<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246</id><updated>2024-08-29T07:11:30.582+07:00</updated><category term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><category term="materi nkpi"/><category term="Ilmu Pelayaran"/><category term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category term="Alat Penangkapan Ikan"/><category term="Metode Penangkapan Ikan"/><category term="Hukum Maritim"/><category term="Prosedur Darurat"/><category term="Bangunan dan Stabilitas Kapal"/><title type='text'>Ilmu Pelayaran Perikanan</title><subtitle type='html'>Kumpulan artikel ilmu pelayaran kapal perikanan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-3171140119333029950</id><published>2023-02-14T23:30:00.005+07:00</published><updated>2023-02-14T23:37:35.320+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>CARA MENENTUKAN WAKTU KAPAL MEMASUKI PERAIRAN DANGKAL AGAR TIDAK KANDAS DENGAN MENGGUNAKAN DAFTAR ARUS PASANG SURUT</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFWpawpI3XqiaGkuHn4LSUBI6Twaf444Kgq2K2LHiSuVrh5vA5XWl6DKtsNTwtxWpUbOzu_A133XPp_0mGX_oKF1P0kWVnOybxiwQadJniuvsSG2Kq7tmgY0wox9dYt5F8Wq2B9h-Mx5mqUsI6MwaViRk2N8Xy0-KauyF5sH6JKIFG53CjXMZaxOBQ/s880/UKC.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Under Keel Clearance&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;349&quot; data-original-width=&quot;880&quot; height=&quot;254&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFWpawpI3XqiaGkuHn4LSUBI6Twaf444Kgq2K2LHiSuVrh5vA5XWl6DKtsNTwtxWpUbOzu_A133XPp_0mGX_oKF1P0kWVnOybxiwQadJniuvsSG2Kq7tmgY0wox9dYt5F8Wq2B9h-Mx5mqUsI6MwaViRk2N8Xy0-KauyF5sH6JKIFG53CjXMZaxOBQ/w640-h254/UKC.JPG&quot; title=&quot;Under Keel Clearance&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Under Keel Clearance&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk memasuki suatu perairan yang dangkal, seperti teluk, sungai, atau pelabuhan, maka suatu kapal harus memperhatikan dan mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai keadaan kapalnya dan kondisi lingkungan perairan yang akan dimasukinya agar kapal tidak mendapat resiko bahaya kandas. Hal-hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan tersebut adalah keadaan sarat kapal, kedalaman perairan, kondisi arus, dan pasang surut perairan yang akan dimasuki. Perhatikan contoh kasus berikut ini tentang CARA MENENTUKAN WAKTU KAPAL MEMASUKI PERAIRAN DANGKAL AGAR TIDAK KANDAS DENGAN MENGGUNAKAN DAFTAR ARUS PASANG SURUT. Lihat materi sebelumnya tentang &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-membaca-buku-daftar-arus-pasang.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;cara menggunakan buku daftar arus pasang surut&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada tanggal 5 januari 2011, suatu kapal dengan sarat atau draft 6,5 meter akan memasuki sungai Kapuas kecil dimana pada peta memiliki kedalaman air 5 meter. Dengan Under Keel Clearance atau UKC sebesar 0,5 meter, pada jam berapakah kapal dapat memasuki Sungai Kapuas kecil tersebut agar tidak kandas?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menyelesaikan kasus tersebut, yang pertama harus kita pahami adalah definisi-definisi mengenai sarat kapal atau draft. Sarat atau draft adalah tinggi lambung kapal yang terendam dalam air. Tinggi ini dihitung dari dasar lunas kapal hingga permukaan air. Pada soal, disebutkan bahwa sarat kapal, adalah 6,5 meter. Artinya, bahwa &lt;b&gt;lambung kapal&lt;/b&gt; terendam oleh air setinggi 6,5 meter.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikutnya adalah Under Keel Clearance atau UKC. Under Keel Clearance atau UKC merupakan jarak bebas putaran baling-baling atau propeller. UKC merupakan suatu faktor yang diperhitungkan dalam kaitannya terhadap keselamatan pelayaran. UKC diperhitungkan sebagai upaya agar propeller kapal dapat berputar sempurna tanpa beresiko menyentuh dasar perairan. Under Keel Clearance atau UKC merupakan jarak tegak yang dihitung dari ujung lunas kapal ke arah dasar perairan. Secara umum nilai UKC ini adalah minimal 10% dari sarat kapal tersebut. Pada soal dinyatakan bahwa UKC berjarak 0,5 meter. Artinya, kapal tersebut memerlukan ruang sedalam 0,5 meter dari lunas agar propeller aman berputar, dan kapal lancar berolah gerak. Agar kapal tidak &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-membaca-buku-daftar-arus-pasang.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kandas&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; memasuki Sungai Kapuas Kecil, maka tinggi air minimal harus lebih dari sarat kapal ditambah UKC. yaitu 7 meter.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diketahui, pada soal kedalaman air sungai adalah 5 meter. Itu artinya, kedalaman air ini kurang dari tinggi air minimal yang dibutuhkan oleh kapal agar tidak kandas. Agar kapal tidak kandas, maka kedalaman sungai harus melebihi atau setidaknya sama dengan tinggi air minimal yang dibutuhkan kapal, yaitu sedalam 7 meter. Dengan demikian, jika kedalaman normal sungai 5 meter, maka kapal membutuhkan&amp;nbsp; kondisi pasang naik air sungai setinggi 2 meter. yaitu tinggi air yang dibutuhkan kapal dikurangi dengan&amp;nbsp; kedalaman air sungai.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat inilah diperlukan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-membaca-buku-daftar-arus-pasang.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;buku daftar arus pasang surut&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Kita buka daftar arus pasang surut dengan lokasi Sungai Kapuas Kecil. Terlihat bahwa tinggi air pasang 2 meter pada tanggal 5 januari 2011 adalah berada diantara jam 5 dan jam 6 pagi dan merupakan kondisi pasang tertinggi waktu itu. Itu artinya pada waktu antara jam 5 dan jam 6 pagi, sarat kapal ditambah dengan UKC&amp;nbsp; akan sama dengan kedalaman maksimal air sungai yaitu tujuh meter, sehingga pada jam tersebut memungkinkan kapal untuk memasuki sungai kapuas kecil. Itulah CARA MENENTUKAN WAKTU KAPAL MEMASUKI PERAIRAN DANGKAL AGAR TIDAK KANDAS DENGAN MENGGUNAKAN DAFTAR ARUS PASANG SURUT.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Simak penjelasan CARA MENENTUKAN WAKTU KAPAL MEMASUKI PERAIRAN DANGKAL AGAR TIDAK KANDAS DENGAN MENGGUNAKAN DAFTAR ARUS PASANG SURUT versi video berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/LYWRH9QSojA&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/3171140119333029950/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-menentukan-waktu-kapal-memasuki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/3171140119333029950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/3171140119333029950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-menentukan-waktu-kapal-memasuki.html' title='CARA MENENTUKAN WAKTU KAPAL MEMASUKI PERAIRAN DANGKAL AGAR TIDAK KANDAS DENGAN MENGGUNAKAN DAFTAR ARUS PASANG SURUT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFWpawpI3XqiaGkuHn4LSUBI6Twaf444Kgq2K2LHiSuVrh5vA5XWl6DKtsNTwtxWpUbOzu_A133XPp_0mGX_oKF1P0kWVnOybxiwQadJniuvsSG2Kq7tmgY0wox9dYt5F8Wq2B9h-Mx5mqUsI6MwaViRk2N8Xy0-KauyF5sH6JKIFG53CjXMZaxOBQ/s72-w640-h254-c/UKC.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-6244171384253649388</id><published>2023-02-09T20:57:00.000+07:00</published><updated>2023-02-09T20:57:10.320+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><title type='text'>CARA MEMBACA BUKU DAFTAR ARUS PASANG SURUT</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Buku daftar arus pasang surut adalah berisi tabel-tabel yang menunjukkan keadaan air naik atau surut di perairan tertentu pada tiap-tiap tanggal jam dan menit di masing-masing bulan, selama satu tahun. Buku ini digunakan utamanya adalah untuk menentukan kapan waktu yang tepat kapal memasuki suatu perairan agar kapal tersebut tidak &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kandas&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Berikut adalah cara membaca buku daftar arus pasang surut tersebut. namun sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu penjelasan mengenai bagian-bagian yang ada di dalam tabel daftar pasang surut.&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglw7kpvkOHmlsYRX6Fh9RJvooLmw7rP9LWLoWcS1bi7GRWd9TSsnMym9od2iDCzsRe-OAubnMuvaCXc4Im3qnTCTor4UOaJjvS5c1wUF16A6RsMvlx37uF3jYCgvUdvIrfsSJYrNjvtJ08ym34VAYdEpIjqG8xu6NGK4dqwJHHYQmzU-y-0kztB3pt/s800/Daftar%20Pasang%20Surut.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Daftar Arus Pasang Surut&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;576&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;460&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglw7kpvkOHmlsYRX6Fh9RJvooLmw7rP9LWLoWcS1bi7GRWd9TSsnMym9od2iDCzsRe-OAubnMuvaCXc4Im3qnTCTor4UOaJjvS5c1wUF16A6RsMvlx37uF3jYCgvUdvIrfsSJYrNjvtJ08ym34VAYdEpIjqG8xu6NGK4dqwJHHYQmzU-y-0kztB3pt/w640-h460/Daftar%20Pasang%20Surut.JPG&quot; title=&quot;Daftar Arus Pasang Surut&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Daftar Arus Pasang Surut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tulisan sungai Kapuas Kecil menunjukkan bahwa tabel tersebut merupakan tabel arus pasang surut di Sungai Kapuas Kecil. 00&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;1&#39;S - 109&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;1&#39;T merupakan koordinat di sungai Kapuas Kecil dimana tabel arus pasang surut tersebut digunakan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Januari 2011 adalah bulan dan tahun dimana tabel ini dapat digunakan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tulisan &quot;Ketinggian dalam Meter&quot; menunjukkan bahwa angka-angka yang terdapat dalam tabel tersebut merupakan angka ketinggian pasang surut yang dinyatakan dalam meter.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;GMT +7 menerangkan bahwa Sungai Kapuas Kecil berada pada wilayah yang memiliki perbedaan waktu 7 jam lebih cepat dari &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_Greenwich&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Waktu Greenwich&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baris dengan simbol J menunjukkan jam dari jam 1 hingga jam 24.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kolom dengan simbol T menunjukkan tanggal selama satu bulan penuh di bulan Januari 2011&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanda bintang(*) di samping kanan angka pada tabel menunjukkan kondisi pasang tertinggi atau surut terendah pada hari itu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara membaca tabel pasang surut adalah dengan cara melihat titik potong antara tanggal tertentu dengan jam tertentu. Jadi pada tanggal 6 januari 2011 jam 13.00, tinggi pasang air sungai adalah 1 meter. Selanjutnya jika diketahui pada tanggal 6 januari 2011 jam 13.00, tinggi pasang air sungai adalah 1 meter. dan pada jam 14.00 tinggi pasang adalah 0.9 meter. Maka berapakah tinggi pasang ada jam 13.30? Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan cara berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melalui tabel, terlihat bahwa selisih waktu antara jam 14.00 dengan jam 13.00 adalah 1 jam atau 60 menit. Dari tabel tersebut juga dapat dihitung bahwa selisih tinggi air antara jam 14.00 dengan jam 13.00 adalah 1 meter - 0.9 meter = 0.1 meter. Sehingga perbedaan tinggi air setiap menit adalah sebesar (1 menit / 60 menit) x 0.1 meter = 0.0016 meter.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan demikian, maka tinggi air ada jam 13.30 tinggi air di jam 13.00 - (30&#39; x 0.0016) meter. Sehingga 1 meter - 0.048 meter = 0.952 meter. Simbol (-) atau pengurangan dilakukan, adalah karena berdasarkan tabel, dari jam 13.00 ke jam 14.00 tinggi air mengalami penurunan atau pengurangan. Seandainya dari jam 13.00 ke jam 14.00 tinggi air semakin meninggi atau meningkat, maka simbol negatif diganti dengan positif atau dijumlahkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengetahui cara membaca buku daftar arus pasang surut dan mengaplikasikannya di kapal sangat pentng agar kapal tidak perlu &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-isyarat-bahaya-di-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;mengeluarkan isyarat bahaya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; ketika berlayar memasuki atau mendekati perairan dangkal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Simak materi Cara membaca Buku Daftar Arus Pasang Surut versi video di bawah ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;

&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/LYWRH9QSojA&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/6244171384253649388/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-membaca-buku-daftar-arus-pasang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/6244171384253649388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/6244171384253649388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-membaca-buku-daftar-arus-pasang.html' title='CARA MEMBACA BUKU DAFTAR ARUS PASANG SURUT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglw7kpvkOHmlsYRX6Fh9RJvooLmw7rP9LWLoWcS1bi7GRWd9TSsnMym9od2iDCzsRe-OAubnMuvaCXc4Im3qnTCTor4UOaJjvS5c1wUF16A6RsMvlx37uF3jYCgvUdvIrfsSJYrNjvtJ08ym34VAYdEpIjqG8xu6NGK4dqwJHHYQmzU-y-0kztB3pt/s72-w640-h460-c/Daftar%20Pasang%20Surut.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-8848000285688519329</id><published>2023-02-07T00:15:00.005+07:00</published><updated>2023-02-07T00:16:39.601+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>CARA MENENTUKAN POSISI KAPAL DENGAN BARINGAN SILANG</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZy1YmJSQ3uYPaOQ9fgSDDoOGfRX-l61y2L1x8LA-cjOAV15ujoGOS8ISku8N022pvWMjdKuyKaMsVcHv9zmeLDZOHE-rhJI_lx32CDsVpK1MPZOjw4Ju79T3D4RcAPgVa0Pp_1NM-u__DFBMyStO6QBVrPKhQWmq1IqaaCWiDZETxl2dCtek2XOW/s1920/Cara%20Menentukan%20posisi%20kapal.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1080&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZy1YmJSQ3uYPaOQ9fgSDDoOGfRX-l61y2L1x8LA-cjOAV15ujoGOS8ISku8N022pvWMjdKuyKaMsVcHv9zmeLDZOHE-rhJI_lx32CDsVpK1MPZOjw4Ju79T3D4RcAPgVa0Pp_1NM-u__DFBMyStO6QBVrPKhQWmq1IqaaCWiDZETxl2dCtek2XOW/w640-h360/Cara%20Menentukan%20posisi%20kapal.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Cara menentukan posisi kapal dengan baringan silang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baringan silang adalah teknik menentukan posisi sejati kapal dengan cara membaring dua benda yang ada di sekeliling kapal. Perpotongan kedua garis baringan menunjukkan posisi kapal yang sebenarnya (posisi sejati kapal). Berikut adalah cara menentukan posisi kapal dengan baringan silang yang dijabarkan dalam langkah demi langkah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah pertama :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Buat garis &lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/haluan-sejati-kapal-haluan-magnet-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;haluan kapal&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; di peta laut. garis haluan yang dibuat di peta laut ini merupakan haluan sejati kapal. Artinya, haluan pedoman kapal harus dirubah terlebih dahulu menjadi haluan sejati kapal, yaitu dengan memperhatikan variasi peta laut dan deviasi kompas pedoman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah kedua :&lt;/b&gt; tentukan terlebih dahulu dua benda di darat yang terlihat jelas dari kapal dan tertera pada peta laut. Misalkan dua buah mercusuar yang terletak di tanjung, yaitu Mercusuar tanjung A dan Mercusuar tanjung B. Setelah dua benda tersebut dibaring dalam waktu yang hampir bersamaan, rubah baringan pedoman tersebut menjadi baringan sejati dengan menggunakan rumus&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bs = Bp + (variasi + deviasi).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah ketiga:&lt;/b&gt; Setelah Baringan sejati ditentukan, buat garis&amp;nbsp; baringan sejati tersebut di peta laut. Gunakan mawar pedoman pada peta laut sebagai penentu sudut baringan sejati tersebut. Perpotongan garis baringan sejati ini adalah posisi sejati kapal, sedangkan posisi awal kapal sebelum benda di baring, atau posisi kapal berdasarkan GPS disebut dengan posisi duga kapal. Dan perbedaan antara posisi duga kapal dengan posisi sejati kapal disebut dengan Salah duga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk lebih memahami materi ini, mari kita perhatikan contoh soal berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah kapal berlayar dengan haluan pedoman 090&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Pada saat berlayar, dua buah benda dibaring menghasilkan baringan pedoman = 060&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;dan 145&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Diketahui variasi = 2&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;T, Deviasi= 3&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;T. Tentukan Haluan sejati, Baringan sejati, dan Lukis hasil baringan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pertama :&amp;nbsp;Menentukan haluan sejati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diketahui Haluan Pedoman atau (Hp) = 090&lt;sup&gt;o &lt;/sup&gt;, Variasi = 2&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;Timur, Deviasi = 3&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;Timur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ditanyakan Haluan sejati&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawab...&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Haluan sejati adalah penjumlahan dari haluan pedoman ditambah variasi ditambah deviasi. Perhatikan keterangan Timur berarti bahwa nilai variasi dan deviasi tersebut adalah bernilai positif. sehingga haluan sejati sama dengan 090&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;+ (+2&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) + (+3&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) = 095&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kedua :&amp;nbsp;Menentukan baringan sejati..&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada soal ada terdapat dua benda yang dibaring, sehingga harus dihitung baringan sejati kedua benda tersebut. Kita asumsikan baringan pedoman benda pertama atau benda A adalah 060&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Variasi = 2&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;Timur, Deviasi = 3&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;Timur. Dengan menggunakan rumus Baringan sejati sama dengan baringan pedoman ditambah variasi ditambah deviasi, maka baringan sejati benda A adalah 065&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Dengan cara yang sama, maka diperoleh baringan sejati benda kedua atau benda B adalah 150&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Sekarang mari kita lukis hasil perhitungan haluan sejati dan baringan sejati tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan menggunakan busur derajat, buat garis pandu &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/3-arah-utara-dalam-ilmu-pelayaran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Utara 000&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;ke arah atas, kemudian tarik garis dari titik pusat busur ke arah angka 095&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Inilah garis haluan sejati kapal tersebut. Kemudian pindahkan busur derajat ke suatu titik sembarang. Kemudian dari titik sembarang tersebut buat sudut baringan sejati Benda A dari kapal, yaitu 065&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Caranya adalah dengan menarik garis yang berlawanan dengan angka 065&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Ini adalah garis baringan sejati benda A. Artinya, benda A terlihat dari kapal adalah nol enam lima derajat, sedangkan kapal terlihat dari benda A adalah kebalikannya, yaitu 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;+ 065&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;= 245&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya pindahkan busur derajat ke titik sembarang lainnya untuk membuat garis baringan benda B. Kita asumsikan titik ini adalah titik benda B yang dibaring. Kemudian tarik garis baringan yang berlawanan dengan angka seratus lima puluh derajat. tarik terus hingga berpotongan dengan garis baringan benda pertama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Titik potong kedua sgaris baringan tersebut adalah dinamakan posisi sejati kapal atau posisi kapal yang sebenarnya.&amp;nbsp; Dan langkah terakhir, kita pindahkan garis haluan sejati kapal yang berada di posisi duga ke posisi sejati &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; tersebut. Sehingga akan terlihat arah kapal yang sebenarnya dari posisi kapal yang sebenarnya. Berikutnya perhatikan cara menentukan posisi sejati kapal dengan baringan silang di peta laut berdasarkan soal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan mempergunakan mawar pedoman yang ada di peta, ambil garis haluan 095&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;dengan mempergunakan mistar segitiga atau mistar jajar, dan pindahkan ke sembarang tempat di peta laut garis ini, merupakan garis haluan sejati kapal. Berikutnya kita buat asumsi dua benda yang dibaring, yaitu benda A dan benda B. Dengan menggunakan mawar pedoman di peta dan mistar, tarik garis dari titik pusat mawar pedoman ke angka 065&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Dan pindahkan garis tersebut ke benda A. Ini adalah garis baringan sejati benda A. Berikutnya untuk membuat garis baringan sejati Benda B tarik garis dari titik pusat mawar pedoman ke angka 150&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Kemudian pindahkan garis tersebut ke benda B. Perpotongan kedua garis baringan ini adalah posisi sejati kapal. (ditunjukkan oleh kapal berwarna merah. Sedangkan gambar kapal berwarna kuning, merupakan posisi duga kapal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar lebih memahami materi cara menentukan posisi kapal dengan baringan silang ini, silahkan tonton video berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/r248fN1OtPM&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/8848000285688519329/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-menentukan-posisi-kapal-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/8848000285688519329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/8848000285688519329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/02/cara-menentukan-posisi-kapal-dengan.html' title='CARA MENENTUKAN POSISI KAPAL DENGAN BARINGAN SILANG'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBZy1YmJSQ3uYPaOQ9fgSDDoOGfRX-l61y2L1x8LA-cjOAV15ujoGOS8ISku8N022pvWMjdKuyKaMsVcHv9zmeLDZOHE-rhJI_lx32CDsVpK1MPZOjw4Ju79T3D4RcAPgVa0Pp_1NM-u__DFBMyStO6QBVrPKhQWmq1IqaaCWiDZETxl2dCtek2XOW/s72-w640-h360-c/Cara%20Menentukan%20posisi%20kapal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-6809016159586309659</id><published>2023-01-27T20:38:00.001+07:00</published><updated>2023-01-27T20:38:06.354+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baringan empat surat atau baringan 45 adalah teknik menentukan posisi sejati kapal&amp;nbsp; dengan cara membaring sebuah benda darat ketika kapal tersebut memiiliki baringan relatif 45&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Baringan relatif adalah sudut yang dibentuk antara &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/haluan-sejati-kapal-haluan-magnet-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;haluan sejati kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dengan garis baringan kapal dengan benda. Baringan 45&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;disebut juga baringan empat surat, karena pada kompas, satu surat adalah memiliki nilai sudut 11 &lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;/&lt;sub&gt;4&amp;nbsp;&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;atau 11,25&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Dengan demikian, maka empat surat adalah berarti 11,25&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;x 4 = 45&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Yang merupakan sudut baringan relatif kapal tersebut ke benda darat yang dibaring.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKNxppFdM-uOcXnkibm_57S38xtJosPHI56F93zREaWW6-dneHH9Xlu1YuozR2OeRNrXmpSCFe4FJ9tIeb2fj3srkDzRGPC7YllfxMkbgNoKq53bjQiSM1BsyYFK_CkzIes9DfvBIuvC5EVL_NApW0svnrdnzONsvubEhHQNkt1Dw0cHc7fYhx4mpj/s1920/BARINGAN%204%20SURAT.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1080&quot; data-original-width=&quot;1920&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKNxppFdM-uOcXnkibm_57S38xtJosPHI56F93zREaWW6-dneHH9Xlu1YuozR2OeRNrXmpSCFe4FJ9tIeb2fj3srkDzRGPC7YllfxMkbgNoKq53bjQiSM1BsyYFK_CkzIes9DfvBIuvC5EVL_NApW0svnrdnzONsvubEhHQNkt1Dw0cHc7fYhx4mpj/w640-h360/BARINGAN%204%20SURAT.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Cara menentukan posisi kapal dengan baringan 4 surat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baringan 45 merupakan aplikasi matematika pada segitiga 45&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Perhatikan segitiga ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWRoeRFgiGSpyZUGLLEmPfr8yZz-4kZ6YbBrQuzrw8Ur5aMfg4YnA33r2NzxEXeMNLZW-7VLzJas5Kv8bwlw0Fw7EJmdtNjBV84fxy_Cx7RCWfjbl3jEy6Fu_8906NlCJLoamxFA6xB4TI54Ul-GoybRvUvcnncbikNNNc37WX9H4PCPw05M_yn60f/s1280/gambar%20segitiga%204%20surat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWRoeRFgiGSpyZUGLLEmPfr8yZz-4kZ6YbBrQuzrw8Ur5aMfg4YnA33r2NzxEXeMNLZW-7VLzJas5Kv8bwlw0Fw7EJmdtNjBV84fxy_Cx7RCWfjbl3jEy6Fu_8906NlCJLoamxFA6xB4TI54Ul-GoybRvUvcnncbikNNNc37WX9H4PCPw05M_yn60f/w640-h360/gambar%20segitiga%204%20surat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Segitiga 4 surat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika sudut CAB adalah sama dengan 45&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;, dengan sudut CBA adalah 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;atau sudut siku-siku, maka Jarak AB akan sama dengan jarak CB (AB = CB). Teori segitiga ini digunakan untuk menentukan lokasi sejati kapal, dimana jika kapal bergerak dari A ke B, maka jarak AB merupakan jarak yang ditempuh kapal, akan sama dengan jarak dari benda darat atau Benda A ke Kapal tersebut. Dan jarak benda A ke kapal tersebut dapat digunakan untuk menentukan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/cara-menentukan-posisi-kapal-dengan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;posisi kapal yang sebenarnya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, atau posisi sejati kapal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar lebih jelas tentang Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat, mari kita lihat contoh persoalan berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah kapal berlayar dengan kecepatan 5 knot pada haluan pedoman 025&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Pada pukul 06.30, sebuah benda dibaring dengan menggunakan baringan 4 surat. Kemudian pada pukul 07.00, benda yang sama dibaring untuk yang kedua kalinya pada saat kapal melintang dengan tersebut atau dengan baringan relatif 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Diketahui variasi 2&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur, deviasi 3&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tentukan haluan sejati kapal, jarak kapal ke benda pada jam 07.00, dan lukis dan tentukan posisi sejati kapal!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, langkah pertama adalah menentukan haluan sejati kapal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diketahui pada soal, haluan pedoman adalah 025&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. variasi 2&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur, deviasi 3&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur. Haluan sejati merupakan penjumlahan antara haluan pedoman dengan variasi ditambah deviasi. sehingga :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;025&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;+ (+2&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) + (+3&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) = 030&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingat tanda (+) di depan angka 2&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dan 3&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;menunjukkan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/3-arah-utara-dalam-ilmu-pelayaran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;arah Timur&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, sesuai pada soal.