<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Pondok Belajar</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><pubDate>Fri, 16 Oct 2026 01:32:52 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">306</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://www.pondok-belajar.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Perubahan  Reformasi dan Inovasi Kurikulum Pendidikan </title><link>http://www.pondok-belajar.com/2021/01/perubahan-reformasi-dan-inovasi.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 29 Jan 2021 10:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-6523203778346046238</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita tahu bahwa Pendidikan adalah proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, masuk akal jika semua negara selalu melakukan penelitian untuk mengitengrasikan perubahan perubahan ke dalam sistem pendidikan yang ada dalam struktur kurikulum Pendidikan. Perubahan kurikulum bertujuan untuk memperbaiki proses penerapan, terutama terkait dengan kualitas pembelajaran dan proses pembelajaran di sekolah. Perubahan Kurikulum dan pembelajaran memberikan implikasi pada kompetensi dan kapasitas guru untuk mengadopsi perubahan tersebut dalam proses pembelajaran karena secara umum kebanyakan perubahan kurikulum dipengaruhi ataupun didasarkan pada inovasi.&lt;/p&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCERZQZBi6oJX5Fb2TtszEXgTeMKYd0FMzBngGwjX0qJ6eerFqiWwdolDN6HmhGr1guZh85ClybTFvceY_oJjK1L2FykyKy4kXDji8iyVND-KOFP3KQlhLr5pPycbya7XxLcIeYpGGzi4/s1341/Perubahan+Reformasi+dan+Inovasi+Kurikulum.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="689" data-original-width="1341" height="205" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCERZQZBi6oJX5Fb2TtszEXgTeMKYd0FMzBngGwjX0qJ6eerFqiWwdolDN6HmhGr1guZh85ClybTFvceY_oJjK1L2FykyKy4kXDji8iyVND-KOFP3KQlhLr5pPycbya7XxLcIeYpGGzi4/w400-h205/Perubahan+Reformasi+dan+Inovasi+Kurikulum.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;&lt;b&gt;Perubahan&amp;nbsp; Reformasi dan Inovasi Kurikulum&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Mengapa Kurikulum Perlu Berubah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perubahan Kurikulum (curriculum change) bukanlah proses yang serba otomatis. Bahkan dalam mengelola dan mengembangkan kurikulum yang terpusat di tingkat sekolah, adaptasi merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan. Adaptasi di sini berarti menyesuaikan, menerjemahkan kurikulum ke dalam proses belajar mengajar di kelas. Hal hal yang harus dipertimbangkan adalah seperti faktor kearifan lokal seperti, kemampuan/kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik, daya dukung, serta sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia di sekolah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perubahan kurikulum merupakan sebuah tantangan yang berat dan banyak perubahan kurikulum yang gagal karena ketidak mampuan para guru untuk memahami perubahan tersebut yang memberikan implikasi pada perubahan peran guru sebagai pelaku perubahan di tingkat grass root level. Perubahan dalam kurikulum biasanya diperkenalkan untuk memenuhi kebutuhan baru baik secara local maupun&amp;nbsp; global. Perubahan kurikulum bisa dalam bentuk reformasi atau inovasi dengan melibatkan penggunaan model dan strategi perubahan yang tepat. Pilihan strategi model perubahan yang tepat sangat perlu diperhatikan jika kita ingin perubahan berjalan secara berkelanjutan. Jika aspek crusial ini tidak dipertimbangkan, maka reformasi dan inovasi tidak akan membawa perubahan yang harapkan. Inovasi dan reformasi pada tingkat ruang kelas sangat ditentukan oleh apa yang diyakini dan apa yang dilakukan oleh guru, karena secara langsung memberikan dampak dalam menentukan sifat dan kualitas pembelajaran yang diperoleh oleh siswa mereka. Oleh karena itu, guru perlu memiliki pemahaman yang jelas tentang perubahan kurikulum dan kemampuan untuk melakukan perubahan tersebut. Karena kita tahu bahwa Kurikulum tidak hanya memuat tujuan, isi (subject matter), pedagogi/teaching experience akan tetapi juga mencakupi aspek penilaian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/04/model-model-inovasi-kurikulum-pendidikan.html" target="_blank"&gt;Model Model Inovasi Kurikulum&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2016/10/curriculum-change-and-innovation.html" target="_blank"&gt;Curriculum Change and Innovation&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manajemen kurikulum merupakan sebuah proses menerjemahkan, menafsirkan kurikulum secara tertulis ke dalam proses kelas yang memungkinkan pembelajaran yang efektif. Glatthorn et al (2009), menyatakan bahwa kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk garis pedoman pembelajaran di sekolah, dan biasanya direpresentasikan dalam dokumen yang dapat diambil dari beberapa tingkat mayoritas, dan diaktualisasikan rencana tersebut di dalam kelas, seperti yang dialami oleh peserta didik dan direkam oleh pengamat pendidikan. Pengalaman-pengalaman itu terjadi dalam lingkungan belajar yang juga mempengaruhi apa yang dipelajari (p.4). Menurut Tyler; Kurikulum adalah suatu rencana tindakan atau tertulis dari dokumen yang memuat strategi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Ornstein dan Hunkins, 2009).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut penulis, kurikulum merupakan sebuah rencana studi mencakup semua aspek proses pembelajaran, seperti tujuan, metode dan pengorganisasian, lingkungan belajar, evaluasi yang berkaitan dengan isi, pedagogi (belajar mengajar) dan penilaian. Kurikulum sebagai wahana pendidikan, diharapkan dapat dengan mudah dipahami oleh para guru yang akan mengimplementasikan kurikulum di tingkat sekolah, dengan melibatkan siswanya dalam proses pembelajaran yang aktif dan bermakna. Karenanya, kurikulum dianggap sebagai alat vital dalam proses pendidikan. Jadi untuk membuat pendidikan selalu siap menghadapi segala tuntuntan jaman dan era, maka sebagai indikasinya perubahan, reformasi dan inovasi kurikulum baik di tingkat instansi terkait ataupun di tingkat sekolah sudah seharusnya dilakukan dengan mengadaptasi segala perubahan zaman kedalam proses pembelajaran guna membekali kemampuan perserta didik dalam menjawab segala tuntutan zaman. Namun harus di ingat sebagaimana yang telah dijabarkan di atas, penentuan model dan strategi yang digunakan harus cermat dan terukur jika menginginkan reformasi, dan inovasi kurikulum berjalan dengan maksimal (sustainable)&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCERZQZBi6oJX5Fb2TtszEXgTeMKYd0FMzBngGwjX0qJ6eerFqiWwdolDN6HmhGr1guZh85ClybTFvceY_oJjK1L2FykyKy4kXDji8iyVND-KOFP3KQlhLr5pPycbya7XxLcIeYpGGzi4/s72-w400-h205-c/Perubahan+Reformasi+dan+Inovasi+Kurikulum.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title> Mengembalikan Akun WhatsApp Yang Diretas</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2021/01/mengembalikan-akun-whatsapp-yang-diretas.html</link><category>EDUKASI TECHNO DAN OTOMOTIF</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 23 Jan 2021 10:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-4410994590736594198</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Belakangan, isu peretasan akun WhatsApp menjadi obrolan hangat. Topik ini bermula dari akun WhatsApp aktivis Ravio Patra yang diduga diretas oleh pihak tak dikenal sehingga berujung pada penangkapannya oleh polisi. Menurut pengakuan Ravio, akun WhatsApp miliknya digunakan olah pelaku peretasan untuk mengirim pesan berantai bernada provokasi. Seperti layanan online lainnya, WhatsApp memang tidak kebal dari peretasan. Peretasan WhatsApp pun berpotensi terjadi ke siapa saja. Kemungkinan paling buruk, akun WhatsApp yang diretas disalahgunakan oleh pelaku untuk melakukan penipuan atau semacamnya, seperti yang terjadi pada Ravio&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI8Nfc0o5xH_4yw2O_41mPs_mWwO0nMyGDLC26-ZYMmjNnddqbBD25X4yVbFqGE4UMe_ZW0Cu51LsyK5m7bPev_oXsEV0LRuIK49J1VyeCLwFysM4S2XZbRf_5IJbh34wND4tbcXW2FBY/s1024/Whatsapp-min.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="683" data-original-width="1024" height="266" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI8Nfc0o5xH_4yw2O_41mPs_mWwO0nMyGDLC26-ZYMmjNnddqbBD25X4yVbFqGE4UMe_ZW0Cu51LsyK5m7bPev_oXsEV0LRuIK49J1VyeCLwFysM4S2XZbRf_5IJbh34wND4tbcXW2FBY/w400-h266/Whatsapp-min.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mengambalikan Akun Whatsapp yang dihack&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Lalu apa yang harus segera dilakukan jika akun WhatsApp diretas? Menurut Alfons Tanujaya, praktisi keamanan siber dari Vaksin.com, pemilik akun WhatsApp yang asli harus segera mengambil kembali akun WhatsApp yang diretas. Pengguna bisa melakukan instalasi ulang aplikasi WhatsApp sesegera mungkin di ponselnya. Kemudian, log in dengan nomor WhatsApp yang telah diretas tadi. "Kita akan bisa mengambil kembali akun kita karena kode verifikasi akan dikirimkan hanya melalui SMS ke nomor Whatsapp kita," kata Alfons melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Kamis (30/4/2020). Kode yang dimaksud adalah nomor OTP untuk verifikasi akun WhatsApp. Biasanya, dalam SMS tersebut juga ada tautan yang langsung bisa diklik pengguna untuk melakukan verifikasi. Apabila sudah berhasil masuk, akun WhatsApp akan kembali kepada pemilik yang sah. Alfons mewanti-wanti agar pemilik asli akun WhatsApp bergerak cepat. Jika tidak ada, peretas bisa memproteksi akun dengan nomor PIN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="Kelebihan AC Inverter dari AC Low Watt dan AC Standard " target="_blank"&gt;Kelebihan AC Inverter dari AC Low Watt dan AC Standard&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe; font-size: medium;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/03/cara-menggantikan-lambang-icon-favicon.html" target="_blank"&gt;Cara Menggantikan Lambang Icon Favicon Pada Blog&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sebetulnya, pengguna bisa mencegah peretasan dengan meningkatkan proteksi. Caranya adalah dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah atau two-step verification. Dengan mengaktifkan fitur ini, pengguna harus memasukkan PIN enam digit yang telah didaftarkan jika berganti perangkat atau memasang ulang aplikasi WhatsApp. Alfons mengatakan, cara ini sangat aman untuk melindungi akun WhatsApp dari peretas. "Sekalipun diretas, (WhatsApp) tetap tidak akan bisa dikuasai oleh peretas dan bisa kita ambil kembali," jelas Alfons.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sumber&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Kompas.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI8Nfc0o5xH_4yw2O_41mPs_mWwO0nMyGDLC26-ZYMmjNnddqbBD25X4yVbFqGE4UMe_ZW0Cu51LsyK5m7bPev_oXsEV0LRuIK49J1VyeCLwFysM4S2XZbRf_5IJbh34wND4tbcXW2FBY/s72-w400-h266-c/Whatsapp-min.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jenis Pangkat dan Jabatan Fungsional Pangkat Guru</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2021/01/jenis-pangkat-dan-jabatan-fungsional.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 21 Jan 2021 11:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-2056366423265585600</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dewasa peminat pelamar perkerjaan untuk menjadi PNS semakin banyak, dan proses seleksi penerimaan PNS&amp;nbsp; semakin ketak dan sulit. Disamping Pendaftarannya secara online proses tesnyapun dilakukan secara inline yaitu berbasis CAT. Ini semua menjadi indikasi jika Kesejahteraan para PNS sudah tidak diragukan lagi bagi msyarakat ramai karena seluruh gaji dan tunjangan sudah ditanggung oleh pemerintah. Ibarat kata, kerja PNS itu untuk masa sekarang dan masa tua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Guru sebagai bagian dari PNS di instansi pemerintahan,juga mendapatkan tunjangan sertifikasi yang dihitung satu kali gaji pokok. Sebagai PNS guru juga mendapatkan jenjang karir yang disebut sebagai jabatan fungsional guru sesuai dengan pakta dan golongan masing masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzON73W2qQ7OM0WATWieK3CNEjbFr7A07Ch7LAs_v7rpgkMcro5mgrALc5iUrKMjkU_n1yaddvMIBKbAPWYNTim31mglqSDXixTClHapMzZSq7jjS-1horbHfoTg5dify3dc33AewYk0/s1040/PangkatdanJabatanGuru.jpeg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="588" data-original-width="1040" height="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzON73W2qQ7OM0WATWieK3CNEjbFr7A07Ch7LAs_v7rpgkMcro5mgrALc5iUrKMjkU_n1yaddvMIBKbAPWYNTim31mglqSDXixTClHapMzZSq7jjS-1horbHfoTg5dify3dc33AewYk0/w400-h226/PangkatdanJabatanGuru.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Pangkat dan Jabatan Fungsional Pangkat Guru&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun jenis pangkat dan golongan guru dapat dijabarkan sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe; font-size: large;"&gt;Pengertian Jabatan Fungsional Guru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya berkaitan dengan tugas keguruan, seperti mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik berdasarkan peraturan perundang-undangan Pegawai Negeri Sipil. Artinya, jabatang fungsional guru hanya bisa diberikan pada guru yang berstatus PNS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe; font-size: large;"&gt;Jenjang Jabatan Fungsional Guru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun jenjangnya mulai terendah sampai tertinggi adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;1. Guru pertama&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pangkat penata muda, golongan III/a&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangkat penata muda tingkat I, golongan III/b&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;2. Guru mud&lt;/span&gt;a&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pangkat penata, golongan III/c&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangkat penata tingkat I, golongan III/d&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;3. Guru madya&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pangkat pembina, golongan IV/a&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangkat pembina tingkat I, golongan IV/b&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangkat pembina utama muda, golongan IV/c&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;4. Guru utama&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pangkat pembina utama madya, golongan IV/d&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangkat pembina utama, golongan IV/e&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Angka Kredit Guru&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap guru PNS bisa mendapatkan kenaikan pangkat sesuai jenjang karir, dengan syarat memenuhi angka kredit yang telah ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; color: #2b00fe; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2021/01/cara-pengisian-penilaian-skp-sasaran.html" target="_blank"&gt;Pengisian
Penilaian SKP&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit adalah nilai yang diperoleh guru melalui serangkaian kegiatan dalam rangka menunjang kenaikan pangkatnya. Angka kredit ini nantinya akan dinilai oleh tim yang dibentuk oleh pihak berwenang dan biasanya dilakukan melalui Penilaian Kinerja Guru (PKG).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Unsur dan Sub Unsur Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun unsur dan sub unsur yang bisa memberikan angka kredit bagi kenaikan pangkat dalam jabatan fungsional guru adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;1. Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pendidikan, meliputi:&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pendidikan formal dengan mendapatkan ijazah;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan pelatihan prajabatan (diklat) dengan mendapatkan sertifikat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;2. Pembelajaran/ bimbingan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran dan bimbingan meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;melaksanakan pembelajaran; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tugas lain berkaitan dengan pembelajaran.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;3. Pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;pengembangan diri, contohnya diklat fungsiona dan kegiatan kolektif untuk menunjang keprofesian guru;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;publikasi ilmiah, contohnya publikasi ilmiah dari hasil penelitian, publikasi buku teks pelajaran; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;karya inovatif, contohnya membuat teknologi tepat guna, menciptakan karya seni, membuat inovasi alat peraga pembelajaran, dan berpartisipasi dalam penyusunan standar atau pedoman.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;4. Penunjang tugas guru&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penunjang tugas guru, meliputi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;menempuh pendidikan di luar bidang studi yang diampu dengan mendapatkan ijazah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mendapatkan penghargaan atau tanda jasa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan yang bisa menunjang tugas guru, seperti pembina pramuka,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pembina PMR, menjadi tutor, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Syarat Pengangkatan Pertama Jabatan Fungsional Guru&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Bapak/Ibu yang saat ini berpangkat Penata Muda atau golongan III/a, tampaknya harus mulai mempersiapkan diri untuk kenaikan pangkat dalam jabatan fungsional guru. Adapun syarat dan berkas yang diperlukan adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;1. Syarat pengangkatan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syarat pengangkatan bagi guru muda adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bergelar minimal S1/D-IV (sarjana).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki NUPTK.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki sertifikat pendidik (sudah sertifikasi).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangkat paling rendah Penata Muda golongan III/a.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam waktu satu tahun terakhir, semua unsur penilaian pada Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerja (DP3) bernilai baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada masa program induksi, kinerjanya baik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;&lt;br /&gt;2. Berkas yang dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;SK CPNS dan PNS.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PAK.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ijazah terakhir dan transkrip.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat pendidik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat keterangan induksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kartu identitas pegawai negeri sipil (karpeg).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SPMT (Surat Perintah Melaksanakan Tugas Pertama).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat pernyataan telah berpengalaman mengajar minimal 2 tahun dari kepala Dinas Pendidikan atau pejabat yang ditunjuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SKP 1 tahun terakhir.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Kenaikan Pangkat dan Jabatan Fungsional Guru&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru, Bapak/Ibu harus mengumpulkan sejumlah angka kredit yang telah ditentukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Syarat Kenaikan Jabatan Fungsional Guru&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun syarat kenaikannya adalah sebagai berikut&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;1 . Syarat kenaikan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sudah mencapai angka kredit yang telah ditentukan dalam jangka waktu satu tahun terakhir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SKP dalam satu tahun terakhir minimal baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedia formasinya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;2. Berkas untuk kenaikan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kartu pegawai negeri sipil (Karpeg).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SPMT&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ijazah pendidikan terakhir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat pendidik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SK Pangkat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PAK&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SKP 1 tahun terakhir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SK Jabatan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Syarat Kenaikan Pangkat Fungsional Guru&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika syarat di atas merupakan syarat kenaikan jabatan, maka kali ini dibahas syarat kenaikan pangkat fungsional guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;1 . Syarat kenaikan pangkat fungsional guru&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sudah mencapai angka kredit yang ditentukan dalam jangka waktu dua tahun di jabatan terakhir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SKP dalam dua tahun terakhir minimal baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedia formasinya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;2. Berkas untuk kenaikan pangkat fungsional guru&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kartu pegawai negeri sipil (Karpeg).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SPMT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ijazah pendidikan terakhir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat pendidik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SK Pangkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PAK.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SKP satu tahun terakhir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SK Jabatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Pemberhentian dari Pangkat atau Jabatan Fungsional Guru&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jabatan fungsional guru ternyata juga bisa diberhentikan, tentunya bila guru tersebut terbukti melakukan pelanggaran berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mendapatkan hukuman disiplin skala berat di mana hukuman tersebut sudah berkekuatan hukum tetap, dan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapatkan PAK (Penilaian Angka Kredit) dengan melanggar hukum.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol start="1" style="-webkit-text-stroke-width: 0px; font-stretch: inherit; font-variant-caps: normal; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-ligatures: normal; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin-top: 0in; margin: 1.25rem 2.5rem; orphans: 2; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; widows: 2; word-spacing: 0px;" type="1"&gt;
&lt;/ol&gt;

&lt;p style="-webkit-text-stroke-width: 0px; background: white; font-stretch: inherit; font-variant-caps: normal; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-ligatures: normal; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 1.25rem; orphans: 2; text-align: justify; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; vertical-align: baseline; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span&gt;Sumber&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="-webkit-text-stroke-width: 0px; background: white; font-stretch: inherit; font-variant-caps: normal; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-ligatures: normal; font-variant-numeric: inherit; line-height: inherit; margin: 1.25rem; orphans: 2; text-align: justify; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-thickness: initial; vertical-align: baseline; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent;"&gt;bkd.jatengprov.go.id/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzON73W2qQ7OM0WATWieK3CNEjbFr7A07Ch7LAs_v7rpgkMcro5mgrALc5iUrKMjkU_n1yaddvMIBKbAPWYNTim31mglqSDXixTClHapMzZSq7jjS-1horbHfoTg5dify3dc33AewYk0/s72-w400-h226-c/PangkatdanJabatanGuru.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Pengisian Penilaian SKP (Sasaran Kerja Pegawai)</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2021/01/cara-pengisian-penilaian-skp-sasaran.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 18 Jan 2021 13:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-8864992006941872055</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sasaran Kerja Pegawai atau SKP merupakan salah satu unsur dalam Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Hal tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS dan Perka BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 46/2011. PNS diwajibkan untuk menyusun SKP sebagai dasar penilaian prestasi kerja pegawai yang bersangkutan. Terdapat dua unsur dalam Penilaian Prestasi Kerja PNS, yaitu SKP dengan bobot nilai 60 persen dan Perilaku Kerja dengan bobot 40 persen. SKP merupakan rencana dan target kinerja yang harus dicapai oleh pegawai dalam kurun waktu penilaian tertentu yang bersifat nyata dan dapat diukur. Rencana dan target kinerja tersebut dibuat atas dasar kesepakatan antara pegawai dengan atasannya.&lt;/p&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuA92UpQiszS3zJnrj0_yitfR0qHFPPqk04e5y5dWItBN61e4j_DGYQPzkLNQL2ayUIr1RAfDeXDnuZ3m6fksmwfW6TKLBtb-VevgEFCgau55Ji33B1lle1D4WmVLzgCIkANoQeTKHzQs/s921/SKP+Sekolah+%25281%2529.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="530" data-original-width="921" height="230" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuA92UpQiszS3zJnrj0_yitfR0qHFPPqk04e5y5dWItBN61e4j_DGYQPzkLNQL2ayUIr1RAfDeXDnuZ3m6fksmwfW6TKLBtb-VevgEFCgau55Ji33B1lle1D4WmVLzgCIkANoQeTKHzQs/w400-h230/SKP+Sekolah+%25281%2529.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;Sasaran Kerja Pegawai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pembuatan SKP harus berdasarkan pada tugas jabatan, fungsi, wewenang, tanggung jawab, dan rincian tugas pegawai yang secara umum telah ditetapkan dalam struktur organisasi dan tata kerja. SKP adalah pengganti dari Daftar Penilaian Prestasi Kerja (DP3) yang sejak awal 2014 telah ditiadakan. Penilaian dalam SKP lebih bersifat komprehensif jika dibandingkan dengan DP3. SKP dibuat untuk jangka waktu satu tahun, yang dimulai dengan penyusunan perencanaan individu pegawai. SKP ditetapkan setiap tahun pada bulan Januari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pembuatan SKP harus disetujui dan ditetapkan oleh pejabat penilai. Di dalam hal SKP yang disusun oleh PNS tidak disetujui oleh pejabat penilai, maka keputusannya diserahkan kepada atasan pejabat penilai dan bersifat final. Jika terjadi perpindahan pegawai setelah bulan Januari maka yang bersangkutan tetap menyusun SKP pada awal bulan sesuai dengan surat perintah melaksanakan tugas atau surat perintah menduduki jabatan. PNS yang tidak menyusun SKP akan dijatuhi hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan Nomor 53 Tahun 2010 yang mengatur tentang disiplin PNS. Apabila SKP tercapai maka juga harus menunjukkan perilaku yang baik. Penilaian SKP meliputi aspek kuantitas, kualitas, waktu, dan/atausesuai dengan karakteristik, sifat, dan jenis kegiatan pada masing-masing unit kerja.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: #2b00fe;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2021/01/jenis-pangkat-dan-jabatan-fungsional.html" target="_blank"&gt;Jenis Pangkat dan Jabatan Fungsional Guru&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;A. Unsur-unsur Pengisian SKP&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terdapat tiga unsur dalam pengisian SKP, yaitu kegiatan tugas jabatan, angka kredit, dan target. Di dalam melaksanakan kegiatan tugas jabatan pada prinsipnya pekerjaan dibagi habis dari tingkat jabatan tertinggi sampai dengan&amp;nbsp; jabatan terendah secara hierarki.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan dalam menetapkan target, harus memperhatikan aspek-aspek berikut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Kuantitas (Target Output)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Kualitas (Target Kualitas)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Waktu (Target Waktu)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Biaya (Target Biaya)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nilai capaian SKP dinyatakan dengan angka dan kriteria berikut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Nilai 91 – ke atas : Sangat baik&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Nilai 76 – 90 : Baik&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Nilai 61 – 75 : Cukup&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Nilai 51 – 60 : Kurang&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5, Nilai 50 – ke bawah : Buruk&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;B. Cara Pengisian SKP&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengisian SKP menggunakan aplikasi sebenarnya mudah untuk dilakukan. Kita tinggal mengisikan data pokok yang diperlukan, maka secara otomatis form lainnya akan terisi dalam aplikasi SKP tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah contoh pengisian data pokok SKP untuk guru menggunakan aplikasi SKP berbasis MS Excel.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Pengisian Form Data SKP&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Data yang harus diisi dalam form data SKP sebagai berikut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Unit kerja&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Jangka waktu penilaian&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Identitas Pegawai yang Dinilai (Nama, NIP, Pangkat/Gol, Jabatan Unit Kerja)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;d. Identitas Pejabat Penilai&amp;nbsp; (Nama, NIP, Pangkat/Gol, Jabatan Unit Kerja)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;e. Identitas Atasan Pejabat Penilai&amp;nbsp; (Nama, NIP, Pangkat/Gol, Jabatan Unit Kerja)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Pengisian Form SKP&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Data yang harus diisi pada form SKP adalah kegiatan tugas tambahan, angka kredit, dan target.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;a. Pengisian Kegiatan Tugas Tambahan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Isi kegiatan tugas tambahan yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab pegawai.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut contoh pengisian kegiatan tugas tambahan yang dilakukan guru.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Unsur Utama&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran, dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian pembelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengikuti diklat fungsional&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melakukan kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian guru.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Unsur Penunjang&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjadi Panitia/Pengawas Ujian Nasional&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjadi Panitia/Pengawas PTS/PAS&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjadi anggota PGRI&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjadi anggota aktif kepramukaan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Pengisian Angka Kredit&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit yang berkaitan dengan tugas utama guru (melaksanakan proses pembelajaran), diisi berdasarkan asumsi nilai PKG = Baik&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IIIa = 10.50&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IIIb = 9.50&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IIIc = 20.25&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IIId = 19.50&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IVa = 29.75&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IVb = 29.75&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IVc = 29.00&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Golongan IVd = 38.75&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit mengikuti diklat fungsional :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lamanya lebih dari 960 jam = 15&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lamanya antara 641 s.d&amp;nbsp; 960 jam = 9&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lamanya antara 481 s.d&amp;nbsp; 640 jam = 6&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lamanya antara 181 s.d&amp;nbsp; 480 jam = 3&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lamanya antara 81 s.d&amp;nbsp; 180 jam = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lamanya antara 30 s.d&amp;nbsp; 80 jam = 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian guru :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lokakarya atau kegiatan bersama (seperti kelompok kerja guru) untuk penyusunan perangkat kurikulum dan atau pembelajaran = 0.15&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;keikutsertaan pada kegiatan ilmiah (seminar, kologium dan diskusi panel) :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Menjadi pembahas pada kegiatan ilmiah = 0.2;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah = 0.1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan kolektif lainnya yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru = 0.1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka Kredit Presentasi pada forum ilmiah :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjadi pemrasaran/nara sumber pada seminar atau lokakarya ilmiah = 0.2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjadi pemrasaran/nara sumber pada koloqium atau diskusi ilmiah = 0.2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka Kredit melaksanakan publikasi Ilmiah&amp;nbsp; hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat karya tulis berupa&amp;nbsp; laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku ber ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian BNSP.