruh, dan tidak mengatakan bahwa ada doktrin yang penting dan ada yang tidak penting. Tetapi ini mengajarkan bahwa ada hal-hal yang diajarkan Alkitab dengan tegas dan hal-hal ini mengikat, tetapi ada banyak hal yang tidak diajarkan dalam Alkitab dan hal-hal ini tidak mengikat. Dalam hal-hal demikian, setiap orang percaya bebas membuat keputusannya sendiri dihadapan Tuhan, tetapi dia tidak boleh menjadikan keputusannya sebagai hukum untuk orang lain dan dia tidak boleh menghakimi dalam hal-hal ini.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, Alkitab melarang penghakiman berdasarkan pemikiran dan tradisi manusia.</p>
<blockquote><p>1 Korintus 4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.</p></blockquote>
<p>Ini adalah ayat lain yang seringkali disalahgunakan. Ayat ini sering digunakan untuk mengajarkan orang percaya tidak boleh menghakimi apapun di dunia ini dan harus memberikan semua penghakiman kepada Allah.</p>
<p>Tetapi ini akan menyebabkan pertentangan dengan banyak ayat lain dalam surat yang sama.</p>
<blockquote><p>1 Korintus 2:15 Tetapi manusia rohani menilai (KJV:menghakimi) segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.<br />
5:3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku&#8211;sama seperti aku hadir&#8211;telah menjatuhkan hukuman (KJV:menghakimi) atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.<br />
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus (KJV:menghakimi) perkara-perkara dari saudara-saudaranya? 6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?<br />
14:29 Tentang nabi-nabi&#8211;baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi (KJV:menghakimi) apa yang mereka katakan.</p></blockquote>
<p>Dalam 1 Kor 4:3-5, Paulus jelas memaparkan jenis penghakiman yang dilarang. Dia melarang penghakiman berdasarkan &#8220;penghakiman manusia.&#8221; Ini adalah penghakiman berdasarkan pemikiran dan tradisi daripada berdasarkan Firman Allah.</p>
<p>Paulus juga mengatakan bahwa penghakiman utama dan terakhir adalah milik Tuhan; jadi kita harus rendah hati dan berhati-hati dalam penghakiman kita pada masa ini. Walaupun kita mempunyai Firman Tuhan dan kita harus menghakimi segala sesuatu berdasarkan Firman Tuhan, kita tidak boleh berpikir kita tidak bisa salah. Kita bahkan tidak mengetahui hati kita sendiri tanpa salah (Yer 17:9). Kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki dan menghidupi kehidupan kita dan melatih pelayanan kita dengan terang itu, tetapi pengetahuan kita tidak sempurna pada masa ini dan penghakiman kita bisa salah.</p>
<p>Kita bisa mengetahui jika pengajaran doktrin seseorang adalah salah dan kita bisa cukup mengetahui, sehingga kita bisa menandai dan menghindari kesalahan itu, tetapi kita tidak mengetahui rahasia hati manusia dan kita tidak mengetahui segala hal yang akan datang ketika Tuhan menghakimi manusia dalam terang yang sempurna nanti. Jadi kita tahu bahwa semua penghakiman kita di dunia ini adalah sementara dan penghakiman terakhir akan diberikan oleh Allah saja.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, Allah melarang menghakimi dengan jahat.</p>
<blockquote><p>Yakobus 4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?</p></blockquote>
<p>Yakobus memperingatkan tentang dua macam penghakiman.</p>
<p>Pertama, Yakobus memperingatkan tentang fitnah (Yak 4:11).</p>
<p>Penghakiman yang tepat adalah mengatakan kebenaran dalam kasih. Kebenaran tidak jahat dan mengatakan kebenaran dalam kasih adalah tidak jahat. Keinginan akan kebenaran dan semangat melawan kesalahan adalah tidak jahat. Pemazmur mencontohkannya. Mazmur 119:128 Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.</p>
<p>Jenis penghakiman yang dikutuk oleh Yakobus adalah menghakimi dengan merusak, mengarang cerita dan fitnah. Itu adalah menghakimi dengan tujuan jahat. Ketika seseorang menghakimi dosa dan kesalahan dengan benar dan alkitabiah, tidak pernah dengan tujuan untuk menyakiti orang lain.</p>
<p>Kita melihat contoh penghakiman jahat pada orang Farisi. Mereka menghakimi Yesus dengan cara yang jahat dan tidak berdasarkan kebenaran; mereka menghakimi berdasarkan tradisi mereka, dan mereka ingin menyakiti Dia (Yoh 7:52). Guru-guru palsu di Galatia dan Korintus menghakimi Paulus dengan cara yang sama, berusaha merusak dia dihadapan jemaat (2Kor 10:10).</p>
<p>Inilah yang dilarang oleh Yakobus, tetapi dia tidak melarang penghakiman yang alkitabiah dan kasih dan bahkan semangat menghakimi kesalahan dan orang yang menyebarkan kesalahan. Para rasul dan nabi pada masa awal jemaat semuanya terus memberikan penghakiman seperti ini, seperti yang kita lihat dalam kitab Kisah Para Rasul dan semua surat-surat Perjanjian Baru.</p>
<p>Kedua, Yakobus memperingatkan penghakiman yang bertentangan dengan hukum Allah. (&#8220;Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim&#8221; Yak 4:12).</p>
<p>Hal ini mengenai menghakimi dengan standar manusia daripada ilahi, sehingga memposisikan diri sendiri sebagai pemberi hukum. Orang Farisi melakukan ini ketika mereka menghakimi Yesus dengan tradisi mereka (Mat 15:1-3).</p>
<p>Pada sisi lain, ketika orang percaya menghakimi dengan Firman Tuhan dengan saleh dan kasih, dia tidak melaksanakan penghakimannya sendiri; dia sedang mempraktekkan penghakiman Tuhan. Contohnya, ketika kita katakan bahwa adalah salah jika seorang wanita menjadi pastor atau adalah kehinaan bagi laki-laki berrambut panjang atau bahwa orang yang mengasihi dunia adalah penzinah, ini bukanlah penghakiman kita sendiri; ini adalah penghakiman Tuhan (1Ti 2:12; 1Kor 11:14; Yak 4:4).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/berhenti-menghakimi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Charles Spurgeon dan Keanggotaan Jemaat Lahir Baru</title>
		<link>https://alkitabiah.org/charles-spurgeon-dan-keanggotaan-jemaat-lahir-baru/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/charles-spurgeon-dan-keanggotaan-jemaat-lahir-baru/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2019 05:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[jumboisme]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1614</guid>

					<description><![CDATA[diterjemahkan dari https://www.wayoflife.org/reports/charles_spurgeon_and_a_regenerate_membership.php Charles Spurgeon mulai menggembalakan Metropolitan Tabernacle di London, Inggris pada tahun 1853 pada usia 19 dan adalah pastor senior sampai kematiannya pada tahun 1892. Kotbah yang hebat menarik keramaian yang besar, dan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>diterjemahkan dari https://www.wayoflife.org/reports/charles_spurgeon_and_a_regenerate_membership.php</p>
<p>Charles Spurgeon mulai menggembalakan Metropolitan Tabernacle di London, Inggris pada tahun 1853 pada usia 19 dan adalah pastor senior sampai kematiannya pada tahun 1892. Kotbah yang hebat menarik keramaian yang besar, dan jemaat bertumbuh dari dua menjadi tiga ratus menjadi lebih dari 5300.<br />
Spurgeon percaya pada keanggotaan jemaat lahir baru dan sangat berhati-hati dalam hal ini.<br />
Dia tidak memberikan undangan untuk maju setelah kotbahnya. Tetapi dia mengundang orang untuk menemuinya di kantornya pada hari Senin pagi. Dia ingin menangani orang dengan baik dan hati-hati.<br />
Kandidat baptisan dan keanggotaan melalui proses bertingkat.</p>
<p>1. Kandidat bertemu dengan salah seorang yang dituakan atau diaken untuk membagikan kesaksiannya.<br />
Berikut satu kutipan dari &#8220;Wonders of Grace: Original testimonies of converts during Spurgeon’s early years&#8221; (dikumpulkan oleh Hannah Wyncoll, hak cipta 2016 Wakeman Trust.)<br />
<span id="more-1614"></span><br />
&#8220;Pada malam setiap minggu jemaat yang dituakan akan menemui kandidat di Tabernacle. Untuk setiap orang mereka akan menuliskan kisah perjalanan rohani mereka. Seringkali ketajaman (rohani) yang mereka praktekkan dapat terlihat dari nasihat yang diberikan, dan dalam kunjungan lanjutan dalam beberapa minggu atau bulan sampai mereka yakin bahwa kandidat benar-benar diselamatkan. Kesaksian terutama harus menunjukkan bahwa kandidat hanya bersandar pada darah Kristus untuk keselamatannya. Mereka juga akan ditanyakan jika mereka mengerti perlunya diperhitungkan kebenaran dari Kristus. Mereka akan membahas doktrin kasih karunia dan apakah kandidat melihat hanya kepada Kristus dan bukan usaha sendiri. Jika kandidat tidak mengerti mengenai suatu hal, jemaat yang dituakan akan memberikan pertanyaan lanjutan untuk dijawab, ayat-ayat Alkitab untuk dibaca dan berdoa, atau seperti dikatakan seorang yang dituakan, dia &#8216;meresepkan dia pil janji yang mahal dengan sedikit pengalaman simpati untuk menelannya.&#8217; Mereka mungkin diberikan Pengakuan Iman Baptis untuk dipelajari, atau diarahkan untuk menghadiri salah satu kelas Alkitab untuk menuntun mereka lebih lanjut. &#8230; &#8220;The Sword and the Trowel&#8221; pada tahun 1865 mengatakan bahwa jemaat yang dituakan mencari empat hal: kelembutan hati nurani, keterlekatan pada sarana kasih karunia, keinginan untuk keluar dari dunia, dan sangat memperhatikan kepentingan orang yang belum bertobat.</p>
<p>2. Jika jemaat yang dituakan dan diaken puas dengan kesaksian, kandidat direkomendasikan untuk bertemu dengan Spurgeon.<br />
&#8220;Jika puas, seorang yang dituakan akan memberikan kartu, dengan nomor laporan, agar kandidat bertemu dengan C.H. Spurgeon&#8221; (Wonders of Grace).</p>
<p>3. Jika Spurgeon puas, dia menyarankan seorang untuk mengunjungi kandidat &#8220;untuk menanyakan karakter moral dan reputasi.&#8221;<br />
&#8220;Spurgeon akan menghabiskan beberapa jam setiap Selasa sore untuk menemui kandidat, mengambil waktu untuk membandingkan catatan dengan jemaat yang dituakan. Dia kemudian menunjuk seorang jemaat yang dituakan atau diaken untuk mengunjungi untuk memastikan kehidupan kandidat yang baik dan konsisten di rumah. Kehadiran pada sebanyak mungkin pertemuan pada hari Minggu dan hari lain menunjukkan tanda kehidupan Kristen yang benar. Banyak yang bekerja dan mempunyai sedikit waktu luang dari pekerjaan mereka, tetapi naluri Kristen baru mereka seharusnya terlihat &#8212; untuk berkumpul bersama jika memungkinkan. &#8230; suatu tema yang mencolok dalam banyak catatan adalah meninggalkan keduniawian pada saat pertobatan. Semuanya berubah bagi yang bertobat. Kenikmatan duniawi dilepaskan dan membaktikan kehidupan kepada Kristus dan umatNya sejak pertobatan. Mengejar hal seperti teater seni, tempat minum, pesta musik, dan penggunaan lagu pop, dan perjudian dibahas berulang kali sebagai hal yang tidak menyenangkan bagi orang percaya. Kehidupan orang percaya yang sangat berbeda sering disebut sebagai alat membawa orang lain untuk menyelidiki Kekristenan. Perubahan tidak terbatas pada kehadiran saja, tetapi meluas ke semua bidang kehidupan&#8221; (Wonders of Grace).</p>
<p>4. Jika kunjungan rumah memuaskan, dia mengundang kandidat untuk menghadiri pertemuan jemaat khusus untuk tampil di hadapan keluarga jemaat. Disana kandidat akan memberikan kesaksian lagi dan menjawab pertanyaan dari anggota jemaat. Pertemuan ini tidak terburu-buru dan bisa memakan waktu beberapa jam, mulai dari jam 2 siang dan kadang kala &#8220;sampai larut malam.&#8221;</p>
<p>5. Jemaat kemudian mengadakan penghitungan suara apakah akan menerima kandidat sebagai anggota.</p>
<p>6. Jika disetujui dengan pemungutan suara jemaat, kandidat dibaptis dan diterima sebagai anggota dan ikut serta dalam perjamuan berikutnya.</p>
<p>Proses ini dimulai sejak awal penggembalaan Spurgeon di Metropolitan. Selama enam setengah tahun pertama, ada 1442 anggota baru, sebagian besar dengan baptisan. &#8220;Itu adalah 1442 wawancara kandidat oleh diaken, 1442 pertemuan dengan Spurgeon, 1442 kunjungan rumah, 1442 kesaksian didepan jemaat, dan 1442 persetujuan oleh jemaat (belum dihitung lebih dari seribu baptisan, karena sebagian besar adalah orang baru percaya)&#8221; (“Meaningful Membership at Spurgeon’s Metropolitan Tabernacle,” The Spurgeon Center, Feb. 8, 2018).</p>
<p>Untuk tetap mempertahankan keanggotaan jemaat membutuhkan kesetiaan mengikuti perjamuan Tuhan. &#8220;Saat bergabung dalam jemaat, anggota diberikan kartu komuni yang dibagi dalam dua belas bagian bernomor, setiap bagian dikumpulkan saat perjamuan Tuhan setiap bulan. Tiket ini akan diperiksa oleh jemaat yang dituakan dan jika ada anggota yang &#8220;tidak hadir lebih dari tiga bulan. Ini memungkinkan jemaat mengusahakan keanggotaan yang bermakna dengan perhatian dan pemuridan yang lebih baik, atau dengan mengeluarkan anggota dari jemaat&#8221; (“Meaningful Membership at Spurgeon’s Metropolitan Tabernacle”).</p>
<p>Spurgen berkotbah menentang praktek penggelembungan (melebih-lebihkan) jumlah anggota jemaat dengan menghitung orang yang tidak hadir dan tidak aktif. &#8220;Kita jangan menyimpan nama dalam buku kita jika mereka hanya nama. Beberapa orang suka menyimpan nama disana, dan tidak tahan jika mereka dihapuskan; tetapi jika kamu tidak tahu dimana orangnya atau siapa mereka, bagaimana kamu bisa menghitung mereka? Mereka sudah pergi ke Amerika atau Australia atau ke surga, tetapi di buku catatanmu mereka masih disana. Apakah ini hal yang benar? Memang tidak mungkin bisa benar-benar akurat, tetapi mari kita usahakan&#8230; Jaga jemaatmu nyata dan efektif, atau jangan membuat laporan. Jemaat yang hanya nominal adalah kebohongan. Jadikan jemaat sungguh menjadi jemaat yang benar&#8221; (Spurgeon’s final message to the Pastors’ College, cited from “Meaningful Membership at Spurgeon’s Metropolitan Tabernacle”).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/charles-spurgeon-dan-keanggotaan-jemaat-lahir-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Benteng Pertahanan Jemaat Alkitabiah</title>
		<link>https://alkitabiah.org/benteng-pertahanan-jemaat-alkitabiah/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/benteng-pertahanan-jemaat-alkitabiah/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 23 May 2019 13:31:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekklesiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[benteng]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<category><![CDATA[tembok]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1612</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/biblical_walls.php Belakangan ini banyak pembicaraan tentang tembok, terutama rencana Presiden Donald Trump untuk membangun tembok di perbatasan selatan Amerika. Hal ini sangat masuk akal, hal yang wajar. Bahkan penentang Tembok Trump juga menggunakan tembok.&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" style="max-width: 100%;" src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Tower_with_gate_of_the_fortress.jpg/1200px-Tower_with_gate_of_the_fortress.jpg" /></p>
<p>terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/biblical_walls.php</p>
<p>Belakangan ini banyak pembicaraan tentang tembok, terutama rencana Presiden Donald Trump untuk membangun tembok di perbatasan selatan Amerika. Hal ini sangat masuk akal, hal yang wajar. Bahkan penentang Tembok Trump juga menggunakan tembok. Mereka mempunyai tembok pada properti mereka, dengan gerbang dan pintu dan kunci yang kuat. Semua orang waras mengerti pentingnya tembok dalam dunia yang sudah jatuh dalam dosa. Tembok adalah pertahanan. Tembok menghalangi apa yang tidak seharusnya masuk.</p>
<p>Jemaat Perjanjian Baru (PB) juga membutuhkan tembok. Benteng pertahanan rohani.</p>
<p>Kami mempunyai lima tembok dalam gereja kami.</p>
<p><strong>Pertama, kami mempunyai tembok standar alkitabiah untuk baptisan</strong>, yaitu hanya untuk yang sudah dilahirbarukan, sudah menerima keselamatan (Kisah 2:42; 8:36-37). Kami tidak terburu-buru dalam hal ini. Kami berusaha sekuatnya hanya membaptis yang sudah memberikan bukti keselamatan (2Kor 5:17; 1Yoh 2:3-4). Kami memastikan setiap orang mengerti semua inti Injil (1Kor 15:1-4). Kami tidak membaptis orang yang sama sekali asing; kami ingin mengenal pribadi cukup baik untuk mengetahui dia sudah dilahirkan kembali. Kami menuntut setiap calon baptis untuk tampil dihadapan para pemuka jemaat dan isterinya dan memberikan kesaksian dan menjawab pertanyaan yang mungkin timbul. Kami memberikan kesempatan kepada jemaat untuk mengutarakan kekhawatiran akan kelayakan calon baptis.</p>
<p><strong>Kedua, kami mempunyai tembok standar alkitabiah untuk keanggotaan jemaat.</strong> Kami tidak tergesa-gesa menerima anggota. Sebuah gereja PB adalah tubuh rohani yang seharusnya terdiri dari anggota rohani. Jemaat adalah bait rohani yang dibangun hanya dengan batu bata rohani. Tubuh dan bait adalah milik Kristus, dan Dia saja yang boleh menambahkan kedalamnya. Tugas gereja adalah memahami keinginan Kristus. Kami mau berusaha sekuatnya untuk memastikan bahwa calon anggota sudah dilahirkan kembali (Kisah 2:41), seroang murid Kristus sejati (Kisah 2:42; 1Tes 1:9-10), sepaham dengan tubuh jemaat (1Kor 1:10), dan adalah keinginan Allah untuk orang ini menjadi bagian dalam jemaat.</p>
<p><strong>Ketiga, kami mempunyai tembok alkitabiah untuk mereka yang ikut dalam pelayanan</strong> (Kisah 6:3; 1Kor 4:2; 2Kor 8:22; 1Ti 3:8-13). Kami ingin setiap pelayan &#8211; baik penerima tamu maupun pemain musik, guru sekolah minggu ataupun pembaca Alkitab &#8211; harus mempunyai kesaksian yang baik dan menjadi teladan rohani yang baik, mengetahui mereka akan mempunyai pengaruh besar kepada tubuh sendiri dan mereka juga mempengaruhi kesaksian gereja kepada dunia.</p>
<p><strong>Keempat, kami mempunyai tembok alkitabiah untuk pentahbisan jabatan kepemimpinan</strong> (1Ti 3:1-7; Tit 1:5-9). Tidak ada yang lebih penting daripada mentahbiskan pemimpin yang tepat dalam jemaat, karena &#8220;semua kemajuan dan kemunduran pada kepemimpinan.&#8221; Allah menekankan pentingnya ini dengan standar yang tinggi dalam Surat Pastoral dan dengan fakta bahwa standar ini diulangi kembali.</p>
<p><strong>Kelima, kami mempunyai tembok alkitabiah untuk pendisiplinan.</strong> Ketika seorang jemaat tidak setia lagi atau tidak lagi memberikan kesaksian moral yang Allah tuntut, kami menaikkan tembok pendisiplinan untuk mengeluarkan mereka sampai mereka menunjukkan pertobatan sejati untuk perbaikan (Mat 18:15-17; 1Kor 5)</p>
<p>Tembok alkitabiah tidak berbahaya. Tembok tidak menghalangi mereka yang Allah mau untuk masuk. Tembok membantu menjaga gereja sebagai adonan yang murni yang Allah tetapkan.</p>
<blockquote><p>1Kor 5:<br />
6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?<br />
7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.<br />
8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.</p></blockquote>
<p>Saya menyukai tembok kami! Saya membutuhkan waktu lama untuk memahami hal ini dengan tepat, karena tradisi gereja dijaga begitu kuat dan tidak menerima kritik. Belum terlalu lama ini saya menanyakan pada Tuhan apakah bisa Dia terima jika kami menuntut kesetiaan dari semua jemaat. Jawabannya adalah Kisah Para Rasul 2:41-42. Tidak hanya diterima Allah jika kami menuntut ini, bahkan sangat tidak menyenangkan Dia jika kita tidak menuntutnya, karena ini telah menjadi standar Allah yang jelas selama 2000an tahun.</p>
<p>Kami mempunyai banyak pengunjung dalam pelayanan gereja. Kami mempunyai pengunjung yang tidak mengaku diselamatkan, dan kami mempunyai pengunjung yang sudah menjadi anggota jemaat lain. Karena tembok kami, kami bisa dikatakan tenang, dan melayani pengunjung, mengetahui bahwa kami mempunyai tembok alkitabiah yang menjaga gereja sehingga tidak mudah dirusak.</p>
<p>Untuk lebih lengkapnya, baca &#8220;The Discipling Church&#8221;</p>
<p>https://www.wayoflife.org/publications/books/the-discipling-church.php</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/benteng-pertahanan-jemaat-alkitabiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Benarkah Allah akan Menghancurkan Orang yang Menantang Pemimpin Kristen?</title>
		<link>https://alkitabiah.org/benarkah-allah-akan-menghancurkan-orang-yang-menantang-pemimpin-kristen/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/benarkah-allah-akan-menghancurkan-orang-yang-menantang-pemimpin-kristen/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 07 May 2019 15:34:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kultus]]></category>
		<category><![CDATA[menyatakan kesalahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://alkitabiah.org/?p=1610</guid>

					<description><![CDATA[(terjemahan dari: http://letusreason.org/Pent77.htm ) Saya akan menggunakan contoh dari kotbah yang meresahkan dari seorang guru terkenal untuk menunjukkan bahwa Gereja sedang disesatkan dengan pengajaran palsu dan kelaparan akan kebenaran dalam Firman Tuhan. Belum lama Francis&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>(terjemahan dari: http://letusreason.org/Pent77.htm )</p>
<p>Saya akan menggunakan contoh dari kotbah yang meresahkan dari seorang guru terkenal untuk menunjukkan bahwa Gereja sedang disesatkan dengan pengajaran palsu dan kelaparan akan kebenaran dalam Firman Tuhan. Belum lama Francis Chan berkotbah pada sekelompok orang di Gereja Bethel, menggunakan ayat Alkitab, dia memperingatkan bahwa Allah akan menghancurkan (membunuh) siapapun yang mempertanyakan atau menentang pengajaran pemimpin Kristen. Dia melanjutkan dengan beberapa nama pemimpin, (seperti, Rick Warren, Mark Driscoll, John Piper, dsb.) orang-orang yang tidak boleh ditentang.</p>
<p>Premis utamanya: menggunakan Perjanjian Lama (PL) dimana Allah mengatakan kepada bangsa Israel untuk tidak berbicara atau bertindak menentang Bait Allah yang bisa dihukum mati.</p>
<p>Dalam Perjanjian Baru (PB) sekarang ini jemaat adalah Bait Allah. Sehingga kita tidak boleh berbicara atau bertindak menentang Bait Allah. Ayat dasarnya:  Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. (1Kor 3:17)</p>
<p>Chan menggunakan kisah Uzza yang dihukum mati karena menyentuh tabut supaya jangan jatuh (1Taw 13:10), mengatakan &#8220;kita tidak mengerti kata kudus.&#8221;</p>
<p>Dia memberi contoh lain yang dihukum, seperti Musa. Mengacu pada Musa, Chan ingat pertama kali dia membaca ini dan berpikir sendiri bahwa Allah tidak akan menjauhkannya dari tanah perjanjian.</p>
<p>Chan menafsirkan tanggapan Allah terhadap Musa: &#8220;Karena kamu tidak memperlakukan saya dengan suci (untuk mencocokkan dengan konteks pesan Chan), Aku tidak akan membiarkanmu masuk tanah perjanjian.&#8221;<br />
Tetapi bukan seperti itu yang terjadi. Dalam Bilangan 20:11-12, Musa diperintahkan untuk berbicara kepada batu, tetapi malahan Musa memukul batu dua kali dan air mengalir berlimpahan&#8221; (Musa marah kepada rakyat.) Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: &#8220;Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.&#8221; Musa marah kepada rakyat sehingga menyebabkan dia melanggar perintah Allah.</p>
<p>Chan juga mengacu kepada kisah Saul dan Samuel. Samuel terlambat dan Saul melaksanakan ibadah korban, Allah kemudian mengatakan akan mengoyak kerajaan dari dia.</p>