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selanjutnya mari kita lukis haluan tersebut di peta laut. Tempatkan mistar segitiga di atas mawar pedoman yang ada di peta laut. Tarik garis dari titik pusat mawar pedoman ke angka tiga puluh derajat. Kemudian pindahkan garis tersebut dengan mistar jajar atau dua mistar segitiga ke tempat sembarang di peta laut. Garis ini merupakan garis haluan sejati kapal. Dan kita asumsikan benda yang dibaring adalah benda A yang terdapat di peta laut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langkah berikutnya pindahkan kembali garis haluan sejati kapal tersebut ke mawar pedoman. Kemudian buat sudut sebanyak 45 derajat dari garis haluan tersebut. Pada mawar pedoman akan menunjuk kepada angka 75 derajat. Ini karena 30 derajat yang ditunjukkan garis haluan ditambah dengan 45 derajat, yang mana garis ini merupakan baringan relatif pertama kapal ke benda Setelah itu, pindahkan garis baringan relatf tersebut ke benda A sehingga garis ini&amp;nbsp; berpotongan dengan garis haluan sejati kapal. Titik potong antara baringan relatif pertama dengan garis haluan sejati kapal merupakan posisi kapal pada pukul 06.30.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikutnya, tempatkan mistar segitiga siku-siku, dimana sudut siku-siku mistar tersebut menghadap sudut empat puluh lima derajat yang telah dibuat tadi. Buat garis dari benda A sehingga garis tersebut berpotongan dengan garis haluan sejati kapal. Ini merupakan baringan relatif kedua kapal sebesar 90 derajat atau ketika kapal sedang melintangi benda A pada pukul 07.00.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diketahui kecepatan kapal adalah 5 knot. Waktu baringan pertama atau T satu adalah pukul 06.30, dan waktu baringan kedua atau T dua adalah pukul 07.00.Dengan demikian selisih waktu antar baringan adalah 07.00 - 06.30 = 30 menit atau 0.5 jam&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan demikian dengan menggunakan rumus s = V . t, dimana:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;s = jarak (mil)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;V = Kecepatan kapal (knot)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;t&amp;nbsp; = waktu (jam)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;maka jarak tempuh kapal adalah 5 mil/jam x 0.5 jam = 2,5 mil&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langkah berikutnya: Gunakan jangka untuk membuat skala jarak pada peta laut. Tempatkan jangka di sisi atas atau sisi bawah peta laut. Sisi ini menunjukkan garis bujur bumi. Telah dihitung sebelumnya bahwa jarak yang diperoleh adalah 2,5 mil. Perhatikan angka perubahan pada garis bujur pada peta laut tersebut.tersebut. Kita ketahui bahwa 1&#39; bujur = 1 mil laut.&amp;nbsp; Dengan demikian, pada garis bujur bumi ini, kita jangkakan sebesar 2,5 menit. Sesuai dengan kaidah segitiga 45 derajat, jarak tempuh kapal adalah sama dengan jarak dari kapal ke benda. sehingga jarak kapal ke benda tersebut adalah 2,5 mil. Oleh karena itu, kita tinggal pindahkan jangka tersebut ke garis baringan relatif kedua, dimana ujung satu menyentuh benda A. Ujung jangka lainnya inilah menunjukkan posisi sejati kapal, atau posisi kapal yang sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lihat Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat versi video dibawah ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/sFnc1VC18hw&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/6809016159586309659/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/cara-menentukan-posisi-kapal-dengan_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/6809016159586309659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/6809016159586309659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/cara-menentukan-posisi-kapal-dengan_27.html' title='Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKNxppFdM-uOcXnkibm_57S38xtJosPHI56F93zREaWW6-dneHH9Xlu1YuozR2OeRNrXmpSCFe4FJ9tIeb2fj3srkDzRGPC7YllfxMkbgNoKq53bjQiSM1BsyYFK_CkzIes9DfvBIuvC5EVL_NApW0svnrdnzONsvubEhHQNkt1Dw0cHc7fYhx4mpj/s72-w640-h360-c/BARINGAN%204%20SURAT.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-2704167528202312855</id><published>2023-01-09T23:59:00.002+07:00</published><updated>2023-01-27T20:42:30.077+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan Geseran Satu Benda</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Materi &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ilmu pelayaran perikanan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; kali ini akan membahas tentang bagaimana Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan Geseran Satu Benda. Baringan geser atau baringan geseran adalah teknik menentukan posisi sejati kapal dengan cara memindahkan atau menggeser garis baringan pertama sehingga berpotongan dengan garis baringan kedua.&amp;nbsp; Perpotongan kedua garis baringan menunjukkan posisi kapal yang sebenarnya atau posisi sejati kapal. Atau dengan kata lain, baringan geser adalah teknik menentukan posisi sejati kapal dimana satu benda darat di baring dua kali. Yaitu benda pertama dibaring pada jam tertentu, dan selang beberapa waktu, benda yang sama dibaring untuk yang kedua kalinya. Perbedaan antara posisi sejati kapal dengan posisi duga kapal adalah disebut dengan salah duga.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar lebih memahami tentang baringan geser, perhatikan contoh soal berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kapal berlayar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dengan kecepatan 5 knot pada haluan pedoman&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;90&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Pada pukul 06.30, sebuah benda dibaring menghasilkan baringan pedoman&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;155&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Kemudian pada pukul 07.00, benda yang sama dibaring menghasilkan baringan pedoman&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;235&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Diketahui variasi =&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T, Deviasi=&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tentukan :Haluan sejati , Baringan sejati, dan lukis hasil baringan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langkah-langkah untuk menyelesaikan soal tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah I: Menentukan Haluan Sejati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diketahui Haluan Pedoman atau (Hp) =&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;090&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;,Variasi =&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T, Deviasi=&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T Ditanyakan Haluan sejati&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawab :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti sudah dijelaskan pada materi sebelumnya tentang &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/haluan-sejati-kapal-haluan-magnet-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;cara menentukan haluan sejati&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, haluan sejati adalah penjumlahan dari haluan pedoman ditambah variasi ditambah deviasi. Perhatikan keterangan Timur berarti bahwa nilai variasi dan deviasi tersebut adalah bernilai positif, sehingga haluan sejati sama dengan&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;90&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;+ ((+)&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;+ (+)&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;) =&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;95&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah II : Menentukan Baringan Sejati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita asumsikan benda A dibaring pada pukul 06.30. dengan baringan pedoman benda A adalah&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;150&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Variasi =&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T, Deviasi=&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T. Dengan menggunakan rumus Baringan sejati sama dengan baringan pedoman ditambah variasi ditambah deviasi, maka baringan sejati benda A adalah&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;160&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikutnya Benda A tersebut dibaring untuk yang kedua kali pada pukul 07.00 dengan baringan pedoman benda A adalah&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;235&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Variasi =&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T, Deviasi=&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;T. Dengan menggunakan rumus Baringan sejati sama dengan baringan pedoman ditambah variasi ditambah deviasi, maka baringan sejati benda A adalah&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;240&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah III : Menentukan Jarak Antar Baringan&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diketahui pada soal, kecepatan kapal atau V adalah 5 knot atau 5 mil per jam. Waktu membaring pertama atau t satu adalah pada pukul 06.30, dan waktu membaring kedua atau t dua adalah pukul 07.00. Ditanyakan adalah jarak antar kedua baringan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk menjawab hal ini, yang pertama kita hitung selisih waktu membaring benda tersebut,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selisih waktu = t&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; - t&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;sehingga selisih waktu = 07.00 - 06.30 = 30 menit atau 0,5 jam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikutnya pada soal diketahui bahwa kecepatan kapal adalah 5 knot atau 5 mil per jam. Jarak baringan atau s diperolah dengan cara kecepatan atau V dikali dengan selisih waktu. sehingga jarak = 5 mil per jam x 0,5 jam = 2,5 jam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah IV. Lukis Hasil Perhitungan Tersebut Diatas di Peta Laut&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hasil lukisan perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4e2W6wWE6Y7KRTnVepXm10inQzNbukXNzpkdqWHWgWhsbJZdI4qayfWdec4vd_Ip-dCBba9eWNyhzUivX4XY85pRB3ybS5R-faUGlEsSVRsOjbfcdhJI7TrfOlrpxnB0lruo1x6ldKGlgFwPvJkBrZ_EahAxn47mGHSvh-NEbKU56AtCVAz69b-Bs/s1280/gambar%20baringan%20geseran%20satu%20benda.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Baringan Geseran Satu Benda&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4e2W6wWE6Y7KRTnVepXm10inQzNbukXNzpkdqWHWgWhsbJZdI4qayfWdec4vd_Ip-dCBba9eWNyhzUivX4XY85pRB3ybS5R-faUGlEsSVRsOjbfcdhJI7TrfOlrpxnB0lruo1x6ldKGlgFwPvJkBrZ_EahAxn47mGHSvh-NEbKU56AtCVAz69b-Bs/w640-h360/gambar%20baringan%20geseran%20satu%20benda.jpg&quot; title=&quot;Baringan Geseran Satu Benda&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hasil Perhitungan Baringan Geseran di Peta Laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikianlah&amp;nbsp;Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan Geseran Satu Benda. Langkah-langkah untuk melukis baringan geseran di peta laut dapat dilihat di &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=kLKWec3YROQ&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;channel youtube @yusep chanel&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dibawah ini :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
 &lt;/b&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/r248fN1OtPM&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/2704167528202312855/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/cara-menentukan-posisi-kapal-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2704167528202312855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2704167528202312855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/cara-menentukan-posisi-kapal-dengan.html' title='Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan Geseran Satu Benda'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4e2W6wWE6Y7KRTnVepXm10inQzNbukXNzpkdqWHWgWhsbJZdI4qayfWdec4vd_Ip-dCBba9eWNyhzUivX4XY85pRB3ybS5R-faUGlEsSVRsOjbfcdhJI7TrfOlrpxnB0lruo1x6ldKGlgFwPvJkBrZ_EahAxn47mGHSvh-NEbKU56AtCVAz69b-Bs/s72-w640-h360-c/gambar%20baringan%20geseran%20satu%20benda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-124878619448749170</id><published>2023-01-07T23:49:00.005+07:00</published><updated>2023-01-07T23:49:48.024+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangunan dan Stabilitas Kapal"/><title type='text'>UKURAN UTAMA KAPAL</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Peraturan Menteri Perhubungan RI No PM 39 Tahun 2016 tentang Garis Muat Kapal dan Pemuatan, Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung ayng tidak berpindah-pindah. Karena &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; memiliki bentuk maka kapal tersebut memiliki dimensi, dan dimensi tersebut dinyatakan dalam suatu ukuran panjang, lebar, dan dalam. Berikut adalah ukuran utama kapalyang harus diketahui dan biasa digunakan untuk kepentingan pelayaran, baik pelayaran niaga maupun &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pelayaran perikanan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. UKURAN PANJANG KAPAL&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ukuran panjang kapal terdiri dari :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. &lt;i&gt;Length Over All (LOA)&lt;/i&gt; atau Panjang Keseluruhan.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Length Over All&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;LOA&lt;/i&gt; atau Panjang Keseluruhan merupakan ukuran panjang kapalyang diukur dari ujung depan kapal atau haluan hingga ujung belakang kapal atau buritan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Length Between Perpendicular atau LBP&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Length Between Perpendicular&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;LBP&lt;/i&gt; merupakan ukuran panjang kapal yang diukur dari sekat bagian terdepan atau sekat haluan hingga sekat bagian paling belakangatau sekat buritan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Length Water Line atau LWL&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Length Water Line&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;LWL&lt;/i&gt; adalah ukuran panjang kapal yang diukur dari perpotongan garis air pada haluan kapal hingga perpotongan garis air pada buritan kapal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan demikian, ukuran panjang kapal ada 3, yaitu &lt;i&gt;Length Overall&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;LOA&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Length Between Perpendicular&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;LBP&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Length Waterline&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;LWL&lt;/i&gt;. Perhatikan ilustrasi ukuran panjang kapal berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhongzTWH7LSt7Lke6G2Rulfgwk7DDINRuq5HQpdxePQkRbhArhIjKcqCGLeRBnllxmhkiojj35xxRhkLjH3sWupcobTgq9As-Ff70NjDHnCzVZVpfitOyel8Mv_cQqCndz_pLV7ekSy4Y3qcp8vwV4TTc4NWqJtLZBqR9MuVT9EPzsz0qgM-fTJkmq/s872/Ukuran%20panjang%20kapal.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ukuran Panjang Kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;458&quot; data-original-width=&quot;872&quot; height=&quot;336&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhongzTWH7LSt7Lke6G2Rulfgwk7DDINRuq5HQpdxePQkRbhArhIjKcqCGLeRBnllxmhkiojj35xxRhkLjH3sWupcobTgq9As-Ff70NjDHnCzVZVpfitOyel8Mv_cQqCndz_pLV7ekSy4Y3qcp8vwV4TTc4NWqJtLZBqR9MuVT9EPzsz0qgM-fTJkmq/w640-h336/Ukuran%20panjang%20kapal.JPG&quot; title=&quot;Ukuran Panjang Kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ukuran Panjang Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Ukuran Lebar Kapal&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. &lt;i&gt;Breadth Overall&lt;/i&gt; atau BOA atau &lt;i&gt;Extreme Breadth&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Breadth Overall&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;BOA&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Extreme Breadth&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah ukuran lebar kapal yang diukur dari sisi terluar bagian kiri kapal hingga sisi terluar bagian kanan kapal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. &lt;i&gt;Breadth Moulded&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;BM&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Breadth Moulded&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;BM&lt;/i&gt; adalah ukuran lebar kapal yang diukur dari sisi dalam bagian kapal sebelah kiri hingga sisi dalam bagian kapal sebelah kanan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan demikian, maka ukuran lebar kapal ada dua, yaitu &lt;i&gt;extreme breadth&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;breadth over all&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;breadth moulded&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;BM&lt;/i&gt;. Perhatikan ilustrasi ukuran lebar kapal berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3tIYXvuHthWa_VdrA4EX243casvYBGEvGH2gn_0QvM3H6H5_p-oL-Z04dRJZrzbH_w-mg4nAhSMR-fRrJhjHLta0TLkO_ykfDw2BJXOuitAK3sqMf-jn6wRQnKzMLNXfVAFs09zJZgTIpv40RGg_STwCnrdTbl1I_2L1fmLoC-sUeVfVg8LpTwjNI/s484/Ukuran%20lebar%20kapal.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ukuran Lebar Kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;453&quot; data-original-width=&quot;484&quot; height=&quot;600&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3tIYXvuHthWa_VdrA4EX243casvYBGEvGH2gn_0QvM3H6H5_p-oL-Z04dRJZrzbH_w-mg4nAhSMR-fRrJhjHLta0TLkO_ykfDw2BJXOuitAK3sqMf-jn6wRQnKzMLNXfVAFs09zJZgTIpv40RGg_STwCnrdTbl1I_2L1fmLoC-sUeVfVg8LpTwjNI/w640-h600/Ukuran%20lebar%20kapal.JPG&quot; title=&quot;Ukuran Lebar Kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ukuran Lebar Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;C. Ukuran Tinggi Kapal&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. &lt;i&gt;Draft&lt;/i&gt; atau Sarat Kapal&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Draft&lt;/i&gt; atau sarat kapal adalah ukuran yang menyatakan tinggi badan kapal yang tercelup di dalam air. Diukur dari lunas kapal atau bagian terbawah kapal hingga permukaan air.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. &lt;i&gt;Freeboard&lt;/i&gt; atau Lambung Bebas&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Freeboard&lt;/i&gt; atau lambung bebas adalah ukuran yang menyatakan tinggi badan kapal yang tidak tercelup air. Diukur dari permukaan air hingga ujung atas lambung kapal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. &lt;i&gt;Depth&lt;/i&gt; atau Tinggi Keseluruhan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Depth&lt;/i&gt; atau tinggi keseluruhan kapal adalah ukuran tinggi kapal yang diukur dari bagian terbawah kapal atau lunas hingga ujung lambung kapal bagian atas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan demikian, maka tinggi kapal atau &lt;i&gt;depth&lt;/i&gt; adalah sama dengan sarat kapal ditambah dengan &lt;i&gt;freeboard&lt;/i&gt;. Perhatikan ilustrasi ukuran tinggi kapal berikut ini.&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitmfDuDXCANOIbN4ADT4Yqmaqu74mbR5UKezRz-Dkm4RWk6qv0crJPgJUOYEcr9iOVED3myeH1qlT_KNbkIgZTyRMo7uOa0BCUnpYh6QGhoMNwDokQ108DQbk0rCN_nEBroVxKG67oo-T3TOU-gcbV6tmHJVwmniwd2Q4JGibaCj3OkRoatWMLM8I5/s872/Ukuran%20tinggi%20kapal.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ukuran Tinggi Kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;442&quot; data-original-width=&quot;872&quot; height=&quot;324&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitmfDuDXCANOIbN4ADT4Yqmaqu74mbR5UKezRz-Dkm4RWk6qv0crJPgJUOYEcr9iOVED3myeH1qlT_KNbkIgZTyRMo7uOa0BCUnpYh6QGhoMNwDokQ108DQbk0rCN_nEBroVxKG67oo-T3TOU-gcbV6tmHJVwmniwd2Q4JGibaCj3OkRoatWMLM8I5/w640-h324/Ukuran%20tinggi%20kapal.JPG&quot; title=&quot;Ukuran Tinggi Kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ukuran Tinggi Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikianlah ukuran-ukuran utama kapal. ukuran utama kapal ini selalu digunakan untuk menghitung stabilitas kapal, muatan kapal, perhitungan pajak kapal, bahkan digunakan untuk mendukung keselamatan kapal agar tidak terjadi &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kecelakaan kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Simak penjelasan ukuran utama kapal ini dalam versi video di &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=bcEI3VwAds8&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;channel youtube #yusep chanel&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/124878619448749170/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/ukuran-utama-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/124878619448749170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/124878619448749170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/ukuran-utama-kapal.html' title='UKURAN UTAMA KAPAL'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhongzTWH7LSt7Lke6G2Rulfgwk7DDINRuq5HQpdxePQkRbhArhIjKcqCGLeRBnllxmhkiojj35xxRhkLjH3sWupcobTgq9As-Ff70NjDHnCzVZVpfitOyel8Mv_cQqCndz_pLV7ekSy4Y3qcp8vwV4TTc4NWqJtLZBqR9MuVT9EPzsz0qgM-fTJkmq/s72-w640-h336-c/Ukuran%20panjang%20kapal.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-2992821552362698766</id><published>2023-01-05T20:23:00.002+07:00</published><updated>2023-01-05T20:24:19.308+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Pengertian Haluan Azimuth, Cara Menentukan Haluan Azimuth, dan Contoh Soal Menentukan Haluan Azimuth</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ilmu Pelayaran Perikanan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; kali ini adalah materi Pengertian Haluan Azimuth, Cara Menentukan Haluan Azimuth, dan Contoh Soal Menentukan Haluan Azimuth. Namun sebelum itu, perlu diketahui bahwa dalam ilmu pelayaran terdapat dua penyebutan sudut haluan kapal. Seperti sudah dibahas pada artikel sebelumnya tentang &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/haluan-sejati-kapal-haluan-magnet-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;haluan suatu kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; bahwa pengertian haluan kapal adalah udut yang dibentuk anatar arah Utara, dihitung ke arah kanan, hingga garis horizontal imajiner membujur kapal atau garis lunas kapal. Ada terdapat dua penyebutan arah kapal atau haluan kapal, yaitu:&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Haluan Bearing&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Haluan &lt;i&gt;Bearing&lt;/i&gt; yang umumnya disebut &lt;i&gt;&quot;bearing&quot;&lt;/i&gt; saja, atau dalam bahasa Indonesia disebut &quot;haluan&quot; saja merupakan sudut horizontal yang diukur searah jarum jam dari garis arah Utara hingga haluan dimaksud, dimana nilai sudut ini dimulai dari 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;hingga 360&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Haluan Azimuth&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Haluan Azimuth yaitu sudut yang diukur ke arah Barat atau ke arah Timur dari salah satu referensi arah Utara atau arah Selatan Nilai sudut pada penyebutan haluan azimuth ini tidak melebihi dari 90&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;atau seperempat lingkaran. Setiap seperempat lingkaran disebut dengan kuadran, sehingga dalam satu lingkaran terdiri dari 4 kuadran, yaitu kuadran satu, kuadran 2, kuadran 3, dan kuadran 4.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti dalam &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/pelajaran-matematika-yang-harus.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ilmu matematika dasar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, Kuadran satu adalah sudut yang berada diantara 0&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;hingga 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Kuadran 2 adalah sudut yang berada diantara 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; hingga 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Kuadran 3 adalah sudut yang berada diantara 180&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;hingga 270&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dan kuadran 4 yang merupakan sudut yang berada diantara 270&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;hingga 360&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;. Silahkan perhatikan pembagian kuadran haluan di bawah ini:&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh3DO-iUGME0SjVBZEq7wbVC5oD7bcgqe6GSz-oQzHlJLphgbjlz_ufW3Ac011kuT8dmKAC2wvPmq4-lE0Cho7vr_D_jb3b0kzyCLfoJxcj5UyahyWSizi2yiKfNLEFd-MWtChkIu1Lu9zPgcykbNT0bn-jUv0TLIHpRsxZoJP0sMsfGnuP5GfTK8v/s1280/Haluan%20Azimuth.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kuadran haluan dan penyebutan haluan azimuth&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh3DO-iUGME0SjVBZEq7wbVC5oD7bcgqe6GSz-oQzHlJLphgbjlz_ufW3Ac011kuT8dmKAC2wvPmq4-lE0Cho7vr_D_jb3b0kzyCLfoJxcj5UyahyWSizi2yiKfNLEFd-MWtChkIu1Lu9zPgcykbNT0bn-jUv0TLIHpRsxZoJP0sMsfGnuP5GfTK8v/w640-h360/Haluan%20Azimuth.jpg&quot; title=&quot;Kuadran haluan dan penyebutan haluan azimuth&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kuadran haluan dan penyebutan haluan azimuth&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penjelasan gambar tersebut diatas adalah sebagai berikut::&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Pada kuadran I&lt;/b&gt;, suatu haluan sejati atau haluan pedoman (h&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) kurang dari 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;, dan berada diantara arah Utara dan arah Timur. Maka haluan azimuth atau x adalah sama dengan haluan sejati atau haluan pedoman tersebut. Sehingga penyebutan haluan azimuth ini adalah U x&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;T atau Utara x&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;Timur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Pada kuadran II&lt;/b&gt;, dimana haluan kapal (baik haluan pedoman ataupun haluan sejati) diberi simbol &quot;h&quot; berada diantara 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;hingga 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;, atau berada diantara arah Selatan dan Timur. Maka haluan azimuth atau x&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;adalah sama dengan 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;- h&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Dan nilai x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dihitung dari garis arah Selatan menimur hingga garis haluan tersebut. Penamaan haluan azimuth-nya adalah Selatan x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur atau S x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;T.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Pada kuadran III&lt;/b&gt;, dimana haluan kapal (h&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) berada diantara 180&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;hingga 270&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;, atau berada diantara Arah Selatan dan Arah Barat. Maka haluan azimuth x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;adalah sama dengan haluan kapal tersebut dikurangi 180&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;atau (h&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;- 180&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;). Dan nilai x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dihitung dari garis arah Selatan mengebarat hingga garis haluan kapal tersebut. Penamaan haluan azimuth nya adalah Selatan x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Barat atau S x&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;B.