= 4&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat karya tulis berupa&amp;nbsp; laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi.= 3&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat karya tulis berupa&amp;nbsp; laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat provinsi.= 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat karya tulis berupa&amp;nbsp; laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah ilmiah tingkat kabupaten/ kota.= 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat karya tulis berupa&amp;nbsp; laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya, diseminarkan di sekolahnya, disimpan di perpustakaan.= 4&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat makalah&amp;nbsp; berupa&amp;nbsp; tinjauan&amp;nbsp; ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya, tidak diterbitkan,&amp;nbsp; disimpan di perpustakaan.= 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat Tulisan Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Membuat Artikel Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat nasional = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Membuat Artikel Ilmiah Populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dimuat di media masa tingkat provinsi (koran daerah).= 1.5&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat&amp;nbsp; Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Membuat&amp;nbsp; Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat nasional yang terakreditasi = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Membuat&amp;nbsp; Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat nasional yang tidak&amp;nbsp; terakreditasi/tingkat provinsi.= 1.5&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3) Membuat Artikel Ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikannya dan dimuat di jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/ sekolah/madrasah).= 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka Kredit melaksanakan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat buku pelajaran per tingkat/buku pendidikan per judul :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Buku&amp;nbsp; pelajaran yang lolos penilaian oleh BSNP = 6&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Buku&amp;nbsp; pelajaran yang dicetak oleh penerbit dan ber ISBN = 3&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3) Buku pelajaran dicetak oleh penerbit&amp;nbsp; tetapi belum ber-ISBN.= 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat modul/diktat&amp;nbsp; pembelajaran per semester :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Digunakan di tingkat&amp;nbsp; Provinsi dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Provinsi.= 1.5&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Digunakan di tingkat&amp;nbsp; kota/kabupaten dengan pengesahan dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten.= 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3) Digunakan di tingkat sekolah/madrasah setempat = 0.5&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat buku dalam bidang pendidikan:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Buku dalam bidang pendidikan&amp;nbsp; dicetak oleh penerbit&amp;nbsp; dan ber-ISBN.= 3&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit&amp;nbsp; tetapi&amp;nbsp; belum ber-ISBN.= 1.5&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat karya hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/madrasah tiap karya.= 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat buku pedoman guru = 1.5&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit menemukan teknologi tepatguna :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kompleks = 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kategori Sederhana = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit menemukan/menciptakan karya seni :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kategori kompleks = 4&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kategori sederhana = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit membuat/modifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Membuat alat pelajaran:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Kategori kompleks = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Kategori sederhana = 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat alat peraga:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Kategori kompleks = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Kategori sederhana = 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membuat alat praktikum:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) Kategori kompleks = 4&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) Kategori sederhana= 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka Kredit Mengikuti Pengembangan Penyusunan Standar, Pedoman, Soal dan sejenisnya :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengikuti Kegiatan&amp;nbsp; Penyusunan Standar/ Pedoman/ Soal dan sejenisnya pada tingkat nasional.= 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengikuti Kegiatan&amp;nbsp; Penyusunan Standar/ Pedoman/Soal dan sejenisnya pada tingkat provinsi = 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka Kredit Memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Doktor (S-3) =15,00&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pascasarjana (S-2) = 10,00&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sarjana (S-1)/Diploma IV = 5,00&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka Kredit melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Membimbing siswa dalam praktik kerja nyata/praktik industri/ekstrakurikuler dan yang sejenisnya = 0,17&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai pengawas ujian penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1) sekolah = 0,08&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2) nasional = 0,08&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit menjadi anggota organisasi profesi, sebagai :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengurus aktif = 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggota aktif = 0,75&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit menjadi anggota kegiatan kepramukaan, sebagai :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengurus aktif = 12&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggota aktif = 0,75&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit menjadi tim penilai angka kredit&amp;nbsp; =0,04&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit menjadi tutor/pelatih/instruktur =0,04&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit memperoleh Penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;30 (tiga puluh) tahun = 3&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;20 (dua puluh) tahun = 2&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;10 (sepuluh) tahun = 1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka kredit memperoleh Penghargaan/tanda jasa =1&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;c. Pengisian Target&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengisian target meliputi pengisian :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kuantitas : jumlah kegiatan yang diikuti&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Output : hasil dari kegiatan (ijazah, laporan, SK, surat tugs, sertifikat, kartu anggota, dsb)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kualitas/Mutu : diisi 100 untuk kualitas maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waktu : diisi 12 bulan untuk waktu maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biaya : diisi jika ada.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;C. Penilaian Perilaku Kerja PNS&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perilaku Kerja merupakan salah satu unsur yang memuat 40% dari Penilaian Prestasi Kerja PNS.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aspek Penilaian Perilaku Kerja :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orientasi pelayanan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Integritas&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Komitmen&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disiplin&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kerja sama&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepemimpinan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penilaian kepemimpinan hanya dilakukan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural. Penilaian perilaku dilakukan melalui pengamatan oleh pejabat penilai terhadap PNS sesuai kriteria yang ditentukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pejabat penilai dalam melakukan penilaian perilaku kerja PNS dapat mempertimbangkan masukan dari pejabat penilai lain yang setingkat di lingkungan unit kerja masing-masing. Nilai perilaku kerja dapat diberikan paling tinggi, yaitu 100 (seratus).&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuA92UpQiszS3zJnrj0_yitfR0qHFPPqk04e5y5dWItBN61e4j_DGYQPzkLNQL2ayUIr1RAfDeXDnuZ3m6fksmwfW6TKLBtb-VevgEFCgau55Ji33B1lle1D4WmVLzgCIkANoQeTKHzQs/s72-w400-h230-c/SKP+Sekolah+%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisi Kisi Pretest PKP</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2020/02/kisi-kisi-pretest-pkp.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 20 Feb 2020 13:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-6048511795570265922</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KONSEP BERPIKIR TINGKAT TINGGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi melibatkan 3 aspek yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
1. Transfer of Knowledge&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
2. Critical and Creative Thinking&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
3. Problem Solving.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Dalam proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi tidak memandang level KD, apakah KD nya berada pada tingkatan C1, C2, C3, C4, C5, atau C6.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
1. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Transfer of Knowledge&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Keterampilan berpikir tingkat tinggi berkaitan dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Ranah Kognitif&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Proses Kognitif sesuai dengan level kognitif Bloom.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;LOTS&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;C1 : Mengingat&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;C2 : Memahami&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;C3 : Menerapkan/Mengaplikasikan&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
KONSEP BERPIKIR TINGKAT TINGGI&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi melibatkan 3 aspek yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Transfer of Knowledge&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Critical and Creative Thinking&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Problem Solving.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Dalam proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi tidak memandang level KD, apakah KD nya berada pada tingkatan C1, C2, C3, C4, C5, atau C6.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR9hkqtpbOEuE-emClvVZN2BfdNWz29cNsr7zr8_e2yKUml619uD3aTpmIGHaGgjJUqrFUTvTWQ7b3TZu7NQc4_UYksp038SQvY0KE_lcfRQeLOTJyrdbC9Ng447TW93doJ99HzKob0g4/s1600/Kisi+Kisi+Pretest+PKP+%25281%2529-min-min.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Kisi Kisi Pretest Peningkatan Kompetensi Pembelajaran" border="0" data-original-height="707" data-original-width="629" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR9hkqtpbOEuE-emClvVZN2BfdNWz29cNsr7zr8_e2yKUml619uD3aTpmIGHaGgjJUqrFUTvTWQ7b3TZu7NQc4_UYksp038SQvY0KE_lcfRQeLOTJyrdbC9Ng447TW93doJ99HzKob0g4/s400/Kisi+Kisi+Pretest+PKP+%25281%2529-min-min.jpg" title="Kisi Kisi Pretest PKP" width="355" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kisi Kisi Pretest PKP&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
1. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Transfer of Knowledge&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Keterampilan berpikir tingkat tinggi berkaitan dengan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Ranah Kognitif&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Proses Kognitif sesuai dengan level kognitif Bloom.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
LOTS&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C1 : Mengingat&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C2 : Memahami&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C3 : Menerapkan/Mengaplikasikan&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Ranah Psikomotor&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Keterampilan proses psikomotor merupakan keterampilan dalam melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota tubuh yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan pada gerak dasar, perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, ekspresif, dan interperatif.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;P1 : Imitasi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;P2 : Manipulasi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;P3 : Presisi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;P4 : Artikulasi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
•&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;P5 : Naturalisasi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
2. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Critical and Creative Thinking&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Berpikir kritis merupakan proses mengerahkan pengetahuan dan keterampilan dalam memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis semua asumsi yang muncul dan melakukan investigasi atau penelitian berdasarkan data dan informasi yang telah didapatkan sehingga menghasilkan informasi atau simpulan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Elemen dasar tahapan keterampilan berpikir kritis yaitu FRISCO&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
a.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;F (Focus) : Mengidentifikasi masalah dengan baik.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
b.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;R (Reason) : Alasan-alasan yang diberikan bersifat logis atau tidak untuk disimpulkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
c.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;I (Inference) : Jika alasan yang dikembangkan adalah tepat, maka alasan tersebut harus cukup sampai pada kesimpulan yang sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
d.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;S (Situation) : Membandingkan dengan situasi yang sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
e.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;C (Clarity) : Harus ada kejelasan istilah maupun penjelasan yang digunakan pada argumen sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mengambil kesimpulan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
f.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(Overview) : Pengecekan terhadap sesuatu yang telah ditemukan, diputuskan, diperhatikan, dipelajari, dan disimpulkan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
3. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sebagai Problem Solving&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Keterampilan berpikir tingkat tinggi sebagai problem solving diperlukan dalam proses pembelajaran, karena pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan pembelajaran berorientasi pada keterampilan tingkat tinggi tidak dapat dipisahkan dari kombinasi keterampilan berpikir dan keterampilan kreativitas untuk pemecahan masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Menurut Mourtos, Okamoto, dan Rhee, ada enam aspek yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana keterampilan pemecahan masalah peserta didik, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Menentukan masalah. Mendefinisikan masalah, menjelaskan permasalahan, menentukan kebutuhan data dan informasi yang harus diketahui sebelum digunakan untuk mendefinisikan masalah sehingga menjadi lebih detail, dan mempersiapkan kriteria untuk menentukan hasil pembahasan dari masalah yang dihadapi;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Mengeksplorasi masalah. Menentukan objek yang berhubungan dengan masalah, memeriksa masalah yang terkait dengan asumsi, dan menyatakan hipotesis yang terkait dengan masalah;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Merencanakan solusi. Peserta didik mengembangkan rencana untuk memecahkan masalah, memetakan sub-materi yang terkait dengan masalah, memilih teori prinsip dan pendekatan yang sesuai dengan masalah, dan menentukan informasi untuk menemukan solusi;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Melaksanakan rencana. Pada tahap ini peserta didik menerapkan rencana yang telah ditetapkan;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Memeriksa solusi. Mengevaluasi solusi yang digunakan untuk memecahkan masalah; dan&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Mengevaluasi. Pada langkah ini, solusi diperiksa, asumsi yang terkait dengan solusi dibuat, memperkirakan hasil yang diperoleh ketika mengimplementasikan solusi dan mengomunikasikan solusi yang telah dibuat.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp; &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/11/model-model-pembelajaran-kurikulum-2013.html" target="_blank"&gt;Model Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2017&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/10/pengertian-dan-model-pembelajaran-jigsaw.html" target="_blank"&gt;Pengertian dan Model Pembelajaran Jigsaw&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
KOMPETENSI KETERAMPILAN 4CS (CREATIVITY, CRITICAL THINKING, COLLABORATION, COMMUNICATION)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran abad 21 menggunakan istilah yang dikenal sebagai 4Cs (critical thinking, communication, collaboration, and creativity).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Peta Kompetensi Keterampilan 4Cs:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
1.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Creativity Thinking and innovation. Peserta didik dapat menghasilkan, mengembangkan, dan mengimplementasikan ide-ide mereka secara kreatif baik secara mandiri maupun berkelompok.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
2.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Critical Thinking and Problem Solving. Peserta didik dapat mengidentifikasi, menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi bukti-bukti, argumentasi, klaim, dan data-data yang tersaji secara luas melalui pengkajian secara mendalam, serta merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
3.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Communication. Peserta didik dapat mengomunikasikan ide-ide dan gagasan secara efektif menggunakan media lisan, tertulis, maupun teknologi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
4.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Collaboration. Peserta didik dapat bekerja sama dalam sebuah kelompok dalam memecahkan permasalahan yang ditemukan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
PENGEMBANGAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pengembangan IPK memperhatikan hal-hal seperti:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Tentukanlah proses berpikir yang akan dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi minimal yang ada pada KD;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Rumusan IPK menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang bisa diukur;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas, dan mudah dipahami;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Hanya mengandung satu tindakan;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Memperhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi, dan kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat, dan lingkungan/daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
IPK dikategorikan menjadi tiga, yaitu IPK kunci, IPK pendukung, dan IPK pengayaan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
a. Indikator Kunci&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Indikator yang sangat memenuhi kriteria UKRK (Urgensi, Keterkaitan, Relevansi, Keterpakaian).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Kompetensi yang dituntut adalah kompetensi minimal yang terdapat pada KD.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Memiliki sasaran untuk mengukur ketercapaian standar minimal dari KD.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Dinyatakan secara tertulis dalam pengembangan RPP dan harus teraktualisasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran, sehingga kompetensi minimal yang harus dikuasai peserta didik tercapai berdasarkan tuntutan KD mata pelajaran.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
b. Indikator Pendukung&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Membantu peserta didik memahami indikator kunci.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Dinamakan juga indikator prasyarat yang berarti kompetensi yang sebelumnya telah dipelajari peserta didik, berkaitan dengan indikator kunci yang dipelajari.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
c. Indikator Pengayaan&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Mempunyai tuntutan kompetensi yang melebihi dari tuntutan kompetensi dari standar minimal KD.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Tidak selalu harus ada.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Dirumuskan apabila potensi peserta didik memiliki kompetensi yang lebih tinggi dan perlu peningkatan yang baik dari standar minimal KD.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Model Discovery Learning&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Sintak model Discovery Learning:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pemberian rangsangan (stimulation).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Guru mengajukan pertanyaan, menganjurkan membaca buku dan kegiatan lainnya, supaya peserta didik menimbulkan kebingungan dan keinginan untuk menyelidiki sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement). Peserta didik melakukan identifikasi dan membuat hipotesis.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pengumpulan data (data collection).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan. mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pengolahan data (data processing).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Semua informasi hasil bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan, atau ditabulasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pembuktian (verification).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil pengolahan data.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Menarik simpulan/generalisasi (generalization). Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Stimulasi pertanyaan dalam pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS untuk mendorong memunculkan pikiran-pikiran orisinal peserta didik, pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan untuk memfokuskan perhatian atau kajian untuk diperdalam;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan untuk mendorong peserta didik berpikir menemukan alasan atau mengambil posisi pendapat;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan untuk mengklarifikasi suatu konsep dengan arah bisa merumuskan definisi yang jelas lewat memperbandingkan, menghubungkan, dan mencari perbedaan atas konsep-konsep yang ada;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan untuk mendorong munculnya gagasan-gagasan yang kreatif dan alternatif lewat imajinasi;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mencari data dan fakta pendukung serta bukti-bukti untuk mengambil keputusan atau posisi;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan untuk mendorong peserta didik mengembangkan pikiran lebih jauh dan lebih mendalam, dengan mencoba mengaplikasikan sesuatu informasi pada berbagai kasus dan kondisi yang berbeda-beda, sehingga memiliki lebih banyak argumentasi;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan untuk mengembangkan kemampuan mengaplikasikan aturan atau teori yang lebih umum pada kasus yang tengah dikaji.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
PENULISAN DAN PENGEMBANGAN SOAL HOTS&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Dalam taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson &amp;amp; Krathwohl (2001), dirumuskan 6 level proses berpikir, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C 1 = mengingat (remembering )&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C 2 = memahami (understanding)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C 3 = menerapkan (applying)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C 4 = menganalisis (analyzing)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C 5 = mengevaluasi (evaluating)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
C 6 = mengkreasi (creating)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Anderson dan Krathwohl mengategorikan kemampuan proses menganalisis (analyzing), mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating) termasuk berpikir tingkat tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pada pemilihan kata kerja operasional (KKO) untuk merumuskan indikator soal HOTS, hendaknya tidak terjebak pada pengelompokkan KKO. Sebagai contoh kata kerja “menentukan‟ pada Taksonomi Bloom ada pada ranah C2 dan C3. Dalam konteks penulisan soal-soal HOTS, kata kerja “menentukan‟ bisa jadi ada pada ranah C5 (mengevaluasi) apabila untuk menentukan keputusan didahului dengan proses berpikir menganalisis informasi yang disajikan pada stimulus lalu peserta didik diminta menentukan keputusan yang terbaik. Bahkan kata kerja “menentukan‟ bisa digolongkan C6 (mengkreasi) bila pertanyaan menuntut kemampuan menyusun strategi pemecahan masalah baru. Jadi, ranah kata kerja operasional (KKO) sangat dipengaruhi oleh proses berpikir apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Brookhart menggunakan tiga istilah dalam mendefinisikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), yaitu: HOTS adalah proses transfer, HOTS adalah berpikir kritis, dan HOTS adalah penyelesaian masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
HOTS sebagai proses transfer dalam konteks pembelajaran adalah melahirkan belajar bermakna (meaningfull learning), yakni kemampuan peserta didik dalam menerapkan apa yang telah dipelajari ke dalam situasi baru tanpa arahan atau petunjuk pendidik atau orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
HOTS sebagai proses berpikir kritis dalam konteks pembelajaran adalah membentuk peserta didik yang mampu untuk berpikir logis (masuk akal), reflektif, dan mengambil keputusan secara mandiri.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
HOTS sebagai proses penyelesaian masalah adalah menjadikan peserta didik mampu menyelesaikan permasalahan riil dalam kehidupan nyata, yang umumnya bersifat unik sehingga prosedur penyelesaiannya juga bersifat khas dan tidak rutin.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Soal yang termasuk Higher Order Thinking memiliki ciri-ciri:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Transfer satu konsep ke konsep lainnya;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Memproses dan menerapkan informasi;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Menelaah ide dan informasi secara kritis.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Karakteristik instrumen penilaian berpikir tingkat tinggi (HOTS):&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Bersifat Divergen&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Menggunakan Multirepresentasi&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Berbasis permasalahan kontekstual&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Menggunakan bentuk soal beragam&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Puspendik (2015) mengklasifikasikan 3 level kognitif yaitu: Level 1 (Pengetahuan dan Pemahaman), Level 2 (Aplikasi), dan Level 3 (Penalaran)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Pengetahuan dan Pemahaman. Mengukur pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Aplikasi. Menggunakan pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural tertentu pada konsep lain dalam mapel yang sama atau mapel lainnya; Menggunakan pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural tertentu untuk menyelesaikan masalah kontekstual (situasi lain).&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Penalaran. Menggunakan penalaran dan logika untuk; Mengambil keputusan (evaluasi); Memprediksi dan refleksi; Menyusun strategi baru untuk memecahkan masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
Langkah-langkah penyusunan soal HOTS yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
1.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menganalisis KD&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
2.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menyusun kisi-kisi soal&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
3.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memilih stimulus yang tepat dan kontekstual&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
4.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
5.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;
