<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058</id><updated>2025-10-12T13:25:10.296+07:00</updated><category term="ISO 9000 Series"/><category term="SERTIFIKASI"/><category term="TQM"/><category term="5 S"/><category term="DOWNLOAD"/><category term="ORGANIZATION PROFILE"/><category term="SNI"/><title type='text'>Blog by yusuf mashar</title><subtitle type='html'>&quot;...because we can&#39;t manage what we don&#39;t measure?&quot;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-3761047088650805912</id><published>2013-05-25T22:28:00.002+07:00</published><updated>2013-05-31T00:17:54.109+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ISO 9000 Series"/><title type='text'>5 Hal Tentang ISO 9001 (Bagian 2)</title><content type='html'>Menyambung tulisan &lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/05/5-hal-tentang-iso-9001-bagian-1.html&quot; rel=&quot;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sebelumnya&lt;/a&gt;, berikut adalah beberapa fakta dan opini tentang ISO 9001:&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sangat Basic. Standard ISO 9001 fokus pada pembahasan tentang bagaimana sebuah organisasi beraktifitas untuk menghasilkan output produk yang memenuhi persyaratan dan kepuasan pelanggan. Hal-hal di luar itu, misalkan manajemen keuangan, manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, manajemen sumberdaya manusia, dan aspek yang lain tidak dibahas secara khusus di sini. Oleh karena itu, jika hanya dengan memenuhi persyaratan standard secara minimum, jangan berharap organisasi akan langsung menjadi top markotop. Justru prinsip-prinsip birokrasi max weber baru mulai di sini. Total Quality Management baru dibangun.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Untuk bisa lebih maju, sebaiknya perusahaan mengadopsi juga standard-standard yang berhubungan dengan bidang organisasi masing-masing. Misalkan jika perusahaan pelayaran menggunakan standard ISM Code, perusahaan makanan-minuman menggunakan ISO 22000, perusahaan yang berhubungan erat dengan kelestarian lingkungan menggunakan ISO 14001, perusahaan yang berkaitan dengan energi menggunakan ISO 5001, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/05/5-hal-tentang-iso-9001-bagian-2.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/3761047088650805912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/3761047088650805912?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/3761047088650805912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/3761047088650805912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/05/5-hal-tentang-iso-9001-bagian-2.html' title='5 Hal Tentang ISO 9001 (Bagian 2)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-1195931606756414656</id><published>2013-05-01T19:21:00.002+07:00</published><updated>2013-05-30T23:57:02.931+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ISO 9000 Series"/><title type='text'>5 hal tentang ISO 9001 (Bagian 1)</title><content type='html'>Ini adalah posting pertama setelah 1 bulan-an ini cuti posting. Semoga juragan google tetap sabar menghadapi para blogger yang tidak istiqomah dalam posting blog seperti saya. Baiklah, berikut ini adalah sedikit ulasan tentang ISO 9001:&lt;br&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Standar ISO 9001 adalah standard internasional. Diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO), yaitu organisasi yang beranggotakan 164 badan standarisasi dari berbagai negara. Sampai tulisan ini dibuat, sedikitnya ada 19.500 standard telah diterbitkan oleh organisasi ini, baik berupa standard material, produk, maupun proses/ manajemen. Banyak standard tersebut diadopsi oleh anggotanya, misalnya ISO 9001:2008 diadopsi oleh Badan Standarisasi nasional (BSN) sebagai Standard Nasional Indonesia (SNI) dengan kode “SNI ISO 9001:2008”.&lt;/li&gt;
&lt;br&gt;
&lt;li&gt;Standard ISO 9001 merupakan standard proses atau lebih khusus disebut standard manajemen, bukan standard produk atau standard material. Standard ini tidak memberikan ciri-ciri atau spesifikasi produk tertentu, namun membantu organisasi untuk dapat memperagakan manajemen yang baik sehingga organisasi yang mengimplementasikannya mampu menghadirkan produk (barang maupun jasa) sesuai ekspektasi pelanggan.

