<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Suara Pelan</title><description>Disinilah aku belajar bersuara, pelan dan perlahan ditengah pelangi hidup yang kadang begitu terang dan kadang pun begitu gelap..</description><managingEditor>noreply@blogger.com (suara pelan)</managingEditor><pubDate>Wed, 11 Sep 2024 07:02:12 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://suarapelan.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Disinilah aku belajar bersuara, pelan dan perlahan ditengah pelangi hidup yang kadang begitu terang dan kadang pun begitu gelap..</itunes:subtitle><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Halo Blog: Kembali belajar menulis dan membaca...</title><link>http://suarapelan.blogspot.com/2014/02/halo-blog-kembali-belajar-menulis-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (suara pelan)</author><pubDate>Sun, 16 Feb 2014 04:48:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6510460780122464049.post-5533720788155615369</guid><description>Halo my blog,
lama sekali tak bersapa, sudah banyak sekali warna warni dalam hidupku, ada  yang berputar diatas, ada saatnya berputar dibawah. Ada saatnya aku tertawa begitu gembira, ada pula waktunya aku menangis tersedu sedu. Hidup memang penuh warna dan aku bersyukur sampai detik ini, nafasku masih ada, keluarga kecilku bertambah dengan hadirnya si kecil Kinai, makanan dan minuman masih kusantap setiap harinya...

beberapa bulan ini, aku merasa sedang berputar dibawah, aku sedang jenuh berada dirumah terus, aku merasa useless dengan berada dirumah, aku bukan pribadi yang pintar berkutat didapur, merawat anak, dll. aku sudah tak pernah membaca, menulis. Setiap ada waktu sendiri tanpa suara2 tawa atau tangis kedua anakku, yang ingin kulakukan hanya bersantai menonton tv yang ringan2, membaca novel ataupun sekedar diam sendiri. 

Untuk membaca dan menulis, aku tipe yang membutuhkan waktu tersendiri dan tenang dan itu yang sulit didapatkan sejak kelahiran anakku tahun 2010, dan aku butuh paksaan, deadline, motivasi dari luar. Tampaknya aku yang kurang memanage waktu dengan baik. Dan terkadang aku berpikiran bahwa membaca sesuatu itu harus yang rumit, komplek seperti filosofi yang dulu suka kubaca sewaktu kuliah, dan menulis itu harus yang "berbobot" harus bertema berat, pake footnote. 
Pikiran2 salah kaprah itulah yang membuatku semakin mundur menjauh dari dunia membaca dan menulis dan membuatku semakin terpuruk dan bosan dirumah walaupun kedua putriku memberi warna tersendiri, memberi cinta yang memenuhi hatiku dan suamiku yang tak pernah protes, walaupun aku berharap dia bisa memberi solusi atau motivasi..

Sebenarnya banyak yang bisa kulakukan dalam hal kegiatan karena saat ini aku masih didampingi asisten rumah tangga (ART) yang cukup jago merawat anak dan rumah tangga. ART ku akan selesai bekerja sampai Juni 2015. Jadi disinilah waktuku untuk bisa banyak bergiatan sebelum ditinggal ART. Tapi sampai sekarang aku belum ketemu yang pas, atau mungkin tepatnya aku yang tidak bisa mencari yang pas dan cocok. Kehidupan dan kegiatan di Qatar ini agak beda dengan di Indonesia dan Amerika, dua tempat yang pernah kutinggalin. Mungkin ini cerita yang bisa kutuangkan ditulisan selanjutnya....(memotivasi diri untuk menulis)

Beberapa teman yang juga IRT tapi tidak tinggal di Qatar memberikan saran bahwa, kalo mau menulis ya tulis saja, mengalir tidak usah berpikir ini dan itu, tuangkan saja. Begitu juga ketika bbm dengan suami sahabat yang keduanya psikolog, mas tersebut bilang tulis aja, kalo yang dari hati biasanya lebih mengena. Sedangkan teman yang berkiprah didunia pendidikan berkata tulis saja, makanya ada proses yang namanya editing, re-read, yang penting ada dulu yang mau diedit. 

