<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642</id><updated>2026-05-28T03:47:14.068+07:00</updated><category term="Seni Teater"/><category term="Seni Rupa"/><category term="Seni Karya"/><category term="Seni Kerajinan"/><category term="Seni Musik"/><category term="Seni Tari"/><category term="Olah Vocal"/><category term="Ragam Hias"/><category term="Seni Budaya"/><category term="Tata Rias"/><category term="Seni Grafis"/><category term="Seni Rupa Modern"/><title type='text'>Senirupa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://beserupa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>136</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-6715503967122463643</id><published>2025-11-12T15:08:00.006+07:00</published><updated>2025-11-12T15:14:36.153+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Pengertian Menggambar Ekspresif Seni Rupa</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;h1&gt;&lt;strong data-end=&quot;35&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Pengertian Menggambar Ekspresif berikut Makna, Tujuan, dan Nilainya dalam Seni Rupa&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p data-end=&quot;487&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;35&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Pengertian Menggambar Ekspresif&lt;/strong&gt; merupakan dasar penting dalam dunia seni rupa yang berfokus pada kemampuan seniman untuk menyalurkan emosi, perasaan, dan imajinasi melalui bentuk visual. Dalam menggambar ekspresif, hasil karya tidak semata-mata meniru objek nyata, tetapi lebih menonjolkan makna dan suasana batin yang ingin disampaikan. Gaya ini memungkinkan setiap individu mengekspresikan jati diri dan pesan pribadi melalui garis, warna, serta komposisi yang bebas dan dinamis.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1214&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;489&quot;&gt;Melalui &lt;strong data-end=&quot;532&quot; data-start=&quot;497&quot;&gt;pengertian menggambar ekspresif&lt;/strong&gt;, kita dapat memahami bahwa seni tidak hanya berorientasi pada keindahan fisik, melainkan juga kejujuran emosional. Teknik menggambar ekspresif mendorong pelaku seni untuk bereksperimen tanpa batas, menciptakan karya yang unik dan penuh karakter. Dalam pendidikan seni, konsep ini sering diajarkan untuk melatih siswa berpikir kreatif dan berani mengekspresikan diri. Dengan memahami nilai-nilai menggambar ekspresif, setiap karya menjadi sarana komunikasi antara seniman dan penikmatnya. Maka, menggambar ekspresif bukan hanya aktivitas artistik, tetapi juga perjalanan emosional yang memperkaya makna kehidupan dan memperluas wawasan tentang seni sebagai bahasa universal manusia.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hasil dari &lt;b&gt;karya seni murni&lt;/b&gt; banyak ragam dan coraknya. begitu pula media serta peralatan yang dipakai dalam &lt;b&gt;pembuatan seni murni&lt;/b&gt;. Seorang seniman dengan keahliannya mampu mengekspresikan perasaannya pada sebuah media sehingga menghasilkan buah karya yang indah. Berbagai hasil karya yang berasal dari deaerah yang ada di Indonesia, yang mana hasil karya dari masing-masing daerah tersebut memiliki ciri khas tersendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR6nquLSnL35EP8pBTW8QGYdAFK_zjreLC3tm4FQ771gTjvJluYBQzwyHJZlM_hO66sklJKTWTaSAuOST8XbVILq7h9Y2htFmj10AlQRn9_yupnQqKQKjwZPejso4wjt8qUCi5GwEpOJM/s1600/BSR.jpg&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR6nquLSnL35EP8pBTW8QGYdAFK_zjreLC3tm4FQ771gTjvJluYBQzwyHJZlM_hO66sklJKTWTaSAuOST8XbVILq7h9Y2htFmj10AlQRn9_yupnQqKQKjwZPejso4wjt8qUCi5GwEpOJM/s400/BSR.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pada tulisan ini akan membahas Gambar Ekspresif&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karya seni bisa tampil dalam berbagai wujud, bentuk, dan sifat. Hal ini terjadi karena karya seni memiliki cakupan makna yang luas. Seorang seniman memiliki kemampuan untuk mengekspresikan serta turut andil dalam menciptakan berbagai macam jenis karya. Dari sekian banyak seniman, masing-masing mereka memiliki spesialisasi, teknik, kesukaan, dan pilihan dalam berkarya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekspresi bisa diartikan dengan pengungkapan atau proses dalam penyampaian pesan, perasaan dan gagasan. Dengan demikian maka gambar ekspresi mempunyai arti gambar yang dibuat bertujuan untuk mengungkapkan gagasan atau perasaan si penggambar dengan bebas tanpa ada keterikatan dengan aturan tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Asas Menggambar Ekspresif&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p data-end=&quot;567&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;29&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Asas menggambar ekspresif&lt;/strong&gt; merupakan prinsip dasar yang harus dipahami oleh setiap seniman agar karya yang dihasilkan memiliki makna, keseimbangan, dan kekuatan visual yang baik. Menggambar ekspresif tidak hanya menonjolkan keindahan bentuk, tetapi juga menekankan pada ekspresi emosi dan pesan yang ingin disampaikan melalui gambar. Dalam prosesnya, asas menggambar ekspresif mencakup unsur-unsur penting seperti komposisi, proporsi, keseimbangan, irama, dan kesatuan. Semua asas ini saling berkaitan untuk menciptakan karya yang harmonis dan menarik perhatian.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1176&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;569&quot;&gt;Dengan memahami &lt;strong data-end=&quot;614&quot; data-start=&quot;585&quot;&gt;asas menggambar ekspresif&lt;/strong&gt;, seniman dapat lebih bebas menyalurkan perasaan dan gagasan tanpa terikat pada bentuk realistis. Asas-asas tersebut membantu mengarahkan setiap elemen gambar agar tetap memiliki keselarasan, meskipun tampil dalam gaya yang abstrak atau spontan. Dalam dunia pendidikan seni, penerapan asas menggambar ekspresif juga penting untuk mengasah kreativitas, rasa estetika, serta kepekaan terhadap nilai-nilai visual. Melalui penerapan prinsip ini, setiap karya tidak hanya menjadi hasil coretan, tetapi juga media komunikasi penuh makna antara seniman dan penikmatnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam membuat gambar ekspresi ada beberapa asas yang harus diikuti yaitu komposisi, keseimbangan, proporsi, irama, kesatuan, dan aksentuasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa yang di katakan dengan Komposisi. Komposisi merupakan suatu cara dalam menyusun unsur-unsur yang akan memberikan bentuk pada sebuah karya seni yang meliputi bidang, ruang, garis, warna, tekstur serta gelap dan terang. Dengan adanya komposisi maka sebuah hasil karya akan terlihat harmonis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keseimbangan atau dalam bahasa Inggrisnya Balance. Yang dimaksud dengan keseimbangan yang itu mengatur objek secara serasi pada sebuah bidang gambar sehingga objek utama akan terlihat jelas. Keseimbangan terdiri dari dua yaitu keseimbangan simetris, komposisi serasi dua objek atau lebih degan mebagi dua bidang gambar secara sama, dan keseimbangan asimetris, adalah kesimbangan yang dibuat dengan meletakkan unsur-unsur yang berbeda, baik bentuk, ukuran, maupun jarak.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Proporsi&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;12&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Proporsi&lt;/strong&gt; merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa yang berfungsi untuk menciptakan keseimbangan dan keselarasan antara bagian-bagian dalam sebuah karya. Dalam konteks menggambar, proporsi berarti perbandingan ukuran antara satu objek dengan objek lainnya agar terlihat wajar dan realistis. Misalnya, dalam menggambar manusia, ukuran kepala, tubuh, dan kaki harus disesuaikan secara proporsional agar tampak alami dan menarik. Jika proporsi tidak tepat, maka gambar akan terlihat janggal atau tidak seimbang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1218&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;525&quot;&gt;Pemahaman tentang &lt;strong data-end=&quot;555&quot; data-start=&quot;543&quot;&gt;proporsi&lt;/strong&gt; tidak hanya berlaku pada seni realistik, tetapi juga dalam karya ekspresif dan dekoratif. Seniman sering memanfaatkan proporsi untuk menonjolkan ekspresi atau memberikan penekanan pada bagian tertentu dari karyanya. Dalam desain dan arsitektur, proporsi juga memiliki peran besar untuk menciptakan harmoni visual dan kenyamanan pandangan. Oleh karena itu, proporsi menjadi dasar penting yang harus dikuasai oleh siapa pun yang ingin menciptakan karya seni berkualitas. Dengan menguasai prinsip proporsi, seniman mampu menata setiap elemen dengan tepat, menghasilkan karya yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga memiliki makna dan keseimbangan yang mendalam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Irama&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p data-end=&quot;484&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;9&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Irama&lt;/strong&gt; dalam seni rupa merupakan prinsip yang berhubungan dengan pengulangan, variasi, dan pola yang menciptakan kesan gerak dan dinamika pada sebuah karya. Dalam konteks menggambar, irama dapat diwujudkan melalui pengulangan garis, bentuk, warna, atau elemen visual lainnya yang tersusun secara teratur dan harmonis. Kehadiran irama membuat karya seni tampak hidup dan tidak monoton, karena mata penikmat akan mengikuti alur visual yang mengalir dari satu bagian ke bagian lain.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1170&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;486&quot;&gt;Pemahaman terhadap &lt;strong data-end=&quot;514&quot; data-start=&quot;505&quot;&gt;irama&lt;/strong&gt; sangat penting bagi seniman agar karya yang dibuat memiliki keseimbangan antara kesan tenang dan energik. Ada beberapa jenis irama yang sering digunakan, seperti irama berulang, irama bertingkat, dan irama mengalir. Masing-masing memberikan suasana dan efek visual yang berbeda sesuai dengan tujuan artistik yang ingin dicapai. Dalam dunia desain, irama juga berperan menciptakan kesan estetika dan kenyamanan pandangan. Dengan menguasai prinsip irama, seniman dapat menuntun emosi penikmat melalui komposisi yang dinamis dan berkarakter. Oleh karena itu, irama bukan hanya elemen pelengkap, tetapi merupakan jiwa yang menghidupkan setiap karya seni rupa.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kesatuan (Unity)&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p data-end=&quot;508&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;20&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Kesatuan (Unity)&lt;/strong&gt; adalah prinsip dasar dalam seni rupa yang berperan penting untuk menciptakan harmoni dan keterpaduan antarunsur dalam sebuah karya. Kesatuan berarti setiap elemen — seperti garis, warna, bentuk, tekstur, dan ruang — saling berhubungan dan bekerja sama membentuk satu kesan yang utuh. Tanpa adanya kesatuan, karya seni akan terlihat terpecah dan kehilangan arah visualnya. Oleh karena itu, kesatuan menjadi kunci agar karya tampak seimbang, teratur, dan mudah dipahami oleh penikmatnya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1197&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;510&quot;&gt;Dalam menggambar, &lt;strong data-end=&quot;548&quot; data-start=&quot;528&quot;&gt;kesatuan (unity)&lt;/strong&gt; dapat dicapai melalui pengulangan pola, keseimbangan komposisi, serta penyesuaian warna dan bentuk yang serasi. Seniman harus mampu mengatur setiap unsur dengan cermat agar tercipta hubungan visual yang kuat. Kesatuan tidak selalu berarti keseragaman, tetapi lebih kepada penyatuan elemen yang berbeda menjadi satu kesan yang harmonis. Dalam desain grafis, arsitektur, maupun seni rupa modern, konsep unity membantu menciptakan karya yang estetis dan komunikatif. Dengan menerapkan prinsip kesatuan secara tepat, sebuah karya seni tidak hanya enak dipandang, tetapi juga memiliki makna mendalam serta daya tarik yang menyatu dari awal hingga akhir.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Aksentuasi&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;p data-end=&quot;543&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;14&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Aksentuasi&lt;/strong&gt; dalam seni rupa merupakan prinsip yang digunakan untuk memberikan penekanan atau fokus pada bagian tertentu dari sebuah karya. Tujuannya adalah menarik perhatian penikmat agar melihat bagian yang dianggap paling penting atau memiliki makna khusus. Aksentuasi dapat diciptakan melalui penggunaan warna yang kontras, bentuk yang mencolok, ukuran yang berbeda, atau penempatan elemen pada posisi strategis dalam komposisi. Dengan adanya aksentuasi, karya seni menjadi lebih dinamis, menarik, dan memiliki arah pandang yang jelas.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1228&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;545&quot;&gt;Dalam menggambar, &lt;strong data-end=&quot;577&quot; data-start=&quot;563&quot;&gt;aksentuasi&lt;/strong&gt; membantu seniman menyampaikan pesan utama dengan lebih kuat. Misalnya, dalam potret wajah, sorotan cahaya pada mata atau ekspresi tertentu bisa menjadi pusat perhatian yang memperkuat karakter objek. Prinsip ini juga banyak digunakan dalam desain grafis dan fotografi untuk mengarahkan fokus mata penonton ke bagian inti karya. Aksentuasi tidak hanya menambah keindahan visual, tetapi juga menciptakan keseimbangan antara elemen dominan dan pendukung. Dengan memahami dan menerapkan aksentuasi secara tepat, seniman dapat menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara estetis, tetapi juga komunikatif dan berkesan bagi siapa pun yang melihatnya.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Kesimpulan&lt;/h3&gt;&lt;p data-end=&quot;529&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa setiap &lt;strong data-end=&quot;72&quot; data-start=&quot;51&quot;&gt;prinsip seni rupa&lt;/strong&gt;, seperti &lt;em data-end=&quot;178&quot; data-start=&quot;82&quot;&gt;pengertian menggambar ekspresif, asas menggambar ekspresif, proporsi, irama, kesatuan (unity),&lt;/em&gt; dan &lt;em data-end=&quot;195&quot; data-start=&quot;183&quot;&gt;aksentuasi&lt;/em&gt;, memiliki peran penting dalam menciptakan karya yang bermakna dan harmonis. Menggambar ekspresif bukan sekadar meniru bentuk nyata, tetapi menyalurkan emosi dan gagasan secara visual. Asas-asas seni rupa membantu seniman mengatur elemen seperti bentuk, warna, dan komposisi agar tercipta keseimbangan serta keselarasan dalam karya.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1228&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;545&quot;&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1117&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;531&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;543&quot; data-start=&quot;531&quot;&gt;Proporsi&lt;/strong&gt; memastikan perbandingan antarbagian tampak wajar, &lt;strong data-end=&quot;603&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;594&quot;&gt;irama&lt;/strong&gt; menghadirkan dinamika visual yang menghidupkan karya, &lt;strong data-end=&quot;670&quot; data-start=&quot;658&quot;&gt;kesatuan&lt;/strong&gt; menyatukan seluruh unsur menjadi harmoni yang utuh, dan &lt;strong data-end=&quot;741&quot; data-start=&quot;727&quot;&gt;aksentuasi&lt;/strong&gt; memberikan fokus atau penekanan agar pesan seni lebih kuat tersampaikan. Dengan memahami dan menerapkan semua prinsip tersebut, seniman dapat menghasilkan karya yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat makna dan emosi. Maka, menggambar ekspresif merupakan bentuk kebebasan berekspresi yang berpadu dengan pemahaman mendalam terhadap unsur dan asas seni rupa.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6715503967122463643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6715503967122463643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2025/11/PengertianMenggambarEkspresifSenirupa.html' title='Pengertian Menggambar Ekspresif Seni Rupa'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR6nquLSnL35EP8pBTW8QGYdAFK_zjreLC3tm4FQ771gTjvJluYBQzwyHJZlM_hO66sklJKTWTaSAuOST8XbVILq7h9Y2htFmj10AlQRn9_yupnQqKQKjwZPejso4wjt8qUCi5GwEpOJM/s72-c/BSR.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-7644163385887603983</id><published>2025-11-12T13:39:00.018+07:00</published><updated>2025-11-12T15:09:54.301+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa Modern"/><title type='text'>Seni Rupa Modern vs Seni Rupa Kontemporer Berikut Penerapan dan Manfaat Seni Rupa Modern</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Seni Rupa Modern atau Kontemporer Yang Beragam&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;
Perkembangan masa seni rupa di mancanegara berawal dari masa prasejarah yang berlangsung pada ratusan hingga ribuan tahun yang lampau. Dari bentuk seni yang sederhana, selanjutnya terus disempurnakan oleh beberapa generasi menjadi seni tradisi yang bersifat turun temurun dan merakyat. Pada masa berikutnya terjadi kontak dan komunikasi antarbangsa yang memungkinkan adanya pengaruh yang berjalan melalui akulturasi seni, termasuk karya seni rupa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Seni Rupa Modern: Pengertian, Sejarah, Ciri, Aliran, dan Perkembangannya di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Teknik, Media, dan Eksperimen&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Salah satu karakter utama seni modern adalah keberanian bereksperimen. Teknik-teknik yang banyak dipakai antara lain:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Cat minyak, cat akrilik, cat air dengan aplikasi tekstural.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kolase dan photomontage untuk menggabungkan potongan gambar dan teks.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Assemblage (menggabungkan benda-benda tiga dimensi non-tradisional).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ready-made (Marcel Duchamp) — benda sehari-hari yang dijadikan karya seni.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Teknik aksi (action painting) — seperti patung gerak dan drip painting.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Seni Rupa Modern vs Seni Rupa Kontemporer&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meskipun sering dipakai bergantian, &lt;span class=&quot;keyword&quot;&gt;Seni Rupa Modern&lt;/span&gt; dan seni kontemporer memiliki perbedaan waktu dan konteks. Seni modern mengacu pada periode sejarah (akhir 1800-an sampai pertengahan 1900-an) yang melahirkan bahasa formal baru. Seni kontemporer merujuk pada seni yang dibuat sejak sekitar 1960-an hingga sekarang, yang lebih menonjolkan isu-isu sosial, teknologi, dan globalisasi.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seni Rupa Modern di Indonesia&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Indonesia, pengaruh &lt;span class=&quot;keyword&quot;&gt;Seni Rupa Modern&lt;/span&gt; mulai terasa sejak era kolonial ketika sekolah seni dan institusi modern mulai berdiri. Bahasa visual modern masuk melalui pendidikan seni, pameran internasional, dan kontak antarbudaya. Beberapa fase penting:&lt;/p&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masa Awal dan Pendidikan Seni&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendirian lembaga-lembaga seni rupa pada awal abad ke-20 membuka jalur pembelajaran teknik dan teori modern. Seniman Indonesia belajar di Eropa dan kembali dengan cara pandang baru.&lt;/p&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Periode Pasca-Kemerdekaan&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pasca-1945, seniman Indonesia memanfaatkan kebebasan berekspresi untuk merumuskan identitas nasional — kombinasi elemen tradisional dan modern. Tokoh seperti Affandi, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah (dengan pendekatan berbeda) memainkan peran penting.&lt;/p&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Eksperimen dan Globalisasi&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak 1970-an hingga kini, seniman Indonesia semakin mengeksplorasi media baru, instalasi, dan praktik seni konseptual. Keikutsertaan dalam biennale internasional membantu memosisikan karya-karya Indonesia pada peta seni global.&lt;/p&gt;


&lt;h2 id=&quot;penerapan&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penerapan dan Manfaat Seni Rupa Modern&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seni modern memengaruhi sektor lain seperti desain, arsitektur, periklanan, dan pendidikan seni. Manfaat praktisnya meliputi:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mendorong inovasi visual dalam desain produk dan grafis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menguatkan identitas visual merek melalui estetika modern minimalis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengedukasi publik tentang fungsi kritis seni dalam masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meningkatkan apresiasi terhadap eksperimen material dan teknik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa perbedaan utama antara seni rupa modern dan klasik?&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seni klasik menekankan keterampilan representasional, proporsi, dan narasi historis; seni modern menekankan kebaruan, eksperimen bentuk, dan ekspresi subjektif.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah semua karya abstrak termasuk seni modern?&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak selalu. Abstraksi populer dalam seni modern, tetapi abstrak juga dibuat di era kontemporer dengan konteks berbeda. Yang membedakan adalah waktu, tujuan, dan konteks produksi.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana cara belajar membuat karya seni rupa modern?&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mulailah dari memahami dasar teori seni—warna, komposisi, proporsi—lalu bereksperimen dengan teknik: kolase, cat, assemblage, atau media digital. Pelajari karya seniman besar, kunjungi pameran, dan praktikkan secara konsisten.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah seni rupa modern relevan di era digital?&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sangat relevan. Era digital memperkaya kemungkinan media: seni digital, NFT, video art, dan instalasi interaktif memperluas definisi seni modern-kontemporer.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Studi Kasus: Seniman Indonesia yang Menerapkan Bahasa Modern&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk memahami bagaimana &lt;span class=&quot;keyword&quot;&gt;Seni Rupa Modern&lt;/span&gt; diadaptasi di Indonesia, lihat contoh-contoh berikut:&lt;/p&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Affandi — Ekspresionisme Lokal&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Affandi memodifikasi teknik ekspresionis untuk menangkap emosi dan realitas lokal dengan goresan kuas yang khas dan komposisi warna yang intens.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;S. Sudjojono — Seni sebagai Bahasa Kritik&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;S. Sudjojono mengadvokasi seni sebagai alat kritik sosial dan pembentuk jiwa kebangsaan, menolak sekadar reproduksi realitas tanpa makna.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seniman Kontemporer: Eksperimen Media&lt;/h3&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Generasi setelahnya menggabungkan unsur tradisi (batik, motif lokal) dengan praktik modern: instalasi, video, dan seni partisipatif.&lt;/p&gt;


&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kesimpulan dan Rekomendasi&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;keyword&quot;&gt;Seni Rupa Modern&lt;/span&gt; adalah babak penting dalam sejarah seni yang membuka ruang berekspresi baru, menantang norma, dan menginspirasi inovasi berkelanjutan. Baik untuk praktisi, pendidik, maupun penikmat seni, memahami prinsip-prinsip seni modern membantu menghargai perubahan estetika dan konteks sosial di balik karya seni.
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rekomendasi singkat:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kunjungi pameran seni modern dan kontemporer untuk melihat karya secara langsung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelajari teknik dasar, lalu eksperimen dengan material yang tidak biasa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gabungkan referensi lokal untuk menciptakan karya yang relevan budaya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;  
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Seni Rupa Kontemporer&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;319&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyuJJqyHYHf7pfrew2KzvUd3zL3JmWKFIlIw9ZsvALBRYtOJEHU1WuRj0gnxjglFLtDyvEuVVfEcckagQeMqrboME-iGYUtzrbeTnU0jGNCv6haHHBFdwRXtH0VJVQaItHaeQ2mgks3Qc/w400-h319/Seni+Rupa+Kontemporer.jpg&quot; title=&quot;Seni Rupa Kontemporer&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Istilah kontemporer berasal dari bahasa Inggris contemporary. Dalam seni rupa, istilah kontemporer dipakai untuk menamai kencenderungan yang berkembang pada masa mutakhir atau sezaman. Artinya seni rupa kontemporer memperlihatkan kecenderungan (trend) yang umum terjadi pada waktu yang bersamaan dan masih merupakan bagian perkembangan seni rupa modern yang rentang waktunya panjang. Pada sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa seni rupa kontemporer justru menentang dan menyimpang dari kebiasaan seni rupa modern.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada istilah dalam dunia seni rupa yang disebut avant-garde yang arti harafiahnya garda-depan. Istilah ini diberikan kepada kelompok perupa yang cenderung serta bersifat eksperimental. Pembaharuan juga dilakukan pada berbagai aspek, seperti konsep, media, teknik, tema, makna, tempat, dan waktu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Seni Lingkungan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;224&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIT8oAHm3Ab67WNtvbKMSqyT8wo_WFP_noAnZpDiySt8iLuPGkN2nuFSLaBT8aBSEzRg6Gz_Y0MWY7KVx4qm6r_elc0vdQ7Tg3F26W8pc7Liu04iqCAo_mlilYdPtMbrrN0hW4vgSh6i8/w400-h224/seni+rupa+lingkungan.jpg&quot; title=&quot;Seni Lingkungan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertumbuhan seni rupa kontemporer pada pertengahan tahun 1960-an hingga 1970-an, ada kecenderungan pada perupa untuk memanfaatkan lingkungan alam sebagai bagian atau bahkan inti dari karya seni yang digagasnya. Mereka mengusung dua tujuan utama, yaitu penolakan atas komersialisasi seni dan mendukung gerakan cinta lingkungan. Nama yang diberikan pada konsep seni yang melibatkan alam ini adalah. Seni lingkungan atau Earth Art. Perkembangan terjadi terutama di eropa dan Amerika Serikat. &amp;nbsp;Perupa Garda depan (avant garde), Christo memanfaatkan ratusan meter kain untuk membungkus gedung di Jerman dan memagari sebuah gunung. Robert Smitshon memanfaatkan bebatuan dan kristal garam untuk karyanya, sepanjang kurang lebih 500 meter dengan lebar 3 meter berbentuk tanggal spiral di Great Salt Lake, Amerika Serikat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian juga dengan Jeff Koons yang membuat patung berbentuk seekor anjing dari sejenis pohon yang berbunga di Jerman. Perupa lainnya juga bekarya dengan konsep seni ini adalah Michael Heizer, Naney Holt, dan Dennis Oppenheim.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perupa Indonesia Teguh Ostenrik pernah membuat sebuah piramid dari sampah plastik yang dipadatkan sebagai keprihatinannya pada masalah sampah di negara Indonesia. Hal yang dilakukan Dadang Christanto dengan karyanya berjudul &quot;1001 Manusia Tanah&quot; dengan isi menggugat persoalan tanah. Seribu patung fiberglas (serat kaca) diletakkan di pinggir Pantai Marian, Ancol dan dirinya sebagai satu patung bergerak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni Rupa Pertunjukan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seni Rupa Pertunjukan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD39udmhdnLcLTyQha89sSt-h3OZMWNsat2T3UrEO0H2pTUH-hWG51-c5J1zrNb81GQcKWN5K2UUOnqJQ0Bqt8GunCQ7sXXxm4zUPERMukMQTcMzwiXdeNm1nqK-UDroqNFr7MX2uMoMI/w400-h300/senirupa+pertunjukkan.jpg&quot; title=&quot;Seni Rupa Pertunjukan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;br /&gt;
Sumber Gambar Vivanews&lt;br /&gt;
Seni rupa pertunjukkan atau Performance Art mulai berkembang pada akhir tahun 1960-an dan bersifat mendunia. Istilah kecenderungan dalam seini ini berkaitan dengan Body Art, Happenings, Actions, Fluxus, dan Feminist Art. Konsep utama para perupanya adalah bahwa diperlukan media ekspresi baru yang dapat memadukan aspek gerak dan bunyi dengan aspek rupa. Elemen-elemen musik, tari, teater, dan video pun turut membentuk cabang seni yang unik dan menganggap peristiwa senilah yang paling utama. Pada pertunjukkannya, aspek improvisasi yang teatrikal aman menguat sehingga terkadang agak sulit dimengerti penonton. Bahkan, ada kalanya penonton pun dilibatkan sebagai bagian dari karya yang dilangsungkan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perupa Vito Acconci, Laurie Anderson, Chris Burden, Allan Kaprow, Meredith Monk, dan Robert Wilson adalah beberapa diantara nama yang aktif berekspresi dengan seni rupa pertunjukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di Indonesia, gejala yang sama muncul pula di kalangan perupa muda yang tinggal di kota-kota besar. Ada yang mengangat isu lingkungan yang makin rusak, seperti dilakukan Tisna Sanjaya, Yoyo Yogasmana yang banyak mengeksplorasi tubuhnya. Nindityo Adipurnomo yang sering mengangkat lambang tradisi Jawa, Nyoman Erawan yang berangkat dari akar tradisi Bali, Arah Maiani dengan tanggapannya atas globalisasi, dan perupa Iwan Wijono.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni&amp;nbsp;Instalasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seni Instalasi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGtlAb400JMpUj54Q44k9QNX0LXAiI21WBj_XTmOXyclyx6-lvw18FVxj7xvZGFIopZjI3RaOOiHRcfYcIX3WaMtt9Ww906WVkWiO4fgfgrUxY-f244KJEN_bH33odg4zKzHMa6JHAowE/w400-h266/Seni+Instalasi.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Gambar Satu Lingkar&lt;br /&gt;
Seni instalasi (Installation) berkembang sejak tahun 1970-an, terutam di Amerika Serikat dan Eropa. Para penggiatnya di antaranya adalah Joseph Beuys (Jerman), Daniel Buren (Prancis), Hans Haacke, Robert Irwin, dan Judy Pfaff.
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Makna seni instalasi erat terkait dengan lokasi tempat karya ini dipasang sekaligus dipamerkan, baik di geleri biasa maupun di tempat tertentu berdasarkan konsep sang perupa. Karya yang dipamerkan umumnya tidak dijual. Hal ini karena objeknya dapat berupa apa saja, seperti yang dibuat Judy Pfaff dengan memanfaatkan ribuan kertas yang disusun sedemikian rupa di dalam sebuah ruangan sehingga mirip langkungan dibawah air atau dunia khayal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Senin instalasi juga tumbuh di Indonesia dan mula-mula muncul pada saat Gerakan Seni Rupa Baru yang muncul pada 1975. Saat itu, ada keinginan dari para perupa muda, seperti F.X. Harsono, Hardi, B. Munni Ardhi, Nyoman Nuarta, dan Jim Supangkat untuk menampilkan karya yang tidak lagi tersekat seperti seni lukis, patung, atau desain. Pada masa kini, seni instalasi digiatkan oleh banyak perupa seperti Heri Dono, Tisna Sanjaya, Dadang Chritanto, Krishna Murti, Andur Manik dan Teguh Ostenrik. Tisna Sanjaya melalui seni instalasinya yang berjudul Pohon Tidak Tumbuh Tergesa menanam seribu pohon mahoni di Bandung dan Solo sebagai bentuk daya kritisnya selaku perupa atas kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni Video&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seni Video&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZxYRjpbKSjcWzLHLRciOMackupRw1D4xpp_WwRyxTole79DG3yYKWeMfzTIDTO2BeWepwWIeLgVISW0a2KMgujja5neZ2Qp97ER2nX_ocHy5vkMUOo-wQvJEmrpTtCqsNZDqeGp4CXPo/w400-h265/seni+vidoo.jpg&quot; title=&quot;Seni Video&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Gambar Antara Foto&lt;br /&gt;
Istilah seni video merupakan terjemahan dari video art yang mulai berkembang pada pertengahan 1960-an. Seni Video adalah karya rekaman video yang dibuat oleh seorang perupa. Pelopornya adalah perupa kelahiran Korea yang bernama Nam June Paik yang mempertunjukkan hasil rekamannya di sebuah kafe di New York. Pengaruhnya bersifat internasional, termasuk ke Indonesia.
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Para perupa penting seni video ini diantaranya adalah Ant Farm, Frank Gillette, Paul Kos, dan Bruce Nauman. Di Indonesia, perupa Krishna Murti adalah seorang tokoh penting seni baru ini. Pada praktiknya, karya rekaman seni video ini kadang menjadi elemen seni instalasi atau seni rupa pertunjukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kecenderungan para perupa untuk memanfaatkan teknologi sebagai media berekspresi melahirkan beragam bentuk seni rupa alternatif yang inovatif atau baru sama sekali. Di Barat, kecenderungan tersebut dikenal dengan nama seni media baru (New Media Art). Sebuah karya atau peristiwa seni yang berlangsung di salah satu belahan dunia dapat dikunjungi secara langsung (on-line) melalui internet. Sebagai contoh, Maki Ueda, seorang perupa kontemporer dari Jepang membuat sebuah proyek seni Hole in the Earth hasil kerja sama dengan mitranya di Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ueda menempatkan sebuah monitor dan kamera di Pesantren Daarut Tauhid pimpinan Aa Gym di Bandung para pengunjung dapat berkomunikasi secara langsung dengan siapapun yang kebetulan melakukan hal yang sama di Rotterdam, Belanda. Dengan begitu, kontak antarmanusia kini tidak lagi terbatasi ruang dan dan waktu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni Kriya Kontemporer&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seni Kriya Kontemporer&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;245&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh24cQRoHrSREdrZBBALbvTSyZS7GBYNhHR5Sw-tu__SmsvsmAQnaI7UT0n8EqTiC16yEiklVhCrY0FjY-LIwba_CneXMI4fTA5dmpQYahxsIHquDYZ_FJja6BorwqcWAbWAzg1Cy-POFM/w400-h245/Seni+Kriya+Kontemporer.jpg&quot; title=&quot;Seni Kriya Kontemporer&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber Foto Traveller&lt;br /&gt;
Istilah kontemporer tidak saja berlaku dalam seni murni, tetapi juga dalam seni kriya. Istilah ini diterapkan pada kecenderungan mutakhir yang menggejala di dalam seni kriya di mana unsur kreativitas kriyawan dan kualitas estetik karya lebih diutamakan. Dalam hal ini, unsur keterampilan kekriyaan (craftsmanship) penggiatnya amat tinggi. Tegasnya, oerientasi atau tujuan seni lebih penting daripada fungsi pakai atau hiasnya meski sering kali karyanya diklasifikasikan sebagai karya seni rupa kontemporer.
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Media yang digunakan dalam seni kriya amat beragam, mulai dari keramik, seperti yang dilakukan oleh Hilda Sumantri, Hendrawan Riyanto, Suyatna, Noor Sudiyati, dan Nurzulis Koto. Pada Media tekstil, Nia dan Agus Ismoyo bereksprimen dengan media dan teknik yang berbeda sehingga muncul bahasa ungkap yang baru. Lalu, perupa Anusapati secara khusus banyak mengolah media kayu. Pada seni Serat (Tapestry) perupa Yusuf Affendi, Biranul Anas, dan Lengganu banyak menampilkan nilai ekspresi pribadi yang unik dan berkarakter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://docs.google.com/document/d/1PCFnTntUPNaYFwXAno2vo5DOlJzArN5OtFaFLuAsEoE/edit?usp=sharing&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Donwload Artikel&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;