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Pada kuadran IV&lt;/b&gt;, dimana haluan kapal (h&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) berada pada sudut lebih dari 270&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;tapi kurang dari sama dengan 360&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;, atau haluan tersebut berada diantara Utara dan Barat. Maka haluan azimuth x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;adalah sama dengan 360&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dikurangi dengan haluan kapal tersebut, dan nilai x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dihitung dari garis arah Utara mengebarat hingga garis haluan kapal tersebut. Penamaan haluan azimuth nya adalah Utara x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Barat atau U x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;B.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar lebih jelas tentang materi haluan azimuth, mari kita lihat contoh soal berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Diketahui haluan sejati 60&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Tentukan haluan azimuth nya..&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawab:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mengilustrasikannya, langkah pertama adalah kita buat garis surat utama yaitu &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/3-arah-utara-dalam-ilmu-pelayaran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Utara-Selatan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan Timur-Barat. Kemudian dari 0&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;hitung dengan menggunakan busur derajat 60&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;,\dan buat garis haluannya. Terlihat bahwa haluan 60&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;berada di kuadaran I, sehingga sesuai dengan rumusnya, haluan azimuth x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;adalah sama dengan haluan sejati kapal tesebut. sehingga haluan azimuth-nya adalah Utara 60&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur atau U 60&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;T.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzpZvScZ1CXC2dDmWGoTgPOpoWpNifsYXOy2JBBVS9nlcMD1yFkdTqPpCQZQ4jnHQtI0pFDV5rgqNfqWlfiRdcXqhuM98fMSYtk60Li_kQMHbuYDx-TCmZxtUxyKuofR1uiP2NqvTe2TRo9UI4D3ZnAsT6_6_8sF2_mbDcJ8otJNrCNcv_D1b56DJ/s416/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20I.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Haluan Azimuth Kuadran I&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;342&quot; data-original-width=&quot;416&quot; height=&quot;526&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzpZvScZ1CXC2dDmWGoTgPOpoWpNifsYXOy2JBBVS9nlcMD1yFkdTqPpCQZQ4jnHQtI0pFDV5rgqNfqWlfiRdcXqhuM98fMSYtk60Li_kQMHbuYDx-TCmZxtUxyKuofR1uiP2NqvTe2TRo9UI4D3ZnAsT6_6_8sF2_mbDcJ8otJNrCNcv_D1b56DJ/w640-h526/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20I.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Haluan Azimuth Kuadran I&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Diketahui haluan sejati 150&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;. Tentukan haluan azimuth-nya.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawab:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sama halnya dengan contoh soal satu, kita buat empat surat utama, Utara-Selatan, Timur-Barat. Kemudian dari 0&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dengan menggunakan busur derajat, hitung sebesar 150&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;,\dan buat garis haluannya. Terlihat bahwa haluan 150&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;berada di kuadaran II, sehingga sesuai dengan rumus, haluan azimuth x&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;adalah sama dengan 180&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dikurangi haluan sejati kapal tesebut. sehingga 180&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;- 150&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;= 30&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Dengan demikian haluan azimuth-nya adalah Selatan 30&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur atau S 30&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;T atau 30&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dari arah Selatan ke sebelah Timur.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsQHG6TOjDMmb3GQt4PTxDskvw1cLfbsXjqXPhpyOwNWi5g8yyQ-FkRNwElPPNK7ZVF-4AMWIVgkX_3MdNxMjCiphnuqiHl1eAKt89UF_ExKJUTbgCZe2FOuuGx5NzQSyZKDzlcu9iJXBCkRgmH1hS6AWKBRcYjtuK6PgiuNXjw1pAjViTxHI_W5ux/s615/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20II.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Haluan Azimuth Kuadran II&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;348&quot; data-original-width=&quot;615&quot; height=&quot;362&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsQHG6TOjDMmb3GQt4PTxDskvw1cLfbsXjqXPhpyOwNWi5g8yyQ-FkRNwElPPNK7ZVF-4AMWIVgkX_3MdNxMjCiphnuqiHl1eAKt89UF_ExKJUTbgCZe2FOuuGx5NzQSyZKDzlcu9iJXBCkRgmH1hS6AWKBRcYjtuK6PgiuNXjw1pAjViTxHI_W5ux/w640-h362/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20II.JPG&quot; title=&quot;Haluan Azimuth Kuadran II&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Haluan Azimuth Kuadran II&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Diketahui haluan sejati&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;255&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Tentukan haluan azimuth-nya.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawab:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah dibuat empat surat utama, yaitu Utara-Selatan, Timur-Barat, kemudian dari&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;atau arah Utara buat garis haluan&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;255&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Terlihat bahwa haluan&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;255&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;berada di kuadaran III, sehingga sesuai dengan rumus, haluan azimuth&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;x&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;adalah sama dengan haluan sejati kapal tesebut dikurangi&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;180&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Sehingga&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;x&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;=&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;255&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;-&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;180&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;=&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;75&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. Dengan demikian haluan azimuth-nya adalah Selatan&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;75&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Barat atau S&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;75&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;B atau&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;75&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dari arah Selatan ke sebelah Barat.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMTnpK_mrCKHCAwI3Xa3p_5g50aa2BVXFCN_bgbnIomdVUDrSzmz6jAkdjmV68BQ3WKrL6yaY8tCtJ15qiWKm8yA3YosV2muFkHzJnvyrSbYnhtabpUnHUXr-faYsN-zN-TDyT2KOnLr602qGQoIZu0DiS3uvWniMpF46mDKAAFsreKtpaXYXPfhnB/s643/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20III.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Haluan Azimuth Kuadran III&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;352&quot; data-original-width=&quot;643&quot; height=&quot;350&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMTnpK_mrCKHCAwI3Xa3p_5g50aa2BVXFCN_bgbnIomdVUDrSzmz6jAkdjmV68BQ3WKrL6yaY8tCtJ15qiWKm8yA3YosV2muFkHzJnvyrSbYnhtabpUnHUXr-faYsN-zN-TDyT2KOnLr602qGQoIZu0DiS3uvWniMpF46mDKAAFsreKtpaXYXPfhnB/w640-h350/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20III.JPG&quot; title=&quot;Haluan Azimuth Kuadran III&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Haluan Azimuth Kuadran III&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Diketahui haluan sejati&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;300&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;. tentukan haluan azimuth-nya..&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawab:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari koordinat empat surat, haluan&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;300&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;adalah berada di kuadran IV, sehingga sesuai dengan rumus, haluan azimuth&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;x&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;adalah&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;360&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;-&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;300&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;=&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;60&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&lt;/sup&gt;&amp;nbsp;, sehingga haluan azimuth-nya adalah Utara&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;60&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Barat atau U&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;60&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;B atau&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;60&lt;/span&gt;&lt;sup style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;dari arah Utara ke sebelah Barat.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZkycE2vAf0ozDIDbaDRD4i8RWJpms9pZuDNgs5FMiKPHJhIYWbMmkzT923jF2cswIu1iMznxQ5mSZWFqhSaSNoKB5ZxXJhveXNlEERzJBSm1y9JVOHo20rocZbOa2kAsxLo-mo3rXoPmTpfax8YTUhlqjIBFTEqr_tnoYsbmMcWxvNUiSq0IlvyL/s566/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20IV.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Haluan Azimuth Kuadran IV&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;342&quot; data-original-width=&quot;566&quot; height=&quot;386&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZkycE2vAf0ozDIDbaDRD4i8RWJpms9pZuDNgs5FMiKPHJhIYWbMmkzT923jF2cswIu1iMznxQ5mSZWFqhSaSNoKB5ZxXJhveXNlEERzJBSm1y9JVOHo20rocZbOa2kAsxLo-mo3rXoPmTpfax8YTUhlqjIBFTEqr_tnoYsbmMcWxvNUiSq0IlvyL/w640-h386/Haluan%20Azimuth%20kuadran%20IV.JPG&quot; title=&quot;Haluan Azimuth Kuadran IV&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Haluan Azimuth Kuadran IV&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah&amp;nbsp;Pengertian Haluan Azimuth, Cara Menentukan Haluan Azimuth, dan Contoh Soal Menentukan Haluan Azimuth. Untuk lebih jelas mengenai materi haluan azimuth ini, simak materi ini dalam bentuk video di &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=YIpwmfDIJcE&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;youtube channel@yusep chanel&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/2992821552362698766/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/pengertian-haluan-azimuth-cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2992821552362698766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2992821552362698766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/pengertian-haluan-azimuth-cara.html' title='Pengertian Haluan Azimuth, Cara Menentukan Haluan Azimuth, dan Contoh Soal Menentukan Haluan Azimuth'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh3DO-iUGME0SjVBZEq7wbVC5oD7bcgqe6GSz-oQzHlJLphgbjlz_ufW3Ac011kuT8dmKAC2wvPmq4-lE0Cho7vr_D_jb3b0kzyCLfoJxcj5UyahyWSizi2yiKfNLEFd-MWtChkIu1Lu9zPgcykbNT0bn-jUv0TLIHpRsxZoJP0sMsfGnuP5GfTK8v/s72-w640-h360-c/Haluan%20Azimuth.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-4386854598003926151</id><published>2023-01-03T23:24:00.000+07:00</published><updated>2023-01-05T18:28:13.078+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Haluan Sejati Kapal, Haluan Magnet Kapal, Haluan Pedoman Kapal, dan Cara Menentukan Haluan Sejati Kapal</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pada materi ilmu pelayaran perikanan terdahulu, sudah dibahas tentang &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/3-arah-utara-dalam-ilmu-pelayaran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;3 arah Utara&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Kali ini akan memahami tentang&amp;nbsp;Haluan Sejati Kapal, Haluan Magnet Kapal, Haluan Pedoman Kapal, dan Cara Menentukan Haluan Sejati Kapal. Lebih tepatnya, kita akan membahas mengenai sudut yang dibentuk antara :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Haluan kapal dengan Utara Sejati atau disebut dengan Haluan Sejati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haluan kapal dengan Utara Magnet atau disebut dengan Haluan Magnet.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haluan kapal dengan Utara Pedoman atau disebut dengan Haluan Pedoman&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Haluan kapal adalah sudut yang dibentuk antara arah Utara, dihitung ke arah kanan hingga garis horiontal imajiner membujur kapal atau garis lunas kapal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. HALUAN SEJATI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Haluan sejati adalah sudut yang dibentuk antara haluan kapal dengan Utara Sejati, Haluan sejati adalah haluan kapal yang sebenarnya dan yang dilukis di peta laut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwIlbMnG1Y1a06PIMdQfLiKRxtPKa8Cq49kgOP-MiomhY_3JG8sTKjfmH5QPw-8uqJ8uF9FQef0AuthmUd9AMY5bsS4jxqL_lLnDV3yxuIPCU0w_zjIxgZWXheHPnQb4OkuQSH8Ty-UapKVoGp8sg77WGbUhinwWBwPhjGiYBqpYnfxX2edLtIO5Nt/s1280/Haluan%20Sejati.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Haluan Sejati&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwIlbMnG1Y1a06PIMdQfLiKRxtPKa8Cq49kgOP-MiomhY_3JG8sTKjfmH5QPw-8uqJ8uF9FQef0AuthmUd9AMY5bsS4jxqL_lLnDV3yxuIPCU0w_zjIxgZWXheHPnQb4OkuQSH8Ty-UapKVoGp8sg77WGbUhinwWBwPhjGiYBqpYnfxX2edLtIO5Nt/w640-h360/Haluan%20Sejati.jpg&quot; title=&quot;Haluan Sejati&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Haluan Sejati Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. HALUAN MAGNET&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Haluan magnet adalah sudut yang dibentuk antara haluan kapal dengan Utara magnet. Pada artikel 3 arah utara, sudah dijelaskan bahwa selisih sudut antara Utara sejati dengan Utara magnet disebut dengan variasi. Hal ini pun berlaku pada Haluan magnet, dimana selisih sudut antara haluan Sejati dengan haluan magnet disebut dengan variasi.&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNDG9hFpuq7i8fed6OgEXtRz62qOMnT1tKjFWzCf_NQPmVpLfif8LDDhCVgd712NmZiUEKeweLw1wE2N2HtkfMvI-dtUCCGgmNzn4LjzsV_fjecRVXqNp-AkjuM_StjsNOosuo7Yo-XcGXFmBBz1SlNOw0TDRD-bjd-0Xtv3bFs7zWIe5uGOlxoQ74/s1280/Haluan%20magnet.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Haluan Magnet&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNDG9hFpuq7i8fed6OgEXtRz62qOMnT1tKjFWzCf_NQPmVpLfif8LDDhCVgd712NmZiUEKeweLw1wE2N2HtkfMvI-dtUCCGgmNzn4LjzsV_fjecRVXqNp-AkjuM_StjsNOosuo7Yo-XcGXFmBBz1SlNOw0TDRD-bjd-0Xtv3bFs7zWIe5uGOlxoQ74/w640-h360/Haluan%20magnet.jpg&quot; title=&quot;Haluan Magnet&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Haluan Magnet Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. HALUAN PEDOMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Haluan pedoman adalah sudut yang dibentuk antara haluan kapal dengan Utara Pedoman.Dan sudut antara haluan Magnet dengan haluan pedoman disebut dengan deviasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOt6nXpPIO2uWPWliWdP7bXrjFQ4dJxiY8txQcbmXl56cBBpMoR4cP3vW6RHMf6eqg4G8o003J8evlQZTE6jpasrtli4i2COZv5gI-abbEMJwJeUGAuFKFUfL4PI26EC-AYopu2eCOlvt2dvZp2rojC73K8eXUnYNeDDP28gcLv_d2o_LwL05iMSMt/s1280/Haluan%20Pedoman.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Haluan Pedoman&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOt6nXpPIO2uWPWliWdP7bXrjFQ4dJxiY8txQcbmXl56cBBpMoR4cP3vW6RHMf6eqg4G8o003J8evlQZTE6jpasrtli4i2COZv5gI-abbEMJwJeUGAuFKFUfL4PI26EC-AYopu2eCOlvt2dvZp2rojC73K8eXUnYNeDDP28gcLv_d2o_LwL05iMSMt/w640-h360/Haluan%20Pedoman.jpg&quot; title=&quot;Haluan Pedoman&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Haluan Pedoman Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dar ketiga penjelasan tersebut diatas, maka dapat diperoleh &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/pelajaran-matematika-yang-harus.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;rumus-rumus matematika&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjE__w5hNQd8weryKVzKnPv7JQhhrw3VdA9hcojHkODMwW9eKHnItxia355hMQvQOQmmGedLIYd6DYuwBO0DN3OSDYXZdOpG-qh_aCi3WAig9SKbzZMFOmPJZ8ZRRdy0NdBGihtA4GnLWBKTusTVCycbglcG1XN18YMjYjCiJBbIGVeoUUfWfSjY0W_&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rumus Menentukan Haluan Sejati&quot; data-original-height=&quot;182&quot; data-original-width=&quot;968&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjE__w5hNQd8weryKVzKnPv7JQhhrw3VdA9hcojHkODMwW9eKHnItxia355hMQvQOQmmGedLIYd6DYuwBO0DN3OSDYXZdOpG-qh_aCi3WAig9SKbzZMFOmPJZ8ZRRdy0NdBGihtA4GnLWBKTusTVCycbglcG1XN18YMjYjCiJBbIGVeoUUfWfSjY0W_=w640-h120&quot; title=&quot;Rumus Menentukan Haluan Sejati&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Rumus Menentukan Haluan Sejati&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana cara untuk menentukan haluan sejati kapal, berikut ini adalah langkah-langkah dalam menentukan haluan sejati kapal:&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvfGlrw8FhclfdU2XilOS-OxTQZijpMwJxtPHYirb_fgo8V2xzqGYMx5rqtAJlbjRnOTVnJCP5PsREoNK4yh2wUulp3EifzLtbDTsjlZVxFmdEhAPp6mlbd_VFDxuVnxbN-Y9ctxcEFrBCmMgK5F7w5NFXYU8V1U7Ncjvnwb0QcAbgtowCj3J0u_RP/s1280/Langkah%20menentukan%20haluan%20sejati%20kapal.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Langkah-langkah untuk menentukan haluan sejati kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvfGlrw8FhclfdU2XilOS-OxTQZijpMwJxtPHYirb_fgo8V2xzqGYMx5rqtAJlbjRnOTVnJCP5PsREoNK4yh2wUulp3EifzLtbDTsjlZVxFmdEhAPp6mlbd_VFDxuVnxbN-Y9ctxcEFrBCmMgK5F7w5NFXYU8V1U7Ncjvnwb0QcAbgtowCj3J0u_RP/w640-h360/Langkah%20menentukan%20haluan%20sejati%20kapal.jpg&quot; title=&quot;Langkah-langkah untuk menentukan haluan sejati kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Langkah-langkah untuk menentukan haluan sejati kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Agar lebih memahami materi ini, silahkan perhatikan contoh soal berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanggal 17 Agustus 2020, suatu kapal bergerak dengan Haluan Pedoman (Hp) = 135&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;, variasi pada peta laut (1970) adalah 2&#39; Timur. Diketahui nilai deviasi adalah 4&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;Timur. Tentukan haluan sejati kapal tersebut dan lukislah ketiga arah utara dan arah haluannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jawab&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langkah 1: Haluan Pedoman (Hp) =&amp;nbsp; 135&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langkah 2: Menghitung variasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Variasi peta -= selisih tahun x nilai variasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= (2020 - 1970) x (+2&#39;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= 30 x (+2&#39;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= (+)60&#39;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= (+) 1&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langkah 3: Deviasi = (+) 4&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Langkah 4: Menghitung Haluan Sejati (Hs)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Haluan Sejati = Haluan Pedoman + (variasi + deviasi)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= 135&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;+ ((+) 1&lt;sup&gt;o&amp;nbsp;&lt;/sup&gt;+ (+) 4&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= 140&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Haluan Sejati = Haluan Pedoman + (variasi + deviasi)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lukisan ketiga arah Utara dan haluan Sejati hasil perhitungan tersebut diatas adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr4Aupck5tq1N9Q-fhB3g7xnls5dIW2BVCdrSL_ifQmBspnRuJPSjLy_4eXaT8CNRyuNmbCLHVtQb_9c8_TOAbudvFXEz0PABtIdRxQ1Ge9UnUfWD-ANmGsxLmTxQcc1bWSgP_CEEZ5aLDRwFklgMpHcL-xNi5E35TPFkpBxuYY2DN1SXH6JJRgruu/s1280/lukisan%20arah%20haluan%20sejati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Lukisan 3 Arah Utara dan Haluan Sejati&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr4Aupck5tq1N9Q-fhB3g7xnls5dIW2BVCdrSL_ifQmBspnRuJPSjLy_4eXaT8CNRyuNmbCLHVtQb_9c8_TOAbudvFXEz0PABtIdRxQ1Ge9UnUfWD-ANmGsxLmTxQcc1bWSgP_CEEZ5aLDRwFklgMpHcL-xNi5E35TPFkpBxuYY2DN1SXH6JJRgruu/w640-h360/lukisan%20arah%20haluan%20sejati.jpg&quot; title=&quot;Lukisan 3 Arah Utara dan Haluan Sejati&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lukisan 3 Arah Utara dan Haluan Sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikianlah materi ilmu pelayaran perikanan bagian ilmu pelayaran datar tentang&amp;nbsp;Lukisan 3 Arah Utara dan Haluan Sejati. Simak materi ini dan contoh penyelesaian soal haluan sejati dalam bentuk video di &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=oTkk2uLVtt8&amp;amp;list=PLYB30YzweSRwzARGeCr-zHd0kpjF4VzAp&amp;amp;index=9&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Youtube channel @yusep chanel&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.3333px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/4386854598003926151/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/haluan-sejati-kapal-haluan-magnet-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/4386854598003926151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/4386854598003926151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2023/01/haluan-sejati-kapal-haluan-magnet-kapal.html' title='Haluan Sejati Kapal, Haluan Magnet Kapal, Haluan Pedoman Kapal, dan Cara Menentukan Haluan Sejati Kapal'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwIlbMnG1Y1a06PIMdQfLiKRxtPKa8Cq49kgOP-MiomhY_3JG8sTKjfmH5QPw-8uqJ8uF9FQef0AuthmUd9AMY5bsS4jxqL_lLnDV3yxuIPCU0w_zjIxgZWXheHPnQb4OkuQSH8Ty-UapKVoGp8sg77WGbUhinwWBwPhjGiYBqpYnfxX2edLtIO5Nt/s72-w640-h360-c/Haluan%20Sejati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-2573923748187963010</id><published>2022-12-31T22:56:00.001+07:00</published><updated>2023-01-05T18:28:19.039+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alat Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Metode Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Sejarah Purse Seine, Bentuk-bentuk Purse seine dan Cara Pengoperasian Purse Seine atau Jaring Lingkar</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Materi alat penangkapan ikan kali ini akan membahas tentang Sejarah Jaring Lingkar Atau &lt;i&gt;Purse Seine&lt;/i&gt; dan Cara Pengoperasian &lt;i&gt;Purse Seine&lt;/i&gt; atau Jaring Lingkar. &lt;i&gt;Purse Seine&lt;/i&gt; adalah alat penangkapan ikan yang terbuat
dari jaring yang pengoperasiannya adalah dengan cara mengepung gerombolan ikan
baik dari tiap sisi maupun dari bagian bawah gerombolan ikan. &lt;i&gt;Purse Seine&lt;/i&gt; pertama kali dipergunakan di Rhode Island
untuk menangkap &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Menhaden&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ikan Menhaden &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Menhaden&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;(Brevoortia tyrannus)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, &lt;/i&gt;dan dipatenkan di
Bergen Norwegia oleh Berent Velder tanggal 12 Maret 1859.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2N5MTD8bdVb1s8Ej6ew1ofu0MFyzn7haykXx3rubO9K1FSQRCJVYUWWF8JIzqkWQaRY-_ECC3z3Vk9du6o-d6-F4962Q8yv7h1LSec-kTOIssS-dn6dEWRn_bNqOMuuYGNRDps5VVfHLiou-Ymh5WkWquatwmAhIpYZYIVf0ZuZVS2aI1jdwrVjee/s903/Purse%20Seine%203D.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;alat tangkap purse seine atau jaring lingkar&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;535&quot; data-original-width=&quot;903&quot; height=&quot;380&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2N5MTD8bdVb1s8Ej6ew1ofu0MFyzn7haykXx3rubO9K1FSQRCJVYUWWF8JIzqkWQaRY-_ECC3z3Vk9du6o-d6-F4962Q8yv7h1LSec-kTOIssS-dn6dEWRn_bNqOMuuYGNRDps5VVfHLiou-Ymh5WkWquatwmAhIpYZYIVf0ZuZVS2aI1jdwrVjee/w640-h380/Purse%20Seine%203D.jpg&quot; title=&quot;alat tangkap purse seine atau jaring lingkar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Alat Penangkapan Ikan Purse Seine Atau Jaring Lingkar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ciri Utama Alat Tangkap &lt;i&gt;“Purse Seine”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: yellow; font-size: 28pt; line-height: 107%; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;adalah pada bagian bawah
jaring dilengkapi dengan cincin dan tali penarik atau tali kolor yang berfungsi
untuk menyatukan bagian bawah jaring dan menghadang arah renang ikan ke arah vertikal, berbeda dengan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-gill-net-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;jaring &lt;i&gt;gill net&lt;/i&gt; atau jaring insang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang tidak ada tali cincin dan tali kolor di bagian bawah jaringnya. Jaring &lt;i&gt;purse seine&lt;/i&gt; terbentang secara vertikal sebagai
akibat dari adanya gaya apung dari pelampung di permukaan air, dan gaya berat
dari pemberat yang terletak pada bagian bawah jaring. Pada umumnya, jaring &lt;i&gt;purse seine&lt;/i&gt; terdapat 3 bentuk,
yaitu:&lt;/span&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Purse seine&lt;/i&gt; berbentuk persegi Panjang, dimana ukuran
jaring pada bagian atas dan bagian bawah adalah sama Panjang.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Purse seine&lt;/i&gt; berbentuk trapezium, dimana ukuran jaring
pada bagian atas adalah lebih Panjang daripada bagian bawah jaring.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Purse seine&lt;/i&gt; berbentuk lekuk, dimana lekukan Jaring
berada di bagian bawah jaring.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Walaupun memiliki bentuk yang berbeda-beda, namun dari ketiganya
terdapat persamaan, yaitu terdapat cincin dan tali penarik pada bagian bawah
jaring.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgGwsivR1-Q_DBNNn8ykzy6UT6CnGhtlaUqxlidtn-OEcbsmBTqMzOTgvBmD2fiduw_7EW1vX0ExHXL3bpwSDC0-e71mxhQvjNWx4Tjd06U67PbSEQa5pYxlnbXT0Ro_ZT3dS9dPKlhUWq3fNqrzM0bP7qs0slOn5lzzgxqJbjAPwo8J9WyqstdwCA/s1280/bentuk-bentuk%20purse%20seine.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bentuk-bentuk Purse Seine&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgGwsivR1-Q_DBNNn8ykzy6UT6CnGhtlaUqxlidtn-OEcbsmBTqMzOTgvBmD2fiduw_7EW1vX0ExHXL3bpwSDC0-e71mxhQvjNWx4Tjd06U67PbSEQa5pYxlnbXT0Ro_ZT3dS9dPKlhUWq3fNqrzM0bP7qs0slOn5lzzgxqJbjAPwo8J9WyqstdwCA/w640-h360/bentuk-bentuk%20purse%20seine.jpg&quot; title=&quot;Bentuk-bentuk Purse Seine&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bentuk-bentuk &lt;i&gt;Purse Seine&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah menemukan lokasi yang dianggap terdapat
&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=p6zhhj89e6o&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;gerombolan ikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, kapal melakukan gerakan berputar membentuk suatu lingkaran.
