<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922</atom:id><lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2015 07:19:29 +0000</lastBuildDate><category>Ahlussunah Waljamaah</category><category>Bunga Bank</category><category>Khilafah</category><category>NKRI Harga Mati</category><category>SYIAH</category><title>Ahlussunnah Wal Jamaah</title><description></description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Hari Best)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-3588357396921416839</guid><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-23T07:21:49.714-07:00</atom:updated><title>Memahami Kerugian Pada Uang Anda</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Untuk memahami kerugian yang kita alami akibat pemakaian uang kertas, kita bisa melakukan secara sederhana dengan membandingkan harga kambing. Tentu bukan kambing saja tapi harga kambing ini hanya sekedar contoh. Harga kambing ini kita ukur dengan uang Rupiah di satu sisi dan dengan uang Dinar di sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-_qTPdnAIO_o/UkBGNTAJE6I/AAAAAAAABXY/LU8e9VcIC_g/s1600/Harga+Kambing+vs+Dinar.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;264&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-_qTPdnAIO_o/UkBGNTAJE6I/AAAAAAAABXY/LU8e9VcIC_g/s320/Harga+Kambing+vs+Dinar.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa jika diukur dengan Rupiah, harga kambing terus naik dari tahun ke tahun. Namun jika di ukur dengan uang Dinar, harga kambing terlihat stabil bahkan cenderung turun.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika kita pahami dari sisi lain, sebenarnya bukan harga kambing yang terus naik tapi mata uang rupiah kitalah yang terus menurun nilainya. Harga Kambing bahkan tidak pernah naik sejak zaman Nabi Muhammad SAW atau bahkan zaman sebelumnya, kecuali naik turun yang wajar dan harga rata-rata tetap Satu dinar dapat satu kambing. Ada hadist yang menyebutkan bahwa dulu rosululloh SAW pernah menyuruh sahabatnya untuk membeli kambing Kurban dengan uang satu Dinar. Bicara kambing kurban tentu saja ita bisa tahu ukuranya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekarang kita tinggalkan pembahasan harga kambing, karena itu cuma contoh saja. Intinya yang akan kita bahas adalah Kurs Uang Dinar terhadap Rupiah. Jika pada tahun 2000 anda menukar uang Rupiah dengan uang Dinar yaitu satu dinar ditahun 2000 adalah Rp 268.261 maka jika di tahun 2012 anda menukar kembali uang dinar tadi dengan Rupiah akan menjadi Rp 2.463.725. Jika anda memiliki 10 Dinar maka menjadi 24,6 juta di tahun 2012. Jika dalam satu kampung ada 1000 orang dan menggunakan uang dinar sejak tahun 2000 maka ditahun 2012 kampung tersebut sudah menjadi kampung yang kaya raya. Butuh ahli ekonomi unttuk menghitung ini, tapi paling tidak anda sudah faham kenapa harus menggunakan uang Dinar/atau Dirham. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/memahami-kerugian-pada-uang-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-_qTPdnAIO_o/UkBGNTAJE6I/AAAAAAAABXY/LU8e9VcIC_g/s72-c/Harga+Kambing+vs+Dinar.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-5130870206932388186</guid><pubDate>Sun, 22 Sep 2013 16:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-22T09:47:58.174-07:00</atom:updated><title>Uang Halal Dan Uang Haram</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejarah penggunaan uang mungkin sangat rumit untuk dipelajari. Para sejarawan cenderung menyatakan bahwa uang itu diciptakan oleh manusia untuk menggantikan barter. Sejarah tersebut nampak menghilangkan peranan Alloh SWT. Badahal suatu yang mustahil bahwa Alloh SWT akan membiarkan manusia menentukan uangnya sendiri. Jadi mari Kita buka Alquran untuk menjelaskan masalah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah saya mencari di dalam Alquran, saya menemukan transaksi menggunakan uang, yaitu ketika Zaman Nabi Yusuf. Sebagaimana disebutkan dalam AlQuran Surat Yusuf ayat 20:&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ&lt;/span&gt; &amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja,  dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian Dalam Surat Al Kahfi Ayat 19&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَكَذَ‌ٰلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُم  بِوَرِقِكُمْ هَـٰذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنظُرْ أَيُّهَا أَزْكَىٰ  طَعَامًا فَلْيَأْتِكُم بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا  يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا&lt;/span&gt; &amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara  mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah  kamu berada (disini?).&quot; Mereka menjawab: &quot;Kita berada (disini) sehari atau  setengah hari.&quot; Berkata (yang lain lagi): &quot;Tuhan kamu lebih mengetahui berapa  lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk  pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah  makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan  hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu  kepada seorangpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam Surat Ali Imron Ayat 75&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;  وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِن  تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ  بِدِينَارٍ لَّا يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۗ&lt;/span&gt; ذَ‌ٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الْأُمِّيِّينَ  سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt; &amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang  banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu  mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika  kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: &quot;tidak ada  dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi&lt;sup&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;. Mereka berkata  dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Pembahasan&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari Informasi yang kita dapatkan dari Al Quran kita pahami bahwa penggunaan uang tidak saja sudah berlaku dalam masa Ahlu Kitab&amp;nbsp; (Mulai kaum Nabi Musa AS) yaitu dalam bentuk Dinar. Namun juga Sudah digunakan sejak Zaman Nabi Yusuf yang dibeli dengan uang dirham. Demikian juga As habul Kahfi yang menggunakan Wariq (uang perak). Jika ditelusur dari sisi waktu, Nabi Yusuf merupakan generasi yang lebih dulu sebelum Ashabul Kahfi dan Ahlu kitab. Nabi Yusuf&amp;nbsp; waktu itu masih kecil, dibuang oleh saudara-saudaranya ke sumur kemudian dijual oleh orang dengan dirham. Jadi jelas bahwa dinar/dirham bukan ditetapkan sebagai uang di Zaman Nabi Yusuf.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nabi Yusuf AS adalah putra Nabi Ya&#39;qub yang merupakan Putra Nabi Ishaq AS yang merupakan putra Nabi Ibrohim AS. Dan Agama mereka adalah agama Nabi Ibrohim. Jadi ada kemungkinan uang emas dan perak ini ditetapkan sebagai uang pada zaman Nabi Ibrohim. Namun karena tidak ada keterangan tentang hal ini, maka saya mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa uang dinar dan dirham sudah ditetapkan sejak nabi Adam As.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terlepas dari sejarah tentang uang, yang pasti bahwa&amp;nbsp; penggunaan Dinar dan Dirham sebagai uang telah diakui oleh Rosullulloh SAW, bahkan lebih dari itu Rosul telah menetapkan ukuranya masing-masing secara rinci. Alloh SWT telah menciptakan Emas dan perak dan menjadikan manusi cinta pada dua benda ini sehingga benda ini menjadi berharga dan layak dijadikan sebagai uang. faktor lain yyang menjadikan emas dan perak layak menadi uang adalah keawetan, mudah dibawa dan banyak lagi lainya. &lt;b&gt;Inilah uang yang Halal&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian Iblis Menyuruh Manusia untuk mengganti Uang Emas dan Perak sebagai uang yang mempunyai nilai instrinsik untuk diganti dengan uuang fiktif yaitu uang kertas.&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَلَأُضِلَّنَّهُمْ  وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ  الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِّن دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا&lt;/span&gt; &amp;nbsp;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Alquran Surat Annisa ayat 119&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Artinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya.&quot; Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pemimpin selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahasuci Alloh SWT yang telah menjadikan Al quran dalam bahasa Simbolis&lt;/b&gt; sehingga tetap sesuai dengan segala zaman. Sesuai dengan segala sendi kehidupan, baik ekonomi, politik, spiritual atau lainya. Dan saya akan jabarkan point-point Visi Iblis Ini dalam konsep ekonomi terutama keuangan agar lebih mudah dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. A&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;ku benar-benar akan menyesatkan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&amp;nbsp;Salah satu cara Iblis menyesatkan manusia adalah dalam bidang ekonomi yang merupakan sendi utama dalam kehidupan Manusia. Tapi ayat ini tidak hanya membahas ekonomi, karena bahsanya yang simbolis maka bisa menjelaskan segala hal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;2.&amp;nbsp; Aku &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Menggantikan uang emas dan perak yang memiliki nilai intrinsik dengan uang fiktif yang tidak mempunyai nilai adalah angan-angan kosong yang nyata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;3.