<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500</id><updated>2026-10-28T13:50:05.380+07:00</updated><category term="Khotbah Minggu"/><category term="Epistel"/><category term="Pergumulan Hidup"/><category term="Keselamatan"/><category term="Iman"/><category term="Dosa"/><category term="Renungan"/><category term="Firman Allah"/><category term="Persekutuan"/><category term="Kasih"/><category term="Mengikut Yesus"/><category term="Penyertaan Tuhan"/><category term="Renungan Harian"/><category term="Mengucap Syukur"/><category term="Saksi Kristus"/><category term="Roh Kudus"/><category term="Akhir Zaman"/><category term="Doa"/><category term="Kidung Jemaat (KJ)"/><category term="Advent"/><category term="Perumpamaan Tuhan Yesus"/><category term="Perkataan Yesus"/><category term="Ajaran Kristen"/><category term="Muzijat Tuhan"/><category term="Passion"/><category term="Hikmat"/><category term="Keluarga Kristen"/><category term="Etika Kristen"/><category term="Persembahan"/><category term="Trinitatis"/><category term="Pekabaran Injil"/><category term="Ayat Kontekstual"/><category term="Ibadah"/><category term="Matius"/><category term="Mazmur"/><category term="Natal"/><category term="Yohanes"/><category term="2 Korintus"/><category term="Kebangkitan Yesus"/><category term="Paskah"/><category term="1 Korintus"/><category term="Buku Ende (BE dan SDJ)"/><category term="Kisah Inspiratif"/><category term="Kisah Para Rasul"/><category term="Lukas"/><category term="Markus"/><category term="Okultisme"/><category term="Roma"/><category term="1"/><category term="1 Samuel"/><category term="2"/><category term="3 Yohanes"/><category term="Berita Kristen"/><category term="Filipi"/><category term="Gambar Rohani Kristen"/><category term="Habakuk"/><category term="Kejadian"/><category term="Kenaikan Tuhan Yesus"/><category term="The Word of God"/><category term="Yakobus"/><category term="Yesaya"/><title type='text'>Khotbah dan Renungan Kristen</title><subtitle type='html'>Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>617</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-6351620317214470674</id><published>2026-04-17T12:01:00.002+07:00</published><updated>2026-04-17T12:01:22.905+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Habakuk"/><title type='text'> Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam
Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Habakuk
melihat kejahatan umat Tuhan di Yehuda dan memohon kepada Tuhan supaya
bertindak, namun Tuhan menjawab doanya dengan cara yang tidak terduga yaitu
dengan membawa Babel ke Yehuda untuk mendisiplinkan umatNya. Dari sudut pandang
manusia penjajahan adalah sebuah penderitaan, tetapi itu semua adalah pekerjaan
Tuhan dengan memakai bangsa yang jahat untuk menghukum umatNya. Bagi Habakuk mempertanyakan
cara Tuhan untuk menghukum umatNya, bagaimana mungkin Tuhan yang baik memakai
bangsa yang paling jahat yang memperlakukan manusia seperti binatang. Tetapi Tuhan
menjawab bahwa walaupun Tuhan memakai bangsa Babel yang jahat bukan berarti
Tuhan menyetujui kejahatan Babel, sebab Tuhan yang adil akan menuntut
pertanggungjawaban semua bangsa-bangsa yang sama dengan mereka.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dalam
pasal 3 kita akan menjumpai doa Habakuk yang memohon supaya Tuhan segera
bertindak seperti yang dilakukan Tuhan pada masa lalu yang menjatuhkan
bangsa-bangsa yang jahat. Habakuk menaikkan puji-pujian kepada Tuhan yang
mengungkapkan pengharapannya kepada Tuhan, bahwa sekalipun dunia ini hancur
karena peperangan, kelaparan, kekeringan dan apapun juga, ia akan tetap percaya
dan bersukacita menanti-nantikan janji Tuhan. Dunia ini bisa menjadi kelam dan
kacau, namun kitab Habakuk mengajak kita untuk tetap percaya kepada Tuhan yang
mengasihi semua orang yang taat, sebab suatu saat Tuhan akan mengalahkan
kejahatan yang ada di dunia ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dikatakan
dalam nas ini &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil
pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan
makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam
kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah
yang menyelamatkanaku”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Orang yang berpengharapan kepada Tuhan telah
siap berhadapan dengan situasi terburuk sekalipun, sebab kita dalam diri kita
telah ada keyakinan yang kuat bahwa semuanya itu dapat dilalui bersama kuasa
pertolongan Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Sekalipun
kesusahan itu datang, orang yang berpengharapan dapat bersorak-sorai
sebagaimana tertulis di Roma 12: 12 &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah
dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dalam perjalanan
kehidupan ini kita tetap dapat bersukacita bukan karena materi, harta,
kehormatan yang ada dalam dunia ini, namun karena kita memiliki Tuhan yang
berkuasa atas kehidupan. Kita bersukacita adalah di dalam Tuhan, bukan di dalam
harta, kehormatan dan kenikmatan dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kita
memiliki janji dan pengharapan yang tidak akan mengecewakan di dalam Tuhan kita
Yesus Kristus. Kita mau untuk membangun kehidupan di atas pengharapan yang
takkan tergoyahkan. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa
kita (Ibrani 6: 19-20), pengharapan kita kepada Tuhan Yesus akan mengokohkan
posisi kita di badai kehidupan yang dapat mendera perahu kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Pengharapan
di dalam Tuhan, adalah sauh yang kuat untuk tidak putus harapan, untuk tidak
tawar hati, untuk tidak berputus asa, untuk tidak diatur oleh ketakutan, untuk
tidak ditenggelamkan oleh penderitaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Sehingga
di dalam menjalani kehidupan ini, kita selalu memohonkan kepada Tuhan untuk
selalu memenuhi kita dengan berlimpah-limpah pengharapan (Roma 15: 13). Setiap
saat dalam kehidupan ini tetap mengisi dan membangun hidup kita dengan iman
pengharapan kepada Tuhan, supaya pada saat yang tidak terduga terjadi dalam
hidup ini, kita sudah siap kokoh berdiri mengandalkan kekuatan dari Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Sebagaimana
pengajaran Tuhan Yesus tentang dua macam dasar (Matius 7: 24-27)., siapakah
dari kita yang mendirikan di atas batu? Dan siapakah kita yang mendirikan rumah
di atas pasir? Siapakah dari kita yang bijaksana yang membangun kehidupannya di
atas dasar iman pengharapan kepada Tuhan tetap dapat kokoh berdiri ketika badai
angin, hujan dan banjir itu datang. Kita tidak akan ditenggelamkan oleh
kesusahan yang tidak terduga itu datang, sebab jauh hari kita telah membangunan
hidup kita di atas dasar yang kuat.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dan
hendaklah kita juga ingat peringatan Tuhan Yesus “Bukan setiap orang yang
berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku
yang di sorga” (Matius 7: 21). Jangan setelah kesusahan itu datang kita baru
tahu untuk berteriak “Tuhan”, padahal ketika suasana tenang seakan kita tidak
membutuhkan Tuhan, bahkan seperti orang yang tidak mengenal Tuhan dalam hidup
kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kita
bertekun dalam hidup rohani bukanlah hanya sekedar berpengharapan akan
kehidupan kekal yang akan disediakan oleh Tuhan bagi setiap orang yang percaya,
namun kita percaya bahwa ketekunan kita dalam iman adalah hal yang berguna bagi
kehidupan kita juga dalam dunia ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata
“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari
mulut Allah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/6351620317214470674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/6351620317214470674?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6351620317214470674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6351620317214470674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2026/04/habakuk-310-19-bergembira-di-dalam-tuhan.html' title=' Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-7872716949098721560</id><published>2025-12-27T14:37:00.003+07:00</published><updated>2025-12-27T14:37:33.678+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penyertaan Tuhan"/><title type='text'> 2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Jemaat Tesalonika yang
merupakan bayi rohani yang terdiri dari orang-orang yang dulunya penyembah
berhala di daerah wilayah kekaisaran Romawi sedang bergumul untuk mengerti
identitas mereka di dalam Kristus dan juga bagaimana hidup sebagai anak Tuhan
dalam kebudayaan masyarakat yang bermusuhan dengan mereka. Jemaat Tesalonika
berada pada situasi yang sangat kritis karena di saat mereka menghadapi
penganiayaan mereka juga harus berhadapan kebingunan tentang ajaran kekristenan
tentang kedatangan Kristus. Sehingga ada dari antara jemaat yang salah memahami
tentang kedatangan Kristus menjadi berhenti bekerja, bermalas-malasan dan perilaku
yang tidak teratur. Dalam situasi yang seperti inilah Paulus sebagai bapa
rohani bagi jemaat Tesalonika meneguhkan iman jemaat melalui nasehat dan juga
pengajaran yang benar tentang iman di dalam Yesus Kristus. 2 Tesalonika 3:
16-18 adalah penutup surat Paulus yang kedua kepada jemaat di Tesalonika yang
merupakan sebuah doa supaya Tuhan mengaruniakan damai sejahtera dan kasih
karunia dari Tuhan selalu menyertai jemaat Tesalonika.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tuhan
mengaruniakan Damai Sejahtera (ay.16a)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ketika Paulus bicara tentang
damai sejahtera, ia bicara tenang ketenangan jiwa dan pikiran. Damai sejahtera
ini melambangkan ketenangan yang seseorang miliki di hadapan Allah. Hanya Tuhan
yang dapat memberikan damai sejahtera yang sejati. Dunia memiliki hal-hal yang
bisa dibeli dengan uang, yang orang lain dapat berikan, dan yang keluarga dapat
sediakan, tapi bukan damai sejahtera sejati. Secara khusus ketika kita berada
di penghujung tahun 2025 ini, Di sepanjang tahun ini mungkin kita menghadapi:
tekanan ekonomi, bencana, persoalan dalam pekerjaan, persoalan keluarga,
masalah kesehatan, konflik batin, pergumulan pelayanan. Namun Paulus menegaskan
bahwa damai sejahtera Tuhan tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada Pribadi
yang memberinya: Tuhan sumber damai sejahtera. Itulah yang memberikan
ketenangan, kekuatan dan penghiburan bagi kita untuk berpengharapan sekalipun
kita melewati masa-masa sulit dalam hidup, tetapi ada Tuhan yang selalu
menguatkan dan memberikan kita pengharapan akan kehidupan yang lebih baik lagi
di tahun depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Penyertaan
Tuhan disepanjang hidup (ay.16b)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Penyertaan Allah akan
menjadi pedoman serta pengawal kita dalam semua jalan kehidupan yang kita
jalani, serta menjadi penghiburan dalam setiap keadaan kita. Hadirat Allah
sendirilah yang akan membuat dunia ini menjadi seperti sorga. Tidak peduli di
mana pun kita berada, selama Allah menyertai kita, tidak menjadi masalah siapa
yang tidak berada bersama kita, selama Allah menyertai dan berada bersama kita.
Paulus berkata: “Tuhan menyertai kamu sekalian.” Ini adalah jaminan kehadiran
Allah. Sepanjang tahun ini: ada hari-hari kita kuat bukan karena kemampuan
kita, melainkan karena penyertaan-Nya. Ada jalan keluar dari setiap masalah
bukan karena kepintaran kita, melainkan karena kasih karunia-Nya. Saat kita
menoleh ke belakang, kita sadar: Ada tangan Tuhan yang bekerja untuk memelihara,
menjaga, dan menuntun kita. Penyertaan Tuhan bukan hanya untuk tahun ini tetapi
juga untuk tahun yang baru dan sampai selamanya. Jika Tuhan menyertai: kita
tidak berjalan sendirian, kita tidak perlu takut menghadapi ketidakpastian, dan
masa depan tidak lagi menakutkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kasih
Karunia Tuhan menyertai dalam perjalanan Hidup (ay.18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Paulus menutup dengan
kalimat sederhana namun sarat makna: “Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus
menyertai kamu sekalian.” Kasih karunia berarti: kekuatan yang Tuhan beri
kepada yang lemah, pengampunan bagi yang jatuh, kemampuan untuk tetap setia, pertolongan
yang tidak kita layak terima. Akhir tahun adalah waktu yang baik untuk melihat
bahwa: jika kita masih berdiri hari ini, itu karena kasih karunia, jika kita
masih percaya, itu karena kasih karunia, jika kita masih bisa berharap, itu
karena kasih karunia. Dan untuk memasuki tahun yang baru, bukan kekuatan, bukan
kepintaran, melainkan kasih karunia Tuhanlah yang kita perlukan paling pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Penutup &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kita sering tiba di
akhir tahun dengan kegelisahan, seperti jemaat Tesalonika. Kita menghadapi
tekanan hidup, ketidakpastian, dan berbagai persoalan, sama seperti mereka.
Kita membutuhkan damai sejahtera Tuhan, kita membutuhkan penyertaan Tuhan untuk
menatap tahun yang baru. Dan kita benar-benar bergantung pada kasih
karunia-Nya, bukan kekuatan diri. Seperti jemaat Tesalonika, kita memasuki
akhir tahun ini dengan doa yang sama: Kiranya Tuhan damai sejahtera menyertai
kita dalam segala hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/7872716949098721560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/7872716949098721560?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/7872716949098721560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/7872716949098721560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2025/12/2-tesalonika-316-18-kasih-karunia-tuhan.html' title=' 2 Tesalonika 3:16-18 Kasih Karunia Tuhan Menyertai Kita'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-6265425085041830553</id><published>2025-07-09T12:37:00.006+07:00</published><updated>2025-07-09T12:37:59.325+07:00</updated><title type='text'>Ulangan 30: 15-20 Mengasihi Tuhan dan Hidup Menurut JalanNya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-weight: bold; line-height: 115%;&quot;&gt;Ulangan 30: 15-20 (5 Musa 30: 15-20)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;“Mengasihi
Tuhan dan Hidup Menurut JalanNya”&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ada sebuah cerita tentang seorang wanita dan pria yang
mengalami kapal kandas, dan terpaksa harus tinggal dalam sebuah pulau selama
sepuluh tahun. Suatu hari sebuah kapal melihat tanda asap yang mereka buat,
lalu mengirim sebuah kapal penyelamat ke pulau itu. Tetapi awak kapal itu tidak
segera menolong mereka, tetapi memberi mereka beberapa Koran dan berseru kepada
mereka: “Kapten kapal ingin agar anda membaca Koran ini dan amati apa yang
terjadi di dunia selama ini sebelum anda memutuskan apakah anda ingin kami selamatkan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Cerita yang saya angkat ini dari buku yang berjudul &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;“Challenge”&lt;/b&gt; ini hanya ingin
memperlihatkan kepada kita tentang makna penting dari suatu keputusan yang akan
kita ambil. Dari cerita singkat tadi, bisa saja mereka yang terpencil dalam
sebuah pulau itu merasa orang yang paling malang, tetapi perasaan mereka justru
bisa saja berubah dengan cepat ketika mereka telah membaca Koran tentang apa
yang terjadi selama ini diluar selama mereka di pulau terpencil itu. Keputusan
ada pada mereka dan mereka harus cepat membuat keputusan ikut dengan kapal
penyelamat itu atau tetap tinggal di pulau itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dalam kehidupan ini, kita terus dihadapkan pada pilihan. Ada
jalan kehidupan dan keberuntungan, tetapi ada juga jalan kematian dan
kecelakaan. Allah tidak memaksa kita, tetapi memberi kebebasan untuk
memilih—namun &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Ia juga dengan penuh kasih
menunjukkan pilihan terbaik&lt;/b&gt;: mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Musa sudah tua dan hampir meninggal, tidak lama lagi umat
Israel akan memasuki tanah perjanjian. Tetapi sebelum mereka melangkah lebih
jauh, Musa memberikan suatu pelajaran berharga pada mereka yaitu sejarah
perjalanan kehidupan mereka bersama dengan Tuhan. Musa mengulang kembali hukum,
aturan dan segala berkat penyertaan Tuhan atas hidup yang telah mereka jalani.