Kuresapi nasehat mereka, dan kupikir betul juga toh ini tulisan2ku sendiri tidak ada yang menilai A,B, C atau fail, pass seperti waktu kuliah. Dan tulisan ini membantuku mencurahkan isi hati dan supaya tidak bosan dengan ritme hidup yang ini ini saja disini. 

Memang, aku merindukan punya komunitas yang sama2 suka membaca, bikin book club, saling berdiskusi dan bercerita sambil menyruput kopi atau teh. Hal seperti itu mudah kutemukan di Amerika, tapi tidak disini. 

Tapi kalo kutunggu sampai semuanya ideal: aku punya waktu tenang, aku punya komunitas, aku punya dukungan dari suami, dll, dll...aku tak akan pernah menulis dan membaca kembali. Aku harus memulainya sendiri, seperti lagu barne "a little at a time", "I learn big thing, a little at a time."

Dengan apa adanya situasiku saat ini, aku sendiri yang bisa memulai, tak usah berpikir besar akan menulis artikel, paper, seminar..tapi aku ingin menulis menuangkan isi hatiku, titik. tidak perlu kutakut karna tidak menggunakan teori besar ataupun footnote yang banyak. 


Mulailah dan lakukanlah....dan bikinlah komitmen, at least satu halaman buku atau novel atau apapun akan kubaca, at least dua - lima kalimat akan kutuliskan tiap harinya... 
Selamat datang kembali di blog ini...