<p>Pemikiran Chan berawal buruk dan semakin buruk. Saya sungguh menyadari adanya kebutuhan memperbaiki hubungan yang rusak, tetapi apa yang dikatakan Chan tidak tepat dalam banyak hal.</p>
<p>Kemudian dia mengatakan persatuanlah yang membuat dunia percaya. Bukan begitu. Yoh 13:35 mengatakan, &#8220;Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.&#8221;</p>
<p>Apa yang dikatakan disini adalah bahwa dunia akan mengetahui kita adalah murid sejati, pengikut Yesus, dari kasih kita akan sesama, tetapi bahkan kesaksian itu tidak akan membuat mereka percaya. Hanya Injil, Firman Tuhan saja yang bisa melakukan itu.</p>
<p>Chan juga mengatakan dulu dia membaca bagian ini dan berpikir bagaimana idenya mengenai persatuan akan terjadi. Kedengaran seperti kebingungan dalam Katolik Roma. Francis Chan, itu sudah terjadi pada hari Pentekosta<br />
(Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 1 Kor 12:13)<br />
Roh Kudus masuk kedalam orang percaya dan orang percaya dibawa kedalam tubuhNya. Persatuan ini rohani dan dikerjakan oleh Yesus, bukan kita.</p>
<p>Perihal kotbah Chan mengenai bersatu atau dihancurkan, <a href="https://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=28116" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Lighthousetrail</a> mengatakan </p>
<blockquote><p>
&#8220;bahkan mereka yang menanyakan pengajaran yang membingungkan juga diserang disini, tetapi bagaimana mungkin Allah mau menghancurkan kita? Mari kita pikirkan kembali, bukankah Alkitab mengatakan: Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: &#8220;Aku tidak membutuhkan engkau.&#8221; Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: &#8220;Aku tidak membutuhkan engkau.&#8221; (1Kor 12:21)? Tetapi Chan sedang mengatakan Allah tidak membutuhkan orang seperti kita (yang adalah bagian dari Bait Allah) dan akan menghancurkan kita.&#8221; (sumber: https://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=28116 )</p></blockquote>
<p>Ironisnya contoh yang diberikan Chan sebagian besarnya adalah Allah menghakimi para pemimpin, orang-orang dalam posisi pemimpin dan yang berpengaruh.</p>
<p>Inti yang ingin disampaikan Chan kepada semua orang adalah ini: berhenti membicarakan dan menantang pemimpin; mengkoreksi orang yang sedang memberontak atau yang tertipu itu bukanlah kasih dan inilah yang dianggap Chan sebagai menghancurkan Bait Allah. &#8220;Jika orang mencoba menghancurkan persatuan ini &#8230; Bait ini.&#8221;</p>
<p>Kemudian mengenai orang pemecah-belah, Chan mengatakan perpecahan ini berbeda dengan rujukan dosa lain di Titus 3:10 yang mengatakan untuk memperingatkan satu dua kali lalu dijauhi. Dalam Alkitab Terjemahan Baru LAI, Titus 3:10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. Ayat ini membicarakan mengenai orang yang menyebabkan perpecahan dengan mengajarkan ajaran palsu. Jika kita melihat ayat sebelumnya, kita bisa melihat Paulus merujuk kepada &#8220;persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh (KJV: pertanyaan bodoh), persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat&#8221; yang disebutnya &#8220;tidak berguna dan sia-sia.&#8221; Dengan kata lain, ini adalah mengenai pengajaran yang pastinya termasuk juga orang-orang yang memecah-belah dari pengajaran Kristus.</p>
<p>Tetapi Chan mengatakan tutup mulutmu mengenai semua orang dan semua hal. Menurut pemikiran Chan ini Paulus adalah salah, karena menyebut nama orang dan memperingatkan Jemaat; Yesus sendiri pun menyebut nama dan kelompok yang menyesatkan orang dengan pengajaran palsu.</p>
<p>Lalu Chan meminta maaf karena mengatakan hal sembrono mengenai pemimpin lain. &#8220;Ketika saya melawan saudara yang lain, saya sedang membawa palu godam kedalam Bait.&#8221; Apakah kita dikutuk Allah jika kita jujur ketika seseorang mengajarkan sesuatu yang salah? Atau, apakah orang itu salah ketika mengajarkan hal yang salah?</p>
<p>Bayangkan jika seseorang mengajarkan bahwa kita semua adalah allah kecil atau mesias, atau bahwa Yesus bukan Allah dalam daging, atau bahwa tidak ada tritunggal. Menurut Chan kita tidak punya hak membicarakan ini. Chan mengatakan ini adalah gosip dan memperingatkan anda akan dihakimi. Sebaliknya, apa yang diajarkan Alkitab mengenai mengungkap pengajaran palsu dan orang yang menyebarkannya?</p>
<p>Titus 1:13 &#8230; tegorlah mereka dengan tegas. Efesus 5:11 adalah salah satu dari banyak nasihat untuk menguji pengajaran seseorang: &#8220;Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.&#8221;<br />
Roma 16:17 mengatakan, &#8220;supaya kamu waspada terhadap mereka (KJV: tandai mereka), yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!&#8221;</p>
<p>Chan melangkah lebih jauh dan menjelaskan kejadian di Alkitab dimana Allah mencabut nyawa orang, seperti kasus Ananias dan Safira (Kisah 5:10) dimana Petrus mengatakan mereka akan mati karena membohongi Roh Kudus.</p>
<p>Chan mengatakan mengenai mereka yang mempunyai kritik negatif terhadap pemimpin, tetapi dia tidak menyebut nama (lagipula, itu sama dengan melakukan apa yang sedang dia larang). Tetapi dia memberikan nama-nama pemimpin yang TIDAK boleh di kritik.</p>
<p>Apakah anda mengatakan Rick Warren? Ini adalah orang yang mengasihi Tuhan. Anda mungkin tidak setuju dengan semua yang dikerjakannya, tetapi teman, saya katakan kepadamu, dia mengasihi Yesus. Dan dia dipenuhi oleh roh.</p>
<p>Apakah anda menyerang Mark Driscoll? John Piper? Mike Bickel? Apakah anda mau menyerang beberapa penampilan Tubuh Kristus yang mungkin terlihat sedikit berbeda? Saya katakan teman, hentikan itu. Saya sudah bertemu orang-orang ini dan saya sudah melihat hati mereka. Saya bergaul dengan orang-orang di denominasi yang berbeda dan saya melihat mereka mengasihi Yesus. Mereka terlihat berbeda dari saya, tetapi saya bisa melihat Roh Kudus didalam mereka dan kita sebaiknya berhati-hati!</p>
<p>Chan mendukung mereka, mengatakan mereka mengasihi Yesus. Kalaupun benar demikian, mereka tetap bisa salah dan bisa menyebabkan kerusakan rohani yang besar. Bagaimana atau mengapa mereka mempunyai kekebalan rohani ketika mereka mengatakan sesuatu yang sangat salah dan bisa membawa kerusakan besar? Petrus mengasihi Yesus. Apakah ini membuat Paulus salah dengan menegornya dimuka umum karena kesalahannya? (Galatia 2:11,14)</p>
<p>Sebaliknya Chan melakukan persis hal yang dia tuduhkan orang lakukan dan memberi julukan. Dia seharusnya menambahkan namanya sendiri kedalam daftar orang yang akan dihancurkan Allah (menurut pemikirannya sendiri).</p>
<p>Bickel? Yang benar saja! Orang mungkin tidak ingat dengan keterlibatan Latter Rain dengan Bob Jones dan Paul Cain sebagai pemimpin nabi mereka (dalam Vineyard) yang adalah murid William Branham.</p>
<p>Karena Chan menggunakan Ananias dan Safira yang membohongi janji dan dibunuh adalah contoh yang tidak tepat. Dapatkah Chan menunjukkan dimana kebohongan orang yang dia tuduh, orang-orang yang mempertanyakan pengajaran yang tidak alkitabiah? Benarkah ini hal yang sama atau dia sudah melampaui Alkitab (yang Paulus instruksi supaya jangan kita lakukan)?</p>
<p>Apa yang dilakukan Francis Chan adalah menjatuhkan hukuman mati kepada orang Kristen yang berusaha menerapkan ketelitian, mengatakan dia menemukan contoh di Alkitab yang mendukung pernyataannya.</p>
<p>Chan bukan yang pertama melakukan ini. Contohnya Kenneth Copeland juga menggunakan taktik yang sama seperti juga Paul Crouch, Benny Hinn dan banyak yang lainnya. Kita seharusnya melihat mereka sebagai contoh apa yang menurut Chan harus menjadi kebijakan Gereja. Mereka mengancam orang-orang percaya, tapi ssshh jangan bilang-bilang.</p>
<p>Dengan kata lain, ini adalah cara baru menerapkan taktik &#8220;jangan sentuh orang yang diurapi Allah&#8221; untuk menghentikan kritik kepada mereka. (Dengan mengatakan demikian, dia melakukan persis apa yang dia larang).</p>
<p>Chan mengatakan kita yang memperingatkan yang salah untuk meletakkan palu godam. Jangan menghancurkan Bait Allah. Dia katakan &#8220;Jika kamu dari gereja lain, jangan katakan kepada saya apa yang terjadi disana dan bagaimana mereka memperlakukanmu, oh kamu korban yang malang!&#8221; Dia lalu menjuluki mereka enabler dan gila. Lalu dia berkata: Saya bagian dari Bait Allah. Sobat, berhati-hatilah dengan perkataan kita sobat. Saya mendengar orang-orang mengkritik pemimpin dimana-mana. Dulu saya belum cepat menghadapinya, tetapi sekarang saya serius. Apakah kamu gila?</p>
<p>Chan merujuk 2 Tawarikh 7 dimana Bait dikhususkan dengan korban dan api turun dari langit. Lalu dia katakan, &#8220;dapatkah kamu bayangkan membawa palu godam dan menghancurkan Bait? [setelah api turun dari langit?]&#8221;</p>
<p>Dia melanjutkan, &#8220;bagaimana jika temanmu membawa palu dan akan menghancurkan Bait? Apa yang akan kamu teriakkan? Tidakkah kamu akan berteriak, letakkan? Apa yang kamu pikirkan? Kamu gila? Jangan, jangan lakukan! jangan lakukan! jangan lakukan! Ini adalah kudus!&#8221;</p>
<p>Chan kemudian merujuk 1 Korintus 3:16-17, mengatakan kita adalah Bait Allah, dan jika seseorang menghancurkan (mengkritik) Bait Allah maka Allah akan menghancurkannya.</p>
<p>Inti dia menggunakan 1 Kor 3:16-17 adalah untuk mengaplikasikan contoh penghancuran fisik.</p>
<p>Untuk menunjukkan bagaimana pengajarannya tidak sesuai, mari kita lihat beberapa komentar Alkitab:<br />
Pertimbangkan tiga komentar berikut tentang 1Kor 3:16-17:</p>
<p>Jika seseorang menajiskan &#8230; atau merusak, mengotori &#8230; Arti kiasannya adalah, &#8220;Jika seseorang dengan pengajarannya atau pengertiannya mengikuti jalan yang cenderung merusak Jemaat, Allah akan memberi hukuman yang berat.&#8221; (Barnes&#8217; Notes dengan menambahkan tekanan)</p>
<p>Jika seseorang melukai, mengotori atau merusak Bait Allah dengan pengajaran yang salah (Adam Clarke&#8217;s Commentary; tambahan tekanan)</p>
<p>Jika seseorang menajiskan Bait Allah &#8230; Dengan hikmat duniawi, melalui filosofi dan tipu muslihat kosong; dengan memasukkan pengajaran palsu, salah dan kesesatan sehingga mengotori pikiran mereka dari kesederhanaan dalam Kristus (Gill&#8217;s Commentary, tambahan tekanan)</p>
<p>Apa yang kita dapatkan disini adalah pemelintiran ayat Alkitab oleh Chan untuk mencocokkan pesannya. Kenyataannya makna ayat 1Kor 3:17 sangat bertentangan dengan pengajarannya. Pemecah-belah adalah dilakukan dengan pengajaran yang salah, bukan oleh orang yang menelanjanginya.</p>
<p>Chan mengemukakan standar untuk tidak mempertanyakan atau membantah pengajaran tdiak alkitabiah secara terbuka. Seorang Gembala atau Pengajar seharusnya mengijinkan bahkan mendesak agar kita membandingkan apa yang dikatakan dengan Firman Tuhan &#8211; untuk pertanggung-jawabannya dan untuk keselamatan kita. Paulus memuji jemaat Berea karena menyelidiki Alkitab memeriksa pengajarannya!</p>
<p>Sebagai satu tubuh, kita harus melindungi satu sama lain dari pengajaran salah; tetapi menurut Chan kita tidak boleh membahas ini.</p>
<p>Tetapi hati Allah adalah untuk umatNya, untuk melihat mereka terlindungi dan aman sama seperti kita inginkan kepada keluarga kita. Chan mempertanyakan: &#8220;Allah, mengapa tidak lebih banyak orang yang mati?&#8221; Dan ini yang saya dengar dari Tuhan: &#8220;MEREKA BELUM DIPERINGATKAN!&#8221;</p>
<p>Walaupun Chan mengatakan tidak mau kita dihancurkan Allah, dia meramalkan bahwa Allah akan mengambil nyawa orang yang mengatakan hal negatif mengenai pengajaran pemimpin saat ini. Kelihatannya, pelayanannya adalah memperingatkan orang yang menyelidiki pengajaran agar berhenti menyelidiki.</p>
<p>Chan melanjutkan:<br />
Dan satu-satunya cara Allah bisa membawa persatuan adalah jika Dia sungguh bertindak dan Dia sungguh menentang yang sombong dan Dia sungguh merendahkan dan Dia sungguh menghancurkan. Dan saya katakan, saya sungguh percaya waktunya sudah tiba ketika Allah sendiri mendengar semua percekcokan, semua gosip, semua perpecahan, dan Dia tertahan karena peringatan belum tersebar. Dan saya percaya Dia menyuruh saya &#8211; peringatkan.<br />
Anggap ini peringatan pertama anda.<br />
Hmmm.</p>
<p>Pertimbangkan apa kata Yohanes dan Yakobus. Jika seorang pengajar memberikan pengajaran yang salah, bukankah itu yang menghancurkan Bait? Adalah orang yang mengajarkan pengajaran salah yang harus diperingatkan menurut Alkitab. Pengajaran salah berasal dari kesombongan. Menguji pengajaran adalah tindakan rendah hati terhadap Firman.</p>
<p>Saya tidak akan membela orang yang kasar dan memberi julukan dan gosip jahat dan meremehkan orang, saya akan membela orang yang dengan rendah hati dan alkitabiah menyelidiki kebenaran dari kesalahan dan berbicara karena mengasihi saudara yang menerima pengajaran yang salah.</p>
<p>Menurut pandangan saya, kotbah Chan adalah usaha (entah dia menyadarinya atau tidak) untuk mengintimidasi, membungkam dan mengendalikan perkataan orang. Pastinya ini bukan pikiran Kristus.</p>
<p>Kita perlu lebih menyelidiki pengajaran secara alkitabiah, tidak kurang. Bukan mengutuk tetapi menyelidiki apakah yang diajarkan benar atau salah, terutama pada hari dan masa ini.</p>
<p>Chan kemudian mengatakan, &#8220;Ini tidak berarti saya tidak mengatakan kepada orang lain ataupun pemimpin lain, hei, saya khawatir dengan kepercayaanmu dalam hal ini, tetapi ini antara saya dengan mereka.&#8221; Maaf, tidak jika mereka menyebarkan pengajaran salah kepada ribuan atau jutaan. Ini bukan pelanggaran pribadi, tetapi pelanggaran terhadap seluruh tubuh.</p>
<p>Orang yang dewasa iman akan mendengarkan kandungan isi dan tidak diombang-ambing oleh semangat atau kemampuan bicara yang menyarakan emosi.</p>
<p>Kita diperintahkan untuk menguji setiap roh apakah berasal dari Allah.<br />
Jika kita bungkam terhadap kesalahan, seperti yang ditegaskan Chan, pastinya gereja akan dibanjiri dengan guru-guru palsu. Inilah yang terjadi jika kebijakan bungkam menghadapi kesesatan, yang adalah pemecah-belah sebenarnya.</p>
<p>Amsal 24:<br />
23 Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak. Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik.<br />
24 Siapa berkata kepada orang fasik: &#8220;Engkau tidak bersalah&#8221;, akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa.<br />
25 Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia, mereka akan mendapat ganjaran berkat.</p>
<p>Kita lihat Firman Tuhan mengungkapkan pikiran yang sangat berbeda daripada pandangan Chan terhadap orang yang menentang kesalahan.</p>
<p>Kotbah Chan: https://www.youtube.com/watch?v=UHuue9ZXzmM</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/benarkah-allah-akan-menghancurkan-orang-yang-menantang-pemimpin-kristen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Untuk dibaca semua remaja.. Apa saja tanggung jawab orangtuamu? — Pastor Art Kohl</title>
		<link>https://alkitabiah.org/untuk-dibaca-semua-remaja-apa-saja-tanggung-jawab-orangtuamu-pastor-art-kohl/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/untuk-dibaca-semua-remaja-apa-saja-tanggung-jawab-orangtuamu-pastor-art-kohl/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2019 07:35:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1590</guid>

					<description><![CDATA[Untuk dibaca semua remaja.. Apa saja tanggung jawab orangtuamu? &#8212; Pastor Art Kohl terjemahan dari http://www.fbbc.com/messages/kohl_parents_responsibilities.htm Orangtuamu diberikan tanggung jawab berikut ini oleh Tuhan: Pakaian Memberimu pakaian sopan selayaknya orang Kristen Mengawasi penampilanmu, pakaian, rambut&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk dibaca semua remaja..<br />
Apa saja tanggung jawab orangtuamu?<br />
&#8212; Pastor Art Kohl</p>
<p>terjemahan dari<br />
http://www.fbbc.com/messages/kohl_parents_responsibilities.htm<br />
Orangtuamu diberikan tanggung jawab berikut ini oleh Tuhan:</p>
<ol>
<li>Pakaian
<ul>
<li>Memberimu pakaian sopan selayaknya orang Kristen</li>
<li>Mengawasi penampilanmu, pakaian, rambut dan make-up</li>
<li>Mengajarimu menghindari keduniawian dan ketidaksopanan</li>
</ul>
</li>
<li> Makanan dan Nutrisi
<ul>
<li>Memberimu makanan bergizi</li>
<li>Tidak memberimu makanan yang tidak sehat</li>
<li>Mengajarimu menghindari junk food yang bisa mengarah kepada penyakit fisik dan perilaku tidak pantas</li>
</ul>
</li>
<li>Disiplin
<ul>
<li>Mendisiplikanmu dengan tujuan mengajarimu menjadi Kristen dan warga yang sopan dan taat hukum</li>
<li>Menciptakan suasana tenang dan damai di rumah</li>
<li>Membuang sifat keras kepala, pemberontakan dan kesombongan darimu</li>
<li>Agar kehendakmu bisa ditundukkan kepada kehendak Tuhan</li>
<li>Mengajarimu &#8211; dengan pendidikan, hukuman dan pekerjaan &#8211; menjadi orang yang bertanggung jawab dan berkontribusi</li>
<li>Mengajarimu mengendalikan emosi</li>
</ul>
</li>
<li>Hiburan dan Komunikasi
<ul>
<li>Melindungimu dari orang dan pengaruh jahat</li>
<li>Mengajarimu menghindari komunikasi jahat jaman now (di internet, tv, film, chat, musik duniawi, ponsel, games, dsb.)</li>
<li>Seleksi semua materi bacaan, buku, poster, majalah, dsb.</li>
<li>Mengawasi dan seleksi pertemanan dan relasi</li>
</ul>
</li>
<li>Privasi
<ul>
<li>Mengetahui segala yang ada di kamar, meja, laci, dsb. setiap saat</li>
<li>Mengawasi semua komunikasi elektronik, aplikasi komputer, dsb.</li>
<li>Mengawasi semua yang kamu tonton, dengar atau bicarakan</li>
</ul>
</li>
<li>Pendidikan
<ul>
<li>Memimpinmu kepada Yesus Kristus dan mengajarimu bahwa DIA bisa menjadi Juruselamat dan Gembalamu</li>
<li>Memberi pendidikan alkitab sebelum keluar rumah</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Rumah adalah dibawah otoritas orangtua dan mereka mempunyai hak dan tanggung jawab melakukan semua hal ini. Tidak ada orangtua sempurna. Walaupun jika orangtua menunjukkan kemunafikan atau tidak konsisten, kamu harus patuh dan menghormati mereka. (Mat 23:3)</p>
<p>Jika kamu memiliki orangtua angkat/tiri, kamu tetap harus tunduk kepada mereka juga (baca Luk 2:51)</p>
<p>Sebagian besar anak hidup dibawah otoritas dan rumah orangtua sekitar 1/4 hidup mereka. Tuhan berjanji memberkati anak dengan umur panjang jika mereka tunduk dan menghormati orangtua. Anak-anak dan remaja harus tunduk kepada Alkitab dan kuasa Tuhan dalam hidup mereka.</p>
<p>Daftar tanggung jawab ini berdasarkan 36 tahun pengalaman saya dengan Alkitab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/untuk-dibaca-semua-remaja-apa-saja-tanggung-jawab-orangtuamu-pastor-art-kohl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Kuisioner Pindah Gereja</title>
		<link>https://alkitabiah.org/kuisioner-pindah-gereja/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/kuisioner-pindah-gereja/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2019 12:50:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[jemaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1568</guid>

					<description><![CDATA[Kuisioner yang membantu dalam pertimbangan pindah gereja. Sangat amat penting sekali untuk dipertimbangkan dengan sangat amat serius dan tulus mendoakan pertimbangan anda agar Tuhan memimpin dalam pertimbangan anda. Hal ini teramat penting, jauh jauh lebih&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kuisioner yang membantu dalam pertimbangan pindah gereja.</p>
<p>Sangat amat penting sekali untuk dipertimbangkan dengan sangat amat serius dan tulus mendoakan pertimbangan anda agar Tuhan memimpin dalam pertimbangan anda.</p>
<p>Hal ini teramat penting, jauh jauh lebih penting daripada pindah rumah atau pindah kerja. Bahkan pertimbangan anda pindah rumah atau pindah kerja pun seharusnya ditentukan dari jawaban apakah pindah gereja bisa memberikan dampak yang <strong>lebih baik secara rohani</strong> kepada keluarga anda.</p>
<p>Hal ini tidak boleh ditentukan secara gegabah dan terburu-buru dalam hitungan hari. Paling tidak gunakan waktu beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan dengan tulus berdoa meminta pimpinan Tuhan dan dipikirkan dengan sangat amat serius karena hal ini sangat menentukan kehidupan rohani anda sekeluarga.</p>
<p>Jika ternyata pindah gereja mengganggu kehidupan rohani anda maka sangatlah masuk akal misalnya membatalkan rencana pindah kerja atau pindah rumah.</p>
<p>Beberapa hal yang sama sekali tidak boleh masuk dalam pertimbangan untuk pindah gereja adalah hal-hal duniawi kedagingan seperti besar kecil gedung gereja, banyak sedikit jumlah jemaat, ac, kursi, teman, kolega, dsb.</p>
<p><strong>Jangan</strong> menjadikan kuisioner ini sebagai indikator mutlak dalam pengambilan keputusan anda. Terus doakan dan minta pimpinan Tuhan.</p>
<p>Juga penting diingat selalu tugas utama gereja adalah melaksanakan pekerjaan Tuhan di dunia. Hitung berapa kali Tuhan terus mengingatkan dalam surat kepada ketujuh jemaat mengenai pekerjaan secara jemaat! (Wahyu 2:2,19,26, 3:1,2,8,15)</p>
<p>Ibarat klub sepak bola, jika klub mogok tanding, mungkin waktu yang baik untuk pindah klub.</p>
<p><span id="more-1568"></span></p>
<p>Berikut urutan nilai kepentingan hal yang perlu dipertimbangkan, semakin besar nilai, semakin penting untuk dipertimbangkan:</p>
<ol>
<li>Gereja lebih dekat rumah.<br />
Nilai 1 jika gereja lebih dekat, 0 jika sama dekat, -1 jika lebih jauh.</li>
<li>Jemaat lebih giat dalam persekutuan jemaat, satu tubuh, seia sekata, sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.<br />
Nilai 2 jika lebih, 0 jika sama, -2 jika kurang</li>
<li>Jemaat yang lebih giat melakukan pekerjaan Tuhan secara jemaat (pengutusan, penginjilan, cetak traktat, seminar, dsb) Yoh 14:12.<br />
Nilai 3 jika lebih giat, 0 jika sama, -3 jika kurang giat.</li>
<li>Gereja / jemaat yang lebih giat mempelajari Firman Tuhan (sekolah minggu, pendalaman Alkitab, dsb.) untuk pertumbuhan rohani jemaat. Roma 10:17, 1 Kor 3, Ibrani 5.<br />
Nilai 4 jika lebih giat, 0 jika sama, -4 jika kurang giat.</li>
<li>Pengajaran / doktrin lebih benar, lebih alkitabiah.<br />
Nilai 5 jika lebih alkitabiah, 0 jika sama, -5 jika kurang alkitabiah</li>
<li>Jemaat yang lebih taat melakukan Firman Tuhan.  Mat 28:20.<br />
Nilai 6 jika lebih taat, 0 jika sama, -6 jika kurang taat.</li>
</ol>
<p>Sedikit penjelasan point diatas:</p>
<ol>
<li>Gereja lebih baik dekat rumah. Jika semua faktor lain yang lebih penting sudah sama (sama giat, sama benar, sama taat, dst) maka ini bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan. Gereja lokal sebaiknya memang lebih dekat dengan rumah. Tetapi faktor-faktor dibawah ini perlu prioritas lebih tinggi dalam pertimbangan anda.</li>
<li>Jemaat lebih giat dalam persekutuan jemaat, (dalam doa, kebaktian, dsb.) satu tubuh, seia sekata, sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Tentu saja, persekutuan yang benar adalah yang alkitabiah. Bukan persekutuan dalam kesalahan.</li>
<li>Jemaat yang lebih giat melakukan pekerjaan Tuhan (penginjilan, cetak traktat, seminar, dsb)  secara jemaat. Yoh 14:12. Terlebih, jaman sosmed saat ini cukup mudah dengan klik forward/share anda bisa membagikan traktat bahkan traktat interaktif dalam bentuk slide, animasi, video, dsb. tetapi teliti dan perhatikan kebenaran doktrinal sebelum anda forward/share.</li>