Maka Musa menyampaikan pada mereka: “Aku memanggil langit dan bumi menjadi
saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan
kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik
engkau maupun keturunanmu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Pilihan untuk diputuskan oleh umat Israel ini tidak sesulit
pengambilan keputusan yang dibuat dalam cerita tadi. Sebab jelas walaupun Musa
memberikan pilihan, tetapi ia memberikan masukan untuk pilihan mereka “Pilihlah
kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu”. Jika mereka
mengikut jalan Tuhan dan mengikuti aturan Tuhan maka mereka akan hidup dan
lanjut umurnya di tanah yang Tuhan berikan, tetapi jika mereka berpaling dari
Tuhan maka mereka akan binasa di tanah yang mereka akan tempati. Pilihan yang
akan mereka pilih sudah lengkap dengan segala konsekuensinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Hanya tinggal keteguhan iman mereka, dengan kesungguhan untuk
tetap tinggal dalam aturan, petunjuk dan kebenaran Tuhan. Untuk mengatakan
jawaban atas keputusan itu mungkin saja mudah, tetapi untuk melaksanakan
keputusan yang kita ambil bukanlah hal yang mudah. Sebab kita akan berhadapan
dengan berbagai pencobaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Apa yang dipaparkan oleh Musa kepada umat Israel tentang
sejarah perjalanan kehidupan mereka adalah hendak menyadarkan kita bahwa tujuan
kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan tidak akan pernah dapat tercapai tanpa
penyertaan Tuhan. Hidup dalam aturan, perintah dan bimbingan Tuhan adalah
mutlak harus kita terima jika kita ingin mendapatkan kehidupan yang bahagia.
Memilih hidup dalam kebenaran Tuhan berarti kita memilih hidup dalam naungan
dan penyertaan Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/6265425085041830553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/6265425085041830553?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6265425085041830553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6265425085041830553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2025/07/ulangan-30-15-20-mengasihi-tuhan-dan.html' title='Ulangan 30: 15-20 Mengasihi Tuhan dan Hidup Menurut JalanNya'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-386327448309495305</id><published>2025-03-06T07:22:00.004+07:00</published><updated>2025-03-06T07:22:52.892+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Roma"/><title type='text'>Roma 10: 16-21 Iman Timbul Dari Pendengaran</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Renungan Minggu
Invocavit, 9 Maret 2025&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Iman Timbul Dari
Pendengaran – Roma 10: 16-21&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Paulus menyatakan kesedihannya sebab saudara-saudaranya Yahudi yang
tidak percaya kepada keselamatan yang telah dinyatakan Allah melalui Yesus
Kristus, justru bangsa-bangsa lain yang telah mengimani keselamatan dalam Yesus
Kristus. Sehingga Paulus senantiasa berdoa kepada Tuhan agar saudara sebangsanya
Yahudi juga turut mendapatkan keselamatan didalam Yesus Kristus, sebab mereka
sangat giat untuk hidup dalam hukum taurat, tetapi tidak mempercayai Yesus
Kristus sebagai penggenapan hukum taurat.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Paulus menjelaskan lebih lanjut tentang ketidakpercayaan orang Israel
kepada Tuhan Yesus. Bahwa Kristus telah datang kedalam dunia untuk membawa
kabar baik bagi keselamatan setiap orang, baik Yahudi maupun kepada bangsa
lain. Tetapi tidak semua orang menyambut (percaya) kabar baik yang dibawa oleh
Yesus (16). Kabar baik itu telah diberitakan bahkan banyak bangsa-bangsa lain
yang mendengarkan, tetapi orang Israel mendengar kabar baik itu tetapi tidak
meresponnya, &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;sebab iman itu timbul dari
hati yang merespon kabar baik yang diberitakan Yesus Kristus&lt;/b&gt; (17). Dengan kasih
Tuhan yang besar kepada orang Israel supaya mereka percaya kepada Yesus. Bahkan
jauh hari Musa dan Yesaya sudah menubuatkan bahwa orang-orang yang tidak
mencari Tuhan (bangsa-bangsa lain) justru yang menemukan Tuhan, supaya itu
membuat kecemburuan orang Israel (19-21). &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Jika ditinjau dari segi umur, maka orang Israel bukanlah “kanak-kanak”
secara rohani, sebab Allah telah memanggil sejak dari nenek moyang mereka. Bisa
dikatakan mereka bukanlah “anak kemarin sore” soal pengenalan kepada Allah.
bagaimana Allah berbuat dalam kehidupan umatNya Isrel sudah diberitakan dari
generasi ke generasi, bahkan nabi-nabi silih berganti diutus Tuhan untuk
menyampaikan firmanNya, seharusnya secara umur mereka telah dewasa secara
rohani. Tetapi kenyataan sampai Allah sendiri yang datang ke dalam dunia di
dalam Yesus Kristus tetap saja mereka menjadi bangsa yang tegar tengkuk. Dalam nas
ini Paulus menjelaskan bahwa “iman timbul dari pendengaran firman Kristus”,
kata “mendengar” tidak hanya sebatas penerimaan melalui telinga tetapi lebih
dari itu adalah penerimaan dan respon dari pesan firman Tuhan. Sehingga respon
kita menangkap pesan firman Tuhan akan melahirkan iman, dan imanlah yang akan
menuntun kepada keselamatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Dari nas ini kita dapat merenungkan bahwa selama kita telah menjadi
Kristen, sudah banyak firman Tuhan yang kita dengar, baca dan kita pelajari,
tetapi pertanyaannya adalah sejauh mana kita merespon firman Tuhan dalam hidup
kita? &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tuhan Yesus berkata: &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&quot;Yang berbahagia ialah mereka yang
mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Lukas 11:28). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/386327448309495305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/386327448309495305?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/386327448309495305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/386327448309495305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2025/03/roma-10-16-21-iman-timbul-dari.html' title='Roma 10: 16-21 Iman Timbul Dari Pendengaran'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-1572032885675232574</id><published>2025-02-21T07:43:00.004+07:00</published><updated>2025-02-21T07:43:39.791+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius"/><title type='text'>Matius 5: 38-48 Mengasihi Musuh</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Renungan Minggu Sexagesima,
23 Februari 2025&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;“Mengasihi Musuh” – Matius 5:
38-48&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;&quot;&gt;Tuhan Yesus
menjelaskan bahwa kedatanganNya bukanlah untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi
untuk menggenapinya (17). Tuhan Yesus hendak menjelaskan kembali makna dari
hukum taurat yang sesungguhnya yaitu kasih, kebenaran dan kemurahan hati. Tetapi
para ahli taurat menetapkan 613 peraturan sebagai teknis pelaksanaan hukum
taurat yang justru mengaburkan makna hukum taurat yang sesungguhnya. Mereka seolah-olah
melakukan hukum taurat, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah mereka melakukan
perintah manusia. Maka Tuhan Yesus memberikan penjelasan tentang makna yang
sebenarnya dari beberapa hukum taurat. Dalam nas bagi kita minggu ini, ada dua
contoh, yaitu:&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.7pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Mengampuni dan bermurah hati (38-42)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;&quot;&gt;Para rabi Yahudi bahwa hubungan dengan sesama
manusia boleh mempraktekkan hukum pembalasan dengan dasar Imamat 24: 20 dst. “Mata
ganti mata dan gigi ganti gigi”. Padahal imamat 24 bukan berbicara tentang hubungan
personal tetapi tentang&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;hak pemerintah
untuk menghukum, sebab kepada pemerintah telah diberikan hak menghukum untuk
melindungi masyarakat dari kejahatan. Tetapi rabi Yahudi telah menyalahgunakan
hak pemerintah ini untuk dipakai kepada hubungan perseorangan. Maka Tuhan Yesus
menjelaskan hukum yang sebenarnya tentang hubungan antar sesama “siapapun yang
menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu”. Tuhan Yesus mau
mengajarkan supaya kita mau untuk mengampuni kesalahan orang lain dan tidak
membalas. Bahkan lebih dari itu Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita bermurah
hati kepada siapapun dengan rela berkorban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.7pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Mengasihi sesama manusia bahkan mengasihi musuh (43-47)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 17.85pt;&quot;&gt;Dalam Imamat
19:18 dikatakan “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, sesama
manusia termasuk orang asing dan musuh. Tetapi pengajaran lisan yang diajarkan
oleh rabi Yahudi adalah “kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu”. Sehingga
pengajaran yang sampai kepada orang Yahudi bahwa perintah mengasihi hanya
berlaku bagi sesama dalam satu golongan. Maka Tuhan Yesus menjelaskan bahwa
Allah tidak membeda-bedakan manusia dengan menerbitkan matahari dan
mendatangkan hujan kepada semua orang. Tuhan Yesus menjelaskan lagi bahwa jika
kasih hanya kepada sesama golongan, kita sama saja dengan orang yang tidak
mengenal Tuhan, sebab mereka juga mengasihi sesama golongannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Tuhan Yesus
mengakhiri penjelasanNya tentang hukum taurat dengan berkata “Karena itu
haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (38).
Melalui hidup dan pelayanan Tuhan Yesus telah memberikan kita teladan bagaimana
mengasihi Allah dan mengasihi sesama dengan sempurna. Sehingga muncullah
pertanyaan: “mungkinkah kita dapat menjadi sempurna seperti Bapa yang disorga?”;
“Mungkinkah kita bisa “sama” seperti Allah Bapa?” Jawabannya adalah “sangat
mungkin” dan memang harus demikianlah. Sebab ini adalah panggilan kita sebagai
umat Tuhan, bahwa kita adalah “segambar dengan Allah” (Kejadian 1:26) – “hidup
sama seperti Kristus” (1 Petrus 2:6). Pikiran dan perasaan ketidakmungkinan itu
muncul adalah karena kita salah atau kurang memahami maksud Tuhan untuk menjadi
sempurna. Ketidakmungkinan untuk menjadi sama seperti Kristus jangan menjadi
alasan kita mengabaikan firman Tuhan untuk dilakukan. Tetapi, “menjadi sama
seperti Kristus” adalah kompas untuk menunjuk arah dan magnet yang akan menarik
kita menuju kehidupan yang kudus dan sempurna. Amin &lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/1572032885675232574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/1572032885675232574?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1572032885675232574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1572032885675232574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2025/02/matius-5-38-48-mengasihi-musuh.html' title='Matius 5: 38-48 Mengasihi Musuh'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-4450336529179783645</id><published>2025-01-11T06:52:00.003+07:00</published><updated>2025-01-11T06:53:26.678+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Rasul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pekabaran Injil"/><title type='text'>Kisah Para Rasul 8:14-25 Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Renungan Minggu I Setelah
Ephipanias, 12 Januari 2024&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Diutus Untuk Memberitakan Firman
Tuhan” – Kisah Para Rasul 8: 14-25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Filipus diangkat para rasul menjadi salah seorang
pelayan diakonia (6:5). Ketika Filipus pergi ke Samaria, kuasa Allah
menyertainya. Dalam pemberitaan Injil dan tanda-tanda mujizat yang
diperlihatkannya, sehingga banyak orang di Samaria menjadi percaya dan Filipus
membaptis mereka yang percaya. Salah seorang yang menjadi percaya adalah Simon
tukang sihir di Samaria. Simon yang sangat dihormati ,disegani dan diikuti
karena sihirnya, tetapi setelah Filipus datang ke Samaria, orang-orang menjadi
percaya kepada Filipus.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ketika para rasul mendengar bahwa ada pertobatan
banyak orang di Samaria, maka diutuslah di antara para rasul yaitu Petrus dan
Yohanes ke Samaria. Mereka berdoa supaya Roh Kudus turun atas mereka yang telah
percaya dan saat penumpangan tangan mereka yang telah percaya menerima Roh
Kudus. Kita dapat memahami peristiwa ini sebagai penyataan tentang keesaan
gereja, yaitu pengakuan orang kristen di Samiria adalah bahagian dari gereja di
Yerusalem. Kedatangan para rasul menompangkan tangan ke Samaria menjelaskan
bahwa Roh Kudus juga bekerja untuk orang Samaria. Maka peristiwa meruntuhkan
pemisahan yang selama ini terjadi antara orang Yahudi dan Samaria (Sosial
maupun religius; Yoh. 4:9).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kejadian penumpangan tangan yang dilakukan oleh para
rasul menarik perhatian Simon sehingga menawarkan uang kepada para rasul supaya
dia juga dapat melakukan seperti yang dilakukan para rasul. Sehingga Petrus
menegur Simon dengan keras supaya bertobat dan berkata bahwa karunia Allah
tidak bisa dibeli dengan uang. Sebab karunia yang diterima para rasul adalah
dari Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sesuai dengan topik minggu ini “Diutus untuk
memberitakan Firman Tuhan”, maka ada beberapa hal yang dapat kita renungkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Filipus
bukanlah seorang rasul, dia hanyalah diaken yang diangkat para rasul untuk
melayani pelayanan sosial. Tetapi Filipus dapat menjadi pekabar Injil yang
menuai banyak tuaian. Semua orang percaya tidak hanya pelayan yang diangkat
sebagai pelayanan khusus mendapatkan panggilan dari Tuhan untuk memberitakan
Injil, tetapi semua orang percaya diutus Tuhan memberitakan Injil dalam
kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilakukan oleh Filipus, sekalipun dasar
pengutusannya adalah pelayanan sosial (7) namun kenyataan bahwa dari
pelayanannya itu banyak orang yang menjadi percaya. Dalam pekerjaan dan
kehidupan sehari-hari, kita membawa dampak yang baik, menjadi berkat bagi orang
lain, membawa perdamaian, memperlihatkan sikap dan perbuatan seperti yang
diajarkan oleh Tuhan Yesus. Hal yang seperti ini adalah jalan bagi kita
memberitakan Injil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Dari
rasul Petrus dan Yohanes kita diajarkan untuk memiliki integritas sebagai
seorang kristen dan sebagai pemberita Injil. Kita harus menjadi hamba yang
setia dan dapat dipercaya. Kesetiaan kita kepada kebenaran firman Tuhan tidak
dapat dibeli dengan apapun. Supaya kita tidak tergoda oleh kenikmatan dan
kesenangan dunia sehingga kita menggadaikan iman. Jangan kita berubah dari
kebenaran karena apapun kenikmatan dunia yang ditawarkan.&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/4450336529179783645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/4450336529179783645?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4450336529179783645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4450336529179783645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2025/01/kisah-para-rasul-814-25-diutus-untuk.html' title='Kisah Para Rasul 8:14-25 Diutus Untuk Memberitakan Firman Tuhan'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-6345564614329133481</id><published>2024-07-13T00:50:00.001+07:00</published><updated>2024-07-13T00:50:28.310+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Markus"/><title type='text'>MARKUS 6:14-29 BERANI MENYUARAKAN KEBENARAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: Markus 6:14-29&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ketika Yesus sudah mulai banyak
melakukan pelayanan dengan pengajaran dan juga mujizat, nama Yesus mulai
terkenal dan banyak dibicarakan banyak orang. Orang banyak mulai bertanya-tanya
tentang siapakah Yesus ini, ada yang mengatakan Yesus adalah Elia, Nabi. Ternyata
berita tentang Yesus juga terdengar oleh raja Herodes. Sepertinya, Herodes ini
menjadi sangat takut dengan Yesus, karena dia menganggap bahwa Yesus ini adalah
Yohanes Pembaptis &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang bangkit lagi dari
kematian. Rupanya Herodes ini memiliki seperti sebuah trauma tentang Yohanes
pembaptis, karena di satu sisi dia sangat mengagumi Yohanes yang dianggapnya
orang benar dan suci, tetapi disisi lain dia juga yang terpaksa harus
memenjarakan dan membunuh Yohanes Pembaptis dengan memenggal kepalanya.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dari nas ini, kita akan pelajari
dua tokoh yang memiliki karakter yang berbanding terbalik, dan sekaligus kedua
tokoh ini akan menghantarkan kita untuk merenungkan nas ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Herodes Antipas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dia adalah penguasa di wilayah
Galilea yang diutus oleh pemerintah Roma. Seperti yang kita baca dalam nas ini,
bahwa Herodes itu sangat senang dengan pengajaran Yohanes Pembaptis dan
menganggap bahwa dia adalah orang benar dan suci. Dapat dikatakan bahwa Herodes
menaruh hormat kepada Yohanes Pembaptis. Seperti yang dikatakan di ayat 20 “hatinya
selalu terombang-ambing”, dia adalah contoh dari seseorang yang tidak memiliki
pendirian, integritas dan prinsip dalam hidupnya. Dia tahu dan senang
mendengarkan apa yang baik, tetapi didalam prakteknya dia tidak dapat berpegang
kepada apa yang benar. Dia tahu bahwa Yohanes pembaptis adalah orang benar,
tetapi kebenaran yang dimilikinya itu tidak bisa dinyatakannya, karena dia
lebih tunduk kepada kejahatan istrinya Herodias, sehingga dia memenjarakan
Yohanes Pembaptis. Dia lebih memilih menjaga kewibawaannya daripada nyawa orang
yang dianggapnya orang benar, sehingga dia mau memenggal kepala Yohanes
Pembaptis. Seperti yang sudah kita baca dalam nas ini, ketika Herodes sudah
terlanjur bersumpah kepada anak perempuan Herodias “apa yang kau minta akan