</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/7644163385887603983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/7644163385887603983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2025/11/seni-rupa-modern-vs-seni-rupa.html' title='Seni Rupa Modern vs Seni Rupa Kontemporer Berikut Penerapan dan Manfaat Seni Rupa Modern'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyuJJqyHYHf7pfrew2KzvUd3zL3JmWKFIlIw9ZsvALBRYtOJEHU1WuRj0gnxjglFLtDyvEuVVfEcckagQeMqrboME-iGYUtzrbeTnU0jGNCv6haHHBFdwRXtH0VJVQaItHaeQ2mgks3Qc/s72-w400-h319-c/Seni+Rupa+Kontemporer.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.921327</georss:point><georss:box>-29.099508836178845 78.765077 27.520958836178846 149.07757700000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-8917177287199262436</id><published>2025-11-10T19:29:00.010+07:00</published><updated>2025-11-10T19:33:12.763+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Proses Produksi Kerajinan Tanah Liat, Keselamatan Kerja, Masker, Sarung Tangan Plastik, Pakaian Kerja, Peralatan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak</title><content type='html'>
&lt;html lang=&quot;id&quot;&gt;
&lt;head&gt;
&lt;meta charset=&quot;UTF-8&quot;&gt;&lt;/meta&gt;
&lt;meta content=&quot;width=device-width, initial-scale=1.0&quot; name=&quot;viewport&quot;&gt;&lt;/meta&gt;
&lt;meta name=&quot;Proses Produksi Kerajinan Tanah Liat, Keselamatan Kerja, Masker, Sarung Tangan Plastik, Pakaian Kerja, Peralatan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak&quot;&gt;&lt;/meta&gt;
&lt;meta content=&quot;Proses Produksi Kerajinan Tanah Liat, Keselamatan Kerja, Masker, Sarung Tangan Plastik, Pakaian Kerja, Peralatan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak&quot; name=&quot;keywords&quot;&gt;&lt;/meta&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
&lt;article&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;h1 data-end=&quot;229&quot; data-start=&quot;208&quot;&gt;&lt;b&gt;Proses Produksi Kerajinan Tanah Liat&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, pembentukan benda keramik dengan teknik cetak dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: membentuk dengan teknik cetak tekan dan membentuk dengan teknik cetak tuang. Membentuk benda keramik dengan kedua teknik cetak tersebut dilakukan dengan proses pembuatan model, pembuatan cetakan dan pencetakan benda keramik baik dengan tanah liat plastis maupun tanah liat tuang (slip).&lt;br /&gt;
Pembuatan benda keramik dengan teknik cetak merupakan salah satu teknik yang memiliki keunggulan dalam proses produksi yaitu: bentuk dan ukuran benda keramik sama, dapat diproduksi dalam jumlah banyak/massal, dan waktu yang relatif lebih cepat. Saat ini banyak pengrajin keramik di Indonesia yang memproduksi peralatan rumah tangga, barang interior, saniter, alat teknik dan elektronik banyak menggunakan teknik cetak, baik cetak tekan maupun cetak tuang yang lebih rumit dan canggih. Teknik ini juga makin berkembang di perajin keramik dengan bentuk-bentuk yang unik yang akan menarik konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gips sebagai bahan utama dalam pembuatan cetakan harus benar-benardipilih dengan baik dalam arti gips tersebut memenuhi persyaratan untuk dibuat cetakan. Persyaratan itu di antaranya adalah butiran gips halus, apabila dicampur air, cepat hangat dan mengeras serta memiliki daya serap tinggi (porous) terhadap slip tanah liat. Hal ini dimaksudkan agar slip tanah liat yang dituang di dalam cetakan gips akan mudah diserap dan menempel pada cetakan gips secara merata dan membentuk dinding benda keramik. Dengan demikian, tanah liat akan menyusut dan terlepas dari dinding cetakan gips sehingga mempermudah melepas benda dari cetakan gips. Perbedaan kualitas gips dapat dilihat dari: kekerasan bahan gips, perbandingannya dengan air, dan lamanya reaksi dengan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat adonan gips adalah ketepatan campuran air dan gips. Apabila dalam campuran adonan gips terlalu banyak air, hasil cetakan gips menjadi lama mengeras dan lunak. Sebaliknya, kalau terlalu sedikit air, hasil cetakan gips menjadi lebih cepat mengeras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;a. Keselamatan Kerja Produksi Kerajinan Tanah Liat&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Keselamatan kerja merupakan sikap pada saat kita bekerja. Hal ini berhubungan dengan cara memperlakukan alat dan bahan kerja, serta bagaimana mengatur alat dan benda kerja yang baik dan aman karena berhubungan dengan orang atau manusianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa setelah proses pekerjaan selesai, bersihkan semua peralatan dan simpan pada tempat semestinya. Pastikan ruang kerja supaya tetap bersih, rapi, dan sehat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perlengkapan dan manfaat keselamatan kerja dalam proses produksi kerajinan dari bahan lunak antara lain seperti berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masker&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melindungi hidung dan mulut pada waktu melaku-kan proses penyiapan massa gips.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Masker Keselamatan Kerja&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;632&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLQDepslJAifJDzEXycpX1XXOIXQQ1ZlDk4QTS7_xq__Gt3t2ra5bHwCPJaMODYLwhIi9nLhZ4HX7yIKPKTttYh2LbsPoag8qIIW2b6NYCAA-NERsnFjHxHaaZy5pVb6gXGZrSG4ffR3U/w640-h632/Masker+Keselamatan+Kerja.png&quot; title=&quot;Masker Keselamatan Kerja&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sarung Tangan Plastik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melindungi tangan pada waktu melakukan proses penyiapan massa gips.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/article&gt;&lt;/body&gt;&lt;/html&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Sarung Tangan Plastik&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;524&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg52fJqhVRko0YcsKbYSeW_cBrwOiq3xvtXsOPbtoUwhQDLOJI2q7EwvWLFFKnG0ViNRaGz5A5X6r6N7wwr9OkN7EuizfPj1E5IrDztULcxsFWF0vYide9V61ku852l7A3EcHfPv6gaLPo/w640-h524/Sarung+Tangan.png&quot; title=&quot;Sarung Tangan Plastik&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Pakaian Kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk melindungi badan pada waktu melakukan proses pembentukan benda keramik dan penyiapan massa gips&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Pakaian Kerja&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;578&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAighIjZR2TlsesboN_vW9ubTH2uMfw9QuP1uvN0RWhJRxIHPcWtZMb2l-cUidgJvO1Nka1ocg2bq3jf1hEcuPvcdAkT5AxMTkkt3SHlbpIHFEkNxHhR3clAaE2PNLniSVVuAUHd539gk/w640-h578/Pakaian+Kerja.png&quot; title=&quot;Pakaian Kerja&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;b. Peralatan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Untuk membuat model teknik cetak tuang, diperlukan beberapa jenis peralatan berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Butsir kayu (wood modelling tools)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pisau&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Spons (sponges)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alas pembentukan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baskom&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ember&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Timbangan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Whirler/banding wheel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Papan cetakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Linoleum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gelas ukuran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kertas ampelas waterproof&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;c. Bahan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara umum bahan yang digunakan dalam pembentukan karya kerajinan keramik dengan teknik cetak adalah seperti berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1)&amp;nbsp; Tanah liat plastis&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Digunakan untuk membentuk benda, alas model yang berfungsi sebagai penutup sebagian dari model.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2) Slip tanah liat&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan yang digunakan untuk membentuk benda keramik dengan teknik cetak tuang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3) Tanah liat model&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan tanah liat yang berwarna abu-abu digunakan untuk membuat model bentuk bebas, baik untuk cetak tekan maupun cetak tuang. Bahan ini memiliki sifat-sifat yang plastis, namun tidak mudah retak&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4) Gips&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Digunakan untuk membuat cetakan benda keramik atau membuat model. Untuk memperoleh hasil yang baik perlu proses pencampuran gips dan air secara benar. Untuk campuran antara air dan gips biasanya 1 liter air untuk 1,25 kg. gips atau dapat juga digunakan perbandingan secara kasar, namun praktis sekitar 1 bagian gips : 1 bagian air. Gips yang baik akan mengeras sekitar 13-20 menit setelah penuangan dan akan terasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5)&amp;nbsp; Larutan pemisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Larutan pemisah merupakan campuran dari sabun dan minyak kelapa dengan perbandingan 1 : 1 dan dipanaskan. Fungsi larutan pemisah adalah untuk melapisi model dan cetakan gips sehingga model dengan cetakan gips dapat dengan mudah dipisahkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;d. Penyiapan Gips untuk Teknik Cetak&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Gips sebagai bahan untuk membuat model atau cetakan perlu dipersiapkan dengan baik karena gips yang dicampur air akan bereaksi yang menyebabkan gips menjadi keras. Proses penyiapan gips yang baik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx97RUkMKHjfA-4cOlJf0MnjR8Jgdr4X2xsWMecS1s2-TMbtPpy4GrbAFgs_YqFi7eNbuM9dm0zuuzKbRWZF7z7FrowQ4fKbI8o_4zj_LSZorb_mfMsRbbMAaHg_wCUUaEmjIEMmzEV4o/s1600/Pencampuran+Gibs+dan+Air.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pencampuran gibs dan air&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx97RUkMKHjfA-4cOlJf0MnjR8Jgdr4X2xsWMecS1s2-TMbtPpy4GrbAFgs_YqFi7eNbuM9dm0zuuzKbRWZF7z7FrowQ4fKbI8o_4zj_LSZorb_mfMsRbbMAaHg_wCUUaEmjIEMmzEV4o/s640/Pencampuran+Gibs+dan+Air.jpg&quot; title=&quot;Pencampuran gibs dan air&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pencampuran gibs dan air&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_P099pnUxr0-tmuYXVWbgmUdZDTL79qM1EBSeaX5vEdKPkOs_7LFIdytdK_2WPL-lEBXsF4Ghcok5QVruCsT1lcmkKpZywPuQ8_aLkj9RXBXDvvmGgrv3T4yYTLcc3pIZPE0NmQB_6I/s1600/Mempersiapkan+Anonan+Gips.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mempersiapkan adonan gips&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;314&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_P099pnUxr0-tmuYXVWbgmUdZDTL79qM1EBSeaX5vEdKPkOs_7LFIdytdK_2WPL-lEBXsF4Ghcok5QVruCsT1lcmkKpZywPuQ8_aLkj9RXBXDvvmGgrv3T4yYTLcc3pIZPE0NmQB_6I/s640/Mempersiapkan+Anonan+Gips.jpg&quot; title=&quot;Mempersiapkan adonan gips&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mempersiapkan adonan gips&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/09/proses-produksi-kerajinan-tanah-liat.html&quot;&gt;e. Proses Penyiapan Model untuk Teknik Cetak&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Proses penyiapan model pada pembuatan keramik teknik cetak dapat mengambil dari karya jadi, misalnya topeng kayu atau keramik. Atau, dapat juga membuat model sendiri sesuai dengan keinginanmu. Berikut ini diberikan contoh pembuatan model hiasan dinding berupa topeng wajah manusia.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgviW4R8frpmmIEIUXVvK2xODhhX6posDC2B0mzoGtJ-IypO8ZwHxRZuvsrHpeB9TP2ilk_4i2phXdLMHKPnsNtiedcDhxOyLnrYW9Pa1_JUXRhfgomjNlekTRRjtK7x8EUcdEfHkCo7AE/s1600/Proses+Pembuatan+Model.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Proses Pembuatan Model&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;276&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgviW4R8frpmmIEIUXVvK2xODhhX6posDC2B0mzoGtJ-IypO8ZwHxRZuvsrHpeB9TP2ilk_4i2phXdLMHKPnsNtiedcDhxOyLnrYW9Pa1_JUXRhfgomjNlekTRRjtK7x8EUcdEfHkCo7AE/s640/Proses+Pembuatan+Model.jpg&quot; title=&quot;Proses Pembuatan Model&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Proses Pembuatan Model&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara umum, ada dua teknik cetak pada pembentukan karya keramik, yaitu teknik cetak tekan dan teknik cetak tuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SIMAK JUGA :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/06/teknik-dan-konsep-menggambar-ragam-hias.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik dan Konsep Menggambar Ragam Hias&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;f. Proses Pembentukan dengan Teknik Cetak Tekan&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Membentuk dengan teknik cetak tekan merupakan teknik pembentukan benda keramik yang dilakukan dengan bantuan cetakan gips satu sisi (cetakan tunggal) menggunakan bahan tanah liat plastis dengan cara menekan bongkahan/lempengan tanah liat plastis ke permukaan cetakan sehingga mengisi cekungan atau bentuk cetakan. Hasilnya suatu bentuk benda keramik yang sesuai bentuk cetakan gips.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik cetak tekan menghasilkan produk yang terbatas bentuknya, biasanya hanya bentuk-bentuk dua dimensi seperti topeng, wadah sederhana, atau tile. Sudah dijelaskan bahwa untuk pembentukan benda keramik dengan teknik cetak melalui proses pembuatan model, pembuatan cetakan, dan pencetakan benda keramik.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXLTrq9JCcg2vwi7ngqBDU6N55xozb1TyAdWt4Z_mKNcFtWtqw7Ymlt53ZCubVb5G5nmyyfBJq9nknjrumjPj17NtYI9XTkZJ-SB6d1md9mUVvOfra4zqunQuWjGY0eYYs-SX_Tpc_Hhg/s1600/Model%252C+cetakan+dan+benda+hasil+cetakan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Model, cetakan dan benda hasil cetakan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;174&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXLTrq9JCcg2vwi7ngqBDU6N55xozb1TyAdWt4Z_mKNcFtWtqw7Ymlt53ZCubVb5G5nmyyfBJq9nknjrumjPj17NtYI9XTkZJ-SB6d1md9mUVvOfra4zqunQuWjGY0eYYs-SX_Tpc_Hhg/s640/Model%252C+cetakan+dan+benda+hasil+cetakan.jpg&quot; title=&quot;Model, cetakan dan benda hasil cetakan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Model, cetakan dan benda hasil cetakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembuatan benda keramik dengan teknik cetak tekan (satu sisi) dapat dilakukan dengan menggunakan cetakan cekung maupun cetakan cembung. Hal yang penting untuk dihindari adalah benda keramik hasil cetakan tidak menyangkut pada cetakan gips.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjp6LgPB95FrhJpeFXeYHZZwg2uIJUu3daY_DFiH4MWT1vN5fpy-r_O7UA6m7dPJJIu1U1TZFfmASBmk-Flpaq-pXeRiLeu85xch99eJi64kF24Eu4Ew-l7fwBtHgxO4mp2hL71ESbuKmM/s1600/Penampang+Cetakan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Membuat Penampang Cetakan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;364&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjp6LgPB95FrhJpeFXeYHZZwg2uIJUu3daY_DFiH4MWT1vN5fpy-r_O7UA6m7dPJJIu1U1TZFfmASBmk-Flpaq-pXeRiLeu85xch99eJi64kF24Eu4Ew-l7fwBtHgxO4mp2hL71ESbuKmM/s640/Penampang+Cetakan.jpg&quot; title=&quot;Membuat Penampang Cetakan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;g. Proses Pembuatan Cetakan untuk Teknik Cetak Tekan&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik cetak tekan ini menggunakan cetakan satu sisi yang hanya memiliki satu permukaan saja, merupakan bagian muka dari benda keramik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuvI4V5sA510sNvllQUCYjnlKcuh8lt2f5cbElEcIDtedybABm-CBM2Va9zAbc_nmy4lt6ntP0Uc2UPgRr2QvP-1KTQW4uWr0QD1Iz2hpeQR7xib0tYQsZAxlXDWIZqcpDi_6MAQW9Y5g/s1600/Menyiapkan+Papan+Cetakan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Menyiapkan papan cetakan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;350&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuvI4V5sA510sNvllQUCYjnlKcuh8lt2f5cbElEcIDtedybABm-CBM2Va9zAbc_nmy4lt6ntP0Uc2UPgRr2QvP-1KTQW4uWr0QD1Iz2hpeQR7xib0tYQsZAxlXDWIZqcpDi_6MAQW9Y5g/s640/Menyiapkan+Papan+Cetakan.jpg&quot; title=&quot;Menyiapkan papan cetakan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Menyiapkan papan cetakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;


</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/8917177287199262436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/8917177287199262436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/09/proses-produksi-kerajinan-tanah-liat.html' title='Proses Produksi Kerajinan Tanah Liat, Keselamatan Kerja, Masker, Sarung Tangan Plastik, Pakaian Kerja, Peralatan Pembentukan Tanah Liat dengan Teknik Cetak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLQDepslJAifJDzEXycpX1XXOIXQQ1ZlDk4QTS7_xq__Gt3t2ra5bHwCPJaMODYLwhIi9nLhZ4HX7yIKPKTttYh2LbsPoag8qIIW2b6NYCAA-NERsnFjHxHaaZy5pVb6gXGZrSG4ffR3U/s72-w640-h632-c/Masker+Keselamatan+Kerja.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-5882808849481882340</id><published>2025-10-19T20:56:00.007+07:00</published><updated>2025-10-31T15:03:55.140+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tata Rias"/><title type='text'>Tatarias Wajah Natural Anti Ribet</title><content type='html'>


&lt;h1 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tatarias Wajah Natural Anti Ribet&lt;/h1&gt;

&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tatarias wajah natural kini menjadi pilihan banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin tampil segar tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin. Konsep wajah natural tidak hanya tentang makeup minimalis, tapi juga tentang perawatan kulit, pemilihan produk tepat, serta teknik aplikasi yang sederhana namun efektif. Artikel ini membahas secara lengkap bagaimana melakukan &lt;strong&gt;tatarias wajah natural anti ribet&lt;/strong&gt;, mulai dari persiapan kulit hingga tips agar tampilan tetap awet sepanjang hari.&lt;/p&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengenalan Tatarias Wajah Natural&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Makeup natural adalah gaya riasan yang menonjolkan keindahan alami wajah tanpa terlihat berlebihan. Tatarias ini cocok untuk berbagai kesempatan, termasuk kerja, sekolah, jalan santai, atau acara formal yang tidak membutuhkan makeup berat.&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat Makeup Natural&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memberikan tampilan segar dan sehat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mudah dan cepat diaplikasikan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mencegah kulit terlihat berat akibat produk berlebihan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cocok untuk semua usia dan jenis kulit.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mudah diperbarui atau touch-up sepanjang hari.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persiapan Kulit Sebelum Makeup&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persiapan kulit adalah langkah penting agar makeup natural terlihat flawless dan tahan lama:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Cleansing:&lt;/strong&gt; Bersihkan wajah dari debu, kotoran, dan sisa makeup.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Moisturizing:&lt;/strong&gt; Gunakan pelembap sesuai jenis kulit agar kulit tetap lembap dan makeup menempel sempurna.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Primer:&lt;/strong&gt; Membantu makeup menempel lebih lama dan menghaluskan tekstur kulit.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Perawatan Khusus:&lt;/strong&gt; Gunakan serum atau sunscreen jika diperlukan, terutama untuk aktivitas di luar ruangan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemilihan Produk Makeup Natural&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemilihan produk sangat menentukan hasil makeup natural:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Foundation:&lt;/strong&gt; Pilih tekstur ringan, seperti tinted moisturizer atau BB cream, yang sesuai dengan warna kulit.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Concealer:&lt;/strong&gt; Gunakan untuk menutupi noda atau lingkaran hitam di bawah mata, jangan berlebihan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bedak:&lt;/strong&gt; Pilih bedak translucent atau bedak tabur untuk hasil natural.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Blush:&lt;/strong&gt; Gunakan warna soft peach atau pink untuk kesan segar.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Alis:&lt;/strong&gt; Gunakan pensil atau gel alis tipis untuk membentuk alis alami.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Eyeshadow:&lt;/strong&gt; Gunakan warna netral, seperti coklat muda atau beige.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Maskara:&lt;/strong&gt; Aplikasikan tipis untuk menambah volume tanpa terlihat berat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lipstik:&lt;/strong&gt; Pilih warna nude atau soft pink agar tampilan tetap natural.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teknik Aplikasi Makeup Natural&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Teknik aplikasi yang tepat membuat wajah terlihat segar dan alami:&lt;/p&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Base Makeup&lt;/h3&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan BB cream atau foundation tipis dengan jari atau sponge.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ratakan dengan gerakan menepuk ringan, jangan digosok terlalu keras.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan concealer pada area yang perlu ditutupi, seperti bawah mata atau bekas jerawat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Set dengan bedak tipis agar makeup menempel lebih lama.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Alis&lt;/h3&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rapikan alis dengan sikat alis.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isi alis tipis-tipis mengikuti bentuk alis alami.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan gel alis transparan untuk menahan bentuk alis tetap rapi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Mata&lt;/h3&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pilih eyeshadow warna netral, aplikasikan tipis pada kelopak mata.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aplikasikan maskara tipis untuk membuka mata tanpa terlihat berat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bisa menambahkan eyeliner tipis di garis mata atas jika ingin sedikit definisi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;4. Pipi dan Kontur&lt;/h3&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan blush tipis di tulang pipi, sapukan dengan gerakan melingkar.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan bronzer tipis jika ingin menambah dimensi wajah, tapi jangan berlebihan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;5. Bibir&lt;/h3&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pilih lipstik warna nude atau soft pink.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bisa menggunakan lip balm berwarna untuk tampilan lebih segar dan lembap.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tips Makeup Natural Anti Ribet&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan produk multi-fungsi, misalnya BB cream dengan SPF dan sedikit blush.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan jari tangan untuk aplikasi cepat, terutama untuk cream blush atau highlighter.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bawa lip balm atau lip tint untuk touch-up cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan warna netral yang mudah dipadukan dan tidak mencolok.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Fokus pada area wajah utama: kulit, mata, dan bibir.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hindari terlalu banyak layer agar wajah tetap ringan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rutin merawat kulit agar makeup natural lebih mudah menempel dan terlihat flawless.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perawatan Kulit Pendukung Makeup Natural&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kulit sehat mendukung tampilan natural:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bersihkan wajah setiap hari, pagi dan malam.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan pelembap sesuai jenis kulit.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UV.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan serum atau essence untuk kulit lebih lembap dan glowing.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Exfoliasi ringan seminggu sekali agar kulit halus dan bebas sel kulit mati.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Minum air cukup dan konsumsi makanan sehat untuk efek glowing alami.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesalahan Umum Makeup Natural&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menggunakan foundation terlalu tebal sehingga terlihat cakey.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Blush atau lipstik terlalu tebal sehingga terlihat tidak natural.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lupa menyiapkan kulit sehingga makeup mudah luntur.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memilih warna alis yang terlalu gelap atau tidak sesuai warna rambut.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maskara terlalu banyak sehingga terlihat berat dan menggumpal.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Variasi Tatarias Wajah Natural&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Natural Segar:&lt;/strong&gt; Fokus pada kulit bersih, blush tipis, lipstik nude.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Natural Glowing:&lt;/strong&gt; Tambahkan highlighter di pipi dan hidung untuk efek glowing.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Natural Profesional:&lt;/strong&gt; Makeup tipis, alis rapi, eyeshadow netral untuk tampilan kantor.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Natural Casual:&lt;/strong&gt; Lip tint ringan, blush tipis, dan maskara minimal untuk aktivitas sehari-hari.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tips Mempercepat Rutinitas Makeup Natural&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan produk all-in-one seperti cushion atau BB cream dengan blush bawaan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Siapkan palette makeup sederhana agar semua warna mudah dijangkau.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan kuas multifungsi untuk eyeshadow, blush, dan highlighter.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buat rutinitas tetap agar setiap pagi dapat selesai dengan cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gunakan teknik layering tipis untuk menghindari makeup berlebihan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/h2&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tatarias wajah natural anti ribet adalah pilihan tepat untuk tampilan segar, profesional, dan nyaman dipakai sepanjang hari. Dengan persiapan kulit yang baik, pemilihan produk tepat, dan teknik aplikasi sederhana, siapa saja bisa tampil cantik tanpa perlu menghabiskan waktu lama di depan cermin. Praktik rutin, perawatan kulit yang konsisten, serta pemilihan warna dan produk yang sesuai akan membuat makeup natural terlihat flawless, segar, dan alami setiap hari.&lt;/p&gt;



</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5882808849481882340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5882808849481882340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2025/10/tatarias-wajah-natural-anti-ribet.html' title='Tatarias Wajah Natural Anti Ribet'/><author><name>Audyfa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08638579274793073921</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='-1' height='-1' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidrZte8nxAKP8QV3EPVcz0p6r_Go6O76VUy91F9nIEIJVV2tJYh0NgP5fUOfet4xUgOuoFHk4BTLsVbyZAYJ0ObLSvwOdkBccs1-8pPecC8prGctKf7aTbwD4ywgWuGw0faK3K42gQS30pMveOdCriogSWBbXSTFHzV3vbu51E-Ji23g/s1600/Ap.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-780163502444483300</id><published>2025-09-29T15:35:00.014+07:00</published><updated>2025-10-31T15:09:45.091+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tata Rias"/><title type='text'>Cara Membuat Tatarias Simpel yang Elegan: Panduan Lengkap</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tatarias adalah seni merias wajah yang tidak hanya membuat seseorang tampil menarik, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri. Tidak semua orang membutuhkan tatarias yang berlebihan; &lt;strong data-end=&quot;1066&quot; data-start=&quot;1034&quot;&gt;tatarias simpel namun elegan&lt;/strong&gt; sering menjadi pilihan terbaik, baik untuk aktivitas sehari-hari, kerja, atau acara formal. Dalam artikel ini, kita akan membahas &lt;strong data-end=&quot;1241&quot; data-start=&quot;1197&quot;&gt;cara membuat tatarias simpel yang elegan&lt;/strong&gt;, lengkap dengan tips, langkah-langkah, dan trik agar hasil makeup terlihat alami namun tetap profesional.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1500&quot; data-start=&quot;1351&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tatarias simpel yang elegan menekankan keseimbangan, penggunaan produk minimal, dan teknik yang tepat agar wajah terlihat cerah, rapi, dan natural.&lt;/p&gt;&lt;h2 data-end=&quot;1544&quot; data-start=&quot;1507&quot;&gt;Persiapan Sebelum Membuat Tatarias&lt;/h2&gt;&lt;p data-end=&quot;1606&quot; data-start=&quot;1546&quot;&gt;Sebelum memulai tatarias, persiapkan beberapa hal penting:&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1500&quot; data-start=&quot;1351&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

&lt;/p&gt;&lt;strong data-end=&quot;1637&quot; data-start=&quot;1611&quot;&gt;Kulit Bersih dan Sehat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;1710&quot; data-start=&quot;1645&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Bersihkan wajah menggunakan pembersih wajah sesuai jenis kulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan toner untuk menyeimbangkan pH kulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oleskan pelembap untuk membuat kulit lembut dan siap menerima makeup.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong data-end=&quot;1870&quot; data-start=&quot;1844&quot;&gt;Alat dan Produk Makeup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;1924&quot; data-start=&quot;1878&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Foundation atau BB cream sesuai warna kulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Concealer untuk menutupi noda atau lingkaran hitam di mata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bedak tabur atau compact powder untuk hasil matte.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eyeshadow natural, maskara, pensil alis, blush on, dan lipstik nude atau soft pink.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brush dan spons makeup berkualitas untuk hasil merata.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong data-end=&quot;2232&quot; data-start=&quot;2207&quot;&gt;Pencahayaan yang Baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;2318&quot; data-start=&quot;2240&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Gunakan cermin dengan pencahayaan natural agar warna makeup terlihat akurat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari cahaya terlalu kuning atau terlalu terang.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;2437&quot; data-start=&quot;2383&quot;&gt;Langkah-langkah Membuat Tatarias Simpel yang Elegan&lt;/h2&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;2472&quot; data-start=&quot;2439&quot;&gt;1. Dasar Makeup (Base Makeup)&lt;/h3&gt;
&lt;p data-end=&quot;2546&quot; data-start=&quot;2474&quot;&gt;Base makeup adalah fondasi agar tatarias terlihat rapi dan tahan lama.&lt;/p&gt;
&lt;h4 data-end=&quot;2580&quot; data-start=&quot;2548&quot;&gt;a. Foundation atau BB Cream&lt;/h4&gt;

&lt;p data-end=&quot;2633&quot; data-start=&quot;2583&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pilih produk sesuai warna kulit dan jenis kulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oleskan tipis merata menggunakan spons atau brush.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fokus pada area yang tidak rata atau memiliki noda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;2744&quot; data-start=&quot;2581&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h4 data-end=&quot;2763&quot; data-start=&quot;2746&quot;&gt;b. Concealer&lt;/h4&gt;

&lt;p data-end=&quot;2842&quot; data-start=&quot;2766&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Gunakan concealer pada area gelap di bawah mata, jerawat, atau bekas luka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ratakan dengan jari atau brush kecil.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;2884&quot; data-start=&quot;2764&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h4 data-end=&quot;2899&quot; data-start=&quot;2886&quot;&gt;c. Bedak&lt;/h4&gt;

&lt;p data-end=&quot;2968&quot; data-start=&quot;2902&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Aplikasikan bedak tipis untuk mengunci foundation dan concealer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan brush besar atau puff agar merata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fokus pada area yang mudah berminyak seperti T-zone.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;3072&quot; data-start=&quot;2900&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p data-end=&quot;3154&quot; data-start=&quot;3074&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3083&quot; data-start=&quot;3074&quot;&gt;Tips:&lt;/strong&gt; Base makeup tipis akan membuat tatarias terlihat natural dan elegan.&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end=&quot;3182&quot; data-start=&quot;3161&quot;&gt;2. Membentuk Alis&lt;/h3&gt;
&lt;p data-end=&quot;3261&quot; data-start=&quot;3184&quot;&gt;Alis adalah bingkai wajah. Alis rapi dan natural meningkatkan kesan elegan.&lt;/p&gt;

&lt;p data-end=&quot;3324&quot; data-start=&quot;3265&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Gunakan pensil alis atau brow powder sesuai warna rambut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isi bagian yang jarang rambut dengan goresan halus mengikuti arah rambut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisir alis menggunakan spoolie untuk merapikan dan menyatu dengan wajah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;3479&quot; data-start=&quot;3263&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p data-end=&quot;3596&quot; data-start=&quot;3481&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3490&quot; data-start=&quot;3481&quot;&gt;Tips:&lt;/strong&gt; Hindari membuat alis terlalu tebal atau gelap. Alis yang natural akan membuat tatarias terlihat elegan.&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end=&quot;3635&quot; data-start=&quot;3603&quot;&gt;3. Tatarias Mata yang Simpel&lt;/h3&gt;&lt;p data-end=&quot;3711&quot; data-start=&quot;3637&quot;&gt;Tatarias mata simpel fokus pada &lt;strong data-end=&quot;3708&quot; data-start=&quot;3669&quot;&gt;mata terlihat segar dan lebih hidup&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;h4 data-end=&quot;3730&quot; data-start=&quot;3713&quot;&gt;a. Eyeshadow&lt;/h4&gt;
&lt;p data-end=&quot;3796&quot; data-start=&quot;3733&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Gunakan warna netral seperti cokelat muda, peach, atau beige.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aplikasikan warna lebih gelap di lipatan mata untuk memberi dimensi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;3869&quot; data-start=&quot;3731&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h4 data-end=&quot;3887&quot; data-start=&quot;3871&quot;&gt;b. Eyeliner&lt;/h4&gt;
&lt;p data-end=&quot;3938&quot; data-start=&quot;3890&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pilih eyeliner tipis, bisa pensil atau liquid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tarik garis tipis di sepanjang garis bulu mata atas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari eyeliner tebal yang terlihat berat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;4043&quot; data-start=&quot;3888&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h4 data-end=&quot;4060&quot; data-start=&quot;4045&quot;&gt;c. Maskara&lt;/h4&gt;&lt;p data-end=&quot;3596&quot; data-start=&quot;3481&quot;&gt;






&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4129&quot; data-start=&quot;4063&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Aplikasikan maskara untuk menambah volume dan panjang bulu mata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fokus pada bulu mata atas, agar mata terlihat terbuka dan segar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;h3 data-end=&quot;4227&quot; data-start=&quot;4205&quot;&gt;4. Pipi yang Segar&lt;/h3&gt;
&lt;p data-end=&quot;4273&quot; data-start=&quot;4229&quot;&gt;Blush on memberikan kesan sehat dan segar.&lt;/p&gt;

&lt;p data-end=&quot;4312&quot; data-start=&quot;4277&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pilih warna peach atau soft pink.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oleskan tipis pada tulang pipi dengan gerakan memutar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Blend hingga merata agar tampak natural.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;4416&quot; data-start=&quot;4275&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p data-end=&quot;4499&quot; data-start=&quot;4418&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;4427&quot; data-start=&quot;4418&quot;&gt;Tips:&lt;/strong&gt; Jangan terlalu banyak blush on agar tatarias tetap simpel dan elegan.&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end=&quot;4527&quot; data-start=&quot;4506&quot;&gt;5. Tatarias Bibir&lt;/h3&gt;&lt;p data-end=&quot;4588&quot; data-start=&quot;4529&quot;&gt;Bibir natural menambah kesan elegan pada tatarias simpel.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;4499&quot; data-start=&quot;4418&quot;&gt;

&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4642&quot; data-start=&quot;4592&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pilih lipstik warna nude, soft pink, atau peach.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa juga menggunakan lip gloss tipis agar bibir terlihat segar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan bibir lembap sebelum mengaplikasikan lipstik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;h3 data-end=&quot;4800&quot; data-start=&quot;4777&quot;&gt;6. Finishing Makeup&lt;/h3&gt;
&lt;p data-end=&quot;4865&quot; data-start=&quot;4802&quot;&gt;Finishing akan membuat tatarias tahan lama dan terlihat rapi.&lt;/p&gt;

&lt;p data-end=&quot;4925&quot; data-start=&quot;4869&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Gunakan setting spray untuk menahan makeup lebih lama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksa wajah di bawah cahaya alami untuk memastikan makeup merata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rapikan detail yang masih terlihat kurang sempurna.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;5112&quot; data-start=&quot;5060&quot;&gt;Tips Tambahan Membuat Tatarias Simpel yang Elegan&lt;/h2&gt;
&lt;strong data-end=&quot;5145&quot; data-start=&quot;5117&quot;&gt;Pilih Produk Multifungsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;5223&quot; data-start=&quot;5153&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;BB cream dengan kandungan SPF dan pelembap membantu menghemat waktu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lip &amp;amp; cheek tint bisa digunakan untuk pipi dan bibir sekaligus.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong data-end=&quot;5326&quot; data-start=&quot;5299&quot;&gt;Minimalis namun Efektif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;5399&quot; data-start=&quot;5334&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Fokus pada area yang menonjolkan wajah, seperti mata dan bibir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menggunakan terlalu banyak warna atau shimmer agar tetap elegan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong data-end=&quot;5509&quot; data-start=&quot;5483&quot;&gt;Perhatikan Warna Kulit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;5589&quot; data-start=&quot;5517&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pilih warna eyeshadow, blush, dan lipstik yang sesuai undertone kulit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kulit hangat cocok dengan peach dan nude, kulit dingin dengan pink dan soft mauve.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong data-end=&quot;5707&quot; data-start=&quot;5684&quot;&gt;Rutin Merawat Kulit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;5775&quot; data-start=&quot;5715&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Kulit yang sehat akan mempermudah tatarias terlihat alami.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersihkan wajah setiap hari, gunakan pelembap, dan eksfoliasi seminggu sekali.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong data-end=&quot;5892&quot; data-start=&quot;5866&quot;&gt;Latihan dan Eksperimen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p data-end=&quot;5974&quot; data-start=&quot;5900&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Latihan merias wajah membuat tangan lebih terampil dan hasil lebih rapi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eksperimen dengan warna dan teknik untuk menemukan gaya yang cocok.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;6094&quot; data-start=&quot;6056&quot;&gt;Kesalahan Umum yang Harus Dihindari&lt;/h2&gt;
&lt;strong data-end=&quot;6132&quot; data-start=&quot;6099&quot;&gt;Terlalu Tebal atau Berlebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makeup tebal tidak cocok untuk tatarias simpel, bisa membuat wajah terlihat berat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;display: inline !important; text-align: left;&quot;&gt;&lt;p data-end=&quot;6268&quot; data-start=&quot;6229&quot; style=&quot;display: inline !important;&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;6266&quot; data-start=&quot;6229&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Warna yang Tidak Sesuai&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/ul&gt;Warna yang terlalu mencolok bisa merusak kesan elegan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong data-end=&quot;6365&quot; data-start=&quot;6335&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong data-end=&quot;6365&quot; data-start=&quot;6335&quot;&gt;Tidak Blending dengan Baik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Eyeshadow atau blush yang tidak diblend merusak kesan natural.&lt;br /&gt;&lt;strong data-end=&quot;6461&quot; data-start=&quot;6442&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong data-end=&quot;6461&quot; data-start=&quot;6442&quot;&gt;Alis Tidak Rapi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alis terlalu tebal atau tidak simetris mengganggu keseluruhan tampilan.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;6606&quot; data-start=&quot;6549&quot;&gt;Contoh Tatarias Simpel yang Elegan untuk Acara Berbeda&lt;/h2&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;6635&quot; data-start=&quot;6608&quot;&gt;1. Tatarias Sehari-hari&lt;/h3&gt;

&lt;p data-end=&quot;6707&quot; data-start=&quot;6638&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;BB cream tipis, concealer ringan, blush on soft, lip tint, maskara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mata dan bibir natural.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;6735&quot; data-start=&quot;6636&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;6759&quot; data-start=&quot;6737&quot;&gt;2. Tatarias Kantor&lt;/h3&gt;

&lt;p data-end=&quot;6851&quot; data-start=&quot;6762&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Foundation ringan, concealer, eyeshadow netral, eyeliner tipis, blush on, lipstik nude.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fokus pada kesan profesional dan rapi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end=&quot;6894&quot; data-start=&quot;6760&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;6924&quot; data-start=&quot;6896&quot;&gt;3. Tatarias Acara Formal&lt;/h3&gt;

&lt;p data-end=&quot;7032&quot; data-start=&quot;6927&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Foundation medium coverage, eyeshadow sedikit lebih gelap, eyeliner, blush on peach, lipstik soft pink.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa ditambahkan highlight di tulang pipi agar wajah lebih bercahaya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;7126&quot; data-start=&quot;7113&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end=&quot;7564&quot; data-start=&quot;7128&quot;&gt;Tatarias simpel yang elegan adalah kombinasi dari &lt;strong data-end=&quot;7286&quot; data-start=&quot;7178&quot;&gt;persiapan kulit yang baik, pemilihan produk tepat, teknik makeup yang minimalis, dan finishing yang rapi&lt;/strong&gt;. Dengan mengikuti panduan ini, siapa pun dapat tampil cantik alami namun profesional, cocok untuk berbagai kesempatan, baik sehari-hari maupun acara formal. Kunci utama tatarias simpel yang elegan adalah &lt;strong data-end=&quot;7561&quot; data-start=&quot;7491&quot;&gt;kesederhanaan, natural, dan fokus pada area yang menonjolkan wajah&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7767&quot; data-start=&quot;7566&quot;&gt;Praktik rutin, pemilihan produk yang sesuai, dan latihan teknik makeup akan membantu meningkatkan keterampilan merias wajah, sehingga setiap tatarias yang dibuat terlihat cantik, natural, dan elegan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/780163502444483300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/780163502444483300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2025/09/cara-membuat-tatarias-simpel-yang.html' title='Cara Membuat Tatarias Simpel yang Elegan: Panduan Lengkap'/><author><name>Audyfa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08638579274793073921</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='-1' height='-1' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidrZte8nxAKP8QV3EPVcz0p6r_Go6O76VUy91F9nIEIJVV2tJYh0NgP5fUOfet4xUgOuoFHk4BTLsVbyZAYJ0ObLSvwOdkBccs1-8pPecC8prGctKf7aTbwD4ywgWuGw0faK3K42gQS30pMveOdCriogSWBbXSTFHzV3vbu51E-Ji23g/s1600/Ap.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-5870662451408868752</id><published>2025-09-03T17:54:00.005+07:00</published><updated>2025-09-30T04:04:17.399+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Tari"/><title type='text'>Tarian Maengket Sebagai Media Dan Ekspresi Budaya Keagamaan</title><content type='html'>&lt;!DOCTYPE html&gt;
&lt;html lang=&quot;id&quot;&gt;
&lt;head&gt;
&lt;meta charset=&quot;UTF-8&quot;&gt;
&lt;meta name=&quot;viewport&quot; content=&quot;width=device-width, initial-scale=1.0&quot;&gt;
&lt;meta name=&quot;description&quot; content=&quot;Tarian Maengket: Sejarah, makna, gerakan, dan kostum tradisional Sulawesi Utara. Panduan lengkap untuk memahami budaya tarian rakyat Indonesia.&quot;&gt;
&lt;meta name=&quot;keywords&quot; content=&quot;Tarian Maengket, Tari Maengket tradisional, Sulawesi Utara, Gerakan Maengket, Kostum Maengket, Sejarah Tarian Indonesia, Seni Tari Rakyat, Budaya Sulawesi&quot;&gt;
&lt;meta name=&quot;author&quot; content=&quot;Audyfa&quot;&gt;
&lt;title&gt;Tarian Maengket: Sejarah, Makna, Gerakan, dan Kostum Tradisional Sulawesi Utara&lt;/title&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;