Salam hangat,
Febuary 16,2014

</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kiddo; Coming Soon</title><link>http://suarapelan.blogspot.com/2010/10/kiddo-coming-soon.html</link><category>Keluarga Kecilku</category><author>noreply@blogger.com (suara pelan)</author><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 05:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6510460780122464049.post-2911277930252204476</guid><description>Anakku,&lt;br /&gt;It almost time...&lt;br /&gt;Sudah tidak sabar kami, orang tua-mu mengendongmu dalam pelukan tangan kami&lt;br /&gt;Mengecup penuh cinta dan membisikan betapa bahagianya dua insan ini..papa dan mama&lt;br /&gt;Ayo nak, kita berjuang bersama sebentar lagi dengan kekuatan cinta untuk membawamu keluar dari rahim ibu ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Do you know much i have been enjoying every second with you inside me?&lt;br /&gt;Sebuah keajaiban yang luar biasa, perasaan yang tidak terlukiskan&lt;br /&gt;Setiap gerakanmu memberikan nikmat dan kebahagiaan sendiri buat mama-mu ini&lt;br /&gt;Terlebih disaat mama menangis pilu menyesuaikan diri dengan situasi Yogya yang berbeda dan papa tidak berada disini, engkaulah kekuatan mama nak..dan teruslah menjadi kekuatan papa dan mama menjalani kehidupan ke depan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku,&lt;br /&gt;Biarlah doa dan cinta kami mengiringi kehadiranmu didunia ini&lt;br /&gt;Ajari kami menjadi orang tua yang tidak menyakiti hati anak2nya,&lt;br /&gt;yang selalu ada untuk berbagi...&lt;br /&gt;Tidak ada sekolah menjadi orang tua nak..yang ada hanya pembelajaran langsung ketika engkau hadir&lt;br /&gt;Engkau akan menemui banyak kelemahan kami nak, bersabarlah dan ajarilah terus..&lt;br /&gt;Satu hal yang pasti, cinta kami tidak akan pernah luntur untuk-mu, nak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sayang dari papa dan mama...yang sudah tidak sabar untuk mengendong, mengecup dan membisikan cinta kami...We love you, Kiddo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogya, 25-Oct-2010&lt;br /&gt;GAP DD-7</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kiddo; You are Loved</title><link>http://suarapelan.blogspot.com/2010/08/kiddo-you-are-loved.html</link><category>Keluarga Kecilku</category><author>noreply@blogger.com (suara pelan)</author><pubDate>Sat, 14 Aug 2010 13:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6510460780122464049.post-1423016206193136304</guid><description>Anakku...&lt;br /&gt;Bertumbuhlah dengan cinta&lt;br /&gt;Cinta yang Kuasa dan cinta orang tua-mu&lt;br /&gt;Peganglah cinta ini ketika engkau menyapa dunia sebentar lagi&lt;br /&gt;Peganglah cinta ini ketika engkau dunia berganti menyapamu&lt;br /&gt;dengan keras dan lembutnya angin...dengan panasnya matahari dan sejuknya rembulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ini akan menemanimu menghadapi pahitnya hidup&lt;br /&gt;Cinta ini akan menemanimu menghadapi manisnya hidup&lt;br /&gt;Cinta ini akan menemanimu selalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpeganglah pada cinta ini, cinta yang akan selalu menyertai setiap langkah-mu&lt;br /&gt;Biarlah cinta ini akan mengajarimu untuk mencintai diri-mu sendiri, menerima diri-mu apa adanya, menghargai diri-mu...mencintai diri-mu..nak&lt;br /&gt;dan bila tiba saatnya, biarlah cinta ini juga yang akan mengajari-mu mencintai yang Lain...mahluk ciptaan yang Kuasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are loved Kiddo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;much love,&lt;br /&gt;your parents, Aug 14,2010 (JF 121)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kenangan Lama</title><link>http://suarapelan.blogspot.com/2010/07/kenangan-lama.html</link><category>Keluarga Kecilku</category><author>noreply@blogger.com (suara pelan)</author><pubDate>Tue, 27 Jul 2010 11:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6510460780122464049.post-8450026082990351599</guid><description>Aku merindukannya...&lt;br /&gt;tapi enggan bertemu&lt;br /&gt;Aku merindukannya...&lt;br /&gt;tapi enggan bercakap&lt;br /&gt;Aku teringat...&lt;br /&gt;tapi ingin menghilangkan...&lt;br /&gt;Aku ingin menghilangkan...&lt;br /&gt;tapi aku tak kuasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan lama muncul&lt;br /&gt;Mengusik jiwa..</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kebersamaan</title><link>http://suarapelan.blogspot.com/2010/07/kebersamaan.html</link><category>Keluarga Kecilku</category><author>noreply@blogger.com (suara pelan)</author><pubDate>Mon, 26 Jul 2010 10:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6510460780122464049.post-8137788680276068042</guid><description>Thank you Loving Spirit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa tepat 4 tahun hari ini aku mengarungi rumah tanggaku bersama suami tercinta. Pembelajaran terjadi setiap waktu dalam kebersamaan kami dalam setiap momentnya. Tertawa, menangis, marah, sedih, gembira menjadi pelangi yang selalu hadir dalam kehidupan kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hidup berdua, jauh dari tanah air dan keluarga membuat kami semakin mengenal satu sama lain. Hidup ditanah perantauan, semua kami lakukan berdua mulai dari bersih-bersih rumah, mencuci, memasak, bermain, semuanya. Mau