<li>Gereja / jemaat yang lebih giat mempelajari Firman Tuhan (sekolah minggu, pendalaman Alkitab, dsb.) untuk pertumbuhan rohani jemaat. Roma 10:17, 1 Kor 3, Ibrani 5. Agar jemaat bertumbuh secara rohani.</li>
<li>Pengajaran / doktrin lebih benar, lebih alkitabiah. Bukan dicocok-cocokkan dengan sepenggal-sepenggal ayat saja. Pengajaran gereja harus masuk akal dan sesuai dengan keseluruhan alkitab.</li>
<li>Jemaat yang lebih taat melakukan Firman Tuhan. Mat 28:20. Ketaatan otomatis menuntut doktrin yang benar. Tanpa doktrin yang benar maka ketaatan menjadi kesalahan bahkan kesesatan.</li>
</ol>
<p>Banyak orang berhenti dan cukup puas pada point &#8216;lebih alkitabiah&#8217; saja. Banyak gereja baptis mengajarkan doktrin yang sama alkitabiah. Bahkan terkadang ada gereja Methodis atau Injili yang mengajarkan secara doktrin yang juga alkitabiah. Misalnya, ada gereja mengerti dan bahkan mengajarkan kalau baptis itu terjemahan yang benar adalah dicelup/diselamkan ( <a href="https://yesustuhan.wordpress.com/tag/baptis/">is.gd/Baptis</a> ), tetapi hanya sekadar pengajaran saja dan dalam prakteknya ternyata tidak ditaati. Ataupun, tidak menggunakan musik hymne, atau gereja yang mengajarkan doktrin separasi tetapi gagal menerapkannya dengan benar dan konsisten, dst.</p>
<p>Disinilah pentingnya faktor ketaatan jemaat, bukan sekadar menjadi pendengar saja, tetapi giat mentaati dan melakukan setiap Firman Tuhan.  Mat 28:20.  Agar kita tidak seperti orang bodoh yang membangun diatas pasir. Mat 7:26.</p>
<p>Tentu saja anda bisa menambahkan beberapa faktor lain yang bisa anda pikirkan dalam kasus anda, dan bisa diselipkan antara nomor 1 sampai 4. Tetapi penting untuk memeriksa kembali apakah faktor pertimbangan yang anda sisipkan adalah untuk kebaikan rohani dan bukan hal kedagingan / duniawi.</p>
<p>Jumlahkan total nilai diatas, semakin besar total nilai yang didapat bisa menjadi <em>petunjuk, mungkin</em> memang sebaiknya anda pindah gereja. Jika total nilai kecil atau bahkan minus, sebaiknya anda tidak pindah gereja.</p>
<p>Ingat kembali, ini <strong>bukan</strong> indikator mutlak. Terus doakan kembali dan dipikirkan kembali dengan sangat serius sebelum membuat keputusan yang sangat penting ini.</p>
<p>Tuhan Berkati!</p>
<p>Refs:</p>
<ul>
<li><a href="https://yesustuhan.wordpress.com/tag/separasi/">https://is.gd/separasi</a></li>
<li><a href="http://middletownbiblechurch.org/separate/separate.htm">http://middletownbiblechurch.org/separate/separate.htm</a></li>
<li><a href="https://alkitabiah.org/?p=1573">https://alkitabiah.org/?p=1573</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/kuisioner-pindah-gereja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Alasan yang benar untuk pindah gereja</title>
		<link>https://alkitabiah.org/alasan-yang-benar-untuk-pindah-gereja/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/alasan-yang-benar-untuk-pindah-gereja/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2019 05:12:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1573</guid>

					<description><![CDATA[Terjemahan dari tulisan Pastor Terry L. Coomer When Is It Right To Leave A Church? Saya akan katakan sejak awal artikel ini bahwa ini adalah subyek yang sensitif. Bagaimanapun, saya ingin sampaikan pokok masalah karena&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Terjemahan dari tulisan Pastor Terry L. Coomer</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="Em8wV2keZD"><p><a href="https://www.independentbaptist.com/when-is-it-right-to-leave-a-church/">When Is It Right To Leave A Church?</a></p></blockquote>
<p><iframe loading="lazy" title="&#8220;When Is It Right To Leave A Church?&#8221; &#8212; IndependentBaptist.com" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  src="https://www.independentbaptist.com/when-is-it-right-to-leave-a-church/embed/#?secret=Em8wV2keZD" data-secret="Em8wV2keZD" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>Saya akan katakan sejak awal artikel ini bahwa ini adalah subyek yang sensitif. Bagaimanapun, saya ingin sampaikan pokok masalah karena kami mendapat kontak dari banyak orang yang bergumul dengan masalah dalam gereja lokal mereka. Dalam banyak hal permasalahan yang mereka pergumulkan mempengaruhi rumah tangga, pernikahan dan kerohanian anak-anak.<br />
Saya sudah menjadi pastor lebih dari 30 tahun dan di lebih dari satu gereja. Karena pelayanan dalam &#8220;For The Love Of The Family&#8221; saya mempunyai kesempatan memberikan konseling pada banyak pastor dan keluarga mereka yang dan keluarga merek dan banyak yang dihancurkan dalam gereja lokal.</p>
<p>Saya juga memberikan konseling pada keluarga yang mempunyai keluarga yang dihancurkan oleh dosa dalam kepemimpinan di gereja lokal. Jadi saya melihat ini adalah masalah yang sangat sensitif. Kita tidak tinggal di dunia yang sempurna; bahkan kita tinggal dalam dunia dosa. Segala makhluk sama-sama mengeluh, Rom 8:22.</p>
<p><span id="more-1573"></span></p>
<p>Pertama, saya adalah pendukung gereja lokal. Saya percaya rencana Tuhan di dunia saat ini adalah baik secara rohani, secara doktrin, dengan kepemimpinan yang dikendalikan roh, pengajaran dan kotbah alkitabiah, dan praktek gereja Baptis Fundamental Independen yang baik. Tetapi saat ini ada banyak perbedaan dalam gereja Baptis Fundamental Independen. Saudara-saudari, sejujurnya, banyak gereja Baptis Fundamental Independen saat ini bukan tempat yang baik bagi orang rohani yang ingin mengarahkan keluarga secara rohani. Tergantung pada data statistik yang anda amati dan bagaimana dilakukan, 60-80% dari semua anak-anak di gereja tidak tetap melayani Tuhan setelah usia 18. Ini adalah kegagalan serius.</p>
<p>Saya dalam pelayanan karena Tuhan memanggil saya untuk membantu orang-orang diselamatkan, belajar, bertumbuh dan mempunyai hubungan yang intim, pribadi, dan semangat dengan Tuhan. Untuk mempunyai hubungan yang benar dengan Tuhan dan bukan hubungan mekanis yang membawa kehancuran. Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. Amsal 13:13.<br />
Sekeliling kita harini kita melihat kehancuran rohani orang-orang dalam gereja. Sejujurnya, beberapa disebabkan oleh kepemimpinan rohani yang buruk dalam gereja dan beberapa disebabkan ketidaktaatan kepada Tuhan dan FirmanNya oleh orang didalam gereja.</p>
<p>Walaupun saya adalah pendukung gereja lokal, saya bukan pendukung gereja yang berdosa dalam kepemimpinan atau dalam jemaat yang tidak mau ditangani oleh gereja. Rasul Paulus menunjukkan masalah gereja Korintus dimana mereka enggan menangani masalah dosa mereka. Mereka gereja yang duniawi dipimpin oleh emosi dan nafsu mereka. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Roma 6:12-13. Saya sarankan untuk membaca dan merenungkan Roma 6:11-19. Saudara-saudari terkadang dosa harus ditangani didalam gereja. Terkadang dosa harus ditangani dalam kepemimpinan gereja. Tuhan tidak akan memberkati gereja yang tidak menangani dosa. Hal ini akan mempengaruhi kehidupan orang secara negatif jika tidak ditangani.</p>
<p>Saya sudah mendengar dan melihat kisah mengerikan gereja yang tidak terkendali dan hidup yang dihancurkan karena dosa pemimpin ataupun jemaat yang tidak ditangani. Ketika ini terjadi kita dapatkan gereja lokal dengan dosa seperti pada Efesus 4:31, Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Gereja menjadi tempat kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah. Tidak ada kebaikan dalam semua itu dan tentu akan menyakiti keluarga yang ingin hidup untuk Tuhan. Gereja menjadi tempat amarah dan pertengkaran, sebuah rumah &#8220;gila&#8221; literal.</p>
<p>Dr. David Cloud dalam artikelnya yang sangat bagus &#8220;Saya Bukan Pastormu&#8221; www.wayoflife.org mengatakan:<br />
<strong>SAYA TIDAK MENDUKUNG ORANG YANG MEMISAHKAN DIRI DARI SEMUA GEREJA HARINI.</strong><br />
&#8220;Saya tegaskan: Saya tidak mendukung orang yang memisahkan diri dari semua gereja harini. Walaupun saya percaya umat Tuhan harus sangat teliti dan waspada dan tidak mengabaikan kesalahan, pada saat yang sama kita harus bersabar dan setia kepada institusi yang Tuhan tetapkan, gereja, dan otoritas Pastor yang Tuhan tunjuk, dan saya percaya kita harus memperjuangkan persatuan dan bukan perpecahan antara jemaat yang benar. Kedua hal ditonjolkan dalam Alkitab, walaupun tidak selalu hal yang mudah untuk mentaati keduanya dalam satu waktu dan tempat yang sama.<br />
Dalam beberapa kasus mungkin tidak ada gereja yang baik, sehat rohani, percaya Alkitab yang terjangkau, dan saya tidak mengharapkan jemaat Tuhan untuk mengikuti gereja yang bisa merusak iman mereka atau menghambat kehidupan rohani mereka atau anak-anak mereka.<br />
Saran saya dalam kasus seperti ini adalah mengusahakan untuk mendirikan gereja yang baik di tempat itu atau pindah ke tempat yang ada gereja yang baik. Pepatah mengatakan &#8220;jika ada kemauan pasti ada jalan,&#8221; dan biasanya benar. Paulus mengatakan, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Fil 4:13). Ketika Tuhan memerintahkan sesuatu, Dia menyediakan jalan, dan gereja adalah rencana Tuhan untuk waktu ini. Hal ini disebutkan lebih dari 100 kali dalam Alkitab. Sebagian besar Perjanjian Baru ditulis kepada jemaat/gereja. Kita diperintahkan untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan jemaat (Ibrani 10:25) dan untuk mentaati otoritas diatas kita (Ibrani 13:17). Ayat-ayat ini terpenuhi dengan kita berjemaat. Jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran, persekutuan, doa dan memecahkan roti dalam jemaat (Kisah 2:42). Paulus menyerahkan Febe kepada jemaat di Roma, dan mengingatkan mereka bahwa dia sebelumnya adalah pelayan gereja Kenkrea (Rom 16:1). Itu adalah contoh yang diberikan dalam Alkitab. Saudara-saudari, domba membutuhkan kawanan domba dan gembala, dan itulah yang Tuhan sediakan dalam jemaat.<br />
BIJAK DAN WASPADA DAN SABAR DALAM MENANGANI MASALAH DAN KESALAHAN DALAM GEREJA.<br />
Bukan tugasmu untuk menggerakkan masalah dalam setiap kasus didalam jemaat. Tetapi, terkadang masalah adalah baik. Ada gereja yang sangat membutuhkan beberapa anggota untuk tampil dan berusaha membawa perubahan yang baik. Saya tidak mau mengecilkan hati jemaat Tuhan yang berusaha berdiri teguh tanpa kompromi untuk kebenaran dan kebajikan dalam generasi yang jahat ini, tetapi ada cara yang tepat untuk melakukannya.&#8221;</p>
<p>Saudara-saudari kita perlu bekerja dari atas kebawah. Seorang menulis kepada David Cloud mengatakan, &#8220;Banyak orang adalah saya benar; kamu salah. Seseorang bisa benar tapi tidak bajik sehingga tidak memberikan efek perubahan yang diinginkan. Orang ini bicara kepada orang lain dan menyebabkan perpecahan sebelum masalah sampai kepada pastor. Sekarang dia mencampurkan masalah dengan perpecahan dalam gereja. Kita perlu bekerja dari atas kebawah dengan rendah hati dan rahmat, mengetahui bahwa membutuhkan waktu untuk mengubah arah kapal. Dengan obat yang keras kita juga perlu mengajarkan hikmat untuk menanganinya agar bisa memberikan manfaat besar dan kerusakan yang minimal. Semoga kita tidak melihat kebelakang dan mengatakan, &#8216;Operasi berhasil, kita membuang semua kanker; sayangnya pasien meninggal!&#8217; Kita membutuhkan dosis yang tepat untuk efek yang maksimal.&#8221;</p>
<p>Saudara Cloud melanjutkan, &#8220;Tidak ada daftar saran yang mudah satu-dua-tiga yang bisa saya berikan untuk memecahkan masalah dalam memperbaiki kesalahan dalam gereja. Tidak pernah mudah dan sebagian besar adalah masalah kedewasaan rohani dan mendapatkan dan menerapkan hikmat yang saleh dibawah pimpinan Roh Kudus.<br />
Paulus mengatakan kepada jemaat Roma: Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati (Rom 15:14).<br />
Jadi, untuk bisa menegur orang lain dengan cara yang bermanfaat mengharuskan kita dipenuhi dengan kebaikan dan pengetahuan. Ini membutuhkan orang yang dikendalikan roh. Ini merujuk kepada kedewasaan rohani dan dasar yang teguh dalam pengetahuan Alkitab. Jika saya berusaha &#8220;meluruskan gereja&#8221; tanpa kedua hal ini, saya tidak hanya gagal, tetapi saya akan menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.<br />
Orang yang baru menjadi Kristen, khususnya, harus sangat waspada dalam berusaha menegur yang lain, terutama pemimpin rohaninya. Orang ini seringkali sangat bersemangat, dan saya tidak ingin mengurangi semangat itu, tetapi semangat harus dikendalikan dengan hikmat yang saleh dan orang yang baru percaya tidak banyak memiliki hal ini. Mereka disebut bayi dalam Kristus dalam Firman Tuhan, dan mereka dinasihati untuk minum susu dan tumbuh menjadi dewasa (1Pet 2:2). Itu adalah yang perlu diperhatikan bayi dalam Kristus, daripada berusaha meluruskan orang lain!<br />
Sekali lagi, saya tekankan bahwa saya tidak berusaha mengecilkan hati jemaat Tuhan yang berusaha berdiri teguh menentang kesalahan dengan cara yang saleh. Saya tahu banyak orang berusaha melakukan dengan benar dan mereka secara keliru dicap pembuat masalah dan diperlakukan dengan sangat tidak terhormat oleh pastor dan jemaat. Tidak pernah mudah meragukan pemimpin jemaat, dan adalah fakta yang menyedihkan bahwa pemimpin yang memilih jalan yang salah atau dosa jarang yang berbalik daripadanya.<br />
Ada masalah besar dalam gereja Baptis Fundamental dan Fundamental Alkitabiah harini, begitu banyak yang tadinya sehat sedang bergerak kearah Injili Baru dan filosofi pertumbuhan gereja kontemporer. Mereka memasukkan Alkitab modern, music modern dan standar pakaian modern. Mereka memperbolehkan wanita memimpin dengan cara yang dilarang Alkitab. Mereka menciptakan pelayanan pemuda yang duniawi yang memanjakan dan menyenangkan kedagingan daripada menantang pemuda kepada pemuridan alkitabiah. Ketika jemaat Tuhan bangkit melawan hal-hal ini, seringkali mereka dihina dan diabaikan.<br />
Harap jangan salah paham apa yang ingin saya sampaikan disini. Saya TIDAK mau mengecilkan hati atau menghalangi jemaat Tuhan dalam pendirian alkitabiah dan benar di hari yang jahat ini. Saya hanya mendesak untuk bijaksana.<br />
<strong>ADALAH ALKITABIAH DAN BENAR MEMPERTANYAKAN PASTOR MENGENAI SUATU HAL DALAM GEREJA, TETAPI ADA CARA YANG TEPAT MELAKUKANNYA.</strong><br />
Jika pastor tidak mau mendengarkan dan tidak mau dipertanyakan, dan jika dia menuntut &#8220;kesetiaan penuh,&#8221; saya sangat menganjurkan anda meninggalkan gereja tersebut. Orang tersebut adalah Diotrefes, dan tetap didalam gereja itu akan merusak kehidupan rohani anda and menjadikan anda seperti anggota kultus.<br />
Jika, dilain sisi, anda mempunyai pastor yang saleh, rendah hati yang memenuhi standar Tuhan dan terbuka terhadap pertanyaan jemaat, bersabarlah dengan dia. Anda harus selalu mengingat bahwa anda bukan pastor. Dia, bukan anda, yang akan mempertanggungjawabkan jemaat dihadapan Tuhan. Dia, bukan anda yang menanggung beban pelayanan, dan saya yakinkan anda bahwa mungkin tidak ada pekerjaan yang lebih sulit di dunia daripada memimpin gereja dan berhubungan dengan ORANG! Dia, bukan anda, mempunyai panggilan Tuhan untuk membuat keputusan penting dalam pelayanan gereja.&#8221;</p>
<p>Beberapa orang bertanya kepada saya, Pastor Coomer, &#8220;Bagaimana saya menangani masalah dengan orang atau situasi?&#8221; Saya menasihati orang untuk memahami cara alkitabiah menangani masalah. Pertama sekali dalam roh yang taat, saya akan bertanya kepada Tuhan jika ini adalah masalah pada saya. Jika ya maka saya harus mengakui dosa saya dan bertobat. Jika Tuhan mengatakan ini bukan masalah pada saya, maka saya perlu tanyakan pada Tuhan jika saya perlu mengutarakannya. Tuhan bisa menjawab ya atau tidak disini. Jika Dia katakan ya, maka saya harus &#8220;menyampaikan yang benar dalam kasih,&#8221; Ef 4:15. Semakin banyak kebenaran yang saya sampaikan, semakin banyak kasih yang perlu saya gunakan. Tidak selalu perlu untuk disampaikan, tetapi apapun yang anda lakukan, tanyakan Tuhan terlebih dahulu. Jangan membuka mulut dan memasukkan kaki tanpa menggunakan otak dan dipimpin oleh Roh!</p>
<p>Satu saran saya adalah ini: penting bahwa kita tidak hanya mengkritik saja apa yang terjadi di gereja, tetapi kita mempunyai rencana positif untuk perbaikan. Kita mungkin perlu membagikannya sebagai ide dengan pastor. Ini akan memberinya kesempatan menjelaskan pemikirannya mengapa sekarang dilakukan seperti itu. Sangat mungkin anda tidak mengerti atau diberitahukan sesuatu yang salah tentang itu. Amsal 18:13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya. Jelas, sangat banyak kebodohan dan kecelaan terjadi pada masa ini.<br />
Saudara Cloud mengatakan, &#8220;Saya anjurkan anda selalu memberikan pastor kelebihan dalam keraguan. Tidak semua hal dalam gereja adalah hitam dan putih seperti yang kita pikirkan. Tuhan memberikan hikmat kepada pastor. Mereka tahu dan mengerti gambaran keseluruhan yang tidak anda ketahui. Pada saat yang sama, pastor juga hanyalah pendosa yang diselamatkan (semoga) oleh anugrah. Mereka belajar dan bertumbuh sama seperti jemaat Tuhan lainnya. Tuhan membiarkan kita melakukan kesalahan untuk mengajar kita; bukankah kita juga seharusnya memberikan kebebasan pada pastor sampai tingkat tertentu? Saya tidak mengatakan tentang kesalahan alkitab yang jelas dan kesesatan atau dosa yang membutuhkan pendisiplinan. Saya bicara tentang menjadi terlalu &#8220;sabar&#8221; dengan orang yang baru bertobat, dan tidak menangani hal sebanyak yang saya kira perlu, dan membawa pengkotbah yang saya tidak suka, dan ada atau tidak ada pelayanan pemuda, dan menugaskan pekerjaan kepada orang yang saya pikir tidak tepat, dan tidak memiliki program memenangkan jiwa persis seperti keingingan saya dsb.<br />
(tetapi tentu saja setiap gereja harus memiliki program memenangkan jiwa sesuai dengan amanat agung)</p>
<p>Persyaratan seorang pastor adalah tidak angkuh (self-will, keras kepala). Berarti dia mengatur gereja dengan kehendak Tuhan dan bukan dengan pemikiran sendiri. Orang keras kepala mau melampaui orang lain dan mengendalikan mereka. Ini masalah sikap hati. Ini masalah kesombongan dan kurang belas kasih dan kesabaran yang saleh.<br />
Pada saat yang sama, jemaat juga tidak boleh keras kepala. Jika Tuhan tidak memanggil saya menjadi pastor, saya tidak seharusnya mencoba mengatur gereja! Saya tidak mengatakan jemaat tidak boleh menyampaikan pendapatnya. Saya tidak mengatakan gereja bukan tubuh dan tiap jemaat tidak perlu dipertimbangkan. Saya hanya mengatakan bahwa jemaat perlu memeriksa dan memastikan dia tidak sedang menjadi sesuatu di gereja yang bukan panggilannya.</p>
<blockquote><p>Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Roma 12:3.</p></blockquote>
<p>Wanita harus dua kali lipat berhati-hati mengenai hal ini, karena Firman Tuhan melarang mereka mengajar atau memerintah pria (1Tim 2:12). Wanita bisa lebih rohani dan mungkin tahu lebih banyak, tetapi Tuhan tidak memberinya kebebasan untuk mengajar pria. Wanita harus bersabar dan tunduk dan menjadi prajurit pendoa yang hebat untuk menggerakkan hati Tuhan untuk campur tangan MELALUI PRIA ketika terjadi kesalahan dan masalah.<br />
Ini bukan berarti wanita tidak bisa bertanya kepada pastor atau pemimpin jemaat lain jika dia mempunyai pertanyaan dan masalah, tetapi dia tidak diijinkan Tuhan untuk menjadi guru mereka. Dia dapat merekomendasikan materi sehingga pria bisa belajar dari pria lain, jika mereka mau memeriksa masalah, tetapi wanita tidak bisa menjadi guru pria.<br />
Apa yang ingin saya sampaikan adalah untuk sangat bijaksana, dan saleh dan bersabar dalam berhubungan dengan pemimpin gereja.</p>
<blockquote><p>Gal 5:14. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!&#8221; 15. Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan. 16. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.</p></blockquote>
<p>Tuhan memberikan pastor otoritas (Ibrani 13:7,17). Beberapa ada yang menyalahgunakan otoritas mereka, tetapi bagaimanapun otoritas pastor adalah perintah Tuhan. Tidak semua orang didalam gereja mempunyai otoritas yang sama. Hal ini tidak berarti kita mengabaikan apa yang kita percaya salah. Pastor bukan Paus dan tidak mempunyai otoritas tak terbatas; otoritas mereka dibatasi Alkitab; dan jemaat tidak boleh mengikuti pastor dalam kesalahan. Tetapi sebagai jemaat, saya harus selalu mengingat bahwa pastor memiliki otoritas yang tidak saya miliki dan dia, bukan saya, yang mempertanggungjawabkan keputusan pastoral.</p>
<p>WAKTU UNTUK MENINGGALKAN GEREJA ADALAH KETIKA GEREJA MELAKUKAN KESALAHAN SERIUSATAU DOSA, TETAPI ADA CARA YANG TEPAT UNTUK KELUAR.<br />
Waktunya untuk meninggalkan gereja, jika gereja tidak mengikuti Firman Tuhan, tetapi ada cara yang tepat untuk keluar dan seringkali orang keluar gereja untuk alasan kedagingan dan secara kedagingan.<br />
Jika seseorang keluar dari gereja untuk alasan alkitabiah dan rohani, buahnya ditandai dengan penjelasan dalam Yakobus 3:17-18 &#8211; murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Orang ini akan mengatakan kebenaran dalam kasih. Dia keluar karena dia percaya itu kehendak Tuhan, tetapi dia lakukan dengan cara damai dan saleh. Dia menghargai pemimpin bahkan jika dia tidak setuju dengan mereka, dan dia tidak memiliki niat buruk terhadap mereka.<br />
Tetapi jika seseorang keluar gereja dengan alasan kedagingan, buahnya ditandai dengan penjelasan dalam Yakobus 3:14-16 &#8211; kepahitan, iri hati, perselisihan, kebingungan, dan perbuatan jahat lainnya. Ini bukan dari Tuhan! Seringkali saya mengamati ini. Orang marah terhadap sesuatu dan meninggalkan gereja, tetapi tidak mereka lakukan dengan saleh. Mereka menyebabkan segala macam masalah dan berusaha menyakiti gereja, sebelum maupun sesudah mereka keluar. Seringkali mereka bahkan tidak mau membicarakannya dengan pemimpin secara ramah dan terbuka. Mereka tidak mudah diajak diskusi. Semua kasih yang pernah mereka miliki kepada gereja dan pemimpinnya menghilang. Mereka berurusan dengan tipuan. Mereka membelakangi pastor dan membencinya.<br />
Saya menyadari Kristen yang berkompromi bisa menjadi kejam dan mengatakan kebohongan tentang orang-orang yang ingin memperbaiki. Mereka mengatakan kebohongan mengenai saya berulang kali, tetapi kita harus berhati-hati untuk tidak memberi kesempatan kepada kedagingan dan melawan kesalahan tidak secara alkitabiah dan bijaksana.<br />
Jika anda harus meninggalkan gereja, lakukan dengan saleh dan tinggalkan kesaksian yang baik &#8220;sebanyak yang ada didalammu.&#8221;<br />
Dan jika anda harus keluar dan bergabung dengan gereja lain, bergabunglah dengan gereja yang lebih baik. Tidak masuk akal jika orang keluar gereja karena kesalahan atau dosa tetapi bergabung dengan gereja yang lebih buruk!<br />
Rasul Paulus mengatakan, &#8220;ikut saya seperti saya mengikuti Kristus,&#8221; dan kita bisa dan seharusnya mengatakan demikian; tetapi kita juga harus mengerti kita bukan rasul harini. Satu-satunya otoritas yang sempurna adalah Alkitab. Tidak ada pengkotbah yang sempurna.&#8221;</p>