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku akan &lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;menyuruh mereka memotong telinga-telinga &lt;b&gt;binatang ternak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&amp;nbsp;Siapakah &lt;b&gt;Binatang Ternak&lt;/b&gt; itu? Jawabanya ada diSurat al a&#39;rof ayat 179&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; أُولَـٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; أُولَـٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin  dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk  melihat, dan mereka mempunyai telinga (tetapi)  tidak dipergunakannya untuk mendengar . Mereka itu seperti  &lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;binatang ternak&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang  lalai. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang dimaksud &lt;b&gt;binatang ternak&lt;/b&gt; oleh Iblis adalah manusia yang Hatinya tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Alloh SWT, yang Mata hatinya tidak bisa melihat kebenaran, dan telinga hatinya tidak bisa mendengar kebenaran. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana Iblis menyuruh pasukanya memotong binatang ternak ini? Tentu saja maksudnya adalah menyembunyikan kebenaran. Dalam hal ini kebenaran adalah uang emas dan perak. Jadi kesimpulanya Iblis menyuruh pengikutnya (Zionis) untuk menyembunyikan proses sebenarnya berubahnya uang emas dan perak menjadi uang kertas.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;4. &lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jelas dalam hal ini uang emas dan perak yang merupakan ciptaan Alloh SWT dirubah dengan uang kertas yang merupakan angan-angan kosong.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Kelanjutan ayat di atas adalah &quot;Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pemimpin selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata&quot; Dalam kasus ini, jika ummat manusi mengikuti Syaitan (zionis) yang merupakan pasukan Iblis yaitu dengan ikut menjadikan uang kertas sebagai ganti uang emas dan perak paka pasti dia akan menderita kerugian. Saya akan jelaskan kerugiannya di artikel lain. Walaupun Judulnya uang halal dan uang haram, saya belum bisa mengatakan bahwa uang kertas ini haram. Tapi yang jelas ini adalah uang yang bathil atau salah dan menyebabkan kerugian. Dan saya lebih suka menyebut ini adalah uang Bid&#39;ah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Maka yang akan kita terapkan pertama kali dalam &lt;a href=&quot;http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/titik-tolak-dakwah.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Desa Islam&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah uang emas atau perak. Dalam kondisi lingkup kecil perak/dirham sudah memadai. Kita berterimakasih pada saudara-saudara kita yang sudah mendahului pembentukan Kampung Muslim. Dan kita akan belajar dari mereka yang sudah menerapkan uang dinar/dirham.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/uang-halal-dan-uang-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-7454052100709457713</guid><pubDate>Sat, 21 Sep 2013 12:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-24T07:48:30.433-07:00</atom:updated><title>Titik Tolak Dakwah</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا  وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ  وَالْأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surat Al A&#39;rof Ayat 96&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jikalau sekiranya penduduk-penduduk Desa beriman dan bertakwa, pastilah Kami  akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka  mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan  perbuatannya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memahami Makna قرى&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara Bahasa قرى berarti Desa atau kampung, namun ukuranya berbeda dengan ukuran desa yang ada sekarang. Nampaknya Alloh SWT memiliki standar Khusus untuk mendefinisikan قرى ini. Jika kita memahami bencana Alam sebagai azab dari Alloh SWT, dalam Al Quran kita Banyak mendapati bahwa Azab tersebut ditempakan kepada penduduk قرى. Dan menurut pengamatan saya (sementara) luas wilayah bencana alam tersebut kurang lebih 300 KM2.&amp;nbsp; Bisa dilihat monumen kaum A&#39;d, tsamud atau lainya di Libanon. Atau yang terjadi di zaman kita seperti Stunami Aceh, Gempa Bumi di Yogyakarta atau lainya.&amp;nbsp; Jika diamati luas wilayah bencana kurang lebih 300KM2.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surat Hud Ayat 117&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan desa-desa secara zalim,  sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat di atas bisa menjelaskan kenapa di suatu wilayah terjadi bencana sedangkan di wilayah lain yang berdekatan tidak terjadi bencana. Yaitu karena penduduk di wilayah yang satu melakukan kerusakan dibumi (fasad) sedangkan di wilayah yang aman penduduknya orang-orang sholih. Atau bisa juga terjadi di wilayah bencana penduduknya sudah mendapatkan peringatan dari juru dakwah, kemudian mereka tetap dalam keburukanya. Sedangkan di wilayah yang lain penduduknya belum mendapat peringatan dari juru dakwah. Sebagaimana Firman Alloh SWT dalam surat Al&#39;anam ayat 131;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;ذَ‌ٰلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَافِلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artinya:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan Desa-desa secara  aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi jangan heran kalo bencana alam terjadi di wilayah yang berpenduduk muslim karena mereka inilah orang-orang yang telah meendapatkan peringatan. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu Datangnya Azab Alloh SWT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pada Malam Hari&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Alquran Surat Al A&#39;rof Ayat 97&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Artinya: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Maka apakah penduduk Desa itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami  kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&amp;nbsp;Pada Waktu Duha&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Alquran Surat Al A&#39;rof Ayat 98&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Artinya: Atau apakah penduduk Desa itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami  kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَكَمْ قَصَمْنَا مِن قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا آخَرِينَ&lt;/span&gt; &amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&amp;nbsp;Surat Al Abiya Ayat 11&lt;br /&gt;Dan berapa banyaknya (penduduk) Desa yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan  Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Karakteristik penduduk Desa&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Seperti yang dibahas diatas bahwa yang dimaksud desa disini berbeda dengan dalam ukuran sekarang, namun lebih luas yaitu sekitar 300KM2. Penduduk Desa biasanya hanya terdiri dari satu atau beberapa keturunan saja. Bila kita mlihat kondisi negeri Arab sekarang kita bisa tahu bahwa di sana ada daerah yang dikuasai suku-suku. Di Indonesia mungkin hanya ada di Irian Jaya dan Kalimantan, yang masih memiliki ikatan kesukuan yang kuat. Di Jawa yang ikatan kesukuanya sudah pudar, sekarang ada ikatan keluarga yang disebut Bani. Istilah ini juga berasal dari negeri Arab. Kalo dilihat dari jumlah dan wilayah, Bani adalah kelompok masyarakat yang lebih kecil atau bagian dari Suku. Untuk mendefinisikan Desa akan lebih mudah jika mengacu pada luas wilayah di atas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Selain memiliki garis keturunan yang tidak terlalu beragam, penduduk Desa biasanya memiliki jenis usaha yang sama. Jadi di sana ada rasa persaudaraan dan saling pengertian. Kecenderungan baik dari sekelompok orang yang dominan di masyarakat bisa mendorong orang lain di desa tersebut untuk mengikutinya. Demikian juga kecenderungan buruk.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kita kembali pada pembahasan di awal yaitu &lt;/span&gt;Alquran Surat Al A&#39;rof Ayat 96:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا  وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ  وَالْأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jikalau sekiranya penduduk-penduduk Desa beriman dan bertakwa, pastilah Kami  akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka  mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan  perbuatannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Maksudnya jika penduduk Desa benar dalam keimananya sesuai dengan kriteria Al Quran, bukan sekedar merasa beriman. Yaitu keimanan yang melahirkan ketaqwaan niscaya Alloh SWT akan membukakan barokah dari Langit dan bumi. Barokah dari langit maksudnya spiritualitas atau Ilmu Hikmah, karena hidupnya hati dan suburnya hati.