<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>asharologi</title><description>...sebab hidup bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut dan di bawah perut !!!</description><managingEditor>noreply@blogger.com (asharologi)</managingEditor><pubDate>Mon, 16 Feb 2026 03:14:56 +0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://asharologi.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>...sebab hidup bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut dan di bawah perut !!!</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Menyoal Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan dan Awal Syawal 1447 H</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2026/02/menyoal-perbedaan-penetapan-awal.html</link><category>Artikel</category><category>Celoteh</category><category>Info</category><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Mon, 16 Feb 2026 02:39:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-2248247796652323140</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdw0lN9Fu6cnru996G6F495Df1ntca1rjkT-BXUfd31Z_hmNoxJH9aVCQEg3byYdXvZxv7pHOa17Amgeu87dO15UYfIXPNe-GE4TvZNQPrYfG7fjdECAsdP2nJ2feYP-NyW_yqCVWB4mjb8diBjhqH4xGpFkg57KvMcKBrRbJDMhyphenhyphenE0kTR-F2evi49SWt4/s1200/Hilal.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Awal Ramadhan dan Awal Syawal" border="0" data-original-height="676" data-original-width="1200" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdw0lN9Fu6cnru996G6F495Df1ntca1rjkT-BXUfd31Z_hmNoxJH9aVCQEg3byYdXvZxv7pHOa17Amgeu87dO15UYfIXPNe-GE4TvZNQPrYfG7fjdECAsdP2nJ2feYP-NyW_yqCVWB4mjb8diBjhqH4xGpFkg57KvMcKBrRbJDMhyphenhyphenE0kTR-F2evi49SWt4/w400-h225/Hilal.jpeg" title="Hilal" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Shaumuu &lt;u&gt;liru’yatihi&lt;/u&gt; wa
afthiruu &lt;u&gt;liru’yatihi&lt;/u&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;,&lt;/span&gt; fa-in ghumma ‘alaikum
fa-akmiluu sya’baana tsalaatsiin.&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;Artinya: "Berpuasalah kalian dengan&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;u&gt;melihat&lt;/u&gt; hilal&amp;nbsp;dan berbukalah (mengakhiri puasa)
dengan &lt;u&gt;melihat&lt;/u&gt; hilal. Bila ia tidak tampak
olehmu, maka sempurnakan hitungan Sya'ban menjadi 30 hari," (HR Bukhari
dan Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kata “ru’yat” atau “melihat” disini masih menjadi perdebatan
di kalangan umat Islam sampai sekarang. Pada zaman dahulu ilmu falak atau
astronomi masih sangat terbatas dan sederhana maka satu-satunya cara untuk
mengetahui perjalanan fase bulan (bulan mati/baru, sabit, purnama) dengan
mengamati langsung langit angkasa. Salah satu keterbatasan metode ini faktor
cuaca atau alam seperti hujan, salju, langit mendung, awan tebal, dan
sebagainya sehingga proses pengamatan menjadi terganggu. Maka diperlukan
bantuan hitung-hitungan fase bulan yang pada saat itu juga masih sangat sederhana.
Maka muncullah istilah ikmal atau istikmal. Jika hilal tidak tampak atau
terlihat pada hari ke-29 bulan hijriyah berjalan, maka hari pada bulan hijriyah
tersebut digenapkan (istikmal) menjadi&amp;nbsp;
30 hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;Berangkat dari keterbatasan tersebut dan naluri rasa ingin
tahu (kuriositas) manusia yang selalu tumbuh dari masa ke masa, dari abad
ke abad, maka manusia senantiasa mempelajari dan memperdalam ilmu astronomi
tersebut baik dari segi pengamatan maupun perhitungan. Dari generasi ke
generasi tercipta berbagai macam pembaruan metode, algoritma, teknologi, yang
lebih sistematis dan lebih akurat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pembaruan dan kemajuan ilmu astronomi tak lepas dari
dukungan ilmu-ilmu bantu lainnya, seperti matematika, fisika, metereologi,
klimatologi, geofisika, statistik, teknologi (teknologi ruang angkasa, fotografi,
komputasi, digitalisasi, teknologi informasi, GPS) dan sebagainya. Sehinggga
fenomena alam seperti gerhana (matahari/bulan), bukan lagi hal yang misteri. Jauh-jauh
hari bahkan puluhan tahun sebelumnya keberadaan atau lahirnya gerhana sudah
bisa diprediksi secara spesifik tanggal, hari, jam, menit bahkan detik sampai
hari ini semakin akurat dan terverifikasi (sesuai fakta atau kenyataan) apatah
lagi hanya persoalan perpindahan/pergantian fase bulan dalam menentukan awal
Ramadhan dan awal Syawal.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Terkait dengan hal itu, pertanyaan-pertanyaan yang
perlu kita jawab kemudian adalah:&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Apakah kemajuan ilmu astronomi yang diupdate
dari masa ke masa oleh para ilmuwan astronomi tidak melibatkan pengamatan dari
permukaan bumi (topografi) dan pengamatan dari ruang angkasa? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Apakah terciptanya teknologi informasi berupa
software (aplikasi) astronomis yang sudah banyak beredar di masyarakat dunia dan
senantiasa terupdate system dan algoritmanya tidak melibatkan pengamatan dan
perhitungan detail dari para ilmuwan astronomi? Pengetahuan tentang fase bulan
hanya sebagian kecil dari kajian ilmu astronomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menurut perhitungan astronomis akan terjadi Gerhana
Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 pukul 18:04 – 18:59 Wita (07:04-07:59
waktu Tierra del Fuego, Argentina). Gerhana ini hanya bisa diamati secara
langsung&amp;nbsp; di sebagian kecil wilayah permukaan
bumi yaitu Antartika (kelihatan utuh) dan ujung selatan Amerika Selatan (Chili,
Argentina) yang sebagian terlihat. Apakah di sebagian besar wilayah permukaan
bumi termasuk Indonesia karena tidak bisa diamati secara langsung sehingga
dapat menyimpulkan bahwa gerhana matahari cincin itu tidak terjadi? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Apakah hanya karena hilal tidak tampak secara langsung
di wilayah tempat kita berada sehingga kita meyakini bahwa tidak atau belum
terjadi perpindahan/pergantian fase bulan (bulan baru) sehingga harus istikmal
(digenapkan) bulan hijriyah berjalan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Apakah makna “melihat” hanya sebatas menggunakan
“mata kepala” atau memiliki makna yang lebih luas? Apakah “melihat dengan mata”
lebih utama dari “melihat dengan akal (sains)”? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Apakah pengetahuan kita terhadap sesuatu baru
kita yakini setelah kita melihat dulu secara langsung?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;Era klasik sudah lama berlalu, jangan sampai kita ummat
Islam selama ini masih terjebak dalam kejumudan berpikir termasuk dalam penentuan
awal Ramadhan dan awal Syawal atau jangan sampai kita memang tak mau beranjak dari
status quo sehingga teks dan konteks pesan kenabian maupun keilahian tidak
mampu kita nalar baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal"&gt;Wallaahu a'lam bish-shawaab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;span face="&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif" style="font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;(&lt;i&gt;Pondok Asrinet, Senin 16 Feb 2026, dinihari 01:09 UTC +8&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdw0lN9Fu6cnru996G6F495Df1ntca1rjkT-BXUfd31Z_hmNoxJH9aVCQEg3byYdXvZxv7pHOa17Amgeu87dO15UYfIXPNe-GE4TvZNQPrYfG7fjdECAsdP2nJ2feYP-NyW_yqCVWB4mjb8diBjhqH4xGpFkg57KvMcKBrRbJDMhyphenhyphenE0kTR-F2evi49SWt4/s72-w400-h225-c/Hilal.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hidup Susah atau Senang; Pilih Mana?</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2017/02/hidup-susah-atau-senang-pilih-mana.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Wed, 1 Feb 2017 20:52:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-932132025794308434</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijVDhO-qw4oVhii8EftSbSkUWR7cwajlqjSv71HitKbbld5cANzEEq7joiKOF0PDMRERaWAVuhnA9XHIFaIUkjwvjS9V0-KNSL45i0pci16FWR37C60OvNyyftGMfrwbQ_DTX3mgS-MDgS/s1600/kaya-dan-miskin-.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="miskin atau kaya punya probelm masing-masing" border="0" height="163" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijVDhO-qw4oVhii8EftSbSkUWR7cwajlqjSv71HitKbbld5cANzEEq7joiKOF0PDMRERaWAVuhnA9XHIFaIUkjwvjS9V0-KNSL45i0pci16FWR37C60OvNyyftGMfrwbQ_DTX3mgS-MDgS/s320/kaya-dan-miskin-.jpg" title="" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Suatu malam, beberapa tahun yang
lalu, sekitar medio 2014, saya sempat terlibat perbincangan dengan paman PMJ,
&amp;nbsp;kurang lebih percakapan kami seperti ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Om dalam memilih perempuan yang
menjadi pendamping hidup, saya hanya berharap wanita sederhana, rupa yang
biasa-biasa saja, dan yang terpenting bisa diajak hidup susah sebab perempuan
yang demikian otomatis bisa diajak hidup senang kelak. Bisa diajak hidup senang
itu banyak om, nah yang bisa diajak hidup susah itu yang langka”. Kata saya memecah
suasana.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sejenak Paman terdiam, tersenyum
lalu tertawa kecil seraya berujar “hehehe, Acca, Acca..., hal
demikian itu gak otomatis”&lt;/div&gt;
“maksudnya om?” kejarku.&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“kamu sebenarnya mau mengatakan
bahwa perempuan yang bisa diajak hidup susah otomatis bisa diajak hidup senang,
sedangkan perempuan yang bisa kau ajak hidup senang otomatis tak bisa diajak
hidup susah, begitu...?” kejar paman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“kalau kamu memposisikan &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.co.id/2013/03/kesulitan-dan-kelapangan.html" target="_blank"&gt;hidup senang atau hidup susah, kaya dan miskin, manis dan pahit&lt;/a&gt;, itu takarannya
materi, kamu akan terjebak dengan persepsimu, itu hanya sekedar asumsi. Yang
benar, perempuan yang bisa kau ajak hidup susah belum tentu bisa kau ajak hidup
senang, demikian pula sebaliknya perempuan yang bisa kau ajak hidup senang
belum tentu tak bisa kau ajak hidup susah, gak ada otomatis disitu” lanjut
paman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“loh kok pernyataannya seperti
itu Om?” sambungku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“bukan hanya pernyataan tetapi
kenyataannya memang demikian. &lt;b&gt;Intinya cari yang mau diajak hidup susah maupun senang, jangan hidup susah aja&lt;/b&gt;..” lanjut paman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“saya belum ngerti om” kataku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“endapkan penasaranmu, pulanglah,
renungkanlah dulu baik-baik baru kita diskusikan kembali” tutup paman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Saya membawa pulang tema itu
dengan penasaran. Apa gerangan benang merah dari pernyataan paman tadi. Pada
pertemuan berikutnya, selepas nyanyi bareng kembali saya mengingatkan tema yang
pernah kami bincangkan&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Hidup susah dan senang sebenarnya
suatu istilah dari keadaan miskin dan kaya. Ukurannya jelas materi atau harta.
Kalau kaya, punya duit, di-stereotip-kan sebagai hidup senang, bisa memiliki
dan membeli apa saja yang diinginkan, sedangkan miskin, gak punya duit yang
cukup, di-stereotip-kan sebagai hidup susah, tak bisa berbuat banyak apalagi
berkeinginan memiliki apa-apa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menurut paman pernyataan itu sangat
standar, &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt;, namun bukan
berarti stereotip itu salah. Tetapi jika kamu mau meningkatkan sedikit kelas
pemahamanmu, begini, dalam keadaan apapun, miskin atau kaya, &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.co.id/2013/04/problematika-remaja-tanggung-jawab-siapa.html" target="_blank"&gt;ada problemnya masing-masing&lt;/a&gt;,
ukuran kesenangan atau kesusahan kita sendiri yang menentukan, kita punya kuasa
atau upaya untuk merasa senang atau susah dalam situasi apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Banyak orang di ketika miskin, minim
popularitas, rukun-rukun saja, namun diketika cobaan kekayaan dan popularitas mendera,
justru kekacauan rumah tangga terjadi, perhatian terhadap anak terbengkalai, bahkan
beberapa kasus sampai mengakibatkan perceraian. Sebaliknya pun demikian
diketika kaya, di saat popularitasnya lagi naik daun, terlihat mesra, rukun-rukun
saja, bahkan semua mata seakan iri melihatnya, namun diketika cobaan
kemiskinan, kebangkrutan, ketakberdayaan mendera, tidak sedikit yang mengalami
kekacauan rumah tangga, putus asa dengan keadaan, bahkan sampai kepada proses
perceraian. Walau cerai adalah sesuatu yang sah dan halal namun tak bisa
dipungkiri ada suatu kekeliruan sikap disitu&lt;span style="color: red;"&gt;2&lt;/span&gt;.