tertawa, menangis, marah, gembira, sedih pun selalu berdua dalam satu rumah. Pelangi hidup itu membuat kita mengenal satu sama lain, mengenal kepribadian dan kebiasaan satu sama lain. Mengajari kita untuk berkompromi dan bernegosiasi satu sama lain. Tidak mudah, tapi kami bersyukur kami bisa melewati 4 tahun ini dan menyakini kami akan melewati tahun-tahun selanjutnya bersama, ditambah dengan kehadiran si kecil. &lt;br /&gt;Sebentar lagi, kami berdua akan memasuki tahap baru dalam kehidupan rumah tangga kami, setelah 4 tahun bersama dan belajar mengenal satu sama lain, tiba saatnya kami memasuki tahap menjadi orang tua. Si kecil, God’s willing akan hadir ditengah-tengah kami November ini. Sungguh suatu rahmat yang luar biasa untuk kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kembali akan memulai proses pembelajaran kami sebagai orang tua. Kehadiran si kecil akan memodifikasi kehidupan kita mulai dari hal yang paling remeh ke hal yang paling significant. Mulai dari jam nonton kami, jam tidur, jam jalan-jalan kami sampai planning saving kami. Kami berdua akan belajar bernegosiasi dan berkompromi dengan dinamika hidup yang baru. dan yang pasti tidak akan kami sesali, karena kami berdua sudah menantikan kehadiran si kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proses kehidupan pernikahan ini, memberiku kesadaran bahwa setiap hidup ketika kita masih berhubungan-berkoneksi dengan mahluk hidup yang lain akan selalu merupakan proses bernegosiasi dan berkompromi satu sama lain dengan tujuan untuk bisa hidup berdampingan. Tiap individu mempunyai pendapat dan keinginan yang berbeda satu sama lain, tidak ada yang murni sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara langsung atau tidak langsung manusia terkondisikan untuk melihat perbedaan sebagai sesuatu yang menakutkan dan perlu dihindari. Semua berlomba-lomba untuk mewujudkan persamaan dan akhirnya kehilangan pelangi perbedaan dan keunikan dari satu sama lain. Ketika ada suatu struktur-system yang berbeda diluar kebiasaan, kita cenderung bereaksi untuk menghindari, berusaha untuk menjadikannya sama-satu. Ketika hal itu tidak berhasil terjadi, struktur-system yang baru itu akan dilihat sebagai yang salah. Termasuk ketika melihat manusia lain / individu lain yang berbeda dengan yang mayoritas, orang tersebut akan dilihat sebagai yang aneh. Dan ketika itu berbenturan dengan keyakinan mendasar yang kita pegang, kita cenderung untuk melihat yang aneh itu sebagai yang salah dan tidak terbuka untuk proses duduk dan mendengarkan. Tidak ada proses berkompromi-bernegosiasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 tahun berlalu melewati kehidupan pernikahan kami, ternyata resep yang paling berharga adalah kesediaan diri untuk memasuki proses mendengarkan satu sama lain. Dengan mendengarkan, kita saling tahu reasoning dibalik tindak tanduk pasangan kita, mengerti alasan-alasan dibalik semua itu, mengerti kontek kenapa situasi tertentu terjadi. Sering kali, aku dan suami hanya menduga, berasumsi sendiri yang akhirnya memperuncing masalah. Proses mendengarkan berlanjut dengan diskusi, bernegosiasi, berkompromi. Tidak mudah, tidak gampang, kadang menyakitkan butuh waktu lama tapi semua itu yang membantu kita survive dalam 4 tahun ini dan semakin menikmati kebersamaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran itu pula yang perlu ku bawa dalam memasuki tahap baru untuk menjadi orang tua dan juga untuk berhubungan dengan mahluk hidup yang lain, dengan perbedaan. Semoga kesadaran ini akan terus ada berjalan bersamaku menikmati hidup sebagai manusia yang tidak pernah lepas dari kelemahan dan keserakahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup, terima kasih untuk menghadirkan kesempatan untuk menikmati hidup bersama suamiku, terima kasih untuk setiap proses pembelajaran yang terjadi dan yang akan terjadi dengan bertambahnya dinamika hidup yang lain. Terima kasih sudah berjalan bersamaku.Semoga semua mahluk berbahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesaieed Dessert – O&amp;M&lt;br /&gt;July 22, 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Pelan</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>I have a blog</title><link>http://suarapelan.blogspot.com/2010/07/i-have-blog.html</link><category>Learn How to Write</category><author>noreply@blogger.com (suara pelan)</author><pubDate>Mon, 19 Jul 2010 00:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6510460780122464049.post-2079825287843366259</guid><description>Huh, &lt;br /&gt;finally i have a blog. Hopefully it will motivated me to write and reflect on my life accompany by Others. Sayangnya, kadang aku malas menulis, sering aku menulis diserpihan kertas yang tersebar disana sini dan semuanya tercecer berantakan.&lt;br /&gt;Writing should be one of many ways for me to liberate myself and survive life though however writing is also difficult for me, it involves all feeling from happiness, sadness, anger and many more. It will also entails some sense of responsibility of what i had written. &lt;br /&gt;Tetapi, aku ingin tetap belajar menulis dan bersuara perlahan karena ini akan menjadi pembelajaran hidupku, membantuku merefleksikan hidup dan belajar dari refleksi hidup Yang Lain.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item></channel></rss>