&lt;h1&gt;Tarian Maengket: Sejarah, Makna, Gerakan, dan Kostum Tradisional Sulawesi Utara&lt;/h1&gt;

&lt;p&gt;Tarian Maengket merupakan salah satu tarian rakyat yang berasal dari Sulawesi Utara, Indonesia. Tarian ini terkenal karena keunikan gerakan, ritme musik pengiringnya, serta makna budaya yang mendalam. Sebagai bagian dari warisan budaya, Maengket sering ditampilkan dalam upacara adat, perayaan panen, dan festival lokal, menunjukkan identitas masyarakat Minahasa yang kaya akan tradisi.&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;Sejarah Tarian Maengket&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tarian Maengket berasal dari masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Kata “Maengket” sendiri memiliki arti yang terkait dengan perayaan panen padi atau hasil bumi. Tarian ini awalnya merupakan bagian dari ritual tradisional untuk mengungkapkan rasa syukur kepada roh leluhur dan Tuhan atas hasil panen yang melimpah.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Seiring perkembangan zaman, tarian Maengket tidak hanya dilakukan pada saat panen tetapi juga dijadikan hiburan dalam berbagai acara adat dan festival budaya. Tarian ini menjadi simbol kebersamaan, kegembiraan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Penampilan Maengket biasanya dilakukan secara berkelompok dengan iringan musik tradisional seperti gendang dan suling.&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1amNk5k9pP5kTaFZkns2e5R0Srw6SEAdLgmGsqn7mnHzZekQUEoucr93cFvbvUn_liIedfpZvHMYGR1H1RVO9jgWl5klucQ5Z6ysmk30dUPukKzSuDh1Ywz1fle3CAxaDYBxr-P7Dfstsqrsj6gL06dwOmkNehHY21EJMPCw616zYjIDq9hkYz9E_kIU/s350/Tarian%20Maengket.png&quot; style=&quot;display: block; padding: 1em 0; text-align: center; &quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;600&quot; data-original-height=&quot;192&quot; data-original-width=&quot;350&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1amNk5k9pP5kTaFZkns2e5R0Srw6SEAdLgmGsqn7mnHzZekQUEoucr93cFvbvUn_liIedfpZvHMYGR1H1RVO9jgWl5klucQ5Z6ysmk30dUPukKzSuDh1Ywz1fle3CAxaDYBxr-P7Dfstsqrsj6gL06dwOmkNehHY21EJMPCw616zYjIDq9hkYz9E_kIU/s600/Tarian%20Maengket.png&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;Makna dan Filosofi Tarian Maengket&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Maengket bukan sekadar tarian hiburan, tetapi memiliki filosofi yang dalam. Setiap gerakan tarian melambangkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Minahasa, seperti kerjasama, rasa syukur, dan persatuan. Gerakan-gerakan tangan, kaki, dan tubuh menunjukkan harmoni antara manusia, alam, dan leluhur.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Selain itu, tarian Maengket juga melambangkan sikap bersosialisasi dan membangun kebersamaan di antara anggota masyarakat. Melalui tarian ini, generasi muda belajar tentang nilai-nilai budaya dan identitas komunitas mereka, sekaligus menjaga kelestarian tradisi.&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;Gerakan Tarian Maengket&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Gerakan tarian Maengket sangat khas dan penuh energi. Biasanya, tarian dilakukan secara berpasangan atau kelompok, dengan mengikuti irama musik tradisional. Beberapa gerakan utama tarian Maengket meliputi:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gerakan kaki:&lt;/strong&gt; Langkah-langkah cepat dan ritmis mengikuti irama musik gendang, menunjukkan semangat dan kegembiraan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gerakan tangan:&lt;/strong&gt; Gerakan tangan berulang, terkadang saling bertemu dengan pasangan, melambangkan interaksi sosial dan kebersamaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gerakan tubuh:&lt;/strong&gt; Tubuh bergerak mengikuti ritme, dengan gerakan melingkar atau berpindah tempat, menandakan dinamika komunitas dan kekompakan kelompok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ekspresi wajah:&lt;/strong&gt; Senyum dan ekspresi gembira menjadi bagian penting, menambah keindahan visual tarian.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Latihan gerakan tarian Maengket membutuhkan koordinasi, konsentrasi, dan ketelitian agar tarian terlihat harmonis dan energik. Biasanya para penari mengikuti guru tari atau pelatih lokal untuk mempelajari pola gerakan yang tepat.&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;Kostum Tradisional Tarian Maengket&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Kostum tarian Maengket sangat berwarna dan mencerminkan identitas budaya Minahasa. Beberapa elemen kostum yang khas antara lain:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pakaian adat:&lt;/strong&gt; Penari mengenakan pakaian tradisional Minahasa yang kaya motif dan warna cerah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ikatan kepala atau hiasan kepala:&lt;/strong&gt; Hiasan ini memberikan kesan anggun sekaligus menunjukkan status sosial atau peran penari dalam kelompok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Aksesoris tambahan:&lt;/strong&gt; Seperti kain songket, gelang, atau selendang yang melengkapi gerakan tangan dan tubuh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sepatu atau alas kaki:&lt;/strong&gt; Beberapa kelompok menggunakan alas kaki khusus untuk menyesuaikan ritme gerakan dan menjaga keamanan penari.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Kostum yang dikenakan menambah keindahan visual tarian dan membantu mengekspresikan makna budaya yang terkandung dalam gerakan tarian.&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;Musik Pengiring Tarian Maengket&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Musik merupakan bagian tak terpisahkan dari tarian Maengket. Instrumen utama yang digunakan antara lain:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gendang:&lt;/strong&gt; Memberikan ritme utama untuk gerakan kaki dan tubuh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Suling:&lt;/strong&gt; Menambah melodi lembut yang mengiringi gerakan tangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gamelan atau alat perkusi lainnya:&lt;/strong&gt; Menambah variasi ritme dan memperkaya suara pengiring.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Iringan musik tradisional ini menciptakan suasana hidup, dinamis, dan menyenangkan, sehingga penonton merasa terhibur sekaligus menghargai nilai budaya yang ditampilkan.&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;Peran Tarian Maengket dalam Budaya Sulawesi Utara&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tarian Maengket memiliki peran penting dalam melestarikan budaya Sulawesi Utara. Beberapa peran utamanya antara lain:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Media edukasi:&lt;/strong&gt; Mengajarkan generasi muda tentang sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya Minahasa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hiburan tradisional:&lt;/strong&gt; Menjadi bagian dari acara adat, festival, dan perayaan masyarakat setempat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Simbol identitas:&lt;/strong&gt; Menunjukkan keunikan budaya Minahasa kepada masyarakat luas maupun wisatawan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Pengikat komunitas:&lt;/strong&gt; Membantu memperkuat kebersamaan dan kerja sama dalam masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;h2&gt;Pelestarian Tarian Maengket&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Untuk menjaga kelestarian tarian Maengket, berbagai upaya dilakukan, seperti:&lt;/p&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menyelenggarakan pelatihan tari untuk generasi muda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menampilkan tarian Maengket di festival budaya lokal dan nasional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merekam video dokumentasi untuk keperluan pendidikan dan promosi budaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjalin kerja sama dengan sekolah, sanggar tari, dan komunitas seni tradisional.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;

&lt;p&gt;Upaya pelestarian ini penting agar tarian Maengket tidak punah dan tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.&lt;/p&gt;

&lt;h2&gt;Kesimpulan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tarian Maengket adalah warisan budaya Sulawesi Utara yang sarat makna, sejarah, dan nilai estetika. Melalui gerakan, musik, dan kostum tradisionalnya, tarian ini menyampaikan filosofi kebersamaan, rasa syukur, dan identitas masyarakat Minahasa. Pelestarian tarian Maengket sangat penting agar generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dengan memahami sejarah, makna, gerakan, dan kostum tarian Maengket, kita tidak hanya menikmati tarian yang indah, tetapi juga menghargai nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.&lt;/p&gt;

&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;

Pencarian Terkait :
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tarian Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tari Maengket tradisional&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tarian Maengket dari Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tari Maengket daerah Sulawesi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tarian rakyat Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Sejarah tarian Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Gerakan tarian Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Musik pengiring tarian Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Kostum tarian Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Makna tarian Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tari Maengket untuk upacara adat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tari Maengket tradisi Sulawesi Utara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tarian Maengket modern&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Video tarian Maengket&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Seni tari tradisional Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Sejarah dan makna tarian Maengket dari Sulawesi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Panduan gerakan tarian Maengket untuk pemula&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Kostum dan musik pengiring tarian Maengket tradisional&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Tarian Maengket sebagai bagian budaya lokal Sulawesi Utara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html&quot;&gt;Video dan tutorial tarian Maengket tradisional Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5870662451408868752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5870662451408868752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2025/09/tarian-maengket-sebagai-media-dan.html' title='Tarian Maengket Sebagai Media Dan Ekspresi Budaya Keagamaan'/><author><name>Audyfa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08638579274793073921</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='-1' height='-1' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidrZte8nxAKP8QV3EPVcz0p6r_Go6O76VUy91F9nIEIJVV2tJYh0NgP5fUOfet4xUgOuoFHk4BTLsVbyZAYJ0ObLSvwOdkBccs1-8pPecC8prGctKf7aTbwD4ywgWuGw0faK3K42gQS30pMveOdCriogSWBbXSTFHzV3vbu51E-Ji23g/s1600/Ap.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1amNk5k9pP5kTaFZkns2e5R0Srw6SEAdLgmGsqn7mnHzZekQUEoucr93cFvbvUn_liIedfpZvHMYGR1H1RVO9jgWl5klucQ5Z6ysmk30dUPukKzSuDh1Ywz1fle3CAxaDYBxr-P7Dfstsqrsj6gL06dwOmkNehHY21EJMPCw616zYjIDq9hkYz9E_kIU/s72-c/Tarian%20Maengket.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-3055904469938443659</id><published>2025-08-11T12:27:00.016+07:00</published><updated>2025-09-30T04:04:22.939+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Keen to Try Tie‑Dye Batik (Ikat Celup)? Here’s How — Step‑by‑Step Guide</title><content type='html'>&lt;!doctype html&gt;
&lt;html lang=&quot;en-au&quot;&gt;
&lt;head&gt;
  &lt;meta charset=&quot;utf-8&quot;&gt;
  &lt;meta name=&quot;viewport&quot; content=&quot;width=device-width, initial-scale=1&quot;&gt;
  &lt;title&gt;Keen to Try Tie‑Dye Batik (Ikat Celup)? Here’s How — Step‑by‑Step Guide&lt;/title&gt;
  &lt;meta name=&quot;description&quot; content=&quot;Learn how to make traditional Indonesian tie‑dye batik (ikat celup) with an easy step‑by‑step tutorial, tips, and creative ideas. Perfect for beginners.&quot; /&gt;
  &lt;meta name=&quot;keywords&quot; content=&quot;tie-dye batik, ikat celup, batik tutorial, how to make batik, Indonesian batik, DIY batik&quot; /&gt;
  &lt;link rel=&quot;canonical&quot; href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/tie-dye-batik-ikat-celup-how-to&quot; /&gt;

  &lt;!-- Open Graph --&gt;
  &lt;meta property=&quot;og:title&quot; content=&quot;Keen to Try Tie‑Dye Batik (Ikat Celup)? Here’s How — Step‑by‑Step Guide&quot; /&gt;
  &lt;meta property=&quot;og:description&quot; content=&quot;Learn how to make traditional Indonesian tie‑dye batik (ikat celup) with an easy step‑by‑step tutorial, tips, and creative ideas. Perfect for beginners.&quot; /&gt;
  &lt;meta property=&quot;og:type&quot; content=&quot;article&quot; /&gt;
  &lt;meta property=&quot;og:url&quot; content=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot; /&gt;
  

  &lt;!-- Structured data (Article) --&gt;
  &lt;script type=&quot;application/ld+json&quot;&gt;
  {
    &quot;@context&quot;: &quot;https://schema.org&quot;,
    &quot;@type&quot;: &quot;Article&quot;,
    &quot;headline&quot;: &quot;Keen to Try Tie‑Dye Batik (Ikat Celup)? Here’s How — Step‑by‑Step Guide&quot;,
    &quot;description&quot;: &quot;Learn how to make traditional Indonesian tie‑dye batik (ikat celup) with an easy step‑by‑step tutorial, tips, and creative ideas. Perfect for beginners.&quot;,
    &quot;author&quot;: {&quot;@type&quot;: &quot;Person&quot;, &quot;name&quot;: &quot;Audyfa&quot;},
    &quot;publisher&quot;: {&quot;@type&quot;: &quot;Organization&quot;, &quot;name&quot;: &quot;Audyfa Printing&quot;, &quot;logo&quot;: {&quot;@type&quot;: &quot;ImageObject&quot;, &quot;url&quot;: &quot;https://yourblog.example/images/logo.png&quot;}},
    &quot;datePublished&quot;: &quot;2025-08-11&quot;,
    &quot;mainEntityOfPage&quot;: &quot;https://yourblog.example/tie-dye-batik-ikat-celup-how-to&quot;
  }
  &lt;/script&gt;

  &lt;style&gt;
    body{font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;line-height:1.7;color:#222;margin:0;background:#fff}
    .container{max-width:900px;margin:36px auto;padding:0 16px}
    header h1{font-size:28px;margin:0 0 8px}
    .meta{color:#666;font-size:14px;margin-bottom:18px}
    img.hero{width:100%;height:auto;border-radius:8px;margin-bottom:18px}
    h2{margin-top:22px}
    ol li, ul li{margin-bottom:8px}
    .note{background:#f7f7f7;padding:12px;border-left:4px solid #ddd;margin:14px 0}
    footer{margin-top:28px;color:#666;font-size:14px}
  &lt;/style&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP2O59ZkNfXRSei8cAgZdEX9t3zrXu0XgmeIur4kg9VmVvkcSvj-EVGEoYw8RSVAlqACsiI7pGjfABzoW8ND0EJg7btHxq9GYmnPJBNCwo7vDkDdHoDH4CulQ3k1Sb8tz2QfkEeVGuPTfKFJL6vrtmFkVmnRKR3kZt5gxcYcLgO2gwwRqR9aUvOK1W_NY/s400-rw/Batik%20Celup.png&quot; style=&quot;display: block; padding: 1em 0; text-align: center; &quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; data-original-height=&quot;400&quot; data-original-width=&quot;399&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP2O59ZkNfXRSei8cAgZdEX9t3zrXu0XgmeIur4kg9VmVvkcSvj-EVGEoYw8RSVAlqACsiI7pGjfABzoW8ND0EJg7btHxq9GYmnPJBNCwo7vDkDdHoDH4CulQ3k1Sb8tz2QfkEeVGuPTfKFJL6vrtmFkVmnRKR3kZt5gxcYcLgO2gwwRqR9aUvOK1W_NY/s400-rw/Batik%20Celup.png&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  
&lt;body&gt;
  &lt;div class=&quot;container&quot;&gt;
    &lt;header&gt;
      &lt;h1&gt;Keen to Try Tie‑Dye Batik (Ikat Celup)? Here’s How&lt;/h1&gt;
      &lt;p class=&quot;meta&quot;&gt;Practical, beginner‑friendly batik tutorial • Estimated read: 6 minutes • Updated: 11 August 2025&lt;/p&gt;
      &lt;img class=&quot;hero&quot; src=&quot;https://yourblog.example/images/tie-dye-batik-hero.jpg&quot; alt=&quot;Example of tie-dye batik ikat celup&quot; /&gt;
    &lt;/header&gt;

    &lt;main&gt;
      &lt;p&gt;Batik is an enduring part of Indonesian culture, but these days it’s not only for formal events — it’s perfect for casual wear and home décor too. &lt;strong&gt;Ikat celup&lt;/strong&gt;, or tie‑dye batik, is a simple resist‑dye technique you can try at home to create beautiful, one‑of‑a‑kind patterns on fabric. This guide walks you through the whole process, from materials to tips for a great finish.&lt;/p&gt;

      &lt;h2&gt;Why try ikat celup (tie‑dye batik)?&lt;/h2&gt;
      &lt;p&gt;The method is accessible, affordable and creative. Instead of wax resist (used in batik tulis), ikat celup relies on tight bindings to stop dye from reaching parts of the fabric — producing organic, striking patterns. It’s a fun project for beginners and a great way to personalise shirts, scarves, tote bags or pillow covers.&lt;/p&gt;

      &lt;h2&gt;Materials you’ll need&lt;/h2&gt;
      &lt;ul&gt;
        &lt;li&gt;White cotton fabric (mori) or plain cotton T‑shirt&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Elastic bands or raffia string for binding&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Fabric dye (synthetic powder dye such as Wantek or another fibre reactive dye)&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;A large pot, wooden spoon and stirring stick&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Table salt (check dye instructions)&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Protective gloves and plastic sheeting&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Optional: small objects (marbles, coins, pebbles) for extra texture&lt;/li&gt;
      &lt;/ul&gt;

      &lt;h2&gt;Step‑by‑step: Make tie‑dye batik (ikat celup)&lt;/h2&gt;
      &lt;ol&gt;
        &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Cut the fabric&lt;/strong&gt; — Trim your white cotton to the size you want (for example, 40 × 60 cm for a table runner or sample swatch).&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bind the cloth&lt;/strong&gt; — Fold, twist or scrunch the fabric and bind sections tightly with elastic bands or raffia. Tie from the centre, the edge, or create concentric or striped patterns — the placement determines the design.&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Add objects (optional)&lt;/strong&gt; — Place marbles, coins or pebbles inside folds before tying to create circular or irregular resist shapes.&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Prepare the dye bath&lt;/strong&gt; — Fill a pot with water and heat to just under boiling. Add the dye powder and a measured amount of table salt (follow the dye packet instructions). Stir until dissolved.&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Dye the fabric&lt;/strong&gt; — Submerge the tied fabric. For one colour, dip the entire piece. For multi‑coloured results, dye selected areas in stages and shield the rest with plastic to prevent unwanted transfers.&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Rinse and reveal&lt;/strong&gt; — Lift the fabric from the dye when the colour is absorbed. Allow the excess dye to drain, then carefully cut or remove the bindings to reveal the pattern.&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Dry and set&lt;/strong&gt; — Hang the fabric to dry on a clothesline or rack. Follow your dye’s instructions for setting (some dyes require heat‑setting or a soda ash soak).&lt;/li&gt;
      &lt;/ol&gt;

      &lt;h2&gt;Tips for better results&lt;/h2&gt;
      &lt;div class=&quot;note&quot;&gt;
        &lt;ul&gt;
          &lt;li&gt;Wear gloves and cover your work surface to avoid staining.&lt;/li&gt;
          &lt;li&gt;Test on a small scrap first to check colour intensity and binding technique.&lt;/li&gt;
          &lt;li&gt;The tighter the ties, the clearer the resist lines — experiment to find the look you like.&lt;/li&gt;
          &lt;li&gt;Natural fibres like cotton take dye better than synthetic blends.&lt;/li&gt;
          &lt;li&gt;For vibrant colours, use more concentrated dye (but follow safety instructions).&lt;/li&gt;
        &lt;/ul&gt;
      &lt;/div&gt;

      &lt;h2&gt;Creative variations&lt;/h2&gt;
      &lt;p&gt;Try different folding methods (accordion, spiral, clamping) and combine multiple dye baths for layered colours. You can also paint or stencil over the dried ikat celup for mixed‑media effects.&lt;/p&gt;

      &lt;h2&gt;Care and maintenance&lt;/h2&gt;
      &lt;p&gt;Wash dyed fabrics separately for the first few washes to avoid colour transfer. Use a mild detergent and cold water. Over time, colours will mellow — consider this part of the charm for handmade textiles.&lt;/p&gt;

      &lt;h2&gt;Suggested SEO keywords &amp; labels&lt;/h2&gt;
      &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Primary keywords:&lt;/strong&gt; tie‑dye batik, ikat celup, batik tutorial&lt;br&gt;
      &lt;strong&gt;Secondary keywords:&lt;/strong&gt; how to make batik, Indonesian batik DIY, batik tie dye&lt;/p&gt;

      &lt;h2&gt;Suggested blog meta &amp; publishing checklist&lt;/h2&gt;
      &lt;ul&gt;
        &lt;li&gt;Meta title: Keep under 60 characters. Example: &quot;Tie‑Dye Batik (Ikat Celup) — Easy Step‑by‑Step Guide&quot;&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Meta description: 120–155 characters (we used ~150 chars above).&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Header structure: Use one H1 per page (done), H2 for major sections.&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Feature image: 1200×630px for good social previews; use descriptive alt text like &quot;tie-dye batik ikat celup on white cotton&quot;.&lt;/li&gt;
        &lt;li&gt;Internal links: Link to related posts (e.g. &quot;Batik tulis vs batik cap&quot; or &quot;How to care for handmade textiles&quot;).&lt;/li&gt;
      &lt;/ul&gt;

    &lt;/main&gt;

    &lt;footer&gt;
      &lt;p&gt;© 2025 Audyfa Printing. Want this article adapted for your blog layout or translated into Bahasa Indonesia? Reply and I’ll tailor it for you.&lt;/p&gt;
    &lt;/footer&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;
Pencarian Terkait :
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Tie-Dye Batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Ikat Celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Cara membuat tie-dye batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Panduan tie-dye batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Step-by-step tie-dye batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Tutorial tie-dye batik untuk pemula&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Teknik ikat celup batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Tips sukses tie-dye batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Bahan dan alat tie-dye batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Desain tie-dye batik kreatif&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Tie-dye batik tradisional Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Ide motif tie-dye batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Cara mewarnai kain dengan ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Menghias kain dengan teknik tie-dye&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Tie-dye batik modern&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Step-by-step guide membuat tie-dye batik (ikat celup) di rumah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Cara membuat tie-dye batik untuk pemula tanpa kesulitan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Tutorial lengkap tie-dye batik: dari bahan sampai finishing&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Tips dan trik tie-dye batik agar hasil warna lebih cerah dan rapi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html&quot;&gt;Panduan tie-dye batik ikat celup untuk kreativitas dan usaha handmade&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/3055904469938443659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/3055904469938443659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2025/08/keen-to-try-tiedye-batik-ikat-celup.html' title='Keen to Try Tie‑Dye Batik (Ikat Celup)? Here’s How — Step‑by‑Step Guide'/><author><name>Audyfa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08638579274793073921</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='-1' height='-1' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidrZte8nxAKP8QV3EPVcz0p6r_Go6O76VUy91F9nIEIJVV2tJYh0NgP5fUOfet4xUgOuoFHk4BTLsVbyZAYJ0ObLSvwOdkBccs1-8pPecC8prGctKf7aTbwD4ywgWuGw0faK3K42gQS30pMveOdCriogSWBbXSTFHzV3vbu51E-Ji23g/s1600/Ap.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP2O59ZkNfXRSei8cAgZdEX9t3zrXu0XgmeIur4kg9VmVvkcSvj-EVGEoYw8RSVAlqACsiI7pGjfABzoW8ND0EJg7btHxq9GYmnPJBNCwo7vDkDdHoDH4CulQ3k1Sb8tz2QfkEeVGuPTfKFJL6vrtmFkVmnRKR3kZt5gxcYcLgO2gwwRqR9aUvOK1W_NY/s72-c-rw/Batik%20Celup.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-5710222152148791234</id><published>2025-08-05T11:56:00.008+07:00</published><updated>2025-09-30T04:04:28.951+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Cara  Membuat Batik Ikat Celup</title><content type='html'>
&lt;span class=&quot;custom-meta-keywords&quot; style=&quot;display:none&quot;&gt;Batik Ikat Celup, Teknik Membuat Batik, Batik Tradisional, Kerajinan Batik, Seni Tekstil&lt;/span&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;h2 data-end=&quot;172&quot; data-start=&quot;151&quot;&gt;Keyword Utama&lt;/h2&gt;
&lt;ol data-end=&quot;297&quot; data-start=&quot;173&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;207&quot; data-start=&quot;173&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;207&quot; data-start=&quot;176&quot;&gt;Cara membuat batik ikat celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;229&quot; data-start=&quot;208&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;229&quot; data-start=&quot;211&quot;&gt;Batik ikat celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;257&quot; data-start=&quot;230&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;257&quot; data-start=&quot;233&quot;&gt;Teknik batik Nusantara&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;278&quot; data-start=&quot;258&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;278&quot; data-start=&quot;261&quot;&gt;Pewarnaan batik&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;297&quot; data-start=&quot;279&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;297&quot; data-start=&quot;282&quot;&gt;Kriya tekstil&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;333&quot; data-start=&quot;304&quot;&gt;Keyword Turunan &amp;amp; LSI&lt;/h2&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;360&quot; data-start=&quot;335&quot;&gt;1. Batik Ikat Celup&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;571&quot; data-start=&quot;361&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;392&quot; data-start=&quot;361&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;392&quot; data-start=&quot;363&quot;&gt;Pengertian batik ikat celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;435&quot; data-start=&quot;393&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;435&quot; data-start=&quot;395&quot;&gt;Sejarah dan asal-usul batik ikat celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;479&quot; data-start=&quot;436&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;479&quot; data-start=&quot;438&quot;&gt;Ciri khas dan keunikan batik ikat celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;537&quot; data-start=&quot;480&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;537&quot; data-start=&quot;482&quot;&gt;Perbedaan batik ikat celup dengan batik tulis dan cap&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;571&quot; data-start=&quot;538&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;571&quot; data-start=&quot;540&quot;&gt;Contoh motif batik ikat celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;611&quot; data-start=&quot;573&quot;&gt;2. Cara Membuat Batik Ikat Celup&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;848&quot; data-start=&quot;612&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;648&quot; data-start=&quot;612&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;648&quot; data-start=&quot;614&quot;&gt;Persiapan kain dan bahan pewarna&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;711&quot; data-start=&quot;649&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;711&quot; data-start=&quot;651&quot;&gt;Teknik ikat: mengikat bagian kain untuk menghasilkan motif&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;752&quot; data-start=&quot;712&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;752&quot; data-start=&quot;714&quot;&gt;Proses pencelupan kain dalam pewarna&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;813&quot; data-start=&quot;753&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;813&quot; data-start=&quot;755&quot;&gt;Pengulangan ikat dan celup untuk variasi warna dan motif&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;848&quot; data-start=&quot;814&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;848&quot; data-start=&quot;816&quot;&gt;Pengeringan dan finishing kain&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;879&quot; data-start=&quot;850&quot;&gt;3. Teknik dan Pewarnaan&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1074&quot; data-start=&quot;880&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;909&quot; data-start=&quot;880&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;909&quot; data-start=&quot;882&quot;&gt;Pewarna alami vs sintetis&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;946&quot; data-start=&quot;910&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;946&quot; data-start=&quot;912&quot;&gt;Kombinasi warna dan efek gradasi&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;989&quot; data-start=&quot;947&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;989&quot; data-start=&quot;949&quot;&gt;Tips menghasilkan motif tajam dan rapi&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1028&quot; data-start=&quot;990&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1028&quot; data-start=&quot;992&quot;&gt;Eksperimen motif dan warna kreatif&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1074&quot; data-start=&quot;1029&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1074&quot; data-start=&quot;1031&quot;&gt;Perawatan kain batik setelah proses celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;1099&quot; data-start=&quot;1076&quot;&gt;4. Media dan Alat&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1301&quot; data-start=&quot;1100&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1133&quot; data-start=&quot;1100&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1133&quot; data-start=&quot;1102&quot;&gt;Kain katun, sutra, atau rayon&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1174&quot; data-start=&quot;1134&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1174&quot; data-start=&quot;1136&quot;&gt;Tali atau benang untuk mengikat kain&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1211&quot; data-start=&quot;1175&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1211&quot; data-start=&quot;1177&quot;&gt;Ember, panci, atau wadah pewarna&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1248&quot; data-start=&quot;1212&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1248&quot; data-start=&quot;1214&quot;&gt;Sarung tangan dan alat pelindung&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1301&quot; data-start=&quot;1249&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1301&quot; data-start=&quot;1251&quot;&gt;Media tambahan: lilin, wax, atau teknik campuran&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;1338&quot; data-start=&quot;1303&quot;&gt;5. Apresiasi Batik Ikat Celup&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1565&quot; data-start=&quot;1339&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1382&quot; data-start=&quot;1339&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1382&quot; data-start=&quot;1341&quot;&gt;Menilai motif, warna, dan kualitas kain&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1421&quot; data-start=&quot;1383&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1421&quot; data-start=&quot;1385&quot;&gt;Fungsi estetika dan simbolik batik&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1476&quot; data-start=&quot;1422&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1476&quot; data-start=&quot;1424&quot;&gt;Batik ikat celup dalam fesyen dan kerajinan modern&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1517&quot; data-start=&quot;1477&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1517&quot; data-start=&quot;1479&quot;&gt;Pelestarian teknik tradisional batik&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1565&quot; data-start=&quot;1518&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1565&quot; data-start=&quot;1520&quot;&gt;Inspirasi kreativitas dari batik ikat celup&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;1607&quot; data-start=&quot;1572&quot;&gt;Keyword Pendukung (SEO LSI)&lt;/h2&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1783&quot; data-start=&quot;1608&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1642&quot; data-start=&quot;1608&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1642&quot; data-start=&quot;1610&quot;&gt;Teknik kriya tekstil Nusantara&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1679&quot; data-start=&quot;1643&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1679&quot; data-start=&quot;1645&quot;&gt;Motif dan warna batik ikat celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1717&quot; data-start=&quot;1680&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1717&quot; data-start=&quot;1682&quot;&gt;Cara membuat kain pewarnaan celup&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1750&quot; data-start=&quot;1718&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1750&quot; data-start=&quot;1720&quot;&gt;Batik tradisional dan modern&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1783&quot; data-start=&quot;1751&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1783&quot; data-start=&quot;1753&quot;&gt;Kreativitas dalam seni batik&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pengen Berkarya Batik Ikat Celup ??? Inilah Caranya !!!&lt;/h1&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini batik banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Batik tidak hanya di pakai untuk kegiatan-kegiatan formal saja seperti acara pernikahan atau kegiatan sekolah. Namun, baju batik sudah dapat juga dipakai dalam kegiatan sehari-hari. Motif batik juga sangat beragam. Ada yang bermotif sederhana ada juga yang rumit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Batik celup, Batik ikat celup, Cara membuat batik celup ikat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP2O59ZkNfXRSei8cAgZdEX9t3zrXu0XgmeIur4kg9VmVvkcSvj-EVGEoYw8RSVAlqACsiI7pGjfABzoW8ND0EJg7btHxq9GYmnPJBNCwo7vDkDdHoDH4CulQ3k1Sb8tz2QfkEeVGuPTfKFJL6vrtmFkVmnRKR3kZt5gxcYcLgO2gwwRqR9aUvOK1W_NY/w399-h400/Batik%20Celup.png&quot; title=&quot;Batik celup, Batik ikat celup, Cara membuat batik celup ikat&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada umumnya ragam hias pada kain mengambil bentuk geometris dan nongeometris. Bentuk geometris adalah bentuk yang menyerupai bentuk yang memiliki ukuran seperti segiempat, lingkaran, atau segitiga. Bentuk ini ditampilkan dalam bentuk motif tumpal meander dan pilin. Adapun motif nongeometris adalah motif flora dan fauna serta bentuk lainnya seperti batu dan awan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Prinsip utama dalam proses membatik adalah tutup celup. Bagian tertentu pada kain ditutup dengan bahan lilin/malam. Anda dapat memakai canting jika anda membuat batik tulis, menggunakan kuas jika membuat batik lukis, dan menggunakan cetakan jika anda membuat batik printing. Adapun jika anda menginginkan batik celup ikat, anda bisa memakai karet atau tali rapia sebagai pengikat atau perintangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekarang anda akan belajar membuat batik dengan teknik celup ikat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alat dan Bahan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kain mori&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pewarna seperti wantek/indigosol/naphtol&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Panci&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kompor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karet gelang/tali rapia Garam dapur secukupnya Gawangan Pengaduk&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;Cara Membuat Batik Ikat Celup&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Batik ikat celup merupakan cara untuk memberi motif pada kain putih dengan menggunakan teknik celupan. Dasar pembuatan motifnya adalah adanya bagian-bagian yang tertutup sehingga pada proses pencelupan bagian tersebut tidak terkena cairan warna. Cara menutup bagian itu adalah mengikat erat-erat sehingga rembesan warna pencelup tertahan oleh ikatan itu. Untuk lebih memahami cara kerjanya, coba anda praktikkan membuat taplak dengan teknik ikat celup.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Guntinglah kain putih (mori) sesuai ukuran, misalnya 40 x 60 cm.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ikatlah bagian kain dengan menggunakan alat pengikat, sebaiknya karet gelang atau tali rapia.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ikatan boleh mengambil dari tengah kain atau pinggir kain, motifnya segaris atau memusat tergantung dari mana mengikat dan seberapa banyak bagian kain yang diikat. Semakin banyak bagian kain yang diikat maka akan semakin banyak pula motif yang dihasilkan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menambah variasi bentuk, sebelum mengikat kain bubuhkanlah benda seperti kelereng, uang logam, batu kerikil, pecahan genting atau pecahan keramik yang telah dibentuk.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah selesai siapkan warna pencelup. Masing-masing pencelup berbeda-beda, baik jenisnya maupun cara penyajiannya. Anda ambil pencelup yang mudah ditemukan yaitu wantek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Siapkan panci, isi dengan air, lalu masak di kompor.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah itu taburkanlah pewarna (wantek) pada panci dan garam dapur secukupnya (baca aturan pakai pada bungkusnya). Aduk sampai rata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah agak mendidih celupkanlah kain tersebut ke dalam panci tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jika menginginkan satu warna maka kain semuanya dicelup. Namun jika menginginkan lebih dari satu wama maka bagian yang lain disisakan untuk pencelupan dengan warna berikutnya. Anda dapat juga menghalangi bagian tertentu dengan plastik supaya tidak terkena cairan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setelah warna meresap ke kain, angkat dan tiriskan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kemudian buka ikatannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tiriskan pada gawangan atau tempat jemuran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jadilah karya batik ikat celup.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hal ini bisa di aplikasikan pada pakaian/kaos yang telah jadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Membuat Batik Celup&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;433&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTu0dKfqILEhVP_ooVJ97OXE6UhpST7ENloYkCk49L9QQqojn3eqXKw0NartcNr0PWJXL7FGsD7DA46F8BEhe01vRpgZk1SeSfsQB3bWrRd7oiedS0VFXLXEZC7WugNllPYcihTVJbgKY/s640/Membuat+Batik+Celup.jpg&quot; title=&quot;Membuat Batik Celup&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Gambar Bersumber dari &amp;nbsp;: Batik Prasetiyo&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Pencarian Terkait :
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Cara membuat batik ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Tutorial batik ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Panduan batik ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Batik ikat celup untuk pemula&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Teknik ikat celup batik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Langkah-langkah membuat batik ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Tips sukses batik ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Alat dan bahan batik ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Cara mewarnai kain dengan ikat celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Motif batik ikat celup kreatif&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Batik ikat celup tradisional Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Tutorial batik ikat celup sederhana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Batik ikat celup untuk usaha handmade&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Cara mengikat kain untuk batik celup&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Batik ikat celup modern&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Panduan lengkap cara membuat batik ikat celup di rumah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Tutorial step-by-step batik ikat celup untuk pemula&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Tips dan trik membuat batik ikat celup agar warnanya cerah dan rapi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Cara membuat batik ikat celup tradisional dan modern&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html&quot;&gt;Langkah mudah membuat batik ikat celup dari bahan hingga finishing&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5710222152148791234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5710222152148791234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/03/membuat-batik-celup.html' title='Cara  Membuat Batik Ikat Celup'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP2O59ZkNfXRSei8cAgZdEX9t3zrXu0XgmeIur4kg9VmVvkcSvj-EVGEoYw8RSVAlqACsiI7pGjfABzoW8ND0EJg7btHxq9GYmnPJBNCwo7vDkDdHoDH4CulQ3k1Sb8tz2QfkEeVGuPTfKFJL6vrtmFkVmnRKR3kZt5gxcYcLgO2gwwRqR9aUvOK1W_NY/s72-w399-h400-c/Batik%20Celup.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.921327</georss:point><georss:box>-28.29755249542092 78.765077 26.71900249542092 149.07757700000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-4994092673236468859</id><published>2025-08-05T11:51:00.004+07:00</published><updated>2025-09-03T18:08:35.572+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Peralatan, Perlengkapan, Penataan Gambar Pameran</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;h2 data-end=&quot;196&quot; data-start=&quot;175&quot;&gt;Keyword Utama&lt;/h2&gt;
&lt;ol data-end=&quot;333&quot; data-start=&quot;197&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;224&quot; data-start=&quot;197&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;224&quot; data-start=&quot;200&quot;&gt;Peralatan pameran seni&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;257&quot; data-start=&quot;225&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;257&quot; data-start=&quot;228&quot;&gt;Perlengkapan pameran gambar&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;279&quot; data-start=&quot;258&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;279&quot; data-start=&quot;261&quot;&gt;Penataan pameran&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;306&quot; data-start=&quot;280&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;306&quot; data-start=&quot;283&quot;&gt;Seni rupa dan pameran&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;333&quot; data-start=&quot;307&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;333&quot; data-start=&quot;310&quot;&gt;Presentasi karya seni&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;h2 data-end=&quot;369&quot; data-start=&quot;340&quot;&gt;Keyword Turunan &amp;amp; LSI&lt;/h2&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;397&quot; data-start=&quot;371&quot;&gt;1. Peralatan Pameran&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;655&quot; data-start=&quot;398&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;448&quot; data-start=&quot;398&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;448&quot; data-start=&quot;400&quot;&gt;Tiang gantung, easel, frame, dan display board&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;493&quot; data-start=&quot;449&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;493&quot; data-start=&quot;451&quot;&gt;Alat pencahayaan untuk menonjolkan karya&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;562&quot; data-start=&quot;494&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;562&quot; data-start=&quot;496&quot;&gt;Peralatan keamanan: tali pengaman, penyangga, dan kaca pelindung&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;607&quot; data-start=&quot;563&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;607&quot; data-start=&quot;565&quot;&gt;Peralatan transportasi dan packing karya&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;655&quot; data-start=&quot;608&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;655&quot; data-start=&quot;610&quot;&gt;Media presentasi digital (layar, proyektor)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;686&quot; data-start=&quot;657&quot;&gt;2. Perlengkapan Pameran&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;901&quot; data-start=&quot;687&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;723&quot; data-start=&quot;687&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;723&quot; data-start=&quot;689&quot;&gt;Label karya dan informasi artist&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;755&quot; data-start=&quot;724&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;755&quot; data-start=&quot;726&quot;&gt;Brosur atau katalog pameran&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;799&quot; data-start=&quot;756&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;799&quot; data-start=&quot;758&quot;&gt;Dekorasi ruangan dan penunjang estetika&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;846&quot; data-start=&quot;800&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;846&quot; data-start=&quot;802&quot;&gt;Meja, kursi, dan area interaksi pengunjung&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;901&quot; data-start=&quot;847&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;901&quot; data-start=&quot;849&quot;&gt;Alat bantu pemasangan karya (paku, pengait, kawat)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;928&quot; data-start=&quot;903&quot;&gt;3. Penataan Pameran&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1171&quot; data-start=&quot;929&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;977&quot; data-start=&quot;929&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;977&quot; data-start=&quot;931&quot;&gt;Tata letak karya: linear, grid, atau tematik&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1020&quot; data-start=&quot;978&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1020&quot; data-start=&quot;980&quot;&gt;Penentuan urutan dan jarak antar karya&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1074&quot; data-start=&quot;1021&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1074&quot; data-start=&quot;1023&quot;&gt;Penempatan pencahayaan untuk efek visual maksimal&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1124&quot; data-start=&quot;1075&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1124&quot; data-start=&quot;1077&quot;&gt;Penataan warna latar dan dekorasi sesuai tema&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1171&quot; data-start=&quot;1125&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1171&quot; data-start=&quot;1127&quot;&gt;Penataan ruang untuk kenyamanan pengunjung&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;1205&quot; data-start=&quot;1173&quot;&gt;4. Presentasi dan Estetika&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1424&quot; data-start=&quot;1206&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1246&quot; data-start=&quot;1206&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1246&quot; data-start=&quot;1208&quot;&gt;Menampilkan karya agar mudah diamati&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1289&quot; data-start=&quot;1247&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1289&quot; data-start=&quot;1249&quot;&gt;Integrasi tema, warna, dan pencahayaan&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1336&quot; data-start=&quot;1290&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1336&quot; data-start=&quot;1292&quot;&gt;Menonjolkan karya utama atau fokus pameran&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1382&quot; data-start=&quot;1337&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1382&quot; data-start=&quot;1339&quot;&gt;Menciptakan suasana sesuai konsep pameran&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1424&quot; data-start=&quot;1383&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1424&quot; data-start=&quot;1385&quot;&gt;Teknik display modern dan tradisional&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;1452&quot; data-start=&quot;1426&quot;&gt;5. Apresiasi Pameran&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1683&quot; data-start=&quot;1453&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1500&quot; data-start=&quot;1453&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1500&quot; data-start=&quot;1455&quot;&gt;Menilai tata letak dan estetika keseluruhan&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1550&quot; data-start=&quot;1501&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1550&quot; data-start=&quot;1503&quot;&gt;Fungsi pameran untuk edukasi dan promosi seni&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1599&quot; data-start=&quot;1551&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1599&quot; data-start=&quot;1553&quot;&gt;Karya pameran sebagai media ekspresi seniman&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1645&quot; data-start=&quot;1600&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1645&quot; data-start=&quot;1602&quot;&gt;Interaksi pengunjung dengan karya pameran&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1683&quot; data-start=&quot;1646&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1683&quot; data-start=&quot;1648&quot;&gt;Dokumentasi dan publikasi pameran&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;h2 data-end=&quot;1725&quot; data-start=&quot;1690&quot;&gt;Keyword Pendukung (SEO LSI)&lt;/h2&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1913&quot; data-start=&quot;1726&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1759&quot; data-start=&quot;1726&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1759&quot; data-start=&quot;1728&quot;&gt;Tips menata pameran seni rupa&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1804&quot; data-start=&quot;1760&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1804&quot; data-start=&quot;1762&quot;&gt;Perlengkapan dan alat pameran karya seni&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1840&quot; data-start=&quot;1805&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1840&quot; data-start=&quot;1807&quot;&gt;Presentasi karya seni di galeri&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1876&quot; data-start=&quot;1841&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1876&quot; data-start=&quot;1843&quot;&gt;Display karya seni untuk publik&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1913&quot; data-start=&quot;1877&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1913&quot; data-start=&quot;1879&quot;&gt;Seni rupa dan tata ruang pameran&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Peralatan dan Perlengkapan Pameran&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun Peralatan dan perlengkapan sangat perlu disediakan untuk penataan karya seni rupa yang akan di pajang atau di pamerkan. Diantara peralatan dan perlengkapan yang diperlukan agar terlaksananya kegiatan pameran yang di adakan dikelas atau sekolah adalah sebagai berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Peralatan, Perlengkapan, Penataan Gambar Pameran&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtT3UTh5lPKiDPCRI0qhWZrpuB5fIfL2AZ41TjkXAw9DxmCjp8vb-NPwLDAewkcWfFcM04IeUWmMWNGMmQlvyHKS1ay2U39cAa3czKyBbgKljUEGVpCVquPeabKIUxJxw5vfdL5t-1br12w8yhjL7HHAkHiWKm4asxcLBSdCCQHgesoBnrpODbp3D9Ir8/w399-h400/Peralatan%20Seni%20Pameran.png&quot; title=&quot;Peralatan, Perlengkapan, Penataan Gambar Pameran&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Sketsel atau panil&lt;/b&gt;, merupakan alat yang berguna untuk meletakkan hasil karya seni dua dimensi, contohnya lukisan, gambar, atau karya kerajinan hiasan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Level&lt;/b&gt;, merupakan suatu alat yang berfungsi untuk meletakkan karya seni tiga dimensi, seperti patung, keramik atau kriya. Bentuk level bisa bervariasi, yang terpenting dapat membantu penampilan karya agar lebih menarik. Level bisa dipakai untuk meletakkan satu atau beberapa karya sesuai ukuran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Meja dan kursi&lt;/b&gt;, Meja diperlukan untuk buku tamu dan kursi fungsinya sebagai tempat duduk para tamu undangan di saat acara pembukaan pameran berlangsung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Tata lampu atau pencahayaan&lt;/b&gt;, Penempatan lampu sebagai pencahayaan sangat penting dalam penataannya dengan tata letak sedemikian rupa supaya berfungsi sebaik-baiknya sehingga penerangan terhadap karya yang dipamerkan kelihatan indah dan menarik. Tingkat pencahayaan dilakukan sewajarnya, tidak terlalu terang ataupun terlalu redup. Pencahayaan terutama diarahkan ke karya yang dipamerkan, bukan ke arah pengunjung. Arah pencahayaan difokuskan pada hasil seni karya yang dipajang agar kelihatan indah dan menarik perhatian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Dekorasi ruangan&lt;/b&gt;, suatu hal yang perlu di perhatikan untuk mempercantik ruangan pameran, agar kelihatan bahwa ada suatu acara pameran yang yang sedang diselenggarakan dalam gedung (indoor).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;6. Katalog&lt;/b&gt;, dibuat berupa brosur atau buku yang berisi informasi tentang materi yang ditampilkan dalam pameran. Adapun isi katalog memuat tentang kata sambutan, jenis-jenis karya, data peserta yang mengikuti pemeran beserta hasil karyanya (bisa juga diikuti foto).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;7. Brosur&lt;/b&gt;, adalah sebagai sarana promosi dan informasi tentang adanya suatu kegiatan pameran yang yang diselenggarakan di kelas atau sekolah. Adapun brosur dibuat secara singkat dan menarik yang mempunyai informasi lengkap. Brosur berupa cetakan kertas bisa dibuat beberapa halaman dalam serta berbentuk lipatan. Brosur dicetak sesuai kebutuhan yang perlukan untuk disebarkan ke masyarakat atau lingkungan sekolah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;8. Buku tamu atau buku kesan dan pesan&lt;/b&gt;, Sebuah buka besar yang ada di meja dekat pintu masuk ruangan kegiatan pameran. Dalam buku tamu berisikan kolom nama, catatan yang diisi oleh para tamu atau pengunjung tentang kesan dan pesan atau kritikan terhadap pelaksanaan kegiatan pameran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;9. Sound system&lt;/b&gt;, diperlukan sebagai alat pengeras suara pada saat acara pembukaan pameran dan selama acara berlangsung bila ada pemberitahuan penting yang perlu disampaikan kepada panitia ataupun pengunjung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0gaLHjZpp4WL2sBBxIvi4okeRRtM3MX_HhppauJgqX-vDhh4VW84dnFr5Qut7Re-98HtElODl2MamEylOvhYYnkhT5MdcZCi-cS5V-s6Oxy209jE6NSEly83A-TKcQulcURsf3lz2t0c/s640/Untitled-3.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Penataan Karya Seni Rupa&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daya tarik suatu pameran juga sangat dipengaruhi oleh penempatan karya sekaligus penataan ruangannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penataan karya yaitu sebagai berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penempatan karya seni rupa perlu mempertimbangkan rasa aman dan kenyamanan bagi pengunjung.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karya dua dimensi dapat dipajang pada sketsel (panil) atau dinding.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karya tiga dimensi diletakkan di atas meja (level). Bila ukurannya terlalu besar, boleh diletakkan di lantai.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karya kerajinan tangan dapat ditempatkan di meja khusus yang telah disediakan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penataan lampu diatur agar karya yang dipajang dapat terlihat jelas dan menarik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penataan karya seni rupa harus tepat sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh pengunjung. Dengan demikian, proses apresiasi berlangsung dengan baik. Penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi.