Kekeliruannya adalah mereka manusia-manusia yang “gagap” menyikapi kehidupan, tidak siap menghadapi berbagai warna kehidupan akibat tidak mempersiapkan diri. Tapi
semua itu bagian dari proses pendewasaan, menjadikan seseorang semakin bijak
atau malah sebaliknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pernyataan paman ini mengingatkan
saya dengan ungkapan dari Emha Ainun Najib (Cak Nun) “bahwa keberhasilan dan
kebahagiaan hidupmu tidak terutama tergantung pada keadaan-keadaan yang baik
atau buruk di luar dirimu, melainkan tergantung pada kemampuan ilmu dan
mentalmu menyikapi keadaan-keadaan itu.”&lt;span style="color: red;"&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Lebih lanjut paman berujar bahwa
benang merah dari semua keadaan itu adalah rasa syukur, “pernahkah
kamu merasa miskin di antara pencapaianmu yang banyak? mengapa demikian? ternyata &lt;i&gt;keyword&lt;/i&gt;-nya adalah syukur.
Manusia yang selalu merasa kurang tentulah belum pandai bersyukur. Manusia yang
serakah adalah yang sama sekali tidak pernah bersyukur. Puasa hadir membawa
salah satu hikmah meng-&lt;i&gt;upgrade&lt;/i&gt; syukur
kita yang mungkin cemplang selama ini. Ketahuilah bahwa dengan banyak
bersyukur, nantinya akan sampai pada inti pemahaman syukur itu sendiri. Dan
yang telah paham bersyukur yang sesungguhnya, maka dialah yang akan senantiasa
merasa "kaya". Dan yang telah paham bersyukur yang sesungguhnya, maka
dialah yang akan senantiasa siap untuk berbagi. Berbagi..., meski hanya seulas
senyum saja.”&lt;span style="color: red;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian hening... ***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Catatan kaki&lt;/i&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-indent: -18pt;"&gt;Sudah
menjadi kebiasan kami diawal pertemuan, biasanya paman PMJ bernyanyi diiringi &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;organ music&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: -18pt;"&gt; yang beliau mainkan sendiri,
kadang saya turut nyumbang suara, walau sering falees, hehehe..&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Banyak
rujukan tentang hal ini, Anda bisa lihat dalam artikel di antaranya&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/bangdepan/inilah-penyebab-perceraian-tertinggi-di-indonesia_55094acaa3331122692e3965" target="_blank"&gt;Inilah Penyebab Perceraian Tertinggi Di Indonesia&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href="http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/10/02/oefaip365-faktor-ekonomi-penyebab-dominan-tingginya-angka-perceraian" target="_blank"&gt;Faktor Ekonomi Penyebab Dominan Tingginya Angka Perceraian&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://tangerangrayaonline.com/2016/10/24/angka-perceraian-meningkat-faktor-ekonomi-jadi-penyebab-utama/" target="_blank"&gt;Angka PerceraianMeningkat, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Lihat
artikel Cak Nun “&lt;a href="https://www.caknun.com/2016/anak-asuh-bernama-indonesia/" target="_blank"&gt;Anak Asuh Bernama Indonesia&lt;/a&gt;”&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan ini pernah di upload paman PMJ di blognya dengan
judul artikel “&lt;a href="http://palangmerahjingga.blogspot.co.id/2013/09/puasa-dan-syukur.html" target="_blank"&gt;Puasa dan Syukur&lt;/a&gt;”&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijVDhO-qw4oVhii8EftSbSkUWR7cwajlqjSv71HitKbbld5cANzEEq7joiKOF0PDMRERaWAVuhnA9XHIFaIUkjwvjS9V0-KNSL45i0pci16FWR37C60OvNyyftGMfrwbQ_DTX3mgS-MDgS/s72-c/kaya-dan-miskin-.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Problematika Remaja; Tanggung Jawab Siapa?</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2013/04/problematika-remaja-tanggung-jawab-siapa.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Thu, 18 Apr 2013 07:32:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-3777206151359419166</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8PXj2RrepY0-MPMLslEiUno46J3i4fiNRpwq4FTU6EGXNbs3BTtQ2ejmbbWsGFrmUpYqyy9kzi0KtJtXWQ_D2v9tW7hbLV1TwLNiPLm1TR69ilbXUKNIBnzKoXWCAOz7t2fcAfFKaahVn/s1600/problematika_remaja.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Remaja pesta miras" border="0" height="164" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8PXj2RrepY0-MPMLslEiUno46J3i4fiNRpwq4FTU6EGXNbs3BTtQ2ejmbbWsGFrmUpYqyy9kzi0KtJtXWQ_D2v9tW7hbLV1TwLNiPLm1TR69ilbXUKNIBnzKoXWCAOz7t2fcAfFKaahVn/s200/problematika_remaja.jpg" title="Problematika Remaja, Tanggung Jawab Siapa?" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ponsel berdering tanda sms berbunyi, terpampang jelas dalam display: “aswbr. Kak, bisa minta tolong?”. Sejenak aku menghela nafas lalu ingatanku kembali pada 4 tahun silam. Seorang perempuan muda yang memutuskan kuliahnya sementara dan terbuang dari keluarga karena MBA (&lt;i&gt;married by accident&lt;/i&gt;). Berangkat dari peristiwa itu, ujian hidup baru dimulai. Mulai dari keterbatasan ekonomi sampai perasaan bersalah dan terbuang dari keluarga. Sungguh miris melihat kondisi itu. "Sekali lagi sejarah kembali terulang, hanya waktu dan pelakonnya yang berbeda", gumamku dalam hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebut sajalah ia AW. Seorang dara yang dilahirkan dari keluarga lumayan berkecukupan, ayahnya seorang PNS kesehatan, &lt;i&gt;background&lt;/i&gt; keluarganya yang lain aku tak tahu, karena memang hanya sekali aku pernah berkunjung kerumahnya. Ia berasal dari sebuah kota kecil bagian selatan Makassar. Pasca pernikahan yang tidak terencana itu, berbagai &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2013/03/kesulitan-dan-kelapangan.html" target="_blank"&gt;persoalan hidup&lt;/a&gt; menimpa dirinya dan juga ikut berakibat kepada buah hatinya. Satu persatu terkuak kepermukaan bahwa suaminya memang seorang “penjahat kelamin”. Kejadian itu pernah berlangsung beberapa tahun yang lalu dengan korban seorang perempuan yang berada di seberang pulau, tapi entahlah nasibnya saya tak tahu selanjutnya, apakah digugurkan atau ia ditinggalkan begitu saja. Yang jelas, menurut pengakuan AW, suaminya masih doyan menggoda wanita-wanita yang ada disekitar kampungnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama dalam proses mengandung dan melahirkan, AW tinggal di rumah mertuanya yang cukup jauh dari kota Makassar. Butuh sekitar 9-10 jam perjalanan untuk tiba dikota itu dengan mengendarai sebuah bus. Selama dalam proses "pelarian" hanya sesekali ayahnya mengontak. Ia terlarang untuk pulang karena keluarganya menganggap peristiwa itu suatu aib yang oleh masyarakat di sekitar rumahnya tidak boleh tahu. Mau tak mau selama dalam proses pelarian itu, hidupnya ditanggung oleh mertua, karena sang suami tak punya pekerjaan lain selain berkebun dan &lt;i&gt;nyambi&lt;/i&gt; jadi tukang batu. Ia memang alumni mahasiswa di kampus yang sama dengan AW, tapi sampai sekarang ia tak mempunyai pekerjaan yang tetap untuk menghidupi keluarganya. Di tambah lagi dalam berumah tangga di samping hidup bersama mertua laki-perempuan, ia pun harus bersama dengan saudara suaminya yang sudah berkeluarga pula. Bisa dibayangkan potensi “pergesekan” setiap saat bisa saja terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Singkat cerita, pasca melahirkan ia pun bertekad melanjutkan kuliahnya yang hanya tersisa beberapa semester sampai benar-benar ia meraih gelar sarjana. Namun masalah tak sampai hanya disitu, keluarga di kampung masih tak membiarkan ia kembali, walau sebenarnya kedua orang tua dan saudara-saudara turut merindukannya. Ia pun pasrah, dengan segenap tenaga tersisa ia tetap melanjutkan kuliah walau harus bermain “kucing-kucingan”, khawatir ada sanak famili ataupun tetangga dari kampung memergoki keberadaannya. Ia mesti numpang kesana-kemari hanya untuk menghindari itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekelumit kisah teman saya di atas memberi gambaran pada kita bersama, betapa &lt;i&gt;pre marital pregnancy&lt;/i&gt; (kehamilan di luar nikah) banyak mendatangkan masalah bagi pelaku, baik itu secara psikologis maupun sosiologis. Secara psikologis, pelaku jiwanya tertekan karena perasaan bersalah yang berkepanjangan baik kepada keluarga maupun norma agama. Sedangkan dari aspek sosiologis, pandangan “miring” dari masyarakat cukup membatasi ruang gerak bersosialisasi pelaku karena perasaan malu, tekanan ini makin hebat jika terjadi dikalangan masyarakat yang masih menjunjung tinggi norma susila. Di sisi lain impian masa depan pelaku jadi berantakan karena &lt;i&gt;accident&lt;/i&gt; tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan jumlah penduduk Indonesia 2010 yang mencapai 237,6 juta jiwa yang 26,67 persen diantaranya adalah &lt;b&gt;remaja&lt;/b&gt;, tak dapat dipungkiri remaja kita memang rentan menghadapi berbagai macam &lt;b&gt;problematika &lt;/b&gt;seperti masalah kesehatan reproduksi yaitu perilaku seksual pranikah, Napza dan HIV/AIDS&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;1&lt;/span&gt;. Data statistik menunjukkan dalam lima tahun terakhir, jumlah remaja usia 15-19 tahun yang melahirkan melonjak 37 persen. Tak hanya membuat upaya pengendalian penduduk makin sulit, hal ini juga membuat remaja putri kehilangan kesempatan untuk tumbuh kembang dengan baik&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;2&lt;/span&gt;. Berdasarkan data SKRRI (Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia) 2002-2003 didapatkan bahwa remaja mengatakan mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada usia 14-19 tahun (perempuan 34,7%, laki-laki 30,9%) dan usia 20-24 tahun (perempuan 48,6%,laki-laki 46,5%)&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;3&lt;/span&gt;. Begitupula survei yang dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak di 33 provinsi pada Januari s/d Juni 2008 menyimpulkan bahwa; (1) 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno; (2) 93,7% remaja SMP dan SMA pernah berciuman, &lt;i&gt;genital stimulation&lt;/i&gt;, oral seks; (3) 62,7% remaja SMP tidak perawan; (4) 21,2% remaja mengaku pernah aborsi&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;4&lt;/span&gt;. Faktor yang paling mempengaruhi remaja untuk melakukan hubungan seksual (3x lebih besar) adalah (1) teman sebaya/pacar; (2) mempunyai teman yang setuju dengan hubungan seks pra nikah; (3) mempunyai teman yang mempengaruhi untuk melakukan seks pra nikah (Analisa Lanjut SKRRI, 2003)&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat data tersebut memang cukup memprihatinkan, kalangan remaja kita dewasa ini sudah sedemikian jauh pola interaksinya. Lantas pertanyaannya kemudian, &lt;b&gt;tanggung jawab siapa&lt;/b&gt; sehingga fenomena ini bisa terjadi? upaya preventif apa yang bisa dilakukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemerintah melalui BKKBN memang sudah membuat sebuah program untuk mengantisipasi problem remaja terkait &lt;i&gt;pre marital preganancy&lt;/i&gt; dan pernikahan dini diantaranya program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). Dalam prakteknya di sekolah bersama-sama dengan pihak sekolah didirikan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). PKBR dengan program PIKR-nya sekarang ini diharapkan mampu memfasilitasi terwujudnya “Tegar Remaja” yakni remaja yang tidak saja berperilaku sehat dan terhindar dari risiko Triad KRR (Seksualitas, Napza dan HIV/AIDS) tetapi juga remaja yang mau menunda usia perkawinannya hingga mencapai kedewasaan penuh. Selain itu, bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (KKBS), serta mampu menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;6&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