kuberikan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Herodes ini menjadi peringatan
kepada kita, ketika kita tahu apa yang baik, apa yang benar, apa yang
dikehendaki Tuhan untuk kita lakukan, tetapi kenyataannya kebenaran itu hanya
tersimpan dalam diri dan tidak pernah nyata dalam tindakan. Kita tahu apa yang
baik dan apa yang jahat, tetapi kita lebih memilih apa yang jahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Maka, bagaimana kita dalam hidup
ini memiliki prinsip dan integritas yang harus tetap menjadi pegangan hidup
kita. seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus di Matius 5:37 “Jika ya,
hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang
lebih dari pada itu berasal dari si jahat”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Yohanes Pembaptis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kehidupan Yohanes Pembaptis menjadi
kebalikan dari Herodes Antipas, dia menjadi teladan tentang orang yang memiliki
prinsip dan integritas, dia berani meyuarakan kebenaran. Sekalipun Herodes
adalah seorang raja yang ditakuti, tetapi ketika raja melakukan apa yang salah,
Yohanes dengan berani menegur raja berkali-kali. Kesalahan Herodes yang ditegur
Yohanes adalah ketika Herodes mengambil Herodias istri saudaranya Filipus dan menjadikannya
istrinya. Karena dalam hukum taurat sangat jelas melarang seorang lelaki
mengambil istri saudaranya (Imamat 20:21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Keberanian Yohanes pembaptis dalam
menyuarakan kebenaran menjadi telada bagi kita, bahwa bagaimana kita dalam
hidup ini harus dapat berdiri dan berpegang pada kebenaran Tuhan. Seperti
pribahasa yang mengatakan “takut karena salah, berani karena benar”. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/6345564614329133481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/6345564614329133481?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6345564614329133481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6345564614329133481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/07/markus-614-29-berani-menyuarakan.html' title='MARKUS 6:14-29 BERANI MENYUARAKAN KEBENARAN'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-1868045310731517822</id><published>2024-06-21T16:50:00.007+07:00</published><updated>2024-06-21T16:50:57.237+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mazmur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pergumulan Hidup"/><title type='text'>MAZMUR 107:23-32 BERSERU KEPADA TUHAN DALAM KESESAKAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 107: 23-32&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;BERSERU KEPADA TUHAN DALAM KESESAKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Secara
umum Mazmur 107 ini mengajak kita untuk mengucap syukur karena kasih setia
Tuhan adalah untuk selama-lamanya. Kebesaran kasih setia Tuhan itu dinyatakan
dalam Mazmur ini seperti pertolongan Tuhan kepada orang yang tersesat di padang
gurun belantara, orang yang dilepaskan dari tahanan, orang yang sakit ditolong
dan orang yang berlayar menghadapi badai yang dahsyat ditolong Tuhan. Bahwa
dalam segala hal kehidupan kita Tuhan berkuasa memberi pertolonganNya dalam
kehidupan kita. Maka patutlah orang beriman untuk senantiasa bersyukur kepada
Tuhan.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Secara
khusus dalam nas ini ayat 23-32, diperlihatkan kepada kita bagaimana kuasa
Tuhan memberi pertolonganNya kepada orang yang berseru-seru kepada Tuhan dalam
kesesakannya ketika kapal yang mengarungi lautan luas terombang-ambing karena
badai yang dahsyat dan semua orang dalam kapal itu telah kehilangan akal. Tuhan
mendengar seruan mereka dan Tuhan meredakan badai itu. Dari nas ini, ada
beberapa hal yang dapat menjadi renungan bagi kita:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ayat 23, kita
menyadari bahwa perjalanan hidup kita dalam dunia ini adalah seperti sebuah
perjalanan untuk sampai ke suatu tujuan. Sebagaimana kita telah mempelajari di
2 Korintus 5 Paulus mengingatkan kepada kita, seperti apapun kehidupan kita
saat ini, orang percaya kepada Tuhan Yesus mempunyai tujuan hidupnya yaitu
untuk sampai kepada kehidupan yang kekal, atau seperti Mazmur 23: 6 “tinggal
dalam Rumah Tuhan sepanjang masa”. Tetapi sebelum kita sampai kepada hidup yang
kekal, kita harus menjalani kehidupan dalam dunia dengan berbagai hal yang
terjadi dalam kehidupan kita. Terkadang perjalanan hidup kita di dunia ini bisa
seperti nas ini mengarungi lautan yang luas. Secara umum manusia hidup adalah
di daratan bukan di lautan, maka ketika kita berada di tengah laut dengan
kapal, kita akan merasakan sesuatu yang tidak biasa dan yang membuat hidup kita
terancam maut karena dalamnya laut dan badai yang tiba-tiba dapat menerpa kapal
itu. Demikianlah perjalanan hidup kita dalam dunia ini, bahwa bahaya,
pergumulan dan tantangan hidup dapat datang dang terjadi kapan saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ayat 25-27,
memperlihatkan kepada kita jika badai yang dahsyat terjadi ditengah lautan luas
akan dapat membuat ketakutan dan kegerian sampai orang-orang dalam kapal akan
kehabisan akal menghadapinya. Tetapi kita mau diingatkan bahwa seburuk apapun
keadaan yang kita hadapi, Tuhan berkuasa atas segala sesuatu, Dia berkuasa
untuk menggerakkan badai tetapi berkuasa juga untuk meredakannya. Oleh firmanNya
badai yang dahsyat itu dapat diperintahkan oleh Tuhan. Seperti ketika Yesus
bersama dengan murid-muridNya dalam sebuah kapal dan badai yang dahsyat menerpa
kapal mereka, tetapi Tuhan Yesus berkuasa untuk menghardik angin dan mendiamkan
gelombang danau (Markus 4:35-41). Dari sini kita belajar bahwa seberat apapun
badai kehidupan yang kita hadapi, bahkan sekalipun kita telah habis akal,
tetapi Tuhan ada yang mengatasi akal dan pikiran kita. Kita percaya bahwa tidak
ada yang mustahil bagi Tuhan dalam segala hal dalam hidup kita ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ayat 28-29, seperti
kita berada dalam dahsyatnya badai di lautan yang luas, tidak ada yang bisa
kita harapkan pertolongan selain kita berseru-seru kepada Tuhan. Kepada siapa
kita mengadu dan memohon pertolongan jika bukan kepada Tuhan, sebab hanya
Tuhanlah andalan hidup kita. Dari nas ini kita diingatkan, bahwa Tuhan akan
mendengar dan menjawab setiap orang yang berseru kepada Tuhan. Apapun yang kita
hadapi dan sesulit apapun pergumulan hidup kita, ingatlah selalu untuk berseru
kepada Tuhan Yesus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ayat 30-32, kita
diingatkan untuk selalu mengucap syukur atas setiap kasih dan kebaikan Tuhan
dalam hidup kita. Kita mengucap syukur atas kebaikan Tuhan tidak hanya karena sesuatu
yang kita anggap luar biasa terjadi dalam hidup kita dan kita merasakan
pertolongan Tuhan, tetapi kita juga harus menyadari jika sampai saat ini kita
masih diberi nafas kehidupan, itu juga adalah karena kasih setia Tuhan. Tanpa
kita sadari banyak yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita yang telah
menyelamatkan kita dari berbagai mara bahaya disepanjang hidup kita. Maka,
patutlah kita senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/1868045310731517822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/1868045310731517822?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1868045310731517822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1868045310731517822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/06/mazmur-10723-32-berseru-kepada-tuhan.html' title='MAZMUR 107:23-32 BERSERU KEPADA TUHAN DALAM KESESAKAN'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-4838873680033254885</id><published>2024-06-15T09:20:00.000+07:00</published><updated>2024-06-15T09:20:10.876+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Doa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Markus"/><title type='text'>MARKUS 4:35-41 BERSERU KEPADA TUHAN DALAM KESESAKAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: Markus 4:35-41&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Jika kita menyimak peristiwa angin
ribut yang diredakan oleh Tuhan Yesus ini, maka ada beberapa pengajaran yang hendak
disampaikan kepada kita:&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Peristiwa
ini memperlihatkan kepada kita tentang &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;siapa
Yesus&lt;/b&gt; itu, seperti yang dikatakan di ayat 41 &quot;Siapa gerangan orang
ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?&quot;. Dalam peristiwa ini,
kemanusiaan Yesus diperlihatkan ketika Yesus sudah lelah dalam pelayananNya
sehingga Dia sampai tidur diburitan kapal. Tetapi kemudian Yesus juga
memperlihatkan kuasa ilahiNya yang dapat menenangkan badai yang dahsyat ketika
semua orang sudah sangat ketakutan akan binasa. Maka peristiwa angin ribut yang
diredakan oleh Yesus ini memberikan kepada kita penjelasan tentang pengakuan
iman kita tentang Yesus yang adalah Mesias, bahwa Dia adalah Tuhan yang datang
ke dalam dunia yang menjadi manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kita bisa
saja menyatakan pengakuan iman dengan kata-kata, tetapi pertanyaan yang perlu
kita renungkan adalah “apakah kita sudah benar-benar mengenal Yesus dalam hidup
kita?” atau kita masih seperti murid-murid, mereka ada bersama Yesus, tetapi
mereka takut akan binasa karena belum benar-benar mengenal Yesus sebagai Tuhan
dan juruselamat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Seperti yang
dikatakan Yesus di ayat 40 &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&quot;Mengapa
kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?&quot; takut berarti tanda
ketidakpercayaan, mengapa kita tidak percaya adalah karena kita kurang mengenal
Yesus dengan benar. Jika murid-muridNya benar-benar mengenal Yesus, secara
kemanusiaan mungkin saja mereka bisa takut, tetapi tidak menjadi takut yang
berlebihan yang membuat mereka panik akan binasa. Jika mereka mengenal Yesus
adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta, mereka tentu percaya bahwa tidak
akan mungkin mereka binasa bersama dengan Yesus yang berkuasa atas alam
semesta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Maka ini
menjadi renungan bagi kita, tentang sejauh mana pengakuan iman kita tentang
Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat yang benar-benar kita hidupi, yang
memberi kita keyakinan bahwa sebesar apapun badai kehidupan, kita tidak akan
membuat kita gentar dan takut, sebab kita mengimani Allah yang hidup, Allah
yang berkuasa atas kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Peristiwa ini
juga menjadi gambaran bagi kita, bahwa &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;berjalan
bersama Yesus bukan artinya hidup tanpa masalah&lt;/b&gt;. Kita beriman kepada Tuhan
bukan supaya hidup kita aman, nyaman tanpa masalah, tetapi kita dikuatkan oleh
nas ini bahwa sebesar apapun badai kehidupan yang kita lalui, kita ada bersama
dengan Tuhan Yesus yang berkuasa atas masalah kita, dan Dia yang berkuasa
meredakan setiap badai kehidupan yang kita lalui. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kita bisa
seperti murid-murid ini yang &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;mempertanyakan
Tuhan dalam setiap masalah yang kita hadapi &lt;/b&gt;dengan menganggap bahwa Tuhan
tidak perduli (tidak berbuat, tidak bertindak) yang sedang terjadi pada kita.
Tetapi Tuhan Yesus menjawab dalam nas ini, bahwa bukan Tuhan yang tidak
perduli, tetapi kita yang tidak percaya kepadaNya. Jika kita mempertanyakan
kuasa Tuhan, itu artinya kita yang tidak percaya kepadaNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kita melihat
tindakan murid-muridNya ini membangunkan Yesus dan berkata kepada Yesus sebagai
bentuk &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;permohonan dan doa kepada Tuhan&lt;/b&gt;.
Jika kita menyimak peristiwa ini, taufan yang sangat dahsyat, ombak yang
mengombangambingkan kapal dan kapal yang sudah mulai penuh air, tetapi itu
semua tidak membuat Yesus terbangun. Tetapi yang dapat membangunkan Yesus
adalah suara jeritan murid-muridNya. Kita percaya Tuhan tidak pernah tertidur
atau tidak mengetahui apa yang sedang terjadi kepada kita, sebab Tuhan selalu
menjaga umatNya yang tidak pernah terlelap (Mzm 121:3-4), tetapi yang dilakukan
Yesus adalah menguji iman murid-muridNya supaya tahu untuk berseru dan memohon
kepadaNya. Supaya dalam setiap hal apapun yang terjadi kepada hidup kita, kita akan
selalu mengingat Tuhan dalam hidup kita. Kita ada bersama Tuhan yang mengatasi
segala hal yang melampaui akal dan pikiran kita. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/4838873680033254885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/4838873680033254885?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4838873680033254885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4838873680033254885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/06/markus-435-41-berseru-kepada-tuhan.html' title='MARKUS 4:35-41 BERSERU KEPADA TUHAN DALAM KESESAKAN'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-1538086555229821937</id><published>2024-06-12T01:15:00.005+07:00</published><updated>2024-06-12T01:15:34.106+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Korintus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keselamatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><title type='text'>2 Korintus 5: 6-10 Hidup Karena Percaya, Bukan Karena Melihat</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 5: 6-10&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;“Hidup Karena Percaya, Bukan Karena Melihat”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Jika kita mengikuti dari ayat
sebelumnya (ayat 1-5), rasul Paulus menjelaskan tentang pengharapan yang ada
dalam dirinya menjadi motivasi yang mendorongnya untuk tabah dan sabar menahan
segala tekanan dan penderitaannya. Dalam pengharapannya itu, Paulus menganggap
bahwa hidup dalam dunia ini adalah sementara seperti kemah yang pada waktunya
akan dibongkar dan akan mendiami kediaman di sorga yang tidak dibuat oleh
tangan manusia dan memperoleh hidup yang baru.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Berangkat dari pengharapan inilah
rasul Paulus hendak menegaskan bahwa hidupnya sepenuhnya telah dilingkupi oleh
pengharapan itu. Sehingga Paulus dalam menjalani hidup telah memiliki visi dan
misi yang pasti, yaitu: &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;visi&lt;/b&gt; untuk
tinggal bersama Tuhan dalam kehidupan yang kekal, dan &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;misi&lt;/b&gt;-nya selama hidup dalam tubuh yang fana ini adalah menyenangkan
hati Tuhan, supaya ketika dirinya berada di depan tahkta pengadilan Kristus,
dia akan memperoleh berkat kehidupan yang kekal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Untuk menjalankan visi Paulus untuk
tinggal bersama Tuhan dalam kehidupan yang kekal, maka yang dilakukan adalah
seperti yang dikatakan di ayat 7 “hidup karena percaya, bukan karena melihat”. Artinya,
kita memiliki cara pandang dan prinsip hidup yang tidak tergoyahkan. Apapun yang
terjadi sekarang, yang terlihat oleh mata kita tidak akan dapat mengombangambingkan
kita, sebab kita tahu apa yang terlihat adalah sementara, tetapi apa yang belum
terlihat atau apa yang dapat dilihat oleh iman adalah yang kekal. Misalnya, kita
sekarang melihat hidup kita berada dalam penderitaan, maka penderitaan itu
tidak akan menggoyahkan kita, karena kita tahu bahwa penderitaan itu adalah
sementara, tetapi setelah penderitaan itu ada sukacita abadi yang tersedia bagi
kita. Maka kita tidak akan mau tertipu oleh penderitaan yang sementara itu
untuk membuat kita takut dan mundur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kemudian untuk menjalankan misi-nya
agar memperoleh kehidupan yang kekal, Paulus mengatakan di ayat 9 yaitu “berusaha...supaya
kami berkenan kepadaNya”. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Rasul Paulus
mengatakan di ayat 11 bahwa semua kita akan menghadap takhta pengadilan
Kristus, dan kita akan menerima sesuai dengan kelakuan hidup kita. Maka, Paulus
akan berusaha selama hidupnya menyenangkan hati Tuhan. Berusaha sekuat tenaga
dan semampu kita melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;Renungan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kita hidup
harus memiliki prinsip visi (pandangan) yang pasti. Seperti rasul Paulus dalam
nas ini, kita diajarkan supaya kita memiliki visi yang dapat melihat jauh ke
depan yaitu melalui iman percaya kepada Tuhan. Dalam Alkitab kita akan dapat
melihat beberapa contoh kisah yang sangat relevan bagaimana kekuatan dari
prinsip iman sangat mempengaruhi dalam hidup. misalnya, saat pengintaian tanah
Kanaan, dari dua belas orang yang diutus, sepuluh orang melihat bahwa
bangsa-bangsa yang tinggal di tanah Kanaan itu adalah orang yang kuat-kuat,
mereka lebih kuat dari orang Israel, maka tidak mungkin dapat dikalahkan orang
Israel, tetapi Kaleb dan Yosua melihat hal yang sama juga, namun mereka
mengatakan “kita pasti akan mengalahkannya” (Bilangan 13). Kemudian adalah
kisah Daud yang mengalahkan Goliat. Saat tentara Israel ketakutan menghadapi
Goliat yang tinggi dan besar, tetapi Daud berani menghadapinya dan
mengalahkannya dengan mengatakan “aku mendatangimu dengan nama Tuhan, hari ini
Tuhan menyerahkan engkau ke dalam tanganku” (1 Samuel 17). Dari kedua contoh
ini, dapat kita pahami walaupun mata kita melihat ada masalah yang besar
didepan kita, tetapi kalau kita sudah memiliki prinsip iman yang teguh, maka
seburuk apapun keadaan di depan kita akan dapat kita hadapi. Dari sini kita
belajar, betapa besarnya kuasa dari iman kepada Tuhan dapat menolong kita
menghadapi berbagai rintangan dalam hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dalam hidup
juga kita harus memiliki prinsip misi yang pasti. Kalau mau berhasil maka harus
belajar dan bekerja keras, maka kalau mau memperoleh kehidupan yang kekal maka
kita juga harus mempersiapkan diri kita agar layak memperoleh hidup yang kekal.