KD yang berada pada tingkat kognitif C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mengkreasi) dapat disusun soal HOTS. KD yang berada pada tingkat kognitif C1 (mengingat), C2 (memahami), dan C3 (menerapkan) tidak dapat langsung disusun soal HOTS. KD tersebut dapat disusun soal HOTS, bila sebelumnya dirumuskan terlebih dahulu IPK pengayaan dengan tingkat kognitif C4, C5, dan C6.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR9hkqtpbOEuE-emClvVZN2BfdNWz29cNsr7zr8_e2yKUml619uD3aTpmIGHaGgjJUqrFUTvTWQ7b3TZu7NQc4_UYksp038SQvY0KE_lcfRQeLOTJyrdbC9Ng447TW93doJ99HzKob0g4/s72-c/Kisi+Kisi+Pretest+PKP+%25281%2529-min-min.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Model Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2017</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/11/model-model-pembelajaran-kurikulum-2013.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 14 Nov 2019 13:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-5583996398367621596</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;A.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Konsep&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Pembelajaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dan pendidik, dan antara peserta dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilan-nya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Selaras dengan itu pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian untuk mencapai perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa konsep pembelajaran yang dapat digunakan sebagai sandaran dalam mengembangkan belajar di SMK yang diantaranya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0TKUU9X5GAkQXDnx-hZSsuLSNEXuwrZ9kzIBi583RU06gXubJznnSJuLwKYo5BpwE199aslplvq8ktpC8-Tl6o20sBENnlOY2Xen5LcA_jT2ByR8stxEMS4JRNVa9-BhFvJyJj5ORUyw/s1600/Model+Model+Pembelajaran+K.13+%25281%2529.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Model Model Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2017" border="0" data-original-height="155" data-original-width="289" height="214" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0TKUU9X5GAkQXDnx-hZSsuLSNEXuwrZ9kzIBi583RU06gXubJznnSJuLwKYo5BpwE199aslplvq8ktpC8-Tl6o20sBENnlOY2Xen5LcA_jT2ByR8stxEMS4JRNVa9-BhFvJyJj5ORUyw/s400/Model+Model+Pembelajaran+K.13+%25281%2529.jpg" title="Model Model Pembelajaran" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Model Model Pembelajaran Kurikulum 2013&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mengembangkan seluruh potensi peserta didik agar memiliki wawasan kerja, keterampilan teknis bekerja, employability skills, dan melakukan transformasi diri terhadap perubahan tuntutan dunia kerja (Putu Sudira; 2016).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidikan kejuruan akan menjadi efisien bila pembelajarannya (peserta didik dilatih) dengan cara mengimitasi/mereplikasi lingkungan kerja semirip mungkin dengan yang terjadi di tempat pekerjaan yang sebenarnya” Charles A. Prosser (1950: 217). “Pembelajaran pada pendidikan kejuruan dapat efektif jika pelatihan dilakukan dengan cara yang sama seperti di dunia kerja termasuk penggunaan peralatan dan mesin” Konsep ke dua dari Charles A.Prosser (1950: 218). “Pembelajaran pada pendidikan kejuruan akan efektif sesuai proporsinya jika pembelajaran dilatihkan secara langsung dan secara individu pada peserta didik dalam kebiasaan berfikir dan diperlukan habit memanipulasinya dalam kompetensi keahlian itu sendiri” Konsep ke tiga dari Charles A.Prosser (1950: 220).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran dengan pereplikaan seperti konsep di atas hampir mirip dengan teaching factory atau production based trainning/Production Based Education Trainning dan ini memungkinkan akan terbangun pembiasaan pada peserta didik sesuai tuntutan dunia kerja dan akhirnya mereka memiliki kesiapan untuk mendapatkan peluang dalam memasuki lapangan kerja yang sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konsep pembelajaran abad 21 yakni model relasi sain dan rekayasa yang dikembangkan oleh Bernie Trilling dan Charles Fadel (2009; disadur dari Putu Sudira). Pada konsep ini sain lebih menekankan pada metoda penyelidikan dan penemuan untuk menjelaskan gejala-gejala alam, sedangkan rekayasa dan teknologi menggunakan strategi perancangan dan penemuan solusi atas problematika kehidupan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;2.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Konsep Saintifik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendekatan saintifik dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, prosedur, hukum atau prinsip, melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;3.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Model pembelajaran&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model Pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&amp;amp;Wells). Sedangkan menurut “Arends dalam Trianto”, mengatakan “model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Model pembelajaran mempunyai teori berfikir yang masuk akal. Maksudnya para pencipta atau pengembang membuat teori dengan mempertimbangkan teorinya dengan kenyataan sebenarnya serta tidak secara fiktif dalam menciptakan dan mengembangkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). Model pembelajaran mempunyai tujuan yang jelas tentang apa yang akan dicapai, termasuk di dalamnya apa dan bagaimana siswa belajar dengan baik serta cara memecahkan suatu masalah pembelajaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Model pembelajaran mempunyai tingkah laku mengajar yang diperlukan sehingga apa yang menjadi cita-cita mengajar selama ini dapat berhasil dalam pelaksanaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span color="windowtext" face="Arial, sans-serif" style="border: 1pt none windowtext; font-size: 10pt; line-height: 115%; padding: 0in; text-decoration-line: none;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-window-shopping.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shopping&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/10/pengertian-dan-model-pembelajaran-jigsaw.html" target="_blank"&gt;Pengertian dan Model Pembelajaran Jigsaw&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Model pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif serta nyaman, sehingga suasana belajar dapat menjadi salah satu aspek penunjang apa yang selama ini menjadi tujuan pembelajaran.&amp;nbsp; (Trianto, 2010).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;B.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Deskripsi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Prinsi-prinsip pembelajaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
adapun prinsip prinsip pembelajaran sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi SMK meliputi: Prinsip umum(1) Pembelajaran sepanjang hayat;(2) Menerapkan pendekatan ilmiah; (3) Menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarsa sung tuladha), membangun kemauan (ing madya mangun karsa), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (4) Menerapkan pembelajaran secara terpadu dan tuntas (mastery learning); (5) Memperhatikan keseimbangan antara hard skills dan soft skills; (6) Menggunakan berbagai sumber belajar; (7) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi; (8) Menerapkan metode pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan serta mempertimbangkan karakteristik peserta didik; dan (9) Menerapkan strategi pembelajaran berbasis kompetensi, dan model-model belajar inkuiri, discovery learning, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis produk dan pembelajaran berbasis proyek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prinsip khusus (1)Menekankan pada keterampilan aplikatif; (2) Berlangsung di rumah, sekolah/madrasah dan masyarakat/Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI); (3) Iklim belajar merupakan simulasi dari lingkungan kerja di DUDI; (4) Berdasarkan pada pekerjaan nyata, otentik dan sarat nilai melalui teaching factory untuk mendapatkan pembiasaan berpikir dan bekerja dengan kualitas seperti di tempat kerja; (5) Berdasarkan permintaan pasar kerja; (6) Melibatkan praktisi ahli yang berpengalaman di bidangnya untuk memperkuat pembelajaran dengan cara pembimbingan saat praktik kerja lapangan dan PSG; dan (7) Menerapkan sistem penyelenggaraan pendidikan terbuka (Multi Entry-Multi Exit System/MEMES) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Karakteristik pembelajaran&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun karakteristik pembelajaran pada Pendidikan kejuruan di adopsi dari Crunkilton (1984) sejalan dengan pernyataan Charles A. Prosser (1950:215) bahwa karakteristik pembelajaran pada pendidikan kejuruan secara proporsi hanya menyiapkan peserta didik secara nyata untuk melakukan pekerjaan dengan menetapkan (establish) habit berfikir yang benar dan bekerja dengan tepat melalui pembelajaran atau pelatihan yang berulang-ulang pada lingkup kompetensi keahlian yang dipelajarinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Perancangan pembelajaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perancangan pembelajaran SMK dengan memperhatikan karakteristik Pembelajaran pada Pendidikan kejuruan sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Didasarkan atas kebutuhan dunia kerja&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Penilaian yang sesungguhnya terhadap kesuksesan peserta didik harus pada “mind-on, heart-on, hands-on” atau cara cara pikir, sikap dan keterampilan kerja di dunia usaha atau produksi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Melibatkan dunia kerja sebagai&amp;nbsp; kunci keberhasilan pendidikan kejuruan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Lebih ditekankan pada “learning by doing”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Memerlukan fasilitas praktek sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Tujuan pembelajaran&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan pembelajaran merupakan pernyataan kemampuan dari suatu keadaan yang ingin dicapai sebagai hasil perubahan dari yang peserta didik pelajari atau pernyataan sebagai hasil dari pendidikan dan pelatihan. Agar tujuan pembelajaran di SMK efektif, maka perumusannya dapat menggunakan beberapa pertanyaan dasar yang berkaitan dengan pembelajaran yakni: “kemana kita akan pergi; bagaimana kita akan mencapainya; dan bagaimana kita mengetahui bahwa telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan” (Mager; 1984:24). Secara umum tujuan pembelajaran pada SMK adalah: (1) Memahami persyaratan kompetensi kerja, (2) melakukan pekerjaan rutin, (3) menguasai prosedur kerja sehari-hari, (4) menerapkan standar keamanan kerja, (5) meningkatkan produktifitas, (6) mampu bekerja dalam tim kolaboratif, (7) melek digital dan simbol-simbol dalam pekerjaan, (8) memperhatikan kualitas, efisiensi, (9) menerapkan etika, moralitas kerja, (10) memahami perubahan nasional dan (11) memiliki jiwa kewirausahaan (Putu Sudira; 2016).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Proses pembelajaran pendekatan saintifik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Proses pembelajaran pendekatan saintifik mengacu pada pendekatan langkah berpikir saintifik, mengandung 5 (lima) langkah yang tidak selalu harus berurut dan seluruhnya ada dalam satu kali pertemuan pembelajaran, yaitu sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Mengamati, yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, tabel dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di media masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b. Menanya, yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, narasumber, siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari kegiatan menanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil belajar dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat menyimpulkan hasil kajian dari hipotesis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
e. Mengomunikasikan, yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Guna memperkuat pendekatan saintifik serta pendekatan rekayasa dan teknologi serta mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya nyata, baik individual maupun kelompok, maka diterapkan strategi pembelajaran menggunakan model model pembelajaran penyingkapan (inquiry learning), pembelajaran penemuan (discovery learning) dan pendekatan pembelajaran berbasis hasil karya yang meliputi pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) serta pelatihan berbasis produk (production based training) dan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) serta teaching factorysesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Jenis dan sintaksis model pembelajaran kurikulum 2013 revisi 2017&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Model Pembelajaran Penemuan(Discovery Learning))&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa hukum, konsep dan prinsip, melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi (pengambilan keputusan/kesimpulan). Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219). Sebagai Contoh penerapan model ini melalui strategi deduktif dimana peserta didik diberikan tugas untuk menentukan rumus luas lingkaran melalui permainan kertas berbentuk lingkaran yang dibagi dalam n sektor yang sama besar, kemudian menyusunnya sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti persegi panjang dan rumus keliling sudah diketahui sebelumnya. Dari permainan kertas tersebut peserta didik dapat menemukan bahwa luas lingkaran adalah ..............;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan pembelajaran model Discovery Learning&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Meningkatkan Kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkret maupun abstrak&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Meningkatkan Keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih bermakna&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar penemuan ke dalam aktivitas situasi belajar yang baru&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintak model Discovery Learning&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pemberian rangsangan (Stimulation);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pengumpulan data (Data Collection);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pembuktian (Verification), dan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b. Model Inquiry Learning&amp;nbsp; Terbimbing dan Sains&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang singkat (Joice &amp;amp;Wells, 2003).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model pembelajaran Inkuiri terbimbing merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya dari sesuatu yang dipertanyakan. Sedangkan Inkuiri Sains esensinya adalah melibatkan siswa pada kasus yang nyata di dalam penyelidikan dengan cara mengkonfontasi dengan area yang diselidiki, dengan cara membantu mereka mengidentifikasi konsep atau metodologi pada area investigasi serta mendorong dalam cara-cara mengatasi masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan Pembelajaran Inquiry untuk mengembangkan kemampuan berfikir secara sistimatis, logis dan kritis sebagai bagian dari proses mental.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintak/tahap model inkuiri terbimbing meliputi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Orientasi masalah;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pengumpulan data dan verifikasi;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pengumpulan data melalui eksperimen;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Analisis proses inkuiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintak/tahap model inkuiri Sains (Biology)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menentukan area investigasi termasuk metodologi yang akan digunakan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menstrukturkan problem/masalah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengidentifikasi problem-problem yang kemungkinan terjadi&amp;nbsp; dalam proses investigasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menyelesaikan kesulitan/masalah dengan melakukan desain ulang, mengumpulkan dan mengorganisir data dengan cara lain dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Kurikulum 2013 Revisi 2017&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata (autentik) untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).Problem Based Learning untuk pemecahan masalah yang komplek, problem-problem nyata dengan menggunakan pendekataan studi kasus.Peserta didik melakukan penelitian dan menetapan solusi untuk pemecahan masalah. (Bernie Trilling &amp;amp; Charles Fadel, 2009: 111).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
TujuanPembelajaran PBL untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills (HOT’s) yakni pengembangan kemampuan berfikir kritis, kemampuan pemecahan masalah dan&amp;nbsp; secara aktif mengembangkan&amp;nbsp; keinginan dalam belajar dengan mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan (Norman and Schmidt).Pengembangan kemandirian belajar dapat terbentuk ketika peserta didik berkolaborasi untuk mengidentifikasi informasi, strategi, dan sumber-sumber belajar yang relevan untuk menyelesaikan masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintak model Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) terdiri atas:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengidentifikasi masalah;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Melakukan tindakan strategis, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintak model Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Merumuskan uraian masalah;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengembangkan kemungkinan penyebab;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengevaluasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
d. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model pembelajaran PjBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang, tugas-tugas atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerja sama dalam upaya memecahkan masalah (Barel, 2000 and Baron 2011).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan Project Based Learning adalah meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level tinggi/ taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada abad 21 (Cole &amp;amp; Wasburn Moses, 2010).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintak/tahapan model pembelajaran Project Based Learning, meliputi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mendesain perencanaan proyek;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menyusun jadwal (Create a Schedule);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menguji hasil (Assess the Outcome), dan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
•&amp;nbsp; Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
e.&amp;nbsp; &amp;nbsp; Model Pembelajaran Production Based Training/ Production Based Education Training&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model inimerupakan proses pendidikan dan pelatihan yang menyatu pada proses produksi, dimana peserta didik diberikan pengalaman belajar pada situasi yang kontekstual mengikuti aliran kerja industri mulai dari perencanaan berdasarkan pesanan, pelaksanaan dan evaluasi produk/kendali mutu produk, hingga langkah pelayanan pasca produksi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan penggunaan model pembelajaran PBT/PBET adalah untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi kerja yang berkaitan dengan kompetensi teknis serta kemampuan kerjasama (berkolaborasi) sesuai tuntutan organisasi kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Merencanakan produk;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Melaksanakan proses produksi;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengembangkan rencana pemasaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Diadaptasi dari Ganefri; 2013; G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
f. Model Pembelajaran Teaching Factory&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.Pelaksanaan teaching factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan teaching factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pelaksanaanteaching factory sesuai Panduan TEFA Direktorat PMK terbagi atas 4 model, dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK yang telah melaksanakan TEFA. Adapun model tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1) Model pertama, Dual Sistem dalam bentuk praktek kerja industri yaitu pola pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai experience based training atau enterprise based training.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2) Model Kedua, Competency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada metode ini, penilaian peserta didik dirancang sehingga dapat memastikan bahwa setiap peserta didik telah mencapai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3) Model ketiga Production Based Education and Training (PBET) merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4) Model keempat, Teaching Factory adalah konsep pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan Pembelajaran Teaching Factory&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1) Mempersiapkan lulusan SMK menjadi pekerja, dan wirausaha;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2) Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3) Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4) Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5) Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6) Membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual, dll&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7) Memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan yang selaras tentang pembelajaran teaching factory (Sema E. Alptekin, Reza Pouraghabagher, atPatricia McQuaid, and Dan Waldorf; 2001) adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1) Menyiapkan lulusan yang lebih profesional melalui pemberian konsep manufaktur moderen sehingga secara efektif dapat berkompetitif di industri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2) Meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK yang berfokus pada konsep manufaktur moderen.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3) Menunjukan solusi yang layak pada dinamika teknologi dari usaha yang terpadu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4) Menerima transfer teknologi dan informasi dari industri pasangan terutama pada aktivitas peserta didik dan guru saat pembelajaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sintaksis Teaching Factory&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran teaching factory dapat menggunakan sintaksis PBET/PBT atau dapat juga menggunakan sintaksis yang diterapkan di Cal Poly-San Luis Obispo USA (Sema E. Alptekin: 2001) dengan langkah-langkah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Merancang produk&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Membuat prototype&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Memvalidasi dan memverifikasi prototype&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Membuat produk masal&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan hasil penelitian, Dadang Hidayat (2011) mengembangkan langkah-langkah pembelajaran Teaching Factory sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menerima Order&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menganalisis order&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menyatakan Kesiapan mengerjakan order&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengerjakan order&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Mengevaluasi produk&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Menyerahkan order&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0TKUU9X5GAkQXDnx-hZSsuLSNEXuwrZ9kzIBi583RU06gXubJznnSJuLwKYo5BpwE199aslplvq8ktpC8-Tl6o20sBENnlOY2Xen5LcA_jT2ByR8stxEMS4JRNVa9-BhFvJyJj5ORUyw/s72-c/Model+Model+Pembelajaran+K.13+%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manfaat Buah Ciplukan Untuk Kesehatan</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/08/manfaat-buah-ciplukan-untuk-kesehatan.html</link><category>KESEHATAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 22 Aug 2019 13:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-2388608106355688722</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rasanya jenis tanaman yang satu ini sangat tidak asing bagi orang indonesia. Tanaman ini banyak tumbuh liar di negara tropis, termasuk di Indonesia. Tanaman yang memiliki bentuk buah yang unik ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Penasaran apa saja manfaat ciplukan? Simak ulasannya berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Ciplukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ciplukan adalah tanaman liar yang biasa ditemukan di kebun, persawahan yang mengering, hingga pinggiran hutan yang banyak disinari matahari. Tanaman Ciplukan ini bisa tumbuh hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia dengan sebutan yang berbeda-beda pula seperti cecendet dalam Bahasa Sunda, kopok-kopokan dalam Bahasa Bali, nyurnyuran dalam Bahasa Madura, hingga leletokan dalam Bahasa Minahasa. Ciplukan memiliki bentuk buah yang unik karena bunganya diselubungi oleh kelopak yang menggembung. Warna buah Ciplukan ini hijau ketika baru tumbuh dan berubah menjadi kuning ketika sudah masak. Ketika belum matang, buah ciplukan ini memiliki rasa yang getir, tetapi jika sudah berwarna kuning-oranye maka rasanya menjadi agak manis-asam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNB_D_KUbuhQSHatrmEQ8YqN2URXikqnjowrvt03HyLlK6MHAKzKNAZCZvKVPbFiY3IhR3Yava3jQShviVPAXe4J44rBv9D_nbMlPY1CdJLMjxa9rjfEmrRHq-Z5dX7FsM3GaXIAkmRz4/s1600/Manfaat+Buah+Ciplukan+Untuk+Kesehatan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="11 Manfaat Buah Ciplukan Untuk Kesehatan" border="0" data-original-height="444" data-original-width="655" height="270" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNB_D_KUbuhQSHatrmEQ8YqN2URXikqnjowrvt03HyLlK6MHAKzKNAZCZvKVPbFiY3IhR3Yava3jQShviVPAXe4J44rBv9D_nbMlPY1CdJLMjxa9rjfEmrRHq-Z5dX7FsM3GaXIAkmRz4/s400/Manfaat+Buah+Ciplukan+Untuk+Kesehatan.jpg" title="Manfaat Buah Ciplukan Untuk Kesehatan" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat Buah Ciplukan Untuk Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Buah yang memiliki nama latin Physalis angulata ini biasa disebut dengan morel berry atau physalis saja dalam Bahasa Inggris. Dewasa ini, Buah ciplukan sudah semakin langka dan jarang ditemui di lahan liar, dan sekarang buah ini sudah tersedia untuk dijual di pasar. Namun harganya bisa dikatakan fantantis karena bisa mencapai 500 ribu rupiah per kilogramnya. Disamping itu adna juga dapat melakukan pemesanan secara online karenaciplukan sudah banyak diperjualbelikan secara online.&lt;br /&gt;
Jenis tanaman ini juga sudah mulai di budidaya di berbagai negara seperti Amerika Selatan, Selandia Baru, dan Australia. Akan tetapi jenis Ciplukan yang banyak dibudidayakan adalah jenis ciplukan badak atau Physalis peruviana yang memiliki ukuran lebih besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Kandungan Ciplukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebelumnya ciplukan diketahui manfaaatn yang terkadung pada tanamn Ciplukan, tanaman ini hanya dianggap sebagai tanaman liar yang tidak memiliki manfaat, tentunya bukan tanpa alasan ciplukan kini banyak diperjualbelikan. Makanya tak mengherankan jika di beberapa Negara, ciplukan dijadikan sebagai garnish untuk berbagai hidangan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis kandungan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pada ciplukan antara lain seperti seperti saponin, flavonoid, polifenol (dalam bantuk tanin), alkaloid, kriptoxantin, vitamin C, asam stearat, asam sitrat, asam palmitat, asam malat, dan fisalin. Jadi secara keseluruhan semua bagian tanaman ciplukan dapat dimanfaatkan mulai dari buah, daun, akar, hingga batangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat Ciplukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah manfaat bagi kesehatan yang terdapat pada tanaman ciplukan, adapun manfaatnya adalah sebagi berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Mengatasi gejala penyakit Parkinson&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit parkinson merupakan penyakit yang disebabkankan oleh adanya gangguan pada sistem saraf pusat yang memberikan pengaruh pada gerak tubuh. Salah satu gejala parkinson adalah tremor pada salah satu tangan. Dengan mengkonsumsi jus ciplukan secara rutin setiap hari dipercaya dapat menurunkan gejala tremor tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;2. Menurunkan kolesterol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda merasakan gejala seperti sering kesemutan, nyeri leher dan punggung, mudah lelah, hilang keseimbangan, ketidakstabilan emosi, hingga pembengkakan, Anda perlu waspada karena gejala tersebut mungkin mengindikasikan tingginya kolesterol dalam tubuh. Masalah kolesterol memang merupakan salah satu masalah yang paling banyak ditemui di masyarakat.&lt;br /&gt;
Tingginya kolesterol jahat di dalam tubuh perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung koroner hingga stroke. Salah satu cara sederhana untuk terhindar dari penyakit berbahaya tersebut, Anda bisa mengonsumsi ciplukan untuk membantu menetralkan kadar kolesterol dalam tubuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Penyakit kuning&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit kuning adalah penyakit yang menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kuning akiibat tingginya kadar zat bilirubin dalam darah. Penyakit ini umumnya dialami bayi, terutama yang baru lahir, tetepi dalam beberapa kondisi juga bisa menyerang orang dewasa. Kandungan senyawa antioksidan seperti fisalin, saponin, flavonoid, dan polifenol yang ada di dalam ciplukan dipercaya dapat membantu mengatasi penyakit kuning ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Mengatasi epilepsi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu penyebab penyakit epilepsi adalah karena disebabkan oleh terganggunnya aktivitas sel saraf di otak sehingga menyebabkan penderita mengalami kejang. Penyebab epilepsi bermacam-macam bisa akibat faktor genetika atau cedera otak akibat trauma. Gejala epilepsi akibat genetik bisa terlihat sejak usia dini. Adapun cara mengobati epilepsi adalah dengan menggunakan obat-obatan maupun dengan cara diet tertentu. Sebagai pendamping terapi untuk epilepsi, Anda bisa mengkonsumsi buah ciplukan sebanyak 8-10 buah per hari untuk menurunkan gejala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/cara-mengobati-stroke-dengan-berjalan.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Cara Mengobati Stroke dengan Berjalan Jinjit&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/07/mengurangi-kadar-kalestrol-secara-alami.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengurangi Kadar kalestrol Secara Alami&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;5. Menurunkan kadar gula darah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Tingginya kadar gula darah atau biasa diesbut Hiperglikemia adalah kondisi yang umumnya dialami oleh penderita diabetes. Salah satu penelitian baru baru ini menunjukkan bahwa daun ciplukan memiliki aktivitas anithiperglikemia sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. Tanaman ciplukan bekerja langsung memengaruhi kerja insulin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;6. Menjaga kerja saluran kemih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Adapun jenis Manfaat lain ciplukan selanjutnya adalah untuk menjaga kerja saluran kemih. Tanaman Ciplukan ini bias menjadi salah satu obat diuretik yang dapat memperlancar buang air kecil, mencegah infeksi saluran kemih, dan juga mencegah batu kandung kemih. Selain itu, berdasarkan sumber datri pihak lain, mereka menyatakan jika daun ciplukan memiliki manfaat untuk menyembuhkan kencing nanah atau gonore.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7. Mengatasi infeksi kulit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Infeksi kulit yang menyebabkan luka terbuka di kulit biasa disebut dengan borok. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari infeksi bakteri hingga kondisi tertentu seperti diabetes. Dengan menggunakan Daun ciplukan, bias menjadi pilihan alternatif bagi anda untuk mengatasi borok, karena beberapa kandungan tanaman ciplukan memiliki sifat antiinflamasi. Adapun cara untuk menggunakannya adalah hanya dengan membalurkan luka dengan daun ciplukan yang sudah ditumbuk hingga halus. Tunggu daun hingga menyerap ke kulit, lalu kemudian bilas dengan air bersih. Selain mengobati infeksi kulit terbuka, Anda juga bisa mencoba mengobati bisul dengan resep yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;8. Obat nyeri untuk penyakit lupus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Manfaat ciplukan selanjutnya adalah sebagai obat pereda nyeri. Disamping memiliki sifat antihiperglikemik dan juga antiinflamasi, ternyata ciplukan juga memiliki efek analgesik atau antinyeri. Dari hasil sebuah studi, mereka menyimpulkan bahwa ekstrak ciplukan bahkan bisa mengatasi nyeri yang dirasakan oleh penderita penyakit lupus.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;9. Mengatasi nyeri sendi dan rematik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Manfaat lain dari Ciplukan juga dapat mengatasi nyeri sendi dan rematik. Cara mengatasi nyeri sendi dan rematik dengan ciplukan adalah dengan menggunakan daun ciplukan untuk mengompres bagian yang terasa nyeri. Adapun cara penggunaannya adalah Tumbuk daun ciplukan dengan halus dan campurkan dengan sedikit kapur sirih, baru kemudian balurkan ke tubuh yang mengalami nyeri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;10. Mengatasi beberapa masalah saluran pernapasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Terdapat beberapa manfaat ciplukan untuk saluran pernapasan. Jika kita dapat mengkonsumsi air rebusan daun ciplukan secara rutin setiap hari, maka khasiatnya mampu untuk mencegah asma kambuh. Disamping itu tanaman ciplukan juga dipercaya dapat mencegah perkembangan bakteri penyebab tuberkulosis atau TBC karena kandungan antibakteri yang terkandung dalam ciplukan. Adapun Manfaat lain dari ciplukan pada saluran pernapasan adalah dapat mencegah penyakit paru-paru basah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;11. Sebagai obat penambah darah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda mengalami gejala seperti lelah, pusing, limbung, sesak nafas, dan detak jantung cepat, kemungkinan Anda terserang Anemia. Meminum rebusan daun ciplukan, karena ciplukan ini dipercaya dapat meningkatkan produksi sel darah merah sehingga gejala tersebut dapat teratasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Itu dia beberapa manfaat ciplukan yang paling populer. Penggunaan tanaman herbal untuk mengobati berbagai penyakit memang dianggap lebih ekonomis dan juga lebih minim risiko. Sampai dengan saat sekarang, belum ditemukankannya efek samping dari penggunaan tanaman ciplukan untuk obat alternatif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Walaupun demikian, sebaiknya anda juga konsultasikan dengan dokter Anda tentang penggunaan ciplukan sebagai pengobatan pendamping/alternatif. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang bisa menurunkan efektivitas obat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNB_D_KUbuhQSHatrmEQ8YqN2URXikqnjowrvt03HyLlK6MHAKzKNAZCZvKVPbFiY3IhR3Yava3jQShviVPAXe4J44rBv9D_nbMlPY1CdJLMjxa9rjfEmrRHq-Z5dX7FsM3GaXIAkmRz4/s72-c/Manfaat+Buah+Ciplukan+Untuk+Kesehatan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kemdikbud Siapkan Program PKP untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/08/kemdikbud-siapkan-program-pkp-untuk.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 19 Aug 2019 12:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-3804232113036323756</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Supriano, menyatakan bahwa kunci proses pembelajaran yang baik dan benar di sektor pendidikan adalah peran para guru. Itulah sebabnya pemerintah saat ini memperketat seleksi penerimaan guru.“Selain itu untuk memperbaiki model pelatihan dan pembelajaran bagi guru, ke depannya akan diberlakukan sistem zonasi,” ungkap Supriano dalam acara Pertemuan Ilmiah Matematika di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, pada Rabu 20 Februari 2019.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuLMp9MG-etHAnEopDXYrG2abL_WZpmauF9m4-Qlt_Llcj_leoosJyPyK3b3q71fwy1HB4UA1fOjC4o9iyQJCV5xCbTpqEwZcmO5chsiub5hpHvaEzETrlFLbkh6Alb5Zo8A49479WaYg/s1600/Kemdikbud+Siapkan+Program+PKP+untuk+Guru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Kemdikbud Siapkan Program PKP untuk Guru" border="0" data-original-height="440" data-original-width="772" height="227" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuLMp9MG-etHAnEopDXYrG2abL_WZpmauF9m4-Qlt_Llcj_leoosJyPyK3b3q71fwy1HB4UA1fOjC4o9iyQJCV5xCbTpqEwZcmO5chsiub5hpHvaEzETrlFLbkh6Alb5Zo8A49479WaYg/s400/Kemdikbud+Siapkan+Program+PKP+untuk+Guru.jpg" title="Kemdikbud Siapkan Program PKP untuk Guru" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Kemdikbud Siapkan Program PKP untuk Guru&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama ini program pengembangan kompetensi guru berdasarkan hasil uji kompetensi, yang lebih memfokuskan pada peningkatan kompetensi guru terutama dalam kompetensi pedagogi dan profesional. Namun seiring meningkatnya tantangan peningkatan mutu pendidikan, perlu dilakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru yang bermuara pada hasil peserta didik. Menurut Supriano, salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas siswa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen GTK menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP). “Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher OrderThinking Skills/HOTS),” ujar Supriano.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-humanistik.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Humanistik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-window-shopping.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shopping&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, serta pemerataan mutu pendidikan, pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi. Melalui langkah ini, pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) TK, kelompok kerja guru (KKG) SD, atau musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP/SMA/SMK, dan musyawarah guru bimbingan dan konseling (MGBK), yang selama ini dilakukan melalui Gugus atau Rayon, dapat terintegrasi melalui zonasi pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman mutu pendidikan di lingkungan terdekat, seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru, capaian nilairata-rata UN/USBN sekolah, atau pertimbangan mutu lainnya. Komunitas guru dan tenaga kependidikan (PKG/KKG/MGMP/MGBK) memegang peranan penting dalam keberhasilan program ini. Di antara peran tersebut adalah melakukan pendataan terhadap anggota komunitasnya. Pendataan ini penting karena komunitas juga berperan dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan program PKP Berbasis Zonasi di kelompok kerja masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