&amp;nbsp; Dan Barokah dari bumi adalah kesejahteraan, keamanan, kebahagiaan, kebersamaan dan lainya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Penjelasan bahwa setiap syariat Alloh SWT berkhasiat untuk kesejahteraan manusia didunia dan akhirat, material dan spiritual akan dibahas dalam tulisan-tulisan yang terpisah supaya lebih fokus pada pembahasan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika suatu desa mendapatkan barokah dari langit dan bumi karena keimanan dan ketaqwaan, sementara desa lain penuh kerusakan, kekerasan, atau bahkan bencana maka pandangan mereka akan berpaling pada desa yang makmur ini, agar mereka bisa mengikuti. Maka kemudian bisa dikatakan bahwa desa yang penduduknya beriman dan bertaqwa adalah titik tolak dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Titik Tolak Dakwah Adalah Desa, Bukan Negara &lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَهَـٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Surat Al An&#39;am ayat 92 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Artinya:&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi;  membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan  agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Desa dan  orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya  kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu  memelihara sembahyangnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۗ&lt;/span&gt; أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۗ&lt;/span&gt; وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ اتَّقَوْا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۗ&lt;/span&gt; أَفَلَا تَعْقِلُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;Surat Yusuf Ayat 109&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Kami tidak mengutus sebelum kamu (Muhammad SAW), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan  wahyu kepadanya diantara penduduk Desa. Maka tidakkah mereka bepergian di muka  bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang  mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi  orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menunjukan bahwa titik tolak dakwah adalah desa, setelah pengaruhnya meluas desa ini menjadi Madinah (kota) kemudian pengaruhnya meluas lagi dalam sekup negeri, kemudian pengaruhnya meluas lagi dalam lingkup yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia bahkan Ummat Islam bisa menerapkan ini karena pada Pasal satu piagam Jakarta menyebutkan&amp;nbsp; Ketuhanan yang Maha Esa dengan menjalankan syariat Isla bagi pemeluknya. Walaupun 7 kalimat terakhir telah dihapus, konon semangat piagam Jakarta masih ada. Jadi kenapa kita tidak melakukanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peintah Melaksanakan Syariah itu kewajiban sedangkan Khilafah adalah Ketetapan. Jadi kita harus lebih dahulu melaksanakan kewajiban penerapan syariah baru kemudian Khilafah bisa tegak. Jika kita bisa menerapkan Isla sekarang, di desa muslim kenapa harus menunggu 100 tahun hingga Khilafah tegak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Kaum Dan Umah&lt;/h3&gt;Alloh&amp;nbsp; SWT dalam Al Quran tidak saja membedakan antara Desa (Quro/qoryah) dengan Kota (Madinah) dan Negeri (Balad) namun juga mebedakan antara Kaum dan umah. Kaum adalah penduduk desa yang tidak ada ikatan kepemimpinan Islam, sedangkan Ummah adalah penduduk desa yang meiliki ikatan kepemimpinan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat Alquran Surat Al a&#39;rof Ayat 164&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَإِذْ قَالَتْ &lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;أُمَّةٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ &lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;قَوْمًا&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۙ&lt;/span&gt; اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Dan (ingatlah) ketika suatu &lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;umat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; di antara mereka berkata: &quot;Mengapa kamu  menasehati &lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;kaum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan  azab yang amat keras?&quot; Mereka menjawab: &quot;Agar kami mempunyai alasan (pelepas  tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka  bertakwa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas Alloh SWT membedakan Ummah dan Kaum. Dan kaum adalah masarakat yang belum diikat dengan kepemimpinan Islam. Ayat ini juga menunjukan interaksi dakwah dari masyarakat Desa Muslim kepada masyarakat Desa di sekitarnya yang merupakan&amp;nbsp; kewajiban. Jika masyarakat di desa-desa lain yang menjadi objek dakwah menolak, maka tidak ada paksaan bagi mereka. Daun Ummat Desa Muslim ini tidak akan dimintai pertanggung Jawaban oleh Alloh SWT karena mereka telah menyampaikan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi langkah dakwah pertama adalah mengajak kaum untuk menjadi ummat, baru kemudian mendakwahi kaum--kaum lain. &lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;فَإِن تَوَلَّوْا فَقَدْ أَبْلَغْتُكُم مَّا أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَيْكُمْ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; وَ&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;يَسْتَخْلِفُ&lt;/span&gt; رَبِّي &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;u&gt;قَوْمًا&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّونَهُ شَيْئًا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surat HuudAyat&amp;nbsp; 57&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Jika Kalian berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus kepadamu. Dan Tuhanku akan  mengganti (kamu) dengan &lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;kaum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; yang lain, dan kamu tidak dapat membuat  mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara  segala sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Ayat di atas menunjukan proses awal pebentukan suatu Ummat dengan mendakwahi kaum-kaum hingga didapati kaum yang mau menjadi Ummat. Kaum inilah yang akan dijadikan Alloh SWT sebagai Kholifah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;b&gt;يَسْتَخْلِفُ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Alloh SWT Dalam Surat At Taubah, Ayat 115:&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;قَوْمًا&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُم مَّا يَتَّقُونَ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Artinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan&lt;sup&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt; suatu &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;kaum&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;,  sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada  mereka apa yang harus mereka lakukan&lt;sup&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;. Sesungguhnya Allah  Maha Mengetahui segala sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini maksudnya Alloh SWT tidak akan menjadikan kaum yang sudah beriman tersesat. Namun yang membuat mereka tersesat Adalah karena Alloh SWT telah menjelaskan supaya mereka menjadi ummat, kemudian mereka tidak mau. Maka mereka secara berangsur-angsur tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Perintah Membentuk Suatu Ummat&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَلْتَكُن مِّنكُمْ &lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;أُمَّةٌ&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Alquran Surat Ali Imron Ayat 104&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;QuranDataSmall&quot;&gt;Artinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;umat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; yang menyeru kepada kebajikan,  menyuruh kepada yang ma&#39;ruf dan mencegah dari yang  munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa dipetik dari ayat di atas bahwa Ummat adalah &lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;مِّنكُمْ&lt;/span&gt; dari kamu orang yang beriman. Umat itu mengajak pada kebaikan (bukan memaksa). Kemudian umat itu memerintah dengan al ma&#39;ruf (islam), memerintah tentu saja bukan mengajak, bukan menasehati. Memerintah berarti ada yang diperintah dan ada yang memerintah, pemimpin dan yang dipimpin. Menjegah dari kemungkaran juga bukan menasehati, tapi dengan menerapkan sanksi. Mereka yang demikian itu adalah orang yang beruntung. Kata beruntung &lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;الْمُفْلِحُونَ&lt;/span&gt; disini menunjukan perintah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kaum adalah&amp;nbsp; masyarakat yang mendiami suatu qoryah yang tidak memiliki kepemimpinan Islam, baik yang beriman atau yang tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umat adalah Kaum yang berada disuatu Qoryah yang membentuk Jamaah dalam rangka melaksanakan dakwah dan amar ma&#39;ruf nahi mungkar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebuah kelompok Islam walaupun berjamaah&amp;nbsp; tidak bisa disebut Ummah jika tidak hidup dalam suatu tempat yang sama, yang disitu amar makruf nahi mungkar dijalankan dan dakwah disiarkan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bagaimana kita merasa sebagai ummat sedangkan kita menyaksikan kemungkaran di sekitar kita tanpa bisa melakukan apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/titik-tolak-dakwah.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-7830843402803158635</guid><pubDate>Sat, 14 Sep 2013 18:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-21T01:01:42.188-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bunga Bank</category><title>Bunga Bank Haram</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk lebih memahami tulisan ini, sebaiknya anda membaca tulisa saya yang sebelumnya.. Kali ini saya akan menyampaikan tentang haramnya bunga Bank. Namun sebelum masuk ke pembahasan tersebut harus diketahui bahwa &lt;b&gt;yang berhak menentukan halal dan haram hanyalah Alloh SWT&lt;/b&gt; dan agama ini dinyatakan oleh Alloh SWT sudah sempurna. Jadi tidak ada hukum baru tentang Halal dan Haram. Tidak diperlukan fatwa MUI untuk menjelaskan Halal dan Haram, Juga Muhammadiyah ataupun NU.