Maka, selama kita hidup di dunia ini, kita harus tetap menjaga hidup kita kudus
dihadapan Tuhan. seperti yang tertulis dalam 2 Petrus 3: 14 sambil menanti hari
Tuhan, kita harus berusaha agar tak bercacat dan tak bernoda dihadapanNya. Jika
Tuhan masih memberikan nafas kehidupan bagi kita sampai saat ini, itu artinya
Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri dan
membenahi diri agar kita layak menerima mahkota kehidupan yang disediakan bagi
setiap orang yang berkenan kepadaNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/1538086555229821937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/1538086555229821937?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1538086555229821937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1538086555229821937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/06/2-korintus-5-6-10-hidup-karena-percaya.html' title='2 Korintus 5: 6-10 Hidup Karena Percaya, Bukan Karena Melihat'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-9025038859937289289</id><published>2024-06-10T19:44:00.005+07:00</published><updated>2024-06-10T19:44:53.978+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Epistel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mazmur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengucap Syukur"/><title type='text'>Mazmur 92: 1-4 Tuhan Sumber Sukacita Orang Beriman</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Bacaan Firman
Tuhan: Mazmur 92: 1-4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Mengucap syukur kepada Tuhan adalah salah satu bentuk
penyataan akan iman kita kepada Tuhan, pengakuan kita atas kuasa Allah dalam
hidup kita. Seperti yang dikatakan dalam Mazmur ini ini di ayat 6-7 bahwa
betapa besar pekerjaan dan rancangan Tuhan dalam hidup kita, tetapi orang bodoh
dan orang bebal tidak akan mengerti akan hal itu, tetapi hanya orang berimanlah
yang dapat merasakan segala perbuatan dan rancangan Tuhan yang besar dalam
hidup ini. Sehingga kita datang mengucap syukur kepada Tuhan bukan hanya karena
kita sedang senang atau bahagia, tetapi dalam setiap keadaan kita patut
menaikkan syukur kita kepada Tuhan. Seperti yang tertulis di 1 Tesalonika 5: 18
&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“mengucap syukurlah dalam segala hal”,
karena kita tahu bahwa hal apapun yang terjadi dalam hidup kita ini tidak
terlepas dari kuasa Tuhan.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Mari kita memperhatikan apa yang disampaikan nas ini kepada
kita dalam hal mengucap syukur:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ayat 2
dikatakan: “Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN”. Kata “baik” dalam
bahasa Ibrani (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;towb&lt;/i&gt;) yang artinya
adalah &lt;u&gt;sangat senang dan gembira&lt;/u&gt;. Bagi orang beriman menyanyikan syukur
kepada Tuhan adalah suatu kebahagiaan. &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Jadi
mengucap syukur kepada Tuhan bukan karena kita sedang senang atau bahagia,
tetapi justru sebaliknya mengucap syukur kepada Tuhan membuat hidup kita senang
dan bahagia&lt;/b&gt;. Memanjatkan syukur dapat melalui nyanyian, tetapi tentu tidak
hanya dengan nyanyian kita bisa memanjatkan syukur kepada Tuhan, tetapi juga
dapat melalui doa, ibadah, perenungan firman Tuhan dan juga selalu mengingat Tuhan
dalam hati dan pikiran kita. Segala aktifitas yang kita lakukan dengan
berkomunikasi dan mengingat Tuhan dalam hidup kita tentu akan membawa
kesenangan dan kebahagiaan dalam diri kita. Maka, semakin kita sering mengucap
syukur, maka sukacita akan selalu berlimpah dalam kehidupan kita. Kita dapat
menjalani hari-hari kehidupan dengan penuh sukacita adalah karena kita selalu
mengingat akan Tuhan yang kita kasihi dan yang mengasihi kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Maka, apapun yang sedang terjadi dalam hidup kita saat
ini, ingatlah selalu akan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ayat 3
dikatakan: “untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di
waktu malam”. Disini kita diingatkan bahwa kita patut untuk mengucap syukur
kepada Tuhan karena kasih setia Tuhan selalu menyertai kehidupan kita. Disepanjang
kesibukan kita setiap hari, kasih dan kesetiaan Tuhan selalu menyertai kita.
Dari pagi sampai malam, Tuhan selalu setia menyertai kita, tidak ada sedetik
pun waktu kita yang berlalu tanpa penyertaan Tuhan. Sehingga kita tahu, bahwa
apapun yang sedang kita hadapi, kita tidak akan pernah lepas dari pantauan
Tuhan yang mengasihi kita, Dia adalah Tuhan yang selalu mengawal perjalanan
hidup kita. Seperti yang dikatakan di ayat 13 bahwa orang benar itu bertunas
seperti pohon kurma, walaupun pohon kurma hidup di tanah yang kering dan
tandus, tetapi pohon itu akan tetap tumbuh bertunas hingga menghasilkan buah,
karena akar dari pohon kurma itu sudah merambat jauh sampai ke mata air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Dari sini kita mau diingatkan, kita sanggup dan dapat
bertahan dalam kehidupan yang sesulit apapun bukan karena kekuatan dan
kemampuan kita, tetapi ada Tuhan yang selalu memampukan dan menguatkan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/9025038859937289289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/9025038859937289289?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/9025038859937289289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/9025038859937289289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/06/mazmur-92-1-4-tuhan-sumber-sukacita.html' title='Mazmur 92: 1-4 Tuhan Sumber Sukacita Orang Beriman'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-1945568266896033756</id><published>2024-06-04T12:19:00.001+07:00</published><updated>2024-06-04T12:19:23.115+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Samuel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><title type='text'>1 Samuel 8: 4-11 Tuhan Menguatkan HambaNya</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: 1 Samuel 8: 4-11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sejak bangsa Israel memasuki tanah
Kanaan dibawah kepemimpinan Yosua, kedua belas suku Israel mendapatkan bagian
tanah masing-masing dan suku Lewi yang melayani sebagai imam diantara mereka. Suku-suku
Israel hidup dalam kesatuan yang diikat oleh kekerabatan, sejarah, bahasa dan
agama, tetapi mereka tidak terikat oleh kesatuan politik sebagai sebuah bangsa
yang dipimpin oleh raja seperti bangsa-bangsa lain. Selama orang Israel menetap
di Tanah Kanaan, mereka terus menerus menghadapi perlawanan dari bangsa-bangsa
yang ada di Kanaan. Dalam menghadapi perlawanan dari bangsa-bangsa lain,
diangkatlah hakim-hakim yang menjadi pemimpin tiap suku Israel untuk menjaga
keamanan setiap suku-suku Israel.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Samuel menjadi hakim yang terakhir,
tetapi Samuel berbeda dengan hakim-hakim yang lain, sebab dia bukan pemimpin
peperangan, tetapi hakim dalam arti yang sesungguhnya, yakni mengadili perkara.
Samuel adalah abdi Allah yang sangat dihormati, karena segala yang dikatakannya
pasti terjadi (1 Samuel 9:6). Ketika Samuel sudah tua, Samuel mengangkat
anak-anaknya (Yoel dan Abia) menjadi hakim atas orang Israel, tetapi mereka
tidak seperti ayahnya, mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan
keadilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Perilaku dan sikap anak-anak Samuel
ini dipakai oleh orang Israel menjadi alasan untuk meminta seorang raja
disamping Samuel yang sudah tua. Para tua-tua dari suku-suku Israel memaksa
Samuel untuk memilih seorang raja untuk menyatukan kekuatan dari seluruh
suku-suku Israel dalam satu pemerintahan seorang raja seperti bangsa-bangsa
lain. Permintaan ini membuat Samuel kesal dan berdoa kepada Tuhan mengenai
perkara ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tuhan menjawab permintaan mereka ini
dengan mengatakan “Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja
atas mereka” (ayat 7). Sebab selama ini Allah sendiri yang menjadi Raja atas
mereka dan yang memimpin perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir dan sampai
menduduki tanah Kanaan, seperti yang dikatakan oleh Gideon “Aku tidak akan
memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang
memerintah kamu” (Hakim 8:23). Tetapi walaupun demikian, Tuhan mendengarkan
permintaan mereka tetapi dengan memperingatkan mereka apa yang akan terjadi
jika mereka di pimpin oleh seorang raja “Inilah yang menjadi hak raja yang akan
memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya
pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya”
(ayat 11).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dari nas ini sebenarnya kita mau
fokus kepada Samuel yang merasakan kekesalan karena merasa ditolak oleh orang
Israel. Samuel yang sudah tua dan anak-anaknya tidak mengikuti jejak ayahnya
yang setia kepada Tuhan. Orang Israel memakai keadaan Samuel ini menjadi sebuah
alasan untuk menutupi penolakan mereka kepada Tuhan dengan meminta seorang
raja. Tentu ini membuat Samuel merasa kesal dan sedih karena merasa
kehadirannya ditengah-tengah orang Israel sudah tidak dihargai lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dari apa yang dialami oleh Samuel ini, kita dapat belajar
beberapa hal:&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Samuel menyampaikan segala perkara yang
dihadapinya kepada Tuhan&lt;/b&gt;, dan Tuhan hadir dalam kegelisahan Samuel dengan
memberi penguatan kepadanya dan apa yang harus dilakukannya. Tuhan berkata
kepada Samuel, bahwa bukan dia yang ditolak, tetapi Tuhanlah yang ditolak oleh
orang Israel. Hal ini sudah terjadi sejak mereka keluar dari Mesir mereka telah
meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada Allah lain. Hal ini dapat kita lihat di
kitab Hakim-hakim, bagaimana orang Israel yang menjadi penyembah berhala
mengikuti kebiasaan orang Kanaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Seperti
yang dialami oleh Samuel ini, kita juga dalam hidup kita mungkin pernah
ditolak, direndahkan, disepelekan oleh orang lain. Apalagi kita direndahkan
karena melakukan apa yang benar menurut kehendak Tuhan. maka, janganlah kita
menjadi kesal dan tawar hati. Justru kita harus bersukacita dapat
mempertahankan apa yang benar sekalipun kita mendapatkan perlakukan atau
tanggapan yang tidak baik dari orang lain. Tetapi &lt;b&gt;walaupun Samuel disakiti
hatinya oleh orang Israel, dia tidak menjadi bersungut-sungut justru dia tetap
membantu orang Israel untuk menemukan solusi yang terbaik atas permintaan
mereka.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tuhan
tidak membiarkan hambaNya yang setia bergumul sendiri&lt;/b&gt;. Dari nas ini kita diperlihatkan
bagaimana Tuhan memberi penguatan kepada Samuel untuk tetap teguh menerima
kenyataan, bahwa yang sebenarnya terjadi adalah orang Israel-lah yang menolak
Tuhan. Sehingga Samuel tidak perlu untuk berkecil hati atas sikap orang Israel
ini. Samuel hanyalah hamba Tuhan yang mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan
untuk dilakukannya. Tuhan selalu hadir didalam Roh Kudus untuk selalu menghibur
dan menolong kita dalam setiap persoalan yang kita hadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/1945568266896033756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/1945568266896033756?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1945568266896033756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1945568266896033756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/06/1-samuel-8-4-11-tuhan-menguatkan.html' title='1 Samuel 8: 4-11 Tuhan Menguatkan HambaNya'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-4407810765656707949</id><published>2024-06-03T15:57:00.005+07:00</published><updated>2024-06-03T15:57:55.138+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Korintus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Epistel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Iman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pergumulan Hidup"/><title type='text'>2 Korintus 4: 13 – 5:1 Tuhan Memampukan Hamba-Nya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Pembacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 4: 13 –
5:1&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Setelah kita
membaca nas ini, kita akan menemukan ada hal yang sangat menarik. Bahwa Paulus
menjelaskan bagaimana dia dapat kuat dan bersemangat dalam memberitakan Injil, &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;rahasianya adalah iman&lt;/b&gt;. Sebagaimana kita
sudah ketahui bersama, bahwa pekerjaan pekabaran Injil yang dilakukan oleh
Paulus sangat penuh dengan tantangan, dia di penjara, didera, disesah,
dilempari batu, dalam perjalanannya terancam maut, penyamun, bekerja berat,
sering tidak tidur, kelaparan, kehausan, kedinginan (2 Kor. 11:23-29). Tetapi itu
semua tidak menyurutkan semangatnya untuk memberitakan Injil.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Iman adalah
daya dorong dan kekuatan bagi Paulus, iman Paulus kepada Tuhan dijelaskan dalam
nas ini (ayat 13) dengan mengutip Mazmur 116:10 “Aku percaya, sekalipun aku
berkata: &quot;Aku ini sangat tertindas.” Paulus hendak menyatakan imannya
seperti iman pemazmur itu, bahwa sekalipun Paulus tertindas dan menghadapi
banyak tantangan, tetapi dia tetap percaya kepada Tuhan yang akan
meluputkannya. Kemudian iman Paulus ini dipertegas lagi di ayat 14 “...bahwa
Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga
bersama-sama dengan Yesus.”. Bagi Paulus Iman di dalam Yesus Kristus adalah
pengharapan yang nyata, sebagaimana Allah membangkitkan Yesus Kristus dari
kematian, demikian juga Allah akan membangkitkan Paulus dan orang-orang percaya
dari kematian. Sehingga, jika kematian saja dapat dikalahkan, maka penderitaan
dalam dunia ini tidak akan ada apa-apanya. Bagi Paulus, penderitaan dalam dunia
ini adalah penderitaan yang ringan jika dibandingkan dengan apa yang akan
diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan yang kekal (ayat 17, 5:1). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Maka, dari
iman dan pengalaman hidup Paulus dalam nas ini, kita diajarkan bahwa jika kita
benar-benar menghidupi iman kita kepada Tuhan Yesus, maka kita akan dikuatkan
dan dimampukan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;
1. Menghadapi pergumulan/Tantangan hidup&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Seperti yang
dikatakan Paulus di ayat 17 “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini..”. Bagi
Paulus, penderitaan dalam dunia ini adalah penderitaan yang ringan jika
dibandingkan dengan apa yang akan diterimanya dari Tuhan. Kita bukan mau
menganggap sepele setiap pergumulan, tetapi kita percaya Tuhan jauh lebih besar
dan berkuasa atas setiap pergumulan kita, maka tidak ada yang tidak bisa kita