“Koordinasi mungkin melibatkan dinas pendidikan setempat, PPPPTK/ LPPPTK-KPTK/ LP2KS, LPMP, balai, maupun UPT. Komunitas juga diharapkan melakukan evaluasi secara internal berkenaan dengan pelaksanaan program PKB Berbasis zonasi di kelompok kerjanya. Komunitas yang mendapat bantuan pemerintah untuk pelaksanaan program PKP berbasis zonasi wajib menyampaikan laporan hasil pelaksanaan program kepada UPT pemberi bantuan pemerintah,” urai Supriano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Supriano melanjutkan, begitu dominannya peran komunitas guru dan tenaga kependidikan pada program PKP Berbasis Zonasi ini, menuntut seluruh guru terdaftar dan terlibat aktif di komunitas sesuai jenjang masing-masing. “Komunitas merupakan ujung tombak wadah untuk berbagi dan mencari solusi mengenai masalah-masalah pendidikan yang dihadapi guru di daerah masing-masing. Program PKP Berbasis Zonasi ini diharapkan dapat menghidupkan dan menggairahkan kegiatan-kegiatan komunitas dengan lebih bersemangat. Melalui PKG/KKG/MGMP/MGBK, pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia diharapkan dapat segera tercapai,” pungkas Supriano.&lt;br /&gt;
Sumber okenews.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuLMp9MG-etHAnEopDXYrG2abL_WZpmauF9m4-Qlt_Llcj_leoosJyPyK3b3q71fwy1HB4UA1fOjC4o9iyQJCV5xCbTpqEwZcmO5chsiub5hpHvaEzETrlFLbkh6Alb5Zo8A49479WaYg/s72-c/Kemdikbud+Siapkan+Program+PKP+untuk+Guru.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>10 Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019.</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/08/10-smartphone-triple-camera-terbaik.html</link><category>EDUKASI TECHNO DAN OTOMOTIF</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 6 Aug 2019 15:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-6724877051007872038</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Pembelian Smartphone yang memiliki kamera yang canggih, berkwalitas dan memiliki spesifikasi yang mumpuni sudah menjadi kebutuhan sebagian konsumen handphone di tanah air, disamping juga karena faktor merek supaya kelihatan branded di pada orang lain. Apa lagi dengan terjadi&amp;nbsp; perkembangan yang begitu pesat diantara produsen Smartphone maka perlahan tapi pasti jika peranan Smartphone saat ini sudah mulai menggantikan posisi kamera khusus seperti DSLR. Disamping segala kelebihan yang disajikan, banyak Smartphone pada era ini yang telah dibekali dengan kamera berkualitas setara DSLR yang berfungsi untuk memenuhi dan membidik para konsumen di berbagai Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Dibawah ini akan disajikan daftar jenis jenis Smartphone yang sangat canggih untuk saat ini, diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Samsung Galaxy S10 Plus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjf96tDlx4Xwd-CtPVWDTTdyIEnpgjnlXvWD1LYGRMQGCbrtEiQIYisDYsCQ0qQobZJ8eurhU62ZNwmK9VtHdpf3CpzReXE1Ezr2Ea4HxcGCMS24df46PdoSqTYg-ktjn465upwygfbuA/s1600/Samsung+Galaxy+S10+Plus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="10 Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019." border="0" data-original-height="434" data-original-width="511" height="338" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjf96tDlx4Xwd-CtPVWDTTdyIEnpgjnlXvWD1LYGRMQGCbrtEiQIYisDYsCQ0qQobZJ8eurhU62ZNwmK9VtHdpf3CpzReXE1Ezr2Ea4HxcGCMS24df46PdoSqTYg-ktjn465upwygfbuA/s400/Samsung+Galaxy+S10+Plus.jpg" title=" Samsung Galaxy S10 Plus" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Samsung Galaxy S10 Plus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Smartphone mereka Samsung memang sudah cukup terkenal di Indonesia, salah satu branded plagship dari Samsung adalah Samsung Seri S 10 yang menjadi yang pertama dari lini Galaxy S yang menghadirkan konfigurasi tiga kamera belakang phonsel tersebut. Untuk saat ini varian paling tinggi yaitu diantara Samsung seri S adalah Samsung Galaxy S10 Plus yang dilengkapi dengan kamera utama 12MP, kamera wide-angle 16MP dan kamera telephoto 12MP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Adapun kualitas yang disajikan oleh perusahaan Samsung ini terbilang sesuai dengan harganya yang menyentuh kisaran angka Rp14 juta. Harga tersebut memang sesuai dengan spesifikasi yang disajikan, Galaxy S10 Plus tidak perlu diragukan lagi kekuatannya dengan mengusung Processor Snapdragon 855/Exynos 9820, RAM 8/12GB, penyimpanan internal 128/512GB atau 1TB dan baterai 4,100mAh yang terbilang cukup mampu untuk bertahan lama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Google Pixel 3 XL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGjIM5-Ge-sjDkmEYkH4LUkZIcGKh_-lqYUZo8ety2IqaDy-cQ2Z4sWxVkD71Vpw0Bc6qS0LdXklsCEA3uAVNEsya7AOjTZ6wqVTLQfrpzVY8MMgDuU4iUr-ZF733Y4QfivSpZgjOoWac/s1600/oogle+Pixel+3+XLgmagonline.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019." border="0" data-original-height="392" data-original-width="401" height="390" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGjIM5-Ge-sjDkmEYkH4LUkZIcGKh_-lqYUZo8ety2IqaDy-cQ2Z4sWxVkD71Vpw0Bc6qS0LdXklsCEA3uAVNEsya7AOjTZ6wqVTLQfrpzVY8MMgDuU4iUr-ZF733Y4QfivSpZgjOoWac/s400/oogle+Pixel+3+XLgmagonline.jpg" title="Google Pixel 3 XL" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Google Pixel 3 XL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Walaupun saat ini masih berumur setengah tahun, Pixel 3 XL ternyata Pixel 3 XL ini masih mampu bersaing dengan berbagai plagship smartphone mereka lain. Sebagaimana kita ketahui smartphone Pixel 3 XL merupakan Smartphone resmi buatan Google ini dibekali dengan kamera 12,2MP dan mampu mampu menghasilkan akurasi warna, detail dan kualitas low-light(melalui Night Sight) sangat baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Adapun Spesifikasinya, smartphone ini juga mengusung processor Snapdragon 845 sehingga tidak kalah dengan merek mereka lain, dan dilengkapi dengan kapasitas RAM 4GB, penyimpanan internal 64/128GB dan daya baterai 2,915mAh. Jenis layar yang diusung berukuran 5,5 inci dengan resolusi FHD+ dan dibanderol seharga Rp11,5 jutaan ruapiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Samsung Galaxy S10&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRZr0J-6ssKT0xbyD33EpH4jjuL0QjPi4o74Aq6vtTYCrIZ6ojpWMkO7XMS-iPimXW3Lcoic6jIVTQ8OcWTLafR68R2HSoEm6aUyOK5XDhDl2naP8TaMPnipbWwssUJUqxe0aRhR8cRk8/s1600/Samsung+Galaxy+S10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019." border="0" data-original-height="370" data-original-width="534" height="276" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRZr0J-6ssKT0xbyD33EpH4jjuL0QjPi4o74Aq6vtTYCrIZ6ojpWMkO7XMS-iPimXW3Lcoic6jIVTQ8OcWTLafR68R2HSoEm6aUyOK5XDhDl2naP8TaMPnipbWwssUJUqxe0aRhR8cRk8/s400/Samsung+Galaxy+S10.jpg" title="Samsung Galaxy S10" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Samsung Galaxy S10&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Sama seperti ‘kakaknya’ yaitu Galaxy S10 Plus, Galaxy S10 juga dilengkapi dengan tiga kamera belakang yang masing-masing beresolusi 16MP, 12MP dan 12MP. Namun tidak cukup samapai disitu, Samsung juga membekali kamare depan Galaxy S10 dengan kamera beresolusi 10MP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Sebagai salah satu flagship buatan Samsung, Samsung Galaxy S10 ini juga dibekali dengan spesifikasi kelas atas. Dimana perangkat ini juga di usung dengan processor Snapdragon 855 atau Exynos 9820 (tergantung wilayah), dan dibekali juga dengan RAM yang berkapasitas 8GB. Untuk ruang penyimpanan internal, Samsung Galazy S 10 ini dibekali dengan kapasitas RAM 128/512GB dan baterai 3,400mAh. Samsung Galaxy S10 ini telah mendukung wireless-charging serta memiliki rating IP68 untuk tahan air dan debu dalam segala kondisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;4. Samsung Galaxy Note 9&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPk73FaKiYN8vumEjua9aVqAAXk1abMFTt6ScCCxfcIcXCMm9h1wzniuwcAeopZUOUJpvx2Xz5xUUwalBNRbMPFOXhdWbNw75MwGPBNEz44muEpt5s4zQCXbzFySITRszqPFE00KKb7R4/s1600/Samsung+Galaxy+Note+9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019." border="0" data-original-height="388" data-original-width="383" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPk73FaKiYN8vumEjua9aVqAAXk1abMFTt6ScCCxfcIcXCMm9h1wzniuwcAeopZUOUJpvx2Xz5xUUwalBNRbMPFOXhdWbNw75MwGPBNEz44muEpt5s4zQCXbzFySITRszqPFE00KKb7R4/s400/Samsung+Galaxy+Note+9.jpg" title="Samsung Galaxy Note 9" width="393" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Samsung Galaxy Note 9&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Samsung Galaxy Note 9 Ini membawa spesifikasi yang luar biasa bagi konsumennya, karena smartphone ini dibekali dengan processor Snapdragon 845 sebagai dapur pacu utamanya, dan juga dibekali oleh RAM yang sangat mumpuni dengan kapasitas 6 sampai dengan 8GB. Untuk penyimpanan internal, Samsung Galaxy Note 9 ini menyediak dua varian yanitu RAM yang berkapasitas 128/256/512GB dan baterai 4,000mAh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Untuk fotografi, Galaxy Note 9 mengusung konfigurasi dual kamera (12MP+12MP) seperti Galaxy S9 Plus, namun dengan fitur tambahan seperti scene dan flaw detection yang berbasis machine-learning. Harganya sendiri berada di kisaran Rp12,6 juta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;5. Huawei P30 Pro&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCPTQ9Wm0qQ8vQcGkPC-liQ6GQ2FRiFI4q1gZOKi5r1uOFs-rrj6Y_fe6EqBcnlmB4NyalI9jlyJv8PDiMKVKSjgL0oX9w9aSRDYAvQHrWA-8SKHcsbQ5eKRNdVQA84TgX_rV-nZHlc1o/s1600/Huawei+P30+Pro.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019" border="0" data-original-height="356" data-original-width="717" height="197" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCPTQ9Wm0qQ8vQcGkPC-liQ6GQ2FRiFI4q1gZOKi5r1uOFs-rrj6Y_fe6EqBcnlmB4NyalI9jlyJv8PDiMKVKSjgL0oX9w9aSRDYAvQHrWA-8SKHcsbQ5eKRNdVQA84TgX_rV-nZHlc1o/s400/Huawei+P30+Pro.jpg" title="Huawei P30 Pro" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Huawei P30 Pro&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Saat ini nama branded Huawei kian melambung tinggi setelah sukses dengan salah satu smartphone terbaiknya yaitu P30 Pro. Huanwei P30 Pro Ini disebut-sebut sebagai smartphone fotografi terbaik, dengan dilengkapi&amp;nbsp; kamera yang berkualitas terbaik dimana kamera utama 40MP mampu menangkap detail serta warna dengan sangat baik dan apik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Sebagai nilai tambah, smartphone ini ini juga dilengkapi dengan kamera periscope 8MP yang memiliki kemampuan optical zoom hingga 5x. Spesifikasi sendiri juga tidak kalah menarik dari kameranya, dengan mengandalkan Kirin 980, RAM 8GB, penyimpanan internal 128/512GB dan baterai 4,200mAh. Harga? dimulai dari Rp10,6 juta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2016/10/cara-memperbaiki-bootloop-pada-hand.html" target="_blank"&gt;Memperbaiki Bootloop Pada hand phone Android&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/07/cara-merawat-daya-tahan-baterai.html" target="_blank"&gt;Cara Merawat Daya Tahan Baterai hand Phone dan Laptop Tahan Lama&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;6. Oppo Reno 10x Zoom&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlKCta63hC_DdzboAIc-t6-1l4KRwgEigDl1ufgg-SlutrXnRC8yxdjMz10pDD-uS84KKtvj6vDwmXwAO7bE-cZUIehIBnbbfMPWZ4dLSHP4In1KB480WgBCwSLzLkanI4e4Hpzn9O3f0/s1600/Oppo+Reno+10x+Zoom.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019" border="0" data-original-height="438" data-original-width="400" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlKCta63hC_DdzboAIc-t6-1l4KRwgEigDl1ufgg-SlutrXnRC8yxdjMz10pDD-uS84KKtvj6vDwmXwAO7bE-cZUIehIBnbbfMPWZ4dLSHP4In1KB480WgBCwSLzLkanI4e4Hpzn9O3f0/s400/Oppo+Reno+10x+Zoom.jpg" title="Oppo Reno 10x Zoom" width="365" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Oppo Reno 10x Zoom&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Sama halnya dengan berbagai mereka smartphone lainnya,&amp;nbsp; smartphone Oppo Reno juga menjadikan kamera sebagai salah satu nilai jual utamanya. Ini memiliki tiga kamera belakang (48MP+8MP+13MP) yang salah satunya merupakan kamera telephoto dengan kemampuan lossless zoom hingga 5x dan hybrid zoom hingga 10x.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Disamping itu, smartphone Oppo ini juga membekali Reno dengan spesifikasi kelas atas seperti Snapdragon 855, RAM 6/8GB, penyimpanan internal 128/256GB dan baterai 4,065mAh. Smartphone ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp11,4 juta, namun Reno menjadi salah satu smartphone fotografi terbaik yang pantas dilirik oleh konsumen yang menginginkan kualitas kamera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;7. iPhone XS Max&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh93Wm19qhnM65b0f-wQX2JvlJSvWiW6DA4JT2cFbvl8o0ZfJNSoyWas5k-1Eyi2F2f__8HCuKMaeOWeVXawT4vMCYCFGFCCBJyGCHZpXt4maQCOo-pMpHn5ZfFeb4ajxsaR3HMWhPpwNE/s1600/iPhone+XS+Max.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019" border="0" data-original-height="470" data-original-width="661" height="283" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh93Wm19qhnM65b0f-wQX2JvlJSvWiW6DA4JT2cFbvl8o0ZfJNSoyWas5k-1Eyi2F2f__8HCuKMaeOWeVXawT4vMCYCFGFCCBJyGCHZpXt4maQCOo-pMpHn5ZfFeb4ajxsaR3HMWhPpwNE/s400/iPhone+XS+Max.jpg" title="iPhone XS Max" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;iPhone XS Max&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;siapa yang tidak kenal dengan Iphone, dimana smartphone ini memberikan kesan mewah bagi penggunanya karena smartpbone ini biasanya membandrol harga yang sangat mahal jika dibandingkan dengan merek merek lain. Salah satu mereka yang paling mahal yaitu iPhone XS Max. dan ini sudah sanga diketahuai oleh public jika smartphone dari Apple ini selalu memiliki kamera berkualitas terbaik, tak terkecuali iPhone XS Max. Masih sama seperti pendahulunya, XS Max masih menggunakan konfigurasi dual kamera dengan keduanya sama-sama beresolusi 12MP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Khusus bagai spesifikasi, smartphone XS Max ini di usng dengan chipset A12 Bionic yang didukung oleh RAM 4GB, penyimpanan internal 64/256/512GB dan baterai 3,714mAh. Smartphone ini dibadrol dengan harga harga mulai dari Rp21,6 juta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;8. LG V50 ThinQ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTZbuxtkXBMZ_cU_ptzYbiQUZQq0edZsjoYxyBjSWMQ2CS4z72wri136XAD1eQaIYUvf_nnSiCm6btd5uwxJqMj0qDDRJBVJTO2Dfl_SYurYlF_0_i6eZ1BmIHE5wHf6GAIo2oBnFY2Mo/s1600/LG+V50+ThinQ.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019" border="0" data-original-height="423" data-original-width="740" height="227" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTZbuxtkXBMZ_cU_ptzYbiQUZQq0edZsjoYxyBjSWMQ2CS4z72wri136XAD1eQaIYUvf_nnSiCm6btd5uwxJqMj0qDDRJBVJTO2Dfl_SYurYlF_0_i6eZ1BmIHE5wHf6GAIo2oBnFY2Mo/s400/LG+V50+ThinQ.jpg" title="LG V50 ThinQ" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;LG V50 ThinQ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;rupanya smartpbone besutan dari LG juga tidak mau kalah, LG ikut juga menghadirkan Smartphone nya dengan konfigurasi triple/tiga kamera belakang . Adapun mereka Smartphone besutan LG yang dilengkapi dengan triple camera adalah V50 ThinQ. Ketiga kamera tersebut terdiri dari kamera utama 12MP, kamera wide-angle 16MP dan kamera telephoto 12MP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Smartphone Ini juga termasuk smartphone kelas atas, dengan dilengkapi spesifikasi processor Snapdragon 855, dan dibekali RAM yang berkapasitas 6GB, disamping juga dibekali penyimpanan internal berkapasitas 128GB dan baterai 4,000mAh. V50 ThinQ mungkin tidak dibekali dengan desain yang berbeda atau menarik, namun kinerja yang ditawarkan sangatlah solid. Smartphone ini sudah dibekali Android 9.0 Pie dan menyajikan layar dengan ukuranlayar 6,4 inci dengan resolusi QHD+.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;9. Xiaomi Mi 9&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1yK9oIG3i3v4vi-JXKxrJfEwJAhm2gHB-Xqdd7fLeH_ZMhFpHh1QsSRKDUJB4NNqMGsHPw7fCGBXY9sPaQlbFo05ayTlUIY02hc6ehiiowMb3ZcbioT_rZK8Mk_i-QoHTbo2X91hoZ_g/s1600/Xiaomi+Mi+9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019" border="0" data-original-height="314" data-original-width="384" height="261" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1yK9oIG3i3v4vi-JXKxrJfEwJAhm2gHB-Xqdd7fLeH_ZMhFpHh1QsSRKDUJB4NNqMGsHPw7fCGBXY9sPaQlbFo05ayTlUIY02hc6ehiiowMb3ZcbioT_rZK8Mk_i-QoHTbo2X91hoZ_g/s320/Xiaomi+Mi+9.jpg" title="Xiaomi Mi 9" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Xiaomi Mi 9&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Smartphone Xiomi Mi 9 merupakan smartphone pertama dari Xiaomi yang mengusung konfigurasi triple camera pada belakangnya. Smartphone ini di usung dengan kamera utama berkapasitas 48MP, kamera telephoto12MP dan kamera ultra-wide 16MP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Pada bagian modul, kameranya juga telah dilapisi dengan kaca safir sebagai perlindungan terhadap goresan. Di samping desain modern dengan bezel yang tipis dan body belakang lapis kaca , Mi 9 juga membawa spesifikasi yang mengesankan seperti Snapdragon 855, RAM 6/8/12GB, penyimpanan internal 64/128/256GB dan baterai 3,300mAh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;b&gt;10. Sony Xperia 1&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirj1p8qrz6E3m6bE7sIFqGI4m4OhJSkoAClWemd2AsjDI3xe6REP5S_dwatC_BuO7EAfkUc4lEnCtsspeRZlaayb14MJoeIZkLzB9m87WnyhDve8jph6t0bi-BSwVoRHR67pBs0xzVuOw/s1600/Sony+Xperia+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Smartphone Triple Camera Terbaik pada tahun 2019" border="0" data-original-height="249" data-original-width="253" height="393" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirj1p8qrz6E3m6bE7sIFqGI4m4OhJSkoAClWemd2AsjDI3xe6REP5S_dwatC_BuO7EAfkUc4lEnCtsspeRZlaayb14MJoeIZkLzB9m87WnyhDve8jph6t0bi-BSwVoRHR67pBs0xzVuOw/s400/Sony+Xperia+1.jpg" title="Sony Xperia 1" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sony Xperia 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Sony melangkah lebih jauh di tahun ini dengan merilis Xperia 1. Ini merupakan smartphone yang menarik karena hadir dengan layar ‘panjang’ 6,5 inci dengan aspect ratio 21:9. Di samping itu, ini juga membawa tiga kamera belakang yang ketiganya merupakan kamera utama, wide-angle serta telephoto dan sama-sama beresolusi 12MP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Untuk spesifikasi sendiri, Xperia 1 mengemas komponen flagship seperti Snapdragon 855, RAM 6GB, penyimpanan internal 64/128GB dan baterai 3,300mAh. Desain yang diusung juga ke kinian dengan sensor finger print yang terpasang di samping.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi smartphone terbaik saat ini dengan kamera berkualitas semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjf96tDlx4Xwd-CtPVWDTTdyIEnpgjnlXvWD1LYGRMQGCbrtEiQIYisDYsCQ0qQobZJ8eurhU62ZNwmK9VtHdpf3CpzReXE1Ezr2Ea4HxcGCMS24df46PdoSqTYg-ktjn465upwygfbuA/s72-c/Samsung+Galaxy+S10+Plus.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Mudah Menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/cara-mudah-menulis-penelitian-tindakan.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 29 Jul 2019 10:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-8548727749097332931</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menulis merupakan aktivitas rutin yang harus dilakukan oleh seorang pendidik. Alasannya karena setiap aktivitas yang dilakukan oleh seorang pendidik mesti harus menggunakan pulpen, pensil dan spidol. Menulis yang dimaksudkan diatas tentu saja menulis dalam katagori umum baik menulis di buku catatan siswa di white board kelas, menulis perangkat pembelajaran ataupun menulis Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan proses pembelajaran ataupun sebagai salah satu persyaratan ketika mengusulkan proses kenaikan pangkat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang pendidik disamping mengajar adalah melakukan/menulis penelitian tindakan kelas. PTK ini sebenarnya merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang pendidik dengan tujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan. Adapun fungsi dari penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai instrumen yang digunakan dalam peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh seorang pendidik.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
PTK adalah sebuah penelitian yang digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Jenis penelitian ini merupakan salah satu upaya pendidik untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses pembelajaran di dalam kelas. Disamping itu, PTK boleh dimaknakan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas yang didasarkan refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah pembelajaran tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. PTK merupakan salah satu publikasi ilmiah dalam konteks pengembangan profesi guru secara berkelanjutan yang ditujukan untuk perbaikan dan peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran atau mutu pendidikan pada umumnya. PTK ini cocok dilakukan oleh guru karena prosesnya praktis”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjd5nPdL_Aot0VJIntNoyum8markYi9N45SmyDPmXXLUbJzrRfY3xedPpB2pldHaT_t_zGftArREgV5iRhkLPi3QyGmNMlrfHcYevL9buSg-SL5Zj9BCXAJGuxRnAhF5wMaWZKCK1b7Tgc/s1600/Cara+Mudah+Menulis+Penelitian+Tindakan+Kelas+%25281%2529+%25281%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Mudah Menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)" border="0" data-original-height="279" data-original-width="427" height="261" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjd5nPdL_Aot0VJIntNoyum8markYi9N45SmyDPmXXLUbJzrRfY3xedPpB2pldHaT_t_zGftArREgV5iRhkLPi3QyGmNMlrfHcYevL9buSg-SL5Zj9BCXAJGuxRnAhF5wMaWZKCK1b7Tgc/s400/Cara+Mudah+Menulis+Penelitian+Tindakan+Kelas+%25281%2529+%25281%2529.png" title="Cara Mudah Menulis Penelitian Tindakan Kelas" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.8px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Cara Mudah Menulis Penelitian Tindakan Kelas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari penjabaran diatas, maka dapat disederhanakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian yang didasarkan atas pemahaman dan pengalaman yang dialami oleh seorang pendidik dalam melakukan proses pembelajaran sehari-hari di sekolah. Sebagai seorang pendidik, jelaslah dalam melakukan proses pembelajaran mereka pasti telah menggunakan berbagai macam teknik dan metode dan model pembelajaran dimana semua pengalaman tersebut sebenarnya biasa dijadikan sebagai sebuah tulisan laporan penelitian tindakan kelas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/05/supervisi-guru-dan-tahapan-pelaksanaanya.html" target="_blank"&gt;Supervisi Guru dan Tahap Tahap Pelaksanaannya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2016/10/kepala-sekolah-sebagai-supervisor.html" target="_blank"&gt;Peranan Kepala Sekolah Sebagai Supervisi Akademik&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka dari itu, tidak ada alasan bagi seorang pendidik beranggapan jika Penelitian Tindakan Kelas merupakan penelitian yang sangat menyulitkan para guru, dimana kesibukan guru yang terlalu padat dengan berbagai aktivitas penyiapan proses pembelajaran dimulai dari persiapan Perangkat pembelajaran sampai dengan penyiapan media pembelajaran&amp;nbsp; yang akan mereka gunakan dalam proses pembelajaran tersebut. Mengapa saya berasumsi jika Penelitian Tindakan Kelas tidak begitu memberatkan para guru karena proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik di kelas dapat digunakan sebagai laporan Penelitian Tindakan Kelas. Sedangkan proses pelaksanaannya dapat dilakukan secara&amp;nbsp; bersamaan dengan proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehingga tidak arus menyita waktu yang khusus untuk mengadakan penelitian tersebut. Faktor inilah yang boleh dikatakan sebagai salah satu kemudahan Penelitian Tindakan Kelas. Namun untuk lebih memberikan kemudahan bagi pendidik dalam menyusun laporan pendidikan ada baiknya untuk melihat beberapa kiat yang dapat digunakan untuk lebih mempermudah penulisan PTK, diataranya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Konsep/Ide&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam penentuan ide, penulis harus dapat menentukan ide yang kreatif dan inovatif sehingga akan menarik untuk di kaji, apalagi jika ide yang dikemukakan belum pernah di tulis ataupun disinggung pada penelitian penelitian lain. Penentuan ide sebenarnya sangat penting karena ide merupakan konsep dasar yang akan memberikan arah tujuan dari sebuah penelitian yang akan diteliti. Jika kita melihat dari berbagai penulisan penelitian tindakan kelas selama ini, penelitiannya hanya berkutat pada metode model dan tipe dari model pembelajaran yang banyak diteliti, seperti Jigsaw, window shopping, talking stikck, dan lain sebagainya.&amp;nbsp; Jadi untuk supaya lebih mudah buatlah ide yang brilian karena hampir semua proses pembelajaran yang dilakukan sebagai penjelmaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta Indikator yang mempunyai masalah atau tidak sempurna, sehingga ide yang brillian tadi akan memilih masalah yang cocok dengan sendirinya. Sebagai contoh ide kreatif adalah Televisi, dan Hand phone. Jadi dari contoh tersebut akan menimbulkan pertanyaan tersendiri tentang kegiatan pembelajaran apa yang cocok atau yang sesuai dengan Film dan Internet tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;2. Judul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam penulisan Judul, penulis juga harus membuat judul yang menarik sama seperti saat menentukan ide penulisan. Dari contoh ide diatas, jadi kita bias juga membuat judul penulisan tindakan kelas seperti:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Televisi “peningkatan penguasaan vocab (kosa kata bahasa Inggris) siswa dengan film berbahasa inggris”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Internet “ Peningkatan Kemampuan Membuat kalimat teks naratif Melalui Pemanfaatan media you tube.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi dari judul diatas, kita tidak lagi hanya terfokus pada metode dan model pembelajaran saja yang kita teliti, sehingga kita tidak akan terjebak dengan tahapan tahapan pembelajaran yang harus diikuti dalam dalam pembuktian dari penelitian tersebut. Walaupun dari judul di atas kita tidak akan terlepas dari model pembelajaran tertentu yang kita gunakan, akan tetapi setidaknya kita tidak dituntut untuk membuktikan metode dan model pembelajaran yang umum di gunakan karena kita lebih focus pada pemanfaatan media belajar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Latar Belakang Masalah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menentukan permasalahan dalam penelitian merupakan hal yang paling utama dari sebuah penelitian yang akan dikaji, karena dengan adanya masalah maka lahirlah konsep pemikiran (solusi) terhadap apa yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebagian penulis terjebak karena mereka terlebih dahulu memikirkan judul dan menentukan permasalahan sesudahnya sehingga menyebabkan kesulitan dalam menjabarkan tahapan-tahapan lain yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebuah penelitian yang baik memiliki kriteria jika penelitian itu dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran/data yang dapat digunakan sebagai solusi dari sebuah masalah. Maka dari itu, setiap penelitian, harus terlebih dahulu memiliki sebuah masalah, secara umum Masalah dapat diartikan sebagai sebuah penyimpangan dari hal seharusnya terjadi baik secara teori maupun secara praktek. Dengan adanya permasalahan akan maka penulis akan memiliki acuan tentang masalah yang akan diteliti dan ini akan lebih mempermudah pada tahapan perumusan masalah. Perumusan masalah merupakan suatu pertanyaan atau rasa rasa ingin tahu peneliti yang akan dicari jawabannya melalui pengumpulan pengumpulan data. Sebagai contoh dari perumusan masalah adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;“Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada pengembangan dua aspek kemampuan yaitu kemampuan menguasai Vocab (kosa kata) dan pemecahan masalah pembelajaran Bahasa inggris siswa SMP Negeri melalui penggunaan Film Berbahasa Inggris. Lebih jelasnya masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Apakah pembelajaran dengan Penggunaan Media Youtube dapat meningkatkan kemampuan penguasaan vocab siswa dalam&amp;nbsp; pemecahan masalah Bahasa Inggris siswa?".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Kajian Pustaka&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada bagian ini, meski lebih panjang dalam uraiannya, namun sangat mudah menyusun nya. Semua variabel pada judul usahakan mendapat rujukan yang sesuai. Pada judul rujukan yang harus ada adalah Vocab, K.13, media pembelajaran, youtube/TV, Film. Saat ini mencari literatur tidak lagi sulit, selain buku di perpustakaan sekolah sudah banyak, internet juga menyediakan literatur-literatur yang kapabel, bahkan e-book dapat ditemukan dengan mudah untuk memperkuat kajian pustaka penelitian kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Siklus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada setiap penulisan Penelitian Tindakan Kelas umumnya kita mendapati jika kebanyakan peneliti menggunakan 2 atau 3 siklus. Jadi ketika kita melakukan sebuah laporan Penelitian Tindakan Kelas&amp;nbsp; sebaiknya kita menggunakan 2 siklus saja. Mengapa saya menganjurkan dua siklus saja, karena jika penelitian Tindakan Kelas dilakukan dengan satu siklus saja itu artinya penelitian tersebut dilakukan dengan seadanya saja dan terkesan asal asalan. Namun jika anda melakukan dengan tiga siklus, maka penelitian tersebut dianggap terlalu bertele-tele bahkan bias mengganggu kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Pentingnya melakukan dua siklus, karena penelitian kelas ini memerlukan hasil refleksi. Jadi pada siklus 1 penulis harus menggambarkan bahwa penelitian yang dilakukan belum mencapai hasil yang sempurna atau belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan yang disebabkan oleh berbagai kendala yang ada. Seterusnya kendala kendala yang dihadapi pada siklus 1 akan diatasi pada kegiatan di siklus 2 dan inilah yang menjadi alasan mengapa siklus 2 diperluakan. Adapuan jabaran yang digambarkan pada tahapan siklus dua adalah bahwa semua kendala yang dihadapi pada suklus 1 dapat diatasi pada tahapan suklus 2 sehingga penelitian yang dilakukan sudah mencapai kriteria yang ditetapkan atau sudah dapat mendapatkan jawaban dari penelitian yang dilakukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;6. Hasil dan Pembahasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada hasil pembahasan Penelitian Tindakan Kelas, sebaiknya disajikan tabel dan grafik pencapaian terhadap kriteria-kriteria penilaian yang ditentukan. Sebagai contoh sangat tepat, tepat, kurang tepat, dan tidak tepat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Contoh&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Tabel Data Hasil Belajar Kondisi Awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 131.7pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Kriteria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Rentang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Jumlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
