<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Ayo ngeBlog!</title>
	
	<link>http://www.ayongeblog.com</link>
	<description>sebuah motivasi dan ajakan ngeBlog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2009 11:00:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/ayongeblog" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>ayongeblog</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Selamat Datang, Pesta Blogger 2009!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/h9WUtFoZbOM/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/07/14/selamat-datang-pesta-blogger-2009-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 10:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLm@N</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[pb2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Benar-benar tidak terasa, sudah hampir 3 tahun kita, blogger Indonesia, eksis sebagai satu komunitas besar di Indonesia, sejak Pesta Blogger 2007. Pada tahun 2009 ini, Pesta Blogger diadakan kembali, dengan tempat yang tidak hanya di Jakarta saja, melainkan di seluruh Indonesia juga. Pesta Blogger akan &#8216;keliling&#8217; Indonesia, mengadakan Pesta Blogger Mini dengan komunitas blogger setempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benar-benar tidak terasa, sudah hampir 3 tahun kita, <em>blogger</em> Indonesia, eksis sebagai satu komunitas besar di Indonesia, sejak Pesta Blogger 2007. Pada tahun 2009 ini, <a href="http://www.pestablogger.com/">Pesta Blogger</a> diadakan kembali, dengan tempat yang tidak hanya di Jakarta saja, melainkan di seluruh Indonesia juga. Pesta Blogger akan &#8216;keliling&#8217; Indonesia, mengadakan Pesta Blogger Mini dengan <a href="http://www.ayongeblog.com/komunitas-blogger/">komunitas blogger setempat</a> sebelum acara puncak Pesta Blogger di Jakarta, <strong>24 Oktober 2009</strong>.</p>
<p>Kota-kota tempat berlangsungnya Pesta Blogger Mini itu adalah Malang (28 Juli), Semarang (4 Agustus), Bandung (12 Agustus), Balikpapan (20 Agustus), Samarinda (21 Agustus), Makassar (27 Agustus), Surabaya dan Medan (antara 2-9 September), Yogyakarta (7 Oktober), dan Palembang (12 Oktober).</p>
<p>Jadi, yuk siap-siap menyambut Pesta Blogger 2009.. Masih semangat ngeBlog-kah teman-teman semuanya? <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>sumber</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://ndorokakung.com/2009/07/14/konferensi-pers-pecas-ndahe/">Konferensi Pers Pecas Ndahe</a></li>
<li><a href="http://www.maverick.co.id/social-media/2009/07/pesta-blogger-2009-one-spirit-one-nation/">Pesta Blogger 2009: One Spirit One Nation</a></li>
</ul>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=746&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/h9WUtFoZbOM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/07/14/selamat-datang-pesta-blogger-2009-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/07/14/selamat-datang-pesta-blogger-2009-2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Citizen Journalism ala Workshop Blogger  VHR Media dan SEACEM</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/vBN0dNw7sWM/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/07/09/citizen-journalism-ala-workshop-blogger-vhr-media-dan-seacem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 02:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eka nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[citizen journalism]]></category>
		<category><![CDATA[micro blogging]]></category>
		<category><![CDATA[online marketing]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[video blogging]]></category>
		<category><![CDATA[workshop blogger vhr media dan seacem]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kesempatan berharga dan langka saya dapatkan sekitar 2 minggu yang lalu, dimana saya terpilih menjadi salah satu peserta workshop blogger yang diadakan di Jakarta 24-25 Juni 2009 hasil kerjasama VHR Media dan SEACEM. Pelaksanaan workshop selama 2 hari ini berlangsung di Hotel Sofyan Tebet, saya katakan berharga dan langka karena ini adalah pertama kalinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebuah kesempatan berharga dan langka saya dapatkan sekitar 2 minggu yang lalu, dimana saya terpilih menjadi salah satu peserta workshop blogger yang diadakan di Jakarta 24-25 Juni 2009 hasil kerjasama <a href="vhrmedia.com">VHR Media</a> dan <a href="seacem.org">SEACEM</a>. Pelaksanaan workshop selama 2 hari ini berlangsung di <a href="sofyanhotel.com">Hotel Sofyan Tebet</a>, saya katakan berharga dan langka karena ini adalah pertama kalinya saya mengikuti workshop blogger secara khusus dengan trainer yang kompeten pula. Pengalaman saya selama 2 hari workshop akan saya bagikan dalam catatan berikut ini, saya sarikan beberapa hal yang penting untuk sama-sama kita pelajari. Materi workshop blogger ini meliputi Video Jurnalistik, Penulisan Kreatif dalam Perspektif HAM, Online Marketing dan Twittering On Citizen Journalism. Berikut ulasan dan ringkasan materinya :</p>
<p><span id="more-730"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hari 1</strong> :</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tiba di Hotel Sofyan pukul 12:15 WIB setelah menempuh perjalanan Malang-Jakarta dengan kereta api Gajayana dan tiba di stasiun Gambir pukul 8:45 WIB. Setelah tiba di hotel dan menemui Mbak Yanti dan Mbak Dhiah dari VHR Media serta berkenalan dengan <a href="http://prys.ilovebogor.com/">Mas Pry</a> yang kemudian menjadi teman sekamar saya, saya check in ke kamar dan melakukan santap siang. Di sela-sela obrolan dengan Mas Pry dan Mbak Yanti sambil makan siang dating kemudian beberapa peserta seperti <a href="http://restlessangel.wordpress.com/">Mbak Memed</a> dari Jogja, <a href="http://www.wiwikwae.com/">Mbak Wiwik</a> juga dari Jogja namun sudah lama bekerja di Jakarta kemudian <a href="nonadita.com">Mbak Dita</a> dan beberapa peserta lainnya yang saya belum sempat berkenalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 13:50 dimulailah sesi pertama workshop yaitu perkenalan dari semua yang ada di ruangan serbaguna Hotel Sofyan tempat workshop. Perkenalan dimulai <a href="http://f-r-g.blogspot.com/">Mas Rudy Gunawan</a> dari VHR Media, Pendiri Gagas Media dan penulis beberapa novel adaptasi film seperti Tusuk Jaelangkung, Cinta Silver dan Realita Cinta dan Rock n Roll, Mas Djati Direktur VHR Media, Sean Ang dari SEACEM sekaligus salah satu pemateri, Agnes peserta perwakilan dari IKOHI (Ikatan Orang Hilang Indonesia), Pry yang mengaku petani anggur alias penganggur (ini orangnya sendiri yang bilang lo), sempat setahun bekerja di koran lokal di Bogor, Saya sendiri dari Malang peserta termuda dan terbesar hehe, Abid dari <a href="antikorupsi.org">ICW</a>, Medina Wulandari dari Jogja, sedang kuliah Magister Psikologi UGM, Wiwik asli Jogja namun sudah lama bekerja di Jakarta sekarang mengelola website <a href="http://21cineplex.com/">21cineplex.com</a>, Anandita Puspitasari yang berpengalaman lewat Microsoft Bloggership dan bekerja di LSM bidang pertanian dan kedokteran hewan di Bogor, Luluk pengelola website <a href="http://www.jatam.org/">JATAM (Jaringan Advokasi Tambang)</a>, <a href="http://nverad.multiply.com/">Vera</a> guru di Bandung (kalau tidak salah, maaf mbak kalo salah soalnya ngomongnya cepet hehe), Lita pengelola website VHR Media, Dhiah yang mengurus jaringan antara VHR Media dan 300 radio di Indonesia, Kaka IT-nya VHR (juga yang ngurusin pendaftaran peserta) tak lupa Mbak Yanti dari VHR Media yang membawakan acara.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-733" title="Sesi Perkenalan" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/4902_196623085153_673995153_7622808_84595_n1.jpg" alt="Sesi Perkenalan" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sesi perkenalan, kurang lebih pukul 14:10 sesi materi pertama “Video Blogging” dimulai, pematerinya adalah Maran Perianen. Sesi ini dibuka dengan pengantar tentang kondisi di Iran yang tanpa pers, ketika pers umum diboikot maka peranan pers alternatif seperti <em>citizen journalism</em> diharapkan. Diputarkan sebuah video amatir yang menunjukkan kondisi di Iran yang penuh dengan kekerasan, di sana ditampilkan pengeroyokan terhadap seorang warga, Maran juga menyinggung kasus Manohara dalam wujud hasil liputan di televisi. Dari 2 contoh tersebut Maran memberikan penekanan bahwa dengan alat sederhana seperti kamera dapat merekam banyak cerita yang terjadi di sekitar kita dan memberikan pengaruh kepada audiens. Selain itu, kelebihan dari <em>citizen journalism </em>dibanding pers umum adalah berkuasanya diri kita sendiri atas produksi video sehingga tidak membutuhkan kru. Kita adalah produser, sutradara, penulis skrip dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum memulai produksi, Maran memberikan materi dasar tentang teknik pengambilan gambar. Poin-poin penting tentang teknik pengambilan gambar adalah :</p>