Berikut disajikan contoh rancangan denah ruang pameran Rancangan denah kelas atau sekolah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;278&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKdDnxw2-ZxzJO8gI9WNbxUAkoUvkMj8pTOkBZZMlvc5ooRGweccUSVWd-vVZ9KKRMXUjLuGbxBYbr6aBfsXABR4UhobNEXgemajkLw8Ja7-s8lq6gqIHhjVMzr2qbR2bZEZ5bgVIQYDo/s640/Untitled-4.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian Perlatan, Perlengkapan serta Penataan Karya Seni Rupa dalam Sebuah Pameran Kelas atau sekolah semoga ada manfaatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Pencarian Terkait :
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Peralatan pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Perlengkapan pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Penataan gambar pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Alat dan perlengkapan pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Pameran seni dan galeri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Tips menata pameran seni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Peralatan pameran modern&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Perlengkapan pameran murah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Tata letak gambar pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Persiapan pameran seni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Display artwork pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Stand pameran dan gantungan karya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Layout pameran seni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Perlengkapan tambahan untuk pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Strategi penataan gambar pameran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Panduan lengkap peralatan dan perlengkapan pameran seni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Tips menata gambar pameran agar menarik pengunjung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Peralatan wajib untuk menyelenggarakan pameran seni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Cara efektif menata karya seni di pameran atau galeri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html&quot;&gt;Perlengkapan dan layout pameran terbaik untuk seniman dan galeri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/4994092673236468859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/4994092673236468859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/03/peralatan-perlengkapan-penataan-gambar.html' title='Peralatan, Perlengkapan, Penataan Gambar Pameran'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtT3UTh5lPKiDPCRI0qhWZrpuB5fIfL2AZ41TjkXAw9DxmCjp8vb-NPwLDAewkcWfFcM04IeUWmMWNGMmQlvyHKS1ay2U39cAa3czKyBbgKljUEGVpCVquPeabKIUxJxw5vfdL5t-1br12w8yhjL7HHAkHiWKm4asxcLBSdCCQHgesoBnrpODbp3D9Ir8/s72-w399-h400-c/Peralatan%20Seni%20Pameran.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-1185876714231142098</id><published>2025-08-05T11:47:00.003+07:00</published><updated>2025-09-03T18:10:18.235+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tata Rias"/><title type='text'>Pertunjukan Tari, Rias Cantik atau Tampan, Rias Tokoh</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pertunjukan TARI BERDASARKAN RIAS DAN BUSANA&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tata rias Dan busana tari berpasangan ATAU Kelompok Disesuaikan dengan Bentuk penyajian Serta tema Yang diambil, such as inviting participation SEMUA penari using rias Dan busana Yang sama ATAU berlainan Sesuai Karakter tokoh Yang ADA. Tarian Bentuk tunggal Yang ditarikan Beroperasi massal can be using rias Dan busana Yang sama, SEMENTARA hearts tari berpasangan, KARENA BERBEDA JENIS ATAU Karakter tokoh, can be dipastikan tata rias Dan busananya BERBEDA.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Tari Kelompok Yang Bentuk penyajiannya Berupa drama tari ATAU tari berdialog also akan BERBEDA-beda Sesuai Karakter tokoh masing-masing. Jadi, penari Harus pandai merias Diri DENGAN Cara berlatih, dimulai Dari Yang Mudah Dan sederhana seperti using pensil alis untuk review MEMBUAT different Bentuk alis mata, MEMBUAT godek, ATAU kumis. Beroperasi tata rias dibedakan Menjadi dua, Yaitu rias cantik ATAU tampan Dan rias tokoh.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seni Tari, Tata rias pertunjukan tari, Rias panggung tari, Pertunjukan tari dan rias&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS1uLRktvVgH3F6HFCGZKiNOwsvZUnBQF26PMYj4LNn1NtL0C_E9Zfg9_a9O3bP8iDbBfDSaQI87dWyCKY5vEuY96uusPLSi6vVsg7rQskJhUWBMR078VCGcROEVujaIW5EefFTPrfxic6UusI8PD2j2XSjl8aC2cxObqdNFvws6Ck3q8H0TekGb3nhOs/w399-h400/Tata%20rias%20pertunjukan%20tari1.png&quot; title=&quot;Seni Tari, Tata rias pertunjukan tari, Rias panggung tari, Pertunjukan tari dan rias&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;1. Rias Cantik ATAU Tampan&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Rias cantik ATAU tampan (rias panggung) BERBEDA DENGAN rias keseharian. Tata rias Pentas tari ATAU tata rias panggung Dibuat LEBIH tebal, KARENA jarak pagar penari DENGAN Penonton Yang Cukup JAUH sehirigga Dibuat LEBIH mencolok agar LEBIH Jelas. Di Samping ITU, tata rias Harus Dibuat tahan lama KARENA Pertunjukan tari hearts Acara Tertentu diatur Sesuai Urutan Pentas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rias cantik ATAU tampan biasanya Hanya ditambah alis mata Yang dibentuk rupa sedemikian, sehingga kelihatan rapi. Untuk review rias tampan, Jumlah Harga: Tambahkan kumis Dan penebalan alis mata Supaya kelihatan LEBIH dewasa Dan tampan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Rias Cantik ATAU Tampan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;343&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMrQ08h-m-GeRb6bVrgtwSt3dYKHnnvhlFEoKvs-jIN-vn5jAZ4z9KEbY6iRvTkPlCLzz3bzfUoibnmWSLqs8RaOe8B6hm5Aie3ZbqkX7VLAt6yV6M_f6TJI7v5JlyZpDJIIwWRcJfA_Q/s400/Rias+Penari+Tampan.png&quot; title=&quot;Rias Cantik ATAU Tampan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;2. Rias Tokoh&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rias tokoh Adalah tata rias Yang bertujuan untuk review membentuk penari Yang Sesuai DENGAN Karakter Yang diperankan. Seorang penari JIKA can be merias Diri Sendiri akan Sangat Mengasyikkan, KARENA terkadang ADA Disposals Yang Harus dipenuhi untuk review tercapainya Karakter tokoh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Such as inviting participation, untuk review Karakter gagah biasanya akan ditambahkan kumis tebal (crampang) DENGAN godhek Dan Bentuk alis Yang LEBIH tebal (Gatutkaca, Minakjinggo, Warok Ponorogo). Rias Binatang seperti kera biasanya dipola terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA DENGAN pensil alis, barulah Penghasilan kena pajak ITU diberi pewarnaan Sesuai karakternya, Begitu also DENGAN rias kelinci Dan Yang lainnya. Untuk review Menambah kejelasan Karakter, biasanya ADA Disposals aksesori, seperti Rambut Palsu, kumis Palsu, Dan mahkota. Perbedaan tokoh hearts pementasan tari akan Terjadi JIKA Bentuk pementasannya Berupa dramatari, wayang orang, ketoprak, ludruk ATAU. Dalam Pertunjukan tersebut Terdapat Beragam tokoh, seperti tokoh gagah wibawa, tokoh Lemah Lembut, tokoh lucu, tokoh menakutkan, tokoh tua, Dan tokoh Binatang.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Pencarian Terkait :
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Pertunjukan tari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Rias cantik dan tampan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Rias tokoh pertunjukan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Makeup pertunjukan tari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Seni rias panggung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Tips rias tokoh tari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Rias panggung tradisional&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Makeup artist pertunjukan tari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Kostum dan rias pertunjukan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Tata rias penari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Teknik rias tokoh untuk teater&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Pertunjukan tari tradisional Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Makeup cantik dan tampan untuk panggung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Rias karakter pertunjukan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Persiapan rias untuk pertunjukan tari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Panduan rias tokoh untuk pertunjukan tari tradisional dan modern&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Tips rias cantik dan tampan untuk penari panggung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Cara menata rias tokoh agar sesuai karakter tari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Strategi makeup panggung untuk pertunjukan tari profesional&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html&quot;&gt;Peralatan dan teknik rias tokoh dalam pertunjukan tari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/1185876714231142098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/1185876714231142098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pertunjukan-tari-rias-cantik-atau.html' title='Pertunjukan Tari, Rias Cantik atau Tampan, Rias Tokoh'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS1uLRktvVgH3F6HFCGZKiNOwsvZUnBQF26PMYj4LNn1NtL0C_E9Zfg9_a9O3bP8iDbBfDSaQI87dWyCKY5vEuY96uusPLSi6vVsg7rQskJhUWBMR078VCGcROEVujaIW5EefFTPrfxic6UusI8PD2j2XSjl8aC2cxObqdNFvws6Ck3q8H0TekGb3nhOs/s72-w399-h400-c/Tata%20rias%20pertunjukan%20tari1.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.921327</georss:point><georss:box>-29.099508836178845 78.765077 27.520958836178846 149.07757700000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-2066142166871378023</id><published>2025-08-05T11:29:00.004+07:00</published><updated>2025-09-15T14:21:56.657+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Menumbuhkan Rasa Cinta Akan Karya Seni dan Mengembangkan Hasil Karya Seni</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pameran Karya Seni Rupa Kelas atau Sekolah &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menumbuhkan Rasa Cinta Akan Karya Seni dan Mengembangkan Hasil Karya Seni&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Pameran Karya Seni Rupa Kelas atau Sekolah&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;472&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibu3tOTdAktbv60cQWjmTRXnTJ0g3-pjQ5zgyPmPCrsU1OLCndruRSD-4ZzB8L4A-zkUVOm0MCUFExN_SLfxz8UbWDwEVIwjd1dqiGRCIak6JXmk08QD-K8WkNxw-Ar1wJ0VNlUukFH88/s640/Kegiatan+Pameran+Kelas+atau+Sekolah.jpg&quot; title=&quot;Pameran Karya Seni Rupa Kelas atau Sekolah&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu usaha untuk memperlihatkan hasil karya seni rupa yang di buat oleh siswa maka pihak sekolah alangkah baiknya mengadakan &lt;b&gt;Pameran Karya Seni Rupa Kelas atau Sekolah&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum melanjutkan membaca artikel ini terlebih dulu simak beberapa pertanyaan berikut agar anda paham maksud dari pembelajaran dari artikel Pameran Karya Seni Rupa Kelas atau Sekolah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa sebenarnya pameran karya seni kelas atau sekolah itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa Saja persiapan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan pameran kelas atau sekolah?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Peralatan dan perlengkapan apa saja yang di perlukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana penataan karya seni rupa pada pameran kelas atau sekolah?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut maka lanjutkan membaca sampai akhir.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pameran Seni Rupa Kelas Atau Sekolah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arti dari pameran yaitu sebagai kegiatan penyajian visual untuk menyampaikan Ide kreatifnya kepada masyarakat luas. Dengan menampilkan hasil karya di hadapan khalayak umum, maka akan mendapatkan penilaian, penghargaan, tanggapan, respon, ataupun kritikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas karya seni berikutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Pameran karya seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja, namun seniman cilikpun sudah banyak menampilkan hasil karyanya lewat pameran-pameran yang diadakan oleh sekolah. Pameran kelas atu sekolah merupakan kegiatan studi yang berfungsi untuk menampilkan hasil karya siswa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Manfaat yang akan di dapat oleh siswa dengan adanya pameran kelas atau sekolah adalah :&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Siswa mampu menunjukkan apresiasinya melalui kreatifitas di bidang seni, khususnya seni rupa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkarya sekaligus sebagai ajang prestasi dan kompetensi dibidang seni.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memperbesar rasa percaya diri siswa sehingga dapat memotivasi kreativitasnya untuk berkarya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melatih siswa berorganisasi dan bekerjasama, mengambil mufakat dengan bermusyawarah, dan menghormati pendapat orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Apa saja Jenis-Jenis Pameran&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
Adapun menurut jenisya, maka pameran dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Pameran Umum. Yang dimaksud dengan pameran umum adalah pameran yang diadakan oleh masyarakat luas, maka pameran ini sifatnya umum (terbuka) untuk siapa saja dan penyelenggaranyapun boleh siapa saja, misalnya seniman atau instansi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pameran khusus. Maksudnya adalah pameran yang diadakan oleh kalangan tertentu dan untuk orang tertentu, misalnya sekolah mengadakan pameran kelas atau sekolah. Kegiatan pameran kelas atau sekolah hanya diikuti oleh siswa kelas, misalnya kelas VII mengadakan pameran kelas jadi yang boleh ikut hanya siswa kelas VII saja.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tahapan Persiapan Pameran Kelas atau Sekolah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyelenggarakan pameran kelas atau sekolah maka diperlukan persiapan yang matang supaya kegiatan pameran dapat berlangsung dengan lancar. Adapun tahapan-tahapan dalam menyelenggarakan pameran sekolah adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Persiapan Perencanaan (persiapan awal)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Adapun persiapan Perencanaan ini mencakup pembentukan panitia, pembuatan proposal, penyusunan jadwal, dan tempat penyelenggaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembentukan Panitia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Panitia merupakan kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih dalam mengurus suatu kegiatan. Pembentukan panitia ini sebaiknya di lakukan secara musyawarah&amp;nbsp; di tingkat kelas yang di pimpin oleh ketua kelas dan kalau ditingkat sekolah di pimpin oleh ketua OSIS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun susunan kepanitian sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. &lt;b&gt;Pelindung&lt;/b&gt; di jabat otomatis oleh Kepala Sekolah. Tugasnya sebagai penanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pameran di kelas atau di sekolah, baik menyangkut urusan ke dalam maupun ke luar.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Penanggung jawab dijawab&lt;/b&gt; oleh guru mata pelajaran yang bersangkuta (guru kesenian). Tugasnya memberikan arahan dan bimbingan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. &lt;b&gt;Ketua&lt;/b&gt; dijabat oleh ketua kelas atau ketua OSIS. Tugasnya mengkoordinasi dan memimpin semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pameran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. &lt;b&gt;Wakil ketua &lt;/b&gt;di jabat oleh siswa. Tugasnya membantu ketua untuk kelancaran kegiatan pameran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. &lt;b&gt;Sekretaris &lt;/b&gt;di jabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang administrasi kegiatan pameran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. &lt;b&gt;Bendahara&lt;/b&gt; dijabat oleh siswa. Tugasnya memegang di bidang keuangan kegiatan pameran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. Seksi-seksi di jabat oleh siswa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seksi dibagi lagi menjadi&lt;/b&gt; :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Seksi penyeleksi, bertugas menyeleksi karya-karya yang akan di pamerkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi dekorasi, bertugas mengatur dan membuat ruang pameran menjadi tampak lebih indah dan menarik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi dokumentasi, bertugas mempublikasikan semua yang berhubungan dengan kegiatan pameran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi keamanan, bertugas menjaga keamanan selama pameran berlangsung sampai acara kegiatan pameran selesai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi perlengkapan, bertugas mempersiapkan segala perlengkapan dan alat-alat yang diperlukan dalam kegiatan pameran berlangsung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seksi konsumsi, bertugas dan bertanggung jawab berbagai hal yang berkaitan dengan konsumsi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pembuatan Proposal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah, perlu dibuatkan proposal untuk mendapatkan persetujuan pimpinan sekolah. Proposal kegiatan berisi tentang semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah mulai dari awal sampai akhir kegiatan. Contoh Proposal bisa di lihat pada audyasoke.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Penentuan Tema&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tema merupakan pokok pikiran yang akan menjiwai seluruh kegiatan. Dalam menetukan tema harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah. Contohnya &quot;Dengan Pameran Seni Rupa Kita Tingkatkan Prestasi Belajar dan Kreativitas&quot;. Isi dari tema bisa juga menyesuaikan dengan momen-momen hari tertentu seperti&amp;nbsp; &quot;Hari Kartini&quot;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Penyusunan Jadwal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadwal kegiatan pameran perlu disusun dengan baik dan terprogram dengan rapi agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan sukses. Pada jadwal acara tertera hari, tanggal, waktu, tempat dan jenis kegiatan yang akan di laksanakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tempat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tempat pameran perlu dipersiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan kegiatan. Syarat-syarat tempat pameran yang baik antara lain, strategis, mudah di jangkau, luas, aman, bersih dan dekat dengan keramaian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tahap pengumpulan Karya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karya-karya seni yang akan ditampilkan di kumpulkan oleh panitia, ketua kelas atau guru kesenian. Semua hasil karya yang sudah terkumpul di kelompokkan menurut jenis karyanya, baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tahap Seleksi Karya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karya yang sudah terkumpul di seleksi kelayakannya sebelum di pamerkan. Dalam proses penyeleksian, dapat meminta pertimbangan kepada guru-guru yang mengajar kesenian ataupun kepada siswa yang memiliki kelebihan dibidang seni rupa, atau bisa juga melibatkan seniman, agar karya yang di pamerkan bernilai dan berkualitas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahap Persiapan Akhir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum pelaksanaan pameran, perlu diadakan persiapan akhir atau gladi bersih untuk mengecek kesiapan akhir panitia. Dengan gladi bersi akan diketahui hal-hal yang perlu di benahi. Pelaksanaan gladi bersih dapat dilakukan sehari sebelum pelaksanaan kegiatan pameran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tahap Pelaksanaan Pameran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah semua persiapan selesai, pameran kelas atau sekolah dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Keberhasilan suatu pameran tergantung dari kesiapan dan kerjasama yang baik dari panitia. Jangan sampai kegiatan pameran kacau karena kurang koordinasi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/03/pameran-karya-seni-rupa-kelas-atau.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pameran karya seni rupa, Pameran seni rupa sekolah&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1AArJMmQ8hWHN-VOhdmkYnvFJ_neU6kb9jxksA3AuMNCne7a9VhAR4NdTeZTtvleYgGb8vhW_-n58v173kmldYc_M3SsLXh_qAjGCmRfUzJ3HjnoUGVst1ZDuupP1J6JH10M7_QNcgGrBFkQZYtzLF5_Q-077SzTF2cle0rxZmyFG-PDyIKF263nfH-U/w399-h400/Pameran%20Seni%20Rupa.png&quot; title=&quot;Pameran karya seni rupa, Pameran seni rupa sekolah&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/2066142166871378023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/2066142166871378023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/03/pameran-karya-seni-rupa-kelas-atau.html' title='Menumbuhkan Rasa Cinta Akan Karya Seni dan Mengembangkan Hasil Karya Seni'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibu3tOTdAktbv60cQWjmTRXnTJ0g3-pjQ5zgyPmPCrsU1OLCndruRSD-4ZzB8L4A-zkUVOm0MCUFExN_SLfxz8UbWDwEVIwjd1dqiGRCIak6JXmk08QD-K8WkNxw-Ar1wJ0VNlUukFH88/s72-c/Kegiatan+Pameran+Kelas+atau+Sekolah.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-5727643810595016036</id><published>2025-08-05T11:20:00.004+07:00</published><updated>2025-09-15T14:24:44.453+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Merancang dan Membuat Seni Kriya dan Teknik Seni Kriya berikut dengan Coraknya</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merancang dan Membuat Seni Kriya dan Teknik Seni Kriya berikut dengan Coraknya&lt;/h1&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Keberadaan seni kriya sangat erat hubungannya dengan perkembangan dan kemajuan teknologi dari masa ke masa, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia, selera terhadap karya senipun mengalami perkembangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/02/merancang-dan-membuat-seni-kriya-dan.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seni kriya, Desain produk kriya, Merancang seni kriya dan desain produk, Membuat seni kriya dengan corak tradisional&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0JDJs-HXujz_89Ahi3BkbZkowqYpS_hAPxbDwrgBDkArFJE7dd8yXe7LEKEVWcNoJFPgKUIlNxlkJhNam6SXfGnOZpuUdOPEIhKHc2F_Ul3zUYbaq50QzH6RVMg-0OtD0X-h2BpGyR3kqYcSzu1IHMZ7QcIvusXFgXDPhsI-KvtpSKYvVO2k1ur8eiWQ/w399-h400/Seni%20Kriya.png&quot; title=&quot;Seni kriya, Desain produk kriya, Merancang seni kriya dan desain produk, Membuat seni kriya dengan corak tradisional&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Pengertian dan Fungsi Seni Kriya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Pengertian dari Seni Kriya adalah sebuah karya seni yang diproses melalui keterampilan dan kepiawaian tangan tanpa menghilangkan aspek fungsional serta nilai seni yang terkandung di dalamnya. Dalam pembuatan sebuah Seni Kriya tidak hanya berdasarkan aspek fungsionalnya tetapi juga memperhatikan aspek keindahan yang bisa memenuhi kebutuhan emosional. Dalam sejarah perkembangannya masyarakat luas lebih mengenal Seni Kriya ini dengan Kerajinan, karena proses pembuatan seni kriya tidak terlepas dari pekerjaan tangan dan memiliki aspek fungsional (bisa dimanfaatkan).&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Menurut fungsinya Seni Kriya secara garis besarnya bisa di golongkan menjadi tiga bagian :&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pertama : Hiasan (Dekorasi)&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Diantara sekian banyak produk-produk hasil dari seni kriya yang berfungsi sebagai pajangan di rumah diantaranya adalah Karya Seni Ukir, hiasan dinding, patung, dan lain-lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kedua : Benda Terapan (Siap Pakai)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Seni Kriya yang sesungguhnya adalah seni kriya yang tetap mengutamakan aspek kegunaan/fungsi tanpa mengesampingkan nilai-nilai keindahan, contohnya adalah, senjata, pedang, parang, keramik, furniture, tempat minuman dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ketiga : Benda Mainan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Jenis yang ketiga ini adalah Seni Kriya berfungsi sebagai mainan terutama untuk anak-anak, bentuknya yang sederhana serta bahan yang digunakanpun relatif mudah di dapat contohnya Boneka, dakon, dan kipas kertas.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;true&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;420&quot; mozallowfullscreen=&quot;true&quot; src=&quot;https://docs.google.com/presentation/d/1L-ja1bOiF5jAywlBjL5EZsGF0o_EfSb2Ra7JJNDcxcU/embed?start=true&amp;amp;loop=true&amp;amp;delayms=3000&quot; webkitallowfullscreen=&quot;true&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Seni Kriya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Jenis dari Seni Kriya ini banyak sekali macam dan ragamnya. Dari setiap daerah di nusantara terdapat hasil dari Seni Kriya yang memiliki ciri khas tersendiri. Menurut dimensinya jenis seni kriya dapat dibagi menjadi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Seni Kriya Dua Dimensi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief dan hiasan dinding, benda-benda ini merupakan Seni Kriya Dua Dimensi&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Seni Kriya Tiga Dimensi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Adapun Seni Krita Tiga dimensi ini meliputi benda-benda sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;a. Kerajinan Keramik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Kerajinan keramik ini menggunakan bahan alami yaitu tanah liat yang diolah dengan tangan sehingga bisa menghasilkan sebuah Seni misalnya Vas bunga, guci, teko, mug, celengan dan peralatan rumah tangga lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Kerajinan Logam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Hasil dari Kerajinan Logam adalah seperti Perhiasan, Perak, Perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga dan juga alat musik gamelan serta masih banyak lagi hasi seni kriya yang terbuat dari bahan logam, emas dan perak&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. Kerajinan Kulit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Kulit bisa juga digunakan sebagai bahan untuk membuat kerajinan tangan. Banyak yang bisa dihasilkan dari kulit seperti wayang, tas, sepatu, jaket, alat musik rebana dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;d. Kerajinan Kayu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Bahan kayu banyak menghasilkan berbagai benda seni untuk keperluan sehari-hari, seperti sofa, lemari, rak buku, hiasan ukiran dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;e. Kerajinan Anyaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Kerajinan anyaman ini pada umumnya menggunakan bahan dasar seperti bambu, daun mendong dan bahan yang sudah diolah yaitu tali plastik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;Merancang dan Membuat Karya Seni Kriya Daerah Setempat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Sebelum membuat sebuah seni kriya perlu adanya sebuah rancangan. Rancangan bisa berupa sketsa gambar. Pembuatan seni kriya umumnya dikerjakan dengan tangan sehingga hasilnya tergantung dari keterampilan dan kelihaian tangan si pembuatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Adapun yang perlu menjadi pertimbangan dalam pembuatan seni kriya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;1. Kegunaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Faktor kegunaan dalam seni karya menempati porsi nomor 1, sehingga hasil dari seni kriya yang dibuat benar-benar bisa bermanfaat dan tidak rumit dalam pemakaiannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;2. Kenyamanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Karena fungsinya merupakan faktor utama, maka seni kriya harus mempunyai unsur kenyamanan dan enak untuk digunakan. Dengan adanya unsur kegunaan ini maka suatu benda hasil kerajinan ini sudah memenuhi fungsinya dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;3. Bahan dan Teknik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Pengetahuan tentang bahan serta penguasaan terhadap teknik pembuatan harus dipunyai oleh seorang pencipta kriya. Setiap bahan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, maka seorang pengrajin harus tahu bahan yang baik dan tahan untuk jadikan sebuah kriya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;4. Nilai Seni&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Daya tarik terhadap seni kriya ditentukan oleh penampilan keindahannya. Jika tujuan seni kriya adalah untuk komersial (penjualan), tentulah perlu membuat seni kriya dengan nilai keindahannya dan sejuk di pandang oleh mata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;T&lt;/b&gt;eknik dan Corak Seni Kriya Daerah Setempat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Teknik dan Corak Pembuatan Seni Kriya dari masing-masing daerah tidaklah sama. Tapi pada prinsipnya pembuatan karya seni kriya ini masih menggunakan teknik yang sederhana dan tradisional. Adapun diantara teknik-teknik pembuatan seni kriya yaitu Butsir (Menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat, membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunan), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda) cetak (grafis), dan lain-lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Adapun corak dari Seni Kriya terapan daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun temurun. Diantara corak seni kriya biasanya mengambil tema dari alam seperti objek flora, fauna atau alam sekitar daerah setempat. Corak tersebut umumnya berseifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik dan penuh sembolik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Demikian uraian tentang Merancang dan Membuat Seni Kriya dan Teknik Seni Kriya berikut dengan Coraknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Dari uraian diatas dapat dirigkaskan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Seni Kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (Hand Skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni (artistik).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Fungsi seni kriya dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai hiasan (dekorasi), sebagai benda terapan, dan sebagai benda mainan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Berdasarkan dimensinya, seni kriya dapat dibedakan menjadi seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Sebelum membuat seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Rancangan dan pembuata seni kriya harus mempertimbangkan kegunaan, kenyamanan, bahan dan teknik, serta nilai seni.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Teknik pembuatan karya seni kriya umumnya masih sederhana dengan menggunakan keterampilan tangan, coraknyapun masih tradisional.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Penggunaan pola hias karya seni kriya ada yang masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun temurun. Namun ada juga yang sudah mengalami pengembangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5727643810595016036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5727643810595016036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/02/merancang-dan-membuat-seni-kriya-dan.html' title='Merancang dan Membuat Seni Kriya dan Teknik Seni Kriya berikut dengan Coraknya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0JDJs-HXujz_89Ahi3BkbZkowqYpS_hAPxbDwrgBDkArFJE7dd8yXe7LEKEVWcNoJFPgKUIlNxlkJhNam6SXfGnOZpuUdOPEIhKHc2F_Ul3zUYbaq50QzH6RVMg-0OtD0X-h2BpGyR3kqYcSzu1IHMZ7QcIvusXFgXDPhsI-KvtpSKYvVO2k1ur8eiWQ/s72-w399-h400-c/Seni%20Kriya.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-7880342944274242641</id><published>2025-08-05T11:15:00.001+07:00</published><updated>2025-08-25T21:59:47.162+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Menggambar Bentuk, Tiga Dimensi, Prinsip Menggambar Bentuk, Alat dan Bahan Menggambar Bentuk, Teknik Menggambar Bentuk, Karya Seni Rupa Terapan Tiga Dimensi.</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menggambar Bentuk, Tiga Dimensi, Prinsip Menggambar Bentuk, Alat dan Bahan Menggambar Bentuk, Teknik Menggambar Bentuk, Karya Seni Rupa Terapan Tiga Dimensi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menggambar Bentuk Objek Tiga Dimensi&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Menggambar bentuk tiga dimensi, Prinsip menggambar 3 dimensi, Gambar perspektif, Teknik menggambar bentuk tiga dimensi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;279&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYWaafyfHrHl2BE42YrmMmVz6-jD08JfQqcF0_oYRsI22OvihJvbVoOPNLWkkLwzcAohFQWTbw4nW5J5HC4o8IqWHlfVkY7l_0jB3tCl8RWw4mg2uqMjmD-0gWox-Lkv7m78rk2dR5-u8/w400-h279/Mengambar+Bentuk+3+Dimensi.png&quot; title=&quot;Menggambar bentuk tiga dimensi, Prinsip menggambar 3 dimensi, Gambar perspektif, Teknik menggambar bentuk tiga dimensi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba Perhatikan barang-barang yang ada di sekeliling anda, misalnya meja komputer, speaker, televisi, gelas, mug, kulkas, botol, atau benda-benda lainnya. Apa yang terpikir oleh anda tentang benda-benda tersebut. Tidakkah pernah terlitas dalam pikiran Anda bahwa barang-barang tersebut memiliki bentuk dasar geometris tiga dimensi, seperti balok, kerucut, kotak/kubus, bola dan tabung ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika anda mengamat-amatinya, pernah nggak ya anda mencoba menggambarkan benda-benda tersebut secara langsung? Nah untuk artikel seni rupa kali ini Anda akan mempelajari bagaimana menggambar bentuk tiga dimensi tersebut, dan juga akan di bahas prinsip-prinsip menggambarnya, serta bahan baku, peralatan dan teknik menggambarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelumnya mari lihat dulu diagram pembelajaran Menggambar Bentuk Objek Tiga Dimensi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9uS7PdEhT4l85P2_xRY0oZDuvAy8cOWAHLBjA2cp63__4FrIeKvqSI9nOdiEOOZlz2uNr7pwxvRGNqeYtj8GlTBaPFNkpdVXYsCHkmjUhXAhyphenhyphenwPbAf31Z1OVFFDWEJWD5AJIVETAD1Cc/s1600/Diagram+Menggambar+Bentuk+Objek+Tiga+Dimensi.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;1&quot; height=&quot;508&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9uS7PdEhT4l85P2_xRY0oZDuvAy8cOWAHLBjA2cp63__4FrIeKvqSI9nOdiEOOZlz2uNr7pwxvRGNqeYtj8GlTBaPFNkpdVXYsCHkmjUhXAhyphenhyphenwPbAf31Z1OVFFDWEJWD5AJIVETAD1Cc/s640/Diagram+Menggambar+Bentuk+Objek+Tiga+Dimensi.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;A.&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;Menggambar Bentuk&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmUYznYF1HS4tU7VuO4a00SIVlPC86D7u7E39qHms84BE2kRYfwwb9ykC0gBsYRz2sIpUj8V5RN0LjjmM_zdMVD9N7OwxGZ7aEE1pQZ42MgFdzL_iHUAp7a1uvNvknPXvK3eJ051z4-3s/s1600/Menggambar+Bentuk_1.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmUYznYF1HS4tU7VuO4a00SIVlPC86D7u7E39qHms84BE2kRYfwwb9ykC0gBsYRz2sIpUj8V5RN0LjjmM_zdMVD9N7OwxGZ7aEE1pQZ42MgFdzL_iHUAp7a1uvNvknPXvK3eJ051z4-3s/s640/Menggambar+Bentuk_1.jpg&quot; width=&quot;451&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Menggambar adalah suatu proses mengungkapkan gagasan seseorang melalui bahasa gambar, misalnya, seorang desainer ingin membuat guci, sudah barang tentu dia akan membuat rancangan dalam bentuk gambar terlebih dahulu sebelum membuat guci yang sesungguhnya. Untuk menjadi tukang gambar yang baik, tentu harus menguasai kemampuan menggambar terutama dalam hal menggambar bentuk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan menggambar bentuk adalah cara menggambar dengan mencontoh objek dan mengutamakan kesamaaan atau kemiripan rupa. Semakin mendekati kemiripan rupa, berarti gambar bentuk yang dibuat mendekati sempurna. Objek dari sebuah gambar bisa berbentuk benda-benda mati, flora, fauna, manusia ataupun alam sekitar.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;Menggambar Bentuk Tiga Dimensi&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;95%&quot;&gt;Dintinjau dari jenis benda yang akan di gambar, menggambar bentuk tiga dimensi terdiri dari 3 macam atau jenis, uraiannya adalah sebagai berikut : &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Menggambar bentuk benda kubistis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Benda kubistis adalah benda-benda yang berbentuk menyerupai bangunan kubus (balok). Misalnya, meja, kursi, lemari, bak sampah, kotak pensil, kulkas, dan lain sebagainya. &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Menggambar bentuk benda silindris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang dimaksud dengan benda silindris adalah benda-benda yang berbentuk seperti atau 
menyerupai silinder (elips). Contohnya, botol, gelas, piring, mangkok, 
teko, dan lain-lainya.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengambar bentuk benda bebas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Benda yang memiliki bentuk bebasa adalah benda-benda yang bentuknya tidak beraturan. Contohnya, buah-buahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda-benda alam lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAo8zw2ZPycOG2fJyTqIiYaTQT54vVqSt1nLz9iz8JU8nQngidMgSvcfspGcNCwjgAlbgpgRgXibsWxl8kyCqVsBZ1hqcqHb3IEjbisz1tMSDT4eyPkrPJD0jmrNQIqA5giFs1yhU015c/s1600/Menggambar+Bentuk+Bebas.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;108&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAo8zw2ZPycOG2fJyTqIiYaTQT54vVqSt1nLz9iz8JU8nQngidMgSvcfspGcNCwjgAlbgpgRgXibsWxl8kyCqVsBZ1hqcqHb3IEjbisz1tMSDT4eyPkrPJD0jmrNQIqA5giFs1yhU015c/s400/Menggambar+Bentuk+Bebas.jpg&quot; width=&quot;450&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;C.&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
Prinsip Menggambar Bentuk&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;95%&quot;&gt;Untuk bisa menggambar bentuk dengan baik dan benar, maka diperlukan pengetahuan dan penguasaan terhadap prinsip-prinsip dan langkah-langkah kerjanya. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah sebagai berikut.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Model&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Model adalah objek yang dijadikan sebagai acuan untuk menggambar. Menggunakan model maksudnya adalah menggambar bentuk terfokus pada objek yang digambar, bukan sekadar ingatan. Model gambar dapat dibuat secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;
Menggambar secara langsung, yaitu dengan menatap model yang ada hadapan mata. Menggambar secara tidak langsung, adalah menggambar model dari foto (reproduksi). Foto berasal dari majalah, koran, buku atau dari media lainnya. &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Proporsi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Proporsi yaitu benda yang tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian- bagiannya memiliki keseimbangan (sebanding). Kesebandingan, keseimbangan, atau kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian yang lain itulah yang dikatakan dengan proporsi. Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar benda yang dibuat akan kelihatan wajar tidak ada kepincangan. Jika gambar yang dibuat tidak sesuai proporsi makan akan terkesan janggal. &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Komposisi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus memperhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras. &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Keseimbangan (balance)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Keseimbangan&lt;/b&gt; adalah penggambaran objek benda yang&amp;nbsp; memberikan kesan adanya keseimbangan antar bagian-bagiannya, sehingga tidak kelihatan kerancuan atau berat sebelah pada salah satu sisinya.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Kesatuan (unity)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang di maksud dengan kesatuan adalah seuatu penggambaran objek yang terkesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kasatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terlihat terbelah atau memisah. &lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Irama (rhyrhm)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang di maksud dengan Irama di sini adalah suatu penggambaran suatu objek yang memberikan kesan pergerakan dengan alur yang teratur. Gambar yang terkesan ritmisnya akan terasa sedap di pandang mata, lain halnya dengan gambar yang acak-acakan dan tidak jelas pengaturan objeknya.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;d.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Keselarasan (armony)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keselarasan adalah suatu bentuk penggambaran objek yang memberikan kesan sesuai antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda, atau benda yang satu dengan benda yang lainnya di padukan.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Perspektif&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Benda yang letaknya lebih dekat dari pandangan mata, tampak lebih besar ukurannya dan porsinya apabila di bandingkan dengan benda-benda yang letaknya jauh dari pandangan mata. Semakin jauh suatu benda maka akan kelihatan semakin kecil bahkan sampai hilang dari pandangan mata. Misalnya jika anda berdiri pada rel kereta api coba lihat, semakin jauh pandangan maka akan kelihatan rel seperti mulai menyatu seolah-olah bisa bertemu, padahal sebenarnya rel tetap sama jaraknya. Jadi pengertian perspektif adalah penggambaran objek berdasarkan kesan pandangan mata. Persepektif yang baik akan dapat menimbulkan kesan ruang tiga dimensi dalam bentuk gambar. Apabila benda yang digambar tidak menggunakan kaidah perspektif maka akan kelihatan terkesan janggal.&amp;nbsp; &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Gelap - Terang&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Sinar yang jatuh pada suatu benda/objek (baik sinar yang jatuh secara langsung atau tidak langsung) akan menimbulkan efek terang di satu sisi dan bayangan (gelap) di sisi yang lain. &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;D.&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;Alat dan Bahan untuk Menggambar Bentuk&lt;/b&gt; &lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;95%&quot;&gt;Peran alat dan bahan sangatlah menentukan dalam menghasilkan sebuah gambar bentuk yang baik dan bagus. Alat dan bahan untuk menggambar bentuk dapat dibedakan berdasarkan penggunaan media yang akan di pakai, di antara Alat dan bahan untuk menggambar bentuk adalah sebagai berikut :&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Media Kering&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Peralatan ini di gunakan pada area gambar dengan media warna dalam keadaan kering. Cara penggunaannya adalah dengan menggoreskan langsung pada permukaan area gambar. Adapun peralatan untuk media kering adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;a.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Pensil&lt;/b&gt;, merupakan alat tulis yang sangat penting untuk membuat sketsa gambar (objek). Untuk merancang sebuah gambar bentuk dapat digunakan pensil keras (hard), seperti pensil HB. Coretan yang dihasilkan pensil HB tidak terlalu terang sehingga sangat cocok untuk merancang sketsa awal sebelum tahap penyempurnaan gambar (finishing). Tahap berikutnya adalah menggunakan pensil lunak seperti Pensil 3B, 4B, 5B dan 6B. Pensil jenis B ini mempunyai sifat yang lunak serta hasilnya lebih pekat sehingga cocok untuk teknik blok, arsir, atau dussel.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;b.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Krayon&lt;/b&gt;, memiliki sifat padat dan lunak sehingga cocok untuk membuat gambar blok dan gradasi (Kesan semburan warna)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;c.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Spidol,&lt;/b&gt; terdiri atas beragam pilihan warna. Sesuai untuk menggambar dengan teknik arsir atau blok.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;d.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Konte&lt;/b&gt;, merupakan sejenis pensil dari bahan lunak berwarna hitam pekat, sering untuk membuat gambar gradasi atau benda-benda bertekstur halus.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;e.&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Drawing pen&lt;/b&gt;, alat menggambar yang sering digunakan untuk teknik arsir dan blok.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Media Basah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Peralatan ini digunakan pada bidang gambar dengan media warna dalam keadaan basah. Bahan warnanya tersimpan dalam bentuk tube, botol, atau kaleng. Diantara peralatan Media Basah yaitu :&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;a.&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Cat air&lt;/b&gt;, dapat di gunakan untuk menggambar dengan campuran air atau tanpa menggunaan air.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;b.&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Cat Poster&lt;/b&gt; (cat plakat), memiliki kemiripan dengan cat air, tetapi lebih padat dan lebih pekat sehingga sangat cocok untuk teknik blok.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;c.&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Cat bak&lt;/b&gt;, biasa juga dinamakan tinta Cina, terbuat dari bahan cair pekat. Sangat cocok untuk menggambar teknik blok atau siluet.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;d.&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Cat minyak (acrilic)&lt;/b&gt;, untuk menggambar dengan menggunakan bidang gambar berupa kain.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;e.&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;b&gt;Ecolin&lt;/b&gt;, terbuat dari bahan cair dengan bentuk warna. Sangat cocok untuk teknik blok, arsir, atau gradasi warna.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;E.&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;Teknik Menggambar Bentuk&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;95%&quot;&gt;Setiap orang memiliki teknik yang berbeda-beda dalam menggambar bentuk. Teknik-teknik yang bisa digunakan dalam menggambar bentuk, antara lain sebagai berikut :&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Arsir&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Teknik arsir dibuat dengan cara menorehkan pensil, spidol, tinta, atau alat lain berupa garis-garis berulang yang menimbulkan kesan gelap terang, gradasi, atau kesan dimensi.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Sapuan Basah (aquarel)&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Teknik sapuan basah dapat menggunakan bahan dengan campuran air di atas kertas, kain, atau bidang lain. Bila menggunakan bidang gambar berupa kertas maka dapat menggunakan cat air, cat poster, atau tinta bak.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Dussel (gosok)&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Teknik dussel adalah teknik menggambarkan dengan cara menggosok, sehingga menimbulkan kesan gelap terang atau tebal tipis. Alat yang bisa digunakan, antara lain pensil, krayon, dan konte.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Siluet (blok)&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Teknik siluet adalah teknik menutup objek gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet (blok).&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Pointilis&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;Teknikpointilis adalah cara atau teknik menggambar atau melukis dengan menggunakan titik-titik hingga membentuk objek.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/02/menggambar-bentuk-tiga-dimensi-prinsip.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Menggambar bentuk tiga dimensi, Prinsip menggambar 3 dimensi, Gambar perspektif, Teknik menggambar bentuk tiga dimensi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4X0YaUipm9shHyyG-yzXZcSRbn77_VToFFkMtDNjZlx4QjQy7HdzEWlssQaShpaeHsJF9RoDZwjKTWy42fSP4rZAUk-j_luLn-cBr28n7jbcbDINqv6jlOxjHHFXfnJUrlFSNr6Pk_wKA-W6p5XyTAP4fe5WpbGISNVEO7mbi37-8Xvto6nBZefwpEBI/w399-h400/Mengambar%203%20dimens.png&quot; title=&quot;Menggambar bentuk tiga dimensi, Prinsip menggambar 3 dimensi, Gambar perspektif, Teknik menggambar bentuk tiga dimensi&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/7880342944274242641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/7880342944274242641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/02/menggambar-bentuk-tiga-dimensi-prinsip.html' title='Menggambar Bentuk, Tiga Dimensi, Prinsip Menggambar Bentuk, Alat dan Bahan Menggambar Bentuk, Teknik Menggambar Bentuk, Karya Seni Rupa Terapan Tiga Dimensi.'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYWaafyfHrHl2BE42YrmMmVz6-jD08JfQqcF0_oYRsI22OvihJvbVoOPNLWkkLwzcAohFQWTbw4nW5J5HC4o8IqWHlfVkY7l_0jB3tCl8RWw4mg2uqMjmD-0gWox-Lkv7m78rk2dR5-u8/s72-w400-h279-c/Mengambar+Bentuk+3+Dimensi.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-8264579818961571133</id><published>2025-08-05T11:03:00.004+07:00</published><updated>2025-08-25T22:00:04.738+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Teknik Dua Dimensi, Teknik Tiga Dimensi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Teknik-Teknik dalam Pembuatan Seni Rupa&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Dua Dimensi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;95%&quot;&gt;Dalam rangka pembuatan karya seni rupa terapan&amp;nbsp; daerah setempat yang menggunakan teknik dua dimensi di antaranya adalah sebagai berikut :&amp;nbsp; &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Kerajinan kain Batik&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;Seiring dengan perkembangan zaman, Teknik membatikpun mengalami perkembangan dengan tidak meninggalkan teknik lama yang telah diwariskan secara turun temurun.&amp;nbsp; Diantara teknik batik yang di kenal di darah Nusantara yaitu :&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Batik Cap, Teknik dua dimensi, Teknik tiga dimensi, Teknik seni rupa, Teknik dua dimensi seni rupa, Teknik tiga dimensi seni rupa&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1bQwVf2A7Zc9pPToqtlVH96tpioRd2rMP8rTCy4cOgsnMY3oM4-Oze3tyw1RGKG0dhEyx4GUqcChUzrrtglTvaEI8SNG7uQA6jSFHQ5FRzMEkBkPQrkYU0eugNCq6xxiliDfMy_M5d70/w640-h227/Batik+Cap.jpg&quot; title=&quot;Batik Cap, Teknik dua dimensi, Teknik tiga dimensi, Teknik seni rupa, Teknik dua dimensi seni rupa, Teknik tiga dimensi seni rupa&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;85%&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Batik Tulis&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;563&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5owNtz4ozNPhw3w-1Tpl5lDl2L78nuAs88BVDUqkx3yrjDzPuQgmDTXbYGhmn4ovW-GomDU5iAfFO1T20gJTkxPxdzj0D7TaR-m2fmPUeEsselt3LhIvjA2o8-vSaL5JIptuZL6X_t-k/s640/Batik+Tulis.jpg&quot; title=&quot;Batik Tulis&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Batik Tulis, adalah batik yang dibuat dengan teknik menggambar motif di atas kain dengan menggunakan canting. Yang di maksud dengan Canting adalah alat khusus untuk menggambar motif batik dengan bahan dasar kain yang berisi dengan cairan lilin untuk menutup bagian-bagian tertentu sesuai dengan pola yang diinginkan. Batik tulis ini memiliki keunggulan nilai seni jika dibandingkan dengan batik yang lain.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2).&amp;nbsp; Batik Cap, adalah batik yang dibuat dengan mengunakan teknik cap (stempel), umumnya dibuat dari tembaga dan dibubuhi dengan cairan lilin yang panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3). Batik sablon, adalah batik yang dibuat dengan menggunakan klise (hand printing). Motif batik yang sudah dibuat kemudian dibuatkan klise (master) lalu di cetak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4). Batik Printing, adalah batik yang dibuat dengan teknik printing atau menggunakan alat mesin. Teknik pembuatannya hampir mirip dengan batik sablon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5). Batik lukis, yaitu batik yang dibuat dengan cara teknik melukiskan langsung di atas kain. Alat yang digunakan dan motif yang buatpun boleh bebas sesuai dengan imajinasi pelukisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Kerajinan Wayang Kulit&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://beserupa.blogspot.com/2016/02/teknik-dua-dimensi-teknik-tiga-dimensi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teknik Pahat&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;384&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtONQH0kcQS4BqjSISefBpf4qL0lBdSRlWhJfbCoFCzXMehNIspQcYj0Cu3m-2b2J_zrLpTp_zABmB3SnupPvO361dP5bswZ_KzMxa9DrIyBTXfDmRMNwN_LmuW6RxQg-EZeye0cwfGTw/s640/Teknik+Pahat+Wayang.jpg&quot; title=&quot;Teknik Pahat&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Wayang kulit dibuat dengan teknik pahat dang sungging (digambar) dengan menggunakan bahan cat serta alat yang sederhana. Adapun desain wayang kulit ini dibuat sesuai dengan pakem yang sudah ditetapkan dari warisan nenek moyang.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Kerajinan Kain Tenun&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;div style=&quot;clear: both;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://beserupa.blogspot.com/2016/02/teknik-dua-dimensi-teknik-tiga-dimensi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Alat Tenun&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1ipVhuOJMLFswitoYfR1BHCrARm_J8eqexJXlADdHJo468Tg8hMSZVbHKU0JYrmgvhcjHhVZn0y-K_Z2d1LrQfg3eZWK2sWlrOWy7oCBRyn68YHjA9ofzpGBMk8xEs75eTi-8uobf1gk/s640/Alat+Tenun.jpg&quot; title=&quot;Alat Tenun&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Proses pembuatan kain tenun adalah dengan cara memintal benang sedikit demi sedikit dengan menggunakan peralatan tenun, hingga menjadi kain dengan beragam hiasan yang indah. Adapun alat tenun ini terbuat dari bahan kayu ataupun bambu.&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;d.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Kerajinan Sulaman atau Bordir&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Teknik Sulam&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;490&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh78QbC_JYSWyX-MyBiN-5rdEMlvaJWR-yahftAMdo2-wRo_l9BRLWSx2Nzz7dC17VKWO52Joc27p_6uK1tsFZ1zCb4g3Sdqq1UXhJNZMVwQEZHJjtCDaObIq7TlxRLk5NNKRwgWll8px8/s640/Teknik+Sulaman.jpg&quot; title=&quot;Teknik Sulam&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Sulaman atau bordir dibuat dengan cara menggunakan mesin jahit serta dengan menggunakan teknik tusuk jarum.
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Tiga Dimensi&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;Dianara karya seni rupa terapan yang daerah setempat yang menggunakan Teknik Tiga Dimensi antara lain adalah :&amp;nbsp; &lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Cetak (Cor Tuang)&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://beserupa.blogspot.com/2016/02/teknik-dua-dimensi-teknik-tiga-dimensi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teknik Cetak (Cor Tuang)&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;576&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvuWnMDpcbJPIptl01bcCRvvmtmBzE_FiKLC-L_CoEkfGyy6j9BU3NA0-ihqtXAGTbWGEtW3NrDPraio4Tbi4hzF3vrg56EZUuzRb5F3XCsPciIpsdDUojWq1eL7R2dSm7IitBLHxR2Gk/s640/Teknik+Cor+Tuang.jpg&quot; title=&quot;Teknik Cetak (Cor Tuang)&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Karya seni terapan, yang memakai Teknik Cetak (Cor Tuang) yaitu dengan cara tuang berulang (bivalve) dan tuang sekali pakai (a cire perdue). Teknik bivalve dengan memakai dua jenis cetakan yang terbuat dari batu, gips, dan semen yang bisa di gunakan berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Teknik bivalve sering digunakan untuk mencetak benda-benda sederhana yang tidak terlalu rumit dalam pembuatannya. Sedangkan teknik a cire perdue biasanya menggunakan benda dari logam (tembaga, besi) yang bentuk dan hiasannya lebih rumit.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Pahat / Ukir&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://beserupa.blogspot.com/2016/02/teknik-dua-dimensi-teknik-tiga-dimensi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teknik Pahat / Ukir&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;456&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilfniB1BVyK00t6fU_sWV-OL2Kx94K0QLc0_943Us98G1VSzF0-uFojqoPfK5UOrlNIO6S1ah1Se5McM3Tc-I_YUszuk9w0sNqkO5t_maQMRATJRPGrzV9V8gGF3tDR9rhQ1pnZr1bzfI/s640/Teknik+ukir.jpg&quot; title=&quot;Teknik Pahat / Ukir&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Teknik ini digunakan untuk memahat, menggores, menoreh, serta membentuk pola permukaan benda. Adapun bahan-bahan yang bisa di ukir atau dipahat, seperti kayu, batu, atau bahan lain yang sejenis. Alat yang dipakai untuk mengukir adalah tatah (pahat ukir) yang terbuat dari besi atau baja. Hasil karya seni dari pahat ukir, diantaranya adalah terdapat pada alat-alat kebutuhan rumah tangga, misalnya kursi, meja, lemari, dan hiasan dinding.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;b&gt;Teknik Tempa&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td style=&quot;text-align: justify;&quot; width=&quot;90%&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Teknik Tempa&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;435&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEio0KEPpVcccwuLT5XgAtnEFp2hJ5VNTt2LNVQJy32F2CkNGxseXhRHwnYqWIKGY02AzqePBv72A4aGv9qUuhEeIzGtxTe-qvlx_HKMmbpGoOP0ty8F1E2waPOHn9J4-09ko2at7rqUgUY/s640/Teknik+Tempa.jpg&quot; title=&quot;Teknik Tempa&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Teknik tempa biasanya dipakai untuk membuat benda-benda dari logam (besi, baja, dan kuningan). Logam sebelumnya dipanaskan pada api yang khusus, baru kemudian ditempa (dibentuk) sesuai dengan keinginan. Adapun benda-benda tradisional hasil dari teknik tempa ini adalah seperti jenis-jenis senjata yaitu keris, pedang serta barang-barang perhiasan lainnya.