persentase&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Rata-Rata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 131.7pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Belum Mencapai KKM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
40 – 69&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
73,08 % &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
57,69&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 131.7pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Sudah Mencapai KKM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
70 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
26,92 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Table Nilai Tertinggi dan Terendah Kondisi Awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 291.3pt;" valign="top" width="388"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Keterangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 159.6pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Nilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 291.3pt;" valign="top" width="388"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Nilai Tertinggi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 159.6pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 291.3pt;" valign="top" width="388"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Nilai Terendah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 159.6pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 291.3pt;" valign="top" width="388"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Jumlah Nilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 159.6pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
1500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 291.3pt;" valign="top" width="388"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
Nilai Rata-rata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 159.6pt;" valign="top" width="213"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
57,69&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Tabel Data Hasil Belajar Siklus I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 130.5pt;" valign="top" width="174"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kriteria&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Rentang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;persentase&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Rata-Rata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 130.5pt;" valign="top" width="174"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Belum Mencapai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;KKM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;40
  – 69&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;42,31
  %&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;68,46&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 130.5pt;" valign="top" width="174"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sudah Mencapai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;KKM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;70
  – 100&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;57,69
  %&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Table Nilai Tertinggi dan terendah Pada Siklus I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; tab-stops: 56.95pt center 74.4pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Keterangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai
  Tertinggi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai Terendah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jumlah Nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1780&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai Rata-rata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;68,46&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Table Hasil Belajar Siklus II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184; width: 637px;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 130.5pt;" valign="top" width="174"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kriteria&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Rentang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;persentase&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Rata-Rata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 130.5pt;" valign="top" width="174"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Belum Mencapai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;KKM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;40
  – 69&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;3,85
  %&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;80,19&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 130.5pt;" valign="top" width="174"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sudah Mencapai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;KKM&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;70
  – 100&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;25&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 79.8pt;" valign="top" width="106"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;96,15
  %&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;b style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai Terendah Siklus II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Keterangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; tab-stops: 17.55pt center 107.1pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai
  Tertinggi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;100&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai Terendah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;65&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jumlah Nilai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;2085&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 27.9pt;" valign="top" width="37"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nilai Rata-rata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; width: 225.0pt;" valign="top" width="300"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 14.65pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;80,19&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7. Lampiran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Untuk bagian ini anda hanya perlu melampirkan semua dokumen yang berhubungan dengan penelitian kelas yang dilakukan. Seperti photo kegiatan penelitian, nama siswa yang menjadi sampel penelitian, dokumentasi kegiatan pada setiap siklus yang dilakukan, keterangan dari kepala sekolah ataupun dari pihak yang lain nya, beserta dokumen lain yang berkaitan dengan penelitian atau hasil penelitian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjd5nPdL_Aot0VJIntNoyum8markYi9N45SmyDPmXXLUbJzrRfY3xedPpB2pldHaT_t_zGftArREgV5iRhkLPi3QyGmNMlrfHcYevL9buSg-SL5Zj9BCXAJGuxRnAhF5wMaWZKCK1b7Tgc/s72-c/Cara+Mudah+Menulis+Penelitian+Tindakan+Kelas+%25281%2529+%25281%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manfaat Berita Bagi Peserta Didik Di Sekolah</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/manfaat-berita-bagi-peserta-didik-di.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 26 Jul 2019 12:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-8976792813611113984</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin istilah Berita tidak begitu asing kita dengar dan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kebanyakan orang. Berita merupakan salah satu media informasi yang dapat digunakan untuk mengakses segala peristiwa yang sedang terjadi di seluruh belahan bumi ini, yang meliputi peristiwa kemanusiaan, informasi dan teknologi, politik, sosial budaya, peradaban dan lain sebagainya.. Dewasa ini, sajian berita sudah sangat mudah untuk di akses dengan tersedianya jaringan internet diseluruh daerah baik yang disediakan oleh Telkomsel, Satelido, Xl dan lain lain. Layanan internet ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses peristiwa yang terjadi baik melalui handphone Android (mobile) ataupun Komputer (PC). Dengan timbulnya budaya membaca berita setiap hari baik melalui Sosmed ataupun hanya sekedar meng update informasi dapat membantu untuk menambah wawasan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Wsnt3lp2-eysxuPBzjFeTF-ES3kx27IIrXd2lQgE0tgHd1rsExVKuFOSkrs30P7ZizkadDXaUVxaRXSiL_m3avojQJ5mwvirAAv_S2dz0Aldpo8ybdzTKzDwcTxCy4EIQF6mAnU41is/s1600/Manfaat+Berita+Bagi+Peserta+Didik+Di+Sekolah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Manfaat Berita Bagi Pelajar" border="0" data-original-height="202" data-original-width="400" height="201" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Wsnt3lp2-eysxuPBzjFeTF-ES3kx27IIrXd2lQgE0tgHd1rsExVKuFOSkrs30P7ZizkadDXaUVxaRXSiL_m3avojQJ5mwvirAAv_S2dz0Aldpo8ybdzTKzDwcTxCy4EIQF6mAnU41is/s400/Manfaat+Berita+Bagi+Peserta+Didik+Di+Sekolah.jpg" title="Manfaat Berita Bagi Peserta Didik di sekolah" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="color: blue; font-size: 12.8px;"&gt;Manfaat Berita Bagi Pelajar di Sekolah&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berkembangnya berbagai ragam dan kemudahan dalam mengakses berita, ternyata juga memberikan dampak positif bagi pelajar ataupun siswa di sekolah. Dimana penggunaan berita dalam sajian materi pembelajaran di dalam kelas dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap peningkatan kemampuan pola pikir siswa, baik dalam meng analis tujuan dan pandangan penyaji berita ataupun dalam memahami konsep konsep kejadian tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
( &lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/03/fungsi-dan-manfaat-media-pembelajaran.html" target="_blank"&gt;Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/11/pembelajaran-berbasis-tik.html" target="_blank"&gt;Pembelajaran Berbasis TIK&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disini secara singkat akan digambarkan manfaat berita bagi peserta didik, untuk lebih kelasnya. Adapun manfaat berita bagi peserta didik dapat dijabarkan sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat berita untuk pelajar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Menambah wawasan bagi peserta didik dalam berbagai bidang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Manfaat berita yang paling untuk bagi peserta didik adalah sebagai saran untuk menambah wawasan pengetahuan pelajar dalam berbagai bidang, dan ini tergantung dari berita mana yang diikuti dan dipelajari. Jadi jelas sajian berbagai macam peristiwa yang dirangkum dalam suatu berita dapat menambah wawasan pola pikir peserta didik kearah yang lebih positif terutama dalam mencermati isi berita tersebut,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Berita Dapat digunakan sebagai referensi dalam belajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita dapat dijadikan salah satu referensi dalam mempelajari ataoun menganalisa suatu peristiwa, dengan syarat media penyedia berita yang diikuti harus terpercaya dan akuntable bukan media penyedia/penyaji berita yang tidak jelas statusnya. Jadi disini peserta didik dengan sendirinya akan mampu meng analisis mana media yang boleh dipercaya dan mana media yang tidak dapat dipercaya sama sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;3. berita Dapat digunakan sebagai saran untuk menambah pemahaman baru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Fungsi berita adalah menyajikan informasi kepada para pembaca. Jadi Salah satu manfaat berita yang sudah pasti dirasakan oleh peserta didik adalah untuk menambah kepahaman/informasii baru bagi mereka. Informasi ini sangat diperlukan bagi peserta didik, karena dengan bertambahnya pemahaman peserta didik, mereka dapat menggunakannya dalam mengeksplor diri mereka dalam memahami berbagai konsep ataupun permasalahan yang disajikan dalam proses pembelajaran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Memperbaharui pengetahuan pelajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Manfaat lainnya dari berita adalah untuk memperbarui pengetahuan peserta didik. Karena dengan rajinnya mereka membaca sajian informasi dalam berita terutama berita berita tentang dunia pendidikan akan membantu pelajar untuk mengetahui hal-hal yang baru bagi pemahaman mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Berita Digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi peserta didik untuk menganalisis suatu kejadian ataupun permasalahan tertentu. Membaca berita dapat memberikan gambaran gambaran tertentu bagi peserta didik, dimana gambaran tersebut ikut mempengaruhi pola pikir peserta didik dalam menyelesaikan ataupuan menganalisis materi pembelajaran yang disajikan. Boleh dikatakan jika berita biasa menjadi pertimbangan bagi peserta didik dalam menuntaskan permasalahan ataupun tugas di sekolah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;6. Menambah perbendaharaan kata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk poin yang satu ini jelas dan tidak biasa dibantah, jika berita sangat berpengaruh untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap perbendaharaan kata. Seperti penggunaan kata kata serapan, dimana kata kata tersebut begitu banyak digunakan dalam sajian berita, sehingga dengan tidak disadari berita juga ikut menjadi andil yang besar dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menguasai perbendaharaan kata terutama kali berkaitan dengan pemahaman dari makan kata serapan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;7. Mengklarifikasi berita palsu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita jua dapat dimanfaatkan untuk mengklarifikasi tingkat ke authentikan sebuah berita. Dengan kata lain apakah berita yang disajikan tersebut termasuk berita palsu ataupun berita berita benar. Tentunya ini dengan cara membaca berbagai referensi berita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;8. Dapat digunakan sebagai bahan pembanding sebuah rumor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan membaca berita maka bagi anda para pelajar dapat memanfaatkan berita tersebut sebagai pembanding sebuah rumor yang sedang terjadi baik di sekitar Anda ataupun di kalangan luas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;9. Digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita juga memiliki peranan yang penting bagi peserta didik dalam meningkatkan kewaspadaan mereka. Misalnya berita tentang mewabahnya penyakit, sehingga dengan adanya informasi tentang mewabahnya penyakit peserta didik akan ikut ambil sikap waspada terhadap hal hal yang dapat menyebabkan penyebaran/penularan penyakit tersebut. Contoh lain adalah dampak negatif dari narkoba bagi peserta didik, berita ini dapat merangsang peserta didik untuk waspada dan tidak akan terlibat dalam Narkoba karena mereka sudah memahami akibat yang fatal yang akan mereka derita jika menjadi penikmat narkoba.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;10. Update terhadap berita berita terkini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita dapat membuat pelajar menjadi pelajar yang update terhadap informasi dan kejadian terkini, sehingga peserta didik akan&amp;nbsp; mengetahui berbagai permasalahan serta informasi yang trending ataupun booming.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;11. Mendapatkan informasi tentang tips dan trik terbaru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berita juga dapat memberikan informasi mengenai triks atapun kiat kita tertentu bagi peserta didik terutama bagi mereka yang rajin membaca. Adapun jenis triks ataupun kiat ini berbeda. Salah satu tips dan trik yang dapat diperoleh adalah mengenai kesehatan seperti manfaat madu, manfaat daun sirsak,&amp;nbsp; Manfaat Air Putih, Manfaat lidah buaya, daun jambu biji dan manfaat-manfaat lain yang dapat diperoleh dari informasi yang di cari. Selain informasi kesehatan juga dapat memperoleh tips dan trik informasi mengenai kecantikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Wsnt3lp2-eysxuPBzjFeTF-ES3kx27IIrXd2lQgE0tgHd1rsExVKuFOSkrs30P7ZizkadDXaUVxaRXSiL_m3avojQJ5mwvirAAv_S2dz0Aldpo8ybdzTKzDwcTxCy4EIQF6mAnU41is/s72-c/Manfaat+Berita+Bagi+Peserta+Didik+Di+Sekolah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shopping</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-window-shopping.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Thu, 25 Jul 2019 10:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-5305931460964025958</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shopping&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ketika menyebut kata Window Shopping kita akan langsung membayangkan sebagai aktivitas&amp;nbsp; jalan jalan di pasar atau di mall hanya sekedar melihat-lihat saja tanpa membeli apapun barang di mall tersebut. Sama hanya juga dengan Model kooperatif windows shopping ini, dimana peserta didik melakukan kegiatan berjalan jalan untuk mengamati hasil hasil pekerjaan kelompok lain di dalam kelas. Namun pada posisi jalan jalan ini bukan berarti peserta didik tidak mendapatkan apa apa akan tetapi mereka akan mendapatkan banyak sekali pengetahuan dari hasil kunjungan mereka ke tiap tiap kelompok yang ada. Jadi secara umum dapat di definisikan jika model pembelajaran kooperatif tipe windows shopping ini merupakan model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk berjalan jalan mengamati hasil pekerjaan dari kelompok lain yang disajikan di dinding kelas, kemudian peserta didik tersebut mencacat hasil pekerjaan kelompok tersebut sebagai hasil dari kunjungan mereka.&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kemudian saling saling mendiskusikan/berbagi dengan anggota kelompok mereka masing-masing. Dengan demikian setiap anggota yang berperan sebagai pengunjung juga akan berbelanja ilmu sebagai oleh-oleh bagi anggotanya yang sedang bertugas sebagai penjaga toko mereka dari kunjungan kelompok lain.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRegxOYS0vF_vPWbOxOaUYU_6X4WOQkAVc-BU27__Fa6uETNCrKDtLkviOWNEuNjfKZBekIWx9qG8MUBa9JABWjVgn5LWKUiOrhWrQSR256FRSTyKBmEvtqCIIT6X-VdRekC_E-x7sUkA/s1600/Model+Pembelajaran+Windows+Shopping.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Model Pembelajaran Kooperatif tipe Window Shopping" border="0" data-original-height="268" data-original-width="602" height="177" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRegxOYS0vF_vPWbOxOaUYU_6X4WOQkAVc-BU27__Fa6uETNCrKDtLkviOWNEuNjfKZBekIWx9qG8MUBa9JABWjVgn5LWKUiOrhWrQSR256FRSTyKBmEvtqCIIT6X-VdRekC_E-x7sUkA/s400/Model+Pembelajaran+Windows+Shopping.png" title="Model Pembelajaran Window Shopping" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shopping&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Model pembelajaran kooperatif tipe window shopping ini sangat baik untuk diterapkan dalam proses pembelajaran karena model pembelajaran Kooperatif tipe Windows Shopping dapat meningkatkan peran peserta didik lebih aktif dalam proses belajar. Model pembelajaran kooperatif model windows shopping ini memberikan pola pembelajaran secara berkelompok sehingga membentuk sikap kerja sama yang aktif antar sesama peserta didik, disamping juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjadi tutor sebaya yang berperan dalam menjelaskan hasil kerja kelompoknya kepada seluruh pengunjung yang mengamati hasil kerja mereka.&amp;nbsp; Lebih lanjut, Model pembelajaran kooperatif tipe windows shopping dapat digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik ketika dihadapkan dalam menjawab setiap pertanyanaa dari peserta didik yang melakukan pengamatan hasil kerja mereka disamping juga membekali peserta didik dengan kemampuan dalam pemecahan masalah yang ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekilas jika kita amati, Model pembelajaran kooperatif tipe windows shopping mirip dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw namun window shooping ini lebih menekankan pada kerja kelompok dan pembagian tugas pada setiap kelompoknya. Dan hala ini akan berbeda dengan model kooperatif tipe jigsaw dimana peserta didik dituntut untuk menguasai materi yang telah di bagi-bagi dan diharapkan juga menjelaskan hasil pemahamannya. Mungkin jenis Kesamaan dengan Jigsaw adalah pada proses pemahaman baru dari kelompok lain dengan cara berjalan-jalan dan mengamati kelompok lain yang mengerjakan materi dan tugas yang sama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-kooperatif-tipe.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-picture-and-picture.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk lebih jelasnya disini akan disajikan tahapan-tahapan pembelajaran model kooperatif tipe Windows shopping ini adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Siswa dibuat menjadi beberapa kelompok&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Guru membagikan tugas yang berbeda kepada tiap-tiap kelompok, jenis tugasnya adalah bersifat pemecahan masalah, dan sebaiknya tugas tersebut diberikan secara diundi oleh guru.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Secara berkelompok siswa mengerjakan soal yang telah diberikan guru. Hasil penyelesaian tugas ditulis pada selembar kertas manila atau sejenisnya. Dalam kegiatan ini guru memberikan bimbingan seperlunya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hasil pekerjaan tugas tiap kelompok di pajang di dinding-dinding kelas, Dimana kegiatan inilah ciri khas dari windows shopping ini, kegiatan ini diumpamakan sebagai pembukaan toko di Mall&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah proses pajangan hasil tugas kelompok, setiap anggota kelompok akan diberikan tugas dan peran masing masing. Ada anggota kelompok yang bertugas menjaga toko dan ada juga anggota kelompok yang bertugas berjalan-jalan (visitor) untuk mengunjungi toko kelompok lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peserta didik yang bertugas sebagai penjaga toko diharapkan mampu memberi penjelasan kepada anggota kelompok lain yang membutuhkan penjelasan terkait hasil tugas kelompoknya. Untuk itu dianjurkan memilih penjaga yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami hasil pekerjaan kelompok. Pada kegiatan inilah munculnya aktivitas tutor sebaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagi anggota kelompok yang bertugas berkunjung pada kelompok lain di samping berhak mendapat penjelasan juga berhak memberi masukkan dan koreksi terhadap pekerjaan kelompok yang dikunjunginya dengan menuliskannya di lembar pekerjaan kelompok yang dikunjungi. Disamping&amp;nbsp; mereka(pengunjung)&amp;nbsp; juga mencatat pekerjaan kelompok yang dikunjunginya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah waktu yang telah ditentukan selesai, masing-masing anggota yang berkeliling kembali ke kelompok mereka masing masing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah kembali anggota kelompok bertukar informasi berdasarkan hasil kunjungan yang telah dilakukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya guru berkeliling untuk mengecek hasil pekerjaan dan melihat hal-hal yang&amp;nbsp; perlu diperbaiki dan memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan tiap-tiap kelompok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Guru melakukan konfirmasi berupa umpan balik dan koreksi terhadap pekerjaan tiap-tiap kelompok secara klasikal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Guru melakukan evaluasi/penilaian, baik secara kelompok maupun individu dengan tipe kerumitan soal yang sama.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik menutup pembelajaran&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRegxOYS0vF_vPWbOxOaUYU_6X4WOQkAVc-BU27__Fa6uETNCrKDtLkviOWNEuNjfKZBekIWx9qG8MUBa9JABWjVgn5LWKUiOrhWrQSR256FRSTyKBmEvtqCIIT6X-VdRekC_E-x7sUkA/s72-c/Model+Pembelajaran+Windows+Shopping.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-kooperatif-tipe.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 24 Jul 2019 12:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-1289787354322441016</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Apa itu Model Pembelajaran Talking Stick?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Talking stick merupakan salah satu model belajar yang dilakukan secara bermain. Dan model pembelajaran ini pertama kali diperkenalkan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu pertemuan antar suku ataupun forum lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgVMZBt9hThiSmaD5LDmRMFqZC9nKnlyUL9Xx8JEVEFXrPWZ1iCzk-8rjkikmJ1d3wkF0XMOiD8PhDyZkoxPRLqD4UiGuKaY1EvAFnTHrSgIpaoP4jlV7_YuGBaqGv_cypeqhQHgvSdAM/s1600/model+pembelajaran+Talking+Stick.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Model Pembelajaran Kooperatif Talking Stick" border="0" data-original-height="309" data-original-width="496" height="248" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgVMZBt9hThiSmaD5LDmRMFqZC9nKnlyUL9Xx8JEVEFXrPWZ1iCzk-8rjkikmJ1d3wkF0XMOiD8PhDyZkoxPRLqD4UiGuKaY1EvAFnTHrSgIpaoP4jlV7_YuGBaqGv_cypeqhQHgvSdAM/s400/model+pembelajaran+Talking+Stick.png" title="Model Pembelajaran Talking Stick" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Talking Stick&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Proses Kegiatan belajar sambil bermain adalah satu cara yang sangat bagus untuk diterapkan dalam proses belajar, karena dengan adanya model belajar sambil bermain ini peserta didik akan senang dan proses belajar mengajar jadi menyenangkan alias tidak mendatangkan&amp;nbsp; ras jenuh bagi mereka saat mengikuti sajian materi pembelajaran tertentu. Keuntungan lainnya adalah, proses belajar sambil bermain ini dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif karea peserta didik menjadi terobsesi dengan jenis permainan yang disajikan sehingga menghilangkan rasa takut dan rasa kurang percaya diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-picture-and-picture.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Picture and Picture&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(Baca &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-humanistik.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Humanistik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Talking stick merupakan sebuah model pembelajaran yang dapat memberi manfaat untuk melatih dan merangsang keberanian peserta didik dalam menyampaikan pendapat atapun menjawab pertanyaan dari orang lain. Sedangkan penggunaan tongkat secara bergiliran sebagai media pembelajaran dapat merangsang keberanian dan kecepatan peserta didik dalam bertindak cepat dengan tepat, disamping juga pendidikan dapat mengukur tingkat kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang disajikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun Model pembelajaran talking stick yang di aplikasikan dalam proses pembelajaran merupakan model pembelajaran dimana pendidik/guru&amp;nbsp; akan memberikan tongkat tersebut kepada peserta didik baik secara berkelompok ataupun perorangan untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan secara bergiliran sampai proses pembelajaran tersebut dianggap tuntas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Langkah-langkah Model Pembelajaran Talking Stick&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun tahap pembelajaran Talking stik ini adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pendidik membentuk kelompok yang terdiri atas 4 orang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah kelompok selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, Pendidik mempersilakan anggota kelompok untuk menutup isi bacaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok, setelah itu Pendidik memberi pertanyaan dan anggota kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari Pendidik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siswa lain boleh membantu menjawab pertanyaan jika anggota kelompoknya tidak bisa menjawab pertanyaan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik memberikan kesimpulan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik melakukan evaluasi/penilaian, baik secara kelompok maupun individu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik menutup pembelajaran.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kelebihan dan kekurangan Model Pembelajaran Talking Stick&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap model pembelajaran pastinya memiliki kelebihan dan kelemahan nya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Menguji kesiapan peserta didik dalam pembelajaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melatih peserta didik memahami materi dengan cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memacu agar peserta didik untuk lebih giat belajar, karena peserta didik tidak pernah tahu tongkat akan sampai pada gilirannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peserta didik berani mengemukakan pendapat.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick, adalah sebagai berikut:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Membuat peserta didik senam jantung.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peserta didik yang tidak siap tidak bisa menjawab.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&amp;nbsp;Membuat peserta didik tegang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketakutan akan pertanyaan yang akan diberikan oleh guru&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgVMZBt9hThiSmaD5LDmRMFqZC9nKnlyUL9Xx8JEVEFXrPWZ1iCzk-8rjkikmJ1d3wkF0XMOiD8PhDyZkoxPRLqD4UiGuKaY1EvAFnTHrSgIpaoP4jlV7_YuGBaqGv_cypeqhQHgvSdAM/s72-c/model+pembelajaran+Talking+Stick.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture </title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-picture-and-picture.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 23 Jul 2019 12:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-6476062471478718965</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;A.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Metode pembelajaran picture and picture adalah suatu model&amp;nbsp; dimana gambar digunakan sebagai media pembelajaran, yaitu dengan memasang/meng urutkan gambar tersebut menjadi urutan logis. Jadi Model pembelajaran pictutre and picture ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran tersebut. Sebagai media utama, jadi para pendidik/guru harus mempersiapkan media gambar&amp;nbsp; sebelum proses pembelajaran berlangsung baik dalam potongan kartu atau bentuk carta dalam ukuran tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Suprijono (dalam huda 2014: 236), mengemukakan: “Picture And Picture merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. strategi ini mirip dengan Example Non- Example, dimana gambar yang diberikan pada siswa harus dipasangkan atau diurutkan secara logis. Gambar-gambar ini menjadi perangkat utama dalam proses pembelajaran”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umumnya dalam setiap proses pembelajaran seorang pendidik tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan-pengetahuan&amp;nbsp; saja tetapi juga harus mampu berinovasi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang penuh dengan kreatifitas dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran sebagai mana yang telah ditentukan. Jadi sebagai pendidik, mereka harus dapat menentukan dan menciptakan tahapan tahapan pembelajaran yang kreatif dengan mengadopsi/menentukan berbagai jenis model pembelajaran yang telah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjQK-MkFLHYIk9Rzvid4NOUbASuxr6v7sdEvMGzoM0nBucG9_phax0X8EKOuylCL5K2chMO7Cf3a936LlshBX4b5WCnj8eSELURqc2edocxrOjF1k2f1Ex23d5K_RRm70ikaO8GxSOtpM/s1600/picture+and+picture.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Pengertian dan langkah-langkah Model Pembelajaran Picture And Picture" border="0" data-original-height="138" data-original-width="212" height="260" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjQK-MkFLHYIk9Rzvid4NOUbASuxr6v7sdEvMGzoM0nBucG9_phax0X8EKOuylCL5K2chMO7Cf3a936LlshBX4b5WCnj8eSELURqc2edocxrOjF1k2f1Ex23d5K_RRm70ikaO8GxSOtpM/s400/picture+and+picture.png" title="Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture " width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Secara umum, Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah proses pembelajaran yang dilakukan peserta didik serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar. Secara sederhana, Model mengajar dapat di artikan sebagai sebuah perencanaan atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum pembelajaran, mencakupi pengaturan susunan materi ajar bagi peserta didik, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran atau setting lainnya untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-humanistik.