<p style="text-align: justify;">-    Ketika hendak merekam sebuah peristiwa, tidak perlu merekam semua kejadian, ambil yang penting-penting saja untuk menciptakan cerita yang menarik.</p>
<p style="text-align: justify;">-     Kecuali memakai tripod, kita sebaiknya jangan merekam gambar dengan menggerakkan kamera ke kanan dan ke kiri (pans) dengan tujuan mengambil semua adegan. Akan lebih baik kalau kita merekam adegan per adegan agar gambar yang diproduksi tidak goyang.</p>
<p style="text-align: justify;">-   Begitu pula ketika mengambil gambar secara zoom, jangan menekan tombol zoom dalam posisi kamera sedang merekam, matikan dulu tombol rekam zoom lalu direkam kembali (kecuali memakai tripod).</p>
<p style="text-align: justify;">-     Ketika merekam wawancara dengan narasumber letakkan kamera tepat di depan kita sehingga si narasumber akan melihat ke arah kamera, lalu usahakan mengambil secara <em>close-up</em> dari bagian kepala sampai setengah badan, hal ini membantu audiens melihat si narasumber dengan lebih jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">-      Apa yang kita rekam harus memiliki makna dan berhubungan dengan tujuan video kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-732" title="Vlogging with Maran" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/4902_196623095153_673995153_7622809_245635_n.jpg" alt="Vlogging with Maran" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah materi dasar tersebut, kami diberi waktu selama 10 menit untuk memikirkan ide cerita apa yang akan diproduksi dalam bentuk video, yang akan diunggah ke <a href="youtube.com">youtube</a>. Sebenarnya sih idenya boleh tentang apa saja tapi para peserta menyepakati akan membahas tentang Hotel Sofyan namun dari berbagai aspek, namun ketika sesi presentasi ada yang merubah idenya seperti Mas Pry yang merubah ide ceritanya tentang <a href="http://prys.ilovebogor.com/2009/07/dongeng-itu-berjudul-manohara/">pendapat masyarakat mengenai kasus Manohara.</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://prys.ilovebogor.com/2009/07/dongeng-itu-berjudul-manohara/"></a>Setelah itu selama kurang lebih 2 jam, dari jam 16:00-18:00 kami diberikan waktu untuk merekam gambar yang akan dihasilkan dalam video liputan. Sesi ini dikerjakan secara berkelompok, 1 kelompok terdiri dari 2 orang sehingga ada 5 kelompok.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pengambilan gambar, kami diberi kesempatan untuk makan malam sebelum kemudian melanjutkan proses editing dan meng-compile gambar yang sudah kami rekam. Masing-masing dari kami diberikan software untuk editing yaitu Adobe Premiere Elements 7.0 dan Adobe Director 11 serta software untuk mengkonversi videonya yaitu Handbrake. Setelah makan malam sekitar pukul 19:00 mulailah kami melakukan proses editing pada video masing-masing. Maran menginstruksikan bahwa video kami harus memiliki title, establishment shot, 2-4 interview, nama narasumber/posisi/lokasi dan nama kelompok pembuatnya. Pelatihan hari pertama ini berakhir kurang lebih pukul 21:30 dan akan dilanjutkan dengan pemutaran video serta pengunggahan ke youtube di hari ke-2.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hari 2</strong> :</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini kami memulai pelatihan dengan sarapan terlebih dahulu pada pukul 08:00, sekitar pukul 9 kurang kami kembali masuk ke ruang pelatihan dan melanjutkan editing video (bagi yang belum selesai). Sekitar pukul 10:15 diputarlah video masing-masing kelompok, dan yang diberi kesempatan pertama adalah kelompok saya dan Pak Abid, kemudian kelompok Mas Pry dan Mbak Agnes (sayangnya mbak Agnes ini tidak hadir di hari ke-2, entah kenapa), berikutnya kelompok Mbak Memed dan Mbak Dita, lalu kelompok Mbak Vera dan Mbak Lita. Di hari ke-2 ini memang tidak dihadiri oleh peserta secara lengkap, selain Mbak Agnes yang tidak hadir, Bu Luluk juga baru hadir sore hari. Di hari pertama sendiri juga ada peserta yang datang terlambat, yaitu <a href="http://wijayalabs.multiply.com/">Pak Wijaya Kusuma</a> yang baru hadir sore hari. Nah setelah pemutaran video masing-masing kelompok yang masing-masing direview oleh Maran, barulah kami diminta untuk mengunggahnya ke youtube dan sesi Video Blogging pun berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 11 lebih masuklah kami pada sesi materi ke-2 yang diberikan oleh Mas Rudy Gunawan dari VHR Media, materi ini berjudul “Menulis Kreatif Dalam Perspektif HAM” Mas Rudy menekankan tentang betapa mudahnya menulis bahkan dibanding pembuatan video seperti yang diungkapkan Maran di hari pertama. Betapa mudahnya menulis karena kita cukup menggunakan alat tulis dan kertas, tidak harus mesin tik, komputer  atau laptop. Tulisan juga bersifat abadi, tidak seperti video yang mungkin hanya sekali lihat kemudian lupa. Sesi materi ini dimulai dengan berbagi cerita tentang proses kreatif menulis masing-masing peserta. Kebanyakan peserta mengungkapkan bahwa proses kreatif menulis dalam blog masing-masing berawal dari curhat dan pendapat pribadi blogger tentang beragam peristiwa, yang kemudian berkembang tak hanya sekedar curhat tapi opini blogger tentang beragam hal. Satu contoh yang menarik adalah pengalaman yang diungkapkan Mbak Wiwik, blognya yang berjudul <a href="wiwikwae.com">Gudangku</a> awalnya hanya berisi curhatan dari kawan-kawannya, namun karena ditulis dan dikemas dengan menarik, akhirnya blognya pun ramai dikunjungi, begitu pula pengalaman yang diungkapkan oleh Pak Wijaya Kusuma, awalnya beliau sering mengirimkan tulisan-tulisannya ke <a href="kompas.com">Harian Kompas</a>, namun tidak pernah dimuat. Akhirnya Pak Wijaya memuatnya di blog dan justru tulisan-tulisannya banyak disukai, diundang menjadi pembicara sehingga mendapat penghasilan pula dari ngeblog.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-735" title="Sesi Menulis Kreatif dalam Perspektif HAM" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/4902_196626315153_673995153_7622828_5660377_n.jpg" alt="Sesi Menulis Kreatif dalam Perspektif HAM" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align: justify;">Mas Megi Margiono dari redaksi VHR Media yang mendampingi Mas Rudy mengungkapkan bahwa kekuatan para blogger adalah tulisannya yang mencakup hal-hal yang tidak dimuat oleh media-media umum dan tulisan mereka yang tidak dikemas dengan gaya ilmiah. Beberapa poin penting dalam sesi menulis kreatif ini antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;">-     Menulis harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, karena penulis adalah profesi yang melekat apapun profesi utamanya</p>
<p style="text-align: justify;">-     5W+1H (What, Who, Why, Where, When dan How) harus diterapkan dalam tulisan, tidak hanya jurnalis tapi semua penulis.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">-     Kalau mencintai dunia menulis karena mencintai dunia penciptaan, menulislah dalam keadaan apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">-     Kerangka tulisan/outline (membantu cari data, berguna untuk artikel, feature, reportase investigasi bahkan novel, agar fokus dan mendalam).</p>
<p style="text-align: justify;">-     Menulis tanpa pretensi-tanpa beban, baik buruk tidak masalah, menulislah apa adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">-     Tidak ada bedanya, menulis dengan bercakap-cakap.</p>
<p style="text-align: justify;">-     Penulis harus suka membaca,</p>
<p style="text-align: justify;">-     Disiplin dalam menulis, alokasikan 2 jam sehari buat menulis tidak peduli berapa halaman yang jadi.</p>
<p style="text-align: justify;">-     Kreativitas dan intensitas.</p>
<p style="text-align: justify;">-     Menulis dengan jujur.</p>
<p style="text-align: justify;">-     Prinsip kelogisan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesi ini sempat dipotong dengan istirahat makan siang, setelah makan siang sekitar pukul 13:45 kami diberi tugas membuat sebuah tulisan (bentuknya bebas) tentang cerita dalam video yang sudah dibuat dalam sesi 1.  Sayangnya waktunya tidak cukup untuk membahas tugas peserta ini, sehingga tulisan sudah dibuat dikirim ke email Mas Rudy dan akan dibalas beserta pembahasan masing-masing tulisan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 14 lebih dimulai sesi 3 yang berjudul “Online Marketing”. Pada awalnya saya berpikir, sesi ini akan membahas seputar dunia bisnis online, ya bisnis yang menjual produk atau jasa. Ternyata eh ternyata saya salah mengira, yang dimaksud “Online Marketing” dalam sesi ini adalah bagaimana seorang blogger itu berjualan artikel-artikel dalam blognya, maka Sean Ang sang pemateri memulai sesi ini dengan penekanan bahwa yang terpenting dalam blog adalah konten, konten yang dekat dgn pembaca. Kita harus mempromosikan blog kita terkait kontennya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan dalam online marketing ini ada beberapa hal yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">-          Meningkatkan jumlah pengunjung  yang unik (New Visitors).</p>