&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Teknik Anyaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Teknik Anyaman&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;524&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD2OG3QSL5gsFgtKxLAlneeFmH3vhIYA2Tco7snsiJxm0gsENLuE-yoQVL867c7AU_knJpJQ4ceItJ_UrM8NoVCdOuez1XSJIbXpANq3nf8VmIZ-RlujLIDe1K2OUgElFUB5GqA8WQhVw/s640/Teknik+Anyaman.jpg&quot; title=&quot;Teknik Anyaman&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
Hasil dari Karya seni rupa terapan yang menggunakan teknik anyaman, antara lain tikar, topi, tas, kipas, dan barang-barang hiasan lainnya. Bahan yang dipakai untuk membuat anyaman terdiri dari bahan alami seperti rotan, bambu, serat kayu, dan eceng gondok.
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;b&gt;Ringkasan dari Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi mapun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan dan diwujudkan dalam bentuk seni rupa.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Seni rupa ditinjau dari segi fungsi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Karya seni rupa terapan berdasarkan wujud fisiknya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) dan karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimarta).&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Seni rupa terapan daerah setempat dengan segenap keunikan gagasannya patut mendapatkan apresiasi, baik secara aktif maupun pasif.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Teknik pembuatan karya seni dua dimensi menggunakan teknik-teknik batik, pahat dan sungging, pintal, dan tusuk jarum. Teknik karya seni tiga dimensi menggunakan teknik cetak, pahat atau ukir, tempa, dan anyaman.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/02/teknik-dua-dimensi-teknik-tiga-dimensi.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teknik dua dimensi, Teknik tiga dimensi, Teknik seni rupa, Teknik dua dimensi seni rupa, Teknik tiga dimensi seni rupa&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz9FJKXZ1dO7D2rQNVZiI7FO3XrNOZ8pfs205bJVIpvN1yKQUYA8h0778SZasVxH8tm7C6OGoJaxHNcLQR7gULcoAh006fyf6UjQoNzGEkt3ga1kcgfw6On6MiWU0ItyH-NHHbqQ37lGcjXTn_xDt8Q48T-IWfXNJfLMOfqVxV0vVeSTFnjLTpU1mBO84/w399-h400/Teknik%20dua%20dimensi.png&quot; title=&quot;Teknik dua dimensi, Teknik tiga dimensi, Teknik seni rupa, Teknik dua dimensi seni rupa, Teknik tiga dimensi seni rupa&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/8264579818961571133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/8264579818961571133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/02/teknik-dua-dimensi-teknik-tiga-dimensi.html' title='Teknik Dua Dimensi, Teknik Tiga Dimensi'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1bQwVf2A7Zc9pPToqtlVH96tpioRd2rMP8rTCy4cOgsnMY3oM4-Oze3tyw1RGKG0dhEyx4GUqcChUzrrtglTvaEI8SNG7uQA6jSFHQ5FRzMEkBkPQrkYU0eugNCq6xxiliDfMy_M5d70/s72-w640-h227-c/Batik+Cap.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-6724535660643552198</id><published>2025-08-05T10:58:00.003+07:00</published><updated>2025-08-25T22:00:18.227+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Apresiasi Keunikan Seni, Apresiasi Aktif, Apresiasi Pasif, Teknik Pembuatan Karya Seni, Karya seni Dua Dimensi, Karya Seni Tiga Dimensi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Apresiasi Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Apresiasi Keunikan Seni&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLNuq7YGo1CP15BwbSvn63rv5YOh9_-wkbdjUERHmmwGNGgK8A6wl2LE1khm1KsNWqXAsNCizv5IPwRpNueHqrYu7U4fXv8ICtlEfcnzOH_nnDZg5In6iKZUrilIVtYXbXC-_km7dtGUs/w232-h320/Apresiasi+Terhadap+Karya+Seni.jpeg&quot; title=&quot;Apresiasi Keunikan Seni&quot; width=&quot;232&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apresiasi Keunikan Seni&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam rangka meningkatkan Apresiasi masyarakat terhadap karya seni, maka perlu diadakan peningkatan pemahaman mereka melalui berbagai kegiatan dan pendidikan seni. Kata Apresiasi dalam bahasa Inggris adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Appreciate&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang berarti menghargai atau menilai. Apresiasi sangat penting peranannya bagi siswa sebagai sarana untuk memacu semangat mereka dalam menumbuhkan kepekaan esteris, kreativitas, belajar menghargai karya seni, menghargai karya orang lain, serta melatih mereka untuk membangun rasa kecintaan dan keaktifan dalam berbagai macam kegiatan seni.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apresiasi ini timbul setelah melihat serta mengamati berbagai bentuk karya seni yang diciptakan, diantaranya termasuk karya seni rupa terapan daerah setempat. Dalam kegiatan Apresiasi bisa berupa &lt;b&gt;apresiasi aktif &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;apresiasi pasif&lt;/b&gt;.&amp;nbsp; Seorang seniman yang selalu aktif menciptakan suatu karya maka disebut sebagai &lt;b&gt;apresiasi Aktif&lt;/b&gt;, sedangkan masyarakat yang bertidak sebagai pengagum atau pecinta seni ataupun sebagai &lt;b&gt;pengamat karya seni&lt;/b&gt;, maka mereka di golongkan kepada apresiasi pasif.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/02/apresiasi-keunikan-seni-apresiasi-aktif.html&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Apresiasi seni, Apresiasi aktif, Apresiasi pasif, Apresiasi unik karya seni daerah, Pengertian apresiasi aktif dalam seni rupa, Perbedaan apresiasi aktif dan pasif seni&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimAN91fC68y7jYEz39k774rRqT_RMJbQWF_ydG6PKUHNtUMfqCuEnL7dvugX1lrgAfTaDvXtV5_KV-BptOqYL06K8X7_WlLtNqJ6GzQr6zDZXsC-mc_V3MLLc1Nq-t40yrdUh630QzVn57n5NdarZDLkFt-Eycn2dBcPRzQAnKQhvPRK7ezeIrrv2pepU/w399-h400/Apresiasi%20Seni.png&quot; title=&quot;Apresiasi seni, Apresiasi aktif, Apresiasi pasif, Apresiasi unik karya seni daerah, Pengertian apresiasi aktif dalam seni rupa, Perbedaan apresiasi aktif dan pasif seni&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni rupa&lt;/b&gt; terapan daerah setempat dengan segenap keunikan gagasan yang ada di dalamnya, perlulah kiranya mendapat apresiasi, baik secara aktif maupun secara pasif. Gagasan tersebut merupakan awal dari suatu proses penciptaan karya seni, termasuk juga di dalamnya karya seni terapan daerah setempat yang di ciptakan berdasarkan nilai guna atau fungsi dengan tidak mengesampingkan nilai - nilai seni di dalamnya. Maka dari itu dari setiap masing-masing daerah mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri di dalam teknik ataupun bahan yang digunakan untuk menghasilkan sebuah karya seni yang unik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun teknik yang di pakai dalam pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat umumnya masih secara tradisional yang dibuat dengan menggunakan keterampilan dan kepiawaian tangan. Misalnya saja dalam proses pembuatan sebuah keramik, seorang pengrajin keramik cukup menggunakan teknik putar dengan menggunakan alat yang terbuat dari kayu. Pengrajin &lt;b&gt;karya seni ukir kayu&lt;/b&gt; cukup menggunakan pahat sebagai alat untuk mengukir kayu. Teknik pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat ini terdiri atas karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Lihat yang Anda Cari disini.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiOPyNfM_WCRsNXCrVGoXnRowD1HLychWJyKpXhs3oUD8zkArdk76Lz4t8w8Qhbraq2nRE4qSolrOXx5wkM_CUdmnbvmydRwQ3DnRVWfQKtD146sbe2-1YqVIn0ehlbLwW3WZ4IGXTKOY/s1600/Komputergrafis.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;267&quot; data-original-width=&quot;915&quot; height=&quot;93&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiOPyNfM_WCRsNXCrVGoXnRowD1HLychWJyKpXhs3oUD8zkArdk76Lz4t8w8Qhbraq2nRE4qSolrOXx5wkM_CUdmnbvmydRwQ3DnRVWfQKtD146sbe2-1YqVIn0ehlbLwW3WZ4IGXTKOY/s320/Komputergrafis.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6724535660643552198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6724535660643552198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/02/apresiasi-keunikan-seni-apresiasi-aktif.html' title='Apresiasi Keunikan Seni, Apresiasi Aktif, Apresiasi Pasif, Teknik Pembuatan Karya Seni, Karya seni Dua Dimensi, Karya Seni Tiga Dimensi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLNuq7YGo1CP15BwbSvn63rv5YOh9_-wkbdjUERHmmwGNGgK8A6wl2LE1khm1KsNWqXAsNCizv5IPwRpNueHqrYu7U4fXv8ICtlEfcnzOH_nnDZg5In6iKZUrilIVtYXbXC-_km7dtGUs/s72-w232-h320-c/Apresiasi+Terhadap+Karya+Seni.jpeg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.921327</georss:point><georss:box>-33.924337724136947 78.765077 32.34578772413694 149.07757700000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-6647440912042978898</id><published>2025-08-05T10:55:00.001+07:00</published><updated>2025-08-25T22:00:28.590+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Kerajinan Terapan,Kerajinan Ukir, Kerajinan Anyaman, Kerajinan Topeng,Kerajinan Tenun,Kerajinan Wayang,Kerajinan Keramik</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelumnya sudah di perkenalkan tentang Kerajinan Batik. Selain itu yang termasuk dalam Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat yaitu &lt;b&gt;Kerajinan Ukir&lt;/b&gt;,&amp;nbsp; &lt;b&gt;Kerajinan Anyaman&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Kerajinan Topeng&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Kerajinan Tenun&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Kerajinan Wayang&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Kerajinan Keramik&lt;/b&gt;. Sekarang simak penjelasannya satu-persatu.&lt;/div&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;420&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/7osKoEs9Ojs&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; style=&quot;width: 100%px;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td width=&quot;5%&quot;&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td width=&quot;95%&quot;&gt;&lt;b&gt;Kerajinan Ukir&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbagai macam jenis Kerajinan Ukir yang ada di Nusantara ini, diantaranya adalah berupa seni ukir kayu dan seni ukir logam, yang mana daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu seperti Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, Madura dan Sumatera. Umum di setiap wilayah Indonesia memiliki karya seni ukir yang memiliki corak dan jenis ukiran yang berbeda-beda untuk menunjukan ciri khas daerahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/02/kerajinan-terapankerajinan.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kerajinan terapan, Kerajinan ukir, Kerajinan anyaman, Kerajinan topeng, Kerajinan tenun, Kerajinan wayang, Kerajinan keramik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMgMt5YB6UvpgybzdUK-PDELXxrdD6KkMKltKjXf9cS8MYMe-I7SF81GJwTAmUZspuBYsMlGzHI8vXqmmoYVZ2a89EJeZAHCxr9sLCtBg62weWWpZ2ggct7PBe_mZtjs_xjgJ3WncxGpro9qH9MJqDBA0xJHgmxNebIxpt4dsEp_0uJ9OBUMXU-jQrJGg/w399-h400/Kerajinan%20terapan.png&quot; title=&quot;Kerajinan terapan, Kerajinan ukir, Kerajinan anyaman, Kerajinan topeng, Kerajinan tenun, Kerajinan wayang, Kerajinan keramik&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di samping kerajinan ukir kayu, kerajinan ukir logam banyak di jumpai di wilayah nusantara ini, Yang mana kerajinan ukir logam terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan. Adapun proses pembuatan kerajinan logam adalah dengan menggunakan teknik cetak atau cor, tempat, toreh dan penyepuhan, diantara wilayah yang menjadi penghasil kerajinan logam di Nusantara yaitu Jawa Tengah dan Yogyakarta dan juga wilayah-wilayah lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kerajinan Ukir&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;488&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHmHxGRaTR9NsALkGJv-Qoou47WyRH5MUQ1X6yEQ_9N3ZX6fJWL_adbZKx34z29oHtE4AjA0eaGEWSBhlBfZXqfeCG_a6s801g4VrkCdBJbfBgv4ThVHWAkTVlSKfqt1YYqXIAOuWnF6U/s640/Kerajinan+Ukir.jpg&quot; title=&quot;Kerajinan Ukir&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Kerajinan Ukir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kerajinan Anyaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam kehidupan sehari-hari anyaman banyak kita jumpai, baik berupa benda pakai ataupun sebagai benda hiasan. Anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintetis. Adapun bahan-bahan yang alami yang biasa digunakan untuk anyaman antara lain bambu, rotan, daun mendong, dan janur. Untuk bahan-bahan sintetis yang digunakan, yaitu plastik, pita, dan kertas. Diantara daerah penghasil kerajinan anyaman yaitu Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, Padang, dan Tangerang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kerajinan Anyaman&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4pSCV3-uYHF0DtSf9wjaOM6_4xji6LJcd8Xbef5PGSFs6ysCV9uYe_Bh3Z3G8aiQV2BjlLCasIOPgZf7P-baMESwlqoNjzcu8LpA0mxTMM8iY7IijbXkLx1u26DpCW71OrJ8MRuNG_Yk/s640/Kerajinan+Anyaman.jpg&quot; title=&quot;Kerajinan Anyaman&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kerajinan Topeng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Topeng adalah merupakan hasil dari karya seni kerajinan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan perlengkapan tarian dan hiasan. Kerajinan topeng ini umumnya terbuat dari bahan kayu. Adapun daerah penghasil kerajinan topeng adalah Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung yang mana dari setiap daerah tersebut memiliki ciri khas topeng yang bermacam-macam. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kerajinan Topeng&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;140&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYEhKKAmr17P_5Q92QFfSkR9j_WsjMEt13LQFY8X9PXLSawn6VWGkOkiHDpVixvIqfM-de9uF4oAViuZC6kcbHL5P8CYPFSF7cUt5juVlHf9SDuN7x9fZ9hwS7TF3rxpyVcThAGtchoBg/s640/Kerajinan+Topeng.jpg&quot; title=&quot;Kerajinan Topeng&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kerajinan Tenun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Diantara kerajinan Tradisional adalah Tenun yang dibuat dengan teknik dan alat khusus. Kerajinan tenun banyak terdapat di Kalimantan, Minangkabau, Sumatera Utara, NTT, NTB, Lampung, Flores, Sulawesi dan Palembang. Motif yang dibuatpun berlainan di setiap daerah. Berbagai macam motif tenun dari Palembang, diantaranya mawar Jepang, Cantik manis, bintang berantai, nago besaung, dan bunga cino.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis tenun ada dua macam yaitu tenun ikat dan tenun songket. Keduanya dalam proses, bahan dan teknik pembuatannya berbeda. Pada songket terdapat tambahan benang emas yang di letakan dengan teknik tusuk&amp;nbsp; dan cukit.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kerajinan Tenun&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;142&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5mN8N0CDrZhaxULfW9fZrK3fquvl62PLsjVv0VLx-uAa7DFdxhaJ7R2e1uZ7GfNRIacysVmQTSUOF0IIgxBuiT_tZC95tH6NvnPC7LGQskt39eOwgacgC4xKdHKZOgDwCND8X12XlAOU/s640/Kerajinan+Tenun.jpg&quot; title=&quot;Kerajinan Tenun&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kerajinan Wayang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wayang merupakan budaya asli Nusantara, yaitu ceritanya berawal dari budaya Hindu India. Adapun wayang dibuat untuk seni pertunjukan sekaligus sebagai hiasan. Wayang mempunyai dua jenis yaitu wayang kulit dan wayang golek. Yang mana perbedaan terletak dari jenis bahan pembuatannya. Wayang kulit terbuat dari kulit dan wayang golek terbuat dari kayu. Daerah yang menghasilkan kerajinan wayang yaitu Bali, Yogyakarta dan Surakarta.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kerajinan Wayang&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;206&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWAsqH9B9fO7QKZFb1QCnyYmKSRW0aqeZhkLNfj148EPBRUU4cBOsY3mrnj3JXXg-uVgd1zJfBrdd8Wo7G-GebPJN2Zy0HAAiVR3iRR-vhgGHWQOrBsG2IvLQrL0KCAGQOM3mQn-YzvZM/s640/Kerajinan+Wayang.jpg&quot; title=&quot;Kerajinan Wayang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;