BKKBN juga terus melakukan edukasi terhadap pelajar dan remaja. Melalui berbagai kegiatan remaja, sudah dilakukan edukasi sekaligus sosialisasi soal pentingnya ber-KB dalam membentuk keluarga. Misalnya, saja, BKKBN di berbagai daerah telah menggelar lomba poster untuk kalangan pelajar di tingkat SMP dan SMA. Program lain yang sudah dilaksanakan adalah seni tari, teater, musik, dan lomba poster. Program ini BKKBN namakan Program “GenRe” (Generasi Berencana)&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Tidak hanya sampai di situ, agar lebih tersosialisasi secara massif, BKKBN merilis beberapa iklan layanan masyarakat versi “Genre” yang ditayangkan di beberapa TV Swasta Nasional&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita patut mengapresiasi upaya pemerintah tersebut, namun di sisi lain sering kita mendapatkan bahwa program yang dilaksanakan pemerintah hanya bersifat insidentil, seremonial belaka, kalau tak mau dikatakan sekedar memenuhi kewajiban tanpa mengena substansi persoalan. Tanpa ada upaya preventif, pengawasan dan program berkelanjutan secara terus menerus, saya pikir program ini tidak akan berjalan maksimal. Belum lagi persoalan bagi remaja kita yang sudah terjerumus ke dalam perilaku tersebut, apakah ada upaya yang serius untuk merehabilitasinya? Baru-baru ini, salah satu stasiun TV swasta nasional mewartakan bahwa pelajar yang hamil dan melakukan pernikahan dini dilarang ikut Ujian Nasional (UN)&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Sungguh miris, mereka yang sudah terpuruk seperti itu, dihukum lagi larangan ikut ujian nasional. Padahal hak memperoleh pendidikan itu merupakan amanah konstitusi kita, belum lagi dari aspek hak azasi manusia, memperoleh pendidikan itu hak azasi bagi setiap warga negara. Sebagaimana yang diungkap dr. S&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;10&lt;/span&gt; bahwa “fenomena hamil dan pernikahan dini pada kalangan pelajar yang membuat mereka dilarang mengikuti UN adalah bentuk mengorbankan mereka dua kali. Padahal logikanya, pendidikan kesehatan reproduksi tidak cukup, pelajar membuat kesalahan, pihak sekolah dan diknas sudah tidak menyediakan program yang cukup, begitu terjadi kesalahan menghukumnya keras sekali. Itu harus kita lawan selaku orang Kesehatan Masyarakat sebenarnya. Terjadi di satu sisi pengabaian, begitu terjadi masalah bukannya kita memberikan dukungan, kita malah menghukum dan mengukumnya tidak kira-kira, merampas hak orang untuk bersekolah, ini melanggar Undang-Undang Dasar kita”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada dimensi lain, peran &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2013/03/orang-tua-cerdas.html" target="_blank"&gt;orang tua&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sangat krusial meminimalisir problematika remaja kita. Bahkan jauh berabad-abad sebelumnya Alqur’an sudah memperingatkan kewajiban &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/03/kasih-orang-tua-sepanjang-masa.html" target="_blank"&gt;orang tua&lt;/a&gt; ini bahwa “hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...”&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Pesan &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2013/03/kesulitan-dan-kelapangan.html" target="_blank"&gt;Alqur'an&lt;/a&gt; ini menyiratkan bahwa sebagai orang tua, selain menjaga diri dari segala bentuk perintah dan larangan Tuhan, orang tua pun turut bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan anak-anak mereka. Bukan hanya dari segi materi, tapi lebih dari itu, menjadi motivator buat mereka, menanamkan pendidikan akhlak secara kontinyu dan senantiasa mengontrol perkembangan psikis dan mental mereka. Sebab jika tidak, maka “lingkungan” yang dominan membentuk kepribadian mereka, lingkunganlah yang lebih dominan membentuk pola pikir, sikap dan perilaku mereka. Jadi jangan salahkan mereka jika suatu ketika kelak bertindak asusila dan segala bentuk penyakit masyarakat lainnya. Coba anda bayangkan, interaksi dan pengawasan oleh guru-guru mereka di sekolah rata-rata berkisar 5-7 jam sehari. Selebihnya kurang lebih 17 jam mereka terpapar oleh lingkungan (teman, tetangga, teknologi informasi, dan sebagainya) dan keluarga. Apakah Anda rela, waktu yang tersisa itu dominan dipengaruhi atau dibentuk oleh lingkungan mereka? Apakah Anda rela kelak menjadi “asing” bagi anak-anak Anda sendiri? Walhasil, semua terpulang kepada Anda sebagai pelakon panggung kehidupan ini.***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Catatan Kaki:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lihat Wahyuni, D dan Rahmadewi. 2011. “Kajian Profil Penduduk Remaja (10-24 Tahun); Ada Apa Dengan Remaja?”.&amp;nbsp; Policy Brief Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan – BKKBN.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lihat “Jumlah Remaja Melahirkan Melonjak” http://health.kompas.com Rabu, 9 Januari 2013.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lihat Khasanah, FU. 2011. “Membangun Kesadaran Remaja Berperilaku Sehat”. BKKBN Prov. DIY.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ibid.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ibid.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lihat komentar pada artikel “Iklan Menyesatkan Genre (Generasi Berencana)” http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2011/10/27/tayangan-iklan-menyesatkan-genre-generasi-berencana 27 Oktober 2011.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ibid.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Iklan Layanan Masyarakat BKKBN versi “genre” diperankan beberapa artis (&lt;i&gt;celebrity endorser&lt;/i&gt;) d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;iantaranya Afgan Syahreza dan Sinta/Jojo.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lihat “Apa Kabar Indonesia Malam” TV One edisi 14 April 2013 dengan Tema “Hamil dan Menikah Dini Dilarang Ikut UN”.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selaku dosen penguji tesis yang diungkapkan beliau pada seminar tesis penulis tanggal 12 April 2013.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lihat Al-Qur’an Surah At- Tahriim Ayat 6 (Q.S. 66: 6)&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8PXj2RrepY0-MPMLslEiUno46J3i4fiNRpwq4FTU6EGXNbs3BTtQ2ejmbbWsGFrmUpYqyy9kzi0KtJtXWQ_D2v9tW7hbLV1TwLNiPLm1TR69ilbXUKNIBnzKoXWCAOz7t2fcAfFKaahVn/s72-c/problematika_remaja.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Orang Tua Cerdas</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2013/03/orang-tua-cerdas.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sat, 23 Mar 2013 16:52:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-7733089223671634200</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht2Ti0p0Tw0tyjISV40QUFftnAsNCQZ1AwJ6GjeGJq-mrNaAcWkdXo55-cchGHXMG0dCJjgFKZwloqE1QYiUkstSNv3z-Y29f2iWKdx26WvjpDi3wiFUWZeXAEfmm739o3kM61bz6RwS1F/s1600/jadilah+orang+tua+cerdas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; display: inline !important; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="mengajari anak" border="0" height="116" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht2Ti0p0Tw0tyjISV40QUFftnAsNCQZ1AwJ6GjeGJq-mrNaAcWkdXo55-cchGHXMG0dCJjgFKZwloqE1QYiUkstSNv3z-Y29f2iWKdx26WvjpDi3wiFUWZeXAEfmm739o3kM61bz6RwS1F/s200/jadilah+orang+tua+cerdas.jpg" title="orang tua cerdas" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari yang lalu, ada kejadian menarik di kampus sewaktu akan konsultasi dengan pembimbing tesis. Listrik di lantai 2 FKM mati akhirnya rencana konsultasi dengan pembimbing terpending sementara sambil menunggu listrik hidup kembali. Di ruang Prodi Pascasarjana yang rencananya sebagai tempat konsultasi lumayan gelap, hanya sinar matahari dari depan pintu ruang yang sedikit menerangi, walaupun itu tidak keseluruhan (diluar ruang sedikit mendung). Diruangan itu hanya ada saya, seorang mahasiswi bimbingan tesis juga (Mba R), ibu tenaga administrasi (Mba M) dan &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/03/kasih-orang-tua-sepanjang-masa.html" target="_blank"&gt;Ibu Dosen Pembimbing tentunya (Ibu S)&lt;/a&gt;. Tapi sebelumnya, ada Pak R yang ngomel-ngomel sembari marah-marah. Saya hanya terdiam dan sesekali tersenyum, termasuk Mba M dan Mba R, terkecuali Bu S yang kadang berkomentar atau menimpali kata-kata Pak R. Pemicunya lagi-lagi kondisi seminar proposal teman yang tidak dihadiri dengan Dosen Pembimbingnya. Menurutnya, Dosen Pembimbing yang dimaksud bukan saat ini saja bikin ulah, hampir sebagian besar mahasiswa bimbingannya tak ia dampingi kala seminar/sidang berlangsung. Saya pribadi maklum dengan perilaku Pak R, jika berada di posisi yang sama mungkin saya juga akan melakukan hal demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak lama setelah Pak R berlalu, disela-sela kejadian listrik yang masih mati, tuk mengisi kekosongan kegiatan, Mba M dan Ibu S berbincang-bincang, Mba R kadang nyeletuk sesekali sedangkan saya lebih banyak menyimak. Karena waktu shalat ashar sudah masuk, Bu S pun berlalu mengambil wudhu dan beranjak shalat. Karena saya akrab dengan Mba M saya pun sesekali ngobrol dengannya. “M sekarang tinggal di mana?” “oww sekarang saya tinggal di Antang sama Suamiku” sambungnya. “Bukan tempat yang dulu lagi di Batua?” Tanyaku kembali. “bukanmi kak, saya di Antang sekarang” jawabnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tiba-tiba Bu S nyeletuk yang ternyata sudah selesai shalatnya, “M, tolong nah, cek coba Sekolahnya Wahdah kalau pulangki atau lewat didepannya, saya dapat info dari ade angkatku sekolah itu buka pendaftaran untuk murid berkebutuhan khusus!”. “Ow iye bu, nanti sy cek” Jawab M.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sambil merapikan alat shalatnya Bu S kembali berujar “kalau kakaknya rencana mau saya masukkan di pesantren. Kan nanti ini ia sudah tammat SD”. “wih ibu, masih kecil gitu mau dimasukkan di Pesantren” kata M setengah terperangah. “masalahnya, saya prihatin dengan pergaulan anak-anak sekarang” sambung Bu S.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Percakapan sederhana ini membuat saya termenung, sesekali saya hanya menyimak percakapan selanjutnya, tanpa pernah berkomentar apapun. Apa yang dikemukan oleh Ibu S menyiratkan kondisi lingkungan di perkotaan sekarang relatif tidak sehat lagi bagi perkembangan psikis anak. Anak akan mudah mendapat pengaruh negatif dari lingkugan pergaulan yang tidak sehat. Apa yang direncanakan oleh ibu S merupakan upaya preventif dari hal tersebut. Sebagai orang luar, saya memaklumi keinginan dari ibu S sebab &lt;b&gt;orang tua &lt;/b&gt;mana yang tidak menginginkan anaknya bertumbuh dengan baik, tidak terpapar pengaruh negatif, apalagi sampai turut terjerumus dalam perilaku negatif.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya jadi teringat dengan pengalaman saya sendiri ketika baru tamat SD. Ayah menginginkan saya masuk pesantren sedang ibu berat hati untuk melepaskan kala itu. Yang mendasari ayah menginginkan hal tersebut karena hatinya kepincut melihat anak-anak pesantren yang sering magang di masjid berceramah jika saat bulan Ramadhan tiba. Sepengetahuan saya memang saat itu, jika bulan ramadhan tiba beberapa santri dikirim tuk menjadi penceramah ke beberapa masjid di kampung kami. Ada juga yang bertindak sebagai imam tarawih selama sebulan penuh. Persepsi ayah yang mungkin hampir sama orang tua pada umumnya saat itu bahwa anak pesantren itu paham ilmu agama, saleh dan kelak dewasa bisa menjadi mubalig atau setidaknya berguna ditengah-tengah masyarakat. Dengan keilmuannya bisa memberi dampak positif bagi anak-anak lain. Walau kadang persepsi itu tidak selalu berkorelasi positif dengan fakta sesungguhnya. Sebab tidak semua luaran pesantren menjadi seperti yang Ayah persepsikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sikap yang ditunjukkan oleh Ibu S maupun Ayah, walau motifnya berbeda, namun pada dasarnya mereka sama-sama menginginkan sesuatu yang terbaik kelak buat anaknya di masa depan. Motif mereka masing-masing didasari oleh pengetahuan sebelumnya tentang idealitas dalam membentuk perilaku anak kelak. Hal ini pula menyiratkan pada saya bahwa mereka sadar berada dalam posisi memikul tanggung jawab sebagai orang tua dan tanggung jawab inilah yang menurutku tidaklah mudah.