<p style="text-align: justify;">-          Memastikan pengunjung kembali berkunjung ke blog anda (Visitor Loyalty).</p>
<p style="text-align: justify;">-          Memastikan pengunjung lama berkunjung di blog anda (Bounce Rate, Average Time on Site).</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-736" title="Sesi Online Marketing dan Twittering On Citizen Journalism" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/4902_196629005153_673995153_7622949_2537531_n.jpg" alt="Sesi Online Marketing dan Twittering On Citizen Journalism" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur hal-hal di atas adalah menggunakan <a href="www.google.com/analytics/">google analytic</a>, yang kemudian kami diajarkan cara mendaftar dan menggunakannya sayang koneksi di Hotel Sofyan saat itu sempat terputus, sehingga Sean melanjutkan ke pembahasan yang lain, yaitu 2 pendekatan yang dapat digunakan dalam online marketing ini, pendekatan pertama adalah menarik pengunjung ke blog antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;">-          Menyumbangkan artikel di website popular dan mentautkan ke blog.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Menjadi komentator di 5 blog terpopuler.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Menciptakan forum dengan topik-topik menarik di 5 forum online terpopuler.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Mencapai 50 blog yang membuat link ke blog kita.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Mendaftarkan blog kita di 5 blog agregator.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Menjadi yang pertama membuat postingan tentang isu terhangat setiap harinya</p>
<p style="text-align: justify;">Tentang poin terakhir ini Sean memberikan sebuah tips menarik, tapi mungkin tepat digunakan oleh blogger yang memiliki koneksi internet sendiri di rumahnya. Setiap harinya sempatkan browsing di internet dini hari untuk mencari tahu isu apa yang menarik dan hangat hari itu lalu buatlah artikel tentang isu tersebut, maka hari itu blog anda bisa menjadi ramai hehe. Pendekatan kedua dalam online marketing ini adalah membangun komunitas yang bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut :</p>
<p style="text-align: justify;">-          Mengundang 5 orang untuk menjadi komentator tetap di blog anda.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Bertukar komentar dengan 30 blogger.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Mengadakan pertemuan informal (kopi darat) seminggu sekali.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Membuat petisi, mengkoleksi email dan membangun milis.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">-          Memanfaatkan blog anda sebagai bulletin komunitas.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Twittering On Citizen Journalism (Pukul 20:00)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Secara pribadi, ini adalah sesi yang paling saya tunggu selain sesi “Menulis Kreatif dalam Perspektif HAM”. Karena menurut saya penggunaan <a href="twitter.com">Twitter</a> yang merupakan micro-blogging sebagai bagian dari citizen journalism sangatlah menarik, bagaimana fasilitas 140 karakter dapat digunakan sebagai alat kampanye, promosi dan pelaksanaan misi dibahas dalam sesi ini. Twitter seperti yang pernah dibahas Mas Edo <a href="http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/">di sini</a>, sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar fasilitas bersosialisasi di dunia maya. Beberapa contoh akun twitter yang dimanfaatkan untuk alat kampanye misi tertentu antara lain MrLinna yang mengkampanyekan persamaan gender dan thyrathanak yang mengkampanyekan kebebasan pers.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang dapat kita suarakan lewat Twitter terkait misi yang kita bawa masing-masing antara lain isu terbaru, mengulas item terbaru, merekomendasikan ide-ide dan kritik terhadap pemerintah. Kita harus bedakan muatan Twitter yang untuk pribadi dan untuk informasi. Setelah penjelasan tersebut, masing-masing peserta diminta untuk mengangkat isu-isu tertentu sebagai misi dalam akun Twitternya, misi-misi peserta adalah :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">-          Mbak Memet = Life meaning searcher</p>
<p style="text-align: justify;">-          Mbak Vera = Simple things to enlighten Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">-          Mbak Lita = All about books</p>
<p style="text-align: justify;">-          Bu Luluk = Peace cinta damai</p>
<p style="text-align: justify;">-          Pak Abid = Bersama rakyat berantas korupsi</p>
<p style="text-align: justify;">-          Mbak Wiwik = Lets talk about love</p>
<p style="text-align: justify;">-          Saya = Promote how useful blogging is</p>
<p style="text-align: justify;">-          Pak Wijaya = education for all</p>
<p style="text-align: justify;">-          Mas Pry = Writing on water</p>
<p style="text-align: justify;">-          Mbak Dita = Tweets about blog and online activites</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Untuk mengoptimalkan Twitter sebagai citizen journalism, kami diajarkan cara menggunakan beberapa software seperti Tweetdeck, Twitpic dan Twitvideo. Di akhir sesi kami diberi “Pekerjaan Rumah” yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">-          Mengupdate Twitter 2 kali seminggu terkait misi yang dibawa.</p>
<p style="text-align: justify;">-          Membangun komunitas lewat Twitter.</p>
<p style="text-align: justify;">-          Melatih kawan dan mengumpulkan pengikut di Twitter sekali sebulan</p>
<p style="text-align: justify;">-      Melatih politikus untuk menggunakan Twitter dan meminta mereka agar pendukungnya juga ikut serta (yang ini menurut Sean akan dilaksanakan olehnya di Malaysia, tapi menurut saya bukan tidak mungkin suatu saat di Indonesia kita bisa melakukannya).</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 21:30 pelatihan Workshop berakhir, melelahkan namun menyenangkan. Kami diminta untuk berbagi kesan masing-masing, saya pribadi mendapatkan ilmu tentang blog sebagai media citizen journalism lewat Vlogging, Writing On Blog dan Microblogging tersebut, sehingga semestinya tak ada alasan lagi untuk kita tidak memulai ngeblog. Sean juga mengungkapkan bahwa negara kita ini bisa menjadi contoh yang baik untuk perkembangan demokrasi di Malaysia, karena dibandingkan dengan Malaysia masih ada batasan-batasan bagi blogger untuk menulis seperti menulis tentang korupsi dan kerajaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia demokrasinya terus berjalan dan berkembang, kita para blogger bisa menjadi pengawal demokrasi tersebut, jadi tunggu apa lagi? Ayo Ngeblog! Semoga Bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-737" title="Setelah Workshop" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/5118_114413603222_743263222_2755838_1567505_n.jpg" alt="Setelah Workshop" width="604" height="402" />Atas (Ki-Ka) : Mbak Dhiah (VHR), Bu Luluk (JATAM), Pak Wijaya (wijayalabs.wordpress.com), Mas Rudy Gunawan (VHR), Mbak Dita (nonadita.com), Mbak Yanti (VHR), Mbak Wiwik (wiwikwae.com/21cineplex.com), Mbak Lita (VHR), Mbak Vera (nverad.multiply.com), Mbak Memed (restlessangel.wordpress.com)</p>
<p style="text-align: justify;">Bawah (Ki-Ka) : Mas Pry (prys.ilovebogor.com), Sean Ang (SEACEM), Mas Kaka (VHR), Mas Jati (VHR), Pak Abid (ICW), Saya Sendiri (Eka Nugraha;ekajazzlover.wordpress.com)</p>
<p style="text-align: justify;">Yang Motret : Mas Agung (ELSAM)</p>
<p style="text-align: justify;">Maran Pemateri Video Blogging pada saat sesi foto-foto ini tidak hadir karena sedang berada di lokasi syuting sinetron Manohara untuk melakukan wawancara <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=730&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/vBN0dNw7sWM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/07/09/citizen-journalism-ala-workshop-blogger-vhr-media-dan-seacem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/07/09/citizen-journalism-ala-workshop-blogger-vhr-media-dan-seacem/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bercuit-cuit dengan Twitter</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/O1v6DTyX4do/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 02:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[micro blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tweetdeck]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/</guid>
		<description><![CDATA[ Sudahkah teman-teman menggunakan Twitter sebagai Blog?
Saya sebetulnya sudah lama punya account Twitter. Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk memahami kegunaan Twitter ini. Awalnya, saya mendaftarkan account di Twitter, mencoba mempost beberapa tweets (posting di twitter, atau cicit-cicit para Twitters) dan menunggu apa yang terjadi. Tidak ada apa-apa. 