&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kerajinan Keramik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keramik adalah hasil karya seni kerajinan yang pembuatan berasal dari bahan dasar tanah liat. Hasil kerajinan keramik ini bermacam-macam. Di samping untuk keperluan sehari-hari seperti Mug, Mangkok, Piring, vas bunga, guci, cangkir dan lain-lainnya juga di jadikan sebagai hiasan. Daerah di Nusantara ini yang menghasil kerajinan keramik diantaranya Kasongan (Yokyakarta), Sompok dan Mayong (Jepara).&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kerajinan Keramik&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2cjxCUBjI9iq0vRoQVyDi0Cuegu5pimlPrqQnG_SgkF-KPGFn2aSWX0ardzXl2VGm6_Wh4HCrlbTW_86YvuSIllGiOsl62a6g5UUrgCsrupUBMaCkrraLvkre-WAhtBxtTIFHyfpKmbY/s640/Kerajinan+Keramik.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian telah diuraikan tentang Kerajinan Terapan,Kerajinan Ukir,Kerajinan Anyaman,Kerajinan Topeng,Kerajinan Tenun,Kerajinan Wayang,Kerajinan Keramik semoga adik-adik bisa memahami dan membuat kesimpulan seni diri maksud dan pengertian &lt;b&gt;Karya Seni Terapan&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6647440912042978898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6647440912042978898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/02/kerajinan-terapankerajinan.html' title='Kerajinan Terapan,Kerajinan Ukir, Kerajinan Anyaman, Kerajinan Topeng,Kerajinan Tenun,Kerajinan Wayang,Kerajinan Keramik'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/7osKoEs9Ojs/default.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-2503954117280633278</id><published>2025-08-05T10:50:00.002+07:00</published><updated>2025-08-25T22:00:59.071+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Mengenal Dan Memahami Seni Rupa</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Mengenal Dan Memahami Seni Rupa&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&quot; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pengertian Seni dan Seni Rupa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
Barang-barang atau Benda-Benda Dari Kebutuhan Hidup Manusia tidak bisa terlepas Dari Yang Namanya &lt;b&gt;rupa seni&lt;/b&gt; . Coba Anda perhatikan Benda-Benda Yang ADA di sekeliling, Mulai dari pakaian, perabotan rumah tangga, alat transportasi, Benda-benda hiasan, alat-alat rumah tangga, serta Yang JENIS Yang Beragam tersebut tergolong hati Hasil temuan karya seni rupa. Semua Benda tersebut Dibuat untuk review Keperluan Manusia Yang berdasarkan Perbedaan kegunaannya masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2016/02/pengertian-seni-dan-seni-rupa.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Seni, Seni rupa, Pengertian seni, Pengertian seni rupa&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1183&quot; data-original-width=&quot;1181&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMJ3JiXJQ3NO3jyNtjdMsWHFvk3DRpgp2VCld_99U9Jq4JYaq-RyKBC6-aPTeDtY0T7vn9P6zYmSGPinPSQ6aGvCHewyBs97Yv-VEwaSvUtZQwhp8oTfKAG6gwT0i-182TxoVIHhs2KhPxT2D6oNIz-4KrjlcRk-GvHvYGw6rDnM9fCO63mE-qd6XBo1s/w399-h400/Seni%20Rupa%20Murni.png&quot; title=&quot;Seni, Seni rupa, Pengertian seni, Pengertian seni rupa&quot; width=&quot;399&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Apa art and seni rupa ITU?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Serta Bagaimana fungsi Dan Bentuk rupa seni? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Apa Saja Yang termasuk Beroperasi karya seni rupa terapan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Apa Saja Benda &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;seni rupa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; terapan Yang merupakan hasil temuan temuan temuan temuan temuan temuan Dari masing-masing daerah ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bagaimana pula DENGAN teknik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;karya seni rupa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; terapan daerah setempat? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;PADA Bagian Penyanyi, Andari dapat mempelajari Dan memahaminya .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Manusia TIDAK bisa lepas Dari seni, KARENA &lt;/span&gt;seni&lt;/span&gt; Adalah Bagian Dari hidupnya Kebudayaan Yang mengandung Nilai-Nilai Keindahan. &lt;span&gt;SETIAP Sedangkan insan Manusia menyukai Yang Namanya Keindahan.&lt;/span&gt; Mencari Google Artikel adanya &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;seni&lt;/span&gt; orangutan dapat memperoleh kenikmatan Beroperasi batiniah. Siapapun TIDAK ADA Yang dapat memastikan Kapan mulainya &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Seni&lt;/span&gt; dikenal Manusia. &lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Mencari Google Artikel banyaknya di temukan bekas peninggalan Manusia Dari masa Silam menunjukkan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;seni&lt;/span&gt; Tumbuh Dan Berkembang seiring DENGAN Perkembangan Pola Pikir Manusia. &lt;span&gt;Pengertian &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;span&gt;Seni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;Menurut Ensiklopedia Indonesia Adalah Sesuatu Ciptaan Manusia Baik nada Suara ATAU Benda Yang bisa Dilihat DENGAN panca indra, sehingga membuahkan Suatu Keindahan Bentuk Sampai-sampai orangutan Yang Melihat hal Dan mendengarnya merasa Senang (PUAS).&lt;/span&gt; kadang-kadang TIDAK SEMUA Keindahan (estetika) ITU mempunyai Nilai seni (artistik), KARENA PADA kenyataannya TIDAK SEMUA Yang Indah tersebut bernilai seni. Banyak Keindahan-Keindahan Yang TIDAK tergolong hati karya &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;seni&lt;/span&gt; . Keindahan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;seni&lt;/span&gt; Adalah merupakan Keindahan Yang dihasilkan Dari Pikiran ATAU Manusia sehinggan dapat Dilihat DENGAN mata maupun Yang bisa di dengar Oleh Telinga. &lt;span&gt;Keindahan di Luar Ciptaan Manusia TIDAK termasuk Keindahan Yang bernilai seni, contohnya Keindahan Pantai di Bali, Keindahan Pantai Ancol, Keindahan Danau Maninjau di Sumatera Barat, Keindahan Gunung Bromo, Serta Keindahan Dan kencantikan Seekor burung merak, Keindahan Penyanyi Adalah murni Ciptaan Tuhan Semesta Alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Jadi, seni merupakan Ciptaan karya Manusia Yang mempunyai Nilai-Nilai Keindahan. Adapun macam-macam JENIS &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;seni&lt;/span&gt; , diantaranya seni tari, seni musik, panggung seni, seni teater, dan Seni rupa. &lt;span&gt;Seni rupa Adalah Hasil Karya Ciptaan Manusia, baik Berupa Bentuk doa dimensi maupun hati Bentuk Tiga Dimensi Yang mengandung ATAU memiliki Nilai Keindahan Yang hati diwujudkan Bentuk rupa (bisa Dilihat). &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;Seni rupa ditinjau Dari Segi fungsinya dibagi Menjadi doa kelompokan sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;Seni rupa murni (fine art), Yaitu hasil temuan temuan temuan temuan temuan temuan karya seni Yang Hanya dapat dinikmati Nilai keindahannya Saja. &lt;/span&gt;Karya seni Penyanyi tujuannya hanya untuk memenuhi Kebutuhan batiniah Saja. Seni rupa murni Banyak ditemukan PADA Cabang &lt;/span&gt;Seni Grafis , lukis seni, pahat seni dan Seni Patung.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span&gt;Seni rupa terapan (seni terapan), Adalah seni rupa Yang memiliki Nilai-Nilai kegunaan ATAU dapat dimanfaatkan (Fungsional) Sekaligus memiliki Nilai seni.&lt;/span&gt; Adapun karya seni Penyanyi tujuannya Adalah untuk review memenuhi Kebutuhan Yang instan ATAU ulasan untuk review memenuhi Kebutuhan Sehari-hari Beroperasi materi, seperti, furnitur perabotan, meja Negara Negara Negara Negara Negara Negara, Tekstil, kursi, keramik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan can be dikelompokan Menjadi dua, Yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Karya seni rupa terapan doa dimensi (dwimatra), Yaitu hasil temuan temuan temuan temuan temuan karya seni rupa Yang mempunyai ukuran Panjang Dan lebarnya Hanya can Dilihat Dari Satu Arakh,. &lt;span&gt;Penyanyi ini mengundang, tenun, Seperti Partisipasi Penyanyi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;check_content_msg pagiarized_msg&quot;&gt;&lt;span&gt;batik, wayang kulit,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Dan batik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Karya seni rupa terapan Tiga dimensi (trimatra) maksudnya Adalah karya seni rupa Yang can Dilihat Dari Arakh manapun Serta memiliki volume (Ruang). Seperti Partisipasi Penyanyi Penyanyi ini mengundang, rumah Tempat Tinggal keluarga, rumah adat, Senjata tradisional seperti Tombak, Parang, Rencong, Pedang, Patung Dan Sebagainya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/2503954117280633278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/2503954117280633278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/02/pengertian-seni-dan-seni-rupa.html' title='Mengenal Dan Memahami Seni Rupa'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMJ3JiXJQ3NO3jyNtjdMsWHFvk3DRpgp2VCld_99U9Jq4JYaq-RyKBC6-aPTeDtY0T7vn9P6zYmSGPinPSQ6aGvCHewyBs97Yv-VEwaSvUtZQwhp8oTfKAG6gwT0i-182TxoVIHhs2KhPxT2D6oNIz-4KrjlcRk-GvHvYGw6rDnM9fCO63mE-qd6XBo1s/s72-w399-h400-c/Seni%20Rupa%20Murni.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.921327</georss:point><georss:box>-53.683339256840981 43.608826999999991 52.104789256840988 -175.76617299999998</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-6526062255674575071</id><published>2022-10-25T09:06:00.003+07:00</published><updated>2025-08-25T22:01:09.895+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Musik"/><title type='text'>Seni Musik, Membaca dan menulis Not Angka, Not Balok</title><content type='html'>&lt;h1 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Membaca dan menulis Not Angka, Not Balok&lt;/h1&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lanjutan artikel Membaca dan menulis Not Angka, Not Balok&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Garis lengkung&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti diuraikan sebelumnya, kadangkala beberapa not disatukan untuk berbagai keperluan. Ada kalanya beberapa not disatukan karena memiliki nilai yang sama. Ada pula yang disatukan karena hanya mewakili satu suku kata lagu tertentu. Namun, ada pula yang disatukan untuk memperpanjang nada tertentu. Penyatuan not itu dilakukan dengan menambahkan garis lengkung terhadap not-not yang disatukan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada tiga macam garis lengkung, yaitu sebagai berikut,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a) Garis lengkung melismatis, yaitu garis lengkung yang menyatukan not-not karena beberapa not tersebut hanya memiliki satu suku kata dalam teks lagu. Garis lengkung ini hanya dipakai dalam notasi musik yang memakai teks lagu.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;84&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;84&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_hY_B1WcyJ-LlOIIHVqJEmWjqPfhH5cjLqbRFpbO9OYfyYLSGb1PfSmt7N92-7y_vK86Xd2GHXVhtBZ8qWRwj8CWRYRUUaTHGjz8BOBnyde3SAZYhB9rBSDZlrskV9uaaspQmFOG4k-4/w400-h84/Garis+Lengkung.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b) Garis lengkung legato. Istilah legato berasal dari kata legare yang berarti mengikat. Maksudnya adalah garis lengkung ini berfungsi untuk mengikat dua atau lebih not yang berbeda-beda dalam penyajian yang sambung-menyambung. Jika dinyanyikan secara vokal maka not-not dalam garis lengkung legato ini harus disajikan dalam satu embusan napas. Garis lengkung legato ditarik dari not pertama sampai not terakhir dari not-not yang diikat dalam satu kesatuan.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;70&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;70&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7up7TwUOkgyq1GcQ0e1KG5ahZbZH2YPTn3xKW8QeCdg5jwUpCH2fFD8AwExz8mHDpzaJMk2mEBYck1yj0DRSRI3J4lzsJo4EBsL7K1o0-8VxoBRO-Uv5qgbVi2Odg7GNGYNklDBKsqZo/w400-h70/Garis+Lengkung+Legato.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;c) Garis lengkung legatura. Garis lengkung legatura dipakai oleh sebuah not dan not berikutnya yang merupakan not perpanjangannya. Jadi, yang dihubungkan dengan garis lengkung legatura hanyalah not-not yang sama tinggi, terutama not-not perpanjangan yang melewati garis birama karena tiap awal birama harus dimulai dengan not tidak boleh dengan titik perpanjangan not sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;66&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;65&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiauou4qDEwwED-uJhg2dpq0IINVoirmqAHu9RsSvkQjNvjUKM_XCbeBsor99AYOua0M2NpF_dYFvDgESTdVSWCRkRacfktHEm90imtGauD39MQPIy9QPb8VGsEWm0XdEJlkpmFV-2gzVA/w400-h65/Garis+Lengkung+Legatura.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanda diam&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam notasi musik, tanda diam dimaksudkan sebagai tanda tidak terjadinya nyanyian. Pada saat tersebut, penyanyi disarankan untuk mengambil napas sebagai persediaan menyanyi untuk nada-nada selanjutnya. Pada notasi angka, tanda diam berupa angka 0 (nol). Jika dalam sebuah baris lagu terdapat empat tanda 0 berturut-turut, itu berarti harus diam selama empat ketuk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada notasi balok, tanda diam disimbolkan secara berbeda-beda sesuai panjang pendeknya yang sebanding dengan not.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;525&quot; data-original-width=&quot;1663&quot; height=&quot;126&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5PetV_qWO6yyCrgd9firEedIMqZYvPZ83FSqLxGz32QRqDjirsxhchggrCjVu8mNN877pJcaMiBeowrpDFacJOKC_ObxvH8FKnTxYVUs5vL0zqhSTPeXY_krLr53fYKwjW9b5dwLfg_I/w400-h126/Panjang+Pendek+Not.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Not-not balok juga diberi nama dengan huruf abjad A sampai G. Di atas not G dan di bawah not A, tujuh nama pokok tersebut diulang. Sebenarnya, not balok tidak menunjukkan tinggi rendahnya nada. Bentuk not balok hanya menunjukkan harga yang berhubungan dengan durasi nada (ketukan), sedangkan yang menunjukkan tinggi rendahnya nada adalah paranada. Dengan demikian, letak not-not balok pada paranada akan menentukan nama not-not tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adapun untuk menaikkan, menurunkan, atau mengembalikan nada setinggi /2 nada digunakan tanda kromatis. Ada tiga tanda kromatis yang kita kenal, yaitu tanda kres (#) yang berfungsi untuk menaikan V1 nada. Lalu, untuk menurunkan nada setinggi V2 nada digunakan tanda mol (b). Sementara untuk mengembalikan nada ke tinggi semula digunakan tanda pugar (N). Di samping untuk menaikkan dan menurunkan nada, tanda kres dan mol juga dimanfaatkan untuk menuliskan tanda mula yang menentukan nada dasar sebuah notasi komposisi lagu. Untuk masalah ini, akan dibahas tersendiri dalam uraian selanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tinggi rendahnya nada dalam musik dapat menimbulkan suasana yang berbeda. Penggunaan nada-nada rendah akan menimbulkan suasana haru, sedangkan penggunaan nada-nada tinggi akan menimbulkan suasana gembira dan lincah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanda Ulang&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam sajian lagu, kita sering mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan secara berulang. Kadang diulang secara keseluruhan, kadang yang diulang hanya sebagian. Kadang diulang dari awal, kadang yang diulang hanya bagian tertentu saja. Yang paling sering kita dengar adalah pengulangan lagu hanya bagian refreinnya saja. Dalam notasinya, tentu tidak seluruh lagu beserta pengulangannya ditulis. Akan banyak menghabiskan halaman kertas jika demikian. Oleh karena itu, untuk mengetahui pengulangan bagian-bagian lagu, mengenal cara-cara pengulangan lagu dengan pemakaian tanda ulang sangat diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanda ulang ada bermacam-macam tergantung bagian mana yang akan diulang dalam sebuah notasi lagu. Berikut ini disajikan macam-macam tanda ulang, yaitu berupa garis penutup yang bertitik dua (:). Dua titik tersebut diletakkan di sebelah kanan garis birama awal pengulangan dan di kiri dua garis penutup.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;80&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;80&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3S9j_XVxH7d7qmTqIzDwt9SOB7IDWWlekiNLqm4aWqUvIFFNkG6Gk7Qg8552AyvUzrPLeLQERFvNLiNI2zI31vs0fDjB6dvBmE2-cqz7YdS1njayZtMy23ShBw4I_qZUutdzDHnxnITQ/w400-h80/Tanda+Ulang.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika terdapat tanda ulang seperti itu, berarti seluruh penulisan lagu dalam apitan tanda titik dua (:) itu harus diulang dua kali, menjadi A-B-C-D-A-B-C-D.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;77&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;78&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDUg0I1HT6W6vhIIgzPNB7WmWV0EtdRKbR_4YOlNBXdyy7IfUjOzjlepU8DCc5FQ5kLEJM9GsvHY3CDPfg8nJ5OsAAvjKp_KsZp3BKHAxls44G-SmBMosD7jVOqUJTshW9D4-hATZ-qo4/w400-h78/Tanda+Ulang+2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika terdapat tanda ulang seperti di atas, dinyanyikan A-B-C-D-C - D. Terdapat beberapa pengulangan yang muncul pada penulisan lagu, yaitu sebagai berikut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;a) Pengulangan yang berbeda di bagian akhir. Cara ini dilakukan bila bagian yang diulang tidak tepat sama dengan ulangannya.Perhatikan contoh.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;216&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;215&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdSQy5DYbPgYjW6HpfC6K9tsWgJ4gdpMFWITMwl5nCH_P4vx4MMLWnSBverUpK28vlu7OzGUzTQG7ZHKT0giny3tHfsbzSwgRRjdUUK1nYpKsAVGBKWWyTJMDj1bATR3GxpFaWfR4Z-vo/w400-h215/Pengulangan_1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penulisan lagu di atas harus dinyanyikan dengan urutan sebagai berikut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;A-B-C-D-E-F-G-A-B-C-D-E-F-H.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada pengulangannya ruas G tidak dinyanyikan lagi. Dari ruas F langsung melompat ke ruas H. Ruas G yang diberi tanda angka 1 disebut sebagai prima volta (bait pertama) dan ruas H yang diberi tanda angka 2 disebut secunda volta (bait kedua). Jadi, maksud untuk bait pertama lagu tersebut adalah dari A sampai G dan untuk bait kedua dari A sampai F lalu melompat ke H.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;b) Pengulangan dengan bantuan istilah. Ada dua istilah untuk pengulangan lagu. Keduanya dalam bahasa Italia, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;D.C. al Fine (Da Capo al Fine): diulang dari awal dan berakhir pada tanda Fine.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;D.S. al Fine (Da Segno al Fine): diulang dari tanda Segno.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;214&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRkxDbqW-DJWKeT2-FmC6eTIy_mxuYhiJA3CuG-enp62w_GyHu0ttySV-yhdRQIPUdmusHPC31zRvIedmeZVIt5lrO8hEcya_5U5IbR4BmdVPK10Rd3ld9uGvBrURFK_FyxtiZrKg67d4/w400-h214/Tanda+Ulang+Segno_1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Contoh di atas harus dinyanyikan A-B-.C-D-E-F-A-B.&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6526062255674575071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6526062255674575071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/05/lanjutan-artikel-membaca-dan-menulis.html' title='Seni Musik, Membaca dan menulis Not Angka, Not Balok'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_hY_B1WcyJ-LlOIIHVqJEmWjqPfhH5cjLqbRFpbO9OYfyYLSGb1PfSmt7N92-7y_vK86Xd2GHXVhtBZ8qWRwj8CWRYRUUaTHGjz8BOBnyde3SAZYhB9rBSDZlrskV9uaaspQmFOG4k-4/s72-w400-h84-c/Garis+Lengkung.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-6483060885146154228</id><published>2020-06-26T10:40:00.014+07:00</published><updated>2025-09-15T14:22:01.834+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Jenis Karya Seni Rupa Terapan Daerah Nusantara Diantaranya Kerajinan Batik</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Jenis Karya Seni Rupa Terapan Daerah Nusantara&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
Setelah mengenal dan mengetahui &lt;b&gt;Pengertian Seni Rupa&lt;/b&gt;. Sekarang mengenal Jenis Karya Seni Rupa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari
 setiap daerah yang ada di seantero nusantara ini memiliki hasil karya 
seni rupa terapan daerah. Yang mana masing-masing daerah ada ciri 
khasnya sendiri. Dari begitu banyak benda seni rupa terapan yang 
dihasilkan diberbagai daerah, diantaranya adalah &lt;b&gt;Kerajian Batik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;h3&gt;
 &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Sejarah Kerajian Batik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Dalam perkembangan sejarah batik di Nusantara sangat berkaitan erat dengan perkembangan 
Kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan yang ada sesudahnya. Kain batik merupakan salah satu jenis karya yang dibuat 
dengan cara melukis dengan menggunakan canting serta kuas di atas kain 
dengan memakai bahan lilin yang dipanaskan. Hasil dari Proses membatik 
seperti ini di sebut dengan batik tulis. Adapun daerah penghasil batik yang tersebar di 
Nusantara, adalah sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;a. Jawa Tengah dan Yoogyakarta&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Proses Batik Tulis&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSiH7Qn1tQyvrP43zuV2YlGayD3f3gfyk7CgNWaeO83KBBAiMfV1kbzcnW0BlWrO8Z2ljuCWWN5Qh8b6rzxBvzDeNOYProChX2qCSada4rSP3IRcb8cC2VzfCi_m-NFzY9ttuzDlzWkZE/s400/batik+tulis+indonesia+murah.jpg&quot; title=&quot;Proses Batik Tulis&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Proses Batik Tulis&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jawa
 Tengah adalah salah satu daerah yang menghasilkan kain batik tergolong 
besar di Nusantara. Corak Batik Jawa Tengah memiliki ciri yang khas 
serta 
sarat dengan makna (filosofi). Diantara daerah penghasil batik di Jawa 
Tengah 
yang paling dikenal orang adalah batik Pekalongan, Solo, dan 
Semarang. Selaint itu Yogyakarta juga terkenal dengan batiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;1)&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Batik Yogyakarta dan Solo (Surakarta)&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Corak Batik Yogyakarta&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;295&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixtBRugUY5Tq4Mg6ThzAxvGEfZS5CRWedosSEiKSzxjW63wNordcFdjT7cqZGhnSv3uibyGPgUueOKA89hO_LrKso6pp23caOq8rXS-6DhfsSaNdRD7ZWO3AQx-a2TBjYfFLKx-u2ovWU/s400/Corak+Batik+Yogyakarta.jpg&quot; title=&quot;Corak Batik Yogyakarta&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah Batik Yogyakarta merupakan 
pengembangan dari batik Solo. Yang mana hubungan antara kedua daerah 
tersebut sangat erat sekali. Batik Yogyakarta dan Batik Solo memiliki 
filosofi dan lebih dominan berwarna coklat dan biru tua. Begitu 
terkenalnya batik ini sehingga ada sekitar 4000 motif batik yang berasal
 dari Yogyakarta. Motif batik dari yogyakarta berupa motif parang, babon
 angrem, dan wahyu tumurun. dan Motif batik Solo yang bermotif 
sidomukti, sidoluruh, dan lereng. Perbedaan Desain Batik Yogyakarta dan 
Solo terlihat pada gambar disamping.&lt;br /&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;2) &lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Batik Pekalongan dan Semarang &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Corak Batik Pelakongan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAf8w-xdD1SO1o7tvZmo5aFcNqdpzFyKTFKo3ZFa2KmtQgaX9gk8o0vqn0uFFgNcdBLLdGcL3RT-tgcIdwA520L8cAgPOWa5NbTLMNOgAKXdH-mGu6CDU93nBdgUyQCTPTOqI8O_LvpWc/s400/corak+batik-pekalongan.jpg&quot; title=&quot;Corak Batik Pelakongan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Batik&amp;nbsp; Pakalongan ini mempunyai corak dengan ciri pesisir dan 
corak ragam hias alami. Adapun corak dari Batik Pekalongan ini lebih 
banyak dipengaruhi oleh budaya Cina yang memiliki banyak corak warna 
yang lebih dominan dengan warna-warna cerah, hijau, kuning, merah dan 
merah muda dan juga di dominiasi motif bunga, lain lagi dengan batik 
semarang yang banyak di dominasi warna cokelat, kuning, hijau, dan hitam
 yang bermotif alam, seperti daun-daunan, bunga dan burung.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;Corak Batik Semarang&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWB8JA93t_h-RQZHKUj02pzPTtHy29Ge1C-6GVo67OophjJWpBx6nRu3IWh513VSjWHdUxqXvLN8DAdKp9TYK7quKJzOw8BeDtXK6Grc57j8SwEBziiuAWn1VoZvQhUrQ20IIGGR5AXnE/s400/corak+batik+semarang.jpg&quot; title=&quot;Corak Batik Semarang&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jawa Timur
Adapun daerah-daerah penghasil batik yang berasal dari Jawa Timur 
diantaranya Madura, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo, Mojokerto, Tuban dan
 masih banyak lagi yang lainnya.
Batik Madura memiliki corak yang mengandalkan motif bunga-bunga yang 
unik dengan pola daun-daunan, dan juga terdapat beberapa motif bat 
tertua, seperti ramok, sebar jagab, rumput laut, okel, dan panji 
lintrik. Kebanyakan mengambil warna dari bahan-bahan alam dengan warna 
yang mencolok.
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4ewQ8gf8UQDOko9S_-Lp-Rf04BFfco3FCEngMpXzAtGUBzRONN9uCqAoHU7m1J4tsVK4N8BccH3BgQsa95r4d3K5AJhKlkUlm9whA9KVlyFQmqQmXS3IrPcVhe2LKQ7tIe6zQdSfNyw8/s1600/Corak+Batik+Tulungagung.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Corak Batik Tulungagung&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4ewQ8gf8UQDOko9S_-Lp-Rf04BFfco3FCEngMpXzAtGUBzRONN9uCqAoHU7m1J4tsVK4N8BccH3BgQsa95r4d3K5AJhKlkUlm9whA9KVlyFQmqQmXS3IrPcVhe2LKQ7tIe6zQdSfNyw8/s400/Corak+Batik+Tulungagung.jpg&quot; title=&quot;Corak Batik Tulungagung&quot; width=&quot;385&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Batik
 Tulungagung yang berwarna sogan (cokelat) serta biru tua dengan motif 
Lung (tumbuhan) dan bunga. Untuk batik Tuban, yang cukup dikenal adalah 
batik gedog yang memiliki ciri khas golongan batik pesisir. Adapun motif
 ini lebih mendominasi motif burung serta bunga. sedangkan batik 
Banyuwangi lebih terkenal dengan motif batik gajah uling, yang berbahan 
dasar kain berwarna putih.

&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c. &lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Batik Jawa Barat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Corak Batik Cirebon&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFFJR3MG0JUcL_mIhfxKB0WzxkgxNwOuJhbaXF1QcYKWYJleaOyqgEQ55PqVUo2QSD8gijJma3MSQaBlh-7sNQFqj7CjMxlcsAuEPu2hcUi3GT9QN1VFw4Ss9Az8JQX00anZihliXvxPk/s400/Corak+Batik+Cirebon.jpg&quot; title=&quot;Corak Batik Cirebon&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Motif Batik Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun
 daerah-daerah tempat penghasil batik dari Jawa Barat di antaranya 
adalah Cirebon dan Tasik Malaya. Batik Cirebon memiliki Corak motif 
mega, mendung yang memiliki kaya warna seperti cokelat, ungu, biru, 
hijau, merah, dan hitam. Batik Tasik Malaya yang terkenal adalah dengan 
batik sarian yang merupakan kumpulan dari berbagai macam motif gabungan 
dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu serta bunga. Batik tulis 
yang menjadi ciri khas dari Tasik Malaya ini biasanya menggunakan warna 
dasar merah, kuning, ungu, biru, hijau dan sogan dan motifnya lebih 
banyak memakai motif alam (natural).


&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;d. &lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Batik Bali&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Corak Batik Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFqQoX69XGISpBygMz5nDpqiEQGV-cSiy_UN9KL3SHSQFl2-Go69vshYvf2Ur8SoFtzxrFYOjwep4Fm9zhj63NFICjP4JemVWrO3Kqnh2fu3hwycCzqwXvH2y6HAC3jtwTOlJ_gBzHeWg/s400/Corak+Batik+Bali.jpg&quot; title=&quot;Corak Batik Bali&quot; width=&quot;333&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Motif Batik Bali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Bali diantara daerah yang 
menghasilkan batik yaitu Gianyar dan Denpasar, yang mana corak dari 
Batik bali ini mempunyai kebanyakan menyerupai gaya batik yang barasal 
dari Jawa. Akan tetapi batik Bali lebih dominan menggunakan warna-warna 
yang lebih cerah.
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;e. &lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Batik Sumatera&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs2TVQOVrqbtAobJap6IVT_gwfxvvXd1Vsw0WJHjehwmv3G5k21sPoNeUpVB2t8pbp3koEM6ee1gyuGDUfhZX8I0oPT20kRLXjhMSOK249DEu1gb36Qtd6v3XQjEPifMVdvricGTlxos8/s1600/Corak+Batik+Padang.jpg&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs2TVQOVrqbtAobJap6IVT_gwfxvvXd1Vsw0WJHjehwmv3G5k21sPoNeUpVB2t8pbp3koEM6ee1gyuGDUfhZX8I0oPT20kRLXjhMSOK249DEu1gb36Qtd6v3XQjEPifMVdvricGTlxos8/s400/Corak+Batik+Padang.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Motif Batik Padang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Menyeberang ke daerah Sumatera, yang menjadi pusat 
daerah pengembang batik diantaranya adalah Padang (Sumatera Barat) dan 
Jambi. Padang terkenal dengan batik tanah liek. Adapun bahan pewarna 
batik Sumatera umumnya berasal dari bahan-bahan alami, seperti 
akar-akaran yang dicampur dengan tanah liat sehingga memiliki corak dan 
ciri khas tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;f. &lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Batik Kalimantan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Motif Batik Kalimantan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1Ok9-zZ9XA2p4YfR_3T47vbndb-0tbYnyAYHYMakkBwWNDvnmt3vU6REgH2BXjw9FDkLfSFl8vYK7ifriWX7VtDL0orrnb_Fv6lo7_U5-zz3rwH_oo9KHHO9fK832cLY1cfVFs-EZqCI/s400/Corak+Batik+Kalimantan.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html&quot;&gt;Motif Batik Banjarmasin&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimantan juga 
memiliki batik yang terkenal yaitu berasal dari Banjarmasin (Kalimantan 
Timur). Kain batik yang digunakan adalah dengan jenis santung, katun, 
sutra, yuyur, dan satin. Batik dari daerah Banjarmasin ini memiliki 
motif yang bervariasi dan kebanyakan mengambil objek dari alam. Dinatara
 Motif-motif batik dari Banjarmasin yaitu dengan bentuk irisan daun 
pudak, daun bayam, dan jamur kecil.