Pencantumkan logo standard ISO 9001 di kemasan produk bukan jaminan perusahaan telah menghadirkan produk sesuai standard tertentu, misalnya produk sesuai SNI atau produk berstandard internasional.  Karena pada dasarnya sertifikasi ISO 9001 hanya untuk menunjukkan bahwa standard manajemen telah memenuhi persyaratan ISO 9001. Meski demikian, sertifikat SNI ISO 9001 dapat menjadi bukti bahwa perusahaan telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu yang menjadi syarat diperolehnya Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan kementerian perindustrian. &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/05/5-hal-tentang-iso-9001-bagian-1.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/1195931606756414656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/1195931606756414656?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/1195931606756414656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/1195931606756414656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/05/5-hal-tentang-iso-9001-bagian-1.html' title='5 hal tentang ISO 9001 (Bagian 1)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-3062838768229423630</id><published>2013-02-27T19:43:00.001+07:00</published><updated>2014-06-15T02:08:11.744+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="5 S"/><title type='text'>Sekilas Program 5S atau Program 5R</title><content type='html'>Istilah 5S adalah akronim dari &lt;i&gt;Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke&lt;/i&gt;. Dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin; sedangkan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan 5S yang lain yaitu Sort, Straighten, Shine, Standardize, dan Sustain. Slogan yang terkenal dari konsep ini adalah &lt;i&gt;“a place for everything and everything in its place”&lt;/i&gt;, dan ada yang menambahi &lt;i&gt;“clean and ready for use”. &lt;/i&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Konon 5S adalah konsep yang diambil dari budaya kerja yang dipraktekkan dalam perusahaan-perusahaan Jepang. Konsep ini telah banyak dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Selain berbiaya murah bahkan gratis, program ini juga manfaatnya dapat dinikmati secara nyata dalam waktu singkat seperti:&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/sekilas-program-5s-dan-5r.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/3062838768229423630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/3062838768229423630?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/3062838768229423630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/3062838768229423630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/sekilas-program-5s-dan-5r.html' title='Sekilas Program 5S atau Program 5R'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-6486864590588024658</id><published>2013-02-10T12:28:00.002+07:00</published><updated>2013-06-01T14:50:52.296+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TQM"/><title type='text'>Metode-metode  Total Quality Management</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;Selain &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;Deming&amp;#39;s Theory of Profound Knowledge &lt;/i&gt;&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/mengenal-tqm-melalui-demings-theory-of.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;di artikel sebelumnya&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;, untuk memberikan gambaran apa itu TQM, mari kita pahami beberapa metode yang diperkenalkan oleh beberapa konsep Total Quality Management.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;Metode W. Edwards Deming  (Oct.1900 – Dec.1993)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Metode-metode yang diperkenalkan TQM antara lain berasal dari W. Edwards Deming dengan menawarkan konsep yang dikenal sebagai &lt;i&gt;&lt;b&gt;Deming Cycle&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;&lt;b&gt;Shewhart Cycle&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Metode ini bicara mengenai  hubungan kerjasama semua lini departemen (riset, desain, produksi, dan pemasaran) dalam memenuhi  kebutuhan dan kepuasan pelanggan atas produk yang dihasilkan.  