hadapi jika kita bersama Tuhan. Bahkan jika sekalipun jika penderitaan itu
harus menjadi jalan bagi kebinasaan tubuh kita yang fana ini, bagi kita tersedia
kehidupan yang kekal yang disediakan bagi kita orang yang percaya. Maka Paulus
katakan di ayat 16 “sebeb itu kami tidak tawar hati”. Paulus tidak pernah putus
asa seberat apapun pergumulannya. Demikianlah kita menghadapi pergumulan dalam
dunia ini, seberat apapun pergumulan itu, kemenangan sudah ada di tangan kita
melalui iman kepada Tuhan Yesus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Hidup yang
memuliakan Tuhan &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikatakan di ayat 15 “Sebab
semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar
berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan
semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.” Iman Paulus yang
begitu besar kepada Tuhan semakin menggerakkannya untuk semangat memberitakan
Injil. Dia berharap supaya semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan
Yesus, maka nama Tuhan semakin dimuliakan. Semangat pelayanan Paulus ini juga
menjadi inspirasi bagi kita, supaya tetap semangat berkarya dalam hidup. selama
Tuhan masih memberikan waktu dan kesempatan, kita harus mempergunakannya dengan
baik demi kemuliaan Allah. Tuhan juga mau memakai hidup kita untuk kemuliaan
nama Tuhan, orang disekitar kita dapat merasakan kebaikan Tuhan melalui
kehadiran kita dan bukan sebaliknya orang lain merendahkan Tuhan Yesus karena
sikap dan perbuatan kita yang tidak baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Hidup yang Semakin Dibaharui&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikatakan di ayat 16, “meskipun
manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui
dari sehari ke sehari”. Secara alamiah kekuatan dan kualitas tubuh fisik kita
semakin lama akan semakin merosot. Bisa karena faktor umur maupun karena
penyakit. Sehebat apapun kita menjaga kondisi fisik kita, mau tidak mau faktor
usia akan menurunkan kekuatan kita. Tetapi walaupun demikian, kita diingatkan
manusia batiniah kita harus dibaharui setiap hari. Artinya, semakin hari kita
harus semakin mengalami pertumbuhan rohani, semakin berhikmat, beriman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/4407810765656707949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/4407810765656707949?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4407810765656707949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4407810765656707949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/06/2-korintus-4-13-51-tuhan-memampukan.html' title='2 Korintus 4: 13 – 5:1 Tuhan Memampukan Hamba-Nya'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-6744044196361915367</id><published>2024-05-31T06:54:00.000+07:00</published><updated>2024-05-31T06:54:00.752+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Korintus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><title type='text'>2 Korintus 4: 5-12 Kekuatan Berasal Dari Allah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 4: 5-12&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Sebagaimana
kita ketahui Paulus dalam memberitakan Injil menghadapi begitu banyak tantangan
dan rintangan. Dia di penjara, didera, disesah, dilempari batu, dalam
perjalanannya terancam maut, penyamun, bekerja berat, sering tidak tidur,
kelaparan, kehausan, kedinginan (2 Kor. 11:23-29). Ditambah lagi rasul-rasul
palsu yang mencoba mempengaruhi jemaat Korintus untuk meragukan kerasulan
Paulus. Tetapi apakah ini semua membuat Paulus menyerah untuk memberitakan
Injil? Paulus katakan: “kami tidak tawar hati” (ay.2).&amp;nbsp;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Paulus tidak menjadi
menyerah seberat apapun tantangan dan pergumulan yang dihadapinya, karena
motivasinya untuk memberitakan Injil sangat jelas, yaitu bahwa dia adalah hamba
Kristus yang mau untuk taat menjalankan panggilan yang telah diterimanya dari
Tuhan Yesus. Injil yang diberitakannya adalah terang cahaya Kristus sebagai
Tuhan (ay.5-6). Seandainya dia memberitakan Injil untuk kepentingan dan
keuntungan diri sendiri, tidak akan mungkin dia mau untuk melanjutkan pekabaran
Injil dengan tantangan dan pergumulan yang seberat itu. Justru Paulus menikmati
pekerjaan pemberitaan Injil yang penuh tantangan itu untuk meresapi penderitaan
dan kematian Tuhan Yesus dalam tubuhnya (ay. 11-12).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Paulus
menjelaskan dalam nas ini, bahwa dirinya seperti “bejana tanah liat” yang
artinya rapuh, mudah untuk pecah, yang kelihatannya tidak berharga karena
terbuat dari tanah. Ini menggambarkan keterbatasannya sebagai manusia untuk
dapat bertahan dalam berbagai tantangan dan pergumulan yang dihadapinya. Tetapi
bejana tanah liat itu menjadi tetap bertahan dan berharga karena di dalamnya
tersimpan harta yang sangat berharga. Harta yang berharga itu adalah Injil yang
dipercayakan Tuhan baginya. Bagi Paulus, ini adalah suatu anugerah ketika Tuhan
mempercayakan Injilnya diberitakan melalui dirinya yang memiliki banyak
keterbatasan dan kelemahan. Inilah yang menjadi rahasia kemampuannya untuk
memberitakan Injil, bukan karena kekuatannya, tetapi kekuatan yang berasal dari
Allah-lah yang memampukannya tetap dapat bertahan, di dalam kelemahan Pauluslah
kuasa Allah menjadi sempurna. Dikatakan di ayat 8-9: &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kami ditindas, namun tidak terjepit; kami
habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan
sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Dari nas ini
kita bisa belajar untuk membawa sengat pelayanan Paulus ini dalam kehidupan
kita. bahwa kita juga sama seperti yang Paulus katakan, bahwa kita seperti “bejana
tanah liat” yang rapuh yang memiliki banyak keterbatasan, sementara kita sering
terjepit dan habis akal menghadapi persoalan dan pergumulan dalam hidup ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Apakah kita
akan menyerah dengan pergumulan dan masalah yang sedang kita hadapi? Dari
Paulus kita belajar untuk tidak pernah berputus asa dan tawar hati ketika kita
menghadapi kesulitan dalam hidup, yang walaupun kelihatannya pergumulan yang
berat itu tidak sanggup untuk kita pikul, jika kita menyadari bahwa ada Allah
yang tinggal dalam diri kita. Ada kuasa Allah yang berlimpah-limpah yang akan
selalu memberi kekuatan kepada kita menghadapi apapun persoalan dalam hidup
ini. Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Dia menjanjikan
pertolonganNya dalam setiap masalah yang kita hadapi. Jangan kita hanya mengandalkan
kekuatan dan pikiran kita yang terbatas ini, Tuhan mengetahui dan menyelidiki
kemampuan kita menghadapi setiap pergumulan (Mazmur 139), dan Tuhan akan
bekerja memberi kekuatan yang melimpah kepada kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Seperti Paulus,
Dia yang tetap selalu setia menjadi seorang hamba yang melayani Tuhan apapun
pergumulan yang sedang dihadapinya. demikianlah kita juga menjadi hamba yang
setia untuk melayani Tuhan dalam setiap kehidupan kita masing-masing. Seperti Paulus
yang dipercayakan untuk memberitakan Injil dan memelihara jemaat yang
dipercayakan kepadanya, demikian halnya dengan kita, kita memiliki panggilan
hidup masing-masing yang dipercayakan kepada kita. Tuhan percayakan kita
keluarga, pasangan hidup, anak, pekerjaan, pelayanan. Tentu kita mempunyai
pergumulan masing-masing dalam menjalani panggilan hidup kita. Maka bagaimana
kita untuk tidak putus asa dan tawar hati menghadapi setiap tantangan yang kita
hadapi, kita mau memperjuangkan apa yang dipercakan Tuhan kepada kita hingga
garis akhir. Sebagaimana dikatakan di Filipi 4:13 “&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku”&lt;/b&gt;. Inilah yang menjadi memotivasi kita menjalani kehidupan kita.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/6744044196361915367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/6744044196361915367?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6744044196361915367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6744044196361915367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/2-korintus-4-5-12-kekuatan-berasal-dari.html' title='2 Korintus 4: 5-12 Kekuatan Berasal Dari Allah'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-6140317641433165256</id><published>2024-05-24T11:58:00.003+07:00</published><updated>2024-05-24T11:58:22.291+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Trinitatis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya"/><title type='text'> Yesaya 6: 1-8 Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Yesaya
6: 1-8 Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Yesaya mendapatkan
pewahyuan untuk melihat kemuliaan Allah dalam takhtaNya di sorga. Dalam
penglihatan itu Yesaya menyaksikan:&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;1. Melihat Tuhan dengan kemuliaanNya yang
duduk di takhtaNya yang menjulang sangat tinggi, dan jubahNya yang terbentang
memenuhi seluruh bait Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;2. Para Serafim berada disebelah atasNya
yang mempunyai enam sayap. Dua sayap menutupi muka, dua sayap menutupi kaki dan
dua sayap untuk melayang-layang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;3. Para serapim berseru-seru: &quot;Kudus,
kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!&quot; dan
suara itu menyebabkan goncangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;4. Yesaya merespon: “celakalah aku! aku
binasa!”. Yesaya merasa bahwa dia adalah orang yang berdosa, sementara dia
melihat Tuhan dan kekudusanNya. Yesaya menganggap akan binasa karena dia adalah
orang berdosa yang berada di tempat Tuhan yang kudus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;5. Tetapi seorang dari Serafim mendekati
Yesaya yang sedang memegang bara api dari mezbah dan menyentuhkannya ke dalam
mulutnya. Bara api itu dari mezbah Allah itu menguduskan Yesaya dan mengatakan
bahwa kesalahannya telah dihapus dan dosanya telah diampuni. Sehingga dia layak
untuk berada di depan hadirat Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;6. Setalah Yesaya di kuduskan melalu
pengampunan dosa, Tuhan berbicara kepada Yesaya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&quot;Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk
Aku?&quot; Kemudian suara Tuhan itu dijawab oleh Yesaya: &quot;Ini aku, utuslah
aku!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apa yang dialami oleh
Yesaya ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa karena dapat melihat Tuhan
dalam kemuliaanNya. Dalam pengenalan iman kita kepada Tuhan, penglihatan Yesaya
ini memperlihatkan secara tidak langsung tentang pengenalan iman kita tentang
Allah Tritunggal. Bahwa kita mempercayai dan menyaksikan: Allah itu Esa dan di
dalam pernyataanNya yang Tritunggal yaitu Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, yang
tidak berawal dan tidak berakhir. Kita mempercayai akan satu hakikat Allah yang
kita percaya dan sembah, tetapi Allah yang Esa itu menyatakan diriNya dalam
tiga pribadi yang menyatu dengan sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kita dapat merayakan iman
kita melalui penyataan Diri Allah yang Tritunggal dalam hidup kita. Allah
Tritunggal itu dapat kita refleksikan &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;melalui makna-makna simbolis yang &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dinyatakan dalam penglihatan Yesaya ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Allah Bapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Yesaya
dengan jelas melihat kemuliaan dan takhta Allah Bapa yang di sorga yang duduk
ditakhta kemuliaanNya. ( walaupun ayat 1 kata Tuhan yang dipakai adalah
“Adonai” tetapi di ayat 3 dan 5 menggunakan “Jehovah”). Takhta Tuhan itu
menjulang tinggi, yang menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan berada ditempat yang
maha tinggi yang berada di atas segala takhta atau kuasa apapun, Dia adalah
Raja di atas segala raja, segala sesuatu berada dibawah kakiNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Seperti
yang diberitakan dalam nas ini tentang matinya raja Uzia, bagaimanapun mulianya
dan tingginya kekuasaan seorang raja di dunia ini, pada akhirnya kemuliaan dan
kekuasaannya akan lenyap. Kita belajar dari raja Uzia, bahwa selama dia
melakukan kehendak Tuhan, Tuhan memberikan kemakmuran, tetapi ketika dia berubah
menjadi tinggi hati di hadapan Tuhan, maka malapetaka menimpa hidupnya sampai
mati (2 Tawarikh 26). Seperti yang difirmankan Tuhan Yesus di Lukas 14:11 “Sebab
barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan
diri, ia akan ditinggikan”. Jangan pernah kita meninggikan diri dihadapan Tuhan
dengan sikap, akal dan pikiran kita, sebab kita semua ada dibawah kuasa Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Jika
kita adalah orang yang beriman, maka kita akan tahu bahwa segala sesuatu ada
dibawah kuasa Tuhan. tidak ada yang lebih berkuasa dan lebih tinggi dari Allah.
Maka, kita hanya akan selalu mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Orang beriman juga akan selalu memiliki rasa
hormat yang tinggi dengan selalu takut akan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Anak (Yesus Kristus)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&quot;Kudus,
kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!&quot;.
Lama sebelum Yesaya lahir, tetapi dia telah dapat melihat kemuliaan Yesus. Hal
ini dapat kita lihat di Yohanes 12: 41, bahwa kemuliaan yang dilihat dan yang
diberitakan Yesaya adalah Yesus Kristus. Kemuliaan Allah yang kudus itu hadir
dalam kehidupan kita di dunia ini melalui Yesus Kristus. Kita menjadi umatNya
yang kudus melalui pengorbanan Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk
menyelamatkan kita dari dosa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Melalui
kemuliaan Allah yang dihadirkan dalam dunia ini melalui Yesus Kristus, kita
dapat datang dan dekat dengan Allah dan Dia adalah Tuhan yang beserta kita. Maka
orang yang beriman kepada Tuhan akan selalu ada damai sejahtera dalam dirinya,
sebab kita yakin bahwa Allah yang akan selalu bersama dengan kita dalam setiap
kondisi kehidupan yang kita hadapi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Roh Kudus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ada
kuasa Roh Kudus yang bekerja kepada Yesaya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“celakalah aku! aku binasa!” Yesaya
menyadari dirinya adalah seorang yang berdosa dihadapan Tuhan, yang membuat
Yesaya sangat takut. Seperti dikatakan oleh Tuhan Yesus di Yohanes 16: 8 bahwa
Roh Kudus berkuasa untuk menginsafkan dunia akan dosa. Oleh kuasa Roh Kudus
kita digerakkan untuk menyadari dan mengakui dosa kita dihadapan Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bara api yang diambil dari mezbah Allah.