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang menjadi masalah adalah memahami dan menjelaskan bahwa bunga bank merupakan Riba yang jelas diharamkan oleh Alloh SWT. Dalam hal ini MUI, Muhammadiyah dan beberapa Ormas Islam telah sepakat bahwa Bunga Bank merupakan Riba. Hanya NU saja yang masih bingung, sebagian kecil orang NU ada yang mengharamkan Bunga Bank karena termasuk Riba. Namun sebagian besarnya menyatakan tidak haram sehingga hal aneh ini diputuskan dalam ba&#39;sul masail.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingatlah, Alloh SWT telah berfirman: &lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ  وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&amp;nbsp;Artinya: Mereka menjadikan pembesar dan Rahib mereka sebagai Arbaab Selain Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;Pembahasa ayat ini bisa anda lihat di sini : &lt;a href=&quot;http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/tidak-ada-robb-selain-alloh.html&quot;&gt;&lt;b&gt;http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/tidak-ada-robb-selain-alloh.html&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika kita menjadikan Ulama atau ormas sebagai pengganti Alloh SWT dimana Alloh SWT mengharamkan Riba dan ada Ulama yang menghalalkan Riba kemudian kita meninggalkan Alloh SWT maka itu adalah Syirik. Ini bukan untuk menghakimi manusia, hanya sekedar nasihat supaya orang yang takut kepada Alloh SWT bertambah Imannya. Karena Dosa syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni oleh Alloh SWT, jika dosa ini dibawa sampai mati (saya akan bahas masalah dosa syirik di lain kesempatan).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wahai manusia, sesungguhnya Alloh SWT telah memberimu Aqal, maka gunakanlah aqalmu agar kamu selamat. Haramnya Bunga Bank bukan karena adanya Fatwa MUI, tapi karena Alloh SWT yang telah mengharamkan Riba. Dan anda punya aqal untuk mengetahui bahwa bunga bank adalah Riba. Maka hargailah Aqalmu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alquran Surat Annisa ayat 161.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artinya: Dan mereka mengambil Riba dan sesungguhnya kami telah melarang mereka mengambil riba dan memakan harta manusia dengan cara yang bathil. Dan kami tetapkan untuk orang-orang kafir dari Ahli Kitab Azab yang pedih.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itu adalah ayat Alquran yang mengharamkan Riba karena riba termasuk salah satu cara Bathil memakan harta manusia. Diantara cara Bathil adalah mencuri, merampk, korupsi dan termasuk riba. Dan Alloh SWT telah menghukumi bahwa Ahli Kitab yang tetap mengambil Riba setelah dilarang sebagai Kafir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;/span&gt; &amp;nbsp;&lt;/h3&gt;Alquran Surat Ali Imron Ayat 130&lt;br /&gt;Artinya: Wahai Orang-orang yang beriman janganlah kalian memakan Riba yang berlipat ganda. Dan bertaqwalah kepada Alloh SWT agar kamu beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan selain Alloh SWT menyatakan bahwa yang diharamkan adalah Riba yang berlipat ganda dan riba yang tidak berlipat ganda halal. Padahal yang dimaksud &lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً&lt;/span&gt; (berlipat ganda) di sini adalah Dosanya.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alquran Surat Albaqoroh ayat 245&lt;br /&gt;Artinya : Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan  hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran  kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan  (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Saya bukan sedang mengalihkan pembahasan, tapi saya akan menjelaskan apa yang dimaksud berlipat Ganda. Dalam Alquran Surat Ali Imron Ayat 130 disebutkan kata&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً ( Berlipat Ganda). Kemudian pada &lt;/span&gt;Alquran Surat Albaqoroh ayat 245 disebut kata&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً yang maknanya&amp;nbsp;&amp;nbsp; أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً كَثِيرَة (berlipat Ganda yang Banyak). Dan dalam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surat Albaqoroh ayat 245 jelas yang dimaksud adalah pahala. Jadi bisa dipahami yang dimaksud Berlipat ganda dalam Alquran Surat Ali Imron Ayat 130 adalah Dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;Artinya: akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam  azab itu, dalam keadaan terhina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah pembahasan ini saya anggap anda sudah mengerti bahwa riba adalah haram, baik sedikit ataupun banyak. Dan dosa Riba jauh berlipat ganda besarnya dibanding dosa yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; ذَ‌ٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۗ&lt;/span&gt; وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; فَمَن جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; وَمَنْ عَادَ فَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alquran surat Albaqoroh ayat 275&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artinya:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; &lt;b&gt;mereka kekal di dalamnya&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini sangat berat, saya tidak akan membahas semua kandungannya melainkan beberapa saja. Dalam aat di atas dijelaskan bahwa Alloh SWT telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba sedangkan sebagian Ahli kitab ada yang menyatakan bahwa jual beli sama dengan Riba. Jadi sekarang kita harus membedakan antara jual beli dan Riba. Halal dan haram adalah suatu yang saling bertentangan 180&quot; dan di ayat ini Alloh SWT menyatakan Bahwa Riba haram dan jual beli halal, jadi dua hal ini adalah suatu yang sangat bertentangan, sangat berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jual beli pastinya ada barang yang dijual belikan atau bisa juga dalam bentuk jasa&lt;/b&gt;. Sedangkan Riba tidak ada Barang atau jasa yang diperjual belikan. Adapun tujuanya sama yaitu cari untung, namun dalam jual beli ada resiko Rugi sedang dalam Riba tidak ada resiko. Jual Beli menjadikan uang sebagai alat tukar sedangkan Riba menjadikan uang sebagai barang atau jasa. Jadi sangat mudah sebenarnya membedakan jual beli dan Riba. Dan Riba tetaplah Riba walaupun dibungkus dengan kata-kata Islami.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Alquran Surat Albaqoroh ayat 278&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba  (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika kamu&amp;nbsp; mengaku orang beriman, tinggalkanlah Riba. Jika kamu beriman tinggalkanlah bunga bank, bunga obligasi atau lainnya. Dan jika kamu beriman janganlah kamu meminjam pada pelaku Riba, karena dengan demikian berarti anda telah memberikan jalan kepada keharaman. Dan jalan kepada keharaman adalah Haram.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&quot;Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi&amp;nbsp; makan dengan hasil riba (peminjam), dan dua orang yang menjadi saksinya.&quot; Dan beliau bersabda: &quot;Mereka itu sama.&quot;(HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah Orang yang dilaknat Alloh SWT dan Rosulnya bisa selamat dari Neraka? Pikirkan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/bunga-bank-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-6507284729423544372</guid><pubDate>Thu, 12 Sep 2013 16:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-12T09:54:48.155-07:00</atom:updated><title>Tidak Ada Robb Selain Alloh </title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alloh SWT رب النس&amp;nbsp; yang berarti Pengatur manusia. Kata Rabb dalam Alquran atau bahasa Arab sendiri tidak pernah digunakan sendirian tapi selalu digunakan dalam bentuk frase seperti Robbil&#39;alamin, Robbil&#39;arsyil Adzim atau lainnya. Mungkin karena itu kata Robb tidak masuk dalam Asmaul Husna. Tapi yang pasti bahwa Alloh SWT sebagai Robbinnaas berarti bahwa Allohlah pemilik otoritas tertinggi. Hanya Alloh SWT lah yang berhak menentukan Sesuatu itu halal atau haram. Hal ini bukan berarti manusia tidak boleh membuat aturan, namun makna yang lebih mudah dipahami adalah bahwa setiap aturan yang ada pada manusia, tidak boleh bertentangan dengan aturan Alloh SWT.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai contoh bahwa Alloh SWT telah menghalalkan jual beli dan menghalalkan Riba. Maka jika ada sebuah aturan selain aturan dari Alloh SWT yang menghalalkan Riba berarti aturan tersebut bertentangan dengan aturan Alloh SWT dan jelas tidak boleh diikuti, walaupun yang membuat aturan adalah ulama atau bahkan malaikat atau Nabi. Sebagaimana Firman Alloh SWT. &lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۗ&lt;/span&gt; أَيَأْمُرُكُم بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/h3&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ali Imron Ayat 80&lt;br /&gt;Artinya: Dan Aku tidak menyuruh kalian (Ahli Kitab) untuk menjadikan Malaikat dan Nabi Sebagai Arbaab (jamak dari Rabb) . Apakah mungkin Aku memerintahkan kepada kalian dengan kekufuran ketika kalian sudah menjadi seorang Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Malaikat memang tidak mungkin mendatangkan aturan yang tidak bersumber dari Alloh SWT atau bertentangan dengan aturan Alloh SWT, tapi Iblis bisa menyamar menjadi malaikat untuk melakukan itu. Oleh karena itu ayat ini juga menjadi antisipasi.