&amp;nbsp;&lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/01/pasangan-dari-tuhan.html" target="_blank"&gt;Rasulullah mengatakan&lt;/a&gt;: "Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. al-Bukhari dan Muslim). Ini menandakan pengaruh orang tua (internal) sangat diperlukan untuk memfilter pengaruh-pengaruh negatif dari luar rumah (eksternal). &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi saya percaya, tak ada satupun &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/03/kasih-orang-tua-sepanjang-masa.html" target="_blank"&gt;orang tua&lt;/a&gt; yang tidak menginginkan anaknya menjadi baik kelak. Orang tua yang bejat sekalipun seperti peminum, perampok, penjahat, dsb-nya mereka memiliki konsepsi idealitas dalam membentuk karakter anak. Tentunya pola penyikapan mereka, tergantung atau dipengaruhi dari apa yang mereka ketahui dan pahami (pengetahuan). Berangkat dari hal itu, sebagaimana yang dikemukakan Paman M, dalam menghasilkan generasi yang berkualitas, mau tidak mau orang tua harus &lt;b&gt;cerdas&lt;/b&gt;. Cerdas dalam aspek intelektualitas, emosional terlebih pada aspek spiritualitas. Menjadi orang tua cerdas bukan hanya sekedar niat saja, tetapi ada upaya-upaya untuk mengetahui dan memahami pola perlakuan terhadap anak. Dan tentunya pembelajaran itu tidak sesingkat yang kita kira, ibarat pendidikan formal yang hanya butuh waktu beberapa tahun, tapi bisa saja menghabiskan sebagian sisa usia Anda. Sebab masa kristalisasi karakter anak, awalnya dibentuk dalam lingkungan keluarga dan sesuatu yang sudah mengkristal akan sulit untuk dirubah kembali. Hhmm…, gimana pemirsa, sudah siapkah Anda menjadi orang tua yang cerdas? sudah siapkah Anda menjadi orang tua yang ideal buat anak-anak Anda?? ***&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by kolomkita.detik.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht2Ti0p0Tw0tyjISV40QUFftnAsNCQZ1AwJ6GjeGJq-mrNaAcWkdXo55-cchGHXMG0dCJjgFKZwloqE1QYiUkstSNv3z-Y29f2iWKdx26WvjpDi3wiFUWZeXAEfmm739o3kM61bz6RwS1F/s72-c/jadilah+orang+tua+cerdas.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kesulitan dan Kelapangan</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2013/03/kesulitan-dan-kelapangan.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Fri, 22 Mar 2013 14:52:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-4841503799750926919</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinXST5rM2EH6NOTMAezzrBpok5J3Dh5S2WW-gThr_4BvV_EBjn2o0XxQrit6kO9cJZTpXVoCNYOrsQvzUPudd9a-mb1r0bT0gvq9kYRCDrz3CFsIPMNIe0Pp2V3lzQoG8FINf0c7BLXvrV/s1600/kesulitan+dan+kelapangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="jam pasir" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinXST5rM2EH6NOTMAezzrBpok5J3Dh5S2WW-gThr_4BvV_EBjn2o0XxQrit6kO9cJZTpXVoCNYOrsQvzUPudd9a-mb1r0bT0gvq9kYRCDrz3CFsIPMNIe0Pp2V3lzQoG8FINf0c7BLXvrV/s320/kesulitan+dan+kelapangan.jpg" title="kesulitan dan kelapangan beriringan silih berganti" width="157" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Setelah saya menyimak statement Cak Nun pada rubrik Reportase&amp;nbsp;via caknun.com&amp;nbsp;dengan judul “Kunjungan Rombongan PKS ke Pendopo Kadipiro”, saya agak terusik dengan beberapa statement yang dikemukakan beliau. Bukan karena saya menentang statement itu, justru keterusikan itu timbul karena menurut saya ada relevansi dengan apa yang pernah aku dengar dari Paman M dan AGH.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Cak Nun melontarkan pertanyaan kepada hadirin pada saat itu “apakah ‘tertawa’ itu benar atau baik?” Sebelum hadirin menjawab beliau menyambung statementnya “Kebaikan itu menyangkut moral dan etika, sementara kebenaran menyangkut sains. Tertawa bukan baik dan bukan benar, melainkan indah. Dimensi keindahan ini yang sudah lama dikesampingkan di Indonesia, maka tak ada diplomasi di Indonesia. Tak ada retorika. Dalam perjalanan saya keliling dunia bersama teman-teman, tak saya temukan diplomat Indonesia.” &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Lebih lanjut beliau mengemukakan: “Ludruk itu keindahan. Dan keindahan ini bisa bermacam-macam akibat yang ditimbulkannya: bisa berakibat menangis atau tertawa. Tertawa dan menangis kan tak berlawanan. Justru di puncak frustrasi Anda akan tertawa, dan di puncak tawa Anda mengeluarkan air mata.” &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sekilas tertawa dan menangis itu sesuatu yang berlawanan, namun hakikatnya menurut Caknun bukan sesuatu yang berlawanan. Sebenarnya yang menjadi penekanan pada keterusikan saya bahwa terkadang kita mempersepsikan suatu fenomena berlawanan namun pada hakikatnya ia beriringan menyatu dalam naungan keindahan hidup dan kehidupan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Dilain sisi, suatu ketika Paman M bertanya; “Karena menurutmu kamu telah melalui berbagai episode cinta, sekarang saya bertanya, apa itu Cinta???”. Mendengar pertanyaan beliau, kewalahan juga aku berpikir pada suatu kata atau istilah yang sudah lazim bagi kebanyakan orang.&amp;nbsp;Tanpa aku jawab, beliau melanjutkan: “Cinta itu ibarat dua sisi koin mata uang, disisi yang satu ada sedih, tangis, sengsara, susah, sulit dan di sisi lainnya ada tawa, senang,&lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2012/01/mengurai-bahagia.html" target="_blank"&gt;bahagia&lt;/a&gt;, mudah, lapang dan seterusnya. Kesemuanya menyatu dalam naungan Cinta, tidak berlawanan pun tidak ada keterpisahan, justru senantiasa beriringan dalam mengarungi episode kehidupan kita. Cinta adalah sebuah nilai esensial yang kompleks dan utama dalam kehidupan personal, keluarga, maupun masyarakat”. Berdasarkan statement beliau, lagi-lagi saya tiba pada suatu perenungan bahwa hakikatnya fenomena sedih, tawa dan semacamnya bukanlah sesuatu yang berlawanan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini pula relevan dengan konsep Alquran tentang &lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;kesulitan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;_&lt;b&gt;kelapangan&lt;/b&gt; dan sejenisnya yang pada hakikatnya bukan suatu fenomena yang berlawanan. Alquran mengatakan “&lt;span class="gen"&gt;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada &lt;/span&gt;kelapangan&lt;span class="gen"&gt;. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada &lt;/span&gt;kelapangan&lt;span class="gen"&gt;” (QS. Al-Insyirah: 5-6). AGH mengatakan pada suatu pengajian, mengapa &amp;nbsp;pada kata “usriinn” dan “yusrann” tidak ada kata penghubung seperti “waw” dan semacamnya? Karena pada hakikatnya kedua kata itu tidak ada keterpisahan, ia sesuatu yang beriringan. Jadi jika mau ditafsirkan dengan tepat yakni “sesudah kesulitan-&lt;/span&gt;kelapangan&lt;span class="gen"&gt;” pun sebaliknya “sesudah &lt;/span&gt;kelapangan&lt;span class="gen"&gt;-kesulitan”. Keduanya pun tidak memiliki kata penghubung sebab sifat kedua kata itu hakikatnya tidak memiliki “jarak”. Ibarat sebuah tagline iklan shampoo dulu yang sering kita dengar &lt;i&gt;two in one&lt;/i&gt;. Namun esensinya hanya satu sifat, hanya persepsi dan istilah kita yang membedakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;Menurut beliau (AGH), jika kita mengalami kesulitan, kesedihan dan sejenisnya tunggu kelak didepannya ada kemudahan, kesenangan dan sejenisnya. Begitupula sebaliknya setelah mengalami kemudahan atau kesenangan, tunggu akan kita tuai kesulitannya. Tidak ada alternatif lain. Tidak ada makhluk yang sedih berkepanjangan, tidak ada pula makhluk yang senang berkepanjangan, pasti ada jeda untuk beralih. &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;Pesan moral sebenarnya dari firman &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/01/pasangan-dari-tuhan.html" target="_blank"&gt;Tuhan&lt;/a&gt; itu kita dianjurkan senantiasa berhati-hati, mewaspadai, mengontrol kejiwaan kita, dalam mempersiapkan diri agar jika terluka, tdk terlalu tenggelam dalam lara. Pun demikian sebaliknya persiapan diri jika mengalami kesenangan agar tidak larut dalam efouria berlebihan. Sebab segala sesuatu yg berlebihan adalah hal yang tidak dikehendaki oleh Tuhan yang dampaknya merugikan Abdi (hamba/makhluk) itu sendiri, baik secara fisik terlebih psikis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="gen"&gt;Namun, terkadang pada umumnya persepsi ego lagi awam kita, hanya mau mempersepsikan tangis, sedih, sengasara itu musibah sedangkan tawa, senang, bahagia, itu berkah. Padahal kesemuanya menyatu dalam Hidayah Tuhan, manifestasi Cinta kepada makhlukNya. Jika demikian adanya, benar apa yang difirmankan Tuhan dalam hadist qudsi bahwa "Aku adalah apa yang hambaku sangkakan". ***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by rw03setu.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinXST5rM2EH6NOTMAezzrBpok5J3Dh5S2WW-gThr_4BvV_EBjn2o0XxQrit6kO9cJZTpXVoCNYOrsQvzUPudd9a-mb1r0bT0gvq9kYRCDrz3CFsIPMNIe0Pp2V3lzQoG8FINf0c7BLXvrV/s72-c/kesulitan+dan+kelapangan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>dara itu kau</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/10/dara-itu-kau.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sat, 27 Oct 2012 05:23:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-1209560264056446237</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYDZACxuuoxAMpqfipREhWOlVVHfh0EIaOtuSt9E_fPnqpL1JzCjFfFc-K1tet2YuY7GAfQo4zVTvo4GSnnVTIfqlhHDdPp0ik3bjxENuEbrdDY48gjNdajpwdc1rq4cCL26wxdP8i80Ht/s1600/dara_itu_kau.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="serang dara" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYDZACxuuoxAMpqfipREhWOlVVHfh0EIaOtuSt9E_fPnqpL1JzCjFfFc-K1tet2YuY7GAfQo4zVTvo4GSnnVTIfqlhHDdPp0ik3bjxENuEbrdDY48gjNdajpwdc1rq4cCL26wxdP8i80Ht/s200/dara_itu_kau.jpg" title="dara itu kau" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2012/10/dara-yang-luka.html" target="_blank"&gt;dara&lt;/a&gt; itu kau&lt;/b&gt;...&lt;br /&gt;
yang memapah &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2008/12/dialog-diri.html" target="_blank"&gt;doa&lt;/a&gt; di altar sunyi&lt;br /&gt;
melangitkan sebuah nama dengan kabut di mata&lt;br /&gt;
karena &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/elegi-kerinduan.html" target="_blank"&gt;rindu&lt;/a&gt; seharusnya menuntun, bukan menuntut&lt;br /&gt;
yaa rabbi tiada yang 'sunyi' dari pandangan-Mu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dara itu kau...&lt;br /&gt;
memeluk kesederhanaan yang indah&lt;br /&gt;
sesederhana embun di pelupuk mata yang jatuh serupa hujan di ranah sajadah&lt;br /&gt;
serupa kabut yang mengambang di alis&lt;br /&gt;
mencipta butiran embun direrumputannya&lt;br /&gt;
tempat &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/07/kunang-kunang-kerinduan.html" target="_blank"&gt;rindu&lt;/a&gt; kelak digembalakan...&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;source by noveloke.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYDZACxuuoxAMpqfipREhWOlVVHfh0EIaOtuSt9E_fPnqpL1JzCjFfFc-K1tet2YuY7GAfQo4zVTvo4GSnnVTIfqlhHDdPp0ik3bjxENuEbrdDY48gjNdajpwdc1rq4cCL26wxdP8i80Ht/s72-c/dara_itu_kau.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>membebat luka</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/10/membebat-luka.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Mon, 22 Oct 2012 11:25:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-8520598167446824845</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPhoHimF56tlJEzTTGX47qb8Xx0uzR5gNzBidUyuJ9xUlVSgXZ2Ax9SJUwJ1M7j9DsoXTX4pMYOB2PX0xfXWuGCmfNsR9tugQjUeL18BzqOC7kQj849oxX6zdZtAtEgz9ZEtPH7nMpI_lI/s1600/membebat+luka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="perempuan terluka" border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPhoHimF56tlJEzTTGX47qb8Xx0uzR5gNzBidUyuJ9xUlVSgXZ2Ax9SJUwJ1M7j9DsoXTX4pMYOB2PX0xfXWuGCmfNsR9tugQjUeL18BzqOC7kQj849oxX6zdZtAtEgz9ZEtPH7nMpI_lI/s200/membebat+luka.jpg" title="membebat luka" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
ia... bulan luka yang jatuh di ranting puisi,&lt;br /&gt;
perempuan yang &lt;b&gt;membebat &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2012/10/dara-yang-luka.html" target="_blank"&gt;luka&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dengan kata kata.&lt;br /&gt;
ia... berjalan tertatih,&lt;br /&gt;
kedua kakinya gemetar menyeret pedih.&lt;br /&gt;
dari sudut sudut matanya yang berkabut,&lt;br /&gt;
gerimis luruh bersama &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/harapan-baru.html" target="_blank"&gt;asa yang pupus&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi percayalah...,&amp;nbsp;kelak ia akan melahirkan anak anak &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/07/kunang-kunang-kerinduan.html" target="_blank"&gt;kerinduan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