Menurutnya perlu ada tes terlebih dulu atas sebuah informasi sebelum diambil sebuah keputusan. Ada empat langkah dalam Deming Cycle: &lt;i&gt;Plan-Do-Check-Act (PDCA)&lt;/i&gt; atau dikenal juga sebagai &lt;i&gt;Plan-Do-Study-Act (PDSA)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Metode lain yang dikenal dari Deming adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Deming four teen point&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang diantaranya berisi konsistensi dalam perbaikan produk, pelembagaan kepemimpinan dan training, respek pada kebutuhan dan pemberdayaan karyawan, dan kerjasama antar departemen. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Deming seven deadly&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, merupakan ringkasan dari pandangan Deming terhadap faktor-faktor yang dapat merintangi transformasi menuju bisnis berkualitas. Poin yang bisa diambil antara lain adalah kurangnya ketetapan tujuan dalam memberikan kualitas, mementingkan keuntungan dan kepentingan jangka pendek disertai kurangnya perencanaan jangka panjang, pemborosan biaya kesehatan dan garansi, dan evaluasi serta pelatihan karyawan yang tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/metode-metode-total-quality-management_10.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/6486864590588024658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/6486864590588024658?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/6486864590588024658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/6486864590588024658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/metode-metode-total-quality-management_10.html' title='Metode-metode  Total Quality Management'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-0.789275 113.92132700000002 -0.789275 113.92132700000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-8468449343804334978</id><published>2013-02-10T00:32:00.000+07:00</published><updated>2013-06-01T14:49:54.906+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TQM"/><title type='text'>Mengenal TQM melalui Deming&#39;s Theory of Profound Knowledge</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Total Quality Management&lt;/i&gt; merupakan suatu konsep manajemen yang menyatakan bahwa untuk memaksimumkan daya saing organisasi diperlukan adanya perbaikan terus menerus atas suatu produk atau jasa, tenaga kerja, proses kerja, dan lingkungan kerja. Aspek-aspek yang menjadi dasar TQM diantaranya adalah fokus pada pelanggan, manajemen berdasar fakta, perbaikan sistem secara berkesinambungan (siklus &lt;i&gt;plan-do-check –action&lt;/i&gt;), komitmen manajemen dalam jangka panjang, pendidikan dan keterlibatan karyawan, dan kerjasama cross functional personil organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dari sejarah berkembangnya konsep ini, bisa dikatakan bahwa konsep-konsep diperkenalkan dan dan dikembangkan oleh tokoh-tokoh dari Amerika seperti W. Edwards Deming, Joseph M. Juran, dan Philip B. Crosby. Namun sejarah juga mencatat bahwa penerapan TQM yang berhasil ditunjukkan oleh industri-industri Jepang. Seperti sebuah laboratorium, jepang menjadi ladang riset dalam implementasi manajemen TQM.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Deming&amp;#39;s Theory of Profound Knowledge&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Untuk memperjelas konsep &lt;i&gt;Total Quality Management&lt;/i&gt;, ada baiknya kita memahami teori yang diperkenalkan W. Edwards Deming yang kini dikenal sebagai &lt;i&gt;Deming&amp;#39;s Theory of Profound Knowledge&lt;/i&gt;. Mungkin teori ini akan memberikan gambaran tentang pemikiran Deming yang sangat struktural dan tersebar di beberapa konsep metode TQM yang diperkenalkannya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/mengenal-tqm-melalui-demings-theory-of.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/8468449343804334978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/8468449343804334978?