Pada saat bergerak memutar ini, jaring &lt;i&gt;purse seine&lt;/i&gt; mulai diturunkan ke laut.
Kecepatan kapal pada saat memutar diatur sedemikian rupa agar jaring dapat
turun dan membentang secara sempurna. Kecepatan kapal tidak boleh terlalu
lambat, karena akan menyebabkan ikan-ikan target penangkapan cepat melarikan
diri. Jika kecepatan kapal terlalu cepat, maka jaring tidak akan terbentang
sempurna, karena akan tertarik oleh kapal. Selain itu jika terlalu cepat,
Ketika terjadi masalah, akan sulit melakukan Tindakan perbaikan. Kecepatan kapal ideal pada saat menurunkan jaring ke
dalam air atau pada saat &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; adalah antara 3 hingga 5 knot.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah jaring melingkar dengan sempurna, dimana
masing-masing ujung jaring bertemu, maka tali kolor segera ditarik. Penarikan
tali kolor ini berfungsi untuk menutup bagian bawah jaring, sehingga ikan
terperangkap di dalam jaring. Proses penarikan tali kolor ini harus dilakukan dengan
sesegera mungkin untuk menghindari lolosnya ikan ke arah bawah.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah tali kolor selesai ditarik, kini giliran bagian
pelampung mulai ditarik ke atas kapal. Proses ini dinamakan dengan proses &lt;i&gt;hauling&lt;/i&gt;
dalam Bahasa inggris. Istilah yang sama untuk proses pengangkatan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-trawl-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;alat tangkap trawl&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dari dalam air ke kapal. Proses penarikan pelampung ini memerlukan waktu yang tidak
sebentar…memerlukan waktu 2 hingga 3 jam, tergantung dari ukuran jaring &lt;i&gt;purse
seine&lt;/i&gt; tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah hampir
semua pelampung naik ke atas kapal, tahap akhir dari proses penangkapan ikan
dengan jaring &lt;i&gt;purse seine&lt;/i&gt; adalah menyerok ikan yang terperangkap di dalam
jaring purse seine. Serok ikan berukuran besar diturunkan ke tengah-tengah
&lt;i&gt;purse seine&lt;/i&gt;, dan diangkat dengan menggunakan bantuan &lt;i&gt;winch&lt;/i&gt;. Ikan di dalam serok
untuk selanjutnya langsung dimasukkan ke dalam palka kapal Bersama-sama dengan
campuran garam dan es yang berfungsi agar ikan dapat awet hingga kapal kembali
ke pangkalan dengan selamat tanpa mengalami &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kecelakaan kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZutIFfEcjdqDm7EWzV9BmUkURWvIEGrKdK_x35tSq9M4EkuJCsZD_P6ej1OMnciuUJHLDjR41ov-Zio5nlvTCxdYth7MGjYn-KXrlr4AOeiVX-GGeHZ97RzTyqU9ubJKR-G0aJowZkMihA9oTRGS8lfAf80qe4M1a2cwZ3yjv25j4sMTPJ8dXjQtz/s1366/Ikan%20tangkapan%20purse%20seine%20di%20atas%20kapal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ikan Tangkapan Purse Seine Di Atas Kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;1366&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZutIFfEcjdqDm7EWzV9BmUkURWvIEGrKdK_x35tSq9M4EkuJCsZD_P6ej1OMnciuUJHLDjR41ov-Zio5nlvTCxdYth7MGjYn-KXrlr4AOeiVX-GGeHZ97RzTyqU9ubJKR-G0aJowZkMihA9oTRGS8lfAf80qe4M1a2cwZ3yjv25j4sMTPJ8dXjQtz/w640-h360/Ikan%20tangkapan%20purse%20seine%20di%20atas%20kapal.jpg&quot; title=&quot;Ikan Tangkapan Purse Seine Di Atas Kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ikan Tangkapan Purse Seine Di Atas Kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;Demikianlah&amp;nbsp;Sejarah &lt;i&gt;Purse Seine&lt;/i&gt;, Bentuk-bentuk &lt;i&gt;Purse seine&lt;/i&gt; dan Cara Pengoperasian &lt;i&gt;Purse Seine&lt;/i&gt; atau Jaring Lingkar. Agar lebih jelas memahami mengenai materi ini, silahkan&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=Cf3rPdNqd3g&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KLIK &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=Cf3rPdNqd3g&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;channel youtube :yusep channel 33 (@yusepchanel)&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;untuk melihat versi video materi ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/2573923748187963010/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/sejarah-purse-seine-bentuk-bentuk-purse.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2573923748187963010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2573923748187963010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/sejarah-purse-seine-bentuk-bentuk-purse.html' title='Sejarah Purse Seine, Bentuk-bentuk Purse seine dan Cara Pengoperasian Purse Seine atau Jaring Lingkar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2N5MTD8bdVb1s8Ej6ew1ofu0MFyzn7haykXx3rubO9K1FSQRCJVYUWWF8JIzqkWQaRY-_ECC3z3Vk9du6o-d6-F4962Q8yv7h1LSec-kTOIssS-dn6dEWRn_bNqOMuuYGNRDps5VVfHLiou-Ymh5WkWquatwmAhIpYZYIVf0ZuZVS2aI1jdwrVjee/s72-w640-h380-c/Purse%20Seine%203D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kota Agung, Kec. Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-5.4925397999999994 104.6242663</georss:point><georss:box>-37.801871582378894 69.4680163 26.8167919823789 139.7805163</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-8459290640545143223</id><published>2022-12-30T23:41:00.000+07:00</published><updated>2023-01-05T18:28:24.521+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Metode Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>3 Arah Utara Dalam Ilmu Pelayaran Perikanan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kali ini kita akan mengenal 3 arah Utara dalam ilmu pelayaran perikanan. Ketiga arah utara ini adalah suatu hal yang harus diketahui oleh para pelaut termasuk pelaut kapal ikan, sebab penentuan arah pelayaran adalah dengan mengacu kepada ketiga arah utara ini. 3 arah utara dalam ilmu pelayaran perikanan ini sama dengan 3 arah utara ilmu pelayaran untuk kapal lainnya. Mengingat blog ini adalah blog ilmu pelayaran untuk kapal penangkap ikan seperti misalnya &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-trawl-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kapal ikan trawl&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, maka kita sebut 3 arah utara dalam ilmu pelayaran perikanan.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLkcsBF20ip4ePx0EJkft0KY2m9GRHt142oYZkP3NKi2FuWXE4OzI7MX_f8jViGHL2g_txQG46zkf8UdiDTdtg_nCX4nNF8LgjArjbR6H3n3wddTEVtXYVrJK94eWpc6k-QFZ1XGOw29jT73UECQfjdqipUavezVQrSoEfZFAFjL-rr3JRsitGBgKh/s1280/3%20Arah%20Utara.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;3 Arah Utara Dalam Ilmu Pelayaran&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLkcsBF20ip4ePx0EJkft0KY2m9GRHt142oYZkP3NKi2FuWXE4OzI7MX_f8jViGHL2g_txQG46zkf8UdiDTdtg_nCX4nNF8LgjArjbR6H3n3wddTEVtXYVrJK94eWpc6k-QFZ1XGOw29jT73UECQfjdqipUavezVQrSoEfZFAFjL-rr3JRsitGBgKh/w640-h360/3%20Arah%20Utara.jpg&quot; title=&quot;3 Arah Utara Dalam Ilmu Pelayaran&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;3 Arah Utara Dalam Ilmu Pelayaran&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Arah Utara yang pertama adalah&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Utara Sejati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yaitu Arah Utara yang sebenarnya. Arah Utara ini berada di suatu tempat kutub bumi bagian Utara, dan merupakan patokan untuk menentukan arah haluan kapal. Untuk memudahkan perhitungan, arah Utara Sejati diiliustrasikan dengan tanda panah yang menunjuk ke lurus atas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Utara Magnet&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam ilmu Fisika, kita ketahui bahwa magnet terdiri dari dua kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan. Jika suatu magnet di dekati oleh suatu logam, misalkan besi maka salah satu kutub magnet akan bergerak mendekati logam tersebut. Hal yang sama juga berlaku terhadap kutub Bumi. Bumi terdiri dari kandungan logam baik di dalam perut bumi maupun di permukaannya. kandungan logam-logam inilah yang mempengaruhi perubahan arah Utara bumi. Arah Utara ini lah yang disebut dengan Utara Magnet, yaitu arah Utara bumi yang sudah dipengaruhi oleh benda-benda bumi baik di dalam perut bumi maupun di permukaannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudut yang dibentuk antara Utara Sejati dengan Utara Magnet dinamakan Variasi Dengan demikian, secara &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/pelajaran-matematika-yang-harus.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;matematika&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dapat ditulis bahwa Variasi sama dengan Utara Magnet dikurangi Utara Sejati. Jika Utara Magnet berada di sebelah kanan Utara Sejati, atau Utara Magnet berada di sebelah Timur maka nilai variasi akan bertambah atau &lt;i&gt;increasing&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisY6DK_XzsgAYuusfUoZmz_wt3YclW7l1LvbXaM14Z81BZGwIePqHiF5lEw7iHFs7f5tBrPmGq_K6-w_68ZfpJpgPZpE5AiJav8_iW5FZh0vO3wY281rNLrVPQiPP0xI-ixsutVxdKKJEVKQuE-eN8UPzN_0sh0_jhT5Irf7J2gjIIH7eD91CwT2tI/s1280/Variasi%20Bertambah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Variasi bertambah&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisY6DK_XzsgAYuusfUoZmz_wt3YclW7l1LvbXaM14Z81BZGwIePqHiF5lEw7iHFs7f5tBrPmGq_K6-w_68ZfpJpgPZpE5AiJav8_iW5FZh0vO3wY281rNLrVPQiPP0xI-ixsutVxdKKJEVKQuE-eN8UPzN_0sh0_jhT5Irf7J2gjIIH7eD91CwT2tI/w640-h360/Variasi%20Bertambah.jpg&quot; title=&quot;Variasi bertambah&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Nilai variasi bertambah atau &lt;i&gt;increasing variation&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan jika Utara Magnet berada di sebelah kiri Utara Sejati, atau Utara Magnet berada di sebelah Barat maka nilai variasi akan berkurang atau &lt;i&gt;decreasing&lt;/i&gt;. Nilai variasi ditunjukkan pada Mawar Pedoman yang terdapat di dalam Peta Laut. Dengan demikian, jika seorang pelaut melakukan perhitungan variasi, maka harus diperhatikan nilai variasi pada peta laut (yaitu yang tercantum di mawar pedoman) dan tahun pembuatan peta laut.Contoh perhitungan variasi dapat dilihat di channel youtube &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=w5KkSqpj--A&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;yusep channel 33&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOtmAEDIVfLnKmFG_9Se9u49QUbIZWwGq_7G2fn20Z-CuW-k17AFQ31LyvZaIJWB9fMRcBVkL8X9qLvTvIPy6kL87B7XzIy1UyYxnXkt21F3Lrevh7tPMh1dyag1dxPl1-5wV23Sp972Mw3WZQaqkt0y2hlCCWeBgl3PeWz-j4QG3nksOosLoGRpio/s1280/Variasi%20Berkurang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Variasi Berkurang&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOtmAEDIVfLnKmFG_9Se9u49QUbIZWwGq_7G2fn20Z-CuW-k17AFQ31LyvZaIJWB9fMRcBVkL8X9qLvTvIPy6kL87B7XzIy1UyYxnXkt21F3Lrevh7tPMh1dyag1dxPl1-5wV23Sp972Mw3WZQaqkt0y2hlCCWeBgl3PeWz-j4QG3nksOosLoGRpio/w640-h360/Variasi%20Berkurang.jpg&quot; title=&quot;Variasi Berkurang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Nilai variasi berkurang atau &lt;i&gt;decreasing variation&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Utara Pedoman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain kandungan logam ada di bumi, besi-besi kapal pun mempengaruhi perubahan arah utara. Arah Utara inilah yang disebut dengan Utara Pedoman yaitu arah Utara yang sudah dipengaruhi oleh benda-benda di kapal. Dengan kata lain, Utara Pedoman adalah arah Utara yang ditunjukkan oleh kompas yang digunakan di &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kapal yang bergerak&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Sudut yang dibentuk antara Utara Magnet dengan Utara Pedoman dinamakan DEVIASI. Secara Matematika ditulis Deviasi sama dengan Utara Pedoman dikurangi Utara magnet&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sama halnya dengan variasi, jika Utara Pedoman berada di sebelah kanan Utara magnet atau Utara Pedoman berada di sebelah Timur, maka nilai deviasi akan bertambah dan sebaliknya, jika Utara Pedoman berada di sebelah kiri Utara magnet atau Utara Pedoman berada di sebelah Barat maka nilai deviasi akan berkurang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgowNXHKGTrj_eI5lwA7ibtLRG98kwB8tNqOruOcdOwTemHLh4LUGa3JGm1KA1MZUpoXCKJYq7yDj-UxfsPdIUAtGORVOeLQLl0Cr5slUsqfOuN_sKdsN9EFwc-R9HPf4csjB7HuKuLNVhtTNVv1HpOLND77VMFa7Jzz7skpUBeuVZ7b_82Tvi7GsRe/s1280/Deviasi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sudut antara Utara Magnet Dengan Utara Pedoman atau Deviasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgowNXHKGTrj_eI5lwA7ibtLRG98kwB8tNqOruOcdOwTemHLh4LUGa3JGm1KA1MZUpoXCKJYq7yDj-UxfsPdIUAtGORVOeLQLl0Cr5slUsqfOuN_sKdsN9EFwc-R9HPf4csjB7HuKuLNVhtTNVv1HpOLND77VMFa7Jzz7skpUBeuVZ7b_82Tvi7GsRe/w640-h360/Deviasi.jpg&quot; title=&quot;Sudut antara Utara Magnet Dengan Utara Pedoman atau Deviasi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sudut antara Utara Magnet Dengan Utara Pedoman di sebelah Timur atau Deviasi bertambah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRbB2TELkzOzUwCLBX8nHcnAOdpKEwfm637OG3TF44u853EgBzPgIO9kWrvyfo0bdIOHrnvx8NJZbjX3dFkv3D6Y5Sugk_ATOkM3dG6s4GC1vWnN31J6RsyG-tic0qC9lLKlWZZ0pYb5pppH4xOoY83VHZJaNkghXTbu3EAMK20esEZfaIczKWiq-S/s1280/Deviasi%20berkurang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sudut antara Utara Magnet Dengan Utara Pedoman di sebelah Barat atau Deviasi Berkurang&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRbB2TELkzOzUwCLBX8nHcnAOdpKEwfm637OG3TF44u853EgBzPgIO9kWrvyfo0bdIOHrnvx8NJZbjX3dFkv3D6Y5Sugk_ATOkM3dG6s4GC1vWnN31J6RsyG-tic0qC9lLKlWZZ0pYb5pppH4xOoY83VHZJaNkghXTbu3EAMK20esEZfaIczKWiq-S/w640-h360/Deviasi%20berkurang.jpg&quot; title=&quot;Sudut antara Utara Magnet Dengan Utara Pedoman di sebelah Barat atau Deviasi Berkurang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sudut antara Utara Magnet Dengan Utara Pedoman di sebelah Barat atau Deviasi Berkurang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari perbedaan Tiga Arah utara ini, yaitu Utara Sejati, Utara Magnet, dan Utara Pedoman maka kita mengetahui apa yang dinamakan dengan SEMBIR yaitu penjumlahan antara variasi dengan deviasi. Atau Sembir merupakan sudut yang dibentuk antara Utara Sejati dengan Utara Pedoman. Itulah 3 arah utara dalam ilmu pelayaran perikanan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=w5KkSqpj--A&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Simak materi 3 arah utara ini dan cara menghitung variasi dan deviasi melalui channel youtube Yusep Channel 33.&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=w5KkSqpj--A&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;KLIK DISINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/8459290640545143223/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/3-arah-utara-dalam-ilmu-pelayaran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/8459290640545143223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/8459290640545143223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/3-arah-utara-dalam-ilmu-pelayaran.html' title='3 Arah Utara Dalam Ilmu Pelayaran Perikanan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLkcsBF20ip4ePx0EJkft0KY2m9GRHt142oYZkP3NKi2FuWXE4OzI7MX_f8jViGHL2g_txQG46zkf8UdiDTdtg_nCX4nNF8LgjArjbR6H3n3wddTEVtXYVrJK94eWpc6k-QFZ1XGOw29jT73UECQfjdqipUavezVQrSoEfZFAFjL-rr3JRsitGBgKh/s72-w640-h360-c/3%20Arah%20Utara.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-4761924137820832563</id><published>2022-12-29T20:24:00.001+07:00</published><updated>2023-01-05T18:28:34.771+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alat Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Metode Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Apa Yang Dimaksud Dengan Gill Net Atau Jaring Insang</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa Yang Dimaksud Dengan &lt;i&gt;Gill Net&lt;/i&gt; Atau Jaring Insang ? &lt;i&gt;Gill net&lt;/i&gt; atau jaring insang merupakan
&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-trawl-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;alat penangkapan ikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran mata jaring
atau &lt;i&gt;mesh size&lt;/i&gt; tertentu yang disesuaikan dengan ukuran target ikan yang akan
ditangkap. Jaring digantungkan dan diikatkan pada tali yang disebut dengan tali
ris atas, demikian pula pada bagian bawah, jaring diikatkan pada tali yang
disebut dengan tali ris bawah. Berhimpitan dengan tali ris atas, terdapat tali
pelampung yang berfungsi untuk meletakan pelampung, dan berhimpitan dengan tali
ris bawah terdapat tali pemberat yang berfungsi untuk meletakkan pemberat. Dengan adanya gaya apung dari
pelampung dan gaya berat dari pemberat, maka jaring akan terbentang sempurna di
dalam air.&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDw3IaxS3i9GNNnNB3LgeqSGK4it5jMk_TxnjVhCMOso9hHrFxzhlZxrm--BVixPE5rZmWRkoHLjv2foTjFlpRHaBDD26eAsqXCPuajJ7UkB4XowwGhuf_6RFtR284m0YxnqHu5gcRU4eZPdVFN0HpXHka53k51O38odh01wxVKKjf-Ig_yERMJxUz/s1280/bagian-bagian%20jaring%20insang%20atau%20gill%20net.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bagian-bagian jaring insang atau gill net&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDw3IaxS3i9GNNnNB3LgeqSGK4it5jMk_TxnjVhCMOso9hHrFxzhlZxrm--BVixPE5rZmWRkoHLjv2foTjFlpRHaBDD26eAsqXCPuajJ7UkB4XowwGhuf_6RFtR284m0YxnqHu5gcRU4eZPdVFN0HpXHka53k51O38odh01wxVKKjf-Ig_yERMJxUz/w640-h360/bagian-bagian%20jaring%20insang%20atau%20gill%20net.jpg&quot; title=&quot;Bagian-bagian jaring insang atau gill net&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bagian-bagian jaring insang atau gill net&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bentangan ini berfungsi untuk
menghadang arah gerak ikan sehingga ikan yang menabrak jaring akan terjerat,
tersangkut, atau terbelit. Disebut dengan &lt;i&gt;gill net&lt;/i&gt; atau jaring insang, karena
kebanyakan, ikan yang tertangkap akan terjerat pada bagian insang atau &lt;i&gt;gill&lt;/i&gt;. Berdasarkan posisi peletakkan gill
net di perairan, gill net dibagi menjadi 3 jenis, yaitu &lt;i&gt;bottom gill net&lt;/i&gt; atau jaring insang dasar, yaitu
&lt;i&gt;gill net&lt;/i&gt; yang dipasang di dasar perairan dengan kedalaman perairan yang dangkal
yaitu antara 30 hingga 50 meter.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgleq-TZIjxW672-1dGaM-64GEAP7p0dlILZSciuxEcLLjhz_2hciIaYPiK0zXKmyi1mavmlCPGxB59O0M4LY1YPKEqVACse6s4GSA1wXaZRDscOcQ-Y4CIP9XalNR6vtCYOGVHQwWBPSsesYKSct0EKHJpNEYw9RT6J-xsfe5i7XzLGNrnV42L9fpr/s1280/bottom%20gill%20net.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bottom gill net atau jaring insang dasar&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgleq-TZIjxW672-1dGaM-64GEAP7p0dlILZSciuxEcLLjhz_2hciIaYPiK0zXKmyi1mavmlCPGxB59O0M4LY1YPKEqVACse6s4GSA1wXaZRDscOcQ-Y4CIP9XalNR6vtCYOGVHQwWBPSsesYKSct0EKHJpNEYw9RT6J-xsfe5i7XzLGNrnV42L9fpr/w640-h360/bottom%20gill%20net.jpg&quot; title=&quot;Bottom gill net atau jaring insang dasar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bottom gill net atau jaring insang dasar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian &lt;i&gt;midwater gill net&lt;/i&gt; atau jaring insang pertengahan perairan, yaitu gill net
yang penempatannya adalah di bagian kolom pertengahan perairan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd1W8ge9x2Nz54jQBBpiG9PMyQ4ixhGfvyhHLaNTu9CF3AOwBqZxVcvuXkKCwM2SOZmUfYVoQ0qiMLeHV9NKT7t9C1vESY4BGk6DI-E6VgDP-GYku0jCjqb62wDUjArFLmdcPM8hAhqPtcqoj9DTCkCO3GBAoGcTvK35UvUU60OQgr1fKGIet3J6Ge/s1280/Midwater%20gill%20net%20atau%20jaring%20insang%20pertengahan.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Midwater gill net atau jaring insang pertengahan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd1W8ge9x2Nz54jQBBpiG9PMyQ4ixhGfvyhHLaNTu9CF3AOwBqZxVcvuXkKCwM2SOZmUfYVoQ0qiMLeHV9NKT7t9C1vESY4BGk6DI-E6VgDP-GYku0jCjqb62wDUjArFLmdcPM8hAhqPtcqoj9DTCkCO3GBAoGcTvK35UvUU60OQgr1fKGIet3J6Ge/w640-h360/Midwater%20gill%20net%20atau%20jaring%20insang%20pertengahan.jpg&quot; title=&quot;Midwater gill net atau jaring insang pertengahan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Midwater gill net&lt;/i&gt; atau jaring insang pertengahan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Surface
gillnet&lt;/i&gt;, dimana gill net ini di pasang di dekat permukaan air, tandanya adalah
bawah tali pelampung akan terlihat di permukaan air. &lt;i&gt;Midwater gill net&lt;/i&gt; dan
&lt;i&gt;surface gill net&lt;/i&gt; dapat dioperasikan di perairan yang berkedalaman lebih dari
100 meter atau perairan yang dalam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfgq23_Ylp1m1l2KKWenKf_LZyZrmEuw0bcg8EfbOSz1XYdpNAzq1CYlxOYGpcn4fbI8DCuj9-PAK4HSXS1Y7s0vlBsFmfJ_Kkg2VndAtOFA_MTG8injqByL2RBtJJ6ML7_UIAMjimKhCC7dkAKkb4ne5luMN8hpd3jxzcdgFCpRzTLuxKVlY-16dy/s1280/Surface%20gill%20net.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Surface gill net atau jaring insang permukaan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfgq23_Ylp1m1l2KKWenKf_LZyZrmEuw0bcg8EfbOSz1XYdpNAzq1CYlxOYGpcn4fbI8DCuj9-PAK4HSXS1Y7s0vlBsFmfJ_Kkg2VndAtOFA_MTG8injqByL2RBtJJ6ML7_UIAMjimKhCC7dkAKkb4ne5luMN8hpd3jxzcdgFCpRzTLuxKVlY-16dy/w640-h360/Surface%20gill%20net.jpg&quot; title=&quot;Surface gill net atau jaring insang permukaan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Surface gill net&lt;/i&gt; atau jaring insang permukaan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut adalah sekilas cara operasi penangkapan ikan dengan gill net&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. &lt;i&gt;SETTING&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Operasi penangkapan ikan mulai dilakukan dengan diawali pencarian