Is this what Twitter all about? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://twitter.com/edo_online" target="_blank"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="cute_twitter" border="0" alt="cute_twitter" align="left" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/cute_twitter.jpg" width="240" height="231" /></a> Sudahkah teman-teman menggunakan Twitter sebagai Blog?</h3>
<p>Saya sebetulnya sudah lama punya account <a href="http://twitter.com/" target="_blank">Twitter</a>. Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk memahami kegunaan Twitter ini. Awalnya, saya mendaftarkan account di Twitter, mencoba mempost beberapa <em>tweets</em> (posting di twitter, atau cicit-cicit para Twitters) dan menunggu apa yang terjadi. Tidak ada apa-apa. </p>
<p><em>Is this what Twitter all about? Not fun…</em></p>
<p>Saya juga mencoba mengikuti beberapa account blogger kondang di Indonesia, kadang mencoba me-reply tweets mereka tanpa ada balasan apapun. Sepertinya para blogger Indonesia punya account Twitter hanya sekedar punya, membuang link ke blog mereka dan berharap mampu menarik pengunjung. Kadang update di Twitter menggunakan plugin yang otomatis posting ke Twitter kalau blognya di update. Yang muncul: <em><strong>new blog post: judul posting dan link</strong></em>. Atau layanan update status secara bersamaan seperti <a href="http://tentangit.com/2009/05/hellotxt-bagi-maniak-pengupdate-status/" target="_blank">hellotxt</a>. </p>
<p><em>Not fun… </em></p>
<p>Justru mereka yang memanfaatkan Twitter sebagai social network lebih fun untuk diajak ber-cit..cit..cuit. Bahkan para selebritis lebih rajin membalas tweets pengikutnya. Blogger biasanya justru pemalas <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun akhirnya saat <a href="http://edo-online" target="_blank">saya</a> mencoba membuat <a href="http://twitter.com/cad_notes" target="_blank">account baru</a> untuk <a href="http://www.cad-notes.com/" target="_blank">blog bahasa Inggris</a> saya, baru saya menemukan bahwa Twitter is actually fun!</p>
<p> <span id="more-729"></span>
<p>Kalau ingin mengetahui Twitter , saya <a href="http://tentangit.com/2009/06/twitter-streaming-informasi-secara-live/" target="_blank">mengulasnya</a> secara ringkas <a href="http://tentangit.com" target="_blank">di blog saya</a>. Atau bisa lihat <a href="http://www.slideshare.net/abelsp/twitter-who-cares-what-your-doing-right-now-anyway" target="_blank">slide presentasi ini</a> untuk lebih detail. Ilman juga pernah <a href="http://www.ayongeblog.com/2008/10/04/micro-blogging-atau-blogging/" target="_blank">memberikan pandangan</a> mengenai micro-blogging. Tapi kali ini saya gak ingin menulis secara teknis. Tapi manfaatnya.</p>
<h3>Twitter untuk Menambah Value seorang Blogger</h3>
<p>Twitter is a totally different animal. Kita harus menghargai Twitter sebagai bagian terpisah dari blog kita. Sejalan dengan <a href="http://www.ayongeblog.com/2009/06/19/enam-aturan-ngeblog/" target="_blank">6 tips aturan ngeblog</a> dari rekan Eka: penyediaan nilai dan ambil bagian dalam percakapan. Boleh saja tentu, menggunakan Twitter untuk menambah value dari blog kita. Kadang orang malas mengikuti excerpt atau ringkasan dari blog kita yang kadang cukup panjang dan berbelit. Tulis intisarinya di Twitter dan link ke blog kita. Tapi jangan sekedar pelengkap penderita dari blog kita. </p>
<p><a href="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/twitter_topic_search.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="twitter_topic_search" border="0" alt="twitter_topic_search" align="left" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/twitter_topic_search_thumb.jpg" width="189" height="345" /></a> Twitter digadang-gadangkan sebagai ‘pembunuh’ RSS. Banyak orang sekarang lebih suka mengikuti topik di Twitter ketimbang mengikuti feeds dari satu-dua blog. Oh ya, di Twitter kita bisa mengikuti topik, bukan orang saja. Jika kita mengikuti update teman-teman, mengikuti updatenya akan menyenangkan. Tapi jika kita ingin update dari topik tertentu, bisa-bisa kita harus mengikuti puluhan atau ratusan orang sekaligus. Itupun mereka tidak selalu mengupdate soal topik yang kita harapkan. Jika anda tertarik mengikuti topik, menggunakan aplikasi desktop seperti <a href="http://tentangit.com/2009/04/tweetdeck-aplikasi-wajib-para-twitters/" target="_blank">Tweetdeck</a> akan sangat membantu.</p>
<p>Bahkan Google, mulai merasa terancam dengan adanya Twitter ini. Semua informasi di Twitter diupdate secara live. Pada saat berita meninggalnya Michael Jackson, jutaan orang membanjiri Google Search untuk mencari info itu. Tapi mereka harus kecewa karena hasil search baru muncul di Google beberapa jam (kadang beberapa hari) setelah satu halaman dipublish di internet. </p>
<p>Tapi jangan lupa, ambil bagian dari percakapan. Jangan kecewakan orang yang mengajak kita berdiskusi. Karena setelah itu mereka bisa berhenti mengikuti update kita. Meski mereka bisa mengikuti topik, mengikuti kita bisa lebih menyenangkan jika kita memberikan tanggapan secara personal.</p>
<h3>Twitter sebagai Sumber Inspirasi</h3>
<p>Bukan sekali-dua blogger kehabisan inspirasi. Di <a href="http://www.ayongeblog.com/" target="_blank">Ayo Ngeblog</a> saja sering dibahas <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Banyak cara untuk memperoleh inspirasi, diantaranya berdikusi dengan orang yang punya rasa tertarik yang sama. Atau mengikuti apa saja yang sedang hot dibicarakan. Di Twitter, kita bisa memperolehnya! Ingin tahu apa pendapat orang tentang Windows 7? Atau apa yang dibicarakan mengenai hal-hal yang terkait dengan blog anda? Kita mungkin sekali akan menemukan informasi yang lebih fresh daripada apa yang sedang beredar di Google Search, situs berita, atau RSS yang kita ikuti.</p>
<p>Sudahkah teman-teman menggunakan Twitter sebagai Blog?</p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=729&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/O1v6DTyX4do" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Enam Aturan Ngeblog</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/HynD04wyIxg/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/06/19/enam-aturan-ngeblog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 12:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eka nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[aturan ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[daily blog tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu ketika sedang asyik menjelajah di internet saya menemukan sebuah artikel menarik di daily blog tips hasil dari blogwalking saya. Artikel tersebut berjudul Six Rules of Blogging (That Also Apply to Twitter) oleh Glen Allsopp, isinya kurang lebih berupa aturan-aturan dalam dunia ngeblog yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua. Nah, berhubung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu ketika sedang asyik menjelajah di internet saya menemukan sebuah artikel menarik di <a href="http://www.dailyblogtips.com/">daily blog tips</a> hasil dari blogwalking saya. Artikel tersebut berjudul <a href="http://www.dailyblogtips.com/six-rules-of-blogging-that-also-apply-to-twitter/">Six Rules of Blogging (That Also Apply to Twitter)</a> oleh Glen Allsopp, isinya kurang lebih berupa aturan-aturan dalam dunia ngeblog yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua. Nah, berhubung artikelnya dalam bahasa inggris, supaya sama-sama enak saya mencoba menerjemahkannya. Tapi berhubung kemampuan bahasa inggris saya pas-pasan maaf kalau misalnya ada yang salah atau kurang tepat. Terjemahan artikel tersebut juga saya buat poin-poin pentingnya saja, artinya tidak saya terjemahkan semua dan saya ambil intisarinya saja, kalau artikel lengkapnya silahkan baca <a href="http://www.dailyblogtips.com/six-rules-of-blogging-that-also-apply-to-twitter/">di sini</a> (saya mulai dari paragraf 4, karena paragraf 1,2 dan 3 hanya pengantar) mudah-mudahan bisa membantu. Berikut terjemahan bebasnya :<span id="more-712"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong><strong>1. Pen</strong><strong>yediaan 	Nilai</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Coba saya tanya kepada anda, kenapa anda membaca daily blog tips, saya dapat berasumsi anda adalah seorang blogger. Tapi apa yang membedakan anda dengan ribuan blogger di luar sana? Jawabannya pasti berbeda-beda, faktor yang mendasar adalah situs tersebut memberikan nilai pada anda dalam satu dan beragam cara dan anda tidak mau melewatkannya. Itu adalah alasan utama seseorang berlangganan sebuah blog.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka mendapatkan nilai, bila nilai itu dalam bentuk humor atau dalam bentuk membuat uang, itulah yang orang inginkan. Malahan memulai blogging untuk membayangkan bagaimana anda mendapatkan keuntungan (bertukar pikiran, pendapatan, dll) simak bagaimana anda menguntungkan pembaca anda. Bagaimana anda membuat seseorang tertawa, bagaimana anda membuat seseorang pendapatannya bertambah, atau dalam situs ini : bagaimana anda dapat membuat seseorang menjadi blogger yang lebih baik?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika anda konsisten memberikan nilai kepada pembaca anda, anda akan memberikan mereka alasan penting untuk tetap berkunjung.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Jangan 	Membanjiri Pembaca dengan Posting</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengelola beberapa blog, satu fokus pada internet marketing, satu fokus pada pengembangan diri dan saya pernah mengelola sebuah blog selebriti (yang kemudian saya jual cepat). Apa yang saya pelajari dari sini adalah bahwa tipe-tipe blog tertentu memiliki level frekuensi posting berbeda. Jika saya menulis seminggu sekali di blog gosip selebriti, maka pembaca akan kehilangan semua beritanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimanapun, jika saya mengelola sebuah situs tentang pengembangan diri dan menulis 3000 kata posting setiap hari, akan membuat orang terlalu banyak mencerna, dan saya akan mengakhirinya seperti yang saya katakan sebelumnya. Kecuali anda mengelola sebuah blog berita yang harus diperbarui beberapa kali sehari, mencoba menemukan jadwal posting yang menyenangkan untuk anda lakukan. Saya cenderung melakukan posting 3-4 kali seminggu pada situs utama saya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Ambil 	Bagian dalam Percakapan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Poin ini relatif jelas jadi saya akan langsung ke intinya. Blogging tidak hanya tentang anda, dan sebenarnya juga bukan tentang pembaca anda. Ini juga menyangkut percakapan yang berlangsung antara blog anda dan lainnya dalam industri yang sama. Baca blog lainnya dan tinggalkan komentar untuk membuat mereka mengetahui apa yang anda pikirkan tentang blog mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Membuat link ke yang lainnya dan anda akan mulai menemukan orang-orang membuat link ke blog anda. Anda bahkan bisa berhubungan lebih jauh dengan pemilik blog lainnya di Facebook, Twitter dan LinkedIn dan tetaplah berhubungan seperti itu. Jangan berpikir industri anda terbatas pada apa yang ada dalam blog anda. Ada dunia yang luas di luar sana.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Buat 	Blog Anda Unik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak cara untuk membuat blog anda eksis :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memiliki 	desain unik</li>