ini adalah gambaran dari api yang memurnikan. Sehingga ketika bara api itu
menyentuh bibir Yesaya, dosanya pun diampuni. Seperti yang tertulis di Matius
3:11 &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Ia akan membaptiskan kamu dengan
Roh Kudus dan dengan api”. Roma 8: 2 dikatakan: “Roh, yang memberi hidup, telah
memerdekakan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kamu dalam Kristus dari
hukum dosa dan hukum maut”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ayat 8 dikatakan: Lalu aku mendengar
suara Tuhan berkata: &quot;Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau
pergi untuk Aku?&quot; Maka sahutku: &quot;Ini aku, utuslah aku!&quot; ada dua
catatan penting untuk kita perhatikan disini: &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;pertama&lt;/i&gt;, bahwa melalui kuasa Roh Kudus kita dapat mendengar
tuntunan Tuhan dan berbicara kepada dalam hidup kita, sebab Roh Kudus adalah
Allah yang hadir dalam diri kita&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;. Kedua&lt;/i&gt;,
oleh kuasa Roh Kudus kita diutus oleh Tuhan menjadi saksi firmanNya untuk memberitakan
kabar baik dari Allah. 2 Petrus 1: 21 dikatakan: “sebab tidak pernah nubuat
dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang
berbicara atas nama Allah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Orang
yang beriman kepada Tuhan akan selalu dituntun oleh kuasa Roh Kudus untuk
selalu hidup kudus dihadapan Tuhan dan mau untuk digerakkan oleh Roh Kudus
melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/6140317641433165256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/6140317641433165256?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6140317641433165256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6140317641433165256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/yesaya-6-1-8-kudus-kudus-kuduslah-tuhan.html' title=' Yesaya 6: 1-8 Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-4376989080434573353</id><published>2024-05-22T16:27:00.001+07:00</published><updated>2024-05-22T16:27:11.190+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="3 Yohanes"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Epistel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Trinitatis"/><title type='text'>1 Yohanes 5: 9-13 Kesaksian Tentang Keilahian Yesus</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: 1 Yohanes 5: 9-13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Surat 1 Yohanes ini dituliskan
untuk memperlengkapi orang percaya untuk lebih memahami dan mengerti tentang
iman mereka yang ada di dalam Yesus Kristus. Pemahaman tentang iman ini menjadi
penting untuk disampaikan kepada Jemaat ketika itu karena ada sekelompok orang
yang sudah meninggalkan gereja dan tidak lagi percaya kepada Yesus sebagai
Mesias atau sebagai anak Allah, mereka berusaha untuk mempengaruhi orang-orang
yang masih percaya kepada Yesus.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara khusus dalam Nas yang kita
baca ini, pengenalan kita kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat
adalah berdasarkan kesaksian yaitu kesaksian dari manusia dan juga kesaksian
dari Allah sendiri. Para murid-murid Tuhan Yesus dan juga orang percaya telah
menjadi saksi yang melihat dan menyaksikan Bagaimana kehidupan dan pelayanan
Tuhan Yesus bahwa Allah telah menyatakan dirinya di dalam Yesus Kristus. Tetapi
tidak hanya kesaksian manusia yang menjadi pegangan kita tetapi Allah sendiri
juga bersaksi tentang AnakNya Yesus Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka dalam nas yang kita baca
ini, penulis Kitab 1 Yohanes mau menjelaskan siapa Yesus dan mengapa kita harus
mengimani dia sebagai Tuhan dan juru selamat. Secara tidak langsung juga nas
ini menjelaskan tentang pengenalan iman kita tentang Allah tritunggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat 9 Allah bersaksi tentang
anaknya Yesus Kristus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini mengingatkan kepada kita pada
pembaptisan Yesus. Pada saat itu Roh Allah turun di atas Yesus dan ada suara
dari surga yang berkata &quot;inilah anakku yang kukasihi kepadanyalah aku
berkenan &quot;. Bahwa ini adalah berita yang langsung datang dari surga yang
mengatakan bahwa Yesus berasal dari surga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat 11 Allah telah mengaruniakan
hidup yang kekal kepada kita melalui anaknya Yesus Kristus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat ini mau mengatakan bahwa
sumber dari hidup yang kekal itu adalah Yesus Kristus, hal ini mau menjelaskan
kepada kita tentang keilahian daripada Yesus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat 9 “Kita menerima kesaksian
manusia”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesaksian manusia tentang Yesus
itu terjadi adalah karena pekerjaan Roh Kudus. sebab oleh karena kuasa Roh
Kudus sajalah sehingga kesaksian tentang Allah itu bisa dinyatakan oleh
manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya di ayat 13
menjelaskan bahwa melalui iman kepada Yesus Kristus kita tahu bahwa kita telah
memperoleh kehidupan yang kekal. Yang Kekal itu adalah Allah yang tidak berawal
dan tidak berakhir. Kekekalan itu berasal dari Allah, dan Allah Yang Kekal itu
telah menyatakan DiriNya melalui Yesus Kristus. Seperti yang dikatakan oleh
Tuhan Yesus “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6); Yohanes 3:16
“...supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan
memperoleh kehidupan yang kekal”. Yesus mati dan bangkit pada hari yang ketiga
bahwa kematian tidak dapat menguasainya. Dan Allah Yang Kekal itu telah tinggal
di dalam diri setiap orang yang percaya oleh kuasa Roh Kudus. Sehingga dari
sinilah kita dapat mengerti bahwa kita memperoleh kehidupan yang kekal Ketika
Allah di dalam diri kita dan kita di dalam Allah, bahwa kita telah tinggal di
dalam kekekalan Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa pesan yang mau disampaikan
oleh nats ini kepada kita:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kita bisa disesatkan ketika kita tidak tahu apa yang kita
imani. kita bisa meninggalkan Yesus karena dipengaruhi oleh ajaran-ajaran lain
karena kita tidak mengerti kebesaran iman yang kita miliki. Matius 7:6 Tuhan
Yesus mengatakan: Jangan memberikan mutiara kepada babi supaya jangan
diinjak-injak. babi tidak tahu bahwa mutiara itu berharga, ini menjadi sindiran
yang keras untuk mengingatkan kita Jangan sampai kita melepaskan apa yang
berharga karena ketidaktahuan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ayat 12 dikatakan: “barangsiapa memiliki anak, Ia
memiliki hidup”. Allah yang kita imani adalah Allah sumber kehidupan pencipta
kehidupan (Allah Bapa), Allah yang hidup (Yesus Kristus), Allah yang memelihara
yang menuntun kepada kehidupan (Roh Kudus). Maka bagaimana kita mau
sungguh-sungguh untuk menghidupi iman kita dengan mempercayakan hidup kita
kepada Tuhan karena dari Tuhanlah sumber kehidupan, Tuhan adalah Allah yang
hidup yang selalu mendengar dan melihat kehidupan kita, dan Allah yang berkuasa
yang menuntun kita mengarahkan kita kepada berkatNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/4376989080434573353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/4376989080434573353?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4376989080434573353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4376989080434573353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/1-yohanes-5-9-13-kesaksian-tentang.html' title='1 Yohanes 5: 9-13 Kesaksian Tentang Keilahian Yesus'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-2405266412149920381</id><published>2024-05-15T14:27:00.002+07:00</published><updated>2024-05-15T14:27:27.021+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Rasul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Roh Kudus"/><title type='text'>Kisah Para Rasul: 2: 1-13 Kuasa Roh Kudus Yang Mempersatukan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul: 2: 1-13&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KUASA ROH KUDUS YANG MEMPERSATUKAN&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Kata Pentakosta
berasal dari bahasa Yunani: &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;pentekoste&lt;/i&gt;
yang berarti: hari yang kelima puluh. Disebut demikian karena hari tersebut
jatuh pada hari kelima puluh setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah kenaikan
Tuhan Yesus, para murid mentaati perintah-Nya untuk tetap tinggal di Yerusalem
hingga mereka diperlengkapi oleh kuasa Roh Kudus (Lukas 24:49; Kis. 1:8). Mereka
bertekun setiap hari berdoa di ruang atas sebuah rumah di Yerusalem (Kis. 1:
12-14). Pada waktu turunnya Roh Kudus, suasana di Yerusalem sedang ramai
dikunjungi oleh peziarah Yahudi yang datang dari berbagai negeri untuk
merayakan hari raya &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Shavout&lt;/i&gt; (Ibr.) yaitu
lima puluh hari setelah paskah. Selain itu, karena Yerusalem adalah termasuk
kota besar, maka ada banyak bangsa-bangsa lain yang datang ke Yerusalem untuk
melakukan berbagai aktifitas seperti perdagangan. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Berdasarkan Kisah
para rasul 2, dijelaskan turunnya Roh Kudus kepada orang percaya ditandai
dengan mujizat yang terjadi, yaitu suatu bunyi seperti tiupan angin yang keras,
nyala lidah-lidah api kepada setiap mereka yang ada di situ dan berkata-kata
dalam bahasa lain. Peristiwa ini menarik perhatian banyak orang, baik orang
Yahudi maupun dari bangsa-bangsa lain, sehingga mereka berkerumun untuk melihat
apa yang terjadi. Sehingga orang banyak ini telah turut menjadi saksi peristiwa
turunya Roh Kudus pada saat itu. Mereka (bangsa-bangsa di luar Yahudi) tercengang-cengang
karena oleh kuasa Roh Kudus, mereka orang Yahudi namun dapat berbicara tentang
perbuatan Allah dengan bahasa mereka. Namun dari mereka ada juga yang menyindir
bahwa mereka mabuk oleh anggur manis. Tetapi Petrus berkhotbah dan menjelaskan
apa yang mereka saksikan itu dengan mengutip teks PL dari Yoel 2: 28-29 yang
menyatakan “Aku akan mencurahkan RohKu atas semua manusia”. karena khotbah
Petrus itu, sehingga ada kira-kira tiga ribu orang percaya dan memberi diri
mereka dibaptis. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Dalam Perjanjian
Lama (PL) Roh Allah berasal dari kata &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;ruakh&lt;/i&gt;
dan dalam Perjanjian Baru dengan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Pneuma&lt;/i&gt;
yang memiliki arti yang sama, yaitu: angin/nafas/energi yang tidak terlihat (Yohanes
3: 8; Yohanes 20:22). Dalam PL, Roh Allah adalah tanda kehadiran Allah secara
pribadi untuk membentuk atau menjadikan keteraturan (Kej. 1:2). Dalam PL kita
dapat melihat bahwa Roh Allah diberikan kepada seseorang untuk dapat melakukan
tugas-tugas tertentu, seperti Yusuf (Kej. 41:37-42), Bezaleel (Kel. 35: 30
dst), Otniel dan Gideon (Hak. 3:10; 6:34), Saul (1 Sam. 11:6), Yehezkiel (Yeh.
2:2), Mikha (Mikha 3:8). Tetapi setelah hari Pentakosta, sebagaimana khotbah
Petrus tentang Yoel 2:8 bahwa nas itu telah digenapi, bahwa Tuhan akan
mencurahkan RohNya secara meluas kepada setiap orang yang telah dikuduskan oleh
darah Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Roh Kudus
adalah Allah sendiri yang hadir dalam diri setiap orang yang percaya supaya
hidup menurut kehendak Tuhan. Melalui Roh Kudus yang ada dalam diri kita,
memberikan kita kuasa yang berasal dari Tuhan untuk memampukan kita dalam
berbagai keterbatasan kita dan secara khusus untuk dapat memberitakan Injil. Roh
Kudus juga akan menjadi jembatan yang mempersatukan setiap orang percaya
walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda daerah, bangsa, suku dan
bahasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/2405266412149920381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/2405266412149920381?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/2405266412149920381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/2405266412149920381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/kisah-para-rasul-2-1-13-kuasa-roh-kudus.html' title='Kisah Para Rasul: 2: 1-13 Kuasa Roh Kudus Yang Mempersatukan'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-4381664159107402161</id><published>2024-05-14T15:44:00.005+07:00</published><updated>2024-05-14T15:44:35.840+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Epistel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Roh Kudus"/><title type='text'>Kejadian 41: 37-42 Roh Kudus Memberkati Akal Budi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 41: 37-42&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Yusuf mendapatkan kesempatan untuk menafsirkan mimpi Firaun
saat dirinya masih dalam penjara, yang mana Firaun bermimpi tentang tujuh lembu
gemuk dimakan oleh tujuh lembu yang kurus dan mimpi kedua adalah tentang
tangkai gandum dengan tujuh bulir yang berisi dimakan oleh tangkai gandum
dengan tujuh bulir yang kurus. Yusuf menceritakan bahwa kedua mimpi itu adalah
sama, bahwa Allah hendak memberitahukan kepada Firaun apa yang akan terjadi dan
tindakan apa yang harus dilakukan oleh Firaun. Firaun bermimpi sampai dua kali
berarti Tuhan akan segera melakukannya. Arti dari isi mimpinya itu adalah bahwa
Tuhan akan mendatangkan tujuh tahun masa kelimpahan dan setelahnya akan terjadi
tujuh tahun masa kelaparan. Maka, yang dapat dilakukan oleh Firaun adalah
dengan mengangkat seorang yang berakal budi dan bijaksana yang memiliki kuasa
atas tanah Mesir untuk mengumpulkan persediaan selama tujuh tahun masa
kelimpahan, sehingga saat masa kelaparan tiba, tanah Mesir tidak akan binasa
karena kelaparan.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Penjelasan mimpi dan usul saran dari Yusuf dipandang baik
oleh Firaun dan pegawainya. Dengan kemampuan Yusuf menafsirkan mimpi Firaun,
Firaun menganggap bahwa tidak ada lagi yang penuh dengan Roh Allah selain Yusuf
sampai bisa mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Allah, sehingga Firaun
mengangkat Yusuf dengan kuasa yang sangat besar, yaitu hanya satu tingkat
dibawah Firaun, kelebihan Firaun hanyalah Takhta yang ada padanya, tetapi
cincin materai diberikan kepada Yusuf untuk memerintah rakyat Mesir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pesan firman Tuhan yang bisa kita pelajari dari nas ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Roh kudus adalah karunia Allah bagi orang
percaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Kita lihat ayat 38 &quot;Mungkinkah kita
mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?&quot; dari
perkataan ini sangat jelas memperlihatkan kepada kita bahwa tidak semua manusia
dapat menerima Roh Allah. Roh Allah bekerja dalam diri Yusuf adalah karena
Yusuf selalu memiliki relasi yang baik dengan Allah. sikap dan perbuatannya
yang selalu memperlihatkan sebagai seorang yang mengenal Allah walau dalam
situasi yang sulit dan penuh dengan godaan. Hal ini bisa terlihat ketika Yusuf
masih berada di rumah Potifar.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Seperti yang sudah kita ketahui bersama
bahwa Tuhan Yesus menjanjikan akan memberi Roh Kudus untuk menyertai
murid-muridNya dan pada hari pentakosta, orang percaya dicurahkan Roh Kudus.
Bahwa melalui iman percaya kita kepada Tuhan Yesus, sama seperti Yusuf yang
dipenuhi Roh Allah, kita semua orang percaya telah memperoleh Roh Kudus tinggal
dalam diri kita masing-masing. Sebagaimana yang tertulis di 1 Korintus 3:16 “Tidak
tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam
kamu?”. Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa dalam diri kita ada
sebuah karunia Tuhan yang sangat berharga yang tidak semua manusia memilikinya,
yaitu Roh Kudus yang dicurahkan untuk menyertai kita.&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Mensyukuri karya Roh Kudus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Dari nas ini kita belajar betapa besarnya
kuasa dari Roh Allah (Roh Kudus) yang dicurahkan oleh Tuhan kepada setiap orang
percaya. Jika kita belajar dari kisah Yusuf ini, kita tidak akan sangat
mensyukuri pemberian Tuhan yang sangat luar biasa itu. Roh Allah yang ada dalam
diri Yusuf telah membuatnya menjadi orang yang berakal budi dan bijaksana,
sehingga dia bisa menafsirkan mimpi Firaun dan memberi solusi tentang apa yang
harus dilakukan oleh Firaun. Apalagi setelah Yusuf mendapatkan kepercayaan
Firaun untuk bisa mengelola tujuh tahun kelimpahan dan tujuh tahun kelaparan,
tentu ini adalah pekerjaan yang sangat berat. Tentu semuanya ini tidak akan
bisa dikerjakan jikalau bukan karena Roh Allah yang bekerja dalam dirinya. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;Seperti Roh Allah yang bekerja dalam diri
Yusuf, demikianlah kita percaya bahwa Allah juga bekerja dalam diri kita
melalui Roh Kudus. Sehingga kita diberi Tuhan hikmat untuk dapat membaca dan
memahami segala keadaan yang kita hadapi dengan baik dan juga solusi yang harus
kita lakukan dalam setiap hal yang kita hadapi. Keberadaan diri kita secara
utuh baik tubuh, akal pikiran, hati dan perasaan dapat dipakai oleh Tuhan untuk
menopang keterbatasan kita. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/4381664159107402161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/4381664159107402161?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4381664159107402161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4381664159107402161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/kejadian-41-37-42-roh-kudus-memberkati.html' title='Kejadian 41: 37-42 Roh Kudus Memberkati Akal Budi'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-5585921447461433375</id><published>2024-05-10T12:48:00.003+07:00</published><updated>2024-05-10T12:48:22.518+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mazmur"/><title type='text'>Mazmur 1: 1-6 Kebahagiaan Orang Benar</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 1:
1-6&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mazmur ini diawali dengan kata
“Berbahagialah”. Semua orang pasti mendambakan hidup bahagia dan berusaha untuk
mencapai kebahagiaan dalam hidupnya namun pada kenyataannya Tidak semua orang
dapat menikmati dan merasakan kebahagiaan yang sejati di dalam kehidupannya.
itu bisa terjadi ketika seseorang salah memahami kebahagiaan itu dan salah
memperoleh sumber kebahagiaan itu. ada yang menganggap bahwa kebahagiaan itu
adalah ketika mempunyai banyak harta atau kekayaan, tetapi kenyataannya berkata
lain harta tidak menjamin seseorang bahagia. ada orang yang menganggap bahwa
ketika keinginannya terpenuhi maka dia akan bahagia&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tetapi kenyataannya juga tidak, kebahagiaan
karena keinginan yang terpenuhi hanyalah kebahagiaan yang sesaat karena
keinginan tidak pernah memberi kepuasan.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka dalam Mazmur 1 ini akan
memberikan kepada kita pengajaran, bagaimana kita menjadi orang yang berbahagia
menurut firman Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Orang yang selalu
menjaga diri untuk tidak melakukan dosa tidak memiliki niat yang jahat dan
tidak bersekutu dengan orang jahat. (ayat 1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikatakan di ayat 1: Tidak
berjalan, tidak berdiri, tidak duduk, ini menjelaskan kepada kita tentang
aktivitas hidup sehari-hari. yang mana Mazmur ini hendak mengatakan kepada kita
berbahagialah kita jika kita selalu dapat memantau posisi kita seperti apa.