&lt;i&gt;fishing ground&lt;/i&gt; atau daerah penangkapan ikan. Operasi penangkapan biasanya dilakukan
pada sore hari atau dini hari. &lt;i&gt;Fishing ground&lt;/i&gt; atau daerah penangkapan ikan
adalah daerah atau tempat dimana alat tangkap ikan dapat dioperasikan. &lt;i&gt;Fishing
ground&lt;/i&gt; adalah daerah yang diyakini banyak terdapat gerombolan ikan yang menjadi
target tangkapan. Salah satu tanda adanya gerombolan ikan adalah adanya warna
air yang berwarna gelap daripada sekelilingnya, dan terlihat loncatan-loncatan
ikan ke atas permukaan air.&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah menemukan gerombolan
ikan, dengan memperhatikan arah arus air dan arah gerak gerombolan ikan, jaring
insang mulai diturunkan ke dalam air. Penurunan jaring ke dalam air ini lazim
disebut dengan setting. Setting diawali dengan penurunan pelampung tanda.
Pelampung tanda adalah pelampung yang berukuran besar, biasanya berwarna
kontras misalnya warna merah. Untuk operasi penangkapan di malam hari, pelampung tanda dapat dibuat bamboo berpelampung yang ujung atasnya diberi
lampu. Fungsi pelampung tanda adalah untuk menandai ujung jaring dan selin itu
dapat difungsikan untuk memberitahukan kapal-kapal lain bahwa di daerah
tersebut ada jaring yang terbentang. Proses penurunan alat tangkap ikan ke dalam air adalah disebut dengan &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat penurunan jaring, kapal
bergerak maju dengan kecepatan perlahan, sehingga badan jaring akan lebih mudah
terbentang di dalam air. &lt;i&gt;Setting&lt;/i&gt; ini dilakukan di sisi
lambung kapal sebelah kiri, namun dapat juga yang dilakukan pada sisi lambung
kapal sebelah kanan. Hal ini tergantung dari arah arus airnya. Kunci Utama dari
penurunan jaring ini adalah agar jaring tidak terbelit oleh baling-baling
kapal. &lt;i&gt;Setting&lt;/i&gt; dapat dilakukan oleh 3 orang. Satu orang sebagai juru mudi, satu
orang sebagai pelempar tali pelampung, dan satu orang lagi bertugas sebagai
pelempar tali pemberat.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah semua jaring diturunkan ke
dalam air, jaring disambungkan dengan tali untuk diikatkan ke kapal. Selain
diikatkan ke kapal, ada kalanya ujung jaring terakhir diberi pelampung tanda
yang kedua dan kemudian jaring ditinggalkan oleh kapal. Tujuan ini biasanya
adalah agar kapal dapat berlindung untuk menghindari cuaca yang terprediksi atau
mendadak buruk yang dapat mengakibatkan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;bahaya kecelakaan kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;B. &lt;i&gt;DRIFTING&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Drifting&lt;/i&gt; artinya adalah hanyut. ini berarti, jaring insang dibiarkan di dalam
air, hanyut terbawa arus air selama kurang lebih 2 hingga 4 jam. Jika lebih dari
4 jam, ikan yang terjerat oleh jaring biasanya sudah rusak akibat dimakan
binatang air lainnya yang berukuran mikro, misalnya kutu air laut. Waktu &lt;i&gt;drifting&lt;/i&gt; dimanfaatkan oleh para awak
kapal untuk membersihkan kapal atau kegiatan lainnya yang dapat melepas
kejenuhan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;C. &lt;i&gt;HAULING&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;Setelah cukup waktu &lt;i&gt;drifting&lt;/i&gt;, kini
tiba saatnya mengangkat jaring insang yang terpasang di air ke atas kapal.
Proses pengangkatan alat penangkapan ikan ini disebut dengan istilah &lt;i&gt;“hauling”&lt;/i&gt;. Jika &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; dilakukan di lambung
kiri kapal, maka proses &lt;i&gt;hauling&lt;/i&gt; dilakukan di lambung kapal sebelah kanan, namun
tidak jarang pula ada yang melakukan proses &lt;i&gt;hauling&lt;/i&gt; pada lambung sebelah kiri
kapal.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat penarikan jaring, perlu
diperhatikan kembali cara menyusun jaring insang tersebut di atas kapal, yaitu
tali pelampung ada di bagian belakang dekat dengan buritan kapal, dan&amp;nbsp; tali pemberat ada di bagian depan dekat
dengan haluan kapal. Penyusunan jaring ini harus tertata sedemikian rupa agar
jaring tidak kusut pada proses &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;Hanya dua orang diperlukan untuk
proses &lt;i&gt;hauling&lt;/i&gt; ini, satu orang untuk menarik tali pelampung, dan satu orang
untuk menarik tali pemberat. &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dibiarkan hanyut, tidak perlu melaju. Awak
kapal yang lain bersiap sedia melepaskan ikan-ikan yang tertangkap oleh jaring.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;Jaring insang atau &lt;i&gt;gill net&lt;/i&gt; yang
dioperasikan adalah &lt;i&gt;bottom gill net&lt;/i&gt; yang dioperasikan
di air yang berkedalaman 30 meter. Tinggi jaring adalah 15 meter. Itu artinya,
ikan-ikan yang tertangkap adalah ikan yang berada didasar perairan hingga
berjarak 15 meter dari dasar laut. Dengan demikian, ikan-ikan yang tertangkap
adalah bukan hanya ikan demersal atau ikan yang hidup di dasar perairan, namun
juga ikan-ikan pelagis, yaitu ikan yang hidup di kolom perairan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Waktu yang diperlukan untuk proses &lt;i&gt;hauling&lt;/i&gt; ini
tidak menentu. Bisa dilakukan cepat jika jarang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;ikan yang tertangkap, namun bisa dilakukan dengan lama melebihi waktu
&lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; jika jaring dipenuhi dengan ikan yang terjerat. Pengambilan ikan dari
jaring harus dilakukan dengan segera dan teliti, hingga tidak ada ikan yang
tertinggal di jaring. Ikan-ikan yang tidak sempat dilepaskan dan tertinggal di
jaring akan menyebabkan bau busuk yang sangat tidak nyaman, dan selain itu
dapat mengakibatkan jaring cepat mengalami kerusakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=dDuWaMfmExQ&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Versi video artikel ini sudah ada di channel youtube Yusep channel 33. Klik disini.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/4761924137820832563/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-gill-net-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/4761924137820832563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/4761924137820832563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-gill-net-atau.html' title='Apa Yang Dimaksud Dengan Gill Net Atau Jaring Insang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDw3IaxS3i9GNNnNB3LgeqSGK4it5jMk_TxnjVhCMOso9hHrFxzhlZxrm--BVixPE5rZmWRkoHLjv2foTjFlpRHaBDD26eAsqXCPuajJ7UkB4XowwGhuf_6RFtR284m0YxnqHu5gcRU4eZPdVFN0HpXHka53k51O38odh01wxVKKjf-Ig_yERMJxUz/s72-w640-h360-c/bagian-bagian%20jaring%20insang%20atau%20gill%20net.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-1829923082510203416</id><published>2022-12-26T22:48:00.120+07:00</published><updated>2023-01-05T18:28:51.443+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangunan dan Stabilitas Kapal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>6 GERAKAN DASAR KAPAL</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jenis-jenis kapal baik dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, maupun berdasarkan sumber tenaga penggeraknya.&amp;nbsp;Berdasarkan fungsinya, ada kapal cargo yang berfungsi untuk mengangkut barang, kapal pesiar yang digunakan untuk liburan, kapal tanker untuk mengangkut minyak atau benda cair, kapal perang, hingga kapal ikan yang digunakan untuk &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-trawl-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;menangkap ikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;Berdasarkan sumber tenaga penggeraknya, ada kapal layar yang bergerak dengan tenaga angin, dan kapal motor yang bergerak dengan menggunakan motor diesel. Walaupun terdapat banyak tipe kapal dengan sumber tenaga penggerak yag berbeda, pada prinsipnya kapal akan mengalami enam gerakan dasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada intinya, Gerakan kapal akan bertumpu pada 3 sumbu koordinat ini, yaitu sumbu koordinat x yang sejajar dengan arah membujur kapal, Sumbu Koordinat Y yang sejajar dengan arah melintang kapal, dan sumbu koordinat Z yang tegak lurus ke arah atas kapal. Dan berikut adalah Gerakan-gerakan kapal berdasarkan ketiga arah koordinat tersebut.&amp;nbsp;Berdasarkan ketiga sumbu koordinat ini, Gerakan kapal digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu Gerakan Translasi, yaitu Gerakan kapal yang mengikuti sumbu koordinat, dan Gerakan rotasi dimana kapal berputar dengan sumbu koordinat sebagai porosnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX5xPEwQIpGXbQwGPF6fZGmwWcW821jF28Bix3N7NG_HJezESBMRdbRhTaGaCOuQvW2iTmN0wLwixQmayh_n7FmmBnJr-KxdjilpT3lvpqp4C9Z_V812ZROINZbB2Gtp1AzLzFAmuQPFp7n-YxcnUmr_o-pJFMsQiL8q2kCDC3iOUONoFmB8WGvOTZ/s1280/gerakan%20kapal%201.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;3 Sumbu Gerakan Kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX5xPEwQIpGXbQwGPF6fZGmwWcW821jF28Bix3N7NG_HJezESBMRdbRhTaGaCOuQvW2iTmN0wLwixQmayh_n7FmmBnJr-KxdjilpT3lvpqp4C9Z_V812ZROINZbB2Gtp1AzLzFAmuQPFp7n-YxcnUmr_o-pJFMsQiL8q2kCDC3iOUONoFmB8WGvOTZ/w640-h360/gerakan%20kapal%201.jpg&quot; title=&quot;3 Sumbu Gerakan Kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;3 Sumbu Gerakan Kapal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gerakan Translasi kapal dibagi menjadi 3, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;SURGING&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Surging adalah Gerakan kapal yang mengikuti sumbu x. Gerakan ini adalah Gerakan kapal ke arah depan ataupun ke arah belakang. Surging dapat juga disebut sebagai Gerakan maju mundurnya kapal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: white; color: black; font-family: inherit; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBLQ4oPMI7UlHW_ibOIR7f1aLiEtm3A6SDUxlhtU2FJ8EY4IAB_W_21NmeibFoLO3FVHAar3pgNFdRuRBt7yW_KvfuhRPWxt7M5mOg1fw5nTgWOs9tVSdHsXRdojEHsIFEXxqjwPk-I2lzwUO3dhX4QIo7OtwmDDDfmhw7VLPYBt8Z8aKKGcbCzUij/s1280/SURGING.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;GERAKAN KAPAL MAJU - MUNDUR&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBLQ4oPMI7UlHW_ibOIR7f1aLiEtm3A6SDUxlhtU2FJ8EY4IAB_W_21NmeibFoLO3FVHAar3pgNFdRuRBt7yW_KvfuhRPWxt7M5mOg1fw5nTgWOs9tVSdHsXRdojEHsIFEXxqjwPk-I2lzwUO3dhX4QIo7OtwmDDDfmhw7VLPYBt8Z8aKKGcbCzUij/w640-h360/SURGING.jpg&quot; title=&quot;GERAKAN KAPAL SURGING&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gerakan Kapal Surging&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;SWAYING&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Swaying adalah gerakan kapal yang mengikuti sumbu Y. Gerakan swaying adalah gerakan menyamping kapal ke arah kanan atau kiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;background: white; font-family: inherit; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjufREAVAYXTLkKu6hOv9rjYAOPadba_6YwI-iy9vAF9K_bgMK1k1_c8zMNhgW638AU9NWNUp9OEj8vgk3GZOPwE69geiLpopAsI4AbjWkgMdxyyydlQ1u_9MHsOeXK3Ci3OPcfHatfrkEzvQ3Gq3Qdz5dIcdQHhI_NTUnbFk-2WUlxKWSvAGes54ms/s1280/swaying.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gerakan Kapal Swaying&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjufREAVAYXTLkKu6hOv9rjYAOPadba_6YwI-iy9vAF9K_bgMK1k1_c8zMNhgW638AU9NWNUp9OEj8vgk3GZOPwE69geiLpopAsI4AbjWkgMdxyyydlQ1u_9MHsOeXK3Ci3OPcfHatfrkEzvQ3Gq3Qdz5dIcdQHhI_NTUnbFk-2WUlxKWSvAGes54ms/w640-h360/swaying.jpg&quot; title=&quot;Gerakan Kapal Swaying&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gerakan kapal Swaying&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HEAVING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Heaving adalah gerakan kapal yang emngikuti sumbu Z. Gerakan ini adalah gerakan kapal ke atas dan ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghDOVtLH7nI5CbQVDZCumwhpmGuk7z-celalcptiSYHUolwgkC5px4r-KcMj0RKvOOAiK0Dl8ctnLxNieuHZt3R-rf4qsn5EsknF50Nuu-eY1aumWOsGQrcWF2Wos4woWTKsbACgmyBgsUe-jF84-Oagc6JgzRKtrpBsNg0Wo8qNudGr2SlpuL30VG/s1280/heaving.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gerakan Kapal Heaving&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghDOVtLH7nI5CbQVDZCumwhpmGuk7z-celalcptiSYHUolwgkC5px4r-KcMj0RKvOOAiK0Dl8ctnLxNieuHZt3R-rf4qsn5EsknF50Nuu-eY1aumWOsGQrcWF2Wos4woWTKsbACgmyBgsUe-jF84-Oagc6JgzRKtrpBsNg0Wo8qNudGr2SlpuL30VG/w640-h360/heaving.jpg&quot; title=&quot;Gerakan Kapal Heaving&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gerakan Kapal Heaving&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sementara itu terdapat 3 gerakan Rotasi kapal, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;ROLLING&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dimana kapal berputar dengan sumbu X sebagai poros.&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: inherit; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpmW5lL2JIczlGvGyHEeO9qmdlZ8a1DB8i8XISCje1iMbZjLpY-PxYDOt5eOcOyESmqhX4aM5lO0fXToojTx9fvmWr20B1buK0Vk-AWV2xGfV3pP3RQdZL7OVlmpuK3x6CVbFEs6PwRXvvH15urTiNRIYecUPNj7vF0I2pQZJMz_vIc1aQF9EtSuf/s1280/Rolling.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gerakan Kapal Rolling&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnpmW5lL2JIczlGvGyHEeO9qmdlZ8a1DB8i8XISCje1iMbZjLpY-PxYDOt5eOcOyESmqhX4aM5lO0fXToojTx9fvmWr20B1buK0Vk-AWV2xGfV3pP3RQdZL7OVlmpuK3x6CVbFEs6PwRXvvH15urTiNRIYecUPNj7vF0I2pQZJMz_vIc1aQF9EtSuf/w640-h360/Rolling.jpg&quot; title=&quot;Gerakan Kapal Rolling&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gerakan Kapal Rolling&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;YAWING&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dimana kapal berputar dengan sumbu Z sebagai poros.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCqnGV6FpV-SGuMhRvitNA-4YgadhdtOK8fWNduL4fC67uou23o4q325jmhS5mmY-Lrkpe8xsOxmiDMiK_EhELELdmxUfKQmYkXwWaQLE-_Vob6yXny4jmdMHCntqg6YYJyvPW6vBIOzs5gDRTBKy0z7HOcZVu8rDlMv8YNODWyU0gnfPo3BZpkaJZ/s1280/Yawing.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gerakan Kapal Yawing&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCqnGV6FpV-SGuMhRvitNA-4YgadhdtOK8fWNduL4fC67uou23o4q325jmhS5mmY-Lrkpe8xsOxmiDMiK_EhELELdmxUfKQmYkXwWaQLE-_Vob6yXny4jmdMHCntqg6YYJyvPW6vBIOzs5gDRTBKy0z7HOcZVu8rDlMv8YNODWyU0gnfPo3BZpkaJZ/w640-h360/Yawing.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gerakan Kapal Yawing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;PITCHING&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dimana kapal berputar atau berotasi dengan sumbu Y sebagai poros&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghb1RRxPwTsw6MCyS2zFhv78MR5vs4x86f9lhZymupdmonM5MHEt3OiEaYCKFKRnkzIIeewmyJnHGEXW3xdhH0EEp8X1nAFc4I1GnwXNYymdf-VRWO9DoSrBD2FkA0YyJ0-qouo1yEKaD5b36nTOKNt79dyX59GkcoVyxxBePuuYJdvBEiQnoxccB-/s1280/Pitching.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gerakan Kapal Pitching&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghb1RRxPwTsw6MCyS2zFhv78MR5vs4x86f9lhZymupdmonM5MHEt3OiEaYCKFKRnkzIIeewmyJnHGEXW3xdhH0EEp8X1nAFc4I1GnwXNYymdf-VRWO9DoSrBD2FkA0YyJ0-qouo1yEKaD5b36nTOKNt79dyX59GkcoVyxxBePuuYJdvBEiQnoxccB-/w640-h360/Pitching.jpg&quot; title=&quot;Gerakan Kapal Pitching&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gerakan Kapal Pitching&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pada gerakan pitching, kapal akan mengalami apa yang dinamakan dengan TRIM, yaitu perbedaan antara sarat haluan dengan sarat buritan kapal atau bagian belakang kapal. Jika sarat Haluan atau bagian depan kapal lebih kecil dari sarat belakang, maka kapal berada dalam posisi yang disebut dengan nonggak atau dalam Bahasa inggris disebut &lt;i&gt;Trim by astern&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;font-size: 12pt; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU-5C8rdSaHrFdzngTd52nOmONAF751CCOfZS_R_X67drGWjmNo59eVQXhUWG5qluTxXskb1XNHdrjXdPyeJBtLsbC2SyuQ9sZxpp7bX2pb0fLmDJc0BTF29suN2nAJVkOIIvauhDTuWcTP1pq732CzlptUFxk6FfEj3j8mdgcQThOmJ56kWTksEjI/s1280/Trim%20By%20Astern.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal Nonggak&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU-5C8rdSaHrFdzngTd52nOmONAF751CCOfZS_R_X67drGWjmNo59eVQXhUWG5qluTxXskb1XNHdrjXdPyeJBtLsbC2SyuQ9sZxpp7bX2pb0fLmDJc0BTF29suN2nAJVkOIIvauhDTuWcTP1pq732CzlptUFxk6FfEj3j8mdgcQThOmJ56kWTksEjI/w640-h360/Trim%20By%20Astern.jpg&quot; title=&quot;Trim By Astern&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kapal Nonggak atau Trim By Astern&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-style: italic; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jika sarat Haluan atau bagian depan kapal lebih kecil dari sarat belakang, maka kapal berada dalam posisi yang disebut dengan nungging atau dalam Bahasa inggris disebut &lt;i&gt;Trim by head&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2BdaFX2NzdQqU4YwKK2IqeMpiUva6kJ43URURwcvwrX-7ZmSuKSyuU5o0e5nGO07Zwi9QfcOqLjkKGMk85v3WIbZgCr0uMdOnQZjramxeJ7L1NvtJiTgo5lYPzvY1z3v8fLxMvajvCH1xvPAlqMTqkby0sDMOgt9UN_hmV05TGivnPT5EvrUafpFs/s1280/Trim%20By%20Head.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal Nungging&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2BdaFX2NzdQqU4YwKK2IqeMpiUva6kJ43URURwcvwrX-7ZmSuKSyuU5o0e5nGO07Zwi9QfcOqLjkKGMk85v3WIbZgCr0uMdOnQZjramxeJ7L1NvtJiTgo5lYPzvY1z3v8fLxMvajvCH1xvPAlqMTqkby0sDMOgt9UN_hmV05TGivnPT5EvrUafpFs/w640-h360/Trim%20By%20Head.jpg&quot; title=&quot;Kapal Trim By Head&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;kapal Nungging atau Trim By Head&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dan jika Sarat depan kapal, sarat tengah kapal, dan sarat belakang kapal berada dalam jarak yang sama, maka kapal berada dalam posisi &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Even Keel&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlE56o4Z1922qDyHg-Igi9Tv8ClVcXmfV5__rFRxCNi8ZB1VQGLqrQAZGDJSrB5ZjZbpxcUAJaUIQvCvVuikhT0xrcrfo1RGvDhR9kWlb4hoLpgctwlQRzrUY0sU2rNmceh_SR-0Pj0V_DezOdilTOcAgn3sqPUtScr5R0ehQDZohL0ch3USf_BCGh/s1280/Even%20Keel.jpg&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal Even Keel&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlE56o4Z1922qDyHg-Igi9Tv8ClVcXmfV5__rFRxCNi8ZB1VQGLqrQAZGDJSrB5ZjZbpxcUAJaUIQvCvVuikhT0xrcrfo1RGvDhR9kWlb4hoLpgctwlQRzrUY0sU2rNmceh_SR-0Pj0V_DezOdilTOcAgn3sqPUtScr5R0ehQDZohL0ch3USf_BCGh/w640-h360/Even%20Keel.jpg&quot; title=&quot;Kapal Even Keel&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kapal Even Keel&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Itulah 6 gerakan dasar kapal yang semua pergerakan tersebut dipengaruhi oleh Gerakan angin, gelombang air laut, arus air laut, dimensi kapal, hingga jumlah muatan yang dibawanya.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gerakan ini dapat disebakan oleh kapal іtu sendiri atau yang disebut dengan manouveribility ) maupun disebabkan dari luar kapal atau disebut factor seakeeping.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Factor dari kapal meliputi dimensi kapal maupun berat kapal yang akan mempengaruhi kemampuan bermanuver atau bergerak kapal. Sedangkan factor dari luar kapal dapat berupa gelombang air, Gerakan angin, hingga muatan. Faktor dalam dan luar kapal ini yang akan mengakibatkan adanya pergerakan kapal. 6 Gerakan dasar kapal ini adaalh gerakan yag pasti akan terjadi pada kapal yang sedang berlayar, karena itu para pelaut harus memahami gerakan-gerakan kapal ini sehingga dapat terhindar dari &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kecelakaan kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=8yq9gqmuMo8&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tonton materi 6 gerakan dasar kapal versi video di channel youtube yusep channel 33. Klik disini!&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: inherit; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/1829923082510203416/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/1829923082510203416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/1829923082510203416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html' title='6 GERAKAN DASAR KAPAL'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX5xPEwQIpGXbQwGPF6fZGmwWcW821jF28Bix3N7NG_HJezESBMRdbRhTaGaCOuQvW2iTmN0wLwixQmayh_n7FmmBnJr-KxdjilpT3lvpqp4C9Z_V812ZROINZbB2Gtp1AzLzFAmuQPFp7n-YxcnUmr_o-pJFMsQiL8q2kCDC3iOUONoFmB8WGvOTZ/s72-w640-h360-c/gerakan%20kapal%201.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-2644043073639672908</id><published>2022-12-25T22:24:00.004+07:00</published><updated>2023-01-05T18:28:57.114+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Maritim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>SEJARAH PERAIRAN INDONESIA</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejarah Perairan Indonesia diawali pada masa sebelum
Indonesia Merdeka yaitu pada tahun 1939, dimana Belanda masih berada di Indonesia.