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Humanistik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/01/langkah-langkah-penerapan-discovery.html" target="_blank"&gt;Model Pembelajaran Discovery Learning&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model Pembelajaran picture and picture ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Model apapun yang digunakan selalu menekankan aktif peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Inovatif dapat di artikan bahwa setiap proses kegiatan pembelajaran harus memberikan suasana yang baru atau berbeda dengan tujuan untuk menarik minat peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar. Kreatif bermakna bahwa setiap kegiatan proses pembelajarannya harus dapat merangsang minat peserta didik mengikuti atau pun menghasilkan sesuatu yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan menggunakan metode, teknik atau cara yang dikuasai oleh peserta didik sendiri yang dimana pengalaman tersebut diperoleh dari proses kegiatan pembelajaran di kelas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagaimana namanya, model pembelajaran picture and picture ini menggunakan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar gambar ini berperan sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran sehingga para pendidik harus menentukan terlebih dahulu gambar gambar yang sesuai dengan materi ajar sebelum digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;B. Tahapan/Langkah- langkah yang digunakan dalam proses pembelajaran model Picture And Picture&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Suprijono (dalam huda 2014: 236-238) menggambarkan beberapa tahapan/langkah-langkah yang harus digunakan oleh pendidik di dalam menyajikan model picture and picture. Adapun langkah–langkah pembelajarannya model picture and pictre ini adalah sebagai berikut;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;1.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penyampaian Kompetensi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sama halnya dengan jenis medel lain, model pembelajaran picture and picture ini juga dituntut bagi pendidik untuk menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran dari mata pelajaran tersebut. Penyampaian kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang gambaran materi yang harus mereka kuasai tersebut. Disamping juga menjabarkan indikator-indikator ketercapaian kompetensi yang akan digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;2.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Presentasi Materi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahapan ini, pendidik harus melakukan serangkaian kegiatan awal yang berkesan bagi peserta didik sehingga proses kegiatan awal pembelajaran ini akan menciptakan motivasi bagi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Inilah kunci awal yang harus dikuasai oleh pendidik sehingga tahapan ini menjadi pokok utama dalam menciptakan keberhasilan dalam menentukan kegiatan pembelajaran berikutnya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;3.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penyajian Gambar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahap ini, guru menyajikan gambar dan mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditujukan. Dengan gambar, pengajar akan lebih hemat energi, dan siswa juga akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Dalam pengembangan selanjutnya, guru dapat memodifikasi gambar atau menggantinya dengan video atau demonstrasi kegiatan tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;4.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemasangan Gambar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahap ini, guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian untuk memasangkan gambar secara berurutan dan logis. Guru juga bisa melakukan inovasi, karena penunjukan secara langsung kadang kurang efektif sebab siswa cenderung merasa tertekan. Salah satu caranya adalah dengan undian, sehingga siswa merasa memang harus benar-benar siap untuk menjalankan tugas yang diberikan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;5.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penjajakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tahap ini mengharuskan guru untuk menanyakan kepada siswa tentang alasan/dasar pemikiran dibalik urutan gambar yang disusunnya. Setelah itu, siswa bisa diajak untuk menemukan rumus,tinggi, jalan cerita, atau tuntutan kompetensi dasar berdasarkan indikator-indikator yang ingin dicapai. Guru juga bisa mengajak sebanyak mungkin siswa untuk membantu sehingga proses diskusi menjadi semakin menarik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;6.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penyajian Kompetensi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan komentar data penjelasan atas urutan gambar-gambar, guru bisa memulai menjelaskan lebih lanjut sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Selama proses ini, guru harus memberikan penekanan pada ketercapaian kompetensi tersebut. Di sini, guru bisa mengulangi, menuliskan atau menjelaskan gambar-gambar tersebut agar siswa mengetahui bahwa sarana tersebut penting dalam pencapaian kompetensi dasar dan indikator-indikator yang telah ditetapkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;7.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada akhir pembelajaran, guru dan siswa saling berefleksi mengenai apa yang telah dicapai dan dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat materi dan kompetensi dalam ingatan siswa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;C.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kelebihan dan kekurangan dari model Picture And Picture&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh Model Pembelajaran picture and picture ini adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Kelebihan model pembelajaran Picture And Picture&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siswa dilatih berfikir logis dan sistematis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siswa dibantu belajar berfikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktek berfikir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motivasi siswa untuk belajar semakin dikembangkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siswa dilibatkan dalam perencanaan dan pengelolaan kelas&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
b. Kekurangan model pembelajaran Picture And Picture&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memakan banyak waktu&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Membuat sebagian siswa pasif&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Munculnya kekhawatiran akan terjadi kekacauan di kelas&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
4.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kebutuhan akan dukungan fasilitas, alat, dan biaya yang cukup memadai&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjQK-MkFLHYIk9Rzvid4NOUbASuxr6v7sdEvMGzoM0nBucG9_phax0X8EKOuylCL5K2chMO7Cf3a936LlshBX4b5WCnj8eSELURqc2edocxrOjF1k2f1Ex23d5K_RRm70ikaO8GxSOtpM/s72-c/picture+and+picture.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Model Pembelajaran Humanistik</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/model-pembelajaran-humanistik.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 22 Jul 2019 13:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-1067777965576488450</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prinsip dasar Teori pembelajaran humanistik adalah humanistic oriented (pembelajaran yang berorientasi pada aspek kemanusiaan), dimanan teori pembelajaran ini lebih&amp;nbsp; mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia, penekanannya adalah bagaimana peserta didik diharapkan untuk mengembangkan potensi ataupun bakat yang ada pada diri masing masing peserta didik. Teori belajar ini menempatkan posisi peserta didik sebagai subyek yang bebas/ merdeka dalam memilih arah masa depannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheUQlojT2ADl9h3f3XAIUVQUCkfC-5Ifx2zBwCuvl8tIoYSg5x8wSzU9nEIIFMmOhCL0vPXTj9f2saY_IlYJaUdYyGs23wwsnHbvs4Y7_-tHO1JHbUx2VJtyPeluxsFwwWJj5hZaadzP8/s1600/Model+Pembelajaran+Humanistik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Model Pembelajaran Humanistik" border="0" data-original-height="168" data-original-width="300" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheUQlojT2ADl9h3f3XAIUVQUCkfC-5Ifx2zBwCuvl8tIoYSg5x8wSzU9nEIIFMmOhCL0vPXTj9f2saY_IlYJaUdYyGs23wwsnHbvs4Y7_-tHO1JHbUx2VJtyPeluxsFwwWJj5hZaadzP8/s400/Model+Pembelajaran+Humanistik.jpg" title="Pembelajaran Humanistik" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori dan Model Pembelajaran Humanistik&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi Teori humanistic ini juga dapat memberikan sumbangan bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (Humanistic Education), dimana pembelajaran humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran yang nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarir menjadi fokus dalam model pembelajaran humanistis. Berdasarkan pada konsepnya, maka Pembelajaran humanistik selalu mendorong pertumbuhan/peningkatan kualitas diri manusia melalui penghargaannya terhadap potensi-potensi fitrah (Gifted) dalam hal ini segala potensi positif yang ada pada diri manusia. Namun Seiring dengan perubahan dan tuntutan zaman dan tehnologi, mengakibatkan proses pembelajaran pun senantiasa ikut berubah dalam memanuhi tuntutan perubahan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu, Teori humanistik ini tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Titik inilah yang menjadi patokan dasar jika peserta didik dalam proses belajarnya diharapkan untuk berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya, dengan demikian maka Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya sendiri, bukan dari sudut pandang pengamatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/08/pendapat-tokoh-aliran-fisafat.html" target="_blank"&gt;Pendapat Tokoh Aliran Filsafat Pendidikan Humanistik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/01/langkah-langkah-penerapan-discovery.html" target="_blank"&gt;Langkah-langkah Penerapan Discovery Learning dalam Pembelajaran&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/04/model-interaksi-sosial-inovasi.html" target="_blank"&gt;Model Interaksi Sosial Kurikulum Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan referensi yang ada, Teori Humanistik mulai diperkenalkan pada akhir tahun 1950-an oleh para ahli psikologi, seperti Abraham Maslow, Carl Rogers dan Calrk Moustakas. Pada saat itu, Mereka membangun&amp;nbsp; sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang self(diri), aktualisasi diri kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat dan sejenisnya.[4] Dalam perkembangannya, jadi Carl Rogers merupakan salah satu tokoh aliran humanistik yang cukup berjasa dalam mengembangkan psikologi humanistic dalam dunia pendidikan. Carl Rogers mengembangkan satu filosofi pendidikan yang menekankan pentingnya pembentukan pemaknaan personal selama berlangsungnya proses pembelajaran melalui upaya menciptakan iklim emosional yang kondusif agar dapat membentuk pemaknaan personal tersebut. Implementasi teori humanistik dalam proses pembelajaran lebih difokuskan pada kemampuan pendidik dalam membangun hubungan emosional dengan peserta didik dalam suatu wadah belajar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun yang menjadi tujuan utama para pendidik adalah untuk membantu si peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya, melalui proses mengenal diri mereka masng-masing sebagai manusia yang unik, disamping menumbuhkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian dalam proses pembelajaran humanistik, yaitu;:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Proses pemerolehan informasi baru,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Personalia informasi ini pada individu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Implikasi Teori Belajar Humanistik Guru Sebagai Fasilitator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam psikologi humanistik, Pendidik berperan sebagai fasilitator dimana mereka dituntut untuk mampu mengaplikasikan konsep humanistic yang berpatokan pada konsep memanusiakan manusia dan memperkenalkan peserta didik terhadap potensi yang dimilikinya beserta pemahaman terhadap lingkungannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dibawah ini disajika bentuk dan sikap yang harus dimiliki oleh guru/fasilitator yang baik&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-angsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pandangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk mengenali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Aplikasi Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran Siswa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penerapan Teori Humanistik dalam pembelajaran, lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran dimana ikut memberikan warna terhadap metode-metode yang diterapkan. Adapun peran pendidik dalam pembelajaran humanistik adalah sebagai fasilitator bagi para para peserta didiknya, dimana Pendidik ikut memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan peserta didik. Disamping juga ikut memfasilitasi pengalaman belajar kepada peserta dalam memperoleh tujuan pembelajaran yang inin dicapai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan peran Peserta didik&amp;nbsp; adalah sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri, dimana peserta didik diharapkan untuk memahami potensi yang dimilikinya kearah yang bersifat positif (menemukan bakat pada peserta didik sendiri).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Teori Humanistik lebih menekankan tujuan pembelajaran kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Merumuskan tujuan belajar yang jelas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidik menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun harus dipahami jika proses pembelajaran berazaskan teori humanistik ini cocok untuk diterpkan pada materi-materi pembelajaran tertentu yang lebih bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembelajaran humanistik berakar pada filsafat humanisme dan psikologi humanistik. Pada tataran praktis, pembelajaran humanistik adalah aktivitas belajar mengajar yang menggunakan prinsip-prinsip psikologi humanistik. Prinsip utama pembelajaran ini terutama berpijak pada asumsi bahwa belajar berasal dari dan oleh si belajar sendiri. Fenomena objektif di luar diri si belajar lebih merupakan tempat dan sarana bagi upaya belajar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheUQlojT2ADl9h3f3XAIUVQUCkfC-5Ifx2zBwCuvl8tIoYSg5x8wSzU9nEIIFMmOhCL0vPXTj9f2saY_IlYJaUdYyGs23wwsnHbvs4Y7_-tHO1JHbUx2VJtyPeluxsFwwWJj5hZaadzP8/s72-c/Model+Pembelajaran+Humanistik.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Mengobati Stroke Dengan Berjalan Jinjit </title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/cara-mengobati-stroke-dengan-berjalan.html</link><category>KESEHATAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 17 Jul 2019 10:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-5269192745731359342</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berjinjit merupakan salah satu aktivitas yang sangat sering dilakoni oleh para penari balet dan juga oleh sebagian anak anak ketika bermaian. ternyata aktivitas berji njit ini dapat memberikan pengaruh yang besar untuk kesehatan kita.&amp;nbsp; Aktivitas ini kelihatan sepele sekali namun jika rutin kita kerjakan maka akan memberikan dapmpak yang sangat signifikan terhadap penyakit penyakit yang sangat pupoler dewasa ini, seperti stroke, lumpuh dan paru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Manfaat/khasiat dari berjalan secara berjinjit ini diperoleh berdasarkan pengalaman penderita stroke yang boleh kita sebutkan namanya bernama Rusandi . Pak Rusandi berubsia 70 tahun bercerita tentang pengalaman yang dialaminya sendiri.&amp;nbsp; Dia mengalami kelumpuhan akibat stroke selama 10 tahun dan sebelumnya juga menderita serangan jantung. Sekarang ini beliau dalam keadaan sehat dan mampu berlari lagi dengan hanya melakukan therapi sederhana yg didapat dari seorang therapis di wilayah Solo. Adapun jenis therapy yang dilakukannya adalah "berjinjit". Ya, hanya dengan berjinjit, yaitu berdiri tegak dan angkat kedua tumit anda secara bersamaan dan tahan semampu anda kemudian turunkan lagi ke posisi semula.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwv3N6Qd66o8jWtEVlnfOezndIv7KV8GqXX6R3vm2WPLx7Fr8kJF91EbgrXt7qW1AzpPKU6vLqvIj2uQH7NnDCdkVIHKryHLGAEJtYRHDNoJm2I1Q4YyHjNE48XhYTqhzyy7E2iFRvCww/s1600/berjinjit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Mengobati Stroke dengan Berjalan Jinjit " border="0" data-original-height="180" data-original-width="280" height="205" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwv3N6Qd66o8jWtEVlnfOezndIv7KV8GqXX6R3vm2WPLx7Fr8kJF91EbgrXt7qW1AzpPKU6vLqvIj2uQH7NnDCdkVIHKryHLGAEJtYRHDNoJm2I1Q4YyHjNE48XhYTqhzyy7E2iFRvCww/s320/berjinjit.jpg" title="Cara Mengobati Stroke" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 12.8px;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Cara Mengobati Stroke dengan Berjalan Jinjit&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Sederhana sekali bukan ? Dengan berjinjit minimal 50 kali dalam sehari, beliau lepas dari derita lumpuh yang dideritanya disamping juga jantung beliau menjadi normal seperti sediakala.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/02/mengenali-gejala-awal-penyakit-jantung.html" target="_blank"&gt;Mengenali Gejala Awal Penyakit Jantung&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/03/mesothelioma-penyakit-kanker-paru-yang.html" target="_blank"&gt;Mesothelioma Penyakit Kangker Paru Yang Mematikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disamping berjinjit, beliau juga juga menyarankan untuk berjalan jinjit beberapa menit semampu anda karena ini lebih efektif lagi dalam mengobati orang yang terkena stroke. Pada saat menceritakan pengalamannya, Beliau menyuruh saya untuk memegang pahanya, ternyata paha beliau lebih keras dari paha saya, karena mungkin saya sendiri kurang berolahraga/bersenam. Sekarang banyak orang kurang melakukan aktivitas oleh raga karena kesibukan ataupun karena malas dalam berolah raga, maka untuk itu sangat baik andai kita melakukan ativitas berjalan jinjit ini karena lebih mudah dan dapat dilakukan disela sela kesibukan kegiatan kerja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disamping itu, therapi berjalan Jinjit ini bukan hanya dapat mencegah dan&amp;nbsp; menyembuhkan stroke dan jantung, akan tetapi juga banyak mengobati berbagai macam panyakit lainnya. Seperti&amp;nbsp; paru paru, lengoh tulang belakang/ pinggang,&amp;nbsp; punggung, ginjal, saraf dan lain sebagainya. Beliau sudah memberikan info ini semenjak sembuh beberapa tahun lalu kepada rekan-rekan dan saudara-saudaranya, alhasil kegiatan yang dilakukan ini ternyata juga memberikan efek yang bagus juga bagi mereka yang mengalami penyakit penyakit tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwv3N6Qd66o8jWtEVlnfOezndIv7KV8GqXX6R3vm2WPLx7Fr8kJF91EbgrXt7qW1AzpPKU6vLqvIj2uQH7NnDCdkVIHKryHLGAEJtYRHDNoJm2I1Q4YyHjNE48XhYTqhzyy7E2iFRvCww/s72-c/berjinjit.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Manfaat Ketumbar Untuk Kesehatan </title><link>http://www.pondok-belajar.com/2019/07/manfaat-ketumbar-untuk-kesehatan.html</link><category>KESEHATAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 16 Jul 2019 10:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-5884201098184015783</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umumnya seluruh masyarakat Indonesia tahu Ketumbar adalah salah satu diantara rempah rempah yang wajib disediakan di dapur karena merupakan salah satu bumbu dasar berbagai masakan Ibu ibu di rumah. Dismaping ketumbar dapat memberikan cita rsa tersendiri untuk memperkaya rasa masakan di rumah, ternayta ketumbar dapat juga memberikan khasiat yang bagus bagi kesehatan kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Airv56J0VRXpMLqOx1L1et-Dq6Bww5iS7WB05LtBjrTUI3xB4i2cB5W_U4OXZVq8RsRe5B3ZAvnb_Id9FzMtCER5Sn2-NthxX2pluhPeg5dpCaqt63nzAw4KcjtNIR08kDFmN6fCJHc/s1600/Manfaat+Ketumbar+Untuk+Kesehatan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Manfaat Ketumbar Untuk Kesehatan " border="0" data-original-height="180" data-original-width="280" height="205" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Airv56J0VRXpMLqOx1L1et-Dq6Bww5iS7WB05LtBjrTUI3xB4i2cB5W_U4OXZVq8RsRe5B3ZAvnb_Id9FzMtCER5Sn2-NthxX2pluhPeg5dpCaqt63nzAw4KcjtNIR08kDFmN6fCJHc/s320/Manfaat+Ketumbar+Untuk+Kesehatan.jpg" title="Manfaat Ketumbar Untuk Kesehatan " width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Manfaat Ketumbar Untuk Kesehatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan info terbaru sebagaimana dilansir dari Natural Food Series, Selasa (2/4), ternyata ketumbar dikenal sebagai Dhaniya di India dan ketumbar di Amerika. Nama ilmiah ketumbar adalah ketumbar Coriandrumsativum L yang memiliki aroma yang menyegarkan. Ketumbar mengandung enam jenis asam (termasuk vitamin C (asam askorbat), dan 11 jenis mineral yang berbeda minyak esensial dan vitamin. Masing-masing nutrisi ini memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi apa saja khasiat yang terkandung dari rendaman air ketumbar bagi kesehatan? Ayo kita ulas satu persatu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Macam Macam Khasiat Ketumbar untuk Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Mengatasi gangguan pencernaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun khasiat yang pertama adalah mengatasi gangguan pencernaan. Konsumsi yang tidak berlebihan ketumbar ternyata dapat dapat mengatasi sindrom iritasi usus besar. Ketumbar juga bisa mengatasi masalah pencernaan seperti diare, perut kembung, sembelit, dan cacingan. Salah satu khasiat Kandungan antioksidan yang ada terdapat pada biji ketumbar adalah membantu pergerakan usus dan membantu produksi enzim pencernaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Menjaga kesehatan gigi dan mulut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jenis khasiat yang berikutnya adalah ketumbar dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kandungan sifat anafetik pada biji Ketumbar memiliki dapat membantu meredakan sakit gigi. Selain itu, ketumbar juga memiliki sifat antibakteri sehingga baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, karena salah satu penyabab utama masalah gigi dan mulut adalah bakteri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Mengatasi infeksi jamur dan bakteri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Khasiat lainya dari ketumbar adalah mengatasi infeksi bakter akibat jamur. Khasiat ini membuat ketumbar banyak digunakan&amp;nbsp; untuk mengatasi berbagai penyakit akibat jamur dan bakteri, termasuk konjungtivitis dan infeksi kulit akibat bakteri dan jamur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;(Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/04/kiat-hidup-sehat-dengan-air-putih.html" target="_blank"&gt;Kiat Hidup sehat Dengan Air Putih&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;(Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/07/mengurangi-kadar-kalestrol-secara-alami.html" target="_blank"&gt;Mengurangi Kadar Kalestrol Secara Alami&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Baik untuk penderita diabetes&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Khasiat ketumbar selanjutnya adalah baik untuk penderita diabetes. Salah satu khasiat yang diproleh dari Rempah yang memiliki kandungan serat tinggi ini adalah ternyata dapat bekerja menurunkan kadar gula dalam darah sehingga dianggap baik untuk dikonsumsi penderitas diabetes. Walaupun demikian, ada baiknya disarankan untuk penderita diabetes tetap memeriksakan kadar gula darahnya secara rutin untuk mengetahui perkebangan dari khasiat yang terdapat dalam penyajian ramuan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Mengatasi wasir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Khasiat ketumbar lainnya adalah untuk mengatasi wasir. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketumbar ampuh untuk mengatasi sembelit atau konstipasi, yang merupakan salah satu penyebab dari wasir. Selain melancarkan buang air besar, sifat analgesik dari ketumbar juga mungkin dapat meredakan nyeri akibat wasir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;6. Menurunkan kadar kolesterol jahat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Khasiatn lainya dari ketumbar adalah berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah kita. Inilah dasar pijakan pertama yang membuat timbulnya pernyataan tentang khasiat rebusan ketumbar untuk mengobata sumbatan pada jantung. Kolesterol jahat dalam dalam darah dapat membantuk plak yang nantinya akan menghambat peredaran darah dan mengganggu fungsi jantung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;7. Meringankan nyeri sendi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Meringankan nyeri sendi juga diklaim sebagai salah satu khasiat ketumbar. Khasiat yang satu ini masi berkaitan dengan sifat analgesik dan kandungan asam linoleat dari ketumbar. Selain meringankan nyeri sendi, ketumbar juga dipercara dapat meringankan sakit akibat hernia. Namun khasiat ini kemungkinan hanya sekedar untuk meringankan gejala saja, bukan untuk mengatasi penyabab utama penyakit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;8. Mengatasi batuk dan pilek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketumbar juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi batuk dan pilek. Khasiat ketumbar satu ini didapatkan dari kandungan vitamin C di dalamnya. Vitamin C merupakan antioksidan alami yang sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini lah yang membuat ketumbar dipercaya dapat mempercepat penyembuhan batuk dan pilek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;9. Menjaga kesehatan kulit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebanyak orang Inodesia sering menggunakan ketumbar untuk menjaga kesehatan kulit. Karena antibakteri dalam ketumbar mampu untuk mengatasi jerawat. Selain itu, ketumbar juga dipercaya dapat mengatasi kulit berminyak, meremajakan kulit, hingga mencerahkan kulit. Ketumbar juga tentunya dapat menghindarkan kulit dari iritasi dan infeksi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
10. Khasiat ketumbar untuk rambut lebih lebat&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya terdapat juga khasiat ketumbar untuk rambut. Ketumbar dapat membantu menguatkan akar rambut dan merangsang pertumbuhan rambut. Jadi selain mencoba kemiri yang sudah sering digadang-gadang sebagai rempah yang baik untuk rambut, sekarang Anda juga bisa mencoba ketumbar dan melihat sendiri efeknya pada rambut Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Cara Menggunakan Ketumbar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu cara yang pailing efektif menggunakan ketumbar sebagai obat herbal adalah dengan cara meminum air rebusannya. Caranya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Panaskan air secukupnya hingga mendidih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ambil satu sendok makan biji metumbar lalau masukkan kedalam gelas&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tuangkan air yang telah di panaskan tadi kedalam gelas (sama dengan menyeduh teh)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tunggu hingga airnya hangat kemudian disaring dengan menggunakan saringan dapur&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5.&lt;span style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Minumlah minimal satu kali sehari selama jangka waktu seminggu lalau lihat khasiat yang anda dapat rasakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun cara&amp;nbsp; lain yang bias kita ginakan adalah dengan cara menambahkan ketumbar dengan jumlah yang lebih banyak ke dalam masakan dapur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun harus diingat jika and harus konsumsi ketumbar dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan. Jika ingin benar-benar menggunakannya sebagai obat herbal, sebaiknya konsultasikan dulu sebelumnya dengan dokter dan ahli herbal.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-Airv56J0VRXpMLqOx1L1et-Dq6Bww5iS7WB05LtBjrTUI3xB4i2cB5W_U4OXZVq8RsRe5B3ZAvnb_Id9FzMtCER5Sn2-NthxX2pluhPeg5dpCaqt63nzAw4KcjtNIR08kDFmN6fCJHc/s72-c/Manfaat+Ketumbar+Untuk+Kesehatan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hal Hal Yang Perlu diPerhatikan Sebelum Upgrade RAM Komputer</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/12/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum.html</link><category>EDUKASI TECHNO DAN OTOMOTIF</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 12 Dec 2018 12:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-2326344679251735582</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umumnya kita dapat melihat jika sebagian pengguna laptop ataupun PC ingin meningkatkan perfomance kinerja laptop mereka dengan meningkatkan alias melalukan upgrade RAM laptop atau PC yang mereka miliki. RAM&amp;nbsp; yang bermakna&amp;nbsp; Random Acces Memory, memiliki fungsi sebagai benda yang digunakan untuk meningkatkan kinerja Komputer supaya tidak lemot. Peningkatan RAM ini kebanyakan dipicu oleh karena sebagian pengguna computer yang menjalankan aplikasi aplikasi yang berat. Sebagaimana yang kita ketahui jika dewasa ini sudah semakin banyak dan berkembangnya software dan aplikasi yang semakin membutuhkan resources yang besar. Hal tersebut tak jarang menyebabkan pengguna laptop atau PC mengalani permasalahan dimana computer mereka lemot saat menjalakan proses suatu data, lebih parah lagi kejadian ini dapat membuat computer penguna mengalami hang secara tiba tiba. Mengingat pentingnya peranan RAM pada sebuah computer dalam menompang performanya maka keabanyakan penggunana computer malakukan panambahan kapasitas RAM mereka untuk mendapatkan perfoma kinerja laptop yang lebih bertenaga sehingga maksimal dalam menjalankan semua aplikasi yang mereka jalankan. Namun harus dipahami jika melakukan upgrade RAM sebuah laptop ataupun PC, anda tidak dapat melakukannya dengan sembarangan, namun ada hal hal tertentu yang harus anda perhatikan sebelum melakukan penambahan kapasitas RAM pada komputer anda. Adapun hal hal tersebut adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlomEOx1t0KivrA2kQzvyBJEECtvkczP5YdJK7VqLutlo892WQMcIuBQ2gOpVYMyC8fMQCom3RadzNWoeirPdZ3C5TT7MXTtMBJBeED-6ghHBReNzJiopBXdRQNCeKulJrWPRdtOLpre4/s1600/rsz_hal_hal_yang_perlu_diperhatikan_sebelum_upgrade_ram_komputer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Hal Hal Yang Perlu diPerhatikan Sebelum Upgrade RAM Komputer" border="0" data-original-height="143" data-original-width="200" height="286" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlomEOx1t0KivrA2kQzvyBJEECtvkczP5YdJK7VqLutlo892WQMcIuBQ2gOpVYMyC8fMQCom3RadzNWoeirPdZ3C5TT7MXTtMBJBeED-6ghHBReNzJiopBXdRQNCeKulJrWPRdtOLpre4/s400/rsz_hal_hal_yang_perlu_diperhatikan_sebelum_upgrade_ram_komputer.jpg" title="Upgrade RAM Komputer" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.8px;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hal Hal Yang Perlu diPerhatikan Sebelum Upgrade RAM Komputer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Cermati Kebutuhan Upgrade&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disini anda sebagai pemilik computer harus benar benar mencermati apa keinginan anda untuk melakukan upgrade computer anda. Jadi anda tidak boleh melakukan upgrade RAM hanya karena anda tertarik untuk mendapatkan performa&amp;nbsp; kecepatan yang lebih setelah meng-upgrade RAM tersebut. Lantas tanpa pikir panjang lagi anda langsung memutuskan untuk upgrade RAM tanpa melakukan cek dan ricek terlebih dahulu. Berbicara tentang kebutuhan maka otomatis akan berbeda tiap individu karena dipengaruhi oleh jenis kagiatan dan profesi masing masing. Namun jika anda tetap ingin melakuka upgrade RAM pada PC ataupun Laptop anda, maka anda harus terlebih dahulu mencermati apakah komponen-komponen baik hardware ataupun software software yang anda gunakan support atau tidak, untuk itu anda harus mencermati terlebih dahulu berapa kapasitas yang bisa anda upgrade di PC ataupun Laptop anda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;2. kenali Jenis Prosesor yang ada di computer anda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