berbahagialah kita jika kita selalu mengawasi dan memperhatikan sikap dan
perbuatan kita. kita selalu mengevaluasi diri untuk tidak berada pada jalan
yang salah yaitu melakukan dosa memiliki niat yang jahat dan bersekutu dengan
orang yang jahat. sebab perbuatan dosa dan niat yang jahat adalah jalan menuju
kehancuran yang dapat merusak kehidupan, dosa adalah jurang yang akan membawa
kepada kehancuran. tetapi yang selalu menjadi tantangan bagi kita adalah ego
yang ada dalam diri kita. kita cenderung untuk selalu membenarkan diri dan
mencari pembenaran walaupun kita salah, kita sulit untuk mengakui bahwa kita
salah. oleh sebab itulah kita perlu untuk selalu memahami bahwa sikap dan
perbuatan dosa akan menjauhkan kita dari kebahagiaan. sehingga perlu untuk
selalu mengevaluasi diri Melihat posisi di mana Kita berdiri duduk dan
berjalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kesukaannya ialah
Taurat Tuhan (ayat 2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika yang pertama tadi kita
menjaga diri supaya hidup kita tidak dituntun oleh dosa, maka yang kedua ini
adalah kebalikannya bahwa kita sangat menyukai jika kita hidup di dalam
tuntunan firman Tuhan. namun yang perlu menjadi catatan bagi kita bahwa firman
Tuhan bisa berbentuk larangan peringatan, hikmat dan juga janji berkat dan
pengharapan. itu semua harus kita terima sebagai pedoman dan penuntun dalam
hidup kita. jadi seperti yang dikatakan oleh firman Tuhan di sini yang
kesukaannya ialah Taurat Tuhan kita tidak bisa hanya menyukai firman Tuhan yang
hanya berbicara tentang berkat, tetapi kita juga harus menerima firman Tuhan
berupa teguran yang berbicara tentang peringatan yang menyinggung sikap dan
perilaku kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian di sini juga dijelaskan
kepada kita bahwa kita tidak bisa hanya suka atau menyukai firman Tuhan tetapi juga
harus merenungkannya siang dan malam. kita dapat mengambil contoh seperti
ahli-ahli Taurat pada masa Yesus mereka sangat menyukai Taurat Tuhan mereka
selalu mempelajari dan menghafal Taurat Tuhan. tetapi sayangnya mereka tidak
merenungkan Taurat Tuhan yang mereka pelajari itu. sehingga mereka mengetahui
dan menyukai firman Tuhan tetapi dalam aplikasinya mereka memakai firman Tuhan
untuk melihat kesalahan orang lain dan menghakimi orang lain. sehingga firman
Tuhan tidak hanya untuk didengar, diketahui, tetapi harus ada perenungan siang
dan malam bawa kehidupan kita setiap hari haruslah dikendalikan oleh firman
Tuhan. firman Tuhan harus dapat menggugah hati kita untuk melakukan apa yang
baik sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ia seperti pohon
yang ditanam di tepi aliran air (ayat 3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita percaya bahwa ketika kita
selalu jauh dari dosa, dan kita mau dituntun oleh firman Tuhan maka kita berada
di jalan yang benar Mazmur ini menggambarkan kita seperti pohon yang ditanam di
tepi aliran air. pohon itu akan tetap segar dan tidak layu dan akan
menghasilkan buah pada musimnya Artinya kita seperti pohon yang memenuhi syarat
untuk memiliki pertumbuhan dan yang akan menghasilkan buah. Kita percaya bahwa
Tuhan adalah sumber berkat dan kebahagiaan dalam hidup ini. ketika kita selalu
mengawasi diri kita untuk tidak jatuh ke dalam dosa dan sambil kita selalu
dituntun oleh kebenaran firman Tuhan kita percaya bahwa itu akan membawa berkat
dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tetapi catatan yang penting bagi
kita dari nats ini, yang pertama jangan kita mengharapkan pohon berbuah tidak
pada musimnya titik dikatakan di dalam Mazmur ini pohon itu akan berbuah pada
musimnya artinya berkat Tuhan akan indah pada waktunya yaitu waktu yang terbaik
menurut Tuhan.Yang kedua jangan mengharapkan pohon durian berbuah rambutan.
dikatakan di sini &quot;apa saja yang diperbuatnya berhasil&quot; jadi yang
dimaksud dengan berhasil di sini adalah bahwa Tuhan akan memberi kepada kita
bukan apa yang kita inginkan tetapi apa yang kita butuhkan. kita akan
mendapatkan hasil dari apa yang kita tuai. sehingga orang yang selalu hidup
menurut petunjuk Tuhan percaya bahwa Tuhan akan memberi keberhasilan dan
kebaikan dalam hidup kita sesuai dengan apa yang kita butuhkan dalam hidup kita
ini. ketiga pohon itu akan tetap segar sekalipun terjadi kekeringan karena
pohon itu tumbuh di tepi aliran air. bahwa ketika kita hidup di dalam kebenaran
firman Tuhan kita selalu dituntun oleh firman Tuhan dalam situasi dan sesulit
apapun perjalanan hidup kita kita akan selalu tetap dapat bertahan.&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;4. Jangan kita membanding-bandingkan diri kita dengan orang fasik atau
orang berdosa. (ayat 4-6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terkadang ada pertanyaan yang
muncul Mengapa mereka yang melakukan yang jahat kelihatannya hidupnya bahagia.
dengan membanding-bandingkan diri dengan orang yang melakukan dosa adalah tidak
tepat sebab kita diingatkan di dalam firman ini bahwa Tuhan mengenal Jalan
orang benar dan Jalan orang fasik orang fasik itu sama seperti sekam yang hanya
sebentar kelihatan ada tetapi kemudian akan lenyap dan diterbangkan angin atau
dilahap oleh api. tetapi kita harus selalu bersyukurBahwa dari Tuhanlah kita
mendapatkan segala kebaikan baik di dalam hidup ini maupun di dalam
penghakimannya kelak.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/5585921447461433375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/5585921447461433375?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/5585921447461433375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/5585921447461433375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/mazmur-1-1-6-kebahagiaan-orang-benar.html' title='Mazmur 1: 1-6 Kebahagiaan Orang Benar'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-4240234542608913700</id><published>2024-05-08T10:11:00.001+07:00</published><updated>2024-05-08T10:11:17.776+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Epistel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Firman Allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius"/><title type='text'>Matius 13: 10-17 Membuka Hati mendengar dan Mengerti Firman Tuhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pembacaan Firman Tuhan: &lt;b&gt;Matius
13: 10-17&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin dari kita sudah pernah
mendengar kata “memecahkan misteri” atau “mengungkapkan misteri”. Kata ini
sering dipakai misalnya ketika polisi berusaha mengungkapkan sebuah fakta
pembunuhan maka polisi akan berusaha untuk mendalami dan mempelajari setiap
petunjuk yang ada dan kata ini juga sering dipakai oleh ilmuwan yang berusaha
untuk mengungkap sebuah fakta pada masa lalu maka bagi para ilmuwan benda
bersejarah menjadi sangat berharga bagi mereka sebab itu bisa menjadi sebuah
petunjuk untuk penelitian mereka dalam mengungkapkan sebuah fakta. Pada intinya
petunjuk sekecil apapun itu bisa menjadi pintu masuk untuk memecahkan sebuah
misteri yang masih tersembunyi.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ini menjadi sebuah pengantar bagi
kita untuk lebih mendalami nats ini, Jika kita memperhatikan nats ini
murid-murid Tuhan Yesus bertanya “Mengapa engkau berkata-kata kepada mereka
dalam perumpamaan &quot;. dari pertanyaan ini murid-murid Tuhan Yesus mau
mengatakan Kenapa Yesus itu tidak langsung &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&quot;to
the point&quot;&lt;/i&gt; Apa yang hendak diajarkan tanpa harus dalam bentuk
perumpamaan. Bukankah ini semakin mempersulit orang untuk Apa yang hendak
diajarkan oleh Tuhan Yesus? . Jika kita memperhatikan perumpamaan yang
disampaikan oleh Tuhan Yesus di ayat sebelumnya ayat 1 sampai 9 di situ Yesus
menjelaskan tentang perumpamaan tentang seorang penabur, sudah tentu semua
orang yang mendengarkan perumpamaan Tuhan Yesus itu pasti sudah tahu bahwa ada
benih yang jatuh di pinggir jalan di tanah yang berbatu, di semak berduri dan
di tanah yang baik. persoalannya adalah Apa hubungannya dengan kerajaan surga
atau perintah Tuhan maka untuk bisa memahami ini para pendengar harus perlu
lagi memproses mendalami perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian Yesus menanggapi
pertanyaan dari murid-muridnya Tuhan Yesus mengatakan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&quot;kepadamu diberi karunia untuk
mengetahui rahasia kerajaan sorga tetapi kepada mereka tidak &quot;Mengapa
Yesus bertanya seperti itu? sebab dari semua orang yang mendengar perumpamaan
Yesus, Hanya murid-murid lah Yang tergerak untuk lebih mendalami arti perumpamaan
itu mereka ingin lebih dalam hendak memahami apa maksud dari perumpamaan itu.
Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata &quot; mereka mendengar tetapi tidak
mengerti &quot;.Jika kita kembali ke pengantar awal tadi maka perumpamaan Yesus
Ini adalah &quot;petunjuk&quot; yang jika diselidiki lebih dalam lagi maka akan
bisa memecahkan sebuah misteri atau rahasia tentang kerajaan sorga jadi Yesus
membuat sebuah perumpamaan adalah untuk menyimpulkan ketertarikan, rasa
penasaran ingin mencari tahu lebih dalam lagi pengajaran Tuhan Yesus. maka
otomatis akan kelihatan mana orang yang benar-benar tertarik ingin mendalami
pengajaran Yesus dan mana yang tidak. Itulah sebabnya Yesus mengatakan
&quot;Siapa yang mempunyai kepadanya akan diberi &quot; dan &quot;siapa yang
tidak mempunyai yang ada padanya akan diambil &quot;. Kalau kita punya
ketertarikan Hati yang terbuka untuk mau mengerti tentang firman Tuhan maka
Tuhan juga akan menyingkapkan kepada kita jauh lebih banyak lagi. Kita bisa
melihat contoh seperti percakapan Yesus dengan nikodemus ketika nikodemus
memiliki keinginan yang dalam untuk mengetahui tentang Yesus dan pengajaran
Yesus maka Tuhan Yesus juga dengan senang hati memberikan pengertian dan
pengajaran yang dalam kepada nikodemus. demikian juga dengan Zakheus Tuhan
Yesus melihat bagaimana kesungguhan daripada untuk bisa melihat Yesus hingga
pada akhirnya Tuhan Yesus berkenan untuk datang ke rumah Zakheus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Pengajaran yang bisa kita terima dari nats
ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kita
mau meneladani Sikap yang ditunjukkan oleh murid-murid Tuhan Yesus, bahwa
mereka telah dikaruniai menjadi seorang murid untuk mau belajar dan mendalami
ajaran tuhan Yesus sama seperti murid-murid Tuhan Yesus tadi mereka tidak hanya
sekedar untuk mendengar tetapi mereka tergerak untuk jauh lebih memahami apa
yang mereka dengar sehingga mereka berusaha untuk mencari tahu apa maksud dari
perumpamaan Tuhan Yesus tadi tetapi tidak seperti itu dengan orang lain yang
pada saat itu bersamaan mendengarkan pengajaran perumpamaan Yesus tadi. hal ini
sama bisa kita Gambarkan seperti ketika kita berbicara dengan orang lain kita
akan tahu siapa orang yang serius Mendengar pembicaraan kita dan siapa yang
tidak hal itu bisa kita lihat dari tanggapan mereka dari apa yang sedang kita
bicarakan. maka demikian jugalah dengan kita kita sama seperti murid Tuhan Yesus
juga kita tidak hanya untuk mendengar tetapi kita juga harus mau menyelidiki
firman Tuhan yang kita dengar itu sehingga kita memiliki pemahaman yang jelas
kita memiliki Kerinduan seperti orang yang lapar dan haus akan kebenaran firman
Tuhan. mungkin dari kita ada yang mengatakan &quot;banyak ayat-ayat Alkitab
yang sulit untuk dimengerti&quot;. tetapi justru karena sulit itulah kita
semakin ingin mempelajari Firman Tuhan kita tertantang untuk lebih mendalami
lagi apa kebenaran Firman Tuhan yang hendak disampaikan.Jika kita memang
bersungguh-sungguh mau untuk mempelajari Firman Tuhan maka kita percaya Roh
Kudus yang akan selalu menuntun kita untuk selalu semakin memahami kebenaran
firman Tuhan maka jangan membiarkan firman Tuhan itu berlalu begitu saja tanpa
ada pengertian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melalui
nas ini juga Tuhan Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita adalah orang-orang
yang berbahagia ketika kita bisa mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus. sebab
banyak nabi-nabi dan orang-orang benar yang menanti-nantikan kedatangan Mesias
mereka tidak sempat untuk mendengarkan ajaran tuhan Yesus. maka berbahagialah
kita sama seperti murid-murid Tuhan Yesus yang dapat melihat dan mendengarkan
firman Tuhan melalui Yesus Kristus yang datang ke dalam dunia. firman Tuhan
adalah petunjuk dalam kehidupan kita baik dalam kehidupan di dunia ini dan
kehidupan surga firman Tuhan adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita
ini. jika kita sungguh-sungguh mau untuk menyelidiki, mempelajari dan
merenungkan firman Tuhan maka kita akan diberikan petunjuk, jalan keluar,
solusi atas setiap Tantangan Hidup Yang kita jalani dalam hidup ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/4240234542608913700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/4240234542608913700?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4240234542608913700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/4240234542608913700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/matius-13-10-17-membuka-hati-mendengar.html' title='Matius 13: 10-17 Membuka Hati mendengar dan Mengerti Firman Tuhan'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-2589477424314485522</id><published>2024-05-01T16:48:00.001+07:00</published><updated>2024-05-05T06:44:01.529+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Doa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Epistel"/><title type='text'>Mazmur 28: 1-2 Setiap Orang Yang Meminta Akan Menerima</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bacaan
Firman Tuhan: Mazmur 28: 1-2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Mazmur ini adalah pengalaman hidup Daud yang memberi
kita Sebuah kesaksian tentang betapa besarnya kuasa doa dalam kehidupan orang
percaya Daud menjelaskan dalam Mazmur ini bahwa dia pernah mengalami sebuah
pergumulan yang berat dan dia berseru-seru kepada Tuhan dan hingga pada
akhirnya doanya dijawab oleh Tuhan sehingga dia menaikkan pujian dan bersyukur
kepada Tuhan. Jika kita mencermati Mazmur ini dan secara khusus ayat 1 dan ayat
yang kedua kita akan dituntun untuk lebih memahami tentang hal berdoa dalam
kehidupan Iman percaya kita.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 1cm; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -10.35pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;I.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Kepadamu ya Tuhan gunung batuku
Aku Berseru”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ini adalah sebuah pengakuan iman Daud ketika berdoa
kepada Tuhan baginya Tuhan itu adalah “gunung batu” perisai pertahanan yang
kuat dalam hidupnya ketika ada masalah persoalan maka yang diandalkannya adalah
Tuhan sebagai seorang raja yang memiliki kuasa Dia seorang gagah berani dalam
peperangan tetapi tidak pernah dia mengandalkan dirinya dalam persoalan apapun
dia tidak pernah mengandalkan kekuasaan dan kemampuannya sebagai penyelamat
hidupnya Daud percaya bahwa dia ada dan hidup pada saat itu adalah hanya karena
Tuhan yang menjadi Gunung Batu tempat perlindungannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Jika dikatakan Gunung Batu bagi orang pada masa Itu
adalah tempat yang kokoh yang kuat di tempat orang bisa bersembunyi bertahan
dari serangan. maka Daud hendak berkata bahwa apapun persoalannya, Hanya
Tuhanlah Yang diandalkan dalam hidupnya. Tuhanlah yang menjadi tempat
perlindungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ini menjadi sebuah renungan bagi kita bahwa di
tengah-tengah kehidupan kita ini berbagai macam cara manusia di dalam
mempertahankan hidupnya ada orang yang menyimpan jimat-jimat dalam tubuhnya
dengan harapan bahwa kemanapun dia pergi akan ada yang menjadi penyelamatnya.