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang Nabi juga tidak mungkin mendatangkan aturan yang tidak ada sumbernya dari Alloh SWT, tapi seseorang bisa berbohong atas nama Nabi dan menyampaikan kebohongan tentang hukum atau aturan yang tidak diperintahkan oleh Alloh SWT. Demikian pula kitab-kitab Hadist walaupun Kitab Sohih tidak dijamin oleh Alloh SWT keorisinilannya. karena yang dijamin akan dijaga oleh Alloh SWT hanya Al Quran saja. Oleh karena itu jika ada yang tidak bersumber dari Alquran apalagi bertentangan dengan Al Quran maka yang harus kita ikuti adalah Alquran. Jika sebaliknya, maka kta telah menjadikan Nabi sebagai Robb selain Alloh SWT. Misal hukum rajam, tidak ada dalam Alquran tapi ada dalam hadist, maka kita harus mengikuti Alquran saja. Karena sebenarnya hukum Rajam adalah hukum Taurot yang sudah dinasakh ketika turun ayat tentang Zina di surat An-nur. &lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika Malaikat dan Nabi saja tidak boleh diikuti ketika mendatangkan Hukum atau aturan yang bertentangan dengan aturan Alloh SWT dalam Al-Quran apalagi Jika itu ulama atau orang biasa? tentu lebih tidak boleh. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Alloh juga berfirman dalam Aquran:&lt;br /&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;word-spacing: 0.4em;&quot;&gt;اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ  وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ  مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَـٰهًا وَاحِدًا&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۖ&lt;/span&gt; لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ&lt;span class=&quot;sign&quot;&gt;&amp;nbsp;ۚ&lt;/span&gt; سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ&lt;/span&gt; &amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang artinya : Mereka Ahli Kitab Injil telah menjadikan para pembesarnya dan Rahibnya dan juga Almasih Ibnu maryam sebagai Arbaab (jamak Rabb) selain Alloh SWT. Dan tidaklah aku perintahkan mereka kecuai untuk beribadah pada Tuhan yang Esa (Alloh SWT). Tidak ada Tuhan Selain Dia. Maha Suci Alloh SWT dari apa yang mereka sekutukan.&lt;/div&gt;Attaubah : 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW bersabda dalam menafsirkan ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“…Benar, mereka tidak menyembah para pembesar dan para rahib itu. Akan tetapi, ketika para pembesar dan para rahib itu menghalalkan sesuatu bagi mereka, mereka pun menghalalkannya, dan jika para pembesar dan para rahib itu mengharamkan sesuatu, mereka pun mengharamkannya” [HR Tarmizi].&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bersambung &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/tidak-ada-robb-selain-alloh.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-1457362093475598736</guid><pubDate>Sun, 01 Sep 2013 15:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-09-01T08:19:41.652-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">NKRI Harga Mati</category><title>Benarkah NKRI Harga Mati?</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya sering sekali mendapati orang yang mengungkapkan bahwa NKRI adalah harga mati. Istilah seperti ini sebenarnya sudah lama, kalo tidak salah yang pertama kali menyatakan adalah Idham Kholid saat menjabat sebagai ketua PBNU di Zaman Orde Baru. NKRI sendiri merupakan sebuah bentuk dari konsep bernegara. Sebagai orang Islam kita meyakini bahwa semua hal yang ada di dunia ini akan rusa dan hilang menjadi suatu kenangan. Hal ini terjadi bada benda bernyawa ataupun yang tidak bernyawa seperti bentuk sebuah negara.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika kita melihat sejerah manusia, sebenarnya bentuk negara sudah berubah berkali-kali. Tengok saja kerajaan-kerajaan besar yang pernah Jaya dan menguasai dunia. Mesir Kuno pernah berjaya dijaman Firaun dan akhirnya musnah, Romawi juga pernah menjadi negara super power yang memiliki wilayah yang luas. Bahkan kerajaan Yahudi yang pernah berjaya di Zaman Nabi sulaiman pun tidak bertahan lama setelah wafatnya Nabi sulaiman. yang paling dekat dengan kita adalah Majapahit yang pernah menguasai Nusantara, kini hilang hampir tak berbekas. Kerajaan Islam Demak yang muncul setelahnya pun hanya bertahan satu generasi. Demikian juga Daulah Islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw yang bisa bertahan cukup lama hingga 1350 tahun juga musnah dan nyaris tak berbekas hingga mayoritas Muslim di negeri ini pun tak mengenal apa itu daulah Islam. yang terakhir adalah Uni Soviet yang hanya berumur setengah abad&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan fakta sejarah, tidak ada harga mati dalam bentuk sebuah negara. Jika negara besar yang sudah pernah berjaya saja bisa musnah, apalagi sebuah negara gagal yang tidak pernah berhasil mewujudkan cita-citanya seperti NKRI.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Intinya adalah tujuan dari bernegara itu sendiri, jika sebuah bentuk dan konsep bernegara dianggap gagal mewujudkan tujuan yang diinginkan rakyat, maka mempertahankan kegagalan bukanlah cara yang cerdas. Sebagaimana diketahui bahwa pemilik kekuasaan adalah rakyat, maka biarkanlah rakyat yang menentukan bentuk dan konsep bernegara yang mereka yakini lebih baik dan lebih berpihak pada rakyat. Jargon-jargon seperti NKRI harga mati, Pancasila Sudah final dan yang semisal sangat berbau status Quo dan sangat tidak mendidik. Jargon-jargon tersebut lebih menjadi semacam intimidasi supaya masyarakat takut berpikir tentang masalah-masalah politik hingga pada tataran kehidupan bernegara.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut saya akan lebih baik rakyat ini dibiarkan untuk berpikir terhadap masalah kehidupan bernegara ini karena hal tersebut sangat berkaitan dengan kebutuhan hidup rakyat itu sendiri. Yang terpenting adalah tidak digunakannya kekuatan-kekuatan fisik untuk memaksakan kehendak dan kepentingan suatu kelompok masyarakat. Dan tugas militer adalah disini, mengawal rakyat bukan membantai rakyat demi mempertahankan status quo seperti yangg terjadi di Mesir hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penggunaan kekuatan fisik untuk memaksakan sebuah konsep politik adalah cara paling buruk. Dan cara ini tidak diakui dalam sistem pemerintahan manapun. Baik itu negara demokrasi atau pun kerajaan. namun demikian faktanya cara ini sering terjadi dalam dunia politik. Untuk melihat siapakah penjahat dan siapakah yang benar dalam kisruh politik, harus kita lihat dari sisi kehendak rakyat sebagai pemilik kekuasaan. Dalam hal ini Revolusi tidak sama dengan pemberontakan. Jika pemberontakan dilakukan oleh sekelompok masyarakat dan tidak mewakili kehendak mayoritas rakyat. Pemberontakan biasanya dilakukan dengan rahasia dan strategi yang matang, cara ini adalah cara yang buruk dan menjadikan pelakunya sebagai penjahat politik. Adapun revolusi terjadi karena kehendak mayoritas rakyat untuk mengambil kekuasaan dari pemimpin yang sudah tidak dipercaya. Seseorang menjadi pemimpin karena rakyat mendelegasikan kekuasaan kepadanya. Maka jika rakyat mengambil kembali mandat yang telah diberikan, pada hakikatnya pemimpin itu telah kehilangan kekuasannya dan jika dia mempertahankannya dengan membantai rakyat dan memaksakan kehendaknya maka dia adalah penjahat. Demikian yang terjadi di Suriah hari ini. Maka apabila terjadi revolusi di sebuah negara, wajib bagi militer untuk mengawal kehendak rakyat sampai tujuan revolusi berhasil. Ini karena dibentuk untuk melindungi rakyat bukan untuk melindungi penguasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Revolusi adalah cara terbaik untuk melakukan perubahan, tidak ada cara lain yang bisa dilakukan rakyat untuk melakukan perubahan menyeluruh pada sebuah negara. Adapun pemilu bukanlah jalan menuju perubahan dalam arti yang sebenarnya. Pemilu hanya bertujuan untuk mengganti orang yang bermain dalam sebuah sistem politik. Maka jika tujuannya adalah mengganti penguasa saja tanpa mengganti konsep politik bernegara, pemilu dianggap cukup. Namun jika kehendak rakyat tidak tercapai dengan pemilu, revolusi bukanlah cara yang buruk. Akhirnya semuanya kembali kepada Anda, apakah akan mempertahankan sistem yang gagal ini, atau melakukan perubahan menyeluruh dengan revolusi damai. Silahkan berpikir tanpa merasa harus takut, kalo mikir saja sudah takut, bagaimana mau ngomong apalagi sampai aktion.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/09/benarkah-nkri-harga-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-2163912876385628022</guid><pubDate>Fri, 30 Aug 2013 16:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-08-30T09:32:45.112-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SYIAH</category><title>SYIAH MENURUT KH HASYIM ASY’ARI</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengapa para ulama Madura yang mayoritasnya warga Nahdlatul Ulama (NU) memiliki sensitivitas tinggi terhadap Syiah? Kasus yang terjadi di Sampang Madura, 29 Desember lalu, menjadi menarik untuk ditelusuri akar masalahnya. Tampaknya, sensitivitas para kyai Madura terhadap Syiah ada kaitan dengan pandangan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari terhadap pahamSyiah itu sendiri. Sejak masa masa awal pendirian NU pada 31 Januari 1926, Kyai Hasyim Asy’ari sudah mengeluarkan rambu rambu dalam soal aqidah Islamiyah. Kyai Hasyim memiliki keyakinan bahwa Syiah memiliki perbedaan yang mendasar dalam berbagai ajarannya dengan ajaran AhluSunnah wal-Jamaah&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Meskipun pada masa itu di Indonesia aliran Syiah belum sepopuler sekarang, namunKyai Hasyim sudah memberikan sinyal problema yang akan ditimbulkan oleh ajaran kelompok ini. Peringatan itu ia keluarkan agar warga NU ke depan berhati hati dalam menyikapi fenomena perpecahan umat akibat ajaran yang bertentangan dengan ajaran Ahlu Sunnah wa-Jamaah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Diantara karya Kyai Hasyim yang mengupas masalah Syiah adalah &quot;Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, &quot;Risalah Ahlu al-Sunnah wal Jama’ah,al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin ” dan “al-Tibyan fi Nahyi ‘an Muqatha’ah al-Arham waal-Aqrab wa al-Akhwan”. Di ketiga kitab itu, Kyai Hasyim sangat gamblang memberikan kritik kritik terhadap ajaran Syi’ah. Menurutnya, baik Syi’ah Imamiyah maupun Zaidiyyah adalah mazhab yang tidak benar. Dalam kitab&lt;br /&gt;Muqaddimah Qanun Asasi,hal.7, Kyai Hasyim mengkritik golongan yang mencaci    bahkan mengkafirkan    sahabat Nabi saw.