<li>Menulis 	panjang, postingan detail dalam niche (bidang) yang penulis itu bisa 	informatif (atau sebaliknya)</li>
<li>Menerapkan 	sebuah ide yang tidak digunakan orang lain seperti bloggers face-off 	dan daftar top blog</li>
<li>Membawa 	figur otoritas untuk wawancara</li>
<li>Menawarkan 	isi dalam format berbeda seperti suara atau video</li>
<li>Memberikan 	e-book gratis untuk topik yang lebih mendalam seperti yang saya 	lakukan dalam bagaimana cara mencari teman (keterangan: ini link ke 	e-book penulisnya)</li>
<li>Meskipun 	blog baru dibuat setiap harinya, tidak berarti anda tidak bisa eksis 	dari keramaian tersebut. Pastikan anda secara konsisten menawarkan 	nilai murni yang menjual dan anda tidak akan melangkah salah.</li>
</ul>
<p><strong>5.  Membuat Pembaca Mudah Berhubungan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pikirkan dengan cepat beberapa blog favorit yang anda baca baru-baru ini. DailyBlogTips? TechCruch? ProBlogger? Beberapa hal yang saya temukan dari kebanyakan orang dan blog favorit mereka adalah bahwa mereka kenal dengan pemilik blog, dan merasakan bahwa mereka mengenalnya dengan baik. Contohnya saya baru tahu bahwa pemilik situs ini adalah Daniel dan dia tinggal di Brasil. Saya baru tahu bahwa pemilik ProBlogger adalah Darren Rowse dan dia tinggal di Australia dengan istrinya, V.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah anda sudah membuat pembaca anda mengetahui anda dan mudah berhubungan? Beberapa langkah mudah untuk hal ini adalah termasuk memiliki informasi tentang halaman, menggunakan nama anda pada posting-posting dan komentar blog dan bahkan berbagi cerita pribadi pada saat tertentu pada posting blog anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. </strong><strong>Membuat </strong><strong>Pembaca 	Mudah Untuk Membaca</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang lebih buruk dalam pandangan saya bahwa isi blog hanya sebuah gumpalan teks besar tanpa garis pemisah. Bahkan sebuah posting seperti ini biasanya berkisar lebih dari 1000 kata yang mudah dilihat berdasarkan daftar dan judul yang dicetak tebal.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tips untuk membuat isi blog mudah dibaca meliputi :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Cek 	ejaan pada posting anda sebelum anda mempublikasikannya</li>
<li>Gunakan 	poin-poin ketika dibutuhkan</li>
<li>Gunakan 	sub judul untuk posting yang panjang, posting yang lebih dalam</li>
<li>Jika 	anda membuat daftar posting, pisahkan tiap poin dengan cetak tebal 	agar mudah dilihat</li>
<li>Pisahkan 	paragraf setiap 3 atau 4 kalimat</li>
<li>Bacalah 	postingan anda sendiri untuk melihat apakah postingannya sudah 	benar.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Itu adalah artikel terjemahan bebasnya, menurut artikel aslinya ada juga aturan untuk pengguna twitter tapi di sini saya terjemahkan yang untuk blog secara umum saja. Sekali lagi maaf nih berantakan terjemahannya. Semoga bermanfaat.</p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=712&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/HynD04wyIxg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/06/19/enam-aturan-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/06/19/enam-aturan-ngeblog/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Blog Indonesia: Sedang Sekarat, Sudah Mati, Berevolusi, atau Seperti Ini Saja?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/n_F6nGmcbFw/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/06/18/blog-indonesia-sedang-sekarat-sudah-mati-berevolusi-atau-seperti-ini-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 00:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLm@N</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[microblog]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=708</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebuah diskusi yang tampaknya tidak akan berhenti terjadi. Akhir2 ini makin ada saja blogger yang menyinggung tentang hal ini. Pernah ada Postingan Kematian, juga yang baru-baru ini ada, yaitu Senja Kala Blogging di Indonesia? dan ini Not Again: Is Blog Really Dying?
Sedikit menyarikan tulisan-tulisan tersebut:

Senja Kala Blogging di Indonesia?
Blogger Indonesia mulai kehilangan tenaga untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini sebuah diskusi yang tampaknya tidak akan berhenti terjadi. Akhir2 ini makin ada saja blogger yang menyinggung tentang hal ini. Pernah ada <a href="http://www.rampok.org/blog/archives/postingan-kematian">Postingan Kematian</a>, juga yang baru-baru ini ada, yaitu <a href="http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/senja-kala-blogging-di-indonesia/">Senja Kala Blogging di Indonesia?</a> dan ini <a href="http://www.navinot.com/2009/06/17/not-again-is-blog-really-dying/">Not Again: Is Blog Really Dying?</a></p>
<p>Sedikit menyarikan tulisan-tulisan tersebut:<br />
<strong><a href="http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/senja-kala-blogging-di-indonesia/"></a></strong></p>
<blockquote><p><strong><a href="http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/senja-kala-blogging-di-indonesia/">Senja Kala Blogging di Indonesia?</a></strong><br />
Blogger Indonesia mulai kehilangan tenaga untuk memperbaharui blognya, karena asiknya ber-Facebook-ria, simpelnya microblogging (Twitter dan Plurk) yang tulisannya cukup &lt;140 karakter, dan semakin banyaknya pengguna Internet lewat HP/BB. Kombinasi ketiga hal ini menyebabkan pengguna Internet Indonesia semakin jarang menyisihkan waktu lama untuk menulis panjang lebar di blognya.</p>
<p><strong><a href="http://www.navinot.com/2009/06/17/not-again-is-blog-really-dying/">Not Again: Is Blog Really Dying?</a></strong><br />
Agak kurang setuju tulisan Senja Kala Blogging di Indonesia, karena microblogging bukan lawan dari blogging, namun memang banyak hal non-blogging yang bisa dilakukan lewat microblogging sekaligus: upload foto, update status, dsb.</p></blockquote>
<p>Apa yang mereka sampaikan sebetulnya sudah saya pikirkan sejak akhir 2008, setelah membaca tulisan ini: <a href="http://www.wired.com/entertainment/theweb/magazine/16-11/st_essay">Twitter, Flickr, Facebook Make Blogs Look So 2004</a>, cukup persis dengan apa yang telah disampaikan mas Tuhu di <a href="http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/senja-kala-blogging-di-indonesia/">Senja Kala Blogging di Indonesia?</a>.<span id="more-708"></span></p>
<p>Setelah membaca tulisan itu beberapa saat setelah keluar, pada Oktober 2008, sebetulnya saya antara percaya nggak percaya dengan apa yang dia tuliskan. Tidak percaya, karena kita semua rasanya yakin bahwa tahun 2007-2008 adalah tahun kebangkitan (bisa tidak ya dibilang puncak?) blogosphere Indonesia. Pada tahun-tahun itu kita memiliki euforia &#8220;ini loh gw, lewat blog gw&#8221;. Blogosphere Indonesia juga mulai dikenal identitasnya, terutama saat <a href="http://pestablogger.com/?p=132">Pesta Blogger 2007</a> yang bertema &#8220;Suara Baru Indonesia&#8221; terlaksana dengan sukses.</p>
<p>Pada masa itu, blogosphere Indonesia bersatu &#8216;melawan&#8217; semua yang menyerang blogosphere Indonesia, seperti Roy Suryo, dengan jargonnya <a href="http://www.detikinet.com/read/2008/02/26/163732/900330/398/roy-suryo-mulai-nge-blog-blogger-tukang-tipu">&#8220;Blogger tukang tipu!&#8221; dan &#8220;Blog cuma tren sesaat&#8221;</a>. Juga pada saat kasus film Fitna yang menyebabkan Multiply, YouTube, dan beberapa website lain diblok, blogger Indonesia menyuarakan hal ini keras-keras. Berhasil, karena akhirnya kita bisa berdiskusi langsung dengan Bapak Menkominfo yang kemudian mengatakan bahwa <a href="http://www.ayongeblog.com/2008/04/08/menkominfo-blogger-is-part-of-our-family/">Blogger adalah keluarga dari pemerintah</a>. Ya, 2007-2008 adalah masa-masa emas blogosphere Indonesia. Kita kompak dan sangat semangat saat itu.</p>
<p>Namun saya juga terpaksa percaya dengan tulisan itu. Saya mulai merasakan &#8220;semangat dan euforia&#8221; ngeblog yang berkurang pada akhir 2008 sampai sekarang. Walaupun tidak sempat mencatat dan menulis bukti nyatanya, saat itu saya melihat bahwa blogger-blogger senior yang saat saya pertama ngeblog 3 tahun lalu, saya jadikan &#8216;guru&#8217; ngeblog, saat itu sudah semakin jarang mengupdate tulisannya. Blog-blog populer yang masih suka update pun, saya ngeliat rata-rata kok komentar yang masuk lebih sedikit dibandingkan dengan dulu. Atau nggak usah jauh-jauh, saya pun semakin jarang menulis di Ayo ngeBlog dan blog personal saya, juga menjadi lebih jarang blogwalking, dibandingkan tahun 2007-2008 itu.</p>
<p>Ditambah lagi adanya sebuah fakta baru, hasil <a href="http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/">survei online blogger Indonesia</a> yang diselenggarakan oleh IndoPacific Edelman dan komunitas Blogfam pada akhir 2008, yang menyebutkan bahwa rata2 orang Indonesia berhenti aktif ngeBlog setelah dua tahun. Ditambah fakta dari dua tulisan tersebut, hal ini semakin mengokohkan  bahwa aktivitas ngeBlog seperti yang ada pada saat ini akan punah dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.</p>
<p>Agaknya, pendapat yang mengatakan blog sudah akan punah terasa kontradiktif dengan data dari <a href="http://enda.goblogmedia.com/">bang Enda Nasution</a>. Dia menyebutkan bahwa <a href="http://www.selular.co.id/majalah/m-life/1id367.html">jumlah blogger Indonesia selalu meningkat tiap tahun</a>, bahkan diperkirakan tahun ini akan menembus angka satu juta blogger. Atau jangan-jangan ini adalah angka dari blogger yang nantinya akan meninggalkan blognya setelah dua tahun?</p>
<p>Akhirnya, apakah jangan-jangan Roy Suryo benar bahwa blog hanya tren sesaat? Musnah karena <em>social network</em> dan <em>microblogging</em> jauh lebih menarik dari blogging? Atau <a href="http://www.nevillehobson.com/2008/09/28/the-evolution-of-blogging/">berevolusi</a> menuju bentuk yang lebih baru lagi seperti <em>videoblogging,</em> <em>podcast</em>, atau <em>photoblogging</em>? Atau tetap ada dengan kondisi seperti sekarang, berdampingan dengan <em>social network </em>dan <em>microblogging</em>? Atau apa? Tampaknya pertanyaan ini tidak bisa dijawab sekarang, hanya waktu yang bisa menjawabnya..</p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=708&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/n_F6nGmcbFw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/06/18/blog-indonesia-sedang-sekarat-sudah-mati-berevolusi-atau-seperti-ini-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/06/18/blog-indonesia-sedang-sekarat-sudah-mati-berevolusi-atau-seperti-ini-saja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Dengan Tulisan!!!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/S7Ob_FwZUVo/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/06/15/hati-hati-dengan-tulisan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 05:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eka nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[blog media alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan blog]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa harus ngeblog?]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Jangan salah mengira artikel kali ini untuk menakut-nakuti anda yang suka ngeblog, tidak sama sekali kok  . Saya sendiri masih dan akan terus ngeblog masa saya mau nakut-nakutin sesama blogger, tentunya tidak bukan? Kita akan bahas sesuatu yang lain kali ini.