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/8468449343804334978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/8468449343804334978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/mengenal-tqm-melalui-demings-theory-of.html' title='Mengenal TQM melalui Deming&#39;s Theory of Profound Knowledge'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.6682765 72.61273300000002 30.0897265 155.22992100000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-6372271869215782388</id><published>2013-02-07T19:20:00.002+07:00</published><updated>2014-06-15T02:13:22.922+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ISO 9000 Series"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SERTIFIKASI"/><title type='text'>Tentukan Tujuan Sertifikasi Sejak Awal</title><content type='html'>&lt;h3&gt;
&lt;u&gt;Tentukan Tujuan di Depan&lt;/u&gt;&lt;/h3&gt;
Sangat penting bagi organisasi atau perusahaan untuk sejak awal menentukan &lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/mengapa-harus-sertifikasi-iso-9001.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;tujuan adopsi dan sertifikasi&lt;/a&gt; sistem manajemen mutu ISO 9001. Perusahaan yang cenderung bertujuan mendapatkan sertifikat saja sebaiknya tidak perlu mencari konsultan yang mahal-mahal, karyawan internal pun bisa asal memahami klausul-klausul ISO 9001. Ini hanya persolan memenuhi persyaratan yang ada di klausul ISO 9001.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebaiknya tak perlu galau dengan audit eksternal Badan Sertifikasi. Karena Badan Sertifikasi yang mengaudit pun juga akan sangat koperatif karena mereka pun sadar siapa yang membayar, siapa konsumennya, dan tujuan mereka melakukan audit pun jelas: membantu organisasi dalam assesment sistem manajemen. Organisasi bisa meminta dilakukan pre audit sebelum dilakukan final audit. Lakukan juga konsultasi dan deal dengan badan sertifikasi di awal kontrak soal mendapatkan sertifikat, sehingga perusahaan bisa lebih tenang menghadapi audit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan organisasi yang memerlukan ISO 9001 sebagai panduan untuk meningkatkan kinerjanya, maka sebaiknya sadar juga sejak awal mengenai konsekwensinya, bahwa adopsi ISO 9001 yang sebenarnya tidaklah instan. Tergantung tingkat kesiapan dan kondisi organisasi. Untuk itu pilih konsultan yang bagus, latar belakang dan pengalamannya sebagai praktisi sesuai bidang yang digeluti perusahaan, lihat juga track record dalam menangani perusahaan sejenis, serta perhitungkan berapa lama waktu optimal yang diperlukan konsultan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hitung pula kebutuhan sumberdaya yang khusus menangani sitem, seperti auditor internal, tim system improvement, dan Quality Management Representative. Personil yang khusus menangani sistem ini penting untuk bisa benar-benar mengembangkan manfaat ISO 9001 secara kontinyu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;u&gt;Hemat dan Cerdas&lt;/u&gt;&lt;/h3&gt;
Dalam kondisi organisasi atau perusahaan yang normal, adopsi sistem manajemen mutu ISO 9001 tidaklah selalu harus dengan bimbingan konsultan. Akan lebih bisa hemat jika organisasi memiliki tim internal audit, system improvement, lean sixma, atau semacamnya, yang memang mampu untuk mengadopsi dan mengembangkan berbagai sistem manajemen, termasuk ISO 9001.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tim tersebut organisasi bisa mendudukkan sistem manajemen mutu sesuai dengan karakter dan kepentingan organisasi secara riil. Kemungkinan untuk memahami masalah, mengukur kemampuan SDM organisasi, penyesuaian sistem dengan nilai-nilai dan kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang organisasi bisa lebih terakomodasi oleh tim internal tersebut daripada konsultan yang sangat terbatas waktunya dan berbiaya mahal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika organisasi atau perusahaan telah berhasil mengadopsi sistem manajemen mutu secara baik, katakanlah adopsi ISO 9001, maka organisasi tinggal memilih apakah perlu disertifikasi atau tidak. Jika customer ingin membuktikan apakah organisasi mampu memperagakan manajemen mutu sesuai ISO 9001 atau tidak, masih bisa ditawarkan untuk dilakukan audit manajemen dari pihak customer atau memang harus melalui sertifikasi pihak ketiga (certification body).