dari rahim ketabahan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by gameonhai.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPhoHimF56tlJEzTTGX47qb8Xx0uzR5gNzBidUyuJ9xUlVSgXZ2Ax9SJUwJ1M7j9DsoXTX4pMYOB2PX0xfXWuGCmfNsR9tugQjUeL18BzqOC7kQj849oxX6zdZtAtEgz9ZEtPH7nMpI_lI/s72-c/membebat+luka.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>dara yang luka</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/10/dara-yang-luka.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Mon, 22 Oct 2012 11:03:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-3547257077333091838</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyGT5yBP1NjjnhT2yZylVdMQscPP0Dzyln1ZDzS2xT1f4wjetIsEChN3-PbpsgJtyO2KX9DMdChRo4YPcYAfXgfEsl5ouYroWtIVDnNEDwWY8NiMI1PkuNJvZ-iYgM9LbuI02Defb4lmER/s1600/membebat_luka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="dara menangis" border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyGT5yBP1NjjnhT2yZylVdMQscPP0Dzyln1ZDzS2xT1f4wjetIsEChN3-PbpsgJtyO2KX9DMdChRo4YPcYAfXgfEsl5ouYroWtIVDnNEDwWY8NiMI1PkuNJvZ-iYgM9LbuI02Defb4lmER/s200/membebat_luka.jpg" title="dara yang luka" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pagi.., di sebuah taman bunga,&lt;br /&gt;
seekor kupu kupu terbang mengitari &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2012/10/dara-itu-kau.html" target="_blank"&gt;setangkai melati&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Di sudut taman, seorang &lt;b&gt;dara&lt;/b&gt; berpuisi,&amp;nbsp;dimatanya embun berbisik, mengucap kata pisah,&lt;br /&gt;
jemari dedaun rekat mencegah.&lt;br /&gt;
Sesaat matahari menjadikan &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/rindu.html" target="_blank"&gt;rindu&lt;/a&gt; jadi &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/jika-serpihan-kata-tak-bisa-lagi.html" target="_blank"&gt;serpihan&lt;/a&gt; &lt;b&gt;luka&lt;/b&gt;...&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by radenbeletz.blogdetik.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyGT5yBP1NjjnhT2yZylVdMQscPP0Dzyln1ZDzS2xT1f4wjetIsEChN3-PbpsgJtyO2KX9DMdChRo4YPcYAfXgfEsl5ouYroWtIVDnNEDwWY8NiMI1PkuNJvZ-iYgM9LbuI02Defb4lmER/s72-c/membebat_luka.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>kemuning senja</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/10/kemuning-senja.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Mon, 22 Oct 2012 10:47:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-4181074153258235534</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYKnRjuMLlxETpx7XI9xldnl2FbkgvcG1OMqc2KoisFFWp1J7hCWBi5HCFd5c5KRjD3oMD7HYoAIc94yWD-jjPIudQQsuMCH9qiDMvRiofP124Yffsht0D2rSI53Z6nqT3YhP_e9E4DlEH/s1600/kemuning.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="kemuning" border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYKnRjuMLlxETpx7XI9xldnl2FbkgvcG1OMqc2KoisFFWp1J7hCWBi5HCFd5c5KRjD3oMD7HYoAIc94yWD-jjPIudQQsuMCH9qiDMvRiofP124Yffsht0D2rSI53Z6nqT3YhP_e9E4DlEH/s200/kemuning.jpg" title="kemuning senja" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;kemuning&lt;/b&gt;..., &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/07/kunang-kunang-kerinduan.html" target="_blank"&gt;rindumu&lt;/a&gt; adalah sunyi yang mengembun pada kaca riasmu sendiri&lt;br /&gt;
lalu kau tulis namaku dengan jari gemetar ketika &lt;b&gt;senja&lt;/b&gt; menghampiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ning..., &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/07/kunang-kunang-kerinduan.html"&gt;rindumu&lt;/a&gt; terbatabata mengeja &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2012/05/atas-nama-masa-lalu.html" target="_blank"&gt;waktu&lt;/a&gt; yang selalu keji&lt;br /&gt;
pada hati yang selalu cemas dipenantian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ning..., sekali waktu kau mesti percaya, bila rindumu begitu absurd&lt;br /&gt;
dan kau sekali waktu pula meluangkan kesempatan menata makam untuk perasaan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hanya saja ning..., kau mesti tetap mencandui &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/harapan-baru.html" target="_blank"&gt;harapan&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;
kau rawat kesetiaanmu sebab kepercayaan mesti kita perjuangkan,&lt;br /&gt;
jangan lengah pada kebosanan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kini, Aku mengekalkanmu pada kata. &lt;br /&gt;
bukan ketidakmampuan, sebab kau pun telah mengubah diri menjadi semu.&lt;br /&gt;
ning.., sungguh kau begitu semu...&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;notes:&amp;nbsp;facebook.com/rumahRINDU&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by&amp;nbsp;archive.kaskus.co.id&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYKnRjuMLlxETpx7XI9xldnl2FbkgvcG1OMqc2KoisFFWp1J7hCWBi5HCFd5c5KRjD3oMD7HYoAIc94yWD-jjPIudQQsuMCH9qiDMvRiofP124Yffsht0D2rSI53Z6nqT3YhP_e9E4DlEH/s72-c/kemuning.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>munajah subuh</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/10/munajah-subuh.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sat, 13 Oct 2012 06:27:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-189775339651113738</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRl1LaLftvNOFPs9dM4FSPDDFUjBzLtjG5QMId_ta7hT4By8E_xl0lI5we714Cl2uNbEXxxU4pATgkP6bUEYLzO_p5CpKcZzrbkCLiy9kdq4q-E5dUF8QhaughHSaZxBwNI-MezlmsRorw/s1600/munajah_subuh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="gadis berdoa" border="0" height="143" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRl1LaLftvNOFPs9dM4FSPDDFUjBzLtjG5QMId_ta7hT4By8E_xl0lI5we714Cl2uNbEXxxU4pATgkP6bUEYLzO_p5CpKcZzrbkCLiy9kdq4q-E5dUF8QhaughHSaZxBwNI-MezlmsRorw/s200/munajah_subuh.jpg" title="munajah subuh" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;munajah&lt;/b&gt; seorang &lt;b&gt;perempuan&lt;/b&gt; ketika subuh menjelang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2010/08/diary-ramadhan.html" target="_blank"&gt;Tuhan...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku sendiri&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2010/08/diary-ramadhan-2.html" target="_blank"&gt;Tuhan...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Aku berlindung kepadaMu dari setiap keinginanku&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2010/08/diary-ramadhan-3.html" target="_blank"&gt;Tuhan...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Aku&amp;nbsp;berlindung kepadaMu dari&amp;nbsp;setiap&amp;nbsp;&lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/harapan-baru.html" target="_blank"&gt;harapanku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tuhan...&lt;br /&gt;
Aku&amp;nbsp;berlindung kepadaMu dari&amp;nbsp;setiap&amp;nbsp;pilihanku&lt;br /&gt;
wassallallaahu aalaihi wal hamdu lillaahi rabbil aalamiin&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by&amp;nbsp;&lt;/span&gt;voa-islam.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRl1LaLftvNOFPs9dM4FSPDDFUjBzLtjG5QMId_ta7hT4By8E_xl0lI5we714Cl2uNbEXxxU4pATgkP6bUEYLzO_p5CpKcZzrbkCLiy9kdq4q-E5dUF8QhaughHSaZxBwNI-MezlmsRorw/s72-c/munajah_subuh.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>memecah kejenuhan</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/10/memecah-kejenuhan.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Wed, 3 Oct 2012 06:21:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-6061480460931487419</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLJWsd1Esxo-OHy-90iKKstFqiR3IE7Q_3CitsskT55kb4EKNJFzND93V6umfJFJFd84DoADVpQWhNDdZhKh7p27SmbcjAs5dP0GrWkfpezJK7lULyFZ85k2nYvOjXH1thGDtob-QO-wUx/s1600/jenuh.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="garis tak beraturan" border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLJWsd1Esxo-OHy-90iKKstFqiR3IE7Q_3CitsskT55kb4EKNJFzND93V6umfJFJFd84DoADVpQWhNDdZhKh7p27SmbcjAs5dP0GrWkfpezJK7lULyFZ85k2nYvOjXH1thGDtob-QO-wUx/s200/jenuh.JPG" title="memecah kejenuhan" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
...dan berhenti pada satu titik&lt;br /&gt;
merenda siluet senja,&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;jenuh&lt;/b&gt;.....&lt;br /&gt;
akh... tidak, ini bukan inginku.&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
pada &lt;a href="https://palangmerahjingga.blogspot.com/" target="_blank"&gt;cahaya jingga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
mata tak lagi nanar,&lt;br /&gt;
samar.....&lt;br /&gt;
akh... tidak, ini bukan inginku.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
tentukan sedikit batasan&lt;br /&gt;
pada sunyi...&lt;br /&gt;
pada &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/10/hening.html" target="_blank"&gt;hening...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
pada lengang...&lt;br /&gt;
pada remang...&lt;br /&gt;
pada usang...&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
duh...Gusti is this my hope ???&lt;br /&gt;
no..no..no.. ini bukan inginku.&lt;br /&gt;
bawa jenuh kehadap bathin&lt;br /&gt;
Apa.......Siapa.......buat Apa ???????&lt;br /&gt;
bisukan kata-kata&lt;br /&gt;
SEPI.........&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by mydigi-diary.blogspot.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLJWsd1Esxo-OHy-90iKKstFqiR3IE7Q_3CitsskT55kb4EKNJFzND93V6umfJFJFd84DoADVpQWhNDdZhKh7p27SmbcjAs5dP0GrWkfpezJK7lULyFZ85k2nYvOjXH1thGDtob-QO-wUx/s72-c/jenuh.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>my kultwit </title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/10/my-kultwit.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Wed, 3 Oct 2012 05:39:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-6889815021091221257</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfOKKroe5g2KfuY5ZdDpZj6FYPYEiKAEgc6cssGUa9QZbDUT_3f53CktrLRScxizcD6_BgNWzzf_OXkcNDC-nQsDyBGI0wPyhoxqZUDw61LhHOXY9VHyXht0i1kSmmWLWJA-Kz_-ndCNlg/s1600/twitter+syp+mengepak.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="logo twitter" border="0" height="136" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfOKKroe5g2KfuY5ZdDpZj6FYPYEiKAEgc6cssGUa9QZbDUT_3f53CktrLRScxizcD6_BgNWzzf_OXkcNDC-nQsDyBGI0wPyhoxqZUDw61LhHOXY9VHyXht0i1kSmmWLWJA-Kz_-ndCNlg/s200/twitter+syp+mengepak.jpg" title="my kultwit" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Hii dear :) , berikut rangkuman &lt;b&gt;kultwit&lt;/b&gt; saya di twitter. Sekedar opini, bisa keliru atau tidak.&amp;nbsp;Sila simak !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~ &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2010/08/diary-ramadhan.html" target="_blank"&gt;Puasa&lt;/a&gt; dan Kesabaran&amp;nbsp;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/15214" target="_blank"&gt;klik di sini !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
~ &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2010/08/diary-ramadhan-2.html" target="_blank"&gt;Puasa&lt;/a&gt; dan Keinginan&amp;nbsp;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/15394" target="_blank"&gt;klik di sini !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
~ &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2010/08/diary-ramadhan-3.html" target="_blank"&gt;Puasa&lt;/a&gt; dan Syukur by Paman PMJ&amp;nbsp;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/15515" target="_blank"&gt;klik di sini !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
~ Ramuan Bijak&amp;nbsp;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/16217" target="_blank"&gt;klik di sini !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
~ Asmara Senyap&amp;nbsp;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/24852" target="_blank"&gt;klik di sini !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
~ Asa&amp;nbsp;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/25731" target="_blank"&gt;klik di sini !&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
~ &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/03/kasih-orang-tua-sepanjang-masa.html" target="_blank"&gt;Sayang Orang Tua&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://chirpstory.com/li/26683" target="_blank"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&amp;nbsp;!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