<p>Seorang menulis kepada saya, Pastor Coomer, &#8220;Menyedihkan, seringkali ketika seorang keluar gereja dengan alasan yang baik, mereka segera disebut jahat, keji, tidak saleh dsb. oleh pastor dan pemimpin. Beberapa pastor tidak terkendali menjadi &#8220;Tuan atas warisan Allah&#8221; sehingga mereka berusaha menghancurkan siapapun yang keluar.&#8221; Sayangnya ini terkadang benar. Pada sisi lain hal yang sama pada orang yang keluar dan berusaha menghancurkan pastor. Beberapa berusaha menghancurkan pastor tanpa keluar.</p>
<p>Sejujurnya saudara-saudari, bisa ada masalah pada kedua sisi pagar. Kesetiaan pada gereja yang berdosa adalah salah, 2Tes 3:6,14. Kesetiaan buta pada gereja tanpa pertanggungjawaban adalah berbahaya dan tidak bijaksana secara rohani.<br />
Bagaimana jika gereja tidak terkendali, ada kebohongan, penipuan, pertikaian tanpa henti, gosip, roh pemarah, ketidakjujuran pemimpin, ketidakwajaran keuangan, tidak bertobat dari imoralitas yang tidak mau ditangani? Inilah waktunya untuk keluar.</p>
<p>Saya mendengar dari seorang yang terlibat dalam gereja seperti ini. Saya selalu menyarankan orang untuk bicara dengan pastor terlebih dahulu. Pertanyaan pertama saya selalu sudahkah anda diskusikan dengan pastor? Jika tidak, saya akan mendorongnya untuk itu. Tetapi, terkadang orang perlu mengerti bagaimana bicara dengan pastor.<br />
Dalam kasus ini pertikaian dalam gereja yang tidak terkendali. Pastor memiliki masalah amarah tidak ada yang bisa bicara dengannya. Dia meledak pada siapapun yang mempertanyakan otoritasnya atau tentang apapun dalam gereja. Dia menuntut kesetiaan buta kepadanya dan kepada gereja. Tidak seorangpun perlu duduk dalam pelayanan seperti ini. Saya sarankan semua pastor membaca Ef 4:29-32 dalam hal amarah mereka. Anda bisa mengatakan, &#8220;Tuhan marah terhadap dosa.&#8221; Ya, tetapi anda bukan Tuhan! Jangan berpikir anda Tuhan. Tidak ada orang yang pernah melihat laporan keuangan gereja selama beberapa tahun. Orang berbondong-bondong keluar gereja karena masalah amarah, keuangan, pertikaian, kedagingan dan banyak masalah lain. Tentu saja, semua yang keluar adalah jahat, keji dan durhaka. Saudara-saudara, sebagai pastor anda hanya bisa menjual itu sampai akhirnya orang menyadari <strong>TIDAK SEMUA YANG KELUAR GEREJAMU ADALAH JAHAT</strong>. Ada beberapa alasan. Ketika seorang keluar mereka dibicarakan, email dikirim tentang mereka dan mesin propaganda berputar. Akhirnya, pastor keluar dan tentu saja, meninggalkan gereja dalam kekacauan. Tetapi dia telah mengajarkan jemaat bagaimana berurusan dengan orang lain. Kebohongan, tipuan, gosip dan katakan apa saja tanpa fakta dan jalankan kampanye melawan mereka. Fitnah, bohong, gosip adalah aturannya. Ingat Galatia 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.<br />
Tentu saja, jika pengkotbah mendapat petunjuk seseorang sedang mempertanyakan sesuatu lalu dia mengkotbahkan mereka dari mimbar dengan amarah. Walaupun saya pengkotbah yang keras, kita mengkotbahkan Firman kepada orang bukan dalam amarah kepada orang. Musa jatuh dalam masalah dengan Tuhan karena amarahnya dengan orang. Yakobus 1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Kita mengkotbahkan kuasa Allah tidak dengan amarah karena kita marah atau menyangka seseorang tidak setia buta terhadap pelayanan kita. Ada beberapa orang yang tercuci otaknya sehingga mengabaikan dosa dalam gereja atau pemimpin gereja dan membiarkannya bertahun-tahun. Mereka diajarkan kesetiaan kepada pastor dan gereja apapun dosanya. Tuhan mendorong kesetiaan, tetapi bukan membabi-buta tanpa pemikiran. Kesetiaan kita adalah kepada Tuhan dan FirmanNya.<br />
Setelah bertahun-tahun, banyak kehidupan hancur dan orang Kristen kecewa dengan amarah kepemimpinan, perlakuan buruk kepada jemaat, dan pertikaian terus-menerus dalam gereja. Anak-anak dan keluarga dihancurkan secara rohani dan emosi oleh pertikaian yang terus-menerus dan masalah kedaginanga setiap hari minggu. Mengapa ada orang yang mau bertahan dalam gereja seperti itu?<br />
Setelah konseling dengan pastor lain dan waktu sendiri bersama Allah dia memutuskan keluar dari gereja. Tentu saja, dia disebut jahat, keji dan durhaka dimata mereka. Dia berusaha keluar dengan damai tetapi segera dibicarakan dan dalam tulisan dalam segala hal untuk menghancurkan dan menyebarluaskan tentang karakternya. Ini adalah gereja yang menyedihkan yang sama sekali mengabaikan dosa mereka dan sayangnya banyak gereja seperti ini sekarang.</p>
<p>Saudara-saudari, Tuhan ingin pengalaman gereja menjadi tempat anda bisa tumbuh secara rohani, belajar, memuji dengan musik tradisional yang baik, dimana orang diperlakukan dengan ramah, Ef 4:32. Ini haruslah tempat Firman Tuhan dikotbahkan secara alkitabiah dalam kuasa Roh Kudus, yang memperhatikan orang-orang terhilang dan berusaha memenangkan mereka bagi Kristus, dan mau mendisiplinkan dan menolong orang. Ini adalah tempat mengajarkan orang bagaimana menghadapi dosa mereka dan bagaimana membantu keluarga mempunyai hubungan yang nyata, pribadi, bersemangat dengan Tuhan. Ini haruslah menjadi tempat keluarga saling memperhatikan dan bukan pusat hiburan. Keluarga yang dipimpin Roh belajar bagaimana menghadapi masalah dalam gereja dengan cara yang benar. Semua keluarga perlu belajar menghadapi masalah daripada mempeributkan masalah.<br />
Ketika masalah terlalu jauh tak terkendali dan dosa didalam gereja dan tidak ada orang yang mau berurusan dengan itu maka inilah waktunya pindah ke gereja yang bisa memenuhi kebutuhan kehidupan rohani anda. Kesetiaan kepada gereja berdosa yang dituntut oleh pastor &#8220;penguasa&#8221; tidaklah alkitabiah dan tidak memuliakan Kristus. Keluarga anda pantas mendapatkan yang lebih baik dari Tuhan. Faktanya, kesehatan rohani keluarga anda bergantung kepadanya.</p>
<p>Selalu pastikan jika anda meninggalkan gereja adalah karena alasan yang alkitabiah, dengan cara yang baik, dipimpin Tuhan, untuk kedamaian keluarga anda, dan kesempatan memuji secara alkitabiah bagi keluarga anda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/alasan-yang-benar-untuk-pindah-gereja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Cara mengetahui apakah terjadi pelecehan atau penipuan rohani – Kuisioner pelecehan rohani. – Chris Lawson</title>
		<link>https://alkitabiah.org/cara-mengetahui-apakah-terjadi-pelecehan-atau-penipuan-rohani-kuisioner-pelecehan-rohani-chris-lawson/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/cara-mengetahui-apakah-terjadi-pelecehan-atau-penipuan-rohani-kuisioner-pelecehan-rohani-chris-lawson/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2019 06:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kuesioner]]></category>
		<category><![CDATA[kultus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1564</guid>

					<description><![CDATA[(terjemahan dan edit dari https://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=29604 ) Apakah anda mengenal seorang, tetangga atau rekan kerja didalam kultus atau pelecehan gereja atau kelompok? Atau mungkin anda sendiri dalam situasi ini. Kuisioner pelecehan rohani ini akan membantu menerangkan&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>(terjemahan dan edit dari https://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=29604 )</p>
<p>Apakah anda mengenal seorang, tetangga atau rekan kerja didalam kultus atau pelecehan gereja atau kelompok? Atau mungkin anda sendiri dalam situasi ini. Kuisioner pelecehan rohani ini akan membantu menerangkan kasus ini.</p>
<p>Pelecehan rohani terjadi ketika pemimpin atau gereja atau sistem kepercayaan, entah dengan maksud baik ataupun tidak, mendominasi memanipulasi atau menghukum individu atau bahkan seluruh keluarga melalui taktik ketakutan, pengendalian pikiran atau pelecehan psikologi dan emosi lainnya.</p>
<p>Sayangnya, topeng pelecehan rohani dapat dikenakan oleh siapa saja. Dua ayat berikut mencerminkan apa yang terjadi ketika posisi otoritas disalahgunakan dalam lingkungan rohani/gereja (misalnya, pemimpin yang meninggikan diri, berat sebelah, dsb).</p>
<blockquote><p>Yer 5:31. Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?<br />
3Yoh 1:<br />
9. Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.<br />
10. Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.</p></blockquote>
<p>Harapanku adalah buklet ini akan menolong orang yang telah atau sedang mengalami hal yang serupa (atau lebih buruk) kepada keluarga dan saya pribadi alami beberapa tahun lalu.</p>
<p>Jika anda pernah secara rohani dilecehkan, kuatkan hati; Yesus yang benar ingin menolong dan menyembuhkanmu seperti Dia telah menolong banyak yang lain.<span id="more-1564"></span></p>
<h3>Kuisioner Pelecehan Rohani</h3>
<p>Kuisioner ini dirancang untuk menolong pembaca memikirkan berbagai bidang yang mungkin belum pernah dipertimbangkan dengan serius sebelumnya. Jawab setiap pertanyaan dengan YA atau TIDAK. Setelah mencapai akhir, periksa kembali daftar dan pertimbangkan kembali pertanyaan yang sudah anda jawab YA.</p>
<p>Menjawab YA kepada pertanyaan manapun adalah indikasi masalah yang tidak sehat didalam kelompok atau dengan pemimpinmu. Menjawab YA pada lebih dari beberapa pertanyaan adalah alasan pasti untuk khawatir.</p>
<p>Jika ini terjadi, sangat disarankan anda melihat lebih dekat kedalam sejarah dan tujuan kelompok atau organisasimu. Perhatikan metode, aktivitas dan kehidupan pemimpinnya. Apakah mereka melakukan pelecehan atau taktik manipulasi terhadap orang?</p>
<p>Pertanyaan dasar YA atau TIDAK dalam kuisioner ini memampukan pembaca berpikir kritis &#8211; sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam pelecehan sistem.</p>
<p>CATATAN PENTING: Perlu dicatat walaupun buklet ini bisa menjadi alat yang berguna dalam membantu menerangkan kesulitan-kesulitan dalam gereja atau pelayanan, pertanyaan ini juga harus ditangani pemikiran yang cermat dan nasihat yang saleh. Menjawab YA atas beberapa pertanyaan tidak otomatis berarti anda berada dalam kultus atau situasi pelecehan. Satu hal yang pasti adalah setiap gereja atau kelompok terdiri dari orang-orang yang bisa berbuat salah dan tidak selalu mengasihi seperti seharusnya. Tidak bisa juga kita mengharapkan tempat tanpa otoritas atas kita. Jadi, berkaca juga atas jawabanmu pada pertanyaan-pertanyaan supaya adil baik kepada gereja atau kelompok dan kepadamu sendiri.</p>
<h4>PERTANYAAN TENTANG PEMIMPIN GEREJA ATAU KELOMPOK</h4>
<p>Apakah anda takut dalam suatu hal kepada pemimpinmu?<br />
Apakah gereja atau kelompok berpusat pada seorang yang karismatik yang menentukan final &#8216;kebenaran&#8217;?<br />
Apakah pemimpinmu mengaku &#8216;diurapi,&#8217; atau mempunyai &#8216;jubah Elia,&#8217; atau mempunyai &#8216;otoritas rasuli,&#8217; dsb.?<br />
Apakah pemimpinmu selalu berkeras bahwa dia yang benar?<br />
Apakah kelompok, gereja atau gerakan menerapkan versi modern gaya kepemimpinan Musa/Harun dimana Pastor/pemimpin mengaku mendengar langsung dari Tuhan, seperti Musa? (bentuk kepemimpinan ini tidak sesuai dengan kepemimpinan perjanjian baru)<br />
Apakah Pastor/pemimpin kelompok, gereja atau gerakan melingkupi diri dengan orang-orang yang &#8220;asal-bapak-senang&#8221; daripada dengan orang berkualitas yang kehidupan pribadi dan publik menjaga karakteristik kepemimpinan alkitabiah seperti pada 1 dan 2 Timotius dan Titus?<br />
Apakah kelompok, gereja, atau gerakan diatur seperti piramid dengan hirarki &#8211; dengan satu orang diatas puncak?<br />
Apakah anda tidak dianjurkan atau dilarang menanyakan pertanyaan mengenai latar belakang pemimpin dan kelompok?<br />
Jika anda menanyakan hal tersebut, apakah anda dipandang rendah atau dianggap pemecahbelah?<br />
Apakah anda akan ditegor atau dihukum oleh pemimpin jika anda menyelidiki latar belakang dan sejarah kelompok dan pemimpin? Misalnya, apakah menyelidiki latar belakang pemimpin dianggap &#8220;tidak setia&#8221; atau &#8220;dosa&#8221;?<br />
Apakah anda tidak dianjurkan atau dilarang mendiskusikan pengajaran atau hal yang pernah dikatakan pemimpinmu?<br />
Apakah anda diperbolehkan menanyakan kepada pemimpin mengenai latar belakang pelayanan, pendidikan, pengajaran, kebijakan, dsb.? Jika tidak, mengapa?<br />
Apakah anda melihat orang yang membantu Pastor/pemimpin kelompok atau gereja sebagai orang yang hanya &#8220;melakukan apa yang disuruh&#8221; daripada orang yang berpikir rasional dan jika perlu tidak takut untuk menghadapi pemimpin jika ada praktek atau pengajaran yang dianggap bermasalah?<br />
Apakah pemimpin kelompok, gereja atau organisasi tidak bisa ditegor dalam moral, etika, pengajaran dan penanganan keuangan? Bagaimana anda tau?<br />
Apakah ada pemimpin yang mempunyai catatan kriminal?<br />
Apakah pemimpin memperbolehkanmu bertanya atau menyelidiki latar belakang mereka untuk mengetahui jika mereka mempunyai catatan kriminal? Jika tidak, mengapa?<br />
Apakah pernah seorang dalam kelompok menyarankan anda untuk tidak menyelidiki latar belakang pribadi pemimpin?<br />
Jika ada masalah yang diungkapkan mengenai kondisi penyelewengan, apakah pemimpinmu mengatakan, &#8220;Anda perlu lebih percaya saja!&#8221; atau, &#8220;Anda tidak setia kepada pemimpin!&#8221;?</p>
<h4>PERTANYAAN MENGENAI KELOMPOK DAN PENGAJARANNYA</h4>
<p>Apakah anda merasa kelompok memutarbalikkan atau mengutip ayat diluar konteks sejarah dan secara konsistn atau sering salah mengaplikasikan ayat Alkitab?<br />
Apakah kelompok atau gereja &#8220;mengalegorikan&#8221; dan &#8220;mengrohanikan&#8221; ayat Alkitab daripada menerapkan pendekatan literal, gramatikal dan historikal dalam menerjemahkan dokumen, seperti layaknya dalam sekolah Alkitab atau pengadilan?<br />
Apakah anda diberitau apa yang harus dipercayai; dan apakah mempertanyakan otoritas dan melakukan penyelidikan sendiri, diluar kelompok, tidak dianjurkan atau tidak disukai?<br />
Apakah anda dituntun dengan Alkitab oleh pemimpinmu tetapi pada saat yang sama tidak diperbolehkan mempelajari Alkitab sendiri, diluar materi yang diterbitkan organisasi?<br />
Apakah pemimpinmu mengaku mendapatkan &#8220;wahyu baru,&#8221; &#8220;pengurapan&#8221; khusus, dan kata atau pesan dari Tuhan?<br />
Apakah pemimpinmu menahan atau menghindari memberikan pernyataan tertulis &#8220;Pengakuan Iman&#8221;?<br />
Jika kelompokmu adalah yayasan sosial, apakah pemimpin menahan tidak memberikan salinan AD/ART?<br />
Apakah sulit mendapatkan jawaban tegas dari pemimpin mengenai pengajaran kelompok?<br />
Apakah kelompok merahasiakan suatu pengajaran atau praktek atau pertemuan?<br />
Apakah kelompok meminta &#8220;sumpah&#8221; atau pernahkah anda berkomitmen untuk suatu yang tidak realistis?<br />
Pernahkah pemimpin menggunakan nada &#8220;kasar&#8221; padamu, atau pernahkah anda merasa seperti binatang yang &#8220;diseret keras&#8221;?<br />
Pernahkah anda diajarkan, diberitau atau diperintahkan untuk tidak menyebarkan pengajaran, doktrin atau praktek dalam kelompokmu?<br />
Pada suata waktu didalam kelompok, pernahkah anda diinstruksi untuk memutuskan semua hubungan dengan masa lalu, dengan saudara (pasangan,anak, menantu, dsb.), atau dengan teman?<br />
Apakah pemimpinmu suka mengutip atau menyarankan guru atau pengajaran yang palsu/salah dalam kotbah/pengajaran, pesan dan materi?</p>
<h4>PERTANYAAN MENGENAI KEBIJAKAN</h4>
<p>Apakah kelompokmu mempunyai kebijakan tertulis atau tidak tertulis yang memperbolehkan pemimpin menggunakan ancaman, tekanan untuk tunduk, sogokan, intimidasi, kata kasar, mempermalukan, pelecehan fisik, pelecehan seks atau penyalahgunaan obat, dsb.?<br />
Apakah kata kasar (caci maki) atau penghinaan publik digunakan dalam bagian pengajaran publik atau pribadi dalam kelompok?<br />
Apakah menurut anda gereja atau kelompokmu mempunyai kebijakan atau pedoman yang ekstrim dalam &#8220;tindakan pendisiplinan&#8221;?<br />
Apakah atau bisakah kebijakan &#8220;disiplin&#8221; menjadi berbahaya atau melanggar hukum atau melecehkan?<br />
Apakah menurutmu penegak hukum akan mempermasalahkan pedoman pendisiplinan dan/atau praktek gereja, kelompok atau organisasi?<br />
Apakah kelompokmu membatasimu mengunjungi gereja lain?</p>
<h4>PERTANYAAN MENGENAI LITERATUR DAN MULTIMEDIA</h4>
<p>Apakah anda bergantung sepenuhnya, tanpa pertanyaan, kepada literatur dan informasi yang diberikan gereja/kelompok &#8211; untuk pertumbuhan rohanimu?<br />
Apakah anda akan didisiplinkan jika anda mendengar, membaca atau melihat materi literatur dan multimedia yang bukan dari kelompok, gereja atau organisasi? Materi bisa juga termasuk buku, jurnal, traktat, majalah, berita, CD, DVD, kaset audio, video, situs web, dsb.?<br />
Apakah anda hanya diperbolehkan menggunakan bahan pembelajaran, buku, dsb. hanya dari kelompok atau organisasi?<br />
Apakah pemimpinmu pernah memberitau bahwa semua materi pembelajaran Alkitab diluar kelompok adalah duniawi, buruk, sesat, &#8220;dari iblis,&#8221; atau jahat?</p>
<h4>PERTANYAAN MENGENAI MORAL, ETIKA, KESEHATAN DAN HATI NURANI</h4>
<p>Apakah anda secara emosi tergantung atau membutuhkan &#8220;persetujuan&#8221; pemimpin untuk apa yang anda makan, pakai, kemana anda pergi, apa yang dikatakan, bersama dengan siapa, menikah dengan siapa, musik yang anda dengarkan, dsb.?<br />
Apakah anda merasa seakan-akan kehidupan (atau pelayanan) sedang &#8220;dikendalikan&#8221; oleh orang lain?<br />
Apakah pemimpinmu kejam, pendendam, mengintimidasi atau suka memaksa?<br />
Apakah pemimpinmu membenarkan aktivitas seksual imoral dengan mengatakan hal seperti &#8220;Tuhan mengatakan pada saya, kita boleh melakukan ini,&#8221; atau &#8220;tidak ada yang tau&#8221;?<br />
Apakah anda pernah diinstruksi, dipimpin, dipaksa ikut dalam aktivitas seksual dengan siapapun dalam kelompok?<br />
Apakah atau pernahkah anda diperintahkan, dipaksa, diperas, dimanipulasi untuk memberikan sumbangan, persepuluhan, &#8220;menabur benihmu &#8211; pemberian iman,&#8221; dsb.?</p>
<h4>PERTANYAAN MENGENAI PILIHAN PRIBADI</h4>
<p>Apakah anda merasa dimanipulasi ketika membuat pilihan pribadi tentang diet, pakaian, komitmen waktu, pelayanan gereja, persepuluhan, pertemanan, pacaran, paangan, pembelanjaan, dsb.?<br />
Apakah pilihan yang pernah dibuat pemimpin yang bertentangan dengan hati nurani?<br />
Apakah otoritas didalam kelompok pernah menuntut jawabanmu dengan menggunakan ancaman?<br />
Apakah pemimpin atau penerapan dalam kelompok membuatmu merasa tidak bisa datang atau pergi dengan bebas; artinya, anda merasa harus menghadiri semua atau sebagian besar pertemuan, dan jika tidak, anda berada dalam masalah?<br />
Jika anda dilecehkan, sangat mungkin anda takut atau gugup meninggalkan kelompok, gereja atau organisasi. Apakah anda takut jika anda pergi anda akan diburu dan dilecehkan?<br />
Apakah pemimpin atau kelompok membuat keputusan bersama untuk melibatkan anda dalam hal yang anda tidak sukai atau tidak ingin terlibat didalamnya?<br />
Apakah anda ditekan, dimanipulasi atau dipaksa dalam membuat keputusan apapun mengenai kelompok dan pemimpin, anggota dan aktivitasnya?<br />
Apakah anda merasa bersalah atau &#8220;kotor&#8221; setelah membuat keputusan karena &#8230; &#8220;itulah yang kita kerjakan&#8221;? atau, apakah &#8220;bendera merah hati nurani&#8221; melambai dalam hati dan pikiranmu mengatakan, &#8220;Ini sama sekali tidak benar,&#8221; atau, &#8220;Ini aneh&#8221; atau, &#8220;kita seharusnya tidak melakukan atau membolehkan ini!&#8221;?<br />
Apakah anda ditekan untuk menghindari &#8220;informasi luar&#8221; tentang kelompokmu &#8211; seperti ulasan online, penilaian, tulisan kritis dengan kutipan dari pemimpin dan/atau sumber publikasi organisasi?<br />
Apakah anda takut jika tidak sengaja membuat &#8220;pilihan yang salah&#8221; maka pemimpin akan menghukummu atau sengaja mempermalukanmu didepan rekan-rekan, keluarga, atau kelompok/gereja?<br />
Apakah anda pernah dihukum atau dilecehkan dalam salah satu hal: pelecehan secara fisik, mempermalukan dengan suara keras didepan orang lain, diacuhkan, pelecehan dengan kode non-verbal seperti &#8220;pandangan sinis,&#8221; diperas dan mengakibatkan kerugian keuangan, pelecehan seksual, manipulasi emosi, dikhianati, korban sindiran seksual, pemisahan pasangan, dsb.?<br />
Apakah aturan pakaian yang harus ditaati diterapkan dalam kelompok, jika dilanggar, membawa kepada &#8220;tindakan disiplin&#8221;? (ini melampaui kesederhanaan berbusana dalam lingkungan sosial, budaya dan lintas budaya)<br />
Jika anda wanita, apakah anda berpikir atau diperintahkan harus mengenakan rok panjang, mempunyai rambut panjang, menghindari semua make-up, mengenakan tudung kepala untuk menyenangkan Tuhan? Apakah anda akan dihukum atau dianggap &#8220;duniawi&#8221; jika tidak mengikuti aturan ini?<br />
Jika anda wanita, apakah pemimpinmu memberitau anda harus tunduk kepada suami walau apapun juga yang dia lakukan kepadamu atau menyuruhmu melakukannya bahkan jika ilegal atau melecehkan secara fisik, seksual atau emosional terhadapmu atau terhadap anakmu?<br />
Jika anda suami dan ayah, apakah pemimpin gereja sangat terlibat mengatakan apa yang harus anda lakukan kepada isteri dan anak (melampaui parameter normal saran dan konseling alkitabiah)?</p>
<p>Ini adalah sebagian dari buklet. Buklet lengkap terdiri dari 101 pertanyaan bisa dibeli disini:<br />
http://www.lighthousetrails.com/home/1059-booklet-how-to-know-if-you-are-being-spiritually-abused-or-deceiveda-spiritual-abuse-questionnaire.html</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/cara-mengetahui-apakah-terjadi-pelecehan-atau-penipuan-rohani-kuisioner-pelecehan-rohani-chris-lawson/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Sejarah Bagaimana Penginjilan Terkorupsi dalam Jemaat Baptis</title>
		<link>https://alkitabiah.org/sejarah-bagaimana-penginjilan-terkorupsi-dalam-jemaat-baptis/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/sejarah-bagaimana-penginjilan-terkorupsi-dalam-jemaat-baptis/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 02:14:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuridan]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan jemaat lahir baru]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1524</guid>

					<description><![CDATA[terjemahan dari https://www.wayoflife.org/reports/the-history-of-how-evangelism-was-corrupted.php Berikut adalah rangkuman dari buku The Discipling Church: The Church That Will Stand Until Christ Comes (Gereja Pemuridan: Gereja yang tetap berdiri hingga Kristus datang). Lihat penjelasan pada bagian akhir. Pada awal tahun 1970,&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahan dari https://www.wayoflife.org/reports/the-history-of-how-evangelism-was-corrupted.php</p>
<p>Berikut adalah rangkuman dari buku <a href="https://www.wayoflife.org/publications/books/the-discipling-church.php">The Discipling Church: The Church That Will Stand Until Christ Comes</a> (Gereja Pemuridan: Gereja yang tetap berdiri hingga Kristus datang). Lihat penjelasan pada bagian akhir.</p>
<p>Pada awal tahun 1970, Gereja Baptis Independen pada umumnya secara rohani lebih kuat daripada harini (walaupun tidak pernah cukup kuat, pada perkiraan kami), dan salah satu alasan adalah mereka lebih berhati-hati dalam keselamatan.</p>