dan masih disebut Hindia Belanda. Pada masa itu laut wilayah Hindia Belanda diatur dengan
ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim tahun 1939. Ordonansi ini menyatakan bahwa laut teritorial Indonesai
adalah selebar 3 mil diukur dari garis air terendah dari pulau-pulau di wilayah daratan
Indonesia. Ketika Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, maka secara
otomatis wilayah Indonesia berdasarkan Ordonansi tahun 1939 ini diwariskan menjadi milik Negara Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGfHdEkBgJzqlCXUJ1E3TBD0CSwyUO1Hz0cCsMKeiqfwNRt2UcNWdR0ZWSp8LnWwg3nDvmgzw5rcjQsoQSNLlhNH3vu_eFJy3vLLGpQXhTvh0kN_uDTdNYiuSvDdhZMLct9RBTQ36STD8dsnXo1SciIaN3IfbKR2kcxpdQBj9FDvdyElLY9CE1cFeC/s880/1939.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Wilayah Laut Indonesia Sebelum Merdeka&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;412&quot; data-original-width=&quot;880&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGfHdEkBgJzqlCXUJ1E3TBD0CSwyUO1Hz0cCsMKeiqfwNRt2UcNWdR0ZWSp8LnWwg3nDvmgzw5rcjQsoQSNLlhNH3vu_eFJy3vLLGpQXhTvh0kN_uDTdNYiuSvDdhZMLct9RBTQ36STD8dsnXo1SciIaN3IfbKR2kcxpdQBj9FDvdyElLY9CE1cFeC/w640-h300/1939.JPG&quot; title=&quot;Wilayah Laut Teritorial Indonesia Tahun 1939&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Wilayah Laut Teritorial Indonesia Sebelum Merdeka Tahun 1939&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akan tetapi, lebar laut 3 mil ini oleh Pemerintah Indonesia
dirasa terdapat kelemahan dan sudah tidak dapat menjamin kepentingan-kepentingan negara, terutama di
bidang pertahanan. Yang paling jelas terlihat dalam ordonansi 1939 ini adalah
bahwa setip pulau memiliki laut teritorial sendiri. Dan diantara pulau-pulau, akan terdapat laut bebas yang
dapat dimasuki oleh &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kapal-kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; perang milik negara lain. Hal ini jelas akan mengancam pertahanan dan kemanan negara.
Belum lagi pada kepentingan ekonomi dimana dengan adanya laut bebas di antara pulau, maka pengawasan dan
pengelolaan sumberdaya, baik &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/wilayah-pengelolaan-perikanan-wpp-ri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pengelolaan sumberdaya ikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; maupun sumberdaya alam lainnya akan sulit dilakukan. Atas dasar inilah, pada tanggal 13 Desember 1957 Pemerintah
Indonesia mengeluarkan suatu pernyataan atau deklarasi tentang wilayah perairan Indonesia. Penggagas deklarasi ini
adalah Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, yang pada waktu itu merupakan Perdana Menteri Indonesia, sehingga
deklarasi ini dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Pada Deklarasi ini menyatakan:&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh64JuSrXe7SgP0FikFaq-nOnfdiPTQLyAR50hqSI2JyH1gM3_E9ez70cRqgPiRzZRG8X8TQZrlN-M78MJloSevROS8vK-0HVjmZnouHpOqJKgaKkAaqRseSBDMIIUPUs89tlVm77_QxGc1mSw3VEi3uKYJCJr49wuVPnLecjozOKSA3wvKNMNcr13T/s880/juanda%201957.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;412&quot; data-original-width=&quot;880&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh64JuSrXe7SgP0FikFaq-nOnfdiPTQLyAR50hqSI2JyH1gM3_E9ez70cRqgPiRzZRG8X8TQZrlN-M78MJloSevROS8vK-0HVjmZnouHpOqJKgaKkAaqRseSBDMIIUPUs89tlVm77_QxGc1mSw3VEi3uKYJCJr49wuVPnLecjozOKSA3wvKNMNcr13T/w640-h300/juanda%201957.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Wilayah laut Indonesia Berdasarkan Deklarasi Djuanda 1957&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang
menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia,
dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia
dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah
kedaulatan negara Republik Indonesia.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Penentuan batas laut l2 mil yang diukur dari
garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan
Undang-undang&quot; (Sekretariat Jenderal MPR-RI,2006:108)&quot;. Dengan adanya deklarasi ini, maka wilayah laut bebas antar
pulau sudah tidak ada lagi Laut antar pulau ini sudah menyatu menjadi wilayah Negara
Republik Indonesia. Deklarasi Djuanda ini pada tahun 1960 mulai dikukuhkan dalam
bentuk Undang-undang Nomor 4 PRP Tahun 1960. Dengan lahirnya undang-undang ini, maka ordonansi tahun 1939 warisan pemerintah kolonial
Belanda dinyatakan tidak berlaku lagi...&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akan tetapi pengukuhan pernyataan wilayah laut ini belum
diakui oleh negara asing. Deklarasi Djuanda ini mendapat reaksi keras dari
negara-negara asing. Negara pertama yang memprotes keras pernyataan konsep
Indonesia Archipelagic State atau Negara Kepulauan Indonesia ini adalah Amerika serikat, kemudian segera disusul Inggris, Australia, Belanda, Perancis, dan Selandia Baru.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konsep wilayah negara kepulauan mulai diakui oleh dunia
internasional dan menjadi hukum internasional pada Konvensi PBB ketiga tentang
hukum laut di Teluk Montego Jamaica pada tanggal 10 Desember 1982. Ini berarti butuh waktu 25 tahun bagi Indonesia untuk
memperjuangkan konsep negara kepulauan, yaitu dari tahun 1957 hingga tahun
1982. Ketika perjuangan pengakuan konsep negara kepulauan masih
berlangsung, pada tahun 1973, Pemerintah mengeluarkan Undang-undang Nomor 1
tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfZLKtG8ZIlcciCaxZYlr5GoAJjyqsVZnKlBmB5gG5Zln8GSXpXcC1FfszAK1sKlIIHigLI0Px7EeEfAENhHDL77REYxyrItwk8vyKnn323E8gQVbe5s9ibJnLYSXIH1TcONk68zRPEcXyIMpkYq8vkSAhI57byaC9EBiqmXez91FnOFRRqYCF_l7g/s1366/landas%20kontinen.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengertian Laut Teritorial, Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;1366&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfZLKtG8ZIlcciCaxZYlr5GoAJjyqsVZnKlBmB5gG5Zln8GSXpXcC1FfszAK1sKlIIHigLI0Px7EeEfAENhHDL77REYxyrItwk8vyKnn323E8gQVbe5s9ibJnLYSXIH1TcONk68zRPEcXyIMpkYq8vkSAhI57byaC9EBiqmXez91FnOFRRqYCF_l7g/w640-h360/landas%20kontinen.jpg&quot; title=&quot;Pengertian Laut Teritorial, Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar Ilustrasi Laut Teritorial, Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terbitnya Undang-undang tentang Landas Kontinen ini adalah
didasari oleh Konvensi Jenewa Tahun 1958 tentang Continental shelf yang isinya
adalah pengakuan hak eksploitasi kekayaan alam di landas kontinen dan penetapan garis batas landas kontinen antar negara yang
berdekatan. Landas Kontinen adalah dasar laut dan tanah di bawahnya di luar
Perairan wilayah Republik Indonesia hingga kedalaman 200 meter atau lebih
dimana masih mungkin diselenggarakan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam. Dengan adanya Undang-undang ini, maka Indonesia memiliki &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/wilayah-pengelolaan-perikanan-wpp-ri.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;hak eksplorasi dan eksploitasi kekayaan laut&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; di wilayah landas kontinen termasuk di dalam lapisan tanah di bawahnya seluas kurang
lebih 2.500.000 km persegi.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVf5aD5XJkK5V0dqwSrH8lXOipmVXjY0ysepUExFedtDq_gq9ADnZvhJUDcsTxtFp6y28jPsOpp3sFOEmYPa6e3-Fm3h_SNmHRn7vL4Zk9O1ivGtWuvAmMgExaR43fDIHJMUFh16bYbYzxMvQUv1waj8w52QAFo2Q9CHsW5jOOR4QTbUwZmxSj06hy/s613/landas%20kontinen.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Landas Kontinen Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;265&quot; data-original-width=&quot;613&quot; height=&quot;276&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVf5aD5XJkK5V0dqwSrH8lXOipmVXjY0ysepUExFedtDq_gq9ADnZvhJUDcsTxtFp6y28jPsOpp3sFOEmYPa6e3-Fm3h_SNmHRn7vL4Zk9O1ivGtWuvAmMgExaR43fDIHJMUFh16bYbYzxMvQUv1waj8w52QAFo2Q9CHsW5jOOR4QTbUwZmxSj06hy/w640-h276/landas%20kontinen.JPG&quot; title=&quot;Landas Kontinen Indonesia&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Landas Kontinen Indonesia menurut UU No. 1 tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konvensi PBB tentang Hukum Laut pada tahun 1982, selain
mengukuhkan hukum internasional mengenai negara kepulauan, konvensi ini juga
mengukuhkan hal yang dinamakan Zona Ekonomi Ekslusif atau lebih dikenala dengan singkatan
ZEE. Zona Ekonomi Ekslusif adalah wilayah laut bebas yang berada
dan tunduk pada hukum internasional, namun isi kekayaan alamnya menjadi hak
eksklusif negara pantai dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasinya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;Dengan dasar konvensi internasional ini, maka Pemerintah RI
mengeluarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Keslusif
Indonesia, yang lebarnya adalah 200 mil laut yang diukur dari garis-garis pangkal laut
wilayah Indonesia melalui pengaturan ZEE, Indonesia memiliki hak ekslusif atas
pengelolaan kekayaan alam seluas kurang lebi 2.700.000 km persegi.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisXYqoMmykYK35g7mEVZ2O6MLI-iMMDX69mkZ8J6tXKxSlgs1FnBVAq4qCCv_covzcWAJLnYHXZCr7o4SyVijeNoJMhKfAjVacAysMD4frFWPaI08FKoCH1A8zQ3GgzWsfPKN6mplxUuxsJ34SaQKtcGAyenrJArKlIVCdq1IEmhycLWA6QTrZ5_JR/s1018/ZEE.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif indonesia&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;571&quot; data-original-width=&quot;1018&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisXYqoMmykYK35g7mEVZ2O6MLI-iMMDX69mkZ8J6tXKxSlgs1FnBVAq4qCCv_covzcWAJLnYHXZCr7o4SyVijeNoJMhKfAjVacAysMD4frFWPaI08FKoCH1A8zQ3GgzWsfPKN6mplxUuxsJ34SaQKtcGAyenrJArKlIVCdq1IEmhycLWA6QTrZ5_JR/w640-h358/ZEE.jpg&quot; title=&quot;Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif indonesia (ZEEI)&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Wilayah ZEE Indonesia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;UU Nomor 4 Prp. Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia
sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan rezim hukum negara kepulauan hasil
konvensi PBB tahun 1982, maka atas dasar itu, UU Nomor 4 Prp. Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia
dicabut dan diganti dengan UU nomor. 6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada tahun 2008, Pemerintah Indonesia mengeluarkan PP Nomor
37 tahun 2008 tentang perubahan PP No. 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinat
Geografis Titik- Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia. Daftar koordinat titik garis pangkal ini merupakan titik nol
perhitungan jarak Zona Ekonomi Ekslusif dan juga sekaligus batas wilayah
teritorial Indonesia. Lengkaplah sudah &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;aturan-aturan hukum&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang melindungi
batas-batas maritim Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang
kini disebut dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=O9hhJBOG83o&amp;amp;t=339s&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Klik disini untuk menonton Sejarah Perairan Indonesia versi video.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/2644043073639672908/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/sejarah-perairan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2644043073639672908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2644043073639672908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/sejarah-perairan-indonesia.html' title='SEJARAH PERAIRAN INDONESIA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGfHdEkBgJzqlCXUJ1E3TBD0CSwyUO1Hz0cCsMKeiqfwNRt2UcNWdR0ZWSp8LnWwg3nDvmgzw5rcjQsoQSNLlhNH3vu_eFJy3vLLGpQXhTvh0kN_uDTdNYiuSvDdhZMLct9RBTQ36STD8dsnXo1SciIaN3IfbKR2kcxpdQBj9FDvdyElLY9CE1cFeC/s72-w640-h300-c/1939.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-1249375239803082518</id><published>2022-12-24T22:36:00.001+07:00</published><updated>2023-01-05T18:29:01.970+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Maritim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-RI) dan Jalur Penangkapan Ikan</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-RI) dan Jalur Penangkapan Ikan merupakan produk hukum perundang-undangan Negara Indonesia yang berfungsi untuk mengelola sumberdaya perikanan agar dapat berkelanjutan dan bermanfaat untuk seluruh rakyat Indonesia. Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-RI) dan Jalur Penangkapan Ikan diatur dalam dua &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;aturan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang berbeda namun dikeluarkan oleh satu institusi yang sama, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Berikut adalah penjelasan secara singkat mengenai Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-RI) dan Jalur Penangkapan Ikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;A. Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Peraturan Menteri kelautan dan Perikanan Nomor 18 tahun 2014 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, wilayah pengelolaan perikanan adalah wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan
perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona
ekonomi eksklusif Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan Peraturan ini, maka wilayah pengelolaan
perikanan Republik Indonesia terbagi menjadi sebelas wilayah pengelolaan perikanan, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 571 meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat
Sumatera dan Selat Sunda;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 573 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Selatan
Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut
Timor bagian Barat;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 711 meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna,
dan Laut China Selatan;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 712 meliputi perairan Laut Jawa;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone,
Laut Flores, dan Laut Bali;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 714 meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 715 meliputi perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram dan Teluk Berau;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 716 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara
Pulau Halmahera;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 717 meliputi perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;WPPNRI 718 meliputi perairan Laut Aru, Laut Arafuru, dan
Laut Timor bagian Timur.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqaOcz4rPCnbrGcaCR8Pzt38sRwOBH0zA9gjfcnBDuvx5J_rWvGHWEC__OBTgvvQQV7TI1Sgt1iP6sfGexkbFns8N5SWWWBlrBPGdSHdzSOzCmCV9N7GKHysqvSgL59WSY97uXrTx-BmviuN9eq9oRCB6bQ5jOJX80nYxA5Vwv5cz1A3--0fzFmgrs/s1280/WPP%20INDONESIA.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqaOcz4rPCnbrGcaCR8Pzt38sRwOBH0zA9gjfcnBDuvx5J_rWvGHWEC__OBTgvvQQV7TI1Sgt1iP6sfGexkbFns8N5SWWWBlrBPGdSHdzSOzCmCV9N7GKHysqvSgL59WSY97uXrTx-BmviuN9eq9oRCB6bQ5jOJX80nYxA5Vwv5cz1A3--0fzFmgrs/w640-h360/WPP%20INDONESIA.jpg&quot; title=&quot;Peta WPP-RI&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Peta Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia (WPP-RI)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;B. Jalur Penangkapan Ikan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikutnya adalah daerah penangkapan ikan yang diatur
melalui jalur penangkapan ikan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 02 Tahun 2011 tentang Jalur Penangkapan Ikan. Daerah Penangkapan Ikan adalah daerah atau area dimana suatu populasi perikanan dapat
ditangkap oleh kapal-kapal penangkap ikan dengan menggunakan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-trawl-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;peralatan penangkapan ikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang dimilikinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalur Penangkapan ikan adalah wilayah perairan yang merupakan bagian dari WPP-NRI untuk
pengaturan dan pengelolaan kegiatan penangkapan yang menggunakan alat penangkapan ikan yang diperbolehkan
dan/atau yang dilarang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalur Penangkapan ikan terdiri dari :&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalur penangkapan ikan satu A, meliputi perairan pantai
sampai dengan 2 (dua) mil laut yang diukur dari permukaan air laut pada surut terendah.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalur penangkapan ikan IB, meliputi perairan pantai di luar
2 (dua) mil laut sampai dengan 4 (empat) mil laut.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalur Penangkapan Ikan II yang meliputi perairan di luar jalur penangkapan ikan I sampai
dengan 12 (dua belas) mil laut diukur dari permukaan air laut pada surut terendah.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalur Penangkapan Ikan III meliputi ZEEI dan perairan di luar jalur penangkapan ikan
II.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lebih dari jalur III merupakan laut lepas dimana laut lepas ini merupakan daerah diluar wilayah negara Republik Indonesia, dan pemanfaatannya bebas dilakukan oleh negara manapun.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8wAXHLgVqMElQR1ZAJcMs6sRXRJebSi2UMhLf9zscELvFBwkdtu5_D4_-wQpPPRJ7DQqqizpixYu72ykdKWNheCzFkQ47Ok6vwclxEGWCmsDnADlHNIL_fn-HKt8QSQriah6X6wMhLUdQRBF7ysIDm_OwGMZauhZAG4zKgH38iqlejqImr7yy3eWN/s1280/Jalur%20penangkapan%20Ikan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jalur Penangkapan Ikan menurut Permen KP No 02 Tahun 2011&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8wAXHLgVqMElQR1ZAJcMs6sRXRJebSi2UMhLf9zscELvFBwkdtu5_D4_-wQpPPRJ7DQqqizpixYu72ykdKWNheCzFkQ47Ok6vwclxEGWCmsDnADlHNIL_fn-HKt8QSQriah6X6wMhLUdQRBF7ysIDm_OwGMZauhZAG4zKgH38iqlejqImr7yy3eWN/w640-h360/Jalur%20penangkapan%20Ikan.jpg&quot; title=&quot;Jalur Penangkapan Ikan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ilustrasi Jalur Penangkapan Ikan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah daerah penangkapan ikan berdasarkan pengaturan
wilayah yang diatur oleh peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 18 tahun
2014 tentang wilayah Pengelolaan Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 02 tahun 2011