&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Selebihnya baca tentang &lt;b&gt;hasil karya seni rupa terapan daerah setempat&lt;/b&gt; yaitu : Karajinan Ukir,&amp;nbsp;Kerajinan Anyaman, Kerajinan Topeng, Kerajinan Tenun, Kerajinan Wayang dan Kerajinan Keramik.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6483060885146154228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6483060885146154228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-karya-seni-rupa-terapan-daerah.html' title='Jenis Karya Seni Rupa Terapan Daerah Nusantara Diantaranya Kerajinan Batik'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSiH7Qn1tQyvrP43zuV2YlGayD3f3gfyk7CgNWaeO83KBBAiMfV1kbzcnW0BlWrO8Z2ljuCWWN5Qh8b6rzxBvzDeNOYProChX2qCSada4rSP3IRcb8cC2VzfCi_m-NFzY9ttuzDlzWkZE/s72-c/batik+tulis+indonesia+murah.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-6587202151650905920</id><published>2020-06-26T10:06:00.013+07:00</published><updated>2025-08-25T22:01:30.142+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Teater"/><title type='text'>Seni teater di Indonesia, Jenis-Jenis Seni Teater,  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur | Angklung Badud, Banjet, Longser, Ogel, Reog, Topeng Cirebon, Wayang Golek </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-jenis-teater-indonesia.html&quot;&gt;Jenis-Jenis Seni Teater Yang Ada Di Jawa&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Seni teater di Indonesia&lt;/b&gt; terdiri atas dua jenis, yaitu teater tradisional dan teater nontradisional (modern). Teater tradisional di Indonesia dimulai sejak sebelum zaman Hindu. Dalam bukunya, Kasim Ahmad (2006) menyebutkan bahwa terdapat unsur-unsur teater tradisional yang digunakan untuk mendukung upacara ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teater tradisional merupakan bagian dari suatu upacara keagamaan ataupun upacara adat-istiadat dalam tata cara kehidupan masya-rakat kita. Pada saat itu, yang disebut &quot;teater&quot;, sebenarnya baru merupakan unsur-unsur teater, dan belum merupakan suatu bentuk kesatuan teater yang utuh. Setelah melepaskan diri dari kaitan upacara, unsur-unsur teater tersebut membentuk suatu seni pertunjukan yang lahir dari spontanitas rakyat dalam masyarakat lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses terjadinya atau munculnya teater tradisional di Indonesia sangat bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini terjadi karena oleh unsur-unsur pembentuk teater tradisional itu berbeda-beda, tergantung kondisi dan sikap budaya masyarakat, sumber dan tata-cara di mana teater tradisional lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seni teater tradisional di Indonesia lahir dari kebudayaan daerah setempat yang mana para seniman daerah tersebut mengembangkan dan mengemas sedemikian rupa sehingga melahirkan karya seni khususnya seni teater yang bernuansa daerah. Sementara itu, seni teater nontradisional (modern) yaitu seni teater yang di dalamnya terdapat beberapa hal perubahan yang mengadopsi teater luar, misalnya naskah drama, tata busana, tata panggung, dan sebagainya. Apa saja jenis teater yang ada di daerahmu? Yuk, kita pelajari jenis teater yang ada di daerahmu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;a. &lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-jenis-teater-indonesia.html&quot;&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang subur dengan berbagai kesenian dan pertunjukan. Teater daerah/tradisional Jawa Barat dipentaskan sebagai hiburan pelepas lelah. Beberapa drama yang terdapat di Jawa Barat adalah ogel, longser, banjet, topeng Cirebon, ubrug, reog, angklung badud, dan wayang golek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ogel&lt;/b&gt;. Ogel adalah lawakan santai tentang kehidupan manusia. Iringan musik kendang, terompet, dan angklung mengiringi pertunjukan ini. Teater rakyat Jawa Barat rata-rata dipentaskan sebagai hiburan pelepas lelah setelah seharian penat menjalankan tugas. Ogel diperagakan oleh rakyat daerah setempat. Bentuknya berupa lawakan-lawakan santai yang menyegarkan tentang kehidupan manusia. Pementasannya diiringi musik kendang, terompet, dan angklung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Longser&lt;/b&gt;. Longser adalah kelompok teater tradisional yang tumbuh dan berkembang di Conggang, Sumedang. Isinya juga bercerita tentang kehidupan manusia. Longser memiliki unsur tari, pencak silat, dan lawakan. Pengiring longer adalah musik gamelan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Banjet&lt;/b&gt;. Banjet merupakan teater tradisional yang sering dipentaskan di daerah Cikampek dan Karawang. Bentuk dan isi ceritanya hampir sama dengan longser. Musik pengiringnya berasal dari kendang, rebab, kecrek, dan kromong. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Topeng Cirebon&lt;/b&gt;. Topeng Cirebon adalah teater tradisional yang dalam pementasannya para pemain menggunakan topeng dan pengungkapan isi ceritanya lewat seorang dalang. Pemain cukup memperagakan gerak seperti halnya drama tari. Topeng Cirebon ini mi rip dengan wayang golek. Cerita yang dipentaskan adalah cerita Menak, Ramayana, dan Mahabarata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Reog&lt;/b&gt;. Reog adalah jenis teater tradisional Jawa Barat yang dimainkan oleh lima orang. Pada pertunjukannya, kelima pemain keluar secara bersamaan. Reog men-ceritakan tentang kehidupan manusia dengan latar belakang kehidupan berbeda-beda. Pemain harus peka terhadap situasi dan kondisi keadaan masyarakat agar dapat berimprovisasi dengan lawakannya. Lawakan tersebut berisi sindiran dan pertunjukannya diiringi nyanyian dan permainan musik gendang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Angklung Badud&lt;/b&gt;. Drama ini mirip dengan reog. Busananya sederhana dengan alat musik berupa tong-tong. Lawakannya bukan kritik tajam, melainkan cerita seputar wilayah tersebut. Pemainnya masuk panggung satu per satu. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Wayang Golek&lt;/b&gt;. Wayang golek juga termasuk ke dalam seni teater atau lebih tepatnya disebut teater boneka. Hal itu karena pertunjukan wayang golek diperankan oleh boneka-boneka yang dimainkan oleh seorang dalang. Seperti pertunjukan teater lainnya, wayang golek pun memiliki alur cerita yang biasanya diambil dari kisah-kisah Ramayana dan Mahabarata (Hindu), Amir Hamzah (Islam), maupun cerita babad lokal lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://teaterseniman.blogspot.com/2017/01/jenis-jenis-teater-indodnesia.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis-Jenis Teater Indodnesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAzCugYP4L674EdgAniJ1n3WTZc3RmDL-DtxQWrrIN8iw9ZjzllALCfA0see2JjkkcRpXsQ6hYBveR3DFeVLPkZQocmDmy2HBW3Ksz5YjYA_MW3Kw6ATc2Wg4oFnSeEiNGf9oIxVZwCfo/s400/Jenis+-+Jenis+Teater.png&quot; title=&quot;Jenis-Jenis Teater Indodnesia&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;# Simak Juga :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/mengidentifikasi-jenis-karya-seni.html&quot;&gt;Sejarah Teater Indonesia, Sejarah Teater Barat Menurut Jakob Sumardjo&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;b. Jawa Tengah dan Jawa Timur&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Di Jawa Tengah terkenal pertunjukan ketoprak, wayang orang, srandul, dan wayang kulit. Adapun di Jawa Timur terkenal pertunjukan ludruk. Umumnya pertunjukan drama dari kedua daerah ini memiliki alur yang panjang dan terdiri atas beberapa adegan. Ceritanya berasal dari Ramayana, Mahabarata, sejarah, dongeng, ataupun legenda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1) Ketoprak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketoprak merupakan pertunjukan yang menggabungkan seni peran, vokal, dan gerak tari. Ketoprak awal mulanya berupa potongan-potongan babak yang dipentaskan secara keliling dengan iringan alat musik lesung (penumbuk padi) dan kentongan bambu. Pada perkembangannya, ketoprak dipentaskan secara utuh dengan jumlah personil sesuai dengan cerita yang dipentaskan berikut tempat atau panggung yang tertata baik, dan diiringi musik gamelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain seni peran, ketoprak menampilkan olah vokal, gerak tari, dan nyanyian. Para pemerannya harus betul-betul terlatih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk nyanyiannya, para pemain dibantu juga oleh waranggono/sinden (penyanyi tembang Jawa) dan para niyaga (penabuh gamelan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2) Wayang Orang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wayang orang merupakan pertunjukan yang dikemas lewat tarian, tembang, atau-pun adegan perkelahian. Wayang orang mementaskan cerita pewayangan dari kitab Ramayana dan Mahabarata. Hanya bedanya, para tokoh diperankan oleh orang. Para pemain wayang orang mem-pertunjukkan peranannya lewat tarian dan tembang/nyanyian. Bahkan adegan perkelahian pun ditarikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam melakukan dialog pun ada istilah ontowecana atau pembicaraan yang disertai gerak tangan. Pemain wayang orang harus bisa menari dan olah vokal. Tiap tokoh memiliki ciri khas busana, nada suara/cara bicara, dan gerak-gerik. yang menunjukkan karakternya. Satu tokoh berbeda dengan tokoh yang lain. Seorang pemain wayang orang yang kawakan bisa memainkan hampir semua tokoh yang ada dalam pertunjukan drama ini. Dalam pementasannya, ada seorang dalang dan beberapa sinden yang berfungsi sebagai narator (pencerita). Mereka ini memberikan suasana yang berbeda dan pengantar bagi jejer/adegan yang akan terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;3) Srandul&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Srandul merupakan drama tradisional yang terdapat di pesisir utara Jawa, ada srandul yang berkisah cerita Menak dan dipertun-jukan di atas panggung terbuka. Jumlah pemainnya lebih sedikit daripada wayang orang dengan busana orang Arab/Turki.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Biasanya diiringi gamelan, rebana, kecrek, dan terompet. Penonton diajak interaktif dengan pemain. Tiap adegan ditandai suara kentongan dan kecrek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4) Ludruk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Jawa Timur terdapat seni pertunjukan ludruk. Ludruk adalah ketopraknya Jawa Timur. Bahasa yang digunakan dalam ludruk adalah bahasa Jawa dengan menggunakan dialek Jawa Timur-an. Perkembangan ludruk di Jawa Timur sangat pesat. Hal ini terbukti dari perkembangannya yang menyebar ke daerah-daerah sebelah barat seperti karesidenan Madiun, Kediri, bahkan sampai ke Jawa Tengah. Meskipun telah mengalami perkembangannya, ciri khas bahasa dalam ludruk ini masih menggunakan dialek Jawa Timur. Akan tetapi, seiring perkembangannya, bahasa dialek Jawa Timur tersebut mulai luntur dengan dialek bahasa Jawa daerah setempat.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peralatan musik daerah yang digunakan dalam ludruk adalah kendang, kempul, cimplung, jidor, dan gambang. Sementara itu, lagu-lagu yang digunakan dalam permainan ludruk yaitu Parionyar, Beskalan, Kaloagen, Jula-juli, dan Junian. Cerita yang sering dimainkan ludruk diambil dari sejarah, dongeng, legenda, atau tentang para warok (jagoan khas Jawa) yang sakti mandraguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain ludruk semuanya adalah pria. Meskipun di dalam cerita yang dimainkan terdapat peran seorang wanita, tetap saja peran itu dimainkan oleh pria. Mengapa peran wanita dimainkan oleh seorang pria? Hal ini terjadi karena pada zaman tersebut, wanita tidak diperkenankan muncul di muka umum. Dalam pementasannya, ludruk selalu diawali dengan tari Ngremo. Ludruk juga mempunyai bagian lawakan dengan sindiran-sindiran yang tajam menyegarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Perlu Juga Di Dipahami :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/02/pengertian-teater-drama-asal-kata.html&quot;&gt;Unsur-Unsur Bermain Teater Drama | Tubuh, Jiwa, Gerak, Suara, Bunyi-bunyianm Rupa, Lakon&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6587202151650905920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/6587202151650905920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2017/02/jenis-jenis-teater-indonesia.html' title='Seni teater di Indonesia, Jenis-Jenis Seni Teater,  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur | Angklung Badud, Banjet, Longser, Ogel, Reog, Topeng Cirebon, Wayang Golek '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAzCugYP4L674EdgAniJ1n3WTZc3RmDL-DtxQWrrIN8iw9ZjzllALCfA0see2JjkkcRpXsQ6hYBveR3DFeVLPkZQocmDmy2HBW3Ksz5YjYA_MW3Kw6ATc2Wg4oFnSeEiNGf9oIxVZwCfo/s72-c/Jenis+-+Jenis+Teater.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>United States</georss:featurename><georss:point>38.8225909761771 -98.4375</georss:point><georss:box>13.300556476177103 -139.746094 64.3446254761771 -57.128906</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-2207149237994376028</id><published>2018-07-22T20:16:00.010+07:00</published><updated>2025-08-25T22:01:41.623+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Seni Karya, Tari Balet, Mengidentifikasi, Seni Rupa, Mancanegara, Musik, Asia</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Mengidentifikasi Karya Seni Tari Mancanegara di Luar Asia&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tari mancanegara adalah tarian yang berasal dari mancanegara atau luar Nusantara. Tarian di mancanegara luar Asia memiliki keragaman dan keunikan yang tentu berbeda dengan di kawasan Asia. Perkembangan seni, termasuk seni tari terjadi secara alami dan sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan kata lain, perkembangan seni, termasuk seni tari tidak terlepas dari perkembangan dan pertumbuhan budaya pemiliknya. Oleh karena itu, muncul keragaman seni tari, baik di Nusantara maupun mancanegara. Berikut ini akan dipaparkan mengenai beberapa jenis tarian mancanegara luar Asia.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Balet&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzrgYlBT4HSgUbrLvQt_3kh9o1Gp6slImEh-ExZqSbH2d-aRv4nNlaL4I3spFVM6gfZmKv7asUctRLHJ9MbT8JYYoEBtVcXy2iAKXCiISg0syiM0TU0M_cm6OHYGkRIhD9i7Ya8q_G2Mg/s1600/balet1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzrgYlBT4HSgUbrLvQt_3kh9o1Gp6slImEh-ExZqSbH2d-aRv4nNlaL4I3spFVM6gfZmKv7asUctRLHJ9MbT8JYYoEBtVcXy2iAKXCiISg0syiM0TU0M_cm6OHYGkRIhD9i7Ya8q_G2Mg/s400/balet1.png&quot; width=&quot;271&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tari balet dikembangkan pertama kali di Italia, kemudian di Prancis dikembangkan dengan mengombinasikan musik, drama, puisi, nyanyian, kostum, dan tarian. Awalnya, anggota penari balet terdiri dari para bangsawan yang mengambil bagian sebagai pemain sandiwara. Sepanjang pemerintahan Louis XIV, yang juga seorang penari, kesenian tarian dilindungi. Seiring perkembangan zaman, penari profesional mulai mencari penari-penari amatir. Para guru tari balet mendapat izin dari Pemerintah Prancis untuk mendirikan sekolah balet yang pertama, yaitu Academie Ro\/alcde Danse yang dibuka di Paris pada tahun 1661. Tidak lama kemudian, kelompok tari balet dilembagakan untuk yang pertama kali, asosiasi akademi juga dibentuk. Kelompok tersebut semula diiringi ansambel yang dimainkan oleh kaum wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;
Sepanjang abad ke-18 tari balet masih sering dilakukan di samping puisi atau opera. Akan tetapi, gagasan pertunjukan balet masih terpisah dari menyanyi atau dialog. Sebagai gantinya, digunakan pelawak untuk menceritakan isi (tema) tari balet tersebut. Penari wanita profesional mulai mengambil tempat dalam pementasan. Pada awalnya, karena norma-norma sosial mereka melakukan dengan sepatu berhak tinggi serta rok panjang. Akan tetapi, pada perkembangannya mereka menggunakan rok pendek yang kaku dan berbulu halus, rok semacam itu disebut lutus.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUWrUxrbQCDc77osd4QHaElekSLfsla6cXMoLZ29kjrZH_RQXnT7Guenk7L3Blmi3ecrl_gei-EFE9kJ6W7G29UNfobsO1S71DZR4HvTNZj74aMAXZwlABu5JN3jlAK8j2o5AkcH9AVB8/s1600/Balet+di+Amerika+Serikat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUWrUxrbQCDc77osd4QHaElekSLfsla6cXMoLZ29kjrZH_RQXnT7Guenk7L3Blmi3ecrl_gei-EFE9kJ6W7G29UNfobsO1S71DZR4HvTNZj74aMAXZwlABu5JN3jlAK8j2o5AkcH9AVB8/s400/Balet+di+Amerika+Serikat.png&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; width=&quot;323&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Perubahan kostum dibuat, terutama untuk wanita-wanita. Perubahan ini sebagai bagian hasil Revolusi Prancis. Sepatu berhak tinggi digantikan dengan sandal, sedangkan korset dan rok longgar diganti dengan pakaian ketat. Beberapa penari balet wanita, seperti Fanny Elssler dan Marie Taglioni, mengganti sandal dengan sepatu sandal agar mampu melakukan gerakan naik dengan cepat. Ada tujuh gerakan yang disusun pada tahun 1796 dalam tarian balet, yaitu melentur, naik, meregang, meluncur, melompat, memutar, dan bergerak cepat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcteS0Ke3K7GGe1Z4D_55kHjzzhusiyAnn-sGQyO7rn_LgECx5NE1ljpvLt6rtcOKD73mKgNo5_Q3W3pnQkxnjWL6biLHJUPnqckgRmD-s_VJZj9MZ8t6ZV-YLzOriE9rytVh_3ZGxDk4/s1600/Gerakan+dalam+Balet+sangat+menarik+dan+unik.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcteS0Ke3K7GGe1Z4D_55kHjzzhusiyAnn-sGQyO7rn_LgECx5NE1ljpvLt6rtcOKD73mKgNo5_Q3W3pnQkxnjWL6biLHJUPnqckgRmD-s_VJZj9MZ8t6ZV-YLzOriE9rytVh_3ZGxDk4/s400/Gerakan+dalam+Balet+sangat+menarik+dan+unik.png&quot; width=&quot;277&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pada periode waktu antara 1830-1870 digolongkan sebagai zaman romantis dalam tari balet. Format untuk tari balet yang dikembangkan pada periode ini mengambil tema dunia nyata dan dunia tidak nyata. Kebanyakan penari balet wanita melukiskan peri yang memakai gaun putih yang sekarang disebut sebagai tutus romantis. Tari balet yang diciptakan selama kurun waktu ini mencakup Gizelle (1841), La Sylphide (1832), dan Coppelia (1870). Zaman romantis mengalami masa di mana tari balet hilang ketenarannya di Eropa Barat. Hal ini dikarenakan adanya kompetisi musik yang cenderung digemari daripada balet. Selain itu, disebabkan ketiadaan peneipta seni tari balet dan penari pria yang kuat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
St. Petersburg menjadi pusat tari balet sepanjang pertengahan abad yang ke-19. Format seni didukung oleh kaisar (Rusia) dan didukung juga dengan keberhasilan tari balet kerajaan, tari balet sekolah, tari balet Kirov, dan bakat Marius Petipa. Rok pendek mulai digunakan pada masa ini.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Banyak cerita tari balet, seperti The Nutcracker, Doti Quixote, Swan Lake, The Sleeping Beauty, dan Le Corsairc diproduksi selama periode ini. Pada masa Revolusi Rusia pertunjukan seni dilarang, tetapi Nicholas Sergeyev berhasil menyelundupkan dokumen notasi lagu dan koreografi tari balet kerajaan ke luar Rusia dan ke negara Barat. Oleh karena itu, banyak tari balet yang selamat dan masih dilakukan sampai sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv36a9sxyb9RhOHt9CqliwcZG4Z3GnPqrR6qr4Yo5VyeJEccOGizWR6Il5NGfOxJ01jEPYZJtAdfOmTIIAHhs1v_mN8AXEkObPYSlSjvtkqItTh7FmAvbRka6CTzalUbKzQ93VJJuQbPM/s1600/tari+balet+swan+lake.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv36a9sxyb9RhOHt9CqliwcZG4Z3GnPqrR6qr4Yo5VyeJEccOGizWR6Il5NGfOxJ01jEPYZJtAdfOmTIIAHhs1v_mN8AXEkObPYSlSjvtkqItTh7FmAvbRka6CTzalUbKzQ93VJJuQbPM/s400/tari+balet+swan+lake.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Impresario Rusia Serge Diaghilev adalah pengiring instrumental tari balet Eropa Barat dan mengalami perubahan (evolusi) sampai abad ke-20. Serge Diaghilev bukan seorang penari ataupun peneipta balet, tetapi sangat menyukai balet dan berusaha melindungi balet. Ia menyatukan komposer Rusia, penari, koreografer balet, dan para perancang untuk membentuk kelompok Diaghilev Ballet Russes. Kelompok ini berkeliling Eropa dan Amerika Serikat. Diaghilev adalah tokoh yang terkemuka dalam tari balet, ia berjasa dalam meluncurkan karier seniman, seperti Anna Pavlova, Michel Fokine, Vaslav Nijinsky, dan George Balanchine.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Setelah kematian Diaghilev, kelompok ini bubar. Banyak dari penarinya keliling Eropa Barat dan Amerika Serikat. Michel Fokine bergabung derngan American Ballet Theater di tahun 1940 sebagai koreografer tari balet rakyat. George Balanchine juga datang ke Amerika dan singgah di New York City Ballet pada tahun 1934. Sementara, Balanchine mengembangkan apa yang kini dikenal sebagai balet gaya nco-classical.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfa0NsUiuWpqSmCit15Jrt0ZzbrBgOsPa1aAryZ7HMwo1QN_tJlQeThIfRrUZ9tpur5XseAOMZByQWfLPZ8iOMmbn-d9xsfovN4YJPOMmHxKiVjGB2Yv7hUL37scQjPM8n34mlx48BgWs/s1600/salah+satu+gerakan+dalam+tari+balet.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfa0NsUiuWpqSmCit15Jrt0ZzbrBgOsPa1aAryZ7HMwo1QN_tJlQeThIfRrUZ9tpur5XseAOMZByQWfLPZ8iOMmbn-d9xsfovN4YJPOMmHxKiVjGB2Yv7hUL37scQjPM8n34mlx48BgWs/s400/salah+satu+gerakan+dalam+tari+balet.png&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pada awal abad ke-20, ada suatu ledakan inovasi dalam gaya tarian yang ditandai oleh suatu eksplorasi gerak. Pelopor tarian modem, meliputi: Loie Fuller, Isadora Duncan, Mary Wigman, dan Ruth St. Denis. Musik pengiringnya sebagai basis untuk keserasian gerak tubuh. Selain itu, pemikiran Emile Jaques-Dalcroze sangat berpengaruh dalam perkembangan tari modem dan tari balet modem. Pengaruh tersebut dibawa para seniman terkenal, seperti Marie Rambert.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Keserasian gerak tubuh dikembangkan oleh Rudolf Steiner dan Lori Maier-Smits yang menggabungkan unsur-unsur formal tarian tradisional dengan gaya baru. Selain itu, mereka memperkenalkan istilah-istilah baru dalam seni tari. Pada tahun 1920-an, muncul gaya baru yang dibawa oleh seniman tari, seperti Martha Graham dan Doris Humphrey. Sejak itu gaya tarian kreasi baru dikembangkan secara luas.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tari balet juga merambah Australia. Tari balet klasik mencakup tari balet Australia. Tari balet tersebut, meliputi: Australian Dattce Theater, Bnngarra Dattce Theater, Leigh Warreti &amp;amp; Dancers, dan Sydney Dance Cotnpany.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/2207149237994376028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/2207149237994376028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2017/04/mengidentifikasi-karya-seni-tari.html' title='Seni Karya, Tari Balet, Mengidentifikasi, Seni Rupa, Mancanegara, Musik, Asia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzrgYlBT4HSgUbrLvQt_3kh9o1Gp6slImEh-ExZqSbH2d-aRv4nNlaL4I3spFVM6gfZmKv7asUctRLHJ9MbT8JYYoEBtVcXy2iAKXCiISg0syiM0TU0M_cm6OHYGkRIhD9i7Ya8q_G2Mg/s72-c/balet1.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-4265504385241783665</id><published>2018-07-12T08:27:00.013+07:00</published><updated>2025-08-25T22:47:42.881+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Cabang-Cabang Seni Rupa, Seni Patung, Seni Lukis, Seni Grafis, Seni Kriya</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h2&gt;
Cabang-Cabang Seni Rupa, Seni Patung, Seni Lukis, Seni Grafis, Seni Kriya&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
Keindahan dalam seni rupa adalah nilai-nilai estetik yang menyertai sebuah karya seni rupa, baik yang dwimatra maupun yang trimatra. Sedangkan media dalam pembuatan seni rupa sangat bervariasi. Keragaman dalam penggunaan media ini menyebabkan munculnya berbagai jenis karya seni rupa. Pada bab ini, kamu akan mempelajari bentuk dan fungsi karya seni rupa, cabang-cabang seni rupa, dan kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa, khususnya seni terapan yang ada di daerahmu dan di Nusantara.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bentuk dan Fungsi Karya Seni Rupa&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan bentuknya, karya seni rupa terbagi atas seni rupa dua dimensi (dwimatra) dan tiga dimensi (trimatra). Ciri seni rupa dua dimensi hanya dapat dinikmati dari satu arah, karena hanya memiliki ukuran panjang dan lebar, misalnya lukisan, kain batik, seni fotografi, dan sebagainya. Sedangkan seni rupa tiga dimensi dapat dilihat atau dinikmati dari berbagai arah, karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, misalnya patimg, meja, kursi, dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa dapat digolong-kan menjadi dua, yaitu sebagai seni pakai (applied art) dan seni yang berfungsi sebagai hiasan saja (fine art).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cabang-Cabang Seni Rupa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap jenis karya seni rupa memiliki bentuk dan ciri khusus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJG2ocr9QDNnCmQ6Ba4Im48ZcJEj9ZeiE0vICmr0ehgTbev_aIvDTHKeAiMy6NY-YMYZhR_CfqFBGxVk7hNKhfnzOXtl2jPJaJp6YMwcZHdqMM8zPqC9c5DX55EgA_Ijp_npaLI6bKYZc/s1600/seni+patung.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;594&quot; data-original-width=&quot;630&quot; height=&quot;376&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJG2ocr9QDNnCmQ6Ba4Im48ZcJEj9ZeiE0vICmr0ehgTbev_aIvDTHKeAiMy6NY-YMYZhR_CfqFBGxVk7hNKhfnzOXtl2jPJaJp6YMwcZHdqMM8zPqC9c5DX55EgA_Ijp_npaLI6bKYZc/s400/seni+patung.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut cirinya, karya seni rupa dapat dibagi dalam beberapa cabang, yaitu sebagai berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cabang-Cabang Seni Rupa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni patung&lt;/b&gt;.Seni patung merupakan perwujudan ekspresi dan gagasan ke dalam karya tiga dimensi. Kemajuan seni patung di Indonesia ditandai sejak zaman Hindu-Buddha yang diwujudkan dalam bentuk arca dan relief dari batu. Patimg yang berukuran besar sering diwujudkan sebagai monumen, misalnya patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, patung Selamat Datang di Jakarta, dan patung-patung bertema perjuangan yang tersebar di wilayah tanah air. Seni patung dalam ukuran kecil umumnya terdapat pada benda-benda kerajinan yang kebanyakan berbahan kayu, batu marmer, dan fiber.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni lukis&lt;/b&gt;.Seni lukis berwujud dua dimensi. Seni lukis biasanya dibuat di atas media kain kanvas, kertas, dan kaca. Peralatan yang digunakan untuk menggambar atau melukis dapat berupa cat minyak (acrylic), cat air, cat poster, dan sebagainya. Gaya penggambaran dalam melukis juga sangat beragam, yang dinamakan aliran. Aliran atau corak dalam seni lukis ini merupakan ciri khas dan keunikan yang terdapat pada karya-karya tersebut. Ada aliran realis, naturalis, ekspresionis, impresionis, abstrak, surealis, maupun romantis. Sejarah seni lukis di Indonesia dipenuhi para pelukis handal seperti Raden Saleh (perintis seni lukis Indonesia, yang hidup pada zaman perang Diponegoro), S. Sudjojono, Henk Ngantung, Affandi, Basoeki Abdullah, Pimgadi, dan masih banyak lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisFLqBPweHW9y9LbO0ew8pUkAz6GA7mgtMcZUA0h5mnWRznTwelTFilc5BXK-tNA354M5_tqHqmegQOmK7J5zUaAe6t1wwi6RDAjsBTs9JDyUet_aY77otCtJ9BcPm6Wwmw6RalKW8rbo/s1600/lukisan+perang+di+ponegoro.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;281&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisFLqBPweHW9y9LbO0ew8pUkAz6GA7mgtMcZUA0h5mnWRznTwelTFilc5BXK-tNA354M5_tqHqmegQOmK7J5zUaAe6t1wwi6RDAjsBTs9JDyUet_aY77otCtJ9BcPm6Wwmw6RalKW8rbo/s400/lukisan+perang+di+ponegoro.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seni Lukis yang Mengisahkan Pahlawan Diponegoro&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni grafis&lt;/b&gt;.&amp;nbsp; Seni grafis adalah seni membuat gambar dengan alat cetak (klise). Misalnya, sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan), etsa (pengasahan pada bahan metal), dan percetakan dengan bahan batu litho.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni kriya Seni kriya berwujud dua atau tiga dimensi&lt;/b&gt;. Seni kriya sering disebut sebagai seni kerajinan, yaitu seni yang dibuat untuk menyajikan kebutuhan hidup sehari-hari. Tumbuh suburnya seni kriya di tanah air erat kaitannya dengan nilai komersial. Setiap pengrajin akan membuat beberapa benda pada setiap jenis seni kriya yang dibuatnya. Termasuk dalam golongan seni kriya, antara lain seni pahat, seni anyam, keramik, batik, dan tenun.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Seni desain Desain&lt;/b&gt; dalam pengertian yang sebenarnya adalah suatu gambar rancangan. Namun pengertian seni desain di sini penekanannya ialah pada produk yang dihasilkan. Sejalan dengan perkembangan industrialisasi, seni desain telah dianggap sebagai cabang seni tersendiri dalam seni rupa, karena proses, teknik, dan bentuknya yang juga memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan perkembangan teknologi modem. Seni desain terbagi dalam beberapa cabang, namun ada dua kelompok seni desain yang sudah populer, yaitu sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Desain Komunikasi Visual (Graphic Design/Sequential Art) Perwujudan dari desain komunikasi visual mengarah ke desain grafis, seperti poster iklan, brosur, sampul buku atau majalah, kemasan, logo, undangan, dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Desain Produk (Product Design) Desain produk berwujud peralatan dan benda kebutuhan sehari-hari. Misalnya, perlengkapan rumah tangga, alat transportasi, pakaian, perumahan, peralatan elektronik, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kegiatan Apresiasi Karya Seni Rupa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apresiasi memiliki arti penting, baik bagi pencipta karya seni maupun bagi pengguna karya seni. Apresiasi merupakan sarana penghubung di antara keduanya. Pencipta karya seni dalam hal ini adalah seniman, desainer, atau pengrajin yang telah memvisualisasikan ide-ide kreatifnya. Sedangkan pengguna karya seni adalah penikmat atau masyarakat. Arti kata apresiasi sendiri adalah suatu penghargaan (iappreciate). Dengan demikian, jika masyarakat memiliki apresiasi yang tinggi terhadap suatu karya seni maka hal itu ibarat lahan yang subur untuk tumbuh dan berkembangnya karya-karya kreatif berikutnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bentuk apresiasi Kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung atau tidak langsung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apresiasi secara langsung Proses apresiasi secara langsung dilakukan apabila pengamat berhadapan langsung dengan wujud karya seni yang diapresiasi. Dalam hal ini, pengamat dapat menilai dengan jelas bentuk, warna, tekstur, dan unsur- unsur lainnya. Pengamatan langsung dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat pusat kerajinan, ke museum, galeri, dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apresiasi secara tidak langsung Proses apresiasi secara tidak langsung dilakukan melalui bantuan media tertentu. Misalnya, dari buku, foto reproduksi, media cetak, media elektronik, dan lain-lain. Apresiasi secara tidak langsung ini memang dapat dilakukan di sembarang tempat. Namun pengamatan terhadap objek karya tidak didapatkan dengan peng-hayatan secara mendalam.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tahapan dalam proses apresiasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk melakukan kegiatan apresiasi, setidaknya perlu diketahui bentuk dan tahapan dalam proses apresiasi, yaitu sebagai berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengamatan terhadap objek karya Kegiatan apresiasi diawali dengan pengamatan terhadap objek karya. Dalam hal ini, pengamat berhadapan dengan karya yang diapresiasi, misalnya patung, karya batik, wayang, karya kerajinan, dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemahaman atau penghayatan terhadap karya seni Tahap kedua adalah upaya memahami atau menghayati karya seni tersebut. Melalui pemahaman atau penghayatan tersebut, pengamat telah melakukan usaha untuk mengetahui lebih jauh tentang unsur-unsur rupa serta keunikan lainnya yang terdapat pada objek karya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penilaian dan penghargaan (apresiasi) Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan tentang seberapa bernilai atau berharganya suatu karya. Penilaian tersebut tentunya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/4265504385241783665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/4265504385241783665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2016/04/cabang-cabang-seni-rupa-dan-kegiatan.html' title='Cabang-Cabang Seni Rupa, Seni Patung, Seni Lukis, Seni Grafis, Seni Kriya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJG2ocr9QDNnCmQ6Ba4Im48ZcJEj9ZeiE0vICmr0ehgTbev_aIvDTHKeAiMy6NY-YMYZhR_CfqFBGxVk7hNKhfnzOXtl2jPJaJp6YMwcZHdqMM8zPqC9c5DX55EgA_Ijp_npaLI6bKYZc/s72-c/seni+patung.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.921327</georss:point><georss:box>-29.099508836178845 78.765077 27.520958836178846 149.07757700000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-3464760677049964574</id><published>2017-05-02T02:21:00.015+07:00</published><updated>2025-09-15T14:22:06.346+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Perkembangan Aliran Modern Tahap Ke-2 | Fauvisme | Kubisme | Surealisme </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perkembangan Aliran Modern Tahap Ke-2&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perkembangan kebebasan pribadi dalam membuat karya seni, sangat erat dengan kebijakan politik yang berkembang. Kebebasan bereksperimen, kebebasan mengungkapkan ide dan gagasan melahirkan pro dan kontra. Pemberitaan tentang penemuan-penemuan, begitu menarik untuk dibicarakan para pengamat seni.&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berita-berita tentang perkembangan seni tidak terlepa dari peranan kritikus-kritikus yang membesarkan nama-nama seniman hingga sangat terkenal, hingga akhirnya karya tersebut menjadi suatu kebanggaan bagi kolektornya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Fauvisme&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam usia yang tidak lama sekitar 5 tahun, aliran ini telah membuat sensansi yang luar biasa, karena pengaruhnya pada kebebasan pada abad 20. Dasarnya adalah &quot;Cinta Melukis&quot;, sehingga tidak menuntut pengertian apa-apa. Kelompok radikal ini terdiri dari Henri Matisse, Derain, Vlaminck, Rousult, Rfiez, Marquet, Van Dongen, dan Dufy.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdvYM6hJZx19fGi-bx7F_EunKGvqzUN-cNZhNfZAnKj6SFlHWr_9t2DzbefsN2AaENlMGZ1IZ4zwgc58Img61RCqsS80U7ukl1qsfhW-TiiBlghSAC4K23Y1qr-5-p1wJWtsL7hhnD_w4/s1600/ice_screenshot_20170502-021225.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;168&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdvYM6hJZx19fGi-bx7F_EunKGvqzUN-cNZhNfZAnKj6SFlHWr_9t2DzbefsN2AaENlMGZ1IZ4zwgc58Img61RCqsS80U7ukl1qsfhW-TiiBlghSAC4K23Y1qr-5-p1wJWtsL7hhnD_w4/s400/ice_screenshot_20170502-021225.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Kubisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan mendapat pengaruh dari bapak pelukis modern, Cezane pada tahun 1907, lahirlah pelukis Georges Brague (Prancis) dan Pablo Picasso (Spanyol) yang kemudian menjadi tokoh aliran kubisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam perwujudannya ada dua teknik, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