ada orang yang mengandalkan uangnya dengan harapan uang dapat menyelesaikan
segala hal. ada juga orang yang mengandalkan kekuatan Dan kuasa yang
dimilikinya. Tetapi bagi orang yang percaya dan beriman kepada Tuhan menjaga
hidupnya ialah Tuhan satu-satunya. Hanya Tuhan yang dapat diandalkan dalam
persoalan apapun dalam hidup karena hanya Tuhan yang berkuasa atas segala
sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Seperti itu jugalah kita memahami doa dalam hidup
kita, bahwa ketika kita berdoa kepada Tuhan kita sedang menyatakan pengakuan
iman kita bahwa Tuhanlah satu-satunya yang kita andalkan dalam hidup ini yang
berkuasa untuk menyelamatkan dan memberkati kita. Doa adalah bukti nyata atas iman kita kepada Tuhan, semakin kita beriman maka kita akan semakin terus berdoa kepada Tuhan. Kita juga harus memaknai doa tidak hanya sebatas permintaan. Kita berdoa kepada Tuhan bukan hanya karena ada sesuatu yang hendak kita minta, tetapi lebih dari itu doa adalah komunikasi iman kita kepada Tuhan.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -17.45pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;II.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Jika
engkau tetap membisu terhadap aku aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam
liang kubur”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ada hal yang menarik untuk kita perhatikan dari
ungkapan ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kemungkinan
besar Daud dalam pergumulannya tidak hanya sekali atau dua kali berdoa kepada
Tuhan Tetapi dia sudah terus-menerus berdoa kepada Tuhan tetapi tuhan seakan
membisu tidak merespon doanya, karena tidak ada sesuatu yang terjadi setelah
dia berdoa berkali-kali kepada Tuhan. Yang sangat menarik untuk kita perhatikan
di sini adalah bahwa Tuhan bukan tidak mendengar tetapi persoalannya tuhan
membisu (diam). Sehingga kita bisa &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u&gt;membedakan
antara tidak mendengar dengan tidak menjawab&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;, diam membisu. Dari sini
kita bisa memperhatikan bahwa Daud yakin &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Tuhan
mendengar doanya hanya saja Tuhan belum memberi jawaban atas doanya&lt;/b&gt;.
demikian halnya dengan doa kita kepada Tuhan kita percaya bahwa Tuhan mendengar
doa kita kita berdoa bukan sedang berbicara Ke ruang hampa tetapi kita berdoa
kepada lawan bicara kita yaitu Tuhan. karena kita bisa saja seperti Daud ini
kita sudah berdoa berkali-kali memohon atas sesuatu kepada Tuhan tetapi
sepertinya kita tidak menerima jawaban atas doa kita. tetapi dari pengalaman
Daud ini kita mau diingatkan Bahwa walaupun sepertinya doa Daud itu tidak
langsung dijawab oleh Tuhan tetapi pada akhirnya Tuhan memberi jawaban atas
doanya (ayat 6).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku
menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ada pengakuan iman yang sangat luar
biasa dari Daud dari ucapan ini yang mau mengatakan kepada kita bahwa jika
Tuhan tidak menjawab doanya dia sama seperti orang yang turun dalam liang
kubur. jika kita coba untuk menyederhanakan kalimat ini Dan Kita membalikkannya
maka kalimat ini bisa kita maknai bahwa dia hidup sampai saat itu adalah karena
Tuhan yang selalu menjawab doanya. Itulah sebab kita sering mendengar ungkapan
yang mengatakan “doa adalah Nafas hidup orang beriman”. Artinya jangan kita
meragukan mempertanyakan Tuhan karena satu doa kita yang belum terjawab
sementara kita mengabaikan banyaknya doa-doa kita yang sudah dijawab oleh Tuhan
dalam hidup kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/2589477424314485522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/2589477424314485522?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/2589477424314485522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/2589477424314485522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/mazmur-28-1-2-setiap-orang-yang-meminta.html' title='Mazmur 28: 1-2 Setiap Orang Yang Meminta Akan Menerima'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-9184808913097887713</id><published>2024-05-01T16:45:00.000+07:00</published><updated>2024-05-01T16:45:01.923+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type='text'>Mazmur 119: 172 Lidah Yang Memuji Tuhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Mazmur 119:172&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab segala
perintah-Mu benar.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Seperti yang dikatakan dalam mazmur ini “lidahku menyanyikan
janjiMu”, bahwa kidung pujian telah menjadi bahagian dari pengalaman iman kita,
banyak kidung-kidung pujian yang tercipta yang semuanya terinspirasi dari
firman Allah. Melalui kidung pujian/ lagu-lagu rohani, kita disetuh dan disapa
oleh firman Tuhan lewat nada-nada yang indah, sehingga membawa semagat,
menguatkan dan memberi kita pengharapan. Melalui kidung pujian, lidah kita juga
dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan firman Tuhan kepada setiap orang yang
mendengarnya. Kita menyanyikan firman Tuhan karena kita tahu bahwa firman Tuhan
itu itu adalah benar dan berkuasa menuntun kehidupan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tetapi seperti juga seperti firman Tuhan yang tertulis di 1
Korintus 14: 15 &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku,
tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.” Bahwa nyanyian
tidak hanya sebatas nada dan suara yang enak untuk didengar, tetapi kita juga
harus menyanyi dengan akal budi, yaitu menyaksikan firman Allah melalui sikap
dan perbuatan kita yang seturut dengan kehendak Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kata-kata yang keluar dari mulut kita juga adalah nada yang
keluar dari diri kita. Apakah nada dan suara yang keluar dari diri kita adalah
perkataan yang enak untuk di dengar? Menjadi berkat bagi setiap orang yang
mendengarnya? Biarlah ucapan dan perkataan kita juga selalu berdasar pada
firman Tuhan, sehingga perkataan mulut kita jauh dari perkataan dusta dan
penghinaan.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/9184808913097887713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/9184808913097887713?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/9184808913097887713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/9184808913097887713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/05/mazmur-119-172-lidah-yang-memuji-tuhan.html' title='Mazmur 119: 172 Lidah Yang Memuji Tuhan'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-6083187311696736388</id><published>2024-04-29T19:28:00.003+07:00</published><updated>2024-04-29T19:28:36.859+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type='text'>Markus 2: 7 Yesus Adalah Tuhan Yang Mengampuni</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Markus 2: 7&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&quot;Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah.
Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?&quot;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kalimat ini diungkapkan oleh beberapa ahli taurat di dalam
hati mereka sebagai respon atas ucapan Tuhan Yesus kepada seorang yang lumbuh
yang di bawa kepada Yesus untuk disembuhkan. Dimana Tuhan Yesus mengatakan “Hai
anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”. Mendengar ini, para ahli Taurat beranggapan
bahwa Yesus telah menghujat Allah. Karena mereka sebagai ahli taurat, sangat
persis mengetahui bahwa yang dapat mengampuni dosa adalah Allah saja, maka
ucapan Yesus itu mereka anggap sebagai penghujatan kepada Allah. Disini Yesus
secara langsung menyatakan keilahianNya bahwa Dia adalah Tuhan yang memiliki
hak atas pengampunan dosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tetapi mungkin bisa saja ada orang yang dapat menyangga
dengan mengatakan bahwa kita juga bisa mengampuni dosa seseorang dan itu tidak
akan membuktikan bahwa kita adalah Allah. Jika saudara berbuat salah terhadap
saya, maka saya dapat mengatakan kepada anda saya mengampuni kesalahanmu. Tetapi
justru disinilah Yesus menyatakan keilahianNya, bahwa pengampunan dosa yang
diberikanNya itu adalah pengampunan dosa kepada Allah. Maka sama artinya bahwa
Yesus sebenarnya telah menyatakan keilahianNya sebagai Tuhan yang berhak untuk
mengampuni dosa. Itu sebabnya para ahli taurat merespon pengampunan Yesus itu sebagai
penghujatan kepada Allah, karena memang mereka tidak mengenal siapa Yesus yang
sebenarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Seperti ahli taurat ini, banyak orang disekitar kita yang
tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Banyak orang
tidak tidak percaya dengan alasan bagaimana mungkin Allah menjadi manusia. Mereka
mengatakan demikian karena mereka tidak mengenal Yesus, mereka yang tidak
percaya hanya melihat dari jauh, mereka yang tidak percaya adalah dari
ketidaktahuan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Maka, jika ada orang disekitar kita yang tidak percaya
kepada Tuhan Yesus dan mereka menghina Tuhan Yesus yang kita sembah dengan
berbagai argumen yang mereka berikan. Kita tidak perlu terpancing untuk emosi
dan bereaksi dengan balik merendahkan mereka. Kita harus menyadari bahwa apapun
penghinaan dan kebencian mereka itu, semuanya lahir dari ketidaktahuan mereka
tentang iman Kristen. Justru kitalah yang harus memperkenalkan Yesus kepada
semua orang melalui sikap dan perbuatan kita seperti yang diajarkan oleh Firman
Tuhan.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/6083187311696736388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/6083187311696736388?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6083187311696736388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/6083187311696736388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/04/markus-2-7-yesus-adalah-tuhan-yang.html' title='Markus 2: 7 Yesus Adalah Tuhan Yang Mengampuni'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-993537103461926543</id><published>2024-04-29T19:24:00.003+07:00</published><updated>2024-04-29T19:24:41.246+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan Harian"/><title type='text'>Daniel 3: 8 Tuhan Dimuliakan Melalui Sikap dan Perbuatan Kita</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Daniel 3: 28&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Berkatalah Nebukadnezar: &quot;Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan
Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang
telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang
menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah
manapun kecuali Allah mereka.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Yang menarik dari nas ini bahwa kata-kata ini keluar dari
kesaksian Nebukadnezar yang menjatuhkan hukuman dengan mencampakkan Sadrakh,
Mesakh, Abednego ke dalam perapian yang menyala-nyala karena mereka tidak mau
menyembah patung emas yang didirikan oleh Nebukadnezar. Oleh kuasa Allah yang
berkenan menyelamatkan mereka dari perapian yang menyala-nyala itu, dan sedikit
pun mereka tidak ada yang terbakar, membuat raja Nebukadnezar kagum dengan
kesetiaan iman mereka dan juga kepada Allah yang disembah oleh Sadrakh, Mesakh
dan Abednego.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kesetiaan iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego ini menjadi
teladan bagi kita dalam menunaikan tugas dan panggilan Tuhan kepada kita untuk
memberitakan Injil Kristus. Disekitar kita mungkin ada orang yang tidak
menyukai dan membenci kita karena kita adalah seorang pengikut Yesus, mereka
yang selalu menaruh curiga kepada kita tanpa alasan. Namun justru dalam situasi
yang seperti inilah kita dapat memberitakan Injil tidak dengan kata-kata,
tetepi dengan sikap dan perbuatan. Kita tidak membalas kebencian dengan
kebencian tetapi kita membalas kebencian dengan kebaikan. Kita mau menyatakan
pada mereka bahwa kuasa Allah bekerja di dalam diri kita melalui perbuatan dan
sikap kita yang selalu mendatangkan kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kesaksian dalam memberitakan Injil juga dapat kita lakukan
seperti yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa mereka diberi
pilihan dengan tetap setia kepada Allah mereka atau mereka berpaling dari
imannya untuk menyembah patung emas. Tetapi mereka tetap konsisten pada imannya
untuk tetap setia kepada Tuhan. Bahwa dalam hidup ini, kita bisa juga
diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang seperti ini. Yaitu ketika kita diperhadapkan
untuk memilih tawaran nikmat dunia yang menggiurkan yang tidak berkenan kepada
Tuhan atau kita menolaknya dengan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;kehilangan yang kelihatannya nikmat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kita percaya bahwa berkat datangnya dari Tuhan, Dia yang
berkuasa berbuat apapun yang terbaik dalam hidup ini. Dengan tetap setia kepada
Tuhan kita tidak hanya memperoleh apa yang baik dari Tuhan, tetapi kita juga
sudah menunaikan tugas dan panggilan kita untuk memberitakan kebenaran Injil
Kristus yang dapat dilihat semua orang melalui sikap dan perbuatan kita.
Seperti kesaksian Nebukadnezar ini yang memuji Allahnya Sadrakh, Mesakh dan
Abednego demikianlah kita berharap bahwa orang yang disekitar kita akan memuji
Allah kita melalui sikap dan perbuatan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/993537103461926543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/993537103461926543?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/993537103461926543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/993537103461926543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/04/daniel-3-8-tuhan-dimuliakan-melalui.html' title='Daniel 3: 8 Tuhan Dimuliakan Melalui Sikap dan Perbuatan Kita'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6149498894341198500.post-1387735718402067771</id><published>2024-04-16T16:02:00.004+07:00</published><updated>2024-04-16T16:02:47.761+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khotbah Minggu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penyertaan Tuhan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yohanes"/><title type='text'>Yohanes 10: 11-18 Yesus Gembala Yang Baik</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 10: 11-18&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Yesus Gembala Yang Baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Yesus memperkenalkan
diriNya dan menjelaskan tujuanNya datang ke dunia ini dengan perumpamaan
tentang gembala dan domba yang digembalakannya. Secara khusus dalam nas ini,
Tuhan Yesus menjelaskan diriNya dengan memperlihatkan perbedaan yang kelihatan
antara gembala yang menggembalakan domba miliknya dengan gembala upahan.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Gembala upahan
melakukan tugasnya adalah karena upah. Jika ada pemangsa yang hendak menerkam
domba-domba yang digembalakannya, maka gembala itu akan melarikan diri untuk
menyelamatkan dirinya sendiri dan membiarkan domba-dombanya tercerai-berai. Namun
berbeda dengan seorang gembala yang menggembalakan dombanya sendiri, dia sangat
mengasihi domba-domba yang digembalakannya karena itu adalah hartanya sendiri,
dan dia akan berusaha menjaga domba-dombanya dengan baik. Dia tidak akan rela
hartanya diterkam dan ditelan oleh binatang pemangsa. Contoh dari seorang
gembala yang menggembalakan miliknya sendiri (milik ayahnya) adalah Daud, dia
pernah bersaksi bagaimana dia sebagai seorang gembala menjagai domba-dombanya,
apabila ada singa maupun beruang hendak memangsa dombanya, dia tidak melarikan
diri tetapi justru akan bangkit melawan pemangsa itu dan membunuhnya (1 Samuel
17: 34-37).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Tuhan Yesus
menjelaskan dalam nas ini bahwa Dialah gembala yang baik, Dia datang ke dalam
dunia ini adalah sebagai pemilik domba yang akan menyelamatkan domba-dombanya
dari kebinasaan karena pemangsa-pemangsa, dan karena besarnya kasihnya pada
domba-domba milikNya sampai Dia rela mengorbankan DiriNya. Tuhan Yesus datang
ke dunia adalah sebagai pemilik yang mengasihi semua umat manusia, Dia tidak
menghendaki manusia kepunyaanNya binasa oleh dosa. Sementara itu, gembala upahan
adalah para pemimpin, imam, ahli taurat Israel. Mereka yang hanya memikirkan
diri sendiri dan tidak mengasihi domba-domba yang mereka gembalakan. Dalam kitab
Yehezkiel 34 dikatakan bahwa mereka adalah “gembala-gembala yang jahat”. Dalam kitab
Yehezkiel dinubuatkan bahwa Tuhan sendiri yang akan datang untuk mencari dan menyelamatkan
domba-domba yang tercerai berai itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Dalam perumpamaan
ini, dijelaskan juga bahwa masih ada “domba-domba lain yang bukan dari kandang
ini” (ay. 16). Disini Yesus hendak menjelaskan tentang apa yang akan terjadi
kemudian, bahwa Dia tidak hanya menjadi gembala bagi orang Israel saja, tetapi
Dia akan mencari dan mengumpulkan semua orang dari luar Israel untuk menjadi
satu dalam penggembalaan Tuhan Yesus. Selanjutnya di ayat 17-18 Yesus juga
menjelaskan kuasa yang dimilikiNya, bahwa Dialah yang berkuasa atas kematian
dan kehidupan, bahwa Dia berkuasa untuk menyerahkan nyawaNya dan berkuasa untuk
mengambilnya kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;Melalui nas
ini, kita diajak untuk semakin mengenal kasih Tuhan dalam hidup kita, agar kita
menyadari bahwa kita adalah umat kepunyaan Tuhan. Sebagai kepunyaan Tuhan, Dia
akan selalu menggembalakan kehidupan kita dengan kasihNya yang besar. Dia juga
mengenal kita sebagai domba gembalaanNya, Dia mengenal suara kita, Dia tahu
keadaan kita dan Dia akan berbuat yang terbaik atas hidup kita. Maka,
demikianlah juga dengan kita, supaya kita juga mau untuk mendengar dan digembalakan
oleh Tuhan dalam hidup ini supaya kita tetap hidup dalam keselamatan yang Tuhan
telah sediakan bagi kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukacitamu.blogspot.com/feeds/1387735718402067771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/6149498894341198500/1387735718402067771?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1387735718402067771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6149498894341198500/posts/default/1387735718402067771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukacitamu.blogspot.com/2024/04/yohanes-10-11-18-yesus-gembala-yang-baik.html' title='Yohanes 10: 11-18 Yesus Gembala Yang Baik'/><author><name>Porisman Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12138490314433620096</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>