Setia Processor yang ada pada PC atapun Laptop memiliki kapsitas dan arsitektur yang berbeda beda, jadi jelas ini mengakibatkan kinerja yang berbeda beda juga. Disamping itu karena perbedaan kapasitas tersebut maka jenis dan jumlah RAM yang diperlukan juga berbeda beda. Untuk menghindari kesalahan dalam melakukan upgrade RAM&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berdampak tidak bisa digunakan maka diperhatikan hal hal yang berikut ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/12/mempercepat-proses-loading-pada-windows.html" target="_blank"&gt;Mempercepat Proses Loading Pada Windows&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/07/cara-merawat-daya-tahan-baterai.html" target="_blank"&gt;Cara Merawat Daya Tahan Baterai Handphone dan Laptop Tahan Lama&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #6aa84f;"&gt;Max Memory Size &lt;/span&gt;( Ukuran Maksimal Memory ). Ukuran maksimal memori menunjukkan jumlah kapasitas maksimal pembacaan besarnya kapasitas RAM yang dapat dibaca oleh sebuah processor yang ada pada computer kita. Contohnya max memory sizenya adalah 8 GB, maka kapasitas maksimum yang dapat dibaca hanya sebatas 8 GB, jadi jika sebelumnya kita menggunakan RAM dengan kapasitas 4 GB maka kita hanya dapat melakukan upgrade 4 GB lagi pada computer kita. Jika pun kita memaksakan menambahkan kapasitas RAM yang lebih diatas 4 GB misalkan 16GB maka hasilnya akan percuma juga karena yang akan terbaca hanya sebesar 8 GB saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;span style="color: #6aa84f;"&gt;Tipe memory.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;Tipe memilki makana sama dengan Jenis, kita tahu bahwasanya RAM terdiri dari berbagai type seperti DDR1, DDR2 DDDR3 dan DDR4. Dari kesemuaan jenis tersebut memiliki perbedaan tersendiri baik dari jenis slot yang digunakan termasuk juga dalam segi&amp;nbsp; kecepatannya. sebagai contoh DDR3 kita ambil contoh misalnya SO-DIMM DDR3 4GB PC-10666, SODIMM ( Small Outline Dual Inline Memory Module ) adalah sejenis RAM yang digunakan pada laptop, kalau yang dipakai pada PC biasannya disebut dengan DIMM. DDR3 disini maksutnya slot yang dipakai jenisnya adalah DDR3, 4GB menunjukkan besarnya kapasitas dari RAM tersebut, dan PC-10666 menunjukkan type memorinya yang memiliki kecepatakan 1333MHz. Memmory channel maksudnya adalah suppot sampai berapa channelkah processor dalam membaca memori, apakah singel, dual atau bahkan triple.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disamping itu untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kapasitas&amp;nbsp; processor baik dari segi kapasitas memory dan tipe memery RAM yang digunakan pada komputer anda, dapat anda lakukan pemeriksaannya dengan menggunakan Aplikasi CPU-Z yang dapat anda unduh secara gratis. disitu anda akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang kapasitan dan jenis RAM yang support pada kompuetr anda. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Sistem Operasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Setiap computer memiliki System Operasi yang berbeda. Jadi hal ini juga perlu mendapat perhatian dari anda jika melakukan penambahan kapasitas RAM pada laptop. Apakah sistem operasi yang digunakan pada computer anda menggunakan arsitektur 32 bit atau 64 bit. Karena kita umumnya mengetahui bahwa windows dan linux memiliki limit memori yang berbeda,&amp;nbsp; ada yang mengusung pada masing masing tipe sistem operasinya. Adapun Perbedaan mendasar pada 32 bit dan juga 64 bit adalah terletak pada jumlah banyaknya kapasitas register yang dapat ditangani oleh suatu central processing unit ( CPU ) dalam satu kali perhitungan. Tentunya sistem operasi yang menggunakan arsitektur 64 bit memiliki jumlah penanganan yang lebih banyak daripada sistem operasi dengan arsitektur 32 bit. Untuk sebagai sampel, misal pada Windows 7 Professional, yang menggunakan arsitektur 32 bit batas limit memorinya hanya 4GB, dengan kata lain jika kita memasang RAM dengan kapasitas lebih dari 4GB, akibatnya jumlah memori yang akan terbaca pada ukuran maksimal hanya 4GB, namun beda hanya pada arsitektur 64 bit dimana kapasitas limit memorinya mencapai 192 Giga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;4. Masa Garansi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Bagian ini juga termasuk dalam katagori optional, mengapa optional karena jika anda membeli RAM pada toko resmi makan anda akan mendapatkan masa garansi yang lama namun harganya akan sedikit lebih mahal, lain halnya jika anda membeli di sembarang tempat maka akan mendapatkan harga yang relatif lebih murah namun masa garansi yang sangat pendek sebagaian hanya berlaku dalam masa hitungan hari saja. Jika saya sarankan belilah RAM pada toko yang resmi supaya anda mandapatkan masa garansi yang lama sehingga tidak mengeluarkan biaya lagi jika terjadi permasalahan dengan RAM tersebut dikemudian hari. &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlomEOx1t0KivrA2kQzvyBJEECtvkczP5YdJK7VqLutlo892WQMcIuBQ2gOpVYMyC8fMQCom3RadzNWoeirPdZ3C5TT7MXTtMBJBeED-6ghHBReNzJiopBXdRQNCeKulJrWPRdtOLpre4/s72-c/rsz_hal_hal_yang_perlu_diperhatikan_sebelum_upgrade_ram_komputer.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mempercepat Proses Loading pada Windows</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/12/mempercepat-proses-loading-pada-windows.html</link><category>EDUKASI TECHNO DAN OTOMOTIF</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 10 Dec 2018 12:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-5059335687222210254</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memiliki komputer yang fast loading windows adalah hal yang banyak diminati oleh oleh para pengguna PC dan laptop. Lambatnya booting yang terjadi pada computer membuat kita terkadang jadi jengkel karena menghabiskan waktu yang lama. Padahal di Windows sendiri ada cara yang bisa kita lakukan sehingga kita bisa meminimalisir waktu yang dihabiskan pada saat booting berlangsung. Bagi sebagian pengguna PC atau Laptop, mereka tidak terlalau mempermasalahkan lamanya watu yang dibutuhkan ketika PC mereka melakukan proses booting, namun akan berbeda halnya bagia kebanyakan orang dimana kebanyakan mereka menginginkan untuk dapat meminimalisir waktu yang dihabiskan pada saat looding berlangsung. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dibawah ini akan disajikan beberapa cara yang bisa digunakan untuk mepercepat proses booting sebuah PC ataupun Laptop,terutama yang menggunakan sistem operasi Windows 10. Anda dapat mencoba menggunakan tahapan berikut ini di computer anda &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;1. Menghilangkan Elemen Transparan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tampilan pada Start Menu di Windows 10 disajikan tampilan yang sangat menrik dan memang terlihat lebih menarik. Perlu anda ketahui bahwasanya elemen transparan tersebut sedikit banyak membebani resource perangkat,sehingga mempengaruhi waktu loading PC anda. Untuk menimalisir waktyu loading ada dapat menonaktifkan bagian ini dengan cara:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Caranya: &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/07/cara-merawat-daya-tahan-baterai.html" target="_blank"&gt;Cara Merawat Daya Tahan Baterai Handphone dan Laptop Tahan Lama&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/12/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-sebelum.html" target="_blank"&gt;Hal Hal Yang Perlu diPerhatikan Sebelum Upgrade RAM Komputer&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
klik kanan di layar desktop kemudian klik Personalise – Colours, dan matikan semua pengaturan yang berada dalam posisi On tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG5BFKYK58wPNW8mS1eb0IhS9xT393GoRLlTsX4I_UQYZcXgf8HAUPPTQ-1sMahO9icVuVHSUl6Lync8zNSt1yEsA8JMpQlgD3t_HXiy09awp8sTW-gUiIh7wN5UVuVl1NrxAXhdZMf0Q/s1600/Mempercepat+Proses+Loading+pada+Windows.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepat Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="267" data-original-width="349" height="305" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG5BFKYK58wPNW8mS1eb0IhS9xT393GoRLlTsX4I_UQYZcXgf8HAUPPTQ-1sMahO9icVuVHSUl6Lync8zNSt1yEsA8JMpQlgD3t_HXiy09awp8sTW-gUiIh7wN5UVuVl1NrxAXhdZMf0Q/s400/Mempercepat+Proses+Loading+pada+Windows.png" title="Mempercepat Proses Loading pada Windows" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mempercepat Proses Loading pada Windows&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;2. Mengaktifkan Fast Startup pada power management&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cara kedua adalah dengan merubah settingan pengaturan fast startup agar aktif secara default pada PC anda. Cara menerapkannya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Anda Klik kanan di ikon baterai yang terletak pada taskbar, dilanjutkan dengan klik Power Options.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL3sXwCnyuPtiPSxS5i_ve-QTU4849bWPPiVlm3ruwx4vNPxG0HGKeEJZVhk6dTz7i_GXByaQXF3Sl4qIWSOiPblM6v-ln-unkMv2-GiY8_KdaYulkYXUV3WUZEQNuoC7k7xECrN0De_c/s1600/Mempercepat+Proses+Loading+pada+Windows+1.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepat Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="356" data-original-width="637" height="221" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL3sXwCnyuPtiPSxS5i_ve-QTU4849bWPPiVlm3ruwx4vNPxG0HGKeEJZVhk6dTz7i_GXByaQXF3Sl4qIWSOiPblM6v-ln-unkMv2-GiY8_KdaYulkYXUV3WUZEQNuoC7k7xECrN0De_c/s400/Mempercepat+Proses+Loading+pada+Windows+1.png" title="Mempercepat Proses Loading pada Windows" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mempercepat Proses Loading pada Windows&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b. Pada tampilan menu power option,pilihlah atau&amp;nbsp; Klik Choose what the power button do&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRGVIme1q1nmkWMbqoVIZ0ltLcUr7pxSuUMUFb922t6mVcqvdGwuomzfiaetLQG8e2jo_4X_SYZwtR1UI4l8qk9fR7ShJnzv-tco8XL1KDV356akGX_7lKz46Xyge9Kwv43kDOxzj8i3Q/s1600/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+3.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepat Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="399" data-original-width="588" height="271" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRGVIme1q1nmkWMbqoVIZ0ltLcUr7pxSuUMUFb922t6mVcqvdGwuomzfiaetLQG8e2jo_4X_SYZwtR1UI4l8qk9fR7ShJnzv-tco8XL1KDV356akGX_7lKz46Xyge9Kwv43kDOxzj8i3Q/s400/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+3.png" title="Mempercepat Proses Loading pada PC atau Laptop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mempercepat Proses Loading pada Windows&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c. Kemudian berikan cetangan pada tampilan menu tersebut ( Turn on fast start-up)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTUKZvCC6TAgDtXWZmEBtvklhME2W8vx83jJPeG2ux9CByaHLo0V_V2pLR0sVLG-JQmCQbEfUujJnPqZhAlFPDtlQ6OI1JPh2G4jb4fdCyXwbEeSEpkToGJtaMIewDxFwEA297obd-LZI/s1600/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+4.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepat Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="540" data-original-width="951" height="226" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTUKZvCC6TAgDtXWZmEBtvklhME2W8vx83jJPeG2ux9CByaHLo0V_V2pLR0sVLG-JQmCQbEfUujJnPqZhAlFPDtlQ6OI1JPh2G4jb4fdCyXwbEeSEpkToGJtaMIewDxFwEA297obd-LZI/s400/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+4.png" title="Mempercepat Proses Loading pada Laptop atau PC" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mempercepat Proses Loading pada Windows&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;3. Change Advance Power Setting. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk tahapan yang satu ini sebenarnya hanya kelanjutan dari&amp;nbsp; cara kedua, caranya hamper sama Cuma hanya berbebeda pada tahapan akhirnya saja. Opti ini akan memberikan memberikan power yang lebih kepada processor sehingga processor akan bekerja secara maksimal dimana nanatinya akan mempercepat loading pada PC kita. Adapun caranya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Anda Klik kanan di ikon baterai yangb terletak pada taskbar, dilanjutkan dengan klik Power Option (lihat gambar di atas)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b. Pilih menu change plan pada menu tamplian power option.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZUB7JBla6amX3sWbSxVHl9w9IEMzkMfh2Mma4yLzhHdxUa_huKyqnTIf4C_cktWQZ5IF6sDqZmQnKD7ddlPzdbl6TZMZWMayAi4UWorp93qynNfHmgmRuq5GJJ9iYQxw_s11eXzRohR8/s1600/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+5.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepat Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="377" data-original-width="815" height="185" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZUB7JBla6amX3sWbSxVHl9w9IEMzkMfh2Mma4yLzhHdxUa_huKyqnTIf4C_cktWQZ5IF6sDqZmQnKD7ddlPzdbl6TZMZWMayAi4UWorp93qynNfHmgmRuq5GJJ9iYQxw_s11eXzRohR8/s400/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+5.png" title="Mempercepat Proses Loading pada PC atau laptop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mempercepat Proses Loading pada Windows&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c. Lalu kemudian klik pada menu Change Advance power setting pada menu&amp;nbsp; tampilan change plan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisDyn7qtuwSHORLbE8s_G-AGB5u6dWvWxt7eJaw0LC1Lk-u7XlYbiw3jBvwbrr_C1i5WqQxJhDofgOAfdL59QqmkbHtBzdgRtzuVq2Ho5FEMZxteCI7Gs90PQVhumDGZowqPnoh1TyFiY/s1600/UntitleMempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+6.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepat Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="451" data-original-width="975" height="183" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisDyn7qtuwSHORLbE8s_G-AGB5u6dWvWxt7eJaw0LC1Lk-u7XlYbiw3jBvwbrr_C1i5WqQxJhDofgOAfdL59QqmkbHtBzdgRtzuVq2Ho5FEMZxteCI7Gs90PQVhumDGZowqPnoh1TyFiY/s400/UntitleMempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+6.png" title="Mempercepat Proses Loading pada PC atau laptop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mempercepat Proses Loading pada Windows&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d. Pada menu tampilan change advance setting carilah processor power management dan lalau expand menu tersebut dan pilih&amp;nbsp; minimum processor state, lalau masukan jumalah 100 pada on battery&amp;nbsp; dan plugged in&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFFDedixLEhRtflIjkpk22qRkNOlmqxWrpv-hDU42N6wtZ3zz1_yZ57gaRlj-1n5zRoNgwtTm9k5MoWddEkl7c5LqmrDyodk4EtJcEEyNupYA_ql0N_CGIeIeItHCwusNyK2tZx-ybvPA/s1600/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+7.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepat Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="504" data-original-width="791" height="253" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFFDedixLEhRtflIjkpk22qRkNOlmqxWrpv-hDU42N6wtZ3zz1_yZ57gaRlj-1n5zRoNgwtTm9k5MoWddEkl7c5LqmrDyodk4EtJcEEyNupYA_ql0N_CGIeIeItHCwusNyK2tZx-ybvPA/s400/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+7.png" title="Mempercepat Proses Loading pada PC atau Laptop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mempercepat Proses Loading pada Windows&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
e. Kemudian save&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;4. Advance system setting&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cara yang terakhir ini juga memberikan pengaruh yang signifikan dalam mepercepat proses loading PC dan laptop, namun mungkin akan mengakibatkan tampilan PC atau laptop anda jadi agak kurang bagus. Adapun caranya adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
a. Klik kanan di Computer klik propertis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
b. Masuk ke advanced system settings.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV016mLSD39NbUVXrfSgY_-_4YOeHbTLHljNkWF8ERvHZG3bQNH_-p5SlQEY4FfrDRADyqVpZJVAnLI-by5OprB2S3YOwyMS0aWohWEUBhVdvnOumAtY6IGDhfCoVRZ9JKNs1i2iGxVVk/s1600/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+8.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepata Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="521" data-original-width="1127" height="183" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV016mLSD39NbUVXrfSgY_-_4YOeHbTLHljNkWF8ERvHZG3bQNH_-p5SlQEY4FfrDRADyqVpZJVAnLI-by5OprB2S3YOwyMS0aWohWEUBhVdvnOumAtY6IGDhfCoVRZ9JKNs1i2iGxVVk/s400/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+8.png" title="Mempercepata Proses Loading pada PC atau Laptop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mempercepata Proses Loading pada
Windows&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
c. Pada Tab Performance Klik Setting.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikDpwYeoV4eeJG7U4X-Qj87o8DQePQQTR5bOkIQXR2__AQd35D30U7ZRJph7wSkJjEXOae09gGS0uXH3bFiTt-9c7MA807Z2UWnQdhVUTK_dIbKKZShVgn4AnWgwe7ECD57-gHmUnJD1U/s1600/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+9.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepata Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="516" data-original-width="1123" height="183" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikDpwYeoV4eeJG7U4X-Qj87o8DQePQQTR5bOkIQXR2__AQd35D30U7ZRJph7wSkJjEXOae09gGS0uXH3bFiTt-9c7MA807Z2UWnQdhVUTK_dIbKKZShVgn4AnWgwe7ECD57-gHmUnJD1U/s400/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+9.png" title="Mempercepata Proses Loading pada PC atau laptop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mempercepata Proses Loading pada
Windows&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
d. Ganti menjadi adjust for best performance&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV08tPGg0A5MeGOqpqWktwliGVRJ9DynT_p-2dmyHxTFCah3_QpeNx0tWKqTwjbEadHWmpEeG-V40VOk2dq8QuUsbdaa3uVYpP6a_9tadwOHO9QJJlBSv2gcOMoTQGSe3Oj6kv-7beDU8/s1600/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+10.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Mempercepata Proses Loading pada Windows" border="0" data-original-height="452" data-original-width="416" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV08tPGg0A5MeGOqpqWktwliGVRJ9DynT_p-2dmyHxTFCah3_QpeNx0tWKqTwjbEadHWmpEeG-V40VOk2dq8QuUsbdaa3uVYpP6a_9tadwOHO9QJJlBSv2gcOMoTQGSe3Oj6kv-7beDU8/s400/Mempercepata+Proses+Loading+pada+Windows+10.png" title="Mempercepata Proses Loading pada PC atau laptop" width="367" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mempercepata Proses Loading pada
Windows&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
e. klik save&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
sekian cara mempercepat looding/booting pada laptop dan PC yang mengunakan sistem operasi Windows tartutama Windows 10 sehingga bermanfaat. namun jika sesduah melakukan semua tahapan di atas ternyata PV ataupun laptop anda masih tudak menunjukkan perunabaha pada saat melakukan bootong itu ada baiknya anda melakukan upgrade RAM pada Pc ataupun laptop anda. Namaun harus diingat untuk meng upgarde RAM anda harus mencermati terlebih dahulu dengan bijak jenis dan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan PC atau Laptop anda. jangan jangan setelah melakukan pembelian RAm tersebut anda malah tidak dapat mengugunakannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
okey sekian dan terimakasih.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG5BFKYK58wPNW8mS1eb0IhS9xT393GoRLlTsX4I_UQYZcXgf8HAUPPTQ-1sMahO9icVuVHSUl6Lync8zNSt1yEsA8JMpQlgD3t_HXiy09awp8sTW-gUiIh7wN5UVuVl1NrxAXhdZMf0Q/s72-c/Mempercepat+Proses+Loading+pada+Windows.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hukum Suntik dan infus Dalam berpuasa Ramadhan</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/05/hukum-suntik-dan-infus-dalam-berpuasa.html</link><category>ISLAM</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sat, 12 May 2018 11:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-1645964752111687485</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Menggunakan Suntik sama infus itu membatalin puasa ataukah tidak ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Secara umum ada 5 lubang bagi laki-laki dan 6 bagi perempuan. Jika masuk sesuatu yang kelihatan (ainiyah) ke dalamnya, maka batal lah puasanya, Yaitu Lubang: 1.Hidung, 2.Telinga, 3.Mulut, 4.Dubur, 5.Kemaluan dan 6.Susu (bagi perempuan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dalam Kitab Sabilul Muhtadin, disebuktkan bahwa tidam membatalkan puasa seseorang karena memasukkan jarum suntik, karena kulit tidak termasuk lubang yang terbuka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxgWXlUgwMCezUczbQMuP1O3BuDl6ow_OTJndeIFkXmu5gJZhDKGgccPrRvE8aq-9fPvWg7ozBQBFNHEUGVzdxwFFTU75Pb69npZW6KtZixsnJzVcmtcRBr53cFn2Gs-ZdZ1aDvQHcCAk/s1600/Hukum+Suntik+dan+infus+Dalam+berpuasa+Ramadhan-jpeg.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Hukum Suntik dan infus Dalam berpuasa Ramadhan" border="0" data-original-height="398" data-original-width="282" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxgWXlUgwMCezUczbQMuP1O3BuDl6ow_OTJndeIFkXmu5gJZhDKGgccPrRvE8aq-9fPvWg7ozBQBFNHEUGVzdxwFFTU75Pb69npZW6KtZixsnJzVcmtcRBr53cFn2Gs-ZdZ1aDvQHcCAk/s400/Hukum+Suntik+dan+infus+Dalam+berpuasa+Ramadhan-jpeg.png" title="Hukum Suntik dan infus Dalam berpuasa Ramadhan" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Hukum Suntik dan infus Dalam berpuasa Ramadhan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pendapat ini didasarkan pada mazhab Imam Syafi'i 'alaihi ridhwanullah wa ardhah. akan tetapi beda halnya Kalau kita meihat kupasan pada mazhab Imam Maliki karena ada penambahan poin, ada tambahannya adalah mata (maka bercelak membatalkan puasa menurut mazhab beliau 'alaihi ridhwanulloh wa ardhoh). Wallahu a'lam. Mohon dikoreksi. Maaf tidak menyertakan teks kitabnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Adapun hukum suntik bagi orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka boleh jika dalam keadaan darurat. Namun ulama’ berbeda pendapat dalam masalah suntik membatalkan puasa atau tidak ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pendapat pertama : Membatalkan secara mutlak, karena sampai ke dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pendapat kedua : Tidak membatalkan secara mutlak karena sampainya ke dalam tubuh bukan melalui lubang ataupun rongga yang terbuka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Pendapat ketiga : diperinci sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;1. Jika suntikan tersebut berisi suplemen, sebagai pengganti makanan atau penambah vitamin, maka membatalkan puasa. Karena ia membawa makanan yang dibutuhkan ke dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca &lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/06/fadhilah-shalat-taraweh-dalam-bulan.html" target="_blank"&gt;Fadhilah Shalat Taraweh Dalam Bulan Ramadhan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2009/09/keutamaan-puasa.html" target="_blank"&gt;Hakikat Dari Keutamaan Puasa Ramadhan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2. Jika tidak mengandung suplemen (hanya berisi obat), maka diperinci :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;a. Apabila disuntikkan lewat pembuluh darah maka membatalkan puasa (infus).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;b. Disuntikkan lewat urat-urat yang tidak berongga maka tidak membatalkan puasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;روضة الطالبين وعمدة المفتين – (ج 1 / ص 274)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;فصل في مبيحات الفطر في رمضان وأحكامه : فالمرض والسفر مبيحان بالنص والاجماع كان مقيما صحيح البدن ثم شرط كون المرض مبيحا أن يجهده الصوم معه فيلحقه ضرر يشق احتماله على ما ذكرنا من وجوه المضار في التيمم. ثم المرض إن كان مطبقا فله ترك النية بالليل وإن كان يحم وينقطع نظر إن كان محموما وقت الشروع فله ترك النية وإلا فعليه أن ينوي من الليل ثم إن عاد واحتاج إلى الافطار أفطر وشرط كون السفر مبيحا كونه طويلا ومباحا ولو أصبح صائما ثم مرض في أثناء النهار فله الفطر ولو أصبح مقيما صائما ثم سافر لم يجز له فطر ذلك اليوم وقال المزني يجوز وبه قال غيره من أصحابنا.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;التقريرات السديدة / 452&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;حكم الإبرة : تجوز للضرورةو ولكن اختلفوا في ابطالها للصوم على ثلاث اقوال :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;1. ففي قول : انها تبطل مطلقا لأنها وصلت الى الجوف.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2. وفي قول : انها لا تبطل مطلقا ، لأنها وصلت الى الجوف من غير منفذ مفتوح.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;3. وقول فيه تفصيل – وهو الأصح- : اذا كانت مغذية فتبطل الصوم, واذا كانت غير مغذية فننظر : اذا كان في العروق المجوفة-وهي الأوردة- : فتبطل، واذا كان في العضل – وهي العروق غير المجوفة – فلا تبطل&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;1.Bagamana hukumnya orang puasa yang diberi injeksi/suntikan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2.Bagaimana hukumnya orang yang berpuasa dipasang infus?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Untuk menjawab masalah tersebut, para ulama memiliki jawaban yang berbeda yakni:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;1.Orang yang berpuasa dan disuntik, puasanya tidak batal, sebab obat yang dimasukan melalui injeksi itu adalah ke dalam daging, dan tidak ke dalam rongga terbuka. Alasan ini diperkuat oleh Sebagian ulama yang memandang infus tidak membatalkan puasa. Mereka berasumsi karena infus tidak digunakan melalui tenggorokan (jauf) yang juga disebut sebagai perut besar. Infus juga tidak menghilangkan rasa lapar dan dahaga dalam artian orang yang diinfus tidak merasa kenyang dan puas. Walaupun pada kenyataannya penggunaan infus membuat seseorang lebih berenergi dan hilang dari rasa dahaga, akan tetapi alasan ini semata tidak cukup membatalkan puasa karena mandi juga membuat orang merasa segar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2. Namun ada pendapat juga yang di jabarkan oleh Sebagian ulama dimana mereka memandang penggunaan infus dapat membatalkan ibadah puasa, mereka berasumsi bahwa inpus membawa makanan yang diperlukan tubuh. jadi ini dijadikan patokan yang sama sebab makanan yang masuk ke dlam tubuh melalui mulut membuat puasa batal, infus juga dipandang sama dan dapat membatalkan puasa karena berisikandungan inpus terdidiri dari intisari makanan dan mengirimkannya ke darah kita secara langsung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Jadi Untuk menyingkapi perbedaan pendapat mengenai ketentuan ini, maka kita diharapkan untuk lebih bijak dalm menghadapi masalah yang disangsikan hukumnya tersebut. Cara yang paling aman adalah dengan meninggalkannya, sebagai diajarkan Rasulullah kaitannya dengan perkara syubhat (tidak jelas halal haramnya). Ini artinya, pendapat infuse membatalkan puasa lebih mencerminkan sikap berhati-hati (al-ahwath) dalam beragama. jadi jika anda sakit dan membutuhkan perawatan infus maka sebaiknya anda berbuka saja, toh orang sakit mendapat dispensasi untuk bebuka pada bulan puasa. jadi gunakan dispensasi tersebut sehingga kita terhindar dari hal hal yang tidak di inginkan seperti dehidrasi ataupun kejadian lain yang mungkin menimpa ada jika anda berpuasa dalam keadaan sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxgWXlUgwMCezUczbQMuP1O3BuDl6ow_OTJndeIFkXmu5gJZhDKGgccPrRvE8aq-9fPvWg7ozBQBFNHEUGVzdxwFFTU75Pb69npZW6KtZixsnJzVcmtcRBr53cFn2Gs-ZdZ1aDvQHcCAk/s72-c/Hukum+Suntik+dan+infus+Dalam+berpuasa+Ramadhan-jpeg.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Luapan Jiwa Helaian Kertas Putih</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/05/luapan-jiwa-helaian-kertas-putih.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 7 May 2018 11:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-6184420542762372926</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Senja menghampiri hamparan bumi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penatian Kesuksesan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semakin mengekang jiwa&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Teringan kesalahan demi keasalahan yang telah dilakukan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wahai sang pencerah kehidupan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kami yang terlahir dengan kertas putih&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak mengerti dan tak tahu menahu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentang hak dan kebatilan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kau bantu kami menyusuri lika liku kehidupan di bumi yang fana ini&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menuju kesuksesan dunia dan di akhirat&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc3wZVERheXTEI0ZzoZiHKeYH88DGYHu-4ynEo85ElMp5aG6p9ECXuleOz9CXSk0kQUm35nQNLA-i26pZATO9gKGhlD9LqeA8ItKd1RW7Tonmy2bMlTu_cGovCFi1Cavd9zHHE0kZDl1s/s1600/Luapan+Jiwa+Helaian+Kertas+Putih-min.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Luapan Jiwa Helaian Kertas Putih" border="0" data-original-height="370" data-original-width="358" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc3wZVERheXTEI0ZzoZiHKeYH88DGYHu-4ynEo85ElMp5aG6p9ECXuleOz9CXSk0kQUm35nQNLA-i26pZATO9gKGhlD9LqeA8ItKd1RW7Tonmy2bMlTu_cGovCFi1Cavd9zHHE0kZDl1s/s320/Luapan+Jiwa+Helaian+Kertas+Putih-min.png" title="Luapan Jiwa Helaian Kertas Putih" width="309" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Luapan Jiwa Helaian Kertas Putih&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oh patriot tanpa tanda jasa&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kami sangat menydari jika mungkin tak hanya sekali&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kata kata yang tak pernah kau harapkan terlontar begitu saja&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena kebodohan kami dalam menyingkapi usaha dan jerih payah mu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sikap dan tingkah lakumi kami yang terkadang menorehkan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Luka yang mendalam dalam hati sanubari mu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi kau memaafkannya dengan begitu mudah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/07/sebuah-kado-di-hari-guru.html" target="_blank"&gt;Sebuah Kado Di Hari Guru&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kertas putih mu ini semakin terguncang oleh&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hitam putih kehidupan, kerajinan dan kedisiplinan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang engkau tanamkan seakan akan menjadi penuntun kehidupan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam menata langkah langkah kami&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk membina jati diri kami&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Termat besar jasa mu dalam hidup kami&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak terbayarkan dengan harta&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Waluapun berbongkah bongkoh emas, berlian&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang kami sodorkan untuk membayar jasa mu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena itu semua tak sepadan dengan pengabdiaan muyang&amp;nbsp; begitu agung&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oh guru kami&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hanya ridhamu yang terharapkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hanya doa yang menjadi tonggak kesuksesan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semoga engkau selau ingat akan diri kami&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kami ingin berlutut meminta kemaafan kepada mu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lewat frasa frasa ini untuk meraih ridha dan kemaafan mu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sehingga dengan keridhaan mu kami mendapatkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keridhaan dari yang maha pencipta alam dan semesta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc3wZVERheXTEI0ZzoZiHKeYH88DGYHu-4ynEo85ElMp5aG6p9ECXuleOz9CXSk0kQUm35nQNLA-i26pZATO9gKGhlD9LqeA8ItKd1RW7Tonmy2bMlTu_cGovCFi1Cavd9zHHE0kZDl1s/s72-c/Luapan+Jiwa+Helaian+Kertas+Putih-min.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Model Interaksi Sosial (Inovasi Kurikulum Pendidikan) </title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/04/model-interaksi-sosial-inovasi.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Fri, 27 Apr 2018 10:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-601490962234279928</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Model Interaksi Sosial (Model S-I)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Yang ketiga adalah Model Interaksi Sosial. Secara umum, dalam Model Interaksi Sosial, keputusan untuk membuat keputusan. Keputusan yang tertunda mendorong pencarian pengetahuan dan penerapan pengetahuan selanjutnya. Masalahnya diidentifikasi oleh penguna dan proses inovasi diprakarsai oleh mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA-HjilMAn3k23jGEqiNTp_Rj9bP9h6JPeoBL38pVOoAsHTS0AwFaiglzqm5h3jua9tumsuQHiq3w6J06COUNV8fvhel8ld3d8plWT7WBMDy15GB19FPOp3Em2uP93P-TgxIjwCOMrFfE/s1600/Model+Interaksi+Sosial+%2528Inovasi+Kurikulum+Pendidikan%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Model Interaksi Sosial (Inovasi Kurikulum Pendidikan) " border="0" data-original-height="253" data-original-width="637" height="254" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA-HjilMAn3k23jGEqiNTp_Rj9bP9h6JPeoBL38pVOoAsHTS0AwFaiglzqm5h3jua9tumsuQHiq3w6J06COUNV8fvhel8ld3d8plWT7WBMDy15GB19FPOp3Em2uP93P-TgxIjwCOMrFfE/s640/Model+Interaksi+Sosial+%2528Inovasi+Kurikulum+Pendidikan%2529.png" title="Model Interaksi Sosial" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Model Interaksi Sosial (Inovasi Kurikulum Pendidikan) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Menurut&amp;nbsp; MacDonald dan Walker dikutip dalam Ratnavadivel, (1995:69). "&lt;i&gt;The receiver (an individual or group) initiates the process of change by identifying an area of concern or sensing a need for change. Once the problem area is identified, the receiver undertakes to alter the situation either trough his own efforts, or by recruiting suitable outside assistance. Whereas the receiver in the S-I and RD&amp;amp;D model is passive, the receiver in the P-S model is actively involved in finding an innovation to solve his own problem. Specifically what the new input will be is determined largely by the receiver himself; the relationship between sender and receiver is one of collaboration it is here called the “client system”. The client system may range in size from an individual person to an entire nation&lt;/i&gt;."