Sampai saat ini saya adalah orang yang percaya dengan kekuatan tulisan, tulisan memang bersifat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Jangan salah mengira artikel kali ini untuk menakut-nakuti anda yang suka ngeblog, tidak sama sekali kok <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span><span lang="EN-US">. Saya sendiri masih dan akan terus ngeblog masa saya mau nakut-nakutin sesama blogger, tentunya tidak bukan? Kita akan bahas sesuatu yang lain kali ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Sampai saat ini saya adalah orang yang percaya dengan kekuatan tulisan, tulisan memang bersifat mati, wujudnya memang hanya huruf yang dirangkai menjadi kata, lalu dirangkai dengan kata lainnya hingga menjadi kalimat dan kalimat itu dilanjutkan dengan kalimat lain hingga menjadi paragraf (Anak SD pasti sudah tahu lewat pelajaran Bahasa Indonesia hehe). Namun di balik semua sifat itu tulisan memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi pembacanya.</span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><span> </span>Pernahkah anda membaca sebuah novel hingga menitikkan air mata atau paling tidak terharu karena membacanya? Atau pernahkah anda tertawa terbahak-bahak ketika membaca sebuah cerita lucu? Kalau sudah pernah itulah kawan kekuatan tulisan. Kalau masih belum percaya coba anda baca buku “Melukis Cinta 2” Karangan Sakti Wibowo, kumpulan kisah nyata tentang cinta yang sukses membuat saya terharu (hehe jadi malu) atau baca buku-buku karya Boim Lebon yang bisa menghilangkan stress karena cerita-ceritanya yang konyol. Kalau masih belum mampu membuat anda tersentuh dengan 2 buku rekomendasi saya di atas, mungkin 2 buku itu belum terlalu dahsyat bagi anda. Kalau masih belum tersentuh juga wah berarti ada yang salah dengan hati anda hehehe…</span></p>
<p><span id="more-702"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><span> </span>Oke, mungkin sedikit contoh lain. Konon, Buku Serial Detektif Sherlock Holmes sempat menimbulkan kontroversi, karena pada satu seri tokoh utamanya oleh sang pengarang Sir Arthur Conan Doyle dimatikan dengan jalan cerita melompat ke air terjun bersama koleganya Profesor Watson. Namun setelah seri itu terbit banyak pembaca yang juga fans berat Sherlock Holmes protes dan meminta Conan Doyle menghidupkan kembali si Detektif! Maka terbitlah seri “Kembalinya Sherlock Holmes”. Andrea Hirata hanyalah seorang karyawan Telkom biasa sampai dia menulis tetralogi “Laskar Pelangi” yang fenomenal itu, banyak orang yang sangat terinspirasi dengan karyanya, Giring Nidji Sahabat Aku… Eh salah Giring vokalis band Nidji juga mengakuinya. Tetralogi Pulau Buru yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sempat menjadi buku terlarang pada orde baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><span> </span>Beberapa contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya karya-karya tulis lain yang berhasil mempengaruhi orang baik positif maupun negatif. Mengapa sebuah tulisan bisa begitu berpengaruh bagi banyak orang? Mari kita lihat beberapa faktor berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">1.Gagasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Dalam sebuah tulisan ada sebuah gagasan atau ide yang disampaikan oleh penulisnya. Setiap penulis pastinya punya maksud tertentu dalam setiap karya tulisnya. Nah, seringkali gagasan ini adalah tentang suatu hal yang baru atau lebih tepatnya informatif, edukatif bahkan mungkin provokatif. Ketika gagasan dalam suatu karya tulis ini bisa diterima oleh pembacanya, tentunya ia akan terpengaruh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">2.Teknologi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Faktor yang kedua ini adalah faktor pendukung sebenarnya, dimana kemajuan teknologi saat ini dapat mempermudah sebuah karya tulis menyebar dalam lingkup yang lebih luas. Kalau dulu sebuah karya tulis hanya didapat dari media berbentuk cetak, kini muncul media elektronik dengan kecepatan sajian dan dampak yang bisa lebih luas karena lewat teknologi sebuah karya tulis dapat menyebar ke segala penjuru dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">3.Gagasan Alternatif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Seorang kawan pernah berkata kurang lebih begini pada saya “masyarakat itu kadang butuh kok pendapat dari orang-orang biasa kayak kita itu seperti apa” maksudnya adalah bahwa kadang masyarakat itu jenuh dengan pendapat para ahli, entah apa alas an pastinya. Bisa jadi karena memang mereka membutuhkan gagasan alternatif, dalam artian tidak terpaku pada satu pendapat orang atau ahli kemudian mendewa-dewakannya. Seperti yang dikatakan Romi Satria Wahono tentang <a href="http://romisatriawahono.net/2008/11/24/10-kiat-personal-branding-lewat-blogging/">budaya patrenialistik</a> di Indonesia yang seolah-olah mengagung-agungkan seorang tokoh. Di sinilah yang sebenarnya kita perlu rubah konstruksi berpikirnya, karena dalam konteks memberikan gagasan kita jangan terbawa arus patrealianistik,  siapapun berhak berpendapat kok. Apalagi seorang blogger yang dekat dengan dunia menulis <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><span> </span>Dari 3 faktor di atas, di sinilah para blogger sebenarnya patut berbangga dan semakin bersemangat ngeblog <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span><span lang="EN-US">, karena 3 faktor di atas itu dekat sekali dengan blogger. Seorang blogger bisa mengungkapkan gagasannya tentang berbagai hal, membangun opini, bertukar pikiran dan memberikan kesadaran baru tentang suatu hal. Blogger juga sangat terdukung dengan kemajuan teknologi <em>lha wong</em> memang blog sendiri adalah teknologi hehe, dan blogger adalah para penggagas alternatif. Di mana seorang blogger bisa saja seorang yang biasa-biasa saja namun karena tulisan-tulisannya yang menarik dia bisa jadi banyak disukai dan blognya ramai dikunjungi orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><span> </span>Jaman sudah berubah kawan, sah-sah saja kita berpikir menjadi penulis media cetak atau buku. Toh 2 media itu kan memang masih laku (saya juga masih suka) tapi jadi seorang blogger lebih sah lagi, karena media alternatif ini bukan sesuatu yang mesti dikesampingkan. Kalau kita ngeblog dengan serius tentunya akan banyak hal postif yang dicapai. Jadi, selamat ngeblog!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>NB : Artikel ini aslinya berjudul &#8220;Hati-Hati Dengan Buku!!!&#8221; yang ada di blog saya, sengaja dirubah isinya untuk ayongeblog.com, artikel aslinya bisa dilihat </strong><a href="http://ekajazzlover.wordpress.com/2009/05/30/hati-hati-dengan-buku/#more-198"><strong>di sini</strong></a><strong> semoga bermanfaat.</strong></p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=702&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/S7Ob_FwZUVo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/06/15/hati-hati-dengan-tulisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/06/15/hati-hati-dengan-tulisan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Blog Itu Seperti Tempat Jual Diri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/kA-QNlMl-Ig/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/06/15/blog-itu-seperti-tempat-jual-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 01:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eka nugraha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[notes facebook]]></category>
		<category><![CDATA[romi satria wahono]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan ketika beberapa tahun yang lalu kita belum mengenal internet, dunia tidak lagi sesempit saat ini. Dimana saat ini kita bisa memanfaatkan berbagai media untuk mencurahkan isi hati, mengungkapkan gagasan dan pemikiran. Mulai dari surat pembaca, opini di media cetak, mading dan yang terbaru dan terus berjalan adalah blog.