<p>Pertimbangkan beberapa contoh utama berikut:</p>
<p>John R. Rice 1940 &#8211; Bertobat secara harfiah berarti perubahan pikiran atau rohani terhadap Tuhan dan terhadap dosa. Ini berarti berpaling dari dosamu, dengan tulus, segenap hatimu dan berserah sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang menyelamatkanmu (What Must I Do to Be Saved? 1940).</p>
<p>Baptist Bible Fellowship International, 1950 &#8211; Kami percaya bahwa Pertobatan dan Iman adalah kewajiban mutlak, dan juga kasih karunia tidak terpisahkan, ditanamkan dalam jiwa kita oleh Roh Allah yang menghidupkan; sehingga menyadarkan secara mendalam akan dosa, bahaya dan ketidakmampuan, dan jalan keselamatan oleh Kristus, kita berpaling kepada Allah dengan penyesalan tulus tak terukur, pengakuan dan permohonan pengampunan, pada saat yang sama menerima Tuhan Yesus Kristus sepenuh hati dan secara terbuka mengakui DIA sebagai satu-satunya Juruselamat sepenuhnya (Baptist Bible Fellowship, Articles of Faith, 1950).</p>
<p><span id="more-1524"></span></p>
<p>Harold Sightler, 1963 &#8211; Memikirkan bahwa pertobatan tidak menyebabkan pendosa untuk berpaling dari dosanya dengan sukacita adalah tidak mungkin (Chastening and Repentance, 1963).</p>
<p>B.R. Lakin, 1964 &#8211; Pertobatan kepada Allah &#8212; yaitu berpaling menjauh dari segala dosamu dan segala yang kamu tahu salah, dan memalingkan muka, kemudian berserah kepada Yesus Kristus sebagai Penebusmu sepenuhnya (Prepare to Meet Thy God, 1964).</p>
<p>Lester Roloff, 1965 &#8211; Pertobatan adalah kesedihan terhadap dosa. Pertobatan adalah meninggalkan dosa. Pertobatan sesungguhnya adalah berserah percaya dalam Yesus Kristus sehingga kamu tidak akan hidup seperti itu lagi. Pertobatan adalah permanen, tetap&#8230; Pertobatan adalah jauh lebih besar daripada yang disangka banyak orang. Ini adalah keharusan mutlak jika kamu mau masuk sorga (Repent or Perish, 1965).</p>
<p>Highland Park Baptist Church c. 1965 &#8211; Berikut adalah yang harus dilakukan orang berdosa untuk diselamatkan. Dia harus MAU diselamatkan (Yesaya 1:18-19). Dia harus rela diselamatkan Allah (Wahyu 22:18).. Dia harus mengakui dirinya orang berdosa (Mazmur 51:3; Lukas 15:7). Dia harus bertobat &#8211; berbalik membelakangi dosa dan berpaling kepada Allah (Kisah Rasul 20:21; Lukas 13:2). Dia harus percaya kepada Kristus dan Karya PenyelamatanNya yang sudah selesai (Kisah Rasul 16:31; Yohanes 1:12; Roma 10:10; Yohanes 3:16) (Handbook for Our Members, Highland Park Baptist Church, Chattanooga, Tennessee, p. 32).</p>
<p>Leon Maurer, 1970 &#8211; Doa hafalan atau kalimat pengulangan tertentu tanpa pertobatan sesungguhnya dan iman tidak pernah menyelamatkan siapapun (Soul Winning: The Challenge of the Hour, The Sword of the Lord, 1970).</p>
<p>Saat para tokoh ini mengatakan berbalik dari dosa, semua orang pada jaman itu mengerti maksudnya. Mereka tidak membicarakan tentang perubahan atau pekerjaan yang menyelamatkan. Mereka membicarakan sesuatu yang terjadi didalam hati. Mereka membicarakan tentang perubahan pikiran menyeluruh (red: radikal, sampai ke akar-akarnya) yang menempatkan individu pada jalur baru.</p>
<p>Gereja Baptist Independent  setelah tahun 1970</p>
<p>Terjadi perubahan drastis dalam memenangkan jiwa dalam tahun 1970.</p>
<p>Ada tren untuk ukuran besar, dan ini adalah motivasi untuk perubahan dalam metode dan doktrin memenangkan jiwa.</p>
<p>Publikasi The Sword of the Lord mempromosikan konsep &#8220;terbesar&#8221; dan &#8220;pertumbuhan tercepat&#8221;. Ini adalah cara perkenalan pengkotbah  di Gereja Highland Park Baptist Church, Chattanooga, Tennessee, pada tahun 1970. Saya berada disitu. Saya mendengarkan perkenalan itu.</p>
<p>Suatu program penginjilan baru diperkenalkan dan disebarluaskan dengan cepat. Saya mengalami program ini di Highland Park sebagai murid di Tennessee Temple tahun 1974-1977.</p>
<p>Jack Hyles adalah guru yang paling berpengaruh dalam metode baru memenangkan jiwa dan penanaman tunas Gereja baru, tetapi  publikasi The Sword of the Lord inilah yang memberikan promosi yang luas. Pada tahun 1960 The Sword of the Lord menerbitkan tulisan Hyle Let’s Go Soul Winning and Let’s Build an Evangelistic Church. Pengaruh tulisan ini meledak pada tahun 1970.</p>
<p>Pengaruh kedua, sejak 1970 adalah Curtis Hutson, yang kemudian menjadi editor The Sword of the Lord sejak kematian John R. Rice pada tahun 1980. Buku Hutson Winning Souls and Getting Them Down the Aisle (Sword of the Lord, 1978) sangat berpengaruh. Guru Hutson adalah Jack Hyles.</p>
<p>Jack Hyles mengajarkan bahwa semua masalah Gereja bisa diselesaikan dengan programnya:</p>
<p>Memenangkan jiwa adalah rahasia dasar dari setiap masalah di dalam Gereja. Contohnya, disini sebuah gereja mempunyai pelayanan yang dingin. Tidak ada kehangatan. Disana. Tuhan tidak menemui mereka. Bagaimana kamu mengatasinya? Mulailah memenangkan jiwa. Jika seseorang berjalan ke mimbar setiap minggu dan mengakui iman mereka dalam Kristus, itu akan banyak menghangatkan pelayanan. Disini Gereja bermasalah dengan kewajibannya. Tidak cukup orang yang mengerti. Gereja bermasalah menangani masalah hukum. Tidak cukup hikmat. Alkitab mengatakan, &#8220;Barangsiapa memenangkan jiwa adalah bijak.&#8221; Allah akan menambahkan hikmat kepada yang memenangkan jiwa (Hyles, Let’s Build an Evangelistic Church, p. 34).</p>
<p>Program memenangkan jiwa ini, yang saya sebut “Quick Prayerism,” mempunyai karakteristik berikut:</p>
<h4>1. Penekanan pada &#8220;masuk sorga jika anda mati&#8221;</h4>
<p>Salah satu hal yang terjadi pada 1970 untuk merusak praktek penginjilan adalah penekanan pada &#8220;masuk sorga jika anda mati&#8221;.</p>
<p>Ini adalah inti program memenangkan jiwa Jack Hyles.</p>
<p>Itu dapat dilakukan begini. &#8220;Sekarang, Pak Doe, ijinkan saya bertanya: Apakah anda tahu jika anda mati saat ini anda akan pergi ke sorga?&#8221;<br />
&#8220;Tidak, saya tidak percaya&#8221;<br />
&#8220;Ijinkan saya bertanya: Tidakkah anda ingin mengetahui? Tidakkah anda pikir akan baik jika anda bisa tau jika anda mati anda akan pergi ke sorga?&#8221;<br />
&#8220;Ya.&#8221;<br />
&#8220;Baik, ijinkan saya bertanya: Jika saya bisa menjelaskan Alkitab kepada anda bagaimana anda bisa mengetahui tanpa keraguan, bahwa anda bisa mengetahui sekarang dan anda bisa melihatnya dan anda bisa memahaminya, maukah anda mempercayainya? Maukah anda melakukan apa yang ditulis Alkitab?&#8221;<br />
&#8220;Anda lihat apa yang sedang saya bicarakan? Adalah baik jika dia berkomitmen melakukannya; kemudian anda melangkah jauh memenangkan dia sebelum anda menjelaskan rencananya. Jadi, tiga pertanyaan ini: (1) Tahukah anda jika anda mati sekarang anda akan pergi ke sorga? (2) Maukah anda mencari tahu? (3) Jika saya bisa menjelaskan bagaimana anda bisa tahu, maukah anda melakukannya? (Hyles, Let’s Go Soul Winning, Sword of the Lord Publishers).</p>
<p>Contoh paling mengerikan dari program ini sudah kita lihat adalah buku saya mengenai Yohanes 3:16: Lola Mazola’s Happyland Adventure. Sampulnya menggambarkan seorang anak yang gembira di roller coaster memegang Alkitab. Anak-anak diajari bahwa surga adalah tempat yang menyenangkan, seperti Disneyland abadi, dan mereka dapat pergi ke sana “ketika mereka mati” dengan mengucapkan doa pengakuan dosa. Ini termasuk &#8220;sertifikat peringatan&#8221; yang ditandatangani dan diberi tanggal untuk memproklamasikan keamanan abadi anak. Sampulnya tertulis, &#8220;Penulis terlaris Robert J. Morgan telah menceritakan kisah ini kepada anak-anak selama bertahun-tahun dan secara pribadi menyaksikan ratusan dari mereka segera berpaling kepada iman didalam Yesus.&#8221;</p>
<p>Tidak ada sekalipun dalam Kisah Para Rasul kita temukan pengkotbah mengatakan, &#8220;Maukah anda pergi ke sorga jika anda mati? Jika iya, anda harus lakukan ini&#8230;&#8221; Tidak ada yang mengisyaratkan hal seperti ini didalam Alkitab.</p>
<p>Pengkotbah dalam Perjanjian Baru menjanjikan hidup kekal melalui Yesus Kristus, tetapi mereka tidak pernah menggunakan kalimat &#8220;maukah anda pergi ke sorga&#8221; dalam penginjilan. Sebaliknya, penekanannya adalah pada mengenal dan melayani Kristus dalam kehidupan sekarang. Penekanannya adalah dalam memuridkan disini dan sekarang, bukannya mendapatkan tiket ke sorga. Ini adalah melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan (Kisah Rasul 26:20). Ini adalah ditetapkan untuk melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:10). Ini adalah hidup yang jujur, benar dan saleh di dunia ini (Titus 2:12).</p>
<p>2. Doa orang berdosa menjadi fokus memenangkan jiwa.</p>
<p>Hal lain yang terjadi pada 1970 dalam merusak praktek penginjilan adalah bahwa doa orang berdosa menjadi fokus.</p>
<p>Sebuah contoh doa orang berdosa berikut dari traktat God’s Simple Plan of Salvation:</p>
<p>&#8220;Yesus terkasih, saya tahu saya orang berdosa; saya tahu saya sepantasnya mendapatkan neraka karena dosa saya. Saya percaya Yesus mati bagi saya, dan saya berserah pada Mu untuk menyelamatkan saya dari neraka dan memberikan saya hadiah kehidupan yang kekal. Terima kasih Yesus telah menyelamatkan saya. Amin&#8221;</p>
<p>Doa orang berdosa dapat ditelusuri sampai pada pertengahan abad 20. American Tract Society didirikan pada 1825 selama &#8220;Kebangunan Rohani Kedua&#8221;, tetapi barulah tahun 1955 dipublikasikan traktat pertama yang berisi doa orang berdosa.</p>
<p>Billy Graham mempopulerkan doa orang berdosa dalam traktat injilnya, sejak 1950 dengan Langkah Berdamai dengan Allah.</p>
<p>Doa orang berdosa juga dipopulerkan oleh Bill Bright dan Campus Crusade for Christ</p>
<p>Adalah Jack Hyles yang mempopulerkan doa orang berdosa dalam lingkungan Gereja Baptis Independen. Ini adalah penekanan pada bukunya dan Sekolah Pastor tahunan. Dia mengatakan, &#8220;Anda harus berusaha membuat mereka berdoa.&#8221;</p>
<p>Pada konferensi Alkitab beberapa tahun lalu, seorang pria menantang saya, mengatakan, &#8220;Apa salahnya dengan doa orang berdosa? Apakah anda percaya menggunakan doa orang berdosa?&#8221;</p>
<p>Jawaban saya sederhana: &#8220;Tunjukkan pada saya doa orang berdosa didalam Perjanjian Baru.&#8221;</p>
<p>Yesus tidak pernah memimpin seorang dalam doa orang berdosa, dan Paulus tidak pernah memimpin siapapun dalam doa orang berdosa.</p>
<p>Dalam kursus penginjilan kami Menabur dan Menuai, kami mendorong orang untuk mempelajari sendiri bagian-bagian berikut untuk mempelajari bagaimana berhadapan dengan orang secara alkitabiah. Pelajari bagian-bagian ini dan tuliskan setiap pelajaran yang bisa kamu dapatkan mengenai penginjilan.</p>
<p>&#8211; Nikodemus &#8211; Yohanes 3: 1-16<br />
&#8211; Wanita di Sumur &#8211; Yohanes 4: 1-43<br />
&#8211; Pemuda yang kaya &#8211; Markus 10: 17-27<br />
&#8211; Zakheus &#8211; Lukas 19: 1-10<br />
&#8211; Sida-sida Etiopia &#8211; Kisah Para Rasul 8: 26-39<br />
&#8211; Lydia &#8211; Kisah Para Rasul 16: 14-15<br />
&#8211; Kepala Penjara Filipi &#8211; Kisah Para Rasul 16: 23-40<br />
&#8211; Orang Atena &#8211; Kisah Para Rasul 17: 14-34</p>
<p>Pada bagian-bagian Alkitab ini, anda akan menemukan bagaimana memenangkan jiwa secara alkitabiah. Bukan fokus kepada doa orang berdosa, tetapi mempunya beberapa karakteristik berikut:</p>
<p>Penginjilan alkitabiah menyajikan Injil (Mark 16:15-16; Ro. 1:16). Pekerjaan yang diberikan Tuhan kepada umatNya sebagai duta Kristus adalah untuk mengkotbahkan Injil kepada setiap orang dimuka bumi. Injil didefinisikan intinya didalam 1 Korintus 15:1-4. Ini adalah pesan yang harus dinyatakan dan dijelaskan. Orang berdosa tidak harus menjadi teolog untuk diselamatkan, tetapi dia harus memahami dan menerima Injil. Untuk memahami Injil, seorang harus mengerti karakter Allah sebagai Hakim yang Kudus. Dia harus memahami bahwa dia adalah orang berdosa menurut definisi Alkitab, berarti dia tidak baik dan tidak ada kebenarannya yang dapat diterima Allah. Dia harus mengerti siapa Yesus Kristus dan kepentingan kematian Kristus sebagai korban penebusan. Dia harus mengerti bahwa Kristus bangkit dari maut. Dia harus mengerti apa maknanya Kristus mati dan bangkit, menurut Alkitab.</p>
<p>Pekerjaan memenangkan jiwa adalah menjelaskan Injil. Berapa lama ini tergantung kepada latar belakang agama pendengar, pemahamannya dan faktor lainnya.</p>
<p>Penginjilan alkitabiah adalah membawa orang berdosa kepada iman yang segenap hati didalam Yesus Kristus (Kisah Rasul 8:36-37). Keselamatan bukanlah sebuah doa; ini adalah hubungan pribadi dengan Allah didalam Kristus. &#8220;Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.&#8221; (Yohanes 17:3).</p>
<p>Penginjilan alkitabiah mendorong orang berdosa untuk berseru kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.</p>
<blockquote><p>Roma 10<br />
9. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.<br />
10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.<br />
11. Karena Kitab Suci berkata: &#8220;Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.&#8221;<br />
12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.<br />
13. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.</p></blockquote>
<p>Disini keselamatan dijelaskan sebagai pengakuan Yesus Tuhan dengan mulut, percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari maut dan berseru kepada Dia.</p>
<p>Kata Tuhan disebutkan tiga kali dalam bagian ini. Mengatakan bahwa seseorang bisa menerima Kristus sebagai Juruselamat dan tidak sebagai Tuhan sama sekali tidak ada dukungan alkitabiah. Yesus adalah Tuhan, dan setiap jiwa akan sujud kepadaNYA sebagai Tuhan, baik dalam keselamatan ataupun dalam penghakiman.</p>
<p>Untuk percaya kepada penyelamatan Kristus dalam bagian ini (mengakui Dia, mempercayai dan berseru kepadaNYA) membutuhkan seorang yang mengerti dan mempercayai Injil yang dikotbahkan Paulus dalam Roma pasal 1-3: manusia sepenuhnya dibawah kondisi terkutuk dihadapan Allah Yang Kudus dan manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan amal dan mentaati hukum (Roma 1:18 &#8211; 3:20) dan karya penebusan Kristus menggantikan manusia diatas kayu salib (Roma 3:21-29).</p>
<p>Berseru kepada Tuhan dalam pengertian di Roma 10:13 bukanlah &#8220;doa orang berdosa&#8221; seperti yang diajarkan dalam penginjilan doa orang berdosa. Ini hanyalah penerimaan Yesus Kristus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamat.</p>
<p>Doa orang berdosa bisa membantu bebera orang yang tidak tahu apa yang harus dikatakan kepada Tuhan dalam berseru kepadaNya untuk diselamatkan. Isteriku dibantu dengan doa orang berdosa ketika dia diselamatkan saat remaja. Tetapi doa orang berdosa bukanlah tujuan penginjilan. Membuat orang berdosa menerima Kristus yang hidup adalah tujuannya. Kalaupun doa orang berdosa digunakan, haruslah dengan sangat berhati-hati dan bijak pada waktu yang tepat dengan orang yang tepat.</p>
<p>Dan jika doa orang berdosa digunakan, harusnya suatu doa yang baik yang membantu orang menyatakan pertobatan dan iman yang alkitabiah. Sebagian besar doa orang berdosa yang kami temukan mengabaikan pertobatan.</p>
<h4>3. Membajak tanah ditukar dengan program penjualan cepat</h4>
<p>Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah konsep alkitabiah praktek membajak tanah dengan hukum pada hati orang berdosa ditukar dengan program penjualan cepat.</p>
<p>Ketika kami merujuk pada membajak tanah, kami merujuk kepada menaburkan benih Injil, menjelaskannya dengan hati-hati, menggunakan hukum untuk menunjukkan kebobrokan orang berdosa, mendoakannya dan dengan sabar menanti buahnya hanya oleh Roh Allah.</p>
<p>Hukum Musa diberikan untuk menunjukkan manusia kondisi kebobrokannya dan memimpinnya kepada Sang Juruselamat (Galatia 3:24-25).</p>
<p>Dalam Roma 1-3 kita lihat Paulus menggunakan hukum seperti ini. Dia menghabiskan hampir dua pasal penuh untuk membongkar kebobrokan manusia dan keadilan penghakiman Allah atas semua manusia sebelum dia menjelaskan tentang kasih karunia Allah dalam penebusan Kristus.</p>
<p>Inilah sebenarnya yang disebut &#8220;Jalan Roma&#8221;! Ini sangat hati-hati membawa orang berdosa sepenuhnya terhilang total sebelum mencoba membawakan keselamatan.</p>
<p>Kita memikirkan orang-orang yang diselamatkan pada hari Pentakosta. Tiga ribu orang diselamatkan hari itu, tetapi mereka adalah orang-orang Yahudi yang mendalami hukum Allah! Mereka mengetahui tentang seorang Allah Pencipta Yang Kudus; mereka tahu tentang kejatuhan, tentang dosa dan kebenaran; mereka mengerti mengenai kebutuhan penebusan; mereka mengerti nubuat. Hukum sudah mempersiapkan mereka untuk mengerti Injil.</p>
<p>Baptis &#8220;kuno&#8221; percaya pada membajak tanah dengan hukum untuk menyebabkan orang berdosa melihat dirinya sendiri sangat berdosa dan bobrok. Kami telah melihat bagaimana J. Frank Norris mengkotbahkan neraka seminggu penuh sebelum memberikan undangan keselamatan dan Harold Sighter mengkotbahkan 25 pesan sekaligus tentang murka Allah.</p>
<p>Tetapi, persiapan yang hati-hati dan sabar ini digantikan dengan program doa cepat.</p>
<p>Jack Hyles mengajarkan lusinan trik psikologi. Perhatikan bagaimana dia menggunakan doa untuk memanipulasi individu.</p>
<p>&#8220;Banyak cara melakukan ini, tetapi anda harus berusaha membuat mereka berdoa. Jika dia sudah siap, katakan, &#8216;Dapatkah saya berdoa untukmu, dan ketika saya berdoa, maukah anda berdoa dan meminta Allah menyelamatkanmu harini?&#8217; Mungkin dia belum terlalu siap. Mungkin anda tidak tahu. Anda bisa katakan, &#8216;Dapatkah saya berdoa supaya anda diselamatkan?&#8217; Mungkin anda berpikir dia akan membiarkan anda berdoa untuk dia diselamatkan. Lalu kamu katakan, Dapatkah saya berdoa bersama anda sebelum saya pergi?&#8221;</p>
<p>Bagaimanapun, menundukkan kepalamu adalah baik. Jika anda berbicara dengan dia, mungkin dia akan memotong, tetapi jika anda berbicara dengan Tuhan, dia tidak akan memotong. Anda bisa mengkotbahkan dia sedikit didalam doa. Jika anda tidak bisa memenangkan rekan kepada Kristus, dan jika dia tidak membiarkan anda menyajikan rencana kepadanya, cara terbaik untuk mengabarkan kepadanya bagaimana diselamatkan adalah memberitahukan kepada Tuhan dan biarkan orang berdosa mendengarkanmu.</p>
<p>&#8220;Saya masuk kedalam rumah dan berkata, &#8216;Tuan, maukah anda mengetahui bagaimana diselamatkan?'&#8221;</p>
<p>&#8216;Tidak, saya tidak punya waktu untuk itu. Isteriku sakit dan saya sibuk.&#8217;</p>
<p>&#8216;Bolehkah saya mendoakan isterimu sebelum saya pergi, supaya dia bisa membaik?&#8217;</p>
<p>Dengan isterinya berbaring sakit, hanya seorang bodoh yang tidak membiarkan pengkotbah untuk berdoa baginya. Dia bilang, &#8216;Baiklah.&#8217;</p>
<p>Saya berdoa, &#8220;Ya Tuhan, berkatilah isteri ini dan sembuhkanlah dia, dan tolong orang ini untuk mengerti bahwa Roma 3:10 mengatakan &#8216;seperti ada tertulis: &#8220;Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.&#8217; Dan jika orang mati dalam dosanya, menurut Roma 6:23 &#8216;Sebab upah dosa ialah maut&#8217; Ya Tuhan, tunjukkan dia bahwa Roma 5:8 adalah benar mengatakan bahwa &#8216;Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.&#8217;</p>
<p>Doakan baginya rencana keselamatan. Dia tidak akan memotongmu. Anda bisa meloloskan banyak hal dengan berbicara kepada Tuhan hal yang tidak bisa anda katakan langsung kepadanya.</p>
<p>&#8220;Tiba-tiba saya berhenti berdoa. Saya berdoa yang sederhana. Tidak pernah doa yang besar. Anda harus berdoa yang sangat sederhana sehingga dia tidak akan keberatan mengikuti doamu.&#8221;</p>
<p>Anda bisa doakan ini, &#8216;Ya Tuhan, disini seorang yang perlu pertobatan. Saya berdoa Anda menolong dia diselamatkan. Semoga dia menerima Kristus. Tuhan engkau mengasihi dia&#8217; Sekarang kawan, mari berdoa. Anda berdoa seperti itu dan dia akan berdoa dalam semenit.</p>
<p>&#8220;Saya selalu berhenti dalam pertengahan doa. Saya katakan, &#8216;Ya Tuhan, pimpin orang ini untuk diselamatkan. Anda memimpin saya kemari dan saya doakan supaya dia diselamatkan harini. Semoga isterinya mempunyai suami Kristen dan anak-anaknya mempunyai ayah Kristen. Barangkali harini hari keselamatannya.&#8217; Selagi kami menundukkan kepala dalam doa, &#8216;Tuan Doe, maukah anda meminta Allah untuk mengampunimu dan katakan kepada Dia bahwa anda mau diselamatkan?&#8217;</p>
<p>Lihat, anda berhenti ditengah doamu dan memimpin dia berdoa. Saya katakan ini: lima puluh persen jika anda sampai sejauh ini, orang hilang ini akan berdoa (Hyles, Let’s Go Soul Winning).</p>
<p>It adalah manipulasi psikologi murahan. Trik licik. Tidak jujur. Jika anda mengatakan pada seorang bahwa anda mau berdoa untuknya, tetapi tujuanmu sebenarnya adalah mengkotbahi dia dan membuat dia berdoa orang berdosa, itu adalah penipuan. Kita tidak melihat petunjuk seperti ini dalam Injil maupun Kisah Para Rasul.</p>
<p>Pertimbangkan contoh metode berikut. Carl Hatch disebut &#8220;pemenang jiwa terhebat di dunia&#8221; oleh editor The Sword of the Lord, Curtis Hutson dan juga oleh Jack Hyles:</p>
<p>Remasan Carl Hatch</p>
<p>Saya tidak menanyakan siapapun apakah mereka ingin diselamatkan. Jika anda ingin jawaban positif anda harus menanyakan pertanyaan positif. Jika anda tidak ingin jawaban jangan bertanya. Jika anda ingin jawaban ya tanyakan pertanyaan ya. Memenangkan jiwa adalah positif. Dan dalam memenangkan jiwa anda menggunakan banyak psikologi.</p>
<p>Contohnya jika anda tersesat dan saya katakan, &#8220;Tuan Smith, ijinkan saya bertanya. Anda tidak ingin pergi ke neraka kan?</p>
<p>Dia akan menjawab, Tidak.</p>
<p>Saya katakan, &#8220;Bagus, anda ingin pergi ke sorga kan?&#8221; Dia akan menjawab, Ya. Saya akan menjawab, &#8220;Tentu saja. Tentu saja. Tentu saja. Saya bersyukur pada Allah untuk orang yang tidak mau masuk neraka.&#8221;</p>
<p>Anda mengerti? Saya menegaskan fakta bahwa dia mau masuk sorga. Saya jaga semuanya positif.</p>
<p>Saya tidak berkata, &#8220;Boleh saya tunjukkan ini padamu?&#8221; atau &#8220;Apakah anda keberatan saya bacakan Alkitab untukmu?&#8221; Itu adalah negatif dan anda mungkin akan mendapatkan jawaban negatif. Saya hanya berkata, &#8220;Saya sangat senang anda tidak mau masuk neraka dan saya hanya butuh beberapa menit menunjukkan beberapa ayat untukmu. Saya tidak bisa lama dan saya tau anda juga. Ada tiga hal yang perlu anda ketahui. Pertama, Yesus mati bagimu, Bukankah ini luar biasa? Kedua, Yesus mengasihimu. Bukankah ini luar biasa? Ketiga, Yesus ingin anda pergi ke sorga. Bukankah ini luar biasa? Dan saya sangat gembira anda mau.&#8221;</p>
<p>Lihat, saya bersikap positif.</p>
<p>Dia mungkin mengatakan dia punya banyak pertanyaan, tetapi orang belum diselamatkan tidak punya pertanyaan. Jangan biarkan orang belum diselamatkan bertanya. Katakan anda akan menjawab mereka nanti, tetapi pertama anda ingin membaca beberapa ayat Alkitab. Orang belum diselamatkan tidak punya pertanyaan. Jika mereka diselamatkan, itu menjawab semuanya. Ini akan berhasil dalam sebagian besar kasus. Jika dia seorang pria, letakkan tanganmu di bahunya dan katakan, &#8220;Tuan Jones, saya ingin berdoa untukmu. Saya sangat senang anda ingin pergi ke sorga. Allah sangat baik padamu. Tundukkan kepala bersamaku. Lalu saya berdoa, &#8220;Tuhan saya sangat berterima kasih untuk orang ini yang tidak ingin terbakar dalam neraka. Saya sangat senang dia ingin pergi ke sorga dan tidak membawa anak-anaknya ke neraka. Saya berterima kasih padaMU untuk orang ini. Dan saya berdoa Tuhan tolong dia melihat kebutuhan ini.&#8221;</p>