# Kubisme Analitik : memecah obyek menjadi bentuk-bentuk geometris.&lt;br /&gt;
# Kubisme Sintetik : membentuk obyek dari bentuk-bentuk geometris.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tokoh-tokoh lain dari aliran ini : Juan Gris, dan Firnand Leger.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSxt5Sy-QyF-Rrp3OsbSiP-fE7Xkl2DELe0qm6YGmWezy5FRxAP0FIg2Coa7TLQMoOMn_QNkFN3_z7_NXGqiJZeCe5koKHvB_0MyDQwULo-6ox_l_fFMvjfHX_7_JjsR0ulPcAmvZtTgo/s1600/ice_screenshot_20170502-021325.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;143&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSxt5Sy-QyF-Rrp3OsbSiP-fE7Xkl2DELe0qm6YGmWezy5FRxAP0FIg2Coa7TLQMoOMn_QNkFN3_z7_NXGqiJZeCe5koKHvB_0MyDQwULo-6ox_l_fFMvjfHX_7_JjsR0ulPcAmvZtTgo/s400/ice_screenshot_20170502-021325.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPieyy_-fGDMPddApMkn0zlW6k5QAohmRlRjRXHlmrVEb6kx1Pnw1qO4NPZgm6ZkUWjE0lErQazvz2-PVkSEfpNh5SIu2A0D20tm2PJ2dx7yBLNoRvcabhCHlj7GRR7CMxvqmZOA0dsZI/s1600/ice_screenshot_20170502-021421.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;253&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPieyy_-fGDMPddApMkn0zlW6k5QAohmRlRjRXHlmrVEb6kx1Pnw1qO4NPZgm6ZkUWjE0lErQazvz2-PVkSEfpNh5SIu2A0D20tm2PJ2dx7yBLNoRvcabhCHlj7GRR7CMxvqmZOA0dsZI/s400/ice_screenshot_20170502-021421.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Surealisme&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Didasari oleh teori ilmu jiwa dari Freud tentang alam pikiran manusia, yaitu adalah alam sadar dan tidak sadar - sesuatu yang sudah terlupakan kadang muncul kembali dalam ingatan (alam sadar). Dalam aliran Surealisme, dunia nyata dan dunia tidak nyata berpadu dalam suatu karya seni yang menakjubkan, terkadang terasa berada di alam mimpi yang fantastik.A1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRJoJ6f817WbC-5jJfu6_Fa3wu93z0c-B3QbtX1VOfQvS_5ZUNqH3vfJgQJqXVjhynUJQwUsJn-IIwLpGGqGG39Gf28OCF0jNoKKg6kkcK5AIS9gGkT1P8OqPx1VB2uuGkSQ08GuHen5A/s1600/ice_screenshot_20170502-021517.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;359&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRJoJ6f817WbC-5jJfu6_Fa3wu93z0c-B3QbtX1VOfQvS_5ZUNqH3vfJgQJqXVjhynUJQwUsJn-IIwLpGGqGG39Gf28OCF0jNoKKg6kkcK5AIS9gGkT1P8OqPx1VB2uuGkSQ08GuHen5A/s400/ice_screenshot_20170502-021517.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut bentuknya surealisme dapat dibagi 2, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Surealisme Fotografi, yaitu penggambaran yang realistik meskipun tidak wajar dengan para penganutnya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Salvador Dali (Spanyol)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Yves Tangguy (Perancis)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Max Ernst (German)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Odilon Redon (Perancis)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Marc Chagall (Rusia)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Surealisme Amorphic: mendekati lukisan abstrak tanpa didikte alam pikirannya, dengan para penganut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Joan Miro (Spanyol 1933)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Andre Masson (perancis)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV-tTzjTpJ8cZ7QfTGLvnbK5GkZauMtMNjAViSQ6mRUXLHU0nE_MtwUR-33Epe-NuOzLRzSx3iRzO8z4UWXUIUzHqXFyuo3vdZmm2ttCh7dx2seMA5H94C-XZR3gCCEaqRwlcAXx_ChdM/s1600/ice_screenshot_20170502-021608.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV-tTzjTpJ8cZ7QfTGLvnbK5GkZauMtMNjAViSQ6mRUXLHU0nE_MtwUR-33Epe-NuOzLRzSx3iRzO8z4UWXUIUzHqXFyuo3vdZmm2ttCh7dx2seMA5H94C-XZR3gCCEaqRwlcAXx_ChdM/s400/ice_screenshot_20170502-021608.jpeg&quot; width=&quot;277&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkMaxBGJl95KMUfTCMbD6mjd8Y09ymNvCmHTj2IBpOi47vCtitKUJF5pxJffczWFd2z3cat_RacCZPdF50TXmbE8J1VV0l1z4ilKVLpugqTHAIF3Oi7xtmnRBm915c-_dIXBwYbhCS4DY/s1600/ice_screenshot_20170502-021643.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkMaxBGJl95KMUfTCMbD6mjd8Y09ymNvCmHTj2IBpOi47vCtitKUJF5pxJffczWFd2z3cat_RacCZPdF50TXmbE8J1VV0l1z4ilKVLpugqTHAIF3Oi7xtmnRBm915c-_dIXBwYbhCS4DY/s400/ice_screenshot_20170502-021643.jpeg&quot; width=&quot;217&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Abstraksionisme&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam hal ini ada dua pengertian, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. &amp;nbsp;Mengambil suatu unsur atau bagian suatu obyek/abstraksi dari paham Kubisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Non-Obyektivisme, yaitu tanpa hubungan dengan bentuk alam, dan inilah yang dimaksud&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abstraksionisme, yang didalamnya teradapat :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Ekspresionisme Abstrak dengan tokohnya Wessily Kandinsky.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Abastraksionisme Geometrik dengan tokohnya Piet Mondrian.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlDrOY2g0RmKrri5_6d_oCC5GVk8a59zREA8g9mKsf4Ar2xjC8uF3DcSDjCucoXTraeMU_753kr5T8Aj483acslwjB_cbeZrGlE6aeoK8WvbVRDH3eHATPbME4nKYnmuS8b0CBc_r8mBk/s1600/ice_screenshot_20170502-021712.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlDrOY2g0RmKrri5_6d_oCC5GVk8a59zREA8g9mKsf4Ar2xjC8uF3DcSDjCucoXTraeMU_753kr5T8Aj483acslwjB_cbeZrGlE6aeoK8WvbVRDH3eHATPbME4nKYnmuS8b0CBc_r8mBk/s400/ice_screenshot_20170502-021712.jpeg&quot; width=&quot;396&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2xeqTcCuDXHgL3lEmyAL9ocP7ikH2gUpwrsYPX7bNl2VxCLqKDqsDj09AQmdZWvqR0SdNN2ANzuTYxx8NHs5QZnUo3-1OGutBs-0qxNRpYUh3vm1vY8mlfxpn1rk9ZtDQiAJusOCxN9Y/s1600/ice_screenshot_20170502-021741.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;356&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2xeqTcCuDXHgL3lEmyAL9ocP7ikH2gUpwrsYPX7bNl2VxCLqKDqsDj09AQmdZWvqR0SdNN2ANzuTYxx8NHs5QZnUo3-1OGutBs-0qxNRpYUh3vm1vY8mlfxpn1rk9ZtDQiAJusOCxN9Y/s400/ice_screenshot_20170502-021741.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;Futurisme&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aliran ini lebih menonjolkan &quot;gerak&quot; dalam lukisannya, misalnya dengan pengulangan bentuk dengan warna-warna yang terkontrol baik, sehingga terasa berkesan gerakannya maju. Tokohnya: G. Balia, Duchamp, dan Boccioni.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7vuQYZB_AksJbjBiloBG5A-8i-RKttJlOrDL0oiuKadkUXnIaUuBNiTG4YROANIpmK0GxDrdaYdFN6KA5pS6LT_FFUHzsbAO1otCiml1yUDKdQQK50Gi-opNwKpOElI3wckGqtHAHL2o/s1600/ice_screenshot_20170502-021820.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7vuQYZB_AksJbjBiloBG5A-8i-RKttJlOrDL0oiuKadkUXnIaUuBNiTG4YROANIpmK0GxDrdaYdFN6KA5pS6LT_FFUHzsbAO1otCiml1yUDKdQQK50Gi-opNwKpOElI3wckGqtHAHL2o/s400/ice_screenshot_20170502-021820.jpeg&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;6. Dadaisme (1916)&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
Aliran ini seolah menampakkan anti soni. Mercka hanya membuat Kejutan baru (sensasi), tetapi dalam usia yang tidak lama, misalnya peniruan Monalisa yang dibubuhi kumis, susunan karcis bis yang sudah usang, kelopak mata yang robek, pemotretan yang dikerat-kerat secara mengerikan, dan kancing-kancing yang copot.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Aliran ini muncul akibat Perang Dunia I, yang membuat para seniman tampak kecewa, bahkan putus asa dengan meletusnya perang tersebut, terutama para seniman bangsa Jerman. Hal ini menjalar terus ke seluruh dunia, baik Perancis, dan Amerika. Tokoh-tokoh aliran Dadaisme:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Marcel Duchamp (pameran Dadaisme tahun 1914)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Tristan Tzara (Rusia)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Hans Arp (Perancis)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtmKNfqw_hEnXc4KAtlawvmT1Oynu7s5lJTC9cdwvwP89fb5CFetU4ov5CT7aL0TeMZ9Z8McP-UNtXVWoLcS_cLzxe19lvidmKS2PvN5eY5PxF2sJoESypIpkHzpVPY1Vr4H3-LdaHrQU/s1600/ice_screenshot_20170502-021850.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtmKNfqw_hEnXc4KAtlawvmT1Oynu7s5lJTC9cdwvwP89fb5CFetU4ov5CT7aL0TeMZ9Z8McP-UNtXVWoLcS_cLzxe19lvidmKS2PvN5eY5PxF2sJoESypIpkHzpVPY1Vr4H3-LdaHrQU/s400/ice_screenshot_20170502-021850.jpeg&quot; width=&quot;241&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;7. Aliran Pop&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Aliran ini berpandangan untilk masa kini dan masa yang akan datang; merupakan fakta dari kehidupan modern.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Contoh seniman aliran Pop berikut karyanya antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Tom Wasselman dengan lukisan kamar mandi dan kakus.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- George Segall, &quot;Patung Rock &amp;amp; Roll&quot; dari Gips.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Yoseph Beny S. dengan bekas cat yang dipagar.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Aliran ini mula-mula berkembang di Amerika Serikat tahun 1956 dengan nama &quot;Popular Images&quot;. Dalam proses penciptaannya mereka memanfaatkan barang-barang bekas, seperti botol kecap, sepatu, dan barang-barang rongsokan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
8. Aliran Optim dan Kinetik&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Pengulangan bentuk geometris atau garis-garis yang teratur rapi dan terperinci, dan kadang lukisan tampak menonjol ke luar atau menjolok jauh ke dalam inilah gambaran sepintas dan hasil lukisan yang beraliran Optik.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Lukisan ini tidak menuntut pengertian para penikmat lukisan. Bcntuknya cukup sederhana sekali, namun diproses secara ilmiah hingga tampak unik dan menarik, tidak jarang memukau penonton karena rasa penasaran terhadap hasil pandangannya yang seolah tidak yakin keadaannya. Tidak lama kemudian tersebarlah jenis poster dan produk tekstil yang berupa hiasan dinding, karpet, dan gordening.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Lukisan Aliran OP atau OPTICAL ART berkembang tahun 1960 sejak pameran &quot;The Responsive Eye&quot; yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tokohnya:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
- Vasarely (seniman Perancis kelahiran Hongaria)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Richard Anus Zkieuwiez&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Yulian Stanczak&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Andy Warkol&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Aliran ini sangat bertentangan dengan lukisan Jakson Pollock dan W. de Kooning yang menggunakan teknik &quot;Kaleng Bocor&quot;. Namun, secara fisik, Optik merupakan kelanjutan dari Abstrakisme geometric-nya Piet Mondrian dan aliran Futurisme.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgARysiUiDL8ILqagV4mUAYhfl93TfENfdg3PeuLSmP-I6nymSENb99D9TrXNuMAvdC78XsTRmf51lUrjmPGA_zziOrqoNJrvy8uaVADfu-nhEBMHMt1iqcha8Ye0CWzGnB5fGEkHr0NGI/s1600/ice_screenshot_20170502-021921.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgARysiUiDL8ILqagV4mUAYhfl93TfENfdg3PeuLSmP-I6nymSENb99D9TrXNuMAvdC78XsTRmf51lUrjmPGA_zziOrqoNJrvy8uaVADfu-nhEBMHMt1iqcha8Ye0CWzGnB5fGEkHr0NGI/s400/ice_screenshot_20170502-021921.jpeg&quot; width=&quot;338&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/3464760677049964574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/3464760677049964574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2017/05/perkembangan-aliran-modern-tahap-ke-2.html' title='Perkembangan Aliran Modern Tahap Ke-2 | Fauvisme | Kubisme | Surealisme '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdvYM6hJZx19fGi-bx7F_EunKGvqzUN-cNZhNfZAnKj6SFlHWr_9t2DzbefsN2AaENlMGZ1IZ4zwgc58Img61RCqsS80U7ukl1qsfhW-TiiBlghSAC4K23Y1qr-5-p1wJWtsL7hhnD_w4/s72-c/ice_screenshot_20170502-021225.jpeg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-5000696142212717151</id><published>2017-05-02T00:40:00.012+07:00</published><updated>2025-08-25T22:04:15.539+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Rupa"/><title type='text'>Apresiasi Seni Rupa | Modern Mancanegara | Nusantara | Seni Klasik | Kontemporer </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/05/apresiasi-seni-rupa-modern-mancanegara.html&quot;&gt;Apresiasi Seni Rupa Modern Mancanegara dan Nusantara&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Apresiasi Seni Rupa&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semua karya seni dapat dinilai berdasarkan kriteria yang ada. Jika seni rupa modern merupakan karya seni rupa yang memiliki ciri khas individual seperti ciri khas Affandi yang melukis tanpa kuas, sangat berlainan dengan lukisan Popo Iskandar yang melukis menggunakan kuas besar. Muncul penghargaan pada ciri pribadi perseorangan, sejak Cezane di Eropa melahirkan aliran Impresionis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
iklane&lt;br /&gt;
  &lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seniman modern di Eropa pengaruhnya menjalar ke seluruh dunia hingga di Indonesia. Semua masyarakat di Indonesia yang awam, banyak mencemooh penemuan-penemuan yang sensasional dari masyarakat Eropa seperti teknik kaleng bocornya Jakson Pollock yang melukis dengan cipratan cat keluar dari kaleng berlubang. Namun, ketika motif tekstil dibuat meniru motif Jakson Pollock ternyata banyak digemari masyarakat dunia. Kini pakaian, kain gordeng, taplak, dasi, karpet, permadani, dan lain-lainnya, banyak meniru penemuan-penemuan seniman murni.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di Indonesia penghargaan terhadap penemuan baru dalam dunia seni mulai muncul sejak lahirnya perguruan tinggi seni. Alangkah baiknya jika anda sekarang ini di bangku SMA, banyak berbuat menemukan sesuatu khususnya dalam karya seni yang bermanfaat bagi kehidupan. Untuk itu, peranan apresiasi seni sangat mutlak diperlukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/05/apresiasi-seni-rupa-modern-mancanegara.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Apresiasi Seni Rupa | Modern Mancanegara | Nusantara | Seni Klasik | Kontemporer | Seni Rupa Barat | Awal Perkembangan Seni Modern&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGh6j3VKG3dPEfEYjI3P5lifda1U4rKWfGryiXlbKq8CUTy87Qea1Db40ZkoRjWKZ09xs8n8-DR5youO9PZ_RRf7l9PhQQqvouxz_xwYQdt-42HbruCREH7QrHyeRDWbnwRaQtzh8ATd0/s400/Senirupa+klasik.jpg&quot; title=&quot;Apresiasi Seni Rupa | Modern Mancanegara | Nusantara | Seni Klasik | Kontemporer | Seni Rupa Barat | Awal Perkembangan Seni Modern&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/05/apresiasi-seni-rupa-modern-mancanegara.html&quot;&gt;Apresiasi Seni Klasik, Modern dan Kontemporer&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Seni Rupa Barat Klasik&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lahir sejak zaman Yunani Kuno. Dewa-dewa mereka dipatungkan sebagai wujud manusia, tetapi lebih besar dan lebih sempurna. Proporsi bentuk manusia berikut anatominya sangat diperhatikan. Selain itu mereka juga membuat patung tokoh-tokoh sejarah, filosof, dan olahragawan mereka sendiri, patung Perikles, Plato, atau Aristoteles. Lipatan-lipatan kain pada patung diusahakan sepersis-persisnya. Lukisan-lukisan Yunani banyak ditemukan pada jambangan kermik yang beremail.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Atas jasa Iskandar Zulkarnain maka kebudayaan Yunani yang disebut Hellenisme menyebar ke Timur dan mempengaruhi seni acara Budha di India (seni Gandara). Pada zaman kekaisaran Romawi, seni rupa klasik Barat semakin realitis dan manusiawi. Banyak tokoh-tokoh Negarawan terkenal yang dibuat patung, seperti Caesar, Agustus, Hanibal, dan Konstantin. Setelah agama Kristen mendominasi benua Eropa, perkembangan seni rupa klasik Barat menurun dan akhirnya menghilang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;iklane
  &lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Seni Rupa Klasik Baru (Neo-Clasisme)&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada zaman Renaissance (abad XIII) bangsa Eropa mulai mengalihkan kembali perhatiannya kepada Yunani Kuno, terutama pada filsafat dan seni. Dalam seni rupa realisme Yunani diterapkan kembali hingga lahirlah seni rupa klasik baru.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seni rupa Renaissance sangat menonjol dalam seni lukisnya. Tema agama masih dominan, terutama pada lukisan tempera di rumah ibadah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seniman besar pada zaman ini antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Leonardo da Vinci (1452-1519). Seorang pelukis, pemahat, arsitek, musikus, dan ahli matematika. Lukisannya yang terkenal adalah Monalis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Michelangelo (1475-1564). Kukisannya yang termasyur berupa lukisan tempera di kubah Gereja St. Pieters di Roma. Selain itu ia juha membuat patung Nabi Daud dan Nabi Musa dari marmer.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Raphael (1463-1520). Lukisannya yang terkenal adalah Madona.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Zaman Barok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mulai diterapkan pola-pola akademis pada seni lukis, patung, dan arsitektur, sehingga, berdiri sekolah-sekolah seni rupa. Pola estetika dijaga ketat. Segala penyimpangan dianggap tidak artistik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gaya seni para sekitar abad XVI sampai abad XIX disebut gaya seni Barok atau klasik akademis. Tema lukisannya berkisar pada keagamaan, raja-raja dan keluarganya. Salah satu ciri seni rupa Barok ialah mengandung kesan mewah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://beserupa.blogspot.com/2017/05/apresiasi-seni-rupa-modern-mancanegara.html&quot;&gt;Awal Perkembangan Seni Modern&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Romantisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada abad XIX imperialisme dan kolonialisme mencapai masa puncaknya, sementara industrialisme mulai berkembang. Kemudian muncul kisah-kisah heroik dan dramatis dalam bentuk roman. Pengaruhnya dalam seni lukis melahirkan Romantisme, yang temannya berusaha mengungkapkan kisah-kisah dramatis, kepahlawanan dan mengharukan. Pelukis aliran romantisme yang terkenal diantaranya : Delacroix (Prancis), William Blake (Inggris), dan Raden Saleh (Indonesia).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain itu patung La Marseillaisse karya Rude yang menghiasi kota Paris adalah juga salah satu patung beraliran romantisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Realisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti yang telah diuraikan, bahwa pertentangan antara aliran yang satu dengan aliran yang lain sering menimbulkan sesuatu yang baru. Begitu juga di sini, ketidaksetujuan terhadap keadaan yang tanpa realitas dengan anggapan, &quot;Lukisan adalah sejarah bagi zamannya&quot;. Sehingga penyimpangan dianggap mengelabui sejarah. Para pelukis realis ini lebih banyak melukis di sanggar dengan tema perilaku kehidupan manusia ketika itu. Tokohnya : Gustava Coubert (1819-1877). Sedangkan pelukis Indonesia adalah Hendra, Abdullah, Basuki Abdullah, Sudjojono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Naturalisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
Orang sering keliru antara lukisan realis dan naturalis, karena keduanya memang sama-sama melukiskan alam nyata. Akan tetapi realisme bertolak dari kenyataan perilaku kehidupan manusia, sedangkan naturalisme dari kenyataan yang ditangkap oleh indera mata ketika itu. Kelompok pelukis ini yang terkenal adalah &quot;BARBIZON&quot; dengan tokoh-tokohnya : Theodora Rouseau, Julis Dupre, Charles Prancois, Daubighy, Jen, F. Millet, Jean B. Camillet, dan Corot. Sedangkan di Indonesia yang terkenal adalah Wahdi Sumanta seorang pelukis dari Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;b&gt;4. Impresionisme&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Kebiasaan pelukis aliran Realisme selalu melukis di sanggar, yang tentu saja dapat menimbulkan kejenuhan. Dengan dipelopori oleh kelompok Barbizon, mereka mulai melukis di alam bebas. Akan tetapi dalam proses melukis ini diperlukan kecepatan dalam menangkap bentuk yang dipantulkan oleh cayaha, walaupun hasilnya tidak mendetail. Aliran ini disebut juga Realisme Cahaya &quot;Light Painting&quot;, dengan tokohnya Monet, Pisaro, Manet, Maquet, Renior dan Degas. &quot;The Orcestre of Opera&quot; Circa 1870 karya Degas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;iklane
  &lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;b&gt;5. Pointilisme&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Karya seniman G. Serat (aliran Impresionisme) cenderung menggunakan teknik titik-titik warna. Dengan karyanya ini menjadikan ia sebagai tokoh pointilisme. Dalam penumpukan warna ia dipengaruhi oleh teori warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;b&gt;6. Ekspresionisme&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Sangat berbeda halnya dengan kelompok seniman lain, dalam Ekspresionisme yang diungkapkan adalah luapan perasaan. Kebebasan distori, bentuk dan warna untuk melahirkan emosi atau sensasi dari dalam. Pelukis aliran ini mengolah pengalaman hidup, penderitaan batin, perasaan/emosi bukan hanya berdasarkan panca indera, melainkan dengan kejiwaan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tokoh-tokohnya : Vincent Van Gogh, Paul Gauguin, Die Brucke, D. Blaue Reiter. Sedangkan di Indonesia, Affandi dan Popo Iskandar.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5000696142212717151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/5000696142212717151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2017/05/apresiasi-seni-rupa-modern-mancanegara.html' title='Apresiasi Seni Rupa | Modern Mancanegara | Nusantara | Seni Klasik | Kontemporer '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGh6j3VKG3dPEfEYjI3P5lifda1U4rKWfGryiXlbKq8CUTy87Qea1Db40ZkoRjWKZ09xs8n8-DR5youO9PZ_RRf7l9PhQQqvouxz_xwYQdt-42HbruCREH7QrHyeRDWbnwRaQtzh8ATd0/s72-c/Senirupa+klasik.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3719819688235656642.post-4517277036969068878</id><published>2017-04-27T18:51:00.013+07:00</published><updated>2025-09-15T14:22:11.113+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni Karya"/><title type='text'>Analisis Tema, Analisis Gaya, Analisis Teknik, Analisis Bentuk, Karya Seni Rupa Murni</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Mengapresiasi Karya Seni Rupa di Daerah Setempat&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Analisis Tema dalam Karya Seni Rupa Murni&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita telah membahas tentang apa dan bagaimana munculnya tema serta gaya dalam karya seni rupa. Karya seni adalah bentuk ekspresi jiwa seniman. Oleh karena itu, apa dan bagaimana tema dan gaya suatu karya seni tergantung bagaimana tema dan gaya yang dipilih seniman yang membuatnya. Jadi, membaca tema dan gaya suatu karya sebenarnya sama dengan mempelajari latar belakang gagasan seorang seniman.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di dalam penciptaan suatu karya seorang seniman sangat dipengaruhi lingkungannya. Yang termasuk lingkungan dalam hal ini, antara lain waktu, kejadian-kejadian, kebudayaan setempat, dan pendapat-pendapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tentu masih ada faktor lain, tetapi empat faktor tersebut di atas merupakan faktor dominan yang membentuk sebuah gagasan pada diri seorang seniman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Misalnya, pada tahun 1948-1949 di Indonesia tengah mengalami agresi Belanda sehingga masih terjadi banyak peperangan antara rakyat Indonesia dengan Belanda. Kejadian-kejadian tersebut juga disaksikan dan dialami oleh seorang yang bernama M. Toha. Kejadian-kejadian itu pula yang mendorong dia merekam kejadian-kejadian dalam goresan gambar dengan alat dan bahan seadanya. Maka terciptalah lukisan-lukisan dengan tema suasana peperangan, yang foto-fotonya telah dibukukan oleh Dullah dengan judul Karya dalam Peperangan dan Revolusi. Buku tersebut memuat 84 foto lukisan peperangan karya M. Toha.Jadi M. Toha dalam menentukan tema lukisannya terpengaruh oleh waktu dan kejadian yang ada di sekitarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.senikary.com/2017/04/analisis-tema-analisis-gaya-analisis.html&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lukisan Karya Antonio Blanco yang bertema penari Bali&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTGQtbFrBpW9u4Anfa8wfFF5rRHfFSQafA5jCkxwb6CwK-a_WjkKlAlm8hIDZHbTLP7P16ugs46Rvi8c-m-kAs_rupg2UGybLGW69EGbrye6CQuiGKFLpTdJySnilBqhFqbZjuUkVB664/s400/Lukisan+Karya+Antonio+Blanco+yang+bertema+penari+Bali.png&quot; title=&quot;Lukisan Karya Antonio Blanco yang bertema penari Bali&quot; width=&quot;302&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perhatikan lukisan di samping! Lukisan tersebut adalah karya Antonio Blanco dengan tema penari Bali. Mengapa Antonio Blanco gemar melukis dengan tema-tema kebudayaan Bali? Bahkan, hampir semua lukisan Antonio Blanco memiliki tema kehidupan masyarakat Bali. Kalau kita lihat lebih jauh, ternyata Antonio Blanco adalah orang Spanyol yang telah berkeluarga dengan wanita Bali serta menetap di pulau tersebut. Ketertarikan dan kecintaannya kepada Bali memengaruhi gagasan-gagasannya dalam berkarya. &lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lukisan-lukisan Basoeki Abdullah banyak bertemakan kehidupan kaum atas karena beliau lahir dari lingkungan bangsawan dan lebih banyak bergaul dengan kelompok bangsawan. Bahkan, beliau belajar melukis ke luar negeri, suatu hal yang tidak bisa dilakukan masyarakat biasa pada waktu itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
Demikian pula, tema-tema lukisan S. Sudjojono, Affandi, Agus Jayasuminta, Otto Jayasuminta lebih banyak diambil dari kehidupan masyarakat kelas bawah. Hal itu dikarenakan mereka adalah seniman yang banyak bergaul dengan masyarakat biasa. Pada zaman perjuangan kemerdekaan lukisan-lukisan S. Sudjojono banyak bertemakan kehidupan rakyat yang sedang memperjuangkan kemerdekaan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Lain lagi dengan Dede Eri Supria yang hidup di alam Indonesia setelah merdeka, maka tema-tema karya lukisnya banyak mengambil tema kehidupan masyarakat setelah kemerdekaan, seperti kehidupan tukang asongan, pengemis, dan pekerja bangunan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jadi, ketika kita mengamati tema suatu karya seni rupa, maka kita harus memerhatikan waktu penciptaan serta latar belakang yang melingkupi senimannya. Dengan demikian pemahaman kita terhadap suatu karya seni rupa akan lengkap.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;2. Analisis Gaya dalam Karya Seni Rupa Murni&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
Gaya-gaya karya seni rupa Nusantara, terutama seni lukisnya, sebenarnya tidak serumit dan selengkap di Eropa. Hal ini dikarenakan sejarah seni lukis di Indonesia tidak sepanjang di Eropa.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAXzujuwMj_4IXyuGhNu1WAxrG1YwPhINcjMJ8aCIJ0NeGthlXBv_x07T_l-BY_JlUV3M1fzKs9A9SqdR3DRVilUXr87YZTEjiKAhWwnAfVlD23uuMp3MR6Va3BIaRmoohBIC37V28gMU/s1600/Gambar+Berjudul+Ibu+karya+Affandi+dengan+gaya+realistik.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAXzujuwMj_4IXyuGhNu1WAxrG1YwPhINcjMJ8aCIJ0NeGthlXBv_x07T_l-BY_JlUV3M1fzKs9A9SqdR3DRVilUXr87YZTEjiKAhWwnAfVlD23uuMp3MR6Va3BIaRmoohBIC37V28gMU/s400/Gambar+Berjudul+Ibu+karya+Affandi+dengan+gaya+realistik.png&quot; width=&quot;255&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Gaya seni rupa di Indonesia dimulai dari gaya naturalis romantisme yang terdapat dalam lukisan-lukisan Raden Saleh. Gaya ini diteruskan oleh pelukis-pelukis zaman Indonesia jelita, seperti Abdullah Suryo Subroto, Basoeki Abdullah, Henk Ngantung, dan lain-lain. Basoeki Abdullah juga kadang menampilkan gaya naturalis realisme, yaitu karya dengan gaya naturalisme, tetapi dengan sapuan lebih kasar dengan mengambil tema kejadian dalam masyarakat. Gaya naturalisme ini dipengaruhi oleh falsafah arts imitatur naturan (seni adalah imitasi alam) yang dicanangkan Aristoteles.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Gaya yang muncul kemudian adalah gaya realisme yang dimotori oleh S. Sudjojono, Affandi, dan Agus Jayasuminta. Gaya ini kemudian diramaikan oleh seniman-seniman, seperti Achmad Sadali, O.H. Supono, A.D. Pirous, Srihadi Sudarsono, dan Widayat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbJZgyubgH_LUQrkXKvJcArFvSDJwr7pyrqrBzzeFTuDEYMhLucZ0CgUufA9qlLJWPwpIqoDukmnDfmbQpgiI6bTZAmLRXyDykmljYVSjaQk7_3mqzXuAgvqq-ieo0u9FmVLCzU5_HWbE/s1600/Lukisan+Potret+diri+Affandi+Yang+Dikerjakan+dengan+gaya+Ekspresif+pelototan.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lukisan Potret diri Affandi Yang Dikerjakan dengan gaya Ekspresif pelototan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;359&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbJZgyubgH_LUQrkXKvJcArFvSDJwr7pyrqrBzzeFTuDEYMhLucZ0CgUufA9qlLJWPwpIqoDukmnDfmbQpgiI6bTZAmLRXyDykmljYVSjaQk7_3mqzXuAgvqq-ieo0u9FmVLCzU5_HWbE/s400/Lukisan+Potret+diri+Affandi+Yang+Dikerjakan+dengan+gaya+Ekspresif+pelototan.png&quot; title=&quot;Lukisan Potret diri Affandi Yang Dikerjakan dengan gaya Ekspresif pelototan&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pelukis-pelukis tersebut terus bergerak mencari dan mencoba pembaruan sehingga dalam geraknya tersebut mereka berganti-ganti gaya. O.H. Supono selain melukis dengan gaya realisme pernah melukis dengan gaya surealisme, sampai akhirnya menekuni gaya impresionistik. Achmad Sadali sebelum dengan gayanya yang abstrak pernah melukis dengan gaya realisme romantisme dan kubisme. Affandi sebelum menemukan gaya ekspresif pelototannya pernah melukis dengan gaya realisme. Widayat sebelum menjadi pelukis dengan gaya dekoratif kepurbaan juga pernah menjadi pelukis dengan gaya realisme. S. Sudjojono yang kini menjadi pelukis ekspresif yang garang dan kusam, dulunya adalah pelukis realisme yang cenderung fotografis dengan media pastel. &lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jadi seorang seniman kadang berganti-ganti gaya di dalam menciptakan karyanya. Hal ini dilakukan karena seorang seniman selalu melakukan pencarian-pencarian bentuk yang paling tepat bagi isi jiwanya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Gaya, sebagai bentuk pencarian, merupakan ekspresi ketidakpuasan seniman terhadap gaya yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, gaya selalu muncul dengan yang lebih baru.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Namun, dari segala gaya yang ada dan kita kenal, Howard Simon dalam bukunya Techniques of Drawing yang disadur oleh Dean Praty R. mengelompokkan menjadi bentuk abstraksi, nonobjektivisme, kubisme, surealisme, dan ekspresionisme.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;a. Abstraksi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdVkYG_n9NA640juoA0CUA4xIjlQYgSl3pj29u-cvluzxznMn1jAkF4Z_TID-YFq6DGlcIvHaFR-7TfNJAOic2ZterFLicWlpkVlw7oa2xsOzH8M0Z9h3Q3aC8Z03M-CemuRU1z0-ej4s/s1600/Lukisan+abstrak+karya+Jelihan+yang+berjudul+Bandung.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lukisan abstrak karya Jelihan yang berjudul Bandung&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;325&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdVkYG_n9NA640juoA0CUA4xIjlQYgSl3pj29u-cvluzxznMn1jAkF4Z_TID-YFq6DGlcIvHaFR-7TfNJAOic2ZterFLicWlpkVlw7oa2xsOzH8M0Z9h3Q3aC8Z03M-CemuRU1z0-ej4s/s400/Lukisan+abstrak+karya+Jelihan+yang+berjudul+Bandung.png&quot; title=&quot;Lukisan abstrak karya Jelihan yang berjudul Bandung&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Lukisan abstrak adalah lukisan atau gambar yang menganut nilai-nilai di mana bentuk diciptakan secara alamiah, tetapi dibentuk dan ditata kembali dengan sedemikian rupa sehingga keharmonisan dan ritmenya muncul. Objek-objek dan bentuk-bentuk dipecah-pecah dalam seni ini dan membentuk komponen garis masing-masing, yang kemudian dipisah-pisah dan diletakkan dalam komposisi sesuai selera sang seniman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;b. Kubisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubisme tidak hanya merupakan usaha abstraksi yang meratakan dan menggeometriskan serta mengelompokkan kembali terhadap objek-objek alam. Terkadang, bahkan sering, berusaha keras untuk memperlihatkan bidang belakang secara simultan dengan bidang depan, sampai-sampai menggunakan transparansi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheldon Cheney menggambarkan ide fundamental kubisme sebagai berikut, &quot;Kubisme memungkinkan kita untuk memisahkan bidang-bidang dari suatu objek, serta menatanya kembali dalam sebuah gambar sehingga terorganisasi dan memberikan kesan emosional dan struktural yang lebih mumi daripada penampilan semula.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;c. Ekspresionisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEiagvcfeskEV9QVVeJcw2FPatvp-CVvKzXhA81zKROw02WY4-hFSpBpJEs8Ct4RiSmXAu7wchTEtlOBGfIkik6w0ZedyXHUI1M48m03GjR3Xiz0Q1uKSuINim0qzHfPNH7LCmGlRIz7s/s1600/Lukisan+Sudjana+Kerton+dengan+warna-warna+yang+ekspresif.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lukisan Sudjana Kerton dengan warna-warna yang ekspresif&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;385&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEiagvcfeskEV9QVVeJcw2FPatvp-CVvKzXhA81zKROw02WY4-hFSpBpJEs8Ct4RiSmXAu7wchTEtlOBGfIkik6w0ZedyXHUI1M48m03GjR3Xiz0Q1uKSuINim0qzHfPNH7LCmGlRIz7s/s400/Lukisan+Sudjana+Kerton+dengan+warna-warna+yang+ekspresif.png&quot; title=&quot;Lukisan Sudjana Kerton dengan warna-warna yang ekspresif&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ekspresionisme mencari intensif bentuk dan struktur. Aliran ini memanfaatkan distorsi keras untuk mengekspresikan perasaan emosi sang seniman secara kreatif. Para penganut ekspresionis ini memanfaatkan alam sebagai subyeknya. Dan ekspresionisme sendiri lebih banyak menggambarkan tanggapan emosional seniman terhadap objek gambarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar Popo Iskandar di samping terlihat bagaimana seniman mencurahkan ekspresinya terhadap objek dengan goresan-goresan warna dan garisnya secara emosional. Distorsi keras terhadap bentuk kucing yang sebenarnya dalam media garis dan warna yang tegas dan spontan menunjukkan seniman memiliki dorongan kuat terhadap objek. &lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;d. Nonobjektivisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Gaya nonobjektivisme adalah gaya di mana materi komposisi didasarkan pada bentuk-bentuk geometris dan nongeometris yang sering disebut dengan istilah bentuk bebas. Bentuk ini tidak seperti bentuk-bentuk alami ataupun objek-objek yang mudah dikenali dengan garis hidup kreasinya sendiri. Selain itu, bentuk ini memisahkan diri dari objek yang biasa kita lihat sehari-hari. Warna, nilai gelap-terang (cahaya dan bayangan), serta tekstur banyak dimanfaatkan dalam melukis nonobjektif.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;e. Surealisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Gaya Surealisme adalah simbolis seni seperti yang diinterpretasikan oleh Fruedian (diambil dari teori Sigmund Frued). Terminologi lukisannya memang sebagai aliran modem, tetapi teknik penggambarannya lebih mirip naturalis realisme. Gaya surealisme sangat menonjolkan objek sehingga menjadi super-realisme. Terkadang menyerupai impian atau kesan horor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;3. Analisis Teknik dan Bahan Karya Seni Rupa&amp;nbsp;Murni&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5KQGj_D74LXHfapllmIXOJivB8Wl03eWjFSherVM34H9WwAUhRHfenYCfgkRK4b61tJmIohkLlKyyHyNMj-hn2NqzvFvp3zrcll0CuJnxs1vUBaZGp5pU_jNRSiYpvpfrieLwbSt_J0s/s1600/Lukisan+Affandi+dengan+bahan+cat+air.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lukisan Affandi dengan bahan cat air&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5KQGj_D74LXHfapllmIXOJivB8Wl03eWjFSherVM34H9WwAUhRHfenYCfgkRK4b61tJmIohkLlKyyHyNMj-hn2NqzvFvp3zrcll0CuJnxs1vUBaZGp5pU_jNRSiYpvpfrieLwbSt_J0s/s400/Lukisan+Affandi+dengan+bahan+cat+air.png&quot; title=&quot;Lukisan Affandi dengan bahan cat air&quot; width=&quot;243&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Teknik dan bahan yang digunakan dalam berkarya seni rupa murni di tiap daerah sangat beragam. Munculnya variasi teknik dalam berkarya seni rupa mumi dipengaruhi beragamnya bahan dan media yang digunakan. Contohnya, seni lukis kaca di Cirebon. Teknik yang digunakan tentunya berbeda dengan seni lukis biasa yang menggunakan media kertas. Hal ini dikarenakan penggunaan media kaca yang berbeda dengan media kertas atau lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Contoh lainnya adalah melukis poster dengan cat menggunakan teknik opaque. Teknik opaque adalah teknik memberikan warna-warna yang menutup atau tidak transparan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Teknik pewarnaan dengan cat air dibedakan menjadi teknik basah dan teknik kering. Teknik basah dilakukan dengan membasahi kertas terlebih dahulu, sedangkan teknik kering dilakukan dengan cara kertas dibiarkan kering tanpa dibasahi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;4. Analisis Bentuk Karya Seni Rupa Murni&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA_Slv_7XU2TJiIGlB7LNLN9ABfbxb4H1-4oegwyhNVRtaPHDD8ZYyxj4R3S8Q8tYOBR1uzSi-iuPRHq5bxkZZ_jJTMz_Ae7L-E2sqsPNyHwdxfRpQB6_m910AYgqH-qXvo9GXRJe1pMA/s1600/Topeng+dari+Balik+memiliki+ciri+khas+dalam+bentuknya.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Topeng dari Bali memiliki ciri khas dalam bentukny&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA_Slv_7XU2TJiIGlB7LNLN9ABfbxb4H1-4oegwyhNVRtaPHDD8ZYyxj4R3S8Q8tYOBR1uzSi-iuPRHq5bxkZZ_jJTMz_Ae7L-E2sqsPNyHwdxfRpQB6_m910AYgqH-qXvo9GXRJe1pMA/s400/Topeng+dari+Balik+memiliki+ciri+khas+dalam+bentuknya.png&quot; title=&quot;Topeng dari Bali memiliki ciri khas dalam bentukny&quot; width=&quot;285&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Karya seni rupa murni dapat berbentuk dua dimensi ataupun tiga dimensi. Karya seni rupa murni dua dimensi contohnya adalah lukisan. Sementara, contoh karya seni rupa murni tiga dimensi adalah patung.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bentuk karya seni rupa di tiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya, di Bali sangat terkenal dengan seni lukisan atau seni rupa dua dimensi meski seni rupa tiga dimensinya tidak kalah menarik dan diminati. Sementara itu, di Yogyakarta lebih dominan karya seni rupa tiga dimensi, terutama kerajinan perak dan seni kriyanya. Di Magelang lain lagi, karya seni patung sangat dominan di daerah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2606998159056791&quot;
     crossorigin=&quot;anonymous&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block; text-align:center;&quot;
     data-ad-layout=&quot;in-article&quot;
     data-ad-format=&quot;fluid&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-2606998159056791&quot;
     data-ad-slot=&quot;5218382214&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Selain bentuk berdasarkan ukuran atau dimensinya yang berbeda, di tiap daerah juga memiliki ciri khas bentuk estetisnya. Contohnya, patung dari Magelang tentu berbeda dengan patung dari suku Asmat. Kalian dapat menemukan keunikan bentuk-bentuk karya seni rupa mumi di daerah kalian masing-masing, yaitu dengan mengapresiasi karya seni rupa murni dari daerah kalian.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/4517277036969068878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3719819688235656642/posts/default/4517277036969068878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://beserupa.blogspot.com/2017/04/analisis-tema-analisis-gaya-analisis.html' title='Analisis Tema, Analisis Gaya, Analisis Teknik, Analisis Bentuk, Karya Seni Rupa Murni'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14001903674177597337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTGQtbFrBpW9u4Anfa8wfFF5rRHfFSQafA5jCkxwb6CwK-a_WjkKlAlm8hIDZHbTLP7P16ugs46Rvi8c-m-kAs_rupg2UGybLGW69EGbrye6CQuiGKFLpTdJySnilBqhFqbZjuUkVB664/s72-c/Lukisan+Karya+Antonio+Blanco+yang+bertema+penari+Bali.png" height="72" width="72"/></entry></feed>