Buat saya blog adalah media saya mengungkapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Bayangkan ketika beberapa tahun yang lalu kita belum mengenal internet, dunia tidak lagi sesempit saat ini. Dimana saat ini kita bisa memanfaatkan berbagai media untuk mencurahkan isi hati, mengungkapkan gagasan dan pemikiran. Mulai dari surat pembaca, opini di media cetak, mading dan yang terbaru dan terus berjalan adalah blog.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Buat saya blog adalah media saya mengungkapkan gagasan dan pemikiran, saya tidak menyukai curhat lewat blog dan kalaupun ada tulisan yang bercerita pengalaman pribadi sebisa mungkin saya kemas dengan pengalaman dan pesan yang bermanfaat untuk dibagi, sehingga “curhatan” itu tak jadi seperti <em>diary online</em>.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Ngeblog sebenarnya kegiatan yang bermanfaat kok, tidak selalu buang-buang waktu memandang layar komputer dan menekan jari-jari di tuts <em>keyboard</em> untuk ngeblog. Kalau ada yang bilang ngeblog itu tidak bermanfaat, alangkah sayangnya orang itu tak bisa memahami manfaatnya. Saya berikan sebuah contoh cerita, semoga bisa membantu kita memahami bahwa blog itu bermanfaat, meski cerita ini tidak secara langsung berkaitan dengan blog:</span></p>
<p><span id="more-700"></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Beberapa hari yang lalu adik tingkat saya kuliah, sebut saja A membuat sebuah <em>notes</em> di jejaring sosial facebook dengan tema analisa UU Pornografi yang dikaitkan dengan kebebasan pers. Setelah <em>notes</em> itu dipublish saya adalah salah satu orang yang di-<em>tag</em>. Kalau di blog tag mungkin berfungsi untuk kata kunci bagi <em>search engine</em> melacak tulisan kita tapi di facebook setahu saya fungsinya lebih kepada “memaksa” orang untuk membaca notes kita, saya juga termasuk orang yang menggunakan fasilitas tersebut <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span><span lang="EN-US">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Setelah tahu bahwa saya di-<em>tag</em>, saya klik judul notes si A, melihat deretan kalimatnya yang begitu panjang dan mata saya bergerak langsung ke bawah menuju kolom “<em>write a comment</em>”. Ya, saya tidak membaca <em>notes</em>nya. Ini bukan semata-mata saya tidak suka dengan isi tulisan A. Namun saya mendapati tulisan tersebut berjenis tulisan ilmiah, dilengkapi abstraksi, pembuka isi dan penutup!</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Pertanyaannya, di tengah kecanduan masyarakat berfacebook ria sebagai ajang silaturahmi, memberi <em>comment </em>pada status kawan dan <em>wall-to-wall</em>, bermain aplikasi, <em>chatting</em> dan sebagainya seberapa banyakkah orang yang bersedia meluangkan waktu untuk membaca sebuah tulisan ilmiah seorang mahasiswa di sebuah website jejaring sosial? Mungkin jawabannya hanya sedikit orang saja. Saya pribadi ketika mengetahui jenis tulisannya seperti itu langsung memberikan komentar namun bukan tentang substansi tapi lebih sebagai sebuah ajakan untuk Ayo Ngeblog <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span><span lang="EN-US">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"><em>Notes</em> setahu saya merupakan bagian dari <em>microblogging</em> yang bisa kita manfaatkan di jejaring sosial tersebut. Namanya saja <em>micro</em>, otomatis terbatas lahan dan fasilitasnya, berdampak kecil dan kecil kemungkinan juga dibaca oleh orang banyak.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Bandingkan kalau tulisan ilmiah dari si A tersebut dimasukkan ke dalam blog pribadinya, diikuti dengan tulisan-tulisan yang lain. Bisa diberi <em>tag</em> agar mudah dilacak <em>search engine</em>, kemudian dibaca banyak orang dan bisa jadi ajang diskusi sendiri di dunia maya terkait tema tulisan. Ini jauh lebih bermanfaat bukan?</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Oke kita beralih ke contoh yang lain. Anda tahu <a href="romisatriawahono.net">Romi Satria Wahono</a>? Blogger, Dosen IT, <em>Founder</em> Ilmukomputer.com, CEO Brainmatics dan seabrek kegiatan lainnya. Dalam sebuah seminar yang saya ikuti, Romi yang lulusan Jepang ini mengatakan bahwa banyak pekerjaan yang dilakoninya didapat bukan dari hasil melamar pekerjaan sana-sini, tapi ia ditawari oleh lembaga yang membutuhkan tenaganya. Tawaran itu berdatangan karena ia membangun kompetensi salah satunya lewat tulisan-tulisan di blognya, sehingga orang banyak mengenal dia dengan kompetensi di bidang IT.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Kedua contoh di atas mengarah pada satu kesimpulan, bahwa blog sangat bisa menjadi tempat menjual diri kita. Menjual diri di sini artinya menjual citra, kemampuan, kompetensi yang kita miliki. Kalau kita suka dan bisa menulis sastra kita bangun kompetensi diri di blog dengan karya-karya sastra, kalau kita suka dan bisa menulis tentang masalah-masalah ekonomi ya kita bangun kompetensi diri di blog dengan tulisan dan analisa seputar masalah ekonomi begitu seterusnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Saya sendiri juga sedang membangun kompetensi, meski blog saya hingga saat ini belum terfokus pada satu bidang tertentu, namun saya membangun <a href="ekajazzlover.wordpress.com">blog saya </a>dengan tulisan-tulisan yang bernafaskan 2 hal “<strong>kritis</strong>” dan “<strong>humanis</strong>” sehingga selain diharapkan bisa bermanfaat dan menjadi bahan diskusi juga bisa memberikan kesadaran baru tentang suatu hal yang saya angkat dalam setiap tulisan di blog saya.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Siapapun bisa memanfaatkan blog sebagai media yang sarat manfaat, berguna untuk diri sendiri ataupun masyarakat luas. Jadi Ayo Ngeblog!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=700&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/kA-QNlMl-Ig" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/06/15/blog-itu-seperti-tempat-jual-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/06/15/blog-itu-seperti-tempat-jual-diri/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sambut Kontributor Baru Ayo ngeBlog!: Eka Nugraha Putra</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/tJ5F1wjWLVw/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/06/14/sambut-kontributor-baru-ayo-ngeblog-eka-nugraha-putra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 09:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLm@N</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[kontributor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman, apakabar semuanya? Maaf untuk lama tidak update-nya.. Saya sendiri beberapa minggu terakhir ini fokus menyelesaikan skripsi  , ditambah lagi entah kenapa Ayo ngeBlog! sulit diakses dari hotspot kampus, padahal nggak diblok.. Akhirnya saya sendiri jarang membuka Ayo ngeBlog!