<p>Saat kepala kami masih tertunduk, saya katakan, &#8220;Tuan Jones, jika anda ingin sorga sebagai rumahmu dan Kristus sebagai Juruselamatmu, doakan seperti ini. Tuhan Yesus.&#8221; Dan jika dia tidak mengulangi dan mencoba tidak berdoa, saya memeras bahunya. Saya gunakan teknik ini. Jika saya berurusan dengan presiden bank, saya ambil tangannya dan jika saatnya untuk dia berdoa, saya meremas tangannya. Kami namakan remasan Carl Hatch. Ini berhasil. Jika saya berurusan dengan wanita, saya minta dia letakkan tangannya pada Alkitab, dan jika waktunya berdoa saya hanya tepuk sedikit pada tangannya. Barhasil; berhasil!</p>
<p>(Ini dari seminar memenangkan jiwa Carl Hatch di Texas Baptist University. Hatch dijuluki pemenang jiwa terhebat di dunia oleh editor Sword of the Lord, Curtis Hutson dan juga oleh Jack Hyles.)</p>
<p>Ini tidak lebih dari teknik penjual murahan. Mungkin cara yang baik untuk menjual mobil bekas, tetapi ini cara buruh memenangkan jiwa bagi Kristus. Tidak ada hal seperti ini dalam Alkitab.</p>
<p>Kita tidak bisa membayangkan Tuhan Yesus ataupun para rasul melakukan hal seperti ini. Ketika Yesus berurusan dengan perempuan di sumur, Dia tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang menjurus untuk menjaga subyek positif. Dia yang membongkar kebobrokan gaya hidup perempuan itu. Ketika Kristus berurusan dengan Nikodemus, Dia menghadapkan orang ini dengan kebutuhannya akan kelahiran baru, hal yang sama sekali tidak positif bagi Nikodemus. Kristus mengatakan kepada pemuda kaya untuk menjual segala miliknya dan mengikuti Dia. Dia mengatakan kepada orang jika mereka tidak bertobat maka mereka akan binasa, yang adalah pendekatan yang sangat negatif (Lukas 13:1-5). Dia mengatakan bahwa hanya orang yang tetap dalam FirmanNya saja yang benar-benar muridNya (Yohanes 8:30-31).</p>
<p>remasan Carl Hatch adalah praktek terkutuk yang membuat penginjilan alkitabiah menjadi teknik penjual murahan. Hatch tidak meluangkan waktu untuk menangani dengan hati-hati dan jelas segala bagian dari Injil. Apa dan siapa Kristus? Apakah dosa? Apakah maksudnya Kristus mati untuk dosaku? Apakah maksudnya Dia mati sesuai Alkitab? Aapakah artinya dia bangkit dari maut? Dan Hatch sama sekali tidak menyinggung pertobatan.</p>
<p>Yesus dan para penginjil di masa awal gereja sama sekali tidak mengetahui mengenai &#8220;Remasan Carl Hatch.&#8221;</p>
<h4>4. Program Cepat</h4>
<p>Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah pengembangan program cepat.</p>
<p>Buku memenangkan jiwa Jack Hyles mendorong penginjil untuk mencoba menuntun orang yang sama sekali asing kepada doa orang berdosa hanya dalam beberapa menit. Seringkali dia mengatakan memimping orang dalam doa orang berdosa dalam 10 atau 15 menit.</p>
<p>Suatu sore saya pergi memenangkan jiwa bersama seorang pastor yang dilatih dalam metode ini. Dia adalah hamba Tuhan, tetapi tanpa berfikir dia melakukan metode yang diajarkan kepadanya. Di setiap pintu dia akan menerapkan rencana Hyles. Dia akan bertanya jika seorang mau pergi ke sorga ketika dia mati dan jika dia mau mendengarkan bagaimana caranya. Tidak seorangpun mengajak kami masuk rumah, sejauah ingatan saya, dan mereka tidak tertarik kepada Yesus Kristus. Tetapi ketika mereka tidak benar-benar menutup pintu, pastor ini segera menerapkan poin dasar &#8220;Jalan Roma&#8221; (yaitu, anda orang berdosa, upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus). Setelah presentasi yang hanya beberapa menit ini, dia berkata, &#8220;Apakah ada pertanyaan?&#8221; Tidak ada. Kemudian dia bertanya, &#8220;maukah anda berdoa untuk menerima Kristus sebagai Juruselamatmu?&#8221; tidak seorangpun yang cukup berminat mengajak kami masuk rumah dan mereka tidak ada pertanyaan, tetapi dia siap memimpin mereka dalam doa orang berdosa dalam keadaan ini. Ini adalah doa cepat. Dan sebagian besar adalah murid universitas yang mendalami evolusi dan humanisme. Kemudian saya bertanya kepada pastor ini mengapa dia sama sekali tidak menyinggung pertobatan dalam presentasinya, dan dia katakan dia tidak memikirkan hal itu.</p>
<p>(bagian berikut tidak diterjemahkan)</p>
<p>Following is the full content of Jack Hyles’ Romans’ Road:</p>
<p>I always use the following: “Now, Mr. Doe, there are only four things you must know to be saved. First, you must know that you are a sinner. For example, Romans 3:10 says, ‘As it is written, There is none righteous, no, not one.’ Let me illustrate. If there is none righteous, that means I’m not righteous, doesn’t it? (Notice, I didn’t get him unrighteous first; I got me unrighteous. Never put the sinner below you. You always let him know that but for the grace of God you would be in the fix he is in. You get yourself lost first.) So if there is none righteous, I’m not righteous. If there is none righteous, then Mr. Doe, you are not righteous. Also, it says, ‘For all have sinned, and come short of the glory of God.’ Now if all have sinned, that means I’ve sinned&#8211; right? That means your wife has sinned, and that means you have sinned.”</p>
<p>If he still acts like he is not a sinner, you just list a few sins and you will catch him. A lot of times I say this: “You do realize that you are a sinner? For example, the Bible mentions some sins such as evil thinking, bad literature, ugly disposition, etc.” Somewhere along that line there will be something that he does. Show him that he is a sinner.</p>
<p>Second, show him the price on sin. Romans 5:12: “Wherefore, as by one man sin entered into the world, and death by sin…” What kind of death? All death, both spiritual and physical death, the sum total of death. “… and so death passed upon all men, for that all have sinned.” And Romans 6:23, “For the wages of sin is death…” So there is a price on sin. What is that price? Death. What kind of death? That includes the second death of Revelation 20:14, and that second death is the Lake of Fire. So ultimately a person who is a sinner must pay for it by going to Hell. That is the basic price on sin.</p>
<p>Third, the next thing we must do is show that Jesus paid the price. So I say this: “Mr. Doe, God looked down from Heaven and saw that you were a sinner. He saw that you were in debt. He saw that you and I deserved to go to Hell. He wanted to save us and made a plan to do it. He came to the world Himself. His name was Jesus. He was God in a human body. For thirty-three years He lived here in this world. He did not commit one single sin. This is important. Mr. Doe, suppose that Jesus Christ had sinned one time only. The price on sin being death or Hell, where would Jesus have had to go when He died? The answer is Hell, but He did not sin. He did not commit one sin, but He went to the cross, and on the cross He suffered spiritual death when He said, ‘My God, my God, why hast thou forsaken me?’ He suffered the same thing that a lost person will have to suffer in Hell. I&#8217;ll go farther than that. I believe that He suffered as much in that moment on Calvary as the sum total eternal suffering of all the lost people who will ever go to Hell to stay forever. Actually He was paying our price for our sins. He was becoming our substitute.”</p>
<p>Fourth, “If we will receive that price as our hope for Heaven and receive Him as our Saviour from sin, He will make us His children and take us to Heaven when we die” (Hyles Let’s Go Soul Winning).</p>
<p>Ini bahkan bukan Injil yang lengkap, karena Hyles tidak membahas tentang kebangkitan Kristus.</p>
<blockquote><p>1 Korintus 15<br />
3. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,<br />
4. bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;</p></blockquote>
<p>Bahkan kalaupun teknik Hyles memasukkan kebangkitan, ini adalah presentasi Injil yang sangat amat dangkal. Mungkin cukup bagi orang yang tumbuh dalam Gereja yang percaya Alkitab dalam Bible Belt of America dan sudah diajarkan prinsip Alkitab sepanjang hidupnya. Tetapi ini sangat tidak memadai untuk individu yang tidak pernah mendengar Injil. Tidak cukup untuk humanise ateis, hindu, buddha ataupun muslim. Ini terlalu dangkal, terlalu dasar dan terlalu cepat.</p>
<p>Mempertimbangkan fakta orang adalah berdosa. tidak seorangpun diselamatkan jika dia tidak percaya dan mengakui bahwa dia berdosa, dan bahwa dia begitu berdosa dia pantas mendapatkan neraka kekal.</p>
<p>Ketika ditanyakan apakah mereka percaya mereka orang berdosa, banyak orang akan menegaskan ini hanya kreakarena mereka tahu bahwa mereka tidak sempurna, tetapi pada saat yang sama, mereka tidak percaya bahwa mereka begitu jahatnya sehingga pantas mendapat murka Allah. Kebanyakan orang akan mengakui bahwa mereka tidak sempurna, tetapi mereka juga menganggap dirinya cukup baik atau setidaknya kebaikan mereka lebih dan menutupi yang jahat. Mereka tahu mereka berbuat salah, tetapi mereka tidak berpikir mereka pantas mendapatkan neraka. Dalam pemikiran mereka, mereka mendefinisi ulang &#8220;dosa&#8221; menjadi kekurangsempurnaan atau kurang harga diri atau (jika orang Katolik) mereka membagi dosa menjadi kategori dosa ringan dan berat atau semacam itu.</p>
<p>Mereka tidak percaya bahwa mereka dikandung dalam dosa (Mazmur 51:5) dan bahwa bahkan kesalehan mereka seperti kain kotor dihadapan Allah Yang Kudus (Yesaya 64:6).</p>
<p>Sebuah contoh tidak cukup membajak tanah diceritakan padaku oleh seorang teman pastor di Lancaster Baptist Church in Lancaster, California:</p>
<p>&#8220;Kami pergi bersama karyawan pada hari Sabtu pagi untuk memenangkan jiwa. Kami segera bermitra dengan beberapa veteran. Pintu pertama yang kami tuju, kami berbicara kepada seorang Katolik yang ramah dan mengejutkanku, orang ini &#8216;diselamatkan&#8217; didepan mataku sendiri &#8212; membawawnya dari beberapa bagian Alkitab kepada doa orang berdosa begitu mulus sehingga saya tidak siaga. Saya berhenti dan ketika &#8212; saat menyimpan detil kontak orang ini dan menulisnya, saya tanyakan jika (1) dia percaya bahwa dia orang baik dan (2) bahwa memungkinkan untuk pergi ke sorga dengan menjadi orang baik. Orang yang baru saja &#8216;diselamatkan&#8217; menjawab saya &#8216;Ya.&#8221; Saya melihat sekeliling dan kedua orang disamping saya tidak mengatakan apapun dan tidak melakukan apapun. Kami pergi beberapa tempat lagi dan akhirnya sampai sebuah rumah dengan perempuan muda Katolik Roma datang ke pintu. Dia mengakui dirinya Kristen. Bahkan dia berpikir bahwa semua gereja adalah sama &#8212; memberinya kepastian keselamatan dengan mengutip 1 Yohanes 5:13.</p>
<p>Sangat tidak pantas berurusan dengan orang dengan cara begitu dangkal. Orang katolik tersebut mengakui bahwa dia berdosa, tetapi dia tidak bermaksud bahwa dia pantas mendapatkan neraka. Dia tidak bermaksud sesuai dengan Alkitab. Dia tetap berpikir dia adalah orang baik yang pantas mendapatkan sorga karena amal kebaikannya! Jelas sekali dia tidak siap untuk diselamatkan dan tidak boleh dipimpin dalam doa orang berdosa. Ini terlalu buru-buru dan dangkal.</p>
<p>Suatu waktu saya mengunjungi seorang di Oklahoma City ketika seorang wanita mengajak kami masuk rumahnya. Anak remajanya ada di ruang tamu, jadi kami menerima ajakannya dan temanku mulai berbicara dengannya. Walaupun segera terbukti bahwa bahasanya adalah Portugis dan bahasa Inggrisnya tidak baik, dia terus memberikannya Jalan Roma dan mencoba membawa dia kepada doa orang berdosa. Saya menghentikan dia dan menganjurkan bahwa kita perlu mempunyai Alkitab bahasa Portugis dan mencari seseorang yang berbicara bahasanya.</p>
<p>Jack Hyles menceritakan tentang seorang yang katanya memimpin seorang penumpang kepada Kristus walaupun orang itu tuli dan bisu dan tidak bisa membaca!</p>
<p>Dia mengangkut penumpang ini dan berusaha bersaksi kepadanya. Penumpang ini menggelengkan kepalanya. Lalu dia bicara dengan sangat keras tetapi penumpang ini menunjuk kepada telinganya dan menggelengkan kepalanya. Lalu orag baru bertobat ini mulai menuliskan Injil dan penumpang ini menunjuk dan menggelengkan kepalanya. Dia tidak bisa membaca, tidak bisa mendengar, tidak bisa bicara. Lalu pemenang jiwa ini, yang tidak lulus kelas tiga dan tidak bisa mengeja Yesus, menghentikan kendaraannya dan keluar, mengambil Alkitabnya, menunjuk kepada Alkitab, menunjuk kepada hatinya, menunjuk ke langit, membuat gerakan buka hatimu dan biarkan Dia masuk, lalu berlutut dan mulai berdoa. Orang tuli dan bisu ini berlutut dan sedikit bergumam, bangun dengan senyum surgawi di wajahnya, menunjuk kepada Alkitab, menunjuk kepada langit dan menunjuk kepada hatinya&#8221; (Let’s Build an Evangelistic Church).</p>
<p>Ini bukan penginjilan alkitabiah; ini adalah mistis buta.</p>
<p>Metode penginjilan ini begitu dangkal dan cepat dan mengharapkannya menghasilkan keselamatan dalam beberapa menit undangan Injil dalam kebaktian Gereja ataupun pertemuan penginjilan. Saya ingat praktek di Highland Park Baptist Church in Chattanooga, Tennessee. Setiap minggu pagi orang akan maju untuk &#8220;keselamatan,&#8221; ditangani didepan mimbar, dipimpin dalam doa orang berdosa, dan kemudian dibaptis setelah menjawab beberapa pertanyaan mudah, semua dalam waktu beberapa menit.</p>
<p>Saya selalu berpikir bahwa program ini tidak alkitabiah dan bahkan konyol. Setidaknya orang yang ingin diselamatkan dibawa ke ruangan lain dan ditangani dengan serius, selama yang dibutuhkan, dan tidak boleh ada tekanan apapun.</p>
<h4>5. Tidak mencari bukti</h4>
<p>Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah berhenti mencari bukti.</p>
<p>Saya mendiskusikan doktrin pertobatan dengan seorang misionari beberapa tahun lalu di Inggris. Dia mengatakan bahwa banyak orang diselamatkan melalui program penjangkauan memenangkan jiwa, tetapi ketika saya tanyakan tentang pelayanan Gereja, dia katakan mereka mempunyai sedikit orang dalam pelayanan dan mengakui bahwa sebagian besar dari orang yang &#8220;diselamatkan&#8221; tidak cukup tertarik bahkan untuk hadir dalam kebaktian. Saya menantang klaim dia bahwa orang benar-benar diselamatkan. Saya tanyakan, &#8220;Bagaimana kamu katakan mereka diselamatkan ketika tidak ada bukti dalam kehidupan mereka?&#8221; Dia menjadi gelisah dan dengan keras menolak dengan mengatakan bahwa saya tidak punya hak menghakimi keselamatan orang yang membuat pengakuan dalam pelayanannya. Dia katakan, &#8220;Anda tidak bisa tahu siapa yang diselamatkan.&#8221; Orang ini belum lama menghadiri Sekolah Pastor Hyles, dan dia sebutkan topik yang dibahas tahun itu adalah pertobatan!</p>
<p>Ide bahwa anda tidak bisa tahu jika seseorang diselamatkan adalah sesat. Bisa mungkin, tentu saja, bagi seseorang menunjukkan tanda pertobatan palsu dan menipu orang, seperti dilakukan Yudas. Dan kami tidak mengatakan orang yang benar-benar diselamatkan akan sekejap menjadi sempurna tidak berdosa atau bahwa setiap orang yang benar-benar percaya akan sama giat melayani Kristus atau bahwa orang yang diselamatkan seketika membuat &#8220;Yesus sebagai Tuhan dalam segenap hidupnya.&#8221; Tetapi Alkitab sangat jelas bahwa jika seseorang benar-benar diselamatkan, akan ada bukti dalam kehidupannya. Saya tidak tahu satupun contoh pertobatan didalam Perjanjian Baru yang tidak menghasilkan perubahan hidup yang dramatis. Anda tahu?</p>
<p>Untuk beberapa minggu di 1977, isteri dan saya mengikuti program memenangkan jiwa Phoster Club dalam Gereja Baptis Fundamental. Melalui Phoster Club, para wanita melaporkan banyak keselamatan dan mempunyai setumpuk kartu mewakili &#8220;keputusan untuk Kristus,&#8221; kami tidak menemukan bahkan satu orang pun yang memberikan bukti alkitabiah. Faktanya sebagian besar orang yang kami coba tindak lanjuti bahkan tidak mengundang kami masuk rumahnya untuk ngobrol.</p>
<p>Gereja-gereja melaporkan ribuan jiwa dimenangkan setiap tahun, walaupun angka ini tidak tercermin dalam anggota aktif. Jack Hyles mengatakan Gerejanya melihat lebih banyak orang diselamatkan pada 3 Mei 1998 daripada diselamatkan dan dibaptis pada hari Pentakosta. Dia memperkirakan sekitar 15000 orang diselamatkan dan 5112 dibaptis pada hari itu. tetapi kehadiran dalam acara Rabu malam, yang adalah indikasi Gereja yang tepat, tidak lebih dari beberapa ratus, dan ini termasuk murid sekolah Hyles-Anderson.</p>
<p>Gereja First Baptist Church bagian Spanyol melaporkan 35000 pengakuan dari 1977-1987, tetapi rata-rata kehadiran tidak pernah lebih dari 1400 (www.firesofevangelism.org/Origin.html).</p>
<p>Longview Baptist Temple di Longview, Texas, mengatakan lebih dari sejuta orang dimenangkan kepada Kristus dalam 25 tahun, yang rata-ratanya 40000 orang setahun (www.lbtministries.com/Pastor/Meet_Our_Pastor.htm). Tetapi rata-rata kehadiran kebaktian tengah minggu, yang adalah pencerminan sebenarnya dari anggota aktif di Gereja Amerika, anda hanya akan melihat beberapa ratus orang yang hadir.</p>
<p>Ketika kami diberikan kartu &#8220;keputusan&#8221; untuk menindaklanjuti sebuah wilayah pelayanan di Oklahoma di akhir 1990, dari ratusan pengakuan yang dicatat kami tidak menemukan satu orang pun yang memberikan bukti keselamatan atau bahkan minat menghadiri Gereja.</p>
<p>Seorang teman pastor menindaklanjuti lebih dari 100 &#8220;keputusan keselamatan&#8221; di daerah pelayanan di Kentucky 2011, dan dia tidak menemukan satu orang pun yang bahkan cukup tertarik dalam Kristus untuk menghadiri Gereja.</p>
<p>Doa Cepat dengan statistik kosong bukan hanya dipraktekkan dalam Gereja Baptist Independent.</p>
<p>Pada 1990, Sidang Jemaat Allah mempunyai jangkauan penginjilan yang disebut &#8220;Dekade Penuaian,&#8221; dan dari 3,5 juta pengakuan hanya 5 dari 100 yang akhirnya bergabung dengan Gereja, dan lebih sedikit lagi yang membuktikan diri murid Yesus yang sejati.</p>
<p>Hal yang sama juga pada Konvensi Southern Baptist. Penginjil SBC Jim Elliff mengatakan, &#8220;Perjamuan pizza terbesar kami membawa ratusan &#8220;pertobatan&#8221; baru, tetapi kami mungkin hanya mendapatkan sebagian dari potongan itu. [Dan bahkan sebagian besar mereka tidak mau menjadi anggota jemaat yang setia.] Dengan kata lain, jika anda bandingkan semua yang kami katakan menjadi Kristen melalui usaha penginjilan kami, dengan orang yang benar-benar memperlihatkan tanda-tanda lahir baru, kami seharusnya malu&#8221; (“Southern Baptists, An Unregenerate Denomination,” ccwtoday.org).</p>
<h4>6. Mendefinisikan ulang pertobatan</h4>
<p>Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah mendefisi ulang doktrin pertobatan.</p>
<p>Kita telah melihat bahwa pengkotbah Baptis Independen pada mulanya mengajarkan doktrin pertobatan sebagai berbalik, penyerahan diri, perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan hidup, tetapi ini sudah berubah.</p>
<p>Bukannya pertobatan dan iman sebagai dua hal terpisah, seperti diajarkan Paulus (Kisah Rasul 20:21), pertobatan dan iman menjadi satu hal. Pertobatan menjadi iman.</p>
<p>Bukannya berpaling kepada Allah dari dosa dan agama palsu, pertobatan menjadi berpaling dari tidak percaya menjadi percaya.</p>
<p>Bukannya pertobatan sebagai sesuatu yang selalu menghasilkan bukti (Kisah Rasul 26:20), pertobatan menjadi sesuatu yang tidak bisa dilihat.</p>
<p>Pertimbangkan beberapa contoh mendefinisi ulang pertobatan:</p>
<p>Curtis Hutson &#8211; &#8220;Masalah dan kebingungan bukanlah tidak mengkotbahkan pertobatan tetapi memasang defisini yang salah pada kata pertobatan. Contohnya, mengatakan pertobatan berarti berpaling dari dosa, atau mengatakan pertobatan sebagai perubahan pikiran yang memimpin kepada perubahan tindakan, adalah memberi definis salah kepada pertobatan&#8221; (Repentance: What Does the Bible Teach? Sword of the Lord, 1986, p. 16).</p>
<p>Jack Hyles &#8211; &#8220;Jadi, ya, ada pertobatan dari tidak percaya menjadi percaya. &#8230; Dengan kehendakmu anda percaya dan mengandalkan Yesus menyelamatkanmu. Untuk percaya, anda harus bertobat dari ketidakpercayaan. Itu yang membuat orang terhilang dan harus diperbaiki&#8221; (Enemies of Soulwinning, 1993).<br />
Hyles mengajarkan bahwa pertobatan bukan berarti &#8220;berpaling dari dosa.&#8221;</p>
<p>Bob Gray &#8211; &#8220;10446 pengakuan iman di 1995. &#8230; Pertobatan bukan sebuah doktrin. Kata pertobatan bahkan tidak ada dalam kitab Yohanes. Jelas diasumsi Allah bahwa pertobatan adalah bagian dari percaya. &#8230; Pertobatan bukan berpaling dari dosamu. &#8230; Pertobatan adalah merubah pikiran seseorang dari tidak percaya menjadi percaya dalam Kristus&#8221; (“A Message from the Pastor,” The Soulwinner, January 1996, Longview Baptist Temple, Longview, Texas).</p>
<p>Brent Neal &#8211; &#8220;Penekanan pada pertobatan telah menciptakan kebingungan dalam lingkungan pengkotbah baik yang muda maupun yang tua. Sudah menjadi sumber kekecewaan bagi pemenang jiwa. &#8230; Saya punya dua pilihan. Saya bisa mengikuti mereka yang memakai pin pemenang jiwa dan membawa Perjanjian Baru, atau saya bisa mengikuti mereka yang mengkritik membawa orang kepada Kristus. Semoga pengkritik bertobat dan semoga pemenang jiwa menyadari bahwa kita adalah tim yang sama&#8221; (“Is Repentance an Attack on Soulwinning?” The Baptist Contender, June 1996).</p>
<p>Fred Afman, Tennessee Temple &#8211; &#8220;Banyaknya keselamatan palsu [termasuk] baptisan air dan pertobatan&#8221; (“The Way of Salvation,” Sunday School class, Highland Park Baptist Church, Chattanooga, Tennessee, May 1996; quoted from Chris McNeilly, The Great Omission, pp. 25, 26).</p>
<p>Tolbert Moore &#8211; &#8220;Jika seseorang mengatakan: Jika tidak bertobat dari dosa anda tidak diselamatkan, apakah maksud mereka? &#8230; pertobatan dalam arti kata sesungguhnya berarti berpaling dari tidak percaya menjadi percaya&#8221; (“Repentance and Lordship Salvation,” The Gospel Preacher, September 1996).</p>
<p>Pada 1980, pada masa Curtis Hutson, The Sword of the Lord menghentikan publikasi Leon Maurer’s Soul Winning: The Challenge of the Hour, yang mengatakan, &#8220;Doa hapalan atau kalimat pengulangan tanpa pertobatan dan iman yang benar tidak akan menyelamatkan siapapun.&#8221;</p>
<p>The Sword juga menghentikan publikasi John Rice’s Here Are More Questions, dimana Rice mengatakan, &#8220;Orang harus diajarkan untuk berpaling dari dosa dalam pertobatan yang benar&#8221; (Vol. II, p. 425).</p>
<p>Kemudian, Hymne The Sword menghapuskan banyak referensi kepada pertobatan.</p>
<p>Dengan merubah doktrin pertobatan dan menyebut doktrin tua pertobatan sebagai &#8220;musuh memenangkan jiwa,&#8221; Jack Hyles mengatakan pengertian pertobatan alkitabiah menghalangi programnya. Doktrin tua pertobatan bukanlah musuh memenangkan jiwa yang alkitabiah; tetapi musuh memenangkan jiwa versi Jack Hyles.</p>