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun jika tidak ada tuntutan dari pihak manapun dan memang tidak ada nilai tambah untuk dilakukan sertifikasi, maka untuk apa organisasi melakukan sertifikasi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/6372271869215782388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/6372271869215782388?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/6372271869215782388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/6372271869215782388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/mengapa-harus-sertifikasi-iso-9001-2.html' title='Tentukan Tujuan Sertifikasi Sejak Awal'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-1758778649026435605</id><published>2013-02-07T08:52:00.001+07:00</published><updated>2013-07-20T17:42:06.561+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ISO 9000 Series"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SERTIFIKASI"/><title type='text'>Mengapa Harus Sertifikasi ISO 9001?</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;Berdasarkan &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/data-survei-sertifikat-iso-di-indonesia.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;data survey ISO&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt; yang dikeluarkan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;ISO Central Secretariat&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;, Standar QMS ISO 9001:2008 - Quality Management System - Requirements &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;adalah standard manajemen ISO yang paling banyak diminati sertifikatnya. Hal ini
wajar karena selain kampanye ISO 9001 yang cukup masif dari pihak-pihak yang
berkepentingan, juga karena standard ini bisa diterapkan untuk semua
organisasi, baik yang kecil maupun besar, swasta ataupun pemerintahan, dan
organisasi komersil maupun nirlaba. Bahkan &lt;/span&gt;organisasi takmir masjid Al-Ikhlas Jati Padang, Pasar Minggu Jakarta juga bersertifikat ISO 9001&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &amp;#39;Times New Roman&amp;#39;, serif;&quot;&gt;, yang konon menjadi yang pertama di
dunia.  &lt;/span&gt;&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Alasan Adopsi dan
Sertifikasi ISO 9001&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPgKr8PoGNlng55oKU9RhPIxgVzPWC43hZgwIZQ57QhF7JRi_Cz2oZCLAoa-dt0NZa6fXlxjHGQevkW_gcgf9tf5N54Oej3UjuAh3ogEq1nvvbQyBGRz-7OmpHiZuKoiCSnLcs5iP8XFQ/s1600/New+Picture.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPgKr8PoGNlng55oKU9RhPIxgVzPWC43hZgwIZQ57QhF7JRi_Cz2oZCLAoa-dt0NZa6fXlxjHGQevkW_gcgf9tf5N54Oej3UjuAh3ogEq1nvvbQyBGRz-7OmpHiZuKoiCSnLcs5iP8XFQ/s200/New+Picture.png&quot; height=&quot;177&quot; width=&quot;200&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Ada banyak hal yang memotivasi organisasi untuk bersertifikat
ISO 9001. Mungkin faktor yang paling umum seperti ini: karena menginginkan image organisasi menjadi lebih bagus dan keren, misalnya untuk kepentingan marketing,
direktur ingin kelihatan berkinerja bagus, atau kepentingan lain. Meskipun harus
dengan membayar katakanlah 25-40 juta untuk konsultan dan 40-50 juta untuk
Badan Sertifikasi tentu tak jadi masalah. Sertifikasi dengan
alasan seperti ini adalah hal yang paling mudah bagi konsultan maupun badan
sertifikasi untuk “menggoreng” ISO 9001.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Alasan lainnya, organisasi atau perusahaan menginginkan sertifikat ISO 9001
untuk memenuhi persyaratan dari konsumen, misalnya memenuhi persyaratan tender
atau untuk menjadi supplier. Saya pernah mendapat cerita dari salah satu
konsultan ISO 9001 yang cukup senior (sudah sepuluh tahunan di ISO 9001) tentang
kliennya yang menargetkan sertifikasi ISO 9001 dalam waktu dua minggu. Dokumen-dokumen
di back date, QMR abal-abal disiapkan pihak konsultan, dan badan sertifikasi
beserta auditornya dicarikan oleh konsultan. Perusahaan hanya mau terima jadi.