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/04/inovasi-kurikulum-pendidikan-model.html" target="_blank"&gt;Inovasi Kurikulum Pendidikan ModelPemecahan Masalah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/04/model-model-inovasi-kurikulum-pendidikan.html" target="_blank"&gt;Model-Model Inovasi Kurikulum Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Seperti pada model-model lain atau penyederhanaan realitas, model Social Interaction (S-I) ini juga didasarkan pada sejumlah asumsi. Salah satu asumsi dasarnya adalah bahwa setiap orang merupakan anggota satu jaringan sosial atau lebih. Seorang guru PLB mungkin termasuk anggota jaringan yang berupa kelompok guru atau kelompok personel lainnya. Kemungkinan besar dia juga termasuk sejumlah jaringan sosial lainnya, misalnya tim olahraga, klub motor, Komunitas Majelis Taklim atau kelompok memancing. Kebanyakan dari kita adalah anggota berbagai jaringan yang mempunyai kesamaan minat dan terdapat hubungan saling percaya di antara para anggotanya karena mereka saling mengenal, mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh tiap individu dan tahu seberapa besar mereka dapat diandalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Strategi ini juga didasarkan atas asumsi bahwa kedudukan dalam jaringan sosial itu sangat penting. Dalam kelompok mana pun, selalu ada pemimpin formal ataupun informal dengan sejumlah pengikutnya. Setelah dua hingga tiga minggu, seorang guru prasekolah akan dapat mengidentifikasi siapa yang berperan sebagai pemimpin kelompok anak atau kelas. Mereka adalah anak atau murid yang mempunyai wibawa tertinggi, perilaku yang berpengaruh, memiliki daya untuk memberlakukan syarat-syarat atau menentukan aturan-aturan. Fenomena sosial yang sama dapat diamati di semua tempat kerja, misalnya di kantor psikologi pendidikan di sekolah. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pemimpin formal belum tentu orang yang paling menarik dari sudut pandang inovasi. Pemimpin dapat juga hanya salah seorang dari kalangan sesama pegawai. Melalui kekuatan verbalnya, karisma, kebandelan, humor, pengalaman atau caranya mengeluh, asisten TK dapat juga menjadi orang yang paling berpengaruh terhadap orang-orang lain dan terhadap lembaganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Tempat dan posisi seseorang di dalam jaringannya (misalnya pemimpin, mitra kerja, dll.) merupakan indikasi yang baik tentang apakah dia akan dapat memasukkan ide-ide baru ke dalam jaringannya dan berpartisipasi dalam difusi. Setidaknya semakin sentral posisi seseorang, semakin besar kesempatan orang itu untuk mempengaruhi.Beberapa peneliti telah mencoba mengklasifikasikan orang-orang menurut sikapnya terhadap inovasi, seperti “inovator”, “pengikut”, dan “orang yang lamban”. Ada juga yang mengatakan bahwa “pelopor selalu mempunyai kesempatan untuk menang dan tidak mempunyai kemungkinan untuk kalah, sedangkan pengikut selalu memiliki kemungkinan untuk kalah dan tidak mempunyai kesempatan untuk menang”. Calon pengikut, selama masa mereka merenungkan apakah akan berpartisipasi atau tidak, akan menemukan sesuatu yang lebih diyakininya. Alasan mengapa model S-I sejauh tertentu difokuskan pada bagaimana berbagai peran dikembangkan, dipelihara dan saling mempengaruhi, adalah bahwa model ini dipandang sebagai dapat menentukan siapa yang menjadi tertarik atau yang pertama membeli produk inovatif itu. Jika kita dapat mempengaruhi pimpinan dan orang-orang kunci, maka peluang untuk difusi di dalam sistem itu lebih besar daripada jika kita mulai dengan mempengaruhi beberapa orang yang lewat. Ini merupakan asumsi dasar yang ketiga dari model S-I, yaitu bahwa kontak informal itu penting jika kita menginginkan ide-ide inovatif itu mengakibatkan perubahan dalam praktek-praktek yang ada. Informasi dan komunikasi sangat penting. Kita tidak hanya terpengaruh oleh informasi yang kita terima dalam bentuk memo dan laporan dari bagian dan kantor sekolah, tetapi juga oleh informasi dari orang-orang yang kita percaya, kita kenal baik dan memiliki kontak rutin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Lingkaran besar ini menggambarkan jaringan sosial yang berbeda: sekolah lanjutan atas, sebuah tim olah raga dan sebuah dewan kota. Tiap sistem terdiri dari individu-individu yang ditandai dengan 0. panah menunjukkan arus informasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Misalnya, guru di sekolah lanjutan atas telah melakukan proyek pengajaran selama enam bulan. Siswa dan guru dibagi menjadi tim-tim menurut kelas dan mata pelajaran. Tema umum proyek itu adalah: pekerjaan di daerah X. Siswa dan guru memandang hasilnya baik dan metode mengajarnya sangat menarik sehingga mereka ingin melanjutkannya hingga akhir tahun ajaran. Enam bulan terakhir digunakan untuk merencanakan proyek kecil di bawah arahan sekolah. Mereka melakukan ini berdasarkan ide-ide dan data yang dikumpulkan tentang keinginan-keinginan untuk masa depan dan kebutuhan akan pekerjaan di kalangan remaja di masyarakat. Permohonan sumber daya tambahan diajukan kepada dewan kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;atu guru di sekolah tersebut adalah anggota klub olahraga Y. Begitu juga salah seorang anggota dewan kota. Guru menggambarkan secara antusias pengalaman dan rencana sekolah ketika berlatih di klub tersebut dan anggota dewan kota itu mendengarkannya. Dia merasa bahwa proyek pengembangan sekolah itu menarik dan mengilhaminya. Permohonan sumber daya tambahan itu dikabulkan karena “olahragawan” dari dewan kota itu telah memahami ide itu dan berhasil meyakinkan para anggota dewan lainnya. Infomasi dan komunikasi informal dalam kasus ini merupakan faktor penentu terhadap realisasi ide inovatif. Tanpa sumber daya tambahan proyek tersebut dapat terhenti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Asumsi keempat yang mendasari model S-I adalah bahwa identifikasi kelompok itu penting untuk keberhasilan suatu inovasi. Kebanyakan orang memiliki kecenderungan untuk mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok tertentu berdasarkan minat, nilai-nilai, kekuasaan, posisi dan keinginan untuk berprestasi. Jika seseorang mengidentifikasikan dirinya dengan suatu kelompok, maka dia akan lebih mudah menerima dan menindaklanjuti ide inovatif yang mungkin dikembangkan oleh kelompok itu. Tekanan kelompok merupakan fenomena yang dikenal, baik dalam hal pembinaan kepemilikan maupun difusi inovasi. Dalam hubungannya dengan pemikiran baru dan perubahan perilaku, bukan hanya individu yang menjadi sasaran, tetapi juga kelompok. Terlebih lagi, sejumlah pendekatan komersial didasarkan atas pengetahuan mengenai potensi identifikasi kelompok untuk membuat perubahan. Asumsi terakhir yang akan kita telaah adalah bahwa difusi inovasi mengikuti kurva S.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Kemajuannya lambat pada fase awal, tetapi diikuti dengan fase difusi yang sangat cepat. Kurvanya terus meningkat selama beberapa lama, tetapi pada kecepatan yang lebih lambat. Selama fase inilah orang yang lamban bergabung dengan inovasi. Kurva difusi kemudian secara bertahap menjadi datar. Kurva S dapat dilihat pada gambar 5. pada umumnya kita dapat mengatakan bahwa model S-I didasarkan atas informasi yang memiliki daya untuk memperbaharui diri, dan bahwa “individu adalah ujung tombak dalam proses inovasi – meskipun tidak demikian - sehingga sistem sosial individu itu menjadi tidak penting”. Strategi ini juga menuntut agar pengetahuan baru, yang ditransfer melalui kontak pribadi, disebarluaskan untuk menguji dan mengevaluasi ide inovatif itu. Namun, kita tidak tahu pasti sejauh manakah kontak itu harus didominasi oleh kedekatan hubungan di kalangan individu-individu. Penelitian di Amerika menemukan bahwa sekolah-sekolah sangat jarang mengikuti sekolah perintis yang tetangganya. Di pihak lain, sekolah yang menciptakan ide baru itu sering dikunjungi oleh guru-guru dari negara bagian lain. Fenomena ini disebut efek mercu suar. Anehnya adalah bahwa mereka yang jauh yang lebih sering memulai proyek serupa di sekolahnya, bukan mereka yang bertetangga dengan perintis inovasi. Penjelasan yang diberikan terkait dengan hakikat psikologi dan komunikasi. Sekolah tetangga merasa bahwa mereka hanya dapat memperoleh sedikit prestise karena sekolah perintis telah mendapatkan semua perhatian. Jika sekolah tetangga harus memulai proyek yang serupa, mereka takut dianggap sebagai “peniru”. Penjelasan lainnya adalah bahwa orang yang tinggal jauh dari “tempat kejadian”, harus berjalan jauh sehingga dapat membawa pulang lebih banyak ide.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Satu faktor yang sudah disebutkan adalah bahwa difusi sering kali tidak dilaksanakan di dalam sistem selain dari sistem yang memerlukan perbaikan dalam prakteknya. Untuk meraih keberhasilan dalam difusi inovasi, penting untuk merencanakan fase difusi ini juga. Secara sederhana, tampaknya kita dapat mengendalikan difusi dengan mengendalikan siapa menemui siapa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Mereka yang memutuskan untuk ambil bagian dalam proses perubahan, sangat membutuhkan informasi. Inovator harus berusaha memenuhi kebutuhan ini. Mereka juga sangat membutuhkan informasi pada tahap awal setelah mereka memutuskan untuk membeli ide tersebut. Ini terkait dengan kenyataan bahwa perubahan menciptakan ketidakpastian dan rasa tidak aman bagi kebanyakan orang. Ini juga berhubungan dengan apa yang sudah disebutkan di atas, yaitu bahwa kalkulasi biaya/keuntungan yang dilakukan oleh “pembeli” (mereka yang bergabung dengan inovasi) sebelum mereka memutuskan apakah ide tersebut baik atau buruk. Perhitungan keuntungan/biaya ini juga terkait dengan kenyataan bahwa inovasi jarang menguntungkan semua pihak. Akan selalu ada orang yang mempersepsi inovasi secara lebih positif daripada orang lain. Inovasi sesungguhnya tidak akan menarik bagi mereka yang lamban, karena orang-orang ini tidak akan mengalami keuntungan ataupun kerugian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Semua yang berpartisipasi dalam proses inovasi memiliki kebutuhan untuk mengetahui tujuannya, sasaran dan perencanaan atau strategi yang akan dipergunakan. Demikian pula, informasi tentang keterlibatan orang lain, aspek waktu, penggunaan sumber-sumber dan energi, merupakan faktor penting bagi pandangan mereka terhadap inovasi, baik positif ataupun negatif. Hal-hal yang harus dilakukan atau diubah oleh mereka sendiri dan hal-hal yang mungkin merugikan bagi mereka dalam situasi baru nanti harus juga diperjelas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Masalah yang mungkin terjadi dalam model ini adalah apakah para guru dapat memperoleh kemampuan yang cukup untuk melakukan itu, karena kurangnya informasi yang tersedia bagi para guru dapat mengurangi kebergunaan/manfaat dari model ini.&amp;nbsp; Jadi model ini masih membutuhkan pelatihan berkelanjutan dari agensi/perencana untuk mendidik guru sebagai dari proses evaluasi keefektifan dalam penerapan&amp;nbsp; model ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjA-HjilMAn3k23jGEqiNTp_Rj9bP9h6JPeoBL38pVOoAsHTS0AwFaiglzqm5h3jua9tumsuQHiq3w6J06COUNV8fvhel8ld3d8plWT7WBMDy15GB19FPOp3Em2uP93P-TgxIjwCOMrFfE/s72-c/Model+Interaksi+Sosial+%2528Inovasi+Kurikulum+Pendidikan%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Inovasi Kurikulum Pendidikan Model Pemecahan Masalah</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/04/inovasi-kurikulum-pendidikan-model.html</link><category>PENDIDIKAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 24 Apr 2018 12:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-8411543558094058644</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Model Pemecahan Masalah (Model P-S)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Havelock seperti dikutip pada Ratnavadivel, (1995) "&lt;i&gt;An innovation is presented or brought to attention of a potential receiver population. The receiver and the receiver needs are determined exclusively by the sender. The receiver is supposed to react to the new information, and the nature of his reaction determines whether or not subsequent stages will occur. If awareness is followed by an expression of interest, he is launched on a series of stage which terminate with the acceptance or rejection of the innovation. The diffusion of innovation depends greatly upon the channels of communication within the receiver group, since information is transmitted primarily through the social interaction of the group members.&lt;/i&gt;"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaX9jnrBdVYfNFkeHirUSlTNNYbjZc7ZKXVQTe5PtBijXa5U9TZAh3xrpZaDpW3go33meiFBEfp301ryfCxO2IYXURLYF3ZCltLvnmvk7WcjVZ2P46F7E6FuR6LOgXT7Az11a0ini8RIY/s1600/Inovasi+Kurikulum+Pendidikan+Model+Pemecahan+Masalah-min.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Inovasi Kurikulum Pendidikan Model Pemecahan Masalah" border="0" data-original-height="520" data-original-width="645" height="514" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaX9jnrBdVYfNFkeHirUSlTNNYbjZc7ZKXVQTe5PtBijXa5U9TZAh3xrpZaDpW3go33meiFBEfp301ryfCxO2IYXURLYF3ZCltLvnmvk7WcjVZ2P46F7E6FuR6LOgXT7Az11a0ini8RIY/s640/Inovasi+Kurikulum+Pendidikan+Model+Pemecahan+Masalah-min.png" title="Inovasi Kurikulum Pendidikan" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Inovasi Kurikulum Pendidikan Model Pemecahan Masalah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Model interaksi sosial berfokus pada hubungan manusia dan mempengaruhi strategi pada setiap tahap proses diseminasi dan adopsi. Model Interaksi sosial menempatkan tekanan besar pada interaksi sosial antara anggota kelompok yang mengadopsi, dan itu berfokus pada difusi ide dan aliran pesan dari orang ke orang daripada pemasaran produk. Model ini juga membatasi kebutuhan konsumen, karena ditentukan oleh perencana pusat / lembaga. Model SI telah dikritik sebagai model top-down karena kebutuhan penerima diidentifikasi oleh perencana pusat dan bukan guru sebagai penerima inovasi di tingkat sekolah atau dalam kasus pelatihan guru, pelatih / instruktur akan menjadi posisi yang lebih baik untuk mengidentifikasi kebutuhan penerima dalam hal efektivitas implementasi kurikulum di tingkat sekolah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2016/09/models-of-curriculum-innovation-and.html" target="_blank"&gt;Curriculum Innovation and Social Change&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/04/model-model-inovasi-kurikulum-pendidikan.html" target="_blank"&gt;Model Model Inovasi Kurikulum Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebalikan dari model R-D-D, model P-S (problem solving) didasarkan pada sistem konsumen (atau pengguna). Ini berarti bahwa konsumen (pembeli produk) memasuki proses pengembangan inovasi (produk) pada tahap sedini mungkin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan demikian, konsumen menjadi peserta dalam proses pengembangan ini. Di dalam buku ini kita menggunakan istilah “membeli”, baik ketika mempertimbangkan produk konkrit atau komersial maupun dalam pengertian kiasan ketika mempertimbangkan ide-ide, pengetahuan, proyek PLB dan teknik pengajaran, dll.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagaimana halnya strategi inovasi sebelumnya, strategi ini juga didasarkan atas sejumlah asumsi. Model P-S didasarkan atas pandangan bahwa semua inovasi bermula dari kebutuhan yang dirasakan. Penggunalah yang menentukan kebutuhannya, bukan para ahli, politisi atau peneliti (fase 1 dalam model). Kebutuhan yang dirasakan itu biasanya tidak tepat dan tidak spesifik, tetapi lebih berupa perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Agar dapat melakukan sesuatu terhadap hal yang belum jelas itu, maka hal itu harus diperjelas. Oleh karena itu, fase berikutnya (fase 2) adalah diagnosis masalah. Berdasarkan atas persepsi kebutuhan akan perubahan yang belum jelas itu, kita mencoba mendefinisikan dan mendeskripsikan masalahnya. Langkah berikutnya dalam proses perubahan itu adalah mencari pengalaman, ide-ide, informasi dan pengetahuan yang relevan dengan permasalahan (fase 3). Berdasarkan diagnosis dan pencarian itu, kita harus memperoleh solusi yang dapat diimplementasikan.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaX9jnrBdVYfNFkeHirUSlTNNYbjZc7ZKXVQTe5PtBijXa5U9TZAh3xrpZaDpW3go33meiFBEfp301ryfCxO2IYXURLYF3ZCltLvnmvk7WcjVZ2P46F7E6FuR6LOgXT7Az11a0ini8RIY/s72-c/Inovasi+Kurikulum+Pendidikan+Model+Pemecahan+Masalah-min.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kiat Hidup Sehat Dengan Air Putih</title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/04/kiat-hidup-sehat-dengan-air-putih.html</link><category>KESEHATAN</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Wed, 11 Apr 2018 10:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-8170636340174070012</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Kesehatan merupakan salah satu anugerah yang berharga bagi kita manusia, karena dengan memiliki tubuh yang sehat kita dapt melakukan berbagai aktfitas kehidupan baik fungsi kita sebagai makluk sosial ataupun sebagai hamba ciptaan Tuhan.&amp;nbsp; Air merupakan sumber khidupan, karena air merupakan cairan yang sangat diperlukan oleh semua makluk hidup baik manuasi hewan maupun tumbuh tumbuhan. air putih yang kta komsumsi dengan baik dan tepat dapat memberikan dampak yang positif&amp;nbsp; bagi kesehatan kita dimana kita akan dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang mangganggu kesehatan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhalupXh996p6XWCkxhVfIDhM792koBT8CnOTfdzQxAj_fJLjOHG7vjpvU01slNLsxo6jBCZIIDSykZBquR0UA63ZA3WYCrAZq1bqLVbURJkENyhF5Rsk6Nd1RTv1aELcWg5N9DdZSI5dc/s1600/Kiat+hidup+Sehat+dengan+air+putih.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Kiat hidup Sehat dengan air putih" border="0" data-original-height="165" data-original-width="257" height="410" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhalupXh996p6XWCkxhVfIDhM792koBT8CnOTfdzQxAj_fJLjOHG7vjpvU01slNLsxo6jBCZIIDSykZBquR0UA63ZA3WYCrAZq1bqLVbURJkENyhF5Rsk6Nd1RTv1aELcWg5N9DdZSI5dc/s640/Kiat+hidup+Sehat+dengan+air+putih.png" title="hidup Sehat dengan air putih" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kiat hidup Sehat dengan air putih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Untuk dapat menikmati manfaat kesehatan bagi tubuh kita dari air putih, maka kita harus memhamai saat saat yang sangat diajurkan untuk minum air putih. Adapun saat saat yang sangat diajurkan untuk mimum air putih yang sangat bagus buat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita adlah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/09/cara-membersihkan-paru-paru-yang-kotor.html" target="_blank"&gt;Cara Membersihkan Paru-Paru Yang Kotor Secara Alami&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/03/membersihkan-ginjal-secara-alami.html" target="_blank"&gt;Membersihkan Ginjal Secara Alami&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;a. Minum air putih sebelum tidur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Cukup lumrah untuk saat sekarang ini, dimana serangan jantung sudah menjadi penyebab kematian yang sangat besar sewasa ini, dan kebanyakan serangan jantung tersebut atau sekitar 90% dari serangan jantung banyak terjadi di dini hari jadi resiko serangan jantung ini bisa dikurangi ataupun dicegah&amp;nbsp; hanya dengan mengkonsumsi satu atau dua gelas air putih sebelum tidur menjelang tidur di malam hari. Ini disebabakan karena air minum yang kita konsumsi tersebut menjalang tidur dapat memudahkan kerja jantung&amp;nbsp; kadar plasma (air) yang ada dalam darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;b. Minum air putih ketika bangun tidur di pagi hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dengan mengkonsumsi air putih diwaktu kita bangun tidur sebanyak 2 gelas&amp;nbsp; akan membantu mengaktifkan organ organ dalam tubuh kita terutama yang berkenaan dengan organ sistem pencernaan. Lebih baiknya lagi seandainya air yang kita minum itu berupa air putih hangat yang akan langsung terasa efeknya pada tubuh kita seolah olah air hangat tersebut langsung mengalir diseluruhh badan kita, disamping juga air hangat yang kita konsumsi diwaktu bangun pagi akan langsung melarutkan lemak lemak yang ada di dalam tunuh dan kemudian akan dibuang melaui urine.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;c. Minum air pitih sebelum makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Jika anda mengkonsumsi air putih sebanyak 1 gelas air putih menjelang 30 menit sebelum makan akan memberikan manfaat yang bagus pada saluran pencernaan kita. karena cairan air putih tersebut akan memudahkan/ membantu organ organ pencernaa dalam mencerna makanan yang kita makan. .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;d. Minum air putih sebleum mandi.&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Dengan anda mengkonsumsi air putih sebanyak 1 gelas air putih sebelum mandi ini akan membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh kita, sehingga serangan jantung yang sebagain orang alami ketika berada dikamar mandi akan terhindari. Pada saat kita mandi di siang hari, darah kita tentunya berada pada posisi yang agak panas maka sangat diajurkan untuk meminum air pitih sebelum mandi guna menetralkan sushu daran dan tercegah dari penyakit stroke yang diakibatkan oleh serangan jantung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;e. Biasakan mengkomsumsi paling kurang dua atau tiga liter air putih sehari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Mengkunsumsi air putih paling kurang dua atau tiga liter sehari akan mencegah kita terhindar dari penyakit ginjal baik infeksi ataupun kegagalan sistem ginjal. Disamping itu, dengan banyaknya mengkonsumsi iar pituh, maka akan memberikan berbagai manfaat bagi kita karena&amp;nbsp; air putih sudah tidak diragukan lagi manfaatnya untuk menjaga kesehatan tubuh. Sebab air putih bisa mendetoks atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh. disamping itu, dengan mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang maksimal dapat juga membuat semua anggota tubuh bekerja secara maksimal, mengeluarkan racun racun tubuh&amp;nbsp; yang ada dalam tubuh, menstabilkan suhu badan (suhu tubuh yang meningkat akan turun), serta membantu menurunkan berat badan karena air putih akan membuat perutmu terasa penuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;helvetica neue&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Inilah kiat hidup sehat bagi kita dalam menjaga kesehatan tubuh, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian, sehingga kita bisa terhindar dari berbagai penyakiat. Ingat sakit tersebut disebabkan oleh karena kelalai kita dalam menjaga kesehatan diri kita sendiri, untuk itu jagalah sehat mu dengan terus merawat dan menjaga hal hal yang dapat memberikan dampak negatif bagi tibuh kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhalupXh996p6XWCkxhVfIDhM792koBT8CnOTfdzQxAj_fJLjOHG7vjpvU01slNLsxo6jBCZIIDSykZBquR0UA63ZA3WYCrAZq1bqLVbURJkENyhF5Rsk6Nd1RTv1aELcWg5N9DdZSI5dc/s72-c/Kiat+hidup+Sehat+dengan+air+putih.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memparbaiki Error Data Terstruktur Hilang Author Update Halaman Statis Template Evomagz </title><link>http://www.pondok-belajar.com/2018/04/memparbaiki-error-data-terstruktur.html</link><category>BLOGGING</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 9 Apr 2018 13:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7045945756724715446.post-8894282206602681499</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Supaya seorang blogger kelihatan profesional mereka akan selalu memperbaiki semua kesalahan yang didapati dalam situs yang mereka kelola. umummnya Sering sekali kita dapati berbagai permasalahan yang kita dapatkan tentang kualitas blog kita ketika kita merujuk pada Google Search Console. Diantara kesalahan tersebut adalah adanya permasalahan dengan duplicate content di HTML Improvement, sampai kepermasalahan kesalahan data terstruktur terutama pada kesalahan missing author update baik pada halaman statis ataupun halaman postingan blog. Untuk kupasan kali ini kali in penulis akan&amp;nbsp; mencoba memaparkan cara yang sangat efektif untuk mengatasi kesalahan data terstruktur mising author update pada halaman Statis dan ini umum juga di alami oleh para blogger lainnya namun hanya kesalahan missing author update pada halaman statis khusus pada template evomagz buatan mas Sugeng saja, dan boleh juga digunakan pada template lain kemungkinan bisa juga work.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiirOUy0DGeLfCb9B54D6JB8t_Pq3SPGe9bWFvT2Dh0zIA1Wv9TNuxkeNt3OLOk6X-FABrbLTYtVn3he5anYwZlIU32kAfoPyM0ffRobjXzk11gVVsH3Gi2c6yPn7Z-nsW-jMhZOnw0xlg/s1600/Mengatasi+Eror+Data+Terstruktur+Hilang+Author+Update+Halaman+Statis+Evomagz.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Memparbaiki Eror Data Terstruktur Hilang Author Update Halaman Statis Template Evomagz " border="0" data-original-height="401" data-original-width="879" height="290" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiirOUy0DGeLfCb9B54D6JB8t_Pq3SPGe9bWFvT2Dh0zIA1Wv9TNuxkeNt3OLOk6X-FABrbLTYtVn3he5anYwZlIU32kAfoPyM0ffRobjXzk11gVVsH3Gi2c6yPn7Z-nsW-jMhZOnw0xlg/s640/Mengatasi+Eror+Data+Terstruktur+Hilang+Author+Update+Halaman+Statis+Evomagz.png" title="Memparbaiki Eror Data Terstruktur Hilang Author Update pada Halaman Statis" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Memparbaiki Eror Data Terstruktur Hilang Author Update Halaman Statis Template Evomagz&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tahu bahwasanya banyak sekali blogger yang mengunakan template evomagz besutan mas Sungeng tersebut ada yang sacara berbayar dan ada juga secara gratis. Ini semua karena berbagai kelebihan yang dimiliki oleh template tersebut, namun untuk saya sendiri setelah mengunakan/terapkan template tersebut pada blog, saya mengalami permasahana pada data tersruktur yaitu missing author update baik halaman statis. Berbagai cara penulis lakukan untuk mengatasi kesalahan tersebut yang pada akhir menggunakan cara yang sama untuk memperbaiki kesalahan tersebut dengan apa yang saya gunakan pada template sebelumnya yaitu simplify 2&amp;nbsp; buatan Mbak Arlina.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2018/03/mengatasi-eror-data-terstruktur-hilang.html" target="_blank"&gt;Mengatasi Eror Data Terstruktur Hilang Author Update Halaman Statis Simplify 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
(&lt;b&gt;Baca&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;a href="https://www.pondok-belajar.com/2017/08/memperbaiki-kesalahan-hilang-update-dan.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Memperbaiki Kesalahan Hilang Update dan Hilang Author Pada Google webmaster Tool&lt;/b&gt;)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan pengalaman, disini saya akan mencoba memaparkan cara mengatasi error author update structure data pada search console yang hanya pada statistic page atau halaman statis. Jujur saja jika pembahasan ini mungkin sudah sangat banyak dibahas oleh para blogger lain baik dengan materi yang sama ataupun materi yang berbeda. Dan pada postingan ini khusus membahas perbaikan data terstruktur halaman statis khusus untuk template template evomagz buatan mas Sugeng&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun cara mengatasi eror author update structure data pada search console yang hanya pada statistic page atau halaman statis tempalte Evomagz tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Pertama masuk ke dasbor blogger-&amp;gt;pilih tema-&amp;gt;dan edit html.&lt;br /&gt;
Kemudian cara kode dibawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: #eeeeee none repeat scroll 0% 0%; border: 1px solid #dddddd; overflow: auto;"&gt;
&lt;blockquote&gt;
&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType != &amp;amp;quot;static_page&amp;amp;quot;'&amp;gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah mendapatkan kode nya langsung saja anda menghapus kode tersebut dan gantikan dengan kode script dibawah ini
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: #eeeeee none repeat scroll 0% 0%; border: 1px solid #dddddd; overflow: auto;"&gt;
&lt;blockquote&gt;
&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType == &amp;amp;quot;static_page&amp;amp;quot;'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div class='post-info'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b:if cond='data:post.authorProfileUrl'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;span class='author-info'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;span class='vcard' itemprop='author' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/Person'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;span class='fn'&amp;gt; OLEH &amp;lt;a class='g-profile' expr:href='data:post.authorProfileUrl' rel='author' title='author profile'&amp;gt;&amp;lt;span itemprop='name'&amp;gt;&amp;lt;data:post.author/&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b:else/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;span class='author-info'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;amp;#10004;&lt;br /&gt;
&amp;lt;span class='fn'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;i class='fa fa-user'/&amp;gt; &amp;lt;span itemprop='name'&amp;gt;&amp;lt;data:post.author/&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;span class='post-timestamp'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b:if cond='data:post.url'&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;meta expr:content='data:post.canonicalUrl' itemprop='url'/&amp;gt;&lt;br /&gt;
PADA &amp;lt;a class='timestamp-link' expr:href='data:post.url' rel='bookmark' title='permanent link'&amp;gt;&amp;lt;abbr class='published updated' expr:title='data:post.timestampISO8601' itemprop='datePublished'&amp;gt;&amp;lt;data:post.timestamp/&amp;gt;&amp;lt;/abbr&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/b:if&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b:else/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- jika selain statis page, maka tampilkan di bawah ini --&amp;gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam melakukan perbaikan ini, anda harus pahami jika kode yang anda cari di atas (&amp;lt;b:if cond='data:blog.pageType != &amp;amp;quot;static_page&amp;amp;quot;'&amp;gt;) terdapat di di enam tempat pada template evomagz tersebut. Tempatkanlah/gantilah script kode yang disarankan diatas pada tempat yang kelima karena jika anda menggunakan pada tempat yang selaian dari tempat kelima maka kesalahan missing author tersebut tidak akan teratasi. Setelah anda memperbaiki kesalahan tersebut maka anda save kemudian coba anda cek sendiri pada halaman statis blog anda, jika anda mendapatkan tulisan dipostkan oleh pada halaman statis anda berarti anda telah berhasil mengatasi permasalahan tersebut, jika tidak muncul tulisan di poskan oleh pada halaman statasi blog berarti anda tidak menerapkan kode diatas pada tempat yang saya sarankan, saran saya sebelum melakukan perbaikan kesalahan ini ada baiknya anda melakukan back up data template anda terlebih duhulu karena jika kemungkinanan terjadi error anda dapat memulihkan kembali template anda dari file yang disimpan tadi. untuk lebih jelasnya coba lihat hasil postingan halaman statis setelah diperbaiki berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMPJSDdDUwS6lZrnHYkftHXPUcKzlz6Gf6XZ46rH0kKBnkFztG-9ORuSI0u3mKipBYd4xLJS-St-K45NAU7mzyPHNYYEgDvhGM-sa6Mks8DLNF3TqA0RdFaypga1PAvRL8-2xkGbGA89s/s1600/Mengatasi+Eror+Data+Terstruktur+Hilang+Author+Update+Halaman+Statis+Evomagz+2+%25281%2529+%25281%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Memparbaiki Eror Data Terstruktur Hilang Author Update Halaman Statis Template Evomagz" border="0" data-original-height="501" data-original-width="854" height="374" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMPJSDdDUwS6lZrnHYkftHXPUcKzlz6Gf6XZ46rH0kKBnkFztG-9ORuSI0u3mKipBYd4xLJS-St-K45NAU7mzyPHNYYEgDvhGM-sa6Mks8DLNF3TqA0RdFaypga1PAvRL8-2xkGbGA89s/s640/Mengatasi+Eror+Data+Terstruktur+Hilang+Author+Update+Halaman+Statis+Evomagz+2+%25281%2529+%25281%2529.png" title="Memparbaiki Eror Data Terstruktur Hilang Author Update Halaman Statis" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Memparbaiki Eror Data Terstruktur Hilang Author Update Halaman Statis Template Evomagz&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Dari gambar diatas anda dapat melihat jika tulisan di poskan oleh terkah tersedia pada halaman statsi blog. Jika tulisan di poskan dan waktunya sudah muncul, maka itu jelas dengan sendirinya permasalahan anda di eror author update structure data pada search console yang hanya pada statistic page atau halaman statis akan teratasi sendiri walaupun kesahana tersebut masih muncul di Google Webmaster Console. Untuk melihat perbaikan di Google Webmaster Console anda harus menunggu dua tiga hari ataupun sampai dengan satu minggu.&amp;nbsp; maka tulisan kesalahan ataupun eror tersebut akan hilang dan terhapus dengan sendirinya. Cukup sekian saja paparan cara memperbaiki eror author update structure data pada search console yang hanya pada statistic page atau halaman statis khusu untuk tempalte arlina design, dan siapa tahu juga ini bisa saja work untuk tamplate lainnya.&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiirOUy0DGeLfCb9B54D6JB8t_Pq3SPGe9bWFvT2Dh0zIA1Wv9TNuxkeNt3OLOk6X-FABrbLTYtVn3he5anYwZlIU32kAfoPyM0ffRobjXzk11gVVsH3Gi2c6yPn7Z-nsW-jMhZOnw0xlg/s72-c/Mengatasi+Eror+Data+Terstruktur+Hilang+Author+Update+Halaman+Statis+Evomagz.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item></channel></rss>