<p>Pemahaman pertobatan alkitabiah tradisional tidak membiarkan seseorang klaim ribuan orang berdosa diselamatkan ketika sebagian besar mereka tidak menunjukkan bukti lahir baru. Pemahaman pertobatan alkitabiah tradisional tidak membiarkan orang menghitung doa orang berdosa sebagai keselamatan. Satu hal mengatakan 100 atau 1000 orang berdoa orang berdosa; tetapi adalah hal lain mengatakan bahwa orang-orang tersebut sudah diselamatkan dan memberi mereka jaminan keselamatan.</p>
<p>Jika mereka diselamatkan, akan ada perubahan.</p>
<blockquote><p>2 Korintus 5: 17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.</p>
<p>2 Timotius 2: 19. Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: &#8220;Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya&#8221; dan &#8220;Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.&#8221;</p>
<p>Ibrani 6: 9. Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.</p>
<p>1 Yohanes 2: 4. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.</p></blockquote>
<p>Alkitab memperingatkan bahwa pengakuan keselamatan tidak sama dengan memiliki keselamatan.</p>
<blockquote><p>Titus 1: 16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.</p></blockquote>
<h4>7. Doktrin keselamatan kekal dirusak</h4>
<p>[red: pembahasan disini baru melihat dari sudut pandang faktor luar saja (external force) dan belum melihat faktor dalam, yaitu perubahan iman: https://yesustuhan.wordpress.com/tag/osas/ ]</p>
<p>Hal lain terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah doktrin keselamatan kekal yang dipisahkan dari pengalaman keselamatan yang merubah hidup.</p>
<p>Perhatikan bagian ini dengan seksama:</p>
<blockquote><p>Yohanes 10:<br />
27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,<br />
28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.<br />
29. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.<br />
30. Aku dan Bapa adalah satu.&#8221;</p></blockquote>
<p>Kristus menjanjikan hidup kekal bukanlah untuk semua orang yang beroda orang berdosa; ini adalah untuk mereka yang mendengar suaraNya dan mengikuti Dia. Ini dibuktikan dan keselamatan kekal tidak dipisahkan dari pengalaman lahir baru yang merubah hidup.</p>
<blockquote><p>1Yohanes 3<br />
1. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.<br />
2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.<br />
3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.</p></blockquote>
<p>Ayat 2 menjelaskan keselamatan kekal dan ayat 3 menjelaskan bukti lahir baru sebagai anak Allah yang memiliki keselamatan kekal.</p>
<p>Lihat juga 1 Co. 15:1-2; Col. 1:21-23; 2 Ti. 2:19; Heb. 6:8-11; 10:38-39.</p>
<p>Tetapi di 1970, keselamatan kekal dipisahkan dari perubahan hidup dan bukti ketaatan. Program memenangkan jiwa umumnya bertujuan memimpin orang dalam doa orang berdosa dan kemudian segera memberinya &#8220;jaminan keselamatan,&#8221; bahkan saat tidak ada bukti ketulusan dalam berdoa, bahkan jika orang itu enggan mengundang penginjil kedalam rumahnya.</p>
<p>Suatu kali isteriku dibawa dalam kunjungan memenangkan jiwa oleh katanya pakar yang memimpin doa orang berdosa. Ketika si pakar menulikan informasi orangnya, dia berkata kepada istreriku, &#8220;Sebenarnya saya tidak percaya hal itu.&#8221; tetapi dia diberikan &#8220;jaminan&#8221; dan dilaporkan bertobat.</p>
<p>Memberikan jaminan keselamatan adalah pekerjaan Roh Kudus (Ro. 8:16; Ga. 4:6; 1 Jo. 5:10). Kita bisa menunjukkan dimana jaminan ini bisa ditemukan, yaitu dalam Firman Tuhan, tetapi kita tidak bisa memberikan jaminan. &#8220;Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya&#8221; dan &#8220;Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.&#8221; (2 Ti. 2:19).</p>
<h4>8. Fokus pada penginjilan anak</h4>
<p>Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah fokus pada penginjilan anak.<br />
Penekanan besar dalam memenangkan anak kepada Kristus dan membaptis mereka.</p>
<p>Program Vacation Bible School diarahkan untuk ini. Adalah dalam VBS saya membuat pengakuan kosong dan dibaptis ketika saya berumur 10-11 tahun.</p>
<p>Dalam konvensi Southern Baptist, ada pertumbuhan 96% dari 1970 hingga 2010 dalam baptisan anak belum sekolah. Pertimbangkan statistik tahun 2013: Sejumlah 60% dari Gereja SBC tidak membaptis anak dari usia 12-17 dan 80% membaptis antara 0-1 orang berusai 18-29. Tetapi ada ledakan dalam baptisan dibawah usia 5 tahun. (Annual Church Profile, 2013).</p>
<p>Ini adalah baptisan bayi!</p>
<p>Seorang anak bisa saja percaya dalam keselamatan Yesus Kristus, tetapi diragukan usia pra-sekolah bisa.</p>
<p>Kita tahu bahwa tidak ada anak kecil dibaptis pada hari Pentakosta, karena semua dari 3000 orang yang dibaptis &#8216;Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.&#8217; (Kisah Rasul 2:42). Ini bukan deskripsi dari anak usia 5 tahun.</p>
<p>Saya tumbuh dalam pelayanan dan filosopi seperti ini dan buahnya busuk. Hal ini memberi pengaruh utama dalam membangun gereja campuran yang besar, dimana anggotanya sebagian besar Kristen tidak lahir baru. Sebagian besar anak kecil yang &#8220;diselamatkan&#8221; pada usia muda antara jatuh kepada hal duniawi menjelang remaja atau tinggal didalam gereja sebagai Kristen duniawi yang suam-suam kuku.</p>
<p>Antara tahun 1970 dan 1980, beberapa gereja pendiri bahkan mencoba membangu gereja dengan penginjilan anak, dengan pelayanan bus dan gimmicks, hal yang tidak kita lihat dalam Kisah Para Rasul pasal 13-14, dan bagian Alkitab ini secara khusus diberikan sebagai contoh idel dalam misionari perintis gereja sepanjang masa.</p>
<h4>Kesimpulan</h4>
<p>Program memenangkan jiwa yang dangkal, tidak alkitabiah dan mengabaikan pertobatan telah menghasilkan Gereja yang sangat lemah. Ini menghasilkan gereja campuran dan bukan gereja murid.</p>
<p>Jika umat yang mengaku Kristen melawan Firman Allah dan menolak mematuhi kotbah, menolak setia dan menolak untuk terpisah dari dunia, tidak mentaati otoritas pastoral, ini mungkin disebabkan mereka tidak diselamatkan. Seperti kita lihat, Alkitab sangat jelas pada poin ini. Lihat, contohnya, John 8:47; 10:27; Titus 1:16; 1 John 2:3-4.</p>
<p>Sebagian besar gereja terlalu ceroboh tentang keselamatan. Mereka menyatakan orang-orang, termasuk anak-anak, diselamatkan hanya berdasarkan pengakuan tanpa melihat bukti alkitabiah.</p>
<p>Sejak lama saya menolak tradisi ini. Otoritas utama saya dalam iman dan praktek adalah Alkitab, dan di dalam Alkitab kita melihat penekanan pada bukti pertobatan rohani yang benar.</p>
<p>Salah satu buku pertama saya Does Salvation Make a Difference? (Apakah Keselamatan membawa perbedaan?) Selama lebih dari 40 tahun saya memperingatkan tentang kecerobohan yang saya saksikan baik di gereja-gereja Southern Baptist maupun Independent Baptist. Kita ingin mengikuti Alkitab, bukan tradisi manusia, dan contoh alkitabiah adalah Kisah Rasul 2:41-42. Ini adalah deskripsi gereja yang terdiri dari murid lahir baru.</p>
<blockquote><p>Kisah Para Rasul 2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.<br />
42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.</p></blockquote>
<p>Artikel ini adalah ringkasn dari buku The Discipling Church: The Church That Will Stand Until Christ Comes. (Gereja Pemuridan: Gereja Yang Akan Bertahan Hingga Kristus Datang.)<br />
https://www.wayoflife.org/publications/books/the-discipling-church.php</p>
<p>The above is excerpted from The Discipling Church: The Church That Will Stand Until Christ Comes. New for March 2017. This church manual aims to establish churches on a solid biblical foundation of a regenerate church membership, one mind in doctrine and practice, serious discipleship, thorough-going discipline, and a large vision for world evangelism. We examine the New Testament pattern of a discipling church, and we trace the history of Baptist churches over the past 200 years to document the apostasy away from the biblical pattern to a mixed multitude philosophy. We also document the history of “sinner’s prayer” evangelism which has affected the reality of a regenerate church membership. The book deals with biblical salvation with evidence, care in receiving church members, the church’s essential first love for Christ, the right kind of church leaders, the right kind of preaching, training church members to be Bible students, the many facets of church discipline, building strong families, youth ministry, training preachers, charity, reproof, educating the church for spiritual protection, maintaining standards for workers, the church’s prayer life, the church’s separation, spiritual revival, the church’s music, and many other things. The last chapter documents some of the cultural factors that have weakened churches over the past 100 years, including the theological liberalism, public school system, materialism and working mothers, the rock &amp; roll pop culture, pop psychology, the feminist movement, New Evangelicalism, television, and the Internet. There is also a list of recommended materials for a discipling church. Dr. Don Jasmin, editor of The Fundamentalist Digest, says, “The book The Discipling Church is well named. It is loaded with Scriptural exposition, Scriptural explanation, and Scriptural edification. This spiritually rich volume covers almost every phase of a genuine Biblically discipling church. Every pastor should procure this spiritually enriching treasury, one which a preacher will readily consult for valuable assistance and counsel in seeking to maintain a Scripturally balanced N. T. ministry.” 513 pages. Available in print and eBook editions.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/sejarah-bagaimana-penginjilan-terkorupsi-dalam-jemaat-baptis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Keanggotaan Jemaat Lahir Baru dalam Bahaya!</title>
		<link>https://alkitabiah.org/keanggotaan-jemaat-lahir-baru-dalam-bahaya/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/keanggotaan-jemaat-lahir-baru-dalam-bahaya/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2018 06:41:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[lahir baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1520</guid>

					<description><![CDATA[diterjemahkan dari: https://www.baptistdistinctives.org/resources/articles/regenerate-church-membership-in-peril/ https://www.baptistdistinctives.org/wpassets/article10_5_16_05.pdf William Roscoe Estep, BaptistWay Press 1997 Sekilas penulis: Estep, dijuluki juga &#8220;pakarnya pakar&#8221;, adalah profesor sejarah di Southwestern Baptist Theological Seminary sejak 1954 bahkan setelah pensiun pada tahun 1990 pun masih&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>diterjemahkan dari: https://www.baptistdistinctives.org/resources/articles/regenerate-church-membership-in-peril/<br />
https://www.baptistdistinctives.org/wpassets/article10_5_16_05.pdf</p>
<p>William Roscoe Estep, BaptistWay Press 1997<br />
Sekilas penulis:<br />
Estep, dijuluki juga &#8220;pakarnya pakar&#8221;, adalah profesor sejarah di Southwestern Baptist Theological Seminary sejak 1954 bahkan setelah pensiun pada tahun 1990 pun masih tetap mengajar. Estep terutama fokus pada subyek sejarah Anabaptis, kebebasan beragama dan pekerjaan misi. Temannya, James Leo Garrett mengatakan dia adalah satu dari empat pakar Anabaptis di abad 20. Estep sudah menulis beberapa buku sejarah Gereja</p>
<p>Efesus 5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.</p>
<p>Mengharapkan idealnya suatu jemaat yang terdiri dari orang-orang percaya terus muncul dalam pengakuan iman. Teolog baptis, pastor dan pemimpin lainnya sepanjang sejarah terus memegang teguh model suatu persekutuan jemaat yang sudah lahir baru. Ini adalah idealnya. Tetapi bagaimana kenyataannya?</p>
<h3>Adakah bukti penurunan jumlah anggota yang lahir baru dalam jemaat?</h3>
<p>Sejarahwan baptis terkemuka, William R. Estep mengatakan &#8220;Gereja Baptis di Amerika sedang dalam <strong>bahaya kehilangan keteguhan mereka menuntut jemaat yang lahir baru</strong>.&#8221;<br />
<span id="more-1520"></span></p>
<p>Pengamat Baptis lain juga sependapat dengan Estep dan mengutip beberapa faktor seperti banyaknya anggota jemaat yang bukan penduduk setempat dan karakteristik penduduk yang tidak banyak terlibat dalam kehidupan bergereja, dukungan dana yang terbatas, kecilnya komitmen untuk penginjilan, misi dan pelayanan dan gaya hidup yang jelas-jelas bertentangan dengan pengajaran Yesus.</p>
<p>Memang beberapa faktor ini bisa saja disebabkan hal lain selain anggota yang belum lahir baru, misalnya kemunduran ataupun jemaat yang belum dewasa (1 Corinthians 3:1-3; Ephesians 4:11-16). Tentu juga ada anggota jemaat yang berdedikasi menjadi pengikut Kristus. Tetapi faktor diatas tidak akan sebanyak itu jika anggota jemaat benar-benar lahir baru.</p>
<h3>Mengapa idaman akan jemaat yang lahir baru sudah terkikis?</h3>
<p>Walaupun kondisi ini sudah ada sejak jemaat mula-mula, tetapi bukti menunjukkan insidensi yang semakin meningkat. Tidak ada penjelasan sederhana atas terkikisnya jemaat lahir baru. Penyebabnya berbeda antara satu jemaat dengan yang lainnya. Juga tidak semua jemaat terkena dampak yang sama.</p>
<p>Satu faktor yang ikut menyebabkan ini adalah sikap super-toleran dalam kehidupan sekarang ini. Dalam kehidupan jemaat ini bisa diartikan &#8220;siapa saya menilai apakah seseorang sudah lahir baru dan bisa menjadi anggota jemaat.&#8221; Akibatnya, beberapa jemaat menerima anggotanya dengan sangat sedikit atau bahkan tanpa diskusi yang mendalam dengan mereka mengenai keselamatan dan keanggotaan jemaat. <strong>Diskusi ini penting karena keselamatan jauh lebih penting dan harus diutamakan daripada keanggotaan jemaat.</strong> Seseorang bisa saja mengetahui semua fakta tentang Yesus dan &#8220;jawaban benar&#8221; tentang keselamatan (pengetahuan kepala) tanpa benar-benar mengenal kasih karunia keselamatan didalam Kristus (pengetahuan hati).</p>
<p>Evaluasi kondisi rohani seseorang perlu dipergumulkan dalam doa, dengan rendah hati dan pikiran jernih. Yesus memperingatkan kita menghakimi saat kita sendiri melakukan dosa besar. (Matthew 7:1-5; John 8:1-11) Pendekatan Farisi, kasar, legalistik, tidak bisa digunakan. Disisi lain, <strong>kegagalan mengikuti Alkitab yang menekankan pentingnya persetukuan jemaat yang lahir baru yang teguh dalam pengajaran Kristus juga membahayakan</strong> (1 Corinthians 5:9-13; Ephesians 5:1-7,27; 2 Thessalonians 3:14-15; Revelation 2:18-22).</p>
<p>Kondisi masyarakat juga menambah tantangan dalam mempertahankan jemaat lahir baru. Misalnya dalam masyarakat dengan mobilitas tinggi dan kota besar, seringkali sangat sedikit yang bisa diketahui mengenai seseorang yang ingin bergabung dalam jemaat. Kondisi ini ditambah pula dengan ketidakmauan menilai kerohanian orang menciptakan kemungkinan orang yang belum lahir baru diterima menjadi jemaat.</p>
<p>Tekanan memperbesar gereja juga dikutip sebagai penyebab. C. E. Colton mengamati dari sudut pandang gembala yang berpengalaman, &#8220;metode penginjilan dengan tekanan tinggi yang dilakukan beberapa pengikut setia dengan maksud baik menghasilkan keputusan bergabung dalam jemaat tanpa pertobatan.&#8221;</p>
<p>Membaptis anak yang masih sangat kecil juga mungkin menjadi penyebab. Beberapa anak bisa minta dibaptis dengan alasan yang salah. Bahkan semua orang bisa memberikan alasan yang salah. Tetapi biasanya anak-anak lebih ingin dibaptis karena temannya dibaptis atau karena tekanan orang tua atau tekanan guru sekolah minggu. Tentu saja ada beberapa anak benar-benar mengerti mereka membutuhkan Yesus sebagai Juruselamat pribadi karena dosa mereka. Jadi, jika anak yang masih kecil minta dibaptis, diperlukan konseling yang cermat.</p>
<p>Pada masa lalu, jemaat Baptis menegor perilaku jemaat yang bertentangan dengan kekristenan. Jika tidak bertobat, mereka bisa dikeluarkan dari jemaat. Beberapa ayat yang mendukung tindakan ini misalnya Matthew 18:15-20 and 1 Corinthians 5:9-13. Kebanyakan jemaat dewasa ini menekankan kotbah penginjilan, pemuridan dan pertumbuhan jemaat dengan mengutip ayat Galatians 6:1, Ephesians 4:1-5:21 and James 5:19-20. Tujuan kedua cara ini adalah jemaat yang lahir baru.</p>
<h3>Mengapa penurunan jemaat lahir baru perlu diperhatikan?</h3>
<p>Penurunan jemaat lahir baru perlu diperhatikan karena beberapa alasan.</p>
<p>Mengabaikan pengajaran Alkitab yang penting ini bisa menandakan <strong>kurangnya komitmen terhadap otoritas Alkitab</strong>.</p>
<p>Jemaat Baptis menuntut suatu jemaat menjadi persekutuan keimamatan orang-orang percaya. Seorang Kristen bertumbuh dengan mengambil manfaat dari persekutuan dengan orang-orang percaya. Jika jemaat bukan terdiri dari orang-orang percaya maka persekutuan menjadi tidak kondusif seperti seharusnya. Sehingga semuanya dirugikan.</p>
<p>Jemaat Baptis menuntut Kristus sebagai Tuhan setiap pribadi dan Tuhan bagi jemaat. Pemerintahan dalam jemaat adalah oleh jemaat dibawah otoritas Kristus. Jika jemaat tidak mengakui otoritas Kristus (red: belum lahir baru) maka keputusan jemaat bisa tidak sejalan dengan kehendak Kristus. <strong>Sehingga jemaat menjadi semakin sekular dan duniawi.</strong></p>
<p>Jemaat duniawi ini sangat mungkin kurang memperhatikan tujuan jemaat sebenarnya, seperti penginjilan, misi dan pelayanan. Sehingga beberapa alasan utama kehadiran jemaat bisa terlupakan.<br />
(red: orang baik biasanya lebih mementingkan pekerjaan sosial daripada pekerjaan rohani seperti penginjilan).</p>
<h3>Apa yang harus dilakukan untuk jemaat yang benar lahir baru?</h3>
<p>Mencapai jemaat yang benar lahir baru adalah tantangan yang dahsyat. Bagaimanapun, beberapa hal bisa dilakukan, dengan doa sebagai resep utama dalam semua pekerjaan.</p>
<p>Sebuah jemaat harus menekankan pentingnya anggota jemaat lahir baru, menekankan pengalaman keselamatan harus mendahului keanggotaan jemaat. Setiap jemaat harus memikul tanggung jawab melakukan evaluasi keadaan rohani seseorang dalam menjawab pertanyaan seperti &#8220;Benarkah saya sudah mengalami keselamatan dengan iman didalam Kristus?&#8221; dan &#8220;Apakah saya bertumbuh sebagai orang Kristen?&#8221; Jika tidak, mereka perlu didesak untuk konseling rohani.</p>
<p>Sebuah jemaat harus membangun proses yang berwawasan, cermat, dan penuh kasih untuk evaluasi orang yang akan bergabung dalam jemaat.</p>
<p>Jemaat juga harus mengadakan kelas bagi orang baru untuk mempelajari rencana keselamatan, pentingnya kedewasaan Kristiani, dan yang diharapkan sebagai anggota jemaat. Kelas harus tersedia baik untuk yang bergabung dengan pengakuan iman ataupun dengan surat pengakuan.<br />
(red: seharusnyalah persekutuan jemaat hadir secara fisik dan tidak menggunakan surat)</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p><strong>Kita harus melakukan segala upaya, dengan bantuan Tuhan, untuk mencapai tujuan Alkitabiah sebuah jemaat yang benar lahir baru. Kegagalan ini akan mengakibatkan konsekwensi yang mengerikan bagi setiap pribadi, bagi jemaat maupun bagi kemajuan pekerjaan Kristus.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/keanggotaan-jemaat-lahir-baru-dalam-bahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Bagaimana Pastor Menerima Koreksi</title>
		<link>https://alkitabiah.org/bagaimana-pastor-menerima-koreksi/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/bagaimana-pastor-menerima-koreksi/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 16 Sep 2017 12:15:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[gembala]]></category>
		<category><![CDATA[pastor]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=1499</guid>

					<description><![CDATA[(terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/how-the-preacher-receives-correction.php ) Dalam laporan ini saya bicara mengenai bagaimana Pastor menerima nasihat, teguran, koreksi dan kritik yang membangun. Saya tidak sedang membahas mengenai dakwaan terhadap Pastor. Hal ini diatur dalam 1Tim 5:17-20. Dan ini&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>(terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/how-the-preacher-receives-correction.php )</p>
<p>Dalam laporan ini saya bicara mengenai bagaimana Pastor menerima nasihat, teguran, koreksi dan kritik yang membangun. Saya tidak sedang membahas mengenai dakwaan terhadap Pastor. Hal ini diatur dalam 1Tim 5:17-20. Dan ini tidak dilakukan oleh satu individu; tetapi dihadapan 2 atau 3 orang saksi. Tetapi itu bukan subyek laporan ini.</p>
<h3>Menjadi anggota tim</h3>
<p>Agar seorang pengkotbah mau menerima teguran baik dan kritik dengan baik dan efektif, dia harus melihat dirinya sebagai anggota tim. Jika dia mempunyai pikiran Diotrefes, dia tidak akan menerima kritikan bahkan dari seorang rasul Tuhan (3yoh9-11) Dan karena tubuh yang berdosa, sangatlah mudah mempunyai pikiran Diotrefes. Baik pengkotbah muda maupun pengkotbah tua bisa mempunyai pikiran ini.</p>
<p>Seorang Pastor PB adalah seorang gembala, bukan seorang tuan (1 Pet 5:1-4). Dia bukan pemilik domba. Domba adalah milik Tuhan, bukan milik manusia. Sang Gembala Agung sudah membeli domba-domba dengan darahNya sendiri dan memerintahkan setiap pastor seperti Dia memerintah Petrus: &#8220;gembalakanlah domba-dombaKu&#8221; (Yoh 21:16-17) Setiap pastor akan bertanggungjawab kepada Sang Gembala Agung.<span id="more-1499"></span></p>
<p>Seorang pastor PB adalah pemimpin tubuh tetapi dia bukan seluruh tubuh itu. Efesus 4 berbicara mengenai pelayanan tubuh. Pastor dan pengkotbah dan guru mempunyai peran penting dalam membangun tubuh, tetapi bukan satu-satunya peran. Efesus 4:11-16. Setiap anggota tubuh memberikan sesuatu. Peran pastor dan guru adalah membangun anggota-anggota agar mereka dewasa dan memberikan perannya. Semua anggota berkumpul bersama, bukan hanya untuk dinasihati pemimpin, tetapi juga untuk saling menasihati. Ibrani 10:25.</p>
<p>Seorang yang tidak mau menerima bantuan dan nasihat dan bahkan koreksi dari anggota keluarga jemaat maka dia tidak berfungsi sebagai pastor PB, tetapi seorang tuan dan tidak mungkin jemaat ini bisa menjadi seperti keingingan Tuhan.</p>
<p>Seorang pastor PB mau membangun jemaat agar mereka memeriksa segala sesuatu menggunakan Firman Tuhan, dan jika jemaat mempunyai pikiran demikian, maka pastor sudah berhasil.</p>
<p>&#8220;Jika anggota jemaat mentaati Alkitab dengan memeriksa segalanya menggunakan Firman Tuhan, kemudian karena mereka tumbuh dewasa dan bisa mengajar untuk membedakan yang baik dan yang jahat DAN jika mereka percaya pastor mau menerima nasihat yang baik. Jika ini terjadi, maka ini sangat mungkin adalah keberhasilan pelayanan pastor &#8212; yaitu pastor menghasilkan anggota jemaat melalui pelayanannya persis seperti yang Alkitab katakan &#8212; pikiran jemaat yang menguji segalanya menggunakan Alkitab. Seorang pastor yang tidak ada seorangpun yang menantang/menguji pengajarannya menggunakan Alkitab, pastor ini TIDAK mendewasakan tubuh. Pastor seperti ini tidak kompeten, malas atau dia Hyles dan tidak boleh dipercaya&#8221; Kelly Whitting</p>