&lt;br /&gt;Menurutnya, orang atau kelompok yang mengecam para sahabat termasuk ahli bid’ah dan sesat.&amp;nbsp; Berbagai bukti, dari dulu hingga kini, Syiah memang tidak henti hentinya memberikan cacian terhadap sahabat sahabat Nabi utama seperti Abu Bakar ash Shiddiq, Umar bin Khatab dan Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhum&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Karena itulah ia kemudian menulis bantahannya dalam ketiga kitab tersebiut. Dalam kitab kitab itu ia mengutip hadits hadits Nabi SAW tentang kecaman terhadap orang yang mencaci sahabat sahabat beliau. Nabi saw antara lain bersabda: ”Janganlah kau menyakiti aku dengan cara menyakiti ‘Aisyah”. “Janganlah kamu caci maki sahabatku. Siapa yang mencaci sahabatku, maka dia akan mendapat laknat Allah SAW, para malaikat dan sekalian manusia. Allah tidak akan menerima semua amalnya, baik yang&lt;br /&gt;wajib maupun yang sunnah”. Juga hadits nabi saw: “Apabila telah nampak fitnah dan bid’ah pencacian t&lt;br /&gt;erhadap sahabatku, maka bagiorang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan haltersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”. Sedang dalam kitab “al-Tibyan&lt;br /&gt;” Kyai Hasyim memaparkan pada hampir setiap halaman, kutipan kutipan pendapat para ulama salaf tentang keutamaan sahabat dan laknat bagi orang yang mencelanya. Diantara ulama yang banyak dikutip adalah Ibnu Hajar al Asqalani, dan al Qadli Iyyadh. Secara khusus Syaikh Hasyim mengutip&lt;br /&gt;hadits yang ditulis Ibnu Hajar dalam Al-Shawa’iq al-Muhriqah , yang menghimbau agar para ulama yang memiliki ilmu meluruskan penyimpangan golongan yang mencaci sahabat Nabi SAW itu.&lt;br /&gt;Dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama ’, hal. 9, Menurut Kyai Hasyim, mengingatkan perlunya berpegang pada mazhab yang empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i&amp;nbsp; dan Hambali. Beliau meminta agar Syiah dijauhi. Tentu saja pidato ini sebagai peringatan bagi warga Nahdlyin untuk berhati hati menghadapi perkembangan aliran aliran di luar madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah, khususnya Syiah. Garis panduan Kyai Hasyim dalam soal Syiah ini masih terus dipegang teguh oleh para Kyai di pesantren pesantren besar di Indonesia. Tahun 2007 lalu, misalnya, Pesantren Sidogiri di&lt;br /&gt;Pasuruan – berdiri sekitar tahun 1700 M – mengeluarkan sebuah buku berjudul “Mungkinkah&lt;br /&gt;Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah” ? Salah satu beratnya menjalin ukhuwah antara Sunni  Syiah, menurut buku ini, adalah karena kaum Syiah melanggengkan kecaman terhadap para sahabat Nabi. Padahal, al Quran sendiri menjelaskan: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesame mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaannya.” (QS al-Fath: 29).&lt;br /&gt;Buku ini juga mengkritik sebuah penerbitan Syiah di Jakarta (2004) berjudul Keluarga Suci Nabi: Tafsir Surat al-Ahzab ayat 33 , yang mengutip kata kata Aisyah r.a. yang – katanya    memerintahkan agar Utsman bin Affan dibunuh. Konon, menurut buku terbitan Syiah ini, Aisyah r.a. pernah berkata: “Bunuhlah nu’tsal (si tua Yahudi, maksudnya adalah Utsman), semoga Allah membunuhnya.”&lt;br /&gt;Berita tentang&amp;nbsp; Aisyah r.a. seperti itu tidak memil iki sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Fakta sejarah juga menunjukkan, tidak mungkin Aisyah r.a. mengutuk Utsman bin Affan. Ukhuwah memang sangat diharapkan. Tentu untuk menuju ke sana diperlukan saling pengertian, dengan tidak mencerca&lt;br /&gt;para tokoh yang sangat dihormati oleh kaum Muslim.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bil-shawab&lt;br /&gt;. (Artikel ini pernah dimuat di Jurnal Islamia Republika, edisi Januari 2012) &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Bahrul Ulum&lt;br /&gt;(Peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS), Surabaya) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/08/syiah-menurut-kh-hasyim-asyari.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-7384730931245106454</guid><pubDate>Sat, 24 Aug 2013 14:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-08-24T07:46:12.976-07:00</atom:updated><title>Kiyai Panca Sila</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada kesempatan ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya berkunjung ke tempat salah satu kiyai yang ada di Banyumas di kecamatan Jatilawang. Saya datang bersama seorang teman. Setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam, pemilik rumah pun keluar dan langsung menanyakan asal dan tujuan kedatangan kami berdua. Setelah menyampaikan maksud dan dari mana kami berasal maka kami pun dipersilahkan duduk. Waktu itu adalah bulan puasa, jadi tidak ada suguhan dan kami pun langsung masuk ke dalam obrolan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah ngobrol panjang lebar tentang masalah ummat dan perlunya dukungan ulama dalam perjuangan penerapan syariah, nampaknya pak Kiyai mulai merasa tidak suka dan obrolan pun menjadi kian memanas. Hingga pada puncaknya Kiyai muda atau biasa disebut Gus ini langsung mengutarakan pertanyaan yang menghentak. &quot;Menurut anda Pancasila itu perlu apa tidak&quot;? demikian pertanyaannya. Saya pun berusaha berkelit untuk tidak menjawabnya. Namun Kiyai ini terus mendesak jawaban pertanyaan tadi. Kesimpulan dari jawaban saya adalah &quot;tidak perlu&quot; Maka kiyai ini pun langsung membentak dan mengancam akan menelpon polisi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat kondisi yang tidak kondusif saya sempat bingung juga antara melanjutkan obrolan atau langsung pamitan. Namun tidak layak juga kalo langsung pulang akhirnya saya mencoba mengalihkan pembicaraan dan seiring waktu akhirnya ketegangan mulai menurun, kami pun melanjutkan obrolan hingga 2 jam. Sebelum mengakhiri obrolan dan berpamitan saya mengajukan pertanyaan yang senada dengan pertanyaan pak Kiyai di awal : &quot;Menurut pak Kiyai Syariah Islam itu perlu diterapkan sebagai hukum posistif negara atau tidak?&quot;, demikian pertanyaan saya. Maka Kiyai itu menjawab &quot;di Indonesia Cukup Pancasila&quot;. Saya pun menimpali &quot;ooh Nggih&quot; dan langsung berpamitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan seringkali pak Kiyai tadi menuduh saya tidak tahu Pancasila, padahal saya sudah diajari Panca sila dari SD sampai Kuliah. Tidak cuma mata pelajaran, namun lengkap dengan penataran P4 di SMA dan di&amp;nbsp; perguruan tinggi. Istilah Banyumasnya &quot;nganti mblenger&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya mikir, lalu kenapa dia punya Pondok pesantren yang mengajarkan Syariah Islam? Atau mungkin yang dikaji di sana adalah kitab-kitab pancasilan, penataran P4 atau sejenisnya. Tapi tidak mungkin, mudah-mudahan dia mengucapkan apa yang dia tidak tahu. Mudah-mudahan suatu saat dia bisa mendapatkan hidayah. Mungkin setelah Khilafah tegak, hidayah itu baru menggugahnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/08/kiyai-panca-sila.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-5607622169966736170</guid><pubDate>Thu, 15 Aug 2013 13:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-08-15T06:59:51.893-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Khilafah</category><title>Iblis Pun Menolak Khilafah</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Kisah penciptaan Adam AS yang direncanakan oleh Alloh sebagai Kholifah di Bumi termasuk kiah yang penting. Alloh SWT sendiri mengulang-ulang kisah ini dalam beberapa surat Al Quran, maka siapa saja yang mengabaikan hal ini termasuk orang yang merugi. Dalam kisah ini juga mengandung beberapa hikmah (ilmu) yang harus kita pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum Alloh menjadikan Adam AS sebagai Kholifah di bumi, Alloh terlebih dahulu memberitahukanya kepada para Malaikat. Bukan dalam rangka meminta pendapat atau bermusyawarah dengan malaikat seperti dipahami oleh sebagaian orang, namun sekedar pemberitahuan karena Alloh SWT akan melibatkan mereka dalam proses menjadikan adam As dari seorang makhluk biasa menjadi seorang Kholifah di bumi. Yaitu ketika para Malaikat Sujud kepada Adam AS sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang menarik secara aklamasi para Malaikat mempertanyakan alasan Alloh SWT menjadikan seorang Kholifah di bumi. Yang membuat mereka (malaikat) bertanya adalah karena asumsi mereka bahwa Kholifah ini nanti hanya akan membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah (perang). Para Malaikat juga menanyakan apakah aktifitas mereka selama ini yang senantiasa bertasbih, memuji dan mensucikanNya dianggap belum cukup sehingga harus menjdaikan seorang Kholifah di Bumi. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ya demikianlah, jika anda merasa cukup dengan ibaadah mahdloh, merasa sudah bagus amlanya dan mempertanyakan kenapa harus menjadikan seorang Kholifah sesungguhnya pertanyaan itu sudah ditanyakan oleh Malaikat. Dan Malikat jelas lebih baik ibadahnya dari anda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan jika anda berasumsi bahwa dengan menjadikan Kholifah maka akan terjadi kerusakan di bumi dan peperangan, sesungguhnya hal itu sudah dikatakan sebelumnya oleh Malaikat dan faktanya kerusakan dan pembunuhan itu terjadi ketika tidak ada Kholifah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian Alloh pun menjawab pertanyaan dan ungkapan Malaikat tadi dengan berfirman &quot;Sesungguhnya Aku lebih mengetahui Tentang apa yang tidak kamu ketahui&quot;. Lalu Alloh SWT mengajarkan ilmu ( nama-nama ) kepada Adam AS. Maka setelah Adam AS menguasai apa yang diajarkan, diadakan lah ujian atau tes kecakapan. Alloh SWT pun meminta Malaikat untuk menyebutkan Nama-nama benda yang ditunjukan (Wallohu A&#39;lam) dan Malaikat tidak mampu menyebut semua nama yang diminta. Maka Alloh SWT pun meminta kepada Adam AS untuk menyebutkan nama-nama benda tadi, maka ketika Adam AS bisa menjawabnya nampaklah keunggulanya dan kelayakanya untuk menjadi Kholifah di bumi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka Alloh SWT pun meminta penghuni Surga untuk sujud kepada Adam AS sebagai pengakuan atas kekholifahanya. Sebagai Makhluk mulia yang selalu patuh pada perintah-Nya para Malaikat pun bersujud kepada Adam AS dan juga seluruh penghuni surga kecuali Iblis. Iblis menolak kepemimpinan Adam AS karena merasa dia lebih layak. Iblis&amp;nbsp; pun berargumen bahwa dia lebih mulia dari Adam AS karena Adam diciptakan dari tanah liat sedangkan dia (Iblis) diciptakan dari Api. Karena pembangkangannya pada perintah Alloh SWT maka Iblis pun di Usir dari surga. Namun Iblis tidak tinggal diam, dia menyimpan dendam pada Adam dan keturunannya karena menganggap Adamlah yang menyebabkan dia diusir dari surga.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka Iblis pun berusaha menjatuhkan Adam AS sampai Adam AS dan Istrinya Hawa tergoda untuk memakan buah dari pohon yang terlarang. Iblis telah melakukan kebohongan dan khayalan kosong tentang khasiat darii buah terlarang ini dan Iblis pun menamainya sebagai buah Khuldi yang siapa saja memakanya maka dia akan menjadi orang mulia atau malaikat dan abadi dalam kemuliaan. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesungguhnya Adam As. telah dikeluarkan oleh Alloh SWT dari surga karena godaan Iblis. Maka janganlah Iblis mengeluarkanmu dari janji Alloh SWT (surga dan Khilafah). Karena Janji Alloh akan surga sama saja denga surga itu sendiri. Dan Iblis akan berusaha mengeluarkan Ummat Islam dari Janji Alloh sebagaimana dia berhasil mengeluarkan Adam AS dari Surga. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan janji Alloh berupa Surga.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Silahkan pelajari Alquran Surat dan ayat berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Surat | Ayat &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;18 ; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 50&lt;br /&gt;38 :&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 74,75,76, 79, 82&lt;br /&gt;20 : &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 116, 117&lt;br /&gt;7&amp;nbsp; : &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 12, 14, 16, &lt;br /&gt;17 : &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 61,62&lt;br /&gt;15 : &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 31,32,33, 39&lt;br /&gt;2&amp;nbsp; : &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 34, 35, 36&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2013/08/iblis-pun-menolak-khilafah.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2086852438457418922.post-6548754858567654139</guid><pubDate>Sun, 04 Nov 2012 07:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-11-08T10:00:31.011-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ahlussunah Waljamaah</category><title>Ahlussunah Waljamaah</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt; &lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src=&quot;//img2.blogblog.com/img/video_object.png&quot; style=&quot;background-color: #b2b2b2; &quot; class=&quot;BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder&quot; id=&quot;ieooui&quot; data-original-id=&quot;ieooui&quot; /&gt;&lt;style&gt;st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:&quot;&quot;;  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;br /&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&amp;nbsp;Setelah membaca tulisan ini anda akan mengerti hakekat Ahlussunah Waljamaah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;text-align: center; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan Furqon kepada para penolong agama-Nya. Sholawat dan salam&amp;nbsp; senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;Kepada para pengunjung blog ini sebelumnya saya sampaikan selamat datang dan selamat membaca tulisan saya, semoga bermanfaat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;Pembahasan tentang Ahlussunah Waljamaah sepertinya telah menemui jalan buntu, karena itu dalam tulisan ini saya akan berusaha menyelamatkan ummat Islam dari kebuntuannya.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;Sesungguhnya orang yang akan selamat dari fitnah akhir zaman ini adalah mereka yang senantiasa berusaha mengikuti dan melaksanakan sunnah Rosululloh Saw dan Sunnah para Khulafaurrosyidin setelahnya. Dan bahwasanya berpegang terhadap sunnah tersebut adalah sebuah kewajiban. Sebagaimana dijelaskan oleh Rosululloh SAW dalam hadist berikut:&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;فَعَلَيْكُمُ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;الْمَهْدِيينَ, تَمَسَّكُوْابِهَا وَعَضُوْا عَلَيْهَا بِاالنَّوَاحِذِ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;ابو داوود&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;b&gt;“….Maka berpegang teguhlah kalian terhadap &lt;span style=&quot;color: yellow;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: red;&quot;&gt;Sunnah-ku serta sunnah Khulafa’ al-Rasyidin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang mendapatkan petunjuk’&lt;/b&gt; Pedomanilah sunnah (jalan hidup) mereka dan pegangilah erat-erat !“ (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menyatakan dalam hadits ‘Irbadh bin Sariyah -&lt;i&gt;radhiyallahu ’anhu&lt;/i&gt;- :&lt;/div&gt;&lt;h3 align=&quot;right&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: left; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;صَلَّى لَنَا رَسُوْلُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ فَقُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا قَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَمُحْدَثَاتِ الأُ مُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;“Rasulullah sholat bersama kami sholat Shubuh, kemudian beliau menghadap kepada kami kemudian menasehati kami dengan suatu nasehat yang hati bergetar karenanya dan air mata bercucuran, maka kami berkata : “Yaa Rasulullah seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan maka berwasiatlah kepada kami”. Maka beliau bersabda : “Saya wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat walaupun yang menjadi pemimpin atas kalian seorang budak dari Habasyah (sekarang Ethopia) karena sesungguhnya siapa yang hidup di antara kalian maka ia akan melihat perselisihan yang sangat banyak maka berpegang teguhlah kalian kepada &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;sunnahku dan kepada sunnah para Khalifah Ar-Rasyidin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; yang mendapat petunjuk, gigitlah ia dengan gigi geraham dan hati-hatilah kalian dengan perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah&lt;/i&gt; .”. Hadits &lt;i&gt;shohih &lt;/i&gt;dari seluruh jalan-jalannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam hadist di atas jelas bahwa perpegang teguh terhadap Sunnah Rosul dan Khulafaurrosyidin adalah wajib.&amp;nbsp; Namun bagitu banyak orang yang tidak paham tentang makna hadist ini. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Disiniliah inti pembahasan dari tulisan ini&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika Rosul mengatakan ikutiah Sunnahku saja tanpa menambahkan Sunnah Khulafaurrosidin, tentu ketidakpahaman orang-orang terhadap hadist ini menjadi wajar karena kita tahu bahwa Nabi kita Muhammad SAW tidak sekedar menjadi Nabi dan rosul tapi juga sebagai kepala Negara. Namun pada kenyataannya dalam hadist tersebut nabi telah menyebutkan &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: yellow;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: red;&quot;&gt;Sunnah-ku serta sunnah Khulafa’ al-Rasyidin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Letak kesalahan pemahaman ummat Islam atas hadis ini sebenarnya karena mereka tidak memperhatikan kata yang kedua yaitu&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: yellow;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: red;&quot;&gt;sunnah Khulafa’ al-Rasyidin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang sebenarnya ini menjelaskan maksud dari apa yang disampaikan oleh Nabi tersebut. &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: yellow;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: red;&quot;&gt;Khulafa’ al-Rasyidin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; jelas berbeda dengan sahabat pada umumnya karena mereka adalah amirul mukminin, pemimpin dan penguasa Ummat Islam. Kenapa Nabi tidak mengatakan sunnahku dan sunnah para sahabatku? di sinilah letak permasalahannya. bahwa jika yang dimaksud Nabi adalah ibadah Ritual saja, tentu beliau akan mengatakan ikutilah Sunnahku dan sunnah para sahabatku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyebutan kata Sunnah Khulafaurrosyidin jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud Nabi bukan ibadah ritual, tapi konteksnya adalah politik, kekuasaan, kebijakan dan lainnya karena Khulafaurrosyidin adalah jabatan politik. Khulafa adalah jamak taksir dari kata Kholifah. Tidak salah lagi bahwa Kholifah adalah jabatan Kepala negara daulah Islam atau Khilafah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa sunnah Khulafaurrosidin yang juga Sunnah Rosul? Jawabannya&amp;nbsp; sangat jelas, bahwa mereka menerapkan Syariat islam dalam kehidupan bernegara tanpa melenceng sedikitpun dari apa yang diajarkan oleh Rosululloh SAW. Dalam Cuplikan hadist di atas disebutkan supaya kita perbedoman dan perpegang teguh pada Sunnah rosul dan Sunnah Khulafaurrosyidin yang tidak lain dan tidak bukan adalah penerapan Syariah Islam dalam kehidupan negara dengan Khilafah sebagai sistem pemerintahannya dan Kholifah sebagai pemimpinnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Itulah makna Assunnah dan mereka yang berada di atas jalan ini disebut&amp;nbsp; Ahlussunah Sedangkan Lwan dari Assunnah adalah Bid&#39;ah&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah paham tentang hadist di atas niscaya anda akan memahami hadist berikut:&lt;br /&gt;&lt;h3 dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَالَّذِىْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ, لَتَفْتَرِقُ اُمَّتِى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;عَلىَ ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً. فَوَاحِدَةً فَى الْجَنَّةُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِى النَّارِ. قِيْلَ: مَنْ هُمْ يَارَسُوْلُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;اللهِ؟ قَالَ: اَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ (رواه الطبرانى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Rasulullah SAW) bersumpah: Demi zat yang menguasai jiwa Muhammad, &lt;b&gt;sungguh umatku bakal terpecah, menjadi 73 golongan. Maka yang satu golongan masuk syurga, sedangkan yang 72 golongan masuk neraka.&lt;/b&gt; Sedang sahabat bertanya : &lt;b&gt;Siapakah golongan yang masuk itu ya Rasulullah? Jawabnya Yaitu golongan &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Ahlussunnah Waljamaah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;” (HR. al-Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist ini Rosululloh Muhammad SAW menyebutkan bahwa golongan yang akan masuk Surga adalah Ahlussnnah Wal Jamaah. Makna Ahlussnah sudah saya bahas di atas, sekarang kita akan membahas makna Aljamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar r.a. Beliau pernah berkata, &lt;i&gt;“Tiada Islam tanpa Jamaah, dan tiada Jamaah tanpa kepemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa ketaatan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Itu adalah sebuah kata Mutiara yang keluar dari pemahaman yang mendalam seorang Amirul Mukminin.&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Makna tiada Islam&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; dalam maqolah ini adalah tidak sempurna. Artinya Islam itu tidak akan Sempurna tanpa adanya Jamaah. Sedangkan Jamaah itu sendiri terdiri dari pemimpin dan yang dipimpin. Dalam Islam seorang pemimpin harus ditaati, karena pada hakekatnya seorang pemimpin yang tidak ditaati hanyalah simbol belaka.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Yang dimakksudkan dengan Jamaah di sini tentu bukan sholat Jama&#39;aah karena konteks hadis di sini adalah umum, yaitu Islam itu sendiri. Dimana di dalam Islam ada syariat yang sempurna termasuk ibadah rital dan ibadah sosial.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Jamaah juga bukan kelompok, karena kelompok tidak bisa menerapkan syariat Islam secara keselurhan. Kelompok dakwah hanya bisa melakukan Amar Ma&#39;ruf nahi Mungkar. Sedangkan di dalam Islam seorang pemimpin itu dibaiat untuk menjalankan hukum Alloh, dalam hal ini Syariat Islam secara keseluruhan. Sedangkan pelaksanaan syariat Islam sebagai hukum poitif hanya bisa dilakukan oleh hukkam atau penguasa. Namun demikian bukan sembarang penguasa&lt;/i&gt;, tapi penguasa yang menerapkan sistem Islam sesuai sunnah Rosul dan para sahabat yaitu Khilafah, dimana sistem pemerintahan selain Khilafah atau Kholifah adalah Bid&#39;ah dolalah akbar. (Insya Alloh masalah ini akan saya bahas pada tulisan selanjutnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jadi kesimpulannya Al Jamaah atau jama&#39;atul Muslimin adalah Khilafah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di zaman ketika Kholifah ada ditengah-tengah ummat islam &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Ahlussunnah Waljamaah &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;adalah mereka yang senantiasa mentaati Kholifah, membantunya dan berjuang bersamanya dalam menerapkan syariat Islam dan mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Di zaman ini ketika tidak ada Kholifah ditengah ummat Islam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Ahlussunnah Waljamaah &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; mereka yang berusaha dengan segenap upaya untuk mewujudkan kepemimpinan Islam yaitu Kholifah. &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(dengan cara-cara damai sebagaimana dicontohkan oleh Rosululloh SAW saat menegakkan Khilafah Islam)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Setiap kelompok atau gerakan yang bertujuan menegakkan Khilafah adalah Ahlussunah Waljamaah. Hati mereka adalah satu, mereka tidak pernah tercerai beraikan oleh perpedaan pendapat dalam masalah furu, namun orang-orang munafiq tidak memahaminya. Dan mereka orang-orang munafiq, hati mereka adalah sama, meskipun mereka satu sama lain saling mencela, sebagai hukuman dari Alloh SWT.&amp;nbsp; Mereka selalu meributkan masalah perbedaan. (Insya Alloh masalah ini akan saya bahas dalam tulisan yang lain).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Lalu siapa 72 golongan yang akan masuk neraka? Sesungguhnya Rosululloh SAW tidak pernah menjelaskan 72 golongan yang akan masuk neraka. Rosul hanya menjelaskan yang satu, yaitu Ahlussunah waljamaah. Tidak dijelaskannya 72 golongan yang sesat oleh Rosul adalah suatu hikmah dan rahasia Alloh SWT. Setiap upaya menebak-nebak 72 golongan ini terbukti telah gagal dan justru menjauhkan Ummat Islam dari kewajibannya, yaitu menjadi Ahlussunnah Waljamaah. Dulu ada yang menebak bahwa mereka adalah yang beraqidah Jabariah, Qodariah, Murjiah, Mu&#39;tazilah dan lainnya. Mereka begitu yakin dengan argumentasi yang mereka buuat sendiri. Namun hari ini telah nyata ada begitu banyak aliran sesat yang jauh lebih sesat dari kelompok yang mereka tuduh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penguat berikkut saya tampilkan hadist lainnya:&lt;br /&gt;&lt;h3 dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَاِنَّ بَنِى اِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ اُمَّتِى عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;مِلَّةً. كُلُّهُمُ فِى النَّارِ اِلاَمِلَّةً وَاحِدَةً. قَالُوْا: وَمَنْ&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;هِيَ يَارَسُوْل اللهِ؟ قَالَ: مَا اَنَا عَلَيْهِ وَاَصْحَابِي (رواه&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;الترمذى&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;“… Dan sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi 72 &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Millah. Sementara umatku bakal terpecah menjadi 73 &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Millah dan semuanya masuk neraka kecuali hanya satu golongan saja.&lt;/b&gt; Para sahabat bertanya: Siapakah yang satu golongan itu ya Rasulullah? jawabnya: Itulah Millah yang aku dan para sahabatku berada di atasnya”. (HR. Al Tirmizi).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apakah Milah itu?&lt;br /&gt;Milah adalah ajaran, isme, pandangan hidup dan yang semisal dengannya karena tidak ada kata yang pas untuk menerjemahkan kata millah. Millah Rosul dan para sahabatnya adalah sama dengan Millah Ibroihm yaitu melaksanakan syariat Alloh SWT. Ketika kita bicara syariah dalam konteks Khilafah, maka konteks yang lebih kecil akan termasuk di dalamnya, misalnya ibadah personal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimana dengan punya udzur syar&#39;i seperti karena gangguan kesehatan atau karena kebodohan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi mereka yang punya uzdur karena kesehatan, apabila mereka telah mengetahui masalah ini maka cukup bagi mereka dengan membenarkan dan mendoakan penolong orang yang memperjuangkan syariah dan Khilafah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan bagi orang bodoh, Insya Alloh mereka termasuk orang yang dimaafkan. Karena sebenarnya kebodohan mereka itu bukanlah kehendak mereka, namun karena ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang berusaha menjauhkan mereka dari informasi yang benar tentang Islam. Opini-opini negatif tentang Islam dan syariatnya, atau fitnah-fitnah terhadap para pejuang syariah dan Khilafah adalah salah satu tembok yang menghalangi orang-orang bodoh dari dakwah. Maka sangat tidak layak bagi kita untuk mencela mereka, bahkan wajib bagi kita untuk memohonkan ampunan Alloh SWT bagi mereka ini. Dan jika dakwah telah sampai kepada mereka, dengan sebuah &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;pemahaman yang sempurna&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; sehingga status kebodohan telah hilang pada mereka, maka status mereka akan berubah, menjadi orang yang benar imannya atau munafiq. &lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pemahaman yang sempurna&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt; ini tentu tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat, semuanya tergantung pada intensitas dakwah dan kemampuan daya tangkap yang dimiliki oleh masing-masing orang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhamdulillahi Robil &#39;alamin &lt;br /&gt;Ikuti tulisan selanjutnya apakah bid&#39;ah itu?&lt;/div&gt;</description><link>http://ahlu-sunah-waljamaah.blogspot.com/2012/11/ahlussunah-waljamaah.html</link><author>noreply@blogger.com (Hari Best)</author><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>