Alhasil, perusahaan mendapatkan sertifikat yang diinginkannya untuk tender
tersebut sesuai rencana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/mengapa-harus-sertifikasi-iso-9001.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/1758778649026435605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/1758778649026435605?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/1758778649026435605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/1758778649026435605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/mengapa-harus-sertifikasi-iso-9001.html' title='Mengapa Harus Sertifikasi ISO 9001?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPgKr8PoGNlng55oKU9RhPIxgVzPWC43hZgwIZQ57QhF7JRi_Cz2oZCLAoa-dt0NZa6fXlxjHGQevkW_gcgf9tf5N54Oej3UjuAh3ogEq1nvvbQyBGRz-7OmpHiZuKoiCSnLcs5iP8XFQ/s72-c/New+Picture.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-1405037308573023593</id><published>2013-02-03T06:49:00.059+07:00</published><updated>2021-12-12T05:11:27.835+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="DOWNLOAD"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ISO 9000 Series"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SNI"/><title type='text'>Download SNI ISO 9001, 9004, 14001, 22000, 19011, 17021, dan Standard SNI yang Lain</title><content type='html'>&lt;p&gt; UPDATE 2021&lt;br&gt;&lt;/p&gt;Postingan di menu ini dalam perbaikan. Link download dihapus&lt;br&gt;&lt;p&gt; --------------------------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai salah satu anggota ISO (International Organization for Standardization) dengan status full member, Badan Standarsisasi Nasional (BSN) telah banyak berpartisipasi dalam &lt;a href=&quot;http://www.iso.org/iso/home/about/iso_members.htm&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;keanggotaan Tecnical Commite ISO&lt;/a&gt; dalam mengembangkan standard ISO.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Selain itu, sebagai lembaga resmi negara, Badan Standardisasi Nasional  juga mengembangkan standard nasional yang berlaku di Indonesia, baik yang bersifat wajib maupun sukarela untuk diikuti. Selain standard produk dan material, standard manajemen juga dikembangkan oleh BSN.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Jika selama ini ISO 9001:2008, ISO 9004:2009, ISO 14001: 2004 , ISO 22000, ISO 19011, atau ISO 17021 dikenal sebagai standard manajemen yang diterbitkan oleh ISO, maka sebenarnya standard-standard ini juga telah diterbitkan oleh BSN sebagai Standard Nasional Indonesia (SNI). Beberapa standard tersebut secara resmi diadopsi menjadi SNI seperti SNI ISO 9001:2008, SNI ISO 9004:2009, dan sebagainya. Isinya sama persis, biasanya berupa terjemahan dalam bahasa Indonesia, tetapi ada pula yang tetap berupa bahasa Inggris. &lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/download-sni-iso-9001-9004-14001-22000.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/1405037308573023593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/1405037308573023593?isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/1405037308573023593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/1405037308573023593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/02/download-sni-iso-9001-9004-14001-22000.html' title='Download SNI ISO 9001, 9004, 14001, 22000, 19011, 17021, dan Standard SNI yang Lain'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081585640263163058.post-7680373180691552135</id><published>2013-01-29T16:43:00.001+07:00</published><updated>2014-06-15T02:25:50.522+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ORGANIZATION PROFILE"/><title type='text'>Mengenal ISO (International Organization for Standardization) </title><content type='html'>ISO (International Organization for Standardization) adalah salah satu organisasi nirlaba yang mengembangkan dan menerbitkan standard internasional yang mencakup berbagai bidang, seperti kesehatan, keamanan pangan, teknologi, pertanian, dan sebagainya. Bukan hanya standard produknya, tapi juga standard proses (manajemennya).&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Standar Internasional diharapkan dapat memberikan manfaat teknologi, ekonomi dan sosial. Menyelaraskan spesifikasi teknis produk dan jasa serta membantu industri agar lebih efisien dan meminimalisir hambatan perdagangan internasional. Penggunaan Standar Internasional juga membantu meyakinkan konsumen bahwa produk tersebut aman, efisien dan bersahabat dengan lingkungan.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Nama ISO sendiri bukanlah akronim International Organization for Standardization, tetapi nama ISO diambil dari bahasa Yunani &amp;quot;isos&amp;quot; yang berarti &amp;quot;sama&amp;quot; atau &amp;quot;equal&amp;quot; sebagaimana kita temui dalam kata isometric atau isonomy. Organisasi ini berkantor pusat di Geneva, Switzerland.&lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://yusufmashar.blogspot.com/2013/01/mengenal-iso-international-organization.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufmashar.blogspot.com/feeds/7680373180691552135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3081585640263163058/7680373180691552135?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/7680373180691552135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081585640263163058/posts/default/7680373180691552135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufmashar.blogspot.com/2013/01/mengenal-iso-international-organization.html' title='Mengenal ISO (International Organization for Standardization) '/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>