by the way jangan lupa mari berbagi kicauan twitter via&amp;nbsp;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://twitter.com/AsharNurani" target="_blank"&gt;@AsharNurani&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;, thanks... ^_^.&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by balls.ie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfOKKroe5g2KfuY5ZdDpZj6FYPYEiKAEgc6cssGUa9QZbDUT_3f53CktrLRScxizcD6_BgNWzzf_OXkcNDC-nQsDyBGI0wPyhoxqZUDw61LhHOXY9VHyXht0i1kSmmWLWJA-Kz_-ndCNlg/s72-c/twitter+syp+mengepak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>sekedar bicara</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/05/sekedar-bicara.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Wed, 23 May 2012 02:47:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-1205752193010883818</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4eDyWO0ddlauZgkXvGiIIg38Oc2IlgYlWZ5phLc0HZhD62gazTxF9mnxeQbeE9WkSoHw0JFEaWmoC_U_7-Bp2I-aa_oSaTMtu_zI7JWPp6zi41WuKaItAPIPA1n9gvJN25t__DKcODUfl/s1600/sekedar+bicara.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="mulut berbicara" border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4eDyWO0ddlauZgkXvGiIIg38Oc2IlgYlWZ5phLc0HZhD62gazTxF9mnxeQbeE9WkSoHw0JFEaWmoC_U_7-Bp2I-aa_oSaTMtu_zI7JWPp6zi41WuKaItAPIPA1n9gvJN25t__DKcODUfl/s200/sekedar+bicara.jpeg" title="sekedar bicara" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
kalau &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2011/07/di-sekitar-senja.html" target="_blank"&gt;petang&lt;/a&gt; hampir usai&lt;br /&gt;
mari kita pulang saja, kembali ke rumah membenahi apa yang terserak&lt;br /&gt;
tuntaskan cepat lagu sendu itu, ganti dengan hiphop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kita hanya membutuhkan curhat &lt;b&gt;sekedar&lt;/b&gt;nya seperti kebutuhan kita pada kafein dalam segelas kopi hitam ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
selebihnya hidup mesti kita lakoni dengan telanjang&lt;br /&gt;
jangan berpura-pura, jangan terlalu sering bermain api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mari kita pulang dan &lt;b&gt;bicara&lt;/b&gt; tentang apa yang mesti kita kerjakan, jangan main-main di &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/rasa-yg-mencari.html" target="_blank"&gt;perasaan&lt;/a&gt; karena kita hanya mampu membuat perahu kecil. jangan bicara soal manipulasi, jangan bebankan aku rahasia. tambahkan kopimu kawan, pergilah ke warung beli&amp;nbsp;rokok&amp;nbsp;sebungkus lagi.&amp;nbsp;nikmati kafein, nikmati nikotin dan seterusnya hingga kita mampus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bila malam makin panjang, turunkan sarung tidurmu, basuh wajahmu dengan air tuk mengusir kantuk&lt;br /&gt;
kita bicara apa saja, tapi jangan tentang perasaan.&lt;br /&gt;
ingat ! kita hanya punya perahu kecil, sementara perasaaan adalah samudera yang tak tentu gelombangnya,&lt;br /&gt;
mari bermain di pantai saja tempat cinta dijajakan seharga tiga batang rokok pada subuh hari.&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;03 juli 2011 by irwan ar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by&amp;nbsp;&amp;nbsp;roosmalia.blogspot.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4eDyWO0ddlauZgkXvGiIIg38Oc2IlgYlWZ5phLc0HZhD62gazTxF9mnxeQbeE9WkSoHw0JFEaWmoC_U_7-Bp2I-aa_oSaTMtu_zI7JWPp6zi41WuKaItAPIPA1n9gvJN25t__DKcODUfl/s72-c/sekedar+bicara.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>atas nama masa lalu</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/05/atas-nama-masa-lalu.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Tue, 22 May 2012 02:38:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-4598468594987191148</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrRpregzIe9Edc3Lb_p3UKOyJsHrZL7MYz5ZqYUJLy56hSAXGJQ6CZhI4zczaC7Kn4wY4aB8u8X1p7vpJJqjq9QuE-lnw4H1RdjGvN5kL68MQzeA2AJBxOXdYLf3bnBEZs8X6xsSR-iUSi/s1600/masa_lalu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="mesin waktu" border="0" height="185" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrRpregzIe9Edc3Lb_p3UKOyJsHrZL7MYz5ZqYUJLy56hSAXGJQ6CZhI4zczaC7Kn4wY4aB8u8X1p7vpJJqjq9QuE-lnw4H1RdjGvN5kL68MQzeA2AJBxOXdYLf3bnBEZs8X6xsSR-iUSi/s200/masa_lalu.jpg" title="atas nama masa lalu" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
kemarau menggelinding pelan&lt;br /&gt;
diam-diam menyusup dibalik waktu&lt;br /&gt;
kali ini musim tak juga tuntas mengirim ode; sebuah lagu murung&lt;br /&gt;
lalu &lt;b&gt;atas nama masa lalu&lt;/b&gt; kau menjelma hantu disudut ingatan&lt;br /&gt;
seperti pengalaman berbau anyir...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white;"&gt;kemarau menggelinding pelan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
diam-diam menyusup dibalik waktu&lt;br /&gt;
kali ini musim tak juga berujung&lt;br /&gt;
lalu atas nama masa lalu, segala &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2009/02/harapan-baru.html" target="_blank"&gt;haru telah kuhalau&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
seperti saat kita masih berwujud kisah diawal paragraf&lt;br /&gt;
seperti musim dalam janin bernama waktu.&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(22 November 2010&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;by Irwan AR.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by ginva.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrRpregzIe9Edc3Lb_p3UKOyJsHrZL7MYz5ZqYUJLy56hSAXGJQ6CZhI4zczaC7Kn4wY4aB8u8X1p7vpJJqjq9QuE-lnw4H1RdjGvN5kL68MQzeA2AJBxOXdYLf3bnBEZs8X6xsSR-iUSi/s72-c/masa_lalu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>green fields</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/02/green-fields.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sat, 18 Feb 2012 22:07:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-10523334047919170</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9gBC-Nc0ozaThYqHf7ylrLulfK-rhPczl0Juxt1fWvUgdrIXsJJtlD6y2VKwYSgDTQvo8-m74mOiahr3_3MKBItFEVasfDPo8FWsdwqOM4DfDGyTBadBkshO6Y-z081ZS0PFq8kxyvyNe/s1600/Green+Fields.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="hamparan hijau" border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9gBC-Nc0ozaThYqHf7ylrLulfK-rhPczl0Juxt1fWvUgdrIXsJJtlD6y2VKwYSgDTQvo8-m74mOiahr3_3MKBItFEVasfDPo8FWsdwqOM4DfDGyTBadBkshO6Y-z081ZS0PFq8kxyvyNe/s200/Green+Fields.jpg" title="green fields" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;green fields&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
I never know what made you run away&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
How can I keep searching when dark cloud hide the day&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I only know that's nothing here for me&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nothing in the sky, left for me to see....&lt;br /&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by travel.detik.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9gBC-Nc0ozaThYqHf7ylrLulfK-rhPczl0Juxt1fWvUgdrIXsJJtlD6y2VKwYSgDTQvo8-m74mOiahr3_3MKBItFEVasfDPo8FWsdwqOM4DfDGyTBadBkshO6Y-z081ZS0PFq8kxyvyNe/s72-c/Green+Fields.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ilalang</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/02/ilalang.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Thu, 9 Feb 2012 01:02:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-995540494794427117</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ut2mZviAvJbO2uLjW5wi1bPK4w5wMs1rr8omztRZFmdn3QHe982vWkN6ZOoH1OGYjjt-W9KV5RWolhyphenhyphenZ_R5Z14f2Lsfi_wXv1NCKwUQt6max_seBy6hcqHYXw5qSuNSmvJFAH3AeM0Zt/s1600/rumput-ilalang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="rumput ilalang" border="0" height="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ut2mZviAvJbO2uLjW5wi1bPK4w5wMs1rr8omztRZFmdn3QHe982vWkN6ZOoH1OGYjjt-W9KV5RWolhyphenhyphenZ_R5Z14f2Lsfi_wXv1NCKwUQt6max_seBy6hcqHYXw5qSuNSmvJFAH3AeM0Zt/s200/rumput-ilalang.jpg" title="ilalang" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
aroma melati dari taman bunga di hati,&lt;br /&gt;
nyaris tak tercium lagi di hari-hari keterpisahan.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hmmm... musim hujan kali ini,&lt;br /&gt;
mulai tumbuhkan benih &lt;b&gt;ilalang&lt;/b&gt; yang bunganya kelak&lt;br /&gt;
akan menari di antara penggalan-penggalan asa yang tersisa...&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
###&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;image source by&amp;nbsp;naturallynusantari.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ut2mZviAvJbO2uLjW5wi1bPK4w5wMs1rr8omztRZFmdn3QHe982vWkN6ZOoH1OGYjjt-W9KV5RWolhyphenhyphenZ_R5Z14f2Lsfi_wXv1NCKwUQt6max_seBy6hcqHYXw5qSuNSmvJFAH3AeM0Zt/s72-c/rumput-ilalang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>gombal</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/02/kalo-aku-buat-makalah-aku-akan-nulis.html</link><category>Celoteh</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Fri, 3 Feb 2012 05:05:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-5795780377554029541</guid><description>&lt;br /&gt;
Kalo aku buat Makalah, aku akan nulis:&lt;br /&gt;
BAB awal tentang kamu,&lt;br /&gt;
BAB tengah tentang aku dan&lt;br /&gt;
BAB terakhirnya tentang KITA BERDUA,&lt;br /&gt;
hayyyhayy...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#Edisi&lt;b&gt;Gombal&lt;/b&gt;Pacul</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>rendezvous</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/01/rendezvous.html</link><category>Celoteh</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sat, 21 Jan 2012 07:05:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-6226504208083620001</guid><description>&lt;b&gt;rendezvous&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;betapa ku ingin
menjadi "temanmu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;betapa ku sangat ingin
menemani istirahatmu malam ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;sekedar melepas lelah
penat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;dari hidup seharianmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;ada baiknya kita
berbagi asa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;mungkin untuk esok yang
kian tak pasti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;tapi
setidaknya aku ada untukmu dan engkau ada untukku........&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>break</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/01/break.html</link><category>Celoteh</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sat, 21 Jan 2012 06:20:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-7567933665906749284</guid><description>&lt;b&gt;break&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;di pondok transisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;menatap kosong
langit langit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;angan kita entah
kemana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;yang pasti...,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;sejenak
setelah itu mata kita bersirobok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;dan ada senyum
kehampaan tersembul disudut bibirmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%;"&gt;seakan
engkau memahami perpisahan yang akan terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; line-height: 115%;"&gt;memory beberapa tahun lampau&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;)&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>mengurai bahagia</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/01/mengurai-bahagia.html</link><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sun, 8 Jan 2012 04:22:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-7497344777211773274</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada level tertentu, ke&lt;b&gt;bahagia&lt;/b&gt;an
itu bukan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (eksternal), tapi kita yang memutuskan
dan mengkonstruknya secara internal. Istilah lainnya kebahagiaan itu dari
“dalam” bukan dari “luar”. Sebab jika tidak maka kita akan di ombang-ambing
oleh keadaan atau kondisi di luar pada diri kita. Ketergantungan pada faktor eksternal
akan mengakibatkan kita mudah mengalami frustasi (stres), sehingga berdampak
pula pada kesehatan mental maupun fisik kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Okelah, saya menyadari tahapan ‘tuk
menuju ke sana memang butuh proses. Proses dimana persepsi kita tentang kebahagiaan
itu bertahap; dimulai dari pendekatan materialism (kebendaan) sampai kepada
internalisasi diri. Sadar atau tidak hampir semua individu melalui tahapan ini.
