Jenesys 2.0 (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth) merupakan program pertukaran mahasiswa dan pemuda yang diadakan oleh pemerintah Jepang. Secara umum program ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi ekonomi Jepang dan mepromosikan pemahaman terhadap nilai-nilai Jepang kepada para Mahasiswa dan pemuda dari wilayah Asia/Osania. Pada tahun 2015, Indonesia mengirim delegasi sebanyak 23 mahasiswa untuk mengikuti program ini selama 10 hari yakni pada tanggal 3-12 Maret 2015. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini tema Jenesys 2.0 memiliki tema khusus untuk Indonesia yaitu “FISHERIES and OCEANOGRAPHY”. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa Jepang dan Indonesia memiliki potensi yang sama besar dalam bidang perikanan dan kelautan.

Ida Nurokhmah, mahasiswa Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) IPB berkesempatan menjadi salah satu delegasi IPB untuk berangkat ke Jepang bersama dengan Universitas lain (Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Pattimura). Selama kegiatan, seluruh delegasi belajar tentang perikanan dan kelautan serta kebudayaan di Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Tokyo dan Miyagi.

Pada hari pertama, delegasi dari Indonesia belajar tentang “Oceanic Environment” di Yokohama Hakkei Island. Tempat ini merupakan suatu pulau kecil yang dimanfaatkan sebagai daerah wisata dan memiliki laut yang sangat bersih. Pada hari selanjutnya ada kunjungan ke Tokyo University of Marine and Science Technology. Pada kunjungan ini delegasi Indonesia memperoleh Kuliah Umum dari Prof. Takafumi ARIMOTO tentang “Introduction of the collaboration activities between Indonesia and Japan” dan sebelumnya disambut langsung oleh Mr. Tomoji TAKAMASA, Vice President of TUMSAT. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dengan mahasiswa TUMSAT tentang kegiatan apa saja yang bisa dikolaborasikan antara Indonesia dan Jepang. Pada hari yang sama pula, setelah mengunjungi Tokyo University of Marine and Science Technology delegasi Indoensia diajak untuk mengunjungi Kindai University untuk melihat kesuksesan kegiatan budidaya Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna) yang dilakukan di sebuah teluk.

Selain di Kota Tokyo, ada satu kota lagi yang tidak kalah menarik. Delegasi dari Indonesia tinggal selama 4 hari di Kota Miyagi (Jepang Utara) tepatnya di daerah Kesennuma. Kesennuma merupakan sebuah kota pusat perikanan yang sangat maju. Kota ini terkena tsunami 4 tahun yang lalu. Akan tetapi, kesennuma mampu bangkit dan kembali menjadi pusat perikanan Jepang. Selama di Kesennuma, banyak hal yang dapat dipelajari antara lain: proses pengolahan ikan, manajemen pelabuhan, pengontrolan pasar ikan, penjaminan mutu dan kualitas ikan serta semangat dan kerjasama masyarakat Kesennuma untuk kembali membangun kota. Sebelum kembali ke Kota Tokyo, Delegasi Indonesia sempat memperoleh kuliah umum di tentang “Fisheries Environment” di Mone Research Center.

Setelah kegiatan ini selesai, diharapkan semua delegasi yang telah memperoleh ilmu dan pengalaman selama di Jepang dapat menyebarkan ke pemuda-pemuda lain di Indonesia yang belum berkesempatan untuk mengikuti program ini.