Untuk &#8220;menebus&#8221; itu, saya ingin memperkenalkan kontributor Ayo ngeBlog! yang baru, bernama Eka Nugraha Putra, mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman, apakabar semuanya? Maaf untuk lama tidak <em>update</em>-nya.. Saya sendiri beberapa minggu terakhir ini fokus menyelesaikan skripsi <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , ditambah lagi entah kenapa Ayo ngeBlog! sulit diakses dari hotspot kampus, padahal nggak diblok.. Akhirnya saya sendiri jarang membuka Ayo ngeBlog!</p>
<p>Untuk &#8220;menebus&#8221; itu, saya ingin memperkenalkan kontributor Ayo ngeBlog! yang baru, bernama <a href="http://ekajazzlover.wordpress.com/">Eka Nugraha Putra</a>, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, anggota dari <a href="http://bloggerub.com/">Komunitas Blogger UB</a>.</p>
<p>Jadi, mulai dari sekarang hingga ke depannya, Ayo ngeBlog! akan bergantian diisi tulisan oleh <a href="http://www.ayongeblog.com/tentang-para-penulis/">tujuh orang ini</a>..</p>
<p>Salam sukses selalu, Ayo ngeBlog!</p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=698&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/tJ5F1wjWLVw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/06/14/sambut-kontributor-baru-ayo-ngeblog-eka-nugraha-putra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/06/14/sambut-kontributor-baru-ayo-ngeblog-eka-nugraha-putra/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cara Baru Cari Uang di Internet: Paid Review</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/9ZQAHqdvKIM/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/05/27/cara-baru-cari-uang-di-internet-paid-review/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 05:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikan.pribadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[cara baru]]></category>
		<category><![CDATA[cari uang]]></category>
		<category><![CDATA[paid review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah tanggal 15 Mei 2009, telah terbit buku pertama saya yang berjudul &#8220;Cara Baru Cari Uang di Internet: Paid Review&#8221; diterbitkan oleh Penerbit Info Komputer, seluruh isi buku ini merupakan pengalaman pribadi saya saat menjalani aktifitas ngeblog. Berawal dari rasa ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mengajak dan menyerukan sebanyak mungkin orang untuk nge-Blog sesuai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/05/buku-paidreview-300x240.jpg" alt="buku-paidreview" title="buku-paidreview" width="300" height="240" class="aligncenter size-medium wp-image-692" /></p>
<p>Alhamdulillah tanggal 15 Mei 2009, telah terbit buku pertama saya yang berjudul <strong>&#8220;Cara Baru Cari Uang di Internet: Paid Review&#8221;</strong> diterbitkan oleh Penerbit Info Komputer, seluruh isi buku ini merupakan pengalaman pribadi saya saat menjalani aktifitas ngeblog. Berawal dari rasa ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mengajak dan menyerukan sebanyak mungkin orang untuk nge-Blog sesuai dengan visi dan misi Ayo ngeBlog!, terlahirlah buku ini. Semoga kontribusi kecil saya ini bisa memberikan warna tersendiri dalam dunia perblogan di Indonesia dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Amin <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-691"></span></p>
<p>Ternyata aktifitas menulis itu mengasyikan ya, menulis untuk blog, menulis untuk media masa, apalagi menulis buku, memang tak mudah, terutama masalah membagi waktu bagi yang berkerja dan memiliki keterbatasan waktu untuk menulis. Membuat buku merupakan salah satu obsesi saya, sejak saya senang membeli dan membaca buku. Pada awalnya saya bingung dan banyak bertanya, bagaimana ya caranya bisa membuat buku dan buku yang kita buat bisa diterbitkan, bermodalkan kemauan dan nekat, tanya sana sini, kirim sana sini, akhirnya jalan itu ada setelah sekian lama dicari dan ditelusuri. Semoga rekan-rekan Ayo ngeBlog! lainnya juga bisa membuat buku <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw Ayo ngeBlog! saya bahas juga lho di dalam buku saya, sebagai salah satu situs komunitas blogger yang exist dan hidup <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Daftar Isi:<br />
Kata Pengantar<br />
Bab 1. Blog dan Layanannya<br />
Bab 2. Panduan Mengikuti Layanan Paid Review<br />
Bab 3. Analisa Report SponsoredReviews.com<br />
Bab 4. Pencairan Uang Ke Rekening Bank di Indonesia<br />
Bab 5. Layanan Paid Review Lainnya<br />
Bab 6. Penutup<br />
Profil Penulis</p>
<p>Informasi lebih lanjut: <a href="http://www.blogspreneur.com/index.php/2009/05/25/cara-baru-cari-uang-di-internet-paid-review/">Blog$preneur.com</a></p>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=691&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/9ZQAHqdvKIM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/05/27/cara-baru-cari-uang-di-internet-paid-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/05/27/cara-baru-cari-uang-di-internet-paid-review/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hasil Survey Blogger 2009</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ayongeblog/~3/nM_AK8n3r3A/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 16:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru ayongeblog]]></category>
		<category><![CDATA[blogfam]]></category>
		<category><![CDATA[indopacific edelman]]></category>
		<category><![CDATA[survey blog Indonesia 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Blog hanya trend sesaat? Om Roy Suryo sepertinya perlu baca hasil Survey Blogger Indonesia 2009 yang dilakukan oleh konsultan kehumasan Indopacific Edelman bekerjasama dengan Blogfam, sebuah survey komprehensif pertama yang pernah dilakukan tentang blogger di Indonesia. Istilah trend sesaat yang pernah digunakan beliau itu ternyata bisa mencapai 2 tahun. Itulah salah satu hasil survey tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog hanya trend sesaat? Om Roy Suryo sepertinya perlu baca hasil <em><a href="http://www.ayongeblog.com/2008/11/15/ayo-ikutan-survei-blogger-indonesia/">Survey Blogger Indonesia 2009</a></em> yang dilakukan oleh konsultan kehumasan Indopacific Edelman bekerjasama dengan Blogfam, sebuah survey komprehensif pertama yang pernah dilakukan tentang blogger di Indonesia. Istilah trend sesaat yang pernah digunakan beliau itu ternyata bisa mencapai 2 tahun. Itulah salah satu hasil survey tersebut yang menyebutkan bahwa rata-rata orang Indonesia (61 persen dari responden) berhenti ngeblog setelah 2 tahun. Saya padahal berpikir hanya dalam hitungan bulanan. Soalnya memang ngeblog itu tidak mudah, membosankan dan memerlukan konsistensi. <span id="more-684"></span></p>
<p>Bagi saya, ini adalah wujud dari pendewasaan dunia blog Indonesia, setelah perlahan mulai meninggalkan masa-masa euphoria, masa narsis-narsisan, masa trend sesaat. Perlahan-lahan, para blogger itu otomatis mulai tersaring, dan yang bertahan adalah yang memang konsisten dan punya &#8216;passion&#8217; dalam ngeblog.  Ini nampak dari tingkat intensitas dan frekuensi ngeblog yang meningkat pada masa-masa awal ngeblog, lalu perlahan mulai stabil. Kenyataan ini juga ditunjang dengan hasil yang menunjukkan bahwa meski masih percaya pada media arus utama, namun kepercayaan sesama blogger ternyata cukup tinggi kalau sudah berkaitan dengan informasi yang mereka sajikan.</p>
<p>Survey ini membawa secercah harapan, terutama di tengah maraknya trend media jejaring sosial lainnya, seperti facebook yang konon telah merengut waktu orang untuk ngeblog. Memang facebook bisa jadi lebih trend saat ini. Tapi menurut dugaan saya, justru ini menjadi semacam saringan sehingga yang tersisa adalah blogger-blogger yang memang masih konsisten. Mereka-mereka inilah yang ikut menyumbang pada kekayaan konten internet di Indonesia.</p>
<p>Terus dari sini, kemana dunia blog Indonesia akan melangkah?</p>
<p>Dugaan saya adalah, blog semakin lama akan semakin mengarah pada blog-blog yang <em>niche</em>, blog yang lebih terfokus pada bahasan tertentu. Namun saya menolak <em>banget-banget </em>pendapat beberapa blogger &#8220;senior&#8221; yang terkesan mencoba &#8220;membawa&#8221; fenomena blogging ke arah yang menurut istilah mereka &#8220;lebih serius&#8221;.</p>
<p>Bagi saya, kelebihan blog adalah kenyataan bahwa setiap orang bisa punya media sendiri untuk mengungkapkan berbagai hal yang mereka inginkan dengan cara mereka sendiri. Mau ber <em>lu-gua</em>, mau cerita soal kucing  yang tadi pagi <em>keselek</em> tulang, mau cerita soal cowok di kampus yang yang<em> iih soo sweet</em>, mau cari duit lewat copy paste artikel demi menaikkan traffic, atau malah mau mengulas soal fenomena politik yang njlimet, atau ilmu pengetahuan lain, itu semua adalah bagian dari kekayaan konten internet Indonesia. Bebas-bebas saja kok. Blog itu kan dunia yang bebas!</p>
<p>Bagi saya, istilah serius itu lebih pada konsistensi dan tanggung jawab untuk berbagi informasi melalui blog. Blog-blog yang dibuat untuk sekedar iseng, main-main, atau <em>nggak</em> penting, menurut saya perlahan akan ditinggalkan orang, dan otomatis si penulisnya juga akan bosan sendiri. Kecuali dia ngeblog untuk dirinya sendiri. Rasanya nyaris mustahil ada orang yang bisa tahan ngeblog selama 2 tahun kalau hanya untuk iseng semata.</p>
<p>Jadi, berhentilah berpikir bahwa blog anda tidak penting dan tidak serius dan teruslah berkarya. Kalau blog anda benar-benar tidak penting, anda dan pembaca blog anda akan tahu apa yang harus dilakukan!</p>
<p>Ayo ngeblog terus!</p>
<p>Oya, yang mau lihat hasil survey secara rinci, silahkan lihat di bawah ini: (Terimakasih buat <a href="http://daengbattala.com">Pak Amril</a> yang sudah <a href="http://www.slideshare.net/amriltg/final-report-blogger-survey-may09-fresh">memasang hasil ini di internet</a> dan juga salut buat Indopacific Edelman dan Blogfam untuk kerja kerasnya)<br />
<img style="visibility: hidden; width: 0px; height: 0px;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyNDI4MzQ4NzExMjAmcHQ9MTI*MjgzNDg5ODkyNyZwPTEwMTkxJmQ9c3NfZW1iZWQmZz*yJnQ9Jm89Zjc2YTc*YmRlNTY3NGI3MzkzYjljYzg4YzFmODFjYTUmb2Y9MA==.gif" border="0" alt="" width="0" height="0" /></p>
<div id="__ss_1459388" style="width: 425px; text-align: left;"><a style="font:14px Helvetica,Arial,Sans-serif;display:block;margin:12px 0 3px 0;text-decoration:underline;" title="Final Report Blogger Survey May09 Fresh!" href="http://www.slideshare.net/amriltg/final-report-blogger-survey-may09-fresh?type=presentation">Final Report Blogger Survey May09 Fresh!</a><object width="425" height="355" data="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=finalreportbloggersurveymay09-fresh-090519111557-phpapp02&amp;stripped_title=final-report-blogger-survey-may09-fresh" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=finalreportbloggersurveymay09-fresh-090519111557-phpapp02&amp;stripped_title=final-report-blogger-survey-may09-fresh" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px;">View more <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/amriltg">Amril Taufik gobel</a>.</div>
</div>
<img src="http://www.ayongeblog.com/?ak_action=api_record_view&id=684&type=feed" alt="" /><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ayongeblog/~4/nM_AK8n3r3A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