Lama atau tidaknya individu berada pada tahap tertentu sangat relatif, bisa jadi
dipengaruhi faktor usia maupun “kedewasaan” seseorang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
“Galau ini akan indah pada
waktunya; Sesudah ada lara pasti ada kebahagiaan; sesudah bersusah-susah, senang
kan menghampiri”, istilah yang mungkin tak asing di telinga kita. Ini menyiratkan
bahwa duka dan bahagia sangat tipis jaraknya. Saya jadi teringat ungkapan guru
saya tentang surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6 “….setelah kesulitan itu, ada
kemudahan”. Ia kurang lebih mengungkapkan bahwa pada kalimat tersebut, kata ‘kesulitan’
dan ‘kemudahan’ tidak terpisah, dalam arti tidak ada embel-embel kalimat
diantaranya. Bahkan kedua kata itu tidak memiliki tanda baca ‘koma’ atau ‘titik’
sebagai pemisahnya. Dikarenakan keduanya merupakan satu paket, dalam proses
dinamika hidup. jadi “setelah kesulitan_kemudahan”.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Motivasi menulis notes ini karena
saya jengah mendengar dan melihat beberapa kisah orang disekitar saya, yang
sampai harus berlarut-larut menangisi kenangannya, bahkan sampai kepada tingkat
“tersandera” oleh kenangan. Anda sangat berarti sebagai individu. Lantas kenapa
mesti anda membuang-buang waktu “menyakiti” diri anda sendiri. Kebahagiaan itu potensi
yang dianugerahkan Tuhan pada kita sehingga kita berhak akan hal itu. Disinilah
fungsinya akal kita sebagai piranti yang dititipkan Tuhan ‘tuk merencanakan dan
mengatur jalan hidup kita. Namun semua terpulang pada diri kita masing-masing,
mau diarahkan kemana kondisi mental kita. Akhir kata, jika digradasikan, mungkin
kesedihan itu adalah kebahagiaan yang paling rendah levelnya, hehehe…&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Wallahu alam bishshawab..&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teknik Pengambilan Keputusan</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2012/01/teknik-pengambilan-keputusan.html</link><category>Info</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sun, 8 Jan 2012 04:20:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-2821042812855698218</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Materi
teknik pengambilan keputusan merupakan materi yang sangat berhubungan dengan
dunia keorganisasian seperti yang banyak banyak mahasiswa geluti sekarang ini.
Organisasi intra kampus, ekstra kampus, termasuk organisasi dalam arti
perusahaan, instansi pemerintah maupun swasta. Sebenarnya tidak ada rumusan
baku dalam teknik pengambilan keputusan. Semua itu terpulang dari kebiasaan
atau norma-norma yang melingkupi suatu individu atau kelompok. Bahkan, sekedar
contoh, para pimpinan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;perusahaan terkemuka dunia seperti Nokia, Microsoft, dan
perusahaan terkemuka lainnya, dalam memutuskan suatu masalah mereka dominan
menggunakan &lt;i&gt;insting&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;naluri&lt;/i&gt; ketimbang rasionalitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 18px; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;.
Apapun itu, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;ending&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt; dari teknik
pengambilan keputusan adalah keputusan yang efektif dan dapat diterima
semaksimal mungkin semua anggota kelompok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam
kehidupan sehari-hari, banyak hal yang kita lakukan sebenarnya, sadar atau
tidak, berhubungan erat dengan pengambilan keputusan. Misalnya suatu ketika,
dalam waktu bersamaan anda diperhadapkan pada suatu pilihan untuk mengikuti
kuliah atau menghadiri suatu seminar, mengikuti kuliah atau menghadiri rapat
kepengurusan organisasi, mengikuti kuliah atau menghadiri kegiatan organisasi,
dan contoh lainnya yang sangat berhubungan dengan pengambilan keputusan. Namun
dalam pembahasan kali kita persempit pada wilayah keorganisasian dalam arti
organisasi mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Teknik
pengambilan keputusan (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;decision making&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;)
banyak pula yang mengistilahkannya teknik pemecahan masalah (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;problem solving&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;). Dikatakan demikian
karena dalam teknik pengambilan keputusan, yang diputuskan adalah suatu
masalah. Dalam teknik pemecahan masalah ada beberapa pertanyaan kunci dalam
memahami materi ini, yakni apa itu teknik pemecahan masalah, mengapa masalah harus
dipecahkan atau diputuskan, instrument yang digunakan, dan bagaimana cara
memecahkan masalah dengan efektif?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Teknik
pengambilan keputusan sebenarnya telah memiliki definisi yang jelas. Jadi realitas
apa saja melalui suatu proses, sesederhana apapun itu proses, dan melahirkan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;output&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt; putusan, dapat dikatakan sebagai
teknik pengambilan keputusan. Secara sederhana pengertian teknik pengambilan
keputusan (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;decision making&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;) adalah tatacara
memutuskan suatu masalah. Alurnya dapat digambarkan seperti berikut: Masalah,
Identifikasi Masalah, Alternatif Putusan/Pemecahan, Output Put.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Asumsi
dasar seseorang atau kelompok mengambil keputusan dikarenakan ada masalah. Masalah
akan timbul jika ada suatu keinginan tidak sesuai dengan kenyataan yang kita
harapkan. Namun perlu diketahui tidak semua fenomena yang terjadi dalam
kehidupan kita dapat dikatakan sebagai suatu masalah. Dalam konteks organisasi,
tidak semua yang diasumsikan individu organisasi sebagai masalah dapat
dikatakan sebagai masalah. Jadi perlu diidentifikasi apakah sesuatu fenomena
merupakan masalah atau bukan, selanjutnya kalau ia merupakan masalah, apakah
hal itu menyangkut masalah pribadi atau kelompok organisasi. Hal ini perlu
diidentifikasi atau dipetakan agar individu pengikut suatu organisasi tidak
terjerumus pada suatu fenomena yang sebenarnya bukan masalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kemudian
mengidentifikasi masalah yang ada.&amp;nbsp; Mengidentifikasi
masalah dapat diartikan usaha mengenal lebih jauh terhadap suatu masalah. Misalnya
masalah A, B, dan C. Setelah itu baru diadakan klasifikasi atau kategorisasi, yang
mana merupakan masalah berat, sedang, ringan dari beberapa masalah tadi yang
telah dikemukakan. Di ibaratkan sebuah pohon masalah, masalah memiliki akar
masalah, cabang masalah, ranting masalah, batang masalah, daun masalah, dll. Identifikasi
ini perlu di lakukan untuk mengetahui mana masalah yang mendesak untuk di
pecahkan atau dipending. &amp;nbsp;Dalam
identifikasi, juga&amp;nbsp; harus disertakan data
yang valid dan fakta-fakta yang mendukung atau relevan dengan masalah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dari
proses itu lahirlah beberapa alternative putusan. Dalam alternative putusan
proses yang bisa dilakukan adalah mengeksplorasi dampak atau efek masing-masing
alternative putusan yang telah dikemukakan sebelumnya. Usahakan mengeksplore
sebanyak mungkin kelebihan dan kekurangan atau dalam istilah dagang,
untung-rugi dari beberapa alternative.&amp;nbsp; Karena
ini nantinya berpengaruh seberapa besar kualitas putusan yang dihasilkan.
Akhirnya tariklah putusan dari beberapa alternative putusan tadi, yang dari
eksplorasi anda meiliki kelebihan lebih banyak atau minim resiko. &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;i style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Wallahu alam bishshawab&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="mso-element: footnote-list;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;hr size="1" style="text-align: left;" width="33%" /&gt;
&lt;div id="ftn1" style="mso-element: footnote;"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 14px;"&gt;*&lt;/span&gt;Materi Ini disajikan pada Upgrading Kepengurusan FORMASI Bima di Kampus I UIN
Sultan Alauddin&amp;nbsp; Makassar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2" style="mso-element: footnote;"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 14px;"&gt;**&lt;/span&gt;Lihat buku Marketing in Venus, strategi pemasaran di dunia venus, karya
Hermawan Kertajaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3" style="mso-element: footnote;"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small;"&gt;(&lt;i&gt;dari materi yg berserakan, tertanggal 30 oktober 2009&lt;/i&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>menitip salam kepada kekasih part 2</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2011/12/menitip-salam-kepada-kekasih-part-2.html</link><category>Celoteh</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Thu, 29 Dec 2011 05:47:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-5444246490462222498</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Duhai
engkau pemilik hati dan pemilik rindu yang senantiasa mengalunkan nada indah di
harpa jiwaku dengan biola yang mengalunkan dawai&amp;nbsp; indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB45rZiFBJDLUEIVfp3bA4A6sj_FeHDCRoDSN3Qp88ZHVR2xSb2c1A8yY84aVNpT5IuJrv_oBY83jvdyEFg-O-izpGd9wlm7_qjp79IueOA9TpVmMYWwQImviwtIfSQ3AmBaPZlwIute_I/s1600/tepi+danau+unhas.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB45rZiFBJDLUEIVfp3bA4A6sj_FeHDCRoDSN3Qp88ZHVR2xSb2c1A8yY84aVNpT5IuJrv_oBY83jvdyEFg-O-izpGd9wlm7_qjp79IueOA9TpVmMYWwQImviwtIfSQ3AmBaPZlwIute_I/s200/tepi+danau+unhas.JPG" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Duhai kekasihku, telah kuteguhkan hati
mencintaimu sayang. Maka jangan memberi luka pada jejaknya lagi. Sebab, jika
ini hanya euphoria untuk kita, maka segeralah memberi garis batas pada hati
kita untuk berhenti. Jika ini nyata untukmu, maka tinggalkan jejak yang indah
dihatiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Duhai kekasihku, betapa cinta dan
kehilangan sangat tipis jaraknya. Ketika, hatiku mencintaimu dengan sepenuh
jiwaku, akupun bersiap kehilanganmu hingga aku benar-benar kehilanganmu namun
cinta yang kumiliki untukmu tak pernah hilang. Ditiap rinduku, kau menemuiku
pada hembusan angin yang kadang harus lewat dikisi-kisi jendelaku, lalu
kurasakan kau berbisik "aku datang menuntaskan rinduku untukmu, &lt;i&gt;dear&lt;/i&gt;". Dan, jika kelak kau merindukanku,
maka aku akan datang sebagai angin, dan saat kau mendengar bisikanku dalam
desau angin, maka itulah aku didebaranmu. Dan saat kau merasakan angin bertiup
saat aku tak ada didekatmu, itu aku. Sebab rindulah yang memberi nyawa pada
angin yang berhembus ke arahmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kekasihku, betapa rindu memahat hatiku
untuk tak berani merindui selainmu. Rindu yang memekat dialiran darahku. Rindu yang
kadang terhenti detaknya di jantungku. Rindu yang menanah di batinku dan
melumut di keranda jiwaku. Sungguh, rindu yang terurai itu hanya untukmu.