<p>Pengkotbah harus mengingatkan dirinya bahwa saran, nasihat bahkan koreksi adalah bukan pemberontakan terhadap otoritas. Ketika jemaat mendekati pastor sedemikian, mereka tidak sedang memberontak melawan Tuhan, karena Tuhan memberikan perintah untuk menguji segala sesuatu. 1 Tes 5:21.<br />
Tidak ada pastor yang mempunyai otoritas untuk menuntut &#8220;kesetiaan tanpa batas&#8221;<br />
Tidak ada pastor yang bisa membuat keputusan yang selalu benar tanpa salah.<br />
Tidak ada lagi nabi yang diinspirasi Tuhan harini.<br />
Satu-satunya otoritas pastor adalah Alkitab yang diterima dan diterapkan dengan benar, dan seorang pengkotbat yang bijak selalu terbuka untuk kemungkinan koreksi.</p>
<h3>Menghargai Kritik</h3>
<p>Tidak seorangpun yang benar-benar menyenangi kritikan, tetapi kritikan yang baik sangat diperlukan dalam hidup ini. (Saya tegaskan lagi bahwa saya bicara mengenai kritikan yang baik dari roh yang benar, bukan tuduhan palsu dan roh kritik yang menyerang dengan keinginan menyakiti pastor dan pelayanannya)</p>
<p>Daging membenci kritik. Daging selalu merasa benar dan sombong jika ada yang menantang kebijaksanaannya. Tetapi yakobus mengatakan hikmat dari atas adalah penurut (mau dikoreksi, Yak 3:17). Ketika orang mendekati Kristus dan mempertanyakan banyak hal, Dia tidak menjadi marah</p>
<p>Tidak ada pengkotbah yang melakukan segalanya dengan benar atau membuat setiap keputusan dengan bijak. Bukan soal berapa banyak pengalaman saya atau pendidikan saya, saya belum mempelajari segalanya, jauh dari itu. Setiap pengkotbah jujur akan mengakui dia melakukan beberapa kesalahan, mungkin cukup banyak. Saya rasa belum pernah setelah saya berkotbah saya tidak mengatakan kepada diri sendiri &#8220;mengapa saya katakan itu? itu salah, saya harap saya bisa mengulanginya&#8221;</p>
<p>Pepatah mengatakan &#8220;dia yang mengkoreksi saya memberi saya koin emas&#8221;</p>
<p>Amsal mengatakan &#8220;orang bijak mengindahkan teguran&#8221;<br />
Sikap seseorang terhadap teguran adalah bukti kondisi rohaninya.</p>
<p>Amsal 10:17. Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.<br />
Amsal 12:1. Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.<br />
Amsal 13:18. Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.<br />
Amsal 15:5. Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.<br />
10. Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati.<br />
31. Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.<br />
32. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.<br />
Amsal 17:10. Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal.<br />
Amsal 25:12. Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.</p>
<p>Ingat, memang sulit untuk mempertanyakan pemimpin, sedikit yang mau melakukannya. Bersyukurlah untuk orang-orang seperti Natanael yang memaparkan isi hatinya.</p>
<p>Charles Spurgeon mengatakan, &#8220;Seorang teman bijak yang terus menerus mengkritikmu setiap minggu adalah berkat yang jauh lebih besar daripada seribu pengagummu jika engkau sanggup menanggungnya dan mau bersyukur untuk itu.&#8221; Lalu dia terus bicara mengenai &#8220;kemampuan besar seorang&#8221; yang setiap minggu mengiriminya daftar kesalahan ucapan kata dalam kotbah. Spurgeon tidak pernah mengetahui identitas orang yang mengkoreksinya, tetapi dia bertumbuh dan menghargainya.</p>
<p>Adalah alami jika daging merasa dingin terhadap orang yang berusaha mengkoreksi kita dan orang yang tidak sependapat dengan kita, tetapi itu tidak menjadi seperti Kristus. Tuhan mengajar kita untuk bahkan mengasihi musuh kita, bukan mengatai saudara-saudara kita didalam Kristus, ya anggota jemaat kita sendiri, yang tidak sepaham dengan kita dalam segala hal.</p>
<p>Roma 12:<br />
16. Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!<br />
17. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!<br />
18. Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!<br />
19. Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.<br />
20. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.</p>
<h3>Mendengarkan kritikan</h3>
<p>Dalam menerima kritikan, cepatlah dalam mendengar dan lambatlah dalam berkata-kata (Yak 1:19)</p>
<p>Perhatikan kritikan dan pikirkan sebelum memberikan jawaban.<br />
Jangan cepat membenarkan diri.<br />
Jangan bersemangat menyalahkan kritikan jika engkau melihat kesalahannya; bisa jadi ada pelajaran bagimu.<br />
Seorang pengkotbah mengatakan, &#8220;Perhatikan setiap kritikan dengan serius. Hampir setiap kritikan mengandung secuil kebenaran. Tugasmu adalah untuk mencari itu&#8221;</p>
<p>Jangan pula terburu-buru membuat keputusan. Jangan terburu-buru menyalahkan saran atau kritikan, tetapi jangan pula terburu-buru mengakui kesalahan dan meminta maaf. Anda harus mengakui kesalahan dan minta maaf jika anda memang salah, tetapi jangan terburu-buru karena sangat mudah membuat kesalahan dalam situasi yang memanas. Pertama pastikan anda memang benar melakukan kesalahan dan secara persis bagaimana dan sejauh apa dan kemudian anda memutuskan bagaimana menghadapi masalah itu. Terburu-buru bisa melipatgandakan masalah.</p>
<h3>Pertimbangkan kritikan menggunakan Firman Tuhan</h3>
<p>Baik pengkotbah maupun pengkritik harus mengingat bahwa otoritas tunggal dalam praktek iman adalah Alkitab saja.</p>
<p>Pengkotbah perlu berhati-hati untuk tidak mempertimbangkan kritikan dengan pengalaman pribadi ataupun tradisi. Dalam 44 tahun pengalaman saya sebagai pengkotbah, saya mengamati bahwa rata-rata pastor baptis independent terikat pada tradisi sebagai rabbi ortodoks. Dia tidak mempertimbangkan menggunakan Firman Tuhan sebanyak dia mempertimbangkan dari pendidikannya dan pikiran teman pengkotbah dan dari bagaimana dia melihat gereja lain dan dari contoh pemimpin terkenal.</p>
<p>Ini berarti pengkotbah haruslah murid Alkitab yang serius dan seorang dengan pola pikir jemaat Berea. (Kisah 17:11)</p>
<p>Pada saat yang sama, pengkotbah tidak dihakimi oleh pikiran orang lain, pengalaman, perasaan, atau tradisi. Ini adalah tema pada kitab Roma pasal 14. Kita tidak menghakimi orang lain tanpa dasar Alkitab. Contoh yang diberikan Paulus adalah masalah makanan (Rom 14:2-3) Tidak ada otoritas dalam masalah makanan orang Kristen. Perjanjian baru mengatakan, segala ciptaan adalah baik, tidak ada suatupun yang haram jika diterima dengan ucapan syukur. (1 Tim 4:4-5) Jadi, dalam hal makanan adalah bebas. Ini juga berlaku dalam segala hal yang tidak bertentangan dengan Alkitab. Hal yang tidak diatur dalam Alkitab adalah masalah kebebasan, bukan hukum. Setiap jemaat mempunyai kebebasan menggunakan atau tidak menggunakan suatu alat musik yang dianggap baik untuk Tuhan (dengan asumsi penggunaannya secara rohani, tidak secara duniawi)</p>
<h3>Menjadi Pemimpin</h3>
<p>Pada akhirnya, pastor yang harus membuat keputusan final.</p>
<p>Dia harus menjadi pemimpin. Dia harus cukup bijak untuk mengharapkan dan mencari nasihat dan bahkan menerima kritikan, tetapi dia harus cukup kuat untuk menjadi pemimpin. Dia harus siap untuk berdiri sendiri jika diperlukan, bahkan jika isteri dan teman baiknya tidak sependapat dengannya.</p>
<p>Dia harus sangat mengerti Tuhan dan FirmanNya untuk membuat keputusan yang baik dan kemudian dia harus berdiri teguh di dalam kekuatan dan keberanian Kristus</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/bagaimana-pastor-menerima-koreksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Hidup Yang BERGUNA</title>
		<link>https://alkitabiah.org/prinsip-prinsip-hidup-yang-berguna/</link>
					<comments>https://alkitabiah.org/prinsip-prinsip-hidup-yang-berguna/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 28 Oct 2013 15:24:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tips hidup]]></category>
		<category><![CDATA[wayoflife.org]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://alkitabiah.org/?p=580</guid>

					<description><![CDATA[Berikut ini ditulis oleh Gembala Sidang Terry Coomer, dari Hope Baptist Church, Arkansas. Allah telah memberikan saya beberapa kesempatan yang unik dalam hidup saya ini, dan saya akan selalu mengucap syukur atas itu semua. Saya&#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignright" alt="" src="http://elwoodbiblebaptistchurch.com/images/Terry_Coomer.jpg" width="144" height="251" />Berikut ini ditulis oleh Gembala Sidang <strong>Terry Coomer</strong>, dari Hope Baptist Church, Arkansas.<br />
Allah telah memberikan saya beberapa kesempatan yang unik dalam hidup saya ini, dan saya akan selalu mengucap syukur atas itu semua. Saya juga memiliki berbagai kesempatan unik dalam hidup untuk mempelajari sejumlah pelajaran hidup. Saya punya kesempatan untuk mengatur orang (manajer), menjadi seorang atlit, menjadi Direktur Utama dari sebuah perusahaan, menjadi seorang Konselor Alkitab, dan menjadi seorang Gembala Sidang selama 34 tahun sekarang ini. Saya juga telah memiliki kesempatan berbicara kepada banyak kelompok yang berbeda, baik sebagai gembala sidang, sebagai Direktur dari Pelayanan <em>For the Love of the Family</em>, sebagai pemain Bisbol profesional, dan sebagai Penerbit dan Direktur Utama dari koran nasional yang bertumbuh paling cepat. Saya pernah berbicara kepada banyak jenis kelompok dari berbagai latar belakang. Saya juga pernah mengambil banyak kelas dan seminar tentang kepemimpinan selama tahun-tahun yang saya jalani, dan lulus dari suatu Akademi Kepemimpinan. Saya menerima penghargaan khusus dari Fakultas Jurnalisme sebuah universitas besar karena pekerjaan saya dalam bidang jurnalisme. Saya memiliki kesempatan untuk menulis buku, buku kecil, artikel, dan bahkan koran saya sendiri. Beberapa hal yang saya pelajari sungguh berharga, yang lainnya kurang berharga. Seorang teman saya menelpon saya waktu saya menerima gelar Doktor Theologi dan mengatakan,” Kamu sudah melakukan begitu banyak hal dalam hidup ini, kamu pasti sangat bersukacita.” Semakin saya memikirkan hal ini, saya berpikir bahwa hari ini saya mau menulis tentang pelajaran-pelajaran hidup mencoba untuk membagikan pelajaran-pelajaran yang saya peroleh ini (sebagiannya dengan harga mahal) kepada orang lain. Selain itu, banyak orang mengira bahwa gembala sidang mereka tidak memahami kehidupan mereka karena gembala tidak pernah bekerja di dunia “sekuler.” Namun, saya percaya bahwa Alkitab adalah buku yang praktis untuk kehidupan sehari-hari. Saya melayani Allah yang memiliki jawaban, tetapi saya tahu apa artinya untuk masuk kerja setiap hari dan untuk sukses dalam karir, dan mencoba untuk bekerja dengan orang lain. Pelajaran-pelajaran hidup ini berasal dari latar belakang saya yang beragam dan hal-hal yang saya pelajar, dan saya harap bermanfaat. Saya harap ini akan membantu orang Kristen dalam hidup mereka, bukan hanya dalam pekerjaan, tapi dalam hidup secara umum. Saya sendiri masih belajar sampai sekarang, dan ingin belajar!<span id="more-580"></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong>1. Selalu Dahulukan Kristus dalam Hidupmu</strong> – Salah satu pelajaran besar yang saya dapatkan adalah untuk menjadikan prioritas Tuhan sebagai prioritas saya. Jika tidak, berarti saya menambah banyak tekanan kepada hidup saya yang Allah tidak maksudkan bagi saya. Jadilah setia dalam hal-hal yang Allah katakan, jadikan ketaatan kepada Firman Tuhan sebagai tujuan hidupmu, 1 Samuel 15:22, “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” Dalam ilustrasi Saul, kita mengerti bahwa Allah benar-benar serius mengenai apa yang Dia firmankan. Banyak orang merasa mereka setia padahal mereka tidak begitu setia, dan ketika kekurangsetiaan mereka di-ekspos (ketika terjadi masalah finansial, masalah kesehatan, pasangan hidup yang meninggalkan mereka, anak-anak yang bertumbuh tidak benar), mereka menjadi marah kepada Allah yang menyingkapkan ketidaksetiaan mereka. Mereka juga menggunakan kepahitan dan amarah mereka tentang hal ini kepada orang lain dan hanya memparah masalah (Efesus 4:29-32). Setialah mendengarkan Firman Allah, membacanya, dan cepatlah menaatinya. Jadilah selalu setia untuk mendahulukan memberi kepada Allah, Maleakhi 3:8-10. Saya telah melihat begitu banyak orang yang tidak setia dalam memberi tetapi berharap Allah memberkati hidup mereka. Keuangan mereka kocar-kacir. Sebagai seorang percaya, kesaksian anda menjadi buruk jika masalah finansial anda tidak beres. Itu merusak kesaksian, mempersempit kesempatan yang bisa anda miliki, dan melukai pekerjaan Kristus. 1 Korintus 4:2, “Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” Galatia 6:7-8, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”</p>
<p style="text-align: justify"><strong>2. Miliki Seorang Mentor</strong> – Wow, saya sudah banyak kali mengambil keuntungan dari hal ini. Ada dua atau tiga orang yang rohani dan memahami Alkitab, yang saya hormati, dan saya sering berbicara dengan mereka dan menanyakan banyak pertanyaan. Ada dua pengkhotbah yang telah berpengaruh besar dalam hidup saya. Saya telah memiliki banyak mentor dalam hidup saya pada waktu yang berbeda-beda saat saya memerlukan mereka dan juga pada fase-fase pertumbuhan hidup saya yang berbeda-beda. Jangan takut bertanya kepada seseorang untuk mendapat nasihat atau mendapatkan seseorang untuk berdoa bagi anda. Ingat saja untuk mendapat nasihat itu dari seseorang yang berpikiran rohani. Sayangnya kebanyakan orang Kristen mencari nasihat dari orang Kristen yang tidak saleh, tidak setia, atau duniawi. Amsal 19:20-21, “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Siaplah untuk belajar dari orang lain dan dari Allah. Orang yang sombong-lah yang tidak pernah mencari nasihat atau tidak mencari nasihat yang bijak. Belajar dari orang lain!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>3. Sambutlah Keberagaman</strong> – Saya tahu bahwa dalam dunia bisnis, ini adalah kata-kata yang sering dipakai, tetapi saya percaya dan Alkitab mengajarkan bahwa kita perlu melihat orang sebagaimana Allah melihat mereka, terhilang dan tanpa Kristus, dan memerlukan Juruselamat. Jangan biarkan orang lain menakuti anda karena latar belakang, budaya, suku mereka, dll. Saya selalu merasa alami untuk bertindak inklusif terhadap semua budaya dan semua jenis orang. Ibu saya mengajari saya untuk mempedulikan semua orang. Mungkin itu karena dia berasal dari latar belakang yang miskin dan tidak suka ketika dia diperlakukan berbeda karena dia miskin. Allah mau kita memiliki belas kasih kepada orang dan mempedulikan mereka. Saya tidak mengatakan kita berkompromi dengan dosa. Saya sangat beruntung karena pengalaman hidup yang dari kecil yang saya dapatkan dari ibu saya ini berpengaruh besar kepada bagaimana saya menjalani hidup keseharian. Belajarlah bersikap baik kepada orang lain dan peduli tentang orang lain. Efesus 4:32.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>4. Belajar Seumur Hidup itu Harus</strong> – Jangan pernah berhenti belajar! Pernahkah anda mempertimbangkan menyelesaikan satu pengalaman belajar setiap tahunnya? Jika anda dalam dunia bisnis, ini bisa dalam bentuk sertifikat industri, training kepemimpinan, belajar online, atau sesuatu lainnya yang menunjukkan komitmen untuk belajar seumur hidup. Sebagai seorang Kristen, jika gerejamu ada sekolah Alkitab, ambillah kelas theologi. Tanya kepada gembalamu apa yang ia rekomendasikan untuk anda pelajari. Jangan berhenti belajar dan terlebih lagi belajarlah apa yang Allah inginkan melalui berada dalam FirmanNya setiap hari.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>5. Sisihkan Waktu untuk Membaca Setiap Hari</strong> – Saya tahu, jangan percaya semua yang anda baca atau dengar. Selama 10 tahun, saya membaca satu buku setiap minggu. Saya telah membaca lebih dari 300 biografi dan otobiografi dari orang-orang Kristen, gembala-gembala, misionari-misionari, dan orang-orang lain. Saudara, saya telah menemukan bahwa dalam dunia bisnis, memiliki informasi membawa keuntungan besar ketika berinteraksi dengan sejawatmu, dan juga berkomunikasi dengan prospek atau klien. Memiliki informasi memperlihatkan kesadaran dirimu tentang pasar dan juga komunitasmu. Dalam hidup saya sebagai orang Kristen, saya perlu menjadi orang Kristen yang bertumbuh dan belajar. 2 Timotius 2:15, “ Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” Sambil saya bersaksi kepada orang-orang, sangat membantu jika saya bisa bercakap-cakap karena saya tahu akan banyak hal. Juga, saya membuat anak-anak saya membaca tentang orang-orang saleh di masa lampau. Mengapa? Karena jika mereka melihat bahwa Allah melakukan hal-hal ajaib dalam kehidupan orang-orang itu, Ia bisa dan akan melakukan hal-hal yang besar dalam kehidupan mereka juga.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>6. Identifikasi Tujuanmu</strong> – Kamu bisa terkejut betapa efektifnya langkah ini. Ada pepatah kuno yang berkata, kamu hanya akan mengenai barang yang kamu bidik. Jadi, identifikasi tujuan-tujuanmu, atur strategi bagaimana bisa mencapai mereka, dan kembangkan suatu garis waktu untuk mencapainya, lalu arahkan wajahmu untuk melakukan semua itu. Apa tujuan paling penting dalam hidup saya? Untuk memuliakan Allah. 1 Korintus 6:20, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Pastikan kamu belajar memuliakan Allah setiap hari melalui dikendalikan dan berjalan dalam Roh, Efesus 5:18-21.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>7. Lindungi Masa Depanmu</strong> – Kadang-kadang sangat sulit untuk melakukan hal ini, karena dosa orang lain, dan kadang-kadang anda perlu memisahkan diri dari orang lain karena dosa mereka. Sederhananya, lakukanlah hal yang benar. Konsekuensi dari tindakan-tindakanmu (baik ataupun buruk) akan membentuk masa depanmu, reputasimu, dan kemampuanmu untuk meraih kesempatan. Lakukan yang benar, pahami komsenkuensinya, dan ingatlah bahwa reputasimu mendahuluimu. Jangan putuskan hubungan-hubungan itu, menyesalinya akan lebih sulit. Amsal 22:1, “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.” Yakobus 1:8, “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”</p>
<p style="text-align: justify"><strong>8. Tunjukkan Semangat dan Antusiasme</strong> – Saya pernah mendengar seorang pembicara berkata, “Milikilah semangat dan antusiasme dalam pekerjaanmu. Dapatkan sesuatu yang engkau senangi, dan lakukan itu sebagai pekerjaanmu. Sungguh hidup yang sengsara jika harus pergi bekerja setiap hari melakukan sesuatu yang engkau benci. Ketika anda melakukan sesuatu yang anda pedulikan, pasti akan terlihat perbedaannya dalam cara anda melakukannya.” Ini adalah hal yang jelas, tetapi sambil anda membaca ini, mungkin anda bisa mengenali orang-orang yang sama sekali tidak memperlihatkan antusiasme dalam pekerjaan mereka. Anda juga mungkin tahu orang-orang Kristen yang tidak antusias dalam perjalanan hidup mereka dengan Tuhan. Apa?? Gembala Coomer, apakah maksudmu bos-bos mencari karyawan yang semangat dalam bekerja, yang inovatif, dan mau mengambil beban tanggung jawab? Saya tidak tahu berapa kali saya sudah pernah bicara dengan orang-orang muda tentang kedewasaan dan memahami poin yang satu ini. Juga, saya telah berbicara dengan banyak orang dewasa tentang hal ini. Kapan terakhir kali anda bertekad untuk memperlihatkan antusiasme pergi berjemaat? Untuk pergi besuk atau penginjilan? Kapan terakhir kali kamu menawarkan diri untuk melakukan sesuatu di gereja yang memerlukan relawan? Bagaimana dengan semangat dan antuasiasme-mu dalam hidup bagi Tuhan? Anak-anakmu tidak tertipu oleh hal ini, dan Allah juga tidak. Hidupmu akan memperlihatkan apa yang sebenarnya menjadi kesenanganmu, hal-hal yang engkau bersemangat atasnya, dan di mana antusiasme-mu! Efesus 6:6-7, “jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.” Jika suatu perusahaan mempekerjakan kamu, lakukan yang terbaik yang kamu bisa lakukan untuk mewakili Allah dan dirimu sendiri di perusahaan itu. Di rumah, jadilah ayah, ibu, istri atau suami, yang terbaik. Istri saya dan saya mencoba melakukan ini dengan semangat dan antusiasme. Bukan berarti kami sempurna, tetapi kami mau menyenangkan Allah dengan menunjukkan antuasiasme yang saleh untuk membangun rumah tangga yang memuliakan Allah.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>9. Paksa Dirimu Keluar dari Zona Nyaman</strong> – Jangan hanya duduk dan kembali lagi ke sama lagi dan sama lagi. Jika kamu mau terus belajar, tetapi tidak tahu persis bagaimana, coba selidiki. Duduklah dalam sebuah kelas, atau bertemu dengan seorang profesor atau pengajar. Tidak yakin tentang mengambil suatu posisi kepemimpinan di perusahaam atau di gereja? Tanya seseorang yang sudah pernah melakukannya. Jangan habiskan waktu mendengar Tuan dan Nyonya Negatif terus! Tidak nyaman berbicara di hadapan orang banyak, dan merasa hal itu menghalangi dirimu? Cobalah hal yang kecil dulu. Kuncinya adalah jangan menunggu kesempatan sempurna untuk datang agar semuanya ideal, tetapi ambil aksi dan bangun kepercayaan dirimu!</p>
<p style="text-align: justify"><strong>10. Jadilah Solusi, bukan Masalah</strong> – Ini suatu sifat kepemimpinan yang sangat luar biasa. Saya membaca pernyataan oleh seseorang ini. “Saya ingat salah satu pekerjaan saya yang pertama. Saya sangat berenergi; saya masuk ke kantor pemilik perusahaan suatu hari untuk memberitahunya bahwa saya frustrasi dengan suatu masalah yang berkelanjutan di kantor. Apa yang ia katakan saya masih ingat terus. Dia berkata, jangan masuk kantor saya lagi dengan suatu masalah tanpa mengusulkan suatu solusi. Dan itu tidak pernah saya lakukan lagi selama 16 tahun saya bekerja di sana!” Betapa pelajaran yang indah untuk dipelajari. Tentu saja, hal yang sama berlaku di rumah Tuhan. Orang bisa berbicara tentang masalah, tetapi mereka tidak pernah mau menjadi bagian dari solusi.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>11. Jangan Pernah Masuk Kerja Tanpa Kerjaan</strong> – Milikilah suatu rencana, dan rencanakanlah pekerjaanmu. Saya tahu banyak orang salesman yang masuk kerja lalu mulai berpikir apa yang mau mereka lakukan hari itu. Itu bukan sifat seorang yang top. Saya menjadi manajer sales selama banyak tahun, dan mereka tidak bekerja dengan cara itu. Kamu perlu suatu rencana harian untuk dilaksanakan, identifikasi apa yang harus dicapai, dan prioritaskan tugas. Jangan habiskan waktu di awal hari memikirkan apa jadinya hari ini. Saya biasanya menyimpan daftar hal-hal yang mau saya lakukan di meja saja. Satu karyawan memberitahu saya, “Saya benci daftar kamu itu!” Saya berkata, “Mengapa?” “Karena tidak ada yang terhapus dari daftar itu kecuali kalau sudah selesai!” Ada orang yang tidak berhasil mencapai apapun karena mereka tidak rapi dan tidak pernah mempersiapkan diri untuk mencapai apapun.</p>
<p style="text-align: justify">Saya harap beberapa pelajaran yang telah saya dapatkan ini akan membantumu dalam kehidupanmu. Ingat, jangan biarkan sukses merusak anda, atau kegagalan membenamkan anda.</p>
<p>Sumber: www.wayoflife.org diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw, Th.D</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://alkitabiah.org/prinsip-prinsip-hidup-yang-berguna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>alkitabiah.org</dc:creator></item>
	</channel>
</rss>