tentang Jalur Penangkapan Ikan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=3VX7LUhHvyQ&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Klik disini untuk melihat penjelasan&amp;nbsp;Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-RI) dan Jalur Penangkapan Ikan versi video.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/1249375239803082518/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/wilayah-pengelolaan-perikanan-wpp-ri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/1249375239803082518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/1249375239803082518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/wilayah-pengelolaan-perikanan-wpp-ri.html' title='Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-RI) dan Jalur Penangkapan Ikan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqaOcz4rPCnbrGcaCR8Pzt38sRwOBH0zA9gjfcnBDuvx5J_rWvGHWEC__OBTgvvQQV7TI1Sgt1iP6sfGexkbFns8N5SWWWBlrBPGdSHdzSOzCmCV9N7GKHysqvSgL59WSY97uXrTx-BmviuN9eq9oRCB6bQ5jOJX80nYxA5Vwv5cz1A3--0fzFmgrs/s72-w640-h360-c/WPP%20INDONESIA.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-2244935694433702781</id><published>2022-12-23T18:40:00.002+07:00</published><updated>2023-01-05T18:29:08.256+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum Maritim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prosedur Darurat"/><title type='text'>Jenis-jenis Kecelakaan Kapal Menurut Undang-undang Pelayaran</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Undang-undang Pelayaran, yaitu Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, kecelakaan kapal merupakan kejadian yang dialami oleh kapal yang dapat mengancam keselamatan kapal dan atau jiwa manusia. Dan keselamatan kapal adalah suatu keadaan kapal yang telah memenuhi segala persyaratan dapat dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian yang meliputi :material pembuatan kapal, konstruksi kapal, bangunan kapal, permesinan dan perlistrikan, stabilitas, dan tata susunan perlengkapan-perlengkapan kapal seperti alat penolong, radio, dan alat NAVIGASI elektronik. Undang-undang no. 17 Tahun 2008 ini juga memuat definisi dari jenis-jenis kecelakaan kapal. Jenis-jenis kecelakaan kapal menurut Undang-undang pelayaran tersebut adalah:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. TENGGELAM (SINK)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kapal tenggelam adalah peristiwa masuknya air laut ke dalam badan kapal, yang menyebabkan berat benda menjadi lebih besar dari gaya apung akibat air yang diterima oleh kapal tersebut. Kapal tenggelam dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, baik faktor manusia maupun faktor alam, yaitu cuaca.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmMEkfYl2dDyIBZO9aBQUnGmVvXpEqrIXoRe23utlSZMQJv06PLNXwoPsLTaqjZq8NbOit27kNl5R_fk9oZHgcGhVskCk5PuGskVAUH9IlE4bvgbuwXdm5KNsJOveWZr3s6shbBjPpyKgHCFIoqga2r7sKJeGPWz2Rvckvpj776t-jNYx4v_zJkEHe/s365/kapal%20tenggelam.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal Tenggelam&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;186&quot; data-original-width=&quot;365&quot; height=&quot;326&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmMEkfYl2dDyIBZO9aBQUnGmVvXpEqrIXoRe23utlSZMQJv06PLNXwoPsLTaqjZq8NbOit27kNl5R_fk9oZHgcGhVskCk5PuGskVAUH9IlE4bvgbuwXdm5KNsJOveWZr3s6shbBjPpyKgHCFIoqga2r7sKJeGPWz2Rvckvpj776t-jNYx4v_zJkEHe/w640-h326/kapal%20tenggelam.png&quot; title=&quot;Foto Kapal Tenggelam&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar Kapal Tenggelam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. TERBAKAR (FIRE ON THE SHIP)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kapal terbakar atau &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/tindakan-yang-harus-dilakukan-jika.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebakaran kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; adalah peristiwa terbakarnya material pembentuk kapal atau suatu bangunan kapal sehingga memunculkan api berskala besar yang menyebabkan kapal mengalami kerusakan dan tidak lagi memenuhi persyaratan keselamatan kapal. Untuk mencegah kebakaran di atas kapal tidak merembet ke bagian kapal lain, maka setiap kapal akan memiliki sekat kedap air.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU_NvALO2p14qhM9JpMG7kRUEF_zGIVTGNok6D_3GWhyoeh96JRmqtLvfpc82W9F6U1FKhpEiBPjynTvGjS_C-zH5DVg2gwI2omPUoFsKXgdhyXgTwQSGZtJvyOgumrgPRDC28oDtOEx0dpnsklUVIJbkk7qIGPVbOL5ZQtmf5KX3A59KryoPp1YWa/s248/kapal%20terbakar.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal Terbakar&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;140&quot; data-original-width=&quot;248&quot; height=&quot;361&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU_NvALO2p14qhM9JpMG7kRUEF_zGIVTGNok6D_3GWhyoeh96JRmqtLvfpc82W9F6U1FKhpEiBPjynTvGjS_C-zH5DVg2gwI2omPUoFsKXgdhyXgTwQSGZtJvyOgumrgPRDC28oDtOEx0dpnsklUVIJbkk7qIGPVbOL5ZQtmf5KX3A59KryoPp1YWa/w640-h361/kapal%20terbakar.png&quot; title=&quot;Foto kapal Terbakar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar Kapal Terbakar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. TUBRUKAN (COLLISION)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tubrukan kapal berarti terjadinya benturan kapal atau sentuhan kapal dengan benda lainnya. &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gerakan kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; tubrukan ini dapat berupa &lt;i&gt;head to head&lt;/i&gt;, yaitu benturan antara haluan kapal dengan haluan kapal lain, singgungan, yaitu benturan antar bagian kapal tertentu dengan bagian kapal lain dan tubrukan dengan benda yang tidak bergerak, misal bangunan laut lepas pantai atau gunung es, atau pelabuhan.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicgZYViRbFinAFltcfActKRDM40yDyPJsEuIbnVNmARkPuKGooAKj2l-VeWypIGK3_lrJ0xlg77mBx1Vh5zslMD5nIulGINjvub0eYArDFdTubLc-sIqkCvHMy2KCndXQuZmbsV1EAKMmAq-VEk3qd6fg1H8SM6sM_3BYyl3keug-lKPKMU4cFZDsB/s249/kapal%20tabrakan.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal Tubrukan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;140&quot; data-original-width=&quot;249&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicgZYViRbFinAFltcfActKRDM40yDyPJsEuIbnVNmARkPuKGooAKj2l-VeWypIGK3_lrJ0xlg77mBx1Vh5zslMD5nIulGINjvub0eYArDFdTubLc-sIqkCvHMy2KCndXQuZmbsV1EAKMmAq-VEk3qd6fg1H8SM6sM_3BYyl3keug-lKPKMU4cFZDsB/w640-h360/kapal%20tabrakan.png&quot; title=&quot;Foto kapal tubrukan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar Kapal Tabrakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. KANDAS (GROUNDING/AGROUND)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kapal kandas merupakan peristiwa dimana bagian bawah kapal atau lunas menyentuh dasar perairan. Akibat dari kandas ini, maka kapal akan berhenti secara mendadak, karena dorongan baling-baling terhadap air akan tertahan oleh lunas yang menyentuh dasar perairan. Kapal yang kandas dapat menyebabkan kapal miring dan berakibat pada hal-hal lain misalnya tumpahnya muatan, atau kecelakaan lain misal kebocoran. Kapal yang kandas dapat diatasi dengan cara menunggu air pasang sehingga kapal dapat mengapung kembali. atau mengurangi muatan sehingga sarat kapal menjadi lebih kecil dari kedalaman perairan.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicgZYViRbFinAFltcfActKRDM40yDyPJsEuIbnVNmARkPuKGooAKj2l-VeWypIGK3_lrJ0xlg77mBx1Vh5zslMD5nIulGINjvub0eYArDFdTubLc-sIqkCvHMy2KCndXQuZmbsV1EAKMmAq-VEk3qd6fg1H8SM6sM_3BYyl3keug-lKPKMU4cFZDsB/s249/kapal%20tabrakan.png&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal Kandas&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;140&quot; data-original-width=&quot;249&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicgZYViRbFinAFltcfActKRDM40yDyPJsEuIbnVNmARkPuKGooAKj2l-VeWypIGK3_lrJ0xlg77mBx1Vh5zslMD5nIulGINjvub0eYArDFdTubLc-sIqkCvHMy2KCndXQuZmbsV1EAKMmAq-VEk3qd6fg1H8SM6sM_3BYyl3keug-lKPKMU4cFZDsB/w640-h360/kapal%20tabrakan.png&quot; title=&quot;Foto Kapal Kandas&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar Kapal Kandas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah jenis-jenis kecelakaan kapal menurut Undang-undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Ketika suatu kapal terjadi kecelakaan, maka akan &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-isyarat-bahaya-di-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dibunyikan isyarat bahaya di atas kapa&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;l yang harus menjadi perhatian seluruh pelayar yang berada di atas kapal.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Simak penjelasan jenis-jenis kecelakaan kapal versi video melalui channel Youtube. &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=7rgPfV3cD_I&amp;amp;t=5s&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KLIK DISINI.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/2244935694433702781/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2244935694433702781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2244935694433702781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-kecelakaan-kapal-menurut.html' title='Jenis-jenis Kecelakaan Kapal Menurut Undang-undang Pelayaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmMEkfYl2dDyIBZO9aBQUnGmVvXpEqrIXoRe23utlSZMQJv06PLNXwoPsLTaqjZq8NbOit27kNl5R_fk9oZHgcGhVskCk5PuGskVAUH9IlE4bvgbuwXdm5KNsJOveWZr3s6shbBjPpyKgHCFIoqga2r7sKJeGPWz2Rvckvpj776t-jNYx4v_zJkEHe/s72-w640-h326-c/kapal%20tenggelam.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-4461174276970896578</id><published>2022-12-21T21:30:00.001+07:00</published><updated>2023-01-05T18:29:15.786+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prosedur Darurat"/><title type='text'>Tindakan Yang Harus Dilakukan Jika Mendengar Alarm Kebakaran Di Kapal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Isyarat bahaya atau tanda bahaya adanya &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=7rgPfV3cD_I&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebakaran di atas kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; adalah ditandai dengan isyarat bunyi dengan menggunakan bel atau seruling. Bel atau seruling ini dibunyikan dengan ciri tujuh kali tiupan pendek dan satu kali tiupan panjang dan dilakukan secara terus menerus. Berikut adalah tindakan yang harus dilakukan jika mendengar alarm kebakaran di kapal oleh para pelayar baik itu awak kapal maupun penumpang kapal.&lt;/p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYyskIrnEacE9ezdg75PCRN4QwEqMnY30P4a38Eg_2CBtWcry_ga--Gb1sGnuqOcTPxNC1U3iycWQOtDljwlH23oUYB6LwKBegGg6ES6Ijf2gPUib1FMf7tgSKEiEn-vQ7UdwAORCAAeCFUSkJXZhwGV7aGD6fCCAu-VvDtafIh-p_3oRTKMI-0F8N/s700/kapal-pesiar-terbakar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapal penumpang terbakar&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;393&quot; data-original-width=&quot;700&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYyskIrnEacE9ezdg75PCRN4QwEqMnY30P4a38Eg_2CBtWcry_ga--Gb1sGnuqOcTPxNC1U3iycWQOtDljwlH23oUYB6LwKBegGg6ES6Ijf2gPUib1FMf7tgSKEiEn-vQ7UdwAORCAAeCFUSkJXZhwGV7aGD6fCCAu-VvDtafIh-p_3oRTKMI-0F8N/w640-h360/kapal-pesiar-terbakar.jpg&quot; title=&quot;Kapal penumpang terbakar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kapal penumpang terbakar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tindakan Oleh Para Penumpang Kapal&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Jika penumpang kapal mendengar adanya &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-isyarat-bahaya-di-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;isyarat bunyi tanda adanya kebakaran&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; di atas kapal, maka para penumpang harus:&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Bersikap tenang dan tidak panik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Ketenangan beraksi dan tidak panik akan mengurangi kekacauan yang mungkin akan terjadi di atas kapal. Tidak panik bukan berarti santai tidak bersegera berbuat penyelamatan diri. Tidak panik berarti mengontrol emosi dan kondisi seperti tidak banyak berbicara yang mebuat heboh orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Memperhatikan instruksi atau perintah dari awak kapal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Ketika mendengar isyarat bahaya kebakaran, maka penumpang harus mendengarkan dan mengikuti perintah para awak kapal. Para awak kapal diberikan pelatihan dalam melakukan mitigasi bencana kebakaran. Mereka tahu apa yang mereka lakukan, dan mereka tahu kondisi, lokasi, dan situasi di atas kapal. Perhatikan apa yang mereka perintahkan dengan baik, dan segera lakukan apa yang mereka perintahkan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Kenakan alat keselamatan sesuai denganinstruksi yang diberikan oleh awak kapal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Jika diperintahkan untuk mengenakan alat keselamatan, misalnya baju pelampung, maka penumpang harus segera mengenakan alat keselamatan atau baju pelampung tersebut. Segera mengenakan baju pelampung bukan berarti harus berebut mengambil baju pelampung yang disediakan. Demi ketertiban dan menghindari kepanikan, para awak kapal akan menyuruh penumpang untuk mengantri. Penumpang harus mengikuti antrian, tidak boleh berebut.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Laksanakan evakuasi sesuai perintah awak kapal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Penumpang tidak diperbolehkan menaiki rakit penolong atau sekoci penolong jika tidak diperintahkan oleh awak kapal. Tunggu aba-aba dari awak kapal ketika akan menaiki rakit penolong, dan tetap harus tertib dalam menaikinya., tidak boleh berebut, dan tidak boleh terburu-buru. Jika berebut atau terburu-buru maka akan berakibat kepada gagalnya penurunan sekoci penolong ke air, dan mungkin saja akan mengakibatkan korban jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt; &amp;nbsp; 2. Tindakan Oleh Para Awak Kapal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adapun bagi para awak kapal, jika mendengar isyarat bahaya kebakaran di atas kapal, maka hal-hal yang harus dilakukan adalah:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Bersikap tenang dan tidak panik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Kepanikan para awak kapal akan berpengaruh kepada situasi para penumpang yang tidak memahami dan tidak pernah mendapatkan pelatihan adanya bahaya di kapal. karena itu, secara psikologis ketenangan awak kapal sebagai penanggung jawab di kapal akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Segera menuju pos masing-masing sesuai tugas dan fungsi ketika terjadi marabahaya kebakaran di atas kapal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Setiap awak kapal memiliki peran masing-masing dan langsung aktif menempati peran tersebut ketika mendengar isyarat bahaya kebakaran. Ada yang bertugas untuk memadamkan kebakaran, ada yang bertugas untuk mengatur penumpang mengambil alat keselamatan, ada yang bertugas di pos sekoci penolong, dan ada yang bertugas mengirim berita marabahaya dan melakukan olah gerak kapal. Semua peran tersebut harus disiplin dijalankan, dan mengutamakan keselamatan para penumpang. Jika salah satu pos ditinggalkan dan tidak ada yang menjaganya, maka akan berujung pda kepanikan para penumpang yang akan berakibat pada bencana yang lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penumpang tentang tindakan darurat yang harus dilakukan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;Bimbingan dan petunjuk para awak kapal kepada para penumpang akan memberikan ketenangan kepada para penumpang, dan ini akan meminimalisir korban jiwa. Termasuk dalam petunjuk dan bimbingan ini adalah memberi tahu cara penggunaan alat penolong seperti baju pelampung. hal ini penting dilakukan, karena tidak semua penumpang mengetahui cara menggunakan alat keselamatan. bahkan mungkin saja ada yang baru pertama kali melihat alat keselamatan baju pelampung.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah tindakan yang harus dilakukan jika mendengar alarm kebakaran di kapal. &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/pelajaran-matematika-yang-harus.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Para pelaut&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan para penumpang harus berdisiplin penuh dalam bertindak, dan tentunya tetap berharap kepada Tuhan agar keselamatan dapat tercipta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/4461174276970896578/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/tindakan-yang-harus-dilakukan-jika.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/4461174276970896578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/4461174276970896578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/tindakan-yang-harus-dilakukan-jika.html' title='Tindakan Yang Harus Dilakukan Jika Mendengar Alarm Kebakaran Di Kapal'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYyskIrnEacE9ezdg75PCRN4QwEqMnY30P4a38Eg_2CBtWcry_ga--Gb1sGnuqOcTPxNC1U3iycWQOtDljwlH23oUYB6LwKBegGg6ES6Ijf2gPUib1FMf7tgSKEiEn-vQ7UdwAORCAAeCFUSkJXZhwGV7aGD6fCCAu-VvDtafIh-p_3oRTKMI-0F8N/s72-w640-h360-c/kapal-pesiar-terbakar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-2542740720992186622</id><published>2022-12-20T14:38:00.001+07:00</published><updated>2023-01-05T18:29:25.252+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alat Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prosedur Darurat"/><title type='text'>Jenis-jenis Isyarat Bahaya di Kapal yang harus diketahui oleh pelayar</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pelayar adalah orang yang sedang melakukan pelayaran di atas kapal laut. Isyarat bahaya adalah suatu isyarat atau tanda pengingat bagi anak buah kapal tentang adanya suatu keadaan darurat atau keadaan bahaya yang terjadi di atas kapal. Berdasarkan peraturan internasional maka Jenis-jenis Isyarat Bahaya di Kapal dibagi atas :&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isyarat berupa bunyi ledakan senjata&amp;nbsp; yang diperdengarkan selang waktu kira-kira satu menit.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isyarat berupa bunyi atau alarm yang diperdengarkan secara terus menerus.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isyarat berupa roket atau peluru yang memancarkan cahaya berupa&amp;nbsp; cahaya bintang yang ditembakkan dari lokasi terjadinya keadaan bahaya dalam selang waktu yang pendek.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isyarat dengan menggunakan radio telegraf untuk mengirim SOS atau kode morse.&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isyarat dengan menggunakan pesawat radio telepon untuk mengirim kata-kata “ Mede” atau kata yang mengisyaratkan kapal dalam kedaan bahaya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isyarat berupa sehelai bendera yang berbentuk segi empat atau sesuatu yang menyerupai bola.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Isyarat berupa nyala api yang berasal dari&amp;nbsp; atas kapal.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Isyarat berupa cerawat payung atau cerawat tangan yang memancarkan cahaya.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Isyarat dengan menggunakan asap yang berwarna jingga.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidKwYFVX0Oaw4opeyPTOiMncCXFcOcMxZ6steXXazeIL7yuLSWmIGUGfH1G9kWt6HEV4MLuEL95OLl7kIk-pqkD9d3-piSahzTxJCNyxPPzvijok_FR10CdrvMKP1IL5WIG45oZQi5LSvNljPs-On1l5kyDjkGbZC4eHM7calezwsoQhwtFa2Jietm/s318/isyarat%20bahaya%20di%20kapal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Isyarat bahaya di kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;159&quot; data-original-width=&quot;318&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidKwYFVX0Oaw4opeyPTOiMncCXFcOcMxZ6steXXazeIL7yuLSWmIGUGfH1G9kWt6HEV4MLuEL95OLl7kIk-pqkD9d3-piSahzTxJCNyxPPzvijok_FR10CdrvMKP1IL5WIG45oZQi5LSvNljPs-On1l5kyDjkGbZC4eHM7calezwsoQhwtFa2Jietm/w640-h320/isyarat%20bahaya%20di%20kapal.jpg&quot; title=&quot;Isyarat bahaya di kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Isyarat bahaya di kapal&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Isyarat-isyarat&amp;nbsp; bahaya diatas digunakan bilamana terjadi kondisi darurat atau dengan kata lain telah terjadi keadaan yang membahayakan baik bagi keselamatan kapal secara umum maupun terhadap keselamatan penumpang secara khusus. Bila mendengan&amp;nbsp; isyarat bahaya, maka setiap penumpang&amp;nbsp; sebaiknya melakukan hal-hal sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan panik, tetap tenang dan selalu mendengar instruksi yang disampaikan baik oleh perwira jaga deck maupun perwira jaga mesin.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berupaya melakukan tindakan pencegahab (preventif) dengan jalan menutup pintu kedap air, katup-katup dan bagian mekanis yang berhubungan dengan lubang pembuangan air.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menyiapkan perlengkapan sekoci penolong termasuk radio jinjing yang digunakan untuk berkomunikasi maupun perlengkapan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melakukan penurunan sekoci.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengetahui tempat berkumpulnya penumpang diatas kapal.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mempersiapkan alat-alat pemadam dan mengetahui panel control pemadam kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah jenis-jenis isyarat bahaya di kapal yang harus diketahui oleh para pelayar atau orang yang melakukan pelayaran. dengan mengetahui hal ini, maka diharapkan para pelayar tidak bingung jika melihat tanda-tanda isyarat bahaya di kapal tersebut, atau ketika melihat tanda-tanda tersebut di tengah laut.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/2542740720992186622/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-isyarat-bahaya-di-kapal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2542740720992186622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2542740720992186622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/jenis-jenis-isyarat-bahaya-di-kapal.html' title='Jenis-jenis Isyarat Bahaya di Kapal yang harus diketahui oleh pelayar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidKwYFVX0Oaw4opeyPTOiMncCXFcOcMxZ6steXXazeIL7yuLSWmIGUGfH1G9kWt6HEV4MLuEL95OLl7kIk-pqkD9d3-piSahzTxJCNyxPPzvijok_FR10CdrvMKP1IL5WIG45oZQi5LSvNljPs-On1l5kyDjkGbZC4eHM7calezwsoQhwtFa2Jietm/s72-w640-h320-c/isyarat%20bahaya%20di%20kapal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-7651471053364264899</id><published>2022-12-18T02:06:00.005+07:00</published><updated>2023-01-05T18:29:30.895+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Alat Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Metode Penangkapan Ikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Apa yang dimaksud dengan Trawl atau Pukat Harimau?</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Kata
Trawl adalah berasal dari Bahasa Perancis, “Troller” yang diserap menjadi
Bahasa Inggris, “Trawl”, yang artinya tarik. Dalam Bahasa Indonesia Trawl
dikenal dengan nama Pukat Harimau, atau pukat tarik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Menurut
Nedelec dan Prado, 1990, Trawl adalah &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-gill-net-atau.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;alat tangkap ikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang terbuat dari
jaring, berbentuk kerucut, dengan salah satu ujung terbuka lebar sebagai mulut
dan semakin kecil di ujung lain sebagai kantong yang dapat dibuka atau ditutup.