Sekali lagi untukmu, kekasihku. Kelak, jika kau tengok, maka dekaplah rindu itu
dan simpan di titik nadimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kekasihku,
Sungguh kerinduan ini tak pernah luruh untukmu; seperti mata air gunung yang
selalu mengalir. Seperti senja indah yang sekejap merindui malammu; pun,
seperti bilah keris menghujam jantungku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Duh,
kekasihku, beri aku cara memberitahukan hatiku agar berhenti meraba rupamu;
membiarkannya meliar merindumu; yah, barangkali aku yang salah; membiarkan
dawai itu semakin nyaring bergema di semesta jiwaku; tentang rupamu yang
memenuhi ruangku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Sayang,
ajari aku menahan setiap rindu yang berdesakan ingin bernyanyi lantang
kepadamu. Ajari aku menuntun malamku yang sepi menemui subuh yang menuntun
sembab embun. Sebab, tahukah kamu, rindu yang kumiliki kini serupa venus yang
berpijar di kaki langit menyerupai lahar menyala dan serupa meteor yang jatuh
ke bumi bagaikan lembing menyala-nyala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kekasih
yang menjadi kekasih jiwaku kini, marilah kita hidup dalam naungan cinta yang
agung dan diberkahi ini. Sebab tiap helai nafas kita akan dilimpahi
kebahagianNya. Sungguh, aku mencintaimu bukan dengan airmata lagi; bukan pula
merindu yang terlarang; tapi aku mencintaimu seperti embun yang setia
membangunkan pagi; seperti matahari yang setia menemani siang; seperti senja
yang hangatkan jiwaku; seperti malam yang setia dihuni perindu. Sebab aku telah
paham bahwa tiap tetesan airmata yang mengalir di beningnya bola mataku adalah
do'a yang terikrarkan dan diijabah Tuhanku untukmu wahai kekasih yang tak lagi
menderaskan hujan di wajahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Duhai
kekasih belahan jiwaku, Sungguh, aku tidak ingin mencintaimu seperti air
mengalir dari hulu ke hilir; dari sungai ke laut; Pun, sungguh, tak ingin
mencintaimu seperti hujan yang menangis dari langit ke bumi. Jangan tanyakan !
Sebab, jawabanku tak pernah ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kekasihku,
tahukah kamu? Aku mencintaimu bukan hanya konteks dan ko-teks yang terwacanakan
semata; bukan pula imajinatif yang selalu terfiksikan dalam ceritamu saja; dia
membaur dalam satu pemaknaan yang hanya bisa di pahami jiwamu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kekasihku, pertemuan senja dan malam
begitu indah. Namun, sungguh, mencintaimu lebih indah bagiku. Sebab, bagiku,
rindu dan cinta yang kutitipkan dijiwaku, takkan terkalahkan. Dan, begitulah
caraku menyayangi dan merindukanmu dengan segala keindahan pelangi menutupi
mendungnya hatimu. Dan beginilah aku mencintaimu dengan kata yang tak cukup
jeda menjadikannya titik, sebab, pada nyanyian jiwaku kini, tak ada jeda aku
menyusuri tiap notnya. Kelak kau akan paham, sebab titik hanyalah ada pada keinginan
Tuhan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 12.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Di akhir kalimatku, duhai kekasihku, aku akan
menantimu diujung jalan ini. Bukan untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;memeluk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; senja lagi, tapi
menemui malam yang menjadi kekasih kita jika engkau tak ada disini. Menyapa
bintang yang tetap mendekap langit. Kuajak pula, kau menuju bukit hati,
tempatku mengingatmu jika aku merindumu. Malamku tak kan mencemburui kita,
seperti kau tak pernah nampak diraut kata dan tatapmu. Itulah sebab, aku tak
pernah jenuh mencintamu. Sebab, Engkau Kekasihku, pun telah mengajariku cara
sederhana mencintai, mencintai dalam keterbatasan, seperti katamu "tak ada
kisah yang terjadi secara sempurna tapi jadikanlah dia sempurna setelah
bersamanya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;by Rianti Tayu Syafna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; line-height: 17px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; line-height: 17px;"&gt;image source by &lt;a href="https://plus.google.com/108101919468704771057/about" target="_blank"&gt;koleksi pribadi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB45rZiFBJDLUEIVfp3bA4A6sj_FeHDCRoDSN3Qp88ZHVR2xSb2c1A8yY84aVNpT5IuJrv_oBY83jvdyEFg-O-izpGd9wlm7_qjp79IueOA9TpVmMYWwQImviwtIfSQ3AmBaPZlwIute_I/s72-c/tepi+danau+unhas.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>menitip salam kepada kekasih</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2011/11/menitip-salam-kepada-kekasih.html</link><category>Celoteh</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Sat, 26 Nov 2011 05:30:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-46353216176177355</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh44_9TSldDNPtjOkd4WKRQtYU3LH0nUBd7MY-CcGXTgc42MdKzRn8U9kiWv3aI4TdiZVSmSQfm7adj2KDM8pQE4ua9PGl_F8L5HcfNcUPyUqJw8i42gK_19NSRhXaI-5fdYrvkW_9RpnjG/s1600/menitip+salam+kepada+kekasih.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh44_9TSldDNPtjOkd4WKRQtYU3LH0nUBd7MY-CcGXTgc42MdKzRn8U9kiWv3aI4TdiZVSmSQfm7adj2KDM8pQE4ua9PGl_F8L5HcfNcUPyUqJw8i42gK_19NSRhXaI-5fdYrvkW_9RpnjG/s200/menitip+salam+kepada+kekasih.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kekasihku, pemilik segala cinta dan pengulum segala rindu, aku menulis surat ini sebagai orang yang memiliki kerinduan di atas langit semesta hatimu. Aku merindumu di setiap desah nafasku. Menelan nafasmu lewat imaji bayangmu. Menggapai mimpimu lewat tangan kecilku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kekasihku, setiap kali resah menghampiriku dan mengajakku berkompromi untuk melupakannmu,&amp;nbsp;setiap kali itu pula kurasakan rinduku bergejolak dan berdesakan  di atas tumpukan cintaku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kekasihku, kepadamu aku menitip kesembuhan bagiku yang sedang terluka, namun pada waktu yang menikung, kau menaruh luka yang kian menyembilu. Kau adalah anggur dalam cawan hatiku, yang tiap kali kuteguk kala jiwaku menuai kehausan, namun nyata kau bukan menjadi milikku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kekasihku, dalam randezvous kehidupanmu dan kehidupanku, aku adalah pasir yang senantiasa kau injak kala kau berjalan menuju; entah siapa; dan kau adalah air kehidupanku yang senantiasa menjadi &lt;b&gt;oase&lt;/b&gt; kehidupanku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kekasihku, saat kau curi hatiku, saat itu pula kau telah pincangkan jiwaku; tahukah kamu kekasihku? Segala ihwal tentangmu terbenam di jiwaku serupa mawar yang senantiasa merindukan tetesan embun pagi, serupa jiwa yang merindu cahaya dalam pekatnya malam. Lalu, kamu di mana kini? Mawar itu tak lagi mekar kini, melayu dalam genggaman, menjadi kosong dalam pandanganku. Meski jauh dikedalaman jiwaku, cinta dan kasihku terus memanggilmu. Bagaimana denganmu kekasih? Apakah isyarat cinta ini terlihat olehmu saat senandung merdu lagu cintaku mengalun indah?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kekasihku, kali ini badai menghalau jalanku menujumu sehingga terasa jauh meski jarak untuk sampai kepadamu sebenarnya dekat. Dan aku terseok_tersungkur pada sebuah lubang yang membenamkan hatiku ke jurang yang amat dalam. Aku terjatuh. Lalu, bisakah kau menemukanku?.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Kekasihku, sekali lagi tentangmu;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika mentari pagi tersenyum dan menyapaku, menanyakan arti hadirmu di hatiku, kujawab bahwa arti hadirmu telah membawaku terbang ke puncak yang paling tinggi. Namun sejenak olehku, ku tak ingin berada diketinggian karena ku takut saat menengok ke bawah, ragaku telah terhampar di gurun kesepian. Engkau adalah dentingan piano yang selalu mengalun indah di jantung hatiku tapi semua bagiku tidak sanggup menandingi dirimu dan cintaku. Perasaan cintaku yang telah terbingkai erat dalam hatiku senantiasa membiaskan gurat-gurat kesetiaan kepadamu seorang. Demi kasih sayang Tuhanku, aku tetap mencintaimu dalam sisa masa yang menggenggamku. Meski kau tak pernah membayangkan, betapa mataku telah terbutakan oleh air mata karna mencintaimu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Di akhir kalimatku, yang ingin kusematkan janji setia bahwa inilah kejujuran hatiku yang bergema sembari melantunkan melodi kekaguman cinta yang tak dapat diciptakan musisi manapun, karena rasa cintaku padamu telah melebur dalam sukmaku. Meski aku tahu bahwa kesetiaan ini hanya tersembunyi dibilik rahasiaku selamanya; abadi untukmu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;###&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(by Rianti Tayu Syafna)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh44_9TSldDNPtjOkd4WKRQtYU3LH0nUBd7MY-CcGXTgc42MdKzRn8U9kiWv3aI4TdiZVSmSQfm7adj2KDM8pQE4ua9PGl_F8L5HcfNcUPyUqJw8i42gK_19NSRhXaI-5fdYrvkW_9RpnjG/s72-c/menitip+salam+kepada+kekasih.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>ingin ku lari</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2011/11/ingin-ku-lari.html</link><category>Celoteh</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Thu, 24 Nov 2011 04:36:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-8362506925271976317</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
adakalanya bila ku tak tahu kau dimana,&lt;br /&gt;
ingin ku lari saja sesukanya bagai angin, &lt;br /&gt;
yang tak henti berkelana...&lt;span class="fullpost"&gt;
&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>hening</title><link>http://asharologi.blogspot.com/2011/10/hening.html</link><category>Syair</category><author>noreply@blogger.com (asharologi)</author><pubDate>Fri, 28 Oct 2011 04:52:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8500771391914213183.post-8880114443715566027</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZXvSLKHN_3_9r9bDptEFH9BvdMVmV_ABXRq_kGTNA6pb63-K3IzVrEvmGNkCo6kutuH6xwyNmqvWRER5LrEa63PN0MgWFSVREUknNasSfzutl3KMJQ-BS1oIboEueVaw22D74Oqw4AHfA/s1600/mengapa-harus-menangis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="lelaki tertunduk lesu" border="0" height="168" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZXvSLKHN_3_9r9bDptEFH9BvdMVmV_ABXRq_kGTNA6pb63-K3IzVrEvmGNkCo6kutuH6xwyNmqvWRER5LrEa63PN0MgWFSVREUknNasSfzutl3KMJQ-BS1oIboEueVaw22D74Oqw4AHfA/s200/mengapa-harus-menangis.jpg" title="hening" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;hening&lt;/b&gt;...,&lt;br /&gt;
di jiwa Sang Pengelana&lt;br /&gt;
Nestapa, lara, gelak tawa, tak lagi jelas bedanya.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ditingkah gemuruh ombak kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; Seribu tanya di hati,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;kemana &lt;a href="https://catatanashar.blogspot.com/2012/10/munajah-subuh.html" target="_blank"&gt;gerangan kan ku buang&lt;/a&gt;...???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZXvSLKHN_3_9r9bDptEFH9BvdMVmV_ABXRq_kGTNA6pb63-K3IzVrEvmGNkCo6kutuH6xwyNmqvWRER5LrEa63PN0MgWFSVREUknNasSfzutl3KMJQ-BS1oIboEueVaw22D74Oqw4AHfA/s72-c/mengapa-harus-menangis.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>