Jaring berbentuk kerucut ini ditarik di sepanjang dasar perairan dengan
kecepatan dan jangka waktu tertentu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Sedangkan
menurut Organisasi PBB yang menangani urusan pangan dunia, atau FAO pada tahun
1995, mendefinisikan Trawl atau pukat harimau adalah Alat tangkap ikan yang
terbuat dari jaring, dengan mulut jaring dapat terbuka lebar oleh papan (&lt;i&gt;otter
board&lt;/i&gt;) yang diikatkan pada kedua sisi mulut dan terbuka tegak oleh pelampung
pada tali pelampung di pinggir atas mulut dan pemberat pada tali pemberat di
pinggir bawah mulut jaring.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Alat
tangkap Trawl atau pukat harimau adalah alat tangkap ikan yang tidak selektif,
karena selama ditarik oleh kapal, mulut jaring yang terbuka lebar dapat menelan
semua benda yang berada di area yang dilewatinya. Trawl juga dikatakan sebagai
alatenangkapan ikan yang destruktif, atau merusak, karena trawl dapat merusak
terumbu karang yang menjadi habitat hidup ikan. Atas dasar inilah, Alat penangkapan
Pukat Harimau atau Pukat Hela atau pukat tarik, dan sejenisnya mulai dilarang
oleh Pemerintah &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/sejarah-perairan-indonesia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; sejak Tahun 1980 melalui Keppres No. 39 Tahun 1980
Tentang Penghapusan Jaring Trawl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Trawl
terdapat beberapa jenis, yang dikategorikan berdasarkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Daerah
penangkapan atau &lt;i&gt;fishing ground&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Jumlah
kapal yang menariknya atau &lt;i&gt;trawler&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Jumlah
jaring yang diturunkan ke dalam air atau &lt;i&gt;fishing gear&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Letak
penurunan jaring atau &lt;i&gt;gear setting&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Cara
bukaan mulut jaring atau &lt;i&gt;gear opening system&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Berdasarkan
daerah penangkapan ikan, jenis-jenis trawl atau pukat harimau meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;a.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Midwater
trawl&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;yaitu
pukat harimau atau trawl yang dioperasikan di bagian kolom perairan, atau di
perairan pertengahan antara dasar perairan dan permukaan perairan.&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Midwater trawl ditujukan untuk menangkap
ikan-ikan pelagis seperti tongkol, cakalang, selar, kembung, tenggiri, atau
salmon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. &lt;i&gt;Bottom
trawl&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yaitu trawl atau pukat harimau yang dioperasikan di dasar perairan.
Bottom trawl ditujukan untuk menangkap ikan dengan target spesies ikan-ikan
demersal, seperti udang, kepiting, ikan sebelah, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;b&gt;c. B&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;each
seine&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, atau pukat pantai. Pukat pantai adalah jenis &lt;i&gt;trawl&lt;/i&gt; yang dioperasikan di
daerah pantai. Jenis trawl ini ditebar di daerah perairan yang dangkal dan ditarik
oleh sekelompok nelayan yang berada di pantai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5OGXo1g7W8F7molZXhJ9JFa8IpdlZNuYPfiTckjuE5NVZx7S9irSjTapjDqe0qUCOLX0VG9HRXJ514R2MAI2QXl6uvkqq-oCAmQWioEVJ6Cl3Y3_-4EIM-wYgfky751wuA0IXrKzafj3HSfAWVPaN3ZiULu2sNYGrOgYc_U97KSICj04hxwJ7y6ZA/s1280/trawl%201.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis Pukat harimau berdasarkan daerah perairan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5OGXo1g7W8F7molZXhJ9JFa8IpdlZNuYPfiTckjuE5NVZx7S9irSjTapjDqe0qUCOLX0VG9HRXJ514R2MAI2QXl6uvkqq-oCAmQWioEVJ6Cl3Y3_-4EIM-wYgfky751wuA0IXrKzafj3HSfAWVPaN3ZiULu2sNYGrOgYc_U97KSICj04hxwJ7y6ZA/w640-h360/trawl%201.jpg&quot; title=&quot;Jenis Trawl berdasarkan daerah perairan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSSnse_SvPh3G80cFZ-klKlMAVf8fvdh9Ve4xKiE3m49eGEixURbNoTFGu8F06XbOGfAxz6yrrcS0n4Iz--P1I3N_CBvkmhXEERE5vjPVO8pP_JUf0VKmqCxt5toD3ywTkSe6FG0AIYBstYt2nyAzaaXfarMjzGowQN3tQo6aOVfAb_aF51BAssHGH/s1280/Trawl%202.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pukat harimau pantai&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSSnse_SvPh3G80cFZ-klKlMAVf8fvdh9Ve4xKiE3m49eGEixURbNoTFGu8F06XbOGfAxz6yrrcS0n4Iz--P1I3N_CBvkmhXEERE5vjPVO8pP_JUf0VKmqCxt5toD3ywTkSe6FG0AIYBstYt2nyAzaaXfarMjzGowQN3tQo6aOVfAb_aF51BAssHGH/w640-h360/Trawl%202.jpg&quot; title=&quot;Beach seine atau pukat pantai&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Berdasarkan
jumlah kapal penariknya, maka trawl dibagi menjadi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;a.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pair
trawl&lt;/b&gt;, yaitu trawl yang ditarik oleh dua buah kapal trawler&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;&lt;b&gt;b.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;b&gt;single
ship trawl&lt;/b&gt;, yaitu trawl yang ditarik oleh satu buah kapal trawl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHVoF7EpC3RmNK7tKdA9p0lpRj6aroRcSwyjprZ_CMH0qKfniisIaTKTNETUIF3cIgfnNghnvKaX2AA_jyHgktRiKVbv4K_vl2IKASAnmKC32m2zrurQBDNnUilHREmAoGFZOxc968XkPLXVFno-H7mYqdVjb3Eg_tZ_fR0MqprWYJdNxQRUBdDUhQ/s1280/Trawl%203.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis Trawl Berdasarkan Jumlah kapal Penarik&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHVoF7EpC3RmNK7tKdA9p0lpRj6aroRcSwyjprZ_CMH0qKfniisIaTKTNETUIF3cIgfnNghnvKaX2AA_jyHgktRiKVbv4K_vl2IKASAnmKC32m2zrurQBDNnUilHREmAoGFZOxc968XkPLXVFno-H7mYqdVjb3Eg_tZ_fR0MqprWYJdNxQRUBdDUhQ/w640-h360/Trawl%203.jpg&quot; title=&quot;Jenis Trawl Berdasarkan Jumlah kapal Penarik&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;b&gt;Berdasarkan
jumlah jaring yang diturunkan ke dalam air, trawl dibagi menjadi:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;&lt;b&gt;a.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;b&gt;double
-rig trawl,&lt;/b&gt; yaitu satu buah kapal menurunkan dua buah jaring trawl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;b. single trawl,&lt;/b&gt; dimana suatu kapal menurunkan satu unit jaring
trawl.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXF5yxcvteR57rf8KkIuLEQrW77obSwkrP27pEfrC-ajiM68b2wCn7BGsIPwYHvrCahHv38aUl085wkkv_NXiancuJgFS6Y3teqZnSroG82s8YYwUm-QDHYSDdydWYSOZ4lSjH3iyU9Af5emyfCY-kwV69xDvgCZjI_5iAuvuVLc2FkbkIPsZe3qj1/s1280/Trawl%204.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis Trawl berdasarkan jumlah jaring yang diturunkan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXF5yxcvteR57rf8KkIuLEQrW77obSwkrP27pEfrC-ajiM68b2wCn7BGsIPwYHvrCahHv38aUl085wkkv_NXiancuJgFS6Y3teqZnSroG82s8YYwUm-QDHYSDdydWYSOZ4lSjH3iyU9Af5emyfCY-kwV69xDvgCZjI_5iAuvuVLc2FkbkIPsZe3qj1/w640-h360/Trawl%204.jpg&quot; title=&quot;Jenis Trawl berdasarkan jumlah jaring yang diturunkan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Trawl
berdasarkan letak penurunan jaring dari atas kapal, yang meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;a.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;Side
trawl, &lt;/b&gt;dimana jaring trawl, atau jaring pukat harimau diturunkan dari sisi
lambung kiri atau lambung kanan kapal trawl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;b.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Stern
trawl,&lt;/b&gt; yaitu jaring trawl yang diturunkan melalui bagian &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/6-gerakan-dasar-kapal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;buritan kapal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Dan
stern trawl ini merupakan jenis trawl yang umum digunakan oleh kapal-kapal
trawl berukuran besar, atau super trawl.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG5qXig5DsQeqDB9F_hU6y-SMgjgCQStbBpHy3qOK0Mx5vu9q9Un3rg_C3q4qhrtVKAmjHpLVe9xSEeRBYXKsAbWhQX2YVDk2yTsCi6uaSCdaJ_dx_YmhSIIkyxgOFRbqRBAS0KIGI8fvx3WqwfehHp0g3cOYH_o04c84-qVcEtkTDXqlJphB3GcSv/s1280/Trawl%205.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Jenis Trawl Berdasarkan Letak Penurunan Jaring Dari Kapal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG5qXig5DsQeqDB9F_hU6y-SMgjgCQStbBpHy3qOK0Mx5vu9q9Un3rg_C3q4qhrtVKAmjHpLVe9xSEeRBYXKsAbWhQX2YVDk2yTsCi6uaSCdaJ_dx_YmhSIIkyxgOFRbqRBAS0KIGI8fvx3WqwfehHp0g3cOYH_o04c84-qVcEtkTDXqlJphB3GcSv/w640-h360/Trawl%205.jpg&quot; title=&quot;Jenis Trawl Berdasarkan Letak Penurunan Jaring Dari Kapal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;Berdasarkan
cara bukaan mulut jaring trawl, dibagi menjadi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;a.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;Otter
trawl,&lt;/b&gt; yaitu trawl yang bukaan mulut jaringnya adalah dengan menggunakan papan
pembuka, atau yang disebut dengan otter board.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;b&gt;b. Beam
trawl,&lt;/b&gt; dimana mulut jaring trawl menggunakan penyangga atau beam yang terbuat
dari besi atau baja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;Itulah
jenis-jenis trawl, yang jika ada pertanyaan seperti Apa yang dimaksud dengan Trawl atau Pukat Harimau?Maka jawabannya dirangkum dalam bentuk tabel seperti berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZyAsmvewS4TW-GpB-nW3ahPoZpnOv1ZgpR-IeBwF0ib4jH9Ad8bbUhENnyrPAOa5_gUBaooFYl9k9l4cJYPJ921sq1cf0WB779giugbPMY3LKujPKNvd5stbjqfgMz3towOyPoUbQlFerWw96SEegYUJN2Yjm_cowgXSyU7TAkrkkpbLAa4IM9Hxg/s1280/Trawl%206.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tabel jenis-jenis trawl atau pukat harimau&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZyAsmvewS4TW-GpB-nW3ahPoZpnOv1ZgpR-IeBwF0ib4jH9Ad8bbUhENnyrPAOa5_gUBaooFYl9k9l4cJYPJ921sq1cf0WB779giugbPMY3LKujPKNvd5stbjqfgMz3towOyPoUbQlFerWw96SEegYUJN2Yjm_cowgXSyU7TAkrkkpbLAa4IM9Hxg/w640-h360/Trawl%206.jpg&quot; title=&quot;Tabel jenis-jenis trawl atau pukat harimau&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;Calibri&amp;quot;,sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span face=&quot;Calibri, sans-serif&quot; style=&quot;font-size: 11pt; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/7651471053364264899/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-trawl-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/7651471053364264899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/7651471053364264899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/apa-yang-dimaksud-dengan-trawl-atau.html' title='Apa yang dimaksud dengan Trawl atau Pukat Harimau?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5OGXo1g7W8F7molZXhJ9JFa8IpdlZNuYPfiTckjuE5NVZx7S9irSjTapjDqe0qUCOLX0VG9HRXJ514R2MAI2QXl6uvkqq-oCAmQWioEVJ6Cl3Y3_-4EIM-wYgfky751wuA0IXrKzafj3HSfAWVPaN3ZiULu2sNYGrOgYc_U97KSICj04hxwJ7y6ZA/s72-w640-h360-c/trawl%201.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-610235863138450246.post-2789561009165743691</id><published>2022-12-16T21:36:00.003+07:00</published><updated>2023-01-05T18:29:44.447+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Pelayaran Datar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="materi nkpi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nautika Kapal Penangkap Ikan"/><title type='text'>Pelajaran Matematika Yang Harus Dikuasai Untuk Mempelajari Ilmu Pelayaran</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai seorang pelaut atau calon pelaut, menguasai ilmu pelayaran adalah suatu kewajiban mutlak. Ilmu pelayaran bukan merupakan suatu ilmu sosial, akan tetapi merupakan suatu ilmu eksak yang dasarnya adalah pelajaran Matematika. Oleh karena itu, untuk menguasai ilmu pelayaran, maka dasar-dasar ilmu matematika harus dikuasai. Ada banyak cabang dalam bidang matematika, akan tetapi tidak semua cabang ilmu matematika dipergunakan dalam ilmu pelayaran. Berikut adalah Pelajaran Matematika Yang harus Dikuasai untuk Mempelajari Ilmu Pelayaran.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Vektor&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Vektor adalah besaran yang mempunyai besar/nilai dan arah. Secara geometris vektor digambarkan sebagai ruas garis berarah, dengan panjang ruas garis menyatakan besar vektor dan arah ruas garis menyatakan arah vektor. Dalam ilmu pelayaran, vektor merupakan dasar untuk membuat rencana pelayaran di peta laut. Garis-garis yang dibuat di atas peta laut merupakan vektor-vektor yang memiliki arah dan besar vektor. Arah vektor merupakan haluan kapal, dan besar vektor merupakan jauh yang dituju oleh kapal. Perhatikan gambar di bawah ini, yang memperlihatkan penggunaan cabang matematika Vektor dalam Ilmu Pelayaran.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMgYE2OMLeK9GbeBbmt-anU0LxSEaD2jQL5qX9lUopiIhX0Qfr4CAaV67z4ngZD6Np7nZ1h_63B9cMYFnSY1W6bRwlFnmCEGsFxKArzHRkBoXlFhI0Bv5bhx6pl-g1AMLCNmwf1CtC3jUhSc7Zw1eY1fv8_3zqybAQh8ETaxsuK23ZkNlgJ8YrQilL/s1280/Presentation%20matematika%20dasar%20vektor.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ilustrasi pelajaran vektor dalam matematika dengan pelajaran ilmu pelayaran&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;357&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMgYE2OMLeK9GbeBbmt-anU0LxSEaD2jQL5qX9lUopiIhX0Qfr4CAaV67z4ngZD6Np7nZ1h_63B9cMYFnSY1W6bRwlFnmCEGsFxKArzHRkBoXlFhI0Bv5bhx6pl-g1AMLCNmwf1CtC3jUhSc7Zw1eY1fv8_3zqybAQh8ETaxsuK23ZkNlgJ8YrQilL/w640-h357/Presentation%20matematika%20dasar%20vektor.jpg&quot; title=&quot;hubungan Vektor dengan Ilmu Pelayaran&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Sistem Koordinat Kartesius&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sistem koordinat Kartesius dalam dua dimensi umumnya didefinisikan dengan dua garis sumbu yang saling tegak lurus dan terletak pada satu bidang (bidang xy). Sumbu horizontal diberi label x dan sumbu vertikal diberi label y. Titik pertemuan antara kedua sumbu, titik asal, umumnya diberi label 0. Untuk mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat dua dimensi, nilai x ditulis (absis), dan nilai y ditulis (ordinat). Dengan demikian, format yang dipakai selalu (x,y) dan urutannya tidak dibalik-balik. Dan ini disebut dengan koordinat. Pada gambar, koordinat titik P adalah (3,5).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam ilmu pelayaran, sistem koordinat ini digunakan untuk menentukan posisi atau lokasi kapal, sehingga disebut dengan koordinat posisi kapal. Sumbu X merupakan sumbu yang merepresentasikan bujur bumi, dan sumbu Y merepresentasikan lintang bumi. Sama halnya dengan sistem koordinat kartesius pada matematika, koordinat posisi juga terdiri dari 4 kuadran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kuadran I adalah koordinat (Lintang Utara, Bujur Timur) atau (disingkat LU,BT)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kuadran II adalah koordinat (Lintang Selatan, Bujur Timur) atau (disingkat LS,BT)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kuadran III adalah koordinat (Lintang Selatan, Bujur Barat) atau (disingkat LS,BB)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kuadran IV adalah koordinat (Lintang Utara, Bujur Barat) atau (disingkat LU,BB)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan demikian, lokasi suatu kapal di titik P akan ditulis xx derajat LU, yy derajat BT&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perhatikan ilustrasi berikut ini yang menjelaskan tentang hubungan pelajaran koordinat pada matematika dengan pelajaran koordinat pada Ilmu Pelayaran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikQk0nZ4zw9MI3W1U4iDiWSukulGsy4dFYmawXesIDL_V6zA3yHPpyhyPiHpwgl4536PUTP8DFeYNAa28rci7xurqWdNQqIwKQw3Atf1Em5O8S9_cVzvArRDsHPxIPE22TwO-MhhvShhvEe6Oldk_Tfmoxru3CUC8VI7qMTedAqEQNOUWxicOIlNwN/s1280/Presentation%20matematika%20dasar%20KOORDINAT.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikQk0nZ4zw9MI3W1U4iDiWSukulGsy4dFYmawXesIDL_V6zA3yHPpyhyPiHpwgl4536PUTP8DFeYNAa28rci7xurqWdNQqIwKQw3Atf1Em5O8S9_cVzvArRDsHPxIPE22TwO-MhhvShhvEe6Oldk_Tfmoxru3CUC8VI7qMTedAqEQNOUWxicOIlNwN/w640-h360/Presentation%20matematika%20dasar%20KOORDINAT.jpg&quot; title=&quot;ILUSTRASI KOORDINAT DALAM MATEMATIKA DAN ILMU PELAYARAN&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Logaritma&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div&gt;Logaritma merupakan suatu operasi kebalikan dari perpangkatan, yaitu mencari nilai yang menjadi pangkat dari suatu bilangan. Dalam ilmu pelayaran, angka-angka logaritma disimpan dalam buku Daftar Ilmu Pelayaran yang harus selalu tersedia di atas kapal. Dan sifat-sifat logaritma dipergunakan sebagai rumus untuk menentukan perubahan lintang atau delta lintang, perubahan bujur atau delta bujur, perhitungan haluan dan jauh, perhitungan tempat tiba.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBY3sd6HrWspkXr4ZGcBz5q_V75xYMyPOwJX5y2tRx5ksL0aaJFkXLrOK9s1XLaCpx4P-BRug3drCIJD9GrFr-uuLpwmY9JNinw-7lBRI_D_CMJKHeT08yUsjCBSxKuCJZH5BRax3f-k18N_wikLIucRCeby20y5XfZGu93dSejnsbZBVXtJee26S8/s1087/Daftar%20ilmu%20Pelayaran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Buku Daftar ilmu Pelayaran&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1087&quot; data-original-width=&quot;790&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBY3sd6HrWspkXr4ZGcBz5q_V75xYMyPOwJX5y2tRx5ksL0aaJFkXLrOK9s1XLaCpx4P-BRug3drCIJD9GrFr-uuLpwmY9JNinw-7lBRI_D_CMJKHeT08yUsjCBSxKuCJZH5BRax3f-k18N_wikLIucRCeby20y5XfZGu93dSejnsbZBVXtJee26S8/w233-h320/Daftar%20ilmu%20Pelayaran.jpg&quot; title=&quot;Buku Daftar Ilmu Pelayaran&quot; width=&quot;233&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. Trigonometri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ilmu matematika keempat yang harus dikuasai oleh pelaut dan calon pelaut adalah Trigonometri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Trigonometri berasal dari bahasa Yunani, trigonon artinya&amp;nbsp; &quot;tiga sudut&quot; dan metron artinya &quot;mengukur&quot;). Dengan kata lain, trigonometri artinya mengukur tiga sudut. Trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang mempelajari hubungan yang meliputi panjang dan sudut segitiga. Sama halnya dengan logaritma, trigonometri digunakan untuk menentukan haluan, jauh, perbedaan lintang, perbedaan bujur, dan simpang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhatikan ilustrasi yang memperlihatkan hubungan ilmu trigonometri dengan ilmu pelayaran di bawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5xE2aFNVa4LxqAHG8BRZ8kxDqo5eo8NwTn7H7BzG9GGKdFnM-MhYZFjAoGQsf5OuE6stoboXcCIOE978Y4YiEnSbj8QL-NKzP-jqZkk8IIKrki6bkxq6Wb4r328XIqNCE69gdasT9F2xCxbF34OCIrFHvC2KNOmeCcfsHygy1cxTFYjiYXMKC_wDZ/s1280/Presentation%20matematika%20dasar%20Trigonometri.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5xE2aFNVa4LxqAHG8BRZ8kxDqo5eo8NwTn7H7BzG9GGKdFnM-MhYZFjAoGQsf5OuE6stoboXcCIOE978Y4YiEnSbj8QL-NKzP-jqZkk8IIKrki6bkxq6Wb4r328XIqNCE69gdasT9F2xCxbF34OCIrFHvC2KNOmeCcfsHygy1cxTFYjiYXMKC_wDZ/w640-h360/Presentation%20matematika%20dasar%20Trigonometri.jpg&quot; title=&quot;Korelasi trigonometri dalam matematika dan ilmu pelayaran&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5. Derajat atau satuan sudut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Derajat (secara lengkap, derajat busur), biasanya disimbolkan dengan °, adalah ukuran sudut yang dapat dibentuk pada sebuah bidang datar, menggambarkan 1／360 dari sebuah putaran penuh. Artinya, besar 1 derajat adalah satu juring pada lingkaran yang dibagi menjadi 360 buah juring yang besarnya sama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1° sama dengan 60 menit (ditulis 60&#39;) dan 1&#39; sama dengan 60 detik (ditulis 60&quot;). Dalam ilmu pelayaran, satuan sudut ini merupakan satuan yang digunakan dalam menyebutsudut haluan kapal terhadap arah Utara. Selain itu derajat juga dipergunakan dalam penyebutan lintang, bujur, dan koordinat tempat pada peta laut&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah 5 Pelajaran Matematika Yang Harus Dikuasai Untuk Mempelajari Ilmu Pelayaran. Jika kelima ilmu matematika dasar ini tidak dikuasai, maka dapat dipastikan akan kesulitan dalam mempelajari ilmu-ilmu pelayaran, dimana Ilmu pelayaran terbagi menjadi 3, yaitu Ilmu Pelayaran Datar, Ilmu Pelayaran Astronomi, dan Navigasi Elektronik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/feeds/2789561009165743691/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/pelajaran-matematika-yang-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2789561009165743691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/610235863138450246/posts/default/2789561009165743691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelayaranperikanan.blogspot.com/2022/12/pelajaran-matematika-yang-harus.html' title='Pelajaran Matematika Yang Harus Dikuasai Untuk Mempelajari Ilmu Pelayaran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMgYE2OMLeK9GbeBbmt-anU0LxSEaD2jQL5qX9lUopiIhX0Qfr4CAaV67z4ngZD6Np7nZ1h_63B9cMYFnSY1W6bRwlFnmCEGsFxKArzHRkBoXlFhI0Bv5bhx6pl-g1AMLCNmwf1CtC3jUhSc7Zw1eY1fv8_3zqybAQh8ETaxsuK23ZkNlgJ8YrQilL/s72-w640-h357-c/Presentation%20matematika%20dasar%20vektor.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>